Robbins, Stephen.

Management

Chapter 5: Social Responsibility and Managerial Ethics

Makalah Mengelola Etika dan Tanggung Jawab Sosial BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Semakin besar suatu organisasi, maka semakin besar pula tuntutan masyarakat terhadap organisasi tersebut. Banyak lembaga bisnis yang menggunakan segala cara untuk memenangkan persaingan oleh karena itu, diharapkan manajer dapat menjalankan bisnis yang memenuhi syarat dalam etika bisnis, baik secara moral maupun norma masyarakat. Organisasi sebagai suatu system juga diharapkan dapat memiliki tanggung jawab social terhadap masyarakat. Berita yang menggembirakan dari kalangan dunia usaha dewasa ini adalah semakin banyaknya jumlah organisasi yang menciptakan jabatan-jabatan baru yang berkaitan dengan lingkungan dalam jajaran pimpinan puncak mereka. Yang menjadi pusat perhatian para pimpinan tersebut adalah segala kegiatan perusahaan, dari program daur ulang yang dilakukan sampai ke kebijaksanaan jangka panjang perusahaan terhadap lingkungan. Ini semua menuntut keterampilan dari manajer ditambah kemampuan mereka dalam mengatasi berbagai macam isu tentang peraturan dan hal-hal teknis yang berkaitan dengan lingkungan. Kemampuan melakukan diplomasi juga akan sangat membantu karena mereka juga berbicara atas nama lingkungan alam, dan rakyat, dalam berbagai forum eksekutif. Pada perusahaan DuPont, misalnya, setiap tahun dilakukan penilaian terhadap para line manajer tentang seberapa baik mereka mengelola tanggung jawab yang berkaitan dengan lingkungan. Namun di sisi lain, muncul berita yang kurang menggembirakan, yakni bahwa tidak semua laporan tentang dunia usaha seperti yang sudah dibahas di muka. Sebagai contoh beberapa eksekutif Beech-Nut mendekam dalam penjara karena perusahaan tersebut menjual apple juice palsu. Juice yang berlabel “100% fruit juice” tersebut ternyata campuran dari bahanbahan sintetis. Tidakkah anda merasa khawatir akan apa yang terjadi di dalam masyarakat seandainya tindakan semacam itu sudah menjadi kebiasaan? Seharusnya kita bertanya “bukankah ini saat bagi kita untuk mulai serius tentang aspek moral dan dampak sosial dari pengambilan keputusan dalam perusahaan?” jawabannya tentu saja adalah ya. Yang menjadi pusat dari pembahasan ini adalah tanggung jawab manajer dalam membanru pihak lain untuk mencapai kinerja yang tinggi namun dengan sekaligus juga selalu bertindak melalui caracara yang etis dan bertanggung-jawab. Contoh kasus dalam dilema manajer Salah satu ketakutan paling besar dalam usaha jasa makanan adalah bila ada salah seorang pekerja ada yang menularkan penyakitnya, seperti hepatitis A yang kita ketahui adalah virus yang sangat mudah menular yang ditularkan melalui makanan, penggunaan peralatan obat dengan seorang yang telah terinfeksi bersama-sama, ke dalam makanan produksi mereka. Para manajer dan pemilik jasa makanan setempat mengkhawatirkan apa yang dapat dilakukan jika suatu kasus hepatitis menimpa usaha mereka, baik dalam jangka panjang maupun dalam jangka pendek. Dan kekhawatiran itu menjadi kenyataan bagi salah satu

1

Robbins, Stephen. Management

Chapter 5: Social Responsibility and Managerial Ethics

usaha jasa makanan setempat. Bob Mericle, pemilik restoran Wafle House di Springfield, Missouri, dihadapkan pada sebuah dilemma berat, didapati salah satu juru masakdi restorannya mungkin telah menularkan hepatitis A-nya kepada 350 orang selama periode 5 hari. Tuan Mericle harus mengambil keputusan. Haruskah ia mengumumkan informasi itu atau haruskah ia melaporkannya ke departemen kesehatan sebagaimana diminta? Menghadapi dilemma sulit seperti harus atau tidak harus mengumumkan penyakit menular hanyalah salah satu contoh jenis-jenis masalah tanggung jawab etis dan social yang boleh jadi harus dihadapi oleh para manajer sewaktu mereka merencana, mengorganisasi, memimpin, dan mengendalikan. Sewaktu para manajer dan organisasi menjalankan usaha mereka, factor-faktor social dapat dan memang mempengaruhi tindakan-tindakan mereka.

BAB 2 PEMBAHASAAN 2.1 PERILAKU YANG ETIS Saat kita menjalani hidup sehari-hari, kita diarahkan oleh banyak pengaruh. Sebagai warga masyarakat yang berkesadaran social, kita ingin melakukan apa yang benar secara moral, etis dan menurut hukum. Kata ethics berasal dari bahasa yunani ethos, yang berarti karakter. Etika adalah seperangkat prinsip moral atau nilai-nilai yang menegaskan benar atau salah bagi seseorang atau suatu kelompok. Semua individu termasuk manajer harus bertanggung jawab pada masyarakat atas perilaku mereka. Untuk itu perilaku yang etis dapat didefinisikan sebagai perilaku yang memenuhi prinsip-prinsip yang benar dan salah yang telah diterima oleh masyarakat. 2.1.1 Etika dan Sifat-Sifat Dasar Pekerjaan Manajemen Etika individu dipengaruhi oleh beberapa factor, antara lain pengaruh keluarga, factor situasi, nilai moral dan agama, pengalaman dan pengaruh dari teman. Definisi yang lebih luas lagi, etika berkaitan dengan hubungan organisasi dengan pihak luar maupun pihak dalam organisasi. Perhatian terhadap etika dalam organisasi dapat dibagi tiga : 1. Hubungan organisasi dengan karyawan, antara lain organisasi harus menyediakan system kompensasi yang adil dan layak berdasarkan peraturan yang berlaku, organisasi menyediakan kondisi kerja yang baik, adanya kesempatan karyawan untuk dipromosikan, dan lain-lain. 2. Hubungan karyawan dengan organisasi, antara lain bahwa karyawan harus berperilaku jujur dan loyal terhadap organisasi dalam arti dapat menjaga rahasia organisasi 3. Hubungan organisasi dengan pihak luar, berkaitan dengan bagaimana berperilaku yang etis terhadap konsumen, pesaing, pemerintah, pemegang saham, masyarakat, dll. Sebagai contoh, Wal-Mart memiliki pedoman yang tegas sehubungan dengan perilaku etis karyawan. Siapa saja yang menerima sesuatu yang berharga (makan malam, uang tip, dan

2

mengajak tamu untuk makan malam adalah umum dan kegiatan yang sah diberbagai perusahaan. maka semua pemasok dan mitra dagang Wal-Mart diminta untuk melakukan transaksi dengan karyawan Wal-Mart diruang kaca sehingga dapat dilihat oleh setiap orang yang berjalan melewati lobby kantor pusat. Manajer mengumpulka. Wewenang dan kekuasaan yang melekat pada beberapa posisi manajemen dapat mendorong manajer untuk terlibat dalam tindakan tidak etis. Jika anda tidak dapat mengerjakannya. Akan tetapi. Menangani informasi adalah salah satu bidang dimana manajer harus berhati-hati dalam berperilaku etis. Selanjutnya. menyembunyikan informasi atau berbohong merupakan beberapa kemungkinan penyalahgunaan informasi yang dipercayakan kepada manajer. Sebagai contoh. menyimpan informasi rahasia. seperti “memalsukan angka untuk mendapatkan hasil”. Untuk mempertahankan kedudukannya sebagai divisi internasional Bausch & Lomb’s yang teratas. karena anda dibayar untuk itu. di Hongkong. maka terdapat resiko dimana beberapa manajer dapat menyalahgunakan pemakaian yang sah atas sumber-sumber daya tersebut untuk kepentingan pribadi. Kemudian untuk membuat agar angka palsu itu terlihat sebagai penjualan yang asli.Robbins. Jika manajer meminta karyawan melakukan tindakan tidak etis (atau menghadapi perilaku kasar). Bidang ketiga dimana manajer harus berhati-hati jika hendak menerapkan perilaku etis adalah cara mereka mempengaruhi perilaku orang lain terutama bawahan mereka.” Menetapkan sasaran adalah cara lain yang digunakan manajer untuk mempengaruhi perilaku karyawan mereka. “Ba Dan” secara harfiah berarti lembar putih. melakukan tindakan. Informasi adalah suatu bagian penting dari pekerjaan manajemen. Membocorkan rahasia perusahaan kepada pesaing memainkan angka. kami akan mencari orang lain yang dapat mengerjakannya. Management Chapter 5: Social Responsibility and Managerial Ethics sebagainya) dari perusahaan yang memiliki hubungan usaha dengan Wal-Mart. akan segera diberhentikan. manajer Hongkong memalsukan angka penjualan untuk pelanggan asia tenggaranya.” Sindroma dijumpai apabila seorang manajer mengatakan kepada karyawannya. Terakhir. mereka mengirim produknya ke gudang pelanggan yang palsu. adalah perilaku yang tidak etis. “kerjakan. Bahkan karyawan Wal-Mart tidak mengijinkan perwakilan perusahaan lain membelikan mereka secangkir kopi. Perilaku menejemen yang tidak etis terjadi bila mana manajer secara pribadi melanggar prinsip-prinsip benar dan salah yang telah disepakati. jika manajer meminta karyawan untuk membantu pekerjaan pribadi seperti mengambil pakaian manajer dibinatu. di dinding setiap ruang kaca tersebut dihiasi dengan poster bertuliskan. manajer menggunakan istilah “Ba Dan” untuk angka penjualan palsu yang mereka kirim kepada kantor pusat setiap bulan. Pekerjaan manajerial memberikan kekuasaan yang besar untuk mempengaruhi orang lain. di Bausch & Lomb yang mendapat tekanan 3 . Stephen. Karena manajer sering kali menguasai sumber-sumber daya perusahaan. Bausch & Lomb’s menggunakan auditor keuangan perusahaan ditambah departemen keamanan internal yang dikelola oleh mantan agen rahasia dan mantan perwira polisi untuk mengadakan operasi “sengat” untuk menangkap karyawan yang melakukan kenakalan “Ba Dan” di Hongkong. untuk mendorong karyawan berperilaku etis. dan menyebarkannya. maka mereka menyalahgunakan wewenang manajerial. Hal ini kadang-kadang disebut sindroma “kerjakan atau keluar. “barang apa saja yang diterima (dari pemasok dan mitra dagang) akan dikembalikan atas biaya si pengirim”. Seperti misalnya. Mereka juga diharapkan untuk memperoleh informasi yang benar dan jika diperlukan. Seperti misalnya. menganalisis. Di divisi Bausch & Lomb’s Hongkong.

Pelecehan seksual 3. 4. Penyimpangan hak milik adalah perilaku tidak etis terhadap harta milik perusahaan. dan kriteria-kriteria lain yang tidak berkaitan dengan pekerjaan. 5. ANTAR – PRIBADI 4 . Menyalahgunakan kepercayaan konsumen. 2. Terdapat beberapa sumber potensial yang dapat menimbulkan dilemma dalam masalah etika bagi seorang manajer.2 Penyimpangan di Tempat Kerja Penyimpangan di tempat kerja adalah perilaku tidak etis yang melanggar norma-norma organisasi mengenai benar dan salah. Penyimpangan produksi yaitu merusak mutu dan jumlah hasil produksi.Robbins. Seorang mantan pimpinan perusahaan berkata. Gambar 1. antara lain : 1. dimana manajer menolak promosi seseorang atau lamaran kerja calon karyawan dikarenakan ras. Penyusutan adalah pencurian barang dagangan milik perusahaan oleh karyawan. umur. Bausch & Lomb dengan mudah menawarkan lensa kontak biasa yang telah dipasarkan selama 15 tahun. 2. agama. anda diharapkan untuk mencapainya. kemudian mengganti kemasannya dan menjualnya kepada konsuman sebagai produk baru yang juga dapat dibuang. “sekali anda menyetujui jumlah target penjualan anda.1. Stephen. Jenis-jenis Penyimpangan di Tempat Kerja ORGANISASI RINGAN BERAT . misalnya jika manajer meminta suatu imbalan untuk pengambilan keputusan yang dapat menguntungkan si pemberi imbalan. Manajer menggunakan fasilitas kantor untuk kepantingan pribadi. Penyimpangan politik menggunakan pengaruh seseorang untuk merugikan orang lain di perusahaan. Diskriminasi. sehingga Bausch & Lomb mengatakan kepada pembeli bahwa mereka bias memperoleh produk kacamata dan lensa kontak Bausch & Lomb yang terbaik hanya jika mereka juga membeli produk lainnya yang kurang laku dan tidak mereka butuhkan. Kemudian saat pesaing muncul dengan lensa kontak yang dapat dibuang. Penyerangan pribadi adalah sikap bermusuhan atau perilaku menyerang terhadap orang lain. Konflik kepentingan. Tekanan untuk mencapai angka penjualan begitu besar. misalnya manajer memiliki informasi tertentu tentang konsumen dan membaginya dengan orang lain. jenis kelamin.” tanpa alasan. Management Chapter 5: Social Responsibility and Managerial Ethics yang sangat besar untuk mencapai kenaikan pendapatan dua angka setiap tahun.

Joan. manajer lebih berhati-hati atas dampak dari keputusan mereka kepada orang lain. apakah anda akan memberikan pension sepenuhnya kepada istri Addressi dan anak-anaknya? Jika anda menjawab ya. yaitu: 1. A. banyak orang belum sepakat terhadap aborsi atau hukuman mati. Addresi berpamitan mencium Istrinya. Kesepakatan social adalah kesepakatan apakah suatu perilaku itu baik atau buruk. 2. Dia telah bekerja di IBM sejak usia 18 tahun dan baru saja mencapai usia 48. bercukur dan berpakaian untuk ke kantor. Ketika menghadapi masalah-masalah dengan intensitas etika yang tinggi. Kita tahu bahwa 5 . Besarnya akibat adalah jumalh kerugian atau keuntungan yang dihasilkan dari suatu keputusan etika. Lagi pula. Intensitas Etika dari keputusan Para manajer tidak sama dalam memperlakukan semua keputusan etika. Kemungkinan akibat adalah kesempatan dimana sesuatu akan terjadi dan mengakibatkan kerugian bagi orang lain. Anda adalah wakil presiden yang berwenang mengurus kesejahteraan karyawan IBM. ia terjatuh di lantai garasi dan meninggal karena serangan jantung. kamungkinan akibat adalah rokok. Mungkin orang lain berpendapat bahwa IBM telah melakukan tindakan yang etis dengan mengikuti peraturan yang telah ditetapkan dalam program pensiun. Misalnya. Makin banyak orang yang dirugikan atau semakin besar kerugian yang diderita oleh orang-orang itu. 3. mereka akan menerima uang pension penuh sebesar $ 1800 per bulan dan bebas biaya pengobatan seumur hidup. maka semakin besar akibatnya. Mereka juga harus membayar $473 per bulan untuk melanjutkan asuransi kesehatannya. tetapi sebelum ia memcapai mobilnya. Perbedaan keputusan yang akan diperlakukan adalah intensitas etika.Robbins. Addressi hanya kurang 4 bulan sebelum mencapai pensiun penuh. selain dari tindakan mempertahankan diri. bertindak adil berarti menerapkan peraturan yang sama kepada setiap orang. banyak orang belum sepakat apakah membunuh adalah salah. istri Addresi dan anakanaknya hanya akan menerima $ 340 sebulan. Sebagai contoh.2 BAGAIMANA MENGAMBIL KEPUTUSAN YANG ETIS ? Dimusim dingin. Mereka merasa lebih khawatir dalam melakukan “hal yang benar”. yaitu seberapa besar perhatian seseorang pada permasalahan etika. Richard Addressi telah selesai mandi. pimpinan IBM tidak mempunyai pilihan lain kecuali memberikan Joan Addressi dan kedua anak perempuannya bagian dana pensiun yang lebih kecil. Ayah Addresi telah bekerja di IBM selama 36 Tahun. Akan tetapi. Apakah keputusan IBM adalah etis? Mungkin anda akan mengatakan tidak. di tengah badai salju. Management Chapter 5: Social Responsibility and Managerial Ethics 2. Stephen. tindakan etis apa yang harus dilakukan? 2. sedangkan dia kurang 4 bulan dari peringatan ke-30 masa kerjanya di perusahaan itu.2. sekolah-sekolah ditutup dan banyak orang memutuskan untuk berdiam di rumah. Jika anda mengatakan tidak. Namun. Sebagai wakil presiden yang menangani kesejahteraan karyawan di IBM. Mereka mungkin memandang keputusan tersebut sebagai keputusan etika atau moral dari pada sekedar keputusan ekonomi. Intensitas etika tergantung kepada enam factor. Anda bayangkan bagaimana perusahaan begitu tega tidak memberikan pensiun penuh kepada keluarga Richard Addressi yang anda yakini mereka berhak akan itu.1 Pengaruh Pada Pengambilan Keputusan yang Etis Karena Richard Addessi telah bekerja 30 tahun kurang 4 bulan.

Mempertahankan tatanan konvensinya dengan memenuhi kewajibankewajiban yang telah anda sepakati 3. tahap demi tahap. impotensi. menipu 10 investor masing-masing senilai $10. mayoritas orang dewasa berada ditahap 4. kejiwaan. paru-paru. seorang manajer tahap ketiga cenderung membuat membuat keputusan-keputusan yang akan mendapatkan persetujuan rekan sejawat. Mereka perlahan-lahan menaiki suatu tangga. Mentaati peraturan apabila berbuat sedemikian itu merupakan kepentingan langsung anda 1.000. Tahap-tahap perkembangan moral Tingkat Deskripsi Tahap-Tahap Prinsip 6. atau fisik dari pengambil keputusan dengan mereka yang terkena dampak dari keputusannya. B. Stephen. Kesiapan sementara lebih kuat apabilamanajer harus memberhentikan karyawan minggu depan dibandingkan dengan tiga bulan kedepan. Konsentrasi akibat adalah seberapa besar suatu tindakan mempengaruhi rata-rata orang. 6. tidak ada jaminan berlangsungnya pertumbuhan moral. Pada setiap tahap berikutnya. dan gangguan pada janin. orang melangkah melalui keenam tahap itu dalam bentuk tangga. Menghayati apa yang diharapkan oleh orang-orang yang dekat dengan anda Pra Konvensional 2.Robbins. Kesiapan sementara adalah waktu diantara tindakan dengan akibat yang ditimbulkannya. Ketiga. Management Chapter 5: Social Responsibility and Managerial Ethics merokok akan meningkatkan kemungkinan terjadinya serangan jantung. pertimbangan moral seseorang menjadi semakin berkurang ketergantungannya pada pengaruh-pengaruh luar. menghasilkan konsentrasi akibat yang lebih besar dari pada menipu 100 investor dengan masing-masing senilai $1. dan seorang manajer dalam tahap kelima lebih cenderung menantang praktek-praktek organisasi yang dianggapnya keliru. C. Pertumbuhan dapat berhenti pada setiap tahap. budaya. 5. Pertama. Konvensional 4. menghargai hak-hak orang lain dan mempertahankan nilai-nilai dan hak-hak mutlak tanpa memperdulikan pendapat mayoritas. Prinsip-prinsip Pengambilan keputusan yang etis 6 . Banyak usaha-usaha belakangan ini dilakukan oleh perguruan-perguruan tinggi guna meningkatkan kesadaran etis para mahasiswa dan pedoman-pedoman dipusatkan untuk mendorong mereka bergerak ke tingkat yang berprinsip. seorang manajer tahap keempat akan berusaha untuk menjadi “warga korporasi yang baik” dengan membuat keputusan-keputusan yang menghormati prosedurprosedur dan peraturan-peraturan organisasi itu. Pengembangan Moral Ada tiga tingkat perkembangan moral yang masing –masing terdoro dari dua tahap. Kedua. Misalnya. Gambar 2.000. Mengikuti prinsip-prinsip etis yang dipilih sendiri bahkan seandainya prinsipprinsip itu melanggar hukum 5. Ketiga tingkatan itu dan keenam tahapan itu dalam gambar 2. Mereka terbatas pada memenuhi aturan-aturan dan akan siap sedia untuk berperilaku secara etis. penyakit kanker. Kedekatan akibat adalah jarak social. Misalnya. 4. Mentaati peraturan untuk menghindari hukuman fisik Riset pada tahap-tahap ini memungkinkan kita untuk menarik sejumlah kesimpulan.

Seleksi dan Penerimaan Karyawan yang Beretika Sebagai contoh kasus kita biasa lihat. tidak berpendidikan dan pengangguran. Hasilnya 67 7 . tidak terbuka. Prinsip manfaat bersama Prinsip etika yang menyatakan bahwa anda tidak boleh melakukan perbuatan yang tidak menghasilkan kebaikan lebih besar kepada masyarakat. 6. prinsip-prinsip etika tertentu yang digunakan manajer juga akan mempengaruhi cara mereka memecahkan dilemma etika. Prinsip kebijaksanaan pribadi Prinsip etika yang berkeyakinan bahwa anda tidak boleh melakukan apapun yang tidak jujur. tidak tulus dan tidak suka dilaporkan di surat kabar maupun televisi. Prinsip peraturan pemerintah Prinsip etika yang menghendaki agar anda tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.Robbins. 5. dan tiga kota kecil. catatan. dan kupon seperti yang bias dijumpai dalam sebuah dompet. sejumlah prinsip etika yang berbeda dapat digunakan untuk mengambil keputusan bisnis. nama. Prinsip perintah agama Prinsip etika yang berkeyakinan bahwa anda janganlah melakukan tindakan yang tidak baik dan tidak menciptakan sikap bermasyarakat. alamat setempat. karena hukum mewakili standar moral minimal. Pada penarika contoh yang terpilih bukan secara ilmiah. 4. Setiap dompet berisikan $50. Prinsip kepentingan pribadi jangka panjang Prinsip etika dimana anda tidak perlu melakukan tindakan apapun yang bukan menyangkut kepentingan jangka panjang pribadi atau organisasi anda. Prinsip pemerataan keadilan Prinsip etika yang menyatakan bahwa anda seharusnya tidak melakukan perbuatan yang merugikan bagi kelompok terkecil diantara kita : yang miskin. foto keluarga. antara lain: 1. tiga wilayah pinggiran kota. 2. Sayangnya tidak ada satupun “prinsip ideal” yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan bisnis yang etis. 3. 2. sikap dimana setiap orang berkerja bersama mencapai tujuan yang diterima masyarakat. Stephen. Kesamaan yang dimiliki oleh prinsip-prinsip etika tersebut adalah bahwa prinsip itu mendorong manajer dan karyawan untuk mempertimbangkan kepentingan orang lain saat mengambil keputusan yang etis. Menurut Profesor Larue Hosmer.2. Management Chapter 5: Social Responsibility and Managerial Ethics Selain dari masalah-masalah intensitas etika yang tingkat kedewasaan moral seorang manajer. jika anda menemukan sebuah dompet yang berisi $50. 7. apakah anda akan mengembalikan dengan uangnya? Menurut Majalah Reader’s Digest meneliti pertanyaan ini dengan cara meninggalkan 120 dompet. lakukan apa yang menciptakan kebaikan terbesar kepada jumlah terbanyak. Prinsip hak perorangan Prinsip etika yang meyakini bahwa anda tidak boleh melakukan perbuatan yang melanggar hak orang lain yang telah disepakati.2 Langkah Praktis untuk Pengambilan Keputusan yang Etis A. Sebaliknya. yaitu di tiga kota besar.

penghuni penjara dikarenakan kejahatan kerah putih ( pemalsuan. penggelapan. Jenis-jenis Tes Kejujuran : 1. Tes Kejujuran Terbuka Memberikan tes tertulis yang memperkirakan kejujuran karyawan dengan cara bertanya langsung kepada pelamar kerja mengenai apa pendapat atau perasaan mereka tentang pencurian atau tentang hukuman terhadap perilaku yang tidak etis. Untuk memperoleh kepercayaan pada karyawan. kebijakan. dan lebih banyak dikembalikan di kota kecil (80 %) daripada di kota besar (70 %). Sebagai contoh. dan ketaatan. 2. Dompet tersebut lebih banyak dikembalikan oleh wanita (72 %). Citicorp Banks mamiliki suatu permainan yang disebut “Etika Kerja” di mana pemainnya dinilai menang atau kalah. Membangun kesadaran karyawan tentang etika. dan penipuan) dinilai lebih rendah dari pada kelompok manajer tingkat menengah dalam hal ukuran kepercayaan. kejujuran.Robbins. ketelitian. atau kota menengah (57 %). yang mengembalikan dompet beserta uangnya. Mengidentifikasi Pilihan 4. Management Chapter 5: Social Responsibility and Managerial Ethics persen dari dompet tersebut dikembalikan dengan uang $50. Langkah-Langkah Dalam Membuat Keputusan yang Etis : 1. 3. ketergantungan. dari pria (62 %). 2. pinggir kota (60 %). Sebagai pengusaha. jika anda memberika tes kejujuran kepada pelamar kerja. Tidak mengherankan jika karyawan menjadi sangat curiga akan alasan manajemen menawarkan pelatiha etika. B. Hal ini berarti membantu karyawan mengenali masalah mana yang merupakan masakah etika dan kemudian menghindari pembenaran terhadap perilaku yang tidak etis. Tes Kejujuran berdasarkan Kepribadian Tes tertulis yang secara tidak langsung menilai kejujuran karyawan dengan mengukur sifat kejiwaan seperti misalnya ketergantungan dan ketelitian. peraturan. Untuk melatih karyawan suatu model praktis dari pengambilan keputusan yang etis. Memutuskan pilihan yang akan diambil 8 . Hasil ini menunjukkan bahwa perusahaan dapat menerima karyawan secara selektif dan mempromosikan karyawan yang lebih beretika. Menyadari adanya dilemma yang berkaitan dengan etika 2. Dua perusahaan telah menciptakan permainan lembaga untuk meningkatkan kesadaran akan masalah etika. dan pertimbangan. Mencari Fakta 3. Stephen. tergantung pada jawaban mereka terhadap pertanyaan mengenai hukum. Suatu model dasar dapat membantu mereka memikirkan akibat dari keputusan mereka bagi orang lain dan mempertimbangkan bagaimana mereka dapat memilih diantara berbagai pemecahan. anda dapat meningkatkan kesempatan untuk menerima karyawan jujur. Pelatihan Etika Tujuan dari pelatihan etika adalah : 1. Menguji masing-masing pilihan Apakah tidak melanggar hukum? Apakah tepat ? Apakah bermanfaat ? 5.

Melakukan pemeriksaan ulang terhadap keputusan anda: Bagaimanakah perasaan saya apabila keluarga saya mengetahui keputusan saya? Bagaimanakah perasaan saya seandainya keputusan tersebut disebarluaskan dalam surat kabar setempat ? 7. Langka kedua dalam membangun iklim etika adalah agar manajemen puncak berperan aktif dalam program etika perusahaan. para konsumen akan rugi. Mereka adalah karyawan. akan mendorong orang lain percaya bahwa perilaku etis adalah normal dan diterima. Apabila upah dan tunjangan-tunjangan harus dikurangi untuk membayar tindakan-tindakan sosial. usaha itu barangkali tidak akan berlangsung terus menerus. Ia mengatakan bahwa kebanyakan manajer sekarang ini adalah manajer profesional. Pendukung dari pandangan klasik ini adalah Milton Friedman.3 DUA PANDANGAN YANG BERBEDA Pandangan Klasik (The Classical View) adalah pandangan bahwa satu-satunya tanggung jawab manajemen adalah untuk memaksimalkan keuntungan atau laba. Calon pelapor sering kali merasa takut bahwa mereka akan dihukum lebih dari pada si pelanggar etika itu. Hal itu. dan mesin copy untuk keperluan usaha dan buka untuk kepentinga pribadi atau yang menepati janji kepada karyawan. Stephen. pemasok. Iklim Etika Langkah pertama untuk membangun iklim etika adalah agar para manager sendiri bertindak secara etis. Langkah ketiga adalah menciptakan system pelaporan yang mendorong manajer dan karyawan melaporkan pelanggaran etika. Pengaduan. Serta langkah yang terakhir dalam pembentukan iklim etika adalah agar manajemen secara adil dan konsekuen menghukum mereka yang melanggar kode etik perusahaan. Melaksanakan keputusan C. faks. Apabila tindakantindakan yang secara sosial bertanggung jawab itu mengurangi laba dan deviden. merupakan masalah yang harus diputuskan oleh perwakilan-perwakilan politik yang kita pilih. 9 . yaitu melaporkan pelanggaran etika yang dilakukan oleh orang lain. apabila manajer-manajer memutuskan sendiri untuk menghabiskan sumber daya organisasi mereka bagi “kebaikan sosial” mereka menggerogoti mekanismen pasar. maka para pemegang saham akan rugi. Manajer yang menolak hadiah mewah dari pemasok perusahaan yang hanya menggunakan telepon. Dan kepentingan yang terbaik bagi para pemegang saham adalah pendapatan finansial. Ia mempertanyakan apakah para manajer perusahaanperusahaan bisnis itu mempunyai keahlian untuk menentukan bagaimana masyarakat itu seharusnya. Oleh karena itu tanggung jawab utama mereka adalah menjalankan usaha itu demi kepentingan terbaik bagi para pemegang saham tadi. semua unsur organisasi akan rugi. 2. adalah langkah yang sulit bagi bagi banyak orang. Menurut Friedman. dan pelanggan. Apalagi Friedman mengatakan apabila manajer-manajer profesional mengejar sesuatu yang lain daripada laba.Robbins. Management Chapter 5: Social Responsibility and Managerial Ethics 6. Seandainya harga-harga lebih tinggi ditolak oleh para konsumen dan penjualan merosot. yang berarti mereka tidak memiliki perusahaan yang mereka jalankan. hanya bertanggung jawab kepada para pemegang saham. kata Friedman. dalam hal ini. mereka secara implisit mengangkat diri mereka sendiri sebagai pembuat kebijakan yang tidak dipilih. Seseorang harus membayar pendistribusian ulang aset-aset ini.

Jadi perusahaan-perusahaan itu bukanlah badan-badan mandiri yang hanya bertanggung jawab pada pemegang saham. sebuah perusahaan bisnis dapat dan seharusnya bertanggung jawab secara sosial. 3 Kewajiban etis. perusahaan-perusahaan berusaha untuk meningkatkan citra mereka di masyarakat guna meningkatkan penjualan. Kurangnya keterampilan. Ini paling baik diilustrasikan dalam pembentukan perusahaan-perusahaan secara hukum. mengejar sasaran-sasaran sosial itu melunturkan maksud utama perusahaan. Argumen-Argumen Yang Mendukung Dan Melawan Tanggung Jawab Sosial Argumen yang mendukung Argumen yang menentang 1 Harapan-harapan masyarakat. Apabila perusahaan itu mengejar tujuan-tujuan sosial. akses pendanaan. bukan prioritas utama. Terlampau banyak kekuasaan. Bisnis harus menyerap ongkos-ongkos itu atau membebankannya kepada konsumen melalui harga yang lebih tinggi. Perusahaan itu terdaftar oleh pemerintah. Biaya-biaya. Bisnis menjadi bertanggung jawab secara sosial apabila secara ketat memperhatikan kepentingankepentingan ekonominya dan membiarkan kegiatan-kegiatan lain ditangani lembagalembaga lain. Pendapat umum sekarang mendukung agar perusahaan mengejar sasaran-sasaran sosial maupun ekonomis. Management Chapter 5: Social Responsibility and Managerial Ethics Pandangan Sosial Ekonomi (The socioeconomic view) adalah pandangan bahwa tanggung jawab sosial manajemen jauh melampaui sekedar memperoleh laba melainkan juga mencakup melindungi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. menolong menciptakan mutu kehidupan yang lebih baik dan masyarakat yang lebih menyenangkan di mana perusahaan dapat menarik dan mempertahankan keryawan-keryawan yang terampil. Stephen. Menghalangi memaksimalkan laba.Robbins. Usahawan itu tidak memilki kualifikasi yang baik untuk menangani masalah-masalah sosial. 5 Lingkungan yang lebih baik. dan pemerintah memberikan ijin untuk mencabutnya. dan bersama dengan jaman harapan-harapan masyarakat terhadap bisnis berubah pula. Mereka pun mempunyai tanggung jawab terhadap masyarakat yang lebih luas yang menciptakan dan mendukung mereka. keterlibatan usaha dapat menolong memecahkan masalahmasalah yang sulit. No. dalam mendukung pandangan sosial ekonomi itu mengingatkan kita bahwa “memaksimalkan laba merupakan prioritas kedkedua perusahaan . Salah seorang penulis. 4 Citra Masyarakat. perusahaan-perusahaan yang secara sosial bertanggung jawab itu cenderung memiliki laba jangka panjang yang lebih terjamin. Lunturnya tujuan. dan keuntungan-keuntungan lain. Para sosial ekonomi melawan dengan mengatakan bahwa jaman telah berubah. hal ini merupakan inti sudut pandangan klasik. pandangan dan kemampuan para pemimpin bisnis terutama diarahkan pada ekonomi. 10 . perusahaan itu sudah merupakan salah satu sektor masyarakat kita yang paling berkuasa. 2 Laba jangka panjang. yitu produktivitas ekonomi. perusahaan itu bahkan akan memilki kekuasaan yang lebih besar lagi. banyak tindakan yang secara sosial bertangung jawab tidak menutup biaya-biayanya. sebab tindakan tindakan-tindakan yang bertanggung jawab itu benar demi dirinya sendiri. prioritas pertama adalah menjamin kelangsungan hidupnya. harapan-harapan masyarakat terhadap perusahaan telah meningkat secara dramatis sejak tahun 1960-an. mendapatkan karyawan yang lebih baik.

terdapat empat pandangan tentang etika. terutama apabila beberapa orang yang kena dampak keputusan itu tidak memiliki perwakilan atau suara dalam keputusan tersebut. Menerapkan standar-standar keadilan juga memiliki kelebihan dan kekurangannya. masalah-masalah sosial harus ditangani pada waktu tertentu. Misalnya. perusahaan memiliki sejumlah besar kekuasaan di dalam masyarakat. 8 Kepentingan-kepentingan pemegang saham. utilitarianisme mendorong efisiensi dan produksivitas dan sesuai dengan sasaran maksimalkan laba. memaksakan. organisasi bisnis memiliki sumber-sumber keuangan. Theory of justice view of ethics (pandangan etika teori keadilan) Pendekatan ini menyatakan bahwa para manajer harus menerapkan. dalam hal ini kita ingin meninjau dimensi etis keputusan-keputusan manajerial. Utilitarianisme dapat juga menyebabkan hak-hak sejumlah orang yang berkepentingan menjadi terabaikan. Kurangnya pertanggungjawaban. 9 Kepemilikan sumber-sumber.4 ETIKA MANAJERIAL Etika adalah aturan-aturan atau prinsip-prinsip yang merumuskan perilaku benar dan salah. Stephen. pandangan itu dapat menyebabkan melencengnya alokasi sumber daya. keahlian teknis.Robbins. perusahaan dapat mengharapkan berkurangnya peraturan pemerintah. Dengan menjadi bertanggung jawab secara sosila. 7 Keseimbangan tanggung jawab dengan kekuasaan. tetapi pandangan tersebut dapat mendorong suatu perasaan 11 . sehingga teori ini didasarkan pada metode kuantitatif. tidak ada mandat luas atau teriakan dari masyarakat terhadap bisnis untuk terlibat dalam masalah-masalah sosial. Management Chapter 5: Social Responsibility and Managerial Ethics 6 Menghambat peraturan pemerintah lebih lanjut. dan bakat manajerial untuk mendukung proyek-proyek masyarakat dan amal yang memerlukan bantuan. mendorong peraturan secara adil dan tidak memihak serta tindakan itu dilakukan dengan mengikuti seluruh peraturan dan perundang-undangan di bidang hukum. Di satu pihak.50 sejam di atas upah minimum. Banyak keputusan yang dibuat para manajer menuntut mereka untuk merenungkan siapa yang dapat terkena. Sasaran utilitarianisme adalah memberikan manfaat tebesar bagi jumlah terbesar. para pemimpin bisnis beranggapan tidak ada garis-garis tanggung jawab sosial langsung dari sektor bisnis kepada masyarakat umum. Namun dilain pihak. Menurut Stephen P Robbins dan Mary Coulter. Dibutuhkan jumlah tanggung jawab yang sama besar untuk mengimbanginya. karena yang berpendapat bahwa upah minimum itu tidak memadai untuk memungkinkan karyawan-karyawan memenuhi kewajiban-kewajiban dasar keuangan mereka. seorang manajer akan menggunakan sudut pandang teori keadilan dalam menentukan pembayaran seorang karyawan baru tingkat dasar sebesar $1. 10 Keunggulan pencegahan atas penanganan masalah. dalam rangka hasilnya ataupun prosesnya. peraturan pemerintah menambah biaya ekonomi dan membatasi fleksibilitas keputusan para manajer. tanggung jawab sosial akan memperbaiki harga saham perusahaan dalam jangka panjangnya. Sikap itu melindungi kepentingan-kepentingan pihak-pihak yang berkepentingan yang barangkali tidak mempunyai kekuasaan. Keputusan ini biasanya didasarkan pada perhitungan kuantitatif. yakni : Ulititarian view of ethics (pandangan etika utilitarian) Pandangan ini menyatakan bahwa keputusan-keputusan etika dibuat semata-mata berdasarkan hasil atau akibat keputusan itu. 2. Kurangnya dukungan dari masyarakat luas.

orang yang tinggi skor kekuatan egonya cenderung melawan dorongan-dorongan dan lebih sering mengikuti keyakinan-keyakinan mereka daripada orang-orang yang rendah kekuatan egonya. misalnya hak terhadap kerahasiaan. Stephen. kemerdekaan berbicara dll. Pandangan etika bisnis ini berbeda dengan ketiga yang lain dalam pandangan tersebut menyarankan bahwa para manajer harus melihat norma-norma etis yang ada di industri-industri dan perusahaan-perusahaan untuk menentukan apa yang merupakan tindakan-tindakan dan keputusan-keputusan yang benar dan yang salah. Mexico. Rights view of ethics (pandangan etika hak) Pandangan ini menekankan bahwa manajer peduli terhadap pernghormatan dan perlindungan hak terhadap kerahasiaan.Robbins. Integrative social contracts theory (pandangan etika teori kontrak social terpadu) Pandangan ini menyarankan kepada manajer bahwa etika keputusan yang diambil harus didasarkan pada sejumlah factor empiris (apa yang ada) dan factor normatis (apa yang seharusnya). teori kontrak sosial terpadu akan mengatakan bahwa sebuah organisasi akan mendasarkan keputusan tersebut pada tingkattingkat upah yang telah ada di masyarakat. sementara 12 . Segi positif sudut pandang hak-hak ini adalah bahwa sudut pandang tersebut melindungi kerahasiaan dan kebebasan individu-individu. Management Chapter 5: Social Responsibility and Managerial Ethics mempunyai hak yang boleh jadi membuat para karyawan mengurangiusaha menempuh risiko. kebebasan pribadi individu. 2. Misalnya. Kekuatan ego adalah ukuran kepribadian tentang kekuatan keyakinankeyakinan seseorang . sedangkan kontrak khusus adalah mencakup cara berperilaku yang dapat diterima diantara para anggota komunitas tertentu. berinovasi. dan produktivitas. yakni kontrak social umum dan kontrak khusus. Tetapi pandangan tersebut memiliki sisi negatif dalam organisasi. Pandangan ini didasarkan pada dua kontrak.1 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ETIKA MANAJERIAL Gambar.4. Pandangan itu dapat menimbulkan hambatan-hambatan terhadap produktivitas dan efisiensi yang tinggi dengan menciptakan iklim kerja yang lebih memperhatikan perlindungan legal hak-hak individu daripada menyelesaikan pekerjaan. dalam menentuka berapa upah yang harus dibayar kepada para pekerja di sebuah pabrik baru di Ciuad Jurez. Kontrak umum adalah suatu kontrak yang mengizinkan dunia bisnis menjalankan dan mendefinisikan peraturan dasar yang dapat diterima. Tempat kendali adalah suatu sifat kepribadian yang mengukur derajat sampai di mana orang berpendapat bahwa mereka adalah berkuasa atas nasib mereka sendiri.3 faktor-faktor yang mempengaruhi tingkah laku etis dan tingkah laku tidak etis Ciri-ciri individu Ditemukan dua variabel kepribadian yang mempengaruhi tindakan-tindakan individu menurut keyakinan-keyakinannya tentang apa yang benar dan salah: kekuatan ego dan tempat kendali.

memanipulasi rekening-rekening biaya dan sebagainya. budaya itu tentunya akan mempunyai pengaruh yang sangat kuat dan positif tehadap perilaku etis seorang manajer. Struktur-struktur tertentu memberikan bimbingan kuat. khususnya dalam situasi yang tidak jelas. sementara strukturstruktur lain hanya menciptakan ketidakjelasan bagi para manajer. Variabel-variabel struktural Desain struktural sebuah organisasi menolong membentuk perilaku moral manajermanajernya. Apabila anda menghadapi situasi yang “mendua”. Intensitas masalah Gambar 4. jangan melakukannya. lebih cenderung memikul tanggung jawab bagi akibat-akibat dan mengandalkan standar batin mereka sendiri mengenai benar dan salah untuk membimbing perilaku mereka. Management Chapter 5: Social Responsibility and Managerial Ethics orang-orang yang memilki tempat kendali eksternal berpendapat bahwa apa yang terjadi terhadap mereka dalam hidup itu disebabkan oleh keberuntungan atau kebetulan. Stephen. melakukan suap untuk mendapatkan bisnis di luar negeri.Ciri-ciri yang menentukan Intensitas masalah 2. Anda mungkin bertanya “mengapa orang melakukan hal-hal seperti itu? Terdapat empat hal yang dapat dijadikan alasan untuk membenarkan tindakan-tindakan yang salah semacam itu: 1. Budaya organisasi Budaya yang kuat akan lebih banyak mempengaruhi para manajer daripada kebudayaan yang lemah . 2. Meyakinkan diri sendiri bahwa tindakan tersebut benar-benar demi kepentingan banyak 13 . Hal tersebut mencerminkan suatu keyakinan yang salah.4. Meyakinkan diri sendiri bahwa tindakan semacam itu benar-benar tidak melanggar hukum. Desain-desain struktural yang meminimalkan ketidakjelasan dan terus-menerus mengingatkan para manajer tentang apa yang “etis” lebih cenderung mendorong perilaku etis.2 BEBERAPA PEMBENARAN TERHADAP PERILAKU YANG TIDAK ETIS Mengapa orang yang normal mungkin bertindak tidak etis? Seperti. bahwa tindakan seseorang akan diterima.Robbins. orang –orang yang eksternal itu kurang cenderung memikul tanggung jawab pribadi bagi akibat-akibat perilaku mereka dan lebih cenderung mengandalkan kekuatan –kekuatan eksternal. pemecahannya sebenarnya sangat sederhana: bila anda ragu-ragu terhadap keputusan atau tindakan yang anda ambil. sebaliknya. apabila budaya itu kuat dan menopang standar etika yang tinggi. sehingga sulit bagi anda untuk menentukan mana yang baik dan mana yang buruk. orang-orang yang etis. Dari sudut pandang etis. memberikan tawaran dengan memanfaatkan informasi dari pihak dalam. Orang-orang internal itu.

Misalnya. Kurang bertanggung-jawab. Management Chapter 5: Social Responsibility and Managerial Ethics orang.5 TANGGUNG JAWAB SOSIAL Tanggung jawab sosial dapat diartikan sebagai wujud pelaksanaan etika dalam organisasi. Namun loyalitas terhadap suatu organisasi tidak berarti membenarkan suatu tindakan yang salah. kelangsungan hidup jangka panjang (bukan hanya memaksimalkan laba). akan sulit bagi manajer untuk mengetahui apa yang dianggap sebagai perilaku perusahaan yang bertanggung jawab sosial. untuk menanggapi pertanyaan berikut. mengambil keputusan. apabila keuntungan meningkat. loyalitas organisasional sebaiknya tetap berpijak pada moralitas hukum dan social. dan melaksanakan tindakan yang memberikan manfaat kepada masyarakat. dan seorang bos yang lebih suka memilih “untuk tidak tahu”.1 Peran Kepada Siapa Organisasi Bertanggung Jawab sosial Terdapat dua pandangan tentang kepada siapa organisasi bertanggung jawab social. Jawaban yang sebaiknya diberikan adalah “Jangan mencobanya untuk mencarinya” 3. orang percaya bahwa pimpinan akan membenarkan tindakan serta melindungi karyawan tersebut dari ancaman. Mereka secara tidak benar percaya bahwa perilaku yang masih perlu dipertanyakan tersebut adalah benar-benar “aman” dan tidak akan pernah ditemukan atau disebarluaskan. Orang percaya bahwa kepentingan organisasi adalah di atas segalanya. maka tindakan tersebut juga dianggap untuk kepentingan orang lain atau organisasi. tindakan yang salah semacam itu pasti akan dihukum. Ini merupakan persepsi yang salah tentang loyalitas. Model Pemegang saham (Shareholder) Pandangan tentang tanggung jawab social yang menyebutkan bahwa sasaran organisasi yang utama adalah memaksimalkan keuntungan bagi manfaat para pemegang saham. 14 . Jawaban tersebut mengandung anggapan yang tidak benar bahwa karena seseorang memperoleh manfaat dari tindakannya. Model Pihak yang berkepentingan (Stakeholder) Teori tentang tanggung jawab social perusahaan yang mengatakan bahwa tanggung jawab manajemen yang terpenting.Robbins. dapat mendorong tumbuhnya pemikiran seperti itu.5. maka nilai saham perusahaan yang dimiliki oleh pemegang saham akan meningkat juga. dicapai dengan memuaskan keinginan berbagai pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan (bukan hanya pemegang saham). karena tidak ada kesepahaman yang kuat tentang kepada siapa dan untuk apa perusahaan bertanggung jawab sosial. Meyakinkan diri sendiri bahwa tak seorang pun merasa bahwa anda melakukan sesuatu yang salah. Tanggung jawab sosial juga dapat didefinisikan sebagai kewajiban perusahaan untuk merumuskan kebijakan. “sejauh mana saya bias memaksakan sesuatu supaya tujuan tercapai?”. tekanan yang tidak masuk akal untuk melakukan sesuatu. Untuk mengatasi pembenaran semacam itu bergantung kepada kemampuan untuk melihat lebih lanjut dari hasil jangka pendek tersebut dikaitkan dengan dampaknya dalam jangka panjang serta melihat lebih lanjut cara-cara yang digunakan dalam memperoleh hasil tersebut. 2. Cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan cara menanamkan kepada semua orang bahwa apabila sampai terbukti. 2. 2. Lebih spesifik lagi. yaitu sebagai berikut : 1. Sayangnya. Meyakinkan diri sendiri bahwa organisasi akan melindungi anda. 4. Stephen. Akibatnya.

pemerintah. ketika kelompok lingkungan hidup mengumumkan kenyataan bahwa terdapat sekitar seratus ribu ikan lumba-lumba terbunuh setiap tahun oleh jala penangkap ikan tuna. maka mereka memiliki suatu “taruhan” dalam tindakan tersebut. yang dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh perusahaan. pelanggan. maka pelanggan mungkin berhenti berbelanja di Kmart karena tidak dapat memperoleh barang yang mereka butuhkan. kecuali jika dibayar tunai sebelumnya atau pada saat pengiriman. Selanjutnya hal ini dapat mengganggu usaha jangka panjang Kmart. a. Gambar 5. dan masyarakat sekitar. Pertama. Stakeholder Sekunder adalah media dan kelompok khusus yang berkepentingan. Akan tetapi pada pertengahan 1980an anggapan umum tentang nelayan dan industry tuna berubah menjadi negative. Bertanggung jawab bagi berbagai pihak yang berkepentingan (stakeholders) menimbulkan dua pertanyaan pokok. Karena semakin sedikit barang yang dikirim ke toko. Model Stakeholder dari Tanggung Jawab Sosial Perusahaan 15 . kelompok yang berkepentingan akan mencoba untuk mempengaruhi perusahaan agar bertindak menurut keinginan mereka. seperti pemegang saham. dimana organisasi bergantung untuk kelanjutan hidup jangka panjang. Sebagai contoh. ia terlambat melakukan pembayaran kepada tiga pemasok utamanya. masakan tuna (dengan keripik kentang diatasnya). akan dapat menjawab pertanyaan tersebut. saat Kmart menghadapi masalah keuangan. bagaimana perusahaan mengenali stakeholder organisasi ? kedua. Para pemasok ini memperingatkan Kmart bahwa mereka tidak akan mengirim lagi produk mereka ke toko-toko Kmart. pemasok. Stakeholder Primer adalah kelompok-kelompok. Management Chapter 5: Social Responsibility and Managerial Ethics Pihak yang berkepentingan adalah orang atau kelompok dengan kepentingan yang sah dalam suatu perusahaan. Karena pihak berkepentingan memiliki minat dan dipengaruhi oleh tindakan organisasi. b. maka pemasok Kmart yang lain juga menginginkan pembayaran tunai sebelum pengiriman. Stephen. Akibatnya banyak restoran dan sekolah melakukan protes dengan menghapuskan ikan tuna dari daftar makanan mereka. karyawan. Bahayanya bagi Kmart adalah apabila masalah ini menyebar kepada kelompok stakeholder lain.Robbins. kebanyakan anak-anak Amerika di tahun 1960 tumbuh karena menyantap roti selada ikan tuna. Ketika mendengar bahwa Kmart tidak dapat melunasi pemasok ini. Sebagai contoh. Akibatnya. bagaimana perusahaan mengimbangi kebutuhan dari stakeholder yang berbeda ? dengan membedakan stakeholder primer dan sekunder .

a. Namun kepentingan relatifitas dari tanggung jawab ekonomi. Tanggung Jawab Ekonomi Harapan bahwa perusahaan akan menghasilkan keuntungan dengan memproduksi barang atau jasa yang bernilai. Gambar 6. Tanggung Jawab Kebijaksanaan Harapan bahwa perusahaan akan sukarela menjalankan peran sosialnya diluar tanggung jawab ekonomi.2 Untuk Apa Organisasi Bertanggung Jawab Sosial ? Perusahaan dapat memberi manfaat terbesar kepada Stakeholder dengan cara memenuhi tanggung Jawab ekonomi. Tanggung jawab ini merupakan tanggung jawab perusahaan yang paling mendasar. Tanggung Jawab Hukum Harapan bahwa perusahaan akan mematuhi hukum dan peraturan masyarakat ketika mereka berusaha memenuhi tanggung jawab ekonomi. b. c.5. hukum dan etika. Namun sekarang. Stephen. dan lainnya. Tanggung Jawab Sosial Keseluruhan Gambar 6 diatas menunjukkan bahwa tanggung jawab ekonomi dan hukum memainkan bagian yang lebih besar dalam tanggung jawab social perusahaan daripada tanggung jawab etika dan kebijakan. Tanggung jawab kebijaksanaan adalah kesukarelaan. memenuhi tanggung jawab etika lebih sulit daripada memenuhi tanggung jawab ekonomi atau hukum. maka tanggung jawab etika dan kebijakan menjadi lebih penting dari biasanya. etika. 16 . masyarakat berharap agar perusahaan memenuhi tanggung jawab ekonomi. Seabad yang lalu. etika dan kebijakan tergantung pada harapan yang dimiliki masyarakat terhadap tanggung jawab social perusahaan pada suatu waktu tertentu. sejak masyarakat menilai apakah perusahaan sudah bertanggung jawab social. hukum. hukum. Management Chapter 5: Social Responsibility and Managerial Ethics 2.Robbins. d. Karena stakeholder yang berbeda mungkin tidak setuju tentang apa yang etis atau tidak. hukum. Tanggung Jawab Etika Harapan bahwa perusahaan tidak akan melanggar prinsip-prinsip benar atau salah yang telah diterima ketika menjalankan usaha. dan kebijaksanaan.

Tom’s berniat sekaligus memikul tanggung jawab sosial dan laba. memajukan. Strategi Proaktif Strategi kepekaan social dimana perusahaan akan mengantisipasi tanggung jawab atas masalah sebelum terjadinya dan akan berusaha lebih dari apa yang diharapkan masyarakat untuk menyelesaikan persoalan. atau kebijaksanaan. hukum. Misalnya. Bagi setiap perusahaan yang yakin dan mempraktekan 17 . 3.6 Manajemen Berbasis Nilai-Nilai Manajemen berbasis nilai-nilai adalah sebuah pendekatan terhadap pengelolaan di mana para manajer menetapkan. etika. Kepekaan Sosial 2. sebuah pabrik produk-produk perawatan pribadi ilmiah. Stephen. Gambar 7. 2. 4. Setiap keputusan manajerial di Tom’s of Maine dievaluasi dalam terang nilai-nilai yang terdapat dalam pernyataan keyakinan dan pernyataan misi.3 Tanggapan atas Tuntutan akan Tanggung Jawab Sosial Kepekaan social adalah strategi yang dipilih oleh perusahaan untuk menanggapi harapan Stakeholder dalam bidang ekonomi. berkaitan dengan tanggung jawab social. Management Chapter 5: Social Responsibility and Managerial Ethics 2. Nilai-nilai organisasi yang dirasakan bersama merupakan budaya organiasi tersebut dan mempengaruhi cara organisasi itu beroperasi serta perilaku para karyawannya.Robbins. di Tom’s of Maine.5. Strategi Reaktif Strategi kepekaan social dimana perusahaan memilih untuk berbuat kurang dari apa yang diharapkan masyarakat dan mengabaikan tanggung jawab atas masalah. nilai-nilai bersama perusahaan itu telah menjadi bagian strategi bisnis keseluruhan. Terdapat empat strategi kepekaan social. Nilai-nilai suatu organisasi mencerminkan apa yang dibelanya dan apa yang diyakininya. Strategi Defensif Strategi kepekaan social dimana perusahaan memilih untuk mengakui tanggung jawabnya atas suatu masalah tetapi melakukan usaha terkecil untuk memenuhi harapan masyarakat. dan mempraktekan nilai-nilai bersama sebuah organisasi. yaitu : 1. Strategi Akomodatif Strategi kepekaan social dimana perusahaan memilih untuk menerima tanggung jawab atas masalah dan melakukan semua yang diharapkan masyarakat untuk memecahkan persoalan.

Misalnya. keadilan.6. mengorganisasi. di pabrik pakaian Blue Bell Inc. Stephen. Suatu tradisi kuat nilai-nilai perusahaan membimbing sewaktu mereka merencana. dan mengendalikan kegiatan-kegiatan organisasi BAB 3 KESIMPULAN Akhirnya dapat kita simpulkan bahwa ada prinsip-prinsip dalam berbisnis : Tanggung jawab usaha : melampaui para pemegang saham menuju mereka yang berkepentingan Dampak ekonomis dan sosial bisnis : menuju inovasi. 2.1 Tujuan dari Nilai Bersama Nilai-nilai bersama sebuah perusahaan bertindak sebagai tonggak-tonggak pedoman bagi tindakan dan keputusa bersama manajerial. Management Chapter 5: Social Responsibility and Managerial Ethics manajemen berbasis nilai. nilai-nilai korporasi bersama mempunyai banyak tujuan.Robbins. dan masyarakat dunia Tingkah laku binsis : melampaui hukum menuju semangat kepercayaan Menghormati peraturan-peraturan Mendukung perdagangan multilateral Menghormati lingkungan Mencegah operasi-operasi yang tidak halal Dan upaya perwujudan dan peningkatan etika manajemen : Pelatihan etika Advokasi etika Kode Etik Keterlibatan Publik dalam Etika Manajemen Perusahaan 18 . memimpin.

Salemba Empat. Pengantar Manajemen Edisi Pertama..ac. Jakarta. 1999. Manajemen Buku 1.id http://stiealanwar. Yogyakarta.com http://fe-unpad. Yogyakarta. Jakarta. 2001. http://akademik. Stephen.wordpress. Chuck.files. 2007. Graha Ilmu.com/2010/03/makalah-mengelola-etika-dantanggung. John R. Manajemen Edisi Pertama.html DAFTAR PUSTAKA Williams.Jr. Wiludjeng SP.blogspot. Andi. Management Chapter 5: Social Responsibility and Managerial Ethics http://manajemenkelompoktiga. Robbins. PT. Schermerhorn.Robbins. Prenhallindo. Stephen P and Mary Coulter. 1998. Manajemen Edisi Keenam. Sri.unsri.com 19 .

Stephen. operasi.perilaku moral harus menghasilkan yang terbesar baik untuk jumlah terbesar Individualisme pendekatan . keadilan. hak atas hidup dan keamanan • Pendekatan Keadilan .tindakan yang moral ketika mereka mempromosikan kepentingan individu jangka panjang Hak Moral Pendekatan .keputusan harus didasarkan pada standar keadilan.keputusan moral adalah mereka yang paling menjaga hak-hak mereka yang terkena dampak. hak atas proses 6. hak atas 3. dan penggunaan internet semua dilema ANDA mungkin dihadapi kriteria pengambilan keputusan yang etis • • • Pendekatan Utilitarian . hak kebebasan hati 4. Management Chapter 5: Social Responsibility and Managerial Ethics Etika adalah Kode prinsip moral dan nilai-nilai yang mengatur perilaku seseorang atau kelompok sehubungan dengan apa yang benar atau salah. hak persetujuan 2. Etika Manajerial • • • • Etika bisa sulit untuk menentukan Isu-isu etis yang sangat kompleks Manajer menghadapi berbagai situasi sulit Etika jatuh antara hukum dan pilihan bebas Dilema etis: Apa yang Akan Anda Lakukan? • • • Sebuah dilema etika muncul dalam situasi mengenai benar atau salah ketika nilai-nilai dalam konflik Manajer dan karyawan adalah agen moral yang harus membuat pilihan etis Keputusan tentang periklanan. hak untuk bebas 5. dan ketidakberpihakan Mendefinisikan Keadilan 20 .Robbins. ada 6 hak morak yang harus dipertimbangkan bebas privasi nurani berpendapat hak 1.

Robbins. gaya memimpinnya lebih memaksa. dan pada tahap poskonvensional lebih banyak berdaya ubah atau pemimpin yang mengabdi globalisasi dan etika 1. Orang-orang ini secara tradisional telah terlayani 21 .mengikuti prinsip keadilan dan hak yang dipilih sendiri. memenuhi kewajiban sistem sosial.mematuhi peraturan untuk menghindari hukuman. pada tingkatan prakonvensional . pada tingkat konvensional . Kadang-kadang disebut dasar piramida 2. bertindak dalam kepentingannya sendiri. Mengurangi kemiskinan dan sosial penyakit sementara membuat keuntungan 3. Management Chapter 5: Social Responsibility and Managerial Ethics • • keadilan distributif . Suap adalah praktik umum di banyak negara 3. Menjual kepada orang-orang paling miskin di dunia 4. menjunjung hukum 3. poskonvensional . konsep dasar piramida 1. 4 orang Milyar membentuk tingkat terendah di dunia ekonomi piramida 5. Transparency International peringkat negara berdasarkan Indeks Pembayar Suap Organisasi Stakeholder adalah Pemangku kepentingan kelompok manapun dalam atau di luar organisasi yang memiliki kepentingan dalam kinerja organisasi. menyeimbangkan kepentingan diri dan kepentingan orang banyak pada prakonvensional.konsep bahwa perlakuan yang berbeda terhadap orang-orang tidaklah boleh didasarkan pada karakteristik yang sewenang-wenang keadilan kompensasi individu harus diberikan ganti rugi atas biaya cedera yang disebabkan oleh pihak yang bertanggung jawab pilihan-pilihan etis seorang manajer 1. Stephen. globalisasi membuat permasalahan etika menjadi lebih kompleks 2. mengetahui bahwa orang-orang menganut nilai-nilai yang berbeda dan mencari solusi kreatif untuk mengatasi dillema etika. pada tahap konvensional lebih banyak membimbing dan berorientasi pada tim.menghidupkan pengharapan orang lain. patuh 2.

karyawan pengungkapan praktik ilegal. Memperhatikan etika dan tanggung jawab sosial sama pentingnya dengan keuntungan dan biaya 2.Robbins.ac. Kode Etik . kerusakan lingkungan. pembusukan sosial dan ketidakstabilan politik etika ketahanan 1. Management Chapter 5: Social Responsibility and Managerial Ethics 6. Whistle-Blowing . atau tidak sah Kasus Bisnis untuk Etika dan Tanggung Jawab Sosial 1.perkembangan ekonomi yang menghasilkan kekayaan dan memenuhi kebutuhan mereka juga memenuhi kebutuhan generasi sekarang . pengembangan yang dapat bertahan . tidak bermoral.blog. Perusahaan mulai mengukur faktor-faktor non finansial yang menciptakan nilai 4. Pelanggan memperhatikan etika perusahaan dan tanggung jawab sosial perusahaan http://management5.pernyataan resmi dari nilai-nilai organisasi tentang etika dan isu-isu sosial 2.id/?p=89 22 . Stephen.perbanas. Perusahaan dapat membuat uang sambil mengatasi kemiskinan global.sistem. struktur etis . Etika dan tanggung jawab sosial berdampak kinerja keuangan 3. posisi dan program untuk melaksanakan perilaku etis 3.menjaga lingkungan untuk generasi yang akan datang Mengelola Etika dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan 1.

Empat pendekatan yang berdasarkan pada nilai yang menjadi kriteria dalam pengambilan keputusan yang beretika adalah pendekatan bermanfaat. Dapat secara benar mengkritik etika atau legalitas tindakan yang dilakukan orang lain. individualisme. Dapat memilih untuk melakukan apa yang ia inginkan di luar pekerjaannya dan memegang kendali akan informasi tentang kehidupan pribadinya. Management Chapter 5: Social Responsibility and Managerial Ethics MENGELOLA ETIKA dan TANGGUNG JAWAB SOSIAL Etika adalah kode prinsip moral yang membangun perilaku yang berhubungan dengan benar dan salah. Berha untuk hidup tanpa bahaya dan ancaman terhadap kesehatan dan keamanannya. Pendekatan hak-hak moral menyatakan bahwa umat manusia memiliki hak asasi dan kebebasan yang tidak bisa direbut oleh keputusan satu individu.Robbins. Hak kebebasan hati nurani. Hak untuk bebas berpendapat. hak-hak moral. Pendekatan bermanfaat (utilitarian approach) menyatakan bahwa perilaku moral menghasilkan kebaikan yang paling besar bagi jumlah yang lebih besar. Hak atas protes hak. Keputusan dan perilaku yang beretika biasanya dibimbing oleh sebuah sisitem nilai. Berhak untuk berbicara tanpa berat sebelah dan berhak atas perlakuan yang adil. Terdapat tiga jenis keadilan yang harus diperhatikan oleh para manajer. Pendekatan keadilan (justice approach)menyatakan bahwa keputusan moral harus didasarkan pada standar-standar keadilan. Sebuah persoalan etika bisa muncul dalam situasi apa pun ketika tindakan seorang individu atau organisasi dapat membahayakan atau menguntungkan pihak lain. Stephen. Keadilan distributif (distributive justice) mengharuskan bahwa perlakuan yang berbeda terhadap orang-orang 23 . dan keadilan. kejujuran. Enam hak-hak moral yang harus dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan: Hak persetujuan bebas. Pendekatan individualisme (individualism approach) mengatakan bahwa suatu tindakan dianggap pantas ketika tindakan tersebut mengusung kepentingan terbaik jangka panjang seorang individu. dan ketidakberatsebelahan. Hak atas hidup dan keamanan. Hak atas privasi. Dapat menahan diri dari memberikan perintah yang melanggar moral dan norma agamanya. Akan diperlakukan hanya jika individu tersebut secara sadar dan tidak terpaksa setuju umttuk diperlakukan.

Keadilan prosedural (procedural justice) mengharuskan bahwa peraturan harus secara jelas diberikan dan dijalankan secara konsisten dan tidak berat sebelah. Manajer menggunakan gaya kepemimpinan otokrasi atau memaksa. Konvensional yaitu menghidupkan pengharapan orang lain dan memenuhi kewajiban sistem sosial serta menjunjung hukum. Tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility-CSR) adalah kewajiban menajemen organisasi untuk membuat keputusan dan melakukan tindakan yang akan meningkatkan kesejahteraan dan kepentingan masyarakat serta perusahaan. Tanggung jawab ekonomi adalah menghasilkan barang dan jasa yang diinginkan oleh masyarakat sertas memaksimalkan keuntungan bagi pemilik dan pemegang saham perusahaan. 24 . atau poskonvensional. etika. kemampuan untuk membuat keputusan yang beretika sebagian bergantung pada aoakah sang manajer berada di tingkatan perkembangan moral yang prekonvensional. serta pegawai diorientasikan ke arah penyelesaian tugas. Stephen. Management Chapter 5: Social Responsibility and Managerial Ethics tidaklah didasarkan pada karakteristik kesewenang-wenangan. Prokonvensional yaitu mengikuti prinsip keadilan dan hak yang dipilih sendiri. Tanggung jawab sosial perusahaan berkaitan dengan nilai-nilai yang dianut perusahaan terhadap masyarakat. dan kebijaksanaan. Pemangku kepengtingan dalam organisasi Pemangku kepentingan (stakeholder) adalah kelompok apapun yang ada di dalam maupun di luar organisasi yang memiliki kepentingan dalam kinerja organisasi. Bagi manajer yang individual. hukum. Model untuk mengevaluasi kinerja sosial melibatkan empat kriteria yaitu ekonomi. orang-orang harus diperlakukan secara berbeda berdasarkan proporsi yang ada karena perbedaan diantara mereka. mengetahui bahwa orang-orang menganut nilai-nilai yang berbeda dan mencari solusi kreatif untuk mengatasi dilema etika. dan menyeimbangkan kepentingan diri dan kepentingan orang banyak. Tanggung jawab hukum menentukan apa yang dianggap masyarakat sebagai suatu yang penting berhubungan dengan perilaku yang pantas dilakukan oleh perusahaan.Robbins. Keadilan kompensasi (compensatory justice) mengatakan bahwa individu harus diberikan kompensasi atas cedera yang dideritanya yang disebabkan oleh pihak yang bertanggung jawab dan individu tidak boleh diminta pertanggungjawaban atas hal yang tidak berada di bawah kendalinya. Manajer menggunakan gaya kepemimpinan yang membimbing atau memberi semangat. Manajer menggunakan kepemimpinan berdaya upah atau kepemimpinan yang mengabdi. Pegawai diberdayakan dan diberikan kesempatan untuk melakukan pastisipasi penuh yang membangun jalannya organisasi. serta berorientasi pada tim. Prekonvensional yaitu mematuhi peraturan untuk menghindari hukuman. konvensional. Pada kasus perbedaan substansif.

http://kelompok1pengantarmanajemenkelasi.id/2011/04/07/mengelola-etika-dantanggung-jawab-sosial/ 25 .ac.perbanas.Robbins. Stephen. Management Chapter 5: Social Responsibility and Managerial Ethics Tanggung jawab etika terdiri atas perilaku-perilaku yangbtidak bisa ditempatkan ke dalam ranah hukum dan mungkin tidak berhubungan dengan kepentingan ekonomi perusahaan secara langsung.blog.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful