P. 1
Model Evaluasi Cipp

Model Evaluasi Cipp

|Views: 99|Likes:
Published by Kang Didan Praboe

More info:

Published by: Kang Didan Praboe on Apr 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/05/2013

pdf

text

original

MODEL EVALUASI CIPP (CONTEXT, INPUT, PROCESS, PRODUCT

)
Posted by Dinar Pratama in UncategorizedNovember 20, 2010

10 Votes

Evaluasi, dari awal kemunculannya sampai dengan saat ini terus mengalami perkembangan. Evaluasi merupakan istilah baru dalam kajian keilmuan yang telah berkembang menjadi disiplin ilmu sendiri. Walaupun demikian, bidang kajian evaluasi ternyata telah banyak memberikan manfaat dan kontribusinya didalam memberikan informasi maupun data, khususnya mengenai pelaksanan suatu program tertentu yang pada gilirannya akan menghasilkan rekomendasi dan digunakan oleh pelaksana program tersebut untuk menentukan keputusan, apakah program tersebut dihentikan, dilanjutkan, atau ditingkatkan lebih baik lagi. Dan saat ini, evaluasi telah berkembang menjadi tren baru sebagai disiplin ilmu baru dan sering digunakan oleh hampir semua bidang dalam suatu program tertentu seperti,evaluasi program training pada sebuah perusahaan, evaluasi program pembelajaran dalam pendidikan, maupun evalausi kinerja para pegawai negeri sipil pada sebuah instansi tertentu. Dalam implementasinya ternyata evaluasi dapat berbeda satu sama lain, hal ini tergantung dari maksud dan tujuan dari evaluasi tersebut dilaksanakan. Seperti evaluasi program pembelajaran tidak akan sama dengan evaluasi kinerja pegawai. Evaluasi program pembelajaran dilakukan dengan dituan untuk melihat sejauh mana hasil belajar telah tercapai dengan optimal sesuai dengan target dan tujuan pembelajaran itu sediri. Sedangkan evaluasi kinerja pegawai dilakukan dengan tujuan untuk melihat kualitas, loyalitas, atau motivasi kerja pegawai, sehingga akan menentukan hasil produksi. Dengan adanya perbedaan tersebut lahirlah beberapa model evaluasi yang dapat menjadi pertimbangan evaluator dalam melakukan evaluasi. Dari beberapa model evaluasi yang ada, penulis hanya akan membahas model evaluasi CIPP ( Context, Input, Process, Product) yang dikembangkan oleh Daniel Stufflebeam. Model evaluasi CIPP dalam pelaksanaannya lebih banyak digunakan oleh para evaluator, hal ini dikarenakan model evaluasi ini lebih komprehensif jika dibandingkan dengan model evaluasi lainnya. Model evaluasi ini dikembangkan oleh Daniel Stuffleabem, dkk (1967) di Ohio State University. Model evaluasi ini pada awalnya digunakan untuk mengevaluasi ESEA (the Elementary and Secondary Education Act). CIPP

atau evaluasi masukan. process. evaluasi konteks adalah upaya untuk menggambarkan dan merinci lingkungan kebutuhan yang tidak terpenuhi. populasi dan sampel yang dilayani. Berikut ini akan di bahas komponen atau dimensi model CIPP yang meliputi. tujuan evaluasi konteks yang utama adalah untuk mengetahui kekutan dan kelemahan yang dimilki evaluan. process evaluation : evaluasi terhadap proses. evaluator akan dapat memberikan arah perbaikan yang diperlukan. tetapi untuk memperbaiki. Suharsimi Arikunto dan Cepi Safrudin menjelaskan bahwa. 1. dan bagaimana prosedur kerja untuk . misalnya peningkatan kesehatan dan prestasi siswa karena adanya makanan tambahan ? c) Tujuan pengembangan apakah yang dapat membantu mnegembangkan masyarakat. ketepatan penyediaan makanan ? 2.” Konsep tersebut ditawarkan oleh Stufflebeam dengan pandangan bahwa tujuan penting evaluasi adalah bukan membuktikan. Menurut Eko Putro Widoyoko. Keempat singkatan dari CIPP tersebut itulah yang menjadi komponen evaluasi. Input Evaluation (Evaluasi Masukan) Tahap kedu dari model CIPP adalah evaluasi input. “ the CIPP approach is based on the view that the most important purpose of evaluation is not to prove but improve . Dalam hal ini suharsimi memberikan contoh evaluasi program makanan tambahan anak sekolah (PMTAS) dalam pengajuan pertanyaan evaluasi sebagai berikut : a) Kebutuhan apa saja yang belum terpenuhi oleh program. Model CIPP berorientasi pada suatu keputusan ( a decision oriented evaluation approach structured). dan tujuan proyek. input. misalnya kesadaran orang tua untuk memberikan makanan bergizi kepada anak-anaknya ? d) Tujuan-tujuan manakah yang paling mudah dicapai. Menurut Stufflebeam. dan product evaluation : evaluasi terhadap hasil. (1993 : 118) dalam Eko Putro Widoyoko mengungkapkan bahwa. context evaluation : evaluasi terhadap konteks. product. Dengan mengetahui kekuatan dan kelemahan ini. Tujuannya adalah untuk membantu administrator (kepala sekolah dan guru) didalam membuat keputusan. context. apa rencana dan strategi untuk mencapai tujuan. misalnya jenis makanan dan siswa yang belum menerima ? b) Tujuan pengembngan apakah yang belum tercapai oleh program. menentukan sumber-sumber yang ada. input evaluation : evaluasi terhadap masukan. misalnya pemerataan makanan. Context Evaluation (Evaluasi Konteks) Stufflebeam (1983 : 128) dalam Hamid Hasan menyebutkan. evaluasi masukan membantu mengatur keputusan.merupakan singkatan dari. alternative apa yang diambil.

mengungkapkan bahwa pertanyaan yang berkenaan dengan masukan mengarah pada pemecahan masalah yang mendorong diselenggarakannya program yang bersangkutan. Process Evaluation (Evaluasi Proses) Worthen & Sanders (1981 : 137) dalam Eko Putro Widoyoko menjelaskan bahwa. dan 4) Berbagai prosedur dan aturan yang diperlukan. “kapan” ( when) kegiatan akan selesai. Dalam model CIPP. 3. evaluasi proses menekankan pada tiga tujuan : “ 1) do detect or predict in procedural design or its implementation during implementation stage. Dalam hal ini pertanyaan-pertanyaan yang dapat diajukan pada tahap evaluasi masukan ini adalah : a) Apakah makanan yang diberikan kepada siswa berdampak jelas pada perkembangan siswa ? b) Berapa orang siswa yang menerima dengan senang hati atas makanan tambahan itu ? c) Bagaimana reaksi siswa terhadap pelajaran setelah menerima makanan tambahan ? d) Seberapa tinggi kenaikan nilai siswa setelah menerima makanan tambahan ? Menurut Stufflebeam sebagaimana yang dikutip Suharsimi Arikunto. “siapa” (who) orang yang ditunjuk sebagai penanggung jawab program. and 3) to maintain a record of the procedure as it occurs “. 3) Dana atau anggaran. Komponen evaluasi masukan meliputi : 1) Sumber daya manusia. Evaluasi proses digunakan untuk menditeksi atau memprediksi rancangan prosedur atau rancangan implementasi selama tahap implementasi. menyediakan informasi untuk keputusan program dan sebagai rekaman atau arsip prosedur yang telah terjadi. Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto. 2) to provide information for programmed decision. evaluasi proses diarahkan pada seberapa jauh kegiatan yang dilaksanakan didalam program sudah terlaksana sesuai dengan rencana. 2) Sarana dan peralatan pendukung.mencapainya. Evaluasi proses meliputi koleksi data penilaian yang telah ditentukan dan diterapkan dalam praktik pelaksanaan program. Pada dasarnya evaluasi proses untuk mengetahui sampai sejauh mana rencana telah diterapkan dan komponen apa yang perlu diperbaiki. Oleh Stufflebeam diusulkan pertanyaan-pertanyaan untuk proses sebagai berikut : a) Apakah pelaksanaan program sesuai dengan jadwal ? b) Apakah staf yang terlibat didalam pelaksanaan program akan sanggung menangani kegiatan selama program berlangsung dan kemungkinan jika dilanjutkan ? . evaluasi proses dalam model CIPP menunjuk pada “apa” ( what) kegiatan yang dilakukan dalam program.

antara lain penerapan model ini dalam bidang program pembelajaran dikelas mempunyai tingkat keterlaksanaan yang kurang tinggi jika tidak adanya modifikasi. akhir. evaluasi produk untuk membantu membuat keputusan selanjutnya. Pada tahap evaluasi inilah seorang evaluator dapat menentukan atau memberikan rekomendasi kepada evaluan apakah suatu program dapat dilanjutkan. baik mengenai hasil yang telah dicapai maupun apa yang dilakukan setelah program itu berjalan.c) Apakah sarana dan prasarana yang disediakan dimanfaatkan secara maksimal ? d) Hambatan-hambatan apa saja yang dijumpai selama pelaksanaan program dan kemungkinan jika program dilanjutkan ? 4. dikembangkan/modifikasi. Dari pendapat diatas maka dapat ditarik kesimpuan bahwa. karena objek evaluasi tidak hanya pada hasil semata tetapi juga mencakup konteks. Product Evaluation (Evaluasi Produk/Hasil) Sax (1980 : 598) dalam Eko Putro Widoyoko memberikan pengertian evaluasi produk/hasil adalah “ to allow to project director (or techer) to make decision of program “. Sementara menurut Farida Yusuf Tayibnapis (2000 : 14) dalam Eko Putro Widoyoko menerangkan. atau bahkan dihentikan. Pada tahap evaluasi ini diajukan pertanyaan evaluasi sebagai berikut : a) Apakah tujuan-tujuan yang ditetapkan sudah tercapai ? b) Pernyataan-pernyataan apakah yang mungkin dirumuskan berkaitan antara rincian proses dengan pencapaian tujuan ? c) Dalam hal apakah berbagai kebutuhan siswa sudah dapat dipenuhi selama proses pemberian makanan tambahan (misalnya variasi makanan. Selain kelebihan tersebut. di satu sisi model evaluasi ini juga memiliki keterbatasan. evaluasi produk merupakan penilaian yang dilakukan guna untuk melihat ketercapaian/ keberhasilan suatu program dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. dan hasil. . dan ketepatan waktu pemberian) ? d) Apakah dampak yang diperoleh siswa dalam waktu yang relatif panjang dengan adanya program makanan tambahan ini ? Kelebihan dan Kekurangan Model Evaluasi CIPP Menurut Eko Putro Widoyoko model evaluasi CIPP lebih komprehensif diantara model evaluasi lainnya. Dari evaluasi proses diharapkan dapat membantu pimpinan proyek atau guru untuk membuat keputusan yang berkenaan dengan kelanjutan. maupun modifikasi program. masukan. banyaknya ukuran makanan. proses.

(Jakarta : Bumi Aksara. 2009) Zaenal Arifin. (Bandung : Remaja Rosdakarya. Evaluasi Program Pendidikan : Pedoman Teoritis Praktis Bagi Mahasiswa dan Praktisi Pendidikan. 2009) Suharsimi Arikunto dan Cepi Safrudin. cetakan kedua. dan Prosedur. Teknik. Evaluasi Pembelajaran : Prinsip.wordpress. (Yogyakarta : Pustaka Pelajar. 2009) http://dinarpratama. 2009) Hamid Hasan. Evaluasi Kurikulum. Evaluasi Program Pembelajaran : Panduan Praktis Bagi Pendidik dan Calon Pendidik. (Bandung : Remaja Rosdakarya. cetakan ketiga.com/2010/11/20/model-evaluasi-cipp-contextinput-process-product/ .DAFTAR BACAAN Eko Putro Widoyoko.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->