Fungsi kota

1. Pengertian Kota Menuruut Bintarto: Dari segi geografis kota diartikan sebagai suatu sistim jaringan kehidupan yang ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan diwarnai dengan strata ekonomi yang heterogen dan bercorak materialistis atau dapat pula diartikan sebagai bentang budaya yang ditimbulkan oleh unsur-unsur alami dan non alami dengan gejala-gejala pemusatan penduduk yang cukup besar dengan corak kehidupan yang bersifat heterogen dan materialistis dibandingkan dengan daerah dibelakangnya. Menurut Arnold Tonybee: Sebuah kota tidak hanya merupakan pemukiman khusus tetapi merupakan suatu kekomplekan yang khusus dan setiap kota menunjukkan perwujudan pribadinya masing-masing. Menurut Max Weber: Kota adalah suatu tempat yang penghuninya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya di pasar local. Kota merupakan tempat bermukim warga kota , tempat bekerja tempat kegiatan dalam bidang ekonomi, pemerintahan dsb. Kota berasal dari kata urban yang mengandung pengertian kekotaan dan perkotaan. Kekotaan menyangkut sifat-sifat yang melekat pada kota dalam artian fisikal, social, ekonomi, budaya. Perkotaan mengacu pada areal yang memiliki suasana penghidupan dan kehidupan modern dan menjadi wewenang pemerintah kota. Kota satelit adalah kota kecil di tepi sebuah kota besar yang meskipun merupakan komunitas mandiri, sebagian besar penduduknya tergantung dengan kehidupan di kota besar.

maka sikap hidup pada masyarakatnya juga akan secara bertahap akan mengalami apa yang bernama "resonansi sosiologis". Karena hal inilah maka fungsi kota satelit sebagai kota penunjang kebutuhan hidup masyarakat kota juga akan semakin tampak.Biasanya penghuni kota satelit ini adalah komuter dari kota besar tersebut. Kontribusi yang diberikan oleh kawasan-kawasan perkotaan terhadap pertumbuhan ekonomi dan sosial sangat berarti. finansial kota. partisipasi swasta. Dewasa ini jumlah penduduk perkotaan di Indonesia semakin meningkat. Pertumbuhan dan perkembangan kota-kota sangat cepat seiring dengan pesatnya pembangunan yang dilaksanakan. dengan adanya interaksi yang tetap. Sementara itu distribusi penduduk perkotaan akan semakin meningkat di setiap propinsi. pengaturan pemanfaatannya. 11 kota diantaranya berada di luar jawa. kelembagaan kota. dan partisipasi masyarakat . dan kaitannya dengan aspek-aspek lain terutama dengan aspek-aspek: pembangunan ekonomi kota. Pada akhir PJP II diperkirakan akan terdapat 23 kota yang berpenduduk lebih dari 1 juta jiwa. Kota satelit bisa juga sebagai pemasok barang-barang kebutuhan warga kota besar. pengelolaan pengendaliannya. Diperkirakan jumlah ini akan meningkat pada akhir PJP II yaitu sekitar 60% dari jumlah penduduk Indonesia akan tinggal di perkotaan. diperkirakan lebih dari 60% dari PDB nonmigas akan berasal dari kawasan-kawasan perkotaan tersebut. Karena kota satelit juga berfungsi sebagai penunjang kota besar. hal ini menunjukkan terjadinya. Terlepas dari fungsi kota satelit yang terbangun di atas. karena semakin besar dan berkembangnya suatu kota maka sikap warganya untuk memproduksi barang-barang untuk kebutuhan mereka juga akan semakin turun. sudah sekitar 35% penduduk Indonesia tinggal di wilayah perkotaan. maka implikasi daripada kota satelit sebagai penunjang akan tampak pada hidup keseharian warganya. yaitu perubahan sikap yang terjadi sebagai akibat adanya interaksi yang relatif tetap. Perkembangan kota dan perkotaan yang pesat menuntut pengelolaan fungsi kota yang lebih baik karena semakin berkembang suatu kota dan perkotaan maka unsur-unsur pembentuknya pun akan semakin kompleks pula. Pada dasarnya pengelolaan kota dititikberatkan pada tinjauan terhadap penataan ruang yang ada mulai dari penyiapan rencana induk kota sampai dengan penyiapan rencana unsur kota. Kota satelit merupakan daerah penunjang bagi kota-kota besar di sekitarnya dan merupakan 'jembatan' masuk/akses untuk menuju ke kota besar.peningkatan pendapatan yang lebih tinggi yang disertai dengan tingginya diversifikasi kegiatan ekonomi.

Mungkin ini adalah salah satu dari banyak fitur dari kota. Karlovy Vary di Republik Ceko.Dusseldorf. Kanada (Edmonton. Ruhr. . Singapura. Karena fungsi kota. Swiss. bandara (London. nyaman untuk mengatur port . Ini adalah sebagian besar kota-kota pegunungan dan pesisir.berorientasi layanan pariwisata. sungai-sungai . Manaus di Amazon . Davos. kota dari Great Lakes di Amerika Serikat (Chicago). Sebagai pusat kesehatan atau rekreasi (health and recreation centre) . Sebagai pusat perdagangan (centre of trade and commerce) 3. Prancis. Untuk kota dengan fungsi-fungsi tersebut meliputi fasilitas di bidang batubara: GOP di Polandia . sebuah kota di Sungai Yangtze di China (Czunking) di persimpangan rute transportasi yang penting.ini adalah kota yang memiliki asal mereka atau pengembangan adalah karena ekstraksi mineral atau diproses. Hamburg.kota sepanjang Rhine (Basel. . Sebagai pusat kebudayaan (culture centre) 5.Birmingham.Kota Industri .Kota ibadah . St Luis). Pemerintah kota yang didirikan pemerintah dan kantor administrasi (regional. Secara singkat fungsi kota yaitu : 1.Czestochowa.sangat jarang hanya fungsi mereka adalah untuk melayani para wisatawan dan peziarah mengunjungi kuil dan tempat-tempat suci.gunung atau pantai kota dengan nilai-nilai Spa . seperti di node kereta api . . Sepenuhnya kota modern sering fungsi yang berbeda daripada yang bertindak.Kota transportasi yang dibangun di tepi laut. New York. Gliwice.Calgary). Dortmund. FUNGSI KOTA Fungsi kota telah berubah bersama dengan perubahan dalam hubungan sosial-ekonomi. Ukraina.2. Marseille. musim semi di Polandia. daerah makro. Cologne). Essen.Katowice. nasional.di Amerika Serikat (Kansas City. Bytom. di daerah Inggris . internasional) ibukota negara. Contoh Mekkah. namun di masa lalu bisa menjadi miastotwórczy faktor utama. Sebagai pusat produksi (production centre) 2.Paris.Tourist dan kota liburan . kita bisa menyebut: .London). Nottingham. Dallas.Rotterdam. .Kota Spa . sebagai pusata pemerintahan (political capital) 4. di Cekungan Donets. Jerman .Antibes.

Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. perpindahan itu sendiri dikategorikan 2 macam. aparat penegak hukum. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. definisi Urbanisasi berarti persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Sedangkan Mobilitas Penduduk berarti perpindahan penduduk yang hanya bersifat sementara saja atau tidak menetap. informasi media massa.Urbanisasi Pusat kota Toronto Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Perpindahan manusia dari desa ke kota hanya salah satu penyebab urbanisasi. fasilitas umum. seseorang biasanya harus mendapatkan pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan. impian pribadi. penyediaan pangan. . Untuk mendapatkan suatu niat untuk hijrah atau pergi ke kota dari desa. maupun dalam bentuk yang menarik perhatian atau faktor penarik. Di bawah ini adalah beberapa atau sebagian contoh yang pada dasarnya dapat menggerakkan seseorang untuk melakukan urbanisasi perpindahan dari pedesaaan ke perkotaan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan. yakni: Migrasi Penduduk dan Mobilitas Penduduk. Berbeda dengan perspektif ilmu kependudukan. dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya. terdesak kebutuhan ekonomi. dan lain sebagainya. Pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong. perumahan. memaksa atau faktor pendorong seseorang untuk urbanisasi. Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk tinggal menetap di kota.

2. 6. Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi 1. 4. 4. Akibat urbanisasi 1. 2. Kehidupan kota yang lebih modern Sarana dan prasarana kota lebih lengkap Banyak lapangan pekerjaan di kota Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas B.faktor penarik urbanisasi 1. timbulkan kerawanan sosial dan kriminal . Lahan pertanian semakin sempit Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa Terbatasnya sarana dan prasarana di desa Diusir dari desa asal Memiliki impian kuat menjadi orang kaya C. 3. 4. 4. 2. 2. 5. 3.A. Terbentuknya suburb tempat-tempat pemukiman baru dipinggiran kota Makin meningkatnya tuna karya (orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap) Masalah perumahan yg sempit dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan Lingkungan hidup tidak sehat. Memoderenisasikan warga desa Menambah pengetahuan warga desa Menjalin kerja sama yang baik antarwarga suatu daerah Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa D. 3. 3. Keuntungan Urbanisasi 1.

. desa akan berkembang dan desa akan memiliki fungsi. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa. Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota. Pola memanjang dibagi menjadi 4 yaitu: 1. iklim dan cuaca. Interaksi yang lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi. flora dan fauna Potensi non fisik. Pola desa yang terdapat di sebelah kiri dan kanan jalan raya atau jalan umum. bagi daerah lain maupun bagi kota.[1] Pola persebaran desa Pola persebaran desa di Indonesia dibagi menjadi 3 yaitu:  Pola Memanjang (linier). sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh. Fungsi Desa Fungsi desa adalah sebagai berikut:     Desa sebagai hinterland (pemasok kebutuhan bagi kota) Desa merupakan sumber tenaga kerja kasar bagi perkotaan Desa merupakan mitra bagi pembangunan kota Desa sebagai bentuk pemerintahan terkecil di wilayah Kesatuan Negara Republik Indonesia Ciri-ciri Masyarakat Desa        Kehidupan keagamaan di kota berkurang dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa. lembaga-lembaga sosial desa. tanah air. Pola yang mengikuti jalan. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu. Pola yang mengikuti sungai. untuk dapat mengejar kebutuhan individu. Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting. masyarakat desa. 2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. jika potensi dimanfaatkan dengan baik.Potensi Desa Potensi desa dibagi menjadi 2 macam yaitu:   Potensi fisik yang meliputi. umumnya terdapat di daerah pedalaman. Pola ini banyak terdapat di dataran rendah. Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata. meliputi. dan aparatur desa. Pola desa ini bentuknya memanjang mengikuti bentuk sungai.

Pembentukan desa dapat berupa penggabungan beberapa desa. Pembentukan Desa ( Pembagian Administratif Desa) Desa dibentuk atas prakarsa masyarakat dengan memperhatikan asal-usul desa dan kondisi sosial budaya masyarakat setempat. Lurah dan Perangkatnya diisi dari pegawai negeri sipil. Pada umumnya. Hubungan kerja antara lembaga kemasyarakatan dengan Pemerintahan Desa bersifat kemitraan. Desa mempunyai ciri budaya khas atau adat istiadat lokal yang sangat urgen. Di samping itu. Desa dapat diubah atau disesuaikan statusnya menjadi kelurahan berdasarkan prakarsa Pemerintah Desa bersama BPD dengan memperhatikan saran dan pendapat masyarakat setempat. Pola ini banyak terdapat di Pulau Jawa dan Sumatera karena penduduknya mendekati fasilitas transportasi. atau bagian desa yang bersandingan. konsultatif dan koordinatif. untuk memudahkan penyerahan barang dan jasa. Keadaan topografinya sangat buruk. Maksud dari pola memanjang atau linier adalah untuk mendekati prasarana transportasi seperti jalan dan sungai sehingga memudahkan untuk bepergian ke tempat lain jika ada keperluan. Pola yang mengikuti rel kereta api. Lembaga kemasyarakatan Di desa dapat dibentuk lembaga kemasyarakatan. Desa yang berubah statusnya menjadi Kelurahan. Pola yang mengikuti pantai. Salah satu fungsi lembaga kemasyarakatan adalah sebagai penampungan dan penyaluran aspirasi masyarakat dalam pembangunan. .  Pola Desa Menyebar Pola desa ini umumnya terdapat di daerah pegunungan atau dataran tinggi yang berelief kasar. Pemukiman penduduk membentuk kelompok unit-unit yang kecil dan menyebar. Pola desa seperti ini terdapat di daerah karst atau daerah berkapur. yakni lembaga yang dibentuk oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan merupakan mitra pemerintah desa dalam memberdayakan masyarakat. kekayaannya menjadi kekayaan daerah dan dikelola oleh kelurahan yang bersangkutan untuk kepentingan masyarakat setempat. Lembaga kemasyarakatan ditetapkan dengan Peraturan Desa. pola desa seperti ini merupakan desa nelayan yang terletak di kawasan pantai yang landai. 4. atau pemekaran dari satu desa menjadi dua desa atau lebih.  Pola Desa Tersebar Pola desa ini merupakan pola yang tidak teratur karena kesuburan tanah tidak merata.3. atau pembentukan desa di luar desa yang telah ada. Desa yang berubah menjadi Kelurahan.