P. 1
BAB II Komunikasi Teraupetik Pada LANSIA

BAB II Komunikasi Teraupetik Pada LANSIA

|Views: 73|Likes:

More info:

Published by: Shinta ELshintz'loviizamoree on Apr 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/11/2013

pdf

text

original

KOMUNIKASI TERAUPETIK PADA LANSIA

OLEH : KELOMPOK V SHINTA EL KARYA GULO DWI AYU RETNO PSIK II - 4 Dosen Pengasuh : Ns. Rossety Sipayung, S. Kep

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN (FIKes) UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA 2013

Demikianlah dari kami. S. Tugas ini merupakan salah satu syarat untuk memenuhi mata kuliah Komunitas II di Universitas Sari Mutiara Medan. April 2013 Kelompok 5 . akhir kata kami ucapkan terimakasih.KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Kep. Kami mengucapkan terimakasih pada ibu Rosetty Sipayung. Ns selaku dosen pengasuh mata kuliah ini yang telah banyak memberikan arahan dan masukan terhadap perbaikan makalah ini. Medan. Kami berharap makalah ini dapat berguna bagi pembaca semuanya. atas kasihNya kami dapat menyelesaikan tugas makalah dengan judul ‘Komunikasi Teraupetik Pada Lansia ’.

mengingat sifat lansia yang lambat laun kembali seperti anak kecil lagi. sesama teman. Salah satu kajian ilmu komunikasi ialah komunikasi kesehatan yang merupakan hubungan timbal balik antara tingkah laku manusia masa lalu dan masa sekarang dengan derajat kesehatan dan penyakit.Sehingga sekarang ilmu komunikasi berkembang pesat. Kenyataaanya memang komunikasi secara mutlak merupakan bagian integral dari kehidupan kita. dengan atasan. . tanpa mengutamakan perhatian pada penggunaan praktis dari pengetahuan tersebut atau partisipasi profesional dalam programprogram yang bertujuan memperbaiki derajat kesehatan melaui pemahaman yang lebih besar tentang hubungan timbal balik melalui perubahan tingkah laku sehat ke arah yang diyakini akan meningkatkan kesehatan yang lebih baik.BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak bisa lepas dari kegiatan komunikasi. Entah itu pasien. Maka komunikasi sangatlah penting sebagai sarana yang sangat efektif dalam memudahkan perawat melaksanakan peran dan fungsinya dengan baik. tidak terkecuali perawat. yang tugas sehari-harinya selalu berhubungan dengan orang lain. Komunikasi pada lansia harus dilakukan dengan baik dan bersifat traupetik. dokter dan sebagainya.

gejala. Belum lagi perubahan kognetif yang berpengaruh pada tingkat intelegensi.perubahan tersebut dapat menghambat proses penerimaan dan interprestasi terhadap maksud komunikasi. perkembangan serta keterangan yang di berikan petugas kesehatan b) Mengubah keterangan yang di berikan sedemikian rupa.1 Definisi Komunikasi dengan lansia harus memperhatikan faktor fisik. perubahan visual. misalnya perubahan pada aspek fisik berupa perubahan neurologi dan sensorik. Gejala-gejala penolakan tersebut misalnya: a) Tidak percaya terhadap diagnose.2 Karakteristik Lansia Berdasarkan usianya. 2. organisasi kesehatan dunia (WHO) mengelompokan usia lanjut menjadi empat macam meliputi: a) Usia pertengahan (middle age) kelompok usia 45 samapai 59 tahun b) Usia lanjut (elderly) kelompok usia antara 60 samapai 70 tahun c) Usia lanjut usai (old) kelompok usia antara 75 sampai 90 tahun d) Usaia tua (veryold)kelompk usia di atas 90 tahun Meskipun batasan usia sangat beragam untuk menggolongkan lansia namun perubahan-perubahan akibat dari usai tersebut telah dapat di identifikasi. kemampuan belajar. Perubahan emosi yang sering terlihat adalah berupa reaksi penolakan terhadap kondisi yang terjadi. Perubahan. psikologi. disamping itu juga memerlukan pemikiran penuh serta memperhatikan waktu yang tepat. perubahan pendengaran. sehinga di terima keliru c) Menolak membicarakan perawatanya di rumah sakit . (lingkungan dalam situasi individu harus mengaplikasikan ketrampilan komunikasi yang tepat. daya memori dan motivasi klien. Perubahan ini juga menyebabkan klien lansia mengalami kesulitan dalam berkomunikasi.BAB II PEMBAHASAN 2.

berganti posisi tidur.4 Pendekatan spiritual Perawat harus bisa membeikan kepuasan batin dalam hubunganya dengan Tuhan atau agama yang dianutnya terutama ketika klien dalam keadaan sakit. maka umumnya membutuhkan waktu yang lebih lama.1 Pendekatan fisik Mencari informasi tentang kesehatan obyektif. petugas kesehatan atau perawat juga harus mempunyai teknik-teknik khusus agar komunikasi yang di . istirahat baring. tukar pikiran. atau mengadakan kegiatan-kegiatan kelompok merupakan implementasi dari pendekatan ini agar klien dapat berinteraksi dengan sesama lisan maupun dengan petugas kesehatan. 2. 2. terutama bila nasehat tersebut demi kenyamanan klien. Pendekatan ini relative lebih mudah di laksanakan dan di carikan solusinya karena rill dan mudah di observasi 2. interpreter terhadap sesuatu yang asing atau sebagai penampung masalah-masalah yang pribadi dan sebagai sahabat yang akrap bagi klien.d) Menolak ikut serta dalam perawatan dirinya secara umum khususnya tindakan yang mengikut sertakan dirinya e) Menolak nasehat-nasehat misalnya. tingkat kesehatan yang masih bisa di capai dan di kembangkan serta penyakit yang dapat di cegah progresifitasnya.3. supporter.3.3. advokat.3 Pendekatan social Pendekatan ini di lakukan untuk menikatkan keterampilan berinteraksi dalam lingkungan. kebutuhan.3. bermain.2 Pendekatan psikologis Karena pendekatan ini sifatnya absrak dan mengarah pada perubahan prilaku. Untuk melaksanakan pendekatan ini perawat berperan sebagai konselor. 2. peruban fisik organ tubuh. Mengadakan diskusi. bercerita. kejadian. selain pemahaman yang memadai tentang karakteristik lansia. yang dialami.4 Teknik Komunikasi Pada Lansia Untuk dapat melaksanakan komunikasi yang efektif kepada lansia.3 Pendekatan Perawatan Lansia Dalam Konteks Komunikasi 2. 2.

4.1 Teknik asertif Asertif adalah sikap yang dapat menerima. Sikap aktif dari petugas kesehatan ini akan menciptakan perasaan tenang bagi klien 2. baik pada aspek fisikaupun psikis secara bertahap menyebabkan emosi klien relative menjadi labil perubahan ini perlu di sikapi dengan menjaga kesetabilan emosi klien lansia. memahami pasangan bicara dengan menunjukan sikap peduli. Sikap ini akan sangat membantu petugas kesehatan untuk menjaga hubungan yang terapetik dengan klien lansia.4. Asertif merupakan pelaksanaan dan etika berkomunikasi.4 Supportif Perubahan yang terjadi pada lansia. 2.4. maka perawat hendaknya mengarahkan meksud pembicaraan. Ketika klien mengungkapkan pertanyaanpertanyaan di luar materi yang di inginkan. ‘apa yang bisa bantu…? berespon berate bersikap aktif tidak menunggu permintaan bantuan dari klien. Upaya ini perlu di perhatikan karena umumnya klien lansia senang menceritakan hal-hal yang mungkin tidak relevan untuk kepentingan petugas kesehatan. mesalnya dengan .3 Fokus Sikap ini merupakan upaya perawat untuk tetap konsisten terhadap materi komunikasi yang di inginkan.4.2 Responsif Reaksi petugas kesehatan terhadap fenomena yang terjadi pada klien merupakana bentuk perhatian petugas kepada klien.lakukan dapat berlangsung secara lancer dan sesuai dengan tujuan yang dim inginkan. sabar untuk mendengarkan dan memperhatikan ketika pasangan bicara agar maksud komunikasi atau pembicaraan dapat di mengerti. Ketika perawat mengetahui adanya perubahan sikap atau kebiasaan klien sekecil apapun hendaknya menanyakan atau klarifikasi tentang perubahan tersebut misalnya dengan mengajukan pertanyaan ‘apa yang sedang bapak/ibu fikirkan saat ini. Beberapa teknik komunikasi yang dapat di terapkan antara lain: 2. 2.

1 Agresif . 2.5. 2. Klarifikasi dengan cara mengajukan pertanyaan ulang dan memberi penjelasan lebih dari satu kali perlu di lakukan oleh perawat agar maksud pembicaraan kita dapat di terima dan di persepsikan sama oleh klien ‘bapak/ibu bisa menerima apa yang saya sampaikan tadi. sering proses komunikasi tidak berlangsung dengan lancer. solute namun dapat berakibat komunikasi berlangsung emosional dan menimbulkan kerusakan hubungan antara klien dengan petugas kesehatan. Ungkapanungkapan yang bisa memberi motivasi. meningkatkan kepercayaan diri klien tanpa terkesen menggurui atau mengajari misalnya: ‘saya yakin bapak/ibu lebih berpengalaman dari saya. Sikap ini dapat menumbuhkan kepercayaan diri klien lansia sehingga lansia tidak menjadi beben bagi keluarganya dengan demikaian di harapkan klien termotovasi untuk menyadi dan berkarya sesuai dengan kemapuannya selama memberi dukungan baik secara materiil maupun moril. untuk itu bapak/ibu dapat melaksanakanya……. senyum dan mengagukan kepala ketika lansia mengungkapkan perasaannya sebagai sikap hormat menghargai selama lansia berbicara.mengiyakan .. Hambatan Berkomunkasi Dengan Lansia Proses komunikasi antara petugas kesehatan dengan klien lansia akan tergannggu apabila ada sikap agresif dan sikan nonasertif 2. petugas kesehatan jangan terkesan menggurui atau mangajari klien karena ini dapat merendahan keparecayaan klien kepada perawat atau petugas kesehatan lainnya.6 Sabar dan Iklas Seperti di ketahui sebelumnya klien lansia umumnya mengalami perubahan-perubahan yang terkadang merepotkan dan kekanak-kanakan perubahan ini bila tidak di sikapai dengan sabar dan iklas dapat menimbulkan perasaan jengkel bagi perawat sehingga komunikasi yang di lakukan tidak terapetik.? bisa minta tolong bapak/ibu untuk menjelaskan kembali apa yang saya sampaikan tadi…? 2.5 Klarifikasi Dengan berbagai perubahan yang terjadi pada lansia.5.4.4. dan bila diperlukan kami dapat membantu’.

5. .2 non asertif Tanda tanda dari non aserti ini adalah a) Menarik diri bila di ajak berbicara b) Merasa tidak sebaik orang lain (rendah diri) c) Merasa tidak berdaya d) Tidak berani mengungkap keyakinaan e) Membiarkan orang lain membuat keputusan untuk dirinya f) Tampil diam (pasif) g) Mengikuti kehendak orang lain h) Mengorbankan kepentingan dirinya untuk menjaga hubungan baik dengan orang lain.Sikap agresif dalam berkomunikasi biasanya di tandai dengan prilaku-prilaku di bawah ini: a) Berusaha mengontrol dan mendominasi orang lain (lawan bicara) b) Meremehkan orang lain c) Mempertahankan haknya dengan menyerang orang lain d) Menonjolkan diri sendiri e) Pempermalukan orang lain di depan umum. baik dalam perkataan maupun tindakan 2. Adanya hambatan komunikasi kepada lansia merupkan hal yang wajar seiring dengan menurunya fisik dan pskis klien namun sebagai tenaga kesehatan yang professional perawat di tuntut mampu mengatasi hambatan tersebut untuk itu perlu adanya teknik atau tip-tip tertentu yang perlu di perhatikan agar komunikasi berjalan gengan efektif antara lain : a) Selalu mulai komunokasi dengan mengecek pendengeran klien b) Keraskan suara anda jika perlu c) Dapatkan perhatian klien sebelum berbicara. Kurangi gangguan visual dan auditory. Pandanglah dia agar dia dapat melihat mulut anda d) Atur lingkungan sehinggga menjadi kondusif untuk komunikasi yang baik. Pastikan adanya pencahayaan yang cukup.

Orang ini biasanya paling akrap dengan pola komunikasi klien dan dapat membantu proses komunikasi. 2. misalnya ketika melaporkan hasil tes yang di inginkan. j) Ringkaslah hal-hal yang paling penting dari pembicaraan tersebut. keinginan. Jangan menganggap kemacetan komunikasi merupakan hasil bahwa klien tidak kooperatif. tahan keinginan anda menyelesaikan kalimat. perasaan atau kebutuhan pada kejadiaankejadian nyata atau sesuatu yangmerupakan ancaman. postur dan nada suara anda yang menggembirakan (misalnya denagn senyum. ingat kelemahannya. . n) Arahkan ke suatu topic pada suatu saat.6 Teknik Perawatan Lansia Pada Reaksi Penolakan Penolakan adalah ungkapan ketidakmampuan seseorang untuk mengakui secara sadar terhadap pikiran. l) Biarkan ia membuat kesalahan jangan menegurnya secara langsung. k) Berilah klien waktu yang banyak untuk bertanya dan menjawab pertanyaan anda. o) Jika mungkin ikutkan keluarga atau yang merawat ruangan bersama anda. m) Jadilah pendengar yang baik walaupun keinginan sulit mendengarkanya. g) Berbicara dengan pelan dan jelas saat menatap matanya gunakan kalimat pendek dengan bahasa yang sederhana. i) Serasikan bahasa tubuh anda denagn pembicaraan anda. Penolakan merupakan reaksi ketidaksiapan lansia menerima perubahan yang terjadi pada dirinya. pesan yang menyatakan bahwa berita tersebut adalah bagus seharusnya di buktikan dengan ekspresi. ceria atau tertawa secukupnya).e) Ketika merawat orang tua dengan gangguan komunikasi. f) Jangan berharap untuk berkomunikasi denagn cara yang sama dengan orang yang tidak mengalami jangguan. Sebaliknya bertindaklah sebagai partner yang tugasnya memfasilitasi klien untuk mengungkapkan perasaan dan pemahamannya. h) Bantulah kata-kata anada dengan isyarat visual.

Ada beberapa langkah yang bisa di laksanakan untuk menghadapi klien lansia dengan reaksi penolakan.Perawat dalam menjamin komunikasi perlu memahami kondisi ini sehinggan dapat menjalin komunikasi yang efektif. 2) Orientasikan klien lansia pada pelaksanan perawatan diri sendiri Langkah tersebut bertujuan untuk mempermudah proses penerimaan klien terhadap perawatan yang akan di lakukan serta upaya untuk memandirikan klien. . 3) Libatkan keluarga atau pihak keluarga terdekat dengan tepat Langkah ini bertujuan untuk membantu perawat atau petugas kesehatan memperoleh sumber informasi atau data klien dan mengefektifkan rencana / tindakan dapat terealisasi dengan baik dan tepat. tidak menyinggung perasaan lansia yang relatif sensitif. Hal ini merupakan mekanisme penyesuaian diri sejauh tidak membahayakan klien. antara lain : 1) Kenali segera reaksi penolakan klien Membiarkan klien lansia bertingkah laku dalam tenggang waktu tertentu. orang lain serta lingkunganya.

1 Kesimpulan a) Komunikasi pada lansia tidaklah begitu sulit dibutuhkan teknik-teknik tersendiri untuk melakukan komunikasi pada lansia banyak hal-hal yang harus diperhatikan diantaranya : b) Teknik komunikasi dengan penggunaan bahasa yang baik. . e) Mood dan privasi f) Aspek-aspek yang harus diperhatikan.BAB III PENUTUP 3. d) Kendala dan hambatan dalam komunikasi. c) Tehknik untuk wawancara.

blogspot.html .com/2011/02/komunikasi-terapetik-pada-lansia.DAFTAR PUSTAKA http://ngandel.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->