P. 1
MEKANISME PERTAHANAN DIRI

MEKANISME PERTAHANAN DIRI

|Views: 171|Likes:
Published by Zaenal Muttaqin
PERSONALITY
PERSONALITY

More info:

Published by: Zaenal Muttaqin on Apr 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/24/2013

pdf

text

original

MEKANISME PERTAHANAN DIRI Freud menggunakan istilah mekanisme pertahanan diri (defence mechanism) untuk menunjukkan proses tak

sadar yang melindungi si individu dari kecemasan melalui pemutarbalikan kenyataan. Pada dasarnya strategi-strategi ini tidak mengubah kondisi objektif bahaya dan hanya mengubah cara individu mempersepsi atau memikirkan masalah itu. Jadi, mekanisme pertahanan diri merupakan bentuk penipuan diri. Berikut ini beberapa mekanisme pertahanan diri yang biasa terjadi dan dilakukan oleh sebagian besar individu, terutama para remaja yang sedang mengalami pergulatan yang dasyat dalam perkembangannya ke arah kedewasaan. Dari mekanisme pertahanan diri berikut, diantaranya dikemukakan oleh Freud, tetapi beberapa yang lain merupakan hasil pengembangan ahli psikoanalisis lainnya. a. Represi Represi didefinisikan sebagai upaya individu untuk menyingkirkan frustrasi, konflik batin, mimpi buruk, krisis keuangan dan sejenisnya yang menimbulkan kecemasan. Bila represi terjadi, hal-hal yang mencemaskan itu tidak akan memasuki kesadaran walaupun masih tetap ada pengaruhnya terhadap perilaku. Jenis-jenis amnesia tertentu dapat dipandang sebagai bukti akan adanya represi. Tetapi represi juga dapat terjadi dalam situasi yang tidak terlalu menekan. Bahwa individu merepresikan mimpinya, karena mereka membuat keinginan tidak sadar yang menimbulkan kecemasan dalam dirinya. Sudah menjadi umum banyak individu pada dasarnya menekankan aspek positif dari kehidupannya. Beberapa bukti, misalnya: 1) Individu cenderung untuk tidak berlama-lama untuk mengenali sesuatu yang tidak menyenangkan, dibandingkan dengan hal-hal yang menyenangkan, 2) Berusaha sedapat mungkin untuk tidak melihat gambar kejadian yang menyesakkan dada, 3) Lebih sering mengkomunikasikan berita baik daripada berita buruk, 4) Lebih mudah mengingat hal-hal positif daripada yang negatif, 5) Lebih sering menekankan pada kejadian yang membahagiakan dan enggan menekankan yang tidak membahagiakan. b.Supresi Supresi merupakan suatu proses pengendalian diri yang terang-terangan ditujukan menjaga agar impuls-impuls dan dorongan-dorongan yang ada tetap terjaga (mungkin dengan cara menahan perasaan itu secara pribadi tetapi mengingkarinya secara umum). Individu sewaktu-waktu mengesampingkan ingatan-ingatan yang menyakitkan agar dapat menitik beratkan kepada tugas, ia sadar akan pikiran-pikiran yang ditindas (supresi) tetapi umumnya tidak menyadari akan dorongan-dorongan atau ingatan yang ditekan (represi).

c. Reaction Formation (Pembentukan Reaksi) Individu dikatakan mengadakan pembentukan reaksi adalah ketika dia berusaha menyembunyikan motif dan perasaan yang sesungguhnya (mungkin dengan cara represi atau supresi), dan menampilkan ekspresi wajah yang berlawanan dengan yang sebetulnya. Dengan cara ini individu tersebut dapat menghindarkan diri dari kecemasan yang disebabkan oleh keharusan untuk menghadapi ciri-ciri pribadi yang tidak menyenangkan. Kebencian, misalnya tak jarang dibuat samar dengan menampilkan sikap dan tindakan yang penuh kasih sayang, atau

dorongan seksual yang besar dibuat samar dengan sikap sok suci, dan permusuhan ditutupi dengan tindak kebaikan.

d. Fiksasi Dalam menghadapi kehidupannya individu dihadapkan pada suatu situasi menekan yang membuatnya frustrasi dan mengalami kecemasan, sehingga membuat individu tersebut merasa tidak sanggup lagi untuk menghadapinya dan membuat perkembangan normalnya terhenti untuk sementara atau selamanya. Dengan kata lain, individu menjadi terfiksasi pada satu tahap perkembangan karena tahap berikutnya penuh dengan kecemasan. Individu yang sangat tergantung dengan individu lain merupakan salah satu contoh pertahan diri dengan fiksasi, kecemasan menghalanginya untuk menjadi mandiri. Pada remaja dimana terjadi perubahan yang drastis seringkali dihadapkan untuk melakukan mekanisme ini.

e. Regresi Regresi merupakan respon yang umum bagi individu bila berada dalam situasi frustrasi, setidaktidaknya pada anak-anak. Ini dapat pula terjadi bila individu yang menghadapi tekanan kembali lagi kepada metode perilaku yang khas bagi individu yang berusia lebih muda. Ia memberikan respons seperti individu dengan usia yang lebih muda (anak kecil). Misalnya anak yang baru memperoleh adik,akan memperlihatkan respons mengompol atau menghisap jempol tangannya, padahal perilaku demikian sudah lama tidak pernah lagi dilakukannya. Regresi barangkali terjadi karena kelahiran adiknnya dianggap sebagai sebagai krisis bagi dirinya sendiri. Dengan regresi (mundur) ini individu dapat lari dari keadaan yang tidak menyenangkan dan kembali lagi pada keadaan sebelumnya yang dirasakannya penuh dengan kasih sayang dan rasa aman, atau individu menggunakan strategi regresi karena belum pernah belajar respons-respons yang lebih efektif terhadap problem tersebut atau dia sedang mencoba mencari perhatian.

f. Menarik Diri Reaksi ini merupakan respon yang umum dalam mengambil sikap. Bila individu menarik diri, dia memilih untuk tidak mengambil tindakan apapun. Biasanya respons ini disertai dengan depresi dan sikap apatis.

g.Mengelak Bila individu merasa diliputi oleh stres yang lama, kuat dan terus menerus, individu cenderung untuk mencoba mengelak. Bisa saja secara fisik mereka mengelak atau mereka akan menggunakan metode yang tidak langsung.

h. Denial (Menyangkal Kenyataan) Bila individu menyangkal kenyataan, maka dia menganggap tidak ada atau menolak adanya pengalaman yang tidak menyenangkan (sebenarnya mereka sadari sepenuhnya) dengan maksud

untuk melindungi dirinya sendiri. Penyangkalan kenyataan juga mengandung unsur penipuan diri.

i. Fantasi

Dengan berfantasi pada apa yang mungkin menimpa dirinya, individu sering merasa mencapai tujuan dan dapat menghindari dirinya dari peristiwa-peristiwa yang tidak menyenangkan, yang dapat menimbulkan kecemasan dan yang mengakibatkan frustrasi. Individu yang seringkali melamun terlalu banyak kadang-kadang menemukan bahwa kreasi lamunannya itu lebih menarik dari pada kenyataan yang sesungguhnya. Tetapi bila fantasi ini dilakukan secara proporsional dan dalam pengendalian kesadaraan yang baik, maka fantasi terlihat menjadi cara sehat untuk mengatasi stres, dengan begitu dengan berfantasi tampaknya menjadi strategi yang cukup membantu.

j. Rasionalisasi Rasionalisasi sering dimaksudkan sebagai usaha individu untuk mencari-cari alasan yang dapat diterima secara sosial untuk membenarkan atau menyembunyikan perilakunya yang buruk. Rasionalisasi juga muncul ketika individu menipu dirinya sendiri dengan berpura-pura menganggap yang buruk adalah baik, atau yang baik adalah yang buruk. k. Intelektualisasi Apabila individu menggunakan teknik intelektualisasi, maka dia menghadapi situasi yang seharusnya menimbulkan perasaan yang amat menekan dengan cara analitik, intelektual dan sedikit menjauh dari persoalan. Dengan kata lain, bila individu menghadapi situasi yang menjadi masalah, maka situasi itu akan dipelajarinya atau merasa ingin tahu apa tujuan sebenarnya supaya tidak terlalu terlibat dengan persoalan tersebut secara emosional. Dengan intelektualisasi, manusia dapat sedikit mengurangi hal-hal yang pengaruhnya tidak menyenangkan bagi dirinya, dan memberikan kesempatan pada dirinya untuk meninjau permasalah secara obyektif. l. Proyeksi Individu yang menggunakan teknik proyeksi ini, biasanya sangat cepat dalam memperlihatkan ciri pribadi individu lain yang tidak dia sukai dan apa yang dia perhatikan itu akan cenderung dibesar-besarkan. Teknik ini mungkin dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan karena dia harus menerima kenyataan akan keburukan dirinya sendiri. Dalam hal ini, represi atau supresi sering kali dipergunakan pula.

Psikolog mengkhawatirkan bahwa karakter Tika akan menguat mengalahkan Lolita. siapa tau masih ada yang punya file tentang MPD. kenangan buruk atau keadaan yang mengancam ego seseorang. saya merasa hal ini penting untuk disampaikan. Saat ke psikolog.. jadi teringat dulu ketika masih di kawah candradimuka. Adrenalin yang meningkat. Maka Self Defense Mechanism adalah sistem penipuan pikiran yang berfungsi meredakan kekhawatiran dan stress dengan cara pengalihan. seorang Ibu merasa sangat lelah menghadapi 3 orang anak lelaki yang sangat nakal..mekanisme pembelaan diri Setiap bergaul dengan teman-teman di sekitar saya. dalam kondisi hipnotis Ia dipersilakan mengatakan apapun. berganti nama menjadi Tika dan melupakan Lolita di pojok gelap psikologi sebagai sebuah kenangan buruk yang harus segera dihapus. Langsung saja saya kontak temen2 saya. dan dengan tekanan Tika akan mengambil alih tubuh Surti untuk melarikan diri ke suatu kota.baik bagi saya maupun bagi teman-teman saya. Perasaan khawatir adalah insting normal terhadap adanya ancaman. perasaan selalu siap siaga dan jantung yang berdebar sebenarnya insting untuk mempertahankan diri untuk survive.Alat Pelindung Psikis Dalam ilmu psikologi Self Defence Mechanism adalah proses mental dari pembohongan-diri untuk mengurangi pikiran yang mencemaskan. Beberapa diantaranya yang popular antara lain : Tingkat Neurotic . tinggal di apartemen dan mengaku pernah mengenal seseorang bernama Lolita. Kenapa saya upload di sini? Karena setelah lama bergaul dengan teman-teman saya sekarang. Dan stress adalah pemicu penyakit psikosomatis. Ia mengatakan kasihan dengan hidup Lolita dan menghabiskan sesi hipnotis menjelek-jelekkan suami Lolita. Suami selalu pulang malam dan krisis yang menghadang sedikit mengganggu perekonomian rumah tangga. Self Defence Mechanism secara ekstrem bekerja melindungi tubuh dari trauma sebagai Lolita dan mengembangkan impian terpendam sebagai Tika yang terkekang norma untuk mengambil alih tubuh Lolita. Namun kekhawatiran yang berkepanjangan akan menyebabkan tubuh lelah. .Multiple Personality Disorder Lolita. meningkat menjadi cemas dan dapat menimbulkan stress. IYA. Tiba-tiba Ia mengaku menjadi seorang single bernama Tika. diajari apa yang namanya Mekanisme Pembelaan Diri (sering disingkat dengan MPD). Lumayan menarik lho. ternyata dapat juga. setiap manusia memiliki topeng apalagi dalam kehidupan sosialnya ketika berinteraksi dengan orang lain. saya dapat dari teman SMA saya. melihat manusia dari balik topeng yang dipakainya. File ini bukan tulisan karangan saya. Demi perkembangan ke yang lebih baik! Self Defence Mechanism .

atau perahkah Anda mendengar ada seseorang yang pergi meninggalkan pekerjaan untuk berkelana keliling dunia? Itu adalah sebuah Displacement. Strategi terfokus hanya pada emosi itu tidak mengubah situasi stres. Bukan hanya psikolog. blog berisi puisi cinta mati. Atau contoh lain yang sering kita alami misalnya : ketika kita melihat ada anak muda jadi pengusaha kaya. semua mekanisme pertahanan melibatkan suatu elemen penipuan diri (self-deception) Kita semua menggunakan mekanisme pertahanan ini untuk membantu kita mengatasi stres sampai kita dapat menghadapinya secara langsung. Pernahkah Anda melihat blog yang berisi tulisan-tulisan mengenai sumpah serapah. yaitu mengarahkan emosi kepada orang lain. 4. Represi merupakan DM (Defence Mechanism) yang paling sering dilakukan. sedangkan strategi mengatasi . mereka semata-mata mengubah cara orang menghayati atau memikirkan situasi. tuduhan langsung adalah pasti korupsi. Istilah ini disebut dengan Supression (pemaksaan represi menggunakan media bantu) 2.Tingkat Normal . Pikiran melakukan blok terhadap kenangan buruk. Rasionalisasi. Mekanisme pertahanan menyatakan gangguan penyesuaian kepribadian (personality maladjustment) hanya jika menjadi cara dominan menanggapi masalah. Ketika timbul suatu dorongan atau kebutuhan. kita kerap menyimpulkan langsung bahwa dia pasti anak pengusaha. karena berbagai alasan kebutuhankebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi. Projection. Projection 1. 3. Tanpa represi seseorang yang putus cinta akan sakit hati berbulan-bulan. Salah satu perbedaan antara mekanisme pertahanan dan strategi pemecahan masalah adalah merupakan proses yang tidak disadari. Self Defence Mechanism adalah sebuah disiplin dalam ilmu psikoanalisa yang dikembangkan oleh Sigmund Freud. Displacement. Jadi. Rasionalisasi. Sebuah pembenaran bahwa tidak menjadi pengusaha muda atau pejabat kaya adalah hanya karena bukan anak pengusaha atau tidak korupsi. Seringkali saat kita merasa jengkel atau marah ketika menjumpai orang lain yang sedang stress dalam pekerjaannya yang tidak mengacuhkan kita. manusia yang normal akan cenderung untuk menghilangkan atau mengurangi tingkat ketegangan tersebut dengan memenuhi kebutuhan-kebutuhan seperlunya. Ketika ada pejabat kaya. akibatnya ia harus belajar untuk mengganti objek yang diinginkannya tersebut agar ketegangan tersebut dapat menurun atau hilang dalam dirinya (Defense Mechanism) Freud menyebutnya defense mechanism sebagai strategi yang tidak disadari yang digunakan oleh orang untuk mengatasi emosi negatif. memindahkan energi amarah dan cemas ke dalam aktivitas lain sebagai penyaluran. kemudian kita pun langsung memberikan tuduhan bahwa orang itu marah terhadap kita karena saat diajak berbicara tidak merespon. mengalihkannya pada hal-hal yang menyenangkan. tapi Anda pun bisa mempelajari ini untuk memahami perilaku orang-orang di sekitar anda dan mencoba berempati saat mereka terpaksa melakukan ini. Dalam beberapa hal. Seseorang yang fungsi represinya terganggu seringkali membutuhkan obat untuk represi. yaitu melakukan alasan atau pembenaran terhadap kegagalan atau suatu hal yang tidak dicapai untuk mencegah perasaan kecewa berkepanjangan. Seseorang yang putus cinta dengan pasangan yang menurutnya sempurna seringkali menjalin hubungan dengan orang yang secara kualitas jauh dibawah mantannya untuk menghindari sakit hati.Represi. Displacement.

Sebagai contoh. termasuk lebih sering mengalami penyakit jantung koroner dan perjalanan penyakit kanker yang lebih cepat. atau mencela diri. impuls yang direpresi mengancam masuk ke kesadaran. Freud yakin bahwa represi jarang berhasil sepenuhnya. bersalah. Riset lain membuktikan bahwa orang yang menceritakan kepada orang lain tentang peristiwa traumatik dan emosi yang mereka alami sebagai reaksi terhadap peristiwa tersebut cenderung menunjukkan kesehatan yang lebih baik dibandingkan dengan orang tidak terbuka kepada orang lain (Pennebaker & Beall. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahawa orang dengan gaya represif tampaknya memiliki kerentanan yang lebih tinggi terhadap penyakit pada umunya. Dalam represi. (2). seringkali direpresi. Pada perkembangan selanjutnya. seiring pertumbuhan. Supresi adalah proses melepaskan kendali diri. Beberapa bentuk mekanisme pertahanan: (1).masalah seringkali dilakukan secara sadar. istri yang suaminya meninggal akibat bunuh diri lebih mungkin mengalami penyakit fisik selama bertahun-tahun setelah kematian suaminya jika mereka tidak pernah menceritakan kepada orang lain bahwa suaminya melakukan bunuh diri (Pennebaker & O'Heeron. (Bonnano & Singer. mempertahankan impuls dan keinginan secara terkendali (menahan impuls tersebut secara pribadi sementara menyangkalnya di hadapan publik) atau secara sementara menyingkirkan memori yang menyakitkan. impuls tersebut direpresi untuk menghindari konsekuensi menyakitkan jika mewujudkan impuls tersebut. 1984). impuls atau memori yang terlalu menakutkan atau menyakitkan dikeluarkan dari kesadaran. Represi berbeda dari supresi. 1990). perasaan permusuhan terhadap orang yang dicintai dan pengalaman kegagalan perlu dihapus dari memori sadar. Individu menyadari pikiran yang disupresi tetapi sebagian besar tidak menyadari impuls atau memori yang direpresi. Memori yang menimbulkan rasa malu. 1986). Freud yakin bahwa represi impuls masa kanak-kanak tertentu terjadi secara universal. Rasionalisasi . Represi dijelaskan oleh Freud pada konflik oedipus. Represi Freud menganggap bahwa represi sebagai mekanisme pertahanan yang paling dasar dan yang paling penting. Maka bila mekanisme ini dilakukan secara ekstrim dapat menyebabkan strategi pemecahan masalah secara sadar akan menjadi maladaptif. dimana anak laki-laki mengalami ketertarikan seksual pada ibunya dan menimbulkan persaingan dan permusuhan kepada ayahnya. individu menjadi cemas (walaupun tidak menyadari alasannya) dan menggunakan beberapa mekanisme lain untuk mempertahankan impuls yang direpresi agar tidak masuk ke kesadaran.

alkohol dan perjudian mungkin manifestasi pembentukan reaksi. Kultur melarang orang membenci orang lain. proyeksi. Proyeksi Semua orang memiliki sifat yang tidak diinginkan yang tidak kita akui. (5). sehingga sifat-sifat batin itu dihayati sebagai sifat-sfat orang lain diluar dirinya. mekanisme ini terjadi secara begitu saja menempatkan sifat-sifat batin sendiri pada obyek di luar diri. tetapi ia menghayati orang lain itulah yang membenci kepadanya. Jenis pertahanan ini seringkali diperlukan oleh orang yang harus menghadapi masalah hidup dan mati dalam pekerjaannya. rasionalisasi adalah motif yang dapat diterima secara logika atau sosial yang dilakukan sedemikian rupa sehingga kita tampaknya berindak secara rasional. Seorang ibu yang merasa bersalah karena ketidakinginannya mempunyai anak mungkin menjadi terlalu memperhatikan dan terlalu protektif untuk meyakinkan anak akan cintanya dan meyakinkan dirinya bahwa ia adalah ibu yang baik. misalkan Anda adalah seorang yang cenderung suka mengkritik atau tidak ramah pada orang lain tetapi Anda tidak mau mengakui kecenderungan itu. Pembentukan Reaksi Sebagian individu dapat mengungkapkan suatu motif bagi dirinya sendiri dengan memberikan ekspresi kuat pada motif yang berlawanan. Jika Anda memperlakukan orang lain secara kasar.Rasionalisasi bukanlah berarti "bertindak secara rasional". Misalkan. Dalih tersebut biasanya masuk akal. Kecenderungan ini dinamakan pembentukan reaksi. "Kawan sekamar saya tidak membangunkan saya. Saat mencari alasan baik ketimbang alasan sesungguhnya. (3). Intelektualisasi Intelektualisasi adalah upaya melepaskan diri dari situasi stres dengan menghadapinya menggunakan istilah-istilah yang abstrak dan intelektual. Rasionalisasi mempunyai dua fungsi: menghilangkan kekecewaan saat kita gagal mencapai tujuan dan memberikan motif ayng dapat diterima atas perilaku kita. "memberi mereka perlakuan yang pantas". Anda mengatakannya sebgai. Seseorang yang gagal mengikuti ujian. bahkan oleh diri sendiri. Sebagian orang yang berperang dengan semangat fanatik untuk melawan kekenduran moral. melindungi kita dari mengetahui kualitas diri kita yang tidak layak dengan menampakan sifat itu secara berlebihan pada diri orang lain. Proyeksi merupakan suatu bentuk rasionalisasi yang meresap dalam kultur kita. Salah satu mekanisme bawah sadar." Alasan tersebut mungkin saja benar tetapi bukan merupakan alasan sesungguhnya atas kegagalan seseorang melakukan perilaku yang dimaksud. . hanya saja mereka tidak menceritakan keseluruhan cerita. (4). Sebagai contoh. Sebagianindividu tersebut mungkin memiliki latar belakang sulit dengan masalah tersebut dan mungkin merupakan cara untuk melindungi diri mereka sendiri terhadap kemungkinan kembali pada kebiasaan lama. Individu yang benar-benar peduli akan memasang alarm jam atau meluangkan waktunya. Contoh. seseorang yang membenci orang lain. bukan berdasarkan kualitas buruk diri. orang sering membuat sejumlah dalih.

Contoh dari pengalihan adalah kemarahan yang tidak dapat diekspresikan kepada sumber frustrasi dan diarahkan ke pada obyek yang kurang mengancam. tidak merasa orang lain marah kepada dirinya. Impuls erotik yang tidak dapat langsung di ekspresikan dapat diekspresikan secara tidak langsung dalam aktivitas kreatif seperti seni. aspek negatif dari penyakalan menjadi jelas jika orang menunda-nunda mencari bantuan medis. Jenis intelektualisasi ini baru menjadi masalah jika ia menjadi gaya hidup yang meresap sehingga individu memutuskan dirinya dari semua pengalaman emosional. Sebagai contoh. orang dapat menyangkal terjadinya realita tersebut. Pada situasi tersebut.Dokter yang terus menerus berhadapan dengan penderitaan manusia tidak dapat berusaha untuk terlibat secara emosional dengan tiap pasiennya. suatu pembebasan (detachment) mungkin penting bagi dokter agar dapat berfungsi secara kompeten. mereka menggunakan mekanisme pertahanan penyangkalan (denial). Dorongan dasar tidak dapat diubah. tetapi kita dapat mengubah obyek yang menjadi tujuan dorongan itu. Di lain pihak. (7). Mereka tidak dapat mentoleransi kepedihan karena mengetahui realita. atau membuang semua tanda yang menyatakan bahwa pasangannya berselingkuh. Freud merasa bahwa pengalihan merupakan cara yang paling memuasakn untuk menangangani impuls agresif atau seksual. puisi dan musik. penyangkalan memberikan waktu kepada orang untuk menghadapi fakta buruk dengan kecepatan yang lebih bertahap. Orangtua dari anak yang menderita penyakit mematikan mungkin menolak mengakui anaknya menderita penyakit serius. seorang wanita meungkin menyangkal bila suatu ketika ia menemukan sebuah benjolan pada payudaranya sebagai suatu kemungkinan kanker dan dengan demikian terlambat menghubungi dokter. Kadang menyangkal fakta mungkin lebih baik dibandingkan dengan menghadapinya. Pengalihan Melalui mekanisme pengalihan (displacement). penderita stroke dan medula spinalis mungkin akan menyerah sama sekali jika mereka mengetahui sepenuhnya keseriusan kondisi mereka. penyangkalan jelas memiliki nilai adaptif. penyangkalan kemungkinan mati membantu mereka untuk terus bekerja. Faktanya. . Impuls permusuhan mungkin menemukan ekspresi yang diterima secara sosial dengan peran serta dalam olahraga kontak. Bentuk penyakalan yang kurang ekstrim dapat ditemukan pada individu yang secara terus menerus mengabaikan kritik. Penyangkalan Jika realita eksternal terlalu tidak menyenangkan untuk dihadapi. (6). Contoh lain adalah tentara yang menghadapi peperangan. walaupun mereka telah mendapatkan informasi lengkap tentang diagnosa dan kemungkinan penyakitnya. Harapan memberikan mereka insentif untuk terus mencoba. suatu motif yang tidak dapat dipuaskan dalam suatu bentuk diarahkan ke saluran lain. Pada krisis yang parah.

orang-orang sering melakukan penyangkalan terhadap kenyataan-kenyataan yang menyakitkan untuk diterima. Proyeksi Proyeksi adalah mengalamatkan peristiwa-peristiwa tertentu yang tidak bisa diterima oleh ego kepada orang lain. ia memisahkan diri dari kenyataan ini. . Dalam peristiwa-peristiwa trags seperti perang atau bencana-bencana lainnya. Menurut teori psikoanalisa mekanisme pertahanan diri membantu individu mengatasi kecemasan dan mencegah terlukanya ego. Mekanisme-Mekanisme Pertahanan Diri/Ego (Defend Mechanisme) pada Manusia Mekanisme pertahanan ego/diri pada manusia merupakan sebuah senjata tersembunyi yang dimiliki. Kecemasan atas kematian orang yang dicintai misalnya. aktivitas merawat orang lain atau mencari persahabatan dapat membantu menurunkan ketegangan yang berhubungan sosial yang tidak terpuaskan. Sebagai contohnya.Kecil kemungkinan pengalihan dapat menghilangkan impuls yang mengalami frustrasi akan tetapi aktiitas pengganti dapat membantu menurunkan ketegangan saat dorongan dasar terancam. Individu menolak sejumlah aspek kenyataa yang membangkitkan kecemasan. Dibawah ini contoh-contoh mekanisme pertahanan diri (defend mechanism) yang biasa dilakukan individu: Penyangkalan Penyangkalan adalah pertahanan melawan kecemasan “menutup mata (pura -pura tidak melihat)” terhadap sebuah kenyataan yang mengancam. dimanifestasikan oleh penyangkalan terhadap fakta kematian. Mekanisme pertahanan diri ini tidak selalu negatif dan patologis tetapi bisa sebagai cara satu cara penyesuaian diri untuk menghadapi suatu kenyataan. dengan proyeksi. Seseorang melihat pada diri orang lain hal-hal yang tidak disukai dan ia tidak bisa menerima adanya hal-hal itu pada diri sendiri. dan siap digunakan jika ego/diri terasa terancam. Untuk menghindari kesakitan karena mengakui bahwa di dalam dirinya terdapat dorongan yang dianggapnya jahat. Mekanisme-mekanisme pertahanan ini digunakan oleh individu tergantung pada taraf perkembangan dan derajat kecemasan yang dialaminya. Jadi. Mekanisme-mekanisme pertahanan memiliki dua ciri yaitu “menyangkal atau mendistorsi dan beroperasi pada taraf ketidaksadaran manusia”. seseorang akan mengutuk orang lain karena kejahatannya dan menyangkal memiliki dorongan jahat seperti itu.

Contohnya. Anak yang terlalu bergantung menunjukkan pertahanan berupa fiksasi. mendorong kenyataan yang tidak diterima kepada ketidaksadaran. yang menjadi basis bagi banyak pertahanan ego lainnya dan bagi gangguan-gangguan neurotic. Sublimasi Sublimasi adalah menggunakan jalan keluar yang lebih tinggi atau yang secara sosial lebih dapat diterima bagi dorongan-dorongannya. untuk menghadapi kecemasan anak. Represi merupakan salah satu konsep Freud yang paling penting. guna menyembuhkan egonya yang terluka ia menghibur diri bahwa sigadis tidak berharga dan bahwa dirinya memang akan menendangnya. tidak bisa dijangkau. Orang yang tidak memperoleh kedudukan mengemukakan alasan. memalsukan diri sehingga kenyataan yang mengecewakan menjadi tidak begitu menyakitkan. Regresi adalah melangkah mundur ke fase perkembangan lebih awal yang tuntutan-tuntutannya tidak terlalu besar. seorang anak yang takut sekolah memperlihatkan tingkah laku infantile seperti menangis. hal ini dapat menghambat anak dalam belajar mandiri. Atau seorang pemuda yang ditinggalkan kekasihnya. Seorang anak yang ingin menendang orangtuanya dialihkan kepada adiknya dengan menendangnya atau membanting pintu. dorongan agresif yang ada pada seseorang disalurkan kedalam aktivitas bersaing di bidang olahraga sehingga dia menemukan jalan bagi pengungkapan jalan agresifnya. bersembunyi dan menggantungkan diri pada guru.Fiksasi Fiksasi maksudnya adalah terpaku pada tahap-tahap perkembangan yang lebih awal karena mengambil langkah ketahap selanjutnya bisa menimbulkan kecemasan. Represi Represi adalah melupakan isi kesadaran yang traumatis atau yang bisa membangkitkan kecemasan. Contohnya. atau menjadi tidak menyadari hal-hal yang menyakitkan. mengapa dia begitu senang tidak memperoleh kedudukan sesungguhnya yang diinginkannya. mengisap ibu jari. Displacement Displacement adalah mengarahkan energy kepada objek atau orang lain apabila objek asal atau orang yang sesungguhnya. dan sebagai tambahan dia bisa memperoleh imbalan apabila berprestasi dibidang olahraga itu. Formasi reaksi . Rasionalisasi Rasionalisasi adalah menciptakan alasan-alasan yang “baik/benar” guna menghindari ego yang terluka.

Contohnya bunglon akan mengubah warna kulitnya sesuai dengan warna tempat ia hinggap dan berbeda dengan warna aslinya. kebencian maupun frustasi yang akan dihadapinya. yaitu dengan membangun kompromi antara impuls-impuls konflik dan menghilangkan ketegangan dari dalam. seseorang memerlukan berbagai teknik psikologis dengan cara berupaya guna mempertahankan dirinya. The Mechanisms of Defense (Mekanisme Pertahanan) Posted on Agustus 6. Orang yang menunjukkan sikap yang menyenangkan yang berlebihan atau terlalu baik boleh jadi berusaha menutupi kebencian dan perasaan-perasaan negatifnya. Dorongan naluri disisihkan karena sesungguhnya setiap penyisihan merupakan defensi terhadap afek. makna pribadi dan pertahanan terhadap efek yang mungkin akan mengganggu. permusuhan. jika perasaan-perasaan yang lebih dalam menimbulkan ancaman. Penyesuaian diri atau adaptasi sangat penting bagi kehidupan manusia sebagai makhluk yang tertinggi tingkat perkembangannya.Formasi reaksi adalah melakukan tindakan yang berlawanan dengan hasrat-hasrat tak sadar. Hal ini untuk membantu kebutuhan bagi afeksi (rasa kasih sayang). maka seseorang melalui proses psikologis yang otomatis dan tidak sadar akan mencari pemeliharaan stabilitas psikologisnya. Melalui periode proses perkembangan. maka seseorang menampilkan tingkah laku yang berlawanan guna menyangkal perasaan-perasaan yang bisa menimbulkan ancaman itu. Kita semua akan mengenakan mekanisme pertahanan secara terus menerus dan hal ini tidak selalu patologis. 2009 by yumizone BAB I PENDAHULUAN Tiap makhluk dalam evolusinya akan mengembangkan dirinya dengan berbagai cara dan mekanisme dalam upaya menyesuaikan diri terhadap kondisi kehidupan yang mungkin akan mengancamnya. keamanan pribadi. Manusia telah mengadakan evolusi dalam penyesuaian anatomis yang bermaksud untuk melindunginya secara struktural dan fisiologis yang membantunya menghadapi kebutuhan emosional dan stresnya. impuls agresif. Seseorang membangun rencana pertahanan untuk menangani baik anxietas. Dengan demikian mekanisme atau dinamisme mental berfungsi untuk melindungi seseorang terhadap bahaya yang berasal dari impuls atau afeknya. Istilah mekanisme pertahanan umum digunakan dalam usaha penyisihan (warding off) dan ditujukan terhadap dorongan naluri. ia menampilkan perasaan yang berlawanan yakni terlalu melindunginya atau “terlalu mencintainya”. karena adanya perasaan berdosa.1 Apabila tubuh manusia melalui proses fisik dan biokimia guna memelihara keseimbangan fisiologis dan hemeostatis. Contohnya seorang ibu yang memiliki perasaan menolak terhadap anaknya. Hidup akan berjalan baik tanpa rasionalisasi dan perlindungan psikis yang serupa. merupakan . Pertahanan langsung terhadap afek.

disamping mengungkapkan derivat dorongan yang direpresi. Penelitian pertama yang menyeluruh tentang mekanisme pertahanan ditulis oleh Anna Freud dalam bukunya The Ego and The Mechanisms of Defense. komponen dorongan spesifik akan membangkitkan pertahanan ego yang karakteristik. ia menyatakan bahwa setiap orang. 3. paling penting. . 4. kurang sistematik.2 Ego (pribadi) merupakan inti dari kesatuan manusia. menggunakan mekanisme pertahanan yang karakteristik dan berulang. namun lebih memainkan peranan. dan umumnya lebih penting dalam hal terjadinya patogenesa neurosa. fase anal berhubungan dengan pembentukan reaksi.defense yang lebih archaik (primitif). Pada masingmasing fase perkembangan libido. normal atau neorotik. Kurang realistik Tidak berorientasi kepada tugas Mengandung penipuan diri 4. dan pertahanan tersebut bersifat lebih tersusun dan terorganisasi. yang dianggapnya sebagai mekanisme pertahanan yang penting utama. Manusia secara bertahap belajar menghadapi mekanisme pembelaan egonya seandainya ada ancaman terhadap keutuhan integritas pribadinya. terutama represi. 2. Mekanisme pertahanan tersebut bersifat : 1. Memperlunak kegagalan Mengurangi kecemasan Mengurangi perasaan yang menyakitkan Mempertahankan perasaan layak dan harga diri. Mekanisme yang sedemikian ini normal terjadi. Freud menyatakan keberadaan beberapa mekanisme pertahanan. kecuali bila sudah sedemikian lanjut sehingga menggangu integritas pribadinya. dan bila terjadi ancaman terhadap ego hal ini merupakan ancaman terhadap tulang punggung (eksistensi) manusia. Mekanisme yang sedemikian ini penting untuk : 1. Misalnya. 2. Sebagian besar bekerja secara tidak disadari sehingga sukar untuk dinilai dan dievaluasi secara sadar. dan paling sering digunakan. 3. Pengamatannya bahwa “terdapat kedalaman pada permukaan atau ibaratnya gunung es” mencerminkan pengertiannya tentang kompleksitas aspek pertahanan dari ego. Ditekankan juga bahwa ego harus merupakan pusat terapi psikoanalisis. Namun pertahanan akan tertuju terhadap dorongan naluri.

The Id berisi hal-hal yang dibawa sejak lahir (unsur-unsur biologis). Kemudian termanives ke dalam perilaku kongkrit dalam mekanisme pertahanan diri atau mekanisme pertahanan ego (Ego Defense Mechanism). Pertahanan naristik merupakan pertahanan yang paling primitive. Ego bertugas untuk menyelesaikan rangsangan lapar dengan kenyataan tentang objek makanan. The Id (Das Es) adalah aspek biologis dan merupakan sistem original. sehingga prinsip Ego adalah realitas dunia obyektif. Pertahanan dapat dikelompokan secara hararkis menurut derajat relatif manuritas yang berhubungan dengan pertahanan. Di sisi lain Super ego berusaha untuk menetang dan menguasai Ego agar tidak memenuhi hasrat dari Id karena tidak sesuai dengan konsepsi Ideal. dan diantaranya tumpang tindih dan mekanisme serupa dapat terjadi diantara kelompok yang berbeda. termasuk juga instink-instink organisme. Dorongan Id yang primitif tersebut bersifat laten pada alam bawah sadar sehingga tidak akan mengendor selama tidak memiliki objek pemuas. dan Super Ego. Pengelompokan matang dan tidak matang tidak kaku dalam batas-batasnya. digunakan oleh anak-anak dan orang yang mengalami psikotik. Pertahanan imatur (yang tidak matang). Pertahanan neurotic ditemukan pada pasien obsesif –kompulsif dan pasien histerikal dan pada orang dewasa yang berada pada keadaan stress. baik-buruk. The Ego (Das Ich) adalah aspek psikologis karena adanya kebutuhan sinkronisasi (gateway) antara kebutuhan Id dengan realitas dunia eksternal.yang dimanifestasikan oleh perkembangan rasa malu dan rasa mual dalam hubungan dengan impuls dan kenikmatan anal. . Energi Id akan meningkat karena rangsangan (impuls) sehingga menimbulkan ketegangan atau pengalaman yang tidak enak dan menguasai Ego agar bertindak secara kongkrit dalam memenuhi rangsangan tersebut sesegera mungkin. Ego. Pada taraf-taraf tertentu dorongan ini bisa menjadi distruktif dengan penyimpangan-penyimpangan perilaku. Super Ego (Das Ueber Ich) adalah aspek sosiologis yang merupakan nilai-nilai tradisional sebagaimana ditafsirkan orang tua kepada anak-anaknya berupa perintah-larangan. Dan pertahanan matur (matang) merupkan mekanisme adaptasi yang normal dan sehat pada kehidupan dewasa. ganjaranhukuman. suatu realitas psikis yang sesungguhnya (The true psychic reality) dunia batin atau subyektif manusia dan tidak memiliki koneksi secara langsung dengan realitas obyektif. libido seksualitas. Prinsip Super Ego adalah internalisasi norma-norma lingkungan yang berupaya untuk menekan dorongan Id. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Status internal manusia selalu diselimuti dengan kecemasan sebagai produk dari konflik antar struktur kepribadian yaitu Id. terlihat pada remaja dan beberapa pasien non psikotik.

Secara tidak sadar. Represi terjadi secara tidak disadarai. kecemasan realistik. Dengan cara hynosis atau suntikan Phenobarbital. rasa berdosa. represi merupakan mekanisme pertahanan yang penting dalam terjadinya neurosis. contohnya melihat seekor ular berbisa dihadapan. dari alam sadar ke alam tak sadar. seseorang akan bertahan dengan cara memblokir seluruh dorongan-dorongan atau dengan menciutkan dorongan-dorongan tersebut menjadi wujud yang lebih dapat diterima konsepsi dan tidak terlalu mengancam. 6 Rasa tidak nyaman dirasakan tetapi ditekan. Ego berusaha sekuat mungkin menjaga kestabilan hubungannya dengan id dan superego. ego merasa terjepit dan terancam. Supresi Suatu proses yang digolongkan sebagai mekanisme pertahanan tetapi sebetulnya merupakan analog represi yang disadari. lelucon dan keseleo lidah. karena pada supresi seseorang secara sadar menolak pikirannya keluar alam sadarnya dan memikirkan yang lain. Cara ini disebut mekanisme pertahanan diri atau mekanisme pertahanan ego (Ego DefenseMechanism). sebagai tanda bagi ego bahwa sedang berada dalam bahaya dan berusaha tetap bertahan. Represi Represi merupakan paling dasar diantara mekanisme lainnya. ancaman datang dari dunia Super Ego yang telah terinternalisasi. Dengan demikian . kadang-kadang dapat mengarah pada represi yang berikutnya. ego harus berusaha mempertahankan diri. angan-angan. 2.4Perlu dibedakan dengan represi. kecemasan neurotik.Ego berdiri di tengah-tengah kekuatan dahsyat kebutuhan biologis dan norma. Namun ketika kecemasan begitu menguasai. Ketika terjadi konflik di antara kekuatan-kekuatan ini. Suatu cara pertahanan untuk menyingkirkan dari kesadaran pikiran dan perasaan yang mengancam. rasa takut mendapat sanksi. Represi mungkin tidak sempurna bila itu yang terjadi maka hal-hal yang direpresikan akan muncul ke dalam impian. serta merasa seolaholah akan lenyap dan tidak berdaya digilas kedua kekuatan tersebut.3 Ada tiga jenis kecemasan tersebut: Pertama. Perasaan terjepit dan terancam ini disebut kecemasan (anxiety). perasaan takut jenis ini muncul akibat impuls-impuls id. Menurut Freud. pengalaman yang direpresi itu dapat dipanggil (di”recall”) dari alam tak sadar kealam sadar.2 Mekanisme represi secara tidak sadar menekan pikiran keluar pikiran yang mengganggu. memalukan dan menyedihkan dirinya. kecemasan moral.7 Ini merupakan sarana pertahanan yang biasa mengusir pikiran serta perasaan yang menyakitkan dan mengancam keluar dari kesadaran. Ketiga. Bila seseorang bersama-sama dengan saudaranya mengalami sesuatu kecelakaan dan saudaranya kemudian meninggal maka oia merasa “lupa” terhadap kejadian tersebut. pengesampingan yang sengaja tentang suatu bahan dari kesadaran seseorang. contohnya rasa malu. Kedua. Bentuk-bentuk Mekanisme pertahanan : 1.

4 Sebagai contoh. sehingga ia mengetahui apa yang dibuatnya. Sublimasi Sublimasi merupakan dorongan kehendak atau cita-cita yang yang tak dapat diterima oleh norma-norma di masyarakat lalu disalurkan menjadi bentuk lain yang lebih dapat diterima bahkan ada yang mengagumi.5 6. . ia memperlihatkan sikap yang sebaliknya. Impuls mungkin berasal dari id atau superego (tuduhan halusinasi) tetapi dapat mengalami tranformasi dalam proses.2 Orang yang mempunyai dorongan kuat untuk berkelahi disalurkan dalam olah raga keras misalnya bertinju. 5. karena terjadinya dengan sengaja. Proyeksi Impuls internal yang tidak dapat diterima dan yang dihasilkannya adalah dirasakan dan ditanggapi seakan-akan berasal dari luar diri. tidak mau memikirkan tentang kematian. impuls libido. kesulitannya atau keinginan yang tidak baik. tidak mau menerima anaknya yang terbelakang dan sebagainya.1. Hal ini dilakukan dengan cara melarikan diri dari kenyataan atau kesibukan dengan hal-hal lain. Penyangkalan dapat digunakan dalam keadaan normal maupun patologis. mereka tidak mau mengerti bahwa dirinya berpenyakit yang berbahaya. Reaksi Formasi Reaksi formasi atau penyusunan reaksi mencegah keinginan yang berbahaya baik yang diekspresikan dengan cara melebih-lebihkan sikap dan prilaku yang berlawanan dan menggunakannya sebagai rintangan untuk dilakukannya. Penyangkalan berusaha untuk melindungi diri sendiri terhadap kenyataan yang tidak menyenangkan. hal ini mengambil bentuk waham yang jelas tentang kenyataan eksternal.4 Proyeksi merupakan usaha untuk menyalahkan orang lain mengenai kegagalannya. Dokter yang agresif disalurkan menjadi dokter ahli bedah.2 4. dan termasuk persepsi persaan diri sendiri dalam orang lain dan tindakan selanjutnya terhadap persepsi (waham paranoid psikotok). biasanya waham kejar. Contoh lain seorang yang secara fanatik melarang perjudian dan kejahatan lain dengan maksud agar dapat menekan kecendrungan dirinya sendiri ke arah itu. 3. Misalnya seorang anak yang iri hati terhadap adiknya. menutup mata karena tidak mau melihat sesuatu yang ngeri. Misalnya presentasi olah raga yang kurang baik dengan alasan sedang sakit flu atau tidak naik kelas karena gurunya sentiment. Mekanisme proyeksi ini digunakan oleh pasien yang menyebabkan gejala waham atau pasien paranoid. homoseksual dirubah menjadi rasa benci dan selanjutnya diproyeksikan kepada sasaran impuls homoseksual yang tidak dapat diterima. mengisap permen sebagai sublimasi kenikmatan menghisap ibu jari.supresi tidak begitu berbahaya terhadap kesehatan jiwa. Penghindaran penyangkalan aspek yang menyakitkan dari kenyataan dengan menghilangkan data sensoris. Jadi menurut analisis Freud tentang proyeksi paranoid. yaitu sangat menyayangi secara berlebihan. Pada tingkat psikotik. Penyangkalan (denial) Mekanisme pertahanan ini paling sederhana dan primitive.

10. 9. Simbolisasi Simbolisasi merupakan suatu mekanisme apabila suatu ide atau obyek digunakan untuk mewakili ide atau obyek lain.7. sehingga sering dinyatakan bahwa simbolisme merupakan bahasa dari alam tak sadar. Misalnya seseorang yang meniru gaya . 12. Pengelakan atau salah pindah (Displacement) Terjadi apabila kebencian terhadap seseorang dicurahkan atau “dielakkan” kepada orang atau obyek lain yang kurang membahayakan. padahal iya takut kalah. maka konflik dielakkan dan afek ditekan. Hal ini dimulai sejak kecil. Hambatan fungsi merupakan symbol dari keinginan yang ditekan. Seseorang yang dimarahi oleh atasannya dielakkan atau dicurahkan kepada istri. identifikasi. cara berjalan. pengelakan dan simbolis. Demikian pula warna pakaian. Lalu ia dapat mengendalikan prilakunya dan dapat mencegah pelanggaran serta hukuman sebagai akibatnya. Introyeksi Introyeksi akan terjadi bila seseorang menerima dan memasukkan ke dalam penderiannya berbagai aspek keadaan yang akan mengancamnya. Konversi Konversi merupakan proses psikologi dengan menggunakan mekanisme represi. Suatu konflik yang berakibat penderitaan afek akan dikonversikan menjadi terhambatannya fungsi motorik atau sensorik dalam upayanya menetralisasikan pelepasan afek. Identifikasi Identifikasi merupakan upaya untuk menambah rasa percaya diri dengan menyamakan diri dengan orang lain atau institusi yang mempunyai nama. Melakukan korupsi dengan alasan gaji tidak cukup. 11. tulisan dan sebagainya merupakan simbol-simbol yang tak disadarai oleh orang yang bersangkutan. cara bicara. Kritik yang distruktif dan desus-desus (gossip) sebagai pembalas dendam merupakan cara yang terselubung dalam menyatakan perasaan permusuhan. 8. Rasionalisasi Rasionalisasi merupakan upaya untuk membuktikan bahwa prilakunya itu masuk akal (rasional) dan dapat disetujui oleh dirinya sendiri dan masyarakat. anaknya atau pembantunya. Dengan paralisis atau dengan gangguan sensorik. penyangkalan. Contohnya membatalkan pertandingan olah raga dengan alasan sakit dan akan ada ujian. pada waktu seseorang anak belajar mematuhi dan menerima serta kan menjadi milikinya beberapa nilai serta peraturan masyarakat. Dalam pemerintahan dan kekuasaan yang otoriter maka banyak orang mengintroyeksikan nilai-nilai kepercayaan baru sebagai perlindungan terhadap perilaku yang dapat menyusahkan mereka. Seringkali konversi memiliki gejala atas dasar identifikasi. Menulis dengan tinta merah merupakan symbol dari kemarahan.

maka akan dirasakan sebagai meringankan agar hal tersebut cepat selesai. 16.7 15. anak yang sudah besar mengompol atau mengisap jarinya atau marah-marah seperti anak kecil agar keinginannya dipenuhi. 18. Pemeranan (Acting out) Pemeran mempunyai sifat yaitu dapat mengurangi kecemasan yang dibangkitkan oleh berbagai keinginan yang terlarang dengan membiarkan ekspresinya dan melakukannya. melindungi diri terhadap kekecewaan dan penderitaan dengan cara menyerah dan menjadi orang yang menerima secara pasif apa saja yang terjadi dalam kehidupan. 14. Misalnya karena kurang mampu dalam pelajaran di sekolah dikompensasiakan dalam juara olah raga atau sering berkelahi agar ditakuti. Dengan melakukan perbuatan tersebut. hal ini tidak dilakukan. Dalam keadaan biasa. Kompensasi Kompensasi merupakan upaya untuk menutupi kelemahan dengan menonjolkan sifat yang diinginkan atau pemuasan secara frustasi dalam bidang lain. Pelepasan (Undoing) Pelepasan merupakan upaya untuk menembus sehingga dengan demikian meniadakan keinginan atau tindakan yang tidak bermoral. Karena itu yang bersangkutan sering membandingkan dirinya dengan orang lain. Sebagai contoh. Isolasi (Intelektualisasi dan disosiasi) Isolisasi merupakan bentuk penyekatan emosional.orang yang terkenal atau mengidentifikasikan dirinya dengan jawatannya atau daerahnya yang maju. Penyekatan Emosional (Emotional Insulation) Penyekatan emosional akan terjadi apabila seseorang mempunyai tingkat keterlibatan emosionalnya dalam keadaan yang dapat menimbulkan kekecewaan atau yang menyakitkan. Contohnya .7 . Regresi Regresi merupakan upaya untuk mundur ke tingkat perkembangan yang lebih rendah dengan respons yang kurang matang dan biasanya dengan aspirasi yang kurang. misalnya seorang pedagang yang kurang sesuai dengan etika dalam berdagang akan memberikan sumbangan sumbangan besar untuk usaha social. Kecuali bila orang tersebut lemah dalam pengendalian kesusilaannya. 13. Contohnya. Kompensasi ini dirangsang oleh suatu masyarakat yang bersaing. 17. Misalnya bila orang yang kematian keluarganya maka kesedihan akan dikurangi dengan mengatakan “sudah nasibnya” atau “sekarang sudah tidak menderita lagi” dan sambil tersenyum.

kecuali bila digunakan secara sangat berlebihan sehingga mengorbankan efisiensi penyesuaian diri dan kebahagiaan individu dan kelompok. H. bila seorang terlampau sering memberikan sumbangan sudah berarti pelepasan atau tebusan.org/wiki/Mekanisme_pertahanan_ego tanggal 9 Juli 2009 dari 4. Perlu diwaspadai bahwa dengan hanya mengamati satu macam tindakan belum berarti bahwa perilaku tersebut sudah merupakan suatu jenis pembelaan ego.html tanggal 9 Juli 2009 3. Hal ini dinamakan pendektan holistic. Airlangga University Press. Mekanisme pertahanan ego diunduh http://id.369-378. Mekanisme pertahanan dapat diangggap normal dan diperlukan atau diinginkan.com/journal/item/71/Mekanisme_pertahanan_Diri_tanggal 9 Juli 2009 6.KESIMPULAN Mekanisme pertahanan yang terdiri dari bermacam-macam cara dan seperti diketahui manusia merupakan mahluk yang tertinggi tingkat perkembangannya sehingga suatu pendektan terhadap manusia harus menyangkut semua unsure baik organik.org/opini_kusumawati_soal_simund_freud. Maramis.blogspot.Pd SEKILAS TENTANG TEORI KEPRIBADIAN SIGMUD FREUD DAN APLIKASINYA DALAM PROSES BIMBINGAN diunduh dari http://www. Kaplan. Surabaya. Dra. 1994. Sistem pertahanan ego http://psikologiupi. seventh edition.com/2007/08/15/pertahanan-ego/ tanggal 9 Juli 2009 Mekanisme Pertahanan Diri . : catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. J. 1980 p 37-38. Grebb. psikologik dan social. England.html tanggal 9 juli 2009 7. 5. M. Wiliiam and Willkins.multiply. 65-84 2.I Sadock. Pertahanan ego diunduh dari http://trescent . Mekanisme pertahanan diri diunduh dari http://rizkyp13.A : Synopsis of Psychiatry. W. DAFTAR PUSTAKA 1.. Sebagai contoh.acehinstitute. “Bahavioral Sciences Clinical Psychiatry”. Tindakan tersebut perlu dipertimbangan juga kepribadian orang tersebut dan memotivasinya. B. F. Semua mekanisme pertahanan ini bermaksud untuk mempertahankan keutuhan pribadi dan digunakan dalam berbagai tingkat dengan bermacam-macam cara. Hatta Kusumawati. p.J.wordpress.com /2008/09/system-pertahanan-egoyang-wajib-di.wikipedia.

Keinginan yang direpresi dapat muncul kembali bila pertahanan diri melemah atau saat mabuk dan tidur. meraung-raung. Cenderung bertingkah primitif. Misalnya melupakan suatu pengalaman traumatik (amnesia). meringankan penderitaan saat mengalami kegagalan. pantang membicarakan seks karena dorongan seks yang kuat atau terlalu banyak protes yang berarti sama saja mengakui kesalahan diri sendiri. misalnya mengamuk. * Introjeksi Merupakan bentuk sederhana dari identifikasi.Dalam ilmu psikiatri. dsb. Sebagian besar mekanisme ini bersifat unconcious atau di bawah sadar. karena sebenarnya mekanisme pembelaan diri ini tidak redustik. sehingga sukar dinilai dan dievaluasi secara sadar. melempar. mekanisme pertahanan diri (self-defense mechanism) merupakan salah satu bentuk penyesuaian diri untuk melindungi seorang individu dari kecemasan. Misalnya. * Proyeksi Menyalahkan orang lain atas kesalahan atau kekurangan. * Reaction formation Bertingkah laku berlebihan yang bertentangan dengan keinginan atau perasaan sebenarnya. Ia akan mengikuti norma-norma sehingga egonya tidak terganggu oleh ancaman dari luar (pembentukan super-ego). justru bukannya mendapatkan perlindungan tapi akan menjadi ancaman. Beberapa bentuk mekanisme pertahanan diri antara lain: * Identifikasi Ingin menyamai figur yang diidolakan. * Regresi Kembali ke tingkat perkembangan terdahulu. * Undoing . Represi membantu individu mengendalikan impuls yang berbahaya. mengandung banyak unsur penipuan diri-sendiri. atau impuls dirinya sendiri. dan distorsi realitas atau memutarbalikan fakta. keinginan. merusak. Ia akan memindahkan salah satu ciri dari figur yang diidolakan ke dalam dirinya sehingga ia merasa harga dirinya bertambah tinggi. * Represi Secara tidak sadar mencegah keinginan atau pikiran-pikiran yang menyakitkan masuk ke dalam kesadaran. dan untuk menjaga harga diri. Namun jika mekanisme ini terus-menerus dilakukan.

* Kompensasi Menutupi kelemahan dengan menonjolkan kemampuannya yang lain. * Displacement Mengalihkan emosi. Misalnya. * Fiksasi Berhenti pada tingkah perkembangan satu aspek tertentu (emosi. bersikap kekanak-kanakan. seolah-olah menghapus suatu kesalahan. Misalnya. bertengkar untuk menyelesaikan masalah. pacar yang berselingkuh tiba-tiba bertindak manis di depan kekasihnya dengan demikian ia merasakan ketidaksetiaannya terhapus. kehilangan pacar disalurkan menjadi novel percintaan. tingkah laku atau pikiran) sehingga perkembangan selanjutnya terhalang. seorang karyawan dimarahi oleh bosnya kemudian saat pulang ke rumah ia marah-marah pada istri dan anaknya. atau selalu mengharapkan bantuan dari orang lain. * Acting out Langsung menguratakan perasaan bila keinginan terhambat. * Disosiasi . arti simbolik atau fantasi sumber yang sebenarnya ke orang lain. * Simbolisasi Menggunakan benda atau tingkah laku sebagai simbol pengganti suatu keadaan yang sebenarnya. * Rasionalisasi Memberi keterangan bahwa tingkah lakunya menurut alasan yang seolah-olah rasional sehingga tidak menjatuhkan harga diri. setelah ditelusuri ternyata ia melakukan masturbasi sehingga merasa berdosa atau cemas. benda ataupun keadaan lain. * Denial Menolak untuk menerima atau menghadapi kenyataan yang tidak enak. Misalnya. dsb. Misalnya.Menghilangkan pikiran atau impuls yang tidak baik. Misalnya. Misalnya. seorang anak selalu mencuci tangan untuk menghilangkan kegelisahannya. * Sublimasi Mengganti keinginan atau tujuan yang terhambat dengan cara yang dapat diterima oleh masyarakat.

Namun. Apakah mekanisme. dan disfungsi tersebut membuatnya tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari. namun artinya sangat kabur. * Konversi Transformasi konflik emosional ke dalam bentuk gejala jasmani. tidak dapat digolongkan sebagai gangguan jiwa. Rumusan Masalah 1. Latar Belakang Ilmu kesehatan mental berkembang secara luas di negara-negara yang telah maju terutama dalam tahun-tahun belakangan ini. nyeri. dan walaupun kadang-kadang dipakai istilah “kesehatan mental”. sulit tidur. Tema pokok yang menjadi objek penyelidikan ilmu kesehatan mental adalah penyesuaian diri dan kesehatan mental. seseorang tiba-tiba tidak dapat bersuara. bahkan sudah sampai mencari jalan pencegahan supaya orang jangan mengalami gangguan mental(taraf preventif). jika hanya mengalami gejala-gejala tersebut. Sindrom tersebut dapat berupa gelisah. dsb. cemas. Seseorang dinyatakan mengalami gangguan jiwa tergantung pada lama. dan sekunder berasal dari unsur lain terlepas dari kontrol kesadaran individu tersebut dan memiliki kesadaran sendiri. tetapi di sini hanya dikemukakan secara singkat bahwa kesehatan mental merupakan bagian yang penting dari penyesuaian diri. B. POLA-POLA PENYESUAIAN DIRI DAN MEKANISME PERTAHANAN DIRI BAB I PENDAHULUAN A. macam-macam dan jenis-jenis dari koping itu? . Misalnya.Keadaan dimana seorang individu memiliki dua kepribadian. frekuensi dan intensitas suatu gejala perilaku psikologis. Di negara kita rupanya ilmu kesehatan mental belum begitu dikenal secara luas. Apakah masalah kesehatan mental itu ada hubungannya dengan masalah penyesuaian diri? Akan diuraikan lebih lanjut hubungan antara kesehatan mental dan penyesuaian diri dalam bab ini. disfungsi organ. Kepribadian primer adalah yang asli. sedih.

Memahami faktor yang mempengaruhi strategi koping D. Mengetahui mekanisme. macam-macam dan jenis-jenis dari koping 2. Apasajakah penggolongan mekanisme koping? 5.2. Manfaat Dapat memahami segala bentuk pola-pola penyesuaian diri dan mekanisme pertahanan diri sehingga mampu meningkatkan diri kita dalam memahami klien khususnya saat melakukan aktivitas bimbingan dan konseling. Apasajakah macam-macam Defense Mechanism? 3. Memahami koping yang konstruktif 4. Memahami penggolongan mekanisme koping 5. Bagaimanakah koping yang konstruktif? 4. Apasajakah faktor yang mempengaruhi strategi koping? C. . Tujuan 1. Memahami macam-macam Defense Mechanism 3.

menyesuaikan diri dengan perubahan. individu menghadapi pengalaman yang mengganggu equilibirium kognitif dan afektifnya. dan membatasi adanya kerusakan yang tidak bisa dipulihkan). Sedangkan menurut Lazarus (1985). Dalam kehidupan sehari-hari. Mekanisme koping adalah cara yang dilakukan individu dalam menyelesaikan masalah. Proses menjaga keseimbangan dalam tubuh manusia terjadi secara . Kalau kualitas penyesuaian diri itu buruk. koping adalah perubahan kognitif dan perilaku secara konstan dalam upaya untuk mengatasi tuntutan internal dan atau eksternal khusus yang melelahkan atau melebihi sumber individu. Munculnya ketegangan dalam kehidupan mengakibatkan perilaku pemecahan masalah (mekanisme koping) yang bertujuan meredakan ketegangan tersebut. serta respon terhadap situasi yang mengancam (Keliat. to recover reversibly.Hal ini disebabkan karena penyesuaian diri itu rumit dan kualitasnya kadang-kadang baik dan kadang-kadang juga buruk.Equilibrium merupakan proses keseimbangan yang terjadi akibat adanya proses adaptasi manusia terhadap kondisi yang akan menyebabkan sakit.BAB II POLA-POLA PENYESUAIAN DIRI DAN MEKANISME PERTAHANAN DIRI Dalam latar belakang sudah disinggung tentang apakah masalah kesehatan mental itu ada hubungannya dengan masalah penyesuaian diri? Yang menjadi objek penyelidikan ilmu kesehatan mental adalah penyesuaian diri (adjustment) dan kesehatan mental (mental health). 1999). Mekanisme Koping Seorang ahli medis bernama ZJ Lipowski dalam penelitiannya memberikan definisi mekanisme coping: all cognitive and motor activities which a sick person employs to preserve his bodily and psychic integrity. Penyesuaian diri adalah satu istilah yang mengandung banyak arti dan terkadang artinya berbeda-beda untuk orang yang berbeda-beda. Individu dapat mengalami perubahan hubungan dengan orang lain dalam harapannya terhadap diri sendiri cara negatif. memulihkan fungsi yang rusak. A. (Secara bebas bisa diterjemahkan: semua aktivitas kognitif dan motorik yang dilakukan oleh seseorang yang sakit untuk mempertahankan integritas tubuh dan psikisnya. maka biasanya kita namakan ketidakmampuan menyesuaikan diri (maladjustment). impaired function and compensate to limit for any irreversible impairment.

mengurangi. Lipowski membagi coping menjadi: coping style dan coping strategy :   Coping style adalah mekanisme adaptasi individu yang meliputi aspek psikologis.Mekanisme coping terbentuk melalui proses belajar dan mengingat. persepsi. Kemampuan belajar ini tergantung pada kondisi eksternal dan internal. serta kognisi terhadap stressor tersebut. seseorang akan dapat beradaptasi terhadap perubahan atau beban tersebut. Apabila coping dilakukan secara efektif. Coping adalah mekanisme untuk mengatasi perubahan yang dihadapi atau beban yang diterima. atau rasa sakit. Apabila mekanisme coping ini berhasil. individu secara otomatis melakukan mekanisme coping. Kondisi neurohormonal yang terbentuk akhirnya menyebabkan individu mengembangkan dua hal baru: perubahan perilaku dan perubahan jaringan organ. kognitif. melainkan berubah menjadi stimulan yang memacu prestasi serta kondisi fisik dan mental yang baik. dan persepsi Coping strategy merupakan coping yang dilakukan secara sadar dan terarah dalam mengatasi rasa sakit atau menghadapi stressor. yang sekaligus memicu perubahan neurohormonal. mentoleransi. stressor tidak lagi menimbulkan tekanan secara psikis. yang dimulai sejak awal timbulnya stressor dan saat mulai disadari dampak stressor tersebut. atau minimalisasikan suatu situasi atau kejadian yang penuh tekanan.Mekanisme koping menunjuk pada baik mental maupun perilaku. Jadi. Efektivitas coping memiliki kedudukan sangat penting dalam ketahanan tubuh dan daya penolakan tubuh terhadap gangguan maupun serangan penyakit (fisik maupun psikis). untuk menguasai. sehingga yang berperan bukan hanya bagaimana lingkungan membentuk stressor tetapi juga kondisi temperamen individu. Mekanisme koping merupakan suatu proses di mana individu berusaha untuk menanggani dan menguasai situasi stres yang menekan akibat dari masalah yang sedang dihadapinya dengan cara melakukan perubahan kognitif maupun perilaku guna memperoleh rasa aman dalam dirinya. penyakit. ketika terdapat stressor yang lebih berat (dan bukan yang biasa diadaptasi). yaitu : .dinamis dimana manusia berusaha menghadapi segala tantangan dari luar sehingga keadaan seimbang dapat tercapai. Para ahli menggolongkan dua strategi coping yang biasanya digunakan oleh individu.

artinya dalam menghadapi stressor. artinya seberapa berat ancaman yang dirasakan oleh individu tersebut terhadap stressor yang diterimanya. Macam-macam koping a. Prilaku menyerang Individu menggunakan energinya untuk melakukan perlawanan dalam rangka mempertahan integritas pribadinya. menarik diri dan kompromi. Koping psikologis Pada umumnya gejala yang ditimbulkan akibat stress psikologis tergantung pada dua factor yaitu: 1.  Problem-solving focused coping. menyerang. Destruktif yaitu tindakan agresif (menyerang) terhadap sasaran atau objek dapat berupa benda. sebaliknya ia akan cenderung menggunakan strategi emotion-focused coping ketika dihadapkan pada masalah-masalah yang menurutnya sulit dikontrol seperti masalah-masalah yang berhubungan dengan penyakit yang tergolong berat seperti kanker atau Aids. b. jika strategi yang digunakan efektif maka menghasilkan adaptasi yang baik dan menjadi suatu pola baru dalam kehidupan. barang atau orang atau bahkan terhadap dirinya sendiri. tetapi jika sebaliknya dapat mengakibatkan gangguan kesehatan fisik maupun psikologis. 1984). Bagaimana persepsi atau penerimaan individu terhadap stressor. Prilaku yang ditampilkan dapat merupakan tindakan konstruktif maupun destruktif. 1. B. Sedangkan sikap bermusuhan yang ditampilkan adalah . dimana individu melibatkan usaha-usaha untuk mengatur emosinya dalam rangka menyesuaikan diri dengan dampak yang akan diitmbulkan oleh suatu kondisi atau situasi yang penuh tekanan. Koping psiko-sosial Yang biasa dilakukan individu dalam koping psiko-sosial adalah. 2. dimana individu secara aktif mencari penyelesaian dari masalah untuk menghilangkan kondisi atau situasi yang menimbulkan stres Emotion-focused coping. Keefektifan strategi koping yang digunakan oleh individu. Faktor yang menentukan strategi mana yang paling banyak atau sering digunakan sangat tergantung pada kepribadian seseorang dan sejauhmana tingkat stres dari suatu kondisi atau masalah yang dialaminya. Contoh: seseorang cenderung menggunakan problem-solving focused coping dalam menghadapai masalah-masalah yang menurutnya bisa dikontrol seperti masalah yang berhubungan dengan sekolah atau pekerjaan. Hasil penelitian membuktikan bahwa individu menggunakan kedua cara tersebut untuk mengatasi berbagai masalah yang menekan dalam berbagai ruang lingkup kehidupan sehari-hari (Lazarus & Folkman.

. 1984). dalam rangka menghadapi ujian. ada ahli yang melihat defense mechanism sebagai salah satu jenis koping (Lazarus. Ada 4 macam koping jenis tindakan langsung :  Mempersiapkan diri untuk menghadapi luka Individu melakukan langkah aktif dan antisipatif (bereaksi) untuk menghilangkan atau mengurangi bahaya dengan cara menempatkan diri secara langsung pada keadaan yang mengancam dan melakukan aksi yang sesuai dengan bahaya tersebut. 3. Yaitu mengungkapkan dengan kata-kata terhadap rasa ketidak senangannya. Individu menjalankan koping jenis direct action atau tindakan langsung bila dia melakukan perubahan posisi terhadap masalah yang dialami. menjauhi sumber beracun.berupa rasa benci. individu melarikan diri dari sumber stress. 1976). Lazarus membagi koping menjadi dua jenis yaitu: 1. Jenis-Jenis Koping Kaitan antara koping dengan mekanisme pertahanan diri (defense mechanism). dan sumber infeksi. Tindakan langsung (direct Action) Koping jenis ini adalah setiap usaha tingkah laku yang dijalankan ole individu untuk mengatasi kesakitan atau luka. jadi secara fisik dan psikologis individu secara sadar meninggalkan lingkungan yang menjadi sumber stressor misalnya . (Harber dan Runyon. Sedangkan tindakan konstruktif adalah upaya individu dalam menyelesaikan masalah secara asertif. Kompromi Kompromi adalah merupakan tindakan konstruktif yang dilakukan oleh individu untuk menyelesaikan masalah. lazimnya kompromi dilakukan dengan cara bermusyawarah atau negosiasi untuk menyelesaikan masalah yang sedang sihadapi. Sedangkan reaksi psikologis individu menampilkan diri seperti apatis. Tono lalu mempersiapkan diri dengan mulai belajar sedikit demi sedikit tiap-tiap mata kuliah yang diambilnya. C. secara umum kompromi dapat mengurangi ketegangan dan masalah dapat diselesaikan. 2. dendam dan marah yang memanjang. Misalnya. ancaman atau tantangan dengan cara mengubah hubungan hubunngan yang bermasalah dengan lingkungan. Prilaku menarik diri Menarik diri adalah prilaku yang menunjukkan pengasingan diri dari lingkungan dan orang lain. polusi. pendam dan munculnya perasaan tidak berminat yang menetap pada individu. Ahli lain melihat antara koping dan mekanisme pertahanan diri sebagai dua hal yang berbeda.

tindak sadis. Kemarahan-kemarahan semacam ini pasti menggangu frustasi intelegensi.  Apati Jenis koping ini merupakan pola orang yang putus asa. Imunisasi merupakan tindakan yang dilakukan oleh orang tua supaya anak mereka menjadi lebih kebal terhadap kemungkinan mengalami penyakit tertentu. dan usaha membunuh orang. Contoh dari koping jenis ini lainnya adalah imunisasi. Pola apati terjadi bila tindakan baik tindakan . Agresi juga sering dikatakan sebagai kemarahan yang meluap-luap. dengan jalan yang tidak wajar. Misalnya. Agresi ialah seseperti reaksi terhadap frustasi. Agresi dilakukan bila individu merasa atau menilai dirinya lebih kuat atau berkuasa terhadap agen yang mengancam tersebut. sehingga harga diri orang yang bersangkutan jadi merosot disebabkan oleh tingkah lakunya yang agresif berlebihlebihan tadi. penduduk yang melarikan diri dari rumah-rumah mereka karena takut akan menjadi korban pada daerah-daerah konflik seperti aceh.  Penghindaran (Avoidance) Tindakan ini terjadi bila agen yang mengancam dinilai lebih berkuasa dan berbahaya sehingga individu memilih cara menghindari atau melarikan diri dari situasi yang mengancam. karena dia hanya mempersiapkan diri menjelang ujian saja. berupa seranngan.sebulan sebelum ujian dimulai. tindakan penggusuran yang dilakuakan oleh pemerintah Jakarta terhadap penduduk yang berada dipemukiman kumuh. Tindakan tersebut bias dilakukan karena pemerintah memilki kekuasaan yang lebih besar disbanding dengan penduduk setempat yang digusur.  Agresi Agresi adalah tindakan yang dilakukan oleh individu dengan menyerang agen yang dinilai mengancam atau akan melukai. pada kerusuhan Mei. Ini dia lakukan supaya prestasinya baik disbanding dengan semester sebelumnya. dan orang yang melalakukan serangan secara kasar. Misalnya. Karena orang selalu gagal dalam usahanya. Kadang-kadang disertai prilaku kegilaan. berlaku sewenang-wenang dan sadis terhadap pihak-pihak yang lemah. Orang-orang Cina yang menjadi korban umumnya tutup mulut. Misalnya. Seperti tingkah laku yang suka mentolerir orang lain. tidak melawan dan berlaku pasrah terhadap kejadian biadab yang menimpa mereka. reaksinya sangat primitive. dan lain-lain. tingkah laku bermusuhan terhadap orang atau benda. Apati dilakukan dengan cara individu yang bersangkutan tidak bergerak dan menerima begitu saja agen yang melukai dan tidak ada usaha apa-apa untuk melawan ataupun melarikan diri dari situasi yang mengancam tersebut. berupa kemarahan dan luapan emosi kemarahan dan luapan emosi kemarahan yang meledak-meledak.

dengan seorang . kemudian individu melakukan tindakan dengan cara mengurangi gangguan yang berhubungan dengan emosi-emosi yang disebabkan oleh tekanan atau ancaman tersebut. Cara intra psikis Koping jenis peredaan dengan cara intrapsikis adalah cara-cara yang menggunakan perlengkapanperlengkapan psikologis kita. posisinya dengan masalah relatif tidak berubah. atau alasan. Atau bisa diartikan bahwa bila individu menggunakan koping jenis ini. Disebut sebagai defence mechanism atau mekanisme pembelaan diri. karena individu yang bersangkutan selalu mencoba mengelak dan membela diri dari kelemahan atau kekerdilan sendiri dan mencoba mempertahankan harga dirinya: yaitu dengan jalan mengemukakan bermacam-macam dalih D. Identifikasi biasanya dilakukan oleh anak terhadap orang tua mereka. Dia berusaha mengidentifikasikan diri dengan bintang film misalnya. Namun tidak selamanya cara ini bersifat negative. Seorang yang mengalami frustasi dan kegagalan-kegagalan. Ada 2 jenis koping peredaan atau palliation : a. agresi maupun advoidance sudah tidak memungkinkan lagi dan situasinya terjadi berulang-ulang. yang biasa dikenal dengan istilah Defense Mechanism (mekanisme pertahanan diri). Melakukan relaksasi. 2. motorik atau gambaran afeksi dan tekanan emosi yang dibangkitkan oleh lingkungan yang bermasalah. narkotika. Dia selalu berusaha (dalam dunia imajinasinya) menyamakan diri dengan seorang yang mencapai sukses. Dalam kasus diatas. Macam-macam Defense Mechanism 1. yang berubah adalah diri individu. biasanya tidak mau melihat kekurangan diri sendiri. merokok. Diarahkan pada gejala (Symptom Directid Modes) Macam koping ini digunakan bila gangguan muncul dari diri individu. Penggunaan obat-obatan terlarang. meditasi atau berdoa untuk mengatasi ketegangan juga tergolong kedalam symptom directed modes tetapt bersifat positif. alcohol merupakan bentuk koping dengan cara diarahkan pada gejala. yaitu dengan cara merubah persepsi atau reaksi emosinya. orang-orang cina sering kali dan berulangkali menjadi korban ketika terjadi kerusuhan sehingga menimbilkan reaksi apati dikalangan mereka.mempersiapkan diri menghadapi luka. Peredaan atau peringatan (palliation) Jenis koping ini mengacu pada mengurangi. b. Identifikasi Yaitu menginternalisasi ciri-ciri yang dimilki oleh orang lain yang berkuasa dan dianggap mengancam. menghilangkan dan menoleransi tekanan-tekanan ketubuhan atau fisik.

Dalam represi. orang berusaha mengingkari kenyataan atau factor-faktor yang menyebabkan ia merasa berdosa jika keadaan itu disadarinya. karena sebenarnya individu yang fanatic tersebut merasa terancam dengan adanya keyakinan lain. seorang bawahan dimarahi oleh atasannya dikantor. 3. Reaksi Formasi Yaitu dorongan yang mengancam diekspresikan dalam bentuk tingkah laku secara terbalik. sedangkan agama atau kepercayaan yang dijalani merupakan satu-satunya yang benar merupakan contoh lain mekanisme denial. namun dalm tingkahlaku memunculkan tindakan yang seolah-olah membenci orang yag dicintai. 4. Semua ini bertujuan untuk memberikan kepuasan semu pada diri sendiri. Represi Yaitu menghalangi impuls-implus yang ada atau tidak bias diterima sehingga impuls-impuls tersebut tidak dapat diekspresikan secara sadar atau lansung dalam tingkah laku. Pengalihan Yaitu memindahkan reaksi dari objek yang mengancam ke objek yang lain karena obyek yang asli tidak ada atau berbahaya bila diagresi secara langsung.pahlawan perang. Fanatisme agama dengan menganggap agama atau kepercayaan lain merupakan sesuatu yang salah. ini merupakan contoh dari denial. Dorongan tersebut lalu muncul dalam bentuk mimpi. Istri kemudian memarahi anaknya. dan keinginan-keinginan yang tidak disetujui oleh hati nuraninya. 5. 6. Misalnya. Istri yang baru saja ditinggal mati oleh suaminya secara mendadak. Semacam usaha untuk memelihara diri supaya jangan terasa dorongandoronngan yang tidak sesuai dengan hatinya. Misalnya. Ini merupakan contoh klasik dari displacement. Contoh klasik dari pertahanan diri jenis ini adalah orang yang sebenarnya mencintai. atau seorang professor yang cemelang. Bawahannya tersebut kemudian memarahi istrinya dirumah karena tidak berani membantah atasannya. dorongan seksual karena dianggap tabu lalu ditekan begitu saja kedalam ketidaksadaran. yang berpotensi mengancam integritas keyakinannya sendiri. Represi juga disebut sebagai tekanan untuk melupakan hal-hal. merasa suaminya masih hidup sehingga tiap sore dia masih membuatkan kopi untuk suaminya seprti biasanya. Denial Yaitu melakukan bloking atau menolak terhadap kenyataan yang ada karena kenyataan yang ada dirasa mengancam integritas individu yang bersangkutan. dan didorong oleh ambisi untuk meningkatkan harga diri. Proyeksi . 2. Proses itu terjadi tanpa disadari.

(J. untuk menggantikan alasan yang sesungguhnya. Dia selalu menuntut agar segala perbuatan dan alasannya dibenarkan oleh fikiran atau akal orang lain. dan orang lain atau kondisi dan situasi luar yang menjadi biang keladi dari kegagalannya. Jika sesorang mengalami frustasi dan kegagalan. biasanya ia selalu mencari kesalahan dan sebabmusababnya pada orang lain. Misalnya semua orang sepakat bahwa kesejahteraan umat manusia hanya bias terjadi lewat cara-cara damai. Sebagai contoh dalam hal ini adalah : seseorang sangat iri hati terhadap kekayaan dan sukses tetangganya. kenegatifan dan kelemahan sendiri. dan bias membelai-belai harga dirinya. lalu A menyatakan bahwa B lah yang mencintainya. Misalnya : seseorang yang gagal melaksanakan tugasnya akan berkata: “tugas itu terlalu berat bagi pribadi saya yang amat muda ini”. apakah tugas itu gagal atau berhasil. Tapi pada setiap orang ia selalu berkata. atau mencarinya pada keadaan diluar dirinya. Karena itu perilakunya disebut sebagai rasionalisasi. A mencintai B. Inidividu yang bersangkutan tidak maau mengaku kesalahan. juga kelemahan dan sikap sendiri yang keliru. selalu cemburu dan iri hati terhadap dirinya. 1981). Atau dalih : “tugas semacam itu bagi saya tidak ada harganya. Dia tidak mau mengakui kesalahan dan kekurangan sendiri. Rasionalisasi juga disebut dengan cara menolong diri sendirisecara tidak wajar atau teknik pembelaan diri dengan membuat sesuatu yang tidak rasional serta tidak menyenangkan menjadi suatu hal yang rasional dan menyenangkan bagi diri sendiri. 7. fikiran dan harapan yang negative. melemparkan atau memproyeksikan sifat. Rasionalisasi juga dapat disebut sebagai proses pembenaran kelakuan sendiri. Ia selalu berusaha membelai-belai harga dirinya. . Chaplin. Dia menganggap dirinya paling benar. mendukung jalan kekerasan untuk mencapai tujuan mereka. bahkan selalu memproyeksikan kehidupan yang negative tadi kepada orang lain. dengan menemukakan alas an yang masuk aal atau bisa diterima secara social. Dan saya tidak ambil peduli.Yaitu mengatribusikan atau menerapkan dorongan-dorongan yang dimiliki pada orang lain karena dorong-dorongan tersebut mengancam integritas. Semua pujian dari lur dan pembenaran diharapkan bias memuaskan perasaan sendiri. Rasionalisme atau intektualisasi Yaitu dua gagasan yang berbeda dijaga supaya tetap terpisahkan karena bila bersama-sama akan mengancam. Melemparkan kesalahan sendiri. dan tidak masuk dalam bidang perhatian saya. bahwa tetangganya itulah yang buruk hati. Misalnya. Proyeksi juga juga disubut sebagai usaha mensifatkan. kepada orang lain. namun tidak sedikit pula orang yang mengakui hal diatas. namun karena cinta yang dirasakan itu mengancam harga dirinya.P.

penalaran maupun tingkah laku. Kemampuan ini juga meliputi kemampuan untuk membedakan antara pikiran-pikiran yang berhubungan dengan persoalan dengan yang tidak berkaitan. kemudian memilih alternative yang paling menguntungkan dimana resiko kerugiannya paling kecil dan keuntungan yang diperoleh paling besar. Defense mechanism yang tidak disadari. akan dapat disadari melalui refleksi diri yang terus menerus. Sublimasi Yaitu dorongan atau implus yang ditransfortasikan menjadi bentuk-bentuk yang diterima secara social sehingga dorongan atau impuls tersebut menjadi suatu yang benar-benar berbeda dari dorongan atau impuls aslinya. E. karena pada dasarnya religiusitas memilki persamaan atau kaitan dengan seksualitas yaitu dalam hal pengalaman penyatuan atau peleburan. sehingga dia mengalami pengalaman mistik dan mampu bekerja bagi kemanusiaan. Defense mechanism bersifat menyaring realita yang ada sehingga individu yang bersangkutan tidak bias memahami hakekat dari keseluruhan realita yang ada. kemudian membuat alternatif-alternatif pemecahannya. Jenis-jenis koping yang konstruktif atau positif (sehat). Harmer dan Ruyon (1984) menyebutkan jenis-jenis koping yang dianggap konstruktif: yaitu : 1. Kemampuan untuk melakukan koping jenis objektifitas mensyaratkan individu yang bersangkutan . Objektifitas Yaitu kemampuan untuk membedakan antara komponen-komponen emosional dan logis dalam pemikiran. 2. Contoh sublimasi adalah orang yang memilki dorongan seks yang kuat lalu menggunakan energy tersebut untuk menjadi sumber dari dorongan religiusnya. Penalaran (reasoning) Yaitu penggunaan kemampuan kognitif untuk mengeksplorasi bebagai macam alternatif pemecahan masalah dan kemudian memilih salah satu alternate yang dianggap paling menguntungkan. Dengan cara begitu individu bias mengetahui jenis mekanisme pertahanan diri yang biasa dilakukan dan kemudian menggantinya dengan koping yang lebih konstruksif. Individu secara sadar mengumpulkan berbagai informasi yang relevan berkaitan dengan persoalan yang dihadapi.8. Koping yang Konstruktif Pada dasarnya mekanisme pertahanan diri terjadi tanpa disadari dan bersifat membohongi diri sendiri terhadap realitayang ada didalam (dorongan atau inpuls atau nafsu). Ini membuat sebagian besar ahli meyatakan koping jenis defense mechanism merupakan koping yang tidak sehat (kecuali sublimmasi).

teknik relaksasi. justru banyak individu yang tidak mampu berkonsetrasi ketika menghadappi tekanan. 1995) yaitu : a. b. latihan seimbang dan aktivitas konstruktif. Penegasan diri (self assertion) Individu berhadapan dengan konflik emosional yang menjadi pemicu stress dengan cara mengekpresikan perasaan-perasaan dan pikiran-pikirannya secara langsung tetapi dengan cara yang tidak memaksa atau memanipulasi orang lain.memilki kemampuan untuk mengelola emosinya sehingga individu mampu memilih dan membuat keputusan yang tidak sematadidasari oleh pengaruh emosi. Menjadi asertif tidak sama dengan tidakan agresi. memecahkan masalah secara efektif. Pengamatan diri (self observation) Pengamatan diri sejajar dengan introspreksi. Perhatian mereka malah terpecah-pecah dalam berbagai arus pemikiran yang justru membuat persoalan menjadi seakin kabur dan tidak terarah. F. 3. Pengamatan diri mengandaikan individu memilki kemampuan untuk melakukan transedensi. cirri. Pada kenyataannya. Dewasa ini pelatihan-pelatihan dibidang asertifitas mulai banyak dilakukan untuk memperbaiki relasi antar manusia. sifat sendiri. Mekanisme Koping Adaptif Mekanisme koping yang mendukung fungsi integrasi. belajar dan mencapai tujuan. Penggolongan Mekanisme Koping Mekanisme koping berdasarkan penggolongannya dibagi menjadi 2 (dua) (Stuart dan Sundeen. yaitu kemampuan untuk membuat jarak antara diri yang diamati dengan diri yang mengamati. 4. Kategorinya adalah berbicara dengan orang lain. motif. yaitu individu melakukan pengujian secara objektif prosesproses kesadaran sendiri atau mengadakan pengamatan terhadap tingkah laku. Mekanisme Koping Maladaptif . 5. dan seterusnya untuk mendapatkan pemahaman mengenai diri sendiri yang semakin mendalam. Konsentrasi Yaitu kemampuan untuk memusatkan perhatian secara penuh pada persoalan yang sedang dihadapi. Konsentrasi memungkinkan individu untuk terhindar dari pikiran-pikiran yang mengganggu ketika berusaha untuk memecahkan persoalan yang sedang dihadapi. namun dengan menghormati pemikiran dan perasaan orang lain. dipikirkan oleh individu yang bersangkutan. Sertif adalah menegaskan apa yang dirasakan. Perkembangan kognitif dan latihan-latihan melakukan introspeksi yang dilakukan sejak remaja. akan mempertajam keterampilan untuk melakukan pengamatan diri. pertumbuhan.

menganalisa situasi. BAB III . dan pada akhirnya melaksanakan rencana dengan melakukan suatu tindakan yang tepat.Mekanisme koping yang menghambat fungsi integrasi. dan lingkungan masyarakat sekitarnya 6. teman. Keyakinan atau pandangan positif Keyakinan menjadi sumber daya psikologis yang sangat penting. karena selama dalam usaha mengatasi stres individu dituntut untuk mengerahkan tenaga yang cukup besar 2. Materi Dukungan ini meliputi sumber daya daya berupa uang. Keterampilan memecahkan masalah Keterampilan ini meliputi kemampuan untuk mencari informasi. keterampilan sosial dan dukungan sosial dan materi. Faktor yang Mempengaruhi Strategi Koping Cara individu menangani situasi yang mengandung tekanan ditentukan oleh sumber daya individu yang meliputi kesehatan fisik/energi. mengidentifikasi masalah dengan tujuan untuk menghasilkan alternatif tindakan. Kesehatan Fisik Kesehatan merupakan hal yang penting. anggota keluarga lain. Dukungan sosial Dukungan ini meliputi dukungan pemenuhan kebutuhan informasi dan emosional pada diri individu yang diberikan oleh orang tua. Kategorinya adalah makan berlebihan / tidak makan. barang barang atau layanan yang biasanya dapat dibeli. 1. seperti keyakinan akan nasib (external locus of control) yang mengerahkan individu pada penilaian ketidakberdayaan (helplessness) yang akan menurunkan kemampuan strategi coping tipe : problem-solving focused coping 3. menghindar. 5. G. keterampilan memecahkan masalah. 4. Keterampilan sosial Keterampilan ini meliputi kemampuan untuk berkomunikasi dan bertingkah laku dengan cara-cara yang sesuai dengan nilai-nilai sosial yang berlaku dimasyarakat. saudara. menurunkan otonomi dan cenderung menguasai lingkungan. bekerja berlebihan. memecah pertumbuhan. kemudian mempertimbangkan alternatif tersebut sehubungan dengan hasil yang ingin dicapai.

Defense mechanism yang tidak disadari. keterampilan memecahkan masalah.KESIMPULAN Pada dasarnya mekanisme pertahanan diri terjadi tanpa disadari dan bersifat membohongi diri sendiri terhadap realitayang ada didalam. akan dapat disadari melalui refleksi diri yang terus menerus. . keterampilan sosial dan dukungan sosial dan materi. Cara individu menangani situasi yang mengandung tekanan ditentukan oleh sumber daya individu yang meliputi kesehatan fisik/energi. Dengan cara begitu individu bias mengetahui jenis mekanisme pertahanan diri yang biasa dilakukan dan kemudian menggantinya dengan koping yang lebih konstruksif. Ini membuat sebagian besar ahli meyatakan koping jenis defense mechanism merupakan koping yang tidak sehat (kecuali sublummasi). Defense mechanism bersifat menyaring realita yang ada sehingga individu yang bersangkutan tidak bias memahami hakekat dari keseluruhan realita yang ada.

 Contoh : . Zakiah Daradjat.  Contoh : Seorang perempuan muda bisa selamanya menekan rasa marah pada adik perempuannya. 2000 Dr. karena muncul juga pada bentuk-bentuk mekanisme pertahanan lain. Pembentukan Reaksi (reaction formation) Pembentukan Reaksi adalah salah satu mekanisme pertahanan diri agar dorongan yang ditekan bisa disadari dengan cara menyembunyikan diri dalam selubung yang sama sekali bertentangan dengan bentuk semula. Kesehatan Mental 1 Oleh Drs. bandung. Represi (repression) Represi adalah mekanisme pertahanan yang paling dasar. Hygiene Mental. 199 Mekanisme Pertahanan Diri-Sigmund Freud Freud pertama kali mengembangkan pemikiran tentang mekanisme pertahanan diri (defense mechanism) ini pada tahun 1926. 2. dan Hilgard E.Yustinus Semiun. Toko Gunung Agung. Kesehatan Mental. Mekanisme pertahanan diri yang diidentifikasi oleh Freud diantaranya : 1. Kartini Kartono. karena rasa benci tersebut melahirkan kecemasan yang terlalu besar. OFM Dr. PT. Pengantar Psikologi. Jakarta. CV.DAFTAR RUJUKAN Atkinson Rita L. Mandar Maju.R. (1999).

sehingga ketika ia pergi ke sekolah sendirian mangga timbul kecemasan sehingga dapat mengganggu akifitas belajarnya. Ia akan tetap bersikap ramah pada teman sekamarnya. Tetapi masyarakat disekitarnya tahu bahwa rasa sayang yang ditunjukkan nya itu terlalu berlebihan dan mereka tahu bahwa rasa sayang perempuan muda tersebut tidak tulus kepada ibunya. berbeda dengan pembentukan reaksi. kucing peliharaannya atau boneka miliknya. Fiksasi (fixation) Fiksasi adalah keterikatan permanen dari libido pada tahap perkembangan sebelumnya yang lebih primitif dan bersifat universal. Akan tetapi. 4.  Contoh : . 5. * Contoh : Seorang perempuan yang marah pada teman sekamarnya bisa mengalihkan rasa marahnya kepada para pegawainya.Seorang perempuan muda yang sangat benci kepada ibunya. Perempuan tadi harus menipu dirinya sendiri dan berpegang pada pembentukan reaksinya.Pengalihan (displacement) Pengalihan adalah salah satu mekanisme pertahanan diri dengan cara mengarahkan dorongan-dorongan yang tidak sesuai pada sejumlah orang atau objek sehingga dorongan aslinya terselubung atau tersembunyi. 3. Regresi (regression) Regresi adalah langkah mundur pada saat libido melewati tahap perkembangan tertentu di masa-masa penuh stres dan kecemasan. * Contoh : Seorang anak yang terlalu bergantung kepada pembantunya. sehingga libido bisa kembali ke tahap yang sebelumnya. maka iya berusaha menyayangi ibunya. sikap ramah tersebut tidak diungkapkan secara berlebihan atau dibesar-besarkan. yang membantu dirinya menyembunyikan kebenaran yaitu rasa benci pada sang ibu yang membuatnya cemas. akan tetapi karena ia tau bahwa seorang anak harus menyayangi ibunya.

6. tetapi tersembunyi di alam tidak sadar terdapat ketertarikan erotis yang kuat pada wanita-wanita tersebut. baik secara kultural ataupun sosial. padahal sebenarnya perasaan atau dorongan tersebut ada di alam tidak sadar dari diri sendiri. Introyeksi ini memberikan remaja tersebut rasa menghargai diri sendiri yang berlebihan dan meminimalkan perasaan-perasaan inferiornya. Introyeksi (introjection) Introyeksi adalah mekanisme pertahanan di mana seseorang meleburkan sifatsifat positif orang lain ke dalam egonya sendiri. Sublimasi (sublimation) Sublimasi adalah represi dari tujuan genital dari Eros dengan cara menggantinya ke hal-hal yang bisa diterima. pikiran melakukan hubungan seksual dengan wanita yang lebih tua membuat pria tersebut jijik.Seorang anak yang baru disapih total bisa mundur dan menuntut untuk minum dari botol atau mengisap puting susu pada saat adiknya lahir. * Contoh : Seorang pria secara konsisten mengartikan tindakan dari wanita yang lebih tua sebagai upaya untuk menggoda dirinya. 7. Lebih tepatnya pada segala bentuk hubungan antar manusia dan aktivitas-aktivitas sosial lainnya. seperti pada seni. Proyeksi (projection) Proyeksi adalah dorongan atau perasaan orang yang tidak dapat diterima. 8. Secara sadar. Tujuan sublimasi diungkapkan secara jelas terutama melalui pencapaian kultural kreatif.  Contoh : . nilai atau gaya hidup seorang artis. * Contoh : Seorang remaja yang melakukan introyeksi atau mengadopsi perilaku. musik dan sastra.

Mekanisme-mekanisme tersebut bersifat universal yang artinya semua orang melakukan perilaku-perilaku defensip sampai pada tahap tertentu. .Freud meyakini bahwa karya seni Michelangelo. Selain itu. Kesimpulan dari mekanisme pertahanan diri yaitu melindungi ego dari kecemasan. yang menemukan penyaluran tidak langsung dari libidonya melalui lukisan dan seni patung. salah satu mekanisme pertahanan yaitu sublimasi pada umumnya menguntungkan baik bagi individu maupun bagi masyarakat. merupakan contoh terbaik dari sublimasi. Pada umumnya mekanisme pertahanan memberikan manfaat pada individu dan tak berbahaya bagi masyarakat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->