Melayu Riau atau Riau Raya adalah wilayah dan masyarakat Melayu yang tinggal di Provinsi Riau dan

Provinsi Kepulauan Riau. Mereka menggunakan Bahasa, adat, dan budaya Melayu sehari-harinya. Riau Raya merupakan saujana peradaban Melayu yang luas, kaya, dan indah. Persebaran Masyarakat Melayu Riau terbagi atas : 1. Masyarakat Melayu Riau Kepulauan, yaitu masyarakat Melayu Riau yang bermukim di kawasan Provinsi Kepulauan Riau , yang terdiri atas : 1. Kabupaten Bintan 2. Kabupaten Karimun 3. Kabupaten Kepulauan Anambas 4. kabupaten Lingga 5. Kabupaten Natuna 6. Kota Batam 7. Kota Tanjung Pinang 2. Masyarakat Melayu Riau daratan, yaitu masyarakat Melayu Riau yang bermukim di kawasan Provinsi Riau, terdiri atas Melayu Riau Pesisisr dan Melayu Pedalaman. 1. Melayu Riau Pesisir: 1. Kabupaten Bengkalis 2. Kabupaten Rokan Hilir 3. Kota Dumai 4. Kabupaten Kepulauan Meranti 5. Kabupaten Siak 6. Kabupaten Pelalawan 7. Kabupaten Indragiri Hilir 2. Melayu Riau Pedalaman: 1. Kabupaten Kampar 2. Kabupaten Rokan Hulu 3. Kabupaten Kuantan Singingi Kota Pekanbaru yang dulunya merupakan bahagian dari provinsi Kerajaan Siak berada ditengah-tengah Provinsi Riau, adat, budaya, dan bahasa yang digunakan merupakan adat melayu Siak yang berkembang pada saat itu. Sementara Kabupaten Indragiri Hulu juga menggunakan bahasa, budaya, dan adat Melayu yang sama dengan Melayu Riau Pesisir meski wilayahnya berada di pedalaman Riau. Adapun perkataan Melayu itu sendiri mempunyai kepada tiga pengertian, yaitu Melayu dalam pengertian “ras” di antara berbagai ras lainnya. Melayu dalam pengertian sukubangsa yang dikarenakan peristiwa dan perkembangna sejarah, juga dengan adanya perubahan politik menyebabkan terbagi-bagi kepada bentuk negara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei dan Filipina. Melayu dalam pengertian suku, yaitu bahagian dari suku bangsa Melayu itu sendiri.

Tanjung Pura (Kalimantan Barat) dan yang ketiga memerintah di Palembang. raja Melayu yang terakhir disingapura (Tumasik) adalah Raja Iskandar Syah yang membuka negeri Melaka Dalam buku-buku sejarah karangan pelawat-pelawat cina nama raja Melayu Melaka yang pertama itu ialah Pa-Li-Su-La dan Pai-li-mi-sul-la. yang ketiga Sang Saniaka dan yang keempat Sang Satiaka. Ia melawat ke Minangkabau dan menjadi Raja Pagarruyung. Sang Si Purba sendiri pergi ke Bukit Sigantung Mahameru (Palembang) menjadi Raja dan kawin disana. Sang Nila Utama dari Bintan menemukan Singapura pada tahun 1294 M. Kemudian turun ke Bukit Sigintang Mahameru.. ada disebutkan.zaman Johor-Kampar abad 16-17 m. . Akhirnya kawin dengan Putri Kemala Ratna PeLinggam. berbahasa Melayu dan mempunyai adat-istiadat Melayu. mempunyai gagasan untuk menyatukan nusantara dan akhirnya beliaulah pula yang membukakan jalan bagi perkembangan islam di seluruh nusantara.zaman Melaka abad 14-15 m.Di Indonesia yang dimaksud dengan suku bangsa Melayu adalah yang mempunyai adat istiadat Melayu. maka ianya terpusat di Semenanjung Malaya. Zaman Bintan – Temasek Dalam catatan sejarah. Menurut Sejarah Melayu tiga bersaudara dari Bukit Siguntang menjadi raja di Minangkabau. yang dimaksud orang Melayu bukanlah dilihat daripada tempat asalnya seseorang ataupun dari keturun darahnya saja.zaman Riau-Lingga abad 18-19 m Paramesywara atau Iskandar Syah dikenal dengan gelar Sri Tri Buana. B. Menurut M.*) Kemudiannya menurut orang Melayu. kawin dengan Ratu Riau.. Sang Nila Utama inilah yang menjadi Raja di Bintan dan Kemudian Singapura. Ahli sejarah mengambil kesimpulan bahwa raja Melayu Melaka (Raja Singapura yang terakhir) adalah Permaisura (sebelum memeluk agama islam) kemudian raja itu menjadi Raja Melaka dengan memakai gelar Permaisuri Iskandar Syah (1394 . Sang purba dirajakan di bukit siguntang. Kw. Kerajaan Riau-Bintan dimulai dari Raja Asyar-Aya (1100-1150 m) Dan Ratu Wan Sri Beni (1150-1158M). Istri baginda hamil dan beranak seorang perempuan yang diberi nama Puteri Kemala Ratna Pelinggam. raja di “Keindraan” bernama Sang Pertala Dewa. Dari puteranya menjadi turunan Raja Riau. beranak tidak orang laki-laki. dengan meliputi daerah Sumatera tengah dan selatan.Kerajaan Bintan-Tumasik abad 12-13 M dan kemudian memasuki periode Melayu Riau yaitu . Sriwijaya-Sailendra bermula dari penghabisan abad ke 7 dan berakhir pada penghujung abad ke 12. Pemusatan suku bangsa Melayu adalah di wilayah Kepulauan Riau. . Setelah itu mereka naik “keindraan”. Skt berarti dunia).Said (dalam bukunya Zelfbestuur Landchappen) Raja Suran adalah keturunan Raja Sultan Iskandar Zulkarnain di Hindustan yang melawat ke Melaka. Tetapi jika kita menilik kepada yang lebih besar untuk kawasan Asia Tenggara. kemudian diberi gelar Tri Buana dan mengubah nama Temasek menjadi Singapura. Memencar keturunannya menjadi Raja-Raja Aceh dan Siak Sri Indrapura. Kemaharajaan Melayu yang dimulai dari . keturunan raja besar. seorang pangeran. Ia sangat berpandangan luas. Sang Maniaka dirajakan di Bintan dan singapura. dari sumber Portugis yang menyebutkan Paramesywara dengan sebutan Paramicura dan Permicuri. Lalu lahir anaknya yang dinamai Sang Purba. [sunting]Sejarah Imperium Melayu Riau adalah penyambung warisan Sriwijaya. Diantara putranya adalah Sang Si Purba. Menurut para ahli sejarah. Adapula tersebut seorang raja. Lahir seorang putra dinamai Sang Maniaka dan kemudian lahir pula putera yang kedua Sang Jaya Mantaka. mempergunakan bahasa Melayu dan beradat istiadat Melayu. Sang Purba kawin dengan puteri yang berasal dari muntah seekor lembu yang berdiri ditepi kolam dimana sang puteri sedang mandi. yang mendirikan Kerajaan Singapura dan memindahkan Kerajaan dari Bintan ke Singapura. A. di Kepulauan Riau. Seseorang itu dapat juga disebut Melayu apabila ia beragama Islam. Setelah dewasa diasingkan ke sebuah pulau bernama : Biram Dewa. Zaman Melaka Raja-raja Melayu diMelaka berasal dari singapura (temasek) menurut sejarah Melayu karangan Tun Seri Lanang (1612 M). Kedatangan Sriwijaya yang mula-mula sejak tahun 517 s/d 683 dibawah kekuasaan Melayu. Maharaja Tiga Dunia (Bhuwana. Dalam hikayat Hang Tuah yang terkenal. Orang luar ataupun bangsa lain yang datang lama dan bermukim di daerah ini dipandang sebagai orang Melayu apabila ia beragama Islam. Ratu kemudian digantikan oleh menantunya Sang Nila Utama. dan Kalimantan Barat. cerdik cendikia.Yang menjadi Raja di Palembang adalah Sang Nila Utama. Paramesywara adalah keturunan raja-raja Sriwijaya-Saildendra. Sang Pertala Dewa berburu di pulau Biram Dewa tersebut. yang bermukim terutamanya di sepanjang pantai timur Sumatera.