TEORI DASAR PROBABILITAS

DENI PURBA, MM.

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS: Diharapkan mahasiswa mampu:  1. Menjelaskan konsep probabilitas secara umum  2. Menghitung besarnya suatu probabilitas dari suatu peristiwa

DAFTAR MATERI PEMBAHASAN
A. Pendahuluan B. Pendekatan Probabilitas  1. Probabilitas Klasik  2. Probabilitas Relatif  3. Probabilitas Subjektif C. Konsep Dasar dan Hukum Probabilitas  1. Hukum Penjumlahan  2. Hukum Perkalian

A. Pendahuluan

Tugas statistik baru dianggap selesai jika kita berhasil membuat kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan tentang sifat atau karakteristik populasi. Untuk membuat kesimpulan tentang populasi ini, umumnya penelitian secara sampling dilakukan. Jadi sampel yang representatif diambil dari populasi, lalu datanya dikumpulkan dan dianalisis. Atas dasar hasil analisis ini dan berbagai pertimbangan yang perlu, dibuat kesimpulan bagaimana karakteristik populasi tersebut.

. Teori ini antara lain membahas tentang ukuran atau derajat ketidakpastian sesuatu peristiwa. atau ragu-ragukah untuk mempercayainya? Untuk itu diperlukan teori baru yang disebut probabilitas (peluang).A. kebenarannya tidaklah pasti sehingga timbul persoalan bagaimana keyakinan kita untuk mempercayai kebenaran kesimpulan yang dibuat. Pendahuluan       Jelas bahwa kesimpulan yang dibuat. Yakinkah 100 % bahwa kesimpulan yang dibuat itu benar.

A. Pendahuluan   Teori probabilitas merupakan cabang dari ilmu matematika terapan (applied mathematics) dan menelaah perilaku faktor untung-untungan (chance factor). Konsep tentang untung-untungan sendiri lebih mudah dijelaskan dengan contoh-contoh daripada dirumuskan dengan kata-kata. .

Anda ingin belajar bahasa Inggris? Pada saat ini banyak lembaga yang memberikan kursus bahasa tersebut. BBC. Anda dapat menanyakan pada 30 teman. EF. Primagama dan lain-lain. di mana mereka kebanyakan ikut kursus. Mana yang Anda pilih? Untuk memudahkan pilihan. Lembaga yang mempunyai probabilitas peserta banyak yang mungkin lebih cocok Anda pilih. Pendahuluan   1. London School. Oxford. misalnya LB-LIA.A. .

. kita menduga-duga peluang keberhasilan. Hari Raya Idul Fitri. Masih banyak contoh lain tentang probabilitas suatu peristiwa. Dalam setiap pekerjaan. Krisis minyak akibat perang memberikan probabilitas Indonesia mendapatkan windfall profit.Pengertian Tentang Probabilitas      Tidak ada yang pasti dalam hidup ini. Natal dan Tahun Baru menyebabkan probabilitas inflasi menjadi sangat besar. Perang Amerika dan Irak kemungkinan mendorong indeks harga saham meningkat. mulai dari bisnis sampai pengobatan hingga cuaca.

Pengertian Tentang Probabilitas  Lind (2002) mendefinisikan probabilitas sebagai berikut.  Probabilitas dinyatakan antara 0 dan 1 atau dalam persentase atau desimal  . Probabilitas adalah suatu ukuran tentang kemungkinan suatu peristiwa (event) akan terjadi di masa mendatang.

hasil (outcome) dan peristiwa (event).Unsur Probabilitas  Ada tiga hal penting dalam rangka membicarakan probabilitas yaitu percobaan (experiment). .

Percobaan  Percobaan adalah pengamatan terhadap beberapa aktivitas atau proses yang memungkinkan timbulnya paling sedikit 2 peristiwa tanpa memperhatikan peristiwa mana yang akan terjadi .

 Pertandingan sepakbola akan melahirkan peristiwa menang. kalah atau seri. .  mahasiswa yang giat belajar akan melahirkan prestasi yang memuaskan. sangat memuaskan atau terpuji.Percobaan Contoh:  kegiatan melempar uang koin akan melahirkan peristiwa muncul gambar atau angka.  kegiatan jual beli saham akan melahirkan peristiwa membeli atau menjual.  perubahan harga-harga akan melahirkan inflasi dan deflasi.

Hasil  Hasil (outcome) adalah suatu hasil dari sebuah percobaan •Jadi hasil adalah seluruh kemungkinan peristiwa yang akan terjadi akibat adanya suatu percobaan atau kegiatan .

Pada perubahan harga terjadi inflasi atau deflasi. kalah atau seri.Peristiwa       Peristiwa (event) adalah kumpulan dari satu atau lebih hasil yang terjadi pada sebuah percobaan atau kegiatan Dalam setiap percobaan atau kegiatan hanya ada satu kemungkinan hasil. Dua peristiwa tersebut tidak dapat terjadi bersamaan. Pada pertandingan sepakbola juga hanya terjadi satu peristiwa. apakah klub sepakbola tersebut menang. . Pada kegiatan jual beli saham. kalau tidak membeli berarti menjual.

Keterkaitan antara Percoban. Hasil dan Peristiwa .

Probabilitas dinyatakan dalam bentuk pecahan antara 0 sampai 1. atau (b) seorang anak balita melahirkan bayi  Probabilitas 1 menunjukkan peristiwa pasti terjadi (a)semua manusia pasti mati.Bagaimana menyatakan probabilitas ? 1. contoh : (a) seluruh tanaman dan ternak di Indonesia mati.  Probabilitas 0 menunjukkan peristiwa yang tidak mungkin terjadi. dan (c) tidak ada kondisi manusia yang statis. (b) semua harga barang dan jasa pasti berubah. .

Pada kondisi perang antara Amerika dan Irak. Probabilitas dapat dinyatakan dalam desimal atau persentase.   Pada hari Jumat adalah penutupan bursa saham.Bagaimana menyatakan probabilitas ? 2. . maka kebanyakan investor mengambil profit taking. maka probabilitas inflasi di atas dua digit di Indonesia mencapai 70 % dan hanya 30% probabilitas inflasi di bawah dua digit.3.7 dan membeli 0. sehingga probabilitas menjual mencapai 0.

Pendekatan Relatif 3. Pendekatan subyektif .B. Pendekatan klasik 2. Pendekatan Probabilitas Pendekatan probabilitas ada 3 macam yaitu : 1.

1. Pendekatan Klasik 1.  Probabilitas suatu peristiwa kemudian dinyatakan sebagai rasio antara jumlah kemungkinan hasil dengan total kemungkinan hasil (rasio peristiwa terhadap hasil) . Pendekatan Klasik  Pendekatan klasik mengasumsikan bahwa sebuah peristiwa mempunyai kesempatan untuk terjadi yang sama (equally likely).

Pendekatan Klasik .1.

tetapi tergantung pada berapa banyak suatu peristiwa terjadi dari keseluruhan percobaan atau kegiatan yang dilakukan. Pendekatan Relatif  Pendekatan relatif menyatakan bahwa besar probabilitas suatu peristiwa tidak dianggap sama.2. .

Maka probabilitas jual adalah : (2.000 / 3.000 transaksi yang terdiri dari 2. Peristiwa ini didorong aksi profit taking.18 .000.000.000) = 0. Pendekatan Relatif Contoh :  Pada kegiatan jual beli saham di BEJ terdapat 3.000.2.000) = 0.000 / 3.455.000 transaksi jual dan 545.82 probabilitas beli : (545.455.000 transaksi beli.

Penilaian subjektif diberikan karena terlalu sedikit atau tidak ada informasi yang diperoleh atau berdasarkan keyakinan. Pendekatan subjektif menyatakan probabilitas suatu peristiwa terjadi berdasarkan penilaian pribadi . Pendekatan Subjektif    Pendekatan subjektif adalah menentukan besarnya probabilitas suatu peristiwa didasarkan pada penilaian pribadi dan dinyatakan dalam derajat kepercayaan.3.

Pendekatan Subjektif Contoh pendekatan subjektif seperti :  menurut Presiden Saddam Husen Irak pasti akan menang melawan Amerika.  menurut Presiden Amerika.  Anda akan mendapatkan nilai minimal B untuk matakuliah Statistik I. . rakyat Irak akan menyambut tentara Amerika dengan suka cita.  menurut Menteri Keuangan Indonesia periode 1996-1998. Indonesia tidak akan pernah krisis karena pondasi ekonomi kuat.3.

maka probabilitas jual saham dinyatakan dengan P(A).  . maka probabilitas beli saham P(B).  Sebaliknya bila kejadian beli saham adalah B.  Apabila kejadian jual saham dinyatakan dengan huruf A. Konsep Dasar dan Hukum Probabilitas Probabilitas kejadian dilambangkan dengan P.C.

hukum penjumlahan menyatakan bahwa probabilitas suatu kejadian atau probabilitas kejadian lain terjadi sama dengan penjumlahan probabilitas masing-masing kejadian. . Hukum Penjumlahan  Jika kejadian A dan B saling lepas.1.

Berikut adalah kegiatan jual beli saham di BEJ untuk tiga perusahaan perbankan dengan jumlah total sebanyak 200 transaksi.1. Hukum Penjumlahan  Contoh. .

Jadi kegiatannya ada 2 jenis. Peristiwa/Kejadian Bersama       Jarang sekali dalam kehidupan sehari-hari hanya terjadi satu peristiwa. ada kejadian bersama (joint event). Probabilitas kejadian bersama dilambangkan dengan P(AD) untuk kegiatan jual saham BCA dan P(BD) untuk kejadian beli saham BCA. yaitu (a) kegiatan jual saham dan (b) sahamnya adalah saham BCA.a. . Kegiatan jual saham pastilah diketahui saham apa yang dijual atau dibeli. Oleh sebab itu. Kejadian seperti jual atau beli saja tanpa tahu apa yang dijual atau dibeli jarang sekali terjadi.

. Peristiwa/Kejadian Bersama  Contoh.a. Cobalah hitung berapa probabilitas jual saham BCA P(AD) dan probabilitas beli saham BCA P(BD).

Oleh sebab itu. untuk penjumlahan probabilitas dengan adanya unsur kegiatan bersama.a. Peristiwa/Kejadian Bersama  Maka dari Diagram Venn terlihat adanya perhitungan ganda yaitu kejadian AD. maka rumus penjumlahan menjadi: .

probabilitas kejadian A atau B yang dinyatakan dengan P(A atau B): P(A atau B) = P(A) + P(B) . Diagram Venn menunjukkan bahwa peristiwa A (jual saham) dan B (beli saham) saling lepas. Kejadian bersama untuk peristiwa saling lepas dinyatakan: P(AB) = 0 Oleh sebab itu. Oleh sebab itu. maka P(A atau B) = P(A) + P(B) .0 Sehingga P(A atau B) dinyatakan sebagai berikut . untuk peristiwa saling lepas. Peristiwa/Kejadian Saling Lepas (Mutually Exclusive)  Kejadian saling lepas terjadi apabila hanya satu dari dua atau lebih peristiwa yang dapat terjadi.P(AB) Karena P(AB) = 0. kejadian bersama dalam peristiwa saling lepas tidak ada.b.

0 = 0.0 P(D atau E) = P(D) + P(E) .0 = 1.40 + 0. Peristiwa/Kejadian Saling Lepas (Mutually Exclusive)  Contoh.P(AB) = 0. P(DEF) ? P(A atau B) = P(A) + P(B) . BLP. Cobalah hitung berapa probabilitas kejadian jual dan beli saham.35 + 0. dan BNI.0 = 1.75 .36 + 0.4 .b.6 + 0.P(DE) = 0.P(DEF) = 0.40 .0 P(D atau E atau F) = P(D) + P(E) + P(F) . P(AB) dan probabilitas kejadian untuk saham BCA.25 .

kejadian bebas ( independent event ) 2. Probabilitas Bersyarat (Conditional Probability)  . Hukum Perkalian Ada dua jenis kejadian yaitu 1.D.

Hukum perkalian untuk probabilitas kejadian A dan B yang saling bebas (independen) dinyatakan sebagai berikut : P ( A B ) = P(A dan B) = P(A) x P(B)   Contoh : Saudara diminta melemparkan uang logam dua kali ke udara.D. probabilitas muncul angka = ½. probabilitas muncul gambar = ½ dan pada lemparan ke dua. Maka P(A dan B) = P(A) x P(B) = ½ x ½ =¼ . Berapa probabilitas ke dua lemparan tersebut menghasilkan gambar ? Jawab : Pada lemparan pertama. Hukum Perkalian a).

Probabilitas Bersyarat (Conditional Probability)  Probabilitas bersyarat adalah probabilitas suatu peristiwa akan terjadi dengan ketentuan peristiwa yang lain telah terjadi.  Probabilitas bersyarat dilambangkan dengan P(A|B) yaitu probabilitas peristiwa A. dengan syarat peristiwa B telah terjadi. Hukum Perkalian b). P(Adan B) = P(A) x P(B|A) .D.

43 .D. berapakah probabilitas terjualnya saham BCA : P( D|A) dan probabilitas saham BCA terjual : P( A|D) ? Jawab :  Probabilitas terjualnya saham BCA : P( D|A) : Saham BCA yang terjual 30 dan jumlah transaksi jual saham 120 maka P(D|A) = 30/120 = 0.25  Probabilitas saham BCA terjual : P( A|D) Jumlah transaksi saham BCA ada 70 dan saham BCA yang terjual ada 30. maka P(A|D) = 30/70 = 0. Hukum Perkalian Contoh :  Dengan melihat data pada Tabel 1.

P(A) + P(B) = 1 atau P(A) = 1 – P(B) Contoh : kegiatan jual beli saham menghasilkan dua hasil yaitu kegiatan jual A P(A) atau kegiatan beli P(B).2 .F.8 = 0. sehingga apabila peristiwa A tidak terjadi. maka P(B) = 1 – 0. maka peristiwa B pasti terjadi.8. Peristiwa Pelengkap ( Complementary Event)   Peristiwa pelengkap menunjukkan bahwa apabila ada dua peristiwa A dan B yang saling melengkapi. Apabila B diketahui P(A) = 0.

PERMUTASI   Permutasi adalah penyusunan obyek-obyek sejumlah n yang tiap-tiap diambil sejumlah r dengan memperhatikan susunannya. .n  0! = 1 .2.r)! Dimana :  n! dibaca n faktorial  n! = 1...G.r) = (n . Jumlah permutasi tingkat r dari n obyek dinyatakan dengan rumus : n!  P(n.3..4....

3)! .3) = = 720 (10 . PERMUTASI Contoh :  Banyaknya hasil yang mungkin apabila memilih 3 orang pelamar dari 10 pelamar untuk menempati 3 posisi yang berbeda : 10!  P(10.G.

Untuk menghitung jumlah kombinasi yang mungkin disusun digunakan rumus berikut n!  C(n.r) = r! (n .r)! .H. KOMBINASI   Kombinasi adalah seleksi terhadap obyekobyek sejumlah n yang tiap-tiap kali diambil sebanyak r tanpa memperhatikan tata susunannya.

3)! . KOMBINASI Contoh :  Banyaknya hasil yang mungkin apabila memilih 3 orang calon kedalam suatu daftar pendek (sort-list) dari 10 orang bakal calon untuk dipilih yaitu : 10!  C(10.H.3) = = 120 3! (10 .

TERIMA KASIH .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful