Kampung Siaga Bencana (KSB) adalah suatu wilayah komunitas yang disiapkan untuk mengelola seluruh aspek dan

proses penanggulangan bencana berbasis komunitas (masyarakat) mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai dengan pengendalian, agar masyarakat memiliki kemampuan melakukan berbagai hal berkaitan dengan pengurangan ancaman, risiko dan dampak bencana secara mandiri pada skala terbatas, terutama saat pertama kali terjadi bencana. KSB dibuat untuk dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana melalui peran aktif masyarakat. KSB sebagai salah satu program unggulan dalam mengemban tugas penananggulangan bencana bidang bantuan sosial berbasis masyarakat. KSB juga sebagai program pemberdayaan masyarakat di seluruh Indonesia. Kegiatan ini akan menjadi frame bagi kegiatan lanjutan baik terkait dengan penanggulangan bencana maupun multi fungsi untuk kegiatan pembangunan kesejahteraan sosial lainya. Melalui KSB dapat terkondisikan masyarakat yang berdaya dan lebih siap berpartisipasi dalam pembangunan. Kegiatan KSB bertujuan: 1) meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana, 2) terlatihnya masyarakat (tenaga-tenaga lokal) yang memiliki kemampuan dan kompetensi dalam menanggulangi bencana, 3) terwadahinya upaya-upaya penanggulangan bencana yang dilakukan oleh masyarakat. Adapun sasaran/pesertanya adalah masyarakat umum yang berada di sekitar wilayah kegiatan KSB, masing-masing desa Watatu, Mbuwu, Surumana, Lalombi, Tanah Mea, Tolongano, Tosale, Bambarimi dan Lumbu Tarombo. Mengingat pentingnya upaya penguatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka penanganan dan penanggulangan bencana, Dinas Sosial Prov. Sulawesi Tengah telah melaksanakan kegiatan KSB yang dipusatkan di desa Watatu kec. Banawa Selatan kab. Donggala selama 3 hari dari tanggal 06 s.d 08 Maret 2012 yang pembiayaannya bersumber dari dana APBN/Dekonsentrasi tahun 2012. Kegiatan tersebut ditutup oleh Bupati Donggala (Drs. H. Habir Ponulele, MM) sekaligus meresmikan dan mengukuhkan pengurus KSB. Setelah penutupan, Bupati Donggala bersama para undangan menyaksikan langsung kegiatan simulasi penanggulangan bencana dengan topik bencana alam “Banjir Bandang”.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful