P. 1
Laporan Tetap Asam Cuka Air Kelapa

Laporan Tetap Asam Cuka Air Kelapa

|Views: 992|Likes:
Published by Dian Fajrin

More info:

Published by: Dian Fajrin on Apr 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/08/2014

pdf

text

original

LAPORAN PENDAHULUAN PRAKTIKUM BIOPROSES PEMBUATAN CUKA DARI AIR KELAPA

OLEH : IRNANDA PRATIWI KELOMPOK : 1. VERSIA NOLAVIA 2. FAIZAH SURYANI 3. ANWAR HIDAYAT 03023130011 03023130022 03023130032 03023130042

LABORATORIUM TEKNOLOGI BIOPROSES JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2005 .

tempurung (endokarp) = 12% 3. DASAR TEORI Buah kelapa sangat sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari yang diantaranya yaitu air kelapanya itu sendiri. TUJUAN PERCOBAAN : 1. Buah kelapa terdiri dari 4 bagian yaitu : 1. Tetapi air kelapa tua juga digunakan sebagai bahan pembuatan asam cuka. sabut (eksokarp dan mesokarp) = 35% 2. Dapat Mengetahui Cara Pembuatan Asam Cuka 2. Dalam proses fermentasi ini dilakukan oleh suatu jenis miroba tertentu yang menghasilkan atau mempunyai enzim yang berperan dalam proses tersebut. Dapat Mengetahui Proses Fermentasi Yang Terjadi Pada Asam Cuka III. selain itu air kelapa yang sudah tua dapat mempengaruhi keasaman tanah sehingga mengurangi kesuburan tanah. Bahan makanan yang difermentasikan biasanya menghasilkan suatu produk baru yang mudah dicerna atau diproses. Proses fermentasi terbagi menjadi dua yaitu : . NAMA PERCOBAAN : Pembuatan Asam Cuka II. air buah (ketaren) = 25% Proses fermentasi sangat penting dalam pembuatan asam cuka karena dapat memecah senyawa yang terdapat dalam air kelapa menjadi senyawa asam cuka yang diinginkan. Umumnya air kelapa muda sering digunakan sebagai minuman ringan. memiliki aroma yang baik dan rasanya lebih enak. daging buah (endosperm)= 28% 4.I.

Komposisi kimia air kelapa : Komponen Air Protein Lemak Karbohidrat Abu Air kelapa muda (%) 95.a) fermentasi alkoholis yaitu fermentasi ynag menghasilkan alkohol sebagai produk utama b) fermentasi non alkoholis yaitu fermentasi yang tidak menghasilkan alkohol sebagai produk Pada umumnya air kelapa yang sering dikonsumsi dalam keadaan segar adalah air kelapa muda.23 0.04 Blok diagram pembuatan asam cuka dari air kelapa Air kelapa Penyaringan .01 0.1 37 0.13 0.27 1.06 Selain itu komposisi mineral yang terkandung dalam air kelapa : Unsur Kalium Natrium Kalsium Magnesium Besi Fosfor Tembaga Berat / 100 mg 312 105 29 30 0.29 0.63 Air kelapa tua (%) 91. Hal ini disebabkan karena air kelapa tua mempunyai komposisi kimia yang berbeda dengan air kelapa muda sehingga akan mempengaruhi cita rasanya sendiri.15 7.11 0.12 4.

tapi didalam industri pangan biasanya digunakan istilah sukrosa untuk menyatakan gula yang diperoleh dari tebu atau bit. Pemanis lain yang digunakan dalam industri pangan termasuk : 1. madu yaitu suatu produk yang diproduksi dari lebah madu yang berasal dari tanaman .Penambahan gula Dimasak Dipertahankan selama 5 menit setelah mendidih Didinginkan ( + ragi roti) Fermentasi I C6H12O6 + sacharomyces sp 2 C2H5OH + H2O Fermentasi II 2 C2H5OH + acetobacter aceti CH3COOH + H2O Panen Pemasaran GULA Gula sering diartikan bagi setiap karbohidrat yang digunakan sebagai pemanis.

Penggunaannya ditujukan untuk pembuatan bahan pangan setengah kering. . sorbitol 8. maltosa yang terdapat dalam sirup glukosa 6. gliserin 11. perlakuan dengan teknik paesteurisasi. gula invert yang dibuat melalui hidrolisa dari sukrosa 7. Kadar gula yang tinggi bersama kadar asam yang tinggi (pH rendah). produk yang dilapisi oleh gula dan sirup untuk produk-produk dalam kaleng. manitol 9. pemanis buatan diantaranya sakarin dan gula siklamat Gula banyak digunakan dalam pengawetan khususnya buah-buahan dan sayur-sayuran dan juga dapat digunakan sebagai bumbu pada produk-produk daging. jika diberikan pada konsentrasi yang cukup (di atas 70% padatan terlarut). glukosa kristal 4. Daya larut yang tinggi dari gula. glukosa. fruktosa 5. laktosa yang terdapat dalam susu 10. sirup glukosa yang dibuat melalui hidrolisis pati 3. biasanya gula dipakai sebagai salah satu kombinasi dari teknik pengawetan bahan makanan. penyimpanan pada suhu yang rendah pengurangan kadar air dan bahan-bahan pengawet kimia seperti asam benzoat yang merupakan teknik-teknik yang perlu diketahui dalam pengawetan bahan makanan. madu dan gula invert dapat dipakai dalam berbagai teknik pengawetan bahan pangan. Sukrosa.2. kemampuan mengurangi keseimbangan kelembaban relatif (ERH) dan mengikat air adalah sifat-sifat yang menyebabkan gula dipakai dalam pengawetan bahan pangan. Walaupun gula sendiri mampu memberi stabilitas mikroorganisme pada suatu produk makanan.

Contoh pembuatan ragi tempe dari roti. Apabila gula ditambahkan ke dalam bahan pangan dalam jumlah atau konsentrasi yang tinggi (paling sedikit 40% padatan terlarut) sebagian dari air yang ada menjadi tidak tersedia untuk pertumbuhan mikroorganisme dan aktivitas air (aw) dari bahan makanan berkurang. roti dan nasi.Meskipun rasa manis adalah ciri gula yang sangat terkenal penggunaannya sangat penting dan luas dalam industri pengawetan makanan dan juga tergantung dari sifat lain. RAGI : Pembuatan ragi banyak menggunakan ubi kayu. Sukrosa umumnya digunakan pada pengawetan bahan pangan seperti selai. Monosakarida lebih efektif dalam menurunkan nilai aw dibanding dengan disakarida atau polisakarida pada konsentrasi yang sama. Produk-produk pangan berkadar gula tinggi biasanya dapat rusak oleh jamur atau kapang yaitu kelompok mikroorganisme yang relatif mudah dirusak oleh panas misalnya dalam proses sterilisasi atau pasteurisasi. dengan menggunakan : Bahan-bahan :  Roti  Ubi kayu  Tempe Alat yang digunakan : . pengaruh konsentrasi gula pada aktivitas air bukan merupakan faktor satu-satunya yang mengendalikan pertumbuhan berbagai mikroorganisme karena bahan-bahan dasar yang mengandung komponen yang berbeda-beda tetapi mempunyai nilai aw yang sama menunjukan ketahanan yang berbeda-beda pula terhadap kerusakan yang disebabkan oleh mikroorganisme. Walaupun demikian.

Setelah dibiarkan selama 24 jam jamur tempenya dibuang. Erlenmeyer  Pinset  Pisau  Parutan  Petridish • Prosedur pembuatan ragi roti : 1. . 6. Hasilnya setelah dingin diberi jamur tempe yang diambil dengan menggunakan pinset yang sudah disterilkan. Mula-mula alat yang akan dipakai disterilkan terlebih dahulu.  Ubi kayu yang dikukus dengan patinya (tanpa diperas terlebih dahulu). • Prosedur pembuatan ragi dari ubi kayu :  Ubi kayu yang dikukus tanpa pati 1. Satu bagian dari hasil 3 dimasukkan ke dalam autoclaf lalu dikukus selama ± 10 menit. hanya saja ubi disini dilakukan penjamurannya dengan menggunakan pati. 2. 4. masukan ke dalam autoclaf. Dimana prosedur pembuatannya sama dengan proses pada ubi yang di atas. 3. lalu diberi jamur tempe yang cara pengambilannya menggunakan pinset yang sudah disterilkan. Ubi yang sudah diparut diperas untuk menghilangkan patinya lalu dibagi dua bagian. Setelah 24 jam kemudian jamur-jamur tempenya dibuang. 3. Ubi kayu yang sudah dicuci diparut dengan menggunakan alat yang bersih pula. Mula-mula ubi kayu dikupas dan dicuci sampai bersih 2. 5. Autoclaf ditutup lalu disimpan ditempat yang aman 4. Roti dicubit-cubit dengan pinset.

Saringan 4. Setelah dingin. dipanaskan. Setelah fermentasi berjalan lebih kurang satu minggu untuk setiap liter larutan. V. Panci 2. Kemudian keluarkan dari autoklaf. Gula merah 3. Pisau 5. Setelah larut disaring dari kotoran.IV. ditambahkan dengan 1 sendok teh ragi roti. Air kelapa 2. kemudian difermentasikan lagi selama 1 minggu.24 kg dan diaduk. Baskom  Bahan : 1. Setelah mendidih larutan diberi ragi roti 1 sendok the lalu dipindahkan kedalam wadah tertutup dengan kain saring. dipertahankan selama 5 menit. kemudian difermentasikan selama 1 minggu. HASIL PENGAMATAN Air kelapa sebanyak 400 ml yang telah dicampur dengan 80 g gula merah dimasukkan ke dalam erlenmeyer dan ditutup dengan gabus. Kompor 3.5 liter bibit cuka. Diamkan selama 2 hari. Setelah 2 hari. ditambahkan 50 ml Acetobacter Aceti. Pengaduk 6. METODELOGI  Alat : 1. ditambahkan 1. Masukkan ke dalam autoklaf selama 15 menit. . Ragi roti  Prosedur Percobaan : Air kelapa dimasukan dalam panci sebanyak 3 lt ditambah gula 0.

asam cuka sebagai bahan yang memberikan suasana yang cocok bagi pertumbuhan bakteri. Penambahan ZA adalah sebagai sumber respirasi (pernafasan) nitrogen bagi bakteri. Produk hasil fermentasi air kelapa dengan bantuan mikroba ini salah satunya adalah asam cuka. PEMBAHASAN Pada percobaan kali ini kita akan mengamati peristiwa fermentasi yang digunakan untuk membuat asam cuka. Hasil fermentasi air kelapa dengan bantuan bakteri Acetobacter xylinum. Air kelapa yang tidak diolah akan cepat rusak dan basi karena aktivitas mikroba. Enzim yang terdapat dalam makanan dapat berasal dari bahan mentahnya atau mikroorganisme yang terdapat pada makanan tersebut. Enzim dapat menyebabkan perubahan dalam bahan pangan. susu. ikan. Zat-zat yang bekerja pada proses ini ialah enzim yang dibuat oleh sel-sel ragi.VII. Bahan makanan seperti daging. Pada percobaan ini kita melakukan pengawetan secara biologis. akan tetapi ZA ini juga dapat diganti dengan CO(NH 2)2 atau pupuk urea yang memiliki fungsi . karena komposisinya berbeda dengan air kelapa muda sehingga dapat mempengaruhi cita rasanya. Perubahan yang terjadi dapat berupa rasa. kalori. dan sifat-sifat lainnya. Bahan yang digunakan adalah air kelapa tua. Pembuatan asam cuka ini menggunakan gula merah yang berfungsi sebagai sumber makanan (substrat) bagi bakteri. warna. Asam cuka adalah produk yang berupa agar-agar/gelatin. Ragi roti kita gunakan agar proses fermentasi dapat terjadi. Peragian (Fermentasi) merupakan proses perubahan karbohidrat menjadi alkohol. Lamanya proses peragian tergantung dari bahan yang akan diragikan. bentuk. Untuk mengurangi atau memperlambat proses kerusakan air kelapa serta agar mempunyai nilai ekonomis yang tinggi air kelapa tua dapat dimanfaatkan dengan bantuan mikroba Acetobacter xylinum. Perubahan itu dapat menguntungkan ini dapat dikembangkan semaksimal mungkin. buah-buahan dan biji-bijian mengandung enzim tertentu secara normal ikut aktif bekerja di dalam bahan tersebut. tetapi yang merugikan harus dicegah. Proses pengawetan secara biologis misalnya dengan peragian.

ZA digunakan sebagai sumber respirasi (pernafasan) Nitrogen bagi bakteri. Hal yang paling penting dalam proses fermentasi adalah sterilisasi. 3.yang sama dengan ZA. Setelah fermentasi berjalan 2 hari ditambah 50 ml bibit cuka. VIII. Setelah larut. 4. Erlenmeyer setelah dikeluarkan dari autoklaf dalam keadaan panas ditutup dengan kertas koran. Setelah mendidih larutan diberi ragi roti sebanyak 1 sendok teh lalu dipindahkan ke dalam erlenmeyer dan ditutup dengan gabus. vitamin dan mineral dalam jumlah yang cukup. Substrat ini dimasak terlebih dahulu dengan air (perbandingan 1 : 1). Kesimpulan Asam cuka adalah produk berupa agar-agar atau gel hasil fermentasi dari air kelapa dengan bantuan baktei Acetobacter xylinum. kemudian difermentasikan selama 1 minggu. maka fermentasi tidak akan berhasil. Bila salah satunya tidak steril. 2. N. dipanaskan dan dipertahankan selama 5 menit. ZA ini dapat diganti dengan pupuk urea atau CO(NH2)2. Air kelapa dimasukkan ke dalam panci sebanyak 400 ml + gula merah 80 g diaduk. Gula merah yang digunakan pada praktikum kali ini berfungsi senbagai sumber makanan (substrat) bagi bakteri. . KESIMPULAN DAN SARAN • 1. Asam cuka sebagai bahan yang memberikan suasana asam yang cocok bagi pertumbuhan bakteri. disaring dari kotoran. Sedangkan starter adalah sebagai biang bakteri untuk membentuk air kelapa menjadi asam cuka atau senagai biokatalisator yang berfungsi untuk mempercepat terjadinya reaksi biokimia. Substrat yang baik untuk fermentasi adalah substrat yang mengandung komponen yang dibutuhkan seperti sumber C. hal ini untuk menjaga kebersihan agar tidak ada mikroorganisme lain yang dapat masuk dan memberikan oksigen yang cukup dari luar melalui pori-pori kertas.

57 hal. Sebaiknya erlenmeyer setelah dikeluarkan dari autoklaf dalam keadaan IX. “Fermentation”. Bogor: Fakultas Mekanisme dan Teknologi Hasil Pertanian Institut Pertanian Bogor.2004. Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Teknik Unsri. Lund. Winarno. “Perkembangan Ilmu teknologi pangan”. • Saran panas ditutup dengan kertas koran. hal ini untuk menjaga kebersihan agar tidak ada mikroorganisme lain yang dapat masuk dan memberikan oksigen yang cukup dari luar melalui pori-pori kertas. Oxford Univercity. Rahman. 1974. chemistry of life: Eight Lectures on The History of Biochemistry”. Cambridge Univercity. Retina Foundation.. F. Encyclopedia Americana Vol. Needham. Starter sebagai biang bakteri untuk membentuk air kelapa menjadi asam cuka atau sebagai biokatalisatoruntuk mempercepat terjadinya reaksi biokimia. Hatta Dahlan dan Ratna Djuita “Penuntun parktikum Mikrobiologi “. S. Oxford. Patricia. 11. Barbara E.5. “Citric Acid Cycle”. Cambridge. DAFTAR PUSTAKA Wrighty.G. 1970. Boston. Fardiaz. . A. 1. Joseph.

GAMBAR ALAT PISAU Bahan yang telah ditimbang 55 6 Timbangan Elektronik SPATULA Stoples GELAS UKUR .

5 liter bibit cuka untuk setiap satu liter larrutan. Kelapa tua lebih banyak mengandung air kelapa bila dibandingkan kelapa muda. maka lita lakukan proses fermentasi selama satu minggu. Kelapa tua memiliki kandungan gizi lebih banyak bila dibandingkan kelapa muda. Hal ini dikarenakan : 1. Kemudian kita tambahkan 1. Pembahasan Asam asetat. melainkan kelapa yang sudah cukup tua. atau dalam masyarakat lebih dikenal dengan asam cuka merupakan salah satu jenis asam yang termasuk dalam golongan asam lemah. kita bisa saja mengganti gula . 3. Pada percobaan yang kita lakukan ini. Gula merah berfungsi sebagai nutrisi bagi ragi. Asam cuka bisa dibuat dengan beberapa macam bahan baku. Pembuaatan asam cuka dari air kelapa yang kita lakukan ini menggunakan gula merah sebagai bahan campuran. Setelah penambahan bibit cuka dalam larutan. Sebenarnya. Harga kelapa tua lebih murah jika dibandingkan kelapa muda 2. baik itu menggunakan bahan baku alami ataupun dengan menggunakan bahan-bahan kimia. kita memilih kelapa sebagai bahan bakunya. Hal ini dikarenakan pada kelapa muda memiliki daging buah yang lebih tebal.VI. Senyawa glukosa yang terdapat dalam gula merah akan diubah menjadi etanol ( alcohol ) oleh Saccharomyces Sp. Hasil Pengamatan Larutan berrwarna coklat. dan setelah satu minggu berbusa. 4. Kelapa yang kita pilih pun bukan sembarang kelapa. Kandungan fosfor pada kelapa tua jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan kelapa muda. VII.

kita melakukan dua kali fermentasi :  Fermentasi pertama adalah pengubahan senyawa glukosa dengan bantuan ragi Sacharomyces Sp menjadi ethanol ( alcohol ). dan energi (ATP). bahkan dalam percobaan ini kita menggunakan dua jenis ragi karena kita mengalami dua kali fermentasi. Kemudian ditambahkan bibit cuka 1. Sebaliknya. Proses fermentasi biasanya memakan waktu yang cukup lama. Asam cuka bias dibuat dengan bahan-bahan alami ataupun bahan-bahan kimia.  Setelah satu minggu. Dalam percobaan ini.  Fermentasi kedua adalah pengubahan senyawa ethanol dengan bantuan ragi Acetobacter aceti menghasilkan asam asetat. Dalam pembuatan asam cuka dari aur kelapa. Bahkan ragi dipandang memiliki perananan yang sangat penting. CO2. Proses pembuatan asam cuka dari air kelapa juga menggunakan ragi. dengan alasan :  Gula putih tidak merubah warna produk. Hal ini disebabkan baik gula merah maupun gula putih semuanya mengandung glukosa .merah merah dengan gula putih. Pemilihan gula merah didasarkan pada pertimbangan bahwa untuk skla praktikum. Hal ini dikarenakan pada gula merah dan gula putih sama-sama mengandung Glukosa. akan berbusa. Jenis gula tidak mempengaruhi proses fermentasi.Hal ini dikarenakan gula putih lebih mudah larut daripada gula merah.5 ltr untuk tiap 1 ltr air kelapa  Kemudian dilakukan fermentasi. H2O. VIII. Glukosa berfungsi sebagai nutrisi bagi mikroba/ragi. Pada proses pembuatan asam cuka dari air kelapa yang kita lakukan. gula merah dipandang lebih ekonomis ( lebih murah ) bila dibandingkan gula putih. Dalam percobaan ini memakan waktu kurang lebih 2 minggu . kita lebih memilih menggunakan gula merah daripada gula putih. Hal ini dikarenakan proses pembuatan asam cuka dari air kelapa merupakan salah satu proses fermentasi. Dalam percobaan ini kita menggunakan air kelapa. 4. ada beberapa hal penting yang perlu kita catat :  Larutan air kelapa dalam botol yang telah ditambahkan gula merah berwarna coklat.  Gula putih lebih sedikit meninggalkan ampas jika dibandingkan gula merah. dunia industri lebih memilih menggunakan gula putih. 3. Fermentasi adalah proses pemecahan senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana secara anaerob.  Rasa gula putih biasaanya lebih manis jika dibandingkan gula merah. 2. sehingga produk yang dihasilkan akan tetap menarik. Kesimpulan 1. proses pembuatan asam cuka dari air kelapa yang kita lakukan ini termasuk proses fermentasi.

seperti industri kulit dan bahan pelumas untuk resin.TUGAS KHUSUS Asam laktat adalah suatu senyawa yang terbentuk pada susu yang masam oleh hasil bakteri asam susu. . Asam laktat banyak dipergunakan dalam industri . Asam laktat merupakan asam yang optimis aktif.

Senyawa bakteriosinnya diambil dan dimurnikan. mengarakterisasi senyawa aktifnya . Bakteri asam laktat penghasil bakteriosin sebagai bibit starter unggul dan biopreservatif pada makanan. sehingga daging masih dalam keadaan baik dalam lemari pendingin sampai dengan hari ke 15. Bakteri asam laktat penghasil senyawa bakteriosin dari isolate terpilih diuji lanjut untuk mengetahui pertumbuhannya dalam berbagai media dan suhu. Mereka berkembang pesat pada media yang mengandung glukosa 1 persen dan ekstrak khamir 0. dan menguji senyawaan terpilih sebagai bahan pengawet makanan yang anti bakteri pathogen..Senyawa bersifat pengawet yang berasal dari bakteri penghasil asam laktat. Sedangkan untuk meningkatkan kandungan amolisin 121 per satuan volume sampai dengan empat kali. Demikian pula hasil yang sama ditunjukkan pada daging segar yang diinokulasi dengan bakteri pathogen . dilakukan presipitasi dengan menggunakan ammonium sulfat. Senyawa ini mampu menghambat pertumbuhan bakteri pathogen Listeria monocytogenes. zat demikian dikenal dengan bakteriosin. Bakteri asam laktat terpilih penghasil bakteriosin dari mukosa usus halus sapi. bertujuan untuk mengisolasi dan menyeleksi bakteri asam laktat pernghasil bakteriosin. kandungan amolisisn 121 kasar setara dengan 5000 IU Nisisn. Pemberian amilosin sebagai bahan pengawet dapat menekan pertumbuhan bakteri pembusuk pada daging segar . dan tidak membahayakan bagi mikroba usus. sedangkan . Hal yang sama ditunjukkan pula oleh Nisin.5 persen.supernatant bebas sel setara dengan 1250 IU Nisin. Kemudian bakteriosin diujicobakan terhadap bakteri pathogen secara in vitro serta dibandingkan dengan daya kerjanya terhadap bakteriosin yang beredar di pasaran yaitu nisin. mudah terurai. Bakteri tersebut ialah Lactobacillus amylovorus US 121. Setelah melewati berbagai uji .senyawa aktif dari isolate tersebut diidentifikasi sebagai amolisin 121. Amilosin 121 cenderung mempunyai efek sinergisme terhadap Nisin. Dari hasil kalibrasi antara amolisin 121 dengan Nisin terhadap beberapa bakteri indikator menunjukkan. Bakteriosin merupakan bahan pengawet makanan tidak beracun. Di bidang mikrobiologi .

. amilosin 320 AU/ml yang dimasukkan ke susu mempunyai efektivitas lebih besar untuk menekan pertumbuhan sel L. Demikian pula. Keefektifitasan amilosin 121 maningkat sampai 12 hari pada suhu 100o C.monocytogenes dan Staphylococcus aureus. susu tersebut mengandung gabungan antara amilosin 121 dan Nisin dengan konsentrasi masing-masing 160 AU dan 312. .35 IU/ml. dan 160 AU/ml dan 312.monocytogenes dan Staphylococcus aureus.Nisin dan gabungan amilosin 121 serta Nisin dengan konsentrasi masing-masing 320 AU/ml. Disamping itu . amylovorus US 121 tidak menimbulkan angka kesakitan.monocytogenes dibandingkan dengan Staphylococcus aureus selama 120 jam pada suhu 100o C. Hal ini menunjukkan .3 IU/ml.bakteri penghasil amilosin ini nonpatogen. Dalam penelitian tersebut dibuktikan pula bahwa L.L. Sementara itu .L. L. mempunyai efektivitas yang sama pada daging segar yang diinokulasikan dengan bakteri pathogen . Amilosin 121 . amylovorus US 121 bertindak sebagai agen probiotik karena dapat memperbaiki konversi ayam pedaging. maka bahan pengawet tersebut dapat menekan jumlah sel Staphylococcus aureus sampai 30 persen. Amilosin 121 dapat digunakan sebagai pengawet susu pasteurisasi karena efektivitasnya meningkat akibat proses pasteurisasi. 620 IU/ml.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->