P. 1
Tugas Pajak revisi

Tugas Pajak revisi

|Views: 3|Likes:
Published by satwika_adhi
Word
Word

More info:

Published by: satwika_adhi on Apr 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/26/2014

pdf

text

original

TUGAS PERPAJAKAN

PPN dan PPN BM

UNIVERSITAS MAHASARASWATI FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI KELAS EKSEKUTIF (AK B)

Nama Kelompok : 1. 2. 3. 4. Ni Made Kartini (35) I. B. Gd. Swadhika Purwa Satya (27) I. B. Adi Surya Parameswara (24) I Wayan Budiarta (29)

Karakteristik PPN  Pajak tidak langsung. sedangkan pajak masukan adalah PPN yang dibayar ketika PKP membeli. penyetoran. yaitu PPN Barang dan PPN Jasa. maksudnya pajak tersebut disetor oleh pihak lain (pedagang) yang bukan penanggung pajak atau dengan kata lain. yaitu dengan memperhitungkan besaran pajak masukan dan pajak keluaran. Pajak keluaran adalah PPN yang dipungut ketika PKP menjual produknya. penanggung pajak (konsumen akhir) tidak menyetorkan langsung pajak yang ia tanggung. Pajak objektif. 11/1994 dan Undang-Undang No. Indonesia menganut sistem tarif tunggal untuk PPN.Dasar hukum utama yang digunakan untuk penerapan PPN di Indonesia adalah Undang-Undang No. . Dihitung dengan metode pengurangan tidak langsung (indirect subtraction).Pengertian PPN Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah pajak yang dikenakan atas setiap pertambahan nilai dari barang atau jasa dalam peredarannya dari produsen ke konsumen. Objek Pajak Pertambahan Nilai Apabila ditinjau dari jenis penyerahan yang menjadi objek PPN. yaitu Undang-Undang No. Dalam bahasa Inggris. 2 (dua) jenis di antaranya dibatasi dengan unsur untuk dapat mengenakan PPN. Menghindari pengenaan pajak berganda. Mekanisme pemungutan. 18/2000. maksudnya pemikul beban pajak dan penanggung jawab atas pembayaran pajak ke kantor pelayanan pajak adalah subjek yang berbeda. maksudnya pajak dikenakan di tiap mata rantai produksi dan distribusi. maksudnya pengenaan pajak didasarkan pada objek pajak.Dalam perhitungan PPN yang harus disetor oleh PKP. memperoleh. yaitu sebesar 10 persen.Dari keenam jenis PPN.8/1983 berikut revisinya. atau membuat produknya.     Multitahap. PPN disebut Value Added Tax (VAT) atau Goods and Services Tax (GST). dan pelaporan PPN ada pada pihak pedagang atau produsen sehingga muncul istilah Pengusaha Kena Pajak yang disingkat PKP. PPN termasuk jenis pajak tidak langsung. dikenal istilah pajak keluaran dan pajak masukan. maka terdapat 6 (enam) jenis PPN.

2. 8/1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang No. penyerahannya harus di Daerah Pabean. yang diserahkan adalah Barang Kena Pajak (BKP). barang berwujud dan tidak bergerak. 6. Penyerahan yang dikenakan PPN meliputi: 1. 3. 2. penyerahan likuidasi atas aktiva yang tujuan semula tidak untuk diperjuabelikan. kecuali jenis barang dan jenis jasa sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 4A Undang-Undang No. adanya penyerahan. yang menyerahkan adalah Pengusaha Kena Pajak (PKP). yaitu: . penyerahan hak karena suatu perjanjian. penyerahan kepada pedagang perantara atau melalui juru lelang. 5. barang berwujud dan bergerak. 3. pengalihan barang karena suatu perjanjian sewa-beli dan perjanjian leasing. penyerahan secara konsinyasi. 4.Unsur-unsur yang harus dipenuhi untuk dapat dikenakan PPN adalah: 1. pemakaian sendiri dan pemberian cuma-cuma. yang masih tersisa pada saat pembubaran. 3. barang tidak berwujud yang dimanfaatkan di Indonesia. 2. Perkecualian Pada dasarnya semua barang dan jasa merupakan barang kena pajak dan jasa kena pajak. PKP yang menyerahkan harus dalam lingkungan perusahaan /pekerjaannya terhadap barang yang dihasilkan. yaitu daerah Republik Indonesia. sehingga dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). sepanjang PPN sewaktu memperoleh aktiva dapat dikreditkan menurut perundang-undangan perpajakan yang bersangkutan. atau dari pusat ke cabang atau sebaliknya. 7. 4. 18/2000 tidak dikenakan PPN. Barang kena pajak dimungkinkan berbentuk: 1. penyerahan dari cabang ke cabang lainnya. 5.

bijih tembaga. sepanjang masih dalam bentuk butiran. Minyak mentah.Barang tidak kena PPN  Barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya. bijih perak. 2. beras ketan hitam. Pasir dan kerikil. Menir (groats) beras. 5. Beras pecah. dan bubuk sagu. bijih nikel. 5. 3. Tepung. dalam bentuk: 1. Bijih timah. jagung kuning.  Sagu. dan bijih bauksit. 2. Beras berkulit (padi atau gabah) selain untuk benih. Empulur sagu. dikilapkan maupun tidak. 3. atau berondong jagung. atau beras ketan putih dalam bentuk: 1. 6. Batu bara sebelum diproses menjadi briket batu bara. Gas bumi. Menir (groats) atau beras jagung. dalam bentuk: 1.  Segala jenisng putih. meliputi:  Segala jenis beras dan gabah. bijih emas. beras merah. 2. jagung kuning kemerahan. meliputi: 1. bijih besi. disosoh. 4. Beras setengah giling atau digiling seluruhnya. Jagung tongkol dan biji jagung atau jagung pipilan. 3. Panas bumi. . Gilingan. seperti beras putih.  Barang-barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. tepung kasar. Jagung yang telah dikupas maupun belum. 2. 4.

dan sanatorium.  Garam. 3. fisioterapis. Jasa kebidanan dan dukun bayi. Garam meja. meliputi makanan dan minuman baik yang dikonsumsi di tempat maupun tidak. Jasa pelayanan sosial lainnya. kecuali yang bersifat komersial. Segala jenis kedelai. 5.  Jasa di bidang pelayanan sosial. 2. kedelai hijau. 4.  Uang.  Makanan dan minuman yang disajikan di hotel. kecuali yang bersifat komersial. dan sejenisnya. dan surat-surat berharga Jasa tidak kena PPN  Jasa di bidang pelayanan kesehatan. dan ahli gigi. termasuk krematorium. dengan kadar NaCl 94. 7. dokter spesialis. seperti kedelai putih. emas batangan. 5. baik yang beriodium maupun tidak beriodium. tidak termasuk makanan dan minuman yang diserahkan oleh usaha katering atau usaha jasa boga. Jasa di bidang olahraga.7%. meliputi: 1. seperti akupunktur. atau kedelai hitam. termasuk: 1. 6. rumah makan. Garam dalam bentuk curah atau kemasan 50 kilogram atau lebih. Jasa pemberian pertolongan pada kecelakaan. Jasa pelayanan panti asuhan dan panti jompo. Jasa pemadam kebakaran. kecuali yang bersifat komersial. klinik kesehatan. Jasa rumah sakit. 4. pecah maupun utuh. Jasa paramedis dan perawat. kecuali yang bersifat komersial. Jasa dokter umum. . 6. Jasa lembaga rehabilitasi. dan dokter gigi. warung. 3. 2. 2. ahli gizi. meliputi: 1. Jasa ahli kesehatan. Jasa dokter hewan. rumah bersalin. restoran. Jasa pemakaman. laboratorium kesehatan. kedelai kuning.

tidak termasuk broker asuransi. pendidikan kedinasan. Jasa di bidang pengiriman surat dengan perangko yang dilakukan oleh PT Pos Indonesia (Persero).  Jasa di bidang perbankan. jasa penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan surat kontrak (perjanjian). 3. Jasa sewa guna usaha dengan hak opsi. danau maupun sungai yang dilakukan oleh pemerintah maupun oleh swasta. 3. yang bukan bersifat iklan dan tidak dibiayai oleh sponsor yang bertujuan komersial. Jasa penyelenggaraan pendidikan luar sekolah. seperti kursus. baik yang dilakukan oleh instansi pemerintah maupun swasta. pendidikan keagamaan. meliputi: 1. meliputi: 1. Jasa pelayanan rumah ibadah. meliputi: 1.  Jasa di bidang penyiaran yang bukan bersifat iklan seperti jasa penyiaran radio atau televisi. meliputi jasa angkutan umum di darat. Jasa pemberian khotbah atau dakwah. 2. pendidikan akademik. pendidikan luar biasa.  Jasa di bidang angkutan umum di darat dan air. Jasa perbankan. Jasa asuransi. seperti pementasan kesenian tradisional yang diselenggarakan secara cuma-cuma. dan sewa guna usaha dengan hak opsi. seperti jasa penyelenggaraan pendidikan umum. 2. asuransi.  Jasa di bidang pendidikan.  Jasa di bidang keagamaan. kecuali jasa penyediaan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga. dan pendidikan profesi. Jasa lainnya di bidang keagamaan.  Jasa di bidang kesenian dan hiburan yang telah dikenakan pajak tontonan termasuk jasa di bidang kesenian yang tidak bersifat komersial. Jasa penyelenggaraan pendidikan sekolah. laut. serta anjak piutang. . 2. pendidikan kejuruan.

Jasa penyediaan tenaga kerja sepanjang pengusaha penyedia tenaga kerja tidak bertanggungjawab atas hasil kerja dari tenaga kerja tersebut. rumah penginapan. Jasa persewaan ruangan untuk kegiatan acara atau pertemuan di hotel. penyerahan media rekaman suara/gambar. Dasar Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai Untuk menghitung besarnya PPN terutang. 2. adalah Nilai Lain. Izin Usaha Perdagangan (IUP). 5. Jasa persewaan kamar termasuk tambahannya di hotel. untuk PPN Jasa adalah penggantian. dan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP). serta fasilitas yang terkait dengan kegiatan perhotelan untuk tamu yang menginap. Jasa tenaga kerja. 4. motel. untuk PPN atas pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud atau Jasa Kena Pajak dari luar negeri adalah jumlah yang dibayarkan kepada pihak yang menyerahkan BKPTB atau JKP. rumah penginapan. 3. Jasa di bidang tenaga kerja. untuk PPN atas pemakaian sendiri. motel. Jasa penyelenggaraan pelatihan bagi tenaga kerja. hostel. penyerahan film.  Jasa di bidang perhotelan. losmen. 3. harus dipahami terlebih dahulu tentang Dasar Perhitungan PPN (DPP). . aktiva yang tujuan semula tidak untuk dijual dan Jasa Pengiriman Paket. untuk PPN Barang adalah harga jual.  Jasa yang disediakan oleh pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum. dan hostel. 2. untuk PPN Impor adalah Nilai Impor. saat terutangnya PPN dan tarif PPN. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). meliputi: 1. pemberian cuma-cuma. persediaan BKP tersisa (likuidasi). losmen. 2. meliputi: 1. meliputi jenis-jenis jasa yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah seperti pemberian Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Dasar perhitungan PPN adalah sebagai berikut: 1.

maka dengan mudah dapat menghitung PPN terutang secara benar dan cepat. Pengertian Harga Jual dan Penggantian tidak termasuk PPN. Dalam menghitung PPN terutang diberikan beberapa contoh menghitung. adalah: 1. untuk pemakaian sendiri dan pemberian cuma-cuma adalah harga jual/penggantian tidak termasuk laba kotor. untuk jasa pengiriman paket adalah 1% (satu persen) dari Tagihan atau seharusnya dibayar. termasuk menghitung PPN dengan dasar perhitungan nilai lain. Pengertian harga jual pun dipengaruhi oleh perjanjian penyerahan BKP. Pengertian DPP dengan nilai lain. Tidak ketinggalan adalah PPN Bendaharawan. untuk PPN Ekspor adalah Nilai Ekspor. 3. dan PPN jasa pengiriman Paket. Tarif PPN menerapkan tarif yang proporsional dan tunggal. untuk penyerahan media rekaman suara/gambar adalah perkiraan harga jual rata-rata. PPN atas penyerahan kaset rekaman lagu dan gambar. saat terutangnya PPN dan tarif PPN. 2. apakah loco gudang atau franco gudang. PPN atas pemanfaatan BKP tidak berwujud. sebagai sarana dalam rangka memudahkan melakukan kredit pajak. seperti PPN atas pemberian cumacuma. untuk persediaan tersisa (likuidasi) dan aktiva yang tujuan semula tidak untuk dijual adalah harga pasar wajar. PPN pemakaian sendiri. Tarif dan Menghitung PPN Setelah memahami dasar perhitungan PPN (DPP). potongan harga yang dicantumkan dalam faktur pajak dan barang retur. 4.6. PPN atas pemanfaatan JKP dari luar negeri.Di samping itu juga diuraikan tentang tarif efektif termasuk asal-usul tarif efektif. baik saat terutangnya pajak maupun pembayaran .

mekanisme pengenaan PPnBM ini sedikit berbeda dengan PPN. Pengertian BKP Mewah 1. perlu adanya pengendalian pola konsumsi atas Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah. Namun demikian. barang tersebut dikonsumsi untuk menunjukkan status. Dasar Pertimbangan Pengenaan PPnBM 1. impor Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah. perlu adanya perlindungan terhadap produsen kecil atau tradisional. perlu keseimbangan pembebanan pajak antara konsumen yang berpenghasilan rendah dengan konsumen yang berpenghasilan tinggi. PPnBM tidak dikenakan lagi pada rantai penjualan setelah itu. pada umumnya barang tersebut dikonsumsi oleh masyarakat berpenghasilan tinggi. Sementara itu. atau 4. atau 3. Berdasarkan Pasal 5 Ayat (1) Undang-undang PPN. PPnBM atas impor BKP mewah dilunasi oleh importir berbarengan dengan pembayaran PPN impor dan PPh Pasal 22 Impor. barang tersebut dikonsumsi oleh masyarakat tertentu.Pengertian PPn BM PPnBM merupakan jenis pajak yang merupakan satu paket dalam Undang-undang Pajak Pertambahan Nilai. atau . 3. atau 2. Dengan demikian. 2. Pajak Penjualan Atas Barang Mewah dikenakan terhadap : 1. 2. 4. Adapun fihak yang memungut PPnBM tentu saja pabrikan BKP Mewah pada saat melakukan penyerahan atau penjualan BKP Mewah. bahwa barang tersebut bukan merupakan barang kebutuhan pokok. penyerahan Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah yang dilakukan oleh Pengusaha yang menghasilkan Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah di dalam Daerah Pabean dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya. PPnBM hanya dikenakan pada saat penyerahan BKP Mewah oleh pabrikan (pengusaha yang menghasilkan) dan pada saat impor BKP Mewah. perlu untuk mengamankan penerimaan negara.

ditentukan : 1. Kelompok dan Jenis BKP Mewah Berdasarkan Pasal 8 Undang-undang PPN. 4. 2. Tarif Pajak Penjualan Atas Barang Mewah adalah paling rendah 10% (sepuluh persen) dan paling tinggi 75% (tujuh puluh lima persen). Tarif. membotolkan : memasukkan minuman atau benda cair ke dalam botol yang ditutup menurut cara tertentu. 1. mencampur : mempersatukan dua atau lebih unsur (zat) untuk menghasilkan satu atau lebih barang lain. serta mengganggu ketertiban masyarakat. Termasuk dalam pengertian menghasilkan adalah sebagai berikut . mengemas : menempatkan suatu barang ke dalam suatu benda yang melindunginya dari kerusakan dan atau untuk meningkatkan pemasarannya. Atas ekspor Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah dikenakan pajak dengan tarif 0% (nol persen). seperti merakit mobil. 3. Pengertian Menghasilkan PPnBM dikenakan pada saat Pengusaha yang menghasilan BKP Mewah menyerahkan kepada fihak lain. 4. 3. Dengan Peraturan Pemerintah ditetapkan kelompok Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah yang dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah. merakit : menggabungkan bagian-bagian lepas dari suatu barang menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Jenis Barang yang dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah atas Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. seperti minuman beralkohol. memasak : mengolah barang dengan cara memanaskan baik dicampur bahan lain atau tidak. 2.5. perabot rumah tangga. barang elektronik.” . apabila dikonsumsi dapat merusak kesehatan dan moral masyarakat. 5. dan sebagainya.

Perkumpulan. Dana Pensiun. CV. .03/2004. Perseroan lainnya. 7. 620/PMK. 6. Koperasi. PT. Pengertian badan dirumuskan dalam Pasal 1 angka 13 UU PPN 1984 sebagai berikut: Badan merupakan sekumpulan orang dan atau modal yang merupakan kesatuan. Yayasan. 4. Adapun yang menyerahkan adalah Pengusaha kena pajak (PKP) yang dapat berupa Orang Pribadi atau juga Badan. organisasi lainnya. 5. maka dalam subjek Pajak Pertambahan Nilai yang dibahas adalah siapa yang melakukan penyerahan BKP dan atau JKP. Firma. PP Nomor 41 Tahun 2005 dan PP Nomor 12 Tahun 2006.03/2001. orsospol. PP Nomor 43 Tahun 2003. Adapun Keputusan Menteri Keuangan yang mengatur jenis barang yang dikenakan PPnBM adalah Keputusan Menteri Keuangan Nomor 570/KMK. Kongsi. BUMN/BUMD. PP Nomor 55 Tahun 2004. 3.Peraturan Pemerintah yang mengatur pengelompokan BKP yang tergolong mewah ini adalah PP Nomor 145 Tahun 2000 yang kemudian mengalami beberapa perubahan dengan PP Nomor 60Tahun 2001.03/2002. 381/KMK. Badan dapat terdiri dari 1. 39/KMK. PP Nomor 7 Tahun 2002. PP Nomor 6 Tahun 2003. 141/KMK.03/2003 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor Tata Cara Pembayaran Dan Pelaporan PPN/PPnBM Siapa saja yang wajib membayar/menyetor & melaporkan PPN/PPnBM ? Kalau dalam objek Pajak Pertambahan Nilai yang ditekankan adalah adanya penyerahan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak. Ormas. melakukan atau tidak melakukan usaha. 2.04/2000. Persekutuan.

4. 9. Subjek Pajak Pertambahan Nilai. Jasa di bidang perhotelan. 2. Bukan Pengusaha Kena Pajak 1. Orang pribadi yang memanfaatkan BKP Tidak Berwujud/Jasa Kena pajak (JKP) dari luar Daerah Pabean. Bentuk Kerja sama Operasi. Pemungut PPN/PPn BM. Bentuk Badan Lainnya. 10. Orang Pribadi/Badan yang membangun sendiri di luar kegiatan usaha/pekerjaannya.8. . adalah : o o o o o o KPKN Bendaharawan Pemerintah Pusat dan Daerah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Pertamina BUMN/ BUMD Kontraktor Bagi Hasil dan Kontrak Karya bidang Migas dan Pertambangan Umum lainnya o o o Bank Pemerintah Bank Pembangunan Daerah Perusahaan Operator Telepon Selular. Lembaga. Orang Pribadi/Badan yang mengimpor Barang Kena Pajak (BKP). 2. Bentuk Usaha lainnya. Pengusaha yang melakukan atau sejak semula bermaksud melakukan penyerahan BKP/JKP. 3. adalah Pengusaha Kena Pajak 1.

Khusus untuk impor tanpa LKP Kapan saat pembayaran/penyetoran PPN/PPnBM ? 1. Oleh PKP adalah : a. Bank Pemerintah. Kantor Pos dan Giro 2. PPN/ PPn BM yang ditetapkan oleh DJP dalam Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB). Bank Devisa 5. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT). PPN dan PPn BM yang tercantum dalam SKPKB. dan STP harus dibayar/ disetor sesuai batas waktu yang tercantum dalam SKPKB. Bank-bank lain penerima setoran pajak 6. SKPKBT. dan Surat Tagihan Pajak (STP). Contoh : Masa Pajak Januari 1996. . c. PPn BM yang dipungut oleh PKP Pabrikan Barang Kena Pajak (BKP) yang tergolong mewah. SKPKBT.Yang disetor adalah selisih Pajak Masukan dan Pajak Keluaran. Oleh Pemungut PPN/PPn BM adalah PPN/PPn BM yang dipungut oleh Pemungut PPN/ PPn BM Dimana tempat pembayaran/penyetoran pajak ? 1. b. Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.Apa saja yang wajib disetor oleh PKP dan pemungut PPN &PPnBM ? 1. PPN dan PPn BM yang dihitung sendiri oleh PKP harus disetorkan paling lambat tanggal 15 bulan takwim berikutnya setelah bulan Masa Pajak. PPN yang dihitung sendiri melalui pengkreditan Pajak Masukan dan Pajak Keluaran. dan STP tersebut. penyetoran paling lambat tanggal 15 Pebruari 1996. Bank Pembangunan Daerah 4. 2. kecuali BTN 3. 2. bila Pajak Masukan lebih kecil dari Pajak Keluaran.

harus dilaporkan dalam SPT Masa dan disampaikan kepada Kantor Pelayanan Pajak setempat selambat-lambatnya 20 hari setelah Masa Pajak berakhir. 4. PPN dan PPn BM yang tercantum dalam SKPKB. PPN/PPn BM yang pemungutannya dilakukan oleh: a. PPN dari penyerahan gula pasir dan tepung terigu oleh Badan Urusan Logistik (BULOG). 2. b. c. Pemungut Pajak Pertambahan Nilai selain Bendaharawan Pemerintah harus dilaporkan selambat-lambatnya 20 hari setelah Masa Pajak berakhir. c. . 5. dan apabila pembayaran Bea Masuk ditunda/ dibebaskan. SKPKBT. harus menyetor dalam jangka waktu sehari setelah pemungutan pajak dilakukan. harus dilaporkan secara mingguan selambat-lambatnya 7 hari setelah batas waktu penyetoran pajak berakhir. harus dilunasi sendiri oleh PKP sebelum Surat Perintah Pengeluaran Barang (D. harus disetor selambatlambatnya tanggal 15 bulan takwim berikutnya setelah Masa Pajak berakhir.3. a. c. b. maka pembayaran harus dilaksanakan pada hari kerja berikutnya. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai atas Impor. Bendaharawan Pemerintah. Pemungut PPN selain Bendaharawan Pemerintah. harus disetor selambat-lambatnya tanggal 7 bulan takwim berikutnya setelah Masa Pajak berakhir. PPN/ PPn BM atas Impor. Catatan: Apabila tanggal jatuh tempo pembayaran jatuh pada hari libur. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang memungut PPN/ PPn BM atas Impor. 3. harus dilunasi bersamaan dengan saat pembayaran Bea Masuk. dan STP yang telah dilunasi segera dilaporkan ke KPP yang menerbitkan. b. PPN dan PPn BM yang dihitung sendiri oleh PKP.O) ditebus. harus dilunasi pada saat penyelesaian dokumen Impor. Kapan saat pelaporan PPN/PPnBM ? 1. Bendaharawan Pemerintah harus dilaporkan selambat-lambatnya 14 hari setelah Masa Pajak berakhir. PPN dan PPn BM yang pemungutannya dilakukan oleh : a.

Untuk membayar/menyetor PPN dan PPn BM digunakan formulir Surat Setoran Pajak yang tersedia gratis di Kantor-kantor Pelayanan Pajak dan Kantor-kantor Penyuluhan Pajak di seluruh Indonesia. . Apa sarana yang digunakan untuk melakukan pembayaran/penyetoran pajak? 1.4. Surat Setoran Pajak menjadi lengkap dan sah bila jumlah PPN/PPnBM yang disetorkan telah diberi teraan oleh : Bank. Untuk penyerahan gula pasir dan tepung terigu oleh BULOG. maka PPN dan PPn BM dihitung sendiri oleh PKP. Catatan : Apabila tanggal jatuh tempo pelaporan jatuh pada hari libur. atau Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai penerima setoran. Kantor Pos dan Giro. maka pelaporan harus dilaksanakan pada hari kerja sebelum tanggal jatuh tempo. 2. harus dilaporkan dalam SPT Masa dan disampaikan kepada KPP setempat selambat-lambatnya 20 hari setelah Masa Pajak berakhir.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->