Formatted: Font: (Default) Times New Rom

DEFINISI FRAKTUR Fraktur adalah hilangnya kontinuitas tulang, tulang rawan sendi, tulang rawan epifisis, baik yang bersifat total maupun yang parsial.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Justified, Pattern: Clear (White)

KLASIFIKASI FRAKTUR

Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Underline Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Underline

KLASIFIKASI ETIOLOGIS • • • Fraktur traumatik :Terjadi karena trauma yang tiba-tiba. Fraktur patologis Terjadi karena kelemahan tulang sebelumnya akibat kelainan patologis di dalam tulang. Fraktur stres Terjadi karena adanya trauma yang terus menerus pada suatu tempat tertentu.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

KLASIFIKASI KLINIS • • Fraktur tertutup (simple fracture) Fraktur tertutup adalah suatu fraktur yang tidak mempunyai hubungan dengan dunia luar. Fraktur terbuka (compound fracture) Fraktur terbuka adalah fraktur yang mempunyai hubungan dengan dunia luar melalui luka pada kulit dan jaringan lunak, dapat berbentuk from within (dari dalam) atau from without (dari luar). • Fraktur dengan komplikasi (complicated fracture) Fraktur dengan komplikasi adalah fraktur yang disertai dengan komplikasi misalnya malunion, delayed union, nonunion, infeksi tulang.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

KLASIFIKASI RADIOLOGIS Klasifikasi ini berdasarkan atas: 1. Lokalisasi (gambar 14.16): • • • • Diafisial Metafisial Intra-artikuler Fraktur dengan dislokasi

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.25"

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

2.

Konfigurasi (gambar 14.17, gambar 14.18)-.  Fraktur transversal            Fraktur oblik Fraktur spiral Fraktur Z Fraktur segmental Fraktur komunitif, fraktur lebih dari dua fragmen Fraktur baji biasanya pada vertebra karena trauma kompresi Fraktur avulsi, fragmen kecil tertarik oleh otot atau tendo misalnya fraktur epikondilus humeri, fraktur trokanter mayor, fraktur patela Fraktur depresi, karena trauma langsung misalnya pada tulang tengkorak Fraktur impaksi Fraktur pecah (burst) dimana terjadi fragmen kecil yang berpisah misalnya pada fraktur vertebra, patela, talus, kalkaneus Fraktur epifisis

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Indent: Left: 0.5", Hanging: 0.5", Bulleted + Level: 1 + Aligned at: 0.25" Tab after: 0.5" + Indent at: 0.5", Tab stops 1", List tab + Not at 0.5" + 1.5"

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.25"

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

3.

Menurut ekstensi (gambar 14.24, 14.25) • • • • • Fraktur total Fraktur tidak total (fraktur crack) Fraktur buckle atau torus Fraktur garis rambut Fraktur green stick

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

4.

Menurut hubungan antara fragmen dengan fragmen lainnya (gambar 14.19): • • Tidak bergeser (undisp/aced) Bergeser (displaced) Bergeser dapat terjadi dalam 6 cara: a. b. Bersampingan Angulasi

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.25"

c. d. e. f.

Rotasi Distraksi Over-riding Impaksi

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

BEBERAPA JENIS FRAKTUR KHUSUS PADA ANAK FRAKTUR EPIFISIS Fraktur epifisis merupakan suatu fraktur tersendiri dan dibagi dalam (gambar 14.26).dibawah : 1.Fraktur avulse akibattarikan ligamen 2.Fraktur kompressi yang bersifat komunitif 3.Fraktur osteokondral (bergeser) Fraktur epifisis jarang terjadi tanpa disertai dengan fraktur lempeng epifisis.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Indent: Hanging: 0.5", Numbered + Level: 1 + Numbering Style: 1, 3, … + Start at: 1 + Alignment: Left + Aligne at: 0.25" + Tab after: 0.5" + Indent at: 0.5 Formatted: Bullets and Numbering

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered, Indent: Left: 0.5" Formatted: Indent: Left: 0.5"

Gambar 14.26Beberapa gambaran fraktur epifisis; avulsi (A), kompresi (B)
Formatted: Right: 0.25"

dan osteokondral (C).

1.

Fraktur avulsi akibat tarikan ligamen Fraktur avulsi akibat tarikan ligamen terutama terjadi pada spina tibia, stiloid ulna dan basis falangs. Fragmen tulang masih mempunyai cukup vaskularisasi dan biasanya tidak mengalami nekrosis avaskuler. Bila terjadi fraktur bergeser, maka jarang terjadi union karena pembentukan kalus dihambat oleh jaringan sinovia. Fraktur bergeser juga menghambat gerakan dan juga menyebabkan sendi menjadi tidak stabil. Pada keadaan ini diperlukan reduksi yang akurat dan mungkin diperlukan tindakan operasi.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

2.

Fraktur kompresi yang bersifat komunitif Fraktur komunitif jarang terjadi karena lempeng epifisis berfungsi sebagai shock absorber pada tulang.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

3.

Fraktur osteokondral Fraktur osteokondral sering ditemukan pada distal femur, patela atau kaput radius. Fraktur bergeser akan menyebabkan gangguan menyerupai benda asing dalam sendi. Fragmen yang besar sebaiknya dikembalikan dan yang kecil dapat dilakukan eksisi.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

FRAKTUR LEMPENG ERIFISIS Ligmpeng epifisis merupakan suatu diskus tulang rawan yang terletak di antara epifisis, dan metafisis (gambar 14.27). Fraktur lempeng epifisis merupakan 1/3 dari seluruh fraktur pada anak-anak. Pembuluh darah epifisis masuk di dalam permukaan epifisis dan apabila ada kerusakan pembuluh darah maka akan terjadi gangguan pertumbuhan. Pembuluh darah epifisis biasanya tidak mengalami kerusakan pada saat trauma tetapi pada epifisis femur proksimal dan epifisis radius proksimal pembuluh darah berjalan sepanjang leher tulang yang dimaksud dan melintang pada lempeng epifisis di perifer, sehingga pada kedua tempat ini apabila terjadi pemisahan epifisis, juga akan menimbulkan kerusakan vaskularisasi yang akan menimbulkan nekrosis avaskuler.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Right: 0.25"

Gambar 14.27 A. Gambar anatomis tulang panjang pada anak; diafisis (1), metafisis (2), lempeng epifisis (3) dan epifisis (4). B. Gambar histologis lempeng epifis.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Anatomi, histologi dan fisiologi Tulang rawan lempeng epifisis lebih lemah daripada tulang. Daerah yang paling lemah dari lempengepifisis adalah zona transformasi tulang rawan pada daerah hipertrofi dimana biasanya terjadi garis fraktur.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Right: 0.25"

Tipe D: separasi lengkap disertai fraktur epifisis Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Klasifikasi menurut Salter-Harris merupakan klasifikasi yang dianut dan dibagi dalam limatipe: • Tipe I Terjadi pemisahan total lempeng epifisis tanpa adanya fraktur pada tulang. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14.28.Diagnosis Secara klinis kita harus mencurigai adanya fraktur lempeng epifisis pada seorang anak denganfraktur pada tulang panjang di daerah ujung tulang pada dislokasi sendi serta robekan ligamen. Aitken. Fraktur ini terjadi oleh karena adanya shearing force dan sering terjadi pada bayi baru lahir dan Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14.25" . Tipe B: separasi tidak lengkap dengan fraktur diafisis 3. Diagnosis dapat ditegakkan dengan melakukan pemeriksaan rontgen dengan dua proyeksi danmembandingkannya dengan anggota gerak yang sehat. Tipe A: separasi lengkap 2.Poland (gambar 14. selsel pertumbuhan lempeng epifisis masih melekat pada epifisis. Klasifikasi fraktur lempeng epifisis menurut Poland.28). Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Klasifikasi Banyak klasifikasi fraktur lempeng epifisis antara lain menurut Salter-Harris (gambar 14. Klasifikasi fraktur lempeng epifisis menurut Salter-Harris (1963). 1.29). Ogend. Weber. Tapi menurut penulis. Tipe C: separasi tidak lengkap disertai fraktur epifisis 4. klasifikasi menurutSalter-Harris yang paling mudah dan praktis serta memenuhi syarat untuk terapi dan prognosis. Rang.29.

tergantung kerusakan pembuluh darah. Prognosis jelek bila reduksi tidak dilakukan dengan baik. Garis fraktur mulai permukaan sendi melewati lempeng epifisis kemudian sepanjang garis lempeng epifisis. Trauma yang menghasilkan jenis fraktur ini biasanya terjadi karena trauma shearing force dan membengkok dan umumnya terjadi pada anak-anak yang lebih tua. Pengobatan dengan operasi terbuka dan fiksasi interna karena fraktur tidak stabil akibat tarikan otot. Garis fraktur melalui sepanjang lempeng epifisis dan membelok ke metafisis dan akan membentuk suatu fragmen metafisis yang berbentuk segitiga yang disebut tanda ThurstonHolland.pada anak-anak yang lebih muda. Prognosis biasanya baik. Jenis fraktur ini misalnya fraktur kondilus lateralis humeri pada anak-anak. Prognosis biasanya baik bila direposisi dengan cepat. Diagnosis sulit karena secara radiologik tidak Formatted: Right: 0. Oleh karena fraktur ini bersifat intra-artikuler dan diperlukan reduksi yang akurat maka sebaiknya dilakukan operasi terbuka dan fiksasi interna dengan mempergunakan pin yang halus. Jenis fraktur ini bersifat intra-artikuler dan biasanya ditemukan pada epifisis tibia distal. Pengobatan dengan reduksi tertutup mudah oleh karena masih ada perlekatan periosteum yang utuh dan intak. • Tipe V Fraktur tipe V merupakan fraktur akibat hancurnya epifisis yang diteruskan pada lempeng epifisis. Pengobatan dengan reposisi secepatnya tidak begitu sulit kecuali bila reposisi terlambat harus dilakukan tindakan operasi. Biasanya terjadi pada daerah sendi penopang badan yaitu sendi pergelangan kaki dan sendi lutut.25" Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom . Sel-sel pertumbuhan pada lempeng epifisis juga masih melekat. Periosteum mengalami robekan pada daerah konveks tetapi tetap utuh pada daerah konkaf. • Tipe IV Fraktur tipe ini juga merupakan fraktur intra-artikuler yang melalui permukaan sendi memotong epifisis serta seluruh lapisan lempeng epifisis dan berlanjut pada sebagian metafisis. • Tipe III Fraktur lempeng epifisis tipe III merupakan fraktur intra-artikuler. • Tipe II Merupakan jenis fraktur yang sering ditemukan.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Prognosis terhadap gangguan pertumbuhan Delapan puluh lima persen trauma lempeng epifisis tidak mengalami gangguan dalam pertumbuhan.dapat dilihat. Ada beberapa faktor yang penting dalam perkiraan prognosis. Gambar 14. Pattern: Clear (White Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14.25" . fraktur epifisis femur distal Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Penyembuhan Setelah reduksi dari fraktru epifisis tipe I. II dan III akan terjadi osifikasi endokondral pada daerah metafisis lempeng pertumbuhan dan dalam 23 minggu osifikasi endokondral ini telah mengalami penyembuhan. … + Sta at: 1 + Alignment: Left + Aligned at: 0. fraktur epifisis tibia proksimal D. Numbered + Level: 1 + Numbering Style: 1. Tipe II. A. Tipe II. fraktur epifisis tibia distal E. Tipe II.Umur waktu terjadinya trauma. Gambaran radiologik fraktur lempeng epifisis. 2. Tipe I.75" + Indent at: 0. fraktur tipe I. List tab + No at 0.30.25" + Tab after: 0. fraktur epifisis radius distal B. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered. Tipe II. 3.Jenis fraktur.5". fraktur epifisis radius distal C. Tab stops: 0. Sisanya. yaitu: 1.30 menunjukkan beberapa gambaran radiologik fraktur lempeng epifisis. apabila trauma terjadi pada umur yang lebih muda makaprognosisnya lebih jelek dibanding bila terjadi pada umur yang lebih tua Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0". Prognosis jelek karena dapat terjadi kerusakan sebagian atau seluruh lempeng pertumbuhan. 15% akan memberikan gangguan dalam pertumbuhan.75" Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Right: 0.75". fraktur tipe IV prognosisnyatergantung dari tindakan pengobatan dan tipe V prognosisnya jelek tergantung kerusakanawal lempeng epifisis 2. Sedangkan tipe IV dan tipe V mengalami penyembuhan seperti pada fraktur daerah tulang kanselosa. II dan III mempunyai prognosis yang baik. Pattern Clear (White).

Pattern: Clear (White Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14.Waktu terjadinya trauma. sembuh dalam 13 minggu sehingga hanya diperlukan pemasangan t sementara untuk mengurangi nyeri.Jenis trauma. femur dan klavikula.3. apabila terjadi kerusakan vaskularisasi epifisis. Pemeriksaan radiologis diperlukan untuk memastikan diagnosis. Daerah yang biasanya meng fraktur adalah humerus.31. 6. Pada trauma terbuka kemungkinan 1 infeksi dan akan menyebabkan fusi dini dari epifisis.25" . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Fraktur pada bayi.Vaskularisasi pada epifisis. hal ini penting karena penundaan tindakan menyebabkan kes dalam reduksi dan gangguan pertumbuhan yang terjadi akan lebih hebat. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran klinis Biasanya anak menangis setiap digerakkan atau teraba adanya tanda fraktur pada daerah/dimaksud. letak sungsang atau ekstraksi bayi dengan alat forsep. neurologis yaitu kelumpuhan pleksus brakialis. apakah trauma terbuka atau tertutup. Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR AKIBAT TRAUMA KELAHIRAN Fraktur akibat trauma kelahiran biasanya terjadi pada saat persalinan yang sulit yaitu bayi besar. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered.Metode reduksi. Gambaran radiologis fraktur klavikula Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR AKIBAT PENYIKSAAN [CHILD ABUSE] Formatted: Right: 0. Fraktur dapat berdiri sendiri tanpa adanya kel. reduksi yang dilakukan dengan tidak hati-hati akan menimbulkan kerusakan yang lebih hebat pada lempeng epifisis 5. maka prognosisnyaebih jelek 4.

Kelemahan tulang yang umum.75" + Indent at: 0. 2. maka pengobatan seperti biasanya pada fraktur anak-anak. iga.dimana anak melakukan aktivitas yang berlebihan. 3. Apabila ditemukan adanya fraktur. femur dan humerus. distrofi muskuler. Pada pemeriksaan radiologis ditemukan fraktur multiple pada iga.Fraktur stres harus dibedakan dengan kelainan karena keganasan. panggul. Fraktur jenis ini biasanya terjadi pada waktu liburan. Tab stops: 0. 1/2 bagian distal fibula. Numbered + Level: 1 + Numbering Style: 1. tengkorak serta fraktur di daerah epifisis. poliomielitis. anggota gerak. List tab + No at 0. … + Sta at: 1 + Alignment: Left + Aligned at: 0.Merupakan suatu kelainan dimana fraktur pada bayi dan anak-anak terjadi akibat penyiksan oleh orang tua penderita. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR PADA ANAK SECARA REGIONAL ANGGOTAGERAKATAS FRAKTUR KLAVIKULA Klavikula merupakan tulang yang pertama kali mengalami osifikasi pada embrio dan paling sering mengalami fraktur pada anak-anak. misalnya pada osteogenesis imperfekta Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0". spina bifida 3.5". fraktur stres terutama pada 1/3 bagian proksimal tibia. Pattern Clear (White).metatarsal. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR PATOLOGIS Fraktur patologis pada anak-anak telah diuraikan sebelumnya mengenai penyebabnya dan dapatdisimpulkan sebagai berikut : 1.75".25" . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. kelainan neuromuskuler.25" + Tab after: 0. Child abuse biasanya dilakukan oleh orang tua sehubungan dengan masalah emosional dan dilakukan penyiksaan secara berulang.Kelainan tulang lokal. paralisis otak. kista tulang soliter.75" Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR STRES Pada anak-anak. Mungkin hanya ditemukan reaksi periostea! di beberapa tempat. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Diagnosis Ditemukan kebiruan pada badan anak. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Diperlukan pencegahan dan pemeriksaan psikiatri orang tua.Kelainan tulang yang menyeluruh. fibroma non-ossifying 2.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran klinis Biasanya penderita datang dengan keluhan jatuh dari tempat tidur atau trauma lain dan menangis. Mungkin juga terjadi fraktur pada bagian medial klavikula yaitu pada daerah epifisis. dimana trauma dilanjutkan dari pergelangan tangan sampai klavikula. cukup dengan pemasangan mitela selama 23 minggu dan akan sembuh secara sempurna. olahraga atau kecelakaan lalu lintas. Fraktur klavikula pada anak Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR SKAPULA Fraktur skapula terjadi karena trauma langsung pada daerah skapula.25" .32). Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered. Hal ini terjadi setelah pembentukan kalus Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemeriksaan radiologis Fraktur pada daerah klavikula pada bagian tengah merupakan bagian yang paling sering mengalami fraktur green stick atau fraktur total (gambar 14. Kadang kala penderita datang dengan pembengkakan pada daerah klavikula yang terjadi beberapa hah setelah trauma. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Pada anak-anak fraktur klavikula tidak memerlukan tindakan khusus. Mekanisme trauma Trauma dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung pada posisi lengan terputar/tertarik keluar (outstretched hand).32.Fraktur klavikula dapat terjadi karena trauma kelahiran atau karena trauma lain seperti trauma rumah tangga. Dislokasi sendi bahu jarang ditemukan pada anak-anak dan umumnya ditemukan pada orang dewasa. Pattern: Clear (White Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14.

Fraktur epifisis humerus 2.25" + Tab after: 0. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR HUMERUS Fraktur humerus dapat terjadi pada: 1.Gambaran klinis Ditemukan pembengkakan atau nyeri pada daerah skapula. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Pengobatan hanya bersifat konservatif. … + Start at: 1 + Alignment: Left + Aligne at: 0. 3.5" + Indent at: 0. Numbered + Level: 1 + Numbering Style: 1.Fraktur daerah diafisis Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Hanging: 0.25" .Fraktur metafisis humerus 3.5".5 Pattern: Clear (White) Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Right: 0.

Pada keadaan ini biasanya perlu dilakukan tindakan operasi untuk melepaskan fragmen.1. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 3. Fraktur diafisis humerus Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Pemeriksaan radiologis Pada foto rontgen ditemukan adanya pemisahan epifisis dan metafisis. Pada grade II reposisi dapat dilakukan dengan mudah dengan pembiusan umum dan setelah itu dipasang mitela.25" . sedangkan bagian distal tertarik ke proksimal. Pada fraktur epifisis humerus grade III dan IV harus dilakukan reposisi dengan pembiusan umum dan apabila tidak berhasil dilakukan operasi terbuka dengan fiksasi interna dengan menggunakan pin kecil. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 2. Fraktur metafisis humerus Fraktur metafisis biasanya tidak mengalami pergeseran dan pada keadaan ini terapi konservatif merupakan pilihan pengobatan. misalnya jatuh pada saat mengendarai sepeda/kuda. Fraktur metafisis dengan pergeseran yang jauh biasanya bagian distal menembus ke arah muskulus deltoid sampai subkutan. Mekanisme traumaO Biasanya terjadi pada anak-anak yang jatuh dalam posisi hiper-ekstensi. dimana epifisis bersama-sama dengan sebagian metafisis yang tetap terletak dalam ruang sendi. Fraktur epifisis humerus Fraktur epifisis humerus adalah fraktur lempeng epifisis tipe II (SalterHarris). Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Fraktur yang masih baru terutama grade I tidak memerlukan reposisi. Klasifikasi Klasifikasi fraktur menurut Neer-Horowitz : • • • • Grade I Grade II Grade III Grade IV : pergeseran fraktur kurang dari 5 mm pergeseran epifisis 1/3 terhadap fragmen distal : pergeseran 2/3 : pergeseran melebihi 2/3 Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Tujuh puluh persen fraktur lempeng epifisis adalah grade I dan grade II.

35). Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Indent: First line: 0" Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14.34) serta titik-titik pegangan (gambar 14. Harus diperhatikan apakah fraktur humerus ini disertai kelumpuhan saraf nervus radialis yang jarang ditemukan pada anak-anak.34. Gambaran radiolonik fraktur humerus Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran klinis Terdapat pembengkakan dan nyeri pada daerah humerus. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Pengobatan dengan pemasangan gips sirkuler atau gips bentuk U. pada umur antara 2 tahun sampai dewasa.33. perlu diketahui waktu perkembangan pusat osifikasi sekitar sendi siku (gambar 14.33) terjadi karena adanya trauma langsung atau trauma putar pada daerah humerus. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR DAN DISLOKASI SEKITAR SENDI SIKU Untuk mengetahui dengan jelas fraktur dislokasi sekitar sendi siku.25" . dipertahankan selama beberapa minggu. Gambar skematis perkembangan pusat osifikasi di sekitar sendi siku.Fraktur diafisis humerus (gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.

Humerus • • • 2. Tipe posterior (tipe ekstensi) Tipe ekstensi merupakan 99% dari seluruh jenis fraktur suprakondiler humeri. Gambar skematis titik pegangan pada tulang sendi siku.Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Gambar 14.36). Pada tipe inifragmen distal bergeser ke arah posterior (gambar 14. ekstensi 180° (B) dan pada foto lateral (C). Ulna • • • Fraktur 1/3 proksimal ulna (fraktur Monteggia) Fraktur olekranon dan fraktur epifisis ulna Fraktur prosesus koronoid Fraktur kaput radius (fraktur epifisis) dan fraktur leher radius Pulled elbow Fraktur suprakondiler humeri Fraktur epikondilus medialis (fraktur epifisis medialis) Fraktur kondilus lateralis humeri (fraktur lempeng epifisis) Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Fraktur Suprakondiler Humeri Fraktur suprakondiler humeri (transkondiler) merupakan fraktur yang sangat sering ditemukan pada anak-anak setelah fraktur antebraki. Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted . yaitu: A. Formatted Formatted Formatted Fraktur sekitar sendi siku pada: 1.35. Radius • • 3. Dikenal dua tipe fraktur suprakondiler humeri berdasarkan pergeseran fragmen distal. fleksi 90° (A).

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Tipe ekstensi terjadi apabila trauma terjadi pada saat sendi siku dalam posisi hiperekstensi atau sedikit fleksi serta pergelangan tangan dalam posisi dorso fleksi. Sedangkan tipe fleksi terjadi bila penderita jatuh dan terjadi trauma langsung sendi siku pada distal humeri. .B. Tipe anterior (tipe fleksi) Tipe anterior (tipe fleksi) hanya merupakan 1-2% dari seluruh fraktur suprakondiler humeri. radiologik (B) dan gambaran klinis (C).25" . gambar skematis (A).36. Disini fragmen distal bergeser ke arah anterior (gambar 14. Fraktur suprakondiler humeri tipe ekstensi. gambar skematis (A) dan radiologik (B). hanya terjadi perubahan sudut antara humerus dan kondilus lateralis (normal 40°). . • Tipe II Tidak ada pergeseran fragmen. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Klasifikasi (gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14.37). Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.37. Fraktur suprakondiler humeri tipe fleksi.38) • Tipe I Terdapat fraktur tanpa adanya pergeseran dan hanya berupa retak yang berupa garis.

Posterior Lateral atau medial Rotasi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran klinis Biasanya penderita datang dengan trauma dan terdapat pembengkakan pada sendi siku. tipe I (A). • Tipe II Perlu dilakukan reposisi tertutup (gambar 14. tipe III (C) dan tipe IV (D). Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14.38. -: Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom • Tipe IV Pergeseran kedua fragmen dan tidak ada kontak sama sekali. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Diagnosis Pemeriksaan radiologis menentukan diagnosis fraktur pada daerah sendi siku. Tipe ekstensi Pergeseran fragmen distal dapat bergerak ke arah: 1. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom A. Klasifikasi fraktur suprakondiler humeri pada anak.39) untuk mengembalikan posisi humerus distal karena akan terdapat gangguan dalam pergerakan ekstensi dan fleksi sendi siku dikemudian hari. 3.• Tipe III Terdapat pergeseran fragmen tetapi korteks posterior masih utuh serta masih ada kontak antarakeduafragmen. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan • Tipe I Cukup dengan pemasangan mitela dan sembuh dalam 10 hari sampai 2 minggu.25" . tipe II (B). 2.

maka dianjurkan tindakan operas! terbuka dengan pemasangan K-wire. Apabila tidak berhasil. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered. Traksi menurut Dunlop. Gerakan aktif dapat dimulai dengan fleksi. .40. A.Gambar 14.25" . Posisi fraktur setelah reposisi dimana muskulus triseps berfungsi sebagai bidai Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom • Tipe III dan IV Reposisi tertutup sebaiknya dengan mempergunakan image intensifier dan dapat difiksasi dengan K-wire perkutaneus atau tanpa fiksasi dan dipasang gips. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemasangan gips untuk imobilisasi selama 3-4 minggu dan kemudian dipertahankan dengan mempergunakan mitela. Teknik pengobatan fraktur suprakondiler humeri. Gambar skematis traksi Dunlop dengan mempergunakan Kirschner wire.39. A. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Pada fraktur suprakondiler humerus yang disertai pembengkakan hebat dapat dilakukan traksi Dunlop atau traksi skeletal untuk beberapa hari dan setelah pembengkakan mereda dapat dicoba kembali dengan reposisi tertutup (gambar 1440). juga pada penderita yang datang setelah beberapa hari terjadinya fraktur. Reposisi tertutup B. B. Pattern: Clear (White Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Teknik pengobatan fraktur suprakondiler humeri.

dilakukan fleksi akut pada sendi siku yang menyebabkan tekanan pada kulit. Iskemik terjadi karena adanya obstruksi sirkulasi vena karena verban yang terlalu ketat. Pembentukan lepuh kulit Pembengkakan sendi siku terjadi karena gangguan drainase atau mungkin juga karena verban yang terlalu ketat.5". Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Maserasi kulit pada daerah antekubiti Komplikasi ini terjadi karena setelah reposisi. 3. Hubungan fragmen dengan arteri brakialis (A).25" . pergeseran lateral (B) dan rotasi (C). Tipe fleksi Pada tipe fleksi dimana fragmen distal berada di sebelah depan dilakukan reposisi dan setelah itu diimobilisasi dalam keadaan ekstensi maksimal. Arteri brakialis terjepit pada daerah fraktur dan penjepitan hanya dapat dihilangkan dengan reduksi fraktur baik secara tertutup maupun terbuka (gambar 1441). Pattern: Cle (White) Gambar 14. Komplikasi 1. fraktur antebraki (fraktur ulna dan radius) dan dislokasi sendi siku. Disamping itu terjadi pula obstruksi pembuluh darah arteri yang menyebabkan iskemik otot dan saraf lengan bawah. Iskemik Volkmann Iskemik Volkmann terutama terjadi pada fraktur suprakondiler humeri tipe ekstensi.B. penekanan gips atau fleksi akut sendi siku. 2. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0.41.

Perubahan posisi humerus distal akan memberikan gangguan pergerakan fleksi. Paraesthesia. karena dapat menyebabkan kerusakan seluruh lengan bawah. Pal/or. sehingga terjadi hiperekstensi. maka semua bagian yang menekan baik verban. Miositis osifikans Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Pulselessness. Kelainan biasanya bersifat sementara dan prognosisnya baik. dingin dan pucat pada jari-jari tangan atau biasa disebut dalam 5 P (Pain. Kelainan ini sulit dihindarkan kecuali dengan melakukan reposisi yang akurat. Gambaran klinis kontraktur iskemik Volkmann. Malunion Komplikasi malunion dapat berupa kubitus varus atau perubahan letak posisi distal humerus ke posterior (carrying angle). Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran 14.Gambaran klinis Dalam beberapa jam dapat terjadi gejala berupa iskemik yaitu nyeri lengan bawah. gips atau fleksi sendi siku harus secepatnya dibebaskan/dibuka. Kubitus varus merupakan komplikasi yang paling sering ditemukan.25" .42. Paralysis). 6. 5. 4. Kelainan kubitus varus akan memberikan gejala sisa dan secara psikologis anak rnerasa rendah diri sehingga perlu dilakukan koreksi osteotomi (gambar 1443). Trauma saraf perifer Trauma saraf perifer lebih sering mengenai nervus medianus daripada nervus ulnaris. Pada keadaan ini perlu dilakukan koreksi osteotomi (gambar 1444). Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Apabila ditemukan gejala iskemik Volkmann.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Terjadi fraktur pada saat sendi siku dalam regangan (strain) ke arah valgus yang menyebabkan tarikan pada epikondilus medialis melalui otot-otot fleksor yang melekat pada tulang ini. Pattern: Clear (White Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered. Setelah koreksi dengan fiksasi interna menurut French Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 1444. setelah dilakukan osteotomi (B) dan gambaran radiologiknya (C). Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Gambar skematis kubitus varus. A.25" .43. Gambar skematis blok pada fleksi (A). Garis osteotomi B. Frakturepikondilus medialis umumnyaterjadi pada umur 7-15 tahun dan insidensnya 10% dari seluruh fraktur sekitar sendi siku. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Fraktur Epikondilus Medialis (Fraktur Epifisis Medialis) Pusat osifikasi epikondilus medialis mulai terlihat pada umur 5 tahun dan menyatu pada umur 18-20 tahun.Merupakan komplikasi lanjut fraktur suprakondiler humeri yang akan memberikan gangguan pergerakan pada sendi siku di kemudian hari.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Padatipe 1 dan 2 tidak diperlukan pengobatan khusus. terdapat pemisahan epifisis.45.25" . Pada tipe 3. Ditemukan sekitar 13-18% dari seluruh fraktur sekitar sendi siku pada anak-anak. Klasifikasi fraktur epikondilus medialis humeri. terdapat pemisahan epifisis disertai dengan jebakan dalam sendi tanpa dislokasi Tipe 5. terdapat pemisahan yang disertai dislokasi atau tanpa dislokasi sendi siku Tipe 4. Fraktur kondilus lateralis humeri merupakan fraktur lempeng epifisis tipe IV (SalterHarris) dan merupakan fraktur intra-artikuler trans-epifisial. Pattern: Clear (White Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Fraktur ini biasanya terjadi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. dilakukan reposisi dislokasi dan epifisis medialis dengan atau tanpa fiksasi. Gambaran radiologik fraktur epikondilus medialis humeri tipe 2.Klasifikasi Klasifikasi fraktur epikondilus medialis (gambar 1445): • • • • • Tipe 1. 4 dan 5 apabila terdapat dislokasi. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Fraktur Kondilus Lateralis Humeri (Fraktur Epifisis Kapitulum Humeri) Pusat osifikasi kondilus lateralis terlihat pada umur antara 18 bulan-2 tahun. dislokasi dan jebakan pada sendi siku Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. cukup dengan pemasangan mitela.46. sedikit terdapat pemisahan (gambar 1446) Tipe 3. terdapat fraktur epifisis tanpa pemisahan ' Tipe 2.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Diagnosis Terdapat nyeri pada bagian lateral distal humerus.48. A. Pattern: Clear (White Gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered. Fraktur ini dibagi dalam 3 tipe (gambar 1447). garis fraktur melalui bagian distal dari tulang rawan humerus Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Perpindahan fragmen terjadi karena adanya tarikan otot ekstensor pergelangan tangan dan jari-jari tangan yang rnelekat pada fragmen ini.47. Indent: Left: 0". terdapat pergeseran ringan Tipe 3. Fraktur kondilus lateralis humeri. Tipe 1. Gambar 1448 menunjukkan gambaran radiologik tipe 3. sedikit pergeseran C. terdapat pergeseran yang jauh Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14.karena trauma tidak langsung dimana tangan dalam keadaan out-stretched dan lengan bawah dalam keadaan abduksi. Tipe 3. tidak ada pergeseran B. Tipe 3. pergeseran disertai dengan tarikan otot D.25" . tidak ada pergeseran fragmen Tipe 2. yaitu: • • • Tipe 1. Gambaran radiologik fraktur kondilus lateralis humeri (tipe 3). Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered. sendi siku dalam keadaan ekstensi. bervariasi sampai peralihan 90° dan permukaan sendi menghadap ke dalam. pembengkakan dan kebiruan. Dengan pemeriksaan rontgen dapat dilihat adanya pusat osifikasi. Tipe 2. Perpindahan terjadi dalam aksis horisontal dan vertikal.

Faktur mitela. Nonunion Kubitus valgus Paralisis nervus ulnaris karena valgus Nekrosis avaskuler kapitulum Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Fraktur Kaput Radius (Fraktur Epifisis) dan Fraktur Leher Radius Pusat osifikasi proksimal radius terlihat pada umur 5 tahun dan terjadi fusi pada umur 16 . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Fraktur ini dibagi dalam 3 tipe. Gambar skematis beberapa jenis fraktur leher dan kepala radius yang sering ditemukan. Pada gambar C terdapat pergeseran sebesar 90° (tipe 3). pergeseran 31-60° Tipe 3. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14.25" . pergeseran 030° Tipe 2. Mekanisme terjadinya fraktur adalah tangan dalam keadaan out-stretched hand. 4. Fraktur tipe 2 dan 3 sebaiknya dilakukan operasi segera karena bersifat tidak stabil. yaitu : • • • Tipe 1. 2. 3. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Komplikasi 1. Biasanya terjadi pada anak umur 10 tahun (5-13 tahun). pergeseran 61-90° Gambar 1449 menunjukkan beberapa jenis fraktur.49.18 tahun.Pengobatan Fraktur tanpa pemindahan fragmen cukup dengan istirahat dan pemakaian mitela. Fraktur pada permukaan sendi sangat jarang ditemukan karena daerah ini adalah daerah tulang rawan. Fraktur biasanya termasuk tipe II (Salter-Harris) (50%) atau melewati leher leher radius 3-4 mm di bawah lempeng epifisis (50%). sendi siku dalam posisi ekstensi dan lengan bawah dalam posisi supinasi.

Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Komplikasi 1. 4.Diagnosis Ditemukan pembengkakan dan nyeri daerah kaput radius pada daerah aspek lateral sendi siku Pemeriksaan radiologis menentukan diagnosis serta tingkatan fraktur. 3.25" . 2. • Fraktur tipe 2 memerlukan manipulasi dengan pembiusan umum. Pada anak yang lebih besar perlu dilakukan manipulasi dengan pembiuasan umum. Pada tipe 3 sering diperlukan dipoperasi secara terbuka dengan pemasangan pin halus untuk fiksasi interna. 5. Malunion Fusi dini dari epifisis radius Nekrosis avaskuler Pembentukan tulang baru yang mengganggu pergerakan sendi siku Sinostosis antara radius proksimal dan ulna Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: First line: 0". Pengobatan • Fraktur tipe 1 pada anak umur di bawah 10 tahun dilakukan pengobatan konservatif dengan pemasangan mitela.

Mungkin terdengaradanya bunyi klik.50.25" .Pulled Elbow Pulled elbow adalah satu kelainan yang paling sering ditemukan pada anak-anak terutama di bawah umur 4 tahun. Kemudian dapatdilakukan mobilisasi dengan mitela selama satu minggu. Pattern: Clear (White Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. kepala radius bergerak ke distal Formatted: Font: (Default) Times New Rom Fraktur 1/3 Proksimal Ulna (Fraktur Monteggia) Fraktur 1/3 proksimal ulna disertai dengan dislokasi radius proksimal disebut sebagai fraktur Monteggia. Patologi dari Pulled Elbow. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Biasanya terjadi reduksi spontan terutama pada waktu pengambilan foto rontgen. Pemeriksaan radiologist biasanya normal saja. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Diagnosis Segera setelah terjadi trauma. Terdapat nyeri tekan pada daerah radius proksimal. Pertama kali dilaporkan oleh Giovanni Battista Monteggia (1814). anak merasa nyeri pada daerah sendi siku. dapat dilakukan reposisi dengan atau tanpa pembiusan. Mekanisme luksasi kaput radius. Lebih sering pada anak laki-laki daripada anak perempuan. Ligamen anulare mengalami robekan. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Biasanya disebabkan karena adanya traksi longitudinal yang mendadak sewaktu sendi siku dalam posisi ekstensi dan lengan bawah dalam keadaan pronasi.51. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Apabila masihterdapat subluksasi. Ditemukan lebih sering pada anak-anak daripada orang dewasa (2:1). Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Formatted: Centered.

Fraktur dapat bersifat terbuka atau tertutup. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Biasanya ditemukan pada umur termuda 4 tahun.25" . laki-laki 5 kali lebih sering daripada perempuan.

dislokasi ke samping kaput radius disertai angulasi ulna ke arah yang sama.390 <<Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Mekanisme trauma Fraktur dapat terjadi akibat trauma langsung atau terjadi karena hiperpronasi dengan tangan dalam keadaan out-stretched.53). dislokasi kaput radius ke belakang disertai angulasi ulna ke arah yang sama.52): • Tipe I. Pattern: Clear (White) Pengobatan r i. dengan fraktur ulna tepat distal prosesus koronoid. insidensnya sebanyak 20% • Tipe IV. Klasifikasi Klasifikasi menurut Bado (1962) dibagi dalam 4 tipe (gambar 14. Pengobatan fraktur tertutup pada anakanak dicoba dengan reposisi tertutup karena angka keberhasilannya sebesar 50%.••.52. Tipe I Tipe II Gambar 14. insidensnya sebanyak 15% (tipe fleksi) • Tipe III. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. dislokasi kaput radius ke depan disertai angulasi ulna ke arah yang sama dengan tipe I. Pada orang dewasa semua jenis fraktur Monteggia harus segera dilakukan operasi terbuka dengan fiksasi interna yang rigid karena fraktur ini adalah suatu fraktur vans iuga mengenai sendi siku dan oerlu dilakukan mobilisasi 1 Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Tipe III Gambar 14. Pemeriksaan radiologis dilakukan untuk memastikan diagnosis (gambar 14. dislokasi kaput radius ke depan disertai angulasi ulna ke arah yang sama. . Insidensnya sebanyak 60-65% (tipe ekstensi).'>Pada fraktur terbuka sebaiknya segera dilakukan tindakan operas! disertai dengan fiksasi ulna.s !.-.25" . bersama-sama fraktur radius di sebelah distal tuberositas bisipitalis. Klasifikasi fraktur Monteggia menurut Bado. Insidens fraktur Monteggia tipe IV ini sebanyak 5%. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Indent: Left: 0". Pattern: Clear (White Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 10 pt Formatted: Centered.53. Tipe I Tipe II Tipe IV Gambaran klinis Penderita biasanya mengeluh nyeri dan bengkak pada lengan bawah dan datang dengan tangan dalam posisi fleksi dan pronasi. 10 pt Formatted: Left. • Tipe II. Gambaran radiologik fraktur Monteggia.

Gangguan nervus ulnaris yang bersifat dini atau lanjut Fraktur Prosesus Koronoid Fraktur prosesus koronoid biasanya terj'adi bersama-sama dengan dislokasi sendi siku.6.-. Pemeriksaan radiologis menentukan diagnosis dan bila perlu dilakukan foto rontgen kiri dan kanan. 3.-. Ankilosis radiohumeral 4.••"••: . Sinostosis radioulnar •:••. 1. Pengobatan Pada fragmen yang tidak terlalu besar dan tidak bergeser tidak diperlukan operasi. Lesi saraf perifer. 5.  2.•<:.. Miositis osifikans •''" "" '* ^"-'^'P .•. Pada fraktur yang bergeser dilakukan operasi dengan fiksasi interna. Pada fragmen yang cukup besar dan bergeser diperlukan operasi terbuka untuk fiksasi kembali atau mengeluarkan fragmen yang kecil.•.'-••"•V~: "•<"' ' •. Dislokasi kaput radius yang berulang-ulang . -^ on--. Gangguan ekstensi sendi siku 2.••'. Prosesus koronoid bersifat intra-artikuler sehingga bila terjadi fraktur dapat menyebabkan benda asing dalam ruang sendi.>:: • : •*<.• . Nonunion tulang ulna 3. 5.. Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted . Komplikasi 1. •• . : Formatted Formatted: Bullets and Numbering Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted • •-•'• ' . lesi nervus radialis (nervus inter-osseus posterior) dan nervus ulnaris 2.Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Bab 14 Trauma » 391 Komplikasi 1. Fraktur biasanya terjadi 6-10 mm dari ujung prosesus dimana melekat kapsul sendi atau bagian muskulus brakioradialis. Gambaran klinis Terdapat pembengkakan pada daerah olekranon serta nyeri tekan.. Dislokasi Sendi Siku . ••• 4.•TJooO: Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Fraktur Olekranon dan Epifisis Ulna Fraktur olekranon terjadi karena trauma langsung pada sendi siku atau tidak langsung karena tarikan otot triseps yang tiba-tiba. Harus dibedakan antara fraktur olekranon dan pusat osifikasi olekranon atau fraktur epifisis sendiri. Pengobatan Pada fraktur yang tidak bergeser cukup dengan pemasangan mitela.

sedangkan jenis anterior. Mekanisme trauma Dislokasi posterior terjadi karena tangan dalam keadaan out-stretched. bagian kiri lebih sering daripada bagian kanan.Dislokasi sendi siku pada anak-anak jarang ditemukan dan biasanya terjadi pada anak umur 11-15 tahun. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Dislokasi posterior disertai pemindahan ke lateral merupakan kelainan yang paling sering ditemukan. maka diperlukan operasi terbuka. Dislokasi yang telah lebih dari satu minggu biasanya sudah sulit dilakukan reposisi tertutup dan bila reposisi tertutup tidak berhasil dilakukan. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Indent: First line: 0". Dislokasi anterior lebih jarang ditemukan. Kapsul anterior dan kolateral ligamen mengalami robekan.25" . Kelainan ini lebih sering ditemukan pada anak laki-laki dibanding anak perempuan. biasanya terjadi oleh karena jatuh dengan trauma langsung pada prosesus olekranon. lateral dan medial sangat jarang ditemukan. Pengobatan Harus segera dilakukan reduksi tertutup dengan atau tanpa pembiusan. Diagnosis Berdasarkan gambaran klinis dan pemeriksaan radiologis.

Gambaran klinis Dapat ditemukan nyeri.25" + Tab after: 0. Trauma pada saraf. walaupun kelainan ini jarang ditemukan Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Hanging: 0. 10 pt Pengobatan Fraktur pada ulna dan radius merupakan suatu jenis fraktur pada anak yang sulit diobati. 1.25" . lebih sering daripada pembuluh darah dan paling sering pada nervus ulnaris 3.5" + Indent at: 0. … + Start at: 1 + Alignment: Left + Aligne at: 0. Mekanisme trauma Trauma biasanya terjadi sewaktu tangan dalam keadaan out stretched.392 4<Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Komplikasi 1. Fraktur tulang ulna dan radius dapat terjadi pada 1/3 proksimal. Beberapa gambaran radiologik fraktur radius dan ulna Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 2. Pembentukan tulang heterotropik. 4. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Klasifikasi Fraktur dapat bersifat green-stick (tidak total). pembengkakan atau adanya krepitasi serta deformitas pada daerah lengan bawah.5".54). kompresi (buckle atau torus) atau total. Beberapa petunjuk untuk reposisi tertutup: Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. pembentukan tulang ini akan mengganggu pergerakan sendi siku secara permanen dan lokalisasinya biasa di bawah epikondilus medialis atau epikondilus lateralis sepanjang ligamen kolateral 4.54. 3. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Ligamen anulare menahan dan memperkuat sendi radio-ulna proksimal. Fraktur dapat terjadi pada salah satu tulang ulna atau radius saja dengan atau tanpa dislokasi sendi. • . 3. 1/3 tengah atau 1/3 distal. Prinsip pengobatan adalah reposisi tertutup. Pemeriksaan radiologis Pemeriksaan foto rontgen dilakukan pada posisi AP dan lateral dengan mengambil sendi di atas dan di bawah daerah fraktur (gambar 14. Pengobatan berdasarkan jenis fraktur. Komplikasi vaskulen dapat terjadi ruptur atau hanya laserasi saja pada arteri brakialis 2. merupakan satu kesatuan yang utuh. sedangkan bagian distal radio-ulna dan sendi radio-karpal dihubungkan dengan ligamen radio-karpal dorsal dan volar. Numbered + Level: 1 + Numbering Style: 1.Gambar 14. Dislokasi rekuren sendi siku.5 Pattern: Clear (White) Formatted: Bullets and Numbering FRAKTUR DIAFISIS ULNA DAN RADIUS Lengan bawah dimana radius dan ulna dihubungkan dengan kuat oleh membran interosea.

Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.• Reduksi yang baik dapat dipertahankan lebih lama daripada suatu reduksi yang kurang baik • Aposisi korteks dengan korteks tanpa adanya rotasi • Imobilisasi fraktur sesuai dengan lokalisasi fraktur. Fraktur 1/3 proksimal dalam posisi supinasi. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0". 1/3 tengah dalam posisi netral.25" . 1/3 distal dalam posisi pronasi.

Klasifikasi Klasifikasi terdiri atas. Refraktur terjadi apabila union belum solid 2.. 1.: ... • Kegagalan mendeteksi dan mengoreksi perubahan posisi • Kegagalan reduksi awal . ... •>. 2. • • Pemasangan gips selalu harus di atas siku sampai aksila .: ..-•:..:.... Frakturtorus . Hal ini disebabkan karena daerah metafisis pada anak-anak relatif masih lemah. Operasi sebaiknya dilakukan secepatnya 2. • Kegagalan mempertahankan fraktur dalam posisi yang stabil . Fraktur setelah beberapa minggu dengan posisi yang jelek (malunion) >vc. u ?. .. ULNA DISTAL DAN FRAKTUR EPIFISIS Fraktur radius dan ulna distal dan fraktur epifisis merupakan fraktur yang sering ditemukan pada anak-anak di daerah lengan bawah (82%). Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted : 3.-... Kemungkinan dapat dilakukan operas! serta fiksasi interna terutama pada anak di atas umur 10 tahun.Formatted Formatted Bab 14 Trauma » 393 • Dapat dilakukan rekoreksi sebelum terjadi union fraktur secara klinis (3 minggu). • Keluarga penderita perlu diperingatkan bahwa ada kemungkinan dilakukan remanipulasi Faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan reposisi tertutup: • Gips menjadi longgarkarenaadapembengkakan/edemasebelumnya . .- Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted 3.:.1. .•.. Fiksasi sebaiknya dengan fiksasi interna yang minimal . Fraktur terbuka 2. ulnaris atau nervus interoseus posterior 4.. Indikasi operasi:r 1. Kegagalan reduksi tertutup • -..>. :. Trauma saraf yaitu pada nervus medianus. Gangguan vaskularisasi karena pemasangan gips yang ketat ..!-Prinsip pengobatan operasi pada anak-anak: . : • Kegagalan melakukan frakturasi pada salah satu korteks yang intak :.. ... .. . Sinostosis 5.< . Malunion FRAKTUR RADIUS. Fraktur epifisis .-v. Komplikasi 1.if •..:..

Operasi dilakukan apabila fraktur sudah terjadi beberapa hari dan terdapat pergeseran yang hebat. Pengobatan Reposisi tertutup sangat mudah dilakukan dan diimobilisasi dengan gips sirkuler di bawah siku selama 3 minggu. Pattern: Cle (White) Formatted: Right: 0. Pada umumnya adalah tipe I atau II (Salter-Harris) dan sangat jarang ditemukan tipe III dan tipe IV (Salter-Harris).5". Gambaran klinis Terdapat trauma dengan mekanisme seperti di atas dengan pembengkakan dan nyeri tekan disekitar pergelangan tangan. Fraktur Galeazzi Mekanisme trauma Terjadi pada saat tangan dalam keadaan out stretched dimana pergelangan tangan dalam keadaan hiperekstensi. Pattern: Cle (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0.3. Fraktur green-stick 4.5". Fraktur epifisis ulna jarang ditemukan.25" . Fraktur total 5. Pemeriksaan radiologis Dengan pemeriksaan rontgen dapat ditentukan jenis-jenis fraktur. 1. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0. Fraktur epifisis Fraktur epifisis radius distal paling sering ditemukan terutama pada anak umur 6-12 tahun.

Pengobatan ^ f Pemasangan gips sirkuler di bawah siku selama 3 minggu.•..••.25). '•:.•-. lebihjarang ditemukan ::> ' • Pengobatan Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0. Fraktur green stick Fraktur green stick terjadi apabila ada robekan periosteum dan korteks pada daerah konveks dari deformitas (gambar 14. Ada dua jenis fraktur green stick. Mekanisme trauma Terjadi karena kompresi longitudinal dan torsional. ••• Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. ..•? ..Frakturtorus ••. Fraktur total Fraktur total pada radius dan ulna biasanya saling menyamping dan sulit untuk mempertahankannya sehingga dilakukan reposisi. karena dapat terjadi koreksi angulasi secara spontan. Angulasike dorsal. Angulasi volar. 4. Pengobatan Tetap dilakukan usaha untuk reposisi tertutup dan apabila gagal maka dilakukan reposisi terbuka dengan fiksasi interna serta diperkuat dengan gips sirkuler selama 4 minggu tergantung umur penderita. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.394 44 Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi 2. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Tidak semua fraktur green stick perlu dilakukan reduksi tertutup terutama bagian distal dekat sendi. Pattern: Cle (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 1". tetapi kebanyakan pada kedua tulang. Pada umumnya angulasi kurang 20° pada umur 10-12 tahun tidak memerlukan reduksi dan hanya pemasangan gips di atas siku dengan posisi pronasi selama 3-4 minggu. lebih sering ditemukan b. yaitu: a. Fraktur dapat mengenai salah satu tulang baik radius atau ulna saja. Not Italic Fraktur torus disebut juga fraktur buckle terjadi pada korteks di daerah metafisis 23 cm di atas lempeng epifisis.5".25" . 3. Fraktur terbuka radius atau ulna sering ditemukan dan dapat menyebabkan salah satu Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 1".

gambar skematis (A). Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 1".tulang proksimal menonjol. Refraktur 5. Malunion e. Fraktur Galeazzi. Fraktur Galeazzi Fraktur Galeazzi adalah fraktur radius pada 1/3 distal dan dislokasi sendi radio-ulnar distal (gambar 14.25" . 10 pt Formatted: Right: 0.56. Gambar 14. Pada keadaan ini fraktur harus dirawat seperti suatu fraktur terbuka dan disertai dengan debridemen yang baik dan dipertahankan dengan fiksasi interna. Fraktur Galeazzi lebih jarang ditemukan daripada fraktur Monteggia. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Roman. gambaran radiologik (B) dan setelah pemasangan plate dan screw (C).56). Infeksi b. Lempeng pertumbuhan yang berhenti d. Kontraktur iskemik Volkmann c. Kebanyakan ditemukan pada orang dewasa dan jarang pada anak-anak. Komplikasi a.

No underline Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Pengobatan Fraktur bersifat tidak stabil dan terdapat dislokasi sehingga sebaiknya dilakukan operas! dengan fiksasi interna. 2. Fraktur dengan trauma pada organ-organ lain disertai dengan perdarahan dan syok.25" Formatted: Font: (Default) Times New Roman. FRAKTUR METAKARPAL DAN FALANGS Fraktur tulang metakarpal dan falangs pada anak-anak jarang ditemukan. toraks dan anggota gerak.5". 3. 1.25" + Tab after: 0. Pada keadaan ini diperlukan transfusi darah yang segera dan eksplorasi untuk mengatasi kerusakan yang lain. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0". Fraktur dengan perdarahan yang masif dan segera.5 Pattern: Clear (White) Formatted: Bullets and Numbering . Terdapat pergeseran sendi sakroiliaka.DUO 11 i rautna Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran klinis Terdapat gejala fraktur dan dislokasi pada daerah distal lengan bawah. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Hanging: 0. 3. hanya berupa fraktur sederhana tanpa pergeseran. Klasifikasi Klasifikasi fraktur panggul pada anakanak didasarkan atas aspek klinis (Quinby 1966): 1. … + Start at: 1 + Alignment: Left + Aligne at: 0. Fraktur panggul pada anak-anak umumnya merupakan bagian dari satu trauma multipel pada organ-organ lain seperti kepala. juga tidak ditemukan komplikasi abdominal atau urologis. Tanpa komplikasi. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Kebanyakan penyebabnya adalah trauma kecelakaan lalu lintas pada anak yang berumur 1-8 tahun karena kesadaran berlalu lintas yang kurang.5" + Indent at: 0. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Numbered + Level: 1 + Numbering Style: 1. Tidak ditemukan syok dan tidak diperlukan transfusi darah. Beberapa jenis fraktur yang biasa ditemukan: • Fraktur komunitif falangs distal • Fraktur falangs tengah • Fraktur metakarpal • Fraktur Bennett ANGGOTA GERAK BAWAH_____________________ FRAKTUR PANGGUL Panggul merupakan tulang untuk melindungi alat-alat dalam ruang panggul. Fraktur panggul jarang ditemukan pada anak-anak dibandingkan dengan orang dewasa. Bold. denyut arteri pada satu tungkai menghilang karena adanya robekan pada Formatted: Right: 0. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 2. Pemeriksaan radiologis Dengan pemeriksaan rontgen diagnosis dapat ditegakkan.

57). Amerika dan Jepang jenis dislokasi panggul yang sering ditemukan adalah dislokasi panggul bawaan.salah satu cabang arteri iliaka interna. mungkin juga ditemukan adanya tanda-tanda perdarahan serta kerusakan organ lain. Urutan tindakan disesuaikan dengan penanganan trauma multipel yang telah dibicarakan sebelumnya. Gambaran klinis Pada seorang anak yang mengalami kecelakaan lalu lintas dengan fraktur panggul yang biasanya disertai perdarahan. DISLOKASI PANGGUL Dislokasi panggul pada anak-anak karena trauma sering ditemukan di Indonesia (gambar 14. Pengobatan Fraktur panggul biasanya merupakan satu bagian trauma multipel. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Penderita masuk dalam keadaan syok dan diperlukan transfusi masif sampai 8 liter. Pengobatan frakturnya sendiri disesuaikan dengan klasifikasi seperti pada fraktur panggul orang dewasa yang akan dibicarakan kemudian. Di samping gejala fraktur panggul sendiri.25" . Di negara Eropa. Pemeriksaan radiologis Diagnosis dapat ditegakkan dengan bantuan foto rontgen panggul.

25" . Tipe anterior Kaput femur berada di daerah membran obturator. Gambaran radiologik dislokasi panggul kanan. Pubik. Mekanisme trauma Pada anak di bawah umur 5 tahun. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0.57. kepala femur berada di posterior dan superior sepanjang aspek lateral ilium. asetabulum sebagian besar terdiri dari tulang rawan lunak dan terdapat kerenggangan pada sendi termasuk sendi panggul. Isial.396 44 Pengantar limit Bedah Ortopedi Gambar 14. Dislokasi sentral terjadi karena trauma langsung pada trokanter mayor atau jatuh dari ketinggian. sendi panggul menjadi lebih kuat. Lebih banyak padaanak laki-laki daripada anak perempuan. 2.5". Dislokasi tipe posterior terjadi akibat trauma hebat pada lutut dan anggota gerak dalam posisi fleksi. maka dengan trauma yang ringan dapat terjadi dislokasi panggul. Formatted: Centered. Dengan bertambahnya umur. Tipe posterior Tipe ini yang paling sering ditemukan. sehingga dislokasi hanya dapat terjadi bila terkena trauma yang lebih besar. Pattern: Cle (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Right: 0. kaput femur bergeser ke antero-superior sepanjang ramus superior tulang pubis. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 10 pt Insidens Dislokasi panggul umumnya di temukan pada umur di bawah 5 tahun. kaput femur bergeser ke postero-inferior dan berada di dekat greater sciatic notch. Apabila otot mengalami relaksasi. Mungkin juga terdapat perbedaan antara ruang panggul dan kaput femur dibandingkan pada anak-anak di negara lain. Iliaka. Klasifikasi Dislokasi panggul traumatik dibagi dalam tiga tipe: 1. Dislokasi anterior biasanya terjadi karena jatuh dari ketinggian. Line spacing: single.

3. Pada dislokasi sentral yang disertai fraktur asetabulum tidak terlihat gambaran deformitas pada tungkai bawah. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. rotasi interna dan adduksi. Pada tipe I (dislokasi posterior) terlihat tungkai atas dalam keadaan fleksi. sepeda atau karena kecelakaan lalu lintas. Gambaran klinis Penderita datang setelah mengalami trauma misalnya jatuh dari pohon. Pemeriksaan rontgen akan menentukan tipe dislokasi.25" . rotasi eksterna dan sedikit fleksi. Tipe sentral Pada keadaan ini ditemukan fraktur komunitif bagian sentral asetabulum dimana terjadi perpindahan kaput femur dan fragmen asetabulum ke dalam panggul. hanya terdapat gangguan pergerakan pada sendi panggul karena adanya spasme otot. sedangkan pada tipe II (dislokasi anterior) tungkai atas dalam keadaan abduksi.

Bab 14 Trauma » 397 Pengobatan Harus dilakukan reposisi secepatnya dalam 6 jam. rotasi eksterna serta ekstensi pada panggul. bila tidak akan menimbulkan kesulitan dan komplikasi berupa nekrosis avaskuler di kemudian hari. Pengobatan dislokasi panggul tipe posterior Reduksi tertutup dilakukan dengan pembiusan umum menurut beberapa cara: -1 *' a. Ahli bedah melakukan fleksi pada lutut sebesar 90° dan tungkai di adduksi ringan dan rotasi medial. Penderita dalam keadaan tengkurap dan tungkai bawah yang mengalami trauma dibiarkan tergantung pada pinggir meja. . Metode Stimson . Pattern: Cle (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. c. Kaput femur dibebaskan dari muskulus rotator dengan melakukan rotasi dan menggerakkan tungkai ke depan dan ke belakang (rocking). Ahli bedah memegang tungkai yang terkena pada daerah pergelangan kaki dengan satu tangan. Selanjutnya dalam keadaan traksi. Dengan cara ini ligamen Y akan mengalami relaksasi dan kaput femur berada di bagian posterior asetabulum.•-.25" . b. Dengan gerakan rocking dan rotasi pada tungkai serta tekanan langsung pada daerah kaput femur dapat dilakukan reposisi.. serta tangan lain di belakang lutut.5". kaput femur digerakkan ke dalam asetabulum dengan manipulasi abduksi. 1. Panggul diimobilisasi oleh asisten dengan cara menekan sakrum. Dengan tangan kiri ahli bedah memegang pergelangan kaki dan melakukan fleksi pada lutut sebesar 90° dengan tangan kanan menekan ke bawah pada daerah tungkai bawah di bawah lutut. asisten melakukan traksi berlawanan dan tahanan pada daerah spina iliaka anterior superior dan ilium. Lengan bawah ditempatkan di bawah lutut dan dilakukan traksi vertikal dan kaput femur diangkat Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0. Metode Bigelow Penderita diletakkan dalam posisi terlentang di lantai. Tungkai difleksi 90°atau lebih pada daerah abdomen dan dilakukan traksi longitudinal. Metode Allis Penderita dalam posisi terlentang di lantai... asisten menahan panggul dan menekannya.

Dislokasi rekuren Dislokasi rekuren jarang terjadi kecuali pada penderita sindroma Down. Panggul dan lutut di ekstensikan secara hati-hati. Komplikasi 1.25" . Syarat terpenting dalam melakukan reposisi adalah sesegera mungkin dan dilakukan dengan pembiusan umum disertai relaksasi yang cukup. : 3. Setelah dilakukan reposisi. Abduksi penuh pada panggul disertai dengan fleksi c. 2. dilanjutkan dengan traksi kulit menurut cara ekstensi Buck untuk beberapa hari dan setelah itu dipasang spika panggul selama 4-6 minggu. Fleksi lutut untuk mendapatkan relaksasi otot hamstring b. Pengobatan dislokasi panggul tipe sentral Reduksi dislokasi sentral memerlukan traksi tulang dengan mempergunakan K-wire untuk beberapa minggu karena dislokasi sentral disertai fraktur pada asetabulum. Metode yang ketiga merupakan metode yang lebih mudah dan penulis sendiri selalu melakukan dengan cara ini. Apabila direposisi dalam waktu 6 jam setelah trauma biasanya tidak ditemukan komplikasi ini. Diagnosis dapat ditegakkan dengan artrogram. Jebakan fragmen intra-artikuler Biasanya karena terjadi reduksi yang tidak lengkap akibat adanya ganjalan fragmen tulang rawan asetabulum. Nekrosis avaskuler Insidens kelainan ini diperkirakan 10%. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. 2. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 1". Pengobatan dislokasi panggul tipe anterior Reposisi dislokasi anterior dianjurkan dengan mempergunakan metode Allis dengan urutan sebagai berikut: a. Asisten menahan kaput femur dengan telapak tangan Apabila tidak berhasil dapat dicoba dengan metode Bigelow terbalik. Melakukan traksi longitudinal sesuai dengan aksis femur d. 3.dari bagian posterior asetabulum.

maka penderita tidak dapat menggerakkan sendi panggulnya.. jatuh dari ketinggian atau jatuh dari sepeda dan biasanya disertai trauma pada tempat lain. fraktur antara basis leher femur dan trokanter minor. Mekanisme Trauma Trauma biasanya terjadi karena kecelakaan. Pengobatan Pengobatan tergantung dari jenis dan pergeseran fraktur: 1.5". • Spika panggul Traksi kulit dan spika panggul dilakukan pada penderita dengan fraktur yang pergeserannya sangat minimal. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0. • Tipe III Tipe ini disebut juga servikotrokanterik. . Konservatif • Traksi kulit . Bila fraktur disertai pergeseran. • Tipe IV Tipe ini disebut juga pertrokanterik.5". Klasifikasi Fraktur leher femur pada anak-anak diklasifikasikan sesuai dengan lokasi anatomis dan dibagi dalam empat tipe: • Tipe I Tipe ini disebut juga transepifisial. terjadi pemisahan epifisis dan harus dibedakan dengan slipped upper femoral epiphysis. fraktur melalui bagian tengah leher femur. Pattern: Cle (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. fraktur melalui basis leher femur. Gambaranklinis Fraktur leher femur biasanya disertai trauma hebat dan nyeri di daerah panggul sehingga penderita tidak dapat berjalan. Pada pemeriksaan ditemukan adanyarigiditas dan gangguan pergerakan sendi panggul. Insidens tersering pada umur 11-12 tahun. Pattern: Cle (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Indent: First line: 0". • Tipe II Tipe ini disebut juga transervikal. Lebih sering pada anak laki-laki daripada anak perempuan dengan perbandingan 3:2..398 44 Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi FRAKTURLEHER FEMUR Fraktur leher femur pada anak-anak jarang ditemukan. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman. . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.25" . Selain itu ditemukan pula nyeri tekan di daerah panggul. Pemeriksaan radiologis Dengan pemeriksaan rontgen dapat ditentukan jenis-jenis fraktur serta pergeserannya.

Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0. dilanjutkan dengan pemasangan spika panggul. Tindakan operasi Operasi dilakukan apabila terjadi pergeseran fraktur. Klasifikasi Fraktur femur dibagi dalam: . Komplikasi 1.25" . Koksa vara 3.2. Nekrosis avaskuler • 2.58). Fusi epifisis yang dini : 4. Mekanisme trauma Fraktur terjadi karena suatu trauma hebat dan lokalisasi yang paling sering adalah pada 1/3 tengah diafisis femur. Delayed union dan nonunion • FRAKTUR DIAFISIS FEMUR Fraktur diafisis femur sering ditemukan pada anak-anak dan harus dianggap sebagai suatu fraktur yang dapat menimbulkan perdarahan dan syok (gambar 14. Pattern: Cle (White) Formatted: Font: (Default) Times New Roman.5". Beberapa penulis mencoba untuk melakukan reposisi tertutup pada fraktur yang disertai pergeseran. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.

Pembentukan spur yang menonjol pada otot yang mengganggu pergerakan 4. Terdapat deformitas. Kontraktur kuadrisep : Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0.tsao it i rauma rr • Subtrokanterik b'-^sv . Tungkai yang tidak sama panjang setelah sembuh 2. traksi kulit menurut Bryant (Callow) • Anak umur 2 tahun keatas. transversal dan jarang bersifat komunitif. Pemeriksaan harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menambah perdarahan. • Adduksi • Abduksi • Klasik Posisi fraktur terjadi karena tarikan dan lokalisasi fraktur. Beberapa gambaran radiologik fraktur femur pada anak.5".5. abduksi oleh muskulus gluteus medius dan minimus serta rotasi eksterna oleh otot rotator pendek dan gluteus maksimus. Pada fraktur femur 1/3 proksimal. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Indent: First line: 0".25" .5". Pattern: Cle (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0. pemendekan anggota gerak dan krepitasi. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Komplikasi 1. Terapi operatif Terapi operatif dilakukan dengan mempergunakan K-nail atau plate yang kecil terutama pada anak yang iebih besar dengan indikasi tertentu. Konservatif • Anak umur 0-2 tahun. Malrotasi atau deformitas anguler 3. fragmen proksimal tertarik dalam posisi fleksi karena tarikan muskulus iliopsoas.58. 10 pt Pengobatan Prinsip pengobatan adalah: 1. dilakukan setelah reposisi dan imobilisasi dengan gips 2. Gambar 14. traksi kulit menurut Hamilton-Russel • Anak yang lebih besar dapat dilakukan traksi tulang melalui kondilus femur dengan menggunakan bidai dari Thomas dan penyangga Pearson • Spika panggul. Gambaran klinis Penderita biasanya datang dengan gejala trauma hebat disertai pembengkakan pada daerah tungkai atas dan tidak dapat menggerakkan tungkai. Pemeriksaan radiologis Pemeriksaan rontgen menentukan tipe dan lokalisasi fraktur. Pattern: Cle (White) Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Fraktur dapat bersifat oblik.

Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0.FRAKTUR FEMUR EPIFISIS DISTAL Fraktur femur epifisis distal sangat jarang ditemukan. trauma lalu lintas atau trauma olahraga. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Fraktur biasanya terjadi pada anak umur 11-15 tahun karena suatu trauma hebat.25" .

Beberapa gambaran radiologik fraktur tibia dan tibula pada anak Gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. biasanya disertai dengan fraktur diafisis fibula distal. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman.5". gambar skematis (A). malunion atau nonunion yang sangat jarang ditemukan. yaitu sebesar 48%.402 4< Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi FRAKTUR DIAFISIS TIBIA DAN FIBULA Fraktur diafisis tibia dan fibula bervariasi menurut umur penderita dan jenis trauma yang terjadi (gambar 14. fraktur biasanya bersifat transversal dengan atau tanpa fraktur fibula.59). Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0. Trauma abduksi Trauma abduksi merupakan jenis yang paling sering ditemukan. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman. gambaran radiologik (B) dan gambaran klinis (C) pada fraktur terbuka grade ll/lll FRAKTUR EPIFISIS TIBIA DISTAL Fraktur epifisis tibia distal sering ditemukan dan insidensnya 11% dari seluruh fraktur epifisis pada anak-anak. Fraktur ini lebih sering ditemukan pada anak laki-laki dengan perbandingan 41 dan terutama pada umur 11-15 tahun. Pattern: Cle (White) Formatted: Right: 0. biasanya terjadi stres torsional pada tibia bagian medial yang akan menimbulkan fraktur green stick pada metafisis atau diafisis proksimal dengan fibula yang intak. Pada umur 5-10 tahun. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.60). Pengobatan Tindakan pengobatan selalu harus mempertimbangkan pengobatan konservatif dengan pemakaian gips sirkuler di atas lutut dengan sedikit fleksi. Trauma ini akan menimbulkan fraktur epifisis tipe II (Salter-Harris).59. Fiksasi eksterna. Gambar 14. Pada umur 3-6 tahun.60. Fraktur tibia dan fibula dapat bersifat tertutup atau terbuka. fraktur bersifat spiral pada tibia dengan fibula yang intak. Operasi dilakukan apabila ada indikasi seperti fraktur terbuka (gambar 14.25" . Klasifikasi dan Mekanisme Trauma 1. Pada bayi dan anak-anak yang muda.

Trauma rotasi eksterna Trauma rotasi eksterna merupakan jenis kedua yang sering ditemukan. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Jenis fraktur yang dapat terjadi adalah tipe II atau tipe IV (Salter-Harris). Terjadi pemindahan seluruh epifisis tibia ke arah posterior tanpa adanya fraktur fibula.2. Trauma kompresi aksial biasanya terjadi karena trauma langsung epifisis tibia distal dan fragmen tulang dapat bergeser ke depan atau ke belakang.5%. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Sering ditemukan pada anak umur 8-15 tahun dan biasanya terjadi karena trauma tidak langsung.5". Pattern: Clear (White) Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 1. yaitu sebanyak 23%. 3.2. FRAKTUR TULANG-TULANG PADA KAKI 1. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Pattern: Cle (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0. Pattern: Cle (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0. yaitu sebanyak 9%. Not Italic Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0.5". Trauma kompresi aksial Trauma kompresi aksial merupakan jenis yang paling jarang ditemukan.25" . Trauma plantar fleksi Trauma plantar fleksi ditemukan sebanyak 12. Trauma ini merupakan tipe III (Salter-Harris) dan disebut juga fraktur Tillaux. 5. Pengobatan Pengobatan definitif harus dilakukan sesegera mungkin dan dapat dilakukan dengan 2 cara: 1. Pengobatan konservatif dengan reduksi tertutup disertai pemakaian gips sirkuler 2. Terdapat pemindahan ke posterior dari seluruh epifisis tibia distal disertai fragmen metafisis tibia (tipe II Salter-Harris). Fraktur ini juga disebut triplane fracture. Pattern: Cle (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0". Fraktur Talus Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Not Italic Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0. 4. Pengobatan Pengobatan berupa pemasangan gips sirkuler di bawah lutut.5%. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman.5". Tindakan operatif dilakukan pada tipe III (Salter-Harris) atau terapi konservatif yang tidak berhasil atau mereka yang datang terlambat FRAKTUR EPIFISIS FIBULA DISTAL Dapat terjadi fraktur fibula sendiri atau bersama-sama dengan fraktur tibia epifisis. Trauma adduksi Trauma adduksi ditemukan sebesar 14. Pattern: Cle (White) Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Mungkin juga disertai dengan fraktur intraartikuler melalui bagian tengah epifisis.5".

25" . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0.Fraktur talus jarang ditemukan dan dapat terjadi fraktur pada daerah leher. badan atau pada dinding lateral yang merupakan suatu fraktur osteokondral. Fraktur Metatarsal Fraktur metatarsal lebih sering ditemukan pada anak-anak dan biasanya memberikan gejala nyeri yang sangat hebat.5". Pattern: Cle (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0. terapi konservatif merupakan pilihan berupa pemakaian gips sirkuler di bawah lutut. 2. Pattern: Cle (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0.5". Pengobatan Pada fraktur tulang-tulang kaki. Fraktur basis metatarsal V disebut juga fraktur RobertJones. Fraktur Kalkaneus Fraktur kalkaneus jarang ditemukan pada anak-anak. 3.

kita harus mengetahui keadaan fisik tulang dan keadaan trauma yang dapat menyebabkan tulang patah.DEFINISI FRAKTUR Fraktur adalah hilangnya kontinuitas tulang. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. tulang rawan sendi. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Kebanyakan fraktur terjadi karena kegagalan tulang menahan tekanan terutama tekanan membengkok.25" . tulang rawan epifisis. memutar dan tarikan. Tulang kortikal mempunyai struktur yang dapat menahan kompresi dan tekanan memuntir (shearing). Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Underline Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. PROSES TERJADINYA FRAKTUR Untuk mengetahui mengapa dan bagaimana tulang mengalami kepatahan. baik yang bersifat total maupun yang parsial.

dislokasi atau fraktur dislokasi • Kompresi vertikal dapat menyebabkan fraktur komunitif atau memecah misalnya pada badan vertebra. • Fraktur patologis Terjadi karena kelemahan tulang sebelumnya akibat kelainan patologis di dalam tulang. Fraktur yang terjadi biasanya bersifat komunitif dan jaringan lunak ikut mengalami kerusakan. misalnya jatuh dengan tangan ekstensi dapat menyebabkan fraktur pada klavikula. Formatted: Right: 0. • Fraktur stres Terjadi karena adanya trauma yang terus menerus pada suatu tempat tertentu.356 44 Pengantar limit Bedah Ortopedi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Trauma bisa bersifat: • Trauma langsung Trauma langsung menyebabkan tekanan langsung pada tulang dan terjadi fraktur pada daerah tekanan.25" Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom . Tekanan pada tulang dapat berupa: • Tekanan berputar yang menyebabkan fraktur bersifat spiral atau oblik • Tekanan membengkok yang menyebabkan fraktur transversal • Tekanan sepanjang aksis tulang yang dapat menyebabkan fraktur impaksi. Pada keadaan ini biasanya jaringan lunak tetap utuh. • Trauma tidak langsung Disebut trauma tidak langsung apabila trauma dihantarkan ke daerah yang lebih jauh dari daerah fraktur. KLASIFIKASI KLINIS • Fraktur tertutup (simple fracture) Fraktur tertutup adalah suatu fraktur yang tidak mempunyai hubungan dengan dunia luar. talus atau fraktur buckle pada anak-anak • Trauma langsung disertai dengan resistensi pada satu jarak tertentu akan menyebabkan fraktur oblik atau fraktur Z • Fraktur oleh karena remuk • Trauma karena tarikan pada ligamen atau tendo akan menarik sebagian tulang KLASIFIKASI FRAKTUR KLASIFIKASI ETIOLOGIS • Fraktur traumatik : Terjadi karena trauma yang tiba-tiba.

• Fraktur terbuka (compound fracture) Fraktur terbuka adalah fraktur yang mempunyai hubungan dengan dunia luar melalui luka pada kulit dan jaringan lunak. tKLASIFIKASI Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom RADIOLOGIS . Lokalisasi (gambar 14.16): • Diafisial • Metafisial • Intra-artikuler • • Fraktur dengan dislokasi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. • Fraktur dengan komplikasi (complicated fracture) Fraktur dengan komplikasi adalah fraktur yang disertai dengan komplikasi misalnya malunion. dapat berbentuk from within (dari dalam) atau from without (dari luar). Klasifikasi ini berdasarkan atas: . 1. nonunion.25" . delayed union. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Line spacing: single. infeksi tulang.

fragmen kecil tertarik oleh otot atau tendo misalnya • Fraktur depresi.17. fraktur lebih dari dua fragmen • Fraktur baji biasanya pada vertebra karena trauma kompresi • Fraktur avulsi. A. KupuFormatted: Bullets and Numbering Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.18)-. • Fraktur oblik • Fraktur spiral • FrakturZ • Fraktur segmental • Fraktur komunitif. c. 10 pt Gambar 14.17. fraktur trokanter mayor.17. e. Dislokasi dan fraktur B. k. Fraktur intra-artikule C. talus. Komunitif F Segmental G.25" . h. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom misalnya pada fraktur vertebra.• Fraktur epifisis AB C D E B. • Fraktur transversal b. 10 pt 2. Fraktur diafisis Fraktur metafisis D. g. fraktur patela i. a.Bab U Trauma » 357 AB Gambar 14. karena trauma langsung misalnya pada tulang • Fraktur impaksi • Fraktur pecah (burst) dimana terjadi fragmen kecil yang berpisah Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom fraktur epikondilus humeri. Spiral D. kalkaneus 15. Depresi Formatted: Right: 0. patela. Klasifikasi fraktur menurut lokalisasi. Konfigurasi (gambar 14. Oblik C. d. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. A. Klasifikasi fraktur sesuai konfigurasi. Transversal kupu E. tengkorak j. f. gambar 14.

aksonotmesis atau neurotmesis. Tujuan pemeriksaan radiologis: • Untuk mempelajari gambaran normal tulang dan sendi • Untuk konfirmasi adanya fraktur Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. setiap gerakan akan menyebabkan nyeri hebat sehingga uji pergerakan tidak boleh dilakukan secara kasar. 5. dapat diketahui dengan perabaan dan harus dilakukan secara hati-hati • Pemeriksaan vaskuler pada daerah distal trauma berupa palpasi arteri radialis. Untuk menghindarkan nyeri serta kerusakan jaringan lunak selanjutnya. Pemeriksaan neurologis Pemeriksaan neurologis berupa pemeriksaan saraf secara sensoris dan motoris serta gradasi kelainan neurologis yaitu neuropraksia. lokasi serta ekstensi fraktur. Kelainan saraf yang didapatkan harus dicatat dengan baik karena dapat menimbulkan masalah asuransi dan tuntutan (klaim) penderita serta merupakan patokan untuk pengobatan selanjutnya. warna kulit pada bagian distal daerah trauma. arteri tibialis posterior sesuai dengan anggota gerak yang terkena Refilling (pengisian) arteri pada kuku. Pergerakan (Move) Pergerakan dengan mengajak penderita untuk menggerakkan secara aktif dan pasif sendi proksimal dan distal dari daerah yang mengalami trauma. • Pengukuran tungkai terutama pada tungkai bawah untuk mengetahui adanya perbedaan panjang tungkai 3. arteri dorsalis pedis. disamping itu juga dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan lunak seperti pembuluh darah dan saraf. 4. nyeri tekan yang bersifat superfisial biasanya disebabkan oleh kerusakan jaringan lunak yang dalam akibat fraktur pada tulang • Krepitasi. temperatur kulit. maka sebaiknya kita mempergunakan bidai yang bersifat radiolusen untuk imobilisasi sementara sebelum dilakukan pemeriksaan radiologis.25" . Pemeriksaan radiologis Foto polos Dengan pemeriksaan klinik kita sudah dapat mencurigai adanya fraktur. Walaupun demikian pemeriksaan radiologis diperlukan untuk menentukan keadaan. Pada penderita dengan fraktur.Hal-hal yang perlu diperhatikan: • Temperatur setempat yang meningkat • Nyeri tekan.

• Dua kali dilakukan foto.25" . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. Pada anak-anak sebaiknya dilakukan foto pada ke dua anggota gerak terutama pada fraktur epifisis. Misalnya pada fraktur kalkaneus atau femur. misalnya peluru Pemeriksaan radiologis dilakukan dengan beberapa prinsip dua: • Dua posisi proyeksi. • Dua trauma. maka perlu dilakukan foto pada panggul dan tulang belakang.• Untuk melihat sejauh mana pergerakan dan konfigurasi fragmen serta pergerakannya • Untuk menentukan teknik pengobatan • Untuk menentukan apakah fraktur itu baru atau tidak • Untuk menentukan apakah fraktur intra-artikuler atau ekstra-artikuler • Untuk melihat adanya keadaan patologis lain pada tulang • Untuk melihat adanya benda asing. di atas dan di bawah sendi yang mengalami fraktur • Dua anggota gerak. pada trauma yang hebat sering menyebabkan fraktur pada dua daerah tulang. dilakukan sekurang-kurangnya yaitu pada antero-posterior dan lateral • Dua sendi pada anggota gerak dan tungkai harus difoto. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Pada fraktur tertentu misalnya fraktur tulang skafoid foto pertama biasanya tidak jelas sehingga biasanya diperlukan foto berikutnya 10-14 hari kemudian.

25" + Tab after: 0. gangguan fungsi anggota gerak.25" .Bab 14 Trauma 361 Pemeriksaan radiologis lainnya Pemeriksaan khusus dengan: 1. MRI 4. karena fraktur tidak selamanya terjadi di daerah trauma dan mungkin fraktur terjadi pada daerah lain. 1. misalnya pada fraktur patologis Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Hanging: 0. CT . Trauma dapat terjadi karena kecelakaan lalu lintas. Tomografi. tertimpa benda berat. deformitas. misalnya otak. tetapi perlu dinyatakan apakah fraktur terbuka/tertutup.5" + Indent at: 0. Pemeriksaan fisik Pada pemeriksaan awal penderita. Penderita biasanya datang karena adanya nyeri. … + Start at: 1 + Alignment: Left + Aligne at: 0. 3. 3. 2. Radioisotop scanning Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Bullets and Numbering Umumnya dengan foto polos kita dapat mendiagnosis fraktur. GAMBARAN KLINIS FRAKTUR Anamnesis Biasanya penderita datang dengan suatu trauma (traumatik fraktur). Numbered + Level: 1 + Numbering Style: 1. anemia atau perdarahan Kerusakan pada organ-organ lain. 2.5".scan 3. penganiayaan. krepitasi atau datang dengan gejala-gejala lain. Syok. sumsum tulang belakang atau organ-organ dalam rongga toraks. apakah sendi juga mengalami fraktur serta bentuk fraktur itu sendiri. baik yang hebat maupun trauma ringan dan diikuti dengan ketidakmampuan untuk menggunakan anggota gerak. tulang mana yang terkena dan lokalisasinya.5 Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. kecelakaan pada pekerja oleh karena mesin atau karena trauma olah raga. misalnya pada fraktur vertebra atau kondilus tibia 2. panggul dan abdomen 3. pembengkakan. 4. Konfigurasi fraktur dapat menentukan prognosis serta waktu penyembuhan fraktur misalnya penyembuhan fraktur transversal lebih lambat dari fraktur oblik karena kontak yang kurang. perlu diperhatikan adanya: 1. kelainan gerak. jatuh dari ketinggian atau jatuh di kamar mandi pada orang tua. Faktor predisposisi. Anamnesis harus dilakukan dengan cermat.

• Pengukuran tungkai terutama pada tungkai bawah untuk mengetahui adanya perbedaan panjang tungkai Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Inspeksi (Look) • • • • • • • • • • • • 2. warna kulit pada bagian distal daerah trauma.Pemeriksaan lokal 1. arteri dorsalis pedis. arteri tibialis posterior sesuai dengan anggota gerak yang terkena Refilling (pengisian) arteri pada kuku. rotasi dan kependekan Lakukan survei pada seluruh tubuh apakah ada trauma pada organ-organ lain Perhatikan kondisi mental penderita Keadaan vaskularisasi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Palpasi (Feel) Palpasi dilakukan secara hati-hati oleh karena penderita biasanya mengeluh sangat nyeri.25" . Bandingkan dengan bagian yang sehat Perhatikan posisi anggota gerak Keadaan umum penderita secara keseluruhan Ekspresi wajah karena nyeri Lidah kering atau basah Adanya tanda-tanda anemia karena perdarahan Apakah terdapat luka pada kulit dan jaringan lunak untuk membedakan fraktur tertutup atau terbuka Ekstravasasi darah subkutan dalam beberapa jam sampai beberapa hari Perhatikan adanya deformitas berupa angulasi. Hal-hal yang perlu diperhatikan: • • • • Temperatur setempat yang meningkat Nyeri tekan. temperatur kulit. dapat diketahui dengan perabaan dan harus dilakukan secara hati-hati Pemeriksaan vaskuler pada daerah distal trauma berupa palpasi arteri radialis. nyeri tekan yang bersifat superfisial biasanya disebabkan oleh kerusakan jaringan lunak yang dalam akibat fraktur pada tulang Krepitasi.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Pergerakan (Move) Pergerakan dengan mengajak penderita untuk menggerakkan secara aktif dan pasif sendi proksimal dan distal dari daerah yang mengalami trauma. Pemeriksaan neurologis Pemeriksaan neurologis berupa pemeriksaan saraf secara sensoris dan motoris serta gradasi kelainan neurologis yaitu neuropraksia. Pada penderita dengan fraktur.Kelainan saraf yang didapatkan harus dicatat dengan baik karena dapat menimbulkan masalah asuransi dan tuntutan (klaim) penderita serta merupakan patokan untuk pengobatan selanjutnya. Pemeriksaan radiologis Foto polos Dengan pemeriksaan klinik kita sudah dapat mencurigai adanya fraktur. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 4. aksonotmesis atau neurotmesis.25" .3. misalnya peluru Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.Walaupun demikian pemeriksaan radiologis diperlukan untuk Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom menentukan keadaan. setiap gerakan akan menyebabkan nyeri hebat sehingga uji pergerakan tidak boleh dilakukan secara kasar. maka sebaiknya kita Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom mempergunakan bidai yang bersifat radiolusen untuk imobilisasi sementara sebelum dilakukan pemeriksaan radiologis. lokasi serta ekstensi fraktur. Not Bold 5.Untuk menghindarkan nyeri serta kerusakan jaringan lunak selanjutnya. disamping itu juga dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan lunak seperti pembuluh darah dan saraf. Tujuan pemeriksaan radiologis: • • • • • • • • Untuk mempelajari gambaran normal tulang dan sendi Untuk konfirmasi adanya fraktur Untuk melihat sejauh mana pergerakan dan konfigurasi fragmen serta pergerakannya Untuk menentukan teknik pengobatan Untuk menentukan apakah fraktur itu baru atau tidak Untuk menentukan apakah fraktur intra-artikuler atau ekstra-artikuler Untuk melihat adanya keadaan patologis lain pada tulang Untuk melihat adanya benda asing.

tetapi perlu dinyatakan apakah fraktur terbuka/tertutup. Not Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemeriksaan radiologis lainnya Pemeriksaan khusus dengan: 1.scan MRI Radioisotop scanning Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0. Tab stops: Not at 0.5". di atas dan di bawah sendi yang mengalami fraktur Dua anggota gerak. pada trauma yang hebat sering menyebabkan fraktur pada dua daerah tulang.Pada fraktur tertentu misalnya fraktur tulang skafoid foto pertama biasanya tidak jelas sehingga biasanya diperlukan foto berikutnya 10-14 hari kemudian. tulang mana yang terkena dan lokalisasinya.Pada anak-anak sebaiknya dilakukan foto pada ke dua anggota gerak terutama pada fraktur epifisis. apakah sendi juga mengalami fraktur serta bentuk fraktur itu sendiri. 2.Misalnya pada fraktur kalkaneus atau femur. • Dua kali dilakukan foto.25" . misalnya pada fraktur vertebra atau kondilus tibia CT .5" Formatted: Font: (Default) Times New Rom Umumnya dengan foto polos kita dapat mendiagnosis fraktur. 3. 2.5". Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. dilakukan sekurang-kurangnya yaitu pada anteroposterior dan lateral Dua sendi pada anggota gerak dan tungkai harus difoto. 4. Tomografi. maka perlu dilakukan foto pada panggul dan tulang belakang. Numbered + Level: 1 + Numbering Sty 1. … + Start at: 1 + Alignment: Left + Aligned at: 0.25" + Tab after: 0.5".Pemeriksaan radiologis dilakukan dengan beberapa prinsip dua: • • • • Dua posisi proyeksi. 3. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0.5" + Inden at: 0. Konfigurasi fraktur dapat menentukan prognosis serta waktu penyembuhan fraktur misalnya penyembuhan fraktur transversal lebih lambat dari fraktur oblik karena kontak yang kurang. Hanging: 0. Dua trauma.

FRAKTUR PATOLOGIS DEFINISI Fraktur patologis adalah fraktur yang terjadi pada tulang karena adanya kelainan/penyakit yang menyebabkan kelemahan pada tulang (gambar 14.20).Fraktur patologis dapat terjadi secara spontan atau akibat trauma ringan.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman, 4 pt Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Font color: White Formatted

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Tabel 14.2. Klasifikasi penyebab fraktur patologis Tabel 14.2. Klasifikasi Penyebab Fraktur Patologis 1. Penyakit lokal pada tulang Infeksi Tumor jinak • • • • • Osteomielitis piogenik Infeksi sifilis (bentuk osteolitik) Lainlain Kista tulang soliter Fibrosa displasia monostotik Granulomaeosinofilik • • • • • Kondroma(enkondroma) • • Giant cell tumor Hemangioma (vertebra) Tumor ganas tulang Osteogenik sarkoma Tumor Ewing Mieloma soliter

Formatted Formatted Formatted: Justified, Indent: Left: 0", Pattern: Clear (White) Formatted

Formatted: Left: 1.18", Right: 1.18", Top: 1.18", Bottom: 1.18", Width: 8.27", Height: 11.69", Number of columns: 2 Formatted Formatted Formatted

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted

• Atrofi tulang karena paralisis, misalnya poliomielitis • • Tabes dorsalis Tulang rapuh akibat penyinaran

• Tumor metastasis (paru-paru, mamma, prostat, tiroid, ginjal) • Sarkoma metastasis

Tumor jinak

Formatted: Justified, Pattern: Clear (White)

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

2. Kelainan bersifat umum pada tulang Kelainan bawaan Rarefaksi tulang yang bersifat umum • • • • Osteogenesis imperfekta Tumor-tumor yang menyebar Mieloma multipel Metastasis karsinoma yang difus Lainlain Penyakit Paget Rarefaksi tulang yang bersifat umum • Osteoporosis senilis • • • Fibrosa displasia poliostotik Penyakit Gaucher Penyakit Hand - Schuller -– Christian

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted: Right: 0.25"

• • • •

Osteodistrofi paratiroid

• •

Renal rickets Sistinosis(sindromaFanconi)

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Sindroma Gushing • Infantile rickets • Coeliac rickets Steatore idiopatik Osteomalasia nutrisi

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Centered, Pattern: Clear (White

Formatted: Right: 0.25"

362 44 Pengantar llmu Bedah Ortopedi

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Gambar 14.20. Garnbaran radiologik fraktur patologis oleh penyebab yang berbeda. A. Kelainan bawaan (pseudoartrosis kongenital) B. Osteomielitis C. Kista tulang soliter D.Metastasis tumor dari karsinoma paru

Formatted: Font: (Default) Times New Roman, 10 pt, Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Bold

DIAGNOSIS Anamnesis Apabila ditemukan adanya fraktur secara spontan atau setelah suatu trauma ringan maka harus dianggap sebagai suatu fraktur patologis sebelum dapat dibuktikan lain. Pada penderita lanjut usia selalu harus ditanyakan tentang riwayat penyakit atau operasi sebelumnya; adanya penyakit tumor ganas atau setelah satu operasi gastrektomi yang akan menyebabkan malabsorbsi.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Adanya penurunan berat badan, nyeri, batuk-batuk atau hematuria, menunjukkan kecurigaan akan adanya tumor ganas di tempat lain.

Formatted: Right: 0.25"

Pemeriksaan 1. 1. Pemeriksaan lokal : Pemeriksaan adanya kelainan lokal berupa sinus yang infeksi, jaringan parut, pembengkakan, lokalisasi fraktur sehingga dapat diduga diagnosisnya. 2. 2. Pemeriksaan umum Sangat penting dilakukan pemeriksaan umum adanya penyakit-penyakit seperti displasia kongenital, displasia fibrosa, penyakit Paget, sindroma Gushing serta kelainan lain. Padaanak di bawah umur 20 tahun, fraktur patologis biasanya disebabkan oleh kelainan jinak.Pada penderita di atas umur 40 tahun kemungkinan penyebabnya adalah mielomatosis, karsinoma sekunder akibat metastasis, penyakit Paget.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Bullets and Numbering

Formatted: Right: 0.25"

Bab 14 Trauma » 363 3. Pemeriksaan radiologis • • Pemeriksaan foto polos o Pemeriksaan pada daerah fraktur Pada daerah fraktur harus diperhatikan bentuk kelainan; apakah berbentuk kista, erosi korteks, trabekulasi yang abnormal atau penebalan periosteal. Juga diperhatikan adanya kompresi misalnya fraktur vertebra karena osteoporosis atau osteomalasia atau penyebab lain seperti metastasis tumor atau mieloma. o Pemeriksaan pada daerah lain Perlu dilakukan pemeriksaan radiologis pada tulang yang lain apabila dicurigai adanya metastasis atau mieloma, pemeriksaan foto paru-paru serta pemeriksaan saluran kencing. • Pemeriksaan dengan pencitraan lain o o Radionuklidaimaging ,...,._ Pemeriksaan CT-scan atauo Pemeriksaan MRI Pemeriksaan ini diperlukan untuk mengetahui asal metastasis.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Right: 0.25"

4.

Pemeriksaan laboratorium • Pemeriksaan darah Pemeriksaan darah lengkap seperti jumlah sel darah, laju endap darah, elektroforesis protein, uji untuk sifilis serta penyakit tulang metabolik. • • Pemeriksaan urin Pemeriksan urin misalnya pemeriksaan BenceJones. Biopsi tulang Beberapa kelainan yang sangat kecil tidak perlu dilakukan biopsi misalnya kista soliter, defek kortikal fibrosa, penyakit Paget. Pada kelainan lain mungkin perlu dilakukan biopsi baik biopsi tertutup atau biopsi terbuka dengan mengambil jaringan pada waktu operas!i untuk pemeriksaan patologis.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Pengobatan Prinsip pengobatan sama dengan fraktur pada umumnya yaitu terdiri atas reduksi, pertahankan reduksi dan fisioterapi. Pemilihan metode pengobatan disesuaikan dengan kondisi tulang serta kelainan patologis yang ditemukan. • Kelainan tulang yang bersifat umum Kelainan tulang yang bersifat umum misalnya penyakit Paget, penyembuhan tulang sangat mudah hanya dengan imobilisasi adekuat berupa fiksasi interna sudah cukup memadai. • Kelainan jinak lokal tulang Kelainan jinak tulang yang bersifat lokal misalnya kista soliter dapat sembuh spontan, sehingga tidak diperlukan pengobatan khusus.Kuretase diperlukan dikemudian hari setelah fraktur sembuh. • Tumor ganas tulang primer Bila terjadi fraktur pada kelainan ini, maka diperlukan pemakaian bidai dan dipikirkan upaya stabilisasi tumor dengan fiksasi interna atau mungkin diperlukan penggantian sebagian anggota gerak dengan fiksasi pengganti berupa protesis.Walaupun demikian prognosisnya tetap jelek. • Tumor-tumor metastasis

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Right: 0.25"

Fraktur metatarsal II (March fracture).Tumor metastasis dengan fraktur.Fraktur stres jarang sekali ditemukan pada anggota gerak atas. Daerah fraktur yang sering ditemukan: 1. FRAKTUR STRES (FATIGUE FRACTURE) Fraktur ini terjadi karena adanya stres yang kecil dan berulang-ulang pada daerah tulang yang menopang berat badan. Fraktur fibula pada penderita yang sering lari Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. biasanya pada penderita yang sering melakukan jalan jauh (tentara) 2.25" .Perlu dipertimbangkan fiksasi interna sebagai pilihan untuk stabilisasi fraktur. penyembuhan sangat jelek serta penderita biasanya mengeluh nyeri.

misalnya pada tentara yang melakukan jalan jauh Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran klinis Nyeri lokal pada waktu pergerakan serta nyeri tekan setempat. 4. 3.. Fraktur tibia pada penari balet Fraktur leher femur pada aktifitas fisik yang hebat. I •' Istirahat Bidai yang sederhana Pembalut elastikelastiK . 4. Menghindarkan pekerjaan yang merupakan faktor penyebab sampai terjadinya kalus dan penyembuhan 2. Pemeriksaan radiologis • • Dapat dilihat adanya fraktur crack Adanya kalus sesuai dengan tingkat penyembuhan Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan 1.3.25" . / Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.

yang biasanya juga mengakibatkan fraktur pada ruang rusuk dan dapat mengakibatkan diskolasi pada sendi sternokavikular.Fraktur pada pinggir glenoid dapat terjadi bersama diskolasi bahu. Underline Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Prosesus korakoideus dapat mengalami fraktur pada dasarnya atau mengalami avulsi pada ujungnya.61).25" . No underline Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. Underline FRAKTUR DAN . prosesus akromion dan prosesus korakoid (gambar 14.Leher skapula dapat mengalami fraktur akibat pukulan jatuh pada bahu. Bold Badan skapula mengalami fraktur akibat daya penghancur. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Fraktur skapula dapat terjadi pada badan.Struktur pada acromion adalah akibat kekuatan langsung. DISLOKASI DAN CEDERA LIGAMEN PADA ORANG DEWASA Formatted: Font: (Default) Times New Roman.FRAKTUR DAN. DISLOKASI DAN CEDERA LIGAMEN PADA ANGGOTA GERAK ATAS Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Left. Bold. Fraktur skapula terjadi akibat trauma langsung dengan gejala nyeri serta pembengkakan pada daerah yang terkena trauma. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Not Bold FRAKTUR SKAPULA Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0.Terkadang ditemukan retakan pada acromion atau prosesus korakoideus.Fraktur pada badan skapula sering menyertai cedera dada yang hebat. Not Bold FRAKTUR SEKITAR SENDI BAHU__________________________ Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Underline Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. atau fraktur leher skapula dengan fragmen sebelah luar yang tertarik ke bawah oleh berat lengan itu. leher. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pada gambaran klinik lengan di tahan tak bergerak dan mungkin terdapat memar hebat pada skapula atau dinding dada. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran radiologis memperlihatkan fraktur kominutif pada badan sakpula.

siku dan jari.62) dapat terjadi pada tiga tempat: .. .Pada fraktur sepertiga bagian luar. . Not Italic .->.•-.-••. Sepertiga tengah (80%) •.. Pada fraktur pertengahan batang yang disering ditemukan.: Sepertiga medial (5%) .Fragmen glenoid yang besar.. Mekanisme trauma Fraktur klavikula terjadi karena penderita jatuh atau pukulan pada bahu. Font color: Auto Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.. Font color: Black Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. biasanya tangan dalam keadaan out stretched. akibat fraktur – dislokasi pada bahu.•• Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 3. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman... fragmen luar tertarik ke bawah oleh berat lengan dan separuh sebagian dalam tertahan ke atas oleh otot sternomastoid. Bold.. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Dihubungkan dengan korakoid oleh ligamen korako-klavikular. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 2.404 44 Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Pengobatan Biasanya tidak ada pergeseran yang hebat sehingga umumnya pengobatan hanya bersifat konservatif menggunakan mitela agar nyaman dan sejak awal mempraktekan latihan aktif pada bahu.: » . jika liga men utuh tidak banyak pergeseran tetapi jika ligamentkorakoklavikular robek pergeseran dapat hebat dan reduksi tertutup tidak dapat dilakukan..-...--. di sebelah medial berhubungan dengan sternum dan bagian lateral dengan akromion.. Font color: Auto Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR KLAVIKULA Merupakan tulang yang berbentuk S. Klasifikasi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Fraktur klavikula (gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified.25" .. .• Sepertiga lateral (15%) :s-.. harus diikat dengan suatu pen. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. 1.

Fraktur klavikula 1/3 tengah 2. 1 pt Gambar. Fraktur klavikula 1/3 medial 4. Fraktur leher skapula 5. Fraktur prosesus korakoid Formatted: Font: (Default) Times New Rom 7 Fraktur badan skapula Gambaran klinis Adanya riwayat anamnesis trauma dan pembengkakan serta nyeri pada daerah klavikula.Lengan di gendong pada dada untuk mencegah gerakan.Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 1. 14.Suatu benjolan mungkin jelas terlihat dibawah kulit dan kadang fragmen yang tajam mengancam kulit. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.61. Fraktur prosesus akromion 6. klavikula bagian medial terangkat ke atas oleh tarikan otot sternokleidomastoideus dan fragmen lateral tertarik ke bawah oleh muskulus pektoralis mayor.25" . Pemeriksaan radiologis Pada fraktur 1/3 tengah. Gambar skematis lokalisasi fraktur pada skapula dan klavikula. Fraktur klavikula 1/3 lateral 3.

Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0.25" .Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Line spacing: single.

m.Gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. pektoralis mayor (2).62. sternokleidomatoideus (1). Fraktur klavikula. dislokasi disebabkan oleh (onus dan kontraksi otot.25" . 10 pt Formatted: Right: 0. deltoideus (3). kontraksi m. Arah kontraksi m.

Pada anak benjolan itu selalu hilang pada waktunya dan orang dewasa biasanya hilang. Kerusakan pembuluh darah merupakan komplikasi dini yang sangat jarang terjadi. bila dibiarkan tanpa terapi fraktur itu menyebabkan deformitas rasa tak enak ataupun kelemahan pada bahu. adanya tekanan pada pembuluh darah. Tindakan ini jarang dilakukan. Konservatif Pengobatan konservatif dengan mitela (gambar 144). :5-(. Pemasangan plate dan screw pada fraktur klavikula. fraktur 1/3 lateral dengan pergeseran hebat (misalnya pada ligament korakoklavikolarnya robek) yang biasanya tidak dapat di reduksi secara tertutup. Operas! dapat dilakukan dengan memasang pin Kirschner atau plate dan screw (gambar 14.62). 2.atau paru-paru Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Operas!i dilakukan bila ada indikasi seperti fraktur terbuka. Malunion selalu ada dan meninggalkan suatu tonjolan. Operas!i Sebagian besar fraktur klavikula sembuh dengan baik. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Bab 14 Trauma H 405 Pengobatan 1. 2.63. nonunion.: ' 2. Komplikasi 1. Lengan ditahan dengan mitela selama enam minggu dan sesudah itu melakukan gerakan penuh. 1. 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Right: 0.25" . verban bentuk delapan. 1.serta penderita aktif yang segera akan kembali pada pekerjaan semula. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14.

Formatted: Font: (Default) Times New Roman.25" Formatted: Font: (Default) Times New Rom . Formatted: Right: 0. No underline Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Dislokasi sendi sternoklavikuler anterior biasanya bersifatjauh lebih sering terjadianterior dan jarang sekalidari pada dislokasi posterior. Bold. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran klinis  Pada dislokasi anterior :Ujung medial klavikula yang berdislokasi akan membentuk benjolan yang menonjol pada sendi sternoklavikular.3. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran klinis Nyeri dan pembengkakan pada daerah tersebut. Dislokasi sendi sternoklavikuler cedera yang jarang terjadi ini biasanya disebabkan karena kompresi lateral pada bahu. Strain daerah sternoklavikuler Strain di daerah sternoklavikuler jarang terjadi.Biasanya berupa trauma pada fraktur klavikula tetapi sifatnya ringan. Non-unionakan terjadi bila ahli bedah tidak memutuskan untuk melakukan operasi pada fraktur pertengahan batang. Deformitas yang jelek berupa penonjolan tulang ke arah kulitt Artritis pasca traumatiktraumatic Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Pengobatan Terapi konservatif dengan mitela. 4. Cedera ini nyeri tetapi tidak terdapat komplikasi kardiotoraks. Font color: Black Formatted: Font: (Default) Times New Rom TRAUMA SENDI BAHU DAN SENDI SEKITARNYA___________ STRAIN DAN DISLOKASI SENDI STERNOKLAVIKULER 1. 2. Nonunion dapat diterapi dengan fiksasi internal dan pencakokan tulang. 3. 5.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. mungkin terdapat tekanan pada trakea atau pembuluh besar. Ditemukan benjolan pada daerah sternoklavikuler. Tetapi biasanya sendi itu akan berdislokasi lagi. dapat mengalami fraktur dan kadangkadang pasien mengalami syok dan dispnea. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Dislokasi anterior dapat direduksi dengan memberikan tekanan pada klavikula dan menarik lengan dengan bahu dalam keadaan abduksi. Dislokasi rekuren apabila tidak mengganggu dapat dibiarkan saja dan bila mengganggu dapat dilakukan stabilisasi dengan operas! dan pemakaian tendo muskulus subklavius atau fasia. tulang rusuk. Fiksasi internak tidak diperlukan dan berbahaya (karena ada pembuluh darah besar dibelakang sternum) Dislokasi yang baru dapat dengan mudah direposisi dan apabila tidak stabil dapat difiksasi dengan K-wire. Keadaan ini tidak banyak membawa masalah.25" . 3. Rasa tak enak sangat terasa. Dislokasi rekuren Dislokasi rekuren dapat terjadi dan bersifat permanen apabila tidak dilakukan reposisi awal. Pada diskolasi posterior : jarang terjadi tetapi jauh lebih berbahaya. fungsi akan pulih sepenuhnya dalam beberapa bulan.

dimana terdapat trauma pada ligamen tetapi tidak ada kerusakan dan ligamen tetap utuh.64 B dan D).406 ^ Pengantar llmu Bedah Ortopedi STRAIN. Tingkat 3 Terjadi dislokasi yang disebabkan oleh trauma yang lebih hebat sehingga terdapat robekan pada kedua ligamen di atas dan klavikula terangkat ke atas (gambar 14. SUBLUKSASI DAN DISLOKASI SENDIAKROMIOKLAVIKULERt Kelainan ini lebih sering ditemukan dan dibagi dalam tiga tingkat: • Tingkat 1 Pada tingkat ini hanya terjadi strain. • Tingkat 2 Pada tingkat 2 terjadi tetapi subluksasi. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom akromioklavikuler • korakoklavikuler tetap utuh (gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. klavikula yaitu tidak terdapat terangkat robekan karena ligamen ligamen Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.64 A dan C).25" .

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified.>• .•"•.• -• : : Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom ... Gambaran radiologik subluksasi sendi akromio-klavikuler D. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0..25" .A. •. Dislokasi posterior •'/''. Gambaran radiologik dislokasi sendi akromio-klavikuler Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom DISLOKASI SENDI BAHKU Dislokasi sendi bahu sering ditemukan pada orang dewasa tetapi jarang pada anak-anak.. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Dislokasi inferior atau luksasi erekta •• j . 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Roman.. .•:••" -.64. •' '••. Gambar skematis dislokasi sendi akromio-klavikuler C.•. . 3.. Dislokasi anterior . 4.Formatted: Font: (Default) Times New Rom Robekan kapsul Ligamen konoid dan trapezoid utuh I——— Ligamen konoid dan trapezoid robek Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. ' ~.••••. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 2. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Klasifikasi 1. Bold Gambar 14. Gambar skematis subluksasi sendi akromio-klavikuler B. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Dislokasi disertai fraktur «-• 'r:-•«'.

Underline 1. Pada dislokasi anterior. Mekanisme trauma Dislokasi anterior merupakan kelainan yang tersering ditemukan dan biasanya penderita jatuh dengan tangan dalam keadaan out stretched atau trauma pada skapula sendiri dan anggota gerak dalam posisi rotasi lateral sehingga kaput humerus menembus kapsul anterior sendi. subkorakoid dan subklavikuler.25" . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. subkorakoid dansubklavikuler. Dislokasi anterior Dislokasi anterior disebut juga sebagai dislokasi preglenoid. kaput humerus berada di bawah glenoid.Bab 14 Trauma » 407 Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.

10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Roman. anggota gerak ditarik ke atas dan kaput humerus ditekan dengan kaki agar kembali ke tempatnya. 10 pt Pengobatan a.65 A.25" sesuai garis humerus o Lakukan rotasi ke arah lateral .Lengan harus selalu diperiksa untuk mencari ada tidaknya cedera saraf dan pembuluh darah. yang sama setelah Formatted: Font: (Default) Times New Roman. B Gambar Penderita direposisi A 14. Dislokasi anterior humeri disertai avulsi tuberkulum mayus B. Dengan pembiusan umum • Metode Hippocrates Penderita dibaringkan di lantai.Jika pasien tidak berotot maka suatu tonjolan dapat diraba tepat dibawah klavikula.Gambaran klinis Didapatkan nyeri yang hebat serta gangguan pergerakan sendi bahu. • Metode Kocher Penderita berbaring di tempat tidur dan ahli bedah berdiri di samping penderita.65) . Tahap-tahap reposisi menurut Kocher:  o Sendi siku dalam posisi fleksi 90° dan dilakukan traksi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font color: Auto Formatted: Right: 0. Kontur sendi bahu menjadi rata karena kaput humerus bergeser ke depan. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemeriksaan radiologis Kaput humerus terlihat berada di depan dan medial glenoid (gambar 14.

gerakan siku dan jari dipraktekkan setiap hari. Gerakan aktif dimulai.25" . Pattern: Cle (White) Formatted: Right: 0. kemudian penderita tidur tengkurap dan membiarkan lengan tergantung di pinggir tempat tidur. Tanpa pembiusan umum • Teknik menggantung lengan Penderita diberikan petidin atau diazepam agar tercapai relaksasi yang maksimum. maka lengan harus difiksasi di daerah toraks selama 36 minggu dan bila reposisi tidak dilakukan dapat terjadi dislokasi rekuren.  o Lengan diadduksi dan sendi siku dibawa mendekati tubuh Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Font: (Default) Times New Rom ke arah garis tengah o Lengan dirotasi ke medial sehingga tangan jatuh di daerah dada b.5".Setelah beberapa waktu dapat terjadi reduksi secara spontan. Selama periode ini. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Penanganan setelah reposisi Setelah reposisi berhasil. tetapi kombinasi abduksi dan rotasi lateral harus dihindari sekurang-kurangnya selama 3 minggu. Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Indent: Left: 0.

408 4<Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Komplikasi " a. Kaku sendi d. paralisis. Kerusakan pembuluh darah b. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis. Dislokasi rekuren Dislokasi rekuren dapat bersifat anterior (lebih sering) atau posterior. Nervus aksilaris berjalan melingkari leher humerus dan dapat mengalami paresis atau. Kerusakan nervus aksilaris. b. c. Dislokasi terjadi karena adanya titik lemah pada selaput sendi di sebelah depan dan terjadi karena trauma yang ringan. Sebelum dilakukan reposisi sebaiknya dilakukan pemeriksaan pada saraf ini. dilakukan pemeriksaan EMG setiap 3 minggu. Dislokasi rekuren dapat dengan mudah terjadi apabila lengan dalam keadaan abduksi. Dislokasi rekuren anterior terjadi karena pengobatan awal (imobilisasi) yang tidak adekuat sehingga terjadi dislokasi. Kaku sendi yang terjadi pasca reposisi perlu dilakukan fisioterapi yang intensif.. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Formatted: Right: 0. Tidak dapat tereposisi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Kegagalan reposisi dapat terjadi karena adanya cekikan leher botol pada muskulus skapularis sehingga perlu dilakukan reposisi secara operasi. e. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Apabila terdapat paresis atau paralisis.25" . Kerusakan pembuluh darah dapat terjadi pada saat trauma atau pada saat traksi sewaktu reposisi atau karena tekanan kaput humerus. d. ekstensi dan rotasi lateral.

Formatted: Font: (Default) Times New Roman. bentuknya tampak abnormal seperti bola lampu (light bulb)Ditemukan adanya tanda khas berupa light bulb. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. biarkan bebrapa menit agar kaput humerus lepas dan kemudian lengan pelan-pelan diputar ke lateral sementara kaput humerus didorong kedepan. Underline 2.Dislokasi rekuren dengan frekuensi yang tinggi. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bristow dan Bankart. Pemeriksaan radiologis Kaput humerus karena berotasi ke medial. Dilakukan reduksi dengan menarik lengan ke depan secara hati-hati dan rotasi eksterna. Not Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran klinis Ditemukan adanya nyeri tekan serta benjolan di bagian belakang sendi. memerlukan tindakan operasi seperti operasi menurut Putti-Platt. Dislokasi posterior Dislokasi posterior lebih jarang ditemukan dan biasanya disebabkan karena trauma langsung pada sendi bahu dalam keadaan rotasi interna.25" . Pengobatan Dislokasi akut direduksi (biasanya di bawah anestesi umum). Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme Trauma Gaya tak langsung yang menyebabkan rotasi internal dan aduksi yang nyata harus sangat kuat untuk dapat menyebabkan dislokasi.Gerakan bahu diperoleh kembali melalui latihan aktif. dengan menarik lengan sementara bahu pada posisi abduksi.karena adanya rotasi interna humerus.Dan agak jauh dari fossa glenoid (tanda glenoid kosong). atau karena sengatan listrik. sertaI imobilisasi selama 3-6 minggu.Keadaan ini paling sering terjadi selama ayan atau kejang-kejang.

Font color: Custom Color(RGB(192.77)) Formatted: Font: (Default) Times New Roman.. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.. :-• Formatted: Font: (Default) Times New Roman. infraspinatus di belakang dan subskapularis di depan... biasanya fraktur akan tereposisi dan melekat kembali pada humerus. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Tendo supraspinatus merupakan bagian sentral yang mudah mengalami degenerasi atau ruptur setelah suatu trauma yang mendadak apabila jatuh pada bahu atau oleh stres yang terus-menerus. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Dilakukan reposisi tertutup seperti dislokasi anterior dan bila tidak berhasil dapat dilakukan reposisi terbuka dengan operasi.80.• •-.77)) Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Justified.25" .. Font color: Custom Color(RGB(192. .-. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bold. Not Italic Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Dislokasi disertai dengan fraktur tuberositas mayor humerus Jenis ini biasanya adalah dislokasi tipe anterior disertai fraktur. Bold. -.-. •••-•:<-. Dislokasi inferior atau luksasi erekta Kaput humerus mengalami jepitan di bawah glenoid dimana lengan mengarah ke atas sehingga terjadi dislokasi inferior. Underline 3.•• ••-•. ••••}'. Apabila dilakukan reposisi pada dislokasi. .80. .-> Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 4. -.•>.Formatted: Font: (Default) Times New Rom Dislokasi rekuren posterior Dislokasi rekuren posterior lebih jarang ditemukan dan juga memerlukan tindakan operasi. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom ROBEKAN TENDINEUS CUFF SENDI BAHU Tendineus cuff adalah pembungkus bahu yang disebut juga rotator cuff yang terdiri atas tendo supraspinatus di sebelah atas. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Underline Formatted: Font: (Default) Times New Roman.

lf- Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Robekan yang besar Terjadi kehilangan fungsi muskulus supraspinatus. berupa: 1.Bab 14 Trauma » 409 Patologi dapat dibagi atas: 1.80. Gambaran klinis Penderita tidak dapat melakukan abduksi awal pada sendi bahu karena fungsi ini merupakan kombinasi aksi muskulus supraspinatus dan muskulus deltoideus. Keadaan ini biasanya disebut sebagai painful arc syndrome (sindroma supraspinatus) (gambar 10.77)) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.77)) Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Pengobatan Dilakukan fisioterapi dengan menggunakan short-wave diathermy.25" .80. maka fungsi muskulus supraspinatus masih tetap ada dan gerakan masih dalam batas normal tetapi terdapat nyeri pada gerakan abduksi di bagian pertengahan. • FRAKTUR HUMERUS Fraktur pada humerus dapat terjadi mulai dari proksimal (kaput) sampai bagian distal (kondilus) humerus(gambar 14. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Fraktur leher 2. Robekan yang ringan Apabila terjadi robekan yang parsial. tetapi bila abduksi secara pasif telah tercapai pada garis lurus maka dengan mudah dilakukan abduksi selanjutnya karena adanya fungsi dari muskulus deltoideus semata-mata.<-.'"< '' Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Fraktur tuberkulum mayus Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom ''•• -: i '«. Pada penderita yang lebih muda sebaiknya dilakukan operasi. Font color: Custom Color(RGB(192.66).'••-..16). Pengobatan Robekan yang besar pada penderita tua tidak memerlukan tindakan operasi. 2. Font color: Custom Color(RGB(192.

Fraktur diafisis 6. 5. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Mekanisme trauma Fraktur biasanya terjadi setelah jatuh pada lengan yang terentang. 1. Fraktur diafisis Fraktur kondiler 4.66. Bold Fraktur leher humerus umumnya terjadi pada wanita tua yang telah mengalami osteoporosis sehingga terjadi kelemahan pada tulang. Fraktur epikondilus medialis FRAKTUR LEHER HUMERUS 2. 6.3. Fraktur suprakondiler 5. Biasanya penderita jatuh dan terjadi trauma pada anggota gerak atas. Fraktur kondiler Formatted: Font: (Default) Times New Roman. jenis cedera yang pada orang muda mungkin menyebabkan dislokasi bahu.25" . Fraktur suprakondiler Fraktur epikondilus medialis Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. Fraktur leher tuberkulum mayus 3. Lokalisasi fraktur pada humerus. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Fraktur 4.

Tandatanda cedera pada saraf aksila atau pleksus brakialis. Font color: Auto Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Font color: Auto Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 3. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Pada fraktur impaksi atau tanpa impaksi yang tidak disertai pergeseran dapat dilakukan terapi konservatif saja dengan memasang mitela dan mobilisasi segera pada gerakan sendi bahu. Formatted: Right: 0. 4.Pada pasien manula sering terjadi suatu fraktur tunggal dan terimpaksi yang meluas ke collum chirurgicum. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran Klinis Nyeri tetapi tidak hebat. fragmen biasanya terpisah secara lebih jelas. Font color: Auto Formatted: Justified.Pada pasien muda.' Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. yang memperhatikan empat segmen utama yang terlibat dalam cedera ini : 1.410 ^ Pengantar llmu Bedah Ortopedi Klasifikasi Klasifikasi yang paling luas diterima adalah klasifikasi Neer (1970).Pada remaja. kalau semua bagian utama bergeser ini disebut fraktur empat bagian yang paling baik diterapi dengan penggantian prostetik. caput tuberositas minor tuberositas mayor batang Klasifikasi ini membedakan jumlah fragmen yang bergeser atau terpisah. Font color: Auto Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. dengan atau tanpa pergeseran Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. meninggalkan kaput dalam mangkuk sendi. Kalau dua fragmen bergeser disebut fraktur tiga bagian yang sulit direduksi dan mungkin membutuhkan fiksasi internal atau luar. 2. kalau satu segmen terpisah dari lainnya. (penilaian pada penampilan sinar-X) • Fraktur impaksi • Fraktur tanpa impaksi.Terjadi fraktur pemisahan pada epifisis humerus bagian atas. Font color: Auto Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. fragmen biasanya terpisah secara lebih jelas. ini disebut fraktur dua bagian yang biasanya ditangani dengan reduksi tertutup. Jika garis fraktur banyak tetapi fragmen tak bergeser ini dianggap sebagai fraktur satu bagian yang hanya menyebabkan sedikit masalah. Bold Formatted: Justified. . batang bergeser ke atas dank e depan.25" . ada memar yang besar pada bagian atas lengan.

Bila fraktur disertai dengan pergeseran mungkin dapat dipertimbangkan tindakan operasi.25" . Font color: Black Formatted: Right: 0. 2. Komplikasi 1.   u * ' •• • • • Kekakuan pada sendi Trauma sarafyaitu nervus aksilariscedera pembuluh darah dan saraf Dislokasi sendi bahu Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom malunion Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.

Pemeriksaan radiologis Dengan pemeriksaan radiologis dapat ditentukan lokalisasi dan konfigurasi fraktur (gambar 14..25" ..f> Formatted: Font: (Default) Times New Roman.>. 1. biasanya fraktur juga tereposisi dengan sendirinya. nyeri tekan serta deformitas pada daerah humerus. Pengobatan konservatif dibagiatas:• . Fraktur patologis biasanya terjadi pada 1/3 proksimal humerus.:. Gambaran klinis Pada fraktur humerus ditemukan pembengkakan.FRAKTUR TUBERKULUM MAYUS HUMERUS Fraktur dapat terjadi bersama dengan dislokasi humerus atau merupakan fraktur tersendiri akibat trauma langsung di daerah sendi bahu.66).. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. FRAKTUR DIAFISIS HUMERUS. Pengobatan Prinsip pengobatan adalah konservatif karena angulasi dapat tertutup oleh otot dan secara fungsional tidak terjadi gangguan.Biasanya terjadi pada orang tua dan umumnya tidak mengalami pergeseran. :. ••••. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified.4 li. Pengobatan Fraktur dengan dislokasi humerus yang telah direposisi.. karena itu ekstensi aktif pada jari harus diuji.Pengobatan fraktur tanpa pergeseran fragmen dengan cara konservatif.Pada fraktur yang disertai pergeseran fragmen sebaiknya dilakukan operasi dengan memasang screw. Komplikasi Painful arc syndrome. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. . disamping itu 1/3 kontak cukup memadai untuk terjadinya union.Pada setiap fraktur humerus harus diperiksa adanya lesi nervus radialis terutama pada daerah 1/3 tengah humerus.: Fraktur diafisis humerus biasanya terjadi pada 1/3 tengah humerus dimana trauma dapat bersifat memuntir yang menyebabkan fraktur spiral dan bila trauma bersifat langsung dapat menyebabkan fraktur transversal. oblik pendek atau komunitif. Line spacing: Multiple 1.-.4 li.. .. .. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.*r> • : . Line spacing: Multiple 1.•'^•••-..

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan operatif dengan pemasangan plate dan screw atau pin dari Rush atau Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom fraktur terbuka dengan fiksasi eksterna (gambar 14. Fraktur terbuka 2.• • 2. 4.67) •••. Nonunion 4.68) Indikasi operasi: 1. Terjadi lesi nervus radialis setelah dilakukan reposisi (jepitan nervus radialis) 3.25" . 2. 3. pada Pemasangan U slab . 1. Penderita yang segera ingin kembali bekerja secara aktif Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Right: 0. : Pemasangan gips tergantung (hanging cast) (gambar 14.

Fragmen distal dapat bergeser ke posterior atau ke anterior. Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Humerus patah tepat diatas kondilus. anak merasa nyeri dan siku bengkak namun deformitas-S pada siku biasanya jelas.Jika gerakan siku atau bahu dipaksakan sebelum konsolidasi. kadang-kadang mencederai arteri brakialis atau saraf medianus.Terapi non-union yang telah menetap adalah operasi. biasanya akibat jatuh pada tangan yang terentang. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Italic Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Not Bold Gambaran Klinik Setelah jatuh.Ujung fragmen proksimal yang bergerigi menyodok jaringan lunak ke bagian anterior.Seperti pada fraktur diafisis humerus. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Fragmen distal terdesak ke belakang dan terputir kedalam. FRAKTUR KONDILUS HUMERUS Fraktur kondilus humerus jarang terjadi pada orang dewasa dan lebih sering pada anak-anak. Ujung tulang disegarkan. plat disekrupkan atau fikastor luar dipasang. 1 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme Cedera Pergeseran posterior menunjukan cedera yang luas. Pergeseran anterior yang jauh lebih jarang terjadi diperkirakan akibat benturan langsung (misalnya jatuh pada siku) saat siku dalam keadaan fleksi.412 44 Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi FRAKTUR SUPRAKONDILER HUMERUS Fraktur suprakondiler humerus lebih sering pada anak-anak daripada orang dewasa. humerus dapat mengalami fraktur lagi dan non-union dapat terjadi. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Not Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Terapi fraktur yang bergeser ke posterior berbeda dengan fraktur yang bergeser ke anterior yang harus direduksi secepat mungkin dibawah anestesi umum. serpiham tulang ditaruh disekitarnya dan pen intramedula dimasukan. Formatted: Font: (Default) Times New Roman.25" . Italic Formatted: Font: (Default) Times New Roman.

Pengobatan Fraktur tanpa pergeseran fragmen tidak memerlukan reposisi.69. Fraktur kondilus lateralis lebih sering terjadi daripada kondilus medialis humerus. 2. Fraktur kondiler.Mekanisme trauma Biasanya terjadi pada saat tangan dalam posisi out stretched dan sendi siku dalam posisi fleksi dengan trauma pada bagian lateral atau medial.25" . Fraktur komunitif. gangguan pergerakan serta krepitasi pada daerah tersebut. B. Fraktur kondilus humerus. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. A. 10 pt Klasifikasi dan Pemeriksaan Radiologis (gambar 14. 3. Fraktur bikondiler (Y atau T).69) 1. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. C. Gambaran klinis Nyeri dan pembengkakan serta perdarahan subkutan pada daerah sendi siku. Ditemukan nyeri tekan. cukup dengan pemasangan gips Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Fraktur pada satu kondilus Fraktur inter-kondiler (fraktur Y atau T) Fraktur komunitif Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Fraktur kondiler sering bersama-sama dengan fraktur suprakondiler.

Formatted: Right: 0.sirkuler selama 6 minggu dan dilanjutkan dengan fisioterapi secara hati-hati. Fraktur kondiler adalah fraktur yang mengenai permukaan sendi sehingga memerlukan reduksi dengan operas! segera. akurat dan rigid sehingga mobilisasi dapat dilakukan secepatnya.25" .

Kekakuan sendi siku Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 6. Osteoartritis sendi siku . Nonunion 5. 2. 6. Font color: Auto Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified.2. 5. 5. 3. Pembuluh darah 2. Saraf 3.1.25" .Komplikasi 1. 7 Miositis ossifikans 8. 4. 6.7. Sindroma hand-shoulder •' 1. Sindroma frozen shoulder 9. Font color: Auto Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Malunion 4. 4. 5. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Bab 14 Trauma » 413 FRAKTUR DAN DISLOKASI SENDI SIKU DAN LENGAN BAWAH
Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Bold, No underline Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Bold

DISLOKASI SENDI SIKU Dislokasi sendi siku sering ditemukan pada orang dewasa tapi jarang pada anakanak.Pada dislokasi sendi siku, kompleks radiolulna bergeser ke posterior atau ke posterolateral, sering bersama-sama dengan fraktur pada prosesus tulang yang menahan.
:

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

*

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Mekanisme trauma r Biasanya penderita jatuh dengan kerasdalam keadaan tangan out stretched, .tangan terentang dengan posisi siku dalam ekstensi.
Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Not Italic

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Patologi Bagian distal dari humerus terdorong ke depan melalui kapsul anterior sedangkan radius dan ulna mengalami dislokasi ke posterior (gambar 14.70A), sehingga selalu terjadi kerusakan yang hebat pada jaringan lunak kapsul dan muskulus brakialis yang kadangkadang mengalami robekan pada prosesus koronoid. Dislokasi pada umumnya posterior atau posterolateral. Arteri brakialis dan nervus medialis dapat terangkat bersama-sama humerus ke depan. Dislokasi sering disertai fraktur prosesus koronoid, kapitulum atau kaput radius.

Formatted: Right: 0.25"

Gambaran klinis Terdapat trauma dengan pembengkakan yang hebat di sekitar sendi siku sewaktu siku dalam posisi semi fleksi. Olekranon dapat teraba di bagian belakang.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Pemeriksaan radiologis Dengan pemeriksaan radiologis dapat diketahui adanya dislokasi yang mungkin disertai fraktur tulang sekitar sendi siku (gambar 14.70B).
Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Font color: Black

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

AB

M;-)f;>Gambar 14.70. Dislokasi sendi siku; gambar skematis (A) dan radiologik (B).

Formatted: Font: (Default) Times New Roman, 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Roman, 1 pt

Pengobatan Pada dislokasi sendi siku dilakukan reposisi secepatnya.Pada jam-jam pertama, dislokasi dapat direposisi tanpa pembiusan umum. Setelah direposisi, lengan di fleksi lebih 90° dan dipertahankan dengan gips selama 3 minggu.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Komplikasi

Formatted: Right: 0.25"

3.1. 4.2. 5.3. 6.4.

1. Kekakuan sendi siku;:,;! 2. Trauma nervus medianus 3. Miositis osifikans 4. Trauma arteri brakialis

Formatted: Bullets and Numbering

FRAKTUR DAN DISLOKASI SENDI SIKU Fraktur terbuka dan dislokasi sendi siku (side-swipe injuries). Kelainan ini sering terjadi bila terdapat trauma pada sendi siku, misalnya supir mobil yang menaruh tangannya pada pinggir pintu kendaraan dan mengalami trauma dari samping.

Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Bold

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White)

Formatted: Justified, Pattern: Clear (White)

Formatted: Right: 0.25"

Kelainan ini merupakan suatu kelainan yang bersifat kompleks berupa: • • • • • • • • Dislokasi sendi siku Fraktur olekranon Fraktur humerus bagian distal atau diafisis humerus ne]-' Fraktur radius Fraktur diafisis radius dan ulna Trauma pada otot-otot sendi siku terutama bagian posterior, lateral dan medial Trauma pembuluh darah dan saraf Mungkin terdapat bagian fragmen yang hilang

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Pengobatan 1. 2. 3. 4. 5. Harus segera dilakukan debrideman pada fraktur terbuka Reposisi fraktur dan fiksasi interna Penanganan trauma j'aringan lunak Pemberian antibiotika dan toksoid tetanus Imobilisasi dengan gips bidai 40-45°

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

SUBLUKSASI DAN DISLOKASI KEPALA RADIUS Subluksasi Kepala Radius Subluksasi kepala radius (pulled elbow) lebih sering ditemukan pada anak-anak dan telah dibicarakan sebelumnya.

Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Bold

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Dislokasi Kepala Radius Dislokasi dapat terjadi tanpa adanya gangguan hubungan antara ulna dan humerus atau adanya fraktur disekitarnya. Umumnya dislokasi kepala radius disertai fraktur 1/3 proksimal ulna. Mekanisme trauma Biasanya terjadi karena pronasi yang hebat dan tiba-tiba pada sendi siku.
Formatted: Right: 0.25"

Pemeriksaan radiologis Pemeriksaan rontgen harus dilakukan tidak saja pada sendi siku tetapi juga sepanjang ulna untuk mengetahui apakah fraktur ini merupakan dislokasi tanpa fraktur ulna. Pengobatan Reposisi dengan menekan kepala radius dan lengan bawah dalam posisi supinasi. FRAKTUR PROSESUS OLEKRANON Fraktur prosesus olekranon terjadi karena seseorang jatuh dan mengalami trauma langsung pada siku.Gambar 14.71 menunjukkan beberapa lokalisasi fraktur pada daerah ulna dan radius. Klasifikasi : - f u : • • • Tipel, Tipe II, Tipe III, terjadi keretakan olekranon tanpa adanya pemisahan keretakan disertai pemisahan fraktur komunitif
Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Bold

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Gambaran klinis Terdapat pembengkakan dan nyeri tekan pada siku. Pemeriksaan radiologis Dengan foto rontgen dapat diketahui jenis-jenis fraktur.Foto lateral yang diarahkan sebagaimana mestinya penting untuk memperlihatkan fraktur secara terinci, disamping kerusakan endi yang berkaitan. Posisi kaput radius harus diperiksa, mungkin kaput itu berdislokasi. Pengobatan (gambar 14.72) Pengobatan tipe I dengan terapi konservatif, tipe II dengan tindakan operatif dan fiksasi interna mempergunakan screw atau tension band wiring (gambar 14.73). dengan cara eksisi fragmen dan melekatkan kembali trisep pada olekranon. Tipe III

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Right: 0.25"

Pengobatan tipe I dengan terapi konservatif, tipe II dengan tindakan operatif dan fiksasi interna mempergunakanscrew atau tension band wiring (gambar 14.73). dengan cara eksisi fragmen dan melekatkan kembali trisep pada olekranon. Tipe III

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Right: 0.25"

Formatted: Right: 0.25" .

25" .Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 1 pt Formatted: Right: 0.

25" .Formatted: Right: 0.

fraktur shearing (terbelah) \ Tipe 4. Klasifikasi dibagi dalam (gambar 14. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR KEPALA DAN LEHER RADIUS Fraktur ini terjadi pada saat seseorang jatuh dengan posisi tangan dalam out stretched.74.416 44 Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Komplikasi 1. remuk/hancur - Formatted: Font: (Default) Times New Roman. fraktur disertai dengan kemiringan .25" .74): • • • • Tipe 1. terbelah vertikal 5. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 2. Tipe 2. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Tipe 3. sebaiknya fraktur difiksasi kembali. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Tf»1 Tipe 2 Tipe 3 Tipe 4 Gambar 14. sedangkan bila fragmen kecil dan tidak mengganggu pergerakan sendi tidak perlu dilakukan tindakan.Apabila fragmen besar. Nonunion Osteoartritis Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR PROSESUS KORONOID Fraktur ini biasanya terjadi bersama-sama dislokasi sendi siku.

Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Pengobatan Fraktur tipe I dan II dengan sudut kemiringan yang tidak terlalu besar diatasi dengan mengistirahatkan sendi siku menggunakan mitela.Gambar skematis klasifikasi fraktur kepala radius.25" .75).Fraktur yang pecah sebaiknya dilakukan eksisi. 2. Komplikasi 1. Kekakuan sendi Osteoartritis Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR MONTEGGIA Fraktur Monteggia sering ditemukan pada orang dewasa dan merupakan fraktur 1/3 proksimal ulna disertai dislokasi radius proksimal (gambar 14.Klasifikasi telah diutarakan sebelumnya. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Pada orang dewasa sebaiknya dilakukan operasi dengan fiksasi interna yang rigid dan mobilisasi segera sendi siku.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Justified.25" . Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0.

Gambaran klinis Terdapat pembengkakan dan nyeri tekan serta deformitas pada lengan bawah.•.76). Gambaran radiologik fraktur Monteggia. --v >. ~ •• Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Fraktur Radius Fraktur radius sendiri biasanya terjadi karena trauma langsung. Formatted: Right: 0. Bold FRAKTUR DIAFISIS RADIUS DAN ULNA • -. Fraktur Ulna Fraktur ulna sering terjadi pada seseorang yang menangkis benda keras.75. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Fraktur yang tidak bergeser diatasi dengan gips di atas siku dan fleksi pada siku.Bab 14 Trauma 417 AB C Gambar 14. 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Roman.25" . Pengobatan sama seperti pada fraktur radius. Karena adanya hubungan yang erat pada posisi supinasi dan pronasi. maka fraktur kedua tulang harus direposisi secara akurat baik rotasi maupun kesejajarannya. tipe I (A) dan tipe III (B & C).-. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman.-. sedangkan yang bergeser sebaiknya dengan memasang fiksasi interna. Fraktur Diafisis Radius dan Ulna Fraktur diafisis radius dan ulna terjadi karena trauma memuntir yang mengakibatkan fraktur oblik atau spiral pada daerah ulna dan radius dengan ketinggian yang berbeda. sedangkan trauma langsung menyebabkan fraktur dengan garis transversal (gambar 14.

76. 10 pt Formatted: Right: 0.Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Roman.25" . Beberapa gambaran radiologis fraktur radius dan ulna.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. Delayed union 3. reduksi serta imobilisasi yang baik sulit dilakukan. 2. 1.77). Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Formatted: Right: 0.25" . 3.-» Pengobatan fraktur yang tidak bergeser berupa pemasangan gips di atas siku dengan meletakkan lengan bawah dalam posisi pronasi pada fraktur 1/3 distal. Reduksi yang akurat sangat diperlukan karena tangan mempunyai fungsi untuk pronasi dan supinasi. Pengobatan yang paling baik adalah dengan pemasangan fiksasi rigid dengan operasi yang mempergunakan plate dan screw pada kedua tulang.Formatted: Font: (Default) Times New Rom 418 44 Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Pengobatan » . Nonunion FRAKTUR GALEAZZI:' Fraktur Galeazzi pertama kali diuraikan oleh Riccardo Galeazzi (1935) yaitu fraktur pada 1/3 distal radius disertai dislokasi sendi radio-ulnar distal (gambar 14. Komplikasi 1. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Pattern: Clear (White) Apabila ada kelainan perlekatan otot pronator dan supinator tulang radius dan ulna. Malunion termasuk crass union (union menyilang) akan memberikan Formatted: Bullets and Numbering gangguan dalam pronasi dan supinasi 2. posisi netral pada fraktur 1/3 tengah dan pada fraktur 1/3 proksimal dengan pemasangan gips di atas siku dalam posisi supinasi.

2.5". gambar skematis (A).Dengan reposisi yang akurat dan cepat maka dislokasi sendi ulna distal juga tereposisi dengan sendirinya. 3. Fraktur Galeazzi.25" . merupakan jenis fraktur yang paling sering ditemukan pada orang dewasa di atas umur 50 tahun dan lebih sering pada wanita daripada pria.Pada fraktur Galeazzi harus dilakukan reposisi secara akurat dan mobilisasi segera karena bagian distal mengalami dislokasi. Formatted: Font: (Default) Times New Rom ABC Gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Indent: Left: 0.Apabila reposisi spontan tidak terjadi maka reposisi dilakukan dengan fiksasi K-wire.Operasi terbuka dengan fiksasi rigid mempergunakan plate dan screw. radiologik (B) dan setelah pemasangan plate fan screw(C). Bold FRAKTUR DISTAL RADIUS Fraktur distal radius dapat dibagi dalam: 1. Fraktur Barton Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Font color: Auto Formatted: Font: (Default) Times New Rom 1. Fraktur Colles Fraktur Colles pertama kali diutarakan oleh Abraham Colles (1814) (gambar 14.77. Fraktur Smith 3. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Fraktur Colles 2. 1.78). Formatted: Justified.

Fraktur Colles. 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Roman.W. Smith (1847). AB Gambar 14.79.Formatted: Font: (Default) Times New Rom 2. 8 pt Pengobatan Fraktur Smith biasanya bersifat tidak stabil sehingga sebaiknya difiksasi dengan plate buttress. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Not Bold. gambar skematis (A) dan radiologik (B).78.25" .Ditemukan deformitas dengan fragmen distal mengalami pergeseran ke volar dimana garis fraktur tidak melalui persendian. Not Italic Fraktur Smith Fraktur Smith biasa juga disebut sebagai fraktur Colles terbalik (gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Fraktur jenis ini lebih sering ditemukan pada pria daripada wanita. 8 pt Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Not Bold. Not Italic Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Fraktur Smith pertama kali dikemukakan oleh R. Fraktur Smith.79). Formatted: Right: 0. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Fraktur terjadi bila terjatuh dalam posisi tangan out stretched pada orang tua dengan tulang yang sudah osteoporosis. Bab 14 Trauma » 419 Formatted: Font: (Default) Times New Roman. gambar skematis (A) dan radiologik (B).

fleksi palmar. c..Pemeriksaan radiologis ditemukan gambaran seperti di atas. Malunion Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom e. nyeri dan deformitas berbentuk garpu.Fraktur Colles terdiri atas: • • • • Fraktur radius 1 inci di atas sendi pergelangan tangan Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Angulasi dorsal fragmen distal Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pergeseran ke dorsal dari fragmen distal Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Fraktur prosesus stiloid ulna Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran klinis Terdapat riwayat trauma dengan pembengkakan pergelangan tangan pada orang yang berumur lebih 50 tahun. Pada fraktur dengan pergeseran fragmen dilakukan reposisi dengan pembiusan umum atau lokal. supinasi. Gangguan pergerakan sekitar sendi pergelangan tangan. Pengobatan Fraktur tanpa pergeseran diobati dengan pemasangan gips sirkuler di bawah siku. deviasi ulna serta fleksi. Atrofi Sudeck >. pergerakan sertaekstensi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. pronasi. Trauma nervus medianus Ruptur tendo ekstensor polisis longus d.Gambaran ini terjadi karena adanya angulasi dan pergeseran ke dorsal. supinasi dan impaksi kearah proksimal. b. Komplikasi a. lengan bawah dalam keadaan pronasi.•-.25" . deviasi radial. Imobilisasi dengan gips dilakukan selama enam minggu dan dilanjutkan dengan fisioterapi yang intensif.

80). Pengobatan Seperti pada fraktur Smith. Indent: Left: 0. 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bold Formatted: Right: 0. Osteotomi radius Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 3. No underline A BGambar 14. Fraktur Barton. Fraktur Barton Formatted: Font: (Default) Times New Rom Fraktur Barton adalah fraktur pada radius distal dengan fragmen distal melalui sendi dan terjadi pergeseran fraktur serta seluruh komponen sendi ke arah volar (gambar 14.420 <<Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Malunion sering memberikan gangguan nyeri. Prosedur Baldwin.80. yaitu eksisi 2 cm distal ulna serta periost (operas!i Darroch) b. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified.5".Fraktur barton biasanya bersifat tidak stabil sehingga sebaiknya difiksasi dengan plate buttress. Bold. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. gambar skematis (A) dan radiologik (B). FRAKTUR TULANG PERGELANGAN DAN JARI-JARI TANGAN Formatted: Font: (Default) Times New Roman.25" . Untuk menanggulangi nyeri dapat dilakukan: a.

"'•< Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 2.<H: ••. Nonunion Nekrosis avaskuler • • Osteoartritis:i..Fraktur tulang skafoid sering tidak terdiagnosis.Gambaran klinis Nyeri tekan pada daerah skafoid (anatomical snuff box). Fraktur yang terjadi pada umumnya tidak mengalami Formatted: Font: (Default) Times New Rom pergeseran. .•••• Komplikasi ' M 1.-. lateral dan oblik semua penting..'. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified..Pemeriksaan foto rontgen yang dibuat dalam posisi AP serta lateral dalam posisi 45° pronasi dan supinasi. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR TULANG KARPAL YANG LAIN Fraktur tulang karpal lebih jarang ditemukan kecuali fraktur tulang trikuetrum.-:."••. ••. ' -• • Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.. Pengobatan dengan pemasangan gips selama 3 minggu. Pemeriksaan radiologis Foto anteroposterior. fraktur yang baru terjadi sering hanya terlihat pada foto oblik.:v . biasanya terjadi pada trauma dengan tangan dalam keadaan out stretched.-.>.FRAKTUR TULANG SKAFOID Fraktur ini sering ditemukan pada orang dewasa.25" .. Delayed union "'•"•'" .. •' ••••=•• ' ••'•• .:-• ^ ..-.•...• Pengobatan Standar pengobatan biasanya dipasang gips sirkuler termasuk ibu jari sampai sendi metakarpofalangeal selama 23 bulan.-.y.... Fraktur terjadi pada bagian tengah sehingga fragmen distal dan proksimal sama besar dan jarang terjadi fraktur pada ujung proksimal tulang..• ... 4. 3.. •.... Sering garis fraktur tidak terlihat pada foto pertama sehingga diperlukan foto berikutnya setelah dua minggu... Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0.

1. Dislokasi tulang lunatum 2. Gambar skematis dislokasi tulang lunatum (A) dan perilunatum (B ).81.Dislokasi tulang lunatum terjadi bila jatuh dengan pergelangan tangan dalam keadaan dorsofleksi dan Formatted: Font: (Default) Times New Roman. m edianus os lunatum os lunatum Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 1 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. berupa dislokasi ke anterior (gambar 14.25" . 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Bab 14 Trauma » 421 Formatted: Font: (Default) Times New Rom DISLOKASI TULANG KARPAL Dislokasi tulang karpal yang sering ditemukan adalah: 1. Dislokasi perilunatum tulang karpal n. Dislokasi tulang lunatum Dislokasi ini jarang ditemukan.81A). Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom AB Gambar 14.

Formatted: Right: 0. nyeri apabila jari-jari diekstensikan. Mungkin ditemukan gejala lesi nervus medianus. Terdapat pembengkakan pada daerah pergelangan tangan.tulang lunatum terdorong ke arah palmar dan mengalami rotasi 90° dalam dasar terowongan karpal.25" .

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. dislokasi periulnar mudah dibedakan dari dislokasi lulnatum.Pada foto lateral. Lunatum berdislokasi miring ke depan dan bergeser ke depan radius. sementara tulang kapitatum danmetakarpal sejajar dengan radius. Komplikasi 1. 3.81B).25" . fragmen distal mungkin miring ke anterior. 2. Pemeriksaan radiologis lateral dan AP Pengobatan Pada dislokasi yang baru dilakukan reposisi di bawah pembiusan umum dengan melakukan penekanan pada tulang lunatum.Pemeriksaan radiologis Sebagian besar dislokasi bersifat periulnar.Pada dislokasi yang lama.Bila reduksi tertutup tidak berhasil dilakukan reduksi terbuka. 2. Pada dislokasi paerilunar lunatum hanya miring sedikit dan tidak bergeser ke depan. Pengobatan Dislokasi dicoba di manipulasi dengan cara reduksi tertutup.Pada foto AP ketinggian karpal berkurang dan bayangan tulang tumpang tindih secara abnormal. reposisi tidak dapat dilakukan dan perlu dilakukan eksisi. kalau disertai fraktur skafoid. Tekanan pada nervus medianus Nekrosis avaskuler seperti pada penyakit Kienbock Kelainan degeneratif sendi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Dislokasi perilunatum Seluruh korpus mengalami dislokasi ke arah dorsal kecuali tulang lunatum masih tetap bersama-sama dengan radius (gambar 14.Satu tulang karpal atau lebih dapat mengalami fraktur (biasanya skafoid). dan kapitatum dan metacarpal terletak di belakang garis radius (pola DISI).Jika berdislokasi lunatum mempunyai bentuk segitiga yang khas dan bukan bentuk normalnya yang berisi empat.

Fraktur oblik yang melewati sendi karpometakarpal pada pertengahan permukaan sendi (fraktur subluksasi Bennett) (gambar 14. A. Apabila tidak berhasil dapat dilakukan fiksasi interna dengan screw kecil atau pin.422 44 Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi FRAKTUR BASIS METAKARPAL I . • Fragmen proksimal berupa segmen kecil berbentuk segitiga melekat pada tulang trapezium • Fraktur bersifat oblik Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Fraktur transversa atau fraktur oblik pendek yang melalui basis metakarpal I tetapi tidak melalui sendi Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Bullets and Numbering 1.Gambaran radiologik fraktur Bennett C. Fraktur Bennett bersifat tidak stabil karena: 1.Fraktur distabilisasi dengan screw kecil atau pin secara operasi Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 9 pt Pengobatan Pada fraktur transversa dapat dicoba reduksi tertutup dan pemasangan gips seperti pada fraktur skafoid. 2.82) c Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Fraktur basis metakarpal I dibagi dalam:  1. AB Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Font color: Auto 2. 2. pergeseran fragmen tulang terjadi oleh karena tarikan otot abduktor polisis longus B.82.Gambar skematis fraktur Bennett.25" .

< :>>-'wJ :••*.. 4. Osteoartritis Malunion . • Pada segmen distal metakarpal I.c:v >•'-.-. 2..3. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.25" ..-.•.. Komplikasi 1. melekat beberapa otot yang kuat dan menarik fragmen ini ke arah proksimal Fraktur sebaiknya distabilisasi melalui operasi dengan mempergunakan screw Formatted: Font: (Default) Times New Rom kecil atau pin secara operasi.

Fraktur leher metakarpal V sering terjadi pada seseorang yang mengalami trauma dengan posisi kepalan tinju. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Fraktur metakarpal yang tunggal biasanya bersifat stabil dan tidak memerlukan tindakan operasi. •.!'„•'. .83 dan gambar 14. Bold Fraktur falangs dapat terjadi karena trauma langsung. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman.- Formatted: Font: (Default) Times New Roman.r: . intermediat ataupun distal (gambar 14.-••• • -.. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Justified. -• . puntiran atau tekukan pada jari-jari dan dapat mengenai falangs proksimal.84).y.r..•&(••*•-'< •. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman.t: •• . Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0.. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman.'-•'• Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Fraktur multipel kemungkinan memerlukan operasi untuk mengoreksi kelurusan dan rotasi.25" ..:.FRAKTUR METAKARPAL LAINNYA Fraktur metakarpal lainnya dapat terjadi pada satu metakarpal atau multipel pada beberapa metakarpal. FRAKTUR FALANGSS J "T ' ">-"•'-i. .

Bab 14 Trauma » 423 Pengobatan Dilakukan stabilisasi dengan mempergunakan piaster bersama-sama jari yang sehat.83.25" . 10 pt Formatted: Right: 0. Formatted: Font: (Default) Times New Rom i. Gambar skematis: A. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Posisi jari-jari bila terdapat fraktur atau robekan ligamen Formatted: Font: (Default) Times New Roman. . Lokalisasi dan bentuk fraktur falang B.

-. . t. A. Fraktur epifisis falang C.DISLOKASI SENDI METAKARPOFALANGEAL Dislokasi sendi metakarpofalangeal sering terjadi karena trauma hiperekstensi dan rotasi. Pengobatan dengan reposisi tertutup. Dislokasi metakarpofalangeal B. • • . / Formatted: Font: (Default) Times New Roman.. .:.25" . Paling sering terjadi pada jari kedua atau jari pertama. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. J . cD Gambar 14. 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.. jari pertama dan jari-jari lainnya dapat direposisi dengan mudah dan mungkin terjadi reposisi secara spontan.. \'fi . Fraktur avulsi falang Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. •> ^.84. Beberapa gambaran radiologik fraktur pada jari-jari tangan. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom DISLOKASI INTERFALANGEAL Pada dislokasi interfalangeal. Fraktur basis falang proksimal D.

Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. Bold. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Font color: Black Formatted: Font: (Default) Times New Roman.25" .FRAKTUR DAN DISLOKASI PADA ANGGOTA GERAK BAWAH Formatted: Font: (Default) Times New Roman.

kecuali pada trauma langsung. Anatomi Cincin panggul dibentuk oleh dua tulang inominata yang berhubungan dengan sakrum di bagian belakang dan membentuk sendi sakro-iliaka.Pada orang tua dengan osteoporosis atau osteomalasia dapat terjadi fraktur stres pada ramus pubis. Fungsi panggul Panggul berfungsi untuk mentransmisi berat badan melalui sendi sakro-iliaka ke ilium. sepsis dan gangguan pernapasan berupa adult respiratory distress syndrome (ARDS).25" . Oleh karena rigiditas panggul maka keretakan pada salah satu bagian cincin akan disertai robekan pada titik lain. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Dua pertiga dari fraktur panggul terjadi akibat kecelakaan lalu lintas. Juga ditemukan pembuluh-pembuluh darah besar cabang dari arteri iliaka komunis. syok.•^ rengtinmr limit BectaH Urtopedi TRAUMA PANGGUL Meskipun fraktur panggul merupakan 5% dari seluruh fraktur. tetapi penting artinya karena sering disertai trauma jaringan lunak. perdarahan. prostat. rektum serta uretra pada laki-laki. Dalam rongga panggul ditemukan beberapa organ antara lain kandung kemih. Mekanisme trauma Trauma biasanya terjadi secara langsung pada panggul karena tekanan yang besar atau karena jatuh dari ketinggian. vena serta pleksus saraf.Sepuluh persen diantaranya disertai trauma pada alat-alat dalam rongga panggul seperti uretra. Sering titik kedua tidak terlihat dengan jelas atau Formatted: Right: 0. asetabulum dan dilanjutkan ke femur. rektum serta pembuluh darah dengan angka mortalitas sekitar 10%. di bagian depan membentuk persendian sebagai satu simfisis pubis.Selain itu panggul berfungsi melindungi struktur-struktur yang berada di dalam rongga panggul. buli-buli. Stabilitas cincin panggul terutama ditentukan oleh rigiditas tulang yang membentuknya serta ligamen-ligamen yang mengikatnya. vagina serta uterus dan adneksanya pada wanita.

Mekanisme trauma pada cincin panggul terdiri atas: • Kompresi anteroposterior Hal ini biasanya terjadi akibat tabrakan antara seorang pejalan kaki dengan kendaraan. stabil • • A1. • Trauma kombinasi Pada trauma yang lebih hebat dapat terjadi kombinasi kelainan di atas. Pada keadaan ini ramus pubis bagian depan pada kedua sisinya mengalami fraktur dan bagian belakang terdapat strain dari sendi sakro-iliaka atau fraktur ilium atau dapat pula fraktur ramus pubis pada sisi yang sama. Tipe A. stabil. Formatted: Right: 0.25" Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom .mungkin terjadi robekan sebagian atau terjadi reduksi spontan pada sendi sakro-iliaka. • Kompresi lateral Kompresi dari samping akan menyebabkan cincin mengalami keretakan. • Trauma vertikal Tulang inominata pada satu sisi mengalami pergerakan secara vertikal disertai fraktur ramus pubis dan disrupsi sendi sakro-iliaka pada sisi yang sama.Keadaan ini disebut sebagai open book injury. Hal ini terjadi apabila seseorang jatuh dari ketinggian pada satu tungkai. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Klasifikasi 1.Ramus pubis mengalami fraktur. terdapat pergeseran cincin yang minimal dari fraktur Tipe A termasuk fraktur avulsi atau fraktur yang mengenai cincin panggul tetapi tanpa atau sedikit sekali pergeseran cincin. Hal ini terjadi apabila ada trauma samping karena kecelakaan lalu lintas atau jatuh dari ketinggian. Menurut Tile (1988) a.Bagian posterior ligamen sakro-iliaka mengalami robekan parsial atau dapat disertai fraktur bagian belakang ilium. fraktur panggul tidak mengenai cincin A2. tulang inominata terbelah dan mengalami rotasi eksterna disertai robekan simfisis.

mungkin juga disertai fraktur asetabulum. disertai fraktur asetabulum Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Terdapat disrupsi ligamen posterior pada satu atau kedua sisi disertai pergeseran dari salah satu sisi panggul secara vertikal.-• '-'>•"'• •'< • • • Bl. Tipe B. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. kompresi lateral: ipsilateral ' '• .Gambar 14. bilateral C3.Bab 14 Trauma 425 b.• . * ! Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom B2.85 memperlihatkan lokalisasi fraktur panggul yang stabil. kompresi lateral: kontralateral (bucket-handle) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Tipe B mengalami rotasi eksterna yang mengenai satu sisi panggul (open book) atau rotasi interna atau kompresi lateral yang dapat menyebabkan fraktur pada ramus isio-pubis pada satu atau kedua sisi disertai trauma pada bagian posterior tetapi simfisis tidak terbuka (closed book).. tidak stabil secara rotasi dan vertikal • • • Cl.25" . open book. Tipe C. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom c. . unilateral C2. stabil secara vertikal '.• •" ' * Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom B3. tidak stabil secararotasional.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Gambar 14.85. Gambar skematis fraktur stabil.

Formatted: Font: (Default) Times New Roman, 10 pt

1. Fraktur isiopubis ramus superior 2. Fraktur isiopubis ramus inferior 3. Fraktur mengenai asetabulum 4. Fraktur sayap ilium 5. Avulsi spina antero-inferior 2. Menurut Key dan Conwell a. Fraktur pada salah satu tulang tanpa adanya disrupsi cincin • Fraktur avulsi o spina iliaka anterior superiosuperior r o o • • • • b. • spina iliaka anterior inferior tuberositas isium :
; ;>:

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

.'" '• :

•'

" " ''•'• '

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Fraktur pubis dan isium

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Fraktur sayap ilium (Duverney)

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Fraktur sakrum "

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Fraktur dan dislokasi tulang koksigeus
:

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Keretakan tunggal pada cincin panggul Fraktur pada kedua ramus ipsilateral '« " •••..-.r:\. •.-\.-.-v

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.25"

• • c. • • •

Fraktur dekat atau subluksasi simfisis pubis Fraktur dekat atau subluksasi sendi sakro-iliaka

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Fraktur bilateral cincin panggul Fraktur vertikal ganda dan atau dislokasi pubis Fraktur ganda dan atau dislokasi (Malgaigne) (gambar 14.86) Fraktur multipel yang hebat

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Right: 0.25"

426 44 Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi d. Fraktur asetabulum • • Tanpa pergeseran Dengan pergeseran

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Gambar 14.86. Gambar skematis fraktur tidak stabil disertai dengan robekan cincin pelvis.

Formatted: Font: (Default) Times New Roman, 10 pt

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman, 10 pt

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

3.

Klasifikasi lain a. Fraktur isolasi dan fraktur tulang isium dan tulang pubis tanpa gangguan pada cincin • • • • • b. Fraktur ramus isiopubis superior Fraktur ramus isiopubis inferior Fraktur yang melewati asetabulum Fraktursayapilium ''>,».,'•..., ,• "~ ••:, • '^£ •' b. • ""

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Avulsi spina iliaka antero-inferior -*•'.,„ *

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Not Italic

Fraktur disertai robekan cincin

4.

Klasifikasi berdasarkan stabilitas dan komplikasi a. Fraktur avulsi

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

b. c.

Fraktur stabil Fraktur tidak stabil „._. „.,_... ... ... .,.....,.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.25"

d.

Fraktur dengan komplikasi

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Dalam menilai klasifikasi maka yang paling penting adalah stabilitas panggul apakah bersifat stabil atau tidak stabil, karena hal ini penting dalam penanggulangan serta prognosis.

Gambaran klinis Fraktur panggul sering merupakan bagian dari salah satu trauma multipel yang dapat mengenai organ-organ lain dalam panggul. Keluhan berupa gejala pembengkakan, deformitas serta perdarahan subkutan sekitar panggul.Penderita datang dalam keadaan anemi dan syok karena perdarahan yang hebat.Terdapat gangguan fungsi anggota gerak bawah.

Pemeriksaan radiologis Setiap penderita trauma panggul harus dilakukan pemeriksaan radiologis dengan prioritas pemeriksaan foto rontgen posisi APPemeriksaan rontgen posisi lain yaitu oblik, rotasi interna dan eksterna apabila keadaan umum memungkinkan.

Penatalaksanaan Pengobatan harus dilakukan sesegera mungkin berdasarkan prioritas penanggulangan trauma yang terjadi (ABC), yaitu: 1. Resusitasi awal . a. b. -.•,.;

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Perhatikan saluran napas dan perbaiki hipoksia Kontrol perdarahan dengan pemberian cairan Ringer dan transfusi darah - ;;

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Right: 0.25"

Bab 14 Trauma » 427 2. Anamnesis . ,-, , •,-:.., .^, a. Keadaan dan waktu trauma :.: b. Miksi terakhir c. Waktu dan jumlah makan dan minum yang terakhir '

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

d. ; e. 3.

Bila penderita wanitaapakah sedang hamil atau menstruasi Trauma lainnya seperti trauma pada kepala Keadaan umum • • • Catat secara teratur denyut nadi, tekanan darah dan respirasi

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Pemeriksaan klinik a.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Secara cepat lakukan survei tentang kemungkinan trauma lainnya

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

b.

Lokal • Inspeksi perineum untuk mengetahui adanya perdarahan, pembengkakan dan deformitas •

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Tentukan derajat ketidak-stabilan cincin panggul dengan palpasi pada ramus dan simfisis pubis

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

• 4.

Adakan pemeriksaan colok dubur

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Pemeriksaan tambahan a. Foto polos panggul, toraks serta daerah lain yang dicurigai mengalami trauma b. Foto polos panggul dalam keadaan rotasi interna dan eksterna serta pemeriksaan foto panggul lainnya c. Pemeriksaan urologis dan lainnya: • • Kateterisasi Ureterogram

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.25"

Sistogramretrograd danpostvoiding

.-••:-,*,, *,.. .,-,-.. • .-..,.-,

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

..-.•., .:•-., . .o ..-^ • • 5. Pengobatan ' b. I a. Tindakan operatif bila ditemukan kerusakan alat-alat dalam j rongga panggul panggul Pengobatan khusus fraktur Fraktur avulsi atau stabil diatasi dengan pengobatan konservatif seperti istirahat, traksi, pelvic sling.Fraktur yang tidak stabil diatasi dengan fiksasi eksterna atau dengan operasi yang dikembangkan oleh group ASIF Komplikasi Komplikasi dibagi dalam: 1. Komplikasi segera a. Trombosis vena ilio-femoral Komplikasi ini sering ditemukan dan sangat berbahaya.Apabila ada keraguan profilaktik. b. Robekan kandung kemih Robekan dapat terjadi apabila ada disrupsi simfisis pubis atau tusukan dari bagian tulang panggul yang tajam. c. Robekan uretra Robekan uretra terjadi karena adanya disrupsi simfisis pubis pada daerah uretra pars membranosa. d. e. Trauma rektum dan vagina Trauma pembuluh darah besar yang akan menyebabkan perdarahan masif sampai syok. f. Trauma pada saraf sebaiknya diberikan antikoagulan secara rutin untuk Pielogram intravena Aspirasi diagnostik dengan lavase peritoneal

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Stabilisasi fraktur panggul, misalnya traksi skeletal, pelvic sling, spika

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.25"

Apabila dalam jangka waktu 6 minggu tidak ada perbaikan.Dapat pula terjadi gangguan fungsi seksual apabila mengenai pusat saraf. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom • Lesi pleksus lumbosakralis Biasanya terjadi pada fraktur sakrum yang bersifat vertikal disertai pergeseran. maka sebaiknya dilakukan eksplorasi. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.• Lesi saraf skiatik Lesi saraf skiatik dapat terjadi pada saat trauma atau pada saat operasi.25" .

Formatted: Right: 0.25" .

Bold FRAKTUR SAKRUM DAN TULANG KOKSIGEUS Fraktur sakrum dan tulang koksigeus dapat terjadi bila penderita jatuh dengan pantat yang mengenai kedua tulang sakrum dan tulang koksigeus. Pengobatan Apabila tidak terjadi pergeseran pada fraktur sakrum..'. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. tetapi bila fraktur disertai dengan pergeseran sebaiknya dilakukan operasi. '' . Italic.Vi Skoliosis kompensatoar ' . Font color: Black Formatted: Font: (Default) Times New Roman. ditangani secara konservatif. Formatted: Font: (Default) Times New Rom d.: •?>•. Formatted: Font: (Default) Times New Rom c.•'-' „ U! . sedangkan sendi ini menopang berat badan.25" .. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom b. maka akan terjadi ketidak-sesuaian sendi yang akan memberikan gangguan pergerakan serta osteoartritis di kemudian hari.. a."'.Dapat diberikan indometasin untuk profilaktik.'. .. . Nekrosis avaskuler Nekrosis avaskuler dapat terjadi pada kaput femur beberapa waktu setelah trauma. Komplikasi lanjut . . Gangguan pergerakan sendi serta osteoartritis sekunder Apabila terjadi fraktur pada daerah asetabulum dan tidak dilakukan reduksi yang akurat.428 <<Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi 2. ' •' '' ' '' Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.:'-. Not Italic Pembentukan tulang heterotrofik Pembentukan tulang heterotrofik biasanya terjadi setelah suatu trauma jaringan lunak yang hebatatau setelah suatu diseksi operasi. Fraktur tulang sakrum dapat bersifat transversal sedangkan fraktur tulang koksigeus umumnya pada bagian distal dan mengalami angulasike depan.:_ Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Keluhan pada fraktur tulang koksigeus adalah nyeri menetap yang dapat diberikan analgetika dan apabila tidak menolong dapat dipertimbangkan eksisi ujung tulang koksigeus.

.-. Disertai fraktur kaput femur r-•. ••••. ..'!. r • Formatted Dislokasi anterior :: • Obturator :" Formatted: Font: (Default) Times New Rom >'> "•'"•' '•''•''' • ' •. •. • • . "*... .•: • • • Pubik '•. Dislokasi anterior Formatted: Font: (Default) Times New Rom 3.... Dislokasi dan fraktur dislokasi sendi panggul dibagi dalam tiga jenis: 1.< Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 2.. V. Formatted Tanpafraktur -: •.. •• ...-• •. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Klasifikasi 1.... Formatted . ..:••••••••.'.' -. "..FRAKTUR...•-••. DISLOKASI DAN CEDERA LIGAMEN PADA ANGGOTA GERAK BAWAH Formatted: Font: (Default) Times New Rom DISLQOKASI DAN FRAKTUR DISLODKASI SENDI PANGGUL Dengan makin meningkatnya kecelakaan lalu lintas mengakibatkan dislokasi sendi panggul sering ditemukan.-k..-.. -..). Niaka ..25" .-••-."• ••'... • Formatted Formatted Disertai fraktur rim posterior yang tunggal dan besar Disertai fraktur komunitif asetabulum bagian posterior dengan atau tanpa kerusakan pada dasar asetabulum Formatted • 2.••.. • Dislokasi sentral . Formatted Formatted: Right: 0. Dislokasi posterior •-. r . ..•-. ->. ..-.Dislokasi panggul merupakan suatu trauma yang hebat.' Formatted Disertai fraktur kaput femur .. ... . • • • •: ..-.„ Dislokasi posterior atau dislokasi posterior disertai adanya fraktur .. . .

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pergeseran menyeluruh ke panggul disertai fraktur asetabulum yang komunitif.3. Dislokasi sentral asetabulum ''. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.'" • • • ' Formatted: Font: (Default) Times New Rom Hanya mengenai bagian dalam dinding asetabulum Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Fraktur sebagian dari kubah asetabulum "'.'.25" .

1.25" . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.

dislokasi dengan fraktur bibir asetabulum yang komunitif • Tipe IV. fleksi dan rotasi interna. dislokasi dengan fraktur dasar asetabulum • Tipe V.25" . Lima puluh persen dislokasi disertai fraktur pada pinggir asetabulum dengan fragmen kecil atau besar. Kelainan ini juga dapat terjadi sewaktu mengendarai motor. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Klasifikasi Klasifikasi penting untuk rencana pengobatan. dislokasi tanpa fraktur atau dengan fragmen tulang yang kecil • Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Font: (Default) Times New Rom 2. yang menurut Thompson Epstein (1973): 1. dislokasi dengan fragmen tunggal yang besar pada Formatted: Font: (Default) Times New Rom bagian posterior asetabulum • • • Formatted: Font: (Default) Times New Rom Tipe III. Sendi panggul teraba menonjol ke belakang dalam posisi adduksi. Terdapat pemendekan anggota gerak bawah. dislokasi dengan fraktur kaput femur Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran klinis Penderita biasanya datang setelah suatu trauma yang hebat disertai nyeri dan deformitas pada daerah sendi panggul. Tipe II.Bab 14 Trauma » 429 1. Dislokasi posterior dan dislokasi posterior disertai adanya fraktur Mekanisme trauma Kaput femur dipaksa keluar ke belakang asetabulum melalui suatu trauma yang dihantarkan pada diafisis femur dimana sendi panggul dalam posisi fleksi atau semifleksi. Formatted: Right: 0. Trauma biasanya terjadi karena kecelakaan lalu lintas dimana lutut penumpang dalam keadaan fleksi dan menabrak dengan keras yang berada di bagian depan lutut. • Tipe I.

Pemeriksaan radiologis Dengan pemeriksaan rontgen akan diketahui jenis dislokasi dan apakah dislokasi disertai fraktur atau tidak (gambar 14.25" .Sendi panggul difleksikan serta lutut difleksi 90° dan kemudian dilakukan tarikan pada paha secara vertikal.87. setelah itu tidak menginjakkan kaki dengan jalan mempergunakan tongkat selama 3 bulan.Penderita dibaringkan di lantai dan pembantu menahan panggul. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14.Tipe IV dan V juga dilakukan reduksi secara tertutup dan apabila bagian fragmen yang lepas tidak tereposisi maka harus dilakukan reposisi dengan operasi.Setelah direposisi. stabilitas sendi diperiksa apakah sendi panggul dapat didislokasi dengan cara menggerakkan secara vertikal pada sendi panggul. Pada tipe III biasanya dilakukan reduksi tertutup dan apabila ada fragmen yang terjebak dalam asetabulum dikeluarkan melalui tindakan operasi. maka fragmen yang besar difiksasi dengan screw secara operasi. Perawatan pasca reposisi Traksi kulit selama 4-6 minggu. Gambaran radiologik dislokasi posterior panggul kanan. Formatted: Font: (Default) Times New Roman.87). 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pada tipe II setelah reposisi. Formatted: Right: 0. Pengobatan Dislokasi harus direposisi secepatnya dengan pembiusan umum disertai relaksasi yang cukup.

bilamana pada suatu fraktur femur ditemukan posisi femur proksimal dalam keadaan adduksi. • • Miositis osifikans Dislokasi yang tidak dapat direduksi. Komplikasi lanjut • Nekrosis avaskuler Sebanyak 10% dari seluruh dislokasi panggul mengalami kerusakan pembuluh darah. maka perlu dilakukan eksplorasi saraf. maka insidensnya akan meningkat menjadi 40%. perlu dilakukan arteriogram. Kecurigaan akan adanya dislokasi panggul. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. sklerosis dan pembentukan kista-kista. Komplikasi dini • Kerusakan nervus skiatik Kerusakan nervus skiatik biasanya dapat mengalami Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom pemulihan. Apabila reposisi ditunda sampai beberapa jam.Apabila reduksi tertunda untuk beberapa hari biasanya reposisi dengan cara manipulasi sulit dilakukan.Apabila terdapat lesi sesudah reposisi. Pemeriksaan radiologis sebaiknya dilakukan pada sendi di atas dan di bawah daerah fraktur.430 4<Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Komplikasi it . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom b. a. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom • Fraktur diafisis femur Sering ditemukan fraktur diafisis femur disertai dislokasi panggul. • Kerusakan pada kaput femur Sewaktu terjadi dislokasi sering kaput femur menabrak asetabulum sehingga pecan.25" . • Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Kerusakan pada pembuluh darah Pembuluh darah yang biasa mengalami robekan pada kelainan ini adalah arteri glutea superior.Bila terdapat kecurigaan robekan pembuluh darah. :. Kelainan ini biasanya dideteksi setelah 6 bulan sampai 2 tahun dan dengan pemeriksaan radiologis ditemukan fragmentasi.

]'S. maka akan terjadi dislokasi tipe obturator dan bila sendi panggul dalam posisi ekstensi maka terjadi dislokasi tipe pubik atau iliaka. Terdapat benjolan di depan daerah inguinal.. -.• •$. ~<^.. Sendi panggul sulit digerakkan. terdapat fragmen fraktur dalam ruang sendi atau adanya nekrosis iskemik kaput femur.. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Dislokasi anterior terjadi akibat kecelakaan lalu lintas....25" ...• Osteoartritis Osteoartritis terjadi karena adanya kerusakan tulang rawan.. terjatuh dari ketinggian atau trauma dari belakang pada saat berjongkok dan posisi penderita dalam keadaan abduksi yang dipaksakan.. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.••. .... Gambaran klinis Tungkai bawah dalam keadaan rotasi eksterna. •..rii._. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 2.Tungkai tidak mengalami pemendekan karena perlekatan otot rektus femur mencegah kaput femur bergeser ke proksimal. ••>. .. dimana kaput femur dapat diraba dengan mudah. . Dislokasi anterior Dislokasi anterior lebih jarang ditemukan daripada dislokasi posterior...... abduksi dan sedikit fleksi.Leher femur atau trokanter menabrak asetabulum dan terjungkir keluar melalui robekan pada kapsul anterior. .... . Pemeriksaan radiologis Pemeriksaan foto rontgen posisi AP pada dislokasi anterior sering kurang jelas dan untuk itu diperlukan pulafoto lateral.-••. •. Bila sendi panggul dalam keadaan fleksi.•>•.

dilakukan adduksi pada dislokasi anterior.25" .Dilakukan reposisi seperti pada dislokasi posterior kecuali pada saat fleksi dan tarikan tungkai pada dislokasi posterior. Komplikasi Komplikasi yang sering didapatkan yaitu nekrosis avaskuler. Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Right: 0.

Pengobatan Selalu diusahakan untuk mereposisi fraktur dan mengembalikan bentuk asetabulum ke bentuk normalnya. Fraktur asetabulum terjadi karena dorongan yang kuat dari lateral atau jatuh dari ketinggian pada satu sisi atau suatu tekanan yang melalui femur dimana panggul dalam keadaan abduksi. 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Fraktur dislokasi sentral Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Dislokasi sentral terjadi apabila kaput femur terdorong ke dinding medial asetabulum pada rongga panggul.88. AB Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Dislokasi sentral (A) dan kelainan tersebut setelah direposisi dengan traksi tulang (B).Gerakan sendi panggul sangat terbatas..Disini kapsul tetap utuh. Pemeriksaan radiologis Dengan pemeriksaan radiologis dapat diketahui adanya pergeseran dari kaput femur menembus panggul (gambar 14. Bab 14 Trauma » 431 3.25" . .88A.).Nyeri tekan pada daerah trokanter.Pada fraktur asetabulum tanpa penonjolan Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 3. Gambaran klinis Didapatkan perdarahan dan pembengkakan di daerah tungkai bagian proksimal tetapi posisi tetap normal.

Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR LEHER FEMUR Fraktur leher femur merupakan jenis fraktur yang sering ditemukan pada orang tua terutama wanita umur 60 tahun ke atas disertai tulang yang osteoporosis. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Jatuh pada daerah trokanter baik karena kecelakaan lalu lintas atau jatuh dari tempat yang tidak terlalu tinggi seperti terpeleset di kamar mandi dimana panggul dalam keadaan fleksi dan rotasi.kaput femur ke dalam panggul. Font color: Auto Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. c. Komplikasi a. a.25" .88B). Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Gambar 14. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. maka dilakukan terapi konservatif dengan traksi tulang selama 4-6 minggu. Kerusakan alat-alat dalam panggul yang dapat terjadi bersama-sama fraktur panggul b. Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Justified. Kaku sendi merupakan komplikasi lanjut c. Font color: Auto Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR FEMUR ~ " Femur merupakan tulang yang terpanjang pada badan dimana fraktur dapat terjadi mulai dari proksimal sampai distal tulang (gambar 14. b. Font color: Auto Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.89).90 menunjukkan secara skematis daerah femur proksimal. Osteoartritis Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Pada fraktur dimana kaput femur tembus ke dalam asetabulum. sebaiknya dilakukan traksi pada 2 komponen yaitu komponen longitudinal dan lateral selama 6 minggu dan setelah 8 minggu diperbolehkan untuk berjalan dengan menggunakan penopang berat badan (gambar 14.

i.„ •. Radiologis a. Sesuai lokasi .432 « Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Klasifikasi . Formatted: Font: (Default) Times New Rom 2..25" . . Berdasarkan keadaan fraktur • • • tidak ada pergeseran fraktur fragmen distal.... Hubunganternadapkapsul • • ekstrakapsuler Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom intrakapsuler ..-....>. .. abduksi dan dapat bergeser ke proksimal fraktur impaksi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. rotasi eksterna. • • • sub-kapital trans-servikal basal. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 3.( . .. = r > . . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 1..

25" . fraktur disertai dengan pergeseran yang hebat Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. fraktur impaksi yang tidak total Tingkat II. Leher :u : i 3. Fraktur trokanterik 3. Fraktur subtrokantorik 4.•-.90. • • • • . Fraktur leher 2.Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Fraktur diafisis 5.• b. fraktur total tetapi tidak bergeser Tingkat III.91) Tingkat I. fraktur total disertai dengan sedikit pergeseran Tingkat IV. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Lokasi fraktur femur 1.89. Daerah trokanterik . Kaput 2. 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom 1. Fraktur suprakondiler 6. Fraktur kondiler Gambar 14. Gambar skematis femur proksimal Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Klasifikasi menurut Garden (gambar 14.

tanpa adanya pergeseran C. 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. " A. Tingkat IV : Fraktur lengkap. disertai pergeseran penuh Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Tingkat I : Fraktur tidak lengkap atautipe abduksi atau impaksi ' " B. disertai dengan sebagian pergeseran tetapi masib ada perlekatan D.25" . Klasifikasi fraktur leher femur menurut Garden. Tingkat III : Fraktur lengkap. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0.Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Tingkat II : Fraktur lengkap.91.

• • • 70° Tipe I.92) Klasifikasi ini berdasarkan atas sudut inklinasi leher femur. Tipe I : Sudut yang terbentuk lebih kecil dari 30° (< 30°) ' " '"'' ' Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Tipe III : Sudut yang terbentuk lebih besar dari 70° (> 70°) Pada tipe II dan III tekanan yang dialami oleh daerah fraktur lebih besar dan prognosisnya lebih jelek. A. Klasifikasi menurut Pauwel (gambar 14. 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom B.92. yaitu: 1.Bab 14 Trauma 433 c. fraktur dengan garis fraktur 70° Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom AB '-:: " C Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Gambar skematis klasifikasi menurut Pauwel. fraktur dengan garis fraktur 30° Tipell. fraktur dengan garis fraktur 50° Tipe III. Tipe II : Sudut yang terbentuk antara 30-50° C. Pembuluh darah intrameduler di dalam leher femur Formatted: Right: 0. Patologi Kaput femur mendapat aliran darah dari tiga sumber.25" Formatted: Font: (Default) Times New Rom .

2.Fraktur transervikal adalah fraktur yang bersifat intrakapsuler yang mempunyai kapasitas yang sangatrendah dalam penyembuhan karena adanya kerusakan pembuluh darah. periosteum yang rapuh serta hambatan dari cairan sinovia. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. bila terjadi pergeseran fragmen. 3. Pembuluh darah servikal asendens dalam retinakulum kapsul sendi Pembuluh darah dari ligamen yang berputar Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pada saat terjadi fraktur. pemuluh darah intramedular dan pembuluh darah retinakulum selalu mengalami robekan.25" .

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Pengobatan fraktur leher femur dapat berupa: 1. i•. Konservatif dengan indikasi yang sangat terbatas Terapi operatif Pengobatan operatif hampir selalu dilakukan pada penderita fraktur leher femur baik orang dewasa muda maupun pada orang tua karena: • • Perlu reduksi yang akurat dan stabil Diperlukan mobilisasi yang cepat pada orang tua untuk mencegah komplikasi Jenis-jenis operasi: a. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemeriksaan radiologis Dengan pemeriksaan radiologis dapat diketahui jenis fraktur serta klasifikasi dan dapat ditentukan jenis pengobatan serta prognosisnya.r.. .: . Nyeri dan pemendekan anggota gerak bawah dalam posisi rotasi lateral...-.. -M-.. : Formatted: Justified..-/ • >.<.. ..25" . Pemasangan pin Pemasangan plate dan screw :<. .-. 2.-:.. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom -.: • Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. .o-. . b.Gambaran klinis Riwayat jatuh dari ketinggian disertai nyeri pada daerah panggul terutama pada daerah inguinal depan...-.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom '--'.2. dekubitus Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 1. 2. Anggota gerak memendek Malunion Malrotasi berupa rotasi eksterna Koksavara Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Font: (Default) Times New Roman.25" . 6. Artroplasti.Metode pengobatan nekrosis avaskuler tergantung penyebab terjadinya nonunion dan umur penderita. pneumonia.. reduksi yang tidak akurat.Ini disebabkan karena vaskularisasi yang jelek. . . trombosis vena. . Nekrosis avaskuler kaput femur Nekrosis avaskuler terjadi pada 30% penderita dengan fraktur yang disertai pergeseran dan 10% pada fraktur yang tanpa pergeseran. 5.. 3. b. berupa: •• ' '>< • • • • Eksisi artroplasti (pseudoartrosis menurut Girdlestone) Hemiartroplasti (gambar 14.:. dilakukan padapenderita umur diatas 55 tahun.. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 1. fiksasi yang tidak adekuat dan lokasi fraktur adalah intra-artikuler. .Komplikasi lebih sering pada fraktur dengan lokasi yang lebih ke proksimal.93) Artroplasti total • . Komplikasi yang bersifat umum.. 4.434 4<Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi c."•.Apabila lokalisasi fraktur lebih ke proksimal maka kemungkinan untuk terjadi nekrosis avaskuler lebih besar. yaitu :: a...'••• •-• '•:'. 7 8... • Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Komplikasi Komplikasi tergantung dari beberapa faktor.. emboli paru. Nonunion Lebih dari 1/3 penderita dengan fraktur leher femur tidak dapat mengalami union terutama pada fraktur yang bergeser. Osteoartritis Osteoartritis sekunder terjadi karena adanya kolaps kaput femur atau nekrosis avaskuler.. Font color: Auto Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.

Formatted: Font: (Default) Times New Roman. B.25" . 1 pt Formatted: Right: 0. 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Setelah pemasangan protesa.93. Fraktur leher Femur. A.A Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14.

Keretakan tulang terjadi antara trokanter mayor dan minor dimana fragmen proksimal cenderung bergeser secara varus.Fraktur dapat bersifat komunitif terutama pada korteks bagian posteromedial. Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Fraktur ini bersifat ekstra-artikuler dan sering terjadi pada orang tua di atas umur 60 tahun. Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Justified. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Fraktur trokanterik terjadi bila penderita jatuh dengan trauma langsung pada trokanter mayor atau pada trauma yang bersifat memuntir.FRAKTUR DAERAH TROKANTER Fraktur daerah trokanter biasa juga disebut fraktur trokanterik (intertrokanterik) adalah semua fraktur yang terjadi antara trokanter mayor dan minor.25" . Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0.

94). Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran MinisKlinis Penderita lanjut usia dengan riwayat trauma pada daerah femur proksimal. Fraktur trokanterik diklasifikasikan atas empat tipe (gambar 14.94. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Tipe II Fraktur melewati trokanter mayor disertai pergeseran trokanter minor.Bab 14 Trauma » 435 Formatted: Font: (Default) Times New Rom Klasifikasi Fraktur trokanterik dapat dibagi atas: 1. Gambar skematis fraktur trokanterik (intertrokanterik). Tipe III Fraktur disertai dengan fraktur komunitif. Stabil Tidak stabil Disebut fraktur tidak stabil bila korteks bagian medial remuk dan fragmen besar mengalami pergeseran terutama trokanter minor. Tipe IV Fraktur yang disertai dengan fraktur spiral femur. Pada pemeriksaan didapatkan pemendekan anggota gerak bawah disertai rotasi eksterna. 2. Not Italic Formatted: Font: (Default) Times New Rom Tipe I Tipe II Tipe III Gambar 14.25" . yaitu: • • • • Tipe I Fraktur melewati trokanter mayor dan minor tanpa pergeseran. Tipe IV Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemeriksaan radiologis Formatted: Right: 0.

sebaiknya dilakukan pemasangan fiksasi interna (gambar 14. Pattern: Clear (White Formatted: Right: 0. Komplikasi lanjut berupa deformitas varus dan rotasi eksterna serta nonunion. tetapi kelainan ini jarang ditemukan.Pemeriksaan radiologis dapat menentukan jenis fraktur serta seberapa jauh pergeseran fraktur. 2. Pengobatan Fraktur tanpa pergeseran dapat dilakukan terapi konservatif dengan traksi. Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Centered.25" . Pada fraktur trokanterik. Untuk memperoleh fiksasi yang kuat Untuk memberikan mobilisasi yang cepat pada orang tua Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Komplikasi Komplikasi dini sama pada fraktur leher femur.95) dengan tujuan: 1.

Gambaran radiologik fraktur trokanterik tipe III (A) dan setelah pemasangan plate dan screw(B). oblik atau spiral dan sering bersifat komunitif. memendek dan ditemukan pembengkakan pada daerah proksimal femur disertai nyeri pada pergerakan. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran klinis Anggota gerak bawah dalam keadaan rotasi eksterna. Fragmen proksimal dalam posisi fleksi sedangkan distal dalam posisi adduksi dan bergeser ke proksimal. Bold FRAKTUR SUBTROKANTER Fraktur subtrokanter dapat terjadi pada setiap umur dan biasanya akibat trauma yang hebat.Formatted: Font: (Default) Times New Rom 436 ^ Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi A B Gambar 14. Pengobatan Reduksi terbuka dan fiksasi interna merupakan pengobatan pilihan dengan mempergunakan platedan screw (gambar 14.25" . 1 pt Formatted: Font: (Default) Times New Roman.96). Formatted: Right: 0. Garis fraktur bisa bersifat transversal. 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Roman.95. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Pemeriksaan radiologis Pemeriksaan radiologis dapat menunjukkan fraktur yang terjadi di bawah trokanter minor.

96.Komplikasi Komplikasi yang sering ditemukan adalah nonunion dan malunion.25" . Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Komplikasi ini dapat diatasi dengan koreksi osteotomi atau bone grafting. Formatted: Font: (Default) Times New Rom A B Gambar 14. Gambaran radiologik fraktur subtrokanterik (A) dan setelah pemasangan Jewettna//(B). 10 pt Formatted: Right: 0.

25" .Fraktur femur sering disertai dengan perdarahan masif yang harus selalu dipikirkan sebagai penyebab syok. Gambaran klinis Penderita pada umumnya dewasa muda. fraktur Z atau segmental. biasanya karena trauma hebat misalnya kecelakaan lalu lintas atau trauma lain misalnya jatuh dari ketinggian. tetapi juga dapat berakibat j'elek karena dapat menarik fragmen fraktur sehingga bergeser. komunitif. Pengobatan 1.Ditemukan pembengkakan dan deformitas pada tungkai atas berupa rotasi eksterna dan pemendekan tungkai dan mungkin datang dalam keadaan syok.Bab 14 Trauma 437 FRAKTUR DIAFISIS FEMUR Fraktur diafisis femur dapat terjadi pada setiap umur. Mekanisme trauma Fraktur spiral terjadi apabila jatuh dengan posisi kaki melekat erat pada dasar sambil terjadi putaran yang diteruskan pada femur. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemeriksaan radiologis Dengan foto rontgen dapat ditentukan lokalisasi dan jenis fraktur (gambar 14. simpel. Klasifikasi Fraktur femur dapat bersifat tertutup atau terbuka.97). Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Terapi konservatif • Traksi kulit merupakan pengobatan sementara sebelum dilakukan terapi definitif untuk mengurangi spasme otot Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.Fraktur yang bersifat transversal dan oblik terjadi karena trauma langsung dan trauma angulasi. Femur diliputi oleh otot yang kuat dan merupakan proteksi untuk tulang femur.Femur dapat pula mengalami fraktur patologis akibat metastasis tumor ganas.

AO-nail terutama pada fraktur diafisis (gambar 14.• Traksi tulang berimbang dengan bagian Pearson pada sendi lutut.. ' Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Indikasi K-nail. K-na//(B). 10 pt Formatted: Right: 0. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 2. Indikasi traksi terutama fraktur yang bersifat komunitif dan segmental Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom • Menggunakan cast bracing yang dipasang setelah terjadi union fraktur secara klinis .97. AO-nail atau jenis-jenis lain baik dengan operas!i tertutup ataupun terbuka.25" . Fraktur diafisis femur dengan pemasangan plate dan screw (k). Beberapa gambaran radiologik fraktur diafisis femur Gambar 14.98. Terapi operatif • Pemasangan plate dan screw terutama pada fraktur proksimal dan distal femur • Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mempergunakan K-nail. infected pseudoartrosis atau fraktur terbuka dengan kerusakan jaringan lunak yang hebat Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. fraktur komunitif.98) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom • Fiksasi eksterna terutama pada fraktur segmental.

Komplikasi lanjut: • • • Delayed union. dapat terjadi pada fraktur terbuka akibat kontaminasi dari luka. maka diperlukan pengamatan terus menerus selama perawatan. tetapi infeksi dapat pula terjadi setelah tindakan operasi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 2. Angulasi lebih Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. sering didapatkan pada penderita muda dengan fraktur femur. Komplikasi dini: • Syok.Trauma saraf dapat terjadi pada nervus isiadikus atau pada cabangnya yaitu nervus tibialis dan nervus peroneus komunis. dapat terjadi perdarahan sebanyak 1-2 liter walaupun fraktur bersifat tertutup • Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Emboli lemak.Perlu dilakukan pemeriksaan gas darah. penderita dengan tirah baring yang lama misalnya ditraksi di tempat tidur. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom • Trauma pembuluh darah besar.438 <<Pengantar limit Bedah Ortopedi Komplikasi 1.25" . bila terjadi pergeseran kembali kedua ujung fragmen. apabila permukaan fraktur menjadi bulat dan sklerotik dicurigai adanya nonunion dan diperlukan fiksasi interna dan bone graft Malunion. fraktur femur pada orang dewasa mengalami union dalam 4 bulan Nonunion. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom • Trauma saraf. Dapat berupa kontusi saja dengan oklusi atau terpotong sama sekali. ujung fragmen tulang menembus jaringan lunak dan merusak arteri femoralis. trauma pada pembuluh darah akibat tusukan fragmen dapat disertai kerusakan saraf yang dapat bervariasi dari neuropraksia sampai aksonotemesis. dapat mengalami komplikasi trombo-emboli. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom • Infeksi. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom • Trombo-emboli.

Malunion juga menyebabkan pemendekan pada tungkai sehingga diperlukan koreksi berupa osteotomi. 4. 3. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Fraktur terjadi karena tekanan varus atau valgus disertai kekuatan aksial dan putaran. Tidak bergeser Impaksi Bergeser Komunitif Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pergeseran terjadi pada fraktur oleh karena tarikan otot sehingga pada terapi konservatif lutut harus difleksi untuk menghilangkan tarikan otot (gambar 14.Klasifikasi (gambar 14. terjadi apabila mobilisasi dilakukan sebelum terbentuk union yang solid Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR SUPRAKONDILER FEMUR Daerah suprakondiler adalah daerah antara batas proksimal kondilus femur dan batas metafisis dengan diafisis femur. ABC Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. setelah fraktur femur biasanya terjadi kesulitan pergerakan pada sendi lutut.100).Hal ini disebabkan oleh adanya adhesi periartikuler atau adhesi intramuskuler. • Kaku sendi lutut. • Refraktur.25" .sering ditemukan.99) 1. 2.Hal ini dapat dihindari apabila fisioterapi yang intensif dan sistematis dilakukan lebih awal. Formatted: Font: (Default) Times New Roman.

Pattern: Clear (White Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Fraktur bergeser E.99. Fraktur impaksi C & D. A. Fraktur komunitif Formatted: Right: 0. Fraktur tidak bergeser B.Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered.25" . Klasifikasi fraktur suprakondiler femur.

100. pergeseran oleh tarikan otot (B) dan koreksi dengan fleksi lutut (C). Font color: Black Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Gambar skematis fraktur suprakondiler femur (A). Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Berdasarkan anamnesis ditemukan riwayat trauma yang disertai pembengkakan dan deformitas pada daerah suprakondiler. 10 pt Gambaran klinis u / =.Bab 14 Trauma » 439 Gambar 14. 1 pt. Pada pemeriksaan mungkin ditemukan adanyakrepitasi.v " ^ :. Formatted: Right: 0.25" .

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan 1. Terapi operatif Terapi operatif dilakukan pada fraktur terbuka atau adanya pergeseran fraktur yang tidak dapat direduksi secara konservatif.Terapi dilakukan dengan mempergunakan nail-plate dan screw dengan macam-macam tipe yang tersedia (gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Rom B Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.25" .Seluruh femur harus difoto dengan sinar-X agar fraktur proksimal atau dislokasi pinggul tidak terlewatkan.101).Pemeriksaan radiologis Dengan pemeriksaan radiologis dapat ditentukan jenis fraktur.Fraktur tepat di atas kondilus femoris danbersifat melintang atau kominutif. Fragmen distal sering miring ke belakang. Terapi konservatif • Traksi berimbang dengan mempergunakan bidai Thomas dan penahan lutut Pearson • • Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Cast-bracing Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Spika panggul Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 2.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered. Line spacing: single. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0.25" .

Gambaran radiologik fraktur suprakondiler femur dengan pergeseran (A) dan setelah pemasangan nail plate (B).Gambar 14.25" . 10 pt Formatted: Right: 0. Formatted: Font: (Default) Times New Roman.101.

Terapi konservatif. Grantham. fraktur suprakondiler dan kondiler bentuk T Tipe IIHA. Terapi operatif.1. 2. fraktur suprakondiler komunitif dengan fraktur kondiler yang tidak total Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan a. Not Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Komplikasi lanjut: Malunion Kekakuan sendi lutut Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR SUPRAKONDILER FEMUR DAN FRAKTUR INTERKONDILER Fraktur suprakondiler femur sering bersama-sama dengan fraktur interkondiler yang memberikan masalah pengelolaan yang lebih kompleks. Shelton (1967) (gambar 14. maka sebaiknya dilakukan terapi operatif dengan fiksasi interna yang rigid untuk memperoleh posisi anatomis sendi dan segera dilakukan mobilisasi Formatted: Bullets and Numbering Komplikasi Formatted: Right: 0. karena fraktur ini bersifat intra-artikuler. • • Penetrasi fragmen fraktur ke kulit yang menyebabkan fraktur menjadi terbuka Trauma pembuluh darah besar Trauma saraf Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. fraktur suprakondiler dan kondiler dengan sebagian metafisis (bentuk Y) Tipe IIB. Not Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman.2. 1. sama seperti IIAtetapi bagian metafisis lebih kecil Tipe III. Komplikasi dini: • • • 2.440 4< Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Komplikasi 1. seperti pada fraktur suprakondiler dengan indikasi yang sama b.25" . Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Klasifikasi Klasifikasi menurut Neer.102): • • • • Tipe I.

Gambar skematis klasifikasi fraktur suprakondiler femur dan fraktur interkondiler femur. 2. kombinasi antara sagital dan koronal '•" Formatted: Font: (Default) Times New Roman. fraktur dalam posisi koronal dimana bagian posterior kondilus femur bergeser Tipe III. fraktur kondilus dalam posisi sagital Tipe II.102. Trauma pembuluh darah Kaku sendi Osteoartritis lutut Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Tipe I Tipe IIA Tipe IIB Tipe III Gambar 14.25" . FRAKTUR KONDILUS FEMUR Klasifikasi (gambar 14.103) • • • Tipe I.1. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. 3.

Font color: Auto Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. 1. satu kondilus femur dapat mengalami fraktur secara oblik dan bergerak ke atas.25" . A. mempergunakan screw agar didapatkan posisi anatomis sendi lutut dan 2. 10 pt Gambaran klinis Terdapat trauma pada lutut disertai nyeri dan pembengkakan.103.Mungkin ditemukan krepitasi dan hemartrosis sendi lutut. Pengobatan a. 2. Gambar skematis fraktur kondilus femoris. Fraktur kedua kondilus D. Fraktur koronal Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Terapi operatif. Fraktur tidak bergeser B. pada fraktur yang tidak bergeser dapat dipergunakan pemasangan gips sirkuler di atas lutut b. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemeriksaan radiologis Sebaiknya dilakukan foto posisi AF? lateral dan oblik untuk melihat posisi fraktur.Formatted: Font: (Default) Times New Rom Bab 14 Trauma 441 Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. atau kedua kondilus dapat pecaqh terbelah sehingga garis fraktur berbentuk T atau Y. Fraktur bergeser C. Terapi konservatif. mobilisasi dapat segera dilakukan Formatted: Font: (Default) Times New Roman.1.

. 2. medial atau rotasi. ligamen yang besar dan sendi.25" . . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. No underline Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Ligamen krusiatum dan satu atau kedua ligamen lateral robek. nyeri dan hemartrosis serta deformitas. Gambaran klinis Adanya trauma pada daerah lutut disertai pembengkakan. .i•. Dislokasi anterior lebih sering ditemukan dimana tibia bergerak ke depan terhadap femur. Kekakuan sendi lutut ' Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom TRAUMA PADA LUTUT __________" • • ::___________________ DISLOKASI SENDI LUTUT Dislokasi sendi lutut sangat jarang ditemukan dan hanya 2. Not Italic 4. lateral.Komplikasi 1. : Trauma pembuluh darah dan saraf Malunion . posterior.!-::<->: rr . trauma ini merupakan suatu trauma hebatyang selalu menimbulkan kerusakan pada kapsul. Trauma juga dapat menyebabkan dislokasi yang terjadi disertai dengan kerusakan pada nervus peroneus dan arteri poplitea.>0 . Dengan tanpa mempertimbangkan jenis dislokasi sendi yang terjadi.. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. seperti pada kecelakaan lalu lintas. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom '"• "=• ''•• Osteoartritis V'' " . V v-n ! Formatted: Font: (Default) Times New Rom 3.3% dari seluruh dislokasi sendi. No underline Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Dislokasi biasanya terjadi apabila penderita mendapat trauma dari depan dengan lutut dalam keadaan fleksi. Dislokasi dapat bersifat anterior..r. Lutut hanya berdislokasi karena benturan hebat. Formatted: Right: 0.

diagnosis dapat ditegakkan (gambar 14.Jika terdapat keraguan mengenai sirkulasi. foto kadang-kadang memperlihatkan fraktur pada spina tibia (avulse ligament krusiatum).dDengan foto rontgen.104). Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0.Pemeriksaan Radiologis Selain dislokasi.Arteriografi harus dilakukan.25" . Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Not Italic Formatted: Justified.

Tindakan reposisi dan manipulasi dengan pembiusan harus dilakukan sesegera mungkin dan dilakukan aspirasi hemartrosis dan setelahnya dipasang bidai gips posisi 10-15° selama satu minggu dan setelah pembengkakan menurun dipasang gips sirkuler di atas lutut selama 7-8 minggu.442 « Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom AB Gambar 14. maka harus dilakukan operas!i untuk perbaikan ligamen. Pada dislokasi yang lama tidak mungkin dilakukan reduksi sehingga perlu dipertimbangkan Formatted: Right: 0.104.25" . Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Pengobatan Dislokasi sendi lutut merupakan suatu keadaan yang serius karena dapat menyebabkan kerusakan yang hebat pada pembuluh darah dan saraf serta ligamen. Gambaran radiologik dislokasi sendi lutut. 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom Apabila setelah reposisi ternyata lutut tidak stabil dalam posisi varus dan valgus.

1. fraktur vertikal .25" . fraktur komunitif Tipe V. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Tipe II Tipe III fraktur patela. misalnya menekuk secara keras dan tiba-tiba b. Jatuh dan mengenai langsung tulang patela Klasifikasi (gambar 14. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Gambar skematis jenis-jenis Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. Kontraksi yang hebat otot kuadriseps.105) • • • • • Tipe I. s: Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Pattern: Clear (White) Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Tipe IV. fraktur transversal dengan pergeseran Tipe III.cara-cara operasi yang sesuai.1.105. FRAKTUR PATELA Patela merupakan tulang sesamoid yang paling besar pada tubuh dan mempunyai fungsi mekanis dalam ekstensi anggota gerak bawah. 2. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Fraktur patela dapat terjadi dalam dua cara: a. TipeV Tipe IV Gambar 14. fraktur tanpa adanya pergeseran dan bersifat transversal (fraktur crack) Tipe II.2. fraktur transversal pada kutub atas/bawah "•:•>• —-••-" Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified.Di sebelah proksimal melekat otot kuadriseps dan di bagian distal melekat ligamen patela.

Bab 14 Trauma » 443 Fraktur transversal biasanya terjadi oleh kontraksi yang hebat.106).Pada pemeriksaan didapatkan adanya cekungan dan penderita tidak dapat melakukan ekstensi anggota gerak bawah (gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran klinis Adanya trauma pada daerah lutut disertai pembengkakan. Formatted: Right: 0.Fraktur transversal biasanya disertai dengan robekan dari ekspansi ekstensor. Pemeriksaan radiologis Dengan foto rontgen dapat ditemukan fraktur dan jenis fraktur patela (gambar 14. nyeri dan hemartrosis. sedangkan fraktur komunitif terjadi oleh trauma langsung pada patela.Mungkin dapat diraba adanya ruang fragmen patela.107).25" .

106. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Fraktur patela secara klinis tampak adanya cekungan pada daerah lutut (panah). Fraktur dengan pergeseran (1).107. Gambar 14. dilakukan patelektomi (2) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. diberikan gips silinder (2) B.25" . 9 pt A-1 A-2 B-1 C-1 C-2 Gambar 14.108. Beberapa jenis fraktur patela. Fraktur tanpa pergeseran (1). A. Fraktur komunitif (1).Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. dilakukan tension band wiring (2) C. Gambaran radiologik fraktur patela yang disertai pergeseran.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Fisioterapi dapat segera dilakukan setelah operasi. Fisioterapi dilakukan selama gips terpasang.109). sebaiknya patela dieksisi. 4. Fraktur kutub bawah Fragmen kecil yang komunitif dilakukan eksisi dan rekonstruksi kembali ligamen patela. 2. baik penguatan kuadriseps maupun gerakan pada sendi lutut. 3.108) 1. Gambaran radiologik rekonstruksi patela dengan tension band wiring.444 4<Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Gambar 14. Fraktur komunitif . Fraktur yang bergeser Pada fraktur transversal diperlukan operasi dan rekonstruksi kembali ekspansi ekstensor serta tulang patela dengan menggunakan tension band-wiring (gambar 14. Fraktur yang tidak bergeser Bila ada hemartrosis yang besar.109. dilakukan aspirasi secara steril dan dipasang gips silinder selama 4-6 minggu. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Komplikasi Formatted: Right: 0. 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Pada fraktur komunitif terutama pada orang tua dimana rekonstruksi kembali patela tidak mungkin dilakukan. 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan (gambar 14.25" .

2.25" . juga dilakukan pengobatan fraktur patela. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. maka akan terjadi diskonkruensi/ketidaksesuaian antara patela dan kondilus femur Formatted: Bullets and Numbering 2. 4. j. Formatted: Font: (Default) Times New Rom 3. Kekakuan sendi lutut Nonunion . Pada robekan disertai fraktur patela (nomor 3).1.' vf Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom TRAUMA PADA MEKANISME EKSTENSOR LUTUT Trauma aparatus kuadriseps akan menimbulkan robekan atau fraktur pada patela. . Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Pada keadaan ini dapat terjadi: 1.a. Osteoartritis patelofemoral. Gangguan fleksi ekstensi Gangguan fleksi ekstensi terjadi apabila tidak dilakukan fisioterapi serta adanya kerusakan pada ekspansi ekstensor yang tidak dilakukan koreksi penjahitan. Robekan pada kutub atas patela Robekan pada kutub bawah pada perlekatan dengan tuberositas tibia Robekan disertai fraktur patela Pada robekan kutub atas patela dan robekan pada kutub bawah pada perlekatan dengan tuberositas tibia (nomor 1 & 2). di ssamping dilakukan penjahitan mekanisme ekstensor lutut. 3. 1. pengobatan berupa penjahitan ligamen patela dan imobilisasi dengan gips silinder. apabila tidak dilakukan reposisi patela yang akurat.

Bab 14 Trauma » 445 DISLOKASI PATELA Dislokasi patela biasanya terjadi ke arah lateral. berupa: 1. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Reposisi dapat terjadi secara spontan atau dilakukan secara manual. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.25" . Dislokasi akut Dislokasi akut biasanya terjadi pada saat lutut dalam posisi fleksi atau semi fleksi dan patela bergeser ke arah lateral dari kondilus femur . Pengobatan Setelah dilakukan reposisi sebaiknya dipertahankan dengan gips silinder selama 6 minggu. Gambaranklinis Gambaran klinis pada dislokasi akut adalah sendi lutut tidak dapat diekstensikan.

Robekan pada ligamen krusiatum semata-mata Robekan tidak total (strain) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. dapat menimbulkan masalah gawat berupa kecacatan disertai ketidakmampuan untuk berolahraga secara profesional.Penyebab utama adalah pemendekan otot kuadrisep terutama komponen vastus lateralis karena fibrosis setelah injeksi muskulus kuadrisep. ROBEKAN LIGAMEN PADA LUTUT Robekan ligamen pada lutut biasanya terjadi pada atlet dan olahragawan. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Penyebabnya • • • Kedangkalan lekukan interkondiler femur Letak patela yang tinggi dan kecil Genu valgum Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Apabila terjadi dislokasi yang berulang-ulang maka dianjurkan untuk operasi. yaitu: 1. Dislokasi rekuren Dislokasi rekuren sering terjadi pada wanita dewasa muda. Trauma ligamen pada lutut dibagi dalam empat kelompok.25" . Robekan pada ligamen medial (dengan atau tanpa robekan ligamen krusiatum) Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Robekan pada ligamen lateral (dengan atau tanpa robekan ligamen krusiatum) Formatted: Font: (Default) Times New Rom 3. 4. Formatted: Font: (Default) Times New Rom 3.2. Dislokasi habitual Dislokasi habitual lebih jarang ditemukan dan biasanya terjadi pada anak-anak. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 2. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Pengobatan dengan operasi.

Robekan terjadi sewaktu tibia mengalami abduksi pada femur disertai trauma rotasi (gambar 14.Nyeri tekan bagian medial pada daerah ligamen medial terutama bagian proksimal yang melekat pada femur. rotasi ke arah eksterna Formatted: Bullets and Numbering Robekan ligamen kolateral medial dan krusiatum anterior dapat disertai dengan robekan meniskus medialis dan disebut Trias ODonoghue. Not Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Urutan robekan ligamen tergantung beratnya trauma.1. terjadi apabila trauma berlanjut dengan tibia d. yaitu: a. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.110).25" . b. Robekan pada ligamen kolateral medial c. c. Formatted: Right: 0.c. Gambaran klinis Pembengkakan pada lutut disertai efusi pada sendi lutut. Robekan pada ligamen krusiatum anterior. Robekan pada selaput sendi bagian superfisial b. Robekan pada ligamen medial Mekanisme trauma Robekan pada ligamen medial lebih sering ditemukan. a.

10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Gambar skematis ruptur ligamen medial karena trauma abduksi.25" .110. Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 446 44 Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Gambar 14.

b.25" . Robekan pada ligamen krusiatum Robekan ligamen krusiatum anterior dapat bersama-sama dengan robekan ligamen kolateral medial.Pemeriksaan radiologis Pemeriksaan radiologis dilakukan di bawah pembiusan dengan foto AP dan foto stres AP Pada foto AP mungkin ditemukan avulsi disertai fragmen kecil tulang. Robekan ligamen krusiatum posterior terjadi akibat pergerakan hebat bagian proksimal tibia ke belakang terhadap femur. 3.Pemeriksaan artroskopi dapat menentukan kelainan-kelainan yang terjadi.Bergesernya bagian proksimal medial dari tibia terhadap femur menunjukkan robekan pada ligamen medial saja. 2. Robekan pada ligamen lateral Robekan pada ligamen lateral lebih jarang ditemukan dan terjadi akibat adduksi tibia terhadap femur (strain varus). Pengobatan a. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Diagnosis Dalam keadaan normal ligamen krusiatum anterior (insersinya di bagian depan tibia) mencegah pergerakan tibia ke depan terhadap femur sedangkan Formatted: Right: 0. Konservatif Bila robekan tidak hebat (tidak total) dapat dilakukan aspirasi lutut dan pemasangan gips silinder. Hal ini terjadi karena pergerakan bagian proksimal tibia terhadap femur ke depan secara keras atau terjadi karena lutut dalam keadaan hiperekstensi.Untuk menentukan stabilitas sendi dapat dilakukan tes drawer dan tes menurut Formatted: Font: (Default) Times New Rom Lachman. Operatif Tindakan operatif dilakukan apabila terdapat robekan yang besar dengan penjahitan pada ligamen yang robek. apabila pergeseran lebih hebat maka mungkin terjadi juga robekan pada ligamen krusiatum.

maka . terdapat robekan pada ligamen kruasiatum anterior dan apabila pergerakan ke belakang bebas maka terdapat robekan pada ligamen krusiatum posterior. Pemeriksaan ligamen krusiatum dilakukan dengan penderita dalam posisi berbaring j terlentang. lutut fleksi kira-kira 90°.ligamen krusiatum posterior (insersinya di bagian belakang tibia) mencegah pergerakan tibia ke belakang.25" . Instabilitas sendi dapat ditunjukkan dengan menggerakkan bagian proksimal tibia ke depan dengan lutut dalam posisi fleksi 10-20° (tes menurut Lachman). Tungkai bawah dipegang di bagian proksimal tibia dan ditarik ke depan atau didorong ke belakang. Apabila pergerakan ke depan bebas. Formatted: Right: 0. Gejala ini disebut drawer sign (simptom laci).

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Robekan pada bagian medial terjadi karena trauma abduksi sedangkan robekan bagian lateral karena trauma adduksi. Pengobatan pada robekan ligamen krusiatum posterior dapat dilakukan rekonstruksi dari ligamen sendiri atau dengan operasi lain yang memberikan stabilitas pada sendi.25" . Strain pada ligamen medial lebih sering terjadi daripada ligamen lateral. Mungkin ditemukan sedikit cairan dalam sendi lutut. Strain ligamen medial dan lateral Strain terjadi bila trauma yang ada tidak cukup kuat untuk menyebabkan suatu robekan total pada ligamen ini. Terdapat pembengkakan pada daerah lutut serta nyeri tekan pada daerah ligamen yang terkena. Operasi dapat secara terbuka atau dengan mempergunakan alat artroskop. Dengan pemeriksaan stres.Bab 14 Trauma » 447 Pengobatan Pengobatan pada robekan ligamen krusiatum anterior dengan cara operasi! dan rekonstruksi kembali biasanya kurang memuaskan. Formatted: Font: (Default) Times New Rom 4. Gambaran klinis Pada anamnesis ditemukan adanya riwayat trauma abduksi atau adduksi disertai nyeri pada daerah ligamen. Formatted: Right: 0. penderita mengeluh lebih sakit tetapi sendi lutut stabil.

Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Robekan terjadi apabila ada trauma rotasi dimana lutut dalam posisi semi fleksi atau fleksi. tetapi cairan yang terjadi adalah reaksi terhadap trauma (inflamasi).111) 1.Meniskus hampir tidak mempunyai vaskularisasi sehingga apabila terdapat robekan biasanya tidak disertai dengan hemartrosis. ROBEKAN MENISKUS Robekan meniskus (tulang rawan semilunar) sering ditemukan pada atlet.Robekan meniskus medialis lebih sering terjadi daripada robekan meniskus lateralis. Meniskus terdiri atas meniskus medialis dan meniskus lateralis. Patologi Robekan pada meniskus biasanya menurut garis longitudinal sepanjang meniskus. terutama pemain sepak bola.Pemeriksaan artroskopi dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis. Formatted: Font: (Default) Times New Roman.-'•' Formatted: Font: (Default) Times New Rom Klasifikasi (gambar 14. Bucket-handle Robekan tanduk posterior Robekan tanduk anterior Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. 3.25" . kebanyakan mengenai usia di bawah 45 tahun. 2. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Pemakaian gips silinder selama 23 minggu.

B. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Gambar skematis tiga jenis robekan pada meniskus.25" . Formatted: Font: (Default) Times New Roman. C.Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Robekan tanduk anterior. Bucket-handle.111. Robekan tanduk posterior. 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. A.

448 44 Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Gambaran klinis Pada anamnesis terdapat riwayat trauma dan pembengkakan pada lutut tidak terjadi segera setelah trauma.Pembengkakan biasanya terjadi setelah 24 jam.Terdapat nyeri pada daerah sela sendi dimana terjadi robekan.Mungkin dapat terjadi locking yaitu lutut tiba-tiba tidak dapat diekstensikan karena adanya bagian meniskus yang terjebak dalam ruang sendi.Pada pemeriksaan ditemukan atrofi otot kuadrisep, adanya cairan dalam sendi, nyeri tekan pada daerah robekan meniskus medial atau lateral. Pemeriksaan untuk menentukan adanya robekan pada meniskus, yaitu: 1. Tes Mc e Murray Penderita berbaring terlentang, lutut difleksikan 90° dan tungkai bawah dipegang.Dilakukan eksorotasi maksimal kemudian tungkai diluruskan sambil mempertahankan eksorotasi dan demikian pula pada endorotasi maksimal (gambar 4.41).Pada kerusakan meniskus penderita mengalami nyeri atau pada perabaan terdengar bunyi 'klik'.Pemeriksaan ini terutama untuk menentukan adanya robekan meniskus medialis yaitu tanduk posterior atau bucket-handle. 2. TesgrindingmenurutApley Penderita tidur tengkurap, lutut difleksikan 90° dan dilakukan penekanan pada kaki dan dieksorotasi dan endorotasikan yang akan memberikan relaksasi pada ligamen krusiatum tetapi dapat menimbulkan rasa nyeri pada meniskus. 3. Tes distraksi Penderita tidur tengkurap, lutut difleksikan 90° dan dilakukan tarikan ke atas dengan memegang kaki. Terjadi pembebasan meniskus dan penegangan ligamen krusiatum yang akan menimbulkan nyeri apabila terdapat robekan pada ligamen krusiatum. Tes ini untuk membedakan apakah robekan pada meniskus atau pada ligamen krusiatum. 4. Pemeriksaan tambahan • Artrografi Dengan pemeriksaan ini dapat dibedakan antara robekan meniskus atau meniskus diskoid. •

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Not Italic

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Artroskopi

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.25"

Artroskopi saat ini sudah merupakan pemeriksaan rutin di beberapa pusat bila terjadi trauma pada lutut dan dengan pemeriksaan ini diagnosis yang akurat dapat dilakukan.Selain itu, dengan alat artroskop dapat dilakukan tindakan operatif.

Pengobatan Robekan pada meniskus sebaiknya dilakukan penjahitan tanpa

membuang meniskus apabila masih dapat dipertahankan, karena pengeluaran meniskus akan mempercepat terjadinya osteoartritis di kemudian hari. Dengan alat artroskopi dapat dilakukan penjahitan meniskus atau pengeluaran sebagian meniskus (partial menisectomy) dengan pemulihan rehabilitasi yang cepat. Indikasi operasi meniskus: 1. Locking yang berulang-ulang dan tindakan operasi dapat memberikan jalan keluar

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

2.

Nyeri yang terus menerus

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

3. // o1. o 2. o3. o 4. o 5. 6. o7.

Atlet profesionalprofessional
; Diagnosis

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

banding
Formatted: Bullets and Numbering

1. Benda asing dalam ruang sendi, osteokondritis disekan, sinovial kondromatosis, osteoartritis lutut. 2. Meniskus diskoid (meniskus yang tebal secara bawaan)

Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Font color: Auto

3. Dislokasi patela rekuren " 4. Fraktur spina tibia

i

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Font color: Auto

5. Trauma pada ligamen krusiatum( 6.
y

. ,. :

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Kondromalasia patela "". '.-.'V^--."'.^.-'''•.^. '"•• "'-*• •'-'.'-..,' 7 Kista meniscus

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Not Superscript/ Subscript

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.25"

Bab 14 Trauma » 449 FRAKTUR TIBIA DAN FIBULA Fraktur tibia dan fibula dapat terjadi pada bagian proksimal (kondilus), diafisis atau persendian pergelangan kaki (gambar 14.112).

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Bold

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Gambar 14.112. Klasifikasi fraktur pada tibia dan fibula. 1. Fraktur kondilus 2. Fraktur diafisis 3. Fraktur dan fraktur dislokasi pada pergelangan kaki FRAKTUR KONDILUS TIBIA Fraktur kondilus tibia lebih sering mengenai kondilus lateralis daripada medialis serta fraktur pada kedua kondilus.
Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Bold

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Mekanisme trauma Fraktur kondilus lateralis terjadi karena adanya trauma abduksi tibia terhadap femur dimana kaki terfiksasi pada dasar, misalnya trauma sewaktu mengendarai mobil (gambar 14.113).

Klasifikasi Sederhana (Adam) (gambar 14.114) 1. 2. 3. Fraktur kompresi komunitif Tipe depresi plateau Fraktur oblik

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Klasifikasi kompleks (Rokcwood)

Formatted: Right: 0.25"

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Fraktur yang tidak bergeser Kompresi lokal Kompresi split Depresi total kondiler Fraktur split Fraktur komunitif Fraktur tidak bergeser apabila depresi kurang dari 4 mm, sedangkan yang

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

bergeser apabila depresi melebihi 4 mm. -,,.,«• „!•,,,-,.o••,•.** ••.->

GambarankKlinis <

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Pada anamnesis terdapat riwayat trauma pada lutut, pembengkakan dan nyeri serta hemartrosis. Terdapat gangguan dalam pergerakan sendi lutut. ...
;

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

,

Pemeriksaan Rradiologis Dengan foto rontgen posisi AP dan lateral dapat diketahui jenis fraktur (gambar 14.115), tetapi kadang-kadang diperlukan pulafoto oblik dan pemeriksaan laminagram.
Formatted: Pattern: Clear (White)

Formatted: Right: 0.25"

Formatted: Centered, Pattern: Clear (White

Formatted: Right: 0.25"

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

450 4<Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Gambar 14.113. Gambar skematis mekanisme terjadinya fraktur kondilus lateralis tibia. Gambar 14.114. Tiga jenis fraktur kondilus lateralis tibia. 1. Fraktur dengan kompresi 2. Fraktur tibia/plateau dengan fragmen besar dan kompresi 3. Fraktur oblik Gambar 14.115. Gambaran radiologik fraktur kondilus lateralis. ; Pengobatan . • » s
;>

'

^

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

1.

Konservatif Pada fraktur yang tidak bergeser dimana depresi kurang dari 4 mm dapat dilakukan beberapa pilihan pengobatan, antara lain: • • • Verbanelastis :::!. . ., .::... Traksi Gips sirkuler K ...... , ,
:

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

• ..

•, —

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Prinsip pengobatan adalah mencegah bertambahnya depresi, tidak menahan beban dan segera mobilisasi pada sendi lutut agar tidak terjadi kekakuan sendi.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Right: 0.25"

terjadi karena adanya kerusakan pada permukaan sendi sehingga bersifat ireguler yang menyebabkan inkonkruensi sendi lutut Formatted: Bullets and Numbering FRAKTUR KONDILUS MEDIALIS Sama seperti pada fraktur kondilus lateralis tetapi lebih jarang ditemukan. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR DIAFISIS TIBIA DAN ATAU FIBULA Fraktur diafisis tibia dan fibula lebih sering ditemukan bersama-sama.Fraktur dapat juga terjadi hanya pada tibia atau fibula saja.25" . Operatif Depresi yang lebih dari 4 mm dilakukan operas! dengan mengangkat bagian depresi dan ditopang dengan bone graft. Penyebab utama terjadinya fraktur adalah akibat kecelakaan lalu lintas. Tungkai bawah bagian depan sangat sedikit ditutupi otot sehingga fraktur pada daerah tibia sering bersifat terbuka (gambar 14. o2. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Osteoartritis. terjadi karena tidak dilakukan latihan yang lebih awal 3. Pada fraktur split dapat dilakukan pemasangan screw atau kombinasi screw dan plate untuk menahan bagian fragmen terhadap tibia. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Fraktur diafisis tibia dan fibula terjadi karena adanya trauma angulasi yang akan menimbulkan fraktur tipe transversal atau oblik pendek. Formatted: Right: 0. 1. o3. sedangkan trauma rotasi akan menimbulkan fraktur tipe spiral. Kekakuan lutut. Genu valgum.116). terjadi oleh karena depresi yang tidak direduksi dengan baik 2.Bab 14 Trauma » 451 2. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Komplikasi o1. Fraktur tibia biasanya terjadi pada batas antara 1/3 bagian tengah dan 1/3 bagian distal sedangkan fraktur fibula pada batas 1/3 bagian tengah dengan 1/3 bagian proksimal. sehingga fraktur tidak terjadi pada ketinggian yang sama. Formatted: Font: (Default) Times New Roman.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14.117).116. nyeri dan sering ditemukan penonjolan tulang keluar kulit. jenis fraktur. Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Centered. Juga dapat ditentukan apakah fraktur bersifat segmental. Formatted: Font: (Default) Times New Roman.25" . Pattern: Clear (White Formatted: Right: 0. Fraktur terbuka grade Gambaranklinis Ditemukan gejala fraktur berupa pembengkakan. apakah fraktur pada tibia dan fibula atau hanya pada tibia saja atau fibula saja (gambar 14. 9 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemeriksaan radiologis Dengan pemeriksaan radiologis dapat ditentukan lokalisasi fraktur.

->': • :.. Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Adakontak 70% atau lebih ••..••• •>':..•.T.. Konservatif..rii/ ...:..• it?-..-•: . Pemasangan gips sirkuler Formatted Formatted manipulasi tertutup r Formatted Formatted Formatted untuk imobilisasi. • ...: ^..-. • •.• ....... -• : '••'.&r•.. Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Cast bracingadalab teknik pemasangan gips sirkuler dengan tumpuan padatendo patela (gips Sarmiento) yang biasanya dipergunakan setelah pembengkakan mereda atau telah terjadi union secara fibrosa.•/' Fraktur tertutupi( ..-.-.Formatted Formatted Formatted Formatted 452 « Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Gambar 14. i Pengobatan standar dengan cara konservatif berupa reduksi fraktur dengan dengan pembiusan umum. dapat dilakukan koreksi setelah 3 minggu (union secara fibrosa).• .!••-.-.!••: . Formatted Formatted Formatted Tidak ada angulasi Formatted Formatted Tidak adarotasi Formatted Formatted Formatted Apabila ada angulasi. -. dipasang sampai di ! ataslutut. Operatif Terapi operatif dilakukan pada: • • • Fraktur terbuka Kegagalan dalam terapi konservatif Fraktur tidak stabil Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted .'!'... r .::.•. : T~ •:. tt Prinsip reposisi: v • • • • . . Pada fraktur oblik atau spiral imobilisasi dengan gips biasanya sulit dipertahankan. .-:.:.«.• •-: • •. 2.-.. sehingga mungkin diperlukan tindakan operasi.-. '.118) 1. Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Pengobatan(gambar 14......117.. . . Beberapa gambaran radiologik fraktur tibia dan fibula.:.118)(gambar 14.j:.

.-r.^^._.. .. .-.• • • • • ^ t..-....] Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom hebat atau hilangnya fragmen tulang . .. Indikasi pemasangan fiksasi eksterna pada fraktur tibia: o Fraktur tibia terbuka grade II dan III terutama apabila terdapat kerusakan jaringan yang ...••..-o Pseudoartrosis yang mengalami infeksi (infected Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom pseudoarthrosis) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered... ....25" .. ... . Pattern: Clear (White Formatted: Right: 0....... . Adanya nonunion Metode pengobatan operatif: Pemasangan plate dan screw Nail intrameduler .-...--.... -• Pemasangan screw semata-mata ' Pemasangan fiksasi eksterna.. .

3.Bab 14 Trauma » 453 CD Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. 6. Gangguan ini biasanya disebabkan karena adanya adhesi pada otot-otot tungkai bawah. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. infeksi (A) dan malunion (B). Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. 5. Infeksi Delayed union atau nonunion Malunion Kerusakan pembuluh darah (sindroma kompartemen anterior) Trauma saraf terutama pada nervus peroneal komunis Gangguan pergerakan sendi pergelangan kaki. Beberapa tindakan pengobatan pada fraktur tibia. plate dan screw(B) dan fiksasi eksterna (C & D). Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14.118.25" . pemasangan gips (A).119) 1. Komplikasi (gambar 14. 2. Komplikasi fraktur tibia.119. 4.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. 2. 1 pt.25" . Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. tergantung dari beratnya trauma.454 44 Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi FRAKTUR TIBIA SEMATA-MATA ATAU FIBULA SEMATA-MATA Fraktur tibia atau fibula semata-mata perlu diwaspadai sebab sering mengganggu terjadinya union hingga diperlukan osteotomi pada salah satu tulang. Pattern: Clear (White) FRAKTUR DAN FRAKTUR DISLOKASI SENDI PERGELANGAN KAKI Pergelangan kaki merupakan sendi yang kompleks dan penopang badan dimana talus duduk dan dilindungi oleh maleolus lateralis dan medialis yang diikat dengan ligamen. 1. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Fraktur maleolus dengan atau tanpa subluksasi dari talus. fraktur sekitar pergelangan kaki disebut sebagai fraktur Pott.Dahulu. dapat terjadi dalam beberapa macam trauma (gambar 14. fraktur pada maleolus medialis yang bersifat avulsi atau robekan pada ligamen bagian medial. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Trauma adduksi juga bisa hanya menyebabkan strain atau robekan pada ligamen lateral. Trauma abduksi Trauma abduksi akan menimbulkan fraktur pada maleolus lateralis yang bersifat oblik. Trauma adduksi Trauma adduksi akan menimbulkan fraktur maleolus medialis yang bersifat oblik atau avulsi maleolus lateralis atau keduanya.120).

Trauma rotasi eksterna Trauma rotasi eksterna biasanya disertai dengan trauma abduksi dan terjadi fraktur pada fibula di atas sindesmosis yang disertai dengan robekan ligamen medial atau fraktur avulsi pada maleolus medialis.120. dimana fibula merupakan tulang yang penting dalam stabilitas dari kedudukan sendi berdasarkan atas lokalisasi fraktur terhadap sindesmosis tibiofibular. menurut Danis & Weber (1991). Klasifikasi lain yang lebih sederhana. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Klasifikasi Lauge-Hansen (1950) mengklasifikasikan menurut patogenesis terjadinya pergeseran dari fraktur.25" . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Trauma kompresi vertikal Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pada kompresi vertikal dapat terjadi fraktur tibia distal bagian depan disertai dengan dislokasi talus ke depan atau terjadi fraktur komunitif disertai dengan robekan diastasis. ABC D Gambar 14.Apabila trauma lebih hebat dapat disertai dengan dislokasi talus. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 4. yang merupakan pedoman penting untuk tindakan pengobatan atau manipulasi yang dilakukan.3. Gambar skematis mekanisme terjadinya trauma pada fraktur maleolus.

D. fraktur fibula di atas sindesmosis dan atau disertai avulsi dari tibia disertai fraktur Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom atau robekan pada maleolus medialis.A.121): • • Tipe A. Pada tipe C terjadi robekan pada sindesmosis. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified.Jenis tipe C ini juga dikenal sebagai fraktur Dupuytren. B. Trauma abduksi. fraktur maleolus lateralis yang bersifat oblik disertai avulsi maleolus medialis dimana sering disertai dengan robekan dari ligamen tibiofibular bagian depan • Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Tipe C. C. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Trauma adduksi. fraktur maleolus di bawah sindesmosis Tipe B. Trauma rotasi dan eksternal.25" . Klasifikasi terdiri atas (gambar 14. Trauma kompresi.

Foto rontgen perlu dibuat sekurang-kurangnya tiga proyeksi. tipe A (1). Sering fraktur terjadi pada fibula proksimal. Yang penting diperhatikan adalah lokalisasi dari nyeri tekan apakah pada daerah tulang atau pada ligamen. kebiruan atau deformitas.121. Formatted: Font: (Default) Times New Rom 123 4 Gambar 14. ABC Formatted: Right: 0. Pemeriksaan radiologis Dengan pemeriksaan radiologis dapat ditentukan jenis-jenis fraktur dan mekanisme terjadinya trauma(gambar 14. yaitu antero-posterior.25" . lateral dan setengah oblik dari gambaran posisi pergelangan kaki.Bab 14 Trauma » 455 Formatted: Font: (Default) Times New Rom Klasifikasi ini penting artinya dalam tindakan pengobatan oleh karena selain fraktur juga perlu dilakukan tindakan pada ligamen. Gambaranklinis Ditemukan adanya pembengkakan pada pergelangan kaki.122). Gambar skematis klasifikasi menurut Danis-Weber. tipe B (2) dan tipe C (3 & 4). sehingga secara klinis harus diperhatikan.

Konservatif.Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14.25" . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified.122 Gambaran radiologik fraktur dan dislokasi pergelangan kaki sesuai klasifikasi Danis-Weber. Pengobatan Fraktur dislokasi pada sendi pergelangan kaki merupakan fraktur intra-artikuler sehingga diperlukan reduksi secara anatomis dan akurat serta mobilisasi sendi yang sesegera mungkin. berupa pemasangan gips sirkuler di bawah lutut. Tindakan pengobatan terdiri atas: • 1. Formatted: Right: 0. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Dilakukan pada fraktur yang tidak bergeser.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Komplikasi 1.123).25" .456 44 Pengantar Iltnu Bedah Ortopedi 2. Vaskuler Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. apakah ada robekan pada ligamen atau diastasis pada tibiofibula serta adanya dislokasi talus (gambar 14. Italic Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Ruang sendi bagian medial harus terkoreksi sampai normal (4 mm) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pada foto oblik tidak nampak adanya diastasis tibiofibula Formatted: Font: (Default) Times New Rom Tindakan operasi terdiriatas: Pemasangan screw (maleolar) Pemasangan tens/on band wiring Pemasangan plate dan screw Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom A B Gambar 14.Beberapa hal yang penting diperhatikan pada reduksi. yaitu: • • Panj'ang fibula harus direstorasi sesuai panjang anatomis Talus harus duduk sesuai sendi dimana talus dan permukaan tibia duduk paralel • • • • • Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Operatif Terapi operatif dilakukan berdasarkan kelainan-kelainan yang ditemukan apakah hanya fraktur semata-mata. Italic Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.123 Tindakan operasi berupa pemasangan screw (A) dan tension band wiring (B}.

Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. terdapat pembengkakan dan nyeri tekan di sekitar pergelangan kaki.Apabila terjadi fraktur subluksasi yang hebat maka dapat terjadi gangguan pembuluh darah yang segera. 2. Osteoartritis Algodistrofi Algodistrofi adalah komplikasi dimana penderita mengeluh nyeri. 4.25" . sehingga harus dilakukan reposisi secepatnya.Dapat terjadi perubahan trofik dan osteoporosis yang hebat. Kekakuan yang hebat pada sendi<"••"'•-'•' ' : = •• Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. 3. 5. Malunion Reduksi yang tidak komplit akan menyebabkan posisi persendian yang tidak akurat yang akan menimbulkan osteoartritis.

„. Pengobatan dengan pemasangan verban elastis atau pemasangan gips di bawah lutut. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom . -.. Ruptur tendo Achilles merupakan ruptur yang paling sering ditemukan pada atlet. No underline Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Patologi Tendo mulai mengalami perubahan degenerasi pada umur 2530 tahun. ROBEKAN TENDO KALKANEUS Tendo kalkaneus (tendo Achilles) dibentuk oleh muskulus gastroknemius. Robekan tendo kalkaneus biasanya terjadi 5 cm di atas insersinya atau tepat pada perlekatannya di kalkaneus. • Robekan ligamen parsial (strain) Diagnosis strain ligamen lateral sama dengan yang total tetapi dengan pemeriksaan foto stres tidak ditemukan adanya robekan. Robekan pada ligamen lateral ...Bab 14 Trauma » 457 TRAUMA JARINGAN LUNAK PAD A PERGELANSAN KAKI ROBEKAN LIGAMEN PADA PERGELANGAN KAKI 1. . bisa bersifat total atau parsial. Robekan dapat bersama-sama dengan lepasnya fragmen kecil dari maleolus medialis (avulsi)... bola voli. Formatted: Right: 0.25" Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Pengobatan seperti pada robekan ligamen lateral.. 2. Robekan pada ligamen medial (ligamen deltoid) Robekan terjadi karena adanya trauma abduksi.. Robekan pada ligamen lateral dapat bersifat:.. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis. melompat atau berolahraga seperti main tenis..„._. • Robekan ligamen total Trauma adduksi yang hebat dapat menyebabkan robekan total pada ligamen lateral. Pengobatan dilakukan dengan restorasi ligamen secara konservatif atau operatif. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.. .. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom pemeriksaan klinik serta foto stres pada pergelangan kaki. Bold.. muskulus soleus dan muskulus plantaris. Mekanisme trauma Robekan tendo kalkaneus terjadi pada saat berlari.. bola basket dan badminton.

Pemeriksaan Thompson (test Simmond) Penderita tidur tengkurap dengan kedua kaki di pinggir tempat tidur.25" . Formatted: Right: 0. Dilakukan kompresi pada otot betis. Penderita tidak dapat jalan. Pada robekan yang lama juga dilakukan penjahitan tendo dengan mempergunakan teknik Lindholm. nyeri tekan dan pembengkakan pada daerah Achilles dan mungkin teraba adanya ruang antara kedua tendo. Pada otot yang normal terjadi fleksi plantar kaki dan bila terjadi robekan maka tidak terjadi fleksi plantar (tes positif). Konservatif •' Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pada robekan parsial dilakukan pemasangan gips sirkuler di atas lutut selama 46 minggu dalam posisi fleksi 30-40o pada lutut dan fleksi plantar pada pergelangan kaki. Gambaran klinis Penderita datang dengan keluhan tiba-tiba sakit pada daerah tendo Achilles atau mungkin mendengar adanya robekan pada saat berolahraga. Operatif ' Pada robekan total dilakukan penjahitan tendo Achilles danpemasangan gips seperti di atas. Pasca operasi dilakukan fisioterapi dan memakai sepatu yang tumitnya ditinggikan selama beberapa bulan. Olahraga berat tidak boleh dilakukan selama 6 bulan.Robekan dapat pula terjadi hanya pada muskulus plantaris pada batas antara otot dan tendo. 2. Pengobatan 1.

25" . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.458 44 Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi TRAUMA PADA KAKI FRAKTUR TALUS Talus merupakan suatu tulang yang bersendi pada bagian distal tibia dan di sebelah proksimal kalkaneus serta tulang tarsal lainnya.

25" . 2. .Mekanisme trauma Pada umumnya fraktur terjadi karena jatuh dengan kaki dari ketinggian misalnya pada kecelakaan pesawat terbang. : Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran klinis Pembengkakan dan nyeri pada daerah pergelangan kaki. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemeriksaan radiologis Dengan pemeriksaan radiologis dapat ditentukan lokalisasi dan jenis fraktur..Fraktur terutama terjadi pada leher talus. Nonunion Nekrosis avaskuler Osteoartritis Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR KALKANEUS Fraktur kalkaneus dapat berupa: . Komplikasi 1. Isolatic crac/c atau adanya fraktur kecil tan pa pergeseran fragmen „. • '<-. . Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Hampir semua fraktur kalkaneus terjadi karena jatuh dari ketinggian dengan tumit terlebih dahulu sehingga dapat terjadi fraktur pada kedua kalkaneus.. . 3. 2. 1. . Pengobatan Fraktur yang tidak bergeser diobati dengan pemasangan gips sirkuler. Formatted: Right: 0.Beratnya fraktur tergantung dari ketinggian dan trauma yang terjadi. Fraktur dengan pergeseran fragmen terutama yang mengenai permukaan sendi sebaiknya dilakukan operasi. Fraktur kompresi yang menyebabkan tulang kalkaneus terpilah-pilah Formatted: Font: (Default) Times New Roman.-.

Pengobatan 1. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemeriksaan radiologis Dengan pemeriksaan radiologis dapat diketahui apakah fraktur bergeser. 2. Konservatif Fraktur dengan simple crack cukup dengan pemberian verban elastis.25" . '• Fraktur kalkaneus komunitif • . tanpa menekan kalkaneus dan segera mobilisasi serta elevasi kaki. kebiruan pada daerah tumit serta nyeri. 4. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0.. :: Formatted: Font: (Default) Times New Rom Fraktur avulsi tuberositas kalkaneus Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran klinis Fraktur kalkaneus biasanya didahului dengan trauma jatuh dari ketinggian disertai pembengkakan. . Formatted: Font: (Default) Times New Rom • " 'v: i:! Formatted: Font: (Default) Times New Rom '•••' = :.. 3.124) atau hanya berupa suatu fraktur sederhana (simple crack).• Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom ' ' ' -' ••'• ' . Operatif '•'••--"•' • Tindakan operatif berupa reduksi terbuka dan pemasangan bone graft terutama untuk fraktur yang bergeser dan mengenai permukaan sendi • Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Reduksi dengan mempergunakan pin kecil untuk elevasi fraktur Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. Fraktur kalkaneus ekstraartikuler Fraktur kalkaneus intraartikuler .•:. komunitif (gambar 14.Klasifikasi 1. 2.

Pengobatan biasanya secara konservatif dengan verban elastis atau gips sirkuler.25" . Komplikasi 1. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR TULANG-TULANG METATARSAL DAN FALANGS KAKI Fraktur metatarsal disebabkan karena trauma langsung akibat kejatuhan benda berat. 2.124 Gambaran Radiologik fraktur kalkaneus Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom . Fraktur basis metatarsal V Fraktur basis metatarsal V sering ditemukan. 3. kuboid dan kuneiform dapat terjadi karena trauma langsung akibat kejatuhan benda berat. 4.Ditemukan nyeri tekan pada daerah Formatted: Font: (Default) Times New Roman. kecuali bila ada pergeseran fraktur yang hebat maka diperlukan tindakan operatif. karena tarikan otot pada trauma rotasi dan dapat pula karena fraktur stres (March fracture).125) Fraktur metatarsal dapat terjadi pada: 1. Kekakuan pada sendi subtalar dan sendi midtarsal Osteoartritis sendi subtalar Malunion Nyeri karena kaki berbentuk ceper Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR TULANG TARSAL LAINNYA Fraktur tulang tarsal lainnya seperti tulang navikular.Bab 14 Trauma » 459 Gambar 14. biasanya terjadi karena trauma rotasi yang dipaksakan dalam posisi inversi. Fraktur Metatarsal (gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Roman.

Fraktur leher metatarsal Fraktur leher metatarsal dapat terjadi pada metatarsal dengan trauma yang sama pada diafisis. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.126). Fraktur diafisis metatarsal Fraktur diafisis metatarsal juga dapat terjadi karena trauma langsung akibat kejatuhan benda berat. 3. Pengobatan sebaiknya dengan gips sirkuler untuk mengurangi nyeri.25" .basis metatarsal V Pemeriksaan radiologis dapat menentukan diagnosis.Fraktur bisa tunggal dan bisa juga pada beberapa metatarsal (gambar 14. 2.

Pengobatan Pengobatan fraktur yang tidak bergeser ditujukan untuk mengurangi nyeri dengan memasang verban elastis atau pemasangan gips sirkuler selama 3-4 minggu. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered. Fraktur dengan pergeseran yang hebat sebaiknya dilakukan operasi dengan memasang K-wire.25" . Pattern: Clear (White Formatted: Right: 0.

. ..126.25" ..qLb '•:•:••. Gambaran radiologik fraktur dan dislokasi metatarsal.! Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14.. .Pengobatan juga dilakukan seperti pada fraktur metatarsal... fraktur dan dislokasi (B) dan gambaran radiologik setelah pemasangan K-wire(C).125.. B.... -..-vC. A •. A.lie .Formatted: Font: (Default) Times New Rom 460 44 Pengantar llmu Bedah Ortopedi Gambar 14... C. Beberapa lokalisasi fraktur metatarsal. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0... fraktur (A).-.. Fraktur leher metatarsal....>•'. Fraktur diafisis metatarsal. . ."..„.Mf:vl? B ••-:.. Fraktur Falangs Kaki Fraktur falangs kaki juga terjadi seperti pada fraktur metatarsal. Fraktur basis metatarsal...

Jaringan lunak pada tulang belakang.127).. 3.TRAUMA TULANG BELAKANG . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Semua trauma tulang belakang harus dianggap suatu trauma yang hebat.25" . diskus dan faset ' ^J' •-• Tulang belakang sendiri Sumsum tulang belakang 1:: Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. serta dilengkapi diskus intervertebralis yang mempunyai daya absorpsi terhadap tekanan atau trauma yang memberikan sifat fleksibilitas dan elastis (gambar 14. - >h r Tulang belakang merupakan satu kesatuan yang kuat yang diikat oleh ligamen di depan dan di belakang. sehingga sejak awal pertolongan pertama dan transportasi ke rumah sakit penderita harus diperlakukan secara hati-hati. 2. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. yaitu ligamen.• ••' '•--" ' •'••^'' 1. Trauma pada tulang belakang dapat mengenai.

Depan Formatted: Font: (Default) Times New Rom P. Penyebab trauma tulang belakang: 1. A. 5. P = Pilar B. 4. Fleksi Trauma terjadi akibat fleksi dan disertai dengan sedikit kompresi pada vertebra. Tampak dari atas. Gambar skematis anatomi vertebrata. Kecelakaan lalu lintas Kecelakaan olahraga Kecelakaan industri Kecelakaan lain seperti jatuh dari pohon atau bangunan Lukatusuk. . Belakang Sendi posterior Diskus intervertebral Foramen intervertebral B Prosesus spinosus Lamina Pedikel Badan vertebra Gambar 14. 6. Tampak dari samping. Not Italic Ruang interlaminar Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma 1. . .127. lukatembak Trauma karena tali pengaman (Fraktur Chance) 7 Kejatuhan benda keras Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Tengah P..Bab 14 Trauma » 461 LS LLP LLA P. LS = ligamen interspinosum... LLA = ligamen longitudinal anterior.Apabila Formatted: Right: 0.. LLP = ligamen longitudinal posterior.Vertebra mengalami tekanan berbentuk remuk yang dapat Formatted: Font: (Default) Times New Rom menyebabkan kerusakan atau tanpa kerusakan ligamen posterior.25" . 2. Tampak lateral dan posterior C. Sebagian besar trauma tulang belakang yang mengenai tulang tidak disertai kelainan pada sumsum tulang belakang (80%) dan hanya sebagian (20%) yang disertai kelainan pada sumsum tulang belakang.. 3.

Semua fraktur dislokasi bersifat tidak stabil (gambar 14. 2.129). Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Fleksi dan rotasi Trauma jenis ini merupakan suatu trauma fleksi yang bersama-sama dengan rotasi.Terdapat strain dari ligamen dan kapsul. juga ditemukan fraktur faset.128). maka fraktur bersifat tidak stabil dan dapat terjadi subluksasi (gambar 14.terdapat kerusakan ligamen posterior.Pada keadaan ini terjadi pergerakan ke depan/dislokasi vertebra di atasnya.25" .

128. Ekstensi disertai dengan ligamen intervetebral anterior Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. 3. vertebra menjadi gepeng Gambar 14. robekan pada ligamen posterior dan dislokasi intervertebral. biasanya terjadi hiperekstensi sehingga terjadi kombinasi distraksi dan ekstensi.Ligamen anterior dan diskus dapat mengalami kerusakan atau terjadi fraktur pada arkus neuralis. Kompresi vertikal (aksial).131. Hiperekstensi atau retrofleksi. Formatted: Font: (Default) Times New Rom 5. Nukleus pulposus akan memecahkan permukaan serta badan vertebra secara vertikal. Fleksi lateral. foramen vertebra dan sendi faset. suatu trauma vertikal yang secara langsung mengenai vertebra yang akan menyebabkan kompresi aksial.Fraktur ini biasanya bersifat stabil (gambar 14.462 4<Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. kompresi atau trauma distraksi yang menimbulkan fleksi lateral akan menyebabkan fraktur pada komponen lateral yaitu pedikel. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 4. Material diskus akan masuk dalam badan vertebra dan menyebabkan vertebra menjadi rekah (pecah). Keadaan ini sering ditemukan pada vertebra servikal dan jarang pada vertebra torakolumbal.25" .130. Fleksi dan rotasi. Pada trauma ini elemen posterior masih intak sehingga fraktur yang terjadi bersifat stabil (gambar 14. Kompresi vertikal. Fleksi dengan vertebra bentuk baji Gambar 14129.130).131).

b.Klasifikasi 1.5". e. Fraktur prosesus tranversus Fraktur prosesus spinosus Fraktur badan vertebra Fraktur lamina Fraktur pedikel Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0.25" . c. Pattern: Cle (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Klasifikasi berdasarkan lokalisasi: a. d.

bentuk dan kesejajaran vertebra Pergerakan fragmen tulang dalam kanal spinal .Pada fraktur G2 pemeriksaan posisi AP dilakukan secara khusus dengan membuka mulut. Fraktur mengenai sumsum tulang belakang • • • • Konkusi spinal (syok spinal) Trauma akar saraf Trauma pada sumsum.. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemeriksaan radiologis Pemeriksaan radiologis meliputi: 1.Pada setiap trauma tulang belakang harus dilakukan pemeriksaan yang teliti terhadap trauma yang mungkin menyertainya seperti trauma pada kepala. kecelakaan lalu lintas atau olahraga. rongga perut serta panggul. Pemeriksaan tulang belakang dilakukan secara hati-hati dengan memeriksa mulai dari vertebra servikal sampai vertebra lumbal dengan meraba bagianbagian vertebra. Diperhatikan adanya tanda-tanda trauma dan aberasi kepala bagian depan yang mungkin disebabkan karena trauma hiperekstensi. Fraktur tanpa mengenai sumsum tulang belakang b. Fraktur stabil b.Anamnesis yang baik mengenai jenis trauma. total dan parsial Trauma kaudaekuina Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Diagnosis Setiap penderita dengan trauma tulang belakang harus dilakukan pemeriksaan secara lengkap. 3.Pemeriksaan neurologis lengkap juga diperlukan...... Pemeriksaan posisi AP lateral dan kadang-kadang oblik dilakukan untuk menilai: • • • Diameter anteroposterior kanal spinal Kontur. Klasifikasi berdasarkan stabilitas: a. toraks. manipulasi penderita harus dilakukan secara hatihati.. Fraktur tidak stabil Klasifikasi menurut keterlibatan sumsum tulang belakang: a. ligamen serta jaringan lunak lainnya. apakah jatuh dari ketinggian.Bab 14 Trauma » 463 2. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Pemeriksaan rontgen Pada pemeriksaan rontgen.25" .

Pertolongan pertama Pertolongan pertama terutama diprioritaskan pada jalan napas serta ventilasi yang baik. Pemeriksaan CT-scan dengan mielografi Pemeriksaan MRI terutama untuk melihat jaringan lunak yaitu diskus intervertebralis dan Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom ligamen flavum serta lesi dalam sumsum tulang belakang Prinsip-prinsip pengelolaan 1. Keadaan simetris dari pedikel dan prosesus spinosus Ketinggian ruangan diskus intervertebralis Pembengkakan jaringan lunak Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemeriksaan CT-scan terutama untuk melihat fragmentasi. 3.Penderita yang dicurigai mengalami trauma tulang belakang digerakkan secara hati-hati terutama untuk menjaga gerakan pada tulang belakang. Pengelolaan awal di rumah sakit Pengelolaan awal di rumah sakit terutama ditujukan pada berat ringannya trauma serta keadaan trauma sendiri.Pemasangan kateter untuk mengukur urin disertai pemberian cairan yang adekuat.• • • 2.25" . 2. 4. Penderita dengan kerusakan sumsum tulang belakang perlu dirawat untuk mencegah terjadinya dekubitus serta komplikasi pada kandung Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom kencing. Pengobatan definitif Tujuan pengobatan definitif: • • Mempertahankan fungsi neurologis Mencegah atau menghilangkan tekanan pada sumsum yang bersifat reversible Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. pergeseran fraktur dalam kanal spinal Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 3.

dapat dipilih pengobatan konservatif dengan tim rehabilitasi lengkap atau dilakukan stabilisasi dengan operasi untuk mempermudah perawatan. Apabila gangguan ini tidak hilang maka kelainan bersifat permanen. i"" Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom TRAUMA VERTEBRA SERVIKALIS________________________ Formatted: Font: (Default) Times New Roman.-v Rehabilitasi penderita Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Prinsip pengobatan meliputi: 1.464 44 Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi • • Stabilisasi tulang belakang ^VJi-::. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Trauma tulang belakang yang tidak stabil perlu dipertahankan agar tetap stabil sampai jaringan sembuh dan tulang belakang menjadi stabil. • • Apabila trauma spinal tetap stabil (jarang sekali terjadi). Penderita dengan kelainan neurologis Pada kelainan neurologis yang tidak total dan fraktur yang bersifat stabil dapat ditindaki dengan cara konservatif. tetapi merupakan suatu trauma yang serius dan dapat menyebabkan kematian segera oleh karena gangguan pernapasan. Bold. Penderita tanpa kelainan neurologis Trauma tulang belakang yang bersifat stabil dapat diobati dengan memberikan penopang pada tulang belakang dan mencegah trauma selanjutnya. Apabila terdapat gangguan neurologis total dan fraktur yang bersifat tidak stabil. Kelainan neurologis total dapat terjadi berupa: • Gangguan neurologis bersifat sementara karena adanya syok spinal yang dapat berlangsung selama 48 jam. sedangkan apabila fraktur bersifat tidak stabil maka dapat dipertimbangkan dekompresi dan stabilisasi secara operasi.••. dapat ditindaki secara konservatif dan selanjutnya dilakukan rehabilitasi. 2.-.Walaupun kelainan pada trauma vertebra Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.25" .--fo^ii i.. Bold Trauma pada vertebra servikalis lebih jarang daripada trauma pada vertebra torakal dan lumbal.-nr-. No underline Formatted: Font: (Default) Times New Roman.

5i. Berdasarkan patologi anatomi !••'. .• .•• . "' Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted 2...<. .Formatted Formatted Formatted Formatted servikalis hanya mengenai jaringan lunak seperti whiplash.:. ..: . Fleksi Fleksi-rotasi . Berdasarkan patologi anatomi • • • • • • • • • ' -' ' "' ' ' ' ' Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Kompresi fraktur baji badan vertebra Fraktur rekah badan vertebra Ekstensi subluksasi Fleksi subluksasi Dislokasi dan fraktur dislokasi Fraktur atlas (&) Fraktur dislokasi sendi atlanto-aksial Pergeseran jaringan lunak intra-spinal Fraktur prosesus spinosus ....:>-.. .'....... ^ ::.< v <v<. ..(-4..... ......r... .r i SERVIKAL STRAIN (WHIPLASH) Kelainan ini merupakan kelainan trauma pada jaringan lunak yang dapat terjadi karena ..-.. :• .•.. ! v Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted 1..„..••>•-•!•.. '••-... Klasifikasi Trauma pada vertebra servikalis dapat dibagi atas dua cara: 1.. Berdasarkan mekanisme trauma • • • • ...„..-..- -..: •. ...i. . .-: Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Ekstensi:. Kompresi vertikal .. _ .„.•..s. . Berdasarkan mekanisme trauma 1.•:•.. „.„< • : :i... tetapi harus tetap dilakukan penanganan yang memadai. 2..-...' •... . ?-. -.

Sedangkan pada tipe B fraktur bersifat tidak stabil.Fraktur ini disebut juga fraktur Jefferson (gambar 14.1) (ATLAS) Fraktur vertebra QG1. •'§ FRAKTUR VERTEBRA SERVIKAL 1 (C . Gambaran klinis Penderita mengeluh nyeri dan kaku pada leher yang dapat berlangsung beberapa tahun. mual.25" . tidak ada gejala neurologis dan fraktur bersifat stabil.Fraktur dapat tanpa disertai robekan (tipe A) atau dengan robekan ligamen transversum (tipe B). Pengobatan Pengobatan berupa pemberian analgetik dan fisioterapi. Ditemukan adanya strain atau robekan Gambar 14. pada ligamen longitudinal anterior dan kerusakan diskus (gambar 14. Mungkin ditemukan parestesia pada lengan.Bab 14 Trauma » 465 hiperekstensi yang tiba-tiba.132 Gambaran skematis whiplash.biasanya terjadi oleh karena kompresi pada daerah kepala oleh karena jatuh atau tertimpa benda berat pada kepala atau oleh karena kecelakaan lalu lintas. Lokasi yang paling sering adalah pada daerah yang lemah yaitu pada cincin vertebra (GL). Pada fraktur vertebra servikal dapat terjadi: Formatted: Right: 0. Servikal strain terjadi karena pergerakan badan penderita secara tiba-tiba ke depan sedangkan kepala bergerak ke belakang. Pemeriksaan radiologis Tidak ditemukan adanya kelainan pada tulang servikal. Pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan yang menyolok. tetapi sebagian penderita tetap mengeluhkan rasa nyeri sampai bertahuntahun.132). Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Keluhan lain berupa sakit kepala. Penderita pada umumnya sembuh setelah 4-8 minggu. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pada fraktur tipe A biasanya tidak ada gangguan pada kanalis neuralis. depresi dan gangguan penglihatan.133).

134) atau Blackburn tong selama 6 minggu. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Pengobatan fraktur tanpa adanya gangguan neurologis yaitu dengan traksi kepala menurut Crutchfield cranial tong (gambar 14.25" .Pada pemeriksaan fisis gerakan pada leher sangat terbatas.1. Tanpa kelainan pada sumsum tulang belakang Pada anamnesis ditemukan riwayat trauma dengan spasme pada otot leher. nyeri yang hebat pada bagian atas leher serta daerah oksipital. Dapat pula dilakukan pemasangan gips Minerva.

2. Dengan kelainan pada sumsum Keadaan ini merupakan suatu kelainan yang serius dan perlu ditangani segera dengan melakukan traksi serta perawatan pada penderita dengan kelainan tetraplegi.25" . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.

25" . Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR ODONTOID (C . Fraktur pada odontoid umumnya terjadi pada daerah basis odontoid dan lebih jarang pada daerah lain.1 (Jefferson) A.133. Gambaran skematis fraktur C . Crutchfield tong. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.2 dapat menyebabkan fraktur pada prosesus odontoid tanpa disertai dislokasi dan lebih jarang ditemukan. Fraktur dengan robekan ligamen transversum Gambar 14.2) Trauma pada C .Formatted: Font: (Default) Times New Rom 466 ^ Pengantar Iltnu Bedah Ortopedi Gambar 14. Fraktur tanpa robekan ligamen transversum B.134.

biasanya bersifat tidak stabil ' Tipe 3.25" .Mekanisme trauma Fraktur terjadi karena fleksi yang cepat. • PemeriksaanCT-scan •' '•'•'•• •-' ..' • > • • : Klasifikasifeamfta/-(gambar 14. ekstensi pada leher disertai rotasi atau dapat pula terjadi karena trauma yang hebat pada kepala akibat menyelam. terjadi pada basis odontoid. yaitu: "-' • • • *•'•'• . - Formatted Tipe 1.'..^r.•.:>' ' Tipe 2.. .. Apabila trauma bersifat fleksi terjadi dislokasi ke depan dan bila trauma bersifat ekstensi terjadi dislokasi ke belakang. fraktur odontoid disertai fraktur badan vertebra C2 • ••• '^ ' v Formatted Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom ^i*: Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered.' -. terjadi di sebelah atas basis odontoid. biasanya bersifat stabil <. .. •. " • Formatted • ••"''•-'!• •• •'••••:..: . Foto vertebra servikal posisi AP dengan membuka mulut '• •• ••'• • Formatted Pemeriksaantomogram . • Formatted Formatted Ada tiga jenis fraktur odontoid.135) <••••-. Pattern: Clear (White Formatted: Right: 0. •• ' ". ! Pemeriksaan radiologis ••'• •'•'••'••:••• :^ •'" Formatted Pemeriksaanradiologisyang dilakukan berupa::'-.

1/3 kanal spinal pada daerah atlas ditempati oleh odontoid. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. tetapi harus dipertimbangkan adanya dislokasi apabila jarak antara arkus anterior C -1 dan odontoid melebihi 3 mm. Gambar skematis fraktur odontoid (C-2). tipe 1. Kemungkinan terjadi pergerakan odontoid tanpa adanya trauma pada sumsum tulang belakang. tipe 2 dan tipe 3. Menurut Steel yang disebut rule of three. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Pengobatan • • Tipe 1.1.2 dapat menyebabkan odontoid bergeser ke belakang pada kanalis spinalis. dapat diobati dengan kolar leher yang rigid Tipe 2 dan 3. 1/3 merupakan ruangan bebas dan 1/3 oleh sumsum tulang belakang. dipertimbangkan traksi atau operasi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom DISLOKASI ODONTOID (C .25" .135. Ruangan posterior odontoid merupakan daerah dimana terjadi kemungkinan untuk bergerak ke belakang.Formatted: Font: (Default) Times New Rom Bab 14 Trauma » 467 Gambar 14.2) Trauma pada vertebra C .Subluksasi odontoid terjadi karena trauma pada ligamen transversum yang melekatkan odontoid pada arkus anterior C . Trauma pada tulang mungkin tidak terjadi.

maka keadaan ini sangat berbahaya dan perlu tindakan secepatnya dengan imobilisasi memakai halo-cast selama 12 minggu atau dipertimbangkan fusi anterior antara C .Kelainan neurologis bervariasi dan disebabkan oleh kompresi antara diskus dan ligamen flavum. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR DAN FRAKTUR DISLOKASI C3 .FRAKTUR C .2 disebut juga fraktur hangman.3 dan C . Trauma hiperekstensi Pada jenis ini tidak terjadi kerusakan tulang tetapi terjadi kerusakan pada ligamen longitudinal anterior. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom muka.Kelainan ini bersifat stabil sehingga pengobatan cukup dengan kolar leher selama 6 minggu.Pada pemeriksaan rontgen tidak ditemukan adanya tanda-tanda fraktur. Formatted: Right: 0. Biasanya terjadi oleh karena kecelakaan lalu lintas dimana leher mengalami hiperekstensi yang hebat secara tiba-tiba.Ditemukan kebiruan atau laserasi pada Formatted: Font: (Default) Times New Roman.C7 Beberapa kombinasi antara fraktur dan fraktur dislokasi dapat ditemukan antara C .25" .Mungkin ditemukan adanya edema atau hematomielia yang menyebabkan sindroma sumsum tulang belakang sentral yang mendadak. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Apabila kedua pedikel mengalami fraktur dan bergeser.2 PADA ELEMEN POSTERIOR Fraktur pada daerah pedikel C .2 dan C .Pada foto ekstensi terlihat adanya ruang diantara dua vertebra.7 Jenis-jenis trauma yang terjadi: 1.3 apabila tetap terdapat ketidakstabilan yang permanen.

Subluksasi Subluksasi terjadi karena trauma fleksi. sehingga terdapat ruangan yang membuka ke daerah interspinosus di bagian belakang. 6. Pada foto rontgen ruangan diantara kedua vertebra membesar. maka hanya diperlukan pemasangan kolar.Fraktur ini bisa bersifat stabii atau tidak stabii.Fragmen tulang bisa bergerak dan kadangkala memberikan tekanan pada kanalis spinalis.Korpus vertebra mengalami kompresi tetapi ligamen posterior tetap intak dan fraktur bersifat stabii.Apabila terjadi pergeseran. 5.Apabila terdapat penekanan pada sumsum. Fraktur badan vertebra komunitif (tear drop fracture) Fraktur badan vertebra komunitif terjadi karena adanya kompresi aksial atau kombinasi dengan fleksi.468 44 Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi 2.Korpus vertebra mengalami kerusakan dan dapat menekan kanalis spinalis. maka perlu dilakukan dekompresi.Fraktur yang bersifat stabii cukup dengan pemasangan kolar selama 6 minggu.Pengobatan dengan memasang kolar selama 6 minggu.Penekanan fragmen dapat dilihat dengan pemeriksaan CT-scan. Fraktur rekah Fraktur ini juga bersifat stabii. 4.Karena fraktur ini bersifat stabii.25" .Tulang tetap intak tetapi ligamen posterior robek. Apabila setelah 6 minggu tetap tidak stabii maka dianjurkan operas! dengan melakukan fusi pada vertebra. Pada foto lateral mungkin ditemukan adanya pergeseran ke posterior badan vertebra. Dislokasi dan fraktur dislokasi antara C . Perlu dilakukan pemeriksaan CT-scan untuk melihat adanya penekanan pada sumsum tulang belakang.3 dan T -1 Dislokasi dan fraktur dislokasi antara C . Vertebra bagian atas bergeser ke depan terhadap vertebra di bawahnya. maka fraktur bersifat tidak stabii. 3.Padafoto rontgen terlihat gambaran tipis adanya fraktur pada bagian sudut anterior inferior yang merupakan fragmen tunggal (tear drop). Kompresi fraktur yang bersifat baji Terjadi kompresi fraktur yang bersifat baji karena trauma fleksi. Italic Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.3 dan T -1 terjadi karena trauma rotasi fleksi dimana faset persendian bergerak ke depan terhadap faset di bawahnya Formatted: Font: (Default) Times New Roman.

apabila tidak berhasil dapat dilakukan reposisi berupa tindakan manipulasi di bawah pembiusan atau dengan operasi.136). Terdapat pergeseran ke depan vertebra atas terhadap vertebra di bawahnya.Dapat pula hanya berupa dislokasi yang murni. Pattern: Clear (White Formatted: Right: 0. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered. Pengobatan dengan reduksi traksi pada tengkorak (10-15 kg). Biasanya satu atau dua persendian mengalami fraktur.(gambar 14. Fraktur dislokasi vertebra servikal.136. Gambar 14.Pada penderita ini mungkin ditemukan trauma pada sumsum tulang belakang.25" .

Formatted: Font: (Default) Times New Rom dimana terjadi pergeseran vertebra di atas terhadap vertebra di bawahnya Klasifikasi Formatted: Right: 0.Bab 14 Trauma » 469 7 Dislokasi faset unilateral Keadaan ini terjadi karena rotasi fleksi dimana terjadi dislokasi pada salah satu faset vertebra. Pada keadaan ini terjadi fraktur rekah seperti pada trauma vertebra servikal. Trauma vertikal sepanjang aksis longitudinal tulang belakang baik karena trauma dari kepala atau dari bawah. Bold. Secara normal tulang belakang berbentuk fleksi sehingga trauma yang terjadi akan menyebabkan gerakan fleksi yang lebih hebat. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Penyebab fraktur 1. Trauma hiperfleksi terjadi fraktur dengan kolaps satu atau dua vertebra di depan dan berbentuk baji yang akan memberikan kifosis Formatted: Font: (Default) Times New Rom 3.Apabila reduksi tidak berhasil maka dianjurkan reduksi secara operasi.25" .Pada pemeriksaan foto rontgen terlihat badan vertebra bergeser kurang dari V2 lebarnya dan bagian atas vertebra sedikit mengalami rotasi terhadap vertebra di bawahnya.Reduksi dapat terjadi secara spontan apabila dilakukan traksi. Formatted: Font: (Default) Times New Rom 2. Kebanyakan trauma pada vertebra torakal adalah trauma hiperfleksi dan jarang oleh karena hiperekstensi. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Traksi dilanjutkan selama 3 minggu dan dipasang kolar untuk 6 minggu. TRAUMA PADA DAERAH TORAKAL_______________________ TRAUMA VERTEBRA TORAKAL Fraktur vertebra torakal biasanya disebabkan oleh karena trauma vertikal melalui aksis longitudinal dari tulang belakang. Fleksi disertai dengan rotasi akan menghasilkan fraktur serta dislokasi sendi intervertebra.Trauma ini terjadi oleh karena tertimpa beban dari atas atau jatuh dari ketinggian. No underline Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Pada keadaaan ini biasanya tidak terjadi kerusakan pada sumsum tulang.

Pada beberapa pusat pengobatan dilakukan tindakan operatif untuk stabilisasi tulang belakang yang bertujuan untuk menghilangkan nyeri dan segera dilakukan mobilisasi. pergerakan tulang belakang terbatas dan nyeri. Fraktur dapat mengenai hanya satu prosesus transversus atau lebih pada sisi yang sama.25" . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Fraktur bersifat stabil sehingga cukup dengan terapi konservatif dengan pemberian analgetik untuk beberapa hari dan dilanjutkan dengan rehabilitasi. Fraktur prosesus transversus Biasanya terjadi setelah suatu trauma langsung atau tertimpa benda berat. nyeri tekan. Formatted: Font: (Default) Times New Rom 2.Seperti pada vertebra servikal perlu dibedakan antara fraktur vertebra torakal yang stabil dan tidak stabil. Fraktur rekah badan vertebra Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Fraktur dapat disertai kerusakan alat dalam seperti ginjal. sedangkan sebaliknya terjadi kerusakan pada ligamen posterior. Formatted: Font: (Default) Times New Rom 3. Fraktur kompresi yang bersifat baji dari badan vertebra Ditemukan trauma tulang belakang dengan keluhan nyeri pada daerah tulang belakang.Pada fraktur stabil maka ligamen posterior utuh. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemeriksaan radiologis Pemeriksaan foto rontgen posisi AP dan lateral serta pemeriksaan CT-scan bila diperlukan. Pengobatan Fraktur ini biasanya bersifat stabil sehingga pengobatan secara konservatif. 1.

Badan vertebra terpecah dalam beberapa fragmen dan dapat terjadi tekanan pada sumsum tulang belakang.25" . Pemeriksaan radiologis dengan pemeriksaan standar posisi AP dan lateral dan juga perlu dilakukan pemeriksaan CT-scan.Fraktur rekah badan vertebra merupakan salah satu jenis fraktur baji dimana trauma terjadi dalam keadaan posisi tegak. Formatted: Right: 0.

biasanya disebabkan oleh kombinasi trauma fleksi dan rotasi. Dislokasi dan fraktur dislokasi Dislokasi dan fraktur dislokasi lebih jarang ditemukan dibandingkan fraktur kompresi. Fraktur dislokasi lebih sering berupa vertebra sebelah atas bergeser ke depan terhadap vertebra di bawahnya dan dapat terjadi apabila ada fraktur pada prosesus artikularis atau ada dislokasi pada sendi faset.470 H Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Pengobatan Fraktur ini dianggap kurang stabil tetapi apabila tidak ada gejala neurologis maka pengobatan secara konservatif.Kebanyakan fraktur dislokasi terjadi pada vertebra torakal bagian tengah atau pada daerah hubungan antara vertebra torakal dan lumbal.Fraktur dislokasi hampir selalu disertai trauma pada sumsum tulang belakang dan biasanya bersifat total.25" . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gamb ar 14.Apabila ada gejala neurologis maka sebaiknya dilakukan dekompresi untuk menghilangkan tekanan. 4.137. Ligamen posterior selalu mengalami robekan (gambar 14.137) sehingga tulang belakang tidak stabil dan dapat terjadi pergeseran lebih lanjut. Gambaran skematis dan radiologis dislokasi vertebra. Formatted: Right: 0.

Apabila terjadi pergeseran dapat menyebabkan robekan pleura atau paru-paru yang akan menyebabkan hematotoraks atau hemopneumotoraks. maka dapat dipilih pengobatan: • • Konservatif dengan melakukan perawatan paraplegia Operatif dengan melakukan fiksasi tulang untuk stabilisasi dan perawatan Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR PADA IGA Fraktur pada iga terjadi karena trauma langsung pada iga atau tertimpa benda berat.:<• > Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified.•.Fraktur biasanya terjadi pada daerah sudut iga dan jarang terjadi pergeseran vertebra.25" . Pemeriksaan radiologis Pemeriksaan radiologis berguna untuk mengetahui adanya fraktur. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Pengobatan Biasanya penderita mengalami paraplegia. Pengobatan Fraktur iga yang sederhana dapat diberikan analgetik dan biasanya sembuh setelah 3 minggu. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran klinis Penderita merasa nyeri pada daerah toraks terutama'pada saat bernapas panjang atau ada gerakan. banyaknya iga yang terkena serta komplikasinya.Apabila ada komplikasi.Fraktur dapat pula terjadi karena batuk atau tertawa pada orang tua. maka pengobatan disesuaikan dengan komplikasinya.Dapat pula dipasang plester lebaryang melingkari dada untuk mencegah gerakan yang berlebihan.Pada pemeriksaan ditemukan nyeri setempat.

fraktur pada vertebra lumbal dapat terjadi karena trauma aksis longitudinal pada daerah kepala atau bokong. Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Fraktur sternum yang terjadi bersamaan dengan fraktur vertebra torakal lebih sering ditemukan daripada fraktur akibat trauma langsung pada sternum.Lokasi fraktur sternum biasanya antara batas manubrium sternum dan badan sternum dan jarang terjadi pergeseran. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Seperti pada fraktur vertebra torakal. Pada prosesus transverus melekat otot yang kuat sehingga dapat terjadi avulsi bila terjadi fleksi Formatted: Right: 0. Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR VERTEBRA LUMBAL Vertebra lumbal mempunyai mobilitas yang lebih besar dibandingkan vertebra torakal.25" Formatted: Font: (Default) Times New Rom .Pada fraktur sternum tidak diperlukan pengobatan khusus. Klasifikasi Fraktur vertebra lumbal dapat dibagi dalam: 1. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Setiap fraktur vertebra daerah torakal harus diperiksa secara teliti adanya fraktur pada sternum.Bab 14 Trauma » 471 Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR STERNUM Fraktur sternum dapat terjadi karena trauma langsung atau karena kompresi vertikal daerah toraks yang terjadi bersamaan dengan vertebra torakal. Fraktur prosesus transversus Fraktur prosesus transversus dapat terjadi karena trauma langsung atau oleh karena tarikan otot yang melekat pada prosesus transverus. Formatted: Font: (Default) Times New Roman.

Mekanisme trauma dan pengobatan fraktur vertebra lumbal pada prinsipnya sama dengan fraktur vertebra torakal.25" .lateral yang dipaksakan pada daerah ini.Jenis ini disebut juga fraktur Chance (1948) dimana vertebra terbelah melalui prosesus spinosus dan badan vertebra.138. 2. 5. Fraktur kompresi yang bersifat baji dari badan vertebra (gambar 14.137) Fraktur rekah badan vertebra Dislokasi dan fraktur dislokasi Trauma jack-knife Jenis fraktur ini terjadi oleh karena trauma fleksi disertai dengan distraksi pada vertebra lumbal. 4. Fraktur yang terjadi bersifat stabil. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Gambaran radiologis fraktur kompresi vertebra lumbal Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. sehingga pengobatan hanya menghilangkan nyeri dan dilanjutkan dengan fisioterapi. Ditemukan adanya robekan pada ligamen longitudinal atau fraktur pada tulang sendiri. sedang bagian lain terfiksasi. 3. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Jenis ini sering ditemukan pada trauma sabuk pengaman dimana badan terdorong ke depan.

25" . Trauma pada akar saraf Trauma pada akar saraf dapat terjadi karena penekanan pada akar saraf atau transeksi pada akar saraf. No underline Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Paralisis motorik serta hilangnya sensibilitas dan paralisis alat-alat dalam tergantung pada ketinggian terjadinya trauma. Neuropraksia (spinal syok) Trauma akar saraf Trauma sumsum tulang belakang Trauma kaudaekuina Trauma sumsum tulang belakang paling sering terjadi pada daerah torakal atau pada daerah batas torakal dan lumbal. 3.472 i< Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi TRAUMA PADA SUMSUM DAN SARAF TULANG BELAKANG Trauma pada sumsum dan saraf tulang belakang dapat berupa: 1. Trauma pada sumsum tulang belakang a. No underline Formatted: Font: (Default) Times New Roman. No underline Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Gejala gangguan sensoris dan motoris sesuai dengan distribusi segmental dari saraf yang terkena. neuropraksia) Penyebab konkusi biasanya karena adanya keregangan pada sumsum tulang belakang disertai trauma fleksi. lebih jarang pada daerah servikal ataupun daerah lumbal. 1. 2.Gambaran Minis • • • • • • Hilangnya sensibilitas yang bersifat sementara (dalam beberapa menit sampai 48 jam) Paralisis yang bersifat layu Ileus paralitik Kencing yang tertahan (retensi urin) Hilangnya refleks-refleks yang bersifat sementara Hilangnya refleks anus yang bersifat sementara Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 3. 4. Transeksi tidak total Penyebab transeksi tidak total biasanya karena trauma fleksi atau ekstensi dimana terjadi pergeseran lamina di atap dan pinggir vertebra Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. biasanya disebabkan oleh trauma dengan fleksi lateral. Konkusi sumsum tulang belakang (spinal syok. No underline Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 2.

1989). • Fase paralisis spastik Setelah itu secara perlahan-lahan paralisis layu berubah menjadi paralisis spastik. Pada transeksi tidak total dapat terjadi pemulihan sensibilitas dan motorik dalam beberapa minggu sampai 6 bulan (Tominaga. Ini merupakan gejala awal dari tahap syok spinal yang akan berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0.Yang paling sering terjadi adalah sindroma sentral berupa paralisis layu yang diikuti paralisis lower motor neuron anggota gerak atas dan paralisis upper motor neuron (spastik) dari anggota gerak bawah disertai kontrol kandung kencing dan sensibilitas peri-anal yang tetap baik. b.yang mengalami fraktur di sebelah bawah. Selain itu dapat terjadi perdarahan pada sumsum tulang yang disebut hematomieli. Transeksi total Pada transeksi total biasanya terjadi akibat suatu trauma yang menyebabkan fraktur dislokasi yang disebabkan karena fleksi atau rotasi dan akan menyebabkan hilangnya fungsi segmen di bawah trauma. Pada transeksi total terjadi dua fase: • Fase paralisis layu Dimulai dari paralisis layu disertai hilangnya sensibilitas yang total dan melemah/ menghilangnya refleks alat dalam.Gejala yang penting adalah tetap adanya sensibilitas di bawah trauma (pinprick perianal). juga terdapat refleks anal • Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Tidak ada pemulihan sensibilitas dan kekuatan otot volunter di bawah lesi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified.25" . Tanda-tanda diagnostik lain dari transeksi yang total: • Pemulihan refleks dengan stimulasi yang ringan seperti refleks penis dengan sensasi yang ringan akan terjadi ereksi.

• Kandung kemih Kelainan pada kandung kemih dibagi dalam: o Arefleks kandung kemih (syok spinal) Stadium awal transeksi spinal yang bersifat total atau tidak total dapat menyebabkan hilangnya refleks yang bersifat sementara.S4. • • Motoris Paralisis layu dari otot di bawah lutut yang bersifat menetap. Lesi di atas pusat akan menyebabkan kontrol serebral terputus. tetapi pusat refleks spinal tetap baik. Refleks Refleks Achilles menghilang dan refleks patela biasanya melemah karena kelemahan pada otot hamstring. Setelah 13 bulan terjadi Formatted: Right: 0. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaranklinis • Sensoris ' >">*'i ' Hilangnya sensibilitas secara menetap pada kedua daerah bokong.Bab 14 Trauma » 473 Formatted: Font: (Default) Times New Rom Adanya refleks penis dan refleks anal disertai dengan hilangnya sensibilitas di bawah daerah trauma merupakan satu diagnostik untuk transeksi yang total. perineum dan anus. o Kandung kemih otomatis Kandung kemih dikontrol oleh pusat S2 . Trauma pada kauda ekuina Trauma pada kauda ekuina biasanya disebabkan oleh fraktur dislokasi vertebra lumbal dan protrusi diskus intervertebralis L516 dan S-l1.25" Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom . 4.

fungsi motorik ada tetapi tidak berfungsi Frankel D. yaitu: • • • • • Frankel A.Pengosongan kandung kemih yang bersifat otomatik seperti ini disebut kandung kemih otonom. Formatted: Font: (Default) Times New Rom o Kandung kemih otonom Bila terjadi lesi pada kauda ekuina atau di bawah pusat spinal kandung kemih akan menyebabkan interupsi hubungan antara kandung kemih dan pusat spinal.• fungsi refleks secara otomatis dari kandung kemih pada saat berisi dalam jumlah tertentu. tekanan darah dan pernapasan Lakukan penelitian umum terutama kemungkinan adanya perdarahan interna Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Pertolongan pertama dan penanganan darurat trauma spinal. hanya ada refleks abnormal Penatalaksanaan Trauma Tulang Belakang dengan Kerusakan pada Sumsum Tulang Belakang 1.Pada keadaan ini pengosongan dilakukan oleh aksi otot-otot detrusor dan harus diawali dengan kompresi secara manual pada dinding perut atau dengan meregangkan perut. terdiri atas: ^ • • • • • Apakah penderita sadar atau tidak sadar Gerakan yang tidak perlu sebaiknya dihindarkan. oleh karena akan menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada sumsum.Sfingter ani mengalami relaksasi seperti pada syok spinal. fungsi motorik ada tetapi tidak sempurna Frankel E. motorik tidak ada Frankel C. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Frankel membagi trauma tulang belakang berdasarkan status neurologis yang didapatkan. yang terdiri atas lima jenis. Pengosongan kandung kemih secara periodik tergantung dari refleks lokal dinding kandung kemih.25" . kehilangan fungsi motorik dan sensorik Frankel B. Perhatikan jalan nafas Pencatatan denyut nadi. ada fungsi sensorik. fungsi sensorik dan motorik baik.

penderita harus tetap lurus Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.• Pemberian obat-obatan secara cepat misalnya cairan. Jangan memberikan analgesik dan sedativa pada penderita yang tidak sadar Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom • • Segera mengirim penderita ke unit trauma spinal (bila ada) . analgetik seperti pethidine tetapi obat ini tidak boleh diberikan pada penderita fraktur servikal.25" . Perhatikan setiap pergeseran penderita.

\ Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.Formatted: Font: (Default) Times New Rom 474 « Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi 2.-. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Perawatan kandung kemih dan usus .^. •. ^... sensorik dan refleks Pemeriksaan nyeri lokal dan tekan serta kifosis yang menandakan adanya fraktur dislokasi Keadaan umum penderita . >•• .-••••• • • • • • Resusitasi penderita ..25" .-. . Pemeriksaan klinik secara teliti • • • Pemeriksaan neurologis secara teliti tentang fungsi motorik.••• > Pertahankan pemberian cairan dan nutrisi ...-.. •• • < Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mencegah dekubitus Mencegah kontraktur pada anggota gerak serta rangkaian rehabilitasi lainnya Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengelolaan fraktur vertebra servikal • Traksi tulang kepala dan pemasangan kolar servikal sejak dini selama 6 minggu diikuti dengan pemasangan brace servikal atau plaster Minerva selama 6 minggu • Tindakan operas! dilakukan sesuai indikasi .-•• Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 3. Pengelolaan fraktur tulang belakang .. ........•.

Juga perlu diberikan antibiotik atau pembilasan kandung kemih.Pengelolaan fraktur torakolumbal • • Konservatif dengan reduksi postural : . • • Pengelolaan saluran pencernaan dengan pemberian laksansia atau enema setiap hari atau setiap dua hari Pencatatan cairan yang masuk dan keluar Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. \ Formatted: Font: (Default) Times New Rom . Pengelolaan penderita dengan paralisis • Pengelolaan kandung kemih yang meliputi pemberian cairan yang cukup.139) : Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom b.: : > . •• Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Pemasangan pedicle screw..139..25" . evakuasi kandung kemih dengan kompresi suprapubik setelah 2 minggu. -•<. 4. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Terapi operatif apabilaada indikasi (gambar 14. kateterisasi tetap atau intermiten.

• • • • Perawatan yang hati-hati dan teratur Pemberian nutrisi yang baik dengan diet protein tinggi.139) Fisioterapi untuk mencegah kontraktur dan pneumonia Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. kalsium dan transfusi darah Cegah dekubitus (gambar 14. cairan secara intravena.25" .

Pattern: Clear (White) FRAKTUR PADA ANAK BEBERAPA JENIS FRAKTUR KHUSUS PADA ANAK FRAKTUR LEMPENG EPIFISIS Lempeng epifisis merupakan suatu diskus tulang rawan yang terletak di antara epifisis. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom ^.' :U.. -. Indent: Left: 0".27). Formatted: Right: 0.. 2. 3.... dan metafisis (gambar 14. '" :'' ' Kaku sendi •-< . '' ' Formatted: Font: (Default) Times New Rom 5. 5.1 • Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 6. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0". Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. Terapi okupasi ' :" '..-.. .'. 1.. 4. Dekubitus pada bokong. : . Spasme dan atrofi otot Kecacatan permanent yang menyebabkan ketergantungan pada keluarga dan masyarakat.25" .139.. .. 7. " Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Comment []1]: Menjadi anggota asosiasi paraplegi Psikoterapi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Perawatan untuk mempergunakan toilet '!1< " " Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom KomplikasiParaplegi/Tetraplegi . Kematian karena gangguan organ vital . Pneumonia hipostatik "'' Infeksi saluran kemih Dekubitus '. . • • • • • • • Rehabilitasi penderita paraplegi Fisioterapi x.Bab 14 Trauma 475 Gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom ' '°:r'"' ]v. " Terapi vokasional Rehabilitasi sosial .Fraktur lempeng epifisis merupakan 1/3 dari seluruh fraktur pada anak-anak.

juga akan menimbulkan kerusakan vaskularisasi yang akan menimbulkan nekrosis avaskuler.25" . histologi dan fisiologi Tulang rawan lempeng epifisis lebih lemah daripada tulang. Anatomi.Daerah yang paling lemah dari lempeng epifisis adalah zona transformasi tulang rawan pada daerah hipertrofi dimana biasanya terjadi garis fraktur. Formatted: Right: 0. Pembuluh darah epifisis biasanya tidak mengalami kerusakan pada saat trauma tetapi pada epifisis femur proksimal dan epifisis radius proksimal pembuluh darah berjalan sepanjang leher tulang yang dimaksud dan melintang pada lempeng epifisis di perifer.Pembuluh darah epifisis masuk di dalam permukaan epifisis dan apabila ada kerusakan pembuluh darah maka akan terjadi gangguan pertumbuhan. sehingga pada kedua tempat ini apabila terjadi pemisahan epifisis.

Diagnosis dapat ditegakkan dengan melakukan pemeriksaan rontgen dengan dua proyeksi dan membandingkannya dengan anggota gerak yang sehat. Klasifikasi Banyak klasifikasi fraktur lempeng epifisis antara lain menurut Salter-Harris (gambar 14. klasifikasi menurut Salter-Harris yang paling mudah dan praktis serta memenuhi syarat untuk terapi dan prognosis. Klasifikasi menurut Salter-Harris merupakan klasifikasi yang dianut dan dibagi dalam lima tipe: • Tipe I Terjadi pemisahan total lempeng epifisis tanpa adanya fraktur pada tulang. Pengobatan dengan reduksi tertutup mudah oleh karena masih ada perlekatan periosteum yang utuh dan intak. Garis fraktur melalui sepanjang lempeng epifisis dan membelok ke metafisis dan akan membentuk suatu fragmen metafisis yang berbentuk segitiga yang disebut tanda ThurstonFormatted: Right: 0.25" .Diagnosis Secara klinis kita harus mencurigai adanya fraktur lempeng epifisis pada seorang anak dengan fraktur pada tulang panjang di daerah ujung tulang pada dislokasi sendi serta robekan ligamen. selsel pertumbuhan lempeng epifisis masih melekat pada epifisis. • Tipe II Merupakan jenis fraktur yang sering ditemukan.Prognosis biasanya baik bila direposisi dengan cepat. Fraktur ini terjadi oleh karena adanya shearing force dan sering terjadi pada bayi baru lahir dan pada anak-anak yang lebih muda.28).

Jenis fraktur ini bersifat intra-artikuler dan biasanya ditemukan pada epifisis tibia distal.Gambar 14. • Tipe III Fraktur lempeng epifisis tipe III merupakan fraktur intra-artikuler.Pengobatan dengan operasi terbuka dan fiksasi interna karena fraktur tidak stabil akibat tarikan otot.Diagnosis sulit karena secara radiologik tidak dapat dilihat.Prognosis biasanya baik.Prognosis jelek karena dapat terjadi kerusakan sebagian atau seluruh lempeng pertumbuhan.Biasanya terjadi pada daerah sendi penopang badan yaitu sendi pergelangan kaki dan sendi lutut. • Tipe IV Fraktur tipe ini juga merupakan fraktur intra-artikuler yang melalui permukaan sendi memotong epifisis serta seluruh lapisan lempeng epifisis dan berlanjut pada sebagian metafisis. Sel-sel pertumbuhan pada lempeng epifisis juga masih melekat. Periosteum mengalami robekan pada daerah konveks tetapi tetap utuh pada daerah konkaf.Garis fraktur mulai permukaan sendi melewati lempeng epifisis kemudian sepanjang garis lempeng epifisis. • Tipe V Fraktur tipe V merupakan fraktur akibat hancurnya epifisis yang diteruskan pada lempeng epifisis.Holland.25" .Oleh karena fraktur ini bersifat intra-artikuler dan diperlukan reduksi yang akurat maka sebaiknya dilakukan operasi terbuka dan fiksasi interna dengan mempergunakan pin yang halus.Jenis fraktur ini misalnya fraktur kondilus lateralis humeri pada anak-anak.30 menunjukkan beberapa gambaran radiologik fraktur lempeng epifisis. Trauma yang menghasilkan jenis fraktur ini biasanya terjadi karena trauma shearing force dan membengkok dan umumnya terjadi pada anak-anak yang lebih tua.Pengobatan dengan reposisi secepatnya tidak begitu sulit kecuali bila reposisi terlambat harus dilakukan tindakan operasi.Prognosis jelek bila reduksi tidak dilakukan dengan baik. Formatted: Right: 0. tergantung kerusakan pembuluh darah.

Prognosis terhadap gangguan pertumbuhan Delapan puluh lima persen trauma lempeng epifisis tidak mengalami gangguan dalam pertumbuhan. Jenis fraktur. Ada beberapa faktor yang penting dalam perkiraan prognosis. Sisanya. Sedangkan tipe IV dan tipe V mengalami penyembuhan seperti pada fraktur daerah tulang kanselosa.25" Formatted: Bullets and Numbering . fraktur tipe IV prognosisnya tergantung dari tindakan pengobatan dan tipe V prognosisnya jelek tergantung kerusakan awal lempeng epifisis Formatted: Right: 0.Penyembuhan Setelah reduksi dari fraktur epifisis tipe I. yaitu: 1. II dan III mempunyai prognosis yang baik. fraktur tipe I. 15% akan memberikan gangguan dalam pertumbuhan. II dan III akan terjadi osifikasi endokondral pada daerah metafisis lempeng pertumbuhan dan dalam 23 minggu osifikasi endokondral ini telah mengalami penyembuhan.

Fraktur klavikula dapat terjadi karena trauma kelahiran atau karena trauma lain seperti trauma rumah tangga. apabila terjadi kerusakan vaskularisasi epifisis. Gambaran klinis Biasanya penderita datang dengan keluhan jatuh dari tempat tidur atau trauma lain dan menangis. Metode reduksi. apabila trauma terjadi pada umur yang lebih muda maka prognosisnya lebih jelek dibanding bila terjadi pada umur yang lebih tua 3. Kadang kala penderita datang dengan pembengkakan pada daerah klavikula yang terjadi beberapa hah setelah trauma. Umur waktu terjadinya trauma. reduksi yang dilakukan dengan tidak hati-hati akan menimbulkan kerusakan yang lebih hebat pada lempeng epifisis 5.25" . olahraga atau kecelakaan lalu lintas. Pada trauma terbuka kemungkinan 1 infeksi dan akan menyebabkan fusi dini dari epifisis.2. Vaskularisasi pada epifisis. Jenis trauma. hal ini penting karena penundaan tindakan menyebabkan kes dalam reduksi dan gangguan pertumbuhan yang terjadi akan lebih hebat. 6. Hal ini terjadi setelah pembentukan kalus Formatted: Right: 0. FRAKTUR PADA ANAK SECARA REGIONAL ANGGOTA GERAK ATAS FRAKTUR KLAVIKULA Klavikula merupakan tulang yang pertama kali mengalami osifikasi pada embrio dan paling sering mengalami fraktur pada anak-anak. Mekanisme trauma Trauma dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung pada posisi lengan terputar/tertarik keluar (outstretched hand). Waktu terjadinya trauma. dimana trauma dilanjutkan dari pergelangan tangan sampai klavikula. apakah trauma terbuka atau tertutup. maka prognosisnya ebih jelek 4.

Formatted: Right: 0.25" . Pada tipe ini fragmen distal bergeser ke arah posterior (gambar 14. Tipe anterior (tipe fleksi) Tipe anterior (tipe fleksi) hanya merupakan 1-2% dari seluruh fraktur suprakondiler humeri.Pemeriksaan radiologis Fraktur pada daerah klavikula pada bagian tengah merupakan bagian yang paling sering mengalami fraktur green stick atau fraktur total (gambar 14.32). Dikenal dua tipe fraktur suprakondiler humeri berdasarkan pergeseran fragmen distal. cukup dengan pemasangan mitela selama 23 minggu dan akan sembuh secara sempurna.36). Disini fragmen distal bergeser ke arah anterior (gambar 14.37). Tipe posterior (tipe ekstensi) Tipe ekstensi merupakan 99% dari seluruh jenis fraktur suprakondiler humeri. FRAKTUR SUPRAKONDILER HUMERI Fraktur suprakondiler humeri (transkondiler) merupakan fraktur yang sangat sering ditemukan pada anak-anak setelah fraktur antebraki. Mungkin juga terjadi fraktur pada bagian medial klavikula yaitu pada daerah epifisis. yaitu: A. Pengobatan Pada anak-anak fraktur klavikula tidak memerlukan tindakan khusus. B.

Mekanisme trauma Tipe ekstensi terjadi apabila trauma terjadi pada saat sendi siku dalam posisi hiperekstensi atau sedikit fleksi serta pergelangan tangan dalam posisi dorso fleksi. . • Tipe II Tidak ada pergeseran fragmen. Sedangkan tipe fleksi terjadi bila penderita jatuh dan terjadi trauma langsung sendi siku pada distal humeri.38) • Tipe I Terdapat fraktur tanpa adanya pergeseran dan hanya berupa retak yang berupa garis. • Tipe III Formatted: Right: 0. .25" . hanya terjadi perubahan sudut antara humerus dan kondilus lateralis (normal 40°). Klasifikasi (gambar 14.

Tipe ekstensi Pergeseran fragmen distal dapat bergerak ke arah: 1.39) untuk mengembalikan posisi humerus distal karena akan terdapat gangguan dalam pergerakan ekstensi dan fleksi sendi siku dikemudian hari. 3. Posterior Lateral atau medial Rotasi Gambaran klinis Biasanya penderita datang dengan trauma dan terdapat pembengkakan pada sendi siku. 2.25" .Terdapat pergeseran fragmen tetapi korteks posterior masih utuh serta masih ada kontak antarakeduafragmen. Pengobatan • • Tipe I Cukup dengan pemasangan mitela dan sembuh dalam 10 hari sampai 2 minggu. Formatted: Right: 0. Diagnosis Pemeriksaan radiologis menentukan diagnosis fraktur pada daerah sendi siku. Tipe II Perlu dilakukan reposisi tertutup (gambar 14. -: • Tipe IV Pergeseran kedua fragmen dan tidak ada kontak sama sekali. A.

juga pada penderita yang datang setelah beberapa hari terjadinya fraktur.• Tipe III dan IV Reposisi tertutup sebaiknya dengan mempergunakan image intensifier dan dapat difiksasi dengan K-wire perkutaneus atau tanpa fiksasi dan dipasang gips. Pada fraktur suprakondiler humerus yang disertai pembengkakan hebat dapat dilakukan traksi Dunlop atau traksi skeletal untuk beberapa hari dan setelah pembengkakan mereda dapat dicoba kembali dengan reposisi tertutup (gambar 1440). Apabila tidak berhasil. maka dianjurkan tindakan operas! terbuka dengan pemasangan K-wire.25" . Formatted: Right: 0. Gerakan aktif dapat dimulai dengan fleksi. Pemasangan gips untuk imobilisasi selama 3-4 minggu dan kemudian dipertahankan dengan mempergunakan mitela.

Diagnosis Segera setelah terjadi trauma.25" . Mungkin terdengar adanya bunyi klik. PULLED ELBOW Pulled elbow adalah satu kelainan yang paling sering ditemukan pada anak-anak terutama di bawah umur 4 tahun. anak merasa nyeri pada daerah sendi siku.B. Lebih sering pada anak laki-laki daripada anak perempuan. Formatted: Right: 0. Pemeriksaan radiologist biasanya normal saja. Mekanisme trauma Biasanya disebabkan karena adanya traksi longitudinal yang mendadak sewaktu sendi siku dalam posisi ekstensi dan lengan bawah dalam keadaan pronasi. Tipe fleksi Pada tipe fleksi dimana fragmen distal berada di sebelah depan dilakukan reposisi dan setelah itu diimobilisasi dalam keadaan ekstensi maksimal. Terdapat nyeri tekan pada daerah radius proksimal.

Klasifikasi Klasifikasi menurut Bado (1962) dibagi dalam 4 tipe (gambar 14. Insidensnya sebanyak 60-65% (tipe ekstensi). FRAKTUR 1/3 PROKSIMAL ULNA (FRAKTUR MONTEGGIA) Fraktur 1/3 proksimal ulna disertai dengan dislokasi radius proksimal disebut sebagai fraktur Monteggia. Pertama kali dilaporkan oleh Giovanni Battista Monteggia (1814). Ditemukan lebih sering pada anak-anak daripada orang dewasa (2:1). Tipe II. Kemudian dapat dilakukan mobilisasi dengan mitela selama satu minggu.25" . Biasanya ditemukan pada umur termuda 4 tahun. Fraktur dapat bersifat terbuka atau tertutup. Mekanisme trauma Fraktur dapat terjadi akibat trauma langsung atau terjadi karena hiperpronasi dengan tangan dalam keadaan out-stretched. insidensnya sebanyak 15% (tipe fleksi) Formatted: Right: 0. dislokasi kaput radius ke belakang disertai angulasi ulna ke arah yang sama. dapat dilakukan reposisi dengan atau tanpa pembiusan. dislokasi kaput radius ke depan disertai angulasi ulna ke arah yang sama. laki-laki 5 kali lebih sering daripada perempuan.52): • • Tipe I.Pengobatan Biasanya terjadi reduksi spontan terutama pada waktu pengambilan foto rontgen. Apabila masih terdapat subluksasi.

bersama-sama fraktur radius di sebelah distal tuberositas bisipitalis. Gambaran klinis Penderita biasanya mengeluh nyeri dan bengkak pada lengan bawah dan datang dengan tangan dalam posisi fleksi dan pronasi. Pada orang dewasa semua jenis fraktur Monteggia harus segera dilakukan operasi terbuka dengan fiksasi interna yang Formatted: Right: 0. dengan fraktur ulna tepat distal prosesus koronoid. Insidens fraktur Monteggia tipe IV ini sebanyak 5%. dislokasi ke samping kaput radius disertai angulasi ulna ke arah yang sama.• Tipe III. Pemeriksaan radiologis dilakukan untuk memastikan diagnosis (gambar 14. insidensnya sebanyak 20% • Tipe IV. dislokasi kaput radius ke depan disertai angulasi ulna ke arah yang sama dengan tipe I.53).25" . Pengobatan Pada fraktur terbuka sebaiknya segera dilakukan tindakan operas! disertai dengan fiksasi ulna. Pengobatan fraktur tertutup pada anak-anak dicoba dengan reposisi tertutup karena angka keberhasilannya sebesar 50%.

Fraktur epifisis Fraktur epifisis radius distal paling sering ditemukan terutama pada anak umur 6-12 tahun. Klasifikasi Klasifikasi terdiri atas : 1.25" . 4. Formatted: Right: 0. 5.rigid karena fraktur ini adalah suatu fraktur vans iuga mengenai sendi siku dan oerlu dilakukan mobilisasi. 1. Hal ini disebabkan karena daerah metafisis pada anak-anak relatif masih lemah. 3. Gambaran klinis Terdapat trauma dengan mekanisme seperti di atas dengan pembengkakan dan nyeri tekan disekitar pergelangan tangan. 2. Fraktur epifisis Frakturtorus Fraktur green-stick Fraktur total Fraktur Galeazzi Mekanisme trauma Terjadi pada saat tangan dalam keadaan out stretched dimana pergelangan tangan dalam keadaan hiperekstensi. Pemeriksaan radiologis Dengan pemeriksaan rontgen dapat ditentukan jenis-jenis fraktur. ULNA DISTAL DAN FRAKTUR EPIFISIS Fraktur radius dan ulna distal dan fraktur epifisis merupakan fraktur yang sering ditemukan pada anak-anak di daerah lengan bawah (82%). FRAKTUR RADIUS.

25" . Fraktur epifisis ulna jarang ditemukan.Pada umumnya adalah tipe I atau II (Salter-Harris) dan sangat jarang ditemukan tipe III dan tipe IV (Salter-Harris). Formatted: Right: 0.

Pengobatan Pemasangan gips sirkuler di bawah siku selama 3 minggu. Operasi dilakukan apabila fraktur sudah terjadi beberapa hari dan terdapat pergeseran yang hebat. b. Ada dua jenis fraktur green stick. lebih sering ditemukan Angulasike dorsal. lebihjarang ditemukan Pengobatan Tidak semua fraktur green stick perlu dilakukan reduksi tertutup terutama bagian distal dekat sendi. 3. Fraktur dapat mengenai salah satu tulang baik radius atau ulna saja. Fraktur green stick Fraktur green stick terjadi apabila ada robekan periosteum dan korteks pada daerah konveks dari deformitas (gambar 14. karena dapat terjadi koreksi angulasi secara spontan. Frakturtorus Fraktur torus disebut juga fraktur buckle terjadi pada korteks di daerah metafisis 23 cm di atas lempeng epifisis. Angulasi volar.25).Pengobatan Reposisi tertutup sangat mudah dilakukan dan diimobilisasi dengan gips sirkuler di bawah siku selama 3 minggu. tetapi kebanyakan pada kedua tulang. 2. Pada umumnya angulasi kurang 20° pada umur 10-12 tahun tidak memerlukan reduksi dan hanya pemasangan gips di atas siku dengan posisi pronasi selama 3-4 minggu.25" . Mekanisme trauma Terjadi karena kompresi longitudinal dan torsional. Formatted: Right: 0. yaitu: a.

e. Komplikasi a.56). c. Infeksi Kontraktur iskemik Volkmann Lempeng pertumbuhan yang berhenti Malunion Refraktur 5. Pengobatan Tetap dilakukan usaha untuk reposisi tertutup dan apabila gagal maka dilakukan reposisi terbuka dengan fiksasi interna serta diperkuat dengan gips sirkuler selama 4 minggu tergantung umur penderita. Pada keadaan ini fraktur harus dirawat seperti suatu fraktur terbuka dan disertai dengan debridemen yang baik dan dipertahankan dengan fiksasi interna. Fraktur Galeazzi Fraktur Galeazzi adalah fraktur radius pada 1/3 distal dan dislokasi sendi radioulnar distal (gambar 14. d.25" . b. Fraktur terbuka radius atau ulna sering ditemukan dan dapat menyebabkan salah satu tulang proksimal menonjol. Fraktur total Fraktur total pada radius dan ulna biasanya saling menyamping dan sulit untuk mempertahankannya sehingga dilakukan reposisi. Fraktur Galeazzi lebih jarang ditemukan daripada fraktur Monteggia.4. Kebanyakan ditemukan pada orang dewasa dan jarang pada anak-anak. Formatted: Right: 0.

25" . Pengobatan Fraktur bersifat tidak stabil dan terdapat dislokasi sehingga sebaiknya dilakukan operas! dengan fiksasi interna.58). FRAKTUR PADA ANAK SECARA REGIONAL ANGGOTA GERAK BAWAH FRAKTUR DIAFISIS FEMUR Fraktur diafisis femur sering ditemukan pada anak-anak dan harus dianggap sebagai suatu fraktur yang dapat menimbulkan perdarahan dan syok (gambar 14. Pemeriksaan radiologis Dengan pemeriksaan rontgen diagnosis dapat ditegakkan.Gambaran klinis Terdapat gejala fraktur dan dislokasi pada daerah distal lengan bawah. Klasifikasi Fraktur femur dibagi dalam: • Subtrokanterik Formatted: Right: 0. Mekanisme trauma Fraktur terjadi karena suatu trauma hebat dan lokalisasi yang paling sering adalah pada 1/3 tengah diafisis femur.

Fraktur dapat bersifat oblik. Terdapat deformitas. fragmen proksimal tertarik dalam posisi fleksi karena tarikan muskulus iliopsoas. abduksi oleh muskulus gluteus medius dan minimus serta rotasi eksterna oleh otot rotator pendek dan gluteus maksimus.• • • Adduksi Abduksi Klasik Posisi fraktur terjadi karena tarikan dan lokalisasi fraktur. Pengobatan Prinsip pengobatan adalah: Formatted: Right: 0. Pemeriksaan harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menambah perdarahan. pemendekan anggota gerak dan krepitasi. Gambaran klinis Penderita biasanya datang dengan gejala trauma hebat disertai pembengkakan pada daerah tungkai atas dan tidak dapat menggerakkan tungkai.25" . Pada fraktur femur 1/3 proksimal. transversal dan jarang bersifat komunitif. Pemeriksaan radiologis Pemeriksaan rontgen menentukan tipe dan lokalisasi fraktur.

Fraktur ini terjadi karena avulsi ligamen krusiatum baik posterior atau anterior.25" . Klasifikasi (Meyers dan McKeever) • Tipe I Pada tipe I terjadi avulsi dengan sedikit pergeseran dimana eminensia hanya mengalami elevasi ringan. Tipe III Pada tipe III terjadi avulsi dengan elevasi total yang dapat terjadi dalam 2 bentuk. yaitu:  Lepas tanpa terbalik Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Right: 0. Fraktur eminensia interkondiler tibia sering terjadi pada anak umur 8-13 tahun dan tidak pernah ditemukan di bawah umur 7 tahun. FRAKTUR EMINENSIA INTERKONDILER TIBIA Eminensia interkondiler (tibial spine) berada di antara kedua faset lateral dan medial pada permukaan atas tibia.1. sedangkan avulsi bagian posterior lebih jarang ditemukan. Konservatif • • • • Anak umur 0-2 tahun. traksi kulit menurut Hamilton-Russel Anak yang lebih besar dapat dilakukan traksi tulang melalui kondilus femur dengan menggunakan bidai dari Thomas dan penyangga Pearson Spika panggul. Fraktur biasanya terjadi pada anak yang sedang mengendarai sepeda dan jatuh dalam keadaan lutut fleksi. Terapi operatif Terapi operatif dilakukan dengan mempergunakan K-nail atau plate yang kecil terutama pada anak yang iebih besar dengan indikasi tertentu. Mekanisme trauma Fraktur eminensia interkondiler tibia terjadi karena lutut dalam posisi fleksi dan trauma dari depan mendorong femur ke belakang dimana tibia dalam keadaan terfiksasi yang akan menyebabkan avulsi bagian depan. dilakukan setelah reposisi dan imobilisasi dengan gips 2. • • Tipe II Pada tipe II terjadi avulsi dengan elevasi pada dasarnya 1/3 bagian depan. traksi kulit menurut Bryant (Callow) Anak umur 2 tahun keatas.

Formatted: Indent: Left: 0" Formatted: Right: 0. Terdapat gangguan pergerakan sendi lutut serta spasme otot sekitar sendi lutut. Lepas dengan posisi terbalik sehingga tidak dapat mengalami penyembuhan Gambaran klinis Didapatkan trauma pada lutut disertai hemartrosis yang terjadi secara cepat. Lutut dalam keadaan fleksi 1030° dan nyeri apabila dilakukan ekstensi.25" .

Formatted: Indent: Left: 0".5" Formatted: Indent: Left: 0". Tuberkel tibia dilindungi oleh ligamen ini sehingga jarang terjadi avulsi yang total.25" . Tipe II dan III sebaiknya dilakukan operasi dengan fiksasi bagian fragmen menggunakan pin atau screw kecil. Pada tipe III dilakukan operas! dan fragmen yang terlepas difiksasi dengan jahitan yang dapat diresorpsi dan bukan dengan mempergunakan screw atau alat fiksasi lain.Pemeriksaan radiologis Pemeriksaan radiologis akan memberikan gambaran tentang jenis fraktur. Tab stops: No at 1" Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Indent: Left: 0. Formatted: Indent: Left: 0" FRAKTUR APOFISIS TUBERKEL TIBIA Fraktur ini sering ditemukan pada anak-anak umur 14-16 tahun. Tipe II Pada tipe II tuberkel yang kecil terangkat bersama-sama dengan ligamen. Tab stops: No at 1" Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Indent: Left: 0.5" Pengobatan Tipe I dengan pemasangan gips silinder dengan lutut dalam keadaan ekstensi. Formatted: Indent: Left: 0" Klasifikasi (Watson-Jones)    Tipe I Pada tipe I tuberkel terangkat tetapi tetap melekat pada bagian proksimal. Tipe III Pada tipe III tuberkel yang besar terangkat mulai dari distal sampai proksimal dalam sendi. First line: 0" Pengobatan Pada tipe I dan tipe II diimobilisasi dengan silinder gips dalam keadaan lutut fleksi 2030°. Tab stops: No at 1" Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Indent: Left: 0. Formatted: Indent: Left: 0".5" Formatted: Indent: Left: 0". Formatted: Indent: Left: 0" Formatted: Right: 0. dimana pada posisi ini terjadi relaksasi ligamen krusiatum anterior. Apofisis tibia terletak pada pertengahan daerah tendo ekspansi otot kuadrisep.

5. Trauma ini merupakan tipe III (Salter-Harris) dan disebut juga fraktur Tillaux. Terjadi pemindahan seluruh epifisis tibia ke arah posterior tanpa adanya fraktur fibula. Fraktur ini lebih sering ditemukan pada anak laki-laki dengan perbandingan 41 dan terutama pada umur 11-15 tahun. yaitu sebesar 48%. 2. Mungkin juga disertai dengan fraktur intra-artikuler melalui bagian tengah epifisis.FRAKTUR EPIFISIS TIBIA DISTAL Fraktur epifisis tibia distal sering ditemukan dan insidensnya 11% dari seluruh fraktur epifisis pada anak-anak. 4. Trauma abduksi Trauma abduksi merupakan jenis yang paling sering ditemukan.5%. 3. Pengobatan Pengobatan definitif harus dilakukan sesegera mungkin dan dapat dilakukan dengan 2 cara: 1. Trauma adduksi Trauma adduksi ditemukan sebesar 14. yaitu sebanyak 23%. Fraktur ini juga disebut triplane fracture. Trauma kompresi aksial biasanya terjadi karena trauma langsung epifisis tibia distal dan fragmen tulang dapat bergeser ke depan atau ke belakang. Trauma rotasi eksterna Trauma rotasi eksterna merupakan jenis kedua yang sering ditemukan. Trauma ini akan menimbulkan fraktur epifisis tipe II (Salter-Harris).5%. yaitu sebanyak 9%. Terdapat pemindahan ke posterior dari seluruh epifisis tibia distal disertai fragmen metafisis tibia (tipe II Salter-Harris).25" . Trauma kompresi aksial Trauma kompresi aksial merupakan jenis yang paling jarang ditemukan. Pengobatan konservatif dengan reduksi tertutup disertai pemakaian gips sirkuler Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Right: 0. biasanya disertai dengan fraktur diafisis fibula distal. Klasifikasi dan Mekanisme Trauma 1. Trauma plantar fleksi Trauma plantar fleksi ditemukan sebanyak 12.

PRINSIP PENGOBATAN FRAKTUR PENATALAKSANAAN AWAL Sebelum dilakukan pengobatan definitif pada satu fraktur. adakah trauma pembuluh darah/saraf ataukah ada trauma alat-alat dalam yang lain. menutup luka dengan verban yang bersih dan imobilisasi fraktur pada anggota gerak yang terkena agar penderita merasa nyaman dan mengurangi nyeri sebelum diangkut dengan ambulans. maka diperlukan • Pertolongan pertama Pada penderita dengan fraktur yang penting dilakukan adalah membersihkan jalan napas. • Resusitasi Kebanyakan penderita dengan fraktur multipel tiba di rumah sakit dengan syok. • Penilaian klinis Sebelum menilai fraktur itu sendiri. PRINSIP DAN METODE PENGOBATAN FRAKTUR PRINSIP . Tindakan operatif dilakukan pada tipe III (Salter-Harris) atau terapi konservatif yang tidak berhasil atau mereka yang datang terlambat FRAKTUR EPIFISIS FIBULA DISTAL Dapat terjadi fraktur fibula sendiri atau bersama-sama dengan fraktur tibia epifisis. Formatted: Right: 0. Jenis fraktur yang dapat terjadi adalah tipe II atau tipe IV (Salter-Harris). Sering ditemukan pada anak umur 8-15 tahun dan biasanya terjadi karena trauma tidak langsung. apakah luka itu luka tembus tulang. sehingga diperlukan resusitasi sebelum diberikan terapi pada frakturnya sendiri berupa pemberian transfusi darah dan cairan lainnya serta obat-obat anti nyeri. Bila terdapat perdarahan dapat dilakukan pertolongan seperti dikemukakan sebelumnya.2. perfu dilakukan penilaian klinis. Pengobatan Pengobatan berupa pemasangan gips sirkuler di bawah lutut.25" .

lokalisasi dan konfigurasi. Reduksi tidak perlu akurat secara radiologik oleh karena kita mengobati penderita dan tidak mengobati gambaran radiologik. Faktor-faktor yang penting dalam penyembuhan fraktur yaitu umur penderita. Perlu ditetapkan apakah fraktur ini memerlukan reduksi dan apabila perlu apakah bersifat tertutup atau terbuka. 2. Seleksi pengobatan dengan tujuan khusus • Menghilangkan nyeri Nyeri timbul karena trauma pada jaringan lunak termasuk periosteum dan endosteum. Jangan membuat keadaan lebih jelek Beberapa komplikasi fraktur terjadi akibat trauma yang antara lain disebabkan karena pengobatan yang diberikan yang disebut sebagai iatrogenik. kita dapat menentukan prognosis trauma yang dialami sehingga dapat dipilih metode pengobatan yang tepat. Beberapa komplikasi yang bersifat iatrogenik. dapat dihindarkan apabila kita dapat mencegahnya dengan melakukan tindakan yang memadai seperti mencegah kerusakan jaringan lunak pada saat transportasi penderita. pergeseran awal serta vaskularisasi dari fragmen fraktur. • Memperoleh posisi yang baik dari fragmen Beberapa fraktur tanpa pergeseran fragmen tulang atau dengan pergeseran yang sedikit saja sehingga tidak diperlukan reduksi.25" . Nyeri dapat diatasi dengan imobilisasi fraktur dan pemberian analgetik. 3.PRINSIP UMUM PENGOBATAN FRAKTUR Ada enam prinsip umum pengobatan fraktur: 1. Pengobatan berdasarkan atas diagnosis dan prognosis yang akurat Dengan melakukan diagnosis yang tepat pada fraktur. serta luka terbuka dengan perawatan yang tepat. Hal ini perlu diperhatikan oleh karena banyak kasus terjadi akibat penanganan dokter yang menimbulkan komplikasi atau memperburuk keadaan fraktur yang ada sehingga merupakan kasus malpraktek yang dapat menjadi kasus di pengadilan. Nyeri bertambah bila ada gerakan pada daerah fraktur disertai spasme otot serta pembengkakan yang progresif dalam ruang yang tertutup. Formatted: Right: 0.

sehingga perlu diberikan latihan yang bersifat aktif dinamik (isotonik). prinsip pengobatan ada empat (4R). jenis fraktur. Mengingat hukum-hukum penyembuhan secara alami Jaringan muskuloskeletal bereaksi terhadap suatu fraktur sesuai dengan hukum alami yang telah diterangkan sebelumnya. Seleksi pengobatan sesuai dengan penderita secara individual Setiap fraktur memerlukan penilaian pengobatan yang sesuai. diagnosis dan penilaian fraktur Prinsip pertama adalah mengetahui dan menilai keadaan fraktur dengan anamnesis. 4. yaitu: 1. 6. Sebelum mengambil keputusan untuk melakukan pengobatan definitif. Dengan latihan dapat pula dipertahankan kekuatan otot serta sirkulasi darah. 5. Bersifat realistik dan praktis dalam memilih jenis pengobatan Dalam memilih pengobatan harus dipertimbangkan pengobatan yang realistik dan praktis. yaitu dengan mempertimbangkan faktor umur. Pada awal pengobatan perlu diperhatikan: • • • • Lokalisasi fraktur Bentuk fraktur Menentukan teknik yang sesuai untuk pengobatan Komplikasi yang mungkin terjadi selama dan sesudah pengobatan Formatted: Right: 0. Recognition. kemungkinan diperlukan usaha agar terjadi union misalnya dengan bone graft. komplikasi yang terjadi dan perlu pula dipertimbangkan keadaan sosial ekonomi penderita secara individual. pemeriksaan klinik dan radiologis. bila terjadi kerusakan yang hebat pada periosteum/jaringan lunak sekitarnya.25" .• Mengusahakan terjadinya penyambungan tulang Umumnya fraktur yang telah ditangani. • Mengembalikan fungsi secara optimal Penyembuhan fraktur dengan imobilisasi harus dipikirkan pencegahan atrofi pada anggota gerak. dalam waktu singkat dapat terjadi proses penyembuhan. Pada fraktur tertentu.

deformitas serta perubahan osteoartritis di kemudian hari. dan overriding tidak melebihi 0. iga dan fraktur impaksi dari humerus tidak memerlukan reduksi. Posisi yang baik adalah: • • alignment yang sempurna aposisi yang sempurna Fraktur seperti fraktur klavikula. Terdapat kontak sekurang-kurangnya 50%. 4.25" . Retention. mengembalikan aktifitas fungsional semaksimal mungkin METODE-METODE PENGOBATAN FRAKTUR FRAKTUR TERTUTUP Metode pengobatan fraktur pada umumnya dibagi dalam: 1. Pada fraktur intra-artikuler diperlukan reduksi anatomis dan sedapat mungkin mengembalikan fungsi normal dan mencegah komplikasi seperti kekakuan. Angulasi <5° pada tulang panjang anggota gerak bawah dan lengan atas dan angulasi sampai 10° pada humerus dapat diterima. imobilisasi fraktur Rehabilitation. Formatted: Right: 0. 4.2.5 inchi pada fraktur femur. Proteksi semata-mata (tanpa reduksi atau imobilisasi) Proteksi fraktur terutama untuk mencegah trauma lebih lanjut misalnya dengan cara memberikan sling(mitela) pada anggota gerak atas atau tongkat pada anggota gerak bawah (gambar 144). 2. Konservatif Reduksi tertutup dengan fiksasi eksterna atau fiksasi perkutaneus dengan K-wire Reduksi terbuka dan fiksasi interna atau fiksasi eksterna tulang Eksisi fragmen tulang dan penggantian dengan protesis KONSERVATIF Terdiri atas: 1. 3. Adanya rotasi tidak dapat diterima dimanapun lokalisasi fraktur 3. Reduction. reduksi fraktur apabila perlu Restorasi fragmen fraktur dilakukan untuk mendapatkan posisi yang dapat diterima.

Reposisi yang dilakukan melawan kekuatan terjadinya fraktur. Indikasi lain yaitu fraktur kompresi tulang belakang. biasanya mempergunakan plaster of Paris (gips) atau dengan bermacam-macam bidai dari plastik atau metal. tetapi belum mencapai konsolidasi radiologik. Penggunaan gips untuk imobilisasi merupakan alat utama pada teknik ini (gambar 14. Imobilisasi dengan bidai eksterna (tanpa reduksi) Imobilisasi pada fraktur dengan bidai eksterna hanya memberikan sedikit imobilisasi. Indikasi Digunakan pada fraktur yang perlu dipertahankan posisinya dalam proses penyembuhan.25" Formatted: Bullets and Numbering . impaksi fraktur pada humerus proksimal serta fraktur yang sudah mengalami union secara klinis. dilakukan baik dengan pembiusan umum ataupun lokal. mempergunakan gips. Reduksi tertutup dengan manipulasi dan imobilisasi eksterna. 2.Indikasi Terutama diindikasikan pada fraktur-fraktur tidak bergeser. Indikasi   Sebagai bidai pada fraktur untuk pertolongan pertama Imobilisasi sebagai pengobatan definitif pada fraktur Formatted: Right: 0. 3. Reduksi tertutup yang diartikan manipulasi. fraktur iga yang stabil.5). falangs dan metakarpal atau fraktur klavikula pada anak.

bidai Thomas dengan Pearson knee flexion attachment. overFormatted: Right: 0. Diperlukan manipulasi pada fraktur yang bergeser dan diharapkan dapat direduksi dengan cara tertutup dan dapat dipertahankan. Imobilisasi untuk mencegah fraktur patologis Sebagai alat bantu tambahan pada fiksasi interna yang kurang kuat 4. fraktur vertebra servikalis • Bilamana terdapat otot yang kuat mengelilingi fraktur pada tulang tungkai bawah yang menarik fragmen dan menyebabkan angulasi. Indikasi • Bilamana reduksi tertutup dengan manipulasi dan imobilisasi tidak memungkinkan serta untuk mencegah tindakan operatif misalnya pada fraktur batang femur.25" . Fraktur yang tidak stabil atau bersifat komunitif akan bergerak di dalam gips sehingga diperlukan pemeriksaan radiologis yang berulang-ulang. 5. Reduksi tertutup dengan traksi kontinu dan counter traksi Dengan mempergunakan alat-alat mekanik seperti bidai Thomas. bidai Brown Bohler. yaitu traksi kulit dan traksi tulang. Tindakan ini mempunyai dua tujuan utama berupa reduksi yang bertahap dan imobilisasi. Reduksi tertutup dengan traksi berlanjut diikuti dengan imobilisasi Reduksi tertutup padafraktur yang diikuti dengan traksi berlanjut dapat dilakukan dengan beberapa cara.

bagian distal tibia. misalnya pada fraktur suprakondiler humerus • • Jarang pada fraktur metakarpal Sekali-kali pada fraktur Colles atau fraktur pada orang tua dimana reduksi tertutup dan imobilisasi eksterna tidak memungkinkan Ada empat metode traksi kontinu yang digunakan: a. yaitu pada bagian proksimal tibia di bawah tuberositas tibia. Biasanya dilakukan pada fraktur femur yang tidak bergeser. trokanter mayor. c. bagian distal femur pada kondilus Formatted: Right: 0. Traksi juga dapat dilakukan pada fraktur suprakondiler humeri menurut Dunlop. fraktur spiral atau komunitif pada tulang panjang Fraktur vertebra servikalis yang tidak stabil Fraktur femur pada anak-anak (traksi Bryant = traksi Gallow) Fraktur dengan pembengkakan yang sangat hebat disertai dengan pergeseran yang hebat serta tidak stabil.25" . Traksi menurut Bryant (Gallow) pada anak-anak di bawah 2 tahun dengan berat badan kurang dari 10 kg. Tempat untuk memasukan pin.riding dan rotasi yang dapat menimbulkan malunion. Traksi menetap Traksi menetap juga mempergunakan leukoplas yang melekat pada bidai Thomas atau bidai Brown Bohler yang difiksasi pada salah satu bagian dari bidai Thomas. oblik. nonunion atau delayed union • • • • Bilamana terdapat fraktur yang tidak stabil. Traksi kulit Traksi kulit dengan mempergunakan leukoplas yang melekat pada kulit disertai dengan pemakaian bidai Thomas atau bidai Brown Bohler. b. Traksi tulang Traksi tulang dengan kawat Kirschner (K-wire) dan pin Steinmann yang dimasukkan ke dalam tulang dan juga dilakukan traksi dengan mempergunakan berat beban dengan bantuan bidai Thomas dan bidai Brown Bohler.

femur.6E). mempergunakan traksi skeletal dengan beberapa katrol dan bantalan khusus. Traksi berimbang dan traksi sliding Traksi berimbang dan traksi sliding terutama dipergunakan pada fraktur femur. biasanya dipergunakan bidai Thomas dan Pearson attachment (gambar 14. misalnya pada tuberositas isiadikus Formatted: Right: 0. d. bagian distal metakarpal dan tengkorak.25" . prosesus olekranon (gambar 1440). Komplikasi dari traksi kontinu yaitu: • • • • • • Penyakit trombo-emboli Infeksi kulit superfisial dan reaksi alergi : Leukoplas yang mengalami robekan sehingga fraktur mengalami pergeseran Infeksi tulang akibat pemasangan pin Terjadi distraksi diantara kedua fragmen fraktur Dekubitus pada daerah tekanan bidai Thomas. kalkaneus (jarang dilakukan).

pin plate teleskopik. Operasi harus dilakukan secepatnya (dalam satu minggu) kecuali bila ada halangan. pin Jewett dan protesis (gambar 14. pin Trephine (pin Smith Peterson). kawat Kirschner. screw dan plate. Alat-alat yang dipergunakan dalam operasi yaitu kawat bedah. plate dan screw Smith Peterson.REDUKSI TERTUTUP DENGAN FIKSASI EKSTERNA ATAU FIKSASI PERKUTANEUS DENGAN K-WIRE Setelah dilakukan reduksi tertutup pada fraktur yang bersifat tidak stabil. serta pada fraktur batang femur dengan teknik tertutup dan hanya membuat lubang kecil pada daerah proksimal femur. REDUKSI TERBUKA DENGAN FIKSASI INTERNAATAU FIKSASI EKSTERNA TULANG Tindakan operasi harus diputuskan dengan cermat dan dilakukan oleh ahli bedah serta pembantunya yang berpengalaman dalam ruangan yang aseptik. Juga dapat dilakukan pada fraktur leher femur dan pertrokanter dengan memasukkan batang metal. maka reduksi dapat dipertahankan dengan memasukkan K-wire perkutaneus misalnya pada fraktur suprakondiler humeri pada anak-anak atau pada fraktur Colles. screw. pin Rush. Teknik ini biasanya memerlukan bantuan alat rontgen image intensifier (Garm). Formatted: Right: 0.7).25" . pin Steinmann. pin Kuntscher intrameduler.

Reduksi terbuka dengan fiksasi interna Indikasi • • • • • • • • • • • • • Fraktur intra-artikuler misalnya fraktur maleolus. patela Reduksi tertutup yang mengalami kegagalan misalnya fraktur radius dan ulna disertai malposisi yang hebat atau fraktur yang tidak stabil Bila terdapat interposisi jaringan di antara kedua fragmen Bila diperlukan fiksasi rigid misalnya pada fraktur leher femur Bila terjadi fraktur dislokasi yang tidak dapat direduksi secara baik dengan reduksi tertutup misalnya fraktur Monteggia dan fraktur Bennett Fraktur terbuka Bila terdapat kontraindikasi pada imobilisasi eksterna sedangkan diperlukan mobilisasi yang cepat.25" .Selain alat-alat metal. untuk mengisi defek tulang atau pada fraktur yang nonunion. tulang yang mati ataupun hidup dapat pula digunakan berupa bone graft baik autograft/alograft. Saat ini teknik operasi pada tulang dikembangkan oleh grup ASIF (metode AO) yang dilakukan di Swiss dengan menggunakan peralatan yang secara biomekanik telah diteliti. kondilus. Prinsip operasi teknik AO berupa reduksi akurat. olekranon. Operasi dilakukan dengan cara membuka daerah fraktur dan fragmen direduksi secara akurat dengan penglihatan langsung. misalnya fraktur pada orang tua Eksisi fragmen yang kecil Eksisi fragmen tulang yang kemungkinan mengalami nekrosis avaskuler misalnya fraktur leher femur pada orangtua Fraktur avulsi misalnya pada kondilus humeri Fraktur epifisis tertentu pada grade III dan IV (Salter-Harris) pada anak-anak Fraktur multipel misalnya fraktur pada tungkai atas dan bawah Untuk mempermudah perawatan penderita misalnya fraktur vertebra tulang belakang yang disertai paraplegia Formatted: Right: 0. reduksi rigid dan mobilisasi dini yang akan memberikan hasil fungsional yang maksimal. a.

b.25" .8). Indikasi • • • • • Fraktur terbuka grade II dan grade III Fraktur terbuka disertai hilangnya jaringan atau tulang yang hebat Fraktur dengan infeksi atau infeksi pseudoartrosis Fraktur yang miskin jaringan ikat Kadang-kadang pada fraktur tungkai bawah penderita diabetes mellitus Komplikasi reduksi terbuka: • • • Infeksi (osteomielitis) Kerusakan pembuluh darah dan saraf Kekakuan sendi bagian proksimal dan distal Formatted: Right: 0. Reduksi terbuka dengan fiksasi eksterna Reduksi terbuka dengan alat fiksasi eksterna dengan mempergunakan kanselosa screw dengan metilmetakrilat (akrilik gigi) atau fiksasi eksterna dengan jenis-jenis lain misalnya menurut AO atau inovasi sendiri dengan mempergunakan screw Schanz (gambar 14.

oleh karena itu dilakukan pemasangan protesis yaitu alat dengan komposisi metal tertentu untuk menggantikan bagian yang nekrosis.25" . penutupan kulit dan bone grafting yang dini serta pemberian antibiotik yang adekuat. Selain mencegah infeksi juga diharapkan terjadi penyembuhan fraktur dan restorasi fungsi anggota gerak. Sebagai bahan tambahan sering dipergunakan metilmetakrilat. Luka pada kulit dapat berupa tusukan tulang yang tajam keluar menembus kulit (from within) atau dari luar oleh karena tertembus misalnya oleh peluru atau trauma langsung (from without) (gambar 14. Fraktur terbuka merupakan suatu keadaan darurat yang memerlukan penanganan yang terstandar untuk mengurangi resiko infeksi. secara hati-hati. stabilisasi fraktur. biasanya terjadi nekrosis avaskuler dari fragmen atau nonunion.• • Kerusakan periosteum yang hebat sehingga terjadi delayed union atau nonunion Emboli lemak EKSISI FRAGMEN TULANG DAN PENGGANTIAN DENGAN PROTESIS Pada fraktur leher femur dan sendi siku orang tua. FRAKTUR TERBUKA Fraktur terbuka merupakan suatu fraktur dimana terjadi hubungan dengan lingkungan luar melalui kulit sehingga terjadi kontaminasi bakteri sehingga timbul komplikasi berupa infeksi. debrideman yang berulang-ulang. Formatted: Right: 0. Beberapa hal yang penting untuk dilakukan dalam penanggulangan fraktur terbuka yaitu operasi yang dilakukan dengan segera.9).

• Tipe II Laserasi kulit melebihi 1 cm tetapi tidak ada kerusakan jaringan yang hebat atau avulsi kulit.KLASIFIKASI Klasifikasi yang dianut adalah menurut Gustilo. • Tipe III Terdapat kerusakan yang hebat dari jaringan lunak termasuk otot. oblik pendek atau sedikit komunitif. Tipe ini biasanya disebabkan oleh karena trauma dengan kecepatan tinggi. terdapat pendorongan (stripping) periost. kontaminasi yang hebat serta fraktur komunitif yang hebat. o Tipe III b Fraktur disertai dengan trauma hebat dengan kerusakan dan kehilangan jaringan. Tipe III dibagi lagi dalam tiga subtipe: o Tipe III a Jaringan lunak cukup menutup tulang yang patah walaupun terdapat laserasi yang hebat ataupun adanya flap. Fraktur bersifat segmental atau komunitif yang hebat. kulit dan struktur neurovaskuler dengan kontaminasi yang hebat. transversal. o Tipe III c Fraktur terbuka yang disertai dengan kerusakan arteri yang memerlukan perbaikan tanpa memperhatikan tingkat kerusakan jaringan lunak. PENANGGULANGAN FRAKTUR TERBUKA Beberapa prinsip dasar pengelolaan fraktur terbuka: 1. Merkow dan Templeman (1990). Fraktur yang terjadi biasanya bersifat simpel. tulang terbuka. Terdapat sedikit kerusakan jaringan dan tidak terdapat tanda-tanda trauma yang hebat pada jaringan lunak.25" . • Tipe I Luka kecil kurang dari 1 cm panjangnya. Terdapat kerusakan yang sedang dari jaringan dengan sedikit kontaminasi dari fraktur. Obati fraktur terbuka sebagai satu kegawatan Formatted: Right: 0. biasanya karena luka tusukan dari fragmen tulang yang menembus keluar kulit.

Kulit dapat ditutup kembali disebut delayed primary closure. 7 8. Pembersihan luka Pembersihan luka dilakukan dengan cara irigasi dengan cairan NaCI fisiologis secara mekanis untuk mengeluarkan benda asing yang melekat. Penutupan kulit Apabila fraktur terbuka diobati dalam waktu periode emas (6-7 jam mulai dari terjadinya kecelakaan). 5. Adakan evaluasi awal dan diagnosis akan adanya kelainan yang dapat menyebabkan kematian 3. Eksisi jaringan yang mati dan tersangka mati (debridemen) Semua jaringan yang kehilangan vaskularisasinya merupakan daerah tempat pembenihan bakteri sehingga diperlukan eksisi secara operasi pada kulit. Luka dapat dibiarkan terbuka setelah beberapa hari tapi tidak lebih dari 10 hari. maka sebaiknya kulit ditutup. 2. 6. fasia. lemak. Formatted: Right: 0. di kamar operasi dan setelah operasi 4. Yang perlu mendapat perhatian adalah penutupan kulit tidak dipaksakan yang mengakibatkan sehingga kulit menjadi tegang. Pengobatan fraktur itu sendiri Fraktur dengan luka yang hebat memerlukan suatu traksi skeletal atau reduksi terbuka dengan fiksasi eksterna tulang. otot dan fragmen-fragmen yang lepas.2. 9.TAHAP PENGOBATAN FRAKTUR TERBUKA 1. Fraktur grade II dan III sebaiknya difiksasi dengan fiksasi eksterna. Berikan antibiotik dalam ruang gawat darurat. 3. jaringan subkutaneus. Dapat dilakukan split thickness skin-graft serta pemasangan drainase isap untuk mencegah akumulasi darah dan serum pada luka yang dalam. Hal ini tidak dilakukan apabila penutupan membuat kulit sangat tegang. Segera dilakukan debrideman dan irigasi yang baik Ulangi debrideman 24-72 jam berikutnya Stabilisasi fraktur Biarkan luka terbuka antara 5-7 hari Lakukan bone graft autogenous secepatnya Rehabilitasi anggota gerak yang terkena TAHAP .25" . 4.

10. Perdarahan. infeksi saluran kencing serta pembentukan batu ginjal. 2. 7 8. trombosis vena. Antibiotik diberikan dalam dosis yang adekuat sebelum. 5. mencegah terjadinya komplikasi seperti dekubitus. 4. 9. KOMPLIKASI FRAKTUR TERBUKA 1. Mengembalikan fungsi secara maksimal merupakan tujuan akhir pengobatan fraktur. Pemberian antibiotik Pemberian antibiotik bertujuan untuk mencegah infeksi.25" . 4. mencegah atrofi otot. 2. 6. 5. pada saat dan sesudah tindakan operasi. 3.5. dapat diberikan 250 unit tetanus imunoglobulin (manusia). syok septik sampai kematian Septikemia. Pada penderita yang telah mendapat imunisasi aktif cukup dengan pemberian toksoid tapi bagi yang belum. Sejak awal penderita harus dituntun secara psikologis untuk membantu Formatted: Right: 0. 6. 3. toksemia oleh karena infeksi piogenik Tetanus Gangren Perdarahan sekunder Osteomielitis kronik Delayed union Nonunion dan malunion Kekakuan sendi Komplikasi lain oleh karena perawatan yang lama PERAWATAN LANJUT DAN REHABILITASI FRAKTUR Ada lima tujuan pengobatan fraktur: 1. Pencegahan tetanus Semua penderita dengan fraktur terbuka perlu diberikan pencegahan tetanus. Menghilangkan nyeri Mendapatkan dan mempertahankan posisi yang memadai dari fragmen fraktur Mengharapkan dan mengusahakan union Mengembalikan fungsi secara optimal dengan cara mempertahankan fungsi otot dan sendi. adhesi dan kekakuan sendi.

karena iatrogenik atau oleh karena tindakan pengobatan. • 4.penyembuhan dan pemberian fisioterapi untuk memperkuat otot-otot serta gerakan sendi baik secara isometrik (latihan aktif statik) pada setiap otot yang berada pada lingkup fraktur serta isotonik yaitu latihan aktif dinamik pada otototot tungkai dan punggung. Formatted: Right: 0. traksi yang berlebihan dan infeksi. • 5. • • • • 3. KOMPLIKASI FRAKTUR TERHADAP ORGAN 1. KOMPLIKASI FRAKTUR Komplikasi fraktur dapat terjadi secara spontan.25" . Komplikasi oleh akibat tindakan pengobatan (iatrogenik) umumnya dapat dicegah. Komplikasi pada kulit • • • 2. yaitu penekanan lokal. Diperlukan pula terapi okupasi. Komplikasi umumnya akibat tiga faktor utama. • • Lesi akibat penekanan Ulserasi akibat dekubitus Ulserasi akibat pemasangan gips Komplikasi pada pembuluh darah Ulserasi akibat pemasangan gips Lesi akibat traksi dan penekanan Iskemik Volkmann Gangren Komplikasi pada saraf Lesi akibat traksi dan penekanan Komplikasi pada sendi Infeksi (artritis septik) akibat operasi terbuka pada trauma tertutup Komplikasi padatulang Infeksi akibat operas! terbuka pada trauma tertutup (osteomielitis) Komplikasi pada lempeng epifisis dan epifisis pada fraktur anak-anak PENGENALAN DAN PENANGANAN AKIBAT KOMPLIKASI Beberapa komplikasi yang akan dibicarakan di bawah ini adalah semata-mata disebabkan oleh trauma (akibat cedera awal) atau karena iatrogenik akibat pengobatan fraktur yang tidak sesuai.

25" . Komplikasi iatrogenik ini dapat diatasi dengan melakukan skin grafting. Komplikasi arterial (trauma pada arteri besar) Pembuluh darah kecil dapat robek pada saat terjadi fraktur.Penanganan trauma dilakukan secara hati-hati dan tekun dengan memperhatikan adanya fraktur atau komplikasi yang menyertai. KOMPLIKASI SEGERA Komplikasi Lokal 1. pemeriksaan klinik secara kontinu. Formatted: Right: 0. menilai hasil laboratorium yang ditemukan dan bila perlu dilakukan juga pemeriksaan khusus. Selain itu penekanan lokal dengan plaster of Paris pada kulit dapat menyebabkan ulkus gips. tetapi hal ini jarang terjadi pada pembuluh darah besar. Selama pengobatan fraktur. Penderita tirah baring lama yang tidak dibalik secara teratur dapat menderita ulkus dekubitus. Komplikasi vaskuler a. 2. Harus diperhatikan keluhan penderita. Bila terjadi aberasi seperti ini harus dibersihkan secara menyeluruh untuk mencegah terjadinya kerusakan yang menyebabkan timbulnya pigmentasi residual pada proses re-epitelisasi. Walaupun begitu komplikasi akibat trauma dapat menyebabkan sekuele berupa oklusi arteri yang persisten. KOMPLIKASI MENURUT WAKTU DISESUAIKAN DENGAN LOKALISASI A. Komplikasi padakulit Kulit dapat mengalami aberasi (friction burn) yang disertai partikel atau benda asing kotor dan masuk sampai ke dermis. kulit secara konstan ditekan antara permukaan sisi luar dan tulang yang menonjol. khususnya pada sakrum dan tumit. Arteri besar mudah rusak oleh trauma yang disertai fraktur dan dislokasi. Pembengkakan yang luas akibat fraktur anggota gerak dapat menarik kulit sehingga sirkulasi ke superfisial lebih banyak dan menimbulkan lepuh.

Walaupun arteri tidak terputus.25" . Tabel 14.Trauma arteri • Terputusnya arteri Suatu arteri besar dapat terputus secara total atau tidak total oleh fragmen fraktur yang tajam dari dalam. • • • Dari luar : aberasi. Robekan arteri tidak total dapat mengakibatkan hematoma pulsasi (aneurisma palsu). luka tembus peluru.1 Komplikasi menurut waktu disesuaikan dengan lokalisasi A. kontus Perdarahan lokal: o o Eksterna: keluar ke permukaan tubuh Interna: ke dalam jaringan lunak seperti hematoma Formatted: Right: 0. pada saat fraktur atau pada waktu pengobatan fraktur. terjadi secara tiba-tiba atau oleh benda yang menyebabkan penetrasi di dalam jaringan yang berasal dari luar. sehingga ditemukan hematoma lokal dan iskemik. sedangkan robekan yang tidak total cenderung menyebabkan perdarahan. Spasme arteri sekunder dapat memisahkan bagian proksimal dan distal arteri kolateral yang mengakibatkan iskemik yang luas pada bagian distal. biasanya ditemukan robekan pada intima yang menyebabkan trombosis. kehilangan kulit Dari dalam : penetrasi kulit oleh fragmen fraktur • Komplikasi vaskuler Trauma pada arteri besar: terputus. avulsi. • Spasme arteri Spasme menetap pada arteri yang disertai oklusi dapat terjadi akibat traksi berat dan tiba-tiba pada arteri besar. Robekan arteri yang total biasanya beretraksi dan menghentikan perdarahan secara spontan. Komplikasi segeraKomplikasi lokal 1. laserasi. kontusi dan spasme arteri Trauma pada vena besan terputus. Komplikasi pada kulitTrauma pada kulit • • 2. luka tusuk.

2. hemoperitoneal. trombosis vena serta komplikasi pada alat-alat lain . Syok hemoragik B. 3. 5. hati. Komplikasi di luar pada organ lain 1. • • Infeksi (artritis septik) oleh karena trauma terbuka Komplikasi pada tulang Infeksi (osteomielitis) pada daerah fraktur karena adanya trauma terbuka Nekrosis avaskuler tulang biasanya mengenai satu fragmen. bronkus dan paru-paru Intra-abdominal. Komplikasi neurologis • • • 4. 2. iskemik Volkmann. hemartrosis 3.25" . jantung dan pembuluh darah besar. limpa dan saluran kemih. Otak Sumsum tulang belakang Saraf perifer Komplikasi pada otot biasanya bersifat tidak total Komplikasi pada organ: • • Toraks. Komplikasi awal Komplikasi lokal 1. Komplikasi pada sendi • 3.- ke dalam rongga intrakranial. Trauma multipel: trauma pada alat lain tubuh yang tidak berhubungan dengan fraktur 2. Komplikasi sisa dari komplikasi yang segera terjadi berupa nekrosis kulit. Komplikasi 61 luar fraktur pada organ lain 1. hemotoraks. trakea. Emboli lemak Emboli paru Pneumonia Formatted: Right: 0. gas gangren. saluran pencernaan. gangren.

• Kekakuan sendi yang menetap Penyakit degeneratif sendi pasca trauma Komplikasi pada tulang Penyembuhan fraktur yang abnormal: malunion. • • • • • • 3. delayed union dan nonunion Gangguan pertumbuhan oleh karena adanya trauma pada lempeng epifisis Infeksi yang menetap (osteomielitis kronik) Osteoporosis pasca trauma Atrofi Sudeck Refraktur Komplikasi pada otot Miositis osifikans pasca trauma Ruptur tendo lanjut Komplikasi saraf Tardy nerve palsy Komplikasi pada organ lain 1. • • 4. Kadang-kadang suatu arteri besar dapat terjerat dan tertekan di antara dua fragmen fraktur.4. Tetanus Delirium tremens Komplikasi lanjut Komplikasi lokal 1. 2. Batu ginjal Neurosis akibat kecelakaan • Penekanan arteri Penekanan arteri dapat disebabkan secara iatrogenik akibat lilitan gips/pembalut eksterna yang terlalu kuat dan pembengkakan progresif pada permukaan dalam yang tertutup.25" . Komplikasi pada sendi • • 2. 5. Formatted: Right: 0. C.

Komplikasi pada pembuluh darah membutuhkan pengobatan yang segera. Analgetik sebaiknya tidak diberikan pada nyeri setelah reduksi fraktur karena dapat mengaburkan adanya iskemik Volkmann. Ketegangan pasif otot iskemik misalnya ekstensi pasif jari-jari yang terlihat pada iskemia otot fleksor jari-jari yang akan memperberat nyeri. Arteriosklerosis terjadi karena kerusakan akibat trombosis arteri pasca trauma. Pengobatan komplikasi arteri Oklusi pada arteri besar membutuhkan suatu operasi darurat dalam beberapa jam sejak terjadinya trauma bersama-sama dengan iskemik yang bersifat ireversibel. Pengenalan komplikasi arteri Perdarahan eksterna suatu robekan arteri dapat terlihat secara jelas. dapat terjadi sekuele berupa trombosis. Oklusi arteri dapat dideteksi dengan bantuan arteriografi. dingin. Oleh karena itu iskemik Volkmann disertai nyeri dan iskemia otot. Urutan pengobatan diatur sebagai berikut: • • Setiap penjepitan arteri akibat lilitan pembalut yang terlalu ketat harus dibuka (pembalut jangan hanya dipotong) Setiap distorsi pada fraktur anggota gerak atau posisi ekstrim dekat persendian harus dikurangi Formatted: Right: 0. pembengkakan yang luas serta gangguan fungsi saraf perifer berupa parestesia. hilangnya denyutan. hilangnya denyut arteri dan bintik-bintik serta warna hitam pada kulit yang menunjukkan adanya gangren.25" . hilangnya sirkulasi perifer. Gambaran klinis iskemik Volkmann berupa nyeri. Oklusi arteri yang tidak total misalnya pada penjepitan vena kompartemen dalam fasia. kulit dingin dan pucat. pucat. Gejala oklusi arteri yang total pada anggota gerak berupa kulit yang pucat pada bagian distal. menjepit arteri yang dalam tapi arteri superfisial tidak terjepit dan menyebabkan iskemia saraf dan otot (iskemik Volkmann).• Trombosis arteri Setelah trauma arteri yang menyebabkan oklusi persisten. sedangkan perdarahan interna hanya berupa pembengkakan lokal yang progresif. hipestesia dan paralisis. parestesia dan paralisis.

maka bagian yang mengalami konstriksi dapat didilatasi dengan injeksi intra-arterial NaCI fisiologis dari proksimal. jika arteri telah dibuka harus diperbaiki dengan melakukan teknik jahitan langsung. Trombus pada arteri harus dihilangkan dan jika arteri mengalami memar atau robekan pada intima harus dilakukan pemotongan pada pembuluh darah yang rusak dan dipulihkan dengan teknik jahitan langsung. maka harus dilakukan eksplorasi arteri. Setelah pengobatan komplikasi vaskuler. pemotongan dan pengikatan ujung arteri serta kolateralnya akan memulihkan sirkulasi distal terutama pada anak-anak.25" . Jika arteri tertekan dan menyebabkan spasme arteri. Pembuluh vena yang besar juga harus diperbaiki. Spasme arteri yang persisten lebih sulit dihilangkan. Sekuele dari komplikasi arteri • Gangren Iskemia total yang persisten pada bagian distal suatu lesi arteri dapat menyebabkan nekrosis jaringan termasuk kulit (gangren). Jika memungkinkan dapat dilakukan vena graft autogenous atau protesis arteri. alirannya dapat diperbaiki. Sebagai pertolongan. maka perlu dilakukan fiksasi interna pada fraktur untuk mencegah pergerakan pada daerah arteri yang mengalami trauma. jika aplikasi lokal dengan papaverin hangat tidak mengurangi spasme. Jaringan yang mengalami iskemiaakan menjadi mumi dan kulit berwarna hitam. Formatted: Right: 0. seluruh traksi harus dikurangi Jika gagal untuk memulihkan sirkulasi perifer yang adekuat dapat dilakukan arteriografi darurat dan bila tidak ada kemajuan dalam 30 menit. graft vena atau protesis. Komplikasi ini bersifat ireversibel dan memerlukan tindakan amputasi di atas jaringan yang masih hidup.• • Bila fraktur diobati dengan traksi kontinu. Pada operasi.

Luka harus segera dibuka dan dilakukan debridemen. Reseksi otot dan saraf yang mengalami iskemik Volkmann. biasanya golongan penisilin dan tetrasiklin. Penderita diberi antibiotik sistemik. Otot yang nekrosis digantikan oleh jaringan parut fibrosa yang menyebabkan pemendekan otot (kontraktur). Dapat pula diberikan oksigen hiperbarik selama 2-4 periode yang biasanya memberikan hasil yang baik. • Claudicatio intermitten Pada gangren atau kontraktur iskemik Volkmann bahkan pada lesi arteri yang tidak begitu luas. Pada pemeriksaan fisik ditemukan krepitasi pada jaringan lunak yang menunjukkan adanya gas yang dapat dideteksi dengan pemeriksaan radiologis.25" . B. Sebagai tambahan dapat terjadi kelemahan otot yang persisten. kekakuan dan rasa dingin pada anggota gerak. Darah segera membeku akibat dari gas gangren. bertujuan untuk mencegah terjadinya kontraktur. bila tidak ditangani secara baik maka dapat terjadi sekuele berupa iskemia yang relatif persisten termasuk nyeri.• Kontraktur iskemik Volkmann Oklusi persisten arteri yang letaknya lebih dalam selama 6 jam atau lebih menyebabkan iskemia dan akhirnya nekrosis otot dan saraf. Yang terpenting pada iskemik Volkmann adalah pencegahan dan bila terjadi harus ditangani sejak awal. Setelah fase inkubasi 24-48 jam penderita merasa nyeri lokal dan merasa sangat sakit. Infeksi disebabkan oleh bakteri anaerob (Clostridium welchii) yang menghasilkan gas dan edema yang bersifat progresif pada jaringan. sehingga kelainan dapat dipulihkan. Ditemukan bau khas berupa bau busuk yang dihasilkan oleh gas gangren. • Gas gangren Gas gangren merupakan komplikasi yang serius tetapi kelainan ini jarang ditemukan. yang terlihat bila ada aktivitas otot dan pulih dengan istirahat (claudicatio intermitten). Komplikasi vena Trauma pada vena besar dibagi atas total dan tidak total yang disebabkan oleh trauma dari dalam akibat pergeseran fragmen fraktur atau dari luar oleh Formatted: Right: 0.

Setelah suatu fraktur. Kira-kira separuh dari emboli paru berasal dari trombosis yang tidak terdeteksi (silent thrombosis). Emboli paru yang masif memberikan gejala berupa nyeri dada hebat.penetrasi benda asing dari luar. masuk melewati paru-paru menyebabkan timbulnya emboli paru. dispnea dan kadang-kadang hemoptisis. Trauma pada vena besar dapat diperbaiki dengan cara operasi untuk mencegah terjadinya sekuele akibat kongesti vena distal yang permanen. Formatted: Right: 0. Faktor utama terjadinya percepatan trombosis adalah adanya vena yang statis oleh karena penekanan vena lokal pada posisi baring atau akibat balutan plaster of Paris yang terlalu kuat. Emboli paru yang kecil biasanya tidak terdeteksi atau hanya berupa nyeri dada. pucat dan penderita dapat meninggal seketika.25" . Dapat pula terdengar pergeseran iga dan pada foto rontgen terlihat gambaran segi-tiga dengan peningkatan densitas paru yang menunjukkan segmen paru mengalami infark. Pada emboli yang lebih besar manifestasi berupa nyeri dada yang tiba-tiba. Venogram dapat membantu menentukan letak trombosis. Trombus yang tidak melekat erat pada dinding vena akan terlepas. Dorsofleksi pasif pada pergelangan kaki akan memberikan rasa nyeri yang lebih hebat (tanda Homan). Trombosis vena dan emboli paru Vena pada anggota gerak bawah dan panggul lebih peka daripada anggota gerak atas terhadap trombosis akibat fraktur. Komplikasi emboli paru bermacam-macam. Diagnosis Bila terjadi trombosis pada vena betis. vena mengalami flebotrombosis yang berbeda dengan trombosis akibat inflamasi (tromboflebitis). Bila trombosis terjadi lebih tinggi maka seluruh anggota gerak bawah membengkak. Vena yang statis diperburuk oleh otot yang tidak aktif yang dalam keadaan normal mempunyai pompa balik. Vena pada orang dewasa lebih peka daripada anak-anak. keluhan berupa nyeri lokal pada garis tengah posterior betis disertai pembengkakan bagian distal akibat adanya kongesti.

menggunakan bebat elastis yang dapat mencegah terjadinya trombosis vena. Orang dewasa sebaiknya berbaring di tempat tidur. Fraktur pada iga dapat mengenai jantung sehingga terjadi Formatted: Right: 0. penderita harus diberikan obat anti-koagulan. Komplikasi neurologis Komplikasi akibat trauma pada otak. Bilamana terjadi tegangan yang hebat pada bagian otot yang sedang berkontraksi. sumsum tulang belakang atau saraf perifer dapat terjadi sejak awal atau yang lebih jarang oleh karena penanganan fraktur itu sendiri. maka otot dapat mengalami robekan yang akan memberikan rasa nyeri yang hebat. Selain itu pergerakan harus dibatasi setelah penanganan fraktur. tapi juga untuk mencegah terjadinya sekuele akibat obstruksi vena yang persisten pada anggota gerak bawah. 3. Saat ini trombosis pada vena femoralis ditangani dengan operasi trombektomi yang tidak hanya untuk mengurangi resiko terjadinya emboli paru. Penanganan trombosis vena Segera setelah komplikasi ditemukan.Pencegahan trombosis vena Pencegahan trombosis vena bertujuan untuk mencegah perluasan dengan menghindarkan penekanan lokal yang terus menerus pada vena dan mendorong penderita melakukan kontraksi otot secara aktif pada anggota gerak yang terkena trauma. Komplikasi neurologis sering terjadi bersama-sama dengan jenis fraktur dan dislokasi tertentu.25" hemoperikardium atau menembus pleura dan terjadi hemotoraks. bahkan . Komplikasi pada organ Komplikasi pada organ dapat menyebabkan kerusakan pada organ karena penetrasi oleh fragmen tulang yang tajam pada daerah sekitar fraktur. 5. 4. Kadang-kadang dapat terjadi robekan otot yang hebat pada daerah muskulotendinosa misalnya pada otot kuadriseps femoris atau otot gastroknemius. Komplikasi pada otot Pada setiap fraktur dapat terjadi kerusakan otot yang biasanya bersifat parsial dan jarang yang bersifat total.

KOMPLIKASI AWAL Komplikasi Lokal 1. Pada fraktur terbuka dimana terdapat Formatted: Right: 0. Fraktur pada vertebra torakalis dan lumbalis dapat menyebabkan ileus paralitik serta dilatasi lambung. Komplikasi di Luar Fraktur pada Organ Lain 1. 2. Fraktur bergeser pada panggul dapat menyebabkan robekan pada buli-buli atau uretra dan yang lebih jarang dapat terjadi pada kolon dan rektum. Syok hemoragik Syok hemoragik merupakan salah satu komplikasi dari fraktur yang merupakan suatu syok hipovolemik atau oligemik. Fraktur merupakan kelainan dengan prioritas terakhir untuk ditanggulangi pada suatu trauma multipel. limpa atau ginjal. Fraktur iga bagian bawah dapat menembus hati. alat-alat dalam rongga toraks dan abdomen yang dilakukan pada pemeriksaan awal. Trauma multipel Fraktur dapat timbul bersama-sama trauma pada visera torako-abdominal yang merupakan trauma tersendiri sebagai bagian dari suatu trauma multipel. B.25" . Komplikasi sisa dari komplikasi yang segera terjadi • Nekrosis kulit Akibat trauma sejak awal atau oleh karena tekanan tulang pada kulit dan jaringan lunak akan menyebabkan nekrosis pada kulit dan jaringan lunak lainnya. Pada seorang penderita dengan fraktur maka perlu diperhatikan kemungkinan adanya kerusakan pada organ-organ lain seperti pada otak. Syok hemoragik terjadi terutama pada fraktur daerah panggul atau pada fraktur femur yang dapat menimbulkan akumulasi perdarahan sebanyak 2 liter pada orang dewasa.dapat menembus paru-paru sehingga terjadi hemopneumotoraks. Syok terjadi oleh karena kerusakan pembuluh darah kecil atau besar pada waktu terjadi fraktur.

artritis septik dapat menyebabkan destruksi tulang rawan artikuler yang berkembang menjadi penyakit degeneratif sendi.25" pembedahan yang berlebihan pada waktu reduksi terbuka fraktur . Penanganan fraktur terbuka bertujuan mengurangi terjadinya osteomielitis akut dan penyulitnya. • Nekrosis avaskuler tulang Nekrosis avaskuler tulang pasca trauma biasanya disebabkan oleh terputusnya pembuluh darah yang mengantarkan nutrisi pada saat terjadi trauma serta adanya faktor iatrogenik n P "' akibat Formatted: Right: 0. delayed union dan nonunion. Komplikasi pada sendi • Infeksi pada sendi (artritis septik) Pada fraktur terbuka intra-artikuler dan setelah operasi terbuka suatu fraktur intra-artikuler dapat ditemukan komplikasi hebat berupa artritis septik. osteomielitis kronik. traksi kontinu atau fiksasi eksterna. Fraktur tertutup: dapat terinfeksi setelah operasi terbuka karena pemasangan implan. Walaupun dilakukan penanganan secara awal dan efektif. 2. Komplikasi lain yang timbul pada jaringan lunak seperti gangren atau trombosis vena juga dapat menyebabkan kerusakan serta nekrosis pada jaringan lunak. • Iskemik Volkmann Iskemik Volkmann merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi pada jaringan lunak akibat adanya tekanan pada arteri. 3.ketegangan kulit atau terdapat kehilangan jaringan lunak maka kulit dibiarkan terbuka untuk ditutup padatahap berikutnya. Tulang di sekitar pin tidak hanya mengalami nekrosis tetapi juga dapat terjadi infeksi dan membentuk sekuester. Komplikasi pada tulang • Infeksi pada tulang (osteomielitis) Fraktur terbuka: dapat terjadi kerusakan jaringan yang mengenai seluruh lapisan termasuk tulang pada bagian yang mengalami fraktur.

kemudian melalui robekan vena masuk ke sirkulasi vena paru-paru. Komplikasi nekrosis avaskuler biasanya terjadi setelah fraktur atau dislokasi tertentu yang disebabkan oleh suplai darah yang tidak adekuat pada bagian yang mengalami fraktur. Emboli lemak kemudian masuk ke sirkulasi sistemik.25" . Penelitian Hillman menyatakan bahwa lemak netral merupakan sumber emboli kecil. Formatted: Right: 0. Emboli lemak Istilah emboli lemak menunjukkan gambaran klinis yang spesifik akibat trauma. Komplikasi di Luar pada Organ Lain 1.dan dislokasi. Pada trauma yang luas terjadi penurunan karbohidrat dan lemak secara cepat. Emboli pada arteri paru tidak hanya menyebabkan obstruksi aliran darah tetapi juga merusak dinding pembuluh darah. yang merupakan penyebab utama gangguan metabolisme lemak. jantung dan kulit. Komplikasi yang dapat terjadi berupa delayed union. Akibatnya sejumlah besar asam lemak bebas ditranspor ke sirkulasi hati dimana terjadi sintesis dan sekresi lipoprotein dengan densitas rendah. Proses ini menunjukkan asidosis dan respirasi metabolik. berupa lipolisis pada jaringan lemak dan sejumlah besar asam lemak bebas. Emboli lemak merupakan komplikasi yang fatal dan menyebabkan kematian sebesar 20% dari seluruh kematian akibat fraktur. Lipoprotein hati mengalami agregasi/konjugasi dengan kalsium dan kolesterol. Etiologi dan patogenesis Emboli berasal dari lemak sumsum tulang dan jaringan lemak. ginjal. sendi yang tidak sesuai serta degenerasi pada sendi. bersama lemak globulus melewati kapiler paru masuk ke sirkulasi sistemik dan menuju ke otak. edema paru dan dispnea. khususnya fraktur yang mengenai orang dewasa dan jarang ditemukan pada anak-anak. yang menyebabkan hemoragik multipel dengan fokus kecil yang menimbulkan hemoptisis. menarik platelet dan menyebabkan perlambatan aliran darah dan terbentuk emboli.

Diusahakan pencegahan asidosis dan respiratorik metabolik dengan penanganan umum penderita secara baik. stupor bahkan koma. Pemberian alkohol intravena kurang memberikan hasil dan bahkan dapat mengaburkan gejala pada otak. Bila ditemukan tanda dan atau gejala emboli. Kortikosteroid dapat mengurangi trauma jaringan paru. dapat digunakan heparin untuk menambah hidrolisis dan menghilangkan emboli. Penderita juga mengalami demam tinggi. Gambaran klinis emboli otak berupa sakit kepala. Emboli paru menyebabkan gangguan respirasi disertai dispnea. Emboli jantung menyebabkan takikardi dan penurunan tekanan darah. aksila serta konjungtiva.25" . termasuk pemberian karbohidrat yang tinggi. cairan serta elektrolit. Formatted: Right: 0. takipnea dan sianosis. Mortalitas emboli lemak sebesar 20% yang diakibatkan oleh lesi otak. Lesi kulit berupa peteki hemoragik yang multipel (yang ada hubungannya dengan transien trombositopenia pada emboli) khususnya pada kulit dada. Penanganan emboli lemak Bila ditemukan adanya emboli lemak. iritatif diikuti delirium. Pemeriksaan laboratorium • • • Peningkatan serum asam lemak pada 50% penderita Lemak bebas pada sputum dan urin Penurunan kadar haemoglobin pada fase awal Pencegahan emboli lemak Emboli lemak berhubungan dengan gangguan metabolisme. Infus dekstran dapat membantu memperbaiki mikrosirkulasi pada organ. maka kelainan ini harus segera diatasi.Gambaran klinis Emboli lemak biasanya ditemukan pada hari kedua setelah terjadi trauma. Pemeriksaan radiologis Pada foto toraks ditemukan gambaran snow storm.

spasme otot mulut memberi gambaran trismus (mulut yang terkunci). Pengobatan • • • Pemberian antibiotik dan latihan pernapasan Membalik penderita secara periodik Penggunaan pengisap bronkus 4. dapat dipasang intubasi endotrakeal dan jika perlu dapat dilakukan trakeostomi yang diikuti hiperventilasi pada penderita yang mengalami anoksia otak. Nyeri pada fraktur iga diikuti pembatasan respirasi dapat menyebabkan pneumonia. Masa inkubasi tetanus antara 10-14 hari. Pneumonia Komplikasi pneumonia terjadi oleh karena perawatan tirah baring pada periode penyembuhan. Etiologi dan patogenesis Clostridium tetani merupakan organisme anaerob yang tumbuh pada jaringan nekrosis yang menghasilkan neurotoksin. 3. Gambaran klinis Efek neurotoksin diawali dengan kejang tonik kemudian klonik. Neurotoksin diangkut oleh kelenjar limfe dan aliran darah menuju ke sistem saraf pusat kemudian terikat pada kornu anterior yang tidak dapat dinefralisir dengan antitoksin. 2. Spasme otot leher dan tubuh memberi gambaran opistotonus. Spasme Formatted: Right: 0. Emboli paru Komplikasi ini telah dibicarakan pada trombosis vena. spasme otot muka memberi gambaran risus sardonikus.Bila terjadi kesulitan pernapasan. PC02 dan pH arteri merupakan penilaian status metabolik yang terbaik dan membantu menunjukkan hasil pengobatan. yang umumnya lebih sering mengenai orang tua. Tetanus Tetanus disebabkan oleh Clostridium tetani yang merupakan salah satu komplikasi trauma terbuka. kontraksi otot skeletal (spasme tetanik).25" . Monitoring P02.

Keterikatan terhadap alkohol dihentikan secara mendadak. bahkan gejala withdrawal berupa disorientasi.25" . 5. Pencegahan Pengobatan dengan pemberian tetanus imunoglobulin (manusia) secara intravena. KOMPLIKASI LANJUT Komplikasi Lokal 1. Kekakuan sendi yang menetap Kekakuan yang berlangsung singkat akibat imobilisasi selama pengobatan fraktur. Delirium tremens Penderita alkoholik kronis yang mengalami trauma. Penyebab tersering kekakuan sendi yang persisten adalah adhesi periartikuler. ansietas. dapat dikurangi dengan melakukan kontraksi aktif pada kelompok otot yang mengontrol sendi dan biasanya pengobatan berhasil dengan menggerakkan sendi setelah imobilisasi yang berlangsung singkat. agitasi dan halusinasi. Bila ada gangguan respirasi dilakukan pemasangan intubasi endotrakeal dan respirasi buatan. Keadaan ini bukan merupakan komplikasi. adhesi Formatted: Right: 0. C. Kekakuan terutama terjadi pada orang dewasa yang mengalami perubahan degeneratif pada sendi dan jarang ditemukan pada anak-anak. Kekakuan sendi yang persisten merupakan suatu komplikasi yang menghambat fungsi normal anggota gerak. Selama beberapa hari dapat terjadi hal-hal yang luar biasa. dirawat inap di rumah sakit. Kekakuan sendi seperti ini kebanyakan merupakan komplikasi fraktur. Dapat dipahami pengobatan delirium tremens pada penderita dapat pula menimbulkan komplikasi berupa emboli lemak.dapat pula mengenai otot interkostal dan diafragma yang menyebabkan asfiksia yang bersifat fatal. Komplikasi pada sendi a.

kemudian terjadi pembentukan jaringan parut fibrosa yang mengikat otot satu sama lain yang terletak disekitar tulang. Pada reduksi terbuka suatu fraktur juga dapat terjadi kerusakan di sekitar otot. adhesi antara otot dan tulang serta miositis osifikans pasca trauma. dislokasi dan fraktur dislokasi biasanya ditemukan bersama-sama hematrosis. kekakuan sendi besar yang permanen seperti pada lutut dan bahu biasanya mengalami perbaikan dengan tindakan manipulasi yang hati-hati dengan pembiusan umum. Penimbunan fibrin pada jaringan sinovia dan tulang rawan artikuler akan memberikan adhesi dalam sendi antara lipatan sinovia dan antara sinovia dengan tulang rawan.intra-artikuler. begitu pula antara struktur yang berdekatan dengan otot dan tendo. Manipulasi seperti ini tidak dapat dilakukan pada sendi kecil seperti pada tangan. Pergerakan pasif yang kuat pada stadium ini biasanya menyebabkan adhesi yang lebih kuat. Fisioterapi Formatted: Right: 0. Setelah dilakukan fisioterapi.25" . • Adhesi antara otot dan antara otot dengan tulang Beberapa fraktur yang bergeser biasanya diikuti dengan robekan di sekitar otot. Gambaran ini umumnya ditemukan pada fraktur femur bagian bawah dimana terjadi adhesi otot kuadriseps sehingga membatasi gerakan fleksi lutut. • Adhesi intra-artikuler Fraktur intra-artikuler. • Adhesi peri-artikuler Setelah suatu fraktur didekat sendi dapat ditemukan adhesi antara kapsul fibrosa dan ligamen. Adhesi periartikuler merusak pergerakan struktur normal. Bila pergerakan sendi tidak mengalami kemajuan setelah dilakukan fisioterapi (pergerakan aktif) dapat dipertimbangkan tindakan manipulasi dengan anestesia umum.

Penyembuhan fraktur yang abnormal. Komplikasi pada tulang a. dislokasi atau fraktur dislokasi khususnya pada sendi penopang tubuh. Kadang-kadang dibutuhkan operasI pada kekakuan sendi tipe persisten. Infeksi persisten pada tulang Komplikasi fraktur terbuka atau reduksi terbuka suatu fraktur tertutup yang eradikasinya kurang baik. Malunion Delayed union Nonunion Gangguan pertumbuhan oleh karena adanya trauma pada lempeng epifisis Gangguan lempeng epifisis karena trauma dapat mengenai sebagian lempeng epifisis dengan akibat pertumbuhan yang lebih pada satu sisi dibanding dengan sisi lain berupa deformitas valgus atau varus pada sendi yang terkena. Penyakit degeneratif sendi pasca trauma Adanya ketidaksesuaian permukaan sendi diikuti fraktur intra-artikuler. 2. dapat menyebabkan terjadinya osteomielitis kronik yang resisten terhadap Formatted: Right: 0. dapat menyebabkan berkembangnya penyakit degeneratif sendi.sangat membantu dalam menggerakkan sendi. Trauma yang mengenai seluruh lempeng epifisis misalnya pada fraktur lempeng epifisis grade V (Salter-Harris) akan menyebabkan pertumbuhan yang terhenti pada seluruh atau sebagian lempeng epifisis yang dapat menyebabkan kependekan atau malunion pada salah satu anggota gerak. Komplikasi ini harus dihindarkan agar dapat terjadi pemulihan yang baik pada permukaan sendi setelah trauma. Penyebab penyakit degeneratif sendi pasca trauma yang mengenai sendi penopang tubuh adalah malunion.25" . c. malalignment dan fraktur akibat penekanan sendi. Penyembuhan fraktur yang abnormal dapat terjadi dengan cara: • • • b. tetapi tidak dapat dilakukan manipulasi karena dapat menambah robekan dan adhesi otot. b.

sehingga lebih banyak terjadi resorpsi daripada deposisi tulang. licin dan mengkilat. Penyembuhan dapat dipastikan walaupun berjalan lambat dan bahkan dapat berbulan-bulan. f. disuse osteoporosisj dapat terjadi bila penderita gagal mempertahankan tonus otot sewaktu imobilisasi fraktur anggota gerak bawah. fraktur relatif peka untuk mengalami refraktur. Selain itu osteomielitis kronik lokal sering menyebabkan delayed union bahkan nonunion dan fraktur tidak dapat sembuh walaupun infeksi dapat diatasi. dimana refraktur tidak mengenai Formatted: Right: 0. Refraktur Bagian tulang yang mengalami penyembuhan fraktur secara sempurna dapat sembuh seperti semula. Penderita mengeluh nyeri hebat pada tangan dan kaki jika digerakkan. Gambaran radiologik menunjukkan adanya peningkatan derajat disuse osteoporosis. Komplikasi ini jarang ditemukan pada orang dewasa dan kadangkadang ditemukan pada anak-anak yang aktivitasnya tidak dapat dicegah. Osteoporosis pasca trauma Atrofi tulang (disuse atrofi.25" . Atrofi Sudeck Komplikasi ini biasanya ditemukan akibat kegagalan penderita untuk mengembalikan fungsi normal tangan atau kaki setelah penyembuhan trauma. Untuk mencegah proses ini dapat dilakukan fisioterapi intensif. Tipe refraktur yang lain dapat ditemukan baik pada anak-anak dan orang dewasa. Sendi menjadi kaku. e. jaringan lunak membengkak dan kulit menjadi lembab. Disuse osteoporosis yang ringan sering ditemukan tetapi bila osteoprosis lebih berat dan persisten. Kadang-kadang dibutuhkan blok simpatik untuk mengurangi gejala. Walaupun demikian selang waktu antara penyatuan klinis dan konsolidasi yang baik.pengobatan. Nyeri pada atrofi Sudeck pasca trauma merupakan komplikasi lanjut yang sukar diobati. Latihan yang aktif dan pemanasan lokal sangat membantu. dapat mengganggu fungsi normal anggota gerak. d. berbintik-bintik.

Komplikasi pada otot • Miositis osifikans pasca trauma Miositis osifikans kadang-kadang terjadi setelah suatu fraktur/dislokasi serta trauma otot khususnya pada daerah siku dan paha pada anak-anak dan orang dewasa. Ditemukan pembengkakan dan nyeri yang hebat akibat trauma pada jaringan. kemudian batang logam tidak menekan lagi.bagian yang mengalami fraktur tetapi mengenai daerah yang dilewati screw setelah pencabutan yaitu bagian yang lebih lemah dari tulang normal. batang logam tetap menekan fraktur selama beberapa bulan bahkan beberapa tahun dan mengalami kepatahan (gambar 14. Bila penyembuhan fraktur berjalan secara normal. Sebaliknya pada delayed union dan nonunion ditemukan pergerakan yang persisten. batang logam dapat mengurangi penekanan sampai fraktur menyatu. 3. Massa ini merupakan suatu Formatted: Right: 0. • Metal failure Batang logam yang digunakan pada fiksasi interna hanya berfungsi sebagai bidai dalam yang bersifat temporer untuk mempertahankan fragmen fraktur pada awal penyembuhan.25" .11).

Penarikan secara pasif atau manipulasi pada sendi yang bersangkutan merupakan kontraindikasi. • Ruptur tendo lanjut Tendo pergelangan tangan dan kaki melewati saluran tulang dan serta pembungkusnya yang halus. Keadaan ini sering ditemukan pada tendo ekstensor polisis longus pada fraktur Colles. 4. Nyeri yang timbul disertai pembatasan gerak pada sendi. pembungkus tendo menjadi kasar. Pengobatan berupa istirahat lokal dengan menggunakan bidai pada stadium aktif. Akibatnya tendo menjadi rusak dan mengalami gesekan dan akhirnya terjadi ruptur setelah beberapa bulan. Hal yang sama dapat menyebabkan meluasnya lesi pada stadium awal. Formatted: Right: 0. Gambaran mikroskopik lesi pada stadium ini menyerupai osteosarkoma. Setelah 10-20 tahun saraf menebal karena adanya fibrosis intraneural. menyebabkan nervus ulnaris tertarik dan mengalami gesekan antara saraf dan bagian distal humerus pada posisi fleksi dan ekstensi siku. Tetapi setelah penyembuhan fraktur metafisis yang ireguler pada bagian korteks. Komplikasi saraf Tardy nerve palsy Valgus pada siku akibat malunion/nonunion dari suatu fraktur. Proses penyembuhan secara keseluruhan diperburuk oleh banyaknya robekan serabut otot.25" .hematoma yang bersifat radiolusen tapi pada pemeriksaan radiologis ditemukan adanya osifikasi yang luas. Pembentukan tulang baru ini pada bagian yang abnormal menunjukkan suatu osifikasi heterotropik dan penyembuhan di antara serat-serat otot yang robek.

25" . terutama mengenai orang dewasa yang tirah baring selama beberapa minggu sampai beberapa bulan karena adanya fraktur multipel. Faktor penyebab lain adalah karena drainase urin yang kurang baik disertai hiperkalsemia oleh osteoporosis. Komplikasi pada Organ Lain 1. Neurosis akibat kecelakaan Penderita yang mengalami kecelakaan karena keinginan untuk memperoleh kompensasi. Formatted: Justified. Penderita ini selalu menyatakan diri tidak dapat kembali ke pekerjaannya semula walaupun ia telah direhabilitasi dengan baik. sekurangkurangnya 4000 cc per hari dan penderita dibalik beberapa kali dalam sehari. Pattern: Clear (White) Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Pencegahan dilakukan dengan pemberian cairan yang banyak. Batu ginjal Komplikasi berupa batu ginjal yang mengandung kalsium. 2.Pada kelainan ini ditemukan tanda dan gejala lesi pada nervus ulnaris. baik kompensasi industri maupun kompensasi kecelakaan dapat memberikan gejala-gejala neurosis. Pengobatan yang efektif berupa transposisi nervus ulnaris ke bagian anterior siku.

Periosteum akan terdorong dan dapat mengalami robekan akibat tekanan hematoma yang terjadi sehingga dapat terjadi ekstravasasi darah ke dalam jaringan lunak. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom PENYEMBUHAN FRAKTUR PADA TULANG KORTIKAL Proses penyembuhan fraktur pada tulang kortikal terdiri atas lima fase. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Faktor mekanis yang penting seperti imobilisasi fragmen tulang secara fisik sangat penting dalam penyembuhan.Pengertian tentang reaksi tulang yang hidup dan periosteum pada penyembuhan fraktur merupakan dasar untuk mengobati fragmen fraktur. Fase hematoma Apabila terjadi fraktur pada tulang panjang. selain faktor biologis yang juga merupakan suatu faktor yang sangat esensial dalam penyembuhan fraktur.25" . tulang yang mengalami fraktur dapat sembuh tanpa jaringan parut. Proses penyembuhan fraktur berbeda pada tulang kortikal pada tulang panjang serta tulang kanselosa pada metafisis tulang panjang atau tulang-tulang pendek. yang akan menimbulkan suatu daerah cincin avaskuler tulang yang mati pada sisi-sisi fraktur segera setelah trauma. Tidak seperti jaringan lainnya. maka pembuluh darah kecil yang melewati kanalikuli dalam sistem Haversian mengalami robekan pada daerah fraktur dan akan membentuk hematoma di antara kedua sisi fraktur.PENYEMBUHAN FRAKTUR ' ' LPenyembuhan fraktur merupakan suatu proses biologis yang menakjubkan. sehingga kedua jenis penyembuhan fraktur ini harus dibedakan.21): 1. Proses penyembuhan pada fraktur mulai terjadi segera setelah tulang mengalami kerusakan apabila lingkungan untuk penyembuhan memadai sampai terjadi konsolidasi. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. Hematoma yang besar diliputi oleh periosteum. Osteosit dengan lakunanya yang terletak beberapa milimeter dari daerah fraktur akan kehilangan darah dan mati. yaitu (gambar 14.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.Penyembuhan fraktur terjadi karena adanya sel-sel osteogenik yang berproliferasi dari periosteum untuk membentuk kalus eksterna serta pada daerah endosteum membentuk kalus interna sebagai aktifitas seluler dalam kanalis medularis.25" .Pada tahap awal dari penyembuhan fraktur ini terjadi pertambahan jumlah dari sel-sel osteogenik yang memberi pertumbuhan yang cepat pada jaringan osteogenik yang sifatnya lebih cepat dari tumor ganas. maka penyembuhan sel berasal dari diferensiasi sel-sel mesenkimal yang tidak berdiferensiasi ke dalam jaringan lunak.Jaringan seluler tidak terbentuk dari organisasi pembekuan hematoma suatu daerah fraktur.Apabila terjadi robekan yang hebat pada periosteum. Pada pemeriksaan radiologis kalus belum mengandung tulang sehingga merupakan suatu daerah radiolusen. kalus dari fraktur akan membentuk suatu massa yang meliputi jaringan osteogenik.2. Setelah beberapa minggu. Fase proliferasi seluler subperiosteal dan endosteal Pada saat ini terjadi reaksi jaringan lunak sekitar fraktur sebagai suatu reaksi penyembuhan.

Bab 14 Trauma 365 Fase Hematoma FaseKalus Fase remodeling Otot Periosteum Bekuan darah Sumsum tulang Tulang hidup Tulang mati •"Woven bone" • Jaringan sel • Bekuan darah •Tulang mati yang Fasekonsolidasi di resorpsi > Reformasi rongga sumsum • Tulang lamelar Gambar 14.25" . Gambar skematis fase penyembuhan tulang kortikel ' Bekuan darah ' Proliferasi sel subperiosteal > Proliferasi sel endosteum • Reformasi rongga sumsum • Tulang lamelar • "Woven bone" • Sumsum tulang Fase Formatted: Font: (Default) Times New Rom pro|jferasise|u|er sub-periosteal Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.21.

Fase pembentukan kalus (fase union secara. Vaskularisasi yang cukup Terdapat permukaan yang lebih luas Kontak yang baik memberikan kemudahan vaskularisasi yang cepat Hematoma memegang peranan dalam penyembuhan fraktur Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Formatted: Font: (Default) Times New Rom 5. yaitu: 1. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 4. Kalus intermediat berubah menjadi tulang yang kompak dan berisi sistem Haversian dan kalus bagian dalam akan mengalami peronggaan untuk membentuk ruang sumsum.Pada pemeriksaan radiologis kalus atau woven bone sudah terlihat dan merupakan indikasi radiologik pertama terjadinya penyembuhan fraktur. Fase konsolidasi (fase union secara radiologik) Woven bone akan membentuk kalus primer dan secara perlahan-lahan diubah menjadi tulang yang lebih matang oleh aktivitas osteoblas yang menjadi struktur lamelar dan kelebihan kalus akan diresorpsi secara bertahap.Bentuk tulang ini disebut sebagai woven bone.kjinjs klinis) _ Setelah pembentukan Jaringan seluler yang bertumbuh dari setiap fragmen sel dasar yang berasal dari osteoblas dan kemudian pada kondroblas membentuk tulang rawan. maka tulang yang baru membentuk bagian yang menyerupai bulbus yang meliputi tulang tetapi tanpa kanalis medularis. Fase remodeling Bilamana union telah lengkap. 2. 4.3.25" .Tempat osteoblas diduduki oleh matriks interseluler kolagen dan perlekatan polisakarida oleh garam-garam kalsium membentuk suatu tulang yang imatur. Pada fase remodeling ini. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. perlahan-lahan terjadi resorbsi secara osteoklastik dan tetap terjadi proses osteoblastik pada tulang dan kalus eksterna secara perlahan-lahan menghilang. 3. Formatted: Font: (Default) Times New Rom PENYEMBUHAN FRAKTUR PADA TULANG KANSELOSA Penyembuhan fraktur pada tulang kanselosa terjadi secara cepat karena beberapa faktor. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0.

tetapi terbentuk melalui fibrokartilago. berproliferasi untuk membentuk woven bone primer di dalam daerah fraktur yang disertai hematoma. tulang pendek serta tulang pipih diliputi oleh korteks yang tipis. PENYEMBUHAN FRAKTUR PADA TULANG RAWAN PERSENDIAN Tulang rawan hialin permukaan sendi sangat terbatas kemampuannya untuk regenerasi.Apabila terjadi kontak dari kedua fraktur maka terjadi union secara klinis.25" .Pada fraktur intra-artikuler penyembuhan tidak terjadi melalui tulang rawan hialin. Proses osteogenik penyembuhan sel dari bagian endosteal yang menutupi trabekula. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.Selanjutnya woven bone diganti oleh tulang lamelar dan tulang mengalami konsolidasi. Penyembuhan fraktur pada daerah tulang kanselosa melalui proses pembentukan kalus interna dan endosteal. Pada anak-anak proses penyembuhan pada daerah korteks juga memegang peranan penting. Pembentukan kalus interna mengisi ruangan pada daerah fraktur.Penyembuhan fraktur pada tulang kanselosa terjadi pada daerah dimana terjadi kontak langsung diantara kedua permukaan fraktur yang berarti satu kalus endosteal.366 « Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Tulang kanselosa yang berlokalisasi pada metafisis tulang panjang.

2. 6.25" . 4. maka Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Disamping itu konfigurasi fraktur seperti fraktur transversal lebih lambat penyembuhannya dibandingkan dengan fraktur oblik karena kontak yang lebih banyak. 5. Umur penderita Lokalisasi dan konfigurasi fraktur Pergeseran awal fraktur Vaskularisasi pada kedua fragmen Reduksi serta imobilisasi Waktu imobilisasi Ruangan diantara kedua fragmen serta interposisi oleh jaringan lunak Adanya infeksi Cairan sinovia Gerakan aktif dan pasif anggota gerak Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Italic Formatted: Font: (Default) Times New Rom penyembuhannya dua kali lebih cepat dibandingkan pada fraktur yang bergeser. Vaskularisasi pada kedua fragmen Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Terjadinya pergeseran fraktur yang lebih besar juga akan menyebabkan kerusakan periost yang lebih hebat. Lokalisasi dan konfigurasi fraktur Lokalisasi fraktur memegang peranan penting.Fraktur metafisis Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 3. 10. 7 8. Italic Formatted: Font: (Default) Times New Rom 2. Hal ini terutama disebabkan karena aktifitas proses osteogenesis pada periosteum dan endosteum dan juga berhubungan dengan proses remodeling tulang yang pada bayi sangat aktif dan makin berkurang apabila umur bertambah.WAKTU PENYEMBUHAN FRAKTUR Waktu penyembuhan fraktur bervariasi secara individual dan berhubungan dengan beberapa faktor penting pada penderita. Italic Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Umur penderita Waktu penyembuhan tulang pada anak-anak jauh lebih cepat daripada orang dewasa. 9. 3. Pergeseran awal fraktur Pada fraktur yang tidak bergeser dimana periosteum intak. Italic 1. antara lain: 1. 4. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Italic Formatted: Font: (Default) Times New Rom penyembuhannya lebih cepat daripada diafisis.

maka akan menghambat terjadinya union atau bahkan mungkin terjadi nonunion. Italic Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bila salah satu sisi fraktur vaskularisasinya jelek sehingga mengalami kematian. maka penyembuhan biasanya tanpa komplikasi. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Imobilisasi yang sempurna akan mencegah pergerakan dan kerusakan pembuluh darah yang akan mengganggu dalam penyembuhan fraktur. Italic Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. 5.Apabila kedua fragmen mempunyai Vaskularisasi yang baik. Reduksi serta imobilisasi Reposisi fraktur akan memberikan kemungkinan untuk Vaskularisasi yang lebih baiKdalam bentuk asalnya.25" .

25" . maupun otot atau jaringan fibrosa lainnya. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 9. Perkiraan penyembuhan fraktur pada orang dewasa Formatted Table Formatted: Font: (Default) Times New Roman.3.Bab 14 Trauma » 367 6. Not Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman. misalnya pada operasi terbuka fraktur tertutup atau fraktur terbuka. 8. maka akan mengganggu terjadinya proses penyembuhan. Italic Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Tabel 14. maka kemungkinan untuk terjadinya nonunion sangat besar. Not Bold. 12 pt. Italic Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Gerakan aktif dan pasif pada anggota gerak Gerakan aktif dan pasif pada anggota gerak akan meningkatkan vaskularisasi daerah fraktur tapi gerakan yang dilakukan pada daerah fraktur tanpa imobilisasi yang baik juga akan mengganggu vaskularisasi. Italic Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Font color: Auto Formatted: Right: 0. Waktu imobilisasi Bila imobilisasi tidak dilakukan sesuai waktu penyembuhan sebelum terjadi union. 7 kedua fragmen serta interposisi oleh jaringan lunak Ruangan di antara Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Italic Formatted: Font: (Default) Times New Rom Bila ditemukan interposisi jaringan baik berupa periost. Cairan sinovia Pada persendian dimana terdapat cairan sinovia merupakan hambatan dalam penyembuhan fraktur 10. maka akan menghambat vaskularisasi kedua ujung fraktur. Faktor adanya infeksi Bila terjadi infeksi pada daerah fraktur.Waktu penyembuhan pada anak secara kasar l/2 waktu penyembuhan daripada orang dewasa. Penyembuhan fraktur berkisar antara tiga minggu sampai empat bulan. Italic Formatted: Font: (Default) Times New Roman.

Font color: Auto Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 12-16 minggu 12 12-16 minggu 8-10 minggu 12-16 minggu 12 minggu minggu Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. Pattern: Clear (White) PENILAIAN PENYEMBUHAN FRAKTUR Formatted: Right: 0. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Pattern: Clear (White) Falang/metakarpal/metatarsal/kosta Distal radius Diafisis ulna dan radius Humerus Klavikula Panggul Femur Kondilus femur/tibia Tibia /fibula Vertebra 3-6 minggu 6 minggu 12 minggu 10-12 minggu 6 minggu 10-12 minggu 12-16 minggu 8-10 minggu Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Lokalisasi Waktu penyembuhan Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Not Bold. Font color: Auto Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Pattern: Clear (White) Vertebra Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. Bold Formatted: Justified.25" .

pemutaran dan kompresi untuk mengetahui adanya gerakan atau perasaan nyeri pada penderita.Apabila tidak ditemukan adanya gerakan.Keadaan ini dapat dirasakan oleh pemeriksa atau oleh penderita sendiri. maka secara klinis telah terjadi union dari fraktur. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. PENYEMBUHAN ABNORMAL PADA FRAKTUR 1. Union secara radiologik dinilai dengan pemeriksaan rontgen pada daerah fraktur dan dilihat adanya garis fraktur atau kalus dan mungkin dapat ditemukan adanya trabekulasi yang sudah menyambung pada kedua fragmen.Pada tingkat lanjut dapat dilihat adanya medula atau ruangan dalam daerah fraktur.Penilaian secara klinis dilakukan dengan pemeriksaan pada daerah fraktur dengan melakukan pembengkokan pada daerah fraktur. 2.25" .Penilaian penyembuhan fraktur (union) didasarkan atas union secara klinis dan union secara radiologik. 3. Malunion Delayed union Nonunion ' '• '' • ' " ' Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified.

368 H Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Formatted: Font: (Default) Times New Rom 1.22) atau union secara menyilang misalnya pada fraktur radius dan ulna. Mal-union pada tibia. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Etiologi • • • • • Fraktur tanpa pengobatan Pengobatan yang tidak adekuat Reduksi dan imobilisasi yang tidak baik Pengambilan keputusan serta teknik yang salah pada awal pengobatan Osifikasi prematur pada lempeng epifisis karena adanya trauma Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaranklinis • • • • • • Deformitas dengan bentuk yang bervariasi Gangguan fungsi anggota gerak Nyeri dan keterbatasan pergerakan sendi Ditemukan komplikasi seperti paralisis tardi nervus ulnaris Osteoartritis apabila terjadi pada daerah sendi Bursitis atau nekrosis kulit pada tulang yang mengalami deformitas Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemeriksaan radiologis Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. kependekan (gambar 14. rotasi.22. varus/valgus. Malunion Malunion adalah keadaan dimana fraktur menyembuh pada saatnya.25" . tetapi terdapat deformitas yang berbentuk angulasi.

Etiologi Etiologi delayed union sama dengan etiologi pada nonunion Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Osteotomi koreksi (osteotomi Z) dan bone graft disertai dengan fiksasi interna Osteotomi dengan pemanjangan bertahap. Pengobatan Konservatif Dilakukan refrakturasi dengan pembiusan umum dan diimobilisasi sesuai dengan fraktur yang baru. Operatif • • • 2.25" . misalnya pada anak-anak Osteotomi yang bersifat baji Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Delayed union Delayed union adalah fraktur yang tidak sembuh setelah selang waktu 35 bulan (tiga bulan untuk anggota gerak atas dan lima bulan untuk anggota gerak bawah). Apabila ada kependekan anggota gerak dapat dipergunakan sepatu ortopedi.Pada foto rontgen terdapat penyambungan fraktur tetapi dalam posisi yang tidak sesuai dengan keadaan yang normal.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemeriksaan radiologis • • • Tidak ada gambaran tulang baru pada ujung daerah fraktur Gambaran kista pada ujung-ujung tulang karena adanya dekalsifikasi tulang Gambaran kalus yang kurang di sekitar fraktur Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Terdapat gerakan yang abnormal pada daerah fraktur Pertambahan deformitas :. Formatted: Font: (Default) Times New Rom . Terdapat pembengkakan : . Nyeri tekan .. ...25" .Bab 14 Trauma » 369 Gambaran klinis • • • • • Nyeri anggota gerak pada pergerakan dan waktu berjalan ..-...

Beberapa jenis nonunion terjadi menurut keadaan ujung-ujung fragmen tulang. 3. Pseudoartrosis dapat terjadi tanpa infeksi te'tapi dapat juga terjadi bersama-sama infeksi disebut infected pseudoarthrosis. 5. Vaskularisasi yang kurang pada ujung-ujung fragmen Reduksi yang tidak adekuat Imobilisasi yang tidak adekuat sehingga terjadi gerakan pada kedua fragmen Waktu imobilisasi yang tidak cukup Infeksi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.Garis fraktur tampak dengan jelas.23).25" . 2. PENYEBAB NONUNION DAN DELAYED UNION 1.Ruangan antar tulang diisi dengan tulang rawan dan jaringan ikat fibrosa. maka segera dilakukan fiksasi interna dan pemberian bone graft.Ujung tulang lebih kecil dan bulat serta osteoporotik dan avaskuler.23). Formatted: Font: (Default) Times New Rom 3.Pada jenis ini di samping dilakukan fiksasi rigid juga diperlukan pemasangan bone graft (gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Hipertrofik Ujung-ujung tulang bersifat sklerotik dan lebih besar dari normal yang disebut gambaran elephant's foot. Nonunion Disebut nonunion apabila fraktur tidak menyembuh antara 6-8 bulan dan tidak didapatkan konsolidasi sehingga terdapat pseudoartrosis (sendi palsu).Pengobatan Konservatif Pemasangan plaster untuk imobilisasi tambahan selama 23 bulan. 4.Pada jenis ini vaskularisasi baik sehingga biasanya hanya diperlukan fiksasi yang rigid tanpa pemasangan bone graft (gambar 14. Operatif Bila union diperkirakan tidak akan terjadi. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Atrofik (Oligotrofik) Tidak ada tanda-tanda aktifitas seluler pada ujung fraktur.

Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Kerusakan periosteum yang hebat sewaktu terjadi fraktur atau operasi! Formatted: Font: (Default) Times New Rom 12. 9.25" . misalnya pemasangan screw di antara kedua fragmen Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. Pengobatan yang salah atau sama sekali tidak dilakukan pengobatan Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 15. Delayed union yang tidak diobati Formatted: Font: (Default) Times New Rom 14. Terdapat benda asing diantara kedua fraktur. Distraksi pada kedua ujung karena adanya traksi yang berlebihan 7 jaringan lunak di antara kedua fragmen Interposisi Formatted: Font: (Default) Times New Rom 8.6. Fiksasi interna yang tidak sempurna Formatted: Font: (Default) Times New Rom 13. Terdapat jarak yang cukup besar antara kedua fragmen Destruksi tulang misalnya oleh karena tumor atau osteomielitis (fraktur patologis) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 10. Disolusi hematoma fraktur oleh jaringan sinovia (fraktur intrakapsuler) Formatted: Font: (Default) Times New Rom 11.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan 1. Nyeri tekan sedikit atau sama sekali tidak ada Pembengkakan bisa ditemukan dan bisa juga tidak terdapat pembengkakan sama sekali 5. 2. atrofik (panah hitam). Nonunion (pseudoartrosis). Pada perabaan ditemukan rongga diantara kedua fragmen Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemeriksaan radiologis 1. 3. 4. 4.23. Terdapat gambaran sklerotik pada ujung-ujung tulang Ujung-ujung tulang berbentuk bulat dan halus Hilangnya ruangan meduler pada ujung-ujung tulang Salah satu ujung tulang dapat berbentuk cembung dan sisi lainnya cekung (pseudoartrosis) Gambar 14.25" .370 <<Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Gambaran klinis 1. Fiksasi interna rigid dengan atau tanpa bone graft Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Nyeri ringan atau sama sekali tidak ada Gerakan abnormal pada daerah fraktur yang membentuk sendi palsu yang disebut pseudoartrosis 3. hipertrofik (panah putih). 2.

25" . 4. prosesus stiloid ulna Pemasangan protesis. misalnya pada fraktur leher femur Stimulasi elektrik untuk mempercepat osteogenesis Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. 3. Eksisi fragmen kecil dekat sendi.2. misalnya kepala radius.

(1986) Repair of the anterior cruciate ligament: augmentation versus convention suture of fresh rupture . 1-10.J. 354 – 357. Line spacing: single.. 23 – 27. M. Indent: Left: 0" Formatted: Centered. Italic Formatted: Justified.M. 355 – 475 Formatted: Font: Bold. Alio..G. Pattern: Clear (White) Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: Not Bold Formatted: Font: Not Bold Salter RB (1970) The General Principles and Specific Methods of Treatment. Hal. Pattern: Clear (White Formatted: Right: 0..J. A. Textbook of Disorders and Injuries of the Musculoskeletal system. and Bourne. Italic Formatted: Font: Bold. Igaku Shoin Ltd. N. Spine. (1977) Fracture of the phalanges of the hand. R. Acta orthopaedica Scandinavica. A. U. Letho. (1987) Unilateral facet dof the cervical spine an analysis of the results of treatment in 26 patients . 286 – 425. Barton. (2005) Buku Ajar Ortopedi dan Fraktur Sistem Apley. Hal. Hal. M. Hal. 55. Rock. Hawkins..25" . G. 57. Tokyo.B. pp.DAFTAR PUSTAKA Formatted: Font: Bold Apley. ` Formatted: Justified. Rorabeck. C. R. 9. Asian ed. Rasjad... and Kujala.H. 12. Hal.K. Hal.71. (2009) Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi” . Indent: Left: 0". C.U.

25" Formatted: Font: 12 pt Formatted: Font: 12 pt OCKY MELATI INDAH SARI (030. Suhana.10 SEPTEMBER 2011 Formatted: Font: 16 pt Formatted: Font: 16 pt Formatted: Font: 16 pt Formatted: Font: 16 pt Formatted: Font: 16 pt Formatted: Right: 0.06.06.188) PEMBIMBING Dr. ESNAWAN ANTARIKSA PERIODE 27 JUNI 2011. OT (K) Spine. Formatted: Font: 12 pt Formatted: Font: 12 pt Formatted: Font: 12 pt KEPANITERAAN KLINIK BEDAH UNIVERSITAS TRISAKTI RSPAU dr.25" . Indent: Left: 1.REFERAT SKELETAL INJURY DISUSUN OLEH : Formatted: Font: 12 pt Formatted: Font: 12 pt MAYA DWI UTAMI (030. R.159) Formatted: Justified. Sp.

First line: 0". Jakarta. Formatted: Justified Penulis mengucapakan terima kasih yang sebesar-besarnya. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Penulis menyadari bahwa referat ini masih jauh dari sempurna. Indent: Left: 0".KATA PENGANTAR Formatted: Font: 12 pt. khususnya pada topik fraktur dislokasi. Oleh karena itu. Suhana Sp. penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak yang membaca referat ini. Penulis berharap semoga referat ini dapat dipergunakan untuk menambah wawasan kita dalam dunia penyakit bedah.R. kepada dr. Bold Formatted: Font: Bold Puji syukur kepada Allah SWT penulis panjatkan karena dengan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan yang berjudul ―SKELETAL INJURY‖.25" . Pattern: Clear Penulis L---^ Formatted: Justified. Agustus 2011 Formatted: Indent: Left: 4". OT (K) Spine selaku pembimbing dalam menyusun referat ini. Font color: Auto Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful