Formatted: Font: (Default) Times New Rom

DEFINISI FRAKTUR Fraktur adalah hilangnya kontinuitas tulang, tulang rawan sendi, tulang rawan epifisis, baik yang bersifat total maupun yang parsial.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Justified, Pattern: Clear (White)

KLASIFIKASI FRAKTUR

Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Underline Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Underline

KLASIFIKASI ETIOLOGIS • • • Fraktur traumatik :Terjadi karena trauma yang tiba-tiba. Fraktur patologis Terjadi karena kelemahan tulang sebelumnya akibat kelainan patologis di dalam tulang. Fraktur stres Terjadi karena adanya trauma yang terus menerus pada suatu tempat tertentu.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

KLASIFIKASI KLINIS • • Fraktur tertutup (simple fracture) Fraktur tertutup adalah suatu fraktur yang tidak mempunyai hubungan dengan dunia luar. Fraktur terbuka (compound fracture) Fraktur terbuka adalah fraktur yang mempunyai hubungan dengan dunia luar melalui luka pada kulit dan jaringan lunak, dapat berbentuk from within (dari dalam) atau from without (dari luar). • Fraktur dengan komplikasi (complicated fracture) Fraktur dengan komplikasi adalah fraktur yang disertai dengan komplikasi misalnya malunion, delayed union, nonunion, infeksi tulang.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

KLASIFIKASI RADIOLOGIS Klasifikasi ini berdasarkan atas: 1. Lokalisasi (gambar 14.16): • • • • Diafisial Metafisial Intra-artikuler Fraktur dengan dislokasi

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.25"

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

2.

Konfigurasi (gambar 14.17, gambar 14.18)-.  Fraktur transversal            Fraktur oblik Fraktur spiral Fraktur Z Fraktur segmental Fraktur komunitif, fraktur lebih dari dua fragmen Fraktur baji biasanya pada vertebra karena trauma kompresi Fraktur avulsi, fragmen kecil tertarik oleh otot atau tendo misalnya fraktur epikondilus humeri, fraktur trokanter mayor, fraktur patela Fraktur depresi, karena trauma langsung misalnya pada tulang tengkorak Fraktur impaksi Fraktur pecah (burst) dimana terjadi fragmen kecil yang berpisah misalnya pada fraktur vertebra, patela, talus, kalkaneus Fraktur epifisis

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Indent: Left: 0.5", Hanging: 0.5", Bulleted + Level: 1 + Aligned at: 0.25" Tab after: 0.5" + Indent at: 0.5", Tab stops 1", List tab + Not at 0.5" + 1.5"

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.25"

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

3.

Menurut ekstensi (gambar 14.24, 14.25) • • • • • Fraktur total Fraktur tidak total (fraktur crack) Fraktur buckle atau torus Fraktur garis rambut Fraktur green stick

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

4.

Menurut hubungan antara fragmen dengan fragmen lainnya (gambar 14.19): • • Tidak bergeser (undisp/aced) Bergeser (displaced) Bergeser dapat terjadi dalam 6 cara: a. b. Bersampingan Angulasi

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.25"

c. d. e. f.

Rotasi Distraksi Over-riding Impaksi

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

BEBERAPA JENIS FRAKTUR KHUSUS PADA ANAK FRAKTUR EPIFISIS Fraktur epifisis merupakan suatu fraktur tersendiri dan dibagi dalam (gambar 14.26).dibawah : 1.Fraktur avulse akibattarikan ligamen 2.Fraktur kompressi yang bersifat komunitif 3.Fraktur osteokondral (bergeser) Fraktur epifisis jarang terjadi tanpa disertai dengan fraktur lempeng epifisis.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Indent: Hanging: 0.5", Numbered + Level: 1 + Numbering Style: 1, 3, … + Start at: 1 + Alignment: Left + Aligne at: 0.25" + Tab after: 0.5" + Indent at: 0.5 Formatted: Bullets and Numbering

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered, Indent: Left: 0.5" Formatted: Indent: Left: 0.5"

Gambar 14.26Beberapa gambaran fraktur epifisis; avulsi (A), kompresi (B)
Formatted: Right: 0.25"

dan osteokondral (C).

1.

Fraktur avulsi akibat tarikan ligamen Fraktur avulsi akibat tarikan ligamen terutama terjadi pada spina tibia, stiloid ulna dan basis falangs. Fragmen tulang masih mempunyai cukup vaskularisasi dan biasanya tidak mengalami nekrosis avaskuler. Bila terjadi fraktur bergeser, maka jarang terjadi union karena pembentukan kalus dihambat oleh jaringan sinovia. Fraktur bergeser juga menghambat gerakan dan juga menyebabkan sendi menjadi tidak stabil. Pada keadaan ini diperlukan reduksi yang akurat dan mungkin diperlukan tindakan operasi.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

2.

Fraktur kompresi yang bersifat komunitif Fraktur komunitif jarang terjadi karena lempeng epifisis berfungsi sebagai shock absorber pada tulang.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

3.

Fraktur osteokondral Fraktur osteokondral sering ditemukan pada distal femur, patela atau kaput radius. Fraktur bergeser akan menyebabkan gangguan menyerupai benda asing dalam sendi. Fragmen yang besar sebaiknya dikembalikan dan yang kecil dapat dilakukan eksisi.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

FRAKTUR LEMPENG ERIFISIS Ligmpeng epifisis merupakan suatu diskus tulang rawan yang terletak di antara epifisis, dan metafisis (gambar 14.27). Fraktur lempeng epifisis merupakan 1/3 dari seluruh fraktur pada anak-anak. Pembuluh darah epifisis masuk di dalam permukaan epifisis dan apabila ada kerusakan pembuluh darah maka akan terjadi gangguan pertumbuhan. Pembuluh darah epifisis biasanya tidak mengalami kerusakan pada saat trauma tetapi pada epifisis femur proksimal dan epifisis radius proksimal pembuluh darah berjalan sepanjang leher tulang yang dimaksud dan melintang pada lempeng epifisis di perifer, sehingga pada kedua tempat ini apabila terjadi pemisahan epifisis, juga akan menimbulkan kerusakan vaskularisasi yang akan menimbulkan nekrosis avaskuler.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Right: 0.25"

Gambar 14.27 A. Gambar anatomis tulang panjang pada anak; diafisis (1), metafisis (2), lempeng epifisis (3) dan epifisis (4). B. Gambar histologis lempeng epifis.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Anatomi, histologi dan fisiologi Tulang rawan lempeng epifisis lebih lemah daripada tulang. Daerah yang paling lemah dari lempengepifisis adalah zona transformasi tulang rawan pada daerah hipertrofi dimana biasanya terjadi garis fraktur.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Right: 0.25"

25" . Rang.Diagnosis Secara klinis kita harus mencurigai adanya fraktur lempeng epifisis pada seorang anak denganfraktur pada tulang panjang di daerah ujung tulang pada dislokasi sendi serta robekan ligamen. selsel pertumbuhan lempeng epifisis masih melekat pada epifisis.28). Fraktur ini terjadi oleh karena adanya shearing force dan sering terjadi pada bayi baru lahir dan Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Tipe C: separasi tidak lengkap disertai fraktur epifisis 4. Tipe D: separasi lengkap disertai fraktur epifisis Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Klasifikasi menurut Salter-Harris merupakan klasifikasi yang dianut dan dibagi dalam limatipe: • Tipe I Terjadi pemisahan total lempeng epifisis tanpa adanya fraktur pada tulang. klasifikasi menurutSalter-Harris yang paling mudah dan praktis serta memenuhi syarat untuk terapi dan prognosis.28. Weber.Poland (gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14.29). Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14.29. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Klasifikasi Banyak klasifikasi fraktur lempeng epifisis antara lain menurut Salter-Harris (gambar 14. Tipe A: separasi lengkap 2. Klasifikasi fraktur lempeng epifisis menurut Salter-Harris (1963). 1. Aitken. Tapi menurut penulis. Tipe B: separasi tidak lengkap dengan fraktur diafisis 3. Diagnosis dapat ditegakkan dengan melakukan pemeriksaan rontgen dengan dua proyeksi danmembandingkannya dengan anggota gerak yang sehat. Ogend. Klasifikasi fraktur lempeng epifisis menurut Poland.

Jenis fraktur ini misalnya fraktur kondilus lateralis humeri pada anak-anak. Biasanya terjadi pada daerah sendi penopang badan yaitu sendi pergelangan kaki dan sendi lutut. Trauma yang menghasilkan jenis fraktur ini biasanya terjadi karena trauma shearing force dan membengkok dan umumnya terjadi pada anak-anak yang lebih tua. tergantung kerusakan pembuluh darah. Prognosis biasanya baik bila direposisi dengan cepat. • Tipe V Fraktur tipe V merupakan fraktur akibat hancurnya epifisis yang diteruskan pada lempeng epifisis.25" Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom . Pengobatan dengan operasi terbuka dan fiksasi interna karena fraktur tidak stabil akibat tarikan otot. Prognosis jelek bila reduksi tidak dilakukan dengan baik. Diagnosis sulit karena secara radiologik tidak Formatted: Right: 0.pada anak-anak yang lebih muda. • Tipe III Fraktur lempeng epifisis tipe III merupakan fraktur intra-artikuler. Jenis fraktur ini bersifat intra-artikuler dan biasanya ditemukan pada epifisis tibia distal. • Tipe IV Fraktur tipe ini juga merupakan fraktur intra-artikuler yang melalui permukaan sendi memotong epifisis serta seluruh lapisan lempeng epifisis dan berlanjut pada sebagian metafisis. Sel-sel pertumbuhan pada lempeng epifisis juga masih melekat. Garis fraktur melalui sepanjang lempeng epifisis dan membelok ke metafisis dan akan membentuk suatu fragmen metafisis yang berbentuk segitiga yang disebut tanda ThurstonHolland. • Tipe II Merupakan jenis fraktur yang sering ditemukan. Prognosis biasanya baik. Pengobatan dengan reduksi tertutup mudah oleh karena masih ada perlekatan periosteum yang utuh dan intak. Periosteum mengalami robekan pada daerah konveks tetapi tetap utuh pada daerah konkaf. Pengobatan dengan reposisi secepatnya tidak begitu sulit kecuali bila reposisi terlambat harus dilakukan tindakan operasi. Oleh karena fraktur ini bersifat intra-artikuler dan diperlukan reduksi yang akurat maka sebaiknya dilakukan operasi terbuka dan fiksasi interna dengan mempergunakan pin yang halus. Garis fraktur mulai permukaan sendi melewati lempeng epifisis kemudian sepanjang garis lempeng epifisis.

II dan III mempunyai prognosis yang baik. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered. A.75" Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Right: 0. Tab stops: 0. fraktur tipe IV prognosisnyatergantung dari tindakan pengobatan dan tipe V prognosisnya jelek tergantung kerusakanawal lempeng epifisis 2.25" .Umur waktu terjadinya trauma. fraktur epifisis radius distal C. fraktur epifisis tibia proksimal D. fraktur epifisis radius distal B. Ada beberapa faktor yang penting dalam perkiraan prognosis. fraktur epifisis tibia distal E. … + Sta at: 1 + Alignment: Left + Aligned at: 0. yaitu: 1.25" + Tab after: 0. apabila trauma terjadi pada umur yang lebih muda makaprognosisnya lebih jelek dibanding bila terjadi pada umur yang lebih tua Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0".30. Sedangkan tipe IV dan tipe V mengalami penyembuhan seperti pada fraktur daerah tulang kanselosa. fraktur tipe I. Gambar 14. Sisanya.30 menunjukkan beberapa gambaran radiologik fraktur lempeng epifisis. Prognosis jelek karena dapat terjadi kerusakan sebagian atau seluruh lempeng pertumbuhan. Pattern Clear (White). II dan III akan terjadi osifikasi endokondral pada daerah metafisis lempeng pertumbuhan dan dalam 23 minggu osifikasi endokondral ini telah mengalami penyembuhan. Numbered + Level: 1 + Numbering Style: 1. Pattern: Clear (White Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. 2. Tipe II. Tipe II. fraktur epifisis femur distal Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Penyembuhan Setelah reduksi dari fraktru epifisis tipe I. Tipe II. List tab + No at 0. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Prognosis terhadap gangguan pertumbuhan Delapan puluh lima persen trauma lempeng epifisis tidak mengalami gangguan dalam pertumbuhan. 15% akan memberikan gangguan dalam pertumbuhan.75" + Indent at: 0.dapat dilihat. Tipe I.5".Jenis fraktur. 3. Tipe II.75". Gambaran radiologik fraktur lempeng epifisis.

25" . apakah trauma terbuka atau tertutup. 6. hal ini penting karena penundaan tindakan menyebabkan kes dalam reduksi dan gangguan pertumbuhan yang terjadi akan lebih hebat. Gambaran radiologis fraktur klavikula Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR AKIBAT PENYIKSAAN [CHILD ABUSE] Formatted: Right: 0. reduksi yang dilakukan dengan tidak hati-hati akan menimbulkan kerusakan yang lebih hebat pada lempeng epifisis 5. femur dan klavikula. apabila terjadi kerusakan vaskularisasi epifisis.31. maka prognosisnyaebih jelek 4. neurologis yaitu kelumpuhan pleksus brakialis.Jenis trauma.Vaskularisasi pada epifisis. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered. Daerah yang biasanya meng fraktur adalah humerus.Waktu terjadinya trauma.3.Metode reduksi. Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR AKIBAT TRAUMA KELAHIRAN Fraktur akibat trauma kelahiran biasanya terjadi pada saat persalinan yang sulit yaitu bayi besar. Pattern: Clear (White Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. letak sungsang atau ekstraksi bayi dengan alat forsep. Fraktur dapat berdiri sendiri tanpa adanya kel. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran klinis Biasanya anak menangis setiap digerakkan atau teraba adanya tanda fraktur pada daerah/dimaksud. sembuh dalam 13 minggu sehingga hanya diperlukan pemasangan t sementara untuk mengurangi nyeri. Pada trauma terbuka kemungkinan 1 infeksi dan akan menyebabkan fusi dini dari epifisis. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Fraktur pada bayi. Pemeriksaan radiologis diperlukan untuk memastikan diagnosis.

fraktur stres terutama pada 1/3 bagian proksimal tibia. 1/2 bagian distal fibula.25" + Tab after: 0.Kelainan tulang lokal.25" . fibroma non-ossifying 2.dimana anak melakukan aktivitas yang berlebihan.75" + Indent at: 0.Merupakan suatu kelainan dimana fraktur pada bayi dan anak-anak terjadi akibat penyiksan oleh orang tua penderita.75" Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR STRES Pada anak-anak.metatarsal. iga. 3. spina bifida 3.Kelainan tulang yang menyeluruh.Kelemahan tulang yang umum. tengkorak serta fraktur di daerah epifisis. maka pengobatan seperti biasanya pada fraktur anak-anak. Mungkin hanya ditemukan reaksi periostea! di beberapa tempat. Pattern Clear (White). 2.5". distrofi muskuler. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Diperlukan pencegahan dan pemeriksaan psikiatri orang tua. poliomielitis. kista tulang soliter. paralisis otak. Apabila ditemukan adanya fraktur. anggota gerak. misalnya pada osteogenesis imperfekta Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0". … + Sta at: 1 + Alignment: Left + Aligned at: 0.75". panggul. Tab stops: 0. List tab + No at 0. Numbered + Level: 1 + Numbering Style: 1. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Diagnosis Ditemukan kebiruan pada badan anak. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR PATOLOGIS Fraktur patologis pada anak-anak telah diuraikan sebelumnya mengenai penyebabnya dan dapatdisimpulkan sebagai berikut : 1. Pada pemeriksaan radiologis ditemukan fraktur multiple pada iga. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR PADA ANAK SECARA REGIONAL ANGGOTAGERAKATAS FRAKTUR KLAVIKULA Klavikula merupakan tulang yang pertama kali mengalami osifikasi pada embrio dan paling sering mengalami fraktur pada anak-anak.Fraktur stres harus dibedakan dengan kelainan karena keganasan. Child abuse biasanya dilakukan oleh orang tua sehubungan dengan masalah emosional dan dilakukan penyiksaan secara berulang. kelainan neuromuskuler. femur dan humerus. Fraktur jenis ini biasanya terjadi pada waktu liburan.

dimana trauma dilanjutkan dari pergelangan tangan sampai klavikula. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. olahraga atau kecelakaan lalu lintas. Pattern: Clear (White Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Mungkin juga terjadi fraktur pada bagian medial klavikula yaitu pada daerah epifisis. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered.32. Dislokasi sendi bahu jarang ditemukan pada anak-anak dan umumnya ditemukan pada orang dewasa. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran klinis Biasanya penderita datang dengan keluhan jatuh dari tempat tidur atau trauma lain dan menangis. Mekanisme trauma Trauma dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung pada posisi lengan terputar/tertarik keluar (outstretched hand). Fraktur klavikula pada anak Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR SKAPULA Fraktur skapula terjadi karena trauma langsung pada daerah skapula. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Pada anak-anak fraktur klavikula tidak memerlukan tindakan khusus. Kadang kala penderita datang dengan pembengkakan pada daerah klavikula yang terjadi beberapa hah setelah trauma. Hal ini terjadi setelah pembentukan kalus Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemeriksaan radiologis Fraktur pada daerah klavikula pada bagian tengah merupakan bagian yang paling sering mengalami fraktur green stick atau fraktur total (gambar 14.32).25" .Fraktur klavikula dapat terjadi karena trauma kelahiran atau karena trauma lain seperti trauma rumah tangga. cukup dengan pemasangan mitela selama 23 minggu dan akan sembuh secara sempurna.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR HUMERUS Fraktur humerus dapat terjadi pada: 1. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Pengobatan hanya bersifat konservatif.25" .25" + Tab after: 0.Gambaran klinis Ditemukan pembengkakan atau nyeri pada daerah skapula. 3.5" + Indent at: 0.Fraktur daerah diafisis Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Hanging: 0. Numbered + Level: 1 + Numbering Style: 1.Fraktur epifisis humerus 2.Fraktur metafisis humerus 3. … + Start at: 1 + Alignment: Left + Aligne at: 0.5".5 Pattern: Clear (White) Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Right: 0.

Fraktur metafisis humerus Fraktur metafisis biasanya tidak mengalami pergeseran dan pada keadaan ini terapi konservatif merupakan pilihan pengobatan. Pada fraktur epifisis humerus grade III dan IV harus dilakukan reposisi dengan pembiusan umum dan apabila tidak berhasil dilakukan operasi terbuka dengan fiksasi interna dengan menggunakan pin kecil. Fraktur diafisis humerus Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. misalnya jatuh pada saat mengendarai sepeda/kuda. Klasifikasi Klasifikasi fraktur menurut Neer-Horowitz : • • • • Grade I Grade II Grade III Grade IV : pergeseran fraktur kurang dari 5 mm pergeseran epifisis 1/3 terhadap fragmen distal : pergeseran 2/3 : pergeseran melebihi 2/3 Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Tujuh puluh persen fraktur lempeng epifisis adalah grade I dan grade II. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Fraktur yang masih baru terutama grade I tidak memerlukan reposisi. Fraktur metafisis dengan pergeseran yang jauh biasanya bagian distal menembus ke arah muskulus deltoid sampai subkutan. sedangkan bagian distal tertarik ke proksimal. Pemeriksaan radiologis Pada foto rontgen ditemukan adanya pemisahan epifisis dan metafisis. Mekanisme traumaO Biasanya terjadi pada anak-anak yang jatuh dalam posisi hiper-ekstensi. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 2. dimana epifisis bersama-sama dengan sebagian metafisis yang tetap terletak dalam ruang sendi.25" . Pada keadaan ini biasanya perlu dilakukan tindakan operasi untuk melepaskan fragmen.1. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 3. Pada grade II reposisi dapat dilakukan dengan mudah dengan pembiusan umum dan setelah itu dipasang mitela. Fraktur epifisis humerus Fraktur epifisis humerus adalah fraktur lempeng epifisis tipe II (SalterHarris).

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14.35).34. pada umur antara 2 tahun sampai dewasa.34) serta titik-titik pegangan (gambar 14. Gambaran radiolonik fraktur humerus Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran klinis Terdapat pembengkakan dan nyeri pada daerah humerus. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR DAN DISLOKASI SEKITAR SENDI SIKU Untuk mengetahui dengan jelas fraktur dislokasi sekitar sendi siku. Indent: First line: 0" Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14.Fraktur diafisis humerus (gambar 14.33) terjadi karena adanya trauma langsung atau trauma putar pada daerah humerus.33. perlu diketahui waktu perkembangan pusat osifikasi sekitar sendi siku (gambar 14.25" . Harus diperhatikan apakah fraktur humerus ini disertai kelumpuhan saraf nervus radialis yang jarang ditemukan pada anak-anak. dipertahankan selama beberapa minggu. Gambar skematis perkembangan pusat osifikasi di sekitar sendi siku. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Pengobatan dengan pemasangan gips sirkuler atau gips bentuk U.

36). ekstensi 180° (B) dan pada foto lateral (C). Gambar skematis titik pegangan pada tulang sendi siku. Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted .35. Radius • • 3. Dikenal dua tipe fraktur suprakondiler humeri berdasarkan pergeseran fragmen distal. Pada tipe inifragmen distal bergeser ke arah posterior (gambar 14. Ulna • • • Fraktur 1/3 proksimal ulna (fraktur Monteggia) Fraktur olekranon dan fraktur epifisis ulna Fraktur prosesus koronoid Fraktur kaput radius (fraktur epifisis) dan fraktur leher radius Pulled elbow Fraktur suprakondiler humeri Fraktur epikondilus medialis (fraktur epifisis medialis) Fraktur kondilus lateralis humeri (fraktur lempeng epifisis) Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Fraktur Suprakondiler Humeri Fraktur suprakondiler humeri (transkondiler) merupakan fraktur yang sangat sering ditemukan pada anak-anak setelah fraktur antebraki. Formatted Formatted Formatted Fraktur sekitar sendi siku pada: 1. fleksi 90° (A). Humerus • • • 2. yaitu: A.Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Gambar 14. Tipe posterior (tipe ekstensi) Tipe ekstensi merupakan 99% dari seluruh jenis fraktur suprakondiler humeri.

radiologik (B) dan gambaran klinis (C).B. hanya terjadi perubahan sudut antara humerus dan kondilus lateralis (normal 40°). Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Tipe anterior (tipe fleksi) Tipe anterior (tipe fleksi) hanya merupakan 1-2% dari seluruh fraktur suprakondiler humeri. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14.38) • Tipe I Terdapat fraktur tanpa adanya pergeseran dan hanya berupa retak yang berupa garis. .36. Fraktur suprakondiler humeri tipe fleksi. Fraktur suprakondiler humeri tipe ekstensi.37). Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Klasifikasi (gambar 14.37. gambar skematis (A). Disini fragmen distal bergeser ke arah anterior (gambar 14.25" . Sedangkan tipe fleksi terjadi bila penderita jatuh dan terjadi trauma langsung sendi siku pada distal humeri. . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Tipe ekstensi terjadi apabila trauma terjadi pada saat sendi siku dalam posisi hiperekstensi atau sedikit fleksi serta pergelangan tangan dalam posisi dorso fleksi. gambar skematis (A) dan radiologik (B). • Tipe II Tidak ada pergeseran fragmen.

38. -: Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom • Tipe IV Pergeseran kedua fragmen dan tidak ada kontak sama sekali. 2. 3. • Tipe II Perlu dilakukan reposisi tertutup (gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Diagnosis Pemeriksaan radiologis menentukan diagnosis fraktur pada daerah sendi siku.• Tipe III Terdapat pergeseran fragmen tetapi korteks posterior masih utuh serta masih ada kontak antarakeduafragmen. tipe I (A). Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom A. tipe II (B). Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan • Tipe I Cukup dengan pemasangan mitela dan sembuh dalam 10 hari sampai 2 minggu. Klasifikasi fraktur suprakondiler humeri pada anak. tipe III (C) dan tipe IV (D). Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Tipe ekstensi Pergeseran fragmen distal dapat bergerak ke arah: 1. Posterior Lateral atau medial Rotasi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran klinis Biasanya penderita datang dengan trauma dan terdapat pembengkakan pada sendi siku.39) untuk mengembalikan posisi humerus distal karena akan terdapat gangguan dalam pergerakan ekstensi dan fleksi sendi siku dikemudian hari.25" . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14.

Teknik pengobatan fraktur suprakondiler humeri.39.25" .40. maka dianjurkan tindakan operas! terbuka dengan pemasangan K-wire. Pattern: Clear (White Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Gambar skematis traksi Dunlop dengan mempergunakan Kirschner wire. . Apabila tidak berhasil. Pada fraktur suprakondiler humerus yang disertai pembengkakan hebat dapat dilakukan traksi Dunlop atau traksi skeletal untuk beberapa hari dan setelah pembengkakan mereda dapat dicoba kembali dengan reposisi tertutup (gambar 1440). Teknik pengobatan fraktur suprakondiler humeri. Reposisi tertutup B. Traksi menurut Dunlop.Gambar 14. A. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemasangan gips untuk imobilisasi selama 3-4 minggu dan kemudian dipertahankan dengan mempergunakan mitela. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered. B. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. juga pada penderita yang datang setelah beberapa hari terjadinya fraktur. Gerakan aktif dapat dimulai dengan fleksi. Posisi fraktur setelah reposisi dimana muskulus triseps berfungsi sebagai bidai Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom • Tipe III dan IV Reposisi tertutup sebaiknya dengan mempergunakan image intensifier dan dapat difiksasi dengan K-wire perkutaneus atau tanpa fiksasi dan dipasang gips. A.

fraktur antebraki (fraktur ulna dan radius) dan dislokasi sendi siku. Pembentukan lepuh kulit Pembengkakan sendi siku terjadi karena gangguan drainase atau mungkin juga karena verban yang terlalu ketat. Tipe fleksi Pada tipe fleksi dimana fragmen distal berada di sebelah depan dilakukan reposisi dan setelah itu diimobilisasi dalam keadaan ekstensi maksimal. 2.B. Iskemik Volkmann Iskemik Volkmann terutama terjadi pada fraktur suprakondiler humeri tipe ekstensi. Hubungan fragmen dengan arteri brakialis (A). Disamping itu terjadi pula obstruksi pembuluh darah arteri yang menyebabkan iskemik otot dan saraf lengan bawah. pergeseran lateral (B) dan rotasi (C). Komplikasi 1. 3. Arteri brakialis terjepit pada daerah fraktur dan penjepitan hanya dapat dihilangkan dengan reduksi fraktur baik secara tertutup maupun terbuka (gambar 1441). Pattern: Cle (White) Gambar 14. penekanan gips atau fleksi akut sendi siku. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0. Maserasi kulit pada daerah antekubiti Komplikasi ini terjadi karena setelah reposisi.5".25" . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Iskemik terjadi karena adanya obstruksi sirkulasi vena karena verban yang terlalu ketat.41. dilakukan fleksi akut pada sendi siku yang menyebabkan tekanan pada kulit.

sehingga terjadi hiperekstensi. Malunion Komplikasi malunion dapat berupa kubitus varus atau perubahan letak posisi distal humerus ke posterior (carrying angle). maka semua bagian yang menekan baik verban. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Apabila ditemukan gejala iskemik Volkmann. Paralysis). Gambaran klinis kontraktur iskemik Volkmann. Paraesthesia. karena dapat menyebabkan kerusakan seluruh lengan bawah. 6. dingin dan pucat pada jari-jari tangan atau biasa disebut dalam 5 P (Pain. Kubitus varus merupakan komplikasi yang paling sering ditemukan.Gambaran klinis Dalam beberapa jam dapat terjadi gejala berupa iskemik yaitu nyeri lengan bawah.42. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran 14. Kelainan ini sulit dihindarkan kecuali dengan melakukan reposisi yang akurat. Kelainan biasanya bersifat sementara dan prognosisnya baik. Kelainan kubitus varus akan memberikan gejala sisa dan secara psikologis anak rnerasa rendah diri sehingga perlu dilakukan koreksi osteotomi (gambar 1443). gips atau fleksi sendi siku harus secepatnya dibebaskan/dibuka. Trauma saraf perifer Trauma saraf perifer lebih sering mengenai nervus medianus daripada nervus ulnaris. Pada keadaan ini perlu dilakukan koreksi osteotomi (gambar 1444). Pal/or.25" . Miositis osifikans Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Perubahan posisi humerus distal akan memberikan gangguan pergerakan fleksi. 5. 4. Pulselessness.

Gambar skematis blok pada fleksi (A). A.25" .Merupakan komplikasi lanjut fraktur suprakondiler humeri yang akan memberikan gangguan pergerakan pada sendi siku di kemudian hari. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered. Pattern: Clear (White Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Garis osteotomi B. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Terjadi fraktur pada saat sendi siku dalam regangan (strain) ke arah valgus yang menyebabkan tarikan pada epikondilus medialis melalui otot-otot fleksor yang melekat pada tulang ini. Frakturepikondilus medialis umumnyaterjadi pada umur 7-15 tahun dan insidensnya 10% dari seluruh fraktur sekitar sendi siku. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Fraktur Epikondilus Medialis (Fraktur Epifisis Medialis) Pusat osifikasi epikondilus medialis mulai terlihat pada umur 5 tahun dan menyatu pada umur 18-20 tahun. setelah dilakukan osteotomi (B) dan gambaran radiologiknya (C). Gambar skematis kubitus varus. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.43. Setelah koreksi dengan fiksasi interna menurut French Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 1444.

Klasifikasi fraktur epikondilus medialis humeri. Pada tipe 3. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Fraktur Kondilus Lateralis Humeri (Fraktur Epifisis Kapitulum Humeri) Pusat osifikasi kondilus lateralis terlihat pada umur antara 18 bulan-2 tahun. Ditemukan sekitar 13-18% dari seluruh fraktur sekitar sendi siku pada anak-anak. cukup dengan pemasangan mitela. terdapat pemisahan epifisis. terdapat pemisahan yang disertai dislokasi atau tanpa dislokasi sendi siku Tipe 4. Fraktur kondilus lateralis humeri merupakan fraktur lempeng epifisis tipe IV (SalterHarris) dan merupakan fraktur intra-artikuler trans-epifisial. Gambaran radiologik fraktur epikondilus medialis humeri tipe 2. dilakukan reposisi dislokasi dan epifisis medialis dengan atau tanpa fiksasi. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered. sedikit terdapat pemisahan (gambar 1446) Tipe 3.46.45. terdapat fraktur epifisis tanpa pemisahan ' Tipe 2. dislokasi dan jebakan pada sendi siku Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Padatipe 1 dan 2 tidak diperlukan pengobatan khusus. Pattern: Clear (White Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14.Klasifikasi Klasifikasi fraktur epikondilus medialis (gambar 1445): • • • • • Tipe 1. terdapat pemisahan epifisis disertai dengan jebakan dalam sendi tanpa dislokasi Tipe 5. 4 dan 5 apabila terdapat dislokasi. Fraktur ini biasanya terjadi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.25" .

Fraktur ini dibagi dalam 3 tipe (gambar 1447). garis fraktur melalui bagian distal dari tulang rawan humerus Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Perpindahan fragmen terjadi karena adanya tarikan otot ekstensor pergelangan tangan dan jari-jari tangan yang rnelekat pada fragmen ini. bervariasi sampai peralihan 90° dan permukaan sendi menghadap ke dalam. pembengkakan dan kebiruan. tidak ada pergeseran fragmen Tipe 2. A. yaitu: • • • Tipe 1. terdapat pergeseran yang jauh Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered.48. Tipe 3. Perpindahan terjadi dalam aksis horisontal dan vertikal. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered.47. Tipe 3. tidak ada pergeseran B. sedikit pergeseran C. Dengan pemeriksaan rontgen dapat dilihat adanya pusat osifikasi. terdapat pergeseran ringan Tipe 3. Tipe 1. sendi siku dalam keadaan ekstensi. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Diagnosis Terdapat nyeri pada bagian lateral distal humerus. Gambaran radiologik fraktur kondilus lateralis humeri (tipe 3). Gambar 1448 menunjukkan gambaran radiologik tipe 3. Fraktur kondilus lateralis humeri. Indent: Left: 0". Pattern: Clear (White Gambar 14. Tipe 2. pergeseran disertai dengan tarikan otot D.karena trauma tidak langsung dimana tangan dalam keadaan out-stretched dan lengan bawah dalam keadaan abduksi.25" .

Nonunion Kubitus valgus Paralisis nervus ulnaris karena valgus Nekrosis avaskuler kapitulum Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Fraktur Kaput Radius (Fraktur Epifisis) dan Fraktur Leher Radius Pusat osifikasi proksimal radius terlihat pada umur 5 tahun dan terjadi fusi pada umur 16 . 2. Fraktur tipe 2 dan 3 sebaiknya dilakukan operasi segera karena bersifat tidak stabil. Biasanya terjadi pada anak umur 10 tahun (5-13 tahun). Fraktur biasanya termasuk tipe II (Salter-Harris) (50%) atau melewati leher leher radius 3-4 mm di bawah lempeng epifisis (50%). Fraktur ini dibagi dalam 3 tipe. Fraktur pada permukaan sendi sangat jarang ditemukan karena daerah ini adalah daerah tulang rawan. Pada gambar C terdapat pergeseran sebesar 90° (tipe 3). 3.18 tahun. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. pergeseran 030° Tipe 2. 4.49. yaitu : • • • Tipe 1. Mekanisme terjadinya fraktur adalah tangan dalam keadaan out-stretched hand.25" . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. pergeseran 61-90° Gambar 1449 menunjukkan beberapa jenis fraktur. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Komplikasi 1. pergeseran 31-60° Tipe 3.Pengobatan Fraktur tanpa pemindahan fragmen cukup dengan istirahat dan pemakaian mitela. Gambar skematis beberapa jenis fraktur leher dan kepala radius yang sering ditemukan. sendi siku dalam posisi ekstensi dan lengan bawah dalam posisi supinasi. Faktur mitela.

Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. • Fraktur tipe 2 memerlukan manipulasi dengan pembiusan umum. Pengobatan • Fraktur tipe 1 pada anak umur di bawah 10 tahun dilakukan pengobatan konservatif dengan pemasangan mitela. 5. Pada tipe 3 sering diperlukan dipoperasi secara terbuka dengan pemasangan pin halus untuk fiksasi interna. 3. Malunion Fusi dini dari epifisis radius Nekrosis avaskuler Pembentukan tulang baru yang mengganggu pergerakan sendi siku Sinostosis antara radius proksimal dan ulna Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: First line: 0".Diagnosis Ditemukan pembengkakan dan nyeri daerah kaput radius pada daerah aspek lateral sendi siku Pemeriksaan radiologis menentukan diagnosis serta tingkatan fraktur. 4.25" . 2. Pada anak yang lebih besar perlu dilakukan manipulasi dengan pembiuasan umum. Komplikasi 1.

Lebih sering pada anak laki-laki daripada anak perempuan. Patologi dari Pulled Elbow. Pattern: Clear (White Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Mekanisme luksasi kaput radius. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Biasanya terjadi reduksi spontan terutama pada waktu pengambilan foto rontgen. Pertama kali dilaporkan oleh Giovanni Battista Monteggia (1814). kepala radius bergerak ke distal Formatted: Font: (Default) Times New Rom Fraktur 1/3 Proksimal Ulna (Fraktur Monteggia) Fraktur 1/3 proksimal ulna disertai dengan dislokasi radius proksimal disebut sebagai fraktur Monteggia. Kemudian dapatdilakukan mobilisasi dengan mitela selama satu minggu. anak merasa nyeri pada daerah sendi siku. Terdapat nyeri tekan pada daerah radius proksimal. Formatted: Centered. Apabila masihterdapat subluksasi. Pemeriksaan radiologist biasanya normal saja. Ditemukan lebih sering pada anak-anak daripada orang dewasa (2:1).51. dapat dilakukan reposisi dengan atau tanpa pembiusan. Ligamen anulare mengalami robekan. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Mungkin terdengaradanya bunyi klik.25" . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14.Pulled Elbow Pulled elbow adalah satu kelainan yang paling sering ditemukan pada anak-anak terutama di bawah umur 4 tahun.50. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Biasanya disebabkan karena adanya traksi longitudinal yang mendadak sewaktu sendi siku dalam posisi ekstensi dan lengan bawah dalam keadaan pronasi. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Diagnosis Segera setelah terjadi trauma.

Biasanya ditemukan pada umur termuda 4 tahun. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.Fraktur dapat bersifat terbuka atau tertutup. laki-laki 5 kali lebih sering daripada perempuan.25" .

Pattern: Clear (White) Pengobatan r i.'>Pada fraktur terbuka sebaiknya segera dilakukan tindakan operas! disertai dengan fiksasi ulna. dislokasi kaput radius ke belakang disertai angulasi ulna ke arah yang sama. Pada orang dewasa semua jenis fraktur Monteggia harus segera dilakukan operasi terbuka dengan fiksasi interna yang rigid karena fraktur ini adalah suatu fraktur vans iuga mengenai sendi siku dan oerlu dilakukan mobilisasi 1 Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. • Tipe II. Insidens fraktur Monteggia tipe IV ini sebanyak 5%. insidensnya sebanyak 15% (tipe fleksi) • Tipe III. Pattern: Clear (White Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. .52): • Tipe I. Pengobatan fraktur tertutup pada anakanak dicoba dengan reposisi tertutup karena angka keberhasilannya sebesar 50%.-. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Tipe III Gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Indent: Left: 0". dengan fraktur ulna tepat distal prosesus koronoid. Pemeriksaan radiologis dilakukan untuk memastikan diagnosis (gambar 14. dislokasi kaput radius ke depan disertai angulasi ulna ke arah yang sama.s !. Klasifikasi Klasifikasi menurut Bado (1962) dibagi dalam 4 tipe (gambar 14. Tipe I Tipe II Tipe IV Gambaran klinis Penderita biasanya mengeluh nyeri dan bengkak pada lengan bawah dan datang dengan tangan dalam posisi fleksi dan pronasi.••. Gambaran radiologik fraktur Monteggia.53. 10 pt Formatted: Centered. dislokasi kaput radius ke depan disertai angulasi ulna ke arah yang sama dengan tipe I.25" . dislokasi ke samping kaput radius disertai angulasi ulna ke arah yang sama. Insidensnya sebanyak 60-65% (tipe ekstensi).52.53).390 <<Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Mekanisme trauma Fraktur dapat terjadi akibat trauma langsung atau terjadi karena hiperpronasi dengan tangan dalam keadaan out-stretched. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. bersama-sama fraktur radius di sebelah distal tuberositas bisipitalis. 10 pt Formatted: Left. Klasifikasi fraktur Monteggia menurut Bado. insidensnya sebanyak 20% • Tipe IV. Tipe I Tipe II Gambar 14.

Pada fraktur yang bergeser dilakukan operasi dengan fiksasi interna.. Dislokasi kaput radius yang berulang-ulang . Pada fragmen yang cukup besar dan bergeser diperlukan operasi terbuka untuk fiksasi kembali atau mengeluarkan fragmen yang kecil. Lesi saraf perifer. : Formatted Formatted: Bullets and Numbering Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted • •-•'• ' . Miositis osifikans •''" "" '* ^"-'^'P . Gangguan ekstensi sendi siku 2. Komplikasi 1.. ••• 4.••"••: . Gangguan nervus ulnaris yang bersifat dini atau lanjut Fraktur Prosesus Koronoid Fraktur prosesus koronoid biasanya terj'adi bersama-sama dengan dislokasi sendi siku. 3.•TJooO: Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Fraktur Olekranon dan Epifisis Ulna Fraktur olekranon terjadi karena trauma langsung pada sendi siku atau tidak langsung karena tarikan otot triseps yang tiba-tiba. Sinostosis radioulnar •:••. Prosesus koronoid bersifat intra-artikuler sehingga bila terjadi fraktur dapat menyebabkan benda asing dalam ruang sendi. •• . Fraktur biasanya terjadi 6-10 mm dari ujung prosesus dimana melekat kapsul sendi atau bagian muskulus brakioradialis. Harus dibedakan antara fraktur olekranon dan pusat osifikasi olekranon atau fraktur epifisis sendiri.'-••"•V~: "•<"' ' •. Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted . Pengobatan Pada fragmen yang tidak terlalu besar dan tidak bergeser tidak diperlukan operasi.>:: • : •*<. 5. 1.. Gambaran klinis Terdapat pembengkakan pada daerah olekranon serta nyeri tekan.-. Pemeriksaan radiologis menentukan diagnosis dan bila perlu dilakukan foto rontgen kiri dan kanan. Ankilosis radiohumeral 4.6. Nonunion tulang ulna 3. Pengobatan Pada fraktur yang tidak bergeser cukup dengan pemasangan mitela. Dislokasi Sendi Siku .•<:.  2.-.Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Bab 14 Trauma » 391 Komplikasi 1.•.•.••'. 5. -^ on--.• . lesi nervus radialis (nervus inter-osseus posterior) dan nervus ulnaris 2.

25" . lateral dan medial sangat jarang ditemukan. Mekanisme trauma Dislokasi posterior terjadi karena tangan dalam keadaan out-stretched. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Kelainan ini lebih sering ditemukan pada anak laki-laki dibanding anak perempuan. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Indent: First line: 0". Dislokasi yang telah lebih dari satu minggu biasanya sudah sulit dilakukan reposisi tertutup dan bila reposisi tertutup tidak berhasil dilakukan. Dislokasi posterior disertai pemindahan ke lateral merupakan kelainan yang paling sering ditemukan. Pengobatan Harus segera dilakukan reduksi tertutup dengan atau tanpa pembiusan. sedangkan jenis anterior. maka diperlukan operasi terbuka. bagian kiri lebih sering daripada bagian kanan. Dislokasi anterior lebih jarang ditemukan. Kapsul anterior dan kolateral ligamen mengalami robekan. biasanya terjadi oleh karena jatuh dengan trauma langsung pada prosesus olekranon. Diagnosis Berdasarkan gambaran klinis dan pemeriksaan radiologis.Dislokasi sendi siku pada anak-anak jarang ditemukan dan biasanya terjadi pada anak umur 11-15 tahun.

3. Trauma pada saraf. Gambaran klinis Dapat ditemukan nyeri. walaupun kelainan ini jarang ditemukan Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Hanging: 0. pembentukan tulang ini akan mengganggu pergerakan sendi siku secara permanen dan lokalisasinya biasa di bawah epikondilus medialis atau epikondilus lateralis sepanjang ligamen kolateral 4. 4. lebih sering daripada pembuluh darah dan paling sering pada nervus ulnaris 3. • . Beberapa gambaran radiologik fraktur radius dan ulna Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Numbered + Level: 1 + Numbering Style: 1.5" + Indent at: 0. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman. kompresi (buckle atau torus) atau total.Gambar 14. sedangkan bagian distal radio-ulna dan sendi radio-karpal dihubungkan dengan ligamen radio-karpal dorsal dan volar. Fraktur dapat terjadi pada salah satu tulang ulna atau radius saja dengan atau tanpa dislokasi sendi. Klasifikasi Fraktur dapat bersifat green-stick (tidak total). Dislokasi rekuren sendi siku. Beberapa petunjuk untuk reposisi tertutup: Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Pembentukan tulang heterotropik.5 Pattern: Clear (White) Formatted: Bullets and Numbering FRAKTUR DIAFISIS ULNA DAN RADIUS Lengan bawah dimana radius dan ulna dihubungkan dengan kuat oleh membran interosea. merupakan satu kesatuan yang utuh. 10 pt Pengobatan Fraktur pada ulna dan radius merupakan suatu jenis fraktur pada anak yang sulit diobati. … + Start at: 1 + Alignment: Left + Aligne at: 0.25" + Tab after: 0. 3. 2. Prinsip pengobatan adalah reposisi tertutup. Pengobatan berdasarkan jenis fraktur. Mekanisme trauma Trauma biasanya terjadi sewaktu tangan dalam keadaan out stretched. Ligamen anulare menahan dan memperkuat sendi radio-ulna proksimal. 1.54.5". 1/3 tengah atau 1/3 distal. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Fraktur tulang ulna dan radius dapat terjadi pada 1/3 proksimal. Komplikasi vaskulen dapat terjadi ruptur atau hanya laserasi saja pada arteri brakialis 2. pembengkakan atau adanya krepitasi serta deformitas pada daerah lengan bawah. Pemeriksaan radiologis Pemeriksaan foto rontgen dilakukan pada posisi AP dan lateral dengan mengambil sendi di atas dan di bawah daerah fraktur (gambar 14.54).392 4<Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Komplikasi 1.25" .

Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. 1/3 tengah dalam posisi netral.• Reduksi yang baik dapat dipertahankan lebih lama daripada suatu reduksi yang kurang baik • Aposisi korteks dengan korteks tanpa adanya rotasi • Imobilisasi fraktur sesuai dengan lokalisasi fraktur.25" . Fraktur 1/3 proksimal dalam posisi supinasi. 1/3 distal dalam posisi pronasi. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0".

• Keluarga penderita perlu diperingatkan bahwa ada kemungkinan dilakukan remanipulasi Faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan reposisi tertutup: • Gips menjadi longgarkarenaadapembengkakan/edemasebelumnya .. Indikasi operasi:r 1.. Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted : 3. ulnaris atau nervus interoseus posterior 4. ..-.1..-v. . Operasi sebaiknya dilakukan secepatnya 2.:.- Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted 3. Kegagalan reduksi tertutup • -.:.Formatted Formatted Bab 14 Trauma » 393 • Dapat dilakukan rekoreksi sebelum terjadi union fraktur secara klinis (3 minggu). . Malunion FRAKTUR RADIUS..:.if •.. Fiksasi sebaiknya dengan fiksasi interna yang minimal .. . Trauma saraf yaitu pada nervus medianus.< .... Gangguan vaskularisasi karena pemasangan gips yang ketat . Fraktur terbuka 2.>.!-Prinsip pengobatan operasi pada anak-anak: .. Klasifikasi Klasifikasi terdiri atas. • Kegagalan mempertahankan fraktur dalam posisi yang stabil .-•:. Sinostosis 5. :.. Refraktur terjadi apabila union belum solid 2. 2.. •>. ULNA DISTAL DAN FRAKTUR EPIFISIS Fraktur radius dan ulna distal dan fraktur epifisis merupakan fraktur yang sering ditemukan pada anak-anak di daerah lengan bawah (82%). Frakturtorus ... : • Kegagalan melakukan frakturasi pada salah satu korteks yang intak :.: . Komplikasi 1. Fraktur epifisis . u ?.. Hal ini disebabkan karena daerah metafisis pada anak-anak relatif masih lemah. 1..•.: .. Kemungkinan dapat dilakukan operas! serta fiksasi interna terutama pada anak di atas umur 10 tahun. . . Fraktur setelah beberapa minggu dengan posisi yang jelek (malunion) >vc. • • Pemasangan gips selalu harus di atas siku sampai aksila . .. • Kegagalan mendeteksi dan mengoreksi perubahan posisi • Kegagalan reduksi awal .....

Fraktur green-stick 4.3. Gambaran klinis Terdapat trauma dengan mekanisme seperti di atas dengan pembengkakan dan nyeri tekan disekitar pergelangan tangan.25" . 1. Fraktur total 5. Pada umumnya adalah tipe I atau II (Salter-Harris) dan sangat jarang ditemukan tipe III dan tipe IV (Salter-Harris).5". Fraktur epifisis ulna jarang ditemukan. Operasi dilakukan apabila fraktur sudah terjadi beberapa hari dan terdapat pergeseran yang hebat. Fraktur epifisis Fraktur epifisis radius distal paling sering ditemukan terutama pada anak umur 6-12 tahun. Pengobatan Reposisi tertutup sangat mudah dilakukan dan diimobilisasi dengan gips sirkuler di bawah siku selama 3 minggu.5". Fraktur Galeazzi Mekanisme trauma Terjadi pada saat tangan dalam keadaan out stretched dimana pergelangan tangan dalam keadaan hiperekstensi. Pemeriksaan radiologis Dengan pemeriksaan rontgen dapat ditentukan jenis-jenis fraktur. Pattern: Cle (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0. Pattern: Cle (White) Formatted: Right: 0.

Pada umumnya angulasi kurang 20° pada umur 10-12 tahun tidak memerlukan reduksi dan hanya pemasangan gips di atas siku dengan posisi pronasi selama 3-4 minggu. Pengobatan Tetap dilakukan usaha untuk reposisi tertutup dan apabila gagal maka dilakukan reposisi terbuka dengan fiksasi interna serta diperkuat dengan gips sirkuler selama 4 minggu tergantung umur penderita.•-. tetapi kebanyakan pada kedua tulang.•. Pattern: Cle (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 1".5".Frakturtorus ••.•? .••. Ada dua jenis fraktur green stick. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Tidak semua fraktur green stick perlu dilakukan reduksi tertutup terutama bagian distal dekat sendi.25).25" . Angulasi volar. Fraktur total Fraktur total pada radius dan ulna biasanya saling menyamping dan sulit untuk mempertahankannya sehingga dilakukan reposisi.. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. lebih sering ditemukan b. .. ••• Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. yaitu: a.. 4. Not Italic Fraktur torus disebut juga fraktur buckle terjadi pada korteks di daerah metafisis 23 cm di atas lempeng epifisis. karena dapat terjadi koreksi angulasi secara spontan. '•:. Mekanisme trauma Terjadi karena kompresi longitudinal dan torsional. Angulasike dorsal.394 44 Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi 2. Pengobatan ^ f Pemasangan gips sirkuler di bawah siku selama 3 minggu. lebihjarang ditemukan ::> ' • Pengobatan Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0. Fraktur dapat mengenai salah satu tulang baik radius atau ulna saja. Fraktur terbuka radius atau ulna sering ditemukan dan dapat menyebabkan salah satu Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 1". Fraktur green stick Fraktur green stick terjadi apabila ada robekan periosteum dan korteks pada daerah konveks dari deformitas (gambar 14. 3.

Refraktur 5. Kebanyakan ditemukan pada orang dewasa dan jarang pada anak-anak.56. Fraktur Galeazzi. Infeksi b. Komplikasi a. gambar skematis (A). Lempeng pertumbuhan yang berhenti d.56). Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 1". Fraktur Galeazzi lebih jarang ditemukan daripada fraktur Monteggia. 10 pt Formatted: Right: 0. Kontraktur iskemik Volkmann c.25" . gambaran radiologik (B) dan setelah pemasangan plate dan screw (C). Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Malunion e. Fraktur Galeazzi Fraktur Galeazzi adalah fraktur radius pada 1/3 distal dan dislokasi sendi radio-ulnar distal (gambar 14. Gambar 14. Pada keadaan ini fraktur harus dirawat seperti suatu fraktur terbuka dan disertai dengan debridemen yang baik dan dipertahankan dengan fiksasi interna.tulang proksimal menonjol.

… + Start at: 1 + Alignment: Left + Aligne at: 0.5". Beberapa jenis fraktur yang biasa ditemukan: • Fraktur komunitif falangs distal • Fraktur falangs tengah • Fraktur metakarpal • Fraktur Bennett ANGGOTA GERAK BAWAH_____________________ FRAKTUR PANGGUL Panggul merupakan tulang untuk melindungi alat-alat dalam ruang panggul. Pengobatan Fraktur bersifat tidak stabil dan terdapat dislokasi sehingga sebaiknya dilakukan operas! dengan fiksasi interna. Fraktur panggul jarang ditemukan pada anak-anak dibandingkan dengan orang dewasa. Fraktur panggul pada anak-anak umumnya merupakan bagian dari satu trauma multipel pada organ-organ lain seperti kepala. Klasifikasi Klasifikasi fraktur panggul pada anakanak didasarkan atas aspek klinis (Quinby 1966): 1.DUO 11 i rautna Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran klinis Terdapat gejala fraktur dan dislokasi pada daerah distal lengan bawah. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Fraktur dengan trauma pada organ-organ lain disertai dengan perdarahan dan syok. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0". Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Hanging: 0.5 Pattern: Clear (White) Formatted: Bullets and Numbering . juga tidak ditemukan komplikasi abdominal atau urologis. Kebanyakan penyebabnya adalah trauma kecelakaan lalu lintas pada anak yang berumur 1-8 tahun karena kesadaran berlalu lintas yang kurang.25" Formatted: Font: (Default) Times New Roman. denyut arteri pada satu tungkai menghilang karena adanya robekan pada Formatted: Right: 0. FRAKTUR METAKARPAL DAN FALANGS Fraktur tulang metakarpal dan falangs pada anak-anak jarang ditemukan. 2. 3. Numbered + Level: 1 + Numbering Style: 1. Pada keadaan ini diperlukan transfusi darah yang segera dan eksplorasi untuk mengatasi kerusakan yang lain. 1. No underline Formatted: Font: (Default) Times New Roman. hanya berupa fraktur sederhana tanpa pergeseran. toraks dan anggota gerak. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 3. 2. Bold.25" + Tab after: 0. Tidak ditemukan syok dan tidak diperlukan transfusi darah. Pemeriksaan radiologis Dengan pemeriksaan rontgen diagnosis dapat ditegakkan. Fraktur dengan perdarahan yang masif dan segera. Tanpa komplikasi. Terdapat pergeseran sendi sakroiliaka.5" + Indent at: 0. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.

25" . Penderita masuk dalam keadaan syok dan diperlukan transfusi masif sampai 8 liter. mungkin juga ditemukan adanya tanda-tanda perdarahan serta kerusakan organ lain. DISLOKASI PANGGUL Dislokasi panggul pada anak-anak karena trauma sering ditemukan di Indonesia (gambar 14. Urutan tindakan disesuaikan dengan penanganan trauma multipel yang telah dibicarakan sebelumnya. Gambaran klinis Pada seorang anak yang mengalami kecelakaan lalu lintas dengan fraktur panggul yang biasanya disertai perdarahan.salah satu cabang arteri iliaka interna.57). Di samping gejala fraktur panggul sendiri. Pengobatan frakturnya sendiri disesuaikan dengan klasifikasi seperti pada fraktur panggul orang dewasa yang akan dibicarakan kemudian. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Amerika dan Jepang jenis dislokasi panggul yang sering ditemukan adalah dislokasi panggul bawaan. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Pemeriksaan radiologis Diagnosis dapat ditegakkan dengan bantuan foto rontgen panggul. Di negara Eropa. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Pengobatan Fraktur panggul biasanya merupakan satu bagian trauma multipel.

Pubik. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0. Dislokasi sentral terjadi karena trauma langsung pada trokanter mayor atau jatuh dari ketinggian. sehingga dislokasi hanya dapat terjadi bila terkena trauma yang lebih besar.396 44 Pengantar limit Bedah Ortopedi Gambar 14. Isial. asetabulum sebagian besar terdiri dari tulang rawan lunak dan terdapat kerenggangan pada sendi termasuk sendi panggul. Gambaran radiologik dislokasi panggul kanan. Lebih banyak padaanak laki-laki daripada anak perempuan. Tipe anterior Kaput femur berada di daerah membran obturator. 10 pt Insidens Dislokasi panggul umumnya di temukan pada umur di bawah 5 tahun. kepala femur berada di posterior dan superior sepanjang aspek lateral ilium. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 2. Pattern: Cle (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Right: 0. Dislokasi tipe posterior terjadi akibat trauma hebat pada lutut dan anggota gerak dalam posisi fleksi. Mungkin juga terdapat perbedaan antara ruang panggul dan kaput femur dibandingkan pada anak-anak di negara lain. Apabila otot mengalami relaksasi.25" . sendi panggul menjadi lebih kuat. Iliaka. kaput femur bergeser ke antero-superior sepanjang ramus superior tulang pubis. Formatted: Centered. Dislokasi anterior biasanya terjadi karena jatuh dari ketinggian. Tipe posterior Tipe ini yang paling sering ditemukan.5". Line spacing: single. maka dengan trauma yang ringan dapat terjadi dislokasi panggul. Mekanisme trauma Pada anak di bawah umur 5 tahun. Dengan bertambahnya umur. kaput femur bergeser ke postero-inferior dan berada di dekat greater sciatic notch.57. Klasifikasi Dislokasi panggul traumatik dibagi dalam tiga tipe: 1.

Gambaran klinis Penderita datang setelah mengalami trauma misalnya jatuh dari pohon. Pada dislokasi sentral yang disertai fraktur asetabulum tidak terlihat gambaran deformitas pada tungkai bawah. Tipe sentral Pada keadaan ini ditemukan fraktur komunitif bagian sentral asetabulum dimana terjadi perpindahan kaput femur dan fragmen asetabulum ke dalam panggul. rotasi interna dan adduksi. Pemeriksaan rontgen akan menentukan tipe dislokasi. hanya terdapat gangguan pergerakan pada sendi panggul karena adanya spasme otot. sedangkan pada tipe II (dislokasi anterior) tungkai atas dalam keadaan abduksi. rotasi eksterna dan sedikit fleksi. Pada tipe I (dislokasi posterior) terlihat tungkai atas dalam keadaan fleksi.25" . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.3. sepeda atau karena kecelakaan lalu lintas.

Bab 14 Trauma » 397 Pengobatan Harus dilakukan reposisi secepatnya dalam 6 jam. bila tidak akan menimbulkan kesulitan dan komplikasi berupa nekrosis avaskuler di kemudian hari. b.25" . Dengan tangan kiri ahli bedah memegang pergelangan kaki dan melakukan fleksi pada lutut sebesar 90° dengan tangan kanan menekan ke bawah pada daerah tungkai bawah di bawah lutut. . Kaput femur dibebaskan dari muskulus rotator dengan melakukan rotasi dan menggerakkan tungkai ke depan dan ke belakang (rocking). Pengobatan dislokasi panggul tipe posterior Reduksi tertutup dilakukan dengan pembiusan umum menurut beberapa cara: -1 *' a. Penderita dalam keadaan tengkurap dan tungkai bawah yang mengalami trauma dibiarkan tergantung pada pinggir meja. Pattern: Cle (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Selanjutnya dalam keadaan traksi. asisten melakukan traksi berlawanan dan tahanan pada daerah spina iliaka anterior superior dan ilium. Metode Bigelow Penderita diletakkan dalam posisi terlentang di lantai. serta tangan lain di belakang lutut. rotasi eksterna serta ekstensi pada panggul.. 1. Metode Stimson . Ahli bedah memegang tungkai yang terkena pada daerah pergelangan kaki dengan satu tangan. c.. asisten menahan panggul dan menekannya.•-.5". Panggul diimobilisasi oleh asisten dengan cara menekan sakrum. Dengan cara ini ligamen Y akan mengalami relaksasi dan kaput femur berada di bagian posterior asetabulum. Metode Allis Penderita dalam posisi terlentang di lantai. Ahli bedah melakukan fleksi pada lutut sebesar 90° dan tungkai di adduksi ringan dan rotasi medial. Lengan bawah ditempatkan di bawah lutut dan dilakukan traksi vertikal dan kaput femur diangkat Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0. Tungkai difleksi 90°atau lebih pada daerah abdomen dan dilakukan traksi longitudinal.. kaput femur digerakkan ke dalam asetabulum dengan manipulasi abduksi. Dengan gerakan rocking dan rotasi pada tungkai serta tekanan langsung pada daerah kaput femur dapat dilakukan reposisi.

Diagnosis dapat ditegakkan dengan artrogram. Asisten menahan kaput femur dengan telapak tangan Apabila tidak berhasil dapat dicoba dengan metode Bigelow terbalik. Setelah dilakukan reposisi. 2. Panggul dan lutut di ekstensikan secara hati-hati. Abduksi penuh pada panggul disertai dengan fleksi c. Komplikasi 1. Pengobatan dislokasi panggul tipe anterior Reposisi dislokasi anterior dianjurkan dengan mempergunakan metode Allis dengan urutan sebagai berikut: a. Syarat terpenting dalam melakukan reposisi adalah sesegera mungkin dan dilakukan dengan pembiusan umum disertai relaksasi yang cukup. 3. Melakukan traksi longitudinal sesuai dengan aksis femur d. Dislokasi rekuren Dislokasi rekuren jarang terjadi kecuali pada penderita sindroma Down. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 1". Apabila direposisi dalam waktu 6 jam setelah trauma biasanya tidak ditemukan komplikasi ini.25" . Nekrosis avaskuler Insidens kelainan ini diperkirakan 10%. Pengobatan dislokasi panggul tipe sentral Reduksi dislokasi sentral memerlukan traksi tulang dengan mempergunakan K-wire untuk beberapa minggu karena dislokasi sentral disertai fraktur pada asetabulum. dilanjutkan dengan traksi kulit menurut cara ekstensi Buck untuk beberapa hari dan setelah itu dipasang spika panggul selama 4-6 minggu. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. : 3. Metode yang ketiga merupakan metode yang lebih mudah dan penulis sendiri selalu melakukan dengan cara ini. Fleksi lutut untuk mendapatkan relaksasi otot hamstring b. 2.dari bagian posterior asetabulum. Jebakan fragmen intra-artikuler Biasanya karena terjadi reduksi yang tidak lengkap akibat adanya ganjalan fragmen tulang rawan asetabulum.

5". • Tipe II Tipe ini disebut juga transervikal. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Gambaranklinis Fraktur leher femur biasanya disertai trauma hebat dan nyeri di daerah panggul sehingga penderita tidak dapat berjalan.. Pattern: Cle (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Indent: First line: 0". fraktur antara basis leher femur dan trokanter minor. fraktur melalui bagian tengah leher femur. Konservatif • Traksi kulit . fraktur melalui basis leher femur. Selain itu ditemukan pula nyeri tekan di daerah panggul. • Spika panggul Traksi kulit dan spika panggul dilakukan pada penderita dengan fraktur yang pergeserannya sangat minimal. Lebih sering pada anak laki-laki daripada anak perempuan dengan perbandingan 3:2. Pada pemeriksaan ditemukan adanyarigiditas dan gangguan pergerakan sendi panggul. Pengobatan Pengobatan tergantung dari jenis dan pergeseran fraktur: 1. terjadi pemisahan epifisis dan harus dibedakan dengan slipped upper femoral epiphysis. Mekanisme Trauma Trauma biasanya terjadi karena kecelakaan.. maka penderita tidak dapat menggerakkan sendi panggulnya. Pemeriksaan radiologis Dengan pemeriksaan rontgen dapat ditentukan jenis-jenis fraktur serta pergeserannya. jatuh dari ketinggian atau jatuh dari sepeda dan biasanya disertai trauma pada tempat lain. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Klasifikasi Fraktur leher femur pada anak-anak diklasifikasikan sesuai dengan lokasi anatomis dan dibagi dalam empat tipe: • Tipe I Tipe ini disebut juga transepifisial. . . Insidens tersering pada umur 11-12 tahun. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0. Bila fraktur disertai pergeseran. Pattern: Cle (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0.398 44 Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi FRAKTURLEHER FEMUR Fraktur leher femur pada anak-anak jarang ditemukan.5". • Tipe III Tipe ini disebut juga servikotrokanterik. • Tipe IV Tipe ini disebut juga pertrokanterik.25" .

Nekrosis avaskuler • 2. dilanjutkan dengan pemasangan spika panggul.25" .5". Klasifikasi Fraktur femur dibagi dalam: . Komplikasi 1. Koksa vara 3. Beberapa penulis mencoba untuk melakukan reposisi tertutup pada fraktur yang disertai pergeseran.58). Pattern: Cle (White) Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Tindakan operasi Operasi dilakukan apabila terjadi pergeseran fraktur. Fusi epifisis yang dini : 4. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Mekanisme trauma Fraktur terjadi karena suatu trauma hebat dan lokalisasi yang paling sering adalah pada 1/3 tengah diafisis femur.2. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Delayed union dan nonunion • FRAKTUR DIAFISIS FEMUR Fraktur diafisis femur sering ditemukan pada anak-anak dan harus dianggap sebagai suatu fraktur yang dapat menimbulkan perdarahan dan syok (gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0.

Pemeriksaan radiologis Pemeriksaan rontgen menentukan tipe dan lokalisasi fraktur. Pemeriksaan harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menambah perdarahan.25" . • Adduksi • Abduksi • Klasik Posisi fraktur terjadi karena tarikan dan lokalisasi fraktur.5. transversal dan jarang bersifat komunitif. Gambaran klinis Penderita biasanya datang dengan gejala trauma hebat disertai pembengkakan pada daerah tungkai atas dan tidak dapat menggerakkan tungkai.tsao it i rauma rr • Subtrokanterik b'-^sv . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Indent: First line: 0". pemendekan anggota gerak dan krepitasi. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Roman. abduksi oleh muskulus gluteus medius dan minimus serta rotasi eksterna oleh otot rotator pendek dan gluteus maksimus. Pembentukan spur yang menonjol pada otot yang mengganggu pergerakan 4.5". Gambar 14. dilakukan setelah reposisi dan imobilisasi dengan gips 2. Pattern: Cle (White) Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Pattern: Cle (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0. Fraktur dapat bersifat oblik. Konservatif • Anak umur 0-2 tahun. 10 pt Pengobatan Prinsip pengobatan adalah: 1. Pada fraktur femur 1/3 proksimal.5". Terdapat deformitas.Komplikasi 1. traksi kulit menurut Bryant (Callow) • Anak umur 2 tahun keatas. traksi kulit menurut Hamilton-Russel • Anak yang lebih besar dapat dilakukan traksi tulang melalui kondilus femur dengan menggunakan bidai dari Thomas dan penyangga Pearson • Spika panggul. fragmen proksimal tertarik dalam posisi fleksi karena tarikan muskulus iliopsoas. Tungkai yang tidak sama panjang setelah sembuh 2. Beberapa gambaran radiologik fraktur femur pada anak.58. Terapi operatif Terapi operatif dilakukan dengan mempergunakan K-nail atau plate yang kecil terutama pada anak yang iebih besar dengan indikasi tertentu. Malrotasi atau deformitas anguler 3. Kontraktur kuadrisep : Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0.

Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Formatted: Font: (Default) Times New Roman.FRAKTUR FEMUR EPIFISIS DISTAL Fraktur femur epifisis distal sangat jarang ditemukan. Fraktur biasanya terjadi pada anak umur 11-15 tahun karena suatu trauma hebat. trauma lalu lintas atau trauma olahraga.25" .

malunion atau nonunion yang sangat jarang ditemukan. Pada bayi dan anak-anak yang muda. Trauma ini akan menimbulkan fraktur epifisis tipe II (Salter-Harris).5". Beberapa gambaran radiologik fraktur tibia dan tibula pada anak Gambar 14. fraktur bersifat spiral pada tibia dengan fibula yang intak. Pengobatan Tindakan pengobatan selalu harus mempertimbangkan pengobatan konservatif dengan pemakaian gips sirkuler di atas lutut dengan sedikit fleksi.60). gambar skematis (A). Gambar 14. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.60. Fraktur ini lebih sering ditemukan pada anak laki-laki dengan perbandingan 41 dan terutama pada umur 11-15 tahun. gambaran radiologik (B) dan gambaran klinis (C) pada fraktur terbuka grade ll/lll FRAKTUR EPIFISIS TIBIA DISTAL Fraktur epifisis tibia distal sering ditemukan dan insidensnya 11% dari seluruh fraktur epifisis pada anak-anak. Fiksasi eksterna. Klasifikasi dan Mekanisme Trauma 1.59. Pattern: Cle (White) Formatted: Right: 0. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman.59). Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0. fraktur biasanya bersifat transversal dengan atau tanpa fraktur fibula. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Pada umur 3-6 tahun. biasanya terjadi stres torsional pada tibia bagian medial yang akan menimbulkan fraktur green stick pada metafisis atau diafisis proksimal dengan fibula yang intak. biasanya disertai dengan fraktur diafisis fibula distal.25" .402 4< Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi FRAKTUR DIAFISIS TIBIA DAN FIBULA Fraktur diafisis tibia dan fibula bervariasi menurut umur penderita dan jenis trauma yang terjadi (gambar 14. Fraktur tibia dan fibula dapat bersifat tertutup atau terbuka. yaitu sebesar 48%. Operasi dilakukan apabila ada indikasi seperti fraktur terbuka (gambar 14. Trauma abduksi Trauma abduksi merupakan jenis yang paling sering ditemukan. Pada umur 5-10 tahun.

Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman.5%. Terdapat pemindahan ke posterior dari seluruh epifisis tibia distal disertai fragmen metafisis tibia (tipe II Salter-Harris). 5. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Pattern: Cle (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0". Trauma adduksi Trauma adduksi ditemukan sebesar 14. Not Italic Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0. Tindakan operatif dilakukan pada tipe III (Salter-Harris) atau terapi konservatif yang tidak berhasil atau mereka yang datang terlambat FRAKTUR EPIFISIS FIBULA DISTAL Dapat terjadi fraktur fibula sendiri atau bersama-sama dengan fraktur tibia epifisis. Pengobatan Pengobatan berupa pemasangan gips sirkuler di bawah lutut. 1. Pengobatan Pengobatan definitif harus dilakukan sesegera mungkin dan dapat dilakukan dengan 2 cara: 1.25" .5". yaitu sebanyak 23%. FRAKTUR TULANG-TULANG PADA KAKI 1. Pattern: Cle (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0. Pengobatan konservatif dengan reduksi tertutup disertai pemakaian gips sirkuler 2. Fraktur ini juga disebut triplane fracture. Trauma kompresi aksial biasanya terjadi karena trauma langsung epifisis tibia distal dan fragmen tulang dapat bergeser ke depan atau ke belakang. Pattern: Clear (White) Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Font: (Default) Times New Roman. yaitu sebanyak 9%.5". Sering ditemukan pada anak umur 8-15 tahun dan biasanya terjadi karena trauma tidak langsung.2. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman.5". Not Italic Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0.5%. Pattern: Cle (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0. Pattern: Cle (White) Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Fraktur Talus Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 4. Trauma kompresi aksial Trauma kompresi aksial merupakan jenis yang paling jarang ditemukan. 3. Jenis fraktur yang dapat terjadi adalah tipe II atau tipe IV (Salter-Harris). Trauma plantar fleksi Trauma plantar fleksi ditemukan sebanyak 12.5".2. Terjadi pemindahan seluruh epifisis tibia ke arah posterior tanpa adanya fraktur fibula. Trauma ini merupakan tipe III (Salter-Harris) dan disebut juga fraktur Tillaux. Trauma rotasi eksterna Trauma rotasi eksterna merupakan jenis kedua yang sering ditemukan. Mungkin juga disertai dengan fraktur intraartikuler melalui bagian tengah epifisis.

Fraktur talus jarang ditemukan dan dapat terjadi fraktur pada daerah leher. terapi konservatif merupakan pilihan berupa pemakaian gips sirkuler di bawah lutut. Fraktur basis metatarsal V disebut juga fraktur RobertJones.25" . 3. Fraktur Metatarsal Fraktur metatarsal lebih sering ditemukan pada anak-anak dan biasanya memberikan gejala nyeri yang sangat hebat. Pengobatan Pada fraktur tulang-tulang kaki. Pattern: Cle (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0. badan atau pada dinding lateral yang merupakan suatu fraktur osteokondral.5". 2. Pattern: Cle (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0.5". Fraktur Kalkaneus Fraktur kalkaneus jarang ditemukan pada anak-anak. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0.

Underline Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. memutar dan tarikan. baik yang bersifat total maupun yang parsial. tulang rawan sendi. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. Kebanyakan fraktur terjadi karena kegagalan tulang menahan tekanan terutama tekanan membengkok. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. kita harus mengetahui keadaan fisik tulang dan keadaan trauma yang dapat menyebabkan tulang patah.DEFINISI FRAKTUR Fraktur adalah hilangnya kontinuitas tulang. tulang rawan epifisis. Tulang kortikal mempunyai struktur yang dapat menahan kompresi dan tekanan memuntir (shearing). Formatted: Font: (Default) Times New Roman. PROSES TERJADINYA FRAKTUR Untuk mengetahui mengapa dan bagaimana tulang mengalami kepatahan.25" .

356 44 Pengantar limit Bedah Ortopedi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Trauma bisa bersifat: • Trauma langsung Trauma langsung menyebabkan tekanan langsung pada tulang dan terjadi fraktur pada daerah tekanan. • Trauma tidak langsung Disebut trauma tidak langsung apabila trauma dihantarkan ke daerah yang lebih jauh dari daerah fraktur.25" Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom . talus atau fraktur buckle pada anak-anak • Trauma langsung disertai dengan resistensi pada satu jarak tertentu akan menyebabkan fraktur oblik atau fraktur Z • Fraktur oleh karena remuk • Trauma karena tarikan pada ligamen atau tendo akan menarik sebagian tulang KLASIFIKASI FRAKTUR KLASIFIKASI ETIOLOGIS • Fraktur traumatik : Terjadi karena trauma yang tiba-tiba. misalnya jatuh dengan tangan ekstensi dapat menyebabkan fraktur pada klavikula. • Fraktur stres Terjadi karena adanya trauma yang terus menerus pada suatu tempat tertentu. Formatted: Right: 0. Pada keadaan ini biasanya jaringan lunak tetap utuh. dislokasi atau fraktur dislokasi • Kompresi vertikal dapat menyebabkan fraktur komunitif atau memecah misalnya pada badan vertebra. Tekanan pada tulang dapat berupa: • Tekanan berputar yang menyebabkan fraktur bersifat spiral atau oblik • Tekanan membengkok yang menyebabkan fraktur transversal • Tekanan sepanjang aksis tulang yang dapat menyebabkan fraktur impaksi. • Fraktur patologis Terjadi karena kelemahan tulang sebelumnya akibat kelainan patologis di dalam tulang. Fraktur yang terjadi biasanya bersifat komunitif dan jaringan lunak ikut mengalami kerusakan. KLASIFIKASI KLINIS • Fraktur tertutup (simple fracture) Fraktur tertutup adalah suatu fraktur yang tidak mempunyai hubungan dengan dunia luar.

Lokalisasi (gambar 14. tKLASIFIKASI Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom RADIOLOGIS .16): • Diafisial • Metafisial • Intra-artikuler • • Fraktur dengan dislokasi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. delayed union.• Fraktur terbuka (compound fracture) Fraktur terbuka adalah fraktur yang mempunyai hubungan dengan dunia luar melalui luka pada kulit dan jaringan lunak. infeksi tulang. • Fraktur dengan komplikasi (complicated fracture) Fraktur dengan komplikasi adalah fraktur yang disertai dengan komplikasi misalnya malunion. Klasifikasi ini berdasarkan atas: . Line spacing: single. 1. nonunion.25" . Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. dapat berbentuk from within (dari dalam) atau from without (dari luar).

Komunitif F Segmental G.• Fraktur epifisis AB C D E B. A. gambar 14. Fraktur diafisis Fraktur metafisis D. fragmen kecil tertarik oleh otot atau tendo misalnya • Fraktur depresi. Fraktur intra-artikule C. Dislokasi dan fraktur B. c. Oblik C. k. Transversal kupu E. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. • Fraktur transversal b. Depresi Formatted: Right: 0. karena trauma langsung misalnya pada tulang • Fraktur impaksi • Fraktur pecah (burst) dimana terjadi fragmen kecil yang berpisah Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom fraktur epikondilus humeri.17.25" . Klasifikasi fraktur menurut lokalisasi. 10 pt Gambar 14. fraktur patela i. patela. f.17. a. Spiral D. KupuFormatted: Bullets and Numbering Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. tengkorak j. g.17. • Fraktur oblik • Fraktur spiral • FrakturZ • Fraktur segmental • Fraktur komunitif. Klasifikasi fraktur sesuai konfigurasi. fraktur lebih dari dua fragmen • Fraktur baji biasanya pada vertebra karena trauma kompresi • Fraktur avulsi. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom misalnya pada fraktur vertebra. fraktur trokanter mayor. Konfigurasi (gambar 14.Bab U Trauma » 357 AB Gambar 14. A. 10 pt 2. h. kalkaneus 15. e. d. talus.18)-.

Pergerakan (Move) Pergerakan dengan mengajak penderita untuk menggerakkan secara aktif dan pasif sendi proksimal dan distal dari daerah yang mengalami trauma. Pemeriksaan neurologis Pemeriksaan neurologis berupa pemeriksaan saraf secara sensoris dan motoris serta gradasi kelainan neurologis yaitu neuropraksia. arteri dorsalis pedis. 4. aksonotmesis atau neurotmesis. Walaupun demikian pemeriksaan radiologis diperlukan untuk menentukan keadaan. Pemeriksaan radiologis Foto polos Dengan pemeriksaan klinik kita sudah dapat mencurigai adanya fraktur. • Pengukuran tungkai terutama pada tungkai bawah untuk mengetahui adanya perbedaan panjang tungkai 3. lokasi serta ekstensi fraktur. temperatur kulit. maka sebaiknya kita mempergunakan bidai yang bersifat radiolusen untuk imobilisasi sementara sebelum dilakukan pemeriksaan radiologis. Tujuan pemeriksaan radiologis: • Untuk mempelajari gambaran normal tulang dan sendi • Untuk konfirmasi adanya fraktur Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. arteri tibialis posterior sesuai dengan anggota gerak yang terkena Refilling (pengisian) arteri pada kuku.25" . nyeri tekan yang bersifat superfisial biasanya disebabkan oleh kerusakan jaringan lunak yang dalam akibat fraktur pada tulang • Krepitasi. Pada penderita dengan fraktur. dapat diketahui dengan perabaan dan harus dilakukan secara hati-hati • Pemeriksaan vaskuler pada daerah distal trauma berupa palpasi arteri radialis. Kelainan saraf yang didapatkan harus dicatat dengan baik karena dapat menimbulkan masalah asuransi dan tuntutan (klaim) penderita serta merupakan patokan untuk pengobatan selanjutnya.Hal-hal yang perlu diperhatikan: • Temperatur setempat yang meningkat • Nyeri tekan. setiap gerakan akan menyebabkan nyeri hebat sehingga uji pergerakan tidak boleh dilakukan secara kasar. 5. Untuk menghindarkan nyeri serta kerusakan jaringan lunak selanjutnya. disamping itu juga dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan lunak seperti pembuluh darah dan saraf. warna kulit pada bagian distal daerah trauma.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. misalnya peluru Pemeriksaan radiologis dilakukan dengan beberapa prinsip dua: • Dua posisi proyeksi. • Dua trauma. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. dilakukan sekurang-kurangnya yaitu pada antero-posterior dan lateral • Dua sendi pada anggota gerak dan tungkai harus difoto. maka perlu dilakukan foto pada panggul dan tulang belakang. pada trauma yang hebat sering menyebabkan fraktur pada dua daerah tulang. Pada fraktur tertentu misalnya fraktur tulang skafoid foto pertama biasanya tidak jelas sehingga biasanya diperlukan foto berikutnya 10-14 hari kemudian.• Untuk melihat sejauh mana pergerakan dan konfigurasi fragmen serta pergerakannya • Untuk menentukan teknik pengobatan • Untuk menentukan apakah fraktur itu baru atau tidak • Untuk menentukan apakah fraktur intra-artikuler atau ekstra-artikuler • Untuk melihat adanya keadaan patologis lain pada tulang • Untuk melihat adanya benda asing. Pada anak-anak sebaiknya dilakukan foto pada ke dua anggota gerak terutama pada fraktur epifisis.25" . • Dua kali dilakukan foto. di atas dan di bawah sendi yang mengalami fraktur • Dua anggota gerak. Misalnya pada fraktur kalkaneus atau femur.

misalnya pada fraktur patologis Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Hanging: 0. Konfigurasi fraktur dapat menentukan prognosis serta waktu penyembuhan fraktur misalnya penyembuhan fraktur transversal lebih lambat dari fraktur oblik karena kontak yang kurang. penganiayaan. pembengkakan. kelainan gerak. tulang mana yang terkena dan lokalisasinya. jatuh dari ketinggian atau jatuh di kamar mandi pada orang tua. 2. baik yang hebat maupun trauma ringan dan diikuti dengan ketidakmampuan untuk menggunakan anggota gerak.5" + Indent at: 0. misalnya pada fraktur vertebra atau kondilus tibia 2. tetapi perlu dinyatakan apakah fraktur terbuka/tertutup. 4.25" . 1. apakah sendi juga mengalami fraktur serta bentuk fraktur itu sendiri. kecelakaan pada pekerja oleh karena mesin atau karena trauma olah raga. Trauma dapat terjadi karena kecelakaan lalu lintas. perlu diperhatikan adanya: 1. 3. Faktor predisposisi. … + Start at: 1 + Alignment: Left + Aligne at: 0. krepitasi atau datang dengan gejala-gejala lain. Penderita biasanya datang karena adanya nyeri. Syok. GAMBARAN KLINIS FRAKTUR Anamnesis Biasanya penderita datang dengan suatu trauma (traumatik fraktur). CT .Bab 14 Trauma 361 Pemeriksaan radiologis lainnya Pemeriksaan khusus dengan: 1. Numbered + Level: 1 + Numbering Style: 1. Radioisotop scanning Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Bullets and Numbering Umumnya dengan foto polos kita dapat mendiagnosis fraktur.25" + Tab after: 0.scan 3. gangguan fungsi anggota gerak. karena fraktur tidak selamanya terjadi di daerah trauma dan mungkin fraktur terjadi pada daerah lain. sumsum tulang belakang atau organ-organ dalam rongga toraks. anemia atau perdarahan Kerusakan pada organ-organ lain. MRI 4. Anamnesis harus dilakukan dengan cermat. 2. panggul dan abdomen 3. tertimpa benda berat. misalnya otak.5 Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. 3. deformitas. Tomografi. Pemeriksaan fisik Pada pemeriksaan awal penderita.5".

dapat diketahui dengan perabaan dan harus dilakukan secara hati-hati Pemeriksaan vaskuler pada daerah distal trauma berupa palpasi arteri radialis. rotasi dan kependekan Lakukan survei pada seluruh tubuh apakah ada trauma pada organ-organ lain Perhatikan kondisi mental penderita Keadaan vaskularisasi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Palpasi (Feel) Palpasi dilakukan secara hati-hati oleh karena penderita biasanya mengeluh sangat nyeri. Hal-hal yang perlu diperhatikan: • • • • Temperatur setempat yang meningkat Nyeri tekan.25" . warna kulit pada bagian distal daerah trauma. temperatur kulit. • Pengukuran tungkai terutama pada tungkai bawah untuk mengetahui adanya perbedaan panjang tungkai Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. arteri dorsalis pedis.Pemeriksaan lokal 1. nyeri tekan yang bersifat superfisial biasanya disebabkan oleh kerusakan jaringan lunak yang dalam akibat fraktur pada tulang Krepitasi. arteri tibialis posterior sesuai dengan anggota gerak yang terkena Refilling (pengisian) arteri pada kuku. Inspeksi (Look) • • • • • • • • • • • • 2. Bandingkan dengan bagian yang sehat Perhatikan posisi anggota gerak Keadaan umum penderita secara keseluruhan Ekspresi wajah karena nyeri Lidah kering atau basah Adanya tanda-tanda anemia karena perdarahan Apakah terdapat luka pada kulit dan jaringan lunak untuk membedakan fraktur tertutup atau terbuka Ekstravasasi darah subkutan dalam beberapa jam sampai beberapa hari Perhatikan adanya deformitas berupa angulasi.

Not Bold 5. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 4. lokasi serta ekstensi fraktur. misalnya peluru Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. disamping itu juga dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan lunak seperti pembuluh darah dan saraf.Kelainan saraf yang didapatkan harus dicatat dengan baik karena dapat menimbulkan masalah asuransi dan tuntutan (klaim) penderita serta merupakan patokan untuk pengobatan selanjutnya. Pemeriksaan neurologis Pemeriksaan neurologis berupa pemeriksaan saraf secara sensoris dan motoris serta gradasi kelainan neurologis yaitu neuropraksia.Walaupun demikian pemeriksaan radiologis diperlukan untuk Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom menentukan keadaan. Pemeriksaan radiologis Foto polos Dengan pemeriksaan klinik kita sudah dapat mencurigai adanya fraktur. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. setiap gerakan akan menyebabkan nyeri hebat sehingga uji pergerakan tidak boleh dilakukan secara kasar. Tujuan pemeriksaan radiologis: • • • • • • • • Untuk mempelajari gambaran normal tulang dan sendi Untuk konfirmasi adanya fraktur Untuk melihat sejauh mana pergerakan dan konfigurasi fragmen serta pergerakannya Untuk menentukan teknik pengobatan Untuk menentukan apakah fraktur itu baru atau tidak Untuk menentukan apakah fraktur intra-artikuler atau ekstra-artikuler Untuk melihat adanya keadaan patologis lain pada tulang Untuk melihat adanya benda asing. maka sebaiknya kita Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom mempergunakan bidai yang bersifat radiolusen untuk imobilisasi sementara sebelum dilakukan pemeriksaan radiologis.25" . Pergerakan (Move) Pergerakan dengan mengajak penderita untuk menggerakkan secara aktif dan pasif sendi proksimal dan distal dari daerah yang mengalami trauma.3.Untuk menghindarkan nyeri serta kerusakan jaringan lunak selanjutnya. Pada penderita dengan fraktur. aksonotmesis atau neurotmesis.

tetapi perlu dinyatakan apakah fraktur terbuka/tertutup. maka perlu dilakukan foto pada panggul dan tulang belakang. Tab stops: Not at 0. tulang mana yang terkena dan lokalisasinya. 2. pada trauma yang hebat sering menyebabkan fraktur pada dua daerah tulang.Misalnya pada fraktur kalkaneus atau femur. … + Start at: 1 + Alignment: Left + Aligned at: 0.5". dilakukan sekurang-kurangnya yaitu pada anteroposterior dan lateral Dua sendi pada anggota gerak dan tungkai harus difoto. Not Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemeriksaan radiologis lainnya Pemeriksaan khusus dengan: 1.5".5" Formatted: Font: (Default) Times New Rom Umumnya dengan foto polos kita dapat mendiagnosis fraktur.Pemeriksaan radiologis dilakukan dengan beberapa prinsip dua: • • • • Dua posisi proyeksi. 2. • Dua kali dilakukan foto. apakah sendi juga mengalami fraktur serta bentuk fraktur itu sendiri. 4. di atas dan di bawah sendi yang mengalami fraktur Dua anggota gerak.Pada fraktur tertentu misalnya fraktur tulang skafoid foto pertama biasanya tidak jelas sehingga biasanya diperlukan foto berikutnya 10-14 hari kemudian. Hanging: 0.5". Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. 3. Tomografi. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Konfigurasi fraktur dapat menentukan prognosis serta waktu penyembuhan fraktur misalnya penyembuhan fraktur transversal lebih lambat dari fraktur oblik karena kontak yang kurang.scan MRI Radioisotop scanning Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0.25" . 3. Numbered + Level: 1 + Numbering Sty 1. misalnya pada fraktur vertebra atau kondilus tibia CT .Pada anak-anak sebaiknya dilakukan foto pada ke dua anggota gerak terutama pada fraktur epifisis.25" + Tab after: 0.5" + Inden at: 0. Dua trauma.

FRAKTUR PATOLOGIS DEFINISI Fraktur patologis adalah fraktur yang terjadi pada tulang karena adanya kelainan/penyakit yang menyebabkan kelemahan pada tulang (gambar 14.20).Fraktur patologis dapat terjadi secara spontan atau akibat trauma ringan.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman, 4 pt Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Font color: White Formatted

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Tabel 14.2. Klasifikasi penyebab fraktur patologis Tabel 14.2. Klasifikasi Penyebab Fraktur Patologis 1. Penyakit lokal pada tulang Infeksi Tumor jinak • • • • • Osteomielitis piogenik Infeksi sifilis (bentuk osteolitik) Lainlain Kista tulang soliter Fibrosa displasia monostotik Granulomaeosinofilik • • • • • Kondroma(enkondroma) • • Giant cell tumor Hemangioma (vertebra) Tumor ganas tulang Osteogenik sarkoma Tumor Ewing Mieloma soliter

Formatted Formatted Formatted: Justified, Indent: Left: 0", Pattern: Clear (White) Formatted

Formatted: Left: 1.18", Right: 1.18", Top: 1.18", Bottom: 1.18", Width: 8.27", Height: 11.69", Number of columns: 2 Formatted Formatted Formatted

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted

• Atrofi tulang karena paralisis, misalnya poliomielitis • • Tabes dorsalis Tulang rapuh akibat penyinaran

• Tumor metastasis (paru-paru, mamma, prostat, tiroid, ginjal) • Sarkoma metastasis

Tumor jinak

Formatted: Justified, Pattern: Clear (White)

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

2. Kelainan bersifat umum pada tulang Kelainan bawaan Rarefaksi tulang yang bersifat umum • • • • Osteogenesis imperfekta Tumor-tumor yang menyebar Mieloma multipel Metastasis karsinoma yang difus Lainlain Penyakit Paget Rarefaksi tulang yang bersifat umum • Osteoporosis senilis • • • Fibrosa displasia poliostotik Penyakit Gaucher Penyakit Hand - Schuller -– Christian

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted: Right: 0.25"

• • • •

Osteodistrofi paratiroid

• •

Renal rickets Sistinosis(sindromaFanconi)

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Sindroma Gushing • Infantile rickets • Coeliac rickets Steatore idiopatik Osteomalasia nutrisi

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Centered, Pattern: Clear (White

Formatted: Right: 0.25"

362 44 Pengantar llmu Bedah Ortopedi

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Gambar 14.20. Garnbaran radiologik fraktur patologis oleh penyebab yang berbeda. A. Kelainan bawaan (pseudoartrosis kongenital) B. Osteomielitis C. Kista tulang soliter D.Metastasis tumor dari karsinoma paru

Formatted: Font: (Default) Times New Roman, 10 pt, Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Bold

DIAGNOSIS Anamnesis Apabila ditemukan adanya fraktur secara spontan atau setelah suatu trauma ringan maka harus dianggap sebagai suatu fraktur patologis sebelum dapat dibuktikan lain. Pada penderita lanjut usia selalu harus ditanyakan tentang riwayat penyakit atau operasi sebelumnya; adanya penyakit tumor ganas atau setelah satu operasi gastrektomi yang akan menyebabkan malabsorbsi.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Adanya penurunan berat badan, nyeri, batuk-batuk atau hematuria, menunjukkan kecurigaan akan adanya tumor ganas di tempat lain.

Formatted: Right: 0.25"

Pemeriksaan 1. 1. Pemeriksaan lokal : Pemeriksaan adanya kelainan lokal berupa sinus yang infeksi, jaringan parut, pembengkakan, lokalisasi fraktur sehingga dapat diduga diagnosisnya. 2. 2. Pemeriksaan umum Sangat penting dilakukan pemeriksaan umum adanya penyakit-penyakit seperti displasia kongenital, displasia fibrosa, penyakit Paget, sindroma Gushing serta kelainan lain. Padaanak di bawah umur 20 tahun, fraktur patologis biasanya disebabkan oleh kelainan jinak.Pada penderita di atas umur 40 tahun kemungkinan penyebabnya adalah mielomatosis, karsinoma sekunder akibat metastasis, penyakit Paget.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Bullets and Numbering

Formatted: Right: 0.25"

Bab 14 Trauma » 363 3. Pemeriksaan radiologis • • Pemeriksaan foto polos o Pemeriksaan pada daerah fraktur Pada daerah fraktur harus diperhatikan bentuk kelainan; apakah berbentuk kista, erosi korteks, trabekulasi yang abnormal atau penebalan periosteal. Juga diperhatikan adanya kompresi misalnya fraktur vertebra karena osteoporosis atau osteomalasia atau penyebab lain seperti metastasis tumor atau mieloma. o Pemeriksaan pada daerah lain Perlu dilakukan pemeriksaan radiologis pada tulang yang lain apabila dicurigai adanya metastasis atau mieloma, pemeriksaan foto paru-paru serta pemeriksaan saluran kencing. • Pemeriksaan dengan pencitraan lain o o Radionuklidaimaging ,...,._ Pemeriksaan CT-scan atauo Pemeriksaan MRI Pemeriksaan ini diperlukan untuk mengetahui asal metastasis.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Right: 0.25"

4.

Pemeriksaan laboratorium • Pemeriksaan darah Pemeriksaan darah lengkap seperti jumlah sel darah, laju endap darah, elektroforesis protein, uji untuk sifilis serta penyakit tulang metabolik. • • Pemeriksaan urin Pemeriksan urin misalnya pemeriksaan BenceJones. Biopsi tulang Beberapa kelainan yang sangat kecil tidak perlu dilakukan biopsi misalnya kista soliter, defek kortikal fibrosa, penyakit Paget. Pada kelainan lain mungkin perlu dilakukan biopsi baik biopsi tertutup atau biopsi terbuka dengan mengambil jaringan pada waktu operas!i untuk pemeriksaan patologis.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Pengobatan Prinsip pengobatan sama dengan fraktur pada umumnya yaitu terdiri atas reduksi, pertahankan reduksi dan fisioterapi. Pemilihan metode pengobatan disesuaikan dengan kondisi tulang serta kelainan patologis yang ditemukan. • Kelainan tulang yang bersifat umum Kelainan tulang yang bersifat umum misalnya penyakit Paget, penyembuhan tulang sangat mudah hanya dengan imobilisasi adekuat berupa fiksasi interna sudah cukup memadai. • Kelainan jinak lokal tulang Kelainan jinak tulang yang bersifat lokal misalnya kista soliter dapat sembuh spontan, sehingga tidak diperlukan pengobatan khusus.Kuretase diperlukan dikemudian hari setelah fraktur sembuh. • Tumor ganas tulang primer Bila terjadi fraktur pada kelainan ini, maka diperlukan pemakaian bidai dan dipikirkan upaya stabilisasi tumor dengan fiksasi interna atau mungkin diperlukan penggantian sebagian anggota gerak dengan fiksasi pengganti berupa protesis.Walaupun demikian prognosisnya tetap jelek. • Tumor-tumor metastasis

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Right: 0.25"

Fraktur stres jarang sekali ditemukan pada anggota gerak atas. biasanya pada penderita yang sering melakukan jalan jauh (tentara) 2.25" . penyembuhan sangat jelek serta penderita biasanya mengeluh nyeri.Tumor metastasis dengan fraktur. Fraktur fibula pada penderita yang sering lari Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.Perlu dipertimbangkan fiksasi interna sebagai pilihan untuk stabilisasi fraktur. Fraktur metatarsal II (March fracture). FRAKTUR STRES (FATIGUE FRACTURE) Fraktur ini terjadi karena adanya stres yang kecil dan berulang-ulang pada daerah tulang yang menopang berat badan. Daerah fraktur yang sering ditemukan: 1.

I •' Istirahat Bidai yang sederhana Pembalut elastikelastiK . / Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. 4.. Pemeriksaan radiologis • • Dapat dilihat adanya fraktur crack Adanya kalus sesuai dengan tingkat penyembuhan Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan 1. misalnya pada tentara yang melakukan jalan jauh Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran klinis Nyeri lokal pada waktu pergerakan serta nyeri tekan setempat. 3.25" .3. Menghindarkan pekerjaan yang merupakan faktor penyebab sampai terjadinya kalus dan penyembuhan 2. Fraktur tibia pada penari balet Fraktur leher femur pada aktifitas fisik yang hebat. 4.

Not Bold FRAKTUR SKAPULA Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.25" . Not Bold FRAKTUR SEKITAR SENDI BAHU__________________________ Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. DISLOKASI DAN CEDERA LIGAMEN PADA ORANG DEWASA Formatted: Font: (Default) Times New Roman.FRAKTUR DAN. prosesus akromion dan prosesus korakoid (gambar 14. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pada gambaran klinik lengan di tahan tak bergerak dan mungkin terdapat memar hebat pada skapula atau dinding dada.Struktur pada acromion adalah akibat kekuatan langsung.Terkadang ditemukan retakan pada acromion atau prosesus korakoideus. yang biasanya juga mengakibatkan fraktur pada ruang rusuk dan dapat mengakibatkan diskolasi pada sendi sternokavikular. No underline Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bold.Fraktur pada badan skapula sering menyertai cedera dada yang hebat. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bold Badan skapula mengalami fraktur akibat daya penghancur. atau fraktur leher skapula dengan fragmen sebelah luar yang tertarik ke bawah oleh berat lengan itu. Underline FRAKTUR DAN .61). Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Fraktur skapula dapat terjadi pada badan. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. Underline Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Prosesus korakoideus dapat mengalami fraktur pada dasarnya atau mengalami avulsi pada ujungnya. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Underline Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Fraktur pada pinggir glenoid dapat terjadi bersama diskolasi bahu. Fraktur skapula terjadi akibat trauma langsung dengan gejala nyeri serta pembengkakan pada daerah yang terkena trauma. leher.Leher skapula dapat mengalami fraktur akibat pukulan jatuh pada bahu. DISLOKASI DAN CEDERA LIGAMEN PADA ANGGOTA GERAK ATAS Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Left. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran radiologis memperlihatkan fraktur kominutif pada badan sakpula.

Dihubungkan dengan korakoid oleh ligamen korako-klavikular.•-. Pada fraktur pertengahan batang yang disering ditemukan. 1. Sepertiga tengah (80%) •....• Sepertiga lateral (15%) :s-. . biasanya tangan dalam keadaan out stretched. Not Italic .. akibat fraktur – dislokasi pada bahu. Font color: Auto Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.--. harus diikat dengan suatu pen.25" .Fragmen glenoid yang besar..Pada fraktur sepertiga bagian luar.. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified.. Bold.-. 3. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman... Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Klasifikasi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Fraktur klavikula (gambar 14.62) dapat terjadi pada tiga tempat: . jika liga men utuh tidak banyak pergeseran tetapi jika ligamentkorakoklavikular robek pergeseran dapat hebat dan reduksi tertutup tidak dapat dilakukan. 2.. Font color: Auto Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR KLAVIKULA Merupakan tulang yang berbentuk S. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.404 44 Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Pengobatan Biasanya tidak ada pergeseran yang hebat sehingga umumnya pengobatan hanya bersifat konservatif menggunakan mitela agar nyaman dan sejak awal mempraktekan latihan aktif pada bahu. Mekanisme trauma Fraktur klavikula terjadi karena penderita jatuh atau pukulan pada bahu. siku dan jari. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.: Sepertiga medial (5%) ..->.-••. .•• Formatted: Font: (Default) Times New Roman.: » . fragmen luar tertarik ke bawah oleh berat lengan dan separuh sebagian dalam tertahan ke atas oleh otot sternomastoid. . di sebelah medial berhubungan dengan sternum dan bagian lateral dengan akromion... Font color: Black Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.Formatted: Font: (Default) Times New Roman. klavikula bagian medial terangkat ke atas oleh tarikan otot sternokleidomastoideus dan fragmen lateral tertarik ke bawah oleh muskulus pektoralis mayor. Fraktur prosesus akromion 6. Fraktur leher skapula 5. 1.Suatu benjolan mungkin jelas terlihat dibawah kulit dan kadang fragmen yang tajam mengancam kulit. 1 pt Gambar.Lengan di gendong pada dada untuk mencegah gerakan. Pemeriksaan radiologis Pada fraktur 1/3 tengah. Fraktur klavikula 1/3 medial 4. Fraktur prosesus korakoid Formatted: Font: (Default) Times New Rom 7 Fraktur badan skapula Gambaran klinis Adanya riwayat anamnesis trauma dan pembengkakan serta nyeri pada daerah klavikula. Fraktur klavikula 1/3 lateral 3.61. 14. Fraktur klavikula 1/3 tengah 2.25" . Gambar skematis lokalisasi fraktur pada skapula dan klavikula.

25" .Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Line spacing: single. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0.

dislokasi disebabkan oleh (onus dan kontraksi otot. deltoideus (3). pektoralis mayor (2). 10 pt Formatted: Right: 0.25" .Gambar 14. m. Arah kontraksi m. kontraksi m. sternokleidomatoideus (1). Fraktur klavikula.62. Formatted: Font: (Default) Times New Roman.

fraktur 1/3 lateral dengan pergeseran hebat (misalnya pada ligament korakoklavikolarnya robek) yang biasanya tidak dapat di reduksi secara tertutup. Pemasangan plate dan screw pada fraktur klavikula. Malunion selalu ada dan meninggalkan suatu tonjolan.serta penderita aktif yang segera akan kembali pada pekerjaan semula.Bab 14 Trauma H 405 Pengobatan 1. 1. Pada anak benjolan itu selalu hilang pada waktunya dan orang dewasa biasanya hilang. verban bentuk delapan. :5-(. Operas!i dilakukan bila ada indikasi seperti fraktur terbuka. Operas!i Sebagian besar fraktur klavikula sembuh dengan baik. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Tindakan ini jarang dilakukan. Kerusakan pembuluh darah merupakan komplikasi dini yang sangat jarang terjadi. adanya tekanan pada pembuluh darah. 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Right: 0. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Operas! dapat dilakukan dengan memasang pin Kirschner atau plate dan screw (gambar 14. bila dibiarkan tanpa terapi fraktur itu menyebabkan deformitas rasa tak enak ataupun kelemahan pada bahu. Konservatif Pengobatan konservatif dengan mitela (gambar 144).63. nonunion.: ' 2. 1. Lengan ditahan dengan mitela selama enam minggu dan sesudah itu melakukan gerakan penuh.atau paru-paru Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 2. 2. Komplikasi 1.62).25" .

Formatted: Right: 0. Dislokasi sendi sternoklavikuler cedera yang jarang terjadi ini biasanya disebabkan karena kompresi lateral pada bahu. No underline Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran klinis Nyeri dan pembengkakan pada daerah tersebut. Cedera ini nyeri tetapi tidak terdapat komplikasi kardiotoraks. Non-unionakan terjadi bila ahli bedah tidak memutuskan untuk melakukan operasi pada fraktur pertengahan batang. Pengobatan Terapi konservatif dengan mitela. Strain daerah sternoklavikuler Strain di daerah sternoklavikuler jarang terjadi.3. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bold.25" Formatted: Font: (Default) Times New Rom . Nonunion dapat diterapi dengan fiksasi internal dan pencakokan tulang. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran klinis  Pada dislokasi anterior :Ujung medial klavikula yang berdislokasi akan membentuk benjolan yang menonjol pada sendi sternoklavikular. Deformitas yang jelek berupa penonjolan tulang ke arah kulitt Artritis pasca traumatiktraumatic Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 3. 5.Biasanya berupa trauma pada fraktur klavikula tetapi sifatnya ringan. Font color: Black Formatted: Font: (Default) Times New Rom TRAUMA SENDI BAHU DAN SENDI SEKITARNYA___________ STRAIN DAN DISLOKASI SENDI STERNOKLAVIKULER 1. 4. Dislokasi sendi sternoklavikuler anterior biasanya bersifatjauh lebih sering terjadianterior dan jarang sekalidari pada dislokasi posterior. 2.

3. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Dislokasi anterior dapat direduksi dengan memberikan tekanan pada klavikula dan menarik lengan dengan bahu dalam keadaan abduksi. mungkin terdapat tekanan pada trakea atau pembuluh besar. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Rasa tak enak sangat terasa. dapat mengalami fraktur dan kadangkadang pasien mengalami syok dan dispnea. tulang rusuk. Ditemukan benjolan pada daerah sternoklavikuler.25" . fungsi akan pulih sepenuhnya dalam beberapa bulan. Fiksasi internak tidak diperlukan dan berbahaya (karena ada pembuluh darah besar dibelakang sternum) Dislokasi yang baru dapat dengan mudah direposisi dan apabila tidak stabil dapat difiksasi dengan K-wire. Pada diskolasi posterior : jarang terjadi tetapi jauh lebih berbahaya. Dislokasi rekuren Dislokasi rekuren dapat terjadi dan bersifat permanen apabila tidak dilakukan reposisi awal. Keadaan ini tidak banyak membawa masalah. Tetapi biasanya sendi itu akan berdislokasi lagi. Dislokasi rekuren apabila tidak mengganggu dapat dibiarkan saja dan bila mengganggu dapat dilakukan stabilisasi dengan operas! dan pemakaian tendo muskulus subklavius atau fasia.

64 A dan C).25" . • Tingkat 2 Pada tingkat 2 terjadi tetapi subluksasi. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. klavikula yaitu tidak terdapat terangkat robekan karena ligamen ligamen Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.406 ^ Pengantar llmu Bedah Ortopedi STRAIN. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom akromioklavikuler • korakoklavikuler tetap utuh (gambar 14. Tingkat 3 Terjadi dislokasi yang disebabkan oleh trauma yang lebih hebat sehingga terdapat robekan pada kedua ligamen di atas dan klavikula terangkat ke atas (gambar 14. SUBLUKSASI DAN DISLOKASI SENDIAKROMIOKLAVIKULERt Kelainan ini lebih sering ditemukan dan dibagi dalam tiga tingkat: • Tingkat 1 Pada tingkat ini hanya terjadi strain.64 B dan D). dimana terdapat trauma pada ligamen tetapi tidak ada kerusakan dan ligamen tetap utuh.

.. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. ' ~. 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Roman.>• . 2.• -• : : Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom . Gambaran radiologik dislokasi sendi akromio-klavikuler Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom DISLOKASI SENDI BAHKU Dislokasi sendi bahu sering ditemukan pada orang dewasa tetapi jarang pada anak-anak.. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Dislokasi disertai fraktur «-• 'r:-•«'. 3.•"•.25" . .. •' '••.. 4. Gambar skematis subluksasi sendi akromio-klavikuler B. Bold Gambar 14.64. •.•:••" -. Dislokasi posterior •'/''.•.A. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified.••••. Gambar skematis dislokasi sendi akromio-klavikuler C. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Klasifikasi 1.. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Dislokasi inferior atau luksasi erekta •• j .Formatted: Font: (Default) Times New Rom Robekan kapsul Ligamen konoid dan trapezoid utuh I——— Ligamen konoid dan trapezoid robek Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.. Gambaran radiologik subluksasi sendi akromio-klavikuler D. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Dislokasi anterior .

Mekanisme trauma Dislokasi anterior merupakan kelainan yang tersering ditemukan dan biasanya penderita jatuh dengan tangan dalam keadaan out stretched atau trauma pada skapula sendiri dan anggota gerak dalam posisi rotasi lateral sehingga kaput humerus menembus kapsul anterior sendi. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. subkorakoid dansubklavikuler. Underline 1.25" .Bab 14 Trauma » 407 Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. kaput humerus berada di bawah glenoid. subkorakoid dan subklavikuler. Dislokasi anterior Dislokasi anterior disebut juga sebagai dislokasi preglenoid. Pada dislokasi anterior.

Jika pasien tidak berotot maka suatu tonjolan dapat diraba tepat dibawah klavikula.Gambaran klinis Didapatkan nyeri yang hebat serta gangguan pergerakan sendi bahu.25" sesuai garis humerus o Lakukan rotasi ke arah lateral . • Metode Kocher Penderita berbaring di tempat tidur dan ahli bedah berdiri di samping penderita. 10 pt Pengobatan a.Lengan harus selalu diperiksa untuk mencari ada tidaknya cedera saraf dan pembuluh darah. Kontur sendi bahu menjadi rata karena kaput humerus bergeser ke depan. anggota gerak ditarik ke atas dan kaput humerus ditekan dengan kaki agar kembali ke tempatnya. yang sama setelah Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Dengan pembiusan umum • Metode Hippocrates Penderita dibaringkan di lantai.65 A. 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Roman.65) . Tahap-tahap reposisi menurut Kocher:  o Sendi siku dalam posisi fleksi 90° dan dilakukan traksi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font color: Auto Formatted: Right: 0. B Gambar Penderita direposisi A 14. Dislokasi anterior humeri disertai avulsi tuberkulum mayus B. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemeriksaan radiologis Kaput humerus terlihat berada di depan dan medial glenoid (gambar 14.

Setelah beberapa waktu dapat terjadi reduksi secara spontan. Gerakan aktif dimulai. Tanpa pembiusan umum • Teknik menggantung lengan Penderita diberikan petidin atau diazepam agar tercapai relaksasi yang maksimum. Pattern: Cle (White) Formatted: Right: 0. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Penanganan setelah reposisi Setelah reposisi berhasil.25" . Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Indent: Left: 0. Selama periode ini. gerakan siku dan jari dipraktekkan setiap hari.5". kemudian penderita tidur tengkurap dan membiarkan lengan tergantung di pinggir tempat tidur. tetapi kombinasi abduksi dan rotasi lateral harus dihindari sekurang-kurangnya selama 3 minggu. maka lengan harus difiksasi di daerah toraks selama 36 minggu dan bila reposisi tidak dilakukan dapat terjadi dislokasi rekuren.  o Lengan diadduksi dan sendi siku dibawa mendekati tubuh Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Font: (Default) Times New Rom ke arah garis tengah o Lengan dirotasi ke medial sehingga tangan jatuh di daerah dada b.

Kerusakan nervus aksilaris. Dislokasi rekuren dapat dengan mudah terjadi apabila lengan dalam keadaan abduksi. dilakukan pemeriksaan EMG setiap 3 minggu. d.. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Apabila terdapat paresis atau paralisis. e. ekstensi dan rotasi lateral. paralisis. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis. Kerusakan pembuluh darah b. Kaku sendi d. Dislokasi rekuren Dislokasi rekuren dapat bersifat anterior (lebih sering) atau posterior. b. Kerusakan pembuluh darah dapat terjadi pada saat trauma atau pada saat traksi sewaktu reposisi atau karena tekanan kaput humerus. Dislokasi terjadi karena adanya titik lemah pada selaput sendi di sebelah depan dan terjadi karena trauma yang ringan.408 4<Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Komplikasi " a. Kaku sendi yang terjadi pasca reposisi perlu dilakukan fisioterapi yang intensif. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Formatted: Right: 0.25" . c. Dislokasi rekuren anterior terjadi karena pengobatan awal (imobilisasi) yang tidak adekuat sehingga terjadi dislokasi. Nervus aksilaris berjalan melingkari leher humerus dan dapat mengalami paresis atau. Sebelum dilakukan reposisi sebaiknya dilakukan pemeriksaan pada saraf ini. Tidak dapat tereposisi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Kegagalan reposisi dapat terjadi karena adanya cekikan leher botol pada muskulus skapularis sehingga perlu dilakukan reposisi secara operasi.

dengan menarik lengan sementara bahu pada posisi abduksi. Pengobatan Dislokasi akut direduksi (biasanya di bawah anestesi umum). Underline 2. Dilakukan reduksi dengan menarik lengan ke depan secara hati-hati dan rotasi eksterna. bentuknya tampak abnormal seperti bola lampu (light bulb)Ditemukan adanya tanda khas berupa light bulb. Not Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran klinis Ditemukan adanya nyeri tekan serta benjolan di bagian belakang sendi. atau karena sengatan listrik. Formatted: Font: (Default) Times New Roman.25" . Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Dislokasi posterior Dislokasi posterior lebih jarang ditemukan dan biasanya disebabkan karena trauma langsung pada sendi bahu dalam keadaan rotasi interna. Bristow dan Bankart. memerlukan tindakan operasi seperti operasi menurut Putti-Platt.Dislokasi rekuren dengan frekuensi yang tinggi.Keadaan ini paling sering terjadi selama ayan atau kejang-kejang. biarkan bebrapa menit agar kaput humerus lepas dan kemudian lengan pelan-pelan diputar ke lateral sementara kaput humerus didorong kedepan. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme Trauma Gaya tak langsung yang menyebabkan rotasi internal dan aduksi yang nyata harus sangat kuat untuk dapat menyebabkan dislokasi. Pemeriksaan radiologis Kaput humerus karena berotasi ke medial. sertaI imobilisasi selama 3-6 minggu. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.Gerakan bahu diperoleh kembali melalui latihan aktif.Dan agak jauh dari fossa glenoid (tanda glenoid kosong).karena adanya rotasi interna humerus.

80. Apabila dilakukan reposisi pada dislokasi. Font color: Custom Color(RGB(192. ••••}'. .. Underline 3.80. biasanya fraktur akan tereposisi dan melekat kembali pada humerus. . :-• Formatted: Font: (Default) Times New Roman.• •-. Font color: Custom Color(RGB(192. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom ROBEKAN TENDINEUS CUFF SENDI BAHU Tendineus cuff adalah pembungkus bahu yang disebut juga rotator cuff yang terdiri atas tendo supraspinatus di sebelah atas.. Tendo supraspinatus merupakan bagian sentral yang mudah mengalami degenerasi atau ruptur setelah suatu trauma yang mendadak apabila jatuh pada bahu atau oleh stres yang terus-menerus. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.•• ••-•.-> Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 4. Dislokasi disertai dengan fraktur tuberositas mayor humerus Jenis ini biasanya adalah dislokasi tipe anterior disertai fraktur..77)) Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Justified..25" . Underline Formatted: Font: (Default) Times New Roman.-.-. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Not Italic Formatted: Font: (Default) Times New Roman. -.. -. Dislokasi inferior atau luksasi erekta Kaput humerus mengalami jepitan di bawah glenoid dimana lengan mengarah ke atas sehingga terjadi dislokasi inferior.Formatted: Font: (Default) Times New Rom Dislokasi rekuren posterior Dislokasi rekuren posterior lebih jarang ditemukan dan juga memerlukan tindakan operasi. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. •••-•:<-.•>. infraspinatus di belakang dan subskapularis di depan. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Dilakukan reposisi tertutup seperti dislokasi anterior dan bila tidak berhasil dapat dilakukan reposisi terbuka dengan operasi. Bold.77)) Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bold.

80. Pengobatan Dilakukan fisioterapi dengan menggunakan short-wave diathermy.'"< '' Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. • FRAKTUR HUMERUS Fraktur pada humerus dapat terjadi mulai dari proksimal (kaput) sampai bagian distal (kondilus) humerus(gambar 14. Robekan yang besar Terjadi kehilangan fungsi muskulus supraspinatus. tetapi bila abduksi secara pasif telah tercapai pada garis lurus maka dengan mudah dilakukan abduksi selanjutnya karena adanya fungsi dari muskulus deltoideus semata-mata. Font color: Custom Color(RGB(192. Robekan yang ringan Apabila terjadi robekan yang parsial.<-. Pada penderita yang lebih muda sebaiknya dilakukan operasi. Fraktur tuberkulum mayus Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom ''•• -: i '«.'••-.. Pengobatan Robekan yang besar pada penderita tua tidak memerlukan tindakan operasi.77)) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.80.Bab 14 Trauma » 409 Patologi dapat dibagi atas: 1. Font color: Custom Color(RGB(192.25" . maka fungsi muskulus supraspinatus masih tetap ada dan gerakan masih dalam batas normal tetapi terdapat nyeri pada gerakan abduksi di bagian pertengahan. 2. berupa: 1.66).77)) Formatted: Font: (Default) Times New Roman.16). Gambaran klinis Penderita tidak dapat melakukan abduksi awal pada sendi bahu karena fungsi ini merupakan kombinasi aksi muskulus supraspinatus dan muskulus deltoideus. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Fraktur leher 2. Keadaan ini biasanya disebut sebagai painful arc syndrome (sindroma supraspinatus) (gambar 10. lf- Formatted: Font: (Default) Times New Roman.

1. jenis cedera yang pada orang muda mungkin menyebabkan dislokasi bahu. Fraktur epikondilus medialis FRAKTUR LEHER HUMERUS 2. 5. Fraktur kondiler Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Fraktur leher tuberkulum mayus 3. Fraktur suprakondiler Fraktur epikondilus medialis Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14.25" . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. 6. Fraktur diafisis Fraktur kondiler 4. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Mekanisme trauma Fraktur biasanya terjadi setelah jatuh pada lengan yang terentang. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Biasanya penderita jatuh dan terjadi trauma pada anggota gerak atas. Lokalisasi fraktur pada humerus. Fraktur suprakondiler 5. Fraktur diafisis 6.3. Bold Fraktur leher humerus umumnya terjadi pada wanita tua yang telah mengalami osteoporosis sehingga terjadi kelemahan pada tulang.66. Fraktur 4.

Bold Formatted: Justified. ini disebut fraktur dua bagian yang biasanya ditangani dengan reduksi tertutup. kalau satu segmen terpisah dari lainnya. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Pada fraktur impaksi atau tanpa impaksi yang tidak disertai pergeseran dapat dilakukan terapi konservatif saja dengan memasang mitela dan mobilisasi segera pada gerakan sendi bahu.' Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. dengan atau tanpa pergeseran Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 3. ada memar yang besar pada bagian atas lengan. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran Klinis Nyeri tetapi tidak hebat. meninggalkan kaput dalam mangkuk sendi. caput tuberositas minor tuberositas mayor batang Klasifikasi ini membedakan jumlah fragmen yang bergeser atau terpisah. Font color: Auto Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Pada pasien manula sering terjadi suatu fraktur tunggal dan terimpaksi yang meluas ke collum chirurgicum. yang memperhatikan empat segmen utama yang terlibat dalam cedera ini : 1. Kalau dua fragmen bergeser disebut fraktur tiga bagian yang sulit direduksi dan mungkin membutuhkan fiksasi internal atau luar. batang bergeser ke atas dank e depan.Pada pasien muda. kalau semua bagian utama bergeser ini disebut fraktur empat bagian yang paling baik diterapi dengan penggantian prostetik. fragmen biasanya terpisah secara lebih jelas. 2.25" . Font color: Auto Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 4. Formatted: Right: 0.410 ^ Pengantar llmu Bedah Ortopedi Klasifikasi Klasifikasi yang paling luas diterima adalah klasifikasi Neer (1970). fragmen biasanya terpisah secara lebih jelas. (penilaian pada penampilan sinar-X) • Fraktur impaksi • Fraktur tanpa impaksi. . Font color: Auto Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Jika garis fraktur banyak tetapi fragmen tak bergeser ini dianggap sebagai fraktur satu bagian yang hanya menyebabkan sedikit masalah. Font color: Auto Formatted: Justified.Tandatanda cedera pada saraf aksila atau pleksus brakialis.Pada remaja. Font color: Auto Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Terjadi fraktur pemisahan pada epifisis humerus bagian atas.

Komplikasi 1.   u * ' •• • • • Kekakuan pada sendi Trauma sarafyaitu nervus aksilariscedera pembuluh darah dan saraf Dislokasi sendi bahu Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom malunion Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.25" . 2. Font color: Black Formatted: Right: 0.Bila fraktur disertai dengan pergeseran mungkin dapat dipertimbangkan tindakan operasi.

Pengobatan fraktur tanpa pergeseran fragmen dengan cara konservatif.. :.FRAKTUR TUBERKULUM MAYUS HUMERUS Fraktur dapat terjadi bersama dengan dislokasi humerus atau merupakan fraktur tersendiri akibat trauma langsung di daerah sendi bahu. . Pengobatan Prinsip pengobatan adalah konservatif karena angulasi dapat tertutup oleh otot dan secara fungsional tidak terjadi gangguan. 1...Biasanya terjadi pada orang tua dan umumnya tidak mengalami pergeseran. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified.f> Formatted: Font: (Default) Times New Roman.. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Pada setiap fraktur humerus harus diperiksa adanya lesi nervus radialis terutama pada daerah 1/3 tengah humerus.:.4 li. . Pemeriksaan radiologis Dengan pemeriksaan radiologis dapat ditentukan lokalisasi dan konfigurasi fraktur (gambar 14.. Pengobatan Fraktur dengan dislokasi humerus yang telah direposisi. Pengobatan konservatif dibagiatas:• ..4 li. Line spacing: Multiple 1. nyeri tekan serta deformitas pada daerah humerus.. ••••. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.25" . Gambaran klinis Pada fraktur humerus ditemukan pembengkakan. disamping itu 1/3 kontak cukup memadai untuk terjadinya union. karena itu ekstensi aktif pada jari harus diuji. Fraktur patologis biasanya terjadi pada 1/3 proksimal humerus.-. Line spacing: Multiple 1.•'^•••-.Pada fraktur yang disertai pergeseran fragmen sebaiknya dilakukan operasi dengan memasang screw. oblik pendek atau komunitif. FRAKTUR DIAFISIS HUMERUS.66). Komplikasi Painful arc syndrome. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. biasanya fraktur juga tereposisi dengan sendirinya. .*r> • : ..>.: Fraktur diafisis humerus biasanya terjadi pada 1/3 tengah humerus dimana trauma dapat bersifat memuntir yang menyebabkan fraktur spiral dan bila trauma bersifat langsung dapat menyebabkan fraktur transversal.

68) Indikasi operasi: 1.• • 2. : Pemasangan gips tergantung (hanging cast) (gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan operatif dengan pemasangan plate dan screw atau pin dari Rush atau Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom fraktur terbuka dengan fiksasi eksterna (gambar 14. Nonunion 4.25" . Fraktur terbuka 2. Terjadi lesi nervus radialis setelah dilakukan reposisi (jepitan nervus radialis) 3. 3. 1.67) •••. 2. 4. pada Pemasangan U slab . Penderita yang segera ingin kembali bekerja secara aktif Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Right: 0.

Fragmen distal dapat bergeser ke posterior atau ke anterior. humerus dapat mengalami fraktur lagi dan non-union dapat terjadi.Seperti pada fraktur diafisis humerus.Jika gerakan siku atau bahu dipaksakan sebelum konsolidasi.Humerus patah tepat diatas kondilus. Pergeseran anterior yang jauh lebih jarang terjadi diperkirakan akibat benturan langsung (misalnya jatuh pada siku) saat siku dalam keadaan fleksi. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Italic Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Italic Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme Cedera Pergeseran posterior menunjukan cedera yang luas. anak merasa nyeri dan siku bengkak namun deformitas-S pada siku biasanya jelas.Terapi non-union yang telah menetap adalah operasi.25" . serpiham tulang ditaruh disekitarnya dan pen intramedula dimasukan. Not Bold Gambaran Klinik Setelah jatuh. Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Fragmen distal terdesak ke belakang dan terputir kedalam.412 44 Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi FRAKTUR SUPRAKONDILER HUMERUS Fraktur suprakondiler humerus lebih sering pada anak-anak daripada orang dewasa. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 1 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. kadang-kadang mencederai arteri brakialis atau saraf medianus. Not Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Terapi fraktur yang bergeser ke posterior berbeda dengan fraktur yang bergeser ke anterior yang harus direduksi secepat mungkin dibawah anestesi umum.Ujung fragmen proksimal yang bergerigi menyodok jaringan lunak ke bagian anterior. plat disekrupkan atau fikastor luar dipasang. Ujung tulang disegarkan. FRAKTUR KONDILUS HUMERUS Fraktur kondilus humerus jarang terjadi pada orang dewasa dan lebih sering pada anak-anak. biasanya akibat jatuh pada tangan yang terentang.

Fraktur komunitif. 2. A. Ditemukan nyeri tekan. C. Fraktur pada satu kondilus Fraktur inter-kondiler (fraktur Y atau T) Fraktur komunitif Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Fraktur kondiler sering bersama-sama dengan fraktur suprakondiler. Pengobatan Fraktur tanpa pergeseran fragmen tidak memerlukan reposisi. gangguan pergerakan serta krepitasi pada daerah tersebut. Fraktur kondilus humerus. Gambaran klinis Nyeri dan pembengkakan serta perdarahan subkutan pada daerah sendi siku.69) 1.69. Formatted: Font: (Default) Times New Roman.25" . Fraktur bikondiler (Y atau T). Fraktur kondiler. Fraktur kondilus lateralis lebih sering terjadi daripada kondilus medialis humerus. 3. 10 pt Klasifikasi dan Pemeriksaan Radiologis (gambar 14. cukup dengan pemasangan gips Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.Mekanisme trauma Biasanya terjadi pada saat tangan dalam posisi out stretched dan sendi siku dalam posisi fleksi dengan trauma pada bagian lateral atau medial. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. B.

25" . Fraktur kondiler adalah fraktur yang mengenai permukaan sendi sehingga memerlukan reduksi dengan operas! segera. akurat dan rigid sehingga mobilisasi dapat dilakukan secepatnya.sirkuler selama 6 minggu dan dilanjutkan dengan fisioterapi secara hati-hati. Formatted: Right: 0.

3. 4. 5. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0.Komplikasi 1. 7 Miositis ossifikans 8. Nonunion 5. Font color: Auto Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Saraf 3. Sindroma hand-shoulder •' 1.25" . Sindroma frozen shoulder 9. Malunion 4. 5. 6. 6.7.2.1. 4. Font color: Auto Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. 2. Osteoartritis sendi siku . 6. Kekakuan sendi siku Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Pembuluh darah 2. 5.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Bab 14 Trauma » 413 FRAKTUR DAN DISLOKASI SENDI SIKU DAN LENGAN BAWAH
Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Bold, No underline Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Bold

DISLOKASI SENDI SIKU Dislokasi sendi siku sering ditemukan pada orang dewasa tapi jarang pada anakanak.Pada dislokasi sendi siku, kompleks radiolulna bergeser ke posterior atau ke posterolateral, sering bersama-sama dengan fraktur pada prosesus tulang yang menahan.
:

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

*

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Mekanisme trauma r Biasanya penderita jatuh dengan kerasdalam keadaan tangan out stretched, .tangan terentang dengan posisi siku dalam ekstensi.
Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Not Italic

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Patologi Bagian distal dari humerus terdorong ke depan melalui kapsul anterior sedangkan radius dan ulna mengalami dislokasi ke posterior (gambar 14.70A), sehingga selalu terjadi kerusakan yang hebat pada jaringan lunak kapsul dan muskulus brakialis yang kadangkadang mengalami robekan pada prosesus koronoid. Dislokasi pada umumnya posterior atau posterolateral. Arteri brakialis dan nervus medialis dapat terangkat bersama-sama humerus ke depan. Dislokasi sering disertai fraktur prosesus koronoid, kapitulum atau kaput radius.

Formatted: Right: 0.25"

Gambaran klinis Terdapat trauma dengan pembengkakan yang hebat di sekitar sendi siku sewaktu siku dalam posisi semi fleksi. Olekranon dapat teraba di bagian belakang.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Pemeriksaan radiologis Dengan pemeriksaan radiologis dapat diketahui adanya dislokasi yang mungkin disertai fraktur tulang sekitar sendi siku (gambar 14.70B).
Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Font color: Black

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

AB

M;-)f;>Gambar 14.70. Dislokasi sendi siku; gambar skematis (A) dan radiologik (B).

Formatted: Font: (Default) Times New Roman, 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Roman, 1 pt

Pengobatan Pada dislokasi sendi siku dilakukan reposisi secepatnya.Pada jam-jam pertama, dislokasi dapat direposisi tanpa pembiusan umum. Setelah direposisi, lengan di fleksi lebih 90° dan dipertahankan dengan gips selama 3 minggu.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Komplikasi

Formatted: Right: 0.25"

3.1. 4.2. 5.3. 6.4.

1. Kekakuan sendi siku;:,;! 2. Trauma nervus medianus 3. Miositis osifikans 4. Trauma arteri brakialis

Formatted: Bullets and Numbering

FRAKTUR DAN DISLOKASI SENDI SIKU Fraktur terbuka dan dislokasi sendi siku (side-swipe injuries). Kelainan ini sering terjadi bila terdapat trauma pada sendi siku, misalnya supir mobil yang menaruh tangannya pada pinggir pintu kendaraan dan mengalami trauma dari samping.

Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Bold

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White)

Formatted: Justified, Pattern: Clear (White)

Formatted: Right: 0.25"

Kelainan ini merupakan suatu kelainan yang bersifat kompleks berupa: • • • • • • • • Dislokasi sendi siku Fraktur olekranon Fraktur humerus bagian distal atau diafisis humerus ne]-' Fraktur radius Fraktur diafisis radius dan ulna Trauma pada otot-otot sendi siku terutama bagian posterior, lateral dan medial Trauma pembuluh darah dan saraf Mungkin terdapat bagian fragmen yang hilang

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Pengobatan 1. 2. 3. 4. 5. Harus segera dilakukan debrideman pada fraktur terbuka Reposisi fraktur dan fiksasi interna Penanganan trauma j'aringan lunak Pemberian antibiotika dan toksoid tetanus Imobilisasi dengan gips bidai 40-45°

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

SUBLUKSASI DAN DISLOKASI KEPALA RADIUS Subluksasi Kepala Radius Subluksasi kepala radius (pulled elbow) lebih sering ditemukan pada anak-anak dan telah dibicarakan sebelumnya.

Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Bold

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Dislokasi Kepala Radius Dislokasi dapat terjadi tanpa adanya gangguan hubungan antara ulna dan humerus atau adanya fraktur disekitarnya. Umumnya dislokasi kepala radius disertai fraktur 1/3 proksimal ulna. Mekanisme trauma Biasanya terjadi karena pronasi yang hebat dan tiba-tiba pada sendi siku.
Formatted: Right: 0.25"

Pemeriksaan radiologis Pemeriksaan rontgen harus dilakukan tidak saja pada sendi siku tetapi juga sepanjang ulna untuk mengetahui apakah fraktur ini merupakan dislokasi tanpa fraktur ulna. Pengobatan Reposisi dengan menekan kepala radius dan lengan bawah dalam posisi supinasi. FRAKTUR PROSESUS OLEKRANON Fraktur prosesus olekranon terjadi karena seseorang jatuh dan mengalami trauma langsung pada siku.Gambar 14.71 menunjukkan beberapa lokalisasi fraktur pada daerah ulna dan radius. Klasifikasi : - f u : • • • Tipel, Tipe II, Tipe III, terjadi keretakan olekranon tanpa adanya pemisahan keretakan disertai pemisahan fraktur komunitif
Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Bold

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Gambaran klinis Terdapat pembengkakan dan nyeri tekan pada siku. Pemeriksaan radiologis Dengan foto rontgen dapat diketahui jenis-jenis fraktur.Foto lateral yang diarahkan sebagaimana mestinya penting untuk memperlihatkan fraktur secara terinci, disamping kerusakan endi yang berkaitan. Posisi kaput radius harus diperiksa, mungkin kaput itu berdislokasi. Pengobatan (gambar 14.72) Pengobatan tipe I dengan terapi konservatif, tipe II dengan tindakan operatif dan fiksasi interna mempergunakan screw atau tension band wiring (gambar 14.73). dengan cara eksisi fragmen dan melekatkan kembali trisep pada olekranon. Tipe III

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Right: 0.25"

Pengobatan tipe I dengan terapi konservatif, tipe II dengan tindakan operatif dan fiksasi interna mempergunakanscrew atau tension band wiring (gambar 14.73). dengan cara eksisi fragmen dan melekatkan kembali trisep pada olekranon. Tipe III

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Right: 0.25"

25" .Formatted: Right: 0.

1 pt Formatted: Right: 0.Formatted: Font: (Default) Times New Roman.25" .

Formatted: Right: 0.25" .

Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Tf»1 Tipe 2 Tipe 3 Tipe 4 Gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.74. sedangkan bila fragmen kecil dan tidak mengganggu pergerakan sendi tidak perlu dilakukan tindakan.416 44 Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Komplikasi 1. Nonunion Osteoartritis Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR PROSESUS KORONOID Fraktur ini biasanya terjadi bersama-sama dislokasi sendi siku. fraktur shearing (terbelah) \ Tipe 4. remuk/hancur - Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Tipe 2. fraktur disertai dengan kemiringan .74): • • • • Tipe 1.25" . Tipe 3.Apabila fragmen besar. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR KEPALA DAN LEHER RADIUS Fraktur ini terjadi pada saat seseorang jatuh dengan posisi tangan dalam out stretched. Klasifikasi dibagi dalam (gambar 14. sebaiknya fraktur difiksasi kembali. terbelah vertikal 5. 2.

Pengobatan Fraktur tipe I dan II dengan sudut kemiringan yang tidak terlalu besar diatasi dengan mengistirahatkan sendi siku menggunakan mitela. Komplikasi 1.Klasifikasi telah diutarakan sebelumnya. 2.25" . Kekakuan sendi Osteoartritis Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR MONTEGGIA Fraktur Monteggia sering ditemukan pada orang dewasa dan merupakan fraktur 1/3 proksimal ulna disertai dislokasi radius proksimal (gambar 14.Fraktur yang pecah sebaiknya dilakukan eksisi. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Pada orang dewasa sebaiknya dilakukan operasi dengan fiksasi interna yang rigid dan mobilisasi segera sendi siku.75).Gambar skematis klasifikasi fraktur kepala radius. Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.

25" .Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Justified. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0.

75.•. Fraktur Ulna Fraktur ulna sering terjadi pada seseorang yang menangkis benda keras. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman.76). Fraktur Diafisis Radius dan Ulna Fraktur diafisis radius dan ulna terjadi karena trauma memuntir yang mengakibatkan fraktur oblik atau spiral pada daerah ulna dan radius dengan ketinggian yang berbeda. Gambaran klinis Terdapat pembengkakan dan nyeri tekan serta deformitas pada lengan bawah. sedangkan yang bergeser sebaiknya dengan memasang fiksasi interna. Pengobatan sama seperti pada fraktur radius.25" . tipe I (A) dan tipe III (B & C).-. maka fraktur kedua tulang harus direposisi secara akurat baik rotasi maupun kesejajarannya. Karena adanya hubungan yang erat pada posisi supinasi dan pronasi. Formatted: Right: 0. Bold FRAKTUR DIAFISIS RADIUS DAN ULNA • -. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Fraktur yang tidak bergeser diatasi dengan gips di atas siku dan fleksi pada siku. 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Roman. --v >. Gambaran radiologik fraktur Monteggia. ~ •• Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Fraktur Radius Fraktur radius sendiri biasanya terjadi karena trauma langsung.-.Bab 14 Trauma 417 AB C Gambar 14. sedangkan trauma langsung menyebabkan fraktur dengan garis transversal (gambar 14.

Beberapa gambaran radiologis fraktur radius dan ulna. 10 pt Formatted: Right: 0. Formatted: Font: (Default) Times New Roman.25" .Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14.76.

Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified.Formatted: Font: (Default) Times New Rom 418 44 Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Pengobatan » .77). 1. 2. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Formatted: Right: 0. Nonunion FRAKTUR GALEAZZI:' Fraktur Galeazzi pertama kali diuraikan oleh Riccardo Galeazzi (1935) yaitu fraktur pada 1/3 distal radius disertai dislokasi sendi radio-ulnar distal (gambar 14. Delayed union 3. 3. Pattern: Clear (White) Apabila ada kelainan perlekatan otot pronator dan supinator tulang radius dan ulna. posisi netral pada fraktur 1/3 tengah dan pada fraktur 1/3 proksimal dengan pemasangan gips di atas siku dalam posisi supinasi. Komplikasi 1. Malunion termasuk crass union (union menyilang) akan memberikan Formatted: Bullets and Numbering gangguan dalam pronasi dan supinasi 2. Reduksi yang akurat sangat diperlukan karena tangan mempunyai fungsi untuk pronasi dan supinasi.25" .-» Pengobatan fraktur yang tidak bergeser berupa pemasangan gips di atas siku dengan meletakkan lengan bawah dalam posisi pronasi pada fraktur 1/3 distal. Pengobatan yang paling baik adalah dengan pemasangan fiksasi rigid dengan operasi yang mempergunakan plate dan screw pada kedua tulang. reduksi serta imobilisasi yang baik sulit dilakukan.

merupakan jenis fraktur yang paling sering ditemukan pada orang dewasa di atas umur 50 tahun dan lebih sering pada wanita daripada pria.Operasi terbuka dengan fiksasi rigid mempergunakan plate dan screw. 3.5".Apabila reposisi spontan tidak terjadi maka reposisi dilakukan dengan fiksasi K-wire.78). Bold FRAKTUR DISTAL RADIUS Fraktur distal radius dapat dibagi dalam: 1.25" . Fraktur Smith 3. 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. Font color: Auto Formatted: Font: (Default) Times New Rom 1.Dengan reposisi yang akurat dan cepat maka dislokasi sendi ulna distal juga tereposisi dengan sendirinya. radiologik (B) dan setelah pemasangan plate fan screw(C). Fraktur Galeazzi. Fraktur Barton Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Formatted: Justified. Fraktur Colles 2. gambar skematis (A).77. Fraktur Colles Fraktur Colles pertama kali diutarakan oleh Abraham Colles (1814) (gambar 14. 2. Indent: Left: 0. 1. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Formatted: Font: (Default) Times New Rom ABC Gambar 14.Pada fraktur Galeazzi harus dilakukan reposisi secara akurat dan mobilisasi segera karena bagian distal mengalami dislokasi.

8 pt Pengobatan Fraktur Smith biasanya bersifat tidak stabil sehingga sebaiknya difiksasi dengan plate buttress.W. Fraktur Smith.Ditemukan deformitas dengan fragmen distal mengalami pergeseran ke volar dimana garis fraktur tidak melalui persendian. 8 pt Formatted: Font: (Default) Times New Roman. AB Gambar 14. Not Italic Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bab 14 Trauma » 419 Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Not Bold. Not Italic Fraktur Smith Fraktur Smith biasa juga disebut sebagai fraktur Colles terbalik (gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Fraktur terjadi bila terjatuh dalam posisi tangan out stretched pada orang tua dengan tulang yang sudah osteoporosis. Fraktur Colles.79. gambar skematis (A) dan radiologik (B). Formatted: Right: 0.25" . 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Fraktur Smith pertama kali dikemukakan oleh R. Smith (1847).79). Formatted: Font: (Default) Times New Roman.78.Fraktur jenis ini lebih sering ditemukan pada pria daripada wanita. gambar skematis (A) dan radiologik (B).Formatted: Font: (Default) Times New Rom 2. Not Bold.

lengan bawah dalam keadaan pronasi. Imobilisasi dengan gips dilakukan selama enam minggu dan dilanjutkan dengan fisioterapi yang intensif.Pemeriksaan radiologis ditemukan gambaran seperti di atas.Fraktur Colles terdiri atas: • • • • Fraktur radius 1 inci di atas sendi pergelangan tangan Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Angulasi dorsal fragmen distal Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pergeseran ke dorsal dari fragmen distal Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Fraktur prosesus stiloid ulna Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran klinis Terdapat riwayat trauma dengan pembengkakan pergelangan tangan pada orang yang berumur lebih 50 tahun. Komplikasi a. b. fleksi palmar. supinasi dan impaksi kearah proksimal. Atrofi Sudeck >. supinasi. Pada fraktur dengan pergeseran fragmen dilakukan reposisi dengan pembiusan umum atau lokal. Pengobatan Fraktur tanpa pergeseran diobati dengan pemasangan gips sirkuler di bawah siku. c. Gangguan pergerakan sekitar sendi pergelangan tangan. pergerakan sertaekstensi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.25" .. Trauma nervus medianus Ruptur tendo ekstensor polisis longus d. nyeri dan deformitas berbentuk garpu.Gambaran ini terjadi karena adanya angulasi dan pergeseran ke dorsal. Malunion Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom e.•-. deviasi radial. pronasi. deviasi ulna serta fleksi.

gambar skematis (A) dan radiologik (B). yaitu eksisi 2 cm distal ulna serta periost (operas!i Darroch) b. Untuk menanggulangi nyeri dapat dilakukan: a.80. Indent: Left: 0. Prosedur Baldwin. No underline A BGambar 14.Fraktur barton biasanya bersifat tidak stabil sehingga sebaiknya difiksasi dengan plate buttress. Fraktur Barton Formatted: Font: (Default) Times New Rom Fraktur Barton adalah fraktur pada radius distal dengan fragmen distal melalui sendi dan terjadi pergeseran fraktur serta seluruh komponen sendi ke arah volar (gambar 14. FRAKTUR TULANG PERGELANGAN DAN JARI-JARI TANGAN Formatted: Font: (Default) Times New Roman.80). 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bold. Fraktur Barton.5". Bold Formatted: Right: 0.25" . Osteotomi radius Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 3. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. Pengobatan Seperti pada fraktur Smith. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.420 <<Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Malunion sering memberikan gangguan nyeri.

Sering garis fraktur tidak terlihat pada foto pertama sehingga diperlukan foto berikutnya setelah dua minggu. Fraktur terjadi pada bagian tengah sehingga fragmen distal dan proksimal sama besar dan jarang terjadi fraktur pada ujung proksimal tulang. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR TULANG KARPAL YANG LAIN Fraktur tulang karpal lebih jarang ditemukan kecuali fraktur tulang trikuetrum..• .25" ..Gambaran klinis Nyeri tekan pada daerah skafoid (anatomical snuff box).>. 4. ••. fraktur yang baru terjadi sering hanya terlihat pada foto oblik. Nonunion Nekrosis avaskuler • • Osteoartritis:i.-..Pemeriksaan foto rontgen yang dibuat dalam posisi AP serta lateral dalam posisi 45° pronasi dan supinasi. lateral dan oblik semua penting...:v . •' ••••=•• ' ••'•• ...."••. 3. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0.'... . Pemeriksaan radiologis Foto anteroposterior..-. Fraktur yang terjadi pada umumnya tidak mengalami Formatted: Font: (Default) Times New Rom pergeseran.•••• Komplikasi ' M 1.•.:-• ^ .Fraktur tulang skafoid sering tidak terdiagnosis. Pengobatan dengan pemasangan gips selama 3 minggu. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified... ' -• • Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.. •.y.FRAKTUR TULANG SKAFOID Fraktur ini sering ditemukan pada orang dewasa.<H: ••. Delayed union "'•"•'" .-.-:..-...."'•< Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 2. biasanya terjadi pada trauma dengan tangan dalam keadaan out stretched...• Pengobatan Standar pengobatan biasanya dipasang gips sirkuler termasuk ibu jari sampai sendi metakarpofalangeal selama 23 bulan..

1. Gambar skematis dislokasi tulang lunatum (A) dan perilunatum (B ).Bab 14 Trauma » 421 Formatted: Font: (Default) Times New Rom DISLOKASI TULANG KARPAL Dislokasi tulang karpal yang sering ditemukan adalah: 1. Dislokasi perilunatum tulang karpal n. Dislokasi tulang lunatum 2. berupa dislokasi ke anterior (gambar 14. m edianus os lunatum os lunatum Formatted: Font: (Default) Times New Roman.81A). 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom AB Gambar 14.Dislokasi tulang lunatum terjadi bila jatuh dengan pergelangan tangan dalam keadaan dorsofleksi dan Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 1 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.81. Dislokasi tulang lunatum Dislokasi ini jarang ditemukan.25" .

Mungkin ditemukan gejala lesi nervus medianus. Formatted: Right: 0. Terdapat pembengkakan pada daerah pergelangan tangan. nyeri apabila jari-jari diekstensikan.25" .tulang lunatum terdorong ke arah palmar dan mengalami rotasi 90° dalam dasar terowongan karpal.

Bila reduksi tertutup tidak berhasil dilakukan reduksi terbuka. Komplikasi 1. Pemeriksaan radiologis lateral dan AP Pengobatan Pada dislokasi yang baru dilakukan reposisi di bawah pembiusan umum dengan melakukan penekanan pada tulang lunatum. Lunatum berdislokasi miring ke depan dan bergeser ke depan radius. kalau disertai fraktur skafoid.81B).Pemeriksaan radiologis Sebagian besar dislokasi bersifat periulnar. Pengobatan Dislokasi dicoba di manipulasi dengan cara reduksi tertutup. dislokasi periulnar mudah dibedakan dari dislokasi lulnatum.Pada foto lateral. Tekanan pada nervus medianus Nekrosis avaskuler seperti pada penyakit Kienbock Kelainan degeneratif sendi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Dislokasi perilunatum Seluruh korpus mengalami dislokasi ke arah dorsal kecuali tulang lunatum masih tetap bersama-sama dengan radius (gambar 14.Pada foto AP ketinggian karpal berkurang dan bayangan tulang tumpang tindih secara abnormal. dan kapitatum dan metacarpal terletak di belakang garis radius (pola DISI). Pada dislokasi paerilunar lunatum hanya miring sedikit dan tidak bergeser ke depan. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. reposisi tidak dapat dilakukan dan perlu dilakukan eksisi. sementara tulang kapitatum danmetakarpal sejajar dengan radius.25" .Pada dislokasi yang lama. fragmen distal mungkin miring ke anterior. 3. 2. 2.Jika berdislokasi lunatum mempunyai bentuk segitiga yang khas dan bukan bentuk normalnya yang berisi empat.Satu tulang karpal atau lebih dapat mengalami fraktur (biasanya skafoid).

82. Fraktur basis metakarpal I dibagi dalam:  1. pergeseran fragmen tulang terjadi oleh karena tarikan otot abduktor polisis longus B. Fraktur Bennett bersifat tidak stabil karena: 1. 9 pt Pengobatan Pada fraktur transversa dapat dicoba reduksi tertutup dan pemasangan gips seperti pada fraktur skafoid. AB Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Bullets and Numbering 1. 2. Apabila tidak berhasil dapat dilakukan fiksasi interna dengan screw kecil atau pin. Fraktur transversa atau fraktur oblik pendek yang melalui basis metakarpal I tetapi tidak melalui sendi Formatted: Font: (Default) Times New Roman.25" . 2. • Fragmen proksimal berupa segmen kecil berbentuk segitiga melekat pada tulang trapezium • Fraktur bersifat oblik Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.82) c Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14.Fraktur distabilisasi dengan screw kecil atau pin secara operasi Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Fraktur oblik yang melewati sendi karpometakarpal pada pertengahan permukaan sendi (fraktur subluksasi Bennett) (gambar 14.422 44 Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi FRAKTUR BASIS METAKARPAL I . A.Gambar skematis fraktur Bennett.Gambaran radiologik fraktur Bennett C. Font color: Auto 2.

 • Pada segmen distal metakarpal I. 4. melekat beberapa otot yang kuat dan menarik fragmen ini ke arah proksimal Fraktur sebaiknya distabilisasi melalui operasi dengan mempergunakan screw Formatted: Font: (Default) Times New Rom kecil atau pin secara operasi..-.. Komplikasi 1..25" .•.3. Osteoartritis Malunion .-. 2. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.c:v >•'-. < :>>-'wJ :••*..

FRAKTUR METAKARPAL LAINNYA Fraktur metakarpal lainnya dapat terjadi pada satu metakarpal atau multipel pada beberapa metakarpal.Fraktur leher metakarpal V sering terjadi pada seseorang yang mengalami trauma dengan posisi kepalan tinju.. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman..y.•&(••*•-'< •. FRAKTUR FALANGSS J "T ' ">-"•'-i. puntiran atau tekukan pada jari-jari dan dapat mengenai falangs proksimal. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman.!'„•'.83 dan gambar 14. . Bold Fraktur falangs dapat terjadi karena trauma langsung.t: •• . Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Fraktur metakarpal yang tunggal biasanya bersifat stabil dan tidak memerlukan tindakan operasi.r: .25" .84)..- Formatted: Font: (Default) Times New Roman. intermediat ataupun distal (gambar 14.:. •.-••• • -. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Justified.Fraktur multipel kemungkinan memerlukan operasi untuk mengoreksi kelurusan dan rotasi.'-•'• Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. -• . . Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman.. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman.r.

Lokalisasi dan bentuk fraktur falang B. 10 pt Formatted: Right: 0. . Posisi jari-jari bila terdapat fraktur atau robekan ligamen Formatted: Font: (Default) Times New Roman.83. Gambar skematis: A.Bab 14 Trauma » 423 Pengobatan Dilakukan stabilisasi dengan mempergunakan piaster bersama-sama jari yang sehat. Formatted: Font: (Default) Times New Rom i. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14.25" .

t.25" . Pengobatan dengan reposisi tertutup. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.DISLOKASI SENDI METAKARPOFALANGEAL Dislokasi sendi metakarpofalangeal sering terjadi karena trauma hiperekstensi dan rotasi. J . -. .:. jari pertama dan jari-jari lainnya dapat direposisi dengan mudah dan mungkin terjadi reposisi secara spontan.. • • . Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom DISLOKASI INTERFALANGEAL Pada dislokasi interfalangeal. . / Formatted: Font: (Default) Times New Roman.84. 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Fraktur avulsi falang Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Beberapa gambaran radiologik fraktur pada jari-jari tangan. cD Gambar 14. Fraktur epifisis falang C. \'fi . Paling sering terjadi pada jari kedua atau jari pertama.. A. Fraktur basis falang proksimal D. •> ^. Dislokasi metakarpofalangeal B..

25" . Bold. Font color: Black Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified.FRAKTUR DAN DISLOKASI PADA ANGGOTA GERAK BAWAH Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman.

prostat. buli-buli. vagina serta uterus dan adneksanya pada wanita. sepsis dan gangguan pernapasan berupa adult respiratory distress syndrome (ARDS). perdarahan.•^ rengtinmr limit BectaH Urtopedi TRAUMA PANGGUL Meskipun fraktur panggul merupakan 5% dari seluruh fraktur. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Dua pertiga dari fraktur panggul terjadi akibat kecelakaan lalu lintas. Juga ditemukan pembuluh-pembuluh darah besar cabang dari arteri iliaka komunis.Sepuluh persen diantaranya disertai trauma pada alat-alat dalam rongga panggul seperti uretra. syok.25" . rektum serta pembuluh darah dengan angka mortalitas sekitar 10%. di bagian depan membentuk persendian sebagai satu simfisis pubis. Stabilitas cincin panggul terutama ditentukan oleh rigiditas tulang yang membentuknya serta ligamen-ligamen yang mengikatnya. Dalam rongga panggul ditemukan beberapa organ antara lain kandung kemih. Anatomi Cincin panggul dibentuk oleh dua tulang inominata yang berhubungan dengan sakrum di bagian belakang dan membentuk sendi sakro-iliaka. Mekanisme trauma Trauma biasanya terjadi secara langsung pada panggul karena tekanan yang besar atau karena jatuh dari ketinggian.Pada orang tua dengan osteoporosis atau osteomalasia dapat terjadi fraktur stres pada ramus pubis. kecuali pada trauma langsung. Sering titik kedua tidak terlihat dengan jelas atau Formatted: Right: 0. asetabulum dan dilanjutkan ke femur. rektum serta uretra pada laki-laki. Oleh karena rigiditas panggul maka keretakan pada salah satu bagian cincin akan disertai robekan pada titik lain. vena serta pleksus saraf. tetapi penting artinya karena sering disertai trauma jaringan lunak. Fungsi panggul Panggul berfungsi untuk mentransmisi berat badan melalui sendi sakro-iliaka ke ilium.Selain itu panggul berfungsi melindungi struktur-struktur yang berada di dalam rongga panggul.

Formatted: Right: 0. • Trauma vertikal Tulang inominata pada satu sisi mengalami pergerakan secara vertikal disertai fraktur ramus pubis dan disrupsi sendi sakro-iliaka pada sisi yang sama. terdapat pergeseran cincin yang minimal dari fraktur Tipe A termasuk fraktur avulsi atau fraktur yang mengenai cincin panggul tetapi tanpa atau sedikit sekali pergeseran cincin. fraktur panggul tidak mengenai cincin A2. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Klasifikasi 1. Mekanisme trauma pada cincin panggul terdiri atas: • Kompresi anteroposterior Hal ini biasanya terjadi akibat tabrakan antara seorang pejalan kaki dengan kendaraan.25" Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom . Tipe A. stabil • • A1.Ramus pubis mengalami fraktur.mungkin terjadi robekan sebagian atau terjadi reduksi spontan pada sendi sakro-iliaka. Hal ini terjadi apabila seseorang jatuh dari ketinggian pada satu tungkai. Pada keadaan ini ramus pubis bagian depan pada kedua sisinya mengalami fraktur dan bagian belakang terdapat strain dari sendi sakro-iliaka atau fraktur ilium atau dapat pula fraktur ramus pubis pada sisi yang sama. Hal ini terjadi apabila ada trauma samping karena kecelakaan lalu lintas atau jatuh dari ketinggian.Bagian posterior ligamen sakro-iliaka mengalami robekan parsial atau dapat disertai fraktur bagian belakang ilium. • Trauma kombinasi Pada trauma yang lebih hebat dapat terjadi kombinasi kelainan di atas. • Kompresi lateral Kompresi dari samping akan menyebabkan cincin mengalami keretakan.Keadaan ini disebut sebagai open book injury. Menurut Tile (1988) a. stabil. tulang inominata terbelah dan mengalami rotasi eksterna disertai robekan simfisis.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.25" . mungkin juga disertai fraktur asetabulum. Tipe C. kompresi lateral: ipsilateral ' '• . tidak stabil secararotasional. tidak stabil secara rotasi dan vertikal • • • Cl.Bab 14 Trauma 425 b.Gambar 14. . disertai fraktur asetabulum Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Terdapat disrupsi ligamen posterior pada satu atau kedua sisi disertai pergeseran dari salah satu sisi panggul secara vertikal..• .85 memperlihatkan lokalisasi fraktur panggul yang stabil. stabil secara vertikal '. kompresi lateral: kontralateral (bucket-handle) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Tipe B mengalami rotasi eksterna yang mengenai satu sisi panggul (open book) atau rotasi interna atau kompresi lateral yang dapat menyebabkan fraktur pada ramus isio-pubis pada satu atau kedua sisi disertai trauma pada bagian posterior tetapi simfisis tidak terbuka (closed book). Tipe B.-• '-'>•"'• •'< • • • Bl.• •" ' * Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom B3. open book. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom c. unilateral C2. * ! Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom B2. bilateral C3.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Gambar 14.85. Gambar skematis fraktur stabil.

Formatted: Font: (Default) Times New Roman, 10 pt

1. Fraktur isiopubis ramus superior 2. Fraktur isiopubis ramus inferior 3. Fraktur mengenai asetabulum 4. Fraktur sayap ilium 5. Avulsi spina antero-inferior 2. Menurut Key dan Conwell a. Fraktur pada salah satu tulang tanpa adanya disrupsi cincin • Fraktur avulsi o spina iliaka anterior superiosuperior r o o • • • • b. • spina iliaka anterior inferior tuberositas isium :
; ;>:

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

.'" '• :

•'

" " ''•'• '

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Fraktur pubis dan isium

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Fraktur sayap ilium (Duverney)

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Fraktur sakrum "

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Fraktur dan dislokasi tulang koksigeus
:

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Keretakan tunggal pada cincin panggul Fraktur pada kedua ramus ipsilateral '« " •••..-.r:\. •.-\.-.-v

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.25"

• • c. • • •

Fraktur dekat atau subluksasi simfisis pubis Fraktur dekat atau subluksasi sendi sakro-iliaka

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Fraktur bilateral cincin panggul Fraktur vertikal ganda dan atau dislokasi pubis Fraktur ganda dan atau dislokasi (Malgaigne) (gambar 14.86) Fraktur multipel yang hebat

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Right: 0.25"

426 44 Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi d. Fraktur asetabulum • • Tanpa pergeseran Dengan pergeseran

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Gambar 14.86. Gambar skematis fraktur tidak stabil disertai dengan robekan cincin pelvis.

Formatted: Font: (Default) Times New Roman, 10 pt

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman, 10 pt

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

3.

Klasifikasi lain a. Fraktur isolasi dan fraktur tulang isium dan tulang pubis tanpa gangguan pada cincin • • • • • b. Fraktur ramus isiopubis superior Fraktur ramus isiopubis inferior Fraktur yang melewati asetabulum Fraktursayapilium ''>,».,'•..., ,• "~ ••:, • '^£ •' b. • ""

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Avulsi spina iliaka antero-inferior -*•'.,„ *

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Not Italic

Fraktur disertai robekan cincin

4.

Klasifikasi berdasarkan stabilitas dan komplikasi a. Fraktur avulsi

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

b. c.

Fraktur stabil Fraktur tidak stabil „._. „.,_... ... ... .,.....,.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.25"

d.

Fraktur dengan komplikasi

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Dalam menilai klasifikasi maka yang paling penting adalah stabilitas panggul apakah bersifat stabil atau tidak stabil, karena hal ini penting dalam penanggulangan serta prognosis.

Gambaran klinis Fraktur panggul sering merupakan bagian dari salah satu trauma multipel yang dapat mengenai organ-organ lain dalam panggul. Keluhan berupa gejala pembengkakan, deformitas serta perdarahan subkutan sekitar panggul.Penderita datang dalam keadaan anemi dan syok karena perdarahan yang hebat.Terdapat gangguan fungsi anggota gerak bawah.

Pemeriksaan radiologis Setiap penderita trauma panggul harus dilakukan pemeriksaan radiologis dengan prioritas pemeriksaan foto rontgen posisi APPemeriksaan rontgen posisi lain yaitu oblik, rotasi interna dan eksterna apabila keadaan umum memungkinkan.

Penatalaksanaan Pengobatan harus dilakukan sesegera mungkin berdasarkan prioritas penanggulangan trauma yang terjadi (ABC), yaitu: 1. Resusitasi awal . a. b. -.•,.;

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Perhatikan saluran napas dan perbaiki hipoksia Kontrol perdarahan dengan pemberian cairan Ringer dan transfusi darah - ;;

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Right: 0.25"

Bab 14 Trauma » 427 2. Anamnesis . ,-, , •,-:.., .^, a. Keadaan dan waktu trauma :.: b. Miksi terakhir c. Waktu dan jumlah makan dan minum yang terakhir '

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

d. ; e. 3.

Bila penderita wanitaapakah sedang hamil atau menstruasi Trauma lainnya seperti trauma pada kepala Keadaan umum • • • Catat secara teratur denyut nadi, tekanan darah dan respirasi

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Pemeriksaan klinik a.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Secara cepat lakukan survei tentang kemungkinan trauma lainnya

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

b.

Lokal • Inspeksi perineum untuk mengetahui adanya perdarahan, pembengkakan dan deformitas •

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Tentukan derajat ketidak-stabilan cincin panggul dengan palpasi pada ramus dan simfisis pubis

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

• 4.

Adakan pemeriksaan colok dubur

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Pemeriksaan tambahan a. Foto polos panggul, toraks serta daerah lain yang dicurigai mengalami trauma b. Foto polos panggul dalam keadaan rotasi interna dan eksterna serta pemeriksaan foto panggul lainnya c. Pemeriksaan urologis dan lainnya: • • Kateterisasi Ureterogram

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.25"

Sistogramretrograd danpostvoiding

.-••:-,*,, *,.. .,-,-.. • .-..,.-,

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

..-.•., .:•-., . .o ..-^ • • 5. Pengobatan ' b. I a. Tindakan operatif bila ditemukan kerusakan alat-alat dalam j rongga panggul panggul Pengobatan khusus fraktur Fraktur avulsi atau stabil diatasi dengan pengobatan konservatif seperti istirahat, traksi, pelvic sling.Fraktur yang tidak stabil diatasi dengan fiksasi eksterna atau dengan operasi yang dikembangkan oleh group ASIF Komplikasi Komplikasi dibagi dalam: 1. Komplikasi segera a. Trombosis vena ilio-femoral Komplikasi ini sering ditemukan dan sangat berbahaya.Apabila ada keraguan profilaktik. b. Robekan kandung kemih Robekan dapat terjadi apabila ada disrupsi simfisis pubis atau tusukan dari bagian tulang panggul yang tajam. c. Robekan uretra Robekan uretra terjadi karena adanya disrupsi simfisis pubis pada daerah uretra pars membranosa. d. e. Trauma rektum dan vagina Trauma pembuluh darah besar yang akan menyebabkan perdarahan masif sampai syok. f. Trauma pada saraf sebaiknya diberikan antikoagulan secara rutin untuk Pielogram intravena Aspirasi diagnostik dengan lavase peritoneal

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Stabilisasi fraktur panggul, misalnya traksi skeletal, pelvic sling, spika

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.25"

• Lesi saraf skiatik Lesi saraf skiatik dapat terjadi pada saat trauma atau pada saat operasi. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom • Lesi pleksus lumbosakralis Biasanya terjadi pada fraktur sakrum yang bersifat vertikal disertai pergeseran.25" . maka sebaiknya dilakukan eksplorasi.Apabila dalam jangka waktu 6 minggu tidak ada perbaikan. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.Dapat pula terjadi gangguan fungsi seksual apabila mengenai pusat saraf.

Formatted: Right: 0.25" .

25" .. Nekrosis avaskuler Nekrosis avaskuler dapat terjadi pada kaput femur beberapa waktu setelah trauma. ."'. . . Formatted: Font: (Default) Times New Rom c.Vi Skoliosis kompensatoar ' . Italic. Formatted: Font: (Default) Times New Rom d. Bold FRAKTUR SAKRUM DAN TULANG KOKSIGEUS Fraktur sakrum dan tulang koksigeus dapat terjadi bila penderita jatuh dengan pantat yang mengenai kedua tulang sakrum dan tulang koksigeus.428 <<Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi 2. ' •' '' ' '' Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Dapat diberikan indometasin untuk profilaktik.Keluhan pada fraktur tulang koksigeus adalah nyeri menetap yang dapat diberikan analgetika dan apabila tidak menolong dapat dipertimbangkan eksisi ujung tulang koksigeus. Pengobatan Apabila tidak terjadi pergeseran pada fraktur sakrum.. Komplikasi lanjut .•'-' „ U! .: •?>•. Fraktur tulang sakrum dapat bersifat transversal sedangkan fraktur tulang koksigeus umumnya pada bagian distal dan mengalami angulasike depan. ditangani secara konservatif.. tetapi bila fraktur disertai dengan pergeseran sebaiknya dilakukan operasi.'..:'-.:_ Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. '' . Font color: Black Formatted: Font: (Default) Times New Roman. maka akan terjadi ketidak-sesuaian sendi yang akan memberikan gangguan pergerakan serta osteoartritis di kemudian hari. sedangkan sendi ini menopang berat badan. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom b.'. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Not Italic Pembentukan tulang heterotrofik Pembentukan tulang heterotrofik biasanya terjadi setelah suatu trauma jaringan lunak yang hebatatau setelah suatu diseksi operasi. a. Gangguan pergerakan sendi serta osteoartritis sekunder Apabila terjadi fraktur pada daerah asetabulum dan tidak dilakukan reduksi yang akurat.

-.•-••.. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Klasifikasi 1.'!. • Formatted Formatted Disertai fraktur rim posterior yang tunggal dan besar Disertai fraktur komunitif asetabulum bagian posterior dengan atau tanpa kerusakan pada dasar asetabulum Formatted • 2. Dislokasi posterior •-.-.. Dislokasi dan fraktur dislokasi sendi panggul dibagi dalam tiga jenis: 1. .. ".. . "*... Niaka . DISLOKASI DAN CEDERA LIGAMEN PADA ANGGOTA GERAK BAWAH Formatted: Font: (Default) Times New Rom DISLQOKASI DAN FRAKTUR DISLODKASI SENDI PANGGUL Dengan makin meningkatnya kecelakaan lalu lintas mengakibatkan dislokasi sendi panggul sering ditemukan.'. ..-• •."• ••'. r • Formatted Dislokasi anterior :: • Obturator :" Formatted: Font: (Default) Times New Rom >'> "•'"•' '•''•''' • ' •.< Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 2.-k..-.Dislokasi panggul merupakan suatu trauma yang hebat.. Formatted Tanpafraktur -: •.25" . Disertai fraktur kaput femur r-•. Formatted ... ... ••••.•-..••. . • Dislokasi sentral ..' Formatted Disertai fraktur kaput femur ... V.... .:••••••••. Dislokasi anterior Formatted: Font: (Default) Times New Rom 3. •....).' -.. • • .-••-. • • • •: .FRAKTUR... . ...•: • • • Pubik '•. ->.. Formatted Formatted: Right: 0.. r ..-. -. •• . .„ Dislokasi posterior atau dislokasi posterior disertai adanya fraktur ..

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pergeseran menyeluruh ke panggul disertai fraktur asetabulum yang komunitif. Dislokasi sentral asetabulum ''.'.'" • • • ' Formatted: Font: (Default) Times New Rom Hanya mengenai bagian dalam dinding asetabulum Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Fraktur sebagian dari kubah asetabulum "'.25" .3.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.25" .1.

Bab 14 Trauma » 429 1. Dislokasi posterior dan dislokasi posterior disertai adanya fraktur Mekanisme trauma Kaput femur dipaksa keluar ke belakang asetabulum melalui suatu trauma yang dihantarkan pada diafisis femur dimana sendi panggul dalam posisi fleksi atau semifleksi. dislokasi dengan fraktur kaput femur Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran klinis Penderita biasanya datang setelah suatu trauma yang hebat disertai nyeri dan deformitas pada daerah sendi panggul. yang menurut Thompson Epstein (1973): 1. Lima puluh persen dislokasi disertai fraktur pada pinggir asetabulum dengan fragmen kecil atau besar.25" . Sendi panggul teraba menonjol ke belakang dalam posisi adduksi. Tipe II. • Tipe I. Formatted: Right: 0. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Klasifikasi Klasifikasi penting untuk rencana pengobatan. dislokasi dengan fragmen tunggal yang besar pada Formatted: Font: (Default) Times New Rom bagian posterior asetabulum • • • Formatted: Font: (Default) Times New Rom Tipe III. Kelainan ini juga dapat terjadi sewaktu mengendarai motor. fleksi dan rotasi interna. dislokasi tanpa fraktur atau dengan fragmen tulang yang kecil • Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Font: (Default) Times New Rom 2. dislokasi dengan fraktur bibir asetabulum yang komunitif • Tipe IV. Trauma biasanya terjadi karena kecelakaan lalu lintas dimana lutut penumpang dalam keadaan fleksi dan menabrak dengan keras yang berada di bagian depan lutut. Terdapat pemendekan anggota gerak bawah. dislokasi dengan fraktur dasar asetabulum • Tipe V.

Formatted: Right: 0. setelah itu tidak menginjakkan kaki dengan jalan mempergunakan tongkat selama 3 bulan. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Pada tipe III biasanya dilakukan reduksi tertutup dan apabila ada fragmen yang terjebak dalam asetabulum dikeluarkan melalui tindakan operasi. Pengobatan Dislokasi harus direposisi secepatnya dengan pembiusan umum disertai relaksasi yang cukup. maka fragmen yang besar difiksasi dengan screw secara operasi.Pemeriksaan radiologis Dengan pemeriksaan rontgen akan diketahui jenis dislokasi dan apakah dislokasi disertai fraktur atau tidak (gambar 14.Setelah direposisi.Penderita dibaringkan di lantai dan pembantu menahan panggul. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pada tipe II setelah reposisi.25" .Sendi panggul difleksikan serta lutut difleksi 90° dan kemudian dilakukan tarikan pada paha secara vertikal. Perawatan pasca reposisi Traksi kulit selama 4-6 minggu. stabilitas sendi diperiksa apakah sendi panggul dapat didislokasi dengan cara menggerakkan secara vertikal pada sendi panggul. Gambaran radiologik dislokasi posterior panggul kanan.87).87.Tipe IV dan V juga dilakukan reduksi secara tertutup dan apabila bagian fragmen yang lepas tidak tereposisi maka harus dilakukan reposisi dengan operasi.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom b.Bila terdapat kecurigaan robekan pembuluh darah. Komplikasi dini • Kerusakan nervus skiatik Kerusakan nervus skiatik biasanya dapat mengalami Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom pemulihan. Komplikasi lanjut • Nekrosis avaskuler Sebanyak 10% dari seluruh dislokasi panggul mengalami kerusakan pembuluh darah.Apabila terdapat lesi sesudah reposisi. maka insidensnya akan meningkat menjadi 40%. • Kerusakan pada kaput femur Sewaktu terjadi dislokasi sering kaput femur menabrak asetabulum sehingga pecan. Kecurigaan akan adanya dislokasi panggul. sklerosis dan pembentukan kista-kista. a. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. perlu dilakukan arteriogram. Kelainan ini biasanya dideteksi setelah 6 bulan sampai 2 tahun dan dengan pemeriksaan radiologis ditemukan fragmentasi.Apabila reduksi tertunda untuk beberapa hari biasanya reposisi dengan cara manipulasi sulit dilakukan. • Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Kerusakan pada pembuluh darah Pembuluh darah yang biasa mengalami robekan pada kelainan ini adalah arteri glutea superior. bilamana pada suatu fraktur femur ditemukan posisi femur proksimal dalam keadaan adduksi. Pemeriksaan radiologis sebaiknya dilakukan pada sendi di atas dan di bawah daerah fraktur. Apabila reposisi ditunda sampai beberapa jam. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom • Fraktur diafisis femur Sering ditemukan fraktur diafisis femur disertai dislokasi panggul. maka perlu dilakukan eksplorasi saraf.25" . :.430 4<Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Komplikasi it . • • Miositis osifikans Dislokasi yang tidak dapat direduksi.

. Sendi panggul sulit digerakkan.... -.._.. Pemeriksaan radiologis Pemeriksaan foto rontgen posisi AP pada dislokasi anterior sering kurang jelas dan untuk itu diperlukan pulafoto lateral. •. . ...Leher femur atau trokanter menabrak asetabulum dan terjungkir keluar melalui robekan pada kapsul anterior..-••..rii..25" .••. . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 2. abduksi dan sedikit fleksi.. Bila sendi panggul dalam keadaan fleksi.. ••>. •..•>•... dimana kaput femur dapat diraba dengan mudah. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0..• •$. ~<^. Dislokasi anterior Dislokasi anterior lebih jarang ditemukan daripada dislokasi posterior.. maka akan terjadi dislokasi tipe obturator dan bila sendi panggul dalam posisi ekstensi maka terjadi dislokasi tipe pubik atau iliaka.]'S.• Osteoartritis Osteoartritis terjadi karena adanya kerusakan tulang rawan..Tungkai tidak mengalami pemendekan karena perlekatan otot rektus femur mencegah kaput femur bergeser ke proksimal.... terdapat fragmen fraktur dalam ruang sendi atau adanya nekrosis iskemik kaput femur. . . terjatuh dari ketinggian atau trauma dari belakang pada saat berjongkok dan posisi penderita dalam keadaan abduksi yang dipaksakan. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Dislokasi anterior terjadi akibat kecelakaan lalu lintas.. Terdapat benjolan di depan daerah inguinal. Gambaran klinis Tungkai bawah dalam keadaan rotasi eksterna.

25" .Dilakukan reposisi seperti pada dislokasi posterior kecuali pada saat fleksi dan tarikan tungkai pada dislokasi posterior. dilakukan adduksi pada dislokasi anterior. Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Right: 0. Komplikasi Komplikasi yang sering didapatkan yaitu nekrosis avaskuler.

Bab 14 Trauma » 431 3.Pada fraktur asetabulum tanpa penonjolan Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 3. Fraktur asetabulum terjadi karena dorongan yang kuat dari lateral atau jatuh dari ketinggian pada satu sisi atau suatu tekanan yang melalui femur dimana panggul dalam keadaan abduksi. Pengobatan Selalu diusahakan untuk mereposisi fraktur dan mengembalikan bentuk asetabulum ke bentuk normalnya..Nyeri tekan pada daerah trokanter. Fraktur dislokasi sentral Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Dislokasi sentral terjadi apabila kaput femur terdorong ke dinding medial asetabulum pada rongga panggul.Disini kapsul tetap utuh.88.25" .). 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.88A. Pemeriksaan radiologis Dengan pemeriksaan radiologis dapat diketahui adanya pergeseran dari kaput femur menembus panggul (gambar 14. Gambaran klinis Didapatkan perdarahan dan pembengkakan di daerah tungkai bagian proksimal tetapi posisi tetap normal. AB Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14.Gerakan sendi panggul sangat terbatas. . Dislokasi sentral (A) dan kelainan tersebut setelah direposisi dengan traksi tulang (B).

25" .Gambar 14. b. Osteoartritis Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Font: (Default) Times New Roman.90 menunjukkan secara skematis daerah femur proksimal. Font color: Auto Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.88B). Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Pada fraktur dimana kaput femur tembus ke dalam asetabulum. Font color: Auto Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Kaku sendi merupakan komplikasi lanjut c.kaput femur ke dalam panggul. sebaiknya dilakukan traksi pada 2 komponen yaitu komponen longitudinal dan lateral selama 6 minggu dan setelah 8 minggu diperbolehkan untuk berjalan dengan menggunakan penopang berat badan (gambar 14. a.89). Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Jatuh pada daerah trokanter baik karena kecelakaan lalu lintas atau jatuh dari tempat yang tidak terlalu tinggi seperti terpeleset di kamar mandi dimana panggul dalam keadaan fleksi dan rotasi. Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Justified. c. maka dilakukan terapi konservatif dengan traksi tulang selama 4-6 minggu. Font color: Auto Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR FEMUR ~ " Femur merupakan tulang yang terpanjang pada badan dimana fraktur dapat terjadi mulai dari proksimal sampai distal tulang (gambar 14. Komplikasi a. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR LEHER FEMUR Fraktur leher femur merupakan jenis fraktur yang sering ditemukan pada orang tua terutama wanita umur 60 tahun ke atas disertai tulang yang osteoporosis. Kerusakan alat-alat dalam panggul yang dapat terjadi bersama-sama fraktur panggul b.

. • • • sub-kapital trans-servikal basal. = r > . rotasi eksterna. Formatted: Font: (Default) Times New Rom 2. . Sesuai lokasi .( . Hubunganternadapkapsul • • ekstrakapsuler Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom intrakapsuler ..432 « Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Klasifikasi ..i.>.. abduksi dan dapat bergeser ke proksimal fraktur impaksi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0..„ •. Radiologis a. Berdasarkan keadaan fraktur • • • tidak ada pergeseran fraktur fragmen distal.. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 1..-.25" .... . . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 3. ..

Fraktur suprakondiler 6. Daerah trokanterik . fraktur total disertai dengan sedikit pergeseran Tingkat IV. Lokasi fraktur femur 1.90.25" . fraktur impaksi yang tidak total Tingkat II. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom 1.• b. Gambar skematis femur proksimal Formatted: Font: (Default) Times New Roman.89. 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Klasifikasi menurut Garden (gambar 14. Fraktur kondiler Gambar 14. fraktur total tetapi tidak bergeser Tingkat III. Fraktur diafisis 5. Fraktur trokanterik 3. Fraktur subtrokantorik 4.Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. • • • • .•-. Kaput 2. Leher :u : i 3.91) Tingkat I. fraktur disertai dengan pergeseran yang hebat Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Fraktur leher 2.

91. " A. Tingkat III : Fraktur lengkap. disertai pergeseran penuh Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0.25" . 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. disertai dengan sebagian pergeseran tetapi masib ada perlekatan D. Tingkat I : Fraktur tidak lengkap atautipe abduksi atau impaksi ' " B.Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Tingkat II : Fraktur lengkap. Klasifikasi fraktur leher femur menurut Garden. Tingkat IV : Fraktur lengkap. tanpa adanya pergeseran C.

92.92) Klasifikasi ini berdasarkan atas sudut inklinasi leher femur. fraktur dengan garis fraktur 70° Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom AB '-:: " C Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. fraktur dengan garis fraktur 50° Tipe III. 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom B.25" Formatted: Font: (Default) Times New Rom . • • • 70° Tipe I. Tipe III : Sudut yang terbentuk lebih besar dari 70° (> 70°) Pada tipe II dan III tekanan yang dialami oleh daerah fraktur lebih besar dan prognosisnya lebih jelek. A. Gambar skematis klasifikasi menurut Pauwel. Klasifikasi menurut Pauwel (gambar 14.Bab 14 Trauma 433 c. Pembuluh darah intrameduler di dalam leher femur Formatted: Right: 0. Patologi Kaput femur mendapat aliran darah dari tiga sumber. yaitu: 1. Tipe I : Sudut yang terbentuk lebih kecil dari 30° (< 30°) ' " '"'' ' Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Tipe II : Sudut yang terbentuk antara 30-50° C. fraktur dengan garis fraktur 30° Tipell.

pemuluh darah intramedular dan pembuluh darah retinakulum selalu mengalami robekan. Pembuluh darah servikal asendens dalam retinakulum kapsul sendi Pembuluh darah dari ligamen yang berputar Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pada saat terjadi fraktur. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified.25" . 3. periosteum yang rapuh serta hambatan dari cairan sinovia.Fraktur transervikal adalah fraktur yang bersifat intrakapsuler yang mempunyai kapasitas yang sangatrendah dalam penyembuhan karena adanya kerusakan pembuluh darah. bila terjadi pergeseran fragmen. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0.2.

. Pemasangan pin Pemasangan plate dan screw :<.<.. .: . Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom -.Gambaran klinis Riwayat jatuh dari ketinggian disertai nyeri pada daerah panggul terutama pada daerah inguinal depan. : Formatted: Justified... i•. Nyeri dan pemendekan anggota gerak bawah dalam posisi rotasi lateral.... Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemeriksaan radiologis Dengan pemeriksaan radiologis dapat diketahui jenis fraktur serta klasifikasi dan dapat ditentukan jenis pengobatan serta prognosisnya. . ...-. 2.-.: • Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.o-... .-/ • >. .-:.-.25" . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Pengobatan fraktur leher femur dapat berupa: 1. Konservatif dengan indikasi yang sangat terbatas Terapi operatif Pengobatan operatif hampir selalu dilakukan pada penderita fraktur leher femur baik orang dewasa muda maupun pada orang tua karena: • • Perlu reduksi yang akurat dan stabil Diperlukan mobilisasi yang cepat pada orang tua untuk mencegah komplikasi Jenis-jenis operasi: a.r. b. -M-.

trombosis vena..434 4<Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi c.Metode pengobatan nekrosis avaskuler tergantung penyebab terjadinya nonunion dan umur penderita.Ini disebabkan karena vaskularisasi yang jelek. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom '--'... . emboli paru. yaitu :: a.'••• •-• '•:'.. . berupa: •• ' '>< • • • • Eksisi artroplasti (pseudoartrosis menurut Girdlestone) Hemiartroplasti (gambar 14.Komplikasi lebih sering pada fraktur dengan lokasi yang lebih ke proksimal. Font color: Auto Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. dilakukan padapenderita umur diatas 55 tahun. dekubitus Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 1..2. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 1. Nekrosis avaskuler kaput femur Nekrosis avaskuler terjadi pada 30% penderita dengan fraktur yang disertai pergeseran dan 10% pada fraktur yang tanpa pergeseran.:. pneumonia.93) Artroplasti total • . 6. 4.25" . 2."•. Anggota gerak memendek Malunion Malrotasi berupa rotasi eksterna Koksavara Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Font: (Default) Times New Roman. • Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Komplikasi Komplikasi tergantung dari beberapa faktor. reduksi yang tidak akurat. Osteoartritis Osteoartritis sekunder terjadi karena adanya kolaps kaput femur atau nekrosis avaskuler. Artroplasti.Apabila lokalisasi fraktur lebih ke proksimal maka kemungkinan untuk terjadi nekrosis avaskuler lebih besar.. Nonunion Lebih dari 1/3 penderita dengan fraktur leher femur tidak dapat mengalami union terutama pada fraktur yang bergeser. . 3.. Komplikasi yang bersifat umum. ... 5. b. 7 8.. fiksasi yang tidak adekuat dan lokasi fraktur adalah intra-artikuler.

A Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. B.25" . Fraktur leher Femur. A.93. Setelah pemasangan protesa. 1 pt Formatted: Right: 0. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.

FRAKTUR DAERAH TROKANTER Fraktur daerah trokanter biasa juga disebut fraktur trokanterik (intertrokanterik) adalah semua fraktur yang terjadi antara trokanter mayor dan minor. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Justified.Fraktur dapat bersifat komunitif terutama pada korteks bagian posteromedial. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Fraktur trokanterik terjadi bila penderita jatuh dengan trauma langsung pada trokanter mayor atau pada trauma yang bersifat memuntir.Keretakan tulang terjadi antara trokanter mayor dan minor dimana fragmen proksimal cenderung bergeser secara varus.Fraktur ini bersifat ekstra-artikuler dan sering terjadi pada orang tua di atas umur 60 tahun.25" .

25" . Pada pemeriksaan didapatkan pemendekan anggota gerak bawah disertai rotasi eksterna. Stabil Tidak stabil Disebut fraktur tidak stabil bila korteks bagian medial remuk dan fragmen besar mengalami pergeseran terutama trokanter minor. yaitu: • • • • Tipe I Fraktur melewati trokanter mayor dan minor tanpa pergeseran. Tipe III Fraktur disertai dengan fraktur komunitif. Tipe IV Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemeriksaan radiologis Formatted: Right: 0. Fraktur trokanterik diklasifikasikan atas empat tipe (gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Tipe II Fraktur melewati trokanter mayor disertai pergeseran trokanter minor. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran MinisKlinis Penderita lanjut usia dengan riwayat trauma pada daerah femur proksimal.94. 2. Gambar skematis fraktur trokanterik (intertrokanterik). Not Italic Formatted: Font: (Default) Times New Rom Tipe I Tipe II Tipe III Gambar 14. Tipe IV Fraktur yang disertai dengan fraktur spiral femur.Bab 14 Trauma » 435 Formatted: Font: (Default) Times New Rom Klasifikasi Fraktur trokanterik dapat dibagi atas: 1.94).

25" .Pemeriksaan radiologis dapat menentukan jenis fraktur serta seberapa jauh pergeseran fraktur. sebaiknya dilakukan pemasangan fiksasi interna (gambar 14. Pengobatan Fraktur tanpa pergeseran dapat dilakukan terapi konservatif dengan traksi. Pattern: Clear (White Formatted: Right: 0. Untuk memperoleh fiksasi yang kuat Untuk memberikan mobilisasi yang cepat pada orang tua Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Komplikasi Komplikasi dini sama pada fraktur leher femur.95) dengan tujuan: 1. 2. Komplikasi lanjut berupa deformitas varus dan rotasi eksterna serta nonunion. Pada fraktur trokanterik. Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Centered. tetapi kelainan ini jarang ditemukan.

Pengobatan Reduksi terbuka dan fiksasi interna merupakan pengobatan pilihan dengan mempergunakan platedan screw (gambar 14.25" .96). oblik atau spiral dan sering bersifat komunitif. Formatted: Right: 0. Gambaran radiologik fraktur trokanterik tipe III (A) dan setelah pemasangan plate dan screw(B).Formatted: Font: (Default) Times New Rom 436 ^ Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi A B Gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran klinis Anggota gerak bawah dalam keadaan rotasi eksterna. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bold FRAKTUR SUBTROKANTER Fraktur subtrokanter dapat terjadi pada setiap umur dan biasanya akibat trauma yang hebat. Fragmen proksimal dalam posisi fleksi sedangkan distal dalam posisi adduksi dan bergeser ke proksimal. Garis fraktur bisa bersifat transversal. 1 pt Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Pemeriksaan radiologis Pemeriksaan radiologis dapat menunjukkan fraktur yang terjadi di bawah trokanter minor. 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Roman. memendek dan ditemukan pembengkakan pada daerah proksimal femur disertai nyeri pada pergerakan.95.

Komplikasi ini dapat diatasi dengan koreksi osteotomi atau bone grafting. 10 pt Formatted: Right: 0.25" . Formatted: Font: (Default) Times New Rom A B Gambar 14.Komplikasi Komplikasi yang sering ditemukan adalah nonunion dan malunion.96. Gambaran radiologik fraktur subtrokanterik (A) dan setelah pemasangan Jewettna//(B). Formatted: Font: (Default) Times New Roman.

97). tetapi juga dapat berakibat j'elek karena dapat menarik fragmen fraktur sehingga bergeser.Ditemukan pembengkakan dan deformitas pada tungkai atas berupa rotasi eksterna dan pemendekan tungkai dan mungkin datang dalam keadaan syok. fraktur Z atau segmental. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemeriksaan radiologis Dengan foto rontgen dapat ditentukan lokalisasi dan jenis fraktur (gambar 14.Femur dapat pula mengalami fraktur patologis akibat metastasis tumor ganas. komunitif. Terapi konservatif • Traksi kulit merupakan pengobatan sementara sebelum dilakukan terapi definitif untuk mengurangi spasme otot Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.Fraktur yang bersifat transversal dan oblik terjadi karena trauma langsung dan trauma angulasi.Fraktur femur sering disertai dengan perdarahan masif yang harus selalu dipikirkan sebagai penyebab syok. biasanya karena trauma hebat misalnya kecelakaan lalu lintas atau trauma lain misalnya jatuh dari ketinggian. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Bab 14 Trauma 437 FRAKTUR DIAFISIS FEMUR Fraktur diafisis femur dapat terjadi pada setiap umur. Pengobatan 1. simpel. Gambaran klinis Penderita pada umumnya dewasa muda. Klasifikasi Fraktur femur dapat bersifat tertutup atau terbuka. Femur diliputi oleh otot yang kuat dan merupakan proteksi untuk tulang femur.25" . Mekanisme trauma Fraktur spiral terjadi apabila jatuh dengan posisi kaki melekat erat pada dasar sambil terjadi putaran yang diteruskan pada femur.

98. K-na//(B).25" . fraktur komunitif. Indikasi K-nail. Terapi operatif • Pemasangan plate dan screw terutama pada fraktur proksimal dan distal femur • Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mempergunakan K-nail. Indikasi traksi terutama fraktur yang bersifat komunitif dan segmental Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom • Menggunakan cast bracing yang dipasang setelah terjadi union fraktur secara klinis . AO-nail terutama pada fraktur diafisis (gambar 14. 10 pt Formatted: Right: 0. AO-nail atau jenis-jenis lain baik dengan operas!i tertutup ataupun terbuka. infected pseudoartrosis atau fraktur terbuka dengan kerusakan jaringan lunak yang hebat Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Fraktur diafisis femur dengan pemasangan plate dan screw (k).97.• Traksi tulang berimbang dengan bagian Pearson pada sendi lutut. ' Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 2..98) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom • Fiksasi eksterna terutama pada fraktur segmental. Beberapa gambaran radiologik fraktur diafisis femur Gambar 14.

trauma pada pembuluh darah akibat tusukan fragmen dapat disertai kerusakan saraf yang dapat bervariasi dari neuropraksia sampai aksonotemesis. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom • Trombo-emboli.438 <<Pengantar limit Bedah Ortopedi Komplikasi 1. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom • Trauma pembuluh darah besar.Perlu dilakukan pemeriksaan gas darah. bila terjadi pergeseran kembali kedua ujung fragmen. dapat mengalami komplikasi trombo-emboli. apabila permukaan fraktur menjadi bulat dan sklerotik dicurigai adanya nonunion dan diperlukan fiksasi interna dan bone graft Malunion. dapat terjadi perdarahan sebanyak 1-2 liter walaupun fraktur bersifat tertutup • Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Emboli lemak. dapat terjadi pada fraktur terbuka akibat kontaminasi dari luka. Komplikasi dini: • Syok.25" . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom • Trauma saraf.Trauma saraf dapat terjadi pada nervus isiadikus atau pada cabangnya yaitu nervus tibialis dan nervus peroneus komunis. maka diperlukan pengamatan terus menerus selama perawatan. Angulasi lebih Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. tetapi infeksi dapat pula terjadi setelah tindakan operasi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 2. fraktur femur pada orang dewasa mengalami union dalam 4 bulan Nonunion. Komplikasi lanjut: • • • Delayed union. Dapat berupa kontusi saja dengan oklusi atau terpotong sama sekali. penderita dengan tirah baring yang lama misalnya ditraksi di tempat tidur. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom • Infeksi. sering didapatkan pada penderita muda dengan fraktur femur. ujung fragmen tulang menembus jaringan lunak dan merusak arteri femoralis.

Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Fraktur terjadi karena tekanan varus atau valgus disertai kekuatan aksial dan putaran.Klasifikasi (gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Roman.99) 1. 4. 2. terjadi apabila mobilisasi dilakukan sebelum terbentuk union yang solid Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR SUPRAKONDILER FEMUR Daerah suprakondiler adalah daerah antara batas proksimal kondilus femur dan batas metafisis dengan diafisis femur. Tidak bergeser Impaksi Bergeser Komunitif Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pergeseran terjadi pada fraktur oleh karena tarikan otot sehingga pada terapi konservatif lutut harus difleksi untuk menghilangkan tarikan otot (gambar 14.Hal ini disebabkan oleh adanya adhesi periartikuler atau adhesi intramuskuler.Malunion juga menyebabkan pemendekan pada tungkai sehingga diperlukan koreksi berupa osteotomi.25" . • Refraktur. ABC Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.sering ditemukan.100). 3.Hal ini dapat dihindari apabila fisioterapi yang intensif dan sistematis dilakukan lebih awal. • Kaku sendi lutut. setelah fraktur femur biasanya terjadi kesulitan pergerakan pada sendi lutut.

Fraktur impaksi C & D.Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered.25" .99. A. Fraktur tidak bergeser B. Pattern: Clear (White Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Klasifikasi fraktur suprakondiler femur. Fraktur komunitif Formatted: Right: 0. Fraktur bergeser E.

100.25" .v " ^ :.Bab 14 Trauma » 439 Gambar 14. 1 pt. Formatted: Right: 0. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Pada pemeriksaan mungkin ditemukan adanyakrepitasi. pergeseran oleh tarikan otot (B) dan koreksi dengan fleksi lutut (C). Gambar skematis fraktur suprakondiler femur (A). 10 pt Gambaran klinis u / =. Font color: Black Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Berdasarkan anamnesis ditemukan riwayat trauma yang disertai pembengkakan dan deformitas pada daerah suprakondiler.

Terapi dilakukan dengan mempergunakan nail-plate dan screw dengan macam-macam tipe yang tersedia (gambar 14. Terapi konservatif • Traksi berimbang dengan mempergunakan bidai Thomas dan penahan lutut Pearson • • Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Cast-bracing Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Spika panggul Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 2.Fraktur tepat di atas kondilus femoris danbersifat melintang atau kominutif.101). Fragmen distal sering miring ke belakang.25" . Terapi operatif Terapi operatif dilakukan pada fraktur terbuka atau adanya pergeseran fraktur yang tidak dapat direduksi secara konservatif.Seluruh femur harus difoto dengan sinar-X agar fraktur proksimal atau dislokasi pinggul tidak terlewatkan. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan 1.Pemeriksaan radiologis Dengan pemeriksaan radiologis dapat ditentukan jenis fraktur. Formatted: Font: (Default) Times New Rom B Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.

Line spacing: single.25" . Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0.Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered.

Gambar 14. Gambaran radiologik fraktur suprakondiler femur dengan pergeseran (A) dan setelah pemasangan nail plate (B).25" .101. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 10 pt Formatted: Right: 0.

karena fraktur ini bersifat intra-artikuler. Komplikasi dini: • • • 2. Not Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Komplikasi lanjut: Malunion Kekakuan sendi lutut Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR SUPRAKONDILER FEMUR DAN FRAKTUR INTERKONDILER Fraktur suprakondiler femur sering bersama-sama dengan fraktur interkondiler yang memberikan masalah pengelolaan yang lebih kompleks. 1.2. seperti pada fraktur suprakondiler dengan indikasi yang sama b.440 4< Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Komplikasi 1. maka sebaiknya dilakukan terapi operatif dengan fiksasi interna yang rigid untuk memperoleh posisi anatomis sendi dan segera dilakukan mobilisasi Formatted: Bullets and Numbering Komplikasi Formatted: Right: 0. Not Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Terapi operatif. Grantham. fraktur suprakondiler dan kondiler dengan sebagian metafisis (bentuk Y) Tipe IIB. Terapi konservatif. fraktur suprakondiler dan kondiler bentuk T Tipe IIHA.25" . sama seperti IIAtetapi bagian metafisis lebih kecil Tipe III. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.102): • • • • Tipe I. 2.1. fraktur suprakondiler komunitif dengan fraktur kondiler yang tidak total Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan a. Shelton (1967) (gambar 14. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Klasifikasi Klasifikasi menurut Neer. • • Penetrasi fragmen fraktur ke kulit yang menyebabkan fraktur menjadi terbuka Trauma pembuluh darah besar Trauma saraf Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.

Trauma pembuluh darah Kaku sendi Osteoartritis lutut Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Tipe I Tipe IIA Tipe IIB Tipe III Gambar 14.103) • • • Tipe I. kombinasi antara sagital dan koronal '•" Formatted: Font: (Default) Times New Roman.25" . Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. 2. fraktur dalam posisi koronal dimana bagian posterior kondilus femur bergeser Tipe III. Gambar skematis klasifikasi fraktur suprakondiler femur dan fraktur interkondiler femur. FRAKTUR KONDILUS FEMUR Klasifikasi (gambar 14. 3. fraktur kondilus dalam posisi sagital Tipe II.1.102.

1. Gambar skematis fraktur kondilus femoris. Fraktur bergeser C. Terapi konservatif. pada fraktur yang tidak bergeser dapat dipergunakan pemasangan gips sirkuler di atas lutut b. 10 pt Gambaran klinis Terdapat trauma pada lutut disertai nyeri dan pembengkakan.Mungkin ditemukan krepitasi dan hemartrosis sendi lutut. mobilisasi dapat segera dilakukan Formatted: Font: (Default) Times New Roman.103. satu kondilus femur dapat mengalami fraktur secara oblik dan bergerak ke atas. 1. atau kedua kondilus dapat pecaqh terbelah sehingga garis fraktur berbentuk T atau Y. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemeriksaan radiologis Sebaiknya dilakukan foto posisi AF? lateral dan oblik untuk melihat posisi fraktur. Pengobatan a.Formatted: Font: (Default) Times New Rom Bab 14 Trauma 441 Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Fraktur koronal Formatted: Font: (Default) Times New Roman. mempergunakan screw agar didapatkan posisi anatomis sendi lutut dan 2. Font color: Auto Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Fraktur kedua kondilus D. Fraktur tidak bergeser B. 2.25" . Terapi operatif. A.

3% dari seluruh dislokasi sendi. 2. : Trauma pembuluh darah dan saraf Malunion . Trauma juga dapat menyebabkan dislokasi yang terjadi disertai dengan kerusakan pada nervus peroneus dan arteri poplitea. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom '"• "=• ''•• Osteoartritis V'' " . Kekakuan sendi lutut ' Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom TRAUMA PADA LUTUT __________" • • ::___________________ DISLOKASI SENDI LUTUT Dislokasi sendi lutut sangat jarang ditemukan dan hanya 2.>0 . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. seperti pada kecelakaan lalu lintas. trauma ini merupakan suatu trauma hebatyang selalu menimbulkan kerusakan pada kapsul. ligamen yang besar dan sendi.Ligamen krusiatum dan satu atau kedua ligamen lateral robek. Dengan tanpa mempertimbangkan jenis dislokasi sendi yang terjadi. Not Italic 4.!-::<->: rr . . Dislokasi dapat bersifat anterior.r..Komplikasi 1.i•. nyeri dan hemartrosis serta deformitas. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. No underline Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. posterior. No underline Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Dislokasi biasanya terjadi apabila penderita mendapat trauma dari depan dengan lutut dalam keadaan fleksi. lateral. medial atau rotasi. V v-n ! Formatted: Font: (Default) Times New Rom 3. Gambaran klinis Adanya trauma pada daerah lutut disertai pembengkakan. Dislokasi anterior lebih sering ditemukan dimana tibia bergerak ke depan terhadap femur. Lutut hanya berdislokasi karena benturan hebat. Formatted: Right: 0.. ..25" .

Not Italic Formatted: Justified. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Roman.104).25" . diagnosis dapat ditegakkan (gambar 14.Arteriografi harus dilakukan.Pemeriksaan Radiologis Selain dislokasi. foto kadang-kadang memperlihatkan fraktur pada spina tibia (avulse ligament krusiatum). Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0.Jika terdapat keraguan mengenai sirkulasi.dDengan foto rontgen.

Pada dislokasi yang lama tidak mungkin dilakukan reduksi sehingga perlu dipertimbangkan Formatted: Right: 0.442 « Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom AB Gambar 14. 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom Apabila setelah reposisi ternyata lutut tidak stabil dalam posisi varus dan valgus. Pengobatan Dislokasi sendi lutut merupakan suatu keadaan yang serius karena dapat menyebabkan kerusakan yang hebat pada pembuluh darah dan saraf serta ligamen. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Gambaran radiologik dislokasi sendi lutut.25" .104. Tindakan reposisi dan manipulasi dengan pembiusan harus dilakukan sesegera mungkin dan dilakukan aspirasi hemartrosis dan setelahnya dipasang bidai gips posisi 10-15° selama satu minggu dan setelah pembengkakan menurun dipasang gips sirkuler di atas lutut selama 7-8 minggu. maka harus dilakukan operas!i untuk perbaikan ligamen.

cara-cara operasi yang sesuai. 1. TipeV Tipe IV Gambar 14.1.Di sebelah proksimal melekat otot kuadriseps dan di bagian distal melekat ligamen patela. fraktur komunitif Tipe V. Gambar skematis jenis-jenis Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified.105. 2. fraktur transversal pada kutub atas/bawah "•:•>• —-••-" Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Tipe II Tipe III fraktur patela. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. fraktur transversal dengan pergeseran Tipe III. Kontraksi yang hebat otot kuadriseps. misalnya menekuk secara keras dan tiba-tiba b.2. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Fraktur patela dapat terjadi dalam dua cara: a. Pattern: Clear (White) Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Tipe IV. fraktur tanpa adanya pergeseran dan bersifat transversal (fraktur crack) Tipe II. fraktur vertikal . FRAKTUR PATELA Patela merupakan tulang sesamoid yang paling besar pada tubuh dan mempunyai fungsi mekanis dalam ekstensi anggota gerak bawah. Jatuh dan mengenai langsung tulang patela Klasifikasi (gambar 14.105) • • • • • Tipe I. s: Formatted: Font: (Default) Times New Roman.25" .

25" . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran klinis Adanya trauma pada daerah lutut disertai pembengkakan. Pemeriksaan radiologis Dengan foto rontgen dapat ditemukan fraktur dan jenis fraktur patela (gambar 14.Pada pemeriksaan didapatkan adanya cekungan dan penderita tidak dapat melakukan ekstensi anggota gerak bawah (gambar 14.Mungkin dapat diraba adanya ruang fragmen patela. Formatted: Right: 0. sedangkan fraktur komunitif terjadi oleh trauma langsung pada patela.107). nyeri dan hemartrosis.Fraktur transversal biasanya disertai dengan robekan dari ekspansi ekstensor.106).Bab 14 Trauma » 443 Fraktur transversal biasanya terjadi oleh kontraksi yang hebat.

Beberapa jenis fraktur patela. 9 pt A-1 A-2 B-1 C-1 C-2 Gambar 14. Fraktur dengan pergeseran (1). Fraktur patela secara klinis tampak adanya cekungan pada daerah lutut (panah).106. Gambaran radiologik fraktur patela yang disertai pergeseran. dilakukan patelektomi (2) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14.108.25" . diberikan gips silinder (2) B. Gambar 14. dilakukan tension band wiring (2) C. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. A.107. Fraktur komunitif (1). Fraktur tanpa pergeseran (1).

baik penguatan kuadriseps maupun gerakan pada sendi lutut. Fraktur yang tidak bergeser Bila ada hemartrosis yang besar. 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan (gambar 14. Fraktur yang bergeser Pada fraktur transversal diperlukan operasi dan rekonstruksi kembali ekspansi ekstensor serta tulang patela dengan menggunakan tension band-wiring (gambar 14. Pada fraktur komunitif terutama pada orang tua dimana rekonstruksi kembali patela tidak mungkin dilakukan. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Fraktur kutub bawah Fragmen kecil yang komunitif dilakukan eksisi dan rekonstruksi kembali ligamen patela. 3. dilakukan aspirasi secara steril dan dipasang gips silinder selama 4-6 minggu. Fisioterapi dapat segera dilakukan setelah operasi. 2. sebaiknya patela dieksisi.444 4<Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Gambar 14.25" . 4. Gambaran radiologik rekonstruksi patela dengan tension band wiring.108) 1.109. Fisioterapi dilakukan selama gips terpasang. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Komplikasi Formatted: Right: 0.109). Fraktur komunitif .

Formatted: Font: (Default) Times New Roman. juga dilakukan pengobatan fraktur patela. Osteoartritis patelofemoral.' vf Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom TRAUMA PADA MEKANISME EKSTENSOR LUTUT Trauma aparatus kuadriseps akan menimbulkan robekan atau fraktur pada patela. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.a. Pada keadaan ini dapat terjadi: 1. . Kekakuan sendi lutut Nonunion . Robekan pada kutub atas patela Robekan pada kutub bawah pada perlekatan dengan tuberositas tibia Robekan disertai fraktur patela Pada robekan kutub atas patela dan robekan pada kutub bawah pada perlekatan dengan tuberositas tibia (nomor 1 & 2). di ssamping dilakukan penjahitan mekanisme ekstensor lutut. 1. Pada robekan disertai fraktur patela (nomor 3). apabila tidak dilakukan reposisi patela yang akurat. Formatted: Font: (Default) Times New Rom 3. 3. maka akan terjadi diskonkruensi/ketidaksesuaian antara patela dan kondilus femur Formatted: Bullets and Numbering 2. pengobatan berupa penjahitan ligamen patela dan imobilisasi dengan gips silinder. 2. 4. Gangguan fleksi ekstensi Gangguan fleksi ekstensi terjadi apabila tidak dilakukan fisioterapi serta adanya kerusakan pada ekspansi ekstensor yang tidak dilakukan koreksi penjahitan. j.25" .1.

Pengobatan Setelah dilakukan reposisi sebaiknya dipertahankan dengan gips silinder selama 6 minggu.Reposisi dapat terjadi secara spontan atau dilakukan secara manual. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Dislokasi akut Dislokasi akut biasanya terjadi pada saat lutut dalam posisi fleksi atau semi fleksi dan patela bergeser ke arah lateral dari kondilus femur . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Gambaranklinis Gambaran klinis pada dislokasi akut adalah sendi lutut tidak dapat diekstensikan. berupa: 1.Bab 14 Trauma » 445 DISLOKASI PATELA Dislokasi patela biasanya terjadi ke arah lateral.25" .

Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 2. Formatted: Font: (Default) Times New Rom 3. Dislokasi rekuren Dislokasi rekuren sering terjadi pada wanita dewasa muda. Dislokasi habitual Dislokasi habitual lebih jarang ditemukan dan biasanya terjadi pada anak-anak. Robekan pada ligamen lateral (dengan atau tanpa robekan ligamen krusiatum) Formatted: Font: (Default) Times New Rom 3. Robekan pada ligamen medial (dengan atau tanpa robekan ligamen krusiatum) Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Robekan pada ligamen krusiatum semata-mata Robekan tidak total (strain) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. ROBEKAN LIGAMEN PADA LUTUT Robekan ligamen pada lutut biasanya terjadi pada atlet dan olahragawan.25" .Penyebab utama adalah pemendekan otot kuadrisep terutama komponen vastus lateralis karena fibrosis setelah injeksi muskulus kuadrisep. 4.2. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Penyebabnya • • • Kedangkalan lekukan interkondiler femur Letak patela yang tinggi dan kecil Genu valgum Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Apabila terjadi dislokasi yang berulang-ulang maka dianjurkan untuk operasi. dapat menimbulkan masalah gawat berupa kecacatan disertai ketidakmampuan untuk berolahraga secara profesional. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Pengobatan dengan operasi. Trauma ligamen pada lutut dibagi dalam empat kelompok. yaitu: 1.

Robekan terjadi sewaktu tibia mengalami abduksi pada femur disertai trauma rotasi (gambar 14. Robekan pada ligamen krusiatum anterior.Nyeri tekan bagian medial pada daerah ligamen medial terutama bagian proksimal yang melekat pada femur. c. Robekan pada ligamen medial Mekanisme trauma Robekan pada ligamen medial lebih sering ditemukan. b. Formatted: Right: 0. yaitu: a. Gambaran klinis Pembengkakan pada lutut disertai efusi pada sendi lutut. Robekan pada selaput sendi bagian superfisial b.110). a. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.c. Not Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Urutan robekan ligamen tergantung beratnya trauma.1. terjadi apabila trauma berlanjut dengan tibia d. rotasi ke arah eksterna Formatted: Bullets and Numbering Robekan ligamen kolateral medial dan krusiatum anterior dapat disertai dengan robekan meniskus medialis dan disebut Trias ODonoghue. Robekan pada ligamen kolateral medial c.25" .

110.25" .Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 446 44 Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Gambar 14. Gambar skematis ruptur ligamen medial karena trauma abduksi. 10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Formatted: Font: (Default) Times New Roman.

Pemeriksaan radiologis Pemeriksaan radiologis dilakukan di bawah pembiusan dengan foto AP dan foto stres AP Pada foto AP mungkin ditemukan avulsi disertai fragmen kecil tulang. Konservatif Bila robekan tidak hebat (tidak total) dapat dilakukan aspirasi lutut dan pemasangan gips silinder.Bergesernya bagian proksimal medial dari tibia terhadap femur menunjukkan robekan pada ligamen medial saja. Robekan pada ligamen krusiatum Robekan ligamen krusiatum anterior dapat bersama-sama dengan robekan ligamen kolateral medial. Hal ini terjadi karena pergerakan bagian proksimal tibia terhadap femur ke depan secara keras atau terjadi karena lutut dalam keadaan hiperekstensi. Robekan ligamen krusiatum posterior terjadi akibat pergerakan hebat bagian proksimal tibia ke belakang terhadap femur. 3. apabila pergeseran lebih hebat maka mungkin terjadi juga robekan pada ligamen krusiatum. Operatif Tindakan operatif dilakukan apabila terdapat robekan yang besar dengan penjahitan pada ligamen yang robek. Pengobatan a.Untuk menentukan stabilitas sendi dapat dilakukan tes drawer dan tes menurut Formatted: Font: (Default) Times New Rom Lachman.Pemeriksaan artroskopi dapat menentukan kelainan-kelainan yang terjadi. 2. Robekan pada ligamen lateral Robekan pada ligamen lateral lebih jarang ditemukan dan terjadi akibat adduksi tibia terhadap femur (strain varus).25" . b. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Diagnosis Dalam keadaan normal ligamen krusiatum anterior (insersinya di bagian depan tibia) mencegah pergerakan tibia ke depan terhadap femur sedangkan Formatted: Right: 0.

Pemeriksaan ligamen krusiatum dilakukan dengan penderita dalam posisi berbaring j terlentang. lutut fleksi kira-kira 90°.25" . Formatted: Right: 0. Tungkai bawah dipegang di bagian proksimal tibia dan ditarik ke depan atau didorong ke belakang. maka . Instabilitas sendi dapat ditunjukkan dengan menggerakkan bagian proksimal tibia ke depan dengan lutut dalam posisi fleksi 10-20° (tes menurut Lachman). terdapat robekan pada ligamen kruasiatum anterior dan apabila pergerakan ke belakang bebas maka terdapat robekan pada ligamen krusiatum posterior. Apabila pergerakan ke depan bebas.ligamen krusiatum posterior (insersinya di bagian belakang tibia) mencegah pergerakan tibia ke belakang. Gejala ini disebut drawer sign (simptom laci).

Bab 14 Trauma » 447 Pengobatan Pengobatan pada robekan ligamen krusiatum anterior dengan cara operasi! dan rekonstruksi kembali biasanya kurang memuaskan. Formatted: Right: 0. Dengan pemeriksaan stres. Operasi dapat secara terbuka atau dengan mempergunakan alat artroskop. Gambaran klinis Pada anamnesis ditemukan adanya riwayat trauma abduksi atau adduksi disertai nyeri pada daerah ligamen. Formatted: Font: (Default) Times New Rom 4.25" . Pengobatan pada robekan ligamen krusiatum posterior dapat dilakukan rekonstruksi dari ligamen sendiri atau dengan operasi lain yang memberikan stabilitas pada sendi. Strain ligamen medial dan lateral Strain terjadi bila trauma yang ada tidak cukup kuat untuk menyebabkan suatu robekan total pada ligamen ini. Strain pada ligamen medial lebih sering terjadi daripada ligamen lateral. Terdapat pembengkakan pada daerah lutut serta nyeri tekan pada daerah ligamen yang terkena. penderita mengeluh lebih sakit tetapi sendi lutut stabil. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Robekan pada bagian medial terjadi karena trauma abduksi sedangkan robekan bagian lateral karena trauma adduksi. Mungkin ditemukan sedikit cairan dalam sendi lutut.

Patologi Robekan pada meniskus biasanya menurut garis longitudinal sepanjang meniskus.Robekan meniskus medialis lebih sering terjadi daripada robekan meniskus lateralis.25" . Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 3.-'•' Formatted: Font: (Default) Times New Rom Klasifikasi (gambar 14. Bucket-handle Robekan tanduk posterior Robekan tanduk anterior Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. 2. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Robekan terjadi apabila ada trauma rotasi dimana lutut dalam posisi semi fleksi atau fleksi. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Pemakaian gips silinder selama 23 minggu. kebanyakan mengenai usia di bawah 45 tahun.Pemeriksaan artroskopi dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis.Meniskus hampir tidak mempunyai vaskularisasi sehingga apabila terdapat robekan biasanya tidak disertai dengan hemartrosis. Meniskus terdiri atas meniskus medialis dan meniskus lateralis. tetapi cairan yang terjadi adalah reaksi terhadap trauma (inflamasi).111) 1. ROBEKAN MENISKUS Robekan meniskus (tulang rawan semilunar) sering ditemukan pada atlet. terutama pemain sepak bola.

10 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified.25" . Bucket-handle. A. Robekan tanduk posterior. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. C.111.Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. B. Robekan tanduk anterior. Gambar skematis tiga jenis robekan pada meniskus.

448 44 Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Gambaran klinis Pada anamnesis terdapat riwayat trauma dan pembengkakan pada lutut tidak terjadi segera setelah trauma.Pembengkakan biasanya terjadi setelah 24 jam.Terdapat nyeri pada daerah sela sendi dimana terjadi robekan.Mungkin dapat terjadi locking yaitu lutut tiba-tiba tidak dapat diekstensikan karena adanya bagian meniskus yang terjebak dalam ruang sendi.Pada pemeriksaan ditemukan atrofi otot kuadrisep, adanya cairan dalam sendi, nyeri tekan pada daerah robekan meniskus medial atau lateral. Pemeriksaan untuk menentukan adanya robekan pada meniskus, yaitu: 1. Tes Mc e Murray Penderita berbaring terlentang, lutut difleksikan 90° dan tungkai bawah dipegang.Dilakukan eksorotasi maksimal kemudian tungkai diluruskan sambil mempertahankan eksorotasi dan demikian pula pada endorotasi maksimal (gambar 4.41).Pada kerusakan meniskus penderita mengalami nyeri atau pada perabaan terdengar bunyi 'klik'.Pemeriksaan ini terutama untuk menentukan adanya robekan meniskus medialis yaitu tanduk posterior atau bucket-handle. 2. TesgrindingmenurutApley Penderita tidur tengkurap, lutut difleksikan 90° dan dilakukan penekanan pada kaki dan dieksorotasi dan endorotasikan yang akan memberikan relaksasi pada ligamen krusiatum tetapi dapat menimbulkan rasa nyeri pada meniskus. 3. Tes distraksi Penderita tidur tengkurap, lutut difleksikan 90° dan dilakukan tarikan ke atas dengan memegang kaki. Terjadi pembebasan meniskus dan penegangan ligamen krusiatum yang akan menimbulkan nyeri apabila terdapat robekan pada ligamen krusiatum. Tes ini untuk membedakan apakah robekan pada meniskus atau pada ligamen krusiatum. 4. Pemeriksaan tambahan • Artrografi Dengan pemeriksaan ini dapat dibedakan antara robekan meniskus atau meniskus diskoid. •

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Not Italic

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Artroskopi

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.25"

Artroskopi saat ini sudah merupakan pemeriksaan rutin di beberapa pusat bila terjadi trauma pada lutut dan dengan pemeriksaan ini diagnosis yang akurat dapat dilakukan.Selain itu, dengan alat artroskop dapat dilakukan tindakan operatif.

Pengobatan Robekan pada meniskus sebaiknya dilakukan penjahitan tanpa

membuang meniskus apabila masih dapat dipertahankan, karena pengeluaran meniskus akan mempercepat terjadinya osteoartritis di kemudian hari. Dengan alat artroskopi dapat dilakukan penjahitan meniskus atau pengeluaran sebagian meniskus (partial menisectomy) dengan pemulihan rehabilitasi yang cepat. Indikasi operasi meniskus: 1. Locking yang berulang-ulang dan tindakan operasi dapat memberikan jalan keluar

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

2.

Nyeri yang terus menerus

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

3. // o1. o 2. o3. o 4. o 5. 6. o7.

Atlet profesionalprofessional
; Diagnosis

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

banding
Formatted: Bullets and Numbering

1. Benda asing dalam ruang sendi, osteokondritis disekan, sinovial kondromatosis, osteoartritis lutut. 2. Meniskus diskoid (meniskus yang tebal secara bawaan)

Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Font color: Auto

3. Dislokasi patela rekuren " 4. Fraktur spina tibia

i

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Font color: Auto

5. Trauma pada ligamen krusiatum( 6.
y

. ,. :

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Kondromalasia patela "". '.-.'V^--."'.^.-'''•.^. '"•• "'-*• •'-'.'-..,' 7 Kista meniscus

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Not Superscript/ Subscript

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.25"

Bab 14 Trauma » 449 FRAKTUR TIBIA DAN FIBULA Fraktur tibia dan fibula dapat terjadi pada bagian proksimal (kondilus), diafisis atau persendian pergelangan kaki (gambar 14.112).

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Bold

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Gambar 14.112. Klasifikasi fraktur pada tibia dan fibula. 1. Fraktur kondilus 2. Fraktur diafisis 3. Fraktur dan fraktur dislokasi pada pergelangan kaki FRAKTUR KONDILUS TIBIA Fraktur kondilus tibia lebih sering mengenai kondilus lateralis daripada medialis serta fraktur pada kedua kondilus.
Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Bold

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Mekanisme trauma Fraktur kondilus lateralis terjadi karena adanya trauma abduksi tibia terhadap femur dimana kaki terfiksasi pada dasar, misalnya trauma sewaktu mengendarai mobil (gambar 14.113).

Klasifikasi Sederhana (Adam) (gambar 14.114) 1. 2. 3. Fraktur kompresi komunitif Tipe depresi plateau Fraktur oblik

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Klasifikasi kompleks (Rokcwood)

Formatted: Right: 0.25"

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Fraktur yang tidak bergeser Kompresi lokal Kompresi split Depresi total kondiler Fraktur split Fraktur komunitif Fraktur tidak bergeser apabila depresi kurang dari 4 mm, sedangkan yang

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

bergeser apabila depresi melebihi 4 mm. -,,.,«• „!•,,,-,.o••,•.** ••.->

GambarankKlinis <

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Pada anamnesis terdapat riwayat trauma pada lutut, pembengkakan dan nyeri serta hemartrosis. Terdapat gangguan dalam pergerakan sendi lutut. ...
;

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

,

Pemeriksaan Rradiologis Dengan foto rontgen posisi AP dan lateral dapat diketahui jenis fraktur (gambar 14.115), tetapi kadang-kadang diperlukan pulafoto oblik dan pemeriksaan laminagram.
Formatted: Pattern: Clear (White)

Formatted: Right: 0.25"

Formatted: Centered, Pattern: Clear (White

Formatted: Right: 0.25"

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

450 4<Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Gambar 14.113. Gambar skematis mekanisme terjadinya fraktur kondilus lateralis tibia. Gambar 14.114. Tiga jenis fraktur kondilus lateralis tibia. 1. Fraktur dengan kompresi 2. Fraktur tibia/plateau dengan fragmen besar dan kompresi 3. Fraktur oblik Gambar 14.115. Gambaran radiologik fraktur kondilus lateralis. ; Pengobatan . • » s
;>

'

^

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

1.

Konservatif Pada fraktur yang tidak bergeser dimana depresi kurang dari 4 mm dapat dilakukan beberapa pilihan pengobatan, antara lain: • • • Verbanelastis :::!. . ., .::... Traksi Gips sirkuler K ...... , ,
:

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

• ..

•, —

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Prinsip pengobatan adalah mencegah bertambahnya depresi, tidak menahan beban dan segera mobilisasi pada sendi lutut agar tidak terjadi kekakuan sendi.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Font: (Default) Times New Rom

Formatted: Right: 0.25"

Osteoartritis. sehingga fraktur tidak terjadi pada ketinggian yang sama. Formatted: Right: 0. terjadi oleh karena depresi yang tidak direduksi dengan baik 2. terjadi karena adanya kerusakan pada permukaan sendi sehingga bersifat ireguler yang menyebabkan inkonkruensi sendi lutut Formatted: Bullets and Numbering FRAKTUR KONDILUS MEDIALIS Sama seperti pada fraktur kondilus lateralis tetapi lebih jarang ditemukan. Genu valgum. sedangkan trauma rotasi akan menimbulkan fraktur tipe spiral. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR DIAFISIS TIBIA DAN ATAU FIBULA Fraktur diafisis tibia dan fibula lebih sering ditemukan bersama-sama. Pada fraktur split dapat dilakukan pemasangan screw atau kombinasi screw dan plate untuk menahan bagian fragmen terhadap tibia. Penyebab utama terjadinya fraktur adalah akibat kecelakaan lalu lintas. o2. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Komplikasi o1. Kekakuan lutut.116). 1. terjadi karena tidak dilakukan latihan yang lebih awal 3. Fraktur tibia biasanya terjadi pada batas antara 1/3 bagian tengah dan 1/3 bagian distal sedangkan fraktur fibula pada batas 1/3 bagian tengah dengan 1/3 bagian proksimal. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Fraktur diafisis tibia dan fibula terjadi karena adanya trauma angulasi yang akan menimbulkan fraktur tipe transversal atau oblik pendek.Fraktur dapat juga terjadi hanya pada tibia atau fibula saja. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Operatif Depresi yang lebih dari 4 mm dilakukan operas! dengan mengangkat bagian depresi dan ditopang dengan bone graft. Tungkai bawah bagian depan sangat sedikit ditutupi otot sehingga fraktur pada daerah tibia sering bersifat terbuka (gambar 14.Bab 14 Trauma » 451 2. Formatted: Font: (Default) Times New Roman.25" . o3.

apakah fraktur pada tibia dan fibula atau hanya pada tibia saja atau fibula saja (gambar 14.117).Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. nyeri dan sering ditemukan penonjolan tulang keluar kulit. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Juga dapat ditentukan apakah fraktur bersifat segmental.25" . Fraktur terbuka grade Gambaranklinis Ditemukan gejala fraktur berupa pembengkakan.116. Pattern: Clear (White Formatted: Right: 0. jenis fraktur. Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Centered. 9 pt Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemeriksaan radiologis Dengan pemeriksaan radiologis dapat ditentukan lokalisasi fraktur.

-.• . '.•.Formatted Formatted Formatted Formatted 452 « Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Gambar 14. .:. Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Cast bracingadalab teknik pemasangan gips sirkuler dengan tumpuan padatendo patela (gips Sarmiento) yang biasanya dipergunakan setelah pembengkakan mereda atau telah terjadi union secara fibrosa.. -.-:.«....T.:. Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Pengobatan(gambar 14.. -• : '••'..-.->': • :.!••-...••• •>':. .&r•.118) 1.• .•..• •-: • •. Formatted Formatted Formatted Tidak ada angulasi Formatted Formatted Tidak adarotasi Formatted Formatted Formatted Apabila ada angulasi. • ... 2..117..... tt Prinsip reposisi: v • • • • . i Pengobatan standar dengan cara konservatif berupa reduksi fraktur dengan dengan pembiusan umum.. Konservatif.. sehingga mungkin diperlukan tindakan operasi.. dipasang sampai di ! ataslutut..rii/ ..-.-. Operatif Terapi operatif dilakukan pada: • • • Fraktur terbuka Kegagalan dalam terapi konservatif Fraktur tidak stabil Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted ..-.'!'.!••: .-. : T~ •:. .•/' Fraktur tertutupi( .j:. dapat dilakukan koreksi setelah 3 minggu (union secara fibrosa).. .-•: . Pemasangan gips sirkuler Formatted Formatted manipulasi tertutup r Formatted Formatted Formatted untuk imobilisasi. Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Adakontak 70% atau lebih ••....: ^.::.:. Pada fraktur oblik atau spiral imobilisasi dengan gips biasanya sulit dipertahankan.. Beberapa gambaran radiologik fraktur tibia dan fibula... r .• it?-. • •.118)(gambar 14.

... Pattern: Clear (White Formatted: Right: 0.-.-.] Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom hebat atau hilangnya fragmen tulang ... Adanya nonunion Metode pengobatan operatif: Pemasangan plate dan screw Nail intrameduler ..--. ....25" ._. -• Pemasangan screw semata-mata ' Pemasangan fiksasi eksterna.. ... Indikasi pemasangan fiksasi eksterna pada fraktur tibia: o Fraktur tibia terbuka grade II dan III terutama apabila terdapat kerusakan jaringan yang ...^^. ..-o Pseudoartrosis yang mengalami infeksi (infected Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom pseudoarthrosis) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered.... . . ..••....• • • • • ^ t..-..-r.. ... .....

5.Bab 14 Trauma » 453 CD Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. Komplikasi fraktur tibia. Komplikasi (gambar 14. infeksi (A) dan malunion (B). Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Gangguan ini biasanya disebabkan karena adanya adhesi pada otot-otot tungkai bawah.119. Beberapa tindakan pengobatan pada fraktur tibia.25" . pemasangan gips (A). 6. Infeksi Delayed union atau nonunion Malunion Kerusakan pembuluh darah (sindroma kompartemen anterior) Trauma saraf terutama pada nervus peroneal komunis Gangguan pergerakan sendi pergelangan kaki.118. plate dan screw(B) dan fiksasi eksterna (C & D). 2. 3. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. 4.119) 1.

Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Roman. dapat terjadi dalam beberapa macam trauma (gambar 14. Trauma abduksi Trauma abduksi akan menimbulkan fraktur pada maleolus lateralis yang bersifat oblik. Pattern: Clear (White) FRAKTUR DAN FRAKTUR DISLOKASI SENDI PERGELANGAN KAKI Pergelangan kaki merupakan sendi yang kompleks dan penopang badan dimana talus duduk dan dilindungi oleh maleolus lateralis dan medialis yang diikat dengan ligamen. 1. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified.454 44 Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi FRAKTUR TIBIA SEMATA-MATA ATAU FIBULA SEMATA-MATA Fraktur tibia atau fibula semata-mata perlu diwaspadai sebab sering mengganggu terjadinya union hingga diperlukan osteotomi pada salah satu tulang. 2. Trauma adduksi Trauma adduksi akan menimbulkan fraktur maleolus medialis yang bersifat oblik atau avulsi maleolus lateralis atau keduanya. tergantung dari beratnya trauma. fraktur pada maleolus medialis yang bersifat avulsi atau robekan pada ligamen bagian medial.Dahulu.120). Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Fraktur maleolus dengan atau tanpa subluksasi dari talus. 1 pt. fraktur sekitar pergelangan kaki disebut sebagai fraktur Pott. Trauma adduksi juga bisa hanya menyebabkan strain atau robekan pada ligamen lateral.25" .

yang merupakan pedoman penting untuk tindakan pengobatan atau manipulasi yang dilakukan.120. Gambar skematis mekanisme terjadinya trauma pada fraktur maleolus. Klasifikasi lain yang lebih sederhana.Apabila trauma lebih hebat dapat disertai dengan dislokasi talus. ABC D Gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Trauma rotasi eksterna Trauma rotasi eksterna biasanya disertai dengan trauma abduksi dan terjadi fraktur pada fibula di atas sindesmosis yang disertai dengan robekan ligamen medial atau fraktur avulsi pada maleolus medialis.25" . Trauma kompresi vertikal Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pada kompresi vertikal dapat terjadi fraktur tibia distal bagian depan disertai dengan dislokasi talus ke depan atau terjadi fraktur komunitif disertai dengan robekan diastasis. dimana fibula merupakan tulang yang penting dalam stabilitas dari kedudukan sendi berdasarkan atas lokalisasi fraktur terhadap sindesmosis tibiofibular. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 4. menurut Danis & Weber (1991). Formatted: Font: (Default) Times New Rom Klasifikasi Lauge-Hansen (1950) mengklasifikasikan menurut patogenesis terjadinya pergeseran dari fraktur.3.

A. Trauma adduksi.25" . D. Klasifikasi terdiri atas (gambar 14.121): • • Tipe A. fraktur maleolus lateralis yang bersifat oblik disertai avulsi maleolus medialis dimana sering disertai dengan robekan dari ligamen tibiofibular bagian depan • Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Tipe C. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. Pada tipe C terjadi robekan pada sindesmosis. Trauma rotasi dan eksternal. fraktur maleolus di bawah sindesmosis Tipe B. Trauma abduksi.Jenis tipe C ini juga dikenal sebagai fraktur Dupuytren. C. B. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Trauma kompresi. fraktur fibula di atas sindesmosis dan atau disertai avulsi dari tibia disertai fraktur Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom atau robekan pada maleolus medialis.

Pemeriksaan radiologis Dengan pemeriksaan radiologis dapat ditentukan jenis-jenis fraktur dan mekanisme terjadinya trauma(gambar 14. lateral dan setengah oblik dari gambaran posisi pergelangan kaki. yaitu antero-posterior. kebiruan atau deformitas. Yang penting diperhatikan adalah lokalisasi dari nyeri tekan apakah pada daerah tulang atau pada ligamen. sehingga secara klinis harus diperhatikan. ABC Formatted: Right: 0. Sering fraktur terjadi pada fibula proksimal. Gambaranklinis Ditemukan adanya pembengkakan pada pergelangan kaki.122).25" . Formatted: Font: (Default) Times New Rom 123 4 Gambar 14.Bab 14 Trauma » 455 Formatted: Font: (Default) Times New Rom Klasifikasi ini penting artinya dalam tindakan pengobatan oleh karena selain fraktur juga perlu dilakukan tindakan pada ligamen. Gambar skematis klasifikasi menurut Danis-Weber. tipe B (2) dan tipe C (3 & 4).121. Foto rontgen perlu dibuat sekurang-kurangnya tiga proyeksi. tipe A (1).

Tindakan pengobatan terdiri atas: • 1. Konservatif. berupa pemasangan gips sirkuler di bawah lutut. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Dilakukan pada fraktur yang tidak bergeser. Pengobatan Fraktur dislokasi pada sendi pergelangan kaki merupakan fraktur intra-artikuler sehingga diperlukan reduksi secara anatomis dan akurat serta mobilisasi sendi yang sesegera mungkin. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified.25" .Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14.122 Gambaran radiologik fraktur dan dislokasi pergelangan kaki sesuai klasifikasi Danis-Weber. Formatted: Right: 0.

yaitu: • • Panj'ang fibula harus direstorasi sesuai panjang anatomis Talus harus duduk sesuai sendi dimana talus dan permukaan tibia duduk paralel • • • • • Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Vaskuler Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Italic Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.25" . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Komplikasi 1. Italic Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Ruang sendi bagian medial harus terkoreksi sampai normal (4 mm) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pada foto oblik tidak nampak adanya diastasis tibiofibula Formatted: Font: (Default) Times New Rom Tindakan operasi terdiriatas: Pemasangan screw (maleolar) Pemasangan tens/on band wiring Pemasangan plate dan screw Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom A B Gambar 14.123). apakah ada robekan pada ligamen atau diastasis pada tibiofibula serta adanya dislokasi talus (gambar 14.Beberapa hal yang penting diperhatikan pada reduksi.123 Tindakan operasi berupa pemasangan screw (A) dan tension band wiring (B}. Operatif Terapi operatif dilakukan berdasarkan kelainan-kelainan yang ditemukan apakah hanya fraktur semata-mata.456 44 Pengantar Iltnu Bedah Ortopedi 2.

4. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. 5. Malunion Reduksi yang tidak komplit akan menyebabkan posisi persendian yang tidak akurat yang akan menimbulkan osteoartritis. sehingga harus dilakukan reposisi secepatnya. terdapat pembengkakan dan nyeri tekan di sekitar pergelangan kaki.Apabila terjadi fraktur subluksasi yang hebat maka dapat terjadi gangguan pembuluh darah yang segera.25" . Kekakuan yang hebat pada sendi<"••"'•-'•' ' : = •• Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. Osteoartritis Algodistrofi Algodistrofi adalah komplikasi dimana penderita mengeluh nyeri. 3.Dapat terjadi perubahan trofik dan osteoporosis yang hebat. 2.

Robekan pada ligamen lateral .. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis. No underline Formatted: Font: (Default) Times New Roman. muskulus soleus dan muskulus plantaris. Bold.„.... -. Formatted: Right: 0.„. bola basket dan badminton. melompat atau berolahraga seperti main tenis. Pengobatan seperti pada robekan ligamen lateral. Robekan pada ligamen lateral dapat bersifat:. Pengobatan dengan pemasangan verban elastis atau pemasangan gips di bawah lutut. • Robekan ligamen total Trauma adduksi yang hebat dapat menyebabkan robekan total pada ligamen lateral. 2. . bisa bersifat total atau parsial.. Robekan pada ligamen medial (ligamen deltoid) Robekan terjadi karena adanya trauma abduksi. • Robekan ligamen parsial (strain) Diagnosis strain ligamen lateral sama dengan yang total tetapi dengan pemeriksaan foto stres tidak ditemukan adanya robekan.. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom pemeriksaan klinik serta foto stres pada pergelangan kaki.. ROBEKAN TENDO KALKANEUS Tendo kalkaneus (tendo Achilles) dibentuk oleh muskulus gastroknemius. Ruptur tendo Achilles merupakan ruptur yang paling sering ditemukan pada atlet..Bab 14 Trauma » 457 TRAUMA JARINGAN LUNAK PAD A PERGELANSAN KAKI ROBEKAN LIGAMEN PADA PERGELANGAN KAKI 1.. Patologi Tendo mulai mengalami perubahan degenerasi pada umur 2530 tahun.. Pengobatan dilakukan dengan restorasi ligamen secara konservatif atau operatif. Mekanisme trauma Robekan tendo kalkaneus terjadi pada saat berlari. Robekan dapat bersama-sama dengan lepasnya fragmen kecil dari maleolus medialis (avulsi). bola voli.. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman._.25" Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom ... Robekan tendo kalkaneus biasanya terjadi 5 cm di atas insersinya atau tepat pada perlekatannya di kalkaneus. .

Pada robekan yang lama juga dilakukan penjahitan tendo dengan mempergunakan teknik Lindholm. 2. Gambaran klinis Penderita datang dengan keluhan tiba-tiba sakit pada daerah tendo Achilles atau mungkin mendengar adanya robekan pada saat berolahraga. nyeri tekan dan pembengkakan pada daerah Achilles dan mungkin teraba adanya ruang antara kedua tendo.25" . Olahraga berat tidak boleh dilakukan selama 6 bulan. Pemeriksaan Thompson (test Simmond) Penderita tidur tengkurap dengan kedua kaki di pinggir tempat tidur. Pasca operasi dilakukan fisioterapi dan memakai sepatu yang tumitnya ditinggikan selama beberapa bulan. Pengobatan 1. Konservatif •' Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pada robekan parsial dilakukan pemasangan gips sirkuler di atas lutut selama 46 minggu dalam posisi fleksi 30-40o pada lutut dan fleksi plantar pada pergelangan kaki. Dilakukan kompresi pada otot betis. Operatif ' Pada robekan total dilakukan penjahitan tendo Achilles danpemasangan gips seperti di atas. Formatted: Right: 0. Penderita tidak dapat jalan.Robekan dapat pula terjadi hanya pada muskulus plantaris pada batas antara otot dan tendo. Pada otot yang normal terjadi fleksi plantar kaki dan bila terjadi robekan maka tidak terjadi fleksi plantar (tes positif).

458 44 Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi TRAUMA PADA KAKI FRAKTUR TALUS Talus merupakan suatu tulang yang bersendi pada bagian distal tibia dan di sebelah proksimal kalkaneus serta tulang tarsal lainnya.25" . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.

Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Hampir semua fraktur kalkaneus terjadi karena jatuh dari ketinggian dengan tumit terlebih dahulu sehingga dapat terjadi fraktur pada kedua kalkaneus. 2. Nonunion Nekrosis avaskuler Osteoartritis Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR KALKANEUS Fraktur kalkaneus dapat berupa: . Isolatic crac/c atau adanya fraktur kecil tan pa pergeseran fragmen „. . Komplikasi 1.Beratnya fraktur tergantung dari ketinggian dan trauma yang terjadi. Fraktur kompresi yang menyebabkan tulang kalkaneus terpilah-pilah Formatted: Font: (Default) Times New Roman.. 1. Pengobatan Fraktur yang tidak bergeser diobati dengan pemasangan gips sirkuler.25" .-. 3. Formatted: Right: 0. . .Mekanisme trauma Pada umumnya fraktur terjadi karena jatuh dengan kaki dari ketinggian misalnya pada kecelakaan pesawat terbang. : Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran klinis Pembengkakan dan nyeri pada daerah pergelangan kaki. • '<-. 2.Fraktur terutama terjadi pada leher talus.. Fraktur dengan pergeseran fragmen terutama yang mengenai permukaan sendi sebaiknya dilakukan operasi. . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemeriksaan radiologis Dengan pemeriksaan radiologis dapat ditentukan lokalisasi dan jenis fraktur.

Klasifikasi 1. 3. Operatif '•'••--"•' • Tindakan operatif berupa reduksi terbuka dan pemasangan bone graft terutama untuk fraktur yang bergeser dan mengenai permukaan sendi • Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Reduksi dengan mempergunakan pin kecil untuk elevasi fraktur Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified.25" .124) atau hanya berupa suatu fraktur sederhana (simple crack). '• Fraktur kalkaneus komunitif • .. komunitif (gambar 14..• Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom ' ' ' -' ••'• ' . Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. 4. :: Formatted: Font: (Default) Times New Rom Fraktur avulsi tuberositas kalkaneus Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran klinis Fraktur kalkaneus biasanya didahului dengan trauma jatuh dari ketinggian disertai pembengkakan. kebiruan pada daerah tumit serta nyeri. 2. tanpa menekan kalkaneus dan segera mobilisasi serta elevasi kaki. Pengobatan 1. 2. . Fraktur kalkaneus ekstraartikuler Fraktur kalkaneus intraartikuler . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemeriksaan radiologis Dengan pemeriksaan radiologis dapat diketahui apakah fraktur bergeser.•:. Formatted: Font: (Default) Times New Rom • " 'v: i:! Formatted: Font: (Default) Times New Rom '•••' = :. Konservatif Fraktur dengan simple crack cukup dengan pemberian verban elastis.

Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Fraktur basis metatarsal V Fraktur basis metatarsal V sering ditemukan.Ditemukan nyeri tekan pada daerah Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 2. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. kecuali bila ada pergeseran fraktur yang hebat maka diperlukan tindakan operatif. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR TULANG-TULANG METATARSAL DAN FALANGS KAKI Fraktur metatarsal disebabkan karena trauma langsung akibat kejatuhan benda berat. karena tarikan otot pada trauma rotasi dan dapat pula karena fraktur stres (March fracture). Komplikasi 1.Bab 14 Trauma » 459 Gambar 14.25" . Fraktur Metatarsal (gambar 14. Kekakuan pada sendi subtalar dan sendi midtarsal Osteoartritis sendi subtalar Malunion Nyeri karena kaki berbentuk ceper Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR TULANG TARSAL LAINNYA Fraktur tulang tarsal lainnya seperti tulang navikular. Pengobatan biasanya secara konservatif dengan verban elastis atau gips sirkuler. kuboid dan kuneiform dapat terjadi karena trauma langsung akibat kejatuhan benda berat.124 Gambaran Radiologik fraktur kalkaneus Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom .125) Fraktur metatarsal dapat terjadi pada: 1. biasanya terjadi karena trauma rotasi yang dipaksakan dalam posisi inversi. 4. 3.

2.126).Fraktur bisa tunggal dan bisa juga pada beberapa metatarsal (gambar 14. Fraktur diafisis metatarsal Fraktur diafisis metatarsal juga dapat terjadi karena trauma langsung akibat kejatuhan benda berat. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.25" . Pengobatan sebaiknya dengan gips sirkuler untuk mengurangi nyeri.basis metatarsal V Pemeriksaan radiologis dapat menentukan diagnosis. Fraktur leher metatarsal Fraktur leher metatarsal dapat terjadi pada metatarsal dengan trauma yang sama pada diafisis. 3.

Pattern: Clear (White Formatted: Right: 0. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered.Pengobatan Pengobatan fraktur yang tidak bergeser ditujukan untuk mengurangi nyeri dengan memasang verban elastis atau pemasangan gips sirkuler selama 3-4 minggu. Fraktur dengan pergeseran yang hebat sebaiknya dilakukan operasi dengan memasang K-wire.25" .

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. .. .. ..125....-. Beberapa lokalisasi fraktur metatarsal. ....qLb '•:•:••.126.. Fraktur basis metatarsal.. fraktur dan dislokasi (B) dan gambaran radiologik setelah pemasangan K-wire(C).„.lie .. Fraktur leher metatarsal.. A...-vC. fraktur (A). A •.! Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14.. -...>•'.Formatted: Font: (Default) Times New Rom 460 44 Pengantar llmu Bedah Ortopedi Gambar 14.25" ."..Mf:vl? B ••-:.. Gambaran radiologik fraktur dan dislokasi metatarsal. C. Fraktur diafisis metatarsal.. Fraktur Falangs Kaki Fraktur falangs kaki juga terjadi seperti pada fraktur metatarsal.. B..Pengobatan juga dilakukan seperti pada fraktur metatarsal.

25" . Trauma pada tulang belakang dapat mengenai. 2. - >h r Tulang belakang merupakan satu kesatuan yang kuat yang diikat oleh ligamen di depan dan di belakang. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. yaitu ligamen. 3.• ••' '•--" ' •'••^'' 1.TRAUMA TULANG BELAKANG ..127). diskus dan faset ' ^J' •-• Tulang belakang sendiri Sumsum tulang belakang 1:: Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. Jaringan lunak pada tulang belakang. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Semua trauma tulang belakang harus dianggap suatu trauma yang hebat. sehingga sejak awal pertolongan pertama dan transportasi ke rumah sakit penderita harus diperlakukan secara hati-hati. serta dilengkapi diskus intervertebralis yang mempunyai daya absorpsi terhadap tekanan atau trauma yang memberikan sifat fleksibilitas dan elastis (gambar 14.

127. lukatembak Trauma karena tali pengaman (Fraktur Chance) 7 Kejatuhan benda keras Formatted: Font: (Default) Times New Roman.. Tengah P. LLP = ligamen longitudinal posterior. Fleksi Trauma terjadi akibat fleksi dan disertai dengan sedikit kompresi pada vertebra. P = Pilar B. Belakang Sendi posterior Diskus intervertebral Foramen intervertebral B Prosesus spinosus Lamina Pedikel Badan vertebra Gambar 14.. LLA = ligamen longitudinal anterior. LS = ligamen interspinosum.. Not Italic Ruang interlaminar Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma 1. Tampak dari samping. 3. Sebagian besar trauma tulang belakang yang mengenai tulang tidak disertai kelainan pada sumsum tulang belakang (80%) dan hanya sebagian (20%) yang disertai kelainan pada sumsum tulang belakang. 5. Tampak dari atas. Depan Formatted: Font: (Default) Times New Rom P... 2. . Gambar skematis anatomi vertebrata. Penyebab trauma tulang belakang: 1. Tampak lateral dan posterior C. 6. Kecelakaan lalu lintas Kecelakaan olahraga Kecelakaan industri Kecelakaan lain seperti jatuh dari pohon atau bangunan Lukatusuk.25" . A. .Bab 14 Trauma » 461 LS LLP LLA P.Apabila Formatted: Right: 0. .Vertebra mengalami tekanan berbentuk remuk yang dapat Formatted: Font: (Default) Times New Rom menyebabkan kerusakan atau tanpa kerusakan ligamen posterior. 4.

2.Pada keadaan ini terjadi pergerakan ke depan/dislokasi vertebra di atasnya.terdapat kerusakan ligamen posterior. juga ditemukan fraktur faset.25" .Terdapat strain dari ligamen dan kapsul.129). Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. maka fraktur bersifat tidak stabil dan dapat terjadi subluksasi (gambar 14. Fleksi dan rotasi Trauma jenis ini merupakan suatu trauma fleksi yang bersama-sama dengan rotasi.Semua fraktur dislokasi bersifat tidak stabil (gambar 14.128).

Kompresi vertikal (aksial).131. robekan pada ligamen posterior dan dislokasi intervertebral. kompresi atau trauma distraksi yang menimbulkan fleksi lateral akan menyebabkan fraktur pada komponen lateral yaitu pedikel. vertebra menjadi gepeng Gambar 14. Fleksi lateral. Material diskus akan masuk dalam badan vertebra dan menyebabkan vertebra menjadi rekah (pecah). Keadaan ini sering ditemukan pada vertebra servikal dan jarang pada vertebra torakolumbal. biasanya terjadi hiperekstensi sehingga terjadi kombinasi distraksi dan ekstensi. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 4. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Kompresi vertikal.128.25" .130). Hiperekstensi atau retrofleksi.131). Formatted: Font: (Default) Times New Rom 5. foramen vertebra dan sendi faset. 3. Ekstensi disertai dengan ligamen intervetebral anterior Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.Ligamen anterior dan diskus dapat mengalami kerusakan atau terjadi fraktur pada arkus neuralis.462 4<Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Gambar 14. Fleksi dan rotasi.130. suatu trauma vertikal yang secara langsung mengenai vertebra yang akan menyebabkan kompresi aksial.Fraktur ini biasanya bersifat stabil (gambar 14. Nukleus pulposus akan memecahkan permukaan serta badan vertebra secara vertikal. Fleksi dengan vertebra bentuk baji Gambar 14129. Pada trauma ini elemen posterior masih intak sehingga fraktur yang terjadi bersifat stabil (gambar 14.

Klasifikasi 1. c. d.25" .5". Pattern: Cle (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. b. Fraktur prosesus tranversus Fraktur prosesus spinosus Fraktur badan vertebra Fraktur lamina Fraktur pedikel Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0. Klasifikasi berdasarkan lokalisasi: a. e.

. toraks. total dan parsial Trauma kaudaekuina Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Diagnosis Setiap penderita dengan trauma tulang belakang harus dilakukan pemeriksaan secara lengkap. Pemeriksaan tulang belakang dilakukan secara hati-hati dengan memeriksa mulai dari vertebra servikal sampai vertebra lumbal dengan meraba bagianbagian vertebra. bentuk dan kesejajaran vertebra Pergerakan fragmen tulang dalam kanal spinal . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.. kecelakaan lalu lintas atau olahraga. Fraktur tidak stabil Klasifikasi menurut keterlibatan sumsum tulang belakang: a.. Fraktur tanpa mengenai sumsum tulang belakang b. manipulasi penderita harus dilakukan secara hatihati.. rongga perut serta panggul. Fraktur mengenai sumsum tulang belakang • • • • Konkusi spinal (syok spinal) Trauma akar saraf Trauma pada sumsum. Pemeriksaan rontgen Pada pemeriksaan rontgen. Diperhatikan adanya tanda-tanda trauma dan aberasi kepala bagian depan yang mungkin disebabkan karena trauma hiperekstensi..Bab 14 Trauma » 463 2.. Klasifikasi berdasarkan stabilitas: a.Pemeriksaan neurologis lengkap juga diperlukan.. apakah jatuh dari ketinggian. Fraktur stabil b.Pada setiap trauma tulang belakang harus dilakukan pemeriksaan yang teliti terhadap trauma yang mungkin menyertainya seperti trauma pada kepala.Anamnesis yang baik mengenai jenis trauma. ligamen serta jaringan lunak lainnya. Pemeriksaan posisi AP lateral dan kadang-kadang oblik dilakukan untuk menilai: • • • Diameter anteroposterior kanal spinal Kontur. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemeriksaan radiologis Pemeriksaan radiologis meliputi: 1.Pada fraktur G2 pemeriksaan posisi AP dilakukan secara khusus dengan membuka mulut.25" . 3.

25" . Pengelolaan awal di rumah sakit Pengelolaan awal di rumah sakit terutama ditujukan pada berat ringannya trauma serta keadaan trauma sendiri. 2. Penderita dengan kerusakan sumsum tulang belakang perlu dirawat untuk mencegah terjadinya dekubitus serta komplikasi pada kandung Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom kencing.Penderita yang dicurigai mengalami trauma tulang belakang digerakkan secara hati-hati terutama untuk menjaga gerakan pada tulang belakang. pergeseran fraktur dalam kanal spinal Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 3. 4. Pertolongan pertama Pertolongan pertama terutama diprioritaskan pada jalan napas serta ventilasi yang baik. Pengobatan definitif Tujuan pengobatan definitif: • • Mempertahankan fungsi neurologis Mencegah atau menghilangkan tekanan pada sumsum yang bersifat reversible Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.• • • 2.Pemasangan kateter untuk mengukur urin disertai pemberian cairan yang adekuat. Pemeriksaan CT-scan dengan mielografi Pemeriksaan MRI terutama untuk melihat jaringan lunak yaitu diskus intervertebralis dan Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom ligamen flavum serta lesi dalam sumsum tulang belakang Prinsip-prinsip pengelolaan 1. 3. Keadaan simetris dari pedikel dan prosesus spinosus Ketinggian ruangan diskus intervertebralis Pembengkakan jaringan lunak Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemeriksaan CT-scan terutama untuk melihat fragmentasi.

--fo^ii i.Walaupun kelainan pada trauma vertebra Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.••. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Trauma tulang belakang yang tidak stabil perlu dipertahankan agar tetap stabil sampai jaringan sembuh dan tulang belakang menjadi stabil. Penderita dengan kelainan neurologis Pada kelainan neurologis yang tidak total dan fraktur yang bersifat stabil dapat ditindaki dengan cara konservatif.464 44 Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi • • Stabilisasi tulang belakang ^VJi-::. Apabila gangguan ini tidak hilang maka kelainan bersifat permanen. • • Apabila trauma spinal tetap stabil (jarang sekali terjadi). Bold Trauma pada vertebra servikalis lebih jarang daripada trauma pada vertebra torakal dan lumbal.-. tetapi merupakan suatu trauma yang serius dan dapat menyebabkan kematian segera oleh karena gangguan pernapasan. Bold. Kelainan neurologis total dapat terjadi berupa: • Gangguan neurologis bersifat sementara karena adanya syok spinal yang dapat berlangsung selama 48 jam. No underline Formatted: Font: (Default) Times New Roman.-v Rehabilitasi penderita Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Prinsip pengobatan meliputi: 1. i"" Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom TRAUMA VERTEBRA SERVIKALIS________________________ Formatted: Font: (Default) Times New Roman. sedangkan apabila fraktur bersifat tidak stabil maka dapat dipertimbangkan dekompresi dan stabilisasi secara operasi. dapat dipilih pengobatan konservatif dengan tim rehabilitasi lengkap atau dilakukan stabilisasi dengan operasi untuk mempermudah perawatan.25" .. Apabila terdapat gangguan neurologis total dan fraktur yang bersifat tidak stabil. Penderita tanpa kelainan neurologis Trauma tulang belakang yang bersifat stabil dapat diobati dengan memberikan penopang pada tulang belakang dan mencegah trauma selanjutnya.-nr-. dapat ditindaki secara konservatif dan selanjutnya dilakukan rehabilitasi. 2.

. _ ..... . .. ! v Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted 1. ..Formatted Formatted Formatted Formatted servikalis hanya mengenai jaringan lunak seperti whiplash. Berdasarkan patologi anatomi !••'. ..s. Berdasarkan patologi anatomi • • • • • • • • • ' -' ' "' ' ' ' ' Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Kompresi fraktur baji badan vertebra Fraktur rekah badan vertebra Ekstensi subluksasi Fleksi subluksasi Dislokasi dan fraktur dislokasi Fraktur atlas (&) Fraktur dislokasi sendi atlanto-aksial Pergeseran jaringan lunak intra-spinal Fraktur prosesus spinosus .-.: •..•:•..i....<. :• ..... .. "' Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted 2.• . „.r i SERVIKAL STRAIN (WHIPLASH) Kelainan ini merupakan kelainan trauma pada jaringan lunak yang dapat terjadi karena . Berdasarkan mekanisme trauma • • • • .•.•...' •....r. Berdasarkan mekanisme trauma 1.'. ?-. .••>•-•!•.....:>-. ..„< • : :i. ..:. -.-... ..-: Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Formatted Ekstensi:.. tetapi harus tetap dilakukan penanganan yang memadai... Fleksi Fleksi-rotasi .. Kompresi vertikal . 2..- -.„.•• ... .-... ^ ::.(-4...: ...„.. Klasifikasi Trauma pada vertebra servikalis dapat dibagi atas dua cara: 1. .„.5i. .< v <v<..... '••-..

132 Gambaran skematis whiplash. Penderita pada umumnya sembuh setelah 4-8 minggu. •'§ FRAKTUR VERTEBRA SERVIKAL 1 (C . Ditemukan adanya strain atau robekan Gambar 14.133). Gambaran klinis Penderita mengeluh nyeri dan kaku pada leher yang dapat berlangsung beberapa tahun. Pemeriksaan radiologis Tidak ditemukan adanya kelainan pada tulang servikal.132).Bab 14 Trauma » 465 hiperekstensi yang tiba-tiba. Pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan yang menyolok. Sedangkan pada tipe B fraktur bersifat tidak stabil.Fraktur ini disebut juga fraktur Jefferson (gambar 14. Servikal strain terjadi karena pergerakan badan penderita secara tiba-tiba ke depan sedangkan kepala bergerak ke belakang. Keluhan lain berupa sakit kepala. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.25" .biasanya terjadi oleh karena kompresi pada daerah kepala oleh karena jatuh atau tertimpa benda berat pada kepala atau oleh karena kecelakaan lalu lintas. mual. tidak ada gejala neurologis dan fraktur bersifat stabil. tetapi sebagian penderita tetap mengeluhkan rasa nyeri sampai bertahuntahun. Lokasi yang paling sering adalah pada daerah yang lemah yaitu pada cincin vertebra (GL). Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pada fraktur tipe A biasanya tidak ada gangguan pada kanalis neuralis. Mungkin ditemukan parestesia pada lengan.Fraktur dapat tanpa disertai robekan (tipe A) atau dengan robekan ligamen transversum (tipe B). depresi dan gangguan penglihatan. pada ligamen longitudinal anterior dan kerusakan diskus (gambar 14.1) (ATLAS) Fraktur vertebra QG1. Pengobatan Pengobatan berupa pemberian analgetik dan fisioterapi. Pada fraktur vertebra servikal dapat terjadi: Formatted: Right: 0.

Pada pemeriksaan fisis gerakan pada leher sangat terbatas. Pengobatan fraktur tanpa adanya gangguan neurologis yaitu dengan traksi kepala menurut Crutchfield cranial tong (gambar 14.1. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.134) atau Blackburn tong selama 6 minggu.25" . Dapat pula dilakukan pemasangan gips Minerva. nyeri yang hebat pada bagian atas leher serta daerah oksipital. Tanpa kelainan pada sumsum tulang belakang Pada anamnesis ditemukan riwayat trauma dengan spasme pada otot leher.

2.25" . Dengan kelainan pada sumsum Keadaan ini merupakan suatu kelainan yang serius dan perlu ditangani segera dengan melakukan traksi serta perawatan pada penderita dengan kelainan tetraplegi. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.

Fraktur dengan robekan ligamen transversum Gambar 14. Formatted: Font: (Default) Times New Roman.2 dapat menyebabkan fraktur pada prosesus odontoid tanpa disertai dislokasi dan lebih jarang ditemukan. Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR ODONTOID (C . Gambaran skematis fraktur C . Fraktur tanpa robekan ligamen transversum B.1 (Jefferson) A.133.25" . Crutchfield tong.134. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.2) Trauma pada C .Formatted: Font: (Default) Times New Rom 466 ^ Pengantar Iltnu Bedah Ortopedi Gambar 14. Fraktur pada odontoid umumnya terjadi pada daerah basis odontoid dan lebih jarang pada daerah lain.

.:>' ' Tipe 2. •. •• ' ". • PemeriksaanCT-scan •' '•'•'•• •-' . - Formatted Tipe 1.. ekstensi pada leher disertai rotasi atau dapat pula terjadi karena trauma yang hebat pada kepala akibat menyelam.' • > • • : Klasifikasifeamfta/-(gambar 14.: .25" . • Formatted Formatted Ada tiga jenis fraktur odontoid. yaitu: "-' • • • *•'•'• .^r... terjadi pada basis odontoid. ! Pemeriksaan radiologis ••'• •'•'••'••:••• :^ •'" Formatted Pemeriksaanradiologisyang dilakukan berupa::'-. " • Formatted • ••"''•-'!• •• •'••••:.Mekanisme trauma Fraktur terjadi karena fleksi yang cepat. biasanya bersifat tidak stabil ' Tipe 3.. fraktur odontoid disertai fraktur badan vertebra C2 • ••• '^ ' v Formatted Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom ^i*: Formatted Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered. biasanya bersifat stabil <.135) <••••-. Pattern: Clear (White Formatted: Right: 0.' -.. Foto vertebra servikal posisi AP dengan membuka mulut '• •• ••'• • Formatted Pemeriksaantomogram .'.•. . terjadi di sebelah atas basis odontoid. Apabila trauma bersifat fleksi terjadi dislokasi ke depan dan bila trauma bersifat ekstensi terjadi dislokasi ke belakang..

dipertimbangkan traksi atau operasi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom DISLOKASI ODONTOID (C . Formatted: Font: (Default) Times New Roman.2) Trauma pada vertebra C . Menurut Steel yang disebut rule of three. Ruangan posterior odontoid merupakan daerah dimana terjadi kemungkinan untuk bergerak ke belakang. dapat diobati dengan kolar leher yang rigid Tipe 2 dan 3. 1/3 merupakan ruangan bebas dan 1/3 oleh sumsum tulang belakang. Pengobatan • • Tipe 1. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.Subluksasi odontoid terjadi karena trauma pada ligamen transversum yang melekatkan odontoid pada arkus anterior C . tetapi harus dipertimbangkan adanya dislokasi apabila jarak antara arkus anterior C -1 dan odontoid melebihi 3 mm.Formatted: Font: (Default) Times New Rom Bab 14 Trauma » 467 Gambar 14. Trauma pada tulang mungkin tidak terjadi.1. tipe 2 dan tipe 3.25" .135.2 dapat menyebabkan odontoid bergeser ke belakang pada kanalis spinalis. 1/3 kanal spinal pada daerah atlas ditempati oleh odontoid. tipe 1. Kemungkinan terjadi pergerakan odontoid tanpa adanya trauma pada sumsum tulang belakang. Gambar skematis fraktur odontoid (C-2).

Mungkin ditemukan adanya edema atau hematomielia yang menyebabkan sindroma sumsum tulang belakang sentral yang mendadak. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom muka.2 disebut juga fraktur hangman.2 dan C .Ditemukan kebiruan atau laserasi pada Formatted: Font: (Default) Times New Roman. maka keadaan ini sangat berbahaya dan perlu tindakan secepatnya dengan imobilisasi memakai halo-cast selama 12 minggu atau dipertimbangkan fusi anterior antara C . Apabila kedua pedikel mengalami fraktur dan bergeser.3 dan C . Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR DAN FRAKTUR DISLOKASI C3 . Biasanya terjadi oleh karena kecelakaan lalu lintas dimana leher mengalami hiperekstensi yang hebat secara tiba-tiba.Kelainan ini bersifat stabil sehingga pengobatan cukup dengan kolar leher selama 6 minggu. Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Pada pemeriksaan rontgen tidak ditemukan adanya tanda-tanda fraktur. Formatted: Right: 0.7 Jenis-jenis trauma yang terjadi: 1.C7 Beberapa kombinasi antara fraktur dan fraktur dislokasi dapat ditemukan antara C . Trauma hiperekstensi Pada jenis ini tidak terjadi kerusakan tulang tetapi terjadi kerusakan pada ligamen longitudinal anterior.3 apabila tetap terdapat ketidakstabilan yang permanen.FRAKTUR C .2 PADA ELEMEN POSTERIOR Fraktur pada daerah pedikel C .Kelainan neurologis bervariasi dan disebabkan oleh kompresi antara diskus dan ligamen flavum.25" .Pada foto ekstensi terlihat adanya ruang diantara dua vertebra.

Kompresi fraktur yang bersifat baji Terjadi kompresi fraktur yang bersifat baji karena trauma fleksi. Fraktur badan vertebra komunitif (tear drop fracture) Fraktur badan vertebra komunitif terjadi karena adanya kompresi aksial atau kombinasi dengan fleksi. Italic Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.3 dan T -1 Dislokasi dan fraktur dislokasi antara C .Apabila terdapat penekanan pada sumsum. sehingga terdapat ruangan yang membuka ke daerah interspinosus di bagian belakang.Apabila terjadi pergeseran. Subluksasi Subluksasi terjadi karena trauma fleksi. maka perlu dilakukan dekompresi.Fraktur ini bisa bersifat stabii atau tidak stabii.Korpus vertebra mengalami kerusakan dan dapat menekan kanalis spinalis. 5. 3.Fraktur yang bersifat stabii cukup dengan pemasangan kolar selama 6 minggu. Apabila setelah 6 minggu tetap tidak stabii maka dianjurkan operas! dengan melakukan fusi pada vertebra. maka fraktur bersifat tidak stabii. Fraktur rekah Fraktur ini juga bersifat stabii.Pengobatan dengan memasang kolar selama 6 minggu. maka hanya diperlukan pemasangan kolar. Perlu dilakukan pemeriksaan CT-scan untuk melihat adanya penekanan pada sumsum tulang belakang.3 dan T -1 terjadi karena trauma rotasi fleksi dimana faset persendian bergerak ke depan terhadap faset di bawahnya Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Pada foto rontgen ruangan diantara kedua vertebra membesar.Padafoto rontgen terlihat gambaran tipis adanya fraktur pada bagian sudut anterior inferior yang merupakan fragmen tunggal (tear drop). 4.Korpus vertebra mengalami kompresi tetapi ligamen posterior tetap intak dan fraktur bersifat stabii.Tulang tetap intak tetapi ligamen posterior robek.Karena fraktur ini bersifat stabii. Vertebra bagian atas bergeser ke depan terhadap vertebra di bawahnya. 6.Fragmen tulang bisa bergerak dan kadangkala memberikan tekanan pada kanalis spinalis.Penekanan fragmen dapat dilihat dengan pemeriksaan CT-scan.25" .468 44 Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi 2. Pada foto lateral mungkin ditemukan adanya pergeseran ke posterior badan vertebra. Dislokasi dan fraktur dislokasi antara C .

(gambar 14.136).Pada penderita ini mungkin ditemukan trauma pada sumsum tulang belakang. Pattern: Clear (White Formatted: Right: 0. Terdapat pergeseran ke depan vertebra atas terhadap vertebra di bawahnya. Biasanya satu atau dua persendian mengalami fraktur.Dapat pula hanya berupa dislokasi yang murni.25" . apabila tidak berhasil dapat dilakukan reposisi berupa tindakan manipulasi di bawah pembiusan atau dengan operasi. Gambar 14. Pengobatan dengan reduksi traksi pada tengkorak (10-15 kg). Fraktur dislokasi vertebra servikal. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Centered.136.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom dimana terjadi pergeseran vertebra di atas terhadap vertebra di bawahnya Klasifikasi Formatted: Right: 0.Traksi dilanjutkan selama 3 minggu dan dipasang kolar untuk 6 minggu. Trauma hiperfleksi terjadi fraktur dengan kolaps satu atau dua vertebra di depan dan berbentuk baji yang akan memberikan kifosis Formatted: Font: (Default) Times New Rom 3. Fleksi disertai dengan rotasi akan menghasilkan fraktur serta dislokasi sendi intervertebra. Pada keadaan ini terjadi fraktur rekah seperti pada trauma vertebra servikal.Pada pemeriksaan foto rontgen terlihat badan vertebra bergeser kurang dari V2 lebarnya dan bagian atas vertebra sedikit mengalami rotasi terhadap vertebra di bawahnya. TRAUMA PADA DAERAH TORAKAL_______________________ TRAUMA VERTEBRA TORAKAL Fraktur vertebra torakal biasanya disebabkan oleh karena trauma vertikal melalui aksis longitudinal dari tulang belakang.Reduksi dapat terjadi secara spontan apabila dilakukan traksi.25" . Secara normal tulang belakang berbentuk fleksi sehingga trauma yang terjadi akan menyebabkan gerakan fleksi yang lebih hebat.Bab 14 Trauma » 469 7 Dislokasi faset unilateral Keadaan ini terjadi karena rotasi fleksi dimana terjadi dislokasi pada salah satu faset vertebra.Pada keadaaan ini biasanya tidak terjadi kerusakan pada sumsum tulang. No underline Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Penyebab fraktur 1. Kebanyakan trauma pada vertebra torakal adalah trauma hiperfleksi dan jarang oleh karena hiperekstensi. Formatted: Font: (Default) Times New Rom 2. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Trauma ini terjadi oleh karena tertimpa beban dari atas atau jatuh dari ketinggian.Apabila reduksi tidak berhasil maka dianjurkan reduksi secara operasi. Trauma vertikal sepanjang aksis longitudinal tulang belakang baik karena trauma dari kepala atau dari bawah. Bold.

1. Fraktur rekah badan vertebra Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. pergerakan tulang belakang terbatas dan nyeri. Fraktur dapat mengenai hanya satu prosesus transversus atau lebih pada sisi yang sama.Seperti pada vertebra servikal perlu dibedakan antara fraktur vertebra torakal yang stabil dan tidak stabil. nyeri tekan.Pada fraktur stabil maka ligamen posterior utuh. sedangkan sebaliknya terjadi kerusakan pada ligamen posterior. Formatted: Font: (Default) Times New Rom 3. Pada beberapa pusat pengobatan dilakukan tindakan operatif untuk stabilisasi tulang belakang yang bertujuan untuk menghilangkan nyeri dan segera dilakukan mobilisasi. Fraktur dapat disertai kerusakan alat dalam seperti ginjal. Fraktur kompresi yang bersifat baji dari badan vertebra Ditemukan trauma tulang belakang dengan keluhan nyeri pada daerah tulang belakang.25" . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemeriksaan radiologis Pemeriksaan foto rontgen posisi AP dan lateral serta pemeriksaan CT-scan bila diperlukan. Pengobatan Fraktur ini biasanya bersifat stabil sehingga pengobatan secara konservatif. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Fraktur bersifat stabil sehingga cukup dengan terapi konservatif dengan pemberian analgetik untuk beberapa hari dan dilanjutkan dengan rehabilitasi. Formatted: Font: (Default) Times New Rom 2. Fraktur prosesus transversus Biasanya terjadi setelah suatu trauma langsung atau tertimpa benda berat.

Formatted: Right: 0.Fraktur rekah badan vertebra merupakan salah satu jenis fraktur baji dimana trauma terjadi dalam keadaan posisi tegak. Pemeriksaan radiologis dengan pemeriksaan standar posisi AP dan lateral dan juga perlu dilakukan pemeriksaan CT-scan.Badan vertebra terpecah dalam beberapa fragmen dan dapat terjadi tekanan pada sumsum tulang belakang.25" .

470 H Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Pengobatan Fraktur ini dianggap kurang stabil tetapi apabila tidak ada gejala neurologis maka pengobatan secara konservatif.Fraktur dislokasi hampir selalu disertai trauma pada sumsum tulang belakang dan biasanya bersifat total. Fraktur dislokasi lebih sering berupa vertebra sebelah atas bergeser ke depan terhadap vertebra di bawahnya dan dapat terjadi apabila ada fraktur pada prosesus artikularis atau ada dislokasi pada sendi faset. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gamb ar 14. Gambaran skematis dan radiologis dislokasi vertebra. Formatted: Right: 0.137.25" . Dislokasi dan fraktur dislokasi Dislokasi dan fraktur dislokasi lebih jarang ditemukan dibandingkan fraktur kompresi.Apabila ada gejala neurologis maka sebaiknya dilakukan dekompresi untuk menghilangkan tekanan.Kebanyakan fraktur dislokasi terjadi pada vertebra torakal bagian tengah atau pada daerah hubungan antara vertebra torakal dan lumbal.137) sehingga tulang belakang tidak stabil dan dapat terjadi pergeseran lebih lanjut. 4. Ligamen posterior selalu mengalami robekan (gambar 14. biasanya disebabkan oleh kombinasi trauma fleksi dan rotasi.

Fraktur dapat pula terjadi karena batuk atau tertawa pada orang tua. banyaknya iga yang terkena serta komplikasinya. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaran klinis Penderita merasa nyeri pada daerah toraks terutama'pada saat bernapas panjang atau ada gerakan. Formatted: Font: (Default) Times New Roman.25" . Apabila terjadi pergeseran dapat menyebabkan robekan pleura atau paru-paru yang akan menyebabkan hematotoraks atau hemopneumotoraks.Fraktur biasanya terjadi pada daerah sudut iga dan jarang terjadi pergeseran vertebra.Dapat pula dipasang plester lebaryang melingkari dada untuk mencegah gerakan yang berlebihan. maka pengobatan disesuaikan dengan komplikasinya. Pengobatan Fraktur iga yang sederhana dapat diberikan analgetik dan biasanya sembuh setelah 3 minggu.Pengobatan Biasanya penderita mengalami paraplegia. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0.Pada pemeriksaan ditemukan nyeri setempat.•.:<• > Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified.Apabila ada komplikasi. maka dapat dipilih pengobatan: • • Konservatif dengan melakukan perawatan paraplegia Operatif dengan melakukan fiksasi tulang untuk stabilisasi dan perawatan Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR PADA IGA Fraktur pada iga terjadi karena trauma langsung pada iga atau tertimpa benda berat. Pemeriksaan radiologis Pemeriksaan radiologis berguna untuk mengetahui adanya fraktur.

Fraktur sternum yang terjadi bersamaan dengan fraktur vertebra torakal lebih sering ditemukan daripada fraktur akibat trauma langsung pada sternum. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan Setiap fraktur vertebra daerah torakal harus diperiksa secara teliti adanya fraktur pada sternum.Bab 14 Trauma » 471 Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR STERNUM Fraktur sternum dapat terjadi karena trauma langsung atau karena kompresi vertikal daerah toraks yang terjadi bersamaan dengan vertebra torakal.25" Formatted: Font: (Default) Times New Rom . Klasifikasi Fraktur vertebra lumbal dapat dibagi dalam: 1. Formatted: Font: (Default) Times New Rom FRAKTUR VERTEBRA LUMBAL Vertebra lumbal mempunyai mobilitas yang lebih besar dibandingkan vertebra torakal.Lokasi fraktur sternum biasanya antara batas manubrium sternum dan badan sternum dan jarang terjadi pergeseran. Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Pada fraktur sternum tidak diperlukan pengobatan khusus. Fraktur prosesus transversus Fraktur prosesus transversus dapat terjadi karena trauma langsung atau oleh karena tarikan otot yang melekat pada prosesus transverus. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mekanisme trauma Seperti pada fraktur vertebra torakal. fraktur pada vertebra lumbal dapat terjadi karena trauma aksis longitudinal pada daerah kepala atau bokong. Pada prosesus transverus melekat otot yang kuat sehingga dapat terjadi avulsi bila terjadi fleksi Formatted: Right: 0.

5. Ditemukan adanya robekan pada ligamen longitudinal atau fraktur pada tulang sendiri. Fraktur yang terjadi bersifat stabil.Jenis ini disebut juga fraktur Chance (1948) dimana vertebra terbelah melalui prosesus spinosus dan badan vertebra. Gambaran radiologis fraktur kompresi vertebra lumbal Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. sedang bagian lain terfiksasi. Jenis ini sering ditemukan pada trauma sabuk pengaman dimana badan terdorong ke depan. sehingga pengobatan hanya menghilangkan nyeri dan dilanjutkan dengan fisioterapi. 3. Fraktur kompresi yang bersifat baji dari badan vertebra (gambar 14.25" . Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Mekanisme trauma dan pengobatan fraktur vertebra lumbal pada prinsipnya sama dengan fraktur vertebra torakal. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. 2.138.lateral yang dipaksakan pada daerah ini. 4.137) Fraktur rekah badan vertebra Dislokasi dan fraktur dislokasi Trauma jack-knife Jenis fraktur ini terjadi oleh karena trauma fleksi disertai dengan distraksi pada vertebra lumbal.

Neuropraksia (spinal syok) Trauma akar saraf Trauma sumsum tulang belakang Trauma kaudaekuina Trauma sumsum tulang belakang paling sering terjadi pada daerah torakal atau pada daerah batas torakal dan lumbal. 2. 1. 2.25" . No underline Formatted: Font: (Default) Times New Roman. No underline Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Gambaran Minis • • • • • • Hilangnya sensibilitas yang bersifat sementara (dalam beberapa menit sampai 48 jam) Paralisis yang bersifat layu Ileus paralitik Kencing yang tertahan (retensi urin) Hilangnya refleks-refleks yang bersifat sementara Hilangnya refleks anus yang bersifat sementara Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 3. neuropraksia) Penyebab konkusi biasanya karena adanya keregangan pada sumsum tulang belakang disertai trauma fleksi. Transeksi tidak total Penyebab transeksi tidak total biasanya karena trauma fleksi atau ekstensi dimana terjadi pergeseran lamina di atap dan pinggir vertebra Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. biasanya disebabkan oleh trauma dengan fleksi lateral.472 i< Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi TRAUMA PADA SUMSUM DAN SARAF TULANG BELAKANG Trauma pada sumsum dan saraf tulang belakang dapat berupa: 1. 4. Konkusi sumsum tulang belakang (spinal syok. No underline Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Paralisis motorik serta hilangnya sensibilitas dan paralisis alat-alat dalam tergantung pada ketinggian terjadinya trauma. Trauma pada akar saraf Trauma pada akar saraf dapat terjadi karena penekanan pada akar saraf atau transeksi pada akar saraf. No underline Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Gejala gangguan sensoris dan motoris sesuai dengan distribusi segmental dari saraf yang terkena. lebih jarang pada daerah servikal ataupun daerah lumbal. Trauma pada sumsum tulang belakang a. 3.

b. • Fase paralisis spastik Setelah itu secara perlahan-lahan paralisis layu berubah menjadi paralisis spastik. Transeksi total Pada transeksi total biasanya terjadi akibat suatu trauma yang menyebabkan fraktur dislokasi yang disebabkan karena fleksi atau rotasi dan akan menyebabkan hilangnya fungsi segmen di bawah trauma. Pada transeksi tidak total dapat terjadi pemulihan sensibilitas dan motorik dalam beberapa minggu sampai 6 bulan (Tominaga. Pada transeksi total terjadi dua fase: • Fase paralisis layu Dimulai dari paralisis layu disertai hilangnya sensibilitas yang total dan melemah/ menghilangnya refleks alat dalam.Yang paling sering terjadi adalah sindroma sentral berupa paralisis layu yang diikuti paralisis lower motor neuron anggota gerak atas dan paralisis upper motor neuron (spastik) dari anggota gerak bawah disertai kontrol kandung kencing dan sensibilitas peri-anal yang tetap baik.25" . Selain itu dapat terjadi perdarahan pada sumsum tulang yang disebut hematomieli. Tanda-tanda diagnostik lain dari transeksi yang total: • Pemulihan refleks dengan stimulasi yang ringan seperti refleks penis dengan sensasi yang ringan akan terjadi ereksi. Ini merupakan gejala awal dari tahap syok spinal yang akan berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0.Gejala yang penting adalah tetap adanya sensibilitas di bawah trauma (pinprick perianal). 1989).yang mengalami fraktur di sebelah bawah. juga terdapat refleks anal • Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Tidak ada pemulihan sensibilitas dan kekuatan otot volunter di bawah lesi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified.

Bab 14 Trauma » 473 Formatted: Font: (Default) Times New Rom Adanya refleks penis dan refleks anal disertai dengan hilangnya sensibilitas di bawah daerah trauma merupakan satu diagnostik untuk transeksi yang total. Trauma pada kauda ekuina Trauma pada kauda ekuina biasanya disebabkan oleh fraktur dislokasi vertebra lumbal dan protrusi diskus intervertebralis L516 dan S-l1. • • Motoris Paralisis layu dari otot di bawah lutut yang bersifat menetap. o Kandung kemih otomatis Kandung kemih dikontrol oleh pusat S2 . Lesi di atas pusat akan menyebabkan kontrol serebral terputus. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaranklinis • Sensoris ' >">*'i ' Hilangnya sensibilitas secara menetap pada kedua daerah bokong. 4. • Kandung kemih Kelainan pada kandung kemih dibagi dalam: o Arefleks kandung kemih (syok spinal) Stadium awal transeksi spinal yang bersifat total atau tidak total dapat menyebabkan hilangnya refleks yang bersifat sementara. perineum dan anus. Refleks Refleks Achilles menghilang dan refleks patela biasanya melemah karena kelemahan pada otot hamstring. tetapi pusat refleks spinal tetap baik.S4.25" Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom . Setelah 13 bulan terjadi Formatted: Right: 0.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom o Kandung kemih otonom Bila terjadi lesi pada kauda ekuina atau di bawah pusat spinal kandung kemih akan menyebabkan interupsi hubungan antara kandung kemih dan pusat spinal. yang terdiri atas lima jenis.• fungsi refleks secara otomatis dari kandung kemih pada saat berisi dalam jumlah tertentu. oleh karena akan menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada sumsum. fungsi motorik ada tetapi tidak berfungsi Frankel D. fungsi motorik ada tetapi tidak sempurna Frankel E. tekanan darah dan pernapasan Lakukan penelitian umum terutama kemungkinan adanya perdarahan interna Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. yaitu: • • • • • Frankel A.Pengosongan kandung kemih yang bersifat otomatik seperti ini disebut kandung kemih otonom. kehilangan fungsi motorik dan sensorik Frankel B. Pengosongan kandung kemih secara periodik tergantung dari refleks lokal dinding kandung kemih.Sfingter ani mengalami relaksasi seperti pada syok spinal. fungsi sensorik dan motorik baik. Pertolongan pertama dan penanganan darurat trauma spinal. motorik tidak ada Frankel C. ada fungsi sensorik. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Frankel membagi trauma tulang belakang berdasarkan status neurologis yang didapatkan.25" . hanya ada refleks abnormal Penatalaksanaan Trauma Tulang Belakang dengan Kerusakan pada Sumsum Tulang Belakang 1. Perhatikan jalan nafas Pencatatan denyut nadi.Pada keadaan ini pengosongan dilakukan oleh aksi otot-otot detrusor dan harus diawali dengan kompresi secara manual pada dinding perut atau dengan meregangkan perut. terdiri atas: ^ • • • • • Apakah penderita sadar atau tidak sadar Gerakan yang tidak perlu sebaiknya dihindarkan.

analgetik seperti pethidine tetapi obat ini tidak boleh diberikan pada penderita fraktur servikal. penderita harus tetap lurus Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Jangan memberikan analgesik dan sedativa pada penderita yang tidak sadar Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom • • Segera mengirim penderita ke unit trauma spinal (bila ada) . Perhatikan setiap pergeseran penderita.• Pemberian obat-obatan secara cepat misalnya cairan.25" .

. >•• . Pemeriksaan klinik secara teliti • • • Pemeriksaan neurologis secara teliti tentang fungsi motorik.....•. •• • < Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Mencegah dekubitus Mencegah kontraktur pada anggota gerak serta rangkaian rehabilitasi lainnya Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengelolaan fraktur vertebra servikal • Traksi tulang kepala dan pemasangan kolar servikal sejak dini selama 6 minggu diikuti dengan pemasangan brace servikal atau plaster Minerva selama 6 minggu • Tindakan operas! dilakukan sesuai indikasi .. .. \ Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Pengelolaan fraktur tulang belakang .-.25" ..-••••• • • • • • Resusitasi penderita . •.... sensorik dan refleks Pemeriksaan nyeri lokal dan tekan serta kifosis yang menandakan adanya fraktur dislokasi Keadaan umum penderita .-.Formatted: Font: (Default) Times New Rom 474 « Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi 2.. ^.^. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Perawatan kandung kemih dan usus ..-•• Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 3.-.••• > Pertahankan pemberian cairan dan nutrisi .. .

: : > . •• Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. Pemasangan pedicle screw. -•<. \ Formatted: Font: (Default) Times New Rom . kateterisasi tetap atau intermiten. Pengelolaan penderita dengan paralisis • Pengelolaan kandung kemih yang meliputi pemberian cairan yang cukup.139) : Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom b.Juga perlu diberikan antibiotik atau pembilasan kandung kemih.Pengelolaan fraktur torakolumbal • • Konservatif dengan reduksi postural : .. 4. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Terapi operatif apabilaada indikasi (gambar 14. • • Pengelolaan saluran pencernaan dengan pemberian laksansia atau enema setiap hari atau setiap dua hari Pencatatan cairan yang masuk dan keluar Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. evakuasi kandung kemih dengan kompresi suprapubik setelah 2 minggu.139.25" ..

cairan secara intravena.25" . kalsium dan transfusi darah Cegah dekubitus (gambar 14.• • • • Perawatan yang hati-hati dan teratur Pemberian nutrisi yang baik dengan diet protein tinggi.139) Fisioterapi untuk mencegah kontraktur dan pneumonia Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.

1 • Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 6. • • • • • • • Rehabilitasi penderita paraplegi Fisioterapi x.. 1..25" . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom ' '°:r'"' ]v.. dan metafisis (gambar 14. 7. '' ' Formatted: Font: (Default) Times New Rom 5. . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. 3. Terapi okupasi ' :" '. Formatted: Right: 0..'. Pneumonia hipostatik "'' Infeksi saluran kemih Dekubitus '... Pattern: Clear (White) FRAKTUR PADA ANAK BEBERAPA JENIS FRAKTUR KHUSUS PADA ANAK FRAKTUR LEMPENG EPIFISIS Lempeng epifisis merupakan suatu diskus tulang rawan yang terletak di antara epifisis. . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom ^.Bab 14 Trauma 475 Gambar 14.27). 4. " Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Comment []1]: Menjadi anggota asosiasi paraplegi Psikoterapi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Perawatan untuk mempergunakan toilet '!1< " " Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom KomplikasiParaplegi/Tetraplegi .. 2. : . -. Spasme dan atrofi otot Kecacatan permanent yang menyebabkan ketergantungan pada keluarga dan masyarakat.' :U.. '" :'' ' Kaku sendi •-< ..-. Dekubitus pada bokong. .139. " Terapi vokasional Rehabilitasi sosial .Fraktur lempeng epifisis merupakan 1/3 dari seluruh fraktur pada anak-anak. Kematian karena gangguan organ vital . Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Indent: Left: 0". Indent: Left: 0".. 5.

sehingga pada kedua tempat ini apabila terjadi pemisahan epifisis. Anatomi. juga akan menimbulkan kerusakan vaskularisasi yang akan menimbulkan nekrosis avaskuler.Pembuluh darah epifisis masuk di dalam permukaan epifisis dan apabila ada kerusakan pembuluh darah maka akan terjadi gangguan pertumbuhan. histologi dan fisiologi Tulang rawan lempeng epifisis lebih lemah daripada tulang.Daerah yang paling lemah dari lempeng epifisis adalah zona transformasi tulang rawan pada daerah hipertrofi dimana biasanya terjadi garis fraktur. Pembuluh darah epifisis biasanya tidak mengalami kerusakan pada saat trauma tetapi pada epifisis femur proksimal dan epifisis radius proksimal pembuluh darah berjalan sepanjang leher tulang yang dimaksud dan melintang pada lempeng epifisis di perifer.25" . Formatted: Right: 0.

Klasifikasi Banyak klasifikasi fraktur lempeng epifisis antara lain menurut Salter-Harris (gambar 14. klasifikasi menurut Salter-Harris yang paling mudah dan praktis serta memenuhi syarat untuk terapi dan prognosis.Diagnosis Secara klinis kita harus mencurigai adanya fraktur lempeng epifisis pada seorang anak dengan fraktur pada tulang panjang di daerah ujung tulang pada dislokasi sendi serta robekan ligamen.28). • Tipe II Merupakan jenis fraktur yang sering ditemukan. Pengobatan dengan reduksi tertutup mudah oleh karena masih ada perlekatan periosteum yang utuh dan intak.Prognosis biasanya baik bila direposisi dengan cepat. Klasifikasi menurut Salter-Harris merupakan klasifikasi yang dianut dan dibagi dalam lima tipe: • Tipe I Terjadi pemisahan total lempeng epifisis tanpa adanya fraktur pada tulang. Diagnosis dapat ditegakkan dengan melakukan pemeriksaan rontgen dengan dua proyeksi dan membandingkannya dengan anggota gerak yang sehat. Garis fraktur melalui sepanjang lempeng epifisis dan membelok ke metafisis dan akan membentuk suatu fragmen metafisis yang berbentuk segitiga yang disebut tanda ThurstonFormatted: Right: 0. selsel pertumbuhan lempeng epifisis masih melekat pada epifisis.25" . Fraktur ini terjadi oleh karena adanya shearing force dan sering terjadi pada bayi baru lahir dan pada anak-anak yang lebih muda.

Prognosis jelek karena dapat terjadi kerusakan sebagian atau seluruh lempeng pertumbuhan.30 menunjukkan beberapa gambaran radiologik fraktur lempeng epifisis.Pengobatan dengan reposisi secepatnya tidak begitu sulit kecuali bila reposisi terlambat harus dilakukan tindakan operasi.Pengobatan dengan operasi terbuka dan fiksasi interna karena fraktur tidak stabil akibat tarikan otot. Periosteum mengalami robekan pada daerah konveks tetapi tetap utuh pada daerah konkaf.Biasanya terjadi pada daerah sendi penopang badan yaitu sendi pergelangan kaki dan sendi lutut. Trauma yang menghasilkan jenis fraktur ini biasanya terjadi karena trauma shearing force dan membengkok dan umumnya terjadi pada anak-anak yang lebih tua. Formatted: Right: 0. • Tipe IV Fraktur tipe ini juga merupakan fraktur intra-artikuler yang melalui permukaan sendi memotong epifisis serta seluruh lapisan lempeng epifisis dan berlanjut pada sebagian metafisis.Jenis fraktur ini bersifat intra-artikuler dan biasanya ditemukan pada epifisis tibia distal.Holland.Prognosis biasanya baik.Garis fraktur mulai permukaan sendi melewati lempeng epifisis kemudian sepanjang garis lempeng epifisis. • Tipe V Fraktur tipe V merupakan fraktur akibat hancurnya epifisis yang diteruskan pada lempeng epifisis.Diagnosis sulit karena secara radiologik tidak dapat dilihat.Jenis fraktur ini misalnya fraktur kondilus lateralis humeri pada anak-anak. tergantung kerusakan pembuluh darah.25" .Oleh karena fraktur ini bersifat intra-artikuler dan diperlukan reduksi yang akurat maka sebaiknya dilakukan operasi terbuka dan fiksasi interna dengan mempergunakan pin yang halus.Gambar 14. Sel-sel pertumbuhan pada lempeng epifisis juga masih melekat.Prognosis jelek bila reduksi tidak dilakukan dengan baik. • Tipe III Fraktur lempeng epifisis tipe III merupakan fraktur intra-artikuler.

fraktur tipe I. yaitu: 1. Ada beberapa faktor yang penting dalam perkiraan prognosis. fraktur tipe IV prognosisnya tergantung dari tindakan pengobatan dan tipe V prognosisnya jelek tergantung kerusakan awal lempeng epifisis Formatted: Right: 0. II dan III mempunyai prognosis yang baik. 15% akan memberikan gangguan dalam pertumbuhan.25" Formatted: Bullets and Numbering . Sedangkan tipe IV dan tipe V mengalami penyembuhan seperti pada fraktur daerah tulang kanselosa.Penyembuhan Setelah reduksi dari fraktur epifisis tipe I. Sisanya. Jenis fraktur. II dan III akan terjadi osifikasi endokondral pada daerah metafisis lempeng pertumbuhan dan dalam 23 minggu osifikasi endokondral ini telah mengalami penyembuhan. Prognosis terhadap gangguan pertumbuhan Delapan puluh lima persen trauma lempeng epifisis tidak mengalami gangguan dalam pertumbuhan.

apabila trauma terjadi pada umur yang lebih muda maka prognosisnya lebih jelek dibanding bila terjadi pada umur yang lebih tua 3. reduksi yang dilakukan dengan tidak hati-hati akan menimbulkan kerusakan yang lebih hebat pada lempeng epifisis 5. Pada trauma terbuka kemungkinan 1 infeksi dan akan menyebabkan fusi dini dari epifisis. Mekanisme trauma Trauma dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung pada posisi lengan terputar/tertarik keluar (outstretched hand). Vaskularisasi pada epifisis. Hal ini terjadi setelah pembentukan kalus Formatted: Right: 0. olahraga atau kecelakaan lalu lintas. hal ini penting karena penundaan tindakan menyebabkan kes dalam reduksi dan gangguan pertumbuhan yang terjadi akan lebih hebat. Waktu terjadinya trauma. Jenis trauma. 6. Metode reduksi. apakah trauma terbuka atau tertutup. maka prognosisnya ebih jelek 4.2.25" . Gambaran klinis Biasanya penderita datang dengan keluhan jatuh dari tempat tidur atau trauma lain dan menangis. Kadang kala penderita datang dengan pembengkakan pada daerah klavikula yang terjadi beberapa hah setelah trauma. apabila terjadi kerusakan vaskularisasi epifisis. Fraktur klavikula dapat terjadi karena trauma kelahiran atau karena trauma lain seperti trauma rumah tangga. Umur waktu terjadinya trauma. FRAKTUR PADA ANAK SECARA REGIONAL ANGGOTA GERAK ATAS FRAKTUR KLAVIKULA Klavikula merupakan tulang yang pertama kali mengalami osifikasi pada embrio dan paling sering mengalami fraktur pada anak-anak. dimana trauma dilanjutkan dari pergelangan tangan sampai klavikula.

Tipe posterior (tipe ekstensi) Tipe ekstensi merupakan 99% dari seluruh jenis fraktur suprakondiler humeri.36). Mungkin juga terjadi fraktur pada bagian medial klavikula yaitu pada daerah epifisis. FRAKTUR SUPRAKONDILER HUMERI Fraktur suprakondiler humeri (transkondiler) merupakan fraktur yang sangat sering ditemukan pada anak-anak setelah fraktur antebraki. cukup dengan pemasangan mitela selama 23 minggu dan akan sembuh secara sempurna. Dikenal dua tipe fraktur suprakondiler humeri berdasarkan pergeseran fragmen distal. B.Pemeriksaan radiologis Fraktur pada daerah klavikula pada bagian tengah merupakan bagian yang paling sering mengalami fraktur green stick atau fraktur total (gambar 14.37).25" .32). Formatted: Right: 0. Pada tipe ini fragmen distal bergeser ke arah posterior (gambar 14. Pengobatan Pada anak-anak fraktur klavikula tidak memerlukan tindakan khusus. Disini fragmen distal bergeser ke arah anterior (gambar 14. Tipe anterior (tipe fleksi) Tipe anterior (tipe fleksi) hanya merupakan 1-2% dari seluruh fraktur suprakondiler humeri. yaitu: A.

• Tipe III Formatted: Right: 0. Klasifikasi (gambar 14. • Tipe II Tidak ada pergeseran fragmen.25" . . hanya terjadi perubahan sudut antara humerus dan kondilus lateralis (normal 40°).Mekanisme trauma Tipe ekstensi terjadi apabila trauma terjadi pada saat sendi siku dalam posisi hiperekstensi atau sedikit fleksi serta pergelangan tangan dalam posisi dorso fleksi.38) • Tipe I Terdapat fraktur tanpa adanya pergeseran dan hanya berupa retak yang berupa garis. . Sedangkan tipe fleksi terjadi bila penderita jatuh dan terjadi trauma langsung sendi siku pada distal humeri.

Pengobatan • • Tipe I Cukup dengan pemasangan mitela dan sembuh dalam 10 hari sampai 2 minggu. 3.25" .Terdapat pergeseran fragmen tetapi korteks posterior masih utuh serta masih ada kontak antarakeduafragmen. Tipe II Perlu dilakukan reposisi tertutup (gambar 14. Formatted: Right: 0. Diagnosis Pemeriksaan radiologis menentukan diagnosis fraktur pada daerah sendi siku. Posterior Lateral atau medial Rotasi Gambaran klinis Biasanya penderita datang dengan trauma dan terdapat pembengkakan pada sendi siku. A. Tipe ekstensi Pergeseran fragmen distal dapat bergerak ke arah: 1. 2. -: • Tipe IV Pergeseran kedua fragmen dan tidak ada kontak sama sekali.39) untuk mengembalikan posisi humerus distal karena akan terdapat gangguan dalam pergerakan ekstensi dan fleksi sendi siku dikemudian hari.

Formatted: Right: 0. maka dianjurkan tindakan operas! terbuka dengan pemasangan K-wire. Apabila tidak berhasil. Pemasangan gips untuk imobilisasi selama 3-4 minggu dan kemudian dipertahankan dengan mempergunakan mitela. juga pada penderita yang datang setelah beberapa hari terjadinya fraktur.• Tipe III dan IV Reposisi tertutup sebaiknya dengan mempergunakan image intensifier dan dapat difiksasi dengan K-wire perkutaneus atau tanpa fiksasi dan dipasang gips. Pada fraktur suprakondiler humerus yang disertai pembengkakan hebat dapat dilakukan traksi Dunlop atau traksi skeletal untuk beberapa hari dan setelah pembengkakan mereda dapat dicoba kembali dengan reposisi tertutup (gambar 1440). Gerakan aktif dapat dimulai dengan fleksi.25" .

Formatted: Right: 0. PULLED ELBOW Pulled elbow adalah satu kelainan yang paling sering ditemukan pada anak-anak terutama di bawah umur 4 tahun.B. Mekanisme trauma Biasanya disebabkan karena adanya traksi longitudinal yang mendadak sewaktu sendi siku dalam posisi ekstensi dan lengan bawah dalam keadaan pronasi. Pemeriksaan radiologist biasanya normal saja. Terdapat nyeri tekan pada daerah radius proksimal. anak merasa nyeri pada daerah sendi siku. Mungkin terdengar adanya bunyi klik. Tipe fleksi Pada tipe fleksi dimana fragmen distal berada di sebelah depan dilakukan reposisi dan setelah itu diimobilisasi dalam keadaan ekstensi maksimal. Lebih sering pada anak laki-laki daripada anak perempuan. Diagnosis Segera setelah terjadi trauma.25" .

Fraktur dapat bersifat terbuka atau tertutup.25" . dislokasi kaput radius ke depan disertai angulasi ulna ke arah yang sama. insidensnya sebanyak 15% (tipe fleksi) Formatted: Right: 0. dislokasi kaput radius ke belakang disertai angulasi ulna ke arah yang sama. FRAKTUR 1/3 PROKSIMAL ULNA (FRAKTUR MONTEGGIA) Fraktur 1/3 proksimal ulna disertai dengan dislokasi radius proksimal disebut sebagai fraktur Monteggia. Apabila masih terdapat subluksasi. Pertama kali dilaporkan oleh Giovanni Battista Monteggia (1814). Mekanisme trauma Fraktur dapat terjadi akibat trauma langsung atau terjadi karena hiperpronasi dengan tangan dalam keadaan out-stretched. dapat dilakukan reposisi dengan atau tanpa pembiusan.52): • • Tipe I.Pengobatan Biasanya terjadi reduksi spontan terutama pada waktu pengambilan foto rontgen. laki-laki 5 kali lebih sering daripada perempuan. Kemudian dapat dilakukan mobilisasi dengan mitela selama satu minggu. Insidensnya sebanyak 60-65% (tipe ekstensi). Ditemukan lebih sering pada anak-anak daripada orang dewasa (2:1). Tipe II. Klasifikasi Klasifikasi menurut Bado (1962) dibagi dalam 4 tipe (gambar 14. Biasanya ditemukan pada umur termuda 4 tahun.

Pengobatan fraktur tertutup pada anak-anak dicoba dengan reposisi tertutup karena angka keberhasilannya sebesar 50%. bersama-sama fraktur radius di sebelah distal tuberositas bisipitalis. Pada orang dewasa semua jenis fraktur Monteggia harus segera dilakukan operasi terbuka dengan fiksasi interna yang Formatted: Right: 0. Pengobatan Pada fraktur terbuka sebaiknya segera dilakukan tindakan operas! disertai dengan fiksasi ulna. Insidens fraktur Monteggia tipe IV ini sebanyak 5%. dislokasi kaput radius ke depan disertai angulasi ulna ke arah yang sama dengan tipe I. Pemeriksaan radiologis dilakukan untuk memastikan diagnosis (gambar 14.• Tipe III. insidensnya sebanyak 20% • Tipe IV. Gambaran klinis Penderita biasanya mengeluh nyeri dan bengkak pada lengan bawah dan datang dengan tangan dalam posisi fleksi dan pronasi.25" . dislokasi ke samping kaput radius disertai angulasi ulna ke arah yang sama. dengan fraktur ulna tepat distal prosesus koronoid.53).

25" . ULNA DISTAL DAN FRAKTUR EPIFISIS Fraktur radius dan ulna distal dan fraktur epifisis merupakan fraktur yang sering ditemukan pada anak-anak di daerah lengan bawah (82%). 1. Gambaran klinis Terdapat trauma dengan mekanisme seperti di atas dengan pembengkakan dan nyeri tekan disekitar pergelangan tangan. 2. Formatted: Right: 0. Pemeriksaan radiologis Dengan pemeriksaan rontgen dapat ditentukan jenis-jenis fraktur. 5. Hal ini disebabkan karena daerah metafisis pada anak-anak relatif masih lemah. 3. Fraktur epifisis Fraktur epifisis radius distal paling sering ditemukan terutama pada anak umur 6-12 tahun. FRAKTUR RADIUS. Klasifikasi Klasifikasi terdiri atas : 1. Fraktur epifisis Frakturtorus Fraktur green-stick Fraktur total Fraktur Galeazzi Mekanisme trauma Terjadi pada saat tangan dalam keadaan out stretched dimana pergelangan tangan dalam keadaan hiperekstensi.rigid karena fraktur ini adalah suatu fraktur vans iuga mengenai sendi siku dan oerlu dilakukan mobilisasi. 4.

25" .Pada umumnya adalah tipe I atau II (Salter-Harris) dan sangat jarang ditemukan tipe III dan tipe IV (Salter-Harris). Formatted: Right: 0. Fraktur epifisis ulna jarang ditemukan.

25). Angulasi volar. Pada umumnya angulasi kurang 20° pada umur 10-12 tahun tidak memerlukan reduksi dan hanya pemasangan gips di atas siku dengan posisi pronasi selama 3-4 minggu.Pengobatan Reposisi tertutup sangat mudah dilakukan dan diimobilisasi dengan gips sirkuler di bawah siku selama 3 minggu. Fraktur green stick Fraktur green stick terjadi apabila ada robekan periosteum dan korteks pada daerah konveks dari deformitas (gambar 14. b. Ada dua jenis fraktur green stick.25" . Frakturtorus Fraktur torus disebut juga fraktur buckle terjadi pada korteks di daerah metafisis 23 cm di atas lempeng epifisis. Fraktur dapat mengenai salah satu tulang baik radius atau ulna saja. 2. 3. Operasi dilakukan apabila fraktur sudah terjadi beberapa hari dan terdapat pergeseran yang hebat. tetapi kebanyakan pada kedua tulang. lebih sering ditemukan Angulasike dorsal. yaitu: a. Pengobatan Pemasangan gips sirkuler di bawah siku selama 3 minggu. lebihjarang ditemukan Pengobatan Tidak semua fraktur green stick perlu dilakukan reduksi tertutup terutama bagian distal dekat sendi. karena dapat terjadi koreksi angulasi secara spontan. Mekanisme trauma Terjadi karena kompresi longitudinal dan torsional. Formatted: Right: 0.

Pengobatan Tetap dilakukan usaha untuk reposisi tertutup dan apabila gagal maka dilakukan reposisi terbuka dengan fiksasi interna serta diperkuat dengan gips sirkuler selama 4 minggu tergantung umur penderita. Formatted: Right: 0.56).4. Fraktur total Fraktur total pada radius dan ulna biasanya saling menyamping dan sulit untuk mempertahankannya sehingga dilakukan reposisi. d. e. Fraktur Galeazzi Fraktur Galeazzi adalah fraktur radius pada 1/3 distal dan dislokasi sendi radioulnar distal (gambar 14. Komplikasi a. Fraktur Galeazzi lebih jarang ditemukan daripada fraktur Monteggia. c. Infeksi Kontraktur iskemik Volkmann Lempeng pertumbuhan yang berhenti Malunion Refraktur 5. b. Pada keadaan ini fraktur harus dirawat seperti suatu fraktur terbuka dan disertai dengan debridemen yang baik dan dipertahankan dengan fiksasi interna. Kebanyakan ditemukan pada orang dewasa dan jarang pada anak-anak. Fraktur terbuka radius atau ulna sering ditemukan dan dapat menyebabkan salah satu tulang proksimal menonjol.25" .

58). FRAKTUR PADA ANAK SECARA REGIONAL ANGGOTA GERAK BAWAH FRAKTUR DIAFISIS FEMUR Fraktur diafisis femur sering ditemukan pada anak-anak dan harus dianggap sebagai suatu fraktur yang dapat menimbulkan perdarahan dan syok (gambar 14. Pengobatan Fraktur bersifat tidak stabil dan terdapat dislokasi sehingga sebaiknya dilakukan operas! dengan fiksasi interna.Gambaran klinis Terdapat gejala fraktur dan dislokasi pada daerah distal lengan bawah. Pemeriksaan radiologis Dengan pemeriksaan rontgen diagnosis dapat ditegakkan. Klasifikasi Fraktur femur dibagi dalam: • Subtrokanterik Formatted: Right: 0. Mekanisme trauma Fraktur terjadi karena suatu trauma hebat dan lokalisasi yang paling sering adalah pada 1/3 tengah diafisis femur.25" .

Terdapat deformitas. Pemeriksaan harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menambah perdarahan. fragmen proksimal tertarik dalam posisi fleksi karena tarikan muskulus iliopsoas. Pemeriksaan radiologis Pemeriksaan rontgen menentukan tipe dan lokalisasi fraktur. Fraktur dapat bersifat oblik. Gambaran klinis Penderita biasanya datang dengan gejala trauma hebat disertai pembengkakan pada daerah tungkai atas dan tidak dapat menggerakkan tungkai.25" . Pada fraktur femur 1/3 proksimal. pemendekan anggota gerak dan krepitasi. Pengobatan Prinsip pengobatan adalah: Formatted: Right: 0. transversal dan jarang bersifat komunitif. abduksi oleh muskulus gluteus medius dan minimus serta rotasi eksterna oleh otot rotator pendek dan gluteus maksimus.• • • Adduksi Abduksi Klasik Posisi fraktur terjadi karena tarikan dan lokalisasi fraktur.

Mekanisme trauma Fraktur eminensia interkondiler tibia terjadi karena lutut dalam posisi fleksi dan trauma dari depan mendorong femur ke belakang dimana tibia dalam keadaan terfiksasi yang akan menyebabkan avulsi bagian depan.1. Fraktur eminensia interkondiler tibia sering terjadi pada anak umur 8-13 tahun dan tidak pernah ditemukan di bawah umur 7 tahun. dilakukan setelah reposisi dan imobilisasi dengan gips 2. FRAKTUR EMINENSIA INTERKONDILER TIBIA Eminensia interkondiler (tibial spine) berada di antara kedua faset lateral dan medial pada permukaan atas tibia. sedangkan avulsi bagian posterior lebih jarang ditemukan.25" . traksi kulit menurut Hamilton-Russel Anak yang lebih besar dapat dilakukan traksi tulang melalui kondilus femur dengan menggunakan bidai dari Thomas dan penyangga Pearson Spika panggul. Fraktur biasanya terjadi pada anak yang sedang mengendarai sepeda dan jatuh dalam keadaan lutut fleksi. Terapi operatif Terapi operatif dilakukan dengan mempergunakan K-nail atau plate yang kecil terutama pada anak yang iebih besar dengan indikasi tertentu. Klasifikasi (Meyers dan McKeever) • Tipe I Pada tipe I terjadi avulsi dengan sedikit pergeseran dimana eminensia hanya mengalami elevasi ringan. Fraktur ini terjadi karena avulsi ligamen krusiatum baik posterior atau anterior. Tipe III Pada tipe III terjadi avulsi dengan elevasi total yang dapat terjadi dalam 2 bentuk. • • Tipe II Pada tipe II terjadi avulsi dengan elevasi pada dasarnya 1/3 bagian depan. traksi kulit menurut Bryant (Callow) Anak umur 2 tahun keatas. Konservatif • • • • Anak umur 0-2 tahun. yaitu:  Lepas tanpa terbalik Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Right: 0.

Lutut dalam keadaan fleksi 1030° dan nyeri apabila dilakukan ekstensi. Lepas dengan posisi terbalik sehingga tidak dapat mengalami penyembuhan Gambaran klinis Didapatkan trauma pada lutut disertai hemartrosis yang terjadi secara cepat. Formatted: Indent: Left: 0" Formatted: Right: 0. Terdapat gangguan pergerakan sendi lutut serta spasme otot sekitar sendi lutut.25" .

Apofisis tibia terletak pada pertengahan daerah tendo ekspansi otot kuadrisep. Tipe II Pada tipe II tuberkel yang kecil terangkat bersama-sama dengan ligamen.5" Formatted: Indent: Left: 0". Pada tipe III dilakukan operas! dan fragmen yang terlepas difiksasi dengan jahitan yang dapat diresorpsi dan bukan dengan mempergunakan screw atau alat fiksasi lain. Tab stops: No at 1" Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Indent: Left: 0. Tipe II dan III sebaiknya dilakukan operasi dengan fiksasi bagian fragmen menggunakan pin atau screw kecil. Tab stops: No at 1" Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Indent: Left: 0. First line: 0" Pengobatan Pada tipe I dan tipe II diimobilisasi dengan silinder gips dalam keadaan lutut fleksi 2030°.5" Pengobatan Tipe I dengan pemasangan gips silinder dengan lutut dalam keadaan ekstensi.Pemeriksaan radiologis Pemeriksaan radiologis akan memberikan gambaran tentang jenis fraktur. dimana pada posisi ini terjadi relaksasi ligamen krusiatum anterior.25" . Formatted: Indent: Left: 0" Formatted: Right: 0. Formatted: Indent: Left: 0" Klasifikasi (Watson-Jones)    Tipe I Pada tipe I tuberkel terangkat tetapi tetap melekat pada bagian proksimal. Tuberkel tibia dilindungi oleh ligamen ini sehingga jarang terjadi avulsi yang total. Formatted: Indent: Left: 0". Tab stops: No at 1" Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Indent: Left: 0. Tipe III Pada tipe III tuberkel yang besar terangkat mulai dari distal sampai proksimal dalam sendi.5" Formatted: Indent: Left: 0". Formatted: Indent: Left: 0". Formatted: Indent: Left: 0" FRAKTUR APOFISIS TUBERKEL TIBIA Fraktur ini sering ditemukan pada anak-anak umur 14-16 tahun.

Trauma kompresi aksial Trauma kompresi aksial merupakan jenis yang paling jarang ditemukan. Trauma ini akan menimbulkan fraktur epifisis tipe II (Salter-Harris). Fraktur ini lebih sering ditemukan pada anak laki-laki dengan perbandingan 41 dan terutama pada umur 11-15 tahun. Trauma abduksi Trauma abduksi merupakan jenis yang paling sering ditemukan. Mungkin juga disertai dengan fraktur intra-artikuler melalui bagian tengah epifisis. yaitu sebanyak 9%.25" . Pengobatan Pengobatan definitif harus dilakukan sesegera mungkin dan dapat dilakukan dengan 2 cara: 1. 4. Fraktur ini juga disebut triplane fracture. yaitu sebesar 48%. biasanya disertai dengan fraktur diafisis fibula distal. Trauma adduksi Trauma adduksi ditemukan sebesar 14.5%. 2.FRAKTUR EPIFISIS TIBIA DISTAL Fraktur epifisis tibia distal sering ditemukan dan insidensnya 11% dari seluruh fraktur epifisis pada anak-anak. yaitu sebanyak 23%. Trauma rotasi eksterna Trauma rotasi eksterna merupakan jenis kedua yang sering ditemukan.5%. Pengobatan konservatif dengan reduksi tertutup disertai pemakaian gips sirkuler Formatted: Bullets and Numbering Formatted: Right: 0. Trauma kompresi aksial biasanya terjadi karena trauma langsung epifisis tibia distal dan fragmen tulang dapat bergeser ke depan atau ke belakang. Trauma ini merupakan tipe III (Salter-Harris) dan disebut juga fraktur Tillaux. 3. Terjadi pemindahan seluruh epifisis tibia ke arah posterior tanpa adanya fraktur fibula. Klasifikasi dan Mekanisme Trauma 1. 5. Terdapat pemindahan ke posterior dari seluruh epifisis tibia distal disertai fragmen metafisis tibia (tipe II Salter-Harris). Trauma plantar fleksi Trauma plantar fleksi ditemukan sebanyak 12.

• Resusitasi Kebanyakan penderita dengan fraktur multipel tiba di rumah sakit dengan syok. Jenis fraktur yang dapat terjadi adalah tipe II atau tipe IV (Salter-Harris). • Penilaian klinis Sebelum menilai fraktur itu sendiri. Formatted: Right: 0. Bila terdapat perdarahan dapat dilakukan pertolongan seperti dikemukakan sebelumnya. PRINSIP DAN METODE PENGOBATAN FRAKTUR PRINSIP . Pengobatan Pengobatan berupa pemasangan gips sirkuler di bawah lutut. Tindakan operatif dilakukan pada tipe III (Salter-Harris) atau terapi konservatif yang tidak berhasil atau mereka yang datang terlambat FRAKTUR EPIFISIS FIBULA DISTAL Dapat terjadi fraktur fibula sendiri atau bersama-sama dengan fraktur tibia epifisis.2. menutup luka dengan verban yang bersih dan imobilisasi fraktur pada anggota gerak yang terkena agar penderita merasa nyaman dan mengurangi nyeri sebelum diangkut dengan ambulans.PRINSIP PENGOBATAN FRAKTUR PENATALAKSANAAN AWAL Sebelum dilakukan pengobatan definitif pada satu fraktur. adakah trauma pembuluh darah/saraf ataukah ada trauma alat-alat dalam yang lain.25" . sehingga diperlukan resusitasi sebelum diberikan terapi pada frakturnya sendiri berupa pemberian transfusi darah dan cairan lainnya serta obat-obat anti nyeri. perfu dilakukan penilaian klinis. apakah luka itu luka tembus tulang. Sering ditemukan pada anak umur 8-15 tahun dan biasanya terjadi karena trauma tidak langsung. maka diperlukan • Pertolongan pertama Pada penderita dengan fraktur yang penting dilakukan adalah membersihkan jalan napas.

Seleksi pengobatan dengan tujuan khusus • Menghilangkan nyeri Nyeri timbul karena trauma pada jaringan lunak termasuk periosteum dan endosteum. Reduksi tidak perlu akurat secara radiologik oleh karena kita mengobati penderita dan tidak mengobati gambaran radiologik. Pengobatan berdasarkan atas diagnosis dan prognosis yang akurat Dengan melakukan diagnosis yang tepat pada fraktur.PRINSIP UMUM PENGOBATAN FRAKTUR Ada enam prinsip umum pengobatan fraktur: 1. Nyeri dapat diatasi dengan imobilisasi fraktur dan pemberian analgetik. Hal ini perlu diperhatikan oleh karena banyak kasus terjadi akibat penanganan dokter yang menimbulkan komplikasi atau memperburuk keadaan fraktur yang ada sehingga merupakan kasus malpraktek yang dapat menjadi kasus di pengadilan. Faktor-faktor yang penting dalam penyembuhan fraktur yaitu umur penderita. Jangan membuat keadaan lebih jelek Beberapa komplikasi fraktur terjadi akibat trauma yang antara lain disebabkan karena pengobatan yang diberikan yang disebut sebagai iatrogenik. • Memperoleh posisi yang baik dari fragmen Beberapa fraktur tanpa pergeseran fragmen tulang atau dengan pergeseran yang sedikit saja sehingga tidak diperlukan reduksi. kita dapat menentukan prognosis trauma yang dialami sehingga dapat dipilih metode pengobatan yang tepat. Perlu ditetapkan apakah fraktur ini memerlukan reduksi dan apabila perlu apakah bersifat tertutup atau terbuka. pergeseran awal serta vaskularisasi dari fragmen fraktur. Formatted: Right: 0.25" . 3. lokalisasi dan konfigurasi. dapat dihindarkan apabila kita dapat mencegahnya dengan melakukan tindakan yang memadai seperti mencegah kerusakan jaringan lunak pada saat transportasi penderita. Nyeri bertambah bila ada gerakan pada daerah fraktur disertai spasme otot serta pembengkakan yang progresif dalam ruang yang tertutup. 2. Beberapa komplikasi yang bersifat iatrogenik. serta luka terbuka dengan perawatan yang tepat.

yaitu: 1. sehingga perlu diberikan latihan yang bersifat aktif dinamik (isotonik). pemeriksaan klinik dan radiologis. Recognition. kemungkinan diperlukan usaha agar terjadi union misalnya dengan bone graft. 5. Pada fraktur tertentu. Pada awal pengobatan perlu diperhatikan: • • • • Lokalisasi fraktur Bentuk fraktur Menentukan teknik yang sesuai untuk pengobatan Komplikasi yang mungkin terjadi selama dan sesudah pengobatan Formatted: Right: 0. komplikasi yang terjadi dan perlu pula dipertimbangkan keadaan sosial ekonomi penderita secara individual. diagnosis dan penilaian fraktur Prinsip pertama adalah mengetahui dan menilai keadaan fraktur dengan anamnesis.• Mengusahakan terjadinya penyambungan tulang Umumnya fraktur yang telah ditangani. • Mengembalikan fungsi secara optimal Penyembuhan fraktur dengan imobilisasi harus dipikirkan pencegahan atrofi pada anggota gerak. jenis fraktur. prinsip pengobatan ada empat (4R). 6. Dengan latihan dapat pula dipertahankan kekuatan otot serta sirkulasi darah.25" . bila terjadi kerusakan yang hebat pada periosteum/jaringan lunak sekitarnya. dalam waktu singkat dapat terjadi proses penyembuhan. 4. Bersifat realistik dan praktis dalam memilih jenis pengobatan Dalam memilih pengobatan harus dipertimbangkan pengobatan yang realistik dan praktis. Mengingat hukum-hukum penyembuhan secara alami Jaringan muskuloskeletal bereaksi terhadap suatu fraktur sesuai dengan hukum alami yang telah diterangkan sebelumnya. Sebelum mengambil keputusan untuk melakukan pengobatan definitif. Seleksi pengobatan sesuai dengan penderita secara individual Setiap fraktur memerlukan penilaian pengobatan yang sesuai. yaitu dengan mempertimbangkan faktor umur.

25" . 3. Pada fraktur intra-artikuler diperlukan reduksi anatomis dan sedapat mungkin mengembalikan fungsi normal dan mencegah komplikasi seperti kekakuan. Proteksi semata-mata (tanpa reduksi atau imobilisasi) Proteksi fraktur terutama untuk mencegah trauma lebih lanjut misalnya dengan cara memberikan sling(mitela) pada anggota gerak atas atau tongkat pada anggota gerak bawah (gambar 144). 2. Konservatif Reduksi tertutup dengan fiksasi eksterna atau fiksasi perkutaneus dengan K-wire Reduksi terbuka dan fiksasi interna atau fiksasi eksterna tulang Eksisi fragmen tulang dan penggantian dengan protesis KONSERVATIF Terdiri atas: 1.2. 4. imobilisasi fraktur Rehabilitation. Adanya rotasi tidak dapat diterima dimanapun lokalisasi fraktur 3. Reduction. reduksi fraktur apabila perlu Restorasi fragmen fraktur dilakukan untuk mendapatkan posisi yang dapat diterima. dan overriding tidak melebihi 0.5 inchi pada fraktur femur. Angulasi <5° pada tulang panjang anggota gerak bawah dan lengan atas dan angulasi sampai 10° pada humerus dapat diterima. deformitas serta perubahan osteoartritis di kemudian hari. Retention. iga dan fraktur impaksi dari humerus tidak memerlukan reduksi. 4. Terdapat kontak sekurang-kurangnya 50%. mengembalikan aktifitas fungsional semaksimal mungkin METODE-METODE PENGOBATAN FRAKTUR FRAKTUR TERTUTUP Metode pengobatan fraktur pada umumnya dibagi dalam: 1. Formatted: Right: 0. Posisi yang baik adalah: • • alignment yang sempurna aposisi yang sempurna Fraktur seperti fraktur klavikula.

Reposisi yang dilakukan melawan kekuatan terjadinya fraktur. falangs dan metakarpal atau fraktur klavikula pada anak. Indikasi Digunakan pada fraktur yang perlu dipertahankan posisinya dalam proses penyembuhan. Reduksi tertutup dengan manipulasi dan imobilisasi eksterna. Penggunaan gips untuk imobilisasi merupakan alat utama pada teknik ini (gambar 14. Imobilisasi dengan bidai eksterna (tanpa reduksi) Imobilisasi pada fraktur dengan bidai eksterna hanya memberikan sedikit imobilisasi.25" Formatted: Bullets and Numbering . fraktur iga yang stabil. Indikasi   Sebagai bidai pada fraktur untuk pertolongan pertama Imobilisasi sebagai pengobatan definitif pada fraktur Formatted: Right: 0. 3. dilakukan baik dengan pembiusan umum ataupun lokal. impaksi fraktur pada humerus proksimal serta fraktur yang sudah mengalami union secara klinis. Indikasi lain yaitu fraktur kompresi tulang belakang. Reduksi tertutup yang diartikan manipulasi. tetapi belum mencapai konsolidasi radiologik. biasanya mempergunakan plaster of Paris (gips) atau dengan bermacam-macam bidai dari plastik atau metal. mempergunakan gips.Indikasi Terutama diindikasikan pada fraktur-fraktur tidak bergeser.5). 2.

 Diperlukan manipulasi pada fraktur yang bergeser dan diharapkan dapat direduksi dengan cara tertutup dan dapat dipertahankan. Reduksi tertutup dengan traksi berlanjut diikuti dengan imobilisasi Reduksi tertutup padafraktur yang diikuti dengan traksi berlanjut dapat dilakukan dengan beberapa cara. bidai Thomas dengan Pearson knee flexion attachment. Indikasi • Bilamana reduksi tertutup dengan manipulasi dan imobilisasi tidak memungkinkan serta untuk mencegah tindakan operatif misalnya pada fraktur batang femur. Imobilisasi untuk mencegah fraktur patologis Sebagai alat bantu tambahan pada fiksasi interna yang kurang kuat 4.25" . Tindakan ini mempunyai dua tujuan utama berupa reduksi yang bertahap dan imobilisasi. bidai Brown Bohler. Fraktur yang tidak stabil atau bersifat komunitif akan bergerak di dalam gips sehingga diperlukan pemeriksaan radiologis yang berulang-ulang. 5. Reduksi tertutup dengan traksi kontinu dan counter traksi Dengan mempergunakan alat-alat mekanik seperti bidai Thomas. yaitu traksi kulit dan traksi tulang. fraktur vertebra servikalis • Bilamana terdapat otot yang kuat mengelilingi fraktur pada tulang tungkai bawah yang menarik fragmen dan menyebabkan angulasi. overFormatted: Right: 0.

riding dan rotasi yang dapat menimbulkan malunion. bagian distal tibia. Traksi kulit Traksi kulit dengan mempergunakan leukoplas yang melekat pada kulit disertai dengan pemakaian bidai Thomas atau bidai Brown Bohler. fraktur spiral atau komunitif pada tulang panjang Fraktur vertebra servikalis yang tidak stabil Fraktur femur pada anak-anak (traksi Bryant = traksi Gallow) Fraktur dengan pembengkakan yang sangat hebat disertai dengan pergeseran yang hebat serta tidak stabil. misalnya pada fraktur suprakondiler humerus • • Jarang pada fraktur metakarpal Sekali-kali pada fraktur Colles atau fraktur pada orang tua dimana reduksi tertutup dan imobilisasi eksterna tidak memungkinkan Ada empat metode traksi kontinu yang digunakan: a. Traksi tulang Traksi tulang dengan kawat Kirschner (K-wire) dan pin Steinmann yang dimasukkan ke dalam tulang dan juga dilakukan traksi dengan mempergunakan berat beban dengan bantuan bidai Thomas dan bidai Brown Bohler. Traksi juga dapat dilakukan pada fraktur suprakondiler humeri menurut Dunlop. bagian distal femur pada kondilus Formatted: Right: 0.25" . oblik. Traksi menetap Traksi menetap juga mempergunakan leukoplas yang melekat pada bidai Thomas atau bidai Brown Bohler yang difiksasi pada salah satu bagian dari bidai Thomas. nonunion atau delayed union • • • • Bilamana terdapat fraktur yang tidak stabil. trokanter mayor. Biasanya dilakukan pada fraktur femur yang tidak bergeser. c. yaitu pada bagian proksimal tibia di bawah tuberositas tibia. Tempat untuk memasukan pin. Traksi menurut Bryant (Gallow) pada anak-anak di bawah 2 tahun dengan berat badan kurang dari 10 kg. b.

Traksi berimbang dan traksi sliding Traksi berimbang dan traksi sliding terutama dipergunakan pada fraktur femur. d. misalnya pada tuberositas isiadikus Formatted: Right: 0.femur. prosesus olekranon (gambar 1440).6E). mempergunakan traksi skeletal dengan beberapa katrol dan bantalan khusus. kalkaneus (jarang dilakukan).25" . Komplikasi dari traksi kontinu yaitu: • • • • • • Penyakit trombo-emboli Infeksi kulit superfisial dan reaksi alergi : Leukoplas yang mengalami robekan sehingga fraktur mengalami pergeseran Infeksi tulang akibat pemasangan pin Terjadi distraksi diantara kedua fragmen fraktur Dekubitus pada daerah tekanan bidai Thomas. bagian distal metakarpal dan tengkorak. biasanya dipergunakan bidai Thomas dan Pearson attachment (gambar 14.

7). kawat Kirschner. pin plate teleskopik.25" . plate dan screw Smith Peterson. Operasi harus dilakukan secepatnya (dalam satu minggu) kecuali bila ada halangan. pin Rush. pin Jewett dan protesis (gambar 14. pin Kuntscher intrameduler. maka reduksi dapat dipertahankan dengan memasukkan K-wire perkutaneus misalnya pada fraktur suprakondiler humeri pada anak-anak atau pada fraktur Colles. Juga dapat dilakukan pada fraktur leher femur dan pertrokanter dengan memasukkan batang metal. REDUKSI TERBUKA DENGAN FIKSASI INTERNAATAU FIKSASI EKSTERNA TULANG Tindakan operasi harus diputuskan dengan cermat dan dilakukan oleh ahli bedah serta pembantunya yang berpengalaman dalam ruangan yang aseptik. Alat-alat yang dipergunakan dalam operasi yaitu kawat bedah. screw. screw dan plate. serta pada fraktur batang femur dengan teknik tertutup dan hanya membuat lubang kecil pada daerah proksimal femur. pin Trephine (pin Smith Peterson).REDUKSI TERTUTUP DENGAN FIKSASI EKSTERNA ATAU FIKSASI PERKUTANEUS DENGAN K-WIRE Setelah dilakukan reduksi tertutup pada fraktur yang bersifat tidak stabil. pin Steinmann. Formatted: Right: 0. Teknik ini biasanya memerlukan bantuan alat rontgen image intensifier (Garm).

Selain alat-alat metal. Saat ini teknik operasi pada tulang dikembangkan oleh grup ASIF (metode AO) yang dilakukan di Swiss dengan menggunakan peralatan yang secara biomekanik telah diteliti. tulang yang mati ataupun hidup dapat pula digunakan berupa bone graft baik autograft/alograft. untuk mengisi defek tulang atau pada fraktur yang nonunion. Prinsip operasi teknik AO berupa reduksi akurat. kondilus. olekranon. Operasi dilakukan dengan cara membuka daerah fraktur dan fragmen direduksi secara akurat dengan penglihatan langsung. a. patela Reduksi tertutup yang mengalami kegagalan misalnya fraktur radius dan ulna disertai malposisi yang hebat atau fraktur yang tidak stabil Bila terdapat interposisi jaringan di antara kedua fragmen Bila diperlukan fiksasi rigid misalnya pada fraktur leher femur Bila terjadi fraktur dislokasi yang tidak dapat direduksi secara baik dengan reduksi tertutup misalnya fraktur Monteggia dan fraktur Bennett Fraktur terbuka Bila terdapat kontraindikasi pada imobilisasi eksterna sedangkan diperlukan mobilisasi yang cepat. reduksi rigid dan mobilisasi dini yang akan memberikan hasil fungsional yang maksimal. misalnya fraktur pada orang tua Eksisi fragmen yang kecil Eksisi fragmen tulang yang kemungkinan mengalami nekrosis avaskuler misalnya fraktur leher femur pada orangtua Fraktur avulsi misalnya pada kondilus humeri Fraktur epifisis tertentu pada grade III dan IV (Salter-Harris) pada anak-anak Fraktur multipel misalnya fraktur pada tungkai atas dan bawah Untuk mempermudah perawatan penderita misalnya fraktur vertebra tulang belakang yang disertai paraplegia Formatted: Right: 0.25" . Reduksi terbuka dengan fiksasi interna Indikasi • • • • • • • • • • • • • Fraktur intra-artikuler misalnya fraktur maleolus.

Indikasi • • • • • Fraktur terbuka grade II dan grade III Fraktur terbuka disertai hilangnya jaringan atau tulang yang hebat Fraktur dengan infeksi atau infeksi pseudoartrosis Fraktur yang miskin jaringan ikat Kadang-kadang pada fraktur tungkai bawah penderita diabetes mellitus Komplikasi reduksi terbuka: • • • Infeksi (osteomielitis) Kerusakan pembuluh darah dan saraf Kekakuan sendi bagian proksimal dan distal Formatted: Right: 0.8). Reduksi terbuka dengan fiksasi eksterna Reduksi terbuka dengan alat fiksasi eksterna dengan mempergunakan kanselosa screw dengan metilmetakrilat (akrilik gigi) atau fiksasi eksterna dengan jenis-jenis lain misalnya menurut AO atau inovasi sendiri dengan mempergunakan screw Schanz (gambar 14.b.25" .

Sebagai bahan tambahan sering dipergunakan metilmetakrilat. Beberapa hal yang penting untuk dilakukan dalam penanggulangan fraktur terbuka yaitu operasi yang dilakukan dengan segera. debrideman yang berulang-ulang. biasanya terjadi nekrosis avaskuler dari fragmen atau nonunion. Luka pada kulit dapat berupa tusukan tulang yang tajam keluar menembus kulit (from within) atau dari luar oleh karena tertembus misalnya oleh peluru atau trauma langsung (from without) (gambar 14. oleh karena itu dilakukan pemasangan protesis yaitu alat dengan komposisi metal tertentu untuk menggantikan bagian yang nekrosis. Fraktur terbuka merupakan suatu keadaan darurat yang memerlukan penanganan yang terstandar untuk mengurangi resiko infeksi.25" .• • Kerusakan periosteum yang hebat sehingga terjadi delayed union atau nonunion Emboli lemak EKSISI FRAGMEN TULANG DAN PENGGANTIAN DENGAN PROTESIS Pada fraktur leher femur dan sendi siku orang tua. penutupan kulit dan bone grafting yang dini serta pemberian antibiotik yang adekuat. Selain mencegah infeksi juga diharapkan terjadi penyembuhan fraktur dan restorasi fungsi anggota gerak. Formatted: Right: 0. stabilisasi fraktur.9). FRAKTUR TERBUKA Fraktur terbuka merupakan suatu fraktur dimana terjadi hubungan dengan lingkungan luar melalui kulit sehingga terjadi kontaminasi bakteri sehingga timbul komplikasi berupa infeksi. secara hati-hati.

transversal. kulit dan struktur neurovaskuler dengan kontaminasi yang hebat. Tipe III dibagi lagi dalam tiga subtipe: o Tipe III a Jaringan lunak cukup menutup tulang yang patah walaupun terdapat laserasi yang hebat ataupun adanya flap. Merkow dan Templeman (1990). Tipe ini biasanya disebabkan oleh karena trauma dengan kecepatan tinggi. o Tipe III c Fraktur terbuka yang disertai dengan kerusakan arteri yang memerlukan perbaikan tanpa memperhatikan tingkat kerusakan jaringan lunak. terdapat pendorongan (stripping) periost. Fraktur yang terjadi biasanya bersifat simpel. • Tipe III Terdapat kerusakan yang hebat dari jaringan lunak termasuk otot. Terdapat sedikit kerusakan jaringan dan tidak terdapat tanda-tanda trauma yang hebat pada jaringan lunak. kontaminasi yang hebat serta fraktur komunitif yang hebat. Fraktur bersifat segmental atau komunitif yang hebat. Terdapat kerusakan yang sedang dari jaringan dengan sedikit kontaminasi dari fraktur.25" . • Tipe I Luka kecil kurang dari 1 cm panjangnya. • Tipe II Laserasi kulit melebihi 1 cm tetapi tidak ada kerusakan jaringan yang hebat atau avulsi kulit. oblik pendek atau sedikit komunitif. o Tipe III b Fraktur disertai dengan trauma hebat dengan kerusakan dan kehilangan jaringan. biasanya karena luka tusukan dari fragmen tulang yang menembus keluar kulit. tulang terbuka.KLASIFIKASI Klasifikasi yang dianut adalah menurut Gustilo. PENANGGULANGAN FRAKTUR TERBUKA Beberapa prinsip dasar pengelolaan fraktur terbuka: 1. Obati fraktur terbuka sebagai satu kegawatan Formatted: Right: 0.

TAHAP PENGOBATAN FRAKTUR TERBUKA 1.2.25" . otot dan fragmen-fragmen yang lepas. Formatted: Right: 0. Adakan evaluasi awal dan diagnosis akan adanya kelainan yang dapat menyebabkan kematian 3. 6. Fraktur grade II dan III sebaiknya difiksasi dengan fiksasi eksterna. Dapat dilakukan split thickness skin-graft serta pemasangan drainase isap untuk mencegah akumulasi darah dan serum pada luka yang dalam. Penutupan kulit Apabila fraktur terbuka diobati dalam waktu periode emas (6-7 jam mulai dari terjadinya kecelakaan). Pengobatan fraktur itu sendiri Fraktur dengan luka yang hebat memerlukan suatu traksi skeletal atau reduksi terbuka dengan fiksasi eksterna tulang. Berikan antibiotik dalam ruang gawat darurat. Segera dilakukan debrideman dan irigasi yang baik Ulangi debrideman 24-72 jam berikutnya Stabilisasi fraktur Biarkan luka terbuka antara 5-7 hari Lakukan bone graft autogenous secepatnya Rehabilitasi anggota gerak yang terkena TAHAP . fasia. 2. 7 8. Yang perlu mendapat perhatian adalah penutupan kulit tidak dipaksakan yang mengakibatkan sehingga kulit menjadi tegang. lemak. Hal ini tidak dilakukan apabila penutupan membuat kulit sangat tegang. 3. Kulit dapat ditutup kembali disebut delayed primary closure. maka sebaiknya kulit ditutup. Luka dapat dibiarkan terbuka setelah beberapa hari tapi tidak lebih dari 10 hari. di kamar operasi dan setelah operasi 4. 9. Pembersihan luka Pembersihan luka dilakukan dengan cara irigasi dengan cairan NaCI fisiologis secara mekanis untuk mengeluarkan benda asing yang melekat. 5. 4. jaringan subkutaneus. Eksisi jaringan yang mati dan tersangka mati (debridemen) Semua jaringan yang kehilangan vaskularisasinya merupakan daerah tempat pembenihan bakteri sehingga diperlukan eksisi secara operasi pada kulit.

9. pada saat dan sesudah tindakan operasi. trombosis vena. mencegah atrofi otot. Sejak awal penderita harus dituntun secara psikologis untuk membantu Formatted: Right: 0. 4. mencegah terjadinya komplikasi seperti dekubitus. Pemberian antibiotik Pemberian antibiotik bertujuan untuk mencegah infeksi. Perdarahan. dapat diberikan 250 unit tetanus imunoglobulin (manusia). Pada penderita yang telah mendapat imunisasi aktif cukup dengan pemberian toksoid tapi bagi yang belum. syok septik sampai kematian Septikemia.5. adhesi dan kekakuan sendi. toksemia oleh karena infeksi piogenik Tetanus Gangren Perdarahan sekunder Osteomielitis kronik Delayed union Nonunion dan malunion Kekakuan sendi Komplikasi lain oleh karena perawatan yang lama PERAWATAN LANJUT DAN REHABILITASI FRAKTUR Ada lima tujuan pengobatan fraktur: 1.25" . Antibiotik diberikan dalam dosis yang adekuat sebelum. 6. infeksi saluran kencing serta pembentukan batu ginjal. Mengembalikan fungsi secara maksimal merupakan tujuan akhir pengobatan fraktur. 7 8. 5. 2. 3. KOMPLIKASI FRAKTUR TERBUKA 1. Menghilangkan nyeri Mendapatkan dan mempertahankan posisi yang memadai dari fragmen fraktur Mengharapkan dan mengusahakan union Mengembalikan fungsi secara optimal dengan cara mempertahankan fungsi otot dan sendi. 4. 2. 10. 6. 5. 3. Pencegahan tetanus Semua penderita dengan fraktur terbuka perlu diberikan pencegahan tetanus.

KOMPLIKASI FRAKTUR Komplikasi fraktur dapat terjadi secara spontan. karena iatrogenik atau oleh karena tindakan pengobatan. yaitu penekanan lokal.penyembuhan dan pemberian fisioterapi untuk memperkuat otot-otot serta gerakan sendi baik secara isometrik (latihan aktif statik) pada setiap otot yang berada pada lingkup fraktur serta isotonik yaitu latihan aktif dinamik pada otototot tungkai dan punggung. • 4. traksi yang berlebihan dan infeksi. • • • • 3. Komplikasi umumnya akibat tiga faktor utama. Diperlukan pula terapi okupasi.25" . • 5. Komplikasi oleh akibat tindakan pengobatan (iatrogenik) umumnya dapat dicegah. Komplikasi pada kulit • • • 2. • • Lesi akibat penekanan Ulserasi akibat dekubitus Ulserasi akibat pemasangan gips Komplikasi pada pembuluh darah Ulserasi akibat pemasangan gips Lesi akibat traksi dan penekanan Iskemik Volkmann Gangren Komplikasi pada saraf Lesi akibat traksi dan penekanan Komplikasi pada sendi Infeksi (artritis septik) akibat operasi terbuka pada trauma tertutup Komplikasi padatulang Infeksi akibat operas! terbuka pada trauma tertutup (osteomielitis) Komplikasi pada lempeng epifisis dan epifisis pada fraktur anak-anak PENGENALAN DAN PENANGANAN AKIBAT KOMPLIKASI Beberapa komplikasi yang akan dibicarakan di bawah ini adalah semata-mata disebabkan oleh trauma (akibat cedera awal) atau karena iatrogenik akibat pengobatan fraktur yang tidak sesuai. Formatted: Right: 0. KOMPLIKASI FRAKTUR TERHADAP ORGAN 1.

tetapi hal ini jarang terjadi pada pembuluh darah besar. Komplikasi iatrogenik ini dapat diatasi dengan melakukan skin grafting. Harus diperhatikan keluhan penderita. Pembengkakan yang luas akibat fraktur anggota gerak dapat menarik kulit sehingga sirkulasi ke superfisial lebih banyak dan menimbulkan lepuh. khususnya pada sakrum dan tumit.25" . menilai hasil laboratorium yang ditemukan dan bila perlu dilakukan juga pemeriksaan khusus. kulit secara konstan ditekan antara permukaan sisi luar dan tulang yang menonjol. Penderita tirah baring lama yang tidak dibalik secara teratur dapat menderita ulkus dekubitus. Walaupun begitu komplikasi akibat trauma dapat menyebabkan sekuele berupa oklusi arteri yang persisten.Penanganan trauma dilakukan secara hati-hati dan tekun dengan memperhatikan adanya fraktur atau komplikasi yang menyertai. Komplikasi vaskuler a. 2. Selain itu penekanan lokal dengan plaster of Paris pada kulit dapat menyebabkan ulkus gips. Selama pengobatan fraktur. KOMPLIKASI SEGERA Komplikasi Lokal 1. pemeriksaan klinik secara kontinu. Arteri besar mudah rusak oleh trauma yang disertai fraktur dan dislokasi. Komplikasi arterial (trauma pada arteri besar) Pembuluh darah kecil dapat robek pada saat terjadi fraktur. Komplikasi padakulit Kulit dapat mengalami aberasi (friction burn) yang disertai partikel atau benda asing kotor dan masuk sampai ke dermis. Formatted: Right: 0. Bila terjadi aberasi seperti ini harus dibersihkan secara menyeluruh untuk mencegah terjadinya kerusakan yang menyebabkan timbulnya pigmentasi residual pada proses re-epitelisasi. KOMPLIKASI MENURUT WAKTU DISESUAIKAN DENGAN LOKALISASI A.

pada saat fraktur atau pada waktu pengobatan fraktur. biasanya ditemukan robekan pada intima yang menyebabkan trombosis.Trauma arteri • Terputusnya arteri Suatu arteri besar dapat terputus secara total atau tidak total oleh fragmen fraktur yang tajam dari dalam.1 Komplikasi menurut waktu disesuaikan dengan lokalisasi A. Robekan arteri tidak total dapat mengakibatkan hematoma pulsasi (aneurisma palsu). laserasi. Tabel 14. terjadi secara tiba-tiba atau oleh benda yang menyebabkan penetrasi di dalam jaringan yang berasal dari luar. luka tusuk. Komplikasi pada kulitTrauma pada kulit • • 2. Robekan arteri yang total biasanya beretraksi dan menghentikan perdarahan secara spontan. luka tembus peluru.25" . • • • Dari luar : aberasi. Spasme arteri sekunder dapat memisahkan bagian proksimal dan distal arteri kolateral yang mengakibatkan iskemik yang luas pada bagian distal. sedangkan robekan yang tidak total cenderung menyebabkan perdarahan. kontus Perdarahan lokal: o o Eksterna: keluar ke permukaan tubuh Interna: ke dalam jaringan lunak seperti hematoma Formatted: Right: 0. Komplikasi segeraKomplikasi lokal 1. • Spasme arteri Spasme menetap pada arteri yang disertai oklusi dapat terjadi akibat traksi berat dan tiba-tiba pada arteri besar. kontusi dan spasme arteri Trauma pada vena besan terputus. sehingga ditemukan hematoma lokal dan iskemik. Walaupun arteri tidak terputus. avulsi. kehilangan kulit Dari dalam : penetrasi kulit oleh fragmen fraktur • Komplikasi vaskuler Trauma pada arteri besar: terputus.

3. Komplikasi di luar pada organ lain 1. bronkus dan paru-paru Intra-abdominal.25" . 2. trombosis vena serta komplikasi pada alat-alat lain . gangren. limpa dan saluran kemih. Otak Sumsum tulang belakang Saraf perifer Komplikasi pada otot biasanya bersifat tidak total Komplikasi pada organ: • • Toraks. Komplikasi 61 luar fraktur pada organ lain 1. hemotoraks. Komplikasi sisa dari komplikasi yang segera terjadi berupa nekrosis kulit. Trauma multipel: trauma pada alat lain tubuh yang tidak berhubungan dengan fraktur 2. Syok hemoragik B. Emboli lemak Emboli paru Pneumonia Formatted: Right: 0. hemartrosis 3. • • Infeksi (artritis septik) oleh karena trauma terbuka Komplikasi pada tulang Infeksi (osteomielitis) pada daerah fraktur karena adanya trauma terbuka Nekrosis avaskuler tulang biasanya mengenai satu fragmen. jantung dan pembuluh darah besar. iskemik Volkmann. gas gangren. 5.- ke dalam rongga intrakranial. trakea. hati. Komplikasi awal Komplikasi lokal 1. hemoperitoneal. 2. Komplikasi pada sendi • 3. Komplikasi neurologis • • • 4. saluran pencernaan.

Formatted: Right: 0.4. delayed union dan nonunion Gangguan pertumbuhan oleh karena adanya trauma pada lempeng epifisis Infeksi yang menetap (osteomielitis kronik) Osteoporosis pasca trauma Atrofi Sudeck Refraktur Komplikasi pada otot Miositis osifikans pasca trauma Ruptur tendo lanjut Komplikasi saraf Tardy nerve palsy Komplikasi pada organ lain 1. • • • • • • 3. C. • Kekakuan sendi yang menetap Penyakit degeneratif sendi pasca trauma Komplikasi pada tulang Penyembuhan fraktur yang abnormal: malunion. • • 4. Batu ginjal Neurosis akibat kecelakaan • Penekanan arteri Penekanan arteri dapat disebabkan secara iatrogenik akibat lilitan gips/pembalut eksterna yang terlalu kuat dan pembengkakan progresif pada permukaan dalam yang tertutup. Tetanus Delirium tremens Komplikasi lanjut Komplikasi lokal 1. 2. Kadang-kadang suatu arteri besar dapat terjerat dan tertekan di antara dua fragmen fraktur.25" . Komplikasi pada sendi • • 2. 5.

hipestesia dan paralisis. Oklusi arteri yang tidak total misalnya pada penjepitan vena kompartemen dalam fasia. parestesia dan paralisis. Oklusi arteri dapat dideteksi dengan bantuan arteriografi. pucat. Ketegangan pasif otot iskemik misalnya ekstensi pasif jari-jari yang terlihat pada iskemia otot fleksor jari-jari yang akan memperberat nyeri. Pengenalan komplikasi arteri Perdarahan eksterna suatu robekan arteri dapat terlihat secara jelas. Gambaran klinis iskemik Volkmann berupa nyeri. pembengkakan yang luas serta gangguan fungsi saraf perifer berupa parestesia. Arteriosklerosis terjadi karena kerusakan akibat trombosis arteri pasca trauma. Urutan pengobatan diatur sebagai berikut: • • Setiap penjepitan arteri akibat lilitan pembalut yang terlalu ketat harus dibuka (pembalut jangan hanya dipotong) Setiap distorsi pada fraktur anggota gerak atau posisi ekstrim dekat persendian harus dikurangi Formatted: Right: 0. Pengobatan komplikasi arteri Oklusi pada arteri besar membutuhkan suatu operasi darurat dalam beberapa jam sejak terjadinya trauma bersama-sama dengan iskemik yang bersifat ireversibel. Gejala oklusi arteri yang total pada anggota gerak berupa kulit yang pucat pada bagian distal. menjepit arteri yang dalam tapi arteri superfisial tidak terjepit dan menyebabkan iskemia saraf dan otot (iskemik Volkmann). kulit dingin dan pucat. hilangnya denyutan. Oleh karena itu iskemik Volkmann disertai nyeri dan iskemia otot. Analgetik sebaiknya tidak diberikan pada nyeri setelah reduksi fraktur karena dapat mengaburkan adanya iskemik Volkmann.• Trombosis arteri Setelah trauma arteri yang menyebabkan oklusi persisten. dapat terjadi sekuele berupa trombosis. hilangnya denyut arteri dan bintik-bintik serta warna hitam pada kulit yang menunjukkan adanya gangren. Komplikasi pada pembuluh darah membutuhkan pengobatan yang segera.25" . hilangnya sirkulasi perifer. dingin. sedangkan perdarahan interna hanya berupa pembengkakan lokal yang progresif.

Sebagai pertolongan. Sekuele dari komplikasi arteri • Gangren Iskemia total yang persisten pada bagian distal suatu lesi arteri dapat menyebabkan nekrosis jaringan termasuk kulit (gangren). jika aplikasi lokal dengan papaverin hangat tidak mengurangi spasme. Jaringan yang mengalami iskemiaakan menjadi mumi dan kulit berwarna hitam. Setelah pengobatan komplikasi vaskuler. Pembuluh vena yang besar juga harus diperbaiki. Jika memungkinkan dapat dilakukan vena graft autogenous atau protesis arteri. maka perlu dilakukan fiksasi interna pada fraktur untuk mencegah pergerakan pada daerah arteri yang mengalami trauma. Jika arteri tertekan dan menyebabkan spasme arteri. jika arteri telah dibuka harus diperbaiki dengan melakukan teknik jahitan langsung. alirannya dapat diperbaiki. Formatted: Right: 0. Pada operasi. Trombus pada arteri harus dihilangkan dan jika arteri mengalami memar atau robekan pada intima harus dilakukan pemotongan pada pembuluh darah yang rusak dan dipulihkan dengan teknik jahitan langsung. maka harus dilakukan eksplorasi arteri. Spasme arteri yang persisten lebih sulit dihilangkan.• • Bila fraktur diobati dengan traksi kontinu. maka bagian yang mengalami konstriksi dapat didilatasi dengan injeksi intra-arterial NaCI fisiologis dari proksimal. seluruh traksi harus dikurangi Jika gagal untuk memulihkan sirkulasi perifer yang adekuat dapat dilakukan arteriografi darurat dan bila tidak ada kemajuan dalam 30 menit. Komplikasi ini bersifat ireversibel dan memerlukan tindakan amputasi di atas jaringan yang masih hidup. graft vena atau protesis.25" . pemotongan dan pengikatan ujung arteri serta kolateralnya akan memulihkan sirkulasi distal terutama pada anak-anak.

• Gas gangren Gas gangren merupakan komplikasi yang serius tetapi kelainan ini jarang ditemukan. Otot yang nekrosis digantikan oleh jaringan parut fibrosa yang menyebabkan pemendekan otot (kontraktur). Infeksi disebabkan oleh bakteri anaerob (Clostridium welchii) yang menghasilkan gas dan edema yang bersifat progresif pada jaringan. Ditemukan bau khas berupa bau busuk yang dihasilkan oleh gas gangren. Setelah fase inkubasi 24-48 jam penderita merasa nyeri lokal dan merasa sangat sakit. Pada pemeriksaan fisik ditemukan krepitasi pada jaringan lunak yang menunjukkan adanya gas yang dapat dideteksi dengan pemeriksaan radiologis. Sebagai tambahan dapat terjadi kelemahan otot yang persisten. Komplikasi vena Trauma pada vena besar dibagi atas total dan tidak total yang disebabkan oleh trauma dari dalam akibat pergeseran fragmen fraktur atau dari luar oleh Formatted: Right: 0. Dapat pula diberikan oksigen hiperbarik selama 2-4 periode yang biasanya memberikan hasil yang baik. yang terlihat bila ada aktivitas otot dan pulih dengan istirahat (claudicatio intermitten).• Kontraktur iskemik Volkmann Oklusi persisten arteri yang letaknya lebih dalam selama 6 jam atau lebih menyebabkan iskemia dan akhirnya nekrosis otot dan saraf. Yang terpenting pada iskemik Volkmann adalah pencegahan dan bila terjadi harus ditangani sejak awal. • Claudicatio intermitten Pada gangren atau kontraktur iskemik Volkmann bahkan pada lesi arteri yang tidak begitu luas.25" . Darah segera membeku akibat dari gas gangren. bila tidak ditangani secara baik maka dapat terjadi sekuele berupa iskemia yang relatif persisten termasuk nyeri. Penderita diberi antibiotik sistemik. bertujuan untuk mencegah terjadinya kontraktur. Reseksi otot dan saraf yang mengalami iskemik Volkmann. kekakuan dan rasa dingin pada anggota gerak. Luka harus segera dibuka dan dilakukan debridemen. sehingga kelainan dapat dipulihkan. biasanya golongan penisilin dan tetrasiklin. B.

Setelah suatu fraktur.penetrasi benda asing dari luar. Vena yang statis diperburuk oleh otot yang tidak aktif yang dalam keadaan normal mempunyai pompa balik. vena mengalami flebotrombosis yang berbeda dengan trombosis akibat inflamasi (tromboflebitis).25" . Trauma pada vena besar dapat diperbaiki dengan cara operasi untuk mencegah terjadinya sekuele akibat kongesti vena distal yang permanen. Kira-kira separuh dari emboli paru berasal dari trombosis yang tidak terdeteksi (silent thrombosis). Pada emboli yang lebih besar manifestasi berupa nyeri dada yang tiba-tiba. masuk melewati paru-paru menyebabkan timbulnya emboli paru. pucat dan penderita dapat meninggal seketika. Trombus yang tidak melekat erat pada dinding vena akan terlepas. Dorsofleksi pasif pada pergelangan kaki akan memberikan rasa nyeri yang lebih hebat (tanda Homan). Vena pada orang dewasa lebih peka daripada anak-anak. dispnea dan kadang-kadang hemoptisis. Bila trombosis terjadi lebih tinggi maka seluruh anggota gerak bawah membengkak. Trombosis vena dan emboli paru Vena pada anggota gerak bawah dan panggul lebih peka daripada anggota gerak atas terhadap trombosis akibat fraktur. Venogram dapat membantu menentukan letak trombosis. keluhan berupa nyeri lokal pada garis tengah posterior betis disertai pembengkakan bagian distal akibat adanya kongesti. Formatted: Right: 0. Emboli paru yang masif memberikan gejala berupa nyeri dada hebat. Komplikasi emboli paru bermacam-macam. Faktor utama terjadinya percepatan trombosis adalah adanya vena yang statis oleh karena penekanan vena lokal pada posisi baring atau akibat balutan plaster of Paris yang terlalu kuat. Dapat pula terdengar pergeseran iga dan pada foto rontgen terlihat gambaran segi-tiga dengan peningkatan densitas paru yang menunjukkan segmen paru mengalami infark. Diagnosis Bila terjadi trombosis pada vena betis. Emboli paru yang kecil biasanya tidak terdeteksi atau hanya berupa nyeri dada.

25" hemoperikardium atau menembus pleura dan terjadi hemotoraks. Komplikasi neurologis sering terjadi bersama-sama dengan jenis fraktur dan dislokasi tertentu. sumsum tulang belakang atau saraf perifer dapat terjadi sejak awal atau yang lebih jarang oleh karena penanganan fraktur itu sendiri. Fraktur pada iga dapat mengenai jantung sehingga terjadi Formatted: Right: 0. menggunakan bebat elastis yang dapat mencegah terjadinya trombosis vena.Pencegahan trombosis vena Pencegahan trombosis vena bertujuan untuk mencegah perluasan dengan menghindarkan penekanan lokal yang terus menerus pada vena dan mendorong penderita melakukan kontraksi otot secara aktif pada anggota gerak yang terkena trauma. bahkan . Orang dewasa sebaiknya berbaring di tempat tidur. Penanganan trombosis vena Segera setelah komplikasi ditemukan. Saat ini trombosis pada vena femoralis ditangani dengan operasi trombektomi yang tidak hanya untuk mengurangi resiko terjadinya emboli paru. Komplikasi pada otot Pada setiap fraktur dapat terjadi kerusakan otot yang biasanya bersifat parsial dan jarang yang bersifat total. maka otot dapat mengalami robekan yang akan memberikan rasa nyeri yang hebat. 3. Selain itu pergerakan harus dibatasi setelah penanganan fraktur. 5. Komplikasi pada organ Komplikasi pada organ dapat menyebabkan kerusakan pada organ karena penetrasi oleh fragmen tulang yang tajam pada daerah sekitar fraktur. tapi juga untuk mencegah terjadinya sekuele akibat obstruksi vena yang persisten pada anggota gerak bawah. Komplikasi neurologis Komplikasi akibat trauma pada otak. penderita harus diberikan obat anti-koagulan. Kadang-kadang dapat terjadi robekan otot yang hebat pada daerah muskulotendinosa misalnya pada otot kuadriseps femoris atau otot gastroknemius. 4. Bilamana terjadi tegangan yang hebat pada bagian otot yang sedang berkontraksi.

Fraktur bergeser pada panggul dapat menyebabkan robekan pada buli-buli atau uretra dan yang lebih jarang dapat terjadi pada kolon dan rektum. Pada seorang penderita dengan fraktur maka perlu diperhatikan kemungkinan adanya kerusakan pada organ-organ lain seperti pada otak. Syok hemoragik Syok hemoragik merupakan salah satu komplikasi dari fraktur yang merupakan suatu syok hipovolemik atau oligemik. Trauma multipel Fraktur dapat timbul bersama-sama trauma pada visera torako-abdominal yang merupakan trauma tersendiri sebagai bagian dari suatu trauma multipel. Fraktur pada vertebra torakalis dan lumbalis dapat menyebabkan ileus paralitik serta dilatasi lambung. Komplikasi di Luar Fraktur pada Organ Lain 1. Pada fraktur terbuka dimana terdapat Formatted: Right: 0.25" . alat-alat dalam rongga toraks dan abdomen yang dilakukan pada pemeriksaan awal.dapat menembus paru-paru sehingga terjadi hemopneumotoraks. Syok hemoragik terjadi terutama pada fraktur daerah panggul atau pada fraktur femur yang dapat menimbulkan akumulasi perdarahan sebanyak 2 liter pada orang dewasa. Fraktur merupakan kelainan dengan prioritas terakhir untuk ditanggulangi pada suatu trauma multipel. B. KOMPLIKASI AWAL Komplikasi Lokal 1. Fraktur iga bagian bawah dapat menembus hati. 2. limpa atau ginjal. Syok terjadi oleh karena kerusakan pembuluh darah kecil atau besar pada waktu terjadi fraktur. Komplikasi sisa dari komplikasi yang segera terjadi • Nekrosis kulit Akibat trauma sejak awal atau oleh karena tekanan tulang pada kulit dan jaringan lunak akan menyebabkan nekrosis pada kulit dan jaringan lunak lainnya.

Komplikasi pada sendi • Infeksi pada sendi (artritis septik) Pada fraktur terbuka intra-artikuler dan setelah operasi terbuka suatu fraktur intra-artikuler dapat ditemukan komplikasi hebat berupa artritis septik. Penanganan fraktur terbuka bertujuan mengurangi terjadinya osteomielitis akut dan penyulitnya. osteomielitis kronik. 3. • Iskemik Volkmann Iskemik Volkmann merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi pada jaringan lunak akibat adanya tekanan pada arteri. Walaupun dilakukan penanganan secara awal dan efektif. artritis septik dapat menyebabkan destruksi tulang rawan artikuler yang berkembang menjadi penyakit degeneratif sendi. Komplikasi lain yang timbul pada jaringan lunak seperti gangren atau trombosis vena juga dapat menyebabkan kerusakan serta nekrosis pada jaringan lunak. Komplikasi pada tulang • Infeksi pada tulang (osteomielitis) Fraktur terbuka: dapat terjadi kerusakan jaringan yang mengenai seluruh lapisan termasuk tulang pada bagian yang mengalami fraktur. Tulang di sekitar pin tidak hanya mengalami nekrosis tetapi juga dapat terjadi infeksi dan membentuk sekuester.25" pembedahan yang berlebihan pada waktu reduksi terbuka fraktur . 2. delayed union dan nonunion.ketegangan kulit atau terdapat kehilangan jaringan lunak maka kulit dibiarkan terbuka untuk ditutup padatahap berikutnya. Fraktur tertutup: dapat terinfeksi setelah operasi terbuka karena pemasangan implan. • Nekrosis avaskuler tulang Nekrosis avaskuler tulang pasca trauma biasanya disebabkan oleh terputusnya pembuluh darah yang mengantarkan nutrisi pada saat terjadi trauma serta adanya faktor iatrogenik n P "' akibat Formatted: Right: 0. traksi kontinu atau fiksasi eksterna.

yang menyebabkan hemoragik multipel dengan fokus kecil yang menimbulkan hemoptisis. sendi yang tidak sesuai serta degenerasi pada sendi. Emboli lemak Istilah emboli lemak menunjukkan gambaran klinis yang spesifik akibat trauma. Emboli pada arteri paru tidak hanya menyebabkan obstruksi aliran darah tetapi juga merusak dinding pembuluh darah. ginjal. jantung dan kulit. Etiologi dan patogenesis Emboli berasal dari lemak sumsum tulang dan jaringan lemak. Komplikasi yang dapat terjadi berupa delayed union.25" . Formatted: Right: 0. Akibatnya sejumlah besar asam lemak bebas ditranspor ke sirkulasi hati dimana terjadi sintesis dan sekresi lipoprotein dengan densitas rendah. berupa lipolisis pada jaringan lemak dan sejumlah besar asam lemak bebas. Proses ini menunjukkan asidosis dan respirasi metabolik. Komplikasi nekrosis avaskuler biasanya terjadi setelah fraktur atau dislokasi tertentu yang disebabkan oleh suplai darah yang tidak adekuat pada bagian yang mengalami fraktur.dan dislokasi. menarik platelet dan menyebabkan perlambatan aliran darah dan terbentuk emboli. yang merupakan penyebab utama gangguan metabolisme lemak. Lipoprotein hati mengalami agregasi/konjugasi dengan kalsium dan kolesterol. Emboli lemak merupakan komplikasi yang fatal dan menyebabkan kematian sebesar 20% dari seluruh kematian akibat fraktur. Penelitian Hillman menyatakan bahwa lemak netral merupakan sumber emboli kecil. Komplikasi di Luar pada Organ Lain 1. kemudian melalui robekan vena masuk ke sirkulasi vena paru-paru. Pada trauma yang luas terjadi penurunan karbohidrat dan lemak secara cepat. Emboli lemak kemudian masuk ke sirkulasi sistemik. khususnya fraktur yang mengenai orang dewasa dan jarang ditemukan pada anak-anak. bersama lemak globulus melewati kapiler paru masuk ke sirkulasi sistemik dan menuju ke otak. edema paru dan dispnea.

dapat digunakan heparin untuk menambah hidrolisis dan menghilangkan emboli. Gambaran klinis emboli otak berupa sakit kepala. Penderita juga mengalami demam tinggi. Bila ditemukan tanda dan atau gejala emboli.25" . Infus dekstran dapat membantu memperbaiki mikrosirkulasi pada organ. Diusahakan pencegahan asidosis dan respiratorik metabolik dengan penanganan umum penderita secara baik. Lesi kulit berupa peteki hemoragik yang multipel (yang ada hubungannya dengan transien trombositopenia pada emboli) khususnya pada kulit dada. Mortalitas emboli lemak sebesar 20% yang diakibatkan oleh lesi otak. aksila serta konjungtiva. Kortikosteroid dapat mengurangi trauma jaringan paru. Pemeriksaan laboratorium • • • Peningkatan serum asam lemak pada 50% penderita Lemak bebas pada sputum dan urin Penurunan kadar haemoglobin pada fase awal Pencegahan emboli lemak Emboli lemak berhubungan dengan gangguan metabolisme. maka kelainan ini harus segera diatasi. Emboli paru menyebabkan gangguan respirasi disertai dispnea. termasuk pemberian karbohidrat yang tinggi. Formatted: Right: 0. takipnea dan sianosis. Emboli jantung menyebabkan takikardi dan penurunan tekanan darah. stupor bahkan koma. Pemberian alkohol intravena kurang memberikan hasil dan bahkan dapat mengaburkan gejala pada otak. Pemeriksaan radiologis Pada foto toraks ditemukan gambaran snow storm. cairan serta elektrolit.Gambaran klinis Emboli lemak biasanya ditemukan pada hari kedua setelah terjadi trauma. iritatif diikuti delirium. Penanganan emboli lemak Bila ditemukan adanya emboli lemak.

Neurotoksin diangkut oleh kelenjar limfe dan aliran darah menuju ke sistem saraf pusat kemudian terikat pada kornu anterior yang tidak dapat dinefralisir dengan antitoksin. PC02 dan pH arteri merupakan penilaian status metabolik yang terbaik dan membantu menunjukkan hasil pengobatan. Pneumonia Komplikasi pneumonia terjadi oleh karena perawatan tirah baring pada periode penyembuhan. 2. Monitoring P02.Bila terjadi kesulitan pernapasan. Emboli paru Komplikasi ini telah dibicarakan pada trombosis vena. Gambaran klinis Efek neurotoksin diawali dengan kejang tonik kemudian klonik. Tetanus Tetanus disebabkan oleh Clostridium tetani yang merupakan salah satu komplikasi trauma terbuka. 3. yang umumnya lebih sering mengenai orang tua.25" . Etiologi dan patogenesis Clostridium tetani merupakan organisme anaerob yang tumbuh pada jaringan nekrosis yang menghasilkan neurotoksin. spasme otot mulut memberi gambaran trismus (mulut yang terkunci). dapat dipasang intubasi endotrakeal dan jika perlu dapat dilakukan trakeostomi yang diikuti hiperventilasi pada penderita yang mengalami anoksia otak. Spasme otot leher dan tubuh memberi gambaran opistotonus. spasme otot muka memberi gambaran risus sardonikus. Masa inkubasi tetanus antara 10-14 hari. Spasme Formatted: Right: 0. Pengobatan • • • Pemberian antibiotik dan latihan pernapasan Membalik penderita secara periodik Penggunaan pengisap bronkus 4. kontraksi otot skeletal (spasme tetanik). Nyeri pada fraktur iga diikuti pembatasan respirasi dapat menyebabkan pneumonia.

Bila ada gangguan respirasi dilakukan pemasangan intubasi endotrakeal dan respirasi buatan. Selama beberapa hari dapat terjadi hal-hal yang luar biasa.dapat pula mengenai otot interkostal dan diafragma yang menyebabkan asfiksia yang bersifat fatal. Pencegahan Pengobatan dengan pemberian tetanus imunoglobulin (manusia) secara intravena. bahkan gejala withdrawal berupa disorientasi. agitasi dan halusinasi. Komplikasi pada sendi a. dirawat inap di rumah sakit. Keterikatan terhadap alkohol dihentikan secara mendadak. Kekakuan sendi yang menetap Kekakuan yang berlangsung singkat akibat imobilisasi selama pengobatan fraktur. KOMPLIKASI LANJUT Komplikasi Lokal 1. Kekakuan terutama terjadi pada orang dewasa yang mengalami perubahan degeneratif pada sendi dan jarang ditemukan pada anak-anak. Kekakuan sendi yang persisten merupakan suatu komplikasi yang menghambat fungsi normal anggota gerak. Delirium tremens Penderita alkoholik kronis yang mengalami trauma. Penyebab tersering kekakuan sendi yang persisten adalah adhesi periartikuler. C. adhesi Formatted: Right: 0. Kekakuan sendi seperti ini kebanyakan merupakan komplikasi fraktur. Keadaan ini bukan merupakan komplikasi.25" . ansietas. dapat dikurangi dengan melakukan kontraksi aktif pada kelompok otot yang mengontrol sendi dan biasanya pengobatan berhasil dengan menggerakkan sendi setelah imobilisasi yang berlangsung singkat. Dapat dipahami pengobatan delirium tremens pada penderita dapat pula menimbulkan komplikasi berupa emboli lemak. 5.

Manipulasi seperti ini tidak dapat dilakukan pada sendi kecil seperti pada tangan. dislokasi dan fraktur dislokasi biasanya ditemukan bersama-sama hematrosis. kekakuan sendi besar yang permanen seperti pada lutut dan bahu biasanya mengalami perbaikan dengan tindakan manipulasi yang hati-hati dengan pembiusan umum.intra-artikuler. • Adhesi intra-artikuler Fraktur intra-artikuler. • Adhesi peri-artikuler Setelah suatu fraktur didekat sendi dapat ditemukan adhesi antara kapsul fibrosa dan ligamen. Penimbunan fibrin pada jaringan sinovia dan tulang rawan artikuler akan memberikan adhesi dalam sendi antara lipatan sinovia dan antara sinovia dengan tulang rawan. Pergerakan pasif yang kuat pada stadium ini biasanya menyebabkan adhesi yang lebih kuat. Bila pergerakan sendi tidak mengalami kemajuan setelah dilakukan fisioterapi (pergerakan aktif) dapat dipertimbangkan tindakan manipulasi dengan anestesia umum. kemudian terjadi pembentukan jaringan parut fibrosa yang mengikat otot satu sama lain yang terletak disekitar tulang. • Adhesi antara otot dan antara otot dengan tulang Beberapa fraktur yang bergeser biasanya diikuti dengan robekan di sekitar otot. Adhesi periartikuler merusak pergerakan struktur normal. Setelah dilakukan fisioterapi. adhesi antara otot dan tulang serta miositis osifikans pasca trauma. Fisioterapi Formatted: Right: 0.25" . Gambaran ini umumnya ditemukan pada fraktur femur bagian bawah dimana terjadi adhesi otot kuadriseps sehingga membatasi gerakan fleksi lutut. begitu pula antara struktur yang berdekatan dengan otot dan tendo. Pada reduksi terbuka suatu fraktur juga dapat terjadi kerusakan di sekitar otot.

dislokasi atau fraktur dislokasi khususnya pada sendi penopang tubuh. Penyembuhan fraktur yang abnormal.25" .sangat membantu dalam menggerakkan sendi. Komplikasi ini harus dihindarkan agar dapat terjadi pemulihan yang baik pada permukaan sendi setelah trauma. Komplikasi pada tulang a. dapat menyebabkan terjadinya osteomielitis kronik yang resisten terhadap Formatted: Right: 0. Malunion Delayed union Nonunion Gangguan pertumbuhan oleh karena adanya trauma pada lempeng epifisis Gangguan lempeng epifisis karena trauma dapat mengenai sebagian lempeng epifisis dengan akibat pertumbuhan yang lebih pada satu sisi dibanding dengan sisi lain berupa deformitas valgus atau varus pada sendi yang terkena. b. Kadang-kadang dibutuhkan operasI pada kekakuan sendi tipe persisten. Penyembuhan fraktur yang abnormal dapat terjadi dengan cara: • • • b. 2. malalignment dan fraktur akibat penekanan sendi. tetapi tidak dapat dilakukan manipulasi karena dapat menambah robekan dan adhesi otot. c. Infeksi persisten pada tulang Komplikasi fraktur terbuka atau reduksi terbuka suatu fraktur tertutup yang eradikasinya kurang baik. Trauma yang mengenai seluruh lempeng epifisis misalnya pada fraktur lempeng epifisis grade V (Salter-Harris) akan menyebabkan pertumbuhan yang terhenti pada seluruh atau sebagian lempeng epifisis yang dapat menyebabkan kependekan atau malunion pada salah satu anggota gerak. Penyebab penyakit degeneratif sendi pasca trauma yang mengenai sendi penopang tubuh adalah malunion. Penyakit degeneratif sendi pasca trauma Adanya ketidaksesuaian permukaan sendi diikuti fraktur intra-artikuler. dapat menyebabkan berkembangnya penyakit degeneratif sendi.

Nyeri pada atrofi Sudeck pasca trauma merupakan komplikasi lanjut yang sukar diobati. e. Penderita mengeluh nyeri hebat pada tangan dan kaki jika digerakkan. Kadang-kadang dibutuhkan blok simpatik untuk mengurangi gejala. Sendi menjadi kaku. Gambaran radiologik menunjukkan adanya peningkatan derajat disuse osteoporosis. licin dan mengkilat. Untuk mencegah proses ini dapat dilakukan fisioterapi intensif. Refraktur Bagian tulang yang mengalami penyembuhan fraktur secara sempurna dapat sembuh seperti semula. Osteoporosis pasca trauma Atrofi tulang (disuse atrofi. Disuse osteoporosis yang ringan sering ditemukan tetapi bila osteoprosis lebih berat dan persisten. d. disuse osteoporosisj dapat terjadi bila penderita gagal mempertahankan tonus otot sewaktu imobilisasi fraktur anggota gerak bawah. Latihan yang aktif dan pemanasan lokal sangat membantu. fraktur relatif peka untuk mengalami refraktur. Selain itu osteomielitis kronik lokal sering menyebabkan delayed union bahkan nonunion dan fraktur tidak dapat sembuh walaupun infeksi dapat diatasi. sehingga lebih banyak terjadi resorpsi daripada deposisi tulang.25" .pengobatan. Tipe refraktur yang lain dapat ditemukan baik pada anak-anak dan orang dewasa. jaringan lunak membengkak dan kulit menjadi lembab. Walaupun demikian selang waktu antara penyatuan klinis dan konsolidasi yang baik. Atrofi Sudeck Komplikasi ini biasanya ditemukan akibat kegagalan penderita untuk mengembalikan fungsi normal tangan atau kaki setelah penyembuhan trauma. dapat mengganggu fungsi normal anggota gerak. dimana refraktur tidak mengenai Formatted: Right: 0. Penyembuhan dapat dipastikan walaupun berjalan lambat dan bahkan dapat berbulan-bulan. berbintik-bintik. Komplikasi ini jarang ditemukan pada orang dewasa dan kadangkadang ditemukan pada anak-anak yang aktivitasnya tidak dapat dicegah. f.

batang logam dapat mengurangi penekanan sampai fraktur menyatu. 3. Bila penyembuhan fraktur berjalan secara normal.25" .bagian yang mengalami fraktur tetapi mengenai daerah yang dilewati screw setelah pencabutan yaitu bagian yang lebih lemah dari tulang normal. batang logam tetap menekan fraktur selama beberapa bulan bahkan beberapa tahun dan mengalami kepatahan (gambar 14. Komplikasi pada otot • Miositis osifikans pasca trauma Miositis osifikans kadang-kadang terjadi setelah suatu fraktur/dislokasi serta trauma otot khususnya pada daerah siku dan paha pada anak-anak dan orang dewasa. Ditemukan pembengkakan dan nyeri yang hebat akibat trauma pada jaringan. kemudian batang logam tidak menekan lagi. Massa ini merupakan suatu Formatted: Right: 0.11). Sebaliknya pada delayed union dan nonunion ditemukan pergerakan yang persisten. • Metal failure Batang logam yang digunakan pada fiksasi interna hanya berfungsi sebagai bidai dalam yang bersifat temporer untuk mempertahankan fragmen fraktur pada awal penyembuhan.

Akibatnya tendo menjadi rusak dan mengalami gesekan dan akhirnya terjadi ruptur setelah beberapa bulan. Nyeri yang timbul disertai pembatasan gerak pada sendi. 4.hematoma yang bersifat radiolusen tapi pada pemeriksaan radiologis ditemukan adanya osifikasi yang luas. Tetapi setelah penyembuhan fraktur metafisis yang ireguler pada bagian korteks. Proses penyembuhan secara keseluruhan diperburuk oleh banyaknya robekan serabut otot. Penarikan secara pasif atau manipulasi pada sendi yang bersangkutan merupakan kontraindikasi. pembungkus tendo menjadi kasar. Gambaran mikroskopik lesi pada stadium ini menyerupai osteosarkoma. • Ruptur tendo lanjut Tendo pergelangan tangan dan kaki melewati saluran tulang dan serta pembungkusnya yang halus. Formatted: Right: 0.25" . Setelah 10-20 tahun saraf menebal karena adanya fibrosis intraneural. menyebabkan nervus ulnaris tertarik dan mengalami gesekan antara saraf dan bagian distal humerus pada posisi fleksi dan ekstensi siku. Pembentukan tulang baru ini pada bagian yang abnormal menunjukkan suatu osifikasi heterotropik dan penyembuhan di antara serat-serat otot yang robek. Komplikasi saraf Tardy nerve palsy Valgus pada siku akibat malunion/nonunion dari suatu fraktur. Hal yang sama dapat menyebabkan meluasnya lesi pada stadium awal. Keadaan ini sering ditemukan pada tendo ekstensor polisis longus pada fraktur Colles. Pengobatan berupa istirahat lokal dengan menggunakan bidai pada stadium aktif.

Formatted: Justified. Pengobatan yang efektif berupa transposisi nervus ulnaris ke bagian anterior siku. Pattern: Clear (White) Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Neurosis akibat kecelakaan Penderita yang mengalami kecelakaan karena keinginan untuk memperoleh kompensasi. Komplikasi pada Organ Lain 1. Pencegahan dilakukan dengan pemberian cairan yang banyak. baik kompensasi industri maupun kompensasi kecelakaan dapat memberikan gejala-gejala neurosis. sekurangkurangnya 4000 cc per hari dan penderita dibalik beberapa kali dalam sehari.Pada kelainan ini ditemukan tanda dan gejala lesi pada nervus ulnaris. Batu ginjal Komplikasi berupa batu ginjal yang mengandung kalsium. 2.25" . Penderita ini selalu menyatakan diri tidak dapat kembali ke pekerjaannya semula walaupun ia telah direhabilitasi dengan baik. terutama mengenai orang dewasa yang tirah baring selama beberapa minggu sampai beberapa bulan karena adanya fraktur multipel. Faktor penyebab lain adalah karena drainase urin yang kurang baik disertai hiperkalsemia oleh osteoporosis.

Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom PENYEMBUHAN FRAKTUR PADA TULANG KORTIKAL Proses penyembuhan fraktur pada tulang kortikal terdiri atas lima fase. Periosteum akan terdorong dan dapat mengalami robekan akibat tekanan hematoma yang terjadi sehingga dapat terjadi ekstravasasi darah ke dalam jaringan lunak. tulang yang mengalami fraktur dapat sembuh tanpa jaringan parut. Tidak seperti jaringan lainnya. maka pembuluh darah kecil yang melewati kanalikuli dalam sistem Haversian mengalami robekan pada daerah fraktur dan akan membentuk hematoma di antara kedua sisi fraktur. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. Proses penyembuhan pada fraktur mulai terjadi segera setelah tulang mengalami kerusakan apabila lingkungan untuk penyembuhan memadai sampai terjadi konsolidasi. sehingga kedua jenis penyembuhan fraktur ini harus dibedakan. Faktor mekanis yang penting seperti imobilisasi fragmen tulang secara fisik sangat penting dalam penyembuhan.21): 1. Hematoma yang besar diliputi oleh periosteum. selain faktor biologis yang juga merupakan suatu faktor yang sangat esensial dalam penyembuhan fraktur. yaitu (gambar 14. Osteosit dengan lakunanya yang terletak beberapa milimeter dari daerah fraktur akan kehilangan darah dan mati. yang akan menimbulkan suatu daerah cincin avaskuler tulang yang mati pada sisi-sisi fraktur segera setelah trauma.25" .Pengertian tentang reaksi tulang yang hidup dan periosteum pada penyembuhan fraktur merupakan dasar untuk mengobati fragmen fraktur. Proses penyembuhan fraktur berbeda pada tulang kortikal pada tulang panjang serta tulang kanselosa pada metafisis tulang panjang atau tulang-tulang pendek. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.PENYEMBUHAN FRAKTUR ' ' LPenyembuhan fraktur merupakan suatu proses biologis yang menakjubkan. Fase hematoma Apabila terjadi fraktur pada tulang panjang.

Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Fase proliferasi seluler subperiosteal dan endosteal Pada saat ini terjadi reaksi jaringan lunak sekitar fraktur sebagai suatu reaksi penyembuhan.Jaringan seluler tidak terbentuk dari organisasi pembekuan hematoma suatu daerah fraktur.Apabila terjadi robekan yang hebat pada periosteum. Setelah beberapa minggu.2. Pada pemeriksaan radiologis kalus belum mengandung tulang sehingga merupakan suatu daerah radiolusen. maka penyembuhan sel berasal dari diferensiasi sel-sel mesenkimal yang tidak berdiferensiasi ke dalam jaringan lunak.25" .Pada tahap awal dari penyembuhan fraktur ini terjadi pertambahan jumlah dari sel-sel osteogenik yang memberi pertumbuhan yang cepat pada jaringan osteogenik yang sifatnya lebih cepat dari tumor ganas. kalus dari fraktur akan membentuk suatu massa yang meliputi jaringan osteogenik.Penyembuhan fraktur terjadi karena adanya sel-sel osteogenik yang berproliferasi dari periosteum untuk membentuk kalus eksterna serta pada daerah endosteum membentuk kalus interna sebagai aktifitas seluler dalam kanalis medularis.

25" . Gambar skematis fase penyembuhan tulang kortikel ' Bekuan darah ' Proliferasi sel subperiosteal > Proliferasi sel endosteum • Reformasi rongga sumsum • Tulang lamelar • "Woven bone" • Sumsum tulang Fase Formatted: Font: (Default) Times New Rom pro|jferasise|u|er sub-periosteal Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.Bab 14 Trauma 365 Fase Hematoma FaseKalus Fase remodeling Otot Periosteum Bekuan darah Sumsum tulang Tulang hidup Tulang mati •"Woven bone" • Jaringan sel • Bekuan darah •Tulang mati yang Fasekonsolidasi di resorpsi > Reformasi rongga sumsum • Tulang lamelar Gambar 14.21.

4. Vaskularisasi yang cukup Terdapat permukaan yang lebih luas Kontak yang baik memberikan kemudahan vaskularisasi yang cepat Hematoma memegang peranan dalam penyembuhan fraktur Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Pada pemeriksaan radiologis kalus atau woven bone sudah terlihat dan merupakan indikasi radiologik pertama terjadinya penyembuhan fraktur. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0. Pada fase remodeling ini.Bentuk tulang ini disebut sebagai woven bone. yaitu: 1.3. 3. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. Fase konsolidasi (fase union secara radiologik) Woven bone akan membentuk kalus primer dan secara perlahan-lahan diubah menjadi tulang yang lebih matang oleh aktivitas osteoblas yang menjadi struktur lamelar dan kelebihan kalus akan diresorpsi secara bertahap.25" . maka tulang yang baru membentuk bagian yang menyerupai bulbus yang meliputi tulang tetapi tanpa kanalis medularis. perlahan-lahan terjadi resorbsi secara osteoklastik dan tetap terjadi proses osteoblastik pada tulang dan kalus eksterna secara perlahan-lahan menghilang.kjinjs klinis) _ Setelah pembentukan Jaringan seluler yang bertumbuh dari setiap fragmen sel dasar yang berasal dari osteoblas dan kemudian pada kondroblas membentuk tulang rawan. 2. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 4. Fase remodeling Bilamana union telah lengkap. Kalus intermediat berubah menjadi tulang yang kompak dan berisi sistem Haversian dan kalus bagian dalam akan mengalami peronggaan untuk membentuk ruang sumsum.Tempat osteoblas diduduki oleh matriks interseluler kolagen dan perlekatan polisakarida oleh garam-garam kalsium membentuk suatu tulang yang imatur. Formatted: Font: (Default) Times New Rom PENYEMBUHAN FRAKTUR PADA TULANG KANSELOSA Penyembuhan fraktur pada tulang kanselosa terjadi secara cepat karena beberapa faktor. Fase pembentukan kalus (fase union secara. Formatted: Font: (Default) Times New Rom 5.

Apabila terjadi kontak dari kedua fraktur maka terjadi union secara klinis.Pada fraktur intra-artikuler penyembuhan tidak terjadi melalui tulang rawan hialin. Proses osteogenik penyembuhan sel dari bagian endosteal yang menutupi trabekula. PENYEMBUHAN FRAKTUR PADA TULANG RAWAN PERSENDIAN Tulang rawan hialin permukaan sendi sangat terbatas kemampuannya untuk regenerasi.Penyembuhan fraktur pada tulang kanselosa terjadi pada daerah dimana terjadi kontak langsung diantara kedua permukaan fraktur yang berarti satu kalus endosteal.Selanjutnya woven bone diganti oleh tulang lamelar dan tulang mengalami konsolidasi. tulang pendek serta tulang pipih diliputi oleh korteks yang tipis. Pembentukan kalus interna mengisi ruangan pada daerah fraktur. berproliferasi untuk membentuk woven bone primer di dalam daerah fraktur yang disertai hematoma. tetapi terbentuk melalui fibrokartilago. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.366 « Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Tulang kanselosa yang berlokalisasi pada metafisis tulang panjang. Pada anak-anak proses penyembuhan pada daerah korteks juga memegang peranan penting.25" . Penyembuhan fraktur pada daerah tulang kanselosa melalui proses pembentukan kalus interna dan endosteal.

4. Terjadinya pergeseran fraktur yang lebih besar juga akan menyebabkan kerusakan periost yang lebih hebat. 10. Umur penderita Lokalisasi dan konfigurasi fraktur Pergeseran awal fraktur Vaskularisasi pada kedua fragmen Reduksi serta imobilisasi Waktu imobilisasi Ruangan diantara kedua fragmen serta interposisi oleh jaringan lunak Adanya infeksi Cairan sinovia Gerakan aktif dan pasif anggota gerak Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 9. Italic Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. 7 8. Pergeseran awal fraktur Pada fraktur yang tidak bergeser dimana periosteum intak. Vaskularisasi pada kedua fragmen Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Fraktur metafisis Formatted: Font: (Default) Times New Roman. 5. 3. maka Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Hal ini terutama disebabkan karena aktifitas proses osteogenesis pada periosteum dan endosteum dan juga berhubungan dengan proses remodeling tulang yang pada bayi sangat aktif dan makin berkurang apabila umur bertambah. 4. 2. Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Disamping itu konfigurasi fraktur seperti fraktur transversal lebih lambat penyembuhannya dibandingkan dengan fraktur oblik karena kontak yang lebih banyak. 3. Italic Formatted: Font: (Default) Times New Rom penyembuhannya dua kali lebih cepat dibandingkan pada fraktur yang bergeser. Italic 1. 6. Umur penderita Waktu penyembuhan tulang pada anak-anak jauh lebih cepat daripada orang dewasa. Italic Formatted: Font: (Default) Times New Rom 2.WAKTU PENYEMBUHAN FRAKTUR Waktu penyembuhan fraktur bervariasi secara individual dan berhubungan dengan beberapa faktor penting pada penderita. antara lain: 1.25" . Lokalisasi dan konfigurasi fraktur Lokalisasi fraktur memegang peranan penting. Italic Formatted: Font: (Default) Times New Rom penyembuhannya lebih cepat daripada diafisis.

Formatted: Font: (Default) Times New Roman.Apabila kedua fragmen mempunyai Vaskularisasi yang baik. Bila salah satu sisi fraktur vaskularisasinya jelek sehingga mengalami kematian.25" . Italic Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. 5. maka akan menghambat terjadinya union atau bahkan mungkin terjadi nonunion. maka penyembuhan biasanya tanpa komplikasi. Imobilisasi yang sempurna akan mencegah pergerakan dan kerusakan pembuluh darah yang akan mengganggu dalam penyembuhan fraktur. Italic Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Reduksi serta imobilisasi Reposisi fraktur akan memberikan kemungkinan untuk Vaskularisasi yang lebih baiKdalam bentuk asalnya.

Waktu imobilisasi Bila imobilisasi tidak dilakukan sesuai waktu penyembuhan sebelum terjadi union. maka kemungkinan untuk terjadinya nonunion sangat besar. Font color: Auto Formatted: Right: 0. maka akan menghambat vaskularisasi kedua ujung fraktur.Bab 14 Trauma » 367 6. Italic Formatted: Font: (Default) Times New Rom Bila ditemukan interposisi jaringan baik berupa periost.Waktu penyembuhan pada anak secara kasar l/2 waktu penyembuhan daripada orang dewasa. 12 pt. Faktor adanya infeksi Bila terjadi infeksi pada daerah fraktur.3. 9. Not Bold. Perkiraan penyembuhan fraktur pada orang dewasa Formatted Table Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Gerakan aktif dan pasif pada anggota gerak Gerakan aktif dan pasif pada anggota gerak akan meningkatkan vaskularisasi daerah fraktur tapi gerakan yang dilakukan pada daerah fraktur tanpa imobilisasi yang baik juga akan mengganggu vaskularisasi. 8. 7 kedua fragmen serta interposisi oleh jaringan lunak Ruangan di antara Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Italic Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Tabel 14. misalnya pada operasi terbuka fraktur tertutup atau fraktur terbuka. Italic Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Penyembuhan fraktur berkisar antara tiga minggu sampai empat bulan. maupun otot atau jaringan fibrosa lainnya. maka akan mengganggu terjadinya proses penyembuhan. Cairan sinovia Pada persendian dimana terdapat cairan sinovia merupakan hambatan dalam penyembuhan fraktur 10. Italic Formatted: Font: (Default) Times New Roman.25" . Italic Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Not Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman.

25" . Font color: Auto Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Bold Formatted: Justified. Pattern: Clear (White) Falang/metakarpal/metatarsal/kosta Distal radius Diafisis ulna dan radius Humerus Klavikula Panggul Femur Kondilus femur/tibia Tibia /fibula Vertebra 3-6 minggu 6 minggu 12 minggu 10-12 minggu 6 minggu 10-12 minggu 12-16 minggu 8-10 minggu Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Pattern: Clear (White) PENILAIAN PENYEMBUHAN FRAKTUR Formatted: Right: 0. Pattern: Clear (White) Vertebra Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. Bold Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Font color: Auto Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 12-16 minggu 12 12-16 minggu 8-10 minggu 12-16 minggu 12 minggu minggu Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. Not Bold.Lokalisasi Waktu penyembuhan Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified.

25" . PENYEMBUHAN ABNORMAL PADA FRAKTUR 1. Union secara radiologik dinilai dengan pemeriksaan rontgen pada daerah fraktur dan dilihat adanya garis fraktur atau kalus dan mungkin dapat ditemukan adanya trabekulasi yang sudah menyambung pada kedua fragmen. 3. maka secara klinis telah terjadi union dari fraktur.Pada tingkat lanjut dapat dilihat adanya medula atau ruangan dalam daerah fraktur.Apabila tidak ditemukan adanya gerakan.Keadaan ini dapat dirasakan oleh pemeriksa atau oleh penderita sendiri.Penilaian penyembuhan fraktur (union) didasarkan atas union secara klinis dan union secara radiologik. 2. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0.Penilaian secara klinis dilakukan dengan pemeriksaan pada daerah fraktur dengan melakukan pembengkokan pada daerah fraktur. Malunion Delayed union Nonunion ' '• '' • ' " ' Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. pemutaran dan kompresi untuk mengetahui adanya gerakan atau perasaan nyeri pada penderita.

Malunion Malunion adalah keadaan dimana fraktur menyembuh pada saatnya.368 H Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Formatted: Font: (Default) Times New Rom 1. varus/valgus. tetapi terdapat deformitas yang berbentuk angulasi.22. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambar 14. rotasi.22) atau union secara menyilang misalnya pada fraktur radius dan ulna.25" . Mal-union pada tibia. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Etiologi • • • • • Fraktur tanpa pengobatan Pengobatan yang tidak adekuat Reduksi dan imobilisasi yang tidak baik Pengambilan keputusan serta teknik yang salah pada awal pengobatan Osifikasi prematur pada lempeng epifisis karena adanya trauma Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Gambaranklinis • • • • • • Deformitas dengan bentuk yang bervariasi Gangguan fungsi anggota gerak Nyeri dan keterbatasan pergerakan sendi Ditemukan komplikasi seperti paralisis tardi nervus ulnaris Osteoartritis apabila terjadi pada daerah sendi Bursitis atau nekrosis kulit pada tulang yang mengalami deformitas Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemeriksaan radiologis Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. kependekan (gambar 14.

misalnya pada anak-anak Osteotomi yang bersifat baji Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Delayed union Delayed union adalah fraktur yang tidak sembuh setelah selang waktu 35 bulan (tiga bulan untuk anggota gerak atas dan lima bulan untuk anggota gerak bawah). Etiologi Etiologi delayed union sama dengan etiologi pada nonunion Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. Operatif • • • 2. Pengobatan Konservatif Dilakukan refrakturasi dengan pembiusan umum dan diimobilisasi sesuai dengan fraktur yang baru.Pada foto rontgen terdapat penyambungan fraktur tetapi dalam posisi yang tidak sesuai dengan keadaan yang normal. Osteotomi koreksi (osteotomi Z) dan bone graft disertai dengan fiksasi interna Osteotomi dengan pemanjangan bertahap.25" . Apabila ada kependekan anggota gerak dapat dipergunakan sepatu ortopedi.

. Terdapat gerakan yang abnormal pada daerah fraktur Pertambahan deformitas :. Terdapat pembengkakan : .25" .-. Formatted: Font: (Default) Times New Rom . Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemeriksaan radiologis • • • Tidak ada gambaran tulang baru pada ujung daerah fraktur Gambaran kista pada ujung-ujung tulang karena adanya dekalsifikasi tulang Gambaran kalus yang kurang di sekitar fraktur Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.. Nyeri tekan .. ...Bab 14 Trauma » 369 Gambaran klinis • • • • • Nyeri anggota gerak pada pergerakan dan waktu berjalan ..

Pseudoartrosis dapat terjadi tanpa infeksi te'tapi dapat juga terjadi bersama-sama infeksi disebut infected pseudoarthrosis.23).Pada jenis ini vaskularisasi baik sehingga biasanya hanya diperlukan fiksasi yang rigid tanpa pemasangan bone graft (gambar 14. maka segera dilakukan fiksasi interna dan pemberian bone graft. PENYEBAB NONUNION DAN DELAYED UNION 1. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Atrofik (Oligotrofik) Tidak ada tanda-tanda aktifitas seluler pada ujung fraktur. 2.Pada jenis ini di samping dilakukan fiksasi rigid juga diperlukan pemasangan bone graft (gambar 14.Ujung tulang lebih kecil dan bulat serta osteoporotik dan avaskuler.Ruangan antar tulang diisi dengan tulang rawan dan jaringan ikat fibrosa. Operatif Bila union diperkirakan tidak akan terjadi. 4. 3.Pengobatan Konservatif Pemasangan plaster untuk imobilisasi tambahan selama 23 bulan. Beberapa jenis nonunion terjadi menurut keadaan ujung-ujung fragmen tulang. Vaskularisasi yang kurang pada ujung-ujung fragmen Reduksi yang tidak adekuat Imobilisasi yang tidak adekuat sehingga terjadi gerakan pada kedua fragmen Waktu imobilisasi yang tidak cukup Infeksi Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.23). Formatted: Font: (Default) Times New Rom 3. Nonunion Disebut nonunion apabila fraktur tidak menyembuh antara 6-8 bulan dan tidak didapatkan konsolidasi sehingga terdapat pseudoartrosis (sendi palsu).Garis fraktur tampak dengan jelas. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Hipertrofik Ujung-ujung tulang bersifat sklerotik dan lebih besar dari normal yang disebut gambaran elephant's foot. 5.25" .

Terdapat jarak yang cukup besar antara kedua fragmen Destruksi tulang misalnya oleh karena tumor atau osteomielitis (fraktur patologis) Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 10. misalnya pemasangan screw di antara kedua fragmen Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Justified. Distraksi pada kedua ujung karena adanya traksi yang berlebihan 7 jaringan lunak di antara kedua fragmen Interposisi Formatted: Font: (Default) Times New Rom 8. Terdapat benda asing diantara kedua fraktur. Fiksasi interna yang tidak sempurna Formatted: Font: (Default) Times New Rom 13. 9. Pengobatan yang salah atau sama sekali tidak dilakukan pengobatan Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom 15. Disolusi hematoma fraktur oleh jaringan sinovia (fraktur intrakapsuler) Formatted: Font: (Default) Times New Rom 11. Pattern: Clear (White) Formatted: Right: 0.25" . Kerusakan periosteum yang hebat sewaktu terjadi fraktur atau operasi! Formatted: Font: (Default) Times New Rom 12.6. Delayed union yang tidak diobati Formatted: Font: (Default) Times New Rom 14.

Nonunion (pseudoartrosis). 2.25" . 4. 3. Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pengobatan 1. 4. Pada perabaan ditemukan rongga diantara kedua fragmen Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Pemeriksaan radiologis 1. Fiksasi interna rigid dengan atau tanpa bone graft Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. 2.370 <<Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi Gambaran klinis 1. atrofik (panah hitam). Nyeri ringan atau sama sekali tidak ada Gerakan abnormal pada daerah fraktur yang membentuk sendi palsu yang disebut pseudoartrosis 3. Terdapat gambaran sklerotik pada ujung-ujung tulang Ujung-ujung tulang berbentuk bulat dan halus Hilangnya ruangan meduler pada ujung-ujung tulang Salah satu ujung tulang dapat berbentuk cembung dan sisi lainnya cekung (pseudoartrosis) Gambar 14. hipertrofik (panah putih). Nyeri tekan sedikit atau sama sekali tidak ada Pembengkakan bisa ditemukan dan bisa juga tidak terdapat pembengkakan sama sekali 5.23.

2. misalnya pada fraktur leher femur Stimulasi elektrik untuk mempercepat osteogenesis Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0. prosesus stiloid ulna Pemasangan protesis.25" . 3. 4. Eksisi fragmen kecil dekat sendi. misalnya kepala radius.

Igaku Shoin Ltd. M.. Hal.71. Acta orthopaedica Scandinavica. Rorabeck. 57. Hal. 1-10. Hal.DAFTAR PUSTAKA Formatted: Font: Bold Apley. 23 – 27. Pattern: Clear (White Formatted: Right: 0.25" .. ` Formatted: Justified. 55.. and Bourne. Line spacing: single. 286 – 425. M. R. G. Rock.H. A.J. C. Hal. Pattern: Clear (White) Formatted: Pattern: Clear (White) Formatted: Font: Not Bold Formatted: Font: Not Bold Salter RB (1970) The General Principles and Specific Methods of Treatment. (1987) Unilateral facet dof the cervical spine an analysis of the results of treatment in 26 patients . 12.M. (2005) Buku Ajar Ortopedi dan Fraktur Sistem Apley. Indent: Left: 0" Formatted: Centered. Rasjad. pp. Alio.G. Italic Formatted: Justified. Letho. R. Barton. Italic Formatted: Font: Bold. (2009) Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi” . Hawkins. Textbook of Disorders and Injuries of the Musculoskeletal system.. 354 – 357. C. U. A. 355 – 475 Formatted: Font: Bold. and Kujala. Asian ed. Tokyo. Hal. Hal. (1986) Repair of the anterior cruciate ligament: augmentation versus convention suture of fresh rupture .K.J. N..U. Indent: Left: 0".. (1977) Fracture of the phalanges of the hand. 9. Spine.B.

10 SEPTEMBER 2011 Formatted: Font: 16 pt Formatted: Font: 16 pt Formatted: Font: 16 pt Formatted: Font: 16 pt Formatted: Font: 16 pt Formatted: Right: 0.25" Formatted: Font: 12 pt Formatted: Font: 12 pt OCKY MELATI INDAH SARI (030. ESNAWAN ANTARIKSA PERIODE 27 JUNI 2011.06. Indent: Left: 1.159) Formatted: Justified. Suhana.REFERAT SKELETAL INJURY DISUSUN OLEH : Formatted: Font: 12 pt Formatted: Font: 12 pt MAYA DWI UTAMI (030. OT (K) Spine.25" .06. Sp. R. Formatted: Font: 12 pt Formatted: Font: 12 pt Formatted: Font: 12 pt KEPANITERAAN KLINIK BEDAH UNIVERSITAS TRISAKTI RSPAU dr.188) PEMBIMBING Dr.

KATA PENGANTAR Formatted: Font: 12 pt. Pattern: Clear Penulis L---^ Formatted: Justified. kepada dr. penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak yang membaca referat ini. Indent: Left: 0".25" . Formatted: Justified Penulis mengucapakan terima kasih yang sebesar-besarnya. Oleh karena itu. Pattern: Clear (White) Formatted: Font: (Default) Times New Roman. Jakarta. khususnya pada topik fraktur dislokasi. Suhana Sp. Penulis menyadari bahwa referat ini masih jauh dari sempurna.R. Penulis berharap semoga referat ini dapat dipergunakan untuk menambah wawasan kita dalam dunia penyakit bedah. OT (K) Spine selaku pembimbing dalam menyusun referat ini. Agustus 2011 Formatted: Indent: Left: 4". First line: 0". Bold Formatted: Font: Bold Puji syukur kepada Allah SWT penulis panjatkan karena dengan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan yang berjudul ―SKELETAL INJURY‖. Font color: Auto Formatted: Font: (Default) Times New Rom Formatted: Right: 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful