P E R N YA T A A N STANDAR AKUNTANSI

PSAK KEUANGAN

No.

4 5

IKATAN

AKUNTAN

INDONESIA

PELAPORAN ORGANISASI

KEUANGAN NIRLABA

P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA

PSAK N O . 45

DAFTAR

ISI
Paragraf

SAMBUTAN KETUA UMUM IAI PENDAHULUAN ..................................................................... Tujuan Ruang Lingkup ............................................................... Definisi ........................................................................... PENJELASAN ........................................................................ Tujuan Laporan Keuangan ............................................. Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba .......................... Laporan Posisi Keuangan .............................................. Tujuan Laporan Posisi Keuangan ......................... Klasifikasi Aktiva dan Kewajiban ........................... Klasifikasi Aktiva Bersih Terikat atau Tidak Terikat ................................................................... Laporan Aktivitas ........................................................... Tujuan dan Fokus Laporan Aktivitas ..................... Perubahan Kelompok Aktiva Bersih ..................... Klasifikasi Pendapatan, Beban, Keuntungan dan Kerugian ........................................................ Informasi Pendapatan dan Beban ........................ Informasi Pemberian Jasa .................................... Laporan Arus Kas .......................................................... Tujuan Laporan Arus Kas ..................................... Klasifikasi Penerimaan dan Pengeluaran Kas .. 34 PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN No. 45 PELAPORAN KEUANGAN ORGANISASI NIRLABA ........................................................ Tanggal Efektif ............................................................... 01-04 05 06-34 05-08 09-34 10-18 10-11 12-13 14-18 19-32 19-20 21-22 23-26 27-28 29-32 33-34 33 01-05

35-48 48

Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak

P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA

PSAK N O . 45

PSAK No. 45 tentang PELAPORAN KEUANGAN ORGANISASI NIRLABA telah disetujui dalam rapat Komite Standar Akuntansi Keuangan pada tanggal 20 Desember 1997 dan telah disahkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Akuntan Indonesia pada tanggal 23 Desember 1997. Penyataan ini tidak wajib diterapkan untuk unsur yang tidak material (immaterial items). Jakarta, 23 Desember 1997 Komite Standar Akuntansi Keuangan Jusuf Halim Istini T. Sidharta Mirza Mochtar Wahjudi Prakarsa Katjep K. Abdoelkadir Jan Hoesada Hein G. Surjaatmadja Sobo Sitorus Timoty E. Marnandus Mirawati Sudjono Nur Indriantoro Rusdy Daryono Siti Ch. Fadjriah Osman Sitorus Jusuf Wibisana Yosefa Sayekti Heri Wahyu Setiyarso Ketua Wakil Ketua Sekretaris Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota

Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak

Peningkatan mutu tersebut dilakukan baik dengan penerbitan standar baru maupun dengan melakukan penyempurnaan terhadap standar yang telah ada. Untuk memenuhi tuntutan yang semakin meningkat tersebut. Standar Akuntansi Keuangan haruslah berwawasan global. Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak . arus dana tidak lagi mengenal batas negara dan tuntutan transparansi informasi keuangan semakin meningkat. Upaya pengembangan standar akuntansi ini tentunya tidak akan berhasil tanpa dukungan berbagai pihak. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada badan dan instansi pemerintah lainnya. Kantor Akuntan Publik Drs. Hadi Sutanto & Rekan. Ikatan Akuntan Indonesia selalu berusaha secara berkesinambungan untuk meningkatkan mutu standar akuntansi keuangan agar laporan keuangan yang disajikan perusahaan Indonesia dapat sejalan dengan perkembangan standar internasional. waktu dan dana. Dengan keterbatasan tenaga. Pada kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Direktorat Jendral Lembaga Keuangan-Departemen Keuangan yang telah mendukung upaya pengembangan standar akuntansi ini melalui Sub-Tim Pengembangan Sistem Akuntansi di Sektor Swasta. 45 SAMBUTAN KETUA UMUM IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dalam memasuki era globalisasi. baik dari pengguna laporan keuangan di dalam negeri maupun di luar negeri.P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA PSAK N O .

45 perguruan tinggi. Jakarta. asosiasi.P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA PSAK N O . 23 Desember 1997 Pengurus Pusat Ikatan Akuntan Indonesia Drs. kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Kepada seluruh anggota Komite Standar Akuntansi Keuangan yang telah bekerja tanpa pamrih dengan semangat profesionalisme. perusahaan dan pihak lainnya yang telah banyak memberikan masukan dan dukungan dalam proses pengembangan standar akuntansi ini. Soedarjono Ketua Umum Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak .

Organisasi semacam ini memiliki karakteristik yang tidak jauh berbeda dengan organisasi bisnis pada umumnya. Perbedaan utama yang mendasar terletak pada cara organisasi memperoleh sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas operasinya. pengukuran jumlah. misalnya penerimaan sumbangan.1 . yaitu untuk menilai: a) b) Jasa yang diberikan oleh organisasi nirlaba dan kemampuannya untuk terus memberikan jasa tersebut Cara manajer melaksanakan tanggung jawabnya dan aspek kinerja manajer. seperti kreditur dan pemasok dana lainnya. kewajiban. Kemampuan organisasi untuk terus memberikan jasa dikomunikasikan melalui laporan posisi keuangan yang menyediakan informasi mengenai aktiva. meskipun tidak ada kepemilikan. organisasi tersebut mendanai kebutuhan modalnya dari utang dan kebutuhan operasinya dari pendapatan atas jasa yang diberikan kepada publik. dan informasi mengenai hubungan di antara unsur-unsur tersebut. Namun demikian dalam praktik organisasi nirlaba sering tampil dalam berbagai bentuk sehingga seringkali sulit dibedakan dengan organisasi bisnis pada umumnya. Akibatnya. 45 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 PENDAHULUAN Karakteristik organisasi nirlaba berbeda dengan organisasi bisnis. Para pengguna laporan keuangan organisasi nirlaba memiliki kepentingan bersama yang tidak berbeda dengan organisasi bisnis.P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA PSAK N O . dan kepastian aliran pemasukan kas menjadi ukuran kinerja penting bagi para pengguna laporan keuangan organisasi tersebut. saat. Pada beberapa bentuk organisasi nirlaba. aktiva bersih. Laporan ini harus menyajikan secara terpisah aktiva bersih baik yang terikat maupun yang tidak terikat Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 45. Organisasi nirlaba memperoleh sumber daya dari sumbangan para anggota dan para penyumbang lain yang tidak mengharapkan imbalan apapun dari organisasi tersebut. Sebagai akibat dari karakteristik tersebut. dalam organisasi nirlaba timbul transaksi tertentu yang jarang atau bahkan tidak pernah terjadi dalam organisasi bisnis.

Menghasilkan barang dan/atau jasa tanpa bertujuan memupuk laba. dan memiliki daya banding yang tinggi. Ruang Lingkup 01 Pernyataan ini berlaku bagi laporan keuangan yang disajikan oleh organisasi nirlaba yang memenuhi karakteristik sebagai berikut: a) Sumber daya entitas berasal dari para penyumbang yang tidak mengharapkan pembayaran kembali atau manfaat ekonomi yang sebanding dengan jumlah sumber daya yang diberikan. b) c) 02 Pernyataan ini tidak berlaku bagi lembaga pemerintah. atau ditebus kembali. atau kepemilikan tersebut tidak mencerminkan proporsi pembagian sumber daya entitas pada saat likuidasi atau pembubaran entitas. Tidak ada kepemilikan seperti lazimnya pada organisasi bisnis. diharapkan laporan keuangan organisasi nirlaba dapat lebih mudah dipahami. Laporan keuangan tersebut berbeda dengan laporan keuangan untuk organisasi bisnis pada umumnya. dan kalau suatu entitas menghasilkan laba. dialihkah. dalam arti bahwa kepemilikan dalam organisasi nirlaba tidak dapat dijual.2 Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak . maka jumlahnya tidak pernah dibagikan kepada para pendiri atau pemilik entitas tersebut. 03 Laporan keuangan untuk organisasi nirlaba terdiri dari laporan posisi keuangan. laporan arus kas. 45. Laporan aktivitas harus menyajikan informasi mengenai perubahan yang terjadi dalam kelompok aktiva bersih. 45 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 penggunaannya.P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA PSAK N O . laporan aktivitas. departemen dan unit-unit sejenis lainnya. dan catatan atas laporan keuangan. Pertanggungjawaban manajer mengenai kemampuannya mengelola sumber daya organisasi yang diterima dari para penyumbang disajikan melalui laporan aktivitas dan laporan arus kas. memiliki relevansi. Dengan adanya standar pelaporan. Tu j u a n Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur pelaporan keuangan organisasi nirlaba.

Pembatasan permanen adalah pembatasan penggunaan sumber daya yang ditetapkan oleh penyumbang agar sumber daya tersebut dipertahankan secara permanen.3 . Sumbangan terikat adalah sumber daya yang penggunaannya dibatasi untuk tujuan tertentu oleh penyumbang. anggota organisasi. tetapi organisasi diizinkan untuk menggunakan sebagian atau semua penghasilan atau manfaat ekonomi lainnya yang berasal dari sumber daya tersebut. kreditur.P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA PSAK N O . PENJELASAN Tujuan Laporan Keuangan 06 Tujuan utama laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang relevan untuk memenuhi kepentingan para penyumbang. dan pihak lain yang menyediakan sumber daya bagi organisasi nirlaba. 45 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 04 Pernyataan ini menetapkan informasi dasar tertentu yang harus disajikan dalam laporan keuangan organisasi nirlaba. Definisi 05 Berikut ini adalah pengertian istilah yang digunakan dalam Pernyataan ini. Hal-hal yang tidak diatur dalam pernyataan standar akuntansi ini harus mengacu kepada pernyataan standar akuntansi yang berlaku umum. Sumbangan tidak terikat adalah sumber daya yang penggunaannya tidak dibatasi untuk tujuan tertentu oleh penyumbang. Pembatasan tersebut dapat bersifat permanen atau temporer. Pembatasan temporer adalah pembatasan penggunaan sumber daya oleh penyumbang yang menetapkan agar sumber daya tersebut dipertahankan sampai dengan periode tertentu atau sampai dengan terpenuhinya keadaan tertentu. 07 Pihak pengguna laporan keuangan organisasi nirlaba memiliki kepentingan bersama dalam rangka menilai: Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 45.

4 Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak . 45 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 a) b) Jasa yang diberikan oleh organisasi nirlaba dan kemampuannya untuk terus memberikan jasa tersebut Cara manajer melaksanakan tanggung jawabnya dan aspek lain dari kinerja mereka. kewajiban.P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA PSAK N O . Jenis dan jumlah arus masuk dan arus keluar sumber daya dalam satu periode dan hubungan antara keduanya. termasuk catatan atas laporan keuangan. Usaha jasa suatu organisasi. dan catatan atas laporan keuangan. dan aktiva bersih suatu organisasi. Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba 09 Laporan keuangan organisasi nirlaba meliputi laporan posisi keuangan pada akhir periode laporan. laporan aktivitas serta laporan arus kas untuk suatu periode pelaporan. dan faktor lainnya yang berpengaruh pada likuiditasnya. dan informasi dalam suatu laporan keuangan biasanya melengkapi informasi dalam laporan keuangan yang lain. adalah untuk menyajikan informasi mengenai: a) b) c) d) Jumlah dan sifat aktiva. tujuan laporan keuangan. 45. e) Setiap laporan keuangan menyediakan informasi yang berbeda. Pengaruh transaksi. memperoleh pinjaman dan melunasi pinjaman. peristiwa dan situasi lainnya yang mengubah nilai dan sifat aktiva bersih. Cara suatu organisasi mendapatkan dan membelanjakan kas. 08 Secara rinci.

Informasi tersebut umumnya disajikan dengan pengumpulan aktiva dan kewajiban yang memiliki karakteristik serupa dalam suatu kelompok yang relatif homogen. persediaan. 45 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Laporan Tujuan Posisi Keuangan Keuangan Laporan Posisi 10 Tujuan laporan posisi keuangan adalah untuk menyediakan informasi mengenai aktiva.P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA PSAK N O . menyediakan informasi yang relevan mengenai likuiditas. pelajar. fleksibilitas keuangan. termasuk catatan atas laporan keuangan. kewajiban dan aktiva bersih. dan hubungan antara aktiva dan kewajiban. organisasi biasanya melaporkan masing-masing unsur aktiva dalam kelompok yang homogen. sewa. kewajiban. 11 Laporan posisi keuangan mencakup organisasi secara keseluruhan dan harus menyajikan total aktiva. dan aktiva bersih dan informasi mengenai hubungan di antara unsur-unsur tersebut pada waktu tertentu. Klasifikasi Aktiva dan Kewajiban 12 Laporan posisi keuangan. anggota. fleksibilitas keuangan. kreditur dan pihak-pihak lain untuk menilai: a) b) kemampuan organisasi untuk memberikan jasa secara berkelanjutan dan likuiditas. piutang pasien. Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 45. kemampuan untuk memenuhi kewajibannya. Informasi dalam laporan posisi keuangan yang digunakan bersama pengungkapan dan informasi dalam laporan keuangan lainnya. dapat membantu para penyumbang. dan kebutuhan pendanaan eksternal. anggota organisasi. Sebagai contoh. seperti: a) b) c) d) kas dan setara kas. dan jasa lainnya yang dibayar di muka. asuransi. dan penerima jasa yang lain.5 .

peralatan. serta aktiva tetap lainnya yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa. 15 Informasi mengenai sifat dan jumlah dari pembatasan permanen atau temporer diungkapkan dengan cara menyajikan jumlah tersebut dalam laporan keuangan atau dalam catatan atas laporan keuangan. yaitu: terikat secara permanen. dan tidak terikat. dan kewajiban ke dalam jangka pendek dan jangka panjang. Aktiva Bersih atau Tidak Terikat Klasifikasi 14 Laporan posisi keuangan menyajikan jumlah masingmasing kelompok aktiva bersih berdasarkan ada atau tidaknya pembatasan oleh penyumbang. yang disumbangkan untuk tujuan tertentu. 45. gedung. untuk dirawat dan tidak untuk dijual. atau (2) aktiva yang disumbangkan untuk investasi yang mendatangkan pendapatan secara permanen dapat disajikan sebagai unsur terpisah dalam kelompok aktiva bersih yang penggunaannya dibatasi secara permanen atau disajikan dalam catatan atas laporan keuangan. mengelompokan aktiva ke dalam lancar dan tidak lancar. 45 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 e) f) surat berharga/efek dan investasi jangka panjang. pada catatan atas laporan keuangan. seperti tanah atau karya seni. mengungkapkan informasi mengenai likuiditas aktiva atau saat jatuh temponya kewajiban termasuk pembatasan penggunaan aktiva. dan kewajiban berdasarkan tanggal jatuh tempo. tanah.P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA PSAK N O . 16 Pembatasan permanen terhadap (1) aktiva.6 Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak . Kas atau aktiva lain yang dibatasi penggunaanya oleh penyumbang harus disajikan terpisah dari kas atau aktiva lain yang tidak terikat penggunaannya. terikat secara temporer. 13 berikut: a) b) c) Informasi likuiditas diberikan dengan cara sebagai menyajikan aktiva berdasarkan urutan likuiditas.

kemampuan. Informasi dalam laporan aktivitas. dan (c) bagaimana penggunaan sumber daya dalam pelaksanaan berbagai program atau jasa. dan dividen atau hasil investasi. dan kesinambungan organisasi dan memberikan jasa. Batasan terhadap penggunaan aktiva bersih tidak terikat dapat berasal dari sifat organisasi. atau keduanya. penjualan barang. kreditur dan pihak lainnya untuk (a) mengevaluasi kinerja dalam suatu periode. 17 Pembatasan temporer terhadap (1) sumbangan berupa aktivitas operasi tertentu. (b) menilai upaya. kreditur dan pihak lain yang berhubungan dengan organisasi. (3) penggunaan selama periode tertentu dimasa depan. dan tujuan organisasi yang tercantum dalam akte pendirian. (b) hubungan antar transaksi. dan (c) menilai pelaksanaan tanggung jawab dan kinerja manajer.7 . 20 Laporan aktivitas mencakup organisasi secara kese- Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 45. atau (4) pemerolehan aktiva tetap. (2) investasi untuk jangka waktu tertentu. dan dari perjanjian kontraktual dengan pemasok. dikurangi beban untuk memperoleh pendapatan tersebut. dan peristiwa lain. lingkungan operasi. sumbangan. dapat disajikan sebagai unsur terpisah dalam kelompok aktiva bersih yang penggunaannya dibatasi secara temporer atau disajikan dalam catatan atas laporan keuangan. 45 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Pembatasan permanen kelompok kedua tersebut berasal dari hibah atau wakaf dan warisan yang menjadi dana abadi (endowment). dapat membantu para penyumbang. 18 Aktiva bersih tidak terikat umumnya meliputi pendapatan dari jasa.P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA PSAK N O . Pembatasan temporer oleh penyumbang dapat berbentuk pembatasan waktu atau pembatasan penggunaan. anggota organisasi. Informasi mengenai batasan-batasan tersebut umumnya disajikan dalam catatan atas laporan keuangan. yang digunakan bersama dengan pengungkapan informasi dalam laporan keuangan lainnya. Laporan Tujuan Aktivitas Aktivitas Laporan 19 Tujuan utama laporan aktivitas adalah menyediakan informasi mengenai (a) pengaruh transaksi dan peristiwa lain yang mengubah jumlah dan sifat aktiva bersih.

kecuali jika penggunaannya dibatasi oleh penyumbang. 22 Pendapatan dan keuntungan yang menambah aktiva bersih. organisasi dapat mengklasifikasikan unsur-unsurnya menurut kelompok operasi atau non-operasi. Perubahan Kelompok Aktiva Bersih 21 Laporan aktivitas menyajikan jumlah perubahan aktiva bersih terikat permanen. 25 Laporan aktivitas menyajikan keuntungan dan kerugian yang diakui dari investasi dan aktiva lain (atau kewajiban) sebagai penambah atau pengurang aktiva bersih tidak terikat. Keuntungan dan 23 Laporan aktivitas menyajikan pendapatan sebagai penambah aktiva bersih tidak terikat. Misalnya. dan menyajikan beban sebagai pengurang aktiva bersih tidak terikat. beban. dapat disajikan sebagai sumbangan tidak terikat sepanjang disajikan secara konsisten dan diungkapkan sebagai kebijakan akuntansi. Perubahan aktiva bersih dalam laporan aktivitas tercermin pada aktiva bersih atau ekuitas dalam laporan posisi keuangan. Beban. terikat temporer. 26 Klasifikasi pendapatan. Dalam hal sumbangan terikat yang pembatasannya tidak berlaku lagi dalam periode yang sama. tergantung pada ada tidaknya pembatasan. 24 Sumbangan disajikan sebagai penambah aktiva bersih tidak terikat. dalam suatu kelompok atau beberapa kelompok perubahan dalam aktiva bersih. keuntungan dan kerugian dalam kelompok aktiva bersih tidak menutup peluang adanya klasifikasi tambahan dalam laporan aktivitas. dan tidak terikat dalam suatu periode. Klasifikasi Kerugian Pendapatan.P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA PSAK N O . terikat permanen. atau terikat temporer. kecuali jika penggunaannya dibatasi. 45. serta beban dan kerugian yang mengurangi aktiva bersih dikelompokan seperti diatur dalam paragraf 24-25.8 Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak . 45 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 luruhan dan menyajikan perubahan jumlah aktiva bersih selama suatu periode.

aktivitas pendukung meliputi aktivitas Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 45. 31 Program pemberian jasa merupakan aktivitas untuk menyediakan barang dan jasa kepada para penerima manfaat. dan pihak lain dalam menilai pemberian jasa dan penggunaan sumber daya. seperti beban penitipan dan beban penasihat investasi. 45 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 dapat dibelanjakan atau tidak dapat dibelanjakan. Informasi Pemberian Jasa 29 Laporan aktivitas atau catatan atas laporan keuangan harus menyajikan informasi mengenai beban menurut klasifikasi fungsional. bunga. berulang atau tidak berulang. Misalnya. Pemberian jasa tersebut merupakan tujuan dan hasil utama yang dilaksanakan melalui berbagai program utama.P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA PSAK N O . keuntungan atau kerugian penjualan tanah dan gedung yang tidak digunakan lagi. seperti menurut kelompok program jasa utama dan aktivitas pendukung. organisasi nirlaba dianjurkan untuk menyajikan informasi tambahan mengenai beban menurut sifatnya. Misalnya. Umumnya. Informasi Pendapatan dan Beban 27 Laporan aktivitas menyajikan jumlah pendapatan dan beban secara bruto. 30 Klasifikasi secara fungsional bermanfaat untuk membantu para penyumbang. sewa. telah direalisasi atau belum direalisasi. Namun demikian pendapatan investasi dapat disajikan secara neto dengan syarat beban-beban terkait.9 . berdasarkan gaji. kreditur. Disamping penyajian klasifikasi beban secara fungsional. diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. listrik. 32 Aktivitas pendukung meliputi semua aktivitas selain program pemberian jasa. atau dengan cara lain. penyusutan. 28 Laporan aktivitas menyajikan jumlah neto keuntungan dan kerugian yang berasal dari transaksi insidental atau peristiwa lain yang berada di luar pengendalian organisasi dan manajemen. pelanggan. atau anggota dalam rangka mencapai tujuan atau misi organisasi.

3) bunga dan dividen yang dibatasi penggunaannya untuk jangka panjang. 2) penerimaan kas dari sumbangan dan penghasilan investasi yang penggunaannya dibatasi untuk pemerolehan. pelaksanaan acara khusus pencarian dana. pencarian dana. Pengungkapan informasi mengenai aktivitas investasi dan pendanaan nonkas: sumbangan berupa bangunan atau aktiva investasi. pembuatan dan penyebaran manual. dan bahan lainnya. dan pengembangan anggota. pendanaan. pembukuan. atau peningkatan dana abadi (endowment). Laporan Arus Kas Tujuan Laporan Arus Kas 33 Tujuan utama laporan arus kas adalah menyajikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas dalam suatu periode. Aktivitas pengembangan anggota meliputi pencarian anggota baru dan pengumpulan iuran anggota. pemerintah dan lain-lain. b) 45. Klasifikasi Penerimaan dan Pengeluaran Kas 34 Laporan arus kas disajikan sesuai PSAK 2 tentang Laporan Arus Kas dengan tambahan berikut ini: a) Aktivitas pendanaan: 1) penerimaan kas dari penyumbang yang penggunaannya dibatasi untuk jangka panjang. Aktivitas manajemen dan umum meliputi pengawasan. dan pelaksanaan aktivitas lain dalam rangka pencarian dana dari individu.P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA PSAK N O . penganggaran. petunjuk. dan semua aktivitas manajemen dan administrasi kecuali program pemberian jasa atau pencarian dana.10 Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak . pengadaan daftar alamat penyumbang. dan aktivitas administratif lainnya. manajemen bisnis. Aktivitas pencarian dana meliputi publikasi dan kampanye pencarian dana. pembangunan dan pemeliharaan aktiva tetap. yayasan. hubungan dan aktivitas sejenis. 45 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 manajemen dan umum.

45 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO. Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 45. 45 PELAPORAN KEUANGAN ORGANISASI NIRLABA Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA PSAK N O . dan catatan atas laporan keuangan. Mengungkapkan informasi mengenai likuiditas aktiva atau saat jatuh temponya kewajiban termasuk pembatasan penggunaan aktiva. Laporan Klasifikasi Posisi Aktiva Keuangan Kewajiban dan 36 berikut: a) b) c) Informasi likuiditas diberikan dengan cara sebagai Menyajikan aktiva berdasarkan urutan likuiditas. Mengelompokan aktiva ke dalam lancar dan tidak lancar. terikat secara temporer.11 . laporan aktivitas serta laporan arus kas untuk suatu periode pelaporan. Pernyataan ini harus dibaca dalam konteks paragraf 01-34. Aktiva Bersih Terikat atau Tidak Terikat Klasifikasi 37 Laporan posisi keuangan menyajikan jumlah masingmasing kelompok aktiva bersih berdasarkan ada atau tidaknya pembatasan oleh penyumbang. dan kewajiban ke dalam jangka pendek dan jangka panjang. Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba 35 Laporan Keuangan organisasi nirlaba meliputi laporan posisi keuangan pada akhir periode pelaporan. 45 terdiri dari paragraf 35-48. pada catatan atas laporan keuangan. dan kewajiban berdasarkan tanggal jatuh tempo. yaitu: terikat secara permanen. dan tidak terikat.

Perubahan aktiva bersih dalam laporan aktivitas tercermin pada aktiva bersih atau ekuitas dalam laporan posisi keuangan. Klasifikasi Kerugian Pendapatan. terikat temporer. 45 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 38 Informasi mengenai sifat dan jumlah dari pembatasan permanen atau temporer diungkapkan dengan cara menyajikan jumlah tersebut dalam laporan keuangan atau dalam catatan atas laporan keuangan. 42 Sumbangan disajikan sebagai penambah aktiva bersih tidak terikat.P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA PSAK N O . 43 Laporan aktivitas menyajikan keuntungan dan kerugian yang diakui dari investasi dan aktiva lain (atau kewajiban) sebagai penambah atau pengurang aktiva bersih tidak terikat.12 Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak . Beban. terikat permanen. tergantung pada ada tidaknya pembatasan. kecuali jika penggunaannya dibatasi oleh penyumbang. dan menyajikan beban sebagai pengurang aktiva bersih tidak terikat. kecuali jika pengunaannya dibatasi. Perubahan Kelompok Aktiva Bersih 40 Laporan aktivitas menyajikan jumlah perubahan aktiva bersih terikat permanen. 45. dapat disajikan sebagai sumbangan tidak terikat sepanjang disajikan secara konsisten dan diungkapkan sebagai kebijakan akuntansi. atau terikat temporer. Dalam hal sumbangan terikat yang pembatasannya tidak berlaku lagi dalam periode yang sama. Laporan Tujuan dan Aktivitas Fokus Laporan Aktivitas 39 Laporan aktivitas difokuskan pada organisasi secara keseluruhan dan menyajikan perubahan jumlah aktiva bersih selama suatu periode. Keuntungan dan 41 Laporan aktivitas menyajikan pendapatan sebagai penambah aktiva bersih tidak terikat. dan tidak terikat dalam suatu periode.

dapat disajikan secara neto dengan syarat beban-beban terkait. pembangunan dan pemeliharaan aktiva tetap. Laporan Arus Kas Tujuan Laporan Arus Kas 46 Tujuan utama laporan arus kas adalah menyajikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas dalam suatu periode. seperti beban penitipan dan beban penasihat investasi. 3) bunga dan dividen yang dibatasi penggunaanya untuk jangka panjang. Pengungkapan informasi mengenai aktivitas investasi dan b) Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 45. 2) penerimaan kas dari sumbangan dan penghasilan investasi yang penggunaanya dibatasi untuk pemerolehan.P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA PSAK N O . Informasi Pemberian Jasa 45 Laporan aktivitas atau catatan atas laporan keuangan harus menyajikan informasi mengenai beban menurut klasifikasi fungsional. Namun demikian pendapatan investasi. diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. seperti menurut kelompok program jasa utama dan aktivitas pendukung. atau peningkatan dana abadi (endowment).13 . 45 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Informasi Pendapatan dan Beban 44 Laporan aktivitas menyajikan jumlah pendapatan dan beban secara bruto. Klasifikasi Penerimaan dan Pengeluaran Kas 47 Laporan arus kas disajikan sesuai PSAK 2 tantang Laporan Arus Kas dengan tambahan berikut ini: a) Aktivitas pendanaan: 1) penerimaan kas dari penyumbang yang penggunaannya dibatasi untuk jangka panjang.

45.P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA PSAK N O . 45 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 pendanaan nonkas: sumbangan berupa bangunan atau aktiva investasi. Tanggal Berlaku Efektif 48 Pernyataan ini efektif berlaku untuk penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2000.14 Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak . Penerapan lebih dini sangat dianjurkan.

Penyusunan laporan keuangan komparatif juga dianjurkan. 45 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 LAMPIRAN Contoh Bentuk Laporan Keuangan Berikut ini disajikan contoh laporan keuangan untuk organisasi nirlaba. dan pemakai lain laporan keuangan di luar organisasi. Contoh ini dapat berbeda dari kondisi yang terdapat dalam organisasi nirlaba tertentu. kreditur. Contoh ini disajikan untuk memberikan gambaran anatomis.15 .P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA PSAK N O . Organisasi nirlaba dianjurkan untuk menyediakan informasi yang paling relevan dan paling mudah dipahami dari sudut pandang penyumbang. Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 45. Namun untuk penyederhanaan contoh yang disajikan dalam lampiran ini menyajikan laporan arus kas untuk satu periode.

150 4.750 2. dan peralatan Tanah.500 665.P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA PSAK N O .025 154.500 11 . bangunan dan peralatan Investasi jangka panjang Jumlah Aktiva Kewajiban dan Aktiva Bersih: Hutang dagang Pendapatan diterima di muka yang dapat dikembalikan Hutang lain-lain Hutang wesel Kewajiban tahunan Hutang jangka panjang Jumlah Kewajiban Aktiva Bersih: Tidak terikat Terikat temporer (Catatan B) Terikat permanen (Catatan C) Jumlah Aktiva Bersih Jumlah Kewajiban dan Aktiva Bersih Rp 2 8 8 .500 6.187 4.350 Rp 6 9 6 .250 Rp 3 0 .425 – 2. 45 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Contoh Laporan Posisi Keuangan Organisasi Nirlaba Laporan Posisi Keuangan 31 Desember 19X0 dan 19X1 (dalam jutaan) 19X1 Aktiva: Kas dan setara kas Piutang bunga Persediaan dan biaya dibayar di muka Piutang lain-lain Investasi lancar Aktiva terikat untuk investasi dalam tanah.625 1.175 Rp 7 3 0 .050 703.213 13.575 Rp 2.250 2.250 545. 8 5 0 Rp 188 5. 4 0 0 158.500 13. 2 0 0 Rp 6.750 Rp 6 9 6 . 2 0 0 19X0 45.325 1.250 16.750 Rp 26.975 508.975 Rp 7 3 0 .850 4.16 Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak . 0 7 0 60.675 342. bangunan.855 355. 1 7 5 63. 5 5 0 Rp 2 5 9 .175 2.625 3. 5 5 0 Rp 1.525 7.562 3.

Setiap bentuk memiliki keunggulan. Bentuk A menyajikan informasi dalam kolom tunggal. Bentuk B menyajikan pembuktian dampak berakhirnya pembatasan penyumbang aktiva tertentu terhadap reklasifikasi aktiva bersih. satu kolom untuk setiap klasifikasi dengan tambahan satu kolom untuk jumlah.17 . dan perubahan terhadap aktiva bersih tidak terikat disajikan dalam laporan perubahan aktiva bersih. 3. 1. beban. 2. Bentuk B memungkinkan penyajian informasi agregat mengenai sumbangan dan penghasilan dari investasi. 45 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Contoh Laporan Aktivitas Ada tiga bentuk laporan aktivitas yang disajikan sebagai contoh dalam lampiran ini. Bentuk A ini memudahkan penyusunan laporan aktivitas komparatif. Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 45. Bentuk ini sesuai untuk organisasi nirlaba yang memandang aktivitas operasi sebagai aktivitas yang terpisah dari penerimaan pendapatan terikat dari sumbangan dan investasi. Bentuk B menyajikan informasi sesuai dengan klasifikasi aktiva bersih. Pendekatan bentuk C ini menitikberatkan perhatian pada perubahan aktiva bersih yang tidak terikat.P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA PSAK N O . Bentuk C menyajikan informasi dalam dua laporan dengan jumlah ringkasan dari laporan pendapatan.

925 200 80.350 14.350 Rp 703. 5 5 0 12.000 2.375 79.170 29.020 32.125 20.450 7. 45 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Bentuk A Organisasi Nirlaba Laporan Aktivitas Untuk Tahun Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 19X1 (dalam jutaan rupiah) Perubahan Aktiva Bersih Tidak Terikat: Pendapatan dan Penghasilan: Sumbangan Jasa layanan Penghasilan investasi Jangka panjang (Catatan E) Penghasilan investasi lain-lain (Catatan E) Penghasilan bersih investasi jangka panjang belum direalisasi Lain-lain Jumlah Pendapatan dan Penghasilan Tidak Terikat Aktiva Bersih yang Berakhir Pembatasannya (Catatan D): Pemenuhan program pembatasan Pemenuhan pembatasan pemerolehan peralatan Berakhirnya pembatasan waktu Jumlah aktiva yang telah berakhir pembatasannya Jumlah Pendapatan. Penghasilan dan Sumbangan lain Beban dan Kerugian: Program A Program B Program C Manajemen dan umum Pencarian dana Jumlah Beban (Catatan F) Kerugian akibat kebakaran Jumlah Beban dan Kerugian Kenaikan Jumlah Aktiva Bersih Tidak Terikat Perubahan Aktiva Bersih Terikat Temporer: Sumbangan Penghasilan investasi jangka panjang (Catatan E) Penghasilan bersih terealisasikan dan belum terealisasikan dari Investasi Jangka Panjang (Catatan E) Kerugian aktuarial untuk kewajiban tahunan Aktiva bersih terbebaskan dari pembatasan (Catatan D) Penurunan Aktiva Bersih Terikat Temporer Perubahan Dalam Aktiva Bersih Terikat Permanen: Sumbangan Penghasilan dari investasi jangka panjang (Catatan E) Penghasilan bersih terealisasikan dan belum terealisasikan dari investasi jangka panjang (catatan E) Kenaikan Aktiva Bersih Terikat Permanen Kenaikan Aktiva Bersih Aktiva Bersih Pada Awal Tahun Aktiva Bersih Pada Akhir Tahun Rp 21.625 665.750 3.850 109.18 Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak .850) (2.600 13.500 14.275 6.750 21.820) 700 300 Rp Rp 11 .975 45.570 375 72.975 3.P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA PSAK N O .050 5.125 36.125 28.550 38.895 20.400 6.380 (75) (36.

020 32.375 79.375 79.500 P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA Bentuk B Pendapatan.500 Rp 355.750 21.750) (3.570 375 29.975 7.575 13.125 109.125 39.380 11 . dan sumbangan lain Sumbangan Jasa layanan Penghasilan investasi jangka panjang (Catatan E) Penghasilan investasi lain (Catatan E) Penghasilan bersih terealisasikan dan belum terealisasikan dari investasi jangka panjang (Catatan E) Lain-lain Aktiva Bersih Yang Berakhir Pembatasannya (catatan D): Pemenuhan program pembatasan Pemenuhan pembatasan pemerolehan peralatan Berakhirnya pembatasan waktu Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Jumlah pendapatan.350 14.625 665.450 300 21.895 259.925 200 75 80.600 13. penghasilan dan sumbangan Beban dan Kerugian: Program A Program B Program C Manajemen dan Umum Pencarian Dana Jumlah Beban (Catatan F) Kerugian akibat kebakaran Kerugian aktuarial dari kewajiban tahunan Jumlah Beban dan Kerugian Perubahan Aktiva Bersih Aktiva Bersih Awal Tahun PSAK N O .200 38.125 28.125) 12.750 21.675 60.19 Aktiva Bersih Akhir Tahun .000 2.275 Rp 700 Terikat Temporer Terikat Permanen Jumlah Rp 42.855 12.925 200 80.820) 63. 5 5 0 Rp 20.125 20.050 5. 4 5 0 32.550 342.175 Rp 288.400 6.350 Rp 703.050 (2.500 20.975) (3.750 2.745) (29.750 3.550 11 8 .350 14.070 Rp 75 75 (2. penghasilan.1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Organisasi Nirlaba Laporan Aktivitas Untuk Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 19X1 (dalam jutaan rupiah) Tidak Terikat Rp 6.500 14.050 5.975 3. 45 45.400 6.

975 3.125 28.050 5. 45 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Bentuk C (Bagian 1 dari 2 bagian) Organisasi Nirlaba Laporan Pendapatan.750 3.400 6.20 Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak .375 79.500 14.170 29.000 2.020 Jumlah aktiva bersih yang dibebaskan dari pembatasan Jumlah pendapatan. dan Perubahan Aktiva Bersih Tidak Terikat Untuk Tahun Yang berakhir Pada Tanggal 31 Desember 19X1 (dalam jutaan rupiah) Pendapatan dan Penghasilan Tidak Terikat: Sumbangan Jasa layanan Penghasilan dari investasi jangka panjang (Catatan E) Penghasilan dari investasi lain-lain (Catatan E) Penghasilan bersih dari investasi jangka panjang yang telah terealisasikan dan belum terealisasikan (Catatan E) Lain-lain Jumlah Pendapatan dan Penghasilan Tidak Terikat Aktiva Bersih yang Penyelesaian Penyelesaian Berakhirnya Dibebaskan dari Pembatasan (Catatan D) program pembatasan pembatasan pemerolehan peralatan waktu pembatasan Rp 21.125 36.570 375 72.P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA PSAK N O .895 45.600 13.850 109.350 14. Beban.125 20.925 200 80.750 21. penghasilan dan sumbangan lain yang tidak terikat Beban dan Kerugian: Program A Program B Program C Manajemen dan Umum Pencarian Dana Jumlah Beban (Catatan F) Kerugian akibat kebakatran Jumlah beban dan kerugian tidak terikat Kenaikan aktiva bersih tidak terikat Rp 32.

125) 28.380 (75) (36.P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA PSAK N O .550 38.820) Rp 72.895 700 300 11 .850 (80.21 . 45 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Bentuk C (Bagian 2 dari 2 bagian) Organisasi Nirlaba Laporan Perubahan Aktiva Bersih Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 19X1 (dalam ribuan rupiah) Aktiva Bersih Tidak Terikat: Jumlah pendapatan dan penghasilan tidak terikat Aktiva bersih yang dibebaskan dari pembatasan (Catatan D) Jumlah beban dan kerugian tidak terikat Kenaikan aktiva bersih tidak teriakat Aktiva Bersih Terikat Temporer: Sumbangan Penghasilan dari investasi jangka panjang (Catatan E) Penghasilan bersih dari investasi jangka panjang yang telah terealisasikan dan belum terealisasikan (Catatan E) Kerugian aktuarial dari kewajiban tahunan Aktiva bersih yang dibebaskan dari pembatasan (Catatan D) Penurunan aktiva bersih terikat temporer Aktiva Bersih Terikat Temporer: Sumbangan Penghasilan dari investasi jangka panjang (Catatan E) Penghasilan bersih dari investasi jangka panjang yang telah terealisasikan dan belum terealisasikan (Catatan E) Kenaikan aktiva bersih terikat permanen Kenaikan Aktiva Bersih Aktiva Bersih Pada Awal Tahun Aktiva Bersih Pada Akhir Tahun 20. 5 5 0 12.170 36.625 665.350 Rp 703.850) (2.450 7.975 Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 45.275 6.

175 Rp 288.625 665.500 Rp 355.200 38. dan sumbangan lain: Pendapatan.125 75 80.745) Rp 12.550 342. 45 Aktiva Bersih Akhir Tahun .170 700 300 Rp 72.550 R p 11 8 . 5 5 0 18. penghasilan. penghasilan. 8 2 5 80. dan sumbangan lain terikat Pendapatan.1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA 45.450 72.930 penghasilan Rp 109.750 7.850 (36.855 12.22 Organisasi Nirlaba Laporan Perubahan Aktiva Bersih Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 19X1 (dalam jutaan rupiah) Ti d a k Terik at Terikat Tem porer Terikat Perm anen Jumlah Rp 20. penghasilan.380 36. dan sumbangan lain tidak terikat sumbangan Penghasilan investasi jangka panjang (Catatan E) Penghasilan bersih terealisasikan dan belum terealisasikan dari investasi jangka panjang (Catatan E) Aktiva bersih yang dibebaskan pembatasannya (Catatan D) Jumlah pendapatan.850) 11 .275 6.820) 63.675 60.975 6.170 20.125 75 80.050 Rp (2.070 Rp 75 (2.350 Rp 703.895 259.125 28.975 Bentuk C (Bagian 2 dari 2 bagian: Alternatif) Pendapatan.020 80. dan sumbangan Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Beban dan Kerugian: Beban dan kerugian tidak terikat Kerugian aktuarial dari kewajiban tahunan Jumlah beban dan kerugian Perubahan Aktiva Bersih Aktiva Bersih Awal Tahun PSAK N O .

5 Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 45.0 750.5) (962.0) (59.063.850.0 (363.150.0 (955.0) (2.025.250.0) (1.0) 190.23 .962.0 20.0 6.0) 625.5 21.0) (4.5) 1.537.075.250.200.0 500.5) (762.5) (75.050.0 3.425.0 (3.500.520.0) 500.0) (2. 45 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Laporan Arus Kas Metode Langsung Organisasi Nirlaba Laporan Arus Kas Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 19X1 (dalam jutaan rupiah) Aliran Kas dari Aktivitas Operasi: Kas dari pendapatan jasa Kas dari penyumbang Kas dari piutang lain-lain Bunga dan deviden yang diterima Penerimaan lain-lain Bunga yang dibayarkan Kas yang dibayarkan kepada karyawan dan suplier Hutang lain-lain yang dilunasi Kas bersih yang diterima (digunakan) untuk aktivitas operasi Aliran Kas dari Aktivitas investasi: Ganti rugi dari asuransi kebakaran Pembelian peralatan Penerimaan dari penjualan investasi Pembelian investasi Kas bersih yang diterima (digunakan) untuk aktivitas investasi Aliran Kas dari Aktivitas Pendanaan: Penerimaan dari kontribusi berbatas dari: Investasi dalam endownment Investasi dalam endownment berjangka Investasi bangunan Investasi perjanjian tahunan Aktivitas pendanaan lain: Bunga dan dividen berbatas untuk reinvestasi Pembayaran kewajiban tahunan Pembayaran hutang wesel Pembayaran kewajiban jangka panjang Kas bersih yang diterima (digunakan) untuk aktivitas pendanaan Kenaikan (Penurunan) bersih dalam kas dan setara kas Kas dan setara kas pada awal tahun Kas dan setara kas pada akhir tahun Rp Rp Rp 13.0 375.0) (125.0 (187.P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA PSAK N O .0 4.750.0 175.0 187.

000.800.850.0) 975.P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA PSAK N O .062.0) Rp 350.0 8. 45 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Rekonsiliasi perubahan dalam aktiva bersih menjadi kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi: Perubahan dalam aktiva bersih Penyesuaian untuk rekonsiliasi perubahan dalam aktiva bersih menjadi kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi: Depresiasi Kerugian akibat kebakaran Kerugian aktuarial pada kewajiban tahunan Kenaikan piutang bunga Penurunan dalam persediaan dan biaya dibayar dimuka Kenaikan dalam piutang lain-lain Kenaikan dalam hutang dagang Penurunan dalam penerimaan dimuka yang dapat dikembalikan Penurunan dalam hutang lain-lain Sumbangan terikat untuk investasi jangka panjang Bunga dan deviden terikat untuk investasi jangka panjang Penghasilan bersih terealisasikan dan belum terealisasikan dari investasi jangka panjang Kas bersih diterima (digunakan) untuk aktivitas operasi Data tambahan untuk aktivitas investasi dan pendanaan nonkas: Peralatan yang diterima sebagai hibah Pembebasan premi asuransi kematian. nilai kas yang diserahkan 38.0 75.0 200.0) (1.5) (6.625.150.0 45.0 (1.0) (39.0) (750.0 (812.0 (1.625.0 200.0) Rp (75.5) 3.24 Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak .500.

250 (187.25 .750) 190.850) (750) (39.625 8.150) 975 (813) 3.500) (75) 825 (3.1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Organisasi Nirlaba Laporan Arus Kas Untuk Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 19X1 (dalam ribuan rupiah) P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA Laporan Arus Kas Metode Tidak Langsung Aliran Kas dari Aktivitas Operasi: Rekonsiliasi perubahan dalam aktiva bersih menjadi kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi: Rp 38.000 200 75 (1.800 (1.063) (6. 45 45.250) Rp (125) Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Perubahan dalam aktiva bersih Penyesuaian untuk rekonsiliasi perubahan dalam aktiva bersih menjadi kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi: Depresiasi Kerugian akibat kebakaran Kerugian aktuarial pada kewajiban tahunan Kenaikan piutang bunga Penurunan dalam persediaan dan biaya dibayar dimuka Kenaikan dalam piutang lain-lain Kenaikan dalam hutang dagang Penurunan dalam penerimaan dimuka yang dapat dikembalikan Penurunan dalam hutang lain-lain Sumbangan terikat untuk investasi jangka panjang Bunga dan dividen terikat untuk investasi jangka panjang Penghasilan bersih terealisasikan dan belum terealisasikan dari investasi jangka panjang Kas bersih diterima (digunakan) untuk aktivitas operasi Aliran Kas dari Aktivitas Investasi: Ganti rugi dari asuransi kebakaran Pembelian peralatan Penerimaan dari penjualan investasi Pembelian investasi Kas bersih yang diterima (digunakan) untuk aktivitas investasi PSAK N O .625) (1.

200 750 (363) (2. nilai kas yang diserahkan Bunga yang dibayarkan 45.500) (4.26 Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Rp 500 175 3. 45 .025 500 4.1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA Lanjutan Aliran Kas dari Aktivitas Pendanaan: Penerimaan dari sumbangan terikat dari: Investasi dalam endowment Investasi dalam endowment berjangka Investasi dalam bangunan Investasi perjanjian tahunan Aktivitas pendanaan lain: Bunga dan dividen terikat untuk reinvestasi Pembayaran kewajiban tahunan Pembayaran hutang wesel Pembayaran kewajiban jangka panjang Kas bersih yang diterima (digunakan) untuk aktivitas pendanaan Penurunan bersih dalam kas dan setara kas Kas dan setara kas pada awal tahun Kas dan setara kas pada akhir tahun Data tambahan: Aktivitas investasi dan pendanaan nonkas: Peralatan yang diterima sebagai hibah Pembebasan premi asuransi kematian.850) (2.963) (763) (963) 1.050 185 350 200 955 Rp PSAK N O .

Jika tidak ada pembatasan eksplisit dari pemberi sumbangan mengenai pembatasan jangka waktu penggunaan aktiva tetap tersebut. aktiva bersih terikat temporer digolongkan kembali menjadi aktiva bersih tidak terikat dan disajikan dalam laporan aktivitas sebagai aktiva bersih yang dibebaskan dari pembatasan. Semua jumlah dalam ribuan rupiah. Catatan A Organisasi menyajikan hadiah atau wakaf berupa kas atau aktiva lain sebagai sumbangan terikat jika hibah atau wakaf tersebut diterima dengan persyaratan yang membatasi penggunaan aktiva tersebut. bangunan.27 . E. pembebasan pembatasan dilaporkan pada saat aktiva tetap tersebut dimanfaatkan. 45 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Catatan Atas Laporan Keuangan Ilustrasi Catatan A menguraikan kebijakan pengungkapan yang diwajibkan yang menyebabkan Catatan B dan Catatan C wajib disajikan. Catatan D. dan peralatan sebagai sumbangan tidak terikat kecuali jika ada pembatasan yang secara eksplisit menyatakan tujuan pemanfaatan aktiva tersebut dari penyumbang. Hibah atau wakaf untuk aktiva tetap dengan pembatasan eksplisit yang menyatakan tujuan pemanfaatan aktiva tersebut dan sumbangan berupa kas atau aktiva lain yang harus digunakan untuk memperoleh aktiva tetap disajikan sebagai sumbangan terikat. dan F menyediakan informasi yang dianjurkan untuk diungkapkan oleh organisasi nirlaba.P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA PSAK N O . Jika pembatasan dari penyumbang telah kadaluwarsa. Organisasi menyajikan hibah atau wakaf berupa tanah. yaitu pada saat masa pembatasan telah berakhir atau pembatasan tujuan telah dipenuhi. Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 45.

050 5.125 Rp 36.810 34.155 204.650 10.420 5.600 5. penghasilannya dibelanjakan untuk mendukung: Aktivitas program A Aktivitas program B Aktivitas program C Kegiatan lain organisasi Dana yang penghasilannya untuk ditambahkan pada jumlah sumbangan mula-mula hingga mencapai nilai Rp2.28 Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak .300 200 7.800 5.375 7.640 3.975 Rp 29. Tujuan pembatasan yang dicapai: Beban program A Rp 14.050 Catatan D Aktiva bersih yang dibebaskan dari pembatasan penyumbang melalui terjadinya beban tertentu atau terjadinya kondisi yang disyaratkan oleh penyumbang.500 Beban program B 11 . 5 0 0 Beban program C 3.500 Polis asuransi kematian yang penerimaan ganti rugi asuransi atas kematian pihak yang diasuransikan tersedia untuk mendanai aktivitas umum Tanah yang harus digunakan untuk area rekreasi Rp 7.000 3.155 34.855 Rp 68.395 7. 19X1 Catatan C Aktiva bersih terikat permanen dibatasi untuk: Investasi tahunan.850 Rp 60.P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA PSAK N O .125 1. 45 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Catatan B Aktiva bersih terikat temporer untuk periode keuangan adalah sebagai berikut: Aktivitas program A: Pembelian peralatan Penelitian Seminar dan publikasi Aktivitas program B: Perbaikan kerusakan peralatan Seminar dan publikasi Aktivitas program C: Umum Bangunan dan peralatan Perjanjian perwalian tahunan Untuk periode setelah 31 Desember.930 Rp 342.500 Rp 355.850 45.125 7.975 Peralatan untuk program A yang dibeli dan dimanfaatkan Pembatasan waktu yang telah terpenuhi: Jangka waktu yang telah dipenuhi Kematian penyumbang tahunan 3.750 Rp Rp 2.

000 30.000 (18.750 200 175 500 (1.29 . Tabel berikut ini menunjukkan investasi jangka panjang organisasi.000) 750 20.750 90.400 diinvestasikan pada investasi lancar dan menghasilkan Rp 850 per tahun. Sebagian besar investasi jangka panjang dibagi ke dalam dua kelompok.P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA PSAK N O .000 16.000 500 Kelpk B 82.500 750 60.000 9. Organisasi mengivestasikan kelebihan kas di atas kebutuhan harian dalam investasi lancar. setelah dikurangi beban Rp375) Dividen.000) Jumlah 508.750) 5. dan penghasilan (atau kerugian) yang telah terealisasikan atau belum terealisasikan dapat dilihat dari laporan aktivitas. Rp 1. Kelompok B adalah jumlah yang oleh badan perwalian ditujukan untuk investasi jangka panjang.500 14.750) (450) 436.250 (23. Kelpk A Investasi awal tahun Hibah tersedia untuk investasi: Untuk dana permanen Untuk dana temporer Untuk dana perwalian tahunan Jumlah yang ditarik untuk penyumbang tahunan yang meninggal Kembalian investasi (neto.175 Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 45.dan sewa Penghasilan terealisasi dan belum terealisasikan Jumlah kembalian investasi Jumlah tersedia untuk operasi tahun berjalan Penghasilan dana perwalian untuk tahun berjalan dan masa depan Investasi akhir tahun 410.bunga. Pada tanggal 31 Desember 19X1. 45 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Catatan E Investasi dicatat sebesar nilai pasar atau nilai apraisal. Kelompok A adalah dana permanen dan tidak diwajibkan untuk menaikkan nilai bersihnya.000 Lain-lain 16.925 (450) 545.750 39.500 (5.000) 15.000 45.750 700 175 500 (1.

4 2 5 91.925 Jumlah 347.620 ditahan secara permanen untuk mempertahankan nilai nyata (real value) sumbangan tersebut.305 159. dan dari jumlah tersebut Rp 4.000 Kelpk.820 Rp 436. Kelpk.P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA PSAK N O . A Aktiva bersih terikat permanen Aktiva bersih terikat temporer Aktiva bersih tidak terikat Rp 342. total kembalian investasi kelompok A adalah Rp 18. Untuk memenuhi tujuan dana manajemen menetapkan bahwa apresiasi neto dipertahankan secara permanen sebesar jumlah yang diperlukan untuk menyesuaikan nilai mata uang historis dana sumbangan dengan menggunakan indeks harga konsumen.050 26. Pada tahun 19X1. Setiap kelebihan di atas dana endowment permanen dapat digunakan untuk tujuan lain yang telah ditentukan (approprition) .B Lain-lain 5.000 (10.500 90.6 persen).880 67. 45 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Komponen dalam setiap kelompok investasi dan kepemilikan investasi lainlain pada tanggal 31 Desember 19X1 disajikan dalam tabel berikut ini.550 38. 45.000 16.30 Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak .175 Badan perwalian (board of trustees) menerapkan peraturan yang mensyaratkan dana endowment permanen dinilai sebesar nilai nyata (real value) atau daya beli (purchasing power) kecuali penyumbang secara eksplisit menyatakan penggunaan apresiasi neto yang disyaratkan.320 545. Sisanya sebesar Rp 13.500 11 .380 tersedia untuk tujuan lain yang telah ditentukan oleh dewan perwalian.

45 45.0 14.320.0 3.0 1.375.0 5.0 4.0 625.0 975. 0 7.0 955.887.0 5.5 18.187.1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Pencarian A Rp 11 .400.100.425.162.0 400.0 350.000.725.500.400.0 2.0 1.0 6.0 37.900.5 1.0 500.0 21.31 .0 Rp79.000.0 545.0 9. upah Biaya lain-lain Supplies dan perjalanan Biaya jasa dan profesional Kantor dan pekerjaan Depresiasi Hak Cipta © 1998 IKATAN AKUNTAN INDONESIA Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Bunga Jumlah Beban PSAK N O .0 32.0 8.500.500.0 B Program C & Umum Manajemen Dana 2.750.350.225. 8 7 5 .0 2.5 7.875.312.825.312.5 2.0 1.050.0 955.925.125.5 600.0 1.750.0 1.600.0 250.0 6.0 4.5 2.787.0 P ELAPORAN K EUANGAN O RGANISASI N IRLABA Catatan F Beban yang terjadi adalah Total Gaji.500.0 1.400.0 2.0 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful