DIFRAKSI SINAR X PADA BIDANG KRISTAL

Handout Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Fisika Zat Padat

Disusun Oleh :

1. Sarah Bella S. (140310100046) 2. Suci Winarsih (140310100082)

Pengujian suatu zat padat apakah berupa amorf atau kristalin maka dapat dilakukan beberapa metode diantaranya adalah difraksi sinar-X. atau difraksi elektron. sinar dihamburkan oleh atom yang memiliki hubungan sefase. atau molekul yang membentuk agregat sedemikian rupa sehingga memiliki bentuk dan volume tertentu. Berdasarkan struktur atomnya.JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PADJADJARAN 2013 Pendahuluan Zat padat adalah keadaan atom-atom. Karena atom-atom disusun secara periodik dalam suatu kisi. zat padat dibedakan menjadi kristal dan amorf. Metode Difraksi Sinar-X Difraksi pada dasarnya adalah sebuah fenomena hamburan di mana sejumlah besar atom bekerja sama. tetapi dalam beberapa arah interferensi konstruktif terjadi dan berkass difraksi terbentuk. Dua hal yang penting adalah gerakan gelombang yang mampu . difraksi neutron. ion. Hubungan-hubungan fase yang sedemikian rupa menyebabkan interferensi destruktif terjadi dalam arah hamburan.

menyebabkan interferensi (sinar-x) dan satu set pusat hamburan berkala yang diatur (atom-atom kristal). Sinar X yang digunakan adalah sinar monokromatis. perkiraan ukuran kristalit.3. Callister 7e. radiasi elektromagnetik yang ditembakkan mengalami penguatan. extra distance tra velled bywa ve“2” θ θ λ spacing d between planes Gambar 1. Kristal memberikan hamburan yang kuat sehingga menghasilkan sudut hambur (θ). Jika sruktur atom atau molekul tertata secara teratur membentuk kisi. Informasi yang dapat diperoleh dari analisa dengan menggunakan XRD tersebut yaitu sebagai berikut: . Pola hambutan sinar-X juga dapat memberikan informasi tentang keadaan amorf dan kristalin.19. Gambaran dua dimensi refleksi sinar X oleh dua bidang kristal paralel adalah sebagai berikut : reflections m ust be in phase for a detectable sig nal Adapted from Fig. Metode difraksi sinar-X adalah salah satu cara mempelajari atau meguji keteraturan molekul (kirstal atau amorf). Gambaran dua dimensi refleksi sinar X oleh dua bidang kristal paralel Superposisi gelombang radiasi dari atom tunggal dalam kristal akan menghasilkan refraksi dengan perbedaan lintasan ℓ = d sinθ seperti pada gambar. dan perbandingan daerah kristalin dengan daerah amorf dalam sampel polimer. Penguatan tersebut memberikan informasi tentang penataan molekul dalam suatu struktur. konfigurasi rantai dalam kristalit.

Bragg. Hukum Bragg berguna untuk . Intensitas relatif puncak difraksi memberikan gambaran tentang posisi atom dalam sel satuan.1. dengan intensitas relatif paling tinggi pertama disebut d1. Kisi kristal tidak hanya satu lapis saja melainkan terdiri dari banyak lapisan. Posisi puncak difraksi memberikan gambaran tentang parameter kisi (a). akan mengalami difraksi kisi dengan sudut 2θ. Hal ini dikenal sebagai sudut difraksi. Hukum ini menyatakan bahwa pada suatu panjang gelombang elektromagnet (sinar X) yang mengenai suatu kisi kristal padatan baik koheren maupun inkoheren. 4. 3. struktur kristal dan orientasi dari sel satuan (dhkl) struktur kristal dan orientasi dari sel satuan. kita juga akan mendapatkan beberapa informasi lain diantaranya : 1. Sudut antara berkas sinar difraksi dan berkas sinar transmisi untuk 2 θ. bukan θ. Dari pola difraksi padatan kristal yang teranalisa oleh XRD tersebut. Panjang gelombang sinar X yang digunakan (λ) 2. ketiga d3 dan seterusnya. jarak antar bidang (dhkl). Pembangkit sinar-x menghasilkan radiasi elektromagnetik setelah dikendalikan oleh celah penyimpang (S) 2. Bragg dan Sir William H. (dhkl) dikelompokkan dalam beberapa grup. Tiap lapisan terdiri dari sel satuan. Sudut 2θ inilah yang diukur pada percobaan difraksi. Bentuk puncak difraksi memberikan gambaran tentang ukuran kristal dan ketidaksempurnaan kisi. ayah dari William L. Orde pembiasan / kekuatan intensitas (n) 3. Sudut antara sinar datang dengan bidang normal (θ) Hukum Bragg Hukum Bragg ditemukan oleh William L. Dua fakta geometris yang perlu diingat yaitu sinar datang bidang normal terhadap bidang difraksi dan berkas difraksi selalu sebidang. kedua d2. Bragg.

dan l adalah Indeks Miller a. Makin banyak bidang kristal yang terdapat dalam sampel makin kuat intensitas pembiasan yang dihasilkan. . k. Tiap puncak yang muncul pada pola XRD mewakili suatu bidang kristal yang memiliki orientasi tertentu. Radiasi yang direfleksikan oleh bidang berdekatan akan terjadi jika perbedaan lintasan sama dengan kelipatan bilangan bulat (n) dari panjang gelombang λ. d dapat dihitung dengan persamaan : dengan : d = jarak antar lapisan h.menentukan kooordinat titik pantulan dalam Indeks Miller sehingga dapat menentukan tipe kristal yang diujikan. Puncak dari hasil pengukuran dicocokkan dengan standar difraksi sinar X untuk semua jenis material. dan c adalah panjang sisi sel satuan Berdasarkan persamaan Bragg. jika seberkas sinar X dijatuhkan pada sampel kristal maka bidang tersebut akan membiaskan sinar X. Dapat dijabarkan dengan persamaan : 2d sin θ = n λ dengan : n = orde difraksi λ = panjang gelombang d = jarak antar lapisan Nilai d akan menentukan tipe kristal yang diujkan dan ciri-ciri tipe kristal. b. Sinar-sinar yang dibiaskan akan ditangkap oleh detektor kemudian diterjemahkan sebagai sebuah puncak difraksi.

seperti pada 3 untuk -3. Secara khusus.Indeks Miller Indeks Miller diperkenalkan pada tahun 1839 oleh mineralog Inggris William Miller Hallowes. integer negatif ditulis dengan bar. menunjukkan arah di dasar dari vektor kisi langsung bukan kisi resiprokal  Hkl merupakan notasi himpunan semua arah yang setara dengan [ℓ mn] dengan simetri Cara untuk mendefinisikan arti dari Indeks Miller yaitu : 1. Indeks masing-masing menunjukkan pesawat ortogonal terhadap arah (h. k. dengan persegi bukan kurung bulat. yaitu mereka pembagi umum terbesar harus 1. a2. k. Jarak dari satu set bidang (hkl) adalah jarak terpendek dari dua bidang yang berdekatan. Bilangan bulat biasanya ditulis dalam istilah terendah. Semakin besar harga indeks maka semakin kecil jarak antar bidang tersebut. a3 yang mendefinisikan sel satuan (perhatikan bahwa sel unit konvensional mungkin lebih besar dari sel primitif dari kisi Bravais) . Kedua definisi diberikan di bawah ini. Ada juga beberapa notasi yang terkait :  notasi {mn} ℓ menunjukkan himpunan semua pesawat yang setara dengan (ℓ mn) oleh simetri kisi  [ℓ mn]. Melalui satu titik di kisi resiprokal atau sebagai invers penyadapan sepanjang vektor kisi 2. dan l. Dalam kedua kasus. l) dalam dasar dari kisi resiprokal vektor. Dengan konvensi. Indeks Miller membentuk suatu sistem notasi dalam kristalografi untuk pesawat dan arah dalam kristal (Bravais) kisi. salah satu kebutuhan untuk memilih vektor kisi tiga a1. sebuah keluarga bidang kisi ditentukan oleh tiga bilangan bulat h.

(1/k)b. Contoh dari penamaan bidang irisan kristal ditunjukan pada gambar berikut ini. 3. Jika arah dari suatu bidang bernilai negatif. Jika intersep ∞ atau bidang paralel dengan aksis maka indeksnya bernilai nol. Biasa dipakai tiga bilangan bulat. maka indeks diberi tanda garis diatasnya. k dan l sehingga dituliskan (h k l). Tentukan nilai intersep dari setiap aksis (1/h)a. contoh jika intersep adalah (1/2)a.Indeks Miller biasa digunakan untuk menentukan bidang irisan didalam kristal. Indeks untuk bidang irisan dituliskan dalam kurung ( ). h. Langkah mudah untuk memberikan indeks miller dari suatu bidang irisan adalah sebagai berikut : 1. Berikut contohnya : . Jika sebuah bidang sejajar dengan suatu aksis maka indeks untuk aksis ini nilainya 0. Ambil titik asal (titik 0) dari bidang 2. Satu set bidang yang paralel dengan jarak yang seragam memiliki indeks yang sama. maka indeks bidang tersebut adalah (2 3 1) seperti gambar dibawah ini. (1/1)c. (1/l)c dari titik asal. (1/3)b.

k dan l 2. Jarak antar bidang. Perbedaan jarak dari dua bidang dicontohkan dengan gambar dibawah ini.Indeks Miller memiliki berbagai arti fisis diantaranya : 1. yaitu jarak antara bidang yang melewati titik asal dengan bidang berikutnya. Orientasi dari bidang atomik melalui harga h. bidang (2 2 2) memiliki jarak antar bidang yang lebih kecil dari bidang (1 1 1). Berikut gambarannya : .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful