NASIONALISME DALAM NOVEL-NOVEL A.

HASJMI
NASIONALISME DALAM NOVEL-NOVEL A. HASJMI Wildan 1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang dan Masalah Nasionalisme baik sebagai suatu paham atau pun sebagai suatu pergerakan pembebasan tanah air adalah isu yang hangat terutama selepas Perang Dunia Kedua. Justeru, untuk bumi Aceh persoalan itu tidak pernah padam. Aceh adalah satu-satunya wilayah yang terakhir dicerobohi oleh kolonial Belanda, yaitu pada tahun 1873. Selepas Indonesia mencapai kemerdekaan, Aceh masih terus menjadi duri kepada pemerintah pusat Indonesia. Aceh terus menuntut otonomi mutlak. Keadaan ini menunjukkan bahwa nasionalisme di Aceh adalah suatu persoalan yang penting. Persoalan itu turut diungkap dan terungkap dalam karya sastera, lebih-lebih lagi dalam karya pengarang seperti A. Hasjmy, seorang pengarang terkenal dan prolifik di Aceh. Karya sastera merupakan juru bicara suatu bangsa dalam membangkitkan semangat nasionalisme, sekaligus menjadi aspirasi bagi meletakkan harga diri dan kedaulatan bangsa. Faktor itu dikuatkan pula dengan penglibatan pengarangnya sendiri, baik pengalaman langsung maupun pengalaman tidak langsung, baik pengalaman masa kecil atau masa remaja sehinggalah mereka dewasa. Karya sastera merupakan rakaman peristiwa sejarah yang telah dialami atau dirasakan oleh pengarang. Demikian juga halnya dengan novel-novel A. Hasjmy yang ditulis sebelum kemerdekaan, yaitu sejak zaman Angkatan Pujangga Baru, melalui zaman kemerdekaan, dan sampai pada era pasca kemerdekaan. Persoalan kebangsaan yang dikandung dalam novel tersebut tentu merangkumi banyak aspek, yang merentasi waktu dan ruang yang panjang, yaitu sesuai dengan latar belakang kehidupan A. Hasjmy. Justeru, persoalannya adalah apakah persoalan kebangsaan yang direkabayangkan di dalam novel A. Hasjmy itu merefleksikan nasionalisme dalam bingkai ke-Indonesiaan atau nasionalisme keAcehan? Masalah penelitian bertumpu kepada tiga hal, yaitu doktrin nasionalisme, misi nasionalisme, dan teknik penyampaian nasionalisme di dalam novel A. Hasjmy. Doktrin nasionalisme bermakna 1 nasionalisme sebagai idea, konsep, gagasan, pandangan, atau paham. Doktrin nasionalisme meliputi unsur otonomi, kesatuan, kesamaan, dan identitas. Bagaimanakah kewujudan idea, konsep, gagasan, pandangan, atau paham yang mencerminkan unsur-unsur tersebut dibayangkan di dalam novel-novel A. Hasjmy? Selanjutnya, misi nasionalisme ditakrifkan sebagai objektif atau tujuan yang hendak dicapai melalui nasionalisme itu. Bagaimanakah misi nasionalisme ini digambarkan di dalam novel-novel A. Hasjmy? Bagaimanakah pula cara A. Hasjmy membangunkan, menghidangkan, dan mengembangkan nasionalisme di dalam novel-novelnya itu? Teknik apakah yang digunakan oleh A. Hasjmy dalam merekabayangkan doktrin dan misi nasionalisme di dalam novel-novel tersebut? Pengkajian terhadap karya sastera tidak boleh terlepas dari kewujudan pengarang. Dengan begitu, penelitian ini juga turut melihat hubung kait antara ketiga unsur di atas dengan latar kepengarangan. Sebagaimana yang diketahui, A. Hasjmy adalah pelaku sejarah pada zamannya. Karya-karyanya lahir dalam zaman penjajahan dan berterusan hingga zaman kemerdekaan. Karya-karya itu menyuarakan kehidupan masyarakat sejak zaman sebelum datangnya penjajah, merekam realiti masyarakat pada zaman penjajahan, dan merefleksikan suasana anak bangsa setelah Indonesia merdeka. Perkembangan konsep nasionalisme dalam karyanya yang merentas zaman tersebut belum mendapat apresiasi yang memadai dari masyarakat, sedangkan ia telah memperlihatkan sikap, pemikiran, dan keupayaan untuk kepentingan bangsa (Indonesia) dan etniknya (Aceh). Di samping itu, adanya pandangan

Anthony D. John Breuilly (2005). bendera nasional. komunitas sejati itu tidak ada. Di samping itu. Dalam kenyataan.yang saling bertentangan dalam hubungan Aceh-Indonesia di sepanjang sejarah turut mempengaruhi A. Dengan itu. 1940). yang merangkul semua orang. 1951). 1951). 1861) karya berbahasa Tagalog oleh Francisco Balagtas. makam perajurit yang tidak dikenal dan cenotaph1. Hasjmy. seorang laki-laki bangsawan Albania yang beragama Kristen dan sahabat karibnya Aladin. novel Noli Me Tangere (1887) karya berbahasa Sepanyol ‘Bapak Nasionalisme Filipina’ Jose Rizal (lihat juga Anderson (2002:3). watak (novel). Bermandi Cahaya Bulan (BCB. Meurah Djohan: Sultan Aceh Pertama (MJ. atau sketsa). bahkan mungkin tidak pula pernah mendengar satu sama lain. meskipun dalam pikiran mereka hidup sebuah bayangan tentang kebersamaan mereka. 1939). nasionalisme hadir dalam pelbagai aspek seperti taman makam pahlawan. yang kesemuanya menekankan perkara keserempakan (simultanitas) waktu bagi kelahiran komunitas imajinasi yang disebut bangsa itu. yaitu Melalui Jalan Raya Dunia (MJRD. Anderson membuat kesimpulan bahwa nasionalisme merupakan sesuatu yang diciptakan dan ia memberi tinjauan terhadap masa silam sekaligus memberi bayangan terhadap masa depan. dan 2 Tanah Merah: Digul Bumi Pahlawan Kemerdekaan Indonesia (TM. bangsa adalah suatu komunitas politik yang direkabayangkan (imagined community). Kahin (1995) dan Sartono Kartodirdjo (1993). Hasjmy terhadap muatan nasionalisme di dalam novel-novelnya itu? Penelitian ini bertujuan untuk melihat wajah nasionalisme yang dipegang oleh A. penulis juga berpedoman kepada beberapa pengkaji yang secara khusus meneliti nasionalisme Indonesia seperti Goerge M. dan seterusnya. Hal-hal seperti inilah yang disebut sebagai akar-akar budaya nasionalisme. Smith (2001). nasionalisme berasal dari nation ‘bangsa’. Anderson menunjukkan dua bentuk pembayangan itu. 1. Kedua. Jadi. K. lagu kebangsaan. Nona Pressroom (NP.R. Suara Azan dan Lonceng Gereja (SALG. seorang . 1 Cenotaph adalah tugu peringatan bagi para tentara yang gugur dan dikuburkan di tempat lain.2 Kajian Pustaka Penulis secara eklektik menggunakan konsep nasionalisme dari para sarjana seperti Benedict Anderson (1999 & 2002). Hasjmy dalam melahirkan karyanya itu. Menurut Anderson (1999). persoalan yang perlu dijawab adalah bagaimanakah gambaran hubung kait latar belakang kehidupan A. Elly Gadis Nica (EGN. Secara etimologi. pandangan-dunia tentang agama. Bangsa dikatakan sebagai sesuatu yang direkabayangkan karena para anggota bangsa itu sering tidak saling mengenal satu sama lain. Hans Kohn (1965). kesamaan bahasa ibu. novel Pinagdaanang Buhay ni Florente at ni Laura sa Cahariang Albania (Kisah Florente dan Laura di Kerajaan Albania. lukisan. Hasjmy yaitu nasionalisme yang dapat menentukan posisi pengarang dalam perkaitan antara nasionalisme ke-Indonesiaan atau ke-Acehan. Untuk itu. Justeru. yaitu novel dan surat khabar. penulis. gambar-gambar (ukiran. 1938). Kisah rekaan itu mengenai Florante. 3 Teori Anderson yang abstrak tersebut dijelaskan melalui tinjauan yang ringkas (1999:35-45) terhadap empat buah novel. kesepahaman bahasa agama. Menurut Anderson (1999). 1976). Pertama. 1976). tidak saling bersemuka. Melalui novel ini Anderson menunjukkan bahwa antara latar waktu ’interior’ novel dan waktu ’eksterior’ kehidupan nyata memberi citra hipnotik akan kepaduan sebuah komunitas tunggal. Dengan akar-akar budaya itulah direkabayangkan hal-hal yang bersifat imaginatif sehingga menjadi sangat nyata karena sifat audio-visualnya. maupun pembaca (Manila). sumber data penelitian adalah tujuh buah novel A. semua komunitas adalah imaginatif. Minogue (1967). Kedua wahana itu secara teknikal dapat menampilkan ’keterwakilan’ atau ‘mengkinikan kembali’ komunitas imaginatif yang disebut sebagai bangsa.

kesatuan. Menurut 5 Smith. dan identitas untuk suatu populasi yang sebahagian anggotanya mempertimbangkan untuk membuat satu “bangsa” yang nyata. dan berkomunikasi yang menjadi milik bersama bagi semua anggota bangsa. TM. adat-istiadat dan tradisi. Selanjutnya. tahyul. bertindak. kesatuan politik. Lihat ulasan Anderson (1999:41)! Perihal kekejaman Boven Digul akan terlihat nyata dalam novel A. 2 Mas Marco Kartodikromo (1890—1932) adalah nasionalis komunis Indonesia dan seorang jurnalis radikal. dalam bentuk pemerintahan federal. salah satu pusat tahanan pertama di dunia. Melalui novel ini Anderson menunjukkan bahwa ’imajinasi nasional’ dalam lanskap sosiologi dilukiskan dengan memadukan dunia novel dengan dunia nyata. mendengar suara batin sendiri. kesatuan bangsa secara sosial dan budaya. Di sini. Kesetiaan dan sentimen itu melahirkan gerak kesedaran dari anggota masyarakat untuk mengembangkan aktivitasaktivitas dengan tujuan mendirikan sebuah negara yang berdaulat. yang ditangkap dan dibuang ke Boven Digul. Smith (2001:5-9) memerikan definisi kerja nasionalisme sebagai suatu pergerakan ideologi untuk mencapai dan memelihara otonomi. memiliki undang-undang dan aturan sendiri. Identitas nasional menunjukkan kesamaan di dalam suatu objek pada suatu waktu dan ketetapan suatu pola khas di dalam periode tertentu. dan rasuah. 1861) karya sastra Amerika Latin dari Jose Joaquin Fernandez de Lizardi. Ia menjalani hukuman selama enam tahun sehingga ia meninggal. Kesetiaan itu berkembang dan meluas menjadi sentimen yang membentuk kehidupan masyarakat. Menurut Smith. yang penyingkapan ceritanya tidak tunduk kepada urutan kronologis. 4 Jauh sebelum itu Kohn (1965:9-10) telah menyatakan bahwa suatu bangsa memiliki faktorfaktor objektif tertentu yang membuat mereka itu berbeda dari bangsa lain. yaitu suatu paham atau doktrin yang berpendapat bahwa kesetiaan tertinggi individu diserahkan kepada negara-bangsa. dan tradisi yang membentuk warisan bangsa yang . dalam bentuk negara berdaulat. novel Semarang Hitam (1924) karya berbahasa Indonesia dari Mas Marco Kartodikoro. atau otonomi parsial. Anderson juga menunjukkan teknik bercerita Balagtas. jika budaya khas itu hilang atau dilupakan. Terakhir. yaitu berupa bait-bait kuatrin sebanyak 399. cara-cara khas dalam berpikir. Kesatuan nasional dapat berupa kesatuan wilayah. Tugas para nasionalis. Tiada satu pun di antara faktor-faktor itu yang bersifat hakiki dalam merumuskan bangsa. perkara-perkara itulah yang menjadi doktrin nasionalisme. menentukan nasib sendiri (self-determination). yang melahirkan kebodohan. Kemahuan inilah yang dinamakan nasionalisme. tetapi unsur terpenting ialah kemahuan bersama. identitas nasional merupakan kesinambungan reproduksi dan penerjemahan kembali terhadap nilai. memiliki kebebasan dari segala tekanan asing. novel El Periquillo Sarniento (Kakatua yang Gelisah. Kesatuan atau persatuan mencerminkan konsep dan proses integrasi berdasarkan kebersamaan (solidarity) nasional yang melampaui kebersamaan kedaerahan (local) dan etnik. Meskipun faktor-faktor itu penting. melainkan in medias res. Ia berisikan dakwaan tajam atas pemerintahan kolonial Sepanyol di Meksiko.2 Melalui novel itu Anderson menunjukkan bahwa fenomena sosial yang hadir melalui watak tidak bernama “laki-laki muda kita” boleh mewakili tubuh kolektif “orangorang Indonesia” atau merujuk kepada ‘komunitas imajinatif’ Indonesia. Masing-masing bangsa memiliki kaitan dengan sejarah budaya yang khas.ningrat Muslim dari Persia (’Moro’). atau agama. dalam serangkaian percakapan yang berfungsi sebagai kilas balik. Hasjmy. daerah. kenangan. Ketiga. adalah menemukan kembali budaya cendekia yang unik dari bangsanya dan mengembalikan identitas budaya yang otentik bagi rakyat. dan bebas dalam berpolitik. bahasa. Otonomi nasional dapat berupa otonomi total. seperti persamaan keturunan. simbol. mitos. Otonomi nasional merupakan sesuatu yang berkaitan dengan upaya mengatur diri sendiri (self-regulation).

hak dan kewajiban. Para pejuang kemerdekaan Indonesia Raya seperti Soekarno dan Wahid Hasjim mengambil paham ini sebagai motivator perjuangan. Misalnya. nasionalisme Inggeris. kesatuan. Dengan berpandukan cakupan makna nasionalisme yang telah dikemukakan oleh para pakar di atas. sekaligus perilaku suatu bangsa yang terjalin karena persamaan sejarah. perasaan. dan identitas. 2001). Organisasi pegerakan seperti Jong Java dan Jong Sumatranen Bond melihat bangsa berdasarkan kesamaan etnik. berkelompok dan berorganisasi. Artinya. terutama idea-idea utama dari Smith dan prinsip nasionalisme dari Sartono Kartodirjo. dan polise kebudayaan. nasionalisme Malaysia lebih mengutamakan kesatuan antara pelbagai kaum guna pembentukan negara berdasarkan federalisme (Balasubramaniam. 2005:48). 1988). kebebasan (liberty. kesatuan budaya. Misi nasionalisme bangsa Indonesia secara umum dimaksudkan untuk menegakkan ideologi Pancasila dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (Daliman. kesamaan. Keempat unsur doktrin itu sekaligus merangkum misi nasionalisme sebagai suatu gerakan kebangsaan yang memperlihatkan proses pembentukan atau pertumbuhan bangsa dan negara. Dari huraian di atas jelaslah bahwa nasionalisme sebenarnya mengandung misi atau tujuan. 6 Misi nasionalisme Indonesia seperti tersebut di atas berbeda dengan tujuan negara-bangsa lain. Misi nasionalisme Soekarno berasaskan konsep nasakom (Yatim. berbicara dan berpendapat secara lisan dan bertulis. 2001:12). Sejalan dengan doktrin dari Smith di atas. bangsa. dari segi .unik. 1985). Namun. yaitu kesatuan (unity) dalam wilayah tanah air. maka dapatlah dipahami bahwa nasionalisme memperlihatkan pelbagai hal: nasionalisme sebagai sentimen atau perasaan. sistem politik atau pemerintahan. dan demikian juga Perancis dengan konsep kebebasan rasional (nationalism with the concept of rational liberty). keperibadian (personality) dan identitas (identity): memiliki harga diri (self esteem). bangsa atau negara berbeda atau sama dengan orang. serta kesamaan kesempatan (oportunity). untuk kepentingan penelitian ini. bentuk kebebasan yang diperjuangkan tidak sama sehingga memunculkan bentuk kebebasan yang berbeda. doktrin nasionalisme dibatasi pada empat unsur. Contoh lain. yang berbeda dengan nasionalisme Wahid Hasjim yang lebih berorientasi kepada agama (Maskur. Amerika. Kartodirdjo (1993) mengemukakan lima prinsip nasionalisme. Jadi. dan nasionalisme sebagai gagasan atau idea atau doktrin (Breuilly. nasionalisme sebagai aksi atau pergerakan. Selain itu. ideologi dan doktrin kenegaraan. nasionalisme mengandung tujuan perjuangan suatu bangsa dan negara. Inggeris memperjuangkan kebebasan individu sehingga wujud nasionalisme dengan konsep kebebasan individu (nastinalism with the concept of individual liberty). independence) dalam beragama. sistem pertahanan-keamanan. bahasa. kesamaan (equality) dalam kedudukan hukum. performance): cita-cita untuk mewujudkan kesejahteraan (welfare) serta kebesaran dan kemuliaan (the greatness and the glorification) terhadap bangsa (lihat juga Daliman. rasa bangga (pride) dan rasa sayang (devotion) terhadap keperibadian dan identitas bangsanya yang tumbuh dan sesuai dengan sejarah dan kebudayaannya. Amerika dengan konsep kebebasan am (nationalism with the concept of public liberty). Misi perjuangan yang terkandung dalam nasionalisme seseorang. bangsa atau negara lain. serta identifikasi individu dengan pola dan warisan tersebut beserta unsur-unsur budayanya. wawasan. nasib dan tanggung jawab untuk hidup bersama-sama secara merdeka dan mandiri. sistem perekonomian. dan kesamaan masa lalu sebagai asas nasionalisme mereka (van Miert 3003). 1988). freedom. dan prestasi (achievement. sikap. Perancis bertujuan untuk mencapai kebebasan (liberty). Ia merupakan pandangan. dan Jerman memperjuangkan kedaulatan di tangan rakyat dengan nasionalisme kerakyatan (nationalism with the concept of legal and rational citizentship) Dengan berpandukan pada huraian di atas. yaitu otonomi.

Ketiga. dan organisasi politik dan bawah tanah. Secara kronologis. nasionalisme dan sastra berkait rapat. zaman penjajahan Belanda (1914—1942). Hasjmy sendiri. tahapan perkembangan kepengarangan A. polisi. Beliau adalah sastrawan juga negarawan yang menjadi saksi dan pelaku sejarah sejak masa penjajahan sehingga selepas kemerdekaan Indonesia. hanya tujuh buah novel yang dapat ditemukan. Keempat. 1995). Hasjmy seperti organisasi keagamaan. kemerdekaan. Cara penyampaian seseorang pengarang akan berbeda dengan orang 7 lain karena setiap pengarang memiliki cara yang khas atau teknik bersastra dengan gaya tersendiri. merupakan masa kematangan karier politik. 11 buah novel dan 32 buah cerpen. anggota parlimen dan militer. yaitu zaman pematangan pengalaman berorganisasi bagi A. Berdasarkan latar belakang itu tampak bahwa nasionalisme A. nasionalisme juga dapat dinyatakan atau disampaikan melalui karya kreatif seperti novel. pegawai negeri. Semangat kebangsaan atau kenegaraan itulah yang disebut sebagai nasionalisme. satu kumpulan puisi. Hasjmy Berdasarkan latar kepengarangan dapat dipahami bahwa A. zaman Orde Baru (1966—1998). hasil pengamatan langsung. merupakan masa pematangan jiwa dan pikiran dan beliau lebih memberi perhatian kepada dunia kerja seperti wartawan. Dari kesebelas novel tersebut. Hasjmy untuk belajar agama dalam keluarga dan di sekolah. satu hasil analisis sastra. birokrat. 2. Pengarang dan karya sastra berperanan dalam menyampaikan nasionalisme untuk kepentingan diri pengarang. wartawan. Hasjmy adalah seorang pengarang Aceh yang sangat terkenal dan prolifik. Simbol ke-Acehan melatari upaya meraih cita-cita nasional Indonesia. dan melahirkan lima buah novel. 1938?) Di Bawah Naungan Pohon Kemuning (roman sejarah. Cinta Mendaki (roman . dan negaranya. nasionalisme bertujuan untuk mencapai. Selain itu. dan dua kumpulan puisi. Berdasarkan latar kepengarangan terlihat bahwa A. yaitu Sayap Terkulai (roman perjuangan. dan sebuah kumpulan surat.1 Latar Kepengarangan A. akhir masa Orde Lama (1950—1966). Karya-karya beliau tidak lahir dalam kekosongan. organisasi kepanduan (pramuka). di samping terlibat dalam dunia akademik. Hasjmy karena beliau menghasilkan dua novel dan empat kumpulan puisi. yang merupakan masa penuh dinamika bagi A. Oleh karena itu. zaman penjajahan Jepun (1942 —1945). belajar berorganisasi dan berpolitik selama dua periode di Sumatera Barat. zaman revolusi (1945—1949). maupun hasil bacaan beliau terhadap literatur yang sesuai dengan tema karangan. atau umat manusia umumnya. yaitu ketujuh novel yang dianalisis dalam penelitian ini. dan kekuatan bangsa. serta menerbitkan sebuah kumpulan puisi. serta bekerja sebagai guru. Justeru.misi. tiga puluhan cerpen. sebagaimana dinyatakan oleh Anderson. dan pengarang sebuah novel. Kelima. melainkan dipersiapkan dengan saksama. baik berupa pengalaman A. sastra dapat memberikan sumbangan yang besar dan memainkan peranan penting dalam usaha pembangunan sesuatu bangsa (Abdullah. ke-Acehan beliau jadikan sebagai pangkal bertolak. adalah masa yang sangat produktif bagi A. bangsanya. Kedua. dan mengabadikan identitas. mempertahankan. Hasjmy melahirkan 11 kumpulan puisi. Hasjmy dapat dibahagi dalam lima masa. Pertama. Hasjmy adalah nasionalisme Indonesia yang berasaskan ke-Acehan. kemakmuran. Dalam bidang kreatif beliau melahirkan dua novel pendek. Dalam masa ini 8 beliau mengambil peranan dalam pelbagai lapangan kebangsaan dan kenegaraan seperti menjadi gubernur Aceh dan terlibat dalam perdamaian DI/TII melalui misi Hardi. Empat buah novel selain itu tidak dapat ditemukan. 1940). Sebagai pengarang yang prolifik beliau menulis karya kreatif yang merefleksikan latar zaman dan latar belakang dirinya sendiri. integritas. Beliau merefleksikan semangat kebangsaan atau semangat kenegaraan dalam karya-karya kreatif itu. Hasil Penelitian 2. Jadi.

10 ika ‘walau beraneka namun satu jua’.2 Doktrin Nasionalisme Konsep. dan propaganda dan kontra revolusi para matamata (NP & EGN). TM). Di dalam novel-novelnya yang lain. Bagi A. kerja sama sekutu dan gigihnya perjuangan rakyat. yaitu bahasa Indonesia (SALG). 1941). narasi mengenai perilaku kejam Belanda (SALG. bukan daripada bahasa Melayu Riau sebagaimana selama ini dipahami orang. Hasjmy tersimpul dalam doktrin nasionalisme sebagaimana terkesan melalui tujuh novel kajian. Kesatuan bangsa merupakan kesatuan pelbagai etnik dengan adat dan budayanya yang tersendiri. Hasjmy. Kesatuan bahasa bermakna penjanjungan terhadap bahasa persatuan. khususnya hal ini disemat di dalam sikap antikolonial (Belanda) dan antifeodal. Hasjmy mengarah kepada penganutan ideologi dan negara Islam. kemerdekaan. Kesaksamaan dan keluasan bahasan tersebut mengindikasikan bahwa masalah otonomi dalam makna kebebasan. yaitu bangsa Indonesia. Kesatuan (unity) bagi A. kesatuan ideologi dan doktrin kenegaraan.4 Dengan ini nyatalah bahwa doktrin nasionalisme dalam novel-novel A. kesamaan. TM). NP. kisah penawanan dan pembuangan para pejuang (SALG. dan Dewi Fajar (roman politik. dan kesatuan dalam polise kebudayaan. di dalam novel MJ. tetapi bukan dalam konteks zaman Indonesia. Doktrin nasionalisme itu merupakan gambaran dari paham kebangsaan yang wujud dalam bentuk otonomi. Hal ini dapat dipilah ke dalam tiga zaman. Kesatuan bangsa ini antara lain diungkapkan melalui perkawinan antaretnik warga nusantara (lihat lampiran 1). Hal ini direfleksikan melalui kisah perang gerilya (SALG). 1943). A. Huraian yang agak memadai tentang perkembangan bahasa Melayu sebagai lingua franca di Aceh lihat Alfian (2005:267—8). dan kemandirian ini merupakan salah satu inti dari doktrin nasionalisme A. kesatuan sistem pertahanan-keamanan. EGN. Kesatuan wilayah atau tanah air terungkap melalui pengakuan akan kewujudan tanah air dan pemujaan akan keindahan alam tanah air. meskipun novel ini ditulis semasa Indonesia masih dijajah Belanda. Sementara itu. 53—76). kesatuan bahasa. Hal senada lainnya adalah upaya propaganda Belanda melalui generasi akhir kaum feodal yang berkehendak mendirikan ‘negara boneka merdeka’. otonomi nasional lebih mengacu kepada konsep kebebasan dari segala kendala eksternal. yang dalam perkembangannya beliau harus menerima ideologi Pancasila dalam lingkungan Negara Kesatuan Republik Indonesia. kebiadaban dan tanpa perikemanusiaan situasi tanah buangan dan penjara (TM). Semua ini dikemas oleh A. Aceh. Hasjmy bersikukuh bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu Pasai. istimewa dalam bab “Dari bahasa Jawi Pasai di Aceh Utara ke bahasa nasional Indonesia” (hlm.3 Kesatuan ideologi dan doktrin kenegaraan bagi A. 2. Di dalam dua 9 novel terawal. Hasjmy guna menunjukkan konsep otonomi nasional dengan membina rasa antipati terhadap eksistensi kaum penjajah di bumi Indonesia. kerana bahasa Melayu lebih dahulu berkembang dan digunakan di Aceh daripada di mana-mana kawasan di Nusantara. Kesatuan dalam polise kebudayaan adalah kesatuan dalam arti bhinneka tunggal 3 A. zaman kolonial. dan zaman revolusi. Hasjmy hanya memasukkan unsur kebebasan beragama. yaitu SALG—NP—EGN—TM. yang mendiami seluruh kepulauan nusantara. dan identitas nasional. melainkan disemat dalam kerangka masuknya Islam ke Banda Aceh. yaitu MJRD dan BCB. gagasan. Hasjmy dalam kaitannya dengan unsur kesatuan mencerminkan konsep . kesatuan. atau paham yang merupakan ideologi nasionalisme A. Hasjmy mencakup kesatuan wilayah atau tanah air. sementara hal-hal yang bersifat politik kurang mendapat perhatian. yaitu zaman prakolonial. Hasjmy. topik ini dibicarakan secara saksama dan meluas. kesatuan bangsa. yaitu tanah air Indonesia yang terbentang dari Sabang (Aceh) hingga Merauke (Irian Jaya). gambaran otonomi itu disebutkan.falsafah/perjuangan.

(5) otonomi kolektifnya dilembagakan dalam suatu negara berdaulat. yang sememangnya sangat menjunjung keberagaman manusia. tamak. NP. yaitu NP—EGN. Bangsa seperti inilah yang dikesankan oleh A. Hasjmy merujuk kepada Indonesia. Manakala dua buah novel semasa revolusi (semasa awal Indonesia merdeka).dan proses integrasi berdasarkan solidaritas nasional yang melampuai solidaritas lokal dan etnik. 2002:13). baik simbol organisasi (BCB. (2) legal secara politik. persoalan kelas sosial merupakan topik yang sangat signifikan dalam kerangka perwujudan doktrin nasionalisme itu. dan (7) ada pengesahan melalui ideologi nasionalisme. serta suka mengikut nafsu.5 Kesamaan merupakan unsur doktrin nasionalisme yang mendapat posisi penting dalam novelnovel A. dan penanaman sikap antipati terhadap perilaku diskriminatif kaum penjajah dalam menghadapi komuniti pribumi. yaitu Islam. simbol tokoh (MJRD. di dalam lima novel lainnya. secara nyata menggambarkan ke-Indonesiaan itu. (6) merupakan anggota daripada masyarakat atau sistem internasional. yang tidak dikaitkan dengan persoalan ini secara nyata dalam konteks nasionalisme. NP. Hasjmy direfleksikan dalam wujud simbol atau metafora. (4) perbedaan kultur masyarakatnya didesiminasi melalui suatu sistem yang dibakukan. SALG. Sebagaimana berlaku pada Amerika Syarikat. Hasjmy tidak begitu terpengaruh oleh konsep etnonasionalisme. bahwa konstruksi kesatuan bangsa dan negara yang dianuti oleh A. A. bahwa bangsa adalah suatu komuniti yang (1) sempadan wilayahnya dikenal dan dibatasi. simbol adat dan budaya (MJRD. Hasjmy seperti itu selaras dengan ulasan Smith (2005:95). TM). Kecuali dalam novel NP. Hasjmy. hal yang mendominasi sebahagian besar novel-novelnya adalah konsep penentangan terhadap kelas sosial. Hasjmy. Kombinasi pelbagai harapan itu melahirkan tipa ideal sesuatu bangsa.6 Identitas bangsa dalam novel-novel A. Penentangan terhadap kelas sosial tersebut dijalin beriringan dengan kritikan terhadap organisiasi pergerakan yang masih membeda-bedakan peringkat anggotanya. ketika Indonesia belum terbentuk (MJ) dan ketika perjuangan merebut kemerdekaan (TM). (3) berpartisipasi dalam kehidupan sosial politik warga negara. EGN. Persoalan kesatuan tersebut dapat dijumpai di dalam ketujuh-tujuh novel A. . dengan satu institusi dan sistem hukum dalam wilayahnya. Hal ini misalnya dijabarkan dalam bentuk kritikan terhadap banyak hal mengenai kebangsaan. SALG. Hasjmy bagi negarabangsa Indonesia adalah berdasarkan konsep pluralisme. EGN. Jawapan itu adalah bersebab manusia bersifat loba. Tiga buah novel sebelum Indonesia merdeka. kritikan terhadap kaum pergerakan yang turut membiarkan eksistensi kelas soal. NP. semakin memperkuat gagasan yang dimaksudkan. Hasjmy sebenarnya sedang menyusun kriteria dalam upaya membuat ’bangsa baru’ yang merangkum semua kultur etnik yang ada. yaitu MJRD—BCB—SALG. 5 Posisi A. juga melalui upaya diplomasi. MJ. 11 yaitu BCB—SALG—EGN—MJ—TM. MJ. yaitu MJ—TM. Selanjutnya. dua buah novel terakhir. Hasjmy dalam novel-novelnya. Upaya pemberantasan kelas sosial yang bersifat negatif itu adalah dengan menjadikan diri bangsa ini berbudi. yang dikemas dengan bhinekatunggal-ika itu (lihat juga Daliman. dan pilihan terbaik adalah berkiblat kepada agama. keadaan tersebut menyiratkan bahwa karya kreatif A. Hasjmy telah berupaya mencari sekaligus mendapatkan jawapan terhadap akar atau asal-usul lahirnya ketidaksamaan di dalam masyarakat. Meskipun begitu. menunjukkan kematangan ke-Indonesiaan itu dengan meninjau peristiwa masa silam. Secara jelasnya kesatuan yang dimaksudkan oleh A. SALG. kritikan terhadap kaum feodal yang terus memelihara kelas sosial dan memandang rendah kepada bangsa sendiri. TM). yang lahir ketika Indonesia sedang membangun. TM). Namun. TM). 4 A. maupun metafora (sejarah) etnik (SALG. Beginilah paham bangsa yang dibayangkan dalam erti nasionalisme sebagai the civic-territorial kind menurut Smith.

Dalam perkembangan komuniti kebangsaan di nusantara. beliau melangkah ke wilayah Sumatera. yaitu kesedaran akan individualitas dan kesedaran solidaritas. terutama bangsa Indonesia. rasa bangga. sebagai realitas objektif kebangsaan A. Ini semua digali jauh menukik ke dalam sejarah peradaban dan pernik-pernik kehidupan berbagai etnik yang ada. Pembudayaan ideologi penguasa kolonial dengan membiarkan eksistensi kelas telah menciptakan situasi yang diterima oleh rakyat bawahan sebagai situasi alamiah.7 7 Terlihat bahwa alur pikir A. Melalui watak-watak novel. yaitu membina oposisi ke luar. histori. Identitas dalam novelnovel A. identitas kultural itu mengalami krisis yang disebabkan oleh pelbagai faktor seperti kolonialisme. bersahabat dengan semua bangsa di dunia. yang melekat pada ciri-ciri kedaerahan atau kepribadian etnik sebagai refleksi identitas bangsa. yaitu mengarah ke upaya menyatukan berbagai perbedaan etnik yang ada dalam wilayah NKRI. rakyat dan pemimpinnya memiliki sifat ksatria yang luar biasa dalam melawan pelbagai kejahatan. Inilah gejala yang juga terjadi di alam nyata ketika Indonesia sedang berjuang merebut kemerdekaan pada awal abad ke-20. di sini A. yang diperkuat lagi oleh budaya birokrasi semifeudal. dan kesedaran akan tanah air. sifat sentrifugal juga lahir. Dalam masa-masa awal pergerakan nasionalisme Indonesia. solidaritas itu mengambil organisasi sebagai wadah pertumbuhannya. yaitu identitas yang bersangkut paut dengan etnik. Hasjmy mengacu kepada idea pengenalan diri bangsa tidak menurut ciri-ciri mereka sendiri sebagai makhluk sosial. Lihat antara lain ulasan Kardodirdjo (1993)! 12 digunakan untuk merujuk kepada identitas sebagai wujud doktrin nasionalisme keIndonesiaan. Keadaan itu menimbulkan kecendrungan untuk tumbuhnya jiwa serba-tunduk (submissive) pada pihak bawahan dan berkembangnya suatu otoritarianisme pada pihak atasan. Jong Sumatera. Pertama. merupakan sumber ketegangan sosial bagi golongan tertentu. termasuk nasionalisme ke-Acehan. Jawa. Hasjmy cenderung sentrifugal. dan sebagainya. Setelah memberi perhatian kepada etniknya Aceh. Interaksi kedua kesedaran itu menjelmakan identitas kebangsaan individu yang bersangkutan. Aceh dikenalkan sebagai negeri yang makmur. atau komunikasi. beliau cenderung mempernyatakan diri sebagai orang Aceh dan Islam dengan orang lain yang bukan Aceh dan bukan Islam. sehingga akhirnya menjadi modal dan asas nasionalisme Indonesia. sebagai masyarakat tradisional tumbuh identitas primordial. dan rasa cinta terhadap identitas dan kepribadian bangsa.nasionalisme lokal. Hasjmy juga mengikuti perkembangan seperti ini. bahasa ibu. A. Hasjmy memperlihatkan identitas yang bersifat purba daripada individu tertentu seperti tercermin dalam etnik (Aceh) atau agama (Islam). Hasjmy seirama dengan realitas perkembangan tamaddun bangsanya. dan sebagainya. kultural. Ini bermakna bahwa kesedaran akan bangsa. dan sebagainya. melingkar ke dalam. yang semuanya mengalir ke wujud Indonesia Raya. Dalam perkembangan selanjutnya tumbuh identitas komunitas berasaskan budaya daerah masing-masing. Dalam awal perkembangannya. yaitu demensi moralitas. Dengan itu. Lama-kelamaan kesedaran Ke-Acehan itu berobah ke arah sentripetal. baik dalam kalangan kolonial. agama. Misalnya. Organisasi itu juga menjadi simbol bagi identitas kolektif bagi setiap individu yang berada di dalamnya. Berbagai tekanan atau deprivasi itu menumbuhkan kesedaran kolektif sebagai dasar bagi pertumbuhan solidaritas. tetapi berdasarkan negasi sifat kaum feudal itu. Kemudian. bangsawan. Latar ke-Acehan atau etnik lainnya 6 Ternyata bahwa konsep kesamaan bagi A. seperti Budi Otomo. Dalam dua 13 . sehingga Irian Jaya. Hasjmy menunjukkan bahwa simbol-simbol superioritas dan superordinasi penguasa. yaitu untuk membedakan diri sebagai bangsa Indonesia dengan bukan Indonesia. tumbuh dua kesedaran dalam diri setiap individu. Kesemuanya ini dibangun dalam kerangka penyematan harga diri. pendidikan. Artinya. daerah. bahwa persepsi diri anggota bangsa berdasarkan kesedaran negatif itu. Serikat Islam. agamis dan sekaligus antikomunis. Keadaan ini pun dilihat dalam pelbagai demensi. maupun pemimpin lokal.

.9 Hal ini disampaikan oleh A. mereka terpaksa harus hidup dalam kondisi dan lokasi yang berbeda. Di antaranya Abubakar seorang keturunan Arab yang sudah turun temurun hidup dan tinggal di Timor-Timur Tatiana mengajar di sekolah darurat di kamp tersebut.Tatiana (29 th) disebuah kamp pengungsian di Kupang NTT. Menurut A. Hasjmy. serta mengisi kemerdekaan sesuatu bangsa. 9 Meskipun ada pandangan yang mengatakan bahwa tidak ada pengarang dari kelas atas yang mau mengubah keadaan agraria Indonesia. menjadikan Merry (10 th) harus tinggal berdua saja dengan ibunya. nasionalisme bertujuan untuk meraih dan meningkatkan taraf kemakmuran rakyat.. Merry juga bersekolah di tempat itu bersama Carlo .3 Misi Nasionalisme Berdasarkan data-data sebagaimana tercermin dalam ketujuh novel A. Terakhir.. Hasjmy melalui novel-novel panjangnya. BCB. kecuali MJRD. nasionalisme bertujuan membina demokrasi politik dan mencapai hak politik rakyat. Kemerdekaan itu perlu diraih. Pengarang berpandangan bahwa pencapaian kemakmuran bangsa melalui dunia pertanian sulit didapati kecuali bangsa Indonesia mengutamakan penguasaan ilmu pertanian. Bagi A.8 Misi ini tercermin di dalam hampir semua novel yang dikaji. ternyata A.Merry.wordpress.2. hidup di sebuah kamp pengungsian bersama ratusan ribu orang pengungsi lainnya. dikarenakan kepentingan yang sangat tidak mereka mengerti. kemerdekaan adalah upaya pembebasan bangsa dari penjajahan bangsa lain. dipertahankan. terhadap dua kakak beradik yang saling menyayangi.11 Misi ini dijumpai dalam semua novel A. dan memelihara. melainkan juga untuk mengabsahkan tanggung jawab pemerintah (Yeok dalam Alis Puteh. SALG. yaitu untuk menyampaikan risalah Islam. Hasjmy dapat ditarik beberapa rumusan berkenaan dengan misi atau objektif nasionalisme. Hasjmy. Hasjmy. dan MJ.com/2009/05/08/nasionalisme-dalam-novel-novel-ahasjmi/ Sinopsis Film Tanah Air Beta Ketika Timor-Timur berpisah dari Indonesia. Hampir semua novel A. atau menentang sistem kapitalis (Aveling. 2002:49). Hasjmy http://bangkitgila. mempertahankan. 14 Hasjmy melalui novel MJRD. Berikutnya. Di samping itu. SALG. nasionalisme bertujuan untuk mencapai. BCB. pembentukan organisasi tani dan dagang. 10 Para sarjana berpandangan bahwa pendidikan secara politik diperlukan bukan hanya untuk menciptakan warga negara yang berpendidikan tinggi. lingkaran itu mengalir identitas kebangsaan A. yaitu MJRD. dan pembinaan kesadaran pemilikan tanah dan usaha antara pribumi dan asing. Hasjmy memberi perhatian yang saksama terhadap persoalan itu. dibina. MJ. Sementara kakak laki-lakinya Mauro (12 th) tinggal bersama pamannya… di Timor Leste! Tatiana dan anaknya. kecuali novel NP dan EGN. nasionalisme juga bertujuan untuk pemerolehan dan pencapaian taraf pendidikan bangsa. Selanjutnya.10 Hal ini direfleksikan oleh A. dan TM.. nasionalisme juga bertujuan dalam menegakkan kehidupan beragama. yang bagi A. dan hormati oleh segenap indivividu. pembagian tanah. baik dalam bingkai individualitas maupun dalam kerangka kesolideran yang bersifat kolektif. Misi ini direfleksikan dalam bentuk pembangunan dunia pertanian dan perdagangan. Lihat juga ulasan Kardodirdjo (1993) dan Faruk (2001)! 8 Kupasan pengarang tentang hubungan sastra dan agama yang mencerminkan pandangan beliau lihat Hasjmy (1980) Sastera dan agama dan (1984) Apa tugas sastrawan sebagai khalifah Allah. mengandung misi nasionalisme ini. Hasjmy. perisahan harus terjadi. Hasjmy Islam adalah agama dan negara.

.menjadikan Merry.. Kerinduan Merry akan kakaknya dan penderitaan yang begitu mendalam dari sang ibu. anak perempuan yang cerdas dan nekad.seorang anak laki-laki yang sangat jail dan suka menggangu Merry. Tatiana mendapatkan informasi bahwa ada kemungkinan ia bisa bertemu dengan anak laki-lakinya . tidak membuat Tatiana menjadi lemah. itu dikarenakan Carlo ingin sekali mempunyai seorang adik dan merasakan kembali cinta kasih keluarga Kehidupan yang sangat berat di sebuah kamp pengungsian dan di tengah ketidakpastian akan keberadaan anak laki-lakinya. Suatu hari Dari seorang petugas relawan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful