MENCIPTAKAN PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN Oleh : Muhammad Abduh

Abstrak Banyak faktor yang menyebabkan ketidakmampuan siswa dalam menyerap pelajaran yang diberikan guru diantaranya bermula dari proses pembelajaran yang tidak menarik dan membosankan. Sebagai akibatnya siswa menjadi malas dan tidak tertarik terhadap materi yang disampaikan. Oleh karena itu penting bagi guru untuk mengaplikasikan kegiatan pembelajaran yang menarik di kelas misalnya dengan cara menyapa siswa dengan ramah dan bersemangat, menciptakan suasana rileks, memotivasi siswa, dan menggunakan metode pembelajaran yang variatif. Key words : pembelajaran, menyenangkan

A. Pendahuluan Kesan yang selama ini terjadi bahwa siswa sering menjadi objek yang dipersalahkan ketika tidak mampu menyerap pelajaran. Sehingga berbagai predikat pun selalu diberikan kepada siswa misalnya pemalas, tidak memperhatikan pejelasan guru, nakal, bodoh, dan lain-lain. Padahal boleh jadi penyebab ketidakmampuan siswa dalam menyerap pelajaran yang diberikan bermula dari proses pembelajaran yang tidak menarik dan membosankan. Sebagai akibatnya siswa menjadi malas dan tidak tertarik terhadap materi yang disampaikan. Sebuah pernyataan yang patut menjadi renungan bagi para guru adalah apa yang diungkapkan oleh Andi Wira Gunawan dalam buku “Genius Learning Strategy”, bahwa sesungguhnya tidak ada mata pelajaran yang membosankan, yang ada adalah guru yang membosankan, suasana belajar yang membosankan. Hal ini terjadi karena proses belajar berlangsung secara monoton dan merupakan proses perulangan dari itu ke itu juga tiada variasi. Proses belajar hanya merupakan proses penyampaian informasi satu arah, siswa terkesan pasif menerima materi pelajaran.(hhtp//www.hendryrisjawan.com) Beranjak dari hal tersebut, sudah saatnya guru untuk merubah paradigma mengajar yang masih bersifat teacher-centred menjadi stundent-centred yang menyenangkan. Apa lagi hal tersebut memang sudah diamanatkan Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang sisdiknas dan Peraturan Pemerintah No.19 tentang standar pendidikan nasional. Undang-undang No. 20

Hal ini mungkin disebabkan keterbatasan waktu bagi guru untuk membaca literatur tersebut karena umumnya tebal dan lebih bersifat teoritis. hlm. memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif. Sumber belajar.19 pasal 19 ayat 1 berbunyi “proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. 1990. dan kemandirian sesuai dengan bakat. menyenangkan. Sementara Peraturan Pemerintah No.pasal 40 ayat 2 berbunyi “guru dan tenaga kependidikan berkewajiban menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. Sedangkan menurut Arief. Aktivitas mengajar berkaitan dengan apa yang dilakukan oleh guru dan aktivitas belajar berkaitan dengan siswa. Proses yang direncanakan guru.. dan siswa yang belajar.S Sadiman pembelajaran adalah proses penyampaian pesan dari sumber pesan ke penerima pesan melalui saluran atau media tertentu (Arief S. inspiratif. kreativitas. dan dialogis”. Namun masih sedikit para guru yang tertarik untuk menggunakannya. menyenangkan. dinamis. B. serta psikologi siswa” Sebenarnya sudah banyak literatur yang membahas tentang pembelajaran menyenangkan yang diistilahkan dengan kata PAKEM atau PAIKEM yang dapat digunakan oleh para guru. memberikan ruang gerak yang cukup bagi prakarsa. kontekstual teaching. . Sementara Achjar Chalil mendefiniskan pembelajaran sebagai proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran yang Menyenangkan Istilah pembelajaran mengacu pada dua aktivitas yaitu mengajar dan belajar. dkk. Hal ini seperti yang diungkap oleh Munib Chatib bahwa pembelajaran adalah proses transfer ilmu dua arah. 2. kreatif. 3. 11) Dari ketiga definisi tersebut dapat dipahami bahwa dalam pembelajaran memuat tiga unsur penting yaitu : 1. dan active learning. menantang. minat dan perkembangan fisik. Sadiman. Artikel ini mudah-mudahan dapat menjadi solusi yang dapat digunakan para guru untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. antara guru sebagai pemberi informasi dan siswa sebagai penerima informasi. Demikian pula beberapa pendekatan untuk mendukung PAKEM seperti quantum teaching.

jenuh/bosan. Menurut hasil penelitian. baik guru maupun siswa dalam melakukan proses pembelajaran. yaitu apabila sesuatu dipelajari sungguh-sungguh (dimana perhatian yang tinggi dari seorang tercurah) maka struktur system syaraf kimiawi seseorang berubah. tanpa ada perasaan terpaksa atau tertekan. M. perasaan terancam.Dalam konteks pembelajaran menyenangkan. bahkan dalam hal tertentu tidak menutup kemungkinan guru belajar dari siswanya. Pembelajaran menyenangkan adalah adanya pola hubungan baik antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran. menarik. siswa lebih diarahkan untuk memiliki motivasi tinggi dalam belajar dengan menciptakan situasi yang menyenangkan dan mengembirakan. perhatian peserta didik tercurah. 24) C. bangkitnya minat belajar. hlm.Pd. pembelajaran tidak menarik siswa.Rusman. aman. perasaan menakutkan. bersemangat. Pembelajaran efektif adalah apabila terciptanya suasana yang menimbulkan konsentrasi belajar siswa.Pd dan Drs. Menurut Mulyasa. Dalam hal ini perlu diciptakan suasana yang demokratis dan tidak ada beban. perasaan gembira. konsentrasi yang tinggi meningkatkan hasil belajar. pembelajaran menyenangkan (joyfull instruction) merupakan suatu proses pembelajaran yang didalamnya terdapat suatu kohesi yang kuat antara guru dan siswa. tidak bersemangat. merasa tidak berdaya. Indrawati. (DR. 2011. Guru memosisikan diri sebagai mitra belajar siswa. bebas dari tekanan. Di dalam diri seseorang . konsentrasi tinggi. Urgensi Pembelajaran yang Menyenangkan Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah. Sementara sebaliknya pembelajaran menjadi tidak menyenangkan apabila suasana tertekan. adanya keterlibatan penuh. Ini berarti bahwa keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung pada bagaimana proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif.(Dra. malas/tidak berminat. suasana pembelajaran monoton. lingkungan belajar yang menarik.326) Pembelajaran dikatakan menyenangkan apabila di dalamnya terdapat suasana yang rileks. pembelajaran merupakan aktivitas yang paling utama. Wawan Setiawan. 2009. hlm. M. Dalam penelitian mengenai otak dan pembelajaran menungkapkan fakta yang mengejutkan.

Selama ini sebagian guru atau sekolah masih terperangkap dalam tradisi yang mengukung kreatifitas siswa.tercipta hal-hal baru seperti jaringan syaraf baru. emosional dan mental dalam proses belajar. Oleh karena itu pengaturan lingkungan belajar sangat diperlukan agar anak mampu melakukan kontrol terhadap pemenuhan kebutuhan emosionalnya. Lingkungan belajar yang demokratis memberi kebebasan kepada anak untuk melakukan pilihan-pilihan tindakan belajar dan akan mendorong anak untuk terlibat secara fisik. Asri Budiningsih. 7). D. dan akan selalu menyembunyikan ketidakmampuannya. C. 7) Demikian pula sebaliknya.Pd dan Drs. dimana ketua kelas memberikan aba-aba dengan kata-kata DUDUK YANG RAPIH. TANGAN DI MEJA. Indrawati. 2009. Anak-anak demikian tidak akan mengalami growth in learning. 2005. hlm. dan tidak ngobrol. MULUT DIKUNCI. Para guru merasa sukses mengajar jika para siswanya memperhatikan dengan seksama penjelasan sang guru. hlm. Banyaknya aturan yang sering kali dibuat oleh pengajar dan harus ditaati oleh anak akan menyebabkan anak selalu diliputi rasa takut. asosiasi baru. C. melainkan cara-cara untuk mempertahankan diri mengatasi rasa takut. Memang sepintas kebiasaan tersebut terlihat baik karena suasana kelas menjadi hening dan tidak gaduh. prakarsa anak untuk belajar akan mati bila kepadanya dihadapkan pada berbagai macam aturan yang tak ada kaitannya dengan belajar. Seperti kebiasaan yang selalu dilakukan oleh suatu sekolah ketika guru masuk kelas. sehingga akan dapat memunculkan kegiatan-kegiatan yang kreatif-produktif. 2005. M. hlm. Menciptakan Pembelajaran yang Menyenangkan Dalam rangka menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Anak akan mengembangkan pertahanan diri (defence mechanism). dan koneksi baru. Lebih jauh lagi. beberapa hal yang harus dilakukan oleh guru antara lain : 1. (DR. serius.(DR. sehingga yang dipelajari bukanlah pesan-pesan pembelajaran. Wawan Setiawan. Apa yang terjadi bila anak selalu dikuasai oleh rasa takut. Siswa menjadi takut dan lebih banyak menerima dari guru ketimbang aktif mencari. 22) Tentu saja konsentrasi yang tinggi tidak akan terwujud jika kondisi kelas tidak nyaman. Asri budiningsih. anak akan kehilangan kebebasan berbuat dan melakukan control diri. tetapi suasana tersebut mempengaruhi keleluasaan siswa dalam berekspresi dan mengemukakan pendapat. jalur elektris baru. Menyapa siswa dengan ramah dan bersemangat .(Dra.

Selain itu. katakan kepada siswa jika jawabannya salah katakan “KAN LAGI BELAJAR”. misalnya berupa stimulus model pembelajaran yang menarik memungkinkan respon yang baik dari diri peserta didik yang akan belajar. Peserta didik yang antusias dalam proses pembelajaran memiliki kecenderungan berhasil lebih besar dibanding mereka yang mengikuti proses dengan terpaksa atau asal-asalan. tetapi bisa saja karena rangsangan dari luar. hingga termotivasi untuk belajar. maka kesalahan adalah suatu yang lumrah dan tidak berdosa. menarik. Menciptakan suasana rileks Ciptakanlah lingkungan yang releks. maka proses pembelajaran akan lebih hidup dan menggairahkan. tentu saja suasana kelas menjadi menegangkan dan menakutkan. Memotivasi siswa Motivasi adalah sebuah konsep utama dalam banyak teori pembelajaran. kalian adalah anak-anak bapak atau/ibu yang hebat”. Adanya dorongan dalam diri individu untuk belajar bukan hanya tumbuh dari dirinya secara langsung. maka tujuan belajar akan lebih mudah dicapai. dan lain-lain. Motivasi ini sangatlah dikaitkan dengan dorongan. penampilan kusut. akan berubah menjadi sebuah motivasi yang tumbuh dalam dirinya. 2. Oleh karena itu aturlah posisi tempat duduk secara berkala sesuai keinginan siswa. ciptakanlah suasana kelas dimana siswa tidak takut melakukan kesalahan. tidak senyum. dan umpan balik/penguatan. Oleh karena itu selalu awali kegiatan pembelajaran dengan memberikan sapaan hangat kepada siswa. perhatian. Apabila dalam diri peserta didik telah tumbuh respon. Untuk menanamkan keberanian kepada siswa dalam mengemukakan pendapat atau menjawab pertanyaan. Kita dapat bayangkan jika seorang guru ketika memulai pembelajaran dengan raut muka ruwet. yaitu dengan menciptakan lingkungan yang nyaman. . Respon yang baik tersebut. lingkaran.Menciptakan awal yang berkesan adalah penting karena akan mempengaruhi proses selanjutnya. Bisa memakai format U. dan memikat. misalnya “anak-anak senang bertemu kalian hari ini. sehingga ia merasa terdorong untuk mengikuti proses pembelajaran dengan penuh perhatian dan antusias. 3. Karena sapaan hangat dan raut wajah cerah memantulkan energy positif yang dapat mempegaruhi semangat para siswa. Jika awalnya baik. Cevron. kecemasan. Karena sedang belajar.

Menggunakan ice breaking . Dan digunakan secara berulang-ulang sehingga kata-kata tersebut menghujam ke hatinya sehingga melahirkan sikap yang positif sesuai dengan kata-kata afirmasi itu sendiri.Kebanyakan pendidik mengajar hanya untuk mengejar target tanpa memperdulikan pemahaman peserta didik. 4. pertengahan. Semakin tinggi motivasi yang didapat siswa maka semakin tinggi pula keberhasilan yang akan dicapai. Padahal belajar adalah suatu bentuk aktivitas manusia yang memerlukan adanya motivasi untuk mencapai tujuan. Banyak cara dalam memberikan motivasi kepada siswa antara lain dengan membuat yel-yel berupa kata-kata afirmasi seperti dialog dibawah ini : Guru : Apa Kabar ? Siswa : Kabar baik ! Guru : Apakah kalian suka belajar ? Siswa : ya kami suka ! Guru : seberapa suka ? Siswa : sangat suka ! Guru : untuk apa kalian belajar ? Siswa : agar pintar ! Guru : seberapa pintar ? Siswa : sangat pintar ! Guru dapat membuat kata-kata afirmasi sendiri yang disesuaikan dengan harapan yang dinginkan dari kata-kata tersebut. Misalnya guru ingin agar siswa memperlakukan guru dengan hormat dapat membiasakan kalimat ini bagi siswa : Guru : apakah kalian murid yang baik ? Siswa : ya kami murid yang baik ! Guru : bagaimana kalian memperlakukan guru ? Siswa : dengan hormat Guru : seberapa hormat ? Siswa : sangat hormat ! Kata-kata afirmasi tersebut dapat digunakan pada awal pemebelajaran. dan penutupan.

dan games. Setiap siswa menuliskan sebuah pertanyaan pada selembar kertas tentang materi pokok yang telah atau sedang dipelajari. Paling tidak ada 4 gaya belajar siswa seperti yang diungkapkan Howard Gardner yaitu Auditory. dan gaya belajar yang berbeda-beda. Diupayakan kertas yang dikembalikan tersebut tidak kembali kepada yang membuat pertanyaan semula. Hal ini perlu dilakukan oleh guru karena berdasarkan hasil penelitian. Suasana yang dimaksud adalah kaku. Guru perlu menyadari bahwa siswa dalam satu kelas memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Reading dan Kinesthetic. Pertanyaan tersebut dikumpulkan dan diacak kemudian dibagikan kembali kepada siswa. rata-rata setiap orang untuk dapat berkonsentrasi pada satu focus tertentu hanyalah sekitar 15 menit. M. menyanyi. Untuk mendukung hal tersebut beberapa metode praktis (Ismail SM. Setelah itu konsentrasi seseorang sudah tidak lagi dapat memusatkan perhatian (focus). Visual. 5. dingin.Ag. 2008. gerak anggota badan. Icebreaking berguna untuk menaikkan kembali derajat perhatian peserta pelatihan (training). b. Menggunakan metode yang variatif Individu adalah makhluk yang unik memiliki kecenderungan. hlm. kecerdasan. untuk mengakomodir semua siswa belajar dengan latar belakang yang berbeda tersebut guru dapat menggunakan metode yang bervariasi.Dalam pelajaran terkadang kita melihat timbulnya suasana yang kurang mendukung hingga menyebabkan tidak tercapainya tujuan dari pembelajaran. Kemudian siswa diminta untuk membacakan pertanyaan yang ada padanya dan menjawabnya sesuai dengan kemampuannya selanjutnya diberikan kesempatan kepada siswa yang lain untuk menambahkan jawabannya. gerak dan lagu. tepuk tangan. atau beku sehingga pembelajaran saat itu menjadi kurang nyaman. Seorang guru harus peka ketika melihat gejala yang menunjukkan bahwa siswa sudah tidak dapat konsentrasi lagi dengan melakukan ice breaking agar siswa menjadi segar dan konsentrasi kembali. Every one is a teacher here Dalam metode ini setiap siswa sebagai guru. Ice breaking bisa berupa yel-yel. 74-88) yang dapat diterapkan antara lain : a. Setiap siswa diminta memikirkan jawabannya masing-masing . The Power of two and four Guru menetapkan satu masalah atau pertanyaan terkait dengan materi yang telah atau sedang dipelejari. Oleh karena itu.

E. Guru kemudian mengecek apakah ada siswa yang salah masuk kelompok atau salah dalam mengurutkan rinciannya. dan menyapa peserta dengan hangat dan antusias. menciptakan suasana yang rileks. Setiap kelompok kembali mendiskusikan persoalan yang sama. . metode yang bervariasi. d. Penutup Para guru hendaknya menyadari bahwa pembelajaran yang menyenangkan dapat meningkatkan keberhasilan dalam proses pembelajaran. memotivasi siswa. Reading aloud Guru memilih sebuah teks yang menarik sesuai dengan topik pembelajaran yang dibagi dalam potongan-potongan kertas untuk dibaca dengan keras oleh siswa secara bergantian. Perintahkan kepada siswa untuk bergerak mencari kartu induknya. atau memberikan contoh-contoh. kemudian guru memunculkan beberapa pertanyaan. siswa secara otomatis akan membuat kelompok sesuai dengan topic atau kartu induknya dan menyusun rincian sesuai dengan urutannya masing-masing. siswa diminta untuk membuat kelompok dimana masingmasing kelompok terdiri dari 4 orang. Isi kartu terdiri dari kartu induk (topic utama) dan kartu rincian. Card sort Dalam metode ini. c. Setelah berdiskusi dengan pasangannya masing-masing. guru menghentikan di beberapa tempat untuk menekankan poin-poin tertentu. Setelah ketemu kartu induknya. Beberapa cara yang dapat dipakai guru untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan antara lain dengan menambahkan ice bereaking dalam proses pembelajaran. guru hendaknya dapat menciptakan suasana yang menyenangkan dalam setiap proses pembelajaran. Oleh karena itu. tetapi juga sebagai fasilitator dan motivator bagi peserta didik. Ketika bacaan-bacaan tersebut berjalan. Guru dapat membuat diskusi-diskusi singkat jika para siswa menunjukan minat dalam bagian tertentu. Dalam konteks pembelajaran menyenangkan guru dituntut tidak hanya memerankan diri sebagai pengajar atau pendidik.kemudian mencari pasangan untuk mendiskusikannya. guru menyiapkan kartu berisi tentang materi pokok yang telah atau sedang dipelajari. Seluruh kartu diacak kemudian dibagikan kepada setiap siswa.

dan Menyenangkan. Media Pendidikan : Pengertian. Ismail SM. M. Modul Pembelajaran Aktif. Diterbitkan oleh PPPPTKIPA. Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis Paikem. M.DAFTAR PUSTAKA Arief S.. Kreatif. C.Ag. Belajar dan Pembelajaran. Efektif. hhtp//www.com Indrawati. Sadiman. Model-Model Pembelajaran. dan Pemanfaatannya. Rusman.Pd. 2008. 2011. Jakarta Asri Budiningsih. Semarang : Rasail Media Group. M. Jakarta : Rajawali Pers.. Rajawali. Bumik Aksara. .Pd dan Wawan Setiawan. 2005. Pengembangan. 1990. 2009. CV. Jakarta. dkk.hendryrisjawan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful