P. 1
Pekerjaan Sampingan Guru Les sebagai Persiapan Memasuki Dunia Kerja bagi Mahasiswa

Pekerjaan Sampingan Guru Les sebagai Persiapan Memasuki Dunia Kerja bagi Mahasiswa

|Views: 91|Likes:
Jumlah penduduk Indonesia yang menduduki peringkat ke-4 terbanyak di dunia menyebabkan beberapa permasalahan kependudukan, diantaranya adalah tingginya angka pengangguran. Ironisnya, lulusan perguruan tinggi atau sarjana juga berkontribusi pada tingginya angka pengangguran. Ini disebabkan karena kurangnya kesiapan para lulusan untuk memasuki dunia kerja. Tulisan ini bertujuan memaparkan sebuah pekerjaan sampingan sebagai guru les yang dapat dilakoni oleh mahasiswa. Pekerjaan sampingan ini bermanfaat untuk mengamalkan ilmu pengetahuan, mengasah ketrampilan, dan memperoleh pengalaman kerja. Beberapa dampak positif dan konsekuensi bekerja sambil kuliah juga dipaparkan dalam tulisan ini.
Keywords: pengalaman kerja, bekerja sampingan, pengangguran
Jumlah penduduk Indonesia yang menduduki peringkat ke-4 terbanyak di dunia menyebabkan beberapa permasalahan kependudukan, diantaranya adalah tingginya angka pengangguran. Ironisnya, lulusan perguruan tinggi atau sarjana juga berkontribusi pada tingginya angka pengangguran. Ini disebabkan karena kurangnya kesiapan para lulusan untuk memasuki dunia kerja. Tulisan ini bertujuan memaparkan sebuah pekerjaan sampingan sebagai guru les yang dapat dilakoni oleh mahasiswa. Pekerjaan sampingan ini bermanfaat untuk mengamalkan ilmu pengetahuan, mengasah ketrampilan, dan memperoleh pengalaman kerja. Beberapa dampak positif dan konsekuensi bekerja sambil kuliah juga dipaparkan dalam tulisan ini.
Keywords: pengalaman kerja, bekerja sampingan, pengangguran

More info:

Published by: Gagaz-San Akhmad Pahrodsson on Apr 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/11/2016

pdf

text

original

JUDUL

:

Pekerjaan Sampingan Guru Les sebagai Persiapan Memasuki Dunia Kerja bagi Mahasiswa
ABSTRAK : Jumlah penduduk Indonesia yang menduduki peringkat ke-4 terbanyak di dunia menyebabkan beberapa permasalahan kependudukan, diantaranya adalah tingginya angka pengangguran. Ironisnya, lulusan perguruan tinggi atau sarjana juga berkontribusi pada tingginya angka pengangguran. Ini disebabkan karena kurangnya kesiapan para lulusan untuk memasuki dunia kerja. Tulisan ini bertujuan memaparkan sebuah pekerjaan sampingan sebagai guru les yang dapat dilakoni oleh mahasiswa. Pekerjaan sampingan ini bermanfaat untuk mengamalkan ilmu pengetahuan, mengasah ketrampilan, dan memperoleh pengalaman kerja. Beberapa dampak positif dan konsekuensi bekerja sambil kuliah juga dipaparkan dalam tulisan ini. Keywords: pengalaman kerja, bekerja sampingan, pengangguran

PENDAHULUAN Berdasarkan hasil Sensus Penduduk tahun 2010, jumlah penduduk Indonesia mencapai 237,6 juta jiwa, meningkat dibandingkan jumlah penduduk tahun 2000 sebanyak 206,3 juta jiwa. Saat ini laju pertumbuhan penduduk Indonesia adalah 4-5 juta per tahun. Dalam skala dunia, Indonesia menempati posisi ke-4 setelah Republik Rakyat Cina, India, dan Amerika Serikat. Tingginya kuantitas penduduk memberikan dampak yang positif dan negatif. Di satu sisi, tingginya jumlah penduduk dapat
Naskah Lomba Penulisan Kreatif BKKBN 2013 – Akhmad Gazali (gazagazasan@gmail.com)

mempertahankan keutuhan negara dari ancaman bangsa lain. Di sisi lain, fenomena ini menimbulkan permasalahan kependudukan, salah satunya adalah pengangguran. Dalam sensus penduduk 2001, pengangguran didefinisikan sebagai orang yang tidak bekerja sama sekali atau bekerja kurang dari dua hari selama seminggu sebelem pencacahan dan berusaha memperoleh pekerjaan (BPS, 2001: 8). Menurut Nanga (2005: 249) pengangguran adalah suatu keadaan dimana seseorang yang tergolong dalam kategori angkatan kerja tidak memiliki pekerjaan dan secara aktif tidak sedang mencari pekerjaan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa seorang pengangguran tidak memiliki suatu pekerjaan di saat seharusnya dia bekerja atau usia produktif. Ada beberapa faktor penyebab terjadinya pengangguran, di antaranya adalah tingkat pendidikan yang masih rendah dan tidak seimbangnya antara permintaan dan penawaran dari penyedia pekerjaan. Namun demikian, pendidikan yang tinggi belum tentu menjamin kemakmuran seseorang. Menurut badan pusat statistik (BPS) sarjana menganggur pada Agustus 2009 meningkat 0,49% dari Agustus tahun lalu, sedangkan pada tahun 2010 meningkat menjadi 11,92%, dan pada tahun 2011 BPS hanya menyebutkan angka 8.12 juta untuk pengangguran terbuka. Ini menunjukkan bahwa meskipun seseorang telah merintis jenjang pendidikan yang tinggi, dia masih memiliki kendala untuk mendapatkan pekerjaan. Dari segi ekonomi, pengangguran berdampak secara tidak langsung pada pendapatan nasional. Secara khusus, pengangguran dapat menghilangkan lapangan pekerjaan, menghilangkan keterampilan, dan menimbulkan ketidakstabilan sosial politik. Secara psikologis, pengangguran merasa rendah diri dan berakibat pesimis

Naskah Lomba Penulisan Kreatif BKKBN 2013 – Akhmad Gazali (gazagazasan@gmail.com)

dalam memandang masa depan. Terutama jika pengangguran merupakan seorang sarjana. Hal ini dapat saja menimbulkan persepsi di dalam suatu masyarakat bahwa pendidikan tinggi tidaklah berguna. Sebenarnya, pengangguran pada sarjana dapat dicegah sejak dini dengan melatih diri dan keterampilan agar siap dalam menghadapi dunia kerja saat lulus kelak. Namun tidak semua mahasiswa menyadari bahwa bekerja nantinya merupakan manifestasi dari ilmu pengetahuan yang diperoleh selama kuliah. Sehingga banyak dari mereka tidak mengamalkan ilmu yang didapat sesegera mungkin. Salah satu cara untuk mengamalkannya adalah dengan bekerja sambilan atau sampingan (part-time job / freelance). Berbeda dengan kerja full time yang memakan waktu sepanjang hari sesuai jadwal yang telah ditentukan dengan perjanjian yang telah disepakati bersama, kerja part time adalah kerja yang tidak terlalu terikat dengan waktu serta berbagai macam perjanjian atau kontrak kerja dengan pihak lain, bebas dalam mengatur jam terbang waktu kerja, dan dibayar sesuai dengan hasil pekerjaan. Bekerja sambilan merupakan pilihan karena mahasiswa tidak sepenuhnya memiliki waktu luang, mereka harus membagi waktu dengan jadwal aktifitas akademik di kampus. Oleh karena itu, dari sekian banyak jenis pekerjaan sampingan, mahasiswa harus bisa memilih berdasarkan waktu dan kemampuannya. Salah satu jenis pekerjaan sampingan yang pelaksanaannya fleksibel adalah menjadi guru les. Tulisan ini bertujuan untuk mengemukakan pembahasan guru les sebagai jenis pekerjaan sampingan bagi mahasiswa, peran pekerjaan sampingan sebagai persiapan

Naskah Lomba Penulisan Kreatif BKKBN 2013 – Akhmad Gazali (gazagazasan@gmail.com)

bekerja, dan dampak positif serta konsekuensi jika mahasiswa memiliki pekerjaan sampingan sebagai guru les.

PEMBAHASAN 1. Guru Les sebagai Pekerjaan Sampingan bagi Mahasiswa Secara umum, pekerjaan dapat diklasifikasikan berdasarkan hasil pekerjaannya, yaitu pekerjaan yang menghasilkan barang dan pekerjaan yang menghasilkan jasa. Guru les termasuk dalam pekerjaan yang menghasilkan jasa yaitu melakukan transfer ilmu ke orang lain atau peserta didik. Ada 3 hal yang perlu diperhatikan seorang guru les agar proses mengajarnya berjalan optimal, yaitu pemahaman terhadap peserta didik, jenis kelas, dan keterampilan wajib. a. Jenis peserta didik Ada tiga macam peserta didik berdasarkan umur atau tingkat kedewasaannya, yaitu anak-anak, remaja, dan dewasa. Ada dua hal yang perlu diperhatikan saat menghadapi murid sesuai dengan tingkatannya, yaitu minat dan rentang perhatian (attention span). Pada anak-anak minatnya berhubungan dengan hal-hal yang kongkret, yaitu hal-hal yang dapat dirasakan lewat panca inderanya. Anak-anak juga menyukai sesuatu yang berwarna-warni dan mereka mudah bosan terhadap suasana, atau dapat dikatakan mereka memiliki rentang perhatian yang singkat. Lain halnya dengan orang dewasa, rentang perhatian pada

Naskah Lomba Penulisan Kreatif BKKBN 2013 – Akhmad Gazali (gazagazasan@gmail.com)

orang dewasa cukup panjang, artinya mereka dapat menahan rasa bosan karena adanya kesadaran untuk mempelajari sesuatu. Selain itu orang dewasa mampu menciptakan pemikiran yang abstrak saat belajar karena telah memiliki berbagai pengalaman hidup yang dapat mereka jadikan acuan. b. Jenis kelas Ada dua macam kelas berdasarkan ukurannya, yaitu privat dan kelompok. Pada kelas privat, guru les bertindak sebagai tutor karena jumlah murid biasanya hanya satu atau dua orang. Tutor artinya mengajarkan dengan fokus pada siswa tertentu saja, atau disebut dengan istilah one-on-one. Mengajar di kelas privat dapat dilakukan di rumah murid ataupun di tempat yang telah disepakati. Pada jenis kelas ini, murid mendapatkan interaksi dengan guru les secara intensif dan terfokus. Berbeda dengan kelas kelompok, biasanya muridnya berjumlah 8-15 orang. Untuk kelas ini diperlukan tempat atau ruangan khusus dengan adanya kursi dan papan tulis. Biasanya jenis kelas ini ditemui jika guru les mengajar di sebuah lembaga. Setiap keperluan mengajar beserta medianya telah disiapkan pihak lembaga. Namun karena jadwalnya tidak ketat, maka ini tetap dapat diklasifikasikan sebagai pekerjaan sampingan.

Naskah Lomba Penulisan Kreatif BKKBN 2013 – Akhmad Gazali (gazagazasan@gmail.com)

c. Keterampilan wajib Ada tiga macam keterampilan yang harus dimiliki seorang guru les, yaitu keterampilan mengajar, komunikasi, dan promosi.

Keterampilan mengajar dan komunikasi diaplikasikan pada saat pembelajaran berlangsung. Sedangkan keterampilan promosi dilakukan guna menjaga maupun mengembangkan usaha yang telah ada. Ada enam keterampilan utama dalam mengajar, yaitu keterampilan bertanya, keterampilan memberi penguatan, keterampilan mengadakan variasi, keterampilan menjelaskan, keterampilan membuka dan menutup pelajaran, dan keterampilan mengelola kelas. Seluruh keterampilan ini dibutuhkan saat mengajar agar pembelajaran terarah dan sistematis. Ketrampilan komunikasi berhubungan dengan interaksi antara murid dengan guru. Ini termasuk sikap guru les saat berkenalan, meminta murid mengerjakan tugas, memberikan penjelasan, dan menutup sesi pelajaran. Komunikasi haruslah terjalin dengan baik agar murid merasa nyaman dan dapat menyerap pelajaran dengan optimal. Seorang guru les sebaiknya memiliki kemampuan untuk memahami bahasa verbal maupun non-verbal. Ketrampilan promosi bertujuan agar pekerjaan sebagai guru les dapat berkembang. Promosi dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya dari mulut ke mulut dan secara online melalui situs jejaring

Naskah Lomba Penulisan Kreatif BKKBN 2013 – Akhmad Gazali (gazagazasan@gmail.com)

sosial. Jika mahasiswa merasa pekerjaannya sebagai guru les sudah cukup padat, maka usaha promosi pun harus dibatasi. 2. Peran Pekerjaan Sampingan Guru Les sebagai Persiapan Menghadapi Dunia Kerja Ada dua peran bekerja sebagai guru les dalam menghadapi dunia kerja setelah mahasiswa menyelesaikan studinya, yaitu sebagai bentuk pengamalan ilmu yang didapat dan sebagai langkah memperoleh pengalaman kerja. Mengamalkan ilmu artinya melaksanakan atau menerapkan pengetahuan yang telah didapat untuk kebaikan, dan pengalaman kerja artinya suatu kondisi dimana seseorang telah pernah masuk atau melakukan suatu pekerjaan. Pertama, dalam pandangan agama Islam, mengamalkan ilmu merupakan hal yang mulia. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah An Nisaa: 66 “ Dan sesungguhnya kalau mereka mengamalkan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka)”. Ini berarti bahwa mengamalkan ilmu dampaknya tidak hanya secara intelijensi, yaitu bertambahnya ketrampilan, tetapi juga dari sisi spiritual dapat menguatkan iman seseorang. Di samping itu, mengamalkan ilmu merupakan bentuk apresiasi terhadap pengetahuan yang didapat. Saat seseorang mengamalkan ilmunya, maka ingatannya terhadap pengetahuan pun akan lebih kuat. Kedua, bekerja sampingan berarti berupaya untuk memperoleh pengalaman kerja. Pada saat ini, banyak penyedia lapangan pekerjaan

Naskah Lomba Penulisan Kreatif BKKBN 2013 – Akhmad Gazali (gazagazasan@gmail.com)

mengharuskan calon pekerja untuk memiliki pengalaman kerja terlebih dahulu. Jika tidak ada, maka akan sulit diterima. Dengan memiliki pekerjaan sampingan saat kuliah, mahasiswa telah memiliki pengalaman kerja sewaktu dia lulus nanti. Sehingga peluang untuk diterima dalam suatu pekerjaan akan lebih tinggi. Dalam hubungannya dengan mengajar, pengalaman kerja menjadi guru les akan sangat berperan nantinya saat mahasiswa melamar kerja menjadi guru, baik di instansi negri (pegawai negri) maupun swasta (misalnya lembaga kursus). Mahasiswa sudah terbiasa dalam menjelaskan materi dan

berkomunikasi dengan orang lain, sehingga dia hanya perlu fokus pada penguasaan materi dan hal-hal lainnya. Berdasarkan kedua hal di atas, dapat disimpulkan bahwa bekerja sampingan sebagai guru les sangat bermanfaat sebagai persiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Ketidaksiapan dalam menghadapinya akan menjadi hambatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pekerjaan. 3. Dampak Positif dan Konsekuensi dari Pekerjaan Sampingan sebagai Guru Les Bekerja sampingan pada masa kuliah memiliki dampak positif dan juga konsekuensi bagi pelakunya. Dampak positif artinya efek yang dihasilkan memberikan keuntungan bagi pelakunya. Sedangkan konsekuensi artinya suatu kendala yang merupakan efek dari bekerja sampingan. Ada beberapa keuntungan jika mahasiswa bekerja sampingan. Pertama, dari segi finansial mahasiswa akan terbantu pendapatannya. Pendapatan ini dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk menunjang studinya, seperti pembelian

Naskah Lomba Penulisan Kreatif BKKBN 2013 – Akhmad Gazali (gazagazasan@gmail.com)

alat atau media. Kedua, jika bidang pekerjaan yang dilakoninya sesuai dengan studinya, makan dia berkesempatan untuk mengaplikasikan teori dan menunjang perkuliahannya. Ketiga, dengan menjadi guru les, mahasiswa telah memperluas relasi hubungan kerja. Nantinya bisa saja mahasiswa memiliki bisnis lain dan berhubungan lagi dengan orang yang pernah memakai jasanya sebagai guru les. Namun demikian, bekerja sampingan pun memiliki beberapa

konsekuensi. Diantaranya adalah manajemen waktu dan menyempitnya interaksi sosial sesama mahasiswa. Pertama, kuliah sambil bekerja mengurangi waktu luang yang semestinya dapat dimanfaatkan untuk melakukan kegiatankegiatan akademik lain untuk meningkatkan kapabilitas dan integritas mahasiswa. Waktu mahasiswa untuk melakukan studi kelompok, eksperimen, dan diskusi menjadi berkurang. Kedua, kesibukan mahasiswa dalam pekerjaannya menyebabkan berkurangnya interaksi dengan sesama mahasiswa. Contohnya adalah ketidakmampuan mahasiswa mengikuti organisasi

kampusnya dikarenakan padatnya jadwal atau jadwal kerjanya yang bersamaan. Akibatnya kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sosial pun berkurang. Menyikapi kedua konsekuensi ini, mahasiswa harus mampu membagi waktu dengan menjadwalkan kegiatan dan memprioritaskan kegiatan akademik yang bersifat krusial atau tidak bisa ditunda. Jika tidak, hal itu akan berdampak buruk bagi nilai akademik mahasiswa.

Naskah Lomba Penulisan Kreatif BKKBN 2013 – Akhmad Gazali (gazagazasan@gmail.com)

Berdasarkan penjelasan di atas, bekerja sambil kuliah di samping menguntungkan juga menimbulkan kendala di sisi akademik dan sosial pelakunya. Mahasiswa harus bisa menyusun jadwal bekerja dengan sebaikbaiknya untuk meminimalisir timbulnya konsekuensi tersebut.

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Berdasarkan uraian tentang pekerjaan sampingan guru les untuk menghadapi dunia kerja di atas, penulis menyimpulkan beberapa hal penting, yaitu: 1. Dalam menghadapi dunia kerja, mahasiswa dituntut untuk pro aktif menyiapkan diri. Persiapan disini adalah dalam bentuk kesiapan pemerolehan pengalaman kerja. 2. Terdapat beberapa faktor yang harus dikuasai seorang mahasiswa yang bekerja sampingan sebagai guru les, yaitu pengetahuan akan jenis-jenis kelas, karakteristik peserta didik, dan kemampuan wajib seperti komunikasi dan promosi. 3. Bekerja sambil kuliah memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positinya mahasiswa dapat memperoleh dukungan finansial dan mengembangkan keahlian, dan dampak negatifnya adalah berkurangnya waktu luang mahasiswa untuk berinteraksi di luar pekerjaan. Ada beberapa rekomendasi yang dapat disampaikan penulis, yaitu: 1. Setiap mahasiswa harus menyiapkan diri menghadapi dunia kerja, salah satunya dengan bekerja sampingan. dan

Naskah Lomba Penulisan Kreatif BKKBN 2013 – Akhmad Gazali (gazagazasan@gmail.com)

2. Mahasiswa yang bekerja sampingan harus menguasai dan mengetahui kemampuan yang diperlukan untuk melakukan pekerjaannya serta keuntungan dan konsekuensinya. Dia harus bisa mengantisipasi

kemungkinan buruk dengan cara menjadwalkan pekerjaan dan perkuliahan dengan baik.

Naskah Lomba Penulisan Kreatif BKKBN 2013 – Akhmad Gazali (gazagazasan@gmail.com)

DAFTAR PUSTAKA

Al Quran, Surah An Nisaa, ayat 66. Badan Pusat Statistik. 2000. Penduduk Indonesia Hasil Sensus Penduduk 2000. Buku I. Jakarta: BPS. Informasi Kependudukan Indonesia, dipublikasikan oleh Divisi Statistik Sektor Riil, Departemen Statistik Ekonomi dan Moneter, Bank Indonesia. Nanga, Muana. 2005. Makroekonomi: Teori, Masalah dan Kebijakan. Edisi Kedua. Jakarta: PT. Raja Grafika Persada. Pokok-Pokok Materi Keterampilan Dasar Mengajar: Bahan Perkuliahan PPL 1 Mahasiswa FKIP Unlam. 2012. Unit Program Pengalaman Lapangan (UPPL). Universitas Lambung Mangkurat. Banjarmasin Laman internet (diakses pada 9 April 2013): http://kuliahitukeren.blogspot.com/2011/07/pengertian-pengangguran-dan-jenis.html http://syadiashare.com/jenis-jenis-pekerjaan.html
http://www.anneahira.com/kerja-part-time.htm

http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/12/29/210109/Konsek uensi-Kuliah-sambil-Kerja

Naskah Lomba Penulisan Kreatif BKKBN 2013 – Akhmad Gazali (gazagazasan@gmail.com)

BIODATA PENULIS

Judul tulisan

: Pekerjaan Sampingan Guru Les sebagai Persiapan

Memasuki Dunia Kerja bagi Mahasiswa
Nama lengkap : Akhmad Gazali

Tempat, tanggal lahir : Kandangan, 24 Juni 1991 Umur Alamat : 21 tahun : jl. Pangeran No. 10, kelurahan Pangeran, kec. Banjarmasin Utara, Banjarmasin Status Pendidikan sekarang : Mahasiswa : Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP Univ. Lambung Mangkurat

Kontak: Email No. HP : gazagazasan@gmail.com : 0896 9169 9250

Naskah Lomba Penulisan Kreatif BKKBN 2013 – Akhmad Gazali (gazagazasan@gmail.com)

LOMBA PENULISAN KREATIF BKKBN 2013
Tema : Pendidikan Kependudukan (Kategori : Dewasa)

JUDUL TULISAN :

Pekerjaan Sampingan Guru Les sebagai Persiapan Memasuki Dunia Kerja bagi Mahasiswa

PENULIS : Akhmad Gazali

Naskah Lomba Penulisan Kreatif BKKBN 2013 – Akhmad Gazali (gazagazasan@gmail.com)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->