TUGAS PERPAJAKAN

PPN dan PPN BM

UNIVERSITAS MAHASARASWATI FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI KELAS EKSEKUTIF (AK B)

Nama Kelompok : 1. 2. 3. 4. Ni Made Kartini (35) I. B. Gd. Swadhika Purwa Satya (27) I. B. Adi Surya Parameswara (24) I Wayan Budiarta (29)

yaitu PPN Barang dan PPN Jasa. maksudnya pemikul beban pajak dan penanggung jawab atas pembayaran pajak ke kantor pelayanan pajak adalah subjek yang berbeda.Dalam perhitungan PPN yang harus disetor oleh PKP. dikenal istilah pajak keluaran dan pajak masukan. yaitu dengan memperhitungkan besaran pajak masukan dan pajak keluaran. Dihitung dengan metode pengurangan tidak langsung (indirect subtraction). penanggung pajak (konsumen akhir) tidak menyetorkan langsung pajak yang ia tanggung. 11/1994 dan Undang-Undang No. yaitu Undang-Undang No. Indonesia menganut sistem tarif tunggal untuk PPN. dan pelaporan PPN ada pada pihak pedagang atau produsen sehingga muncul istilah Pengusaha Kena Pajak yang disingkat PKP. penyetoran. Pajak keluaran adalah PPN yang dipungut ketika PKP menjual produknya. 2 (dua) jenis di antaranya dibatasi dengan unsur untuk dapat mengenakan PPN. atau membuat produknya. PPN disebut Value Added Tax (VAT) atau Goods and Services Tax (GST).8/1983 berikut revisinya.     Multitahap. maksudnya pengenaan pajak didasarkan pada objek pajak. PPN termasuk jenis pajak tidak langsung. 18/2000.Dasar hukum utama yang digunakan untuk penerapan PPN di Indonesia adalah Undang-Undang No.Pengertian PPN Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah pajak yang dikenakan atas setiap pertambahan nilai dari barang atau jasa dalam peredarannya dari produsen ke konsumen. maksudnya pajak tersebut disetor oleh pihak lain (pedagang) yang bukan penanggung pajak atau dengan kata lain. memperoleh. maka terdapat 6 (enam) jenis PPN. Karakteristik PPN  Pajak tidak langsung. . yaitu sebesar 10 persen. Pajak objektif. maksudnya pajak dikenakan di tiap mata rantai produksi dan distribusi. Mekanisme pemungutan. Objek Pajak Pertambahan Nilai Apabila ditinjau dari jenis penyerahan yang menjadi objek PPN. Dalam bahasa Inggris. sedangkan pajak masukan adalah PPN yang dibayar ketika PKP membeli. Menghindari pengenaan pajak berganda.Dari keenam jenis PPN.

penyerahannya harus di Daerah Pabean. 5. penyerahan dari cabang ke cabang lainnya. penyerahan likuidasi atas aktiva yang tujuan semula tidak untuk diperjuabelikan. Penyerahan yang dikenakan PPN meliputi: 1. Barang kena pajak dimungkinkan berbentuk: 1. 5. 8/1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang No. barang tidak berwujud yang dimanfaatkan di Indonesia. 18/2000 tidak dikenakan PPN. PKP yang menyerahkan harus dalam lingkungan perusahaan /pekerjaannya terhadap barang yang dihasilkan. 2. penyerahan secara konsinyasi. sepanjang PPN sewaktu memperoleh aktiva dapat dikreditkan menurut perundang-undangan perpajakan yang bersangkutan. yang masih tersisa pada saat pembubaran. yang menyerahkan adalah Pengusaha Kena Pajak (PKP). penyerahan hak karena suatu perjanjian. yang diserahkan adalah Barang Kena Pajak (BKP). 3. 2. atau dari pusat ke cabang atau sebaliknya. 2. yaitu: . 7. penyerahan kepada pedagang perantara atau melalui juru lelang. yaitu daerah Republik Indonesia. 4. barang berwujud dan tidak bergerak. 3. 6. sehingga dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). pemakaian sendiri dan pemberian cuma-cuma. kecuali jenis barang dan jenis jasa sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 4A Undang-Undang No. Perkecualian Pada dasarnya semua barang dan jasa merupakan barang kena pajak dan jasa kena pajak. pengalihan barang karena suatu perjanjian sewa-beli dan perjanjian leasing. 3. adanya penyerahan. barang berwujud dan bergerak. 4.Unsur-unsur yang harus dipenuhi untuk dapat dikenakan PPN adalah: 1.

Batu bara sebelum diproses menjadi briket batu bara. . Beras setengah giling atau digiling seluruhnya.  Sagu. meliputi:  Segala jenis beras dan gabah. beras merah. jagung kuning kemerahan.  Barang-barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Jagung yang telah dikupas maupun belum. dikilapkan maupun tidak. seperti beras putih. dalam bentuk: 1. 3. Empulur sagu. Menir (groats) atau beras jagung. 2. Beras pecah. dalam bentuk: 1. Beras berkulit (padi atau gabah) selain untuk benih. sepanjang masih dalam bentuk butiran. meliputi: 1. 2. dan bijih bauksit. bijih tembaga. 6. 2. 5. disosoh. bijih perak. atau beras ketan putih dalam bentuk: 1. bijih nikel. Bijih timah.Barang tidak kena PPN  Barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya. Jagung tongkol dan biji jagung atau jagung pipilan. dan bubuk sagu. beras ketan hitam. 2.  Segala jenisng putih. 4. tepung kasar. jagung kuning. Gas bumi. Tepung. 3. 5. atau berondong jagung. Minyak mentah. bijih besi. 3. bijih emas. Menir (groats) beras. Pasir dan kerikil. 4. Gilingan. Panas bumi.

Garam meja. 4. seperti akupunktur. meliputi: 1. dan sanatorium. 2. Jasa pelayanan panti asuhan dan panti jompo. 3. rumah makan. seperti kedelai putih. 2. 2. warung.7%. Jasa pemakaman. Jasa pelayanan sosial lainnya. fisioterapis. kedelai kuning. Jasa kebidanan dan dukun bayi. . 6. atau kedelai hitam. kecuali yang bersifat komersial. tidak termasuk makanan dan minuman yang diserahkan oleh usaha katering atau usaha jasa boga. Jasa dokter umum. dan dokter gigi. meliputi makanan dan minuman baik yang dikonsumsi di tempat maupun tidak. Jasa lembaga rehabilitasi. Jasa dokter hewan. pecah maupun utuh. 5. dengan kadar NaCl 94. baik yang beriodium maupun tidak beriodium. dan surat-surat berharga Jasa tidak kena PPN  Jasa di bidang pelayanan kesehatan. termasuk krematorium. Jasa ahli kesehatan. Jasa paramedis dan perawat. kedelai hijau. dan ahli gigi. 6. ahli gizi. klinik kesehatan.  Makanan dan minuman yang disajikan di hotel. kecuali yang bersifat komersial. rumah bersalin. 5. emas batangan. Jasa rumah sakit. termasuk: 1. restoran. dokter spesialis. kecuali yang bersifat komersial. laboratorium kesehatan. 4.  Uang. kecuali yang bersifat komersial.  Garam. meliputi: 1. Jasa pemberian pertolongan pada kecelakaan. 7. Segala jenis kedelai. 3.  Jasa di bidang pelayanan sosial. dan sejenisnya. Jasa di bidang olahraga. Garam dalam bentuk curah atau kemasan 50 kilogram atau lebih. Jasa pemadam kebakaran.

3. seperti pementasan kesenian tradisional yang diselenggarakan secara cuma-cuma. baik yang dilakukan oleh instansi pemerintah maupun swasta.  Jasa di bidang angkutan umum di darat dan air. yang bukan bersifat iklan dan tidak dibiayai oleh sponsor yang bertujuan komersial. seperti kursus. Jasa pelayanan rumah ibadah. meliputi: 1. pendidikan kedinasan. dan sewa guna usaha dengan hak opsi. Jasa penyelenggaraan pendidikan sekolah. pendidikan luar biasa. meliputi: 1.  Jasa di bidang keagamaan. danau maupun sungai yang dilakukan oleh pemerintah maupun oleh swasta. jasa penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan surat kontrak (perjanjian).  Jasa di bidang penyiaran yang bukan bersifat iklan seperti jasa penyiaran radio atau televisi.  Jasa di bidang pendidikan. Jasa di bidang pengiriman surat dengan perangko yang dilakukan oleh PT Pos Indonesia (Persero). pendidikan kejuruan. kecuali jasa penyediaan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga. serta anjak piutang. meliputi jasa angkutan umum di darat. 2. meliputi: 1. dan pendidikan profesi. pendidikan akademik. tidak termasuk broker asuransi.  Jasa di bidang perbankan. . seperti jasa penyelenggaraan pendidikan umum. Jasa asuransi. 3. Jasa perbankan. Jasa lainnya di bidang keagamaan. 2. Jasa penyelenggaraan pendidikan luar sekolah. asuransi. 2. laut. Jasa pemberian khotbah atau dakwah.  Jasa di bidang kesenian dan hiburan yang telah dikenakan pajak tontonan termasuk jasa di bidang kesenian yang tidak bersifat komersial. Jasa sewa guna usaha dengan hak opsi. pendidikan keagamaan.

motel. 3. persediaan BKP tersisa (likuidasi). hostel. meliputi: 1. untuk PPN Impor adalah Nilai Impor. pemberian cuma-cuma.  Jasa di bidang perhotelan. 3. . untuk PPN Jasa adalah penggantian. rumah penginapan. untuk PPN atas pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud atau Jasa Kena Pajak dari luar negeri adalah jumlah yang dibayarkan kepada pihak yang menyerahkan BKPTB atau JKP. penyerahan film. meliputi: 1. rumah penginapan. saat terutangnya PPN dan tarif PPN. serta fasilitas yang terkait dengan kegiatan perhotelan untuk tamu yang menginap. Jasa penyediaan tenaga kerja sepanjang pengusaha penyedia tenaga kerja tidak bertanggungjawab atas hasil kerja dari tenaga kerja tersebut. harus dipahami terlebih dahulu tentang Dasar Perhitungan PPN (DPP). untuk PPN Barang adalah harga jual. losmen. adalah Nilai Lain.  Jasa yang disediakan oleh pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum. Jasa di bidang tenaga kerja. Dasar Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai Untuk menghitung besarnya PPN terutang. 5. Dasar perhitungan PPN adalah sebagai berikut: 1. 2. dan hostel. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). 2. dan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP). meliputi jenis-jenis jasa yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah seperti pemberian Izin Mendirikan Bangunan (IMB). motel. untuk PPN atas pemakaian sendiri. Jasa persewaan ruangan untuk kegiatan acara atau pertemuan di hotel. Jasa tenaga kerja. 2. Jasa penyelenggaraan pelatihan bagi tenaga kerja. aktiva yang tujuan semula tidak untuk dijual dan Jasa Pengiriman Paket. penyerahan media rekaman suara/gambar. Jasa persewaan kamar termasuk tambahannya di hotel. losmen. Izin Usaha Perdagangan (IUP). 4.

sebagai sarana dalam rangka memudahkan melakukan kredit pajak. PPN pemakaian sendiri. Tarif PPN menerapkan tarif yang proporsional dan tunggal. untuk penyerahan media rekaman suara/gambar adalah perkiraan harga jual rata-rata. 4. untuk PPN Ekspor adalah Nilai Ekspor. baik saat terutangnya pajak maupun pembayaran . Pengertian Harga Jual dan Penggantian tidak termasuk PPN. Pengertian DPP dengan nilai lain. Tidak ketinggalan adalah PPN Bendaharawan. Pengertian harga jual pun dipengaruhi oleh perjanjian penyerahan BKP. saat terutangnya PPN dan tarif PPN. 2. PPN atas pemanfaatan BKP tidak berwujud. untuk jasa pengiriman paket adalah 1% (satu persen) dari Tagihan atau seharusnya dibayar. Tarif dan Menghitung PPN Setelah memahami dasar perhitungan PPN (DPP). untuk pemakaian sendiri dan pemberian cuma-cuma adalah harga jual/penggantian tidak termasuk laba kotor. dan PPN jasa pengiriman Paket. seperti PPN atas pemberian cumacuma.6. maka dengan mudah dapat menghitung PPN terutang secara benar dan cepat. 3. PPN atas pemanfaatan JKP dari luar negeri. PPN atas penyerahan kaset rekaman lagu dan gambar. Dalam menghitung PPN terutang diberikan beberapa contoh menghitung. untuk persediaan tersisa (likuidasi) dan aktiva yang tujuan semula tidak untuk dijual adalah harga pasar wajar. potongan harga yang dicantumkan dalam faktur pajak dan barang retur.Di samping itu juga diuraikan tentang tarif efektif termasuk asal-usul tarif efektif. termasuk menghitung PPN dengan dasar perhitungan nilai lain. adalah: 1. apakah loco gudang atau franco gudang.

Namun demikian. Dengan demikian. atau 3. mekanisme pengenaan PPnBM ini sedikit berbeda dengan PPN. perlu adanya pengendalian pola konsumsi atas Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah. atau 4. 3. 4. perlu keseimbangan pembebanan pajak antara konsumen yang berpenghasilan rendah dengan konsumen yang berpenghasilan tinggi. impor Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah.Pengertian PPn BM PPnBM merupakan jenis pajak yang merupakan satu paket dalam Undang-undang Pajak Pertambahan Nilai. Pajak Penjualan Atas Barang Mewah dikenakan terhadap : 1. atau 2. Dasar Pertimbangan Pengenaan PPnBM 1. PPnBM hanya dikenakan pada saat penyerahan BKP Mewah oleh pabrikan (pengusaha yang menghasilkan) dan pada saat impor BKP Mewah. Pengertian BKP Mewah 1. Adapun fihak yang memungut PPnBM tentu saja pabrikan BKP Mewah pada saat melakukan penyerahan atau penjualan BKP Mewah. PPnBM atas impor BKP mewah dilunasi oleh importir berbarengan dengan pembayaran PPN impor dan PPh Pasal 22 Impor. pada umumnya barang tersebut dikonsumsi oleh masyarakat berpenghasilan tinggi. 2. atau . Berdasarkan Pasal 5 Ayat (1) Undang-undang PPN. PPnBM tidak dikenakan lagi pada rantai penjualan setelah itu. barang tersebut dikonsumsi oleh masyarakat tertentu. bahwa barang tersebut bukan merupakan barang kebutuhan pokok. penyerahan Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah yang dilakukan oleh Pengusaha yang menghasilkan Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah di dalam Daerah Pabean dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya. barang tersebut dikonsumsi untuk menunjukkan status. perlu untuk mengamankan penerimaan negara. perlu adanya perlindungan terhadap produsen kecil atau tradisional. 2. Sementara itu.

Tarif Pajak Penjualan Atas Barang Mewah adalah paling rendah 10% (sepuluh persen) dan paling tinggi 75% (tujuh puluh lima persen). Jenis Barang yang dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah atas Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. barang elektronik. mencampur : mempersatukan dua atau lebih unsur (zat) untuk menghasilkan satu atau lebih barang lain.5. mengemas : menempatkan suatu barang ke dalam suatu benda yang melindunginya dari kerusakan dan atau untuk meningkatkan pemasarannya. apabila dikonsumsi dapat merusak kesehatan dan moral masyarakat. seperti minuman beralkohol. Atas ekspor Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah dikenakan pajak dengan tarif 0% (nol persen). Pengertian Menghasilkan PPnBM dikenakan pada saat Pengusaha yang menghasilan BKP Mewah menyerahkan kepada fihak lain. 5. membotolkan : memasukkan minuman atau benda cair ke dalam botol yang ditutup menurut cara tertentu. 3. serta mengganggu ketertiban masyarakat. 3. 2. 4. ditentukan : 1. Termasuk dalam pengertian menghasilkan adalah sebagai berikut . seperti merakit mobil. 1. Dengan Peraturan Pemerintah ditetapkan kelompok Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah yang dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah.” . Kelompok dan Jenis BKP Mewah Berdasarkan Pasal 8 Undang-undang PPN. memasak : mengolah barang dengan cara memanaskan baik dicampur bahan lain atau tidak. perabot rumah tangga. dan sebagainya. Tarif. 4. 2. merakit : menggabungkan bagian-bagian lepas dari suatu barang menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.

03/2001. PT. PP Nomor 43 Tahun 2003. 4. CV. Yayasan. BUMN/BUMD. PP Nomor 55 Tahun 2004. Adapun Keputusan Menteri Keuangan yang mengatur jenis barang yang dikenakan PPnBM adalah Keputusan Menteri Keuangan Nomor 570/KMK. 6. . 2. maka dalam subjek Pajak Pertambahan Nilai yang dibahas adalah siapa yang melakukan penyerahan BKP dan atau JKP. 5. Dana Pensiun. Firma. Perseroan lainnya. Kongsi. melakukan atau tidak melakukan usaha. Ormas. 141/KMK. PP Nomor 6 Tahun 2003.03/2002.03/2004. 39/KMK. organisasi lainnya. Adapun yang menyerahkan adalah Pengusaha kena pajak (PKP) yang dapat berupa Orang Pribadi atau juga Badan. Badan dapat terdiri dari 1. Koperasi. 620/PMK.Peraturan Pemerintah yang mengatur pengelompokan BKP yang tergolong mewah ini adalah PP Nomor 145 Tahun 2000 yang kemudian mengalami beberapa perubahan dengan PP Nomor 60Tahun 2001. orsospol. Persekutuan. Pengertian badan dirumuskan dalam Pasal 1 angka 13 UU PPN 1984 sebagai berikut: Badan merupakan sekumpulan orang dan atau modal yang merupakan kesatuan. 7. 381/KMK. PP Nomor 41 Tahun 2005 dan PP Nomor 12 Tahun 2006.04/2000. PP Nomor 7 Tahun 2002. 3.03/2003 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor Tata Cara Pembayaran Dan Pelaporan PPN/PPnBM Siapa saja yang wajib membayar/menyetor & melaporkan PPN/PPnBM ? Kalau dalam objek Pajak Pertambahan Nilai yang ditekankan adalah adanya penyerahan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak. Perkumpulan.

8. Bentuk Kerja sama Operasi. 9. 10. Bentuk Usaha lainnya. 2. Lembaga. Jasa di bidang perhotelan. 2. adalah Pengusaha Kena Pajak 1. 4. Pengusaha yang melakukan atau sejak semula bermaksud melakukan penyerahan BKP/JKP. Pemungut PPN/PPn BM. Bentuk Badan Lainnya. Orang Pribadi/Badan yang membangun sendiri di luar kegiatan usaha/pekerjaannya. . 3. Orang pribadi yang memanfaatkan BKP Tidak Berwujud/Jasa Kena pajak (JKP) dari luar Daerah Pabean. adalah : o o o o o o KPKN Bendaharawan Pemerintah Pusat dan Daerah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Pertamina BUMN/ BUMD Kontraktor Bagi Hasil dan Kontrak Karya bidang Migas dan Pertambangan Umum lainnya o o o Bank Pemerintah Bank Pembangunan Daerah Perusahaan Operator Telepon Selular. Subjek Pajak Pertambahan Nilai. Bukan Pengusaha Kena Pajak 1. Orang Pribadi/Badan yang mengimpor Barang Kena Pajak (BKP).

bila Pajak Masukan lebih kecil dari Pajak Keluaran. SKPKBT. Bank Pemerintah. Bank-bank lain penerima setoran pajak 6. Contoh : Masa Pajak Januari 1996.Yang disetor adalah selisih Pajak Masukan dan Pajak Keluaran. Kantor Pos dan Giro 2. dan STP harus dibayar/ disetor sesuai batas waktu yang tercantum dalam SKPKB. Khusus untuk impor tanpa LKP Kapan saat pembayaran/penyetoran PPN/PPnBM ? 1. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT). dan STP tersebut. kecuali BTN 3. b.Apa saja yang wajib disetor oleh PKP dan pemungut PPN &PPnBM ? 1. PPN yang dihitung sendiri melalui pengkreditan Pajak Masukan dan Pajak Keluaran. . SKPKBT. 2. Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Bank Devisa 5. Bank Pembangunan Daerah 4. PPN dan PPn BM yang dihitung sendiri oleh PKP harus disetorkan paling lambat tanggal 15 bulan takwim berikutnya setelah bulan Masa Pajak. Oleh Pemungut PPN/PPn BM adalah PPN/PPn BM yang dipungut oleh Pemungut PPN/ PPn BM Dimana tempat pembayaran/penyetoran pajak ? 1. penyetoran paling lambat tanggal 15 Pebruari 1996. c. Oleh PKP adalah : a. PPn BM yang dipungut oleh PKP Pabrikan Barang Kena Pajak (BKP) yang tergolong mewah. dan Surat Tagihan Pajak (STP). PPN/ PPn BM yang ditetapkan oleh DJP dalam Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB). PPN dan PPn BM yang tercantum dalam SKPKB. 2.

PPN dan PPn BM yang tercantum dalam SKPKB. Bendaharawan Pemerintah. c. Pemungut PPN selain Bendaharawan Pemerintah. 4. PPN dan PPn BM yang pemungutannya dilakukan oleh : a. dan STP yang telah dilunasi segera dilaporkan ke KPP yang menerbitkan. dan apabila pembayaran Bea Masuk ditunda/ dibebaskan. harus disetor selambat-lambatnya tanggal 7 bulan takwim berikutnya setelah Masa Pajak berakhir. harus dilaporkan secara mingguan selambat-lambatnya 7 hari setelah batas waktu penyetoran pajak berakhir. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai atas Impor. PPN dan PPn BM yang dihitung sendiri oleh PKP. Catatan: Apabila tanggal jatuh tempo pembayaran jatuh pada hari libur. harus menyetor dalam jangka waktu sehari setelah pemungutan pajak dilakukan. Bendaharawan Pemerintah harus dilaporkan selambat-lambatnya 14 hari setelah Masa Pajak berakhir. SKPKBT. a. PPN dari penyerahan gula pasir dan tepung terigu oleh Badan Urusan Logistik (BULOG). harus dilunasi bersamaan dengan saat pembayaran Bea Masuk. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang memungut PPN/ PPn BM atas Impor. Kapan saat pelaporan PPN/PPnBM ? 1. b.3. PPN/ PPn BM atas Impor. . 5. PPN/PPn BM yang pemungutannya dilakukan oleh: a. harus disetor selambatlambatnya tanggal 15 bulan takwim berikutnya setelah Masa Pajak berakhir.O) ditebus. harus dilaporkan dalam SPT Masa dan disampaikan kepada Kantor Pelayanan Pajak setempat selambat-lambatnya 20 hari setelah Masa Pajak berakhir. 3. harus dilunasi pada saat penyelesaian dokumen Impor. c. b. 2. maka pembayaran harus dilaksanakan pada hari kerja berikutnya. b. c. Pemungut Pajak Pertambahan Nilai selain Bendaharawan Pemerintah harus dilaporkan selambat-lambatnya 20 hari setelah Masa Pajak berakhir. harus dilunasi sendiri oleh PKP sebelum Surat Perintah Pengeluaran Barang (D.

2.4. . Apa sarana yang digunakan untuk melakukan pembayaran/penyetoran pajak? 1. maka PPN dan PPn BM dihitung sendiri oleh PKP. atau Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai penerima setoran. Untuk membayar/menyetor PPN dan PPn BM digunakan formulir Surat Setoran Pajak yang tersedia gratis di Kantor-kantor Pelayanan Pajak dan Kantor-kantor Penyuluhan Pajak di seluruh Indonesia. Catatan : Apabila tanggal jatuh tempo pelaporan jatuh pada hari libur. Kantor Pos dan Giro. Untuk penyerahan gula pasir dan tepung terigu oleh BULOG. harus dilaporkan dalam SPT Masa dan disampaikan kepada KPP setempat selambat-lambatnya 20 hari setelah Masa Pajak berakhir. Surat Setoran Pajak menjadi lengkap dan sah bila jumlah PPN/PPnBM yang disetorkan telah diberi teraan oleh : Bank. maka pelaporan harus dilaksanakan pada hari kerja sebelum tanggal jatuh tempo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful