1

PERMAINAN TRADISIONAL NUSANTARA
1) PERMAINAN MBURU KEWAN
A. Latar belakang permainan Permainan ini dibuat untuk mengisi kegiatan pada waktu sore hari,dengan cara menirukan orang yang sedang berburu binatang dengan cara melempar benda untuk menangkap binatang yang sedang diburu. B. Asal permainan Asal permainan ini adalah dari daerah pemalang dan sekitarnya C. Peserta Pesertanya adalah semua umur,baik anak-anak maupun orang dewasa dapat melakukan permainan ini.peserta minimal 10 orang dan maksimal tak terbatas. D. Alat yang diperlukan Alatnya adalah 2 buah bola plastik untuk bahan lemparan berburu E. Pelaksanaan Permainan Pertama di awali dengan diundi (hompimpah) untuk mencari 2 orang untuk menjadi pemburu dan sisanya menjadi binatang yang menjadi sasaran lemparan.nanti kalau ada anak yang terkena bola leparan dari pemburu,maka dia harus keluar dari arena permainan dan menjadi pemburu.dalam permainan ini tidak boleh melempar kearah kepala. F. Tempat dan waktu permainan Ditempat yang luas misalnya kebun,lapangan,pelataran rumah dll,dan biasanya dilakukan pada sore hari sambil menunngu maghrib G. Penentuan pemenang Dalam permainan ini yang menang adalah orang terakhir berada di lapangan permainan atau tidak tertangkap pemburu H. Tanggapan masyarakat Menurut masyarakat sekitar permainan ini cukup baik,karena dapatmenimbulkan kesenangan dan dapat melatih keterampilan dalam melempar dan menghindar I. Sumber Saya mengetahui dari mas ahmad yang dulu pernah melakukan prmainan ini.

2) PERMAINAN SASEGO’AN
A. Latar Belakang Permainan ini dinamakan ―Sasego‘an‖ ( bahasa lampung )yang artinya ―Main sumput-sumputan‖ atau sembunyi-sembunyian. Hal ini sesuai dengan pelaksanaan permainan yaitu ― Menyembunyikan Sesuatu ―.

2

B. Peserta Permainan ini pada umumnya hanya dilakukan oleh anak-anak perempuan saja. Usia para peserta berkisar antara 7-13 tahun, dan dilakukan oleh sekurang – kurangnya 4 orang anak. Alat dan Fasilitas Permainan ini sebenarnya hanya semacam permainan sumput-sumputan yang hanya menggunakan peralatan sepotong kapur tulis, sepotong arang untuk menggambar, dan bagi masing- masing peserta sebatang lidi kecil kurang lebih 1cm, atau pecahan kecil dari beling kaca atau sebuah batu kecil yang gunanya unutk disembunyikan dalam permainan ini. Pelaksanaan Permainan Masing – masing anak (A,B,C dan D) duduk berjongkok di tanah saling bertolak belakang(membelakangi) dengan jarak masing-masing peserta kurang lebih 2 meter. Masing-masing anak ini membuat gambar segi empat dengan panjang sisi masing-masing segi ampat kurang lebih 10cm, kemudian segi empat tadi dibagi nenjadi empat bagian Setelah selesai,masing-masing memperlihatkan kepada peserta lainnya alat atau barang yang akan disembunyikan pada salah satu petak di dalam segi empat tersebut.Setelah itu masing-masing anak tadi mulai menyembunyikan alatnya pada salah satu petak dari segi empat tadi secara sembunyi-sembunyi dan hati-hati jangan sampai anggota lain mengintip tempat ia menyembunyikan alat tadi. Cara menyembunyikannya adalah dengan jalan menggali pada salah satu petak secara hati-hati jangan sampai terlihat ada bekas galian ataupun ada bekas timbunan pad tempat tersebut. Setelah penyembunyian di lakukan oleh masing-masing mereka harus mengatakan khadu, yang artinya sudah. Seterusnya ke empat anak (A,B,C dan D) bergiliran mencari alat permaian temannya yang disembunyikan tadi. Setiap orang hanya di bolehkan menebak dan mencari satu petak saja dan bagian yang lain untuk ditebak dan dicari teman-teman yang lainnya. Jika si A berhasil menebak tempat sembunyian si B dan berhasil menemukan alat si B, maka si B mempunyai utang 1 point. Selanjutnya si B kembali mennyembunyikan alatnya tadi pada salah satu petak tadi untuk ditebak dan dicari si C dan si D. Begitu seterusnya pada yang lainnya. Penentuan Kemenangan Siapa yang alat permainannya sering ditemukan teman-temannya itulah yang kalah, sebaliknya yang alat permainannya paling sedikit diketemukan teman – temannya itulah pemenangnya. Tanggapan Masyarakat Pada umumnya masyarakat merasa tidak keberatan diselenggarakan permainan ini, karena sifatnya hanya sekedar rekreatif dan tidak merugikan moral dan pendidikan anak-anak.

C.

D.

E.

F.

3

G. Sumber Suwondo, Bambang. 1983. Permainan Rakyat Tradisional Daerah lampung. Deprtemen Pendidikan dan Kebudayaan.

3) PERMAINAN SONDOK - SONDOKAN
A. Latar Belakang Permainan Tradisional di Kabupaten Kuantan Singini (Kuansing) angsur-angsur mulai menghilang dikalangan anak-anak di Kuantan Singingi, seperti Permainan Gasing. Begitu pula dengan Cerita Rakyat Kuansing seperti Ombak Nyalo Simutu Olang. Berikut ini adalah paparan tentang salah satu Permainan Tradisional Anak-anak di Kuansing. Sondok-sondokan adalah permainan tradisional di Kuansing tepatnya di Kenegerian Sentajo. Sondok-sondokan atau cari-carian merupakan permainan anak-anak tempo dulu, dimana permainan ini diangkat dari disebuah desa yang ada di Kenegerian Sentajo lebih tepatnya di Koto Sentajo. Koto Sentajo terutama pada dusun Gonting memiliki kontur dengan sedikit berbukit sehingga semakin nyaman digunakan untuk permainan Sondoksondok an, apalagi ditambah dengan adanya pelak milik masyarakat, dimana pelak ini semangkin menciptakan semangat permainan bagi para peserta, sebab didalam pelak ini selalu terdapat tumbuh-tumbahan yang ditanam pemiliknya untuk kebutuhan hidup sehari-hari seperti Pisang, Jeruk nipis, terong, Kunyit dan berbagai keperluan dapur lainnya. Dengan adanya berbagai tanaman dalam pelak Tersebut semakin elok sebagai tempat permainan ini. Ket : Sondok – sondokan : Cari – carian/ sembunyi Pelak : Kebun yang dipagar Tonggak : Tiang Olun : Belum B. Peserta Permainan Sondok-sondok an terbagi menjadi 2 Jenis Permainannya yaitu Tonggak Dingin dan Tonggak Bantuan, dimana kedua permainan ini mempunyai perbedaan, tonggak dingin biasanya dilakukan oleh anak-anak yang lebih kecil dari peserta Tonggak Bantuan, dimana peserta Tonggak Bantuan berumur antara 11 – 14 tahun, permainan tonggak dingin selalu dilakukan pada siang hari, sedangkan Tonggak bantuan Dilakukan Pada malam hari pada saat terang bulan, baik pada saat cahaya bulan penuh maupun pada cahaya bulan sabit, dimana pada saat bulan sabit akan lebih menantang karena cahaya dengan sedikit gelap dan samar-samar. C. Pelaksanaan Permainan Waktu permainan ini biasanya dilakukan setelah pulang mengaji sekitar jam 20.00 WIB, pada malam-malam sekolah biasanya sampai jam 22.00 WIB, tapi tidak terlalu sering permainan ini dilakukan pada malam-malam tersebut

Pinggir Sawah dan sebagainya. langkah berikut adalah menetapkan batas-batas persembunyian yang akan disepakati bersama. semakin banyak regu dalam permainan ini semakin seru dalam pelaksanaannya.4 kecuali hari libur sekolah.  Alat yang Digunakan Dalam permainan ini menggunakan Tonggak sebagai alat bantu utama. biasanya permainan ini sering dilakukan pada malam minggu. melalui musyawarah yang tidak terlalu lama biasanya batas-batas bisa ditentukan. idealnya dalam permainan paling sedikit sekitar 7 Regu atau 14 orang. dan tidak tertutup kemungkinan sampai jam 00. jarak terjauh dari tiang biasanya berkisar 250 M. Pada kesempatan ini juga membahas pelanggaran yang dilakukan oleh masing-masing regu. rumah penduduk. sambil berlari biasanya salah satu atau beberapa peserta sambil mengucapkan olun-olun berarti waktu yang kalah untuk membuka mata belum selesai. Kedua Melewati batas yang telah ditetapkan. dimana pada malam minggu biasanya dilakukan sampai larut malam. dimana pelanggaran yang dilakukan akan mengakibatkan kekalahan akan berpindah pada pihak yang melanggar aturan yang telah disepakati bersama.  Penentuan Batas Apabila regu atau pasangan masing-masing telah didapat dan ditetapkan. jumlah regu yang akan bermain tidak terbatas.  Aturan Permainan  Penetapan Kawan : Sebelum permainan dimulai maka harus dilakukan dulu penetapan kawan masing-masing.00 WIB. dalam penetapan batas ini tidak terfokus pada jauhnya jarak. Lalu bagaimana isyarat bagi yang kalah bahwa satiap peserta betul-betul . dalam pembagian kawan ini bisa ditentukan secara langsung seperti sit jari dan bisa juga dengan cara undian. dimana tonggak yang digunakan yaitu Pohon yang ada disekitaran lokasi permainan. Ada dua pelanggaran yang harus diwaspadai oleh para peserta pertama memegang tonggak sebelum yang kalah memegang Tonggak tersebut. namun biasanya ditentukan dengan menunjuk pada objek-objek tertentu seperti jalan.  Cara Bermain Awal permainan ini dimulai dimana regu (2 orang) yang kalah dengan memejamkan/menutup mata sambil menghadap kearah tonggak. walaupun permainan dimalam hari pesertanya bukan saja laki-laki namun perumpuan juga tidak ketinggalan untuk ikut serta. dimana tonggak yang pakai untuk permainan tersebut hanya 1 pohon. kemudian pemenang sambil berlari mencari persembunyian. sebab dalam hal ini tergantung berapa jumlah yang ada pada malam itu. dimana satu regu hanya terdiri dari 2 (dua) orang.

D. sebab kalau tidak akan menjadi rumit.5 telah bersembunyi? Biasanya isyarat bagi regu yang kalah saatnya untuk membuka mata yaitu setelah tidak ada lagi terdengar suara peserta yang mau bersembunyi. Tentunya minus persiapan ditegur petugas keamanan ataupun persiapan menahan malu yang teramat sangat. dimana saat kondisi seperti itulah yang kalah untuk membuka matanya. Nilai yang Terkandung Hal-hal positif yang bisa diambil dari permainan sondok-sondok an/cari-carian yang harus ditanamkan sejak dini antara lain :  Keberanian dalam kemandirian  Kejujuran dalam aktifitas  Silahtuhrahmi antar peserta selalu terjalin E. jika ini terjadi maka permainan harus di ulang dan yang kalah tidak akan berubah. Apabila semua telah bersembunyi suasana dalam keheningan malam akan terasa pada saat itu. Bahkan permainan ini bisa dimulai di mana saja tanpa persiapan apapun. Permaian candak ndodok dimulai dengan sebuah gambreng.html 4) PERMAINAN CANDAK NDODOK A. setelah yang kalah memegang tonggak maka keduanya harus berbagi tugas. dalam percarian kedua peserta yang kalah tersebut harus berpencar atau berpisah arah.  Sejarah Permainan Permainan candak ndodok ini merupakan permainan yang sangat unik. Gambreng . Latar Belakang  Nama Permainan Candak Ndodok atau sering disebut dalam bahasa indonesia yaitu Petak Jongkok atau Tap Jongkok adalah salah satu permainan tradisional Indonesia yang tidak membutuhkan banyak peralatan untuk memulainya. salah satu diantara mereka harus menjaga tonggak. dua orang yang kalah tadi bersiap untuk mencari setiap peserta permainan.sungaikuantan. jangan sampai orang yang belum dapat atau ditemui memberi bantuan dengan memegang tonggak.com/2010/02/permainan-tradisional-kuansingsondok. mengapa demikian? Misalnya yang ada 10 Regu otomatis yang bersembunyi ada 9 regu dengan jumlah 18 orang. setelah didapat peserta yang bersembunyi yang kalah harus kembali ke tonggak untuk memegang tonggak sambil menyebut nama peserta yang telah didapat. ini dilakukan agar lebih konsentrasi dalam pencarian. Sumber http://www. Peserta yang kalah harus mencari sebanyak mungkin semua peserta yang menang kalau bisa semuanya ditemukan.

Para target bisa meloloskan diri dengan cara berjongkok. posisi akan otomatis berubah. 5. . 2. Tetapi. Satusatunya cara untuk kembali berlari adalah pemain ditepuk oleh pemain lain yang masih berdiri dan tidak menjadi penjaga. B. Alat dan Fasilitas yang Diperlukan Dalam permainan candak ndodok ini para pemain hanya membutuhkan lapanga yang luas yang berbentuk persegi panjang. Bila jongkok berarti dia tidak dapat disentuh oleh pengejar. hal inilah yang menyebabkan permainan ini diberi nama ―Candak Ndodok‖. membutuhkan lapangan yang luas dan jumlah peserta untuk melakukan permainan petak jongkok ini maksimal 10 orang dan minimal 5 orang karena kalau kebanyakan kasihan yang kalah atau yang akan jadi pengejar. Permainan petak jongkok ini. Tentukan satu orang yang akan mengejar. Untuk menghindari pengejar. Orang yang ditepuk akan berjaga. sedangkan orang yang berjaga akan menjadi target penjaga. 6. Pemain yang jongkok dianggap tidak aktif dan tidak bisa mengaktifkan diri sendiri. maka pemain tersebut tidak bisa berjongkok untuk menghindari kejaran penjaga.6 adalah sebuah proses menentukan giliran yang biasanya dimulai dengan teriakan "Hom pim pah alaiyum gambreng!". Dan permainan seperti ini yang selalu dimainkan olek anak-anak ketika mereka libur sekolah atau pada waktu anak-anak SD istirahat menunggu bel masuk kelas. anak yang terakhir jongkok berarti akan menjadi pengejar menggantikan pengejar yang lama. 3. Pemain tersebut harus mengaktifkan pemain lainnya baru kemudian bisa berjongkok untuk menghindari kejaran penjaga. diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Pelaksanaan Permainan Dalam permainan ini tentu saja kita semua harus tahu dan mengerti cara bermain dengan baik. Peserta Permainan ini dapat di mainkan oleh anak SD umur 7 sampai 12 tahun atau mulai dari kelas dua sampai dengan orang dewasa karena permainan ini boleh dimainkan oleh siapa saja baik laki-laki maupun perempuan. Biasanya permainan dimulai dengan semua pemain lari berpencar menjauhi si penjaga. Karena permainan permainan petak jongkok ini tidak sulit di mainkan bahkan mudah untuk di mainkan oleh anak-anak. Si penjaga harus mengejar pemain lainnya sampai berhasil menepuk (di mana saja) salah satu pemain. Bila pemain yang berdiri hanya tersisa satu orang. Bila si penjaga berhasil melakukan itu. Begitu juga dengan anak yang tidak jongkok namun berhasil disentuh oleh pengejar akan menjadi pengejar selanjutnya. setiap anak boleh jongkok. D. 4. Anak yang berdiri dapat membangunkan anak yang jongkok. C. Permainan candak ndodok ini berasal dari daerah Jawa Timur.

. Beragam mainan diciptakan untuk menghibur dan juga sebagai sarana pendidikan anak. 2. Sedangkan ‗jarat‘ adalah istilah orang Banjar untuk tali yang ujungnya bersimpul untuk menjebak atau mengikat (seperti tali lasso di Amerika). Mulai dari mainan yang terbuat dari plastik hingga mainan elektronik. Alat dan Fasilitas Peralatan bermain berdasarkan permainan aslinya. Jadi isutan jarat maksudnya mencari tali yang bajarat (memiliki jerat). kata isutan ini mungkin dari peralihan kata ‗usutan‘ yang berarti ‗mencari‘. Namun. kita lihat dari berlangsungnya permainan tersebut. E. Tetapi. Asal katanya dari isutan dan jarat. Permainan seperti ini mengasah kemampuan otak. yaitu tali dari serat pohon pisang dan bilah kayu dari bambu atau jenis kayu lainnya. Mendorong pemain yang sedang berjongkok sampai terjatuh. Pohon pisang yang kering biasanya terlihat seratnya. Pada permainan ini tiap pemain berusaha mencari jarat pemain lainnya yang disembunyikan di dalam pasir dengan cara menusukkan bilah lidi/kayu/bambu. kemampuan membuat strategi. Memaksa pemain yang sedang berjongkok untuk berdiri. bagian inilah yang diambil oleh anakanak untuk membuat tali jarat. Penentuan Kemenangan Untuk menentukan pemain yang menang dan kalah. B. sikap mudah bersosialisasi. 3. dan membangun EQ. Latar Belakang Isutan Jarat adalah nama permainan tradisional yang berkembang di daerah Kalimantan Selatan. Lupa membangunkan pemain yang sedang berjongkok seharian penuh di lapangan. G. permainan tersebut berlangsung lama sampai para pemain merasa lelah dan capek jadi pemain yang menang dan kalah akan selalu berganti-ganti. Permainan ini sebenarnya menebak letak jarat yang ada di dalam pasir. F. tidak ada salahnya mengajarkan permainan yang mungkin sering dimainkan sejak kecil. 5) PERMAINAN ISUTAN JARATAN A. Sedangkan bilahnya terbuat dari kayu atau bambu yang diraut agak runcing dengan panjang tidak lebih dari lengan. Sumber Sumber permainan candak ndodok ini saya dapat dari Hamid Nur dan permainan tradisional merupakan permaina anak tempo dulu yang sekarang hilang dimakan zaman. Tanggapan Masyarakat Dunia anak adalah dunia bermain.7  Hal yang tidak boleh dilakukan 1. Jika pemain yang dikejar maka dianggap menang dan pemain yang jadi pengejar maka dianggap kalah.

 Keempat anak ini berpencar ke daerah pasir masing-masing untuk menyembunyikan jaratnya.  Tahap mencari jarat  Ditentukan dulu timbunan pasir siapa yang akan dicari duluan. ini bisa dilihat dari kejujuran saat menyembunyikan jarat dimana anak yang lain sepakat untuk tidak saling intip serta kejujuran untuk memasang lubang jarat yang sama lebar dengan pemain lainnya. Permainan isutan jarat tidak ada kaitan dengan jenis upacara atau peristiwa tertentu. .  Teknik menyembunyikan jarat ini menentukan kelihaian tiap anak dalam bermain usut jarat. Tempat orang sudah dirasa cukup karena akan terlalu ramai yang bisa menimbulkan kebingungan.  Ujung tali yang tidak memiliki jarat disisakan diluar untuk menariknya nanti. Peserta Jumlah pemain isutan jarat minimal dua orang dan sebanyak-banyaknya empat orang.  Jarat yang ingin disembunyikan ditimbun perlahan-lahan dengan pasir agak tebal supaya tidak kelihatan. Tahapan Tahapan permainan :  Tahap menyembunyikan jarat :  Misalnya jumlah pemain ada 4 orang. Apabila semua anak yang giliran mencari sudah menusukkan bilahnya maka yang mempunyai jarak menariknya sehingga akan ketahuan siapa yang berhasil menebak jarat.8 C. Penentuan Kemenangan Dalam permainan ini tidak ada konsekuensi kalah atau menang hanya memberikan kepuasan dan kebanggaan bagi anak yang berhasil mencari jarat atau anak yang jaratnya tidak berhasil ditemui lawan. Tempat Lokasi permainan ini biasanya di pinggir sungai saat air surut atau di halaman rumah yang banyak pasirnya. D. Pengaruh dari permainan ini adalah memberikan sifat sportifitas bagi anak-anak. Waktu permainan bebas bisa dimainkan kapan saja kalau di kampung anak-anak (laki-laki dan perempuan) akan memainkannya saat sore menjelang mandi di sungai.  Setelah itu masing-masing anak menusukkan bilahnya ke dalam.  Begitu seterusnya tiap pemain bergiliran menebak jarat lawan F. Dua orang diperlukan karena akan ada posisi pasang tempat yang menyembunyikan jarat) dan posisi naik (yang mencari lubang jarat).  Pemain yang berhasil bilahnya akan tersangkut di dalam jarat. ada yang menyembunyikan jarat dengan ujungnya berkelok-kelok sehingga lawan sulit menebak letak jarat sebenarnya. E.

air dan kertas dijadikan sebagai peluru. Pelaksanaan Permainan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan lebih dominan dialam terbuka seperti : Dikebun dan lapangan. D.  Peralatan Bambu.permainan tradisional. Latar Belakang Ceteran adalah permainan tradisional yang berasal dari sleman yang tidak diketahui secara pasti siapa yang membuat permainan tersebut. remaja.batu. memupuk sportifitas.  Pihak lawan yang banyak kena peluru kertas itulah pihak yang kalah.com.  Selanjutnya pemain harus menyebar untuk mencari tempat bertahan seperti dibelakang pohon. dewasa E. Sasaran Anak-anak. Manfaat Memupuk sifat sportifitas.dan penghadang lainnya. B.dapat bersosialisasi dengan yang lain.  Pelaksanaan Permainan  Sebelum permainan dimulai. Sumber http//www. diadakan hung pimpa untuk menentukan siapa yang akan menyerang terlebih dahulu. melatih indra penglihatan dan mengembangkan ketrampilan ketepatan pada target yang bergerak. yang sekarang banyak ditemui di kota .menahan emosi.9 G.kuping.  Pemain yang kalah bisa bertahan terlebih dahulu sambil bergantian menyerang. Latar belakang Disebut dengan nama tambi-tambian sebab pada waktu dahulu permainan ini dimainkan oleh anak-anak suku Tambi. Tujuan Tujuan dari permainan ini mengisi waktu luang. 7) PERMAINAN TAMBI .  Permainan ini tidak boleh mengenai kepala.mata.dan leher. 6) PERMAINAN CETERAN A.  Pemain Pemain bisa dimainkan oleh putra maupun putri yang jumlahnya tidak ditentukan.TAMBIAN A. C. Suku Tambi yaitu suku pendatang dari luar Kalimantan Timur.

karena permainan ini sangat membutuhkan tenaga lebih-lebih pada waktu diadakan hukuman.  Karena yang menang pertama adalah E. dan A masing-masing berdiri bersiap-siap pada lubang yang telah dipilih sebelumnya. Tetapi tidak jelas dari mana asal usul permainan ini karena hampir semua daerah di Kalimantan Timur mengenal permainan ini. Para pelakunya pada umumnya anak-anak pria. B. D. sedang B. Jumlah lubang yang dibuat harus sesuai jumlah pesertanya dan jarak antara lubang dengan papan penghalang kira-kira 10 cm. Pelaksanaan Permainan  Persiapan Para pemain mengadakan undian lebih dahulu dengan hom-pim-pa atau suit. dan apabila lemparan E tidak ada yang mengenai sasaran maka E tidak berhak melempar lagi. Tanda ini adalah tanda kalah. Pada awalnya orang menyebut permainan ini dengan sebutan Tambi-tambian dengan model lapangan seperti pada gambar lapangan I. yang menurut ceritanya mereka berasal dari Ceylon. Ada juga bentuk lapangan yang berbeda yaitu lapangan diberi batas ± 2 x 8 m. Samarinda. Itulah sebabnya pada saat seorang . Yang ideal berjumlah 4 orang dan Maksimum 5 orang. Sasaran E sebenarnya adalah lubang milik E. C. D. maka E berhak bermain lebih dahulu (memasukkan bola ke dalam lubang lebih dahulu). E) berlari sedang B yang telah berhasil mengambil bola tersebut berusaha melempar temannya dengan bola tersebut sampai mengenai sasaran. Suku ini berperawakan besar dan berkulit hitam. maka B dengan cepat mengambil bola dan sementara itu teman-teman yang lain (A. yakni sebuah lapangan yang datar yang berukuran ± 2 x 8 m. B. Mengenai latar belakang sejarah perkembangan permainan ini dulunya sering dimainkan oleh anak-anak dari suku Tambi. tetapi gilirannya adalah pemenang undian ke-2 (yaitu B). Apabila tidak memungkinkan untuk membuat lubang. C. Tahapan Permainan  Misalnya pemain berjumlah 5 orang dan setelah diadakan undian maka berturut-turut yang menang adalah E. Maksud diberi penghalang ini adalah agar bola yang dilempar tidak bergulir jauh keluar lapangan permainan dan juga agar bola dapat mental kemudian menggelinding bebas masuk ke salah satu lubang.  Apabila lemparan B mengenai A. maka sebagai pengganti lubang dapat digunakan garis lingkaran yang agak besar. Mempersiapkan lapangan permainan seperti tersebut pada gambar. Jumlah pemain dapat berjumlah 2 orang. jadi A telah kalah 1 angka).  Apabila pada waktu E melempar bola dan masuk pada lubang B. A. Setiap pemain menentukan lubang permainannya masing-masing. Tetapi apabila lebih dari 5 orang. D. terdiri dan garis batas pelempar dan lubang-lubang sasaran yang dikelilingi dengan papan atau batu bata yang dijejer. Di samping itu lapangan permainan yang dipergunakan dilengkapi dengan garis pembatas lapangan. maka lubang permainan A diberi tanda (Biasanya dipakai tanda berupa serpihan kertas atau batu. C. Peralatan atau perlengkapan yang dipakai dalam permainan ini dilengkapi dengan lubang sejumlah pesertanya dan lubang itu sebesar bola. permainan ini juga dapat dimainkan.10 Balikpapan. sedang pada lubanglubang permainan tidak diberi penghalang.

Permainan ini kembali seperti keterangan c dan d. Dan selanjutnya jalannya permainan seperti pada poin c dan d di atas.  Pada setiap anak yang kena lemparan dinyatakan kalah dan pada lubang permainan miliknya diberi tanda kertas atau batu kecil. Penentuan Kemenangan Misalkan di sini yang kalah 5 adalah A. maka A harus dihukum oleh anak-anak yang bermain dalam permainan itu. C. sebab C kalah 4. Kemudian C menghukum dengan 1 lemparan. Kemudian E menghukum A dengan 2 kali lemparan. Nilai kalah yang terkumpul adalah sejumlah peserta permainan. lubang-lubang permainan c. Keterangan : a.11 anak hendak melempar bola pada teman-temannya.  Setelah lubang A diberi tanda maka giliran melepar/memasukkan bola adalah B (karena pemenang kedua dalam undian). sebab E kalah 3. balok atau papan a —— b = ± 4 cm b —— c = ± 10 cm . Setelah selesai kembali giliran B menghukum B dan seterusnya sampai hukuman selesai dijalankan. B. C. Maka berturut-turut yang menghukum adalah yang paling sedikit jumlah nilai kalahnya. Tetapi apabila dalam pelaksanan hukuman seorang anak yang sedang menghukum tidak mengenai sasaran (misalnya pada saat D melempar bola ke A dan tidak mengenai A. Di sini misalnya : A kalah 5 C kalah 4 E kalah 3 B kalah 1 D kalah 0 D melempar bola pada tubuh A sebanyak 5 kali. anak-anak itu lari menghindari lemparan. Setelah selesai maka B menghukum A dengan 4 lemparan (sebab B kalah 1). Garis-garis tempat melempar bola b. untuk dilemparkan pada salah seorang anak. D dan E). Penghalang dari batu bata. maka bola yang lolos akan diperebutkan kembali oleh anak-anak (A. Jadi 5 (kalah A)-l (kalah B) = 4. Jadi apabila peserta permainan ada 5 orang dan sudah mencapai kalah dengan angka 5 maka permainan berakhir dan anak-anak memberi hukuman bagi yang kalah.

Beberapa batu diletakkan berdiri sejajar. Pelaksanaan Permainan  Alat dan Fasilitas 1.12 8) PERMAINAN GANDON A. pemain biasanya tidak begitu banyak karena tempat juga merupakan faktor penentu. permainan ini diturunkan secara turuntemurun sehingga tidak tahu pasti siapa yang menciptakannya. Dan batu itu sebagai sasaran. Didaerah saya yaitu di Banjarnegara. 2. melempar dengan kaki untuk berusaha mengenai batu yang dipasang sebagai target. Dari orang pertama hingga terakhir. Apabila ada perempuannya maka dibagi supaya adil. Karena anakanak yang terpenting dalam sebuah permainan adalah kesenangan. Latar Belakang Permainan ini dilakukan pada saat saya masih kecil. 6. Pemain pertama melakukannya dengan cara meletakan batu dipunggung kaki dan mengayunkannya. Pemain harus lebih dari satu orang. Dan merupakan permainan tradisional yang sering dimainkan terutama oleh anak laki-laki. B. Peserta Dalam permainan gandon. Batu yang sedang 2. Misal 5 batu. Semua pemain yang pertama kali melakukan harus menggunakan kaki. Halaman dari tanah  Jalannya permainan Permainan dilakukan: 1. Misal pemain ada 4 maka bisa dibuat regu atau kelompok dua lawan dua. 5. Awalan yaitu dengan suit untuk menentukan siapa yang memulai dahulu 4. Setelah itu baru mengincar batu target dengan dilempar menggunakan tangan tetapi dengan cara kaki satu diangkat dan batu dilempar melalui bawah kaki yang diangkat baru ditangkap lagi . C. Garis batas untuk awalan jaraknya disesuaikan dengan kemauan saat bermain 3.

Penentuan Kemenangan Pemenang ditentukan dari banyaknya batu yang berhasil dirobohkan dengan cara di lempar dengan batu tersebut. Sehingga pemain harus bisa berhati-hati dalam memainkan permainan ini. D. Dengan gambar seperti dibawah : E. Orang-orang setempat menyebut permainan ini dari daerahnya sendiri. Sumber Permainan ini saya dapatkan dari pengalaman sewaktu kecil dan masih duduk di bangku sekolah dasar. seorang pemain dapat menyusun strategi cara bermainnya. F. faktor konsentrasi sangat dibutuhkan dalam permainan ini. Permainan ini mengutamakan kecermatan. Sekali saja melakukan keceroohan maka akan menghancurkan permainan. sedangkan rakyat (masyarakat) digambarkan sama. Permainan magang lurah ini belum teridentifikasi secara pasti asal muasal pertamanya. Dan juga dari orang tua dan tetangga saya banyak yang memberitahu permainan ini. Sebelum melakukan permainan. dan saat melakukan permainan dapat menerapkan taktik yang telah disiapkan. Batu tidak boleh terjatuh atau kedua kaki menyentuh tanah. Terdapat seorang pemimpin dan banyak rakyat yang disimbolkan dengan lidi pelepah daun kelapa.13 dengan tangan kemudian baru boleh dilempar kesasaran. Latar Belakang Permainan Magang Lurah ini Pada dasarnya merupakan simbol kehidupan bermasyarakat di desa. Karena dahulu sering saya mainkan saat waktu senggang. Akan tetapi permainan ini sudah dimainkan secara turuntemurun di Desa Harjobinangun. Selain itu juga. Akan tetapi. Kecamatan Grabag. 9) PERMAINAN MAGANG LURAH/MIL-MILAN A. sesama rakyat biasanya sukar atau memiliki keterbatasan kemampuan dalam membantu sesamanya. serta keterampilan pemainnya. Lurah juga memiliki fasilitas yang memadai untuk membantu warganya yang sedang mengalami kesulitan. Seorang kepala desa (lurah) biasanya memiliki kekuasaan yang besar. ketelitian. Seseorang yang mampu berkonsentrasi dan menjaga ketelitian akan dapat secara baik menyelesaikan dan memenangkan permainan. Lurah bisa memerintah / menolong rakyatnya yang mengalami kesulitan dengan mudah. Tempat dan waktu permainan permainan dilakukan pada siang hari atau pada waktu senggang dan dilakukan dihalaman rumah. karena . Kabupaten Purworejo. Faktor taktik dan strategi juga tidak lepas dari permainan ini.

 Pemain mengambil lidi satu persatu.  Umur Peserta Permainan Permainan magang lurah ini biasanya dimainkan anak-anak yang berusia antara 6-12 tahun atau usia anak sekolah dasar. maka permainan selesai dan pemain yang lain mengatakan ―Mil‖. 2. Sehingga baik lakilaki maupun perempuan memiliki kemampuan yang sama dalam memainkan permainan magang lurah ini.  Jumlah Peserta Permainan Jumlah peserta permainan magang lurah ini bervariasi. Lurah dapat menolong lidi yang lain dengan mencongkel dengan kepala lurah. lidi yang lain tidak boleh ada yang bergerak. Usahakan lidi menyebar dengan teratur.  Permainan dilanjutkan terus menerus hingga ada salah satu pemain yang mendapatkan nilai batas. C. Apabila lidi yang lain bergerak karena tersentuh lidi itu. Pemain yang telah melampaui nilai dinamakan ―mendhem 1. Permainan ini digemari anak usia tersebut dikarenakan permainan yang bersifat sederhana akan tetapi mempunyai banyak unsur bermain. Permainan ini dilakukan pada saat anak- . permainan ini efektif dimainkan oleh 2-4 orang. Akan tetapi agar permainan ini berjalan dengan baik dan tidak menunggu lama. dan lidi lurah (yang paling panjang) diberi nilai 15. dst. maka lidi itu juga dinyatakan keluar. Dikarenakan permainan ini lebih mengutamakan ketenangan pikiran dan tidak mengutamakan fisik. waktu pelaksanaan permainan magang lurah ini dilakukan pada siang hari.  Waktu pelaksanaan permainan : Pada dasarnya. Alat dan Fasilitas Peralatan yang diperlukan dalam bermain magang lurah antara lain adalah lidi yang terbuat dari pelepah daun kelapa. Kapur tulis / peralatan lain untuk membuat garis pembatas. karena diperlukan cahaya yang terang. sehingga lidi mudah diambil. mulai 2 orang atau lebih. Pelaksanaan Permainan  Permainan dimulai dengan menyebarkan kumpulan lidi ke tanah / lantai.14 permainan ini mereka mainkan sejak kecil secara turun temurun dari orang tua mereka. itu tandanya permainan berhenti dan ganti giliran pemain yang lain.  Setiap lidi yang berhasil diambil diberi nilai 5. D. Karena permainan ini dilakukan bergantian sesuai urutan. B.‖. Biasanya batas nilai antara 200-500 poin. Peserta  Gender Permainan magang lurah ini tidak membedakan laki-laki maupun perempuan. Lidi yang melewati garis pembatas / sebagian besar bagian lidi melewati garis pembatas. Tempat bermain magang lurah dapat dilakukan di tanah maupun di lantai tergantung kondisi.

Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat tentang permainan magang lurah ini termasuk baik.15 anak merasa lelah bermain yang menguras tenaga. Namun pada kenyataanya banyak anak perempuan yang ikut memainkannya. E. Tujuan Sebenarnya tujuan dari permainan ini hanya untuk mengisi waktu luamg. 10) PERMAINAN SEGHOG A.  Dibyo Subyantoro (46 tahun) : Beliau adalah ayah penulis. Tokoh-tokoh masyarakat seumber informasi antara lain:  Siti Muryani (39 tahun) : Beliau adalah ibu penulis dan seorang guru SD Negeri Ketawangrejo. namun juga ada anak – anak dari daerah Jawa Tengah. maupun ketika mereka selesai belajar kelompok. Yaitu di daerah Purworejo. Penulis mendapatkan banyak informasi tentang permainan Magang Lurah dari beliau yang mengetahui tentang tata cara permainan. Penentuan Kemenangan Penentuan pemenang permainan magang lurah adalah dengan menghitung banyaknya mendhem perminan. Sebelum permainan dimulai biasanya pemain menentukan angka untuk menentukan pendheman. kabupaten Purworejo. Setelah semua sepakat maka permainan dimulai dan dilaksanakan sesuai perjanjian pertama di awal permainan. Sumber Sumber informasi penulis dalam menuliskan permainan tradisional Magang Lurah yaitu dengan metode wawancara dengan berbagai tokoh masyarakat di Desa Harjobinangun. Kecamatan Grabag. Berdasarkan paparan beliau. Penulis mendapatkan informasi tentang asal muasal serta tradisi turun temurun tentang permainan Magang Lurah dari beliau. Latar Belakang Permainan Seghog ini merupakan permainan yang banyak dimainkan di daerah Jawa Barat. G. Permainan ini sebenarnya lebih banyak dimainkan oleh anak laki – laki. Selain itu juga dengan permainan ini masyarakat beranggapan bahwa dengan permainan ini akan menemukan salah seorang calon pemimpin dari anak-anak yang memainkan permainan ini.  Aris Saputro (18 tahun) : Merupakan seorang pelajar SMK Pancasila Kutoarjo. Permainan ini dimainkan untuk mengisi waktu luang anak – anak ketika mereka ditinggal orang tua mereka. yaitu . B. maka penulis menentukan untuk memilih permainan Magang Lurah untuk ditulis. Namun ternyata permainan Seghog ini memiliki beberapa nilai positif. dikarenakan anak-anak bermain dengan tenang dan mengurangi bahaya dibandingkan permainan yang diluar. Sehingga permainan ini bersifat santai untuk menghilangkan rasa lelah. F.

Jarak pemain dengan target adalah kurang lebih 3m. E. ketepatan antara mata dan gerakan kaki dalam mencapai sasaran. dan koordinasi dapat meningkat karena terlatih ketika bermain Seghog. Terutama di tempat yang sudah dicor. dan melatih bersosialisasi. D. Dia memiliki kesempatan sampai menyeghog batu tersebut adalah sama dengan jumlah berapa ukuran kaki dari garis batas.16 dalam permainan ini akan melatih konsentrasi.  Batu yang pipih.  Pemain Jumlah pemain dalam permainan ini adalah minimal 2 orang.  Peralatan  Kapur untuk menggaris/ batang kayu bila dimainkan di tempat yang masih tanah.  Pemain mendapatkan bonus nilai apabila pemain kedua berhasil menyeghog batu lawan ketika pertama kali memainkan. Bagi yang jaraknya lebih dekat maka dia akan bermain terlebih dahulu. remaja laki – laki dan perempuan terutama yang telah dapat berhitung. Sasaran Anak – anak laki – laki dan perempuan.  Pemain pertama melakukan seghog. Selain itu karena adanya kegembiraan dapat mengurangi adanya ketegangan. Permainan ini juga bisa dilakukan di dalam rumah.  Jalannya permainan  Mula – mula pemain menyiapkan peralatan dan lapangan yang akan dipergunakan. Pemain melakukan undian agar dapat ditentukan siapa pemain yang dapat bermain terlebih dahulu. C. ketepatan. Pelaksanaan Permainan  Lapangan Tempat yang dibutuhkan untuk memainkan permainan ini tidak membutuhkan lapangan atau tempat yang luas. Manfaat Konsentrasi. Berusaha agar batu tersebut dapat melewati garis batas. Hanya tempat yang berbentuk seperti persegi panjang. Karena apabila tidak dapat melewati garis batas maka dinyatakan gugur. Dan bila jumlah pemain hanya ada 2 maka harus diulang kembali.  Bila misal kedua batu telah melewati garis batas. kemudian pemain mengukur jarak batu dengan garis batas dengan mengukur menggunakan ukuran kaki. Selain itu juga apabila pemain dapat menyeghog batu lawan melewati garis . Yaitu mendorong batu dengan menggunakan kaki bagian tengah dalam. Kemudian dia berusaha menyeghog batu lawan.

17 awal. Permainan ini masih saudara dengan gathengan. pemain menggenggam seluruh biji bekel dan menyebar seluruhnya ke lantai sambil melemparkan bola bekel ke atas dan menangkapnya. Dan biasanya dilakukan oleh siswi putri pada waktu istirahat dan bisa juga dilakukan dirumah pada waktu luang. Ulangi lagi menyebar seluruh biji bekel dan diambil 2 biji bekel. . diambil 4 biji bekel. minimal dua orang. Logam ini memiliki bentuk yang khas. bekelan menggunakan seperangkat alat khusus yang dinamakan bekel. Kalau bola tidak tertangkap atau bola memantul beberapa kali maka pemain dinyatakan mati. permukaan atas yang ada bintik merahnya. Biji bekel diambil satu-satu sampai habis. Yang dinyatakan sebagai pemenang adalah orang atau pemain yang paling banyak mendapat angka dari hasil menyeghog tersebut. Dilakukan dimana saja. Paling sebel kalau ditonton laki-laki. permukaan halus yang ada tanda silang atau polos sama sekali. terakhir lima biji bekel diraup sekaligus. Sumber Sumber dari cerita tentang permainan ini adalah teman bermain penulis ketika kecil yaitu Riyanto dan Diah Pangestuti yang keduanya berasal dari Jawa Tengah. Alat dan Fasilitas Alat yang digunakan dalam permainan ini adalah bola bekel dan biji bekel. C. Pelaksanaan Permainan Permainan ini dilakukan dengan cara menyebar dan melempar bola ke atas dan menangkapnya setelah bola memantul sekali di lantai.  Pertama. Kalau gathengan hanya menggunakan batu kerikil. Latar Belakang Bekelan berasal dari bahasa Belanda. yang penting bola bisa memantul keatas. Sekarang dibuat dari logam. Kalau ada yang mati mereka akan teriak kegirangan. 11) PERMAINAN BEKELAN A. diambil dengan 3 biji bekel. Terdiri dari permukaan kasar yang ditandai dengan lubang-lubang kecil di permukannya berjumlah lima titik. B. Mereka biasanya mengganggu agar hilang konsentrasi dan melakukan kesalahan. Ada yang terbuat dari kuningan. bikkelen. F. Peserta Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak perempuan. Terdiri dari empat biji bekel dan satu bola bekel. dan ada yang terbuat dari bahan timah. Bekel ini terdiri dari sebuah bola bekel dan lima buah biji bekel berbentuk logam. Pada awalnya biji bekel dibuat dari engsel tulang tumit kaki belakang domba. dan permukaan bawah yang tidak ada tanda catnya. D.

30. F. balik posisi biji bekel menghadap kebawah dan ulangi langkah sepertei langkah kedua dengan mengambil biji bekel 1.18  Langkah kedua. E. Balik posisi bekel menghadap ke atas semua satu persatu. lalu ambil biji bekel seperti langkah sebelumnya. 2.com/2010/08/permainan tradisional anak indonesia.  Langkah keempat. ambil 2 biji bekel. B. halaman atau tempat yang sudah bentuk gambarnya dan waktu pelaksanaannya bisa pagi. lalu ambil satu bekel.html diakses tanggal 07 maret 2011 pukul 19. C. ambil 3 biji bekel. terakhir raup seluruh biji bekel. . Langkah kelima. Penentuan Kemenangan Bila ada kesalahan dalam langkah nasgopel ini pemain harus mengulang ke langkah awal nasgopel. Permainan ini seperti ular tangga tetap[i alat yang digunakan sedehana dan tradisional. Alat dan Fasilitas Alat yang digunakan dalam permainan ini yaitu koin sebanyak 5. terus permukaan halus menghadap ke atas semua. Latar Belakang Sawahan merupakan permainan asli dari indonesia yang belum diketahui asal usulnya permainan ini. siang atau sore. dan dewasa 17 th keatas. balik posisi bekel posisi permukaan kasar menghadap ke atas semua. tetapi permainan ini sering dilakukan anak-anak di daerah Jawa tengah. Peserta Didalam permainan ini membutuhkan peserta 2-4 orang baik putra/putri dengan umur anak-anak 7-12 th. Sumber Data permainan ini saya peroleh dari pengalaman orang tua. 4. Balik posisi biji bekel mengahadap ke atas semua. dan seluruhnya. oleh karena itu permainan ini saya munculkan kembali karena pda zaman sekarang sudah tidak dditemukan lagi permainan ini karena sudah banyak permainan modern yang telah ada sehingga permainan tradisional alambat laun bakan hilang.  Langkah terakhir dinamakan Nasgopel.blogspot. Ulangi terus sampai seluruh permukaan bekel menghadap ke atas semua. Raup seluruh biji bekel dalam sekali genggaman. ambil 4 biji bekel. dan terakhir balik satu persatu permukaan kasarnya menghadap ke atas semua. remaja 13-16 th. 12) PERMAINAN SAWAH/ ULAR TANGGA A. Pemain yang bisa melewati tahap ini dinyatakan sudah menang dan berhak untuk istirahat sambil menonton teman-temannya yang belum bisa menyelesaikan permainan.  Langkah ketiga . kemudian balik lagi semuanya menghadap kebawah semua. pengalaman pribadi waktu kecil dan http://wahw33d. balik seluruh posisi bekel bagian permukaan yang halus menghadap ke atas lalu ambil biji bekel seperti langkah ketiga.

mka dari itu akan mendapatkan sawah 1/ poin 1. permainan ketangkasan dimana 2 pemain atau bisa lebih berlomba atau beradu cepat menyelentik daun secara bergantian sampai habis. Permainan ini dimulai dari A dan berjalan mengikuti anak panah tersebut. melatih jari-jari tangan. ketepatan mengarahkan sasaran dengan jari-jari tangan dan strategi. B. D. Manfaat Gembira atau senang. G. Tanggapan Masyarakat Masyarakat luas menanggapi permainan ini sangat positif karena dapat membuat orang dapat berkumpul kemudian bermain bersama dan dapat bersosialisasi antara anak yang satu dengan anak yang lain. Apabila tangkapan tersebut gagal maka pihak lawan yang akan melanjutkan . memupuk sportifitas. Gambar Permainan 13) PERMAINAN SLENTIKAN A. ketepatan dan juga akan meningkat. F. Sasaran Anak-anak. maka jumlah tangkapan koin akan menentukan berapa langkah akan berjalan. Penentuan Kemenangan Permainan ini ditentukan menang kalahnya bila salah satu yang mendapatkan sawah/poin paling banyak maka sebagai pemenangnya. Tujuan Mengisi waktu luang. Pelaksanaan Permainan Permainan tradisional ini cara bermainnya cukup mudah yaitu seperti permainan ular tanggatetapi dengan bentuk lapangan persegi dan cara jalannya tidak menggunakan dadu melainkan menggunakan koin yang dilempar dan kemudian ditangkap. kemampuan motorik. Peraturan Lapangan dan Peralatan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan bisa dialam terbuka . pengolahan strategi meningkat. E.19 D. laki-laki maupun perempuan E. Latar Belakang Slentikan adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya. Cara jalannya permainan ini pertama koin ditaruh di atas tangan dengan telapak tangan menghadap kebawah kemudian dilemparkan keatas dan di tangkap. setalah sampai di X dan Y kemudian kembali lagi ke A. C.

bersosialisasi.  Lakukan begitu terus sampai dua kali menang. bermain dengan gembira. D. Tujuan Mengisi waktu luang. meningkatkan kerja sama serta kekompakan. serta berusaha mencari lawan yang bersembunyi di kolong atau di balik pohon dan lainnya untuk di matikan dengan cara memenggil namanya. di halaman sekolah.  Slentik daun tersebut sampai bagian pinggirnya habis. daun yang digunakan biasanya daun pohon pete. C. meningkatkan kesegaran jasmani. Sumber Sumber dari permainan slentikan ini adalah dari orang tua di desa kami yang bersifat turun temurun sampai sekarang. di lingkungan deket rumah yang banyak lorong untuk bersembunyi. meningkatkan kerja sama serta kekompakan. yang intinya daun tersebut dalam satu tangkai daunya banyak. Latar Belakang Bancakan merupakan suatu permainan tradisional untuk menjaga daerah lingkaran yang berisi tumpukan genteng agar tidak dijatuhkan oleh pemain lawan. begitu seterusnya bergantian dengan lawanya. G. diadakan humpimpa untuk menentukan siapa yang duluan menyentil atau menylentik daun tesebut. Peraturan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan biasanya di pelataran rumah. B. Sasaran Anak-anak dan dewasa E.20  Peralatan Peralatan yang digunakan Cuma menggunakan daun. F. meningkatkan kesegaran jasmani.asem. 14) PERMAINAN BANCAKAN A. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyakat mengenai permainan slentikan ini masyarakat menilainya sangat baik dan bermanfaat buat anak-anak.daun turi dan masih banyak yang lainya. maka anak tersebut menang dapat poin Satu. dikarenakan anak-anak bisa berkumpul bareng. Manfaat Mengisi waktu luang.  Jalannya Permainan  Sebelum permainan dimulai.  Setelah daun lawan habis.albasia. .

21  Peralatan.yang ingin bermain bola tanpa memakai sepatu dan pergi kelapangan.dan saya coba search di google ternyata ada. dan saya coba mencari asal usulnya digoogle tapi tidak ketemu.  Pemain Bancakan biasanya dimainkan oleh putra maupun putrid dengan pengelompokan umur.dia pernah bekerja slama 2 . Dalam permainan ini alat yang digunakan sangat mudah hanya menggunakan pecahan genteng atau kramik.  Pemain yang menang terus saja berlari untuk bersembunyi. Latar Belakang Permainan tradisional ini merupakan kreatifitas anak anak melayu yang ingin mengisi waktu luang dan bersenang senang bersama teman teman.  Jalannya permainan  Sebelum permainan dimulai setiap pemain memasukan pecahan genteng atau keramik ke suatu lingkaran dengan jarak yang telah desepakati.dan saya kemarin bertanya kepada salah seorang teman saya Chandra. Sumber Sebenarnya saya terinspirasi setelah menonton Upin Ipin yang sedang bemain sepak bola kertas. Pemain yang paling jauh melakukan lemparan atau jauh dari sasaran lingkaran itulah pemain yang harus menjaga lingkaran tersebut. B.  Setelah itu pemain yang kalah menata pecahan genteng tersebut untuk dirapikan di tengah lingkaran dan mencari para pemain yang bersembunyi. apabila pemain itu sendiri merasa bosan maka permainan dihentikan dan juga apabila pemain yang kalah secara terus menerus maka pemain dihentikan.  Permainan akan diulang kembali apabila pemain yang jaga tidak bias mematikan pemain lawan secara terus-menerus.  Apabila pemain yang bersembunyi tertangkap maka cara mematikannya dengan cara memanggil namanya. dan pemain itu sudah tidak bias bermain lagi dan menunggu sampai permainan berikutnya.  Apabila ada pemain yang bias lolos dan biasa merobohkan tumpukan genteng tersebut tanpa diketahui pemain yang jaga maka pemain yang sudah dimatikan biasa ikut bermain kembali. 15) PERMAINAN SEPAKBOLA KERTAS A.tinggal bermain dimana saja misalnya di depan teras rumah atau dilantai asal tidak dijalan tol.  Waktu permainan ini tidak ditentukan .saya yakin ini dari orang orang jaman dulu yaitu permainan tradisional orang melayu.

22

tahun di Malaysia ,dan dia sering melihat anak anak Selangor memainkan permainan sepak bola kertas.dan katanya mereka mengklaim permainan tersebut dari Selangor, Malaysia. C. Alat dan Fasilitas Kertas dan Area bermain. D. Pelaksanaan Permainan Dengan cara bergantian,pemain dengan umpan bola tanpa terkena lawan lanjut.  Jika bola masuk ke kolong kertas maka disebut hans ball.  Jika memberi umpan dilihat lebih dekat mana. Jika lebih deket pemain kita maka kita berhasil mengumpan,bgitu juga sbaliknya jika lebih dekat pemain lawan maka permainan diambil alih.  Jumlah pemain ada 22.  Jika bola keluar terjadi lemparan kedalam,dengan cara kertas di balik.  Begitu juga dengan bila bola meninggalkan lapangan sebelah gawang maka akan terjadi tendangan pojok.  Pelanggaran hanya hand ball,dan tak ada kartu merah dan kartu kuning.  Kiper boleh digerakkan tetapi tidak boleh digerak gerakkan untuk meng halau tembakan lawan.  Siapkan papan sepakbola kertas pada sebuah bidang datar. Boleh di atas meja, di atas lantai,di atas tanah atau karpet, tapi jangan di atas jalan tol.  Letakkan unit-unit pemain pada posisi sesuai kehendak. Satu unit bertindak sebagai kiper dan diletakkan pada salah satu kotak yang ada tepat di depan gawang.  Lakukan suit (boleh gaya tradisional gajah-orang-semut ataupun batugunting-kertas) untuk menentukan siapa yang memegang bola pada awal pertandingan.  Kick off dilakukan oleh pemain yang memegang bola.  Dribbling berarti unit bergerak sambil membawa bola. Sebelum dribbling, unit harus memindahkan bola ke arah pergerakannya. Memindahkan bola memakan satu langkah.  Gol terjadi jika pemain yang menendang memenangkan adu angka dengan kiper. E. Penentuan kemenangan Siapa yang bisa memasukan bola ke gawang terbanyak dia pemenangnya.

16) PERMAINAN TANGKAP LARI
A. Peserta Untuk peserta permainan disini bebas siapa saja boleh melakukan mulai dari anak-anak sampai orang dewasa ,laki laki maupun perempuan sedang untuk jumlah pemain minimal 9 dan maksimal tidak terbatas

23

B. Alat yang Digunakan Sebenarnya di permainan ini tidak menggunakan alat apa-apa mungkin hanya tanda untuk batas tempat berdiri. C. Pelaksanaan Permainan Pertama-tama semua peserta melakukan hompipah atau diundi untuk menentukan yang di jaga.setelah ada yang jadi,para pemain yang jadi pelari di bagi menjadi beberapa kelompok.untuk pembagian kelompok tergantung jumlah peserta,jika hanya sedikit bias di bagi menjadi 2-3 kelompok.cara bermain nya adalah setiap kelompok berbaris di tempat berdiri ke belakang.lalu pemain paling depan berdiri 1-2 langkah kebelakang agar bisa ditempati oleh peserta yang lain.peserta yang lari awal ada 2 dan harus dikejar oleh 2 orang yang jaga,untuk peserta aman harus masuk kedalam tempat berdiri,supaya tidak di tangkap,lalu jika ada pemain yg paling belakang harus lari begitu seterusnya. Permainan ini sebetulnya tidak ada yang menang dan kalah karena hanya untuk kesenangan tapi jika boleh disimpulkan pemain yang menang adalah yang sedikit jadi penjaga dan yang kalah adalah yang sering jaga.

17) PERMAINAN DIR - DIRAN
A. Latar Belakang Dir-diran H-A yang berarti bermain gundu atau kelereng. Nama H-A sendiri berasal dari model lapangannya yang terdapat huruf H dan A yang merupakan salah satu bagian dari bentuk lapangan. B. Peserta Jumlah peserta pada permainan ini minimal 2 orang sampai tak terhingga. Biasanya permainan ini tidak mengenal umur dan jenis kelamin. Baik tua, muda, laki-laki maupun perempuan bisa bermain di permainan ini. C. Alat Alat yang dibutuhkan antaralain gundu atau kelereng sebanyak peserta. Biasanya peserta membawa sendiri. Tempat untuk menyelenggarakan yang paling tepat adalah ditempat yang tanahnya rata. Bisa dibawah pohon atau di halaman rumah. Berikut ini adalah contoh gambar lapangannya. D. Pelaksanaan Mula-mula para pemain melakukan lemparan awal dengan sasaran garis yang berada diujung lapangan permainan yang berjarak kira-kira 5 meter. Pemain yang mempunyai jarak terdekat dengan garis berhak menjadi pemain pertama. Begitu juga dengan peserta selanjutnya. Jika lemparan melebihi garis maka kelereng harus ditaruh dihuruf H. Ini berlaku jika pelempar melebihi garis yang pertama. Jika ada yang melempar melebihi garis lagi maka diaruh pada huruf A. Jika ada lagi maka ditaruh di belakang huruf H. Begitu seterusnya. Lemparan harus melebihi huruf H. Jika tidak maka lemparan harus diulang. Jika lemparan mengenai kelereng dari peserta lain maka kedua pemain harus mengulang lemparan. Cara untuk mematikan peserta adalah dengan membidik

24

kelereng lawan sampai kena. Jika terkena maka kelereng tersebut menjadi milik pemain yang mengenai. Jika orang yang tadi terkena bidikan dari pemain lain maka dia harus membayar 2 kelereng sekaligus, yaitu kelerengnya dan pemain yang terkena tadi. E. Penentuan Kemenangan Pemenang dinyatakan menang jika berhasil mematikan peserta terbanyak dengan hasil kelereng terbanyak pada akhir permainan. F. Sumber Permainan ini bersumber dari pengalaman kecil saya dan cerita dari orangtua.

18) PERMAINAN ENDOK
A. Latar Belakang Permainan berasal dari daerah Sleman yang bertujuan untuk bersenangsenang serta mengembangkan keterampilan seorang anak. Sumber permainan berasal dari turun temurun di Desa serta masyarakat menganggap permainan ini mudah dimainkan dan hanya membutuhkan alat dan fasilitas yang sederhana. B. Alat dan Fasilitas  Batu ukuran sedang yang mudah digenggam anak jumlahnya 10-15 batu.  Halaman yang teduh. C. Peserta dan Pelaksanaan Permainan  Peserta yang mengikuti permainan ini berjumlah 10 anak dengan umur 812 tahun dan bisa dimainkan putra putri secara bersamaan ataupun disendirikan.  Dari jumlah peserta tersebut kemudian diundi 1 anak untuk menjadi penjaga telur (endok).  Setelah di dapat penjaga dan pengambil telur, masing-masing anak menempati tempat permainan sesuai aturan yang di tentukan yakni penjaga berada di dalam lingkaran menjaga telur dan yang lain berada di luar lingkaran sebagai pengambil telur.  Pengambil telur boleh saling bekerja sama untuk mengambil telur yang dijaga dan dalam mengambilnya boleh menggunakan tangan ataupun ditendang dengan kaki asalkan telur dari batu itu keluar dari lingkaran yang dijaga penjaga telur tadi.  Apabila saat pengambil telur tadi tersentuh (semua anggota badan) saat mengambil telur di dalam lingkaran maka pengambil telur itu dinyatakan mati dan harus giliran menjadi penjaga telur. Dari hal tersebut pengambil telur yang tersentuh tadi wajib mengembalikan semua telur yang telah didapatnya ke dalam lingkaran dan permainan dilanjutkan sampai telur habis.  Jika semua telur sudah di ambil permainan dilanjutkan untuk menyembunyikan telur yang telah didapat.

Peserta Permainan kucing-kucingan yang dimaksud di sini adalah sebuah permainan anak yang melibatkan 5 pemain (bisa laki-laki semua atau perempuan semua). anak-anak mulai membuat garis silang tegak lurus dengan panjang garis masing-masing sekitar 2. permianan lain yang berbeda. yang bunyinya‖ Dha mbuwang kucing gering‖.KUCINGAN A.25  Untuk penentuan pemenang yakni anak yang paling banyak mengumpulkan telur dan apabila ada anak yang tidak mendapatkan telur maka ia harus ikut mencari telur dengan penjaga tadi di tempat yang telah di tentukan sebelumnya. karena membutuhkan kekuatan fisik untuk berlari. dan E hendak bermain kucing-kucingan. meliputi Jawa Tengah. untuk gembok semua telur yang disembunyikan tidak akan di beri tahu dan kunci semua telur yang disembunyikan diberitahu dengan konsekuensi jika sampai batas waktu yang di tentukan tidak menemukan maka ia harus kembali menjadi penjaga telur dalam permainan selanjutnya. Pada prinsipnya dalam permainan ini ada sebuah syair yang sering dilantunkan berirama secara bersama-sama oleh semua pemain. Di halaman inilah.5 meter. Latar Belakang Kucing-kucingan. Jawa Timur. B. D. halaman kebun. Alat dan Fasilitas Sementara alat yang digunakan untuk permainan ini hanya membutuhkan halaman yang luas. 19) PERMAINAN KUCING . nantinya dipakai untuk pemain jadi. Umumnya yang bermain permainan kucing-kucingan adalah anak lakilaki. keempat ujung garis dibuat lingkaran kecil dengan kaki yang melingkar. bisa halaman rumah. Permainan ini menyebar di berbagai daerah di Jawa. adalah satu satu jenis permainan tradisional masyarakat Jawa yang juga sudah lama dikenal. atau lapangan. dan DI. Selain itu. Pelaksanaan Permainan  Misalkan ada lima pemain yakni A. masyarakat Jawa menamai permaianan ini dengan permainan kucing-kucingan.  Dalam pencarian di berikan 2 pilihan yakni gembok atau kunci. Kenapa lebih dikenal dengan nama permainan kucing-kucingan. setidaknya pada tahun 1913 (menurut sebuah sumber pustaka Serat Karya Saraja). di daerah lain juga kadang menamai sebuah permainan itu dengan nama kucing-kucingan. C. B. C. Lalu mereka menuju ke halaman tempat bermain. . Yogyakarta. dalam permainan ini juga banyak dijumpai anak-anak berlari-lari dalam permainannya. Biasanya yang bermain permainan ini adalah anak-anak yang berumur 8-12 tahun dari semua golongan masyarakat tanpa membedakan status sosial. D. Kemudian. Itulah sebabnya. Sementara tengah garis. Ada kalanya. Permainan ini juga sering disebut permainan Kus-Kusan atau Alih Lintang.

Kemudian para pemain melakukan hompimpah dan sut. saat pemain B menjadi pemain dadi dikungkung hingga 5 kali perpindahan antar pemain mentas. mereka berlomba-lomba berlari secepatcepatnya untuk mencari lingkaran yang masih kosong. dari tempat pembuangan ini. pemain B didahului pemain E. pemain A dan B sedang saling berpindah. . maka ia dianggap sebagai pemain jadi. Begitu seterusnya permainan ini berlangsung hingga mereka merasa bosan dan hendak berhenti atau bermain dolanan lainnya. Caranya. salah satu anak membuat garis silang tegak lurus dengan panjang masing-masing garis 2. Misalkan. berarti menjadi pemain dadi dan harus menempati tempat di tengah. bisa berganti tempat dengan pemain B atau C. tetapi belum sempat menempati lingkaran baru. Apabila mereka hendak berpindah tempat. Sementara itu pemain mentas lainnya. E. jenis dolanan kucing-kucingan ini juga sudah sangat jarang dimainkan oleh anak-anak zaman sekarang. Syair itu dinyanyikan berulang kali hingga si pemain dadi sampai di tempat tujuan pembuangan. menempati masing-masing lingkaran kecil di ujung garis. dan D. maka caranya dengan melangkahkan satu kaki dilangkahkan ke luar dan tangan saling berjabat tangan. Biasanya perpindahan tempat ini menunggu pemain dadi terlena. Anak yang paling kalah. yakni pemain A. maka pemain B yang kemudian harus menjadi pemain dadi. ujung-ujung garis dibuat lingkaran kecil dengan memakai tumit kaki yang dibuat melingkar. sehingga pemain dadi segera menempati tempat lingkaran yang masih kosong. Setelah itu mereka saling berpindah tempat.  Pemain jadi tempatnya di tengah-tengah garis silang. Begitu pula pemain lainnya. C. Saat dibuang.  Jika pada tahap selanjutnya. Misalkan pemain A. Tetapi. Setelah itu.26 Setelah itu. Jika seperti itu. Setelah selesai. Tanggapan Masyarakat Sayangnya. yakni ―Dha mbuwang kucing gering‖. bisa saling berganti tempat dengan pemain di sebelah kiri atau kanannya. B. Bagi pemain yang tidak mendapatkan tempat kosong. Pemain mentas berhak saling berpindah tempat dengan temannya. kadang-kadang saat mereka berpindah tempat dan belum sempat menempati tempat baru sudah kepergok pemain dadi. semua pemain mentas menyanyikan sebuah syair yang terdiri dari sebuah kalimat. maka berubah menjadi pemain dadi. maka ia menjadi pemain dadi yang berhak dibuang. misalkan pemain E. ia dipegang bersama-sama oleh semua pemain mentas ke sebuah tempat (misalkan berjarak 20 meter dari tempat permainan).5 meter. maka pemain mentas yang tidak mendapatkan tempat baru.

tembi.org/ensiklopedi/. Dilanjutkan dengan hitungan kedua.Personil yang bisa dikejar dan disentuh oleh pengejar pertama. Sehingga para pengejar akan semakin banyak dan bahu membahu mengejar teman-temannya yang belum terkejar.Personil yang terkena hitungan yang ke-20 akan menjadi personil pertama yang mengejar (ngori‘).bersama dengan pengejar pertama akan ikut mengejar (ngori‘) teman – teman yang belum terkejar. Sumber ahmadwijaya. Latar Belakang Ori'an adalah permainan tradisional indonesia dari sumatra selatan tepatnya dari bumi sriwijaya. B. ketiga. C.blogspot. dan seterusnya kearah kanan personil hitungan pertama. Tujuan Untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. Peserta Dalam permainan ori‘an pesertanya minimal 20 orang dan selebihnya tidak terbatas. Yogyakarta: Kepel Press http://www. Pelaksanaan Permainan  Personil yang terkena hitungan yang ke-20 merupakan personil pertama kali yang harus mengejar teman – temannya (personal yang ngori‘). dkk. Sumber Permainan Tradisional Jawa.Permainan ini berakhir jika tidak ada lagi personil yang harus dikejar dan diburu.mungkin permainan ini dapat dijumpai di daerah lain hanya namanya yang mungkin berbeda.  Jika kelompok bermain lebih dari 20 orang. Sasaran Anak-anak dan remaja. bersama . Hitungan berhenti pada hitungan ke20 berikutnya. Sukirman Dharmamulya. G. maka setelah hitungan ke-20.baik anak laki-laki maupun perempuan.com . 20) PERMAINAN ORI’AN A. hitungan dilanjutkan lagi kehitungan pertama sehingga setiap personil turut kebagian dalam menghitung.  Sekelompok orang memulai permainan dengan membuat lingkaran tertutup dengan bergandengantangan.27 F. 2004. D. Demikian seterusnya personil yang terkejar dan disentuh oleh pengejar akan ikut mengejar. Alat yang Digunakan Tidak memerlukan alat tertentu F.  Tidak ada istilah menang dan kalah dalam permainan ini. Salah seorang personail mengambi linisiatif sebagai hitungan pertama. E.

meningkatkan kebugaran jasmani dan bersosialisasi . Lapangan Pada permainan betemplekan lapangan berbentuk lingkaran dengan diameter kurang lebih 4 meter G.kualitas kesegaran jasmani. peserta yang berhasil mengeluarkan peserta lain dari lingkaran maka di anggap sebagai pemenang. Peserta Dalam permainan betemplekan pesertanya minimal 2anak jika lebih dapat dibagi menjadi dua kelompok. I. B. Tujuan Untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan keseimbangan. H. B.kedua anak tersebut saling beradu kekuatan dengan menggunakan lutut dimana lutut tersebut ditekuk.  Permainan ini di mainkan oleh dua anak. Latar Belakang Meong-meongan merupakan permainan tradisional masyarakat bali yang umum dimainkan oleh anak-anak di bali. Penentuan Kemenangan Peserta yang dapat mengeluarkan peserta lain dari lingkaran maka dinyatakan sebagai pemenang. C. Peralatan Tidak diperlukan peralatan khusus. Sumber antaramataram. Manfaat Senang. Pelaksanaan Permainan Setiap peserta engklek dan saling mengeluarkan peserta di dalam lingkaran dengan peserta lain. E. Sasaran Anak-anak dan remaja D. F.com 22) PERMAINAN MEONG – MEONGAN A.28 21) PERMAINAN BETEMPLEKAN A. Latar Belakang Betemplekan adalah permainan tradisional indonesia dari nusa tenggara barat. Permainan ini menggambarkan usaha dari kucing atau dalam bahasa bali disebut menguntuk menangkap sitikus atau bikul.mungkin permainan ini dapat dijumpai di daerah lain hanya namanya yang mungkin berbeda.siapa yang berhasil mengeluarkan lawan keluar lingkaran ialah pemenangnya. Tujuan Untuk mengisi waktu luang C.

B. Peserta Dalam permainan ini biasanya diikuti oleh lebih dari 8 orang atau lebih.com 23) PERMAINAN ULAR NAGA PANJANGNYA A. Sasaran Anak – anak. Peraturan Permainan Pelaksanaan Permainan  Lapangan dan Peralatan . G.hanya untuk mencari kesenangan semata I. Sumber : balaibanjar. Penentuan kemenangan Dalam permainan ini tidak apa penentuan menang kalah. Pelaksanaan Permainan Peraturan dalam permainan ini adalah satu orang memerankan bikul (tikus) satu orang memerankan sebagai meong (kucing) dan yang lainnya bertugas melindungi bikul dari meong dengan cara membentuk lingkaran kemudian sibikul berada di dalam lingkaran sedangkan meong berada di luar lingkaran. Pemainnya biasanya sekitar 5-10 orang. Anak-anak yang membentuk lingkaran juga akan berusaha menghalangi meong masuk kedalam lingkaran.SD). Tempat bermainnya di tanah lapang atau halaman rumah yang agak luas. remaja putra – putrid E. Peralatan Dalam permainan ini tidak menggunakan peralatan hanya menggunakan halaman atau tempat yang kosong F. Tujuan Permainan Ular Naga Panjangnya ini bertujuan untuk melatih kemampuan gerak yang disertai dengan lagu agar memperoleh kesenangan dalam bermain dan memupuk sikap kerja sama serta rasa bersosialisasi. Sasaran Anak-anak maupun orang dewasa E. Lebih menarik apabila dimainkan di bawah cahaya rembulan.29 D. anak-anak umur 5-12 tahun (TK . Kalau di yogyakarta dan sekitarnya permainan ini di kenal dengan nama Incak-incak Alis (Ancak Ancak Alis) yang beda Cuma lagu dan dialognya kalau tata cara permainanya sama yang jelas kalau di yogyakarta menggunakan bahasa jawa. Meong akan berusaha masuk kedalam lingkaran dan berusaha menangkap bikul. Manfaat Dengan adanya kesenangan ini dapat mengurangi ketegangan . H. C. bisa juga lebih. Latar Belakang Ular Naga adalah satu permainan berkelompok yang biasa dimainkan anak-anak Jakarta di luar rumah di waktu sore dan malam hari. D.

ditempatkan di belakang salah satu "gerbang". hingga "induk" akan kehabisan anak dan permainan selesai. si "induk" --dengan semua anggota barisan berderet di belakangnya-. Seorang anak yang lebih besar. Dalam bermain tidak memerlukan peralatan.30 Dalam bermain permainan Ular Naga Panjangnya ini tidak memerlukan lahan yang cukup luas. Atau. A Strawberry. sehingga anak-anak ini saling tertawa. Ini bisa menggunakan lapangan terbuka. sebelum permainan dimulai mereka kompromi dulu mau pake pilihan apa.  Jalannya Permainan Anak-anak berbaris bergandeng pegang 'buntut'. atau paling besar. Setelah itu. kalau apel ya ikut B. sambil menyanyikan lagu. Barisan akan bergerak melingkar kian kemari. yakni anak yang berada di belakang berbaris sambil memegang ujung baju atau pinggang anak yang di mukanya. dengan berdiri berhadapan dan saling berpegangan tangan di atas kepala. Sampai pada akhirnya. karena salah satu daya tarik permainan ini adalah dalam dialog yang mereka lakukan. "Induk" dan "gerbang" biasanya dipilih dari anak-anak yang tangkas berbicara. Permainan akan dimulai kembali. sebagai Ular Naga yang berjalan-jalan dan terutama mengitari "gerbang" yang berdiri di tengah-tengah halaman. dan juga bisa dilakukan di dalam ruangan. tanpa sepengetahuan teman teman yang lain kalau nanti orang yg terbelakang/ tertangkap ditanya 'pilih apel ato strawberry?'. Pada saat-saat tertentu sesuai dengan lagu. misal buah .  Pemain Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki – laki maupun anak permempuan.akan berdialog dan berbantah-bantahan dengan kedua "gerbang" perihal anak yang ditangkap. Kemudian dua anak lagi yang cukup besar bermain sebagai "gerbang". Seringkali perbantahan ini berlangsung seru dan lucu. Hanya memerlukan lapangan dengan ukuran 10 x 10 m. Sebelumya yang jaga atau yang menjadi gerbang misal si A dan si B. ketika lagu habis. anak-anak bubar dipanggil pulang orang tuanya karena sudah larut malam. Pada saat terakhir. dan berdasarkan pilihannya. Ular Naga akan berjalan melewati "gerbang". permainnya rata – rata berjumlah 5 sampai dengan 10 orang dalam tiap kelompoknya. si B Apel. si anak yang tertangkap disuruh memilih di antara dua pilihan. . Dengan terdengarnya nyanyi. seorang anak yang berjalan paling belakang akan 'ditangkap' oleh "gerbang". Ular Naga kembali bergerak dan menerobos gerbang. Kalo pilih strawbery brarti dia ikut A. Demikian berlangsung terus. dan lalu ada lagi seorang anak yang ditangkap. Perbantahan lagi. lapangan rata. bermain sebagai "induk" dan berada paling depan dalam barisan.buahan.

peserta nya paling sedikit 4 orang. C. Letak Makkah berada di tengah-tengah atau di antara kedua regu. Alat yang Digunakan Alat yang digunakan sangat mudah. Demikian berlaku dua atau tiga kali. permainan ini biasanya dilakukan anak 9-13 tahun atau lebih.31  Lagu ini dinyanyikan oleh semua pemain. Latar Belakang Permainan ini berasal dari Nangroe Aceh Darusalam mengemban pesanpesan moral dan nilai-nilai budaya. Sumber Keterangan mengenai permainan Ular Naga Panjangnya ini diperoleh melalui informasi di internet dan juga melalui cerita dari kakek nenek dan orang tua.yaitu sebiji batu atau benda lain yang berukuran kecil yang mudah disembunyikan dalam genggaman tangan. dan mulai lagi menjalar dan menyanyikan lagu di atas. sambil menerobos "gerbang". hingga akhir barisan dan anak yang terakhir di buntut ular ditangkap ("gerbang" menutup dan melingkari anak terakhir dengan tangan-tangan mereka yang masih berkait).  Masing-masing regu bertanding untuk dapat sampai terlebih dulu ke titik sasaran atau Makkah. B. termasuk si "gerbang". F. itu yang dicari Kini dianya yang terbelakang  Kemudian. yakni pada saat barisan bergerak melingkar atau menjalar. Yang sangat bermanfaat. tapi dalam permainan ini inti permainan ini adalah kedua regu berlomba-lomba dapat mencapai titik sasaran atau yang disebut makkah. Pelaksanaan Permainan  Kedua regu saling berhadap-hadapan pada suatu garis lurus secara berurutan atau sejajar. Ular naga panjangnya bukan kepalang Menjalar-jalar selalu kian kemari Umpan yang lezat. Jarak antara regu yang satu dengan regu yang lain adalah sekitar 2 (dua) meter.  Pada kali yang terakhir menerobos "gerbang".  Kedua regu menghadap ke titik sasaran atau Makkah. Peserta Permainan ini dilakukan oleh dua regu. barisan mengucap "kosong kosong . Dan bias dimainkan oleh laki-laki maupun perempuan. 24) PERMAINAN MAKAH . barisan mengucap "isi isi . .MAKAH A. D. Nama permainan tradisional makah-makah merujuk pada ―makkah‖ aatau ―mekah‖ yang dapat diartikan menjadi kiblat.isi" berkali-kali.kosong" berkali-kali hingga seluruh barisan lewat.

regu pertama akan semakin mendekati titik sasaran atau Makkah. Penentuan Kemenangan Regu yang pertama kali sampai ke titik sasaran ditetapkan sebagai pemenang permainan ini. Permainan Makah-Makah bisa dilakukan di tanah lapang atau di pekarangan rumah dengan lahan yang agak luas karena melibatkan cukup banyak peserta. Hal yang sama juga dilakukan oleh ketua regu kedua. maka masingmasing ketua regu harus mempunyai strategi.32  Tugas ketua regu pertama adalah mengawasi atau menempatkan batu yang diberikan kepada salah satu anggota regunya. yaitu dengan seolah-olah memberikan batu kepada semua anggota regu yang dipimpinnya meskipun sebenarnya yang benar-benar diberi batu oleh ketua regu hanya satu orang. baik yang benar-benar diberi batu oleh ketua regu atau yang pura-pura diberi batu untuk mengecoh regu lawan.  Setiap anggota kedua regu. maka tugas ketua regu kedua adalah menebak di mana batu yang dimiliki oleh regu pertama.  Apabila regu kedua tidak betul atau salah dalam menerka di mana keberadaan batu yang dimiliki oleh regu pertama. Cara masing-masing ketua regu menebak di mana keberadaan batu milik regu lawan adalah dengan menunjuk salah satu anggota regu lawan yang dianggapnya memegang batu tersebut. maka regu pertama diperbolehkan untuk maju selangkah ke depan. .  Tebakan yang dilakukan oleh kedua regu secara bergantian ini dilakukan dengan terus-menerus hingga salah satu regu dapat mencapai titik sasaran atau Makkah. bersikap seolah-olah sedang menggenggam batu dengan menyembunyikan kedua tangan ke belakang punggung.  Supaya pemberian batu tidak diketahui oleh regu lawan. Waktu dan Tempat Permainan Makah-Makah biasanya dilakukan oleh anak-anak di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan sekitarnya pada waktu sore hari atau pada saatsaat senggang. Begitu pula sebaliknya  Saling menebak itu dilakukan secara bergantian.  Setelah batu yang asli disembunyikan oleh salah satu anggota regu sementara anggota regu yang lain seolah-olah juga memegang batu dengan berpura-pura menyembunyikan kedua tangan ke belakang punggung. Dengan demikian. F. Regu yang pertama kali sampai ke titik sasaran ditetapkan sebagai pemenang permainan ini E. Pemberian batu oleh ketua regu pertama dilakukan dengan rahasia atau tidak boleh sampai diketahui oleh regu kedua. Hal ini dilakukan secara bergantian dan berlaku juga untuk regu kedua.

33 G.GARU A.  Setelah sampai diujung yang ditentukan. E.selain itu dibutuhkan tanah yang lapang dan permukaannya rata dan aman.  Masing masing pasangan tidak boleh mengotori jalur pasangan lain dengan kerikil atau benda berbahaya lainnya. H. D. G. peserta harus melakukan pergantian posisi dengan pasangan masing-masing. B. Sasaran Anak anak dan remaja. Tujuan Permainan ini bertujuan untuk mengisi waktu luang anak-anak dan meningkatkan kekuatan otot tangan. Peralatan Tidak diperlukan peralatan khusus. www. F. bisa menggunakan sapi maupun kerbau. C. garu itu sendiri adalah proses membajak sawah menggunakan hewan.Namun umumnya dilakukan oleh anak laki-laki. Persiapan Permainan ini dilakukan oleh sekelompok anak asalkan mempunyai pasangan dan jumlahnya tak terbatas.Hanya menggunakan tangan dan kaki kita saja. berolahraga yang sekaligus berfungsi sebagai sarana latihan untuk hidup bermasyarakat. Tanggapan Masyarakat Permainan tradisional merupakan hasil budaya yang besar nilainya bagi anak-anak dalam rangka berfantasi.  Pada hitungan ketiga setiap pasangan harus mulai berjalan. . berkreasi. Sumber Permainan tradisional merupakan simbolisasi dari pengetahuan yang turun-temurun dan mempunyai fungsi atau pesan di baliknya. Peserta Dalam permainan ini peserta yang dibutuhkan minimal 2 orang dan selebihnya tidak terbatas baik laki-laki maupun anak perempuan.melayuonline.com 25) PERMAINAN GARU . Latar Belakang Garu-garuan adalah permainan tradisional Indonesia yang berasal dari Lampung.Maka dalam permainan ini tidak ada kedua hewan tersebut dan diganti dengan manusia. Peraturan Permainan  Setiap pasangan berdiri pada tempat yang sudah ditentukan dan salah satu dari setiap pasangan berdiri menggunakan tangan dan kakinya dipegang oleh pasangannya. memperoleh keterampilan. dan melatih kesopanan dan ketangkasan.  Tidak boleh menabrak pasangan lain.

34  Peserta yang terlebih dahulu kembali ke garis awal adalah pemenang. mengisi waktu luang. Latar Belakang Krubungan adalah permainan yang sering dilakukan oleh anak-anak setiap sore jam 5 (lima) untunk menunggu mulainya shalat maghrib (berjama‘ah) dan mengaji. Manfaat Gembira. Seprai. Tujuan Bermain. jumlah orang atau pemain menyesuaikan besarnya pengrubung . melatih kejujuran.setelah sampai diujung maka setiap pasangan mengganti posisi dan kembali berjalan ketempat semula. D. melatih daya pikir otak. E. I. Layar. Sasaran Anak-anak dan remaja. Jarit. Sumber Opu Lis\orang lampung{Waykana} 26) PERMAINAN KRUBUNGAN A. panca indra peraba meningkat. sikap kebersamaan dan kekeluargaan. Siapa yang paling cepat sampai ditempat semula maka pasangan itulah pemenangnya.  Peralatan Alat untuk merubungi atau untuk menutupi bisa menggunakan: Terpal. menurunkan emosional dan bersosialisasi.Setelah hitungan ketiga maka setiap pasangan tadi mesti berjalan bahkan boleh berlari asalkan tangannya kuat. B. biasanya setelah terdengar suara adzan maghrib permainan dihentikan terus dilanjutkan shalat berjama‘ah dan mengaji. Pelaksanaan Permainan Setiap pasangan menentukan siapa yang terlebih dahulu menjadi kerbaunya dan harus berjalan dengan tangan dan kaki yang menjadi kerbau tadi dipegangi pasangannya. H. C. Slimut. Peraturan Permainan  Lapangan dan Peralatan  Lapangan Tempat bermain bisa di alam terbuka maupun tertutup akan tetapi lebih baik dilantai yang bersih. Tanggapan masyarakat Pada umumnya masyarakat merasa tidak keberatan anaknya melakukan parmainan ini namun ada beberapa orangtua yang tidak menyukai anaknya bermain ini dengan berbagai alasan yang mereka punyai.  Pemain  Krubungan bisa dimainkan oleh putra maupun putri. J.

melatih panca .35 (penutup).  Setelah semua pemain sudah masuk kedalam krubungan (penutup) sipenuggu membuka matanya dan mendekati krubungan lalu meraba pemain yg ada di dalam krubungan (penutup) dan mencoba menebak namanya. dengan mengelompokan jenis klamin laki-laki dan perempuan. Nyanyianya yaitu: sing siripit tulang bawang sapa sing kejepit tunggu lubang  Sebelum mulai permainan penunggu lobang terlebih dahulu mengenali bentuk fisik atau apa saja dari pemain yang dikerubungi (dititupi) agar penunggu dapat menebak orang yang diraba.  Apabila sipenunggu berhasil meraba salah satu pemain dan dapat menebak siapa nama orang itu maka penunggu berhasil. dikarenakan anak-anak bisa berkumpul bareng. bermain dengan gembira. diadakan nyanyian ―sing siripit‖ untuk menentukan siapa yang akan menjadi penunggu lobang.  Jalannya Permainan  Sebelum permainan dimulai. sipenunggu boleh menebak semua pemain sampai ketebak semua. bersosialisasi.  Seandainya sipenunggu cuma bisa menebak satu pemain lalu menyerah berarti pemain yang ketebak tadi berganti menjadi penunggu dan apabila yang tertebak lebih dari 1 (satu) orang misal 4 (empat) orang maka empat orang tersebut melanjutkan nyayian ―sing siripit‖.  Masing-masing kelompok laki-laki dan prerempuan dipisah. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyakat mengenai permainan krubungan ini masyarakat menilainya sangat baik dan bermanfaat buat anak-anak.  Begitulah seterusnya permainan dilakukan sampai saatnya terdengar bunyi adzan. jadi laki-laki main sendiri dan perempuan sendiri. F. untuk menghindari hal-hal negatif.  Selanjutnya pemain yang tidak menjadi penunggu masuk dalam pengkrubung (penutup). dan orang yang dapat ditebak oleh penunggu keluar dari tempat pengkrubung.  Setelah selesai mengenali bentuk fisik lalu sipenunggu mengejamkan matanya sebentar sampai pemain dikerubungi (ditutupi) selesai.

36

indra, melatih daya pikir otak, melatih kejujuran, mempererat silaturahmi, dan menjalankan shalat jama‘ah bersama dan mengaji. G. Sumber Sumber informasi penulis dalam menuliskan permainan tradisional krubungan yaitu dengan cara tanya jawab terhadap masyarakat Desa Pesuningan, Prembun, Kebumen. Sumber Informasi antaralain: Salamah Beliau adalah nenek saya, beliau telah memberi informasi tentang permainan krubungan. Juwariyah Beliau adalah ibu saya, beliau telah memperjelas informasi tentang permainan krubungan yang selama ini saya mainkan.

27) PERMAINAN KRIKILAN
A. Latar Belakang Permainan ini sudah ada di daerah saya tingggsl. Biasanya dimainkan oleh anak-anak dan remaja. Bentuk permainan berupa permainan yang menggunakan kerikil-kerikil kecil, siapa yang bias mendapatkan paling banyak kerikil berarti dialah yang menjadi pemenangnya. Dengan cara dua jari telunjuk dan jarimanis membentuk huruf yang menyerupai huruf ―A‖ melewati kerikil tersebut dan jangan sampai jari tersebut menempel salah satu kerikil tersebut. Permainan ini dilakukan hanya untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan konsentrasi. Serta dapat meningkaatkan pergaulan antar teman dan melatih kejujuran. B. Pemain  Sasaran : anak-anak SD dan remaja  Sek : Laki-laki dan perempuan  Jumlah pemain : 2 orang C. Alat, tempat dan Waktu  Alat : kerikil  Tempat : halaman rumah, teras rumah  Waktu : dimainkan kapan saja saat anak-anak pada waktunya bermain. D. Pelaksanaan Permainan  Sebelum pertandingan dimulai, biasanya melakukan undian untuk siapa yang pertama untuk menjalankan permainan.  Dengan cara kerikil dipegang dengan kedua tangan membuka ke atas kerikil tersebut diangkat kira-kira 4 cm dari atas tanah atau lantai. Kemudian kerikil dijatuhkan.  Kerikil tersebut pastinya berserakan dengan jalan melewati kerikil satu persatu dengan ujung jari telunjuk dan jari manis menempel lantai, harus meleti kerikil tersebut dan jangan sampai menempel kerikil yang lain.  Jika salah satu jari menempel kerikil maka permaian berhenti dan pemain yang satunya lagi yang bermain. Dengan cara seperti di awal, begitu seteeerusnya sampai kerikil tersebut habis.

37

E. Penentuan Kemenangan Pemain dikatakan sebagai pemenan jika paling banyak mendapatkan kerikil F. Tanggapan masyarakat Permainan ini sekarang sudah jarang dimainkan oleh anak-anak jaman sekarang, bahkan sudah tak ada lagi yang memainkannya lagi. G. Sumber Pengalaman saat masih kecil, dari masyarakat setempat di daerah saya tinggal.

28)

PERMAINAN TRI LEGENDRI NOGOSARI

A. Latar Belakang Sejarah permainan ini dimainkan sederhana dan sering dilakukan oleh anak-anak di zaman dahulu, paling tidak sebelum tahun-tahun 1980-an, ketika televisi belum mewabah. Ketika itu andalan permainan anak-anak adalah dolanan berkelompok dengan memanfaatkan benda-benda di sekitar lingkungan, seperti batang kayu, daun, batu, kerikil, kreweng, biji buah, dan sebagainya. B. Peserta Permainan ini biasanya dimainkan oleh sekelompok anak-anak, remaja dan dewasa. Pada umumnya mereka memainkan permainan ini semata-mata hanya untuk menciptakan unsur kegembiraan. Dolanan ini biasanya dimainkan oleh anak-anak kecil di halaman luas di sekitar rumah atau di sekitar lapangan. Anak-anak yang bermain biasanya berumur sekitar 7—14 tahun dan yang sering bermain adalah anak laki-laki, karena mengandalkan kekuatan fisik untuk berlari. Namun kadang juga dimainkan oleh anak perempuan atau campuran. C. Alat yang Digunakan Anak-anak yang hendak bermain dhoktri biasanya berkumpul dulu di suatu tempat (halaman, pekarangan, kebun, atau lapangan). Setelah berkumpul, mereka mencari pecahan genting atau gerabah (disebut kreweng atau wingka) Selain itu mereka juga harus mencari sebuah batu agak besar yang berfungsi sebagai kodhok (penentu pemain yang kalah). Setelah mendapatkan alat bermain, biasanya mereka membuat lingkaran (bisa juga berbentuk bujur sangkar) di tanah atau di lantai, dengan kapur, kreweng, atau kayu. Diusahakan jumlah kotak pada bujur sangkar atau lingkaran sesuai dengan pemain. Karena jumlah pemain 8 anak, maka bujur sangkar atau lingkaran dibuat 8 kotak (ruang). D. Pelaksanaan Permainan  Kita harus menyiapkan kreweng/ pecahan genting bulat sebanyak 4 dan batu 1 buah.  Tiap anak memegang kreweng satu-satu.  Kemudian menyanyikan lagu gotri nagasari dengan batu dan kreweng dipindah di depan temannya sesuai dengan lingkaran yang dibuat kea rah temannya sebelah kanan sambil menyanyikan lagu tri logendri nagasari sampai lagunya selesai.

38

 Jika lagunya sudah selesai dinyanyikan, anak yang didepan mendapat batu,anak itulah yang menjadi kataknya.  Anak yang menjadi katak harus menunggu kataknya, dan temantemannya yang lain bersembunyi. Setelah temannya yang bersembunyi ketemu, lalu memanggil nama temannya sambil memegang / menginjak batu tersebut.  Jika sudah ketemu semua kemudian bermain lagi, kalau belum ketemu semua yang jadi katak harus mau menunggu/ mencari sampai si anak tersebut ketemu atau menyerahkan diri.  Permainan ini kemudian diulang-ulang terus hingga si anak mulai bosan.  Lagu yang dinyanyikan dalam permainan ini: Tri logendri nagasari ri Tiwul iwal iwul jenang katul..tul Dolan awan-awan ndelok manten ..ten Titenano mbesok gedhe dadi opo..po Podho mbako enak mbako sedheng dheng Dhengkol ela-elo dadi kodok… E. Penentuan Kemenangan Dalam permainan ini anak yang dikatakan menang/ kalah, ditentukan oleh factor keberuntungan masing-masing anak. Seorang anak dikatakan kalah apabila tidak beruntung dalam artian si anak akan mendapatkan katak secara terus-menerus. Dan anak dikatakan menang apabila mereka lolos tanpa mendapatkan katak. F. Sumber Suwandi Sumber: Buku ―Permainan Tradisional Jawa‖, Sukirman Dharmamulya, dkk, Kepel Press, 2004 dan pengalaman pribadi

29) PERMAINAN MAIN SISIK
A. Latar Belakang Anak-anak perempuan di Sibolga, Tapanuli Tengah mengenal permainan ini dengan nama main sisik. Menyisik dalam dialek itu berarti menyatakan batu (sesuatu) secara perlahan-lahan. Memang dalam permainan ini kegiatan yang menjatuhkan batu secara perlahan-lahan dan tersembunyi merupakan inti permainan dan yang selanjutnya harus diterka pada siapa batu itu berada. Permainan Main Sisik berasal dari daerah Sumatera Utara. Namun para informan dan orang tua yang ditanyai soal asal usul permainan ini tidak dapat memastikan apakah permainan Sisik ini berasal dari daerah mereka atau datang dari luar. Yang dapat mereka kemukakan hanyalah, bahwa mereka sudah mengenalnya sejak lama, mungkin sampai tujuh puluh tahun atau lebih. Hal ini terbukti dari pengalaman mereka sendiri yang sudah melihat permainan ini sejak mereka lagi kecil, dan mereka sekarang sudah tua-tua.

Peserta Pelaksanan permainan Main Sisik memerlukan 10 orang peserta. Kalau kelompok penebak berhasil menerka. Yang menang sut akan menjadi pihak yang membunyikan batu.39 B. maka permainan di lanjutkan. Anak-anak yang berumur lebih biasanya tidak menyukai permainan ini karena mereka menganggap permainan ini terlalu ringan. Alat lainnya tidak diperlukan. Kalau terjadi kesalahan akan terjadi pergantian pemain. Permainan biasanya hanya dimainkan oleh anak perempuan saja. berupa tersinggungnya kaki tersebut pada saat dilangkahi atau di lompati. penebak menjadi yang menyembunyikan batu. maka terjadi pertukaran pemain. Tetapi kalau tebakan tadi salah permainan diteruskan ke tahap berikutnya. karena cara menjatuhkan tadi dilakukan dengan penuh siasat dan kesamaran untuk mengelabuhi lawan. karena bagi anak laki-laki permainan ini kurang aktif atau kurang gerak. sedang ketua kelompok berdiri dan melakukan sut. Anggota kelompok . karena dianggap belum mampu melakukan permainin ini. agar mungkin lebih sulit dilangkahi. Tugas kelompok penebak adalah menerka siapa yang menyimpan batu itu. Sebaliknya anak-anak dibawah 6 tahun belum diajak serta. dan iytu akan dilangkahi atau di lompati oleh lawan satu persatu. D. Kedua kelompok duduk berhadap-hadapan.asing-masing kelompok bertindak sebagai ketua kelompok. Jumlah ini di bagi menjadi dua kelompok yang masing-masing 5 orang. C. dan kaki mereka dilunjurkan ke muka secara sejajar.  Tahap Permainan Pada tahap ini kelompok penemak akan mengunjurkan (menjulurkan) kakinya masing-masing ke depan. kalau berhasil dilangkahi dengan baik. dan satu orang dari m. dan kelompok yang menyembunyikan batu tadi menjadi penebak. Mereka duduk dengan jarak tertentu. Pelaku permainan berumur antara 6 sampai 10 tahun. Pelaksanaan Permainan  Persiapan Sepuluh orang peserta dalam permainan ini di bagi menjadi dua kelompok yang masing-masing terdiri atas lima orang. Dalam hal ini tisdak boleh terjadi kesalahan. Penebakan itu tidak begitu mudah dilakukan. Tahap kedua dari permainan ini adalah berupa perbuatan melangkahi kaki-kaki yang dilunjurkan kedepan oleh kelompok lawan. dan yang kalah akan menjadi penebak.  Aturan Permainan Kelompok yang menang menadahkan tangannya masing-masing kebelakang untuk menampung batu yang akan dijatuhkan pelan-pelan oleh ketua kelompok. Alat dan Fasilitas Peralatan yang dibutuhkan dalam permainan ini hanyalah sebuah batu kecil yang dijadikan alat tebakan.

Tahap ketiga juga berupa lompatan. seperti belajar. dll. karena kaki yang dilunjurkan itu sekarang diletakkan yang satu di atas yang lain. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat terhadap permainan ini pada masa sekarang boleh dikatakan juga turut mundur. Penentuan Kemenangan Ketentuan kalah menang adalah demikian :  Jika sebuah kelompok dengan seluruh anggotanya berhasil melalui tahap-tahap tadi dengan baik. yang melompati melakukan lompatan secara bergantian.40 E. Jakarta.  Jika terjadi kegagalan dalam menyelesaikan tahap-tahap itu. H. Mungkin para orang tua juga para anggota masyarakat sudah berubah pula pandangan mereka terhadap permainan ini. maka kelompok itu belum dapat dinyatakan menang. para anggota masyarakat memberikan tanggapan yang positif terhadap permainan ini. Permainan Anak-anak Daerah Sumatera Utara. Bahkan mereka juga turut bersorak bergembira melihat anak-anak yanmg sedang melakukan permainan. Di masa sekarang ini hal yang demikian sudah jarang dapat dilihat.  Tahap keempat tetap berupa lompatan dengan tingkat kesulitan yang lebih sulit. Kelompok yang berhasil ini dinyatakan menang. Mereka cenderung untuk menyuruh anak-anak agar melakukan tugas-tugas yang bermanfaat di rumah. menjaga adiknya. Kaki yang dilunjurkan masih bertindih dan diatas masih ditambahi dengan dua tangan dengan jari terentang. Sumber Suwondo. Permainan ini juga dilakukan pada siang dan sore hari setelah mereka melakukan aktivitas yang lain. Bambang. 1984. Jadi pada tahap pertama dapat menebak keberadaan batu. lompatan secara berganti-ganti juga dilakukan oleh seluruh anggota kelompok pelompat. mungkin disebabkan oleh rasa simpatik mereka terhadap yang menang atau karena sebab lainnya. Hal ini terlihat dari kurang pedulinya mereka terhadap permainan ini. Seluruh anggota pelompat harus melompatinya secara bergantian. Kebanyakan mereka menganggap permainan seperti ini tidak ada gunanya dan hanya membuang waktu saja. Waktu dan Tempat Permainan ini biasanya dilakukan di teras rumah atau di bawah pohon yang rindang (tempat yang teduh). Berbeda dengan masa lampau. Wujud dari kepositifan itu adalah berupa dorongan dan kehadiran mereka dalam menyaksikan permainan kalau anak-anak sedang memainkannya. Pada setiap terjadi kegagalan langsung diadakan pergantian kelompok yang bermain. . Pada tahap kedua dapat melompat dan demikianlah seterusnya. F. G. namun yang dilompati lebih sulit.

B. D. Tempat Permainan Permainan ciko guru dapat dilakukan di mana saja. Di dalam arena permainan ciko guru akan dibuat sebuah bujur sangkar dengan sisinya kira-kira 60 cm. Namun. muda maupun anak-anak. Maka dari itu. Namun saat ini ciko guru dapat dimainkan oleh siapa saja baik lelaki. jika lebih dari itu maka pemain lain akan membentuk kelompok sendiri dengan membuat arena bermain yang boleh berdekatan dengan kelompok lain. Pemain Permainan ciko guru dapat dimainkan oleh maksimal 4 orang. Kemudian. E. di halaman rumah. di halaman rumah adat. Asal usul permainan ciko guru di kalangan orang Jailolo maupun Sahu sudah tidak dapat diketahui lagi. pemain harus melempar gacunya dari tepi lubang ke arah . yaitu permainan melempar dan mencukil 10 buah batu atau buah gelici dalam jarak tertentu hingga seluruhnya masuk ke dalam lubang. Ciko guru dapat diartikan ―menunjuk‖ karena dalam permainan ini orang baru boleh bermain setelah ditunjuk oleh lawan mainnya. Peraturan Permainan Aturan dan proses permainan ciko guru dapat dibagi menjadi dua tahap. ataupun di lapangan. tua. ada sebuah permainan tradisional yang bernama ciko guru.41 30) PERMAINAN CIKO GURU A. Sementara kaum perempuan pada waktu itu biasanya akan membantu menyiapkan hidangan di rumah orang yang ditimpa musibah tersebut. khususnya di kalangan orang Jailolo dan Sahu yang berada di Maluku Utara. Latar Belakang Maluku adalah salah satu provinsi yang ada di Indonesia. Dahulu permainan ini hanya diperuntukan bagi kaum lelaki dewasa saja. buah gelici atau kelerang. Dahulu permainan ini hanya dilakukan pada malam hari di halaman rumah orang yang baru meninggal. Tahap pertama. Tepat di tengah-tengah bujur sangkar ada sebuah lubang dengan diameter sekitar 5 cm. Alat permainan ini nantinya ada yang digunakan sebagai gacu dan ada yang dijadikan sebagai taruhan. dipasanglah sebuah tonggak bambu atau kayu sekitar 17 cm yang nantinya akan ditanam dengan kedalaman 2 cm (hanya menyisakan 15 cm di atas permukaan tanah). hanya laki-laki dewasa sajalah yang boleh memainkannya. Peralatan Permainan Peralatan dalam permainan ciko guru hanyalah batu kerikil. Sekitar 30 cm di depan tonggak akan dibuat garis sebagai batas sah atau tidaknya lemparan pemain. Jarak antara tonggak dan bujur sangkar sekitar 12 meter. perempuan. Permainan ciko guru kadang-kadang disebut juga dengan ―main batu membayar kenari‖ karena bagi yang kalah harus membayar sejumlah kenari atau langsat atau kelereng sesuai dengan kesepakatan antarpemain sebelum permainan dimulai. Anak-anak tidak boleh bermain karena dikhawatirkan anak menimbulkan kegaduhan. C. Di sana.

maka dianggap tidak sah. Nilai kerja keras tercermin dari semangat pemain yang berusaha agar lemparannya dapat sedekat mungkin dengan tonggak. maka pemain itu dapat menentukan sendiri batu mana lagi yang akan digunakannya. melainkan di sisi luar garis bujur sangkar yang jaraknya sekitar 60 cm dari lubang. dan bagi pemain yang memperoleh buah kenari atau gelici yang terbanyak maka ia dinyatakan sebagai pemenangnya. dkk. Pada tahap kedua lemparan tidak dilakukan di pinggir lubang. setelah membuat lubang dan memasang tonggak adalah menentukan jumlah taruhan untuk satu kali permainan. dan lawan tersebut akan menunjuk 1 buah batu yang nantinya akan digunakan sebagai batu pertama sewaktu dimasukkan ke dalam lubang. proses permainannya. maka pemain berhak mengambil semua kenari yang berada di dalam lubang dan permainan diulang seperti semula lagi. (3) bila batu pertama berhasil masuk lubang. Ambon: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan . (2) apabila pada waktu melempar itu gacunya tidak melewati garis batas di depan tonggak. maka pemain harus kembali melempar. dengan syarat salah satu tangan harus menapak pada garis batas bujur sangkar. 1981. dan (4) penentuan kalah menang dalam permainan ini adalah bagi siapa yang dapat memasukkan gacu paling banyak. F. Permainan Rakyat Maluku. dengan aturan sebagai berikut: (1) pemain akan menunjukkan batu-batu yang dimilikinya pada lawan mainnya. (2) cara memasukkan batu pada tahap kedua ini adalah dengan menjentikkan batu menggunakan kuku ibu jari atau jari kelingking. dan (4) pemain yang gacunya paling dekat dengan tonggak akan mendapat kesempatan pertama untuk melempar pada tahap berikutnya. barulah kemudian penentuan nomor urut pemain dengan jalan suten atau undi. Nilai Budaya Nilai yang terkandung dalam permainan yang disebut sebagai ciko guru ini adalah kerja keras dan sportivitas.42 tombak yang jaraknya sekitar 12 meter. tetapi juga mau menerima kekalahan dengan lapang dada. maka lawan tersebut harus kembali melempar. Setelah taruhan disepakati. Namun apabila kedua batu tersebut masuk ke lubang secara bersamaan. Selanjutnya permainan akan dimulai dengan urutan seperti aturan-aturan yang telah dijelaskan di atas. (3) bila gacu yang dilempar mengenai gacu lawan. Sementara itu. Aturan-aturan yang terdapat dalam tahap pertama ini adalah: (1) pemain harus melempar gacu melewati garis batas di depan tonggak agar dapat mengikuti tahap berikutnya. dan untuk menjentik gacu agar masuk ke lubang dan memperoleh nilai. (4) bila batu yang dijentikkan tersebut mengenai batu lain dan keduanya masuk lubang secara berurutan maka dinyatakan sah dan mendapatkan dua nilai. nilai sportivitas tercermin tidak hanya dari sikap para pemain yang tidak berbuat curang saat berlangsungnya permainan. maka dialah pemenangnya. Dan. Sumber Suradi Hp. (pepeng) G. gacu mengenai kenari atau gelici hingga ada yang keluar dari lubang.

kebun. Latar Belakang Kilanan adalah permainan anak yang gemar mengoleksi karet lingkar / karet gelang. dll  Waktu : siang hari setelah anak-anak pulang sekolah. Sementara yang kalah akan kehilangan satu dari karetnya bahkan bisa semuanya. semakin dekat maka semakin bagus.  Pemain kedua menegaskan bahwa dirinya sudah yakin atau siap dengan mengucap kata ―Berani‖ jika memang sudah siap. Pemain  Sasaran : 1) anak-anak usia SD. . kemudian  Pemain kedua menjatuhkan satu karetnya agak berjauhan dengan karet pemain pertama. C. dan meningkatkan kecermatan dan ketrampilan. kedua pemain melakukan undian menentukan siapa yang lebih dulu menjatuhkan karet. sore hari. B. Pelaksanaan Permainan  Sebelum permainan dimuali. permainan ini sangat seru dan menyenangkan karena siapa yang menang berhak mengambil dan memiliki karet lawan. Pada saat istirahat sekolah anak-anak jajan nasi bungkus yang tali ikatnya menggunakan karet.  Pemain pertama menjatuhkan satu karetnya di tanah. Prasarana dan Waktu Permainan  Alat : karet lingkar ( karet gelang )  Tempat : halama rumah. gembira. Tujuan Tujuan permainan ini untuk mengisi waktu luang dan melatih kecermatan yaitu pada saat menyentil karet untuk di dekatkan pada karet lawan.  Jika belum berani maka pemain kedua boleh memindah keretnya supaya lebih dekat lagi dengan karet pemain pertama.43 31) PERMAINAN KILANAN/ JENGKAL A. dan pagi hari ketika hari libur sekolah. Manfaat Permainan ini adalah dapat meningkatkan pergaulan antar teman . F. 2) remaja  Sek : laki-laki dan perempuan  Jumlah pemain : 2 orang E. D. Karet tersebut tidak langsung dibuang tetapi dikumpulkan untuk bermain kilanan Dua pemain saling beradu kecermatan dalam menyentil karet supaya berdekatan hingga satu jengkal. Sarana.  Pemain kedua melakukan lentingan dengan satu jari telunjukkaretnya yang berada di tanah hingga karet tersebut berada di jarak satu kilan ( jengkal ) . Pada zaman dahulu untuk mendapatkan karet tidak membeli secara langsung.

Seira. di daerah Yamdena masih banyak keluarga yang hidup dalam satu rumah besar. Beliau ini banyak tahu berbagai jenis permainan tradisional dari pengalaman masa kecil dan masa mudanya. Selaru. Indonesia. bahkan sudah tidak ada lagi anak-anak yang bermain permainan ini. ―Ancong-ancong‖ berasal dari bahasa Yamdena. permainan kilanan sudah jarang dimainkan sampai sekarang. Pada waktu malam hari.  Begitu seterusnya hingga siapa yang mencapai jarak satu jengkal atau kurang dari satu jengkal. 32) PERMAINAN ANCONG . G. Permainan ancong-ancong menurut penduduk Yamdena. I. H. Pemenang berhak mengambil dan memiliki karet lawan yang berada di tanah tersebut. Apabila pesertanya lebih dari 10 .ANCONG A. daerah Maluku Utara. Permainan ini minimal dimainkan oleh 5 anak dan maksimal 10 anak. khususnya Pulau Yamdena. Peserta Permainan ancong-ancong biasanya dimainkan oleh anak-anak. Setiap rumah besar umumnya dihuni oleh 6 hingga 7 keluarga yang biasanya mempunyai banyak anak. usia 5 hingga 8 tahun.44  Jika jarak masih lebih dari satu kilan ( jengkal ) maka bergantian pemain pertama yang melintingkan karetnya supaya berada dalam jarak satu jengkal. Pada waktu itu. B. Tanggapan Masyarakat Dahulu permainan kilanan sangat digemari oleh anak-anak terutama anak SD. yaitu Bapak Ngatimun ayah kandung saya sendiri. Salah satu permainan yang mereka lakukan adalah ancongancong. telah ada dan dimainkan sejak tahun 1930-an. Umur 64 tahun berprofesi sebagai petani rumah tinggalnya di Kulon Progo. baik lelaki maupun perempuan. Penentuan Kemenangan Pemenang ditentukan berdasarka pemain yang dapat melentingkan karetnya hingga jarak satu jengkal atau kurang dari itu dari karet lawan. Permainan ini terdapat di sekitar Kepulauan Tanimbar. Latar Belakang Ancong-ancong adalah sebutan bagi orang Yamdena untuk sebuah permainan menebak salah satu tangan pemain yang berada di atas punggung pemain lainnya yang sedang dalam posisi merangkak. Sumber Permainan ini disusun berdasarkan sumber terkait.  Apabila pemain pertama tersebut belum berhasil maka bergantian pemain kedua lagi yang melakukan lentingan. Angwarmase dan Fordata. yang dalam bahasa Indonesia sangat sulit untuk diterjemahkan. biasanya anak-anak dari beberapa keluarga tersebut akan berkumpul menghabiskan waktu luang mereka dengan bermain di dalam rumah.

Bisa dimainkan oleh anak laki-laki maupun perempuan tidak dibatasi jenis kelamin. sementara tangan kanannya akan digunakan untuk menunjuk telapak tangan pemain lainnya. orang yang tertebak menggantikan perangkak. Apabila tebakan benar. permainan tidak akan berjalan lancar. G. Apabila pesertanya lebih dari 10 anak. yaitu seseorang yang dipilih untuk merangkak harus menebak tangan siapa yang berada di punggungnya. Penunjukan itu dilakukan ketika lagu dinyanyikan.com/2008/08/permainan-ancong-ancongmaluku.blogspot. Penentuan Kemenangan Jika si perangkak berhasil menebak tangan pemain yang ditunjuk dirigen. Permainan ini diawali dengan pemilihan dua orang yang dilakukan secara musyawarah/mufakat. anak. namun jika tidak berhasil maka si pemain akan tetap dalam posisi merangkak dan permainan dimulai kembali. Berikut ini adalah syair yang dilantunkannya. Pada saat itulah pemain yang posisinya merangkak tersebut akan menebak tangan siapa dari pemain yang ditunjuk oleh diregen. sebab umumnya permainan ini dilakukan di dalam rumah. Tanggapan Masyarakat Belum tahu karena di daerah saya belum ada yang memainkannya. sebab umumnya permainan ini dilakukan di dalam rumah.  Biasanya dilakukan saat anak-anak sedang berkumpul bersama. Khusus untuk diregen hanya meletakkan telapak tangan kirinya saja. Sumber http://uun-halimah. Permainan ini sebenarnya tidak mengenal umur tetapi biasanya dimainkan oleh anak kecil berumur 5-8 tahun. E. D. perangkak akan mengambil posisi merangkak dan pemimpin permainan akan memberi aba-aba pada pemain lain untuk meletakkan kedua telapak tangan mereka pada punggung pemain yang merangkak. Setelah itu.  Permainan ini minimal dimainkan oleh 5 anak dan maksimal 10 anak. maka pemain yang tangannya ditunjuk oleh diregen akan menggantikan posisi anak yang merangkak tersebut. Ancong-ancong mpeang angkomai roi-roi Angku tambah labu seela baelaba Cabu ruku rukuku cabu ruku rukuku ise Pada akhir lagu. F. tunjukan tangan diregen akan berhenti pada salah satu telapak tangan pemain. Asal Permainan Permainan ini berasal dari Maluku Pelaksanaan Permainan Permainan ancong-ancong sangatlah sederhana. Tunjukan jari tangan diregen akan berpindah-pindah dari tangan satu pemain ke pemain berikutnya.html . Satu orang akan dipilih menjadi perangkak dan seorang lagi menjadi pemimpin permainan (diregen). permainan tidak akan berjalan lancar.45 C.

Latar Belakang Permainan ini sudah tidak asing lagi tentunya. Karet-karet tersebut berbentuk bulat seperti gelang yang banyak terdapat di pasar-pasar tradisional. Sedangkan kaum laki-laki hanya kadang kala saja ikut serta dalam permainan. D. B. Pemain dibagi dalam dua kelompok. secara serentak tangan-tangan tersebut akan diangkat dan diturunkan. C. Alat yang Digunakan Gelang karet sebanyak-banyaknya. diperlukan dua buah karet yang disambungkan dengan dua buah karet lain agar tidak mudah putus oleh anggota tubuh pemain yang sedang melompat. . Tetapi prmainan ini tidak boleh dimainkan untuk anak umur dibawah 5 tahun. Anak perempuan yang telah berumur lebih dari 15 tahun biasanya akan segan untuk ikut bermain. sewaktu membuat rangkaian tali untuk membentuk tali karet. Pada saat diturunkan. Yaitu seperti jatuh dan lainlain. Kemudian. kemudian gelang karet tersebut dirangkai hingga menjadi tali yang memanjang. karena banyak resiko yang ditimbulkan dari permainan ini. ons. melainkan dalam bentuk satuan berat (gram. biasanya hanya sebagai penggembira saja dan hanya melompat saat ketinggian tali masih sebatas lutut atau pinggang. karena karet akan mudah putus jika dipakai untuk mengikat terlalu kuat pada suatu benda. Pemain lompat tali putar ini berjumlah 3-10 orang. pengikat rambut dan barang-barang lainnya yang tidak membutuhkan pengikat yang kuat. karena takut auratnya akan terlihat sewaktu melompati tali karet. karena permainan lompat tali putar ini bisa di temukan hampir di seluruh indonesia meskipun dengan nama yang berbeda-beda. atau anak-anak sekolah dasar kelas 1 sampai 6. Karet tersebut tidak dijual perbuah. yaitu pemegang karet dan pelompat karet. Cara merangkainya adalah dengan menyambungkan dua buah karet pada dua buah karet lainnya hingga memanjang dengan ukuran sekitar 3-4 meter. Gambreng dilakukan dengan menumpuk telapak tangan masing-masing peserta yang berdiri dan membentuk sebuah lingkaran. dan kilo). Pelaksanaan Permainan Sebelum permainan diadakan. Permainan lompat tali putar ini biasanya identik dengan kaum perempuan. terlebih dahulu akan dipilih dua orang pemain yang akan menjadi pemegang tali dengan jalan gambreng dan suit. Oleh karena itu. Dan permainan ini tidak membutuhkan keahlian khusus. Fungsi karet pada umumnya adalah sebagai pengikat plastik-plastik pembungkus makanan.46 33) PERMAINAN LOMPAT TALI A. Sasaran Tetapi biasanya permainan ini dilakukan oleh anak-anak sekolah dasar. Kalau pun ada yang ikut bermain. Tetapi juga tidak sedikit anak laki-laki yang ikut bermain. Yang umurnya sekitar 7-15 tahun.

Sedangkan dari mana asal-usul permainan ini sudah sulit untuk ditentukan. Permainan ini adalah milik semua lapisan masyarakat. baik itu dari kalangan bangsawan. maka ibu jari akan menang. Sedangkan apabila jari kelingking beradu dengan jari telunjuk. untuk menentukan siapa yang terlebih dahulu akan menggantikan pemain yang gagal ketika melompat. sebab semut akan kalah dengan manusia yang mempunyai banyak akal. Tetapi yang saya tau permainan tersebut sudah ada sejak ibu saya masih ada disekolah dasar. jari telunjuk sebagai manusia dan jari kelingking sebagai semut. maka jari kelingking akan kalah. sebab semut dapat dengan mudah memasuki telinga gajah. maka yang memperlihatkan punggung tangannya dinyatakan menang dan gambreng akan diulangi lagi hingga nantinya yang tersisa hanya tinggal dua orang peserta yang akan menjadi pemegang tali. dahulu di kalimantan timur berkembang di daerah-daerah Bulungan. Waktu Permainan Permainan ini dilakukan pada siang hari. Apabila yang terbanyak adalah posisi telapak terbuka. Kemudian yang jaga tersebut memutar-mutar tali karet dan pemain berusaha melompati tali karet tetapi anggota badan pemain tidak boleh terkena tali. . Jenis permainan ini tidak memerlukan kekuatan phisik karena hanya diperlukan ketrampilan untuk membanting alat permainannya. tujuan dari permainan ini sekedar hiburan dan pengisi waktu senggang saja. Latar Belakang ―Cepli‖ artinya membanting. Sumber Sumber permainan tersebut tidak pasti asal-usulnya dari mana. Tetapi sekarang sudah jarang kita jumpai lagi. sehingga gajah akan kalah. Kedua orang tersebut nantinya akan melakukan suit. Dan begitu seterusnya sampai pemain merasakan jadi tukang jaga. jari telunjuk dan jari kelingking. Apabila ibu jari beradu dengan jari telunjuk. Suit adalah adu ketangkasan menggunakan jarijemari tangan.47 posisi tangan akan berbeda-beda (ada yang membuka telapak tangannya dan ada pula yang menutupnya). maka ibu jari akan kalah. E. Berau dan Kutai. 34) PERMAINAN CEPLI A. pegawai tinggi atau rakyat biasa asal mau bermain tidak ada yang melarang. karena gajah akan menang jika bertarung dengan seorang manusia. Ibu jari dilambangkan sebagai gajah. Permainan ini sebelum terdesak oleh alat permainan yang modern. sebutan ini digunakan untuk memberi sebuah nama permainan yang cara bermainnya adalah dengan jalan membanting alat permainannya. Siapa yang terkena tali sewaktu melompat maka anak tersebut menggantikan jaga. B. khususnya ibu jari. Namun apabila ibu jari beradu dengan jari kelingking.

dan bila dimainkan lebih dari dua orang cara bemainnya bergantian menurut perjanjian dalam ketentuan permainannya. Sehingga si pemain dapat memutar balikkan mata uang itu.  Tahap-tahap Permainan Setelah diadakan undian maka permainan pertama adalah pemenang pertama dalam undian.48 C. dengan permainan ini terjadilah hubungan yang harmonis dan mendidik kejujuran. Alat yang Digunakan Alat yang diperlukan adalah mata uang logam kuningan yang bernilai satu sen (Belanda). Alat kebat ani . Jadi hanya ada salah satu gambar saja yang masih ada. Jumlah pemainnya tidak terbatas paling sedikit dimainkan oleh dua orang. Peserta Permainan ini bersifat individu dan kelompok. Salah satu permukaannya diasah sampai tipis. Benda yang dipakai untuk taruhan dan jumlah taruhannya pun harus ditetapkan pula. Demikian hingga mereka lelah bermain. Jadi siapa yang mencapai jumlah seratus lebih dulu itulah yang menang. E. Kedua mata uangnya (kebat) dipegang dengan jalan menelungkupkan kedua muka uang yang diasah tadi atau boleh juga sebaliknya. Alatnya ini disebut ―kebot‖ sebelum bermain diadakan undian dengan suitan atau hum-pim-pa. D. Demikian seterusnya permainan dilakukan berdasarkan urutan pemenang dalam undian. yakni bagian yang tidak diasah. Misalnya dalam kesepakatan tadi bagian yang halus (diasah adalah miliknya) sedangkan yang kasar (tidak diasah) adalah milik lawan. Maksud dan tujuan menipiskan mata uang logam ini adalah agar mudah terbalik apabila dibanting. sehingga gambar pada bagian itu hilang. misalnya kesepakatan tentang alat permainannya bagian mana yang menjadi milik lawan.  Aturan Permainan Sebelum bermain aturan-aturan permainannya haruslah disepakati bersama. Apabila tidak dipergunakan benda taruhan (misalkan bungkus rokok) maka untuk menentukan siapa pemenangnya bisa ditentukan sampai seratus. Pelaksanaan Permainan  Persiapannya Bagi seorang calon pemain harus mempunyai dua buah uang logam kuningan yang bernilai satu sen ( uang Belanda ). asal penangkupan itu agak merenggang. Mereka mersa bangga apabila ia bermain dengan baik dan menang. dansudah dipersiapkan terkebih dahulu. Biasanya permainan ini dimainkan oleh anak-anak pria saja yang berumur kira-kira 6-17 tahun. siapa yang menang adalah yang berhak bermain terlebih dahulu dan membanting kebot. oleh sebab itu disini diperlukan ketrampilan khusus bagi seorang pemain untuk mempermainkan alat permainannya.

P dan K. Sesampai di lantai mata uang akan melenting terbalik.bila kedua mata uang tadi sudah berhenti bergerak kemudian letaknya dilihat oleh seluruh pemain kalau letak kedua mata uang itu bertelentang pada bagian yang diasah itu berarti hidup. Dua kelompok mengadakan undian terlebih dahulu. Untuk kesempatan ini diberikan kepada salah satu anggota kelompoknya untuk bermain. Demikian seterusnya sampai pemain itu mendapatkan nilai yang sudah disepakati itulah pemenangnya. apabila pada kesempatan pertama ini permainannya mati maka kesempatan kedua diberikan kepada lawan kelompoknya. Dimana lagu dalam permainan ini lagu iringan adalah lagu sebagai undian. Sumber Buku Permainan Rakyat Daerah Kalimantan Timur ( Pengarang : Indonesia Dep. Kalau pemain tadi berhasil menjatuhkan kebat dalam ppsisi hidup boleh bermain terus sampai berulang-ulang sampai mati. Bagi kelompok yang menang bermain terlebih dahulu. Setelah dipegang baik-baik lalu tangan diayun kemudian dibanting keras-keras ke lantai. cara bermainnya seperti di atas. yaitu salah satu anggota tersebut tampil untuk mewakili kelompoknya mengadakan undian. Jadi pemain yang pertama tadi yang sudah bermain apabila jatuh pada posisi mati maka ia harus diganti oleh pemenang undian berikutnya. hanya saja karena permainan ini sifatnya kelompok melawan kelompok. biasanya disebut ―ukir‖ apabila terlentang kedua-duanya pada bagian yang bergambar itu berarti hidup dengan nama ―belong‖. Permainan ini dapat dilakukan berkelompok. misalnya terdiri dari dua kelompok. 35) PERMAINAN DOMIKADO A. Ibu jari dan jari tengah sebagai pemegang dan jari telunjuk berfungsi sebagai penahan (penyangga) agar pada waktu mengayun tangan letaknya tidak berubah. Di sana terlihat belasan murid dan beberapa guru memainkan permainan tradisional Jawa Barat. telunjuk dan ibu jari. yaitu jari tengah. Masingmasing kelompok mengumpulkan jumlah nilai yang didapatkan dari para anggotanya. maka jalannya permainan sedikit agak berbeda. Latar Belakang ―Domikado‖ nama ini diambil dari judul lagu dalam permainan ini. Jakarta 1982. F. Di sana juga dipamerkan berbagai gambar . ―Ada yang menarik ketika berkunjung ke Sekolah Internasional Termasuk belum lama ini. tentunya disini yang bermain adalah yang belum mendapat giliran bermain.49 dipegang dengan tiga jari. Bila yang terlentang berbeda pada permukaannya. pada kesempatan ini juga diberikan kepada anggota kelompoknya sampai permainannya mati. yaitu yang satu pada bagian yang diasah dan yang satu pada bagian yang tidak diasah ini baerarti mati.

36) PERMAINAN GEMPALEONGAN A. misalnya dengan menyuruh bernyanyi. Melihat itu. Para guru dan murid tampak memainkan permainan domikado. Bila tepukan tidak mengenai maka anak yang menepuk keluar barisan. Sumber Buku Permainan Tradisional Perpustakaan Universitas Negeri Yogyakarta.Jadi nanti kaleng yang sudah ditumpuk rapi akan roboh porak-porandak akibat terkena .  Kemudian menyanyikan lagu secara bersama-sama sambil menepukkan tangan ke tangan teman disampingnya  Dan bila telah sampai pada bait terakhir. SK do SK do Pia-pio One two three four C. Komunitas Hong terus aktif mengenalkan kembali semua permainan masyarakat Sunda. Jenis Kelamin : pa/pi. termasuk mulai mengenalkan permainan tradisional dari negara-negara lain. D. dll  Keadaan Sekarang Permainan ini masih dilakukan terutama oleh anak-anak namun jarang. siang. Usia : bebas.Semua jenis permainan tradisional itu nyaris tak dikenal lagi oleh masyarakat. minta gendong.50 permainan dari dalam dan luar negeri. Namun bila terkena tepukan tangan yang keluar dari barisan.Dilihat dari namanya gempa itu getaran yang akan bisa mengakibatkan benda di sekitar roboh. pagi. dengan kedua tangan dibuka dan bertumpukan dengan tangan teman disampingnya. Waktu Pelaksanaan Permainan ini bisa dilakukan kapan saja. yakni sebuah permainan tradisional Sunda di mana orang yang berpegangan tangan dan menjebak anggota barisannya. mi ka do SK SK do. Alat yang Digunakan Permainan ini tidak menggunakan peralatan khusus. Pelaksanaan Permainan  Para peserta membentuk sebuah lingkara. Tak heran jika kita jarang melihat anak-anak di perkotaan memainkan permainanpermainan itu. B. sore. Asal Permainan Jawa Barat.  Begitu seterusnya hingga hanya tinggal 1 anak dan ialah pemenangnya dan ia berhak menghukum teman yang lainnya. dan leongan itu kaleng bekas . Latar Belakang Jumlah : Tidak terbatas.: Iringan Lagu : Do mi ka do Do mi ka do. anak yang akan kejatuhan tepukar berusaha untuk menghindar (pada kata ―four‖). Latar Belakang Permainan dengan nama gempaleongan ini merupakan permainan yang dimainkan menggunakan kaleng bekas atau boleh juga menggunakan pecahan keramik atau genteng .

D. namun di jawa tengah sudah banyak yang memainkanya termasuk di daerah saya Wonosobo. kualitas kebugaran meningkat. Apabila semua para peserta yg bersembunyi belum dimatikan maka permainan belum berakhir. yang masang dan yang main.  Kaleng tersebut di tumpuk rapi. Jumlah pemain tak terbatas semakin banyak akan semakin ramai dan minimal hanya bisa di mainkan oleh dua anak. Latar Belakang Becak-becakan adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya.sampai roboh. F. mengembangkan aspek motorik.yang paling jauh dari kaleng berhak melemparkan batunya ke sasaran tersebut yaitu kaleng yang sudah tertata rapi.BECAKAN A. remaja.  Dari belakang kaleng yang sudah tertata bertumpukan. Peraturan permainan. jangan sampai didahului dirobohkan oleh pemain yang sedang bersembunyi. E.  Yang masang dengan cara melangkahkan satu kaki di atas kaleng sambil menyebutkan nama peserta yang sedang bersembunyi disertai kata-kata gempaleong untuk mematikan pemain yang bersembunyi. dewasa. C.  Setelah semua pemain melempar batunya . Asal usul permainan gempaleongan ini tidak jelas dari mana asalnya. mengisi waktu luang.51 B. Apabila pemain yang bersembunyi berhasil merobohkan kaleng dan mendahului yang jaga maka pemain-pemain yang tadinya sudah di gempaleongi atau sudah kena boleh bersembunyi lagi . para pemain melemparkan gaco(batu. Manfat Bergembira. Tujuan Berolahraga. . menjaga kaleng yang sudah ditata.Satu orang masang menata dan menjaga kaleng itu jangan sampai dirobohkan pemain yang sedang bersembunyi. kayu dsb) sendiri-sendiri. 37) PERMAINAN BECAK .  Sebisa mungkin yang masang. lemparan pemain. Sasaran Anak-anak. Urutan melempar batu bebas.Begitu seterusnya. bersosialisasi.  Apabila kaleng roboh maka pemain yang tadi gaconya berada di bawah pemain yang mengenai kaleng makai itulah yang masang . kemampuan motorik meningkat.tetepi dapat dijumpai diberbagai daerah mana saja dengan nama yang berbeda. bermain.

walaupun tidak ada data akurat mulai kapan. khususnya di Sumatera selatan. permainan ini dikenal oleh anakanak di daerah sumatera. Sebenarnya permainan ini hampir mirip dengan dolanan ancak-ancak alis.  Pelaksanaan  Sebelum permainan dimulai. Peralatan Dolanan ―Koko-Koko‖ tidak membutuhkan peralatan. Fungsi sarung atau sabuk dipakai oleh masing-masing anak yang . Latar Belakang Melihat dari nama permainan. Artinya para pemain ada yang membentuk ular-ularan.di halaman atau dilantai dan teras juga bisa digunakan. anak yang berada di posisi paling belakang yang membentuk formatur ular-ularan. Manfaat Gembira atau senang. diadakan hum pimpa untuk menentukan siapa yang akan menjadi penumpang dan becaknya dari masing-masing kelompok. C. jenis permainan ini sudah berumur sangat tua. akan dikejar-kejar oleh si koko.  Peserta Pemain bisa dimainkan oleh putra maupun putri yang berjumlah 3 orang setiap kelompok dengan satu orang menjadi penumpang dan dua orang menjadi becaknya. Pelaksanaan Permainan  Tempat Tempat yang digunakan bisa dialam terbuka.melatih kekuatan tangan.  Siapa yang sampai di garis finish terlebih dahulu itulah kelompok yang menang. kecuali sarung atau sabuk. B. bersosialisai. Pada permainan ini nanti. 38) PERMAINAN KOKO A.52 B. Menurut sebuah sumber dari Sulaiman Dharmamulya. melatih kerjasama dan kekompakan . Sasaran Anak – anak E.  Pemain yang menjadi penumpang naik di atas tangan pemain yang menjadi becaknya yaitu dengan cara mengandengkan tangan dari kedua pemain tersebut yang menjadi becaknya  Selanjutnya pemain yang menjadi becak mengangkat si penumpang dan berjalan menuju ke garis finish yang sudah ditentukan. Hanya cara bermainnya yang agak berbeda. Tujuan Tujuan dari permainan ini mengisi waktu luang. memupuk sportifitas. sebenarnya nama koko identik dengan nama sebuah jenis ular air yang sedang mencari makan di air. D.

B. permainan ini lebih sering dimainkan saat-saat waktu libur atau senggang. karena formasi ular akan semakin panjang. sebab jika sampai terlepas. dan J. D. Sementara pemain paling depan berperan sebagai Kakek/Nenek. Ada kelap-kelip itu apa ? K/N : Anakku. dan pemain lainnya berperan sebagai anak buah kakek/nenek. Lebih banyak lebih baik. F.saya akan merebut! .53 membentuk formatur ular-ularan. K/N : Tempatnya apa? KK : Daun lumbu. Satu pemain lain berperan sebagai koko. baik pagi. C. H. D. Dialog seperti di bawah ini: K/N : Koko-koko kamu mau minta apa? KK : Aku minta airmu. lalu terus berkumpul di halaman rumah. satu orang berperan menjadi koko. atau malam hari saat terang bulan. Pegangan pemain anak buah harus kuat. siang. yaitu A. karena membutuhkan kekuatan fisik untuk berlari. Selain peralatan sarung/sabuk. satu orang berperan menjadi kakek/nenek. anak-anak yang bermain sekitar 10 anak. Jika dimainkan siang hari. Dari mereka. pemain yang berperan Koko-Koko (KK) dan Kakek/Nenek (K/N) melakukan dialog sebagai pembuka. Seperti pada permainan lain. C. sehingga membuat koko kesulitan mengejar mangsa. K/N : Apa lehermu nanti tidak gatal? KK : Gatal-gatal tidak apa. K/N : Kamu dapat dari mana? KK : Lumbung padimu. KK : Aku minta boleh tidak ? K/N : TIDAK BOLEH ?!! KK : Kalau tidak boleh. dolanan ini hanya membutuhkan tanah lapang yang luas. lebih banyak dimainkan di tanah lapang yang mudah kena sinar bulan. maka akan menjadi pemain dadi. Mereka yang bermain ini rata-rata berumur 8-10 tahun. Sementara saat dimainkan malam hari. Pelaksanaan Permainan Anak-anak yang hendak bermain permainan koko-koko misalnya ada 10 anak. Dalam permainan ini. E. Peserta Dolanan ―Koko-Koko‖ biasa dimainkan oleh anak laki-laki. G. Mereka bergandengan ke belakang dengan memegang sarung/sabuk yang telah dipakai di pinggang atau dikalungkan di badan. sore. Setelah semua siap. I. Sarung/sabuk dipegang oleh pemain yang berada di belakangnya. Setelah mereka bersepakat bermain. lebih banyak dimainkan di halaman yang teduh. K/N : Obatnya apa? KK : Gula batu.

maka pemain yang lari menjadi pemain jadi. maka pemain belakang dengan sekuat tenaga memegang sarung atau sabuk. Namun jika koko bisa mendekat ke ekor dan berhasil memegang pemain paling belakang. Ada cara lain. melatih keberaniannya dan diajak untuk lebih sportif dan menghargai teman-temannya. saat si koko telah bisa mendekat ke ekor ular. karena banyak berlari. tidak ada pemenang maupun yang kalah. anak juga fisiknya lebih sehat. Sementara pemain koko bisa bergabung ke pemain lain. berarti ia menjadi pemain jadi dan menggantikan pemain koko. Maka si koko segera mengejar pemain yang lari. Dilihat dari sifatnya permainan Fusukhu ini termasuk jenis permainan rekreatif. maka pemain paling belakang melepaskan sarung atau sabuk dan berlari sekuat tenaga. E. bertujuan untuk membina kegembiraan dikalangan anak – anak. Sumber Sumber: Permainan Tradisional Sumatera. maka ekor ular akan mengarah ke kiri. dan terkadang disertai suara tertawaan dari para pemain atau penonton.Permainan ―fusukhu‖ dapat dimainkan oleh seluruh anak – anak baik laki – laki maupun perempuan. Jika koko berlari ke arah kanan. G. Latar Belakang Masyarakat Nias menamakan pemainan ini ―fusukhu‖ yang dibentuk dari ―fu + Sukhu‖ yang berarti ―Bermain Sisir‖. Anak-anak lain berusaha mempertahankan pemain paling belakang. Namun jika pemain lolos dan bergabung lagi ke posisi semula. Penentuan kemenangan Permainan ini di mainkan hanya untuk mengisi waktu luang. Walaupun begitu dapat juga dilihat unsur – unsur yang bersifat pendidikan seperti menumbuhkan kebiasaan . Begitu seterusnya hingga mereka merasa capek. Begitu sebaliknya. Jika sedang jadi. Sulaiman Dharmamulya. Jika pemain belakang bisa dilepaskan oleh si koko. Jakarta: Kepel Press 39) PERMAINAN FUKUSHU A. Penamaan ini didasarkan kepada hal yang menjadi persoalan di dalam permainan yatiu mengenai sukhu atau sisir. Maka terjadilah tarik-menarik yang sangat alot. Tetapi dibayangkan bahwa ada persoalan yang mengenai sisir yang hilang dan pertanyaan mengenai hilangnya benda itu yang dijadikan sumber permainan. Tanggapan Masyarakat Permainan ini mengajarkan kepada anak-anak untuk bisa hidup bersosialisasi dengan teman. Dengan permainan koko-koko ini. Jadi permainan ini betul – betul tergolong kepada permainan anak – anak dalam arti sesungguhnya. maka koko berusaha menyambar anak kakek yang berada di paling belakang. Jika si koko bisa menangkapnya.54 Setelah percakapan itu. Dengan sisir di sini tidak dimasudkan yang bernama sisir itu. maka si kakek/nenek berusaha lagi menghalangi-halangi si koko untuk menangkap ekornya. F. maka harus berani menghadapinya dan tidak mudah cengeng. 2004.

karena tidak ada lagi anak dibelakangnya unutk disebutkan sebagai tempat beradanya sisir yang ditanyakan. boleh juga perempuan. Pertanyaan tersebut harus dengan segera dijawab oleh anak yang menerima pertanyaan dengan ―Sukhu me Figuru‖ yang maksudnya ―Sisirmu ada Dibelakangku‖. B.  Tahap Permainan Sekarang anak yang berdiri paling depan tadi mulai bergerak hendak menangkap anak yang paling belakang yang dianggap bersalah karena tidak dapat mempertanggung jawabkannya soal sisir tadi. Pelaksanaan Permainan Ambillah umpamanya ada enam orang anak yang ikut serta dalam permainan ini. lebih banyak dari itu sering juga dilakukan. kecermatan menangkap pertanyaan dan memberikan jawaban dan lain – lain. Jawaban yang diberikan sama bunyinya seperti anak yang kedua tadi. karena . jenis kelamin mereka boleh laki – laki. Para pemain berasal dari berbagai kelompok sosial. Alat yang Digunakan Untuk melaksanakan permainan ini tidak diperlukan peralatan apapun. Usia permainan ini antara 10 sampai 15 tahun. dan perempuan sesama perempuan pula. Anak – anak pada umur 10 sampai 15 tahun mudah merasa malu melakukan itu terhadap lawan jenisnya. C. dan kemudian bergerak – gerak dalam rangkaian. Anak yang berada pada tempat terdepan mengucapkan pertanyaan ―He so Zukhugu?‖ yang berarti‖Di mana Sisirku‖ kepada anak yang berada dibelakangnya. kelima dan ke enam. sehingga terbentuk barisan memanjang kebelakang. Asal jumlah anak sudah bersepakat untuk bermain dan tempat yang cocok sudah ditentukan maka sudah dapat melaksanakannya. tetapi anak yang keenam atau yang paling belakang akan mengalami kesulitan menjawabnya. Dengan terdengarnya jawaban tersebut anak pertama yang berdiri paling depan mengulangi pertanyaan yang sama. Mereka kemudian berdiri sambil memeluk pinggang kawan yang ada di muka.55 bekerjasama dan saling membantu dalam melakukan suatu pekerjaan. Upaya untung menangkap ini tentu saja begitu mudah melaksanakannya. Sampai kepada anak yang kelima jawaban masih dapat diberikan dengan cara yang sama. Ini sesuai dengan sifat permainan rakyat pada umumnya. Akibatnya anak tersebut terpaksa berdiam diri tidak dapat menjawab seperti teman – temannya yang lain. D. jadi bukan dari kelompok tertentu saja. Peserta Jumlah peserta untuk dapat melaksanakan permainan ini adalah 6 orang.  Aturan Permainan. Permainan campuran dipandang janggal atau kurang pantas oleh masyarakat Nias. karena dalam permainan ini terjadi pegang pinggul teman bermain. Hanya saja mereka tidak boleh bercampur laki sama laki laki. tetapi sekarang diarahkan kepada anak yang berada pada urutan ketiga. Pertanyaan dilanjutkan kepada anak yang ke empat.

karena ynag hendak ditangkap berada pada tempat yang paling belakang.Dalam permainan dapat mengembangkan keterampilan yaitu ketepatan dalam mengenai sasaran. Pemain Permainan bandeman dapat di lakukan dengan jumlah peserta 3-10 anak. B. Sumber Depdikbud. Setiap gerakan anak yang paling depan untuk menangkap anak yang paling belakang yang dilakukannya dengan segala susah payah. Tidak ada konsekuensi bagi peserta yang kalah. sehingga berakhirnya permainan dengan berhasilnya ditangkap anak yang dimaksudkan sudah cukup mengembirakan anak yang paling depan tadi.Saya melakukan permainan bandeman ketika masa kecil dulu.Permainan ini memanfaatkan bungkus rokok yang sudah dibentuk tipis. Dan bagi yang kalah teriakan – teriakan para penonton yang kadang – kadang terdengar mengejek dan menyalahkan anak yang paling belakang kenapa dapat sampai tertangkap. dalam hal ini yang paling belakang yang dapat ditangkap oleh anak yang paling depan.Bungkus rokok yang sudah dibentuk tipis di susun di dalam lingkaran. Permainan ini cukup melelahkan. Setelah lama bergerak kesana ke mari. E.Bentuk rokok yang berbeda-beda menjadikan bentuknya unik sehingga muncul permainan ini untuk mengumpulkan berbagai bungkus rokok. Dengan demikian permainan selesai. akibat ikatannya dengan anak – anak yang ada di belakang dan yang memegang erat pingungnya yang ada di muka selalu dapat saja dielakkan dengan mudah oleh anak yang paling belakang. (1981/ 1982).Biasanya yang melakukan permainan ini adalah laki-laki yang berumur kira-kira 6-14 tahun . Permainan anak – anak daerah Sumatera Utara. sudah cukup menjadi hukuman baginya.Asal mula permainan ini ketika banyak bungkus rokok yang tidak terpakai dan ada seseorang melipatnya menjadi persegi.56 ibaratnya adalah seperti kepala hendak menangkap ekor. Latar Belakang Pemainan bandeman berasal dari kabupaten Bantul.  Demikianlah barisan yang terdiri dari enam orang anak tersebut bergerak – gerak kesana ke mari seperti ular yang sedang melata di tanah. akhirnya anak yang paling belakang dapat juga ditangkap. Yogyakarta: Dikti. Tetapi yang lucunya disini gerakan itu tidak menuju kea rah yang ke muka. 41) PERMAINAN BANDEMAN A.  Konsekuensi kalah atau menanti. Dalam hal ini anak yang paling belakang bergerak lebih bebas dibandingkan dengan anak yang paling depan tadi.

Apabila pemain berikutnya dapat mengenai batu yang di gunakan pemain pertama maka bungkus rokok hasil tembakannya harus di serahkan kepada pemain tersebut. Kemudian pemain menyusun bungkus rokok yang sudah di bentuk dari hasil gasang tadi dalam lingkaran.Pemain berikutnya boleh menembak susunan rokok atau batu yang di gunakan pemain pertama(batu yang di gunakan pemain pertama dapat diganti dengan batu yang lebih besar). F.Bila tembakan mengenai sasaran dan sebagian bungkus rokok yang dibentuk keluar lingkaran maka bungkus rokok tersebut milik pemain yang mengenainya. .sampoerna mild 300. Alat dan Fasilitas  Bungkus rokok yang sudah di bentuk persegi  Batu atau keramik  Halaman atau pekarangan rumah yang rata D.Kemudian di lanjutkan pemain berikutnya yang dekat dengan garis dan seterusnya seperti itu. Penentuan Kemenangan Pemain yang mampu mendapatkan bungkus rokok terbanyak dari hasil tembakan maka pemain tersebut dapatdi katakan menang.Waktu permainan dapat di lakukan dari pagi sampai sore. Waktu dan Tempat Permainan Permainan bandeman dapat di lakukan di halaman atau pekarangan yang tanahnya rata.57 C. E.Pemain pertama melakukan tembakan menuju susunan bunkus rokok di depannya.Karena susunan rokok sudah di kenai maka di susun kembali untuk di tembak pemain berikutnya.Misalnya Bungkus rokok jarum dan gudang garam mempunyai nilai 100. malboro 500 dan lain-lain. Pelaksanaan Permainan Permainan bandeman di lakuakan dengan jumlah peserta 3-10 anak.Sebelum permainan di mulai setiap pemain harus melakukan ―gasang‖(pasang) sesuai kesepakatan bersama.Kemudian setiap pemain harus melemparkan batu dari pinggir susunan bungkus rokok menuju garis di depannya dengan jarak 3-5 meter.Setelah semua pemain melakukan tembakan maka permainan di lanjutkan lagi dengan melaukan gasang lagi atau melanjutkan permainan jika masih ada bungkus rokok yang masih tersisa di dalam lingkaran. Bungkus rokok tersebut tidak di berikan kepada pemain yang ikut dalam permainan tetapi menjadi milik pemain yang menang.Setelah itu dilanjutkan pemain berikutnya jalannya permainan seperti tadi hingga semua pemain melakukan tembakan.Bungkus rokok yang sudah di bentuk tipis mempunyai nilai tersendiri. Lemparan pemain harus melewati garis didepannya.Misalnya sepakat gasang 800 maka pemain harus gasang 800 menggunakan bentuk rokok yang sudah di bentuk.Pemain yang mampu menempatkan batu dengan garis maka dia berhak untuk melakukan tembakan yang pertama kali.Bunkus rokok yang sulit di dapatkan mempunyai nilai yang lebih tinggi.

 Yang lain berada dalam kotak.Dolanan yang sering dimainkan oleh anak-anak perempuan masyarakat Jawa ini. atau Dhog-Dhog Ketumbar.  Menentukan satu orang untuk menjadi orang buta. 42) PERMAINAN JAGO PITHONG A. Tetapi ya begitulah. Alat dan Fasilitas  Sapu tangan  Dilakukan setiap sore-sore  Berlangsung di halaman D. Dolanan ini sepertinya tidak mengacu pada benda tumbar. salah satu bumbu dapur. Jago-Jago Pithong. juga sering disebut dolanan Pithongan. C. Latar Belakang Anak-anak menamakan sebuah nama dolanan kadang-kadang aneh dan hanya berdasar pada kesepakatan belaka di antara mereka.  Satu orang yang buta tadi menangkap satu orang yang lainnya terus menebak siapa namanya.  Dan jika benar maka yang ditebak ganti menjadi orang buta.  Apabila salah menebak akan mendapat hukuman dari kesepakatan bersama. Termasuk dolanan Tumbaran. Tanggapan Masyarakat Tanggapan dari Masyarakat bermacam-macam ada yang positif dan negatif. H. B. Peserta Jumlahnya makin banyak makin ramai tetapi juga makin sulit menebak nama Bisa dilakukan putra dan putri.Apabila batu tersebut mengenai pemain maka bisa terluka.Tanggapan negatif dari masyarakat misalnya permainan ini berbahaya karena dalam melaksanakan permainan harus melakukan tembakan memakai batu. Pelaksanaan Permainan  Membuat kotak ukuran ditentukan banyaknya peserta. E. .58 G. Sumber Permainan bandeman ini saya mengenalnya dari kakak-kakak yang ada di kampung saya.Mereka mengajarkan dan mengajak untuk bermain bandeman. yang namanya dunia anak-anak untuk memudahkan sebuah nama dolanan. seringkali menamakan atas dasar kesepakatan saja.Tanggapan yang positif misalnya anak dapat berkumpul bersama untuk meningkatkan kebersamaan. Penentuan Kemenangan Tidak ada menang dan kalah karena permainan ini dilakukan terus menerus sampai bosan dan hanya ada yang dihukum.

Kecamatan Girimulyo. yakni stik atau alat pemukul yang panjangnya sekitar 40 cm dengan lebar 2cm. layanglayang. G. Poerwadarminta (1939). 43) PERMAINAN BALOGO A. Dalam kamus Boesastra Djawa (Poerwadarminto. Balogo diambil dari kata “logo”. daun dan bundar. Jika dimainkan secara beregu. karena permainan itu menggunakan logo. Kebanyakan dibuat berlapis dua yang direkatkan dengan bahan aspal atau dempul supaya berat dan kuat. maka jumlah pemain yang ―naik‖ (yang melakukan permainan) harus sama dengan jumlah yang ―pasang‖ (pemain yang . bukan berarti dolanan ini tidak hidup di tengah-tengah masyarakat. dolanan ini hingga tahun 1980-an. 1939: 495). Garis tengahnya sekitar 5--7 cm dan tebalnya sekitar 1--2 cm. Latar Belakang Balogo adalah salah satu jenis permainan tradisional suku Banjar di Kalimantan Selatan. segi tiga. Sumber Dolanan ini tidak terekam dalam kamus Jawa ―Baoesastra Djawa‖ karya WJS. Termasuk pula di daerah Kalurahan Giripurwo. Pelaksanaan Permainan Permainan balogo dapat dilakukan satu lawan satu atau secara beregu. Sampai dengan tahun 80-an permainan ini masih sering dilakukan di kalangan masyarakat Banjar. dewasa ini sudah mulai tersisih oleh permainan elektronik populer.59 F. Dalam permainan harus dibantu dengan sebuah alat yang disebut panapak atau kadang-kadang beberapa daerah ada yang menyebutnya campa. dengan jumlah pemain 2 sampai 5 orang. masih hidup dan dimainkan oleh anak-anak di wilayah Yogyakarta. salah satu daerah yang menjadi obyek penelitian. Fungsi panapak atau campai adalah untuk mendorong logo agar bisa meluncur dan merobohkan logo pihak lawan yang dipasang saat bermain. Sebagian daerah yang menyebut dolanan ini dengan Pithongan. Bentuknya bermacammacam. Tanggapan Masyarakat Menarik karena bisa membuat orang tertawa. Walaupun tidak terekam dalam kamus. nama pithongan berasal dari kata dasar pithong yang berarti pece atau picak (bahasa Indonesia: buta). Pemain Permainan ini dilakukan oleh anak-anak dan remaja. Namun. kiranya dapat dirunut dari arti kata tersebut. D. ada yang berbentuk bidawang (bulus). Umumnya hanya dimainkan oleh kaum pria.Dan permainan ini tidak ada unsur kekerasan sehingga pertemanan menjadi kompak. baik di pedesaan maupun perkotaan (lihat penelitian Ahmad Yunus tahun 1980/1981 berjudul Permainan Rakyat DIY). Setidaknya. Alat dan Tempat Logo terbuat dari tempurung kelapa. Kabupaten Kulon Progo DIY. B. C. biuku (penyu).

Dan. sebagai akhir permainan. E. Kemudian. Nilai Budaya Nilai yang terkandung dalam permainan balogo adalah keterampilan. Tapi kini menjadi permainan yang dimainkan oleh anak anak tanpa ada arti ritual. Jumlah pemain beregu minimal 2 orang dan maksimal 5 orang. Dan. tetapi juga tercermin dalam perobohan logo lawan.wordpress. hanya permainan biasa untuk mengisi waktu dan bersenang senang. Mamang dalam permainan balogo : “santuk kilan bela (muka) patah cempa sekali lagi “ Permainan balogo ini masih populer dimainkan di masyarakat Banjar hingga tahun 80-an.kerajaanbanjar. pihak yang menang disebut dengan “janggut” dan boleh mengelus-elus bagian dagu atau jenggot pihak lawan yang kalah sambil mengucapkan teriakan ―janggut-janggut‖ secara berulang-ulang yang tentunya membuat pihak yang kalah malu. nilai sportivitas tercermin dari kerelaan pemain yang kalah untuk di elus-eluas janggutnya oleh pemenang karena aturannya memang demikian. Cara memasang logo adalah dengan medirikannya secara berderet ke belakang pada garis-garis melintang. Gambar: F. Nama permainan ini . nilai kerja sama tercermin tidak hanya di pemasangan logo. tetapi bisa menerimanya sebagai sebuah kekalahan. kerja keras.60 logo-nya dipasang untuk dirobohkan). Latar Belakang Dulunya madelage adalah persembahan untuk mengantar arwah orang yang telah meninggal. Dengan demikian. Inti dari permaian ini adalah keterampilan memainkan logo agar bisa merobohkan logo lawan yang dipasang. dan sportivitas. Sampai akhirnya dikalahkan oleh permainan elektronik modern. Regu yang paling banyak dapat merobohkan logo lawan adalah yang keluar sebagai pemenang. Nilai keterampilan tercermin dari pemasangan logo yang memerlukan keahlian khusus. sebuah ritual yang dilakukan masyarakat pedalaman NTB. Nilai kerja keras tercermin dari usaha para pemain untuk merobohkan logo lawan.com 44) PERMAINAN MADELAGE A. kerja sama. Sumber www. jumlah logo yang dimainkan sebanyak jumlah pemain yang disepakati dalam permainan.

apabila diterjemahkan sentaruh: bersaing. Jadi bila diterjemahkan adalah bersaing berlari dengan tiga kaki.com/info/permainan-tradisionalntb 45) PERMAINAN SENTARUH TELIUQ ENEEKNG TELUU’ A. Latar Belakang Nama permainan ini berasal dari bahasa Dayak Tunjung. dua pasang  Usia enam sampai belasan tahun. B. Jenis permaian ini adalah milik masyarakat baik dari kelas bangsawan atau biasa.61 adalah permainan madelege yang artinya persembahan untuk orang mati untuk mengantar kepergiannya. Teliuq : berlari.namun dalam satu pasang wanita dengan wanita. G. E. B.  Terus bergantian sampai capek Penentuan Kemenangan Yang sering di gendong adalah yang menang Tanggapan Masyarakat Membiarkan anank anak tetap bermain karena permainan ini tidak berbahaya dan membuat anan – anak riang. uneekng : kaki. D. Permainan ini tidak ada hubungannya dengan peristiwa-peristiwa yang bersifat religius maupun upacara adat. Teluu‘ : tiga. Pemain  Paling sedikit empat orang . Permainan ini sudah menyebar ke Daerah Kalimantan Timur. Hanya saja sering dimainkan sebagai perlombaan. 2orang jaga. pria dengan pria . Permainan ini tidak ada hubungannya dengan peristiwa-peristiwa yang bersifat religius maupun upacara adat.  Yang menang melempar pertama kali dan yang kalah 2 orang harus jaga.1 orang menembak Alat dan Fasilitas  Kayu yang ditumpuk  Pelempar Pelaksanaan Permainan  Diawali dengan suit. atau orang dewasauntuk memeriahkan perayaan  Pria atau wanita boleh bermain. Hanya saja sering dimainkan sebagai perlombaan.  Jika pelempar tepat mengenai sasaran maka yang jaga harus mengangkat atau menggendong pelempar ke tempat jaga. Minimal peserta 3 orang . F. Peserta C. bisa melatih sportifitas Sumber Dari teman saya di NTB dan dari jombangan. sedang Pencipta Permainan ini tidak diketemukan.

dolanan ini memang terinspirasi dari nama hewan gajah. setiap calon pelari terdiri dari dua orang. Namun begitu. Melihat dari namanya. atau kain dari sapu tangan namun bukan dari bahan yang lentur D. misalnya dari mana harus berlari dan sampai mana. Tujuan Permainan Gajah Telena ini bertujuan untuk mengisi waktu luang dan mencari kesenangan. Dari situlah. Misalnya pada waktu perayaan hari Kemerdekaan. Alat yang Digunakan Seutas tali dari bahan apa saja. maka kaki kiri dan kaki kanan pasangannya diikat jadi satu. karena permainan ini yang menonjol adalah sifat pertandingan. Dalam permainannya ada tata tertip yang harus disepakati bersama. seperti halnya permaianan lomba lari karung. dolanan ini juga diiringi dengan sebuah lagu. Dalam peperangan seperti dalam cerita wayang. Jalannya permainan tidak sulit. Sementara kata ―telena‖ ada yang menyamakan persepsi dengan ―tlale‖ atau belalai gajah. E. 46) PERMAINAN GAJAH TELENA A. seperti juga dolanan lainnya. Kata ―telena‖ sendiri sebenarnya setelah dilacak di Kamus Baoesastra Djawa tidak ditemukan. dan sering pula dimainkan oleh anak-anak usia SD.62 C. Jadi lapangan permainan harus diberi garis start dan finish. yakni: //Gajah-gajah telena/ telenane garunata/ jenang katul sisir gula/ her segara amba/ her segara amba//. Pelaksanaan Permainan Jenis permainan ini adalah kompetitif. Memang gajah mempunyai belalai. Latar Belakang Jenis permainan yang satu ini juga termasuk dolanan yang tidak menggunakan peralatan bantu untuk bermain. sehingga tidak saling terpisah. kemudian anak-anak masyarakat Jawa membuat permainan yang diberi nama ―Gajah Telena‖. Apabila sudah didapatkan teman yang tingginya sama. Tanggapan Masyarakat Pada waktu sekarang jenis permainan ini masih dapat kita lihat pada saat tertentu saja. Selain itu juga dapat untuk melatih kerjasama dan sportivitas. B. Tetapi pada saat ini jenis permainan ini juga dimainkan oleh orang-orang dewasa. cukup terkenal di beberapa daerah di masyarakat Jawa. untuk setiap pasangan dicari yang tingginya sama. Pemenang adalah yang pertama kali sampai finish. Caranya berlari tanga kanan dan tangan kiri setiap pasangan saling merangkul dengan tujuan agar pasangan dapat kompak dalam berlari. gajah merupakan salah satu hewan yang dipakai tunggangan untuk bertempur melawan musuh. .

Mereka. biasanya ada aturan lisan yang disepakati bersama. kemudian mereka dibagi menjadi dua kelompok I dan II. Peserta Dolanan ―Gajah Telena‖ dimainkan secara berkelompok. kaitannya dengan permainan.B.G. itulah kelompok yang dianggap kalah.C. Sementara kelompok II terdiri dari pemain E. misalkan kelompok I sebagai formasi gajah adalah pemain A. dan C. Dilakukan di tempat terbuka dan biasanya di tanah lapang atau kebun bertanah.F. atau ingin berpindah ke dolanan lain. Masingmasing kelompok yang bertugas menjadi gajah segera membentuk formasi dengan cara tangan-tangan dirangkaikan. dan D. menarik. Dolanan ini akan berhenti apabila ada anak (kelompok) yang menyerah. dan mendorong. agar jika terjatuh. dan memukul.B. yang nantinya kedua kelompok itu saling berhadapan untuk saling menyerang. Bagi kelompok yang terjatuh duluan. maka nyanyian gajah telena bisa dinyanyikan berulang-ulang. Bisa dinyanyikan sekali atau dua kali. Setelah disepakati. telah lelah. D. Sementara pemain H sebagai penunggang gajah. menendang. dan H.D. Pada umumnya.F. menjagokan idolanya masing-masing.C. Pelaksanaan Permainan Sebelum anak-anak bermain gajah telena. capek. dan H). Masing-masing kelompok kemudian bersepakat untuk menentukan formasinya.E. dan G. Setelah itu pemain yang menunggang gajah segera naik ke bentuk formasi itu. baik siang atau sore hari. Setelah mereka saling menyerang. Sementara para penonton. siapa yang hendak jadi gajah dan siapa yang hendak jadi penunggang. Minimal ada dua kelompok. yang umumnya anakanak akan saling menjerit. mereka bersama-sama dengan anak-anak yang menonton menyanyikan lagu gajah telena seperti di atas. tergantung situasinya. Waktu yang sering dipakai adalah waktu senggang. Masing-masing kelompok agak saling berjauhan. pemain tidak begitu terasa sakit. menyepak. Maka dolanan ini sangat jarang dimainkan oleh anak perempuan. Sebaliknya. Sementara pemain D sebagai penunggang gajah. Misalkan ada 8 anak (pemain A.B. para pemain tidak diperbolehkan menjatuhkan lawan dengan cara merenggut (njambak) rambut. Demikian pula kelompok II sebagai formasi gajah adalah E. Anak-anak yang hendak bermain gajah telena biasanya sudah berkumpul di tempat bermain.F. mencupit. Kelompok I terdiri dari pemain A. berumput. atau berpasir. Masing-masing kelompok terdiri dari 4 anak sebaya.G.63 C. Setelah siap. dolanan ini dimainkan oleh anak laki-laki karena memerlukan kekuatan fisik. Hanya biasanya mereka mengganti formasi dan berusaha menantang kembali. Bagi kelompok kalah tidak ada hukuman. Apabila mereka lama saling menjajagi kekuatan lawan dengan berputar-putar lebih dulu. para penonton akan terus bersorak-sorai dan memberi dukungan ke . seperti: mereka hanya boleh menjatuhkan lawan dengan cara mendesak. Bisa pula dimainkan saat terang bulan purnama. maka pemain konsentrasi dalam penyerangan.

B. Sementara para pemain masing-masing kelompok dengan sekuat tenaga berusaha menjatuhkan lawannya. Setelah ditemukan siapa yang bermain terlebih dahulu. Jika dia tak berhasil memukul atau jarak pukulannya tidak jauh pemain digantikan dengan pemain lainnya. Jika mereka memutuskan untuk berhenti bermain. hingga keduanya merasa lelah. maka mereka membubarkan diri. F. Semakin banyak semakin menyenangkan. dia harus melempar keatas kayu yang ditaruh miring dan memukulnya kedepan dan jaraknya harus melebihi tiga kali ukuran kayu yang panjang.blogspot. Alat yang Digunakan Alat permainannya cukup sederhana hanya dua buah batang kayu berukuran 30 sm dan 15 cm juga sebuah batu sebagai penyangga. sehingga alatnya pun sangatlah sederhana. misalnya kelompok I. E. mereka mulai menyerang kembali kelompok II.com/2011/04/gajah- 47) PERMAINAN KELADI A. Dapat dimainkan oleh dua orang maupun lebih. Sumber http://permata-nusantara. Tanggapan Masyarakat Permainan ini bagus karena dapat memberikan rasa senang dan menghibur anak-anak dalam melakukan permainan ini dan juga dapat mengisi waktu luang mereka. Menurut enang keladi berarti memukul ulat yang sering ada di daerah hutan. Apabila . Untuk selanjutnya. Latar Belakang Permainan keladi merupakan permaianan yang cukup familiar di kalangan anak pedesaan di Aceh. maka mereka dianggap kelompok kalah dan skor 1:0. Setelah siap. Penentuan Kemenangan Apabila ada kelompok yang terjatuh. maka dianggap kedudukan satu-satu. C. kelompok I bisa mengubah formasi. pertama-tama batang kayu yang berukuran 15 cm ditaruh miring pada sebuah batu. Permaianan ini di latar belkangi karena nakanak basan melihat banyaknya kayu yang bererakan sehingga mereka berinisiatif untuk membuat permaianan sendiri. Permainan keladi berasal dari Aceh. Jika pada serangan kedua ini. permainan diawali dengan mencari siapa yang akan bermain terlebih dahulu. Demikian seterusnya.64 kelompoknya masing-masing. Bisa dengan hompimpah atau suit. Pelaksanaan Permainan Untuk pemain yang bermain terlebih dahulu. Permaianan ini menceritakan tentang bagaimanan seeorang anak lelaki di pedesaan terutama warga transmigrasi yang kekurangan teman bermain . kelompok II bisa menjatuhkan kelompok I. Seperti permainan lainnya permainan ini cukup sederhana dan mudah dilakukan. G.

yang merupakan alat utama dalam melaksanakan permainan.anak ini Merboni. disebabkan permainan ini terlalu mudah.cara memnyembunyikannya. Biruen. C. dengan jumlah pemain 15 sampai 20 anak untuk sekali bermain. Latar Belakang Masyarakat Dairi menamakan permaianan anak.anak yang lebih besar jarang memainkannya karena kurang sesuai dengan mereka. karena didalam permainan ini sapu tangan merupakan alat utama. Tanggapan Masyarakat Dahulu ketika Eang saya disana. masyarakat cukup mendukung. Sapu tangan itu dibawa oleh salah satu orang peserta untuk dijatuhkan pada sebuah tempat dibelakang peserta lainnya. Pemain  Kebanyakan permainan ini di lakukan oleh anak sekolah dasar. Sumber Permaianan ini bersumber dari Eang saya. Waktu Bermain Waktu bermain biasanya di sore hari ketika anak-anak bermain F. D. tetapi di bagi menjadi 2 regu. Jika sudah tak berhasil memukul maka si pemain kemudian di gendong oleh pemain yang sejak tadi tak ikutan memukul.boni Sapu Tangan yang berati bermain sembunyi. Alat yang Digunakan Peralatannya hanyalah sapu tangan saja. Di gendong ke arah batu tempat permainan dimulai.laki maupun anak perempuan.dan tiap regu berisikan 2 orang E. Peserta Permainan ini tidak ditentukan anak laki. Kadang pula ada kaum leleki dewasa yang ikut dalam permainan ini untuk sekedar mengisi waktu. B. Dikatakan mudah. Eang Harjo Sumarto yang berasal dari Takengon.bunyian sapu tangan. Nanggore Aceh Darusalam 48) PERMAINAN MERBONI – BONI SAPU TANGAN A. biasanya anak. umur para pemainnya sekitar 9-12 tahun  Jumlah pemainnya adlah 4orang.65 berhasil memukul dengan jarak lebih dari tiga kali panjang batang kayu yang panjang. Merboniboni Sapu Tangan dibentuk dari : mer + boni. karena para peserta hanya ditugaskan untuk menerka saja dimana jatuhnya sapu tangan dan harus cepat memegang sapu tangan tersebut sebelum sempat diambil kembali oleh yang menjatuhkanya. G. dan permaian ini berlangsung dalam bentuk cara.boni. Batang kayu berada diantara kedua kaki dan kemudian dipukul kebelakang menjauh hingga si pemain tak berhasil memukul batang kayu tersebut. pemain kemudian harus memukul batang kayu kecil itu seperti bermain golf. . Dimainkan anak sekitar umur 6 samapi 10 tahun.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 49) PERMAINAN DLOSORAN A. F. Sumber Suwondo.  Hukuman Hukuman bagi yang kalah ialah berupa larinya anak yang kalah dan dikejar dari belakang oleh anak yang menang sambil memukul dengan sapu tangan ke tubuh anak yang kalah.  Aturan bermain Anak yang menang bertugas membawa sapu tangan berkeliling. maka dialah yang menang dan yang menjatuhkannya menjadi pihak yang kalah. sehingga yang membawa semula sempat memungutnya kembali. Permainan ini cukup mudah di lakukan karena tidak membutuhkan alat untuk bermain.  Tahap permainan Jiak sapu tangan sudah dijatuhkan. E. Sia anak yang membawa sapu tangan berjalan diluar lingkaran dilakukannya sedemikian rupa agak setenagah membungkuk. dimana. hanya membutuhkan strategi dan taktik dalam bermain. tetapi si anak tang terdekat tidak mengetahuinya. Asal pastinya tidak tahu karena permainan ini di ajarkan oleh pemuda kampung saya sehingga saya mengerti dan pernah melakukan permainan ini. Latar Belakang Dlosoran adalah permainan yang telah tersebar luas dimana-mana. sedang peserta lainnya berdiri rapat membentuk lingkaran. Pelaksanaan Permainan  Persiapan  Seluruh peserta berjumlah 15 sampai 20 orang memilih salah seorang diantara mereka untuk bertindak sebagai pembawa sapu tangan secara berkeliling dan menjatuhkannya pada tempat yang dikehendakinya. Permainan Tradisional anak.anak Daerah Sulawesi Utara.66 D. Tetapi jika hal itu diketahuinya. Permainan ini dapat dimainkan oleh siapa. Sampai lingkaran yang dibentuk terkelilingi. maka anak yang tidak tahu itu dianggap kalah. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat juga sudah agak berkurang dibandingkan dengan masa lampau terhadap permaianan ini. Yang perlu segera tahu dimana jatuhnya sapu tangan itu ialah anak yang berada didekat tempat jatuhnya itu. Menentukannya dengan suit. sehingga jatuhnya tidak dapat segera dilihat. 1984. dan kapan saja. Bambang. dan sapu tangan segera dapat ditangkapnya. Dlosoran juga mengasah otak untuk berpikir dan bertindak kapan akan mengenai lawan kapan akan menunggu hingga lawan lengah dan akan menyerah .

mengenai lawan di atas lutut. Penjaga juga boleh menunggu hingga lawan lengah. Penentuan Kemenangan Penentuan Menang atau Kalah. Begitu seterusnya.  Hal yang tidak boleh dalam permainan ini dan di anggap pelanggaran adalah menendang lawan.  Dalam mendlosor boleh dengan 1 atau 2 kaki sekaligus. Harus menyisakan anggota badan lain. Jadi perkenaannya adalah kaki atau lutut ke bawah. E.  Penjaga boleh mengelilingi lingkaran untuk mengintai lawan yang akan dimatikan. D.  Setelah posisi siap dan semua pemain ada di areanya sendiri-sendiri. Tetapi bila pesertanya banyak. remaja. Alat yang Digunakan Alat dan fasilitas ini tidak di gunakan dalam permainan. Permainan ini juga tidak memandang jenis kelamin. Dan untuk memperjelas area dan bentuk lapangan dalam bermain. yang perlu di perhatikan adalah jumlah penjaga harus di tambah untuk keseimbangan permainan dan luas area permainan juga di tambah. bahkan dewasa. Bila di lakukan dengan cara lain. Bila ada yang .  Bila ada yang terkena dlosoran itu maka pemain yang terkena itu ganti untuk jaga dan melakukan hal yang sama untuk mematikan pemain lainnya. C. Tetapi pada saat dlosor(tackle) seluruh anggota badan penjaga tidak boleh masuk dalam lingkaran. penjaga mulai bergerak untuk berusaha mengenai kaki lawan dengan cara dlosor(tackle). Karena taktik itu yang perlu di terapkan dalam permainan ini. Penjaga tetap berjaga. dan semua anggota badan masuk dalam lingkaran. Pemain lain yang tidak jaga berada di dalam lingkaran. Jumlah peserta dapat di tentukan dari jumlah orang yang ada.  Dengan undian hompimpah/kacang panjang dipilihlah 3 orang untuk berjaga di luar lingkaran terlebih dahulu.67 B. Misalnya tangan ada di luar lingkaran. Dan yang menang di tentukan dari sedikitnya pemain itu menjadi penjaga di luar lingkaran. kaki yang tidak dlosor berada di luar lingkaran. yang jelas semakin banyak peserta semakin seru.  Pancang 1buah  Tali rafia 5-10m  Kapur halus secukupnya. menyentuh lawan dengan selain kaki. misalnya dengan tangan atau menendang di anggap tidak sah. karena dapat di mainkan bersama-sama oleh laki-laki dan perempuan. Untuk yang kalah ditentukan dari berapa kali pemain sering menjaga di luar lingkaran. Pelaksanaan Permainan  Dlosoran membutuhkan sekitar 13-18 pemain (dapat juga lebih). hanya untuk membantu dalam pelaksanaannya saja. Peserta Peserta dapat siapa saja anak-anak.

yaitu jika koin berjumlah 6 buah harus di ambil 2 buah terlebih dahulu tetapi cara pengambilan tidak boleh sembarang. Begitu juga dengan musuhnya harus bisa memilih koin yang di ambil yang sekiranya dapat mempersulit pemain untuk melakukan cuthit. Sedangkan jika koinnya berjumlahkan 5 buah di ambil 1 buah koin saja.68 mempunyai skor yang sama maka adu koin atau tos. 50) PERMAINAN KREPYAK A. . B. karena ada begitu saja dan dengan sengaja di mainkan bersama-sama. Cara permainannya juga mungkin bisa di katakan sama persis. D. Jumlah pemainnya pun terdiri dari 2 sampai 6 orang atau lebih. permain tidak boleh keras-keras. Permainan ini di mainkan untuk menghibur diri pada saat istirahat sekolah dan pada saat pulang sekolah atau lingkungan rumah. F. Kapur / alat tulis untuk digunakan sebagai alat pencatat point atau nilai. atau Rp. Karena kebanyakan anak-anak bermain lari-larian dan orang tua takut bila anaknya mengalami resiko bahaya jadi orang tua mengenalkan pada anaknya permainan ini. harus dengan di iringi sebuah lagu atau nyanyian dan jika koin yang didapat berhasil di tangkap dapat dihitung berapa jumlah koin yang ditangkap tadi dan itulah pointnya. Yang arti jawanya ( alon-alon ). dan mungkin di daerah lain juga punya permainan seperti ini. C. bisa menggunakan uang nilai Rp. hanya mungkin beda nama permainan saja. 200. Setahu saya permainan ini berasal dari daerah saya sendiri yaitu daerah bantul. Peserta Permainan ini dapat di kategorikan sebagai permainan anak-anak yang pada umumnya di lakukan oleh anak perempuan usia 6 – 15 tahun. Pelaksanaan Permainan  Saat melempar / krepyak.  Jenis koin. Rp. Mereka juga tidak tahu sumber pasti permainan itu. Alat yang Digunakan Koin uang atau kerikil yang berukuran sebesar kelereng yang nantinya digunakan sebagai bahan permainannya yang berjumlahkan 5 atu 6 buah.100 perak.  Melakukan cengkeh.  Melakukan cuthit. Yang jelas disini berwujud koin/kerikil yang berjumlahkan 5/6 buah.500. Latar Belakang Awalnya permainan ini adalah permainan tradisional yang dulunya di mainkan oleh masyarakat zaman dahulu. Tetapi bila yang memiliki skor orang banyak maka di adakan hompimpah untuk mendapatkan siapa pemenangnya. Sumber Dari orangtua saya. Harus di tentukan oleh musuhnya.

Sumber Masyarakat imogiri bantul yogyakarta 51) PERMAINAN PATAH KALENG A. yaitu :  Homepimpah / pingsut ( PENGUNDIAN ).Steet Ball Papua A. setelah nyanyian berakhir dengan bersamaan menangkap koin. Point yang mendapatkan paling tinggi yaitu pemenangnya. Pemain yang bermain sebagai orang pertama menggengam semua koin kemudian di lemparkan dengan diiringi berbicara ―kREPYAK‖. dengan cara melakukan homepimpah / pingsut tadi. pemain lain ( lawan ) akan menunjuk koin yang akan di ambil dengan cara memilih koin yang paling mudah di lakukan nantinya. Latar Belakang Permainan Tradisional Patah Kaleng . Tidak banyak Masyarakat Indonesia yang mengerti kondisi real masyarakat di sana. Salah satunya adalah Papua. Olahraga ini mirip seperti permainan sepak bola namun berbeda pada peraturan dan sangat fleksibel. Papua juga punya permainan-permainan tradisional. E.69  Cara mengetahui perpindahan permainan / mati. Latar belakang masalah Indonesia sebagai negara seribu pulau berarti memiliki beragam suku di dalamnya. Sebelum permainan ini di mulai akan dilakukan pengundian terlebih dahulu.  Krepyak ( NYEBAR KOIN ). Koin yang berhasil di tangkap kemudian di hitung. Salah satunya adalah sepak bola patah kaleng selain permainan tradisional lain yang merupakan krestivitas anak dengan lingkungannya yang masih sangat identik dengan alam. bisa dihitung point yang didapat oleh para masing-masing peserta.  Ada 4 Tahap yang harus di lalui. Point yang didapat atau dikumpulkan oleh pemain yang terbanyak ialah yang keluar sebagai pemenangnya.  Cuthit ( MENCUNGKIL KOIN ). Penentuan Kemenangan Mengetahui ― menang atau kalah‖. apalagi dari sisi budaya. Dapat dimainkan dimana saja. Cara melakukannya pun hampir sama dan di iringi oleh sebuah lagu atau nyanyian.  CENGKEH Pemain yang berhasil ketahap ini kemudian melakukan cengkeh dengan tangan yaitu seperti permainan gatheng. tergantung dari pelaksana lomba (bila dilakukan . dengan ruang yang sesempit mungkin dan seluas mungkin dengan komposisi yang tidak pasti. Seperti di daerah lain. Setelah koin disebar. F. jika si pelaku atau peserta tidak berhasil mengenai sasaran atau koin pada saat mencuthit / pemain tidak dapat menangkap koin pada saat melakukan cengkehan. jumlahnya di tulis yang nantinya di jumlahkan di akhir permainan.

F. E.70 B. dalam bentuk perlombaan) ataupun oleh kedua belah pihak yang akan bertanding. D. dan bersosiaolisasi. dalam permainan ini tidak ada istilah out atau lemparan ke dalam karena dalam permainan tradisional ini tidak ada garis pembatas lapangan. sama seperti gawang.  Peralatan Bola kecil kaleng. . Alat yang Digunakan Bola yang dipergunakan untuk permainan inipun kecil. Itu hanya istilah saja yang sudah beredar di Masyarakat Papua sejak puluhan tahun yang lalu. Lebih ideal bila menggunakan bola tenis. Tingkat kesulitannya lebih tinggi dibandingkan sepak bola yang menggunakan gawang. Hanya ada dua buah kaleng. C. Permainan ini sangat digemari oleh anak-anak laki-laki di Papua hingga tidak heran bila Papua tidak pernah kekurangan bintang muda di bidang sepak bola. G. bermain dan meningkatkan motorik. Sepak bola patah kaleng tidak berarti kaleng dipatahkan. kualitas kebugaran meningkat. Bahkan Papua selalu melahirkan bintangbintang sepakbola di Indonesia. Manfaat Manfaat Senang. Patah disini berarti kaleng yang berfungsi sebagai gawang tersebut dijatuhkan oleh pihak lawan melalui bola yang ditendang. Sasaran Sasaran Anak laki-laki Pelaksanaan Permainan  Lapangan peralatan  Lapangan Lapangan yang di gunakan bisa di lakukan dimana saja dengan ruang yang sesempit mungkin dan seluas mungkin dengan komposisi yang tidak pasti. Berbagai permainan tradisional ini tidak akan bertahan lama bila generasi muda tidak lagi mau peduli terhadap pelestarian budaya bangsa karena budaya adalah jati diri sebuah bangsa. Sumber Hanya ada satu tulisan mengenai sepak bola patah kaleng ini yang ditulis oleh Arnoldus Mampioper di Kabar Indonesia (19/06/2009).  Pemain Anak laki-laki  Jalannya permainan Sebelum di mulainya perminan di lukan tos dulu setelah itu bagi yang menang maka melaukan operan atau penguasaan bola. Tidak banyak orang yang menuliskan olah raga tradisional Papua ini. Tujuan Tujuan Mengisi waktu luang. kemampuan motorik meningkat. Belajar mencintai budaya bangsa adalah pengabdian tulus terhadap eksistensi bangsa.

kemudian Pemain melemparkan umpan kekotak yang pertama untuk memulainya permainan. F. D. biasanya permainan ini sering dimainkan jika waktu libur sekolah tiba permainan ini juga sangat populer di waktu kami masih kecil dulu biasanya kami memainkannya dari pagi & petang. Pelaksanaan Permainan Para pemain di suitkan dahulu kemudian yang menang jalan duluan. Sumber Masa Lalu . Penentuan Kemenangan Jika ada pemain yang berhasil mengumpulkan angka yang paling banyak maka dialah pemenangnya. C. Peserta Permainan ini dimainkan oleh 6 orang dan dibagi menjadi 2 kelompok masingmasing 3 orang.com/baca/patah-kaleng-steet-ball-papua/759/ 52) PERMAINAN CAK LENGKENG SEPULUH RIBU A. B. Tanggapan Masyarakat Permainan ini tidak pernah digunakan lagi oleh anak-anak di daerah saya. G. Latar Belakang Permainan ini berasal dari daerah saya. Alat yang Digunakan Fasilitas yang digunakan hanyalah pecahan batu/keramik sebagai umpan & melukiskan/menggambarkan bentuk lapangan. Sumber http://www. lalu pemain harus mengangkat kaki satu dan menggeser umpan kekotak yang ke dua. I. Penentuan Kemenangan Pemenang Regu mana yang paling banyak menjatuh kaleng paling banyak maka regu itu di anggap sebagai pemenangnya. begitu seterusnya sampai kekotak yang ke empat disitu pemain boleh menggunakan kedua kakinya untuk menendang umpan tersebut ke kotak angka sepuluh ribu.71 H. yaitu Bangka Belitung. Permainan ini sering dimainakan waktu saya masih kecil dulu. jika ada pemain yang menginjak/memegang garis maka dianggap mati. Untuk kembali ketempat semula kali ini pemain harus kambali menggunakan kaki satu dan mengambil umpan miliknya diluar kotak sepuluh ribu dengan tanpa menginjak/memegang garis. E.kulinet.

1) Umur 6 – 12 tahun : Tinggi bambu 1 ½ meter Ukuran tempat berpijak :  Tinggi : 50 cm  Lebar : 15 – 20 cm  Panjang : 7 ½ cm 2) Umur 13 tahun keatas Tinggi bambu 2 ½ m Ukuran tempat berpijak:  Tinggi : 50 cm  Lebar : 20 cm  Panjang : 10 cm . Lapangan dan Peralatan a. Egrang dalam bahasa lampung berarti terompah pancung yang tgerbuat dari bambu bulat panjang. Peralatan Alat yang digunakan adalah bambu yang dibuat sedemikian rupa. bahkan jalan raya. E. C. Secara spesifik. lapangan umum.72 PERMAINAN OLAHRAGA TRADISIONAL 53) PERMAINAN EGRANG A. masing – masing kelompok umujr 6 – 12 tahun dan kelompok umur 13 tahun keatas. dan dewasa. Ingkau yang bahasa Bengkulu berarti sepatu bambu. sehingga permukannya rata. Sasaran Anak – anak. tetapi dapat dijumapi diberbagai daeerah dengan nama berbeda seperti . remaja. D. Sedang Jawa Tengah dengan nama Jangkauan yang berasal dari nama burung berkaki panjang. ukuran egrang tersebut adalah sebagai berikut. berdasar kelompok umur pemakaiannya. bermain dan meningkatkan kemampuan motorik. Ukuran lapangan adalah panjang minimum 50 m dan lebar 7 ½ m dibagi lima garis lintasan masing – masing 1 ½ meter. kualitas kebugaran meningkat. kemampuan motorik meningkat. Tujuan Mengisi waktu luang. Alat egrang dibagi menjadi dua. Latar Belakang Egrang adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari daereah mana asalnya. Pada ukuran 50 cm dari bawah dibuat tempat berpijak kaki yang rata dan boleh lepas dengan kain atau busa. sebagaian wilayah sumatera barat dengan nama Tengkak – tengkak dari kata tengkak (pincang). Peraturan Permainan 1. B. Lapangan Lapangan yang dipergunakan disarankan datar dan luas (bisa di stadion. b. bila memungkinkan). dan bersosialisasi. Manfaat Gembira.

c. f. h.  Juri kedatangan mengawasi perlombaan di garis akhir. j. Wasit. e. Aba – aba perlombaan oleh wasit / juri start adalah: bersedia. juri dan pencatat waktu (timer)  Wasit bertugas mengawasi seluruh jalannya perlombaan. Hal ini dilakukan pada waktu penyelenggaraan resmi. Perlombaan dalam seri. Jalannya permainan a. Atlet. Sebelum perlombaan dimulai. 5. mengawasi lintasan apakah ada pelari yang menginjak garis. Para atlet dinyatakan gugur apabila:  Menginjak garis lintasan  Kaki jatuh menyentuh lantai atau lintasan  Dengan sengaja mengganggu atlet lain. yang mengambil lintasan orang lain dinyatakan gugur.73 2. Per kelompok dipelombakan dalam seri. 4. Pengganti ―YA‖ dapat dilakukan dengan suara peluit. Pemenang  Pemenang ditentukan berdasarkan kecepatan waktu  Waktu yang diambil adalah kaki terakhir menyentuh garis finish. Dalam meneliti umur peserta didasarkan pada surat keterngan yang berwenang. jumlah atlet sesuai dengan jumlah lintasan. kelompok umur anak – anka 6 – 12 tahun dan unutk taruna / remaja / dewasa 13 tahun keatas. para peserta diteliti usianya untuk menentukan kelompok umur masing – masing. Pemain Permainan egrang bisa dimainkan oleh wanita atau laki – laki dengan mengenakan pakian olahraga yang pantas. dari garis start sampai garis finish dipimpin juri start dan waktu dicatat oleh petugas pencatat waktu. dapat diatur dalam peraturan perlombaan khusus apakah hanya 2 atau 3 orangwaktu terbaik dengan memperhatikan jumlah peserta. Sebelum perlombaan dimulai. para atlet berdiri dibelakang garis start dengan memegang egrang. g. d. Atlet yang terganggu jalannya oleh atlet lainnya boleh meneruskan larinya atau mengulang.  Pencatat waktu (timer) mencatat waktu para pelari. Untuk maju ke seri berikutnya. Undian diadakan agar jangan ada yang merasa dirugikan. Kalau dalam perlombaan cukup dengan mengira – ngira saja.  Juri lintasan. aba – aba siap satu kaki (kiri atau kanan) diatas tempat berpijak dan setelah aba – aba YA lari. Ya.  Juri pemberangkatan / timer. 3. Waktu terbaik dalam seri (2 atau 3orang) berhak mengikuti seri berikutnya. Selanjutnya diadakan undian untuk menentukan urutan pemberangkatan perlombaan. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dalam kelas masing – masing 5 (lima) orang sesuai dengan jumlah llintasan. . b. siap . Pada aba – aba bersedia tangan memegang egrang (kanan dan kiri). i.

1 kg untuk putri. C. Tinggi dudukan tempat bertanding diukur dari tanah / permukaan aman. E. sabut kelapa atau jerami dengan ukuran panjang 1 meter berat 1 ½ kg untuk putra. Manfaat D. Kualitas kesegaran jasmani meningkat. Pemain  Gebug bantal bisa dimainkan oleh putra maupun putri. pasir. Pada dasar lapangan (kecuali diatas air). Bantal dibuat dari kain diisi dengan kapas. Latar Belakang Permainan gebuk bantal adalah merupakan suatu permainan ketangkasan dimana 2 pemain saling menyerang menggunakan bantal. Lapangan Lapangan atau tempat bermain bisa dialam terbuka (lapangan rumput. memupuk sportifitas. tertutup (hall / gedung olahraga). tanah danpasir. busa. serta bentuk bantal bulat panjang berukuran 7 ½ cm . F. Lapangan (kecuali diatas air)dibatasi dengan tanda. 12 cm. tanah atau lantai yang rata. Sasaran Remaja dan dewasa. Peralatan Tempat bertanding dibuat dari kayu atau bambu bulat dengan ukuran panjang 4 meter. besar d. dan diatas air). atau jerami. diberi pengaman matras.74 54) PERMAINAN GEBUK BANTAL A. di atas sebatang bambu yang dipasang menyerupai jembatan dan pemenangnya adalah yang berhasil menjatuhkan lawan atau yang berhasil mengumpulkan angka yang lebih banyak. Tujuan Mengisi waktu luang. Lama permainan . dipertajam lagi dengan pengelompokan berat badan  anak – anak : 30 – 40 kg  remaja : 41 – 50 kg  dewasa : 51 – 60 kg keatas  Sifat pertandingan Perorangan dan beregu. b. Tanda dibuat dari kapur atau tambang. 2. mengurangi ketegangan mental. 3.2 m dan unutk putri 1 m. dengan pengelompokan umur:  anak – anak : 9 – 12 tahun  remaja : 13 – 16 tahun  dewasa : 17 tahun ke atas  Masing – masing kelompok umur tadi.15 cm. Peraturan Permainan 1. keseimbangan meningkat. untuk putra 1. meningkatkan kesegaran. Lapangan dan Peralatan a. melatih keseimbangan. B.m. dengan ukuran panjang 8 meter dam lebar 4 meter.

atau siapa lebih dulu jatuh. b. wasit membunyikan peluit tanda pertandingan di mulai. b. Apabila babak pertama sampai babak kedua tidak ada yang jatuh pemenang ditentukan dengan undian. setelah istirahat dilanjutkan 5 menit babak kedua. e. Apabila ini terjadi segera mengangkat bendera merah. permainan ini dihentikan untuk istirahat selama 3 menit. lebih dulu jatuh. Setelah pemain siap bertanding. c. tangan memegang kayu / bambu dudukan. e. Wasit dan pembantu wasit adalah yang telah mengikuti penataran perwasitan. Perorangan (lihat butir 5) b. Sebelum pertandingan dimulai wasit menanyakan panitia tentang keabsahan pemain. Apabila dalam waktu 5 menit tidak ada pemain yang jatuh. sebaiknya dihindari dengan suit. Setelah undian pemain yang akan bertanding naik keatas dan duduk diatas dudukan tempat bertanding. dilakukan dengan uang logam. . pembatasan sasaran ini dimaksudkan untuk menghindari cidera kuping. Jenis permaian dan penilaian a.75 4.satu tangan lagi siap menangkis. Pertandingan dipimpin oleh 1 orang wasit daan 1 orang pembantu wasit. Wasit memimpin seluruh jalannya pertandingan dan pembantu wasit memperhatikan apakah diantara pemain melakukan kesalahan (memegang kayu / bambu dudukan. 5. 4 – 1 atau 3 – 2. Sasaran Seluruh tubuh kecuali kepala. Hasil undian. d. 7. kaki tergantung satu tangan memegang bantal. dinyatakan kalah. kaki mengepit dudukan. Sikap duduk. Jalannya permainan a. Undian diadakan untuk menentukan tempat dan peraminan yang lebih dulu memukul. f. Demikian juga sebelum pertandingan dimulai wasit dan pembantu wasit memeriksa lapangan dan peralatan. Penjelasan tentang perwasitan a. ditetapkan berdasarkan jumalh pemain yang memenangkan pertandingan dengan skor akhir 5 – 0. Wasit dan Juri Pertandingan dipimpin oleh 1 orang wasit dan satu orang pembantu wasit. Permianan dilakukan paling lama 5 menit / babak. salah seorang berhasil menjatuhkan lawannya. Beregu 5 orang. Pemenang Pemenang ditentukan berdasarkan. Sebelum pertandingan dimulai diadakan undian unutk menentukan tempat dan siapa yang lebih dulu memukul. setelah selesai bertanding pemain berdiri mengapit wasit dan wasit mengangkat tangan pemenang. Pemain dinyatakan kalah. 8. mengepit dudukan dengan dua kaki). jatuh kebawah tanah. c. d. 6.

Kini. baik Rokan Kiri maupun Rokan Kanan.76 g. Ujung lintasan diberi garis start dan garis finish. Lapangan dan peralatan a. 55) PERMAINAN TEROMPAH PANJANG A.5 cm. Peralatan 1. remaja. Ukuran terompah:  Panjang terompah untuk 3 orang 141 cm. ketegangan menurun. Nomor dada dan stopwatch. rata seperti stadion. D.  Panjang terompah unutk 5 orang 235 cm. Peraturan Permainan 1. B. Tujuan Berolahraga. Jumlah bendera sesuai dengan jumlah lintasan yang dipakai. bendera dibuat dari kain atau kertas berwarna meerah dan biru berbentuk segitiga dengan ukuran bendera 27 cm. . 5. Manfaat Kebugaran meningkat.  Berat terompah seluruhnya untuk teromaph 3 orang 4 kg ( sepasang) terompah 5 orang 8 kg (sepasang). dan paku. Sasaran Anak – anak. jalan raya (bila memungkinkan). lapangan umum. dan kemampuan kerja sama meningkat. terompah dibuat dari bahan balok / papan yang tebal karet / ban. Kabupaten Kampar. Lapangan dibuat sedemikian rupa agardalaam pelaksanaannya tidak menghadap matahari. Memimpin pertandingan sesuai dengan peraturan permainan yang telah ditetapkan. terompah pangjang sudah merakyat. dengan lebar 7.  Tebal terompah 2. Latar Belakang Permainan terompah panjang sejak dulu sudah ada didaerah sepanjang perairan Sungai Rokan. E. Lapangan Permainan terompah panjang diadakan dilapangan terbuka. Riau. mengisi waktu luang dan memupuk sikap kerja sama (kekompakan team). Bendera start (peluit start). 3. dewasa putra dan putri. Kapur untuk membuat lintasan.5 meter). Bengkalis. Panjang atau jarak lintasan: 50 meter. Bendera – bendera kecil dari bahan: tangkai dari bambu dengan panjang 40 cm. b. Antar lintasan diberi garis dari kapur 5 cm. 4. maupun Rokan dibagian Hilir. seperti dibagian Siapi – Api. C.  Lebar terompah 10 cm. Terompah.5 meter. 2. yang dibagi menjadi 5 lintsan (masing – masing lintasan lebar 1.

dan untuk menentukan urutan pemberangkatan dalam perlombaan. Sebelum perlombaan dimulai. Aba – aba ya. g. Peserta regu berpegangan satu sama lain. maka pada aba – aba ya. 4. e.77 2. terompah rusak ditengah jalan. b. Aba – aba siap. Peseta / regu dianggap gugur apabila. boleh pada bahu atau pinggang. Regu dianggap sah. siap. usia para peseta diteliti untuk menentukan kelompok usia.tidak berhasil mencapai garis finish. Sebaiknya para peserta memakai sepatu olahraga agar kjaki tidak lecet. menginjak lintasan peserta lain. f. Seluruh peserta dibagi dalam seri setiap seri maksimal 5 regu sesuai dengan jumlah lintasan (disesuaikan dengan jumlah regu peserta). Bila memungkinkan adanya stop watch. Sebelum perlombaan dimulai. Petugas lintasan berdiri dibelakang peserta dan memperhatikan regu pada lintasan masing – masing dengan membawa bendera biru merah. c. waulupun regu tersebut jatuh kedepan tetapi kedua kaki masih kontak pada terompah meskipun tangan menyentuh tanah. peserta berjalan secepat – cepatnya menempuh jarak 50 meter. Regu yang sudah diteliti kelompok usianya. ya (peluit dibunyikan atau bendera start dikibarkan). i. Kelompok umur anak – anak 9 – 12 tahun. apabila peserta terakhir dan ujung terompah bagian belakang melewati garis finish dengan tidak ada kesalahan selama dalam perjalanan. stop watch dihidupkan dan pada saat peserta dan ujung terompah paling belakang melawati garis finish stop watch dimatikan. . dewasa 17 tahun keatas. peserta dari masing – masing regu berdiri dibelakang garis start di samping terompahnya. Peserta dibagi dalam regu yang terdiri dari 5 orang atau 3 orang sesuai dengan jenis yang diperlombakan. k. d. Undian dapat dilaksanakan paling lambat satu hari sebelum perlombaan dimulai. Jalannya permainan a. Pemain Jenis kelamin laki – laki dan perempuan yang tergabung dalam regu putra dan regu putri. dengan sengaja mengganggu peserta lain. Aba – aba dalam perlombaan diberikan oleh juri pemberangkatan adalah bersedia. Selanjutnya diadakan undian untuk menentukan lintasan masing – masing regu. Regu juga masih dianggap sah. salah satu kaki atau kedua kaki menginjak tanah artinya salah satu kaki atau kedua kaki tidak ada kontak dengan terompah. Pada aba – aba bersedia. peserta berdiri diatas terompah dengan jari – jari kaki masuk kedalalm setengah lingkaran karet dan berpegangan satu sama lain. Jenis perlombaan Beregu 3 orang dan beregu 5 orang. h. regu yang gugur tidak perlu meneruskan sampai garis finish. 3. kemudian diberi nomor (dua) untuk dipasang di dada bagi peserta yang paling depan dandi punggung pemain paling belakang. peserta siap untuk melakukan jalan. j. remaja 13 – 16 tahun.

pengawas lintasan mengacungkan bendera keatas dan berjalan di belakang mengikuti peserta sampai garis finish. siap.  Juri kedatangan berada dibelakang garis finish.  Pengawas lintasan bertugas unutk:  Mengawasi lintasan selama permainan berlangsung.  Juri pemberangkata bertugas untuk.  Aba – abab yang diberikan adalah: bersedia.  Dalam memberikan aba – aba.  Kemudian juri pemberangkatan memperingatakn agar peserta tidak menginjak / melewati garis start. maka permainan peserta tersebut sah. Tetapi apabila peserta melakukan kesalahan maka bendera biru diturunkan dan bendera merah dinaikkan dan regu peserta dianggap gugur.  Pencatat waktu (apabila ada stopwatch). pengawas lintasan berdiri di belakang peseta yang akan diawasi sambil membawa bendera biru ditangan kanan dan bendera merah di tangan kiri. juri pemberangkatan mengambil tempat dibelakang peserta dan tangan yang megang bendera direntangkan lurus kesamping. Apabila pengawas mengacungkan bendera biru.  Juri kedatangan bertugas untuk:  Menentukan dan mencatat urutan kedatangan peserta. juri pemberangkatan memanggil peseta untuk berdiri dibelakang agris start dalam lintasan masing – masing.  Juri pemberangkatan dapat menentukan sah atau tidaksah start yang dilakukan oleh setiap peserta. ya atau peluit dibunyikan.  Sebelum start dimulai. 6. Petunjuk Perwasitan Untuk melancarkan jalannya permainan terompah panjang. perincian tugas darei masing – masing juri / wasit. 7. regu yang gugur dalam babak final tidak mendapat juara.  Pada saat peserta mulai berjalan. .  Pengambil waktu (apabila ada stopwatch).  Sebelum start dimulai.  Memberi aba – aba pada pemberangkatan peserta dengan mempergunsksn bendera start atau peluit. Apabila menggunakan bendera maka pada aba – aba ya bendera dinaikkan / digerakkan keatas. Petugas Petugas terdiri dari.  Jumlah pemberangkatan 1 orang.78 5. Pemenang Regu dinyatakan sebagai pemenang apabila regu tersebut paling cepat memasuki garis finish.  Pengawas lintasan 5 orang (diseduaikan jumlah lintasan)  Juri kedatangan lima orang. diperlukan petugas sebagai juri / wasit.

remaja. pengambil waktu menghidupkan stopwatch. rata (rumput. ketegangan menurun. dan kecepatan atletnya. B.  Waktu dicatat sampai dengan per sepuluh detik. b) Peralatan  Bahan dari kayu balok di mana permukaan tempat berpijak rata. stopwatch dimatikan. tanah. Lapangan dan Peralatan a) Lapangan  Lapangan terbuka. 56) PERMAINAN LARI BALOK A. dan ketangkasan meningkat. mengurangi ketegangan dan kompetitif. dan pada saat peserta paling belakang dan ujung terompah paling belakang tepat berada digaris finish / melewati garis finish. Permainan ini menuntut kelincahan. dan seterusnya. Peraturan Permainan 1.  Pengambil waktu berada atau bertempat dibelakang garis finish. putra dan putri. yang mana setiap habis melangkah pemain harus memindahkan balok yang dibelakangnya ke depan sebagai tempat berpinjak dan begitu selanjutnya. Tujuan Berolahraga. keseimbangan.79  Pengambil waktu bertugas untuk:  Menghitung waktu dari mulai aba – aba ya atau peluit dibunyikan sampai peserta menginjak atau melewati garis finish. semen maupun aspal). D.  Tebal garis 4 cm. 2 detik.  Panjang minumum 15 meter  Lebar 7 ½ meter dibagi 5 garis lintasan masing – masing 1 ½ meter.  Pada saat starter memberi aba – aba ya atau peluit dibunyikan . misalnya 10. Spesifikasi alat sebagai berikut :  Kayu  Ukuran balok : .  Pencatat waktu berada dibelakang garis finish disamping pengambil waktu. E. Sasaran Anak – anak. Latar Belakang Lari Balok sering dilombakan pada perayaan Kemerdekaan RI.  Pencatat waktu bertugas untuk:  Mencatat waktu yang ditempuh setiap peserta pada formulir yang sudah disiapkan. C. dewasa. Manfaat Kebugaran meningkat. Bentuk permainan berupa adu kecepatan menempuh suatu jarak tertentu diatas empat buah balok kecil menyerupai batu bata.

b) Klasifikasi :  Kelompok I : 6 – 10 Th  Kelompok II : 11 – 14 Th  Kelompok III : 15 – 18 Th  Kelompok umum : 19 Th keatas Jalannya Permainan a) Sebelum perlombaan dimulai para perserta diteliti usianya untuk menentukan kelompok umurnya masing – masing. 4. mencatat nama/nomor peserta yang telah tiba di finish . mencapai garis finish (dengan ketentuan ke empat balok telah melewati garis finish). mengawasi peserta yang telah tiba di finish e) Pencatat. c) Juri lintasan. Pemimpin Perlombaan a) Wasit. mengikuti dan mengawasi lintasan dibelakang dari dari setiap peserta.80 2. b) Setiap peserta yang akan berlomba diberikan 4 potong balok.  panjang : 25 cm  lebar : 9 cm  tinggi : 4 cm  Berat balok : 50 gr – 100 gr  Bendera start : 60 x 90 cm (ukuran tidak mutlak)  Bendera kecil segi tiga mrah dan biru :27 x 37 cm Pemain a) Pemain lari balok bisa dimainkan oleh laki – laki maupun perempuan. 5.  Dengan sengaja mengganggu peserta lain. 3.  Keluar dari lintasan. f) Peserta dinyatakan gugur apabila :  Salah satu kaki atau kedua kaki menginjak tanah dan sama sekali tidak ada kontak/hubungan dengan balok.  Salah satu tangan atau kedua tangan menyentuh tanah dan sama sekali tidak ada kontak/hubugan dengan balok. Pada aba – aba bersedia peserta duduk jongkok diatas kedua balok. mengawasi jalannya perlombaan. b) Juri pemberangkatan. e) Aba – aba perlombaan oleh wasit adalah bersedia. d) Sebelum perlombaan dimulai para peserta duduk jongkok diatas 2 balok dibelakang garis start dan kedua tangan menyentuh balok dua lainnya yang terletak di belakang kedua balok yang diinjak. ya. siap. c) Peserta diundi untuk menentukan kelompok seri/urutan perlombaan. Ya peserta saling berlomba. d) Juri kedatangan. Pemenang Ditentukan berdasarkan peserta yang paling dahulu. Siap kedua tangan siap memindahkan kedua balok lainnya. memberi aba – aba start pemberangkatan.

Lapangan dan Peralatan a) Lapangan Lapangan yang dipergunakan dapat terbuka dan tertutup. Latar Belakang Tarik Tambang adalah olahraga rakyat yang paling banyak dimainkan oleh masyarakat setelah olahraga panjat pinang. Tujuan Berolahraga. 28. . Diameter tali : 5 – 10 cm. b) Peralatan Alat yang dipergunakan adalah sebuah tali tambang serat panjangnya 30 s/d M. 20. B. boleh 10. batas lapangan harus jelas supaya penonton tidak masuk lapangan permainan. juga luar garis batas tarikan. remaja. II : 60 – 69 kg. II : 50 – 59 kg. IV : 70 kg ke atas. Sasaran Anak – anak. lapangan. c) Peserta  Beregu putra atau putri. Diantaranya stadion.  Panjang lapangan : 40 s/d 60 M  Lebar lapangan : 8 M Pada pertengahan lapangan diberi garis. Pinggir lapangan sebaiknya diberi tanda dengan kapur atau tali. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. E. menggunakan seutas tambang. 30 orang dsb. C. Dalam permainan ini sangat dominan kekuatan dan daya tahan regu.81 57) PERMAINAN TARIK TAMBANG A. jumlah regu disesuaikan dengan keadaan. dan dewasa. memupuk semangat kerja sama dan sosialisasi. III : 70 – 79 kg. IV : 80 kg keatas Berat untuk putri Kelas I : 30 – 49 kg. III : 60 – 69 kg. meningkatkan semangat kerja dan menurunkan ketegangan. Peraturan Permainan 1.  Klasifikasi Berat untuk putra Kelas I : 50 – 59 kg. D. pada pertengahan tali diberi tanda ( cat merah/kain merah ) dari pertengahan tali diberi 2 macam tanda yang masing – masing jarak 2. tepi pantai yang datar/rata permukaan. Olahraga tarik tambang dimainkan beregu. jumlah anggota regu disesuaikan dengan keadaan.5 M dari pertengahan tali. 17.

3. Pertandingan biasanya dilakukan dengan sistem gugur. Pemimpin Perlombaan Wasit sebaiknya berjumlah 3 orang. Anak-anak desa. yang terdiri atas 1 orang wasit kepala yang bertugas langsung memimpin pertandingan dan dilengkapi dengan peluit. Pembantu wasit juga bertugas menghitung jumlah masing – masing regu serta mengatur tata tertib keamanan pertandingan. tetapi panitia dapat menentukan sstem pertandingan disesuaikan dengan situasi dan kondisi. maka diadakan pemindahan tempat. Sasaran Anak-anak. kebugaran meningkat. D. Dua orang pembantu wasit bertugas mengawasi garis batas tarikan dan dilengkapi dengan bendera merah. Manfaat Gembira. B. c) Wasit pertandingan memanggil pimpinan regu masing – masing untuk menentukan tempat. Pemenang Apabila satu regu dapat mengalahkan regu lain dengan 2 – 0 atau 2 – 1 ( kalau terjadi seri ). 4. Tujuan Mengisi waktu luang. b) Sebelum bertanding lapangan harus dikosongkan setelah ada panggilan dari panitia. 58) PERMAINAN HADANG A. peserta sudah memegang tali serta konsentrasi untuk mendengar aba – aba berikutnya. dan bersosialisasi. C. dewasa. meningkatkan kekompakan tim. d) Wasit memberikan aba – aba siap. Permainan ini ada di sebagian besar provinsi di Nusantara. Jalannya Permainan a) Undian dapat diadakan sebelum hari pertandingan pada saat pertemuan teknis.82 2. tetapi tidak ada petunjuk bahwa permainan hadang berasal dari Jakarta. Kemudian diadakan tarikan lagi dan jika terjadi seri maka sebelum tarikan ketiga diadakan lagi undian untuk memilih tempat setelah lebih dahulu istirahat. Jika salah satu regu dapat menarik melewati garis batas. Latar Belakang Meski dimainkan hamper seluruh anak di Jabotabek. bermain. jika ada aba – aba ya kedua regu melakukan tarikan. acap memainkan hadang di malam hari saat bulan purnama. Kedua regu saling menarik tambang dan saling berusaha membuat tanda merah dari pertengahan tali dapat ditarik melalui garis batas. bendera merah itu diangkat apabila tanda merah tadi melewati garis batas tarikan. . remaja.

lapangan terbuka. 9 meter 15 meter Peluit diperuntukkan pada kedua wasit yang akan memimpin pertandingan.  Kapur/cat/line paper. apabila memungkinkan). Lapangan dan Peralatan a. Gambar Lapangan Hadang c. gedung olahraga.  Lapangan permainan ditandai dengan garis selebar 5 Cm. gedung pertemuan) atau di ruangan terbuka (stadion terbuka. Jam/stopwatch Meja. Peraturan Permainan 1. Peralatan  Bendera untuk hakim garis dengan ukuran 30 x 30 cm.5 m x 5 m. kursi Alat tulis Formulir pertandingan untuk mencatat susunan pemain dan hasil pertandingan. jalan raya.  Papan nilai untuk mencatat nilai (papan tulis atau white board).  Garis pembagi lapangan permainan menjadi 2 bagian memanjang disebut garis tengah. d. f. e. halaman rumah. Kapur digunakan apabila lapangan permainan di rumput atau tanah. . Cat dan line paper digunakan apabila lapangan di atas lantai semen dan jalan beraspal. b.83 E. Lapangan Lapangan permainan dapat dibuat di ruangan tertutup (stadion tertutup. g. tangkai 40 cm. warna kuning dan merah berbentuk segi empat. Bentuk lapangan empat persegi panjang berpetak-petak Ukuran  Panjang 15 meter  Lebar 9 meter dibagi 6 petak masing-masing 4.

masing-masing satu menit selama pertandingan. Pemain a. c.tidak boleh mengepal. Sebelum permainan dimulai diadakan undian regu. Pergantian untuk regu: Pergantian regu penyerang men-jadi penjaga atau sebaliknya diadakan oleh wasit dengan membunyikan peluit setelah:  Penjaga menangkap atau menyentuh penyerang . d. Regu putra dan regu putri 3. Terdiri dari 2 regu masing-masing 5 orang. Permainan dimulai setelah wasit membunyaikan pluit. Pemain penyerang dinyatakan salah apabila:  Kedua kaki keluar dari garis samping kiri dan kanan lapangan. e. Penyerang berusaha melewati garis di depannya dengan menghindari tangkapan. yang kalah sebagai penjaga dan yang menang sebagai penyerang. dalam posisi kedua kaki berpijak di atas garis atau salah satu kaki berpijak di atas garis sedangkan satu kaki lainnya dalam keadaan melayang.  Berbalik masuk petak yang telah dilalui.  Mengganggu jalannya permainan. Setiap regu diharuskan memakai kostum bernomor dada dan punggung ukuran 15 cm dari nomor angka 1 sampai 8. atau sentuhan dari pihak penjaga. g. 5. 6. Waktu time out. dan 3 orang pemain cadangan. Kapten regu diberi tanda di lengan kanan berbentuk pita melingkar. Seragam pemain 4. Waktu time out dicatat posisi pemain. Timeout Time out satu kali untuk tiap regu.. b. Setelah time out posisi pemain seperti sebelum time out. Timeout diberikan atas permintaan pelatih atau manajer kepada petugas meja.84 2. Regu penjaga menempati garis jaganya masing-masing dengan kedua kaki berada di atas garis sedangkan regu penyerang siap untuk masuk. jam dimatikan. Jalannya permainan a. f. Penjaga berusaha menangkap atau menyentuh penyerang dengan tangan terbuka dan jarh-jari tangan. Lamanya permainan Lamanya permainan 2 x 15 menit bersih dan istirahat 5 menit. b.

pemain membuat kesalahan dan waktu time out. b. fungsi dan wewenang yang sama c.  Menyerang wasit dan membuat keributan. Wasit memberikan tanda dengan membunyikan peluit. Apabila penjaga atau penyerang melakukan pelanggaran pertama kali diberi kartu kuning dan apabila melakukan pelanggaran 2 kali diberi kartu merah dan nilai dikurangi 1 (satu). Hukuman dan sanksi a. Pemain yang telah berhasil melewati garis depan s/d garis belakang diberi nilai satu. Istirahat. . Hakim garis dan pencatat nilai a.  Apabila penyerang menginjak garis dan petak di belakangnya yang telah dilalui. Setiap pemain yang telah berhasil melewati seluruh garis dari garis depan sampai garis belakang dan dari garis belakang sampai dengan garis depan langsung dapat melanjutkan permainannya seperti semula.  Mendorong penyerang dengan sengaja  Menyerang wasit dan membuat keributan. Tiap regu diberikan paling banyak 3 kali penggantian pemain selama pertandingan). Setiap pertandingan.85  Terjadi butir 6 di atas  Apabila tidak terjadi perubahan posisi selama 2 (dua) menit. Bagi pemain penjaga. Nilai a. apabila:  Menyentuh penyerang dengan tangan dikepal atau meninju penyerang. Demikan seterusnya permainan berjalan tanpa berhenti kecuali kalau dihentikan oleh wasit karena tertangkap/ tersentuh. Kedua wasit punya tugas. pergantian dan pada saat time out. 7. dua orang pencatat nilai. b.  Apabila permainan babak kedua dilanjutkan posisi pemain sama seperti saat permainan dihentikan. Penggantian pemain diadakan pada saat permainan sedang berhenti (pada saat istirahat. waktu istirahat.  Mengganggu penjaga yang sudah dilalui. Bagi pemain penyerang. b. . 8. i. Wasit. dipimpin 2 orang wasit.  Apabila permainan telah berjalan selama 15 menit wasit membunyikan pluit tanda istirahat dan posisi pemain dicatat. Pemain yang berhasil melewati garis belakang s/d garis depan diberi nilai satu. dibantu dua orang hakim garis. h. 9. j. apabila:  Menggait kaki penjaga.

No. Lapangan dan Peralatan a. Peraturan Permainan 1. Pemain Nilai No. ketegangan menurun. maka diadakan perpanjangan waktu selama 10 menit (2x5 menit) tanpa istirahat/ time out. Saat-saat mencutat. pemenang ditentukan berdasarkan hasil undian/tos PERTANDINGAN HADANG PA/PI Regu : …………………………. dan meningkatkan keterampilan dan jiwa sportif.. No. e. 10. dan mematok. bermain. Tujuan Mengisi waktu luang. c. memupuk semangat kerja sama dan bersosialisasi. meninting. Tujuan Gembira. b. Dua pencatat nilai ditempatkan di sudut garis depan dan garis belakang. Pemain Nilai Dada Dada Jumlah Jumlah 59) PERMAINAN PATOK LELE a. Nilai/ angka dicatat di dua papan nilai (lihat gambar di bawah). Regu : …………………………. d. Penentuan Pemenang Pemenang ditentukan dari besarnya nilai setelah pertandingan berakhir. 2 X 15 menit. dan yang terpenting adalah jiwa sportif. kebugaran meningkat. Permainan ini mengasah ketrampilan. Latar Belakang Patok lele digemari setiap anak (tentu saja yang bias memainkannya). memukul.86 d. Manfaat Berolahraga. dan ketangkasan meningkat. kecekatan. Penjaga garis memberi tanda dengan mengangkat bendera e. No. Pencatat nilai. Apabila terjadi nilai sama setelah waktu 2 x 15 menit berakhir. Apabila masih tetap sama. adalah saat-saat yang menyenangkan. Lapangan ..

Peralatan Dalam pertandingan resmi.  Lubang tempat mencutat/ mematok  Lubang tempat mencutat/ mematok dibuat di atas lapangan f. dan dipatok.  Bendera hakim garis  Kapur/cat/line paper  Peluit  Jam/stop watch  Alat tulis  Formulir pertandingan  Meja/kursi  Meteran. dengan cara membuat lubang berbentuk elips atau segitiga. mulai dari lubang tempat mencutat membentuk sektor 90°. Alat ini yang dicutat. .  Kayu berbentuk bulat (silinder) dengan ukuran panjang 15cm. dan mematok. peralatan yang tercantum dalam peraturan permainan ini merupakan kebutuhan yang diperlukan. Garis : Menarik garis. Alat ini untuk mencutat. ditinting. garis tengah 2cm. maka tempat mencutat/mematok dapat dibuat dengan cara meletakkan 2 (dua) buah batu bata/balok berjejer sehingga dapat memungkinkan untuk mencutat/ mematok. Gambar: Dengan dua bata/balok berjejer dan ditidurkan Permainan.87 Patok lele dimainkan di lapangan terbuka: Bentuk: Mempunyai sektor 900 Ukuran: Menarik garis lurus dari ujung lubang tempat mencutat yang disebut garis batas (lihat gambar).  Kayu berbentuk bulat (silinder) dengan ukuran panjang 45 cm. garis tengah 2cm. Jarak 3 m dari lubang dan diberi tanda garis tinting. meninting. dipukul. memukul. (lihat gambar). Tetapi jika permainan dilakukan di lapangan keras. b. (lihat gambar).

b. dalam hal ini berarti penyerang menjadi penjaga dan sebaliknya. Jika tidak kena. Lamanya permainan Permainan patok lele berdurasi 2 x 20 menit dengan istirahat 5 menit. Warna seragam kedua regu berbeda/kontras. Jalannya permainan  Sebelum permainan dimulai diadakan undian regu yang menang menjadi penyerang dan yang kalah bertahan/menjaga.  Kemudian dilanjutkan oleh pemain berikutnya. kemudian dicutat.  Selanjutnya dilakukan  Kemudian utat diletakkan/dipasang melintang di atas lubang atau tempat mencutat. 3. maka janak harus dilemparkan penjaga dan diusahakan mengenai utat yang dipasang melintang di atas lubang atau tempat mencutat.  Jika tidak tertangkap oleh penjaga. bila tidak ada lagi pemain berikutnya. Ukuran nomor dada dan punggung 15 cm.  Jika janak tertangkap oleh penjaga. . baik putra dan putri.  Jika janak yang dilemparkan mengenai utat. Seragam pemain Setiap regu diwajibkan memakai seragam yang bernomor dada dan punggung berurut angka 1 s/d 7. maka diadakan pergantian pemain. Meninting  Janak dipegang bersama utat dengan satu tangan.  Permainan dilakukan dengan 3 (tiga) tahap: a. maka regu penjaga mendapat cutatan mati. maka pemain yang bersangkutan mati.  Janak diletakkan melintang di atas lubang/tempat mencutat. permainan diteruskan pada tahap berikutnya yang disebut tinting. bila tidak ada lagi Cara mencutat Pemain maka diadakan pergantian dalam hal ini penyerang menjadi penjaga dan sebaliknya. Mencutat. 4. Kapten regu diberi tanda di lengan berbentuk pita berwarna kontras dengan seragam. Pemain Setiap regu terdiri dari 5 orang dan cadangan 2 orang.88 2. 5. Kemudian dilanjutkan oleh pemain berikutnya.

maka penjaga harus melemparkan kembali janak tersebut dari tempat janak jatuh ke arah lubang atau tempat mencutat.  Tinting dilakukan dalam batas daerah tinting. Mematok  Mematok dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara:  Di Lubang  Janak diletakkan membujur di lubang sehingga sebagian muncul ke permukaan. Kemudian ujung janak yang muncul di atas lubang dipukul atau di patok dengan utat sehingga . maka penjaga harus melemparkan dan regu penjaga mendapat nilai.  Pemain yang melakukan tinting diperbolehkan mengambil posisi yang menguntungkan untuk memukul/menghempang janak dengan utat agar janak itu dapat kembali ke lapangan permainan. c.  Jika tahap kedua tidak mati. maka pemain berhak meneruskan permainan ke tahap berikutnya. Pemukulan ini boleh ditangkap penjaga dan mendapat nilai tangkapan. maka pemain tersebut dinyatakan mati.  Apabila jarak antara janak dengan lubang tempat mencutat kurang dari 1 (satu) meter.  Pemain penyerang yang memukul janak di luar batas tinting dinyatakan mati. pemain tersebut dinyatakan mati.  Cam meninting dengan pegangan janak antara ibu jari dan telunjuk  Cara meninting dengan janak di atas pangkal ibu jari dan telunjuk  Jika janak tidak ditangkap.  Jika janak tidak ditangkap.89  Selanjutnya janak dilemparkan sedikit keatas/dilepas dan kemudian dipukul dengan utat sekuat mungkin sehingga janak dapat melayang jauh ke arah lapangan permainan.  Jarak antara janak berhenti dengan lubang/tempat mencutat di ukur dengan meteran.  Jika janak dipukul tidak kena.

Jika janak kena dua kali. Selanjutnya diusahakan agar pukulan terakhir sejauh mungkin dari lubang tempat mematok. diukur dengan meteran dan hasilnya dikali kan dua dan seterusnya. pukulan hasil pengembalian tintingan berhasil ditangkap oleh penjaga. Penggantian pemain dilakukan setelah dilaporkan lebih dahulu kepada petugas meja/wasit. jarak antara janak jatuh dengan lubang/tempat mencutat diukur dengan meteran (setiap meter mendapaat nilai1)  Pada jarak patok dengan ber-kenaan sebagai berikut: b. Regu penyerang  Pada waktu pengambilan tinting. jarak dari janak jatuh sampai pinggir lubang/tempat mencuat. maka nilai dihitung dari jatuhnya janak sampai ke lubang dan seterusnya diulang lagi dari mencutat.jarak pu-kulan. pengembalian tintingan serta patokan dengan dua tangan mendapat nilai 10 (sepuluh). Penyerang dinyatakan mati a.90 terungkit dan lemlempar ke atas. Dan jika satu tangan mendapat nilai 15 (lima belas). tintingan. dan mematok. d. 6. 7.  Di atas batu bata sama halnya dengan di atas lubang. jumlah tintingan akan dikalikan dengan . Dan bila berhasil memukul janak. Penyerang permainan patok lele dinyatakan mati apabila:  Cutatan. maka pemain tersebut dinyatakan mati. diukur dengan meteran. Jika regu penjaga berhasi! menangkap cutatan. . Penilaian a. meninting. Bila penyerang tidak berhasil meninting atau memukul janak sewaktu terungkit ke atas. Jika janak kena satu kali. dan pemain tersebut berusaha meninting janak berulang kali. tintingan. Regu penjaga c.  Penggantian pemain  Penggantian pemain dilakukan sebanyak 2 (dua) kali selama permainan berlangsung.

 Pembantu wasit .  Mencatat hasil yang diperoleh pemain atas laporan wasit dan pembantu wasit. tintingan. patokan.  Memimpin jalannya pertandingan dari awal sampai akhir serta menentukan pemenang. baik tintingan. Petugas meja a. 10.  Hasil akhir yang diperoleh masing-masing regu diberikan kepada kapten regu dan wasit untuk ditandatangani. Larangan dan sanksi . Pemenang ditentukan berdasarkan jumlah nilai yang terbanyak diperoleh setelah pertandingan berakhir 2 x 20 menit. pertandingan diteruskan sesuai dengan kedudukan babak pertama. pukulan hasil pengembalian tintingan maupun pukulan hasil pengembalian tintingan dan patok yang jatuh di luar lapangan permainan. serta melaporkan kepada petugas pencatat hasil (scorer). Pencatat hasil (scorer). oleh regu penyerang dan tangkapan oleh regu penjaga.  Pada waktu melakukan tintingan maupun patokan tidak diperbolehkan melawati garis batas.91  Janak hasil cutatan. Tugas wasit dan Pembantu wasit a. b. Kemudian menjum-lahkan hasil yang diperoleh seluruh pemain.  Pengembalian tintingan oleh regu penjaga kurang satu meter di ukur dari lubang/tempat mencutat. 9.  Melakukan pengukuran yang diperoleh penyerang. Penentuan pemenang a. patokan. baik didapat dart tintingan. Mencatat waktu Tugas pencatat waktu adalah mencatat lamanya pertandingan berlangsung 2 x 20 menit dan istirahat 5 menit. Wasit utama : 1 (satu) orang)  Melakukan undian. janak kurang dari satu meter dari lubang/tempat mencutat. c. Jika babak pertama berakhir. 8.  Pada waktu melakukan cutatan. b. menentukan siapa menjadi penyerang dan penjaga.  Mencatat nama-nama pemain dan cadangan serta nomor dada/ punggung di dalam formulir pertandingan. 2 (dua) orang  Mengawasi tangkapan janak oleh regu penjaga  Mengawasi jatuhnya janak di dalam lapangan permainan atau di luar daerah permainan. sedangkan regu penyerang masih ada yang belum bermain maka untuk babak kedua.

Pada waktu pengembalian tinting penjaga dilarang melemparkan janak dengan sengaja ke tubuh penyerang. penjaga tidak boleh menghalang-halangi penyerang dengan jarak 2 (dua) meter. g. Seorang anak sedang bermain patok lele 60) PERMAINAN BENTENG A. Sewaktu melakukan cutatan. Bentuk: Persegi panjang Ukuran: Panjang 50 m. Latar Belakang Mengingat nama serta jenis permainannya. tintingan. Lapangan dan peralatan a. Lapangan Lapangan terbuka antara lain: halaman rumah. maupun patokan. jalan raya (apabila memungkinkan). jika hal tersebutdilakukan oleh penjaga nilainya dikurangi 5 (lima). Yang jelas. bisa jadi Benteng terinspirasi oleh aksi peperangan tempo dulu. e. Tujuan Berolahraga. = Pembantu Wasit x = Regu Pemain = Regu Penjaga f. bermain benteng cukup mudah dan meriah. Peraturan Permainan 1. B.92  Regu penjaga dilarang menghalangi janak yang sedang dimainkan oleh regu penyerang dengan kaki/badan sengaja atau tidak sengaja. Pada waktu melakukan tinting penyerang tidak boleh melewati garis batas. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani/ meningkatkan semangat kerja sama dan menurunkan ketegangan. Sasaran Anak-anak dan remaja. = Petugas Meja DLP = Daerah Luar Permainan dan tidak boleh ditangkap oleh penjaga. Denah lapangan/susunan petugas X =: Wasit 0 XI A d. memupuk semangat kerja sama dan bersosialisasi. lebar 20 m . dan lain sebagainya. membakar benteng musuh. D. penyerang berhak mengulangi permainannya dengan bebas c. sawah sehabis panen. Jika hal tersebut dilakukan regu penjaga. lapangan rumput/lapangan sepakbola. Lihat saja istilahnya :Ada tawanan. C. E. h.

 Peluit  Bendera Hakim Garis sebanyak empat buah dengan ukuran 30 cm x 30 cm dan tangkai 40 cm.  Kapur/cat untuk membuat garis lapangan permainan. cadangan 4 orang. Jalannya permainan a. Seseorang pemain mengejar . 3.93 Daerah benteng berbentuk lingkaran yang bergaris tengah 3 m dengan jarak 10 m dari garis belakang dan garis samping. Peralatan  Bendera. 2. Daerah tawanan: Berbentuk persegi panjang dengan ukuran: panjang 10 m dan lebar 1m. Lapangan ditandai dengan garis selebar 5 cm. b. Permainan ini dimainkan regu putra atau regu putri. jam tetap jalan. b. Pemain a.  Tiang bendera tingginya 2 meter dari permukaan tanah/lantai Gambar Lapangan Benteng 20 m 50 meter dengan garis tengah 5 cm. Saat penawanan. Seragam pemain  Setiap pemain diwajibkan memakai pakaian seragam yang bernomor dada dan punggung 1 sampai dengan 14 berukuran 15 cm. Setiap pemain berfungsi sebagai pemancing atau yang dikejar dan juga berfungsi sebagai pengejar. Setiap regu terdiri dari 10 orang. b. Ada dua bendera benteng dengan ukuran 40 cm x 30 cm dengan warna berbeda. Yang menang dapat memilih tempat atau lebih dulu memancing. Sebelum permainan dimulai diadakan undian.  Jam/stop watch  Alat tulis  Meja/kursi  Formulir pertandingan  Lamanya permainan  Lamanya permainan 2 x 20 menit dengan istirahat 5 menit. tidak ada campuran.

permainan dilanjutkan dengan ketentuan regu yang berhasil membakar benteng lawannya berfungsi lebih dulu sebagai pemancing. penawanan dan penghukuman). Setelah salah satu regu bentengnya terbakar. b. f. Anggota regu yang tertangkap atau yang keluar dari lapangan permainan akan menjadi tawanan dari pihak lawan. Benteng suatu regu dinyatakan terbakar. Wasit. Wasit berada di dalam lapangan dan pembantu wasit berada di luar lapangan. Penggantian pemain diadakan waktu permainan berhenti (istirahat. 5. pembantu wasit dan pencatat nilai a. Bagian tubuh termasuhk kostum/kelengkapan. e. c. Penggantian atas permintaan officials yang disetujui oleh wasit. shirt warna kuning dan celana warna hitam. apabila salah seorang atau lebih regu lawan dapat membakar benteng dengan ca-ra menginjakkan salah satu kakinya di benteng lawannya. . Bila kapten regu tertangkap.  Menyerang wasit atau membuat keributan. tugas diserahkan kepada salah seorang anggota regunya yang belum tertangkap. Hukuman dan sanksi Hukuman dan sanksi diberikan kepada pemain apabila:  Menyentuh pemain lawan dengan tangan  Mendorong lawan dengan sengaja atau menggaet kaki lawan. semuanya dapat dibebaskan dengan jalan menyentuh salah seorang dari tawanan itu dengan ketentuan satu sama lain dalam keadaan berpegangan/bergandengan.94 pemain lawan. Kapten regu ditandai ban/pita di lengan kanan dan bertugas mengatur setiap anggota regunya. Tawanan yang lebih dari satu orang. g. Setiap wasit yang memimpin per-mainan/pertandingan diwajibkan memakai seragam T. Cara menangkap lawan cukup dengan menyentuh bagian tubuh lawan dengan tangan terbuka. 6. Selama permainan berlang-sung setiap regu diperbolehkan mengadakan penggantian pemain paling banyak empat kali. apabila pemain lawan lebih dulu meninggalkan bentengnya dan ia menjadi orang yang dikejar oleh pemain lawan. 4. Permairran/pertandingan dipimpin oleh dua (2) orang wasit. empat (4) orang pembantu wasit dan dua (2) orang pencatat nilai. Tawanan yang berkumpul di daerah tawanan dapat bebas kembali apabila teman seregunya yang belum tertangkap dapat membebaskan dengan jalan menyentuh bagian tubuh te-mannya. Penggantian pemain a. d.

 Apabila 1) dan 2) tetap sama. Lapangan dan Peralatan a. Penilaian Setiap pembakaran dihitung satu nilai. Dlaam permainan tarik tambang. Penentuan pemenang  Regu paling banyak membakar benteng lawannya dinyatakan sebagai pemenang. Tujuan Berolahraga. Setidaknya. D. kedua regu saling tarik menarik sekuat tenaga sedangkan dalam dagongan kedua regu saling dorong untuk mencari kemenangan. memupuk semangat kerjasama dan bersosialisasi. pemenang ditentukan dengan undian/tos. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. B. Yang dimaksud nilai sama adalah jumlah pembakaran sama atau sama sekali tak terjadi pembakaran. C. Denah Lapangan dan Penempatan Petugas wasit 20 m 50m 61) PERMAINAN DAGONGAN A. b. Latar Belakang Secara mudah.  Apabila nilai sama. dalam cara bermain. bermain dagongan adalah kebalikan dari bermain tarik tambang. Regu paling banyak menawan lawan dinyatakan menang.95 7. menigkatkan semangat kerja sama dan menurunkan ketegangan. pemenang ditentukan berdasarjumlah tawanan. c. Peraturan Permainan 1. Penilaian dan penentuan pemenang a. Lapangan 18m 2m .

1 buah garis tengah. Kapur untuk menggaris lapangan dan lakban yang digunakan 2 warna.  Bendera 2 buah. panjang 10m dengan garis tengah 6cm. ukuran 30 x 30cm berwarna merah kuning berbentuk diagonal. Garis serang adalah batas kaki pemain saling depan berjarak 2.5 m dari garis tengah. Peralatan  Bamboo harus lurus dan kuat.  Kapur/lakban. garis – garis batas 2 buah garis samping. Bentuk lapangan persegi panjang dengan ukuran 2 meter x 18 meter. 2 buah garis terang. Garis tengah adalah garis yang membagi dua lapangan sama panjang sebagai batas akhir penyerangan dari masing – masing regu yang mendorong.  Formulir pertandingan .96 Lapangan harus rata dan datar dan diutamakan berumput. digunakan oleh hakim garis. Biru untuk batas pegangan. b. merah untuk batas tengah bamboo.

seluruh pemain memegang bamboo untuk siap dalam posisi melakukan dorongan. Beregu Putra Kelas A : 50 – 59 kg Kelas B : 60 – 69 kg Kelas C : 70 – 79 kg Kelas D : 80 kg ke atas b. Kedua hakim garis menghitung jumlah pemain. dan memeriksa posisi silang dari kedua regu. Salah satu tangan mengapit bamboo pandangan lurus ke depan lawan. Interval antara dorongan pertama dengan dorongan kedua adalah 3 menit.d 7.49 kg Kelas B : 50 – 59 kg Kelas C : 60 – 69 kg Kelas D : 70 kg ke atas 5. c. Apabila score seri maka wasit melakukan undian kembali untuk menentukan siapa yang akan memilih tempat. 7. Pemain Beregu putra dan putri dengan jumlah pemain 5 orang cadangan 2 orang. Jalannya Permainan a. Sebelum permainan dimulai.97  Meja/ kursi. f. selanjutnya melaporkan kepada pencatat nilai dan wasit. Aba –aba yaa kedua regu saling mendorongkan bamboo lurus ke depan lawan. e. d. 4. Wasit member aba – aba siap. 6. Nomor Pertandingan a. Dalam melakukan dorongan bamboo berada dan sejajar di dada. Pluit dibunyikan apabila salah satu regu telah dinyatakan kalah. Beregu Putri Kelas A : 46 . b. Lamanya Permainan Lamanya permainan menggunakan system 2 kali menang.  Peluit 2. sedangkan apabila terjadi draw ( seri ) lamanya 5 menit. satu pasang untuk mencatat nilai dan pelaoran pergantian pemain. wasit memanggil kedua kapten regu untuk melakukan undian. Pergantian pemain Pergantian pemain harus diminta oleh kapten regu. Permainan selesai jika adaa yang berhasil melakukan 2 dorongan. Salah seorang yang manjadi kapten memakai pita pada lengan sebelah kanan. Seragam Pemain Kedua regu wajib memakai kostum dada/ punggung dimulai dengan angka 1 s. 3. dilakukan pada saat : .

10.98 a. Seorang pencatat nilai  Mencatat hasil nilai ( score )  Mengumpulkan daftar nama. Regu/ pemenang adalah regu yang berhasil mendorong/ mengalahkan lawannya dengan nilai 2 – 0 atau 2 – 1. Seorang wasit yang bertugas :  Mengundi sebelum pertandingan dimulai dan apabila terjadi seri  Memberi aba – aba  Menentukan sah/ tidaknya suatu dorongan b. Wasit. . Perpindahan tempat 8. Mengubah posisi pada saat mendorong. b. Hakim Garis. Regu yang melanggar ketentuan tersebut dikenakan diskualifikasi. Apabila 3 orang pemain keluar dari garis samping maka regu tersebut dinyatakan kalah. Larangan a. c. Memakai sarung tangan c. b. spike. Nilai/ Score dan Pemenang a. Sebelum pertandingan dimulai b. dan Pencatat Nilai. dan yang serupa. Apabila satu regu berhasil mengalahkan lawannya pada set pertama maka dinyatakan sebagai pemenang. Memakai sepatu bola. Pertandingan dipimpin oleh : a. 9. sepatu golf. Dua orang hakim garis :  Menghitung jumlah pemain  Membantu wasit dalam pengawasan garis c.

 Kaliber Kaliber sumpit tidak ada standarnya tergantung kepada besar kecilnya besi untuk boor / besar kecilnya lubang bambu. Peraturan permainan 1. 25 meter. terbentuk laras panjang yang terbuat dari kayu yang telah dilubangi atau bambu dengan anak sumpit yang terbuat dari bambu. Jarak menyumpit putra adalah 15 meter. Kawat tersebut berfumgsi sebagai pisir pada senjata api. dan terjauh 35 meter. Sedangkan untuk putri. Pisirr diikat menggunakan rotan. sesuai ketentuan jarak menyumpit. Gabus ini berfungsi untuk meluruskan jalannya anak sumpit. dan 25 meter. Latar Belakang Sumpitan merupakan permainan tradisional Indonesia yang banyak dilakukan oleh masyarakat pedalaman Kalimantan dan pedalamnan pulaupulau lainnya. Lapangan Lapangan tempat bermain sumpitan ditempat terbuka atau tertutup. Pada awalnya sumpitan ini dipakai sebagai alat berburu. Manfaat Kebugaran meningkat dan ketrampilan meningkat. sepanjang memiliki panjang yang cukup. Sasaran \ Anak-anak. biasanya sebesar pensil. remaja. 10 meter. b.  Gabus Pada pangkal anak sumpit dipasang gabus yang dibuat berbentuk kerucutt. Lapangan dan peralatan a. disisi atas dari ujung batang sumpit dipasang sepotong kawat sejajar dengan batang sumpit.  Anak sumpitan panjang 25 cm terbuat dari bambu atau kalam (lidi enau). Peralatan  Sumpitan terbuat dari katu atau bambu dan panjang 150-175 cm. Tujuan Mengisi waktu luang. Cara bermain dengan menembakkan anak sumpit ke suatu sasaran yang telah ditentukan (target). bermain. D. Besarnya gabus harus dapat masuk pada kaliber sumpit.  Pisir Untuk meluruskan pembidikan. C. 15 meter. dan meningkatkan ketrampilan. dewasa E.99 62) PERMAINAN SUMPIT A. B. .

5. Lingkaran tersebut dibuat warna warni sehingga menarik 6. Posisi berdiri b. hingga lingkaran paling luar nilai 1.100 2.anak sumpit dimasukan kedalam kaliber sumpit satu persatu. kemudian kearah luar bernilai 9. Sudah barang tentu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. 25 m. sebelum dimasukkan kedalam kaliber sumpit. .  Memegang sumpitan tidak dibenarkan menggunakan alat bantu. Lingkaran paling tengah memperoleh nilai 10. Jarak Jarak nembak dengan sasaran disesuaikan dengan keadaan setempat. Putra Jarak 15 m. 7 dan seterusmya. Cara meniup Setelah anak sumpit dimasukkan ke dalam kaliber sumpit. misalnya: a. kemudian sumpit diangkat diarahkan kesasaran dengan pertolongan pisir. 3. 35 m. Pemain Pemain dapat beregu dan dapat pula perorangan.hal ini untuk menjaga agar sumpitan tidak goyang. Memasukan anak sumpit. anak sumpit diperhatikan dahulu kalau belum lurus harus diluruskan. Sasaran Sasaran adalah sebagaimana sasaran pada cabang olah raga memanah. Cara penyumpitan  Cara memegang sumpit Karena batang sumpit cukup panjang dengan kedua tangan pada pangkal sumpitan. Mulut ditempelkan kekaliber sumpit. 8. kedua tangan menghadap keatas. 4. Posisi jongkok 7. Jenis pertandingan a. Jumlah anggota regudisesuaikan dengan keadaan. dengan konsentrasi dan menyiapkan udara sebanyak banyaknya dari rongga dalam mulut dan rongga dada denga meniup ke kaliber sumpit sehingga memungkinkan anak sumpit terlepas dengan kencang meninggalkan sumpitan menuju sasaran.

Besar kecilnya kaliber sumpit akan berpengaruh terhadap besar kecilnya gabus. Pencatat (scorer) Mencatat hasil / nilai yang diperoleh penyumpit atas laporan pembantu wasit. maka pengaruh akan angin sangat besar terhadap lurus tidak larinya anak sumpit tertutama angin dari samping. Lubang yang halus buatannya dan baik pemeliharaannya akan melancarkan jalannya anak sumpit. Banyak anak sumpitan yang digunakan dalam satu seri adalah 5 buah.  Halus tidaknya lubang sumpitan. Sedangkan besar kecilnya batangsumpit juga akan berpengaruh berat ringannya sumpit. Oleh karena itu mata door yang digunakan untuk mengebor batang sumpit harus mata boor satu saja agar lubangnya tetap sama. dimana akan berpengaruh juga pada pembidik. Ini berarti sumpit bukan pegangannya sangat berpengaruh terhadap tembakan. 8. Putri Jarak 10 m. 15 m. kemahiran membidik. Wasit  Melakukan undian dalam menentukan seri  Memimpin jalannya pertandingan  Menentukan pemenang 2.  Batang sumpit Yang paling efektif batang sumpit adalah sepanjang sepeda ditambah sejengkal dari masing=masing penyumpit. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadapat efektifitas tembakan  Kemahiran menyumpit Kemampuan meniup.  Pengaruh angin Karena anak sumpit yang sudah ada gabusnya tersebut adalah benda yang ringan.101 b. Wasit dan pembantu wasit 1. kemampuan tangan untuk memegang batang sumpit agar tidak bergerak. . sehingga besar kecilnya gabus akan terpengaruh terhadap besar kecilnya tiupan. 25 m.  Anak sumpit Kehalusan membuat anak sumpit berikut gabus sangat berpengaruh terhadap laju larinya anak sumpit. Pembantu wasit  Mengawasi penyumpit sesuai dengan jarak yang ditentukan  Meneliti perkenaan yang sebenarnya  Melaporkan hasil kepada pencatat nilai 3.

Permainan ini mengandung sifat kompetitif karena sifatnya mencari kemenangan mengadu ketangkasan dan keterampilan memutar gasing. . D. Tali Terbuat dari daun pandan atau rami. jambu. bisa dilakukan perorangan atau beregu. B. Sasaran Anak – anak dan remaja E. Bentuknya persegi panjang dengan ukuran : Panjang : 7. Panjang tali sesuai dengan kebutuhan gasing. Latar Belakang Permainan Gasing terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia. Lapangan Area tempat bermain gasing hendaknya yang rata serta tidak ditumbuhi oleh rumput. Tujuan Mengisi waktu luang. Lapangan dan Peralatan a. C. Gasing terbuat dari kayu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menyeruapi jantung pisang bagian bawah. gembira. dan keterampilan meningkat.102 63) PERMAINAN GASING A. dan lainnya. Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki – laki berusia 7 – 17 tahun. misalnya teras kayu asam.5 meter Lebar : 6 meter 2. Gasing Terbuat dari kayu yang keras. Pangkal tali dibuat cincin sehingga dapat untuk memasukan jari tengah. Peralatan a. meningkatkan keterampilan dan bversosialisasi. Kayu tersebut dibentuk menjadi gasing dengan ketentuan sebagai berikut : Tinggi : 11 cm Tinggi Kepala : 2 cm Garis Menengah : 7 cm Badan keliling : 11 cm b. Peraturan Permainan 1. Manfaat Bergaul. kemudian dipintal menjadi tali. Pangkal tali tersebut agak besar dan berangsur – angsur menjadi kecil sampai ke ujung tali.

Setelah peluit berbunti lagi maka regu penyerang menyerang gasing – gasing yang dipasang di petak pasang. Apabila nilai sama maka permainan diperpanjang dengan 1 inning lagi. Pelaksanaan Permainan a. 6. regu penyerang menjadi regu bertahan dan regu bertahan menjadi regu penyerang. Pada inning V diadakan pergantian lapangan ( tempat ). b. Dapat dimainkan secara perorangan dan beregu. Jika beregu. artinya 10 kali sebagai bertahan dan 10 kali sebagai penyerang. Permainan gasing pada umumnya hanya dilakukan oleh putra saja. b. i. h. gasingnya berputar di luar petak pasang dinyatakan mati dna nilai dikurangi 2. b. Salah seorang dari regu bertahan.103 3. Setelah itu. Lapangan tetap di tempat atau di lapangan masing – masing. Regu penyerang di petak serang dalam keadaan siap untuk melempar dan regu bertahan berada di luar petak bertahan untuk siap melakukan pemasanagan gasing. siapa yang gasingnya lebih lama berputar dialah sebagai penyerang terlebih dahulu. waktu melempar gasing lawan menginjak garis ( CD/EF ) dinyatakan batal ( dis ). Kesalahan/ Pelanggaran a. Setelah aba – aba dari wasit dengan peluit. c. c. Lama permainan a. Setelah inning ke V diadakan pergantian lapangan ( tempat ). j. e. Pada inning kedua diadakan rotasi yaitu penyerang dan yang bertahan menjadi regu penyerang dan yang bertahan berada di petak no I. Cara undian ialah dengan memutar gasing oleh kedua belah pihak. satu regu terdiri dari atas 5 orang dengan 2 orang cadangan. Pergantian pemain dapat dilakukan apabila pergantian inning banyaknya pergantian hanya 2 kali. . 5. maka regu bertahan secara serempak memasang gasing masing – masing pada perak yang telah ditentukan. 4. d. II. dan VI ke V serta V ke I. III. Untuk menentukan penyerang dan bertahan. b. Salah seorang dari regu penyerang. f. Permainan gasing dimainkan dalam waktu 10 inning. g. Pada inning ketiga dan seterusnya diadakan rotasi terus sesuai dengan urutan semula. terlebih dahulu diadakan undian. Pemain a. IV.

Seperti no 1 tapi penyerang di petak lawan dapat nilai 4. Pemain bertahan yang memusang gasingnya di petak lain atau di daerah bebas dihukum dengan 1 pengurangan nilai. Wasit : 1 orang b. Gasing regu bertahan segera mati dan berada di luar petak pasang nilai dikurangi 2. maka penyerang boleh maju. gasingnya berputar dipetak kawannya dihukum dengan pengurangan nilai 1. Perkenaan a. Wasit/ pemimpin pertandingan a. Bila kena penyerang maka dapat nilai 3 dan keluar dapat nilai 5.nilai 5. d. Gasing lawan terlempar ke luar petak pasang sedang gasing penyerang berada di petak lain. 9. 8. c. gasing berputar di daerah bebas. Gasing regu bertahan waktu dipasang terus mati di petak sendiri boleh dilempar. maka penyerang nilai = 0. Gasing dipasang dilempar kena dan ke luar. Gasing lawan terlebih dahulu mati maka regu penyerang dapat nilai 3. Salah seorang regu bertahan. selanjutnya masih dapat dilempar oleh regu penyerang. Salah satu regu bertahan. e. b. g.104 c.nilai 5. b. Penilaian a. Denda/ hukuman pengurangan nilai 1 dan 2 jika dari pihak bertahan salah menempatkan gasingnya waktu perang. Kena bisa nilai 3 kesemuanya berlaku jika gasing penyerang lebih lama berputar dari gasing yang bertahan. Gasing lawannya kena dan terlempar ke luar petak pasang. Dinyatakan menang ujika nilai paling banyak. Gasing penyerang lebih cepat mati. d. Penentuan pemenang a. dan jika kena lemparan keluar dapat nilai 5. jika kena tetapi tidak terlempar ke luar mendapat nilai 3. maka regu penyerang boleh masuk ke daerah bebas untuk menyerang gasing tersebut. 7. c. e. Gasing lawan dipasang terus mati dan barada di aderah bebas. Pembantu wasit : 1 orang c. sedang gasing penyerang mengganti di petak pasang sedang gasing lebih lama berputar dari gasing lawan nilai 5. d. 10. f. Pencatat : 1 orang .

Kelompok yang menang nantinya melempar batu agar mengenai sasaran yaitu kereweng yang ditumpuk. 3. C. E.105 PERMAINAN TRADISIONAL PILIHAN 64) PERMAINAN TUJON A. : orang yang melempar batu ke sasaran : kereweng yang ditumpuk 2. Permaian ini dimainkan saat waktu luang.dilanjutkan dengan suit untuk menetukan kelompok yang bermain terlebih dahulu. Peralatan yang digunakan Dalam permainan ini dibutuhkan kereweng atau pecahan genteng yang nantinya disusun. Boleh putra atau putri. Manfaat Permainan ini dapatmengembangkan kepekaan panca indera manusia dan melatih ketepatan. Dibagi menjadi 2 kelompok atau 2 orang yang berlawanan. Permainan ini memiliki sebuah sasaran atau tujuan yaitu berupa benda yang ada di tengah.com/macammacam-permainan-tradisional . Membuat lapangan permainan/ area permainan. Pelaksanaan Permainan 1. Apabila batu yang dilempar itu mengenai sasaran dan kereweng tersebut jatuh. Peserta Untuk memainkan permainan ini dibutuhkan peserta minimal 2 orang atau kelompok yang jumlah dari keduanya harus genap. B. D. Latar Belakang Permainan ini bernama Tujon yang memiliki arti tujuan atau sasaran.blogspot. Penentuan Kemenangan Kelompok atau regu yang paling banyak melempar batu dan mengenai kereweng maka itulah pemenangnya. Permainan ini kemungkinan berasal dari Yogyakarta karena dilihat dari namanya dalam bahasa jawa. maka kelompok yang berhasil itu segera menuju ke kelompok lawan untuk minta gendong. Sumber Permainan ini bersumber dari widarto-aji-kurniawan. F. G.

106 65) PERMAINAN MACANAN A. hanya sekitar 1 meter persegi. sebuah alat yang dipakai untuk bermain. Setidaknya. namun syaratnya harus tetap berpasangan. siang. yang hidup di era tahun 1970-an mengenal sebuah dolanan tradisional yang bernama Macanan. ada yang kalah dan menang. Peserta Dolanan Macanan sering dimainkan oleh anak laki-laki berusia di atas 10 tahun. sore. dianggap sebagai sebuah macan. Syarat lokasi bermain bersih. mengasah otak. Menurut sumber Sukirman (2004). Mereka saling berhadapan untuk saling mengalahkan. B. Pertama – tama membuat arena atau gambar segitiga yang saling dihubungkan oleh garis tegak lurus dan mendatar. setidaknya yang berada di daerah Yogyakarta. Jika lebih. atau benda lain. macanan 8 wong 1 macan. C. Merujuk namanya. Latar Belakang Mayoritas anak masyarakat Jawa. yakni alat lain yang dianggap sebagai manusia. Hanya saja untuk saat sekarang sudah sangat jarang dimainkan karena tergeser dolanan modern lain. macanan 4 wong 1 macan. E. Pelaksanaan Permainan 1. Walaupun tidak ada larangan bagi anak wanita untuk bermain. dan macanan 3 wong 1 macan. tidak banyak menggunakan tempat untuk bermain. menyesuaikan lahannya. keramik. bisa dimainkan secara beregu. asalkan rata dan nyaman. Sementara gambar berupa segitiga dan persegi empat bisa digambar dengan kapur. Alat yang digunakan juga mudah dicari dan sederhana. namun kebanyakan dimainkan oleh anak laki-laki. yakni macanan 21 wong (orang) 1 macan. D. baik pagi. dolanan ini harus dimainkan oleh 2 orang. pensil. atau lainnya. yang memang fungsinya menyerang pihak lawan. Dolanan ini banyak digemari oleh anak laki-laki karena bermasuk dolanan kompetitif. Mereka bermain di waktu senggang. atau malam hari. Namun. tegel. Ada empat versi dalam dolanan Macanan. Gambar segitiga ini biasa disebut gunung. dolanan ini tidak berhubungan langsung dengan hewan macan atau harimau. seperti kerikil atau biji-bijian buah (seperti: sawo. redi. . seperti halma dan lainnya. bisa menggunakan tempat berlantai tanah. atau krangkeng. asam. Manfaat Permainan memberikan manfaat berupa melatih kecepatan berpikir dan ketelitian serta kecermatan dalam melakukan sesuatu atau memutuskan sesuatu. tanjung. dan lainnya). dolanan ini sudah dikenal sejak sebelum Perang Dunia (PD) II. Alat dan Tempat Permainan ini cukup sederhana.

atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain Mul-Mulan. C. G. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. Bisa menggunakan kerikil atau biji – bijian. Peserta melakukan suit atau undian untuk mencari yang menjadi batu dan menjadi macan. Latar Belakang Merupakan permainan yang berasal dari Yogyakarta. Permainan ini biasa dimainkan untuk mengisi waktu luang.MULAN A. Menyiapkan peralatan yang akan digunakan. Bisa laki – laki atau perempuan. misalkan pemain A dan B. F. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. Permainan ini memiliki tujuan untuk menghabiskan batu atau biji lawan. 3. 2004. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna E. Sumber Permainan Tradisional Jawa. dkk. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan .107 2. Yogyakarta. Permainan ini berkembang di masyarakat terutama anak – anak setelah pulang sekolah. Sukriman Dharmamulya. Penentuan Kemenangan Yang menjadi pemenang adalah yang menjadi batu namun paling banyak dapat menutup jalan macan. Kepel Press 66) PERMAINAN MUL . D. Apabila ada dua anak. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. maka pemain B harus menggunakan kerikil. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. B. Yang menjadi batu berusaha untuk membuat macan terperangkap dengan membuat jalan macan tertutup. Pelaksanaan Permainan a. Pengertian dari kata mul – mulan sendiri kurang dicertakan dengan jelas disini. 4. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain.

bisa dengan panjang hingga 30—40 cm. Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. Salah satu pemain segera menggambar bangun bujur sangkar sama sisi lapis tiga di atas ubin atau lantai. serta masingmasing membawa orang-orangan. b. Sisi terluar. Jika pemain A menang. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. tidak lupa salah satunya juga menyiapkan kapur atau alat tulis lainnya (sesuai dengan media yang dipakai). d. Jika bermain di atas lantai atau ubin. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. Kemudian keempat sisi di bagian tengah ditarik sebuah garis menghubungkan bujur sangkar satu dengan lainnya. Di sini. Langkah pertama. Kedua pemain lalu duduk saling berhadapan. Demikian pula dengan bujur sangkar yang ketiga bisa dibuat lebih kecil lagi (lihat gambar). c. ia main duluan. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. . Setelah menyepakati tempat yang teduh dan nyaman. keduanya harus melakukan sut. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 9 buah. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. kira-kira panjangnya 25—35 cm. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar.108 agar tidak keliru. bisa menggambar dengan kapur atau pecahan tembikar. Dengan demikian gambar dolanan MulMulan sudah siap digunakan. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. Kemudian bujur sangkar kedua yang ada di dalamnya bisa dibuat lebih kecil sedikit. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain.

Apabila ada dua anak. H. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. Jakarta. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain nerensi. Ahmad Yunus.. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. Sukirman Dharmamulya. Sumber Permainan Tradisional Jawa. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. Departemen P&K 67) PERMAINAN NERENSI A.109 F. Yogyakarta. B. Permainan ini biasa dimainkan untuk mengisi waktu luang. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. Sebenarnya permainan ini juga ada di Yogyakarta dengan nama Mul – mulan dan dam-daman. atau menyanyi. menampar tangan. C. Pelaksanaan Permainan e. Latar Belakang Merupakan permainan yang berasal dari Filipina. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. maka ia harus menerima hukuman. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna E. Permainan ini memiliki tujuan untuk menghabiskan batu atau biji lawan. misalkan pemain A dan B. 1980/1981. 2004. jika pemain kalah harus menerima hukuman. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. D. dkk. Pengertian dari kata nerensi sendiri kurang dicertakan dengan jelas disini. maka pemain B harus menggunakan kerikil. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. Permainan ini berkembang di masyarakat terutama anak – anak setelah pulang sekolah. Bisa laki – laki atau perempuan. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan . Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah.

Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. Kemudian bujur sangkar kedua yang ada di dalamnya bisa dibuat lebih kecil sedikit. Setelah menyepakati tempat yang teduh dan nyaman. Sisi terluar. . Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. tidak lupa salah satunya juga menyiapkan kapur atau alat tulis lainnya (sesuai dengan media yang dipakai). Demikian pula dengan bujur sangkar yang ketiga bisa dibuat lebih kecil lagi (lihat gambar).110 agar tidak keliru. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. Jika pemain A menang. Di sini. h. Salah satu pemain segera menggambar bangun bujur sangkar sama sisi lapis tiga di atas ubin atau lantai. Jika bermain di atas lantai atau ubin. bisa dengan panjang hingga 30—40 cm. keduanya harus melakukan sut. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. bisa menggambar dengan kapur atau pecahan tembikar. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 9 buah. Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. Dengan demikian gambar dolanan nerensi yang sudah siap digunakan. serta masingmasing membawa orang-orangan. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. f. Langkah pertama. g. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. Kedua pemain lalu duduk saling berhadapan. kira-kira panjangnya 25—35 cm. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. ia main duluan. Kemudian keempat sisi di bagian tengah ditarik sebuah garis menghubungkan bujur sangkar satu dengan lainnya. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan.

Sukirman Dharmamulya. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. Permainan ini dimulai dengan salah satu kelompok membisikan nama dari peserta kelompok lain. .SURAN A. Dimainkan bersama – sama ketika waktu luang. Manfaat Melatih bersosialisasi dengan teman sebaya dan melatih keberanian serta kekompakan dan kepekaan. jika pemain kalah harus menerima hukuman. Asal permainan ini dari Jawa Tengah dan Yogyakarta. Bisa laki – laki atau perempuan. Peserta Dimainkan secara berkelompok. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. 2004. Setelah selesai menyanyikan lagu. Berikut lagunya : Sarsur kurunan mak Mak emake tretete Tak undange tretete Yen kecandak kanggo gawe Adhi mesti mati 2x Tak bedhile mimis wesi Tong tong bull 2x b. Latar Belakang Pengertian dari permainan sur – suran ini kurang jelas namun sering diartikan sebagai tebakan. Sumber Permainan Tradisional Jawa. Yogyakarta. Pelaksanaan Permainan a. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal.111 F. Alat yangDibutuhkan Dalam bermain permainan ini tidak membutuhkan peralatan apapun.. Ahmad Yunus. emak memanggil kelompok yang kedua untuk menebak yang dibisikan oleh kelompok 1. Jakarta. menampar tangan. Satu orang menjadi mak. Departemen P&K 68) PERMAINAN SUR . D. Apabila tebakan itu benar maka mak bilang ―selamat‖. Setelah itu mereka menyanyikan lagu Sur – suran. B. C. Ada satu anak yang menjadi emak dalam permainan ini. E. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. atau menyanyi. I. 1980/1981. Jumlah pemain di tiap kelompok minimal 3 orang. Peserta dibagi dalam 2 kelompok. maka ia harus menerima hukuman. Permainan ini berupa gerak dan lagu sebagai pengantar permainan. dkk.

Latar Belakang Permainan dam – daman ini berasal dari daerah Jawa Tengah. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan agar tidak keliru. misalkan pemain A dan B. Apabila ada dua anak.daman. maka pemain B harus menggunakan kerikil. Kemudian pion yang dilangkahi itu menjadi milik si Pemain tadi. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. Penentuan Kemenangan Apabila kelompok berhasil menebak maka dia menang dan apabila tidak berhasil menebak maka akan menggendong yang kalah. DAM! Kata-kata itu diucapkan oleh pemain yang melangkahi pion milik lawan mainnya. Yang paling banyak menebak benar maka yang menang.112 F. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. Sebenarnya. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. Pelaksanaan Permainan i. H. Dam Daman ini bisa dimainkan kapan dan di mana saja. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. G. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 12 buah.worpress.dimainkan oleh dua orang pemain. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. G. .com 69) PERMAINAN DAM – DAMAN A. Sedikit bercerita tentang permainan ini. B. Sumber Permainan-tradisional-sur2an. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain dam . Bisa laki – laki atau perempuan. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna I.

Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. Jakarta. jika pemain kalah harus menerima hukuman. menampar tangan. Latar Belakang Damon adalah permainan anak yang gemar mengoleksi karet lingkar / karet gelang. Langkah pertama. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. ia main duluan. l. Jika pemain A menang. Di sini. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. Setelah itu mereka membuat arena bermain yang berbentuk seperti ini. Departemen P&K 70) PERMAINAN DAMON A. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. keduanya harus melakukan sut. Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. J. Pada zaman dahulu untuk mendapatkan karet tidak membeli . Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. dkk. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. Sumber Permainan Tradisional Jawa. Sukirman Dharmamulya. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. 2004. 1980/1981. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong.113 j. maka ia harus menerima hukuman. Yogyakarta. J. Ahmad Yunus.. atau menyanyi. k.

Pada saat istirahat sekolah anak-anak jajan nasi bungkus yang tali ikatnya menggunakan karet. Peserta Anak – anak usia Sekolah Dasar baik laki – laki maupun perempuan. kedua pemain melakukan undian menentukan siapa yang lebih dulu menjatuhkan karet. kemudian c. Dan lidi untuk sasaran. Karet tersebut tidak langsung dibuang tetapi dikumpulkan untuk bermain kilanan Dua pemain saling beradu kecermatan dalam menyentil karet supaya berdekatan hingga satu jengkal. Pemain pertama menjatuhkan satu karetnya di tanah. H. dan meningkatkan kecermatan dan ketrampilan. Pemain kedua menegaskan bahwa dirinya sudah yakin atau siap dengan mengucap kata ―Berani‖ jika memang sudah siap. Pemain kedua menjatuhkan satu karetnya agak berjauhan dengan karet pemain pertama d.114 B. f. D. F. Sebelum permainan dimulai. e. Sementara yang kalah akan kehilangan satu dari karetnya bahkan bisa semuanya. dalam rumah. permainan ini sangat seru dan menyenangkan karena siapa yang menang berhak mengambil dan memiliki karet lawan. G. g. Pemain berusaha memasukan karet ke lidi yang ditancapkan. Manfaat Manfaat permainan ini adalah dapat meningkatkan pergaulan antar teman . . Namun orang dewasa pun dapat ikut memainkannya. Penentuan Kemenangan Pemain yang paling banyak memasukan karet ke dalam lidi maka dialah pemenangnya dan berhak membawa pulang karet yang digunakan dalam permainan. asalkan tempatnya datar. Jumlah pemain minimal 2 orang. secara langsung. Alat yang Digunakan Karet gelang dan tempat untuk bermainnya dapat di kebun. Tujuan Tujuan permainan ini untuk mengisi waktu luang dan melatih kecermatan yaitu pada saat menyentil karet untuk di dekatkan pada karet lawan. gembira. Jika belum berani maka pemain kedua boleh memindah karetnya supaya lebih dekat lagi dengan karet pemain pertama. Pelaksanaan Permainan a. halaman. Pemain kedua meniup karet agar dapat mendekati sasaran yaitu berupa lidi yang ditancapkan di atas tanah. Sumber Permainan ini dicerikan dan dipraktekan pada saat pembelajaran mata kuliah permainan tradisional kelas PGSD Penjas A tahun 2009 di semester 4. b. E. C.

115 71) PERMAINAN GOBAK BUNDER .