PENGKAJIAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA A. Data Umum Keluarga Nama Kepala Keluarga Umur Alamat No.

Telp Pendidikan Suku Agama 1. Komposisi keluarga Data Anggota Keluarga No Nama (Inisial) 1 Tn A L : Tn. A : 36 Tahun : Jln. Bantaran II no 72 C : 0341-8455337 : SMA : Jawa : Islam

Gender L/P

Umur Hub. Kelg Pendidikan (Tahun) dg KK 36 Suami/ SMA KK

Pekerjaan Security PT Sampoer na Ibu Rumah Tangga Pelajar -

2

Ny. N

P

34

Isteri

SMA

3 4 

An. K An. F

L L

9 4

Anak Anak

Masih SD Belum sekolah

Genogram Keluarga

Keterarngan :

: Perempuan : Laki-Laki : Sakit

: Satu Rumah : Meninggal

2. Tipe Keluarga: Tipe keluarga klien adalah keluarga inti (nuclear family), di dalam keluarga tidak terdapat permasalahan dengan tipe tersebut karena meskipun di rumah hanya keluarga inti namun seringkali anggota keluarga berkumpul dengan orang tuanya (nenek) yang bertempat tinggal di sebelah rumah keluarga, selain itu rumah kerabat lainnya pun berdekatan. 3. Latar Belakang Budaya (Etnis) a. Keluarga berasal dari suku jawa. b. Latar Belakanng etnis keluarga adalah etnis jawa. c. Tempat Tinggal Keluarga berada pada lingkungan etnis homogen yang sebagian besar adalah suku jawa. d. Kegiatan-kegiatan Keagamaan seringkali dilaksanakan keluarga yaitu dengan mengikuti pengajian, mengikuti kegiatan di desa serta meluangkan waktu untuk berekreasi bersama anak-anaknya setiap hari minggu. e. Keluarga tidak memiliki kebiasaan untuk menghindari makanan tertentu atau diet, makanan yang dimasak pun bervariasi tergantung selera pasien. f. Struktur kekuasaan bersifat tradisional karena pemegang keputusan di dalam keluarga adalah suami dengan melibatkan isteri. g. Bahasa sehari-hari yang digunakan keluarga adalah bahasa jawa. h. Keluarga seringkali menggunakan jasa pelayanan kesehatan bidan terdekat untuk setiap permasalahan kesehatannya, dan jarang berobat ke puskesmas. 4. Identitas Religius a. Agama yang dianut keluarga adalah agama islam, dan meyakini segala bentuk perintah agama seperti solat dan puasa juga bermanfaat bagi kesehatan. b. Setiap anggota keluarga memiliki keyakinan yang sama c. Keluarga sering mengikuti pengajian setiap minggu yang diadakan ibu pengajian di sekitar rumahnya. 5. Status ekonomi a. Status ekonomi keluarga adalah termasuk golongan menengah, dan status sosial ekonomi keluarga termasuk keluarga sejahtera karena telah memiliki berbagai fasilitas elektronik di rumah seperti tv, kulkas, ricecoocker, mesin cuci dan sebagainya. b. Jumlah Pendapatan per Bulan adalah Rp 1.700.000,00- ditambah hasil isteri yang memiliki katering kue. c. Sumber-sumber Pendapatan per bulan adalah melalui gaji bulanan yang diterima suami (Tn A) sebagai security di PT Sampoerna dan isteri membantu dengan menerima pesanan kue dari berbagai tempat.

d. Jumlah Pengeluaran per Bulan berkisar Rp 1.500.000,00-, sumber pendapatan telah mencukupi keluarga selama ini. e. Keuangan keluarga diatur oleh isteri (Ny N) 6. Aktivitas rekreasi atau waktu luang Aktivitas rekreasi sering dilakukan keluraga pada hari-hari libur seperti hari minggu dengan pergi berenang, mengajak anak-anak bermain di timezone, ataupun ke alun-alun. Sementara waktu senggang biasanya dihabiskan dengan berkumpul di ruang tv atau mengajar anak-anaknya. B. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA 1. Tahap perkembangan keluarga saat ini Tahap perkembangan keluarga saat ini adalah keluaraga dengan anak usia sekolah. 2. Riwayat keluarga inti: selama berkeluarga tidak terjadi hal-hal yang serius terkait dengan kesehatan, penyakit yang sering dialami adalah diare, panas dan sakit flu yang sembuh dengan rawat jalan. Adapun penyakit lainnya yang palingprah dialmi menurut isteri adalah ketika berobat di poli kulit RSI karena gatal-gatal terkena kutu kucing. 3. Riwayat keluarga sebelumnya : keluarga menatakan keluarga dari isteri maupun suami tidak memilki riwayat penyakit yang bersifat kronis seperti DM, Ht dan sebagainya maupun penyakit menular. C. DATA LINGKUNGAN 1. Karakteristik Rumah a. Keluarga memiliki rumah sendiri yang bertempat tinggal di daerah yang padat terdiri dari gang kecil-kecil. b. Kondisi rumah secara umum baik, rumah terdiri dari dua lantai dan 5 kamar tidur, terdapat ruang tamu dan ruang tengah untuk berkumpul keluarga. Kamar yang digunakan adalah 3 kamar yang berada di lantai atas, sementara bagian bawah disediakan jika ada yang menginap. Secara keseluruhan perabotan yang ada rumah lengkap seperti lemari atau buffet, tv, komputer, kulkas dan sebagainya, setiap ruangan terdapat lampu, dan pencahayaan rumah di bagian bawah kurang karena terhalangi rumah-rumah warga lainnya. Selain itu ventilasi di lantai bawah juga tidak mencukupi 10 % luas lantai. Adapun lantai rumah menggunakan keramik, susunan tangga kecil-kecil, dan kondisi bangunan baik. c. Dapur : suplai air minum berasal dari air sumur keluarga yang kemudian dimasak, alat-alat masak yang digunakan dalam kondisi bersih dan setelah digunakan dibersihkan lagi, sementara pengaman untuk pemadam kebakaran belum ada. d. Kamar mandi hanya satu di lantai bawah, sanitasi baik, air jernih dan tidak berbau, dan di kamar mandi telah tersedia alat mandi berupa sabun dan handuk dimiliki masing-masing anggota keluarga, tapi dalam pemkaiannya terkadang bersama. e. Semua anggota keluarga tidur di kamar-kamar yang ada di lantai atas, masing-masing memilki kamar sendiri tapi seringkali anak-anak klien tidur bersama orangtuanya terlebih seperti sekarang suami pergi pelatihan selama seminggu. f. Kebersihan rumah cukup, sanitasi rumah baik namun jarak antara septitank dengan sumur ± 4 meter/terlalu dekat karena berada pada lingkungan padat, rumah satu

balai desa. i. Sanitasi jalan dan lingkungan sekitar rumah cukup baik. . Denah rumah (luas rumah 64 m2): R tengah R. Secara umum keluarga merasa puas dengan penataan rumah. e. Fasilitas-fasilitas rekreasi yang dimiliki daerah adalah lapangan tempat berolahraga. f. j. hanya saja isteri kadangkadang merasa jengkel jika anaknya nakal dan membuat rumah berantakan. namun untuk apotik harus ke jalan besar. Pelayanan-pelayanan kesehatan dan pelayanan-pelayanan sosial yang ada di lingkugan komunitas adalah bidan praktik.g. k. Di lingkungan sekitar rumah klien tidak tersedia angkutan umum karena berada pada gang-gang kecil. h. puskesmas. keluarga tidak memiliki binatang peliharaan. Privasi masing-masing anggota keluarga tidak terlalu diperhatikan karena keluarga adalah keluarga inti dengan anak yang tergolong masih anak-anak . Di daerah kompleks klien rata-rata . dan jika ke jalan besar terdapat rumah sakit. Terdapat sekolah-sekolah yang tidak terlalu jauh karena dengan mudah dapat dijangkau dengan motor. sekolah yang tidak terlalu jauh. Tipe lingkungan adalah di desa yang berada di tengah kota. Tidak terdapat industri yang menimbulkan kebisingan di sekitar rumah. g. Karakteristik demografi lingkungan berada di desa padat penduduk. dengan yang lainnya menempel dan tidak terdapat halaman rumah. akan tetapi jalan-jalan masih ada yang sedikit rusak dan becek jika hujan. k. b. tidur R.terdiri dari kelas menengah bawah sampai menengah atas. kantor kecamatan. Keluarga menyatakan merasa nyaman tinggal di rumah mereka sendiri. h. Tamu Kamar tidur jmrn Kamar tidur Kamar tidur dapur kmr mandi k. Keadaan tempat tinggal dan jalan raya terpelihara d. Lembaga-lembaga kesehatan disediakan di puskesmas kendalsari. setelah penuh akan dibawa keluar agar diangku tukang sampah. j. Karakteristik Lingkungan dan Komunitas Tempat Tinggal yang Lebih Luas a. di lingkungan rumah binatang yang paling sering hanya lah semut atau kucing liar . l. c. i. Di dekat tempat tinggal klien terdapat warung. Sampah di buang di bak sampah yang ada di rumah. tengah k tidur Lantai 1 Lantai 2 2. Tipe tempat tinggal adalah hunian campuran karena terdiri dari berbagai jenis golongan dan pekerjaan.

manteri atau Puskesmas. hanya saja keluarga cenderung menyampaikan kondisi keluarganya baik-baik saja. Mayoritas pesan yang disampaikan anggota keluarga sesuai dengan isi dan instruksi atau sesuai dengan pertanyaan perawat. Pola-pola Komunikasi a. 4. b. Komunikasi dalam keluarga berjalan lancar dan dilakukan sepanjang waktu terutama antara Ny N dengan anak-anaknya. g. d. orang tua hanya marah ketika anak nakal dan malas belajar. keluarga kadang ke bidan desa. selain itu keluarga juga memperoleh jaminan kesehatan dari PT Sampoerna sehingga jika sakit juga langsung ke dr di PT tersebut. Anggota keluarga tidak mengutarakan keinginan dan perasaan dengan sangat jelas. Struktur Kekuasaan Keputusan dalam Keluarga . b. Anggota keluarga yang sering menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan adalah anaknya yaitu An K. Fasilitas kesehatan yang dimiliki keluarga yaitu memiliki jaminan sosial berupa layanan kesehatan dari PT Sampoerna tempat suaminya bekerja. Setiap angggota keluarga mendengar pesan yang disampaiakan e. Dalam keluarga tidak tampak jenis-jenis komunikasi yang sifatnya disfungsional. l. b. c. i. Keluarga tidak pernah berpindah-pindah tempat tinggal. Tidak banyak masalah dalam keluarga yang ditutupi. Mobilitas Geografis Keluarga a. atau sebaliknya. Pesan-pesan penting di dalam keluarga disampaikan langsung oleh isteri kepada suami. terutama jika anaknya sulit diberitahu atau nakal. Keluarga tinggal di rumah ini sejak kecil karena merupakan warga asli daerah Bantaran dan Bukirsari. Bahasa yang digunakan dalam keluarga adalah bahasa jawa f. sementaran Tn A hanya dapat leluasa pada waktu diluar jam kerja dan pada hari-hari libur seperti sabtu dan minggu j. h. Anggota keluarga memberikan respond yang baik terhadap pesan.. Sumber pendukung keluarga pada saat keluarga membutuhkan bantuan adalah lembaga yaitu PT Sampoerna tempat suami bekerja dan keluarga lainnya D. Sistem Pendukung Keluarga: a. Emosi-emosi yang disampaikan bersifat positif. STRUKTUR KELUARGA 1. 2. b. Jika suami ada di luar kota seperti sekarang komunikasi melalui hand phone. 3. Pesan-pesan emosional disampaikan keluarga secara langsung. tapi terkadang jika kata-katanya terlalu sulit maka harus disederhanakan agar klien dapat mengerti. Hubungan Keluarga dengan Fasilitas-Fasilitas Kesehatan dalam Komunitas a. Keluarga berkomunikasi secara langsung. 5. k. Fasilitas kesehatan dilaksanakan setiap ada keluhan terkait kesehatannya.

3) Budaya masyarakat dan agama sangat mempengaruhi dalam pembagian peran keluarga. An. K dan An F berperan sebagai anak dan sebagai pelajar di sekolahnya. 6) Selama ini keluarga tidak memiliki konflik terkait keputusan-keputusan yang telah ditetapkan oleh keluarga. ayah yang bekerja selama 12 jam penuh mengakibatkan anak lebih banyak bersama ibu. Peran-peran informal bersifat yang disfunngsional yaitu peran orang tua sebagai guru yang memberi pelajaran pada anak dengan menyakiti (menjewer) anak jika nakal dan tidak mau belajar. ayah serta sebagai suami.A) melalui musyawarah dengan angota keluarga lainnya. Sementara di luar berperan sebagai pekerja PT Sampoerna . 6) Tidak terdapat pengaturan kembali dalam peran keluarga karena keluarga hanya mengalami penyakit akut yang dapat disembuhkan sehingga masing-masing dapat menjalankan perannya kembali setelah sembuh.1) Di dalam keluarga keputusan berada ditangan suami (Tn. b. Struktur Peran a. . Orang yang memainkan peran tersebut menjadi ditakuti jika marah oleh anak e. 5) Keputusan di dalam keluarga diputuskan dengan musywarah antar keluarga. Struktur peran formal Tn A berperan sebagai kepala keluarga. ia juga memiliki peran sebagai warga dalam masyarakatnya. Struktur peran informal Terdapat peran-peran informal dalam keluarga dimana anggota keluarga sebagai bagian dari masyarakat. 4) Pendisiplinan kegiatan-kegiatan anak dilakukan oleh Tn A dan Ny N secara bersamasama. Analisis model peran 1) Yang menjadi model dalam menjalankan peran keluarga adalah ayah 2) Di dalam keluarga kondisi status sosialnya mempengaruhi peran-peran keluarga. dan di dalam rumah orang tua berperan sebagai guru dan teman bagi anak-anaknya. 3. sementara anak-anak karena masih kecil tidak ikut menentukan. 7) Tidak terdapat tanda stres atau konflik akibat peran. 2) Penggunaan keuangan keluarga ditentukan bersama-sama antara isteri dan suami. Ia mengatur kehidupan rumah tangga dan di dalam masyarakat berperan sebagai anggota PKK. 5) Adanya masalah-masalah kesehatan mempengaruhi peran keluarga. 4) Keluarga menjalankan peran sesuai dengan tahap perkembangannya. Ny N berperan sebagai isteri bagi suami dan ibu bagi anak-anaknya. d. 3) Keluaraga tidak pernah melakukan atau memberikan keputusan untuk pidah tempat tinggal maupun pindah kerja. dimana yang berperan sebagai kepala keluarga di dalam keluarga adalah ayah sesuai dengan ajaran islam dan budaya suku jawa dan sebagainya. 7) Model kekuasaan yang digunakan keluarga dalam membuat keputusan adalah dengan model penghargaan terhadap setiap masukan dari anggota keluarga. keluarga tampak bahagia dengan keluarganya. Ny N menyatakan ketika diare dirinya lemah dan BAB berkali-kali (4-6 kali) sehingga ia lebih banyak beristirahat karena perut terasa mules. c. dan pemberi nafakah di dalam keluarga.

dan anak-anak percaya pada orang tuanya. e. pakaian. perbedaan dihormati oleh anggota keluarga yang lain. Fungsi Afektif a. f. Keakraban. Nilai-nilai tersebut dianut secara sadar. c. Saling Memperhatikan (Mutual Naturance). dan berasal dari suku yang sama yaitu suku jawa sehingga kebasaan pun hampir sama.4. keinginan-keinginan. FUNGSI KELUARGA 1. 6) Kebutuhan-kebutuhan. melarang anak main hujan-hujanan juga baik untuk kesehatan namun cara keluarga mengekang membuat anaknya membangkang dan meningkatkan rasa ingin taunya. 8) Karena keluarga masih dalam lingkup keluarga inti satu sama lain terutama orang tua sangat peka terhadap permasalahan yang terjadi pada anak-anaknya. dan Identifikasi 1) Setiap anggota keluarga memberikan perhatian satu sama lain. 3) Di dalam anggota keluarga terdapat perasaan saling akrab dan intim . 7) Di dalam keluarga anggota keluarga saling menghormati satu sama lain. d. 5) Dalam memenuhi kebutuhan psikologisnya masing-masing anggota keluarga bercerita satu sama lain. Terdapat Kesesuaian antara nilai-nilai keluarga dengan kelompok atau komunitas yang lebih luas karena mayoritas masyarakat adalah menganut agama yang sama yaitu islam. 2) Anggota keluarga saling mendukung satu sama lain. Tidak terdapat konflik nilai di dalam keluarga. latar belakang kebudayaan yang berasal dari suku jawa mempengaruhi nilai-nilai keluarga seperti nilai yang tidak menyalahkan aktifitas merokok. Kelas sosial keluarga berada pada masyarakat menengah. ketika anak sakit orang tua secepat mungkin memeriksakan ke jasa pelayanan kesehatan terdekat atau seringkali memanfaatkan dr dari PT Sampoerna. Struktur Nilai-Nilai Keluarga a. melarang anak untuk bermain hujan-hujanan dan sebagainya. anak harus berbakti pada orang tua dan sebagainya. pendidikan dan kesehatan 3) psikologis anggota keluarga dalam kondisi stabil dan baik 4) Setiap anggota keluarga memiliki orang yang dipercaya dalam keluarga. E. Nilai-nilai keluarga mempengaruhi status kesehatan keluarga dimana adanya nilai yang tidak mempermasalahkan kebiasaan hidup tidak sehat seperti suami yang merokok tetap dibiarkan. Nilai-nilai yang telah dianut keluarga sangat penting sehingga harus tetap dijaga yaitu seperti kewajiban menjalankan perintah agama. mulai dari kebutuhan makanan. Pola Kebutuhan Keluarga – Respons 1) Seluruh keluarga membutuhkan satu sama lain 2) Orang tua mampu menggambarkan kebutuhan keluarganya secara rinci. dimana suami percaya dengan isteri begitu sebaliknya. b. b.

d. dan perilaku keluarga: 1) Nilai-nilai yang dianut keluarga terkait dengan kesehatan yaitu keluarga memandang kesehatan sebagi suatu hal yang sangat penting. adapun resiko mungkin dapat muncul ketika orang tua menjewer anak jika berlaku tidak baik. 2) Keluarga konsisten menerapkan nilai-nilai kesehatan 3) Perilaku semua anggota keluarga dalam mendukung peningkatan kesehatan yaitu dengan mencari bantuan pelayanan kesehatan jika terdapat keluhan dalam kesehatannya . 2. ataupun anak dalam memilih barang yang ia butuhkan (kebutuhan-kebutuhan sekolah seprti sepatu) b. c. Dimana pengaturan yang dilakukan ibu menjalankan fungsi saat ayah tidak ada. Fungsi Sosialisasi a. f. . h. Anak-anak di dalam keluarga memiliki alat atau mainan yang sesuai dengan tahap perkembangan. Di dalam keluarga terdapat saling ketergantungan. g. Peran membesarkan anak dan fungsi sosialisasi dijalankan suami dan isteri secara bersama-sama. dimana keluarga berusaha memeriksakan kondisi yang dianggap tidak dapat diselesaikan sendiri. c. Faktor sosial-budaya yang mempengaruhi pola pengasuhan anak yaitu kondisi etnis dan suku yang lebih menitikberatkan urusan keseharian anak lebih banyak ditangani ibu karena waktu terbanyak bersama ibunya. Konsep dan tingkat pengetahuan keluarga tentang sehat/sakit. dan ketika ayah di rumah yang menjalankan fungsi sosialisasi atau mengajarkan anak tentang banyak hal dengan mengobrol dengan anak-anaknya. Keyakinan-keyakinan. . 1) Keluarga mendefinisikan kesehatan dan sakit bagi anggota keluarga dengan kondisi yang mengganggu aktivitas dalam keluarga. Di dalam keluarga terapat otonomi bagi setiap anggota dalam hal-hal tertentu. lingkungan rumah cukup memadai bagi anak-anak untuk bermain sesuai tahap perkembangannya. Fungsi Perawatan Kesehatan a. orang tua sangat perhatian pada orang tua begitu juga sebaliknya. e. b.gejala pada anggota yang sakit termasuk baik. Keterpisahan dan Keterikatan 1) Dalam keluarga hanya terjadi keterpisahan yang bersifat sementara ketika ayah atau suami harus mengikuti pelatihan ke luar kota. 2) Kemampuan keluarga mengidentifikasi tanda. nilai-nilai. misalnya pemberian kebebasan pada isteri untuk membantu perekonomian keluarga dengan catering. namun kondisi rumah tanpa halaman membuat anak hanya bermain di dalam rumah. sehingga komunikasi dilakukan melalui telepon 2) Dalam keluarga terdapat perasaan saling keterikatan erat. Saat ini keluarga tidak memiliki masalah dalam mengasuh anak. 3.4) Semua anggota keluarga menunjukkan kasih sayang satu sama lain. contohnya An F (4 tahun) memiliki mainan mobil-mobilan.

6) Cara menyimpan makanan yaitu disimpan di kulkas dan makanan ditaruh diatas meja yang kadang ditutup jika ingat. dan untuk olahraga meskipun disadari keluarga jarang melakukannya terutama pada Ny N. e. belanja. Kebiasaan penggunaan obat-obatan dalam keluarga: 1) Ny N menyatakan Kebiasaan yang terdapat di dalam keluarga adalah kebiasaan ayah (Tn A) merokok dan minum kopi setiap paginya 2) Kebiasaan keluarga menggunakan obat-obatan tanpa resep. 3) Tidak terdapat kesulitan tidur pada keluarga. tetapi untuk olahraga ibu dan anak jarang melakukannya. dan penyiapan makanan adalah ibu atau isteri (Ny N) 4) Cara keluarga menyiapkan makanan yaitu secara bervariasi : digoreng. atau disaji mentah. Praktik diet keluarga: 1) Keluarga memiliki pengetahuan yang cukup tentang makanan yang bergizi. Namun seringkali anak bungsu (An. ikan/ daging/ telur dan sebagianya. 7) Jadwal makan keluarga yaitu pagi (06.3) Sumber informasi kesehatan yang diperoleh keluarga hanya berasal dari pemberi layanan kesehatan tetapi itu tidak cukup karena sangat minim.00) d. siang (13. 2) Keluarga memiliki waktu tidur yang cukup. Selain itu baru-baru ini keluarga juga sempat kebingungan karena semua anggota mengalami sakit diare dalam waktu bersamaan . 4) Masalah kesehatan yang dianggap serius/sangat penting bagi keluarga yaitu ketika anaknya sakit batu berdahak.30) . sumber lainnya dapat dilihat keluarga melalui media seperti tv namun keluarga jarang melihat program untuk kesehatan. 4) Tempat keluarga tidur di tempat tidur atau kamar masing-masing. 5) Jenis makanan yang dikonsumsi keluarga setiap hari: nasi. mengajak anak bermain di time zone atau ke alun-alun kota. anakanak juga disiapkan susu.00) dan malam (19. c. 3) Anggota yang bertanggung jawab terhadap perencanaan. 3) Dalam rekreasi seluruh keluarga ikut serta.30) dan untuk siang tidak tentu. Latihan dan rekreasi: 1) Keluarga menyadari bahwa aktivitas rekreasi sangat penting. dimana jika sakit ringan keluarga membeli obat sendiri baik di toko maupun apotik terdekat. dipanggang. direbus. . dimasak dengan microwave. namun yang paling sering adalah digoreng. 2) Jenis-jenis rekreasi yang dilakukan keluarga adalah berkunjung ke kolam renang. 2) Riwayat pola-pola makan keluarga yaitu keluarga selalu menyiapkan makanan seperti sayur-mayur (sayur bening) . karena isteri dan suami biasanya sibuk dan anak-anak lebih banyak bermain. Kebiasaan tidur dan istirahat: 1) Waktu tidur keluarga (malam pukul 09. f. tapi kadang terbuka karena anak sering mengambil sendiri dan tidak menutup kembali dengan penutupnya. dan sering sakit sehingga keluarga sering memeriksakan ke mantri atau bidan terdekat maupun ke layanan kesehatan PT Sampoerna atau ke puskesmas. sayur. F) meminta tidur dengan orang tuanya. lauk yang berprotein tinggi dari ikan atau daging.

tetapi hari ini sudah lebih baik. 4) Kebiasaan penyimpanan obat-obatan terdapat tempat khusus. penggunaan jamban baik yaitu satu kali sehari jika kondisi normal. 3) Status imunisasi keluarga pada bayi. tampak anggota keluarga (Ny N) mengalami diare berulang. 2) Kebiasaan kerluarga dalam pemeriksaan kesehatan yaitu ketika ada keluhan atau sakit berulang yang tidak dapat ditangani sendiri. namun jika terlalu lama biasanya oleh keluarga tidak digunakan. namun ketika diare keluarga BAB 5-6 kali. Berdasarkan hasil pengkajian tanggal 19 Januari 2013 yang dilakukan pada keluarga Tn. bidan dan sebagainya. campak. hanya saja anggota keluarga terutama An K sering mengalami batuk berahak dan Tn A memiliki riwayat sakit gigi. g. 3) Pola keluarga dalam mandi yaitu rutin 2 kali sehari . N menyatakan awalnya Ia menderita diare sudah 3 hari. Praktik lingkungan: 1) Saat ini keluarga tidak terpapar polusi . sejak pagi sampai sore tadi BAB hanya 3 kali. Peran keluarga dalam praktek perawatan diri: 1) Untuk memperbaiki status kesehatan keluarga biasanya mencari bantuan layanan kesehatan seperti memeriksakan kondisinya di puskemas. dan keluarga juga menyatakan tidak mengetahui penyebabnya. perut tidak mules-mules dan tidak sering BAB lagi setelah meminum obat dari puskesmas. keluarga hany berusaha menciptakan lingkungan yang rapi dan bersih namun ini sulit karena anak-anak yang masih kecil membuat rumah berantakan (mainan setelah dipakai tidak dibereskan). cuci baju rutin. dan pelabelan tidak dilkukan. Hepatitis. 2) Kebiasaan keluarga menggunakan pestisida yaitu untuk membunuh nyamuk. 3) Orang yang berperan membuat keputusan dalam hal kesehatan keluarga adalah suami dan isteri 4) Pengetahuan keluarga tentang cara perawatan pada anggota keluarga yang sakit masih minim. anak-anak suka main hujan-hujanan. balita. Ny. namun ketika perawat disana anak maupun orang tua sering lupa mencuci tangan saat memakan makanan yang ringan (setelah bermain anak langsung makan tanpa cuci tangan). Klien menyatakan kemarin sebelum ke puskesmas perut terasa . Riwayat kesehatan keluarga: Keluarga tidak memiliki riwayat penyakit genetika maupun kronis pada masa sebelumnya. polio dan DPT dan untuk ibu :TT). A didapat data bahwa Ny. Namun penyakit yang terjadi baru-baru ini adalah diare pada keluarga. i. Cara-cara pencegahan penyakit: 1) Pengetahuan keluarga tentang cara-cara pencegahan penyakit masih minim terutama terkait penyakit yang baru diderita keluarga (diare) karena ketika ditanya tidak ada yang dapat menjelaskan kenapa hal tersebut dapat terjadi. j. ibu hamil adalah legkap (Imunisasi dasar anak: BCG. 2) Di dalam kelaurga tidak terdapat perilaku khusus dalam pencegahan penyakit. Perawatan di rumah hanya meminum obat tanpa tau fungsinya dan kapan harus dihentikan. h. dimana setelah beberapa hari sembuh kembali diare. Sementara Ny N sendiri hanya mengalami penyakit kulit akibat terkena kutu kucing sekitar satu tahun yang lalu.3) Kebiasaan keluarga menyimpan obat dalam waktu lama. N (34 tahun) mengalami diare.

dan puskesmas kurang lebih 1 km. 2) Praktisi/ profesi/ lembaga pelayanan kesehatan yang dimanfaatkan keluarga adalah bidan. o. BAB sering (5-6 kali/ hari). K (9 tahun) dan Tn. berlendir dan cair. F (4 tahun) akan tetapi setelah 2 hari sembuh karena berobat di puskesmas. Ia menyatakan bingung obat mana yang harus dihentikan jika ia tidak diare lagi karena jenis obat yang berbeda. selain itu klien juga mengaku tidak banyak pikiran/ stres. Perasaan dan persepi keluarga tantang pelayanan perawatan kesehatan: 1) Perasaan keluarga terhadap jenis-jenis pelayanan perawatan kesehatan adalah senang jika dapat memberikan manfaat dalam keluarga. m. 2) Jenis alat transportasi yang digunakan keluarga untuk mencapai fasilitas pelayanan kesehatan yaitu sepeda motor. 3) Kelarga seringkali merasa puas dan percaya terhadap pelayanan kesehatan. B (36 tahun) yang mengalami diare juga namun setelah 2 hari sembuh dengan minum obat yang dibeli di toko. Pelayanan perawatan kesehatan yang diterima dan yang dimanfaatkan keluarga : 1) Praktisi/ profesi/ lembaga pelayanan kesehatan yang pernah mengunjungi keluarga sebelumnya belum ada. ia menyatakan tidak mengetahui kenapa bisa diare. . 4) Harapan keluarga terhadap perawat adalah dapat memberikan informasi terkait kesehatan keluarganya. 3) Keluarga tidak memiliki masalah dalam hubungannya antara transportasi dengan ke fasilitas pelayanan kesehatan. Klien mengaku tidak memakan makanan bersantan maupun pedas atupun makanan yang aneh. k. dimana dalam keadaan darurat keluarga ke bidan terdekat atau ke puskesmas.. mantri dan dokter l. dan diikuti oleh seluruh anggota keluarga yang lain An. Sumber pembiayaan: 1) Pola keluarga dalam pembayaran biaya kesehatan adalah lembaga PT Sampoerna dan kepala keluarga .melilit dan mules.. An. Keluarga juga menjelaskan sebelumnya kurang lebih 5 hari yang lalu diare dialami anak bungsunya. Fasilitas transportasi keluarga untuk perawatan kesehatan : 1) Jarak fasilitas pelayanan kesehatan dari rumah keluarga agak dekat untuk tempat bidan praktik kurang lebih 500 meter. 2) Keluarga belum mengetahui tentang cara memanggil ambulans / pelayanan kesehatan darurat Pengetahuan keluarga tentang cara penanganan keadaan darurat n. feses berwarna keputihan. Pelayanan kesehatan darurat: 1) Pengetahuan keluarga tentang tempat pelayanan kesehatan darurat terdekat cukup. 2) Pengalaman masa lalu dengan pelayanan perawatan kesehatan baik atau tidak terdapat permasalahan. Dari puskesmas Ny N mengaku diberi obat untuk diminum. 2) Asuransi kesehatan yang dimiliki keluarga tidak ada. Ny N juga awalnya setelah 2 hari sembuh namun keesokan harinya mengalami diare kembali sehingga berobat ke puskesmas.

hal tersebut semata untuk pembelajaran dan tidak sampai menakiti anak secara berlebihan. karena meskipun orang tua menjewer anaknya jika nakal. misalnya jika sakit yang tidak dapat dirawat di rumah sesegera mungkin memeriksakan kondisinya. bila anak nakal dan sebagainya. Keluarga ingin memiliki 2 anak b. Fungsi reproduksi Hal yang perlu dikaji mengenai fungsi reproduksi keluarga adalah: a. STRESS DAN KOPING KELUARGA 1. 5. hal ini seringkali menimbulkan rasa khawatir pada isteri ketika suami pergi-pergi. 6. 4. Stressor jangka pendek (< 6 bulan) yang dirasakan keluarga yaitu ketika anak mengalami sakit. Harapan Keluarga Terhadap Petugas Kesehatan Adanya pelayanan kesehatan yang rutin menuju setiap rumah warga dan memberikan informasi-informasi kesehatan sehingga dapat meningkatkan kesehatan setiap keluarga. hanya untuk memberi efek jera. x / menit Hasil isteri menyatakan Tn A memilki riwayat sakit gigi dan merokok sampai sekarang. mmHg -Nadi : …. Cara keluarga dalam mengatasi stressor . Tidak terdapat strategi adaptasi disfungsional yang digunakan keluarga bila menghadapi masalah. Stressor jangka panjang (> 6 bulan) yang saat ini terjadi pada keluarga adalah ketika suami mengalami kecelakaan di surabaya dan harus dirawat di RS. tidak ideal  Tanda-tanda vital: -TD : 110/80 mmHg -Nadi: 80 x/menit -RR : 16 x/ menit . yaitu dengan berusaha mengontrol emosi. Strategi koping yang digunakan oleh keluarga untuk menghadapi stressor tersebut baik.4. G. Perencanaan untuk jumlah anggota keluarga ditentukan bersama anatara isteri dan suami... 2 Ny N 34 tahun  Baik. Metode yang digunakan keluarga dalam upaya mengendalikan jumlah keluarga yaitu dengan KB (pemasangan spiral) F. c. Keluarga memilki koping yang hampir sama dalam menghadapi masalah. 3. 2. Pengkajian Fisik Anggota Keluarga No 1 Nama Keluarga Tn A Usia 36 tahun  Pemeriksaan Keterangan : bulan ini keluarga sedang mengikuti pelatihan di luar kota sehingga tidak dilakukan pemeriksaan 1) Keadaan umum 2) Tanda-Tanda Vital: -TD : …. I.

-hordeolum (-). strabismus (-). oC -RR : …. tidak terdapat luka. bulu mata merata.Bulat. .Kulit kepala bersih.Sedang/ normal .Tidak terdapat peradangan . sekret (-)  Telinga: .-Suhu : ….Bersih. Kg -TB : ……. . serumen (-)  Mulut dan Tenggorokan: -Bersih -Lembab -Tidak terjadi peradangan 5) Mata: -Konjungtiva -Simetris / Tidak -Bulu mata -Kelainan 6) Hidung: -Bentuk -Tulang hidung -Peradangan -Penciuman -Pernafasan cuping hidung -Lubang Hidung 7) Telinga: -Ukuran -Kebersihan -Peradangan -Pendengaran -Lubang telinga 8) Mulut dan Tenggorokan: -Kebersihan -Mukosa .Bentuk ..Rambut .Bersih . -epistaksis (-). x / menit 3) Antropometri: -BB : ……..Kulit kepala . krepitasi (-) -tidak ada -Tidak terganggu -Tidak terdapat pernapasan cuping hidung. .40C  Antropometri -BB :65 Kg -TB: 158 cm  Kepala: .Tidak terdapat benjolan/ tidak ada kelainan  Mata: -berwarna pink (merah muda).Persebaran merata. eksoftalmus (-)  Hidung: .Pendengaran berfungsi dengan baik . cm 4) Kepala: . tidak ada peradangan -simetris -terdapat bulu mata.Kelainan -S :36. kerontokan tidak ada.bentuk simetris -tidak bengkok. simetris. warna hitam. tidak mengalami alopesia.

gigi ompong (-) -tidak terdapat pembengkakan.Paru  Thorax: .Tidak ada pembesaran kelenjar . warna kuku merah muda.Dipotong pendek.  . -Tidak terdapat pembesaran tonsil.Kelainan  Abdomen: . .Tidak ada pembendungan vena jugularis 10) Integumen dan Kuku: -Integumen -Kuku dan CRT  Integumen dan kuku: -Tidak ada luka.Intake cairan . muntah (-)  Abdomen: .auskultasi: tidak ada suara . bersih. CRT <2 detik. . 11) Sistem pernapasan dan kardiovaskuler  Thorax: . batas-batas (ICS III-V)  Jantung 12) Sistem pencernaan .inspeksi: tidak ada kelainan.palpasi: tidak terdapat crepitasi.-Peradangan -Gigi -Gusi -Tonsil 9) Leher: -Kelenjar tyroid -JVP -caries (-).tambahan.Bentuk  Sistem pencernaan .Bentuk dada . . Leher: . -auskultasi: BJ I BJ II Tunggal Perkusi : pekak. perkusi: sonor.±4-6 gelas sehari . tidak ada penyakit kulit.Mual (-).normal chest .

Kekuatan otot 14) Eliminasi  Sistem perkemihan  Eliminasi alvi 15) Sistem Persyarafan 16) Pemeriksaan penunjang 17) Penatalaksanaan terapi 3 An.Cembung -Tidak terdapat nyeri tekan -tidak ada -tidak terdapat benjolan. x / menit  Pemeriksaan penunjang: .CTM .Tidak terjadi atropi .5  Sistem perkemihan -BAK: 4-5 kali/hari -warna kuning jernih dan bau khas urine.Nyeri kepala tidak ada .Tremor (-) 13) Muskuloskeletal: .Pusing (+) . -Bising usus: 11 x/menit  Muskuloskletal . encer berwarna putih dan berlendir.Novavadium .Tidak terdapat oedema ..Atropi .GDA puasa: 98 mg/dl .. diare (+).Metronodazole .60C  Antropometri .Oedema .- Nyeri tekan Acites Benjolan Bising Usus . K 9 tahun 1) Keadaan umum 2) Tanda-Tanda Vital: -Nadi : ….. ideal  Tanda-tanda vital: -Nadi: 90 x/menit -RR : 16 x/ menit -S :36. x / menit -Suhu : ….Piroxicam .Gemfibrazil  Baik. -Disuria (-) -Hematuria (-)  Eliminasi Alvi -BAB 3 kali/ hari.Triglicerida: 223 mg/dl  Penatalaksanaan terapi . oC -RR : ….  Sistem persyarafan .

Tidak terdapat benjolan/ tidak ada kelainan  Mata: -berwarna pink (merah muda).Kulit kepala . serumen (-) 4) Kepala: . tidak mengalami alopesia. krepitasi (-) -tidak ada -Tidak terganggu -Tidak terdapat pernapasan cuping hidung. tidak terdapat luka. Cm -BB :26 Kg -TB: 127 cm  Kepala: . bulu mata merata. tidak ada peradangan -simetris -terdapat bulu mata. kerontokan tidak ada.Bersih .Rambut .bentuk simetris -tidak bengkok.3) Antropometri: -BB : …….Bulat. sekret (-)  Telinga: .Pendengaran berfungsi dengan baik .Tidak terdapat peradangan . .Kelainan 5) Mata: -Konjungtiva -Simetris / Tidak -Bulu mata -Kelainan 6) Hidung: -Bentuk -Tulang hidung -Peradangan -Penciuman -Pernafasan cuping hidung -Lubang Hidung 7) Telinga: -Ukuran -Kebersihan -Peradangan -Pendengaran -Lubang telinga 8) Mulut dan  Mulut dan Tenggorokan: .Bentuk . .Bersih. strabismus (-). -hordeolum (-).Kulit kepala bersih.Persebaran merata.Sedang/ normal . eksoftalmus (-)  Hidung: . warna hitam. -epistaksis (-). simetris. . Kg -TB : …….

 Jantung -auskultasi: BJ I BJ II Tunggal Perkusi : pekak. . . 11) Sistem pernapasan dan kardiovaskuler  Thorax: .Tenggorokan: -Kebersihan -Mukosa -Peradangan -Gigi -Gusi -Tonsil 9) Leher: -Kelenjar tyroid -Bersih -Lembab -Tidak terjadi peradangan -caries (-). muntah (-)  Abdomen: .  . warna kuku merah muda.tambahan.normal chest .inspeksi: tidak ada kelainan.Mual (-).palpasi: tidak terdapat crepitasi.Paru  Thorax: . perkusi: sonor.auskultasi: tidak ada suara .Cembung -Tidak terdapat nyeri tekan -tidak ada -tidak terdapat benjolan. batas-batas (ICS III-V) 12) Sistem pencernaan . gigi ompong (-) -tidak terdapat pembengkakan.Intake cairan . . Leher: Tidak ada pembesaran kelenjar 10) Integumen dan Kuku: -Integumen -Kuku dan CRT  Integumen dan kuku: -Tidak ada luka.Bentuk . .±5-7 gelas sehari . CRT <2 detik.Dipotong pendek.Acites .Nyeri tekan .Kelainan  Abdomen: . -Tidak terdapat pembesaran tonsil.Benjolan  Sistem pencernaan .Bentuk dada . tidak ada penyakit kulit. bersih.

Tidak terdapat oedema .- Bising Usus -Bising usus: 11 x/menit  Muskuloskletal .Kekuatan otot 14) Eliminasi  Sistem perkemihan  Eliminasi alvi 15) Sistem Persyarafan  Sistem persyarafan .. -Disuria (-) -Hematuria (-)  Eliminasi Alvi -BAB 1 kali/ hari.Nyeri kepala tidak ada .Tremor (-) 16) Pemeriksaan penunjang  Pemeriksaan penunjang: tidak ada  Penatalaksanaan terapi: tidak ada 17) Penatalaksanaan terapi 1) Keadaan umum 2) Tanda-Tanda Vital: -Nadi : …. 13) Muskuloskeletal: .50C  Antropometri ..Atropi .5  Sistem perkemihan -BAK: 4-5 kali/hari -warna kuning jernih dan bau khas urine.. x / menit -Suhu : ….Oedema .Tidak terjadi atropi . ideal  Tanda-tanda vital: -Nadi: 94 x/menit -RR : 18 x/ menit -S :36. lembek. berwarna kuning kecokelatan. oC -RR : ….Pusing (-) . x / menit  Baik. diare (-).

-epistaksis (-). tidak mengalami alopesia.bentuk simetris -tidak bengkok. tidak ada peradangan -simetris -terdapat bulu mata. simetris. bulu mata merata. kerontokan tidak ada. .Tidak terdapat benjolan/ tidak ada kelainan  Mata: -berwarna pink (merah muda). .Bersih .Bulat.Kulit kepala .-BB :16 Kg -TB: 102 cm  Kepala: . -hordeolum (-).Sedang/ normal .Bersih. sekret (-)  Telinga: .Tidak terdapat peradangan .Pendengaran berfungsi dengan baik . . eksoftalmus (-)  Hidung: .Rambut . serumen (-)  Mulut dan Tenggorokan: -Bersih -Lembab -Tidak terjadi peradangan 3) Antropometri: -BB : ……. krepitasi (-) -tidak ada -Tidak terganggu -Tidak terdapat pernapasan cuping hidung.Persebaran merata. Cm 4) Kepala: .Kelainan 5) Mata: -Konjungtiva -Simetris / Tidak -Bulu mata -Kelainan 6) Hidung: -Bentuk -Tulang hidung -Peradangan -Penciuman -Pernafasan cuping hidung -Lubang Hidung 7) Telinga: -Ukuran -Kebersihan -Peradangan -Pendengaran -Lubang telinga . strabismus (-).Bentuk . tidak terdapat luka. warna hitam. Kg -TB : …….Kulit kepala bersih.

8) Mulut dan Tenggorokan: -Kebersihan -Mukosa -Peradangan -Gigi -Gusi -Tonsil 9) Leher: -Kelenjar tyroid -caries (-).auskultasi: tidak ada suara . batas-batas (ICS III-V) 12) Sistem pencernaan .Cembung . . warna kuku merah muda.Kelainan  Abdomen: . -Tidak terdapat pembesaran tonsil. CRT <2 detik.Bentuk dada . - Tidak ada pembesaran kelenjar 10) Integumen dan Kuku: -Integumen -Kuku dan CRT  Integumen dan kuku: -Tidak ada luka. terdapat penyakit kulit (vesikuler) pada bagian tangannya. 11) Sistem pernapasan dan kardiovaskuler  Thorax: . perkusi: sonor.Paru  Thorax: . muntah (-)  Abdomen: .palpasi: tidak terdapat crepitasi.Mual (-).tambahan. .normal chest .Dipotong pendek.Bentuk  Sistem pencernaan .  Jantung -auskultasi: BJ I BJ II Tunggal Perkusi : pekak. .Intake cairan .inspeksi: tidak ada kelainan. gigi ompong (-) -tidak terdapat pembengkakan.±5-6 gelas sehari . bersih.

Kekuatan otot 14) Eliminasi  Sistem perkemihan  Eliminasi alvi 15) Sistem Persyarafan 16) Pemeriksaan penunjang 17) Penatalaksanaan terapi .- Nyeri tekan Acites Benjolan Bising Usus -Tidak terdapat nyeri tekan -tidak ada -tidak terdapat benjolan.Tidak terjadi atropi .Tidak terdapat oedema . berwarna kuning kecokelatan. -Disuria (-) -Hematuria (-)  Eliminasi Alvi -BAB 1 kali/ hari.5  Sistem perkemihan -BAK: 4-5 kali/hari -warna kuning jernih dan bau khas urine.Pusing (-) .Atropi .  Sistem pernasyarafan . -Bising usus: 11 x/menit  Muskuloskletal .Oedema . diare (-). lembek.Nyeri kepala tidak ada .Tremor (-)  Pemeriksaan penunjang: tidak ada  Penatalaksanaan terapi: Oksipetra salep kulit 13) Muskuloskeletal: .

Ia menyatakan bingung obat mana yang harus dihentikan jika ia tidak diare lagi karena jenis obat yang berbeda. tampak anggota keluarga (Ny N) mengalami diare berulang.Kebiasaan keluarga menggunakan obat-obatan tanpa resep. . keluarga Pengetahuan keluarga yang kurang untuk menghindari pejanan . Perawatan di rumah hanya meminum obat tanpa tau fungsinya dan kapan harus dihentikan.ANALISA DATA No 1 Data DS: . dan pelabelan tidak dilkukan. dan keluarga juga menyatakan tidak mengetahui penyebabnya.Pengetahuan keluarga tentang cara perawatan pada anggota keluarga yang sakit masih minim.Ny N mengaku diberi obat untuk diminum. dimana jika sakit ringan keluarga membeli obat sendiri baik di toko maupun apotik terdekat. Problem Ketidakefektifan penatalaksanaan program terapeutik keluarga. CTM. padahal obat-obatan yang didapat bukan hanya untuk diare: Metronodazole. -Kebiasaan keluarga menyimpan obat dalam waktu lama. Novavadium. -Kebiasaan penyimpanan obat-obatan terdapat tempat khusus. Etiologi kompleksitas program pengobatan :banyaknya jenis obat 2 DS: Resiko penyebaran -Keluarga (Ny N) menyatakan tidak infeksi di dalam mengetahui kenapa bisa diare. Piroxicam. Gemfibrazil . namun jika terlalu lama biasanya oleh keluarga tidak digunakan. DO: -Aktivitas yang tidak tepat dalam mencapai tujuan program pengobatan: Ny N hanya meminum semua obatnya 2 hari karena diare sudah berhenti. dimana setelah beberapa hari sembuh kembali diare.

tetapi hari ini sudah lebih baik. berlendir dan cair. -Bising Usus 11x/menit pathogen: penyakit diare. -Pengetahuan keluarga tentang caracara pencegahan penyakit masih minim terutama terkait penyakit yang baru diderita keluarga (diare) karena ketika ditanya tidak ada yang dapat menjelaskan kenapa hal tersebut dapat terjadi. kontaminan . DO: -feses berwarna keputihan. B (36 tahun) yang mengalami diare juga -Ny N menyatakan mengalami diare brulang. dan diikuti oleh seluruh anggota keluarga yang lain An. DO: -saat perawat berkunjung anak maupun orang tua sering lupa mencuci tangan saat memakan makanan yang ringan.-Keluarga juga menjelaskan sebelumnya kurang lebih 5 hari yang lalu diare dialami anak bungsunya. perut tidak mulesmules dan tidak sering BAB lagi setelah meminum obat dari puskesmas. sejak pagi sampai sore tadi BAB hanya 3 kali. K (9 tahun) dan Tn. F (4 tahun) akan tetapi setelah 2 hari sembuh karena berobat di puskesmas. N menyatakan awalnya Ia keluarga: Ny N menderita diare sudah 3 hari. An. -Klien menyatakan kemarin sebelum ke puskesmas perut terasa melilit dan mules. BAB sering (5-6 kali/ hari). -An F mengalami gangguan integumen : gatal-gatal pada tangan (bentuk vesiculer) 3 DS: Diare pada anggota -Ny. anak-anak suka main hujan-hujanan.

Piroxicam. Sehingga pada tanggal 20-012013 diare berhenti anggota keluarga tidak meminum semua obat yang telah diberikan dari puskesmas diantaranya: Metronodazole. CTM. Novavadium. tidak diketahui fungsi dan kapan harus dihentikan. Potensial Untuk Dicegah : Skala : Tinggi : 3 Cukup : 2 Rendah : 1 1 1/3x1= 1/3 . anggota keluarga yang sakit (Ny N ) tidak meminum beberapa obat setelah keluhan diare berhenti. akan tetapi saat ini suami sedang di luar kota . Gemfibrazil Kemungkinan Masalah Diubah : Skala : Mudah :2 Sebagian : 1 Tdk dapat : 0 2 1/2x2= 1 Keluarga adalah nuclear Family dengan tahap perkembangan orang tua dengan anak usia sekolah sehingga pemahaman hanya dapat diberikan dengan mudah pada orang tua yang memiliki pendidikan terkhir SMA.d kompleksitas program pengobatan :banyaknya jenis obat Kriteria Sifat Masalah Skala : Sejahtera : 1 Risiko : 2 Aktual : 3 Bobot 1 Nilai 3/3 x 1 =1 Pembenaran Keluarga kurang efektif dalam manajemen pengobatannya terutama terkait obat yang harus diminum anggota keluarga yang sakit. Permasalahan sudah terjadi. karena mengira semuanya adalah obat diare. Ketidakefektifan penatalaksanaan program terapeutik keluarga b.SCORING 1.

Total= 2 5/6 2. namun saat ini yang sakit diare hanya Ny N. Keluarga mengeluh kebingungan dengan obat-obatan yang 2 1/2x2= 1 Potensial Untuk Dicegah : Skala : Tinggi : 3 Cukup : 2 Rendah : 1 Menonjolnya Masalah : Skala : Segera ditangani : 2 1 2/3x1= 2/3 1 2/2x1=1 . sementara anak-anak harus diberikan KIE secara berlahan. Resiko penyebaran infeksi di dalam keluarga b. Saat ini infeksi atau penyakit diare hanya dialami satu anggota keluarga sehingga berpotensi untuk dapat dicegah penyebarannya. Keluarga adalah nuclear Family dengan tahap perkembangan orang tua dengan anak usia sekolah sehingga pemahaman hanya dapat diberikan dengan mudah pada orang tua yang memiliki pendidikan terkhir SMA.d Pengetahuan keluarga yang kurang untuk menghindari pejanan pathogen: penyakit diare.Kriteria Menonjolnya Masalah : Skala : Segera ditangani : 2 Masalah ada tapi tdk perlu segera : 1 Masalah tidak dirasakan : 0 Jumlah Bobot 1 Nilai 1/2x1=1/2 Pembenaran Keluarga mengeluh kebingungan dengan obat-obatan yang diberikan pada Ny N. Kriteria Sifat Masalah Skala : Sejahtera : 1 Risiko : 2 Aktual : 3 Kemungkinan Masalah Diubah : Skala : Mudah :2 Sebagian : 1 Tdk dapat : 0 Bobot 1 Nilai 2/3 x 1 =2/3 Pembenaran Sebelumnya keluarga pernah terjangkit diare secara bersamaan. dan merasa perlu mengetahui fungsi dan penggunaan masing-masing obat yang telah diberikan. akan tetapi saat ini suami sedang di luar kota .

Kriteria Masalah ada tapi tdk perlu segera : 1 Masalah tidak dirasakan : 0 Bobot Nilai Pembenaran diberikan pada Ny N. cair dan berlendir Keluarga adalah nuclear Family dengan tahap perkembangan orang tua dengan anak usia sekolah sehingga pemahaman hanya dapat diberikan dengan mudah pada orang tua yang memiliki pendidikan terkhir SMA termasuk Ny N. feses berwarna putih. Jumlah Total= 3 1/3 3.d kontaminan Kriteria Sifat Masalah Skala : Sejahtera : 1 Risiko : 2 Aktual : 3 Kemungkinan Masalah Diubah : Skala : Mudah :2 Sebagian : 1 Tdk dapat : 0 Bobot 1 Nilai 3/3 x 1 =1 Pembenaran Saat pengkajian Ny N masih diare dengan BAB= 3x sehari. dan merasa perlu mengetahui fungsi dan penggunaan masing-masing obat yang telah diberikan. Diare pada salah anggota keluarga yaitu Ny N b. Saat ini infeksi atau penyakit diare sudah dialami anggota keluarga yaitu Ny N. Ny N menyatakan masalah diarenya hendaknya dapat sembuh dengan segera. 2 1/2x2= 1 Potensial Untuk Dicegah : Skala : Tinggi : 3 Cukup : 2 Rendah : 1 Menonjolnya Masalah : Skala : Segera ditangani : 2 Masalah ada tapi tdk perlu segera : 1 Masalah tidak dirasakan : 0 Jumlah 1 1/3x1= 1/3 1 2/2x1=1 Total= 3 1/3 .

PRIORITAS DIAGNOSA No 1 Tanggal ditemukan 19-01-2013 Diagnosa Diare pada salah anggota keluarga yaitu Ny N b. Tanggal teratasi 20-01-2013 Tanda Tangan 2 20-01-2013 24-01-2013 3 20-01-2013 24-01-2013 .d Pengetahuan keluarga yang kurang untuk menghindari pejanan pathogen: penyakit diare.d kompleksitas program pengobatan :banyaknya jenis obat Resiko penyebaran infeksi di dalam keluarga b.d kontaminan Ketidakefektifan penatalaksanaan program terapeutik keluarga b.

INTERVENSI NoDx Tujuan Kep.(4) -Mengalami penurunan gejala sakit diantara keluarga. Ajarkan pasien tentang penggunaan obat antidiare yang tepat. sering dan jumlah ditingkatkan secara bertahap. komplikasi dan penanganan yang disarankan. Kaji kesiapan anggota keluarga untuk mempelajarinya. 3. Konsultasikan pada dokter jika tanda dan gejala terus-menerus. konsistensi dan jumlah feses. manfaat dan . 2. Kaji dan dokumentasikan frekuensi. 1 Setelah dilakukan kunjungan 2x45 menit diare dapat teratasi Kriteria Hasil (NOC) Klien menunjukkan eliminasi defekasi yang efektif ditandai dengan inidkator: -Pola eliminasi dalam rentang yang diharapkan : kurang dari 3 kali sehari (4) -Diare tidak ada (4) -Feses cair dan lendir tidak ada (3) -Nyeri kram atau mulesmules tidak ada (4) -kembung tidak ada(4) -Bising usus tidak hiperaktif (4) Intervensi (NIC) 1. 4. Tentukan sumber pemberi perawatan utama dalam keluarga 4. 3. 6. 5. 7. Anjurkan pasien makan dalam porsi kecil. -Mengidentifikasi factorfaktor pengganggu program terapeutik. termasuk penggunaan obat.Memudahkan pemahaman 2 Setelah dilakukan kunjungan 1x45 menit Ketidakefektifan penatalaksanaan program terapeutik keluarga dapat teratasi Klien menunjukkan: -keinginan untuk mengelola regimen/program terapeutik (4). warna. 2. Minta pasien untuk mengidentifikasi kebiasaan pola defekasinya. 5 Anjurkan pasien/ anggota keluarga untuk memberitahu petugas setiap kali diare. 1.(4) -Mengatur kegiatan yang biasa dibutuhkan dalam program pengobatan keluarga.(3) Dengan indikator: -mengetahui cara penggunan. Evaluasi asupan nutrisi pasien. Kaji tingkat pemahaman anggota keluarga pada penyakit. Ajarkan strategi untuk mempertahankan atau memperbaiki kesehatan pasien.

(4) . 1. 4.(3) 3 Setelah dilakukan kunjungan selama 2x45 menit resiko penyebaran infeksi dapat dihindari. Bantu pasien/keluarga untuk mengidentifikasi factor di lingkungan mereka.Menggambarkan factor yang menunjang penularan infeksi.(3) -mengubah gaya hidup untuk mengurangi resiko. Jelaskan kepada pasien/ keluarga mengapa sakit dan pengobatan meningktakan resiko terhadap infeksi. -memantau factor resiko lingkungan dan prilaku seseorang (melaksanakan PHBS) (3) -Menghindari pejanan terhadap ancaman kesehatan. Ajarakan metode aman penanganan makanan/penyaiapan dan penyimpanan 3. Berikan terapi antibiotic bila diperlukan. (5) -menunjukkan hygiene pribadi yang adekuat. (3) keluarga dalam aspek penyakit secara medis. (3) -Keluarga menyatakan mengerti tentang prose penyebaran penyakit dan cara pencegahannya.(3) -anggota keluarga terbebas dai tanda dan gejala infeksi. Ajarkan pasien teknik mencuci tangan yang benar. gaya hidup dan praktik kesehatan yang meningkatkan resiko infeksi. 5. Klien menunjukkan pengendalian resiko dibuktikan dengan indikator. . 2.fusngsi obat-obatnya.

Meminta pasien untuk mengidentifikasi kebiasaan pola defekasinya: Px menyatakan hari ini BAB 3x sehari.06 3. BAB 1-2 kali sehari. O: -feses berwarna kuning kecokelatan dan konsistensi lembek. warna. bersantan atau jajan dipinggir jalan.: Frekunsi : 3x. Mengajarkan pasien tentang penggunaan obat antidiare yang tepat. warna: putih. konsistensi: cair. sering dan jumlah ditingkatkan secara bertahap. 17.00 1. O: -keinginan untuk .CATATAN KEPERAWATAN (IMPLEMENTASI DAN EVALUASI) NoDx Tanggal Uraian Kep. 17.05 2. dan juga belum mengetahui Evaluasi S: -Klien menyatakan sudah tidak diare. 17. Mengkonsultasikan pada dokter jika tanda dan gejala terus-menerus. 17. (5) -Pola eliminasi dalam rentang yang diharapkan : kurang dari 3 kali sehari (4) -Diare tidak ada (4) -Feses cair dan lendir tidak ada (3) -Nyeri kram atau mulesmules tidak ada (4) -kembung tidak ada(4) -Bising usus tidak hiperaktif (4) A: masalah teratasi P: Hentikan Intervensi Tanda Tangan S: Ny N menyatakan sudah tidak bingung terkait obat mana yang harus dihentikan jika ia tidak diare lagi. Mengkaji dan dokumentasikan frekuensi. Mengevaluasi asupan nutrisi pasien: Klien menyatakan tidak pernah makan makanan pedas. Menganjurkan pasien makan dalam porsi kecil.10 4. Menganjurkan pasien/ anggota keluarga untuk memberitahu petugas setiap kali diare. 17.30 5. komplikasi dan penanganan yang disarankan: -Keluarga mengaku belum mengetahui kenapa bisa diare.00 1. 6.: klien dijelaskan tetang obat yang berasal darri dokter anti diare yaitu novadium. 2 21-01-2013 17. Mengkaji tingkat pemahaman anggota keluarga pada penyakit. konsistensi dan jumlah feses.40 7. Jam Tindakan 1 20-01-2013 17.

manfaat dan fusngsi obatobatnya.  Piroxicam: untuk capek dan pegalpegal.(1) A: Masalah teratasi sebagian P: lanjutkan intervensi no 4. I: implementasi selanjutnya dilaksanakan tanggal 24 januari 2013. termasuk penggunaan obat: Menjelaskan nama. fungsi dan manfaat obatobatan yang dikonsumsi pasien. Menentukan sumber pemberi perawatan utama dalam keluarga: Sumber perawatan dalam keluarga adalah Ny N sendiri. pukul 16.: Metronodazole: antibiotic. -Mengidentifikasi factorfaktor pengganggu program terapeutik.30 4. 17.Keluarga mengetahui cara penggunan.(3) .:  Metronodazole: antibiotic.  CTM: obat untuk alergi  Novadium: Obat anti diare. 17.10 2. CTM: obat untuk alergi Novadium: Obat anti diare Gemfibrazil: Obat untuk menurunkan kadar trigliserida dalam tubuh Memudahkan pemahaman keluarga dalam aspek penyakit secara medis: Menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami keluarga. yaitu penggunaan obat: Menjelaskan nama.30 WIB. dan harus diminum selama 3 hari. Mengajarkan kembali strategi untuk mempertahankan atau memperbaiki kesehatan pasien. 17. aturan meminum obat-obatan dari dokter ketika tidak diare lagi.(4) -Mengatur kegiatan yang biasa dibutuhkan dalam program pengobatan keluarga.(4) -Mengalami penurunan gejala sakit diantara keluarga. fungsi dan manfaat obat-obatan yang dikonsumsi pasien.45      5.17. dihentikan jika . Piroxicam: untuk capek dan pegal-pegal.25 3. mengelola regimen/program terapeutik (4). Mengajarkan strategi untuk mempertahankan atau memperbaiki kesehatan pasien. Mengkaji kesiapan anggota keluarga untuk mempelajarinya: -keluarga sudah siap mempelajari terkait cara peminuman obat-obatannya.

(4) . 16. (4) A: Masalah teratasi sebagian P: Lanjutkan intervensi no 3 & 5. Menjelaskan kepada pasien/ keluarga mengapa sakit dan pengobatan meningktakan resiko terhadap infeksi: . dan mengaitkantnya dengan lingkungan sekitar pasien.50 3. (5) -menunjukkan hygiene pribadi yang adekuat. S: -Keluarga mengatakan sudah mengerti namun masih perlu penjelasan lagi. Mengajarkan pasien teknik mencuci tangan yang benar: Mendemonstrasikan 7 langkah cuci tangan yang baik dan benar.(4) -mengubah gaya hidup untuk mengurangi resiko. Ajarakan metode aman penanganan makanan/penyaiapan dan penyimpanan: Menjelaskan pentingnya makanan yang bersih dan sehat. Membantu pasien/keluarga untuk mengidentifikasi factor di lingkungan mereka. gaya hidup dan praktik kesehatan yang meningkatkan resiko infeksi: Menjelaskan proses penyakit diare. 17. I: 3.menjelaskan etiologi penyakit diare yaitu infeksi dan noninfeksi.(4) -anggota keluarga terbebas dai tanda dan gejala infeksi.Mengajarkan pasien teknik mencuci tangan yang benar: Mendemonstrasikan 7 langkah cuci tangan yang . fungsi dan cara penggunaan obatobatannya. diare berhenti. Gemfibrazil: Obat untuk menurunkan kadar trigliserida dalam tubuh E: Keluarga mengerti terkait nama.Menggambarkan factor yang menunjang penularan infeksi.30 1. 3 24-01-2013 16. 16. O: -memantau factor resiko lingkungan dan prilaku seseorang (melaksanakan PHBS) (3) -Menghindari pejanan terhadap ancaman kesehatan.10 5.40 2.

Membantu pasien/keluarga untuk mengidentifikasi factor di lingkungan mereka. dan mengaitkantnya dengan lingkungan sekitar pasien E: -keluarga dapat melakukan 7 langkah cuci tangan dengan baik dan benar.baik dan benar. gaya hidup dan praktik kesehatan yang meningkatkan resiko infeksi: Menjelaskan proses penyakit diare. 5. -Keluarga mengerti tentang proses penyakit diare dan pencegahannya. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful