P. 1
metode-penelitian

metode-penelitian

|Views: 9|Likes:
Published by Yadil Amin A. M
Methode Penelitian
Methode Penelitian

More info:

Published by: Yadil Amin A. M on Apr 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/24/2014

pdf

text

original

41

BAB III METODE PENELITIAN

3. 1.

Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian pengujian hipotesis ( hypothesis testing). Hypotesis testing adalah penelitian yang bertujuan untuk menguji hipotesis dan umumnya merupakan penelitian yang menjelaskan fenomena dalam bentuk hubungan antar variabel (Indriantoro dan Bambang Supomo, 1999:89). Variabel diperoleh berdasarkan data dan fakta-fakta. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa kontribusi variabel-variabel bebas terhadap variabel terikatnya serta arah hubungan itu terjadi. 3. 2. Sifat Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian deduktif dengan pendekatan saintifik yang menggunakan struktur teori untuk membentuk hipotesis, dan kemudian menggunakan fakta atau data empiris untuk menguji hipotesis untuk mendapatkan kesimpulan atau konklusinya. Deduksi (deduction) menurut Hartono (2005:10) adalah proses pengambilan keputusan berdasarkan hasil analisis data. Dengan demikian urutan proses deduktif ini adalah : 1. Membangun hipotesis berbasis struktur teori. 2. Mengumpulkan fakta atau data empiris terlebih dahulu.

42

3. Setelah itu menggunakan data tersebut untuk menguji hipotesis. 4. Mengambil kesimpulan atau memberikan argumentasi. 3. 3. Keterbatasan Penelitian

Dalam penelitian ini terdapat beberapa keterbatasan, sehingga hasil yang disimpulkan tidak dapat digeneralisir, keterbatasan tersebut antara lain : 1. Penelitian ini hanya mengambil populasi perusahaan Automotive and allied product go public pada Bursa Efek Indonesia. 2. Penelitian ini hanya mengambil 11 perusahaan dari populasi tersebut untuk di jadikan sampel penelitian. 3. Variabel independen yang digunakan hanya Renturn On Asset (ROA) yang merupakan proxy dari laba dan Price to Book Value (PBV) sebagai proxy dari nilai pasar investasi. 3. 4. Populasi dan Sampel

3.4.1. Populasi Populasi adalah seluruh kumpulan elemen yang dapat digunakan untuk membuat beberapa kesimpulan (Cooper dan Emory, 1997:214). Anggota populasi adalah elemen populasi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaaan automotive and allied product yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Adapun alasan pemilihan perusahaan Automotive dan allied product Go Publik pada Bursa Efek Indonesia sebagai populasi dalam penelitian di karnakan laba dan harga saham perusahaan-perusahaan ini sangat fluktuatif selain itu perusahaan Automotive dan allied product Go Publik merupakan

43

perusahaan yang berkembang pesat pada akhir dekade ini serta data perusahaan Automotive dan allied product Go Publik memenuhi kriteria dalam penelitian ini. 3.4.2. Sampel Sampel adalah bagian dari populasi (Nazir, 1999:137). Proses pengambilan sampel harus dapat menghasilkan sampel yang akurat dan tepat. Sampel yang tidak akurat dan tidak tepat akan memberikan simpulan riset yang tidak diharapkan atau dapat menghasilkan simpulan yang salah dan menyesatkan (Hartono, 2005:73). Ide dasar pengambilan sampel ( sampling) adalah bahwa dengan menyeleksi bagian dari elemen-elemen populasi sehingga diperoleh simpulan tentang keseluruhan populasi (Cooper dan Emory, 1997:214). Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan metode purposive sampling (pengambilan sampel bertujuan), yaitu penentuan sampel dari populasi yang ada berdasarkan kriteria tertentu. Penentuan kriteria sampel ini diperlukan untuk menghindari timbulnya miss-spesifikasi dalam penentuan sampel penelitian yang selanjutnya akan berpengaruh terhadap hasil analisa. Penelitian ini menggunakan judgment sampling. Judgment sampling adalah purposive sampling yang tipe pemilihannya secara tidak acak. Sampel diperoleh dengan menggunakan pertimbangan tertentu, umumnya disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian. Faktor kepraktisan merupakan pertimbangan pokok dalam pemilihan metode ini. Meskipun demikian, kelemahan metode ini adalah pada hasil analisis yang

44

kemampuan generalisasinya rendah (Indriantoro dan Bambang Supomo,1999:31). Kriteria sampel pada penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Perusahaan automotive and allied product go publik pada Bursa Efek Indonesia periode tahun 2004 sampai dengan tahun 2008. b. Terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2004 sampai dengan tahun 2008dan berturut-turut memenuhi pelaporan keuangan yang dipublikasikan selama periode tersebut. c. Laporan keuangan harus mempunyai tahun buku yang berakhir pada periode 31 Desember. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari adanya pengaruh waktu parsial dalam perhitungan rasio keuangan dan jika periode akuntansinya tidak sama akan mengakibatkan analisa bias dan tidak menunjukkan keadaan yang sebenarnya. d. Perusahaan memperoleh laba selama periode tahun 2004 sampai 2007. e. Harga saham perusahaan diketahui dengan jelas. Tabel 2 Perhitungan Kriteria Pengambilan Sampel Keterangan Perusahaan automotive and allied product go publik pada Bursa Efek Indonesia hingga akhir tahun 2008. Perusahaan automotive and allied product go publik pada Bursa Efek Indonesia yang tidak memenuhi kriteria pemilihan. Perusahaan automotive and allied product go publik pada Bursa Efek Indonesia yang dijadikan sampel. Berdasarkan kriteria yang ditentukan akhirnya terpilih 11 perusahaan atau sekitar 73,33% dari 15 perusahaan automotive and allied product go publik Jumlah 15 (4) 11

45

pada Bursa Efek Indonesia, yang akan digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini. 3. 5. Jenis, Sumber dan Metode Pengumpulan Data

3.5.1. Jenis Data Indriantoro dan Bambang Supomo (1999:145) mengatakan bahwa data penelitian dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu : a. Data subjek adalah jenis data penelitian yang berupa opini, sikap, pengalaman atau karakteristik dari seseorang atau sekelompok orang yang menjadi subyek penelitian (responden). b. Data fisik merupakan jenis data yang berupa benda-benda fisik, misalnya dalam bentuk: buku, majalah, bangunan, dan pakaian. c. Data documenter adalah jenis data penelitian yang antara lain berupa: faktur, jurnal notulen hasil rapat, memo, atau dalam bentuk laporan program. Dari definisi tersebut maka jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data dokumenter berupa laporan keuangan dan saham serta data-data pendukung lainnya. 3.5.2. Sumber Data Menurut Cooper dan Emory, (1997:256) Ada dua macam sumber data, yaitu : a. Data primer Data yang berasal dari sumber secara langsung, tanpa melalui media perantara.

46

b. Data sekunder Data adalah data penelitian yang diperoleh secara tidak langsung melalui media perantara atau data yang diperoleh dan dicatat oleh pihak lain yang telah disusun dan dipublikasikan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang di peroleh dari internet (www.idx.com, www.yahoo.finance.com, www.esamuel.com) data-data tersebut antara lain : 1. Laporan keuangan perusahaan automotive and allied product yang go publik pada Bursa Efek Indonesia tahun 2004 sampai dengan tahun 2007. 2. Harga saham, yaitu harga saham perusahaan automotive and allied product yang go publik pada Bursa Efek Indonesia selama periode 2005 sampai dengan tahun 2008. 3. Data-data pendukung lainnya. 3.5.3. Metode Pengumpulan Data Nazir (1999:145) mendefinisikan pengumpulan data sebagai prosedur yang sistematik dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi, yaitu pencarian data berupa dokumen, catatan, dan artikel. 3. 6. Identifikasi Variabel

Ada dua jenis variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : 1. Variabel dependent adalah variabel yang dipengaruhi atau diduga menjadi akibat (presumed effectvariable). Variabel terikat dalam penelitian ini dinyatakan dengan simbol Y adalah harga saham.

47

2. Variabel independent adalah tipe variabel yang menjelaskan atau yang mempengaruhi variabel lainnya, variabel bebas merupakan variabel yang diduga sebagai sebab (presumed cause variable). 3. 7. Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional variabel dijelaskan berikut untuk menghindari adanya ketidakjelasan tentang variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini. 3.7.1. Variabel Dependen Variabel dependen dinyatakan dengan notasi Y yaitu perubahan harga saham. Harga saham yang digunakan adalah harga saham rata-rata yang diperoleh dengan membagi harga saham tertinggi dan harga saham terendah yang terjadi pada pasar reguler (reguler market t rading). Perubahan harga saham tersebut dihitung sebagai berikut :
Y H t - H t -1 x 100% H t -1

Keterangan : Y Ht Ht-1 : persentase perubahan harga saham : harga saham rata-rata periode t : harga saham rata-rata periode sebelumnya

3.7.2. Variabel lndependen Variabel independen dalam penelitian ini adalah rasio profitabilitas dan rasio pasar yang dalam penelitian ini dicerminkan melalui Return on Asset (ROA) dan Price to Book Value (PBV), dan dinyatakan dengan notasi X.

48

1. Return on Asset (ROA) Return on Asset (ROA) merupakan rasio yang mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan laba dengan harta yang dimilikinya.
ROA Laba Bersih Total Asset

Untuk mengetahui besarnya perubahan Renturn on Asset (ROA) dari satu periode ke periode berikutnya ditentukan dengan cara :
ROA ROA t - ROA t -1 x 100% ROA t -1

Keterangan : ROA ROAt ROAt-1 : Perubahan Renturn on Asset (ROA). : Renturn on Asset (ROA) periode t. : Renturn on Asset (ROA) periode sebelumnya.

2. Price to Book Value Ratio (PBV) Price to Book Value Ratio adalah rasio yang menunjukan harga saham dipasar dengan nilai buku saham yang digambarkan dalam neraca. Price to Book Value Ratio
Harga Pasar Saham Nilai Buku

Untuk mengetahui besarnya perubahan Price to Book Value Ratio (PBV) dari satu periode ke periode berikutnya ditentukan dengan cara :
PBV PBV t - PBV t -1 x 100% PBV t -1

Keterangan : Price to Book Value Price to Book Value t : Perubahan Price to Book Value (PBV). : Price to Book Value (PBV) periode t.

49

Price to Book Value t-1

: Price to Book Value (PBV) periode sebelumnya.

3. 8.

Metode Analisis Data

Hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini berkaitan dengan ada atau tidak pengaruh signifikan dari variabel independen (perubahan laba dan nilai pasar investasi) terhadap variabel dependen (harga saham) dengan alat analisis regresi linier berganda. Seperti yang telah diuraikan bahwa untuk variabel dependen dinyatakan dengan notasi Y dan variabel independen dinyatakan dengan notasi X. Sehingga model analisis regresi linier berganda dirumuskan sebagai berikut : Y = a + b1X1 + b2X2 + e Keterangan : Y a : persentase perubahan harga saham : konstanta

b1-b2 : koefisien regresi X1 X2 e : persentase perubahan Renturn On Asset (ROA) : persentase perubahan Price to Book Value (PBV) : eror

Sebelum dilakukan pengujian hipotesis sebelumnya dilakukan asumsi klasik. Pada analisis dengan menggunakan regresi linier berganda, pengujian asumsi klasik penting dilakukan agar diperoleh parameter yang valid dan handal. Pengujian asumsi klasik terdiri dari uji normalitas, uji multikolinieritas, uji autokorelasi, dan uji heteroskedastisitas.

50

3.8.1. Uji Normalitas Uji normalitas data menggunakan Kolmogorov-Smirnov Test, dengan membandingkan Asymptotic Significance dengan α = 5%. Dasar penarikan kesimpulan adalah data dikatakan berdistribusi normal apabila nilai Asymptotic Significance > 0,05 (Santoso, 2004:212). 3.8.2. Uji Multikolinieritas Menurut Santoso (2004:203) uji multikolinieritas digunakan untuk menguji apakah ada korelasi antara variabel independen. Metode yang digunakan untuk mendeteksi adanya multikolinieritas adalah dengan menggunakan nilai variance inflation factor (VIF), apabila nilai VIF kurang dari 5 maka dapat disimpulkan tidak terjadi gejala multikolinieritas (Gujarati, 1995). 3.8.3. Uji Autokorelasi Metode uji ini digunakan apakah dalam suatu model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t, dengan kesalahan pada periode t-1. Jika terjadi korelasi, berarti dijumpai problem autokorelasi (Santoso, 2004:216). Menurut Kuncoro (2001:106) deteksi ada tidaknya gejala autokorelasi dengan cara melihat besarnya nilai D-W (Durbin-Watson). Patokan umum yang dapat dijadikan batasan adalah:  Bila nilai D-W lebih besar dari batas atas (dU), maka koefisien autokorelasi sama dengan nol, yang berarti tidak ada autokorelasi positif.

51

 Bila nilai D-W lebih rendah dari batas bawah (dL), maka koefisien autokorelasi sama lebih besar nol, yang berarti ada autokorelasi positif.  Bila nilai D-W terletak di antara batas atas (dU) dan batas bawah (dL), maka tidak dapat disimpulkan. 3.8.4. Uji Heteroskedastisitas Metode ini digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual pada satu pengamatan ke pengamatan yang lain, jika terdapat perbedaan varians, maka dijumpai gejala heteroskedastisitas (Santoso, 2004:208). Cara mendeteksi ada tidaknya gejala heteroskedastisitas adalah dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot di sekitar nilai X dan Y. Jika ada pola tertentu, maka telah terjadi gejala heterokedastisitas. 3. 9. Pengujian Hipotesis

3.9.1. Uji F Untuk uji simultan (bersma-sama), digunakan Uji F yang dimaksudkan untuk menguji signifikansi pengaruh variabel-variabel independen Xi secara keseluruhan terhadap variabel Y. Uji F ini dilakukan dengan cara membandingkan antara nilai F yang dihasilkan dari perhitungan Fhitung dengan nilai Ftabel. Hipotesis nol akan diterima atau ditolak ditentukan sebagai berikut :

52

a. Apabila Fhitung < Ftabel, H0 diterima dan Ha ditolak, ini berarti bahwa secara bersama-sama Renturn on asset (ROA) dan Price to book value (PBV) tidak berpengaruh terhadap harga saham. b. Apabila Fhitung > Ftabel, H0 ditolak dan Ha diterima, ini berarti bahwa secara bersama-sama Renturn on asset (ROA) dan Price to book value (PBV) berpengaruh terhadap harga saham. Apabila perhitungan dilakukan dengan software SPSS, kesimpulannya adalah: a. Nilai Sig. < α tolak H0. b. Nilai Sig. ≥ α H0 tidak ditolak. (Sulaiman, 2004:10). 3.9.2. Uji Koefisien Korelasi dan Determinasi 2.9.2.1.Uji Koefisien Korelasi Uji koefisien korelasi digunakan untuk menguji apakah ada korelasi antara variabel independen dan depandem. Metode yang digunakan untuk mendeteksi adanya hubungan korelasi adalah dengan sig. apabila nilai sig lebih rendah dari pada 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terjadi hubungan korelasi antara variable penelitian, namun sebaliknya jika nilai sig yang diperoleh lebih besar atau sama dengan 0,05 maka dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan korelasi antar variable penelitian. 2.9.2.2.Uji Koefisien Korelasi Determinasi
2

Koefisien determinasi (R ) yaitu proporsi dari variasi perubahan total variabel dependen yang mampu dijelaskan oleh variasi perubahan variabel

53

2

independen. Koefisien determinasi (R ) berguna untuk mengetahui besarnya presentase dari model persamaan yang digunakan dalam penelitian ini apakah telah mampu menjelaskan informasi yang terkandung dalam data dengan cara menghitung besarnya pengaruh langsung dari tiap-tiap variabel independen
2

terhadap variabel dependen. Apabila nilai R tinggi (mendekati 1) berarti semakin baik model regresi tersebut menjelaskan variabel terikat, sedangkan
2

jika nilai R kecil tidak berarti model tersebut jelek. Untuk mengetahui tingkat kekuatan hubungan antara tiap-tiap variabel bebas dengan variabel terikat, koefisien determinasi parsial (r). Tabel 3 Interpretasi Nilai r Besarnya nilai r 0,800 – 1,000 0,600 – 0,800 0,400 – 0,600 0,200 – 0,400 0,000 – 0,200 0
Sumber : Sulaiman (2004:12)

Interpretasi Tinggi Cukup Agak Rendah Rendah Sangat Rendah Tidak berkorelasi

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->