P. 1
Pengawetan Makanan Melalui Pembuatan

Pengawetan Makanan Melalui Pembuatan

|Views: 458|Likes:
Published by Nur Azizah

More info:

Published by: Nur Azizah on Apr 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/25/2015

pdf

text

original

PENGAWETAN MAKANAN MELALUI PEMBUATAN BREM DAN TAPE

MAKALAH Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Mikrobiologi Pangan yang dibina oleh Prof. Dr. Utami Sri Hastuti, M. Pd., dan Agung Witjoro, S. Pd., M. Kes.

Oleh Kelompok 6 Wahyu Wulandari Septi Kurniama Sari Eka Yunia Asti Naailatu Nur Azizah Dwi Nur A. Angga Hermawan B. 100342404643 (HB) 100342404947 (HB) 100342400919 (GB) 100342400925 (GB) 209341420883 (AA) 109341417214 (AA)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PROGRAM STUDI BIOLOGI Januari 2013

Kriteria yang dapat digunakan untuk menentukan apakah makanan tersebut masih pantas dikonsumsi. Pada umumnya bahan makanan mengandung beberapa unsur atau senyawa seperti air. Protein digunakan oleh tubuh untuk membantu pertumbuhan. Memakan makanan yang bergizi akan membantu pertumbuhan manusia. Semakin tinggi kadar air suatu pangan. Setiap makanan mempunyai kandungan gizi dan fungsi yang berbeda.BAB I PENDAHULUAN A. makhluk hidup akan sulit mengerjakan aktivitasnya sehari-hari. Latar Belakang Makanan adalah bahan yang berasal dari hewan atau tumbuhan yang dimakan oleh makhluk hidup untuk memberikan tenaga dan nutrisi. protein. baik otak maupun tubuh. baik otak maupun badan. Makanan yang dibutuhkan manusia biasanya dibuat melalui bertani atau berkebun yang meliputi sumber daya hewan dan tumbuhan. Lemak akan digunakan saat tubuh kekurangan karbohidrat. karena kadar air yang terkandung di dalamnya sebagai faktor utama penyebab kerusakan pangan itu sendiri. Tanpa makanan. telur dan lain-lain. Mereka yang tidak suka memakan daging dan sejenisnya disebut vegetarian yaitu orang yang hanya memakan sayuran sebagai makanan pokok. daging. membantu pertumbuhan badan dan otak. karbohidrat. akan semakin besar kemungkinan kerusakannya baik sebagai akibat aktivitas biologis internal (metabolisme) maupun masuknya mikroba perusak. . Makanan secara umum bersifat mudah rusak (perishable). Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan. Makanan dapat membantu manusia dalam mendapatkan energi. Karbohidrat merupakan sumber tenaga sehari-hari. pigmen dan lain-lain. enzim. lemak. Salah satu contoh makanan yang mengandung karbohidrat adalah nasi. Lemak digunakan oleh tubuh sebagai cadangan makanan dan sebagai cadangan energi. Beberapa orang menolak untuk memakan makanan dari hewan seperti. dan lemak akan memecah menjadi glukosa yang sangat berguna bagi tubuh saat membutuhkan energi. vitamin.

sosial ekonomi. Rumusan Masalah 1. Namun dalam batasan topik yang diberikan. pengasapan. B. Cara yang terakhir yaitu dengan pengawetan secara kimiawi. Idealnya. Bagaimana proses pengolahan pengawetan makanan secara biologis melalui pembuatan tape ? . Cara yang kedua yaitu pengawetan secara biologis yang terdiri atas proses fermentasi dan penambahan enzim. bebas dari perubahan-perubahan kimia dan fisik.1993). Bagaimana teknik pengawetan makanan secara biologis melalui pembuatan tape ? 4. makanan tersebut harus bebas polusi pada setiap tahap produksi dan penanganan makanan. Teknik pengawetan makanan tersebut bertujuan agar bahan pangan yang dibutuhkan tidak mudah rusak terkena kontaminasi mikroorganisme. biologis dan kimiawi. Bagaimana teknik pengawetan makanan secara fisik melalui pembuatan brem? 2. bebas mikroba dan parasit yang dapat menyebabkan penyakit atau pembusukan (Winarno. Bagaimana proses pengolahan pengawetan makanan secara fisik melalui pembuatan brem ? 3. dan pengentalan. Teknik pengawetan makanan secara umum terdiri atas tiga cara yaitu secara fisik yang terdiri atas proses pengawetan dengan cara pendinginan.secara tepat sulit dijelaskan karena melibatkan faktor-faktor nonteknik. pengalengan. Seiring dengan perkembangan teknologi. Berdasarkan hal tersebut. berawal dari masalah yang diakibatkan oleh cepat rusaknya makanan dan untuk lebih meningkatkan kwalitas makanan. maka penulis hanya mengkaji pengawetan makanan secara fisik melalui pembuatan brem dan secara biologi melalui pembuatan tape. pengeringan. maka muncullah pemikiran baru mengenai teknik pengawetan makanan. maka perlu dikaji lebih lanjut tentang proses pengawetan makan baik secara fisik. dan budaya suatu bangsa.

. 3. Tujuan 1. Batasan Masalah 1. Mengetahui teknik pengawetan makanan secara biologis melalui pembuatan tape.C. Proses dan teknik pengawetan makanan yang akan dibahas adalah secara biologis melalui pembuatan tape. Mengetahui proses pengolahan pengawetan makanan secara biologis melalui pembuatan tape. Mengetahui proses pengolahan pengawetan makanan secara fisik melalui pembuatan brem . Mengetahui teknik pengawetan makanan secara fisik melalui pembuatan brem. D. 4. 2. Proses dan teknik pengawetan makanan yang akan dibahas adalah secara fisik melalui pembuatan brem. 2.

Namun sat ini banyak sekali pengembangan pengolahan bahan dasar lain yang digunakan untuk membuat brem. Pembuatan Brem Pengertian Brem Brem merupakan produk hasil pengolahan lebih lanjut dari hasil fermentasi serealia atau bahan makanan lain yang banyak mengandung gula. Eksistensi brem padat di daerah Madiun telah menjadi suatu produk unggulan yang sangat potensial untuk dikembangkan yang hingga kini mampu menyangga perekonomian masyarakat (Hapsari. 2. Ketan hitam merupakan salah satu bahan baku yang sangat potensial sebagai bahan pengganti dalam pembuatan brem padat karena ketan hitam mempunyai kandungan pati mirip ketan putih.dkk. serta meningkatkan nafsu makan. khususnya Madiun. sebagai makanan suplemen alternative. 2004). Serealia yang umumnya digunakan adalah beras ketan dan difermentasikan dengan starter Saccharomyces cereviseae. . Ketika pertama kali dimakan akan langsung terasa lumer dimulut dan ada sensasi dinginnya. dengan dijadikannya ketan hitam sebagai bahan subtsitusi brem padat. 1. yaitu rasa manis dan sedikit asam. Selama ini penggunaan ketan hitam sebagai bahan makanan belum seluas ketan putih. Oleh sebab itu ada alternatif pembuatan brem dengan bahan baku lainnya. 2004). namun kualitas yang dihasilkan cukup tinggi. Brem dipercaya memiliki manfaat khusus antara lain untuk kesehatan kulit. Brem padat banyak diusahakan di daerah Jawa Timur. Bahan Dasar Brem Bahan dasar utama dari brem adalah beras ketan putih. maka diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan beras ketan hitam dan nilai ekonomisnya (Hapsari. Keterbatasan persediaan beras ketan putih menyebabkan adanya usaha penganekaragaman pangan untuk mengatasi ketergantungan pada satu jenis bahan pangan saja.dkk. Brem padat memiliki rasa yang khas. dapat menghangatkan badan.BAB II A.

Selain adanya variasi bahan dasar dari brem. 3. Tahap Pengaruan Pada proses ini dilakukan penambahan air dan pengadukan agar proses pemasakan dapat berjalan merata. Menurut Tranggono (1990). Menurut Wignyanto (2008). Pengukusan dilakukan dengan menggunakan alat kukusan (dandang). membuat lebih bernilai atau lebih diterima dan lebih menarik. Pembuatan brem aneka rasa ini dapat dilakukan dengan menambahkan flavor buah. Tahap Pendinginan Setelah dikukus. Tahap Perendaman dan Pencucian Beras ketan direndam dengan air bersih pada baskom atau wadah yang sesuai dengan kapasitas beras ketan yang akan diolah. coklat) diharapkan dapat memberikan alternatif pilihan kepada konsumen yang kurang menyukai rasa brem padat yang berasa sedikit asam dan terasa alkoholnya. saat ini pengembangan roduk brem pada dapat dilakukan dengan membuat brem padat aneka rasa. Selain direndam. Dengan pembuatan brem padat aneka rasa ini (misalnya brem rasa stroberi. Hal ini dilakukan karena bahan yang masih terlalu panas dapat merusak kerja mikroba yang digunakan sehingga . Tahap Pengukusan Beras ketan yang sudah direndam dan dicuci bersih kemudian dimasukkan ke dalam kukusan. beras ketan juga dicuci dengan air bersih kemudian direndam lagi dengan air bersih selama beberapa kali. Pengukusan pertama dilakukan selama ± 60 menit. Proses Pembuatan Brem Bahan dasar dari brem adalah beras ketan. flavor mempunyai beberapa fungsi dalam bahan makanan sehingga dapat memperbaiki. moka. beras ketan yang sudah matang kemudian ditiriskan dan didinginkan sebelum dilakukan peragian. Setelah dilakukan pengaruan ini dilanjutkan lagi pada proses pengukusan agar bahan baku menjadi lebih matang. proses pembuatan brem padat pada umumnya yaitu terdiri atas: 1. 4. 2. Flavor adalah suatu zt atau komponen yang dapat memberikan rasa dan aroma tertentu pada bahan makanan. 3.

Ragi yang digunakan sama dengan ragi yang digunakan untuk membuat tape. Genus-genus tersebut hidup bersama secara sinergetik. 6. Berikut ini adalah diagram skematis prosesnya. Tahap fermentasi Fermentasi adalah proses perombakan molekul kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana dengan bantuan mikroorganisme. Pertama-tama pati ketan dirombak oleh Aspergillus oryzae menjadi maltosa dengan reaksi: 2(C6H10O5)n + n(H2O) H2O maltase amilase n(C12H22O11). bahkan mikroba bisa mati jika bahan terlalu panas. Aspergillus dapat menyederhanakan amilum. Fermentasi dalam pembuatan brem berlangsung dalam 2 tahap. Menurut Dwidjoseputro (1984) dalam Tarigan (1988:278) menyatakan bahwa ragi untuk tape merupakan populasi campuran yang terdiri atas spesiesspesies genus Aspergillus. .tidak dapat bekerja secara optimum. Proses ini berlangsung ±7 hari dalam kondisi anaerob. sedangkan Saccharomyces. Saccharomyces. Pengepresan dilakukan dengan alat pres. Acetobacter dapat merombak alkohol menjadi asam.5% dari berat bahan baku dengan waktu fermentasi ±7 hari dengan tujuan diperoleh air tape yang cukup banyak. dan bakteri Acetobacter. yaitu perombakan pati menjadi gula sederhana dan tahap fermentasi alkohol. Candida. 7. Tahap berikutnya adalah fermentasi alkohol oleh ragi zymase dengan reaksi: C6H12O6 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP. Candida. Hansenulla. Kemudian maltosa akan dirombak menjadi glukosa oleh ragi dengan reaksi: C12H22O11 + 2C6H12O6. Tahap Pengepresan Pengepresan bertujuan mendapatkan air/sari tape. Hansenulla dapat menguraikan gula menjadi alkohol. 5. Tahap Peragian Peragian adalah proses pemberian ragi pada bahan baku yang sudah dingin sebelum dilakukan fermentasi. yaitu tahap fermentasi gula. Ragi yang digunakan adalah 0.

12. Tape dapat dibuat dari bahan dasar singkong. tape . Pemekatan dilakukan dengan pemanasan sampai didapatkan konsentrasi tertentu. Proses pemekatan dilakukan dengan pemanasan pada suhu ±90˚ C selama 1 jam. Pengertian Tape Tape adalah kudapan yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan pangan berkarbohidrat sebagai substrat oleh ragi. 11. Tahap Pendinginan Adonan brem yang sudah dicetak dalam Loyang disusun diatas meja kemudian adonan didiamkan semalam agar mengeras. Proses pencetakan dapat menggunakan Loyang atau wadah lainnya. Lama pengadukan dengan menggunakan mixer adalah 30 menit. 10. Tahap Pemasakan/Pemekatan Proses pemekatan bertujuan untuk mengurangi sebagian air yang ada. Tahap Pencetakan Pencetakan bertujuan untuk memperoleh bentuk produk brem yang disesuaikan dengan kebutuhan. Hal ini dimaksudkan agar Kristal gula dapat terbentuk dengan baik. Pada prinsipnya. beras ketan putih maupun beras ketan hitam. Gambar 1 : Brem B. Tahap Pengadukan Proses pengadukan dilakukan dengan menggunakan mixer setelah adonan yang telah dipekatkan bersuhu ±35˚ C. Tahap Pemotongan dan Pengemasan Adonan brem yang telah mengeras dikeluarkan dari Loyang kemudian dipotong sesuai dengan ukuran yang dikehendaki kemudian dilakukan pengemasan. Pembuatan Tape 1. 9.8.

dibuat dengan menggunakan starter yang berisi campuran mikroba yang dikenal dengan sebutan ragi. berasa manis keasaman. Selama tiga hari adonan akan ditumbuhi ragi dan kapang secara alami. Rihzophus. dan memiliki tekstur lengket. Pembuatan starter/ragi tape & Mikroorganisme pada Tape Starter tape atau ragi tape dapat dibuat dengan bahan baku yang cukup sederhana seperti laos. Sebagai contoh terdapat Amylomyces. Setelah bahan tersebut dikupas dan dicuci. Menurut beberapa penelitian ragi untuk fermentasi tape merupakan campuran dari beberapa mikroorganisme. dan cita rasa alkohol. gula pasir atau tebu kuning. Selain sebagai pembangkit aroma. Aspergillus untuk jenis kapang amilolitik dan untuk jenis khamir amilolitik dijumpai Endomycopsis dan untuk yang bersifat non amilolitik dijumpai khamir seperti Candida. Untuk mempercepat pertumbuhan kapang dapat ditambahkan ragi pasar. mikroba pada ragi pasar meliputi kapang dan khamir dari berbagai jenis. kemudian dihaluskan kemudian dicampur dengan tepung beras atau malt dan ditambah sedikit air sampai terbentuk adonan. sedikit asam. Adonan kemudian didiamkan selama 3 hari pada suhu kamar dalam keadaan terbuka. lunak. Selain meningkatkan . cerevisiae umumnya berbentuk semi-cair. baru kemudian dipisahkan kotorannya dan diperas untuk mengurangi airnya. 1981). Endomycopsis dan lain-lain. Tape hasil fermentasi dengan ragi yang didominasi S. Produk ini mempunyai cita rasa dan aroma yang khas. 2. Tape mengandung berbagai macam bakteri “baik” yang aman dikonsumsi dan tergolong sebagai sumber probiotik bagi tubuh. Saccharomyces. yaitu gabungan antara rasa manis. Setelah proses tersebut adonan dibuat bulatan-bulatan kecil lalu dikeringkan (Pusbangtepa. ubi kayu dan jeruk nipis. mengandung alkohol. Endomycopsis burtonii dan Saccharomyces serevisiae. bawang putih. pemberian laos dan bawang putih dimaksudkan untuk mencegah pertumbuhan mikroba lain yang tidak diharapkan dan merangsang atau menstimulir pertumbuhan ragi dan kapang yang diinginkan. Mikroba yang diduga paling berperanan dalam fermentasi tape adalah Amylomyces rouxii. Mucor. Selain itu dijumpai pula bakteri asam laktat (Pediococcus) dan bakteri amilolitik (Bacillus).

cairan pada tape dan tape ketan diketahui mengandung bakteri asam laktat sebanyak ± satu juta per mililiter atau gramnya. terutama sistem pencernaan. Cuci bersih semua peralatan yang akan digunakan. 2. 4. Proses pembuatan tape Bahan dasar pembuatan tape yaitu beras ketan hitam atau ketan putih dan singkong. Tiriskan beras ketan yang telah dibilas. kemudian ditiriskan. 5. Gambar 2 : Aspergillus. karena meningkatkan jumlah bakteri dalam tubuh dan mengurangi jumlah bakteri jahat. terutama Aspergillus flavus. kemudian kukus hingga matang. Menurut Rahmat (2008). 3. Setelah 12-18 jam dalam rendaman. Saccharomyces 3. . Kelebihan lain dari tape adalah kemampuannya tapai mengikat dan mengeluarkan aflatoksin dari tubuh. kemudian ditiriskan. Rendamlah beras ketan yang telah dicuci tersebut dalam air dingin selama 1218 jam. Produk fermentasi ini diyakini dapat memberikan efek menyehatkan tubuh. angkat beras ketan tersebut kemudian bilas beberapa kali hingga merata. proses pembuatan tape ketan pada umumnya sebagai berikut : 1. gabah atau kotoran lainnya.kandungan Vitamin B1(tiamin) hingga tiga kali lipat. Cucilah beras ketan dengan air bersih. Bersihkan beras ketan yang akan digunakan dari abhan-bahan lain yang tercampur. seperti pasir. Aflaktosin merupakan zat toksik atau racun yang dihasilkan oleh kapang. 6.

Adanya gula menyebabkan mikroba yang menggunakan sumber karbon gula mampu tumbuh dan menghasilkan alkohol. Gambar 3: Tape Beras Ketan 4. Selain alkohol. campurkan ragi yang telah dihaluskan dan aduklah hingga merata. proses fermentasi karbohidrat juga akan menghasilkan . 9. roti dan minuman beralkohol. Bungkuslah ketan yang telah dicampur ragi dengan daun pisang atau masukkan ke dalam kantong plastik atau keler yang bersih. dalam proses pembuatan tape ini terlibat pula mikrorganisme lainnya. 10. 2008). Dalam pembuatan tape. Simpan di tempat yang aman selama 3-4 hari. Kedua mikroorganisme ini turut membantu dalam mengubah pati menjadi tape dengan gula sederhana (glukosa). Mikroba yang digunakan Saccharomyces cerevisiae adalah Jamur yang banyak berperan dalam proses fermentasi dan dimanfaatkan untuk pembuatan tape. Tape dibuat dari singkong atau beras ketan. 8. yaitu Mucor chlamidosporus dan Endomycopsis fibuligera. kemudian dinginkan dengan cara mengipasinya. Keberadaan alkohol juga memacu tumbuhnya bakteri pengoksidasi alkohol yaitu Acetobacter aceti yang mengubah alkohol menjadi asam asetat dan menyebabkan rasa masam pada tape yang dihasilkan (Hidayat. Angkat beras ketan yang telah matang dan letakan dalam tampah yang telah disediakan. melalui fermentasi akan menghasilkan etanol (2C2H5OH). mikroba berperan untuk mengubah pati menjadi gula sehingga pada awal fermentasi tape berasa manis. Glukosa (C6H12O6) yang merupakan gula paling sederhana . Setelah dingin. Selain Saccharomyces cerivisiae.7.

Mikroorganisme dri kelompok kapang akan menghasilkan enzim-enzim amilolitik yang akan memecahkan amilum pada bahan dasar gula-gula yang lebih sederhana (disakarida dan monosakarida) dan proses ini disebut sakarifikasi. 1984). karena adanya aktifitas kapang amilolitik Amylomyces rouxii dan khamir Endomycopsis burtonii. Pada proses pembuatan tape. Selain itu jamur tersebut juga akan merubah glukosa menjadi alkohol. Menurut Steinkraus (1989). Saccharomyces cereviceae merupakan bakteri anaerob. asam laktat. tape terasa manis apabila sudah matang walaupun tanpa diberi gula sebelumnya. Selanjutnya glukosa akan difermentasi menjadi . ragi (Saccharomyces cereviceae) mengeluarkan enzim yang dapat memecah karbohidrat pada singkong menjadi gula yang lebih sederhana. 2010). akan mengganggu dan menyebabkan kegagalan dalam proses pembuatan tape dikarenakan enzim pada ragi Saccharomyces cereviceae tidak pecah (Haris. asam suksinat. Dalam pembuatan tape. Oleh karena itu. sehingga bila terdapat udara pada proses metabolismenya. perubahan biokimiawi yang utama adalah hidrolisis pati menjadi maltosa dan glukosa. jamur ragi akan merombak glukosa yang ada di dalam bahan baku (singkong atau ketan) sebagai makanan untuk pertumbuhannya. sehingga singkong akan menjadi lunak. dan asam malat. Gambar 4: Saccharomyces cereviceae 5. dimana senyawa organik berperan sebagai donor dan akseptor elektron (Winarno dan Fardiaz. Tape Dapat Mengawetkan Makanan Fermentasi adalah salah satu reaksi oksidasi reduksi dalam sistem biologi yang menghasilkan energi.asam-asam organik. seperti asam asetat.

(4) sebagian asam organik akan bereaksi dengan alkohol membentuk citarasa tape yaitu ester (Hesseltine.etanol dan asam-asam organik yang menimbulkan aroma dan flavor yang khas pada tape. dan palabilitas. Proses fermentasi yang berlangsung selama pembuatan tape terdiri dari empat tahap penguraian. Proses pembentukan tape adalah proses fermentasi yang bersifat heterofermentatif karena menggunakan lebih dari satu jenis mikroba dan spesies yang berbeda-beda (Hesseltine. . Menurut Winarno et al. merupakan proses hidrolisis enzimatik. (1980). yaitu (1) molekul-molekul pati akan dipecah menjadi dekstrin dan gula-gula sederhana. (3) alkohol akan diubah menjadi asamasam organik oleh bakteri Pediococcus dan Acetobacter melalui proses oksidasi alkohol. aroma. nilai gizi. 1979). 1979).. (2) gula-gula yang terbentuk akan diubah menjadi alkohol. proses fermentasi tape adalah mengubah rasa.

Saccharomyces. Mikroba yang didigunakan saat pembuatan brem dan tapai sama. dan bakteri Acetobacter. Kedua cara pengawetan ini menggunakan proses fermentasi. Kesimpulan Ada berbagai macam proses pengawetan makanan.BAB III PENUTUP A. Candida. yaitu ragi campuran yang terdiri atas spesiesspesies genus Aspergillus. contohnya seperti proses pembutan tape dan pembutan brem. . perlu disunting dan di lengkapi kembali. Makalah ini belum sepenuhnya sempurna. 2. Hansenulla. B. Pada proses pembuatan tape dan brem banyak sedikitnya ragi harus disesuaikan dengan bahan yang digunakan. Saran 1.

Food Technology and Development Centre. Bandung. Jeneng. Bandung : Pusat Penelitian dan Pengmbangan Teknologi Pangan IPB. G. Inter. Bandung: Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA IKIP Bandung. Handbook of Indigenous Fermented Foods. New York. (online). h. Microorganisme Involves in Food Fermentation in Tropical Asia. Hidayat.go. Cara Pembuatan tape Singkong. Kemdiknas. 1979.html). 1988. Bioteknologi Bahan Bakar (Bioteknologi Energi). (http://www. Malang: Universitas Brawijaya.kemdiknas. Steinkraus.carapembuatantapaisingkong/2010/haris. dan S.id. Univesitas Gadjah Mada. J.ajah. . W. M. Skripsi. 19 (2). 191-192. 2010. dan Industri Pangan. Proc. Hapsari. Adi. Rahmat. Ragi Tape. Fakultas Teknologi Pertanian. Marcel Dekker Inc. Bogor. 2004. 2010. Tarigan. Nur. 1984. (http://belajar. Pusat antar Universitas-Pangan dan Gizi. diakses 28 Januari 2013. 10-13 Desember 1979. Winarno. Fardiaz.diakses 28 januari 2013.html). K. Bahan Tambahan Pangan (Food Additives). (online). 1989. Tranggono. Pengantar Mikrobiologi. Hesseltine. 1990. Jakarta: Direktorat Jendral Perguruan Tinggi. Biofermentasi dan Biosintesa Protein. Teknol. Symp on Mic Aspects of Food Storage Process and Fermentation in Tropical Asia. C. Pustekkom. H. Angkasa. 2008. F. 2008.DAFTAR RUJUKAN Anonymous. Pembuatan Brem Padat neka Rasa dan Analisis Finansialnya (Kajian Proporsi Air Tape Ketan Hitam dan Ketan Putih) dan Penambahan Flavor. Fermentasi dan Mikroorganisme yang Terlibat. dkk. Mikroba Untuk Makanan dan Minuman. 1981. Haris.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->