1

PERMAINAN TRADISIONAL NUSANTARA
1) PERMAINAN MBURU KEWAN
A. Latar belakang permainan Permainan ini dibuat untuk mengisi kegiatan pada waktu sore hari,dengan cara menirukan orang yang sedang berburu binatang dengan cara melempar benda untuk menangkap binatang yang sedang diburu. B. Asal permainan Asal permainan ini adalah dari daerah pemalang dan sekitarnya C. Peserta Pesertanya adalah semua umur,baik anak-anak maupun orang dewasa dapat melakukan permainan ini.peserta minimal 10 orang dan maksimal tak terbatas. D. Alat yang diperlukan Alatnya adalah 2 buah bola plastik untuk bahan lemparan berburu E. Pelaksanaan Permainan Pertama di awali dengan diundi (hompimpah) untuk mencari 2 orang untuk menjadi pemburu dan sisanya menjadi binatang yang menjadi sasaran lemparan.nanti kalau ada anak yang terkena bola leparan dari pemburu,maka dia harus keluar dari arena permainan dan menjadi pemburu.dalam permainan ini tidak boleh melempar kearah kepala. F. Tempat dan waktu permainan Ditempat yang luas misalnya kebun,lapangan,pelataran rumah dll,dan biasanya dilakukan pada sore hari sambil menunngu maghrib G. Penentuan pemenang Dalam permainan ini yang menang adalah orang terakhir berada di lapangan permainan atau tidak tertangkap pemburu H. Tanggapan masyarakat Menurut masyarakat sekitar permainan ini cukup baik,karena dapatmenimbulkan kesenangan dan dapat melatih keterampilan dalam melempar dan menghindar I. Sumber Saya mengetahui dari mas ahmad yang dulu pernah melakukan prmainan ini.

2) PERMAINAN SASEGO’AN
A. Latar Belakang Permainan ini dinamakan ―Sasego‘an‖ ( bahasa lampung )yang artinya ―Main sumput-sumputan‖ atau sembunyi-sembunyian. Hal ini sesuai dengan pelaksanaan permainan yaitu ― Menyembunyikan Sesuatu ―.

2

B. Peserta Permainan ini pada umumnya hanya dilakukan oleh anak-anak perempuan saja. Usia para peserta berkisar antara 7-13 tahun, dan dilakukan oleh sekurang – kurangnya 4 orang anak. Alat dan Fasilitas Permainan ini sebenarnya hanya semacam permainan sumput-sumputan yang hanya menggunakan peralatan sepotong kapur tulis, sepotong arang untuk menggambar, dan bagi masing- masing peserta sebatang lidi kecil kurang lebih 1cm, atau pecahan kecil dari beling kaca atau sebuah batu kecil yang gunanya unutk disembunyikan dalam permainan ini. Pelaksanaan Permainan Masing – masing anak (A,B,C dan D) duduk berjongkok di tanah saling bertolak belakang(membelakangi) dengan jarak masing-masing peserta kurang lebih 2 meter. Masing-masing anak ini membuat gambar segi empat dengan panjang sisi masing-masing segi ampat kurang lebih 10cm, kemudian segi empat tadi dibagi nenjadi empat bagian Setelah selesai,masing-masing memperlihatkan kepada peserta lainnya alat atau barang yang akan disembunyikan pada salah satu petak di dalam segi empat tersebut.Setelah itu masing-masing anak tadi mulai menyembunyikan alatnya pada salah satu petak dari segi empat tadi secara sembunyi-sembunyi dan hati-hati jangan sampai anggota lain mengintip tempat ia menyembunyikan alat tadi. Cara menyembunyikannya adalah dengan jalan menggali pada salah satu petak secara hati-hati jangan sampai terlihat ada bekas galian ataupun ada bekas timbunan pad tempat tersebut. Setelah penyembunyian di lakukan oleh masing-masing mereka harus mengatakan khadu, yang artinya sudah. Seterusnya ke empat anak (A,B,C dan D) bergiliran mencari alat permaian temannya yang disembunyikan tadi. Setiap orang hanya di bolehkan menebak dan mencari satu petak saja dan bagian yang lain untuk ditebak dan dicari teman-teman yang lainnya. Jika si A berhasil menebak tempat sembunyian si B dan berhasil menemukan alat si B, maka si B mempunyai utang 1 point. Selanjutnya si B kembali mennyembunyikan alatnya tadi pada salah satu petak tadi untuk ditebak dan dicari si C dan si D. Begitu seterusnya pada yang lainnya. Penentuan Kemenangan Siapa yang alat permainannya sering ditemukan teman-temannya itulah yang kalah, sebaliknya yang alat permainannya paling sedikit diketemukan teman – temannya itulah pemenangnya. Tanggapan Masyarakat Pada umumnya masyarakat merasa tidak keberatan diselenggarakan permainan ini, karena sifatnya hanya sekedar rekreatif dan tidak merugikan moral dan pendidikan anak-anak.

C.

D.

E.

F.

3

G. Sumber Suwondo, Bambang. 1983. Permainan Rakyat Tradisional Daerah lampung. Deprtemen Pendidikan dan Kebudayaan.

3) PERMAINAN SONDOK - SONDOKAN
A. Latar Belakang Permainan Tradisional di Kabupaten Kuantan Singini (Kuansing) angsur-angsur mulai menghilang dikalangan anak-anak di Kuantan Singingi, seperti Permainan Gasing. Begitu pula dengan Cerita Rakyat Kuansing seperti Ombak Nyalo Simutu Olang. Berikut ini adalah paparan tentang salah satu Permainan Tradisional Anak-anak di Kuansing. Sondok-sondokan adalah permainan tradisional di Kuansing tepatnya di Kenegerian Sentajo. Sondok-sondokan atau cari-carian merupakan permainan anak-anak tempo dulu, dimana permainan ini diangkat dari disebuah desa yang ada di Kenegerian Sentajo lebih tepatnya di Koto Sentajo. Koto Sentajo terutama pada dusun Gonting memiliki kontur dengan sedikit berbukit sehingga semakin nyaman digunakan untuk permainan Sondoksondok an, apalagi ditambah dengan adanya pelak milik masyarakat, dimana pelak ini semangkin menciptakan semangat permainan bagi para peserta, sebab didalam pelak ini selalu terdapat tumbuh-tumbahan yang ditanam pemiliknya untuk kebutuhan hidup sehari-hari seperti Pisang, Jeruk nipis, terong, Kunyit dan berbagai keperluan dapur lainnya. Dengan adanya berbagai tanaman dalam pelak Tersebut semakin elok sebagai tempat permainan ini. Ket : Sondok – sondokan : Cari – carian/ sembunyi Pelak : Kebun yang dipagar Tonggak : Tiang Olun : Belum B. Peserta Permainan Sondok-sondok an terbagi menjadi 2 Jenis Permainannya yaitu Tonggak Dingin dan Tonggak Bantuan, dimana kedua permainan ini mempunyai perbedaan, tonggak dingin biasanya dilakukan oleh anak-anak yang lebih kecil dari peserta Tonggak Bantuan, dimana peserta Tonggak Bantuan berumur antara 11 – 14 tahun, permainan tonggak dingin selalu dilakukan pada siang hari, sedangkan Tonggak bantuan Dilakukan Pada malam hari pada saat terang bulan, baik pada saat cahaya bulan penuh maupun pada cahaya bulan sabit, dimana pada saat bulan sabit akan lebih menantang karena cahaya dengan sedikit gelap dan samar-samar. C. Pelaksanaan Permainan Waktu permainan ini biasanya dilakukan setelah pulang mengaji sekitar jam 20.00 WIB, pada malam-malam sekolah biasanya sampai jam 22.00 WIB, tapi tidak terlalu sering permainan ini dilakukan pada malam-malam tersebut

Lalu bagaimana isyarat bagi yang kalah bahwa satiap peserta betul-betul . Ada dua pelanggaran yang harus diwaspadai oleh para peserta pertama memegang tonggak sebelum yang kalah memegang Tonggak tersebut. walaupun permainan dimalam hari pesertanya bukan saja laki-laki namun perumpuan juga tidak ketinggalan untuk ikut serta. jarak terjauh dari tiang biasanya berkisar 250 M. namun biasanya ditentukan dengan menunjuk pada objek-objek tertentu seperti jalan. semakin banyak regu dalam permainan ini semakin seru dalam pelaksanaannya. Pada kesempatan ini juga membahas pelanggaran yang dilakukan oleh masing-masing regu. Kedua Melewati batas yang telah ditetapkan. rumah penduduk. Pinggir Sawah dan sebagainya. dimana pelanggaran yang dilakukan akan mengakibatkan kekalahan akan berpindah pada pihak yang melanggar aturan yang telah disepakati bersama. dimana pada malam minggu biasanya dilakukan sampai larut malam.4 kecuali hari libur sekolah.  Cara Bermain Awal permainan ini dimulai dimana regu (2 orang) yang kalah dengan memejamkan/menutup mata sambil menghadap kearah tonggak. melalui musyawarah yang tidak terlalu lama biasanya batas-batas bisa ditentukan. dimana tonggak yang pakai untuk permainan tersebut hanya 1 pohon.  Penentuan Batas Apabila regu atau pasangan masing-masing telah didapat dan ditetapkan. sebab dalam hal ini tergantung berapa jumlah yang ada pada malam itu. langkah berikut adalah menetapkan batas-batas persembunyian yang akan disepakati bersama.  Aturan Permainan  Penetapan Kawan : Sebelum permainan dimulai maka harus dilakukan dulu penetapan kawan masing-masing. dan tidak tertutup kemungkinan sampai jam 00. idealnya dalam permainan paling sedikit sekitar 7 Regu atau 14 orang.  Alat yang Digunakan Dalam permainan ini menggunakan Tonggak sebagai alat bantu utama.00 WIB. dalam penetapan batas ini tidak terfokus pada jauhnya jarak. biasanya permainan ini sering dilakukan pada malam minggu. kemudian pemenang sambil berlari mencari persembunyian. dalam pembagian kawan ini bisa ditentukan secara langsung seperti sit jari dan bisa juga dengan cara undian. dimana tonggak yang digunakan yaitu Pohon yang ada disekitaran lokasi permainan. sambil berlari biasanya salah satu atau beberapa peserta sambil mengucapkan olun-olun berarti waktu yang kalah untuk membuka mata belum selesai. jumlah regu yang akan bermain tidak terbatas. dimana satu regu hanya terdiri dari 2 (dua) orang.

Gambreng . Sumber http://www.com/2010/02/permainan-tradisional-kuansingsondok. Permaian candak ndodok dimulai dengan sebuah gambreng. jangan sampai orang yang belum dapat atau ditemui memberi bantuan dengan memegang tonggak.  Sejarah Permainan Permainan candak ndodok ini merupakan permainan yang sangat unik. Bahkan permainan ini bisa dimulai di mana saja tanpa persiapan apapun. Apabila semua telah bersembunyi suasana dalam keheningan malam akan terasa pada saat itu. Nilai yang Terkandung Hal-hal positif yang bisa diambil dari permainan sondok-sondok an/cari-carian yang harus ditanamkan sejak dini antara lain :  Keberanian dalam kemandirian  Kejujuran dalam aktifitas  Silahtuhrahmi antar peserta selalu terjalin E. mengapa demikian? Misalnya yang ada 10 Regu otomatis yang bersembunyi ada 9 regu dengan jumlah 18 orang. dalam percarian kedua peserta yang kalah tersebut harus berpencar atau berpisah arah.sungaikuantan. Tentunya minus persiapan ditegur petugas keamanan ataupun persiapan menahan malu yang teramat sangat. dimana saat kondisi seperti itulah yang kalah untuk membuka matanya. salah satu diantara mereka harus menjaga tonggak. setelah didapat peserta yang bersembunyi yang kalah harus kembali ke tonggak untuk memegang tonggak sambil menyebut nama peserta yang telah didapat. setelah yang kalah memegang tonggak maka keduanya harus berbagi tugas. ini dilakukan agar lebih konsentrasi dalam pencarian. dua orang yang kalah tadi bersiap untuk mencari setiap peserta permainan. Latar Belakang  Nama Permainan Candak Ndodok atau sering disebut dalam bahasa indonesia yaitu Petak Jongkok atau Tap Jongkok adalah salah satu permainan tradisional Indonesia yang tidak membutuhkan banyak peralatan untuk memulainya.html 4) PERMAINAN CANDAK NDODOK A. Peserta yang kalah harus mencari sebanyak mungkin semua peserta yang menang kalau bisa semuanya ditemukan. sebab kalau tidak akan menjadi rumit. jika ini terjadi maka permainan harus di ulang dan yang kalah tidak akan berubah. D.5 telah bersembunyi? Biasanya isyarat bagi regu yang kalah saatnya untuk membuka mata yaitu setelah tidak ada lagi terdengar suara peserta yang mau bersembunyi.

4. Pemain tersebut harus mengaktifkan pemain lainnya baru kemudian bisa berjongkok untuk menghindari kejaran penjaga. posisi akan otomatis berubah. Orang yang ditepuk akan berjaga. 6. Satusatunya cara untuk kembali berlari adalah pemain ditepuk oleh pemain lain yang masih berdiri dan tidak menjadi penjaga. diantaranya adalah sebagai berikut : 1. hal inilah yang menyebabkan permainan ini diberi nama ―Candak Ndodok‖. 3. Pelaksanaan Permainan Dalam permainan ini tentu saja kita semua harus tahu dan mengerti cara bermain dengan baik. Bila jongkok berarti dia tidak dapat disentuh oleh pengejar. Bila pemain yang berdiri hanya tersisa satu orang. . setiap anak boleh jongkok. Para target bisa meloloskan diri dengan cara berjongkok. Karena permainan permainan petak jongkok ini tidak sulit di mainkan bahkan mudah untuk di mainkan oleh anak-anak. D. Permainan petak jongkok ini. sedangkan orang yang berjaga akan menjadi target penjaga.6 adalah sebuah proses menentukan giliran yang biasanya dimulai dengan teriakan "Hom pim pah alaiyum gambreng!". Untuk menghindari pengejar. membutuhkan lapangan yang luas dan jumlah peserta untuk melakukan permainan petak jongkok ini maksimal 10 orang dan minimal 5 orang karena kalau kebanyakan kasihan yang kalah atau yang akan jadi pengejar. Si penjaga harus mengejar pemain lainnya sampai berhasil menepuk (di mana saja) salah satu pemain. Begitu juga dengan anak yang tidak jongkok namun berhasil disentuh oleh pengejar akan menjadi pengejar selanjutnya. Tetapi. C. Tentukan satu orang yang akan mengejar. Permainan candak ndodok ini berasal dari daerah Jawa Timur. 5. Peserta Permainan ini dapat di mainkan oleh anak SD umur 7 sampai 12 tahun atau mulai dari kelas dua sampai dengan orang dewasa karena permainan ini boleh dimainkan oleh siapa saja baik laki-laki maupun perempuan. Biasanya permainan dimulai dengan semua pemain lari berpencar menjauhi si penjaga. Alat dan Fasilitas yang Diperlukan Dalam permainan candak ndodok ini para pemain hanya membutuhkan lapanga yang luas yang berbentuk persegi panjang. anak yang terakhir jongkok berarti akan menjadi pengejar menggantikan pengejar yang lama. Pemain yang jongkok dianggap tidak aktif dan tidak bisa mengaktifkan diri sendiri. 2. maka pemain tersebut tidak bisa berjongkok untuk menghindari kejaran penjaga. Anak yang berdiri dapat membangunkan anak yang jongkok. Bila si penjaga berhasil melakukan itu. Dan permainan seperti ini yang selalu dimainkan olek anak-anak ketika mereka libur sekolah atau pada waktu anak-anak SD istirahat menunggu bel masuk kelas. B.

Tetapi. Sumber Sumber permainan candak ndodok ini saya dapat dari Hamid Nur dan permainan tradisional merupakan permaina anak tempo dulu yang sekarang hilang dimakan zaman. Sedangkan bilahnya terbuat dari kayu atau bambu yang diraut agak runcing dengan panjang tidak lebih dari lengan. Tanggapan Masyarakat Dunia anak adalah dunia bermain. Permainan seperti ini mengasah kemampuan otak. Pohon pisang yang kering biasanya terlihat seratnya. permainan tersebut berlangsung lama sampai para pemain merasa lelah dan capek jadi pemain yang menang dan kalah akan selalu berganti-ganti. Jadi isutan jarat maksudnya mencari tali yang bajarat (memiliki jerat). Jika pemain yang dikejar maka dianggap menang dan pemain yang jadi pengejar maka dianggap kalah. Asal katanya dari isutan dan jarat. Lupa membangunkan pemain yang sedang berjongkok seharian penuh di lapangan. kita lihat dari berlangsungnya permainan tersebut.7  Hal yang tidak boleh dilakukan 1. Mulai dari mainan yang terbuat dari plastik hingga mainan elektronik. Sedangkan ‗jarat‘ adalah istilah orang Banjar untuk tali yang ujungnya bersimpul untuk menjebak atau mengikat (seperti tali lasso di Amerika). dan membangun EQ. G. B. sikap mudah bersosialisasi. . 3. bagian inilah yang diambil oleh anakanak untuk membuat tali jarat. kata isutan ini mungkin dari peralihan kata ‗usutan‘ yang berarti ‗mencari‘. yaitu tali dari serat pohon pisang dan bilah kayu dari bambu atau jenis kayu lainnya. Mendorong pemain yang sedang berjongkok sampai terjatuh. Alat dan Fasilitas Peralatan bermain berdasarkan permainan aslinya. 2. Penentuan Kemenangan Untuk menentukan pemain yang menang dan kalah. E. Namun. Beragam mainan diciptakan untuk menghibur dan juga sebagai sarana pendidikan anak. F. kemampuan membuat strategi. Latar Belakang Isutan Jarat adalah nama permainan tradisional yang berkembang di daerah Kalimantan Selatan. tidak ada salahnya mengajarkan permainan yang mungkin sering dimainkan sejak kecil. 5) PERMAINAN ISUTAN JARATAN A. Permainan ini sebenarnya menebak letak jarat yang ada di dalam pasir. Pada permainan ini tiap pemain berusaha mencari jarat pemain lainnya yang disembunyikan di dalam pasir dengan cara menusukkan bilah lidi/kayu/bambu. Memaksa pemain yang sedang berjongkok untuk berdiri.

 Pemain yang berhasil bilahnya akan tersangkut di dalam jarat.  Jarat yang ingin disembunyikan ditimbun perlahan-lahan dengan pasir agak tebal supaya tidak kelihatan. Apabila semua anak yang giliran mencari sudah menusukkan bilahnya maka yang mempunyai jarak menariknya sehingga akan ketahuan siapa yang berhasil menebak jarat.  Keempat anak ini berpencar ke daerah pasir masing-masing untuk menyembunyikan jaratnya.  Setelah itu masing-masing anak menusukkan bilahnya ke dalam. Tahapan Tahapan permainan :  Tahap menyembunyikan jarat :  Misalnya jumlah pemain ada 4 orang. Penentuan Kemenangan Dalam permainan ini tidak ada konsekuensi kalah atau menang hanya memberikan kepuasan dan kebanggaan bagi anak yang berhasil mencari jarat atau anak yang jaratnya tidak berhasil ditemui lawan. Pengaruh dari permainan ini adalah memberikan sifat sportifitas bagi anak-anak. Waktu permainan bebas bisa dimainkan kapan saja kalau di kampung anak-anak (laki-laki dan perempuan) akan memainkannya saat sore menjelang mandi di sungai. ini bisa dilihat dari kejujuran saat menyembunyikan jarat dimana anak yang lain sepakat untuk tidak saling intip serta kejujuran untuk memasang lubang jarat yang sama lebar dengan pemain lainnya. D.  Begitu seterusnya tiap pemain bergiliran menebak jarat lawan F. Tempat Lokasi permainan ini biasanya di pinggir sungai saat air surut atau di halaman rumah yang banyak pasirnya. Dua orang diperlukan karena akan ada posisi pasang tempat yang menyembunyikan jarat) dan posisi naik (yang mencari lubang jarat). E. .  Teknik menyembunyikan jarat ini menentukan kelihaian tiap anak dalam bermain usut jarat.  Ujung tali yang tidak memiliki jarat disisakan diluar untuk menariknya nanti. Permainan isutan jarat tidak ada kaitan dengan jenis upacara atau peristiwa tertentu.8 C. ada yang menyembunyikan jarat dengan ujungnya berkelok-kelok sehingga lawan sulit menebak letak jarat sebenarnya.  Tahap mencari jarat  Ditentukan dulu timbunan pasir siapa yang akan dicari duluan. Tempat orang sudah dirasa cukup karena akan terlalu ramai yang bisa menimbulkan kebingungan. Peserta Jumlah pemain isutan jarat minimal dua orang dan sebanyak-banyaknya empat orang.

 Pelaksanaan Permainan  Sebelum permainan dimulai. Tujuan Tujuan dari permainan ini mengisi waktu luang. C.  Permainan ini tidak boleh mengenai kepala. D.  Pihak lawan yang banyak kena peluru kertas itulah pihak yang kalah.menahan emosi. Latar Belakang Ceteran adalah permainan tradisional yang berasal dari sleman yang tidak diketahui secara pasti siapa yang membuat permainan tersebut.  Pemain yang kalah bisa bertahan terlebih dahulu sambil bergantian menyerang. B.dan leher.  Selanjutnya pemain harus menyebar untuk mencari tempat bertahan seperti dibelakang pohon.9 G.dan penghadang lainnya.  Pemain Pemain bisa dimainkan oleh putra maupun putri yang jumlahnya tidak ditentukan. memupuk sportifitas.kuping.com.air dan kertas dijadikan sebagai peluru. yang sekarang banyak ditemui di kota .dapat bersosialisasi dengan yang lain. Suku Tambi yaitu suku pendatang dari luar Kalimantan Timur.TAMBIAN A. 6) PERMAINAN CETERAN A. Manfaat Memupuk sifat sportifitas.mata. melatih indra penglihatan dan mengembangkan ketrampilan ketepatan pada target yang bergerak. dewasa E. Latar belakang Disebut dengan nama tambi-tambian sebab pada waktu dahulu permainan ini dimainkan oleh anak-anak suku Tambi.batu. Sumber http//www. diadakan hung pimpa untuk menentukan siapa yang akan menyerang terlebih dahulu.  Peralatan Bambu. Pelaksanaan Permainan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan lebih dominan dialam terbuka seperti : Dikebun dan lapangan. remaja.permainan tradisional. 7) PERMAINAN TAMBI . Sasaran Anak-anak.

Yang ideal berjumlah 4 orang dan Maksimum 5 orang. sedang pada lubanglubang permainan tidak diberi penghalang. sedang B. Sasaran E sebenarnya adalah lubang milik E. Maksud diberi penghalang ini adalah agar bola yang dilempar tidak bergulir jauh keluar lapangan permainan dan juga agar bola dapat mental kemudian menggelinding bebas masuk ke salah satu lubang. tetapi gilirannya adalah pemenang undian ke-2 (yaitu B). B. maka E berhak bermain lebih dahulu (memasukkan bola ke dalam lubang lebih dahulu). D. D. Tetapi apabila lebih dari 5 orang. Jumlah lubang yang dibuat harus sesuai jumlah pesertanya dan jarak antara lubang dengan papan penghalang kira-kira 10 cm.10 Balikpapan. Pelaksanaan Permainan  Persiapan Para pemain mengadakan undian lebih dahulu dengan hom-pim-pa atau suit. Jumlah pemain dapat berjumlah 2 orang. Tahapan Permainan  Misalnya pemain berjumlah 5 orang dan setelah diadakan undian maka berturut-turut yang menang adalah E. Tetapi tidak jelas dari mana asal usul permainan ini karena hampir semua daerah di Kalimantan Timur mengenal permainan ini. Di samping itu lapangan permainan yang dipergunakan dilengkapi dengan garis pembatas lapangan. yang menurut ceritanya mereka berasal dari Ceylon. dan A masing-masing berdiri bersiap-siap pada lubang yang telah dipilih sebelumnya. Para pelakunya pada umumnya anak-anak pria. dan apabila lemparan E tidak ada yang mengenai sasaran maka E tidak berhak melempar lagi. B. karena permainan ini sangat membutuhkan tenaga lebih-lebih pada waktu diadakan hukuman. Mempersiapkan lapangan permainan seperti tersebut pada gambar. permainan ini juga dapat dimainkan. Ada juga bentuk lapangan yang berbeda yaitu lapangan diberi batas ± 2 x 8 m. maka B dengan cepat mengambil bola dan sementara itu teman-teman yang lain (A. maka sebagai pengganti lubang dapat digunakan garis lingkaran yang agak besar. C. D. Peralatan atau perlengkapan yang dipakai dalam permainan ini dilengkapi dengan lubang sejumlah pesertanya dan lubang itu sebesar bola. Suku ini berperawakan besar dan berkulit hitam.  Apabila pada waktu E melempar bola dan masuk pada lubang B. C. Tanda ini adalah tanda kalah. A. C.  Apabila lemparan B mengenai A. Mengenai latar belakang sejarah perkembangan permainan ini dulunya sering dimainkan oleh anak-anak dari suku Tambi. Samarinda. maka lubang permainan A diberi tanda (Biasanya dipakai tanda berupa serpihan kertas atau batu. E) berlari sedang B yang telah berhasil mengambil bola tersebut berusaha melempar temannya dengan bola tersebut sampai mengenai sasaran.  Karena yang menang pertama adalah E. yakni sebuah lapangan yang datar yang berukuran ± 2 x 8 m. jadi A telah kalah 1 angka). Pada awalnya orang menyebut permainan ini dengan sebutan Tambi-tambian dengan model lapangan seperti pada gambar lapangan I. Setiap pemain menentukan lubang permainannya masing-masing. terdiri dan garis batas pelempar dan lubang-lubang sasaran yang dikelilingi dengan papan atau batu bata yang dijejer. Apabila tidak memungkinkan untuk membuat lubang. Itulah sebabnya pada saat seorang .

Nilai kalah yang terkumpul adalah sejumlah peserta permainan. anak-anak itu lari menghindari lemparan.  Pada setiap anak yang kena lemparan dinyatakan kalah dan pada lubang permainan miliknya diberi tanda kertas atau batu kecil. Penentuan Kemenangan Misalkan di sini yang kalah 5 adalah A. sebab E kalah 3. Setelah selesai kembali giliran B menghukum B dan seterusnya sampai hukuman selesai dijalankan. maka bola yang lolos akan diperebutkan kembali oleh anak-anak (A. Kemudian E menghukum A dengan 2 kali lemparan. sebab C kalah 4. B. Setelah selesai maka B menghukum A dengan 4 lemparan (sebab B kalah 1). maka A harus dihukum oleh anak-anak yang bermain dalam permainan itu. Maka berturut-turut yang menghukum adalah yang paling sedikit jumlah nilai kalahnya. untuk dilemparkan pada salah seorang anak. C. Keterangan : a. D dan E). Permainan ini kembali seperti keterangan c dan d. Kemudian C menghukum dengan 1 lemparan.  Setelah lubang A diberi tanda maka giliran melepar/memasukkan bola adalah B (karena pemenang kedua dalam undian). Garis-garis tempat melempar bola b. Tetapi apabila dalam pelaksanan hukuman seorang anak yang sedang menghukum tidak mengenai sasaran (misalnya pada saat D melempar bola ke A dan tidak mengenai A. lubang-lubang permainan c.11 anak hendak melempar bola pada teman-temannya. Dan selanjutnya jalannya permainan seperti pada poin c dan d di atas. balok atau papan a —— b = ± 4 cm b —— c = ± 10 cm . Jadi apabila peserta permainan ada 5 orang dan sudah mencapai kalah dengan angka 5 maka permainan berakhir dan anak-anak memberi hukuman bagi yang kalah. Penghalang dari batu bata. Di sini misalnya : A kalah 5 C kalah 4 E kalah 3 B kalah 1 D kalah 0 D melempar bola pada tubuh A sebanyak 5 kali. C. Jadi 5 (kalah A)-l (kalah B) = 4.

5. Awalan yaitu dengan suit untuk menentukan siapa yang memulai dahulu 4. Batu yang sedang 2. Pemain pertama melakukannya dengan cara meletakan batu dipunggung kaki dan mengayunkannya. Apabila ada perempuannya maka dibagi supaya adil. Setelah itu baru mengincar batu target dengan dilempar menggunakan tangan tetapi dengan cara kaki satu diangkat dan batu dilempar melalui bawah kaki yang diangkat baru ditangkap lagi . Dan batu itu sebagai sasaran. melempar dengan kaki untuk berusaha mengenai batu yang dipasang sebagai target. pemain biasanya tidak begitu banyak karena tempat juga merupakan faktor penentu. Semua pemain yang pertama kali melakukan harus menggunakan kaki. 2. Misal pemain ada 4 maka bisa dibuat regu atau kelompok dua lawan dua. C. Misal 5 batu. B. Karena anakanak yang terpenting dalam sebuah permainan adalah kesenangan. Pemain harus lebih dari satu orang. Dari orang pertama hingga terakhir. Didaerah saya yaitu di Banjarnegara.12 8) PERMAINAN GANDON A. Beberapa batu diletakkan berdiri sejajar. Peserta Dalam permainan gandon. Latar Belakang Permainan ini dilakukan pada saat saya masih kecil. Halaman dari tanah  Jalannya permainan Permainan dilakukan: 1. permainan ini diturunkan secara turuntemurun sehingga tidak tahu pasti siapa yang menciptakannya. Pelaksanaan Permainan  Alat dan Fasilitas 1. Dan merupakan permainan tradisional yang sering dimainkan terutama oleh anak laki-laki. 6. Garis batas untuk awalan jaraknya disesuaikan dengan kemauan saat bermain 3.

Akan tetapi. Lurah juga memiliki fasilitas yang memadai untuk membantu warganya yang sedang mengalami kesulitan. Dengan gambar seperti dibawah : E. Terdapat seorang pemimpin dan banyak rakyat yang disimbolkan dengan lidi pelepah daun kelapa. ketelitian. F. Permainan ini mengutamakan kecermatan. Sekali saja melakukan keceroohan maka akan menghancurkan permainan. Lurah bisa memerintah / menolong rakyatnya yang mengalami kesulitan dengan mudah. Seseorang yang mampu berkonsentrasi dan menjaga ketelitian akan dapat secara baik menyelesaikan dan memenangkan permainan. karena . dan saat melakukan permainan dapat menerapkan taktik yang telah disiapkan. Sehingga pemain harus bisa berhati-hati dalam memainkan permainan ini. serta keterampilan pemainnya. Latar Belakang Permainan Magang Lurah ini Pada dasarnya merupakan simbol kehidupan bermasyarakat di desa. Sumber Permainan ini saya dapatkan dari pengalaman sewaktu kecil dan masih duduk di bangku sekolah dasar. D. Akan tetapi permainan ini sudah dimainkan secara turuntemurun di Desa Harjobinangun. Orang-orang setempat menyebut permainan ini dari daerahnya sendiri. Batu tidak boleh terjatuh atau kedua kaki menyentuh tanah. sedangkan rakyat (masyarakat) digambarkan sama. Dan juga dari orang tua dan tetangga saya banyak yang memberitahu permainan ini. Karena dahulu sering saya mainkan saat waktu senggang.13 dengan tangan kemudian baru boleh dilempar kesasaran. Kecamatan Grabag. Penentuan Kemenangan Pemenang ditentukan dari banyaknya batu yang berhasil dirobohkan dengan cara di lempar dengan batu tersebut. Faktor taktik dan strategi juga tidak lepas dari permainan ini. seorang pemain dapat menyusun strategi cara bermainnya. Sebelum melakukan permainan. sesama rakyat biasanya sukar atau memiliki keterbatasan kemampuan dalam membantu sesamanya. Selain itu juga. Kabupaten Purworejo. 9) PERMAINAN MAGANG LURAH/MIL-MILAN A. faktor konsentrasi sangat dibutuhkan dalam permainan ini. Tempat dan waktu permainan permainan dilakukan pada siang hari atau pada waktu senggang dan dilakukan dihalaman rumah. Seorang kepala desa (lurah) biasanya memiliki kekuasaan yang besar. Permainan magang lurah ini belum teridentifikasi secara pasti asal muasal pertamanya.

 Pemain mengambil lidi satu persatu. waktu pelaksanaan permainan magang lurah ini dilakukan pada siang hari. Tempat bermain magang lurah dapat dilakukan di tanah maupun di lantai tergantung kondisi.  Jumlah Peserta Permainan Jumlah peserta permainan magang lurah ini bervariasi.  Setiap lidi yang berhasil diambil diberi nilai 5.  Permainan dilanjutkan terus menerus hingga ada salah satu pemain yang mendapatkan nilai batas. Permainan ini digemari anak usia tersebut dikarenakan permainan yang bersifat sederhana akan tetapi mempunyai banyak unsur bermain. Apabila lidi yang lain bergerak karena tersentuh lidi itu. C. Usahakan lidi menyebar dengan teratur. Biasanya batas nilai antara 200-500 poin. maka permainan selesai dan pemain yang lain mengatakan ―Mil‖. Dikarenakan permainan ini lebih mengutamakan ketenangan pikiran dan tidak mengutamakan fisik. Peserta  Gender Permainan magang lurah ini tidak membedakan laki-laki maupun perempuan.‖. itu tandanya permainan berhenti dan ganti giliran pemain yang lain. lidi yang lain tidak boleh ada yang bergerak. dst. Pelaksanaan Permainan  Permainan dimulai dengan menyebarkan kumpulan lidi ke tanah / lantai. Permainan ini dilakukan pada saat anak- .  Umur Peserta Permainan Permainan magang lurah ini biasanya dimainkan anak-anak yang berusia antara 6-12 tahun atau usia anak sekolah dasar. Pemain yang telah melampaui nilai dinamakan ―mendhem 1. maka lidi itu juga dinyatakan keluar.14 permainan ini mereka mainkan sejak kecil secara turun temurun dari orang tua mereka. permainan ini efektif dimainkan oleh 2-4 orang. Alat dan Fasilitas Peralatan yang diperlukan dalam bermain magang lurah antara lain adalah lidi yang terbuat dari pelepah daun kelapa. dan lidi lurah (yang paling panjang) diberi nilai 15. Akan tetapi agar permainan ini berjalan dengan baik dan tidak menunggu lama. Kapur tulis / peralatan lain untuk membuat garis pembatas. sehingga lidi mudah diambil. Lidi yang melewati garis pembatas / sebagian besar bagian lidi melewati garis pembatas. Lurah dapat menolong lidi yang lain dengan mencongkel dengan kepala lurah. D. B. Karena permainan ini dilakukan bergantian sesuai urutan. karena diperlukan cahaya yang terang.  Waktu pelaksanaan permainan : Pada dasarnya. 2. mulai 2 orang atau lebih. Sehingga baik lakilaki maupun perempuan memiliki kemampuan yang sama dalam memainkan permainan magang lurah ini.

maupun ketika mereka selesai belajar kelompok. Sebelum permainan dimulai biasanya pemain menentukan angka untuk menentukan pendheman. G.  Dibyo Subyantoro (46 tahun) : Beliau adalah ayah penulis. Permainan ini dimainkan untuk mengisi waktu luang anak – anak ketika mereka ditinggal orang tua mereka. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat tentang permainan magang lurah ini termasuk baik. Latar Belakang Permainan Seghog ini merupakan permainan yang banyak dimainkan di daerah Jawa Barat. Penentuan Kemenangan Penentuan pemenang permainan magang lurah adalah dengan menghitung banyaknya mendhem perminan. Setelah semua sepakat maka permainan dimulai dan dilaksanakan sesuai perjanjian pertama di awal permainan. yaitu . Selain itu juga dengan permainan ini masyarakat beranggapan bahwa dengan permainan ini akan menemukan salah seorang calon pemimpin dari anak-anak yang memainkan permainan ini. E. Penulis mendapatkan banyak informasi tentang permainan Magang Lurah dari beliau yang mengetahui tentang tata cara permainan. kabupaten Purworejo. Berdasarkan paparan beliau. Yaitu di daerah Purworejo. 10) PERMAINAN SEGHOG A. B. Sumber Sumber informasi penulis dalam menuliskan permainan tradisional Magang Lurah yaitu dengan metode wawancara dengan berbagai tokoh masyarakat di Desa Harjobinangun. Tokoh-tokoh masyarakat seumber informasi antara lain:  Siti Muryani (39 tahun) : Beliau adalah ibu penulis dan seorang guru SD Negeri Ketawangrejo. Kecamatan Grabag. Permainan ini sebenarnya lebih banyak dimainkan oleh anak laki – laki. Sehingga permainan ini bersifat santai untuk menghilangkan rasa lelah. Penulis mendapatkan informasi tentang asal muasal serta tradisi turun temurun tentang permainan Magang Lurah dari beliau. Namun ternyata permainan Seghog ini memiliki beberapa nilai positif. F. Tujuan Sebenarnya tujuan dari permainan ini hanya untuk mengisi waktu luamg. namun juga ada anak – anak dari daerah Jawa Tengah. dikarenakan anak-anak bermain dengan tenang dan mengurangi bahaya dibandingkan permainan yang diluar. Namun pada kenyataanya banyak anak perempuan yang ikut memainkannya.15 anak merasa lelah bermain yang menguras tenaga.  Aris Saputro (18 tahun) : Merupakan seorang pelajar SMK Pancasila Kutoarjo. maka penulis menentukan untuk memilih permainan Magang Lurah untuk ditulis.

 Jalannya permainan  Mula – mula pemain menyiapkan peralatan dan lapangan yang akan dipergunakan. Pelaksanaan Permainan  Lapangan Tempat yang dibutuhkan untuk memainkan permainan ini tidak membutuhkan lapangan atau tempat yang luas. Selain itu juga apabila pemain dapat menyeghog batu lawan melewati garis . Manfaat Konsentrasi.  Peralatan  Kapur untuk menggaris/ batang kayu bila dimainkan di tempat yang masih tanah. Yaitu mendorong batu dengan menggunakan kaki bagian tengah dalam. Dan bila jumlah pemain hanya ada 2 maka harus diulang kembali. Selain itu karena adanya kegembiraan dapat mengurangi adanya ketegangan. dan melatih bersosialisasi. Karena apabila tidak dapat melewati garis batas maka dinyatakan gugur.  Pemain Jumlah pemain dalam permainan ini adalah minimal 2 orang.  Pemain mendapatkan bonus nilai apabila pemain kedua berhasil menyeghog batu lawan ketika pertama kali memainkan. Pemain melakukan undian agar dapat ditentukan siapa pemain yang dapat bermain terlebih dahulu. Kemudian dia berusaha menyeghog batu lawan. ketepatan. kemudian pemain mengukur jarak batu dengan garis batas dengan mengukur menggunakan ukuran kaki. ketepatan antara mata dan gerakan kaki dalam mencapai sasaran.  Pemain pertama melakukan seghog. remaja laki – laki dan perempuan terutama yang telah dapat berhitung. D. Permainan ini juga bisa dilakukan di dalam rumah. Jarak pemain dengan target adalah kurang lebih 3m.  Bila misal kedua batu telah melewati garis batas. Terutama di tempat yang sudah dicor. dan koordinasi dapat meningkat karena terlatih ketika bermain Seghog. Berusaha agar batu tersebut dapat melewati garis batas. Sasaran Anak – anak laki – laki dan perempuan. Hanya tempat yang berbentuk seperti persegi panjang.  Batu yang pipih.16 dalam permainan ini akan melatih konsentrasi. Bagi yang jaraknya lebih dekat maka dia akan bermain terlebih dahulu. E. C. Dia memiliki kesempatan sampai menyeghog batu tersebut adalah sama dengan jumlah berapa ukuran kaki dari garis batas.

11) PERMAINAN BEKELAN A. terakhir lima biji bekel diraup sekaligus.17 awal. Dan biasanya dilakukan oleh siswi putri pada waktu istirahat dan bisa juga dilakukan dirumah pada waktu luang. dan permukaan bawah yang tidak ada tanda catnya. F. Peserta Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak perempuan. Logam ini memiliki bentuk yang khas. Kalau gathengan hanya menggunakan batu kerikil. pemain menggenggam seluruh biji bekel dan menyebar seluruhnya ke lantai sambil melemparkan bola bekel ke atas dan menangkapnya. Sekarang dibuat dari logam. Latar Belakang Bekelan berasal dari bahasa Belanda. Kalau ada yang mati mereka akan teriak kegirangan. Pelaksanaan Permainan Permainan ini dilakukan dengan cara menyebar dan melempar bola ke atas dan menangkapnya setelah bola memantul sekali di lantai. Pada awalnya biji bekel dibuat dari engsel tulang tumit kaki belakang domba. diambil dengan 3 biji bekel. Ada yang terbuat dari kuningan. C.  Pertama. Permainan ini masih saudara dengan gathengan. Terdiri dari empat biji bekel dan satu bola bekel. Yang dinyatakan sebagai pemenang adalah orang atau pemain yang paling banyak mendapat angka dari hasil menyeghog tersebut. Paling sebel kalau ditonton laki-laki. yang penting bola bisa memantul keatas. Ulangi lagi menyebar seluruh biji bekel dan diambil 2 biji bekel. minimal dua orang. Terdiri dari permukaan kasar yang ditandai dengan lubang-lubang kecil di permukannya berjumlah lima titik. . bikkelen. diambil 4 biji bekel. dan ada yang terbuat dari bahan timah. D. permukaan halus yang ada tanda silang atau polos sama sekali. Mereka biasanya mengganggu agar hilang konsentrasi dan melakukan kesalahan. Dilakukan dimana saja. Sumber Sumber dari cerita tentang permainan ini adalah teman bermain penulis ketika kecil yaitu Riyanto dan Diah Pangestuti yang keduanya berasal dari Jawa Tengah. Biji bekel diambil satu-satu sampai habis. Bekel ini terdiri dari sebuah bola bekel dan lima buah biji bekel berbentuk logam. Kalau bola tidak tertangkap atau bola memantul beberapa kali maka pemain dinyatakan mati. Alat dan Fasilitas Alat yang digunakan dalam permainan ini adalah bola bekel dan biji bekel. B. permukaan atas yang ada bintik merahnya. bekelan menggunakan seperangkat alat khusus yang dinamakan bekel.

lalu ambil biji bekel seperti langkah sebelumnya. siang atau sore. Permainan ini seperti ular tangga tetap[i alat yang digunakan sedehana dan tradisional. kemudian balik lagi semuanya menghadap kebawah semua. ambil 3 biji bekel. halaman atau tempat yang sudah bentuk gambarnya dan waktu pelaksanaannya bisa pagi. balik posisi bekel posisi permukaan kasar menghadap ke atas semua.html diakses tanggal 07 maret 2011 pukul 19. Latar Belakang Sawahan merupakan permainan asli dari indonesia yang belum diketahui asal usulnya permainan ini. lalu ambil satu bekel. Penentuan Kemenangan Bila ada kesalahan dalam langkah nasgopel ini pemain harus mengulang ke langkah awal nasgopel.18  Langkah kedua. ambil 2 biji bekel. C. Balik posisi bekel menghadap ke atas semua satu persatu. terakhir raup seluruh biji bekel. dan seluruhnya. terus permukaan halus menghadap ke atas semua. 12) PERMAINAN SAWAH/ ULAR TANGGA A. B. Alat dan Fasilitas Alat yang digunakan dalam permainan ini yaitu koin sebanyak 5. balik posisi biji bekel menghadap kebawah dan ulangi langkah sepertei langkah kedua dengan mengambil biji bekel 1. Ulangi terus sampai seluruh permukaan bekel menghadap ke atas semua. balik seluruh posisi bekel bagian permukaan yang halus menghadap ke atas lalu ambil biji bekel seperti langkah ketiga. F. oleh karena itu permainan ini saya munculkan kembali karena pda zaman sekarang sudah tidak dditemukan lagi permainan ini karena sudah banyak permainan modern yang telah ada sehingga permainan tradisional alambat laun bakan hilang.30. .  Langkah ketiga . Peserta Didalam permainan ini membutuhkan peserta 2-4 orang baik putra/putri dengan umur anak-anak 7-12 th.blogspot. 2. Raup seluruh biji bekel dalam sekali genggaman. Sumber Data permainan ini saya peroleh dari pengalaman orang tua. remaja 13-16 th.  Langkah terakhir dinamakan Nasgopel. Balik posisi biji bekel mengahadap ke atas semua.com/2010/08/permainan tradisional anak indonesia. E. dan dewasa 17 th keatas. tetapi permainan ini sering dilakukan anak-anak di daerah Jawa tengah. Langkah kelima. pengalaman pribadi waktu kecil dan http://wahw33d. ambil 4 biji bekel. dan terakhir balik satu persatu permukaan kasarnya menghadap ke atas semua.  Langkah keempat. 4. Pemain yang bisa melewati tahap ini dinyatakan sudah menang dan berhak untuk istirahat sambil menonton teman-temannya yang belum bisa menyelesaikan permainan.

laki-laki maupun perempuan E. Pelaksanaan Permainan Permainan tradisional ini cara bermainnya cukup mudah yaitu seperti permainan ular tanggatetapi dengan bentuk lapangan persegi dan cara jalannya tidak menggunakan dadu melainkan menggunakan koin yang dilempar dan kemudian ditangkap. Penentuan Kemenangan Permainan ini ditentukan menang kalahnya bila salah satu yang mendapatkan sawah/poin paling banyak maka sebagai pemenangnya. B. setalah sampai di X dan Y kemudian kembali lagi ke A. Tanggapan Masyarakat Masyarakat luas menanggapi permainan ini sangat positif karena dapat membuat orang dapat berkumpul kemudian bermain bersama dan dapat bersosialisasi antara anak yang satu dengan anak yang lain. G. Gambar Permainan 13) PERMAINAN SLENTIKAN A. D. maka jumlah tangkapan koin akan menentukan berapa langkah akan berjalan. memupuk sportifitas. melatih jari-jari tangan.19 D. kemampuan motorik. Apabila tangkapan tersebut gagal maka pihak lawan yang akan melanjutkan . Sasaran Anak-anak. permainan ketangkasan dimana 2 pemain atau bisa lebih berlomba atau beradu cepat menyelentik daun secara bergantian sampai habis. C. Peraturan Lapangan dan Peralatan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan bisa dialam terbuka . Cara jalannya permainan ini pertama koin ditaruh di atas tangan dengan telapak tangan menghadap kebawah kemudian dilemparkan keatas dan di tangkap. pengolahan strategi meningkat. Latar Belakang Slentikan adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya. Manfaat Gembira atau senang. Tujuan Mengisi waktu luang. mka dari itu akan mendapatkan sawah 1/ poin 1. F. E. ketepatan mengarahkan sasaran dengan jari-jari tangan dan strategi. Permainan ini dimulai dari A dan berjalan mengikuti anak panah tersebut. ketepatan dan juga akan meningkat.

D.daun turi dan masih banyak yang lainya. diadakan humpimpa untuk menentukan siapa yang duluan menyentil atau menylentik daun tesebut. Sumber Sumber dari permainan slentikan ini adalah dari orang tua di desa kami yang bersifat turun temurun sampai sekarang. meningkatkan kesegaran jasmani.  Setelah daun lawan habis. yang intinya daun tersebut dalam satu tangkai daunya banyak. bermain dengan gembira. di halaman sekolah. Manfaat Mengisi waktu luang. di lingkungan deket rumah yang banyak lorong untuk bersembunyi. Latar Belakang Bancakan merupakan suatu permainan tradisional untuk menjaga daerah lingkaran yang berisi tumpukan genteng agar tidak dijatuhkan oleh pemain lawan.20  Peralatan Peralatan yang digunakan Cuma menggunakan daun. 14) PERMAINAN BANCAKAN A.asem. meningkatkan kesegaran jasmani.  Jalannya Permainan  Sebelum permainan dimulai. bersosialisasi. meningkatkan kerja sama serta kekompakan. Sasaran Anak-anak dan dewasa E.  Slentik daun tersebut sampai bagian pinggirnya habis. serta berusaha mencari lawan yang bersembunyi di kolong atau di balik pohon dan lainnya untuk di matikan dengan cara memenggil namanya. . C. daun yang digunakan biasanya daun pohon pete.albasia. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyakat mengenai permainan slentikan ini masyarakat menilainya sangat baik dan bermanfaat buat anak-anak.  Lakukan begitu terus sampai dua kali menang. Tujuan Mengisi waktu luang. B. Peraturan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan biasanya di pelataran rumah. begitu seterusnya bergantian dengan lawanya. G. maka anak tersebut menang dapat poin Satu. dikarenakan anak-anak bisa berkumpul bareng. meningkatkan kerja sama serta kekompakan. F.

 Permainan akan diulang kembali apabila pemain yang jaga tidak bias mematikan pemain lawan secara terus-menerus. B.  Apabila pemain yang bersembunyi tertangkap maka cara mematikannya dengan cara memanggil namanya.  Pemain Bancakan biasanya dimainkan oleh putra maupun putrid dengan pengelompokan umur. dan saya coba mencari asal usulnya digoogle tapi tidak ketemu. dan pemain itu sudah tidak bias bermain lagi dan menunggu sampai permainan berikutnya.yang ingin bermain bola tanpa memakai sepatu dan pergi kelapangan. apabila pemain itu sendiri merasa bosan maka permainan dihentikan dan juga apabila pemain yang kalah secara terus menerus maka pemain dihentikan.tinggal bermain dimana saja misalnya di depan teras rumah atau dilantai asal tidak dijalan tol.  Jalannya permainan  Sebelum permainan dimulai setiap pemain memasukan pecahan genteng atau keramik ke suatu lingkaran dengan jarak yang telah desepakati. Dalam permainan ini alat yang digunakan sangat mudah hanya menggunakan pecahan genteng atau kramik.dia pernah bekerja slama 2 .  Apabila ada pemain yang bias lolos dan biasa merobohkan tumpukan genteng tersebut tanpa diketahui pemain yang jaga maka pemain yang sudah dimatikan biasa ikut bermain kembali.  Setelah itu pemain yang kalah menata pecahan genteng tersebut untuk dirapikan di tengah lingkaran dan mencari para pemain yang bersembunyi.  Pemain yang menang terus saja berlari untuk bersembunyi. Sumber Sebenarnya saya terinspirasi setelah menonton Upin Ipin yang sedang bemain sepak bola kertas. Latar Belakang Permainan tradisional ini merupakan kreatifitas anak anak melayu yang ingin mengisi waktu luang dan bersenang senang bersama teman teman. 15) PERMAINAN SEPAKBOLA KERTAS A.21  Peralatan.dan saya coba search di google ternyata ada.  Waktu permainan ini tidak ditentukan .dan saya kemarin bertanya kepada salah seorang teman saya Chandra.saya yakin ini dari orang orang jaman dulu yaitu permainan tradisional orang melayu. Pemain yang paling jauh melakukan lemparan atau jauh dari sasaran lingkaran itulah pemain yang harus menjaga lingkaran tersebut.

22

tahun di Malaysia ,dan dia sering melihat anak anak Selangor memainkan permainan sepak bola kertas.dan katanya mereka mengklaim permainan tersebut dari Selangor, Malaysia. C. Alat dan Fasilitas Kertas dan Area bermain. D. Pelaksanaan Permainan Dengan cara bergantian,pemain dengan umpan bola tanpa terkena lawan lanjut.  Jika bola masuk ke kolong kertas maka disebut hans ball.  Jika memberi umpan dilihat lebih dekat mana. Jika lebih deket pemain kita maka kita berhasil mengumpan,bgitu juga sbaliknya jika lebih dekat pemain lawan maka permainan diambil alih.  Jumlah pemain ada 22.  Jika bola keluar terjadi lemparan kedalam,dengan cara kertas di balik.  Begitu juga dengan bila bola meninggalkan lapangan sebelah gawang maka akan terjadi tendangan pojok.  Pelanggaran hanya hand ball,dan tak ada kartu merah dan kartu kuning.  Kiper boleh digerakkan tetapi tidak boleh digerak gerakkan untuk meng halau tembakan lawan.  Siapkan papan sepakbola kertas pada sebuah bidang datar. Boleh di atas meja, di atas lantai,di atas tanah atau karpet, tapi jangan di atas jalan tol.  Letakkan unit-unit pemain pada posisi sesuai kehendak. Satu unit bertindak sebagai kiper dan diletakkan pada salah satu kotak yang ada tepat di depan gawang.  Lakukan suit (boleh gaya tradisional gajah-orang-semut ataupun batugunting-kertas) untuk menentukan siapa yang memegang bola pada awal pertandingan.  Kick off dilakukan oleh pemain yang memegang bola.  Dribbling berarti unit bergerak sambil membawa bola. Sebelum dribbling, unit harus memindahkan bola ke arah pergerakannya. Memindahkan bola memakan satu langkah.  Gol terjadi jika pemain yang menendang memenangkan adu angka dengan kiper. E. Penentuan kemenangan Siapa yang bisa memasukan bola ke gawang terbanyak dia pemenangnya.

16) PERMAINAN TANGKAP LARI
A. Peserta Untuk peserta permainan disini bebas siapa saja boleh melakukan mulai dari anak-anak sampai orang dewasa ,laki laki maupun perempuan sedang untuk jumlah pemain minimal 9 dan maksimal tidak terbatas

23

B. Alat yang Digunakan Sebenarnya di permainan ini tidak menggunakan alat apa-apa mungkin hanya tanda untuk batas tempat berdiri. C. Pelaksanaan Permainan Pertama-tama semua peserta melakukan hompipah atau diundi untuk menentukan yang di jaga.setelah ada yang jadi,para pemain yang jadi pelari di bagi menjadi beberapa kelompok.untuk pembagian kelompok tergantung jumlah peserta,jika hanya sedikit bias di bagi menjadi 2-3 kelompok.cara bermain nya adalah setiap kelompok berbaris di tempat berdiri ke belakang.lalu pemain paling depan berdiri 1-2 langkah kebelakang agar bisa ditempati oleh peserta yang lain.peserta yang lari awal ada 2 dan harus dikejar oleh 2 orang yang jaga,untuk peserta aman harus masuk kedalam tempat berdiri,supaya tidak di tangkap,lalu jika ada pemain yg paling belakang harus lari begitu seterusnya. Permainan ini sebetulnya tidak ada yang menang dan kalah karena hanya untuk kesenangan tapi jika boleh disimpulkan pemain yang menang adalah yang sedikit jadi penjaga dan yang kalah adalah yang sering jaga.

17) PERMAINAN DIR - DIRAN
A. Latar Belakang Dir-diran H-A yang berarti bermain gundu atau kelereng. Nama H-A sendiri berasal dari model lapangannya yang terdapat huruf H dan A yang merupakan salah satu bagian dari bentuk lapangan. B. Peserta Jumlah peserta pada permainan ini minimal 2 orang sampai tak terhingga. Biasanya permainan ini tidak mengenal umur dan jenis kelamin. Baik tua, muda, laki-laki maupun perempuan bisa bermain di permainan ini. C. Alat Alat yang dibutuhkan antaralain gundu atau kelereng sebanyak peserta. Biasanya peserta membawa sendiri. Tempat untuk menyelenggarakan yang paling tepat adalah ditempat yang tanahnya rata. Bisa dibawah pohon atau di halaman rumah. Berikut ini adalah contoh gambar lapangannya. D. Pelaksanaan Mula-mula para pemain melakukan lemparan awal dengan sasaran garis yang berada diujung lapangan permainan yang berjarak kira-kira 5 meter. Pemain yang mempunyai jarak terdekat dengan garis berhak menjadi pemain pertama. Begitu juga dengan peserta selanjutnya. Jika lemparan melebihi garis maka kelereng harus ditaruh dihuruf H. Ini berlaku jika pelempar melebihi garis yang pertama. Jika ada yang melempar melebihi garis lagi maka diaruh pada huruf A. Jika ada lagi maka ditaruh di belakang huruf H. Begitu seterusnya. Lemparan harus melebihi huruf H. Jika tidak maka lemparan harus diulang. Jika lemparan mengenai kelereng dari peserta lain maka kedua pemain harus mengulang lemparan. Cara untuk mematikan peserta adalah dengan membidik

24

kelereng lawan sampai kena. Jika terkena maka kelereng tersebut menjadi milik pemain yang mengenai. Jika orang yang tadi terkena bidikan dari pemain lain maka dia harus membayar 2 kelereng sekaligus, yaitu kelerengnya dan pemain yang terkena tadi. E. Penentuan Kemenangan Pemenang dinyatakan menang jika berhasil mematikan peserta terbanyak dengan hasil kelereng terbanyak pada akhir permainan. F. Sumber Permainan ini bersumber dari pengalaman kecil saya dan cerita dari orangtua.

18) PERMAINAN ENDOK
A. Latar Belakang Permainan berasal dari daerah Sleman yang bertujuan untuk bersenangsenang serta mengembangkan keterampilan seorang anak. Sumber permainan berasal dari turun temurun di Desa serta masyarakat menganggap permainan ini mudah dimainkan dan hanya membutuhkan alat dan fasilitas yang sederhana. B. Alat dan Fasilitas  Batu ukuran sedang yang mudah digenggam anak jumlahnya 10-15 batu.  Halaman yang teduh. C. Peserta dan Pelaksanaan Permainan  Peserta yang mengikuti permainan ini berjumlah 10 anak dengan umur 812 tahun dan bisa dimainkan putra putri secara bersamaan ataupun disendirikan.  Dari jumlah peserta tersebut kemudian diundi 1 anak untuk menjadi penjaga telur (endok).  Setelah di dapat penjaga dan pengambil telur, masing-masing anak menempati tempat permainan sesuai aturan yang di tentukan yakni penjaga berada di dalam lingkaran menjaga telur dan yang lain berada di luar lingkaran sebagai pengambil telur.  Pengambil telur boleh saling bekerja sama untuk mengambil telur yang dijaga dan dalam mengambilnya boleh menggunakan tangan ataupun ditendang dengan kaki asalkan telur dari batu itu keluar dari lingkaran yang dijaga penjaga telur tadi.  Apabila saat pengambil telur tadi tersentuh (semua anggota badan) saat mengambil telur di dalam lingkaran maka pengambil telur itu dinyatakan mati dan harus giliran menjadi penjaga telur. Dari hal tersebut pengambil telur yang tersentuh tadi wajib mengembalikan semua telur yang telah didapatnya ke dalam lingkaran dan permainan dilanjutkan sampai telur habis.  Jika semua telur sudah di ambil permainan dilanjutkan untuk menyembunyikan telur yang telah didapat.

5 meter. . Permainan ini juga sering disebut permainan Kus-Kusan atau Alih Lintang. Alat dan Fasilitas Sementara alat yang digunakan untuk permainan ini hanya membutuhkan halaman yang luas. D. Di halaman inilah. Lalu mereka menuju ke halaman tempat bermain. adalah satu satu jenis permainan tradisional masyarakat Jawa yang juga sudah lama dikenal. Selain itu. Jawa Timur. keempat ujung garis dibuat lingkaran kecil dengan kaki yang melingkar. nantinya dipakai untuk pemain jadi. Peserta Permainan kucing-kucingan yang dimaksud di sini adalah sebuah permainan anak yang melibatkan 5 pemain (bisa laki-laki semua atau perempuan semua). Pada prinsipnya dalam permainan ini ada sebuah syair yang sering dilantunkan berirama secara bersama-sama oleh semua pemain. bisa halaman rumah. masyarakat Jawa menamai permaianan ini dengan permainan kucing-kucingan.25  Untuk penentuan pemenang yakni anak yang paling banyak mengumpulkan telur dan apabila ada anak yang tidak mendapatkan telur maka ia harus ikut mencari telur dengan penjaga tadi di tempat yang telah di tentukan sebelumnya. setidaknya pada tahun 1913 (menurut sebuah sumber pustaka Serat Karya Saraja). Itulah sebabnya. permianan lain yang berbeda. yang bunyinya‖ Dha mbuwang kucing gering‖. B. dan E hendak bermain kucing-kucingan. di daerah lain juga kadang menamai sebuah permainan itu dengan nama kucing-kucingan. Pelaksanaan Permainan  Misalkan ada lima pemain yakni A. Latar Belakang Kucing-kucingan. Permainan ini menyebar di berbagai daerah di Jawa.  Dalam pencarian di berikan 2 pilihan yakni gembok atau kunci. Biasanya yang bermain permainan ini adalah anak-anak yang berumur 8-12 tahun dari semua golongan masyarakat tanpa membedakan status sosial.KUCINGAN A. anak-anak mulai membuat garis silang tegak lurus dengan panjang garis masing-masing sekitar 2. Sementara tengah garis. atau lapangan. Yogyakarta. 19) PERMAINAN KUCING . meliputi Jawa Tengah. halaman kebun. karena membutuhkan kekuatan fisik untuk berlari. Kemudian. dan DI. C. dalam permainan ini juga banyak dijumpai anak-anak berlari-lari dalam permainannya. D. Kenapa lebih dikenal dengan nama permainan kucing-kucingan. B. untuk gembok semua telur yang disembunyikan tidak akan di beri tahu dan kunci semua telur yang disembunyikan diberitahu dengan konsekuensi jika sampai batas waktu yang di tentukan tidak menemukan maka ia harus kembali menjadi penjaga telur dalam permainan selanjutnya. C. Umumnya yang bermain permainan kucing-kucingan adalah anak lakilaki. Ada kalanya.

maka berubah menjadi pemain dadi. Tetapi. Misalkan. maka caranya dengan melangkahkan satu kaki dilangkahkan ke luar dan tangan saling berjabat tangan. Begitu pula pemain lainnya. Tanggapan Masyarakat Sayangnya. yakni ―Dha mbuwang kucing gering‖. B. sehingga pemain dadi segera menempati tempat lingkaran yang masih kosong. Pemain mentas berhak saling berpindah tempat dengan temannya. Bagi pemain yang tidak mendapatkan tempat kosong. pemain B didahului pemain E. Kemudian para pemain melakukan hompimpah dan sut. Anak yang paling kalah.  Jika pada tahap selanjutnya. jenis dolanan kucing-kucingan ini juga sudah sangat jarang dimainkan oleh anak-anak zaman sekarang. Setelah itu. ia dipegang bersama-sama oleh semua pemain mentas ke sebuah tempat (misalkan berjarak 20 meter dari tempat permainan). kadang-kadang saat mereka berpindah tempat dan belum sempat menempati tempat baru sudah kepergok pemain dadi. maka pemain B yang kemudian harus menjadi pemain dadi. bisa saling berganti tempat dengan pemain di sebelah kiri atau kanannya. dan D. Jika seperti itu. Begitu seterusnya permainan ini berlangsung hingga mereka merasa bosan dan hendak berhenti atau bermain dolanan lainnya. yakni pemain A. salah satu anak membuat garis silang tegak lurus dengan panjang masing-masing garis 2. Caranya. maka pemain mentas yang tidak mendapatkan tempat baru. mereka berlomba-lomba berlari secepatcepatnya untuk mencari lingkaran yang masih kosong. bisa berganti tempat dengan pemain B atau C. dari tempat pembuangan ini. Biasanya perpindahan tempat ini menunggu pemain dadi terlena. Setelah itu mereka saling berpindah tempat. Saat dibuang. menempati masing-masing lingkaran kecil di ujung garis. maka ia menjadi pemain dadi yang berhak dibuang. C. saat pemain B menjadi pemain dadi dikungkung hingga 5 kali perpindahan antar pemain mentas. ujung-ujung garis dibuat lingkaran kecil dengan memakai tumit kaki yang dibuat melingkar.26 Setelah itu. Syair itu dinyanyikan berulang kali hingga si pemain dadi sampai di tempat tujuan pembuangan.5 meter. Apabila mereka hendak berpindah tempat. semua pemain mentas menyanyikan sebuah syair yang terdiri dari sebuah kalimat. maka ia dianggap sebagai pemain jadi.  Pemain jadi tempatnya di tengah-tengah garis silang. berarti menjadi pemain dadi dan harus menempati tempat di tengah. . misalkan pemain E. Setelah selesai. tetapi belum sempat menempati lingkaran baru. Misalkan pemain A. pemain A dan B sedang saling berpindah. Sementara itu pemain mentas lainnya. E.

Personil yang bisa dikejar dan disentuh oleh pengejar pertama.baik anak laki-laki maupun perempuan.  Tidak ada istilah menang dan kalah dalam permainan ini.org/ensiklopedi/. hitungan dilanjutkan lagi kehitungan pertama sehingga setiap personil turut kebagian dalam menghitung. G.bersama dengan pengejar pertama akan ikut mengejar (ngori‘) teman – teman yang belum terkejar.blogspot. Latar Belakang Ori'an adalah permainan tradisional indonesia dari sumatra selatan tepatnya dari bumi sriwijaya. Alat yang Digunakan Tidak memerlukan alat tertentu F. bersama . Sehingga para pengejar akan semakin banyak dan bahu membahu mengejar teman-temannya yang belum terkejar.  Sekelompok orang memulai permainan dengan membuat lingkaran tertutup dengan bergandengantangan.mungkin permainan ini dapat dijumpai di daerah lain hanya namanya yang mungkin berbeda.Permainan ini berakhir jika tidak ada lagi personil yang harus dikejar dan diburu. 2004.27 F. Peserta Dalam permainan ori‘an pesertanya minimal 20 orang dan selebihnya tidak terbatas.  Jika kelompok bermain lebih dari 20 orang. Dilanjutkan dengan hitungan kedua. D. Pelaksanaan Permainan  Personil yang terkena hitungan yang ke-20 merupakan personil pertama kali yang harus mengejar teman – temannya (personal yang ngori‘). Demikian seterusnya personil yang terkejar dan disentuh oleh pengejar akan ikut mengejar. maka setelah hitungan ke-20. Sukirman Dharmamulya.com . Hitungan berhenti pada hitungan ke20 berikutnya. ketiga. dan seterusnya kearah kanan personil hitungan pertama. Salah seorang personail mengambi linisiatif sebagai hitungan pertama. Yogyakarta: Kepel Press http://www.Personil yang terkena hitungan yang ke-20 akan menjadi personil pertama yang mengejar (ngori‘). Sumber Permainan Tradisional Jawa. Sasaran Anak-anak dan remaja. Tujuan Untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. 20) PERMAINAN ORI’AN A. Sumber ahmadwijaya. B. dkk.tembi. E. C.

mungkin permainan ini dapat dijumpai di daerah lain hanya namanya yang mungkin berbeda. Lapangan Pada permainan betemplekan lapangan berbentuk lingkaran dengan diameter kurang lebih 4 meter G. peserta yang berhasil mengeluarkan peserta lain dari lingkaran maka di anggap sebagai pemenang.28 21) PERMAINAN BETEMPLEKAN A. B. E. H.kualitas kesegaran jasmani. Permainan ini menggambarkan usaha dari kucing atau dalam bahasa bali disebut menguntuk menangkap sitikus atau bikul. B. meningkatkan kebugaran jasmani dan bersosialisasi . Tujuan Untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan keseimbangan.  Permainan ini di mainkan oleh dua anak. F. Pelaksanaan Permainan Setiap peserta engklek dan saling mengeluarkan peserta di dalam lingkaran dengan peserta lain. Sasaran Anak-anak dan remaja D. Sumber antaramataram. Manfaat Senang. Tujuan Untuk mengisi waktu luang C.kedua anak tersebut saling beradu kekuatan dengan menggunakan lutut dimana lutut tersebut ditekuk.com 22) PERMAINAN MEONG – MEONGAN A. Peralatan Tidak diperlukan peralatan khusus. C.siapa yang berhasil mengeluarkan lawan keluar lingkaran ialah pemenangnya. Latar Belakang Meong-meongan merupakan permainan tradisional masyarakat bali yang umum dimainkan oleh anak-anak di bali. I. Penentuan Kemenangan Peserta yang dapat mengeluarkan peserta lain dari lingkaran maka dinyatakan sebagai pemenang. Peserta Dalam permainan betemplekan pesertanya minimal 2anak jika lebih dapat dibagi menjadi dua kelompok. Latar Belakang Betemplekan adalah permainan tradisional indonesia dari nusa tenggara barat.

anak-anak umur 5-12 tahun (TK . Kalau di yogyakarta dan sekitarnya permainan ini di kenal dengan nama Incak-incak Alis (Ancak Ancak Alis) yang beda Cuma lagu dan dialognya kalau tata cara permainanya sama yang jelas kalau di yogyakarta menggunakan bahasa jawa.com 23) PERMAINAN ULAR NAGA PANJANGNYA A. Tujuan Permainan Ular Naga Panjangnya ini bertujuan untuk melatih kemampuan gerak yang disertai dengan lagu agar memperoleh kesenangan dalam bermain dan memupuk sikap kerja sama serta rasa bersosialisasi. Sasaran Anak-anak maupun orang dewasa E. Sumber : balaibanjar.29 D. B. remaja putra – putrid E. Meong akan berusaha masuk kedalam lingkaran dan berusaha menangkap bikul. Peraturan Permainan Pelaksanaan Permainan  Lapangan dan Peralatan . C. Lebih menarik apabila dimainkan di bawah cahaya rembulan. Tempat bermainnya di tanah lapang atau halaman rumah yang agak luas. Pemainnya biasanya sekitar 5-10 orang. Anak-anak yang membentuk lingkaran juga akan berusaha menghalangi meong masuk kedalam lingkaran. Penentuan kemenangan Dalam permainan ini tidak apa penentuan menang kalah. Manfaat Dengan adanya kesenangan ini dapat mengurangi ketegangan . G. H. Peserta Dalam permainan ini biasanya diikuti oleh lebih dari 8 orang atau lebih.SD). Pelaksanaan Permainan Peraturan dalam permainan ini adalah satu orang memerankan bikul (tikus) satu orang memerankan sebagai meong (kucing) dan yang lainnya bertugas melindungi bikul dari meong dengan cara membentuk lingkaran kemudian sibikul berada di dalam lingkaran sedangkan meong berada di luar lingkaran. bisa juga lebih. Peralatan Dalam permainan ini tidak menggunakan peralatan hanya menggunakan halaman atau tempat yang kosong F.hanya untuk mencari kesenangan semata I. Sasaran Anak – anak. Latar Belakang Ular Naga adalah satu permainan berkelompok yang biasa dimainkan anak-anak Jakarta di luar rumah di waktu sore dan malam hari. D.

dengan berdiri berhadapan dan saling berpegangan tangan di atas kepala. Perbantahan lagi.akan berdialog dan berbantah-bantahan dengan kedua "gerbang" perihal anak yang ditangkap. sebelum permainan dimulai mereka kompromi dulu mau pake pilihan apa. karena salah satu daya tarik permainan ini adalah dalam dialog yang mereka lakukan. Barisan akan bergerak melingkar kian kemari. A Strawberry. Setelah itu. Atau.30 Dalam bermain permainan Ular Naga Panjangnya ini tidak memerlukan lahan yang cukup luas. atau paling besar. Demikian berlangsung terus. misal buah . Dalam bermain tidak memerlukan peralatan. Seorang anak yang lebih besar. hingga "induk" akan kehabisan anak dan permainan selesai. permainnya rata – rata berjumlah 5 sampai dengan 10 orang dalam tiap kelompoknya. Kalo pilih strawbery brarti dia ikut A. sehingga anak-anak ini saling tertawa. seorang anak yang berjalan paling belakang akan 'ditangkap' oleh "gerbang". sebagai Ular Naga yang berjalan-jalan dan terutama mengitari "gerbang" yang berdiri di tengah-tengah halaman. Seringkali perbantahan ini berlangsung seru dan lucu. Ular Naga kembali bergerak dan menerobos gerbang. "Induk" dan "gerbang" biasanya dipilih dari anak-anak yang tangkas berbicara. yakni anak yang berada di belakang berbaris sambil memegang ujung baju atau pinggang anak yang di mukanya. dan berdasarkan pilihannya. ditempatkan di belakang salah satu "gerbang". Ini bisa menggunakan lapangan terbuka. si anak yang tertangkap disuruh memilih di antara dua pilihan. kalau apel ya ikut B. . Ular Naga akan berjalan melewati "gerbang". ketika lagu habis. si B Apel.  Pemain Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki – laki maupun anak permempuan.buahan. anak-anak bubar dipanggil pulang orang tuanya karena sudah larut malam. si "induk" --dengan semua anggota barisan berderet di belakangnya-.  Jalannya Permainan Anak-anak berbaris bergandeng pegang 'buntut'. Dengan terdengarnya nyanyi. lapangan rata. sambil menyanyikan lagu. Hanya memerlukan lapangan dengan ukuran 10 x 10 m. dan juga bisa dilakukan di dalam ruangan. Pada saat-saat tertentu sesuai dengan lagu. Sebelumya yang jaga atau yang menjadi gerbang misal si A dan si B. bermain sebagai "induk" dan berada paling depan dalam barisan. dan lalu ada lagi seorang anak yang ditangkap. tanpa sepengetahuan teman teman yang lain kalau nanti orang yg terbelakang/ tertangkap ditanya 'pilih apel ato strawberry?'. Sampai pada akhirnya. Kemudian dua anak lagi yang cukup besar bermain sebagai "gerbang". Permainan akan dimulai kembali. Pada saat terakhir.

Dan bias dimainkan oleh laki-laki maupun perempuan. Nama permainan tradisional makah-makah merujuk pada ―makkah‖ aatau ―mekah‖ yang dapat diartikan menjadi kiblat. .  Masing-masing regu bertanding untuk dapat sampai terlebih dulu ke titik sasaran atau Makkah.MAKAH A. barisan mengucap "kosong kosong .yaitu sebiji batu atau benda lain yang berukuran kecil yang mudah disembunyikan dalam genggaman tangan. dan mulai lagi menjalar dan menyanyikan lagu di atas. 24) PERMAINAN MAKAH .31  Lagu ini dinyanyikan oleh semua pemain. itu yang dicari Kini dianya yang terbelakang  Kemudian. Pelaksanaan Permainan  Kedua regu saling berhadap-hadapan pada suatu garis lurus secara berurutan atau sejajar. sambil menerobos "gerbang". yakni pada saat barisan bergerak melingkar atau menjalar. D.  Kedua regu menghadap ke titik sasaran atau Makkah. C. Letak Makkah berada di tengah-tengah atau di antara kedua regu. Latar Belakang Permainan ini berasal dari Nangroe Aceh Darusalam mengemban pesanpesan moral dan nilai-nilai budaya.  Pada kali yang terakhir menerobos "gerbang".peserta nya paling sedikit 4 orang. Jarak antara regu yang satu dengan regu yang lain adalah sekitar 2 (dua) meter. F. Yang sangat bermanfaat. Demikian berlaku dua atau tiga kali. termasuk si "gerbang". tapi dalam permainan ini inti permainan ini adalah kedua regu berlomba-lomba dapat mencapai titik sasaran atau yang disebut makkah. hingga akhir barisan dan anak yang terakhir di buntut ular ditangkap ("gerbang" menutup dan melingkari anak terakhir dengan tangan-tangan mereka yang masih berkait). Sumber Keterangan mengenai permainan Ular Naga Panjangnya ini diperoleh melalui informasi di internet dan juga melalui cerita dari kakek nenek dan orang tua. barisan mengucap "isi isi .kosong" berkali-kali hingga seluruh barisan lewat. permainan ini biasanya dilakukan anak 9-13 tahun atau lebih. B.isi" berkali-kali. Alat yang Digunakan Alat yang digunakan sangat mudah. Peserta Permainan ini dilakukan oleh dua regu. Ular naga panjangnya bukan kepalang Menjalar-jalar selalu kian kemari Umpan yang lezat.

Cara masing-masing ketua regu menebak di mana keberadaan batu milik regu lawan adalah dengan menunjuk salah satu anggota regu lawan yang dianggapnya memegang batu tersebut. Begitu pula sebaliknya  Saling menebak itu dilakukan secara bergantian. Penentuan Kemenangan Regu yang pertama kali sampai ke titik sasaran ditetapkan sebagai pemenang permainan ini. Permainan Makah-Makah bisa dilakukan di tanah lapang atau di pekarangan rumah dengan lahan yang agak luas karena melibatkan cukup banyak peserta. regu pertama akan semakin mendekati titik sasaran atau Makkah. . Regu yang pertama kali sampai ke titik sasaran ditetapkan sebagai pemenang permainan ini E.  Supaya pemberian batu tidak diketahui oleh regu lawan.  Setiap anggota kedua regu. Hal yang sama juga dilakukan oleh ketua regu kedua. Hal ini dilakukan secara bergantian dan berlaku juga untuk regu kedua.  Apabila regu kedua tidak betul atau salah dalam menerka di mana keberadaan batu yang dimiliki oleh regu pertama. bersikap seolah-olah sedang menggenggam batu dengan menyembunyikan kedua tangan ke belakang punggung. Dengan demikian. Pemberian batu oleh ketua regu pertama dilakukan dengan rahasia atau tidak boleh sampai diketahui oleh regu kedua.  Tebakan yang dilakukan oleh kedua regu secara bergantian ini dilakukan dengan terus-menerus hingga salah satu regu dapat mencapai titik sasaran atau Makkah.32  Tugas ketua regu pertama adalah mengawasi atau menempatkan batu yang diberikan kepada salah satu anggota regunya. F. maka tugas ketua regu kedua adalah menebak di mana batu yang dimiliki oleh regu pertama. maka masingmasing ketua regu harus mempunyai strategi.  Setelah batu yang asli disembunyikan oleh salah satu anggota regu sementara anggota regu yang lain seolah-olah juga memegang batu dengan berpura-pura menyembunyikan kedua tangan ke belakang punggung. yaitu dengan seolah-olah memberikan batu kepada semua anggota regu yang dipimpinnya meskipun sebenarnya yang benar-benar diberi batu oleh ketua regu hanya satu orang. maka regu pertama diperbolehkan untuk maju selangkah ke depan. baik yang benar-benar diberi batu oleh ketua regu atau yang pura-pura diberi batu untuk mengecoh regu lawan. Waktu dan Tempat Permainan Makah-Makah biasanya dilakukan oleh anak-anak di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan sekitarnya pada waktu sore hari atau pada saatsaat senggang.

berolahraga yang sekaligus berfungsi sebagai sarana latihan untuk hidup bermasyarakat. B. G. Sumber Permainan tradisional merupakan simbolisasi dari pengetahuan yang turun-temurun dan mempunyai fungsi atau pesan di baliknya. Peralatan Tidak diperlukan peralatan khusus.GARU A. D. H. Latar Belakang Garu-garuan adalah permainan tradisional Indonesia yang berasal dari Lampung.com 25) PERMAINAN GARU . C. F. dan melatih kesopanan dan ketangkasan. peserta harus melakukan pergantian posisi dengan pasangan masing-masing. Peserta Dalam permainan ini peserta yang dibutuhkan minimal 2 orang dan selebihnya tidak terbatas baik laki-laki maupun anak perempuan.33 G.Hanya menggunakan tangan dan kaki kita saja. E. Persiapan Permainan ini dilakukan oleh sekelompok anak asalkan mempunyai pasangan dan jumlahnya tak terbatas. Sasaran Anak anak dan remaja.Namun umumnya dilakukan oleh anak laki-laki. memperoleh keterampilan.  Setelah sampai diujung yang ditentukan. garu itu sendiri adalah proses membajak sawah menggunakan hewan. berkreasi.  Tidak boleh menabrak pasangan lain. .  Pada hitungan ketiga setiap pasangan harus mulai berjalan. www.selain itu dibutuhkan tanah yang lapang dan permukaannya rata dan aman.Maka dalam permainan ini tidak ada kedua hewan tersebut dan diganti dengan manusia.  Masing masing pasangan tidak boleh mengotori jalur pasangan lain dengan kerikil atau benda berbahaya lainnya. bisa menggunakan sapi maupun kerbau. Tujuan Permainan ini bertujuan untuk mengisi waktu luang anak-anak dan meningkatkan kekuatan otot tangan.melayuonline. Tanggapan Masyarakat Permainan tradisional merupakan hasil budaya yang besar nilainya bagi anak-anak dalam rangka berfantasi. Peraturan Permainan  Setiap pasangan berdiri pada tempat yang sudah ditentukan dan salah satu dari setiap pasangan berdiri menggunakan tangan dan kakinya dipegang oleh pasangannya.

B. Latar Belakang Krubungan adalah permainan yang sering dilakukan oleh anak-anak setiap sore jam 5 (lima) untunk menunggu mulainya shalat maghrib (berjama‘ah) dan mengaji. Pelaksanaan Permainan Setiap pasangan menentukan siapa yang terlebih dahulu menjadi kerbaunya dan harus berjalan dengan tangan dan kaki yang menjadi kerbau tadi dipegangi pasangannya. panca indra peraba meningkat. C.  Peralatan Alat untuk merubungi atau untuk menutupi bisa menggunakan: Terpal. E.34  Peserta yang terlebih dahulu kembali ke garis awal adalah pemenang. Peraturan Permainan  Lapangan dan Peralatan  Lapangan Tempat bermain bisa di alam terbuka maupun tertutup akan tetapi lebih baik dilantai yang bersih. jumlah orang atau pemain menyesuaikan besarnya pengrubung . sikap kebersamaan dan kekeluargaan. Layar. Jarit.setelah sampai diujung maka setiap pasangan mengganti posisi dan kembali berjalan ketempat semula. Sumber Opu Lis\orang lampung{Waykana} 26) PERMAINAN KRUBUNGAN A. H. Tanggapan masyarakat Pada umumnya masyarakat merasa tidak keberatan anaknya melakukan parmainan ini namun ada beberapa orangtua yang tidak menyukai anaknya bermain ini dengan berbagai alasan yang mereka punyai. Tujuan Bermain. J.  Pemain  Krubungan bisa dimainkan oleh putra maupun putri. Seprai. biasanya setelah terdengar suara adzan maghrib permainan dihentikan terus dilanjutkan shalat berjama‘ah dan mengaji. D. I. Siapa yang paling cepat sampai ditempat semula maka pasangan itulah pemenangnya. menurunkan emosional dan bersosialisasi.Setelah hitungan ketiga maka setiap pasangan tadi mesti berjalan bahkan boleh berlari asalkan tangannya kuat. Manfaat Gembira. melatih kejujuran. Sasaran Anak-anak dan remaja. Slimut. mengisi waktu luang. melatih daya pikir otak.

dan orang yang dapat ditebak oleh penunggu keluar dari tempat pengkrubung.  Jalannya Permainan  Sebelum permainan dimulai. F.  Seandainya sipenunggu cuma bisa menebak satu pemain lalu menyerah berarti pemain yang ketebak tadi berganti menjadi penunggu dan apabila yang tertebak lebih dari 1 (satu) orang misal 4 (empat) orang maka empat orang tersebut melanjutkan nyayian ―sing siripit‖.  Selanjutnya pemain yang tidak menjadi penunggu masuk dalam pengkrubung (penutup). Nyanyianya yaitu: sing siripit tulang bawang sapa sing kejepit tunggu lubang  Sebelum mulai permainan penunggu lobang terlebih dahulu mengenali bentuk fisik atau apa saja dari pemain yang dikerubungi (dititupi) agar penunggu dapat menebak orang yang diraba. jadi laki-laki main sendiri dan perempuan sendiri.35 (penutup). diadakan nyanyian ―sing siripit‖ untuk menentukan siapa yang akan menjadi penunggu lobang.  Apabila sipenunggu berhasil meraba salah satu pemain dan dapat menebak siapa nama orang itu maka penunggu berhasil. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyakat mengenai permainan krubungan ini masyarakat menilainya sangat baik dan bermanfaat buat anak-anak. sipenunggu boleh menebak semua pemain sampai ketebak semua.  Masing-masing kelompok laki-laki dan prerempuan dipisah.  Begitulah seterusnya permainan dilakukan sampai saatnya terdengar bunyi adzan. dikarenakan anak-anak bisa berkumpul bareng. untuk menghindari hal-hal negatif. bersosialisasi. melatih panca .  Setelah selesai mengenali bentuk fisik lalu sipenunggu mengejamkan matanya sebentar sampai pemain dikerubungi (ditutupi) selesai. dengan mengelompokan jenis klamin laki-laki dan perempuan. bermain dengan gembira.  Setelah semua pemain sudah masuk kedalam krubungan (penutup) sipenuggu membuka matanya dan mendekati krubungan lalu meraba pemain yg ada di dalam krubungan (penutup) dan mencoba menebak namanya.

36

indra, melatih daya pikir otak, melatih kejujuran, mempererat silaturahmi, dan menjalankan shalat jama‘ah bersama dan mengaji. G. Sumber Sumber informasi penulis dalam menuliskan permainan tradisional krubungan yaitu dengan cara tanya jawab terhadap masyarakat Desa Pesuningan, Prembun, Kebumen. Sumber Informasi antaralain: Salamah Beliau adalah nenek saya, beliau telah memberi informasi tentang permainan krubungan. Juwariyah Beliau adalah ibu saya, beliau telah memperjelas informasi tentang permainan krubungan yang selama ini saya mainkan.

27) PERMAINAN KRIKILAN
A. Latar Belakang Permainan ini sudah ada di daerah saya tingggsl. Biasanya dimainkan oleh anak-anak dan remaja. Bentuk permainan berupa permainan yang menggunakan kerikil-kerikil kecil, siapa yang bias mendapatkan paling banyak kerikil berarti dialah yang menjadi pemenangnya. Dengan cara dua jari telunjuk dan jarimanis membentuk huruf yang menyerupai huruf ―A‖ melewati kerikil tersebut dan jangan sampai jari tersebut menempel salah satu kerikil tersebut. Permainan ini dilakukan hanya untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan konsentrasi. Serta dapat meningkaatkan pergaulan antar teman dan melatih kejujuran. B. Pemain  Sasaran : anak-anak SD dan remaja  Sek : Laki-laki dan perempuan  Jumlah pemain : 2 orang C. Alat, tempat dan Waktu  Alat : kerikil  Tempat : halaman rumah, teras rumah  Waktu : dimainkan kapan saja saat anak-anak pada waktunya bermain. D. Pelaksanaan Permainan  Sebelum pertandingan dimulai, biasanya melakukan undian untuk siapa yang pertama untuk menjalankan permainan.  Dengan cara kerikil dipegang dengan kedua tangan membuka ke atas kerikil tersebut diangkat kira-kira 4 cm dari atas tanah atau lantai. Kemudian kerikil dijatuhkan.  Kerikil tersebut pastinya berserakan dengan jalan melewati kerikil satu persatu dengan ujung jari telunjuk dan jari manis menempel lantai, harus meleti kerikil tersebut dan jangan sampai menempel kerikil yang lain.  Jika salah satu jari menempel kerikil maka permaian berhenti dan pemain yang satunya lagi yang bermain. Dengan cara seperti di awal, begitu seteeerusnya sampai kerikil tersebut habis.

37

E. Penentuan Kemenangan Pemain dikatakan sebagai pemenan jika paling banyak mendapatkan kerikil F. Tanggapan masyarakat Permainan ini sekarang sudah jarang dimainkan oleh anak-anak jaman sekarang, bahkan sudah tak ada lagi yang memainkannya lagi. G. Sumber Pengalaman saat masih kecil, dari masyarakat setempat di daerah saya tinggal.

28)

PERMAINAN TRI LEGENDRI NOGOSARI

A. Latar Belakang Sejarah permainan ini dimainkan sederhana dan sering dilakukan oleh anak-anak di zaman dahulu, paling tidak sebelum tahun-tahun 1980-an, ketika televisi belum mewabah. Ketika itu andalan permainan anak-anak adalah dolanan berkelompok dengan memanfaatkan benda-benda di sekitar lingkungan, seperti batang kayu, daun, batu, kerikil, kreweng, biji buah, dan sebagainya. B. Peserta Permainan ini biasanya dimainkan oleh sekelompok anak-anak, remaja dan dewasa. Pada umumnya mereka memainkan permainan ini semata-mata hanya untuk menciptakan unsur kegembiraan. Dolanan ini biasanya dimainkan oleh anak-anak kecil di halaman luas di sekitar rumah atau di sekitar lapangan. Anak-anak yang bermain biasanya berumur sekitar 7—14 tahun dan yang sering bermain adalah anak laki-laki, karena mengandalkan kekuatan fisik untuk berlari. Namun kadang juga dimainkan oleh anak perempuan atau campuran. C. Alat yang Digunakan Anak-anak yang hendak bermain dhoktri biasanya berkumpul dulu di suatu tempat (halaman, pekarangan, kebun, atau lapangan). Setelah berkumpul, mereka mencari pecahan genting atau gerabah (disebut kreweng atau wingka) Selain itu mereka juga harus mencari sebuah batu agak besar yang berfungsi sebagai kodhok (penentu pemain yang kalah). Setelah mendapatkan alat bermain, biasanya mereka membuat lingkaran (bisa juga berbentuk bujur sangkar) di tanah atau di lantai, dengan kapur, kreweng, atau kayu. Diusahakan jumlah kotak pada bujur sangkar atau lingkaran sesuai dengan pemain. Karena jumlah pemain 8 anak, maka bujur sangkar atau lingkaran dibuat 8 kotak (ruang). D. Pelaksanaan Permainan  Kita harus menyiapkan kreweng/ pecahan genting bulat sebanyak 4 dan batu 1 buah.  Tiap anak memegang kreweng satu-satu.  Kemudian menyanyikan lagu gotri nagasari dengan batu dan kreweng dipindah di depan temannya sesuai dengan lingkaran yang dibuat kea rah temannya sebelah kanan sambil menyanyikan lagu tri logendri nagasari sampai lagunya selesai.

38

 Jika lagunya sudah selesai dinyanyikan, anak yang didepan mendapat batu,anak itulah yang menjadi kataknya.  Anak yang menjadi katak harus menunggu kataknya, dan temantemannya yang lain bersembunyi. Setelah temannya yang bersembunyi ketemu, lalu memanggil nama temannya sambil memegang / menginjak batu tersebut.  Jika sudah ketemu semua kemudian bermain lagi, kalau belum ketemu semua yang jadi katak harus mau menunggu/ mencari sampai si anak tersebut ketemu atau menyerahkan diri.  Permainan ini kemudian diulang-ulang terus hingga si anak mulai bosan.  Lagu yang dinyanyikan dalam permainan ini: Tri logendri nagasari ri Tiwul iwal iwul jenang katul..tul Dolan awan-awan ndelok manten ..ten Titenano mbesok gedhe dadi opo..po Podho mbako enak mbako sedheng dheng Dhengkol ela-elo dadi kodok… E. Penentuan Kemenangan Dalam permainan ini anak yang dikatakan menang/ kalah, ditentukan oleh factor keberuntungan masing-masing anak. Seorang anak dikatakan kalah apabila tidak beruntung dalam artian si anak akan mendapatkan katak secara terus-menerus. Dan anak dikatakan menang apabila mereka lolos tanpa mendapatkan katak. F. Sumber Suwandi Sumber: Buku ―Permainan Tradisional Jawa‖, Sukirman Dharmamulya, dkk, Kepel Press, 2004 dan pengalaman pribadi

29) PERMAINAN MAIN SISIK
A. Latar Belakang Anak-anak perempuan di Sibolga, Tapanuli Tengah mengenal permainan ini dengan nama main sisik. Menyisik dalam dialek itu berarti menyatakan batu (sesuatu) secara perlahan-lahan. Memang dalam permainan ini kegiatan yang menjatuhkan batu secara perlahan-lahan dan tersembunyi merupakan inti permainan dan yang selanjutnya harus diterka pada siapa batu itu berada. Permainan Main Sisik berasal dari daerah Sumatera Utara. Namun para informan dan orang tua yang ditanyai soal asal usul permainan ini tidak dapat memastikan apakah permainan Sisik ini berasal dari daerah mereka atau datang dari luar. Yang dapat mereka kemukakan hanyalah, bahwa mereka sudah mengenalnya sejak lama, mungkin sampai tujuh puluh tahun atau lebih. Hal ini terbukti dari pengalaman mereka sendiri yang sudah melihat permainan ini sejak mereka lagi kecil, dan mereka sekarang sudah tua-tua.

Alat lainnya tidak diperlukan. Anak-anak yang berumur lebih biasanya tidak menyukai permainan ini karena mereka menganggap permainan ini terlalu ringan. Jumlah ini di bagi menjadi dua kelompok yang masing-masing 5 orang. maka permainan di lanjutkan. dan yang kalah akan menjadi penebak. penebak menjadi yang menyembunyikan batu.  Tahap Permainan Pada tahap ini kelompok penemak akan mengunjurkan (menjulurkan) kakinya masing-masing ke depan. Kalau terjadi kesalahan akan terjadi pergantian pemain. Tahap kedua dari permainan ini adalah berupa perbuatan melangkahi kaki-kaki yang dilunjurkan kedepan oleh kelompok lawan. sedang ketua kelompok berdiri dan melakukan sut. Pelaksanaan Permainan  Persiapan Sepuluh orang peserta dalam permainan ini di bagi menjadi dua kelompok yang masing-masing terdiri atas lima orang. Penebakan itu tidak begitu mudah dilakukan. kalau berhasil dilangkahi dengan baik. Kedua kelompok duduk berhadap-hadapan. Pelaku permainan berumur antara 6 sampai 10 tahun. Peserta Pelaksanan permainan Main Sisik memerlukan 10 orang peserta. maka terjadi pertukaran pemain. Dalam hal ini tisdak boleh terjadi kesalahan. Permainan biasanya hanya dimainkan oleh anak perempuan saja. karena cara menjatuhkan tadi dilakukan dengan penuh siasat dan kesamaran untuk mengelabuhi lawan. Tetapi kalau tebakan tadi salah permainan diteruskan ke tahap berikutnya. berupa tersinggungnya kaki tersebut pada saat dilangkahi atau di lompati. Tugas kelompok penebak adalah menerka siapa yang menyimpan batu itu. Anggota kelompok .  Aturan Permainan Kelompok yang menang menadahkan tangannya masing-masing kebelakang untuk menampung batu yang akan dijatuhkan pelan-pelan oleh ketua kelompok.39 B. karena bagi anak laki-laki permainan ini kurang aktif atau kurang gerak. dan satu orang dari m. dan kaki mereka dilunjurkan ke muka secara sejajar. C. Alat dan Fasilitas Peralatan yang dibutuhkan dalam permainan ini hanyalah sebuah batu kecil yang dijadikan alat tebakan. karena dianggap belum mampu melakukan permainin ini. dan iytu akan dilangkahi atau di lompati oleh lawan satu persatu. Mereka duduk dengan jarak tertentu. D.asing-masing kelompok bertindak sebagai ketua kelompok. dan kelompok yang menyembunyikan batu tadi menjadi penebak. agar mungkin lebih sulit dilangkahi. Kalau kelompok penebak berhasil menerka. Yang menang sut akan menjadi pihak yang membunyikan batu. Sebaliknya anak-anak dibawah 6 tahun belum diajak serta.

Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat terhadap permainan ini pada masa sekarang boleh dikatakan juga turut mundur. . Kelompok yang berhasil ini dinyatakan menang. Penentuan Kemenangan Ketentuan kalah menang adalah demikian :  Jika sebuah kelompok dengan seluruh anggotanya berhasil melalui tahap-tahap tadi dengan baik.  Tahap keempat tetap berupa lompatan dengan tingkat kesulitan yang lebih sulit. Jadi pada tahap pertama dapat menebak keberadaan batu. Bambang. para anggota masyarakat memberikan tanggapan yang positif terhadap permainan ini. menjaga adiknya. Sumber Suwondo. F. Permainan Anak-anak Daerah Sumatera Utara. Kebanyakan mereka menganggap permainan seperti ini tidak ada gunanya dan hanya membuang waktu saja. Tahap ketiga juga berupa lompatan. dll. Bahkan mereka juga turut bersorak bergembira melihat anak-anak yanmg sedang melakukan permainan. Kaki yang dilunjurkan masih bertindih dan diatas masih ditambahi dengan dua tangan dengan jari terentang.  Jika terjadi kegagalan dalam menyelesaikan tahap-tahap itu. karena kaki yang dilunjurkan itu sekarang diletakkan yang satu di atas yang lain. Permainan ini juga dilakukan pada siang dan sore hari setelah mereka melakukan aktivitas yang lain.40 E. Berbeda dengan masa lampau. seperti belajar. lompatan secara berganti-ganti juga dilakukan oleh seluruh anggota kelompok pelompat. yang melompati melakukan lompatan secara bergantian. 1984. Waktu dan Tempat Permainan ini biasanya dilakukan di teras rumah atau di bawah pohon yang rindang (tempat yang teduh). Seluruh anggota pelompat harus melompatinya secara bergantian. Di masa sekarang ini hal yang demikian sudah jarang dapat dilihat. Pada tahap kedua dapat melompat dan demikianlah seterusnya. Mereka cenderung untuk menyuruh anak-anak agar melakukan tugas-tugas yang bermanfaat di rumah. Mungkin para orang tua juga para anggota masyarakat sudah berubah pula pandangan mereka terhadap permainan ini. Hal ini terlihat dari kurang pedulinya mereka terhadap permainan ini. G. mungkin disebabkan oleh rasa simpatik mereka terhadap yang menang atau karena sebab lainnya. maka kelompok itu belum dapat dinyatakan menang. Jakarta. Wujud dari kepositifan itu adalah berupa dorongan dan kehadiran mereka dalam menyaksikan permainan kalau anak-anak sedang memainkannya. namun yang dilompati lebih sulit. Pada setiap terjadi kegagalan langsung diadakan pergantian kelompok yang bermain. H.

Alat permainan ini nantinya ada yang digunakan sebagai gacu dan ada yang dijadikan sebagai taruhan.41 30) PERMAINAN CIKO GURU A. buah gelici atau kelerang. pemain harus melempar gacunya dari tepi lubang ke arah . khususnya di kalangan orang Jailolo dan Sahu yang berada di Maluku Utara. Tempat Permainan Permainan ciko guru dapat dilakukan di mana saja. Maka dari itu. Dahulu permainan ini hanya dilakukan pada malam hari di halaman rumah orang yang baru meninggal. Latar Belakang Maluku adalah salah satu provinsi yang ada di Indonesia. Tahap pertama. Jarak antara tonggak dan bujur sangkar sekitar 12 meter. Permainan ciko guru kadang-kadang disebut juga dengan ―main batu membayar kenari‖ karena bagi yang kalah harus membayar sejumlah kenari atau langsat atau kelereng sesuai dengan kesepakatan antarpemain sebelum permainan dimulai. Sekitar 30 cm di depan tonggak akan dibuat garis sebagai batas sah atau tidaknya lemparan pemain. ataupun di lapangan. Ciko guru dapat diartikan ―menunjuk‖ karena dalam permainan ini orang baru boleh bermain setelah ditunjuk oleh lawan mainnya. Anak-anak tidak boleh bermain karena dikhawatirkan anak menimbulkan kegaduhan. C. Asal usul permainan ciko guru di kalangan orang Jailolo maupun Sahu sudah tidak dapat diketahui lagi. Namun. Peraturan Permainan Aturan dan proses permainan ciko guru dapat dibagi menjadi dua tahap. perempuan. hanya laki-laki dewasa sajalah yang boleh memainkannya. jika lebih dari itu maka pemain lain akan membentuk kelompok sendiri dengan membuat arena bermain yang boleh berdekatan dengan kelompok lain. D. Peralatan Permainan Peralatan dalam permainan ciko guru hanyalah batu kerikil. tua. Pemain Permainan ciko guru dapat dimainkan oleh maksimal 4 orang. Di dalam arena permainan ciko guru akan dibuat sebuah bujur sangkar dengan sisinya kira-kira 60 cm. Dahulu permainan ini hanya diperuntukan bagi kaum lelaki dewasa saja. di halaman rumah adat. dipasanglah sebuah tonggak bambu atau kayu sekitar 17 cm yang nantinya akan ditanam dengan kedalaman 2 cm (hanya menyisakan 15 cm di atas permukaan tanah). yaitu permainan melempar dan mencukil 10 buah batu atau buah gelici dalam jarak tertentu hingga seluruhnya masuk ke dalam lubang. B. E. Tepat di tengah-tengah bujur sangkar ada sebuah lubang dengan diameter sekitar 5 cm. di halaman rumah. muda maupun anak-anak. Di sana. Kemudian. Sementara kaum perempuan pada waktu itu biasanya akan membantu menyiapkan hidangan di rumah orang yang ditimpa musibah tersebut. Namun saat ini ciko guru dapat dimainkan oleh siapa saja baik lelaki. ada sebuah permainan tradisional yang bernama ciko guru.

(2) cara memasukkan batu pada tahap kedua ini adalah dengan menjentikkan batu menggunakan kuku ibu jari atau jari kelingking. maka lawan tersebut harus kembali melempar. maka pemain harus kembali melempar. Dan. (3) bila gacu yang dilempar mengenai gacu lawan. nilai sportivitas tercermin tidak hanya dari sikap para pemain yang tidak berbuat curang saat berlangsungnya permainan. F. Selanjutnya permainan akan dimulai dengan urutan seperti aturan-aturan yang telah dijelaskan di atas.42 tombak yang jaraknya sekitar 12 meter. dan untuk menjentik gacu agar masuk ke lubang dan memperoleh nilai. gacu mengenai kenari atau gelici hingga ada yang keluar dari lubang. (3) bila batu pertama berhasil masuk lubang. dengan aturan sebagai berikut: (1) pemain akan menunjukkan batu-batu yang dimilikinya pada lawan mainnya. 1981. Sumber Suradi Hp. maka pemain berhak mengambil semua kenari yang berada di dalam lubang dan permainan diulang seperti semula lagi. maka dianggap tidak sah. dengan syarat salah satu tangan harus menapak pada garis batas bujur sangkar. dan (4) pemain yang gacunya paling dekat dengan tonggak akan mendapat kesempatan pertama untuk melempar pada tahap berikutnya. dan (4) penentuan kalah menang dalam permainan ini adalah bagi siapa yang dapat memasukkan gacu paling banyak. barulah kemudian penentuan nomor urut pemain dengan jalan suten atau undi. proses permainannya. Nilai kerja keras tercermin dari semangat pemain yang berusaha agar lemparannya dapat sedekat mungkin dengan tonggak. maka pemain itu dapat menentukan sendiri batu mana lagi yang akan digunakannya. Ambon: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan . dkk. setelah membuat lubang dan memasang tonggak adalah menentukan jumlah taruhan untuk satu kali permainan. Pada tahap kedua lemparan tidak dilakukan di pinggir lubang. dan bagi pemain yang memperoleh buah kenari atau gelici yang terbanyak maka ia dinyatakan sebagai pemenangnya. melainkan di sisi luar garis bujur sangkar yang jaraknya sekitar 60 cm dari lubang. (pepeng) G. Setelah taruhan disepakati. Nilai Budaya Nilai yang terkandung dalam permainan yang disebut sebagai ciko guru ini adalah kerja keras dan sportivitas. tetapi juga mau menerima kekalahan dengan lapang dada. Aturan-aturan yang terdapat dalam tahap pertama ini adalah: (1) pemain harus melempar gacu melewati garis batas di depan tonggak agar dapat mengikuti tahap berikutnya. Namun apabila kedua batu tersebut masuk ke lubang secara bersamaan. (2) apabila pada waktu melempar itu gacunya tidak melewati garis batas di depan tonggak. Permainan Rakyat Maluku. (4) bila batu yang dijentikkan tersebut mengenai batu lain dan keduanya masuk lubang secara berurutan maka dinyatakan sah dan mendapatkan dua nilai. dan lawan tersebut akan menunjuk 1 buah batu yang nantinya akan digunakan sebagai batu pertama sewaktu dimasukkan ke dalam lubang. maka dialah pemenangnya. Sementara itu.

. permainan ini sangat seru dan menyenangkan karena siapa yang menang berhak mengambil dan memiliki karet lawan. Manfaat Permainan ini adalah dapat meningkatkan pergaulan antar teman . Sarana. gembira. kebun. Latar Belakang Kilanan adalah permainan anak yang gemar mengoleksi karet lingkar / karet gelang. Pemain  Sasaran : 1) anak-anak usia SD.  Pemain kedua menegaskan bahwa dirinya sudah yakin atau siap dengan mengucap kata ―Berani‖ jika memang sudah siap. Sementara yang kalah akan kehilangan satu dari karetnya bahkan bisa semuanya. kedua pemain melakukan undian menentukan siapa yang lebih dulu menjatuhkan karet.  Jika belum berani maka pemain kedua boleh memindah keretnya supaya lebih dekat lagi dengan karet pemain pertama. Tujuan Tujuan permainan ini untuk mengisi waktu luang dan melatih kecermatan yaitu pada saat menyentil karet untuk di dekatkan pada karet lawan. Pelaksanaan Permainan  Sebelum permainan dimuali. D. Pada zaman dahulu untuk mendapatkan karet tidak membeli secara langsung. semakin dekat maka semakin bagus. dan meningkatkan kecermatan dan ketrampilan. sore hari. B. F. Pada saat istirahat sekolah anak-anak jajan nasi bungkus yang tali ikatnya menggunakan karet. dll  Waktu : siang hari setelah anak-anak pulang sekolah. 2) remaja  Sek : laki-laki dan perempuan  Jumlah pemain : 2 orang E.  Pemain kedua melakukan lentingan dengan satu jari telunjukkaretnya yang berada di tanah hingga karet tersebut berada di jarak satu kilan ( jengkal ) .43 31) PERMAINAN KILANAN/ JENGKAL A.  Pemain pertama menjatuhkan satu karetnya di tanah. Karet tersebut tidak langsung dibuang tetapi dikumpulkan untuk bermain kilanan Dua pemain saling beradu kecermatan dalam menyentil karet supaya berdekatan hingga satu jengkal. Prasarana dan Waktu Permainan  Alat : karet lingkar ( karet gelang )  Tempat : halama rumah. kemudian  Pemain kedua menjatuhkan satu karetnya agak berjauhan dengan karet pemain pertama. C. dan pagi hari ketika hari libur sekolah.

baik lelaki maupun perempuan. telah ada dan dimainkan sejak tahun 1930-an. bahkan sudah tidak ada lagi anak-anak yang bermain permainan ini. khususnya Pulau Yamdena. Apabila pesertanya lebih dari 10 . ―Ancong-ancong‖ berasal dari bahasa Yamdena. G. Umur 64 tahun berprofesi sebagai petani rumah tinggalnya di Kulon Progo. Selaru. Permainan ancong-ancong menurut penduduk Yamdena. Indonesia. Pemenang berhak mengambil dan memiliki karet lawan yang berada di tanah tersebut. H. yang dalam bahasa Indonesia sangat sulit untuk diterjemahkan. usia 5 hingga 8 tahun. Beliau ini banyak tahu berbagai jenis permainan tradisional dari pengalaman masa kecil dan masa mudanya.ANCONG A. Tanggapan Masyarakat Dahulu permainan kilanan sangat digemari oleh anak-anak terutama anak SD. B. Sumber Permainan ini disusun berdasarkan sumber terkait. 32) PERMAINAN ANCONG .44  Jika jarak masih lebih dari satu kilan ( jengkal ) maka bergantian pemain pertama yang melintingkan karetnya supaya berada dalam jarak satu jengkal. Seira. Pada waktu malam hari. Penentuan Kemenangan Pemenang ditentukan berdasarka pemain yang dapat melentingkan karetnya hingga jarak satu jengkal atau kurang dari itu dari karet lawan. Latar Belakang Ancong-ancong adalah sebutan bagi orang Yamdena untuk sebuah permainan menebak salah satu tangan pemain yang berada di atas punggung pemain lainnya yang sedang dalam posisi merangkak. permainan kilanan sudah jarang dimainkan sampai sekarang. yaitu Bapak Ngatimun ayah kandung saya sendiri. Setiap rumah besar umumnya dihuni oleh 6 hingga 7 keluarga yang biasanya mempunyai banyak anak. I. Salah satu permainan yang mereka lakukan adalah ancongancong. Permainan ini minimal dimainkan oleh 5 anak dan maksimal 10 anak. Peserta Permainan ancong-ancong biasanya dimainkan oleh anak-anak.  Begitu seterusnya hingga siapa yang mencapai jarak satu jengkal atau kurang dari satu jengkal. Angwarmase dan Fordata. Permainan ini terdapat di sekitar Kepulauan Tanimbar.  Apabila pemain pertama tersebut belum berhasil maka bergantian pemain kedua lagi yang melakukan lentingan. Pada waktu itu. di daerah Yamdena masih banyak keluarga yang hidup dalam satu rumah besar. biasanya anak-anak dari beberapa keluarga tersebut akan berkumpul menghabiskan waktu luang mereka dengan bermain di dalam rumah. daerah Maluku Utara.

Apabila tebakan benar. maka pemain yang tangannya ditunjuk oleh diregen akan menggantikan posisi anak yang merangkak tersebut. sementara tangan kanannya akan digunakan untuk menunjuk telapak tangan pemain lainnya. tunjukan tangan diregen akan berhenti pada salah satu telapak tangan pemain. Pada saat itulah pemain yang posisinya merangkak tersebut akan menebak tangan siapa dari pemain yang ditunjuk oleh diregen. D.  Permainan ini minimal dimainkan oleh 5 anak dan maksimal 10 anak. anak. Penentuan Kemenangan Jika si perangkak berhasil menebak tangan pemain yang ditunjuk dirigen.45 C. Apabila pesertanya lebih dari 10 anak. Satu orang akan dipilih menjadi perangkak dan seorang lagi menjadi pemimpin permainan (diregen). Tanggapan Masyarakat Belum tahu karena di daerah saya belum ada yang memainkannya. G. Bisa dimainkan oleh anak laki-laki maupun perempuan tidak dibatasi jenis kelamin. Sumber http://uun-halimah. Setelah itu. Permainan ini diawali dengan pemilihan dua orang yang dilakukan secara musyawarah/mufakat. F. Asal Permainan Permainan ini berasal dari Maluku Pelaksanaan Permainan Permainan ancong-ancong sangatlah sederhana. Permainan ini sebenarnya tidak mengenal umur tetapi biasanya dimainkan oleh anak kecil berumur 5-8 tahun. Khusus untuk diregen hanya meletakkan telapak tangan kirinya saja. Tunjukan jari tangan diregen akan berpindah-pindah dari tangan satu pemain ke pemain berikutnya. Berikut ini adalah syair yang dilantunkannya. E. yaitu seseorang yang dipilih untuk merangkak harus menebak tangan siapa yang berada di punggungnya. permainan tidak akan berjalan lancar. sebab umumnya permainan ini dilakukan di dalam rumah. sebab umumnya permainan ini dilakukan di dalam rumah. permainan tidak akan berjalan lancar. Penunjukan itu dilakukan ketika lagu dinyanyikan.  Biasanya dilakukan saat anak-anak sedang berkumpul bersama.html . orang yang tertebak menggantikan perangkak.blogspot.com/2008/08/permainan-ancong-ancongmaluku. namun jika tidak berhasil maka si pemain akan tetap dalam posisi merangkak dan permainan dimulai kembali. Ancong-ancong mpeang angkomai roi-roi Angku tambah labu seela baelaba Cabu ruku rukuku cabu ruku rukuku ise Pada akhir lagu. perangkak akan mengambil posisi merangkak dan pemimpin permainan akan memberi aba-aba pada pemain lain untuk meletakkan kedua telapak tangan mereka pada punggung pemain yang merangkak.

sewaktu membuat rangkaian tali untuk membentuk tali karet. Pelaksanaan Permainan Sebelum permainan diadakan. Kemudian. karena permainan lompat tali putar ini bisa di temukan hampir di seluruh indonesia meskipun dengan nama yang berbeda-beda. pengikat rambut dan barang-barang lainnya yang tidak membutuhkan pengikat yang kuat. Dan permainan ini tidak membutuhkan keahlian khusus. karena karet akan mudah putus jika dipakai untuk mengikat terlalu kuat pada suatu benda. Yang umurnya sekitar 7-15 tahun. Sasaran Tetapi biasanya permainan ini dilakukan oleh anak-anak sekolah dasar. Pada saat diturunkan. atau anak-anak sekolah dasar kelas 1 sampai 6. Alat yang Digunakan Gelang karet sebanyak-banyaknya. Karet tersebut tidak dijual perbuah. karena takut auratnya akan terlihat sewaktu melompati tali karet. Gambreng dilakukan dengan menumpuk telapak tangan masing-masing peserta yang berdiri dan membentuk sebuah lingkaran. Anak perempuan yang telah berumur lebih dari 15 tahun biasanya akan segan untuk ikut bermain. secara serentak tangan-tangan tersebut akan diangkat dan diturunkan. Kalau pun ada yang ikut bermain. . melainkan dalam bentuk satuan berat (gram. Latar Belakang Permainan ini sudah tidak asing lagi tentunya. Oleh karena itu. ons. Permainan lompat tali putar ini biasanya identik dengan kaum perempuan. yaitu pemegang karet dan pelompat karet. biasanya hanya sebagai penggembira saja dan hanya melompat saat ketinggian tali masih sebatas lutut atau pinggang. Tetapi prmainan ini tidak boleh dimainkan untuk anak umur dibawah 5 tahun. C. Fungsi karet pada umumnya adalah sebagai pengikat plastik-plastik pembungkus makanan. Tetapi juga tidak sedikit anak laki-laki yang ikut bermain. Sedangkan kaum laki-laki hanya kadang kala saja ikut serta dalam permainan. Cara merangkainya adalah dengan menyambungkan dua buah karet pada dua buah karet lainnya hingga memanjang dengan ukuran sekitar 3-4 meter. Pemain lompat tali putar ini berjumlah 3-10 orang. D.46 33) PERMAINAN LOMPAT TALI A. Karet-karet tersebut berbentuk bulat seperti gelang yang banyak terdapat di pasar-pasar tradisional. karena banyak resiko yang ditimbulkan dari permainan ini. Pemain dibagi dalam dua kelompok. diperlukan dua buah karet yang disambungkan dengan dua buah karet lain agar tidak mudah putus oleh anggota tubuh pemain yang sedang melompat. kemudian gelang karet tersebut dirangkai hingga menjadi tali yang memanjang. dan kilo). Yaitu seperti jatuh dan lainlain. B. terlebih dahulu akan dipilih dua orang pemain yang akan menjadi pemegang tali dengan jalan gambreng dan suit.

Tetapi yang saya tau permainan tersebut sudah ada sejak ibu saya masih ada disekolah dasar. sebab semut dapat dengan mudah memasuki telinga gajah. sebab semut akan kalah dengan manusia yang mempunyai banyak akal. maka yang memperlihatkan punggung tangannya dinyatakan menang dan gambreng akan diulangi lagi hingga nantinya yang tersisa hanya tinggal dua orang peserta yang akan menjadi pemegang tali. Permainan ini adalah milik semua lapisan masyarakat. jari telunjuk sebagai manusia dan jari kelingking sebagai semut. untuk menentukan siapa yang terlebih dahulu akan menggantikan pemain yang gagal ketika melompat. Jenis permainan ini tidak memerlukan kekuatan phisik karena hanya diperlukan ketrampilan untuk membanting alat permainannya. Siapa yang terkena tali sewaktu melompat maka anak tersebut menggantikan jaga. sehingga gajah akan kalah. karena gajah akan menang jika bertarung dengan seorang manusia. Apabila yang terbanyak adalah posisi telapak terbuka. jari telunjuk dan jari kelingking. Latar Belakang ―Cepli‖ artinya membanting. Ibu jari dilambangkan sebagai gajah. baik itu dari kalangan bangsawan. maka jari kelingking akan kalah. sebutan ini digunakan untuk memberi sebuah nama permainan yang cara bermainnya adalah dengan jalan membanting alat permainannya. Kemudian yang jaga tersebut memutar-mutar tali karet dan pemain berusaha melompati tali karet tetapi anggota badan pemain tidak boleh terkena tali. Kedua orang tersebut nantinya akan melakukan suit. maka ibu jari akan menang. khususnya ibu jari. . Apabila ibu jari beradu dengan jari telunjuk. B. maka ibu jari akan kalah. Tetapi sekarang sudah jarang kita jumpai lagi. Sumber Sumber permainan tersebut tidak pasti asal-usulnya dari mana. 34) PERMAINAN CEPLI A. Namun apabila ibu jari beradu dengan jari kelingking.47 posisi tangan akan berbeda-beda (ada yang membuka telapak tangannya dan ada pula yang menutupnya). Dan begitu seterusnya sampai pemain merasakan jadi tukang jaga. pegawai tinggi atau rakyat biasa asal mau bermain tidak ada yang melarang. Suit adalah adu ketangkasan menggunakan jarijemari tangan. Sedangkan apabila jari kelingking beradu dengan jari telunjuk. E. dahulu di kalimantan timur berkembang di daerah-daerah Bulungan. Berau dan Kutai. tujuan dari permainan ini sekedar hiburan dan pengisi waktu senggang saja. Permainan ini sebelum terdesak oleh alat permainan yang modern. Waktu Permainan Permainan ini dilakukan pada siang hari. Sedangkan dari mana asal-usul permainan ini sudah sulit untuk ditentukan.

Alatnya ini disebut ―kebot‖ sebelum bermain diadakan undian dengan suitan atau hum-pim-pa. Salah satu permukaannya diasah sampai tipis. D. E. sehingga gambar pada bagian itu hilang. Sehingga si pemain dapat memutar balikkan mata uang itu. Demikian seterusnya permainan dilakukan berdasarkan urutan pemenang dalam undian. Peserta Permainan ini bersifat individu dan kelompok. Kedua mata uangnya (kebat) dipegang dengan jalan menelungkupkan kedua muka uang yang diasah tadi atau boleh juga sebaliknya. Alat yang Digunakan Alat yang diperlukan adalah mata uang logam kuningan yang bernilai satu sen (Belanda). siapa yang menang adalah yang berhak bermain terlebih dahulu dan membanting kebot. Apabila tidak dipergunakan benda taruhan (misalkan bungkus rokok) maka untuk menentukan siapa pemenangnya bisa ditentukan sampai seratus. asal penangkupan itu agak merenggang. Jadi hanya ada salah satu gambar saja yang masih ada. Mereka mersa bangga apabila ia bermain dengan baik dan menang. Demikian hingga mereka lelah bermain.48 C. misalnya kesepakatan tentang alat permainannya bagian mana yang menjadi milik lawan. dengan permainan ini terjadilah hubungan yang harmonis dan mendidik kejujuran. Jadi siapa yang mencapai jumlah seratus lebih dulu itulah yang menang. Misalnya dalam kesepakatan tadi bagian yang halus (diasah adalah miliknya) sedangkan yang kasar (tidak diasah) adalah milik lawan.  Tahap-tahap Permainan Setelah diadakan undian maka permainan pertama adalah pemenang pertama dalam undian. Biasanya permainan ini dimainkan oleh anak-anak pria saja yang berumur kira-kira 6-17 tahun. yakni bagian yang tidak diasah. oleh sebab itu disini diperlukan ketrampilan khusus bagi seorang pemain untuk mempermainkan alat permainannya.  Aturan Permainan Sebelum bermain aturan-aturan permainannya haruslah disepakati bersama. Jumlah pemainnya tidak terbatas paling sedikit dimainkan oleh dua orang. dansudah dipersiapkan terkebih dahulu. Benda yang dipakai untuk taruhan dan jumlah taruhannya pun harus ditetapkan pula. dan bila dimainkan lebih dari dua orang cara bemainnya bergantian menurut perjanjian dalam ketentuan permainannya. Alat kebat ani . Pelaksanaan Permainan  Persiapannya Bagi seorang calon pemain harus mempunyai dua buah uang logam kuningan yang bernilai satu sen ( uang Belanda ). Maksud dan tujuan menipiskan mata uang logam ini adalah agar mudah terbalik apabila dibanting.

telunjuk dan ibu jari. cara bermainnya seperti di atas. Di sana terlihat belasan murid dan beberapa guru memainkan permainan tradisional Jawa Barat. Latar Belakang ―Domikado‖ nama ini diambil dari judul lagu dalam permainan ini. Bagi kelompok yang menang bermain terlebih dahulu.49 dipegang dengan tiga jari. biasanya disebut ―ukir‖ apabila terlentang kedua-duanya pada bagian yang bergambar itu berarti hidup dengan nama ―belong‖. Di sana juga dipamerkan berbagai gambar .bila kedua mata uang tadi sudah berhenti bergerak kemudian letaknya dilihat oleh seluruh pemain kalau letak kedua mata uang itu bertelentang pada bagian yang diasah itu berarti hidup. Untuk kesempatan ini diberikan kepada salah satu anggota kelompoknya untuk bermain. tentunya disini yang bermain adalah yang belum mendapat giliran bermain. Sumber Buku Permainan Rakyat Daerah Kalimantan Timur ( Pengarang : Indonesia Dep. hanya saja karena permainan ini sifatnya kelompok melawan kelompok. yaitu yang satu pada bagian yang diasah dan yang satu pada bagian yang tidak diasah ini baerarti mati. ―Ada yang menarik ketika berkunjung ke Sekolah Internasional Termasuk belum lama ini. Jadi pemain yang pertama tadi yang sudah bermain apabila jatuh pada posisi mati maka ia harus diganti oleh pemenang undian berikutnya. maka jalannya permainan sedikit agak berbeda. apabila pada kesempatan pertama ini permainannya mati maka kesempatan kedua diberikan kepada lawan kelompoknya. Ibu jari dan jari tengah sebagai pemegang dan jari telunjuk berfungsi sebagai penahan (penyangga) agar pada waktu mengayun tangan letaknya tidak berubah. Bila yang terlentang berbeda pada permukaannya. P dan K. Dua kelompok mengadakan undian terlebih dahulu. Masingmasing kelompok mengumpulkan jumlah nilai yang didapatkan dari para anggotanya. Permainan ini dapat dilakukan berkelompok. misalnya terdiri dari dua kelompok. yaitu jari tengah. Jakarta 1982. Setelah dipegang baik-baik lalu tangan diayun kemudian dibanting keras-keras ke lantai. pada kesempatan ini juga diberikan kepada anggota kelompoknya sampai permainannya mati. Dimana lagu dalam permainan ini lagu iringan adalah lagu sebagai undian. yaitu salah satu anggota tersebut tampil untuk mewakili kelompoknya mengadakan undian. Demikian seterusnya sampai pemain itu mendapatkan nilai yang sudah disepakati itulah pemenangnya. Sesampai di lantai mata uang akan melenting terbalik. 35) PERMAINAN DOMIKADO A. F. Kalau pemain tadi berhasil menjatuhkan kebat dalam ppsisi hidup boleh bermain terus sampai berulang-ulang sampai mati.

Pelaksanaan Permainan  Para peserta membentuk sebuah lingkara. Asal Permainan Jawa Barat. termasuk mulai mengenalkan permainan tradisional dari negara-negara lain. 36) PERMAINAN GEMPALEONGAN A. Para guru dan murid tampak memainkan permainan domikado. Bila tepukan tidak mengenai maka anak yang menepuk keluar barisan. Sumber Buku Permainan Tradisional Perpustakaan Universitas Negeri Yogyakarta. Latar Belakang Permainan dengan nama gempaleongan ini merupakan permainan yang dimainkan menggunakan kaleng bekas atau boleh juga menggunakan pecahan keramik atau genteng . Jenis Kelamin : pa/pi.Semua jenis permainan tradisional itu nyaris tak dikenal lagi oleh masyarakat. Alat yang Digunakan Permainan ini tidak menggunakan peralatan khusus. anak yang akan kejatuhan tepukar berusaha untuk menghindar (pada kata ―four‖).  Begitu seterusnya hingga hanya tinggal 1 anak dan ialah pemenangnya dan ia berhak menghukum teman yang lainnya. Usia : bebas. Komunitas Hong terus aktif mengenalkan kembali semua permainan masyarakat Sunda. Latar Belakang Jumlah : Tidak terbatas. sore. SK do SK do Pia-pio One two three four C. B.Dilihat dari namanya gempa itu getaran yang akan bisa mengakibatkan benda di sekitar roboh. yakni sebuah permainan tradisional Sunda di mana orang yang berpegangan tangan dan menjebak anggota barisannya. dengan kedua tangan dibuka dan bertumpukan dengan tangan teman disampingnya. Tak heran jika kita jarang melihat anak-anak di perkotaan memainkan permainanpermainan itu. misalnya dengan menyuruh bernyanyi. dan leongan itu kaleng bekas . siang. mi ka do SK SK do. minta gendong. dll  Keadaan Sekarang Permainan ini masih dilakukan terutama oleh anak-anak namun jarang.50 permainan dari dalam dan luar negeri. D. pagi.: Iringan Lagu : Do mi ka do Do mi ka do. Waktu Pelaksanaan Permainan ini bisa dilakukan kapan saja. Melihat itu.Jadi nanti kaleng yang sudah ditumpuk rapi akan roboh porak-porandak akibat terkena . Namun bila terkena tepukan tangan yang keluar dari barisan.  Kemudian menyanyikan lagu secara bersama-sama sambil menepukkan tangan ke tangan teman disampingnya  Dan bila telah sampai pada bait terakhir.

tetepi dapat dijumpai diberbagai daerah mana saja dengan nama yang berbeda. E.  Kaleng tersebut di tumpuk rapi. Asal usul permainan gempaleongan ini tidak jelas dari mana asalnya.51 B. bermain.  Apabila kaleng roboh maka pemain yang tadi gaconya berada di bawah pemain yang mengenai kaleng makai itulah yang masang . Tujuan Berolahraga. kayu dsb) sendiri-sendiri. kemampuan motorik meningkat. Apabila semua para peserta yg bersembunyi belum dimatikan maka permainan belum berakhir. mengembangkan aspek motorik.sampai roboh. remaja. kualitas kebugaran meningkat. Sasaran Anak-anak.  Dari belakang kaleng yang sudah tertata bertumpukan. Apabila pemain yang bersembunyi berhasil merobohkan kaleng dan mendahului yang jaga maka pemain-pemain yang tadinya sudah di gempaleongi atau sudah kena boleh bersembunyi lagi . dewasa. bersosialisasi.BECAKAN A. Jumlah pemain tak terbatas semakin banyak akan semakin ramai dan minimal hanya bisa di mainkan oleh dua anak. para pemain melemparkan gaco(batu. jangan sampai didahului dirobohkan oleh pemain yang sedang bersembunyi.  Yang masang dengan cara melangkahkan satu kaki di atas kaleng sambil menyebutkan nama peserta yang sedang bersembunyi disertai kata-kata gempaleong untuk mematikan pemain yang bersembunyi.  Sebisa mungkin yang masang.Begitu seterusnya. . 37) PERMAINAN BECAK . Urutan melempar batu bebas. F. C. Latar Belakang Becak-becakan adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya. Peraturan permainan. D. menjaga kaleng yang sudah ditata.  Setelah semua pemain melempar batunya . lemparan pemain. namun di jawa tengah sudah banyak yang memainkanya termasuk di daerah saya Wonosobo. Manfat Bergembira. yang masang dan yang main.yang paling jauh dari kaleng berhak melemparkan batunya ke sasaran tersebut yaitu kaleng yang sudah tertata rapi.Satu orang masang menata dan menjaga kaleng itu jangan sampai dirobohkan pemain yang sedang bersembunyi. mengisi waktu luang.

melatih kerjasama dan kekompakan . memupuk sportifitas. kecuali sarung atau sabuk. walaupun tidak ada data akurat mulai kapan.  Pelaksanaan  Sebelum permainan dimulai. C.  Peserta Pemain bisa dimainkan oleh putra maupun putri yang berjumlah 3 orang setiap kelompok dengan satu orang menjadi penumpang dan dua orang menjadi becaknya. sebenarnya nama koko identik dengan nama sebuah jenis ular air yang sedang mencari makan di air. 38) PERMAINAN KOKO A. Tujuan Tujuan dari permainan ini mengisi waktu luang. Menurut sebuah sumber dari Sulaiman Dharmamulya.  Siapa yang sampai di garis finish terlebih dahulu itulah kelompok yang menang. Peralatan Dolanan ―Koko-Koko‖ tidak membutuhkan peralatan. Sebenarnya permainan ini hampir mirip dengan dolanan ancak-ancak alis. akan dikejar-kejar oleh si koko. anak yang berada di posisi paling belakang yang membentuk formatur ular-ularan. Hanya cara bermainnya yang agak berbeda. Pada permainan ini nanti. Fungsi sarung atau sabuk dipakai oleh masing-masing anak yang . Manfaat Gembira atau senang. khususnya di Sumatera selatan.  Pemain yang menjadi penumpang naik di atas tangan pemain yang menjadi becaknya yaitu dengan cara mengandengkan tangan dari kedua pemain tersebut yang menjadi becaknya  Selanjutnya pemain yang menjadi becak mengangkat si penumpang dan berjalan menuju ke garis finish yang sudah ditentukan. bersosialisai. permainan ini dikenal oleh anakanak di daerah sumatera. D. Sasaran Anak – anak E.melatih kekuatan tangan. diadakan hum pimpa untuk menentukan siapa yang akan menjadi penumpang dan becaknya dari masing-masing kelompok.di halaman atau dilantai dan teras juga bisa digunakan.52 B. B. Artinya para pemain ada yang membentuk ular-ularan. Latar Belakang Melihat dari nama permainan. Pelaksanaan Permainan  Tempat Tempat yang digunakan bisa dialam terbuka. jenis permainan ini sudah berumur sangat tua.

K/N : Tempatnya apa? KK : Daun lumbu. satu orang berperan menjadi kakek/nenek. dan J. Lebih banyak lebih baik. baik pagi. Selain peralatan sarung/sabuk. satu orang berperan menjadi koko. sebab jika sampai terlepas. Mereka yang bermain ini rata-rata berumur 8-10 tahun. F. C. Ada kelap-kelip itu apa ? K/N : Anakku. K/N : Obatnya apa? KK : Gula batu. G.saya akan merebut! . I. siang. yaitu A. E. pemain yang berperan Koko-Koko (KK) dan Kakek/Nenek (K/N) melakukan dialog sebagai pembuka. anak-anak yang bermain sekitar 10 anak. sore. C. Setelah semua siap. Setelah mereka bersepakat bermain. H. Satu pemain lain berperan sebagai koko. atau malam hari saat terang bulan. Dalam permainan ini. dolanan ini hanya membutuhkan tanah lapang yang luas. Pegangan pemain anak buah harus kuat. D. Dialog seperti di bawah ini: K/N : Koko-koko kamu mau minta apa? KK : Aku minta airmu. Sementara saat dimainkan malam hari. maka akan menjadi pemain dadi. lebih banyak dimainkan di tanah lapang yang mudah kena sinar bulan. B. Pelaksanaan Permainan Anak-anak yang hendak bermain permainan koko-koko misalnya ada 10 anak. K/N : Kamu dapat dari mana? KK : Lumbung padimu. Mereka bergandengan ke belakang dengan memegang sarung/sabuk yang telah dipakai di pinggang atau dikalungkan di badan. karena membutuhkan kekuatan fisik untuk berlari. Jika dimainkan siang hari. KK : Aku minta boleh tidak ? K/N : TIDAK BOLEH ?!! KK : Kalau tidak boleh. K/N : Apa lehermu nanti tidak gatal? KK : Gatal-gatal tidak apa. permainan ini lebih sering dimainkan saat-saat waktu libur atau senggang. Peserta Dolanan ―Koko-Koko‖ biasa dimainkan oleh anak laki-laki. karena formasi ular akan semakin panjang. sehingga membuat koko kesulitan mengejar mangsa. Dari mereka. Sementara pemain paling depan berperan sebagai Kakek/Nenek.53 membentuk formatur ular-ularan. Seperti pada permainan lain. Sarung/sabuk dipegang oleh pemain yang berada di belakangnya. lalu terus berkumpul di halaman rumah. D. lebih banyak dimainkan di halaman yang teduh. dan pemain lainnya berperan sebagai anak buah kakek/nenek.

Begitu sebaliknya. melatih keberaniannya dan diajak untuk lebih sportif dan menghargai teman-temannya. Begitu seterusnya hingga mereka merasa capek. Anak-anak lain berusaha mempertahankan pemain paling belakang. maka pemain belakang dengan sekuat tenaga memegang sarung atau sabuk. Dilihat dari sifatnya permainan Fusukhu ini termasuk jenis permainan rekreatif. Jakarta: Kepel Press 39) PERMAINAN FUKUSHU A. maka pemain yang lari menjadi pemain jadi. Penamaan ini didasarkan kepada hal yang menjadi persoalan di dalam permainan yatiu mengenai sukhu atau sisir. dan terkadang disertai suara tertawaan dari para pemain atau penonton. Sementara pemain koko bisa bergabung ke pemain lain. Jika pemain belakang bisa dilepaskan oleh si koko. Namun jika pemain lolos dan bergabung lagi ke posisi semula.54 Setelah percakapan itu. Sumber Sumber: Permainan Tradisional Sumatera. berarti ia menjadi pemain jadi dan menggantikan pemain koko. Namun jika koko bisa mendekat ke ekor dan berhasil memegang pemain paling belakang. maka si kakek/nenek berusaha lagi menghalangi-halangi si koko untuk menangkap ekornya. tidak ada pemenang maupun yang kalah. G. E.Permainan ―fusukhu‖ dapat dimainkan oleh seluruh anak – anak baik laki – laki maupun perempuan. Ada cara lain. Maka si koko segera mengejar pemain yang lari. Jadi permainan ini betul – betul tergolong kepada permainan anak – anak dalam arti sesungguhnya. F. bertujuan untuk membina kegembiraan dikalangan anak – anak. Dengan sisir di sini tidak dimasudkan yang bernama sisir itu. maka harus berani menghadapinya dan tidak mudah cengeng. Jika koko berlari ke arah kanan. maka pemain paling belakang melepaskan sarung atau sabuk dan berlari sekuat tenaga. Latar Belakang Masyarakat Nias menamakan pemainan ini ―fusukhu‖ yang dibentuk dari ―fu + Sukhu‖ yang berarti ―Bermain Sisir‖. Tanggapan Masyarakat Permainan ini mengajarkan kepada anak-anak untuk bisa hidup bersosialisasi dengan teman. Maka terjadilah tarik-menarik yang sangat alot. saat si koko telah bisa mendekat ke ekor ular. Jika sedang jadi. maka koko berusaha menyambar anak kakek yang berada di paling belakang. Walaupun begitu dapat juga dilihat unsur – unsur yang bersifat pendidikan seperti menumbuhkan kebiasaan . maka ekor ular akan mengarah ke kiri. Sulaiman Dharmamulya. anak juga fisiknya lebih sehat. 2004. Penentuan kemenangan Permainan ini di mainkan hanya untuk mengisi waktu luang. Jika si koko bisa menangkapnya. Tetapi dibayangkan bahwa ada persoalan yang mengenai sisir yang hilang dan pertanyaan mengenai hilangnya benda itu yang dijadikan sumber permainan. Dengan permainan koko-koko ini. karena banyak berlari.

Anak yang berada pada tempat terdepan mengucapkan pertanyaan ―He so Zukhugu?‖ yang berarti‖Di mana Sisirku‖ kepada anak yang berada dibelakangnya. Jawaban yang diberikan sama bunyinya seperti anak yang kedua tadi. Anak – anak pada umur 10 sampai 15 tahun mudah merasa malu melakukan itu terhadap lawan jenisnya. Upaya untung menangkap ini tentu saja begitu mudah melaksanakannya. Alat yang Digunakan Untuk melaksanakan permainan ini tidak diperlukan peralatan apapun. Mereka kemudian berdiri sambil memeluk pinggang kawan yang ada di muka. sehingga terbentuk barisan memanjang kebelakang. B.  Tahap Permainan Sekarang anak yang berdiri paling depan tadi mulai bergerak hendak menangkap anak yang paling belakang yang dianggap bersalah karena tidak dapat mempertanggung jawabkannya soal sisir tadi. Ini sesuai dengan sifat permainan rakyat pada umumnya. kelima dan ke enam. Para pemain berasal dari berbagai kelompok sosial. Pelaksanaan Permainan Ambillah umpamanya ada enam orang anak yang ikut serta dalam permainan ini. kecermatan menangkap pertanyaan dan memberikan jawaban dan lain – lain. Usia permainan ini antara 10 sampai 15 tahun.  Aturan Permainan. tetapi anak yang keenam atau yang paling belakang akan mengalami kesulitan menjawabnya. dan kemudian bergerak – gerak dalam rangkaian. karena dalam permainan ini terjadi pegang pinggul teman bermain. Asal jumlah anak sudah bersepakat untuk bermain dan tempat yang cocok sudah ditentukan maka sudah dapat melaksanakannya. D. C. karena . Pertanyaan dilanjutkan kepada anak yang ke empat. Peserta Jumlah peserta untuk dapat melaksanakan permainan ini adalah 6 orang. Pertanyaan tersebut harus dengan segera dijawab oleh anak yang menerima pertanyaan dengan ―Sukhu me Figuru‖ yang maksudnya ―Sisirmu ada Dibelakangku‖. jadi bukan dari kelompok tertentu saja. Sampai kepada anak yang kelima jawaban masih dapat diberikan dengan cara yang sama.55 bekerjasama dan saling membantu dalam melakukan suatu pekerjaan. Hanya saja mereka tidak boleh bercampur laki sama laki laki. jenis kelamin mereka boleh laki – laki. boleh juga perempuan. lebih banyak dari itu sering juga dilakukan. tetapi sekarang diarahkan kepada anak yang berada pada urutan ketiga. dan perempuan sesama perempuan pula. Dengan terdengarnya jawaban tersebut anak pertama yang berdiri paling depan mengulangi pertanyaan yang sama. karena tidak ada lagi anak dibelakangnya unutk disebutkan sebagai tempat beradanya sisir yang ditanyakan. Permainan campuran dipandang janggal atau kurang pantas oleh masyarakat Nias. Akibatnya anak tersebut terpaksa berdiam diri tidak dapat menjawab seperti teman – temannya yang lain.

Permainan ini cukup melelahkan.Permainan ini memanfaatkan bungkus rokok yang sudah dibentuk tipis. Sumber Depdikbud. Tetapi yang lucunya disini gerakan itu tidak menuju kea rah yang ke muka. (1981/ 1982). Setelah lama bergerak kesana ke mari. sehingga berakhirnya permainan dengan berhasilnya ditangkap anak yang dimaksudkan sudah cukup mengembirakan anak yang paling depan tadi. Tidak ada konsekuensi bagi peserta yang kalah.Bungkus rokok yang sudah dibentuk tipis di susun di dalam lingkaran. sudah cukup menjadi hukuman baginya.56 ibaratnya adalah seperti kepala hendak menangkap ekor.Bentuk rokok yang berbeda-beda menjadikan bentuknya unik sehingga muncul permainan ini untuk mengumpulkan berbagai bungkus rokok.  Demikianlah barisan yang terdiri dari enam orang anak tersebut bergerak – gerak kesana ke mari seperti ular yang sedang melata di tanah. Setiap gerakan anak yang paling depan untuk menangkap anak yang paling belakang yang dilakukannya dengan segala susah payah.Saya melakukan permainan bandeman ketika masa kecil dulu.Asal mula permainan ini ketika banyak bungkus rokok yang tidak terpakai dan ada seseorang melipatnya menjadi persegi. Dalam hal ini anak yang paling belakang bergerak lebih bebas dibandingkan dengan anak yang paling depan tadi.Dalam permainan dapat mengembangkan keterampilan yaitu ketepatan dalam mengenai sasaran. Pemain Permainan bandeman dapat di lakukan dengan jumlah peserta 3-10 anak. Latar Belakang Pemainan bandeman berasal dari kabupaten Bantul. B. karena ynag hendak ditangkap berada pada tempat yang paling belakang.Biasanya yang melakukan permainan ini adalah laki-laki yang berumur kira-kira 6-14 tahun . E. akibat ikatannya dengan anak – anak yang ada di belakang dan yang memegang erat pingungnya yang ada di muka selalu dapat saja dielakkan dengan mudah oleh anak yang paling belakang. 41) PERMAINAN BANDEMAN A.  Konsekuensi kalah atau menanti. Yogyakarta: Dikti. Dengan demikian permainan selesai. Permainan anak – anak daerah Sumatera Utara. akhirnya anak yang paling belakang dapat juga ditangkap. Dan bagi yang kalah teriakan – teriakan para penonton yang kadang – kadang terdengar mengejek dan menyalahkan anak yang paling belakang kenapa dapat sampai tertangkap. dalam hal ini yang paling belakang yang dapat ditangkap oleh anak yang paling depan.

Kemudian pemain menyusun bungkus rokok yang sudah di bentuk dari hasil gasang tadi dalam lingkaran.sampoerna mild 300.Misalnya sepakat gasang 800 maka pemain harus gasang 800 menggunakan bentuk rokok yang sudah di bentuk.Kemudian di lanjutkan pemain berikutnya yang dekat dengan garis dan seterusnya seperti itu.Misalnya Bungkus rokok jarum dan gudang garam mempunyai nilai 100. Penentuan Kemenangan Pemain yang mampu mendapatkan bungkus rokok terbanyak dari hasil tembakan maka pemain tersebut dapatdi katakan menang.Bungkus rokok yang sudah di bentuk tipis mempunyai nilai tersendiri. F. Pelaksanaan Permainan Permainan bandeman di lakuakan dengan jumlah peserta 3-10 anak. .Setelah semua pemain melakukan tembakan maka permainan di lanjutkan lagi dengan melaukan gasang lagi atau melanjutkan permainan jika masih ada bungkus rokok yang masih tersisa di dalam lingkaran. malboro 500 dan lain-lain. Bungkus rokok tersebut tidak di berikan kepada pemain yang ikut dalam permainan tetapi menjadi milik pemain yang menang.Pemain berikutnya boleh menembak susunan rokok atau batu yang di gunakan pemain pertama(batu yang di gunakan pemain pertama dapat diganti dengan batu yang lebih besar). Lemparan pemain harus melewati garis didepannya. Waktu dan Tempat Permainan Permainan bandeman dapat di lakukan di halaman atau pekarangan yang tanahnya rata.Pemain yang mampu menempatkan batu dengan garis maka dia berhak untuk melakukan tembakan yang pertama kali.57 C. Alat dan Fasilitas  Bungkus rokok yang sudah di bentuk persegi  Batu atau keramik  Halaman atau pekarangan rumah yang rata D.Setelah itu dilanjutkan pemain berikutnya jalannya permainan seperti tadi hingga semua pemain melakukan tembakan.Bunkus rokok yang sulit di dapatkan mempunyai nilai yang lebih tinggi.Kemudian setiap pemain harus melemparkan batu dari pinggir susunan bungkus rokok menuju garis di depannya dengan jarak 3-5 meter.Karena susunan rokok sudah di kenai maka di susun kembali untuk di tembak pemain berikutnya.Waktu permainan dapat di lakukan dari pagi sampai sore.Bila tembakan mengenai sasaran dan sebagian bungkus rokok yang dibentuk keluar lingkaran maka bungkus rokok tersebut milik pemain yang mengenainya. E.Sebelum permainan di mulai setiap pemain harus melakukan ―gasang‖(pasang) sesuai kesepakatan bersama. Apabila pemain berikutnya dapat mengenai batu yang di gunakan pemain pertama maka bungkus rokok hasil tembakannya harus di serahkan kepada pemain tersebut.Pemain pertama melakukan tembakan menuju susunan bunkus rokok di depannya.

Tanggapan Masyarakat Tanggapan dari Masyarakat bermacam-macam ada yang positif dan negatif. yang namanya dunia anak-anak untuk memudahkan sebuah nama dolanan.  Satu orang yang buta tadi menangkap satu orang yang lainnya terus menebak siapa namanya. H. juga sering disebut dolanan Pithongan.  Apabila salah menebak akan mendapat hukuman dari kesepakatan bersama. Tetapi ya begitulah. Jago-Jago Pithong.Tanggapan yang positif misalnya anak dapat berkumpul bersama untuk meningkatkan kebersamaan. Alat dan Fasilitas  Sapu tangan  Dilakukan setiap sore-sore  Berlangsung di halaman D. Peserta Jumlahnya makin banyak makin ramai tetapi juga makin sulit menebak nama Bisa dilakukan putra dan putri. . atau Dhog-Dhog Ketumbar. Pelaksanaan Permainan  Membuat kotak ukuran ditentukan banyaknya peserta. E.  Yang lain berada dalam kotak. Penentuan Kemenangan Tidak ada menang dan kalah karena permainan ini dilakukan terus menerus sampai bosan dan hanya ada yang dihukum. 42) PERMAINAN JAGO PITHONG A. salah satu bumbu dapur. C. B.Tanggapan negatif dari masyarakat misalnya permainan ini berbahaya karena dalam melaksanakan permainan harus melakukan tembakan memakai batu.Dolanan yang sering dimainkan oleh anak-anak perempuan masyarakat Jawa ini.  Dan jika benar maka yang ditebak ganti menjadi orang buta. Latar Belakang Anak-anak menamakan sebuah nama dolanan kadang-kadang aneh dan hanya berdasar pada kesepakatan belaka di antara mereka.58 G. seringkali menamakan atas dasar kesepakatan saja.  Menentukan satu orang untuk menjadi orang buta. Termasuk dolanan Tumbaran.Mereka mengajarkan dan mengajak untuk bermain bandeman.Apabila batu tersebut mengenai pemain maka bisa terluka. Dolanan ini sepertinya tidak mengacu pada benda tumbar. Sumber Permainan bandeman ini saya mengenalnya dari kakak-kakak yang ada di kampung saya.

B. C. bukan berarti dolanan ini tidak hidup di tengah-tengah masyarakat. nama pithongan berasal dari kata dasar pithong yang berarti pece atau picak (bahasa Indonesia: buta). Dalam permainan harus dibantu dengan sebuah alat yang disebut panapak atau kadang-kadang beberapa daerah ada yang menyebutnya campa. Kecamatan Girimulyo. Umumnya hanya dimainkan oleh kaum pria. Dalam kamus Boesastra Djawa (Poerwadarminto. 1939: 495). Alat dan Tempat Logo terbuat dari tempurung kelapa. Garis tengahnya sekitar 5--7 cm dan tebalnya sekitar 1--2 cm. Sebagian daerah yang menyebut dolanan ini dengan Pithongan. D. Sumber Dolanan ini tidak terekam dalam kamus Jawa ―Baoesastra Djawa‖ karya WJS. ada yang berbentuk bidawang (bulus). dewasa ini sudah mulai tersisih oleh permainan elektronik populer. Setidaknya.Dan permainan ini tidak ada unsur kekerasan sehingga pertemanan menjadi kompak. karena permainan itu menggunakan logo. Kabupaten Kulon Progo DIY.59 F. Tanggapan Masyarakat Menarik karena bisa membuat orang tertawa. Fungsi panapak atau campai adalah untuk mendorong logo agar bisa meluncur dan merobohkan logo pihak lawan yang dipasang saat bermain. Pelaksanaan Permainan Permainan balogo dapat dilakukan satu lawan satu atau secara beregu. segi tiga. Namun. Termasuk pula di daerah Kalurahan Giripurwo. G. Pemain Permainan ini dilakukan oleh anak-anak dan remaja. Walaupun tidak terekam dalam kamus. Bentuknya bermacammacam. Kebanyakan dibuat berlapis dua yang direkatkan dengan bahan aspal atau dempul supaya berat dan kuat. masih hidup dan dimainkan oleh anak-anak di wilayah Yogyakarta. Balogo diambil dari kata “logo”. dolanan ini hingga tahun 1980-an. Jika dimainkan secara beregu. yakni stik atau alat pemukul yang panjangnya sekitar 40 cm dengan lebar 2cm. biuku (penyu). maka jumlah pemain yang ―naik‖ (yang melakukan permainan) harus sama dengan jumlah yang ―pasang‖ (pemain yang . salah satu daerah yang menjadi obyek penelitian. Sampai dengan tahun 80-an permainan ini masih sering dilakukan di kalangan masyarakat Banjar. layanglayang. daun dan bundar. dengan jumlah pemain 2 sampai 5 orang. baik di pedesaan maupun perkotaan (lihat penelitian Ahmad Yunus tahun 1980/1981 berjudul Permainan Rakyat DIY). Poerwadarminta (1939). 43) PERMAINAN BALOGO A. kiranya dapat dirunut dari arti kata tersebut. Latar Belakang Balogo adalah salah satu jenis permainan tradisional suku Banjar di Kalimantan Selatan.

Nilai kerja keras tercermin dari usaha para pemain untuk merobohkan logo lawan.com 44) PERMAINAN MADELAGE A. nilai kerja sama tercermin tidak hanya di pemasangan logo. Tapi kini menjadi permainan yang dimainkan oleh anak anak tanpa ada arti ritual. Nilai keterampilan tercermin dari pemasangan logo yang memerlukan keahlian khusus. dan sportivitas. jumlah logo yang dimainkan sebanyak jumlah pemain yang disepakati dalam permainan. Mamang dalam permainan balogo : “santuk kilan bela (muka) patah cempa sekali lagi “ Permainan balogo ini masih populer dimainkan di masyarakat Banjar hingga tahun 80-an. Sampai akhirnya dikalahkan oleh permainan elektronik modern. Dan. tetapi bisa menerimanya sebagai sebuah kekalahan. tetapi juga tercermin dalam perobohan logo lawan.kerajaanbanjar. Cara memasang logo adalah dengan medirikannya secara berderet ke belakang pada garis-garis melintang.60 logo-nya dipasang untuk dirobohkan). Dengan demikian. pihak yang menang disebut dengan “janggut” dan boleh mengelus-elus bagian dagu atau jenggot pihak lawan yang kalah sambil mengucapkan teriakan ―janggut-janggut‖ secara berulang-ulang yang tentunya membuat pihak yang kalah malu. Gambar: F. kerja keras. E. sebagai akhir permainan. Dan. kerja sama. Kemudian. Nama permainan ini . Nilai Budaya Nilai yang terkandung dalam permainan balogo adalah keterampilan. sebuah ritual yang dilakukan masyarakat pedalaman NTB.wordpress. Sumber www. nilai sportivitas tercermin dari kerelaan pemain yang kalah untuk di elus-eluas janggutnya oleh pemenang karena aturannya memang demikian. Jumlah pemain beregu minimal 2 orang dan maksimal 5 orang. Inti dari permaian ini adalah keterampilan memainkan logo agar bisa merobohkan logo lawan yang dipasang. Regu yang paling banyak dapat merobohkan logo lawan adalah yang keluar sebagai pemenang. Latar Belakang Dulunya madelage adalah persembahan untuk mengantar arwah orang yang telah meninggal. hanya permainan biasa untuk mengisi waktu dan bersenang senang.

com/info/permainan-tradisionalntb 45) PERMAINAN SENTARUH TELIUQ ENEEKNG TELUU’ A. Permainan ini sudah menyebar ke Daerah Kalimantan Timur. B. pria dengan pria . Hanya saja sering dimainkan sebagai perlombaan. dua pasang  Usia enam sampai belasan tahun. uneekng : kaki. D.namun dalam satu pasang wanita dengan wanita. B. Hanya saja sering dimainkan sebagai perlombaan. E. Jenis permaian ini adalah milik masyarakat baik dari kelas bangsawan atau biasa. Permainan ini tidak ada hubungannya dengan peristiwa-peristiwa yang bersifat religius maupun upacara adat. apabila diterjemahkan sentaruh: bersaing.  Yang menang melempar pertama kali dan yang kalah 2 orang harus jaga. Minimal peserta 3 orang . Jadi bila diterjemahkan adalah bersaing berlari dengan tiga kaki.  Terus bergantian sampai capek Penentuan Kemenangan Yang sering di gendong adalah yang menang Tanggapan Masyarakat Membiarkan anank anak tetap bermain karena permainan ini tidak berbahaya dan membuat anan – anak riang. Latar Belakang Nama permainan ini berasal dari bahasa Dayak Tunjung. Teliuq : berlari. sedang Pencipta Permainan ini tidak diketemukan.  Jika pelempar tepat mengenai sasaran maka yang jaga harus mengangkat atau menggendong pelempar ke tempat jaga. atau orang dewasauntuk memeriahkan perayaan  Pria atau wanita boleh bermain. Permainan ini tidak ada hubungannya dengan peristiwa-peristiwa yang bersifat religius maupun upacara adat. Teluu‘ : tiga. Peserta C. Pemain  Paling sedikit empat orang . bisa melatih sportifitas Sumber Dari teman saya di NTB dan dari jombangan. G. 2orang jaga. F.61 adalah permainan madelege yang artinya persembahan untuk orang mati untuk mengantar kepergiannya.1 orang menembak Alat dan Fasilitas  Kayu yang ditumpuk  Pelempar Pelaksanaan Permainan  Diawali dengan suit.

Alat yang Digunakan Seutas tali dari bahan apa saja. Pelaksanaan Permainan Jenis permainan ini adalah kompetitif. Tetapi pada saat ini jenis permainan ini juga dimainkan oleh orang-orang dewasa. B. Dalam peperangan seperti dalam cerita wayang. Jadi lapangan permainan harus diberi garis start dan finish. atau kain dari sapu tangan namun bukan dari bahan yang lentur D. seperti halnya permaianan lomba lari karung. Tanggapan Masyarakat Pada waktu sekarang jenis permainan ini masih dapat kita lihat pada saat tertentu saja. Jalannya permainan tidak sulit. Pemenang adalah yang pertama kali sampai finish. kemudian anak-anak masyarakat Jawa membuat permainan yang diberi nama ―Gajah Telena‖. Namun begitu. Selain itu juga dapat untuk melatih kerjasama dan sportivitas. Melihat dari namanya. Memang gajah mempunyai belalai. seperti juga dolanan lainnya. 46) PERMAINAN GAJAH TELENA A. maka kaki kiri dan kaki kanan pasangannya diikat jadi satu. Kata ―telena‖ sendiri sebenarnya setelah dilacak di Kamus Baoesastra Djawa tidak ditemukan. misalnya dari mana harus berlari dan sampai mana.62 C. Latar Belakang Jenis permainan yang satu ini juga termasuk dolanan yang tidak menggunakan peralatan bantu untuk bermain. Apabila sudah didapatkan teman yang tingginya sama. Tujuan Permainan Gajah Telena ini bertujuan untuk mengisi waktu luang dan mencari kesenangan. gajah merupakan salah satu hewan yang dipakai tunggangan untuk bertempur melawan musuh. sehingga tidak saling terpisah. Dalam permainannya ada tata tertip yang harus disepakati bersama. Sementara kata ―telena‖ ada yang menyamakan persepsi dengan ―tlale‖ atau belalai gajah. untuk setiap pasangan dicari yang tingginya sama. karena permainan ini yang menonjol adalah sifat pertandingan. yakni: //Gajah-gajah telena/ telenane garunata/ jenang katul sisir gula/ her segara amba/ her segara amba//. Caranya berlari tanga kanan dan tangan kiri setiap pasangan saling merangkul dengan tujuan agar pasangan dapat kompak dalam berlari. cukup terkenal di beberapa daerah di masyarakat Jawa. Dari situlah. E. setiap calon pelari terdiri dari dua orang. dan sering pula dimainkan oleh anak-anak usia SD. dolanan ini juga diiringi dengan sebuah lagu. . dolanan ini memang terinspirasi dari nama hewan gajah. Misalnya pada waktu perayaan hari Kemerdekaan.

Sementara kelompok II terdiri dari pemain E. atau berpasir. pemain tidak begitu terasa sakit.B. menendang. dan memukul. Anak-anak yang hendak bermain gajah telena biasanya sudah berkumpul di tempat bermain.D. Bagi kelompok yang terjatuh duluan. Bisa pula dimainkan saat terang bulan purnama. D.B. atau ingin berpindah ke dolanan lain. Dilakukan di tempat terbuka dan biasanya di tanah lapang atau kebun bertanah. biasanya ada aturan lisan yang disepakati bersama. Pada umumnya.G. Sementara pemain D sebagai penunggang gajah. yang nantinya kedua kelompok itu saling berhadapan untuk saling menyerang. baik siang atau sore hari. capek. Waktu yang sering dipakai adalah waktu senggang. dan mendorong. yang umumnya anakanak akan saling menjerit.F. Masing-masing kelompok kemudian bersepakat untuk menentukan formasinya. Apabila mereka lama saling menjajagi kekuatan lawan dengan berputar-putar lebih dulu. Masingmasing kelompok yang bertugas menjadi gajah segera membentuk formasi dengan cara tangan-tangan dirangkaikan. itulah kelompok yang dianggap kalah. Setelah itu pemain yang menunggang gajah segera naik ke bentuk formasi itu. menjagokan idolanya masing-masing. Mereka. menyepak.F. Peserta Dolanan ―Gajah Telena‖ dimainkan secara berkelompok. Misalkan ada 8 anak (pemain A. misalkan kelompok I sebagai formasi gajah adalah pemain A. Sebaliknya. seperti: mereka hanya boleh menjatuhkan lawan dengan cara mendesak.C. Bagi kelompok kalah tidak ada hukuman. dolanan ini dimainkan oleh anak laki-laki karena memerlukan kekuatan fisik. Setelah siap. mereka bersama-sama dengan anak-anak yang menonton menyanyikan lagu gajah telena seperti di atas. tergantung situasinya.E. Setelah mereka saling menyerang.C. telah lelah. dan C. maka nyanyian gajah telena bisa dinyanyikan berulang-ulang. dan H). Setelah disepakati.B. dan G. dan H. mencupit. Bisa dinyanyikan sekali atau dua kali. Maka dolanan ini sangat jarang dimainkan oleh anak perempuan. agar jika terjatuh. para penonton akan terus bersorak-sorai dan memberi dukungan ke . kemudian mereka dibagi menjadi dua kelompok I dan II.F.G. siapa yang hendak jadi gajah dan siapa yang hendak jadi penunggang. Pelaksanaan Permainan Sebelum anak-anak bermain gajah telena. para pemain tidak diperbolehkan menjatuhkan lawan dengan cara merenggut (njambak) rambut. Minimal ada dua kelompok. Dolanan ini akan berhenti apabila ada anak (kelompok) yang menyerah. Kelompok I terdiri dari pemain A. kaitannya dengan permainan. dan D.63 C. menarik. Masing-masing kelompok terdiri dari 4 anak sebaya. maka pemain konsentrasi dalam penyerangan. Masing-masing kelompok agak saling berjauhan. Sementara pemain H sebagai penunggang gajah. Sementara para penonton. Hanya biasanya mereka mengganti formasi dan berusaha menantang kembali. berumput. Demikian pula kelompok II sebagai formasi gajah adalah E.

maka dianggap kedudukan satu-satu. E. hingga keduanya merasa lelah. Pelaksanaan Permainan Untuk pemain yang bermain terlebih dahulu.com/2011/04/gajah- 47) PERMAINAN KELADI A. permainan diawali dengan mencari siapa yang akan bermain terlebih dahulu. Jika dia tak berhasil memukul atau jarak pukulannya tidak jauh pemain digantikan dengan pemain lainnya. misalnya kelompok I. Jika pada serangan kedua ini. pertama-tama batang kayu yang berukuran 15 cm ditaruh miring pada sebuah batu. Permainan keladi berasal dari Aceh. Apabila . Permaianan ini di latar belkangi karena nakanak basan melihat banyaknya kayu yang bererakan sehingga mereka berinisiatif untuk membuat permaianan sendiri. F. Sumber http://permata-nusantara. Tanggapan Masyarakat Permainan ini bagus karena dapat memberikan rasa senang dan menghibur anak-anak dalam melakukan permainan ini dan juga dapat mengisi waktu luang mereka. Bisa dengan hompimpah atau suit. mereka mulai menyerang kembali kelompok II. Setelah siap. kelompok I bisa mengubah formasi. Setelah ditemukan siapa yang bermain terlebih dahulu. C. Permaianan ini menceritakan tentang bagaimanan seeorang anak lelaki di pedesaan terutama warga transmigrasi yang kekurangan teman bermain .64 kelompoknya masing-masing. Dapat dimainkan oleh dua orang maupun lebih. Penentuan Kemenangan Apabila ada kelompok yang terjatuh. Demikian seterusnya. Latar Belakang Permainan keladi merupakan permaianan yang cukup familiar di kalangan anak pedesaan di Aceh. Alat yang Digunakan Alat permainannya cukup sederhana hanya dua buah batang kayu berukuran 30 sm dan 15 cm juga sebuah batu sebagai penyangga. Jika mereka memutuskan untuk berhenti bermain. Seperti permainan lainnya permainan ini cukup sederhana dan mudah dilakukan. dia harus melempar keatas kayu yang ditaruh miring dan memukulnya kedepan dan jaraknya harus melebihi tiga kali ukuran kayu yang panjang. kelompok II bisa menjatuhkan kelompok I. Menurut enang keladi berarti memukul ulat yang sering ada di daerah hutan. maka mereka membubarkan diri. Sementara para pemain masing-masing kelompok dengan sekuat tenaga berusaha menjatuhkan lawannya. B. sehingga alatnya pun sangatlah sederhana. maka mereka dianggap kelompok kalah dan skor 1:0. Semakin banyak semakin menyenangkan. Untuk selanjutnya.blogspot. G.

yang merupakan alat utama dalam melaksanakan permainan. Tanggapan Masyarakat Dahulu ketika Eang saya disana. Biruen. Sapu tangan itu dibawa oleh salah satu orang peserta untuk dijatuhkan pada sebuah tempat dibelakang peserta lainnya. Di gendong ke arah batu tempat permainan dimulai.cara memnyembunyikannya. Waktu Bermain Waktu bermain biasanya di sore hari ketika anak-anak bermain F.dan tiap regu berisikan 2 orang E.anak yang lebih besar jarang memainkannya karena kurang sesuai dengan mereka.laki maupun anak perempuan. biasanya anak.boni Sapu Tangan yang berati bermain sembunyi. tetapi di bagi menjadi 2 regu. Pemain  Kebanyakan permainan ini di lakukan oleh anak sekolah dasar. Nanggore Aceh Darusalam 48) PERMAINAN MERBONI – BONI SAPU TANGAN A. disebabkan permainan ini terlalu mudah. Alat yang Digunakan Peralatannya hanyalah sapu tangan saja. Dikatakan mudah.bunyian sapu tangan. Jika sudah tak berhasil memukul maka si pemain kemudian di gendong oleh pemain yang sejak tadi tak ikutan memukul. D. Kadang pula ada kaum leleki dewasa yang ikut dalam permainan ini untuk sekedar mengisi waktu. Latar Belakang Masyarakat Dairi menamakan permaianan anak. umur para pemainnya sekitar 9-12 tahun  Jumlah pemainnya adlah 4orang. Batang kayu berada diantara kedua kaki dan kemudian dipukul kebelakang menjauh hingga si pemain tak berhasil memukul batang kayu tersebut. B.65 berhasil memukul dengan jarak lebih dari tiga kali panjang batang kayu yang panjang. Eang Harjo Sumarto yang berasal dari Takengon. G.anak ini Merboni. Merboniboni Sapu Tangan dibentuk dari : mer + boni. masyarakat cukup mendukung. C. Dimainkan anak sekitar umur 6 samapi 10 tahun. . karena para peserta hanya ditugaskan untuk menerka saja dimana jatuhnya sapu tangan dan harus cepat memegang sapu tangan tersebut sebelum sempat diambil kembali oleh yang menjatuhkanya. pemain kemudian harus memukul batang kayu kecil itu seperti bermain golf. Peserta Permainan ini tidak ditentukan anak laki. dan permaian ini berlangsung dalam bentuk cara. dengan jumlah pemain 15 sampai 20 anak untuk sekali bermain.boni. Sumber Permaianan ini bersumber dari Eang saya. karena didalam permainan ini sapu tangan merupakan alat utama.

Sumber Suwondo. Permainan ini dapat dimainkan oleh siapa. sehingga jatuhnya tidak dapat segera dilihat. Tetapi jika hal itu diketahuinya. Sampai lingkaran yang dibentuk terkelilingi. dimana. Bambang. Sia anak yang membawa sapu tangan berjalan diluar lingkaran dilakukannya sedemikian rupa agak setenagah membungkuk. tetapi si anak tang terdekat tidak mengetahuinya. F. Dlosoran juga mengasah otak untuk berpikir dan bertindak kapan akan mengenai lawan kapan akan menunggu hingga lawan lengah dan akan menyerah . maka dialah yang menang dan yang menjatuhkannya menjadi pihak yang kalah. Asal pastinya tidak tahu karena permainan ini di ajarkan oleh pemuda kampung saya sehingga saya mengerti dan pernah melakukan permainan ini. Yang perlu segera tahu dimana jatuhnya sapu tangan itu ialah anak yang berada didekat tempat jatuhnya itu. Permainan Tradisional anak. E. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 49) PERMAINAN DLOSORAN A. maka anak yang tidak tahu itu dianggap kalah.  Hukuman Hukuman bagi yang kalah ialah berupa larinya anak yang kalah dan dikejar dari belakang oleh anak yang menang sambil memukul dengan sapu tangan ke tubuh anak yang kalah. Pelaksanaan Permainan  Persiapan  Seluruh peserta berjumlah 15 sampai 20 orang memilih salah seorang diantara mereka untuk bertindak sebagai pembawa sapu tangan secara berkeliling dan menjatuhkannya pada tempat yang dikehendakinya. dan kapan saja. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat juga sudah agak berkurang dibandingkan dengan masa lampau terhadap permaianan ini.anak Daerah Sulawesi Utara. Latar Belakang Dlosoran adalah permainan yang telah tersebar luas dimana-mana. sedang peserta lainnya berdiri rapat membentuk lingkaran. Permainan ini cukup mudah di lakukan karena tidak membutuhkan alat untuk bermain.  Tahap permainan Jiak sapu tangan sudah dijatuhkan. hanya membutuhkan strategi dan taktik dalam bermain. sehingga yang membawa semula sempat memungutnya kembali. Menentukannya dengan suit.66 D. 1984.  Aturan bermain Anak yang menang bertugas membawa sapu tangan berkeliling. dan sapu tangan segera dapat ditangkapnya.

mengenai lawan di atas lutut. hanya untuk membantu dalam pelaksanaannya saja. yang perlu di perhatikan adalah jumlah penjaga harus di tambah untuk keseimbangan permainan dan luas area permainan juga di tambah. remaja. Pemain lain yang tidak jaga berada di dalam lingkaran.  Hal yang tidak boleh dalam permainan ini dan di anggap pelanggaran adalah menendang lawan.  Pancang 1buah  Tali rafia 5-10m  Kapur halus secukupnya. penjaga mulai bergerak untuk berusaha mengenai kaki lawan dengan cara dlosor(tackle). Bila di lakukan dengan cara lain. dan semua anggota badan masuk dalam lingkaran.  Setelah posisi siap dan semua pemain ada di areanya sendiri-sendiri. Alat yang Digunakan Alat dan fasilitas ini tidak di gunakan dalam permainan. E. bahkan dewasa.  Bila ada yang terkena dlosoran itu maka pemain yang terkena itu ganti untuk jaga dan melakukan hal yang sama untuk mematikan pemain lainnya. Jadi perkenaannya adalah kaki atau lutut ke bawah.67 B. menyentuh lawan dengan selain kaki. Karena taktik itu yang perlu di terapkan dalam permainan ini. yang jelas semakin banyak peserta semakin seru. Pelaksanaan Permainan  Dlosoran membutuhkan sekitar 13-18 pemain (dapat juga lebih).  Dengan undian hompimpah/kacang panjang dipilihlah 3 orang untuk berjaga di luar lingkaran terlebih dahulu. Tetapi bila pesertanya banyak. Jumlah peserta dapat di tentukan dari jumlah orang yang ada. Bila ada yang . Untuk yang kalah ditentukan dari berapa kali pemain sering menjaga di luar lingkaran. Harus menyisakan anggota badan lain. Misalnya tangan ada di luar lingkaran.  Penjaga boleh mengelilingi lingkaran untuk mengintai lawan yang akan dimatikan. Tetapi pada saat dlosor(tackle) seluruh anggota badan penjaga tidak boleh masuk dalam lingkaran. Permainan ini juga tidak memandang jenis kelamin. Penentuan Kemenangan Penentuan Menang atau Kalah. Dan yang menang di tentukan dari sedikitnya pemain itu menjadi penjaga di luar lingkaran. D. Penjaga tetap berjaga. Begitu seterusnya. Penjaga juga boleh menunggu hingga lawan lengah. C. misalnya dengan tangan atau menendang di anggap tidak sah. Dan untuk memperjelas area dan bentuk lapangan dalam bermain. Peserta Peserta dapat siapa saja anak-anak. kaki yang tidak dlosor berada di luar lingkaran.  Dalam mendlosor boleh dengan 1 atau 2 kaki sekaligus. karena dapat di mainkan bersama-sama oleh laki-laki dan perempuan.

Karena kebanyakan anak-anak bermain lari-larian dan orang tua takut bila anaknya mengalami resiko bahaya jadi orang tua mengenalkan pada anaknya permainan ini. yaitu jika koin berjumlah 6 buah harus di ambil 2 buah terlebih dahulu tetapi cara pengambilan tidak boleh sembarang. atau Rp.  Jenis koin. C.100 perak.500. Kapur / alat tulis untuk digunakan sebagai alat pencatat point atau nilai. Harus di tentukan oleh musuhnya. Permainan ini di mainkan untuk menghibur diri pada saat istirahat sekolah dan pada saat pulang sekolah atau lingkungan rumah. Jumlah pemainnya pun terdiri dari 2 sampai 6 orang atau lebih.68 mempunyai skor yang sama maka adu koin atau tos. Sedangkan jika koinnya berjumlahkan 5 buah di ambil 1 buah koin saja. karena ada begitu saja dan dengan sengaja di mainkan bersama-sama. Peserta Permainan ini dapat di kategorikan sebagai permainan anak-anak yang pada umumnya di lakukan oleh anak perempuan usia 6 – 15 tahun. Setahu saya permainan ini berasal dari daerah saya sendiri yaitu daerah bantul. B.  Melakukan cuthit. Tetapi bila yang memiliki skor orang banyak maka di adakan hompimpah untuk mendapatkan siapa pemenangnya. Mereka juga tidak tahu sumber pasti permainan itu. harus dengan di iringi sebuah lagu atau nyanyian dan jika koin yang didapat berhasil di tangkap dapat dihitung berapa jumlah koin yang ditangkap tadi dan itulah pointnya. Begitu juga dengan musuhnya harus bisa memilih koin yang di ambil yang sekiranya dapat mempersulit pemain untuk melakukan cuthit. . Rp. permain tidak boleh keras-keras. F. Yang arti jawanya ( alon-alon ). 200. Pelaksanaan Permainan  Saat melempar / krepyak. Yang jelas disini berwujud koin/kerikil yang berjumlahkan 5/6 buah. Cara permainannya juga mungkin bisa di katakan sama persis. Latar Belakang Awalnya permainan ini adalah permainan tradisional yang dulunya di mainkan oleh masyarakat zaman dahulu. hanya mungkin beda nama permainan saja.  Melakukan cengkeh. bisa menggunakan uang nilai Rp. D. 50) PERMAINAN KREPYAK A. dan mungkin di daerah lain juga punya permainan seperti ini. Sumber Dari orangtua saya. Alat yang Digunakan Koin uang atau kerikil yang berukuran sebesar kelereng yang nantinya digunakan sebagai bahan permainannya yang berjumlahkan 5 atu 6 buah.

dengan cara melakukan homepimpah / pingsut tadi. Koin yang berhasil di tangkap kemudian di hitung.Steet Ball Papua A. Cara melakukannya pun hampir sama dan di iringi oleh sebuah lagu atau nyanyian. Olahraga ini mirip seperti permainan sepak bola namun berbeda pada peraturan dan sangat fleksibel. Setelah koin disebar. E. yaitu :  Homepimpah / pingsut ( PENGUNDIAN ). Point yang mendapatkan paling tinggi yaitu pemenangnya. setelah nyanyian berakhir dengan bersamaan menangkap koin. Latar Belakang Permainan Tradisional Patah Kaleng . Papua juga punya permainan-permainan tradisional. jika si pelaku atau peserta tidak berhasil mengenai sasaran atau koin pada saat mencuthit / pemain tidak dapat menangkap koin pada saat melakukan cengkehan. pemain lain ( lawan ) akan menunjuk koin yang akan di ambil dengan cara memilih koin yang paling mudah di lakukan nantinya. jumlahnya di tulis yang nantinya di jumlahkan di akhir permainan. Sumber Masyarakat imogiri bantul yogyakarta 51) PERMAINAN PATAH KALENG A. Penentuan Kemenangan Mengetahui ― menang atau kalah‖.69  Cara mengetahui perpindahan permainan / mati. Salah satunya adalah Papua. Tidak banyak Masyarakat Indonesia yang mengerti kondisi real masyarakat di sana.  Krepyak ( NYEBAR KOIN ). bisa dihitung point yang didapat oleh para masing-masing peserta.  Ada 4 Tahap yang harus di lalui. Pemain yang bermain sebagai orang pertama menggengam semua koin kemudian di lemparkan dengan diiringi berbicara ―kREPYAK‖. Latar belakang masalah Indonesia sebagai negara seribu pulau berarti memiliki beragam suku di dalamnya. tergantung dari pelaksana lomba (bila dilakukan . Point yang didapat atau dikumpulkan oleh pemain yang terbanyak ialah yang keluar sebagai pemenangnya. F.  CENGKEH Pemain yang berhasil ketahap ini kemudian melakukan cengkeh dengan tangan yaitu seperti permainan gatheng. Dapat dimainkan dimana saja. dengan ruang yang sesempit mungkin dan seluas mungkin dengan komposisi yang tidak pasti. Seperti di daerah lain. Sebelum permainan ini di mulai akan dilakukan pengundian terlebih dahulu. Salah satunya adalah sepak bola patah kaleng selain permainan tradisional lain yang merupakan krestivitas anak dengan lingkungannya yang masih sangat identik dengan alam.  Cuthit ( MENCUNGKIL KOIN ). apalagi dari sisi budaya.

sama seperti gawang. C.  Peralatan Bola kecil kaleng. Tujuan Tujuan Mengisi waktu luang. Bahkan Papua selalu melahirkan bintangbintang sepakbola di Indonesia. kemampuan motorik meningkat. Tidak banyak orang yang menuliskan olah raga tradisional Papua ini. bermain dan meningkatkan motorik. G. dan bersosiaolisasi. Sepak bola patah kaleng tidak berarti kaleng dipatahkan.70 B. Sasaran Sasaran Anak laki-laki Pelaksanaan Permainan  Lapangan peralatan  Lapangan Lapangan yang di gunakan bisa di lakukan dimana saja dengan ruang yang sesempit mungkin dan seluas mungkin dengan komposisi yang tidak pasti.  Pemain Anak laki-laki  Jalannya permainan Sebelum di mulainya perminan di lukan tos dulu setelah itu bagi yang menang maka melaukan operan atau penguasaan bola. Hanya ada dua buah kaleng. Berbagai permainan tradisional ini tidak akan bertahan lama bila generasi muda tidak lagi mau peduli terhadap pelestarian budaya bangsa karena budaya adalah jati diri sebuah bangsa. Permainan ini sangat digemari oleh anak-anak laki-laki di Papua hingga tidak heran bila Papua tidak pernah kekurangan bintang muda di bidang sepak bola. Itu hanya istilah saja yang sudah beredar di Masyarakat Papua sejak puluhan tahun yang lalu. Sumber Hanya ada satu tulisan mengenai sepak bola patah kaleng ini yang ditulis oleh Arnoldus Mampioper di Kabar Indonesia (19/06/2009). E. dalam bentuk perlombaan) ataupun oleh kedua belah pihak yang akan bertanding. kualitas kebugaran meningkat. D. Manfaat Manfaat Senang. Tingkat kesulitannya lebih tinggi dibandingkan sepak bola yang menggunakan gawang. Patah disini berarti kaleng yang berfungsi sebagai gawang tersebut dijatuhkan oleh pihak lawan melalui bola yang ditendang. Alat yang Digunakan Bola yang dipergunakan untuk permainan inipun kecil. . dalam permainan ini tidak ada istilah out atau lemparan ke dalam karena dalam permainan tradisional ini tidak ada garis pembatas lapangan. F. Belajar mencintai budaya bangsa adalah pengabdian tulus terhadap eksistensi bangsa. Lebih ideal bila menggunakan bola tenis.

biasanya permainan ini sering dimainkan jika waktu libur sekolah tiba permainan ini juga sangat populer di waktu kami masih kecil dulu biasanya kami memainkannya dari pagi & petang. kemudian Pemain melemparkan umpan kekotak yang pertama untuk memulainya permainan.71 H. Sumber http://www. F.com/baca/patah-kaleng-steet-ball-papua/759/ 52) PERMAINAN CAK LENGKENG SEPULUH RIBU A.kulinet. jika ada pemain yang menginjak/memegang garis maka dianggap mati. Alat yang Digunakan Fasilitas yang digunakan hanyalah pecahan batu/keramik sebagai umpan & melukiskan/menggambarkan bentuk lapangan. D. begitu seterusnya sampai kekotak yang ke empat disitu pemain boleh menggunakan kedua kakinya untuk menendang umpan tersebut ke kotak angka sepuluh ribu. Sumber Masa Lalu . Pelaksanaan Permainan Para pemain di suitkan dahulu kemudian yang menang jalan duluan. E. lalu pemain harus mengangkat kaki satu dan menggeser umpan kekotak yang ke dua. C. yaitu Bangka Belitung. Penentuan Kemenangan Jika ada pemain yang berhasil mengumpulkan angka yang paling banyak maka dialah pemenangnya. Tanggapan Masyarakat Permainan ini tidak pernah digunakan lagi oleh anak-anak di daerah saya. Penentuan Kemenangan Pemenang Regu mana yang paling banyak menjatuh kaleng paling banyak maka regu itu di anggap sebagai pemenangnya. Permainan ini sering dimainakan waktu saya masih kecil dulu. Peserta Permainan ini dimainkan oleh 6 orang dan dibagi menjadi 2 kelompok masingmasing 3 orang. Latar Belakang Permainan ini berasal dari daerah saya. Untuk kembali ketempat semula kali ini pemain harus kambali menggunakan kaki satu dan mengambil umpan miliknya diluar kotak sepuluh ribu dengan tanpa menginjak/memegang garis. G. B. I.

remaja. B. masing – masing kelompok umujr 6 – 12 tahun dan kelompok umur 13 tahun keatas. bermain dan meningkatkan kemampuan motorik. Latar Belakang Egrang adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari daereah mana asalnya. Sedang Jawa Tengah dengan nama Jangkauan yang berasal dari nama burung berkaki panjang. sehingga permukannya rata. lapangan umum. bila memungkinkan). Lapangan dan Peralatan a. 1) Umur 6 – 12 tahun : Tinggi bambu 1 ½ meter Ukuran tempat berpijak :  Tinggi : 50 cm  Lebar : 15 – 20 cm  Panjang : 7 ½ cm 2) Umur 13 tahun keatas Tinggi bambu 2 ½ m Ukuran tempat berpijak:  Tinggi : 50 cm  Lebar : 20 cm  Panjang : 10 cm . Egrang dalam bahasa lampung berarti terompah pancung yang tgerbuat dari bambu bulat panjang. dan bersosialisasi. C. Alat egrang dibagi menjadi dua. Ingkau yang bahasa Bengkulu berarti sepatu bambu. Lapangan Lapangan yang dipergunakan disarankan datar dan luas (bisa di stadion. sebagaian wilayah sumatera barat dengan nama Tengkak – tengkak dari kata tengkak (pincang). bahkan jalan raya. tetapi dapat dijumapi diberbagai daeerah dengan nama berbeda seperti . berdasar kelompok umur pemakaiannya. Secara spesifik. dan dewasa. kemampuan motorik meningkat. Ukuran lapangan adalah panjang minimum 50 m dan lebar 7 ½ m dibagi lima garis lintasan masing – masing 1 ½ meter. b. Sasaran Anak – anak.72 PERMAINAN OLAHRAGA TRADISIONAL 53) PERMAINAN EGRANG A. D. ukuran egrang tersebut adalah sebagai berikut. Pada ukuran 50 cm dari bawah dibuat tempat berpijak kaki yang rata dan boleh lepas dengan kain atau busa. kualitas kebugaran meningkat. Peraturan Permainan 1. Tujuan Mengisi waktu luang. Manfaat Gembira. Peralatan Alat yang digunakan adalah bambu yang dibuat sedemikian rupa. E.

 Juri lintasan. Sebelum perlombaan dimulai. . siap . Sebelum perlombaan dimulai. 3. yang mengambil lintasan orang lain dinyatakan gugur. kelompok umur anak – anka 6 – 12 tahun dan unutk taruna / remaja / dewasa 13 tahun keatas. para atlet berdiri dibelakang garis start dengan memegang egrang. dari garis start sampai garis finish dipimpin juri start dan waktu dicatat oleh petugas pencatat waktu. Hal ini dilakukan pada waktu penyelenggaraan resmi. Per kelompok dipelombakan dalam seri. Wasit. g.  Juri kedatangan mengawasi perlombaan di garis akhir. jumlah atlet sesuai dengan jumlah lintasan. mengawasi lintasan apakah ada pelari yang menginjak garis. Pengganti ―YA‖ dapat dilakukan dengan suara peluit. Kalau dalam perlombaan cukup dengan mengira – ngira saja. Perlombaan dalam seri. Untuk maju ke seri berikutnya.  Juri pemberangkatan / timer. para peserta diteliti usianya untuk menentukan kelompok umur masing – masing. Pemain Permainan egrang bisa dimainkan oleh wanita atau laki – laki dengan mengenakan pakian olahraga yang pantas. Waktu terbaik dalam seri (2 atau 3orang) berhak mengikuti seri berikutnya. Ya. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dalam kelas masing – masing 5 (lima) orang sesuai dengan jumlah llintasan. e. Selanjutnya diadakan undian untuk menentukan urutan pemberangkatan perlombaan. Atlet. Pada aba – aba bersedia tangan memegang egrang (kanan dan kiri). Dalam meneliti umur peserta didasarkan pada surat keterngan yang berwenang. d. Atlet yang terganggu jalannya oleh atlet lainnya boleh meneruskan larinya atau mengulang.  Pencatat waktu (timer) mencatat waktu para pelari. j. Aba – aba perlombaan oleh wasit / juri start adalah: bersedia. f. 5. c. Pemenang  Pemenang ditentukan berdasarkan kecepatan waktu  Waktu yang diambil adalah kaki terakhir menyentuh garis finish. dapat diatur dalam peraturan perlombaan khusus apakah hanya 2 atau 3 orangwaktu terbaik dengan memperhatikan jumlah peserta. 4.73 2. i. Undian diadakan agar jangan ada yang merasa dirugikan. h. b. Para atlet dinyatakan gugur apabila:  Menginjak garis lintasan  Kaki jatuh menyentuh lantai atau lintasan  Dengan sengaja mengganggu atlet lain. Jalannya permainan a. juri dan pencatat waktu (timer)  Wasit bertugas mengawasi seluruh jalannya perlombaan. aba – aba siap satu kaki (kiri atau kanan) diatas tempat berpijak dan setelah aba – aba YA lari.

memupuk sportifitas. besar d. Lama permainan . Peralatan Tempat bertanding dibuat dari kayu atau bambu bulat dengan ukuran panjang 4 meter. Bantal dibuat dari kain diisi dengan kapas. Sasaran Remaja dan dewasa. tanah danpasir.2 m dan unutk putri 1 m. serta bentuk bantal bulat panjang berukuran 7 ½ cm . 12 cm. di atas sebatang bambu yang dipasang menyerupai jembatan dan pemenangnya adalah yang berhasil menjatuhkan lawan atau yang berhasil mengumpulkan angka yang lebih banyak. Manfaat D. Lapangan dan Peralatan a. b. tanah atau lantai yang rata. Tinggi dudukan tempat bertanding diukur dari tanah / permukaan aman. Pada dasar lapangan (kecuali diatas air). C. Latar Belakang Permainan gebuk bantal adalah merupakan suatu permainan ketangkasan dimana 2 pemain saling menyerang menggunakan bantal. Pemain  Gebug bantal bisa dimainkan oleh putra maupun putri.15 cm. dengan ukuran panjang 8 meter dam lebar 4 meter. tertutup (hall / gedung olahraga). 2.74 54) PERMAINAN GEBUK BANTAL A. Tujuan Mengisi waktu luang. Peraturan Permainan 1. dan diatas air). B. diberi pengaman matras. atau jerami. Kualitas kesegaran jasmani meningkat. melatih keseimbangan. mengurangi ketegangan mental. meningkatkan kesegaran. Lapangan Lapangan atau tempat bermain bisa dialam terbuka (lapangan rumput. dengan pengelompokan umur:  anak – anak : 9 – 12 tahun  remaja : 13 – 16 tahun  dewasa : 17 tahun ke atas  Masing – masing kelompok umur tadi. keseimbangan meningkat. dipertajam lagi dengan pengelompokan berat badan  anak – anak : 30 – 40 kg  remaja : 41 – 50 kg  dewasa : 51 – 60 kg keatas  Sifat pertandingan Perorangan dan beregu. pasir. E. Lapangan (kecuali diatas air)dibatasi dengan tanda. Tanda dibuat dari kapur atau tambang.m. 1 kg untuk putri. untuk putra 1. sabut kelapa atau jerami dengan ukuran panjang 1 meter berat 1 ½ kg untuk putra. F. busa. 3.

Penjelasan tentang perwasitan a. setelah selesai bertanding pemain berdiri mengapit wasit dan wasit mengangkat tangan pemenang. 8. permainan ini dihentikan untuk istirahat selama 3 menit. 4 – 1 atau 3 – 2. e. 7. lebih dulu jatuh. Beregu 5 orang. e. salah seorang berhasil menjatuhkan lawannya. 6. setelah istirahat dilanjutkan 5 menit babak kedua. jatuh kebawah tanah. Pertandingan dipimpin oleh 1 orang wasit daan 1 orang pembantu wasit. d. 5. Wasit memimpin seluruh jalannya pertandingan dan pembantu wasit memperhatikan apakah diantara pemain melakukan kesalahan (memegang kayu / bambu dudukan. Sebelum pertandingan dimulai diadakan undian unutk menentukan tempat dan siapa yang lebih dulu memukul. pembatasan sasaran ini dimaksudkan untuk menghindari cidera kuping. Demikian juga sebelum pertandingan dimulai wasit dan pembantu wasit memeriksa lapangan dan peralatan. dinyatakan kalah. kaki mengepit dudukan. wasit membunyikan peluit tanda pertandingan di mulai. Jenis permaian dan penilaian a. b. kaki tergantung satu tangan memegang bantal. d.75 4. Apabila ini terjadi segera mengangkat bendera merah. Hasil undian. dilakukan dengan uang logam. Permianan dilakukan paling lama 5 menit / babak. f.satu tangan lagi siap menangkis. Sebelum pertandingan dimulai wasit menanyakan panitia tentang keabsahan pemain. atau siapa lebih dulu jatuh. b. Perorangan (lihat butir 5) b. c. Apabila dalam waktu 5 menit tidak ada pemain yang jatuh. . Apabila babak pertama sampai babak kedua tidak ada yang jatuh pemenang ditentukan dengan undian. Pemain dinyatakan kalah. Setelah pemain siap bertanding. Jalannya permainan a. Undian diadakan untuk menentukan tempat dan peraminan yang lebih dulu memukul. tangan memegang kayu / bambu dudukan. c. Setelah undian pemain yang akan bertanding naik keatas dan duduk diatas dudukan tempat bertanding. Pemenang Pemenang ditentukan berdasarkan. Sikap duduk. ditetapkan berdasarkan jumalh pemain yang memenangkan pertandingan dengan skor akhir 5 – 0. sebaiknya dihindari dengan suit. Wasit dan pembantu wasit adalah yang telah mengikuti penataran perwasitan. mengepit dudukan dengan dua kaki). Sasaran Seluruh tubuh kecuali kepala. Wasit dan Juri Pertandingan dipimpin oleh 1 orang wasit dan satu orang pembantu wasit.

Kabupaten Kampar. rata seperti stadion. Terompah. terompah pangjang sudah merakyat. 3.  Tebal terompah 2. Bengkalis. jalan raya (bila memungkinkan). C. b.5 cm. bendera dibuat dari kain atau kertas berwarna meerah dan biru berbentuk segitiga dengan ukuran bendera 27 cm. dengan lebar 7. maupun Rokan dibagian Hilir. Lapangan dan peralatan a. lapangan umum. Kini. B. Tujuan Berolahraga. seperti dibagian Siapi – Api. Manfaat Kebugaran meningkat. Ukuran terompah:  Panjang terompah untuk 3 orang 141 cm. Sasaran Anak – anak. 4. 55) PERMAINAN TEROMPAH PANJANG A. Peraturan Permainan 1. 2. 5.76 g. Bendera – bendera kecil dari bahan: tangkai dari bambu dengan panjang 40 cm. dewasa putra dan putri. Latar Belakang Permainan terompah panjang sejak dulu sudah ada didaerah sepanjang perairan Sungai Rokan. dan kemampuan kerja sama meningkat. Lapangan Permainan terompah panjang diadakan dilapangan terbuka.  Berat terompah seluruhnya untuk teromaph 3 orang 4 kg ( sepasang) terompah 5 orang 8 kg (sepasang). ketegangan menurun.  Lebar terompah 10 cm. Antar lintasan diberi garis dari kapur 5 cm. D.5 meter. Panjang atau jarak lintasan: 50 meter. remaja. Memimpin pertandingan sesuai dengan peraturan permainan yang telah ditetapkan. baik Rokan Kiri maupun Rokan Kanan. Ujung lintasan diberi garis start dan garis finish. mengisi waktu luang dan memupuk sikap kerja sama (kekompakan team). yang dibagi menjadi 5 lintsan (masing – masing lintasan lebar 1. Lapangan dibuat sedemikian rupa agardalaam pelaksanaannya tidak menghadap matahari. terompah dibuat dari bahan balok / papan yang tebal karet / ban.5 meter). Bendera start (peluit start).  Panjang terompah unutk 5 orang 235 cm. Jumlah bendera sesuai dengan jumlah lintasan yang dipakai. Kapur untuk membuat lintasan. . dan paku. Peralatan 1. Riau. Nomor dada dan stopwatch. E.

77 2. d. menginjak lintasan peserta lain. siap. Undian dapat dilaksanakan paling lambat satu hari sebelum perlombaan dimulai. Regu dianggap sah. Aba – aba dalam perlombaan diberikan oleh juri pemberangkatan adalah bersedia. Aba – aba siap. Sebaiknya para peserta memakai sepatu olahraga agar kjaki tidak lecet. boleh pada bahu atau pinggang. Regu juga masih dianggap sah. j. peserta siap untuk melakukan jalan. salah satu kaki atau kedua kaki menginjak tanah artinya salah satu kaki atau kedua kaki tidak ada kontak dengan terompah. Pada aba – aba bersedia. i. Peseta / regu dianggap gugur apabila.tidak berhasil mencapai garis finish. terompah rusak ditengah jalan. Sebelum perlombaan dimulai. Peserta dibagi dalam regu yang terdiri dari 5 orang atau 3 orang sesuai dengan jenis yang diperlombakan. e. 4. remaja 13 – 16 tahun. . Jalannya permainan a. 3. regu yang gugur tidak perlu meneruskan sampai garis finish. peserta dari masing – masing regu berdiri dibelakang garis start di samping terompahnya. kemudian diberi nomor (dua) untuk dipasang di dada bagi peserta yang paling depan dandi punggung pemain paling belakang. Seluruh peserta dibagi dalam seri setiap seri maksimal 5 regu sesuai dengan jumlah lintasan (disesuaikan dengan jumlah regu peserta). f. Petugas lintasan berdiri dibelakang peserta dan memperhatikan regu pada lintasan masing – masing dengan membawa bendera biru merah. dewasa 17 tahun keatas. stop watch dihidupkan dan pada saat peserta dan ujung terompah paling belakang melawati garis finish stop watch dimatikan. dengan sengaja mengganggu peserta lain. Sebelum perlombaan dimulai. g. waulupun regu tersebut jatuh kedepan tetapi kedua kaki masih kontak pada terompah meskipun tangan menyentuh tanah. maka pada aba – aba ya. ya (peluit dibunyikan atau bendera start dikibarkan). peserta berjalan secepat – cepatnya menempuh jarak 50 meter. Selanjutnya diadakan undian untuk menentukan lintasan masing – masing regu. k. peserta berdiri diatas terompah dengan jari – jari kaki masuk kedalalm setengah lingkaran karet dan berpegangan satu sama lain. h. Pemain Jenis kelamin laki – laki dan perempuan yang tergabung dalam regu putra dan regu putri. Kelompok umur anak – anak 9 – 12 tahun. Bila memungkinkan adanya stop watch. b. apabila peserta terakhir dan ujung terompah bagian belakang melewati garis finish dengan tidak ada kesalahan selama dalam perjalanan. c. Jenis perlombaan Beregu 3 orang dan beregu 5 orang. Regu yang sudah diteliti kelompok usianya. dan untuk menentukan urutan pemberangkatan dalam perlombaan. Peserta regu berpegangan satu sama lain. usia para peseta diteliti untuk menentukan kelompok usia. Aba – aba ya.

 Dalam memberikan aba – aba.  Juri kedatangan berada dibelakang garis finish. regu yang gugur dalam babak final tidak mendapat juara. diperlukan petugas sebagai juri / wasit.  Jumlah pemberangkatan 1 orang.  Pencatat waktu (apabila ada stopwatch). 6.  Sebelum start dimulai.  Pada saat peserta mulai berjalan. pengawas lintasan mengacungkan bendera keatas dan berjalan di belakang mengikuti peserta sampai garis finish. perincian tugas darei masing – masing juri / wasit.  Pengawas lintasan bertugas unutk:  Mengawasi lintasan selama permainan berlangsung. juri pemberangkatan memanggil peseta untuk berdiri dibelakang agris start dalam lintasan masing – masing. juri pemberangkatan mengambil tempat dibelakang peserta dan tangan yang megang bendera direntangkan lurus kesamping. siap. Apabila menggunakan bendera maka pada aba – aba ya bendera dinaikkan / digerakkan keatas.  Aba – abab yang diberikan adalah: bersedia.  Sebelum start dimulai. Apabila pengawas mengacungkan bendera biru.  Juri kedatangan bertugas untuk:  Menentukan dan mencatat urutan kedatangan peserta. maka permainan peserta tersebut sah. 7. Petugas Petugas terdiri dari. Pemenang Regu dinyatakan sebagai pemenang apabila regu tersebut paling cepat memasuki garis finish.  Pengambil waktu (apabila ada stopwatch).  Juri pemberangkatan dapat menentukan sah atau tidaksah start yang dilakukan oleh setiap peserta. .  Pengawas lintasan 5 orang (diseduaikan jumlah lintasan)  Juri kedatangan lima orang.  Kemudian juri pemberangkatan memperingatakn agar peserta tidak menginjak / melewati garis start.  Memberi aba – aba pada pemberangkatan peserta dengan mempergunsksn bendera start atau peluit. Petunjuk Perwasitan Untuk melancarkan jalannya permainan terompah panjang.78 5. pengawas lintasan berdiri di belakang peseta yang akan diawasi sambil membawa bendera biru ditangan kanan dan bendera merah di tangan kiri.  Juri pemberangkata bertugas untuk. Tetapi apabila peserta melakukan kesalahan maka bendera biru diturunkan dan bendera merah dinaikkan dan regu peserta dianggap gugur. ya atau peluit dibunyikan.

dan pada saat peserta paling belakang dan ujung terompah paling belakang tepat berada digaris finish / melewati garis finish. yang mana setiap habis melangkah pemain harus memindahkan balok yang dibelakangnya ke depan sebagai tempat berpinjak dan begitu selanjutnya. C. B. b) Peralatan  Bahan dari kayu balok di mana permukaan tempat berpijak rata. Tujuan Berolahraga. 2 detik. Permainan ini menuntut kelincahan. stopwatch dimatikan. dan ketangkasan meningkat. dewasa. Lapangan dan Peralatan a) Lapangan  Lapangan terbuka.  Panjang minumum 15 meter  Lebar 7 ½ meter dibagi 5 garis lintasan masing – masing 1 ½ meter. keseimbangan. pengambil waktu menghidupkan stopwatch. 56) PERMAINAN LARI BALOK A. tanah. Sasaran Anak – anak. putra dan putri. dan kecepatan atletnya. ketegangan menurun. mengurangi ketegangan dan kompetitif.  Tebal garis 4 cm.  Pada saat starter memberi aba – aba ya atau peluit dibunyikan . misalnya 10. semen maupun aspal). rata (rumput. dan seterusnya.  Pengambil waktu berada atau bertempat dibelakang garis finish.  Waktu dicatat sampai dengan per sepuluh detik.79  Pengambil waktu bertugas untuk:  Menghitung waktu dari mulai aba – aba ya atau peluit dibunyikan sampai peserta menginjak atau melewati garis finish.  Pencatat waktu bertugas untuk:  Mencatat waktu yang ditempuh setiap peserta pada formulir yang sudah disiapkan. Manfaat Kebugaran meningkat. Latar Belakang Lari Balok sering dilombakan pada perayaan Kemerdekaan RI. remaja. E. D.  Pencatat waktu berada dibelakang garis finish disamping pengambil waktu. Bentuk permainan berupa adu kecepatan menempuh suatu jarak tertentu diatas empat buah balok kecil menyerupai batu bata. Spesifikasi alat sebagai berikut :  Kayu  Ukuran balok : . Peraturan Permainan 1.

b) Juri pemberangkatan. 3. Siap kedua tangan siap memindahkan kedua balok lainnya. Pada aba – aba bersedia peserta duduk jongkok diatas kedua balok.  Keluar dari lintasan. mengawasi jalannya perlombaan. 5. memberi aba – aba start pemberangkatan. 4. c) Peserta diundi untuk menentukan kelompok seri/urutan perlombaan. mencatat nama/nomor peserta yang telah tiba di finish . d) Juri kedatangan. Pemenang Ditentukan berdasarkan peserta yang paling dahulu.  Salah satu tangan atau kedua tangan menyentuh tanah dan sama sekali tidak ada kontak/hubugan dengan balok. mencapai garis finish (dengan ketentuan ke empat balok telah melewati garis finish). f) Peserta dinyatakan gugur apabila :  Salah satu kaki atau kedua kaki menginjak tanah dan sama sekali tidak ada kontak/hubungan dengan balok.  Dengan sengaja mengganggu peserta lain. d) Sebelum perlombaan dimulai para peserta duduk jongkok diatas 2 balok dibelakang garis start dan kedua tangan menyentuh balok dua lainnya yang terletak di belakang kedua balok yang diinjak. b) Setiap peserta yang akan berlomba diberikan 4 potong balok.  panjang : 25 cm  lebar : 9 cm  tinggi : 4 cm  Berat balok : 50 gr – 100 gr  Bendera start : 60 x 90 cm (ukuran tidak mutlak)  Bendera kecil segi tiga mrah dan biru :27 x 37 cm Pemain a) Pemain lari balok bisa dimainkan oleh laki – laki maupun perempuan. siap. c) Juri lintasan. mengawasi peserta yang telah tiba di finish e) Pencatat. mengikuti dan mengawasi lintasan dibelakang dari dari setiap peserta. b) Klasifikasi :  Kelompok I : 6 – 10 Th  Kelompok II : 11 – 14 Th  Kelompok III : 15 – 18 Th  Kelompok umum : 19 Th keatas Jalannya Permainan a) Sebelum perlombaan dimulai para perserta diteliti usianya untuk menentukan kelompok umurnya masing – masing. e) Aba – aba perlombaan oleh wasit adalah bersedia. Ya peserta saling berlomba. ya. Pemimpin Perlombaan a) Wasit.80 2.

Tujuan Berolahraga. IV : 80 kg keatas Berat untuk putri Kelas I : 30 – 49 kg. 30 orang dsb. Latar Belakang Tarik Tambang adalah olahraga rakyat yang paling banyak dimainkan oleh masyarakat setelah olahraga panjat pinang. Pinggir lapangan sebaiknya diberi tanda dengan kapur atau tali. jumlah regu disesuaikan dengan keadaan. Diantaranya stadion. E. . Olahraga tarik tambang dimainkan beregu. dan dewasa. 17. III : 60 – 69 kg. juga luar garis batas tarikan. Diameter tali : 5 – 10 cm. III : 70 – 79 kg. pada pertengahan tali diberi tanda ( cat merah/kain merah ) dari pertengahan tali diberi 2 macam tanda yang masing – masing jarak 2. IV : 70 kg ke atas. tepi pantai yang datar/rata permukaan. II : 60 – 69 kg. 28. meningkatkan semangat kerja dan menurunkan ketegangan. jumlah anggota regu disesuaikan dengan keadaan. II : 50 – 59 kg. remaja.5 M dari pertengahan tali. Peraturan Permainan 1.  Panjang lapangan : 40 s/d 60 M  Lebar lapangan : 8 M Pada pertengahan lapangan diberi garis. c) Peserta  Beregu putra atau putri. B. Dalam permainan ini sangat dominan kekuatan dan daya tahan regu. memupuk semangat kerja sama dan sosialisasi. b) Peralatan Alat yang dipergunakan adalah sebuah tali tambang serat panjangnya 30 s/d M. batas lapangan harus jelas supaya penonton tidak masuk lapangan permainan. 20. C. boleh 10.81 57) PERMAINAN TARIK TAMBANG A. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. Lapangan dan Peralatan a) Lapangan Lapangan yang dipergunakan dapat terbuka dan tertutup. lapangan. D.  Klasifikasi Berat untuk putra Kelas I : 50 – 59 kg. Sasaran Anak – anak. menggunakan seutas tambang.

maka diadakan pemindahan tempat. Pemimpin Perlombaan Wasit sebaiknya berjumlah 3 orang. B. d) Wasit memberikan aba – aba siap. meningkatkan kekompakan tim. bermain. 4. Jalannya Permainan a) Undian dapat diadakan sebelum hari pertandingan pada saat pertemuan teknis. Anak-anak desa. 58) PERMAINAN HADANG A. remaja. Tujuan Mengisi waktu luang. Latar Belakang Meski dimainkan hamper seluruh anak di Jabotabek. Dua orang pembantu wasit bertugas mengawasi garis batas tarikan dan dilengkapi dengan bendera merah. c) Wasit pertandingan memanggil pimpinan regu masing – masing untuk menentukan tempat. acap memainkan hadang di malam hari saat bulan purnama. b) Sebelum bertanding lapangan harus dikosongkan setelah ada panggilan dari panitia. tetapi tidak ada petunjuk bahwa permainan hadang berasal dari Jakarta. kebugaran meningkat. D. jika ada aba – aba ya kedua regu melakukan tarikan. Kemudian diadakan tarikan lagi dan jika terjadi seri maka sebelum tarikan ketiga diadakan lagi undian untuk memilih tempat setelah lebih dahulu istirahat. C. Pemenang Apabila satu regu dapat mengalahkan regu lain dengan 2 – 0 atau 2 – 1 ( kalau terjadi seri ). peserta sudah memegang tali serta konsentrasi untuk mendengar aba – aba berikutnya. Sasaran Anak-anak. Pembantu wasit juga bertugas menghitung jumlah masing – masing regu serta mengatur tata tertib keamanan pertandingan. Pertandingan biasanya dilakukan dengan sistem gugur. Kedua regu saling menarik tambang dan saling berusaha membuat tanda merah dari pertengahan tali dapat ditarik melalui garis batas. Jika salah satu regu dapat menarik melewati garis batas. dan bersosialisasi. . dewasa. 3. tetapi panitia dapat menentukan sstem pertandingan disesuaikan dengan situasi dan kondisi. bendera merah itu diangkat apabila tanda merah tadi melewati garis batas tarikan.82 2. yang terdiri atas 1 orang wasit kepala yang bertugas langsung memimpin pertandingan dan dilengkapi dengan peluit. Manfaat Gembira. Permainan ini ada di sebagian besar provinsi di Nusantara.

Jam/stopwatch Meja. Cat dan line paper digunakan apabila lapangan di atas lantai semen dan jalan beraspal. Peraturan Permainan 1. 9 meter 15 meter Peluit diperuntukkan pada kedua wasit yang akan memimpin pertandingan. Gambar Lapangan Hadang c. Lapangan dan Peralatan a.  Kapur/cat/line paper.  Papan nilai untuk mencatat nilai (papan tulis atau white board). apabila memungkinkan). e. gedung olahraga. b.83 E. jalan raya. gedung pertemuan) atau di ruangan terbuka (stadion terbuka. . halaman rumah. f. warna kuning dan merah berbentuk segi empat.  Garis pembagi lapangan permainan menjadi 2 bagian memanjang disebut garis tengah. tangkai 40 cm. kursi Alat tulis Formulir pertandingan untuk mencatat susunan pemain dan hasil pertandingan. Lapangan Lapangan permainan dapat dibuat di ruangan tertutup (stadion tertutup.5 m x 5 m. g.  Lapangan permainan ditandai dengan garis selebar 5 Cm. Peralatan  Bendera untuk hakim garis dengan ukuran 30 x 30 cm. Kapur digunakan apabila lapangan permainan di rumput atau tanah. lapangan terbuka. d. Bentuk lapangan empat persegi panjang berpetak-petak Ukuran  Panjang 15 meter  Lebar 9 meter dibagi 6 petak masing-masing 4.

Pemain a. Setiap regu diharuskan memakai kostum bernomor dada dan punggung ukuran 15 cm dari nomor angka 1 sampai 8. b. Penyerang berusaha melewati garis di depannya dengan menghindari tangkapan.tidak boleh mengepal. g. Kapten regu diberi tanda di lengan kanan berbentuk pita melingkar. Waktu time out. b. Regu penjaga menempati garis jaganya masing-masing dengan kedua kaki berada di atas garis sedangkan regu penyerang siap untuk masuk. yang kalah sebagai penjaga dan yang menang sebagai penyerang. Jalannya permainan a. atau sentuhan dari pihak penjaga. Penjaga berusaha menangkap atau menyentuh penyerang dengan tangan terbuka dan jarh-jari tangan. d. dalam posisi kedua kaki berpijak di atas garis atau salah satu kaki berpijak di atas garis sedangkan satu kaki lainnya dalam keadaan melayang. e. jam dimatikan. Pemain penyerang dinyatakan salah apabila:  Kedua kaki keluar dari garis samping kiri dan kanan lapangan. dan 3 orang pemain cadangan. c. Seragam pemain 4. 5. Regu putra dan regu putri 3. Sebelum permainan dimulai diadakan undian regu. Lamanya permainan Lamanya permainan 2 x 15 menit bersih dan istirahat 5 menit. Timeout Time out satu kali untuk tiap regu. Permainan dimulai setelah wasit membunyaikan pluit.84 2. Setelah time out posisi pemain seperti sebelum time out. Pergantian untuk regu: Pergantian regu penyerang men-jadi penjaga atau sebaliknya diadakan oleh wasit dengan membunyikan peluit setelah:  Penjaga menangkap atau menyentuh penyerang . f. masing-masing satu menit selama pertandingan. Terdiri dari 2 regu masing-masing 5 orang.  Berbalik masuk petak yang telah dilalui. 6. Waktu time out dicatat posisi pemain. Timeout diberikan atas permintaan pelatih atau manajer kepada petugas meja.  Mengganggu jalannya permainan..

Tiap regu diberikan paling banyak 3 kali penggantian pemain selama pertandingan). Bagi pemain penjaga. Hukuman dan sanksi a. j. 8. Pemain yang berhasil melewati garis belakang s/d garis depan diberi nilai satu. b. waktu istirahat. apabila:  Menyentuh penyerang dengan tangan dikepal atau meninju penyerang. Istirahat. pergantian dan pada saat time out. Setiap pemain yang telah berhasil melewati seluruh garis dari garis depan sampai garis belakang dan dari garis belakang sampai dengan garis depan langsung dapat melanjutkan permainannya seperti semula. dibantu dua orang hakim garis. . Demikan seterusnya permainan berjalan tanpa berhenti kecuali kalau dihentikan oleh wasit karena tertangkap/ tersentuh. apabila:  Menggait kaki penjaga. dua orang pencatat nilai. b.85  Terjadi butir 6 di atas  Apabila tidak terjadi perubahan posisi selama 2 (dua) menit. fungsi dan wewenang yang sama c. Bagi pemain penyerang. pemain membuat kesalahan dan waktu time out. Setiap pertandingan. Hakim garis dan pencatat nilai a. h. Pemain yang telah berhasil melewati garis depan s/d garis belakang diberi nilai satu.  Apabila permainan telah berjalan selama 15 menit wasit membunyikan pluit tanda istirahat dan posisi pemain dicatat. 9. Apabila penjaga atau penyerang melakukan pelanggaran pertama kali diberi kartu kuning dan apabila melakukan pelanggaran 2 kali diberi kartu merah dan nilai dikurangi 1 (satu).  Apabila penyerang menginjak garis dan petak di belakangnya yang telah dilalui.  Apabila permainan babak kedua dilanjutkan posisi pemain sama seperti saat permainan dihentikan. dipimpin 2 orang wasit. b. Penggantian pemain diadakan pada saat permainan sedang berhenti (pada saat istirahat. Wasit memberikan tanda dengan membunyikan peluit. Wasit. Nilai a. Kedua wasit punya tugas. i.  Mendorong penyerang dengan sengaja  Menyerang wasit dan membuat keributan.  Menyerang wasit dan membuat keributan.  Mengganggu penjaga yang sudah dilalui. . 7.

Regu : …………………………. Penentuan Pemenang Pemenang ditentukan dari besarnya nilai setelah pertandingan berakhir. memukul. memupuk semangat kerja sama dan bersosialisasi. dan meningkatkan keterampilan dan jiwa sportif. b. Lapangan . dan mematok. adalah saat-saat yang menyenangkan. bermain. No. e. Pencatat nilai.. kebugaran meningkat. maka diadakan perpanjangan waktu selama 10 menit (2x5 menit) tanpa istirahat/ time out. meninting. kecekatan. Pemain Nilai Dada Dada Jumlah Jumlah 59) PERMAINAN PATOK LELE a. Dua pencatat nilai ditempatkan di sudut garis depan dan garis belakang. dan yang terpenting adalah jiwa sportif. 10. Tujuan Gembira. No. ketegangan menurun. 2 X 15 menit. Lapangan dan Peralatan a. Peraturan Permainan 1.. dan ketangkasan meningkat. d. c. Saat-saat mencutat. Penjaga garis memberi tanda dengan mengangkat bendera e. No. Latar Belakang Patok lele digemari setiap anak (tentu saja yang bias memainkannya). Nilai/ angka dicatat di dua papan nilai (lihat gambar di bawah). pemenang ditentukan berdasarkan hasil undian/tos PERTANDINGAN HADANG PA/PI Regu : …………………………. Manfaat Berolahraga. Permainan ini mengasah ketrampilan. Pemain Nilai No. Tujuan Mengisi waktu luang. Apabila terjadi nilai sama setelah waktu 2 x 15 menit berakhir. Apabila masih tetap sama.86 d.

 Lubang tempat mencutat/ mematok  Lubang tempat mencutat/ mematok dibuat di atas lapangan f. mulai dari lubang tempat mencutat membentuk sektor 90°. b. maka tempat mencutat/mematok dapat dibuat dengan cara meletakkan 2 (dua) buah batu bata/balok berjejer sehingga dapat memungkinkan untuk mencutat/ mematok. memukul. (lihat gambar). garis tengah 2cm. ditinting. dan dipatok. Alat ini yang dicutat. Tetapi jika permainan dilakukan di lapangan keras. . garis tengah 2cm. Peralatan Dalam pertandingan resmi.  Bendera hakim garis  Kapur/cat/line paper  Peluit  Jam/stop watch  Alat tulis  Formulir pertandingan  Meja/kursi  Meteran. Alat ini untuk mencutat.  Kayu berbentuk bulat (silinder) dengan ukuran panjang 45 cm. Gambar: Dengan dua bata/balok berjejer dan ditidurkan Permainan.  Kayu berbentuk bulat (silinder) dengan ukuran panjang 15cm. Garis : Menarik garis. dipukul. peralatan yang tercantum dalam peraturan permainan ini merupakan kebutuhan yang diperlukan. Jarak 3 m dari lubang dan diberi tanda garis tinting.87 Patok lele dimainkan di lapangan terbuka: Bentuk: Mempunyai sektor 900 Ukuran: Menarik garis lurus dari ujung lubang tempat mencutat yang disebut garis batas (lihat gambar). dengan cara membuat lubang berbentuk elips atau segitiga. (lihat gambar). dan mematok. meninting.

Warna seragam kedua regu berbeda/kontras.  Jika janak tertangkap oleh penjaga.88 2. baik putra dan putri. dalam hal ini berarti penyerang menjadi penjaga dan sebaliknya. 5. bila tidak ada lagi pemain berikutnya. maka regu penjaga mendapat cutatan mati. Kapten regu diberi tanda di lengan berbentuk pita berwarna kontras dengan seragam. b. Jalannya permainan  Sebelum permainan dimulai diadakan undian regu yang menang menjadi penyerang dan yang kalah bertahan/menjaga. kemudian dicutat.  Jika tidak tertangkap oleh penjaga. maka pemain yang bersangkutan mati.  Janak diletakkan melintang di atas lubang/tempat mencutat. Mencutat.  Permainan dilakukan dengan 3 (tiga) tahap: a. Pemain Setiap regu terdiri dari 5 orang dan cadangan 2 orang.  Kemudian dilanjutkan oleh pemain berikutnya.  Selanjutnya dilakukan  Kemudian utat diletakkan/dipasang melintang di atas lubang atau tempat mencutat. maka janak harus dilemparkan penjaga dan diusahakan mengenai utat yang dipasang melintang di atas lubang atau tempat mencutat. Lamanya permainan Permainan patok lele berdurasi 2 x 20 menit dengan istirahat 5 menit. 3. permainan diteruskan pada tahap berikutnya yang disebut tinting. Meninting  Janak dipegang bersama utat dengan satu tangan. bila tidak ada lagi Cara mencutat Pemain maka diadakan pergantian dalam hal ini penyerang menjadi penjaga dan sebaliknya. Seragam pemain Setiap regu diwajibkan memakai seragam yang bernomor dada dan punggung berurut angka 1 s/d 7.  Jika janak yang dilemparkan mengenai utat. Jika tidak kena. 4. maka diadakan pergantian pemain. Ukuran nomor dada dan punggung 15 cm. . Kemudian dilanjutkan oleh pemain berikutnya.

pemain tersebut dinyatakan mati.  Jika janak dipukul tidak kena. Mematok  Mematok dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara:  Di Lubang  Janak diletakkan membujur di lubang sehingga sebagian muncul ke permukaan. Kemudian ujung janak yang muncul di atas lubang dipukul atau di patok dengan utat sehingga .89  Selanjutnya janak dilemparkan sedikit keatas/dilepas dan kemudian dipukul dengan utat sekuat mungkin sehingga janak dapat melayang jauh ke arah lapangan permainan.  Pemain yang melakukan tinting diperbolehkan mengambil posisi yang menguntungkan untuk memukul/menghempang janak dengan utat agar janak itu dapat kembali ke lapangan permainan.  Pemain penyerang yang memukul janak di luar batas tinting dinyatakan mati.  Cam meninting dengan pegangan janak antara ibu jari dan telunjuk  Cara meninting dengan janak di atas pangkal ibu jari dan telunjuk  Jika janak tidak ditangkap. maka penjaga harus melemparkan dan regu penjaga mendapat nilai. c.  Apabila jarak antara janak dengan lubang tempat mencutat kurang dari 1 (satu) meter. maka pemain berhak meneruskan permainan ke tahap berikutnya.  Jika janak tidak ditangkap. maka penjaga harus melemparkan kembali janak tersebut dari tempat janak jatuh ke arah lubang atau tempat mencutat. maka pemain tersebut dinyatakan mati.  Jarak antara janak berhenti dengan lubang/tempat mencutat di ukur dengan meteran. Pemukulan ini boleh ditangkap penjaga dan mendapat nilai tangkapan.  Jika tahap kedua tidak mati.  Tinting dilakukan dalam batas daerah tinting.

. jarak dari janak jatuh sampai pinggir lubang/tempat mencuat.  Penggantian pemain  Penggantian pemain dilakukan sebanyak 2 (dua) kali selama permainan berlangsung. Jika janak kena dua kali.  Di atas batu bata sama halnya dengan di atas lubang. pengembalian tintingan serta patokan dengan dua tangan mendapat nilai 10 (sepuluh). Dan bila berhasil memukul janak. dan mematok. 7. d. tintingan.90 terungkit dan lemlempar ke atas. Regu penyerang  Pada waktu pengambilan tinting. Dan jika satu tangan mendapat nilai 15 (lima belas). maka pemain tersebut dinyatakan mati. dan pemain tersebut berusaha meninting janak berulang kali. jarak antara janak jatuh dengan lubang/tempat mencutat diukur dengan meteran (setiap meter mendapaat nilai1)  Pada jarak patok dengan ber-kenaan sebagai berikut: b. tintingan. Selanjutnya diusahakan agar pukulan terakhir sejauh mungkin dari lubang tempat mematok. 6. Jika janak kena satu kali. pukulan hasil pengembalian tintingan berhasil ditangkap oleh penjaga. Bila penyerang tidak berhasil meninting atau memukul janak sewaktu terungkit ke atas. Jika regu penjaga berhasi! menangkap cutatan. Regu penjaga c. Penggantian pemain dilakukan setelah dilaporkan lebih dahulu kepada petugas meja/wasit. diukur dengan meteran. Penyerang dinyatakan mati a. meninting. Penyerang permainan patok lele dinyatakan mati apabila:  Cutatan.jarak pu-kulan. diukur dengan meteran dan hasilnya dikali kan dua dan seterusnya. maka nilai dihitung dari jatuhnya janak sampai ke lubang dan seterusnya diulang lagi dari mencutat. jumlah tintingan akan dikalikan dengan . Penilaian a.

serta melaporkan kepada petugas pencatat hasil (scorer). Wasit utama : 1 (satu) orang)  Melakukan undian. Penentuan pemenang a. c. 8. 10. baik tintingan.  Pada waktu melakukan cutatan. oleh regu penyerang dan tangkapan oleh regu penjaga. janak kurang dari satu meter dari lubang/tempat mencutat. pertandingan diteruskan sesuai dengan kedudukan babak pertama.91  Janak hasil cutatan.  Melakukan pengukuran yang diperoleh penyerang.  Pengembalian tintingan oleh regu penjaga kurang satu meter di ukur dari lubang/tempat mencutat. Kemudian menjum-lahkan hasil yang diperoleh seluruh pemain. b. tintingan.  Pada waktu melakukan tintingan maupun patokan tidak diperbolehkan melawati garis batas.  Pembantu wasit . baik didapat dart tintingan. patokan.  Memimpin jalannya pertandingan dari awal sampai akhir serta menentukan pemenang. menentukan siapa menjadi penyerang dan penjaga. Pencatat hasil (scorer).  Mencatat nama-nama pemain dan cadangan serta nomor dada/ punggung di dalam formulir pertandingan. 2 (dua) orang  Mengawasi tangkapan janak oleh regu penjaga  Mengawasi jatuhnya janak di dalam lapangan permainan atau di luar daerah permainan. Tugas wasit dan Pembantu wasit a. Jika babak pertama berakhir. patokan. b. sedangkan regu penyerang masih ada yang belum bermain maka untuk babak kedua. Pemenang ditentukan berdasarkan jumlah nilai yang terbanyak diperoleh setelah pertandingan berakhir 2 x 20 menit.  Hasil akhir yang diperoleh masing-masing regu diberikan kepada kapten regu dan wasit untuk ditandatangani.  Mencatat hasil yang diperoleh pemain atas laporan wasit dan pembantu wasit. Petugas meja a. 9. Larangan dan sanksi . Mencatat waktu Tugas pencatat waktu adalah mencatat lamanya pertandingan berlangsung 2 x 20 menit dan istirahat 5 menit. pukulan hasil pengembalian tintingan maupun pukulan hasil pengembalian tintingan dan patok yang jatuh di luar lapangan permainan.

Lihat saja istilahnya :Ada tawanan. Peraturan Permainan 1. dan lain sebagainya. memupuk semangat kerja sama dan bersosialisasi. penjaga tidak boleh menghalang-halangi penyerang dengan jarak 2 (dua) meter. Sewaktu melakukan cutatan. = Pembantu Wasit x = Regu Pemain = Regu Penjaga f. h. Pada waktu melakukan tinting penyerang tidak boleh melewati garis batas. sawah sehabis panen. Bentuk: Persegi panjang Ukuran: Panjang 50 m. C. lebar 20 m . bermain benteng cukup mudah dan meriah. D. maupun patokan. = Petugas Meja DLP = Daerah Luar Permainan dan tidak boleh ditangkap oleh penjaga. E. B. Lapangan Lapangan terbuka antara lain: halaman rumah. Pada waktu pengembalian tinting penjaga dilarang melemparkan janak dengan sengaja ke tubuh penyerang. jika hal tersebutdilakukan oleh penjaga nilainya dikurangi 5 (lima). Seorang anak sedang bermain patok lele 60) PERMAINAN BENTENG A. Jika hal tersebut dilakukan regu penjaga. g. jalan raya (apabila memungkinkan). e. lapangan rumput/lapangan sepakbola. Latar Belakang Mengingat nama serta jenis permainannya. Yang jelas. Denah lapangan/susunan petugas X =: Wasit 0 XI A d. penyerang berhak mengulangi permainannya dengan bebas c. Sasaran Anak-anak dan remaja. Lapangan dan peralatan a. bisa jadi Benteng terinspirasi oleh aksi peperangan tempo dulu. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani/ meningkatkan semangat kerja sama dan menurunkan ketegangan. tintingan. membakar benteng musuh.92  Regu penjaga dilarang menghalangi janak yang sedang dimainkan oleh regu penyerang dengan kaki/badan sengaja atau tidak sengaja. Tujuan Berolahraga.

3. Setiap pemain berfungsi sebagai pemancing atau yang dikejar dan juga berfungsi sebagai pengejar.  Tiang bendera tingginya 2 meter dari permukaan tanah/lantai Gambar Lapangan Benteng 20 m 50 meter dengan garis tengah 5 cm. cadangan 4 orang. jam tetap jalan.93 Daerah benteng berbentuk lingkaran yang bergaris tengah 3 m dengan jarak 10 m dari garis belakang dan garis samping. Peralatan  Bendera. Permainan ini dimainkan regu putra atau regu putri. Lapangan ditandai dengan garis selebar 5 cm. Setiap regu terdiri dari 10 orang. Pemain a. Seragam pemain  Setiap pemain diwajibkan memakai pakaian seragam yang bernomor dada dan punggung 1 sampai dengan 14 berukuran 15 cm. tidak ada campuran.  Jam/stop watch  Alat tulis  Meja/kursi  Formulir pertandingan  Lamanya permainan  Lamanya permainan 2 x 20 menit dengan istirahat 5 menit.  Peluit  Bendera Hakim Garis sebanyak empat buah dengan ukuran 30 cm x 30 cm dan tangkai 40 cm.  Kapur/cat untuk membuat garis lapangan permainan. b. Daerah tawanan: Berbentuk persegi panjang dengan ukuran: panjang 10 m dan lebar 1m. 2. Yang menang dapat memilih tempat atau lebih dulu memancing. Sebelum permainan dimulai diadakan undian. b. b. Seseorang pemain mengejar . Jalannya permainan a. Ada dua bendera benteng dengan ukuran 40 cm x 30 cm dengan warna berbeda. Saat penawanan.

Tawanan yang berkumpul di daerah tawanan dapat bebas kembali apabila teman seregunya yang belum tertangkap dapat membebaskan dengan jalan menyentuh bagian tubuh te-mannya. Tawanan yang lebih dari satu orang. Kapten regu ditandai ban/pita di lengan kanan dan bertugas mengatur setiap anggota regunya. shirt warna kuning dan celana warna hitam. Benteng suatu regu dinyatakan terbakar. Penggantian atas permintaan officials yang disetujui oleh wasit. Permairran/pertandingan dipimpin oleh dua (2) orang wasit. 5. 4. Cara menangkap lawan cukup dengan menyentuh bagian tubuh lawan dengan tangan terbuka. b. empat (4) orang pembantu wasit dan dua (2) orang pencatat nilai. apabila pemain lawan lebih dulu meninggalkan bentengnya dan ia menjadi orang yang dikejar oleh pemain lawan. f. Penggantian pemain diadakan waktu permainan berhenti (istirahat. semuanya dapat dibebaskan dengan jalan menyentuh salah seorang dari tawanan itu dengan ketentuan satu sama lain dalam keadaan berpegangan/bergandengan. Wasit berada di dalam lapangan dan pembantu wasit berada di luar lapangan. apabila salah seorang atau lebih regu lawan dapat membakar benteng dengan ca-ra menginjakkan salah satu kakinya di benteng lawannya. Hukuman dan sanksi Hukuman dan sanksi diberikan kepada pemain apabila:  Menyentuh pemain lawan dengan tangan  Mendorong lawan dengan sengaja atau menggaet kaki lawan. e. Bila kapten regu tertangkap. .  Menyerang wasit atau membuat keributan. Setiap wasit yang memimpin per-mainan/pertandingan diwajibkan memakai seragam T. Wasit. Setelah salah satu regu bentengnya terbakar. Selama permainan berlang-sung setiap regu diperbolehkan mengadakan penggantian pemain paling banyak empat kali. Bagian tubuh termasuhk kostum/kelengkapan.94 pemain lawan. pembantu wasit dan pencatat nilai a. d. Anggota regu yang tertangkap atau yang keluar dari lapangan permainan akan menjadi tawanan dari pihak lawan. permainan dilanjutkan dengan ketentuan regu yang berhasil membakar benteng lawannya berfungsi lebih dulu sebagai pemancing. 6. penawanan dan penghukuman). c. tugas diserahkan kepada salah seorang anggota regunya yang belum tertangkap. g. Penggantian pemain a.

 Apabila 1) dan 2) tetap sama. Setidaknya. kedua regu saling tarik menarik sekuat tenaga sedangkan dalam dagongan kedua regu saling dorong untuk mencari kemenangan. b. Lapangan dan Peralatan a. Penilaian dan penentuan pemenang a. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. bermain dagongan adalah kebalikan dari bermain tarik tambang. c. C. memupuk semangat kerjasama dan bersosialisasi. dalam cara bermain. menigkatkan semangat kerja sama dan menurunkan ketegangan.95 7. pemenang ditentukan berdasarjumlah tawanan. Regu paling banyak menawan lawan dinyatakan menang. Penilaian Setiap pembakaran dihitung satu nilai. Lapangan 18m 2m . Denah Lapangan dan Penempatan Petugas wasit 20 m 50m 61) PERMAINAN DAGONGAN A. Penentuan pemenang  Regu paling banyak membakar benteng lawannya dinyatakan sebagai pemenang.  Apabila nilai sama. B. Latar Belakang Secara mudah. Tujuan Berolahraga. Dlaam permainan tarik tambang. Peraturan Permainan 1. D. pemenang ditentukan dengan undian/tos. Yang dimaksud nilai sama adalah jumlah pembakaran sama atau sama sekali tak terjadi pembakaran.

 Kapur/lakban. Peralatan  Bamboo harus lurus dan kuat.96 Lapangan harus rata dan datar dan diutamakan berumput. ukuran 30 x 30cm berwarna merah kuning berbentuk diagonal. 1 buah garis tengah.5 m dari garis tengah. Garis serang adalah batas kaki pemain saling depan berjarak 2. Bentuk lapangan persegi panjang dengan ukuran 2 meter x 18 meter.  Formulir pertandingan . Kapur untuk menggaris lapangan dan lakban yang digunakan 2 warna. Biru untuk batas pegangan. Garis tengah adalah garis yang membagi dua lapangan sama panjang sebagai batas akhir penyerangan dari masing – masing regu yang mendorong. digunakan oleh hakim garis.  Bendera 2 buah. merah untuk batas tengah bamboo. b. 2 buah garis terang. panjang 10m dengan garis tengah 6cm. garis – garis batas 2 buah garis samping.

d. f. 6. 3. Pergantian pemain Pergantian pemain harus diminta oleh kapten regu. Jalannya Permainan a. 4.d 7. sedangkan apabila terjadi draw ( seri ) lamanya 5 menit. selanjutnya melaporkan kepada pencatat nilai dan wasit.  Peluit 2. c. 7. Salah seorang yang manjadi kapten memakai pita pada lengan sebelah kanan. dan memeriksa posisi silang dari kedua regu. Kedua hakim garis menghitung jumlah pemain. seluruh pemain memegang bamboo untuk siap dalam posisi melakukan dorongan. Wasit member aba – aba siap. satu pasang untuk mencatat nilai dan pelaoran pergantian pemain. Apabila score seri maka wasit melakukan undian kembali untuk menentukan siapa yang akan memilih tempat. Aba –aba yaa kedua regu saling mendorongkan bamboo lurus ke depan lawan. Sebelum permainan dimulai. Beregu Putri Kelas A : 46 . Pluit dibunyikan apabila salah satu regu telah dinyatakan kalah. Nomor Pertandingan a. Pemain Beregu putra dan putri dengan jumlah pemain 5 orang cadangan 2 orang. Seragam Pemain Kedua regu wajib memakai kostum dada/ punggung dimulai dengan angka 1 s. dilakukan pada saat : . wasit memanggil kedua kapten regu untuk melakukan undian. Dalam melakukan dorongan bamboo berada dan sejajar di dada. e. Lamanya Permainan Lamanya permainan menggunakan system 2 kali menang. Beregu Putra Kelas A : 50 – 59 kg Kelas B : 60 – 69 kg Kelas C : 70 – 79 kg Kelas D : 80 kg ke atas b. Interval antara dorongan pertama dengan dorongan kedua adalah 3 menit. b.97  Meja/ kursi. Salah satu tangan mengapit bamboo pandangan lurus ke depan lawan. Permainan selesai jika adaa yang berhasil melakukan 2 dorongan.49 kg Kelas B : 50 – 59 kg Kelas C : 60 – 69 kg Kelas D : 70 kg ke atas 5.

sepatu golf. Apabila 3 orang pemain keluar dari garis samping maka regu tersebut dinyatakan kalah. c. Larangan a. Sebelum pertandingan dimulai b. Perpindahan tempat 8. Seorang wasit yang bertugas :  Mengundi sebelum pertandingan dimulai dan apabila terjadi seri  Memberi aba – aba  Menentukan sah/ tidaknya suatu dorongan b. Seorang pencatat nilai  Mencatat hasil nilai ( score )  Mengumpulkan daftar nama. b. dan yang serupa. Mengubah posisi pada saat mendorong. . Dua orang hakim garis :  Menghitung jumlah pemain  Membantu wasit dalam pengawasan garis c. Regu/ pemenang adalah regu yang berhasil mendorong/ mengalahkan lawannya dengan nilai 2 – 0 atau 2 – 1. 9. 10. Wasit.98 a. Regu yang melanggar ketentuan tersebut dikenakan diskualifikasi. Memakai sepatu bola. Hakim Garis. Pertandingan dipimpin oleh : a. Nilai/ Score dan Pemenang a. b. Apabila satu regu berhasil mengalahkan lawannya pada set pertama maka dinyatakan sebagai pemenang. Memakai sarung tangan c. spike. dan Pencatat Nilai.

sesuai ketentuan jarak menyumpit. Jarak menyumpit putra adalah 15 meter. . C. Kawat tersebut berfumgsi sebagai pisir pada senjata api. Peraturan permainan 1. dan terjauh 35 meter. D. 25 meter. remaja.  Pisir Untuk meluruskan pembidikan. 10 meter. Gabus ini berfungsi untuk meluruskan jalannya anak sumpit. bermain. terbentuk laras panjang yang terbuat dari kayu yang telah dilubangi atau bambu dengan anak sumpit yang terbuat dari bambu. dan 25 meter. Pisirr diikat menggunakan rotan. Sasaran \ Anak-anak. B.  Kaliber Kaliber sumpit tidak ada standarnya tergantung kepada besar kecilnya besi untuk boor / besar kecilnya lubang bambu. Cara bermain dengan menembakkan anak sumpit ke suatu sasaran yang telah ditentukan (target). Lapangan dan peralatan a. Latar Belakang Sumpitan merupakan permainan tradisional Indonesia yang banyak dilakukan oleh masyarakat pedalaman Kalimantan dan pedalamnan pulaupulau lainnya.99 62) PERMAINAN SUMPIT A.  Anak sumpitan panjang 25 cm terbuat dari bambu atau kalam (lidi enau). Tujuan Mengisi waktu luang. Besarnya gabus harus dapat masuk pada kaliber sumpit. dewasa E. 15 meter. Pada awalnya sumpitan ini dipakai sebagai alat berburu. dan meningkatkan ketrampilan.  Gabus Pada pangkal anak sumpit dipasang gabus yang dibuat berbentuk kerucutt. sepanjang memiliki panjang yang cukup. disisi atas dari ujung batang sumpit dipasang sepotong kawat sejajar dengan batang sumpit. Lapangan Lapangan tempat bermain sumpitan ditempat terbuka atau tertutup. Manfaat Kebugaran meningkat dan ketrampilan meningkat. Peralatan  Sumpitan terbuat dari katu atau bambu dan panjang 150-175 cm. biasanya sebesar pensil. b. Sedangkan untuk putri.

25 m. . kemudian kearah luar bernilai 9.hal ini untuk menjaga agar sumpitan tidak goyang. 4.100 2. 5. Cara penyumpitan  Cara memegang sumpit Karena batang sumpit cukup panjang dengan kedua tangan pada pangkal sumpitan.anak sumpit dimasukan kedalam kaliber sumpit satu persatu. Posisi berdiri b. anak sumpit diperhatikan dahulu kalau belum lurus harus diluruskan. hingga lingkaran paling luar nilai 1. Memasukan anak sumpit. Jenis pertandingan a. kemudian sumpit diangkat diarahkan kesasaran dengan pertolongan pisir. Sudah barang tentu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Lingkaran paling tengah memperoleh nilai 10. dengan konsentrasi dan menyiapkan udara sebanyak banyaknya dari rongga dalam mulut dan rongga dada denga meniup ke kaliber sumpit sehingga memungkinkan anak sumpit terlepas dengan kencang meninggalkan sumpitan menuju sasaran. 8. 3. Jarak Jarak nembak dengan sasaran disesuaikan dengan keadaan setempat. Sasaran Sasaran adalah sebagaimana sasaran pada cabang olah raga memanah. Putra Jarak 15 m. Mulut ditempelkan kekaliber sumpit. 35 m. sebelum dimasukkan kedalam kaliber sumpit. 7 dan seterusmya. Posisi jongkok 7. misalnya: a.  Memegang sumpitan tidak dibenarkan menggunakan alat bantu. kedua tangan menghadap keatas. Jumlah anggota regudisesuaikan dengan keadaan. Cara meniup Setelah anak sumpit dimasukkan ke dalam kaliber sumpit. Lingkaran tersebut dibuat warna warni sehingga menarik 6. Pemain Pemain dapat beregu dan dapat pula perorangan.

kemahiran membidik.  Pengaruh angin Karena anak sumpit yang sudah ada gabusnya tersebut adalah benda yang ringan. Wasit  Melakukan undian dalam menentukan seri  Memimpin jalannya pertandingan  Menentukan pemenang 2. 15 m. 25 m. Lubang yang halus buatannya dan baik pemeliharaannya akan melancarkan jalannya anak sumpit. Wasit dan pembantu wasit 1.  Batang sumpit Yang paling efektif batang sumpit adalah sepanjang sepeda ditambah sejengkal dari masing=masing penyumpit. Banyak anak sumpitan yang digunakan dalam satu seri adalah 5 buah. Putri Jarak 10 m. Besar kecilnya kaliber sumpit akan berpengaruh terhadap besar kecilnya gabus. maka pengaruh akan angin sangat besar terhadap lurus tidak larinya anak sumpit tertutama angin dari samping. Oleh karena itu mata door yang digunakan untuk mengebor batang sumpit harus mata boor satu saja agar lubangnya tetap sama. Pembantu wasit  Mengawasi penyumpit sesuai dengan jarak yang ditentukan  Meneliti perkenaan yang sebenarnya  Melaporkan hasil kepada pencatat nilai 3. Sedangkan besar kecilnya batangsumpit juga akan berpengaruh berat ringannya sumpit. .  Anak sumpit Kehalusan membuat anak sumpit berikut gabus sangat berpengaruh terhadap laju larinya anak sumpit. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadapat efektifitas tembakan  Kemahiran menyumpit Kemampuan meniup. 8.  Halus tidaknya lubang sumpitan. Pencatat (scorer) Mencatat hasil / nilai yang diperoleh penyumpit atas laporan pembantu wasit. sehingga besar kecilnya gabus akan terpengaruh terhadap besar kecilnya tiupan. dimana akan berpengaruh juga pada pembidik. Ini berarti sumpit bukan pegangannya sangat berpengaruh terhadap tembakan.101 b. kemampuan tangan untuk memegang batang sumpit agar tidak bergerak.

Gasing terbuat dari kayu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menyeruapi jantung pisang bagian bawah. Sasaran Anak – anak dan remaja E. kemudian dipintal menjadi tali. bisa dilakukan perorangan atau beregu.102 63) PERMAINAN GASING A. Tujuan Mengisi waktu luang. C. jambu. Panjang tali sesuai dengan kebutuhan gasing. Manfaat Bergaul. Latar Belakang Permainan Gasing terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia. Lapangan Area tempat bermain gasing hendaknya yang rata serta tidak ditumbuhi oleh rumput. B. meningkatkan keterampilan dan bversosialisasi. dan keterampilan meningkat. misalnya teras kayu asam. Lapangan dan Peralatan a. Pangkal tali dibuat cincin sehingga dapat untuk memasukan jari tengah. Permainan ini mengandung sifat kompetitif karena sifatnya mencari kemenangan mengadu ketangkasan dan keterampilan memutar gasing. Tali Terbuat dari daun pandan atau rami. gembira. . dan lainnya. Gasing Terbuat dari kayu yang keras. Bentuknya persegi panjang dengan ukuran : Panjang : 7. Kayu tersebut dibentuk menjadi gasing dengan ketentuan sebagai berikut : Tinggi : 11 cm Tinggi Kepala : 2 cm Garis Menengah : 7 cm Badan keliling : 11 cm b.5 meter Lebar : 6 meter 2. D. Peraturan Permainan 1. Pangkal tali tersebut agak besar dan berangsur – angsur menjadi kecil sampai ke ujung tali. Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki – laki berusia 7 – 17 tahun. Peralatan a.

II.103 3. Lapangan tetap di tempat atau di lapangan masing – masing. Pada inning ketiga dan seterusnya diadakan rotasi terus sesuai dengan urutan semula. c. terlebih dahulu diadakan undian. Pada inning kedua diadakan rotasi yaitu penyerang dan yang bertahan menjadi regu penyerang dan yang bertahan berada di petak no I. gasingnya berputar di luar petak pasang dinyatakan mati dna nilai dikurangi 2. Dapat dimainkan secara perorangan dan beregu. c. . waktu melempar gasing lawan menginjak garis ( CD/EF ) dinyatakan batal ( dis ). h. Apabila nilai sama maka permainan diperpanjang dengan 1 inning lagi. Jika beregu. b. siapa yang gasingnya lebih lama berputar dialah sebagai penyerang terlebih dahulu. Salah seorang dari regu bertahan. Setelah inning ke V diadakan pergantian lapangan ( tempat ). f. Regu penyerang di petak serang dalam keadaan siap untuk melempar dan regu bertahan berada di luar petak bertahan untuk siap melakukan pemasanagan gasing. Setelah itu. Cara undian ialah dengan memutar gasing oleh kedua belah pihak. Untuk menentukan penyerang dan bertahan. Permainan gasing dimainkan dalam waktu 10 inning. dan VI ke V serta V ke I. artinya 10 kali sebagai bertahan dan 10 kali sebagai penyerang. 5. Pergantian pemain dapat dilakukan apabila pergantian inning banyaknya pergantian hanya 2 kali. satu regu terdiri dari atas 5 orang dengan 2 orang cadangan. b. d. i. maka regu bertahan secara serempak memasang gasing masing – masing pada perak yang telah ditentukan. 4. Lama permainan a. Setelah peluit berbunti lagi maka regu penyerang menyerang gasing – gasing yang dipasang di petak pasang. b. III. IV. Setelah aba – aba dari wasit dengan peluit. Kesalahan/ Pelanggaran a. j. Pada inning V diadakan pergantian lapangan ( tempat ). Permainan gasing pada umumnya hanya dilakukan oleh putra saja. regu penyerang menjadi regu bertahan dan regu bertahan menjadi regu penyerang. e. Pelaksanaan Permainan a. Salah seorang dari regu penyerang. b. Pemain a. 6. g.

Kena bisa nilai 3 kesemuanya berlaku jika gasing penyerang lebih lama berputar dari gasing yang bertahan. d. Pencatat : 1 orang . maka regu penyerang boleh masuk ke daerah bebas untuk menyerang gasing tersebut. Salah seorang regu bertahan. Penilaian a. Gasing regu bertahan waktu dipasang terus mati di petak sendiri boleh dilempar. d. f. Gasing lawan terlempar ke luar petak pasang sedang gasing penyerang berada di petak lain. Bila kena penyerang maka dapat nilai 3 dan keluar dapat nilai 5. Denda/ hukuman pengurangan nilai 1 dan 2 jika dari pihak bertahan salah menempatkan gasingnya waktu perang. sedang gasing penyerang mengganti di petak pasang sedang gasing lebih lama berputar dari gasing lawan nilai 5. 9.104 c. Penentuan pemenang a. Gasing dipasang dilempar kena dan ke luar. Gasing lawannya kena dan terlempar ke luar petak pasang.nilai 5. 10. b. Perkenaan a. e. maka penyerang nilai = 0. jika kena tetapi tidak terlempar ke luar mendapat nilai 3. 7. g. Pemain bertahan yang memusang gasingnya di petak lain atau di daerah bebas dihukum dengan 1 pengurangan nilai. Gasing lawan dipasang terus mati dan barada di aderah bebas. Salah satu regu bertahan. Wasit : 1 orang b. gasingnya berputar dipetak kawannya dihukum dengan pengurangan nilai 1. Dinyatakan menang ujika nilai paling banyak. c. Gasing regu bertahan segera mati dan berada di luar petak pasang nilai dikurangi 2. Seperti no 1 tapi penyerang di petak lawan dapat nilai 4. e. d. gasing berputar di daerah bebas. dan jika kena lemparan keluar dapat nilai 5. Wasit/ pemimpin pertandingan a. Pembantu wasit : 1 orang c. selanjutnya masih dapat dilempar oleh regu penyerang. c. Gasing penyerang lebih cepat mati. maka penyerang boleh maju. Gasing lawan terlebih dahulu mati maka regu penyerang dapat nilai 3. b.nilai 5. 8.

B. Apabila batu yang dilempar itu mengenai sasaran dan kereweng tersebut jatuh. Peralatan yang digunakan Dalam permainan ini dibutuhkan kereweng atau pecahan genteng yang nantinya disusun.105 PERMAINAN TRADISIONAL PILIHAN 64) PERMAINAN TUJON A. C. : orang yang melempar batu ke sasaran : kereweng yang ditumpuk 2.com/macammacam-permainan-tradisional . Membuat lapangan permainan/ area permainan. E. 3.blogspot. Sumber Permainan ini bersumber dari widarto-aji-kurniawan. Manfaat Permainan ini dapatmengembangkan kepekaan panca indera manusia dan melatih ketepatan. Permaian ini dimainkan saat waktu luang.dilanjutkan dengan suit untuk menetukan kelompok yang bermain terlebih dahulu. Kelompok yang menang nantinya melempar batu agar mengenai sasaran yaitu kereweng yang ditumpuk. Permainan ini kemungkinan berasal dari Yogyakarta karena dilihat dari namanya dalam bahasa jawa. Pelaksanaan Permainan 1. F. Permainan ini memiliki sebuah sasaran atau tujuan yaitu berupa benda yang ada di tengah. Peserta Untuk memainkan permainan ini dibutuhkan peserta minimal 2 orang atau kelompok yang jumlah dari keduanya harus genap. G. maka kelompok yang berhasil itu segera menuju ke kelompok lawan untuk minta gendong. Latar Belakang Permainan ini bernama Tujon yang memiliki arti tujuan atau sasaran. D. Boleh putra atau putri. Dibagi menjadi 2 kelompok atau 2 orang yang berlawanan. Penentuan Kemenangan Kelompok atau regu yang paling banyak melempar batu dan mengenai kereweng maka itulah pemenangnya.

tegel. C. atau lainnya. Walaupun tidak ada larangan bagi anak wanita untuk bermain.106 65) PERMAINAN MACANAN A. Ada empat versi dalam dolanan Macanan. Peserta Dolanan Macanan sering dimainkan oleh anak laki-laki berusia di atas 10 tahun. yang memang fungsinya menyerang pihak lawan. namun syaratnya harus tetap berpasangan. bisa dimainkan secara beregu. Pertama – tama membuat arena atau gambar segitiga yang saling dihubungkan oleh garis tegak lurus dan mendatar. hanya sekitar 1 meter persegi. mengasah otak. seperti halma dan lainnya. tidak banyak menggunakan tempat untuk bermain. menyesuaikan lahannya. seperti kerikil atau biji-bijian buah (seperti: sawo. Manfaat Permainan memberikan manfaat berupa melatih kecepatan berpikir dan ketelitian serta kecermatan dalam melakukan sesuatu atau memutuskan sesuatu. atau malam hari. E. Dolanan ini banyak digemari oleh anak laki-laki karena bermasuk dolanan kompetitif. . Jika lebih. Setidaknya. macanan 4 wong 1 macan. Namun. yang hidup di era tahun 1970-an mengenal sebuah dolanan tradisional yang bernama Macanan. dolanan ini sudah dikenal sejak sebelum Perang Dunia (PD) II. sore. yakni alat lain yang dianggap sebagai manusia. siang. Alat dan Tempat Permainan ini cukup sederhana. D. atau benda lain. Hanya saja untuk saat sekarang sudah sangat jarang dimainkan karena tergeser dolanan modern lain. Latar Belakang Mayoritas anak masyarakat Jawa. dianggap sebagai sebuah macan. baik pagi. Merujuk namanya. dolanan ini harus dimainkan oleh 2 orang. sebuah alat yang dipakai untuk bermain. ada yang kalah dan menang. asam. asalkan rata dan nyaman. setidaknya yang berada di daerah Yogyakarta. B. atau krangkeng. dan lainnya). Menurut sumber Sukirman (2004). Syarat lokasi bermain bersih. Sementara gambar berupa segitiga dan persegi empat bisa digambar dengan kapur. dolanan ini tidak berhubungan langsung dengan hewan macan atau harimau. Mereka bermain di waktu senggang. keramik. tanjung. redi. yakni macanan 21 wong (orang) 1 macan. namun kebanyakan dimainkan oleh anak laki-laki. bisa menggunakan tempat berlantai tanah. macanan 8 wong 1 macan. Gambar segitiga ini biasa disebut gunung. pensil. Mereka saling berhadapan untuk saling mengalahkan. Pelaksanaan Permainan 1. dan macanan 3 wong 1 macan. Alat yang digunakan juga mudah dicari dan sederhana.

Apabila ada dua anak. Permainan ini biasa dimainkan untuk mengisi waktu luang. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. Menyiapkan peralatan yang akan digunakan. Kepel Press 66) PERMAINAN MUL . Bisa menggunakan kerikil atau biji – bijian. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. dkk. Peserta melakukan suit atau undian untuk mencari yang menjadi batu dan menjadi macan. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. Permainan ini berkembang di masyarakat terutama anak – anak setelah pulang sekolah. Latar Belakang Merupakan permainan yang berasal dari Yogyakarta. Pengertian dari kata mul – mulan sendiri kurang dicertakan dengan jelas disini. G. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan . maka pemain B harus menggunakan kerikil. B. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain Mul-Mulan. Yang menjadi batu berusaha untuk membuat macan terperangkap dengan membuat jalan macan tertutup. 2004. 3. Yogyakarta. Pelaksanaan Permainan a. misalkan pemain A dan B. F. D.MULAN A. C. Permainan ini memiliki tujuan untuk menghabiskan batu atau biji lawan. Sukriman Dharmamulya. 4. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna E. Penentuan Kemenangan Yang menjadi pemenang adalah yang menjadi batu namun paling banyak dapat menutup jalan macan.107 2. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. Bisa laki – laki atau perempuan. Sumber Permainan Tradisional Jawa. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya.

108 agar tidak keliru. bisa menggambar dengan kapur atau pecahan tembikar. Jika pemain A menang. keduanya harus melakukan sut. d. Sisi terluar. Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. serta masingmasing membawa orang-orangan. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. . Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. tidak lupa salah satunya juga menyiapkan kapur atau alat tulis lainnya (sesuai dengan media yang dipakai). dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. bisa dengan panjang hingga 30—40 cm. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. b. Salah satu pemain segera menggambar bangun bujur sangkar sama sisi lapis tiga di atas ubin atau lantai. Demikian pula dengan bujur sangkar yang ketiga bisa dibuat lebih kecil lagi (lihat gambar). Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. Jika bermain di atas lantai atau ubin. Kedua pemain lalu duduk saling berhadapan. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 9 buah. Kemudian keempat sisi di bagian tengah ditarik sebuah garis menghubungkan bujur sangkar satu dengan lainnya. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. Setelah menyepakati tempat yang teduh dan nyaman. Di sini. ia main duluan. Langkah pertama. c. Kemudian bujur sangkar kedua yang ada di dalamnya bisa dibuat lebih kecil sedikit. kira-kira panjangnya 25—35 cm. Dengan demikian gambar dolanan MulMulan sudah siap digunakan.

Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. menampar tangan. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. maka pemain B harus menggunakan kerikil.. misalkan pemain A dan B. Yogyakarta. atau menyanyi. Pelaksanaan Permainan e. Permainan ini memiliki tujuan untuk menghabiskan batu atau biji lawan. 2004. Apabila ada dua anak. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. Sumber Permainan Tradisional Jawa. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. Latar Belakang Merupakan permainan yang berasal dari Filipina. B. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. H. Ahmad Yunus. Permainan ini berkembang di masyarakat terutama anak – anak setelah pulang sekolah. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. Jakarta. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. Bisa laki – laki atau perempuan. dkk. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna E. Sukirman Dharmamulya. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan . Sebenarnya permainan ini juga ada di Yogyakarta dengan nama Mul – mulan dan dam-daman. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain nerensi. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama.109 F. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. Departemen P&K 67) PERMAINAN NERENSI A. maka ia harus menerima hukuman. D. Pengertian dari kata nerensi sendiri kurang dicertakan dengan jelas disini. C. jika pemain kalah harus menerima hukuman. 1980/1981. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. Permainan ini biasa dimainkan untuk mengisi waktu luang.

Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. Kemudian keempat sisi di bagian tengah ditarik sebuah garis menghubungkan bujur sangkar satu dengan lainnya. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. tidak lupa salah satunya juga menyiapkan kapur atau alat tulis lainnya (sesuai dengan media yang dipakai). Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. serta masingmasing membawa orang-orangan. Kedua pemain lalu duduk saling berhadapan. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. Demikian pula dengan bujur sangkar yang ketiga bisa dibuat lebih kecil lagi (lihat gambar). Langkah pertama. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. keduanya harus melakukan sut. . Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. Setelah menyepakati tempat yang teduh dan nyaman. h. Kemudian bujur sangkar kedua yang ada di dalamnya bisa dibuat lebih kecil sedikit. f. ia main duluan. Dengan demikian gambar dolanan nerensi yang sudah siap digunakan. Di sini. Salah satu pemain segera menggambar bangun bujur sangkar sama sisi lapis tiga di atas ubin atau lantai. Sisi terluar. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. kira-kira panjangnya 25—35 cm. g. bisa menggambar dengan kapur atau pecahan tembikar. bisa dengan panjang hingga 30—40 cm. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi.110 agar tidak keliru. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 9 buah. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. Jika pemain A menang. Jika bermain di atas lantai atau ubin.

Setelah selesai menyanyikan lagu. Departemen P&K 68) PERMAINAN SUR . Pelaksanaan Permainan a. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. Berikut lagunya : Sarsur kurunan mak Mak emake tretete Tak undange tretete Yen kecandak kanggo gawe Adhi mesti mati 2x Tak bedhile mimis wesi Tong tong bull 2x b. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. B. C.. Jakarta. atau menyanyi. Satu orang menjadi mak. Peserta dibagi dalam 2 kelompok. Sukirman Dharmamulya. Apabila tebakan itu benar maka mak bilang ―selamat‖. Setelah itu mereka menyanyikan lagu Sur – suran. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. emak memanggil kelompok yang kedua untuk menebak yang dibisikan oleh kelompok 1. Peserta Dimainkan secara berkelompok. jika pemain kalah harus menerima hukuman. Permainan ini berupa gerak dan lagu sebagai pengantar permainan. Ahmad Yunus. Permainan ini dimulai dengan salah satu kelompok membisikan nama dari peserta kelompok lain. 1980/1981. E. Ada satu anak yang menjadi emak dalam permainan ini. dkk. Bisa laki – laki atau perempuan. 2004. Jumlah pemain di tiap kelompok minimal 3 orang. D. maka ia harus menerima hukuman. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. Dimainkan bersama – sama ketika waktu luang. Alat yangDibutuhkan Dalam bermain permainan ini tidak membutuhkan peralatan apapun.111 F. Sumber Permainan Tradisional Jawa. Latar Belakang Pengertian dari permainan sur – suran ini kurang jelas namun sering diartikan sebagai tebakan. . Manfaat Melatih bersosialisasi dengan teman sebaya dan melatih keberanian serta kekompakan dan kepekaan. Asal permainan ini dari Jawa Tengah dan Yogyakarta. I. Yogyakarta.SURAN A. menampar tangan.

daman. Dam Daman ini bisa dimainkan kapan dan di mana saja.worpress. Sumber Permainan-tradisional-sur2an. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan agar tidak keliru. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. maka pemain B harus menggunakan kerikil. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. . Sedikit bercerita tentang permainan ini. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain dam .dimainkan oleh dua orang pemain. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. Sebenarnya. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. Apabila ada dua anak. DAM! Kata-kata itu diucapkan oleh pemain yang melangkahi pion milik lawan mainnya.112 F. G. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya.com 69) PERMAINAN DAM – DAMAN A. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna I. Latar Belakang Permainan dam – daman ini berasal dari daerah Jawa Tengah. Pelaksanaan Permainan i. Penentuan Kemenangan Apabila kelompok berhasil menebak maka dia menang dan apabila tidak berhasil menebak maka akan menggendong yang kalah. Kemudian pion yang dilangkahi itu menjadi milik si Pemain tadi. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. H. Bisa laki – laki atau perempuan. Yang paling banyak menebak benar maka yang menang. G. B. misalkan pemain A dan B. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 12 buah.

jika pemain kalah harus menerima hukuman. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. J. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. Ahmad Yunus. 1980/1981. keduanya harus melakukan sut. Jika pemain A menang. Pada zaman dahulu untuk mendapatkan karet tidak membeli . Latar Belakang Damon adalah permainan anak yang gemar mengoleksi karet lingkar / karet gelang. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. atau menyanyi. Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. maka ia harus menerima hukuman. Setelah itu mereka membuat arena bermain yang berbentuk seperti ini. l. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. Sukirman Dharmamulya. Sumber Permainan Tradisional Jawa. dkk. 2004. k. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. J. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. menampar tangan.. ia main duluan. Jakarta. Yogyakarta. Langkah pertama. Departemen P&K 70) PERMAINAN DAMON A. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. Di sini.113 j. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah.

D. Alat yang Digunakan Karet gelang dan tempat untuk bermainnya dapat di kebun. kemudian c. gembira. Pelaksanaan Permainan a. Namun orang dewasa pun dapat ikut memainkannya. Pemain pertama menjatuhkan satu karetnya di tanah. Dan lidi untuk sasaran. permainan ini sangat seru dan menyenangkan karena siapa yang menang berhak mengambil dan memiliki karet lawan. Sumber Permainan ini dicerikan dan dipraktekan pada saat pembelajaran mata kuliah permainan tradisional kelas PGSD Penjas A tahun 2009 di semester 4. asalkan tempatnya datar. Tujuan Tujuan permainan ini untuk mengisi waktu luang dan melatih kecermatan yaitu pada saat menyentil karet untuk di dekatkan pada karet lawan. Jika belum berani maka pemain kedua boleh memindah karetnya supaya lebih dekat lagi dengan karet pemain pertama. Pemain kedua menegaskan bahwa dirinya sudah yakin atau siap dengan mengucap kata ―Berani‖ jika memang sudah siap. Manfaat Manfaat permainan ini adalah dapat meningkatkan pergaulan antar teman . E. G.114 B. halaman. Karet tersebut tidak langsung dibuang tetapi dikumpulkan untuk bermain kilanan Dua pemain saling beradu kecermatan dalam menyentil karet supaya berdekatan hingga satu jengkal. dalam rumah. Jumlah pemain minimal 2 orang. secara langsung. f. b. Penentuan Kemenangan Pemain yang paling banyak memasukan karet ke dalam lidi maka dialah pemenangnya dan berhak membawa pulang karet yang digunakan dalam permainan. Pemain kedua menjatuhkan satu karetnya agak berjauhan dengan karet pemain pertama d. F. Sementara yang kalah akan kehilangan satu dari karetnya bahkan bisa semuanya. Pada saat istirahat sekolah anak-anak jajan nasi bungkus yang tali ikatnya menggunakan karet. Peserta Anak – anak usia Sekolah Dasar baik laki – laki maupun perempuan. C. e. kedua pemain melakukan undian menentukan siapa yang lebih dulu menjatuhkan karet. H. . Sebelum permainan dimulai. g. dan meningkatkan kecermatan dan ketrampilan. Pemain berusaha memasukan karet ke lidi yang ditancapkan. Pemain kedua meniup karet agar dapat mendekati sasaran yaitu berupa lidi yang ditancapkan di atas tanah.

115 71) PERMAINAN GOBAK BUNDER .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful