1

PERMAINAN TRADISIONAL NUSANTARA
1) PERMAINAN MBURU KEWAN
A. Latar belakang permainan Permainan ini dibuat untuk mengisi kegiatan pada waktu sore hari,dengan cara menirukan orang yang sedang berburu binatang dengan cara melempar benda untuk menangkap binatang yang sedang diburu. B. Asal permainan Asal permainan ini adalah dari daerah pemalang dan sekitarnya C. Peserta Pesertanya adalah semua umur,baik anak-anak maupun orang dewasa dapat melakukan permainan ini.peserta minimal 10 orang dan maksimal tak terbatas. D. Alat yang diperlukan Alatnya adalah 2 buah bola plastik untuk bahan lemparan berburu E. Pelaksanaan Permainan Pertama di awali dengan diundi (hompimpah) untuk mencari 2 orang untuk menjadi pemburu dan sisanya menjadi binatang yang menjadi sasaran lemparan.nanti kalau ada anak yang terkena bola leparan dari pemburu,maka dia harus keluar dari arena permainan dan menjadi pemburu.dalam permainan ini tidak boleh melempar kearah kepala. F. Tempat dan waktu permainan Ditempat yang luas misalnya kebun,lapangan,pelataran rumah dll,dan biasanya dilakukan pada sore hari sambil menunngu maghrib G. Penentuan pemenang Dalam permainan ini yang menang adalah orang terakhir berada di lapangan permainan atau tidak tertangkap pemburu H. Tanggapan masyarakat Menurut masyarakat sekitar permainan ini cukup baik,karena dapatmenimbulkan kesenangan dan dapat melatih keterampilan dalam melempar dan menghindar I. Sumber Saya mengetahui dari mas ahmad yang dulu pernah melakukan prmainan ini.

2) PERMAINAN SASEGO’AN
A. Latar Belakang Permainan ini dinamakan ―Sasego‘an‖ ( bahasa lampung )yang artinya ―Main sumput-sumputan‖ atau sembunyi-sembunyian. Hal ini sesuai dengan pelaksanaan permainan yaitu ― Menyembunyikan Sesuatu ―.

2

B. Peserta Permainan ini pada umumnya hanya dilakukan oleh anak-anak perempuan saja. Usia para peserta berkisar antara 7-13 tahun, dan dilakukan oleh sekurang – kurangnya 4 orang anak. Alat dan Fasilitas Permainan ini sebenarnya hanya semacam permainan sumput-sumputan yang hanya menggunakan peralatan sepotong kapur tulis, sepotong arang untuk menggambar, dan bagi masing- masing peserta sebatang lidi kecil kurang lebih 1cm, atau pecahan kecil dari beling kaca atau sebuah batu kecil yang gunanya unutk disembunyikan dalam permainan ini. Pelaksanaan Permainan Masing – masing anak (A,B,C dan D) duduk berjongkok di tanah saling bertolak belakang(membelakangi) dengan jarak masing-masing peserta kurang lebih 2 meter. Masing-masing anak ini membuat gambar segi empat dengan panjang sisi masing-masing segi ampat kurang lebih 10cm, kemudian segi empat tadi dibagi nenjadi empat bagian Setelah selesai,masing-masing memperlihatkan kepada peserta lainnya alat atau barang yang akan disembunyikan pada salah satu petak di dalam segi empat tersebut.Setelah itu masing-masing anak tadi mulai menyembunyikan alatnya pada salah satu petak dari segi empat tadi secara sembunyi-sembunyi dan hati-hati jangan sampai anggota lain mengintip tempat ia menyembunyikan alat tadi. Cara menyembunyikannya adalah dengan jalan menggali pada salah satu petak secara hati-hati jangan sampai terlihat ada bekas galian ataupun ada bekas timbunan pad tempat tersebut. Setelah penyembunyian di lakukan oleh masing-masing mereka harus mengatakan khadu, yang artinya sudah. Seterusnya ke empat anak (A,B,C dan D) bergiliran mencari alat permaian temannya yang disembunyikan tadi. Setiap orang hanya di bolehkan menebak dan mencari satu petak saja dan bagian yang lain untuk ditebak dan dicari teman-teman yang lainnya. Jika si A berhasil menebak tempat sembunyian si B dan berhasil menemukan alat si B, maka si B mempunyai utang 1 point. Selanjutnya si B kembali mennyembunyikan alatnya tadi pada salah satu petak tadi untuk ditebak dan dicari si C dan si D. Begitu seterusnya pada yang lainnya. Penentuan Kemenangan Siapa yang alat permainannya sering ditemukan teman-temannya itulah yang kalah, sebaliknya yang alat permainannya paling sedikit diketemukan teman – temannya itulah pemenangnya. Tanggapan Masyarakat Pada umumnya masyarakat merasa tidak keberatan diselenggarakan permainan ini, karena sifatnya hanya sekedar rekreatif dan tidak merugikan moral dan pendidikan anak-anak.

C.

D.

E.

F.

3

G. Sumber Suwondo, Bambang. 1983. Permainan Rakyat Tradisional Daerah lampung. Deprtemen Pendidikan dan Kebudayaan.

3) PERMAINAN SONDOK - SONDOKAN
A. Latar Belakang Permainan Tradisional di Kabupaten Kuantan Singini (Kuansing) angsur-angsur mulai menghilang dikalangan anak-anak di Kuantan Singingi, seperti Permainan Gasing. Begitu pula dengan Cerita Rakyat Kuansing seperti Ombak Nyalo Simutu Olang. Berikut ini adalah paparan tentang salah satu Permainan Tradisional Anak-anak di Kuansing. Sondok-sondokan adalah permainan tradisional di Kuansing tepatnya di Kenegerian Sentajo. Sondok-sondokan atau cari-carian merupakan permainan anak-anak tempo dulu, dimana permainan ini diangkat dari disebuah desa yang ada di Kenegerian Sentajo lebih tepatnya di Koto Sentajo. Koto Sentajo terutama pada dusun Gonting memiliki kontur dengan sedikit berbukit sehingga semakin nyaman digunakan untuk permainan Sondoksondok an, apalagi ditambah dengan adanya pelak milik masyarakat, dimana pelak ini semangkin menciptakan semangat permainan bagi para peserta, sebab didalam pelak ini selalu terdapat tumbuh-tumbahan yang ditanam pemiliknya untuk kebutuhan hidup sehari-hari seperti Pisang, Jeruk nipis, terong, Kunyit dan berbagai keperluan dapur lainnya. Dengan adanya berbagai tanaman dalam pelak Tersebut semakin elok sebagai tempat permainan ini. Ket : Sondok – sondokan : Cari – carian/ sembunyi Pelak : Kebun yang dipagar Tonggak : Tiang Olun : Belum B. Peserta Permainan Sondok-sondok an terbagi menjadi 2 Jenis Permainannya yaitu Tonggak Dingin dan Tonggak Bantuan, dimana kedua permainan ini mempunyai perbedaan, tonggak dingin biasanya dilakukan oleh anak-anak yang lebih kecil dari peserta Tonggak Bantuan, dimana peserta Tonggak Bantuan berumur antara 11 – 14 tahun, permainan tonggak dingin selalu dilakukan pada siang hari, sedangkan Tonggak bantuan Dilakukan Pada malam hari pada saat terang bulan, baik pada saat cahaya bulan penuh maupun pada cahaya bulan sabit, dimana pada saat bulan sabit akan lebih menantang karena cahaya dengan sedikit gelap dan samar-samar. C. Pelaksanaan Permainan Waktu permainan ini biasanya dilakukan setelah pulang mengaji sekitar jam 20.00 WIB, pada malam-malam sekolah biasanya sampai jam 22.00 WIB, tapi tidak terlalu sering permainan ini dilakukan pada malam-malam tersebut

dimana tonggak yang pakai untuk permainan tersebut hanya 1 pohon. Kedua Melewati batas yang telah ditetapkan. kemudian pemenang sambil berlari mencari persembunyian.  Penentuan Batas Apabila regu atau pasangan masing-masing telah didapat dan ditetapkan. walaupun permainan dimalam hari pesertanya bukan saja laki-laki namun perumpuan juga tidak ketinggalan untuk ikut serta. Lalu bagaimana isyarat bagi yang kalah bahwa satiap peserta betul-betul . jarak terjauh dari tiang biasanya berkisar 250 M. Pada kesempatan ini juga membahas pelanggaran yang dilakukan oleh masing-masing regu. dimana pada malam minggu biasanya dilakukan sampai larut malam. melalui musyawarah yang tidak terlalu lama biasanya batas-batas bisa ditentukan.00 WIB.  Cara Bermain Awal permainan ini dimulai dimana regu (2 orang) yang kalah dengan memejamkan/menutup mata sambil menghadap kearah tonggak. sebab dalam hal ini tergantung berapa jumlah yang ada pada malam itu. dimana tonggak yang digunakan yaitu Pohon yang ada disekitaran lokasi permainan. biasanya permainan ini sering dilakukan pada malam minggu. dalam penetapan batas ini tidak terfokus pada jauhnya jarak. sambil berlari biasanya salah satu atau beberapa peserta sambil mengucapkan olun-olun berarti waktu yang kalah untuk membuka mata belum selesai.4 kecuali hari libur sekolah. langkah berikut adalah menetapkan batas-batas persembunyian yang akan disepakati bersama. dimana satu regu hanya terdiri dari 2 (dua) orang. dalam pembagian kawan ini bisa ditentukan secara langsung seperti sit jari dan bisa juga dengan cara undian. dimana pelanggaran yang dilakukan akan mengakibatkan kekalahan akan berpindah pada pihak yang melanggar aturan yang telah disepakati bersama.  Alat yang Digunakan Dalam permainan ini menggunakan Tonggak sebagai alat bantu utama. rumah penduduk. idealnya dalam permainan paling sedikit sekitar 7 Regu atau 14 orang. Pinggir Sawah dan sebagainya. namun biasanya ditentukan dengan menunjuk pada objek-objek tertentu seperti jalan.  Aturan Permainan  Penetapan Kawan : Sebelum permainan dimulai maka harus dilakukan dulu penetapan kawan masing-masing. semakin banyak regu dalam permainan ini semakin seru dalam pelaksanaannya. dan tidak tertutup kemungkinan sampai jam 00. Ada dua pelanggaran yang harus diwaspadai oleh para peserta pertama memegang tonggak sebelum yang kalah memegang Tonggak tersebut. jumlah regu yang akan bermain tidak terbatas.

Bahkan permainan ini bisa dimulai di mana saja tanpa persiapan apapun. Sumber http://www. dalam percarian kedua peserta yang kalah tersebut harus berpencar atau berpisah arah. sebab kalau tidak akan menjadi rumit. Gambreng .html 4) PERMAINAN CANDAK NDODOK A. Latar Belakang  Nama Permainan Candak Ndodok atau sering disebut dalam bahasa indonesia yaitu Petak Jongkok atau Tap Jongkok adalah salah satu permainan tradisional Indonesia yang tidak membutuhkan banyak peralatan untuk memulainya. Nilai yang Terkandung Hal-hal positif yang bisa diambil dari permainan sondok-sondok an/cari-carian yang harus ditanamkan sejak dini antara lain :  Keberanian dalam kemandirian  Kejujuran dalam aktifitas  Silahtuhrahmi antar peserta selalu terjalin E. dua orang yang kalah tadi bersiap untuk mencari setiap peserta permainan. jika ini terjadi maka permainan harus di ulang dan yang kalah tidak akan berubah. Tentunya minus persiapan ditegur petugas keamanan ataupun persiapan menahan malu yang teramat sangat. jangan sampai orang yang belum dapat atau ditemui memberi bantuan dengan memegang tonggak. D. setelah didapat peserta yang bersembunyi yang kalah harus kembali ke tonggak untuk memegang tonggak sambil menyebut nama peserta yang telah didapat. Permaian candak ndodok dimulai dengan sebuah gambreng. salah satu diantara mereka harus menjaga tonggak.sungaikuantan. ini dilakukan agar lebih konsentrasi dalam pencarian. dimana saat kondisi seperti itulah yang kalah untuk membuka matanya. setelah yang kalah memegang tonggak maka keduanya harus berbagi tugas.  Sejarah Permainan Permainan candak ndodok ini merupakan permainan yang sangat unik.5 telah bersembunyi? Biasanya isyarat bagi regu yang kalah saatnya untuk membuka mata yaitu setelah tidak ada lagi terdengar suara peserta yang mau bersembunyi. Peserta yang kalah harus mencari sebanyak mungkin semua peserta yang menang kalau bisa semuanya ditemukan.com/2010/02/permainan-tradisional-kuansingsondok. mengapa demikian? Misalnya yang ada 10 Regu otomatis yang bersembunyi ada 9 regu dengan jumlah 18 orang. Apabila semua telah bersembunyi suasana dalam keheningan malam akan terasa pada saat itu.

. Alat dan Fasilitas yang Diperlukan Dalam permainan candak ndodok ini para pemain hanya membutuhkan lapanga yang luas yang berbentuk persegi panjang. B. Para target bisa meloloskan diri dengan cara berjongkok. Tentukan satu orang yang akan mengejar. Bila si penjaga berhasil melakukan itu. Biasanya permainan dimulai dengan semua pemain lari berpencar menjauhi si penjaga. 3. Satusatunya cara untuk kembali berlari adalah pemain ditepuk oleh pemain lain yang masih berdiri dan tidak menjadi penjaga.6 adalah sebuah proses menentukan giliran yang biasanya dimulai dengan teriakan "Hom pim pah alaiyum gambreng!". Si penjaga harus mengejar pemain lainnya sampai berhasil menepuk (di mana saja) salah satu pemain. Anak yang berdiri dapat membangunkan anak yang jongkok. Pemain yang jongkok dianggap tidak aktif dan tidak bisa mengaktifkan diri sendiri. Untuk menghindari pengejar. Begitu juga dengan anak yang tidak jongkok namun berhasil disentuh oleh pengejar akan menjadi pengejar selanjutnya. Tetapi. D. setiap anak boleh jongkok. hal inilah yang menyebabkan permainan ini diberi nama ―Candak Ndodok‖. Permainan candak ndodok ini berasal dari daerah Jawa Timur. 5. Karena permainan permainan petak jongkok ini tidak sulit di mainkan bahkan mudah untuk di mainkan oleh anak-anak. Peserta Permainan ini dapat di mainkan oleh anak SD umur 7 sampai 12 tahun atau mulai dari kelas dua sampai dengan orang dewasa karena permainan ini boleh dimainkan oleh siapa saja baik laki-laki maupun perempuan. 2. Pelaksanaan Permainan Dalam permainan ini tentu saja kita semua harus tahu dan mengerti cara bermain dengan baik. sedangkan orang yang berjaga akan menjadi target penjaga. posisi akan otomatis berubah. diantaranya adalah sebagai berikut : 1. 4. Orang yang ditepuk akan berjaga. maka pemain tersebut tidak bisa berjongkok untuk menghindari kejaran penjaga. Bila jongkok berarti dia tidak dapat disentuh oleh pengejar. membutuhkan lapangan yang luas dan jumlah peserta untuk melakukan permainan petak jongkok ini maksimal 10 orang dan minimal 5 orang karena kalau kebanyakan kasihan yang kalah atau yang akan jadi pengejar. Bila pemain yang berdiri hanya tersisa satu orang. 6. Pemain tersebut harus mengaktifkan pemain lainnya baru kemudian bisa berjongkok untuk menghindari kejaran penjaga. C. anak yang terakhir jongkok berarti akan menjadi pengejar menggantikan pengejar yang lama. Permainan petak jongkok ini. Dan permainan seperti ini yang selalu dimainkan olek anak-anak ketika mereka libur sekolah atau pada waktu anak-anak SD istirahat menunggu bel masuk kelas.

B. . Tetapi. 3. Latar Belakang Isutan Jarat adalah nama permainan tradisional yang berkembang di daerah Kalimantan Selatan. Namun. permainan tersebut berlangsung lama sampai para pemain merasa lelah dan capek jadi pemain yang menang dan kalah akan selalu berganti-ganti. Memaksa pemain yang sedang berjongkok untuk berdiri. 5) PERMAINAN ISUTAN JARATAN A. Lupa membangunkan pemain yang sedang berjongkok seharian penuh di lapangan. Tanggapan Masyarakat Dunia anak adalah dunia bermain. bagian inilah yang diambil oleh anakanak untuk membuat tali jarat. Sumber Sumber permainan candak ndodok ini saya dapat dari Hamid Nur dan permainan tradisional merupakan permaina anak tempo dulu yang sekarang hilang dimakan zaman. kata isutan ini mungkin dari peralihan kata ‗usutan‘ yang berarti ‗mencari‘. Jadi isutan jarat maksudnya mencari tali yang bajarat (memiliki jerat). Beragam mainan diciptakan untuk menghibur dan juga sebagai sarana pendidikan anak. Sedangkan bilahnya terbuat dari kayu atau bambu yang diraut agak runcing dengan panjang tidak lebih dari lengan.7  Hal yang tidak boleh dilakukan 1. G. sikap mudah bersosialisasi. dan membangun EQ. Asal katanya dari isutan dan jarat. Jika pemain yang dikejar maka dianggap menang dan pemain yang jadi pengejar maka dianggap kalah. Mendorong pemain yang sedang berjongkok sampai terjatuh. 2. kemampuan membuat strategi. Permainan ini sebenarnya menebak letak jarat yang ada di dalam pasir. F. yaitu tali dari serat pohon pisang dan bilah kayu dari bambu atau jenis kayu lainnya. Penentuan Kemenangan Untuk menentukan pemain yang menang dan kalah. Permainan seperti ini mengasah kemampuan otak. kita lihat dari berlangsungnya permainan tersebut. Alat dan Fasilitas Peralatan bermain berdasarkan permainan aslinya. Pada permainan ini tiap pemain berusaha mencari jarat pemain lainnya yang disembunyikan di dalam pasir dengan cara menusukkan bilah lidi/kayu/bambu. Pohon pisang yang kering biasanya terlihat seratnya. E. Mulai dari mainan yang terbuat dari plastik hingga mainan elektronik. Sedangkan ‗jarat‘ adalah istilah orang Banjar untuk tali yang ujungnya bersimpul untuk menjebak atau mengikat (seperti tali lasso di Amerika). tidak ada salahnya mengajarkan permainan yang mungkin sering dimainkan sejak kecil.

 Begitu seterusnya tiap pemain bergiliran menebak jarat lawan F.  Teknik menyembunyikan jarat ini menentukan kelihaian tiap anak dalam bermain usut jarat. Apabila semua anak yang giliran mencari sudah menusukkan bilahnya maka yang mempunyai jarak menariknya sehingga akan ketahuan siapa yang berhasil menebak jarat.  Tahap mencari jarat  Ditentukan dulu timbunan pasir siapa yang akan dicari duluan. Tahapan Tahapan permainan :  Tahap menyembunyikan jarat :  Misalnya jumlah pemain ada 4 orang. Dua orang diperlukan karena akan ada posisi pasang tempat yang menyembunyikan jarat) dan posisi naik (yang mencari lubang jarat).8 C.  Setelah itu masing-masing anak menusukkan bilahnya ke dalam. ini bisa dilihat dari kejujuran saat menyembunyikan jarat dimana anak yang lain sepakat untuk tidak saling intip serta kejujuran untuk memasang lubang jarat yang sama lebar dengan pemain lainnya.  Jarat yang ingin disembunyikan ditimbun perlahan-lahan dengan pasir agak tebal supaya tidak kelihatan.  Keempat anak ini berpencar ke daerah pasir masing-masing untuk menyembunyikan jaratnya. . Waktu permainan bebas bisa dimainkan kapan saja kalau di kampung anak-anak (laki-laki dan perempuan) akan memainkannya saat sore menjelang mandi di sungai. E. Peserta Jumlah pemain isutan jarat minimal dua orang dan sebanyak-banyaknya empat orang. D.  Ujung tali yang tidak memiliki jarat disisakan diluar untuk menariknya nanti.  Pemain yang berhasil bilahnya akan tersangkut di dalam jarat. ada yang menyembunyikan jarat dengan ujungnya berkelok-kelok sehingga lawan sulit menebak letak jarat sebenarnya. Penentuan Kemenangan Dalam permainan ini tidak ada konsekuensi kalah atau menang hanya memberikan kepuasan dan kebanggaan bagi anak yang berhasil mencari jarat atau anak yang jaratnya tidak berhasil ditemui lawan. Permainan isutan jarat tidak ada kaitan dengan jenis upacara atau peristiwa tertentu. Tempat orang sudah dirasa cukup karena akan terlalu ramai yang bisa menimbulkan kebingungan. Pengaruh dari permainan ini adalah memberikan sifat sportifitas bagi anak-anak. Tempat Lokasi permainan ini biasanya di pinggir sungai saat air surut atau di halaman rumah yang banyak pasirnya.

9 G. dewasa E. D. Manfaat Memupuk sifat sportifitas. Sumber http//www. B.  Pemain Pemain bisa dimainkan oleh putra maupun putri yang jumlahnya tidak ditentukan.permainan tradisional.  Selanjutnya pemain harus menyebar untuk mencari tempat bertahan seperti dibelakang pohon.com. Tujuan Tujuan dari permainan ini mengisi waktu luang.  Peralatan Bambu. 7) PERMAINAN TAMBI . Latar belakang Disebut dengan nama tambi-tambian sebab pada waktu dahulu permainan ini dimainkan oleh anak-anak suku Tambi. diadakan hung pimpa untuk menentukan siapa yang akan menyerang terlebih dahulu.dapat bersosialisasi dengan yang lain. Suku Tambi yaitu suku pendatang dari luar Kalimantan Timur. Latar Belakang Ceteran adalah permainan tradisional yang berasal dari sleman yang tidak diketahui secara pasti siapa yang membuat permainan tersebut.batu.air dan kertas dijadikan sebagai peluru. Sasaran Anak-anak.dan leher.mata. C. remaja. Pelaksanaan Permainan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan lebih dominan dialam terbuka seperti : Dikebun dan lapangan. yang sekarang banyak ditemui di kota .  Pemain yang kalah bisa bertahan terlebih dahulu sambil bergantian menyerang. melatih indra penglihatan dan mengembangkan ketrampilan ketepatan pada target yang bergerak.kuping. 6) PERMAINAN CETERAN A.  Pihak lawan yang banyak kena peluru kertas itulah pihak yang kalah.dan penghadang lainnya.TAMBIAN A. memupuk sportifitas.  Pelaksanaan Permainan  Sebelum permainan dimulai.menahan emosi.  Permainan ini tidak boleh mengenai kepala.

D. yakni sebuah lapangan yang datar yang berukuran ± 2 x 8 m. karena permainan ini sangat membutuhkan tenaga lebih-lebih pada waktu diadakan hukuman. dan A masing-masing berdiri bersiap-siap pada lubang yang telah dipilih sebelumnya.  Apabila pada waktu E melempar bola dan masuk pada lubang B. C. Maksud diberi penghalang ini adalah agar bola yang dilempar tidak bergulir jauh keluar lapangan permainan dan juga agar bola dapat mental kemudian menggelinding bebas masuk ke salah satu lubang. Jumlah lubang yang dibuat harus sesuai jumlah pesertanya dan jarak antara lubang dengan papan penghalang kira-kira 10 cm. Jumlah pemain dapat berjumlah 2 orang. Peralatan atau perlengkapan yang dipakai dalam permainan ini dilengkapi dengan lubang sejumlah pesertanya dan lubang itu sebesar bola. maka E berhak bermain lebih dahulu (memasukkan bola ke dalam lubang lebih dahulu). Para pelakunya pada umumnya anak-anak pria. sedang pada lubanglubang permainan tidak diberi penghalang. D. Samarinda.10 Balikpapan. maka B dengan cepat mengambil bola dan sementara itu teman-teman yang lain (A. Sasaran E sebenarnya adalah lubang milik E. maka sebagai pengganti lubang dapat digunakan garis lingkaran yang agak besar. C. jadi A telah kalah 1 angka). permainan ini juga dapat dimainkan. Pada awalnya orang menyebut permainan ini dengan sebutan Tambi-tambian dengan model lapangan seperti pada gambar lapangan I. Yang ideal berjumlah 4 orang dan Maksimum 5 orang. Suku ini berperawakan besar dan berkulit hitam. terdiri dan garis batas pelempar dan lubang-lubang sasaran yang dikelilingi dengan papan atau batu bata yang dijejer. Tetapi tidak jelas dari mana asal usul permainan ini karena hampir semua daerah di Kalimantan Timur mengenal permainan ini. E) berlari sedang B yang telah berhasil mengambil bola tersebut berusaha melempar temannya dengan bola tersebut sampai mengenai sasaran. sedang B. Di samping itu lapangan permainan yang dipergunakan dilengkapi dengan garis pembatas lapangan. Tahapan Permainan  Misalnya pemain berjumlah 5 orang dan setelah diadakan undian maka berturut-turut yang menang adalah E. Pelaksanaan Permainan  Persiapan Para pemain mengadakan undian lebih dahulu dengan hom-pim-pa atau suit. B. dan apabila lemparan E tidak ada yang mengenai sasaran maka E tidak berhak melempar lagi.  Karena yang menang pertama adalah E. Tanda ini adalah tanda kalah. Tetapi apabila lebih dari 5 orang.  Apabila lemparan B mengenai A. Ada juga bentuk lapangan yang berbeda yaitu lapangan diberi batas ± 2 x 8 m. maka lubang permainan A diberi tanda (Biasanya dipakai tanda berupa serpihan kertas atau batu. yang menurut ceritanya mereka berasal dari Ceylon. Itulah sebabnya pada saat seorang . Mengenai latar belakang sejarah perkembangan permainan ini dulunya sering dimainkan oleh anak-anak dari suku Tambi. B. Apabila tidak memungkinkan untuk membuat lubang. C. Setiap pemain menentukan lubang permainannya masing-masing. Mempersiapkan lapangan permainan seperti tersebut pada gambar. D. A. tetapi gilirannya adalah pemenang undian ke-2 (yaitu B).

Tetapi apabila dalam pelaksanan hukuman seorang anak yang sedang menghukum tidak mengenai sasaran (misalnya pada saat D melempar bola ke A dan tidak mengenai A. untuk dilemparkan pada salah seorang anak. Di sini misalnya : A kalah 5 C kalah 4 E kalah 3 B kalah 1 D kalah 0 D melempar bola pada tubuh A sebanyak 5 kali.  Setelah lubang A diberi tanda maka giliran melepar/memasukkan bola adalah B (karena pemenang kedua dalam undian). Penghalang dari batu bata. maka A harus dihukum oleh anak-anak yang bermain dalam permainan itu.  Pada setiap anak yang kena lemparan dinyatakan kalah dan pada lubang permainan miliknya diberi tanda kertas atau batu kecil. anak-anak itu lari menghindari lemparan. Keterangan : a.11 anak hendak melempar bola pada teman-temannya. Setelah selesai maka B menghukum A dengan 4 lemparan (sebab B kalah 1). Jadi apabila peserta permainan ada 5 orang dan sudah mencapai kalah dengan angka 5 maka permainan berakhir dan anak-anak memberi hukuman bagi yang kalah. C. B. D dan E). Permainan ini kembali seperti keterangan c dan d. Kemudian C menghukum dengan 1 lemparan. lubang-lubang permainan c. sebab C kalah 4. Dan selanjutnya jalannya permainan seperti pada poin c dan d di atas. Maka berturut-turut yang menghukum adalah yang paling sedikit jumlah nilai kalahnya. balok atau papan a —— b = ± 4 cm b —— c = ± 10 cm . Nilai kalah yang terkumpul adalah sejumlah peserta permainan. Setelah selesai kembali giliran B menghukum B dan seterusnya sampai hukuman selesai dijalankan. sebab E kalah 3. Jadi 5 (kalah A)-l (kalah B) = 4. Kemudian E menghukum A dengan 2 kali lemparan. maka bola yang lolos akan diperebutkan kembali oleh anak-anak (A. Penentuan Kemenangan Misalkan di sini yang kalah 5 adalah A. C. Garis-garis tempat melempar bola b.

melempar dengan kaki untuk berusaha mengenai batu yang dipasang sebagai target. Misal pemain ada 4 maka bisa dibuat regu atau kelompok dua lawan dua. Karena anakanak yang terpenting dalam sebuah permainan adalah kesenangan. Dan merupakan permainan tradisional yang sering dimainkan terutama oleh anak laki-laki. 5. C. B. Awalan yaitu dengan suit untuk menentukan siapa yang memulai dahulu 4. Halaman dari tanah  Jalannya permainan Permainan dilakukan: 1. Dan batu itu sebagai sasaran. 2. Pemain harus lebih dari satu orang. Garis batas untuk awalan jaraknya disesuaikan dengan kemauan saat bermain 3. Latar Belakang Permainan ini dilakukan pada saat saya masih kecil. Batu yang sedang 2.12 8) PERMAINAN GANDON A. Misal 5 batu. Didaerah saya yaitu di Banjarnegara. Setelah itu baru mengincar batu target dengan dilempar menggunakan tangan tetapi dengan cara kaki satu diangkat dan batu dilempar melalui bawah kaki yang diangkat baru ditangkap lagi . 6. Apabila ada perempuannya maka dibagi supaya adil. Beberapa batu diletakkan berdiri sejajar. Peserta Dalam permainan gandon. Pemain pertama melakukannya dengan cara meletakan batu dipunggung kaki dan mengayunkannya. Semua pemain yang pertama kali melakukan harus menggunakan kaki. Dari orang pertama hingga terakhir. permainan ini diturunkan secara turuntemurun sehingga tidak tahu pasti siapa yang menciptakannya. Pelaksanaan Permainan  Alat dan Fasilitas 1. pemain biasanya tidak begitu banyak karena tempat juga merupakan faktor penentu.

faktor konsentrasi sangat dibutuhkan dalam permainan ini. Terdapat seorang pemimpin dan banyak rakyat yang disimbolkan dengan lidi pelepah daun kelapa. Seorang kepala desa (lurah) biasanya memiliki kekuasaan yang besar. Dan juga dari orang tua dan tetangga saya banyak yang memberitahu permainan ini. F. Sumber Permainan ini saya dapatkan dari pengalaman sewaktu kecil dan masih duduk di bangku sekolah dasar. Orang-orang setempat menyebut permainan ini dari daerahnya sendiri.13 dengan tangan kemudian baru boleh dilempar kesasaran. serta keterampilan pemainnya. Akan tetapi. dan saat melakukan permainan dapat menerapkan taktik yang telah disiapkan. Permainan magang lurah ini belum teridentifikasi secara pasti asal muasal pertamanya. sesama rakyat biasanya sukar atau memiliki keterbatasan kemampuan dalam membantu sesamanya. Kabupaten Purworejo. Kecamatan Grabag. ketelitian. Lurah juga memiliki fasilitas yang memadai untuk membantu warganya yang sedang mengalami kesulitan. 9) PERMAINAN MAGANG LURAH/MIL-MILAN A. Penentuan Kemenangan Pemenang ditentukan dari banyaknya batu yang berhasil dirobohkan dengan cara di lempar dengan batu tersebut. sedangkan rakyat (masyarakat) digambarkan sama. Faktor taktik dan strategi juga tidak lepas dari permainan ini. Lurah bisa memerintah / menolong rakyatnya yang mengalami kesulitan dengan mudah. Batu tidak boleh terjatuh atau kedua kaki menyentuh tanah. Selain itu juga. Permainan ini mengutamakan kecermatan. Karena dahulu sering saya mainkan saat waktu senggang. seorang pemain dapat menyusun strategi cara bermainnya. Tempat dan waktu permainan permainan dilakukan pada siang hari atau pada waktu senggang dan dilakukan dihalaman rumah. Sebelum melakukan permainan. Dengan gambar seperti dibawah : E. Akan tetapi permainan ini sudah dimainkan secara turuntemurun di Desa Harjobinangun. karena . Seseorang yang mampu berkonsentrasi dan menjaga ketelitian akan dapat secara baik menyelesaikan dan memenangkan permainan. Latar Belakang Permainan Magang Lurah ini Pada dasarnya merupakan simbol kehidupan bermasyarakat di desa. Sehingga pemain harus bisa berhati-hati dalam memainkan permainan ini. Sekali saja melakukan keceroohan maka akan menghancurkan permainan. D.

14 permainan ini mereka mainkan sejak kecil secara turun temurun dari orang tua mereka. Lidi yang melewati garis pembatas / sebagian besar bagian lidi melewati garis pembatas. Permainan ini dilakukan pada saat anak- . dst. permainan ini efektif dimainkan oleh 2-4 orang. lidi yang lain tidak boleh ada yang bergerak. D.  Umur Peserta Permainan Permainan magang lurah ini biasanya dimainkan anak-anak yang berusia antara 6-12 tahun atau usia anak sekolah dasar.  Pemain mengambil lidi satu persatu. karena diperlukan cahaya yang terang. itu tandanya permainan berhenti dan ganti giliran pemain yang lain. Kapur tulis / peralatan lain untuk membuat garis pembatas. Biasanya batas nilai antara 200-500 poin. B. sehingga lidi mudah diambil. Pemain yang telah melampaui nilai dinamakan ―mendhem 1. Dikarenakan permainan ini lebih mengutamakan ketenangan pikiran dan tidak mengutamakan fisik. dan lidi lurah (yang paling panjang) diberi nilai 15. Tempat bermain magang lurah dapat dilakukan di tanah maupun di lantai tergantung kondisi.  Setiap lidi yang berhasil diambil diberi nilai 5. Pelaksanaan Permainan  Permainan dimulai dengan menyebarkan kumpulan lidi ke tanah / lantai. mulai 2 orang atau lebih. C. Lurah dapat menolong lidi yang lain dengan mencongkel dengan kepala lurah. Peserta  Gender Permainan magang lurah ini tidak membedakan laki-laki maupun perempuan.  Waktu pelaksanaan permainan : Pada dasarnya. waktu pelaksanaan permainan magang lurah ini dilakukan pada siang hari. 2. Usahakan lidi menyebar dengan teratur. maka lidi itu juga dinyatakan keluar. Permainan ini digemari anak usia tersebut dikarenakan permainan yang bersifat sederhana akan tetapi mempunyai banyak unsur bermain. Apabila lidi yang lain bergerak karena tersentuh lidi itu.  Jumlah Peserta Permainan Jumlah peserta permainan magang lurah ini bervariasi. Karena permainan ini dilakukan bergantian sesuai urutan. Akan tetapi agar permainan ini berjalan dengan baik dan tidak menunggu lama. maka permainan selesai dan pemain yang lain mengatakan ―Mil‖.‖. Alat dan Fasilitas Peralatan yang diperlukan dalam bermain magang lurah antara lain adalah lidi yang terbuat dari pelepah daun kelapa.  Permainan dilanjutkan terus menerus hingga ada salah satu pemain yang mendapatkan nilai batas. Sehingga baik lakilaki maupun perempuan memiliki kemampuan yang sama dalam memainkan permainan magang lurah ini.

Permainan ini dimainkan untuk mengisi waktu luang anak – anak ketika mereka ditinggal orang tua mereka. Selain itu juga dengan permainan ini masyarakat beranggapan bahwa dengan permainan ini akan menemukan salah seorang calon pemimpin dari anak-anak yang memainkan permainan ini. 10) PERMAINAN SEGHOG A. kabupaten Purworejo.15 anak merasa lelah bermain yang menguras tenaga. E. F. Sebelum permainan dimulai biasanya pemain menentukan angka untuk menentukan pendheman. Penentuan Kemenangan Penentuan pemenang permainan magang lurah adalah dengan menghitung banyaknya mendhem perminan. Namun pada kenyataanya banyak anak perempuan yang ikut memainkannya. Yaitu di daerah Purworejo. Latar Belakang Permainan Seghog ini merupakan permainan yang banyak dimainkan di daerah Jawa Barat. Sumber Sumber informasi penulis dalam menuliskan permainan tradisional Magang Lurah yaitu dengan metode wawancara dengan berbagai tokoh masyarakat di Desa Harjobinangun. Penulis mendapatkan banyak informasi tentang permainan Magang Lurah dari beliau yang mengetahui tentang tata cara permainan. dikarenakan anak-anak bermain dengan tenang dan mengurangi bahaya dibandingkan permainan yang diluar. Setelah semua sepakat maka permainan dimulai dan dilaksanakan sesuai perjanjian pertama di awal permainan. Sehingga permainan ini bersifat santai untuk menghilangkan rasa lelah. Penulis mendapatkan informasi tentang asal muasal serta tradisi turun temurun tentang permainan Magang Lurah dari beliau. maupun ketika mereka selesai belajar kelompok. G. Namun ternyata permainan Seghog ini memiliki beberapa nilai positif.  Dibyo Subyantoro (46 tahun) : Beliau adalah ayah penulis. namun juga ada anak – anak dari daerah Jawa Tengah. yaitu . maka penulis menentukan untuk memilih permainan Magang Lurah untuk ditulis. Permainan ini sebenarnya lebih banyak dimainkan oleh anak laki – laki. Kecamatan Grabag. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat tentang permainan magang lurah ini termasuk baik. Berdasarkan paparan beliau. Tujuan Sebenarnya tujuan dari permainan ini hanya untuk mengisi waktu luamg. Tokoh-tokoh masyarakat seumber informasi antara lain:  Siti Muryani (39 tahun) : Beliau adalah ibu penulis dan seorang guru SD Negeri Ketawangrejo. B.  Aris Saputro (18 tahun) : Merupakan seorang pelajar SMK Pancasila Kutoarjo.

Pelaksanaan Permainan  Lapangan Tempat yang dibutuhkan untuk memainkan permainan ini tidak membutuhkan lapangan atau tempat yang luas. Yaitu mendorong batu dengan menggunakan kaki bagian tengah dalam. ketepatan. Pemain melakukan undian agar dapat ditentukan siapa pemain yang dapat bermain terlebih dahulu. Karena apabila tidak dapat melewati garis batas maka dinyatakan gugur. dan koordinasi dapat meningkat karena terlatih ketika bermain Seghog. Sasaran Anak – anak laki – laki dan perempuan. Bagi yang jaraknya lebih dekat maka dia akan bermain terlebih dahulu. Kemudian dia berusaha menyeghog batu lawan. Dia memiliki kesempatan sampai menyeghog batu tersebut adalah sama dengan jumlah berapa ukuran kaki dari garis batas. dan melatih bersosialisasi. ketepatan antara mata dan gerakan kaki dalam mencapai sasaran. Manfaat Konsentrasi. Dan bila jumlah pemain hanya ada 2 maka harus diulang kembali.  Batu yang pipih. kemudian pemain mengukur jarak batu dengan garis batas dengan mengukur menggunakan ukuran kaki.  Pemain pertama melakukan seghog. Selain itu juga apabila pemain dapat menyeghog batu lawan melewati garis .  Bila misal kedua batu telah melewati garis batas. C. Jarak pemain dengan target adalah kurang lebih 3m.  Pemain Jumlah pemain dalam permainan ini adalah minimal 2 orang. Terutama di tempat yang sudah dicor.  Peralatan  Kapur untuk menggaris/ batang kayu bila dimainkan di tempat yang masih tanah. Berusaha agar batu tersebut dapat melewati garis batas.16 dalam permainan ini akan melatih konsentrasi. Selain itu karena adanya kegembiraan dapat mengurangi adanya ketegangan. D. remaja laki – laki dan perempuan terutama yang telah dapat berhitung.  Pemain mendapatkan bonus nilai apabila pemain kedua berhasil menyeghog batu lawan ketika pertama kali memainkan. Permainan ini juga bisa dilakukan di dalam rumah. E. Hanya tempat yang berbentuk seperti persegi panjang.  Jalannya permainan  Mula – mula pemain menyiapkan peralatan dan lapangan yang akan dipergunakan.

diambil dengan 3 biji bekel. pemain menggenggam seluruh biji bekel dan menyebar seluruhnya ke lantai sambil melemparkan bola bekel ke atas dan menangkapnya. . Permainan ini masih saudara dengan gathengan. Logam ini memiliki bentuk yang khas. B. Sumber Sumber dari cerita tentang permainan ini adalah teman bermain penulis ketika kecil yaitu Riyanto dan Diah Pangestuti yang keduanya berasal dari Jawa Tengah. Yang dinyatakan sebagai pemenang adalah orang atau pemain yang paling banyak mendapat angka dari hasil menyeghog tersebut. Bekel ini terdiri dari sebuah bola bekel dan lima buah biji bekel berbentuk logam. Dilakukan dimana saja. D. Pada awalnya biji bekel dibuat dari engsel tulang tumit kaki belakang domba. 11) PERMAINAN BEKELAN A. Terdiri dari permukaan kasar yang ditandai dengan lubang-lubang kecil di permukannya berjumlah lima titik.17 awal. C. minimal dua orang. Paling sebel kalau ditonton laki-laki. dan permukaan bawah yang tidak ada tanda catnya. Kalau gathengan hanya menggunakan batu kerikil. Peserta Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak perempuan. Alat dan Fasilitas Alat yang digunakan dalam permainan ini adalah bola bekel dan biji bekel. F. permukaan halus yang ada tanda silang atau polos sama sekali. terakhir lima biji bekel diraup sekaligus. diambil 4 biji bekel. Ulangi lagi menyebar seluruh biji bekel dan diambil 2 biji bekel. Latar Belakang Bekelan berasal dari bahasa Belanda. Kalau ada yang mati mereka akan teriak kegirangan. Sekarang dibuat dari logam. Dan biasanya dilakukan oleh siswi putri pada waktu istirahat dan bisa juga dilakukan dirumah pada waktu luang. Kalau bola tidak tertangkap atau bola memantul beberapa kali maka pemain dinyatakan mati. dan ada yang terbuat dari bahan timah. Ada yang terbuat dari kuningan. bikkelen.  Pertama. Pelaksanaan Permainan Permainan ini dilakukan dengan cara menyebar dan melempar bola ke atas dan menangkapnya setelah bola memantul sekali di lantai. Biji bekel diambil satu-satu sampai habis. yang penting bola bisa memantul keatas. permukaan atas yang ada bintik merahnya. Mereka biasanya mengganggu agar hilang konsentrasi dan melakukan kesalahan. Terdiri dari empat biji bekel dan satu bola bekel. bekelan menggunakan seperangkat alat khusus yang dinamakan bekel.

Permainan ini seperti ular tangga tetap[i alat yang digunakan sedehana dan tradisional.30. Peserta Didalam permainan ini membutuhkan peserta 2-4 orang baik putra/putri dengan umur anak-anak 7-12 th. Balik posisi bekel menghadap ke atas semua satu persatu. terakhir raup seluruh biji bekel. ambil 3 biji bekel.com/2010/08/permainan tradisional anak indonesia. dan seluruhnya. 4. 2. dan terakhir balik satu persatu permukaan kasarnya menghadap ke atas semua.blogspot. Balik posisi biji bekel mengahadap ke atas semua.  Langkah terakhir dinamakan Nasgopel. lalu ambil satu bekel. halaman atau tempat yang sudah bentuk gambarnya dan waktu pelaksanaannya bisa pagi.  Langkah keempat. pengalaman pribadi waktu kecil dan http://wahw33d. balik seluruh posisi bekel bagian permukaan yang halus menghadap ke atas lalu ambil biji bekel seperti langkah ketiga. 12) PERMAINAN SAWAH/ ULAR TANGGA A.18  Langkah kedua. terus permukaan halus menghadap ke atas semua. Raup seluruh biji bekel dalam sekali genggaman. dan dewasa 17 th keatas. B. Langkah kelima. balik posisi bekel posisi permukaan kasar menghadap ke atas semua. tetapi permainan ini sering dilakukan anak-anak di daerah Jawa tengah. remaja 13-16 th. F. Pemain yang bisa melewati tahap ini dinyatakan sudah menang dan berhak untuk istirahat sambil menonton teman-temannya yang belum bisa menyelesaikan permainan. siang atau sore. oleh karena itu permainan ini saya munculkan kembali karena pda zaman sekarang sudah tidak dditemukan lagi permainan ini karena sudah banyak permainan modern yang telah ada sehingga permainan tradisional alambat laun bakan hilang. ambil 4 biji bekel. Latar Belakang Sawahan merupakan permainan asli dari indonesia yang belum diketahui asal usulnya permainan ini. Ulangi terus sampai seluruh permukaan bekel menghadap ke atas semua. Alat dan Fasilitas Alat yang digunakan dalam permainan ini yaitu koin sebanyak 5. balik posisi biji bekel menghadap kebawah dan ulangi langkah sepertei langkah kedua dengan mengambil biji bekel 1. lalu ambil biji bekel seperti langkah sebelumnya.  Langkah ketiga . Sumber Data permainan ini saya peroleh dari pengalaman orang tua. Penentuan Kemenangan Bila ada kesalahan dalam langkah nasgopel ini pemain harus mengulang ke langkah awal nasgopel. E. . ambil 2 biji bekel. C.html diakses tanggal 07 maret 2011 pukul 19. kemudian balik lagi semuanya menghadap kebawah semua.

ketepatan dan juga akan meningkat. mka dari itu akan mendapatkan sawah 1/ poin 1. Pelaksanaan Permainan Permainan tradisional ini cara bermainnya cukup mudah yaitu seperti permainan ular tanggatetapi dengan bentuk lapangan persegi dan cara jalannya tidak menggunakan dadu melainkan menggunakan koin yang dilempar dan kemudian ditangkap. G. Gambar Permainan 13) PERMAINAN SLENTIKAN A. permainan ketangkasan dimana 2 pemain atau bisa lebih berlomba atau beradu cepat menyelentik daun secara bergantian sampai habis. D. B. ketepatan mengarahkan sasaran dengan jari-jari tangan dan strategi. Manfaat Gembira atau senang. Latar Belakang Slentikan adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya. Apabila tangkapan tersebut gagal maka pihak lawan yang akan melanjutkan . Sasaran Anak-anak. Cara jalannya permainan ini pertama koin ditaruh di atas tangan dengan telapak tangan menghadap kebawah kemudian dilemparkan keatas dan di tangkap. pengolahan strategi meningkat. C. laki-laki maupun perempuan E. memupuk sportifitas. F. setalah sampai di X dan Y kemudian kembali lagi ke A. Peraturan Lapangan dan Peralatan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan bisa dialam terbuka . melatih jari-jari tangan. maka jumlah tangkapan koin akan menentukan berapa langkah akan berjalan. Tanggapan Masyarakat Masyarakat luas menanggapi permainan ini sangat positif karena dapat membuat orang dapat berkumpul kemudian bermain bersama dan dapat bersosialisasi antara anak yang satu dengan anak yang lain. E. kemampuan motorik. Penentuan Kemenangan Permainan ini ditentukan menang kalahnya bila salah satu yang mendapatkan sawah/poin paling banyak maka sebagai pemenangnya.19 D. Permainan ini dimulai dari A dan berjalan mengikuti anak panah tersebut. Tujuan Mengisi waktu luang.

14) PERMAINAN BANCAKAN A. B. Latar Belakang Bancakan merupakan suatu permainan tradisional untuk menjaga daerah lingkaran yang berisi tumpukan genteng agar tidak dijatuhkan oleh pemain lawan. yang intinya daun tersebut dalam satu tangkai daunya banyak.  Lakukan begitu terus sampai dua kali menang.albasia. dikarenakan anak-anak bisa berkumpul bareng.asem.  Jalannya Permainan  Sebelum permainan dimulai. Sumber Sumber dari permainan slentikan ini adalah dari orang tua di desa kami yang bersifat turun temurun sampai sekarang. D. diadakan humpimpa untuk menentukan siapa yang duluan menyentil atau menylentik daun tesebut. Sasaran Anak-anak dan dewasa E. di halaman sekolah.  Slentik daun tersebut sampai bagian pinggirnya habis. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyakat mengenai permainan slentikan ini masyarakat menilainya sangat baik dan bermanfaat buat anak-anak. meningkatkan kesegaran jasmani. maka anak tersebut menang dapat poin Satu. meningkatkan kerja sama serta kekompakan. daun yang digunakan biasanya daun pohon pete. meningkatkan kerja sama serta kekompakan.20  Peralatan Peralatan yang digunakan Cuma menggunakan daun. meningkatkan kesegaran jasmani. . serta berusaha mencari lawan yang bersembunyi di kolong atau di balik pohon dan lainnya untuk di matikan dengan cara memenggil namanya. bersosialisasi. Peraturan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan biasanya di pelataran rumah. begitu seterusnya bergantian dengan lawanya. G. C.  Setelah daun lawan habis. Tujuan Mengisi waktu luang. bermain dengan gembira. F. di lingkungan deket rumah yang banyak lorong untuk bersembunyi.daun turi dan masih banyak yang lainya. Manfaat Mengisi waktu luang.

 Pemain yang menang terus saja berlari untuk bersembunyi. Latar Belakang Permainan tradisional ini merupakan kreatifitas anak anak melayu yang ingin mengisi waktu luang dan bersenang senang bersama teman teman.saya yakin ini dari orang orang jaman dulu yaitu permainan tradisional orang melayu.21  Peralatan. dan pemain itu sudah tidak bias bermain lagi dan menunggu sampai permainan berikutnya.  Setelah itu pemain yang kalah menata pecahan genteng tersebut untuk dirapikan di tengah lingkaran dan mencari para pemain yang bersembunyi.  Pemain Bancakan biasanya dimainkan oleh putra maupun putrid dengan pengelompokan umur. Pemain yang paling jauh melakukan lemparan atau jauh dari sasaran lingkaran itulah pemain yang harus menjaga lingkaran tersebut.  Apabila pemain yang bersembunyi tertangkap maka cara mematikannya dengan cara memanggil namanya. Sumber Sebenarnya saya terinspirasi setelah menonton Upin Ipin yang sedang bemain sepak bola kertas.  Apabila ada pemain yang bias lolos dan biasa merobohkan tumpukan genteng tersebut tanpa diketahui pemain yang jaga maka pemain yang sudah dimatikan biasa ikut bermain kembali.  Jalannya permainan  Sebelum permainan dimulai setiap pemain memasukan pecahan genteng atau keramik ke suatu lingkaran dengan jarak yang telah desepakati.  Waktu permainan ini tidak ditentukan .yang ingin bermain bola tanpa memakai sepatu dan pergi kelapangan. B.dan saya kemarin bertanya kepada salah seorang teman saya Chandra. dan saya coba mencari asal usulnya digoogle tapi tidak ketemu.dan saya coba search di google ternyata ada.tinggal bermain dimana saja misalnya di depan teras rumah atau dilantai asal tidak dijalan tol. apabila pemain itu sendiri merasa bosan maka permainan dihentikan dan juga apabila pemain yang kalah secara terus menerus maka pemain dihentikan.dia pernah bekerja slama 2 .  Permainan akan diulang kembali apabila pemain yang jaga tidak bias mematikan pemain lawan secara terus-menerus. 15) PERMAINAN SEPAKBOLA KERTAS A. Dalam permainan ini alat yang digunakan sangat mudah hanya menggunakan pecahan genteng atau kramik.

22

tahun di Malaysia ,dan dia sering melihat anak anak Selangor memainkan permainan sepak bola kertas.dan katanya mereka mengklaim permainan tersebut dari Selangor, Malaysia. C. Alat dan Fasilitas Kertas dan Area bermain. D. Pelaksanaan Permainan Dengan cara bergantian,pemain dengan umpan bola tanpa terkena lawan lanjut.  Jika bola masuk ke kolong kertas maka disebut hans ball.  Jika memberi umpan dilihat lebih dekat mana. Jika lebih deket pemain kita maka kita berhasil mengumpan,bgitu juga sbaliknya jika lebih dekat pemain lawan maka permainan diambil alih.  Jumlah pemain ada 22.  Jika bola keluar terjadi lemparan kedalam,dengan cara kertas di balik.  Begitu juga dengan bila bola meninggalkan lapangan sebelah gawang maka akan terjadi tendangan pojok.  Pelanggaran hanya hand ball,dan tak ada kartu merah dan kartu kuning.  Kiper boleh digerakkan tetapi tidak boleh digerak gerakkan untuk meng halau tembakan lawan.  Siapkan papan sepakbola kertas pada sebuah bidang datar. Boleh di atas meja, di atas lantai,di atas tanah atau karpet, tapi jangan di atas jalan tol.  Letakkan unit-unit pemain pada posisi sesuai kehendak. Satu unit bertindak sebagai kiper dan diletakkan pada salah satu kotak yang ada tepat di depan gawang.  Lakukan suit (boleh gaya tradisional gajah-orang-semut ataupun batugunting-kertas) untuk menentukan siapa yang memegang bola pada awal pertandingan.  Kick off dilakukan oleh pemain yang memegang bola.  Dribbling berarti unit bergerak sambil membawa bola. Sebelum dribbling, unit harus memindahkan bola ke arah pergerakannya. Memindahkan bola memakan satu langkah.  Gol terjadi jika pemain yang menendang memenangkan adu angka dengan kiper. E. Penentuan kemenangan Siapa yang bisa memasukan bola ke gawang terbanyak dia pemenangnya.

16) PERMAINAN TANGKAP LARI
A. Peserta Untuk peserta permainan disini bebas siapa saja boleh melakukan mulai dari anak-anak sampai orang dewasa ,laki laki maupun perempuan sedang untuk jumlah pemain minimal 9 dan maksimal tidak terbatas

23

B. Alat yang Digunakan Sebenarnya di permainan ini tidak menggunakan alat apa-apa mungkin hanya tanda untuk batas tempat berdiri. C. Pelaksanaan Permainan Pertama-tama semua peserta melakukan hompipah atau diundi untuk menentukan yang di jaga.setelah ada yang jadi,para pemain yang jadi pelari di bagi menjadi beberapa kelompok.untuk pembagian kelompok tergantung jumlah peserta,jika hanya sedikit bias di bagi menjadi 2-3 kelompok.cara bermain nya adalah setiap kelompok berbaris di tempat berdiri ke belakang.lalu pemain paling depan berdiri 1-2 langkah kebelakang agar bisa ditempati oleh peserta yang lain.peserta yang lari awal ada 2 dan harus dikejar oleh 2 orang yang jaga,untuk peserta aman harus masuk kedalam tempat berdiri,supaya tidak di tangkap,lalu jika ada pemain yg paling belakang harus lari begitu seterusnya. Permainan ini sebetulnya tidak ada yang menang dan kalah karena hanya untuk kesenangan tapi jika boleh disimpulkan pemain yang menang adalah yang sedikit jadi penjaga dan yang kalah adalah yang sering jaga.

17) PERMAINAN DIR - DIRAN
A. Latar Belakang Dir-diran H-A yang berarti bermain gundu atau kelereng. Nama H-A sendiri berasal dari model lapangannya yang terdapat huruf H dan A yang merupakan salah satu bagian dari bentuk lapangan. B. Peserta Jumlah peserta pada permainan ini minimal 2 orang sampai tak terhingga. Biasanya permainan ini tidak mengenal umur dan jenis kelamin. Baik tua, muda, laki-laki maupun perempuan bisa bermain di permainan ini. C. Alat Alat yang dibutuhkan antaralain gundu atau kelereng sebanyak peserta. Biasanya peserta membawa sendiri. Tempat untuk menyelenggarakan yang paling tepat adalah ditempat yang tanahnya rata. Bisa dibawah pohon atau di halaman rumah. Berikut ini adalah contoh gambar lapangannya. D. Pelaksanaan Mula-mula para pemain melakukan lemparan awal dengan sasaran garis yang berada diujung lapangan permainan yang berjarak kira-kira 5 meter. Pemain yang mempunyai jarak terdekat dengan garis berhak menjadi pemain pertama. Begitu juga dengan peserta selanjutnya. Jika lemparan melebihi garis maka kelereng harus ditaruh dihuruf H. Ini berlaku jika pelempar melebihi garis yang pertama. Jika ada yang melempar melebihi garis lagi maka diaruh pada huruf A. Jika ada lagi maka ditaruh di belakang huruf H. Begitu seterusnya. Lemparan harus melebihi huruf H. Jika tidak maka lemparan harus diulang. Jika lemparan mengenai kelereng dari peserta lain maka kedua pemain harus mengulang lemparan. Cara untuk mematikan peserta adalah dengan membidik

24

kelereng lawan sampai kena. Jika terkena maka kelereng tersebut menjadi milik pemain yang mengenai. Jika orang yang tadi terkena bidikan dari pemain lain maka dia harus membayar 2 kelereng sekaligus, yaitu kelerengnya dan pemain yang terkena tadi. E. Penentuan Kemenangan Pemenang dinyatakan menang jika berhasil mematikan peserta terbanyak dengan hasil kelereng terbanyak pada akhir permainan. F. Sumber Permainan ini bersumber dari pengalaman kecil saya dan cerita dari orangtua.

18) PERMAINAN ENDOK
A. Latar Belakang Permainan berasal dari daerah Sleman yang bertujuan untuk bersenangsenang serta mengembangkan keterampilan seorang anak. Sumber permainan berasal dari turun temurun di Desa serta masyarakat menganggap permainan ini mudah dimainkan dan hanya membutuhkan alat dan fasilitas yang sederhana. B. Alat dan Fasilitas  Batu ukuran sedang yang mudah digenggam anak jumlahnya 10-15 batu.  Halaman yang teduh. C. Peserta dan Pelaksanaan Permainan  Peserta yang mengikuti permainan ini berjumlah 10 anak dengan umur 812 tahun dan bisa dimainkan putra putri secara bersamaan ataupun disendirikan.  Dari jumlah peserta tersebut kemudian diundi 1 anak untuk menjadi penjaga telur (endok).  Setelah di dapat penjaga dan pengambil telur, masing-masing anak menempati tempat permainan sesuai aturan yang di tentukan yakni penjaga berada di dalam lingkaran menjaga telur dan yang lain berada di luar lingkaran sebagai pengambil telur.  Pengambil telur boleh saling bekerja sama untuk mengambil telur yang dijaga dan dalam mengambilnya boleh menggunakan tangan ataupun ditendang dengan kaki asalkan telur dari batu itu keluar dari lingkaran yang dijaga penjaga telur tadi.  Apabila saat pengambil telur tadi tersentuh (semua anggota badan) saat mengambil telur di dalam lingkaran maka pengambil telur itu dinyatakan mati dan harus giliran menjadi penjaga telur. Dari hal tersebut pengambil telur yang tersentuh tadi wajib mengembalikan semua telur yang telah didapatnya ke dalam lingkaran dan permainan dilanjutkan sampai telur habis.  Jika semua telur sudah di ambil permainan dilanjutkan untuk menyembunyikan telur yang telah didapat.

Permainan ini juga sering disebut permainan Kus-Kusan atau Alih Lintang. keempat ujung garis dibuat lingkaran kecil dengan kaki yang melingkar. halaman kebun. masyarakat Jawa menamai permaianan ini dengan permainan kucing-kucingan. Kenapa lebih dikenal dengan nama permainan kucing-kucingan. Pelaksanaan Permainan  Misalkan ada lima pemain yakni A. setidaknya pada tahun 1913 (menurut sebuah sumber pustaka Serat Karya Saraja). Lalu mereka menuju ke halaman tempat bermain. yang bunyinya‖ Dha mbuwang kucing gering‖.25  Untuk penentuan pemenang yakni anak yang paling banyak mengumpulkan telur dan apabila ada anak yang tidak mendapatkan telur maka ia harus ikut mencari telur dengan penjaga tadi di tempat yang telah di tentukan sebelumnya. dalam permainan ini juga banyak dijumpai anak-anak berlari-lari dalam permainannya.KUCINGAN A. Selain itu. Permainan ini menyebar di berbagai daerah di Jawa. Alat dan Fasilitas Sementara alat yang digunakan untuk permainan ini hanya membutuhkan halaman yang luas. Kemudian. Latar Belakang Kucing-kucingan. Di halaman inilah. Jawa Timur. karena membutuhkan kekuatan fisik untuk berlari.  Dalam pencarian di berikan 2 pilihan yakni gembok atau kunci. permianan lain yang berbeda. D. adalah satu satu jenis permainan tradisional masyarakat Jawa yang juga sudah lama dikenal. Biasanya yang bermain permainan ini adalah anak-anak yang berumur 8-12 tahun dari semua golongan masyarakat tanpa membedakan status sosial. D. B. Umumnya yang bermain permainan kucing-kucingan adalah anak lakilaki. untuk gembok semua telur yang disembunyikan tidak akan di beri tahu dan kunci semua telur yang disembunyikan diberitahu dengan konsekuensi jika sampai batas waktu yang di tentukan tidak menemukan maka ia harus kembali menjadi penjaga telur dalam permainan selanjutnya. . Pada prinsipnya dalam permainan ini ada sebuah syair yang sering dilantunkan berirama secara bersama-sama oleh semua pemain. nantinya dipakai untuk pemain jadi. Ada kalanya.5 meter. meliputi Jawa Tengah. anak-anak mulai membuat garis silang tegak lurus dengan panjang garis masing-masing sekitar 2. Sementara tengah garis. B. C. atau lapangan. dan DI. C. 19) PERMAINAN KUCING . dan E hendak bermain kucing-kucingan. di daerah lain juga kadang menamai sebuah permainan itu dengan nama kucing-kucingan. Peserta Permainan kucing-kucingan yang dimaksud di sini adalah sebuah permainan anak yang melibatkan 5 pemain (bisa laki-laki semua atau perempuan semua). Yogyakarta. Itulah sebabnya. bisa halaman rumah.

menempati masing-masing lingkaran kecil di ujung garis. Jika seperti itu. Biasanya perpindahan tempat ini menunggu pemain dadi terlena. bisa berganti tempat dengan pemain B atau C. Anak yang paling kalah. . saat pemain B menjadi pemain dadi dikungkung hingga 5 kali perpindahan antar pemain mentas. dari tempat pembuangan ini. Tetapi. Begitu seterusnya permainan ini berlangsung hingga mereka merasa bosan dan hendak berhenti atau bermain dolanan lainnya.  Jika pada tahap selanjutnya. Setelah itu mereka saling berpindah tempat. ujung-ujung garis dibuat lingkaran kecil dengan memakai tumit kaki yang dibuat melingkar. tetapi belum sempat menempati lingkaran baru. Bagi pemain yang tidak mendapatkan tempat kosong. B. yakni ―Dha mbuwang kucing gering‖. semua pemain mentas menyanyikan sebuah syair yang terdiri dari sebuah kalimat. Pemain mentas berhak saling berpindah tempat dengan temannya. E.5 meter. kadang-kadang saat mereka berpindah tempat dan belum sempat menempati tempat baru sudah kepergok pemain dadi. Setelah itu. dan D. yakni pemain A. mereka berlomba-lomba berlari secepatcepatnya untuk mencari lingkaran yang masih kosong. maka ia dianggap sebagai pemain jadi. pemain A dan B sedang saling berpindah. Setelah selesai. Misalkan. maka pemain mentas yang tidak mendapatkan tempat baru. misalkan pemain E. C. sehingga pemain dadi segera menempati tempat lingkaran yang masih kosong.26 Setelah itu. Tanggapan Masyarakat Sayangnya.  Pemain jadi tempatnya di tengah-tengah garis silang. maka pemain B yang kemudian harus menjadi pemain dadi. Saat dibuang. Kemudian para pemain melakukan hompimpah dan sut. Caranya. maka berubah menjadi pemain dadi. Misalkan pemain A. salah satu anak membuat garis silang tegak lurus dengan panjang masing-masing garis 2. Begitu pula pemain lainnya. Sementara itu pemain mentas lainnya. Syair itu dinyanyikan berulang kali hingga si pemain dadi sampai di tempat tujuan pembuangan. Apabila mereka hendak berpindah tempat. ia dipegang bersama-sama oleh semua pemain mentas ke sebuah tempat (misalkan berjarak 20 meter dari tempat permainan). pemain B didahului pemain E. jenis dolanan kucing-kucingan ini juga sudah sangat jarang dimainkan oleh anak-anak zaman sekarang. bisa saling berganti tempat dengan pemain di sebelah kiri atau kanannya. maka ia menjadi pemain dadi yang berhak dibuang. maka caranya dengan melangkahkan satu kaki dilangkahkan ke luar dan tangan saling berjabat tangan. berarti menjadi pemain dadi dan harus menempati tempat di tengah.

maka setelah hitungan ke-20.baik anak laki-laki maupun perempuan. G.Permainan ini berakhir jika tidak ada lagi personil yang harus dikejar dan diburu. Sumber ahmadwijaya.blogspot. ketiga. C. bersama .com . hitungan dilanjutkan lagi kehitungan pertama sehingga setiap personil turut kebagian dalam menghitung. Salah seorang personail mengambi linisiatif sebagai hitungan pertama.  Sekelompok orang memulai permainan dengan membuat lingkaran tertutup dengan bergandengantangan. D. Demikian seterusnya personil yang terkejar dan disentuh oleh pengejar akan ikut mengejar. E. Yogyakarta: Kepel Press http://www. Hitungan berhenti pada hitungan ke20 berikutnya.  Jika kelompok bermain lebih dari 20 orang. Sasaran Anak-anak dan remaja.Personil yang bisa dikejar dan disentuh oleh pengejar pertama. Tujuan Untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. 20) PERMAINAN ORI’AN A. Peserta Dalam permainan ori‘an pesertanya minimal 20 orang dan selebihnya tidak terbatas. Sehingga para pengejar akan semakin banyak dan bahu membahu mengejar teman-temannya yang belum terkejar.mungkin permainan ini dapat dijumpai di daerah lain hanya namanya yang mungkin berbeda. dkk. dan seterusnya kearah kanan personil hitungan pertama.bersama dengan pengejar pertama akan ikut mengejar (ngori‘) teman – teman yang belum terkejar.tembi.27 F. 2004.Personil yang terkena hitungan yang ke-20 akan menjadi personil pertama yang mengejar (ngori‘). Dilanjutkan dengan hitungan kedua.  Tidak ada istilah menang dan kalah dalam permainan ini. Latar Belakang Ori'an adalah permainan tradisional indonesia dari sumatra selatan tepatnya dari bumi sriwijaya. Alat yang Digunakan Tidak memerlukan alat tertentu F.org/ensiklopedi/. Sukirman Dharmamulya. Pelaksanaan Permainan  Personil yang terkena hitungan yang ke-20 merupakan personil pertama kali yang harus mengejar teman – temannya (personal yang ngori‘). Sumber Permainan Tradisional Jawa. B.

Lapangan Pada permainan betemplekan lapangan berbentuk lingkaran dengan diameter kurang lebih 4 meter G. Tujuan Untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan keseimbangan. C. I.com 22) PERMAINAN MEONG – MEONGAN A. Permainan ini menggambarkan usaha dari kucing atau dalam bahasa bali disebut menguntuk menangkap sitikus atau bikul. E. H. Tujuan Untuk mengisi waktu luang C. Manfaat Senang.mungkin permainan ini dapat dijumpai di daerah lain hanya namanya yang mungkin berbeda.siapa yang berhasil mengeluarkan lawan keluar lingkaran ialah pemenangnya. Latar Belakang Meong-meongan merupakan permainan tradisional masyarakat bali yang umum dimainkan oleh anak-anak di bali. meningkatkan kebugaran jasmani dan bersosialisasi . Pelaksanaan Permainan Setiap peserta engklek dan saling mengeluarkan peserta di dalam lingkaran dengan peserta lain.kualitas kesegaran jasmani. B.  Permainan ini di mainkan oleh dua anak. Sasaran Anak-anak dan remaja D. peserta yang berhasil mengeluarkan peserta lain dari lingkaran maka di anggap sebagai pemenang.kedua anak tersebut saling beradu kekuatan dengan menggunakan lutut dimana lutut tersebut ditekuk. Sumber antaramataram. Latar Belakang Betemplekan adalah permainan tradisional indonesia dari nusa tenggara barat.28 21) PERMAINAN BETEMPLEKAN A. Peralatan Tidak diperlukan peralatan khusus. Peserta Dalam permainan betemplekan pesertanya minimal 2anak jika lebih dapat dibagi menjadi dua kelompok. B. F. Penentuan Kemenangan Peserta yang dapat mengeluarkan peserta lain dari lingkaran maka dinyatakan sebagai pemenang.

C. Tujuan Permainan Ular Naga Panjangnya ini bertujuan untuk melatih kemampuan gerak yang disertai dengan lagu agar memperoleh kesenangan dalam bermain dan memupuk sikap kerja sama serta rasa bersosialisasi. D. Meong akan berusaha masuk kedalam lingkaran dan berusaha menangkap bikul. Pemainnya biasanya sekitar 5-10 orang. bisa juga lebih. Sasaran Anak-anak maupun orang dewasa E. Pelaksanaan Permainan Peraturan dalam permainan ini adalah satu orang memerankan bikul (tikus) satu orang memerankan sebagai meong (kucing) dan yang lainnya bertugas melindungi bikul dari meong dengan cara membentuk lingkaran kemudian sibikul berada di dalam lingkaran sedangkan meong berada di luar lingkaran.29 D. Tempat bermainnya di tanah lapang atau halaman rumah yang agak luas.hanya untuk mencari kesenangan semata I. H. anak-anak umur 5-12 tahun (TK .SD).com 23) PERMAINAN ULAR NAGA PANJANGNYA A. Sumber : balaibanjar. Sasaran Anak – anak. Kalau di yogyakarta dan sekitarnya permainan ini di kenal dengan nama Incak-incak Alis (Ancak Ancak Alis) yang beda Cuma lagu dan dialognya kalau tata cara permainanya sama yang jelas kalau di yogyakarta menggunakan bahasa jawa. Manfaat Dengan adanya kesenangan ini dapat mengurangi ketegangan . G. Peralatan Dalam permainan ini tidak menggunakan peralatan hanya menggunakan halaman atau tempat yang kosong F. Anak-anak yang membentuk lingkaran juga akan berusaha menghalangi meong masuk kedalam lingkaran. B. Peraturan Permainan Pelaksanaan Permainan  Lapangan dan Peralatan . remaja putra – putrid E. Peserta Dalam permainan ini biasanya diikuti oleh lebih dari 8 orang atau lebih. Penentuan kemenangan Dalam permainan ini tidak apa penentuan menang kalah. Lebih menarik apabila dimainkan di bawah cahaya rembulan. Latar Belakang Ular Naga adalah satu permainan berkelompok yang biasa dimainkan anak-anak Jakarta di luar rumah di waktu sore dan malam hari.

Dalam bermain tidak memerlukan peralatan. Demikian berlangsung terus. Hanya memerlukan lapangan dengan ukuran 10 x 10 m.akan berdialog dan berbantah-bantahan dengan kedua "gerbang" perihal anak yang ditangkap. dan lalu ada lagi seorang anak yang ditangkap. Ular Naga akan berjalan melewati "gerbang". Sebelumya yang jaga atau yang menjadi gerbang misal si A dan si B. si anak yang tertangkap disuruh memilih di antara dua pilihan. Atau. Barisan akan bergerak melingkar kian kemari. tanpa sepengetahuan teman teman yang lain kalau nanti orang yg terbelakang/ tertangkap ditanya 'pilih apel ato strawberry?'. anak-anak bubar dipanggil pulang orang tuanya karena sudah larut malam. Dengan terdengarnya nyanyi. permainnya rata – rata berjumlah 5 sampai dengan 10 orang dalam tiap kelompoknya. si B Apel. yakni anak yang berada di belakang berbaris sambil memegang ujung baju atau pinggang anak yang di mukanya. Perbantahan lagi. Setelah itu. karena salah satu daya tarik permainan ini adalah dalam dialog yang mereka lakukan. "Induk" dan "gerbang" biasanya dipilih dari anak-anak yang tangkas berbicara. Seorang anak yang lebih besar. sehingga anak-anak ini saling tertawa. . dengan berdiri berhadapan dan saling berpegangan tangan di atas kepala.  Pemain Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki – laki maupun anak permempuan. Kemudian dua anak lagi yang cukup besar bermain sebagai "gerbang". atau paling besar.30 Dalam bermain permainan Ular Naga Panjangnya ini tidak memerlukan lahan yang cukup luas. Pada saat terakhir. Kalo pilih strawbery brarti dia ikut A. Pada saat-saat tertentu sesuai dengan lagu.  Jalannya Permainan Anak-anak berbaris bergandeng pegang 'buntut'. misal buah .buahan. bermain sebagai "induk" dan berada paling depan dalam barisan. A Strawberry. seorang anak yang berjalan paling belakang akan 'ditangkap' oleh "gerbang". Permainan akan dimulai kembali. lapangan rata. Seringkali perbantahan ini berlangsung seru dan lucu. sebagai Ular Naga yang berjalan-jalan dan terutama mengitari "gerbang" yang berdiri di tengah-tengah halaman. ketika lagu habis. hingga "induk" akan kehabisan anak dan permainan selesai. ditempatkan di belakang salah satu "gerbang". sambil menyanyikan lagu. sebelum permainan dimulai mereka kompromi dulu mau pake pilihan apa. kalau apel ya ikut B. dan berdasarkan pilihannya. si "induk" --dengan semua anggota barisan berderet di belakangnya-. Ular Naga kembali bergerak dan menerobos gerbang. dan juga bisa dilakukan di dalam ruangan. Ini bisa menggunakan lapangan terbuka. Sampai pada akhirnya.

31  Lagu ini dinyanyikan oleh semua pemain. D. Peserta Permainan ini dilakukan oleh dua regu. .peserta nya paling sedikit 4 orang. Sumber Keterangan mengenai permainan Ular Naga Panjangnya ini diperoleh melalui informasi di internet dan juga melalui cerita dari kakek nenek dan orang tua. barisan mengucap "kosong kosong . tapi dalam permainan ini inti permainan ini adalah kedua regu berlomba-lomba dapat mencapai titik sasaran atau yang disebut makkah.kosong" berkali-kali hingga seluruh barisan lewat. Yang sangat bermanfaat.  Pada kali yang terakhir menerobos "gerbang". termasuk si "gerbang". F. Nama permainan tradisional makah-makah merujuk pada ―makkah‖ aatau ―mekah‖ yang dapat diartikan menjadi kiblat. yakni pada saat barisan bergerak melingkar atau menjalar. Ular naga panjangnya bukan kepalang Menjalar-jalar selalu kian kemari Umpan yang lezat. Pelaksanaan Permainan  Kedua regu saling berhadap-hadapan pada suatu garis lurus secara berurutan atau sejajar. Dan bias dimainkan oleh laki-laki maupun perempuan. Alat yang Digunakan Alat yang digunakan sangat mudah.MAKAH A. Demikian berlaku dua atau tiga kali. 24) PERMAINAN MAKAH .isi" berkali-kali.  Kedua regu menghadap ke titik sasaran atau Makkah. dan mulai lagi menjalar dan menyanyikan lagu di atas. Jarak antara regu yang satu dengan regu yang lain adalah sekitar 2 (dua) meter. permainan ini biasanya dilakukan anak 9-13 tahun atau lebih. C. sambil menerobos "gerbang".  Masing-masing regu bertanding untuk dapat sampai terlebih dulu ke titik sasaran atau Makkah. Latar Belakang Permainan ini berasal dari Nangroe Aceh Darusalam mengemban pesanpesan moral dan nilai-nilai budaya. Letak Makkah berada di tengah-tengah atau di antara kedua regu.yaitu sebiji batu atau benda lain yang berukuran kecil yang mudah disembunyikan dalam genggaman tangan. hingga akhir barisan dan anak yang terakhir di buntut ular ditangkap ("gerbang" menutup dan melingkari anak terakhir dengan tangan-tangan mereka yang masih berkait). barisan mengucap "isi isi . B. itu yang dicari Kini dianya yang terbelakang  Kemudian.

 Setiap anggota kedua regu. baik yang benar-benar diberi batu oleh ketua regu atau yang pura-pura diberi batu untuk mengecoh regu lawan. Hal ini dilakukan secara bergantian dan berlaku juga untuk regu kedua. Permainan Makah-Makah bisa dilakukan di tanah lapang atau di pekarangan rumah dengan lahan yang agak luas karena melibatkan cukup banyak peserta. F. Cara masing-masing ketua regu menebak di mana keberadaan batu milik regu lawan adalah dengan menunjuk salah satu anggota regu lawan yang dianggapnya memegang batu tersebut. yaitu dengan seolah-olah memberikan batu kepada semua anggota regu yang dipimpinnya meskipun sebenarnya yang benar-benar diberi batu oleh ketua regu hanya satu orang.  Tebakan yang dilakukan oleh kedua regu secara bergantian ini dilakukan dengan terus-menerus hingga salah satu regu dapat mencapai titik sasaran atau Makkah.32  Tugas ketua regu pertama adalah mengawasi atau menempatkan batu yang diberikan kepada salah satu anggota regunya. Waktu dan Tempat Permainan Makah-Makah biasanya dilakukan oleh anak-anak di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan sekitarnya pada waktu sore hari atau pada saatsaat senggang. . maka tugas ketua regu kedua adalah menebak di mana batu yang dimiliki oleh regu pertama. bersikap seolah-olah sedang menggenggam batu dengan menyembunyikan kedua tangan ke belakang punggung. maka regu pertama diperbolehkan untuk maju selangkah ke depan. Hal yang sama juga dilakukan oleh ketua regu kedua. Dengan demikian. Regu yang pertama kali sampai ke titik sasaran ditetapkan sebagai pemenang permainan ini E. regu pertama akan semakin mendekati titik sasaran atau Makkah. maka masingmasing ketua regu harus mempunyai strategi. Begitu pula sebaliknya  Saling menebak itu dilakukan secara bergantian. Pemberian batu oleh ketua regu pertama dilakukan dengan rahasia atau tidak boleh sampai diketahui oleh regu kedua. Penentuan Kemenangan Regu yang pertama kali sampai ke titik sasaran ditetapkan sebagai pemenang permainan ini.  Apabila regu kedua tidak betul atau salah dalam menerka di mana keberadaan batu yang dimiliki oleh regu pertama.  Supaya pemberian batu tidak diketahui oleh regu lawan.  Setelah batu yang asli disembunyikan oleh salah satu anggota regu sementara anggota regu yang lain seolah-olah juga memegang batu dengan berpura-pura menyembunyikan kedua tangan ke belakang punggung.

Tujuan Permainan ini bertujuan untuk mengisi waktu luang anak-anak dan meningkatkan kekuatan otot tangan. Latar Belakang Garu-garuan adalah permainan tradisional Indonesia yang berasal dari Lampung.  Setelah sampai diujung yang ditentukan. Peralatan Tidak diperlukan peralatan khusus.33 G.  Tidak boleh menabrak pasangan lain. dan melatih kesopanan dan ketangkasan.  Pada hitungan ketiga setiap pasangan harus mulai berjalan.Maka dalam permainan ini tidak ada kedua hewan tersebut dan diganti dengan manusia. www. bisa menggunakan sapi maupun kerbau. . Peserta Dalam permainan ini peserta yang dibutuhkan minimal 2 orang dan selebihnya tidak terbatas baik laki-laki maupun anak perempuan. peserta harus melakukan pergantian posisi dengan pasangan masing-masing.GARU A. G.com 25) PERMAINAN GARU . B.melayuonline.selain itu dibutuhkan tanah yang lapang dan permukaannya rata dan aman. Tanggapan Masyarakat Permainan tradisional merupakan hasil budaya yang besar nilainya bagi anak-anak dalam rangka berfantasi.Namun umumnya dilakukan oleh anak laki-laki. F.Hanya menggunakan tangan dan kaki kita saja. berkreasi. H. berolahraga yang sekaligus berfungsi sebagai sarana latihan untuk hidup bermasyarakat. Peraturan Permainan  Setiap pasangan berdiri pada tempat yang sudah ditentukan dan salah satu dari setiap pasangan berdiri menggunakan tangan dan kakinya dipegang oleh pasangannya. Sasaran Anak anak dan remaja. D. E. memperoleh keterampilan. Persiapan Permainan ini dilakukan oleh sekelompok anak asalkan mempunyai pasangan dan jumlahnya tak terbatas. Sumber Permainan tradisional merupakan simbolisasi dari pengetahuan yang turun-temurun dan mempunyai fungsi atau pesan di baliknya.  Masing masing pasangan tidak boleh mengotori jalur pasangan lain dengan kerikil atau benda berbahaya lainnya. C. garu itu sendiri adalah proses membajak sawah menggunakan hewan.

setelah sampai diujung maka setiap pasangan mengganti posisi dan kembali berjalan ketempat semula. H. Peraturan Permainan  Lapangan dan Peralatan  Lapangan Tempat bermain bisa di alam terbuka maupun tertutup akan tetapi lebih baik dilantai yang bersih. melatih daya pikir otak. E. C. mengisi waktu luang. Tanggapan masyarakat Pada umumnya masyarakat merasa tidak keberatan anaknya melakukan parmainan ini namun ada beberapa orangtua yang tidak menyukai anaknya bermain ini dengan berbagai alasan yang mereka punyai. Seprai. Jarit. jumlah orang atau pemain menyesuaikan besarnya pengrubung . B. menurunkan emosional dan bersosialisasi. biasanya setelah terdengar suara adzan maghrib permainan dihentikan terus dilanjutkan shalat berjama‘ah dan mengaji.Setelah hitungan ketiga maka setiap pasangan tadi mesti berjalan bahkan boleh berlari asalkan tangannya kuat. I.34  Peserta yang terlebih dahulu kembali ke garis awal adalah pemenang. panca indra peraba meningkat. Manfaat Gembira. sikap kebersamaan dan kekeluargaan. Pelaksanaan Permainan Setiap pasangan menentukan siapa yang terlebih dahulu menjadi kerbaunya dan harus berjalan dengan tangan dan kaki yang menjadi kerbau tadi dipegangi pasangannya.  Pemain  Krubungan bisa dimainkan oleh putra maupun putri. Tujuan Bermain. Sumber Opu Lis\orang lampung{Waykana} 26) PERMAINAN KRUBUNGAN A. J. Siapa yang paling cepat sampai ditempat semula maka pasangan itulah pemenangnya.  Peralatan Alat untuk merubungi atau untuk menutupi bisa menggunakan: Terpal. melatih kejujuran. Layar. Slimut. Sasaran Anak-anak dan remaja. D. Latar Belakang Krubungan adalah permainan yang sering dilakukan oleh anak-anak setiap sore jam 5 (lima) untunk menunggu mulainya shalat maghrib (berjama‘ah) dan mengaji.

untuk menghindari hal-hal negatif. bersosialisasi.  Masing-masing kelompok laki-laki dan prerempuan dipisah.35 (penutup). dengan mengelompokan jenis klamin laki-laki dan perempuan. bermain dengan gembira. sipenunggu boleh menebak semua pemain sampai ketebak semua. Nyanyianya yaitu: sing siripit tulang bawang sapa sing kejepit tunggu lubang  Sebelum mulai permainan penunggu lobang terlebih dahulu mengenali bentuk fisik atau apa saja dari pemain yang dikerubungi (dititupi) agar penunggu dapat menebak orang yang diraba.  Apabila sipenunggu berhasil meraba salah satu pemain dan dapat menebak siapa nama orang itu maka penunggu berhasil. dan orang yang dapat ditebak oleh penunggu keluar dari tempat pengkrubung.  Selanjutnya pemain yang tidak menjadi penunggu masuk dalam pengkrubung (penutup). melatih panca .  Setelah selesai mengenali bentuk fisik lalu sipenunggu mengejamkan matanya sebentar sampai pemain dikerubungi (ditutupi) selesai. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyakat mengenai permainan krubungan ini masyarakat menilainya sangat baik dan bermanfaat buat anak-anak. F. diadakan nyanyian ―sing siripit‖ untuk menentukan siapa yang akan menjadi penunggu lobang.  Setelah semua pemain sudah masuk kedalam krubungan (penutup) sipenuggu membuka matanya dan mendekati krubungan lalu meraba pemain yg ada di dalam krubungan (penutup) dan mencoba menebak namanya. dikarenakan anak-anak bisa berkumpul bareng.  Jalannya Permainan  Sebelum permainan dimulai.  Begitulah seterusnya permainan dilakukan sampai saatnya terdengar bunyi adzan.  Seandainya sipenunggu cuma bisa menebak satu pemain lalu menyerah berarti pemain yang ketebak tadi berganti menjadi penunggu dan apabila yang tertebak lebih dari 1 (satu) orang misal 4 (empat) orang maka empat orang tersebut melanjutkan nyayian ―sing siripit‖. jadi laki-laki main sendiri dan perempuan sendiri.

36

indra, melatih daya pikir otak, melatih kejujuran, mempererat silaturahmi, dan menjalankan shalat jama‘ah bersama dan mengaji. G. Sumber Sumber informasi penulis dalam menuliskan permainan tradisional krubungan yaitu dengan cara tanya jawab terhadap masyarakat Desa Pesuningan, Prembun, Kebumen. Sumber Informasi antaralain: Salamah Beliau adalah nenek saya, beliau telah memberi informasi tentang permainan krubungan. Juwariyah Beliau adalah ibu saya, beliau telah memperjelas informasi tentang permainan krubungan yang selama ini saya mainkan.

27) PERMAINAN KRIKILAN
A. Latar Belakang Permainan ini sudah ada di daerah saya tingggsl. Biasanya dimainkan oleh anak-anak dan remaja. Bentuk permainan berupa permainan yang menggunakan kerikil-kerikil kecil, siapa yang bias mendapatkan paling banyak kerikil berarti dialah yang menjadi pemenangnya. Dengan cara dua jari telunjuk dan jarimanis membentuk huruf yang menyerupai huruf ―A‖ melewati kerikil tersebut dan jangan sampai jari tersebut menempel salah satu kerikil tersebut. Permainan ini dilakukan hanya untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan konsentrasi. Serta dapat meningkaatkan pergaulan antar teman dan melatih kejujuran. B. Pemain  Sasaran : anak-anak SD dan remaja  Sek : Laki-laki dan perempuan  Jumlah pemain : 2 orang C. Alat, tempat dan Waktu  Alat : kerikil  Tempat : halaman rumah, teras rumah  Waktu : dimainkan kapan saja saat anak-anak pada waktunya bermain. D. Pelaksanaan Permainan  Sebelum pertandingan dimulai, biasanya melakukan undian untuk siapa yang pertama untuk menjalankan permainan.  Dengan cara kerikil dipegang dengan kedua tangan membuka ke atas kerikil tersebut diangkat kira-kira 4 cm dari atas tanah atau lantai. Kemudian kerikil dijatuhkan.  Kerikil tersebut pastinya berserakan dengan jalan melewati kerikil satu persatu dengan ujung jari telunjuk dan jari manis menempel lantai, harus meleti kerikil tersebut dan jangan sampai menempel kerikil yang lain.  Jika salah satu jari menempel kerikil maka permaian berhenti dan pemain yang satunya lagi yang bermain. Dengan cara seperti di awal, begitu seteeerusnya sampai kerikil tersebut habis.

37

E. Penentuan Kemenangan Pemain dikatakan sebagai pemenan jika paling banyak mendapatkan kerikil F. Tanggapan masyarakat Permainan ini sekarang sudah jarang dimainkan oleh anak-anak jaman sekarang, bahkan sudah tak ada lagi yang memainkannya lagi. G. Sumber Pengalaman saat masih kecil, dari masyarakat setempat di daerah saya tinggal.

28)

PERMAINAN TRI LEGENDRI NOGOSARI

A. Latar Belakang Sejarah permainan ini dimainkan sederhana dan sering dilakukan oleh anak-anak di zaman dahulu, paling tidak sebelum tahun-tahun 1980-an, ketika televisi belum mewabah. Ketika itu andalan permainan anak-anak adalah dolanan berkelompok dengan memanfaatkan benda-benda di sekitar lingkungan, seperti batang kayu, daun, batu, kerikil, kreweng, biji buah, dan sebagainya. B. Peserta Permainan ini biasanya dimainkan oleh sekelompok anak-anak, remaja dan dewasa. Pada umumnya mereka memainkan permainan ini semata-mata hanya untuk menciptakan unsur kegembiraan. Dolanan ini biasanya dimainkan oleh anak-anak kecil di halaman luas di sekitar rumah atau di sekitar lapangan. Anak-anak yang bermain biasanya berumur sekitar 7—14 tahun dan yang sering bermain adalah anak laki-laki, karena mengandalkan kekuatan fisik untuk berlari. Namun kadang juga dimainkan oleh anak perempuan atau campuran. C. Alat yang Digunakan Anak-anak yang hendak bermain dhoktri biasanya berkumpul dulu di suatu tempat (halaman, pekarangan, kebun, atau lapangan). Setelah berkumpul, mereka mencari pecahan genting atau gerabah (disebut kreweng atau wingka) Selain itu mereka juga harus mencari sebuah batu agak besar yang berfungsi sebagai kodhok (penentu pemain yang kalah). Setelah mendapatkan alat bermain, biasanya mereka membuat lingkaran (bisa juga berbentuk bujur sangkar) di tanah atau di lantai, dengan kapur, kreweng, atau kayu. Diusahakan jumlah kotak pada bujur sangkar atau lingkaran sesuai dengan pemain. Karena jumlah pemain 8 anak, maka bujur sangkar atau lingkaran dibuat 8 kotak (ruang). D. Pelaksanaan Permainan  Kita harus menyiapkan kreweng/ pecahan genting bulat sebanyak 4 dan batu 1 buah.  Tiap anak memegang kreweng satu-satu.  Kemudian menyanyikan lagu gotri nagasari dengan batu dan kreweng dipindah di depan temannya sesuai dengan lingkaran yang dibuat kea rah temannya sebelah kanan sambil menyanyikan lagu tri logendri nagasari sampai lagunya selesai.

38

 Jika lagunya sudah selesai dinyanyikan, anak yang didepan mendapat batu,anak itulah yang menjadi kataknya.  Anak yang menjadi katak harus menunggu kataknya, dan temantemannya yang lain bersembunyi. Setelah temannya yang bersembunyi ketemu, lalu memanggil nama temannya sambil memegang / menginjak batu tersebut.  Jika sudah ketemu semua kemudian bermain lagi, kalau belum ketemu semua yang jadi katak harus mau menunggu/ mencari sampai si anak tersebut ketemu atau menyerahkan diri.  Permainan ini kemudian diulang-ulang terus hingga si anak mulai bosan.  Lagu yang dinyanyikan dalam permainan ini: Tri logendri nagasari ri Tiwul iwal iwul jenang katul..tul Dolan awan-awan ndelok manten ..ten Titenano mbesok gedhe dadi opo..po Podho mbako enak mbako sedheng dheng Dhengkol ela-elo dadi kodok… E. Penentuan Kemenangan Dalam permainan ini anak yang dikatakan menang/ kalah, ditentukan oleh factor keberuntungan masing-masing anak. Seorang anak dikatakan kalah apabila tidak beruntung dalam artian si anak akan mendapatkan katak secara terus-menerus. Dan anak dikatakan menang apabila mereka lolos tanpa mendapatkan katak. F. Sumber Suwandi Sumber: Buku ―Permainan Tradisional Jawa‖, Sukirman Dharmamulya, dkk, Kepel Press, 2004 dan pengalaman pribadi

29) PERMAINAN MAIN SISIK
A. Latar Belakang Anak-anak perempuan di Sibolga, Tapanuli Tengah mengenal permainan ini dengan nama main sisik. Menyisik dalam dialek itu berarti menyatakan batu (sesuatu) secara perlahan-lahan. Memang dalam permainan ini kegiatan yang menjatuhkan batu secara perlahan-lahan dan tersembunyi merupakan inti permainan dan yang selanjutnya harus diterka pada siapa batu itu berada. Permainan Main Sisik berasal dari daerah Sumatera Utara. Namun para informan dan orang tua yang ditanyai soal asal usul permainan ini tidak dapat memastikan apakah permainan Sisik ini berasal dari daerah mereka atau datang dari luar. Yang dapat mereka kemukakan hanyalah, bahwa mereka sudah mengenalnya sejak lama, mungkin sampai tujuh puluh tahun atau lebih. Hal ini terbukti dari pengalaman mereka sendiri yang sudah melihat permainan ini sejak mereka lagi kecil, dan mereka sekarang sudah tua-tua.

Mereka duduk dengan jarak tertentu. C. berupa tersinggungnya kaki tersebut pada saat dilangkahi atau di lompati. Anak-anak yang berumur lebih biasanya tidak menyukai permainan ini karena mereka menganggap permainan ini terlalu ringan. Jumlah ini di bagi menjadi dua kelompok yang masing-masing 5 orang. Pelaku permainan berumur antara 6 sampai 10 tahun. dan iytu akan dilangkahi atau di lompati oleh lawan satu persatu. Kalau kelompok penebak berhasil menerka. karena bagi anak laki-laki permainan ini kurang aktif atau kurang gerak. Kalau terjadi kesalahan akan terjadi pergantian pemain. Sebaliknya anak-anak dibawah 6 tahun belum diajak serta. Yang menang sut akan menjadi pihak yang membunyikan batu. karena cara menjatuhkan tadi dilakukan dengan penuh siasat dan kesamaran untuk mengelabuhi lawan. Tahap kedua dari permainan ini adalah berupa perbuatan melangkahi kaki-kaki yang dilunjurkan kedepan oleh kelompok lawan. dan yang kalah akan menjadi penebak. Dalam hal ini tisdak boleh terjadi kesalahan. penebak menjadi yang menyembunyikan batu. maka permainan di lanjutkan.asing-masing kelompok bertindak sebagai ketua kelompok. Alat dan Fasilitas Peralatan yang dibutuhkan dalam permainan ini hanyalah sebuah batu kecil yang dijadikan alat tebakan. Tugas kelompok penebak adalah menerka siapa yang menyimpan batu itu. dan satu orang dari m. karena dianggap belum mampu melakukan permainin ini. D.39 B. sedang ketua kelompok berdiri dan melakukan sut. Tetapi kalau tebakan tadi salah permainan diteruskan ke tahap berikutnya. maka terjadi pertukaran pemain. dan kaki mereka dilunjurkan ke muka secara sejajar. Kedua kelompok duduk berhadap-hadapan. Alat lainnya tidak diperlukan. Peserta Pelaksanan permainan Main Sisik memerlukan 10 orang peserta. dan kelompok yang menyembunyikan batu tadi menjadi penebak. Anggota kelompok .  Aturan Permainan Kelompok yang menang menadahkan tangannya masing-masing kebelakang untuk menampung batu yang akan dijatuhkan pelan-pelan oleh ketua kelompok. Pelaksanaan Permainan  Persiapan Sepuluh orang peserta dalam permainan ini di bagi menjadi dua kelompok yang masing-masing terdiri atas lima orang. kalau berhasil dilangkahi dengan baik. Penebakan itu tidak begitu mudah dilakukan. Permainan biasanya hanya dimainkan oleh anak perempuan saja.  Tahap Permainan Pada tahap ini kelompok penemak akan mengunjurkan (menjulurkan) kakinya masing-masing ke depan. agar mungkin lebih sulit dilangkahi.

Kelompok yang berhasil ini dinyatakan menang. Pada setiap terjadi kegagalan langsung diadakan pergantian kelompok yang bermain. dll.  Tahap keempat tetap berupa lompatan dengan tingkat kesulitan yang lebih sulit. namun yang dilompati lebih sulit. Tahap ketiga juga berupa lompatan. F. Bahkan mereka juga turut bersorak bergembira melihat anak-anak yanmg sedang melakukan permainan. Di masa sekarang ini hal yang demikian sudah jarang dapat dilihat. Sumber Suwondo. maka kelompok itu belum dapat dinyatakan menang. Mungkin para orang tua juga para anggota masyarakat sudah berubah pula pandangan mereka terhadap permainan ini.  Jika terjadi kegagalan dalam menyelesaikan tahap-tahap itu. Kaki yang dilunjurkan masih bertindih dan diatas masih ditambahi dengan dua tangan dengan jari terentang.40 E. Waktu dan Tempat Permainan ini biasanya dilakukan di teras rumah atau di bawah pohon yang rindang (tempat yang teduh). G. Bambang. Seluruh anggota pelompat harus melompatinya secara bergantian. Pada tahap kedua dapat melompat dan demikianlah seterusnya. lompatan secara berganti-ganti juga dilakukan oleh seluruh anggota kelompok pelompat. seperti belajar. Mereka cenderung untuk menyuruh anak-anak agar melakukan tugas-tugas yang bermanfaat di rumah. Permainan Anak-anak Daerah Sumatera Utara. mungkin disebabkan oleh rasa simpatik mereka terhadap yang menang atau karena sebab lainnya. Jadi pada tahap pertama dapat menebak keberadaan batu. para anggota masyarakat memberikan tanggapan yang positif terhadap permainan ini. menjaga adiknya. yang melompati melakukan lompatan secara bergantian. H. karena kaki yang dilunjurkan itu sekarang diletakkan yang satu di atas yang lain. 1984. . Penentuan Kemenangan Ketentuan kalah menang adalah demikian :  Jika sebuah kelompok dengan seluruh anggotanya berhasil melalui tahap-tahap tadi dengan baik. Berbeda dengan masa lampau. Wujud dari kepositifan itu adalah berupa dorongan dan kehadiran mereka dalam menyaksikan permainan kalau anak-anak sedang memainkannya. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat terhadap permainan ini pada masa sekarang boleh dikatakan juga turut mundur. Hal ini terlihat dari kurang pedulinya mereka terhadap permainan ini. Jakarta. Permainan ini juga dilakukan pada siang dan sore hari setelah mereka melakukan aktivitas yang lain. Kebanyakan mereka menganggap permainan seperti ini tidak ada gunanya dan hanya membuang waktu saja.

Tempat Permainan Permainan ciko guru dapat dilakukan di mana saja. khususnya di kalangan orang Jailolo dan Sahu yang berada di Maluku Utara. Kemudian. Namun saat ini ciko guru dapat dimainkan oleh siapa saja baik lelaki. Di dalam arena permainan ciko guru akan dibuat sebuah bujur sangkar dengan sisinya kira-kira 60 cm. Anak-anak tidak boleh bermain karena dikhawatirkan anak menimbulkan kegaduhan. Di sana. dipasanglah sebuah tonggak bambu atau kayu sekitar 17 cm yang nantinya akan ditanam dengan kedalaman 2 cm (hanya menyisakan 15 cm di atas permukaan tanah). ataupun di lapangan. hanya laki-laki dewasa sajalah yang boleh memainkannya. B. pemain harus melempar gacunya dari tepi lubang ke arah . buah gelici atau kelerang. Alat permainan ini nantinya ada yang digunakan sebagai gacu dan ada yang dijadikan sebagai taruhan. Latar Belakang Maluku adalah salah satu provinsi yang ada di Indonesia. Ciko guru dapat diartikan ―menunjuk‖ karena dalam permainan ini orang baru boleh bermain setelah ditunjuk oleh lawan mainnya. yaitu permainan melempar dan mencukil 10 buah batu atau buah gelici dalam jarak tertentu hingga seluruhnya masuk ke dalam lubang. perempuan. Dahulu permainan ini hanya dilakukan pada malam hari di halaman rumah orang yang baru meninggal. Peralatan Permainan Peralatan dalam permainan ciko guru hanyalah batu kerikil. Dahulu permainan ini hanya diperuntukan bagi kaum lelaki dewasa saja. Tepat di tengah-tengah bujur sangkar ada sebuah lubang dengan diameter sekitar 5 cm. Jarak antara tonggak dan bujur sangkar sekitar 12 meter. muda maupun anak-anak. di halaman rumah adat. C. Tahap pertama. Namun. Asal usul permainan ciko guru di kalangan orang Jailolo maupun Sahu sudah tidak dapat diketahui lagi. di halaman rumah. Pemain Permainan ciko guru dapat dimainkan oleh maksimal 4 orang. Sementara kaum perempuan pada waktu itu biasanya akan membantu menyiapkan hidangan di rumah orang yang ditimpa musibah tersebut. D. E. Peraturan Permainan Aturan dan proses permainan ciko guru dapat dibagi menjadi dua tahap. ada sebuah permainan tradisional yang bernama ciko guru.41 30) PERMAINAN CIKO GURU A. jika lebih dari itu maka pemain lain akan membentuk kelompok sendiri dengan membuat arena bermain yang boleh berdekatan dengan kelompok lain. Permainan ciko guru kadang-kadang disebut juga dengan ―main batu membayar kenari‖ karena bagi yang kalah harus membayar sejumlah kenari atau langsat atau kelereng sesuai dengan kesepakatan antarpemain sebelum permainan dimulai. Sekitar 30 cm di depan tonggak akan dibuat garis sebagai batas sah atau tidaknya lemparan pemain. tua. Maka dari itu.

Permainan Rakyat Maluku. nilai sportivitas tercermin tidak hanya dari sikap para pemain yang tidak berbuat curang saat berlangsungnya permainan. F. (4) bila batu yang dijentikkan tersebut mengenai batu lain dan keduanya masuk lubang secara berurutan maka dinyatakan sah dan mendapatkan dua nilai. Sementara itu. barulah kemudian penentuan nomor urut pemain dengan jalan suten atau undi. Nilai Budaya Nilai yang terkandung dalam permainan yang disebut sebagai ciko guru ini adalah kerja keras dan sportivitas. maka dianggap tidak sah. melainkan di sisi luar garis bujur sangkar yang jaraknya sekitar 60 cm dari lubang. tetapi juga mau menerima kekalahan dengan lapang dada. proses permainannya. Nilai kerja keras tercermin dari semangat pemain yang berusaha agar lemparannya dapat sedekat mungkin dengan tonggak. maka pemain itu dapat menentukan sendiri batu mana lagi yang akan digunakannya. 1981. Namun apabila kedua batu tersebut masuk ke lubang secara bersamaan. dan lawan tersebut akan menunjuk 1 buah batu yang nantinya akan digunakan sebagai batu pertama sewaktu dimasukkan ke dalam lubang. Pada tahap kedua lemparan tidak dilakukan di pinggir lubang. (3) bila batu pertama berhasil masuk lubang. dengan aturan sebagai berikut: (1) pemain akan menunjukkan batu-batu yang dimilikinya pada lawan mainnya. maka pemain berhak mengambil semua kenari yang berada di dalam lubang dan permainan diulang seperti semula lagi. maka lawan tersebut harus kembali melempar. dan untuk menjentik gacu agar masuk ke lubang dan memperoleh nilai. maka pemain harus kembali melempar. Aturan-aturan yang terdapat dalam tahap pertama ini adalah: (1) pemain harus melempar gacu melewati garis batas di depan tonggak agar dapat mengikuti tahap berikutnya. Selanjutnya permainan akan dimulai dengan urutan seperti aturan-aturan yang telah dijelaskan di atas. gacu mengenai kenari atau gelici hingga ada yang keluar dari lubang. setelah membuat lubang dan memasang tonggak adalah menentukan jumlah taruhan untuk satu kali permainan. dan (4) penentuan kalah menang dalam permainan ini adalah bagi siapa yang dapat memasukkan gacu paling banyak. (2) apabila pada waktu melempar itu gacunya tidak melewati garis batas di depan tonggak. dkk. (pepeng) G. Sumber Suradi Hp. Setelah taruhan disepakati. Ambon: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan . (2) cara memasukkan batu pada tahap kedua ini adalah dengan menjentikkan batu menggunakan kuku ibu jari atau jari kelingking. dengan syarat salah satu tangan harus menapak pada garis batas bujur sangkar.42 tombak yang jaraknya sekitar 12 meter. dan bagi pemain yang memperoleh buah kenari atau gelici yang terbanyak maka ia dinyatakan sebagai pemenangnya. dan (4) pemain yang gacunya paling dekat dengan tonggak akan mendapat kesempatan pertama untuk melempar pada tahap berikutnya. Dan. (3) bila gacu yang dilempar mengenai gacu lawan. maka dialah pemenangnya.

dll  Waktu : siang hari setelah anak-anak pulang sekolah. Sarana. Pada saat istirahat sekolah anak-anak jajan nasi bungkus yang tali ikatnya menggunakan karet. gembira.  Jika belum berani maka pemain kedua boleh memindah keretnya supaya lebih dekat lagi dengan karet pemain pertama.43 31) PERMAINAN KILANAN/ JENGKAL A. F. Sementara yang kalah akan kehilangan satu dari karetnya bahkan bisa semuanya. Pemain  Sasaran : 1) anak-anak usia SD. Tujuan Tujuan permainan ini untuk mengisi waktu luang dan melatih kecermatan yaitu pada saat menyentil karet untuk di dekatkan pada karet lawan. semakin dekat maka semakin bagus.  Pemain kedua menegaskan bahwa dirinya sudah yakin atau siap dengan mengucap kata ―Berani‖ jika memang sudah siap. dan pagi hari ketika hari libur sekolah. permainan ini sangat seru dan menyenangkan karena siapa yang menang berhak mengambil dan memiliki karet lawan. 2) remaja  Sek : laki-laki dan perempuan  Jumlah pemain : 2 orang E.  Pemain kedua melakukan lentingan dengan satu jari telunjukkaretnya yang berada di tanah hingga karet tersebut berada di jarak satu kilan ( jengkal ) . Prasarana dan Waktu Permainan  Alat : karet lingkar ( karet gelang )  Tempat : halama rumah. C. kemudian  Pemain kedua menjatuhkan satu karetnya agak berjauhan dengan karet pemain pertama. Karet tersebut tidak langsung dibuang tetapi dikumpulkan untuk bermain kilanan Dua pemain saling beradu kecermatan dalam menyentil karet supaya berdekatan hingga satu jengkal. . Pelaksanaan Permainan  Sebelum permainan dimuali. B. kedua pemain melakukan undian menentukan siapa yang lebih dulu menjatuhkan karet. Manfaat Permainan ini adalah dapat meningkatkan pergaulan antar teman . dan meningkatkan kecermatan dan ketrampilan. sore hari. kebun.  Pemain pertama menjatuhkan satu karetnya di tanah. Latar Belakang Kilanan adalah permainan anak yang gemar mengoleksi karet lingkar / karet gelang. D. Pada zaman dahulu untuk mendapatkan karet tidak membeli secara langsung.

Indonesia. telah ada dan dimainkan sejak tahun 1930-an. Seira. Selaru. Pada waktu malam hari.  Apabila pemain pertama tersebut belum berhasil maka bergantian pemain kedua lagi yang melakukan lentingan. Umur 64 tahun berprofesi sebagai petani rumah tinggalnya di Kulon Progo. Permainan ini terdapat di sekitar Kepulauan Tanimbar. Permainan ancong-ancong menurut penduduk Yamdena.44  Jika jarak masih lebih dari satu kilan ( jengkal ) maka bergantian pemain pertama yang melintingkan karetnya supaya berada dalam jarak satu jengkal. Penentuan Kemenangan Pemenang ditentukan berdasarka pemain yang dapat melentingkan karetnya hingga jarak satu jengkal atau kurang dari itu dari karet lawan. usia 5 hingga 8 tahun. Peserta Permainan ancong-ancong biasanya dimainkan oleh anak-anak. khususnya Pulau Yamdena. di daerah Yamdena masih banyak keluarga yang hidup dalam satu rumah besar. B. baik lelaki maupun perempuan. Sumber Permainan ini disusun berdasarkan sumber terkait. Angwarmase dan Fordata. bahkan sudah tidak ada lagi anak-anak yang bermain permainan ini. Salah satu permainan yang mereka lakukan adalah ancongancong. biasanya anak-anak dari beberapa keluarga tersebut akan berkumpul menghabiskan waktu luang mereka dengan bermain di dalam rumah. 32) PERMAINAN ANCONG . daerah Maluku Utara. Apabila pesertanya lebih dari 10 . Beliau ini banyak tahu berbagai jenis permainan tradisional dari pengalaman masa kecil dan masa mudanya. Tanggapan Masyarakat Dahulu permainan kilanan sangat digemari oleh anak-anak terutama anak SD. Pemenang berhak mengambil dan memiliki karet lawan yang berada di tanah tersebut. Permainan ini minimal dimainkan oleh 5 anak dan maksimal 10 anak. G.  Begitu seterusnya hingga siapa yang mencapai jarak satu jengkal atau kurang dari satu jengkal. I. Setiap rumah besar umumnya dihuni oleh 6 hingga 7 keluarga yang biasanya mempunyai banyak anak. Pada waktu itu.ANCONG A. H. yaitu Bapak Ngatimun ayah kandung saya sendiri. Latar Belakang Ancong-ancong adalah sebutan bagi orang Yamdena untuk sebuah permainan menebak salah satu tangan pemain yang berada di atas punggung pemain lainnya yang sedang dalam posisi merangkak. permainan kilanan sudah jarang dimainkan sampai sekarang. yang dalam bahasa Indonesia sangat sulit untuk diterjemahkan. ―Ancong-ancong‖ berasal dari bahasa Yamdena.

yaitu seseorang yang dipilih untuk merangkak harus menebak tangan siapa yang berada di punggungnya. Bisa dimainkan oleh anak laki-laki maupun perempuan tidak dibatasi jenis kelamin. Apabila tebakan benar. D. Tunjukan jari tangan diregen akan berpindah-pindah dari tangan satu pemain ke pemain berikutnya. sementara tangan kanannya akan digunakan untuk menunjuk telapak tangan pemain lainnya. Setelah itu. tunjukan tangan diregen akan berhenti pada salah satu telapak tangan pemain. permainan tidak akan berjalan lancar. E.html . sebab umumnya permainan ini dilakukan di dalam rumah. Penentuan Kemenangan Jika si perangkak berhasil menebak tangan pemain yang ditunjuk dirigen. Khusus untuk diregen hanya meletakkan telapak tangan kirinya saja.com/2008/08/permainan-ancong-ancongmaluku. Permainan ini diawali dengan pemilihan dua orang yang dilakukan secara musyawarah/mufakat. anak. Satu orang akan dipilih menjadi perangkak dan seorang lagi menjadi pemimpin permainan (diregen). Asal Permainan Permainan ini berasal dari Maluku Pelaksanaan Permainan Permainan ancong-ancong sangatlah sederhana. namun jika tidak berhasil maka si pemain akan tetap dalam posisi merangkak dan permainan dimulai kembali. Sumber http://uun-halimah. perangkak akan mengambil posisi merangkak dan pemimpin permainan akan memberi aba-aba pada pemain lain untuk meletakkan kedua telapak tangan mereka pada punggung pemain yang merangkak.45 C.  Permainan ini minimal dimainkan oleh 5 anak dan maksimal 10 anak. Berikut ini adalah syair yang dilantunkannya. Apabila pesertanya lebih dari 10 anak. F. orang yang tertebak menggantikan perangkak. Pada saat itulah pemain yang posisinya merangkak tersebut akan menebak tangan siapa dari pemain yang ditunjuk oleh diregen. Permainan ini sebenarnya tidak mengenal umur tetapi biasanya dimainkan oleh anak kecil berumur 5-8 tahun. sebab umumnya permainan ini dilakukan di dalam rumah. G. Tanggapan Masyarakat Belum tahu karena di daerah saya belum ada yang memainkannya.blogspot. Ancong-ancong mpeang angkomai roi-roi Angku tambah labu seela baelaba Cabu ruku rukuku cabu ruku rukuku ise Pada akhir lagu. maka pemain yang tangannya ditunjuk oleh diregen akan menggantikan posisi anak yang merangkak tersebut. Penunjukan itu dilakukan ketika lagu dinyanyikan. permainan tidak akan berjalan lancar.  Biasanya dilakukan saat anak-anak sedang berkumpul bersama.

B. Pemain dibagi dalam dua kelompok. Fungsi karet pada umumnya adalah sebagai pengikat plastik-plastik pembungkus makanan. Tetapi juga tidak sedikit anak laki-laki yang ikut bermain. Yaitu seperti jatuh dan lainlain. kemudian gelang karet tersebut dirangkai hingga menjadi tali yang memanjang. yaitu pemegang karet dan pelompat karet. ons. terlebih dahulu akan dipilih dua orang pemain yang akan menjadi pemegang tali dengan jalan gambreng dan suit. Pada saat diturunkan. dan kilo). Anak perempuan yang telah berumur lebih dari 15 tahun biasanya akan segan untuk ikut bermain. Karet-karet tersebut berbentuk bulat seperti gelang yang banyak terdapat di pasar-pasar tradisional. karena permainan lompat tali putar ini bisa di temukan hampir di seluruh indonesia meskipun dengan nama yang berbeda-beda. sewaktu membuat rangkaian tali untuk membentuk tali karet. karena banyak resiko yang ditimbulkan dari permainan ini. D. diperlukan dua buah karet yang disambungkan dengan dua buah karet lain agar tidak mudah putus oleh anggota tubuh pemain yang sedang melompat. karena takut auratnya akan terlihat sewaktu melompati tali karet. Tetapi prmainan ini tidak boleh dimainkan untuk anak umur dibawah 5 tahun. Pelaksanaan Permainan Sebelum permainan diadakan. Alat yang Digunakan Gelang karet sebanyak-banyaknya. Cara merangkainya adalah dengan menyambungkan dua buah karet pada dua buah karet lainnya hingga memanjang dengan ukuran sekitar 3-4 meter. Sasaran Tetapi biasanya permainan ini dilakukan oleh anak-anak sekolah dasar. Pemain lompat tali putar ini berjumlah 3-10 orang. Permainan lompat tali putar ini biasanya identik dengan kaum perempuan. Kalau pun ada yang ikut bermain.46 33) PERMAINAN LOMPAT TALI A. Oleh karena itu. melainkan dalam bentuk satuan berat (gram. karena karet akan mudah putus jika dipakai untuk mengikat terlalu kuat pada suatu benda. atau anak-anak sekolah dasar kelas 1 sampai 6. pengikat rambut dan barang-barang lainnya yang tidak membutuhkan pengikat yang kuat. . Dan permainan ini tidak membutuhkan keahlian khusus. secara serentak tangan-tangan tersebut akan diangkat dan diturunkan. Kemudian. Sedangkan kaum laki-laki hanya kadang kala saja ikut serta dalam permainan. Yang umurnya sekitar 7-15 tahun. biasanya hanya sebagai penggembira saja dan hanya melompat saat ketinggian tali masih sebatas lutut atau pinggang. C. Latar Belakang Permainan ini sudah tidak asing lagi tentunya. Karet tersebut tidak dijual perbuah. Gambreng dilakukan dengan menumpuk telapak tangan masing-masing peserta yang berdiri dan membentuk sebuah lingkaran.

Jenis permainan ini tidak memerlukan kekuatan phisik karena hanya diperlukan ketrampilan untuk membanting alat permainannya. maka yang memperlihatkan punggung tangannya dinyatakan menang dan gambreng akan diulangi lagi hingga nantinya yang tersisa hanya tinggal dua orang peserta yang akan menjadi pemegang tali. B. Suit adalah adu ketangkasan menggunakan jarijemari tangan. sebab semut akan kalah dengan manusia yang mempunyai banyak akal. Berau dan Kutai. Sedangkan dari mana asal-usul permainan ini sudah sulit untuk ditentukan. jari telunjuk dan jari kelingking. Tetapi sekarang sudah jarang kita jumpai lagi. . Permainan ini sebelum terdesak oleh alat permainan yang modern. sebutan ini digunakan untuk memberi sebuah nama permainan yang cara bermainnya adalah dengan jalan membanting alat permainannya. maka ibu jari akan menang. sehingga gajah akan kalah. Permainan ini adalah milik semua lapisan masyarakat. dahulu di kalimantan timur berkembang di daerah-daerah Bulungan. Sedangkan apabila jari kelingking beradu dengan jari telunjuk. maka ibu jari akan kalah. Sumber Sumber permainan tersebut tidak pasti asal-usulnya dari mana. jari telunjuk sebagai manusia dan jari kelingking sebagai semut. Apabila ibu jari beradu dengan jari telunjuk. Kemudian yang jaga tersebut memutar-mutar tali karet dan pemain berusaha melompati tali karet tetapi anggota badan pemain tidak boleh terkena tali. karena gajah akan menang jika bertarung dengan seorang manusia.47 posisi tangan akan berbeda-beda (ada yang membuka telapak tangannya dan ada pula yang menutupnya). baik itu dari kalangan bangsawan. untuk menentukan siapa yang terlebih dahulu akan menggantikan pemain yang gagal ketika melompat. tujuan dari permainan ini sekedar hiburan dan pengisi waktu senggang saja. E. Latar Belakang ―Cepli‖ artinya membanting. Siapa yang terkena tali sewaktu melompat maka anak tersebut menggantikan jaga. 34) PERMAINAN CEPLI A. maka jari kelingking akan kalah. sebab semut dapat dengan mudah memasuki telinga gajah. Namun apabila ibu jari beradu dengan jari kelingking. Tetapi yang saya tau permainan tersebut sudah ada sejak ibu saya masih ada disekolah dasar. pegawai tinggi atau rakyat biasa asal mau bermain tidak ada yang melarang. Ibu jari dilambangkan sebagai gajah. Dan begitu seterusnya sampai pemain merasakan jadi tukang jaga. khususnya ibu jari. Apabila yang terbanyak adalah posisi telapak terbuka. Waktu Permainan Permainan ini dilakukan pada siang hari. Kedua orang tersebut nantinya akan melakukan suit.

Jadi hanya ada salah satu gambar saja yang masih ada. siapa yang menang adalah yang berhak bermain terlebih dahulu dan membanting kebot. dan bila dimainkan lebih dari dua orang cara bemainnya bergantian menurut perjanjian dalam ketentuan permainannya. E. Kedua mata uangnya (kebat) dipegang dengan jalan menelungkupkan kedua muka uang yang diasah tadi atau boleh juga sebaliknya. Alat kebat ani .  Aturan Permainan Sebelum bermain aturan-aturan permainannya haruslah disepakati bersama. Sehingga si pemain dapat memutar balikkan mata uang itu. Alat yang Digunakan Alat yang diperlukan adalah mata uang logam kuningan yang bernilai satu sen (Belanda). Jadi siapa yang mencapai jumlah seratus lebih dulu itulah yang menang. Jumlah pemainnya tidak terbatas paling sedikit dimainkan oleh dua orang. yakni bagian yang tidak diasah. Demikian seterusnya permainan dilakukan berdasarkan urutan pemenang dalam undian. Benda yang dipakai untuk taruhan dan jumlah taruhannya pun harus ditetapkan pula. Peserta Permainan ini bersifat individu dan kelompok. Misalnya dalam kesepakatan tadi bagian yang halus (diasah adalah miliknya) sedangkan yang kasar (tidak diasah) adalah milik lawan.48 C. dengan permainan ini terjadilah hubungan yang harmonis dan mendidik kejujuran. Salah satu permukaannya diasah sampai tipis. asal penangkupan itu agak merenggang.  Tahap-tahap Permainan Setelah diadakan undian maka permainan pertama adalah pemenang pertama dalam undian. Demikian hingga mereka lelah bermain. Biasanya permainan ini dimainkan oleh anak-anak pria saja yang berumur kira-kira 6-17 tahun. dansudah dipersiapkan terkebih dahulu. D. Maksud dan tujuan menipiskan mata uang logam ini adalah agar mudah terbalik apabila dibanting. sehingga gambar pada bagian itu hilang. Apabila tidak dipergunakan benda taruhan (misalkan bungkus rokok) maka untuk menentukan siapa pemenangnya bisa ditentukan sampai seratus. misalnya kesepakatan tentang alat permainannya bagian mana yang menjadi milik lawan. Mereka mersa bangga apabila ia bermain dengan baik dan menang. Alatnya ini disebut ―kebot‖ sebelum bermain diadakan undian dengan suitan atau hum-pim-pa. oleh sebab itu disini diperlukan ketrampilan khusus bagi seorang pemain untuk mempermainkan alat permainannya. Pelaksanaan Permainan  Persiapannya Bagi seorang calon pemain harus mempunyai dua buah uang logam kuningan yang bernilai satu sen ( uang Belanda ).

yaitu jari tengah. maka jalannya permainan sedikit agak berbeda. Dua kelompok mengadakan undian terlebih dahulu. Bila yang terlentang berbeda pada permukaannya. pada kesempatan ini juga diberikan kepada anggota kelompoknya sampai permainannya mati. yaitu yang satu pada bagian yang diasah dan yang satu pada bagian yang tidak diasah ini baerarti mati. hanya saja karena permainan ini sifatnya kelompok melawan kelompok. Setelah dipegang baik-baik lalu tangan diayun kemudian dibanting keras-keras ke lantai. tentunya disini yang bermain adalah yang belum mendapat giliran bermain. Latar Belakang ―Domikado‖ nama ini diambil dari judul lagu dalam permainan ini. Kalau pemain tadi berhasil menjatuhkan kebat dalam ppsisi hidup boleh bermain terus sampai berulang-ulang sampai mati. Bagi kelompok yang menang bermain terlebih dahulu. biasanya disebut ―ukir‖ apabila terlentang kedua-duanya pada bagian yang bergambar itu berarti hidup dengan nama ―belong‖.49 dipegang dengan tiga jari. Dimana lagu dalam permainan ini lagu iringan adalah lagu sebagai undian. apabila pada kesempatan pertama ini permainannya mati maka kesempatan kedua diberikan kepada lawan kelompoknya. cara bermainnya seperti di atas. Jadi pemain yang pertama tadi yang sudah bermain apabila jatuh pada posisi mati maka ia harus diganti oleh pemenang undian berikutnya. F. 35) PERMAINAN DOMIKADO A. Sumber Buku Permainan Rakyat Daerah Kalimantan Timur ( Pengarang : Indonesia Dep. Ibu jari dan jari tengah sebagai pemegang dan jari telunjuk berfungsi sebagai penahan (penyangga) agar pada waktu mengayun tangan letaknya tidak berubah. P dan K. Sesampai di lantai mata uang akan melenting terbalik. Di sana terlihat belasan murid dan beberapa guru memainkan permainan tradisional Jawa Barat. yaitu salah satu anggota tersebut tampil untuk mewakili kelompoknya mengadakan undian. Demikian seterusnya sampai pemain itu mendapatkan nilai yang sudah disepakati itulah pemenangnya. telunjuk dan ibu jari. Permainan ini dapat dilakukan berkelompok. Untuk kesempatan ini diberikan kepada salah satu anggota kelompoknya untuk bermain.bila kedua mata uang tadi sudah berhenti bergerak kemudian letaknya dilihat oleh seluruh pemain kalau letak kedua mata uang itu bertelentang pada bagian yang diasah itu berarti hidup. Jakarta 1982. ―Ada yang menarik ketika berkunjung ke Sekolah Internasional Termasuk belum lama ini. Di sana juga dipamerkan berbagai gambar . Masingmasing kelompok mengumpulkan jumlah nilai yang didapatkan dari para anggotanya. misalnya terdiri dari dua kelompok.

36) PERMAINAN GEMPALEONGAN A. minta gendong. Tak heran jika kita jarang melihat anak-anak di perkotaan memainkan permainanpermainan itu. dengan kedua tangan dibuka dan bertumpukan dengan tangan teman disampingnya. Para guru dan murid tampak memainkan permainan domikado. Sumber Buku Permainan Tradisional Perpustakaan Universitas Negeri Yogyakarta. Alat yang Digunakan Permainan ini tidak menggunakan peralatan khusus. Namun bila terkena tepukan tangan yang keluar dari barisan.Jadi nanti kaleng yang sudah ditumpuk rapi akan roboh porak-porandak akibat terkena . dll  Keadaan Sekarang Permainan ini masih dilakukan terutama oleh anak-anak namun jarang. anak yang akan kejatuhan tepukar berusaha untuk menghindar (pada kata ―four‖). Latar Belakang Jumlah : Tidak terbatas. Usia : bebas. D. termasuk mulai mengenalkan permainan tradisional dari negara-negara lain. mi ka do SK SK do. Pelaksanaan Permainan  Para peserta membentuk sebuah lingkara. Bila tepukan tidak mengenai maka anak yang menepuk keluar barisan.Dilihat dari namanya gempa itu getaran yang akan bisa mengakibatkan benda di sekitar roboh. B. SK do SK do Pia-pio One two three four C. pagi. Komunitas Hong terus aktif mengenalkan kembali semua permainan masyarakat Sunda.50 permainan dari dalam dan luar negeri. misalnya dengan menyuruh bernyanyi. Latar Belakang Permainan dengan nama gempaleongan ini merupakan permainan yang dimainkan menggunakan kaleng bekas atau boleh juga menggunakan pecahan keramik atau genteng .  Begitu seterusnya hingga hanya tinggal 1 anak dan ialah pemenangnya dan ia berhak menghukum teman yang lainnya. Melihat itu. dan leongan itu kaleng bekas .  Kemudian menyanyikan lagu secara bersama-sama sambil menepukkan tangan ke tangan teman disampingnya  Dan bila telah sampai pada bait terakhir. Jenis Kelamin : pa/pi. yakni sebuah permainan tradisional Sunda di mana orang yang berpegangan tangan dan menjebak anggota barisannya. Asal Permainan Jawa Barat.Semua jenis permainan tradisional itu nyaris tak dikenal lagi oleh masyarakat. siang.: Iringan Lagu : Do mi ka do Do mi ka do. Waktu Pelaksanaan Permainan ini bisa dilakukan kapan saja. sore.

namun di jawa tengah sudah banyak yang memainkanya termasuk di daerah saya Wonosobo.  Kaleng tersebut di tumpuk rapi. mengembangkan aspek motorik.tetepi dapat dijumpai diberbagai daerah mana saja dengan nama yang berbeda. jangan sampai didahului dirobohkan oleh pemain yang sedang bersembunyi. Sasaran Anak-anak.51 B.Begitu seterusnya. dewasa.  Yang masang dengan cara melangkahkan satu kaki di atas kaleng sambil menyebutkan nama peserta yang sedang bersembunyi disertai kata-kata gempaleong untuk mematikan pemain yang bersembunyi.yang paling jauh dari kaleng berhak melemparkan batunya ke sasaran tersebut yaitu kaleng yang sudah tertata rapi. Apabila pemain yang bersembunyi berhasil merobohkan kaleng dan mendahului yang jaga maka pemain-pemain yang tadinya sudah di gempaleongi atau sudah kena boleh bersembunyi lagi . Tujuan Berolahraga.  Apabila kaleng roboh maka pemain yang tadi gaconya berada di bawah pemain yang mengenai kaleng makai itulah yang masang . Jumlah pemain tak terbatas semakin banyak akan semakin ramai dan minimal hanya bisa di mainkan oleh dua anak. yang masang dan yang main. mengisi waktu luang. Peraturan permainan. Apabila semua para peserta yg bersembunyi belum dimatikan maka permainan belum berakhir. kayu dsb) sendiri-sendiri. kemampuan motorik meningkat. E. Asal usul permainan gempaleongan ini tidak jelas dari mana asalnya.  Dari belakang kaleng yang sudah tertata bertumpukan. menjaga kaleng yang sudah ditata. bermain. para pemain melemparkan gaco(batu. Latar Belakang Becak-becakan adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya.Satu orang masang menata dan menjaga kaleng itu jangan sampai dirobohkan pemain yang sedang bersembunyi. F.  Sebisa mungkin yang masang. lemparan pemain.  Setelah semua pemain melempar batunya . 37) PERMAINAN BECAK . D.sampai roboh. Urutan melempar batu bebas.BECAKAN A. . bersosialisasi. C. Manfat Bergembira. remaja. kualitas kebugaran meningkat.

Peralatan Dolanan ―Koko-Koko‖ tidak membutuhkan peralatan.52 B. walaupun tidak ada data akurat mulai kapan. memupuk sportifitas. D. C. Manfaat Gembira atau senang. melatih kerjasama dan kekompakan .  Peserta Pemain bisa dimainkan oleh putra maupun putri yang berjumlah 3 orang setiap kelompok dengan satu orang menjadi penumpang dan dua orang menjadi becaknya. 38) PERMAINAN KOKO A.  Pemain yang menjadi penumpang naik di atas tangan pemain yang menjadi becaknya yaitu dengan cara mengandengkan tangan dari kedua pemain tersebut yang menjadi becaknya  Selanjutnya pemain yang menjadi becak mengangkat si penumpang dan berjalan menuju ke garis finish yang sudah ditentukan. Tujuan Tujuan dari permainan ini mengisi waktu luang. anak yang berada di posisi paling belakang yang membentuk formatur ular-ularan. Sebenarnya permainan ini hampir mirip dengan dolanan ancak-ancak alis.melatih kekuatan tangan. Hanya cara bermainnya yang agak berbeda. permainan ini dikenal oleh anakanak di daerah sumatera.di halaman atau dilantai dan teras juga bisa digunakan. diadakan hum pimpa untuk menentukan siapa yang akan menjadi penumpang dan becaknya dari masing-masing kelompok. jenis permainan ini sudah berumur sangat tua.  Pelaksanaan  Sebelum permainan dimulai. sebenarnya nama koko identik dengan nama sebuah jenis ular air yang sedang mencari makan di air.  Siapa yang sampai di garis finish terlebih dahulu itulah kelompok yang menang. akan dikejar-kejar oleh si koko. Pada permainan ini nanti. bersosialisai. Sasaran Anak – anak E. Menurut sebuah sumber dari Sulaiman Dharmamulya. kecuali sarung atau sabuk. khususnya di Sumatera selatan. Artinya para pemain ada yang membentuk ular-ularan. B. Fungsi sarung atau sabuk dipakai oleh masing-masing anak yang . Latar Belakang Melihat dari nama permainan. Pelaksanaan Permainan  Tempat Tempat yang digunakan bisa dialam terbuka.

saya akan merebut! . permainan ini lebih sering dimainkan saat-saat waktu libur atau senggang. D. Dalam permainan ini. sore. Sementara saat dimainkan malam hari. satu orang berperan menjadi kakek/nenek. satu orang berperan menjadi koko. Pegangan pemain anak buah harus kuat. Ada kelap-kelip itu apa ? K/N : Anakku. Mereka yang bermain ini rata-rata berumur 8-10 tahun. Dari mereka. K/N : Obatnya apa? KK : Gula batu. Sementara pemain paling depan berperan sebagai Kakek/Nenek. Dialog seperti di bawah ini: K/N : Koko-koko kamu mau minta apa? KK : Aku minta airmu. Peserta Dolanan ―Koko-Koko‖ biasa dimainkan oleh anak laki-laki. Seperti pada permainan lain. sehingga membuat koko kesulitan mengejar mangsa. H. K/N : Apa lehermu nanti tidak gatal? KK : Gatal-gatal tidak apa. pemain yang berperan Koko-Koko (KK) dan Kakek/Nenek (K/N) melakukan dialog sebagai pembuka. lebih banyak dimainkan di halaman yang teduh. maka akan menjadi pemain dadi.53 membentuk formatur ular-ularan. lebih banyak dimainkan di tanah lapang yang mudah kena sinar bulan. Sarung/sabuk dipegang oleh pemain yang berada di belakangnya. Jika dimainkan siang hari. Mereka bergandengan ke belakang dengan memegang sarung/sabuk yang telah dipakai di pinggang atau dikalungkan di badan. E. anak-anak yang bermain sekitar 10 anak. yaitu A. siang. G. B. D. Selain peralatan sarung/sabuk. sebab jika sampai terlepas. C. karena membutuhkan kekuatan fisik untuk berlari. Setelah mereka bersepakat bermain. karena formasi ular akan semakin panjang. F. atau malam hari saat terang bulan. Pelaksanaan Permainan Anak-anak yang hendak bermain permainan koko-koko misalnya ada 10 anak. baik pagi. K/N : Tempatnya apa? KK : Daun lumbu. K/N : Kamu dapat dari mana? KK : Lumbung padimu. I. dan J. Lebih banyak lebih baik. Setelah semua siap. KK : Aku minta boleh tidak ? K/N : TIDAK BOLEH ?!! KK : Kalau tidak boleh. dolanan ini hanya membutuhkan tanah lapang yang luas. lalu terus berkumpul di halaman rumah. dan pemain lainnya berperan sebagai anak buah kakek/nenek. C. Satu pemain lain berperan sebagai koko.

Latar Belakang Masyarakat Nias menamakan pemainan ini ―fusukhu‖ yang dibentuk dari ―fu + Sukhu‖ yang berarti ―Bermain Sisir‖. G. bertujuan untuk membina kegembiraan dikalangan anak – anak. maka harus berani menghadapinya dan tidak mudah cengeng. Namun jika pemain lolos dan bergabung lagi ke posisi semula. Jika sedang jadi. Dilihat dari sifatnya permainan Fusukhu ini termasuk jenis permainan rekreatif. Dengan sisir di sini tidak dimasudkan yang bernama sisir itu. Namun jika koko bisa mendekat ke ekor dan berhasil memegang pemain paling belakang.54 Setelah percakapan itu. Walaupun begitu dapat juga dilihat unsur – unsur yang bersifat pendidikan seperti menumbuhkan kebiasaan . Ada cara lain. Anak-anak lain berusaha mempertahankan pemain paling belakang. maka si kakek/nenek berusaha lagi menghalangi-halangi si koko untuk menangkap ekornya. Jika koko berlari ke arah kanan. Jika pemain belakang bisa dilepaskan oleh si koko. maka koko berusaha menyambar anak kakek yang berada di paling belakang. anak juga fisiknya lebih sehat. melatih keberaniannya dan diajak untuk lebih sportif dan menghargai teman-temannya. Sulaiman Dharmamulya. Jakarta: Kepel Press 39) PERMAINAN FUKUSHU A. Sumber Sumber: Permainan Tradisional Sumatera. Jika si koko bisa menangkapnya. F. maka pemain yang lari menjadi pemain jadi. Begitu seterusnya hingga mereka merasa capek. dan terkadang disertai suara tertawaan dari para pemain atau penonton. saat si koko telah bisa mendekat ke ekor ular. berarti ia menjadi pemain jadi dan menggantikan pemain koko. maka pemain belakang dengan sekuat tenaga memegang sarung atau sabuk. karena banyak berlari. maka ekor ular akan mengarah ke kiri. Tanggapan Masyarakat Permainan ini mengajarkan kepada anak-anak untuk bisa hidup bersosialisasi dengan teman. Jadi permainan ini betul – betul tergolong kepada permainan anak – anak dalam arti sesungguhnya. E. Sementara pemain koko bisa bergabung ke pemain lain. 2004. Begitu sebaliknya. Penamaan ini didasarkan kepada hal yang menjadi persoalan di dalam permainan yatiu mengenai sukhu atau sisir. Penentuan kemenangan Permainan ini di mainkan hanya untuk mengisi waktu luang. tidak ada pemenang maupun yang kalah. Tetapi dibayangkan bahwa ada persoalan yang mengenai sisir yang hilang dan pertanyaan mengenai hilangnya benda itu yang dijadikan sumber permainan. Maka si koko segera mengejar pemain yang lari.Permainan ―fusukhu‖ dapat dimainkan oleh seluruh anak – anak baik laki – laki maupun perempuan. maka pemain paling belakang melepaskan sarung atau sabuk dan berlari sekuat tenaga. Dengan permainan koko-koko ini. Maka terjadilah tarik-menarik yang sangat alot.

Mereka kemudian berdiri sambil memeluk pinggang kawan yang ada di muka. Anak yang berada pada tempat terdepan mengucapkan pertanyaan ―He so Zukhugu?‖ yang berarti‖Di mana Sisirku‖ kepada anak yang berada dibelakangnya. Hanya saja mereka tidak boleh bercampur laki sama laki laki. Ini sesuai dengan sifat permainan rakyat pada umumnya. jadi bukan dari kelompok tertentu saja. Anak – anak pada umur 10 sampai 15 tahun mudah merasa malu melakukan itu terhadap lawan jenisnya. karena tidak ada lagi anak dibelakangnya unutk disebutkan sebagai tempat beradanya sisir yang ditanyakan. boleh juga perempuan.55 bekerjasama dan saling membantu dalam melakukan suatu pekerjaan.  Tahap Permainan Sekarang anak yang berdiri paling depan tadi mulai bergerak hendak menangkap anak yang paling belakang yang dianggap bersalah karena tidak dapat mempertanggung jawabkannya soal sisir tadi. Sampai kepada anak yang kelima jawaban masih dapat diberikan dengan cara yang sama. Alat yang Digunakan Untuk melaksanakan permainan ini tidak diperlukan peralatan apapun. jenis kelamin mereka boleh laki – laki. karena . Permainan campuran dipandang janggal atau kurang pantas oleh masyarakat Nias. Pelaksanaan Permainan Ambillah umpamanya ada enam orang anak yang ikut serta dalam permainan ini. lebih banyak dari itu sering juga dilakukan. Para pemain berasal dari berbagai kelompok sosial. dan perempuan sesama perempuan pula. sehingga terbentuk barisan memanjang kebelakang. Peserta Jumlah peserta untuk dapat melaksanakan permainan ini adalah 6 orang. Upaya untung menangkap ini tentu saja begitu mudah melaksanakannya. dan kemudian bergerak – gerak dalam rangkaian. karena dalam permainan ini terjadi pegang pinggul teman bermain. kelima dan ke enam. C. Asal jumlah anak sudah bersepakat untuk bermain dan tempat yang cocok sudah ditentukan maka sudah dapat melaksanakannya. D. Usia permainan ini antara 10 sampai 15 tahun. Pertanyaan tersebut harus dengan segera dijawab oleh anak yang menerima pertanyaan dengan ―Sukhu me Figuru‖ yang maksudnya ―Sisirmu ada Dibelakangku‖. Akibatnya anak tersebut terpaksa berdiam diri tidak dapat menjawab seperti teman – temannya yang lain. Pertanyaan dilanjutkan kepada anak yang ke empat. tetapi anak yang keenam atau yang paling belakang akan mengalami kesulitan menjawabnya. Jawaban yang diberikan sama bunyinya seperti anak yang kedua tadi. Dengan terdengarnya jawaban tersebut anak pertama yang berdiri paling depan mengulangi pertanyaan yang sama.  Aturan Permainan. tetapi sekarang diarahkan kepada anak yang berada pada urutan ketiga. B. kecermatan menangkap pertanyaan dan memberikan jawaban dan lain – lain.

56 ibaratnya adalah seperti kepala hendak menangkap ekor. Yogyakarta: Dikti. Permainan anak – anak daerah Sumatera Utara.Bentuk rokok yang berbeda-beda menjadikan bentuknya unik sehingga muncul permainan ini untuk mengumpulkan berbagai bungkus rokok. Permainan ini cukup melelahkan. B. Tidak ada konsekuensi bagi peserta yang kalah. karena ynag hendak ditangkap berada pada tempat yang paling belakang. akibat ikatannya dengan anak – anak yang ada di belakang dan yang memegang erat pingungnya yang ada di muka selalu dapat saja dielakkan dengan mudah oleh anak yang paling belakang. Dan bagi yang kalah teriakan – teriakan para penonton yang kadang – kadang terdengar mengejek dan menyalahkan anak yang paling belakang kenapa dapat sampai tertangkap.Saya melakukan permainan bandeman ketika masa kecil dulu. Pemain Permainan bandeman dapat di lakukan dengan jumlah peserta 3-10 anak. Sumber Depdikbud. akhirnya anak yang paling belakang dapat juga ditangkap. Dalam hal ini anak yang paling belakang bergerak lebih bebas dibandingkan dengan anak yang paling depan tadi.Bungkus rokok yang sudah dibentuk tipis di susun di dalam lingkaran.Permainan ini memanfaatkan bungkus rokok yang sudah dibentuk tipis. Setiap gerakan anak yang paling depan untuk menangkap anak yang paling belakang yang dilakukannya dengan segala susah payah. Tetapi yang lucunya disini gerakan itu tidak menuju kea rah yang ke muka. 41) PERMAINAN BANDEMAN A. dalam hal ini yang paling belakang yang dapat ditangkap oleh anak yang paling depan.Biasanya yang melakukan permainan ini adalah laki-laki yang berumur kira-kira 6-14 tahun .Dalam permainan dapat mengembangkan keterampilan yaitu ketepatan dalam mengenai sasaran. sudah cukup menjadi hukuman baginya. sehingga berakhirnya permainan dengan berhasilnya ditangkap anak yang dimaksudkan sudah cukup mengembirakan anak yang paling depan tadi.Asal mula permainan ini ketika banyak bungkus rokok yang tidak terpakai dan ada seseorang melipatnya menjadi persegi. Latar Belakang Pemainan bandeman berasal dari kabupaten Bantul. (1981/ 1982). Dengan demikian permainan selesai.  Demikianlah barisan yang terdiri dari enam orang anak tersebut bergerak – gerak kesana ke mari seperti ular yang sedang melata di tanah.  Konsekuensi kalah atau menanti. E. Setelah lama bergerak kesana ke mari.

malboro 500 dan lain-lain. Pelaksanaan Permainan Permainan bandeman di lakuakan dengan jumlah peserta 3-10 anak. E.Misalnya Bungkus rokok jarum dan gudang garam mempunyai nilai 100.Sebelum permainan di mulai setiap pemain harus melakukan ―gasang‖(pasang) sesuai kesepakatan bersama.Pemain pertama melakukan tembakan menuju susunan bunkus rokok di depannya. F. Kemudian pemain menyusun bungkus rokok yang sudah di bentuk dari hasil gasang tadi dalam lingkaran.sampoerna mild 300.Bila tembakan mengenai sasaran dan sebagian bungkus rokok yang dibentuk keluar lingkaran maka bungkus rokok tersebut milik pemain yang mengenainya.Misalnya sepakat gasang 800 maka pemain harus gasang 800 menggunakan bentuk rokok yang sudah di bentuk. Lemparan pemain harus melewati garis didepannya.Pemain berikutnya boleh menembak susunan rokok atau batu yang di gunakan pemain pertama(batu yang di gunakan pemain pertama dapat diganti dengan batu yang lebih besar).Kemudian di lanjutkan pemain berikutnya yang dekat dengan garis dan seterusnya seperti itu.Pemain yang mampu menempatkan batu dengan garis maka dia berhak untuk melakukan tembakan yang pertama kali.Kemudian setiap pemain harus melemparkan batu dari pinggir susunan bungkus rokok menuju garis di depannya dengan jarak 3-5 meter. Bungkus rokok tersebut tidak di berikan kepada pemain yang ikut dalam permainan tetapi menjadi milik pemain yang menang. .Karena susunan rokok sudah di kenai maka di susun kembali untuk di tembak pemain berikutnya.Waktu permainan dapat di lakukan dari pagi sampai sore.Setelah itu dilanjutkan pemain berikutnya jalannya permainan seperti tadi hingga semua pemain melakukan tembakan.Setelah semua pemain melakukan tembakan maka permainan di lanjutkan lagi dengan melaukan gasang lagi atau melanjutkan permainan jika masih ada bungkus rokok yang masih tersisa di dalam lingkaran.Bungkus rokok yang sudah di bentuk tipis mempunyai nilai tersendiri. Waktu dan Tempat Permainan Permainan bandeman dapat di lakukan di halaman atau pekarangan yang tanahnya rata. Penentuan Kemenangan Pemain yang mampu mendapatkan bungkus rokok terbanyak dari hasil tembakan maka pemain tersebut dapatdi katakan menang.57 C.Bunkus rokok yang sulit di dapatkan mempunyai nilai yang lebih tinggi. Apabila pemain berikutnya dapat mengenai batu yang di gunakan pemain pertama maka bungkus rokok hasil tembakannya harus di serahkan kepada pemain tersebut. Alat dan Fasilitas  Bungkus rokok yang sudah di bentuk persegi  Batu atau keramik  Halaman atau pekarangan rumah yang rata D.

 Satu orang yang buta tadi menangkap satu orang yang lainnya terus menebak siapa namanya.Apabila batu tersebut mengenai pemain maka bisa terluka.Tanggapan negatif dari masyarakat misalnya permainan ini berbahaya karena dalam melaksanakan permainan harus melakukan tembakan memakai batu. Tetapi ya begitulah. atau Dhog-Dhog Ketumbar. Latar Belakang Anak-anak menamakan sebuah nama dolanan kadang-kadang aneh dan hanya berdasar pada kesepakatan belaka di antara mereka. H. juga sering disebut dolanan Pithongan.  Yang lain berada dalam kotak. Peserta Jumlahnya makin banyak makin ramai tetapi juga makin sulit menebak nama Bisa dilakukan putra dan putri. Tanggapan Masyarakat Tanggapan dari Masyarakat bermacam-macam ada yang positif dan negatif. Penentuan Kemenangan Tidak ada menang dan kalah karena permainan ini dilakukan terus menerus sampai bosan dan hanya ada yang dihukum. . salah satu bumbu dapur.Mereka mengajarkan dan mengajak untuk bermain bandeman. Sumber Permainan bandeman ini saya mengenalnya dari kakak-kakak yang ada di kampung saya.  Menentukan satu orang untuk menjadi orang buta. Alat dan Fasilitas  Sapu tangan  Dilakukan setiap sore-sore  Berlangsung di halaman D. B. E.  Dan jika benar maka yang ditebak ganti menjadi orang buta. 42) PERMAINAN JAGO PITHONG A. yang namanya dunia anak-anak untuk memudahkan sebuah nama dolanan. Dolanan ini sepertinya tidak mengacu pada benda tumbar.Dolanan yang sering dimainkan oleh anak-anak perempuan masyarakat Jawa ini.Tanggapan yang positif misalnya anak dapat berkumpul bersama untuk meningkatkan kebersamaan.  Apabila salah menebak akan mendapat hukuman dari kesepakatan bersama. Termasuk dolanan Tumbaran. seringkali menamakan atas dasar kesepakatan saja. Jago-Jago Pithong. C. Pelaksanaan Permainan  Membuat kotak ukuran ditentukan banyaknya peserta.58 G.

1939: 495). Sampai dengan tahun 80-an permainan ini masih sering dilakukan di kalangan masyarakat Banjar. yakni stik atau alat pemukul yang panjangnya sekitar 40 cm dengan lebar 2cm. Jika dimainkan secara beregu. Latar Belakang Balogo adalah salah satu jenis permainan tradisional suku Banjar di Kalimantan Selatan. G. C. Namun. Fungsi panapak atau campai adalah untuk mendorong logo agar bisa meluncur dan merobohkan logo pihak lawan yang dipasang saat bermain. dewasa ini sudah mulai tersisih oleh permainan elektronik populer.Dan permainan ini tidak ada unsur kekerasan sehingga pertemanan menjadi kompak. Balogo diambil dari kata “logo”. Poerwadarminta (1939). Setidaknya. biuku (penyu). Tanggapan Masyarakat Menarik karena bisa membuat orang tertawa. B. bukan berarti dolanan ini tidak hidup di tengah-tengah masyarakat. Termasuk pula di daerah Kalurahan Giripurwo. Walaupun tidak terekam dalam kamus. Bentuknya bermacammacam. Sebagian daerah yang menyebut dolanan ini dengan Pithongan.59 F. segi tiga. Kabupaten Kulon Progo DIY. Pelaksanaan Permainan Permainan balogo dapat dilakukan satu lawan satu atau secara beregu. Dalam kamus Boesastra Djawa (Poerwadarminto. salah satu daerah yang menjadi obyek penelitian. kiranya dapat dirunut dari arti kata tersebut. Sumber Dolanan ini tidak terekam dalam kamus Jawa ―Baoesastra Djawa‖ karya WJS. Umumnya hanya dimainkan oleh kaum pria. karena permainan itu menggunakan logo. Alat dan Tempat Logo terbuat dari tempurung kelapa. dengan jumlah pemain 2 sampai 5 orang. masih hidup dan dimainkan oleh anak-anak di wilayah Yogyakarta. D. maka jumlah pemain yang ―naik‖ (yang melakukan permainan) harus sama dengan jumlah yang ―pasang‖ (pemain yang . Kecamatan Girimulyo. Kebanyakan dibuat berlapis dua yang direkatkan dengan bahan aspal atau dempul supaya berat dan kuat. dolanan ini hingga tahun 1980-an. baik di pedesaan maupun perkotaan (lihat penelitian Ahmad Yunus tahun 1980/1981 berjudul Permainan Rakyat DIY). 43) PERMAINAN BALOGO A. layanglayang. ada yang berbentuk bidawang (bulus). Garis tengahnya sekitar 5--7 cm dan tebalnya sekitar 1--2 cm. Dalam permainan harus dibantu dengan sebuah alat yang disebut panapak atau kadang-kadang beberapa daerah ada yang menyebutnya campa. nama pithongan berasal dari kata dasar pithong yang berarti pece atau picak (bahasa Indonesia: buta). Pemain Permainan ini dilakukan oleh anak-anak dan remaja. daun dan bundar.

Latar Belakang Dulunya madelage adalah persembahan untuk mengantar arwah orang yang telah meninggal. Nilai keterampilan tercermin dari pemasangan logo yang memerlukan keahlian khusus. E.com 44) PERMAINAN MADELAGE A. Jumlah pemain beregu minimal 2 orang dan maksimal 5 orang. Nilai kerja keras tercermin dari usaha para pemain untuk merobohkan logo lawan. pihak yang menang disebut dengan “janggut” dan boleh mengelus-elus bagian dagu atau jenggot pihak lawan yang kalah sambil mengucapkan teriakan ―janggut-janggut‖ secara berulang-ulang yang tentunya membuat pihak yang kalah malu. tetapi juga tercermin dalam perobohan logo lawan. kerja sama. sebuah ritual yang dilakukan masyarakat pedalaman NTB. nilai kerja sama tercermin tidak hanya di pemasangan logo. Tapi kini menjadi permainan yang dimainkan oleh anak anak tanpa ada arti ritual.wordpress. Nilai Budaya Nilai yang terkandung dalam permainan balogo adalah keterampilan. tetapi bisa menerimanya sebagai sebuah kekalahan. sebagai akhir permainan. Sumber www.60 logo-nya dipasang untuk dirobohkan). Cara memasang logo adalah dengan medirikannya secara berderet ke belakang pada garis-garis melintang. Regu yang paling banyak dapat merobohkan logo lawan adalah yang keluar sebagai pemenang. Sampai akhirnya dikalahkan oleh permainan elektronik modern. nilai sportivitas tercermin dari kerelaan pemain yang kalah untuk di elus-eluas janggutnya oleh pemenang karena aturannya memang demikian. Mamang dalam permainan balogo : “santuk kilan bela (muka) patah cempa sekali lagi “ Permainan balogo ini masih populer dimainkan di masyarakat Banjar hingga tahun 80-an. Dengan demikian. kerja keras. hanya permainan biasa untuk mengisi waktu dan bersenang senang. dan sportivitas.kerajaanbanjar. Inti dari permaian ini adalah keterampilan memainkan logo agar bisa merobohkan logo lawan yang dipasang. Gambar: F. Nama permainan ini . Dan. Kemudian. Dan. jumlah logo yang dimainkan sebanyak jumlah pemain yang disepakati dalam permainan.

Permainan ini tidak ada hubungannya dengan peristiwa-peristiwa yang bersifat religius maupun upacara adat. E. Peserta C. dua pasang  Usia enam sampai belasan tahun. Minimal peserta 3 orang .61 adalah permainan madelege yang artinya persembahan untuk orang mati untuk mengantar kepergiannya. D. Jenis permaian ini adalah milik masyarakat baik dari kelas bangsawan atau biasa.  Yang menang melempar pertama kali dan yang kalah 2 orang harus jaga. G.1 orang menembak Alat dan Fasilitas  Kayu yang ditumpuk  Pelempar Pelaksanaan Permainan  Diawali dengan suit. Jadi bila diterjemahkan adalah bersaing berlari dengan tiga kaki. Permainan ini tidak ada hubungannya dengan peristiwa-peristiwa yang bersifat religius maupun upacara adat. uneekng : kaki. Pemain  Paling sedikit empat orang . B. bisa melatih sportifitas Sumber Dari teman saya di NTB dan dari jombangan. sedang Pencipta Permainan ini tidak diketemukan. Hanya saja sering dimainkan sebagai perlombaan. Hanya saja sering dimainkan sebagai perlombaan. Permainan ini sudah menyebar ke Daerah Kalimantan Timur. F. pria dengan pria . Teliuq : berlari. apabila diterjemahkan sentaruh: bersaing. Latar Belakang Nama permainan ini berasal dari bahasa Dayak Tunjung. 2orang jaga.com/info/permainan-tradisionalntb 45) PERMAINAN SENTARUH TELIUQ ENEEKNG TELUU’ A. Teluu‘ : tiga. B.  Terus bergantian sampai capek Penentuan Kemenangan Yang sering di gendong adalah yang menang Tanggapan Masyarakat Membiarkan anank anak tetap bermain karena permainan ini tidak berbahaya dan membuat anan – anak riang.  Jika pelempar tepat mengenai sasaran maka yang jaga harus mengangkat atau menggendong pelempar ke tempat jaga.namun dalam satu pasang wanita dengan wanita. atau orang dewasauntuk memeriahkan perayaan  Pria atau wanita boleh bermain.

sehingga tidak saling terpisah. Jadi lapangan permainan harus diberi garis start dan finish. Latar Belakang Jenis permainan yang satu ini juga termasuk dolanan yang tidak menggunakan peralatan bantu untuk bermain. dan sering pula dimainkan oleh anak-anak usia SD. dolanan ini memang terinspirasi dari nama hewan gajah. maka kaki kiri dan kaki kanan pasangannya diikat jadi satu. dolanan ini juga diiringi dengan sebuah lagu. Memang gajah mempunyai belalai. Namun begitu. karena permainan ini yang menonjol adalah sifat pertandingan. Dalam peperangan seperti dalam cerita wayang. Dalam permainannya ada tata tertip yang harus disepakati bersama. gajah merupakan salah satu hewan yang dipakai tunggangan untuk bertempur melawan musuh. Tetapi pada saat ini jenis permainan ini juga dimainkan oleh orang-orang dewasa. Kata ―telena‖ sendiri sebenarnya setelah dilacak di Kamus Baoesastra Djawa tidak ditemukan. Alat yang Digunakan Seutas tali dari bahan apa saja. B. Pemenang adalah yang pertama kali sampai finish. atau kain dari sapu tangan namun bukan dari bahan yang lentur D. setiap calon pelari terdiri dari dua orang. Tanggapan Masyarakat Pada waktu sekarang jenis permainan ini masih dapat kita lihat pada saat tertentu saja. seperti halnya permaianan lomba lari karung. Tujuan Permainan Gajah Telena ini bertujuan untuk mengisi waktu luang dan mencari kesenangan. Selain itu juga dapat untuk melatih kerjasama dan sportivitas. misalnya dari mana harus berlari dan sampai mana. 46) PERMAINAN GAJAH TELENA A. . Pelaksanaan Permainan Jenis permainan ini adalah kompetitif. Misalnya pada waktu perayaan hari Kemerdekaan. Sementara kata ―telena‖ ada yang menyamakan persepsi dengan ―tlale‖ atau belalai gajah. E. Apabila sudah didapatkan teman yang tingginya sama. Jalannya permainan tidak sulit.62 C. yakni: //Gajah-gajah telena/ telenane garunata/ jenang katul sisir gula/ her segara amba/ her segara amba//. untuk setiap pasangan dicari yang tingginya sama. Dari situlah. cukup terkenal di beberapa daerah di masyarakat Jawa. Melihat dari namanya. kemudian anak-anak masyarakat Jawa membuat permainan yang diberi nama ―Gajah Telena‖. Caranya berlari tanga kanan dan tangan kiri setiap pasangan saling merangkul dengan tujuan agar pasangan dapat kompak dalam berlari. seperti juga dolanan lainnya.

Minimal ada dua kelompok. agar jika terjatuh. Sebaliknya. misalkan kelompok I sebagai formasi gajah adalah pemain A. Sementara para penonton. dan H. mencupit.G. Sementara pemain D sebagai penunggang gajah. maka pemain konsentrasi dalam penyerangan. Anak-anak yang hendak bermain gajah telena biasanya sudah berkumpul di tempat bermain. atau ingin berpindah ke dolanan lain.63 C. kaitannya dengan permainan. Masing-masing kelompok kemudian bersepakat untuk menentukan formasinya. maka nyanyian gajah telena bisa dinyanyikan berulang-ulang. Waktu yang sering dipakai adalah waktu senggang. atau berpasir. Sementara pemain H sebagai penunggang gajah. dan memukul. para penonton akan terus bersorak-sorai dan memberi dukungan ke . dan H). dan mendorong. pemain tidak begitu terasa sakit. Maka dolanan ini sangat jarang dimainkan oleh anak perempuan. menendang. Pada umumnya. Sementara kelompok II terdiri dari pemain E.D. D. yang umumnya anakanak akan saling menjerit. para pemain tidak diperbolehkan menjatuhkan lawan dengan cara merenggut (njambak) rambut. Masingmasing kelompok yang bertugas menjadi gajah segera membentuk formasi dengan cara tangan-tangan dirangkaikan. menjagokan idolanya masing-masing. Setelah mereka saling menyerang.F. Peserta Dolanan ―Gajah Telena‖ dimainkan secara berkelompok. dan G. telah lelah. Masing-masing kelompok agak saling berjauhan.B. Pelaksanaan Permainan Sebelum anak-anak bermain gajah telena. Dilakukan di tempat terbuka dan biasanya di tanah lapang atau kebun bertanah. itulah kelompok yang dianggap kalah.B. capek. Bagi kelompok yang terjatuh duluan. Apabila mereka lama saling menjajagi kekuatan lawan dengan berputar-putar lebih dulu. Setelah itu pemain yang menunggang gajah segera naik ke bentuk formasi itu.B. Dolanan ini akan berhenti apabila ada anak (kelompok) yang menyerah. Mereka. Setelah disepakati. Bisa dinyanyikan sekali atau dua kali. Masing-masing kelompok terdiri dari 4 anak sebaya. dan C.E. berumput. menarik. Bagi kelompok kalah tidak ada hukuman. siapa yang hendak jadi gajah dan siapa yang hendak jadi penunggang. Bisa pula dimainkan saat terang bulan purnama. Kelompok I terdiri dari pemain A. biasanya ada aturan lisan yang disepakati bersama. dan D. mereka bersama-sama dengan anak-anak yang menonton menyanyikan lagu gajah telena seperti di atas. Demikian pula kelompok II sebagai formasi gajah adalah E. menyepak. seperti: mereka hanya boleh menjatuhkan lawan dengan cara mendesak.G. Misalkan ada 8 anak (pemain A.C.C. yang nantinya kedua kelompok itu saling berhadapan untuk saling menyerang. Hanya biasanya mereka mengganti formasi dan berusaha menantang kembali. baik siang atau sore hari. Setelah siap. dolanan ini dimainkan oleh anak laki-laki karena memerlukan kekuatan fisik.F. kemudian mereka dibagi menjadi dua kelompok I dan II.F. tergantung situasinya.

Semakin banyak semakin menyenangkan. misalnya kelompok I. Penentuan Kemenangan Apabila ada kelompok yang terjatuh. Pelaksanaan Permainan Untuk pemain yang bermain terlebih dahulu. mereka mulai menyerang kembali kelompok II. hingga keduanya merasa lelah. E. Jika dia tak berhasil memukul atau jarak pukulannya tidak jauh pemain digantikan dengan pemain lainnya. Bisa dengan hompimpah atau suit. Jika pada serangan kedua ini. F. B. Permainan keladi berasal dari Aceh. Setelah ditemukan siapa yang bermain terlebih dahulu.com/2011/04/gajah- 47) PERMAINAN KELADI A. maka mereka dianggap kelompok kalah dan skor 1:0. Latar Belakang Permainan keladi merupakan permaianan yang cukup familiar di kalangan anak pedesaan di Aceh. Permaianan ini di latar belkangi karena nakanak basan melihat banyaknya kayu yang bererakan sehingga mereka berinisiatif untuk membuat permaianan sendiri. kelompok I bisa mengubah formasi.64 kelompoknya masing-masing. Apabila . C. Sumber http://permata-nusantara. Tanggapan Masyarakat Permainan ini bagus karena dapat memberikan rasa senang dan menghibur anak-anak dalam melakukan permainan ini dan juga dapat mengisi waktu luang mereka.blogspot. Alat yang Digunakan Alat permainannya cukup sederhana hanya dua buah batang kayu berukuran 30 sm dan 15 cm juga sebuah batu sebagai penyangga. dia harus melempar keatas kayu yang ditaruh miring dan memukulnya kedepan dan jaraknya harus melebihi tiga kali ukuran kayu yang panjang. permainan diawali dengan mencari siapa yang akan bermain terlebih dahulu. Untuk selanjutnya. Sementara para pemain masing-masing kelompok dengan sekuat tenaga berusaha menjatuhkan lawannya. Seperti permainan lainnya permainan ini cukup sederhana dan mudah dilakukan. G. pertama-tama batang kayu yang berukuran 15 cm ditaruh miring pada sebuah batu. kelompok II bisa menjatuhkan kelompok I. maka dianggap kedudukan satu-satu. Setelah siap. sehingga alatnya pun sangatlah sederhana. maka mereka membubarkan diri. Menurut enang keladi berarti memukul ulat yang sering ada di daerah hutan. Permaianan ini menceritakan tentang bagaimanan seeorang anak lelaki di pedesaan terutama warga transmigrasi yang kekurangan teman bermain . Dapat dimainkan oleh dua orang maupun lebih. Demikian seterusnya. Jika mereka memutuskan untuk berhenti bermain.

pemain kemudian harus memukul batang kayu kecil itu seperti bermain golf. Kadang pula ada kaum leleki dewasa yang ikut dalam permainan ini untuk sekedar mengisi waktu. Eang Harjo Sumarto yang berasal dari Takengon. Pemain  Kebanyakan permainan ini di lakukan oleh anak sekolah dasar. C. umur para pemainnya sekitar 9-12 tahun  Jumlah pemainnya adlah 4orang.anak yang lebih besar jarang memainkannya karena kurang sesuai dengan mereka. dan permaian ini berlangsung dalam bentuk cara.65 berhasil memukul dengan jarak lebih dari tiga kali panjang batang kayu yang panjang. Waktu Bermain Waktu bermain biasanya di sore hari ketika anak-anak bermain F.anak ini Merboni. tetapi di bagi menjadi 2 regu. Jika sudah tak berhasil memukul maka si pemain kemudian di gendong oleh pemain yang sejak tadi tak ikutan memukul. Alat yang Digunakan Peralatannya hanyalah sapu tangan saja. Dimainkan anak sekitar umur 6 samapi 10 tahun. karena para peserta hanya ditugaskan untuk menerka saja dimana jatuhnya sapu tangan dan harus cepat memegang sapu tangan tersebut sebelum sempat diambil kembali oleh yang menjatuhkanya. G. biasanya anak.laki maupun anak perempuan. Merboniboni Sapu Tangan dibentuk dari : mer + boni. karena didalam permainan ini sapu tangan merupakan alat utama. Dikatakan mudah. Batang kayu berada diantara kedua kaki dan kemudian dipukul kebelakang menjauh hingga si pemain tak berhasil memukul batang kayu tersebut. Nanggore Aceh Darusalam 48) PERMAINAN MERBONI – BONI SAPU TANGAN A. . D.bunyian sapu tangan. masyarakat cukup mendukung. Tanggapan Masyarakat Dahulu ketika Eang saya disana. Di gendong ke arah batu tempat permainan dimulai.dan tiap regu berisikan 2 orang E. disebabkan permainan ini terlalu mudah. Peserta Permainan ini tidak ditentukan anak laki.boni.cara memnyembunyikannya. Biruen. Sapu tangan itu dibawa oleh salah satu orang peserta untuk dijatuhkan pada sebuah tempat dibelakang peserta lainnya. dengan jumlah pemain 15 sampai 20 anak untuk sekali bermain. yang merupakan alat utama dalam melaksanakan permainan.boni Sapu Tangan yang berati bermain sembunyi. B. Latar Belakang Masyarakat Dairi menamakan permaianan anak. Sumber Permaianan ini bersumber dari Eang saya.

Menentukannya dengan suit. sehingga jatuhnya tidak dapat segera dilihat. Dlosoran juga mengasah otak untuk berpikir dan bertindak kapan akan mengenai lawan kapan akan menunggu hingga lawan lengah dan akan menyerah . dan kapan saja. Pelaksanaan Permainan  Persiapan  Seluruh peserta berjumlah 15 sampai 20 orang memilih salah seorang diantara mereka untuk bertindak sebagai pembawa sapu tangan secara berkeliling dan menjatuhkannya pada tempat yang dikehendakinya.  Hukuman Hukuman bagi yang kalah ialah berupa larinya anak yang kalah dan dikejar dari belakang oleh anak yang menang sambil memukul dengan sapu tangan ke tubuh anak yang kalah. 1984. Sumber Suwondo.anak Daerah Sulawesi Utara.  Tahap permainan Jiak sapu tangan sudah dijatuhkan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 49) PERMAINAN DLOSORAN A. dan sapu tangan segera dapat ditangkapnya.  Aturan bermain Anak yang menang bertugas membawa sapu tangan berkeliling. Permainan ini cukup mudah di lakukan karena tidak membutuhkan alat untuk bermain. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat juga sudah agak berkurang dibandingkan dengan masa lampau terhadap permaianan ini. maka dialah yang menang dan yang menjatuhkannya menjadi pihak yang kalah. Asal pastinya tidak tahu karena permainan ini di ajarkan oleh pemuda kampung saya sehingga saya mengerti dan pernah melakukan permainan ini. Bambang. sedang peserta lainnya berdiri rapat membentuk lingkaran. E. hanya membutuhkan strategi dan taktik dalam bermain. Permainan ini dapat dimainkan oleh siapa. Tetapi jika hal itu diketahuinya. tetapi si anak tang terdekat tidak mengetahuinya. Sia anak yang membawa sapu tangan berjalan diluar lingkaran dilakukannya sedemikian rupa agak setenagah membungkuk. Sampai lingkaran yang dibentuk terkelilingi. maka anak yang tidak tahu itu dianggap kalah. Yang perlu segera tahu dimana jatuhnya sapu tangan itu ialah anak yang berada didekat tempat jatuhnya itu. Latar Belakang Dlosoran adalah permainan yang telah tersebar luas dimana-mana. Permainan Tradisional anak. sehingga yang membawa semula sempat memungutnya kembali. dimana. F.66 D.

E. Penjaga tetap berjaga. Pelaksanaan Permainan  Dlosoran membutuhkan sekitar 13-18 pemain (dapat juga lebih).  Bila ada yang terkena dlosoran itu maka pemain yang terkena itu ganti untuk jaga dan melakukan hal yang sama untuk mematikan pemain lainnya. misalnya dengan tangan atau menendang di anggap tidak sah. Penentuan Kemenangan Penentuan Menang atau Kalah. Jumlah peserta dapat di tentukan dari jumlah orang yang ada. Begitu seterusnya. D. Bila ada yang .  Hal yang tidak boleh dalam permainan ini dan di anggap pelanggaran adalah menendang lawan. mengenai lawan di atas lutut. C. kaki yang tidak dlosor berada di luar lingkaran. Alat yang Digunakan Alat dan fasilitas ini tidak di gunakan dalam permainan. karena dapat di mainkan bersama-sama oleh laki-laki dan perempuan. menyentuh lawan dengan selain kaki. Dan yang menang di tentukan dari sedikitnya pemain itu menjadi penjaga di luar lingkaran. dan semua anggota badan masuk dalam lingkaran. Peserta Peserta dapat siapa saja anak-anak. Bila di lakukan dengan cara lain. penjaga mulai bergerak untuk berusaha mengenai kaki lawan dengan cara dlosor(tackle).67 B.  Penjaga boleh mengelilingi lingkaran untuk mengintai lawan yang akan dimatikan. Untuk yang kalah ditentukan dari berapa kali pemain sering menjaga di luar lingkaran. Misalnya tangan ada di luar lingkaran. remaja. bahkan dewasa. Tetapi pada saat dlosor(tackle) seluruh anggota badan penjaga tidak boleh masuk dalam lingkaran. Harus menyisakan anggota badan lain. yang jelas semakin banyak peserta semakin seru.  Setelah posisi siap dan semua pemain ada di areanya sendiri-sendiri. Pemain lain yang tidak jaga berada di dalam lingkaran.  Pancang 1buah  Tali rafia 5-10m  Kapur halus secukupnya. Dan untuk memperjelas area dan bentuk lapangan dalam bermain. Permainan ini juga tidak memandang jenis kelamin. Tetapi bila pesertanya banyak.  Dalam mendlosor boleh dengan 1 atau 2 kaki sekaligus. Jadi perkenaannya adalah kaki atau lutut ke bawah. hanya untuk membantu dalam pelaksanaannya saja.  Dengan undian hompimpah/kacang panjang dipilihlah 3 orang untuk berjaga di luar lingkaran terlebih dahulu. Penjaga juga boleh menunggu hingga lawan lengah. yang perlu di perhatikan adalah jumlah penjaga harus di tambah untuk keseimbangan permainan dan luas area permainan juga di tambah. Karena taktik itu yang perlu di terapkan dalam permainan ini.

Alat yang Digunakan Koin uang atau kerikil yang berukuran sebesar kelereng yang nantinya digunakan sebagai bahan permainannya yang berjumlahkan 5 atu 6 buah. harus dengan di iringi sebuah lagu atau nyanyian dan jika koin yang didapat berhasil di tangkap dapat dihitung berapa jumlah koin yang ditangkap tadi dan itulah pointnya. F. permain tidak boleh keras-keras. hanya mungkin beda nama permainan saja.68 mempunyai skor yang sama maka adu koin atau tos. Karena kebanyakan anak-anak bermain lari-larian dan orang tua takut bila anaknya mengalami resiko bahaya jadi orang tua mengenalkan pada anaknya permainan ini. Sedangkan jika koinnya berjumlahkan 5 buah di ambil 1 buah koin saja. atau Rp.  Melakukan cengkeh. Mereka juga tidak tahu sumber pasti permainan itu. Yang jelas disini berwujud koin/kerikil yang berjumlahkan 5/6 buah. . Kapur / alat tulis untuk digunakan sebagai alat pencatat point atau nilai.100 perak. Rp.500. karena ada begitu saja dan dengan sengaja di mainkan bersama-sama. Pelaksanaan Permainan  Saat melempar / krepyak. 50) PERMAINAN KREPYAK A. C. Cara permainannya juga mungkin bisa di katakan sama persis. Harus di tentukan oleh musuhnya.  Jenis koin. Latar Belakang Awalnya permainan ini adalah permainan tradisional yang dulunya di mainkan oleh masyarakat zaman dahulu. dan mungkin di daerah lain juga punya permainan seperti ini. Begitu juga dengan musuhnya harus bisa memilih koin yang di ambil yang sekiranya dapat mempersulit pemain untuk melakukan cuthit. Jumlah pemainnya pun terdiri dari 2 sampai 6 orang atau lebih.  Melakukan cuthit. D. Tetapi bila yang memiliki skor orang banyak maka di adakan hompimpah untuk mendapatkan siapa pemenangnya. yaitu jika koin berjumlah 6 buah harus di ambil 2 buah terlebih dahulu tetapi cara pengambilan tidak boleh sembarang. bisa menggunakan uang nilai Rp. Peserta Permainan ini dapat di kategorikan sebagai permainan anak-anak yang pada umumnya di lakukan oleh anak perempuan usia 6 – 15 tahun. Setahu saya permainan ini berasal dari daerah saya sendiri yaitu daerah bantul. Permainan ini di mainkan untuk menghibur diri pada saat istirahat sekolah dan pada saat pulang sekolah atau lingkungan rumah. B. 200. Sumber Dari orangtua saya. Yang arti jawanya ( alon-alon ).

Steet Ball Papua A. dengan ruang yang sesempit mungkin dan seluas mungkin dengan komposisi yang tidak pasti. Penentuan Kemenangan Mengetahui ― menang atau kalah‖. Seperti di daerah lain. jumlahnya di tulis yang nantinya di jumlahkan di akhir permainan.69  Cara mengetahui perpindahan permainan / mati. jika si pelaku atau peserta tidak berhasil mengenai sasaran atau koin pada saat mencuthit / pemain tidak dapat menangkap koin pada saat melakukan cengkehan. Latar Belakang Permainan Tradisional Patah Kaleng . dengan cara melakukan homepimpah / pingsut tadi. F. Papua juga punya permainan-permainan tradisional. Pemain yang bermain sebagai orang pertama menggengam semua koin kemudian di lemparkan dengan diiringi berbicara ―kREPYAK‖. Setelah koin disebar.  CENGKEH Pemain yang berhasil ketahap ini kemudian melakukan cengkeh dengan tangan yaitu seperti permainan gatheng. Sumber Masyarakat imogiri bantul yogyakarta 51) PERMAINAN PATAH KALENG A. Latar belakang masalah Indonesia sebagai negara seribu pulau berarti memiliki beragam suku di dalamnya. pemain lain ( lawan ) akan menunjuk koin yang akan di ambil dengan cara memilih koin yang paling mudah di lakukan nantinya. Salah satunya adalah Papua. setelah nyanyian berakhir dengan bersamaan menangkap koin.  Cuthit ( MENCUNGKIL KOIN ).  Ada 4 Tahap yang harus di lalui. Point yang didapat atau dikumpulkan oleh pemain yang terbanyak ialah yang keluar sebagai pemenangnya. bisa dihitung point yang didapat oleh para masing-masing peserta. Koin yang berhasil di tangkap kemudian di hitung.  Krepyak ( NYEBAR KOIN ). E. Cara melakukannya pun hampir sama dan di iringi oleh sebuah lagu atau nyanyian. Point yang mendapatkan paling tinggi yaitu pemenangnya. Sebelum permainan ini di mulai akan dilakukan pengundian terlebih dahulu. Salah satunya adalah sepak bola patah kaleng selain permainan tradisional lain yang merupakan krestivitas anak dengan lingkungannya yang masih sangat identik dengan alam. Dapat dimainkan dimana saja. Tidak banyak Masyarakat Indonesia yang mengerti kondisi real masyarakat di sana. apalagi dari sisi budaya. yaitu :  Homepimpah / pingsut ( PENGUNDIAN ). Olahraga ini mirip seperti permainan sepak bola namun berbeda pada peraturan dan sangat fleksibel. tergantung dari pelaksana lomba (bila dilakukan .

Tingkat kesulitannya lebih tinggi dibandingkan sepak bola yang menggunakan gawang. bermain dan meningkatkan motorik. dalam bentuk perlombaan) ataupun oleh kedua belah pihak yang akan bertanding. C. . Hanya ada dua buah kaleng.  Peralatan Bola kecil kaleng. sama seperti gawang.  Pemain Anak laki-laki  Jalannya permainan Sebelum di mulainya perminan di lukan tos dulu setelah itu bagi yang menang maka melaukan operan atau penguasaan bola. G. dan bersosiaolisasi. Sepak bola patah kaleng tidak berarti kaleng dipatahkan. Bahkan Papua selalu melahirkan bintangbintang sepakbola di Indonesia. Alat yang Digunakan Bola yang dipergunakan untuk permainan inipun kecil. Tujuan Tujuan Mengisi waktu luang. Sasaran Sasaran Anak laki-laki Pelaksanaan Permainan  Lapangan peralatan  Lapangan Lapangan yang di gunakan bisa di lakukan dimana saja dengan ruang yang sesempit mungkin dan seluas mungkin dengan komposisi yang tidak pasti. Berbagai permainan tradisional ini tidak akan bertahan lama bila generasi muda tidak lagi mau peduli terhadap pelestarian budaya bangsa karena budaya adalah jati diri sebuah bangsa. Sumber Hanya ada satu tulisan mengenai sepak bola patah kaleng ini yang ditulis oleh Arnoldus Mampioper di Kabar Indonesia (19/06/2009). Permainan ini sangat digemari oleh anak-anak laki-laki di Papua hingga tidak heran bila Papua tidak pernah kekurangan bintang muda di bidang sepak bola. kemampuan motorik meningkat. Belajar mencintai budaya bangsa adalah pengabdian tulus terhadap eksistensi bangsa. F. dalam permainan ini tidak ada istilah out atau lemparan ke dalam karena dalam permainan tradisional ini tidak ada garis pembatas lapangan. Itu hanya istilah saja yang sudah beredar di Masyarakat Papua sejak puluhan tahun yang lalu. Lebih ideal bila menggunakan bola tenis. Patah disini berarti kaleng yang berfungsi sebagai gawang tersebut dijatuhkan oleh pihak lawan melalui bola yang ditendang. Tidak banyak orang yang menuliskan olah raga tradisional Papua ini. kualitas kebugaran meningkat. E.70 B. D. Manfaat Manfaat Senang.

Penentuan Kemenangan Jika ada pemain yang berhasil mengumpulkan angka yang paling banyak maka dialah pemenangnya. jika ada pemain yang menginjak/memegang garis maka dianggap mati. Tanggapan Masyarakat Permainan ini tidak pernah digunakan lagi oleh anak-anak di daerah saya. Alat yang Digunakan Fasilitas yang digunakan hanyalah pecahan batu/keramik sebagai umpan & melukiskan/menggambarkan bentuk lapangan. Sumber http://www. yaitu Bangka Belitung. Pelaksanaan Permainan Para pemain di suitkan dahulu kemudian yang menang jalan duluan. Latar Belakang Permainan ini berasal dari daerah saya. G. I. D. B. Permainan ini sering dimainakan waktu saya masih kecil dulu. C. kemudian Pemain melemparkan umpan kekotak yang pertama untuk memulainya permainan. F.71 H. biasanya permainan ini sering dimainkan jika waktu libur sekolah tiba permainan ini juga sangat populer di waktu kami masih kecil dulu biasanya kami memainkannya dari pagi & petang. Penentuan Kemenangan Pemenang Regu mana yang paling banyak menjatuh kaleng paling banyak maka regu itu di anggap sebagai pemenangnya. lalu pemain harus mengangkat kaki satu dan menggeser umpan kekotak yang ke dua. Sumber Masa Lalu . E. Peserta Permainan ini dimainkan oleh 6 orang dan dibagi menjadi 2 kelompok masingmasing 3 orang. begitu seterusnya sampai kekotak yang ke empat disitu pemain boleh menggunakan kedua kakinya untuk menendang umpan tersebut ke kotak angka sepuluh ribu.kulinet.com/baca/patah-kaleng-steet-ball-papua/759/ 52) PERMAINAN CAK LENGKENG SEPULUH RIBU A. Untuk kembali ketempat semula kali ini pemain harus kambali menggunakan kaki satu dan mengambil umpan miliknya diluar kotak sepuluh ribu dengan tanpa menginjak/memegang garis.

b. Sedang Jawa Tengah dengan nama Jangkauan yang berasal dari nama burung berkaki panjang. Peraturan Permainan 1. Alat egrang dibagi menjadi dua. bila memungkinkan). Tujuan Mengisi waktu luang. berdasar kelompok umur pemakaiannya. bahkan jalan raya. sebagaian wilayah sumatera barat dengan nama Tengkak – tengkak dari kata tengkak (pincang). 1) Umur 6 – 12 tahun : Tinggi bambu 1 ½ meter Ukuran tempat berpijak :  Tinggi : 50 cm  Lebar : 15 – 20 cm  Panjang : 7 ½ cm 2) Umur 13 tahun keatas Tinggi bambu 2 ½ m Ukuran tempat berpijak:  Tinggi : 50 cm  Lebar : 20 cm  Panjang : 10 cm . Manfaat Gembira. Lapangan Lapangan yang dipergunakan disarankan datar dan luas (bisa di stadion. Lapangan dan Peralatan a. Latar Belakang Egrang adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari daereah mana asalnya. D. Pada ukuran 50 cm dari bawah dibuat tempat berpijak kaki yang rata dan boleh lepas dengan kain atau busa. bermain dan meningkatkan kemampuan motorik. remaja. sehingga permukannya rata. Ingkau yang bahasa Bengkulu berarti sepatu bambu.72 PERMAINAN OLAHRAGA TRADISIONAL 53) PERMAINAN EGRANG A. E. tetapi dapat dijumapi diberbagai daeerah dengan nama berbeda seperti . dan bersosialisasi. Ukuran lapangan adalah panjang minimum 50 m dan lebar 7 ½ m dibagi lima garis lintasan masing – masing 1 ½ meter. kemampuan motorik meningkat. kualitas kebugaran meningkat. B. dan dewasa. Peralatan Alat yang digunakan adalah bambu yang dibuat sedemikian rupa. masing – masing kelompok umujr 6 – 12 tahun dan kelompok umur 13 tahun keatas. C. ukuran egrang tersebut adalah sebagai berikut. lapangan umum. Egrang dalam bahasa lampung berarti terompah pancung yang tgerbuat dari bambu bulat panjang. Sasaran Anak – anak. Secara spesifik.

Sebelum perlombaan dimulai. mengawasi lintasan apakah ada pelari yang menginjak garis. Pemenang  Pemenang ditentukan berdasarkan kecepatan waktu  Waktu yang diambil adalah kaki terakhir menyentuh garis finish. kelompok umur anak – anka 6 – 12 tahun dan unutk taruna / remaja / dewasa 13 tahun keatas. Atlet yang terganggu jalannya oleh atlet lainnya boleh meneruskan larinya atau mengulang.  Pencatat waktu (timer) mencatat waktu para pelari. Waktu terbaik dalam seri (2 atau 3orang) berhak mengikuti seri berikutnya. Dalam meneliti umur peserta didasarkan pada surat keterngan yang berwenang.  Juri pemberangkatan / timer. d. Pada aba – aba bersedia tangan memegang egrang (kanan dan kiri). Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dalam kelas masing – masing 5 (lima) orang sesuai dengan jumlah llintasan. 4. . aba – aba siap satu kaki (kiri atau kanan) diatas tempat berpijak dan setelah aba – aba YA lari.  Juri lintasan. Pengganti ―YA‖ dapat dilakukan dengan suara peluit. dari garis start sampai garis finish dipimpin juri start dan waktu dicatat oleh petugas pencatat waktu. Sebelum perlombaan dimulai. yang mengambil lintasan orang lain dinyatakan gugur. Perlombaan dalam seri. para atlet berdiri dibelakang garis start dengan memegang egrang. Atlet. g. c. f. i.73 2. Aba – aba perlombaan oleh wasit / juri start adalah: bersedia. 3. dapat diatur dalam peraturan perlombaan khusus apakah hanya 2 atau 3 orangwaktu terbaik dengan memperhatikan jumlah peserta. juri dan pencatat waktu (timer)  Wasit bertugas mengawasi seluruh jalannya perlombaan. Wasit. h. Ya. Per kelompok dipelombakan dalam seri. Pemain Permainan egrang bisa dimainkan oleh wanita atau laki – laki dengan mengenakan pakian olahraga yang pantas. 5. para peserta diteliti usianya untuk menentukan kelompok umur masing – masing. Jalannya permainan a. Para atlet dinyatakan gugur apabila:  Menginjak garis lintasan  Kaki jatuh menyentuh lantai atau lintasan  Dengan sengaja mengganggu atlet lain. siap . Selanjutnya diadakan undian untuk menentukan urutan pemberangkatan perlombaan. j. b. jumlah atlet sesuai dengan jumlah lintasan. Undian diadakan agar jangan ada yang merasa dirugikan. e.  Juri kedatangan mengawasi perlombaan di garis akhir. Kalau dalam perlombaan cukup dengan mengira – ngira saja. Untuk maju ke seri berikutnya. Hal ini dilakukan pada waktu penyelenggaraan resmi.

Tujuan Mengisi waktu luang. memupuk sportifitas. dan diatas air). tertutup (hall / gedung olahraga). pasir. b. E. Peraturan Permainan 1. dengan pengelompokan umur:  anak – anak : 9 – 12 tahun  remaja : 13 – 16 tahun  dewasa : 17 tahun ke atas  Masing – masing kelompok umur tadi. tanah atau lantai yang rata. mengurangi ketegangan mental. Latar Belakang Permainan gebuk bantal adalah merupakan suatu permainan ketangkasan dimana 2 pemain saling menyerang menggunakan bantal. C. Lapangan dan Peralatan a.m. melatih keseimbangan. Lapangan (kecuali diatas air)dibatasi dengan tanda. keseimbangan meningkat.2 m dan unutk putri 1 m. dengan ukuran panjang 8 meter dam lebar 4 meter. Manfaat D. Tanda dibuat dari kapur atau tambang. 3. meningkatkan kesegaran. Pemain  Gebug bantal bisa dimainkan oleh putra maupun putri.15 cm. serta bentuk bantal bulat panjang berukuran 7 ½ cm . F. Kualitas kesegaran jasmani meningkat. sabut kelapa atau jerami dengan ukuran panjang 1 meter berat 1 ½ kg untuk putra.74 54) PERMAINAN GEBUK BANTAL A. Lama permainan . untuk putra 1. dipertajam lagi dengan pengelompokan berat badan  anak – anak : 30 – 40 kg  remaja : 41 – 50 kg  dewasa : 51 – 60 kg keatas  Sifat pertandingan Perorangan dan beregu. busa. atau jerami. B. Peralatan Tempat bertanding dibuat dari kayu atau bambu bulat dengan ukuran panjang 4 meter. Tinggi dudukan tempat bertanding diukur dari tanah / permukaan aman. besar d. 1 kg untuk putri. di atas sebatang bambu yang dipasang menyerupai jembatan dan pemenangnya adalah yang berhasil menjatuhkan lawan atau yang berhasil mengumpulkan angka yang lebih banyak. tanah danpasir. diberi pengaman matras. 12 cm. Pada dasar lapangan (kecuali diatas air). 2. Lapangan Lapangan atau tempat bermain bisa dialam terbuka (lapangan rumput. Bantal dibuat dari kain diisi dengan kapas. Sasaran Remaja dan dewasa.

c. 5. Penjelasan tentang perwasitan a. Apabila babak pertama sampai babak kedua tidak ada yang jatuh pemenang ditentukan dengan undian. Perorangan (lihat butir 5) b. Permianan dilakukan paling lama 5 menit / babak. Apabila ini terjadi segera mengangkat bendera merah. Sebelum pertandingan dimulai wasit menanyakan panitia tentang keabsahan pemain. salah seorang berhasil menjatuhkan lawannya. kaki mengepit dudukan. Wasit dan pembantu wasit adalah yang telah mengikuti penataran perwasitan. Undian diadakan untuk menentukan tempat dan peraminan yang lebih dulu memukul. tangan memegang kayu / bambu dudukan. permainan ini dihentikan untuk istirahat selama 3 menit.satu tangan lagi siap menangkis. Jenis permaian dan penilaian a. Sebelum pertandingan dimulai diadakan undian unutk menentukan tempat dan siapa yang lebih dulu memukul. Pemenang Pemenang ditentukan berdasarkan. kaki tergantung satu tangan memegang bantal. Hasil undian. Wasit dan Juri Pertandingan dipimpin oleh 1 orang wasit dan satu orang pembantu wasit. b. d. ditetapkan berdasarkan jumalh pemain yang memenangkan pertandingan dengan skor akhir 5 – 0. wasit membunyikan peluit tanda pertandingan di mulai. Apabila dalam waktu 5 menit tidak ada pemain yang jatuh. dinyatakan kalah. mengepit dudukan dengan dua kaki). Beregu 5 orang. 7. . Jalannya permainan a. setelah istirahat dilanjutkan 5 menit babak kedua. e. Sasaran Seluruh tubuh kecuali kepala. f. Pertandingan dipimpin oleh 1 orang wasit daan 1 orang pembantu wasit. dilakukan dengan uang logam. e. sebaiknya dihindari dengan suit. Sikap duduk. d. Pemain dinyatakan kalah. 8. lebih dulu jatuh. Demikian juga sebelum pertandingan dimulai wasit dan pembantu wasit memeriksa lapangan dan peralatan. Setelah pemain siap bertanding. 4 – 1 atau 3 – 2. Setelah undian pemain yang akan bertanding naik keatas dan duduk diatas dudukan tempat bertanding. pembatasan sasaran ini dimaksudkan untuk menghindari cidera kuping. c.75 4. setelah selesai bertanding pemain berdiri mengapit wasit dan wasit mengangkat tangan pemenang. Wasit memimpin seluruh jalannya pertandingan dan pembantu wasit memperhatikan apakah diantara pemain melakukan kesalahan (memegang kayu / bambu dudukan. b. atau siapa lebih dulu jatuh. 6. jatuh kebawah tanah.

Manfaat Kebugaran meningkat. bendera dibuat dari kain atau kertas berwarna meerah dan biru berbentuk segitiga dengan ukuran bendera 27 cm. b. Bendera start (peluit start).5 meter). Jumlah bendera sesuai dengan jumlah lintasan yang dipakai. Tujuan Berolahraga. Lapangan Permainan terompah panjang diadakan dilapangan terbuka. Peraturan Permainan 1. 4. Panjang atau jarak lintasan: 50 meter. 2. .  Tebal terompah 2. Memimpin pertandingan sesuai dengan peraturan permainan yang telah ditetapkan. mengisi waktu luang dan memupuk sikap kerja sama (kekompakan team).  Panjang terompah unutk 5 orang 235 cm. Kini. Kapur untuk membuat lintasan.  Lebar terompah 10 cm.5 meter. E. ketegangan menurun. maupun Rokan dibagian Hilir. Lapangan dibuat sedemikian rupa agardalaam pelaksanaannya tidak menghadap matahari. Riau. B. Terompah. dan kemampuan kerja sama meningkat. Ujung lintasan diberi garis start dan garis finish. Peralatan 1. 5. seperti dibagian Siapi – Api. Kabupaten Kampar. terompah pangjang sudah merakyat. D. C. remaja. Nomor dada dan stopwatch. Latar Belakang Permainan terompah panjang sejak dulu sudah ada didaerah sepanjang perairan Sungai Rokan.  Berat terompah seluruhnya untuk teromaph 3 orang 4 kg ( sepasang) terompah 5 orang 8 kg (sepasang). yang dibagi menjadi 5 lintsan (masing – masing lintasan lebar 1. terompah dibuat dari bahan balok / papan yang tebal karet / ban. baik Rokan Kiri maupun Rokan Kanan. Lapangan dan peralatan a. Ukuran terompah:  Panjang terompah untuk 3 orang 141 cm. jalan raya (bila memungkinkan). dengan lebar 7. dewasa putra dan putri.5 cm. Sasaran Anak – anak. Bendera – bendera kecil dari bahan: tangkai dari bambu dengan panjang 40 cm. Bengkalis. 55) PERMAINAN TEROMPAH PANJANG A. rata seperti stadion.76 g. dan paku. lapangan umum. Antar lintasan diberi garis dari kapur 5 cm. 3.

peserta dari masing – masing regu berdiri dibelakang garis start di samping terompahnya. Peserta regu berpegangan satu sama lain. Aba – aba siap. dengan sengaja mengganggu peserta lain. Peserta dibagi dalam regu yang terdiri dari 5 orang atau 3 orang sesuai dengan jenis yang diperlombakan. Sebelum perlombaan dimulai. Selanjutnya diadakan undian untuk menentukan lintasan masing – masing regu. waulupun regu tersebut jatuh kedepan tetapi kedua kaki masih kontak pada terompah meskipun tangan menyentuh tanah. siap. g. terompah rusak ditengah jalan. Seluruh peserta dibagi dalam seri setiap seri maksimal 5 regu sesuai dengan jumlah lintasan (disesuaikan dengan jumlah regu peserta). maka pada aba – aba ya. peserta siap untuk melakukan jalan. stop watch dihidupkan dan pada saat peserta dan ujung terompah paling belakang melawati garis finish stop watch dimatikan. Regu yang sudah diteliti kelompok usianya. i. j. d. k. Undian dapat dilaksanakan paling lambat satu hari sebelum perlombaan dimulai. Regu dianggap sah. Petugas lintasan berdiri dibelakang peserta dan memperhatikan regu pada lintasan masing – masing dengan membawa bendera biru merah. usia para peseta diteliti untuk menentukan kelompok usia. Kelompok umur anak – anak 9 – 12 tahun. f. kemudian diberi nomor (dua) untuk dipasang di dada bagi peserta yang paling depan dandi punggung pemain paling belakang. h. remaja 13 – 16 tahun. 3. 4. Sebelum perlombaan dimulai. Peseta / regu dianggap gugur apabila.tidak berhasil mencapai garis finish. Aba – aba ya. Sebaiknya para peserta memakai sepatu olahraga agar kjaki tidak lecet. . b. dan untuk menentukan urutan pemberangkatan dalam perlombaan. Jalannya permainan a. salah satu kaki atau kedua kaki menginjak tanah artinya salah satu kaki atau kedua kaki tidak ada kontak dengan terompah. Regu juga masih dianggap sah. Jenis perlombaan Beregu 3 orang dan beregu 5 orang. Pada aba – aba bersedia. apabila peserta terakhir dan ujung terompah bagian belakang melewati garis finish dengan tidak ada kesalahan selama dalam perjalanan. dewasa 17 tahun keatas. e. Pemain Jenis kelamin laki – laki dan perempuan yang tergabung dalam regu putra dan regu putri. Aba – aba dalam perlombaan diberikan oleh juri pemberangkatan adalah bersedia. regu yang gugur tidak perlu meneruskan sampai garis finish.77 2. boleh pada bahu atau pinggang. Bila memungkinkan adanya stop watch. peserta berjalan secepat – cepatnya menempuh jarak 50 meter. peserta berdiri diatas terompah dengan jari – jari kaki masuk kedalalm setengah lingkaran karet dan berpegangan satu sama lain. c. menginjak lintasan peserta lain. ya (peluit dibunyikan atau bendera start dikibarkan).

 Dalam memberikan aba – aba. pengawas lintasan berdiri di belakang peseta yang akan diawasi sambil membawa bendera biru ditangan kanan dan bendera merah di tangan kiri. regu yang gugur dalam babak final tidak mendapat juara.  Sebelum start dimulai. siap. ya atau peluit dibunyikan.  Pengambil waktu (apabila ada stopwatch). juri pemberangkatan memanggil peseta untuk berdiri dibelakang agris start dalam lintasan masing – masing.  Kemudian juri pemberangkatan memperingatakn agar peserta tidak menginjak / melewati garis start. Tetapi apabila peserta melakukan kesalahan maka bendera biru diturunkan dan bendera merah dinaikkan dan regu peserta dianggap gugur. Pemenang Regu dinyatakan sebagai pemenang apabila regu tersebut paling cepat memasuki garis finish.  Pengawas lintasan 5 orang (diseduaikan jumlah lintasan)  Juri kedatangan lima orang. Apabila pengawas mengacungkan bendera biru.  Juri pemberangkatan dapat menentukan sah atau tidaksah start yang dilakukan oleh setiap peserta. . Petunjuk Perwasitan Untuk melancarkan jalannya permainan terompah panjang.  Juri pemberangkata bertugas untuk. diperlukan petugas sebagai juri / wasit.  Sebelum start dimulai. Petugas Petugas terdiri dari.  Memberi aba – aba pada pemberangkatan peserta dengan mempergunsksn bendera start atau peluit.  Juri kedatangan bertugas untuk:  Menentukan dan mencatat urutan kedatangan peserta. perincian tugas darei masing – masing juri / wasit. 6.  Juri kedatangan berada dibelakang garis finish. 7.  Aba – abab yang diberikan adalah: bersedia. maka permainan peserta tersebut sah.  Pada saat peserta mulai berjalan.  Pencatat waktu (apabila ada stopwatch).  Pengawas lintasan bertugas unutk:  Mengawasi lintasan selama permainan berlangsung. Apabila menggunakan bendera maka pada aba – aba ya bendera dinaikkan / digerakkan keatas. juri pemberangkatan mengambil tempat dibelakang peserta dan tangan yang megang bendera direntangkan lurus kesamping.78 5.  Jumlah pemberangkatan 1 orang. pengawas lintasan mengacungkan bendera keatas dan berjalan di belakang mengikuti peserta sampai garis finish.

semen maupun aspal).  Pencatat waktu bertugas untuk:  Mencatat waktu yang ditempuh setiap peserta pada formulir yang sudah disiapkan. Lapangan dan Peralatan a) Lapangan  Lapangan terbuka. dan seterusnya. ketegangan menurun. Manfaat Kebugaran meningkat. misalnya 10. tanah. Spesifikasi alat sebagai berikut :  Kayu  Ukuran balok : . remaja. Sasaran Anak – anak. b) Peralatan  Bahan dari kayu balok di mana permukaan tempat berpijak rata.  Tebal garis 4 cm.79  Pengambil waktu bertugas untuk:  Menghitung waktu dari mulai aba – aba ya atau peluit dibunyikan sampai peserta menginjak atau melewati garis finish. mengurangi ketegangan dan kompetitif. dan ketangkasan meningkat. Tujuan Berolahraga. D. 56) PERMAINAN LARI BALOK A. Permainan ini menuntut kelincahan. Latar Belakang Lari Balok sering dilombakan pada perayaan Kemerdekaan RI. stopwatch dimatikan. Bentuk permainan berupa adu kecepatan menempuh suatu jarak tertentu diatas empat buah balok kecil menyerupai batu bata. rata (rumput. keseimbangan.  Pada saat starter memberi aba – aba ya atau peluit dibunyikan . Peraturan Permainan 1. 2 detik. yang mana setiap habis melangkah pemain harus memindahkan balok yang dibelakangnya ke depan sebagai tempat berpinjak dan begitu selanjutnya.  Pencatat waktu berada dibelakang garis finish disamping pengambil waktu. dewasa. pengambil waktu menghidupkan stopwatch.  Panjang minumum 15 meter  Lebar 7 ½ meter dibagi 5 garis lintasan masing – masing 1 ½ meter. dan pada saat peserta paling belakang dan ujung terompah paling belakang tepat berada digaris finish / melewati garis finish.  Pengambil waktu berada atau bertempat dibelakang garis finish. B. dan kecepatan atletnya. E. putra dan putri. C.  Waktu dicatat sampai dengan per sepuluh detik.

 Salah satu tangan atau kedua tangan menyentuh tanah dan sama sekali tidak ada kontak/hubugan dengan balok. c) Peserta diundi untuk menentukan kelompok seri/urutan perlombaan.80 2. 5. mengawasi peserta yang telah tiba di finish e) Pencatat. mengikuti dan mengawasi lintasan dibelakang dari dari setiap peserta. Ya peserta saling berlomba. Pada aba – aba bersedia peserta duduk jongkok diatas kedua balok. b) Juri pemberangkatan. 4. d) Juri kedatangan. e) Aba – aba perlombaan oleh wasit adalah bersedia. ya. memberi aba – aba start pemberangkatan. f) Peserta dinyatakan gugur apabila :  Salah satu kaki atau kedua kaki menginjak tanah dan sama sekali tidak ada kontak/hubungan dengan balok. siap. Pemenang Ditentukan berdasarkan peserta yang paling dahulu. Siap kedua tangan siap memindahkan kedua balok lainnya.  panjang : 25 cm  lebar : 9 cm  tinggi : 4 cm  Berat balok : 50 gr – 100 gr  Bendera start : 60 x 90 cm (ukuran tidak mutlak)  Bendera kecil segi tiga mrah dan biru :27 x 37 cm Pemain a) Pemain lari balok bisa dimainkan oleh laki – laki maupun perempuan.  Dengan sengaja mengganggu peserta lain. mencatat nama/nomor peserta yang telah tiba di finish . d) Sebelum perlombaan dimulai para peserta duduk jongkok diatas 2 balok dibelakang garis start dan kedua tangan menyentuh balok dua lainnya yang terletak di belakang kedua balok yang diinjak. Pemimpin Perlombaan a) Wasit. 3. c) Juri lintasan. mengawasi jalannya perlombaan.  Keluar dari lintasan. mencapai garis finish (dengan ketentuan ke empat balok telah melewati garis finish). b) Setiap peserta yang akan berlomba diberikan 4 potong balok. b) Klasifikasi :  Kelompok I : 6 – 10 Th  Kelompok II : 11 – 14 Th  Kelompok III : 15 – 18 Th  Kelompok umum : 19 Th keatas Jalannya Permainan a) Sebelum perlombaan dimulai para perserta diteliti usianya untuk menentukan kelompok umurnya masing – masing.

 Klasifikasi Berat untuk putra Kelas I : 50 – 59 kg. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. . II : 50 – 59 kg.81 57) PERMAINAN TARIK TAMBANG A. III : 70 – 79 kg. Olahraga tarik tambang dimainkan beregu. pada pertengahan tali diberi tanda ( cat merah/kain merah ) dari pertengahan tali diberi 2 macam tanda yang masing – masing jarak 2. Dalam permainan ini sangat dominan kekuatan dan daya tahan regu.5 M dari pertengahan tali. Peraturan Permainan 1. Diantaranya stadion. Diameter tali : 5 – 10 cm. B. b) Peralatan Alat yang dipergunakan adalah sebuah tali tambang serat panjangnya 30 s/d M. IV : 70 kg ke atas. 28. Tujuan Berolahraga. Latar Belakang Tarik Tambang adalah olahraga rakyat yang paling banyak dimainkan oleh masyarakat setelah olahraga panjat pinang. Pinggir lapangan sebaiknya diberi tanda dengan kapur atau tali. IV : 80 kg keatas Berat untuk putri Kelas I : 30 – 49 kg. dan dewasa. boleh 10. tepi pantai yang datar/rata permukaan. II : 60 – 69 kg. c) Peserta  Beregu putra atau putri. 30 orang dsb.  Panjang lapangan : 40 s/d 60 M  Lebar lapangan : 8 M Pada pertengahan lapangan diberi garis. 17. D. III : 60 – 69 kg. lapangan. jumlah regu disesuaikan dengan keadaan. jumlah anggota regu disesuaikan dengan keadaan. Lapangan dan Peralatan a) Lapangan Lapangan yang dipergunakan dapat terbuka dan tertutup. remaja. 20. juga luar garis batas tarikan. menggunakan seutas tambang. meningkatkan semangat kerja dan menurunkan ketegangan. C. E. Sasaran Anak – anak. memupuk semangat kerja sama dan sosialisasi. batas lapangan harus jelas supaya penonton tidak masuk lapangan permainan.

82 2. jika ada aba – aba ya kedua regu melakukan tarikan. maka diadakan pemindahan tempat. C. Sasaran Anak-anak. peserta sudah memegang tali serta konsentrasi untuk mendengar aba – aba berikutnya. d) Wasit memberikan aba – aba siap. b) Sebelum bertanding lapangan harus dikosongkan setelah ada panggilan dari panitia. Latar Belakang Meski dimainkan hamper seluruh anak di Jabotabek. Tujuan Mengisi waktu luang. . 3. dewasa. yang terdiri atas 1 orang wasit kepala yang bertugas langsung memimpin pertandingan dan dilengkapi dengan peluit. 4. Pemimpin Perlombaan Wasit sebaiknya berjumlah 3 orang. Pembantu wasit juga bertugas menghitung jumlah masing – masing regu serta mengatur tata tertib keamanan pertandingan. meningkatkan kekompakan tim. Pemenang Apabila satu regu dapat mengalahkan regu lain dengan 2 – 0 atau 2 – 1 ( kalau terjadi seri ). Anak-anak desa. dan bersosialisasi. Kedua regu saling menarik tambang dan saling berusaha membuat tanda merah dari pertengahan tali dapat ditarik melalui garis batas. D. bendera merah itu diangkat apabila tanda merah tadi melewati garis batas tarikan. kebugaran meningkat. Jika salah satu regu dapat menarik melewati garis batas. remaja. Manfaat Gembira. Kemudian diadakan tarikan lagi dan jika terjadi seri maka sebelum tarikan ketiga diadakan lagi undian untuk memilih tempat setelah lebih dahulu istirahat. 58) PERMAINAN HADANG A. Jalannya Permainan a) Undian dapat diadakan sebelum hari pertandingan pada saat pertemuan teknis. acap memainkan hadang di malam hari saat bulan purnama. bermain. Dua orang pembantu wasit bertugas mengawasi garis batas tarikan dan dilengkapi dengan bendera merah. Permainan ini ada di sebagian besar provinsi di Nusantara. Pertandingan biasanya dilakukan dengan sistem gugur. tetapi tidak ada petunjuk bahwa permainan hadang berasal dari Jakarta. c) Wasit pertandingan memanggil pimpinan regu masing – masing untuk menentukan tempat. tetapi panitia dapat menentukan sstem pertandingan disesuaikan dengan situasi dan kondisi. B.

Lapangan Lapangan permainan dapat dibuat di ruangan tertutup (stadion tertutup. e. jalan raya. Peraturan Permainan 1. f.  Garis pembagi lapangan permainan menjadi 2 bagian memanjang disebut garis tengah.  Kapur/cat/line paper.83 E. gedung pertemuan) atau di ruangan terbuka (stadion terbuka. Cat dan line paper digunakan apabila lapangan di atas lantai semen dan jalan beraspal. Jam/stopwatch Meja. Gambar Lapangan Hadang c. d. . apabila memungkinkan). lapangan terbuka.  Papan nilai untuk mencatat nilai (papan tulis atau white board). Bentuk lapangan empat persegi panjang berpetak-petak Ukuran  Panjang 15 meter  Lebar 9 meter dibagi 6 petak masing-masing 4. Peralatan  Bendera untuk hakim garis dengan ukuran 30 x 30 cm. g. tangkai 40 cm. gedung olahraga. halaman rumah. Kapur digunakan apabila lapangan permainan di rumput atau tanah. Lapangan dan Peralatan a.  Lapangan permainan ditandai dengan garis selebar 5 Cm.5 m x 5 m. 9 meter 15 meter Peluit diperuntukkan pada kedua wasit yang akan memimpin pertandingan. warna kuning dan merah berbentuk segi empat. kursi Alat tulis Formulir pertandingan untuk mencatat susunan pemain dan hasil pertandingan. b.

e. Regu penjaga menempati garis jaganya masing-masing dengan kedua kaki berada di atas garis sedangkan regu penyerang siap untuk masuk. Waktu time out dicatat posisi pemain. Sebelum permainan dimulai diadakan undian regu. d. b. Penyerang berusaha melewati garis di depannya dengan menghindari tangkapan. masing-masing satu menit selama pertandingan. Regu putra dan regu putri 3.84 2. Setiap regu diharuskan memakai kostum bernomor dada dan punggung ukuran 15 cm dari nomor angka 1 sampai 8.  Mengganggu jalannya permainan. yang kalah sebagai penjaga dan yang menang sebagai penyerang. b. atau sentuhan dari pihak penjaga. Lamanya permainan Lamanya permainan 2 x 15 menit bersih dan istirahat 5 menit. Pergantian untuk regu: Pergantian regu penyerang men-jadi penjaga atau sebaliknya diadakan oleh wasit dengan membunyikan peluit setelah:  Penjaga menangkap atau menyentuh penyerang . c. Kapten regu diberi tanda di lengan kanan berbentuk pita melingkar. Permainan dimulai setelah wasit membunyaikan pluit. Terdiri dari 2 regu masing-masing 5 orang. Jalannya permainan a. Seragam pemain 4. f.. dalam posisi kedua kaki berpijak di atas garis atau salah satu kaki berpijak di atas garis sedangkan satu kaki lainnya dalam keadaan melayang. 5. Pemain penyerang dinyatakan salah apabila:  Kedua kaki keluar dari garis samping kiri dan kanan lapangan. Pemain a. dan 3 orang pemain cadangan.tidak boleh mengepal. 6. Waktu time out. Timeout Time out satu kali untuk tiap regu. Setelah time out posisi pemain seperti sebelum time out. g. jam dimatikan. Timeout diberikan atas permintaan pelatih atau manajer kepada petugas meja.  Berbalik masuk petak yang telah dilalui. Penjaga berusaha menangkap atau menyentuh penyerang dengan tangan terbuka dan jarh-jari tangan.

 Mengganggu penjaga yang sudah dilalui. 7. j.  Apabila permainan babak kedua dilanjutkan posisi pemain sama seperti saat permainan dihentikan. fungsi dan wewenang yang sama c. Tiap regu diberikan paling banyak 3 kali penggantian pemain selama pertandingan). h. Pemain yang berhasil melewati garis belakang s/d garis depan diberi nilai satu. b. Pemain yang telah berhasil melewati garis depan s/d garis belakang diberi nilai satu. Istirahat. b. Apabila penjaga atau penyerang melakukan pelanggaran pertama kali diberi kartu kuning dan apabila melakukan pelanggaran 2 kali diberi kartu merah dan nilai dikurangi 1 (satu). Setiap pemain yang telah berhasil melewati seluruh garis dari garis depan sampai garis belakang dan dari garis belakang sampai dengan garis depan langsung dapat melanjutkan permainannya seperti semula. apabila:  Menggait kaki penjaga. . dipimpin 2 orang wasit.  Menyerang wasit dan membuat keributan.  Mendorong penyerang dengan sengaja  Menyerang wasit dan membuat keributan.85  Terjadi butir 6 di atas  Apabila tidak terjadi perubahan posisi selama 2 (dua) menit. Hukuman dan sanksi a. apabila:  Menyentuh penyerang dengan tangan dikepal atau meninju penyerang. Penggantian pemain diadakan pada saat permainan sedang berhenti (pada saat istirahat.  Apabila penyerang menginjak garis dan petak di belakangnya yang telah dilalui. Demikan seterusnya permainan berjalan tanpa berhenti kecuali kalau dihentikan oleh wasit karena tertangkap/ tersentuh. Wasit. b. Nilai a. waktu istirahat. dua orang pencatat nilai. Wasit memberikan tanda dengan membunyikan peluit. pemain membuat kesalahan dan waktu time out. . i.  Apabila permainan telah berjalan selama 15 menit wasit membunyikan pluit tanda istirahat dan posisi pemain dicatat. 9. Bagi pemain penjaga. pergantian dan pada saat time out. Kedua wasit punya tugas. dibantu dua orang hakim garis. Bagi pemain penyerang. 8. Setiap pertandingan. Hakim garis dan pencatat nilai a.

Manfaat Berolahraga. Pencatat nilai. Tujuan Gembira. Nilai/ angka dicatat di dua papan nilai (lihat gambar di bawah). Pemain Nilai Dada Dada Jumlah Jumlah 59) PERMAINAN PATOK LELE a. dan ketangkasan meningkat. 10. Apabila masih tetap sama. bermain. Latar Belakang Patok lele digemari setiap anak (tentu saja yang bias memainkannya). 2 X 15 menit. Penjaga garis memberi tanda dengan mengangkat bendera e. kebugaran meningkat. No.. Lapangan .86 d. Tujuan Mengisi waktu luang. b. Penentuan Pemenang Pemenang ditentukan dari besarnya nilai setelah pertandingan berakhir. c. dan meningkatkan keterampilan dan jiwa sportif. e. No. ketegangan menurun. adalah saat-saat yang menyenangkan. Apabila terjadi nilai sama setelah waktu 2 x 15 menit berakhir. dan mematok. Regu : …………………………. maka diadakan perpanjangan waktu selama 10 menit (2x5 menit) tanpa istirahat/ time out. memukul.. dan yang terpenting adalah jiwa sportif. pemenang ditentukan berdasarkan hasil undian/tos PERTANDINGAN HADANG PA/PI Regu : …………………………. meninting. Dua pencatat nilai ditempatkan di sudut garis depan dan garis belakang. kecekatan. No. d. Saat-saat mencutat. Peraturan Permainan 1. Permainan ini mengasah ketrampilan. Pemain Nilai No. memupuk semangat kerja sama dan bersosialisasi. Lapangan dan Peralatan a.

dipukul. meninting.  Lubang tempat mencutat/ mematok  Lubang tempat mencutat/ mematok dibuat di atas lapangan f.  Kayu berbentuk bulat (silinder) dengan ukuran panjang 15cm. Tetapi jika permainan dilakukan di lapangan keras. Peralatan Dalam pertandingan resmi. Gambar: Dengan dua bata/balok berjejer dan ditidurkan Permainan.87 Patok lele dimainkan di lapangan terbuka: Bentuk: Mempunyai sektor 900 Ukuran: Menarik garis lurus dari ujung lubang tempat mencutat yang disebut garis batas (lihat gambar). memukul. Alat ini untuk mencutat. maka tempat mencutat/mematok dapat dibuat dengan cara meletakkan 2 (dua) buah batu bata/balok berjejer sehingga dapat memungkinkan untuk mencutat/ mematok. dan mematok. ditinting.  Bendera hakim garis  Kapur/cat/line paper  Peluit  Jam/stop watch  Alat tulis  Formulir pertandingan  Meja/kursi  Meteran. peralatan yang tercantum dalam peraturan permainan ini merupakan kebutuhan yang diperlukan. Alat ini yang dicutat. b. (lihat gambar). garis tengah 2cm. garis tengah 2cm. Jarak 3 m dari lubang dan diberi tanda garis tinting. dan dipatok. dengan cara membuat lubang berbentuk elips atau segitiga. (lihat gambar). .  Kayu berbentuk bulat (silinder) dengan ukuran panjang 45 cm. mulai dari lubang tempat mencutat membentuk sektor 90°. Garis : Menarik garis.

 Jika tidak tertangkap oleh penjaga. Pemain Setiap regu terdiri dari 5 orang dan cadangan 2 orang. Ukuran nomor dada dan punggung 15 cm. b. kemudian dicutat. maka regu penjaga mendapat cutatan mati. permainan diteruskan pada tahap berikutnya yang disebut tinting. maka diadakan pergantian pemain.88 2.  Selanjutnya dilakukan  Kemudian utat diletakkan/dipasang melintang di atas lubang atau tempat mencutat. maka janak harus dilemparkan penjaga dan diusahakan mengenai utat yang dipasang melintang di atas lubang atau tempat mencutat. Seragam pemain Setiap regu diwajibkan memakai seragam yang bernomor dada dan punggung berurut angka 1 s/d 7. Mencutat.  Permainan dilakukan dengan 3 (tiga) tahap: a. Lamanya permainan Permainan patok lele berdurasi 2 x 20 menit dengan istirahat 5 menit. bila tidak ada lagi pemain berikutnya.  Jika janak yang dilemparkan mengenai utat. maka pemain yang bersangkutan mati.  Kemudian dilanjutkan oleh pemain berikutnya. baik putra dan putri. . Kemudian dilanjutkan oleh pemain berikutnya. dalam hal ini berarti penyerang menjadi penjaga dan sebaliknya. bila tidak ada lagi Cara mencutat Pemain maka diadakan pergantian dalam hal ini penyerang menjadi penjaga dan sebaliknya. 3.  Janak diletakkan melintang di atas lubang/tempat mencutat. 4. 5. Jika tidak kena. Meninting  Janak dipegang bersama utat dengan satu tangan. Kapten regu diberi tanda di lengan berbentuk pita berwarna kontras dengan seragam. Jalannya permainan  Sebelum permainan dimulai diadakan undian regu yang menang menjadi penyerang dan yang kalah bertahan/menjaga. Warna seragam kedua regu berbeda/kontras.  Jika janak tertangkap oleh penjaga.

 Jika janak dipukul tidak kena.  Apabila jarak antara janak dengan lubang tempat mencutat kurang dari 1 (satu) meter.  Pemain penyerang yang memukul janak di luar batas tinting dinyatakan mati. maka penjaga harus melemparkan dan regu penjaga mendapat nilai. Pemukulan ini boleh ditangkap penjaga dan mendapat nilai tangkapan.89  Selanjutnya janak dilemparkan sedikit keatas/dilepas dan kemudian dipukul dengan utat sekuat mungkin sehingga janak dapat melayang jauh ke arah lapangan permainan.  Tinting dilakukan dalam batas daerah tinting. pemain tersebut dinyatakan mati.  Cam meninting dengan pegangan janak antara ibu jari dan telunjuk  Cara meninting dengan janak di atas pangkal ibu jari dan telunjuk  Jika janak tidak ditangkap.  Jika janak tidak ditangkap. maka pemain tersebut dinyatakan mati. Mematok  Mematok dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara:  Di Lubang  Janak diletakkan membujur di lubang sehingga sebagian muncul ke permukaan. maka penjaga harus melemparkan kembali janak tersebut dari tempat janak jatuh ke arah lubang atau tempat mencutat.  Pemain yang melakukan tinting diperbolehkan mengambil posisi yang menguntungkan untuk memukul/menghempang janak dengan utat agar janak itu dapat kembali ke lapangan permainan.  Jika tahap kedua tidak mati. Kemudian ujung janak yang muncul di atas lubang dipukul atau di patok dengan utat sehingga . c. maka pemain berhak meneruskan permainan ke tahap berikutnya.  Jarak antara janak berhenti dengan lubang/tempat mencutat di ukur dengan meteran.

6. . Penggantian pemain dilakukan setelah dilaporkan lebih dahulu kepada petugas meja/wasit. tintingan. jarak dari janak jatuh sampai pinggir lubang/tempat mencuat. jarak antara janak jatuh dengan lubang/tempat mencutat diukur dengan meteran (setiap meter mendapaat nilai1)  Pada jarak patok dengan ber-kenaan sebagai berikut: b. maka nilai dihitung dari jatuhnya janak sampai ke lubang dan seterusnya diulang lagi dari mencutat. 7. Jika janak kena dua kali. Regu penjaga c.jarak pu-kulan. dan pemain tersebut berusaha meninting janak berulang kali. Regu penyerang  Pada waktu pengambilan tinting. Dan jika satu tangan mendapat nilai 15 (lima belas). meninting.  Penggantian pemain  Penggantian pemain dilakukan sebanyak 2 (dua) kali selama permainan berlangsung.  Di atas batu bata sama halnya dengan di atas lubang. jumlah tintingan akan dikalikan dengan . maka pemain tersebut dinyatakan mati. pengembalian tintingan serta patokan dengan dua tangan mendapat nilai 10 (sepuluh). Bila penyerang tidak berhasil meninting atau memukul janak sewaktu terungkit ke atas. Jika regu penjaga berhasi! menangkap cutatan. diukur dengan meteran dan hasilnya dikali kan dua dan seterusnya. d. Jika janak kena satu kali. Penyerang dinyatakan mati a.90 terungkit dan lemlempar ke atas. tintingan. dan mematok. Penilaian a. Dan bila berhasil memukul janak. pukulan hasil pengembalian tintingan berhasil ditangkap oleh penjaga. diukur dengan meteran. Selanjutnya diusahakan agar pukulan terakhir sejauh mungkin dari lubang tempat mematok. Penyerang permainan patok lele dinyatakan mati apabila:  Cutatan.

baik didapat dart tintingan. 2 (dua) orang  Mengawasi tangkapan janak oleh regu penjaga  Mengawasi jatuhnya janak di dalam lapangan permainan atau di luar daerah permainan. serta melaporkan kepada petugas pencatat hasil (scorer). c.91  Janak hasil cutatan. 10. tintingan. Wasit utama : 1 (satu) orang)  Melakukan undian. menentukan siapa menjadi penyerang dan penjaga. Petugas meja a.  Memimpin jalannya pertandingan dari awal sampai akhir serta menentukan pemenang. sedangkan regu penyerang masih ada yang belum bermain maka untuk babak kedua. Kemudian menjum-lahkan hasil yang diperoleh seluruh pemain.  Pembantu wasit . Pemenang ditentukan berdasarkan jumlah nilai yang terbanyak diperoleh setelah pertandingan berakhir 2 x 20 menit.  Pengembalian tintingan oleh regu penjaga kurang satu meter di ukur dari lubang/tempat mencutat.  Melakukan pengukuran yang diperoleh penyerang. oleh regu penyerang dan tangkapan oleh regu penjaga.  Hasil akhir yang diperoleh masing-masing regu diberikan kepada kapten regu dan wasit untuk ditandatangani. janak kurang dari satu meter dari lubang/tempat mencutat.  Mencatat hasil yang diperoleh pemain atas laporan wasit dan pembantu wasit. 9.  Pada waktu melakukan cutatan. Larangan dan sanksi . Penentuan pemenang a. pertandingan diteruskan sesuai dengan kedudukan babak pertama. 8.  Pada waktu melakukan tintingan maupun patokan tidak diperbolehkan melawati garis batas. Mencatat waktu Tugas pencatat waktu adalah mencatat lamanya pertandingan berlangsung 2 x 20 menit dan istirahat 5 menit. baik tintingan. b. Pencatat hasil (scorer). patokan. patokan. Tugas wasit dan Pembantu wasit a. pukulan hasil pengembalian tintingan maupun pukulan hasil pengembalian tintingan dan patok yang jatuh di luar lapangan permainan.  Mencatat nama-nama pemain dan cadangan serta nomor dada/ punggung di dalam formulir pertandingan. Jika babak pertama berakhir. b.

92  Regu penjaga dilarang menghalangi janak yang sedang dimainkan oleh regu penyerang dengan kaki/badan sengaja atau tidak sengaja. h. e. sawah sehabis panen. Latar Belakang Mengingat nama serta jenis permainannya. B. Bentuk: Persegi panjang Ukuran: Panjang 50 m. Tujuan Berolahraga. lebar 20 m . D. Sewaktu melakukan cutatan. Lapangan dan peralatan a. Pada waktu pengembalian tinting penjaga dilarang melemparkan janak dengan sengaja ke tubuh penyerang. penyerang berhak mengulangi permainannya dengan bebas c. Jika hal tersebut dilakukan regu penjaga. Pada waktu melakukan tinting penyerang tidak boleh melewati garis batas. jalan raya (apabila memungkinkan). g. Lapangan Lapangan terbuka antara lain: halaman rumah. memupuk semangat kerja sama dan bersosialisasi. = Pembantu Wasit x = Regu Pemain = Regu Penjaga f. lapangan rumput/lapangan sepakbola. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani/ meningkatkan semangat kerja sama dan menurunkan ketegangan. C. = Petugas Meja DLP = Daerah Luar Permainan dan tidak boleh ditangkap oleh penjaga. membakar benteng musuh. jika hal tersebutdilakukan oleh penjaga nilainya dikurangi 5 (lima). penjaga tidak boleh menghalang-halangi penyerang dengan jarak 2 (dua) meter. maupun patokan. Seorang anak sedang bermain patok lele 60) PERMAINAN BENTENG A. Yang jelas. bisa jadi Benteng terinspirasi oleh aksi peperangan tempo dulu. Peraturan Permainan 1. E. bermain benteng cukup mudah dan meriah. Sasaran Anak-anak dan remaja. Lihat saja istilahnya :Ada tawanan. tintingan. Denah lapangan/susunan petugas X =: Wasit 0 XI A d. dan lain sebagainya.

 Tiang bendera tingginya 2 meter dari permukaan tanah/lantai Gambar Lapangan Benteng 20 m 50 meter dengan garis tengah 5 cm. b. Seseorang pemain mengejar .  Kapur/cat untuk membuat garis lapangan permainan. 2. Saat penawanan. Yang menang dapat memilih tempat atau lebih dulu memancing.  Jam/stop watch  Alat tulis  Meja/kursi  Formulir pertandingan  Lamanya permainan  Lamanya permainan 2 x 20 menit dengan istirahat 5 menit. Setiap pemain berfungsi sebagai pemancing atau yang dikejar dan juga berfungsi sebagai pengejar. Permainan ini dimainkan regu putra atau regu putri. Lapangan ditandai dengan garis selebar 5 cm. cadangan 4 orang. b. b. Setiap regu terdiri dari 10 orang. Pemain a.  Peluit  Bendera Hakim Garis sebanyak empat buah dengan ukuran 30 cm x 30 cm dan tangkai 40 cm. tidak ada campuran. Peralatan  Bendera. 3. Daerah tawanan: Berbentuk persegi panjang dengan ukuran: panjang 10 m dan lebar 1m. Seragam pemain  Setiap pemain diwajibkan memakai pakaian seragam yang bernomor dada dan punggung 1 sampai dengan 14 berukuran 15 cm. Ada dua bendera benteng dengan ukuran 40 cm x 30 cm dengan warna berbeda. Sebelum permainan dimulai diadakan undian. jam tetap jalan.93 Daerah benteng berbentuk lingkaran yang bergaris tengah 3 m dengan jarak 10 m dari garis belakang dan garis samping. Jalannya permainan a.

empat (4) orang pembantu wasit dan dua (2) orang pencatat nilai. penawanan dan penghukuman). Selama permainan berlang-sung setiap regu diperbolehkan mengadakan penggantian pemain paling banyak empat kali. Bagian tubuh termasuhk kostum/kelengkapan. Tawanan yang lebih dari satu orang. 5. 4. tugas diserahkan kepada salah seorang anggota regunya yang belum tertangkap. Anggota regu yang tertangkap atau yang keluar dari lapangan permainan akan menjadi tawanan dari pihak lawan. e. Cara menangkap lawan cukup dengan menyentuh bagian tubuh lawan dengan tangan terbuka. Penggantian pemain diadakan waktu permainan berhenti (istirahat. Wasit berada di dalam lapangan dan pembantu wasit berada di luar lapangan. pembantu wasit dan pencatat nilai a. apabila salah seorang atau lebih regu lawan dapat membakar benteng dengan ca-ra menginjakkan salah satu kakinya di benteng lawannya. g. . f. Setiap wasit yang memimpin per-mainan/pertandingan diwajibkan memakai seragam T. semuanya dapat dibebaskan dengan jalan menyentuh salah seorang dari tawanan itu dengan ketentuan satu sama lain dalam keadaan berpegangan/bergandengan. Wasit. Setelah salah satu regu bentengnya terbakar. shirt warna kuning dan celana warna hitam.94 pemain lawan. Penggantian pemain a. permainan dilanjutkan dengan ketentuan regu yang berhasil membakar benteng lawannya berfungsi lebih dulu sebagai pemancing. apabila pemain lawan lebih dulu meninggalkan bentengnya dan ia menjadi orang yang dikejar oleh pemain lawan. 6. Tawanan yang berkumpul di daerah tawanan dapat bebas kembali apabila teman seregunya yang belum tertangkap dapat membebaskan dengan jalan menyentuh bagian tubuh te-mannya. d. Penggantian atas permintaan officials yang disetujui oleh wasit. Kapten regu ditandai ban/pita di lengan kanan dan bertugas mengatur setiap anggota regunya. Benteng suatu regu dinyatakan terbakar. c. Permairran/pertandingan dipimpin oleh dua (2) orang wasit. Hukuman dan sanksi Hukuman dan sanksi diberikan kepada pemain apabila:  Menyentuh pemain lawan dengan tangan  Mendorong lawan dengan sengaja atau menggaet kaki lawan. b.  Menyerang wasit atau membuat keributan. Bila kapten regu tertangkap.

kedua regu saling tarik menarik sekuat tenaga sedangkan dalam dagongan kedua regu saling dorong untuk mencari kemenangan. Peraturan Permainan 1. Lapangan 18m 2m . c. Lapangan dan Peralatan a. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. b. Penilaian dan penentuan pemenang a. menigkatkan semangat kerja sama dan menurunkan ketegangan. Regu paling banyak menawan lawan dinyatakan menang. Setidaknya. Latar Belakang Secara mudah.95 7. D. memupuk semangat kerjasama dan bersosialisasi.  Apabila 1) dan 2) tetap sama. bermain dagongan adalah kebalikan dari bermain tarik tambang. C. Penentuan pemenang  Regu paling banyak membakar benteng lawannya dinyatakan sebagai pemenang.  Apabila nilai sama. pemenang ditentukan berdasarjumlah tawanan. dalam cara bermain. Dlaam permainan tarik tambang. Yang dimaksud nilai sama adalah jumlah pembakaran sama atau sama sekali tak terjadi pembakaran. Penilaian Setiap pembakaran dihitung satu nilai. pemenang ditentukan dengan undian/tos. B. Denah Lapangan dan Penempatan Petugas wasit 20 m 50m 61) PERMAINAN DAGONGAN A. Tujuan Berolahraga.

1 buah garis tengah.96 Lapangan harus rata dan datar dan diutamakan berumput. garis – garis batas 2 buah garis samping. Garis serang adalah batas kaki pemain saling depan berjarak 2. panjang 10m dengan garis tengah 6cm. Kapur untuk menggaris lapangan dan lakban yang digunakan 2 warna. merah untuk batas tengah bamboo. Peralatan  Bamboo harus lurus dan kuat. 2 buah garis terang. b. Biru untuk batas pegangan. Bentuk lapangan persegi panjang dengan ukuran 2 meter x 18 meter. digunakan oleh hakim garis. Garis tengah adalah garis yang membagi dua lapangan sama panjang sebagai batas akhir penyerangan dari masing – masing regu yang mendorong.  Kapur/lakban.5 m dari garis tengah.  Bendera 2 buah.  Formulir pertandingan . ukuran 30 x 30cm berwarna merah kuning berbentuk diagonal.

 Peluit 2.d 7. Nomor Pertandingan a. wasit memanggil kedua kapten regu untuk melakukan undian. d. satu pasang untuk mencatat nilai dan pelaoran pergantian pemain. selanjutnya melaporkan kepada pencatat nilai dan wasit. Lamanya Permainan Lamanya permainan menggunakan system 2 kali menang. 7. Wasit member aba – aba siap. Jalannya Permainan a. e. dan memeriksa posisi silang dari kedua regu.49 kg Kelas B : 50 – 59 kg Kelas C : 60 – 69 kg Kelas D : 70 kg ke atas 5. b. c. Pemain Beregu putra dan putri dengan jumlah pemain 5 orang cadangan 2 orang. 3. Pergantian pemain Pergantian pemain harus diminta oleh kapten regu. 6. Dalam melakukan dorongan bamboo berada dan sejajar di dada. Salah satu tangan mengapit bamboo pandangan lurus ke depan lawan.97  Meja/ kursi. Interval antara dorongan pertama dengan dorongan kedua adalah 3 menit. sedangkan apabila terjadi draw ( seri ) lamanya 5 menit. dilakukan pada saat : . Salah seorang yang manjadi kapten memakai pita pada lengan sebelah kanan. Permainan selesai jika adaa yang berhasil melakukan 2 dorongan. Beregu Putri Kelas A : 46 . Beregu Putra Kelas A : 50 – 59 kg Kelas B : 60 – 69 kg Kelas C : 70 – 79 kg Kelas D : 80 kg ke atas b. f. Pluit dibunyikan apabila salah satu regu telah dinyatakan kalah. Aba –aba yaa kedua regu saling mendorongkan bamboo lurus ke depan lawan. 4. Sebelum permainan dimulai. Seragam Pemain Kedua regu wajib memakai kostum dada/ punggung dimulai dengan angka 1 s. seluruh pemain memegang bamboo untuk siap dalam posisi melakukan dorongan. Kedua hakim garis menghitung jumlah pemain. Apabila score seri maka wasit melakukan undian kembali untuk menentukan siapa yang akan memilih tempat.

b. Apabila 3 orang pemain keluar dari garis samping maka regu tersebut dinyatakan kalah. spike. Memakai sarung tangan c. Hakim Garis. Pertandingan dipimpin oleh : a. Perpindahan tempat 8. Nilai/ Score dan Pemenang a. dan yang serupa. Regu yang melanggar ketentuan tersebut dikenakan diskualifikasi. dan Pencatat Nilai.98 a. c. Sebelum pertandingan dimulai b. Apabila satu regu berhasil mengalahkan lawannya pada set pertama maka dinyatakan sebagai pemenang. . 9. Seorang wasit yang bertugas :  Mengundi sebelum pertandingan dimulai dan apabila terjadi seri  Memberi aba – aba  Menentukan sah/ tidaknya suatu dorongan b. Mengubah posisi pada saat mendorong. b. 10. Wasit. Larangan a. Regu/ pemenang adalah regu yang berhasil mendorong/ mengalahkan lawannya dengan nilai 2 – 0 atau 2 – 1. Memakai sepatu bola. sepatu golf. Dua orang hakim garis :  Menghitung jumlah pemain  Membantu wasit dalam pengawasan garis c. Seorang pencatat nilai  Mencatat hasil nilai ( score )  Mengumpulkan daftar nama.

10 meter. Gabus ini berfungsi untuk meluruskan jalannya anak sumpit. Peraturan permainan 1. D. Tujuan Mengisi waktu luang.  Gabus Pada pangkal anak sumpit dipasang gabus yang dibuat berbentuk kerucutt. Lapangan dan peralatan a. B. bermain. Lapangan Lapangan tempat bermain sumpitan ditempat terbuka atau tertutup. Besarnya gabus harus dapat masuk pada kaliber sumpit. C.99 62) PERMAINAN SUMPIT A.  Kaliber Kaliber sumpit tidak ada standarnya tergantung kepada besar kecilnya besi untuk boor / besar kecilnya lubang bambu. Pada awalnya sumpitan ini dipakai sebagai alat berburu. dan meningkatkan ketrampilan. dan terjauh 35 meter. Manfaat Kebugaran meningkat dan ketrampilan meningkat. Jarak menyumpit putra adalah 15 meter. Peralatan  Sumpitan terbuat dari katu atau bambu dan panjang 150-175 cm. 25 meter. dewasa E. Latar Belakang Sumpitan merupakan permainan tradisional Indonesia yang banyak dilakukan oleh masyarakat pedalaman Kalimantan dan pedalamnan pulaupulau lainnya. Kawat tersebut berfumgsi sebagai pisir pada senjata api. Pisirr diikat menggunakan rotan. Sasaran \ Anak-anak. 15 meter.  Anak sumpitan panjang 25 cm terbuat dari bambu atau kalam (lidi enau). b. biasanya sebesar pensil. sesuai ketentuan jarak menyumpit. disisi atas dari ujung batang sumpit dipasang sepotong kawat sejajar dengan batang sumpit. dan 25 meter.  Pisir Untuk meluruskan pembidikan. . sepanjang memiliki panjang yang cukup. Sedangkan untuk putri. terbentuk laras panjang yang terbuat dari kayu yang telah dilubangi atau bambu dengan anak sumpit yang terbuat dari bambu. remaja. Cara bermain dengan menembakkan anak sumpit ke suatu sasaran yang telah ditentukan (target).

Posisi berdiri b. 7 dan seterusmya. Jumlah anggota regudisesuaikan dengan keadaan.  Memegang sumpitan tidak dibenarkan menggunakan alat bantu. Sasaran Sasaran adalah sebagaimana sasaran pada cabang olah raga memanah. 8. 4. kemudian kearah luar bernilai 9. misalnya: a. Posisi jongkok 7. Jenis pertandingan a.hal ini untuk menjaga agar sumpitan tidak goyang. 25 m. hingga lingkaran paling luar nilai 1.anak sumpit dimasukan kedalam kaliber sumpit satu persatu. Pemain Pemain dapat beregu dan dapat pula perorangan. kedua tangan menghadap keatas. Lingkaran tersebut dibuat warna warni sehingga menarik 6. Sudah barang tentu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. 35 m. 3. Putra Jarak 15 m. . Lingkaran paling tengah memperoleh nilai 10. anak sumpit diperhatikan dahulu kalau belum lurus harus diluruskan. Memasukan anak sumpit. Cara meniup Setelah anak sumpit dimasukkan ke dalam kaliber sumpit. sebelum dimasukkan kedalam kaliber sumpit. dengan konsentrasi dan menyiapkan udara sebanyak banyaknya dari rongga dalam mulut dan rongga dada denga meniup ke kaliber sumpit sehingga memungkinkan anak sumpit terlepas dengan kencang meninggalkan sumpitan menuju sasaran. Jarak Jarak nembak dengan sasaran disesuaikan dengan keadaan setempat. 5. Cara penyumpitan  Cara memegang sumpit Karena batang sumpit cukup panjang dengan kedua tangan pada pangkal sumpitan.100 2. kemudian sumpit diangkat diarahkan kesasaran dengan pertolongan pisir. Mulut ditempelkan kekaliber sumpit.

maka pengaruh akan angin sangat besar terhadap lurus tidak larinya anak sumpit tertutama angin dari samping. 15 m. Banyak anak sumpitan yang digunakan dalam satu seri adalah 5 buah. Besar kecilnya kaliber sumpit akan berpengaruh terhadap besar kecilnya gabus. sehingga besar kecilnya gabus akan terpengaruh terhadap besar kecilnya tiupan. Oleh karena itu mata door yang digunakan untuk mengebor batang sumpit harus mata boor satu saja agar lubangnya tetap sama. Ini berarti sumpit bukan pegangannya sangat berpengaruh terhadap tembakan. kemampuan tangan untuk memegang batang sumpit agar tidak bergerak.  Anak sumpit Kehalusan membuat anak sumpit berikut gabus sangat berpengaruh terhadap laju larinya anak sumpit. Wasit dan pembantu wasit 1. .  Halus tidaknya lubang sumpitan. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadapat efektifitas tembakan  Kemahiran menyumpit Kemampuan meniup. Lubang yang halus buatannya dan baik pemeliharaannya akan melancarkan jalannya anak sumpit.101 b. kemahiran membidik. Putri Jarak 10 m. 8. Wasit  Melakukan undian dalam menentukan seri  Memimpin jalannya pertandingan  Menentukan pemenang 2. Pembantu wasit  Mengawasi penyumpit sesuai dengan jarak yang ditentukan  Meneliti perkenaan yang sebenarnya  Melaporkan hasil kepada pencatat nilai 3.  Batang sumpit Yang paling efektif batang sumpit adalah sepanjang sepeda ditambah sejengkal dari masing=masing penyumpit. Pencatat (scorer) Mencatat hasil / nilai yang diperoleh penyumpit atas laporan pembantu wasit. 25 m.  Pengaruh angin Karena anak sumpit yang sudah ada gabusnya tersebut adalah benda yang ringan. Sedangkan besar kecilnya batangsumpit juga akan berpengaruh berat ringannya sumpit. dimana akan berpengaruh juga pada pembidik.

bisa dilakukan perorangan atau beregu. Sasaran Anak – anak dan remaja E. Tali Terbuat dari daun pandan atau rami. Bentuknya persegi panjang dengan ukuran : Panjang : 7. Manfaat Bergaul. Gasing Terbuat dari kayu yang keras.102 63) PERMAINAN GASING A. Tujuan Mengisi waktu luang. Pangkal tali dibuat cincin sehingga dapat untuk memasukan jari tengah. D. Lapangan dan Peralatan a. Pangkal tali tersebut agak besar dan berangsur – angsur menjadi kecil sampai ke ujung tali. dan lainnya. meningkatkan keterampilan dan bversosialisasi. Peraturan Permainan 1. Kayu tersebut dibentuk menjadi gasing dengan ketentuan sebagai berikut : Tinggi : 11 cm Tinggi Kepala : 2 cm Garis Menengah : 7 cm Badan keliling : 11 cm b. kemudian dipintal menjadi tali. B. Permainan ini mengandung sifat kompetitif karena sifatnya mencari kemenangan mengadu ketangkasan dan keterampilan memutar gasing. Gasing terbuat dari kayu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menyeruapi jantung pisang bagian bawah. misalnya teras kayu asam. dan keterampilan meningkat. Latar Belakang Permainan Gasing terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia. Panjang tali sesuai dengan kebutuhan gasing.5 meter Lebar : 6 meter 2. jambu. Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki – laki berusia 7 – 17 tahun. gembira. Lapangan Area tempat bermain gasing hendaknya yang rata serta tidak ditumbuhi oleh rumput. C. . Peralatan a.

j. c. regu penyerang menjadi regu bertahan dan regu bertahan menjadi regu penyerang. dan VI ke V serta V ke I. III. Setelah itu. b. Pada inning ketiga dan seterusnya diadakan rotasi terus sesuai dengan urutan semula. Pemain a. Salah seorang dari regu bertahan. . Pelaksanaan Permainan a. 5. h. Lapangan tetap di tempat atau di lapangan masing – masing. b. Permainan gasing pada umumnya hanya dilakukan oleh putra saja. gasingnya berputar di luar petak pasang dinyatakan mati dna nilai dikurangi 2. waktu melempar gasing lawan menginjak garis ( CD/EF ) dinyatakan batal ( dis ). c. Regu penyerang di petak serang dalam keadaan siap untuk melempar dan regu bertahan berada di luar petak bertahan untuk siap melakukan pemasanagan gasing. d. Pada inning V diadakan pergantian lapangan ( tempat ). Jika beregu. b. Setelah aba – aba dari wasit dengan peluit. Setelah peluit berbunti lagi maka regu penyerang menyerang gasing – gasing yang dipasang di petak pasang. siapa yang gasingnya lebih lama berputar dialah sebagai penyerang terlebih dahulu. terlebih dahulu diadakan undian. Kesalahan/ Pelanggaran a. IV. Cara undian ialah dengan memutar gasing oleh kedua belah pihak. e. Apabila nilai sama maka permainan diperpanjang dengan 1 inning lagi. 4. Salah seorang dari regu penyerang. Untuk menentukan penyerang dan bertahan. g. b. II. satu regu terdiri dari atas 5 orang dengan 2 orang cadangan. Dapat dimainkan secara perorangan dan beregu. maka regu bertahan secara serempak memasang gasing masing – masing pada perak yang telah ditentukan. Setelah inning ke V diadakan pergantian lapangan ( tempat ). Pada inning kedua diadakan rotasi yaitu penyerang dan yang bertahan menjadi regu penyerang dan yang bertahan berada di petak no I. Permainan gasing dimainkan dalam waktu 10 inning.103 3. Lama permainan a. i. 6. artinya 10 kali sebagai bertahan dan 10 kali sebagai penyerang. f. Pergantian pemain dapat dilakukan apabila pergantian inning banyaknya pergantian hanya 2 kali.

Gasing lawan terlempar ke luar petak pasang sedang gasing penyerang berada di petak lain. Wasit : 1 orang b. dan jika kena lemparan keluar dapat nilai 5. 7.nilai 5. b.nilai 5. f. Kena bisa nilai 3 kesemuanya berlaku jika gasing penyerang lebih lama berputar dari gasing yang bertahan. c. Wasit/ pemimpin pertandingan a. maka penyerang boleh maju. Perkenaan a. b. Pencatat : 1 orang . Denda/ hukuman pengurangan nilai 1 dan 2 jika dari pihak bertahan salah menempatkan gasingnya waktu perang. d. Gasing penyerang lebih cepat mati. jika kena tetapi tidak terlempar ke luar mendapat nilai 3. Penilaian a. Salah seorang regu bertahan. Gasing regu bertahan segera mati dan berada di luar petak pasang nilai dikurangi 2. Penentuan pemenang a. Gasing lawannya kena dan terlempar ke luar petak pasang. 8. 10. Salah satu regu bertahan. gasingnya berputar dipetak kawannya dihukum dengan pengurangan nilai 1. Gasing dipasang dilempar kena dan ke luar. Pembantu wasit : 1 orang c. sedang gasing penyerang mengganti di petak pasang sedang gasing lebih lama berputar dari gasing lawan nilai 5. e. Pemain bertahan yang memusang gasingnya di petak lain atau di daerah bebas dihukum dengan 1 pengurangan nilai. selanjutnya masih dapat dilempar oleh regu penyerang. Gasing regu bertahan waktu dipasang terus mati di petak sendiri boleh dilempar. Bila kena penyerang maka dapat nilai 3 dan keluar dapat nilai 5. Gasing lawan terlebih dahulu mati maka regu penyerang dapat nilai 3. g. 9. gasing berputar di daerah bebas. d. c. Gasing lawan dipasang terus mati dan barada di aderah bebas. Seperti no 1 tapi penyerang di petak lawan dapat nilai 4. maka penyerang nilai = 0.104 c. maka regu penyerang boleh masuk ke daerah bebas untuk menyerang gasing tersebut. Dinyatakan menang ujika nilai paling banyak. d. e.

105 PERMAINAN TRADISIONAL PILIHAN 64) PERMAINAN TUJON A. D.dilanjutkan dengan suit untuk menetukan kelompok yang bermain terlebih dahulu.com/macammacam-permainan-tradisional .blogspot. F. Permaian ini dimainkan saat waktu luang. Membuat lapangan permainan/ area permainan. C. Permainan ini memiliki sebuah sasaran atau tujuan yaitu berupa benda yang ada di tengah. G. Peralatan yang digunakan Dalam permainan ini dibutuhkan kereweng atau pecahan genteng yang nantinya disusun. Latar Belakang Permainan ini bernama Tujon yang memiliki arti tujuan atau sasaran. Apabila batu yang dilempar itu mengenai sasaran dan kereweng tersebut jatuh. B. Penentuan Kemenangan Kelompok atau regu yang paling banyak melempar batu dan mengenai kereweng maka itulah pemenangnya. Kelompok yang menang nantinya melempar batu agar mengenai sasaran yaitu kereweng yang ditumpuk. 3. Boleh putra atau putri. maka kelompok yang berhasil itu segera menuju ke kelompok lawan untuk minta gendong. E. : orang yang melempar batu ke sasaran : kereweng yang ditumpuk 2. Pelaksanaan Permainan 1. Manfaat Permainan ini dapatmengembangkan kepekaan panca indera manusia dan melatih ketepatan. Sumber Permainan ini bersumber dari widarto-aji-kurniawan. Dibagi menjadi 2 kelompok atau 2 orang yang berlawanan. Peserta Untuk memainkan permainan ini dibutuhkan peserta minimal 2 orang atau kelompok yang jumlah dari keduanya harus genap. Permainan ini kemungkinan berasal dari Yogyakarta karena dilihat dari namanya dalam bahasa jawa.

baik pagi. bisa dimainkan secara beregu. dolanan ini sudah dikenal sejak sebelum Perang Dunia (PD) II. sore. dolanan ini tidak berhubungan langsung dengan hewan macan atau harimau. Namun. tegel. yakni alat lain yang dianggap sebagai manusia. Syarat lokasi bermain bersih. dan lainnya). tidak banyak menggunakan tempat untuk bermain. Pertama – tama membuat arena atau gambar segitiga yang saling dihubungkan oleh garis tegak lurus dan mendatar. D. Ada empat versi dalam dolanan Macanan. yang memang fungsinya menyerang pihak lawan. ada yang kalah dan menang. C. Setidaknya. menyesuaikan lahannya. atau benda lain. dolanan ini harus dimainkan oleh 2 orang. Pelaksanaan Permainan 1. keramik. Jika lebih. yakni macanan 21 wong (orang) 1 macan. redi. tanjung. dan macanan 3 wong 1 macan. Alat yang digunakan juga mudah dicari dan sederhana. hanya sekitar 1 meter persegi. Alat dan Tempat Permainan ini cukup sederhana. namun syaratnya harus tetap berpasangan. namun kebanyakan dimainkan oleh anak laki-laki. E. mengasah otak. macanan 8 wong 1 macan. Menurut sumber Sukirman (2004). pensil. atau malam hari. Latar Belakang Mayoritas anak masyarakat Jawa.106 65) PERMAINAN MACANAN A. dianggap sebagai sebuah macan. yang hidup di era tahun 1970-an mengenal sebuah dolanan tradisional yang bernama Macanan. siang. sebuah alat yang dipakai untuk bermain. Dolanan ini banyak digemari oleh anak laki-laki karena bermasuk dolanan kompetitif. atau krangkeng. setidaknya yang berada di daerah Yogyakarta. Hanya saja untuk saat sekarang sudah sangat jarang dimainkan karena tergeser dolanan modern lain. atau lainnya. Peserta Dolanan Macanan sering dimainkan oleh anak laki-laki berusia di atas 10 tahun. Gambar segitiga ini biasa disebut gunung. B. seperti kerikil atau biji-bijian buah (seperti: sawo. Mereka saling berhadapan untuk saling mengalahkan. seperti halma dan lainnya. Mereka bermain di waktu senggang. bisa menggunakan tempat berlantai tanah. Merujuk namanya. Manfaat Permainan memberikan manfaat berupa melatih kecepatan berpikir dan ketelitian serta kecermatan dalam melakukan sesuatu atau memutuskan sesuatu. Walaupun tidak ada larangan bagi anak wanita untuk bermain. . asam. asalkan rata dan nyaman. macanan 4 wong 1 macan. Sementara gambar berupa segitiga dan persegi empat bisa digambar dengan kapur.

F. Yang menjadi batu berusaha untuk membuat macan terperangkap dengan membuat jalan macan tertutup. Bisa menggunakan kerikil atau biji – bijian. C. Menyiapkan peralatan yang akan digunakan. Apabila ada dua anak. D. Peserta melakukan suit atau undian untuk mencari yang menjadi batu dan menjadi macan. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. Permainan ini berkembang di masyarakat terutama anak – anak setelah pulang sekolah. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. Kepel Press 66) PERMAINAN MUL . Sukriman Dharmamulya. Bisa laki – laki atau perempuan. maka pemain B harus menggunakan kerikil. Pelaksanaan Permainan a. 4. 2004. Sumber Permainan Tradisional Jawa. dkk. Yogyakarta. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. Pengertian dari kata mul – mulan sendiri kurang dicertakan dengan jelas disini. Penentuan Kemenangan Yang menjadi pemenang adalah yang menjadi batu namun paling banyak dapat menutup jalan macan. Latar Belakang Merupakan permainan yang berasal dari Yogyakarta. Permainan ini biasa dimainkan untuk mengisi waktu luang. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna E. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. 3.MULAN A. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. Permainan ini memiliki tujuan untuk menghabiskan batu atau biji lawan. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain Mul-Mulan.107 2. B. G. misalkan pemain A dan B. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan .

tidak lupa salah satunya juga menyiapkan kapur atau alat tulis lainnya (sesuai dengan media yang dipakai). Sisi terluar. Salah satu pemain segera menggambar bangun bujur sangkar sama sisi lapis tiga di atas ubin atau lantai. b. Setelah menyepakati tempat yang teduh dan nyaman. c. kira-kira panjangnya 25—35 cm. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. Jika bermain di atas lantai atau ubin. d. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain.108 agar tidak keliru. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. keduanya harus melakukan sut. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. Kedua pemain lalu duduk saling berhadapan. Kemudian bujur sangkar kedua yang ada di dalamnya bisa dibuat lebih kecil sedikit. Di sini. . Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. Demikian pula dengan bujur sangkar yang ketiga bisa dibuat lebih kecil lagi (lihat gambar). Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. serta masingmasing membawa orang-orangan. Langkah pertama. Kemudian keempat sisi di bagian tengah ditarik sebuah garis menghubungkan bujur sangkar satu dengan lainnya. bisa menggambar dengan kapur atau pecahan tembikar. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. Dengan demikian gambar dolanan MulMulan sudah siap digunakan. bisa dengan panjang hingga 30—40 cm. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 9 buah. ia main duluan. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. Jika pemain A menang. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar.

misalkan pemain A dan B. maka ia dianggap sebagai pemain kalah.109 F. maka pemain B harus menggunakan kerikil. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. Latar Belakang Merupakan permainan yang berasal dari Filipina. Jakarta. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. Departemen P&K 67) PERMAINAN NERENSI A. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. 1980/1981. Permainan ini memiliki tujuan untuk menghabiskan batu atau biji lawan.. Permainan ini biasa dimainkan untuk mengisi waktu luang. jika pemain kalah harus menerima hukuman. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. Pengertian dari kata nerensi sendiri kurang dicertakan dengan jelas disini. dkk. Sumber Permainan Tradisional Jawa. Sebenarnya permainan ini juga ada di Yogyakarta dengan nama Mul – mulan dan dam-daman. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. Permainan ini berkembang di masyarakat terutama anak – anak setelah pulang sekolah. Pelaksanaan Permainan e. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. atau menyanyi. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. C. 2004. maka ia harus menerima hukuman. Apabila ada dua anak. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. Bisa laki – laki atau perempuan. menampar tangan. Ahmad Yunus. D. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. Yogyakarta. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain nerensi. Sukirman Dharmamulya. H. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan . Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna E. B.

Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. Salah satu pemain segera menggambar bangun bujur sangkar sama sisi lapis tiga di atas ubin atau lantai. ia main duluan. Kemudian keempat sisi di bagian tengah ditarik sebuah garis menghubungkan bujur sangkar satu dengan lainnya. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. Jika bermain di atas lantai atau ubin. h. . Dengan demikian gambar dolanan nerensi yang sudah siap digunakan. Di sini. Setelah menyepakati tempat yang teduh dan nyaman. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. g.110 agar tidak keliru. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. Kemudian bujur sangkar kedua yang ada di dalamnya bisa dibuat lebih kecil sedikit. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. kira-kira panjangnya 25—35 cm. bisa dengan panjang hingga 30—40 cm. bisa menggambar dengan kapur atau pecahan tembikar. Demikian pula dengan bujur sangkar yang ketiga bisa dibuat lebih kecil lagi (lihat gambar). tidak lupa salah satunya juga menyiapkan kapur atau alat tulis lainnya (sesuai dengan media yang dipakai). maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. keduanya harus melakukan sut. serta masingmasing membawa orang-orangan. Kedua pemain lalu duduk saling berhadapan. Sisi terluar. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 9 buah. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. Jika pemain A menang. f. Langkah pertama. Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas.

Apabila tebakan itu benar maka mak bilang ―selamat‖. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. Pelaksanaan Permainan a. Peserta dibagi dalam 2 kelompok. Sukirman Dharmamulya. Alat yangDibutuhkan Dalam bermain permainan ini tidak membutuhkan peralatan apapun. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. 1980/1981. Sumber Permainan Tradisional Jawa. Berikut lagunya : Sarsur kurunan mak Mak emake tretete Tak undange tretete Yen kecandak kanggo gawe Adhi mesti mati 2x Tak bedhile mimis wesi Tong tong bull 2x b.. Dimainkan bersama – sama ketika waktu luang. Departemen P&K 68) PERMAINAN SUR . Ada satu anak yang menjadi emak dalam permainan ini. D. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. maka ia harus menerima hukuman. Permainan ini dimulai dengan salah satu kelompok membisikan nama dari peserta kelompok lain. menampar tangan. Setelah selesai menyanyikan lagu. Asal permainan ini dari Jawa Tengah dan Yogyakarta. Peserta Dimainkan secara berkelompok. Satu orang menjadi mak. atau menyanyi. B.SURAN A. emak memanggil kelompok yang kedua untuk menebak yang dibisikan oleh kelompok 1. C. Ahmad Yunus. E. jika pemain kalah harus menerima hukuman. Manfaat Melatih bersosialisasi dengan teman sebaya dan melatih keberanian serta kekompakan dan kepekaan. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. Permainan ini berupa gerak dan lagu sebagai pengantar permainan. I. 2004. Setelah itu mereka menyanyikan lagu Sur – suran.111 F. Bisa laki – laki atau perempuan. Yogyakarta. . Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. dkk. Jumlah pemain di tiap kelompok minimal 3 orang. Jakarta. Latar Belakang Pengertian dari permainan sur – suran ini kurang jelas namun sering diartikan sebagai tebakan.

Yang paling banyak menebak benar maka yang menang. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya.112 F. Sumber Permainan-tradisional-sur2an. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. Dam Daman ini bisa dimainkan kapan dan di mana saja. Sebenarnya. B. Pelaksanaan Permainan i. misalkan pemain A dan B. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama.com 69) PERMAINAN DAM – DAMAN A. Penentuan Kemenangan Apabila kelompok berhasil menebak maka dia menang dan apabila tidak berhasil menebak maka akan menggendong yang kalah. Kemudian pion yang dilangkahi itu menjadi milik si Pemain tadi. Sedikit bercerita tentang permainan ini. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan.worpress. G. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 12 buah. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna I.daman. Bisa laki – laki atau perempuan. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan agar tidak keliru. DAM! Kata-kata itu diucapkan oleh pemain yang melangkahi pion milik lawan mainnya. . atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain dam . maka pemain B harus menggunakan kerikil. Apabila ada dua anak. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung.dimainkan oleh dua orang pemain. H. Latar Belakang Permainan dam – daman ini berasal dari daerah Jawa Tengah. G.

Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. atau menyanyi. Di sini. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. Setelah itu mereka membuat arena bermain yang berbentuk seperti ini. Latar Belakang Damon adalah permainan anak yang gemar mengoleksi karet lingkar / karet gelang. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. l. J. jika pemain kalah harus menerima hukuman. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. Jakarta. 2004. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. Sumber Permainan Tradisional Jawa. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. J. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. Sukirman Dharmamulya. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. Jika pemain A menang. 1980/1981. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. k. dkk. maka ia harus menerima hukuman. Ahmad Yunus. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. keduanya harus melakukan sut.113 j. menampar tangan.. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. Pada zaman dahulu untuk mendapatkan karet tidak membeli . Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. Langkah pertama. ia main duluan. Yogyakarta. Departemen P&K 70) PERMAINAN DAMON A.

dalam rumah. f. H. Pada saat istirahat sekolah anak-anak jajan nasi bungkus yang tali ikatnya menggunakan karet. Tujuan Tujuan permainan ini untuk mengisi waktu luang dan melatih kecermatan yaitu pada saat menyentil karet untuk di dekatkan pada karet lawan. Sumber Permainan ini dicerikan dan dipraktekan pada saat pembelajaran mata kuliah permainan tradisional kelas PGSD Penjas A tahun 2009 di semester 4. secara langsung. Sementara yang kalah akan kehilangan satu dari karetnya bahkan bisa semuanya. kedua pemain melakukan undian menentukan siapa yang lebih dulu menjatuhkan karet. Jika belum berani maka pemain kedua boleh memindah karetnya supaya lebih dekat lagi dengan karet pemain pertama. dan meningkatkan kecermatan dan ketrampilan. Manfaat Manfaat permainan ini adalah dapat meningkatkan pergaulan antar teman . g. Pemain pertama menjatuhkan satu karetnya di tanah. Pemain berusaha memasukan karet ke lidi yang ditancapkan. b. Dan lidi untuk sasaran. gembira. halaman.114 B. . D. Pemain kedua meniup karet agar dapat mendekati sasaran yaitu berupa lidi yang ditancapkan di atas tanah. G. permainan ini sangat seru dan menyenangkan karena siapa yang menang berhak mengambil dan memiliki karet lawan. Penentuan Kemenangan Pemain yang paling banyak memasukan karet ke dalam lidi maka dialah pemenangnya dan berhak membawa pulang karet yang digunakan dalam permainan. F. E. Karet tersebut tidak langsung dibuang tetapi dikumpulkan untuk bermain kilanan Dua pemain saling beradu kecermatan dalam menyentil karet supaya berdekatan hingga satu jengkal. kemudian c. Pemain kedua menjatuhkan satu karetnya agak berjauhan dengan karet pemain pertama d. asalkan tempatnya datar. Pelaksanaan Permainan a. C. Namun orang dewasa pun dapat ikut memainkannya. Alat yang Digunakan Karet gelang dan tempat untuk bermainnya dapat di kebun. Jumlah pemain minimal 2 orang. Sebelum permainan dimulai. Peserta Anak – anak usia Sekolah Dasar baik laki – laki maupun perempuan. e. Pemain kedua menegaskan bahwa dirinya sudah yakin atau siap dengan mengucap kata ―Berani‖ jika memang sudah siap.

115 71) PERMAINAN GOBAK BUNDER .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful