P. 1
Batubara Adalah Bahan Bakar Paling Kotor Dari Semua Bahan Bakar Fosil

Batubara Adalah Bahan Bakar Paling Kotor Dari Semua Bahan Bakar Fosil

|Views: 135|Likes:
Published by Nuclear de Fuahrer

More info:

Published by: Nuclear de Fuahrer on Apr 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2015

pdf

text

original

Sections

  • A. Pengenalan Efek Rumah Kaca
  • B. Pengaruh Rumah Kaca
  • E. Usaha Mengurangi Efek Rumah Kaca

Nomer 3

Kamis, 30 Juni 2011 - Ini adalah sumbangan makalah dari teman :) Di masa lalu, hanya ada
satu bahan bakar fosil yang digunakan, yaitu batu bara. Batu bara digunakan untuk
mentenagai kereta api dan mesin uap. Sementara itu, orang dikatakan sial bila saat menggali
ternyata menemukan minyak. Untuk lampu, orang di masa revolusi Industri menggunakan
minyak paus. Paus hampir punah ketika akhirnya para ilmuan menemukan manfaat dari
minyak bumi. Semenjak itu, minyak bumi di cari dimana-mana. AS berubah menjadi negara
maju dengan industri sangat besar salah satunya karena berkah minyak bumi yang besar di
Texas.

Minyak bumi, gas alam, dan batu bara dikatakan sebagai bahan bakar fosil karena pada
dasarnya mereka memang fosil. Bahan bakar fosil terbentuk lewat proses alamiah berupa
pembusukan dari organisme yang mati ratusan juta tahun lalu. Dinosaurus, pepohonan, dan
hampir semua mahluk hidup yang mati, terendapkan di tanah, dan sekarang telah menjadi
minyak bumi, gas alam, atau batu bara. Gas alam berbentuk gas, minyak bumi berbentuk cair,
dan batu bara berbentuk padat. Perbedaan wujud mereka disebabkan perbedaan pada tekanan
dan panas yang mereka terima di perut bumi selama jutaan tahun.

Bahan bakar fosil adalah sumberdaya tak terbarukan karena perlu jutaan tahun untuk
terbentuk, dan sumber yang ada lebih cepat habis ketimbang terbentuk yang baru. Produksi
dan pemakaian bahan bakar fosil menyebabkan masalah-masalah lingkungan. Gerakan global
menuju pembangkitan energi terbarukan dilakukan untuk membantu memenuhi
meningkatkanya kebutuhan energi.

Ada banyak jenis senyawa hidrokarbon atau terbarukan dalam campuran bahan bakar
tertentu. Campuran khusus hidrokarbon memberi sebuah bahan bakar sifat karakteristiknya,
seperti titik didih, titik beku, kepadatan, kekentalan, dsb. Sebagian bahan bakar seperti gas
alam, misalnya, mengandung komponen gas dengan titik didih yang sangat rendah. Yang lain
seperti bensin dan diesel mengandung komponen dengan titik didih lebih tinggi.

Bahan bakar fosil itu penting karena bila dibakar (dioksidasi menjadi karbon dioksida dan
air) akan menghasilkan energi yang besar per satuan berat. Penggunaan batu bara sebagai
bahan bakar sudah dilakukan di masa prasejarah. Batu bara digunakan untuk menjalankan
tungku pencairan bijih logam. Hidrokarbon setengah padat juga telah digunakan semenjak
zaman kuno, namun bahan ini umumnya dipakai untuk bahan anti air dan balsem.

Minyak mentah berat, yang lebih kental dari minyak mentah biasa, dan pasir aspal yang
merupakan campuran bitumen dengan pasir dan tanah liat, menjadi sumber bahan bakar fosil
yang penting. Landas minyak dan bahan sejenis adalah batuan endapan yang mengandung
kerogen, sebuah campuran kompleks senyawa organik dengan berat molekul besar, yang
menghasilkan minyak mentah sintetis ketika dipanaskan (pirolisis). Bahan ini belum
dieksploitasi secara komersial untuk saat ini. Bahan bakar ini dapat digunakan untuk mesin
pembakaran internal, pembangkit listrik bahan bakar fosil, dan kegunaan lain.

Penggunaan Bahan Bakar Fosil

Pada paruh terakhir abad ke 18, kincir angin dan air memberi energi untuk menggiling
tepung, menggergaji kayu, atau memompa sementara kayu atau gambut digunakan untuk
memberikan pemanasan di musim dingin. Penggunaan bahan bakar fosil secara luas diawali
oleh batu bara dan kemudian minyak bumi, untuk mentenagai mesin uap memungkinkan
revolusi industri. Pada saat yang sama, cahaya gas menggunakan gas alam atau gas batu bara
menjadi luas. Penemuan mesin pembakaran internal dan penggunaannya pada mobil dan truk
meningkatkan kebutuhan bensin dan disel, keduanya dibuat dari bahan bakar fosil. Alat
transportasi lain, kereta api dan pesawat, juga membutuhkan bahan bakar fosil. Penggunaan
bahan bakar fosil lainnya mencakup pembangkitan listrik dan industri biokimia. Aspal, sisa
dari ekstraksi minyak bumi, digunakan untuk membangun jalan.

Saat ini di dunia terdapat persediaan batu bara sebesar 905 miliar metrik ton yang setara
dengan 4416 miliar barel (702.1 km3) minyak bumi. Sementara itu persediaan minyak bumi
sendiri adalah 1119 miliar barel (177,9 km3) hingga 1317 miliar barel (209,4 km3). Gas alam
lebih sedikit, yaitu hanya 175-181 triliun meter kubik, atau setara 1161 miliar barel minyak
bumi.

Produksi harian bahan bakar fosil pada tahun 2006 adalah sebagai berikut:

Batu bara diproduksi 52 juta barel ekuivalen minyak per hari.

Minyak bumi diproduksi 84 juta barel per hari

Gas alam diproduksi 19 juta barel ekuivalen minyak per hari.

Saat ini diduga cadangan minyak dunia hanya cukup untuk 34 tahun lagi (per 2011).
Sementara gas alam tinggal 52 tahun dan batu bara masih cukup untuk 139 tahun ke depan.

Dampak Lingkungan

Di Amerika Serikat, lebih dari 90% emisi gas rumah kaca datang dari pembakaran bahan
bakar fosil. Pembakaran bahan bakar fosil juga menghasilkan pencemar lain, seperti nitrogen
oksida, sulfur dioksida, senyawa organik berbau, dan logam berat.

Di Kanada, sektor listrik adalah sektor industri yang unik karena kontribusi emisinya yang
sangat besar pada semua isu udara. Pembangkitan listrik menghasilkan sejumlah besar
nitrogen oksida dan sulfur dioksida, yang menyebabkan kabut dan hujan asam serta
terbentuknya materi bubuk halus. Ia merupakan sumber industri yang paling tidak terkendali
dalam menghasilkan pencemaran raksa di Kanada. Pembangkit listrik berbahan bakar fosil
juga memancarkan karbon dioksida yang menyumbang pada perubahan iklim. Selain itu,
sektor ini berpengaruh besar pada air dan habitat serta spesies. Bendungan dan jalur transmisi
berpengaruh nyata pada air dan keanekaragaman hayati. Menurut ilmuan AS Jerry Mahlman,
secara ilmiah 99% pasti kalau bahan bakar fosil menjadi penyebab utama pemanasan global.

Pembakaran bahan bakar fosil menghasilkan asam sulfat, karbonik, dan nitrik, yang jatuh ke
Bumi sebagai hujan asam, mempengaruhi daerah alamiah dan lingkungan buatan. Monumen
dan pahatan yang dibuat dari pualam dan batu kapur rentan terhadapnya karena asam
melarutkan kalsium karbonat.

Bahan bakar fosil juga mengandung bahan radioaktif, terutama uranium dan thorium, yang
dilepaskan ke atmosfer. Tahun 2000, sekitar 12 ribu ton thorium dan 5 ribu ton uranium telah
dilepaskan dari pembakaran batu bara di dunia. Diperkirakan kalau tahun 1982, pembakaran
batu bara oleh AS telah melepaskan 155 kali lebih banyak radioaktif ke atmosfer ketimbang
insiden Three Mile Island. Walau begitu, radioaktivitas dari pembakaran batu bara ini sangat
kecil dalam tiap sumber dan tidak memiliki dampak yang nyata pada fisiologi manusia.

Pembakaran batu bara menyebabkan sejumlah besar abu dasar dan abu terbang. Bahan ini
digunakan dalam berbagai jenis penerapan industri yang bahkan mencakup 40% produksi
AS. Mantan direktur CIA, James Woolsey, menggariskan argumen keamanan nasional untuk
segera berpindah dari bahan bakar fosil.

Teori Pembentukan Minyak Bumi dan Gas Alam
Kata Kunci:
teori anorganik, Teori Biogenitik, Teori Duplex, Teori Pembentukan Gas Alam,
Teori Pembentukan Minyak Bumi

Ditulis oleh Gede Putra Adnyana pada 17-06-2011

Minyak bumi, gas alam, dan batu bara berasal dari
pelapukan sisa-sisa makhluk hidup, sehingga disebut bahan bakar fosil. Proses
pembentukannya memerlukan waktu yang sangat lama sehingga termasuk sumber daya alam
yang tidak dapat diperbarui. Minyak bumi sering disebut dengan emas cair karena nilainya
yang sangat tinggi dalam peradaban modern. Pertanian, industri, transportasi, dan sistem-
sistem komunikasi sangat bergantung pada bahan bakar ini, sehingga berpengaruh pada
seluruh kegiatan kehidupan suatu bangsa.

Minyak bumi dan gas alam merupakan sumber utama energi dunia, yaitu mencapai 65,5%,
selanjutnya batubara 23,5%, tenaga air 6%, serta sumber energi lainnya seperti panas bumi
(geothermal), kayu bakar, cahaya matahari, dan energi nuklir. Negara yang mempunyai
banyak cadangan minyak mentah (crude oil), menempati posisi menguntungkan, karena
memiliki banyak persediaan energi untuk keperluan industri dan transportasi, disamping
pemasukan devisa negara melalui ekspor minyak. Minyak bumi disebut juga petroleum
(bahasa Latin: petrus = batu; oleum = minyak) adalah zat cair licin, mudah terbakar dan
sebagian besar terdiri atas hidrokarbon. Kandungan hidrokarbon dalam minyak bumi berkisar
antara 50% sampai 98%. Sisanya terdiri atas senyawa organik yang mengandung oksigen,
nitrogen, dan belerang.

Ada tiga macam teori yang menjelaskan proses terbentuknya minyak dan gas bumi, yaitu:

(1) Teori Biogenetik (Teori Organik)

Menurut Teori Biogenitik (Organik), disebutkan bahwa minyak bumi dan gas alam terbentuk
dari beraneka ragam binatang dan tumbuh-tumbuhan yang mati dan tertimbun di bawah
endapan Lumpur. Endapan Lumpur ini kemudian dihanyutkan oleh arus sungai menuju laut,
akhirnya mengendap di dasar lautan dan tertutup Lumpur dalam jangka waktu yang lama,
ribuan dan bahkan jutaan tahun. Akibat pengaruh waktu, temperatur tinggi, dan tekanan
lapisan batuan di atasnya, maka binatang serta tumbuh-tumbuhan yang mati tersebut berubah
menjadi bintik-bintik dan gelembung minyak atau gas.

(2) Teori Anorganik

Menurut Teori Anorganik, disebutkan bahwa minyak bumi dan gas alam terbentuk akibat
aktivitas bakteri. Unsur-unsur oksigen, belerang, dan nitrogen dari zat-zat organik yang
terkubur akibat adanya aktivitas bakteri berubah menjadi zat seperti minyak yang berisi
hidrokarbon.

(3) Teori Duplex

Teori Duplex merupakan perpaduan dari Teori Biogenetik dan Teori Anorganik. Teori
Duplex yang banyak diterima oleh kalangan luas, menjelaskan bahwa minyak dan gas bumi
berasal dari berbagai jenis organisme laut baik hewani maupun nabati. Diperkirakan bahwa
minyak bumi berasal dari materi hewani dan gas bumi berasal dari materi nabati.

Akibat pengaruh waktu, temperatur, dan tekanan, maka endapan Lumpur berubah menjadi
batuan sedimen. Batuan lunak yang berasal dari Lumpur yang mengandung bintik-bintik
minyak dikenal sebagai batuan induk (Source Rock). Selanjutnya minyak dan gas ini akan
bermigrasi menuju tempat yang bertekanan lebih rendah dan akhirnya terakumulasi di tempat
tertentu yang disebut dengan perangkap (Trap).

Dalam suatu perangkap (Trap) dapat mengandung (1) minyak, gas, dan air, (2) minyak dan
air, (3) gas dan air. Jika gas terdapat bersama-sama dengan minyak bumi disebut dengan
Associated Gas. Sedangkan jika gas terdapat sendiri dalam suatu perangkap disebut Non
Associated Gas. Karena perbedaan berat jenis, maka gas selalu berada di atas, minyak di
tengah, dan air di bagian bawah. Karena proses pembentukan minyak bumi memerlukan
waktu yang lama, maka minyak bumi digolongkan sebagai sumber daya alam yang tidak
dapat diperbarui (unrenewable).

Pertambangan
Seperti kita ketahui bahwa Bumi adalah sumber kekayaanalam. Materi dari permukaan
hingga ke materi di dalam Bumimemberikan manfaat bagi kita. Materi dari dalam Bumi,
salahsatunya adalah batuan dan mineral yang diperoleh melaluipertambangan. Kegunaan baru
dari batuan dan mineral terusdicari. Jika dua juta tahun yang lalu, orang-orang
hanyamampu membuat kapak batu, saat ini komputer tidak akanbekerja tanpa keping silikon yang terbuat
dari silika.
a)Bahan bakar dari Bumi
Agar bisa hidup, kita mempunyai kebutuhan untukdipenuhi. Salah satunya
adalah energi yang bisamenggerakkan diri kita dan apa yang kita gunakan.
Energiyang dibutuhkan oleh apa yang kita gunakan, sepertimenggerakkan mesin dan
memanaskan atau mendingin-kan, serta menerangi rumah. Kebanyakan energi

inidipasok oleh mineral-mineral batu bara, minyak, dan gas.Tahukah kamu pembentukan sumber
daya alam tersebut?Ternyata, sumber daya alam ini terbentuk
melaluibeberapa tahap.(1)Saat itu, beberapa wilayah di Bumi tertutup
rawa,pepohonan, dan tumbuhan paku. Sementara itu,organisme yang
hidup di laut, ketika mati akanterendapkan. Tumbuhan hutan tertutup oleh lapisanpasir
dan lumpur.(2)Tumbuhan dan hewan yang terperangkap dalamlapisan,
berangsur-angsur berubah menjadi batuan.Oleh karena terkubur jauh di bawah
tanah, sisapepohonan dan tumbuhan paku perlahan-lahanberubah
menjadi batu bara. Tumbuhan dan lumpurdi dalam batuan lumpur menjadi panas dan memben-tuk
minyak dan gas lama yang terperangkap dalamstruktur batuan.(3)Hasilnya,
penambangan dapat dilakukan untukmendapatkan batu
bara dari dalam tanah danmengebor untuk mengekstrak minyak dan gas
Batuan dan Mineral
Kerak Bumi tersusun atas sekitar 3.000 mineral.Mineral tersebut
ditemukan dalam tiga jenis batuan,batuan beku, sedimen, dan metamorf. Masih ingat
bukanbagaimana ketiga jenis batuan ini terbentuk? Dalam tahap-tahap seperti itulah batuan dan
mineral terbentuk. Batuandan mineral apakah yang dihasilkan dalam
prosestersebut?Ketika batuan beku terbentuk, saat itu batuan leleh(magma) mendingin dan
menjadi padat. Dalam proses ini,batuan granit terbentuk di bawah kerak Bumi (1).
Masihtermasuk dalam proses pembentukan batuan beku,kadang-kadang
magma meledak menembus kerak Bumisebagai lava dan membentuk batuan vulkanis seperti
basal(2).Batuan endapan terbentuk antara lain dengan tenagaangin dan air. Sungai
mengendapkan batuan seperti batutanah liat (3). Batu pasir terlonggok
oleh angin (4).Sementara itu, batu gamping terbentuk ketika rangkatumbuhan
dan hewan menumpuk di dasar danau ataulaut (5).Batuan metamorf, terbentuk karena
perubahan akibattekanan dan panas. Seperti batu marmer, terbentuk karenamagma memanaskan kerak
di sebelahnya (6).Beberapa mineral, seperti mineral besi, berasal dariair yang tertinggal
saat magma mendidih (7), mineraltembaga yang terbentuk ketika

air laut terperangkap danterpanaskan (8).Dari proses pembentukan batuan itulah
dihasilkanbatuan dan mineral yang bermanfaat bagi kehidupan,seperti intan, emas,
dan tembaga yang mempunyai nilaiekonomi tinggi. Contoh tersebut hanyalah sebagian kecildari
kekayaan yang terkandung di dalam Bumi. Kita seringtidak menyadari telah menggunakannya dalam
kehidupansehari-hari. Nah, berikut ini daftar beberapa batuan danmineral yang
mungkin belum kamu kenal sertamanfaatnya

Nomer 5

Batubara adalah bahan bakar paling kotor dari semua bahan bakar fosil. Ketika dibakar,
menghasilkan emisi batubara berkontribusi terhadap pemanasan global, menimbulkan hujan
asam dan mencemari air. Batubara bersih yang dimaksud di sini adalah teknologi untuk
mengurangi dampak lingkungan.

Batubara adalah bahan bakar fosil terutama terdiri dari karbon dan hidrokarbon. Hidrokarbon
merupakan bahan untuk plastik, pupuk dan tar. Produk turunan batubara, karbon yang
dipadatkan yang disebut kokas digunakan untuk produksi bijih besi dan baja. Sebagian besar
(92 %) dari pasokan barubara Amerika untuk produksi listrik. Perusahaan listrik membakar
batu bara untuk membuat uap yang dapat menggerakkan turbin dan menghasilkan listrik.

Teknologi Batubara Bersih

Istilah Batubara ‗bersih‘ pada dasarnya menyesatkan karena hal ini seperti menemukan
lumpur yang bersih (padahal lumpur seperti yang kita ketahui selalu mengakibatkan kotor).
Ketika batubara dibakar, batubara melepaskan karbon dioksida dan emisi lainnya dalam gas
buang berupa awan mengepul yang mengalir keluar berupa tumpukan asap.

Batubara bersih dalam hal ini adalah teknologi yang dimaksudkan membatasi dampak
lingkungan yang tidak diinginkan dari batubara (emisi gas rumah kaca, hujan asam,
pencemaran air). Pada dasarnya ada 5 teknologi terkait dengan teknologi batubara ‗bersih‘
ini.

Salah satunya adalah dengan jalan persiapan batubara, pencucian batubara, menghilangkan
mineral yang tidak diinginkan dengan mencampur batubara hancur dengan cairan dan
memungkinkan kotoran atau mineral yang tidak diinginkan menjadi terpisah dan
mengendap. Batubara sampai di pembangkit listrik umumnya mengandung kandungan
mineral yang perlu dihilangkan sebelum dibakar. Sejumlah proses harus dilakukan untuk
menghapus materi yang tidak diinginkan dan membuat batubara membakar lebih efisien.

Pencucian batubara melibatkan grinding penggerusan batubara menjadi potongan-potongan
yang lebih kecil dan lulus melalui proses yang disebut pemisahan gravitasi. Salah satu
tekniknya dengan jalan memasukkan batubara ke barel yang berisi cairan yang memiliki
kepadatan yang menyebabkan batubara untuk mengapung, sementara bahan yang tidak
diinginkan tenggelam. Kemudian batu bara ditumbuk dan siap untuk membakar.

istem lain mengontrol batubara terbakar untuk meminimalkan emisi sulfur dioksida, nitrogen
oksida dan partikulat. Scrubber basah, atau sistem gas buang desulfurisasi, menghilangkan
sulfur dioksida, penyebab utama hujan asam, dengan menyemprotkan gas buang dengan
kapur dan air. Campuran bereaksi dengan sulfur dioksida untuk membentuk sintetis gipsum,
komponen drywal.

Pembakar Rendah-NOx (nitrogen oksida) mengurangi produksi nitrogen oksida,
penyebab tanah-tingkat ozon, dengan membatasi oksigen dan memanipulasi proses
pembakaran. Electrostatic precipitators menghapus partikulat yang memperburuk asma dan

menyebabkan penyakit pernapasan dengan pengisian partikel dengan medan listrik dan
ditangkap pada piringan penagkap

Gasifikasi bertujuan untuk menghindari pembakaran batu bara sama sekali. Dengan
kombinasi gasifikasi terpadu siklus (IGCC) sistem, uap dan udara bertekanan panas atau
oksigen bergabung dengan batubara dalam reaksi yang memaksa molekul karbon terpisah.
Syngas yang dihasilkan, campuran karbon monoksida dan hidrogen, kemudian dibersihkan
dan dibakar dalam turbin gas untuk menghasilkan listrik. Energi panas dari turbin gas juga
merupakan kekuatan turbin uap. Karena pembangkit listrik IGCC membuat dua bentuk
energi, mereka memiliki potensi untuk mencapai efisiensi bahan bakar 50%.

Penangkapan dan Penyimpanan Carbon atau Carbon capture and storage (CCS) -
mungkin teknologi batubara bersih yang paling menjanjikan – tangkapan dan disekap
karbon dioksida (CO2) emisi dari sumber tidak bergerak seperti pada pembangkit listrik dan
menyimpannya dalam tanah. Karena CO2 berkontribusi terhadap pemanasan global,
mengurangi pelepasan ke atmosfer telah menjadi perhatian utama internasional . Dalam
rangka untuk menemukan cara yang paling efisien dan ekonomis menangkap karbon, peneliti
telah mengembangkan beberapa teknologi. Pertama, CO2 dipompa ke bekas metana
batubara menggantikan bidang yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Kedua, CO2
dapat dipompa ke dalam dan disimpan dengan aman di dalam akuifer garam. Ketiga, CO2
dipompa ke ladang minyak membantu menjaga tekanan, sehingga ekstraksi lebih mudah

Teknologi penyimpanan di dalam samudera yangdalam tahap awal. Teknologi ini pada
prinsipnya adalah menyuntikkan CO2 cair ke perairan 500 sampai 3.000 meter, di mana
cairan larut di bawah tekanan. Namun, metode ini sedikit akan menurunkan pH dan
berpotensi membahayakan habitat laut. Semua bentuk penyimpanan CO2 memerlukan
persiapan yang cermat dan pemantauan untuk menghindari menciptakan masalah lingkungan
yang lebih besar daripada manfaat dari penahanan CO2.

Kenyataannya?

Berbagai pendekatan teknologi batubara bersih telah dikembangkan diberbagai negara dan
telah terbukti secara teknis layak. Namun belum dibuat secara komersial dan skala besar
karena biayanya mahal. Melihat kenyataan ini, sepertinya batubara untuk bahan bakar
pembangkit listik masih akan menjadi primadona, mengingat harganya masih yang termurah
di antara sumber energi yang lain. Selain itu pengembangan energi terbarukan belum
sebanyak ketersediaan barubara.

Ilmuwan mengatakan beralihnya ke barubara rendah sulfur mengurangi emisi SO2 di AS
sebesar 22% antara tahun 1975 dan 1990. Bila menggunakan scrubber, emisi sulfur
berpotensi dapat dikurangi sebesar 90%. Teknologi ini ditujukan untuk menghilangkan emisi
nitrogen oksida dari batubara diperkirakan telah mengurangi isinya oleh antara 30% dan
90%.

Bentuk energi alternatif belum bisa mengganti sumber daya yang murah dan berlimpah
seperti batubara, teknologi batubara bersih menjanjikan untuk mengurangi dampak emisi
batubara. Meskipun demikian perusahaan dan bisnis tidak serta merta menerima teknologi ini
dari sisi lingkungan, mereka masih mempertimbangkan dari sisi ekonomi.

Membersihkan batubara dan eksekusi emisi secara signifikan meningkatkan harga per-BTU
dari apa yang sebaliknya akan menjadi bahan bakar yang murah. Sementara menjual produk
sampingan seperti CO2 gipsum atau komersial untuk soda dan es kering dapat mengimbangi
harga teknologi batubara bersih, biaya pada karbon bisa membuat pengurangan emisi realistis
secara finansial.

Penangkapan dan Penyimpanan Karbon atau Carbon capture and storage (CCS) belum
dikembangkan dalam skala besar. Juru bicara BatuBara Inggris, Andrew Mackinstosh
mengatakan teknologi ini penting bagi masa depan namun dia mengakui teknologi ini tidak
siap.

Badan Energi Internasional percaya CCS dapat memberikan 20% pemotongan karbon yang
dibutuhkan pada tahun 2050. Diperkirakan 70% dari energi yang digunakan saat ini dan di
masa depan berasal dari bahan bakar fosil, sehingga menjadi penting untuk menemukan
teknologi yang membatasi karbon yang dilepaskan ke atmosfer.

Namun besarnya biaya CCS membuat pembangunan tersendat. Sebuah laporan khusus dari
Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) memperkirakan bahwa CCS akan
menambah antara 50-100% untuk biaya energi batubara. Perkiraan menempatkan biaya
teknologi di wilayah $ 50-100 per ton CO2 yang tersimpan.

Mungkin ada baiknya lebih banyak investasi diberikan untuk energi terbarukan apabila dari
segi perhitungan ekonominya juga bila ternyata sama-sama mahal. Selain itu energi
terbarukan memiliki resiko jauh lebih kecil dalam hal polusi emisi dan pencemaran ke
lingkungan.

Batubara sebagai Bahan Bakar Fosil Padat

Bahan bakar padat dan gas hasil proses (solid fuel and manufatured gases) mencakup
berbagai jenis batubara dan produk-produk yang dihasilkan dari batubara. Berdasarkan
konvensi, sebagian besar organisasi yang mengelola statistik energi cenderung
mengelompokkan bahan bakar energi terbarukan padat, seperti kayubakar dan briket arang,
ke dalam energi terbarukan. Oleh karena itu, bahan bakar terbarukan padat tidak akan
dicakup dalam sumberdaya jenis bahan bakar fosil padat.

Batubara primer adalah salah suatu bahan bakar fosil yang bentuknya seperti batu hitam atau
coklat dan terdiri dari unsur-unsur tanaman terkarbonisasi. Semakin tinggi kandungan karbon
dalam batubara, semakin tinggi juga ranking atau kualitasnya. Jenis-jenis batubara dapat
dibedakan berdasarkan ciri fisik dan kimiawinya. Ciri-ciri ini menentukan harga batubara
tersebut dan kecocokkan pemakaiannya.

Bahan bakar turunan batubara meliputi bahan bakar padat dan gas yang diproduksi selama
proses dan yang dihasilkan melalui transformasi batubara.

Bahan Bakar dan Produksi Energi.

Ada tiga kategori utama batubara: batubara tua (hard coal), batubara subbitumen, dan
batubara muda (brown coal) yang disebut juga sebagai lignit.

Batubara tua mengacu pada batubara dengan nilai kalor bruto (Gross Calorific Value-GCV)
lebih besar dari 23865 kJ/kg; yang mencakup dua sub-kategori, yaitu batubara kokas yang
digunakan pada blast furnace (tanur tinggi) dan batubara bitumen lainnya, serta antrasit yang
digunakan untuk pemanasan ruang (space heating) dan produksi uap (karenanya sub-kategori
ini disebut batubara uap/steam coal).

Lignit atau batubara muda merupakan batubara non-aglomerat dengan GCV kurang dari
17435 kJ/kg. Batubara subbitumen mencakup batubara nonaglomerat yang GCV-nya berada
diantara kedua kategori tersebut.

Produk sekunder atau bentuk turunan batubara meliputi patent fuel (bahan bakar paten),
briket batubara (dan briket gambut), gas coke (kokas gas) dan kokas coke-oven, gas-works
gas
dan gas coke-oven, gas blast-furnace (tanur tinggi) dan gas basic oxygen steel-furnace
(tanur baja oksigen basa).

Sejak 30 tahun terakhir ini, pangsa batubara terhadap total pasokan energi primer global
stabil di sekitar 25%, yang merupakan peningkatan sebesar 56% dibanding pasokan tahun
1973. Hal yang sangat menarik adalah konsumsi batubara untuk produksi listrik meningkat
secara drastis, melebihi 250%, sedangkan konsumsi dari sektor rumah tangga menurun
sebesar 65%. Dengan kata lain, batubara dewasa ini umumnya digunakan untuk produksi
listrik dan dalam jumlah yang kecil untuk sektor industri.

Klasifikasi Batubara

Karena batubara diklasifikasi dengan bermacam cara, sering terjadi kebingungan dalam
melakukan klasifikasi batubara primer, terutama yang berhubungan dengan lignit/batubara
muda dan batubara subbitumen.

Menurut kandungan energinya, batubara subbitumen adalah suatu kategori yang tumpang
tindih dengan batubara tua dan batubara muda. Batubara non-aglomerat yang volatil, yang
kandungan energinya berkisar antara 17435 kJ/kg (4165 kcal/kg) dan 23865 kJ/kg (5700
kcal/kg) harus dilaporkan sebagai batubara subbitumen walaupun klasifikasi tersebut berbeda
dari standard yang biasa berlaku pada tingkat nasional.

Lebih lanjut, batubara subbitumen dimasukkan dalam kategori ―batubara tua‖ dan
―lignit/batubara muda‖ oleh berbagai institusi internasional yang mengumpulkan data

statistik. Pada umumnya, batubara subbitumen dengan kandungan energi di atas 18600 kJ/kg
(4440 kcal/kg) dianggap sebagai batubara tua, sedangkan yang di bawah nilai tersebut
dianggap sebagai lignit/batubara muda

Minyak Bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin petrus – karang dan oleum
minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, berwarna coklat gelap, atau
kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak bumi.
Minyak Bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri
alkana, tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya. Minyak Bumi

diambil dari sumur minyak di pertambangan-pertambangan minyak. Lokasi sumur-sumur
minyak ini didapatkan setelah melalui proses studi geologi, analisis sedimen, karakter dan
struktur sumber, dan berbagai macam studi lainnya.[1][2]

Setelah itu, minyak Bumi akan
diproses di tempat pengilangan minyak dan dipisah-pisahkan hasilnya berdasarkan titik
didihnya sehingga menghasilkan berbagai macam bahan bakar, mulai dari bensin dan minyak
tanah sampai aspal dan berbagai reagen kimia yang dibutuhkan untuk membuat plastik dan
obat-obatan.[3]

Minyak Bumi digunakan untuk memproduksi berbagai macam barang dan

material yang dibutuhkan manusia.[4]

ika dilihat kasar, minyak Bumi hanya berisi minyak mentah saja, tapi dalam penggunaan
sehari-hari ternyata juga digunakan dalam bentuk hidrokarbon padat, cair, dan gas lainnya.
Pada kondisi temperatur dan tekanan standar, hidrokarbon yang ringan seperti metana, etana,
propana, dan butana berbentuk gas yang mendidih pada -161.6 °C, -88.6 °C, -42 °C, dan -
0.5 °C, berturut-turut (-258.9°, -127.5°, -43.6°, dan +31.1° F), sedangkan karbon yang lebih
tinggi, mulai dari pentana ke atas berbentuk padatan atau cairan. Meskipun begitu, di sumber
minyak di bawah tanah, proporsi gas, cairan, dan padatan tergantung dari kondisi permukaan
dan diagram fase dari campuran minyak Bumi tersebut.[5]

Sumur minyak sebagian besar menghasilkan minyak mentah, dan terkadang ada juga
kandungan gas alam di dalamnya. Karena tekanan di permukaan Bumi lebih rendah daripada
di bawah tanah, beberapa gas akan keluar dalam bentuk campuran. Sumur gas sebagian besar
menghasilkan gas. Tapi, karena suhu dan tekanan di bawah tanah lebih besar daripada suhu di
permukaan, maka gas yang keluar kadang-kadang juga mengandung hidrokarbon yang lebih
besar, seperti pentana, heksana, dan heptana dalam wujud gas. Di permukaan, maka gas ini
akan mengkondensasi sehingga berbentuk kondensat gas alam. Bentuk fisik kondensat ini
mirip dengan bensin.

Persentase hidrokarbon ringan di dalam minyak mentah sangat bervariasi tergantung dari
ladang minyak, kandungan maksimalnya bisa sampai 97% dari berat kotor dan paling
minimal adalah 50%.

Jenis hidrokarbon yang terdapat pada minyak Bumi sebagian besar terdiri dari alkana,
sikloalkana, dan berbagai macam jenis hidrokarbon aromatik, ditambah dengan sebagian
kecil elemen-elemen lainnya seperti nitrogen, oksigen dan sulfur, ditambah beberapa jenis
logam seperti besi, nikel, tembaga, dan vanadium. Jumlah komposisi molekul sangatlah
beragam dari minyak yang satu ke minyak yang lain tapi persentase proporsi dari elemen
kimianya dapat dilihat di bawah ini

Komposisi elemen berdasarkan berat

Elemen Rentang persentase

Karbon 83 sampai 87%
Hidrogen 10 sampai 14%
Nitrogen 0.1 sampai 2%
Oksigen 0.05 sampai 1.5%
Sulfur

0.05 sampai 6.0%

Logam

< 0.1%

Ada 4 macam molekul hidrokarbon yang ada dalam minyak mentah. Persentase relatif setiap
molekul berbeda-beda tiap lokasi minyaknya, sehingga menggambarkan ciri-ciri dari setiap
minyak.[5]

Komposisi molekul berdasarkan berat

Hidrokarbon Rata-rata Rentang

Parafin

30%

15 sampai 60%

Naptena

49%

30 sampai 60%

Aromatik

15%

3 sampai 30%

Aspaltena

6%

sisa-sisa

Penampakan fisik dari minyak Bumi sangatlah beragam tergantung dari komposisinya.
Minyak Bumi biasanya berwarna hitam atau coklat gelap (meskipun warnanya juga bisa
kekuningan, kemerahan, atau bahkan kehijauan). Pada sumur minyak biasanya ditemukan
juga gas alam yang mempunyai massa jenis lebih ringan daripada minyak Bumi, sehingga
biasanya keluar terlebih dahulu dibandingkan minyak. Dalam campuran itu, terdapat juga air
asin, yang massa jenisnya lebih rendah sehingga berada di lapisan di bawah minyak. Minyak
mentah juga dapat ditemukan dengan campuran dengan pasir dan minyak, seperti pada pasir
minyak Athabasca di Kanada, yang biasanya merujuk pada bitumen mentah. Bitumen yang
terdapat di Kanada memiliki karakteristik lengket, berwarna hitam, bentuknya seperti minyak
mentah dalam wujud tar, sehingga sangat lengket dan berat dan harus dipanaskan terlebih
dahulu agar larut dan bisa dialirkan.[8]

Venezuela juga mempunyai cadangan minyak dalam
jumlah besar di pasir minyak Orinoco, meskipun jumlah hidrokarbon yang terkandung lebih
cair daripada di Kanada. Jenis minyak ini disebut dengan minyak ekstra berat. Minyak yang
terdapat dalam pasir minyak ini disebut dengan minyak tak konvensional untuk
membedakannya dari minyak yang dapat diekstrak dengan metode tradisional biasa. Kanada
dan Venezuela diperkirakan mempunyai 3,6 triliun barel (570×109

m3

) bitumen dan minyak

ekstra-berat ini, sekitar dua kali dari volume cadangan minyak konvensional dunia.[9]

Minyak Bumi sebagian besar digunakan untuk memproduksi bensin dan minyak bakar,
keduanya merupakan sumber "energi primer" utama.[10]

84% dari volume hidrokarbon yang
terkandung dalam minyak Bumi diubah menjadi bahan bakar, yang di dalamnya termasuk
dengan bensin, diesel, bahan bakar jet, dan elpiji.[11]

Minyak Bumi yang tingkatannya lebih
ringan akan menghasilkan minyak dengan kualitas terbaik, tapi karena cadangan minyak
ringan dan menengah semakin hari semakin sedikit, maka tempat-tempat pengolahan minyak
sekarang ini semakin meningkatkan pemrosesan minyak berat dan bitumen, diikuti dengan
metode yang makin kompleks dan mahal untuk memproduksi minyak. Karena minyak Bumi
tyang tingkatannya berat mengandung karbon terlalu banyak dan hidrogen terlalu sedikit,
maka proses yang biasanya dipakai adalah mengurangi karbon atau menambahkan hidrogen
ke dalam molekulnya. Untuk mengubah molekul yang panjang dan kompleks menjadi
molekul yang lebih kecil dan sederhana, digunakan proses fluid catalytic cracking.

Karena mempunyai kepadatan energi yang tinggi, pengangkutan yang mudah, dan cadangan
yang banyak, minyak Bumi telah menjadi sumber energi paling utama di dunia sejak
pertengahan tahun 1950-an. Minyak Bumi juga digunakan sebagai bahan mentah dari banyak
produk-produk kimia, farmasi, pelarut, pupuk, pestisida, dan plastik; dan sisa 16% lainnya
yang tidak digunakan untuk produksi energi diubah menjadi material lainnya.

Cadangan minyak yang diketahui saat ini berkisar 190 km3

(1,2 triliun barrel) tanpa pasir

minyak,[12]

atau 595 km3

(3,74 triliun barrel) jika pasir minyak ikut dihitung.[13]

Konsumsi

minyak Bumi saat ini berkisar 84 juta barrel (13,4×106

m3

) per harinya, atau 4.9 km3

per

tahunnya. Dengan cadangan minyak yang ada sekarang, minyak Bumi masih bisa dipakai
sampai 120 tahun lagi, jika konsumsi dunia diasumsikan tidak bertambah.

Beberapa ilmuwan menyatakan bahwa minyak adalah zat abiotik, yang berarti zat ini tidak
berasal dari fosil tetapi berasal dari zat anorganik yang dihasilkan secara alami dalam perut
Bumi. Namun, pandangan ini diragukan dalam lingkungan ilmiah.

Minyak Bumi merupakan campuran dari berbagai macam hidrokarbon, jenis molekul yang
paling sering ditemukan adalah alkana (baik yang rantai lurus maupun bercabang),
sikloalkana, hidrokarbon aromatik, atau senyawa kompleks seperti aspaltena. Setiap minyak
Bumi mempunyai keunikan molekulnya masing-masing, yang diketahui dari bentuk fisik dan
ciri-ciri kimia, warna, dan viskositas.

Alkana, juga disebut dengan parafin, adalah hidrokarbon tersaturasi dengan rantai lurus atau
bercabang yang molekulnya hanya mengandung unsur karbon dan hidrogen dengan rumus
umum CnH2n+2. Pada umumnya minyak Bumi mengandung 5 sampai 40 atom karbon per
molekulnya, meskipun molekul dengan jumlah karbon lebih sedikit/lebih banyak juga
mungkin ada di dalam campuran tersebut.

Alkana dari pentana (C5H12) sampai oktana (C8H18) akan disuling menjadi bensin, sedangkan
alkana jenis nonana (C9H20) sampai heksadekana (C16H34) akan disuling menjadi diesel,
kerosene dan bahan bakar jet). Alkana dengan atom karbon 16 atau lebih akan disuling
menjadi oli/pelumas. Alkana dengan jumlah atom karbon lebih besar lagi, misalnya parafin
wax mempunyai 25 atom karbon, dan aspal mempunyai atom karbon lebih dari 35. Alkana
dengan jumlah atom karbon 1 sampai 4 akan berbentuk gas dalam suhu ruangan, dan dijual
sebagai elpiji (LPG). Di musim dingin, butana (C4H10), digunakan sebagai bahan campuran
pada bensin, karena tekanan uap butana yang tinggi akan membantu mesin menyala pada
musim dingin. Penggunaan alkana yang lain adalah sebagai pemantik rokok. Di beberapa
negara, propana (C3H8) dapat dicairkan dibawah tekanan sedang, dan digunakan masyarakat
sebagai bahan bakar transportasi maupun memasak.

Sikloalkana, juga dikenal dengan nama naptena, adalah hidrokarbon tersaturasi yang
mempunyai satu atau lebih ikatan rangkap pada karbonnya, dengan rumus umum CnH2n.
Sikloalkana memiliki ciri-ciri yang mirip dengan alkana tapi memiliki titik didih yang lebih
tinggi.

Hidrokarbon aromatik adalah hidrokarbon tidak tersaturasi yang memiliki satu atau lebih
cincin planar karbon-6 yang disebut cincin benzena, dimana atom hidrogen akan berikatan
dengan atom karbon dengan rumus umum CnHn. Hidrokarbon seperti ini jika dibakar maka
akan menimbulkan asap hitam pekat. Beberapa bersifat karsinogenik.

Semua jenis molekul yang berbeda-beda di atas dipisahkan dengan distilasi fraksional di
tempat pengilangan minyak untuk menghasilkan bensin, bahan bakar jet, kerosin, dan
hidrokarbon lainnya. Contohnya adalah 2,2,4-Trimetilpentana (isooktana), dipakai sebagai
campuran utama dalam bensin, mempunyai rumus kimia C8H18 dan bereaksi dengan oksigen
secara eksotermik:[14]

2 C8H18(l) + 25 O2(g) → 16 CO2(g) + 18 H2O(g) + 10.86 MJ/mol (oktana)

Jumlah dari masing-masing molekul pada minyak Bumi dapat diteliti di laboratorium.
Molekul-molekul ini biasanya akan diekstrak di sebuah pelarut, kemudian akan dipisahkan di
kromatografi gas, dan kemudian bisa dideteksi dengan detektor yang cocok. [15]

Pembakaran yang tidak sempurna dari minyak Bumi atau produk hasil olahannya akan
menyebabkan produk sampingan yang beracun. Misalnya, terlalu sedikit oksigen yang
bercampur maka akan menghasilkan karbon monoksida. Karena suhu dan tekanan yang
tinggi di dalam mesin kendaraan, maka gas buang yang dihasilkan oleh mesin biasanya juga
mengandung molekul nitrogen oksida yang dapat menimbulkan asbut

Panas pembakaran

Pada volume yang konstan maka panas pembakaran dari produk minyak Bumi dapat
diperkirakan dengan rumus:

.

dengan dalam kal/gram dan d adalah gravitasi khusus pada suhu 60 °F (16 °C).

Konduktivitas termal

Konduktivitas termal dari cairan-cairan yang berasal dari minyak Bumi dapat dirumuskan
sebagai berikut:

0.547

Satuan K adalah BTU hr−1

ft−2

, t diukur dalam °F dan d adalah gravitasi khusus pada suhu

60 °F (16 °C).

Bahan bakar

Jenis produk paling umum dari penyulingan minyak Bumi adalah bahan bakar. Jenis-jenis
bahan bakar itu antara lain (dilihat dari titik didihnya):[16]

Hasil penyulingan minyak Bumi

Nama bahan bakar Titik didih o

C

Elpiji (LPG)

-40

Butana

-12 sampai -1

Bensin

-1 sampai 180

Bahan bakar jet

150 sampai 205

Minyak tanah

205 sampai 260

Minyak bakar

205 sampai 290

Diesel

260 sampai 315

Produk turunan lainnya

Beberapa produk hasil olahan hidrokarbon dapat dicampur dengan senyawa non-hidrokarbon
untuk membentuk senyawa lainnya:

Alkena (olefin), dapat diproduksi menjadi plastik atau senyawa lain.
Pelumas (oli mesin dan gemuk).
Wax, digunakan dalam pengepakan makanan beku.
Sulfur atau Asam sulfat. Merupakan senyawa penting dalam industri.
Tar.
Aspal.
Kokas minyak Bumi, digunakan sebagai bahan bakar padat.
Parafin wax.
Petrokimia aromatik, digunakan sebagai campuran pada produksi bahan-bahan kimia

lainnya.

Di Indonesia

Di Indonesia, minyak Bumi yang diolah banyak digunakan sebagai Bahan bakar minyak
atau BBM, yang merupakan salah satu jenis bahan bakar yang digunakan secara luas di era
industrialisasi.

Ada beberapa jenis BBM yang dikenal di Indonesia, di antaranya adalah:

Minyak tanah rumah tangga
Minyak tanah industri
Pertamax Racing
Pertamax
Pertamax Plus
Premium
Bio Premium
Bio Solar
Pertamina DEX
Solar transportasi
Solar industri
Minyak diesel
Minyak bakar

Di Indonesia, harga BBM sering mengalami kenaikan disebabkan alasan pemerintah yang
ingin mengurangi subsidi. Tujuan dari pengurangan tersebut dikatakan adalah agar dana yang
sebelumnya digunakan untuk subsidi dapat dialihkan untuk hal-hal lain seperti pendidikan

dan pembangunan infrastruktur. Di sisi lain, kenaikan tersebut sering memicu terjadinya
kenaikan pada harga barang-barang lainnya seperti barang konsumen, sembako dan bisa juga
tarif listrik sehingga selalu ditentang masyarakat.

Batu bara atau batubara adalah salah satu bahan bakar fosil. Pengertian umumnya adalah
batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisa-
sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. Unsur-unsur utamanya terdiri
dari karbon, hidrogen dan oksigen.

Batu bara juga adalah batuan organik yang memiliki sifat-sifat fisika dan kimia yang
kompleks yang dapat ditemui dalam berbagai bentuk.

Analisis unsur memberikan rumus formula empiris seperti C137H97O9NS untuk bituminus dan
C240H90O4NS untuk antrasit.

Umur batu bara

Pembentukan batu bara memerlukan kondisi-kondisi tertentu dan hanya terjadi pada era-era
tertentu sepanjang sejarah geologi. Zaman Karbon, kira-kira 340 juta tahun yang lalu (jtl),
adalah masa pembentukan batu bara yang paling produktif dimana hampir seluruh deposit
batu bara (black coal) yang ekonomis di belahan bumi bagian utara terbentuk.

Pada Zaman Permian, kira-kira 270 jtl, juga terbentuk endapan-endapan batu bara yang
ekonomis di belahan bumi bagian selatan, seperti Australia, dan berlangsung terus hingga ke
Zaman Tersier (70 - 13 jtl) di berbagai belahan bumi lain.

Materi pembentuk batu bara

Hampir seluruh pembentuk batu bara berasal dari tumbuhan. Jenis-jenis tumbuhan
pembentuk batu bara dan umurnya menurut Diessel (1981) adalah sebagai berikut:

Alga, dari Zaman Pre-kambrium hingga Ordovisium dan bersel tunggal. Sangat
sedikit endapan batu bara dari perioda ini.
Silofita, dari Zaman Silur hingga Devon Tengah, merupakan turunan dari alga.
Sedikit endapan batu bara dari perioda ini.
Pteridofita, umur Devon Atas hingga Karbon Atas. Materi utama pembentuk batu
bara berumur Karbon di Eropa dan Amerika Utara. Tetumbuhan tanpa bunga dan biji,
berkembang biak dengan spora dan tumbuh di iklim hangat.
Gimnospermae, kurun waktu mulai dari Zaman Permian hingga Kapur Tengah.
Tumbuhan heteroseksual, biji terbungkus dalam buah, semisal pinus, mengandung
kadar getah (resin) tinggi. Jenis Pteridospermae seperti gangamopteris dan
glossopteris adalah penyusun utama batu bara Permian seperti di Australia, India dan
Afrika.

Angiospermae, dari Zaman Kapur Atas hingga kini. Jenis tumbuhan modern, buah
yang menutupi biji, jantan dan betina dalam satu bunga, kurang bergetah dibanding
gimnospermae sehingga, secara umum, kurang dapat terawetkan.

Endapan batu bara Eosen

Endapan ini terbentuk pada tatanan tektonik ekstensional yang dimulai sekitar Tersier Bawah
atau Paleogen pada cekungan-cekungan sedimen di Sumatera dan Kalimantan.

Ekstensi berumur Eosen ini terjadi sepanjang tepian Paparan Sunda, dari sebelah barat
Sulawesi, Kalimantan bagian timur, Laut Jawa hingga Sumatera. Dari batuan sedimen yang
pernah ditemukan dapat diketahui bahwa pengendapan berlangsung mulai terjadi pada Eosen
Tengah. Pemekaran Tersier Bawah yang terjadi pada Paparan Sunda ini ditafsirkan berada
pada tatanan busur dalam, yang disebabkan terutama oleh gerak penunjaman Lempeng Indo-
Australia.[3]

Lingkungan pengendapan mula-mula pada saat Paleogen itu non-marin, terutama
fluviatil, kipas aluvial dan endapan danau yang dangkal.

Di Kalimantan bagian tenggara, pengendapan batu bara terjadi sekitar Eosen Tengah - Atas
namun di Sumatera umurnya lebih muda, yakni Eosen Atas hingga Oligosen Bawah. Di
Sumatera bagian tengah, endapan fluvial yang terjadi pada fase awal kemudian ditutupi oleh
endapan danau (non-marin).[3]

Berbeda dengan yang terjadi di Kalimantan bagian tenggara
dimana endapan fluvial kemudian ditutupi oleh lapisan batu bara yang terjadi pada dataran
pantai yang kemudian ditutupi di atasnya secara transgresif oleh sedimen marin berumur
Eosen Atas.[4]

Endapan batu bara Eosen yang telah umum dikenal terjadi pada cekungan berikut: Pasir dan
Asam-asam (Kalimantan Selatan dan Timur), Barito (Kalimantan Selatan), Kutai Atas
(Kalimantan Tengah dan Timur), Melawi dan Ketungau (Kalimantan Barat), Tarakan
(Kalimantan Timur), Ombilin (Sumatera Barat) dan Sumatera Tengah (Riau).

Dibawah ini adalah kualitas rata-rata dari beberapa endapan batu bara Eosen di Indonesia.

Tambang Cekunga
n

Perusahaa
n

Kada
r air
total
(%ar)

Kadar
air
inhere
n
(%ad)

Kada
r abu
(%ad)

Zat
terban
g
(%ad)

Beleran
g (%ad)

Nilai energi
(kkal/kg)(ad
)

Satui

Asam-
asam

PT Arutmin
Indonesia 10.00 7.00 8.00 41.50 0.80

6800

Senakin

Pasir

PT Arutmin
Indonesia 9.00 4.00 15.00 39.50 0.70

6400

Petangis Pasir

PT BHP
Kendilo
Coal

11.00 4.40 12.00 40.50 0.80

6700

Ombilin Ombilin PT Bukit
Asam

12.00 6.50 <8.00 36.50 0.50 -

0.60

6900

Parambaha
n

Ombilin PT Allied

Indo Coal 4.00 -

10.00
(ar) 37.30
(ar)

0.50 (ar) 6900 (ar)

(ar) - as received, (ad) - air dried, Sumber: Indonesian Coal Mining Association, 1998

Endapan batu bara Miosen

Pada Miosen Awal, pemekaran regional Tersier Bawah - Tengah pada Paparan Sunda telah
berakhir. Pada Kala Oligosen hingga Awal Miosen ini terjadi transgresi marin pada kawasan
yang luas dimana terendapkan sedimen marin klastik yang tebal dan perselingan sekuen
batugamping. Pengangkatan dan kompresi adalah kenampakan yang umum pada tektonik
Neogen di Kalimantan maupun Sumatera. Endapan batu bara Miosen yang ekonomis
terutama terdapat di Cekungan Kutai bagian bawah (Kalimantan Timur), Cekungan Barito
(Kalimantan Selatan) dan Cekungan Sumatera bagian selatan. Batu bara Miosen juga secara
ekonomis ditambang di Cekungan Bengkulu.

Batu bara ini umumnya terdeposisi pada lingkungan fluvial, delta dan dataran pantai yang
mirip dengan daerah pembentukan gambut saat ini di Sumatera bagian timur. Ciri utama
lainnya adalah kadar abu dan belerang yang rendah. Namun kebanyakan sumberdaya batu
bara Miosen ini tergolong sub-bituminus atau lignit sehingga kurang ekonomis kecuali jika
sangat tebal (PT Adaro) atau lokasi geografisnya menguntungkan. Namun batu bara Miosen
di beberapa lokasi juga tergolong kelas yang tinggi seperti pada Cebakan Pinang dan Prima
(PT KPC), endapan batu bara di sekitar hilir Sungai Mahakam, Kalimantan Timur dan
beberapa lokasi di dekat Tanjungenim, Cekungan Sumatera bagian selatan.

Tabel dibawah ini menunjukan kualitas rata-rata dari beberapa endapan batu bara Miosen di
Indonesia.

Tambang Cekungan Perusahaan

Kadar
air
total
(%ar)

Kadar
air
inheren
(%ad)

Kadar
abu
(%ad)

Zat
terbang
(%ad)

Belerang
(%ad) Nilai energi
(kkal/kg)(ad)

Prima

Kutai

PT Kaltim
Prima Coal 9.00 -

4.00 39.00 0.50

6800 (ar)

Pinang Kutai

PT Kaltim
Prima Coal 13.00 -

7.00 37.50 0.40

6200 (ar)

Roto
South

Pasir

PT Kideco
Jaya Agung 24.00 -

3.00 40.00 0.20

5200 (ar)

Binungan Tarakan PT Berau
Coal

18.00 14.00 4.20 40.10 0.50

6100 (ad)

Lati

Tarakan PT Berau
Coal

24.60 16.00 4.30 37.80 0.90

5800 (ad)

Air Laya Sumatera
bagian

PT Bukit
Asam

24.00 -

5.30 34.60 0.49

5300 (ad)

selatan

Paringin Barito

PT Adaro 24.00 18.00 4.00 40.00 0.10

5950 (ad)

(ar) - as received, (ad) - air dried, Sumber: Indonesian Coal Mining Association, 1998

Sumberdaya batu bara

Pengisian batu bara ke dalam kapal tongkang.

Potensi sumberdaya batu bara di Indonesia sangat melimpah, terutama di Pulau Kalimantan
dan Pulau Sumatera, sedangkan di daerah lainnya dapat dijumpai batu bara walaupun dalam
jumlah kecil dan belum dapat ditentukan keekonomisannya, seperti di Jawa Barat, Jawa
Tengah, Papua, dan Sulawesi.

Di Indonesia, batu bara merupakan bahan bakar utama selain solar (diesel fuel) yang telah
umum digunakan pada banyak industri, dari segi ekonomis batu bara jauh lebih hemat
dibandingkan solar, dengan perbandingan sebagai berikut: Solar Rp 0,74/kilokalori
sedangkan batu bara hanya Rp 0,09/kilokalori, (berdasarkan harga solar industri Rp.
6.200/liter).

Dari segi kuantitas batu bara termasuk cadangan energi fosil terpenting bagi Indonesia.
Jumlahnya sangat berlimpah, mencapai puluhan milyar ton. Jumlah ini sebenarnya cukup
untuk memasok kebutuhan energi listrik hingga ratusan tahun ke depan. Sayangnya,
Indonesia tidak mungkin membakar habis batu bara dan mengubahnya menjadi energis listrik
melalui PLTU. Selain mengotori lingkungan melalui polutan CO2, SO2, NOx dan CxHy cara
ini dinilai kurang efisien dan kurang memberi nilai tambah tinggi.

Batu bara sebaiknya tidak langsung dibakar, akan lebih bermakna dan efisien jika dikonversi
menjadi migas sintetis, atau bahan petrokimia lain yang bernilai ekonomi tinggi. Dua cara
yang dipertimbangkan dalam hal ini adalah likuifikasi (pencairan) dan gasifikasi
(penyubliman) batu bara.

Membakar batu bara secara langsung (direct burning) telah dikembangkan teknologinya
secara continue, yang bertujuan untuk mencapai efisiensi pembakaran yang maksimum, cara-
cara pembakaran langsung seperti: fixed grate, chain grate, fluidized bed, pulverized, dan
lain-lain, masing-masing mempunyai kelebihan dan kelemahannya.

Gasifikasi batu bara

Coal gasification adalah sebuah proses untuk mengubah batu bara padat menjadi gas batu
bara yang mudah terbakar (combustible gases), setelah proses pemurnian gas-gas ini karbon
monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), hidrogen (H), metan (CH4), dan nitrogen (N2) –
dapat digunakan sebagai bahan bakar. hanya menggunakan udara dan uap air sebagai
reacting-gas kemudian menghasilkan water gas atau coal gas, gasifikasi secara nyata
mempunyai tingkat emisi udara, kotoran padat dan limbah terendah.

Tetapi, batu bara bukanlah bahan bakar yang sempurna. Terikat di dalamnya adalah sulfur
dan nitrogen, bila batu bara ini terbakar kotoran-kotoran ini akan dilepaskan ke udara, bila
mengapung di udara zat kimia ini dapat menggabung dengan uap air (seperti contoh kabut)
dan tetesan yang jatuh ke tanah seburuk bentuk asam sulfurik dan nitrit, disebut sebagai
"hujan asam" ―acid rain‖. Disini juga ada noda mineral kecil, termasuk kotoran yang umum
tercampur dengan batu bara, partikel kecil ini tidak terbakar dan membuat debu yang
tertinggal di coal combustor, beberapa partikel kecil ini juga tertangkap di putaran
combustion gases bersama dengan uap air, dari asap yang keluar dari cerobong beberapa
partikel kecil ini adalah sangat kecil setara dengan rambut manusia.

Bagaimana membuat batu bara bersih

Ada beberapa cara. Contoh sulfur, sulfur adalah zat kimia kekuningan yang ada sedikit di
batu bara, pada beberapa batu bara yang ditemukan di Ohio, Pennsylvania, West Virginia dan
eastern states lainnya, sulfur terdiri dari 3 sampai 10 % dari berat batu bara, beberapa batu
bara yang ditemukan di Wyoming, Montana dan negara-negara bagian sebelah barat lainnya
sulfur hanya sekitar 1/100ths (lebih kecil dari 1%) dari berat batu bara. Penting bahwa
sebagian besar sulfur ini dibuang sbelum mencapai cerobong asap.

Satu cara untuk membersihkan batu bara adalah dengan cara mudah memecah batu bara ke
bongkahan yang lebih kecil dan mencucinya. Beberapa sulfur yang ada sebagai bintik kecil di
batu bara disebut sebagai "pyritic sulfur " karena ini dikombinasikan dengan besi menjadi

bentuk iron pyrite, selain itu dikenal sebagai "fool's gold‖ dapat dipisahkan dari batu bara.

Secara khusus pada proses satu kali, bongkahan batu bara dimasukkan ke dalam tangki besar
yang terisi air , batu bara mengambang ke permukaan ketika kotoran sulfur tenggelam.
Fasilitas pencucian ini dinamakan "coal preparation plants" yang membersihkan batu bara
dari pengotor-pengotornya.

Tidak semua sulfur bisa dibersihkan dengan cara ini, bagaimanapun sulfur pada batu bara
adalah secara kimia benar-benar terikat dengan molekul karbonnya, tipe sulfur ini disebut
"organic sulfur," dan pencucian tak akan menghilangkannya. Beberapa proses telah dicoba
untuk mencampur batu bara dengan bahan kimia yang membebaskan sulfur pergi dari
molekul batu bara, tetapi kebanyakan proses ini sudah terbukti terlalu mahal, ilmuan masih
bekerja untuk mengurangi biaya dari prose pencucian kimia ini.

Kebanyakan pembangkit tenaga listrik modern dan semua fasilitas yang dibangun setelah
1978 — telah diwajibkan untuk mempunyai alat khusus yang dipasang untuk membuang
sulfur dari gas hasil pembakaran batu bara sebelum gas ini naik menuju cerobong asap. Alat
ini sebenarnya adalah "flue gas desulfurization units," tetapi banyak orang menyebutnya
"scrubbers" — karena mereka men-scrub (menggosok) sulfur keluar dari asap yang
dikeluarkan oleh tungku pembakar batu bara.

Membuang NOx dari batu bara

Nitrogen secara umum adalah bagian yang besar dari pada udara yang dihirup, pada
kenyataannya 80% dari udara adalah nitrogen, secara normal atom-atom nitrogen
mengambang terikat satu sama lainnya seperti pasangan kimia, tetapi ketika udara dipanaskan
seperti pada nyala api boiler (3000 F=1648 C), atom nitrogen ini terpecah dan terikat dengan
oksigen, bentuk ini sebagai nitrogen oksida atau kadang kala itu disebut sebagai NOx. NOx
juga dapat dibentuk dari atom nitrogen yang terjebak di dalam batu bara.

Di udara, NOx adalah polutan yang dapat menyebabkan kabut coklat yang kabur yang

kadang kala terlihat di seputar kota besar, juga sebagai polusi yang membentuk ―acid rain‖
(hujan asam), dan dapat membantu terbentuknya sesuatu yang disebut ―ground level ozone‖,

tipe lain dari pada polusi yang dapat membuat kotornya udara.

Salah satu cara terbaik untuk mengurangi NOx adalah menghindari dari bentukan asalnya,
beberapa cara telah ditemukan untuk membakar batubara di pemabakar dimana ada lebih
banyak bahan bakar dari pada udara di ruang pembakaran yang terpanas. Di bawah kondisi
ini kebanyakan oksigen terkombinasikan dengan bahan bakar daripada dengan nitrogen.
Campuran pembakaran kemudian dikirim ke ruang pembakaran yang kedua dimana terdapat
proses yang mirip berulang-ulang sampai semua bahan bakar habis terbakar. Konsep ini
disebut "staged combustion" karena batu bara dibakar secara bertahap. Kadang disebut juga
sebagai "low-NOx burners" dan telah dikembangkan sehingga dapat mengurangi kangdungan
Nox yang terlepas di uadara lebih dari separuh. Ada juga teknologi baru yang bekerja seperti
"scubbers" yang membersihkan NOX dari flue gases (asap) dari boiler batu bara. Beberapa
dari alat ini menggunakan bahan kimia khusus yang disebut katalis yang mengurai bagian
NOx menjadi gas yang tidak berpolusi, walaupun alat ini lebih mahal dari "low-NOx
burners," namun dapat menekan lebih dari 90% polusi Nox.

Cadangan batu bara dunia

Daerah batu bara di Amerika Serikat

Pada tahun 1996 diestimasikan terdapat sekitar satu exagram (1 × 1015

kg atau 1 trilyun ton)
total batu bara yang dapat ditambang menggunakan teknologi tambang saat ini, diperkirakan
setengahnya merupakan batu bara keras. Nilai energi dari semua batu bara dunia adalah 290
zettajoules.[5]

Dengan konsumsi global saat ini adalah 15 terawatt,[6]

terdapat cukup batu bara

untuk menyediakan energi bagi seluruh dunia untuk 600 tahun.

British Petroleum, pada Laporan Tahunan 2006, memperkirakan pada akhir 2005, terdapat
909.064 juta ton cadangan batu bara dunia yang terbukti (9,236 × 1014

kg), atau cukup untuk

155 tahun (cadangan ke rasio produksi). Angka ini hanya cadangan yang diklasifikasikan
terbukti, program bor eksplorasi oleh perusahaan tambang, terutama sekali daerah yang di
bawah eksplorasi, terus memberikan cadangan baru.

Departemen Energi Amerika Serikat memperkirakan cadangan batu bara di Amerika Serikat
sekitar 1.081.279 juta ton (9,81 × 1014

kg), yang setara dengan 4.786 BBOE (billion barrels

of oil equivalent).[7]

Alkena

lkena

Ditulis oleh Sukarmin pada 27-09-2009

Alkena merupakan hidrokarbon tak jenuh yang mempunyai ikatan rangkap dua C=C. Suku
alkena yang paling kecil terdiri dari dua atom C, yaitu etena. Nama alkena sesuai dengan
nama alkana dengan mengganti akhiran – ana menjadi -ena.

Dari tabel diatas rumus molekul untuk alkena jumlah atom H selalu dua kali jumlah atom C,
sehingga secara umum dapat dirumuskan:

CnH2n

Tata nama alkena

Tata nama alkena menurut IUPAC adalah sebagai berikut:

1. Tentukan rantai induk, yaitu rantai karbon terpanjang dari ujung satu ke ujung yang lain
yang melewati ikatan rangkap, berilah nama alkena sesuai jumlah atom C pada rantai induk.

2. Penomoran. Penomoran dimulai dari ujung rantai induk yang terdekat dengan
rangkap.

3. Jika terdapat cabang berilah nama cabang dengan alkil sesuai jumlah atom C cabang
tersebut. Jika terdapat lebih dari satu cabang, aturan penamaan sesuai dengan aturan pada
tatanama alkana.

4. Urutan penamaan: nomor cabang-nama cabang-nomor rangkap-rantai induk

Contoh:

3-metil-1-butena (benar) 2-metil-3-butena (salah)

Isomer alkena

Etena (C2H4) dan propena (C3H6) tidak mempunyai isomeri katena hanya ada satu struktur.

Isomer dari Butena (C4H8):

Butana, juga disebut n-butana, adalah alkana rantai lurus dengan empat atom karbon
CH3CH2CH2CH3. Butana juga digunakan sebagai istilah kolektif untuk n-butana dan satu-
satunya isomernya, isobutana (disebut juga metilpropana), CH(CH3)3. Butana sangat mudah
terbakar, tidak berwarna, dan merupakan gas yang mudah dicairkan. Nama butana diturunkan
dari nama asam butira

Elpiji, pelafalan bahasa Indonesia dari akronim bahasa Inggris; LPG (liquified petroleum
gas
, harafiah: "gas minyak bumi yang dicairkan"), adalah campuran dari berbagai unsur
hidrokarbon yang berasal dari gas alam. Dengan menambah tekanan dan menurunkan
suhunya, gas berubah menjadi cair. Komponennya didominasi propana (C3H8) dan butana
(C4H10). Elpiji juga mengandung hidrokarbon ringan lain dalam jumlah kecil, misalnya etana
(C2H6) dan pentana (C5H12).

Dalam kondisi atmosfer, elpiji akan berbentuk gas. Volume elpiji dalam bentuk cair lebih
kecil dibandingkan dalam bentuk gas untuk berat yang sama. Karena itu elpiji dipasarkan
dalam bentuk cair dalam tabung-tabung logam bertekanan. Untuk memungkinkan terjadinya
ekspansi panas (thermal expansion) dari cairan yang dikandungnya, tabung elpiji tidak diisi
secara penuh, hanya sekitar 80-85% dari kapasitasnya. Rasio antara volume gas bila menguap
dengan gas dalam keadaan cair bervariasi tergantung komposisi, tekanan dan temperatur,
tetapi biasaya sekitar 250:1.

Tekanan di mana elpiji berbentuk cair, dinamakan tekanan uap-nya, juga bervariasi
tergantung komposisi dan temperatur; sebagai contoh, dibutuhkan tekanan sekitar 220 kPa
(2.2 bar) bagi butana murni pada 20 °C (68 °F) agar mencair, dan sekitar 2.2 MPa (22 bar)
bagi propana murni pada 55 °C (131 °F).

Menurut spesifikasinya, elpiji dibagi menjadi tiga jenis yaitu elpiji campuran, elpiji propana
dan elpiji butana. Spesifikasi masing-masing elpiji tercantum dalam keputusan Direktur
Jendral Minyak dan Gas Bumi Nomor: 25K/36/DDJM/1990. Elpiji yang dipasarkan
Pertamina adalah elpiji campuran.

Sifat elpiji

Sifat elpiji terutama adalah sebagai berikut:

Cairan dan gasnya sangat mudah terbakar
Gas tidak beracun, tidak berwarna dan biasanya berbau menyengat
Gas dikirimkan sebagai cairan yang bertekanan di dalam tangki atau silinder.
Cairan dapat menguap jika dilepas dan menyebar dengan cepat.
Gas ini lebih berat dibanding udara sehingga akan banyak menempati daerah yang

rendah.

Penggunaan elpiji

Penggunaan Elpiji di Indonesia terutama adalah sebagai bahan bakar alat dapur (terutama
kompor gas). Selain sebagai bahan bakar alat dapur, Elpiji juga cukup banyak digunakan
sebagai bahan bakar kendaraan bermotor (walaupun mesin kendaraannya harus dimodifikasi
terlebih dahulu).

Bahaya elpiji

Salah satu risiko penggunaan elpiji ( LPG ) adalah terjadinya kebocoran pada tabung atau
instalasi gas sehingga bila terkena api dapat menyebabkan kebakaran. Pada awalnya, gas
elpiji tidak berbau, tapi bila demikian akan sulit dideteksi apabila terjadi kebocoran pada
tabung gas. Menyadari itu Pertamina menambahkan gas mercaptan, yang baunya khas dan
menusuk hidung. Langkah itu sangat berguna untuk mendeteksi bila terjadi kebocoran tabung
gas. Tekanan elpiji cukup besar (tekanan uap sekitar 120 psig), sehingga kebocoran elpiji
akan membentuk gas secara cepat dan mengubah volumenya menjadi lebih besar.

Aspal ialah bahan hidro karbon yang bersifat melekat (adhesive), berwarna hitam kecoklatan,
tahan terhadap air, dan visoelastis. Aspal sering juga disebut bitumen merupakan bahan
pengikat pada campuran beraspal yang dimanfaatkan sebagai lapis permukaan lapis

perkerasan lentur. Aspal berasal dari aspal alam (aspal buton} [1]

atau aspal minyak (aspal
yang berasal dari minyak bumi). Berdasarkan konsistensinya, aspal dapat diklasifikasikan
menjadi aspal padat, dan aspal cair.

Aspal atau bitumen adalah suatu cairan kental yang merupakan senyawa hidrokarbon dengan
sedikit mengandung sulfur, oksigen, dan klor. Aspal sebagai bahan pengikat dalam
perkerasan lentur mempunyai sifat viskoelastis. Aspal akan bersifat padat pada suhu ruang
dan bersifat cair bila dipanaskan. Aspal merupakan bahan yang sangat kompleks dan secara
kimia belum dikarakterisasi dengan baik. Kandungan utama aspal adalah senyawa karbon
jenuh dan tak jenuh, alifatik dan aromatic yang mempunyai atom karbon sampai 150 per
molekul. Atom-atom selain hidrogen dan karbon yang juga menyusun aspal adalah nitrogen,
oksigen, belerang, dan beberapa atom lain. Secara kuantitatif, biasanya 80% massa aspal
adalah karbon, 10% hydrogen, 6% belerang, dan sisanya oksigen dan nitrogen, serta sejumlah
renik besi, nikel, dan vanadium. Senyawa-senyawa ini sering dikelaskan atas aspalten (yang
massa molekulnya kecil) dan malten (yang massa molekulnya besar). Biasanya aspal
mengandung 5 sampai 25% aspalten. Sebagian besar senyawa di aspal adalah senyawa polar

PEMANFAATAN BATUBARA

Ditinjau dari segi pemanfaatannya, batubara dapat dibagi menjadi 3 (tiga) golongan, yaitu:

1. Batubara untuk bahan bakar, disebut batubara bahan bakar (steaming coal, fuel coal,
atau energy coal)
2. Batubara bitumen untuk pembuatan kokas, disebut batubara kokas (cooking coal)
3. Batubara untuk dibuat bahan-bahan dasar energi lainnya, disebut batubara konversi
(conversion coal)

1. BATUBARA UNTUK BAHAN BAKAR

Sebagai bahan bakar, batubara dapat dimanfaatkan untuk mengubah air menjadi upa didalam
suatu ketel uap atau boiler PLTU, untuk membakar bahan pembuat klinker dipabrik semen,
dan sebagai bahan bakar di industri-industri kecil. Pada hakikatnya, semua batubara dapat
dibakar, tetapi pemanfaatannya sebagai bahan bakar tertentu perlu dipenuhi berbagai
persyaratan tertentu pula. Misalnya, sebagai baha bakar di PLTU diperlukan batubara yang
mempunyai kandungan ash <30%. Ketel yang memanfaatkan batubara halus dapat didesain
agar bisa membakar batubara dengan kandungan ash lebih tinggi lagi, katakanlah 50%. Akan
tetapi, dengan kandungan ash yang demikian besar dapat menimbulkan banyak masalah
dalam pengoperasiannya. Bahkan pada pembakaran batubara yang mengandung ash <30%
pun masih banyak menimbulkan masalah pada ketel karena dapat menyebabkan erosi dan
kerak pada tabung uap.
Umumnya, pembuatan sebuah ketel suatu PLTU dirancang untuk membakar batubara dengan
spesifikasi yang telah ditentukan, sesuai dengan sifat batubara yang akan menjadi
―makanannya‖. Spesifikasi ini kadang-kadang mempunyai nilai rentang yang agak panjang
sehingga dapat menampung batubara lebih dari satu sumber. Itulah sebabnya mengapa
sewaktu masih dalam tahapan eksplorasi dan studi kelayakan tambang, berbagai parameter
penting sebagai penentu tersebut dalam sampel inti bor sudah mulai ditentukan. Jadi, suatu

PLTU dibangun menurut spesifikasi batubara yang akan ―membakarnya‖, bukan sebaliknya

(kecuali jika PLTU sudah ada dan perlu tambahan pasokan, harus dicari batubara yang
mempunyai spesifikasi sama dengan spesifikasi batubara yang digunakan dalam perancangan
ketel tersebut). Umumnya, batubara harus cukup untuk memasok PLTU selama 30 tahun,
karena umur PLTU sekitar tiga puluh tahunan. Bila batubara pasokan tersebut masih

kurang, maka harus dicari batubara yang sifatnya sama dengan spesifikasi ketel PLTU
tersebut. Semua PLTU yang direncanakan dibangun di Indonesia, satu unitnya berkapasitas
50 – 400 MW. Untuk yang berkapasitas >200 MW, umumnya dipakai cara pulverised fuel,
sedangkan untuk yang kapasitasnya lebih kecil digunakan cara fluidised bed combustion
ataupun pembakaran pada panggangan (grate firing).
Demikian pula dengan pabrik semen dewasa ini. Semuanya harus menggunakan bahan bakar
batubara, dan yang telah dibangun sebelum Peraturan Presiden ditetapkan, harus mengganti
bahan bakar minyaknya dengan batubara. Untuk keperluan tersebut harus dibangun kiln
untuk membakar batubara yang didesain dengan spesifikasi tertentu, seperti halnya PLTU.
Hanya untuk pabrik semen, persyaratan yang diminta lebih ringan bila dibandingkan dengan
yang diminta untuk PLTU.
Pemanfaatan batubara sebagai bahan bakar telah mulai dirintis dalam industri kecil, seperti
pabrik kertas, pabrik gula, pabrik bata, pabrik genteng, dan pabrik kapur. Hal ini terutama
untuk memanfaatkan batubara dengan cadangan kecil.
Pada saat ini, Indonesia telah mencoba memanfaatkan batubara untuk menggantikan minyak
tanah sebagai bahan bakar tidak berasap (smokeless fuel) di rumah tangga. Untuk keperluan
tersebut, batubara dikarbonisasikan pada suhu rendah, digerus dan diberi bahan perekat,
kemudian dicetak dan dibentuk menjadi briket batubara. Di Victoria-Australia, bahan untuk
briket batubara berasal dari batubara peringkat (rank) rendah yang mengandung moisture
tinggi,
misalnya lignit yang mengandung mositure >60%.

2. BATUBARA UNTUK KOKAS
Kokas
ialah residu padat yang tertinggal bila batubara dipanaskan tanpa udara sampai
sebagian zat yang mudah menguapnya hilang. Batubara kokas adalah batubara yang bila
dipanaskan tanpa udara sampai suhu tinggi akan menjadi lunak, terdevolatilasasi,
mengembang, dan memadat kembali membentuk material yang porous. Material ini
merupakan padatan kaya karbon yang disebut kokas.
Kebanyakan kokas digunakan dalam pembuatan besi dan baja karena memberikan energi
panas dan sekaligus bertindak sebagai zat pereduksi (reduktor) terhadap bijih besi yang
dikerjakan didalam tanur suhu tinggi atau tungku pembakaran (blast furnace). Kokas untuk
keperluan tersebut, umumnya padat dan relatif kuat, dihasilkan dari batubara tertentu., baik
tunggal maupun campuran, dalam oven kokas (coke oven). Residu hasil karbonisasi yang
merupakan material serbuk yang tidak berlubang atau massanya menggumpal disebut char.
Bahan ini dapat dibuat briket dan digunakan sama seperti kokas (kokas jenis ini disebut
sebagai formed coke) atau langsung dipakai sebagai elektroda karbon.

Umumnya, ada dua istilah yang dapat membingungkan kita, yaitu istilah ―caking‖ dan
―coking‖. Caking ialah kemampuan batubara untuk meleleh ketika dipanaskan dan kembali
membentuk residu yang koheren ketika didinginkan. Syarat mutlak untuk batubara kokas
ialah batubara itu harus meleleh membentuk cake jika dipanaskan. Tidak semua caking coal
adalah cooking coal. Coking digunakan untuk menerangkan bahwa batubara tersebut cocok
untuk dibuat kokas. Walaupun begitu, keterangan ini berlawanan dengan definisi klasifikasi
batubara hard coal menurut ISO yang mendefinisikan caking kebalikan dari coking. Caking
menunjukkan penggumpalan (agglomeration) dan pengembangan (swelling). Selama
dipanaskan (index crucible swelling number dan Roga), sedangkan coking menunjukkan
penggumpalan dan pengembangan selama pemanasan lambat (dilatation atau Gray-King
coke type
). Hal ini menimbulkan kerancuan dalam pemakaian kedua istilah tersebut.
Batubara yang dapat dibuat kokas harus mempunyai peringkat dan tipe tertentu. Sebagian zat
organik dalam batubara mempunyai peranan dalam sifat-sifat pelelehan tadi. Dalam batubara
kokas yang prima, yaitu yang membentuk kokas metalurgi yang sangat baik, harus dicapai
suatu perbandingan yang optimal antara zat yang reaktif dan zat yang inert (tidak meleleh).

Berbagai parameter yang menentukan batubara kokas (peringkat dan jenisnya telah
memenuhi syarat), termasuk kokas metalurgi, ialah kandungan ash tidak terlalu tinggi,
hampir tidak mengandung sulfur dan fosfor, serta zat yang mudah menguapnya dalam kokas
harus kecil. Untuk menentukan sifat-sifat batubara kokas digunakan crucible swelling
number, Gray King coke type, plastisitas
dan fluiditas.

3. BATUBARA KONVERSI
Batubara konversi
ialah batubara yang dimanfaatkan tidak sebagai bahan bakar padat, tetapi
energi yang dikandungnya, disimpan dalam bentuk lain, yakni gas dan cairan. Pengubahan
batubara dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu melalui pembuatan gas atau gasifikasi
(gasification)
dan pencairan batubara atau likuifaksi (coal liquefaction).
Dalam proses gasifikasi, semua zat organik dalam batubara diubah kedalam bentuk gas,
terutama karbon monoksida, karbon dioksida, dan hidrogen. Gas-gas ini kemudian dapat pula
diubah menjadi bahan-bahan kimia, seperti pupuk dan metanol.
Proses likuifaksi bertujuan mengubah batubara menjadi minyak. Penelitian yang dilakukan
SASOL di Afrika Selatan yang telah berhasil mengubah batubara menjadi minyak (gasolin,
diesel, jet fuel), gas maupun bahan kimia lain melalui pembuatan gas. Cara langsung ialah
dengan menghidrogenasikan batubara (rasio atom hidrogen/karbon = 0,7) sehingga menjadi
minyak (rasio atom hidrogen hidrogen/karbon >1.2)

Deskripsi dari kokas minyak bumi

kokas minyak bumi

arti (-)

sisa padat yg merupakan hasil akhir proses kondensasi dl perengkahan dan terdiri atas hidrokarbon polisiklis tinggi
dng kadar hidrogen yg sangat rendah; (arti)

sumber: kbbi3

sisa (residu) yg tinggal setelah penyulingan tuntas minyak bumi (arti)

Parafin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Belum Diperiksa

Langsung ke: navigasi, cari

Untuk kegunaan lain dari Parafin, lihat Parafin (disambiguasi).

Dalam kimia. parafin adalah nama umum untuk hidrokarbon alkan dengan formula CnH2n+2.
Lilin parafin merujuk pada benda padat dengan n=20–40.

Molekul parafin paling simpel adalah metana, CH4, sebuah gas dalam temperatur ruangan.
Anggota sejenis ini yang lebih berat, seperti oktan C8H18, muncul sebagai cairan pada
temperatur ruangan. Bentuk padat parafin, disebut lilin parafin, berasal dari molekul terberat
mulai C20H42 hingga C40H82. Lilin parafin pertama ditemukan oleh Carl Reichenbach tahun
1830.[1]

Parafin, atau hidrokarbon parafin, juga merupakan nama teknis untuk sebuah alkan pada
umumnya, tapi dalam beberapa hal kata ini merujuk pada satu linear, atau alkan normal -
dimana bercabang, atau isoalkan juga disebut isoparafin. Berbeda dari bahan bakar yang
dikenal di Britania dan Afrika Selatan sebagai minyak parafin atau hanya parafin, yang
disebut sebagai kerosin di sebagian besar AS, Australia dan Selandia Baru.

Namanya berasal dari kata Latin parum (= jarang) + affinis dengan arti seluruhnya "sedikit
affinitas", atau "sedikit reaktivitas". Ini diakibatkan oleh alkan, yang non kutub dan sedikit
gugus fungsional-nya, sangat tidak reakti

Minyak tanah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Belum Diperiksa

Langsung ke: navigasi, cari

Minyak tanah (bahasa Inggris: kerosene atau paraffin) adalah cairan hidrokarbon yang tak
berwarna dan mudah terbakar. Dia diperoleh dengan cara distilasi fraksional dari petroleum
pada 150 °C and 275 °C (rantai karbon dari C12 sampai C15). Pada suatu waktu dia banyak
digunakan dalam lampu minyak tanah tetapi sekarang utamanya digunakan sebagai bahan

bakar mesin jet (lebih teknikal Avtur, Jet-A, Jet-B, JP-4 atau JP-8). Sebuah bentuk dari
minyak tanah dikenal sebagai RP-1 dibakar dengan oksigen cair sebagai bahan bakar roket.
Nama kerosene diturunkan dari bahasa Yunani keros (κερωσ, malam).

Biasanya, minyak tanah didistilasi langsung dari minyak mentah membutuhkan perawatan
khusus, dalam sebuah unit Merox atau hidrotreater, untuk mengurangi kadar belerang dan
pengaratannya. Minyak tanah dapat juga diproduksi oleh hidrocracker, yang digunakan untuk
memperbaiki kualitas bagian dari minyak mentah yang akan bagus untuk bahan bakar
minyak.

Penggunaanya sebagai bahan bakar untuk memasak terbatas di negara berkembang, setelah
melalui proses penyulingan seperlunya dan masih tidak murni dan bahkan memilki pengotor
(debris).

Avtur (bahan bakar mesin jet) adalah minyak tanah dengan spesifikasi yang diperketat,
terutama mengenai titik uap dan titik beku

'Diesel adalah salah satu jenis bahan bakar minyak. Di Indonesia, Diesel lebih dikenal dengan
nama solar. Diesel khusus digunakan sebagai bahan bakar mesin diesel. Sebuah mesin yang
diciptakan oleh Rudolf Diesel, dan disempurnakan oleh Charles F. Kettering.

Daftar isi

1 Kegunaan Diesel
2 Perkembangan harga (Bio) Solar
3 Lihat Pula
4 Pranala Luar

Kegunaan Diesel

Diesel digunakan dalam mesin diesel (mobil, kapal, sepeda motor, dll), sejenis mesin
pembakaran dalam. Rudolf Diesel awalnya mendesain mesin diesel untuk menggunakan batu
bara sebagai bahan bakar, namun ternyata minyak lebih efektif. Mesin diesel Packard
digunakan dalam pesawat terbang seawal tahun 1927, dan Charles Lindbergh menerbangkan
Stinson SM1B dengan mesin diesel Packard pada 1928. Perjalanan mobil bermesin diesel
diselesaikan pada 6 Januari 1930. Perjalanan tersebut dimulai dari Indianapolis ke New York
City - jarak sejauh (1300 km). Hal ini membuktikan kegunaan mesin pembakaran dalam

Bensin, atau Petrol (biasa disebut gasoline di Amerika Serikat dan Kanada) adalah cairan
bening, agak kekuning-kuningan, dan berasal dari pengolahan minyak bumi yang sebagian
besar digunakan sebagai bahan bakar di mesin pembakaran dalam. Bensin juga dapat
digunakan sebagai pelarut, terutama karena kemampuannya yang dapat melarutkan cat.
Sebagian besar bensin tersusun dari hidrokarbon alifatik yang diperkaya dengan iso-oktana
atau benzena untuk menaikkan nilai oktan. Kadang-kadang, bensin juga dicampur dengan
etanol sebagai bahan bakar alternatif.

Kini bensin sudah hampir mejadi kebutuhan pokok masyarakat dunia yang semakin dinamis.
Bahkan orang Amerika menggunakan 1,36 miliar liter bensin setiap hari.

Karena merupakan campuran berbagai bahan, daya bakar bensin berbeda-beda menurut
komposisinya. Ukuran daya bakar ini dapat dilihat dari Oktan setiap campuran. Di Indonesia,
bensin diperdagangkan dalam dua kelompok besar: campuran standar, disebut premium, dan
bensin super

Bensin diproduksi di kilang minyak. Material yang dipisahkan dari minyak mentah lewat
distilasi, belum dapat memenuhi standar bahan bakar untuk mesin-mesin modern. Material
ini nantinya akan menjadi campuran hasil akhir.

Semua bensin terdiri dari hidrokarbon, dengan atom karbon berjumlah antara 4 sampai 12
(biasanya disebut C4 sampai C12).[1]

Cara Kerja Bensin dalam Mesin

Bensin bekerja di dalam mesin pembakaran yang ditemukan oleh Nikolaus Otto. Mesin
pembakaran dikenal pula dengan nama Mesin Otto. Cara kerja bensin di dalam mesin
pembakaran:

Bensin dari tangki masuk ke dalam karburator. Kemudian bercampur dengan udara.
Pada mesin modern, peran karburator digantikan oleh sistem injeksi. Sebuah sistem
pembakaran baru yang bisa meminimalisir emisi gas buang kendaraan.
Campuran bensin dan udara kemudian dimasukkan ke dalam ruang bakar.
Selanjutnya, campuran bensin dan udara yang sudah berbentuk gas, ditekan oleh
piston hingga mencapai volume yang sangat kecil.
Gas ini kemudian dibakar oleh percikan api dari busi.
Hasil pembakaran inilah yang menghasilkan tenaga untuk menggerakkan kendaraan.

Dalam kenyataannya, pembakaran gas di dalam mesin tidak berjalan dengan sempurna. Salah

satu masalah yang sering muncul adalah ―ketukan di dalam mesin‖, atau disebut sebagai

"mesin ngelitik" atau knocking. Jika dibiarkan, knocking dapat menyebabkan kerusakan pada
mesin. Knocking terjadi karena campuran udara dan bahan bakar terbakar secara spontan
karena tekanan tinggi di dalam mesin, bukan karena percikan api dari busi.

Penyebab knocking ada beberapa macam, yaitu:

Pemakaian bensin yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin.
Ruang bakar sudah kotor dan berkerak.
Penyetelan pengapian yang kurang tepat.

Nama Produk Bensin

Bensin memiliki berbagai nama, tergantung pada produsen dan Oktan. Beberapa jenis bensin
yang dikenal di Indonesia diantaranya:

Premium, produksi Pertamina yang memiliki Oktan 88. [2]
Pertamax, produksi Pertamina yang memiliki Oktan 92.
Pertamax Plus, produksi Pertamina yang memiliki Oktan 95.
Pertamax Racing, produksi Pertamina yang memiliki Oktan 100. Khusus untuk
kebutuhan balap mobil.
Primax 92, produksi Petronas yang memiliki Oktan 92.

Primax 95, produksi Petronas yang memiliki Oktan 95.
Super 92, produksi Shell yang memiliki Oktan 92.
Super Extra 95, produksi Shell yang memiliki Oktan 95. [3]
Performance 92, produksi Total yang memiliki Oktan 92.
Performance 95, produksi Total yang memiliki Oktan 95.

Belerang atau sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang S dan
nomor atom 16. Bentuknya adalah non-metal yang tak berasa. Belerang, dalam bentuk
aslinya, adalah sebuah zat padat kristalin kuning. Di alam, belerang dapat ditemukan sebagai
unsur murni atau sebagai mineral- mineral sulfida dan sulfat. Ia adalah unsur penting untuk
kehidupan dan ditemukan dalam dua asam amino. Penggunaan komersilnya terutama dalam
fertilizer namun juga dalam bubuk mesiu, korek api, insektisida dan fungisida.

Nomer 4

umi telah menjadi lebih hangat sekitar 1ºF (0.5ºC) dari 100 tahun yang lalu. Tapi mengapa?
Dan bagaimana? Sebenarnya para pakar ilmu pengetahuan juga tidak tahu pasti. Bumi bisa
saja menjadi hangat secara alami, tetapi banyak ahli iklim dunia yang percaya bahwa
tindakan manusia telah membantu membuat Bumi menjadi lebih hangat.

Efek Rumah Kaca, Perubahan Iklim, dan Pemanasan Global

Efek Rumah Kaca

Para ahli sudah setuju bahwa efek rumah kaca disebabkan oleh bertambahnya jumlah gas-gas
rumah kaca (GRK) di atmosfir yang menyebabkan energi panas yang seharusnya dilepas ke
luar atmosfir bumi dipantulkan kembali ke permukaan dan menyebabkan temperatur
permukaan bumi menjadi lebih panas.

Gas Rumah Kaca :
Ada beberapa gas diatmosfir yang berfungsi sebagai \'penangkap\' energi panas matahari.
Tanpa gas-gas ini, panas akan hilang ke angkasa dan temperatur rata-rata Bumi dapat menjadi
60ºF (33ºC) lebih dingin. Karena fungsinya sebagai penjaga hangatnya Bumi, gas-gas ini
kemudian disebut sebagai Gas Rumah Kaca (GRK). Yang termasuk diantaranya adalah :
Karbon Dioksida (CO2), Nitro-Oksida (NO2), dan Metana (CH4).

Rumah Kaca:
Pernahkah kamu melihat sebuah rumah kaca? Rumah kaca umumnya berbentuk sebuah
rumah kecil yang seluruhnya terdiri dari kaca dan dibangun untuk menumbuhkan berbagai
jenis tanaman, terutama diwaktu musim dingin. Bagaimana rumah kaca bekerja? Panel-panel
kacanya membiarkan sinar matahari masuk tetapi menjaga energi panas yang disebabkannya
hilang ke udara. Untuk mudahnya, bayangkan kalau kamu masuk ke dalam mobil yang
diparkir dibawah sinar matahari, joknya terasa panas bukan? Nah, begitu juga tanaman yang
ada didalam rumah kaca, panas yang ditahan menyebabkan tanaman dapat bertahan di musim
dingin.

GRK dan Atmosfir:
Atmosfir ada disekitar kita, ia adalah udara yang kita hirup. GRK diatmosfir berfungsi serupa
dengan panel-panel gelas di rumah kaca. Sinar matahari memasuki atmosfir Bumi, melalui

lapisan gas-gas rumah kaca. Setelah mencapai seluruh permukaan bumi, tanah, air, dan
ekosistem lainnya menyerap energi dari sinar tersebut. Setelah terserap, energi ini akan
dipancarkan kembali ke atmosfir. Sebagian energi dikembalikan ke angkasa, tetapi sebagian
besar ditangkap oleh gas-gas rumah kaca di atmosfir sehingga menyebabkan Bumi menjadi
lebih panas.
Efek Rumah Kaca memegang peran penting dalam kelangsungan hidup manusia di Bumi.
Tanpa adanya efek tersebut, Bumi akan terlalu dingin untuk ditempati. Namun sebaliknya,
apabila efek tersebut terlalu kuat, Bumi akan menjadi lebih hangat dari semestinya dan akan
timbul masalah baru bagi kehidupan manusia, tumbuhan, dan binatang.
Perubahan Iklim (Climate Change)

Iklim adalah rata-rata peristiwa cuaca di suatu daerah tertentu dalam jangka waktu yang
panjang. Sebagai contoh, ada kemungkinan dalam suatu hari di musim dingin di New York,
Amerika Serikat, terjadi suatu hari yang cerah dan hangat, tetapi rata-rata cuaca - iklim-
memberitahu kita bahwa musim dingin di New York umumnya akan dingin dan penuh salju
dan hujan. Perubahan iklim menunjukkan suatu perubahan dalam cuaca secara jangka
panjang, bisa lebih hangat atau lebih dingin. Curah hujan atau salju rata-rata pertahun dapat
bertambah atau berkurang.

Cuaca
Cuaca mengambarkan apapun yang terjadi di alam pada suatu waktu tertentu di suatu tempat
tertentu. Cuaca adalah sesuatu gejala alam yang terhadi dari menit ke menit. Cuaca dapat
berubah drastis dalam waktu yang singkat. Contohnya, bisa saja terjadi hujan satu jam
lamanya dan mendadak langit cerah dan terang. Cuaca adalah yang kita dengar di berita
televisi setiap malam. Yang termasuk cuaca adalah perubahan harian dalam kelembaban,
tekanan barometrik, temperatur, dan kondisi angin di suatu lokasi tertentu. Sekarang, katakan,
bagaimana cuaca di tempat mu hari ini?

Iklim
Iklim menggambarkan total cuaca yang terjadi selama satu periode tertentu dalam setahun di
suatu tempat tertentu, Yang termasuk didalamnya adalah kondisi cuaca rata-rata, musim
(dingin, panas, semi, gugur, hujan, dan kemarau), dan gejala alam khusus (seperti tornado
dan banjir). Iklim memberitahu kita bagaimana tinggal di daerah tertentu. Bogor kota hujan,
Jakarta panas, dan Bandung sejuk. Jadi, bagaimana iklim di tempat tinggalmu?

Pemanasan Global (Global Warming)

Pemanasan Global adalah suatu istilah yang menunjukan adalahnya kenaikan rata-rata
temperatur Bumi, yang kemudian menyebabkan perubahan dalam iklim. Bumi yang lebih
hangat dapat menyebabkan perubahan siklus hujan, kenaikkan permukaan air laut, dan
beragam dampak pada tanaman, kehidupan liar, dan manusia. Ketika para ahli ilmu
pengetahuan berbicara mengenai permasalahan perubahan iklim, yang menjadi pusat
perhatian adalah pemanasan global yang disebabkan ulah manusia.
Mungkin sulit untuk dibayangkan bagaimana manusia dapat menyebabkan perubahan pada
iklim di Bumi. Namun, para ahli sepakat bahwa ulah manusialah yang memacu besarnya
jumlah gas rumah kaca dilepaskan ke atmosfir dan menyebabkan Buni menjadi lebih panas.
Dahulu, semua perubahan iklim berjalan secara alami. Tetapi dengan adanya Revolusi
Industri, manusia mulai mengubah iklim dan lingkungan tempatnya hidup melalui tindakan-
tindakan agrikultural dan industri. Revolusi Industri adalah saat dimana manusia mulai
menggunakan mesin untuk mempermudah hidupnya. Revolusi ini dimulai sekitar 200 tahun

lalu dan mengubah gaya hidup manusia. Sebelumnya, manusia hanya melepas sedikit gas ke
atmosfir, namun saat ini dengan \'bantuan\' pertumbuhan penduduk, pembakaran bahan bakar
fosil dan penebangan hutan, manusia mempengaruhi perubahan komposisi gas di atmosfir.
Semenjak Revolusi Industri, kebutuhan energi untuk menjalankan mesin terus meningkat.
Beberapa jenis energi, seperti energi yang kamu butuhkan untuk membuat pe-ermu, datang
dari makanan yang kamu makan. Tetapi energi lainnya, seperti energi yang digunakan untuk
menjalankan mobil dan sebagian besar emergi untuk penerangan dan pemanasan rumah,
datang dari bahan bakar seperti batubara dan minyak bumi - atau lebih dikemal sebagai bahan
bakar fosil karena terjadi dari pembusukan fosil makhluk hidup. Pembakaran bahan bakar
fosil ini akan melepaskan gas rumah kaca ke atmosfir.
Kapan kita melepas Gas Rumah Kaca ke Udara?

Kapan saja kamu ….

Nonton TV
Memasang AC
Menyalakan Lampu
Menggunakan
Pengering Rambut
Mengendarai Mobil
Bermain Video Game
Menyalakan Radio

Mencuci atau Mengeringkan Pakaian dengan Mesin
Menggunakan Microwave / Oven

Kamu telah membantu melepaskan Gas Rumah Kaca ke udara. Mengapa? Karena setiap kali
kamu melakukan hal-hal tersebut, kamu membutuhkan tenaga listrik dan listrik dihasilkan
melalui pembangkit listrik - power plant - yang sevagian besar menggunakan batubara dan
minyak bumi. Sekali lagi, membakar batubara dan minyak bumi menghasilkan gas rumah
kaca.

Hal-hal lain yang menyebabkan kita membantu melepaskan GRK ke udara :
buang sampah ke tempat penimbunan sampah menghasilkan metana. Metana juga
dihasilkan dari limbah binatang yang dipelihara untuk menyuplai kebutuhan susu dan daging
(seperti sapi) dan juga dari pertambangan Batubara;

membeli barang-barang produksi pabrik karena proses produksinya

melepas GRK ke udara.

Apakah Kita dapat membantu pencegahan pemanasan global?

Tentu saja. Apabila kita mau mencoba, setiap orang dapat melaksanakan bagiannya dalam
membantu mencegah terjadinya pemanasan global. Tidak ada yang mengatakan bahwa
mengendarai mobil atau menggunakan listrik adalah kegiatan yang salah. Kita hanya harus
lebih pintar dalam melaksanakannya. Beberapa orang mengurangi penggunaan energi dengan
melakukan carpooling atau pemakaian mobil bersama. Contohnya, empat orang dapat berada
dalam satu mobil yang sama daripada mengendarai empat mobil berbeda untuk pergi ke
tempat yang sama.

Berikut ini adalah hal-hal yang mudah tetapi dapat membuat kamu ikut serta dalam menjaga
Bumi menjadi tempat hidup yang lebih baik!

Membaca
Belajar mengenai lingkungan adalah hal yang penting. Ada banyak buku yang bisa kamu
baca. Sebagai permulaan, minta tolong guru atau pegawai perpustakaan untuk memberikan
judul buku yang bisa dibaca. Atau dengan semaraknya dunia internet, ada baiknya kamu
menjelajahi alam maya untuk mencari situs-situs yang memberikan informasi mengenai
lingkungan dan perubahan iklim.
Hemat Penggunaan Listrik
Matikan lampu, televisi, dan komputer ketika kamu selasai menggunakannya.
Naik Sepeda, Bis, dan Jalan Kaki
Dengan sekali-sekali naik bis, mengendarai sepeda, atau berjalan kaki, kamu sudah
menghemat penggunaan energi fossil.

Berbicara kepada Keluarga dan Teman
Berbicara kepada keluarga dan temanmu mengenai pemanasan global. Biarkan mereka
mengetahui apa yang telah kau pelajari.

Penanaman Pohon
Menanam pohon di rumah dan sekolah adalah kegiatan yang menyenangkan dan salah satu
cara yang bail untuk mereduksi gas rumah kaca. Pohon mengabsorbsi CO2 dari udara.
(this is against WWF\'s campaign - anti-carbon sink - so it may be excluded in our campaign
to school children - red.)

Daur Ulang
Mendaur ulang kaleng, botol, kantong plastik, dan koran. Ketika kamu melakukan daur
ulang, kamu mnguerangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan sampah dan
kamu membantu penyelamatan sumber daya alam, seperti pohon, minyak bumi, dan bahan
metal seperti alumunium.

Ketika belanja, belilah barang yang ramah lingkungan Salah satu cara untuk mengurangi
pelepasan GRK ke atmosfir adalah membeli produk yang hemat energi, seperti mobil, barang
elektronik dan lampu.

Beberapa hal yang patut diperhatikan

Tahukah kamu bahwa kamu membantu menjaga lingkungan bila kami membeli produk yang
bisa didaur-ulang? Carilah produk yang memiliki tanda daur ulang - tiga anah panah
membentuk suatu siklus (nanti ada gambar - red). Prokus yang dapat di daur ulang umumnya
dibuat dari benda yang telah digunakan. Umumnya untuk membuat produk daur ulang lebih
sedikit energi yang digunakan daripada produk baru. Lebih sedikit energi digunakan, lebih
baik.

Energi dari Sinar Matahari
Bayangkan hari ini adalah hari yang sangat panas. Kamu letakkan satu sendok es krim di
pinggir jalan dan esnya langsung meleleh. Kenapa? Kamu mungkin tahu sinar matahari
menyebabkan es itu leleh, tetapi kamu mungkin tidak tahu bahwa sinar matahari
memproduksi energi. Energi yang dikenal sebagai solar energy - cara popular untuk
mengatakan \' energi yang datang dari matahari - dapat digunakan untuk pemanasan ruimah,

bangunan, air, dan untuk menghasilkan listrik. Di Indonesia memang belum banyak, namun
ini adalah opsi yang menarik karena dapat dilakukan diseluruh pelosok Indonesia.

Mobil
Mobil adalah kebutuhan utama, terutama dikota-kota besar. Kamu dapat membantu
menghemat energi dengan menggunakan mobil yang lebih sedikit menggunakan bahan bakar.

bertuliskan \"Energy\" dengan gambar sebuah bintang. Produk dengan label ENERGY
STAR® dibuat untuk menghemat energi. Membeli produk ini akan membantu pelestarian
lingkungan.

PENDAHULUAN

Keadaan suhu di bumi sekarang ini semakin hari semakin panas kita rasakan. Suhu
pun tidak stabil. Cuaca yang tidak menentu membuat kehidupan di muka bumi ini terancam.
Pembangunan gedung-gedung besar dan tinggi serta pembabatan hutan secara liar merupakan
salah satu penyebab makin panasnya suhu bumi – karena tidak seimbangnya kadar karbon
dioksida di udara dengan polusi yang ditimbulkan oleh msin-mesin industri, asap kendaraan
bermotor, dan lain-lain.

Sejak revolusi industri tahun 1750, industrialisasi di dunia – khususnya di Eropa terus
meningkat. Ini menyebabkan kadar gas yang berbahaya semakin tajam. Kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi membuat orang lupa akan kelestarian lingkungannya, namun
seiring dengan itu usaha-usaha perbaikan lingkungan pun juga gencar dilaksanakan.

PEMBAHASAN

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->