BAB.

II LANDASAN TEORI

A. Pengertian Minat Belajar Dalam memudahkan pemahaman tentang minat belajar, maka dalam pembahasan ini terlebih dahulu akan diuraikan menjadi minat dan belajar. 1. Pengertian minat Secara bahasa minat berarti “kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu.”1 Minat merupakan sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Minat besar sekali pengaruhnya terhadap kegiatan seseorang sebab dengan minat ia akan melakukan sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu. Sedangkan pengertian minat secara istilah telah banyak

dikemukakan oleh para ahli, di antaranya yang dikemukakan oleh Hilgard yang dikutip oleh Slameto menyatakan “Interest is persisting tendency to pay attention to end enjoy some activity and content.”2 Sardiman A. M. berpendapat bahwa “minat diartikan sebagai suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhankebutuhannya sendiri.”3 Sedangkan menurut I. L. Pasaribu dan

Tim Penyusun Kamus Pusat Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1990), h. 583. 2 Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, (Jakarta: Rineka Cipta, 1991), h. 57. 3 Sardiman A. M, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: CV. Rajawali, 1988), h. 76.

1

11

7 Kemudian Slameto mengemukakan pendapat dari Gronback yang mengatakan “Learning is show by a behavior as a result of experience”.”4 Selanjutnya menurut Zakiah Daradjat. 133.Cit. 1983).1.. (Bandung: CV Pustaka Setia. mengartikan minat adalah “kecenderungan jiwa yang tetap ke jurusan sesuatu hal yang berharga bagi orang.12 Simanjuntak mengartikan minat sebagai “suatu motif yang menyebabkan individu berhubungan secara aktif dengan sesuatu yang menariknya. h. 2. Poerwadarminta. adanya perhatian. Cet. Pengertian belajar Belajar menurut bahasa adalah “usaha (berlatih) dan sebagai upaya mendapatkan kepandaian”. Zakiah Daradjat. 6 W. di antaranya oleh Ahmad Fauzi yang mengemukakan belajar adalah “Suatu proses di mana suatu tingkah laku ditimbulkan atau diperbaiki melalui serentetan reaksi atas situasi (atau rangsang) yang terjadi”. Op. (Bandung: Tarsito. Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam.”5 Dari beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli seperti yang dikutip di atas dapat disimpulkan bahwa. L. 7 Ahmad Fauzi.J. 2. h. (Jakarta: Bumi Aksara. Kamus Umum Bahasa Indonesia. 52. h.dkk.2004). Proses Belajar Mengajar.. 1976). Cet. h.8 4 I. 5 .S.6 Sedangkan menurut istilah yang dipaparkan oleh beberapa ahli.. (Jakarta: Balai Pustaka. Psikologi Umum Untuk. dkk. h. 8 Slameto. 1995). Pasaribu dan Simanjuntak. dan keaktifan berbuat. 44. minat adalah kecenderungan seseorang terhadap obyek atau sesuatu kegiatan yang digemari yang disertai dengan perasaan senang. 965.ke-2.

Uzer Usman dan Lilis Setiawati mengartikan “belajar sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan lingkungan sehingga mereka lebih mampu berinteraksi dengan lingkungannya”. Unsur-Unsur Minat dan Fungsi Minat dalam Belajar 1. sikap dan keterampilan. (Bandung: Balai Pustaka. (Bandung: PT. 9 . dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu perubahan tingkah laku individu dari hasil pengalaman dan latihan. Unsur-unsur minat Moh.13 Selanjutnya Moh. Dari pengertian minat dan pengertian belajar seperti yang telah diuraikan di atas. 4. 10 Nana Sudjana. proses berbuat melalui berbagai pengalaman. Belajar adalah proses melihat.”10 Dari beberapa pengertian belajar yang telah dikemukakan oleh para ahli tersebut. belajar adalah mereaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu. Perubahan tingkah laku tersebut. h. mengamati.9 Nana Sudjana mengatakan “belajar adalah proses yang aktif. h. Belajar adalah proses yang diarahkan kepada tujuan. Uzer Usman dan Lilis Setiawati. 2002). Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Upaya Optimalisasi Kegiatan belajar mengajar.Remaja Rosdakarya. baik berupa pengetahuan. 28. keterampilannya (psikomotor). 1987). maka dapat disimpulkan bahwa minat belajar adalah sesuatu keinginan atau kemauan yang disertai perhatian dan keaktifan yang disengaja yang akhirnya melahirkan rasa senang dalam perubahan tingkah laku. baik dalam aspek pengetahuannya (kognitif). B. memahami sesuatu. maupun sikapnya (afektif).

”11 Kemudian Wasti Sumanto berpendapat “perhatian adalah pemusatan tenaga atau kekuatan jiwa tertentu kepada suatu obyek. 1984). . Psikologi Pendidikan. Maka dari itu sebagai seorang guru harus selalu berusaha untuk menarik perhatian anak didiknya sehingga mereka mempunyai minat terhadap pelajaran yang diajarkannya. 32. Menurut Sumadi Suryabrata “perhatian adalah banyak sedikitnya kesadaran yang menyertai sesuatu aktivitas yang dilakukan. Rajawali. (Jakarta: CV. (Jakarta: Bina Aksara. dan hal ini akan berpengaruh pula terhadap minat siswa dalam belajar. Oleh karena itu seorang siswa yang mempunyai perhatian terhadap suatu pelajaran. atau pendayagunaan kesadaran untuk menyertai suatu aktivitas. 14. Psikologi Pendidikan. h. Perhatian Perhatian sangatlah penting dalam mengikuti kegiatan dengan baik. Wasty Sumanto. 1989). ia pasti akan berusaha keras untuk memperoleh nilai yang bagus yaitu dengan belajar.14 a. Orang yang menaruh minat pada suatu aktivitas akan memberikan perhatian yang besar. h. Ia tidak segan mengorbankan waktu dan tenaga demi aktivitas tersebut. 11 12 Sumadi Suryabrata.”12 Aktivitas yang disertai dengan perhatian intensif akan lebih sukses dan prestasinya pun akan lebih tinggi.

h. 1983). 13 14 Sumadi Suryabrata. W. Perasaan umumnya bersangkutan dengan fungsi mengenal artinya perasaan dapat timbul karena mengamati.”14 Perasaan sebagai faktor psikis non intelektual. “Perasaan merupakan aktivitas psikis yang di dalamnya subjek menghayati nilai-nilai dari suatu objek. Winkell. dan penilaian itu menghasilkan penilaian yang positif maka akan timbul perasaan senang di hatinya akan tetapi jika penilaiannya negatif maka timbul perasaan tidak senang. menganggap. baik perasaan senang maupun perasaan tidak senang. h. . Perasaan didefinisikan “sebagai gejala psikis yang bersifat subjektif yang umumnya berhubungan dengan gejala-gejala mengenal dan dialami dalam kualitas senang atau tidak dalam berbagai taraf.15 b.Cit.. Jika seorang siswa mengadakan penilaian yang agak spontan melalui perasaannya tentang pengalaman belajar di sekolah. Perasaan Unsur yang tak kalah pentingnya adalah perasaan dari anak didik terhadap pelajaran yang diajarkan oleh gurunya. Op. mengingat-ingat atau memikirkan sesuatu. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Yang dimaksud dengan perasaan di sini adalah perasaan senang dan perasaan tertarik. 66. 30.”13 Tiap aktivitas dan pengalaman yang dilakukan akan selalu diliputi oleh suatu perasaan.S. yang khusus berpengaruh terhadap semangat belajar. (Jakarta: Gramedia.

Sedangkan perasaan tidak senang akan menghambat dalam mengajar. maka dia akan melakukan aktivitas belajar dalam rentangan waktu tertentu.”16 Seseorang melakukan aktivitas belajar karena ada yang mendorongnya. h. motif adalah “keadaan dalam pribadi orang yang mendorong individu untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu guna mencari suatu tujuan. Motif Kata motif diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.. Op. Itulah sebagai pertanda bahwa anak didik tidak mempunyai motivasi untuk belajar. 1986). . 32. Motif dapat dikatakan “sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subyek untuk melakukan kreativitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. Op. Dalam hal ini motivasi sebagai dasar penggeraknya yang mendorong seseorang untuk belajar. yang diperkuat dengan sikap yang positif. c.”15 Menurut Sumadi Suryabrata. Sumadi Suryabrata.. Dan minat merupakan potensi psikologi yang dapat dimanfaatkan untuk menggali motivasi bila seseorang sudah termotivasi untuk belajar. 73. karena tidak adanya sikap yang positif sehingga tidak menunjang minat dalam belajar.Cit.16 Perasaan senang akan menimbulkan minat. h. Ketiadaan minat terhadap suatu mata pelajaran menjadi pangkal penyebab kenapa anak didik tidak bergeming untuk mencatat apa-apa yang telah disampaikan oleh guru.Cit. Oleh 15 16 Sardiman AM. (Jakarta: Rajawali.

17 karena itu guru harus bisa membangkitkan minat anak didik. ia akan cepat dapat mengerti dan mengingatnya. 2. Fungsi minat dalam belajar Minat merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi usaha yang dilakukan seseorang. Dan segala sesuatu yang menarik minat orang tertentu selama sesuatu itu tidak bersentuhan dengan kebutuhannya. tak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Jika seorang siswa memiliki rasa ingin belajar. Minat yang kuat akan menimbulkan usaha yang gigih serius dan tidak mudah putus asa dalam menghadapi tantangan. tetapi karena ada sesuatu yang dicari muncullah minatnya untuk belajar. . apa yang seseorang lihat sudah tentu membangkitkan minatnya sejauh apa yang ia lihat itu mempunyai hubungan dengan kepentingannya sendiri. karena minat adalah alat motivasi dalam belajar. motivasi sangat diperlukan. Oleh karena itu. sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar. Dalam proses belajar. Hal ini merupakan pertanda bahwa sesuatu yang akan dikerjakan itu tidak menyentuh kebutuhannya. Jadi motivasi merupakan dasar penggerak yang mendorong aktivitas belajar seseorang sehingga ia berminat terhadap sesuatu objek. Sehingga anak didik yang pada mulanya tidak ada hasrat untuk belajar.

18 Elizabeth B. 1998). Minat menjadi guru yang telah membentuk sejak kecil sebagai misal akan terus terbawa sampai hal ini menjadi kenyataan. Hal ini terjadi karena berbedanya daya serap mereka dan daya serap ini dipengaruhi oleh intensitas minat mereka. 57. 2004). h. Minat yang terbentuk sejak kecil/masa kanak-kanak sering terbawa seumur hidup karena minat membawa kepuasan. Minat mempengaruhi bentuk intensitas cita-cita. “Menumbuhkan Minat dan Bakat Anak” dalam Chabib Toha (eds). Minat anak untuk menguasai pelajaran bisa mendorongnya untuk belajar kelompok di tempat temannya meskipun suasana sedang hujan. Prestasi selalu dipengaruhi oleh jenis dan intensitas. PBMPAI di Sekolah Eksistensi dan Proses Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam. Apabila ini terwujud maka semua suka duka menjadi guru tidak akan dirasa karena semua tugas dikerjakan dengan penuh sukarela. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. c. Hurlock menulis tentang fungsi minat bagi kehidupan anak sebagaimana yang ditulis oleh Abdul Wahid sebagai berikut: a. Minat sebagai tenaga pendorong yang kuat. Cara Belajar Yang Baik Bagi Mahasiswa. Sebagai contoh anak yang berminat pada olah raga maka cita-citanya adalah menjadi olahragawan yang berprestasi.17 Dalam hubungannya dengan pemusatan perhatian. dan mencegah gangguan perhatian dari luar. Dan apabila minat ini tidak terwujud maka bisa menjadi obsesi yang akan dibawa sampai mati.”18 Oleh karena itu minat mempunyai pengaruh yang besar dalam belajar karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa maka siswa tersebut tidak akan belajar dengan sebaik17 Abdul Wahid. h. 18 The Liang Gie. minat merta. Minat seseorang meskipun diajar oleh guru yang sama dan diberi pelajaran tapi antara satu anak dan yang lain mendapatkan jumlah pengetahuan yang berbeda. d. b. (Yogyakarta: Gajah Mada Press. . sedang anak yang berminat pada kesehatan fisiknya maka cita-citanya menjadi dokter. 109-110. mempunyai peranan dalam “melahirkan perhatian yang serta memudahkan terciptanya pemusatan perhatian.

Standar Kompetensi Mata Pelajaran Matematika SMP & MTs. 20 Ibid. C.19 baiknya. sebab tidak ada daya tarik baginya. 5. Tinjauan Umum Mata Pelajaran Matematika di SMP/MTs Tentang tinjauan umum mata pelajaran Matematika akan dijelaskan secara singkat seperti yang tercantum dalam buku Standar Kompetensi Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah. Oleh sebab itu untuk memperoleh hasil yang baik dalam belajar seorang siswa harus mempunyai minat terhadap pelajaran sehingga akan mendorong ia untuk terus belajar. 2003). yaitu meliputi: pengertian pelajaran Matematika.19 Sedangkan menurut bahasa Belanda disebut “wiskunde atau ilmu pasti”20 Kemudian Departemen Pendidikan Nasional. Fungsi minat dalam belajar lebih besar sebagai motivating force yaitu sebagai kekuatan yang mendorong siswa untuk belajar. berbeda dengan siswa yang sikapnya hanya menerima pelajaran. maka ia akan mudah dipelajari dan disimpan karena adanya minat sehingga menambah kegiatan belajar. fungsi dan tujuan. Siswa yang berminat kepada pelajaran akan tampak terdorong terus untuk tekun belajar. mereka hanya tergerak untuk mau belajar tetapi sulit untuk terus tekun karena tidak ada pendorongnya. Pengertian pelajaran Matematika Menurut bahasa latin Matematika berasal dari kata “manthanein atau mathema yang berarti belajar atau hal yang dipelajari”. 19 . (Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. Sedangkan bila bahan pelajaran itu menarik minat siswa. 1. ruang lingkup dan standar kompetensi pelajaran Matematika. h.

memperkirakan hasil baru yang diharapkan. Dengan demikian. pembelajaran dan pemahaman konsep dapat diawali secara induktif melalui pengalaman peristiwa nyata atau intuisi. Fungsi pelajaran Matematika Matematika berfungsi mengembangkan kemampuan menghitung. membuat daftar sifat yang muncul (sebagai gejala). mengukur. Matematika juga berfungsi mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan dengan bahasa melalui model 21 Sumardyono. kreatif. 5. Disertasi. 2. Penerapan cara kerja Matematika diharapkan dapat membentuk sikap kritis. jujur dan komunikatif pada siswa. . dan trigonometri. 2004). “Karakteristik Matematika Dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Matematika”. yaitu kebenaran suatu konsep atau pernyataan diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sehingga kaitan antar konsep atau pernyataan dalam Matematika bersifat konsisten. Proses induktif-deduktif dapat digunakan untuk mempelajari konsep Matematika. Kegiatan dapat dimulai dengan beberapa contoh atau fakta yang teramati. menurunkan dan menggunakan rumus Matematika yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari melalui materi pengukuran dan geometri. h. yang kemudian dibuktikan secara deduktif. cara belajar induktif dan deduktif dapat digunakan dan sama-sama berperan penting dalam mempelajari Matematika. (Yogyakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Namun demikian. t.21 Ciri utama Matematika adalah penalaran deduktif.20 menurut istilah. Fungsi dan tujuan pelajaran Matematika a. aljabar.d. Somardyono mengemukakan bahwa “Matematika adalah produk dari pemikiran intelektual manusia”.

konsisten dan inkonsistensi. Ibid. dan materi pokok. rasa ingin tahu. Ruang lingkup pelajaran Matematika Ruang lingkup pelajaran Matematika di SMP/MTs. Standar ini dirinci dalam komponen kompetensi dasar beserta hasil belajarnya. Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan gagasan antara lain melalui pembicaraan lisan. untuk setiap aspeknya. 1) Melatih cara berpikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan. indikator. . diagram. Pengorganisasian dan pengelompokan materi pada aspek tersebut didasarkan menurut disiplin ilmunya atau didasarkan menurut kemahiran atau kecakapan yang hendak ingin dicapai. grafik. Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah. perbedaan. adalah: Standar Kompetensi Matematika merupakan seperangkat kompetensi Matematika yang dibakukan dan harus ditunjukkan oleh siswa pada hasil belajarnya dalam mata pelajaran Matematika. peta.Cit. Mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi. orisinil. Ruang lingkup materi pada standar 22 23 Departemen Pendidikan Nasional. grafik atau tabel. intuisi. catatan. seperti yang dijelaskan dalam Standar Kompetensi Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah. eksplorasi. diagram.22 b. Op. eksperimen.. dan penemuan dengan mengembangkan pemikiran divergen. dalam menjelaskan gagasan. membuat prediksi dan dugaan. karena dapat membantu ketajaman berpikir secara logis (masuk akal) serta membantu memperjelas dalam menyelesaikan permasalahan. menunjukkan kesamaan. serta mencoba-coba.23 2) 3) 4) 3. misalnya melalui kegiatan penyelidikan. Tujuan pelajaran Matematika dan persamaan Pelajaran Matematika sangatlah penting dalam kehidupan sehari-hari.21 Matematika yang dapat berupa kalimat Matematika. 6. h.

Memahami dan melakukan operasi aljabar. fungsi. deret bilangan dan menggunakannya dalam pemecahan masalah m. Geometri dan pengukuran. persamaan garis. h. himpunan serta dapat menggunakan dalam pemecahan masalah c. Mengidentifikasi garis. Melakukan kegiatan statistika k. Memahami kesebangunan bangun datar i. Melakukan operasi pangkat tak sebenarnya dan logaritma l. . Peluang dan Statistika. Mengidentifikasi lingkaran serta menentukan besaran-besaran yang terkait di dalamnya g.22 kompetensi Matematika ini adalah bilangan. Standar kompetensi mata pelajaran Matematika SMP dan MTs Matematika SMP dan MTs dikelompokkan ke dalam 13 Standar Kompetensi yang tercakup pada 4 (empat) aspek Matematika (Bilangan. dan bangun datar serta dapat menentukan besaran-besaran yang ada di dalamnya d. dan sistem persamaan. persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel. Menentukan panjang suatu garis dalam segi tiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah f. Mengidentifikasi bangun ruang sisi lengkung (BRSL) serta menentukan besaran-besarannya h. Melakukan operasi hitung bilangan serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah b. sudut. Memahami dan dapat melakukan operasi bentuk aljabar. aljabar serta peluang dan statistik.10. Menentukan pola. Ibid. serta menggunakannya dalam pemecahan masalah e. Tiga belas standar kompetensi tersebut diatur menurut urutan sebagai berikut: a.24 4. Memahami dan menggunakan persamaan kuadrat dalam pemecahan masalah.25 24 25 Ibid. pengukuran dan geometri. Mengidentifikasi bangun ruang sisi datar serta dapat menentukan besaran-besaran di dalamnya j. Aljabar).

ketidaksamaan itu disebabkan oleh banyak hal mempengaruhi minat belajar. . secara garis besar dapat diklasifikasikan menjadi dua. seperti kesehatan yang prima dan tidak dalam keadaan sakit atau lelah. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran Matematika Minat belajar tiap-tiap siswa tidak sama. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa. Faktor Intern Faktor ini meliputi : a. Kondisi fisik/jasmani siswa saat mengikuti pelajaran Kondisi fisik atau jasmani siswa saat mengikuti pelajaran Matematika sangat berpengaruh terhadap minat dan aktivitas belajarnya. akan sangat membantu dalam memusatkan perhatian terhadap pelajaran. Faktor kesehatan badan. Demikian juga halnya dengan minat siswa terhadap mata pelajaran Matematika. ada siswa yang minatnya tinggi dan ada juga yang rendah.23 D. Hal tersebut akan sangat mempengaruhi aktivitas dan hasil belajarnya dalam mata pelajaran Matematika. Oleh karena itu apa bila siswa mengalami kelelahan atau terganggu kesehatannya. menuntut banyak perhatian dan pikiran jernih. yaitu: 1. Sebab pelajaran Matematika memerlukan kegiatan mental yang tinggi. sehingga ia dapat belajar dengan baik atau sebaliknya gagal sama sekali. akan sulit memusatkan perhatiannya dan berpikir jernih.

Pengalaman tersebut menjadi dasar untuk menerima pengalaman-pengalaman baru yang akan sangat membantu dalam minat belajar siswa.24 b. Nashar. keterampilan dan kompetensi. H. Hal tersebut merupakan modal awal bagi siswa dalam melakukan kegiatan belajar selanjutnya.”26 Setiap siswa masing-masing telah memiliki berbagai pengalaman belajar yang berbeda-beda yang diperolehnya di jenjang pendidikan sebelumnya. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Bloom. 26 . h. Pengalaman belajar Matematika di jenjang pendidikan sebelumnya Pengalaman belajar sangat berkaitan dengan kemampuan awal (entry behavior). Peranan Motivasi dan Kemampuan Awal dalam Kegiatan Belajar Mengajar. seseorang siswa akan sangat mudah dalam menguasai dan memahami materi pelajaran Matematika. ke-2. terutama dalam mata pelajaran Matematika. Pengalaman belajar yang telah dimiliki oleh siswa besar pengaruhnya terhadap minat belajar. “kemampuan awal adalah pengetahuan. 2004). Jadi. karena ia telah memahami dan menguasai dengan baik materi pelajaran Matematika sewaktu di SD/MI. Cet. Sebagai contoh. yang merupakan prasyarat yang dimiliki untuk dapat mempelajari suatu pelajaran baru atau lebih lanjut. dapat dipahami bahwa pengalaman belajar Matematika di jenjang pendidikan sebelumnya turut berpengaruh terhadap belajar siswa. 64. (Jakarta: Delia Press.

mengekspresikan ide-ide dan kreativitasnya dalam batas-batas norma-norma yang ditegakkan secara konsisten. Hanya sedikit sekali kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk berperan serta memutuskan cara Dominikus Catur Raharja. 2001). Namun sebaliknya. Guru adalah orang yang akan mengembangkan suasana bebas bagi siswa untuk mengkaji apa yang menarik minatnya. Dominikus Catur Raharja menyatakan: Guru adalah kreator proses belajar mengajar. guru yang otoriter mengarahkan dengan keras segala aktivitas para siswa tanpa dapat ditawar-tawar. maka akan menjadikan siswa tertarik dan bersemangat untuk selalu mengikutinya dan kemudian mendorongnya untuk terus mempelajarinya. Cara seorang guru dalam menyampaikan pelajaran sangat terkait dengan tipe atau karakter kepribadiannya. “Kesesuaian Pendidikan Bakat Menentukan Prestasi Siswa” . 2 (Jakarta. 27 . Dalam PBM. 7. Oleh karena itu hendaknya guru dapat menggunakan metode dan gaya mengajar yang dapat menumbuhkan minat dan perhatian siswa. XXVIII.25 2. jika pelajaran disampaikan dengan cara dan gaya yang menarik perhatian. otoriter berarti berkuasa sendiri atau sewenang-wenang. Penabur. Faktor Ekstern a. sebagai berikut: 1) Guru yang otoriter (Autoriterian) Secara harfiah. h.27 Cara penyampaian pelajaran yang kurang menarik menjadikan siswa kurang berminat dan kurang bersemangat untuk mengikutinya. Metode dan gaya mengajar guru Matematika Metode dan gaya mengajar guru juga memberi pengaruh terhadap minat siswa dalam belajar Matematika. seperti yang di kemukakan Muhibin Syah.

Dalam hal ini.26 terbaik untuk kepentingan belajar mereka. Guru seperti ini biasanya ditandai oleh kemampuan memerintah secara efektif kepada para siswa dan kesenangan mengajak kerja sama kepada para siswa bila diperlukan dalam mengikhtiarkan cara terbaik untuk penyelenggaraan PBM. guru yang demokratis dengan yang otoriter tidak jauh berbeda. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. namun tetap menyelesaikan tugasnya secara mandiri. Ditinjau dari sudut hasil pengajaran. 28 Di samping itu. 253. Guru yang memiliki sifat ini pada umumnya dipandang sebagai guru yang paling baik dan ideal. Muhibin Syah. Sebenarnya guru tersebut tidak menyenangi profesinya sebagai tenaga pendidik meskipun ia memiliki kemampuan yang memadai. h. 3) Guru yang demokratis (Democratie) Arti demokratis adalah bersifat demokratis yang pada intinya mengandung makna memperhatikan persamaan hak dan kewajiban semua orang. guru ini hampir sama dengan guru yang demokratis. Guru yang otoritatif adalah guru yang memiliki dasar-dasar pengetahuan baik pengetahuan bidang studi faknya maupun pengetahuan umum. (Bandung: Remaja Rosda Karya). 28 . Alasannya. karena lebih disegani oleh para siswa dan dipandang sebagai pemegang otoritas ilmu pengetahuan paknya. 2) Guru Laissez-Faire (Lezeifee) Padanannya adalah individualisme (paham yang menghendaki kebebasan pribadi). guru yang otoritatif pada umumnya lebih efektif. Akan tetapi dari sudut moral. sehingga antara guru dan murid tidak terdapat hubungan yang akrab. dibanding dengan guru yang lainnya guru tipe demokratis lebih suka bekerjasama dengan rekan-rekan seprofesinya. metode yang digunakan dalam menyampaikan pelajaran besar pula pengaruhnya terhadap minat belajar siswa. Guru yang berwatak ini biasanya gemar mengubah arah dan cara pengelolaan PBM secara seenaknya. Namun. sehingga menyulitkan siswa dalam mempersiapkan diri. 4) Guru yang otoritatif (Authoritative) Otoritatif berarti berwibawa karena adanya kewenangan baik berdasarkan kemampuan maupun kekuasaan yang diberikan. guru yang demokratis dan karenanya ia lebih disenangi oleh rekan-rekan sejawatnya maupun oleh para siswanya sendiri. dalam hal memerintah atau memberi anjuran.

. Sebagai contoh. b. kapur tulis/spidol. ruangan kelas dan sebagainya. Jadi hendaknya guru dapat menggunakan berbagai metode mengajar yang bervariasi sesuai dengan tujuan pembelajaran. yang akhirnya siswa tidak tertarik memperhatikan pelajaran. buku pelajaran Matematika. • Alat peraga yang berfungsi untuk memperjelas atau memberi gambaran yang lebih jelas tentang hal-hal yang diajarkan. Tersedianya fasilitas dan alat penunjang pelajaran Matematika Fasilitas dan alat dalam belajar memiliki peran penting dalam memotivasi minat siswa pada suatu pelajaran. papan tulis. buku pengangan guru dan lain sebagainya. Fasilitas dan alat penunjang pelajaran Matematika yang dimaksud di sini bisa berupa : • Alat dan fasilitas yang digunakan bersama-sama dengan murid. Tersedianya fasilitas dan alat yang memadai dapat memancing minat siswa pada mata pelajaran Matematika. Belajar dengan menggunakan fasilitas dan alat lebih efektif dan lebih menyenangkan dibandingkan tanpa menggunakan alat peraga atau hanya dengan teori saja. • Alat yang dimiliki oleh masing-masing murid dan guru.27 Apabila guru hanya menggunakan satu metode saja dalam mengajar maka akan membosankan. Misalnya : alat tulis.

Karena cara mengajar dan sistem pengajaran pada umumnya sangat banyak menggunakan penglihatan dan pendengaran. Faktor situasi dan kondisi lingkungan yang dimaksud di sini adalah faktor situasi dan kondisi saat siswa melakukan aktivitas belajar Matematika di sekolah. akan terganggu apabila ada siswa lain yang mondar-mandir di dekatnya atau bercakap-cakap keras di dekatnya. atau belajar pagi hari akan lebih baik dari pada belajar siang hari.28 c. pencahayaan dan sebagainya. Sedangkan faktor kondisi lingkungan sosial dapat berupa manusia atau hal-hal lainnya. Misalnya siswa yang sedang belajar memecahkan soal Matematika yang rumit dan membutuhkan konsentrasi tinggi. Belajar Matematika pada keadaan udara yang segar. Situasi dan kondisi lingkungan Situasi dan kondisi lingkungan turut memberi pengaruh terhadap minat belajar siswa dalam pelajaran. Di samping itu. minat dan perhatian siswa akan lebih baik jika jam pelajaran Matematika di letakkan di pagi hari. Faktor kondisi lingkungan fisik termasuk di dalamnya adalah seperti keadaan suhu. . Jadi. baik fisik ataupun sosial. pengaturan cahaya yang kurang baik dapat mengganggu proses pembelajaran Matematika di dalam kelas. kepengapan udara. kelembaban. akan lebih baik hasilnya dari pada belajar dalam keadaan udara yang panas dan pengap.

. gemuruh pasar dan sebagainya.29 Kondisi lingkungan sosial yang lain. Karena itulah disarankan hendaknya lingkungan sekolah agar didirikan jauh dari pabrik. juga berpengaruh terhadap konsentrasi dan perhatian siswa saat belajar Matematika. keramaian lalu lintas dan pasar. seperti suara mesin pabrik. hiruk-pikuk lalu lintas.