Fungsi Bimbingan Dan Konseling Adalah

Fungsi Bimbingan dan Konseling adalah : 1.

Fungsi Pemahaman, yaitu fungsi bimbingan dan konseling membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama). Berdasarkan pemahaman ini, konseli diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal, dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. 2. Fungsi Preventif, yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya, supaya tidak dialami oleh konseli. Melalui fungsi ini, konselor memberikan bimbingan kepada konseli tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. 3. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi, informasi, dan bimbingan kelompok. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para konseli dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan, diantaranya : bahayanya minuman keras, merokok, penyalahgunaan obat-obatan, drop out, dan pergaulan bebas (free sex). 4. Fungsi Pengembangan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yang memfasilitasi perkembangan konseli. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu konseli mencapai tugas-tugas perkembangannya. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan informasi, tutorial, diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming), home room, dan karyawisata. 5. Fungsi Penyembuhan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang bersifat kuratif. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada konseli yang telah mengalami masalah, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling, dan remedial teaching. 6. Fungsi Penyaluran, yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau program studi, dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. Dalam melaksanakan fungsi ini, konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan. 7. Fungsi Adaptasi, yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan, kepala Sekolah/Madrasah dan staf, konselor, dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan kebutuhan konseli. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai konseli, pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan konseli secara tepat, baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah, memilih metode dan proses pembelajaran, maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan konseli. 8. Fungsi Penyesuaian, yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif. 9. Fungsi Perbaikan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli sehingga dapat memperbaiki kekeliruan dalam berfikir, berperasaan dan bertindak (berkehendak). Konselor melakukan intervensi (memberikan perlakuan) terhadap konseli supaya memiliki pola berfikir yang sehat, rasional dan memiliki perasaan yang tepat sehingga dapat mengantarkan mereka kepada tindakan atau kehendak yang produktif dan normatif.

10. Fungsi Fasilitasi, memberikan kemudahan kepada konseli dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, serasi, selaras dan seimbang seluruh aspek dalam diri konseli. 11. Fungsi Pemeliharaan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli supaya dapat menjaga diri dan mempertahankan situasi kondusif yang telah tercipta dalam dirinya. Fungsi ini memfasilitasi konseli agar terhindar dari kondisi-kondisi yang akan menyebabkan penurunan produktivitas diri. Pelaksanaan fungsi ini diwujudkan melalui program-program yang menarik, rekreatif dan fakultatif (pilihan) sesuai dengan minat konseli Terdapat beberapa prinsip dasar yang dipandang sebagai fundasi atau landasan bagi pelayanan bimbingan. Prinsip-prinsip ini berasal dari konsep-konsep filosofis tentang kemanusiaan yang menjadi dasar bagi pemberian pelayanan bantuan atau bimbingan, baik di Sekolah/Madrasah maupun di luar Sekolah/Madrasah. Prinsip-prinsip itu adalah: 1. Bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi semua konseli. Prinsip ini berarti bahwa bimbingan diberikan kepada semua konseli atau konseli, baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah; baik pria maupun wanita; baik anak-anak, remaja, maupun dewasa. Dalam hal ini pendekatan yang digunakan dalam bimbingan lebih bersifat preventif dan pengembangan dari pada penyembuhan (kuratif); dan lebih diutamakan teknik kelompok dari pada perseorangan (individual). 2. Bimbingan dan konseling sebagai proses individuasi. Setiap konseli bersifat unik (berbeda satu sama lainnya), dan melalui bimbingan konseli dibantu untuk memaksimalkan perkembangan keunikannya tersebut. Prinsip ini juga berarti bahwa yang menjadi fokus sasaran bantuan adalah konseli, meskipun pelayanan bimbingannya menggunakan teknik kelompok. 3. Bimbingan menekankan hal yang positif. Dalam kenyataan masih ada konseli yang memiliki persepsi yang negatif terhadap bimbingan, karena bimbingan dipandang sebagai satu cara yang menekan aspirasi. Sangat berbeda dengan pandangan tersebut, bimbingan sebenarnya merupakan proses bantuan yang menekankan kekuatan dan kesuksesan, karena bimbingan merupakan cara untuk membangun pandangan yang positif terhadap diri sendiri, memberikan dorongan, dan peluang untuk berkembang. 4. Bimbingan dan konseling Merupakan Usaha Bersama. Bimbingan bukan hanya tugas atau tanggung jawab konselor, tetapi juga tugas guru-guru dan kepala Sekolah/Madrasah sesuai dengan tugas dan peran masing-masing. Mereka bekerja sebagai teamwork. 5. Pengambilan Keputusan Merupakan Hal yang Esensial dalam Bimbingan dan konseling. Bimbingan diarahkan untuk membantu konseli agar dapat melakukan pilihan dan mengambil keputusan. Bimbingan mempunyai peranan untuk memberikan informasi dan nasihat kepada konseli, yang itu semua sangat penting baginya dalam mengambil keputusan. Kehidupan konseli diarahkan oleh tujuannya, dan bimbingan memfasilitasi konseli untuk memper-timbangkan, menyesuaikan diri, dan menyempurnakan tujuan melalui pengambilan keputusan yang tepat. Kemampuan untuk membuat pilihan secara tepat bukan kemampuan bawaan, tetapi kemampuan yang harus dikembangkan. Tujuan utama bimbingan adalah mengembangkan kemampuan konseli untuk memecahkan masalahnya dan mengambil keputusan. 6. Bimbingan dan konseling Berlangsung dalam Berbagai Setting (Adegan) Kehidupan. Pemberian pelayanan bimbingan tidak hanya berlangsung di Sekolah/Madrasah, tetapi juga di lingkungan keluarga, perusahaan/industri, lembaga-lembaga pemerintah/swasta, dan masyarakat pada umumnya. Bidang pelayanan bimbingan pun bersifat multi aspek, yaitu meliputi aspek pribadi, sosial, pendidikan, dan pekerjaan. Keterlaksanaan dan keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling sangat ditentukan oleh

diwujudkannya asas-asas berikut. 1. Asas Kerahasiaan, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakanya segenap data dan keterangan tentang konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan, yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin. 2. Asas kesukarelaan, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan konseli (konseli) mengikuti/menjalani pelayanan/kegiatan yang diperlu-kan baginya. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut. 3. Asas keterbukaan, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura, baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan konseli (konseli). Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri konseli yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan. Agar konseli dapat terbuka, guru pembimbing terlebih dahulu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. 4. Asas kegiatan, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan pelayanan/kegiatan bimbingan. Dalam hal ini guru pembimbing perlu mendorong konseli untuk aktif dalam setiap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukan baginya. 5. Asas kemandirian, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling, yakni: konseli (konseli) sebagai sasaran pelayanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi konseli-konseli yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya, mampu mengambil keputusan, mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. Guru pembimbing hendaknya mampu mengarahkan segenap pelayanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian konseli. 6. Asas Kekinian, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar objek sasaran pelayanan bimbingan dan konseling ialah permasalahan konseli (konseli) dalam kondisinya sekarang. Pelayanan yang berkenaan dengan “masa depan atau kondisi masa lampau pun” dilihat dampak dan/atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang. 7. Asas Kedinamisan, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi pelayanan terhadap sasaran pelayanan (konseli) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju, tidak monoton, dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. 8. Asas Keterpaduan, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling, baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain, saling menunjang, harmonis, dan terpadu. Untuk ini kerja sama antara guru pembimbing dan pihak-pihak yang berperan dalam penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling perlu terus dikembangkan. Koordinasi segenap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. 9. Asas Keharmonisan, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar segenap pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada, yaitu nilai dan norma agama, hukum dan peraturan, adat istiadat, ilmu pengetahuan, dan kebiasaan yang berlaku. Bukanlah pelayanan atau kegiatan bimbingan dan

mandiri dan bahagia. serta peluang-peluang yang dimiliki. agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal. dan mengamalkan nilai dan norma tersebut. dan demikian pula guru pembimbing dapat mengalihtangankan kasus kepada guru mata pelajaran/praktik dan lain-lain. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan konseli (konseli) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli. guru-guru lain.konseling yang dapat dipertanggungjawabkan apabila isi dan pelaksanaannya tidak berdasarkan nilai dan norma yang dimaksudkan itu. Artinya. dan Misi a. Visi. Keprofesionalan guru pembimbing harus terwujud baik dalam penyelenggaraan jenis-jenis pelayanan dan kegiatan dan konseling maupun dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling. Pengertian Konseling Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik. c. berdasarkan norma-norma yang berlaku. Guru pembimbing dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua. pelayanan konseling berdasarkan kaidah-kaidah keilmuan dan teknologi pendidikan serta psikologi yang dikemas dalam kaji-terapan pelayanan konseling yang diwarnai oleh budaya lingkungan peserta didik. b. bakat. sesuai dengan kebutuhan. melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung. 10. 1. 11. Struktur Pelayanan Konseling Pelayanan konseling di sekolah/madrasah merupakan usaha membantu peserta didik dalam pengembangan kehidupan pribadi. dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi. Lebih jauh. Dalam hal ini. serta perencanaan dan pengembangan karir. Pelayanan ini juga membantu mengatasi kelemahan dan hambatan serta masalah yang dihadapi peserta didik. kemampuan belajar. Pelayanan Konseling di Sekolah Posted on 20 April 2008 by AKHMAD SUDRAJAT A. kelompok dan atau klasikal. kehidupan sosial. kondisi. secara individual. Visi Visi pelayanan konseling adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar peserta didik berkembang secara optimal. perkembangan. 2. Paradigma. potensi. minat. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional. Pelayanan konseling memfasilitasi pengembangan peserta didik. baik secara perorangan maupun kelompok. yaitu memfasilitasi pengembangan peserta didik melalui pembentukan perilaku . kegiatan belajar. Misi • Misi pendidikan. Asas Alih Tangan Kasus. pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling justru harus dapat meningkatkan kemampuan konseli (konseli) memahami. dan perencanaan karir. para pelaksana pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang benarbenar ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. atau ahli lain . menghayati. Asas Keahlian. kehidupan sosial. Paradigma Paradigma konseling adalah pelayanan bantuan psiko-pendidikan dalam bingkai budaya.

program pelayanan. • Pencegahan. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami. kedinamisan. permasalahan yang dialami peserta didik. menilai. • Misi pengentasan masalah. sosial. • Misi pengembangan. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. 6. kesukarelaan. dan warga lingkungan sosial yang lebih luas. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya. • Pemeliharaan dan pengembangan. • Penempatan dan Penyaluran. kekinian. dan tut wuri handayani. 4. yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri. Bidang Pelayanan Konseling • Pengembangan kehidupan pribadi. karir/jabatan. kelompok belajar. jurusan/program studi. dan mengembangkan potensi dan kecakapan. alih tangan kasus. kenormatifan. Prinsip dan Asas Konseling • Prinsip-prinsip konseling berkenaan dengan sasaran layanan. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya. dan pendidikan lanjutan. • Penguasaan Konten. keterbukaan. • Pengembangan kehidupan sosial. Fungsi Konseling • Pemahaman. yaitu memfasilitasi pengentasan masalah peserta didik mengacu pada kehidupan efektif sehari-hari. • Pengentasan. serta tujuan dan pelaksanaan pelayanan. • Pengembangan karir. • Pengembangan kemampuan belajar. serta memilih dan mengambil keputusan karir. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah . bakat dan minat. yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu. belajar. keluarga dan masyarakat. • Advokasi. keahlian. kegiatan. 5. • Informasi. magang. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya. yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru. • Asas-asas konseling meliputi asas kerahasiaan. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya. serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian. kemandirian. yaitu memfasilitasi pengembangan potensi dan kompetensi peserta didik di dalam lingkungan sekolah/ madrasah. 3. yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuh-kembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya. anggota keluarga. dan kegiatan ekstra kurikuler. dan masyarakat. program latihan. yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas. terumata kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah. • Konseling Perorangan. terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari. untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru. Jenis Layanan Konseling • Orientasi.efektif-normatif dalam kehidupan keseharian dan masa depan. keluarga. keterpaduan.

• Tampilan Kepustakaan. Program Bulanan. 7. • Bimbingan Kelompok. dan bersifat rahasia. kegiatan belajar. yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya. yang diselenggarakan secara berkelanjutan. pemahaman. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah.pribadinya. • Lapangan. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. • Konferensi Kasus. Format Kegiatan • Individual. • Pendekatan Khusus. Kegiatan Pendukung • Aplikasi Instrumentasi. baik tes maupun non-tes. dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik. kegiatan belajar. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. terpadu. yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas. Program Tahunan. sistematis. • Konseling Kelompok. 3. komprehensif. yaitu format kegiatan konseling yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan. yaitu kegiatan memperoleh data. dan karir/jabatan. yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok. yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya. • Klasikal. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik. yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya. yaitu format kegiatan konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan. dan pengambilan keputusan. kemampuan hubungan sosial. Jenis Program 1. . Program Semesteran. 8. 4. 2. • Himpunan Data. • Mediasi. yaitu format kegiatan konseling yang melayani peserta didik secara perorangan. Program Mingguan. 9. yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data. yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka. • Kunjungan Rumah. • Konsultasi. yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi. melalui aplikasi berbagai instrumen. Program Pelayanan a. yang bersifat terbatas dan tertutup. serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. • Kelompok. karir/jabatan. kemampuan sosial. • Alih Tangan Kasus.

yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung konseling terhadap peserta didik. b. dan volume/beban tugas konselor. Perencanaan Kegiatan 1. • Volume dan waktu untuk pelaksanaan kegiatan pelayanan konseling di dalam kelas dan di luar kelas setiap minggu diatur oleh konselor dengan persetujuan pimpinan sekolah/madrasah • Program pelayanan konseling pada masing-masing satuan sekolah/madrasah dikelola dengan memperhatikan keseimbangan dan kesinambungan program antarkelas dan antarjenjang kelas. Program Harian. sasaran pelayanan. Penilaian hasil kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui: • Penilaian segera (LAISEG). (b) substansi layanan/kegiatan pendukung. (d) pelaksana layanan/kegiatan pendukung dan pihakpihak yang terlibat. Volume keseluruhan kegiatan pelayanan konseling dalam satu minggu minimal ekuivalen dengan beban tugas wajib konselor di sekolah/ madrasah. Perencanaan kegiatan pelayanan konseling mengacu pada program tahunan yang telah dijabarkan ke dalam program semesteran. 2. 4. 2. 3. Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling Penilaian proses kegiatan pelayanan konseling dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG. untuk mengetahui efektifitas . 2. bulanan serta mingguan. yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani. • Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG). Rencana kegiatan pelayanan konseling mingguan meliputi kegiatan di dalam kelas dan di luar kelas untuk masing-masing kelas peserta didik yang menjadi tanggung jawab konselor.5. Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang. format kegiatan. kepada pimpinan sekolah/madrasah. Penyusunan Program 1. dan mensinkronisasikan program pelayanan konseling dengan kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler. 5. (c) jenis layanan/kegiatan pendukung. Satu kali kegiatan layanan atau kegiatan pendukung konseling berbobot ekuivalen 2 (dua) jam pembelajaran. • Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN). jenis layanan dan kegiatan pendukung. Penilaian Kegiatan 1. D. Program pelayanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. Perencanaan kegiatan pelayanan konseling harian yang merupakan jabaran dari program mingguan disusun dalam bentuk SATLAN dan SATKUNG yang masing-masing memuat: (a) sasaran layanan/kegiatan pendukung. • Kegiatan pelayanan konseling dicatat dalam laporan pelaksanaan program (LAPELPROG). dan (d) waktu dan tempat. yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling. B. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik. serta alat bantu yang digunakan. serta mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitas sekolah/ madrasah.

dan dibina melalui kegiatan pengawasan. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek pribadi-sosial konseli adalah: • Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling Hasil penilaian kegiatan pelayanan konseling dicantumkan dalam LAPELPROG. Fokus pengawasan adalah kemampuan profesional konselor dan implementasi kegiatan pelayanan konseling yang menjadi kewajiban dan tugas konselor di sekolah/madrasah. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. dianalisis. (c) p ada satu SMP/MTs/SMPLB. bimbingan kelompok. mereka harus mendapatkan kesempatan untuk: (1) mengenal dan memahami potensi. (2) mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya. Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Tujuan Pelayanan Bimbingan dan Konseling Posted on 14 Maret 2008 by AKHMAD SUDRAJAT Tujuan pelayanan bimbingan ialah agar konseli dapat: (1) merencanakan kegiatan penyelesaian studi. (3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. maupun lingkungan kerja.. dan ditindaklanjuti untuk peningkatan mutu perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pelayanan konseling di sekolah/madrasah. maupun masyarakat pada umumnya. Secara khusus bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu konseli agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial. Hasil pengawasan didokumentasikan. pergaulan dengan teman sebaya. Pengawasan kegiatan pelayanan konseling dilakukan secara: (a) interen. belajar (akademik). dan (b) eksteren. (4) memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri (5) menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya. dan tugas-tugas perkem-bangannya. lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya. dan karir. tempat kerja. 5. Pelayanan Bimbingan pada Sekolah Standar Nasional Posted on 1 September 2008 by AKHMAD SUDRAJAT Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Mengah Atas. Sekolah/Madrasah. Pengawasan Kegiatan 1. 3. • Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain. baik dalam kehidupan pribadi. 2. kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat. (b) pada satu SD/MI/SDLB atau sejumlah SD/MI/SDLB dapat diangkat seorang konselor untuk menyelenggarakan pelayanan konseling. masyarakat. kekuatan. (2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin. Hasil kegiatan pelayanan konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif. keluarga. (4) mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi. SMA/MA/SMALB/SMK/MAK dapat diangkat sejumlah konselor dengan rasio seorang konselor untuk 150 orang peserta didik. Kegiatan pelayanan konseling di sekolah/madrasah dipantau. 4. 1. oleh pengawas sekolah/madrasah bidang konseling. dan konseling kelompok. (6) menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya. dengan saling menghormati dan . dievaluasi. perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang. Pengawasan kegiatan pelayanan konseling dilakukan secara berkala dan berkelanjutan. (3) mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.dan efesiensi pelaksanaan kegiatan. oleh kepala sekolah/madrasah. dan (7) mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal. F. 3.

dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya. baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan. • Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif. • Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. seperti membuat jadwal belajar. • Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat. serta dan mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut. dan sesuai dengan norma agama. persaudaraan. yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan. • Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif. mengerjakan tugas-tugas. • Memiliki rasa tanggung jawab. • Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat • Bersikap respek terhadap orang lain. dan kondisi kehidupan sosial ekonomi. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek akademik (belajar) adalah : • Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar. kemampuan. • Memiliki kemampuan merencanakan masa depan. • Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain.memelihara hak dan kewajibannya masing-masing. • Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif. tanpa merasa rendah diri. • Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian. tidak melecehkan martabat atau harga dirinya. • Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain. minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan. dan kesejahteraan kerja. yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajibannya. . seperti kebiasaan membaca buku. • Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek karir adalah • Memiliki pemahaman diri (kemampuan. • Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun. • Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir. seperti keterampilan membaca buku. mencatat pelajaran. disiplin dalam belajar. mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran. lingkungan sosiopsikologis pekerjaan. • Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship). yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat. menghormati atau menghargai orang lain. • Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir. baik fisik maupun psikis. dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan. memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu. atau silaturahim dengan sesama manusia. • Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugrah) dan yang tidak menyenangkan (musibah). 2. 3. kemampuan (persyaratan) yang dituntut. • Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi cita-cita karirnya masa depan. dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. asal bermakna bagi dirinya. mengggunakan kamus. prospek kerja. dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas.

orang yang normal (sehat) namun sedang mengalami masalah. • Mengenal keterampilan. Cukup mantapkan saja pengajaran sebagai pelaksanaan nyata dari pendidikan. sementara bimbingan dan konseling memberikan cara-cara pemecahan masalah secara konseptual melalui pengubahan orientasi pribadi. serta teknis medis lainnya. dimana masing-masing memiliki karakteristik tugas dan fungsi yang khas dan berbeda (1). kemampuan dan minat. • Memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karir. Walaupun guru dalam melaksanakan pembelajaran siswa dituntut untuk dapat melakukan kegiatankegiatan interpersonal dengan para siswanya. pengubahan lingkungan. dan beberapa kegiatan khas Bimbingan dan Konseling lainnya. karena dianggap sudah implisit dalam pendidikan itu sendiri. Mereka sama sekali tidak melihat arti penting bimbingan dan konseling di sekolah. Apabila seorang konseli bercita-cita menjadi seorang guru. dalam bidang pekerjaan apa dia mampu. Bimbingan dan Konseling dibatasi pada hanya menangani masalah-masalah yang bersifat insidental. Memang tidak dipungkiri pekerjaan bimbingan dan konseling salah satunya bertitik tolak dari masalah yang dirasakan siswa. namun kenyataan menunjukkan bahwa masih banyak hal yang menyangkut kepentingan siswa yang tidak bisa dan tidak mungkin dapat dilayani sepenuhnya oleh guru di sekolah melalui pelayanan pengajaran semata.Cara penyembuhan yang dilakukan dokter atau psikiater bersifat reseptual dan pemberian obat. yaitu mengantarkan para siswa untuk memperoleh perkembangan diri yang optimal. Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki. upaya-upaya perbaikan dengan teknik-teknik khas bimbingan dan konseling. Ada sebagian orang yang berpendapat bahwa bimbingan dan konseling adalah identik dengan pendidikan sehingga sekolah tidak perlu lagi bersusah payah menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling. penguatan mental/psikis.• Dapat membentuk pola-pola karir. seperti dalam hal pelayanan dasar (kurikulum bimbingan dan konseling). Pelayanan bimbingan dan konseling pada dasarnya memiliki derajat dan tujuan yang sama dengan pelayanan pendidikan lainnya (baca: pelayanan pengajaran dan/atau manajemen). Perbedaan terletak dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya. Sementara ada juga yang berpendapat pelayanan bimbingan dan konseling harus benar-benar terpisah dari pendidikan dan pelayanan bimbingan dan konseling harus secara nyata dibedakan dari praktik pendidikan sehari-hari. maka dia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatankegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut. Bimbingan dan Konseling disamakan atau dipisahkan sama sekali dari pendidikan. yaitu kecenderungan arah karir. maka setiap orang perlu memahami kemampuan dan minatnya. khususnya dalam rangka pelayanan responsif. pelayanan responsif. modifikasi perilaku. Beberapa Kekeliruan Pemahaman tentang Bimbingan dan Konseling di Sekolah Posted on 11 April 2008 by AKHMAD SUDRAJAT 1. 3. perencanaan individual. Bimbingan dan Konseling bukanlah pelayanan eksklusif yang harus terpisah dari pendidikan. dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan tersebut. tetapi hal ini bukan . Oleh karena itu. Begitu pula.

6. Petugas Bimbingan dan Konseling di sekolah diperankan sebagai “polisi sekolah”. Bimbingan dan Konseling tidak hanya diperuntukkan bagi siswa yang bermasalah atau siswa yang memiliki kelebihan tertentu saja. Jika segenap kemampuan konselor sudah dikerahkan namun belum juga menunjukan perbaikan maka konselor seyogyanya mengalihtangankan masalah (referal) kepada pihak yang lebih kompeten 8. Masalahnya. Pekerjaan bimbingan dan konseling dilakukan berdasarkan program yang sistematis dan terencana. yang di dalamnya mengggambarkan sejumlah pekerjaan bimbingan dan konseling yang bersifat proaktif dan antisipatif. Pelayanan bantuan pun langsung dihentikan dan dialihtangankan (referal). Melalui bantuan psikologis yang diberikan konselor diharapkan orang tersebut dapat terbebaskan dari masalah yang menghinggapinya. baik untuk kepentingan pencegahan. Bimbingan dan Konseling dibatasi hanya untuk siswa tertentu saja. namun bimbingan dan konseling harus dapat melayani seluruh siswa (Guidance and Counseling for All). bukan menggali sesuatu yang lebih dalam dibalik tidak masuk kelasnya. Namun seringkali justru konselor mengejar dan mendalami gejala yang ada bukan inti masalah dari gejala yang muncul. Bimbingan dan Konseling menangani masalah yang ringan. Begitu pula sebaliknya. 7. Ukuran berat-ringannya suatu masalah memang menjadi relatif. . pelayanan dan pembicaraan bimbingan dan konseling malah berkutat pada persoalan tidak masuk kelas. melalui berbagai bentuk pelayanan bimbingan dan konseling yang tersedia. 5. Pelayanan Bimbingan dan Konseling berpusat pada keluhan pertama (gejala) saja. Sasaran Bimbingan dan Konseling adalah hanya orang-orang normal yang mengalami masalah. tidak sedikit petugas bimbingan dan konseling yang tergesa-gesa dan kurang hati-hati dalam mengambil kesimpulan untuk menyatakan seseorang tidak normal. suatu masalah dianggap berat namun setelah dipelajari lebih jauh ternyata hanya masalah ringan saja. Pada umumnya usaha pemberian bantuan memang diawali dari gejala yang ditemukan atau keluhan awal disampaikan konseli. seringkali masalah seseorang dianggap sepele. Misalkan. Bimbingan dan Konseling melayani “orang sakit” dan/atau “kurang/tidak normal”. Jika seseorang mengalami keabnormalan yang akut tentunya menjadi wewenang psikiater atau dokter untuk penyembuhannya. Setiap siswa berhak dan mendapat kesempatan pelayanan yang sama. Terlepas berat-ringannya yang paling penting bagi konselor adalah berusaha untuk mengatasinya secara cermat dan tuntas. menemukan siswa dengan gejala sering tidak masuk kelas. pengembangan maupun penyembuhan (pengentasan) 4. namun setelah diselami lebih dalam ternyata masalah itu sangat kompleks dan berat.berarti bimbingan dan konseling dikerjakan secara spontan dan hanya bersifat reaktif atas masalahmasalah yang muncul pada saat itu.

melainkan proses yang sarat dengan unsur-unsur budaya. Pemberian nasihat hanyalah merupakan sebagian kecil dari upaya-upaya bimbingan dan konseling. Sebagai tenaga profesional konselor atau guru pembimbing harus mampu bekerja sendiri. Konselor perlu bekerja sama dengan orang-orang yang diharapkan dapat membantu penanggulangan masalah yang sedang dihadapi oleh klien. pemberi informasi. artinya pelayanan itu dilaksanakan sendiri tanpa menunggu bantuan orang lain atau tanpa campur tangan ahli lain. 10. sekolah dan masyarakat sekitarnya. konselor justru harus bertindak dan berperan sebagai sahabat kepercayaan siswa. bahkan diberi wewenang bagi siswa yang bersalah.guru.sosial. sedangkan pihak lain harus pasif . masalah-masalah yang dihadapi oleh siswa tidak berdiri sendiri. pembangun kekuatan. Bimbingan dan Konseling dianggap semata-mata sebagai proses pemberian nasihat. Namun demikian. Oleh sebab itu penanggulangannya tidak dapat dilakukan sendiri oleh guru pembimbing saja . Konselor adalah kawan pengiring. khususnya dalam menangani masalahmasalah belajar.dan piha-pihak lain. Guru pembimbing harus pandai menjalin hubungan kerja sama yang saling mengerti dan saling menunjang demi terbantunya siswa yang mengalami masalah itu. Konselor harus aktif. penunjuk jalan. konselor atau guru pembimbing tidak boleh terlalu mengharapkan bantuan ahli atau petugas lain. Di sekolah misalnya.Dalam hal ini peranan guru mata pelajaran. Di samping itu guru pembimbing harus pula memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada dan dapat diadakan untuk kepentingan pemecahan masalah siswa. Bimbingan dan konseling bukan hanya bantuan yang berupa pemberian nasihat.Tidak jarang konselor diserahi tugas mengusut perkelahian ataupun pencurian. Pelayanan bimbingan dan konseling menyangkut seluruh kepentingan klien dalam rangka pengembangan pribadi klien secara optimal. Bimbingan dan konseling bekerja sendiri atau harus bekerja sama dengan ahli atau petugas lain Pelayanan bimbingan dan konseling bukanlah proses yang terisolasi. tanpa tergantung pada ahli atau petugas lain. dan pihak-pihak lain sering kali sangat menentukan.Masih banyak anggapan bahwa bimbingan dan konseling adalah “polisi sekolah” yang harus menjaga dan mempertahankan tata tertib.dan lingkungan. disiplin dan keamanan di sekolah. Pekerjaan yang profesional justru salah satu cirinya pekerjaan mandiri yang tidak melibatkan campur tangan orang lain atau ahli. 9. seperti “praktik pribadi”.siswa. terkait pula dengan berbagai unsur lingkungan rumah. Guru mata pelajaran merupakan mitra bagi guru pembimbing. dan pembina perilaku-perilaku positif yang dikehendaki sehingga siapa pun yang berhubungan dengan bimbingan konseling akan memperoleh suasana sejuk dan memberi harapan. Dengan kekuatan inti bimbingan dan konseling pada pendekatan interpersonal.Masalah itu sering kali saling terkait dengan orang tua. tempat mencurahkan kepentingan apa-apa yang dirasakan dan dipikirkan siswa. orang tua. Oleh karenanya pelayanan bimbingan dan konseling tidak mungkin menyendiri. 11. Dalam menangani masalah siswa guru pembimbing harus harus berani melaksanakan pelayanan.

personil sekolah yang lain hendaknya membantu kelancaran usaha pelayanan itu. terutama klien. dengan kata lain dilaksanakan secara profesional. Ketidaan alat-alat itu tidak boleh mengganggu. Menganggap pekerjaan bimbingan dan konseling dapat dilakukan oleh siapa saja Benarkah pekerjaan bimbingan konseling dapat dilakukan oleh siapa saja? Jawabannya bisa saja “benar” dan bisa pula “tidak”. Di sekolah. apa lagi tidak melaksanakan layanan bimbingan dan konseling sama sekali. tujuan yang ingin dicapai. di samping konselor yang bertindak sebagai pusat penggerak bimbingan dan konseling. Pada dasarnya. 13. maka hasilnya akan kurang mantap.Lebih jauh.Oleh sebab itu. Keahliannya itu diperoleh melalui pendidikan dan latihan yang cukup lama di Perguruan Tinggi.angket dan dan sebagainya itu) hanyalah sekedar pembantu. jika bimbingan dan konseling dianggap sebagai pekerjaan yang mudah dan dapat dilakukan secara amatiran belaka. konselor hendaklah tidak menjadikan ketiadaan instrumen seperti itu sebagai alasan atau dalih untuk mengurangi. 14. Jawaban ”benar”. Pada dasarnya pelayanan bimbingan dan konseling adalah usaha bersama yang beban kegiatannya tidak semata-mata ditimpakan hanya kepada konselor saja. Jika kegiatan yang pada dasarnya bersifat usaha bersama itu hanya dilakukan oleh satu pihak saja. menghambat.pemakaian sesuatu cara bergantung pada pribadi klien. jenis dan sifat masalah. Salah satu ciri keprofesionalan bimbingan dan konseling adalah bahwa pelayanan itu harus dilakukan oleh orang-orang yang ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. ada dan digunakannya instrumen (tes. jika bimbingan dan konseling itu dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip keilmuan dan teknologi (yaitu mengikuti filosopi. Memusatkan usaha Bimbingan dan Konseling hanya pada penggunaan instrumentasi Perlengkapan dan sarana utama yang pasti dan dan dapat dikembangkan pada diri konselor adalah “mulut” dan keterampilan pribadi. Masalah yang tampaknya “sama” setelah dikaji secara mendalam mungkin ternyata hakekatnya berbeda. kemampuan petugas bimbingan dan konseling. Menyama-ratakan cara pemecahan masalah bagi semua klien Cara apapun yang akan dipakai untuk mengatasi masalah haruslah disesuaikan dengan pribadi klien dan berbagai hal yang terkait dengannya. tujuan. metode.Sesuai dengan asas kegiatan.inventori. atau bahkan tidak berjalan sama sekali. Dengan kata lain.Sementara itu. pihak-pihak lain hendaknya tidak membiarkan konselor bergerak dan berjalan sendiri. guru pembimbing memang harus aktif. Bahkan sering kali terjadi.Tugas bimbingan dan konseling yang baik akan selalu menggunakan apa yang dimiliki secara optimal sambil terus berusaha mengembangkan saranasarana penunjang yang diperlukan . bersikap “jemput bola”. tidak hanya menunggu didatangi siswa yang meminta layanan kepadanya.Tidak ada suatu cara pun yang ampuh untuk semua klien dan semua masalah. atau bahkan melumpuhkan sama sekali usaha pelayanan bimbingan dan konseling. sehingga diperlukan cara yang berbeda untuk mengatasinya. dalam hal ini konselor. 12. tersendat-sendat. Sedangkan jawaban ”tidak”. dan asas-asas tertentu).harus secara langsung aktif terlibat dalam proses tersebut. dan sarana yang tersedia. pihak lain pun. untuk masalah yang sama pun cara yang dipakai perlu dibedakan.

Disadari bahwa semua orang menghendaki agar masalah yang dihadapi klien dapat diatasi sesegera mungkin dan hasilnya pun dapat segera dilihat. siswa yang mengkonsultasikan tentang cita-citanya untuk menjadi seorang dokter. Keempat bidang tersebut adalah: • Pengembangan kehidupan pribadi. Menganggap hasil pekerjaan Bimbingan dan Konseling harus segera terlihat. Tujuan layanan orientasi adalah agar peserta didik dapat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru secara tepat dan memadai. • Pengembangan kehidupan sosial. Layanan informasi pun berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman. Namun harapan itu sering kali tidak terkabul. Tujuan layanan informasi adalah membantu peserta didik agar dapat mengambil keputusan secara tepat tentang sesuatu. dalam bidang pribadi. lebihlebih kalau yang dimaksud dengan “cepat” itu adalah dalam hitungan detik atau jam. layanan yang memungkinan peserta didik memahami lingkungan baru. terdapat beberapa jenis layanan yang diberikan kepada siswa. layanan yang memungkinan peserta didik mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam penguasaan kompetensi yang cocok dengan kecepatan dan kemampuan . yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya. Hasil bimbingan dan konseling tidaklah seperti makan sambal. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. begitu masuk ke mulut akan terasa pedasnya. anggota keluarga. diantaranya: Layanan Orientasi. dan warga lingkungan sosial yang lebih luas. sosial. sekurang-kurangnya diberikan dua kali dalam satu tahun yaitu pada setiap awal semester. untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungan yang baru itu. serta memilih dan mengambil keputusan karir. atau bahkan beberapa tahun kemuadian. • Pengembangan kemampuan belajar. pergaulan. • Pengembangan karir. belajar maupun karier berdasarkan informasi yang diperolehnya yang memadai. bakat dan minat. dan mengembangkan potensi dan kecakapan. mungkin manfaat dari hasil konsultasi akan dirasakannya justru pada saat setelah dia menjadi seorang dokter. Misalkan. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. pendidikan lanjutan). yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami. terutama lingkungan sekolah dan obyek-obyek yang dipelajari. Hasil bimbingan dan konseling mungkin saja baru dirasakan beberapa hari kemudian. =========== Terdapat empat bidang bimbingan dan konseling yang menjadi ruang lingkup pelayanan. Layanan Informasi. serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik. • Layanan Konten. yang berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman.. karier. layanan yang memungkinan peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi (seperti : informasi belajar. menilai.15. enis-Jenis Pelayanan Bimbingan dan Konseling Posted on 8 Juli 2008 by AKHMAD SUDRAJAT Dalam rangka pencapaian tujuan Bimbingan dan Konseling di sekolah.

Tujuan konferensi kasus adalah untuk memperoleh keterangan dan membangun komitmen dari pihak yang terkait dan memiliki pengaruh kuat terhadap klien dalam rangka .dirinya serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya. • Konferensi Kasus. terpadu dan sifatnya tertutup. serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok. Layanan Konseling Perorangan berfungsi untuk pengentasan dan advokasi. yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka. • Layanan Penempatan dan Penyaluran. kelompok belajar. kegiatan ko/ekstra kurikuler. pemahaman. jurusan/program studi. program latihan. sistematik. • Layanan Konseling Perorangan. dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok. layanan yang memungkinan peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran di dalam kelas. Pertemuan konferensi kasus bersifat terbatas dan tertutup. baik tes maupun non tes. perlu dilaksanakan berbagai kegiatan pendukung. Layanan Bimbingan Kelompok berfungsi untuk pemahaman dan Pengembangan • Layanan Konseling Kelompok. Untuk menunjang kelancaran pemberian layanan-layanan seperti yang telah dikemukakan di atas. mencakup : • Aplikasi Instrumentasi Data. layanan yang memungkinan peserta didik (masing-masing anggota kelompok) memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok. dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan klien. • Mediasi. layanan yang memungkinan sejumlah peserta didik secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial. Layanan Konseling Kelompok berfungsi untuk pengentasan dan advokasi. dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik. merupakan kegiatan untuk membahas permasalahan peserta didik dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan. tentang lingkungan peserta didik dan lingkungan lainnya. dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. • Layanan Bimbingan Kelompok. merupakan kegiatan untuk menghimpun seluruh data dan keterangan yang relevan dengan keperluan pengembangan peserta didik. Layanan Penempatan dan Penyaluran berfungsi untuk pengembangan. yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan. • Himpunan Data. Himpunan data diselenggarakan secara berkelanjutan. yang dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai instrumen. dengan tujuan untuk memahami peserta didik dengan segala karakteristiknya dan memahami karakteristik lingkungan. merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data dan keterangan tentang peserta didik. serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok. • Konsultasi. minat dan segenap potensi lainnya. komprehensif. layanan yang memungkinan peserta didik mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan) untuk mengentaskan permasalahan yang dihadapinya dan perkembangan dirinya. Tujuan layanan konseling perorangan adalah agar peserta didik dapat mengentaskan masalah yang dihadapinya. Layanan pembelajaran berfungsi untuk pengembangan. dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan segenap bakat. magang.

Namun sejak tahun 1951. akan tetapi juga membantu memperoleh pengetahuan. dan keterampilan yang diperlukan dalam pekerjaan. keterangan. seperti urbanisasi. namun mencoba pula menghubungkannya dengan konsep perkembangan dan tujuan-tujuan yang lebih jauh sehingga nilai-nilai pribadi. merupakan kegiatan untuk untuk memperoleh penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas permasalahan yang dialami klien dengan memindahkan penanganan kasus ke pihak lain yang lebih kompeten. sikap. Pada model okupasional lebih menekankan pada kesesuaian antara bakat dengan tuntutan dan persyaratan pekerjaan. terutama dalam landasan individu untuk memilih jabatan. merupakan kegiatan untuk memperoleh data. Kerja sama dengan orang tua sangat diperlukan. dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik melalui kunjungan rumah klien. Sedangkan pada model karier. termasuk didalamnya berupaya mempersiapkan kemampuan yang diperlukan untuk memasuki suatu pekerjaan. Helmotz dan Wundt. • Kunjungan Rumah. konsep diri. dan (4) perkembangan ilmu (scientific). diantaranya : (1) keadaan ekonomi. dengan tujuan untuk memperoleh keterangan dan membangun komitmen dari pihak orang tua/keluarga untuk mengentaskan permasalahan klien. khususnya dalam bidang ilmu psiko-fisik dan psikologi eksperimantal yang dipelopori oleh Freechner. psikometrik yang dikembangkan oleh Cattel. para ahli mengadakan perubahan pendekatan dari model okupasional (occupational) ke model karier (career). Kedua model ini memliki perbedaan yang cukup mendasar. yang dilatari oleh berbagai kondisi obyektif pada waktu itu (1850-1900).Pd. (3) kondisi ideologis.pengentasan permasalahan klien. Konsep Bimbingan Karier Posted on 7 Februari 2008 by AKHMAD SUDRAJAT oleh : Akhmad Sudrajat. dokter serta ahli lainnya. rencana-rencana pribadi dan semacamnya mulai turut dipertimbangkan. 1987). Konsep Bimbingan KarierKonsep bimbingan jabatan lahir bersamaan dengan konsep bimbingan di Amerika Serikat pada awal abad keduapuluh. kemudahan. Bimbingan karier tidak hanya sekedar memberikan respon kepada masalah-masalah yang muncul. dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas permasalahan yang dihadapinya melalui pihak yang lebih kompeten. M. 1981 dalam Bahrul Falah. Hattari (1983) menyebutkan . (2) keadaan sosial. Penggunaan istilah karier didalamnya terkandung makna pekerjaan dan jabatan sekaligus rangkaian kegiatan dalam mencapai tujuan hidup seseorang. Isitilah vocational guidance pertama kali dipopulerkan oleh Frank Pearson pada tahun 1908 ketika ia berhasil membentuk suatu lembaga yang bertujuan untuk membantu anak-anak muda dalam memperoleh pekerjaan. maka muncullah gerakan bimbingan jabatan (vocational guidance) yang tersebar ke seluruh negara (Crites. seperti adanya kegelisahan untuk membentuk kembali dan menyebarkan pemikiran tentang kemampuan seseorang dalam rangka meningkatkan kemampuan diri dan statusnya. tidak hanya sekedar memberikan penekanan tentang pilihan pekerjaan. seperti kepada guru mata pelajaran atau konselor. Binnet dan yang lainnya Atas desakan kondisi tersebut. Pada awalnya penggunaan istilah vocational guidance lebih merujuk pada usaha membantu individu dalam memilih dan mempersiapkan suatu pekerjaan. • Alih Tangan Kasus.

bermasyarakat. maka peranan bimbingan karier sungguh menjadi amat penting. Peran dan tugas konselor tidak hanya sekedar membimbing siswa dalam menentukan pilihan-pilihan kariernya. Selanjutnya. yang merupakan salah jenis kecakapan dalam Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skill Education). dalam perspektif pendidikan nasional. sejalan dengan kemajuan dalam bidang teknologi informasi dewasa ini. bidang bimbingan karier diarahkan untuk : Pemantapan pemahaman diri berkenaan dengan kecenderungan karier yang hendak dikembangkan. berbangsa dan bernegara. Pemantapan orientasi dan informasi karier pada umumnya dan karier yang hendak dikembangkan pada khususnya. tetapi dituntut pula untuk membimbing siswa agar dapat memahami diri dan lingkungannya dalam rangka perencanaan karier dan penetapan karier pada kehidupan masa mendatang. pentingnya bimbingan karier sudah mulai dirasakan bersamaan dengan lahirnya gerakan bimbingan dan konseling di Indonesia pada pertengahan tahun 1950-an. Orientasi dan informasi terhadap pendidikan tambahan dan pendidikan yang lebih tinggi. Sampai dengan sekarang bimbingan karier tetap masih merupakan salah satu bidang bimbingan. Dalam perkembangannya. Perubahan istilah dari bimbingan jabatan (vocational guidance) ke bimbingan karier mengandung konsekuensi terhadap peran dan tugas konselor dalam memberikan layanan bimbingan terhadap para siswanya.bahwa istilah bimbingan karier mengandung konsep yang lebih luas. dalam bentuk cyber counseling. bimbingan karier ditempatkan sebagai salah bidang bimbingan. dengan diintegrasikannya Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skill Education) dalam kurikulum sekolah. bersamaan dengan perubahan nama bimbingan penyuluhan menjadi bimbingan dan konseling dalam Kurikulum 1994. Sementara itu. Dalam konsteks Kurikulum Berbasis Kompetensi. Terkait dengan penjabaran kompetensi dan materi layanan bimbingan dan konseling di SMTA. Pengenalan berbagai lapangan kerja yang dapat dimasuki tamatan SMTA. khususnya sesuai dengan karier yang hendak dikembangkan. Orientasi dan informasi terhadap dunia kerja dan usaha memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidup berkeluarga. bimbingan karier merupakan salah satu bidang bimbingan yang telah berhasil mempelopori pemanfaatan teknologi informasi. =============== Layanan Informasi Karier . Bimbingan jabatan menekankan pada keputusan yang menentukan pekerjaan tertentu sedangkan bimbingan karier menitikberatkan pada perencanaan kehidupan seseorang dengan mempertimbangkan keadaan dirinya dengan lingkungannya agar ia memperoleh pandangan yang lebih luas tentang pengaruh dari segala peranan positif yang layak dilaksanakannya dalam masyarakat. bimbingan karier cukup terasa mendominasi dalam layanan bimbingan dan penyuluhan dan pada tahun 1994. khususnya dalam upaya membantu siswa dalam memperoleh kecakapan vokasional (vocational skill). berawal dari kebutuhan penjurusan siswa di SMA pada waktu itu. pada tahun 1984 bersamaan dengan diberlakukannya Kurikulum 1984.

belajar ataupun kariernya. pekerjaan apa yang paling cocok untuk saya kelak setelah menamatkan pendidikan ? Kesulitan-kesulitan untuk mengambil keputusan karier akan dapat dihindari manakala siswa memiliki sejumlah informasi yang memadai tentang hal-hal yang berhubungan dengan dunia kariernya. pasar kerja.. dalam upaya pemberian layanan informasi seyogyanya dibutuhkan sikap arif dan selektif dari konselor dalam memilih berbagai materi informasi. Terutama setelah adanya kemajuan yang menakjubkan dalam bidang teknologi komputer multi media. Dalam era informasi dewasa ini sesungguhnya kemudahan untuk memperoleh informasi sangat terbuka. Seorang siswa dalam kehidupannya akan dihadapkan dengan sejumlah alternatif. Materi informasi yang lengkap dan akurat akan sangat membantu siswa untuk lebih tepat dalam mempertimbangkan dan memutuskan pilihan kariernya.Posted on 4 Februari 2008 by AKHMAD SUDRAJAT Oleh : AKHMAD SUDRAJAT Layanan informasi marupakan salah satu jenis layanan dalam bimbingan konseling di sekolah yang amat penting guna membantu siswa agar dapat terhindar dari berbagai masalah yang dapat mengganggu terhadap pencapaian perkembangan siswa. Materi informasi yang diberikan kepada siswa hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan dan permasalahan siswa. Dalam memberikan layanan informasi karier setidaknya terdapat dua hal yang harus diperhatikan yaitu tentang : (1) materi informasi dan (2) teknik layanan informasi. adakalanya siswa mengalami kesulitan untuk mengambil keputusan dalam menentukan alternatif mana yang seyogyanya dipilih. Materi Informasi. sehingga tidak mustahil dapat menimbulkan kekacauan informasi. jenis dan prospek pekerjaan. Mereka dihadapkan dengan sejumlah pilihan dan permasalahan tentang rencana kariernya. maka dengan mudah dan dalam waktu relatif singkat kita dapat mengakses ribuan bahkan jutaan jenis informasi melalui internet. sosial. berbagai kekuatan serta kelemahan yang ada dalam dirinya. Namun. baik tentang bakat. Untuk itulah. persyaratan. Pemilihan dan penetuan jenis materi informasi yang tidak didasarkan kepada kebutuhan dan masalah siswa akan cenderung tidak memiliki daya tarik. sehingga siswa akan menjadi kurang partisipatif dan kooperatif dalam mengikuti kegiatan layanan. Beberapa jenis materi informasi tentang karier yang mungkin dibutuhkan siswa. belajar maupun kariernya. baik melalui media cetak atau eleltronik. Sehingga pada gilirannya siswa dapat mengambil keputusan yang terbaik tentang kepastian rencana karier yang akan ditempuhnya kelak. Diantaranya. Untuk itulah. sehingga benar-benar dapat dirasakan lebih bermanfaat dan memiliki makna (meaningful). sosial. karena begitu banyak dan beragamnya jenis informasi yang dapat diakses. diantaranya: . tentunya tidak cukup hanya sekedar memahami diri. Namun juga harus disertai dengan pemahaman akan kondisi yang ada dilingkungannya. dari sejumlah jenis pekerjaan yang ada. mereka seyogyanya dapat dibimbing guna memperoleh pemahaman yang memadai tentang berbagai kondisi dan karakteristik dirinya. mereka mempertanyakan. minat. cita-cita. yang dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk kepentingan siswa itu sendiri. Namun. Salah satunya adalah kesulitan dalam pengambilan keputusan yang berkenaan dengan rencana-rencana karier yang akan dipilihnya kelak. Dalam hal ini. serta hal-hal lainnya yang bertautan dengan dunia kerja. baik yang berhubungan dengan diri pribadi. seperti kondisi sosio-kultural. yang sekiranya benar-benar dapat memberikan manfaat besar bagi siswa. Melalui layanan informasi diharapkan para siswa dapat menerima dan memahami berbagai informasi. baik yang berhubungan kehidupan pribadi.

Teknik Layanan Informasi Disamping konselor dituntut untuk banyak memahami berbagai informasi yang akan dibutuhkansiswa. Tanpa didukung kekayaan informasi dan keterampilan penyampaian. • Kursus-kursus dalam rangka pengembangan karier. sesuai dengan karakterisitik diri yang dimikinya. berdasarkan hasil pengalamannya. Dalam hal ini. dapat dilakukan dengan cara siswa diajak langsung untuk berkunjung dan melakukan pengamatan ke perusahaan tertentu. bahwa sumber informasi saat ini dapat dengan mudah diakses melalui teknologi komputer multi media. materi informasi yang bersifat personal. yang tentunya tidak semua siswa dapat memaknainya sendiri. jenis pekerjaan. karena dengan adanya pemahaman tentang diri sendiri. misalkan dengan mengundang “tokoh karier”. dapat juga dilakukan dengan cara meminta bantuan dari pihak lain sebagai nara sumber. artikel. juga seyogyanya dapat menguasai berbagai teknik penyampaiannya secara variatif dan menyenangkan. ciri-ciri kepribadian atau minat pekerjaan perlu dikuasai oleh siswa. yakni informasi yang diberikan cenderung bersifat nyata. seperti kecerdasan. untuk memahami tentang kondisi nyata kehidupan di suatu perusahaan. konselor dituntut secara kreatif untuk dapat mengoleksi berbagai tulisan. Penggunaan teknik layanan informasi seyogyanya lebih mengedepankan aktivitas dan partisipasi siswa dalam menentukan kebutuhan. yakni dengan menyediakan papan informasi untuk menempelkan berbagai bentuk tulisan yang mengandung nilai informasi. tentu saja dibutuhkan sosiabilitas yang tinggi dari konselor untuk dapat menjalin hubungan secara luas dan menjalin kemitraan dengan berbagai pihak untuk memfasilitasi siswa dalam proses penggalian informasi. Di samping itu. • Perkembangan dan prospek karier di masyarakat. layanan informasi dikhawatirkan menjadi tidak memiliki daya tarik di hadapan siswa. sekaligus dapat membangun dan mengembangkan sikap-sikap positif dan konstruktif terhadap pekerjaan. keterangan. yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan keputusan kariernya. Hanya perlu dipertimbangkan jika memang sekolah sudah dapat menyelenggarakan pemeriksaan psikologis/tes psikologis. Untuk itu. Misalkan. • Kemungkinan permasalahan dalam pilihan pekerjaan. ciri-ciri pekerjaan. atau minat pekerjaannya. ciri-ciri kepribadian. Upaya pemanfatan nara sumber memiliki keunggulan tersendiri. Sebagaimana telah disinggung di atas. Dari hasil kunjungan. Selain itu. menggali dan mengolah serta menarik kesimpulan dari informasi yang diperolehnya. siswa akan memperoleh berbagai informasi yang dibutuhkan. dan sebagainya. Jika mengacu pada teori kontruktivisme yang saat ini sedang dikembangkan.• Tugas perkembangan masa remaja tentang kemampuan dan perkembangan karier. seperti bakat. dapat dilakukan pula melalui media “papan bimbingan”. maka dalam hal ini tidak salahnya konselor untuk belajar menguasai teknologi internet untuk menjelajah situs-situs yang menyediakan informasi yang . dan tuntutan pendidikan yang lebih tinggi. karier. Penyampaian informasi bisa dilakukan oleh konselor itu sendiri melalui teknik ekspositorik. Data-data personal ini memang perlu dipahami dan dimaknai oleh siswa. • Langkah-langkah dalam memasuki pekerjaan. maka penyampaian materi hasil-hasil pemeriksaan psikologis harus benarbenar dilaksanakan secara cermat dan di bawah pengawasan konselor. biasanya data hasil pemeriksaan psikologis dideskripsikan dalam bahasa/terminologis tertentu. bakat. dalam rangka menambah wawasan. siswa akan dapat lebih akurat lagi dalam mengambil keputusan kariernya. Selain itu. • Syarat-syarat pekerjaan yang dapat dimasuki setelah tamat SMA. Karena. atau klipping yang berhubungan dengan karier.

juga dapat menunjukkannya kepada siswa. ulet sungguh-sungguh dan konpetitif dalam kehidupan sehari-hari.Jakarta. agar siswa dapat belajar secara langsung menjelajah dan menggali berbagai informasi karier yang tersedia dalam internet. pendidikan dan aktifitas yang mengandung relevansi dengn kemampuan diri 10 Kematangan hubungan dengan teman sebaya Mempelajari norma-norma pergaulan dengan teman sebaya yang beragam latar belakangnya Menyadari keragaman latar belakang teman sebaya yang mendasari pergaulan Bekerja sama dengan teman sebaya yang beragam latar belakangnya Formal. ulet sungguh-sungguh dan konpetitif dalam kehidupan sehari-hari. Membiasakan diri hidup hemat. 9 Wawasan dan kesiapan karier Mengekspresikan ragam pekerjaan. Menyadari manfaat perilaku hemat. Berikut ini rumusan Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik pada Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama No Aspek Perkembangan Tataran/Internalisasi Tujuan Pengenalan Akomodasi Tindakan 1 Landasan hidup religius Mengenal arti dan tujuan ibadah Berminat mempelajari arti dan tujuan ibadah Melakukan berbagai kegiatan ibadah dengan kemauan sendiri 2 Landasan perilaku etis Mengenal alasan perlunya mentaati aturan/norma berperilaku Memahami keragaman aturan/patokan dalam berperilaku dalam konteks budaya Bertindak atas pertimbangan diri terhadap norma yang berlaku 3 Kematangan emosi Mengenal cara-cara mengekspresikan perasaan secara wajar Memahami keragaman ekspresi perasaan diri dan perasaan orasaan orang lain Mengekspresikan perasaan atas dasar pertimbangan kontekstual 4 Kematangan intelektual Mempelajari cara-cara pengambilan keputusan dan pemecahan masalah Menyadari adanya resiko dari pengambilan keputusan Mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan resiko yang mungkin terjadi. pendidikan dan aktivitas dalam dengan kemampuan diri Menyadari keragaman nilai dan persyaratan dan aktivitas yang menuntut pemenuhan kemampuan tertentu Mengidentifikasi ragam alternatif pekerjaan. sungguh sangat . 23/2006 telah dirumuskan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang harus dicapai peserta didik. 5 Kesadaran tanggung jawab sosial Mempelajari cara-cara memperoleh hak dan memenuhi kewajiban dalam lingkungan kehidupan sehari-hari Menghargai nilai-nilai persahabatan dan keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari Berinteraksi dengan orang lain atas dasar nilai-nilai persahabatan dan keharmonisan hidup. ulet sungguh-sungguh dan konpetitif dalam kehidupan sehari-hari. maka di samping konselor dapat memperoleh berbagai tambahan informasi untuk dirinya. 6 Kesadaran gender Mengenal peran-peran sosial sebagai laki-laki atau perempuan Menghargai peranan diri dan orang lain sebagai laki-laki atau perempuan dalam kehidupan sehari-hari Berinteraksi dengan lain jenis secara kolaboratif dalam memerankan peran jenis 7 Pengembangan diri Mengenal kemampuan dan keinginan diri Menerima keadaan diri secara positif Meyakini keunikan diri sebagai aset yang harus dikembangkan secara harmonis dalam kehidupan 8 Perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis) Mengenal nilai-nilai perilaku hemat. melalui proses pembelajaran berbagai mata pelajaran. Dengan mengenal situs-situs yang berkenaan dengan dunia pekerjaan/karier. Standar Kompetensi Bimbingan dan Konseling di SLTA Posted on 13 Juni 2008 by AKHMAD SUDRAJAT Dalam Permendiknas No.berkenaan dengan dunia pekerjaan/karier. Namun.

(9) Wawasan dan kesiapan karier. (2) akomodasi (memperoleh pemaknaan dan internalisasi atas aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai) dan (3) tindakan (perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari dari aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai). Dalam konteks pembelajaran Standar Kompetensi ini disebut Standar Kompetensi Lulusan (SKL).disesalkan dalam Permendiknas tersebut sama sekali tidak memuat Standar Kompetensi yang harus dicapai peserta didik melalui pelayanan Bimbingan dan Konseling. (10) Kematangan hubungan dengan teman sebaya. (4) Kematangan intelektual. Aspek perkembangan dan beserta dimensinya tampaknya sudah disusun sedemikian rupa dengan mengikuti dan diselaraskan dengan prinsip-prinsip. yang di dalamnya mencakup sepuluh aspek perkembangan individu (SD dan SLTP) dan sebelas aspek perkembangan individu (SLTA dan PT). dan (11) Kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga (hanya untuk SLTA dan PT). mulai tingkat SD sampai dengan Perguruan Tinggi. yaitu: (1) pengenalan/penyadaran (memperoleh pengetahuan dan pemahaman tentang aspek dan tugas perkembangan [standar kompetensi] yang harus dikuasai). (8) Perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis). Kesebelas aspek perkembangan tersebut adalah: (1) Landasan hidup religius. dalam bentuk naskah akademik. Masing-masing aspek perkembangan memiliki tiga dimensi tujuan. (5) Kesadaran tanggung jawab sosial. (6) Kesadaran gender.terbuka dan tidak menimbulkan konflik 4 Kematangan intelektual Mempelajari cara-cara pengambilan keputusan dan pemecahan masalah secara objektif Menyadari akan keragaman alternatif keputusan dan konsekuensi yang dihadapinya Mengambil keputusan dan pemecahan masalah atas dasar informasi/data secara obyektif 5 Kesadaran tanggung jawab sosial Mempelajari keragaman interaksi sosial Menyadari nilai-nilai persahabatan dan keharmonisan dalam konteks keragaman interaksi sosial Berinteraksi dengan orang lain atas dasar kesamaan 6 Kesadaran gender Mempelajari perilaku kolaborasi antar jenis dalam ragam kehidupan . Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) mengambil inisiatif untuk merumuskan Standar Kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik. (3) Kematangan emosi. Oleh karena itu. untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan Depdiknas dalam menentukan kebijakan Pelayanan Bimbingan dan Konseling di Indonesia. sementara dalam konteks Bimbingan dan Konseling Standar Kompetensi ini dikenal dengan istilah Standar Kompetensi Kemandirian (SKK). (7) Pengembangan diri. (2) Landasan perilaku etis. Berikut ini rumusan Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik pada Sekolah Lanjutan Tingkat Atas STANDAR KOMPETENSI KEMANDIRIAN (SKK) PESERTA DIDIK PADA SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT ATAS No Aspek Perkembangan Tataran/Internalisasi Tujuan Pengenalan Akomodasi Tindakan 1 Landasan hidup religius Mempelajari hal ihwal ibadah Mengembangkan pemikiran tentang kehidupan beragama Melaksanakan ibadah atas keyakinan sendiri disertai sikap toleransi 2 Landasan perilaku etis Mengenal keragaman sumber norma yang berlaku di masyaraakat Menghargai Keragaman sumber norma sebagai rujukan pengambilan keputusan Berperilaku atas dasar keputusan yang mempertimbangkan aspek-aspek etis 3 Kematangan emosi Mempelajari cara-cara menghindari konflik dengan orang lain Bersikap toleran terhadap ragam ekspresi perasaan diri sendiri dan orang lain Mengekspresikan perasaan dalam caracara yang bebas. kaidah-kaidah dan tugas-tugas perkembangan yang harus dicapai individu.

ulet sungguh-sungguh dan kompetitif sebagai aset untuk mencapai hidup mandiri Menampilkan hidup hemat.2007. Proses Bimbingan dan Konseling • Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah • Prosedur Umum Layanan Bimbingan dan Konseling • Proses Layanan Konseling Individual • Pendekatan dan Teknik Konseling . sengguh-sungguh dan kompetitif dalam keragaman kehidupan Menerima nilai-nilai hidup hemat.Jakarta. peluang dan ragam pekerjaan. pendidikan. 1.Rambu-Rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. dan aktifitas yang terfokus pada pengembangan alternatif karir yang lebih terarah Internalisasi nilai-niolai yang melandasi pertimbangan pemilihan alternatif karir Mengembangkan alternatif perencanaan karir dengan mempertimbangkan kemampuan. sungguh-sungguh dan kompetitif atas dasar kesadaran sendiri 9 Wawasan dan kesiapan karier Mempelajari kemampuan diri. Prinsip dan Asas Bimbingan dan Konseling • Bidang Bimbingan dan Konseling • Jenis Layanan Bimbingan dan Konseling • Bimbingan dan Konseling di Sekolah • Bimbingan Karier • Informasi Karier • Standar Kompetensi Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar • Standar Kompetensi Bimbingan dan Konseling di SMP • Standar Kompetensi Bimbingan dan Konseling di SMA • Standar Kompetensi Bimbingan dan Konseling di Perguruan Tinggi 2. ulet.ulet. Konsep Bimbingan dan Konseling • Konsep Bimbingan dan Konseling • Landasan Bimbingan dan Konseling • Rekonseptualisasi Bimbingan dan Konseling • Tujuan Bimbingan dan Konseling • Fungsi.Menghargai keragaman peraan laki-laki atau perempuan sebagai aset kolaborasi dan keharmonisan hidup Berkolaborasi secara harmonis dengan lain jenis dalam keragaman peran 7 Pengembangan diri Mempelajari keunikan diri dalam konteks kehidupan sosial Menerima keunikan diri dengan segala kelebihan dan kekurangannya Menampilkan keunikan diri secara harmonis dalam keragaman 8 Perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis) Mempelajari strategi dan peluang untuk berperilaku hemat. peluang dan ragam karir 10 Kematangan hubungan dengan teman sebaya Mempelajari cara-cara membina dan kerjasama dan toleransi dalam pergaulan dengan teman sebaya Menghargai nilai-nilai kerjasama dan toleransi sebagai dasar untuk menjalin persahabatan dengan teman sebaya Mempererat jalinan persahabatan yang lebih akrab dengan memperhatikan norma yang berlaku 11 Kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga Mengenal norma-norma pernikahan dan berkeluarga Mengharagai norma-norma pernikahan dan berkeluarga sebagai landasan bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis Mengekspresikan keinginannya untuk mempelajari lebih intensif tentang norma pernikahan dan berkeluarga Sumber: Depdiknas.

(2) jenis layanan dan kegiatan pendukung. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. Dilihat dari jenisnya. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. Program pelayanan Bimbingan dan Konseling pada masing-masing satuan sekolah/madrasah dikelola dengan memperhatikan keseimbangan dan kesinambungan program antarkelas dan antarjenjang kelas. sasaran pelayanan (4) . Program Semesteran. dan mensinkronisasikan program pelayanan Bimbingan dan Konseling dengan kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler. dengan substansi program pelayanan mencakup: (1) empat bidang. serta mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan fasilitas sekolah/ madrasah. dan (5) volume/beban tugas konselor. Manajemen Bimbingan dan Konseling • Peran Kepala Sekolah dalam Bimbingan dan Konseling • Peran Kepala Sekolah. Program Tahunan. yaitu: 1. Program Bulanan. . Guru dan Wali Kelas dalam BK • Pengembangan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah • Strategi Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah • Pelayanan Bimbingan dan Konseling pada SSN • Evaluasi Program Bimbingan dan Konseling Komprehensif • Evalusi Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah • Pergeseran Pola Manajemen dan Proses Bimbingan dan Konseling Posted on 8 Juli 2008 by AKHMAD SUDRAJAT A. program Bimbingan dan Konseling terdiri 5 (lima) jenis program.• Teknik Umum Konseling • Teknik Umum Konseling II • Teknik Khusus Konseling • Konseling Behavioral • Konseling FaceBook di Sekolah • Konseling Gestalt • Konseling Humanistik • Konseling Pecandu Narkoba • Konseling Psikoanalisis • Konseling Rational Emotif Terapi (RET) • Terapi Kognitif Behavioral • Terapi Realitas • Alat Ungkap Masalah • Konferensi Kasus dalam Bimbingan dan Konseling • Studi Kasus dalam Bimbingan dan Konseling • Pengembangan Diri dalam Bimbingan dan Konseling • Pembelajaran Kompetensi Konseling Karier Mikro 3. 2. 3. (3) format kegiatan. Program Bimbingan dan Konseling Program pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi.

penguasaan konten. serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. Rencana kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling mingguan meliputi kegiatan di dalam kelas dan di luar kelas untuk masing-masing kelas peserta didik yang menjadi tanggung jawab konselor. himpunan data. serta alat bantu yang digunakan. Manajemen Bimbingan dan Konseling Secara keseluruhan manajemen Bimbingan dan Konseling mencakup tiga kegiatan utama. bulanan serta mingguan. Perencanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling harian yang merupakan penjabaran dari program mingguan disusun dalam bentuk SATLAN dan SATKUNG yang masing-masing memuat: (a) sasaran layanan/kegiatan pendukung. tempat. dan (2) kegiatan non tatap muka. dan (e) waktu dan tempat. Perencanaan Perencanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling mengacu pada program tahunan yang telah dijabarkan ke dalam program semesteran. Program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang direncanakan dalam bentuk SATLAN dan SATKUNG dilaksanakan sesuai dengan sasaran. Program Mingguan. Volume keseluruhan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam satu minggu minimal ekuivalen dengan beban tugas wajib konselor di sekolah/ madrasah. dan (3)penilaian 1. yaitu : (1) perencanaan.4. kegiatan instrumentasi. Kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah dapat berbentuk kegiatan tatap muka maupun non tatap muka dengan peserta didik. 5. bimbingan kelompok. (b) substansi layanan/kegiatan pendukung. kunjungan rumah. Satu kali kegiatan layanan atau kegiatan pendukung Bimbingan dan Konseling berbobot ekuivalen 2 (dua) jam pembelajaran. (2) pelaksanaan. diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. B. (c) jenis layanan/kegiatan pendukung. insidental dan keteladanan. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) >Bimbingan dan Konseling. Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal. dan alih tangan kasus. dan mediasi. Kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling. B. Pelaksanaan Kegiatan Bersama pendidik dan personil sekolah/madrasah lainnya. Satu kali kegiatan layanan/pendukung Bimbingan dan Konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. konselor berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin. dan pihak-pihak yang terkait.(d pelaksana layanan/kegiatan pendukung dan pihakpihak yang terlibat. jenis kegiatan. kegiatan konferensi kasus. Program Harian. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang dilaksanakan pada harihari tertentu dalam satu minggu. konseling kelompok. yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. Pelaksanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah dapat berbentuk: (1) kegiatan tatap muka secara klasikal. penempatan dan penyaluran. untuk menyelenggarakan layanan orientasi. yang diatur oleh konselor dengan persetujuan pimpinan sekolah/madrasah. waktu. Sedangkan kegiatan non tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi. Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi. . serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas. Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Bimbingan dan Konseling dapat dilakukan di dalam dan di luar jam pelajaran. konseling perorangan. pemanfaatan kepustakaan. substansi.

Kenapa Tidak? Posted on 6 Juni 2009 by AKHMAD SUDRAJAT A. . dalam bentuk “cyber counseling”. Northwestern. Untuk kegiatan cyber counseling. Rochester.. Oleh karena itu perlu dipikirkan cara yang lebih praktis untuk menyediakan layanan cyber counseling ini. Tufts). Dalam dua bulan selanjutnya. Salah satu alternatif yang mungkin dapat ditempuh yakni melalui pemanfaatan FaceBook sebagai salah satu media konseling. Mengapa Konseling FaceBook? Salah satu yang menjadi landasan dalam penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling di sekolah adalah landasan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penilaian jangka panjang (LAIJAPANG). Moh. 2. dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League. seorang lulusan Harvard dan mantan murid Ardsley High School. orang-orang yang memiliki alamat e-mail suatu universitas (seperti: . NYU. berikut ini sekilas informasi tentang Facebook yang penulis ambil dari berbagai sumber. Penilaian segera (LAISEG).ac. dan (2) penilaian proses.uk. 3. idealnya sekolah atau konselor yang bersangkutan dapat menyediakan website tersendiri yang dipergunakan khusus untuk kepentingan Bimbingan dan Konseling bagi para siswanya. interaksi antara konselor dengan individu yang dilayaninya (klien) tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi dapat juga dilakukan melalui hubungan secara virtual (maya) melalui internet.edu. Untuk memahami apa itu FaceBook. Boston University. Sedangkan penilaian proses dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-unsur sebagaimana tercantum di dalam SATLAN dan SATKUNG.Setiap kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dicatat dalam laporan pelaksanaan program (LAPELPROG). baik karena faktor biaya maupun kesiapan sumber daya. Surya (2006) mengemukakan bahwa sejalan dengan perkembangan teknologi komputer. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu minggu sampai dengan satu bulan) setelah satu jenis layanan dan atau kegiatan pendukung Bimbingan dan Konseling diselenggarakan untuk mengetahui dampak layanan/kegiatan terhadap peserta didik. Penilaian hasil kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dilakukan melalui: 1. Penilaian Kegiatan Penilaian kegiatan bimbingan dan konseling terdiri dua jenis yaitu: (1) penilaian hasil. yaitu penilaian dalam waktu tertentu (satu bulan sampai dengan satu semester) setelah satu atau beberapa layanan dan kegiatan pendukung Bimbingan dan Konseling diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh dampak layanan dan atau kegiatan pendukung Bimbingan dan Konseling terhadap peserta didik. Konseling FaceBook di Sekolah. Penilaian jangka pendek (LAIJAPEN). . Banyak perguruan tinggi lain yang selanjutnya ditambahkan berturut-turut dalam kurun waktu satu tahun setelah peluncurannya. Akhirnya. Keanggotaannya pada awalnya dibatasi untuk siswa dari Harvard College. Stanford. yaitu penilaian pada akhir setiap jenis layanan dan kegiatan pendukung Bimbingan dan Konseling untuk mengetahui perolehan peserta didik yang dilayani. Hasil penilaian kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling dicantumkan dalam LAPELPROG Hasil kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling secara keseluruhan dalam satu semester untuk setiap peserta didik dilaporkan secara kualitatif. keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College. Namun untuk saat ini upaya menyediakan website khusus untuk kepentingan Bimbingan dan Konseling ini tampaknya di Indonesia masih menjadi kendala. untuk mengetahui efektifitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan. MIT. C. dll) dari . Wikipedia menginformasikan bahwa Facebook adalah situs web jejaring sosial yang diluncurkan pada 4 Februari 2004 dan didirikan oleh Mark Zuckerberg.

dimana konselor dan konseli dapat berinteraksi langsung. atau wilayah geografis. sosial. menerima. Meski belakangan kehadirannya sempat mengundang kontroversi dan nyaris diharamkan oleh sebagian para ulama karena mungkin dianggap sudah terjadi distorsi dari tujuan awal kehadiran FaceBook sebagai media pertemanan. Selanjutnya dikembangkan pula jaringan untuk sekolah-sekolah tingkat atas dan beberapa perusahaan besar. Pengguna dapat memilih untuk bergabung dengan satu atau lebih jaringan yang tersedia. pengembangan. Dari hasil penelusuran dalam FaceBook yang pernah penulis lakukan ternyata sudah ada beberapa teman konselor yang menjadi FaceBooker. baik untuk bidang pribadi. Dari September 2006 hingga September 2007. melalui tulisan ini. mulai dari sekedar ngobrol ngalor-ngidul tak menentu hingga penyampaian informasi yang serba serius.5 juta foto dimuat setiap harinya. mengaktualisasikan dan mengembangkan dirinya secara optimal. misalnya membangun kebiasaan interaksi sosial secara positif dengan komunitas FaceBook-nya. akademik maupun karier. pemahaman. Oleh karena itu. dengan 8. namun tampaknya belum sepenuhnya keanggotaan dalam FaceBook-nya dijadikan sebagai media yang dapat menunjang tugas dan pekerjaannya sebagai konselor di sekolah. Salah satu keunggulan dari FaceBook yaitu adanya jaminan privacy. yang memungkinkan untuk dilaksanakannya konseling perorangan. saat ini FaceBook telah menjadi trend yang banyak diminati oleh semua kalangan sebagai media pertemanan secara online. dimana siswa dapat saling . penempatan atau bahkan pengentasan. Sumber informasi tidak hanya berasal dari konselor semata tetapi juga dimungkinkan bersumber dari siswa untuk dibagikan kepada anggota komunitasnya. atau menyalurkan berbagai pemikiran yang ada dalam diri setiap siswa dengan cara menuliskannya dalam FaceBook yang dikelolanya. Layanan yang diberikan melalui Konseling FaceBook ini bisa mencakup semua fungsi-fungsi layanan bimbingan dan konseling. Dalam FaceBook disediakan fasilitas untuk menyajikan informasi yang dapat diakses oleh seluruh komunitas. Fungsi pencegahan dan pemahaman dapat dilakukan melalui penyajian berbagai informasi yang sekiranya dibutuhkan siswa. tempat kerja.seluruh dunia dapat juga bergabung dengan situs jejaring sosial ini. tetapi juga dilakukan antar konseli (siswa). situs ini memiliki jumlah pengguna terdaftar paling besar di antara situs-situs yang berfokus pada sekolah dengan lebih dari 34 juta anggota aktif yang dimilikinya dari seluruh dunia. mengungguli situs publik lain seperti Flickr. Fungsi pengembangan juga dapat dilakukan dalam FaceBook ini. Sementara fungsi pengentasan dapat dilakukan melalui chatting secara online yang telah disediakan dalam FaceBook. Fungsi pengentasan tidak hanya melalui interaksi konselor-konseli (siswa). dengan terjaga kerahasiaannya. seperti berdasarkan sekolah. Apa Konseling FaceBook itu? Yang dimaksud dengan Konseling FaceBook di sini penulis artikan sebagai bantuan psikologis kepada siswa (konseli) secara online melalui FaceBook agar siswa dapat memahami. B. baik pencegahan. Trend penggunaan FaceBook di Indonesia memang sangat beragam. mengarahkan. Hingga Juli 2007. yang mungkin jauh lebih kaya dibandingkan offline. Informasi yang disajikan dapat juga dilakukan dengan mengambil tautan (link) yang tersedia di internet. peringkatnya naik dari posisi ke-60 ke posisi ke-7 situs paling banyak dikunjungi. orang dengan alamat e-mail apa pun dapat mendaftar di Facebook. penulis berusaha menawarkan gagasan bagaimana memanfaatkan kehadiran FaceBook sebagai salah satu media yang dapat mengoptimalkan peran konselor di sekolah dalam rangka pemberian layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Tak terkecuali di Indonesia. dan merupakan situs nomor satu untuk foto di Amerika Serikat. Sejak 11 September 2006.

didalamnya membutuhkan kegiatan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang terorganisir. yang sudah bergabung dalam komunitas Konseling FaceBook sebaiknya tidak diijinkan untuk meng-add (menambah) anggota secara sembarangan. perlu dilakukan sosialisasi kepada berbagai pihak terkait. Surya (2006) mengemukakan bahwa perkembangan dalam bidang teknologi komunikasi menuntut kesiapan dan adaptasi konselor dalam penguasaan teknologi dalam melaksanakan bimbingan dan konseling.berbagi dengan teman-teman yang dipercayainya. sehingga program Konseling FaceBook mendapat dukungan dari berbagai pihak. Secara teknis. Dalam perencanaan. kendati demikian sebaiknya untuk keanggotaan ini tidak perlu dipaksakan tetapi harus berdasarkan asas sukarela. Pemahaman dan Penguasaan Konselor tentang FaceBook Moh. serta evaluasi yang jelas. untuk dapat menyelenggarakan Konseling FaceBook ini. Waktu PelayananKonseling Salah satu kendala pelayanan konseling di sekolah saat ini adalah waktu pelayanan (khususnya untuk . tetapi lebih dimaksudkan untuk melengkapi dan menunjang tugas-tugas pelayanan konseling konvensional agar pelayanan bimbingan dan konseling dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Keanggotaan Idealnya keanggotaan Konseling FaceBook dapat diikuti oleh seluruh siswa (konseli) yang menjadi tanggung jawab konselor yang bersangkutan. Dalam Konseling FaceBook. yang bertugas mensetting FaceBook yang dikelolanya dan bertanggung jawab penuh terhadap kelancaran dan keberhasilan penyelenggaraan Konseling FaceBook 2. Dalam pelaksanaan. kehadiran Program Konseling FaceBook di sekolah bukan dimaksudkan menggeser konseling konvensional. artinya terbatas hanya bisa diikuti oleh para siswa yang menjadi tanggung konselor yang bersangkutan. konselor bertindak sebagai Admin dari Program Konseling FaceBook di sekolah. konselor bertindak sebagai Admin dari komunitas Bimbingan dan Konseling yang dikelolanya. Program Konseling FaceBook juga perlu dilakukan evaluasi baik evaluasi program. berikut ini beberapa pemikiran penulis tentang bagaimana menyelenggarakan Konseling FaceBook: 1. Bagaimana Penyelenggaraan Konseling FaceBook itu? Program Konseling FaceBook berbeda dengan keanggotaan dalam FaceBook pada umumnya. Selain itu. Dalam hal ini konselor berkewajiban mensosialisasikan program Konseling FaceBook kepada para siswanya sehingga siswa terpahamkan dan dapat secara sukarela tertarik untuk bergabung dalam Program Konseling FaceBook. proses maupun produk. Data dari hasil evaluasi dapat digunakan untuk kepentingan perbaikan dan pengembangan Program Konseling FaceBook berikutnya. yang dapat dilakukan melalui belajar secara online melalui berbagai situs yang ada atau belajar kepada pihak lain yang sudah terbiasa menggunakan FaceBook. Hal lain yang harus diperhatikan dalam keanggotaan Konseling FaceBook bahwa keanggotaan dalam Konseling FaceBook seyogyanya bersifat eksklusif. Oleh karena itu. yang akan mengelola jalannya Program Konseling FaceBook. Oleh karena itu kepada siswa. terlebih dahulu konselor perlu memahami seluk beluk dalam mengoperasikan FaceBook. konselor juga terutama bertindak sebagai tenaga ahli yang selalu siap memberikan bantuan psikologis kepada anggota komunitas yang tergabung dalam Program Konseling FaceBook. 3. Kendati demikian. terutama kepada siswa dan juga pihak manajemen sekolah. karena menambahkan anggota secara sembarangan dapat merusak kohesivitas kelompok yang sudah terbentuk. C.

Teknik Konseling Realitas Posted on 14 Juli 2008 by AKHMAD SUDRAJAT Terapi Realitas merupakan suatu bentuk hubungan pertolongan yang praktis. Selain aturan main yang ditentukan oleh FaceBook (term of services) itu sendiri. Saya percaya dengan segenap kreativitas yang Anda miliki pasti akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik dari sekedar apa yang saya paparkan di atas. Untuk kepentingan pelayanan kepada siswa (konseli) diharapkan konselor bisa menyediakan waktu khusus online yang terjadwal. tampaknya untuk layanan konseling perorangan perlu mendapat perhatian lebih. karena berbagai alasan tertentu. yang membutuhkan pengetahuan dan keterampilan khusus Dalam prakteknya. (F) Evaluasi dan Tindak Lanjut. 4. untuk memberikan kesempatan kepada siswa berinteraksi langsung dengan konselor. (E) Treatment. para konselor seringkali merasa berkeberatan. namun harus dilakukan secara tertib berdasarkan prosedur tertentu. Oleh karena itu. Konseling FaceBook tampaknya bisa dijadikan sebagai alternatif mengatasi benturan waktu ini. yang secara umum terdiri dari enam tahapan sebagai. Tahapan Proses Layanan Konseling Perorangan Posted on 26 Januari 2008 by AKHMAD SUDRAJAT Oleh : Akhmad Sudrajat Dari beberapa jenis layanan Bimbingan dan Konseling yang diberikan kepada peserta didik. sehingga bantuan yang diberikan kepada peserta didik dalam rangka pengentasan masalahnya dapat berjalan secara efektif dan efisien. rosedur Umum Pelayanan Bimbingan dan Konseling Posted on 31 Mei 2008 by AKHMAD SUDRAJAT Sebagai sebuah layanan profesional. Secara umum. misalnya: pemenuhan asas kerahasiaan dimana setiap siswa yang sudah bergabung dalam komunitas Konseling FaceBook dapat berkomitmen untuk menjaga kerahasiaan atas setiap informasi yang berkembang dalam Konseling FaceBook. Oleh karena itu. namun tetap saja layanan yang bersifat pengentasan pun masih diperlukan. (2) tahap inti (tahap kerja). Karena layanan yang satu ini boleh dikatakan merupakan ciri khas dari layanan bimbingan dan konseling. Demikian pula dengan pemenuhan asas-asas bimbingan dan konseling lainnya. layanan bimbingan dan konseling tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Menentukan Aturan Main (Rule of The Game) Untuk menyelenggarakan Konseling FaceBook terlebih dahulu perlu dirumuskan aturan main yang harus ditaati oleh konselor sebagai admin maupun siswa sebagai anggota. juga perlu dibuat aturan khusus terkait dengan penyelenggaraan Konseling FaceBook. dan (3) tahap akhir (tahap perubahan dan tindakan). relatif sederhana dan bentuk bantuan langsung kepada konseli. yaitu: (A) Identifikasi kasus. yang didalamnya dapat terpenuhi asas-asas konseling. guru maupun konselor seyogyanya dapat menguasai proses dan berbagai teknik konseling. yang dapat dilakukan oleh guru atau konselor di sekolah . memang strategi layanan bimbingan dan konseling harus terlebih dahulu mengedepankan layanan – layanan yang bersifat pencegahan dan pengembangan. (B) Identifikasi masalah.kepentingan konseling perorangan) yang kerapkali berbenturan dengan kegiatan belajar-mengajar siswa di kelas. (D) Prognosis. (C) Diagnosis. Sementara jika pelayanan konseling dilakukan di luar jam efektif pun. proses konseling terdiri dari tiga tahapan yaitu: (1) tahap awal (tahap mendefinisikan masalah). Waktu pelayanan konseling melalui Konseling FaceBook bisa jauh lebih fleksibel. ========== Silahkan selamat mencoba dan berinovasi.

. Contoh perilaku attending yang tidak baik : • Kepala : kaku • Muka : kaku. Pendekatan dan Teknik Konseling Posted on 12 Januari 2008 by AKHMAD SUDRAJAT Pekerjaan konseling pada dasarnya merupakan pekerjaan profesional dan dalam melaksanakan tugas – tugas profesionalnya. Mempermudah ekspresi perasaan klien dengan bebas. ekspresi melamun. Dalam bentuk tayangan slide. mata melotot. Untuk lebih jelasnya. Terapi Realitas lebih menekankan masa kini. DYP Sugiharto. • Mendengarkan : aktif penuh perhatian. Perilaku Attending Perilaku attending disebut juga perilaku menghampiri klien yang mencakup komponen kontak mata. Perilaku attending yang baik dapat : 1. seorang konselor perlu memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai dalam menggunakan berbagai pendekatan dan teknik dalam konseling. menunggu ucapan klien hingga selesai.daam rangka mengembangkan dan membina kepribadian/kesehatan mental konseli secara sukses. bahasa tubuh.Pd mengupas tentang berbagai pendekatan dan teknik konseling. duduk akrab berhadapan atau berdampingan. diam (menanti saat kesempatan bereaksi). M. Dr. menggunakan tangan untuk menekankan ucapan. Contoh perilaku attending yang baik : • Kepala : melakukan anggukan jika setuju • Ekspresi wajah : tenang. dan trait and factor. maka dalam memberikan bantuan tidak perlu melacak sejauh mungkin pada masa lalunya. sehingga yang paling dipentingkan adalah bagaimana konseli dapat memperoleh kesuksesan pada masa yang akan datang.Anda ingin memahami lebih jauh tentang materi ini dengan cara meng-klik tautan di bawah ini dan tentunya komentar Anda sangat dinantikan. Meningkatkan harga diri klien. senyum • Posisi tubuh : agak condong ke arah klien. rational emotive therapy (RET). dan bahasa lisan.Tanpa didukung oleh penguasaan penguasaan teknik-teknik konseling yang memadai. jarak antara konselor dengan klien agak dekat. di bawah ini akan disampaikan beberapa jenis teknik umum. • Tangan : variasi gerakan tangan/lengan spontan berubah-ubah. perhatian terarah pada lawan bicara. niscaya bantuan yang diberikan kepada siswa (klien) tidak akan berjalan efektif. dengan cara memberi tanggung jawab kepada konseli yang bersangkutan. diantaranya : pendekatan dan teknik konseling behaviorisme. tidak melihat saat klien sedang bicara. Teknik Umum Konseling (1) Posted on 15 Januari 2008 by AKHMAD SUDRAJAT Teknik umum merupakan teknik konseling yang lazim digunakan dalam tahapan-tahapan konseling dan merupakan teknik dasar konseling yang harus dikuasai oleh konselor. psikoanaliss. diantaranya : A. gestalt. menggunakan tangan sebagai isyarat. ceria. Terapi Realitas berprinsip seseorang dapat dengan penuh optimis menerima bantuan dari terapist untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya dan mampu menghadapi kenyataan tanpa merugikan siapapun. 2. mengalihkan pandangan. Menciptakan suasana yang aman 3.

Interpretasi J. Setiap orang bertanggung jawab atas segala tindakannya. Pembentukan Perilaku Model 5. Desensitisasi Sistematis 3. miring. Gangguan jiwa disebabkan karena individu yang bersangkutan tidak dapat mengembangkan potensinya. bersandar. Latihan Asertif 2. Pertanyaan Tertutup (Closed Question) H. B. Kreatifitas merupakan fungsi universal kemanusiaan yang mengarah pada seluruh bentuk self expression. Rational Emotive Theraphy. Teknik-teknik khusus ini dikembangkan dari berbagai pendekatan konseling.• Posisi tubuh : tegak kaku. dan bebas untuk menjadi apa yang ia inginkan. di samping menggunakan teknik-teknik umum. Konsep Dasar: • Manusia sebagai makhluk hidup yang dapat menentukan sendiri apa yang ia kerjakan dan yang tidak dia kerjakan. Refleksi D. Mengarahkan (Directing) K. mudah buyar oleh gangguan luar. jarak duduk dengan klien menjauh. Dorongan minimal (Minimal Encouragement) I. Pengkondisian Aversi 4. Menyimpulkan Sementara (Summarizing) ========== Materi Terkait: Konseling Humanistik Posted on 14 Juli 2008 by AKHMAD SUDRAJAT A. dalam hal-hal tertentu dapat menggunakan teknik-teknik khusus. Latihan Saya Bertanggung Jawab 7. Dengan perkataan lain. Gestalt dan sebagainya Di bawah disampaikan beberapa teknik – teknik khusus konseling. Empati C. duduk kurang akrab dan berpaling. berbicara terus tanpa ada teknik diam untuk memberi kesempatan klien berfikir dan berbicara. oleh karena itu manusia mesti berani menghancurkan pola-pola lama dan mandiri menuju aktualisasi diri • Setiap orang memiliki potensi kreatif dan bisa menjadi orang kreatif. ia selalu menjadi sesuatu yang berbeda. • Perhatian : terpecah. Eksplorasi E. seperti pendekatan Behaviorisme. pengalamannya tertekan. Bermain Proyeksi . yaitu : 1. Teknik-Teknik Khusus Konseling Posted on 15 Januari 2008 by AKHMAD SUDRAJAT Dalam konseling. • Manusia tidak pernah statis. Permainan Dialog 6. • Memutuskan pembicaraan. Pertanyaan Terbuka (Opened Question) G. Menangkap Pesan (Paraphrasing) F.

terapi juga memfokuskan pada upaya membelajarkan klien agar dapat memiliki cara berpikir yang lebih positif dalam berbagai peristiwa kehidupan dan tidak hanya sekedar berupaya mengatasi penyakit atau gangguan yang sedang dialaminya. atau bentuk pembicaraan diri (self talk) terhadap orang lain (misalnya. pemberian konsekuensi yang tidak menyenangkan. eknik Konseling Behavioral Posted on 23 Januari 2008 by AKHMAD SUDRAJAT Manusia adalah mahluk reaktif yang tingkah lakunya dikontrol oleh faktor-faktor dari luar. (b) memerlukan kecermatan dalam perumusan tujuan konseling. 2. Dengan kata lain. sehingga ia dapat diubah dengan memanipulasi dan mengkreasi kondisi-kondisi pembentukan tingkah laku. Bertahan dengan Perasaan 10. dan (d) penilaian yang obyektif terhadap tujuan konseling. Selain itu. (c) mengembangkan prosedur perlakuan spesifik sesuai dengan masalah klien.8. Tingkah laku seseorang ditentukan oleh banyak dan macamnya penguatan yang diterima dalam situasi hidupnya. keyakinan. Tingkah laku tertentu pada individu dipengaruhi oleh kepuasan dan ketidak puasan yang diperolehnya. Sedangkan Konseling Behavioral memfokuskan pada kegiatan (tindakan) yang dilakukan klien. Manusia bukanlah hasil dari dorongan tidak sadar melainkan merupakan hasil belajar. hidup saya sengsara sehingga sulit untuk dapat menentukan tujuan hidup saya). dengan cara memodifikasi pola pikir dan perilaku tertentu. Manusia memulai kehidupannya dengan memberikan reaksi terhadap lingkungannya dan interaksi ini menghasilkan pola-pola perilaku yang kemudian membentuk kepribadian. 11. (b) pembiasaan operan. Teknik Pembalikan 9. Home work assigments. Imitasi ========= Terapi Kognitif-Behavioral Posted on 5 September 2009 by AKHMAD SUDRAJAT Terapi Kognitif-Behavioral (TKB) atau Cognitive-Behavioral Therapy (CBT) merupakan salah satu bentuk konseling yang bertujuan membantu klien agar dapat menjadi lebih sehat. Asumsi Tingkah Laku Bermasalah 1. (c) peniruan.. Tingkah laku yang salah hakikatnya terbentu dari cara belajar atau lingkungan yang salah. guna mencegah klien melakukan tindakan yang tidak dikehendaki. dan dapat memenuhi gaya hidup tertentu. Tingkah laku dipelajari ketika individu berinteraksi dengan lingkungan melalui hukum-hukum belajar : (a) pembiasaan klasik. Pendekatan kognitif berusaha memfokuskan untuk menempatkan suatu pikiran. . Adaptive 12. memperoleh pengalaman yang memuaskan. Tingkah laku bermasalah adalah tingkah laku atau kebiasaan-kebiasaan negatif atau tingkah laku yang tidak tepat. Bermain peran 13. konseling kognitif memfokuskan pada kegiatan mengelola dan memonitor pola fikir klien sehingga dapat mengurangi pikiran negatif dan mengubah isi pikiran agar dapat siperoleh emosi yang lebih positif. Karakteristik konseling behavioral adalah : (a) berfokus pada tingkah laku yang tampak dan spesifik. yaitu tingkah laku yang tidak sesuai dengan tuntutan lingkungan. menentukan bentuk imbalan (rewards) yang dapat mendorong klien untuk melakukan tindakan tertentu.

karena setelah penanganan tersebut klien hidup di masyarakat dan kembali kecanduan. dan pemikirannya. Manusia bermasalah itu mempunyai kecenderungan merespon tingkah laku negatif dari lingkungannya. kecemasan. perasaan. (6) mampu mengatur dan mengarahkan hidupnya secara efektif. pendekatan ini memandang bahwa tidak ada yang “ada” kecuali “sekarang”. rasa diabaikan. Tingkah laku maladaptif terjadi juga karena kesalapahaman dalam menanggapi lingkungan dengan tepat. Dalam pendekatan gestalt terdapat konsep tentang urusan yang tak selesai (unfinished business). pada diri klien belum terbentuk pertahanan diri untuk melawan godaan dari kelompok lamanya. Setiap individu bukan semata-mata merupakan penjumlahan dari bagian-bagian organ-organ seperti hati. dan tingkah lakunya Setiap individu memiliki kemampuan untuk menerima tanggung jawab pribadi. perasaan-perasaan itu diasosiasikan dengan ingatan-ingatan dan fantasi-fantasi tertentu. (5) dapat memilih secara sadar dan bertanggung jawab.3. khususnya generasi muda. perasaan-perasaan itu tetap tinggal pada latar belakang dan di bawa pada kehidupan sekarang dengan cara-cara yang menghambat hubungan yang efektif dengan dirinya sendiri dan orang lain. (3) aktor bukan reaktor. Dalam pendekatan ini. Masa lalu telah pergi dan masa depan belum dijalani.2 Tujuan Studi Kasus Penanganan kasus pecandu narkoba yang di Indonesia dilakukan dengan hanya pendekatan medis dan/atau spiritual. Indikator lain adalah tumbuh kemampuan dengan rasa tanggung jawab untuk mengkampanyekan bahaya narkoba kepada masyarakat. Urusan yang tak selesai itu akan bertahan sampai ia menghadapi dan menangani perasaan-perasaan yang tak terungkapkan itu. Manusia aktif terdorong kearah keseluruhan dan integrasi pemikiran. dan sebagainya. (Makala Teknik Konseling Gestalt Posted on 23 Januari 2008 by AKHMAD SUDRAJAT Pendekatan konseling ini berpandangan bahwa manusia dalam kehidupannya selalu aktif sebagai suatu keseluruhan. 1. Dalam hubungannya dengan perjalanan kehidupan manusia. yakni mencakup perasaan-perasaan yang tidak terungkapkan seperti dendam. rasa berdosa. Seluruh tingkah laku manusia didapat dengan cara belajar dan juga tingkah laku tersebut dapat diubah dengan menggunakan prinsip-prinsip belajar Sumber : Dr. Meskipun tidak bisa diungkapkan. kemarahan. (2) merupakan bagian dari lingkungannya dan hanya dapat dipahami dalam kaitannya dengan lingkungannya itu. Jika individu menyimpang dari saat sekarang dan menjadi terlalu terpaku pada masa depan. M. seperti di Pesantren Suryalaya Tasikmalaya. Masalahnya. (4) berpotensi untuk menyadari sepenuhnya sensasi. ternyata kurang membawa hasil yang memuaskan. jantung. 4.Pd. memiliki dorongan untuk mengembangkan kesadaran yang akan mengarahkan menuju terbentuknya integritas atau keutuhan pribadi. emosi. sakit hati. Jadi hakikat manusia menurut pendekatan konseling ini adalah : (1) tidak dapat dipahami. kecuali dalam keseluruhan konteksnya. oleh karena itu yang menentukan kehidupan manusia adalah masa sekarang. kebencian. DYP Sugiharto. kecemasan dipandang sebagai “kesenjangan antara saat sekarang dan kemudian”. melainkan merupakan suatu koordinasi semua bagian tersebut. maka mereka mengalami kecemasan. Pertahanan diri bisa berbentuk melalui kesadaran klien terhadap bahaya narkoba bagi dirinya dan generasi muda lainnya. otak. Karena tidak terungkapkan di dalam kesadaran. Pendekatan-Pendekatan Konseling. persepsi. . kedudukan.

Pada gilirannya klien akan bicara jujur membuka rahasia batinnya (disclosure) yang selama ini tidak pernah dikemukakan kepada orang lain termasuk keluarga (Ivey & Downing. Prosedur Konseling Individual adalah sebagai berikut: (a) konselor menciptakan hubungan konseling yang menumbuhkan kepercayaan klien terhadap konselor. (c) mencintai keluarga. dan dapat menghidupi diri dan keluarga. Kemudian ia bersedia bersama konselor untuk menemukan jalan keluar atas kekacauan dirinya sehingga membuat keluarga klien menderita karena merasa malu. sehingga klien menjadi jujur dan terbuka. dan asli (genuine) dari konselor. 1980). akan lebih baik KI diiringi dengan ajaran-ajaran agama seperti penyerahan diri kepada Allah. Hal ini disebabkan oleh sikap empati. dan . yaitu perpaduan berbagai pendekatan konseling. dan memungkinkan sekolah adik-adiknya terganggu. klien siap untuk melaksanakan program tersebut. dan (5) menumbuhkan keinginan dan kepercayaan diri untuk melaksanakan rencana hidup tersebut (Dyere & Vriend. memahami.Metode Penanganan Kasus Konseling Terpadu (KT) adalah upaya memberikan bantuan kepada klien kecanduan narkoba dengan menggunakan beragam pendekatan konseling dan memberdayakan klien terhadap lingkungan sosial agar klien segera menjadi anggota masyarakat yang normal. (b) konselor membantu klien agar dia mampu memahami diri dan masalahnya. para siswa. bersedia mengatakan segala isi hati dan rahasia pribadi berkaitan dengan kecanduannya. terbuka. Ragam pendekatan konseling yang diterapkan pada KT adalah sebagai berikut. tokohtokoh masyarakat. Selanjutnya. menerima cobaan hidup dengan tawakal.1 Konseling Individual (KI) Penerapan KI adalah upaya membantu klien oleh konselor secara individual dengan mengutamakan hubungan konseling antara konselor dengan klien yang bernuansa emosional. 2. mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. konselor harus memasukkan seorang ahli agama kedalam tim konselor. kehilangan pekerjaan. (d) kembali bekerja sebagai layaknya orang-orang normal. Dari penjelasan di atas ada dua hal penting yang harus mendapat penekanan untuk upaya recovery klien. Syarat utama KT adalah klien telah selesai dengan program detoxification dari RSKO. (c) konselor membantu klien untuk memahami dan mentaati rencana atau program yang telah disusun konselor. dan berbuat baik terhadap sesama. KI bertujuan menanamkan kepercayaan diri klien atas dasar kesadaran diri untuk: (1) tidak menyalahkan orang lain atas kecerobohan dan kesalahannya mengkonsumsi narkoba. bermoral. dsb).Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengungkapkan secara jelas dan sistematik mengenai penanganan kasus narkoba yang dialami seorang klien bernama FR. dijauhi orang-orang yang dicintai. (4) membuat rencana-rencana hidup secara rasional dan sistematik untuk keluar dari cengkraman setan narkoba dan menjadi manusia yang baik. (3) menerima realita hidup dengan jujur. Jika seorang konselor menguasai pendidikan agama.2 Bimbingan Kelompok (BKL) Bimbingan kelompok bertujuan memberi kesempatan klien untuk berpartisipasi dalam memberi ceramah dan diskusi dengan berbagai kelompok masyarakat seperti mahasiswa. Jika konselor tidak menguasai soal agama. 2. serta memiliki kemampuan-kemampuan teknik konseling yang baik (Sofyan S. Dengan metode Konseling Terpadu diharapkan klien akan berubah perilakunya yaitu: (a) munculnya sikap anti narkoba. sehingga besar kepercayaan klien terhadap konselor. (2) menumbuhkan kesadaran untuk mengambil tanggung jawab atas perbuatannya yang destruktif yang dilakukan selama ini dengan menerima segala akibatnya (seperti: keluar dari sekolah/kuliah.. hangat. dan (e) mendekatkan diri kepada Tuhan. 1977). melalui metode Konseling Terpadu. 2. taat ibadah. (b) menjauhi teman-teman lama yang masih kecanduan. Willis 1995). guru-guru BK di sekolah. ibu-ibu pengajian. anggota DPR. sarjana.

dan super ego Pendekatan Konseling Rasional Emotif Posted on 23 Januari 2008 by AKHMAD SUDRAJAT Pendekatan Konseling Rasional EmotifManusia padasarnya adalah unik yang memiliki kecenderungan untuk berpikir rasional dan irasional. pacar. Libido atau eros mendorong manusia ke arah pencarian kesenangan. orang tua. Nuansa emosional yang akrab harus mampu diciptakan oleh konselor agar terjadi keterbukaan klien terhadap keluarga. 2. interpretasi. yaitu id. (c) Mempersiapkan peserta agar mempunyai minat untuk berdiskusi dengan klien pecandu narkoba. 1985).Reaksi emosional seseorang sebagian besar disebabkan oleh evaluasi. sehingga perilaku merupakan fungsi yang di dalam ke arah dorongan tadi. saudara. • Manusia secara esensial bersifat biologis. suami. akan tumbuh kepercayaan diri klien (Yalom. dan kompeten. dan filosofi yang disadari maupun tidak disadari. dan sebagainya. bahwa kepribadian seseorang mempunyai tiga unsur. (d) Mempersiapkan daftar hadir peserta dan kamera photo. Prosedur BKL yang menjadikan klien sebagai figur sentral meliputi: (a) Mempersiapkan mental klien untuk berani tampil menyampaikan kisah kasusnya. dan selanjutnya berdiskusi dengan peserta. Ketika berpikir dan bertingkahlaku rasional manusia akan efektif. dan tidak segan-segan mengeritik dan memberi masukan. amat diperlukan dukungan keluarga seperti ayah. sebagai lawan lawan dari Thanatos • Semua kejadian psikis ditentukan oleh kejadian psikis sebelumnya. Dengan berdiskusi dengan beragam kelompok. Dampaknya adalah tumbuh rasa aman. percaya diri. dan rasa tanggung jawab klien terhadap diri dan keluarga.sebagainya.Hambatan psikologis atau emosional . (b) Mempersiapkan materi yang akan disampaikan klien kepada peserta diskusi yaitu penjelasan tentang identitas diri dan kisah panjang tentang proses kecanduan sejak awal hingga saat ini beserta upaya-upaya penyembuhan yang telah dilaluinya. • Kesadaran merupakan suatu hal yang tidak biasa dan tidak merupakan proses mental yang berciri biasa. Teknik Konseling Psikoanalisis Posted on 8 Juli 2008 by AKHMAD SUDRAJAT Freud berpendapat bahwa manusia berdasar pada sifat-sifat: • Anti rasionalisme • Mendasari tindakannya dengan motivasi yang tak sadar. • Pendekatan ini didasari oleh teori Freud. Ketika berpikir dan bertingkahlaku irasional individu itu menjadi tidak efektif. sebaliknya anggota keluarga mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap pemulihan klien. bahagia. Melalui interpersonal relation. terlahir dengan dorongan-dorongan instingtif. ego. Fasilitator konseling keluarga adalah konselor. istri.3 Konseling Keluarga (KK) Untuk membantu secepatnya pemulihan (recovery) klien narkoba. suami/istri. konflik dan simbolisme. dan keluarga dekat lainnya. saudara. dan masyarakat. Jumlah peserta yang ideal paling banyak 10 orang. keluarga. sehingga setelah melakukan konseling klien menjadi orang yang berguna. Pelajaran dari ceramah dan diskusi yang dilakukan klien secara terus menerus akan mendewasakan klien sehingga menjadi kuat kepribadian untuk menjadi anggota masyarakat. ibu. diharapkan klien akan makin meningkat kepercayaan diri untuk hidup normal dan juga tumbuh sikap kepemimpinan diri. sedangkan pesertanya adalah klien.

emosional. Melalui pemahaman yang adekuat tentang masalah-masalah yang dihadapi konseli. Alat Ungkap Masalah ini didesain untuk mengungkap 10 bidang masalah yang mungkin dihadapi konseli. dan seleksi masuk bagi calon karyawan merupakan antecendent event bagi seseorang. nilai. Keyakinan seseorang ada dua macam. Perceraian suatu keluarga. sehingga pada gilirannya diharapkan upaya pemberian layanan dapat berjalan lebih efektif. Emosi menyertai individu yang berpikir dengan penuh prasangka. dkk. Konsekuensi emosional ini bukan akibat langsung dari A tetapi disebabkan oleh beberapa variable antara dalam bentuk keyakinan (B) baik yang rB maupun yang iB. Alat Ungkap Masalah adalah sebuah instrumen standar yang dikembangkan oleh Prayitno. Keyakinan yang tidak rasional merupakan keyakinan ayau system berpikir seseorang yang salah. pandangan.Berpikir irasional diawali dengan belajar secara tidak logis yang diperoleh dari orang tua dan budaya tempat dibesarkan. yaitu Antecedent event (A). tidak masuk akal. dan Emotional consequence (C). (7) Agama. yang dapat diterima menurut akal sehat. dan irasional. Belief (B). yaitu keyakinan yang rasional (rational belief atau rB) dan keyakinan yang tidak rasional (irrasional belief atau iB). seorang konselor selanjutnya dapat menentukan program layanan bimbingan dan konseling. Peristiwa pendahulu yang berupa fakta. Kesepuluh bidang masalah tersebut mencakup: (1) Jasmani dan Kesehatan (JDK). (5) Karier dan Pekerjaan (KDP). masuk akal. serta menggunakan cara verbalisasi yang rasional. sangat personal. Keyakinan yang rasional merupakan cara berpikir atau system keyakinan yang tepat. (4) Ekonomi dan Keuangan (EKD). (2) Diri Pribadi (DPI). Emotional consequence (C) merupakan konsekuensi emosional sebagai akibat atau reaksi individu dalam bentuk perasaan senang atau hambatan emosi dalam hubungannya dengan antecendent event (A). Antecedent event (A) yaitu segenap peristiwa luar yang dialami atau memapar individu. Pandangan pendekatan rasional emotif tentang kepribadian dapat dikaji dari konsep-konsep kunci teori Albert Ellis : ada tiga pilar yang membangun tingkah laku individu. (6) Pendidikan dan Pelajaran (PDP). dan keran itu tidak produktif. termasuk didalamnya adalah memahami kemungkinan-kemungkinan masalah yang dihadapi konseli. atau verbalisasi diri individu terhadap suatu peristiwa. kelulusan bagi siswa. (3) Hubungan Sosial (HSO). atau sikap orang lain.adalah akibat dari cara berpikir yang tidak logis dan irasional. yang dapat digunakan dalam rangka memahami dan memperkirakan (bukan memastikan) masalahmasalah yang dihadapi konseli. pengembangan maupun kuratif. Verbalisasi yang tidak logis menunjukkan cara berpikir yang salah dan verbalisasi yang tepat menunjukkan cara berpikir yang tepat. Berpikir secara irasional akan tercermin dari verbalisasi yang digunakan. Nilai dan Moral . Tentunya banyak cara untuk memahami masalah-masalah yang dihadapi oleh konseli dan salah satunya dapat dilakukan melalui penggunaan Alat Ungkap Masalah atau biasa disebut AUM. Belief (B) yaitu keyakinan. baik yang bersifat preventif. dan kerana itu menjadi prosuktif. bijaksana.Perasaan dan pikiran negatif serta penolakan diri harus dilawan dengan cara berpikir yang rasional dan logis. Kerangka pilar ini yang kemudian dikenal dengan konsep atau teori ABC. kejadian. Alat Ungkap Masalah dalam Bimbingan dan Konseling Posted on 12 Januari 2008 by AKHMAD SUDRAJAT Salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh seorang guru bimbingan dan konseling (konselor) adalah memahami konseli secara mendalam. tingkah laku.

(8) Hubungan Muda Mudi (HMM). pertemuan konferensi kasus bersifat terbatas dan tertutup. dan jangan lupa berikan komentar Alat Ungkap Masalah Siswa SMA Klik Disini ! Konferensi Kasus untuk Membantu Mengatasi Masalah Siswa Posted on 8 Agustus 2008 by AKHMAD SUDRAJAT Konferensi kasus merupakan kegiatan pendukung atau pelengkap dalam Bimbingan dan Konseling untuk membahas permasalahan siswa (konseli) dalam suatu pertemuan. Kendati demikian. tetapi bisa dilakukan secara kolaboratif. Tentunya. Misalkan. dengan melibatkan berbagai pihak yang dianggap kompeten dan memiliki kepentingan dengan permasalahan yang dihadapi siswa (konseli). kita dapat mengakses informasi tentang masalah-masalah yang dihadapi konseli secara individual maupun secara kelompok dengan cepat. telah disediakan software Aplikasi Program Alat Ungkap Masalah dalam bentuk data base. Tetapi untuk masalah-masalah yang tergolong pelik dan perlu keterlibatan pihak lain tampaknya konferensi kasus sangat penting untuk dilaksanakan. yang dihadiri oleh pihakpihak yang dapat memberikan keterangan. Kecuali kalau Anda orang yang memang sangat paham tentang seluk beluk Aplikasi Program Komputer mungkin Anda bisa membongkar password dan pembatasan aplikasi tersebut. Anda harus memesannya kepada penyedia alat tersebut (vendor). dan (10) Waktu Senggang (WSG). mudah dan akurat. Begitu juga. Memang. Untuk kepentingan analisis data. akan tetapi konferensi kasus harus bisa menghasilkan keputusan bagaimana cara terbaik agar siswa tersebut bisa sembuh dari ketergantungan narkoba. Melalui analisis data berbasis komputer ini. konferensi kasus untuk membahas kasus narkoba yang dialami siswa X. Konferensi kasus bukanlah sejenis “sidang pengadilan” yang akan menentukan hukuman bagi siswa. Sayangnya. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan siswa (konseli).(ANM). proses penyelesaian masalah siswa (konseli) dilakukan tidak hanya mengandalkan pada konselor di sekolah semata. Aplikasi Program yang sebagus ini belum bisa dibagikan secara gratis kepada para guru bimbingan dan konseling (konselor) dan jika Anda ingin menggunakannya. selanjutnya software ini tidak bisa digunakan lagi atau Anda harus menghubungi penyedia yang bersangkutan. yang ujung-ujungnya siswa dipaksa harus dikeluarkan dari sekolah. Alat ini dilindungi password yang menurut hemat penulis cenderung “over protection”. Melalui konferensi kasus. efektivitas dan efisiensi layanan bimbingan dan konseling di sekolah. tidak semua masalah yang dihadapi siswa (konseli) harus dilakukan konferensi kasus. Tautan di bawah ini berisi tentang contoh Lembar Jawaban dan Daftar Masalah dari Alat Ungkap Masalah (AUM) untuk Siswa SMA. di beberapa sekolah telah berhasil memanfaatkan teknologi yang satu ini guna menunjang kelancaran. karena kesempatan yang diberikan untuk menginstall ke komputer Anda hanya tiga kali. Anda dapat men-download materi tersebut. Kendati demikian. Keputusan yang diambil dalam konferensi bukan bersifat “mengadili” siswa yang bersangkutan. tidak semua pihak bisa disertakan dalam konferensi kasus. setiap pembicaraan yang muncul dalam konferensi kasus bersifat rahasia dan hanya untuk diketahui oleh para peserta konferensi. setelah dilakukan input data terlebih dahulu. hanya mereka yang dianggap memiliki pengaruh dan kepentingan langsung dengan permasalahan siswa (konseli) yang boleh dilibatkan dalam konferensi kasus. . Artinya. Jumlah keseluruhan item sebanyak 225. (9) Keadaan dan Hubungan dalam Keluarga (KHK).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful