P. 1
Ekologi

Ekologi

|Views: 221|Likes:
Published by Eriani Eleganty
Ekologi terestrial
Ekologi terestrial

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Eriani Eleganty on Apr 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/04/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1 Latar Belakang
  • 1.4 Penyebaran Populasi
  • 1.5.1 Penyebaran populasi
  • 1.5.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran populasi
  • 2. Natalitas (Kelahiran)
  • 3. Mortalitas
  • 4. Pola distribusi Contagious
  • 5.Pola Distribusi Over Despesion
  • 6. Pola Distribusi Co-Acak
  • 7. Kanada
  • 8. Spanyol

BAB 1 PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Pengetahuan tentang populasi sebagai bagian dari penetahuan ekologi telah berkembang menjadi semakin luas. Dinamika populasi tampaknya telah berkembang menjadi pengetahuan yang dapat berdiri sendiri. Dalam perkembangannya pengetahuan itu banyak mengembangkan kaidah-kaidah matematika terutama dalam pembahasan kepadatan dan pertumbuhan populasi. Pengembangan kaidah-kaidah matematika itu sangat berguna untuk menentukan dan memprediksikan pertumbuhan populasi organisme di masa yang akan datang. Penggunaan kaidah matematika itu tidak hanya memperhatikan pertumbuhan populasi dari satu sisi yaitu jenis organisme yang di pelajari, tetapi juga memperhatikan adanya pengaruh dari faktor-faktor lingkungan, baik biotik maupun abiotik. Pengetahuan tentang dinamika populasi menyadarkan orang untuk mengendalikan populasi dari pertumbuhan meledak ataupun punah. Populasi juga mempunyai sejarah hidup dalam arti mereka tumbuh, mendadakan pembedaan dan memelihara diri seperti yang di lakukan organisme. Di samping itu populasi juga mempunyai organisasi dan struktur yang dapat dilukiskan. Tetapi ada kalanya dalam praktek sehari-hari, pengertian populasi itu dinyatakan dalam pengertian heterospesies dan polispesies. Masalah yang akan di bahas dalam makalah ini meliputi pengertian populasi, ciri-ciri populasi, kerapatan populasi dan cara pengukurannya, pengukuran kerapatan nisbi, kelangkaan hewan, parameter utama populasi, distribusi individu dalam populasi, struktur utama populasi, piramida ekologi dan pertumbuhan populasi.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Konsep Spesies Taksonomi Konsep taksomis adalah pengelompokan organisme berdasarkan kesamaan ciri fisik tertentu. Dalam penyebutan organisme sering dipergunakan istilah taksa apabila tingkatan taksonominya belum diketahui. Unit terkecil dalam taksonomi adalah spesies, sedangkan unit tertinggi adalah kingdom. Diantara unit-unit baku dapat ditambahkan super jika terletak di atas unit baku, contoh: super kingdom, merupakan unit yang lebih tinggi dari kingdom. Jika ditambahkan sub terletak di bawah unit baku. Contoh: sub filum, terdapat di bawah unit filum. 2.2 Pengertian Populasi dan Populasi lokal Pengertian Populasi Populasi adalah kumpulan

individu dari suatu jenis organisme. ini

Pengertian

dikemukakan untuk menjelaskan bahwa individu- individu suatu jenis organisme dapat tersebar luas di muka bumi, namun tidak semuanya dapat saling berhubungan untuk mengadakan perkawinan atau pertukaran informasi genetik, karena tempatnya terpisah. Individu- individu yang hidup disuatu tempat tertentu dan antara sesamanya dapat melakukan perkawinan sehingga dapat mengadakan pertukaran informasi genetik dinyatakan sebagai satu kelompok yang disebut populasi. Contoh populasi :

Populasi Tumbuhan Sumber: Anonymous 2010

Populasi hewan

Penyebaran individu-individu itu dapat berada dalam kelompok-kelompok, dan kelompok-kelompok itu terpisah antara satu dengan yang lain. Pemisahan kelompokkelompok itu dapat dibatasi oleh kondisi geografis atau kondisi cuaca yang menyebabkan individu antar kelompok tidak dapat saling berhubungan untuk melakukan tukar menukar informasi genetik. Populasi-populasi yang hidup secara terpisah ini di sebut deme. Sebagai contoh, populasi banteng di Pulau Jawa terpisah menjadi dua subpopulasi, yang satu terdapat di kawasan Taman Nasional Baluran yang terletak di ujung timur, yang lain terdapat di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang berada di ujung barat Pulau Jawa. Jika isolasi geografis atau cuaca itu menyebabkan hewan sama sekali tidak dapat melakukan pertukaran informasi genetik, maka antara kelompok yang satu dengan yang lain bisa terdapat variasivariasi genetik sebagai akibat seleksi alam yang terjadi di tempat masing-masing. Namun, jika ada kejadian yang memungkinkan dua populasi yang terpisah dapat bersatu, pertukaran informasi genetik dapat berlangsung. Populasi Lokal dan Ras Ekologi

Dalam situasi tertentu sekelompok individu ada kemungkinan secara genetika terisolasi, persilangan hanya memungkinkan terjadi diantara anggota kelompok itu sendiri. Kelompok organisma-organisma yang terisolasi tersebut biasanya disebut ”populasi lokal”. Populasi lokal adalah merupakan unit dasar dalam proses evolusi, pertukaran gena terjadi secara terus-menerus dalam waktu yang relatif lama shingga terjadi struktur gena yang khusus untuk kelompok tersebut dan akan berbeda dengan struktur gena populasi lokal lainnya meski untuk species yang sama. Hal ini dikarenakan adanya seleksi alami yang beroperasi terhadapnya, sehingga menghasilkan individu-individu dengan susunan gena yang memberi kemungkinan untuk bertahan terhadap lingkungan lokal, dan akan berkembang dalam jumlah yang semakin banyak jika dibandingkan dengan individu-individu yang tidak tahan. Salah satu jalan suatu populasi lokal dapat teradaptasi terhadap suatu lingkungan adalah dengan pengembangan dan pengelolaan diversitas genetikanya melalui reproduksi seksual dalam populasi. Hasilnya adalah sekelompok atau susunan individu-individu yang masing-masing berbeda dalam toleransinya terhadap lingkungan, salah satunya ada kemungkinan mempunyai kemampuan yang sangat baik dalam toleransinya terhadap kondisi lingkungan yang ekstrim daripada rata-rata anggota populasi lainnya. Dengan demikian

kehetrogenan struktur gena dari anggota populasi mempersiapkan populasi terhadap kehancurnnya akibat lingkungan, misal terhadap kemarau yang panjang. Hal yang sejalan terjadi pula dalam kurun waktu yang relatif lama dan lamban sebagai reaksi terhadap perubahan iklim, dalam hal ini bisa ratusan bahkan ribuan tahun. Dengan demikian keheterogenan struktur gena merupakan cara dalam mempertahankan hidup atau kelulusan hidup, dan ini sebagai mekanisma teradaptasinya suatu populasi akibat seleksi alami. Dalam suatu kawasan yang secara umum mempunyai kondisi yang relatif sama, populasi lokal dari species yang ada berkecenderungan untuk memperlihatkan toleransi terhadap lingkungan yang relatif sama pula, tetapi akan berbeda toleransinya dengan species lokal lainnya (dari species yang sama) yang berada pada kondisi iklim yang berbeda. Populasi lokal seperti ini biasa dikenal dengan ras ekologi. Contoh yang terkenal dari ras ekologi adalah di Skandinavia dimana terdapat dua populasi yang secara sistematik dimasukkan dalam satu species yang sama meskipun kedua populasi ini mempunyai karakteristika yang berbeda. Populasi di daerah pegunungan mempunyai karakteristika bentuk morfologi yang kerdil dan berbunga cepat, sedangkan populasi di daerah pantai bentuk morfologinya tinggi tetapi berbunga lambat. Orang semula memperkirakan bila individu dari populasi di pegunungan dipindahkan atau ditumbuhkan di pantai maka akan tumbuh dengan karakteristika populasi pantai, demikian pula sebaliknya. Contoh-contoh lain biasanya akan diketemukan pada daerah kontinental yang luas. Jadi suatu ras ekologi adalah juga populasi lokal yang terbentuk oleh karakteritika individu-individunya. Apabila perubahan lingkungan pada suatu kawasan yang luas berubah secara teratur, maka adaptasi genetikanya akan terjadi secara teratur pula, dan dengan demikian sebagai hasilnya akan terjadi perbedaaan yang nyata seperti pada ras yang terbentuk adalah suatu seri tumbuhan, yang berurutan, yang memperlihatkan keteraturan secara terus-menerus atau kontinu dalam sifat genetikanya sebagai penentu dalam toleransi terhadap lingkunganya. Populasi-populasi dari sekelompok organisma-organisma dengan karakteristika yang berbeda secara teratur atau berurutan ini disebut ekoklin. Jadi berdasarkan dua hal di atas, maka suatu species dapat merupakan ras ekologi atau berupa kompleks dari ekoklin. Dua pendekatan dalam kajian populasi ini, yaitu melalui ekologi populasi yang mendalami pertumbuhan suatu populasi dan interaksi diantara populasi-populasi yang berhubungan erat di dalam pengaruh faktor lingkungan yang terkontrol ataupun tidak terkontrol. Pendekatan lainnya yaitu mempelajari satu atau lebih populasi lokal dari suatu species dalam usaha untuk mempelajari genetika species sebagai penentu toleransinya terhadap kondisi lingkungannya, kajian ini disebut ekologi gena atau ekologi fisiologi perbandingan. Pembahasan selanjutnya akan

Ciri-Ciri Dasar Populasi Ada dua ciri dasar populasi. Besarnya suatu populasi di suatu kawasan tertentu biasanya dinyatakan dalam suatu peristilahan kerapatan atau kepadatan populasi.ciri. Pengertian Ekotipe Ekotipe adalah bagian dari populasi suatu jenis yang menunjukan ciri-ciri morfologi kimia. yaitu jumlah terbanyak individu yang dapat ditampung dalam suatu ekosistem dimana organisma itu masih dapat hidup. Komunitas disini biasanya lebih beranekaragam dibanding dengan komunitas yang mengapitnya. Berbagai faktor sebagai pendorong untuk terjadinya fluktuasi ini.ciri biologi. serta ciri-ciri statistik. Besarnya populasi tumbuhan di alam sangat ditentukan oleh kapasitas tampungnya. Hal ini yang disebut dengan edge effect. Contoh yang menarik adalah kenaikan jumlah plankton yang sangat menyolok pada musim tertentu. Kerapatan populasi dapat dinyatakan dalam: jumlah individu persatuan luas. ada anakan dan tumbuhan dewasa serta tumbuhan tua). disebut ”plankton bloom”. suatu populasi pun mempunyai ciri. yaitu :ciri biologis. yaitu: perubahan musim yang menyebabkan perubahan-perubahan faktor fisika dan mungkin juga kimia lingkungannya. atau dapat pula dinyatakan dalam biomasa persatuan luas (bila populasi tersebut dibentuk oleh individu-individu dengan ukuran berbeda. ada kecambah. Dalam perjalanan waktu suatu populasi besarannya akan mengalami perubahan. Dalam keadaan ini persaingan intra species adalah dalam keadaan maksimal yang dapat ditanggung oleh organisma tersebut. dan perubahan populasi ini sangat ditentukan oleh berbagai faktor (kelahiram atau regenerasi: kematian. perpindahan masuk. yang merupakan ciri uniknya sebagai himpunan atau kelompok individu-individu yang berinteraksi satu dengan lainnya 1.ditekankan pada ekologi populasi. dan perpindahan keluar). antara lain : .ciri biologi Seperti halnya suatu individu. yang merupakan ciri-ciri yang dipunyai oleh individu-individu pembangun populasi itu. Ekotipe merupakan bentuk genetik dari suatu jenis dalam suatu populasi sebagai hasil adaptasinya terhadap lingkungan peralihan antara 2 atau lebih komunitas yang berbeda. atau fisiologi yang mantap dan agaknya diatur oleh faktor-faktor genetika yang berkorelasi dengan keadaan ekologi tertentu. Dalam mempelajari perubahan-perubahan ini pengertian kecepatan memegang peranan penting.

dan mati) c. Sebaran (agihan. b.parameter utama yang mempengaruhi seperti natalitas.a.ciri statistik merupakan ciri. Ontogenetik. mempunyai sejarah kehidupan (lahir. melainkan merupakan hasil perjumpaan dari ciri. Dispersi(sebaran individu intra populasi Untuk memahami tentang hal-hal yang berkaitan dengan populasi kita harus mengenal istilah-istilah yang dipakai. Dapat dikenai dampak lingkungan dan memberikan respons terhadap perubahan lingkungan d. migrasi.ciri statistik Ciri. Mempunyai hereditas e. tumbuh.ciri kelompok yang tidak dapat di terapkan pada individu. antara lain: a. ciri. yang sifatnya ada yang konstan dan ada pula yang berfluktuasi dengan berjalannya waktu (umur) b. bahkan karena penelitian tentang populasi menggunakan angka-angka. Persistensi dalam hal ini adalah adanya kemungkinan untuk meninggalkan keturunanuntuk waktu yang lama. maka juga harus mengerti tentang matematika. berdiferensiasi. Mempunyai struktur dan organisasi tertentu. Kerapatan Populasi dan Cara Pengukurannya Kerapatan populasi adalah ukuran besar populasi yang berhubungan dengan satuan ruang (area). menjadi tua = senessens. struktur) umur c.3 Karakteristik populasi 1. ketegaran reproduktif dan persistensi. 2.fektor herediter (genetik) dan ekologi (termasuk dalam hal ini adalah kemampuan beradaptasi. yang umumnya diteliti dan dinyatakan sebagai jumlah (cacah) individu dan . Komposisi genetik (“gene pool” = ganangan gen) d. mortalitas.ciri individu itu sendiri. imigrasi. emigrasi. Terintegrasi oleh faktor. 2. Kerapatan (kepadatan) atau ukuran besar populasi berikut parameter.faktor hereditaa oleh faktor. Istilah-istilah yang dimaksud misalnya yang dijumpai dalam mempelajari karakteristik populasi.

siput air dan lain. Metode ini juga dapat digunakan untuk menentukan populasi hewan yang berjalan lambat. sedangkan pada penafsiran kerapatan nisbi nisbi hal itu tidak diperoleh. misalnya jenis hewan dari coelenterata. atau 50 individu afik( kutu daun) per daun. 3 ton udang per hektar luas permukaan tambak. Metode Sampling (cuplikan) . 50 individu tikus sawah per hektar. sedangkan kerapatan ekologi adalah kerapatan yang didasarkan atas ruang yang benar. Pada penafsiran kerapatan mutlak diperoleh jumlah hewan per satuan area. persatuan isi( volume) atau persatuan berat medium lingkungan yang ditempati. lebih berlimpah atau kurang berlimpah).misalnya porifera dan binatang karang. Kerapatan mutlak Pengukuran kerapatan mutlak dapat dilakukan dengan cara: 1. Lebih lanjut. A. kerapatan populasi suatu hewan dapat dinyatakan dalam bentuk kerapatan mutlak(absolut) dan kerapatan nisbi( relatif). Pengaruh populasi terhadap komunitas dan ekosistem tidak hanya tergantung kepada jenis apa dari organisme yang terlibat tetapi tergantung kepada jumlahnya atau kerapatan populasinya kadang kala penting untuk membedakn kerapatan kasar dari kerapatan ekologi( kerapatanspesifik.benar (sesungguhnya) ditempati (mikrohabitat). Kerapatan kasar adalah kerapatan yang didasarkan atas kesatuan ruang total. 300 individu keratela sp (zooplankton) per meter kubik air. Contoh : kerapatan afik (kutu daun) per pohon dibandingkan dengan kerapatan afik per daun. Pencacahan Total (perhitungan menyeluruh) Metode ini disebut juga sensus yang digunakan untuk mengetahui jumlah nyata dari individu yang hidup dari suatu populasi.biomasa persatuan luas. Misalnya. melainkan hanya akan menghasilkan suatu indeks kelimpahan (lebih banyak atau sedikit. Metode ini biasanya diterapkan kepada daerah yang sempit pada hewan yang hidupnya menetap.lain 2. Pengukuran kerapatan populasi kebanyakan dilakukan dengan sensus atau metode menggunakan sample (sampling).

oleh karena itu bersangkut paut pula dengan metode-metode statistik. probabilitas penangkapan individu dari waktu selama perioda penangkapan adalah sama. B. lingkaran dan sebagainya.ratanya untuk seluruh area yang diselidiki. Metode removal (pengambilan) Metode ini umum digunakan untuk menaksir besar populasi mamalia kecil. Asumsiasumsi dasar yang digunakan dalm metode pengambilan adalah sebagai berikut: 1. Metode kuadrat Pencuplikan dilakukan pada suatu luasan yang dapat berbentuk bujur sangkar. C. Pengukuran kerapatan nisbi (relatif) Beberapa diantara pengukuran kelimpahan relatif adalah sebagai berikut : · Menggunakan perangkap · Menggunakan jala · Menghitung jumlah felet faeses . metode ini mengambil tiga asumsi pokok. Beberapa metode pencuplikan yang digunakan antara lain: A.Pada metode ini. peluang setiap individu populasi untuk tertangkap pada setiap perioda panangkapan adalah sama.individu yang tidak bertanda maupun yang bertanda ditangkap secara acak.individu yang diberi tanda mengalami laju mortalitas yang sama seperti yang tidak bertanda. persegi enam.menangkap ulang Metode ini dinamakan juga dengan “mark-recapture”.3. Metoda menangkap. yaitu suatu proporsi kecil dari populasi dan menggunakan hasil cuplikan tersebut untuk membuat taksiran kerapatan (kelimpahan) populasi.3.tanda yang dikenakan pada individu tidak hilang ataupun tidak tampak. pencacahan dilakukan pada suatu cuplikan (sample). Pemakaian metode ini bersangkut paut dengan masalah penentuan ukurann dan jumlah cuplikan. individu. tanda.menandai.2.2. yaitu: 1. populasi tetap stasioner selama periode penangkapan. individu. B. Prosedur yang umum dipakai disini adalah menghitung semua individu dari beberapa kuadrat yang diketahui ukurannya dan mengekstrapolasikan harga rata.

Natalitas Merupakan kemampuan populasi untuk bertambah atau untuk meningkatkan jumlahnya. dan tinggi rendahnya aspek ini diukur dari jumlah telur yang di ovovivarkan atau jumlah anak yang dilahirkan. Mortalitas Menunjukkan kematian individu dalam populasi. Dalam ekologi dikenal dua macam natalitas yaitu: 1.matinya individu . 3. Laju natalitas: jumlah individu baru per individu atau per betina per satuan waktu. natalitas ekologi= pertambahan populasi dibawah kondisi lingkungan yang spesifik atau sesungguhnya. fekunditas tingkat kinerja potensial populasi itu untuk menghasilkan individu baru. Ada dua aspek yang berkaitan dengan natalitas ini antara lain : A. 2. melalui produsi individu baru yang dilahirkan atau ditetaskan dari teliu melalui aktifitas perkembangan. mortalitas ekologik = mortalitas yang direalisasikan yakni.· Frekuensi vokalisasi. indeks kelimpahan populasi dinyatakan sebagai frekuensi bunyi persatuan waktu · Tangkaan persatuan usaha · Jumlah artifakta · Daya makan · Kuesioner · Sensus tepi jalan · Umpan manusia 2. fertilitas tingkat kinerja perkembangbiakan yang direalisasikan dalm populasi. Juga dapat dibedakan dalam dua jenis yakni: A. mutlak (absolut)=n.natalitas maksimum= n. B.

unity): Pola sebaran ini terjadi apabila diantara individu-individu dalam populasi terjadi persaingan yang keras atau ada antagonisme positif oleh adanya teritori-teritori terjadi penjarakan yang kurang lebih merata. pola sebaran teratur ini di tunjukkan oleh varians (s2) yang lebih kecil dari rata-rata (x) 3.mata karena usia tua. optimum dan mati semata. Pola sebaran teratur ini relatif jarang terdapat di alam. Acak (Random) Pada pola sebaran ini peluang suatu individu untuk menempati sesuatu situs dalam area yang di tempati adalah sama. Dalam sebaran statistik. Mengelompok (Teragregasi. sering kali disebut sebagai dispersi atau pola penjarakan (pola penyebaran) secara umum dapat di bedakan atas 3 pola utama yaitu: 1. Keacakan berarti pula bahwa kehadiran individu lainnya. pola sebaran menelompok ini varians (s2) yang lebih besar dari rata-rata (x) . Lewat pendekatan statistik. Teratur (Seragam. 4. · Imigrasi : perpindahan masuk ke dalam suatu area populasi dan mengakibatkan meningkatkan kerapatan · Migrasi : menyangkut perpindahan (gerakan) periodik berangkat dan kembali dari populasi. B. adanya atraksi sosial dan lain-lain. yang memberikan indikasi bahwa kondisi lingkungan bersifat seragam. Ketiga istilah diatas bersangkut paut dengan perpindahan. yakni matinya individu dalam kondisi lingkungan yang ideal. Emigrasi. · Emigrasi : perpindahan keluar dari area suatu populasi. Clumped) Merupakan pola sebaran yang relatif paling umum terdapat di alam pengelompokan itu sendiri dapat terjadi oleh karena perkembangbiakan. 5. imigrasi dan migrasi. 2. Lewat pendekatan statistik. sebaran acak ini ditunjukkan oleh varians (s2) yang sama dengan rata-rata (x). Distribusi Individu dalam Populasi Distribusi individu dalam populasi. mortalitas minimum(teoritis).dibawah kondisi lingkungan tertentu.

yang menandakan bahwa populasi tidak dapat meningkat lagi di sebut daya dukung (K= suatu konstanta). Dikenal dua macam bentuk pertumbuhan populasi. Tingkat populasi yang merupakan asimptot atas dari kurva sigmod. Pertumbuhan Sigmoid Pada pertumbuhan populasi yang berbentuk sigmoid ini. Pertumbuhan Eksponensial Pertumbuhan populasi bentuk eksponensial ini terjadi bilamana populasi ada dalam sesuatu lingkungan ideal baik. Untuk dapat dikatakan endemik suatu organisme harus ditemukan hanya di suatu tempat dan tidak ditemukan di tempat lain( Anonymous. Kemudian makin capet sehingga mencapai laju peningkatan secara logaritmik (fase logaritmik). yaitu ketersediaan makanan. 1. seperti pulau. tanpa da persaingan dan lain sebagainya. . 1.6. dengan mengasumsikan bahwa laju emigrasi. Pada pertumbuhan populasi yang demikian kerapatan bertambah dengan cepat secara eksponensial dan kemudian berhenti mendadak saat berbagai faktor pembatas mulai berlaku mendadak. Jadi daya dukung suatu habitat adalah tingkat kelimpahan populasi maksimal (kerapatan jumlah atau biomasa) yang kelulus hidupannya dapat di dukung oleh habitat tersebut. apabila laju kelahiran di dalam populasi itu lebih besar dar laju kematian. lungkang (niche). namun segera menurun lagi secara perlahan dengan makin meningkatnya pertahanan lingkungan. ruang dan kondisi lingkungan lainnya tidak beroperasi membatasi. negara.4 Penyebaran Populasi A. 2. atau zona ekologi tertentu. populasi mula-mula meningkat sangat lambat (fase akselerasi positif). misalnya yang berupa persaingan intra spesies (fase akselerasi negatif) sehingga akhirnya mencapai suatu tingkat yang kurang lebih seimbang (fase keseimbangan). yakni bentuk pertumbuhan eksponensial ( dengan bentuk kurva J) dan bentuk pertumbuhan sigmoid (dengan bentuk kurva S). 2010 ). Pengertian Jenis Endemik dan Kosmopolit Endemik adalah Endemisme dalam ekologi adalah gejala yang dialami oleh organisme untuk menjadi unik pada satu lokasi geografi tertentu. Pertumbuhan Populasi Suatu populasi akan mengalami pertumbuhan.

yang disebabkan oleh kondisi lingkungan setempat. Daerah tropis mempunyai curah hujan dan suhu udara yang tinggi sehingga memiliki lebih banyak spesies tumbuhan dan hewan dari . Jenis endemik adalah jenis yang ditemukan secara eksklusif pada suatu lokasi yang memiliki sifatsifat spesifik. Suatu jenis tumbuhan dikatakan endemik apabila keberadaannya unik di suatu wilayah dan tidak ditemukan di wilayah lain secara alami. contohnya Cendana dan Raflesia arnoldi. Seperti keadaan iklim yang mencakup curah hujan. Artinya dapat ditemukan di tempat luas. antara lain :  Tumbuhan endemik benua( ruang lingkup yang hanya terdapat di suatu benua)  Tumbuhan endemik regional ( ditemukan dalam sub regional saja)  Tumbuhan endemik lokal atau setempat ( hanya terdapat disuatu tempat saja misalnya di Indonesia Bunga Raflesia arnoldi )  Tumbuhan endemik adalah tumbuhan yang daerah distribusinya sempit atau hanya terdapat di daerah tertentu. Contohnya rumput dan lumut. Endemik dan kosmopolit dalam ekologi erat kaitannya dengan flora dan fauna.Menurut pakar biologi dan ekologi. endemik atau endemis berarti eksklusif asli pada suatu tempat (biota). Khusus di ekologi tumbuhan berkaitan erat dengan flora. suhu. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi persebaran jenis endemik dan kosmopolit. misalnya tanah serpentin ( tanah yang morfologinya berasal dari batuan ). Tumbuhan endemik adalah merupakan tumbuhan yang penyebarannya terbatas di wilayah yang tidak terlalu luas. terutama tumbuhan. tetapi kadang .kadang dapat berupa negara. Istilah ini biasanya diterapkan pada unit geografi suatu pulau atau kelompok pulau. jenis tanah dan topografi. Curah hujan merupakan komponen iklim yang penting bagi sebagian besar organisme.  Tumbuhan kosmopolit merupakan kelompok tumbuhan yang penyebarannya diseluruh dunia. Istilah endemik biasanya digunakan untuk daerah yang secara geografi terisolasi. Tumbuhan yang hidup pada suatu kepulauan cenderung berkembang menjadi tipe atau jenis endemik karena isolasi geografi. Sedangkan jenis kosmopolit merupakan kebalikan dari jenis endemik. tipe habitat atau wilayah. Penyebaran Jenis Endemik dan Kosmopolit. Terdapat macam-macam tumbuhan endemik. Sementara kosmopolit adalah terdapat diberbagai tempat. Banyak yang telah mengenal tumbuhan endemik dan kosmopolit yang berada di Indonesia. Tumbuhan kosmopolit ada tumbuhan yang daerah distribusinya luas atau terdapat dimana-mana.

Curah hujan yang banyak diperlukan untuk mendukung pertumbuhan pohon-pohon yang besar. Karena temperatur berubah-ubah baik di daerah ketinggian (altituda) maupun garis lintang (latituda). dan pada saat udara menjadi dingin beberapa dari kelembaban dapat memadat sebagai air hujan. Komponen lain yang dapat menentukan organisme apa yang dapat hidup di suatu daerah adalah kelembaban. Temperatur di suatu daerah menentukan batas-batas yang keras terhadap jenis-jenis organisme yang dapat hidup di daerah tersebut. Dengan demikian iklim . Hal ini membuat udara dingin melepaskan beberapa kelembabannya dan menghsilkan hujan tropis. Iklim merupakan faktor utama yang menentukan tipe tanah maupun spesies tumbuhan yang tumbuh di daerah tersebut. Udara yang hangat menahan/ menyimpan kelembaban lebih banyak dari pada udara dingin. Iklim tropis yang menerima cahaya matahari secara vertikal selama setahun penuh. belukar. Di daerah-daerah lainnya secara kasar temperatur berbeda-beda dalam kuatitas dan intensitas cahaya matahari pada musim yang berbeda. semak. makin banyak dan makin besar jumlah tumbuhan yang didukungnya. Udara yang di panas di equator akan naik atau mengembang atau menyebar luas dan menjadi dingin pada saat naik lebih tinggi di atmosfer. Penurunan dari udara kering ini dapat menciptakan gurun yang luas di dunia.pada daerah iklim sedang atau lainnya. Lebih jauh ke utara dan ke selatan digaris lintang iklim sedang. Dalam keadaan yang ekstrem. jenis tumbuhan yang ada menentukan jenis hewan dan mikroorganisme yang akan menghuni daerah tersebut. tetapi juga untuk temperatur umumnya. Pada dasarnya iklim tergantung pada matahari. mempunyai temperatur yang tingginya hampir tetap. salju atau embun. Matahari bertanggung jawab tidak hanya untuk intensitas cahaya yang tersedia untuk proses fotosintesis. maka daerah pegunungan cenderung menunjukan suatu variasi ketinggian dalam vegetasi dari dasar ke puncak yang serupa. salinitas. Pada ekosistem laut. Udara bergerak terus dan akhirnya turun masuk tanah lagi menjadi lebih hangat dan mengumpulkan lebih banyak kelembaban. tekanan air dan bentuk dasar laut. Makin tinggi curah hujan dan temperatur di suatu daerah (tanah). Sebaliknya. rumput dan akhirnya kaktus atau tumbuhan gurun lainnya. kekurangan curah hujan mengakibatkan tidak ada tumbuhan sama sekali di daerah tersebut. seperti yang tampak bila mengadakan perjalanan pergi jauh ke arah utara (kutub utara) atau ke arah selatan (kutub selatan) dari equator. air. sedangkan curah hujan yang lebih sedikit membantu komunitas yang di dominasi oleh pohon-pohon yang lebih pendek. pembentukan komunitas dipengaruhi oleh faktor suhu. cahaya matahari.

c) Bioma Hutan Hujan Tropis Hutan hujan merupakan bioma paling kompleks. Terdapat beberapa lapisan vegetasi dalam hutan hujan. di Asia disebut steppa. . Perubahan ini terjadi bertahap dan akhirnya membentuk zona – zona tertentu dan tersendiri.merupakan salah satu faktor utama terbentuknya daerah-daerah persebaran bagi tumbuhan – tumbuhan epifit dan kosmopolit. Amerika Selatan disebut pampas. dan cholla. yang masing – masing zona membentuk bioma. Keadaan dari iklim inilah menciptakan suatu lingkungan terestrial yang cenderung berubah dalam suatu pola karakteristik. Berdasarkan jenis tumbuhan yang menyusunnya. . suhu udara. Di dalam suatu bioma terdapat jenis – jenis dari tumbuhan endemik dan kosmopolit yang mewarnai keaneka ragaman dalam suatu bioma. aloe. sabana dibedakan menjadi dua. dan kelembapan udara tinggi.Sabana murni : bila pohon-pohon yang menyusunnya hanya terdiri atas satu jenis tumbuhan saja. b) Bioma Sabana Bioma sabana adalah padang rumput dengan diselingi oleh gerombolan pepohonan. Sesuai dengan kondisi alamnya. Kaktus saguora. sabana. a) Bioma Gurun Bioma gurun dicirikan dengan kondisi iklim musim kering yang sangat ekstrim dengan suhu udara yang tinggi. liliaceae. maka tidak semua jenis vegetasi bisa tumbuh di gurun. Bioma gurun ini tersebar di Amerika Utara yang disebut praire. Jenis vegetasi yang bisa bertahan hidup di daerah gurun antara lain adalah kaktus. hutan hujan tropis. yaitu sabana murni dan sabana campuran. yaitu sebagai berikut: . Iklim hutan hujan tropis dicirikan dengan musim hujan yang panjang. hutan gugur dan savana. jumlah dan jenis vegetasinya sangat banyak dan bervariasi.Sabana campuran : bila pohon-pohon penyusunnya terdiri dar campuran berjenis-jenis pohon. dan Afrika Selatan disebut veld. keadaan itu disebabkan oleh iklim mikro ( iklim yang sesuai untuk tumbuh tanaman ) yang sangat sesuai bagi kehidupan berbagai jenis tumbuhan. Bioma dapat diartikan sebagai macam komunitas utama yang terdapat pada suatu daerah yang dapat dikenal berdasarkan kenampakannya. Ada berbagai bioma di dunia yaitu bioma gurun.

Jenis vegetasi yang tumbuh adalah quercus (oak). Tersebar di Eropa Barat. Bioma hutan hujan tropis tersebar di daerah antara 10º LU dan 10º LS. castanea dan lain-lain. Hal ini disebabkan karena pendeknya hari sehingga merangsang tanaman menarik klorofil dari daun sehingga diisi pigment lain. Eropa Tengah. d) Bioma Hutan Gugur Ciri khas dari bioma ini adalah warna daun yang berwarna oranye keemasan. pada lapisan ini sinar matahari masih bias menembus. karena vegetasi ini hidup pada kawasan subtropis dengan iklim semi selama enam bulan serta mengalami musim gugur saat musim kering sampai musim dingin. e) Lapisan vegetasi dengan ketinggian antara 0-1 m. e) Bioma Savana Bioma savana beriklim asosiasi antara iklim tropis basah dan iklim kering yang terbentang dari kawasan tropika sampai subtropik. termasuk di dalamnya Hutan Amazon (Amerika Tengah).a) Lapisan vegetasi yang tingginya mencapai 35-42 m. b) Lapisan tertutup kanopi dengan ketinggian vegetasi berkisar 20-35 m. Bioma ini tersebar di Afrika Timur. Asia Selatan (Indonesia dan Malaysia). c) Lapisan tertutup kanopi berkisar 4–20 m. Australia. dan Australia. Asia Timur (Korea dan Jepang) dan Timur Laut Amerika. Vegetasi yang tumbuh adalah rumput-rumputan. seperti gramineae jenis rumput yang hidup sepanjang tahun dengan ketinggian rumput mencapai 2. Amerika Tengah. Indonesia memiliki 2 bioma yaitu bioma hutan hujan tropis dan savanna. dan daunnya merupakan ”kanopi” (payung) bagi vegetasi dibawahnya. acer (maple). d) Lapisan vegetasi dengan ketinggian berkisar 1-4 m. Daerah tropika sampai subtropika dengan curah hujan yang tidak teratur menyebabkan tanah di daerah tersebut mempunyai tingkat kesuburan sangat rendah. Afrika Barat. Dimana banyak terdapat . berupa anakan pohon serta semak belukar. Vegetasi jenis ini hanya dapat ditemui di Benua Eropa serta Asia Timur.5 m lebih. merupakan daerah kelembapan udara relatif konstan. dan Asia Timur. Madagaskar Timur.

Sawo Kecik (Manilkara Kauki) Di Jawa 13. Bunga bangkai (Amorphophalus titanum) di Sumatera 2.5. 2001) Penyebaran secara teratur (regular dispersion) dengan individu – individu yang kurang lebih berjarak sama satu dengan yang lain. Rafflesia horsfilldii di Jawa 11.Memperbanyak spesies tumbuhan endemik misalnya dengan cara kultur jaringan 4.Mendirikan cagar alam untuk melindungi tumbuhan endemic 2.tumbuhan endemik dan kosmopolit.Penguatan upaya pemerintah melindungi tumbuhan endemic 3. Penyebaran atau distribusi individu dalam satu populasi bias bermacam– macam. Matoa (Pometia pinnata) 8. jarang terdapat di alam. penyebaran secara merata. Rafflesia arnoldi di Sumatra 3. dan penyebaran berkelompok (Rahardjanto. Kayu Cendana (Santalum album) di Nusa Tenggara 6. yaitu : enyebaran secara acak. Kayu Eboni (Diospyros sp) di Sulawesi 5. Rafflesia patma di Nusa Kambangan dan Pangandaran 12. Rafflesia cilliata di Kalimantan Timur 10. Beberapa cara tersebut adalah : 1. Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata) di Kalimantan 4. Sagu (Metroxylon sagu) di Papua 7.1 Penyebaran populasi Penyebaran adalah pola tata ruang individu yang satu relative terhadap yang lain dalam populasi.5 Pola Penyebaran Individu Faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran populasi 1.Sosialisasi pada masyarakat akan pentingnya melindungi tumbuhan endemic 1. tetapi umumnya di . jumlah tumbuhan endemik di Indonesia khususnya telah mengalami kepunahan maka dari itu perlu dilakukan beberapa cara seperti melakukan perlindungan– perlindungan pada tanaman endemik. pada umumnya memperlihatkan tiga pola penyebaran. Bambu manggong (Gigantochloa manggong) di Jawa 14. Di bioma hutan hujan tropis sendiri banyak di ketemukan tumbuhan endemik yang hanya dapat tumbuh di Indonsia misalnya saja: 1. Ketapang (Terminalia cattapa) Saat ini. Rafflesia borneensis di Kalimantan 9.

dalam suatu ekosistem yang dikelola. P enyeb aran secar a berke lomp ok (clum ped disper sion) dengan individu – individu yang bergerombol dalam kelompok – kelompok adalah yang paling umum terdapat dialam. 2007). umum terdapat padaa tumbuhan. 2007). Penyebaran acak (random dispersion) juga sangat jarang terjadi dialam. Penyebaran semacam ini biasanya terjadi apabila factor lingkunganya sangat seragam unuk seluruh daerah dimana populasi berada. selain itu tidak ada sifat – sifat untuk berkelompok dai organisme tersebut. . terutama untuk hewan (Hastuti.. Penyebaran secara merata. Pada tumuhan misalnya untuk mendapatkan nutrisi dan ruang (Lestari. 1999). 2001). dan disini tanaman atau pohon memang sengaja datur seperti itu yaitu jarak yang sama untuk menghasilkan produk yang optimal (Setiono. dalam tumbuhan ada bentuk – bentuk organ tertentu yang menunjang untuk terjadinya pengelompokan tumbuhan (Azhari. Penyebaran seacam ini terjadi apabila adapersaingan yang kuat diantara individu – individu dalam populasi tersebut.

Perilaku sosial (pada hewan) 3.Pola random Pola regular Pola agregated Sumber : Anonymous 2010 cahaya di hutan dapat nikmat jarak biasa. dan salinitas 8. Struktur tanah dan nutrient 7. O2. Kelembaban 5. Cahaya 6. pH. 1999). Suhu 4.5. Aliran air.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran populasi 1. Demikian pula tanaman yang clumped akan lebih ditemukan oleh mereka herbivores atau patogen (Barbour. 1. Distribusi sumberdaya 2. . dsb. Kimia air.

Penyebaran adalah pola tata ruang individu yang satu relative terhadap yang lain dalam populasi. 1989. Penyebaran secara berkelompok (clumped dispersion) DAFTAR PUSTAKA Krebs. karena tempatnya terpisah. . namun tidak semuanya dapat saling berhubungan untuk mengadakan perkawinan atau pertukaran informasi genetik. Ada dua ciri dasar populasi. 4. 2. Penyebaran secara teratur (regular dispersion) Penyebaran acak (random dispersion Penyebaran secara merata. pertumbuhan populasi. yang merupakan ciri-ciri yang dipunyai oleh individu-individu pembangun populasi itu. yang merupakan ciri uniknya sebagai himpunan atau kelompok individu-individu yang berinteraksi satu dengan lainnya. Yayasan Obor Indonesia. mortalitas.J. yaitu :ciri biologis. Jakarta.BAB III PENUTUP 3. S. distribusi. umum terdapat padaa tumbuhan. Ekofarming. serta ciri-ciri statistik. Pengertian ini dikemukakan untuk menjelaskan bahwa individu. Pola penyebaran individu antara lain : 1.1 Kesimpulan Populasi adalah kumpulan individu dari suatu jenis organisme. Dalam menentukan karakteristik populasi dapat dilihat dari kerapatan.individu suatu jenis organisme dapat tersebar luas di muka bumi. 3. natalitas.

Erlangga: Jakarta Riberu. Hal 45 – 58. Keterbatasan.A dkk. http://tedbio. 2001. Jurnal Nasional Taman Baluran Vol 5 No 14. Anonymous. 2010. Nich.Lestari. 2010. Setiono. Biologi SMA. P.wordpress.I / Maret 2002. 2007.com/journal/item/29/Biogeografi(23 Oktober 2010 ) Anonymous. 1999. Paskalis. 2001. 2010 . Jurnal Pendidikan Penabur – No. Djoko. http://blog. 2010.html( diakses 17 Oktober 2010 ) Diposkan oleh Roryblog di 21.unila.multiply. Pratiwi. Saunders College Pub. 1988. Jurnal Ilmu – Ilmu Pertanian Indonesia Volume 3 No 2.com/2010/02/reproduksi pada-tumbuhan. http://zogakurniawan.01 / Th. http://riyn. Komunitas. Ekologi Dasar. General Ecology. MA.com/ ( 17 Oktober 2010 ) Anonymous.http://biologimanzapo.com/2010/02/macam-macam-bioma-di- dunia. Pembelajaran Ekologi.blogspot. Rifqi. Keberadaan Taman Nasional Baluran Terancam Acacia Nilotica (Akasia Duri). D. New York.id/istafada/2010/05/24/120/comment-page-1/ ( 17 Oktober 2010 ) Anonymous. Margian. Hal 75 – 83.45 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Tidak ada komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) LINK      keguruan Elmu My Departement My Campuss Guruku .ac. Fraksional POOL Bahan Organik Tanah Labil Pada Lahan Hutan dan Lahan Deforestasi.html ( 17 Oktober 2010 ) Anonymous.com/journal/item/15( 23 Oktober 2010 ) Anonymous. 2002. 2010. Wolf. 2010.multiply. http://iwandrsgeo81.blogspot. 1999. dan Suksesi.

. Empat parameter populasi yang mengubah kepadatan populasi adalah natalitas ( telur.  POPULASI  EKOSISTEM DARAT  EKOSISTEM  kamus  Alat-Alat Ekologi Tumbuhan  populasi o ► Oktober (3) Mengenai Saya Roryblog Nama : Risma ekawati Nim : 201010070311127 Status : Mahasiswi of university Muhammadiyah Malang Lihat profil lengkapku Template Watermark. FAKTOR EDAFIK (TANA. Populasi memiliki karakterisitik kelompok – statistical measure – yang tidak dapat diterapkan pada individu. Karakteristik dasar populasi yang banyak didiskusikan adalah kepadatan (density). imigrasi dan emigrasi Karakteristik Populasi Kepadatan Kepadatan populasi ialah besarnya populasi dalam hubungannya dengan suatu unit atau . Antara lain dia mengemukakan tingkat fertilitas suatu organisme mungkin sangat tinggi. Diberdayakan oleh Blogger. kelahiran). mortalitas (kematian). Tarumingkeng (1994). Smith (1990) mendefinisikan populasi sebagai kelompok organisme spesies yang sama yang mengalami interbreeding . Krebs (2001) populasi adalah sekelompok organisme sejenis yang menempati ruang tertentu pada waktu tertentu. Setiap populasi makhluk hidup mengalami proses yang sama. produksi spora. biji. Populasi adalah sehimpunan individu atau kelompok individu dalam satu spesies (atau kelompok lain yang dapat melangsungkan interaksi genetik dengan jenis yang bersangkutan). tetapi bahaya yang mengancam populasinya juga besar.Pengikut Arsip Blog   ► 2012 (5) ▼ 2011 (10) o ▼ Desember (7)  LINGKUNGAN BIOTIK DAN ABIOTIK.. dan pada waktu tertentu menghuni suatu wilayah atau tata ruang tertentu.

imigrasi dan emigrasi. Pertambahan jumlah organisme kedalam populasi ini disebut laju kepadatan yaitu jumlah organisme atau individu yang bertambah ke dalam populasi per satuan waktu. spesies lain beberapa kali dalam satu tahun. Jika N merupakan simbol untuk jumlah organisme dan t merupakan simbol waktu. Mortalitas atau kebalikannya survival. bisa dilihat dari berbagai aspek. Apabila natalitas dan imigrasi meningkat dalam populasi sedangkan emigrasi dan mortalitas menurun. Dalam perhitungan laju kelahiran. banyak faktor yang dapat membatasi angka kelahiran atau sangat dipengaruhi kondisi lingkungan Laju kelahiran Laju kelahiran adalah jumlah organisme yang dihasilkan individu betina per unit waktu. Mortalitas (Kematian) Mortalitas adalah jumlah individu dalam populasi yang mati selama periode waktu tertentu. mortalitas.satuan ruangan. sedangkan biomassa terlalu membesarkan arti organisme besar. Kelahiran ekologis : produksi individu baru dalam populasi pada kondisi lingkungan yang ada. Ketika kita menanyakan mengapa populasi meningkat atau menurun pada spesies tertentu. Besar laju kelahiran sangat dipengaruhi oleh tipe organisme yang sedang dipelajari. Laju kelahiran populasi disebut angka kelahiran kotor (crude natality). Longitivitas difokuskan pada usia kematian dari individu dalam populasi. Disebut juga potensi biotik organism. Dua tipe longitivitas yaitu: (a) Longitivitas potensial (potential longitivity). Kepadatan Absolut: Para ekologiwan menentukan kepadatan absolut dengan dua cara yaitu dengan penghitungan total dan dengan menggunakan sampel. Fekunditas: kondisi fisiologis yang mengacu pada kapasitas reproduksi organism. harus dibedakan antara Nn dengan N. Fertilitas : konsep ekologi yang didasarkan pada kemampuan organisme menghasilkan anak pada periode tertentu. sedangkan komponen arus energi memberikan indeks yang lebih baik untuk membandingkan populasi mana saja dalam ekosistem. dan (b) Longitivitas nyata (realized longitivity). Beberapa spesies menghasilkan banyak biji atau telur sedang yang lain hanya beberapa telur atau biji. jawabannya adalah karena salah satu dari parameter ini berubah. . Beberapa spesies melakkukan perkawinan setahun sekali. maka kepadatan populasi akan bertambah. haching. Perlu diingat bahwa perhitungan jumlah terlalu mementingkan arti organisme kecil. germinasi atau pembelahan. Faktor yang mempengaruhi kepadatan: Perubahan kepadatan populasi dipengaruhi oleh empat parameter primer dari populasi yaitu natalitas. yaitu produksi individu-individu baru di dalam populasi melalui kelahiran. Natalitas Salah satu faktor utama yang menyebabkan peningkatan kepadatan populasi adalah natalitas. Laju kelahiran individu disebut laju kelahiran spesifik (specific natality) karena setiap individu akan mempunyai angka kelahiran yang berbeda. Fertilitas nyata (realized fertility) Kelahiran maksimum (kelahiran fisiologis): produksi maksimum dari individu-individu baru dalam populasi pada kondisi yang ideal (tidak ada faktor lingkungan yang membatasi reproduksi. Dalam studi populasi biologiwan lebih tertarik pada mengapa organisme mati pada usia tertentu. hanya dibatasi oleh faktor fisiologi individu sendiri). ada yang sepanjang tahun.

Tabel kehidupan memberikan informasi dasar untuk mempelajari perubahan kepadatan dan laju pertambahan atau pengurangan suatu populasi. Umur di dalam populasi dapat digambarkan dalam bentuk piramida yang disebut dengan piramida umur populasi. (b) kurva cekung.Longitivitas potensial adalah usia hidup maksimum suatu spesies yang semata-mata dibatasi oleh faktor fisiologi organisme tersebut. tetapi bagaimana populasi tersebut dapat menghindari kematian (survival). predator. Laju kematian populasi adalah jumlah individu dari suatu populasi yang mati dalam periode waktu tertentu (jumlah yang mati per satuan waktu). Laju kematian populasi nilainya negatif. sehingga menentukan pertumbuhan populasi untuk waktu berikutnya. Keadaan distribusi umur berpengaruh terhadap tingkat kematian dan kelahiran. (c) kurva diagonal. Suatu model yang menggambarkan perbandingan . Nisbah antara angka kelahiran dan kematian disebut vital indeks yang dirumuskan dalam bentuk persentase (%) Kurva Kehidupan Di dalam populasi yang penting dipelajari bukan angka kematian. Dari distribusi umur dapat diramalkan tingkat kelahiran dan kematian sehingga dapat diperkirakan keadaan populasi masa yang akan datang. Angka kehidupan atau laju kehidupan organisme secara umum digambarkan dalam bentuk kurva kehidupan. yang sering ditemui mendekati konstan. (c) Populasi menurun. (b) Populasi stasioner memiliki pembagian kelas umur lebih merata. Pembagian umur organisme Piramida umur. Proporsi individu dalam setiap kelompok umur disebut distribusi umur. karena merupakan kebalikan dari angka kelahiran. Rasio dari kelompok-kelompok umur dari populasi menentukan status reproduktif yang sedang berlangsung dari populasi tersebut. Jika angka kematian dilambangkan dengan M. angka kematian akan konstan (kemampuan hidup organisme pada kondisi optimum). Tabel kehidupan (life table) Kurva kelangsungan hidup suatu populasi didapatkan dengan cara membuat pengamatan terhadap populasi dalam bentuk tabel kehidupan (life table). (c) Kurva diagonal: mempunyai umur kehidupan yang relatif konstan. tetapi mendekati umur tua laju kematian populasi tinggi. Model perkembangan populasi dapat disusun berdasarkan hasil pengumpulan data kerapatan populasi atau jumlah individu (N) untuk waktu tertentu (t). laju kematian populasi konstan. maka laju kehidupan populasi (survival rate) = 1 – M. sebagian besar individunya berusia tua. Individu cenderung berumur panjang. Sebgaian besar organisme yang hidup di alam jarang pada kondisi optimum. Ada tiga tipe kurva kehidupan yaitu (a) kurva cembung. atau ancaman alamiah lain. sebagian besar individu muda. (b) Kurva cekung: menunjukkan bahwa laju kematian populasi sangat tinggi pada waktu populasi berumur muda dan selanjutnya menjadi menurun pada saat populasi mulai berumur tua. Jarang di alam ditemukan populasi yang mempunyai laju kematian konstan. (a) Populasi yang berkembang dengan cepat. Distribusi umur Individu di dalam populasi mencakup berbagai tingkat umur. Tiga tipe kurva kehidupan (a) Kurva cembung: merupakan kurva kehidupan suatu populasi dimana pada waktu muda laju kematian populasi rendah. sebagian besar hewan atau tumbuhan mati karena penyakit. Longitivitas potensial adalah usia hidup nyata organisme di alam. karena distribusi umur sangat besar pengaruhnya perhadap pertumbuhan populasi dan dinamika populasi.

. yang mendorong pembagian ruang hidup yang sama. individu-individu dalam populasi menunjukkan derajad pengelompokan karena adanya kebutuhan yang bersamaan akan faktorfaktor lingkungan.geometri dari perbedaan kelompok umur di dalam suatu populasi. Distribusi populasi Kemampuan untuk menyebar merupakan salah satu siklus hidup yang sangat penting dalam organisme. (a) Piramida Bentuk Segitiga. seperti pada populasi ragi. Suatu pergerakan individu ke luar dari tempat atau daerah populasinya ke tempat lainnya dan individu tersebut tinggal secara permanen di tempat beru tersebut. seragam (uniform) dan mengelompok (clumped). penyebaran secara acak akan terjadi jika lingkungan homogen. (c) Piramida Bentuk Kendi. Menunjukkan proporsi yang seimbang dari individu-individu muda sampai tua. Selanjutnya laju pertumbuhan populasi konstan dan stabil. sedangkan kalau suadah menguntungkan kembali ke tempat asal.Pada keadaan seperti ini setiap perubahan (regenerasi) akan lebih banyak dari pendahulunya dan akan memberikan dasar piramida umur yang lebar. Di dalam populasi di mana kelompok umur individu muda tinggi biasanya laju kelahiran tinggi dan dapat saja pertumbuhan populasi eksponensial. Dalam kaitannya dengan ruang (skala kecil). Paramaecium dan sebagainya. (b) Piramida Bentuk Genta. Tiga pola penyebaran populasi (a) Emigrasi. (c) Migrasi. Suatu pergerakan individu populasi ke dalam suatu daerah populasi dan individu tersebut meninggalkan daerah populasinya selanjutnya tinggal di tempat baru. (a) Penyebran acak adalah jika individu-individu dalam populasi dapat hidup dimana saja di dalam area yang ditempati oleh populasi tersebut (b) Penyebaran seragam jika individu-individu tersebar secara seragam dalam area. Penyebaran individu menggerombol umum terjadi di alam. individu-individu di dalam populasi menyebar dengan tiga pola yaitu acak (random). Pergerakan dua arah. Menunjukkan persentase yang rendah untuk individu-individu muda dan proporsi besar pada fase setelah reproduksi. merupakan proses ekologis yang menghasilkan aliran gen (gen flow) diantara populasi lokal dan membantu untuk menghindari terjadinya inbreeding. Hal ini dapat terjadi jika laju kelahiran secara drastis diturunkan. Penyebaran individu di dalam populasi seragam terjadi bilamana terjadi persaingan yang keras diantara individu-individu di dalam populasi sehingga timbul kompetisi (pertentangan) yang positif. maka jumlah individu sebelum reproduksi menjadi lebih kecil dan lebih rendah dari kelompok pos reproduksi. Penyebaran individu dalam populasi dapat dibatasi oleh halangan geofrafis. ke luar dan masuk populasi atau populasi pergi dan datang secara periodik selama kondisi lingkungan tidak menguntungkan maka individu-individu suatu populasi akan berpindah tempat. dan (c) Penyebaran mengelompok jika individu di dalam populasi lebih mudah ditemukan pada area tertentu dibandingkan pada areal yang lain Distribusi spasial Di alam penyebaran secara acak jarang terjadi. dan berpengaruh terhadap komposisi komunitas. (b) Imigrasi. Fase kelompok umur sebelum reproduksi dan reproduksi menjadi seimbang berbeda sedikit saja dan kelompok umur populasi memberikan strukutur bentu genta atau lonceng. Piramida ini menunjukkan persentase individu muda di dalam populasi tinggi.

Laju kelahiran dan laju kematian dependent pada kepadatan populasi. atau kombinasi dari keduanya. Grafik yang menggambarkan secara aritmatik laju pertumbuhan populasi dN/dt = rN. dikenal sebagai kurva bentuk J atau kurva laju pertumbuhan eksponensial Kurva pertumbuhan eksponensial. laju kematian. pada keadaan lingkungan yang ideal dimana tidak ada faktor lingkungan fisik atau biotik yang membatasi laju pertumbuhan intrinsik yang maksimum maka populasi tumbuh secara eksponensial Kemampuan populasi tumbuh membentuk kurva eksponensial disebut dengan potensi biotik. maka laju kematian juga meningkat. Tidak berubah dengan bertambahnya kepadatan populasi. Faktor lingkungan yang membatasi pertumbuhan populasi dengan cara menurunkan laju kelahiran atau menaikkan laju kematian atau keduanya disebut dengan resistensi lingkungan. Batas resistensi lingkungan terhadap kemampuan potensi biotik suatu populasi diberi lambang K (daya dukung lingkungan). tetapi laju kematian meningkat. . populasi akan mencapai titik keseimbangan jika laju kelahiran lebih besar dari laju kematian. potensi biotik selalu dekendalikan oleh faktor lingkungan yang saling berinteraksi sehingga membatasi pertumbuhan. Setelah mencapai titik keseimbangan. Potensi biotik menunjukkan laju pertumbuhan teoritis yang tidak sesuai dengan kenyataan di alam. Keseimbangan terjadi melalui perubahan laju kelahiran. Fluktuasi laju kelahiran dan laju kematian menjaga populasi pada atau sekitar titik keseimbangan dan dipengaruhi oleh kepadatan populasi. Secara teoritik. kompetisi diantara anggota populasi dan kelangkaan sumberdaya menyebabkan laju kematian meningkat. (garis horizontal). Saat kepadatan populasi meningkat. Sepanjang laju kelahiran lebih tinggi dari laju kematian maka populasi akan menuju titik keseimbangan (K). Cepat atau lambat akan mencapai titik keseimbangan dengan lingkungan dan sumberdayanya. maka laju kematian meningkat sehingga kepadatan populasi menurun.Tidak ada populasi yang tumbuh terus-menerus. Jika laju kelahiran meningkat. laju kelahiran menurun atau keduanya Jika kepadatan populasi turun pada level terendah dan kemelimpahan sumberdaya kembali meningkat maka kepadatan populasi kembali meningkat dengan penurunan laju kematian dan peningkatan laju kelahiran atau kombinasi keduanya Pertumbuhan Populasi Populasi adalah unit biologis yang menunjukkan perubahan dalam ukurannya. Setiap populasi mengalami tiga fase sepanjang siklus hidupnya yaitu: 1) Tumbuh 2) Stabil 3) Menurun Perubahan itu dipengaruhi oleh : 1) Natalitas (kelahiran) 2) Mortalitas (kematian) 3) Migrasi (perpindahan populasi) 4) Imigrasi 5) Emigrasi Pertumbuhan populasi berarti perubahan ukuran populasi pada periode waktu tertentu. Pada kenyataannya. Laju kelahiran independent terhadap kepadatan populasi.

Laju pertumbuhan dapat dikurangi dengan penambaan individu baru dalam populasi. dengan asumsi bahwa adanya satu garis lurus yang menyatakan hubungan antara kepadatan dan angka perkembangbiakan. Jadi laju pertumbuhan populasi pada linkungan yang terbatas dipengaruhi oleh ukuran populasi. (2) kurva ini mendekati asimptot secara perlahan. dan (b) Organisme dengan generasi lebih dari satu (continous generation). Model matematika sederhana turunnya laju pertumbuhan tersebut berbentuk linier. Sedangkan pada keadaan lingkungan yang terbatas.Dengan menukarkan nilai K pada persamaan laju pertumbuhan populasi maka persamaan akan berkembang dan memberikan kurva pertumbuhan model logistik sederhana. (b) fase menanjak naik (accelerating growth phase). Laju reproduksi bersih (R0) sebagai fungsi linier dari kepadatan populasi (N) pada waktu (t). penyakit etc). Yaitu jumlah kepadatan populasi yang dapat didukung oleh faktor lingkungan terbatas akibat adanya resistensi lingkungan. tidak secara mendadak atau tajam. Semakin besar ukuran populasi (makin mendekati daya dukung) maka laju pertambahan populasinya semakin kecil walaupun laju pertambahan intirinsiknya tetap. pertumbuhan logistik dan resistensi lingkungan. Kurva pertumbuhan populasi pada lingkungan yang terbatas disebut kurva bentuk S (sigmoid). Dari contoh tersebut di atas terlihat bahwa ada hubungan antara kepadatan populasi dengan laju pertambahan populasi sampai mencapai daya dukungnya. Selanjutnya nilai K disebut dengan carriying capacity (daya dukung lingkungan). Untuk itu maka pertumbuhan populasi organisme dibedakan atas dua golongan yaitu (a) Organisme dengan satu generasi (discret generation). Jika kemampuan daya dukung hanya dibatasi oleh persediaan makanan. dimana populasi dibatasi oleh daya dukung lingkungan. Kurva Sigmoid berbeda dengan kurva geometrik (bentuk J) dalam dua hal yaitu: (1) kurva ini memiliki asimptot atas (kurva tidak melebihi titik maksimal tertentu). Pada populasi . Pada kenyataannya populasi organisme berosilasi disekitar daya dukung (K). Pada kurva ini dikenal laju pertumbuhan pada (a) fase tersendat (lag phase). Kondisi lingkungan terbatas Tingginya angka kepadatan menyebabkan angka kelahiran berkurang atau akan kematian akan meningkat dengan berbagai sebab (persaingan. Penambahan jumlah individa ke dalam populasi secara tiba-tiba melebihi daya dukung menyebabkan kurva bentuk J pada kurva potensi biotik menjadi terputus secara tiba-tiba (overshoot). Hubungan antara potensi biotik. Pertumbuhan populasi hewan di alam dibedakan atas golongan yang mempunyai sifat satu kali berkembang biak dan beberapa kali berkembang biak. dan laju pertumbuhan membentuk kurva sigmoid (S). sehingga ukuran populasi mempengaruhi laju pertumbuhan. Model pertumbuhan populasi dan sejarah kehidupan Model logistik memperkirakan laju pertumbuhan yang berbeda untuk populasi dengan kondisi kepadatan tinggi dan rendah relatif terhadap daya tampung lingkungan. yang mengakibatkan pertambahan menjadi berkurang. Dalam hal ini dengan bertambahnya kepadatan maka angka perkembangbiakannya akan semakin rendah. (c) fase pertumbuhan melambat (decelerating growth phase) dan (d) periode keseimbangan (equilibrium period).

Pada populasi dengan kepadatan rendah. Namun kenyataannya adalah populasi bertumbuh lebih cepat dari kemampuan bumi dan lingkungan kita untuk memperbaiki . maka keseimbangan antara lingkungan dan regenerasi populasi dapat tercapai. BEBERAPA KARAKTERISTIK ATAU SIFAT-SIFAT POPULASI Oleh : Alexander Kaka. Pengertian Populasi Populasi adalah kumpulan organisme yang berasal dari spesies yang sama dan hidup di wilayah geografis yang sama pada waktu tertentu. Wilayah yang dihuni oleh populasi merupakan wilayah yang memungkinkan pasangan populasi dapat berkembangbiak melalui interaksi genetik sedemikian rupa. kemampuan bersaing dan efisiensi maksimum penggunaan sumberdaya lebih disukai pada populasi yang cenderung tetap berada pada atau di dekat daya tampungnya. atau dalam habitat terbuka di mana individu kemungkinan besar menghadapi sedikit persaingan. Selama akhir tahun 1960-an. adalah populasi yang cenderung akan hidup pada kepadatan populasi yang mendekati batas sumberdayanya (K atau daya tampung). S. adaptasi yang meningkatkan reproduksi yang cepat. atau bahkan berhenti sama sekali. Karakteristik Populasi Ideal Terseleksi oleh-r (oportunistik) dan Terseleksi oleh-K (Kesetimbangan). seleksi akan lebih menyukai adaptasi yang organismenya dapat bertahan hidup dan bereproduksi dengan sedikit sumberdaya. di mana kepadatan populasi berubah-ubah. Laju reproduksi yang tingg. Ia berpendapat bahwa pada kepadatan populasi yang tinggi. sehingga kecil kemungkinannya berinteraksi genetik dengan individu dari daerah lain.dengan kepadatan itnggi. yang juga disebut populasi oportunistik (opportunistic population). Populasi terseleksi oleh-r (r-selected population).Pt Mahasiswa Undana-Kupang Tahun 2011 A. Populasi terseleksi ole K (K-selected population) yang disebut juga populasi kesetimbangan (equilibrial population). lebih disukai pada kasus ini. Strategi sejarah kehidupan yang berbeda tersebut kadang masing-masing disebut sebagai sifat-sifat yang terseleksi oleh K dan terseleksi oleh r. ahli ekologi populasi Martin Cody memperkenalkan konsep bahwa adaptasi sejarah kehidupan yang berbeda akan lebih disukai pada kondisi-kondisi yang berbeda tersebut. keadaan yang berlawanan akan berlaku dimana sumberdaya berlimpah dan populasi tumbuh secara cepat. Jika populasi bisa bertahan pada taraf yang ideal. kemungkinan besar akan ditemukan dalam lingkungan yang bervariasi. masing-masing individu memiliki sedikit sumberdaya yang tersedia dan populasi tersebut tumbuh secara lambat. Pada kepadatan populasi yang rendah. Dengan demikian. seperti peningkatan fekunditas dan kematangan lebih dini menjadi terseleksi. tanpa memperhitungkan efisiensi.

di antara sifat-sifat tersebut adalah kepadatan. Imigrasi adalah perpindahan satu atau lebih organisme ke daerah lain atau peristiwa didatanginya suatu daerah oleh satu atau lebih organisme. tsunami. potensi biotik. 1. Pertambahan atau penurunan populasi dapat menyolok bila ada gangguan drastis dari lingkungannya. Secara garis besar. yaitu : 1. misalnya adanya penyakit. Density-dependent. Natalitas dan mortalitas merupakan penentu utama pertumbuhan populasi. kerusakan geologis (gempa. badai. Density-independent. Imigrasi ini akan meningkatkan populasi. banjir. misalnya ternak dan manusia. penyebaran dan bentuk pertumbuhan. sehingga populasi akan menurun. dan lain-lan). letusan gunung berapi. suhu dan lain-lain). bencana alam. Karakteristik Populasi Populasi memiliki sifat-sifat (karakteristik) yang dapat diukur secara statistik dan bukan sifat daripada individu-individu penyusunnya. Dinamika populasi dapat juga disebabkan imigrasi dan emigrasi. Model eksponensial merupakan model pertumbuhan yang sangat sederhana. didaerah yang didatangi sudah terdapat kelompok dari jenisnya. laju kematian (mortalitas). kematian dan migrasi. B. Terdapat 2 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan populasi. potensi biotik. laju kelahiran (natalitas). Emigrasi adalah peristiwa ditinggalkannya suatu daerah oleh satu atau lebih organisme. Populasi ternak atau manusia dapat berubah. laju perkembangan populasi.sumber daya yang ada sehingga pada akhirnya kemampuan bumi akan terlampaui dan berdampak pada kualitas hidup manusia yang rendah.tidak tergantung kepada jumlah individu didalam populasi. imigrasi dan natalitas akan meningkatkan jumlah populasi. sedangkan mortalitas dan emigrasi akan menurunkan jumlah populasi. angin. 2. dan bentuk pertumbuhan. Pada dasarnya populasi mempunyai karakteristik yang khas untuk kelompoknya yang tidak dimiliki oleh masing-masing individu anggotanya. distribusi umur. tergantung kepada jumlah individu didalam populasi. Karakteristik ini antara lain : kepadatan (densitas). dan wabah hama. Hal ini khusus untuk organisme yang dapat bergerak. natalitas dan mortalitas. Laju Perkembangan Populasi Laju perkembangan populasi ditandai dengan adanya perubahan jumlah populasi disetiap waktu. Pada model ini individu berkembang tidak dibatasi oleh lingkungan seperti kompetisi dan . penyebaran umur. Karena faktor: cuaca dan iklim (kekeringan. namun perubahan tidak selalu menyolok. Perubahan ini biasanya dipengaruhi oleh jumlah kelahiran.

Dengan Rumus: Percentage Growth = Growth rate x 100% Untuk periode waktu kecil dan tingkat pertumbuhan. Sebuah rasio pertumbuhan nol menunjukkan bahwa ada jumlah yang sama orang di dua kali . tingkat imigrasi.selisih bersih antara kelahiran. Dalam demografi dan ekologi . laju pertumbuhan populasi akan menurun dan akhirnya berhenti. Selain itu bahan kimia yang dipakai sebagai pupuk juga menurunkan tingkat kesuburan tanah. PGR biasanya mengacu pada perubahan dalam populasi selama periode waktu unit. Untuk memenuhi kebutuhan makanan. Sebuah rasio pertumbuhan positif (atau tingkat) menunjukkan bahwa populasi meningkat. Laju perubahan populasi dapat dihitung jika banyaknya kelahiran. kematian tingkat pertumbuhan mungkin nol bahkan ketika ada perubahan signifikan dalam tingkat kelahiran. Jeda waktu untuk populasi merespon terhadap perubahan dalam ketersediaan sumberdaya dapat mempengaruhi laju tercapainya keseimbangan pada daya dukung. Perubahan dalam populasi selama periode satuan waktu dinyatakan sebagai persentase dari populasi pada awal periode waktu.org/wiki/Population_growth) . dan usia distribusi antara dua kali. maka hutan pun mulai dibabat habis untuk menambah jumlah lahan pertanian yang ujungnya juga makanan untuk manusia. (Sumber: http://en. Demikian pula. sementara rasio pertumbuhan negatif menunjukkan populasi menurun. bukan sebagai tingkat. kematian dan migrasi diketahui. Secara khusus. Cara yang paling umum untuk mengekspresikan pertumbuhan populasi adalah sebagai persentase. pola ini disebut sebagai pola pertumbuhan logistik. Dengan berkurangnya sumber daya. populasi ditambahkan adalah tingkat pertumbuhan dikalikan dengan jangka waktu. persen angka kematian = jumlah rata-rata kematian dalam setahun untuk setiap 100 unit/individu dalam total populasi. sering dinyatakan sebagai persentase dari jumlah individu dalam populasi pada awal periode itu. maka kemampuan tanah untuk menyerap air pun berkurang sehingga menambah resiko dan tingkat bahaya banjir. maka jumlah kebutuhan makanan pun meningkat padahal lahan yang ada sangat terbatas. Tingginya laju pertumbuhan populasi.wikipedia. tingkat pertumbuhan populasi (PGR= Percentage Growth) adalah tingkat di mana jumlah individu dalam suatu populasi meningkat dalam jangka waktu tertentu sebagai fraksi dari populasi awal. Konversi hutan menjadi tanah pertanian bisa menyebabkan erosi. Dengan adanya pembabatan hutan dan erosi.keterbatasan akan suplai makanan. tingkat kematian.

2. Mortalitas Mortalitas adalah ukuran jumlah kematian (umumnya. Sedangkan natalitas ekologi adalah pertambahan jumlah anggota populasi dalam kondisi alam senyatanya. Natalitas biasanya dinyatakan sebagai laju yang diperoleh dengan membagi jumlah individu baru yang dihasilkan dengan satuan waktu (dNt/dt.000 terdapat 950 kematian per tahun. emigrasi. disuatu wilayah tertentu. 3. Natalitas maksimum adalah penambahan jumlah anggota populasi dalam kondisi ideal (tidak ada faktor eksternal yang membatasi). (Sumber :http://id. 3. . hingga.org/wiki/Mortalitas) Angka kematian kasar adalah angka menunjukkan banyaknya per 1000 pupulasi pada pertengahan tahun tertentu.com/26886/natalitas) Angka kelahiran adalah angka yang menunjukkan bayi yang lahir dari setiap 1000 populasi per tahun. Angka kelahiran dikatakan tinggi jika angka kelahiran > 30 per tahun. Laju natalitas dapat nol (0) atau positip. nol atau positip karena populasi dapat berkurang atau tetap bertambah besar (Sumber: http://www. skala besar suatu populasi. Mortalitas khusus mengekspresikan pada jumlah satuan kematian per 1000 individu per tahun. laju natalitas absolute) yang dapat juga dinyatakan dalam jumlah individu baru per-satuan waktu per-satuan populasi (dNt/Ndt) disebut natalitas spesifik). per dikali satuan. Angka kelahiran dikatakan rendah jika angka kelahiran < 20 per tahun. Mortalitas berbeda dengan morbiditas yang merujuk pada jumlah individual yang memiliki penyakit selama periode waktu tertentu. Laju natalitas adalah sama dengan laju kelahiran dalam terminology ilmu kependudukan (demography). atau karena akibat yang spesifik) pada suatu populasi.2. Jadi laju pertumbuhan mungkin negatip. Natalitas (Kelahiran) Natalitas merupakan kemampuan suatu populasi untuk menambah jumlah anggotanya secara inheren/besar. Angka kelahiran pedet/anak dapat dibagi menjadi tiga kriteria.5 berarti pada populasi 100. rata-rata mortalitas sebesar 9. Untuk natalitas dNn menunjukkan jumlah individu baru yang ditambahkan kepada populasi. Tetapi untuk laju pertumbuhan dN menunjukkan jumlah bersih penambahan atau pengurungan dalam populasi yang merupakan hasil bukan saja oleh natalitas tetapi juga oleh mortalitas. tetapi tidak pernah negatif. Angka kelahiran dikatakan sedang jika angka kelahiran 20-30 per tahun.wikipedia.kamusbesar. yaitu: 1.

maka sering mortalitas ditunjukkan dari segi kadar (persentase) survival. seperti denyut jantung. Mortalitas fisiologik adalah pengurangan individu anggota populasi dalam kondisi yang ideal.html) Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO. tanpa memandang apakah tali pusat sudah dipotong atau belum. untuk mendapatkan data mortalitas yang benar. Lahir mati dibedakan menjadi:  Stillbirth (late fetal death) yaitu kematian yang terjadi pada janin yang berusia 20-28 minggu  Aborsi yaitu kematian janin yang terjadi pada awal kebuntingan Laju mortalitas adalah sama dengan laju kematian dalam demografi manusia/ternak. harus dibedakan dengan Lahir hidup (live birth) dan Lahir mati (fetal death). Mortalitas dapat dibedakan atas mortalitas fisiologik dan ekologik. P = Jumlah populasi pada pertengahan tahun tertentu. Umurnya mortalitas spesifik dinyatakan sebagai persentase yang mati dalam waktu yang tertentu dari populasi permulaan. Mortalitas atau kematian merupakan salah satu diantara tiga komponen proses demografi yang berpengaruh terhadap struktur populasi .Rumus : CDR = D/P x K (Dimana : CDR = Crude Death Rate/Angka Kematian Kasar. K = Bilangan konstan 1000). Mortalitas hanya bisa terjadi kalau sudah terjadi kelahiran hidup atau keadaan mati selalu didahului dengan keadaan hidup. Lahir Mati (fetal death) yaitu peristiwa menghilangnya tanda-tanda kehidupan dari hasil konsepsi sebelum hasil konsepsi tersebut dikeluarkan dari rahim induknya. Definisi mortalitas tersebut harus diketahui. yang secara teoritis ditentukan oleh longivitas fisiologik. atau gerakan-gerakan otot. Karena kita sering tertarik kepada organisme yang hidup dari pada mati. D =Jumlah kematian (death) pada tahun tertentu. Semua organisme dalam kondisi ideal sekalipun akan mengalmi kematian sekalipun dalam umur relatif tua. Lahir hidup (live birth) yaitu peristiwa keluarnya hasil konsepsi dari rahim seekor ternak secara lengkap tanpa memandang lamanya kebuntingan dan setelah perpisahan tersebut terjadi. Angka kematian ini biasanya lebih besar dibandingkan dengan kematian dalam kondisi ideal dan bukan merupakan tetapan.com/2009_01_01_archive. Sedangkan mortalitas ekologik adalah pengurangan individu anggota populasi dalam kondisi alam senyatanya. denyut tali pusat.blogspot. yang biasa terjadi setiap saat setelah kelahiran hidup. (Sumber : http://lumele. 2000) mendefinisikan kematian sebagai suatu peristiwa menghilangnya semua tanda-tanda kehidupan secara permanen. hasil konsepsi bernafas dan mempunyai tanda-tanda hidup lainnya. Oleh karena itu.

Namun Lingkungan membatasi laju perkembangan populasi dengan mengubah laju kelahiran dan kematian. organisme berukuran kecil memiliki laju penambahan per kapita yang lebih tinggi dan ukuran populasi yang berubah-ubah. bagaimana biodiversitas muncul dan bertahan. Umumnya. 2000. Agustus 2000. Kasus kematian terutama dalam jumlah banyak berkaitan dengan masalah sosial. Pemerintah Republik Indonesia bekerjasama dengan World Health Organization. populasi dapat tumbuh secara geometrik atau eksponensial.com/2009_01_01_archive. Heterogenitas dan diversitas lingkungan Dua atau lebih fenotipe yang divergen (berbeda) dalam suatu lingkungan mungkin menguntungkan bila ada seleksi alami yang berbeda. C.wikipedia. makanan. sedangkan organisme berukuran besar memiliki laju penambahan per kapita yang lebih rendah dan populasi yang relatif stabil. ekonomi. ruang hidup: heterogenitas spasial. D.org/wiki/Mortalitas http://en. Tetapi lingkungan bagi populasi binatang atau tumbuhan berupa suatu mosaik yang terdiri dari sub-sub lingkungan yang kurang lebih berbeda. Kesimpulan Jika sumber daya melimpah.org/wiki/Population_growth) Pemerintah RI dan WHO. Konservasi biodiversitas memerlukan pengetahuan bagaimana alam bekerja. Tidak ada lingkungan alami yang homogen. .html http://www.blogspot.wikipedia. Alam tidak statis tetapi dinamis.kamusbesar. Tinggi rendahnya tingkat mortalitas di suatu daerah tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan populasi.selain fertilitas dan migrasi.com/26886/natalitas http://id. adat istiadat maupun masalah kesehatan lingkungan. Terdapat heterogenitas dalam arti iklim. Rencana Aksi Pangan dan Gizi Nasional 2001-2005. tetapi juga bisa dijadikan sebagai barometer dari tinggi rendahnya tingkat kesehatan di daerah tersebut. Daftar Pustaka http://lumele. Ini dinamakan lingkungan heterogenitas.

warna cangkang yang terang akan lebih gampang dimangsa oleh predatornya. kuantitas keturunan akan memberikan hasil yang lebih baik ketimbang kualitas. berapa kali individu bereproduksi selama hidupnya. Spesies menghadapi heterogenitas lingkungan dengan cara berbeda. Populasi dengan individu bereproduksi pada umur muda memiliki potensi untuk tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan populasi dengan individu bereproduksi umur lebih tua. strategi ini mungkin lebih baik. bermacam pola pita dan warna pada cangkangnya. Variasi ini mencakup frekuensi perkawinan. ngengat yang berwarna hitam akan lebih aman dari mangsa burung dibandingkan dengan ngengat yang berwarna terang. Sebaliknya di daerah berhutan di mana kulit pohon berwarna terang ngengat yang berwarna terang akan lebih aman dari mangsa burung. Strategi ini ditunjukkan pada lingkungan yang stabil di mana keberhasilan reproduksi tergantung pada ketahanan (fitness) keturunannya daripada jumlah keturunannya. dan juga spasial dengan perbedaan ditemukan pada areal yang berbeda. tetapi termasuk ke dalam kisaran geografisnya mungkin menunjukkan adanya variasi dalam sejarah hidupnya. Karena kematian terjadi secara acak dalam keadaan ini. memiliki berbagai genotipe dengan sejumlah individu yang beradaptasi pada masingmasing sub-lingkungan. bereproduksi secara seksual atau aseksual. jumlah keturunan setiap bereproduksi. strategi yang dipilih mungkin :   memiliki satu genotipe beradaptasi pada beberapa lingkungan yang berbeda. yaitu seleksi lukang gen yang berbeda yang menghasilkan genotipe berbeda. Strategi lain adalah polimorfisme genetik. Populasi dari bagian yang berbeda. Populasi sering diklasifikasikan ke dalam 2 tipe yang ekstrem. menurut strategi sejarah hidupnya:   Populasi dengan r-strategi bersifat oportunistik karena perilaku reprodukifnya dengan laju pertumbuhan yang tinggi (r) – individu melahirkan sekali pada umur muda dengan banyak keturunan. masing-masing beradaptasi pada lingkungan yang spesifik. Kerentanan spesies dan kepunahan Sejarah hidup (life history) merupakan urutan dan waktu kejadian yang terjadi antara kelahiran dan kematian. Dalam kaitannya dengan heterogenitas spasial. Contoh lain: bekicot Pada bekicot polimofisme sangat umum. Populasi yang memiliki strategi ini terbentuk karena variabel yang ektrem dan lingkungan yang tidak menentu. . Pada daerah yang gelap. Satu strategi adalah seleksi genotipe generalis yang beradaptasi baik pada semua sub-lingkungan yang dihadapi spesies yang bersangkutan. umur mulai bereproduksi. Strategi yang lain adalah k-strategi – menghasilkan keturunan pada umur lanjut dengan jumlah keturunan sedikit. ekologi dan evolusi populasi.Heterogenitas mungkin temporal (sesaat) dengan perubahan waktu. Perbedaan dalam karakteristik sejarah hidup dapat memberikan dampak pada dinamika. Pola variasi di dalam dan di antara populasi dinamakan struktur populasi. Contoh : polimorfisme pada ngengat Di daerah industri di mana terjadi banyak polusi kulit pohon berwarna hitam.

membentuk relung (niches). Tingkatan keseimbangan ini disebut komunitas klimaks. sifat genetic. sebaran umur. yaitu manusia. potensi biotic. Berdasarkan elemen biologinya. Pengembangan struktur yang lebih kompleks memungkinkan jumlah spesies yang lebih banyak hidup berdampingan satu sama lain. menghasilkan komunitas yang stabil didominasi oleh beberapa spesies yang menonjol.Ekosistem lestari Spesies beradaptasi terhadap satu sama lain dan terhadap komunitasnya. Suatu hutan mengandung spesies yang belum lama diintroduksi berbeda dengan spesies lokal dengan jejaring interaksi yang kaya yang telah beradaptasi satu sama lain. Sifat khas yang dimiliki populasi yaitu kerapatan (densitas). suatu populasi terdiri dari unit-unit yang membangun populasi. POPULASI DALAM EKOSISTEM Populasi dalam ekosistem adalah kumpulan populasi yang terdapat dalam perairan yang dinamakan komunitas. laju kelahiran. Sub Populasi Sub populasi adalah sebagian atau satu fraksi dari suatu populasi dan bagian ini dapat mempertahankan atau melangsungkan sifat genetiknya walaupun ada perbedaan antara sub populasi tetapi perbedaan inipun bersifat turun temurun. suksesi mencapai apa yang disebut klimaks. opulasi Populasi merupakan kumpulan dari kelompok organism terdiri dari spesies tertentu dalam suatu daerah . Peningkatan dalam kekayaan spesies dan kompleksitas bertindak sebagai penyangga komunitas dari cekaman lingkungan dan bencana. komunitas sebagai unit biologi bersama-sama komponen benda mati disekelilingnya mengadakan interaksi dinamakan ekosistem. laju kematian. keadaan ekosistem teresterial lebih kompleks daripada aquatic. perilaku dan pemencaran (distribusi). Menurut Tarumingkeng (1994) Sehimpunan individu atau kelompok individu yang tergolong dalam suatu spesies dan pada suatu waktu tertentu menghuni suatu wilayah ruang tertentu dan lingkungan tertentu. . sehingga lebih stabil. Karena dalam terrestrial terdapat berbagai macam makhluk hidup. Contohnya adalah hutan hujan tropis yang mengandung ratusan spesies per hektarnya. merupakan hasil dari jejaring interaksi biotik yang sedemikian rumit. Komunitas tak terganggu yang kaya akan spesies memiliki ketahanan untuk melanjutkan berfungsinya ekosistem. Hubungan antara diversitas spesies dan stabilitas komunitas memberikan penjelasan pentingnya menjaga kekayaan sebesar mungkin dalam komunitas biologi. hewan yang memiliki keanekaragaman cukup tinggi dan tumbuhan sehingga komponen ini lebih kompleks elemen biologinya dan lebih cepat rusak. Pada beberapa lingkungan.

selama maupun sesudah memijah. laju mortalitas. STRUKTUR UMUR Natalitas dan mortalitas yang terjadi pada populasi menghasilkan satu set kelompok umur dimana satu kelompok dengan kelompok lain jumlahnya tidak sama. salinitas. Mengetahui set kelompok umur . 6. Pola Distribusi Vektor Dipengaruhi factor kimia. laju natalitas. lingkungan (suhu. morfologi. fisika. struktur umur. cahaya. kadang merupakan kelompok kecil yang hamper uniform.PARAMETER POPULASI Parameter populasi yaitu densitas (jumlah perunit area). Contoh : pola distribusi ikan di estuaria 2. pertumbuhan dalam panjang dan berat. pola pertumbuhan distribusi.Pola Distribusi Over Despesion Pola distribusi individu lebih jarang dari distribusi acak. toleransi lingkungan). Pola Distribusi Acak Didapatkan dari dalam lingkungan yang Uniform 4. dll). Pola Distribusi Co-Acak Pola yang dipengaruhi oleh kompetisi dua spesies yang berdekatan (makanan. Terdapat berbagai jenis pola distribusi : 1. arus. Pola distribusi Contagious Berkelompok 5. 3. Parameter individu yaitu ukuran. pertumbuhan dalam jumlah atau biomass. Pola Distribusi Reproduksi Berkaitan dengan reproduksi. ruang. mortalitas. natalitas. baik sebelum.bentuk dasar.

anak-anak ikan dalam perairan tersebut yang berasal dari kelahiran tahu 1970 dinamakan “satu kohort”. food and feeding habit). et al. misalnya bentuk sel. . Namun cara termudah adalah menggunakan cara anatomi dan life history. Internal anatomi : pseudobranchia. life history (waktu dan tempat berpijah. mudah landlock (misalnya adanya dam) => ikan terkunci dan beradaptasi di tempat tersebut . Cytologist. kecepatan pencernaan). v Suatu populasi bias dikatakan terdiri dari sub populasi jika terjadi perbedaan yang dipertahankan dari tahun ke tahun.- Mengetahui pola populasi Memperhitungkan tindakan yang tepat untuk pengelolaan. 1989). karena stok maturitinya berbeda-beda maka adanya pemijahan disungai A dan sungai B berlangsung terus menerus pengaruh lingkungan genseregation sifatnya berbeda-beda dan kemudian terjadi sub populasi. Tagging dan recovery Yaitu pemberian tanda ikan dan menemukan kembali. suatu kohort ikan adalah sekelompok ikan yang seumur sama dan berasal dari stok yang sama (sparre. Cara pemisaha sub populasi Anatomi Meristik dan morfometrik baik dengan cara internal maupun eksternal. komposisi darah). ini biasanya untuk spesies pemigrasi sifat fisiologis (pertumbuhan. Dalam membahas kelompok umur dikenal istilah “Kohort”. biokimia (asam amino otot. Misalnya dalam suatu perairan pada tahun 1970 terjadi pemijahan yang berhasil dari satu sepesies. Suatu stok ikan di suatu danau. Factor lainya yang berpengaruh yaitu factor geologis. karena pengaruh lingkungan tersebut timbulah sub populasi. jaringan dan jumlah butir darah merah. BAGAIMANA TIMBULNYA SUB POPULASI Misalnya ikan Soskeye salmon (Onchorynchus nerka) merupakan jenis anaderomus. pencemaran fisiologis genetis dan kondisi fisik ikan yang bersangkutan.

namun unsure dan proses yang di pelajari dalam masing-masing cabang berbeda Proses perubahan Populasi bias membesar maupun mengecil baik bobot maupun jumlah yang merupakan proses yang terjadi dalam populasi dan di dalam dinamika populasi mempelajari : Pertambahan populasi (pertambahan individu dan bobot) Pengurangan populasi (mati) Penyebab kematian . Ikan Sidat di eropa dan amerika Pendahuluan DINPOP 27 Feb 2012 Tinggalkan Sebuah Komentar by Arindina. Contoh Unit Stok :   Ikan cod di Norwegia yang memijah di perairan Lofoten kemudian telur dan larvanya terbawa hanyut oleh arus ke perairan spitz Bergen dan laut Barents kemudian pada saat berumur 7 tahun ikan tersebut kembali ke perairan Lofoten untuk memijah.Stok dan Unit Stok   Stok populasi adalah bagian dari populasi dengan cirri-ciri atau tanda yang disebabkan oleh keadaan lingkungan dan sifat ini tidak turun temurun Menurut perjanjian internasional stok merupakan kelompok ikan yang dapat dengan bebas dieksploitasi dan dikelola. Secara teoritis Unit Stok adalah suatu kelompok individu dari spesies yang sama jika ada imigrasi atau emigrasi. kedua factor tersebut kurang dihitung dalam study populasi karena kedua factor ini dianggap sama. Menurut Gulland unit stok merupakan kelompok yang terdiri tanpa campur tangan di luar memperoleh karakter biologi dan dampak penangkapan seragam.mutiara in Dinamika Populasi Dinamika populasi ikan merupakan bagian dari biologi perikanan yang mempelajari tentang : Biologi individu Biologi Populasi Keduanya memiliki kesamaan yaitu mempelajari unsure-unsur dari proses yang terjadi.

dan bagai mana eksploitasi perairan agar tidak merusak habitat dan populasi. prey-predator dan lingkungan sedangkan penyebab kematian karna manusia adalah proses penangkapan dan kerusakan lingkungan. Peran pakar biologi perikanan kepada komisi internasional tersebut adalah memberikan data dan nasihat ilmiah Selain itu para pakar biologi perikanan dituntut untuk mengetahui habitat dan factor life cycle and feeding habit dari ikan-ikan yang membentuk populasi. 6. The Pasific Halibute Commission yang khusus mengatur ikan Halibut di pasific. pembatasan jumlah kapal penangkap (limitation of total effort) 2. Ada 6 metode pengaturan yang dapat dilakukan yaitu : 1. pertumbuhan dan kematian baik disebabkan kematian alami (natural mortality) maupun kematian yang disebabkan oleh penangkapan (fishing mortality). pembatasan ukuran ikan/ udang yang didaratkan. system quotapenangkapan (catch quota system) Peran pakar perikanan : komisi internasional yang mengatur maslah perikanan internasional : 1. Mengapa timbul Populasi Ikan ? Populasi ikan terjadi akibat over eksploitasi suatu perairan yang menyebabkan berkurangnya atau menghilangnya populasi ikan di perairan tersebut.Penyebab kematian ada yang terjadi secara alami maupun karna manusia. Para pakar biologi dituntut untuk menguasai bidang ilmu matematika dan statistik. Cara mencegah hilangnya populasi tersebut : Pencegahan dapat dilakukan dengan mengadakan manajemen biologi yaitu dengan membuat peraturan dari undang-undang. . Populasi ikan yaitu reproduksi dan penambahan individu baru. The Norteast Atlantic Fisheris Commission (NAFC) dan Internasional Commission for the Northes Atlantic Fisheries (ICNAF) mereka mengatur penangkapan ikan di Atlantic Timur 2. kematian secara alami disebabkan oleh persaingan makanan . pembatasan mata jarring (regulation of mesh size) dengan cara memperbesar ukuran mesh size 5. nilai ekonomis dan gizi dari ikan itu. penutupan musim (closed season) 4. ruang. penutupan daerah penangkapan (closed areas) 3.

pada tahun 1959 AS telah mengeluarkan biaya sebanyak US$ 2. Peternakan Ikan (Fish Farming) 3.Hubungan atau kontak manusia dan ikan Hubungan atau kontak akan lebih tinggi jika ikan dibutuhkan sebagai bahan pangan untuk manusia Kebiasaan di daerah dimana penduduknya lebih banyak menyukai ikan maka derajat atau tingkat hubungan antara manusia dan ikan tinggi Kemajuan teknologi di Negara dimana teknologi perikanan sudah berkembang maka kontak antara manusia dam ikan tinggi Nilai perdagangan (demand and supply) orang jepang. USA 6. Jepang 2. misalnya negara Israel yang teknik budidayanya sudah sangat maju.6 millyar/ tahun . Norwegia 7. Peru 3. Spanyol Fishing Farming timbul di negara-negara yang letak geografisnya tidak memiliki lautan. Penangkapan Komersial (Commercial Fishing) 2. Rusia 5. ada 3 macam kontak langsung manusia yaitu : 1. Kanada 8. membutuhkan ikan tuna hamper di setiap waktu oleh karena itu orang jepang berani menangkap ikan tuna kemanamana karna demand akan sangat tinggi. di Yugoslavia danaudanau di eksploitasi secara intensif. Rekreasi (Sport Fishing) komersial Fishing menurut Bureu of commercial fisheries(1961) urutan negara yang mengadakan penangkapan di laut untuk tujuan komersial yaitu : 1. China 4. Sport Fishing umumnya mengutamakan ikan layar yang beratnya mencapai 40-60kg .

berdasarkan ada tidak adanya waktu .model normatif 2.model probabilistik . Dalam study dinpop prosedur matematika merupakan premis yang sangat bermanfaat karena dianggap sebagai pemberi jawaban.model prediktif . berdasarkan fungsinya .model normatif 3.model statis . berdasarkan model yang dikenal .menurut Tarumingkeng (1994) dalam pemodelan terdapat beberapa model yaitu : 1.model analog .model deskriptif . .model ikonis .model dinamis 4.model deterministik karena populasi terus berubah sepanjang waktu maka dengan adanya model dimungkinkan untuk mengadakan ramalan mengenai keadaan populasi yang bersangkutan untuk waktu tertentu. berdasarkan struktur .model stokastik .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->