Laporan Individu Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM

)

Terima kasih atas doa.. motivasi.. oleh karena itu penulis membutuhkan saran dan kritik membangun guna penyempurnaan laporan ini.. Penulis ..... Hormat kami....... Alhamdulillah laporan KPM (Kuliah Pengabdian Masyarakat) Individu UNSIQ (Universitas Sains Quran) Wonosobo ini dapat terselesaikan dengan baik dan lancar. 2. Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. serta kasih sayang yang tak terhingga.... Kedua orang tua dan keluarga kami yang tercinta..... dukungan spiritual maupun material. Banjarnegara. semangat............ 3.... Dalam melaksanakan kegiatan KPM dan penyusunan laporan ini....... pemahaman. Semua perangkat Desa Bantarwaru Banjarnegara yang telah menjadi mentor dan membantu kami selama proses KPM berlangsung....... Penulis menyadari dalam penulisan laporan ini masih jauh dari kata sempurna..... hidayah dan karunia-Nya.. penulis mendapatkan banyak bantuan dan dukungan dari berbagai pihak.... . 5.. Teman-teman KPM Seluruh pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Penulis menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah ikut serta dalam penyusunan laporan ini yaitu : 1.. pengertian....... 4......KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat...... Tidak lupa shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Rasulullah SAW......

kemampuan dan kesadaran baru tentang bermasyarakat. Secara sosiologis dalam diri manusia bahwa interaksi sosial adalah kebutuhan yang paling mendasar dalam menjalankan proses hidupnya. berbangsa dan bernegara. Interaksi sosial ini terbangun sebagai konsekuensi logis dari kesadaran manusia bahwa kebutuhan pada sisi–sisi tertentu kemanusiannya tidak dapat tercapai tanpa interaksi dengan sesamanya. Artinya manusiapun harus cerdas untuk menemukan model komunikasi yang mampu menjawab segala kebutuhankebutuhan tersebut tanpa ada diskriminasi atau dengan kata lain komunikasi . Latar belakang Kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) merupakan salah satu bentuk kegiatan yang memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup di tengah-tengah masyarakat di luar kampus. Sekaligus sebagai proses pembelajaran serta mengabdi kepada masyarakat yang sedang membangun dan secara langsung mengidentifikasi serta menangani masalah-masalah pembangunan yang sedang dihadapi. Bagi Mahasiswa kegiatan KPM merupakan pengalaman belajar baru yang tidak diperoleh dalam bangku kuliah.BAB I PENDAHULUAN A. KPM (Kuliah Pengabdian Masyarakat) dilaksanakan di masyarakat di luar kampus dengan maksud meningkatkan relevansi pendidikan dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat akan ilmu pengetahuan. Teknologi agama serta seni untuk melaksanakan pembangunan yang semakin meningkat serta meningkatkan persepsi Mahasiswa tentang relevansi antara landasan teori yang diperoleh dibangku perkuliahan untuk diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat secara nyata. KPM dilaksanakan oleh Perguruan Tinggi dalam upaya meningkatkan misi dan bobot pendidikan pada Mahasiswa untuk mendapat nilai tambah yang lebih besar pada Pendidikan Tinggi. Dengan berakhirnya KPM. Mahasiswa diharapkan memiliki pengetahuan .

Secara umum konsep operasional itu tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pendidikan. Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) adalah salah satu bentuk mengejawantahan tri dharma perguruan tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat karena mahasiswa diberi kesempatan secara langsung bersosialisasi dengan masyarakat untuk mengaplikasikan segala bentuk pengetahuan yang telah diperoleh di perguruan tinggi sekaligus Kuliah Pengabdian Masyarakat adalah ruang pembelajaran yang baru bagi mahasiswa untuk pengembangan dirinya. adanya pengakuan terhadap hak-hak individu. . menyatukan dan mensinergiskan gerakan segala elemen masyarakat dalam struktur sosial yang sangat kompleks. empati dan kepedulian sosial serta segala bentuk tindakan sosial yang banyak kita saksikan dalam aktivitas keseharian kita adalah manifestasi dari cita-cita muliauntuk memenuhi kebutuhan manusia tersebut. secara aktif dan kreatif menyusun metodologi yang proporsional dan profesional untuk mengaplikasikan segala gagasan dalam bentuk tindakan yang riil di masyarakat. Pendidikan Tinggi merupakan benteng terakhir dalam menghadapi segala goncangan dan problematika kebangsaan. Makanya pranata sosial yang terbangun dalam masyarakat (community) harus dapat menciptakan keteraturan sosial. saling menghargai. Tolong-menolong. menciptakan suasana yang nyaman dan tentram serta jaminan keselamatan lain. menjaga aset pengetahuan. Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Pendidikan Tinggi harus mampu berperan sebagai produsen pengetahuan.yang terbangun harus mampu mengakomodir semua kepentingan. laboratorium pengujian kebenaran. munculnya simpati. jaminan rasa aman yang di peroleh setiap anggota masyarakat. mampu mendiagnosa penyakit dan prolematika kebangsaan serta menformulasi resep alternatif yang solutif terhadap penyakit dan problematika tersebut. menjamin stabilitas sosial.

Memacu pembangunan masyarakat dengan menumbuhkan motivasi kekuatan sendiri. Merintis pembentukan lembaga/institusi peduli lingkungan hidup. 9. Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program studi strata satu di Universitas Sains Quran (UNSIQ) Wonosobo 2. khususnya lingkungan sekitar. 10. 6. 3. 7. Mendekatkan perguruan tinggi kepada masyarakat . Menjadikan lebih dewasanya kepribadian mahasiswa dan bertambah luasnya wawasan mahasiswa. Meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar. 5. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memperhatikan. Sebagai implementasi dari pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan & pengajaran. 8. dan memelihara lingkungan hidup. Merintis program pembinaan lingkungan hidup. menjaga. Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Tujuan dan kegunaan Adapun tujuan dan kegunaan kegiatan KPM UNSIQ Wonosobo program pemberdayaan masyarakat.B. yaitu : 1. 4. Memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa tentang pembangunan masyarakat dan pengalaman kerja nyata pembangunan.

dapat menjalin kerja sama yang baik dengan seluruh lapisan masyarakat. Materi kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mahasiswa UNSIQ (Universitas Sains Quran) diselenggarakan sebagai salah satu kegiatan pengabdian terhadap masyarakat. Rencana program dan kegiatan yang dilakukan selama Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mahasiswa Universitas Sains Quran (UNSIQ) Tahun 2013 tertuang di bawah ini antara lain : 1. Pengajian Umum 2.BAB II PERUMUSAN MASALAH DAN PERENCANAAN KEGIATAN A. serta diharapkan dapat menerapkan ilmu yang telah didapat ke dalam bentuk program kerja kegiatan yang bertujuan untuk membantu masyarakat sesuai dengan masalah yang timbul. di tempat penyelenggaraan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM). Bimbingan belajar (Bahasa Arab) B. dapat membantu warga masyarakat sesuai dengan keahlian dan keterampilan yang dimiliki. Mahasiswa diharapkan dapat beradaptasi. Wujud bantuan tersebut dengan menginterpretasikan permasalahan ke dalam dengan masalah yang timbul. di mana setiap mahasiswa dituntut untuk berperan aktif terhadap kegiatan-kegiatan yang ada di sekitar masyarakat. Berdasarkan survey dan observasi yang penulis lakukan di Desa Bantarwaru Banjarnegara. Lokasi dan Waktu Kegiatan a. baik dari sektor fisik maupun non fisik. Lokasi Wilayah pelaksanaan kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Universitas Sains Quran (UNSIQ) Wonosobo berlokasi di Kabupaten . maka penulis mencoba untuk membantu masyarakat sesuai dengan kemampuan penulis.

Memperoleh manfaat dari bantuan tenaga mahasiswa dalam melaksanakan program dan proyek pembangunan. dan anak-anak. Sastra Inggris dan Syariah.Banjarnegara. Memperdalam pengertian mahasiswa tentang cara berpikir dan bekerja secara interdisipliner.d 1 Mei 2013. Memperdalam pengertian dan penghayatan mahasiswa tentang manfaat IPTEKS yang dipelajari bagi pelaksanaan pembangunan. Waktu Kegiatan Waktu pelaksanaan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mahasiswa UNSIQ dilakukan selama kegiatan program itu berjalan yaitu selama 40 (empat puluh) hari mulai tanggal 23 Maret s. Sasaran Kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mahasiswa UNSIQ Tahun 2013 mempunyai tiga kelompok sasaran kegiatan. sehingga dapat menghayati adanya ketergantungan dan kerjasama antar sektor. b. Pada kesempatan ini penulis selaku peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) ditempatkan di Desa Bantarwaru Madukoro Banjarnegara dengan beranggotakan sebanyak 12 mahasiswa dari berbagai jurusan seperti Tarbiyah. Teknologi Informasi. yaitu sebagai berikut : 1) Mahasiswa a. Memperdalam penghayatan dan pengertian mahasiswa terhadap kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dalam melaksanakan pembangunan. masyarakat. d. 2) Masyarakat bersama Lembaga Pernerintah Desa dan Lingkungannya a. . C. Memperoleh bantuan pemikiran IPTEKS dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan yang ada di desa. c. Dari ke tiga sasaran di atas mempunyai manfaat masing-masing dari pelaksanaan KPM. yaitu mahasiswa. b. Terbentuknya kader-kader penerus pembangunan di dalam masyarakat. e.

c. Banyaknya kebun di desa ini lebih disebabkan suhu dingin dan udara sejuk yang sangat mendukung untuk bertanam sayuran. d. terutama yang mendominasi adalah sawah untuk tanaman padi serta kebun untuk tamanan kedelai. merumuskan dan melaksanakan pembangunan. 3) Siswa – siswi a. Lingkungan kampung yang sangat dinggin sekali dengan jalan yang agak rusak sedikit membuat kondisi lingkungan dan masyarakatnya tidak sedikit yang teratur. cabe dankomoditas sayuran lain. Memperoleh pengalaman dalam menggali serta menumbuhkan potensi swadaya masyarakat yang berkembang. jambu mete. Selain itu banyak untuk dibudidayakan tanaman lainnya seperti tomat.b. Memperoleh cara-cara baru yang dibutuhkan untuk merencanakan. D. Mampu mengembangkan potensi diri anak dalam hal belajar Sebagai motivasi dalam proses belajar peserta didik. Terdapat banyak sawah dan kebun di desa Bantarwaru serta pohon-pohon yang rindang untuk pemandangannya. Terbentuknya kader-kader penerus pembangunan dalam masyarakat. d. Menambah wawasan pengetahuan siswa-siswi dalam pengembangan ilmu pengetahuan. c. Memperoleh manfaat dan bantuan tenaga mahasiswa dalam melaksanakan program dan proyek pembangunan. Prosedur Kegiatan 1) Analisis Situasi Desa Bantarwaru Madukoro Kabupaten Banjarnegara dikelilingi oleh pegunungan dan berbukitan. Sebagai modal dalam proses belajar di sekolah dan di luar sekolah. Hal tersebut menjadikan jalan-jalan di kampung sudah banyak yang bagus . Lingkungan kampung masih terasa rapi. lingkungan dan keamanan warga masyarakat. b. pendidikan. e. tetapi jumlah pohon yang banyak rindang dibandingkan wilayah desa yang luas yang lainnya.

Hal ini terlihat dengan ditemukannya kotoran sapi dan kambing di beberapa jalan umum dan gang-gang yang ada di lingkungan Desa Bantarwaru. Hal ini disebabkan karena kesibukan mereka dalam . kuda dan hewan yang lainnya.karena diperbaiki beberapa waktu yang lalu. Faktor lain yang sangat berpengaruh adalah pendidikan penduduk yang relatif rendah sehingga kurangnya pengetahuan dalam menjaga lingkungan. kerbau. Rutinitas penduduk pergi ke kebun dan sawah pada pagi hari dan baru pulang sore hari menjadi salah satu faktor penyebab terabaikannya kebersihan lingkungan. sehingga mayoritas kaum muda lebih memilih mencari uang dari pada sekolah. Air di desa ini sangat melimpah. Banyaknya peternakan kambing dan sapi di desa Bantarwaru yang ditunjang dengan pengetahuan yang relatif minim tentang lingkungan diduga berpengaruh pada kondisi lingkungan. Akan tetapi ada pemandangan yang cukup mencolok saat melalui jalan utama yaitu belum adanya pagar untuk pembatasan jalan dengan kuburan umum desa Bantarwaru. 2) Permasalahan Kesadaran warga khususnya warga Desa Bantarwaru akan pentingnya menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan terlihat masih kurang. Kurangnya kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan juga terlihat dari belum adanya tempat-tempat penampungan air yang banyak di setiap RW. di samping itu ada yang berternak hewan lain seperti sapi. Generasi muda cukup banyak. Mayoritas air yang dipakai masyarakat berasal dari mata air gunung yang sangat jernih. Hal ini berpengaruh pada pemandangan kuburan yang tidak terlihat rapi dan bersih. Hal ini dikarenakan kondisi sosial ekonomi masyarakat Desa Bantarwaru kurang memadai. Kebersihan lingkungan di Desa Bantarwaru dirasa kurang. Di desa ini juga banyak ditemukan kandang kambing yang terletak di sekitar rumah warga karena sebagian besar masyarakat berternak kambing. namun hanya sebagian kecil yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dari sekolah dasar.

Hal ini mengakibatkan waktu yang tersisa untuk mengurusi urusan lain diluar pekerjaan sangat sedikit. yaitu: a) Pemagaran kuburan umum di Desa O’o yang terdiri dari dua dusun yaitu dusun O’o dengan dusun Langgentu. b) Kebersihan lingkungan di Desa O’o yang terdiri dari yaitu Jum’at bersih dengan Kebersihan Lingkungan Desa O’o melalui gang dan parit-parit yang ada di Desa O’o. Sehingga lingkungan terlihat kurang terawat karena rendahnya kepedulian penduduk terhadap kebersihan lingkungan. d) Pengembangan di bidang olahraga dengan mengadakan Pertandingan Futcal antar Club di Desa O’o. Rata-rata aktivitas keseharian mereka adalah berangkat ke kebun. Dari uraian di atas. dan SMA. sawah pada pagi hari dan pulang pada sore hari. mahasiswa KPM UNSIQ dengan rencana program kerja di Desa Bantarwaru Madukoro Kabupaten Banjarnegara memfokuskan program kerja pada masalah.menjalankan rutinitas pekerjaan yang banyak menyita waktu. SMP. c) Pengembangan pendidikan melalui bimbingan belajar untuk anak-anak sekolah di SDN. . termasuk mengurusi lingkungan sekitar.

Jadwal bimbel tersebut pun dibagi lagi bergilir per minggunya karena lokasi kegiatan terdiri dari dua tempat yakni ..BAB III PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN A. dengan materi bahasa inggris yang lebih beragam dan lebih menyenangkan. Demikian juga halnya yang dilakukan oleh mahasiswa KPM di desa Bantarwaru Madukoro Kabupaten Banjarnegara. Bimbel ( bimbingan belajar ) Bahasa Inggris Sesuai dengan rencana program yang dicanangkan Mahasiswa KPM UNSIQ bahwa kegiatan yang dilaksanakan di Desa Bantarwaru adalah melaksanakan kegiatan bimbel. . Sasaran kegiatan bimbel tersebut adalah pelajar SD.. Programprogram tersebut di bagi menjadi dua kategori yaitu kegiatan nonfisik dan fisik.. SMP dan SMA dengan tujuan untuk memberikan tambahan pelajaran diluar jam sekolah dengan membagi jadwal untuk SD setiap hari selasa sore dan untuk pelajar SMP dan SMA setiap hari kamis sore. mahasiswa selaku pelaksana KPM selalu menawarkan program-program kerja yang ingin dilaksanakan.. Pemagaran Makam Umum Desa Bantarwaru Pemagaran makam umum desa adalah salah satu program fisik yang dilaksanakan oleh mahasiswa KPM Desa Bantarwaru.. Program Fisik a.. Hari.. Program Non Fisik a. Rincian kegiatan bimbel dapat dirumuskan dalam tabel di bawah ini : No.. Pelaksanaan dan Pembahasan KPM adalah bentuk kongkrit pelayanan mahasiswa terhadap masyarakat... 1. Hasil fisik yang didapat adalah pagar berbahan dasar bambu sepanjang 200 M dan bercat putih lengkap dengan plang makam... Dalam proses pelaksanaan KPM. tanggal Nama Kegiatan Materi Pemateri Sasaran Lokasi Ket 3.......

. Program ini secara langsung tertuju pada pagar Kantor Desa yang berukuran 50 M yang sudah nampak pudar... c... Pertandingan FUTSAL Kegiatan olahraga ini beroreantasi pada pertandingan antar club di Desa Bantarwaru. sehingga mahasiswa berkeinginan untuk mengecat kembali pagar tersebut... Pengecetan Pengecatan pagar desa pun termasuk dalam program andalan Mahasiswa KPM UNSIQ Tahun 2013...... d. Kegiatan ini diprakarsai oleh Mahasiswa KPM Mahasiswa UNSIQ Tahun 2013 dan didukung oleh pemuda dan tokoh-tokoh desa. Kebersihan Lingkungan ( Jum’at Bersih) Kegiatan rutin ini diadakan setiap hari Jum’at dengan sasaran empat dusun yang ada di Desa Bantarwaru.b... Pertandingan babak penyisihan pun dimulai pada tanggal ... 2013. s... Rincian kegiatan yang dilaksanakan dalam program kerja KPM Mahasiswa UNSIQ Tahun 2013 dapat dilihat dari tabel di bawah ini : Hari.d . 2013 dengan lancar dan tampa hambatan berarti. dan mencapi final pada tanggal . Pembersihan lingkungan ini selalu di ikuti oleh masyarakat tiap dusun tersebut dan masjid umum Desa Bantarwaru....... Kegiatan yang menarik perhatian masyarakat desa ini diadakan melalui beberapa tahapan yakni tahap pendaftaran yang diadakan mulai tanggal .tgl Nama Program Jenis Kegiatan Sasaran Lokasi Hanbatan Ket .

Masalah tersebut berhasil diatasi dengan menentukan hari yang tepat dimana masyarakat dapat meluangkan waktunya dan menempatkan para kepala dusun. dan pembagian waktu yang harus dibagi perminggu secara bergantian antara . Bimbel ( bimbingan belajar ) Program kegiatan yang berlatarbelakang pendidikan ini...B. Kurangnya sarana dan prasarana pengajaran. Pengecetan pagar kantor desa Program kegiatan pengecatan pagar kantor desa sedikit terhambat karena kurangnya bahan (cat).. 3... 2.. Hambatan tesebut ditanggulangi dengan mengefisienkan jadwal pengajaran dan melengkapi buku panduan dan lebih intens menyosialisasikan program bimbel tersebut dan rutin mengabsen pelajar yang menjadi peserta didik. menjadi hambatan yamg harus dihadapi oleh mahasiswa KPM.... Masalah ini dapat ditanggulangi dengan merevisi berbagai macam pengeluaran dan ditambah dengan menjalankan list donatur.. . dalam proses pelaksaanya tidak luput dari hambatan.. Pemagaran makam umum desa Program pemagaran makam umum desa adalah program yang paling banyak mendapat hambatan. ketua RT dan RW masing-masing sebagai koordinator.. Hambatan dan cara penanggulangan 1. Hambatan yang paling sulit ditanggulangi adalah kurangnya masyarakat yang berpartisipasi sehinga swadaya masyarakat berupa bambu pun sulit untuk terpenuhi.. cuaca....... Hal itu tejadi karena pada saat berlangsungnya program kerja tersebut masyrakat sedang dalam masa panen dan persiapan untuk masa tanam selanjutnya. Kebersihan Lingkungan ( Jum’at Bersih) Program kegiatan kebersihan lingkungan (jum’at bersih) sedikit hambatan karena kurangnya koordinasi dan sosialisasi mahasiswa KPM dengan masyarakat ditambah dengan minimnya masyarakt yang terlibat karena waktu mereka tersita oleh kegiatan bertani mereka.... 4..

. Pertandingan FUTSAL Program kegiatan pertandingan futsal yang bertujuan untuk memasyarakatkan olahraga futsal ini pun tidak luput dari hambatan dan permasalahan. Faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program Banyak sekali faktor pendukung yang membuat program terlaksana dengan baik. kemudian banyaknya team yang terlambat melunasi biaya administrasi. kami juga menemui beberapa hambatan dalam melaksanakan program. di antaranya adalah menjadi panitia kegiatan. 5. Di antaranya adalah keterbatasan dana dalam menjalankan beberapa program. Hal ini mengakibatkan waktu untuk melaksanakan program sedikit berkurang. sehingga banyak waktu tersita. Selain itu. Selain itu dukungan dari para tokoh masyarakat dan aparat pemerintah setempat. baik dukungan secara moril maupun materiil. Proses pendaftaran diawali dengan permasalahan peserta yang tidak setuju dengan jumlah uang pendaftaran. Selain faktor pendukung.Masalah tersebut dapat teratasi dengan membuat pertemuan dan menjadwalkan waktu yang tepat untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Dimana dalam kegiatan ini hampir 80% kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa. saya juga cukup disibukkan dengan kegiatan-kegiatan lain di luar program. baik pada saat pendaftaran maupun pada saat pertandingan berlangsung juga dalam hal dana. di antaranya adalah sikap positif warga yang menyambut baik kedatangan mahasiswa KPM Mahasiswa UNSIQ Wonosobo Tahun 2013. Adapun faktor utama yang membuat program terlaksana dengan baik adalah kekompakan kelompok kami dalam menjalankan program-program KPM.

Kesimpulan Secara keseluruhan. terjalinnya hubungan baik dengan masyarakat Desa Bantarwaru Madukoro Kabupaten Banjarnegara serta partisipasi pihak lain dalam membantu program kerja mahasiswa KPM di Desa Bantarwaru. Program-program yang direncanakan dapat terealisasi dengan optimal dan tepat waktu. Selain itu. kegiatan KPM berlangsung dengan baik. Karena langkah awal ini sangat menentukan dalam ketercapaian pelaksanaan program yang akan dilaksanakan.Saran Program KPM Mahasiswa UNSIQ Tahun 2013 adalah merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus tetap dilestarikan. Bagi mahasiswa yang akan diterjunkan. Hal ini tidak luput dari kompaknya kerjasama dan dukungan dari semua anggota kelompok KPM Mahasiswa UNSIQ Tahun 2013. Karena kegiatan ini sangat bermanfaat bagi semua pihak.BAB III PENUTUP A. Saran . B. terlebih dahulu harus mengadakan observasi yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. .

DAFTAR PUSTAKA .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful