P. 1
F3G212088

F3G212088

|Views: 14|Likes:
Published by firda66

More info:

Published by: firda66 on Apr 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/05/2013

pdf

text

original

Tugas : Geologi Struktur

KEKAR, SESAR DAN LIPATAN

OLEH FANI F3G212088

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS HALUOLEO KENDARI 2013

1.KEKAR  Pengertian kekar 1. Kekar (joint) adalah rekahan yang memperlihatkan pergeseran yang sangat kecil Pada arah tegak lurus dan pada arah permukaan retakan  Proses terjadinya kekar Ada dua faktor dalam pembentukan struktur kekar pada batuan, yaitu faktor dari gaya endogen dan faktor dari gaya eksogen. Pada gaya endogen ini terjadi karenakan adaanya tektonik, gaya tektonik ini dibedakan menjadi dua yaitu gaya tekan atau kompresi, pada gaya tekan ini akan membentuk jenis kekar gerus atau shear joint, yang kedua yaitu gaya tarik atau tension pada gaya ini akan membentuk kekar tarik atau disebut tension joint. Pada faktor gaya eksogen biasanya terjadi karena adanya gaya pengerutan yang timbul dari pendinginan batuan beku atau pengeringan pada batuan sedimen sehingga terbentuk jenis kekar pengerutan atau disebut shringkage joint, selain itu juga bisa terjadi karena adanya penghilangan beban batuan yang tererosi hal ini membentuk jenis kekar lembaran atau disebut sheet joint. Kekar dapat dicirikan oleh: a). Pemotongan bidang perlapisan batuan; b). Biasanya terisi mineral lain (mineralisasi) seperti kalsit, kuarsa dsb; c) kenampakan breksiasi. Secara umum kekar dapat dapat di bagi 4 macam,adalah sebagai berikut:    

Kekar tarik adalah rekahan yang membuka akibat gaya ekstensi yang berarah tegak lurus terhadap arah rekahan kekar gerus (biasanya berpasangan merupakan suatu set dan lurus, terdapat pergeseran yang diakibatkan oleh gaya kompresi), kekar hibrid (berkenampakan sebagai kekar gerus yang membuka, kombinasi antara kekar gerus dan kekar tarik), kekar tarik tak beraturan (arah kekar tak beraturan, sering merupakan akibat hydraulic fracturing).

Kekar dapat terbentuk sebagai: 1. Kekar pengkerutan yang disebabkan oleh adanya gaya pengkerutan yang timbul karena pendinginan atau pengeringan, biasanya berbentuk poligonal yang memanjang. 2. Kekar lembaran disebabkan sekumpulan kekar yang sejajar dengan permukaan tanah, terutama pada batuan beku. Terbentuk karena hilangnya beban di atasnya. 3. Kekar tektonik terbentuk karena proses tektonik atau gaya-gaya akibat pergerakan permukaan bumi. Macam-macam kekar 1. Urat (vein) adalah rekahan ekstensi yang terisi endapan seperti mineral, seperti butir-butir kristal berserat seperti kuarsa dan kalsit.

2. Rekahan pinnate atau rekahan bulu (feather fracture) adalah rekahan ekstensi yang membentuk susunan en echelon di sepanjang rekahan gerus brittle atau

sesar.

3. Rekahan gash adalah rekahan ekstensi yang pada umumnya terisi endapan mineral, dan pembentukannya berhubungan dengan sesar. Rekahan gash

merupakan urat, dan dapat membentuk orientasi yang sama dengan rekahan pinnate.

2.SESAR  pengertian sesar Patahan atau sesar (fault) adalah satu bentuk rekahan pada lapisan batuan bumi yg menyebabkan satu blok batuan bergerak relatif terhadap blok yang lain. Pergerakan bisa relatif turun, relatif naik, ataupun bergerak relatif mendatar terhadap blok yg lain.  Proses terjadinya sesar Faktor utama yang mempengaruhi pembentukan struktur sesar ini adalah adanya gaya endogen, gaya endogen ini menyebabkan terjadinya pemotongan pada lapisan batuan sehingga lapisan batuan yang satu dengan lapisan batuan yang lain akan bergeser turun, naik ataupun bertanslasi dan berotasi, sehingga menyebabkan perbedaan urutan lapisan batuan Beberapa Jenis Sesar sebagai berikut:

a. Sesar Normal / Sesar Turun (Extention Faulth)

Sesar normal dikenali juga sebagai sesar gravitasi, dengan gaya gravitasi sebagai gaya utama yang menggerakannya. Ia juga dikenali sebagai sesar ekstensi (Extention Faulth) sebab ia memanjangkan perlapisan, atau menipis kerak bumi. Sesar normal yang mempunyai salah yang menjadi datar di bagian dalam bumi dikenali sebagai sesar listrik.

Patahan atau sesar turun adalah satu bentuk rekahan pada lapisan bumi yang menyebabkan satu blok batuan bergerak relatif turun terhadap blok lainnya. Fault scarp adalah bidang miring imaginer tadi atau dalam kenyataannya adalah permukaan dari bidang sesar.

Gambar 9. Extention Faulth

b. Sesar naik (reverse fault / contraction faulth) Sesar naik (reverse fault) untuk sesar naik ini bagian hanging wall-nya relatif bergerak naik terhadap bagian foot wall. Salah satu ciri sesar naik adalah sudut kemiringan dari sesar itu termasuk kecil, berbeda dengn sesar turun yang punya sudut kemiringan bisa mendekati vertical. Nampak lapisan batuan yg berwarna lebih merah pada hanging wall berada pada posisi yg lebih atas dari lapisan batuan yg sama pada foot wall. Ini menandakan lapisan yg ada di hanging wall udah bergerak relatif naik terhadap foot wall-nya.

Gambar 10. Reverse fault / contraction faulth c. Sesar mendatar (Strike slip fault / Transcurent fault / Wrench fault) Sesar mendatar (Strike slip fault / Transcurent fault / Wrench fault) adalah sesar yang pembentukannya dipengaruhi oleh tegasan kompresi. Posisi tegasan utama pembentuk sesar ini adalah horizontal, sama dengan posisi tegasan minimumnya, sedangkan posisi tegasan menengah adalah vertikal. Umumnya bidang sesar mendatar digambarkan sebagai bidang vertikal, sehingga istilah hanging wall dan foot wall tidak lazim digunakan di dalam sistem sesar ini. Berdasarkan gerak relatifnya, sesar ini dibedakan menjadi sinistral (mengiri) dan dekstral (menganan).

Gambar 11. Strike slip fault / Transcurent fault / Wrench fault

Sesar / patahan (fault) yang dikenal juga sebagai patahan adalah rekahan pada masa batuan yang telah memperlihatkan gejala pergeseran pada ke dua belah sisi bidang rekahan (Simpson, 1968). Berdasar kinematikanya, secara garis besar, dibedakan menjadi sesar turun, sesar naik, dan sesar geser. Sesar yang dimaksud adalah pergeseran yang disebabkan oleh gaya tektonik.

3.LIPATAN 

Pengertian lipatan Lipatan adalah deformasi lapisan batuan yang terjadi akibat dari gaya tegasan

sehingga batuan bergerak dari kedudukan semula membentuk lengkungan. 

Proses terbentuknya lipatan

Pada pembentukan lipatan ini juga dipengaruhi oleh tenaga endogen sebagai faktor utama pembentukannya. Tenaga endogen ini akan melakukan dorongan kepada lapisan dari samping dan arahnya saling berlawanan sehingga akan terjadi penekukan pada lapisan batuan, tetapi hanya jenis batuan sedimen saja yang bisa membentuk lipatan karena memang sifatnya yang elastis sehingga saat mendapatkan gaya dorong dari kedua sisinya lapisan batuan tidak akan patah, dari beberapa jenis lipatan selain mendapatkan gaya dari samping juga mendapatkan gaya dari atas dan bawah sehingga bentuk lipatannya akan menjadi khas, seperti chevron fold yang berbentuk lancip dengan sudut tertentu. Lipatan dapat terbentuk karena proses/pengaruh;    Tektonik Gaya berat (pelengseran) Akibat pengaruh-pengaruh setempat; a. Kompaksi b. Intrusi batuan beku c. Injeksi garam (diapir)

Geometri lipatan (fold)  Lipatan tegak (symmetrical fold) terjadi karena pengaruh tenaga radial, kekuatannya sama atau seimbang dengan tenaga tangensial.

Lipatan miring (asymmetrical fold) terjadi karena arah tenaga horizontal tidak sama atau tenaga radial lebih kecil daripada tenaga tangensial.

Lipatan rebah (overturned fold) terjadi karena tenaga shorizontal berasal dari satu arah.

Lipatan menutup (recumbent fold) terjadi karena hanya tenaga tangensial saja yang bekerja

 Jenis-jenis lipatan

Sumber : http://alifahmi.wordpress.com/2008/10/09/geologi-struktur/ http://ayobelajargeologi.blogspot.com/2011/12/struktur-geologi-sesar.html http://eduvan4.edublogs.org/ http://geofirman.blogspot.com/2010/09/sekilas-tentang-struktur-geologi.html http://isingup.wordpress.com/2011/03/18/kekar/

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->