PENYELESAIAN SENGKETA DALAM HUKUM INTERNASIONAL Sengketa internasionala dapat dikatakann sebagai suatu konflik, dan dalam penyelesaiannya

memiliki beberapa jalur, naik itu jalur damai maupun jalur kekerasan. Namun dalam menghadapp sengketa antar negara, biasanya negara-negara tersebut sebisa mungkin lebih memilih untuk menyelesaikannya melalui jalur damai. A. Pengertian Sengketa Internasional Setiap sengketa adalah konflik, tetapi tidak semua konlik dapat dikategorikan sebagai sengketa (dispute). Sengketa internasional adalah sengketa yang bukan secara eksklusif merupakan urusan dalam negeri suatu negara. Sengketa internasional juga tidak hanya eksklusif menyangkut hubungan antarnegara saja mengingat subjek-subjek hukum internasional saat ini sudah mengalami perluasan sedemikian rupa melibatkan banyak aktor non negara. Permasalahan yang disengketakan dalam suatu sengekta internasional dapat menyangkut banyak hal. Menyangkut substansi sengketa itu, beberapa pakar mencoba untuk memisahkan antara sengketa hukum (legal dispute) dengan sengketa politik (political dispute). Friedmann misalnya mengemukakan bahwa karakteristik sengketa hukum adalah sebagai berikut: Mampu diselesaikan oleh penerapan prinsip-prinsip tertentu danaturan-aturan hukum internasional. Pengaruh kepentingan vital negara seperti integritas teritorial. Pelaksanaan hukum internasional yang ada cukup untukmeningkatkan keputusan keadilan dan dukungan untuk hubunganinternasional yang progresif. Sengketa terkait dengan hak hukum dengan klaim untuk mengubah aturan yang ada. Selanjutnya pasal 36 ayat (2) Statuta mahkamah menegaskan bahwa sengketa hukum yang dapat dibawa ke Mahkamah menyangkut hal-hal sebagai berikut: Interpretasi perjanjian. Persoalan mengenai hukum internasional. Adanya fakta apapun yang jika didirikan akan merupakanpelanggaran kewajiban internasional. Sifat atau tingkat perbaikan yang akan dibuat untuk pelanggarankewajiban internasional. B. Cara-cara Penyelesaian Sengketa dalam Hukum Internasional Secara Damai Jalur Politik Negosiasi Pada umumnya negosiasi merupakan cara yang pertama kali dan paling banyak digunakan pihak-pihak bersengketa dalam penyelesaian sengketa internasional mereka. Dapat dilakukan secara bilateral maupun multilateral, formal maupun informal dan tidak ada kewajiban untuk memilih prosedur ini dulu baru bisa menggunakan cara-cara lain. Jasa Baik (Good Offices) Keterlibatan pihak ketiga dalam good offices tidak lebih dari mengupayakan pertemuan pihak-pihak bersengkata untuk berunding, tanpa terlibat dalam perundingan itu sendiri. Pihak ketiga ini sering juga disebut saluran tambahan komunikasi. Mediasi

1. 2. 3. 4.

1. 2. 3. 4. 1. a. -

-

-

Reprisal Reprisal yaitu sebagai upaya paksa oleh suatu negara terhadap negara lain. melalui investigasi secara terus-menerus sampaiu fakta yang disampaikan salah satu pihak dapat diterima oleh pihak yang lain. dengan maksud untuk menyelesaikan sengketa yang timbul karena negara yang dikenai reprisal telah melakukan tindakan yang ilegal atau tidak dibenarkan. Kesimpulan Sebagaimana yang telah dijelaskan bahwa dalam sengketa internasional dalam penyelesaiannya memiliki banyak jalur. c. Perang Perang bertujuan untuk menaklukan negara lawan sehingga negara yang kalah tidak memiliki alternatif lain kecuali menerima syarat-syarat penyelesaian yang ditentukan oleh negara pemenang perang. Pengadilan Internasional Pengadilan Internasional antara lain Internatinal Court of Justice(ICJ). a. Dalam mediasi mediator berperan aktif mendamaikan pihak-pihak bersengketa. b. memiliki kewenangan tertentu juga mendistribusikan proposal masing-masing pihak bersengketa. Blokade Damai (pacific Blocade) Blokade damai dilakukan untuk memaksa negara yang diblokade agar memenuhi permintaan ganti rugi yang diderita negara yang memblokade. Apabila dibandingkan dengan good offices maka keterlibatan pihak ketiga dalam mediasi sudah lebih besar. tidak memihak. Namun ICJ sering dianggap sebagai cara utama penyelesaian sengketa hukum antar negara. juga Internatinal Criminal Court (ICC). Jalur Kekerasan Retorsi Retorsi yaitu tindakan tidak bersahabat yang dilakukan oleh suatu negara terhadap negara lain yang telah lebih dahulu melakukan tindakan yang tidak bersahabat dan ikan tindakan yang sah dimaksudkan untuk merugikan negara yang telah melakukan pelanggaran. . Konsiliasi (Conciliation) Penyelesaian Melalui PBB Penyelesaian Melalui Organisasi Regional Jalur Hukum Jalur Arbitrase Penyelesaian sengketa melalui arbitrase menurut hukum Internasional adalah prosedur untuk penyelesaian sengketa antara negara-negara dengan penghargaan yang mengikat berdasarkan hukum. Sebagaimana halnya penyelesaian sengketa secara damai yang lain. Baik itu jalur damai ataupun melalui jalur kekerasan.- b. prinsip sukarela juga mendasari penyelesaian sengketa melalui lembaga ini. Internatinal Tribunal for the Law of the Sea. berbagai Ad Hoc Tribunal. Embargo Embargo adalah larangan ekspor barang ke negara yang dikenaii embargo. d. e. Permanent Court of International of Justice (PCIJ). Pencari Fakta (fact finding/Inquiry) Fungsi dari Inquiry adalah untuk memfasilitasi penyelesaian sengketa dengan mencari kebenaran fakta. - - 2.

Dengan demikian para pihak dapat memperkecil masalah sengketanya dengan menyelesaikannya melalui suatu Pencarian Fakta mengenai fakta-fakta yang menimbulkan persengketaan. Hukum internasional telah melarang penggunaan kekerasan dalam hubungan antar negara. Meskipun suatu sengketa berkaitan dengan hak dan kewajiban. Penyelesaian sengketa dengan cara ini lebih banyak digunakan karena cara ini lebih aman untuk dilakukan daripada melalui kekerasan. perang. Banyak sengketa diselesaikan setiap hari oleh negosiasi ini tanpa adanya publisitas atau menarik perhatian publik. Jasa-jasa Baik Jasa-jasa baik adalah cara penyelesaian sengketa melalui atau dengan bantuan pihak ketiga. Negosiasi. Oleh sebab itu dengan memastikan kedudukan fakta yang sebenarnya dianggap sebagai bagian penting dari prosedur penyelesaian sengketa. Cara Penyelesaian Sengketa Internasional Secara Damai. Penyelesaian sengketa demikian karenanya bergantung kepada penguraian fakta-fakta yang para pihak tidak sepakati. 2. antara lain : 1. Jadi fungsi utama jasa baik ini adalah mempertemukan para pihak sedemikian rupa sehingga mereka mau bertemu. yang kemudian dikukuhkan oleh pasal 2 ayat (3). Jakarta: RajaGrafindo Persada. retorsi. Hukum Internasional Suatu Pengantar. Negosiasi adalah cara penyelesaian sengketa yang paling dasar dan yang paling tua digunakan oleh umat manusia. 2010. Pihak ketiga ini berupaya agar para pihak menyelesaikan sengketanya dengan negosiasi. Pencarian Fakta Suatu sengketa kadangkala mempersoalkan konflik para pihak mengenai suatu fakta. blokade damai dan lain sebagainya. Berikut Cara Penyelesaian Sengketa Internasional Secara Damai. Keharusan ini seperti tercantum pada Pasal 1 Konvensi mengenai Penyelesaian Sengketa-Sengketa Secara Damai yang ditandatangani di Den Haag pada tanggal 18 Oktober 1907. Referensi Sefriani. Alasan utamanya adalah karena dengan cara ini. Dalam kedua cara ini. 3. Keikutsertaan pihak ketiga dalam suatu penyelesaian sengketa dapat dua macam: atas permintaan para pihak atau atas inisiatifnya menawarkan jasa-jasa baiknya guna menyelesaikan sengketa. para pihak dapat mengawasi prosedur penyelesaian sengketanya dan setiap penyelesaiannya didasarkan pada kesepakatan atau konsensus para pihak.Penyelesaian melalui jalur damai terbagi dua yaitu melalui jalur politik dan juga melalui jalur hukum. Namun jika sengketa tidak dapat diselesaikan secara damai maka negara hanya untuk menjaga dan menahan diri dari tindakantindakan yang makin memperburuk situasi. duduk bersama dan bernegosiasi. syarat mutlak yang harus ada adalah kesepakatan para pihak . namun acapkali permasalahannya bermula pada perbedaan pandangan para pihak terhadap fakta yang menentukan hak dan kewajiban tersebut. Jika sengketa tersebut sudah tidak bisa lagi diselesaikan dengan jalan tersebut maka jalan terakhir adalah penyelesaian sengketa melalui jalur kekerasan atau penyelesaian secara tidak damai yang dapat berupa. 40 Penyelesaian melalui negosiasi merupakan cara yang paling penting.

5. (Burhan Tsani. ahli hukum atau ilmuwan). 211) Secara esensial. atau melalui pembuatan suatu klausul arbitrase dalam suatu perjanjian sebelum sengketanya lahir (clause compromissoire). Arbitrase adalah merupakan suatu cara penerapan prinsip hukum terhadap suatu sengketa dalam batas-batas yang telah disetujui sebelumnya oleh para pihak yang bersengketa. Arbitrase Arbitrase adalah penyerahan sengketa secara sukarela kepada pihak ketiga yang netral serta putusan yang dikeluarkan sifatnya final dan mengikat. Konsiliasi adalah suatu cara penyelesaian sengketa oleh pihak ketiga atau oleh suatu komisi konsiliasi yang dibentuk oleh para pihak. karenanya persetujuan para pihaklah yang mengatur pengadilan arbitrase. Penyelesaian sengketa internasional melalui arbitrase internasional adalah pengajuan sengketa internasional kepada arbitrator yang dipilih secara bebas oleh para pihak. Sengketa diselesaikan atas dasar menghormati hukum. yang terdiri dari orang-orang yang diajukan oleh para pihak dan anggota tambahan yang dipilih dengan cara lain. metode pemilihan panel arbitrase. atau dengan perjanjian arbitrase yang telah ada. yaitu penyerahan kepada arbitrase suatu sengketa yang telah lahir. yang memberi keputusan dengan tidak harus terlalu terpaku pada pertimbangan-pertimbangan hukum. Konsiliasi Konsiliasi adalah cara penyelesaian sengketa yang sifatnya lebih formal dibanding mediasi. 2. dan (2).4. persetujuan para pihak untuk terikat pada keputusan arbitrase. Biasanya ia dengan kapasitasnya sebagai pihak yang netral berupa mendamaikan para pihak dengan memberikan saran penyelesaian sengketa. Hal-hal yang penting dalam arbitrase adalah : (1). Persetujuan arbitrase tersebut dikenal dengan compromis (kompromi) yang memuat: 1. . Pengadilan arbitrase dilaksanakan oleh suatu “panel hakim” atau arbitrator yang dibentuk atas dasar persetujuan khusus para pihak. Badan arbitrase dewasa ini sudah semakin populer dan semakin banyak digunakan dalam menyelesaikan sengketasengketa internasional. Penyerahan suatu sengketa kepada arbitrase dapat dilakukan dengan pembuatan suatu compromis. Mediasi Mediasi adalah suatu cara penyelesaian melalui pihak ketiga. Ia ikut serta secara aktif dalam proses negosiasi. arbitrase merupakan prosedur konsensus. Perlunya persetujuan para pihak dalam setiap tahap proses arbitrase. organisasi internasional (misalnya PBB) atau individu (politikus. Arbitrase terdiri dari seorang arbitrator atau komisi bersama antar anggota-anggota yang ditunjuk oleh para pihak atau dan komisi campuran. Komisi tersebut bisa yang sudah terlembaga atau ad hoc (sementara) yang berfungsi untuk menetapkan persyaratanpersyaratan penyelesaian yang diterima oleh para pihak. 1990. Ia bisa negara. Namun putusannya tidaklah mengikat para pihak 6.

3. 214) . 4. waktu dan tempat hearing (dengar pendapat). prinsip-prinsip hukum atau keadilan yang harus diterapkan untuk mencapai suatu kesepakatan. 5. 1990. batas-batas fakta yang harus dipertimbangkan. dan. (Burhan Tsani.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful