TUGAS PERPAJAKAN

PPN dan PPN BM

UNIVERSITAS MAHASARASWATI FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI KELAS EKSEKUTIF (AK B)

Nama Kelompok : 1. 2. 3. 4. Ni Made Kartini (35) I. B. Gd. Swadhika Purwa Satya (27) I. B. Adi Surya Parameswara (24) I Wayan Budiarta (29)

yaitu PPN Barang dan PPN Jasa. 18/2000. yaitu Undang-Undang No. 2 (dua) jenis di antaranya dibatasi dengan unsur untuk dapat mengenakan PPN. Mekanisme pemungutan. sedangkan pajak masukan adalah PPN yang dibayar ketika PKP membeli. Menghindari pengenaan pajak berganda.     Multitahap. penyetoran.Dasar hukum utama yang digunakan untuk penerapan PPN di Indonesia adalah Undang-Undang No. Objek Pajak Pertambahan Nilai Apabila ditinjau dari jenis penyerahan yang menjadi objek PPN.8/1983 berikut revisinya. maksudnya pengenaan pajak didasarkan pada objek pajak. . Indonesia menganut sistem tarif tunggal untuk PPN. Dalam bahasa Inggris. memperoleh.Pengertian PPN Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah pajak yang dikenakan atas setiap pertambahan nilai dari barang atau jasa dalam peredarannya dari produsen ke konsumen. maksudnya pajak dikenakan di tiap mata rantai produksi dan distribusi. PPN disebut Value Added Tax (VAT) atau Goods and Services Tax (GST).Dari keenam jenis PPN. penanggung pajak (konsumen akhir) tidak menyetorkan langsung pajak yang ia tanggung. 11/1994 dan Undang-Undang No. dikenal istilah pajak keluaran dan pajak masukan. Pajak objektif. maka terdapat 6 (enam) jenis PPN. PPN termasuk jenis pajak tidak langsung. Karakteristik PPN  Pajak tidak langsung. Pajak keluaran adalah PPN yang dipungut ketika PKP menjual produknya. dan pelaporan PPN ada pada pihak pedagang atau produsen sehingga muncul istilah Pengusaha Kena Pajak yang disingkat PKP. atau membuat produknya. Dihitung dengan metode pengurangan tidak langsung (indirect subtraction). maksudnya pajak tersebut disetor oleh pihak lain (pedagang) yang bukan penanggung pajak atau dengan kata lain.Dalam perhitungan PPN yang harus disetor oleh PKP. maksudnya pemikul beban pajak dan penanggung jawab atas pembayaran pajak ke kantor pelayanan pajak adalah subjek yang berbeda. yaitu dengan memperhitungkan besaran pajak masukan dan pajak keluaran. yaitu sebesar 10 persen.

4. Barang kena pajak dimungkinkan berbentuk: 1. pengalihan barang karena suatu perjanjian sewa-beli dan perjanjian leasing. penyerahannya harus di Daerah Pabean. penyerahan kepada pedagang perantara atau melalui juru lelang. 2. penyerahan dari cabang ke cabang lainnya. 2. Perkecualian Pada dasarnya semua barang dan jasa merupakan barang kena pajak dan jasa kena pajak. barang tidak berwujud yang dimanfaatkan di Indonesia. 8/1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang No. PKP yang menyerahkan harus dalam lingkungan perusahaan /pekerjaannya terhadap barang yang dihasilkan. atau dari pusat ke cabang atau sebaliknya. sehingga dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). 4.Unsur-unsur yang harus dipenuhi untuk dapat dikenakan PPN adalah: 1. penyerahan secara konsinyasi. penyerahan likuidasi atas aktiva yang tujuan semula tidak untuk diperjuabelikan. 6. yang menyerahkan adalah Pengusaha Kena Pajak (PKP). 18/2000 tidak dikenakan PPN. yaitu daerah Republik Indonesia. 3. 5. adanya penyerahan. yang masih tersisa pada saat pembubaran. 3. Penyerahan yang dikenakan PPN meliputi: 1. yaitu: . 5. 3. barang berwujud dan tidak bergerak. penyerahan hak karena suatu perjanjian. barang berwujud dan bergerak. sepanjang PPN sewaktu memperoleh aktiva dapat dikreditkan menurut perundang-undangan perpajakan yang bersangkutan. kecuali jenis barang dan jenis jasa sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 4A Undang-Undang No. yang diserahkan adalah Barang Kena Pajak (BKP). 7. 2. pemakaian sendiri dan pemberian cuma-cuma.

beras merah. tepung kasar. bijih nikel. atau beras ketan putih dalam bentuk: 1. bijih emas. Empulur sagu. Beras berkulit (padi atau gabah) selain untuk benih. atau berondong jagung. 2. bijih besi. seperti beras putih. Pasir dan kerikil. dikilapkan maupun tidak. dan bijih bauksit. dalam bentuk: 1. Menir (groats) beras. 3. bijih perak. Jagung yang telah dikupas maupun belum. 6. dan bubuk sagu. Beras pecah.  Sagu. 5. 3. Batu bara sebelum diproses menjadi briket batu bara. beras ketan hitam. 3. 5. jagung kuning kemerahan. meliputi: 1. . 2. Jagung tongkol dan biji jagung atau jagung pipilan. 2. 4. sepanjang masih dalam bentuk butiran. Beras setengah giling atau digiling seluruhnya. jagung kuning. Bijih timah.  Barang-barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.Barang tidak kena PPN  Barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya. 4. Menir (groats) atau beras jagung. Tepung. Panas bumi. 2. Minyak mentah. Gilingan. bijih tembaga. disosoh. Gas bumi. meliputi:  Segala jenis beras dan gabah.  Segala jenisng putih. dalam bentuk: 1.

Jasa ahli kesehatan. Segala jenis kedelai. kedelai hijau. Jasa pelayanan sosial lainnya. kecuali yang bersifat komersial. kedelai kuning. 3. atau kedelai hitam. Garam dalam bentuk curah atau kemasan 50 kilogram atau lebih. 4. restoran. dengan kadar NaCl 94. Jasa pemakaman. Jasa kebidanan dan dukun bayi.  Uang. rumah bersalin. . dan sejenisnya. 6. 2. 3. 5. 4. dokter spesialis. Jasa pemberian pertolongan pada kecelakaan. dan sanatorium.  Garam.  Makanan dan minuman yang disajikan di hotel. 2. klinik kesehatan. emas batangan. Jasa pemadam kebakaran. Jasa lembaga rehabilitasi. Jasa rumah sakit. termasuk krematorium.  Jasa di bidang pelayanan sosial. Jasa dokter umum. 7. fisioterapis. Jasa paramedis dan perawat. pecah maupun utuh. laboratorium kesehatan. dan ahli gigi. Jasa pelayanan panti asuhan dan panti jompo. seperti kedelai putih. 5. 2. baik yang beriodium maupun tidak beriodium. seperti akupunktur. Jasa dokter hewan.7%. Jasa di bidang olahraga. tidak termasuk makanan dan minuman yang diserahkan oleh usaha katering atau usaha jasa boga. meliputi: 1. meliputi: 1. termasuk: 1. kecuali yang bersifat komersial. dan surat-surat berharga Jasa tidak kena PPN  Jasa di bidang pelayanan kesehatan. kecuali yang bersifat komersial. meliputi makanan dan minuman baik yang dikonsumsi di tempat maupun tidak. 6. ahli gizi. rumah makan. kecuali yang bersifat komersial. dan dokter gigi. Garam meja. warung.

yang bukan bersifat iklan dan tidak dibiayai oleh sponsor yang bertujuan komersial. baik yang dilakukan oleh instansi pemerintah maupun swasta. meliputi: 1. Jasa perbankan. . seperti jasa penyelenggaraan pendidikan umum. Jasa pemberian khotbah atau dakwah. Jasa penyelenggaraan pendidikan luar sekolah.  Jasa di bidang penyiaran yang bukan bersifat iklan seperti jasa penyiaran radio atau televisi.  Jasa di bidang angkutan umum di darat dan air. seperti pementasan kesenian tradisional yang diselenggarakan secara cuma-cuma. kecuali jasa penyediaan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga. 3. serta anjak piutang. pendidikan kejuruan. pendidikan akademik. 2. pendidikan luar biasa. meliputi jasa angkutan umum di darat. tidak termasuk broker asuransi. Jasa penyelenggaraan pendidikan sekolah. Jasa sewa guna usaha dengan hak opsi. pendidikan keagamaan.  Jasa di bidang pendidikan. Jasa lainnya di bidang keagamaan. dan sewa guna usaha dengan hak opsi. 2. asuransi. Jasa asuransi.  Jasa di bidang keagamaan. Jasa pelayanan rumah ibadah. Jasa di bidang pengiriman surat dengan perangko yang dilakukan oleh PT Pos Indonesia (Persero).  Jasa di bidang kesenian dan hiburan yang telah dikenakan pajak tontonan termasuk jasa di bidang kesenian yang tidak bersifat komersial. seperti kursus. pendidikan kedinasan. jasa penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan surat kontrak (perjanjian). dan pendidikan profesi. danau maupun sungai yang dilakukan oleh pemerintah maupun oleh swasta. laut. 2. meliputi: 1.  Jasa di bidang perbankan. meliputi: 1. 3.

harus dipahami terlebih dahulu tentang Dasar Perhitungan PPN (DPP). Jasa tenaga kerja. Dasar perhitungan PPN adalah sebagai berikut: 1. Dasar Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai Untuk menghitung besarnya PPN terutang. pemberian cuma-cuma. untuk PPN atas pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud atau Jasa Kena Pajak dari luar negeri adalah jumlah yang dibayarkan kepada pihak yang menyerahkan BKPTB atau JKP. adalah Nilai Lain. persediaan BKP tersisa (likuidasi). 3. dan hostel.  Jasa yang disediakan oleh pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum. Jasa persewaan kamar termasuk tambahannya di hotel. rumah penginapan. meliputi: 1. dan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP). losmen. hostel. Jasa di bidang tenaga kerja. Jasa persewaan ruangan untuk kegiatan acara atau pertemuan di hotel. motel. aktiva yang tujuan semula tidak untuk dijual dan Jasa Pengiriman Paket. meliputi: 1. 2. losmen. untuk PPN Jasa adalah penggantian. 4. saat terutangnya PPN dan tarif PPN. meliputi jenis-jenis jasa yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah seperti pemberian Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). rumah penginapan. serta fasilitas yang terkait dengan kegiatan perhotelan untuk tamu yang menginap. 3. untuk PPN Impor adalah Nilai Impor. . Izin Usaha Perdagangan (IUP). Jasa penyediaan tenaga kerja sepanjang pengusaha penyedia tenaga kerja tidak bertanggungjawab atas hasil kerja dari tenaga kerja tersebut. Jasa penyelenggaraan pelatihan bagi tenaga kerja. 5. 2. untuk PPN atas pemakaian sendiri. untuk PPN Barang adalah harga jual.  Jasa di bidang perhotelan. penyerahan media rekaman suara/gambar. 2. penyerahan film. motel.

saat terutangnya PPN dan tarif PPN. Tarif PPN menerapkan tarif yang proporsional dan tunggal. 2. Tarif dan Menghitung PPN Setelah memahami dasar perhitungan PPN (DPP). PPN atas pemanfaatan BKP tidak berwujud. termasuk menghitung PPN dengan dasar perhitungan nilai lain. apakah loco gudang atau franco gudang. Dalam menghitung PPN terutang diberikan beberapa contoh menghitung. Pengertian harga jual pun dipengaruhi oleh perjanjian penyerahan BKP. untuk pemakaian sendiri dan pemberian cuma-cuma adalah harga jual/penggantian tidak termasuk laba kotor. untuk persediaan tersisa (likuidasi) dan aktiva yang tujuan semula tidak untuk dijual adalah harga pasar wajar. maka dengan mudah dapat menghitung PPN terutang secara benar dan cepat.Di samping itu juga diuraikan tentang tarif efektif termasuk asal-usul tarif efektif. dan PPN jasa pengiriman Paket. adalah: 1. 4. untuk PPN Ekspor adalah Nilai Ekspor.6. seperti PPN atas pemberian cumacuma. baik saat terutangnya pajak maupun pembayaran . sebagai sarana dalam rangka memudahkan melakukan kredit pajak. Pengertian Harga Jual dan Penggantian tidak termasuk PPN. PPN atas pemanfaatan JKP dari luar negeri. Pengertian DPP dengan nilai lain. untuk jasa pengiriman paket adalah 1% (satu persen) dari Tagihan atau seharusnya dibayar. untuk penyerahan media rekaman suara/gambar adalah perkiraan harga jual rata-rata. 3. Tidak ketinggalan adalah PPN Bendaharawan. PPN atas penyerahan kaset rekaman lagu dan gambar. PPN pemakaian sendiri. potongan harga yang dicantumkan dalam faktur pajak dan barang retur.

Dengan demikian. atau 2. Berdasarkan Pasal 5 Ayat (1) Undang-undang PPN. penyerahan Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah yang dilakukan oleh Pengusaha yang menghasilkan Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah di dalam Daerah Pabean dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya. atau 3. bahwa barang tersebut bukan merupakan barang kebutuhan pokok. PPnBM atas impor BKP mewah dilunasi oleh importir berbarengan dengan pembayaran PPN impor dan PPh Pasal 22 Impor. Adapun fihak yang memungut PPnBM tentu saja pabrikan BKP Mewah pada saat melakukan penyerahan atau penjualan BKP Mewah. barang tersebut dikonsumsi oleh masyarakat tertentu. PPnBM hanya dikenakan pada saat penyerahan BKP Mewah oleh pabrikan (pengusaha yang menghasilkan) dan pada saat impor BKP Mewah. atau . Pajak Penjualan Atas Barang Mewah dikenakan terhadap : 1. barang tersebut dikonsumsi untuk menunjukkan status. perlu untuk mengamankan penerimaan negara. Namun demikian. perlu adanya pengendalian pola konsumsi atas Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah. 4. 2. Sementara itu. pada umumnya barang tersebut dikonsumsi oleh masyarakat berpenghasilan tinggi.Pengertian PPn BM PPnBM merupakan jenis pajak yang merupakan satu paket dalam Undang-undang Pajak Pertambahan Nilai. 3. atau 4. PPnBM tidak dikenakan lagi pada rantai penjualan setelah itu. mekanisme pengenaan PPnBM ini sedikit berbeda dengan PPN. Pengertian BKP Mewah 1. perlu keseimbangan pembebanan pajak antara konsumen yang berpenghasilan rendah dengan konsumen yang berpenghasilan tinggi. impor Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah. perlu adanya perlindungan terhadap produsen kecil atau tradisional. Dasar Pertimbangan Pengenaan PPnBM 1. 2.

merakit : menggabungkan bagian-bagian lepas dari suatu barang menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. serta mengganggu ketertiban masyarakat. mengemas : menempatkan suatu barang ke dalam suatu benda yang melindunginya dari kerusakan dan atau untuk meningkatkan pemasarannya. seperti minuman beralkohol. 1. membotolkan : memasukkan minuman atau benda cair ke dalam botol yang ditutup menurut cara tertentu. Jenis Barang yang dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah atas Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. 3. dan sebagainya. barang elektronik. perabot rumah tangga.5. Pengertian Menghasilkan PPnBM dikenakan pada saat Pengusaha yang menghasilan BKP Mewah menyerahkan kepada fihak lain. Tarif Pajak Penjualan Atas Barang Mewah adalah paling rendah 10% (sepuluh persen) dan paling tinggi 75% (tujuh puluh lima persen). Tarif. apabila dikonsumsi dapat merusak kesehatan dan moral masyarakat. memasak : mengolah barang dengan cara memanaskan baik dicampur bahan lain atau tidak. Kelompok dan Jenis BKP Mewah Berdasarkan Pasal 8 Undang-undang PPN. 4. ditentukan : 1. 4. 5. Termasuk dalam pengertian menghasilkan adalah sebagai berikut . 2. 3. seperti merakit mobil. mencampur : mempersatukan dua atau lebih unsur (zat) untuk menghasilkan satu atau lebih barang lain.” . Atas ekspor Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah dikenakan pajak dengan tarif 0% (nol persen). 2. Dengan Peraturan Pemerintah ditetapkan kelompok Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah yang dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah.

Ormas. PP Nomor 6 Tahun 2003. 381/KMK. Adapun Keputusan Menteri Keuangan yang mengatur jenis barang yang dikenakan PPnBM adalah Keputusan Menteri Keuangan Nomor 570/KMK. PP Nomor 43 Tahun 2003. 620/PMK. 3. Firma. BUMN/BUMD. . 7. PT.04/2000. 6. Adapun yang menyerahkan adalah Pengusaha kena pajak (PKP) yang dapat berupa Orang Pribadi atau juga Badan. PP Nomor 55 Tahun 2004. PP Nomor 7 Tahun 2002. 4. organisasi lainnya. 5. Perkumpulan. Badan dapat terdiri dari 1.Peraturan Pemerintah yang mengatur pengelompokan BKP yang tergolong mewah ini adalah PP Nomor 145 Tahun 2000 yang kemudian mengalami beberapa perubahan dengan PP Nomor 60Tahun 2001. Kongsi.03/2003 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor Tata Cara Pembayaran Dan Pelaporan PPN/PPnBM Siapa saja yang wajib membayar/menyetor & melaporkan PPN/PPnBM ? Kalau dalam objek Pajak Pertambahan Nilai yang ditekankan adalah adanya penyerahan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak. 141/KMK. CV. melakukan atau tidak melakukan usaha.03/2002. PP Nomor 41 Tahun 2005 dan PP Nomor 12 Tahun 2006. Koperasi. 2. Dana Pensiun. orsospol.03/2004. Pengertian badan dirumuskan dalam Pasal 1 angka 13 UU PPN 1984 sebagai berikut: Badan merupakan sekumpulan orang dan atau modal yang merupakan kesatuan. Perseroan lainnya. Persekutuan. 39/KMK. Yayasan.03/2001. maka dalam subjek Pajak Pertambahan Nilai yang dibahas adalah siapa yang melakukan penyerahan BKP dan atau JKP.

2. Subjek Pajak Pertambahan Nilai. adalah : o o o o o o KPKN Bendaharawan Pemerintah Pusat dan Daerah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Pertamina BUMN/ BUMD Kontraktor Bagi Hasil dan Kontrak Karya bidang Migas dan Pertambangan Umum lainnya o o o Bank Pemerintah Bank Pembangunan Daerah Perusahaan Operator Telepon Selular. Bentuk Usaha lainnya.8. 3. Lembaga. 10. . Pengusaha yang melakukan atau sejak semula bermaksud melakukan penyerahan BKP/JKP. Bukan Pengusaha Kena Pajak 1. 2. Bentuk Kerja sama Operasi. Pemungut PPN/PPn BM. Orang pribadi yang memanfaatkan BKP Tidak Berwujud/Jasa Kena pajak (JKP) dari luar Daerah Pabean. Orang Pribadi/Badan yang mengimpor Barang Kena Pajak (BKP). Jasa di bidang perhotelan. 9. adalah Pengusaha Kena Pajak 1. Bentuk Badan Lainnya. Orang Pribadi/Badan yang membangun sendiri di luar kegiatan usaha/pekerjaannya. 4.

PPN/ PPn BM yang ditetapkan oleh DJP dalam Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB). Oleh Pemungut PPN/PPn BM adalah PPN/PPn BM yang dipungut oleh Pemungut PPN/ PPn BM Dimana tempat pembayaran/penyetoran pajak ? 1. SKPKBT. Bank-bank lain penerima setoran pajak 6. PPN dan PPn BM yang dihitung sendiri oleh PKP harus disetorkan paling lambat tanggal 15 bulan takwim berikutnya setelah bulan Masa Pajak. SKPKBT. kecuali BTN 3. 2. penyetoran paling lambat tanggal 15 Pebruari 1996. 2. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT). Bank Devisa 5. c. Contoh : Masa Pajak Januari 1996. b. Oleh PKP adalah : a. dan STP tersebut. PPn BM yang dipungut oleh PKP Pabrikan Barang Kena Pajak (BKP) yang tergolong mewah. Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. PPN yang dihitung sendiri melalui pengkreditan Pajak Masukan dan Pajak Keluaran. Bank Pembangunan Daerah 4.Yang disetor adalah selisih Pajak Masukan dan Pajak Keluaran. bila Pajak Masukan lebih kecil dari Pajak Keluaran. Bank Pemerintah. .Apa saja yang wajib disetor oleh PKP dan pemungut PPN &PPnBM ? 1. dan Surat Tagihan Pajak (STP). Kantor Pos dan Giro 2. Khusus untuk impor tanpa LKP Kapan saat pembayaran/penyetoran PPN/PPnBM ? 1. PPN dan PPn BM yang tercantum dalam SKPKB. dan STP harus dibayar/ disetor sesuai batas waktu yang tercantum dalam SKPKB.

dan apabila pembayaran Bea Masuk ditunda/ dibebaskan. 2. harus disetor selambat-lambatnya tanggal 7 bulan takwim berikutnya setelah Masa Pajak berakhir. b. 5. c. harus dilunasi pada saat penyelesaian dokumen Impor. PPN/PPn BM yang pemungutannya dilakukan oleh: a. c. dan STP yang telah dilunasi segera dilaporkan ke KPP yang menerbitkan. Catatan: Apabila tanggal jatuh tempo pembayaran jatuh pada hari libur. harus menyetor dalam jangka waktu sehari setelah pemungutan pajak dilakukan. . Pemungut PPN selain Bendaharawan Pemerintah. b. PPN dari penyerahan gula pasir dan tepung terigu oleh Badan Urusan Logistik (BULOG). Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang memungut PPN/ PPn BM atas Impor. PPN dan PPn BM yang pemungutannya dilakukan oleh : a. c. 3. Bendaharawan Pemerintah. a. Bendaharawan Pemerintah harus dilaporkan selambat-lambatnya 14 hari setelah Masa Pajak berakhir. Kapan saat pelaporan PPN/PPnBM ? 1. PPN dan PPn BM yang dihitung sendiri oleh PKP. PPN dan PPn BM yang tercantum dalam SKPKB. harus disetor selambatlambatnya tanggal 15 bulan takwim berikutnya setelah Masa Pajak berakhir. harus dilaporkan secara mingguan selambat-lambatnya 7 hari setelah batas waktu penyetoran pajak berakhir. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai atas Impor. SKPKBT. harus dilaporkan dalam SPT Masa dan disampaikan kepada Kantor Pelayanan Pajak setempat selambat-lambatnya 20 hari setelah Masa Pajak berakhir.O) ditebus. harus dilunasi bersamaan dengan saat pembayaran Bea Masuk. PPN/ PPn BM atas Impor. harus dilunasi sendiri oleh PKP sebelum Surat Perintah Pengeluaran Barang (D. b. maka pembayaran harus dilaksanakan pada hari kerja berikutnya. 4. Pemungut Pajak Pertambahan Nilai selain Bendaharawan Pemerintah harus dilaporkan selambat-lambatnya 20 hari setelah Masa Pajak berakhir.3.

atau Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai penerima setoran. maka PPN dan PPn BM dihitung sendiri oleh PKP. harus dilaporkan dalam SPT Masa dan disampaikan kepada KPP setempat selambat-lambatnya 20 hari setelah Masa Pajak berakhir. Apa sarana yang digunakan untuk melakukan pembayaran/penyetoran pajak? 1. maka pelaporan harus dilaksanakan pada hari kerja sebelum tanggal jatuh tempo. . Untuk membayar/menyetor PPN dan PPn BM digunakan formulir Surat Setoran Pajak yang tersedia gratis di Kantor-kantor Pelayanan Pajak dan Kantor-kantor Penyuluhan Pajak di seluruh Indonesia. Catatan : Apabila tanggal jatuh tempo pelaporan jatuh pada hari libur. Untuk penyerahan gula pasir dan tepung terigu oleh BULOG. 2. Kantor Pos dan Giro.4. Surat Setoran Pajak menjadi lengkap dan sah bila jumlah PPN/PPnBM yang disetorkan telah diberi teraan oleh : Bank.