Teori-Teori Suku Bunga A.

Teori Suku Bunga Klasik Menurut kaum klasik, suku bunga menentukan besarnya tabungan maupun investasi yang akan dilakukan dalam perekonomian yang menyebabkan tabungan yang tercipta pada penggunaan tenaga kerja penuh akan selalu sama yang dilakukan oleh pengusaha. beranjak dari teori ekonomi mikro, teori klasik mengatakan bahwa tingkat bunga merupakan nilai balas jasa dari modal. Dalam teori klasik, stok barang modal dicampuradukkan dengan uang dan keduanya dianggap mempunyai hubungan subtitusif. Semakin langka modal, semakin tinggi suku bunga. Sebaliknya, semakin banyak modal semakin rendah tingkat suku bunga (Nasution dalam Badriah Sappewali, 2001). Investasi juga merupakan fungsi dari suku buga. Makin tinggi suku bunga, keinginan masyarakat untuk melakukan investasi juga semakin kecil. Alasannya, seorang pengusaha akan menambah pengeluaran investasinya apabila keuntungan yang diharapkan dari investasi lebih besar dari suku bunga yang harus dibayar untuk dana investasi tersebut merupakan ongkos untuk penggunaan dana (Cost of Capital). Makin rendah suku bunga, maka pengusaha akan lebih terdorong untuk melakukan investasi, sebab biaya penggunaan dana juga makin kecil. Suku bunga dalam keadaan keseimbangan (artinya ada dorongan untuk naik atau turun) akan tetapi keinginan masyarakat untuk menabung sama dengan keinginan masyarakat untuk melakukan investasi. Secara grafik keseimbangan suku bunga dapat digambarkan sebagai berikut Keseimbangan tingkat bunga berada pada titik i0 dimana jumlah tabungan sama dengan jumlah investasi. Apabila tingkat bunga berada diatas i0, berarti jumlah tabungan melebihi keinginan pengusaha untuk melakukan investasi. Para pemilik dana akan bersaing untuk meminjamkan dananya dan persaingan ini akan menekan tingkat bunga turun kembali ke posisi i0. sebaliknya, bila tingkat bunga rendah berada di bawah i0, maka para pengusaha akan bersaing untuk mendapatkan dana yang relatif lebih besar jumlahnya. Persaingan ini akan mendorong tingkat bunga naik lagi ke i0. Misalnya terjadi kenaikan efisiensi produksi, maka akan mengakibatkan keuntungan yang diharapkan meningkat sehingga pada tingkat bunga yang sama para pengusaha bersedia membayar dana yang lebih besar untuk membiayai investasi, atau untuk dana investasiyang sama jumlahnya, para pengusaha bersedia membayar tingkat bunga yang lebih tinggi. Keadaan ini ditunjukkan dengan bergesernya kurva permintaan investasi ke kanan atas, sehingga keseimbangan tingkat bunga yang baru adalah pada titik i1(Nopirin,1993). B. Teori Suku Bunga Keynes Keynes mempunyai pandangan yang berbeda dengan klasik. Tingkat bunga itu merupakan suatu fenomena moneter. Artinya, tingkat bunga ditentukan oleh penawaran dan permintaan uang (ditentukan dalam pasar uang). Uang akan mempengaruhi kegiatan ekonomi (GNP), sepanjang uang ini mempengaruhi tingkat bunga. Perubahan tingkat bunga selanjutnya akan mempengaruhi keinginan untuk mengadakan investasi dengan demikian akan mempengaruhi GNP (Nopirin,1992). Keynes mengasumsikan bahwa perekonomian belum mencapai full employment. Oleh karena itu, produksi masih dapat ditingkatkan tanpa mengubah tingkat upah maupun tingkat harga. Dengan menurunkan tingkat bunga, investasi dapat dirangsang untuk meningkatkan produk nasional. Dengan demikian setidaknya untuk jangka pendek, kebijaksanaan moneter dalam teori keynes berperan untuk meningkatkan produk nasional.

Pandangan ini merupakan gabungan dari pendapat klasik dan keynesian. Suku bunga dinyatakan sebagai persentase uang pokok per unit waktu. dijelaskan adanya hubungan negatif antara tingkat bunga dengan permintaan akan uang tunai. Bunga merupakan suatu ukuran harga sumber daya yang digunakan oleh debitur yang harus dibayarkan kepada kreditur. sehubungan dengan biaya memegang uang kas. Permintaan uang ini akan menetukan tingkat bunga. . Dari kedua penjelasan diatas. Tingkat bunga berada dalam keseimbangan apabila jumlah uang kas yang diminta sama dengan penawarannya (Nopirin. 1993). dalam bentuk persentase dari pinjaman yang diperoleh dari jumlah bunga yang diterima tiap tahun dibagi dengan jumlah pinjaman. dan keuntungan inilah sehingga orang ingin membayar bunga.Pertama. Teori Tingkat Bunga Fischer Tingkat bunga yang dibayar oleh bank adalah tingkat bunga nominal dan kenaikan dalam daya beli masyarakat adalah tingkat bunga riil. Jadi uang dapat meningkatkan produktivitas sehingga orang ingin membayar bunga. Mereka akan menghindari kerugian ini dengan cara mengurangi surat berharga yang dipegangnya dan dengan sendirinya menambah uang yang dipegang. C. Suku Bunga menurut para ahli Menurut Karl dan Fair (2001:635) suku bunga adalah pembayaran bunga tahunan dari suatu pinjaman. dimana mashab klasik mengatakan bahwa bunga timbul karena uang adalah produktif artinya bahwa bila seseorang memiliki dana maka mereka dapat menambah alat produksinya agar keuntungan yang diperoleh meningkat. Makin tinggi tingkat bunga. Hubungan antara ketiga variabel tersebut dalam dinyatakan dalam persamaan Fischer sebagai berikut: r=i–π r : real interest rate (tingkat bunga riil) i : nominal interest rate (tingkat bunga nominal) π : tingkat inflasi Tingkat bunga riil adalah tingkat bunga nominal dikurangi dengan tingkat inflasi. Jika memegang surat berharga pada waktu tingkat bunga naik (harga turun) mereka akan menderita kerugian. D. Sedangkan menurut keneysian bahwa uang bisa produktif dengan metode spekulasi di pasar uang dengan kemungkinan memperoleh keuntungan. Kedua. Pengertian suku bunga menurut Sunariyah (2004:80) adalah harga dari pinjaman. Persamaan tersebut menunjukkan bahwa perubahan tingkat bunga dapat terjadi karena adanya perubahan tingkat bunga riil atau perubahan tingkat inflasi. Teori Suku Bunga Hicks Hicks mengemukakan teorinya bahwa tingkat bunga berada dalam keseimbangan pada suatu perekonomian bila tingkat bunga ini memenuhi keseimbangan sektor moneter dan sektor rill. makin besar pula biaya memegang uang kas. sehingga keinginan memegang uang kas juga semakin rendah sehingga permintaan akan uang kas naik. Keynes menyatakan bahwa masyarakat mempunyai keyakinan bahwa ada suatu tingkat bunga yang normal.

Dan pada posisi ini. Beberapa aspek yang dapat menjelaskan fenomena tingginya suku bunga di Indonesia adalah tingginya suku bunga terkait dengan kinerja sektor perbankan yang berfungsi sebagai lembaga intermediasi (perantara). kebiasaan masyarakat untuk bergaul dan memanfaatkan berbagai jasa bank secara relatif masih belum cukup tinggi. Menurut Kasmir. masyarakat cenderung tidak tertarik lagi untuk menyimpan uangnya di bank. Sebaliknya jika suku bunga rendah. . gairah belanja pun menurun. Maka pemerintah memberi tingkat bunga yang lebih rendah dibandingkan sektor lain. pemerintah dapat mengatur sirkulasi uang dalam suatu perekonomian. Menurut Lipsey. otomatis orang akan lebih suka menyimpan dananya di bank karena ia dapat mengharapkan pengembalian yang menguntungkan. permintaan masyarakat untuk memegang uang tunai menjadi lebih rendah karena mereka sibuk mengalokasikannya ke dalam bentuk portfolio perbankan (deposito dan tabungan). pemerintah mendukung pertumbuhan suatu sektor industri tertentu apabila perusahaan-perusahaan dari industri tersebut akan meminjam dana. c) pemerintah dapat memanfaatkan suku bunga untuk mengontrol jumlah uang beredar. (2002:121) suku bunga bank dapat diartikan sebagai balas jasa yang diberikan oleh bank yang berdasarkan prinsip konvesional kepada nasabah yang membeli atau menjual produknya. Seiring dengan berkurangnya jumlah uang beredar. Ini berarti. b) Suku bunga dapat digunakan sebagai alat moneter dalam rangka mengendalikan penawaran dan permintaan uang yang beredar dalam suatu perekonomian. Suku bunga riil adalah selisih antara suku bunga nominal dengan laju inflasi.Menurut Lipsey. Menurut Samuelson dan Nordhaus (1998) suku bunga adalah pembayaran yang dilakukan atas penggunaan sejumlah uang. dan sulit untuk menurunkan suku bunga perbankan bila laju inflasi selau tinggi ( Prasetiantono. Sedang suku bunga riil lebih menekankan pada rasio daya beli uang yang dibayarkan kembali terhadap daya beli uang yang dipinjam. Menurut Prasetiantono (2000) mengenai suku bunga adalah : jika suku bunga tinggi. Ragan. dan Courant (1997 : 99-100) suku bunga dapat dibedakan menjadi dua yaitu suku bunga nominal dan suku bunga riil. 2000 : 99-101) fungsi suku bunga menurut Sunariyah (2004:81) adalah : a) Sebagai daya tarik bagi para penabung yang mempunyai dana lebih untuk diinvestasikan. Dimana suku bunga nominal adalah rasio antara jumlah uang yang dibayarkan kembali dengan jumlah uang yang dipinjam. Misalnya. Ragan. dan Courant (1997 : 471) suku bunga adalah harga yang dibayarkan untuk satuan mata uang yang dipinjam pada periode waktu tertentu. Sadono Sukirno (2006:375) menyatakan suku bunga adalah bunga yang dinyatakan sebagai persentasi dari modal. atau tidak terjadi dorongan inflasi. Selanjutnya harga barang dan jasa umum akan cenderung stagnan.

36). Inter bank deposit (deposito-deposito antar bank) yaitu deposito yang disimpan. yaitu : 1. baik jumlah tersebut akan telah dibayar kepada kreditur atau pemilik atau seseorang lainnya. 4. Namun demikian. B. Deposito-deposito pemerintah Amerika Serikat bagi bank-bank dagang disebut oleh bankbank sebagai rekening–rekening pajak dan pemberian pinjaman (Tax and loan atau T & accounts). atau akan telah dilunaskan melalui pembayaran uang atau transfer atau melalui penyerahan barang-barang atau dengan cara lain”. baik telah dikredit maupun akan dikredit kepadanya atas nama deposito atau uang muka. Jenis-jenis Deposito Pada umumnya deposito dapat digolongkan menurut jangka waktu menuju maturity. 3. Demand deposit (Rekening Koran) Demand deposit (rekening koran) pada bank-bank di Amerika Serikat dapat digolongkan menjadi lima macam. 2. karena timbul proses-proses perpajakan dan pemberian pinjaman.Deposito Pengertian deposito menurut Simorangkir (1985. hal. Menurut Undang-Undang No. 7) yang memberikan pengertian deposito adalah sebagai berikut: “Deposito adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank”. baik dengan bank yang mendepositokan maupun bagi yang menerimanya. hal. serta dalam prakteknya dana-dana yang didepositokan dalam rekening-rekening tersebut dapat ditambahkan dan ditarik kembali pada waktu yang sesuai bagi depositonya. merupakan deposito-deposito berbagai macam pembagian unsur politik termasuk distrik-distrik. pengertian deposito adalah : “Simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam waktu tertentu menurut perjanjian pihak ketiga dengan bank yang bersangkutan”. yakni membayar tingkat bunga yang lebih rendah daripada deposito-deposito berjangka. Deposito-deposito tabungan kekhasnya. hal. deposito berjangka dan deposito tabungan ditawarkan dalam aneka ragam bentuk. ciri-ciri yang umum dan sama dari deposito-deposito tersebut adalah kewajiban bank membayar tingkat bunga karena nasabah memerlukan jangka waktu tertentu sebelum deposito-deposito tersebut dicairkan kembali. Sedangkan menurut Thomas Suyatno (1989. 92) berpendapat bahwa: “Deposito adalah setiap jumlah uang yang dapat disetor oleh seseorang debitur atau penyewa sebagai uang panjar atau uang muka. . Deposito negara bagian dan daerah. Beberapa penggolongan deposito tersebut adalah sebagai berikut : A. Pasal 1 ayat 7 (1998. Deposito tabungan dan buku kas (pas-book) Merupakan jenis deposito yang paling dikenal diantara berbagai macam rekening simpanan dan tidak ada jatuh waktu khusus untuk deposito tersebut. 10/1998. yaitu : 1. Time deposits Tidak seperti deposito-deposito rekening koran yang pada umumnya homogen macamnya. Ada tiga macam bentuk dasar dari deposito berjangka dan deposito tabungan. sekolah dan sebagainya. Deposito-deposito pemerintahan yang disimpan oleh para individu firma-firma dan perusahaan-perusahaan yang berbentuk badan hukum.

Pengeluaran sertifikat deposito sesuai dengan Undang-undang yang berlaku di negara yang bersangkutan.2. deviden dan royalty. Dikeluarkan atas unjuk. Bank yang mengeluarkan sertifikat deposito mempertanggungjawabkan seluruh harta kekayaannya. Di lain pihak ada pula yang mendefinisikan sertifikat deposito sebagai simpanan berjangka atas pembawa atau unjuk dengan izin otoritas moneter dan dikeluarkan oleh bank sebagai bukti simpanan yang dapat diperjualbelikan atau dipindahtangankan kepada pihak ketiga.940.000. Sertifikat deposito dapat diperjualbelikan kurang dari 1 bulan. rekening terbuka. Kata terbuka dalam istilah rekening terbuka berarti para deposan dapat mengembangkan jumlah barang pada deposito-deposito sesuka hatinya. setelah sertifikat jatuh tempo akan diterima kembali uang sebesar Rp. Namun pengembangannya sesuai dengan prinsip deposito. Misalnya sertifikat deposito berjangka nominal Rp. Beberapa jenis lain diantaranya adalah :  Deposit on Call.1. Deposito-deposito berjangka. Dapat diperjualbelikan atau dipindahtangankan hanya dengan cara penyerahan. misalnya $1000.000.000.000. Menjadi kadaluarsa setelah 30 tahun sejak tanggal jangka waktunya. Terikat pada suatu jangka waktu tertentu. Seperti yang telah dikemukakan di atas bahwa deposito-deposito berjangka ini dikeluarkan dalam berbagai macam oleh bank. Sertifikat deposito berjangka Merupakan bukti bahwa seseorang atau sebuah perusahaan yang berbentuk badan hukum telah mendepositokan sejumlah uang tertentu di sebuah bank. yaitu simpanan yang berada dalam bank selama deposan membutuhkannya. Dalam kaitan ini bunga dibayar dimuka dalam arti dipotong dari nominalnya pada waktu sertifikat deposito itu dibeli. $5000 dan $100. Perbedaan ini tergantung dari kemampuan dan kebutuhan bank bersangkutan atas dana yang diinginkan untuk ditarik dari masyarakat. Diberikan imbalan yang biasanya dibayar dimuka pada saat membeli sertifikat deposito. Selain itu dikenal pula istilah sertifikat deposito yang dirundingkan dan sertifikat deposito yang tak dirundingkan. Deposito berjangka ini dikeluarkan atas nama. 6 bulan. sedangkan pada sertifikat deposito yang tidak dapat dirundingkan.000 dibeli tunai dengan Rp. hanya pembeli asli yang merupakan satusatunya orang yang dapat menguangkannya. Dapat dijadikan jaminan atas kredit. 3 bulan.000. 3. berbeda dengan deposito berjangka lainnya apabila seorang ingin menarik simpanannya . Bunga yang diberikan oleh setiap bank yang menerbitkan sertifikat berbeda satu dengan lainnya. Dalam arti bahwa jumlah tidak ditentukan oleh Bank. Bebas pajak atas bunga. Perbedaan mendasar antara keduanya adalah bahwa sertifikat deposito yang dapat dirundingkan dapat dijual sebelum jatuh temponya oleh pembeli deposito asli (perdana). Dari penjelasan tentang sertifikat deposito tersebut di atas dapat dikemukakan beberapa hal sebagai berikut:           Sertifikat deposito bank adalah bukti penerimaan sejumlah uang yang dikeluarkan oleh bank.1. 12 bulan. Ciri-ciri yang mendasar dari rekening deposito ini adalah bahwa dana yang didepositokan tidak dapat ditarik kembali oleh pemiliknya paling sedikit selama 30 hari (atau lebih) dan bahwa sertifikat-sertifikat dijual oleh bank dalam denominasi-denominasi tetap. tidak bisa ditarik sebelum waktunya.

2003). Bila deposito dicairkan sebelum tanggal jatuh tempo. terlebih dahulu dia harus memberitahukan kepada bank. Deposito biasanya memiliki jangka waktu tertentu di mana uang di dalamnya tidak boleh ditarik nasabah. 6. Deposit Automatic Roll-Over. Deposito atau yang sering juga disebut sebagai deposito berjangka. Deposito juga dapat diperpanjang secara otomatis menggunakan sistem ARO (Automatic Roll Over). tetapi pinjaman pokok belum diuangkan berarti uang deposan menganggur tanpa uang bunga. Bunga deposito biasanya lebih tinggi daripada bunga tabungan biasa. (WIKIPEDIA) . Jika deposito yang telah jatuh tempo. Di luar negeri deposit on call ini banyak disukai oleh para nasabah. Deposito akan diperpanjang otomatis setelah jatuh tempo. maka akan kena penalti. Dana dalam deposito dijamin oleh pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan persyaratan tertentu. Deposito baru bisa dicairkan sesuai dengan tanggal jatuh temponya. Bunga dapat diambil setelah tanggal jatuh tempo atau dimasukkan lagi ke pokok deposito untuk didepositokan lagi pada periode berikutnya. sampai pemiliknya mencairkan depositonya. 3. atau 12 bulan. merupakan produk bank sejenis jasa tabungan yang biasa ditawarkan kepada masyarakat. tetapi tidak demikian halnya dengan deposit automatic roll over secara otomatis diperhitungkan dengan bunganya demikian juga dengan deposito yang habis waktunya dan deposan tertunda menarik uang depositonya yang sudah jatuh tempo. sesuai dengan perjanjian antara deposan dengan bank. biasanya deposito mempunyai jatuh tempo 1. Deposito adalah produk simpanan di bank yang penyetoran maupun penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu saja atau sesuai dengan jatuh temponya sehingga deposito dikenal juga sebagai tabungan berjangka (Rini.