Contoh Kasus
Tryas Anggraini (20 tahun) mahasiswa salah satu PTS di kota Medan sudah 2 tahun terakhir ini menggunakan shabushabu. Sebelum menggunakan shabu-shabu, klien mengkonsumsi ectasy. Keluarga sudah 2 kali membawa Tryas anggraini ke panti rehabilitasi untuk mendapat pengobatan. Biasanya setelah menjalani rehabilitasi klien berhenti menggunakan shabu-shabu. Akan tetapi waktunya tidak lama, paling lama 6 bulan. Ini kali ketiga klien dirawat di panti rehabilitasi. Klien mengatakan sudah berusaha untuk menghentikan kebiasaan mengkonsumsi shabu-shabu. Tetapi keinginan itu tidak bertahan lama karena dia sering ketemu dan berkumpul bersama teman-teman pemakai NAPZA. Klien sulit untuk menolak ajakan teman-temannya.

• Hari : • Tanggal : • Jam : Rabu 23 Februari 2012 10.00 WIB .

Veteran Dalam No:14 081334478777 .DATA SUBJEKTIF Biodata • Nama Istri • Usia • Agama • Suku • Pendidikan • Pekerjaan • Penghasilan • Alamat Malang • Telepon : : : : : : : : : Tryas Anggraini 20 tahun Islam Jawa S1 Mahasiswi Jl.

Lanjutan……… • Kunjungan ke : 4 (empat) • Alasan : Ingin berhenti mengkonsumsi sabu-sabu Riwayat Menstruasi • HPHT : 30 Desember 2011 • Lama haid : 7 hari • Siklus haid : Teratur • Keputihan : - .

2 ºC : 95 X / mnt. :: Wajah pucat : Apatis : Sempoyongan .Pemeriksaan Fisik Tanda-Tanda Vital • TD • Suhu • Nadi • Pernafasan • Keadaan Umum • Kesadaran • Cara berjalan : 100 / 70 mmHg : 36.

wajah pucat :Simetris. dan tidak bau :tidak ada oedema.• • • • Keadaan Emosional Berat Badan Tinggi Badan Kepala • Muka • Mata • Hidung • Bibir : Labil : 50 Kg : 158 cm : Rambut berwarna merah karena di cat. tidak ada benda asing. tidak bengkak. tidak ada cloasma gravidarum. simetris. konjungtiva berwarna pucat.tidak ada perdarahan.kering. :Septum simetris. tidak ada pembesaran pada polip :warna coklat. sclera tidak ikterus. tidak ada secret.dan tidak bengkak .

tidak ada perdarahan. gigi lubang dan tambal • Lidah : Warna merah muda.tidak edema • Gigi : Tidak terdapat caries gigi.tidak ada nyeri telan • Telinga : Telinga simetris. kotor. tidak ada epulis. tidak ada secret.tidak ada cairan yang keluar . tidak radang.• Rongga mulut • Gusi : Tidak ada stomatitis : Warna merah muda. fisura • Kerongkongan : Tidak ada pembesaran pada tonsil.

tidak ada benjolan.• Leher : Leher simetris . tidak terdapat massa abnormal. tidak ada strie. peristaltic usus 23.terdapat suara wheezing • Payudara : Simetris. • Dada : Bentuk dada simetris. tidak ada pembesaran kelenjar limfe. • Ketiak : Bersih. tidak mengalami usus buntu . tidak ada bendungan pada vena jugularis. • Abdomen : Tidak ada bendungan vena pada abdomen. terdapat retraksi antar dinding dada.tidak ada pembesaran hepar.tidak ada pembesaran kelenjar tiroid.

tidak ada fistula.• Punggung • • • • : Punggung simetris. reflek baik Ekstremitas bawah : Kuku bersih. berwarna merah muda. kaki sebelah kanan terdapat varises Gnetal : Tidak ada condiloma. turgor kulit baik. tidak ada kelainan pada spina. tidak ada benjolan pada kelenjar bartolini. tidak ada pengeluaran secret. turgor kulit baik.tidak ada edema. . tidak bau. tidak ada pembesaran pada kelenjar limfe inguinal Anus : Anus bersih. tidak ada edema. Tidak ada hemoroid. reflek baik. tidak ada kelainan pada ginjal Ekstremitas atas : Kuku bersih. berwarna merah muda.

Sehingga pasien belum mampu mengatasi keinginannya menggunakan zat tersebut. .Pasien juga mendapat pengaruh dari teman-temannya. TINDAKAN SEGERA Memberikan asuhan kepada pasien maupun keluarga mengenai dampak-dampak apa saja yang ditimbulkan akibat penggunaan narkoba. Mengajak pasien untuk berkonsultasi dengan tokoh agama agar tidak mudah terpengaruh lingkungan sekitar. Namun. Memberikan asuhan kepada pasien agar tidak terpengaruh oleh ajakan teman-temannya.DIAGNOSIS / MASALAH Pasien mencoba untuk melepaskan diri dari narkoba. lingkungan sekitar tidak mendukung hal tersebut.

menurunnya selera makan.pusing • Tujuan : Memberikan asuhan pada pasien agar mampu untuk hidup teratur.lelah. Data yang ditemukan pada klien yang menggunakan Shabu-shabu dan ekstasi antara lain : nyeri.PERENCANAAN Memberikan asuhan pada aspek-aspek sebagai berikut: – Fisik • Secara keseluruhan. . gangguan pola tidur. efek masing-masing golongan NAPZA pada fungsi fisiologis memiliki banyak kesamaan.

curiga dan tidak berdaya. • Tujuan : Memberi asuhan pada pasien agar dapat mengontrol dan mengendalikan emosinya . Dengan tambahan gejala-gejala emosional yang terdapat pada masingmasing NAPZA.– Emosional • Perasaan gelisah (takut diketahui). Potensial mengalami gangguan mental dan perilaku. tidak percaya diri.

– Sosial • Lingkungan sosial yang biasa akrab dengan klien adalah teman pengguna zat. perasaan ragu untuk berhenti. pengguna zat di lingkungan sekolah atau kampus. • Tujuan : Memberi asuhan pada pasien agar mampu berkonsentrasi dan meningkatkan daya pikir ke hal-hal positif. anggota keluarga lain. aktivitas sekolah atau kuliah yang menurun sampai berhenti. • Tujuan: Memberi asuhan pada pasien agar dapat menolak ajakan teman – Intelektual • Pikiran yang selalu ingin menggunakan zat adiktif. .

mencuri. pelaksanaan nilai-nilai kebaikan.– Spiritual • Kegiatan keagamaan kurang atau tidak ada.. komunikasi dan pola asuh tidak efektif. penghamburan dan pengurasan ekonomi keluarga oleh klien. – Keluarga • Ketakutan akan perilaku klien. nilai-nilai kebaikan ditinggalkan karena perubahan perilaku mis. . • Tujuan : Memberi asuhan pada pasien agar mampu meningkatkan ibadah. berbohong. dukungan moril terhadap klien tidak terpenuhi • Tujuan : Memberi asuhan pada keluarga agar mampu merawat klien sampai akhirnya mampu mengantisipasi terjadinya kekambuhan (relapse). malu pada masyarakat.

dengan dua cara yaitu: Detoksifikasi tanpa subsitusi Klien ketergantungan putau (heroin) yang berhenti menggunakan zat yang mengalami gajala putus zat tidak diberi obat untuk menghilangkan gejala putus zat tersebut. Detoksifikasi adalah upaya untuk mengurangi atau menghentikan gejala putus zat.Terapi pengobatan Terapi pengobatan bagi pasien misalnya dengan detoksifikasi. . Klien hanya dibiarkan saja sampai gejala putus zat tersebut berhenti sendiri.

misalnya diazepam. dan metadon. rasa mual. misalnya obat penghilang rasa nyeri. dan obat tidur atau sesuai dengan gejala yang ditimbulkan akibat putus zat tersebut. Selama pemberian substitusi dapat juga diberikan obat yang menghilangkan gejala simptomatik. Substitusi bagi pengguna sedatif-hipnotik dan alkohol dapat dari jenis anti ansietas.Detoksifikasi dengan substitusi Putau atau heroin dapat disubstitusi dengan memberikan jenis opiat misalnya kodein. Pemberian substitusi adalah dengan cara penurunan dosis secara bertahap sampai berhenti sama sekali. . bufremorfin.

psikologis. sosial dan religi agar pengguna NAPZA yang menderita sindroma ketergantungan dapat mencapai kemampuan fungsional seoptimal mungkin. .Rehabilitasi • Rehabilitasi adalah upaya kesehatan yang dilakukan secara utuh dan terpadu melalui pendekatan non medis.

4. 3. 2. Bekerja sama dengan tenaga kesehatan lainnya untuk memberikan terapi pengobatan yaitu Detoksifikasi Menyarankan pasien untuk melakukan rehabilitasi . Memberi asuhan pada pasien agar mampu meningkatkan ibadah. 6. PELAKSANAAN 1. pelaksanaan nilai-nilai kebaikan Memberi asuhan pada keluarga agar mampu merawat klien sampai akhirnya mampu mengantisipasi terjadinya kekambuhan (relapse). 7. 8.VI. 5. Memberikan asuhan pada pasien agar mampu untuk hidup teratur Memberi asuhan pada pasien agar dapat mengontrol dan mengendalikan emosinya Memberi asuhan pada pasien agar dapat menolak ajakan teman Memberi asuhan pada pasien agar mampu berkonsentrasi dan meningkatkan daya pikir ke hal-hal positif.

Klien mampu mengontrol kemampuan keinginan menggunakan NAPZA kembali 4.VII. EVALUASI 1. Klien dapat menyelesaikan masalahnya dengan koping yang adaptif 5. Klien dapat menerapkan cara hidup yang sehat 6. Klien mengetahui dampak NAPZA 2. Klien mampu melakukan cara meningkatkan motivasi untuk berhenti menggunakan NAPZA 3. Klien mematuhi program pengobatan .

Evaluasi yang diharapkan dari keluarga adalah sebagai berikut: 1. Keluarga berpartisipasi dalam merawat klien 5. Keluarga memberikan motivasi pada klien untuk sembuh 6. Keluarga mengawasi klien dalam minum obat . Keluarga mengetahui tahapan proses penyembuhan klien 4. Keluarga mengetahui tentang NAPZA 3. Keluarga mengetahui masalah yang dialami klien 2.

Wassalamualikum…… Thanks for your antention .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful