6-sifat-sifat-dan-aplikasi-polimer (1)

A. PEMBUAT MATERIAL POLIMER
Pembuat polimer memproses bahan dasar monomer menjadi polimer

B. PEMBUAT CHEMICAL, ADDITIVE, DAN MODIFIER
• Polimer/pewarna: untuk memberi warna. • Plasticizers: untuk membuat polimer menjadi lebih fleksibel. • Stabilizer: untuk membuat polimer menjadi lebih tahan panas dan sinar.

• Fiber reinforcement: untuk membuat polimer menjadi lebih kuat dan tahan benturan.

C. COMPOUNDING/FORMULATING
• Berbagai macam modifiers chemical, dan additive digabung/di-compound dengan material resin/polimer sebelum diproses. • Compounding biasanya dilakukan oleh pembuat material polimer, akan tetapi ada juga yang dilakukan oleh perusahaan lain. • Perusahaan tersebut membeli resin dasar, kemudian meng-compound dengan berbagai bahan, kemudian menjualnya kepada perusahaan pemroses.

sheet. furniture. jas hujan dll. THE FINISHER Proses finishing terhadap polimer meliputi penambahan dekorasi atau functional surface effect pada produk polimer. fabricator membuat produk akhir seperti perhiasan. THE PROCESSOR Inti dari industri polimer adalah Processor. E. atau produk akhir.D. Dengan mesin konvensional dan teknik sederhana. . THE FABRICATOR Fabricator bertanggungjawab untuk mengubah produk sekunder menjadi produk akhir. dan pipa. F. seperti film. tirai kamar mandi. yang bertanggungjawab untuk mengubah bahan polimer menjadi produk sekunder.

PRODUK AKHIR POLIMER RESIN ADDITIVE MINYAK BUMI GAS ALAM BATUBARA .

Building block .

• High-density polyethylene (HDPE).Polimerisasi terhadap ethylene dengan berbagai macam proses akan menghasilkan jenis polyethylene yang berbeda. . • Linear low-density polyethylene (LLDPE) • Ultra-highdensity polyethylene (UHDPE). Polyethylene yang penting secara komersial adalah: • Low-density polyethylene (LDPE).

.

8 – 14 60 – 88 .6 55.965 80 – 95 127 – 135 17.2 – 78.941 – 0.1 413 – 1034 20 – 130 0.94 50 – 70 98 – 120 15.1 – 172 150 – 600 716 38 – 49 HDPE 0.SIFAT-SIFAT POLYETHYLENE Property Specific gravity Cristallinity (%) Melting temperature (C) Tensile strength (MPa) Tensile modulus (MPa) Elongation at break (%) Impact strength (ft-lb/in) Heat deflection temperature (C at 66 psi) LDPE 0.912 – 0.9 – 33.

Sifat fisik LDPE tergantung pada 3 faktor struktural: 1. 2. degree of crystallinity (density). and 3. . molecular weight distribution (MWD). molecular weight (MW).

Permeabilitas terhadap cairan dan gas naik dan tough-ness turun dengan naiknya crystallinity. dan resistensi terhadap bahan kimia. tensile strength. Opacity. Degree of crystallinity dan juga density polyethylene terutama ditentukan oleh jumlah cabang rantai pendek. 2. rigidity (stiffness). tear strength. semakin banyak cabang semakin kecil density. 3. . bertambah dengan naiknya density.Sifat fisik LDPE 1.

Berat molekul LDPE berkisar antara 6. dan stress cracking dan chemical resistance bertambah.000. MI untuk LDPE berkisar antara 0. 6. maka tensile dan tear strength. softening temperatures. Jika berat molekul semakin besar. 5.000 – 40. MI berbanding terbalik dengan berat molekul.1 – 109. MI (Melting Index)menyatakan berat (gram) polimer yang di-extrude melalui pipa kapiler standar pada 190C dalam waktu 10 menit (ASTM D 1238). sementara processibility semakin sulit. .4.

transportasi. komunikasi. • LDPE paling banyak digunakan sebagai film/pelapis tipis untuk packaging. peralatan rumah tangga. pelapis. dan untuk produk-produk yang dibuat dengan injection molding.Aplikasi LDPE • Polyethylene dan copolymer-nya banyak digunakan dalam industri sebagai packaging. pertanian. • Penggunaan lain meliputi insulasi untuk kabel. . alat listrik. dan konstruksi.

APLIKASI POLYETHYLENE .

dan degradasi oksidative degradation. dan tahan air. stiffness.Sifat fisik Polypropylene • Polypropylene memiliki sifat listrik dan isolasi yang baik. • Polypropylene kurang stabil daripada polyethylene terhadap panas. dan kekerasan tinggi. • Crystallinity tinggi  tensile strength. . cahaya. inert terhadap bahan kimia.

Nonwoven polypropylene fabrics digunakan untuk bagian belakang karpet. . dan penutup furniture. 2. 4. pakaian rumah sakit sekali pakai.Aplikasi Polypropylene 1. reusable towels. kain rajut. fiber dan filamen. dan upholstery fabrics. film. dan coatings. 3. Polypropylene diaplikasikan untuk produk-produk yang dibuat dengan injection.dan blow-molding. Filamen dari Polypropylene dipakai untuk tali. Fiber polypropylene digunakan dalam produk seperti benang untuk karpet. pelapis diaper.

Aplikasi Polypropylene .

.

HI-PS (High Impact Polystyrene) 3.Jenis Polystyrene 1. GP-PS (General Purpose Polystyrene) 2. Expanded Grade Polystyrene .

Sifat-sifat Polystyrene (styrene-acryconitrile) .

Aplikasi Polystyrene .

• PVC diproduksi dalam 2 jenis — rigid dan flexible. .• PVC banyak diproduksi • PVC bersifat inert terhadap bahan kimia.

SIFAT-SIFAT PVC Property Specific gravity Cristallinity (%) Melting temperature (C) Tensile strength (MPa) Tensile modulus (MPa) Elongation at break (%) Impact strength (ft-lb/in) Heat deflection temperature (C at 66 psi) Rigid 1.30 – 158 – – 41.4 – 20 57 – 82 Flexible 1.1 – 200 – 450 – – .3 – 24.4 – 51.7 2413 – 4136 40 – 80 0.16 – 135 – – 10.

Aplikasi PVC .

.

yang juga merupakan bahan baku untuk poly(vinyl butyral) and poly(vinyl formal). atau ethyl acrylate digunakn untuk membuat emulsi yang lebih lembut. vinyl stearate. . • Cat emulsi bersifat stabil. 2ethylhexyl acrylate. • Copolymer dengan dibutyl fumarate.• Poly(vinyl acetate) latex digunakan untuk bahan waterbased emulsion paints. • Penggunaan utama poly(vinyl acetate) adalah untuk pembuatan poly(vinyl alcohol). dan textile dan paper treatments. dan murah. dan lem putih. • PVAC emulsion adhesives digunakan untuk labeling dan packaging. cepat kering. adesive.

.Vinyl alcohol bersifat tak stabil dan merupakan isomer dari acetaldehyde. katalis basa biasanya lebih cepat. Reaksi dilakukan dengan adanya katalis asam/basa. Poly(vinyl alcohol) dibuat dengan alkoholisis terhadap poly(vinyl acetate) dengan metanol atau etanol.

Untuk treatment terhadap tekstil dan kertas. digunakan sebagai pengganti kapas. formaldehyde-modified poly(vinyl alcohol) fibers. tahan abrasi. . dan wetstrength adhesives. 2. Sebagai bahan pembantu polimerisasi. 3. 4.Aplikasi 1. mudah dicuci dan mudah kering. seperti bahan pengental dan penstabil dalam polimerisasi emulsi bahan kosmetik. Dengan kemampuan absorpsi air yang besar dan terasa seperti kapas. fiber vinal atau vinylon. Fiber PVAL ini memiliki stabilitas dimensi yang baik.

• PMMA bersifat keras. batang. lembaran. transparan. • Diproduksi dalam bentuk pellet. tak berwarna. sirup. . dan tube.

Aplikasi PMMA .

• Poly(methyl acrylate) : untuk modifikasi terhadap fiber • Poly(ethyl acrylate) : untuk modifikasi terhadap fiber dan coating • Poly(butyl acrylate) dan poly(2-ethylhexyl acrylate) : untuk bahan cat dan lem.Aplikasi • Polyacrylates : untuk pressure-sensitive adhesives. .

Functional Comonomers Used with Acrylates .

• Oleh karena itu PAN tidak dapat digunakan sendirian sebagai bahan termoplastik. • Pada kondisi pemrosesan.• Polyacrylonitrile hanya sedikit melunak pada kondisi di bawah temperatur dekomposisinya. PAN mengalami siklisisasi: .

karpet. dan nitrile–butadiene rubber (NBR). • Contoh aplikasi acrylic fiber meliputi kain untuk pesawat/ kapal/mobil. acrylonitrile–butadiene– styrene terpolymer (ABS). bulu sintetis.• acrylonitrile yang di-copolimerisasi dengan monomer lain banyak digunakan sebagai bahan termoplastik dan elastomer. sehingga acrylic fiber sangat kuat. selimut. • Keberadaan gugus nitrile (–CN) yang sangat polar menyebabkan adanya ikatan hidrogen yang kuat. • Contoh: styrene–acrylonitrile (SAN). . baju. • Acryclic fiber lebih awet daripada katun. gorden. dan permadani. dan dapat digunakan sebagai pengganti wool.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful