P. 1
Kimia Organik 2.4 - Amina (KUIS I)

Kimia Organik 2.4 - Amina (KUIS I)

|Views: 246|Likes:
Published by Reza Hafifin

More info:

Published by: Reza Hafifin on Apr 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/22/2013

pdf

text

original

AMINA

OLEH: DR. CHAIRUL SALEH, M.SI FAKULTAS MIPA – UNIV. MULAWARMAN SAMARINDA 2010

Pendahuluan
 Amina tersebar luas dalam tumbuhan dan hewan,

misalnya norepinafrina dan epinafrina, efedrina, meskalina dan amfetamina.

Alkaloid
 Alkaloid adalah kelompok penting dari amina aktif

secara biologi, paling banyak disintesis oleh tumbuhan untuk melindungi diri dari insektisida dan hewan lain. Semua alkaloid adalah toksit dan dapat menyebabkan kematian dalam kuantitas besar.

Tatanama Amina
 Amina dapat dikelompokkan sebagai amina primer,

sekunder atau tersier, menurut banyaknya substituen alkil atau aril yang terikat pada nitrogen.

 Garam amonium kuarterner mempunyai empat alkil

atau aril terikat pada nitrogen yang bermuatan positif.

Tatanama Amina
 Nama umum dari amina dibentuk dari nama gugus

alkil yang terikat pada nitrogen diikuti akhiran -amina. Awalan di-, tri-, dan tetra- digunakan untuk menggambarkan substituen dua, tiga atau empat.

Tatanama Amina
 Dalam penamaan amina dengan struktur yang

mempunyai gugus fungsi –NH2 yang disebut gugus amino, yang diperlakukan sebagai substituen.

Tatanama Amina
 Amina aromatik dan heterosiklik umumnya dikenal

fenilamina dengan nama historis anilin.

Soal-Soal

Sifat Fisik Amina
 Amina adalah sangat polar karena besarnya momen

dipol dari elektron lone pair dari ikatan C→H dan H→N. Amina primer dan sekunder mempunyai ikatan N─H dapat membentuk ikatan hidrogen sedangkan amina tersier tidak, tetapi dapat menerima ikatan hidrogen dari senyawa yang mempunyai ikatan O─H atau N─H.

Sifat Fisik Amina
 Karena nitrogen kurang elektronegatif dari oksigen,

ikatan N-H kurang polar dari ikatan O-H sehingga amina membentuk ikatan hidrogen lebih lemah daripada alkohol yang berat molekulnya sama. Tabel berikut ini membandingkan titik didih dari eter, alkohol dan amina dengan berat molekul yang sama.

Sifat Fisik Amina

Kebasaan Amina
 Suatu amina adalah nukleofil (basa Lewis) karena

elektron lone pair dari elektron non-bonding dapat membentuk ikatan dengan suatu elektrofil. Suatu amina dapat juga beraksi sebagai base BronstedLowry dengan menerima sebuah proton dari proton asam.

Kebasaan Amina

Kebasaan Amina

Dasar Pemisahan Amina

Spektroskopi IR Amina

Spektroskopi IR Amina

Spektroskopi MS Amina
 Kebanyakan fragmentasi amina adalah pemecahan-

a untuk menghasilkan kation stabil resonansi yaitu ion iminium.  Mekanisme reaksi dari pemecahan-a untuk menghasilkan ion iminium tersebut adalah sebagai berikut:

Spektroskopi MS Amina

Spektroskopi MS Amina

Substitusi Elektrofilik Piridin

Substitusi Nukleofilik Piridin

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->