MATERI KULIAH

MATA KULIAH

BAHASA INDONESIA

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia 2013

i

KATA PENGANTAR Tahun 2013 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan merubah kurikulum mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Sesuai dengan Undang-Undang No 12 tahun 2012, bahwa perguruan tinggi memiliki otonomi dalam penyusunan kurikulum, namun pada pelaksanaannya diperlukan ramburambu yang sama agar dapat mencapai hasil yang optimal. Disamping itu, peserta didik di perguruan tinggi merupakan insan dewasa , sehingga dianggap sudah memiliki kesadaran dalam mengembangkan potensi diri untuk menjadi intelektual, ilmuwan, praktisi, dan atau professional. Sehubungan dengan itu, maka perubahan pada proses pembelajaran menjadi penting dan akan menciptakan iklim akademik yang akan meningkatkan kompetensi mahasiswa baik hardskills maupun softskills. Hal ini sesuai dengan tujuan Pendidikan Tinggi dalam UU No 12 tahun 12 yaitu menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, terampil, kompeten, dan berbudaya untuk kepentingan bangsa. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, seluruh mahasiswa harus mengikuti pembelajaran mata kuliah dasar umum yang dikenal dengan MKDU (general education). Sebagian dari MKDU telah dinyatakan dalam UU No 12 tahun 2012 sebagai mata kuliah wajib, yaitu Agama, Pancasila, Kewarganegaraan, dan Bahasa Indonesia. Dalam rangka menyempurnakan capaian pembelajaran, maka MKDU ditambah dengan bahasa Inggris, Kewirausahaan, dan mata kuliah yang mendorong pada pengembangan karakter lainnya, baik yang terintegrasi maupun individu. Mata Kuliah Bahasa Indonesia merupakan pelajaran yang mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, karena penguasaan atas bahasa Indonesia dapat dijadikan ukuran nasionalisme seseorang sebagai bangsa Indonesia. Selain itu, mata kuliah ini juga bertujuan untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam mengorganisir ide-ide atau konsepkonsep untuk dikomunikasikan kepada pihak lain sehingga terjalin interaksi antaride yang berkesinambungan dan menghasilkan proses transfer ilmu dan pengelolaan yang berjalan efektif. Pada tahun ini dihasilkan rencana pembelajaran secara rinci, beserta bahan ajar yang kami berharap dapat digunakan oleh kalangan dosen pengampu di perguruan tinggi. Penyusunan rencana pembelajaran dan bahan ajar ini didanai oleh Satker Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti tahun 2012. Bahan ini akan diunggah di web Dikti agar menjadi sumber belajar terbuka bagi semua. Kepada tim penulis kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi, waktu dan curahan pemikirannya untuk menuangkan buah pemikiran untuk memantapkan Mata Kuliah Bahasa Indonesia di perguruan tinggi. Penyempurnaan secara periodik akan tetap dilakukan, untuk ini kami mohon kepada para pengguna dapat memberikan masukan secara tertulis, baik langsung kepada penulis maupun kepada Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti. Semoga bahan ajar ini bermanfaat dan dapat digunakan sebaik-baiknya, Jakarta 10 Januari 2013 Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi

Djoko Santoso i

DAFTAR ISI
hal KATA PENGANTAR …………………………………………………………………. DAFTAR ISI……………………………………………………………………………. RANCANGAN PEMBELAJARAN …………………………………………………... Konsep Bahasa dan Fungsi Bahasa………………………………………………... A. Konsepsi Bahasa……………………………………………………………… B. Fungsi Bahasa ………………………………………………………………... i ii iii 1 1 2

Ragam dan Laras Bahasa……………………………………………………………. 5 1. Pendahuluan………………………………………………………………. 5

2. Ragam Bahasa………………………………………………………………… 6 3. Laras Bahasa………………………………………………………………….. 8

Penulisan Ejaan dan Tanda Baca…………………………………………………… 9 I. Konsepsi Ejaan………………………………………………………………... 9

II. Kaidah Penempatan Ejaan dalam Penulisan………………………………. 9 Kalimat dan Kalimat Efektif Dalam Penulisan……………………………………… 11

A. Pengertian Kalimat dan Kalimat Efektif……………………………………... 11 B. Persyaratan Kalimat Efektif…………………………………………………... 12 Paragraf atau Alinea Dalam Teks…………………………………………………… A. Pengertian Paragraf………………………………………………………….. B. Fungsi Paragraf……………………………………………………………….. C. Persyaratan Paragraf yang Baik dan Benar……………………………….. 21 21 22 23

D. Jenis-jenis Paragraf…………………………………………………………… 25 1. Jenis Tulisan…………………………………………………………………… 28 2. Ringkasan, Abstrak, dan Sintesis…………………………………………… 3. Kutipan dan Sistem Rujukan………………………………………………… 4. Daftar Pustaka………………………………………………………………… 5. Topik, Tujuan, Tesis, dan Kerangka Karangan……………………………. 36 38 41 43
ii

mahasiswa diharapkan mampu menulis dan berbicara dengan baik dalam bahasa Indonesia laras ilmiah. Nama Program Studi/ Jenjang 2. diskusi kelompok. Semester 4. Jumlah sks 5. serta mereproduksi teks-teks dari berbagai sumber. Mata Kuliah bahasa Indonesia ini diharapkan menjadikan mahasiswa memiliki keterampilan komunikasi yang tinggi dalam ranah keilmuan. Nama Mata Kuliah 3. kalimat.RANCANGAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH BAHASA INDONESIA INFORMASI UMUM 1. keterampilan ejaaan-tanda baca. evaluasi (kelompok dan mandiri). Didasari oleh penguasaan atas pengetahuan atas fungsi-fungsi bahasa serta ragam dan larasnya. paragraf. Metode Pembelajaran : Sarjana / S1 (Reguler) : Bahasa Indonesia : I/2 : 2 : ceramah interaktif. Mata Kuliah Prasyarat 7. dan jenis wacana. iii . pembahasan kasus. 6. Deskripsi Mata Kuliah : (tidak ada) : Keterampilan berbahasa Indonesia merupakan syarat mutlak bagi mahasiswa Indonesia agar mampu mengutarakan pikirannya kepada pihak lain secara efektif.

x x x iv . masyarakat serta cara 2. 1 Kompetensi Utama Meningkatkan kemampuan pemahaman atas fungsi bahasa Indonesia baik lisan maupun tulisan Meningkatkan kemampuan memahami ragam bahasa dan aneka laras bahasa Indonesia baik lisan maupun tulisan Kompetensi Penunjang Mahasiswa mampu memahami berbagai macam fungsi bahasa dan penekanannya Mahasiswa mampu Indikator Dapat menjawab dengan benar tes yang berisi bermacammacam fungsi bahasa dalam aneka teks. Meningkatkan kemampuan mahasiswa dlam menyampaikan pikirannya dalam bentuk kalimat. pikiran x x x 4 x x x 5 Meningkatkan kemampuan mahasiswa dlam menyampaikan pikirannya dalam Mahasiswa menghasilkan tulisan dalam bentuk paragraf secara benar. Mahasiswa mampu menulis dengan menggunakan ejaan dan tanda baca yang benar. Dapat menjawab dengan benar tes yang berisi membedakan bermacambermacammacam laras macam ragam dan ragam dan laras bahasa dalam aneka yang hidup di teks. menulis aneka ragam laras dan ragam bahasa Mahasiswa dapat menulis teks bahasa Indonesia dengan ejaan dan tanda baca yang benar Mahasiswa menghasilkan kalimat efektif bahasa Indonesia x x 3 Meningkatkan kemampuan keterampilan menulis dengan ejaan dan tanda baca yang benar. Komponen pembelajaran membaca menulis simulasi x x 2 1. Mahasiswa mampu menyampaikan perasaan dan pikiran dalam bentuk kalimat yang efektif. Mahasiswa mampu menyampaikan perasaan.KOMPETENSI DAN INDIKATOR KEBERHASILAN No . Mampu penggunaannya.

Meningkatkan kemampuan mahasiswa mengenai ciri dan perbedaan ringkasan. dan sintesis dengan benar. Mahasiswa mampu Membedakan jenis-jenis tulisan. Mahasiswa menghasilkan tulisan ilmiah yang di dalamnya terdpat kutipan dan rujukan yang benar. x x x 9 Mahasiswa 1. tujuan karangan. sintesis. abstrak. x x x 6 7 Meningkatkan pemahaman mahasiswa atas jenis tulisan dalam Bahasa Indonesia tulis dan dapat menerapkan dan menghasilkan jenis-jenis tulisan tersebut.bentuk paragraf. dan keinginan secara runtut dalam bentk paragraf. Mahasiswa menghasilkan jenis-jenis tulisan dengan benar. Mahasiswa dan mampu menghasilkan kerangka menyusun kararangan kerangka yang karangannya disusunnya secara sistematis. dan sintesis secara benar Mahasiswa menghasilkan ringkasan. secara sistematis. Meningkatkan kemampuan mahasisa dalam menyusun langkah-langkah penulisan ilmiah. x x x v . Mahasiswa menghasilkan mampu contoh topik merancang topik tulisan. dan cara menerapkannya dalam berbagai keperluan. x x x 8 Mahasiswa mampu membuat kutipan dan cara merujuk dalam karya ilmiah. dan tesisnya dan tesisnya dengan benar. Meningkatkan kemampuan mahasiswa mengenai konsep kutipan dan sistem rujukan serta cara menerapkannya dalam berbagai keperluan. Mahasiswa mampu Membedakan dan menulis ringkasan. dengan benar 2. abstrak. tujuan. abstrak.

Cara membuat abstrak 8 Kutipan dan Sistem Rujukan Kutipan 1. Fungsi Ekspresi diri 2. Pengertian kalimat efektif 2. Syarat paragraf 3. 5. 1 Pokok Bahasan Fungsi Bahasa Subpokok Bahasan 1. Fungsi tanda baca 1. Pengertian paragraf 2. Laras hukum d. Fungsi kontrol social 2 Laras dan Ragam Bahasa Ragam a. Jenis kalimat 1. Pengetian abstrak 2. Pola pengembangan paragraf 1. Fungsi Komunikasi 3. Laras iklan c. 3. 4. Laras sastra 3 4 Ejaan dan Tanda Baca Kalimat Efektif 1. Eksposisi Deskripsi Narasi Argumentasi Persuasi 5 Paragraf 6 Jenis Tulisan 7 Ringkasan dan Abstrak Ringkasan 1.BAHASAN DAN RUJUKAN No. Pengetian ringkasan 2. 3. Lisan Laras a. Laras ilmiah b. 4. Pengertian kutipan Fungsi kutipan Jenis kutipan Cara membuat kutipan vi . Tulis b. 2. Syarat kalimat efektif 3. 2. Jenis tanda baca 2. Cara meringkas Abstrak 1. Fungsi integrasi dan adaptasi diri 4.

Ende: Penerbit Nusa Indah. Winkler. Pedoman Menulis Daftar Pustaka. 2. Ridwan Sakura H. 2002. Tesis. 3. Sri-Edi. 1. Komposisi. 4. Pengertian tesis 2. Fungsi sintesis 3. 2. Mukayat D. dan Mc. 3. 4. 1989. Jakarta: Penerbit Erlangga. Anthony C. 9 Topik. 2. Penulisan Karangan Ilmiah. Catatan Kaki untuk Karya Ilmiah dan Terbitan Ilmiah. Tujuan. Jakarta: Akademika Pressindo Keraf. 1997. c. Ed. 2. Gorys.Sistem Rujukan 1. 1. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia. Writing the Research Paper: A Hanbook. Swasono. Brotowidjoyo. Arsjad Maidar G. 1989. New York: Hacourt Brace Javanovich Publishers vii . d.. b.Cuen Jo Ray. ke-3. sebuah PengantarKamahiran Bahasa. Caramem buat sintesis Daftar Rujukan Akhadiah. Sabarti. 3. 1990. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. dan Kerangka Karangan a. Pengertian rujukan Fungsi rujukan Jenis rujukan Syarat membuat rujukan Topik Pengertian topik Fungsi topik Cara menentukan topik Menguji topik Tujuan Pengertian tujuan Cara merancang tujuan Menguji tujuan Tesis Pengertian tesis Cara merancang tesis Menyusun Kerangka Karangan 10 Sintesis 1. 1.

LCD. internet Media Mampu memahami berbagai macam fungsi bahasa dan penekanannya Mampu membedakan bermacam-macam ragam dan laras bahasa yang hidup di masyarakat serta cara penggunaannya (laras ilmiah menjadi fokus di bagian ini) 50 2 Ragam dan Laras Bahasa 20 70 10 Papan Tulis.TAHAP PEMBELAJARAN Pertemuan Materi Kuliah Kompetensi Tahap Pembelajaran O (%) 1 Fungsi Bahasa L (%) 40 U (%) 10 Papan Tulis. 70 10 Papan Tulis. menulis dengan menggunakan ejaan dan tanda baca yang benar b. internet 6 dan 7 Paragraf 20 Mampu: a. internet 4 dan 5 Kalimat Efektif Mampu menyampaikan perasaan. LCD. LCD. LCD. internet viii . internet 3 Ejaan dan Tanda Baca 20 Mampu menulis dengan menggunakan ejaan dan tanda baca yang benar 60 20 Kamus Papan Tulis. pikiran dan keinginan secara runtut dengan ejaan dn tanda baca yang benar 20 70 10 Papan Tulis. LCD. menyampaikan perasaan.

pikiran dan keinginan secara runtut. internet 12 dan 13 Ringkasan. menulis makalah/karya 20 60 20 Papan Tulis. Abstrak. LCD. menulis makalah/karya ilmiah tanpa melanggar etika akademik 40 20 Papan Tulis. dan Sintesis 20 70 10 ix . Tujuan. berkomunikasi secara lisan dan tulisan dengan baik dan benar 100 8 9 UTS Kutipan dan Sistem Rujukan 40 Mampu: a. internet 10 Topik. jurnal. internet Jurnal. LCD. Papan Tulis. menyerap informasi dari berbagai media dengan tepat secara kritis b. menyerap informasi dari berbagai media dengan tepat secara kritis b.c. Tesis Mampu menulis makalah/karya ilmiah tanpa melanggar etika akademik Mampu: Mengenali dan menyerap informasi dari berbagai media dengan tepat secara kritis Mampu: a. majalah. LCD. internet 11 Jenis Tulisan 30 50 20 Koran. LCD. Papan Tulis.

ilmiah tanpa melanggar etika akademik 14 UAS 100 x .

00 1.70 2.70 3.00 3.70 1.00 0. Evaluasi Jenis Evaluasi Tes Individual: a.30 2.00 Catatan: Nilai minimal untuk lulus adalah 55 (C) xi .30 3. Tugas di kelas Tes Kecil Partisipasi dan Perhatian di kelas Ujian Tengah Semester Ujian Akhir Semester Total Instrumen Frekuensi 3 4 4 1 Bobot (%) 5 5 15 5 35 35 100 Eksaminasi Eksaminasi 1 1 14 2. Kriteria Penilaian Nilai Angka 85--100 80--84 75--79 70--74 65--69 60--64 55--59 50--54 40--49 0--40 Nilai Huruf A AB+ B BC+ C CD E Nilai Mutu 4.EVALUASI 1. Pekerjaan rumah b.00 2.

Fungsi tanda baca Tinjau ulang metode pemelajaran dan Information Literacy dalam pleno (30 menit) Tugas mandiri.a 1.a Tugas mandiri.a Buku Pengajara s. tugas kelompok Tugas mandiri. tugas kelompok Tugas Buku Pengajara n s. Laras Jurnalistik 1.d. Latihan bersama dalam kelas 2. internet. Jenis kalimat 1. Laras ilmiah 2. tugas kelompok Buku Pengajara n s. Fungsi Ekspresi diri 2.a xii . Laras iklan 4.a 4 Kalimat Efektif 5 Paragraf 1. Jenis tanda baca 2.a Tugas mandiri. Dalam kelompok.d.d.d. Lisan Laras 1. Pengertian kalimat efektif 2.d. Laras sastra 6. Pengertian paragraf 1. Latihan bersama dalam kelas 2. Laras ilmiah populer 3.a Buku Pengajara n s.d. Laras hukum 5. Bahasan bersama s. latihan menandai ciri-ciri laras ilmiah dalam teks s.d. tugas kelompok Buku Pengajara n Pengajar di kelas 1.a 1. Bahasan bersama s. Fungsi integrasi dan adaptasi diri 4. Latihan bersama dalam kelas menandai laras ilmiah dan bidang ilmu (peristilahan) dan menarik kesimpulan mengenai laras ilmiah 2. Tulis 2.d. Syarat kalimat efektif 3. Fungsi kontrol social Ragam 1. Kelas menandai bersama kalimat topik dalam s.MATRIKS KEGIATAN MATA KULIAH BAHASA INDONESIA Mingg u Pokok Bahasan dan Subpokok Bahasan Fungsi Bahasa Lingkup Subpokok Bahasan Bentuk Kegiatan/Metode dan Pembagian Waktu Teachin g Point Media Instruksi /Alat Bantu LCD. Fungsi Komunikasi 3. Laras biografi 7. lembar latihan Tugas Terstruktur Tugas Baca Penilaia n Instruktur /Pengajar 1 2 Laras dan Ragam Bahasa 3 Ejaan dan Tanda Baca 1.

d.d.a Tugas mandiri. Narasi 4. Syarat paragraf 3. paragraf dari paragraf pendek yang telah disiapkan Kelas menandai bersama unsur-unsur yang mempertahankan kepaduan paragraph UJIAN TENGAH SEMESTER (Materi uji 1 s. 5) Ceramah mengenai jenis s.d. Pengertian abstrak 2. Deskripsi 3.d. Ceramah 2. tugas kelompok n Tugas mandiri. Pola pengembangan paragraf 2. Fungsi kutipan 3. Membahas contoh 3. Mahasiswa membaca buku pengajaran secara individual (15 menit) 2. Fungsi rujukan 1. Argumentasi 5. Dosen memberikan penjelasan mengenai Tugas Mandiri Buku Pengajara n s. Cara membuat kutipan Sistem Rujukan 1. tugas kelompok Buku Pengajara n s.a tulisan Membahas contoh Tugas kelompok s. tugas kelompok Buku Pengajara n s.Mingg u Pokok Bahasan dan Subpokok Bahasan Lingkup Subpokok Bahasan Bentuk Kegiatan/Metode dan Pembagian Waktu Teachin g Point Media Instruksi /Alat Bantu Tugas Terstruktur Tugas Baca Penilaia n Instruktur /Pengajar 2. Persuasi Ringkasan 1.d. kelas menandai dan mengklasifikasi berbagai jenis catatan kaki (15 s. tugas kelompok Tugas mandiri. Pengertian rujukan 2. 2. 3. Eksposisi 2.a mandiri. Pengertian ringkasan 2.d. Kelas membaca bersama sebuah teks yang mengandung berbagai bentuk kutipan (15 menit) 3.a xiii . Jenis kutipan 4.a 1. Dari teks yang sama. 6 Jenis Tulisan 7 Ringkasan dan Abstrak 8 Kutipan dan Sistem Rujukan 1. Pengertian kutipan 2.d.a 1. Cara meringkas Abstrak 1. Cara membuat abstrak Kutipan 1.

Cara menyusun kerangka karangan Sintesis 1. Cara merancang tujuan 3. dan jenis pengembangan kerangka tulisan 5. Topik Tujuan.d. Kelas membaca bersama teks yang telah disiapkan dan menghitung jumlah paragraf. Mahasiswa membaca teks dalam buku pengajaran dan mencari topik. Tesis. Fungsi sintesis 3. Dalam kelompok. tugas kelompok Buku Pengajara n s. Cara menentukan topik 4.a Tugas mandiri. Pengertian tujuan 2. Menguji tujuan Tesis 1.a Tugas mandiri.a s. tugas kelompok Buku Pengajara n s. Menguji topik Tujuan 1. mencari kerangka tulisan dari teks yang telah disiapkan 1. Mahasiswa membaca buku pengajaran secara individual (15 menit) 2. Caramembuat sintesis menit) 1. Pengertian tesis 2. Pengertian tesis 2.a UJIAN AKHIR SEMESTER (Seluruh materi setelah materi UTS) xiv . Dalam kelompok. tujuan. Fungsi topik Karangan 3. Ceramah 2.Mingg u Pokok Bahasan dan Subpokok Bahasan Lingkup Subpokok Bahasan Bentuk Kegiatan/Metode dan Pembagian Waktu Teachin g Point Media Instruksi /Alat Bantu Tugas Terstruktur Tugas Baca Penilaia n Instruktur /Pengajar 9 10 3.d.d. dan tesis dari teks tersebut (15 menit) 3. Syarat membuat rujukan Topik. dan tesis sebuah teks (15 menit) 4. Pengertian topik dan Kerangka 2. tujuan.d. 1. latihan mencari topik. Dosen memberikan penjelasan mengenai Tugas Mandiri s. Cara merancang tesis Kerangka Karangan 1. Jenis rujukan 4. Membahas contoh 3.

Masing-masing kelompok harus membuat sebuah paragraf.Lampiran: Contoh Kegiatan Kelompok di Kelas MEMBUAT PARAGRAF Jenis Tugas Membuat Paragraf Kompetensi Mahasiswa memahami dengan baik struktur paragraf Mahasiswa dapat membuat paragraf dengan baik Mahasiswa dapat membandingkan paragraf yang baik dan paragraf yang buruk Metode Kerja kelompok Tahap Pemelajaran 1. Mahasiswa dibagi dalam kelompok (satu terdiri atas kelompok 5 s. Tiap mahasiswa dalam kelompok menyumbang sebuah kalimat sehingga akhirnya terbentuk sebuah paragraf Hasil Berbagai paragraf yang dapat didiskusikan bersama xv . 8 orang) 2.d. 3.

Konsepsi bahasa tersebut menunjukkan bahwa sistem lambang bunyi ujaran dan lambang tulisan digunakan untuk berkomunikasi dalam masyarakat dan lingkungan akademik. klausa.Konsep Bahasa dan Fungsi Bahasa A. sistem bahasa itu bersifat konvensional. (5) Sistem lambang itu (fonemis) tidak sama dengan sistem lambang bahasa lain seperti sistem lambang bahasa Jepang (Lambang hirakana atau silabis) 1 . Konsepsi Bahasa Sampai dengan abad XXI ini perkembangan ilmu dan teknologi menunjukkan bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional sangat berperan sebagai sarana komunikasi. Pada dasarnya interaksi dan macam kegiatan akademik tidak akan sempurna atau berjalan dengan baik dan benar. frasa. Bahasa yang baik dikembangkan oleh pemakainya berdasarkan kaidah-kaidahnya yang tertata dalam suatu sistem. (1) Sistem lambang yang bermakna dapat dipahami dengan baik oleh masyarakatnya. (2) Berdasarkan kesepakatan masyarakat pemakainya. Begitu pentingnya bahasa sebagai sebagai sarana komunikasi batasan atau pengertian BAHASA adalah sarana komunikasi antaranggota masyarakat dalam menyampaikan ide dan perasaan secara lisan atau tulis. bentukan kata. dan kalimat yan tidak terbatas dan sangat produktif. Kaidah bahasa dalam sistem tersebut mencakup beberapa hal berikut. Dalam bidang akademik bahasa Indonesia telah menunjukkan peranannya dalam berbagai disiplin ilmu melalui bentuk-bentuk tulisan ilmiah seperti makalah dan skripsi. (3) Lambang sebagai huruf (fonemis) bersifat manasuka atau kesepakatan pemakainya (arbitrer) (4) Sistemlambang yang terbatas itu (A—Z: 26 huruf) mampu menghasilkan kata.

Fungsi mengembangkan atau memengaruhi orang lain dengan baik dan menarik (fatik). Fungsi belajar mengamati dunia. Fungsi Bahasa Fungsi bahasa yang utama dan pertama sudah terlihat dalam konsepsi bahasa di atas. Unsur dalam sistem lambang tersebut menunjukkan bahwa bahasa itu bersifat unik. 2 .(6) Sistem lambang bahasa itu dibentuk berdasarkan aturan yang bersifat universal sehingga dapat sana dengan sistemlambang bahasa lain. yaitu fungsi komunikasi dalam bahasa berlaku bagi semua bahasa apapun dan dimanapun. 2. dan logis. pernyataan ekspresi diri. Fungsi tambahan itu adalah: 1. Fungsi mengembangkan kemungkinan kecerdasan ganda: 1) Fungsi pernyatan ekspresi diri Fungsi pertama ini. menyatakan sesuatu yang akan disampaikan oleh penulis atau pembicara sebagai eksistensi diri dengan maksud: a. fungsi ekspresi dalam bahasa 2. B. Fungsi lebih memahami orang lain. fungsi adaptasi dan integrasi dalam bahasa 4. Menunjukkan keberanian (convidence) penyampaikan ide. bidang ilmu di sekitar dengan cermat. 3. fungsi kontrol sosial (direktif dalam bahasa) Di samping fungsi-fungsi utama tersebut. fungsi komunikasi dalam bahasa 3. 5. khas. Gorys Keraf menambahkan beberapa fungsi lain sebagai pelengkap fungsi utama tersebut. Fungsi lebih mengenal kemampuan diri sendiri. Fungsi mengembangkan proses berpikir yang jelas. (Keraf. b. runtut. c. teratur. 4. ahli bahasa (linguis) bersepakat dengan fungsi-fungsi bahasa berikut: 1. Menarik perhatian orang lain (persuasif dan provokatif). Membebaskan diri dari semua tekanan dalam diri seperti emosi. 1994: 3-10) 6. Dalam berbagai literatur bahasa. d. Melatih diri untuk menyampaikan suatu ide dengan baik. dan dapat dipahami masyarakat. terarah.

Hal positif itu terlihat melalui kontribusi dan masukan yang positif. Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi. sehingga seseorang itu terlibat dalam komunikasi dan dapat saling memahami. Bahkan. penerus tradisi tau kebudayaan. dan penanam rasa keterlibatan (sense of belonging) pada masyarakat bahasanya.Fungsi ekspresi diri itu saling terkait dalam aktifitas dan interaktif keseharian individu. Maksudnya. remaja. bahasa mempunyai relasi dengan proses sosial suatu masyarakat seperti keahlian bicara. Dengan demikian. pengindentifikasi diri. Perilaku dan tindakan itu berkembang ke arah positif dalam masyarakat. 3 . bahasa itu merupakan suatu kekuatan yang berkorelasi dengan kekuatan orang lain dalam integritas sosial. Dengan kontrol sosial. kritikan yang tajam dapat berterima dengan hati yang lapang jika kata-kata dan sikap baik memberikan kesan yang tulus tanpa prasangka. 4) Fungsi kontrol sosial Kontrol sosial sebagai fungsi bahasa bermaksud memengaruhi perilaku dan tindakan orang dalam masyarakat.komunikasi tercapai dengan baik bila ekspresi berterima. yaitu komunikasi tidak akan sempurna jika ekspresi diri tidak diterima oleh orang lain. mahasiswa. Hal itu menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan sebagai sarana mampu menyatakan hidup bersama dalam suatu ikatan (masyarakat). Korelasi melalui bahasa itu memanfaatkan aturan-aturan bahasa yang disepakati sehingga manusia berhasil membaurkan diri dan menyesuaikan diri sebagai anggota suatu masyarakat. Oleh karena itu. dan dewasa. prosesnya berkembang dari masa anak-anak. Dengan kata lain. komunikasi tidak akan terwujud tanpa dimulai dengan ekspresi diri. 2) Fungsi Komunikasi Fungsi komunikasi merupakan fungsi bahasa yang kedua setelah fungsi ekspresi diri. 3) Fungsi integrasi dan adaptasi sosial Fungsi peningkatan (integrasi) dan penyesuaian (adaptasi) diri dalam suatu lingkungan merupakan kekhususan dalam bersosialisasi baik dalam lingkungan sendiri maupun dalam lingkungan baru. komunikasi berprasyarat pada ekspresi diri.

III. bahasa nasional. dan bahasa standar. bahasa negara. yaitu pemersatu suku. Keempat posisi bahasa Indonesia itu mempunyai fungsi masingmasing seperti berikut: I. Posisi Bahasa Indonesia diidentifikasikan menjadi bahasa persatuan. budaya. Fungsi bahasa persatuan adalah pemersatu suku bangsa. Fungsi membentuk karakter diri 8. dan 4. Fungsi Bahasa Nasional adalah fungsi jati diri Bangsa Indonesia bila berkomunikasi pada dunia luar Indonesia.7. antardaerah. Fungsi bahasa nasional ini dirinci atas bagian berikut: 1. Fungsi membangun dan mengembangkan profesi diri 9. 3. Fungsi sarana hubungan antarwarga. Fungsi bahsa sebagai bahasa resmi berkebudayaan dan ilmu teknologi (ILTEK) 4 . Fungsi bahasa negara adalah bahasa yang digunakan dalam administrasi negara untuk berbagai aktivitas dengan rincian berikut: 1. 2. fungsi bahasa dapat dikembangkan atau dipertegas lagi ke dalam kedudukan atau posisi bahasa Indonesia. Fungsi lambang kebanggaan kebangsaan Indonesia 2. rasa dan antar golongan (SARA) bagi suku bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke. agama. suku bangsa. 2005: 11-18) Masih banyak fungsi bahasa yang lain dalam bahasa Indonesia khususnya. Fungsi pemersatu lapisan masyarakat: sosial. Fungsi bahasa sebagai bagai perencanaan Indonesi dan pelaksanaan negara pembangunan negara sebagai sudah dicanangkan dalam Sumpah berkembang. dan antar budaya. Fungsi menciptakan berbagai kreativitas baru (Widiono. Fungsi Identitas nasional dimata internasional 3. Fungsi bahasa sebagai pengantar resmi belajar di sekolah dan perguruan tinggi. Fungsi bahasa sebagai administrasi kenegaraan. dan 4. dan bahasa. Fungsi pemersatu ini (heterogenitas/kebhinekaan) Pemuda 28 Oktober 1928. II.

Di pihak lain. konsepsi antara 5 . Dengan keempat posisi itu. Selain itu. dan ragam serta laras Bahasa Indonesia memperkuat konsepsi dan fungsi dikembangkan ke berbagai ilmu. Ciri-ciri bahasa Indonesia yang khas. eksistensi bahasa Indonesia diperkuat dengan latar belakang sejarah yang runtut dan argumentatif. dan budaya sekarang dan nanti. dan bahasa. Fungsi bahasa baku (bahasa standar) merupakan bahasa yang digunakan dalam pertemuan sangat resmi. laras bahasa dimaksudnya kesesuaian antara bahasa dan fungsi pemakaiannya. khususnya tingkat regional ASEAN. Fungsi bahasa baku itu berfungsi sebagai berikut: 1. budaya. Sejarah terbentuknya Bahasa Indonesia dari bahasa melayu. legitimasi sebagai interaksi Bahasa Indonesia. Fungsi pemakaian bahasa lebih diutamakan dalam laras bahasa dari pada aspek lain dalam ragam bahasa. Fungsi penanda kepribadian bersuara dan berkomunikasi. bahasa Indonesia sangat dikenal di mata dunia. PENDAHULUAN Ketika bahasa itu berada pada tataran fungsi bahasa ekspresi diri dan fungsi bahasa komunikasi. bahasa yang digunakan masuk ke dalam ragam bahasa dan laras bahasa. Fungsi penanda acuan ilmiah dan penuisan tulisan ilmiah. bidang. dan sikap pembicaranya. Ragam bahasa adalah variasi bahasa yang terbentuk karena pemakaian bahasa. Fungsi pemersatu sosial. 3. Dengan mengedepankan posisi dan fungsi bahaasa Indonesia. Pemakaian bahasa itu dibedakan berdasarkan media yang digunakan topik pembicaraan. 2. Keempat posisi atau kedudukan bahasa Indonesia itu mempunyai fungsi keterkaitan antar unsur. teknologi. Posisi dan fungsi tersebut merupakan kekuatan bangsa Indonesia dan merupakan jati diri Bangsa Indonesia yang kokoh dan mandiri.IV. dan 4. RAGAM DAN LARAS BAHASA 1. Fungsi penambah kewibawaan sebagai pejabat dan intelektual.

RAGAM BAHASA Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ragam bahasa diartikan variasi bahasa menurut pemakaiannya. Berdasarkan kriteria ragam bahasa formal di atas. Kemantapan dinamis dalam pemakaian kaidah sehingga tidak kaku tetapi tetap lebih luwes dan dimungkinkan ada perubahan kosa kata dan istilah dengan benar. Ragam Bahasa Berdasarkan Situasi Pemakaianannya Berdasarkan situasi pemakaiannya. 2. ragam bahsa lisan diidentifikasikan sebagai ragam bahasa formal. dan (4) medium atau sarana bahasa yang digunakan. Penggunaan imbuhan (afiksasi) secara eksplisit dan konsisten 5. yaitu ragam bahasa formal. Penggunaan ejaan yang baku pada ragam bahasa tulis dan lafal yang baku pada ragam bahasa lisan. Begitu juga laras bahasa manjemen diidentifikasikan sebagi ragam bahasa formal.1. pembedaan antara ragam formal. Laras bahasa apa pun akan memanfaatkan ragam bahasanya. Pokok masalah yang sedang dibahas. ragam bahasa semiformal. topic yang dibicarakan hubungan pembicara dan teman bicara. semiformal. ragam bahasa terdiri atas tiga bagian. Misalnya. dan medium pembicaraannya. (3) latar belakang pendengar atau pembaca yang dituju. 2. Ragam bahasa formal memperhatikan kriteria berikut agar bahasanya menjadi resmi. laras bahasa lisan dan ragam bahasa tulis. (2) permasalahan yang hendak disampaikan. Penggunaan fungsi-fungsi gramatikal secara konsisten dan eksplisit. ragam semiformal. Misalnya. dan ragam bahasa nonformal. atau nonformal. (2005:920). semiformal. 4. Pengertian ragam bahasa ini dalam berkomunikasi perlu memperhatikan aspek (1) situasi yang dihadapi. atau nonformal. Penggunaan bentukan kata secara lengkap dan tidak disingkat. 2.ragam bahasa dan laras bahasa saling terkait dalam perwujudan aspek komunikasi bahasa. Keempat aspek dalam ragam bahasa tersebut lebih mengutamakan aspek situasi yang dihadapi dan aspek medium bahasa yang digunakan dibandingkan kedua aspek yang lain. 3. 6 . Setiap ragam bahasa dari sudut pandang yang lain dan berbagai jenis laras bahasa diidentifikasikan ke dalam situasi pemakaiannya. 1. dan ragam nonformal diamati dari hal berikut: 1.

Ragam bahasa berdasarkan mediumnya Berdasarkan mediumnya ragambahasa terdiriatas dua ragambahasa.kok. Penggunaan kata sapaan dankata ganti.yaitu 7 . dan 5. dong. ya kale. Hubungan antara pembicara dan pendengar. seperti sih. gitu ya. Kelima pembedaan ragam baasa di atas. deh. akhiran (sufiks).2. 4. dipertegas lagi pembedaan antara ragam bahasa formal dan ragam bahasa nonformal yang paling mencolok adalah sebagai berikut: 1. Laporan itu untuk pimpinan.2. (5) Penghilangan unsure atau fungsi kalimat (S-P-O-Pel-Ket) dalam ragam bahasa nonformal yang menganggu penyampaian suatu pesan. dan imbuhan terpisah (konfiks).lho. 2. awalan (prefix). Penghilangan pelengkap: Mereka berdiskusi dilantai II. Misalnya: Awalan: menyapa – apaan Mengopi – ngopi Akhiran: Simulfiks: laporan – laporin Marahi – marahin menemukan------nemuin Menyerahkan-----nyerahin Konfiks: Kesalaha-----------nyalahin Pembetulan-------betulin (4) Penggunaan unsure fatik (persuasi) lebih sering muncul dalam ragam bahasa nonformal. Penghilangan subjek: Penghilangan predkat: Penghilangan objek : Kepada hadirin harap brdiri. gabungan awalan dan akhiran (simulfiks). 3. Area atau lingkungan pembicaraan terjadi. Penggunaan imbuhan (afiksasi).misalnya: Saya dan gue/ogut Anda dan lu/situ/ente 2. Medium bahasa yang digunakan lisan atau tulis.Misalnya. RCTI melaporkan dariMedan. Situasi ketika pembicaraan berlangsung.

(4) laras bahasa ilmiah.(1) ragam bahasa lisan (2) ragam bahasa tulis.klausa. Laras bahasa terkait langsung sung dengan selingkung bidang (home style) dan keilmuan.semiformal. Pembedaan diantara sub-sublaras bahasa seperti dalamlaras ilmiah itu dapat diamati dari (1) penggunaan kosakata dan bentukan kata. (a)mKucing/ makan tikus mati. 8 . Berikut ini didesjripsikan perbedaan dan persamaan antara bahasa lisan dan bahasa tulius dalam bentuk bagan Penggunaan ragambahasa dan laras karangan ilmiah harus berupaya pada (1) ragam bahasa formal. dan kalimat. Ragambahasa tulis dapat bersifat formal. (c) Kucing makan tikus/mati. Misalnya. dan (5) berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. bahasa dalampenulisan 3. (2) ragam bahasa tulis. LARAS BAHASA Laras bahasa adalah kesesuaian antara bahasa dan fungsi pemakaiannya. Ragam bahasa tulis adalah ragambahasa yang ditulis atau dicetak dengan memerhatikan penempatan tanda baca dan ejaan secara benar. (3) ragam bahasa lisan .penulis ragambahasa formal sedangkan harus menggunakan ragam bahasa semiformal digunakan dalamperkuliahan dan ragam bahasa nonformal digunakan keseharian secara informal. Ragam bahasa lisan ini ditentukan oleh intonasi dalam pemahaman maknanya. (2) penyusunan frasa. dan nonformal. Ragambahasa lisan adalah bahasa yang dilafalkan langsung oleh penuturnya kepada pendengar atau teman bicaranya. (3) penggunaan istilah (4)pembentukan paragraph. sehingga dikenallah laras bahasa ilmiah dengan bagian subsublarasnya. (b) Kucing makan//tikus mati. Dalam penulisan makalah seminar dan skripsi.

Penulisan ejaan yang diatur tersebut di antaranya (1) (2) (3) (4) (5) Pemakaian abjad. PENULISAN EJAAN DAN TANDA BACA I. Penulisan kata dasar. dan abjad. dan (5) penempatan dan pemakaian tanda baca. sublaras perpajakan. (2) penggunaan huruf capital dankursif. gabungan kata. Kaidah Penempatan Ejaan dalam Penulisan Dalam buku Pedoman Ejaan yang Disempurnakan penulisan ejaan dan tanda baca diatur dalamkaidahnya masing-masing.. 9 . Berdasrkan konsepsiejaan tersebut. Penulisan huruf miring.laras bahasa ekonomi mempunyai sub-sublaras bahasa manajemen. (3) penulisan kosakata dan bnetukan kata. kata berimbuhan.huruf vocal. Berdasrkan konsepsi laras bahasa tersebut.Pengertian senada dengan KBBI (2005:205).(5) penampilan halteknis. huruf konsonan. II. Konsepsi Ejaan EJAAN adalah keseluruhan pelambangan bunyi bahasa. cakupan bahasan ejaan membicarakan (1) pemakian huruf vocal dan konsonan. kata ulang. penempatan tanda baca dalam tataran satuan bahasa. Ejaan adalah kaidahkaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi dalammbnetuk hurufserta penggunaan tanda baca dalam tataran wacana.sublaras asuransi. penggabungan dan pemisahan kata. Penulisan huruf besar. (6) penampilan kekhasan dalam wacana. dll. sublaras akuntansi. (4) penulisan unsure serapan afiksasi dan kosakata asing. Persukuan. yaitu pemisahan suku kata. Ke-5 aspek ejaan tersebut ditata dalamkaidah ejaan yang disebut Ejaan yang Disempurnakan sejak1972.

)). di antaranya (a) Tandatitik (. (k) Tanda petik tunggal (‘…’). (h) Tanda kurung biasa ((…. Kaidah ejaan itu akan dilampirkan dari buku Pedoman EYD..2). C. huruf konsonan. (1) Pemakaian abjad berupa huruf vokal. (5) Penulisan kata dasar. (i) Tanda hubung (-).) Tanda baca di atas diaplikasikan dalam teks sesuai dengan kaidah yang berlaku secara resmi. (b) Tanda koma (. dan gabungan kata.) (e) Tanda titiktitik/ellipsis(…. Penempatan tanda baca atau pungtuasi.kata ulang.).).).(6) (7) Penulisan angka dan lambang bilangan. (c) Tanda titik dua (:). 10 . (f) Tanda Tanya (?). (j) Tanda pisah (--). kata berimbuhan. Ketiga ejaan yang berlaku dalam bahasa Indonesia itu diresmikan di Jakarta melalui pemerintahan kolonial Belanda dan pemerintahan Republik Indonesia. (2) Persukuan. (m) Tanda kurung siku ([…]). yaitu pemisahan suku kata. (g) Tanda seru (!). (d) Tanda titik koma (. Penempatan Ejaan dan Tanda Baca Dalam buku Pedoman Ejaan yang Disempurnakan (disingkat Pedoman EYD) penulisan ejaan dan tanda baca diatur dalam kaidahnya sebagai berikut. (p) Tanda apostrof (‘…. (3) Penulisan huruf besar (kapital) (4) Penulisan huruf miring atau digarisbawahi (kursif). (l) Tanda petik ganda (“…”). (n) Tanda ulang angka dua (….

dan (7) Penempatan tanda baca (pungtuasi). Pernyataan sebuah kalimat bukanlah sebatas rangkaian kata dalam frasa dan klausa. KALIMAT DAN KALIMAT EFEKTIF DALAM PENULISAN A. Rangkaian kata dalamkalimat itu ditata dalam struktur gramatikal yang benar unsur-unsurnya dalam membentuk makna yang akan disampaikan secara logis. (e) Tanda titik-titik/ellipsis (…).). (c) Tanda titik koma (. (o) Tanda ulang angka dua (2). Ke-16 penempatan tanda baca tersebut dideskrisikan sebagai berikut dari buku PedomanEYD (Pusat Bahasa. (g) Tanda seru (!). (i) Tanda kurung siku ([…]). cetakan ke-30: hlm. 2009.). (f) Tanda Tanya (?). (m)Tanda petik ganda (“…”). Kalimat-kalimat dalam penulisan ilmiah harus lebih 11 . (n) Tanda garis miring (/). di antaranya (a) Tanda titik (. yaitu masalah kalimat efektif. (d) Tandatitik dua (:). (h) Tanda kurung biasa ((…)).(6) Penulisan angka dan lambang bilangan. (l) Tanda petik tunggal (‘…’). (b) Tanda koma (. (k) Tanda pisah (--). Pengertian Kalimat dan Kalimat Efektif Dalam proses penulisan karya ilmiah ada dua jenis kalimat yang dan masalah kalimat mendapat perhatian penulis.). 15—39). dan (p) Tanda apostrof/penyingkat (‘). (j) Tanda hubung (-).

Fungsi subjek dan fungsi predikat harus ada dan jelas dalamkalimat dan secara fakultatif diperlukan fungsi objek. Konsepsi kalimat itubelum cukup untuk menampilkan kalimat efektif.. dan keterangan yang dirumuskan atau disngkat menjadi S + P + (O/Pel. Sifat predikatif dalam kalimat berstruktur yang dibentuk oleh unsure subjek.: adalah pelengkap Ket. B.) + (Ket) / S : adalah subjek P : adalah predikat O : adalah objek Pel. : adalah keterangan. sehingga diperlukan factor lain dalamperwujudan kalimat menjadikalimat efektif. Jadi. Oleh karena itu. kalimat efektif merupakan kalimat yang harus tepat sasaran dalam penyampaian dan pemerian bagi Disamping kaidah yang ada dalam kalimat. KALIMAT EFEKTIF adalah satuan bahasa (kalimat) yang secara tepat harus mewakili gagasan atau perasaan penulis dan harus pula dimengerti oleh pembaca sebagaimana yang dimaksudkan penulis. FUNGSI GRAMATIKAL DALAM KALIMAT EFEKTIF ATAU KESATUAN FUNGSI GRAMATIKAL Fungsi gramatikalatau unsure struktur dalamkalimat dikenal dengan istilah subjek. pelengkap. objek. efektif perlu memperhatikan persyaratasn dan menghindari kalimat efektif.cermat lagi menata kalimat yang benar dan efektif karena kalimat-kalimat yang tertata itu berada dalam laras bahasa ilmiah.kalimat pembacanya. Kalimat dalam tataran sintaksis adalah satuan bahasa yang menyampaikan sebuah gagasan bersifat predikatif dan berakhir dengan tanda titik sebagai pembatas. predikat. dan fungsi keterangan.dan unsure objek (S-P+O). 12 . PERSYARATAN KALIMAT EFEKTIF hal-hal yang menyalahi 1. Unsur subjek dan predikat itu harusmewujudkan makna gramatikal kalimat yang logis. unsure predikat.. fungsi pelengkap.

PREDIKAT adalah fungsi kalimat yang menandai apa yang dinyatakan oleh penulis tentang subjek. dan fungsi objek. Tidak terbatas dimaksudkan fungsiketerangan dalam dapat lebih dari satu pada posisi bebas yang sesuai dengan kepentingan fungsi-fungsi kalimat. yaitu terdapat pada awal. (1) Setelah bekerja selama tiga hari. atau fungsi semua unsure dalamkalimat. atau akhir kalimat. (P – S) (4) Kelompok Pialang (broker) berbicara tentang fluktuasi harga sama IHSG. yang dikenai perbuatan. Posisi subjek dalam kalimat bebas.yaitu melengkapi fungsi subjek. Posisi predikat dalam kalimat juga bebas.panitia pelaksana seminar lingkungan hidup itu berhasil merumuskan undang-undang kebersihan tata kota Jakarta di Kantor DPD DKI Jakarta.SUBJEK adalah fungsi kalimat yang menandai apa yang dinyatakan oleh penulis.dalampredikat. (P-Pel-S-P-O-K) (2) (3) Keputusan hakim perlu ditinjau kembali. fungsi predikat.( S – P) Perlu ditinjau kembali keputusan hakim. sehingga predikat kalimat menjadi lebih lengkap.atau yang diuntungkan oleh perbuatan sebagai predikat. (S – P – Pel. (S1 – P1 – O1 – P2 – K) 13 . OBJEK adalah fungsikalimat yang melengkapi kata kerja aktif dan kata kerja pasif sebagai hasil perbuatan.) (5) Selama tahun 2012 fluktuasi harga saham IHSG mengalami kenaikan yang signifikan sebanyak 12 kali di Bursa Efek Jakarta (K – S – P – O – K) (6) Pengacara tersebut mempelajari undang-undangpencemaran nama baik dan membandingkannya dengan Undang-undang Dasar RI. tengah. yang menerima. Posisi keterangan dalam kalimatbebas dan tidakn terbatas. Posisi pelengkap dalam kalimat terletak di belakang predikat berawalan ber-. terletak di belakang predikat berkata kerja transitif. Perhatikanlah posisifungsi-fungsi kalimat berikut.kecuali tidak boleh di belakang objek dan di belakang pelengkap. KETERANGAN adalah fungsi kalimat yang melengkapi fungsi-fungsi Fungsi objek selalu kalimat. PELENGKAP adalah fungsi yang melengkapi fungsi kata kerja berawalan ber.

komponen kehadiran. Contoh kalimat yang TIDAKKOHERENSIF (1) Setiap hari dia pulang pergi Bogor –Jakarta dengan kereta api.P1 + S2 – P2 + (S3 + P3) 2. yaitu komponen UTS. dan komponen makalah ilmiah.K3 – K4) (8) Jika stabilitas nasional mantap.P1 .O1. (2) Oleh panitia seminar makalah itu dimasukkan ke dalam antologi. dan logis. (11) Hasil UAS mahasiswa dibatalkan jika mahasiswaketahuan mencontek. benar. Hubungan antarfungsi itu dapat menimbulkan kekacauan makna gramatikal kalimat. (3) Pelaksanaan seminar itu karena jalan macet harus ditunda satu jam kemudian. Pembetulan kalimat yang KOHERENSIF (1a) Setiap hari dia pergi pulang Bogor—Jakarta dengan kereta api 14 . (S1 – P1 + S2 – P2) (13) Kinerja bisnis mulai membaik dan perkembangan ekonomi menjadi stabil setelah pemilu berlangsung damai.O1 (S2+P2)). Perhatikanlah contoh kalimat yang berprasyarat koherensi berikut.komponen UAS.) (10) Dosen mengatakan bahwa komponen nilai UAS berbobot 40%. (S1 – P1 – K1 (S2+P2)). (S3. (S1 . Hubungan timbal baik terjad dapat antarkata dalam frasa satu unsure atau dapat terjadi antar frasa dalam antarfungsi dalam kalimat.(7) Evaluasi pembelajaran mahasiswa meliputi empat komponen.P3 – S1 – P1 – S2 – P2) Perhatikanlah contoh kalimat majemuk dalam posisi fungsi yang berbeda berikut. (9) Bahwa kemerdekaan itu hak semua bangsa sudahdiketahui semua orang. masyarakat dapat bekerja dengan tenang dan dapat beribadah dengan leluasa. (S1 P1 . ( S1 (konjungsi + S2 + P2) . KEPADUAN (KOHERENSI) DALAM KALIMAT Kepaduan atau keherensi dalam kalimat efektif adalah hubungan timbale balik atau hubungan kedua arah di antara kata atau frasa dengan jelas. (S1 – P1 – O1 – K1 – K2. (12) Kelompok C berpresentasi dan tim juri menilainya.

(9) Penulis menghindari pemborosan kata dan afiksasi yang tidak jelas fungsinya. Perhatikanlah contoh berikut. buku. lampu. dan logis. sehingga tidak semua pengusaha lemah memperoleh kredit. (3a). (7) Penulis menghindarifungsi tanda baca dan pengulangan kata dalam rincian. Kalimat yang hemat dalam penulisan menghindari dan memperhatikan hal-hal berikut .(2b) Makalah seminar itu dimasukkan ke dalamantologi. Karena jalan macet. 3 KEHEMATAN KALIMAT ATAU EKONOMI BAHASA KEHEMATAN arau ekonomi bahasa adalah penulisan kalimat yang langsung menyampaikan gagasan ataupesan kalimat secara jelas. antara lain seperti meja. Penulis menghindari penggunaan kata depan (preposisi) di depan kalimat dan di depan subjek. (8) Penulis menghindariketerangan yang berbelit-belit dan panjang yang seharusnya ditempatkan dalam catatan kaki (footnotes). (a) Dalam ruangan ini kita dapat menemukan barang-barang. maka rapat akan dipimpin oleh Sdr. (5) (6) Penulis menghindari penggunaan kata penghubung (konjungsi) di depan subjek dan di belakang predikat yang berkata kerja transitif. lugas. (2) (3) (4) Penulis menghindari subjek yang sama dalam kalimat majemuk. Tadjudin. (1) Penulis menggunakan kata bermakna leksikal yang jelas dan lugas dan penenpatan afiksasi yang benar. (c) Apabila pada hari itu saya berhalangan hadir. Penulis menghindari kata ulang jika sudah ada kata bilangan tak tentu di depan kata benda.yaitu kalimat kurang memperhatikan ekonomi bahasa.pelaksanaan seminar itu ditunda satu jam kemudian. Penulis menghindari pemakaian hiponimi dan sinonimi yang tidak perlu. dan lain-lain. kursi. 15 . (b) Karena modal di bank terbatas.

rapat akan dipimpin oleh Sdr. (a1) lampu. Tadjudin.penekanan tidak sama dengan penentuan gagasan utama dan ekonomi bahasa. Pada kalimat lisan.penekanan dilakukan dengan intonasi yang dapat disertai mimik muka dan bentuk nonverbal lainnya. (1) Mutasi. Namun. PENEKANAN DALAM KALIMAT EFEKTIF Dalam kalimat efektif PENEKANAN ATAU PENONJOLAN adalah upaya penulis untukmemfokuskan kata atau frasa dalamkalimat. yaitu mengulang kata yang sama dalam kalimat yang bukan berupa sinonim kata. (b2) Modal di bank terbatas.frasa. sehingga tidak semua pengusaha lemah memperoleh kredit. (b1) Karena modal di bank terbatas. kursi. dipimpin oleh Sdr. (c1) Pada hari itu saya berhalangan hadir. dan lain-lain. tidak semua pengusaha lemah memperoleh kredit. Penekanan dalam kalimat dapat berupa kata. 4. Tadjudin. Contoh: Minggu depan akan diadakan seminar”Pencerahan Pancasila bagi Mahasiswa” (2) Repetisi.Perbaikan kalimat yang memperhatikan ekonomi bahasa berikut. Contoh: 16 . yaitu mengubah posisi kalimat dengan menempatkan bagian yang dipenting pada awal kalimat.klausa. Penekanan dapat dilakukan dalamkalimat lisan dan kalimat tulis. buku. dalam kalimat yang dapat berpindahpindah. Penekanan dalam kalimat tulis dapat dilakukan dengan cara-cara berikut. maka rapat akan Dalam ruangan ini kita dapat menemukan meja. (c2) Apabila pada hariitu saya berhalangan hadir.

17 . apa pun harus transparan kepada rakyat. Pertentangan bukan berarti antonym kata. raincian itu harus menggunakan bentuk bahasa yang sama. yaitu rincian sesame kata. Contoh: Dia sebetulnya pintar tetapi malas lkuliah. (5) Partikel. rincian uruan berikut harus dalam bentuk frasa juga. 5. (4) Pertentangan. Kesamaan bentuk dalam paralelisme menjaga pemahaman yang fokus bagi pembaca dan sekaligus menunjukkan kekonsistenan sebuah kalimat dalam penulisan karya ilmiah.sesama kalimat. (4) Perhatikanlah penempatan tanda baca yang benar. KESEJAJARANDALAM KALIMAT (PARALELISME) KESEJAJARAN (PARALELISME) adalah upaya penulis merinci unsure yang samapenting dan sama fungsi secra kronologis danlogis dalam kalimat. (1) Tentukanlah apakah kesejajaran beradabentuk bahasa kalimat atau paragraf.per. tah) sebelum atau sesudah kata yang dipentingkan dalam kalimat. (6) Penekanan dalamkalimat tidak berarti penonjolan gagasan kalimat atau bukan ekonomi bahasa. yaitu menempatkan paretikel (lah.yaitu menempatkan kata yang bertentangan dalam kalimat. yaitu menulis miring. sesame prasa.kah. (3) Penomoran dalam rincian harus konsisten. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam kesejajaran rincian kalimat efektif adalah sebagai berikut. (2) Jika urutan rincian dalam bentuk frasa. pun. Contoh: Dalam berdemokrasi. atau menggarisbawahi kata yang dipentingkan.Kalau pimpinan sudah mengatakan tidak tetap tidak. Contoh: Bab II skripsi ini tidak membicarakan fluktuasi harga saham. menghitamkan. (3) Kursif. Dalamkalimat dan paragraph.

bentuk. Kalimat berita dapat divariasikan dengan kalimat Tanya. dan jenis kalimat agar pembaca tetap termotivasi membaca dan memahami teks sebuah karangan ilmiah..grafik. yakni:…. dan kalimat seruan. marik. Kami sangat mengharapkan kehadiran Bapak/Ibu/Saudara pada: hari :…. (4) (5) (6) (7) Kalimat aktif dapat divareiasikan dengan kalimat pasif. (2) (3) Kalimat yang panjang dapat diselingi dengan kalimat yang pendek. acara: …. Agar kevariasi dapat menjaga motivasi pembaca terhadap teks. waktu: …. berlanjut bagi pembaca. Sebagai berikut. tanggal:….. Kalimat taklangsung dapat divariasikan dengan kalimat langsung.bagan. 6. Kalimat tunggal dapat divariasikan dengankalimat majemuk. dan Tempat: …. antara lain….. dan lain-lain.. KEVARIASIAN DALAM KALIMAT EFEKTIF KEVARIASIAN dalam kalimat efektif adalah upaya penulis menggunakan berbagai pola kalimat dan jenis kalimat untuk menghindari kejenuhan atau kemalasan pembaca terhadapteks karangan ilmiah. 18 . Pada dasarnya kevariasian Fungsi adalah utama upaya kevariasian ini adalah menjaga perhatian dan minat baca terhadap teks ilmiah penganekaragaman pola.(5) Hindarilah gejala ekonomi bahasa yang bermakna sama: seperti……dan lain lain. kurva. kalimat perintah.. penulis perlu memperhatikan hal-hal berikut. (1) Awal kalimat tidak selalu dimulai dengan unsure subjek. tetapi kalimat dapat dimulai dengan predikat dan keterangan sebagai variasi dalam penataan pola kalimat. Perhatikanlah contoh kesejajaran yang benar berikut. Kalimat yang diuraikan dengan kata-kata dapat divariasikan dengan tampilan gambar.

Hubungan logis dalam kalimat dapat dilihat melalui kaitan antarunsur dan kaitan antarbagian kalimat. (1) Hubungan logis koordinatif adalah hubungan setara di antara bagianbagian kalimat dalam kalimat majemuk setara. Namun. Dalam penalaran alur berpikirlah ang ditonjolkan agar kalimat dapat dipertanggungjawabkan dan dapat dipahami dengan benar dan tepat sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman atau salah kaprah. Hubungan logis 19 . (Variasi kalimat dengan kata berawalan me.(8) Apa pun bentuk kevariasian yang dilakukan oleh penulisjangan sampai mengubah atau keluar dari pokok masalah yang dibicarakan. Hal yang diutamakan dalam penalaran adalah proses berpikr logis dan bukan dengan perasaan atau bukan pengalaman. Kesatuan pikiran akan logis jika didukung atau dikaitkan dari gabungan unsur atau fungsi kalimat. pemerintah tidak memutuskan demikian.2005:772). suatu kebenaran yang menjadi ide sentral yang menjiwai bisnisnya ke depan. Penalaran tidak akan tercapai jika tidak didukung oleh kesatuan dan kepaduan kalimat. PENALARAN DALAM KALIMAT EFEKTIF PENALARAN (reasoning) adalah proses mental dalam mengembangkan pikiran logis (nalar) dari beberapa fakta atau prinsip (KBBI. Perhatikanlah contoh kalimat dengan variasinya. Memang cukup banyak mengendorkan semangat kalau melihat keadaan di Indonesia belahan Timur meskipun fasulitas pengangkutan laut dan udara sudah banyak dibangun. (b) Seorang ahli Inggris mengemukakan bahwa seharus tidak dibangun pelabuhan samudera.dan berawalan di-). 7. Hubungan logis dalam kalimat terdiri atas tiga jenis hubungan berikut. suatu realitas yang baru. (a) Dari renungan itu seorang manajer menemukan suatu makna.

(2) Hubungan logis korelatif adalah hubungan saling kait di antara bagian kalimat. sebelum. : seandainya andaikan.entah…… : demikian….supaya.... entah….andai kata. alih-alih. padahal. tanpa. tetapi juga……. : bahwa. melainkan. tetapi. atau. Hubungan korelatif ini ditandai oleh konjungsi berikut. tanpa : dengan. : sama…..daripada.. kendatipun. : jika... atau…. sampai (sampai) : dengan. oleh sebab. (g) Hubungan sebab (h) Hubunganhasil/akibat (i) Hubungan alat (j) Hubungan cara (k) Hubungan pelengkap (l) Hubungan keterangan (m) Hubungan perbandingan : sebab.walaupun. Hubungan penambahan : baik….koordinatif ini ditandai dengan konjungsi dan.. lebih…. (a) Hubungan waktu (b) Hubungan syarat (c) Hubungan pengandaian (d) Hubungan tujuan : ketika..….. kalau. daripada.dengan.pun…. maka. sedangkan.. Contoh: Dosen itu tidak masuk karena rumahnya kebanjiran. Hubungan perlawanan Hubungan pemilihan Hubungan akibat : tidak…. (e) Hubungan perlawanan (f) Hubungan pembandiungan : seolah-olah. tetapi….. berbeda….lantaran. seperti. untuk. agar. sedemikian rupa……sehingga Hubungan penegasan : jangankan….. : untuk... : meskipun. serta.. : sehingga. : yang. Contoh: Mobil itu kecil tetapi pajaknya sangat besar. tidak hanya. bukan…….karena.dari 20 . melainkan : apakah…... apakah. (3) Hubungan logis subordinatif adalah hubungan kebergantungan di antara induk kalimat dan anak kalimat.sehingga.. Hubungan subordinatif dalam kalimat majemuk tak setara (bertingkat) cukup banyak hubungan antara induk kalimat dan anak kalimat yang ditandai dengan konjungsi-konjungsi berikut.maupun. jikalau.setelah.

dia dapat menyelesaikan masalah itu. (BENAR) (5) Dia membantah bahwa bukan dia yang korupsi tetapi staf keungan perusahaan. (BENAR). (BENAR). (SALAH) Meskipun datangterlambat. Setiap 21 . (4) Meskipun dia datang terlambat.Contoh kalimat yang salah karena tidak logis (salah nalar) (1) Di antara masalah nasional yang penting itu mencantumkan masalah MPKT dalam pendidikan (SALAH). (SALAH) PT Gudang Garam termasuk lima besar penghasil devisa negara tahun 2010. Di antara masalah pendidikan nasional itu tercantum masalah MPKT dalam pendidikan (2) (BENAR) Untuk mengetahui baik buruk pribadi seseorang dapat dilihat dari tingkah lakunya sehari-hari. namun dapat menyelesaikan masalah itu. (SALAH) Dia menyatakan bahwa bukan dia yang korupsi melainkan staf keuangan perusahaan. (BENAR) Dia datang terlamat. PENGERTIAN PARAGRAF Satuan bahasa yang lebih besar danlebih luas darikalimat adalah paragraph atau aline. (SALAH) Baik buruk pribadi seseorang dapat dilihat dari pribadinya sehari-hari. namun dia dapat menyelesaikan masalah itu. (BENAR) (3) PT Gudang Garam termasuk lima penghasil terbesar devisa negara tahun 2010.PARAGRAF adalah satuan bahasayang mengemukakan sebuah pokiok pikiran atau satu gagasan utama yang disampaikan dalam himpunan kalimat yang koherensif. Dalam definisinya. PARAGRAF ATAU ALINEA DALAM TEKS A.

paragrafharus menyampaikan sebuah gagasan utama. Fungsi Paragraph bagi Penulis 22 . dan pengolahan sampah itu belum dapat dilaksanakan dengan baik. (6) pengankutan. Dalam rangkaian kalimat itu tidak satupun kalimat yang bertentangan dengan kalimat gagasan utama dan kalimat-kalimat gagasan bawahan. penimbunan sampah terus terjadi. Kalimat yang berisi gagasan utama disebut kalimat topic dannkalimat yang bergagasan bawahan adalah kalimat penjels. Perhatikanlah contoh paragraph berikut yang berisi gagasan utama atau kalimat topic dan bergagasan bawahan dalam kalimat penjelas. (Arifin.2011:116) Keenamkalimat dalam paragraph di atas membicarakan soal sampah. berbagai keterbatasan tetap menjadikan sampah sebagaimasalah yang pelik. Gagasan utama tersebut harus dijelaskan oleh gagasan-gagasan bawahan. pembuangan akhir. (3) Namun. (1) Sampah selamanya selalu memusingkan. (4) Pada waktu diskusi atau seminar sampah berlangsung. sehingga dalam paragraph terdapat beberapa kalimat yang saling tekait. Kalimatkalimatnya koherensi atau saling terkait logis sehingga pembaca dapat dengan mudah dengan baik. Perhatikanlah fungsi-fungsi paragraph tersebut. (2) Berkali-kali masalahnya diseminarkan dan berkalikali pula solusinya dirancang. sehingga topic dalamparagraf tersebut dalah “masalah sampah”. FUNGSI PARAGRAF Paragraf yangberupa himpunan kalimat saling terkait dalam memahamitopik “masalah sampa” dalam paragraph itu mengemukakan mengemukakan gagasan utama berfungsi penting bagi penulis paragraph dan bagi pembaca paragraph dalam teks. B. Sebuah paragraf minimal tediri tiga kalimat dalammpenulisan karangan ilmiah. selama itu pula sampah menjadi masalah. Selama pengumpulan. (5) Hal ini mendapat perhatian serius karena masalah sampah berkaitan dengan pencemaran air dan banjir.

(2) Pembaca dengan mudah “menikmati” karangan secara utuh. (4) Penulis tidak cepat lelah dalammenyelesaikan sebuah karangan dan termotivasi masuk ke dalam paragraf berikutnya. pembaca dengan jelas memahami gagasan utama paragraph penulis. (2) Paragraf merupakan wadah untuk mengungkapkan sebuah idea tau pokok pikiran secara tertulis. C. (3) Paragraf harus memisahkan setiap unit pikiran yang berupa ide. (4) Pembaca dapat belajar bagimmana cara menarik untuk menyampaikan sebuah gagasan dalam paragraph tulis. sehingga memperoleh informasi penting dan kesanyang kondusif.(1) Paragraf memudahkan pengertian dan pemahaman dengan menceraikan satu tema dari tema yang lain dalam teks. bab isi. grafik.bagan. Persyaratan Paragraf yang Baik dan Benar 23 paragraph per . (3) Pembaca sangat tertarik dan bersemangat membaca paragraph karena tidak membosankan atau tidak melelahkan. sehingga tidak terjadi percampuran di antara unit pikiran penulis. tetapi dapat juga dengan gambar.diagram.dan kurva. Fungsi Paragraf bagi Pembaca (1) Dengan memisahkan atau menegaskan perhentian secara wajar danformal. (5) Pembaca merasa tertarik dan termotivasi cara menjelaskan paragraph tidak hnaya dengan kata-kata. (5) Paragraf dapat dimanfaatkan sebagai pembatas antara bab karangan dalam satu kesatuan yang koherensi: bab pendahuluan. dan bab kesimpulan.

(b) Penggunaan kata penghubung (konjungsi) setiap awalkalimat dengan tepat dan benar. itu.nya.yaitu semua kalimat harus mengemukakan satu tema yang jelas. (4) Setiap paragraph harus mempunyai satu gagasan utama yang ditulis dalam kalimat topic. isi. (7) Penulis pun memperhatikan jenis-jenis paragraph pada posisi bagian karanagan pendahuluan. (c) Penggunaan kata ganti orang atau kata ganti penunjuk yaitu antarkalimat dalamparagraf saling terkait sebagaipengganti gagasan utama dengan Kata-kata seprti: dia. kalimat. Cara Mengaitkan antarkalimat dalam paragraph dapat dilakukan dengan cara berikut. seperti ejaan. (5)Penulis paragraph tetap memmerhatikan kaidah satuan bahasayang lain. Posisi Kalimat topic dalam paragraph ditempatkan pada (a) Kalimat topic pada awal paragraf (deduktif). Kalimat topic dalam paragraph ditulis dalam klalimat tunggalatau kalimat majemuk bertingkat karena kedua kalimat itu hanya menyampaikan satu gagasan utama. tata latak grafik. tersebut. (3) Penggunaan metode pengembangan paragraph sebagai penjels gagasan utama paragraph. sumber rujukan. (c) Kalimat topic pada awal dan akhir paragraph (deduktif—induktif) (d) Kalimat topic pada temgah paragraph (ineratif) (e) Kalimat topic pada semua kalimat dalamparagraf (deskriptif).penulisan paragraph harus diperhatikan hal-hal teknis penulisan Seperti kutipan. kurva.Paragraf yang baik dan efektif harus memenuhi persyaratan berikut. dan bentukan kata.dan 24 . (a) Pengulangan kata kunci (repetisi) yang terdapat dalamsetiapkalimat. ini. (2)Koherensi yang padu. (6) Dalamm penulisan karangan ilmiah. Metode Yang digunakan dari metodeproses sampai dengan metode definisi. (1) Kesatuan yang kompak. tanda baca. mereka. (b) Kalimat topic pada akhir paragraf (induktif. dalamparagraf. diksi.gambar.

yaitu jumlah Kosakata paragraph antara 30—100 kata dan jumlah kalimat minimal tiga kalmia. Berikut ini ditampilkan berbagai jenis paragaraf. (9) Penulis juga memperhatikan jumlah kata atau jumlah kalimat dalam sebuah paragraf. yaitu bagian isi atau uraian karangan. Macam jenis paragraph tersebut jika diperhatikan dari berbagai sudut pandang. (c) Paragraf deskriptif adalah jenis paragrafyang memerikan suatu suasana. (1) Jenis paragraph diperhatikan dari satuan karangan. dan benda. 25 .yaitu bagian penutup atau kesimpulan. (c) Paragrafpenutup adalah paragraph yang menyimpulkan atau mengakhiri sebuah karangan. area. (10) Jika uraianparagraf melebihi 100kata sebaiknya dibuat menjadi dua paragraph. atau menekuk. sejajar.Bagian kesimpulan. D. JENIS-JENIS PARAGRAF Dalam karangan terdapat bermacam-macam jenis paragraph. (8) Penulisan paragraph yang menjorok ke dalam. (2) Jenis paragraph diperhatikan dari sudut pandang sifat tujuan karangan. (b) Paragraf argumentative adalah paragaraf yang mengemukan suatu pikiran dngan alasanlogis. di antaranya (a) Paragraf pembuka yangterdapat padaawalkarangan sebagaipengantar pokok pikiran penulis yangditempatkan pada bagian pendahuluan. di antaranya (a) Paragraf eksposisi adalah paragraph yang menginformasikan atau memaparkan pokok masalah. (b) Paragraf isi adalah paragraph yangmenguraikan pokok masalah dalamkarangan.

(g) Paragraf sebab akiba. (3)Jenis paragraph diperhatikan dari posisi kalimat topic dalam paragraph. (f) Paragraf perbandingan. © Paragraf contoh. (c) Paragraf deduktif-induktif adalah jenis paragraph yang menempatkan kalimat topic pada awal dan akhir paragraph. Dari ke-4 sudut paragraph di atas. (e) Paragraf persuasive adalah jenis paragraph yang memengaruhi atau merajuk orang tentang sesuatu . (e) ParagrafPertanyaan. (4) Jenis paragraph diperhatikan dari cara atau metode pengambangan paragraph. paragraph darisudut pandang satuan karangan dan paragraph sudut pandang sifat tujuan karangan yang perlu dipahami lanjut. 26 . (d)Paragraf ineratif adalah jenis paragraph yang meletakkan kalimat topic pada tengah paragraph. (b) Paragraf induktif adalahjenis paragraph yang menempatkan kalimat topic pada akhir paragraph. (d) Paragraf buktian. di antaranya (a)Paragraf menerangkan. (b) Paragraf merinci.diantaranya (a) Paragraf deduktif adalah jenisparagraf yang menempatkan kalimat topic pada awal paragraph.(d) Paragraf naratif adalah jenis paragraph yang menceritakan suatu masalah. (e) Paragraf tanpa kalimat topic adalah paragraph yang menyembangkan paragraph yang mlebihi satu paragraph.

dan paragraph penutup. argumentative. yaitu paragraph pembuka . (2) Paragraf ini sanggup menyiapkan pikiran pembaca pada pokok masalah yang akan dijelaskan. sumberkutipan. penggunaan bagan diagram Grafik kurfa. (5) menyiapkan uraian pokok masalah yang disentesiskan sebagai bahan paragraph kesimpulan. (4) Kalimat dan paragraph dalambagian ini tidak terlalupanjangkarena paragraph belum menguraikan. Hal-halyang diperhatikan dalam jenisparagrafini diantaranya: (1) mengemukakan pokok masalah dengan jelas dan eksplisit. PARAGRAF ISI Paragraf isi atauparagraf pengembang adalah jenis paragraph yang berfungsi menuraikan atau memperjelas pokok masalah yang akan diuraikan hendaknya menarik perhatian pembaca. (3) pengambangan paragraph dapat menggunakan jenis paragraph ekspositoris. (4) memperhatikanhalteknis penulisan seperti kutipan. paragraph isi. PARAGRAF PENUTUP 27 . dan naratif. pandang satuan berikut ini akan dijelaskan Janis paragraph dari sudut karangan. (2) Perlu dijaga keserasian dan kelogisan antarparagraf.Uraian pokok masalah dalamparagraf ini dapat disampaikan dengan berbagaimetode pengembangan dan menbampilkan hal-halteknis uraian dalamkarangan ilmiah.Setelah memerhatikan jenis-jenis paragrafdari berbagai sudut pandang. Hall-halyang harus diperhatikan dalam menyusun paragraph pembuka karangan. Deskriptif. (3) Kata-kata dalamparagraf ini sehingga mudah memahami Pokok masalah yang akan diuraikan. PARAGRAF PEMBUKA Paragraf pembuka adalah paragraph yang mengawali sebuahpenulisan karangan dengan mengantarkan pokok masalah dalambagian pendahuluan karangan. dalamkarangan. (1) Paragraf itu berfungsi mengantar pokokmasalah karangan.

Paragraf ini merupakan akhir sebuah karangan yang dapat disampai secara horisontaldan vertical dalam rincian. Dengan begitu. penulis dapat mengajukan rekomendasi atau 8) Usulan yang berupa saran karena keterbatasan waktu dan dana yang penulis dapatkan. 2008: 228). seseorang harus paham terlebih dahulu mengenai apa itu karangan dan jenis-jenisnya. semiilmiah atau ilmiah populer. apalagi karangan ilmiah. antara lain 1) Paragraf ini tidak boleh terlalu panjang dan tidak begitu saja memutuskannya. Pada dasarnya. 1. harus pula dipahami bahwa karangan dapat bersifat nonilmiah. Sifat Karangan Nonilmiah Ciri Contoh (1) Tidak terikat oleh aturan Cerita pendek. mengutip. anekdot.Paragraf penutup merupakan pernyataan kembali gagasan yang diuraikan atau merupakan jawaban pertanyaan yang terdapat pada paragraph pembuka. 7) Berdasarkan apa yang disimpulkan dalam paragraf. Ketiganya memiliki sejumlah perbedaan seperti terlihat pada tabel berikut ini. dan alinea untuk menjabarkan dan atau menguas topik tertentu guna memperoleh hasil akhir berupa karangan (Finoza. 5) Paragraf ini dapat berupa jawaban singkat dariuraian atau pertanyaan yang terdapat pada paragraph Pembuka. bahasa yang baku. dan puisi 28 . mengarang adalah pekerjaan merangkai kata. dan ilmiah. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan paragraph penutup ini. 2) Paragraf ini ditampilkan sebagai cerminan sebuah kesimpulan. seorang penulis dapat menentukan jenis karangan yang akan dibuatnya dan memudahkan yang bersangkutan menyusun kerangkanya sehingga tujuan ia menulis dapat tercapai. JENIS TULISAN Sebelum mengarang. 3) Paragraf ini harus mendapat kesan positif dan informasi 4) pengetahuan yang logis dan kondusif.dan mengemukakan masalah baru. Selain itu. kalimat. 6) Paragraf ini jangan lagimenguraikan.

(3) Pengamatan bersifat faktual. (4) Bersifat campuran objektif dan subjektif. keterangan. (6) Argumentasi dan campuran. deskripsi. informasi. persuasi. dan artikel teknis dan menggantinya dengan istilah umum. Jenis karangan ini dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari di media massa. 29 . dan pemahaman kepada pembaca atau pendengar tentang suatu hal. (5) Biasanya berbentuk eksposisi. seperti berita politik. Tulisan jenis ini biasanya menguraikan sebuah proses atau suatu hal yang belum diketahu oleh pembaca atau proses kerja suatu benda (Keraf. deskripsi. Makalah. (5) Struktur bersifat baku. tesis.Semiilmiah Ilmiah (2) Struktur tidak baku walaupun tetap sistematis. Sebuah tulisan ekspositoris semata-mata hanya memberikan informasi dan tidak bertujuan lain. dan campuran (1) Sumber bersifat faktual. opini. skripsi. 1977: 110). Eksposisi Karangan eksposisi merupakan wacana yang bertujuan memberikan panjelasan. (2) Struktur tidak baku walaupun tetap sistematis. berita kriminal. a. (5) Biasanya berbentuk narasi. (4) Terikat oleh aturan yang lazim digunakan dalam ranah penulisan ilmiah bidangbidang ilmu. (3) Nonfaktual atau rekaan (4) Subjektif. dan campuran (1) Menghindari istilah-istilah Berita. (2) Bersifat objektif dan disertasi (3) Menggunakan kaidah bahasa yang baku. seperi misalnya berpromosi atau menggiring pembaca agar setuju dengan apa yang dijelaskan di dalamnya.

Amethyst paling langka dan sangat berharga adalah jenis Deep Russian. dari ungu tua hingga merah pucat keunguan. Batu emerald yang paling baik bahkan memiliki harga melebihi harga berlian. Sapphire Batu berharga ini terbuat dari jenis mineral corundum. Pengaruh elemen lain. 30 . Berlian berharga mahal karena selain cantik. dan potongannya (cut).atau lainnya. pink. Berlian dinilai dari kejelasan (clarity ). namun sangat tidak mudah menemukan emerald yang sempurna. media massa. Batu ini dapat ditemukan di lapisan sedimen. Indonesia adalah salah satu penghasil berlian yang terbaik! Amethyst Amethyst adalah jenis batuan yang paling berharga dan mudah dikenali. kuning. copper. Karena sifatnya yang memaparkan. Batu Sapphire sangat kuat sehingga tidak hanya digunakan di dunia aksesori saja namun juga alat-alat high-tech seperti komponen optik infrared. chromium. Emerald Emerald adalah jenis batuan beryl yang paling berharga. atau magnesium membuat Sapphire memiliki banyak warna. dari biru. orange. ungu. Teks di bawah ini merupakan contoh eksposisi di Kilau Batu Berharga Bebatuan berharga muncul mempercantik aksesori. lebih tepatnya aluminium oxide. Emerald memiliki warna hijau yang kuat dan memendarkan cahaya yang begitu cantik. titanium. yuk! Berlian Berasal dari atom karbon yang dibentuk di bawah tekanan sangat tinggi dan terkubur amat sangat dalam di bawah tanah. namun sangat rentan terhadap minyak. Kenali jenis bebatuan yang mayoritas terbuat dari kandungan mineral ini. Amethyst dapat ditemukan di berbagai benua. batu ini juga sangat sulit ditemukan di dunia dan melalui proses pengolahan yang sulit. atau hijau. Permukaan berlian tidak bisa basah oleh air. warna (color). yaitu zat besi. karangan eksposisi dapat juga disebut paparan. Amethyst memiliki nuansa warna ungu.

Begitulah absurditas waktu. sementara semburat cokelat terjadi karena pengaruh zat besi. kemudian kita bikin yang lebih kini bernama terkini? Kini. Argumentasi (Bahasan) Tulisan ini bertujuan untuk meyakinkan atau mengubah pendapat pembaca atas suatu pendapat. membeku. ‘Indonesia Terkini’. Rubi paling berharga adalah yang berwarna merah dengan semburat biru. ‘Terdepan dan Terkini’. Warna merah disebabkan oleh jejak kromium. doktrin. penulis harus menyusun karangannya secara logis dengan alasan atau data yang mampu meyakinkan pembaca. (disunting dari “Kilau Batu Berharga” dalam Nova. Hanya tubuh kita yang menjadi bukti dan saksi yang menangkap jejak waktu. statis. Adakah yang lebih kini sehingga ada yang terkini? Adakah waktu bisa kita tangkap. Rubi Batu ini terbentuk dari mineral yang disebut korundum. terutama televisi. Dalam tulisan yang bersifat ilmiah.Aquamarine Aquamarine artinya air dan lautan. Bayi bertumbuh 31 . adalah ‘terkini’. atau tingkah laku tertentu. kita bekukan. Terkini Salah satu kosakata sangat aneh dalam bahasa Indonesia yang banyak digunakan oleh media elektronik. Batuan ini termasuk ke dalam jenis batuan baryl yang memiliki warna semburat biru. kemarin. dari biru pucat hingga biru kehijauan. Dengan demikian. 24—30 September 2012) b. jenis karangan ini biasanya digunakan oleh penulis karena sebuah karya ilmiah harus dapat meyakinkan pembaca atas topik yang diuraian penulisnya. dan lain-lain. Sejumlah stasiun televisi menggunakan kata itu dengan berbagai variasi ‘Kabar Terkini’. ideologi. terdiri dari oksida aluminium. Aquamarine termahal adalah yang berwarna biru aqua yang pekat yang biasa ditemukan di Brazil. menjadi kini yang berhenti. Di bawah ini adalah contoh karangan argumentasi. ataupun esok adalah momen yang tak mungkin kita tangkap. sikap.

remaja, muda, berangsur matang. Setelah itu, tua, kusut, menopause, renta, surut. Bukan karena bahasa Indonesia tak mengenal tenses lalu kita boleh memakai kosakata dengan logika sembarangan. Melath logika, melatih otak, bahkan melatih tubuh—tangan kita pun sebenarnya bisa mengingat apa yang tak diingat oleh otak kita—adalah bagian bagian dari melatih kesadaran. Tiadanya kesadaran membuat jagat kecil, yaitu dari kita, menjadi morat-marit. Korupsi dan segala kejahatan turunannya adalah parihal diri manusia yang kacau. (Disunting dari “Terkini” oleh Bre Redana dalam Kompas Minggu, 20 Desember 2012)

c. Persuasi (Ajakan) Karangan persuasi adalah karangan yang tertujuan meyakinkan pembaca, membuat pembaca percaya, atau membujuk pembaca atas apa yang dikemukakan oleh penulis. Yang dikemukakan itu dapat saja berupa fakta, produk, pendapat, hingga ideologi tertentu. Bidang yang paling banyak menggunakan jenis karngan ini adalah dunia periklanan. Kata ‘persuasi’ berasal dari kata Inggris ‘to persuade’ yang bararti ‘membujuk’ atau ‘meyakinkan’. Bentuk nominanya adalah ‘persuation’ yang kemudian dipungut ke dalam bahasa Indonesia menjadi ‘persuasi’ (Finoza, 2008: 247). Karangan persuasi dapat dogolongkan ke dalam empat kelompok, yaitu (1) persuasi politik, (2) persuasi pendidikan, (3) persuasi advertensi, dan (4) persuasi propaganda. Di bawah ini adalah contoh persuasi dalam iklan.

Energhi (untuk Perlindungan Kulit Anda di Tanah Suci) Persiapkan perawatan khusus kulit, wajah dan tubuh Anda saat menuju tanah suci dengan Energhi. Sehingga kondisi cuaca, suhu dan udara yang ekstrim tidak mengganggu kekhusuan ibadah haji Anda. Energhi Skin Care package akan menjaga dan melindungi kulit Anda tetap lembab, sehat dan alami. d. Narasi (Kisahan) Narasi atau kisahan adalah karangan yang menceritakan sesuatu baik berdasarkan pengamatan maupun pengalaman secara runtut. Sebuah karangan narasi akan berusaha mengisahkan suatu peristiwa atau kejadian secara kronologis (Keraf, 1997: 109). Penulisan narasi yang bak
32

membutuhkan tiga hal, yaitu (1) kalimat pertama dalam paragraf harus menggugah minat pembaca, kejadian disusun secara kronlogis, dan (3) memiliki fokus pada tujuan akhir yang jelas (Utorodewo, dkk, 2004: 65). Selanjutnya, Utorodewo, dkk (2004: 65) mengemukakan bahwa sebuah karangan narasi akan tersusun dengan baik apabila menggunakan: (1) (2) (3) keterangan waktu, keterangan yang berkaitan dengan pekerjaan atau peristiwa, dan kata-kata peralihan yang mengungkapkan kaitan pikiran, kaitan waktu,

dan kaitan hasil, dan pertentangan. Ditinjau dari sifatnya, narasi terdiri atas dua jenis, yaitu (1) narasi ekspositoris atau narasi faktual, dan (2) narasi sugesti atau narasi berplot (Finoza, 2008: 238). Yang dimaksud dengan narasi ekspositoris adalah yang bertujuan memberikan informasi kepada pembaca agar pengetahuan yang bersangkutan bertambah luas, sedangkan narasi sugesti adalah narasi yang ditujukan memberikan makna kepada pembaca melalui imajinasinya. Di bawah ini adalah contoh narasi sugestif. Dulu, musim hujan pertama itu, ketika anakku dan aku baru pindah kemari, Monang masih rajin datang. Setiap hari raya—Natal, Paskah—dan tentu hari ulang tahunku. Ya, artinya ia selalu datang sehari sesudahnya. Mungkin ia malu bertemu dengan keluargaku. Jadi selalu diusahakannya agar datang sesudah mereka pergi. Mengelakkan senyum dingin yang terarah kepadanya, yang lebih melukai dari seribu tuduhan. Melarikan diri dari pandangan penuh arti, yang lebih keras memukul daripada tinju kepal. Keluargaku tak pernah memaafkkannya. Barangkali mereka tak sanggup menerima bahwa aku sendiri sudah lama mengampuninya. Mereka tidak bisa mengerti bahwa aku sanggup tetap mengasihi orang yang telah mengucilkanku kemari. Kalau bukan karena Monang, tentu aku pun sudah menjadi tokoh masyarakat sekarang. Namaku dan potretku tentu sering muncul di surat kabar. Perbuatanku dan pemikiranku tentu dianggap turut membangun masyarakat, turut mengarahkan terlaksananya cita-cita mereka. Sekarang... teman-temanku pun sudah lupa padaku. Karena perbuatan Monang aku menjadi begini... . Tetapi aku sudah lama mengampuninya. Keampunan dosa—bukankah itu inti sari agamaku? Kuyakinkan bahwa Allah Maha Pemurah, mengampuni dosa sekeji apapun. Ia sudah mengampuni aku. Aku yakin betul bahwa dosaku
33

diampuni olehNya. Dan kalau begitu, siapakah aku—yang gegabah menolak penyesalan sesamaku? Hukumammu sudah cukup berat, Monang. Aku takkan menambah sekerikil pun atas bebanmu. Karena pernah kita begitu berbahagia bersama-sama. Menghayati bersama-sama kecerahan hari hidup kita. Lalu badai menyambar kita—sehingga kita terpisah kini. Tetapi itu bukan cuma salahmu, Monang. “Badai meniupkan kapal-kapal ke mana nakhodanya tak berhasrat pergi,” kata suatu pepatah kuno. Kapalku kandas, sedangkan kapalmu berlayar terus tanpa harapan. Ya, sekalipun kau tak pernah mengunjungiku akhir-akhir ini, Monang, sedikit-dikitnya itu kuketahui betul: kau hidup tanpa harapan. Kasihan Monang... Dari rumahku yang kecil di luar kota, kukirimkan rasa ibaku kepadamu di rumahmu yang mewah di tengah kota. Bagaikan burung pipit yang hinggap di jendela, memandang bangkai cenderawasih yang kau pajang d atas lemarimu. Dan kalau sampai kau lihat burung pipit itu, Monang, ingatkah kau padaku? Pada Raumanen, cinta pertamamu? (Dicuplik dari novel berjudul Raumanen karya Marianne Katoppo, diterbitkan oleh Metafor Publishing, Jakarta, 1977, hlm. 3—4)

e. Deskripsi (Lukisan) Deskripsi merupakan jenis karangan yang menggambarkan bentuk objek pengamatan dari aspek rupa, sifat, rasa, atau corak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya selain menggambarkan perasaan bahagia, takut, sepi, sedih, atau genbira. Tujuan karangan ini adalah membantu pembaca membayangkan apa yang digambarkan tersebut (Utorodewo, dkk, 2004: 65). Seorang penulis yang hendak menulis karangan deskriptif haruslah teliti, cermat, dan kreatif memilih kata-kata sehingga pembaca dapat

membayangkan objek yang dilukiskan tersebut. Agar sampai pada tujuan tadi, seorang penulis harus mengambil sikap tertentu terhadap objek yang akan dilukiskannya. Ada dua pendekatan yang bisa diambil oleh penulis dalam mendeskripsikan sesuatu, yaitu pendekatan realistis dan pendekatan impresionalistis.

1. Pendekatan Realistis

34

baik lisan maupun tulisan. udang. atau apa adanya. penulis seolah bertindak sebagai tukang potret yang memotret sebuah objek melalui kameranya. Berbagai karya sastra tulis yang berkembang seiring dengan tradisi lisan. Segala jenis rumput mati. dan tanpa mendirikan kota sebagai pusat aktivitas mereka. Sepasang burung bangau itu takkan menemukan genangan air mesi sebesar telapak kaki. Sawah berubah menjadi padang kering berarna kelabu. penulis harus bersifat objektif. Mereka mampu mendirikan kerajaan-kerajaan yang sama sekali tidak mengandung pengaruh India. 4) 2. atau serangga lainnya. Tumbuhan jenis kaktus ini justru hanya muncul di sawah justru sewaktu kemarau berjaya. Perpadun antara tradisi lisan dan tulis ini kemudian menghasilkan salah satu epos sastra terbesar di dunia.Dalam pendekatan ini. Orang Bugis berbagai ciri khas yang sangat menarik. Yang menjadi bercak-bercak hijau di sana-sini adalah kerokot. Sepasang burung bangau melayang meniti angin. hingga kini masih dibaca dan disalin ulang. Jadi. hlm. tidak dibuat-buat. Di bagian langit lain. seekor burung pipit sedang berusaha mempertahankan nyawanya. Dengan kata lain. Namun kemarau belum usai. pendekatan impresionistis bertujuan Manusia Bugis karya Perhatikan menimbulkan kesan dalam diri pembaca sesuai dengan impresi penulis karena pelukisan bertolak dari sudut pandang penulis. Telah lama mereka merindukan amparan lumpur tempat mereka mencari mangsa: latak. Dia terbang bagai batu lepas dari ketepel. Air. ikan. Tanpa sekalipun mengepakan sayap. Kedua unggas ini telah melayang beratus-ratus kilometer mencari genangan air. sifat pendekatan ini subjektif. yakni La Galigo yang lebih panjang dari Mahabharata. Sambil menjerit sejadi-jadinya. Pendekatan Impresionistis Sesuai dengan namanya. sajian alam bagi sejala jenis belalang dan jangkrik. Orang Bugis juga memiliki tradisi kesusastraan. Di belakangnya seekor 35 . Perhatikan cuplikan cerita di bawah ini. contoh berikut. (dicuplik dari Christian Pelras. mereka mengapung berjam-jam lamanya. Suaranya melengking seperti keluhan panjang. berputar-putar di langit. Ribuan hektar sawah yang mengelilingi Dukuh Paruk telah tujuh bulan kerontang.

cara yang dapat dilakukan oleh penulis adalah menghilangkan segala macam ‘hiasan’ dalam teks yang akan diringkas. Udra yang ditempuh kedua binatang itu membuat udara desau. 9) 2. penulis akan dapat membuat sebuah ringkasan yang baik b. Tindakan meringkas dapat dilakukan terhadap berbagai jenis teks. di atas Dukuh Paruk. (2) keindahan gaya bahasa. Kedua. Sebuah ringkasan memiliki beberapa ciri. penulis harus bersifat netral. penulis haruslah mempertahankan urutan pikiran dan cara pandang penulis asli. Bulu-bulu halus beterbangan. ringkasan atas buku laporan tahunan.alap-alap mengejer dengan kecepatan berlebih. Dengan membaca teks asli secara berulang-ulang. a. dan ringkasan atas sebuah bab sebuah buku. dalam arti tidak memasukan pikiran. ide. dan Sintesis Ketiga istilah di atas pada intinya merujuk pada pekerjaan yang sama. maupun opininya ke dalam ringkasa yang dibuatnya. (dicuplik dari Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. menandai kalimat topik setiap paragraf. Jerit pipit kecil itu terdengar ketika paruh alap-alap menggigit kepalanya. hlm. dan menghilangkan segala macam hiasan. Abstrak 36 . Ringkasan. Pertama. di antaranya ringkasan atas novel. yaitu meringkas. Untuk sampai pada ringkasan yang baik. masing-masing memiliki perbedaan yang harus dipahami agar tidak menimbulkan salah paham. dan (3) penjelasan yang terperinci. Pembunuhan terjadi di udara yang lengang. Namun. Ringkasan Menyajikan kembali sebuah tulisan yang panjang ke dalam bentuk yang pendek disebut meringkas. Yang dimaksud dengan ‘hiasan’ di sini dapat berupa (1) ilustrasi atau contoh. Abstrak. Ketiga. ringkasan yang dibuat haruslah mewakili gaya asli penulisnya. bukan gaya pembuat singkasan.

Tujuannya adalah menjelaskan perlunya usaha inventarisasi sebagai tahap awal penyelamatan tradisi tersebut. Misalnya. Dengan metode observasi langsung yang ditunjang oleh kepustakaan. Istilah ini lazim digunakan dalam penulisan ilmiah. Apabila abstrak tersebut ditulis untuk keperluan Jurnal.Abstrak adalah karangan ringkas berupa rangkuman. (2) tujuan penelitian yang dilakukan oleh penulis. Sulawesi Utara. Abstrak Tradisi lisan Indonesia mengalami ancaman kepunahan karena berbagai sebab sehingga diperlukan usaha-usaha yang komprehensif untuk memeliharanya. sintesis dibuat atas beberapa sumber. Sintesis Berbeda dengan ringkasan dan abstrak yang merupakan ringkasan atas satu sumber saja. sedangkan untuk skripsi 200 sampai dengan 250 kata. perlu diperhatikan pula bahwa kesepakatan umum dalam dunia ilmu bahwa abstrak ditulis bahasa Inggris. Selain itu. c. dan Papua dan tantangan yang dihadapinya. penelitian diharapkan mampu merekam secara akurat berbagai tradisi lisan yang ada dalam masyarakat Indonesia secara akurat. Oleh karena itu. (3) metode atau bahan yang digunakan dalam penelitian. maka abstraknya ditulis dalam bahasa Inggris. Makalah ini akan membicarakan berbagai cara perekaman tradisi lisan di Provinsi Jawa Barat. 37 . Dalam tulisan laras ilmiah. maka panjangnya antara 75 sampai dengan 100 kata. (4) keluaran atau kesimpulan atas penelitian. Panjang-pendek sebuah abstrak amat ditentukan oleh tujuannya. Dalam sebuah abstrak setidaknya ada hal-hal berkut: (1) latar belakang atau alasan atas topik yang dipilih. data publikasi atas sumber-sumber tadi kemudian dimasukan dalam daftar pustaka. apabila sebuah artikel untuk jurnal atau skripsi ditulis dalam bahasa Indonesia. Pada dasarnya sintesis adalah merangkum intisari bacaan yang berasal dari beberapa sumber. Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini harus memperhatikan data publikasi atas sumber-sumber yang digunakan. Perhatikan contoh abstrak di bawah ini untuk keperluan jurnal. abastark terikat dengan aturan penulisan ilmiah.

(4) penulis harus dapat mencari kaitan antara satu sumber dengan sumber lainnya. (2) bersikap kritis atas sumber yang dibacanya. Ciri kutipan langsung adalah (1) Tidak boleh ada perubahan terhadap teks asli. .) digunakan apabila ada bagian kutipan yang dihilangkan. 3. yaitu (1) kutipan langsung dan (2) kutipan tidak langsung. perlu diperhatikan kebiasaan-kebiasan yang lazim berlaku dalam dunia ilmu. (2) Tanda (sic!) digunakan apabila ditemukan kesalahan pada teks asli. Kutipan langsung dan kutipan tidak langsung memiliki ciri-ciri tersendiri.1 Kutipan Dalam menulis karya ilmiah. Dalam upaya tersebut. dan (4) Menggunakan sumber kutipan yang berlaku dalam bidang selingkung. Kutipan terdiri atas dua jenis. Dalam proses ini. . (3) sudut pandang penulis harus tajam. dan (5) penulis harus menekankan pada bagian sumber yang diperlukannya.Ada sejumlah syarat yang harus diperhatikan oleh penulis dalam membuat sintesis. yaitu meminjam pemikiran orang lain untuk melengkapi tulisan kita tanpa menghilangkan penghargaan kita kepada orang yang pikirannya kita pinjam tersebut. kadang kita mengutip teks yang panjang dan kadang mengutip teks yang pendek. Kutipan itu kita gunakan sebagai alat untuk memperkuat argumentasi kita. Kutipan dan Sistem Rujukan 3. (3) Tanda tiga titik tiga berspasi (. Dalam mengutip secara langsung kita tidak melakukan perubahan apa pun terhadap teks atau bagian teks yang kita kutip tersebut sedangkan dalam mengutip tidak secara langsung kita diperkenankan untuk menggunakan kata-kata kita sendiri tetapi tidak mengubah makna pada teks aslinya. 2004: 97): (1) penulis harus bersikap objektif dan kritis atas teks yang digunakannya. Keduanya jenis kutipan ini bertujuan sama. Sebuah kutipan disebut kutipan pendek apabila 38 . kadangkala kita mengutip pendapat orang lain. di antaranya (Utorodewo dkk.

Kutipan langsung. Walaupun demikian. kita mengenal dua sistem perujukan yang sering digunakan. 39 . Sistem ini dikembangkan dalam tiap bidang ilmu selingkung sehingga muncul variasi dalam penulisannya. Kutipan langsung panjang (1) dipisahkan dari teks kita dengan dengan spasi dan besaran huruf yang lebih kecil. kita mengenal sistem catatan. dan. Kutipan tidak langsung disebut juga inti sari pendapat memiliki ciri-ciri (1) diintegrasikan dengan teks. menyertakan data atas sumber kutipan juga berarti menghargai pikiran orang yang tulisannya kita kutip selain sebagai etika dalam dunia ilmu dan aspek legalitasnya. (2) tidak diapit oleh tanpa kutip. juga dapat dilakukan pada catatan kaki dengan tatacara: spasi rapat. Kutipan pendek (1) diintegrasikan langsung dengan tulisan kita. Catatan Kaki adalah catatan yang diletakkan di bagian bawah halaman sedangkan Catatan Belakang ada di akhir bab (dalam sebuah buku) atau bagian akhir sebuah tulisan (dalam sebuah makalah). sumber kutipan harus ada. sumber kutipan. Selain terhindar dari tuduhan plagiarisme. (2) boleh diapit oleh tanda kutip oleh tidak. Mengenai sumber kutipan. hal tersebut mutlak harus ditulis jika kita tidak ingin digolongkan sebagai orang yang melakukan plagiarisme karena plagiarisme merupakan tindakan pencurian terhadap hak cipta seseorang yang dilindungi oleh hukum. (2) diapit oleh tanda kutip.2 Sistem Rujukan Dalam upaya menjaga etika ilmiah dalam hal penggunaan sumber lain dalam sebuah tulisan. dan (3) jangan lupa. Tidak heran apabila sistem yang digunakan oleh bidang ilmu tertentu berbeda dengan sistem yang dikembangkan oleh bidang ilmu lainnya. dan tidak boleh mengadakan perubahan terhadap teks asli. 3. dan (3) harus menyertakan sumber kutipan.tidak lebih dari empat baris sedangkan kutipan panjang lebih dari empat baris. diapit tanda kutip. baik yang pendek maupun yang panjang. dan (2) catatan belakang. (3) jangan lupa. yaitu (1) catatan kaki.

Hlm. 48— 57. Tokoh ini menulis buku berjudul Batas Nalar yang diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia di Jakarta. Yang dimaksud dengan referensi adalah data semua sumber yang dijadikan rujukan dengan ditandai oleh angka Arab. Ibrahim Yaakob dan beberapa pemimpin KRIS lainnya kemudian terbang ke Indonesia dan selanjutnya 17 melakukan perjuanganmya dari Indonesia. Setiap orang akan dipengaruhi oleh lingkungannya. Calne.Sistem catatan dapat dibagi dalam dua jenis: referensi dan informasi tambahan. Di halaman 159. Orang yang sukses berniaga punya kecenderugan bertindak dan menantang risiko di mana perlu. 2005. Calne. Informasi Tambahan pada sistem catatan digunakan apabila penulis memandang perlu menjelaskan sebuah istilah. dst. No. Di halaman 52. kemerdekaan yang dicapai Indonesia tanpa melibatkan Tanah Melayu. memberikan informasikan adanya sumber lain yang membahas kasus yang sama. 2 Desember 2007. 159. Teks di bawah ini akan menjelaskan bagaimana catatan dibuat. seolah-olah merupakan sebuah rangkaian perjalanan yang berakhir dengan kegagalan. Tujuan informasi tambahan ini adalah agar pembaca mendapatkan informasi yang lebih lengkap atas istilah atau bagian dari uraian tersebut. Kesimpulan atas usaha tokoh itu secara singkat dimasukan dalam catatan kaki.1 Seperti dikatakan oleh John Maynard Keynes. menjelaskan bagian dari uraian tertentu. 40 . tahun-tahun awal selepas berakhir perang Pasifik. Sebuah tulisan mengenai hubungan pribadi seseorang dengan lingkungannya mengutip pendapat seorang tokoh psikologi Amerika bernama Donald B. Batas Nalar . Mahayana yang berjudul “Gerakan Budaya Menjelang Kemerdekan Indonesia— Malaysia” yang terbit Jurnal Makara Vol. semangat untuk mencapai cita-cita menjadikan Malaysia sebagai negara yang merdeka. _______________ 1 Donald B. Sementara itu. perjuangan mesti dilanjutkan. Sungguhpun demikian. Maman menguraikan mengenai usaha seorang tokoh Melayu bernama Ibrahim Yaakob. Demikian pula dengan profesi seseorang. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. tidak sama sekali pudar. hlm. Bagi Malaysia. Contoh berikut diambil dari tulisan Maman S. penulis buku membuat pernyataan yang cukup penting mengenai mentalitas para pedagang sehingga perlu dikutip dan diberi catatan (bagian yang dikutip ditebalkan). 11. bagi Malaysia persoalannya lain lagi.

.. Riris K. 5 Boen S. Yaakob dimakamkan di Makam Pahlawan Kalibata. 17 Dalam hal catatan kaki yang berisi referensi. 125. dan Loc.Cit. berasal dari kata opere citato yang berarti ‘pada karya yang telah dikutip’. Op. hlm. 159.Cit. Oemarjati._________________ Perjuangan Ibrahim Haji Yaakob untuk menyatukan Malaysia dengan Indonesia ternyata tidak pernah terwujud sampai akhirnya ia meninggal tanggal 9 Maret 1979.Cit. 2005.Cit. Sebagai penghargaan atas perjuangannya membantu Indonesia. 7 Donald B. Op. Ibid. yaitu Ibid. 40. “Tanggung Jawab dalam Koeksistensi Berbudaya” dalam Memaknai Kembara Bahasa dan Budaya (ed. Jakarta: UI Press. Hlm. Calne. Calne. jurnal. Op. 9 Arnold Van Gennep. Istilah ini mengacu kepada artikel dalam bunga rampai. Istlah ini dipergunakan apabila artikel tersebut dirujuk beberapa kali dan telah disela oleh sumber yang lain. Chicago: Chicago University Press. majalah. The Ritus of Passage. maka tiga istilah. hlm. Hlm. Ibid. 1 Donald B.. Istilah ini digunakan untuk rujukan apa saja yang digunakan berturut-turut tanpa disela oleh sumber yang lain. Loc. 6 Arnold Van Gennep. 42. ansiklopedi. Toha-Sarumpaet). Op. hlm. koran. harus diketahui dan dipergunakan dengan benar.Cit. Perhatikan contoh di bawah ini. Ibid berasal dari kata ibidem yang artinya ‘pada tempat yang sama’. Istilah ini digunakan apabila seorang penulis mengacu sumber berupa sebuah buku yang diacu beberapa kali namun sumber tersebut telah disela oleh sumber yang lain. 3 4 2 4. Oemarjati. Batas Nalar . hlm. 8 Boen S.Cit. berasal dari kata loco citato yang artnya ‘pada tempat yang telah dikutip’. Sumber-sumber tersebut harus dihimpun dalam sebuah daftar yang lazim 41 . Loc. dan Loc. 121. Ibid. 10 Maret 1979. 1992.Cit.Cit. 170.Cit. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. Ibid. seorang penulis hampir dapat dipastikan menggunakan beberapa sumber. Op. Hlm. Apabila sumber-sumber itu dirujuk beberapa kali dengan halaman yang sama atau berbeda-beda. 46. 35. Daftar Pustaka Daftar pustaka atau bibliografi adalah semua sumber yang menjadi rujukan seorang penulis dalam kegiatannya menulis sebuah karya ilmiah. ketiganya berasal dari bahasa Latin. 2012.

Sebagai bentuk keterbukaan dan kejujuran penulis mengenai sumbersumber yang dipergunakannya.5 atau 2 spasi. Unsur-unsur tersebut adalah sebagai berikut: (1) nama penulis. yakni dengan mendahulukan nama belakang 42 . baris kedua dan selanjutnya dimulai dengan 3--5 ketukan ke dalam. nama penerbit). misalnya format MLA (The Modern Language Association) dan format APA (American Psycologycal Association). nama penulis tidak dibalik tetapi Daftar Pustaka dibalik. Variasi ini terjadi akibat polapola penulisan yang dikembangkan oleh selingkung bidang. 2. yaitu: (1) baris pertama dimulai pada pias (margin) sebelah kiri. (3) judul sumber yang dipakai sebagai referensi. Membantu pembaca memilih referensi yang sesuai dengan bidang studinya. (2) tahun terbitan sumber yang bersangkutan. Pada Catatan Kaki. Dalam menyusun Daftar Pustaka. (4) diurut berdasarkan abjad huruf pertama nama keluarga penulis (bergantung pada gaya selingkung bidang) Untuk nama penulis. Ada beberapa variasi penulisan Daftar Pustaka. dan (4) data publikasi (nama tempat terbit. 1. 4. penulisannya dalam daftar pustaka berbeda dengan penuisan dalam Catatan kaki. Membantu pembaca mengetahui ruang lingkup studi penulis.disebut sebagai Daftar Pustaka atau Bibliografi atau Kepustakaan dengan fungsi sebagai berikut. unsur-unsur yang harus ada dalam sebuah daftar pustaka pada dasarnya sama. Memberikan petunjuk kepada pembaca yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai tulisan yang dibacanya serta hubungannya dengan tulisan lain yang berkaitan. 3. (2) jarak antarbaris 1 spasi. beberapa hal perlu diperhatikan. (3) jarak antarsumber 1. Namun demikian.

(2012). maka nama penulis pertama saja yang dibalik sedangkan nama pengarang kedua tidak. Boen S. Rina dan Yulia Nazaruddin. Apabila penulisnya empat orang atau lebih. Riris K. Gennep. Gennep. Jakarta: CV. Toha-Sarumpaet). Tesis. Tiga Penulis: Gustianti. Toha-Sarumpaet). (1992). “Tanggung Jawab dalam Koeksistensi Berbudaya” dalam Memaknai Kembara Bahasa dan Budaya (ed. 2012. Contoh: Dua Penulis: Gustianti. Donald B. Jakarta: CV. The Ritus of Passage. Boen S. Oemarjati. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. Tiga Pena Mandiri. “Tanggung Jawab dalam Koeksistensi Berbudaya” dalam Memaknai Kembara Bahasa dan Budaya (ed. Rina. 2005. The Ritus of Passage. Arnold Van. Rina. Tujuan. Batas Nalar. (2005). perlu ditetapkan terlebih dahulu hal yang 43 . Untuk itu. Format APA Caine. 2012: Kiamat Tak Jadi Datang. Jakarta: UI Press. Empat Penulis: Gustianti. maka setelah nama penulis pertama cukup ditulis kata dan ‘dkk’ yang artinya ‘dan kawan-kawan’ yang dalam istilah Latin adalah et. 2012: Kiamat Tak Jadi Datang. Tiga Pena Mandiri. dan Yulia Nazaruddin.karena dianggap sebagai nama keluarga dan dibatasi oleh koma untuk kata selanjutnya yang dianggap sebagai nama diri seperti contoh berikut. 2012: Kiamat Tak Jadi Datang. (2005). Chicago: Chicago University Press. Oemarjati.al. dan Kerangka Karangan Sebuah karya ilmiah haruslah direncananan dan disusun dengan cara yang sistematis dan terukur. (2005). Arnold Van. Jakarta: UI Press. 1992. Tiga Pena Mandiri. Syahrial. Chicago: Chicago University Press. Riris K. Topik. dkk. Donald B. Jakarta: CV. Batas Nalar. (2005). Format MLA Caine. Apabila pengarang dalam sumber lebih dari satu orang. 5. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

seorang yang tidak mengetahui atau tidak menguasai ilmu sastra bagaimana mungkin menulis makalah yang berisi tinjauan ilmiah karya-karya Mochtar Lubis yang demikian kompleks dengan bobot yang tinggi. Topik. Dalam memilih perlu dipertimbangkan beberapa hal. Misalnya. Bagaimana pula dapat memberikan uraian yang berbobot apabila bidang atau pengetahuan yang disyaratkan oleh topik yang dipilih tidak kita kuasai. seorang calon penulis dapat menentukan sebuah topik yang dapat dia garap dengan baik. haruslah yang pertama ditentukan oleh penulis. Selain itu. atau disertasi. bagaimana mungkin mengerjakan sesuatu tulisan yang kita sendiri tidak tertarik. sedangkan judul paling akhir karena judul hanyalah kepala karangan. maka tulisan itu tidak akan selesai atau melebar ke mana-mana. yang bersangkutan akan sulit mempertanggungjawabkan tulisannya. Namun demikian. misalnya untuk jurnal. Demikian pula topik untuk tujuan penulisan skripsi. Selain. seperti telah dikemukakan di atas. Namun banyak orang mengartikannya sama. dan (4) untuk penulis pemula hindari topik yang kontroversial dan baru. tesis. Secara sepintas. Mengapa demikian? Sebab. Apabila si penulis ingin melakukan penelitian lapangan mengenai masalah itu. Semuanya harus disesuaikan dengan yang disyaratkan oleh jenis-jenis karya ilmiah tersebut. membicarakan sebuah topik yang kontrovesial dan baru akan menyulitkan yang bersangkutan dalam mencari rujukan penunjang. dengan mempertimbangkan posisi penulis dalam bidang ilmu tertentu dan horizon pengetahuannya di bidang tersebut. yaitu (1) harus menarik perhatian penulis. sebuah tulisan ilmiah haruslah fokus pada satu masalah dan selesai dibicarakan dalam format tertentu. Jika terlalu luas. 44 . menentukan topik sebuah tulisan tampaknya merupakan langkah yang agak sulit dilakukan. Bagi seorang penulis pemula. (2) diketahui dan dikuasai oleh penulis. Hal yang paling penting itu disebut sebagai topik. (3) harus sempit dan terbatas.paling penting yang hendak diuraikan. Topik tidak sama dengan judul. topik yang terlalu teknis bagi pemula akan menyulitkannya juga karena seorang penulis pemula tidak menguasai istilah-istilah teknis bidang yang digarapnya.

penulis merumuskan topik dan tujuan itu ke dalam tesis. Jadi. dalam menyusun kerangka karangan penulis berpedoman pada tesis. tesis merupakan “payung” bagi tahapan penulisan ilmiah. Perlu diketahui dulu topik dan tujuan barulah dirumuskan tesis karangan. Tesis dan Kerangka Karangan TESIS dalam penulisan karangan ilmiah merupakan langkah awal penulisan. Setelah topik dan tujuan ditetapkan dengan jelas. Setelah topik ditetapkan. Tujuan semacam pembatasan topik agar tidak menyimpang dari permasalahan. intrpretasi. penulis menentukan topik berdasarkan penguasaan permasalahan. tujuan harus lebih terbatas atau lebih sempit dari topiknya. Topik adalah pokok masalah yang akan dibahas dalam karangan ilmiah. Oleh karena itu. Tanpa mengetahui pokok masalah yang akan dibicarakan penulis tidak dapat menetukan permasalah serta sasaran apa yang akan dicapai dalam penulisan. langkah selanjutnya adalah menentukan tujuan. dan mengarahkan penulis pada proses lanjut penulisan. tesis mampu meramalkan. mengendalikan. Namun. tetapi harus menata pokok-pokok 45 . Supaya topik itu dapat ditetapkan dengan jelas dan menarik. akan diapakan topik itu? Untuk itu. penulis tidak langsung menulis setelah mengetahui tesis karangannya. Tesis dibentuk berdasarkan topik dan tujuan. Misalnya. TESIS adalah perumusan topik dan tujuan dalam bentuk kalimat dengan menonjolkan topiknya sebagai pokok bahasan. Pada dasarnya tujuan mempersempit permasalahan yang akan dibicarakan dalam karangan. yaitu penyusunan kerangka karangan (outline). Dalam penulisan karangan ilmih. penentuan sebuah tesis juga dapat dilakukan berdasarkan karangan yang sudah jadi (publikasi ilmiah). tesis semacam rambu-rambu pedoman dalam penulisan. dan sintesis. Degan demikian.Apabila sebuah topik telah selesai dirumuskan. Dalam proses penulilasan karangan ilmiah. Tujuan dari topik itu adalah sasaran yang akan dicapai penulis berdasrkan topiknya. Tesis lebih menonjolkan topik daripada tujuan dengan maksud penulis karangan ilmiah melakukan analisis. Tujuan adalah sasaran yang hendak dicapai penulis berdasarkan topik sehingga tujuan itu mempersempit atau membatasi topik. Dengan demikian. penulis menentukan tujuan dari topik yang telah ditetapkan.

dan (6) Berarti setengan karang sudah selesai dilakukan atau merupakan tahapan akhir dari prapenulisan. (1) (2) (3) Perumusan tesis dan pngungkapan maksud dengan jelas dan benar. (1) Tidak mengolah ide sampai dua kali sehingga penulisan tidak keluar dari pokok masalahnya. (3) Mengingatkan penulis pada bahan/materi sebagai sumber rujukan dan bahan. Melalui tahapan penulisan kerangka karangan. (4) Membaca ulang karangan yang sudah selesai dapat menciptakan kembali reproduksi yang sama dari pembaca. Ragangan ini sebagai pedoman penyusunan daftar isi karangan. KERANGKA KARANGAN adalah suatu rencana kerja ilmiah yang teratur untuk mendeskripsikan penyusunan pokok-pokok bahasan ke dalam bab dan subbab dengan menampilkan acuan berupa sumber rujukan (referensi) yang digunakan. penulis perlu memperhatikan hal-hal berikut. Pengevaluasian semua topik yang telah dirinci ke dalam tahapan: (a) semua bab topik relevan dengan tesisi.bahasan itu ke dalam kerangka karangan. ide. (6) (7) Sadarilah ragangan tidak sekali buat. dan (c) semua topik dan subtopik sudah disusun secara paralel. nilai umum. Penginventarisan topik ke dalam sub-subtopik secara maksimal. Tahapan penyusunan kerangka karangan itu perlu dimanfaatkan oleh penulis karena kerangka mempunyai beberapa fungsi penting dalam proses penulisn. (2) Menciptakan klimaks yang berbeda setiap bab sehingga ada variasi dalam penyajian materi karangan. (b) jangan ada topik yang sama. (5) Penetapan pola susun ragangan yang tepat: pola alamaiah atau pola logis. (5) Dapat dilihat dengan jelas wujud. di antaranya. 46 . penulis perlu memerhatikan persyaratan penyusunan kerangka karanganberikut. (4) Tahapan (3a) dan (3b) dilakukan secara berulang untuk mendapatkan subtopik yang terinci Secara maksimal. Setelah mengetahui fungsi kerangka karangan bagi penulis. dan spesifikasi karangan.

pola alamaiah topik yang ada (6) (7) Pola logis yang digunakan. dan dikutip dalam catatan. tiap rincian ada kaitannya dengan unit atasan langsung. 47 . sistem lurus. (3) (4) Tiap unit dalam kerangka karangan mempunyai satu gagasan. dan urutan rincian baik dan teratur (5) Pilihlah pola kerangka karangan yang diterapkan (a) (b) (c) pola alamiah spasial. dan sistem gabungan. Pasangan simbol disusun secara taat asas dengan menggunakan sistem (a) (b) (c) sistem lekuk. Pokok-pokok kerangka karangan disusun secra logis. di antaranya (a) (b) (c) unit pokok terinci secara maksimal. dibaca. pola alamiah kronologis.(1) (2) Tesis sudah jelas dan benar. Data primer dan data sekunder sudah terkumpul.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.