IMPLEMENTASI SILA-SILA PANCASILA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

Di Susun Oleh: Nama Nim : Suci Nurhidayah : 0122000062

YASMA PANGLIMA BESAR SOEDIRMAN STIE KUSUMA NEGARA
1. LATAR BELAKANG

Jati diri inilah yang membedakan individu yang satu dengan individu yang lain. 3. dan tercantum pada paragraf ke-4 (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945. Sejarah Perumusan . jati diri menjadi sangat penting bagi suatu bangsa untuk tetap eksis sebagai suatu bangsa. Oleh karena itu. Ketika memasuki proses transformasi Talcott Peason memberikan rambu-rambu yang diangkat melalui teorinya yang berjudul social system. kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Dalam teori ini dia menyatakan bahwa bila suatu masyarakat ingin tetap eksis dengan jati dirinya. tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila. Memasuki era globalisasi jati diri pun mengalami transformasi. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: panca berarti lima dan sila berarti prinsip atau asas. termasuk bangsa Indonesia. dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dan pancasila merupakan karakter kepribadiaan/jati diri bangsa Indonesia.Setiap individu atau bangsa memiliki karakter yang sering diterjemahkan jati diri atau kepribadian. 4. kemanusiaan yang adil dan beradab. Meskipun terjadi perubahan kandungan dan urutan lima sila Pancasila yang berlangsung dalam beberapa tahap selama masa perumusan Pancasila pada tahun 1945. PEMBAHASAN Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. TUJUAN PENULISAN 1) Memahami lebih dalam arti dan manfaat pancasila yang sesungguhnya. persatuan Indonesia. 2) Mendalami/menggali arti dari sila-sila pancasila yang di implementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. RUMUSAN MASALAH 1) Pancasila sebagai karakter kepribadian jati diri bangsa Indonesia 2) Implementasi sila-sila pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. masyarakat tersebut harus memiliki kemampuan untuk menjaganya. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. 2.

tanggal 27 Desember 1949 Rumusan Keempat : Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara . Insiden ini sendiri masih menjadi perdebatan di tengah lingkungan akademisi mengenai siapa penggiatnya dan apa motif dibelakangnya. kesejahteraan. agama. dasar perwakilan. Mufakat. Sila artinya azas atau dasar. terdapat usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yaitu : Lima Dasar oleh Muhammad Yamin. katanya: Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan. dan ketuhanan. kekal dan abadi.tanggal 22 Juni 1945 Rumusan Kedua : Pembukaan Undang-undang Dasar . Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi beberapa dokumen penetapannya ialah : Rumusan Pertama : Piagam Jakarta (Jakarta Charter) . Hari Kesaktian Pancasila Pada tanggal 30 September 1965. mufakat. Yamin merumuskan lima dasar sebagai berikut: Peri Kebangsaan. Peri Ketuhanan. dasar permusyawaratan. peradaban. Peri Kerakyatan. Mohammad Hatta dalam memoarnya meragukan pidato Yamin tersebut. Panca Sila oleh Soekarno yang dikemukakan pada tanggal 1 Juni 1945 dalam pidato spontannya yang kemudian dikenal dengan judul "Lahirnya Pancasila". dan Kesejahteraan Rakyat. Kesejahteraan. terjadi insiden yang dinamakan Gerakan 30 September (G30S). dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia. dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang di Indonesia. Peri Kemanusiaan.tanggal 18 Agustus 1945 Rumusan Ketiga : Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat . lima bilangannya.tanggal 15 Agustus 1950 Rumusan Kelima : Rumusan Kedua yang dijiwai oleh Rumusan Pertama (merujuk Dekrit Presiden 5 Juli 1959). Nama Pancasila itu diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni itu. Dia menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan itu berakar pada sejarah. Ketuhanan. Akan tetapi otoritas militer dan kelompok reliji terbesar saat itu menyebarkan kabar bahwa insiden tersebut merupakan usaha PKI mengubah unsur . Internasionalisme. Sukarno mengemukakan dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan.namanya ialah Pancasila. internasionalisme. Namanya bukan Panca Dharma. tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa . yang berpidato pada tanggal 29 Mei 1945.Dalam upaya merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang resmi.

3. untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia dan membenarkan peristiwa Pembantaian di Indonesia 1965–1966. 2. Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa menjabarkan kelima asas dalam Pancasila menjadi 36 butir pengamalan sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila.Pancasila menjadi ideologi komunis. Saling mencintai sesama manusia. Tidak semena-mena terhadap orang lain. 5. Berani membela kebenaran dan keadilan. SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA 1. Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. . 6. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. 2. 4. SILA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB 1. Menolak kepercayaan atheisme di Indonesia. Pemerintah Orde Baru kemudian menetapkan 30 September sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September G30S dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Gejolak yang timbul akibat G30S sendiri pada akhirnya berhasil diredam oleh otoritas militer Indonesia. Butir-butir pengamalan Pancasila Ketetapan MPR no. Mengakui persamaan derajat persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. 5. 3. karena itu dikembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain. 36 BUTIR-BUTIR PANCASILA/EKA PRASETIA PANCA KARSA A. Pada hari itu. 7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. enam Jendral dan berberapa orang lainnya dibunuh oleh oknum-oknum yang digambarkan pemerintah sebagai upaya kudeta. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia. 4. B. 8. Mengembangkan sikap tenggang rasa.

Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. 12. 6.Suka bekerja keras. 4. Cinta Tanah Air dan Bangsa.C.Menghargai hasil karya orang lain. Tidak bergaya hidup mewah. 3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah. Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong.Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum. Suka memberi pertolongan kepada orang lain. 10. 4. Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia. 3. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. persatuan. SILA KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN 1. Menghormati hak-hak orang lain. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. D. 4. kepentingan. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan. . 2. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan. 6. SILA KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA 1. 5. 8. 11. Menempatkan kesatuan. SILA PERSATUAN INDONESIA 1. Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain. 3. 5. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. 9. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. 7. 2. 7. dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. E. Bersikap adil. 5. Tidak bersifat boros. 2.

Wectansehuung. Ini berarti bahwa manusia Indonesia harus menjalankan semua perintah Tuhan dan menjauhi segala larangan Tuhan. Tidak pernah dipublikasikan kajian mengenai apakah butir-butir ini benar-benar diamalkan dalam keseharian warga Indonesia.Ketetapan ini kemudian dicabut dengan Tap MPR no. Sila ini memberi motivasi pada manusia untuk beribadah sesuai dengan agama yang dianutnya. Dalam hal ni pancasila digunakan sebagai petunjuk arah semua kegiaan hidup dan kehidupan dalam berbagai bidang. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa membentuk manusia Indonesia religius yang dapat membangun realitas keseimbangan antara manusia dengan Tuhan. Dengan demikian semua tingkah laku dan tindak perbuatan setiap manusia Indonesia harus dijiwai semua sila-sila pancasila. Dari fungsi pokok tersebut mengalirlah fungsi-fungsi yang lain . pandangan/pedoman hidup. salah satunya adalah fungsi pancaila sebagai jiwa dan kepribadian bangsa. memiliki sifat-sifat kepribadian dan perilaku religius dengan ciri-ciri antara lain sebagai berikut. Sila pertama Bintang. artinya pancasila menjadi ciri khas perilaku individu bangsa Indonesia. Naya Sudjana (2006 : 34 – 42) menawarkan hendaknya manusia Indonesia dalam kaitannya dengan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa. manusia dengan manusia. Tindakan yang dijiwai oleh sila Ketuhanan Yang Maha Esa yang memberikan pemahaman bahwa manusia merupakan hasil ciptaan Tuhan memunculkan kesadaran untuk bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pancasila sebagai karakter kepribadian jati diri bangsa (Indonesia) Pancasila ditinjau dari fungsinya memiliki 2 fungsi pokok sebagai berikut: 1) Sebagai dasar negara Pancasila dalm pengertian ini sering disebut falsafah negara dalam arti pancasila digunakan sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara. I/MPR/2003 dengan 45 butir Pancasila. Melalui ibadahnya terbentuk perilaku saling toleransi antarpemeluk agama dan sekaligus terwujud kerukunan hidup. perintah dan larangan Tuhan dapat ditemukan dalam ajaran agama. . manusia dengan alam semesta. 2) Sebagai pandangan hidup bangsa Pengertian pancasila sebagai pandanganhidup bangsa Indonesia adalah Pancasila Way Of Life.

Sila kedua Rantai. Indikator dari perilaku ini antara lain : a) Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. tanpa membeda-bedakan suku. kepercayaan. keturunan. e) Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. Pada tindakan manusia Indonesia yang dijiwai oleh sila kemanusiaan yang adil dan beradab terkonstruksi perilaku yang menghargai harkat dan martabat manusia. sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. f) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain. .a) Memiliki emosi religius dan iman yang kuat. ada pandangan yang pernah beredar dalam masyarakat bahwa indikasi perilaku manusia Indonesia yang tampil antara lain : a) Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Tidak jauh berbeda dengan pendapat di atas. e) Melakukan ritual-ritual keagamaan yang sesuai dengan ajaran agamaBangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa. kedudukan sosial. warna kulit dan sebagainya. dan kewajiban asasi setiap manusia. b) Menyatakan Tuhan Yang Maha Esa sebagai Pencipta dari segala sesuatu. b) Mengakui persamaan derajat. jenis kelamin. agama. d) Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. c) Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. b) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa. c) Memiliki semangat solidaritas dan kerukunan. persamaan hak. d) Bersikap dan berperilaku etik dan akhlak sesuai dengan ajaran agama.

Sila ke-3 Pancasila adalah Sila Persatuan Indonesia dengan sifat kepribadian dan perilaku ontologi tentang satu. b) Mengakui makna dari Bhineka Tunggal Ika sebagai pernyataan ontologis. e) Menolak sikap dan perilaku rasial serta diskriminatif. d) Sebagai manusia Indonesia yang religius akan mengekspresikan perilaku tidak semena-mena pada orang lain. f) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia. Pada perwujudan perilaku yang dijiwai sila kedua ini.c) Manusia Indonesia mampu mengembangkan sikap untuk saling mencintai sesama manusia terlebih perilaku ini telah diperintahkan oleh ajaran agama dan manusia Indonesia adalah manusia yang religius yang sekaligus mengembangkan sikap tenggang rasa. sehingga terhindar dari konflik sosial dan tindakan kekerasan. d) Menghargai kesetaraan umat manusia. b) Menyatakan bahwa makhluk manusia itu sama derajat. Dalam hal ini Sujana (2006 : 37) mengkonstruksi perilaku sebagai berkut : a) Menyakini adanya hakekat tunggal atau satu dari realitas yang jamak. c) Mengakui Eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk dari perwujudan persatuan dan kesatuan. Sujana (2006 : 35) menyebutkan manusia Pancasila yang memiliki sifat kepribadian dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan (humanisme) yang tinggi dengan ciri-ciri konstrak kepribadian manusia di samping sebagai makhluk individu juga sebagai makhluk sosial. c) Menyatakan bahwa tindakan-tindakan kekerasan itu bertentangan dengan kemanusiaan. Untuk mencapai maksud tersebut manusia Indonesia perlu bertingkah laku antara lain sebagai berikut : a) Menghargai nilai-nilai kemanusiaan. yang menyadari fakta bahwa masyarakat dan bangsa Indonesia yang majemuk namun memiliki fungsi untuk menjadi masyarakat dan bangsa yang menyatu dan kokoh. ini berarti menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang religius. Melalui kehidupan bersama manusia harus mampu mewujudkan hidup yang rukun dan harmonis dengan orang lain. g) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain. . Sebagai makhluk sosial manusia harus hidup dengan sesamanya. Sila ketiga Pohon Beringin. e) Berani membela kebenaran dan keadilan. d) Menyakini nilai persatuan dan kesatuan terlahir dari Proklamasi Indonesia 17 Agustus 1945.

d) Menghargai kebebasan berorganisasi. perdamaian abadi. untuk menyelesaikan ataupun untuk menghindari terjadinya benturan agar tidak melahirkan konflik. bangsa. maka terekspresikan perilaku antara lain sebagai berikut. e) Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Sila keempat Kepala Banteng Perwujudan sila ke-4 dalam bentuk perilaku manusia sebagai individu menunjukan jati dirinya. Ketika manusia telah hidup bersama baik sebagai bangsa maupun Negara. kesatuan. sehingga pada diri masing-masing tidak berperilaku memaksakan kehendak kepada orang lain.e) Menyakini bahwa ketidak adilan dan ketidak jujuran sebagai Simber konflik Sosial. dan keadilan sosial. dan Negara. tetapi lebih mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. Pandangan di atas dapat dipahami bila dikolaborasikan dengan pandangan yang telah berkembang dalam masyarakat yang antara lain sebagai berikut: a) Mampu menempatkan persatuan. maka akan timbul benturan-benturan hak. c) Menghargai kebebasan berbicara dan berpendapat. Bahwa manusia Indonesia baik sebagai warga masyarakat. f) Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika. c) Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan dan musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. b) Bebas dari segala bentuk tindakan kekerasan dan pembunuhan. g) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa. 40) mengemukakan bahwa ciri-ciri konstruk kepribadiannya antara lain sebagai berikut : a) Bersikap terbuka akan nilai-nilai baru. Sujana (2006 . . b) Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan. Hasil keputusan musyawarah harus dilaksanakan dengan etika baik dan rasa tanggung jawab. d) Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia. memiliki kedudukan hak dan kewajiban yang sama.

antara lain sebagai berikut: a) Sebagai warga negara dan warga masyarakat. e) Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah. dan kerja bakti. b) Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain. i) Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sila kelima Padi Dan Kapas. f) Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.e) Mengakui adanya kekuatan politik dan parpol. dan kewajiban yang sama. nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama. layat. Tindakan yang djiwai dari dari sila ke-4. d) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. Dan perilaku kegotong-royongan telah melekat pada hampir seluruh masyarakat Indonesia. hak. (b) Menghormati hak orang lain serta menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan. g) Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. j) Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan. (c) Adanya perilaku suka memberi pertolongan pada orang lain agar dapat . Pada sila ke-5 terpancar perilaku manusia Indonesia sebagai berikut: (a) Mengembangkan perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong royongan (perilaku gotong royong masih kental pada masyarakat pedesaan khususnya masyarakat petani. menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. Kuncaraningrat (1974 : 62-63) melalui hasil penelitian diketemukan kehidupan gotong-royong dengan berbagai macam bentuk yang disebutnya sebagai guyuban. h) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. nyurung. tetulung. c) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

. Oleh karena itu pemilik modal tidak menggunakan hak miliknya untuk usaha-usaha yang bersifat pemerataan terhadap orang lain dan tidak bersifat boros serta tidak bergaya hidup mewah. (f) Perilaku yang suka menghargai hasil kerja orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama. kita telah mengetahui bahwa peraturan negara yang begitu baik untuk kehidupan bangsa kini mulai memudar dan justru disalah gunakan oleh para manusia yang justru mementingkan kepentingannya individu dibanding kepentingan bangsa dan negara hal ini bisa dikarenakan bebasnya dan banyak kebudayaan asing yang masuk dan merusak ideologi bangsa dan negara. (d) Memiliki perilaku untuk mengembangkan sikap adil terhadap sesamanya. Perilaku ini akan lebih kolaboratif bila digandengkan dengan tawaran Sujana (2006 : 41) sebagai berikut : (a) Menyakini adanya nilai keadilan sosial yang universal. (c) Menghargai adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban. (b) Menyakini bahwa setiap orang memiliki hak dan kewajiban. Setelah di implementasikan.berdiri sendiri (dibidang ekonomi pemilik modal baik negara/Bank/pengusaha besar membantu masyarakat yang kekurangan modal agar masyarakat dapat berdiri sendiri dalam menjalankan ekonominya). (d) Menyakini penegakan hukum sebagai sumber untuk mewujudkan keadilan sosial. tetapi selalu berkembang sesuai dengan dinamika masyarakatnya dan faktor yang mempengaruhinya termasuk globalisasi dan reformasi. Jati diri bukanlah merupakan sesuatu yang steril. Hingga saat ini Pancasila lah yang mengatur atau mengontrol aspek-aspek perilaku bagi rakyat Indonesia. (e) Menolak adanya sikap dan perilaku ketidak adilan sosial dalam hidup bernegara dan berbangsa. Jati diri atau kepribadian bangsa merupakan ciri khas suatu bangsa yang membedakan dengan bangsa lain. 5. (e) Perilaku yang menunjukkan sifat suka bekerja keras. KESIMPULAN Sejarah pancasila yang penuh perjuangan telah di hasilkan dasar negara yang mutlak.

Masih eksiskah karakter bangsa (Indonesia). Dosen Pancasila: FIS Unesa Surabaya. Impelementasi pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.org/wiki/Pancasila Saputra Doni. DAFTAR PUSTAKA http://id.wikipedia. SARAN Kita harus menanam kan dasar Bangsa dan Negara (Pancasila) kepada setiap individu penerus bangsa. dan menyeimbangi antara kepentingan pribadi dan kepentingan bersama dengan aturan negara. Dengan begitu kita warga negara Indonesian akan dapat mewujudkan sebuah Bangsa dan Negara yang benar-benar mengerti arti pancasila yang sesungguhnya. .6. Sugiharto Lukas. 7.