P. 1
bioplastik

bioplastik

|Views: 191|Likes:
Published by Faradisa Anindita
jurnal
jurnal

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Faradisa Anindita on Apr 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/17/2015

pdf

text

original

PENGARUH PENAMBAHAN KHITOSAN DAN PLASTICIZER GLISEROL PADA KARAKTERISTIK PLASTIK BIODEGRADABLE DARI PATI LIMBAH KULIT SINGKONG

I Gede Sanjaya M.H (2305100060) dan Tyas Puspita (2305100088) Pembimbing: Ir. Nuniek Hendrianie, M.T dan Dr. Ir. Sri Rachmania Juliastuti, M.Eng. . Laboratorium Pengolahan Limbah Industri Jurusan Teknik Kimia FTI-ITS Kata kunci: Biodegradable Plastik, pati kulit singkong, khitosan, dan gliserol

Abstrak Biodegradable plastik adalah plastik yang akan terurai di alam dengan bantuan mikroorganisme. Biodegradasi dari plastik dapat dicapai dengan mengaktifkan mikroorganisme di lingkungan untuk memetabolisme struktur molekul film plastik. Biodegradable plastik biasanya diproduksi dalam dua bentuk yaitu padat/ bentuk 3D dan film. Penggunaan pati sebagai bahan utama pembuatan plastik memiliki potensi yang besar karena di Indonesia terdapat berbagai tanaman penghasil pati. Untuk memperoleh bioplastik, pati ditambahkan khitosan dan plasticizer gliserol, sehingga diperoleh plastik yang lebih fleksible dan elastis. Penelitian ini mengkaji tentang pemanfaatan pati kulit singkong dan khitosan sebagai bahan dasar pembuatan biodegradable plastik. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh penambahan khitosan dan gliserol pada proses pembuatan plastik biodegradable dari limbah kulit singkong. Dalam penelitian ini dilakukan studi mengenai pembuatan bioplastik campuran pati dan khitosan, serta gliserol sebagai plasticizer dengan melakukan variasi terhadap khitosan dan gliserol. Hasil yang diperoleh berupa lembaran tipis plastik (film plastik) yang telah diuji sifat mekaniknya sehingga didapatkan variabel data optimum yaitu komposisi khitosan 2% dan penambahan gliserol 3 ml dengan nilai Modulus Young 494925.675 (psi), Elongation 1.27 (%), dan Tensile Strenght 6269.059 (psi). Uji ketahanan air / swelling sebesar 66 %, serta uji biodegradasi oleh mikroba (EM4) selama 10 hari. . akan masuk ke dalam makanan dan selanjutnya akan masuk ke dalam tubuh orang yang mengkonsumsinya. Penumpukan bahan kimia yang telah masuk ke dalam tubuh ini tidak dapat larut dalam air sehingga tidak dapat dibuang keluar bersama urin maupun feses. Penumpukan bahan-bahan inilah yang bisa menimbulkan gangguan kesehatan bagi pemakainya dan bisa mengakibatkan kanker (Siswono, 2008). Untuk menyelamatkan lingkungan dari bahaya plastik, saat ini telah dikembangkan plastik biodegradable, artinya plastik yang dapat diuraikan kembali oleh mikroorganisme secara alami menjadi senyawa yang ramah lingkungan. Biasanya plastik konvensional berbahan dasar petroleum, gas alam, atau batu bara. Sementara plastik biodegradable terbuat dari material yang dapat diperbaharui, yaitu dari senyawa-senyawa yang terdapat dalam tanaman misalnya selulosa, kolagen, kasein, protein atau lipid yang terdapat dalam hewan. Biodegradable plastik dewasa ini berkembang sangat pesat. Berbagai riset telah dilakukan di negara maju (Jerman, Prancis, Jepang, Korea, Amerika Serikat, Inggris dan Swiss) ditujukan untuk menggali berbagai potensi bahan baku biopolimer. Di Jerman

1. Pendahuluan
Plastik banyak digunakan untuk berbagai hal, diantaranya sebagai pembungkus makanan, alas makan dan minum, untuk keperluan sekolah, kantor, automotif dan berbagai sektor lainnya. karena memiliki banyak keunggulan antara lain: fleksibel, ekonomis, transparan, kuat, tidak mudah pecah, bentuk laminasi yang dapat dikombinasikan dengan bahan kemasan lain dan sebagian ada yang tahan panas dan stabil (Nurminah, 2002). Disamping memiliki berbagai kelebihan tersebut plastik juga mempunyai kelemahan diantaranya adalah bahan baku utama pembuat plastik yang berasal dari minyak bumi yang keberadaannya semakin menipis dan tidak dapat diperbaharui (Alvin dan Gil, 2004). Selain itu plastik tidak dapat dihancurkan dengan cepat dan alami oleh mikroba penghancur di dalam tanah. Hal ini mengakibatkan terjadinya penumpukan limbah dan menjadi penyebab pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup (Cereda, 200). Kelemahan plastik lain yang berbahaya bagi kesehatan manusia adalah migrasi residu monomer vinil klorida sebagai unit penyusun polivinilklorida(PVC) yang bersifat karsinogenik (Siswono, 2008). Monomer-monomer tersebut

pullulan). Pembuatan bioplastik dilakukan dengan dua cara. serta beberapa material plastik atau polimer lain yang terdapat di sel tumbuhan dan hewan (www. Fraksi terlarut disebut amilosa ( 10-20%) dan fraksi tidak terlarut disebut amilopektin ( 80-90% ) (Fessenden. Sebagai perbandingan. melarutkan khitosan terlebih dahulu ke dalam asam asetat 1 %. Untuk melepaskan larutan bioplastik dari pelat kaca dilakukan dengan cara memasukkannya ke dalam bak koagulan yang berisi larutan NaOH 4% sampai larutan bioplastik terlepas dari pelat kaca. Jepang (chitin dari Crustaceae. Setelah itu larutan bioplastik di biarkan kering selama 2 hari dengan udara bebas. beras. Di Indonesia penelitian dan pengembangan teknologi kemasan plastik biodegradable masih sangat terbatas. Sebelum campuran bioplastik ini dicetak di atas plat kaca. Teknologi kemasan plastik biodegradable adalah salah satu upaya yang dilakukan untuk keluar dari permasalahan penggunaan kemasan plastik yang non degradable (plastik konvensional). plastik tradisional membutuhkan waktu sekitar 50 tahun agar dapat terdekomposisi secara alamiah. 2008). Larutan bioplastik kemudian didorong dengan silinder stainless steel. polylaktida (PLA) yang merupakan modifikasi asam laktat hasil perubahan zat tepung kentang atau jagung oleh mikroorganisme. Bahan dasar plastik berasal dari selulosa.wordpress. khitosan. Setelah semua bahan tercampur. maka pati merupakan polisakarida paling melimpah kedua. Pati terdapat dalam gandum. sebelum masuk kedalam oven. kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan serta resiko kesehatan. Kualitas tanah akan meningkat dengan adanya plastik biodegradable. Hasil degradasi plastik ini dapat digunakan sebagai makanan hewan ternak atau sebagai pupuk kompos. Aktivitas penelitian lain yang dilakukan adalah bagaimana mendapatkan kemasan termoplastik degradable yang mempunyai masa pakai (lifetimes) yang relatif lebih lama dengan harga yang lebih murah. dilakukan pengadukan selama 1 jam supaya diperoleh larutan yang homogen. Proses pencetakan larutan bioplastik dilakukan dengan cara menuang larutan bioplastik diatas plat kaca yang kedua sisinya dibersihkan dengan menggunakan alkohol 96 % dan kedua sisinya diberi selotip. sehingga teknologi kemasan plastik biodegradable mempunyai prospek yang baik (Yuli Darni. zein dari jagung. Khitosan dapat larut sempurna dalam asetat 1 % dengan pengadukan selama kurang lebih 30 menit dengan menggunakan stirrer. dan poliaspartat sintesis yang dapat terdegradasi. Campuran pati dan khitosan tersebut kemudian ditambahkan dengan gliserol (plasticizer). dari cair menjadi padat. Larutan yang diperoleh berwarna putih bening dan terdapat gelembung-gelembung udara yang terbentuk akibat pengadukan. 1994). jenis umbi-umbian (Yuli Darni. Jika gelembung-gelembung udara tersebut tidak dihilangkan maka lapisan yang terbentuk akan mudah terdeformasi (rusak) karena terdapat pinhole di dalam lapisan. Hal ini terjadi karena selain kemampuan sumber daya manusia dalam penguasaan ilmu dan teknologi bahan. Setelah khitosan larut ditambahkan pati kulit singkong yang telah dilarutkan dengan menggunakan asam asetat pada suhu 60oC – 65oC. larutan tersebut harus didiamkan selama 24 jam agar gelembung-gelembung udara yang terdapat didalamnya dapat hilang.com). sementara plastik biodegradable dapat terdekomposisi 10 hingga 20 kali lebih cepat. Metodologi Dalam penelitian ini teknik yang digunakan dalam pembuatan bioplastik adalah teknik inversi fasa dengan penguapan pelarut setelah proses pencetakan yang dilakukan pada plat kaca.pengembangan untuk mendapatkan polimer biodegradable pada polyhydroxybutirat (PHB). karena hasil penguraian mikroorganisme meningkatkan unsur hara dalam tanah (www.com). 2. Larutan NaOH dalam hal ini berfungsi sebagai . kentang. Dipahami bahwa penelitian dalam bidang ilmu dasar memerlukan waktu lama dan dana yang besar (Yuli Darni. Plastik berbahan dasar tepung aman bagi lingkungan.2008). Proses pemadatannya (solidifikasi) diawali dari transisi fasa cair satu ke fasa dua cairan (liquid-liquid demixing) sehingga pada tahap tertentu fasa (polimer kosentrasi tinggi) akan membentuk padatan. Metode ini didasarkan pada prinsip termodinamika larutan dimana keadaan awal larutan stabil kemudian mengalami ketidakstabilan pada proses perubahan fasa (demixing). khitin. Pati terdiri dari dua fraksi yang dapat dipisahkan dengan air panas. Berdasarkan hasil penelitian larutan bioplastik dapat terlepas dari pelat kaca selama 30 menit. karena semakin berkurangnya cadangan minyak bumi.2008). juga sebagai substrat untuk produksi enzim amilase. atau tepung yang terkandung dalam tumbuhan. Berdasarkan fakta dan kajian ilmiah yang ada. juga dukungan dana penelitian yang terbatas. Indonesia sebagai negara yang kaya sumber daya alam (hasil pertanian). potensial menghasilkan berbagai bahan biopolimer. Hal ini dikarenakan pati kulit singkong dapat tergelatinisasi pada suhui 52oC – 64oC. Fungsi pati dalam tumbuhan sebagai cadangan makanan. jagung.wordpress. Plastik biodegradable yang terbakar tidak menghasilkan senyawa kimia berbahaya. Jenis plastik biodegradable antara lain polyhidroksialkanoat (PHA) dan poli-asam amino yang berasal dari sel bakteri.

dan modulus young.1.687 6107. 0. Gambar 3. Hal ini berbanding terbalik dengan adanya penambahan komposisi gliserol.5 5 0.27 2.059 2145.036 5868.75 . Pada proses pembuatan bioplastik dilakukan variasi komposisi bahan pembuatan bioplastik yang dimulai dengan memvariasi gliserol (3 ml .003 Elongation (%) 2. 3.00 2.846 67587.1.295 5567. 1 : 2) (%w/v).1 dapat dilihat bahwa prosentase khitosan terhadap nilai modulus young berbanding lurus.1 merupakan tabel data sifat mekanik bioplastik yang meliputi tensile strenght (σ).1.42 2.60 2.5 7 0. %elongation. dan % elongation terhadap variasi komposisi bioplastik. Hasil dan Pembahasan Uji tarik dilakukan di Laboratorium Dasar Bersama Universitas Airlangga Surabaya dengan menggunakan alat Authograph AG-10TE Shimadzu. Sifat Mekanik Bioplastik Gambar 2. dimana nilai Modulus Young akan semakin kecil seiring bertambahnya konsentrasi gliserol.1.2006).2 Pengaruh Prosentase Khitosan terhadap Nilai Tensile Strenght Pada penelitian ini.75 1 2 E (psi) 118431.50 2.2. Terkelupas Difusi Bioplastik selotip p Plat kaca 3.1.980 494925.05 1.765 5462.517 1757.703 6269. pengukuran uji tarik dilakukan terhadap variasi komposisi khitosan dan .1.838 4289.1. modulus young (E).33 2.575 234098.22 Gambar 3.965 4184.23 2. gliserol. Tabel 3.276 3754.42 1. maka nilai Modulus Young nya juga akan semakin besar.973 psi 2427.378 251142.75 1 2 0. 3. Setelah itu dikeringkan dengan menggunakan udara bebas. gliserol (ml) khitosan (%) 0.40 2. 3.1.67 1.605 256121.1 Skema Pengelupasan Bioplastik Bioplastik ditarik secara serempak pada kedua ujungnya.534 155369. Pengaruh Prosentase Khitosan terhadap Nilai Modulus Young Dari grafik 3. Pengukuran dengan autograph ini meliputi stress(tensile strenght).3. Dimana semakin besar prosentase khitosan.608 174362.1.015 293425.123 257381. Skema pengelupasan bioplastik akibat difusi larutan NaOH dapat dilihat pada gambar 2. Dan hubungan antara konsentrasi khitosan dan gliserol dengan ketiga sifat mekanik bioplastik bisa dilihat pada grafik 3. 7 ml) dan larutan khitosan (0. 5 ml .675 85838.1.703 5720.75 1 2 0.5 .241 431131.larutan non pelarut yang dapat berdifusi kebawah lapisan bioplastik sehingga bioplastik terangkat ke atas dan mudah untuk dilepas (Santoso.5 3 0.

gambar 3. Analisa Morfologi Analisa morfologi dilakukan di Laboratorium Gedung Robotika ITS Surabaya dengan menggunakan alat SEM ZEISS.1 khitosan 0. dikarenakan pada sampel film yang diuji terdapat kerutan. Proses dekomposisi bahan organik dengan dengan molekul EM4 berlangsung secara fementasi baik dalam keadaan aerob maupun anaerob .3.dkk. Pengaruh Prosentase Khitosan Dari grafik 3. Bakteri-bakteri ini akan mendegradasi bioplastik yang mengandung pati dengan cara memutus rantai polimer menjadi monomermonomernya melaui enzim yang dihasilkan dari bakteri tersebut.3. Analisa ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana morfologi dari bioplastik yang terbentuk.2. Streptomyces. dan elongasi sebesar 1.dkk.1. Hal ini dikarenakan semakin besar konsentrasi khitosan maka semakin banyak ikatan hidrogen yang terdapat dalam bioplastik sehingga ikatan kimianya akan semakin kuat dan sulit untuk diputus karena memerlukan energi yang besar untuk memutuskan ikatan tersebut (Utari.75) pada gambar 3. 2007). ragi jamur dan bakteri fotosentik yang bekerja saling menunjang dalam dekomposisi bahan organik (Heddy. Dimana semakin besar prosentase khitosan.2000 dalam Sitio.1. 2008). Dari hasil inilah. Hal ini disebabkan oleh semakin menurunnya jarak ikatan intermolekulernya (Salleh dalam Aris Rachman.2 Analisa biodegradasi bioplastik dilakukan melalui pengamatan film secara visual. dan masih terlihat adanya sedikit kerutan pada permukaan film. maka prosentase elongation semakin menurun. Actinomyces.27%.2 dapat dilihat bahwa prosentase khitosan terhadap nilai Tensile Strenght berbanding lurus. maka nilai Tensile Strengthnya juga akan semakin besar. gula.2. Hasil Uji biodegradasi dari bioplastik pati kulit singkong-khitosan ditunjukkan pada gambar 3. . asam laktat. alkohol. bioplastik dari pati kulit singkong–khitosan dapat dikatakan sebagai plastik yang ramah lingkungan. 2009).675 psi. Dari ketiga grafik di atas terlihat bahwa komposisi optimum terdapat pada gliserol 3 ml dan khitosan 2% didapatkan nilai tensile strenght 6269. 3. vitamin. 2007). protein dan senyawa organik lainnya yang aman terhadap lingkungan (Higga dan Wididana. 1996 dalam Jefri Sitio. mengalami degradasi dalam waktu 10 hari yang ditunjukkan dengan terkoyaknya permukaan film bioplastik.2.3 dapat dilihat bahwa semakin besar komposisi gliserol maka prosentase elongation juga semakin besar.2 khitosan 2 % gliserol 3ml Gambar 3.059 psi.2. Sedangkan pada sampel komposisi variabel gliserol-khitosan ( 3 : 2 ) pada.2. 3.75 % gliserol 3ml Gambar 3.3. Proses ini akan menghasilkan senyawa-senyawa organik berupa asam amino.3.1. dimana nilai Tensile Strength akan semakin menurun seiring bertambahnya konsentrasi gliserol. Berdasarkan hasil uji SEM dengan komposisi variabel gliserol-khitosan (3 : 0. EM4 adalah kultur campuran mikro yang terdiri dari bakteri Lactobacillus.2 terlihat bahwa permukaan bioplastik memiliki sedikit rongga. Dari gambar 3. Uji Biodegradasi Bioplastik dari pati kulit singkong-khitosan diuji sifat biodegradabelnya dengan menggunakan bakteri EM4 (Effective Microorganism). Sedangkan prosentase elongation berbanding terbalik terhadap konsentrasi khitosan. dan banyak sekali kerutan pada permukaan film dikarenakan pada sampel film yang diuji terdapat banyak sekali kerutan. Dan nilai Tensile Strength berbanding terbalik dengan adanya penambahan komposisi gliserol.Dari grafik 3. Dimana semakin besar konsentrasi khitosan.1 terlihat bahwa permukaan bioplastik memiliki banyak rongga. maka sifat bioplastik akan semakin elastis. Gambar 3. modulus young 494925. Yang berati bahwa semakin banyak gliserol yang ditambahkan.2 dapat dilihat bahwa bioplastik yang diuji dengan EM4.

Tabel 3.Harsunu.3 0.059 psi.1984. dan hubungan antara konsentrasi khitosan dan gliserol dengan % swelling dari masing-masing film bisa dilihat pada grafik 3.58 0.16 0.23 0.31 0.52 Swelling (%) 74 73 70 66 76 75 72 68 77 76 73 69 4.17 0.4. dan tak larut dalam air.3.7 0.14 0. yaitu prosentase penggembungan film oleh adanya air. Grafik 3. Fred W.2000.3. Proses terdifusinya molekul pelarut kedalam polimer akan menghasilkan gel yang menggembung. Sifat mekanik bioplastik terbaik terdapat pada komposisi khitosan 2%.5 0. Jadi. Hasil Uji Swelling Bioplastik dari Pati Kulit Singkong-Khitosan Adinly M.5 0. Textbook of Polymer Science . sehingga bioplastik pati kulit singkong khitosan adalah plastik yang ramah lingkungan. 3.4. Semakin banyak khitosan yang digunakan maka sifat mekanik dan ketahanan terhadap air semakin baik. Bayu.4.4.85 0.27%.23 0. Nilai prosentase swelling pada masing-masing bioplastik dapat dilihat pada tabel 3.4. terlihat bahwa kitosan 2 % dengan gliserol 3 ml memiliki ketahanan terhadap air paling bagus dibandingkan yang lainnya.Tutas M.1 Bioplastik sebelum di beri EM4 Gambar 3. Komposisi pati kulit singkong-khitosan dan gliserol (plasticizer) memberikan pengaruh terhadap sifat mekanik bioplastik. Edible film dari Khitosan dengan Plasticizer Gliserol Billmeyer.Tri.75 3 1 2 0.P. Bioplastik dari pati kulit singkong khitosan dapat terdegradasi dengan bantuan EM 4 selama 10 hari.54 0. Ketahanan Bioplastik Terhadap Air Uji ini dilakukan untuk mengetahui terjadinya ikatan dalam polimer serta tingkatan atau keteraturan ikatan dalam polimer yang ditentukan melalui prosentase penambahan berat polimer setelah mengalami penggembungan. Water Adsorption and Water Vapor Permeability properties of Polysaccharide (Locust Bean Gum) based edible films. modulus young sebesar 494925. Troy.17 0.Gambar 3.5 0.2008. maka % swellingnya semakin kecil yang berarti bahwa proses penyerapan air paling kecil dibanding variable khitosan lainnya.5 0.08 0.75 7 1 2 Wo (gram) 0.675 psi dan elongasi sebesar 1.5 0.al.4. Characterization of Edible Films of Cassava Strach by Electron . Kesimpulan Hasil penelitian mengenai pembuatan bioplastik mengenai pati kulit singkong-khitosan dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. 2007. Hasil Uji Swelling Daftar Pustaka Dari data 3. M.08 0. gliserol 3 ml dengan nilai tensile strenght sebesar 6269. 2.29 0. New York Careda.et.08 0. variable Gliserol Khitosan (ml) (%) 0.13 0.75 5 1 2 0.2 Bioplastik setelah diberi EM4 3. Hal ini disebabkan karena sifat khitosan yang hidrofobik. FT UI. Sifat ketahanan bioplastik terhadap air ditentukan dengan uji swelling..98 0.16 W1 (gram) 0. semakin besar konsentrasi khitosan.53 0.16 0.

S. Penelitian Sifat Berbagai Bahan Kemasan Plastik dan Kertas Bahan serta yang Pengaruhnya terhadap Lampung. Journal Food Tropis. J. Whistler R.htm http://id. Js.L.L.kitosan.H Pudjoatmaka.Microscopy. Suryanti. Journal of Aquatic Food Product Technology.id/files/disk1/115/jtptunimusgdl-dianamalia-5728-3-babii. Masyarakat. 1994. Wigiana.2 ed.1995. Blackie Academic and Proffesional.Jurnal Sains Materi Indonesia. R J. Hardaning.std.42:841_5.Universitas nd Universitas and their York:Academic Nature Farming Societys.J.New Press.J. volume XIV.oxygen permeability and tensile property evaluation.Aloma K. Jakarta. Dikemas.jp/~indonesia/zoa/Makal ah_Dr_Hardaning Pranamuda. Sri Ismiyati D. Mikroorganisme Sakti dari Jepang. No HK. Pergamon Press: 81-82 Nurminah.kitin.ac. Muzzarelli. Polysaccharides derivatives. G.B.unimus.H. Technology page: 91-95.125-127 Heddy. 1974. Airlangga..Agric. Macmillan Publishing Co.Pemanfaatan Limbah Cangkang Jakarta. Braz. Teknologi Pertanian.produksi dan pemanfaatannya. Meyers SP.ebookpangan. 1994. Jaringan Informasi pangan dan Gizi. J.1973. Chemistry and technology of biodegradable polymer: Griffin. J. Tangerang.Agritek 8(4): 505-510 Higa. edisi ketiga. New York.Sintesa Bioplastik dari Pati Pisang dan Gelatin dengan Plasticizer Gliserol.com/. Test methods and standards for biodegradable plastic. R. Preparation and characteristic of chitin and chitosan. Be Miller JN.). 2002. Pengaruh dosis EM4 dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi (Brassica juncea L..Surabaya.Modifikasi Polietilen Sebagai Polimer Komposit Biodegradable untuk Bahan Kemasan.com http://diglib.2005. Seminar Nasional Sains dan Teknologi-II http://boedeker.Food chem.com/exact-sciences/1946046-httpid-wikipedia-org-wiki http://blogkuw. Indonesia Kyusei Kepiting (Scylta serrata) untuk Pembuatan Membran. T dan GN.Skripsi.Fessenden. Badan Pengkajian dan penerapan Teknologi. In: .Terjemahan oleh A. 2001. Lando.4 (2):27-52 Pranamuda. SH. Chitin Faculty of Medicine University of Ancona Italy. Jakarta.K.Sorbitol vs Glycerol_plasticized whey protein edible films: Integrated. 1995. K. A. Kimia Organik II.titech.3 Januari 2010 http://www. Fundamental of Physical Chemistry. 2008. T. Ditjen Bina Gizi Gunawan.pdf http://onlinebuku. penerbit Erlangga.ryu. Siswono. Pengembangan Bahan Plastik Biodegradable Berbahan Baku Pati . 2000.M.1986.. Yuli Darni.com/limbah-cangkang-udangmenjadi-kitosan/21Desember 2008 http://www.2008.Industrial gums. Fakultas Pertanian USU. Fesenden. Mc Hugh.ac.com/2007/07/20/plastikbiodegradable. Deswita. Chici A. Sudirman dan Indra Seal.shvoong.J. M. A . Maron. Chapman and Hall. Inc. Jakarta.and krochta.1994.wordpress.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->