Laporan Individu Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM

)

.............. 4.. 2. Penulis menyadari dalam penulisan laporan ini masih jauh dari kata sempurna.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat. Dalam melaksanakan kegiatan KPM dan penyusunan laporan ini. Alhamdulillah laporan KPM (Kuliah Pengabdian Masyarakat) Individu UNSIQ (Universitas Sains Quran) Wonosobo ini dapat terselesaikan dengan baik dan lancar.. dukungan spiritual maupun material......... pengertian...... motivasi.. pemahaman. .. semangat... hidayah dan karunia-Nya............ Banjarnegara..... 5... serta kasih sayang yang tak terhingga.. oleh karena itu penulis membutuhkan saran dan kritik membangun guna penyempurnaan laporan ini.... 3. Hormat kami.. Kedua orang tua dan keluarga kami yang tercinta.. Semua perangkat Desa Bantarwaru Banjarnegara yang telah menjadi mentor dan membantu kami selama proses KPM berlangsung. Terima kasih atas doa. penulis mendapatkan banyak bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Penulis ...... Tidak lupa shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Rasulullah SAW............. Penulis menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah ikut serta dalam penyusunan laporan ini yaitu : 1. Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua..... Teman-teman KPM Seluruh pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

berbangsa dan bernegara.BAB I PENDAHULUAN A. Artinya manusiapun harus cerdas untuk menemukan model komunikasi yang mampu menjawab segala kebutuhankebutuhan tersebut tanpa ada diskriminasi atau dengan kata lain komunikasi . Teknologi agama serta seni untuk melaksanakan pembangunan yang semakin meningkat serta meningkatkan persepsi Mahasiswa tentang relevansi antara landasan teori yang diperoleh dibangku perkuliahan untuk diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat secara nyata. Latar belakang Kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) merupakan salah satu bentuk kegiatan yang memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup di tengah-tengah masyarakat di luar kampus. KPM (Kuliah Pengabdian Masyarakat) dilaksanakan di masyarakat di luar kampus dengan maksud meningkatkan relevansi pendidikan dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat akan ilmu pengetahuan. Bagi Mahasiswa kegiatan KPM merupakan pengalaman belajar baru yang tidak diperoleh dalam bangku kuliah. Mahasiswa diharapkan memiliki pengetahuan . Secara sosiologis dalam diri manusia bahwa interaksi sosial adalah kebutuhan yang paling mendasar dalam menjalankan proses hidupnya. kemampuan dan kesadaran baru tentang bermasyarakat. Interaksi sosial ini terbangun sebagai konsekuensi logis dari kesadaran manusia bahwa kebutuhan pada sisi–sisi tertentu kemanusiannya tidak dapat tercapai tanpa interaksi dengan sesamanya. KPM dilaksanakan oleh Perguruan Tinggi dalam upaya meningkatkan misi dan bobot pendidikan pada Mahasiswa untuk mendapat nilai tambah yang lebih besar pada Pendidikan Tinggi. Sekaligus sebagai proses pembelajaran serta mengabdi kepada masyarakat yang sedang membangun dan secara langsung mengidentifikasi serta menangani masalah-masalah pembangunan yang sedang dihadapi. Dengan berakhirnya KPM.

secara aktif dan kreatif menyusun metodologi yang proporsional dan profesional untuk mengaplikasikan segala gagasan dalam bentuk tindakan yang riil di masyarakat. menjamin stabilitas sosial. saling menghargai. Secara umum konsep operasional itu tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pendidikan. mampu mendiagnosa penyakit dan prolematika kebangsaan serta menformulasi resep alternatif yang solutif terhadap penyakit dan problematika tersebut. jaminan rasa aman yang di peroleh setiap anggota masyarakat. menyatukan dan mensinergiskan gerakan segala elemen masyarakat dalam struktur sosial yang sangat kompleks. munculnya simpati. . Pendidikan Tinggi harus mampu berperan sebagai produsen pengetahuan. menjaga aset pengetahuan. Makanya pranata sosial yang terbangun dalam masyarakat (community) harus dapat menciptakan keteraturan sosial. empati dan kepedulian sosial serta segala bentuk tindakan sosial yang banyak kita saksikan dalam aktivitas keseharian kita adalah manifestasi dari cita-cita muliauntuk memenuhi kebutuhan manusia tersebut. menciptakan suasana yang nyaman dan tentram serta jaminan keselamatan lain. adanya pengakuan terhadap hak-hak individu. Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) adalah salah satu bentuk mengejawantahan tri dharma perguruan tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat karena mahasiswa diberi kesempatan secara langsung bersosialisasi dengan masyarakat untuk mengaplikasikan segala bentuk pengetahuan yang telah diperoleh di perguruan tinggi sekaligus Kuliah Pengabdian Masyarakat adalah ruang pembelajaran yang baru bagi mahasiswa untuk pengembangan dirinya. Tolong-menolong. Pendidikan Tinggi merupakan benteng terakhir dalam menghadapi segala goncangan dan problematika kebangsaan. Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat.yang terbangun harus mampu mengakomodir semua kepentingan. laboratorium pengujian kebenaran.

8. Meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Mendekatkan perguruan tinggi kepada masyarakat . 4. 9. Memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa tentang pembangunan masyarakat dan pengalaman kerja nyata pembangunan. 7. Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program studi strata satu di Universitas Sains Quran (UNSIQ) Wonosobo 2.B. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memperhatikan. 3. 5. yaitu : 1. dan memelihara lingkungan hidup. Sebagai implementasi dari pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan & pengajaran. Merintis program pembinaan lingkungan hidup. 6. 10. Memacu pembangunan masyarakat dengan menumbuhkan motivasi kekuatan sendiri. Merintis pembentukan lembaga/institusi peduli lingkungan hidup. Menjadikan lebih dewasanya kepribadian mahasiswa dan bertambah luasnya wawasan mahasiswa. menjaga. Tujuan dan kegunaan Adapun tujuan dan kegunaan kegiatan KPM UNSIQ Wonosobo program pemberdayaan masyarakat. khususnya lingkungan sekitar.

Materi kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mahasiswa UNSIQ (Universitas Sains Quran) diselenggarakan sebagai salah satu kegiatan pengabdian terhadap masyarakat. Rencana program dan kegiatan yang dilakukan selama Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mahasiswa Universitas Sains Quran (UNSIQ) Tahun 2013 tertuang di bawah ini antara lain : 1. Mahasiswa diharapkan dapat beradaptasi. dapat membantu warga masyarakat sesuai dengan keahlian dan keterampilan yang dimiliki. Lokasi Wilayah pelaksanaan kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Universitas Sains Quran (UNSIQ) Wonosobo berlokasi di Kabupaten . Bimbingan belajar (Bahasa Arab) B. serta diharapkan dapat menerapkan ilmu yang telah didapat ke dalam bentuk program kerja kegiatan yang bertujuan untuk membantu masyarakat sesuai dengan masalah yang timbul. baik dari sektor fisik maupun non fisik. dapat menjalin kerja sama yang baik dengan seluruh lapisan masyarakat. Lokasi dan Waktu Kegiatan a. maka penulis mencoba untuk membantu masyarakat sesuai dengan kemampuan penulis. Pengajian Umum 2. Wujud bantuan tersebut dengan menginterpretasikan permasalahan ke dalam dengan masalah yang timbul. di mana setiap mahasiswa dituntut untuk berperan aktif terhadap kegiatan-kegiatan yang ada di sekitar masyarakat.BAB II PERUMUSAN MASALAH DAN PERENCANAAN KEGIATAN A. di tempat penyelenggaraan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM). Berdasarkan survey dan observasi yang penulis lakukan di Desa Bantarwaru Banjarnegara.

yaitu mahasiswa. Dari ke tiga sasaran di atas mempunyai manfaat masing-masing dari pelaksanaan KPM. Teknologi Informasi.Banjarnegara. b. masyarakat. Memperdalam pengertian mahasiswa tentang cara berpikir dan bekerja secara interdisipliner. . dan anak-anak. Sastra Inggris dan Syariah. d. b. Memperdalam pengertian dan penghayatan mahasiswa tentang manfaat IPTEKS yang dipelajari bagi pelaksanaan pembangunan. sehingga dapat menghayati adanya ketergantungan dan kerjasama antar sektor.d 1 Mei 2013. Memperdalam penghayatan dan pengertian mahasiswa terhadap kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dalam melaksanakan pembangunan. Pada kesempatan ini penulis selaku peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) ditempatkan di Desa Bantarwaru Madukoro Banjarnegara dengan beranggotakan sebanyak 12 mahasiswa dari berbagai jurusan seperti Tarbiyah. Sasaran Kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mahasiswa UNSIQ Tahun 2013 mempunyai tiga kelompok sasaran kegiatan. e. Waktu Kegiatan Waktu pelaksanaan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mahasiswa UNSIQ dilakukan selama kegiatan program itu berjalan yaitu selama 40 (empat puluh) hari mulai tanggal 23 Maret s. C. yaitu sebagai berikut : 1) Mahasiswa a. c. Memperoleh bantuan pemikiran IPTEKS dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan yang ada di desa. Terbentuknya kader-kader penerus pembangunan di dalam masyarakat. 2) Masyarakat bersama Lembaga Pernerintah Desa dan Lingkungannya a. Memperoleh manfaat dari bantuan tenaga mahasiswa dalam melaksanakan program dan proyek pembangunan.

Sebagai modal dalam proses belajar di sekolah dan di luar sekolah. Prosedur Kegiatan 1) Analisis Situasi Desa Bantarwaru Madukoro Kabupaten Banjarnegara dikelilingi oleh pegunungan dan berbukitan. c. lingkungan dan keamanan warga masyarakat. terutama yang mendominasi adalah sawah untuk tanaman padi serta kebun untuk tamanan kedelai. Terbentuknya kader-kader penerus pembangunan dalam masyarakat. b. merumuskan dan melaksanakan pembangunan. Mampu mengembangkan potensi diri anak dalam hal belajar Sebagai motivasi dalam proses belajar peserta didik. pendidikan. Selain itu banyak untuk dibudidayakan tanaman lainnya seperti tomat. cabe dankomoditas sayuran lain. Hal tersebut menjadikan jalan-jalan di kampung sudah banyak yang bagus . Lingkungan kampung masih terasa rapi. d. Memperoleh cara-cara baru yang dibutuhkan untuk merencanakan. Memperoleh manfaat dan bantuan tenaga mahasiswa dalam melaksanakan program dan proyek pembangunan. Memperoleh pengalaman dalam menggali serta menumbuhkan potensi swadaya masyarakat yang berkembang. c. jambu mete.b. Menambah wawasan pengetahuan siswa-siswi dalam pengembangan ilmu pengetahuan. d. Terdapat banyak sawah dan kebun di desa Bantarwaru serta pohon-pohon yang rindang untuk pemandangannya. Banyaknya kebun di desa ini lebih disebabkan suhu dingin dan udara sejuk yang sangat mendukung untuk bertanam sayuran. Lingkungan kampung yang sangat dinggin sekali dengan jalan yang agak rusak sedikit membuat kondisi lingkungan dan masyarakatnya tidak sedikit yang teratur. e. D. tetapi jumlah pohon yang banyak rindang dibandingkan wilayah desa yang luas yang lainnya. 3) Siswa – siswi a.

Faktor lain yang sangat berpengaruh adalah pendidikan penduduk yang relatif rendah sehingga kurangnya pengetahuan dalam menjaga lingkungan. kuda dan hewan yang lainnya. Generasi muda cukup banyak. 2) Permasalahan Kesadaran warga khususnya warga Desa Bantarwaru akan pentingnya menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan terlihat masih kurang. Kurangnya kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan juga terlihat dari belum adanya tempat-tempat penampungan air yang banyak di setiap RW. Hal ini terlihat dengan ditemukannya kotoran sapi dan kambing di beberapa jalan umum dan gang-gang yang ada di lingkungan Desa Bantarwaru. Rutinitas penduduk pergi ke kebun dan sawah pada pagi hari dan baru pulang sore hari menjadi salah satu faktor penyebab terabaikannya kebersihan lingkungan. Hal ini dikarenakan kondisi sosial ekonomi masyarakat Desa Bantarwaru kurang memadai. Hal ini disebabkan karena kesibukan mereka dalam . Kebersihan lingkungan di Desa Bantarwaru dirasa kurang. Banyaknya peternakan kambing dan sapi di desa Bantarwaru yang ditunjang dengan pengetahuan yang relatif minim tentang lingkungan diduga berpengaruh pada kondisi lingkungan. Akan tetapi ada pemandangan yang cukup mencolok saat melalui jalan utama yaitu belum adanya pagar untuk pembatasan jalan dengan kuburan umum desa Bantarwaru. Di desa ini juga banyak ditemukan kandang kambing yang terletak di sekitar rumah warga karena sebagian besar masyarakat berternak kambing.karena diperbaiki beberapa waktu yang lalu. Mayoritas air yang dipakai masyarakat berasal dari mata air gunung yang sangat jernih. sehingga mayoritas kaum muda lebih memilih mencari uang dari pada sekolah. di samping itu ada yang berternak hewan lain seperti sapi. namun hanya sebagian kecil yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dari sekolah dasar. Air di desa ini sangat melimpah. Hal ini berpengaruh pada pemandangan kuburan yang tidak terlihat rapi dan bersih. kerbau.

yaitu: a) Pemagaran kuburan umum di Desa O’o yang terdiri dari dua dusun yaitu dusun O’o dengan dusun Langgentu. d) Pengembangan di bidang olahraga dengan mengadakan Pertandingan Futcal antar Club di Desa O’o.menjalankan rutinitas pekerjaan yang banyak menyita waktu. sawah pada pagi hari dan pulang pada sore hari. mahasiswa KPM UNSIQ dengan rencana program kerja di Desa Bantarwaru Madukoro Kabupaten Banjarnegara memfokuskan program kerja pada masalah. SMP. Rata-rata aktivitas keseharian mereka adalah berangkat ke kebun. b) Kebersihan lingkungan di Desa O’o yang terdiri dari yaitu Jum’at bersih dengan Kebersihan Lingkungan Desa O’o melalui gang dan parit-parit yang ada di Desa O’o. Sehingga lingkungan terlihat kurang terawat karena rendahnya kepedulian penduduk terhadap kebersihan lingkungan. c) Pengembangan pendidikan melalui bimbingan belajar untuk anak-anak sekolah di SDN. . termasuk mengurusi lingkungan sekitar. dan SMA. Dari uraian di atas. Hal ini mengakibatkan waktu yang tersisa untuk mengurusi urusan lain diluar pekerjaan sangat sedikit.

1. tanggal Nama Kegiatan Materi Pemateri Sasaran Lokasi Ket 3. Program Non Fisik a... Rincian kegiatan bimbel dapat dirumuskan dalam tabel di bawah ini : No.. Program Fisik a. Pemagaran Makam Umum Desa Bantarwaru Pemagaran makam umum desa adalah salah satu program fisik yang dilaksanakan oleh mahasiswa KPM Desa Bantarwaru. Hasil fisik yang didapat adalah pagar berbahan dasar bambu sepanjang 200 M dan bercat putih lengkap dengan plang makam. SMP dan SMA dengan tujuan untuk memberikan tambahan pelajaran diluar jam sekolah dengan membagi jadwal untuk SD setiap hari selasa sore dan untuk pelajar SMP dan SMA setiap hari kamis sore. Pelaksanaan dan Pembahasan KPM adalah bentuk kongkrit pelayanan mahasiswa terhadap masyarakat... Demikian juga halnya yang dilakukan oleh mahasiswa KPM di desa Bantarwaru Madukoro Kabupaten Banjarnegara.... dengan materi bahasa inggris yang lebih beragam dan lebih menyenangkan. Programprogram tersebut di bagi menjadi dua kategori yaitu kegiatan nonfisik dan fisik. mahasiswa selaku pelaksana KPM selalu menawarkan program-program kerja yang ingin dilaksanakan.. Hari.... Sasaran kegiatan bimbel tersebut adalah pelajar SD. Bimbel ( bimbingan belajar ) Bahasa Inggris Sesuai dengan rencana program yang dicanangkan Mahasiswa KPM UNSIQ bahwa kegiatan yang dilaksanakan di Desa Bantarwaru adalah melaksanakan kegiatan bimbel.... Jadwal bimbel tersebut pun dibagi lagi bergilir per minggunya karena lokasi kegiatan terdiri dari dua tempat yakni . Dalam proses pelaksanaan KPM..BAB III PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN A. ...

.. Program ini secara langsung tertuju pada pagar Kantor Desa yang berukuran 50 M yang sudah nampak pudar.. Kegiatan yang menarik perhatian masyarakat desa ini diadakan melalui beberapa tahapan yakni tahap pendaftaran yang diadakan mulai tanggal .tgl Nama Program Jenis Kegiatan Sasaran Lokasi Hanbatan Ket .. 2013 dengan lancar dan tampa hambatan berarti... d.... sehingga mahasiswa berkeinginan untuk mengecat kembali pagar tersebut.. Pembersihan lingkungan ini selalu di ikuti oleh masyarakat tiap dusun tersebut dan masjid umum Desa Bantarwaru.. 2013.b.d .. Rincian kegiatan yang dilaksanakan dalam program kerja KPM Mahasiswa UNSIQ Tahun 2013 dapat dilihat dari tabel di bawah ini : Hari. Pertandingan FUTSAL Kegiatan olahraga ini beroreantasi pada pertandingan antar club di Desa Bantarwaru...... Kegiatan ini diprakarsai oleh Mahasiswa KPM Mahasiswa UNSIQ Tahun 2013 dan didukung oleh pemuda dan tokoh-tokoh desa. s.. Kebersihan Lingkungan ( Jum’at Bersih) Kegiatan rutin ini diadakan setiap hari Jum’at dengan sasaran empat dusun yang ada di Desa Bantarwaru... dan mencapi final pada tanggal .... c.. Pengecetan Pengecatan pagar desa pun termasuk dalam program andalan Mahasiswa KPM UNSIQ Tahun 2013. Pertandingan babak penyisihan pun dimulai pada tanggal .

... Hambatan tesebut ditanggulangi dengan mengefisienkan jadwal pengajaran dan melengkapi buku panduan dan lebih intens menyosialisasikan program bimbel tersebut dan rutin mengabsen pelajar yang menjadi peserta didik. cuaca.... Hambatan dan cara penanggulangan 1. 4... Masalah tersebut berhasil diatasi dengan menentukan hari yang tepat dimana masyarakat dapat meluangkan waktunya dan menempatkan para kepala dusun.. dan pembagian waktu yang harus dibagi perminggu secara bergantian antara . Masalah ini dapat ditanggulangi dengan merevisi berbagai macam pengeluaran dan ditambah dengan menjalankan list donatur...... 3.... dalam proses pelaksaanya tidak luput dari hambatan.... 2. ketua RT dan RW masing-masing sebagai koordinator. Kebersihan Lingkungan ( Jum’at Bersih) Program kegiatan kebersihan lingkungan (jum’at bersih) sedikit hambatan karena kurangnya koordinasi dan sosialisasi mahasiswa KPM dengan masyarakat ditambah dengan minimnya masyarakt yang terlibat karena waktu mereka tersita oleh kegiatan bertani mereka. Hambatan yang paling sulit ditanggulangi adalah kurangnya masyarakat yang berpartisipasi sehinga swadaya masyarakat berupa bambu pun sulit untuk terpenuhi.B. menjadi hambatan yamg harus dihadapi oleh mahasiswa KPM. Pemagaran makam umum desa Program pemagaran makam umum desa adalah program yang paling banyak mendapat hambatan... Bimbel ( bimbingan belajar ) Program kegiatan yang berlatarbelakang pendidikan ini.. Hal itu tejadi karena pada saat berlangsungnya program kerja tersebut masyrakat sedang dalam masa panen dan persiapan untuk masa tanam selanjutnya. Kurangnya sarana dan prasarana pengajaran.. Pengecetan pagar kantor desa Program kegiatan pengecatan pagar kantor desa sedikit terhambat karena kurangnya bahan (cat).

5. sehingga banyak waktu tersita. Selain itu dukungan dari para tokoh masyarakat dan aparat pemerintah setempat. Hal ini mengakibatkan waktu untuk melaksanakan program sedikit berkurang. Pertandingan FUTSAL Program kegiatan pertandingan futsal yang bertujuan untuk memasyarakatkan olahraga futsal ini pun tidak luput dari hambatan dan permasalahan. baik pada saat pendaftaran maupun pada saat pertandingan berlangsung juga dalam hal dana. Selain faktor pendukung. di antaranya adalah sikap positif warga yang menyambut baik kedatangan mahasiswa KPM Mahasiswa UNSIQ Wonosobo Tahun 2013. Adapun faktor utama yang membuat program terlaksana dengan baik adalah kekompakan kelompok kami dalam menjalankan program-program KPM. Proses pendaftaran diawali dengan permasalahan peserta yang tidak setuju dengan jumlah uang pendaftaran. Di antaranya adalah keterbatasan dana dalam menjalankan beberapa program.Masalah tersebut dapat teratasi dengan membuat pertemuan dan menjadwalkan waktu yang tepat untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Selain itu. Faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program Banyak sekali faktor pendukung yang membuat program terlaksana dengan baik. kami juga menemui beberapa hambatan dalam melaksanakan program. baik dukungan secara moril maupun materiil. Dimana dalam kegiatan ini hampir 80% kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa. saya juga cukup disibukkan dengan kegiatan-kegiatan lain di luar program. . kemudian banyaknya team yang terlambat melunasi biaya administrasi. di antaranya adalah menjadi panitia kegiatan.

BAB III PENUTUP A. Program-program yang direncanakan dapat terealisasi dengan optimal dan tepat waktu.Saran Program KPM Mahasiswa UNSIQ Tahun 2013 adalah merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus tetap dilestarikan. Karena kegiatan ini sangat bermanfaat bagi semua pihak. . Hal ini tidak luput dari kompaknya kerjasama dan dukungan dari semua anggota kelompok KPM Mahasiswa UNSIQ Tahun 2013. Selain itu. kegiatan KPM berlangsung dengan baik. terjalinnya hubungan baik dengan masyarakat Desa Bantarwaru Madukoro Kabupaten Banjarnegara serta partisipasi pihak lain dalam membantu program kerja mahasiswa KPM di Desa Bantarwaru. Kesimpulan Secara keseluruhan. Bagi mahasiswa yang akan diterjunkan. B. Karena langkah awal ini sangat menentukan dalam ketercapaian pelaksanaan program yang akan dilaksanakan. Saran . terlebih dahulu harus mengadakan observasi yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

DAFTAR PUSTAKA .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful