1

PERMAINAN TRADISIONAL NUSANTARA
1) PERMAINAN MBURU KEWAN
A. Latar belakang permainan Permainan ini dibuat untuk mengisi kegiatan pada waktu sore hari,dengan cara menirukan orang yang sedang berburu binatang dengan cara melempar benda untuk menangkap binatang yang sedang diburu. B. Asal permainan Asal permainan ini adalah dari daerah pemalang dan sekitarnya C. Peserta Pesertanya adalah semua umur,baik anak-anak maupun orang dewasa dapat melakukan permainan ini.peserta minimal 10 orang dan maksimal tak terbatas. D. Alat yang diperlukan Alatnya adalah 2 buah bola plastik untuk bahan lemparan berburu E. Pelaksanaan Permainan Pertama di awali dengan diundi (hompimpah) untuk mencari 2 orang untuk menjadi pemburu dan sisanya menjadi binatang yang menjadi sasaran lemparan.nanti kalau ada anak yang terkena bola leparan dari pemburu,maka dia harus keluar dari arena permainan dan menjadi pemburu.dalam permainan ini tidak boleh melempar kearah kepala. F. Tempat dan waktu permainan Ditempat yang luas misalnya kebun,lapangan,pelataran rumah dll,dan biasanya dilakukan pada sore hari sambil menunngu maghrib G. Penentuan pemenang Dalam permainan ini yang menang adalah orang terakhir berada di lapangan permainan atau tidak tertangkap pemburu H. Tanggapan masyarakat Menurut masyarakat sekitar permainan ini cukup baik,karena dapatmenimbulkan kesenangan dan dapat melatih keterampilan dalam melempar dan menghindar I. Sumber Saya mengetahui dari mas ahmad yang dulu pernah melakukan prmainan ini.

2) PERMAINAN SASEGO’AN
A. Latar Belakang Permainan ini dinamakan ―Sasego‘an‖ ( bahasa lampung )yang artinya ―Main sumput-sumputan‖ atau sembunyi-sembunyian. Hal ini sesuai dengan pelaksanaan permainan yaitu ― Menyembunyikan Sesuatu ―.

2

B. Peserta Permainan ini pada umumnya hanya dilakukan oleh anak-anak perempuan saja. Usia para peserta berkisar antara 7-13 tahun, dan dilakukan oleh sekurang – kurangnya 4 orang anak. Alat dan Fasilitas Permainan ini sebenarnya hanya semacam permainan sumput-sumputan yang hanya menggunakan peralatan sepotong kapur tulis, sepotong arang untuk menggambar, dan bagi masing- masing peserta sebatang lidi kecil kurang lebih 1cm, atau pecahan kecil dari beling kaca atau sebuah batu kecil yang gunanya unutk disembunyikan dalam permainan ini. Pelaksanaan Permainan Masing – masing anak (A,B,C dan D) duduk berjongkok di tanah saling bertolak belakang(membelakangi) dengan jarak masing-masing peserta kurang lebih 2 meter. Masing-masing anak ini membuat gambar segi empat dengan panjang sisi masing-masing segi ampat kurang lebih 10cm, kemudian segi empat tadi dibagi nenjadi empat bagian Setelah selesai,masing-masing memperlihatkan kepada peserta lainnya alat atau barang yang akan disembunyikan pada salah satu petak di dalam segi empat tersebut.Setelah itu masing-masing anak tadi mulai menyembunyikan alatnya pada salah satu petak dari segi empat tadi secara sembunyi-sembunyi dan hati-hati jangan sampai anggota lain mengintip tempat ia menyembunyikan alat tadi. Cara menyembunyikannya adalah dengan jalan menggali pada salah satu petak secara hati-hati jangan sampai terlihat ada bekas galian ataupun ada bekas timbunan pad tempat tersebut. Setelah penyembunyian di lakukan oleh masing-masing mereka harus mengatakan khadu, yang artinya sudah. Seterusnya ke empat anak (A,B,C dan D) bergiliran mencari alat permaian temannya yang disembunyikan tadi. Setiap orang hanya di bolehkan menebak dan mencari satu petak saja dan bagian yang lain untuk ditebak dan dicari teman-teman yang lainnya. Jika si A berhasil menebak tempat sembunyian si B dan berhasil menemukan alat si B, maka si B mempunyai utang 1 point. Selanjutnya si B kembali mennyembunyikan alatnya tadi pada salah satu petak tadi untuk ditebak dan dicari si C dan si D. Begitu seterusnya pada yang lainnya. Penentuan Kemenangan Siapa yang alat permainannya sering ditemukan teman-temannya itulah yang kalah, sebaliknya yang alat permainannya paling sedikit diketemukan teman – temannya itulah pemenangnya. Tanggapan Masyarakat Pada umumnya masyarakat merasa tidak keberatan diselenggarakan permainan ini, karena sifatnya hanya sekedar rekreatif dan tidak merugikan moral dan pendidikan anak-anak.

C.

D.

E.

F.

3

G. Sumber Suwondo, Bambang. 1983. Permainan Rakyat Tradisional Daerah lampung. Deprtemen Pendidikan dan Kebudayaan.

3) PERMAINAN SONDOK - SONDOKAN
A. Latar Belakang Permainan Tradisional di Kabupaten Kuantan Singini (Kuansing) angsur-angsur mulai menghilang dikalangan anak-anak di Kuantan Singingi, seperti Permainan Gasing. Begitu pula dengan Cerita Rakyat Kuansing seperti Ombak Nyalo Simutu Olang. Berikut ini adalah paparan tentang salah satu Permainan Tradisional Anak-anak di Kuansing. Sondok-sondokan adalah permainan tradisional di Kuansing tepatnya di Kenegerian Sentajo. Sondok-sondokan atau cari-carian merupakan permainan anak-anak tempo dulu, dimana permainan ini diangkat dari disebuah desa yang ada di Kenegerian Sentajo lebih tepatnya di Koto Sentajo. Koto Sentajo terutama pada dusun Gonting memiliki kontur dengan sedikit berbukit sehingga semakin nyaman digunakan untuk permainan Sondoksondok an, apalagi ditambah dengan adanya pelak milik masyarakat, dimana pelak ini semangkin menciptakan semangat permainan bagi para peserta, sebab didalam pelak ini selalu terdapat tumbuh-tumbahan yang ditanam pemiliknya untuk kebutuhan hidup sehari-hari seperti Pisang, Jeruk nipis, terong, Kunyit dan berbagai keperluan dapur lainnya. Dengan adanya berbagai tanaman dalam pelak Tersebut semakin elok sebagai tempat permainan ini. Ket : Sondok – sondokan : Cari – carian/ sembunyi Pelak : Kebun yang dipagar Tonggak : Tiang Olun : Belum B. Peserta Permainan Sondok-sondok an terbagi menjadi 2 Jenis Permainannya yaitu Tonggak Dingin dan Tonggak Bantuan, dimana kedua permainan ini mempunyai perbedaan, tonggak dingin biasanya dilakukan oleh anak-anak yang lebih kecil dari peserta Tonggak Bantuan, dimana peserta Tonggak Bantuan berumur antara 11 – 14 tahun, permainan tonggak dingin selalu dilakukan pada siang hari, sedangkan Tonggak bantuan Dilakukan Pada malam hari pada saat terang bulan, baik pada saat cahaya bulan penuh maupun pada cahaya bulan sabit, dimana pada saat bulan sabit akan lebih menantang karena cahaya dengan sedikit gelap dan samar-samar. C. Pelaksanaan Permainan Waktu permainan ini biasanya dilakukan setelah pulang mengaji sekitar jam 20.00 WIB, pada malam-malam sekolah biasanya sampai jam 22.00 WIB, tapi tidak terlalu sering permainan ini dilakukan pada malam-malam tersebut

langkah berikut adalah menetapkan batas-batas persembunyian yang akan disepakati bersama. dimana satu regu hanya terdiri dari 2 (dua) orang. walaupun permainan dimalam hari pesertanya bukan saja laki-laki namun perumpuan juga tidak ketinggalan untuk ikut serta. idealnya dalam permainan paling sedikit sekitar 7 Regu atau 14 orang. Ada dua pelanggaran yang harus diwaspadai oleh para peserta pertama memegang tonggak sebelum yang kalah memegang Tonggak tersebut. Pada kesempatan ini juga membahas pelanggaran yang dilakukan oleh masing-masing regu. dimana pada malam minggu biasanya dilakukan sampai larut malam. sambil berlari biasanya salah satu atau beberapa peserta sambil mengucapkan olun-olun berarti waktu yang kalah untuk membuka mata belum selesai. dimana pelanggaran yang dilakukan akan mengakibatkan kekalahan akan berpindah pada pihak yang melanggar aturan yang telah disepakati bersama. kemudian pemenang sambil berlari mencari persembunyian. dimana tonggak yang pakai untuk permainan tersebut hanya 1 pohon. jumlah regu yang akan bermain tidak terbatas.4 kecuali hari libur sekolah. jarak terjauh dari tiang biasanya berkisar 250 M. Kedua Melewati batas yang telah ditetapkan.  Cara Bermain Awal permainan ini dimulai dimana regu (2 orang) yang kalah dengan memejamkan/menutup mata sambil menghadap kearah tonggak. sebab dalam hal ini tergantung berapa jumlah yang ada pada malam itu. namun biasanya ditentukan dengan menunjuk pada objek-objek tertentu seperti jalan. dan tidak tertutup kemungkinan sampai jam 00. Pinggir Sawah dan sebagainya. dalam penetapan batas ini tidak terfokus pada jauhnya jarak. dimana tonggak yang digunakan yaitu Pohon yang ada disekitaran lokasi permainan. Lalu bagaimana isyarat bagi yang kalah bahwa satiap peserta betul-betul . dalam pembagian kawan ini bisa ditentukan secara langsung seperti sit jari dan bisa juga dengan cara undian. biasanya permainan ini sering dilakukan pada malam minggu. melalui musyawarah yang tidak terlalu lama biasanya batas-batas bisa ditentukan.  Penentuan Batas Apabila regu atau pasangan masing-masing telah didapat dan ditetapkan. semakin banyak regu dalam permainan ini semakin seru dalam pelaksanaannya.  Aturan Permainan  Penetapan Kawan : Sebelum permainan dimulai maka harus dilakukan dulu penetapan kawan masing-masing.00 WIB.  Alat yang Digunakan Dalam permainan ini menggunakan Tonggak sebagai alat bantu utama. rumah penduduk.

5 telah bersembunyi? Biasanya isyarat bagi regu yang kalah saatnya untuk membuka mata yaitu setelah tidak ada lagi terdengar suara peserta yang mau bersembunyi. sebab kalau tidak akan menjadi rumit. ini dilakukan agar lebih konsentrasi dalam pencarian.  Sejarah Permainan Permainan candak ndodok ini merupakan permainan yang sangat unik. setelah yang kalah memegang tonggak maka keduanya harus berbagi tugas.sungaikuantan. dimana saat kondisi seperti itulah yang kalah untuk membuka matanya. salah satu diantara mereka harus menjaga tonggak. D. Peserta yang kalah harus mencari sebanyak mungkin semua peserta yang menang kalau bisa semuanya ditemukan. Latar Belakang  Nama Permainan Candak Ndodok atau sering disebut dalam bahasa indonesia yaitu Petak Jongkok atau Tap Jongkok adalah salah satu permainan tradisional Indonesia yang tidak membutuhkan banyak peralatan untuk memulainya. Permaian candak ndodok dimulai dengan sebuah gambreng. Sumber http://www. jika ini terjadi maka permainan harus di ulang dan yang kalah tidak akan berubah. mengapa demikian? Misalnya yang ada 10 Regu otomatis yang bersembunyi ada 9 regu dengan jumlah 18 orang. Nilai yang Terkandung Hal-hal positif yang bisa diambil dari permainan sondok-sondok an/cari-carian yang harus ditanamkan sejak dini antara lain :  Keberanian dalam kemandirian  Kejujuran dalam aktifitas  Silahtuhrahmi antar peserta selalu terjalin E. dalam percarian kedua peserta yang kalah tersebut harus berpencar atau berpisah arah. Tentunya minus persiapan ditegur petugas keamanan ataupun persiapan menahan malu yang teramat sangat. jangan sampai orang yang belum dapat atau ditemui memberi bantuan dengan memegang tonggak. setelah didapat peserta yang bersembunyi yang kalah harus kembali ke tonggak untuk memegang tonggak sambil menyebut nama peserta yang telah didapat.html 4) PERMAINAN CANDAK NDODOK A.com/2010/02/permainan-tradisional-kuansingsondok. Gambreng . Bahkan permainan ini bisa dimulai di mana saja tanpa persiapan apapun. dua orang yang kalah tadi bersiap untuk mencari setiap peserta permainan. Apabila semua telah bersembunyi suasana dalam keheningan malam akan terasa pada saat itu.

6 adalah sebuah proses menentukan giliran yang biasanya dimulai dengan teriakan "Hom pim pah alaiyum gambreng!". Permainan petak jongkok ini. posisi akan otomatis berubah. Bila si penjaga berhasil melakukan itu. sedangkan orang yang berjaga akan menjadi target penjaga. hal inilah yang menyebabkan permainan ini diberi nama ―Candak Ndodok‖. Karena permainan permainan petak jongkok ini tidak sulit di mainkan bahkan mudah untuk di mainkan oleh anak-anak. membutuhkan lapangan yang luas dan jumlah peserta untuk melakukan permainan petak jongkok ini maksimal 10 orang dan minimal 5 orang karena kalau kebanyakan kasihan yang kalah atau yang akan jadi pengejar. 3. Begitu juga dengan anak yang tidak jongkok namun berhasil disentuh oleh pengejar akan menjadi pengejar selanjutnya. 6. Untuk menghindari pengejar. maka pemain tersebut tidak bisa berjongkok untuk menghindari kejaran penjaga. Bila jongkok berarti dia tidak dapat disentuh oleh pengejar. Si penjaga harus mengejar pemain lainnya sampai berhasil menepuk (di mana saja) salah satu pemain. Orang yang ditepuk akan berjaga. Para target bisa meloloskan diri dengan cara berjongkok. setiap anak boleh jongkok. Bila pemain yang berdiri hanya tersisa satu orang. Dan permainan seperti ini yang selalu dimainkan olek anak-anak ketika mereka libur sekolah atau pada waktu anak-anak SD istirahat menunggu bel masuk kelas. . 4. Tentukan satu orang yang akan mengejar. C. Peserta Permainan ini dapat di mainkan oleh anak SD umur 7 sampai 12 tahun atau mulai dari kelas dua sampai dengan orang dewasa karena permainan ini boleh dimainkan oleh siapa saja baik laki-laki maupun perempuan. Satusatunya cara untuk kembali berlari adalah pemain ditepuk oleh pemain lain yang masih berdiri dan tidak menjadi penjaga. Anak yang berdiri dapat membangunkan anak yang jongkok. 2. Tetapi. diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Pelaksanaan Permainan Dalam permainan ini tentu saja kita semua harus tahu dan mengerti cara bermain dengan baik. Permainan candak ndodok ini berasal dari daerah Jawa Timur. B. D. anak yang terakhir jongkok berarti akan menjadi pengejar menggantikan pengejar yang lama. Alat dan Fasilitas yang Diperlukan Dalam permainan candak ndodok ini para pemain hanya membutuhkan lapanga yang luas yang berbentuk persegi panjang. Biasanya permainan dimulai dengan semua pemain lari berpencar menjauhi si penjaga. Pemain tersebut harus mengaktifkan pemain lainnya baru kemudian bisa berjongkok untuk menghindari kejaran penjaga. 5. Pemain yang jongkok dianggap tidak aktif dan tidak bisa mengaktifkan diri sendiri.

tidak ada salahnya mengajarkan permainan yang mungkin sering dimainkan sejak kecil. Lupa membangunkan pemain yang sedang berjongkok seharian penuh di lapangan. dan membangun EQ. Tanggapan Masyarakat Dunia anak adalah dunia bermain. kita lihat dari berlangsungnya permainan tersebut. 2. sikap mudah bersosialisasi. Jadi isutan jarat maksudnya mencari tali yang bajarat (memiliki jerat). Mulai dari mainan yang terbuat dari plastik hingga mainan elektronik. . 5) PERMAINAN ISUTAN JARATAN A. kata isutan ini mungkin dari peralihan kata ‗usutan‘ yang berarti ‗mencari‘. Permainan ini sebenarnya menebak letak jarat yang ada di dalam pasir. Penentuan Kemenangan Untuk menentukan pemain yang menang dan kalah. Jika pemain yang dikejar maka dianggap menang dan pemain yang jadi pengejar maka dianggap kalah. B. Pohon pisang yang kering biasanya terlihat seratnya. F. E. Sedangkan bilahnya terbuat dari kayu atau bambu yang diraut agak runcing dengan panjang tidak lebih dari lengan. Asal katanya dari isutan dan jarat. Beragam mainan diciptakan untuk menghibur dan juga sebagai sarana pendidikan anak. Sedangkan ‗jarat‘ adalah istilah orang Banjar untuk tali yang ujungnya bersimpul untuk menjebak atau mengikat (seperti tali lasso di Amerika). Permainan seperti ini mengasah kemampuan otak. kemampuan membuat strategi. Pada permainan ini tiap pemain berusaha mencari jarat pemain lainnya yang disembunyikan di dalam pasir dengan cara menusukkan bilah lidi/kayu/bambu. 3. yaitu tali dari serat pohon pisang dan bilah kayu dari bambu atau jenis kayu lainnya. Alat dan Fasilitas Peralatan bermain berdasarkan permainan aslinya. G. Namun. permainan tersebut berlangsung lama sampai para pemain merasa lelah dan capek jadi pemain yang menang dan kalah akan selalu berganti-ganti.7  Hal yang tidak boleh dilakukan 1. Mendorong pemain yang sedang berjongkok sampai terjatuh. Latar Belakang Isutan Jarat adalah nama permainan tradisional yang berkembang di daerah Kalimantan Selatan. Sumber Sumber permainan candak ndodok ini saya dapat dari Hamid Nur dan permainan tradisional merupakan permaina anak tempo dulu yang sekarang hilang dimakan zaman. Tetapi. Memaksa pemain yang sedang berjongkok untuk berdiri. bagian inilah yang diambil oleh anakanak untuk membuat tali jarat.

ada yang menyembunyikan jarat dengan ujungnya berkelok-kelok sehingga lawan sulit menebak letak jarat sebenarnya. Penentuan Kemenangan Dalam permainan ini tidak ada konsekuensi kalah atau menang hanya memberikan kepuasan dan kebanggaan bagi anak yang berhasil mencari jarat atau anak yang jaratnya tidak berhasil ditemui lawan.  Tahap mencari jarat  Ditentukan dulu timbunan pasir siapa yang akan dicari duluan.  Begitu seterusnya tiap pemain bergiliran menebak jarat lawan F.  Jarat yang ingin disembunyikan ditimbun perlahan-lahan dengan pasir agak tebal supaya tidak kelihatan. Waktu permainan bebas bisa dimainkan kapan saja kalau di kampung anak-anak (laki-laki dan perempuan) akan memainkannya saat sore menjelang mandi di sungai. ini bisa dilihat dari kejujuran saat menyembunyikan jarat dimana anak yang lain sepakat untuk tidak saling intip serta kejujuran untuk memasang lubang jarat yang sama lebar dengan pemain lainnya. . E. Apabila semua anak yang giliran mencari sudah menusukkan bilahnya maka yang mempunyai jarak menariknya sehingga akan ketahuan siapa yang berhasil menebak jarat.  Setelah itu masing-masing anak menusukkan bilahnya ke dalam. D.  Keempat anak ini berpencar ke daerah pasir masing-masing untuk menyembunyikan jaratnya.  Ujung tali yang tidak memiliki jarat disisakan diluar untuk menariknya nanti. Permainan isutan jarat tidak ada kaitan dengan jenis upacara atau peristiwa tertentu. Peserta Jumlah pemain isutan jarat minimal dua orang dan sebanyak-banyaknya empat orang.  Teknik menyembunyikan jarat ini menentukan kelihaian tiap anak dalam bermain usut jarat. Dua orang diperlukan karena akan ada posisi pasang tempat yang menyembunyikan jarat) dan posisi naik (yang mencari lubang jarat).8 C. Tempat Lokasi permainan ini biasanya di pinggir sungai saat air surut atau di halaman rumah yang banyak pasirnya. Pengaruh dari permainan ini adalah memberikan sifat sportifitas bagi anak-anak. Tempat orang sudah dirasa cukup karena akan terlalu ramai yang bisa menimbulkan kebingungan. Tahapan Tahapan permainan :  Tahap menyembunyikan jarat :  Misalnya jumlah pemain ada 4 orang.  Pemain yang berhasil bilahnya akan tersangkut di dalam jarat.

yang sekarang banyak ditemui di kota .dan penghadang lainnya. dewasa E.  Peralatan Bambu. Pelaksanaan Permainan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan lebih dominan dialam terbuka seperti : Dikebun dan lapangan. memupuk sportifitas.  Pihak lawan yang banyak kena peluru kertas itulah pihak yang kalah. melatih indra penglihatan dan mengembangkan ketrampilan ketepatan pada target yang bergerak.dan leher. Sumber http//www.menahan emosi. remaja. B. C. Latar Belakang Ceteran adalah permainan tradisional yang berasal dari sleman yang tidak diketahui secara pasti siapa yang membuat permainan tersebut.com.  Pemain Pemain bisa dimainkan oleh putra maupun putri yang jumlahnya tidak ditentukan.  Permainan ini tidak boleh mengenai kepala. diadakan hung pimpa untuk menentukan siapa yang akan menyerang terlebih dahulu.mata.TAMBIAN A. 7) PERMAINAN TAMBI . Manfaat Memupuk sifat sportifitas.dapat bersosialisasi dengan yang lain.  Pemain yang kalah bisa bertahan terlebih dahulu sambil bergantian menyerang.air dan kertas dijadikan sebagai peluru. Tujuan Tujuan dari permainan ini mengisi waktu luang. Latar belakang Disebut dengan nama tambi-tambian sebab pada waktu dahulu permainan ini dimainkan oleh anak-anak suku Tambi. Suku Tambi yaitu suku pendatang dari luar Kalimantan Timur.kuping.permainan tradisional. D.  Selanjutnya pemain harus menyebar untuk mencari tempat bertahan seperti dibelakang pohon. 6) PERMAINAN CETERAN A.9 G.  Pelaksanaan Permainan  Sebelum permainan dimulai.batu. Sasaran Anak-anak.

Peralatan atau perlengkapan yang dipakai dalam permainan ini dilengkapi dengan lubang sejumlah pesertanya dan lubang itu sebesar bola. A. maka lubang permainan A diberi tanda (Biasanya dipakai tanda berupa serpihan kertas atau batu. Maksud diberi penghalang ini adalah agar bola yang dilempar tidak bergulir jauh keluar lapangan permainan dan juga agar bola dapat mental kemudian menggelinding bebas masuk ke salah satu lubang. Ada juga bentuk lapangan yang berbeda yaitu lapangan diberi batas ± 2 x 8 m. dan A masing-masing berdiri bersiap-siap pada lubang yang telah dipilih sebelumnya. Jumlah lubang yang dibuat harus sesuai jumlah pesertanya dan jarak antara lubang dengan papan penghalang kira-kira 10 cm. Jumlah pemain dapat berjumlah 2 orang. C. Mempersiapkan lapangan permainan seperti tersebut pada gambar. karena permainan ini sangat membutuhkan tenaga lebih-lebih pada waktu diadakan hukuman. sedang pada lubanglubang permainan tidak diberi penghalang. Itulah sebabnya pada saat seorang . Samarinda. Setiap pemain menentukan lubang permainannya masing-masing.10 Balikpapan. Pada awalnya orang menyebut permainan ini dengan sebutan Tambi-tambian dengan model lapangan seperti pada gambar lapangan I. B. dan apabila lemparan E tidak ada yang mengenai sasaran maka E tidak berhak melempar lagi. maka sebagai pengganti lubang dapat digunakan garis lingkaran yang agak besar.  Apabila lemparan B mengenai A. D. Tetapi apabila lebih dari 5 orang. C. D. C. Tetapi tidak jelas dari mana asal usul permainan ini karena hampir semua daerah di Kalimantan Timur mengenal permainan ini. terdiri dan garis batas pelempar dan lubang-lubang sasaran yang dikelilingi dengan papan atau batu bata yang dijejer. yakni sebuah lapangan yang datar yang berukuran ± 2 x 8 m. sedang B. Tanda ini adalah tanda kalah. Apabila tidak memungkinkan untuk membuat lubang. permainan ini juga dapat dimainkan. maka E berhak bermain lebih dahulu (memasukkan bola ke dalam lubang lebih dahulu). Para pelakunya pada umumnya anak-anak pria. maka B dengan cepat mengambil bola dan sementara itu teman-teman yang lain (A. Pelaksanaan Permainan  Persiapan Para pemain mengadakan undian lebih dahulu dengan hom-pim-pa atau suit. Suku ini berperawakan besar dan berkulit hitam. B. E) berlari sedang B yang telah berhasil mengambil bola tersebut berusaha melempar temannya dengan bola tersebut sampai mengenai sasaran. Mengenai latar belakang sejarah perkembangan permainan ini dulunya sering dimainkan oleh anak-anak dari suku Tambi. jadi A telah kalah 1 angka).  Apabila pada waktu E melempar bola dan masuk pada lubang B. Sasaran E sebenarnya adalah lubang milik E. Di samping itu lapangan permainan yang dipergunakan dilengkapi dengan garis pembatas lapangan. Yang ideal berjumlah 4 orang dan Maksimum 5 orang. tetapi gilirannya adalah pemenang undian ke-2 (yaitu B). Tahapan Permainan  Misalnya pemain berjumlah 5 orang dan setelah diadakan undian maka berturut-turut yang menang adalah E. yang menurut ceritanya mereka berasal dari Ceylon.  Karena yang menang pertama adalah E. D.

Penentuan Kemenangan Misalkan di sini yang kalah 5 adalah A. sebab E kalah 3. Keterangan : a. Maka berturut-turut yang menghukum adalah yang paling sedikit jumlah nilai kalahnya. Jadi apabila peserta permainan ada 5 orang dan sudah mencapai kalah dengan angka 5 maka permainan berakhir dan anak-anak memberi hukuman bagi yang kalah. Setelah selesai maka B menghukum A dengan 4 lemparan (sebab B kalah 1). maka bola yang lolos akan diperebutkan kembali oleh anak-anak (A. Garis-garis tempat melempar bola b. sebab C kalah 4. lubang-lubang permainan c. Kemudian C menghukum dengan 1 lemparan.  Setelah lubang A diberi tanda maka giliran melepar/memasukkan bola adalah B (karena pemenang kedua dalam undian).  Pada setiap anak yang kena lemparan dinyatakan kalah dan pada lubang permainan miliknya diberi tanda kertas atau batu kecil. balok atau papan a —— b = ± 4 cm b —— c = ± 10 cm . Di sini misalnya : A kalah 5 C kalah 4 E kalah 3 B kalah 1 D kalah 0 D melempar bola pada tubuh A sebanyak 5 kali. Permainan ini kembali seperti keterangan c dan d. B. Penghalang dari batu bata. Setelah selesai kembali giliran B menghukum B dan seterusnya sampai hukuman selesai dijalankan. Nilai kalah yang terkumpul adalah sejumlah peserta permainan. Tetapi apabila dalam pelaksanan hukuman seorang anak yang sedang menghukum tidak mengenai sasaran (misalnya pada saat D melempar bola ke A dan tidak mengenai A.11 anak hendak melempar bola pada teman-temannya. Dan selanjutnya jalannya permainan seperti pada poin c dan d di atas. C. Jadi 5 (kalah A)-l (kalah B) = 4. D dan E). Kemudian E menghukum A dengan 2 kali lemparan. C. maka A harus dihukum oleh anak-anak yang bermain dalam permainan itu. anak-anak itu lari menghindari lemparan. untuk dilemparkan pada salah seorang anak.

melempar dengan kaki untuk berusaha mengenai batu yang dipasang sebagai target. Latar Belakang Permainan ini dilakukan pada saat saya masih kecil. 5. Peserta Dalam permainan gandon. Misal 5 batu. Semua pemain yang pertama kali melakukan harus menggunakan kaki. Pemain pertama melakukannya dengan cara meletakan batu dipunggung kaki dan mengayunkannya. C. Karena anakanak yang terpenting dalam sebuah permainan adalah kesenangan.12 8) PERMAINAN GANDON A. Garis batas untuk awalan jaraknya disesuaikan dengan kemauan saat bermain 3. Misal pemain ada 4 maka bisa dibuat regu atau kelompok dua lawan dua. Dari orang pertama hingga terakhir. Setelah itu baru mengincar batu target dengan dilempar menggunakan tangan tetapi dengan cara kaki satu diangkat dan batu dilempar melalui bawah kaki yang diangkat baru ditangkap lagi . Dan merupakan permainan tradisional yang sering dimainkan terutama oleh anak laki-laki. 6. permainan ini diturunkan secara turuntemurun sehingga tidak tahu pasti siapa yang menciptakannya. Apabila ada perempuannya maka dibagi supaya adil. Pelaksanaan Permainan  Alat dan Fasilitas 1. B. Halaman dari tanah  Jalannya permainan Permainan dilakukan: 1. pemain biasanya tidak begitu banyak karena tempat juga merupakan faktor penentu. Beberapa batu diletakkan berdiri sejajar. Didaerah saya yaitu di Banjarnegara. Awalan yaitu dengan suit untuk menentukan siapa yang memulai dahulu 4. Pemain harus lebih dari satu orang. 2. Dan batu itu sebagai sasaran. Batu yang sedang 2.

Sebelum melakukan permainan. Orang-orang setempat menyebut permainan ini dari daerahnya sendiri. Tempat dan waktu permainan permainan dilakukan pada siang hari atau pada waktu senggang dan dilakukan dihalaman rumah. Akan tetapi permainan ini sudah dimainkan secara turuntemurun di Desa Harjobinangun. Latar Belakang Permainan Magang Lurah ini Pada dasarnya merupakan simbol kehidupan bermasyarakat di desa. karena . faktor konsentrasi sangat dibutuhkan dalam permainan ini. seorang pemain dapat menyusun strategi cara bermainnya. ketelitian. 9) PERMAINAN MAGANG LURAH/MIL-MILAN A. Dengan gambar seperti dibawah : E. Selain itu juga. Kecamatan Grabag. Batu tidak boleh terjatuh atau kedua kaki menyentuh tanah. Lurah bisa memerintah / menolong rakyatnya yang mengalami kesulitan dengan mudah. serta keterampilan pemainnya. D. Dan juga dari orang tua dan tetangga saya banyak yang memberitahu permainan ini. Permainan magang lurah ini belum teridentifikasi secara pasti asal muasal pertamanya. Kabupaten Purworejo. F. Lurah juga memiliki fasilitas yang memadai untuk membantu warganya yang sedang mengalami kesulitan.13 dengan tangan kemudian baru boleh dilempar kesasaran. Penentuan Kemenangan Pemenang ditentukan dari banyaknya batu yang berhasil dirobohkan dengan cara di lempar dengan batu tersebut. Terdapat seorang pemimpin dan banyak rakyat yang disimbolkan dengan lidi pelepah daun kelapa. Seseorang yang mampu berkonsentrasi dan menjaga ketelitian akan dapat secara baik menyelesaikan dan memenangkan permainan. Sekali saja melakukan keceroohan maka akan menghancurkan permainan. Akan tetapi. Sumber Permainan ini saya dapatkan dari pengalaman sewaktu kecil dan masih duduk di bangku sekolah dasar. Permainan ini mengutamakan kecermatan. Karena dahulu sering saya mainkan saat waktu senggang. Seorang kepala desa (lurah) biasanya memiliki kekuasaan yang besar. sedangkan rakyat (masyarakat) digambarkan sama. sesama rakyat biasanya sukar atau memiliki keterbatasan kemampuan dalam membantu sesamanya. Sehingga pemain harus bisa berhati-hati dalam memainkan permainan ini. dan saat melakukan permainan dapat menerapkan taktik yang telah disiapkan. Faktor taktik dan strategi juga tidak lepas dari permainan ini.

maka lidi itu juga dinyatakan keluar.  Waktu pelaksanaan permainan : Pada dasarnya. Sehingga baik lakilaki maupun perempuan memiliki kemampuan yang sama dalam memainkan permainan magang lurah ini. 2. karena diperlukan cahaya yang terang. Permainan ini dilakukan pada saat anak- . Biasanya batas nilai antara 200-500 poin. Tempat bermain magang lurah dapat dilakukan di tanah maupun di lantai tergantung kondisi. lidi yang lain tidak boleh ada yang bergerak. Permainan ini digemari anak usia tersebut dikarenakan permainan yang bersifat sederhana akan tetapi mempunyai banyak unsur bermain. sehingga lidi mudah diambil. Pemain yang telah melampaui nilai dinamakan ―mendhem 1.  Jumlah Peserta Permainan Jumlah peserta permainan magang lurah ini bervariasi. itu tandanya permainan berhenti dan ganti giliran pemain yang lain.  Setiap lidi yang berhasil diambil diberi nilai 5. B.  Umur Peserta Permainan Permainan magang lurah ini biasanya dimainkan anak-anak yang berusia antara 6-12 tahun atau usia anak sekolah dasar.  Permainan dilanjutkan terus menerus hingga ada salah satu pemain yang mendapatkan nilai batas. permainan ini efektif dimainkan oleh 2-4 orang. D. mulai 2 orang atau lebih. dan lidi lurah (yang paling panjang) diberi nilai 15. Akan tetapi agar permainan ini berjalan dengan baik dan tidak menunggu lama. Peserta  Gender Permainan magang lurah ini tidak membedakan laki-laki maupun perempuan.  Pemain mengambil lidi satu persatu. waktu pelaksanaan permainan magang lurah ini dilakukan pada siang hari. Alat dan Fasilitas Peralatan yang diperlukan dalam bermain magang lurah antara lain adalah lidi yang terbuat dari pelepah daun kelapa. C. Karena permainan ini dilakukan bergantian sesuai urutan. Dikarenakan permainan ini lebih mengutamakan ketenangan pikiran dan tidak mengutamakan fisik. maka permainan selesai dan pemain yang lain mengatakan ―Mil‖. Usahakan lidi menyebar dengan teratur. Lurah dapat menolong lidi yang lain dengan mencongkel dengan kepala lurah.‖. Kapur tulis / peralatan lain untuk membuat garis pembatas. Apabila lidi yang lain bergerak karena tersentuh lidi itu.14 permainan ini mereka mainkan sejak kecil secara turun temurun dari orang tua mereka. dst. Lidi yang melewati garis pembatas / sebagian besar bagian lidi melewati garis pembatas. Pelaksanaan Permainan  Permainan dimulai dengan menyebarkan kumpulan lidi ke tanah / lantai.

namun juga ada anak – anak dari daerah Jawa Tengah. 10) PERMAINAN SEGHOG A. Setelah semua sepakat maka permainan dimulai dan dilaksanakan sesuai perjanjian pertama di awal permainan. yaitu . Penentuan Kemenangan Penentuan pemenang permainan magang lurah adalah dengan menghitung banyaknya mendhem perminan. Tujuan Sebenarnya tujuan dari permainan ini hanya untuk mengisi waktu luamg. G. Sumber Sumber informasi penulis dalam menuliskan permainan tradisional Magang Lurah yaitu dengan metode wawancara dengan berbagai tokoh masyarakat di Desa Harjobinangun. Sebelum permainan dimulai biasanya pemain menentukan angka untuk menentukan pendheman. Permainan ini sebenarnya lebih banyak dimainkan oleh anak laki – laki. Kecamatan Grabag. maupun ketika mereka selesai belajar kelompok. E. B.  Aris Saputro (18 tahun) : Merupakan seorang pelajar SMK Pancasila Kutoarjo. F. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat tentang permainan magang lurah ini termasuk baik. dikarenakan anak-anak bermain dengan tenang dan mengurangi bahaya dibandingkan permainan yang diluar. Tokoh-tokoh masyarakat seumber informasi antara lain:  Siti Muryani (39 tahun) : Beliau adalah ibu penulis dan seorang guru SD Negeri Ketawangrejo. kabupaten Purworejo. Latar Belakang Permainan Seghog ini merupakan permainan yang banyak dimainkan di daerah Jawa Barat. Berdasarkan paparan beliau. maka penulis menentukan untuk memilih permainan Magang Lurah untuk ditulis. Namun ternyata permainan Seghog ini memiliki beberapa nilai positif. Sehingga permainan ini bersifat santai untuk menghilangkan rasa lelah. Namun pada kenyataanya banyak anak perempuan yang ikut memainkannya.  Dibyo Subyantoro (46 tahun) : Beliau adalah ayah penulis. Selain itu juga dengan permainan ini masyarakat beranggapan bahwa dengan permainan ini akan menemukan salah seorang calon pemimpin dari anak-anak yang memainkan permainan ini. Permainan ini dimainkan untuk mengisi waktu luang anak – anak ketika mereka ditinggal orang tua mereka.15 anak merasa lelah bermain yang menguras tenaga. Yaitu di daerah Purworejo. Penulis mendapatkan informasi tentang asal muasal serta tradisi turun temurun tentang permainan Magang Lurah dari beliau. Penulis mendapatkan banyak informasi tentang permainan Magang Lurah dari beliau yang mengetahui tentang tata cara permainan.

remaja laki – laki dan perempuan terutama yang telah dapat berhitung. kemudian pemain mengukur jarak batu dengan garis batas dengan mengukur menggunakan ukuran kaki. Jarak pemain dengan target adalah kurang lebih 3m. Dia memiliki kesempatan sampai menyeghog batu tersebut adalah sama dengan jumlah berapa ukuran kaki dari garis batas. Berusaha agar batu tersebut dapat melewati garis batas. Manfaat Konsentrasi.  Bila misal kedua batu telah melewati garis batas.  Pemain Jumlah pemain dalam permainan ini adalah minimal 2 orang. dan koordinasi dapat meningkat karena terlatih ketika bermain Seghog.  Peralatan  Kapur untuk menggaris/ batang kayu bila dimainkan di tempat yang masih tanah. Kemudian dia berusaha menyeghog batu lawan. ketepatan antara mata dan gerakan kaki dalam mencapai sasaran. Sasaran Anak – anak laki – laki dan perempuan. Pelaksanaan Permainan  Lapangan Tempat yang dibutuhkan untuk memainkan permainan ini tidak membutuhkan lapangan atau tempat yang luas.  Jalannya permainan  Mula – mula pemain menyiapkan peralatan dan lapangan yang akan dipergunakan. D. Hanya tempat yang berbentuk seperti persegi panjang.  Pemain mendapatkan bonus nilai apabila pemain kedua berhasil menyeghog batu lawan ketika pertama kali memainkan. Yaitu mendorong batu dengan menggunakan kaki bagian tengah dalam. Pemain melakukan undian agar dapat ditentukan siapa pemain yang dapat bermain terlebih dahulu. Terutama di tempat yang sudah dicor. Permainan ini juga bisa dilakukan di dalam rumah. Bagi yang jaraknya lebih dekat maka dia akan bermain terlebih dahulu. Dan bila jumlah pemain hanya ada 2 maka harus diulang kembali. dan melatih bersosialisasi.  Pemain pertama melakukan seghog. C. Karena apabila tidak dapat melewati garis batas maka dinyatakan gugur. Selain itu juga apabila pemain dapat menyeghog batu lawan melewati garis . E.  Batu yang pipih. Selain itu karena adanya kegembiraan dapat mengurangi adanya ketegangan. ketepatan.16 dalam permainan ini akan melatih konsentrasi.

dan permukaan bawah yang tidak ada tanda catnya. bikkelen. Peserta Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak perempuan. Biji bekel diambil satu-satu sampai habis. Pada awalnya biji bekel dibuat dari engsel tulang tumit kaki belakang domba. Alat dan Fasilitas Alat yang digunakan dalam permainan ini adalah bola bekel dan biji bekel. Ulangi lagi menyebar seluruh biji bekel dan diambil 2 biji bekel. minimal dua orang. Kalau bola tidak tertangkap atau bola memantul beberapa kali maka pemain dinyatakan mati. Kalau ada yang mati mereka akan teriak kegirangan. F. Dilakukan dimana saja. diambil 4 biji bekel. 11) PERMAINAN BEKELAN A. C. Pelaksanaan Permainan Permainan ini dilakukan dengan cara menyebar dan melempar bola ke atas dan menangkapnya setelah bola memantul sekali di lantai. Paling sebel kalau ditonton laki-laki. yang penting bola bisa memantul keatas. Bekel ini terdiri dari sebuah bola bekel dan lima buah biji bekel berbentuk logam. permukaan atas yang ada bintik merahnya. Latar Belakang Bekelan berasal dari bahasa Belanda. permukaan halus yang ada tanda silang atau polos sama sekali. Yang dinyatakan sebagai pemenang adalah orang atau pemain yang paling banyak mendapat angka dari hasil menyeghog tersebut.17 awal. Mereka biasanya mengganggu agar hilang konsentrasi dan melakukan kesalahan. B. . Permainan ini masih saudara dengan gathengan. bekelan menggunakan seperangkat alat khusus yang dinamakan bekel. Logam ini memiliki bentuk yang khas. diambil dengan 3 biji bekel. terakhir lima biji bekel diraup sekaligus.  Pertama. pemain menggenggam seluruh biji bekel dan menyebar seluruhnya ke lantai sambil melemparkan bola bekel ke atas dan menangkapnya. Sumber Sumber dari cerita tentang permainan ini adalah teman bermain penulis ketika kecil yaitu Riyanto dan Diah Pangestuti yang keduanya berasal dari Jawa Tengah. Terdiri dari empat biji bekel dan satu bola bekel. Ada yang terbuat dari kuningan. Sekarang dibuat dari logam. Kalau gathengan hanya menggunakan batu kerikil. D. Terdiri dari permukaan kasar yang ditandai dengan lubang-lubang kecil di permukannya berjumlah lima titik. Dan biasanya dilakukan oleh siswi putri pada waktu istirahat dan bisa juga dilakukan dirumah pada waktu luang. dan ada yang terbuat dari bahan timah.

balik posisi bekel posisi permukaan kasar menghadap ke atas semua. ambil 4 biji bekel. Sumber Data permainan ini saya peroleh dari pengalaman orang tua.  Langkah ketiga . 4. halaman atau tempat yang sudah bentuk gambarnya dan waktu pelaksanaannya bisa pagi. tetapi permainan ini sering dilakukan anak-anak di daerah Jawa tengah. Peserta Didalam permainan ini membutuhkan peserta 2-4 orang baik putra/putri dengan umur anak-anak 7-12 th. kemudian balik lagi semuanya menghadap kebawah semua. remaja 13-16 th. balik posisi biji bekel menghadap kebawah dan ulangi langkah sepertei langkah kedua dengan mengambil biji bekel 1. Balik posisi bekel menghadap ke atas semua satu persatu. lalu ambil biji bekel seperti langkah sebelumnya. F.30. 12) PERMAINAN SAWAH/ ULAR TANGGA A. E. Ulangi terus sampai seluruh permukaan bekel menghadap ke atas semua. balik seluruh posisi bekel bagian permukaan yang halus menghadap ke atas lalu ambil biji bekel seperti langkah ketiga. ambil 2 biji bekel.blogspot. Penentuan Kemenangan Bila ada kesalahan dalam langkah nasgopel ini pemain harus mengulang ke langkah awal nasgopel. terus permukaan halus menghadap ke atas semua. 2. terakhir raup seluruh biji bekel. ambil 3 biji bekel. C. dan seluruhnya. dan terakhir balik satu persatu permukaan kasarnya menghadap ke atas semua. B. pengalaman pribadi waktu kecil dan http://wahw33d.18  Langkah kedua. dan dewasa 17 th keatas. Latar Belakang Sawahan merupakan permainan asli dari indonesia yang belum diketahui asal usulnya permainan ini.html diakses tanggal 07 maret 2011 pukul 19.com/2010/08/permainan tradisional anak indonesia. Pemain yang bisa melewati tahap ini dinyatakan sudah menang dan berhak untuk istirahat sambil menonton teman-temannya yang belum bisa menyelesaikan permainan. Raup seluruh biji bekel dalam sekali genggaman. Alat dan Fasilitas Alat yang digunakan dalam permainan ini yaitu koin sebanyak 5. siang atau sore.  Langkah terakhir dinamakan Nasgopel. Permainan ini seperti ular tangga tetap[i alat yang digunakan sedehana dan tradisional. oleh karena itu permainan ini saya munculkan kembali karena pda zaman sekarang sudah tidak dditemukan lagi permainan ini karena sudah banyak permainan modern yang telah ada sehingga permainan tradisional alambat laun bakan hilang.  Langkah keempat. Balik posisi biji bekel mengahadap ke atas semua. lalu ambil satu bekel. Langkah kelima. .

Manfaat Gembira atau senang. Penentuan Kemenangan Permainan ini ditentukan menang kalahnya bila salah satu yang mendapatkan sawah/poin paling banyak maka sebagai pemenangnya. Latar Belakang Slentikan adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya. C. melatih jari-jari tangan. mka dari itu akan mendapatkan sawah 1/ poin 1. laki-laki maupun perempuan E. Gambar Permainan 13) PERMAINAN SLENTIKAN A. Cara jalannya permainan ini pertama koin ditaruh di atas tangan dengan telapak tangan menghadap kebawah kemudian dilemparkan keatas dan di tangkap. permainan ketangkasan dimana 2 pemain atau bisa lebih berlomba atau beradu cepat menyelentik daun secara bergantian sampai habis. Tanggapan Masyarakat Masyarakat luas menanggapi permainan ini sangat positif karena dapat membuat orang dapat berkumpul kemudian bermain bersama dan dapat bersosialisasi antara anak yang satu dengan anak yang lain. setalah sampai di X dan Y kemudian kembali lagi ke A. pengolahan strategi meningkat. E. B. Permainan ini dimulai dari A dan berjalan mengikuti anak panah tersebut. Pelaksanaan Permainan Permainan tradisional ini cara bermainnya cukup mudah yaitu seperti permainan ular tanggatetapi dengan bentuk lapangan persegi dan cara jalannya tidak menggunakan dadu melainkan menggunakan koin yang dilempar dan kemudian ditangkap. G. Peraturan Lapangan dan Peralatan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan bisa dialam terbuka . Apabila tangkapan tersebut gagal maka pihak lawan yang akan melanjutkan . Tujuan Mengisi waktu luang. ketepatan dan juga akan meningkat. D. memupuk sportifitas. F.19 D. Sasaran Anak-anak. kemampuan motorik. maka jumlah tangkapan koin akan menentukan berapa langkah akan berjalan. ketepatan mengarahkan sasaran dengan jari-jari tangan dan strategi.

meningkatkan kesegaran jasmani.  Setelah daun lawan habis. begitu seterusnya bergantian dengan lawanya. Tujuan Mengisi waktu luang.daun turi dan masih banyak yang lainya. meningkatkan kesegaran jasmani. Peraturan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan biasanya di pelataran rumah. Latar Belakang Bancakan merupakan suatu permainan tradisional untuk menjaga daerah lingkaran yang berisi tumpukan genteng agar tidak dijatuhkan oleh pemain lawan. di halaman sekolah. dikarenakan anak-anak bisa berkumpul bareng.  Slentik daun tersebut sampai bagian pinggirnya habis. Sumber Sumber dari permainan slentikan ini adalah dari orang tua di desa kami yang bersifat turun temurun sampai sekarang. bersosialisasi.asem. F. meningkatkan kerja sama serta kekompakan. 14) PERMAINAN BANCAKAN A.albasia. B. C. meningkatkan kerja sama serta kekompakan. diadakan humpimpa untuk menentukan siapa yang duluan menyentil atau menylentik daun tesebut. Manfaat Mengisi waktu luang. .  Jalannya Permainan  Sebelum permainan dimulai. di lingkungan deket rumah yang banyak lorong untuk bersembunyi. bermain dengan gembira. serta berusaha mencari lawan yang bersembunyi di kolong atau di balik pohon dan lainnya untuk di matikan dengan cara memenggil namanya. yang intinya daun tersebut dalam satu tangkai daunya banyak. maka anak tersebut menang dapat poin Satu. Sasaran Anak-anak dan dewasa E. daun yang digunakan biasanya daun pohon pete.  Lakukan begitu terus sampai dua kali menang. G. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyakat mengenai permainan slentikan ini masyarakat menilainya sangat baik dan bermanfaat buat anak-anak.20  Peralatan Peralatan yang digunakan Cuma menggunakan daun. D.

yang ingin bermain bola tanpa memakai sepatu dan pergi kelapangan. B.  Permainan akan diulang kembali apabila pemain yang jaga tidak bias mematikan pemain lawan secara terus-menerus.  Apabila pemain yang bersembunyi tertangkap maka cara mematikannya dengan cara memanggil namanya. Pemain yang paling jauh melakukan lemparan atau jauh dari sasaran lingkaran itulah pemain yang harus menjaga lingkaran tersebut.tinggal bermain dimana saja misalnya di depan teras rumah atau dilantai asal tidak dijalan tol.dia pernah bekerja slama 2 . dan saya coba mencari asal usulnya digoogle tapi tidak ketemu.  Pemain Bancakan biasanya dimainkan oleh putra maupun putrid dengan pengelompokan umur. dan pemain itu sudah tidak bias bermain lagi dan menunggu sampai permainan berikutnya. Sumber Sebenarnya saya terinspirasi setelah menonton Upin Ipin yang sedang bemain sepak bola kertas.21  Peralatan.  Apabila ada pemain yang bias lolos dan biasa merobohkan tumpukan genteng tersebut tanpa diketahui pemain yang jaga maka pemain yang sudah dimatikan biasa ikut bermain kembali.  Setelah itu pemain yang kalah menata pecahan genteng tersebut untuk dirapikan di tengah lingkaran dan mencari para pemain yang bersembunyi.  Waktu permainan ini tidak ditentukan .dan saya kemarin bertanya kepada salah seorang teman saya Chandra.  Pemain yang menang terus saja berlari untuk bersembunyi. Latar Belakang Permainan tradisional ini merupakan kreatifitas anak anak melayu yang ingin mengisi waktu luang dan bersenang senang bersama teman teman.  Jalannya permainan  Sebelum permainan dimulai setiap pemain memasukan pecahan genteng atau keramik ke suatu lingkaran dengan jarak yang telah desepakati.dan saya coba search di google ternyata ada. apabila pemain itu sendiri merasa bosan maka permainan dihentikan dan juga apabila pemain yang kalah secara terus menerus maka pemain dihentikan.saya yakin ini dari orang orang jaman dulu yaitu permainan tradisional orang melayu. Dalam permainan ini alat yang digunakan sangat mudah hanya menggunakan pecahan genteng atau kramik. 15) PERMAINAN SEPAKBOLA KERTAS A.

22

tahun di Malaysia ,dan dia sering melihat anak anak Selangor memainkan permainan sepak bola kertas.dan katanya mereka mengklaim permainan tersebut dari Selangor, Malaysia. C. Alat dan Fasilitas Kertas dan Area bermain. D. Pelaksanaan Permainan Dengan cara bergantian,pemain dengan umpan bola tanpa terkena lawan lanjut.  Jika bola masuk ke kolong kertas maka disebut hans ball.  Jika memberi umpan dilihat lebih dekat mana. Jika lebih deket pemain kita maka kita berhasil mengumpan,bgitu juga sbaliknya jika lebih dekat pemain lawan maka permainan diambil alih.  Jumlah pemain ada 22.  Jika bola keluar terjadi lemparan kedalam,dengan cara kertas di balik.  Begitu juga dengan bila bola meninggalkan lapangan sebelah gawang maka akan terjadi tendangan pojok.  Pelanggaran hanya hand ball,dan tak ada kartu merah dan kartu kuning.  Kiper boleh digerakkan tetapi tidak boleh digerak gerakkan untuk meng halau tembakan lawan.  Siapkan papan sepakbola kertas pada sebuah bidang datar. Boleh di atas meja, di atas lantai,di atas tanah atau karpet, tapi jangan di atas jalan tol.  Letakkan unit-unit pemain pada posisi sesuai kehendak. Satu unit bertindak sebagai kiper dan diletakkan pada salah satu kotak yang ada tepat di depan gawang.  Lakukan suit (boleh gaya tradisional gajah-orang-semut ataupun batugunting-kertas) untuk menentukan siapa yang memegang bola pada awal pertandingan.  Kick off dilakukan oleh pemain yang memegang bola.  Dribbling berarti unit bergerak sambil membawa bola. Sebelum dribbling, unit harus memindahkan bola ke arah pergerakannya. Memindahkan bola memakan satu langkah.  Gol terjadi jika pemain yang menendang memenangkan adu angka dengan kiper. E. Penentuan kemenangan Siapa yang bisa memasukan bola ke gawang terbanyak dia pemenangnya.

16) PERMAINAN TANGKAP LARI
A. Peserta Untuk peserta permainan disini bebas siapa saja boleh melakukan mulai dari anak-anak sampai orang dewasa ,laki laki maupun perempuan sedang untuk jumlah pemain minimal 9 dan maksimal tidak terbatas

23

B. Alat yang Digunakan Sebenarnya di permainan ini tidak menggunakan alat apa-apa mungkin hanya tanda untuk batas tempat berdiri. C. Pelaksanaan Permainan Pertama-tama semua peserta melakukan hompipah atau diundi untuk menentukan yang di jaga.setelah ada yang jadi,para pemain yang jadi pelari di bagi menjadi beberapa kelompok.untuk pembagian kelompok tergantung jumlah peserta,jika hanya sedikit bias di bagi menjadi 2-3 kelompok.cara bermain nya adalah setiap kelompok berbaris di tempat berdiri ke belakang.lalu pemain paling depan berdiri 1-2 langkah kebelakang agar bisa ditempati oleh peserta yang lain.peserta yang lari awal ada 2 dan harus dikejar oleh 2 orang yang jaga,untuk peserta aman harus masuk kedalam tempat berdiri,supaya tidak di tangkap,lalu jika ada pemain yg paling belakang harus lari begitu seterusnya. Permainan ini sebetulnya tidak ada yang menang dan kalah karena hanya untuk kesenangan tapi jika boleh disimpulkan pemain yang menang adalah yang sedikit jadi penjaga dan yang kalah adalah yang sering jaga.

17) PERMAINAN DIR - DIRAN
A. Latar Belakang Dir-diran H-A yang berarti bermain gundu atau kelereng. Nama H-A sendiri berasal dari model lapangannya yang terdapat huruf H dan A yang merupakan salah satu bagian dari bentuk lapangan. B. Peserta Jumlah peserta pada permainan ini minimal 2 orang sampai tak terhingga. Biasanya permainan ini tidak mengenal umur dan jenis kelamin. Baik tua, muda, laki-laki maupun perempuan bisa bermain di permainan ini. C. Alat Alat yang dibutuhkan antaralain gundu atau kelereng sebanyak peserta. Biasanya peserta membawa sendiri. Tempat untuk menyelenggarakan yang paling tepat adalah ditempat yang tanahnya rata. Bisa dibawah pohon atau di halaman rumah. Berikut ini adalah contoh gambar lapangannya. D. Pelaksanaan Mula-mula para pemain melakukan lemparan awal dengan sasaran garis yang berada diujung lapangan permainan yang berjarak kira-kira 5 meter. Pemain yang mempunyai jarak terdekat dengan garis berhak menjadi pemain pertama. Begitu juga dengan peserta selanjutnya. Jika lemparan melebihi garis maka kelereng harus ditaruh dihuruf H. Ini berlaku jika pelempar melebihi garis yang pertama. Jika ada yang melempar melebihi garis lagi maka diaruh pada huruf A. Jika ada lagi maka ditaruh di belakang huruf H. Begitu seterusnya. Lemparan harus melebihi huruf H. Jika tidak maka lemparan harus diulang. Jika lemparan mengenai kelereng dari peserta lain maka kedua pemain harus mengulang lemparan. Cara untuk mematikan peserta adalah dengan membidik

24

kelereng lawan sampai kena. Jika terkena maka kelereng tersebut menjadi milik pemain yang mengenai. Jika orang yang tadi terkena bidikan dari pemain lain maka dia harus membayar 2 kelereng sekaligus, yaitu kelerengnya dan pemain yang terkena tadi. E. Penentuan Kemenangan Pemenang dinyatakan menang jika berhasil mematikan peserta terbanyak dengan hasil kelereng terbanyak pada akhir permainan. F. Sumber Permainan ini bersumber dari pengalaman kecil saya dan cerita dari orangtua.

18) PERMAINAN ENDOK
A. Latar Belakang Permainan berasal dari daerah Sleman yang bertujuan untuk bersenangsenang serta mengembangkan keterampilan seorang anak. Sumber permainan berasal dari turun temurun di Desa serta masyarakat menganggap permainan ini mudah dimainkan dan hanya membutuhkan alat dan fasilitas yang sederhana. B. Alat dan Fasilitas  Batu ukuran sedang yang mudah digenggam anak jumlahnya 10-15 batu.  Halaman yang teduh. C. Peserta dan Pelaksanaan Permainan  Peserta yang mengikuti permainan ini berjumlah 10 anak dengan umur 812 tahun dan bisa dimainkan putra putri secara bersamaan ataupun disendirikan.  Dari jumlah peserta tersebut kemudian diundi 1 anak untuk menjadi penjaga telur (endok).  Setelah di dapat penjaga dan pengambil telur, masing-masing anak menempati tempat permainan sesuai aturan yang di tentukan yakni penjaga berada di dalam lingkaran menjaga telur dan yang lain berada di luar lingkaran sebagai pengambil telur.  Pengambil telur boleh saling bekerja sama untuk mengambil telur yang dijaga dan dalam mengambilnya boleh menggunakan tangan ataupun ditendang dengan kaki asalkan telur dari batu itu keluar dari lingkaran yang dijaga penjaga telur tadi.  Apabila saat pengambil telur tadi tersentuh (semua anggota badan) saat mengambil telur di dalam lingkaran maka pengambil telur itu dinyatakan mati dan harus giliran menjadi penjaga telur. Dari hal tersebut pengambil telur yang tersentuh tadi wajib mengembalikan semua telur yang telah didapatnya ke dalam lingkaran dan permainan dilanjutkan sampai telur habis.  Jika semua telur sudah di ambil permainan dilanjutkan untuk menyembunyikan telur yang telah didapat.

Lalu mereka menuju ke halaman tempat bermain. Di halaman inilah. permianan lain yang berbeda. Pelaksanaan Permainan  Misalkan ada lima pemain yakni A. karena membutuhkan kekuatan fisik untuk berlari. Sementara tengah garis. Permainan ini menyebar di berbagai daerah di Jawa. Kemudian. atau lapangan. D. D. adalah satu satu jenis permainan tradisional masyarakat Jawa yang juga sudah lama dikenal. B. 19) PERMAINAN KUCING . . setidaknya pada tahun 1913 (menurut sebuah sumber pustaka Serat Karya Saraja). Selain itu. dan DI. Peserta Permainan kucing-kucingan yang dimaksud di sini adalah sebuah permainan anak yang melibatkan 5 pemain (bisa laki-laki semua atau perempuan semua). keempat ujung garis dibuat lingkaran kecil dengan kaki yang melingkar. C. yang bunyinya‖ Dha mbuwang kucing gering‖. Biasanya yang bermain permainan ini adalah anak-anak yang berumur 8-12 tahun dari semua golongan masyarakat tanpa membedakan status sosial. Itulah sebabnya.25  Untuk penentuan pemenang yakni anak yang paling banyak mengumpulkan telur dan apabila ada anak yang tidak mendapatkan telur maka ia harus ikut mencari telur dengan penjaga tadi di tempat yang telah di tentukan sebelumnya. Jawa Timur.5 meter. dalam permainan ini juga banyak dijumpai anak-anak berlari-lari dalam permainannya. Umumnya yang bermain permainan kucing-kucingan adalah anak lakilaki. Ada kalanya. bisa halaman rumah. masyarakat Jawa menamai permaianan ini dengan permainan kucing-kucingan. C. Kenapa lebih dikenal dengan nama permainan kucing-kucingan. Alat dan Fasilitas Sementara alat yang digunakan untuk permainan ini hanya membutuhkan halaman yang luas. Permainan ini juga sering disebut permainan Kus-Kusan atau Alih Lintang. Yogyakarta. halaman kebun. anak-anak mulai membuat garis silang tegak lurus dengan panjang garis masing-masing sekitar 2.  Dalam pencarian di berikan 2 pilihan yakni gembok atau kunci.KUCINGAN A. dan E hendak bermain kucing-kucingan. B. nantinya dipakai untuk pemain jadi. meliputi Jawa Tengah. di daerah lain juga kadang menamai sebuah permainan itu dengan nama kucing-kucingan. untuk gembok semua telur yang disembunyikan tidak akan di beri tahu dan kunci semua telur yang disembunyikan diberitahu dengan konsekuensi jika sampai batas waktu yang di tentukan tidak menemukan maka ia harus kembali menjadi penjaga telur dalam permainan selanjutnya. Latar Belakang Kucing-kucingan. Pada prinsipnya dalam permainan ini ada sebuah syair yang sering dilantunkan berirama secara bersama-sama oleh semua pemain.

5 meter. Syair itu dinyanyikan berulang kali hingga si pemain dadi sampai di tempat tujuan pembuangan. ujung-ujung garis dibuat lingkaran kecil dengan memakai tumit kaki yang dibuat melingkar. maka pemain mentas yang tidak mendapatkan tempat baru. Tanggapan Masyarakat Sayangnya. E. Pemain mentas berhak saling berpindah tempat dengan temannya. yakni ―Dha mbuwang kucing gering‖.26 Setelah itu. pemain A dan B sedang saling berpindah. Sementara itu pemain mentas lainnya. salah satu anak membuat garis silang tegak lurus dengan panjang masing-masing garis 2. yakni pemain A. Misalkan. Anak yang paling kalah. Setelah selesai. menempati masing-masing lingkaran kecil di ujung garis. Jika seperti itu. B. maka berubah menjadi pemain dadi. sehingga pemain dadi segera menempati tempat lingkaran yang masih kosong. Kemudian para pemain melakukan hompimpah dan sut. Tetapi. Caranya. Begitu pula pemain lainnya.  Pemain jadi tempatnya di tengah-tengah garis silang. Setelah itu. saat pemain B menjadi pemain dadi dikungkung hingga 5 kali perpindahan antar pemain mentas. C.  Jika pada tahap selanjutnya. maka ia dianggap sebagai pemain jadi. dan D. Apabila mereka hendak berpindah tempat. . maka ia menjadi pemain dadi yang berhak dibuang. Bagi pemain yang tidak mendapatkan tempat kosong. berarti menjadi pemain dadi dan harus menempati tempat di tengah. misalkan pemain E. Begitu seterusnya permainan ini berlangsung hingga mereka merasa bosan dan hendak berhenti atau bermain dolanan lainnya. bisa berganti tempat dengan pemain B atau C. bisa saling berganti tempat dengan pemain di sebelah kiri atau kanannya. dari tempat pembuangan ini. jenis dolanan kucing-kucingan ini juga sudah sangat jarang dimainkan oleh anak-anak zaman sekarang. kadang-kadang saat mereka berpindah tempat dan belum sempat menempati tempat baru sudah kepergok pemain dadi. pemain B didahului pemain E. maka caranya dengan melangkahkan satu kaki dilangkahkan ke luar dan tangan saling berjabat tangan. mereka berlomba-lomba berlari secepatcepatnya untuk mencari lingkaran yang masih kosong. tetapi belum sempat menempati lingkaran baru. Biasanya perpindahan tempat ini menunggu pemain dadi terlena. semua pemain mentas menyanyikan sebuah syair yang terdiri dari sebuah kalimat. Setelah itu mereka saling berpindah tempat. ia dipegang bersama-sama oleh semua pemain mentas ke sebuah tempat (misalkan berjarak 20 meter dari tempat permainan). Saat dibuang. Misalkan pemain A. maka pemain B yang kemudian harus menjadi pemain dadi.

 Sekelompok orang memulai permainan dengan membuat lingkaran tertutup dengan bergandengantangan. 20) PERMAINAN ORI’AN A.mungkin permainan ini dapat dijumpai di daerah lain hanya namanya yang mungkin berbeda.  Jika kelompok bermain lebih dari 20 orang. Hitungan berhenti pada hitungan ke20 berikutnya. G. hitungan dilanjutkan lagi kehitungan pertama sehingga setiap personil turut kebagian dalam menghitung.blogspot. C.com . Dilanjutkan dengan hitungan kedua. Sasaran Anak-anak dan remaja. Sumber Permainan Tradisional Jawa.Personil yang terkena hitungan yang ke-20 akan menjadi personil pertama yang mengejar (ngori‘). Demikian seterusnya personil yang terkejar dan disentuh oleh pengejar akan ikut mengejar.Personil yang bisa dikejar dan disentuh oleh pengejar pertama. B. Pelaksanaan Permainan  Personil yang terkena hitungan yang ke-20 merupakan personil pertama kali yang harus mengejar teman – temannya (personal yang ngori‘).27 F. dan seterusnya kearah kanan personil hitungan pertama. 2004.org/ensiklopedi/. Tujuan Untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. Yogyakarta: Kepel Press http://www. Sumber ahmadwijaya. dkk.tembi. Salah seorang personail mengambi linisiatif sebagai hitungan pertama.  Tidak ada istilah menang dan kalah dalam permainan ini. D.baik anak laki-laki maupun perempuan. Latar Belakang Ori'an adalah permainan tradisional indonesia dari sumatra selatan tepatnya dari bumi sriwijaya. bersama . Sukirman Dharmamulya. Sehingga para pengejar akan semakin banyak dan bahu membahu mengejar teman-temannya yang belum terkejar. Peserta Dalam permainan ori‘an pesertanya minimal 20 orang dan selebihnya tidak terbatas. maka setelah hitungan ke-20.bersama dengan pengejar pertama akan ikut mengejar (ngori‘) teman – teman yang belum terkejar. Alat yang Digunakan Tidak memerlukan alat tertentu F. E. ketiga.Permainan ini berakhir jika tidak ada lagi personil yang harus dikejar dan diburu.

Peserta Dalam permainan betemplekan pesertanya minimal 2anak jika lebih dapat dibagi menjadi dua kelompok. meningkatkan kebugaran jasmani dan bersosialisasi .siapa yang berhasil mengeluarkan lawan keluar lingkaran ialah pemenangnya. Lapangan Pada permainan betemplekan lapangan berbentuk lingkaran dengan diameter kurang lebih 4 meter G. Penentuan Kemenangan Peserta yang dapat mengeluarkan peserta lain dari lingkaran maka dinyatakan sebagai pemenang. I. peserta yang berhasil mengeluarkan peserta lain dari lingkaran maka di anggap sebagai pemenang. Latar Belakang Meong-meongan merupakan permainan tradisional masyarakat bali yang umum dimainkan oleh anak-anak di bali. Peralatan Tidak diperlukan peralatan khusus.28 21) PERMAINAN BETEMPLEKAN A.  Permainan ini di mainkan oleh dua anak. Tujuan Untuk mengisi waktu luang C.kualitas kesegaran jasmani. B. Sumber antaramataram. F. Manfaat Senang.kedua anak tersebut saling beradu kekuatan dengan menggunakan lutut dimana lutut tersebut ditekuk. E.com 22) PERMAINAN MEONG – MEONGAN A.mungkin permainan ini dapat dijumpai di daerah lain hanya namanya yang mungkin berbeda. Pelaksanaan Permainan Setiap peserta engklek dan saling mengeluarkan peserta di dalam lingkaran dengan peserta lain. Tujuan Untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan keseimbangan. C. B. H. Sasaran Anak-anak dan remaja D. Permainan ini menggambarkan usaha dari kucing atau dalam bahasa bali disebut menguntuk menangkap sitikus atau bikul. Latar Belakang Betemplekan adalah permainan tradisional indonesia dari nusa tenggara barat.

Latar Belakang Ular Naga adalah satu permainan berkelompok yang biasa dimainkan anak-anak Jakarta di luar rumah di waktu sore dan malam hari. C. Pemainnya biasanya sekitar 5-10 orang. Kalau di yogyakarta dan sekitarnya permainan ini di kenal dengan nama Incak-incak Alis (Ancak Ancak Alis) yang beda Cuma lagu dan dialognya kalau tata cara permainanya sama yang jelas kalau di yogyakarta menggunakan bahasa jawa. Pelaksanaan Permainan Peraturan dalam permainan ini adalah satu orang memerankan bikul (tikus) satu orang memerankan sebagai meong (kucing) dan yang lainnya bertugas melindungi bikul dari meong dengan cara membentuk lingkaran kemudian sibikul berada di dalam lingkaran sedangkan meong berada di luar lingkaran. bisa juga lebih. Sumber : balaibanjar. remaja putra – putrid E. Anak-anak yang membentuk lingkaran juga akan berusaha menghalangi meong masuk kedalam lingkaran. D. B. anak-anak umur 5-12 tahun (TK . Peraturan Permainan Pelaksanaan Permainan  Lapangan dan Peralatan . H. Manfaat Dengan adanya kesenangan ini dapat mengurangi ketegangan . Lebih menarik apabila dimainkan di bawah cahaya rembulan.29 D. Peserta Dalam permainan ini biasanya diikuti oleh lebih dari 8 orang atau lebih.SD).hanya untuk mencari kesenangan semata I. Sasaran Anak – anak. Peralatan Dalam permainan ini tidak menggunakan peralatan hanya menggunakan halaman atau tempat yang kosong F. Meong akan berusaha masuk kedalam lingkaran dan berusaha menangkap bikul. Penentuan kemenangan Dalam permainan ini tidak apa penentuan menang kalah. Tempat bermainnya di tanah lapang atau halaman rumah yang agak luas.com 23) PERMAINAN ULAR NAGA PANJANGNYA A. G. Tujuan Permainan Ular Naga Panjangnya ini bertujuan untuk melatih kemampuan gerak yang disertai dengan lagu agar memperoleh kesenangan dalam bermain dan memupuk sikap kerja sama serta rasa bersosialisasi. Sasaran Anak-anak maupun orang dewasa E.

Sebelumya yang jaga atau yang menjadi gerbang misal si A dan si B. atau paling besar.buahan. . Atau. sebagai Ular Naga yang berjalan-jalan dan terutama mengitari "gerbang" yang berdiri di tengah-tengah halaman. Ular Naga akan berjalan melewati "gerbang". karena salah satu daya tarik permainan ini adalah dalam dialog yang mereka lakukan. dan juga bisa dilakukan di dalam ruangan. Dengan terdengarnya nyanyi.akan berdialog dan berbantah-bantahan dengan kedua "gerbang" perihal anak yang ditangkap. si "induk" --dengan semua anggota barisan berderet di belakangnya-. seorang anak yang berjalan paling belakang akan 'ditangkap' oleh "gerbang". "Induk" dan "gerbang" biasanya dipilih dari anak-anak yang tangkas berbicara. Ular Naga kembali bergerak dan menerobos gerbang. si anak yang tertangkap disuruh memilih di antara dua pilihan. permainnya rata – rata berjumlah 5 sampai dengan 10 orang dalam tiap kelompoknya. Permainan akan dimulai kembali. Hanya memerlukan lapangan dengan ukuran 10 x 10 m.  Jalannya Permainan Anak-anak berbaris bergandeng pegang 'buntut'. Seringkali perbantahan ini berlangsung seru dan lucu. si B Apel. Setelah itu. A Strawberry. Pada saat terakhir. dengan berdiri berhadapan dan saling berpegangan tangan di atas kepala. Sampai pada akhirnya.  Pemain Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki – laki maupun anak permempuan. lapangan rata. dan lalu ada lagi seorang anak yang ditangkap. Seorang anak yang lebih besar. sehingga anak-anak ini saling tertawa. Dalam bermain tidak memerlukan peralatan. Kemudian dua anak lagi yang cukup besar bermain sebagai "gerbang". Ini bisa menggunakan lapangan terbuka. Kalo pilih strawbery brarti dia ikut A. Barisan akan bergerak melingkar kian kemari. ketika lagu habis. bermain sebagai "induk" dan berada paling depan dalam barisan. sambil menyanyikan lagu. misal buah . Pada saat-saat tertentu sesuai dengan lagu. yakni anak yang berada di belakang berbaris sambil memegang ujung baju atau pinggang anak yang di mukanya. tanpa sepengetahuan teman teman yang lain kalau nanti orang yg terbelakang/ tertangkap ditanya 'pilih apel ato strawberry?'. Demikian berlangsung terus.30 Dalam bermain permainan Ular Naga Panjangnya ini tidak memerlukan lahan yang cukup luas. anak-anak bubar dipanggil pulang orang tuanya karena sudah larut malam. kalau apel ya ikut B. dan berdasarkan pilihannya. Perbantahan lagi. ditempatkan di belakang salah satu "gerbang". hingga "induk" akan kehabisan anak dan permainan selesai. sebelum permainan dimulai mereka kompromi dulu mau pake pilihan apa.

Yang sangat bermanfaat.peserta nya paling sedikit 4 orang. barisan mengucap "kosong kosong . F. termasuk si "gerbang".isi" berkali-kali. B.  Pada kali yang terakhir menerobos "gerbang". Jarak antara regu yang satu dengan regu yang lain adalah sekitar 2 (dua) meter. Latar Belakang Permainan ini berasal dari Nangroe Aceh Darusalam mengemban pesanpesan moral dan nilai-nilai budaya. Sumber Keterangan mengenai permainan Ular Naga Panjangnya ini diperoleh melalui informasi di internet dan juga melalui cerita dari kakek nenek dan orang tua. D.MAKAH A. sambil menerobos "gerbang". Peserta Permainan ini dilakukan oleh dua regu. yakni pada saat barisan bergerak melingkar atau menjalar.yaitu sebiji batu atau benda lain yang berukuran kecil yang mudah disembunyikan dalam genggaman tangan. itu yang dicari Kini dianya yang terbelakang  Kemudian. Letak Makkah berada di tengah-tengah atau di antara kedua regu. Alat yang Digunakan Alat yang digunakan sangat mudah. C.kosong" berkali-kali hingga seluruh barisan lewat. . dan mulai lagi menjalar dan menyanyikan lagu di atas. barisan mengucap "isi isi . permainan ini biasanya dilakukan anak 9-13 tahun atau lebih.  Masing-masing regu bertanding untuk dapat sampai terlebih dulu ke titik sasaran atau Makkah.  Kedua regu menghadap ke titik sasaran atau Makkah. Demikian berlaku dua atau tiga kali. Dan bias dimainkan oleh laki-laki maupun perempuan. Nama permainan tradisional makah-makah merujuk pada ―makkah‖ aatau ―mekah‖ yang dapat diartikan menjadi kiblat. Pelaksanaan Permainan  Kedua regu saling berhadap-hadapan pada suatu garis lurus secara berurutan atau sejajar.31  Lagu ini dinyanyikan oleh semua pemain. Ular naga panjangnya bukan kepalang Menjalar-jalar selalu kian kemari Umpan yang lezat. tapi dalam permainan ini inti permainan ini adalah kedua regu berlomba-lomba dapat mencapai titik sasaran atau yang disebut makkah. hingga akhir barisan dan anak yang terakhir di buntut ular ditangkap ("gerbang" menutup dan melingkari anak terakhir dengan tangan-tangan mereka yang masih berkait). 24) PERMAINAN MAKAH .

Pemberian batu oleh ketua regu pertama dilakukan dengan rahasia atau tidak boleh sampai diketahui oleh regu kedua. regu pertama akan semakin mendekati titik sasaran atau Makkah. maka regu pertama diperbolehkan untuk maju selangkah ke depan. yaitu dengan seolah-olah memberikan batu kepada semua anggota regu yang dipimpinnya meskipun sebenarnya yang benar-benar diberi batu oleh ketua regu hanya satu orang.  Setiap anggota kedua regu. maka tugas ketua regu kedua adalah menebak di mana batu yang dimiliki oleh regu pertama.  Setelah batu yang asli disembunyikan oleh salah satu anggota regu sementara anggota regu yang lain seolah-olah juga memegang batu dengan berpura-pura menyembunyikan kedua tangan ke belakang punggung. F. Hal yang sama juga dilakukan oleh ketua regu kedua. Permainan Makah-Makah bisa dilakukan di tanah lapang atau di pekarangan rumah dengan lahan yang agak luas karena melibatkan cukup banyak peserta. Cara masing-masing ketua regu menebak di mana keberadaan batu milik regu lawan adalah dengan menunjuk salah satu anggota regu lawan yang dianggapnya memegang batu tersebut.  Tebakan yang dilakukan oleh kedua regu secara bergantian ini dilakukan dengan terus-menerus hingga salah satu regu dapat mencapai titik sasaran atau Makkah. baik yang benar-benar diberi batu oleh ketua regu atau yang pura-pura diberi batu untuk mengecoh regu lawan.32  Tugas ketua regu pertama adalah mengawasi atau menempatkan batu yang diberikan kepada salah satu anggota regunya. maka masingmasing ketua regu harus mempunyai strategi. Waktu dan Tempat Permainan Makah-Makah biasanya dilakukan oleh anak-anak di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan sekitarnya pada waktu sore hari atau pada saatsaat senggang.  Supaya pemberian batu tidak diketahui oleh regu lawan. Begitu pula sebaliknya  Saling menebak itu dilakukan secara bergantian. Penentuan Kemenangan Regu yang pertama kali sampai ke titik sasaran ditetapkan sebagai pemenang permainan ini. Regu yang pertama kali sampai ke titik sasaran ditetapkan sebagai pemenang permainan ini E. Dengan demikian. Hal ini dilakukan secara bergantian dan berlaku juga untuk regu kedua.  Apabila regu kedua tidak betul atau salah dalam menerka di mana keberadaan batu yang dimiliki oleh regu pertama. bersikap seolah-olah sedang menggenggam batu dengan menyembunyikan kedua tangan ke belakang punggung. .

berolahraga yang sekaligus berfungsi sebagai sarana latihan untuk hidup bermasyarakat. www.selain itu dibutuhkan tanah yang lapang dan permukaannya rata dan aman.33 G.  Tidak boleh menabrak pasangan lain. garu itu sendiri adalah proses membajak sawah menggunakan hewan. H.melayuonline. Sasaran Anak anak dan remaja. G.  Pada hitungan ketiga setiap pasangan harus mulai berjalan. Peralatan Tidak diperlukan peralatan khusus. Tanggapan Masyarakat Permainan tradisional merupakan hasil budaya yang besar nilainya bagi anak-anak dalam rangka berfantasi.  Masing masing pasangan tidak boleh mengotori jalur pasangan lain dengan kerikil atau benda berbahaya lainnya. C. bisa menggunakan sapi maupun kerbau. . Peraturan Permainan  Setiap pasangan berdiri pada tempat yang sudah ditentukan dan salah satu dari setiap pasangan berdiri menggunakan tangan dan kakinya dipegang oleh pasangannya. dan melatih kesopanan dan ketangkasan. Latar Belakang Garu-garuan adalah permainan tradisional Indonesia yang berasal dari Lampung. Tujuan Permainan ini bertujuan untuk mengisi waktu luang anak-anak dan meningkatkan kekuatan otot tangan.Namun umumnya dilakukan oleh anak laki-laki. Persiapan Permainan ini dilakukan oleh sekelompok anak asalkan mempunyai pasangan dan jumlahnya tak terbatas. E.Hanya menggunakan tangan dan kaki kita saja. peserta harus melakukan pergantian posisi dengan pasangan masing-masing. D. Sumber Permainan tradisional merupakan simbolisasi dari pengetahuan yang turun-temurun dan mempunyai fungsi atau pesan di baliknya. memperoleh keterampilan.com 25) PERMAINAN GARU . Peserta Dalam permainan ini peserta yang dibutuhkan minimal 2 orang dan selebihnya tidak terbatas baik laki-laki maupun anak perempuan.GARU A.Maka dalam permainan ini tidak ada kedua hewan tersebut dan diganti dengan manusia. berkreasi. B. F.  Setelah sampai diujung yang ditentukan.

Tanggapan masyarakat Pada umumnya masyarakat merasa tidak keberatan anaknya melakukan parmainan ini namun ada beberapa orangtua yang tidak menyukai anaknya bermain ini dengan berbagai alasan yang mereka punyai. mengisi waktu luang. H.  Peralatan Alat untuk merubungi atau untuk menutupi bisa menggunakan: Terpal. Peraturan Permainan  Lapangan dan Peralatan  Lapangan Tempat bermain bisa di alam terbuka maupun tertutup akan tetapi lebih baik dilantai yang bersih. C. Tujuan Bermain.setelah sampai diujung maka setiap pasangan mengganti posisi dan kembali berjalan ketempat semula. sikap kebersamaan dan kekeluargaan. D. menurunkan emosional dan bersosialisasi. biasanya setelah terdengar suara adzan maghrib permainan dihentikan terus dilanjutkan shalat berjama‘ah dan mengaji. Seprai. Pelaksanaan Permainan Setiap pasangan menentukan siapa yang terlebih dahulu menjadi kerbaunya dan harus berjalan dengan tangan dan kaki yang menjadi kerbau tadi dipegangi pasangannya. I. Slimut. Sumber Opu Lis\orang lampung{Waykana} 26) PERMAINAN KRUBUNGAN A. Latar Belakang Krubungan adalah permainan yang sering dilakukan oleh anak-anak setiap sore jam 5 (lima) untunk menunggu mulainya shalat maghrib (berjama‘ah) dan mengaji. melatih kejujuran. J. E. Jarit.  Pemain  Krubungan bisa dimainkan oleh putra maupun putri. B. melatih daya pikir otak.Setelah hitungan ketiga maka setiap pasangan tadi mesti berjalan bahkan boleh berlari asalkan tangannya kuat.34  Peserta yang terlebih dahulu kembali ke garis awal adalah pemenang. panca indra peraba meningkat. Manfaat Gembira. jumlah orang atau pemain menyesuaikan besarnya pengrubung . Siapa yang paling cepat sampai ditempat semula maka pasangan itulah pemenangnya. Layar. Sasaran Anak-anak dan remaja.

Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyakat mengenai permainan krubungan ini masyarakat menilainya sangat baik dan bermanfaat buat anak-anak. dengan mengelompokan jenis klamin laki-laki dan perempuan. bersosialisasi.  Setelah selesai mengenali bentuk fisik lalu sipenunggu mengejamkan matanya sebentar sampai pemain dikerubungi (ditutupi) selesai.35 (penutup). dan orang yang dapat ditebak oleh penunggu keluar dari tempat pengkrubung.  Jalannya Permainan  Sebelum permainan dimulai. F. jadi laki-laki main sendiri dan perempuan sendiri.  Selanjutnya pemain yang tidak menjadi penunggu masuk dalam pengkrubung (penutup). dikarenakan anak-anak bisa berkumpul bareng.  Apabila sipenunggu berhasil meraba salah satu pemain dan dapat menebak siapa nama orang itu maka penunggu berhasil. melatih panca . untuk menghindari hal-hal negatif.  Begitulah seterusnya permainan dilakukan sampai saatnya terdengar bunyi adzan.  Masing-masing kelompok laki-laki dan prerempuan dipisah. diadakan nyanyian ―sing siripit‖ untuk menentukan siapa yang akan menjadi penunggu lobang.  Setelah semua pemain sudah masuk kedalam krubungan (penutup) sipenuggu membuka matanya dan mendekati krubungan lalu meraba pemain yg ada di dalam krubungan (penutup) dan mencoba menebak namanya. bermain dengan gembira.  Seandainya sipenunggu cuma bisa menebak satu pemain lalu menyerah berarti pemain yang ketebak tadi berganti menjadi penunggu dan apabila yang tertebak lebih dari 1 (satu) orang misal 4 (empat) orang maka empat orang tersebut melanjutkan nyayian ―sing siripit‖. Nyanyianya yaitu: sing siripit tulang bawang sapa sing kejepit tunggu lubang  Sebelum mulai permainan penunggu lobang terlebih dahulu mengenali bentuk fisik atau apa saja dari pemain yang dikerubungi (dititupi) agar penunggu dapat menebak orang yang diraba. sipenunggu boleh menebak semua pemain sampai ketebak semua.

36

indra, melatih daya pikir otak, melatih kejujuran, mempererat silaturahmi, dan menjalankan shalat jama‘ah bersama dan mengaji. G. Sumber Sumber informasi penulis dalam menuliskan permainan tradisional krubungan yaitu dengan cara tanya jawab terhadap masyarakat Desa Pesuningan, Prembun, Kebumen. Sumber Informasi antaralain: Salamah Beliau adalah nenek saya, beliau telah memberi informasi tentang permainan krubungan. Juwariyah Beliau adalah ibu saya, beliau telah memperjelas informasi tentang permainan krubungan yang selama ini saya mainkan.

27) PERMAINAN KRIKILAN
A. Latar Belakang Permainan ini sudah ada di daerah saya tingggsl. Biasanya dimainkan oleh anak-anak dan remaja. Bentuk permainan berupa permainan yang menggunakan kerikil-kerikil kecil, siapa yang bias mendapatkan paling banyak kerikil berarti dialah yang menjadi pemenangnya. Dengan cara dua jari telunjuk dan jarimanis membentuk huruf yang menyerupai huruf ―A‖ melewati kerikil tersebut dan jangan sampai jari tersebut menempel salah satu kerikil tersebut. Permainan ini dilakukan hanya untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan konsentrasi. Serta dapat meningkaatkan pergaulan antar teman dan melatih kejujuran. B. Pemain  Sasaran : anak-anak SD dan remaja  Sek : Laki-laki dan perempuan  Jumlah pemain : 2 orang C. Alat, tempat dan Waktu  Alat : kerikil  Tempat : halaman rumah, teras rumah  Waktu : dimainkan kapan saja saat anak-anak pada waktunya bermain. D. Pelaksanaan Permainan  Sebelum pertandingan dimulai, biasanya melakukan undian untuk siapa yang pertama untuk menjalankan permainan.  Dengan cara kerikil dipegang dengan kedua tangan membuka ke atas kerikil tersebut diangkat kira-kira 4 cm dari atas tanah atau lantai. Kemudian kerikil dijatuhkan.  Kerikil tersebut pastinya berserakan dengan jalan melewati kerikil satu persatu dengan ujung jari telunjuk dan jari manis menempel lantai, harus meleti kerikil tersebut dan jangan sampai menempel kerikil yang lain.  Jika salah satu jari menempel kerikil maka permaian berhenti dan pemain yang satunya lagi yang bermain. Dengan cara seperti di awal, begitu seteeerusnya sampai kerikil tersebut habis.

37

E. Penentuan Kemenangan Pemain dikatakan sebagai pemenan jika paling banyak mendapatkan kerikil F. Tanggapan masyarakat Permainan ini sekarang sudah jarang dimainkan oleh anak-anak jaman sekarang, bahkan sudah tak ada lagi yang memainkannya lagi. G. Sumber Pengalaman saat masih kecil, dari masyarakat setempat di daerah saya tinggal.

28)

PERMAINAN TRI LEGENDRI NOGOSARI

A. Latar Belakang Sejarah permainan ini dimainkan sederhana dan sering dilakukan oleh anak-anak di zaman dahulu, paling tidak sebelum tahun-tahun 1980-an, ketika televisi belum mewabah. Ketika itu andalan permainan anak-anak adalah dolanan berkelompok dengan memanfaatkan benda-benda di sekitar lingkungan, seperti batang kayu, daun, batu, kerikil, kreweng, biji buah, dan sebagainya. B. Peserta Permainan ini biasanya dimainkan oleh sekelompok anak-anak, remaja dan dewasa. Pada umumnya mereka memainkan permainan ini semata-mata hanya untuk menciptakan unsur kegembiraan. Dolanan ini biasanya dimainkan oleh anak-anak kecil di halaman luas di sekitar rumah atau di sekitar lapangan. Anak-anak yang bermain biasanya berumur sekitar 7—14 tahun dan yang sering bermain adalah anak laki-laki, karena mengandalkan kekuatan fisik untuk berlari. Namun kadang juga dimainkan oleh anak perempuan atau campuran. C. Alat yang Digunakan Anak-anak yang hendak bermain dhoktri biasanya berkumpul dulu di suatu tempat (halaman, pekarangan, kebun, atau lapangan). Setelah berkumpul, mereka mencari pecahan genting atau gerabah (disebut kreweng atau wingka) Selain itu mereka juga harus mencari sebuah batu agak besar yang berfungsi sebagai kodhok (penentu pemain yang kalah). Setelah mendapatkan alat bermain, biasanya mereka membuat lingkaran (bisa juga berbentuk bujur sangkar) di tanah atau di lantai, dengan kapur, kreweng, atau kayu. Diusahakan jumlah kotak pada bujur sangkar atau lingkaran sesuai dengan pemain. Karena jumlah pemain 8 anak, maka bujur sangkar atau lingkaran dibuat 8 kotak (ruang). D. Pelaksanaan Permainan  Kita harus menyiapkan kreweng/ pecahan genting bulat sebanyak 4 dan batu 1 buah.  Tiap anak memegang kreweng satu-satu.  Kemudian menyanyikan lagu gotri nagasari dengan batu dan kreweng dipindah di depan temannya sesuai dengan lingkaran yang dibuat kea rah temannya sebelah kanan sambil menyanyikan lagu tri logendri nagasari sampai lagunya selesai.

38

 Jika lagunya sudah selesai dinyanyikan, anak yang didepan mendapat batu,anak itulah yang menjadi kataknya.  Anak yang menjadi katak harus menunggu kataknya, dan temantemannya yang lain bersembunyi. Setelah temannya yang bersembunyi ketemu, lalu memanggil nama temannya sambil memegang / menginjak batu tersebut.  Jika sudah ketemu semua kemudian bermain lagi, kalau belum ketemu semua yang jadi katak harus mau menunggu/ mencari sampai si anak tersebut ketemu atau menyerahkan diri.  Permainan ini kemudian diulang-ulang terus hingga si anak mulai bosan.  Lagu yang dinyanyikan dalam permainan ini: Tri logendri nagasari ri Tiwul iwal iwul jenang katul..tul Dolan awan-awan ndelok manten ..ten Titenano mbesok gedhe dadi opo..po Podho mbako enak mbako sedheng dheng Dhengkol ela-elo dadi kodok… E. Penentuan Kemenangan Dalam permainan ini anak yang dikatakan menang/ kalah, ditentukan oleh factor keberuntungan masing-masing anak. Seorang anak dikatakan kalah apabila tidak beruntung dalam artian si anak akan mendapatkan katak secara terus-menerus. Dan anak dikatakan menang apabila mereka lolos tanpa mendapatkan katak. F. Sumber Suwandi Sumber: Buku ―Permainan Tradisional Jawa‖, Sukirman Dharmamulya, dkk, Kepel Press, 2004 dan pengalaman pribadi

29) PERMAINAN MAIN SISIK
A. Latar Belakang Anak-anak perempuan di Sibolga, Tapanuli Tengah mengenal permainan ini dengan nama main sisik. Menyisik dalam dialek itu berarti menyatakan batu (sesuatu) secara perlahan-lahan. Memang dalam permainan ini kegiatan yang menjatuhkan batu secara perlahan-lahan dan tersembunyi merupakan inti permainan dan yang selanjutnya harus diterka pada siapa batu itu berada. Permainan Main Sisik berasal dari daerah Sumatera Utara. Namun para informan dan orang tua yang ditanyai soal asal usul permainan ini tidak dapat memastikan apakah permainan Sisik ini berasal dari daerah mereka atau datang dari luar. Yang dapat mereka kemukakan hanyalah, bahwa mereka sudah mengenalnya sejak lama, mungkin sampai tujuh puluh tahun atau lebih. Hal ini terbukti dari pengalaman mereka sendiri yang sudah melihat permainan ini sejak mereka lagi kecil, dan mereka sekarang sudah tua-tua.

Peserta Pelaksanan permainan Main Sisik memerlukan 10 orang peserta. Dalam hal ini tisdak boleh terjadi kesalahan. sedang ketua kelompok berdiri dan melakukan sut. Pelaksanaan Permainan  Persiapan Sepuluh orang peserta dalam permainan ini di bagi menjadi dua kelompok yang masing-masing terdiri atas lima orang. Anak-anak yang berumur lebih biasanya tidak menyukai permainan ini karena mereka menganggap permainan ini terlalu ringan. Jumlah ini di bagi menjadi dua kelompok yang masing-masing 5 orang. Penebakan itu tidak begitu mudah dilakukan.39 B. berupa tersinggungnya kaki tersebut pada saat dilangkahi atau di lompati. Pelaku permainan berumur antara 6 sampai 10 tahun. karena bagi anak laki-laki permainan ini kurang aktif atau kurang gerak. dan kaki mereka dilunjurkan ke muka secara sejajar. dan yang kalah akan menjadi penebak. Yang menang sut akan menjadi pihak yang membunyikan batu. Tahap kedua dari permainan ini adalah berupa perbuatan melangkahi kaki-kaki yang dilunjurkan kedepan oleh kelompok lawan.  Aturan Permainan Kelompok yang menang menadahkan tangannya masing-masing kebelakang untuk menampung batu yang akan dijatuhkan pelan-pelan oleh ketua kelompok. penebak menjadi yang menyembunyikan batu. Kalau kelompok penebak berhasil menerka. Permainan biasanya hanya dimainkan oleh anak perempuan saja. Alat dan Fasilitas Peralatan yang dibutuhkan dalam permainan ini hanyalah sebuah batu kecil yang dijadikan alat tebakan. karena dianggap belum mampu melakukan permainin ini. karena cara menjatuhkan tadi dilakukan dengan penuh siasat dan kesamaran untuk mengelabuhi lawan. C. D. Sebaliknya anak-anak dibawah 6 tahun belum diajak serta. maka terjadi pertukaran pemain. Tetapi kalau tebakan tadi salah permainan diteruskan ke tahap berikutnya.asing-masing kelompok bertindak sebagai ketua kelompok.  Tahap Permainan Pada tahap ini kelompok penemak akan mengunjurkan (menjulurkan) kakinya masing-masing ke depan. kalau berhasil dilangkahi dengan baik. Mereka duduk dengan jarak tertentu. dan iytu akan dilangkahi atau di lompati oleh lawan satu persatu. dan satu orang dari m. dan kelompok yang menyembunyikan batu tadi menjadi penebak. Anggota kelompok . maka permainan di lanjutkan. agar mungkin lebih sulit dilangkahi. Tugas kelompok penebak adalah menerka siapa yang menyimpan batu itu. Alat lainnya tidak diperlukan. Kalau terjadi kesalahan akan terjadi pergantian pemain. Kedua kelompok duduk berhadap-hadapan.

lompatan secara berganti-ganti juga dilakukan oleh seluruh anggota kelompok pelompat. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat terhadap permainan ini pada masa sekarang boleh dikatakan juga turut mundur. maka kelompok itu belum dapat dinyatakan menang. Kelompok yang berhasil ini dinyatakan menang. . Waktu dan Tempat Permainan ini biasanya dilakukan di teras rumah atau di bawah pohon yang rindang (tempat yang teduh). Hal ini terlihat dari kurang pedulinya mereka terhadap permainan ini. Penentuan Kemenangan Ketentuan kalah menang adalah demikian :  Jika sebuah kelompok dengan seluruh anggotanya berhasil melalui tahap-tahap tadi dengan baik. 1984. H. seperti belajar. menjaga adiknya. namun yang dilompati lebih sulit. para anggota masyarakat memberikan tanggapan yang positif terhadap permainan ini.40 E. F. Sumber Suwondo. Di masa sekarang ini hal yang demikian sudah jarang dapat dilihat. karena kaki yang dilunjurkan itu sekarang diletakkan yang satu di atas yang lain. Mungkin para orang tua juga para anggota masyarakat sudah berubah pula pandangan mereka terhadap permainan ini. Mereka cenderung untuk menyuruh anak-anak agar melakukan tugas-tugas yang bermanfaat di rumah. Pada setiap terjadi kegagalan langsung diadakan pergantian kelompok yang bermain. Jadi pada tahap pertama dapat menebak keberadaan batu. Pada tahap kedua dapat melompat dan demikianlah seterusnya. Tahap ketiga juga berupa lompatan. Wujud dari kepositifan itu adalah berupa dorongan dan kehadiran mereka dalam menyaksikan permainan kalau anak-anak sedang memainkannya.  Jika terjadi kegagalan dalam menyelesaikan tahap-tahap itu. Bahkan mereka juga turut bersorak bergembira melihat anak-anak yanmg sedang melakukan permainan. Jakarta.  Tahap keempat tetap berupa lompatan dengan tingkat kesulitan yang lebih sulit. Berbeda dengan masa lampau. G. Kaki yang dilunjurkan masih bertindih dan diatas masih ditambahi dengan dua tangan dengan jari terentang. Permainan ini juga dilakukan pada siang dan sore hari setelah mereka melakukan aktivitas yang lain. dll. Permainan Anak-anak Daerah Sumatera Utara. yang melompati melakukan lompatan secara bergantian. Kebanyakan mereka menganggap permainan seperti ini tidak ada gunanya dan hanya membuang waktu saja. Bambang. mungkin disebabkan oleh rasa simpatik mereka terhadap yang menang atau karena sebab lainnya. Seluruh anggota pelompat harus melompatinya secara bergantian.

Asal usul permainan ciko guru di kalangan orang Jailolo maupun Sahu sudah tidak dapat diketahui lagi. Ciko guru dapat diartikan ―menunjuk‖ karena dalam permainan ini orang baru boleh bermain setelah ditunjuk oleh lawan mainnya. D. hanya laki-laki dewasa sajalah yang boleh memainkannya. Jarak antara tonggak dan bujur sangkar sekitar 12 meter. Di dalam arena permainan ciko guru akan dibuat sebuah bujur sangkar dengan sisinya kira-kira 60 cm. dipasanglah sebuah tonggak bambu atau kayu sekitar 17 cm yang nantinya akan ditanam dengan kedalaman 2 cm (hanya menyisakan 15 cm di atas permukaan tanah). E. Alat permainan ini nantinya ada yang digunakan sebagai gacu dan ada yang dijadikan sebagai taruhan. Tahap pertama. Sementara kaum perempuan pada waktu itu biasanya akan membantu menyiapkan hidangan di rumah orang yang ditimpa musibah tersebut. Peraturan Permainan Aturan dan proses permainan ciko guru dapat dibagi menjadi dua tahap. Dahulu permainan ini hanya dilakukan pada malam hari di halaman rumah orang yang baru meninggal. yaitu permainan melempar dan mencukil 10 buah batu atau buah gelici dalam jarak tertentu hingga seluruhnya masuk ke dalam lubang. di halaman rumah adat. ada sebuah permainan tradisional yang bernama ciko guru. Kemudian. Latar Belakang Maluku adalah salah satu provinsi yang ada di Indonesia. muda maupun anak-anak. jika lebih dari itu maka pemain lain akan membentuk kelompok sendiri dengan membuat arena bermain yang boleh berdekatan dengan kelompok lain. khususnya di kalangan orang Jailolo dan Sahu yang berada di Maluku Utara. di halaman rumah. Permainan ciko guru kadang-kadang disebut juga dengan ―main batu membayar kenari‖ karena bagi yang kalah harus membayar sejumlah kenari atau langsat atau kelereng sesuai dengan kesepakatan antarpemain sebelum permainan dimulai. Namun. tua. Peralatan Permainan Peralatan dalam permainan ciko guru hanyalah batu kerikil. ataupun di lapangan. C. perempuan. Pemain Permainan ciko guru dapat dimainkan oleh maksimal 4 orang.41 30) PERMAINAN CIKO GURU A. pemain harus melempar gacunya dari tepi lubang ke arah . Tempat Permainan Permainan ciko guru dapat dilakukan di mana saja. Tepat di tengah-tengah bujur sangkar ada sebuah lubang dengan diameter sekitar 5 cm. buah gelici atau kelerang. Sekitar 30 cm di depan tonggak akan dibuat garis sebagai batas sah atau tidaknya lemparan pemain. Dahulu permainan ini hanya diperuntukan bagi kaum lelaki dewasa saja. Maka dari itu. Anak-anak tidak boleh bermain karena dikhawatirkan anak menimbulkan kegaduhan. Di sana. B. Namun saat ini ciko guru dapat dimainkan oleh siapa saja baik lelaki.

Ambon: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan . melainkan di sisi luar garis bujur sangkar yang jaraknya sekitar 60 cm dari lubang. maka pemain harus kembali melempar. dengan aturan sebagai berikut: (1) pemain akan menunjukkan batu-batu yang dimilikinya pada lawan mainnya. maka dialah pemenangnya. Sumber Suradi Hp. Aturan-aturan yang terdapat dalam tahap pertama ini adalah: (1) pemain harus melempar gacu melewati garis batas di depan tonggak agar dapat mengikuti tahap berikutnya. dan bagi pemain yang memperoleh buah kenari atau gelici yang terbanyak maka ia dinyatakan sebagai pemenangnya. Nilai Budaya Nilai yang terkandung dalam permainan yang disebut sebagai ciko guru ini adalah kerja keras dan sportivitas. maka pemain berhak mengambil semua kenari yang berada di dalam lubang dan permainan diulang seperti semula lagi. (2) apabila pada waktu melempar itu gacunya tidak melewati garis batas di depan tonggak.42 tombak yang jaraknya sekitar 12 meter. maka dianggap tidak sah. Pada tahap kedua lemparan tidak dilakukan di pinggir lubang. tetapi juga mau menerima kekalahan dengan lapang dada. Nilai kerja keras tercermin dari semangat pemain yang berusaha agar lemparannya dapat sedekat mungkin dengan tonggak. Setelah taruhan disepakati. dengan syarat salah satu tangan harus menapak pada garis batas bujur sangkar. (3) bila gacu yang dilempar mengenai gacu lawan. (pepeng) G. barulah kemudian penentuan nomor urut pemain dengan jalan suten atau undi. setelah membuat lubang dan memasang tonggak adalah menentukan jumlah taruhan untuk satu kali permainan. (3) bila batu pertama berhasil masuk lubang. dan (4) penentuan kalah menang dalam permainan ini adalah bagi siapa yang dapat memasukkan gacu paling banyak. maka lawan tersebut harus kembali melempar. Permainan Rakyat Maluku. Dan. dkk. F. maka pemain itu dapat menentukan sendiri batu mana lagi yang akan digunakannya. dan (4) pemain yang gacunya paling dekat dengan tonggak akan mendapat kesempatan pertama untuk melempar pada tahap berikutnya. 1981. (4) bila batu yang dijentikkan tersebut mengenai batu lain dan keduanya masuk lubang secara berurutan maka dinyatakan sah dan mendapatkan dua nilai. gacu mengenai kenari atau gelici hingga ada yang keluar dari lubang. dan untuk menjentik gacu agar masuk ke lubang dan memperoleh nilai. dan lawan tersebut akan menunjuk 1 buah batu yang nantinya akan digunakan sebagai batu pertama sewaktu dimasukkan ke dalam lubang. nilai sportivitas tercermin tidak hanya dari sikap para pemain yang tidak berbuat curang saat berlangsungnya permainan. Selanjutnya permainan akan dimulai dengan urutan seperti aturan-aturan yang telah dijelaskan di atas. proses permainannya. Sementara itu. Namun apabila kedua batu tersebut masuk ke lubang secara bersamaan. (2) cara memasukkan batu pada tahap kedua ini adalah dengan menjentikkan batu menggunakan kuku ibu jari atau jari kelingking.

Sementara yang kalah akan kehilangan satu dari karetnya bahkan bisa semuanya. sore hari. kebun. Pemain  Sasaran : 1) anak-anak usia SD. B. . Pada zaman dahulu untuk mendapatkan karet tidak membeli secara langsung.  Jika belum berani maka pemain kedua boleh memindah keretnya supaya lebih dekat lagi dengan karet pemain pertama. Prasarana dan Waktu Permainan  Alat : karet lingkar ( karet gelang )  Tempat : halama rumah. dll  Waktu : siang hari setelah anak-anak pulang sekolah. Sarana.43 31) PERMAINAN KILANAN/ JENGKAL A. C. D. Pada saat istirahat sekolah anak-anak jajan nasi bungkus yang tali ikatnya menggunakan karet. permainan ini sangat seru dan menyenangkan karena siapa yang menang berhak mengambil dan memiliki karet lawan.  Pemain pertama menjatuhkan satu karetnya di tanah. kemudian  Pemain kedua menjatuhkan satu karetnya agak berjauhan dengan karet pemain pertama.  Pemain kedua melakukan lentingan dengan satu jari telunjukkaretnya yang berada di tanah hingga karet tersebut berada di jarak satu kilan ( jengkal ) . 2) remaja  Sek : laki-laki dan perempuan  Jumlah pemain : 2 orang E. F. Tujuan Tujuan permainan ini untuk mengisi waktu luang dan melatih kecermatan yaitu pada saat menyentil karet untuk di dekatkan pada karet lawan. gembira. Latar Belakang Kilanan adalah permainan anak yang gemar mengoleksi karet lingkar / karet gelang. semakin dekat maka semakin bagus. Karet tersebut tidak langsung dibuang tetapi dikumpulkan untuk bermain kilanan Dua pemain saling beradu kecermatan dalam menyentil karet supaya berdekatan hingga satu jengkal. kedua pemain melakukan undian menentukan siapa yang lebih dulu menjatuhkan karet. dan meningkatkan kecermatan dan ketrampilan. Pelaksanaan Permainan  Sebelum permainan dimuali.  Pemain kedua menegaskan bahwa dirinya sudah yakin atau siap dengan mengucap kata ―Berani‖ jika memang sudah siap. dan pagi hari ketika hari libur sekolah. Manfaat Permainan ini adalah dapat meningkatkan pergaulan antar teman .

khususnya Pulau Yamdena. Sumber Permainan ini disusun berdasarkan sumber terkait. I. ―Ancong-ancong‖ berasal dari bahasa Yamdena. Apabila pesertanya lebih dari 10 . Seira. G. Penentuan Kemenangan Pemenang ditentukan berdasarka pemain yang dapat melentingkan karetnya hingga jarak satu jengkal atau kurang dari itu dari karet lawan. Selaru. Umur 64 tahun berprofesi sebagai petani rumah tinggalnya di Kulon Progo. yaitu Bapak Ngatimun ayah kandung saya sendiri. permainan kilanan sudah jarang dimainkan sampai sekarang. Tanggapan Masyarakat Dahulu permainan kilanan sangat digemari oleh anak-anak terutama anak SD. Permainan ancong-ancong menurut penduduk Yamdena.  Apabila pemain pertama tersebut belum berhasil maka bergantian pemain kedua lagi yang melakukan lentingan. Permainan ini terdapat di sekitar Kepulauan Tanimbar. Indonesia. biasanya anak-anak dari beberapa keluarga tersebut akan berkumpul menghabiskan waktu luang mereka dengan bermain di dalam rumah. Latar Belakang Ancong-ancong adalah sebutan bagi orang Yamdena untuk sebuah permainan menebak salah satu tangan pemain yang berada di atas punggung pemain lainnya yang sedang dalam posisi merangkak. Pada waktu malam hari. usia 5 hingga 8 tahun. Permainan ini minimal dimainkan oleh 5 anak dan maksimal 10 anak.  Begitu seterusnya hingga siapa yang mencapai jarak satu jengkal atau kurang dari satu jengkal. baik lelaki maupun perempuan.44  Jika jarak masih lebih dari satu kilan ( jengkal ) maka bergantian pemain pertama yang melintingkan karetnya supaya berada dalam jarak satu jengkal. B. Peserta Permainan ancong-ancong biasanya dimainkan oleh anak-anak. H. Pemenang berhak mengambil dan memiliki karet lawan yang berada di tanah tersebut. telah ada dan dimainkan sejak tahun 1930-an. Beliau ini banyak tahu berbagai jenis permainan tradisional dari pengalaman masa kecil dan masa mudanya. bahkan sudah tidak ada lagi anak-anak yang bermain permainan ini. Angwarmase dan Fordata. di daerah Yamdena masih banyak keluarga yang hidup dalam satu rumah besar. daerah Maluku Utara. Pada waktu itu. Setiap rumah besar umumnya dihuni oleh 6 hingga 7 keluarga yang biasanya mempunyai banyak anak. 32) PERMAINAN ANCONG . Salah satu permainan yang mereka lakukan adalah ancongancong. yang dalam bahasa Indonesia sangat sulit untuk diterjemahkan.ANCONG A.

Permainan ini sebenarnya tidak mengenal umur tetapi biasanya dimainkan oleh anak kecil berumur 5-8 tahun. tunjukan tangan diregen akan berhenti pada salah satu telapak tangan pemain.  Permainan ini minimal dimainkan oleh 5 anak dan maksimal 10 anak.blogspot.html .com/2008/08/permainan-ancong-ancongmaluku. Tanggapan Masyarakat Belum tahu karena di daerah saya belum ada yang memainkannya. D. Penentuan Kemenangan Jika si perangkak berhasil menebak tangan pemain yang ditunjuk dirigen. permainan tidak akan berjalan lancar. Apabila tebakan benar.45 C. yaitu seseorang yang dipilih untuk merangkak harus menebak tangan siapa yang berada di punggungnya. Bisa dimainkan oleh anak laki-laki maupun perempuan tidak dibatasi jenis kelamin. orang yang tertebak menggantikan perangkak. namun jika tidak berhasil maka si pemain akan tetap dalam posisi merangkak dan permainan dimulai kembali. Apabila pesertanya lebih dari 10 anak. perangkak akan mengambil posisi merangkak dan pemimpin permainan akan memberi aba-aba pada pemain lain untuk meletakkan kedua telapak tangan mereka pada punggung pemain yang merangkak. Pada saat itulah pemain yang posisinya merangkak tersebut akan menebak tangan siapa dari pemain yang ditunjuk oleh diregen. E. Sumber http://uun-halimah. permainan tidak akan berjalan lancar. Tunjukan jari tangan diregen akan berpindah-pindah dari tangan satu pemain ke pemain berikutnya. Permainan ini diawali dengan pemilihan dua orang yang dilakukan secara musyawarah/mufakat. sebab umumnya permainan ini dilakukan di dalam rumah. Setelah itu. maka pemain yang tangannya ditunjuk oleh diregen akan menggantikan posisi anak yang merangkak tersebut. Khusus untuk diregen hanya meletakkan telapak tangan kirinya saja. anak. Berikut ini adalah syair yang dilantunkannya. G. Ancong-ancong mpeang angkomai roi-roi Angku tambah labu seela baelaba Cabu ruku rukuku cabu ruku rukuku ise Pada akhir lagu. F. Asal Permainan Permainan ini berasal dari Maluku Pelaksanaan Permainan Permainan ancong-ancong sangatlah sederhana. sebab umumnya permainan ini dilakukan di dalam rumah.  Biasanya dilakukan saat anak-anak sedang berkumpul bersama. Penunjukan itu dilakukan ketika lagu dinyanyikan. Satu orang akan dipilih menjadi perangkak dan seorang lagi menjadi pemimpin permainan (diregen). sementara tangan kanannya akan digunakan untuk menunjuk telapak tangan pemain lainnya.

kemudian gelang karet tersebut dirangkai hingga menjadi tali yang memanjang. Yang umurnya sekitar 7-15 tahun. Cara merangkainya adalah dengan menyambungkan dua buah karet pada dua buah karet lainnya hingga memanjang dengan ukuran sekitar 3-4 meter. karena takut auratnya akan terlihat sewaktu melompati tali karet. pengikat rambut dan barang-barang lainnya yang tidak membutuhkan pengikat yang kuat. Sasaran Tetapi biasanya permainan ini dilakukan oleh anak-anak sekolah dasar. karena karet akan mudah putus jika dipakai untuk mengikat terlalu kuat pada suatu benda. Tetapi juga tidak sedikit anak laki-laki yang ikut bermain. secara serentak tangan-tangan tersebut akan diangkat dan diturunkan. . Kemudian. Karet tersebut tidak dijual perbuah. yaitu pemegang karet dan pelompat karet. sewaktu membuat rangkaian tali untuk membentuk tali karet. C. Gambreng dilakukan dengan menumpuk telapak tangan masing-masing peserta yang berdiri dan membentuk sebuah lingkaran. Dan permainan ini tidak membutuhkan keahlian khusus. Pada saat diturunkan. diperlukan dua buah karet yang disambungkan dengan dua buah karet lain agar tidak mudah putus oleh anggota tubuh pemain yang sedang melompat. terlebih dahulu akan dipilih dua orang pemain yang akan menjadi pemegang tali dengan jalan gambreng dan suit. Tetapi prmainan ini tidak boleh dimainkan untuk anak umur dibawah 5 tahun. melainkan dalam bentuk satuan berat (gram. Permainan lompat tali putar ini biasanya identik dengan kaum perempuan. Oleh karena itu. Alat yang Digunakan Gelang karet sebanyak-banyaknya. karena permainan lompat tali putar ini bisa di temukan hampir di seluruh indonesia meskipun dengan nama yang berbeda-beda. D. karena banyak resiko yang ditimbulkan dari permainan ini. Pelaksanaan Permainan Sebelum permainan diadakan. atau anak-anak sekolah dasar kelas 1 sampai 6.46 33) PERMAINAN LOMPAT TALI A. Pemain lompat tali putar ini berjumlah 3-10 orang. biasanya hanya sebagai penggembira saja dan hanya melompat saat ketinggian tali masih sebatas lutut atau pinggang. B. Yaitu seperti jatuh dan lainlain. ons. Karet-karet tersebut berbentuk bulat seperti gelang yang banyak terdapat di pasar-pasar tradisional. Kalau pun ada yang ikut bermain. Pemain dibagi dalam dua kelompok. Fungsi karet pada umumnya adalah sebagai pengikat plastik-plastik pembungkus makanan. Anak perempuan yang telah berumur lebih dari 15 tahun biasanya akan segan untuk ikut bermain. Latar Belakang Permainan ini sudah tidak asing lagi tentunya. Sedangkan kaum laki-laki hanya kadang kala saja ikut serta dalam permainan. dan kilo).

Kedua orang tersebut nantinya akan melakukan suit. jari telunjuk dan jari kelingking. pegawai tinggi atau rakyat biasa asal mau bermain tidak ada yang melarang. tujuan dari permainan ini sekedar hiburan dan pengisi waktu senggang saja. sehingga gajah akan kalah. Kemudian yang jaga tersebut memutar-mutar tali karet dan pemain berusaha melompati tali karet tetapi anggota badan pemain tidak boleh terkena tali. Apabila ibu jari beradu dengan jari telunjuk. Apabila yang terbanyak adalah posisi telapak terbuka. maka ibu jari akan menang. Sumber Sumber permainan tersebut tidak pasti asal-usulnya dari mana. khususnya ibu jari. Namun apabila ibu jari beradu dengan jari kelingking. maka yang memperlihatkan punggung tangannya dinyatakan menang dan gambreng akan diulangi lagi hingga nantinya yang tersisa hanya tinggal dua orang peserta yang akan menjadi pemegang tali. Siapa yang terkena tali sewaktu melompat maka anak tersebut menggantikan jaga. Permainan ini adalah milik semua lapisan masyarakat. Permainan ini sebelum terdesak oleh alat permainan yang modern. sebab semut akan kalah dengan manusia yang mempunyai banyak akal. Dan begitu seterusnya sampai pemain merasakan jadi tukang jaga.47 posisi tangan akan berbeda-beda (ada yang membuka telapak tangannya dan ada pula yang menutupnya). untuk menentukan siapa yang terlebih dahulu akan menggantikan pemain yang gagal ketika melompat. baik itu dari kalangan bangsawan. karena gajah akan menang jika bertarung dengan seorang manusia. Jenis permainan ini tidak memerlukan kekuatan phisik karena hanya diperlukan ketrampilan untuk membanting alat permainannya. Tetapi sekarang sudah jarang kita jumpai lagi. B. 34) PERMAINAN CEPLI A. Sedangkan apabila jari kelingking beradu dengan jari telunjuk. sebutan ini digunakan untuk memberi sebuah nama permainan yang cara bermainnya adalah dengan jalan membanting alat permainannya. . Waktu Permainan Permainan ini dilakukan pada siang hari. Latar Belakang ―Cepli‖ artinya membanting. jari telunjuk sebagai manusia dan jari kelingking sebagai semut. Ibu jari dilambangkan sebagai gajah. Sedangkan dari mana asal-usul permainan ini sudah sulit untuk ditentukan. E. Berau dan Kutai. sebab semut dapat dengan mudah memasuki telinga gajah. dahulu di kalimantan timur berkembang di daerah-daerah Bulungan. maka ibu jari akan kalah. maka jari kelingking akan kalah. Suit adalah adu ketangkasan menggunakan jarijemari tangan. Tetapi yang saya tau permainan tersebut sudah ada sejak ibu saya masih ada disekolah dasar.

dan bila dimainkan lebih dari dua orang cara bemainnya bergantian menurut perjanjian dalam ketentuan permainannya. Apabila tidak dipergunakan benda taruhan (misalkan bungkus rokok) maka untuk menentukan siapa pemenangnya bisa ditentukan sampai seratus. Mereka mersa bangga apabila ia bermain dengan baik dan menang. Demikian hingga mereka lelah bermain. D. E. Alat yang Digunakan Alat yang diperlukan adalah mata uang logam kuningan yang bernilai satu sen (Belanda). dansudah dipersiapkan terkebih dahulu. oleh sebab itu disini diperlukan ketrampilan khusus bagi seorang pemain untuk mempermainkan alat permainannya.48 C. Kedua mata uangnya (kebat) dipegang dengan jalan menelungkupkan kedua muka uang yang diasah tadi atau boleh juga sebaliknya. Jadi siapa yang mencapai jumlah seratus lebih dulu itulah yang menang. siapa yang menang adalah yang berhak bermain terlebih dahulu dan membanting kebot. Jumlah pemainnya tidak terbatas paling sedikit dimainkan oleh dua orang. Misalnya dalam kesepakatan tadi bagian yang halus (diasah adalah miliknya) sedangkan yang kasar (tidak diasah) adalah milik lawan. yakni bagian yang tidak diasah. Biasanya permainan ini dimainkan oleh anak-anak pria saja yang berumur kira-kira 6-17 tahun.  Tahap-tahap Permainan Setelah diadakan undian maka permainan pertama adalah pemenang pertama dalam undian. asal penangkupan itu agak merenggang. Maksud dan tujuan menipiskan mata uang logam ini adalah agar mudah terbalik apabila dibanting. Sehingga si pemain dapat memutar balikkan mata uang itu. Benda yang dipakai untuk taruhan dan jumlah taruhannya pun harus ditetapkan pula. Alatnya ini disebut ―kebot‖ sebelum bermain diadakan undian dengan suitan atau hum-pim-pa. dengan permainan ini terjadilah hubungan yang harmonis dan mendidik kejujuran. sehingga gambar pada bagian itu hilang.  Aturan Permainan Sebelum bermain aturan-aturan permainannya haruslah disepakati bersama. Demikian seterusnya permainan dilakukan berdasarkan urutan pemenang dalam undian. Peserta Permainan ini bersifat individu dan kelompok. Jadi hanya ada salah satu gambar saja yang masih ada. misalnya kesepakatan tentang alat permainannya bagian mana yang menjadi milik lawan. Alat kebat ani . Salah satu permukaannya diasah sampai tipis. Pelaksanaan Permainan  Persiapannya Bagi seorang calon pemain harus mempunyai dua buah uang logam kuningan yang bernilai satu sen ( uang Belanda ).

biasanya disebut ―ukir‖ apabila terlentang kedua-duanya pada bagian yang bergambar itu berarti hidup dengan nama ―belong‖. Jadi pemain yang pertama tadi yang sudah bermain apabila jatuh pada posisi mati maka ia harus diganti oleh pemenang undian berikutnya. Bila yang terlentang berbeda pada permukaannya. Di sana terlihat belasan murid dan beberapa guru memainkan permainan tradisional Jawa Barat. Di sana juga dipamerkan berbagai gambar . yaitu jari tengah.bila kedua mata uang tadi sudah berhenti bergerak kemudian letaknya dilihat oleh seluruh pemain kalau letak kedua mata uang itu bertelentang pada bagian yang diasah itu berarti hidup. maka jalannya permainan sedikit agak berbeda. Permainan ini dapat dilakukan berkelompok. yaitu yang satu pada bagian yang diasah dan yang satu pada bagian yang tidak diasah ini baerarti mati. Masingmasing kelompok mengumpulkan jumlah nilai yang didapatkan dari para anggotanya. yaitu salah satu anggota tersebut tampil untuk mewakili kelompoknya mengadakan undian. Kalau pemain tadi berhasil menjatuhkan kebat dalam ppsisi hidup boleh bermain terus sampai berulang-ulang sampai mati. Jakarta 1982. Dimana lagu dalam permainan ini lagu iringan adalah lagu sebagai undian. tentunya disini yang bermain adalah yang belum mendapat giliran bermain.49 dipegang dengan tiga jari. telunjuk dan ibu jari. hanya saja karena permainan ini sifatnya kelompok melawan kelompok. Setelah dipegang baik-baik lalu tangan diayun kemudian dibanting keras-keras ke lantai. Bagi kelompok yang menang bermain terlebih dahulu. cara bermainnya seperti di atas. Sumber Buku Permainan Rakyat Daerah Kalimantan Timur ( Pengarang : Indonesia Dep. misalnya terdiri dari dua kelompok. apabila pada kesempatan pertama ini permainannya mati maka kesempatan kedua diberikan kepada lawan kelompoknya. F. P dan K. 35) PERMAINAN DOMIKADO A. Untuk kesempatan ini diberikan kepada salah satu anggota kelompoknya untuk bermain. ―Ada yang menarik ketika berkunjung ke Sekolah Internasional Termasuk belum lama ini. Dua kelompok mengadakan undian terlebih dahulu. pada kesempatan ini juga diberikan kepada anggota kelompoknya sampai permainannya mati. Latar Belakang ―Domikado‖ nama ini diambil dari judul lagu dalam permainan ini. Demikian seterusnya sampai pemain itu mendapatkan nilai yang sudah disepakati itulah pemenangnya. Sesampai di lantai mata uang akan melenting terbalik. Ibu jari dan jari tengah sebagai pemegang dan jari telunjuk berfungsi sebagai penahan (penyangga) agar pada waktu mengayun tangan letaknya tidak berubah.

50 permainan dari dalam dan luar negeri. Waktu Pelaksanaan Permainan ini bisa dilakukan kapan saja. misalnya dengan menyuruh bernyanyi. Latar Belakang Permainan dengan nama gempaleongan ini merupakan permainan yang dimainkan menggunakan kaleng bekas atau boleh juga menggunakan pecahan keramik atau genteng .Jadi nanti kaleng yang sudah ditumpuk rapi akan roboh porak-porandak akibat terkena . Komunitas Hong terus aktif mengenalkan kembali semua permainan masyarakat Sunda.: Iringan Lagu : Do mi ka do Do mi ka do. Usia : bebas. mi ka do SK SK do. yakni sebuah permainan tradisional Sunda di mana orang yang berpegangan tangan dan menjebak anggota barisannya. pagi. 36) PERMAINAN GEMPALEONGAN A. dll  Keadaan Sekarang Permainan ini masih dilakukan terutama oleh anak-anak namun jarang. Tak heran jika kita jarang melihat anak-anak di perkotaan memainkan permainanpermainan itu. dengan kedua tangan dibuka dan bertumpukan dengan tangan teman disampingnya. B. Alat yang Digunakan Permainan ini tidak menggunakan peralatan khusus. Jenis Kelamin : pa/pi. siang. Para guru dan murid tampak memainkan permainan domikado. SK do SK do Pia-pio One two three four C. dan leongan itu kaleng bekas . Namun bila terkena tepukan tangan yang keluar dari barisan. D.Dilihat dari namanya gempa itu getaran yang akan bisa mengakibatkan benda di sekitar roboh. Latar Belakang Jumlah : Tidak terbatas. Bila tepukan tidak mengenai maka anak yang menepuk keluar barisan. sore.  Begitu seterusnya hingga hanya tinggal 1 anak dan ialah pemenangnya dan ia berhak menghukum teman yang lainnya. Melihat itu.Semua jenis permainan tradisional itu nyaris tak dikenal lagi oleh masyarakat.  Kemudian menyanyikan lagu secara bersama-sama sambil menepukkan tangan ke tangan teman disampingnya  Dan bila telah sampai pada bait terakhir. minta gendong. termasuk mulai mengenalkan permainan tradisional dari negara-negara lain. Pelaksanaan Permainan  Para peserta membentuk sebuah lingkara. Sumber Buku Permainan Tradisional Perpustakaan Universitas Negeri Yogyakarta. Asal Permainan Jawa Barat. anak yang akan kejatuhan tepukar berusaha untuk menghindar (pada kata ―four‖).

51 B.  Kaleng tersebut di tumpuk rapi.BECAKAN A. lemparan pemain. kualitas kebugaran meningkat. bersosialisasi. Tujuan Berolahraga.tetepi dapat dijumpai diberbagai daerah mana saja dengan nama yang berbeda.  Dari belakang kaleng yang sudah tertata bertumpukan. jangan sampai didahului dirobohkan oleh pemain yang sedang bersembunyi. Apabila pemain yang bersembunyi berhasil merobohkan kaleng dan mendahului yang jaga maka pemain-pemain yang tadinya sudah di gempaleongi atau sudah kena boleh bersembunyi lagi .  Yang masang dengan cara melangkahkan satu kaki di atas kaleng sambil menyebutkan nama peserta yang sedang bersembunyi disertai kata-kata gempaleong untuk mematikan pemain yang bersembunyi. Asal usul permainan gempaleongan ini tidak jelas dari mana asalnya. Apabila semua para peserta yg bersembunyi belum dimatikan maka permainan belum berakhir. Urutan melempar batu bebas. C. . bermain.  Sebisa mungkin yang masang. D.  Apabila kaleng roboh maka pemain yang tadi gaconya berada di bawah pemain yang mengenai kaleng makai itulah yang masang . remaja. F.Satu orang masang menata dan menjaga kaleng itu jangan sampai dirobohkan pemain yang sedang bersembunyi.  Setelah semua pemain melempar batunya . Peraturan permainan. Jumlah pemain tak terbatas semakin banyak akan semakin ramai dan minimal hanya bisa di mainkan oleh dua anak. mengembangkan aspek motorik. mengisi waktu luang. Sasaran Anak-anak. menjaga kaleng yang sudah ditata. Manfat Bergembira. namun di jawa tengah sudah banyak yang memainkanya termasuk di daerah saya Wonosobo. yang masang dan yang main.yang paling jauh dari kaleng berhak melemparkan batunya ke sasaran tersebut yaitu kaleng yang sudah tertata rapi. kayu dsb) sendiri-sendiri.Begitu seterusnya. para pemain melemparkan gaco(batu.sampai roboh. kemampuan motorik meningkat. Latar Belakang Becak-becakan adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya. dewasa. E. 37) PERMAINAN BECAK .

Pelaksanaan Permainan  Tempat Tempat yang digunakan bisa dialam terbuka. Menurut sebuah sumber dari Sulaiman Dharmamulya. Tujuan Tujuan dari permainan ini mengisi waktu luang. anak yang berada di posisi paling belakang yang membentuk formatur ular-ularan.  Siapa yang sampai di garis finish terlebih dahulu itulah kelompok yang menang.  Peserta Pemain bisa dimainkan oleh putra maupun putri yang berjumlah 3 orang setiap kelompok dengan satu orang menjadi penumpang dan dua orang menjadi becaknya. diadakan hum pimpa untuk menentukan siapa yang akan menjadi penumpang dan becaknya dari masing-masing kelompok. Latar Belakang Melihat dari nama permainan. D. Peralatan Dolanan ―Koko-Koko‖ tidak membutuhkan peralatan. Pada permainan ini nanti. khususnya di Sumatera selatan. Sebenarnya permainan ini hampir mirip dengan dolanan ancak-ancak alis. Sasaran Anak – anak E. Hanya cara bermainnya yang agak berbeda. walaupun tidak ada data akurat mulai kapan. sebenarnya nama koko identik dengan nama sebuah jenis ular air yang sedang mencari makan di air. memupuk sportifitas. melatih kerjasama dan kekompakan . Fungsi sarung atau sabuk dipakai oleh masing-masing anak yang . jenis permainan ini sudah berumur sangat tua. akan dikejar-kejar oleh si koko. bersosialisai. 38) PERMAINAN KOKO A.  Pelaksanaan  Sebelum permainan dimulai. Artinya para pemain ada yang membentuk ular-ularan. permainan ini dikenal oleh anakanak di daerah sumatera.  Pemain yang menjadi penumpang naik di atas tangan pemain yang menjadi becaknya yaitu dengan cara mengandengkan tangan dari kedua pemain tersebut yang menjadi becaknya  Selanjutnya pemain yang menjadi becak mengangkat si penumpang dan berjalan menuju ke garis finish yang sudah ditentukan. kecuali sarung atau sabuk.52 B. C.melatih kekuatan tangan. Manfaat Gembira atau senang.di halaman atau dilantai dan teras juga bisa digunakan. B.

sore. Mereka bergandengan ke belakang dengan memegang sarung/sabuk yang telah dipakai di pinggang atau dikalungkan di badan. G. yaitu A. Ada kelap-kelip itu apa ? K/N : Anakku. satu orang berperan menjadi koko. C. Mereka yang bermain ini rata-rata berumur 8-10 tahun. D. KK : Aku minta boleh tidak ? K/N : TIDAK BOLEH ?!! KK : Kalau tidak boleh. Setelah mereka bersepakat bermain. K/N : Kamu dapat dari mana? KK : Lumbung padimu. Sarung/sabuk dipegang oleh pemain yang berada di belakangnya. Satu pemain lain berperan sebagai koko. karena membutuhkan kekuatan fisik untuk berlari. dan pemain lainnya berperan sebagai anak buah kakek/nenek. anak-anak yang bermain sekitar 10 anak. Seperti pada permainan lain. sebab jika sampai terlepas. pemain yang berperan Koko-Koko (KK) dan Kakek/Nenek (K/N) melakukan dialog sebagai pembuka. karena formasi ular akan semakin panjang. Dialog seperti di bawah ini: K/N : Koko-koko kamu mau minta apa? KK : Aku minta airmu. Sementara saat dimainkan malam hari. permainan ini lebih sering dimainkan saat-saat waktu libur atau senggang. K/N : Apa lehermu nanti tidak gatal? KK : Gatal-gatal tidak apa. Dari mereka. Peserta Dolanan ―Koko-Koko‖ biasa dimainkan oleh anak laki-laki. Lebih banyak lebih baik. Pegangan pemain anak buah harus kuat. Pelaksanaan Permainan Anak-anak yang hendak bermain permainan koko-koko misalnya ada 10 anak. I. K/N : Obatnya apa? KK : Gula batu. Dalam permainan ini. Jika dimainkan siang hari. K/N : Tempatnya apa? KK : Daun lumbu. lebih banyak dimainkan di tanah lapang yang mudah kena sinar bulan. baik pagi. sehingga membuat koko kesulitan mengejar mangsa. C. lebih banyak dimainkan di halaman yang teduh. lalu terus berkumpul di halaman rumah. dolanan ini hanya membutuhkan tanah lapang yang luas. Setelah semua siap. siang. H.53 membentuk formatur ular-ularan. B. Sementara pemain paling depan berperan sebagai Kakek/Nenek. Selain peralatan sarung/sabuk.saya akan merebut! . satu orang berperan menjadi kakek/nenek. E. D. dan J. maka akan menjadi pemain dadi. atau malam hari saat terang bulan. F.

Jadi permainan ini betul – betul tergolong kepada permainan anak – anak dalam arti sesungguhnya. Walaupun begitu dapat juga dilihat unsur – unsur yang bersifat pendidikan seperti menumbuhkan kebiasaan .54 Setelah percakapan itu. Latar Belakang Masyarakat Nias menamakan pemainan ini ―fusukhu‖ yang dibentuk dari ―fu + Sukhu‖ yang berarti ―Bermain Sisir‖. maka harus berani menghadapinya dan tidak mudah cengeng. dan terkadang disertai suara tertawaan dari para pemain atau penonton. G. anak juga fisiknya lebih sehat. karena banyak berlari. Begitu sebaliknya. Anak-anak lain berusaha mempertahankan pemain paling belakang. saat si koko telah bisa mendekat ke ekor ular. Namun jika pemain lolos dan bergabung lagi ke posisi semula. Tetapi dibayangkan bahwa ada persoalan yang mengenai sisir yang hilang dan pertanyaan mengenai hilangnya benda itu yang dijadikan sumber permainan. E. Namun jika koko bisa mendekat ke ekor dan berhasil memegang pemain paling belakang. Tanggapan Masyarakat Permainan ini mengajarkan kepada anak-anak untuk bisa hidup bersosialisasi dengan teman. F. maka pemain belakang dengan sekuat tenaga memegang sarung atau sabuk. Jika sedang jadi. Maka terjadilah tarik-menarik yang sangat alot. maka si kakek/nenek berusaha lagi menghalangi-halangi si koko untuk menangkap ekornya. Dengan permainan koko-koko ini. Penentuan kemenangan Permainan ini di mainkan hanya untuk mengisi waktu luang. Maka si koko segera mengejar pemain yang lari. Sumber Sumber: Permainan Tradisional Sumatera. Jika si koko bisa menangkapnya. Jika pemain belakang bisa dilepaskan oleh si koko. bertujuan untuk membina kegembiraan dikalangan anak – anak. Penamaan ini didasarkan kepada hal yang menjadi persoalan di dalam permainan yatiu mengenai sukhu atau sisir. maka pemain yang lari menjadi pemain jadi. Begitu seterusnya hingga mereka merasa capek. maka ekor ular akan mengarah ke kiri.Permainan ―fusukhu‖ dapat dimainkan oleh seluruh anak – anak baik laki – laki maupun perempuan. maka pemain paling belakang melepaskan sarung atau sabuk dan berlari sekuat tenaga. Sulaiman Dharmamulya. Sementara pemain koko bisa bergabung ke pemain lain. Ada cara lain. 2004. melatih keberaniannya dan diajak untuk lebih sportif dan menghargai teman-temannya. maka koko berusaha menyambar anak kakek yang berada di paling belakang. berarti ia menjadi pemain jadi dan menggantikan pemain koko. Dengan sisir di sini tidak dimasudkan yang bernama sisir itu. tidak ada pemenang maupun yang kalah. Jakarta: Kepel Press 39) PERMAINAN FUKUSHU A. Jika koko berlari ke arah kanan. Dilihat dari sifatnya permainan Fusukhu ini termasuk jenis permainan rekreatif.

Usia permainan ini antara 10 sampai 15 tahun. jenis kelamin mereka boleh laki – laki. dan perempuan sesama perempuan pula. kecermatan menangkap pertanyaan dan memberikan jawaban dan lain – lain. lebih banyak dari itu sering juga dilakukan. Mereka kemudian berdiri sambil memeluk pinggang kawan yang ada di muka. Jawaban yang diberikan sama bunyinya seperti anak yang kedua tadi. Anak yang berada pada tempat terdepan mengucapkan pertanyaan ―He so Zukhugu?‖ yang berarti‖Di mana Sisirku‖ kepada anak yang berada dibelakangnya. tetapi anak yang keenam atau yang paling belakang akan mengalami kesulitan menjawabnya. Peserta Jumlah peserta untuk dapat melaksanakan permainan ini adalah 6 orang. Upaya untung menangkap ini tentu saja begitu mudah melaksanakannya. Asal jumlah anak sudah bersepakat untuk bermain dan tempat yang cocok sudah ditentukan maka sudah dapat melaksanakannya. C. Ini sesuai dengan sifat permainan rakyat pada umumnya. Pertanyaan dilanjutkan kepada anak yang ke empat. karena . sehingga terbentuk barisan memanjang kebelakang. Dengan terdengarnya jawaban tersebut anak pertama yang berdiri paling depan mengulangi pertanyaan yang sama.  Tahap Permainan Sekarang anak yang berdiri paling depan tadi mulai bergerak hendak menangkap anak yang paling belakang yang dianggap bersalah karena tidak dapat mempertanggung jawabkannya soal sisir tadi. tetapi sekarang diarahkan kepada anak yang berada pada urutan ketiga. dan kemudian bergerak – gerak dalam rangkaian. Para pemain berasal dari berbagai kelompok sosial. boleh juga perempuan. Anak – anak pada umur 10 sampai 15 tahun mudah merasa malu melakukan itu terhadap lawan jenisnya. Permainan campuran dipandang janggal atau kurang pantas oleh masyarakat Nias.55 bekerjasama dan saling membantu dalam melakukan suatu pekerjaan. Sampai kepada anak yang kelima jawaban masih dapat diberikan dengan cara yang sama.  Aturan Permainan. karena dalam permainan ini terjadi pegang pinggul teman bermain. Alat yang Digunakan Untuk melaksanakan permainan ini tidak diperlukan peralatan apapun. kelima dan ke enam. B. D. jadi bukan dari kelompok tertentu saja. karena tidak ada lagi anak dibelakangnya unutk disebutkan sebagai tempat beradanya sisir yang ditanyakan. Pertanyaan tersebut harus dengan segera dijawab oleh anak yang menerima pertanyaan dengan ―Sukhu me Figuru‖ yang maksudnya ―Sisirmu ada Dibelakangku‖. Pelaksanaan Permainan Ambillah umpamanya ada enam orang anak yang ikut serta dalam permainan ini. Hanya saja mereka tidak boleh bercampur laki sama laki laki. Akibatnya anak tersebut terpaksa berdiam diri tidak dapat menjawab seperti teman – temannya yang lain.

akibat ikatannya dengan anak – anak yang ada di belakang dan yang memegang erat pingungnya yang ada di muka selalu dapat saja dielakkan dengan mudah oleh anak yang paling belakang. Yogyakarta: Dikti.  Demikianlah barisan yang terdiri dari enam orang anak tersebut bergerak – gerak kesana ke mari seperti ular yang sedang melata di tanah. Setelah lama bergerak kesana ke mari. Permainan anak – anak daerah Sumatera Utara. sehingga berakhirnya permainan dengan berhasilnya ditangkap anak yang dimaksudkan sudah cukup mengembirakan anak yang paling depan tadi.Permainan ini memanfaatkan bungkus rokok yang sudah dibentuk tipis.Biasanya yang melakukan permainan ini adalah laki-laki yang berumur kira-kira 6-14 tahun . Permainan ini cukup melelahkan.Asal mula permainan ini ketika banyak bungkus rokok yang tidak terpakai dan ada seseorang melipatnya menjadi persegi. Tidak ada konsekuensi bagi peserta yang kalah. karena ynag hendak ditangkap berada pada tempat yang paling belakang. 41) PERMAINAN BANDEMAN A. sudah cukup menjadi hukuman baginya. Pemain Permainan bandeman dapat di lakukan dengan jumlah peserta 3-10 anak. Tetapi yang lucunya disini gerakan itu tidak menuju kea rah yang ke muka.Bungkus rokok yang sudah dibentuk tipis di susun di dalam lingkaran. Latar Belakang Pemainan bandeman berasal dari kabupaten Bantul.Dalam permainan dapat mengembangkan keterampilan yaitu ketepatan dalam mengenai sasaran. akhirnya anak yang paling belakang dapat juga ditangkap.  Konsekuensi kalah atau menanti. Dengan demikian permainan selesai. Setiap gerakan anak yang paling depan untuk menangkap anak yang paling belakang yang dilakukannya dengan segala susah payah. Dan bagi yang kalah teriakan – teriakan para penonton yang kadang – kadang terdengar mengejek dan menyalahkan anak yang paling belakang kenapa dapat sampai tertangkap.Bentuk rokok yang berbeda-beda menjadikan bentuknya unik sehingga muncul permainan ini untuk mengumpulkan berbagai bungkus rokok. dalam hal ini yang paling belakang yang dapat ditangkap oleh anak yang paling depan. B.Saya melakukan permainan bandeman ketika masa kecil dulu. Dalam hal ini anak yang paling belakang bergerak lebih bebas dibandingkan dengan anak yang paling depan tadi. Sumber Depdikbud.56 ibaratnya adalah seperti kepala hendak menangkap ekor. E. (1981/ 1982).

Bungkus rokok tersebut tidak di berikan kepada pemain yang ikut dalam permainan tetapi menjadi milik pemain yang menang.Setelah itu dilanjutkan pemain berikutnya jalannya permainan seperti tadi hingga semua pemain melakukan tembakan. Penentuan Kemenangan Pemain yang mampu mendapatkan bungkus rokok terbanyak dari hasil tembakan maka pemain tersebut dapatdi katakan menang.Sebelum permainan di mulai setiap pemain harus melakukan ―gasang‖(pasang) sesuai kesepakatan bersama. malboro 500 dan lain-lain.Pemain pertama melakukan tembakan menuju susunan bunkus rokok di depannya. Apabila pemain berikutnya dapat mengenai batu yang di gunakan pemain pertama maka bungkus rokok hasil tembakannya harus di serahkan kepada pemain tersebut.57 C.Karena susunan rokok sudah di kenai maka di susun kembali untuk di tembak pemain berikutnya.Bungkus rokok yang sudah di bentuk tipis mempunyai nilai tersendiri.Pemain berikutnya boleh menembak susunan rokok atau batu yang di gunakan pemain pertama(batu yang di gunakan pemain pertama dapat diganti dengan batu yang lebih besar).Pemain yang mampu menempatkan batu dengan garis maka dia berhak untuk melakukan tembakan yang pertama kali. . Pelaksanaan Permainan Permainan bandeman di lakuakan dengan jumlah peserta 3-10 anak. Waktu dan Tempat Permainan Permainan bandeman dapat di lakukan di halaman atau pekarangan yang tanahnya rata.Bunkus rokok yang sulit di dapatkan mempunyai nilai yang lebih tinggi. F.Kemudian di lanjutkan pemain berikutnya yang dekat dengan garis dan seterusnya seperti itu.Waktu permainan dapat di lakukan dari pagi sampai sore.Setelah semua pemain melakukan tembakan maka permainan di lanjutkan lagi dengan melaukan gasang lagi atau melanjutkan permainan jika masih ada bungkus rokok yang masih tersisa di dalam lingkaran.Bila tembakan mengenai sasaran dan sebagian bungkus rokok yang dibentuk keluar lingkaran maka bungkus rokok tersebut milik pemain yang mengenainya. Alat dan Fasilitas  Bungkus rokok yang sudah di bentuk persegi  Batu atau keramik  Halaman atau pekarangan rumah yang rata D. Kemudian pemain menyusun bungkus rokok yang sudah di bentuk dari hasil gasang tadi dalam lingkaran. E.Misalnya Bungkus rokok jarum dan gudang garam mempunyai nilai 100.sampoerna mild 300. Lemparan pemain harus melewati garis didepannya.Misalnya sepakat gasang 800 maka pemain harus gasang 800 menggunakan bentuk rokok yang sudah di bentuk.Kemudian setiap pemain harus melemparkan batu dari pinggir susunan bungkus rokok menuju garis di depannya dengan jarak 3-5 meter.

atau Dhog-Dhog Ketumbar. Penentuan Kemenangan Tidak ada menang dan kalah karena permainan ini dilakukan terus menerus sampai bosan dan hanya ada yang dihukum. yang namanya dunia anak-anak untuk memudahkan sebuah nama dolanan.Dolanan yang sering dimainkan oleh anak-anak perempuan masyarakat Jawa ini. Termasuk dolanan Tumbaran. 42) PERMAINAN JAGO PITHONG A.Tanggapan yang positif misalnya anak dapat berkumpul bersama untuk meningkatkan kebersamaan. B. juga sering disebut dolanan Pithongan. Dolanan ini sepertinya tidak mengacu pada benda tumbar. Latar Belakang Anak-anak menamakan sebuah nama dolanan kadang-kadang aneh dan hanya berdasar pada kesepakatan belaka di antara mereka. seringkali menamakan atas dasar kesepakatan saja. Alat dan Fasilitas  Sapu tangan  Dilakukan setiap sore-sore  Berlangsung di halaman D. salah satu bumbu dapur. Jago-Jago Pithong.  Satu orang yang buta tadi menangkap satu orang yang lainnya terus menebak siapa namanya. Tanggapan Masyarakat Tanggapan dari Masyarakat bermacam-macam ada yang positif dan negatif.  Apabila salah menebak akan mendapat hukuman dari kesepakatan bersama.  Dan jika benar maka yang ditebak ganti menjadi orang buta. Peserta Jumlahnya makin banyak makin ramai tetapi juga makin sulit menebak nama Bisa dilakukan putra dan putri. Sumber Permainan bandeman ini saya mengenalnya dari kakak-kakak yang ada di kampung saya. H.58 G.Apabila batu tersebut mengenai pemain maka bisa terluka.Mereka mengajarkan dan mengajak untuk bermain bandeman. E. C.  Menentukan satu orang untuk menjadi orang buta. Pelaksanaan Permainan  Membuat kotak ukuran ditentukan banyaknya peserta. Tetapi ya begitulah.Tanggapan negatif dari masyarakat misalnya permainan ini berbahaya karena dalam melaksanakan permainan harus melakukan tembakan memakai batu. .  Yang lain berada dalam kotak.

karena permainan itu menggunakan logo. Dalam kamus Boesastra Djawa (Poerwadarminto. maka jumlah pemain yang ―naik‖ (yang melakukan permainan) harus sama dengan jumlah yang ―pasang‖ (pemain yang . bukan berarti dolanan ini tidak hidup di tengah-tengah masyarakat. Tanggapan Masyarakat Menarik karena bisa membuat orang tertawa. Fungsi panapak atau campai adalah untuk mendorong logo agar bisa meluncur dan merobohkan logo pihak lawan yang dipasang saat bermain. kiranya dapat dirunut dari arti kata tersebut. segi tiga. Latar Belakang Balogo adalah salah satu jenis permainan tradisional suku Banjar di Kalimantan Selatan. Walaupun tidak terekam dalam kamus. dewasa ini sudah mulai tersisih oleh permainan elektronik populer. Balogo diambil dari kata “logo”. Sampai dengan tahun 80-an permainan ini masih sering dilakukan di kalangan masyarakat Banjar. Pelaksanaan Permainan Permainan balogo dapat dilakukan satu lawan satu atau secara beregu. Kebanyakan dibuat berlapis dua yang direkatkan dengan bahan aspal atau dempul supaya berat dan kuat. Sebagian daerah yang menyebut dolanan ini dengan Pithongan. layanglayang. Kabupaten Kulon Progo DIY.Dan permainan ini tidak ada unsur kekerasan sehingga pertemanan menjadi kompak. Jika dimainkan secara beregu. baik di pedesaan maupun perkotaan (lihat penelitian Ahmad Yunus tahun 1980/1981 berjudul Permainan Rakyat DIY). Pemain Permainan ini dilakukan oleh anak-anak dan remaja. Garis tengahnya sekitar 5--7 cm dan tebalnya sekitar 1--2 cm. masih hidup dan dimainkan oleh anak-anak di wilayah Yogyakarta. daun dan bundar. G. C. 1939: 495). ada yang berbentuk bidawang (bulus). Bentuknya bermacammacam. dengan jumlah pemain 2 sampai 5 orang. Poerwadarminta (1939). Setidaknya. 43) PERMAINAN BALOGO A. dolanan ini hingga tahun 1980-an. D. Kecamatan Girimulyo. Sumber Dolanan ini tidak terekam dalam kamus Jawa ―Baoesastra Djawa‖ karya WJS. biuku (penyu). Namun. B. Alat dan Tempat Logo terbuat dari tempurung kelapa. Termasuk pula di daerah Kalurahan Giripurwo. salah satu daerah yang menjadi obyek penelitian. Umumnya hanya dimainkan oleh kaum pria. yakni stik atau alat pemukul yang panjangnya sekitar 40 cm dengan lebar 2cm.59 F. Dalam permainan harus dibantu dengan sebuah alat yang disebut panapak atau kadang-kadang beberapa daerah ada yang menyebutnya campa. nama pithongan berasal dari kata dasar pithong yang berarti pece atau picak (bahasa Indonesia: buta).

Gambar: F. dan sportivitas.wordpress. jumlah logo yang dimainkan sebanyak jumlah pemain yang disepakati dalam permainan. Jumlah pemain beregu minimal 2 orang dan maksimal 5 orang. E. hanya permainan biasa untuk mengisi waktu dan bersenang senang. sebuah ritual yang dilakukan masyarakat pedalaman NTB. Sampai akhirnya dikalahkan oleh permainan elektronik modern.kerajaanbanjar. Kemudian.com 44) PERMAINAN MADELAGE A. Sumber www. Nilai Budaya Nilai yang terkandung dalam permainan balogo adalah keterampilan. Latar Belakang Dulunya madelage adalah persembahan untuk mengantar arwah orang yang telah meninggal. Dan. kerja sama. Cara memasang logo adalah dengan medirikannya secara berderet ke belakang pada garis-garis melintang. Inti dari permaian ini adalah keterampilan memainkan logo agar bisa merobohkan logo lawan yang dipasang. Tapi kini menjadi permainan yang dimainkan oleh anak anak tanpa ada arti ritual.60 logo-nya dipasang untuk dirobohkan). Mamang dalam permainan balogo : “santuk kilan bela (muka) patah cempa sekali lagi “ Permainan balogo ini masih populer dimainkan di masyarakat Banjar hingga tahun 80-an. Dan. nilai kerja sama tercermin tidak hanya di pemasangan logo. Regu yang paling banyak dapat merobohkan logo lawan adalah yang keluar sebagai pemenang. nilai sportivitas tercermin dari kerelaan pemain yang kalah untuk di elus-eluas janggutnya oleh pemenang karena aturannya memang demikian. Nilai keterampilan tercermin dari pemasangan logo yang memerlukan keahlian khusus. tetapi bisa menerimanya sebagai sebuah kekalahan. Dengan demikian. pihak yang menang disebut dengan “janggut” dan boleh mengelus-elus bagian dagu atau jenggot pihak lawan yang kalah sambil mengucapkan teriakan ―janggut-janggut‖ secara berulang-ulang yang tentunya membuat pihak yang kalah malu. tetapi juga tercermin dalam perobohan logo lawan. kerja keras. Nilai kerja keras tercermin dari usaha para pemain untuk merobohkan logo lawan. Nama permainan ini . sebagai akhir permainan.

Teliuq : berlari. sedang Pencipta Permainan ini tidak diketemukan. dua pasang  Usia enam sampai belasan tahun.  Terus bergantian sampai capek Penentuan Kemenangan Yang sering di gendong adalah yang menang Tanggapan Masyarakat Membiarkan anank anak tetap bermain karena permainan ini tidak berbahaya dan membuat anan – anak riang. G. Minimal peserta 3 orang .1 orang menembak Alat dan Fasilitas  Kayu yang ditumpuk  Pelempar Pelaksanaan Permainan  Diawali dengan suit. atau orang dewasauntuk memeriahkan perayaan  Pria atau wanita boleh bermain. Latar Belakang Nama permainan ini berasal dari bahasa Dayak Tunjung. Hanya saja sering dimainkan sebagai perlombaan. Teluu‘ : tiga. Pemain  Paling sedikit empat orang . Permainan ini tidak ada hubungannya dengan peristiwa-peristiwa yang bersifat religius maupun upacara adat.61 adalah permainan madelege yang artinya persembahan untuk orang mati untuk mengantar kepergiannya. uneekng : kaki. Jenis permaian ini adalah milik masyarakat baik dari kelas bangsawan atau biasa. Permainan ini sudah menyebar ke Daerah Kalimantan Timur. B. Permainan ini tidak ada hubungannya dengan peristiwa-peristiwa yang bersifat religius maupun upacara adat.namun dalam satu pasang wanita dengan wanita. B.  Yang menang melempar pertama kali dan yang kalah 2 orang harus jaga. E. D. Jadi bila diterjemahkan adalah bersaing berlari dengan tiga kaki. Hanya saja sering dimainkan sebagai perlombaan. F. Peserta C. 2orang jaga. apabila diterjemahkan sentaruh: bersaing.  Jika pelempar tepat mengenai sasaran maka yang jaga harus mengangkat atau menggendong pelempar ke tempat jaga. pria dengan pria . bisa melatih sportifitas Sumber Dari teman saya di NTB dan dari jombangan.com/info/permainan-tradisionalntb 45) PERMAINAN SENTARUH TELIUQ ENEEKNG TELUU’ A.

misalnya dari mana harus berlari dan sampai mana. Pelaksanaan Permainan Jenis permainan ini adalah kompetitif. kemudian anak-anak masyarakat Jawa membuat permainan yang diberi nama ―Gajah Telena‖. E. Dari situlah. Apabila sudah didapatkan teman yang tingginya sama. Pemenang adalah yang pertama kali sampai finish. yakni: //Gajah-gajah telena/ telenane garunata/ jenang katul sisir gula/ her segara amba/ her segara amba//.62 C. Tanggapan Masyarakat Pada waktu sekarang jenis permainan ini masih dapat kita lihat pada saat tertentu saja. Sementara kata ―telena‖ ada yang menyamakan persepsi dengan ―tlale‖ atau belalai gajah. . Tujuan Permainan Gajah Telena ini bertujuan untuk mengisi waktu luang dan mencari kesenangan. sehingga tidak saling terpisah. Alat yang Digunakan Seutas tali dari bahan apa saja. Jadi lapangan permainan harus diberi garis start dan finish. Melihat dari namanya. Latar Belakang Jenis permainan yang satu ini juga termasuk dolanan yang tidak menggunakan peralatan bantu untuk bermain. Memang gajah mempunyai belalai. Misalnya pada waktu perayaan hari Kemerdekaan. dan sering pula dimainkan oleh anak-anak usia SD. Caranya berlari tanga kanan dan tangan kiri setiap pasangan saling merangkul dengan tujuan agar pasangan dapat kompak dalam berlari. Tetapi pada saat ini jenis permainan ini juga dimainkan oleh orang-orang dewasa. Selain itu juga dapat untuk melatih kerjasama dan sportivitas. gajah merupakan salah satu hewan yang dipakai tunggangan untuk bertempur melawan musuh. cukup terkenal di beberapa daerah di masyarakat Jawa. Namun begitu. Dalam permainannya ada tata tertip yang harus disepakati bersama. B. untuk setiap pasangan dicari yang tingginya sama. dolanan ini juga diiringi dengan sebuah lagu. seperti juga dolanan lainnya. atau kain dari sapu tangan namun bukan dari bahan yang lentur D. seperti halnya permaianan lomba lari karung. Dalam peperangan seperti dalam cerita wayang. Jalannya permainan tidak sulit. karena permainan ini yang menonjol adalah sifat pertandingan. setiap calon pelari terdiri dari dua orang. 46) PERMAINAN GAJAH TELENA A. Kata ―telena‖ sendiri sebenarnya setelah dilacak di Kamus Baoesastra Djawa tidak ditemukan. maka kaki kiri dan kaki kanan pasangannya diikat jadi satu. dolanan ini memang terinspirasi dari nama hewan gajah.

Waktu yang sering dipakai adalah waktu senggang. Bagi kelompok kalah tidak ada hukuman. baik siang atau sore hari. Sementara para penonton. Apabila mereka lama saling menjajagi kekuatan lawan dengan berputar-putar lebih dulu.G. dan C.C.E. Anak-anak yang hendak bermain gajah telena biasanya sudah berkumpul di tempat bermain. Masing-masing kelompok kemudian bersepakat untuk menentukan formasinya. maka pemain konsentrasi dalam penyerangan. Bisa pula dimainkan saat terang bulan purnama. dan mendorong. Misalkan ada 8 anak (pemain A. dan memukul. itulah kelompok yang dianggap kalah. Masing-masing kelompok agak saling berjauhan.63 C. telah lelah. Setelah disepakati. berumput. dan H. agar jika terjatuh. Maka dolanan ini sangat jarang dimainkan oleh anak perempuan. Demikian pula kelompok II sebagai formasi gajah adalah E. biasanya ada aturan lisan yang disepakati bersama. dolanan ini dimainkan oleh anak laki-laki karena memerlukan kekuatan fisik. kemudian mereka dibagi menjadi dua kelompok I dan II.F. Sementara kelompok II terdiri dari pemain E.B. Sebaliknya.B. Dilakukan di tempat terbuka dan biasanya di tanah lapang atau kebun bertanah. dan G. capek. Mereka. Bagi kelompok yang terjatuh duluan. tergantung situasinya.G. yang umumnya anakanak akan saling menjerit. Sementara pemain D sebagai penunggang gajah. Bisa dinyanyikan sekali atau dua kali. misalkan kelompok I sebagai formasi gajah adalah pemain A. menendang.F. Pada umumnya. Setelah siap.B. mencupit. para pemain tidak diperbolehkan menjatuhkan lawan dengan cara merenggut (njambak) rambut. menyepak. kaitannya dengan permainan. Setelah itu pemain yang menunggang gajah segera naik ke bentuk formasi itu. dan H). Pelaksanaan Permainan Sebelum anak-anak bermain gajah telena.F. Hanya biasanya mereka mengganti formasi dan berusaha menantang kembali. menarik. atau ingin berpindah ke dolanan lain. siapa yang hendak jadi gajah dan siapa yang hendak jadi penunggang. Peserta Dolanan ―Gajah Telena‖ dimainkan secara berkelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 4 anak sebaya. yang nantinya kedua kelompok itu saling berhadapan untuk saling menyerang. Masingmasing kelompok yang bertugas menjadi gajah segera membentuk formasi dengan cara tangan-tangan dirangkaikan. Minimal ada dua kelompok. mereka bersama-sama dengan anak-anak yang menonton menyanyikan lagu gajah telena seperti di atas. Setelah mereka saling menyerang. menjagokan idolanya masing-masing. dan D. Sementara pemain H sebagai penunggang gajah. D. maka nyanyian gajah telena bisa dinyanyikan berulang-ulang. atau berpasir.D. para penonton akan terus bersorak-sorai dan memberi dukungan ke . pemain tidak begitu terasa sakit. Dolanan ini akan berhenti apabila ada anak (kelompok) yang menyerah.C. Kelompok I terdiri dari pemain A. seperti: mereka hanya boleh menjatuhkan lawan dengan cara mendesak.

Setelah siap. Alat yang Digunakan Alat permainannya cukup sederhana hanya dua buah batang kayu berukuran 30 sm dan 15 cm juga sebuah batu sebagai penyangga. Dapat dimainkan oleh dua orang maupun lebih. Sumber http://permata-nusantara. Jika pada serangan kedua ini. Sementara para pemain masing-masing kelompok dengan sekuat tenaga berusaha menjatuhkan lawannya. Demikian seterusnya. maka mereka membubarkan diri. Penentuan Kemenangan Apabila ada kelompok yang terjatuh. Semakin banyak semakin menyenangkan. kelompok I bisa mengubah formasi. kelompok II bisa menjatuhkan kelompok I. Latar Belakang Permainan keladi merupakan permaianan yang cukup familiar di kalangan anak pedesaan di Aceh. G.64 kelompoknya masing-masing.com/2011/04/gajah- 47) PERMAINAN KELADI A. Permainan keladi berasal dari Aceh. maka mereka dianggap kelompok kalah dan skor 1:0. E. mereka mulai menyerang kembali kelompok II. F. maka dianggap kedudukan satu-satu. hingga keduanya merasa lelah. misalnya kelompok I. Permaianan ini di latar belkangi karena nakanak basan melihat banyaknya kayu yang bererakan sehingga mereka berinisiatif untuk membuat permaianan sendiri. Tanggapan Masyarakat Permainan ini bagus karena dapat memberikan rasa senang dan menghibur anak-anak dalam melakukan permainan ini dan juga dapat mengisi waktu luang mereka. dia harus melempar keatas kayu yang ditaruh miring dan memukulnya kedepan dan jaraknya harus melebihi tiga kali ukuran kayu yang panjang. sehingga alatnya pun sangatlah sederhana. Jika dia tak berhasil memukul atau jarak pukulannya tidak jauh pemain digantikan dengan pemain lainnya. B.blogspot. Apabila . Pelaksanaan Permainan Untuk pemain yang bermain terlebih dahulu. Setelah ditemukan siapa yang bermain terlebih dahulu. Menurut enang keladi berarti memukul ulat yang sering ada di daerah hutan. C. pertama-tama batang kayu yang berukuran 15 cm ditaruh miring pada sebuah batu. Untuk selanjutnya. Bisa dengan hompimpah atau suit. permainan diawali dengan mencari siapa yang akan bermain terlebih dahulu. Jika mereka memutuskan untuk berhenti bermain. Seperti permainan lainnya permainan ini cukup sederhana dan mudah dilakukan. Permaianan ini menceritakan tentang bagaimanan seeorang anak lelaki di pedesaan terutama warga transmigrasi yang kekurangan teman bermain .

cara memnyembunyikannya. umur para pemainnya sekitar 9-12 tahun  Jumlah pemainnya adlah 4orang. pemain kemudian harus memukul batang kayu kecil itu seperti bermain golf. Tanggapan Masyarakat Dahulu ketika Eang saya disana. Pemain  Kebanyakan permainan ini di lakukan oleh anak sekolah dasar.anak ini Merboni.65 berhasil memukul dengan jarak lebih dari tiga kali panjang batang kayu yang panjang. Eang Harjo Sumarto yang berasal dari Takengon. Nanggore Aceh Darusalam 48) PERMAINAN MERBONI – BONI SAPU TANGAN A.bunyian sapu tangan. B. Waktu Bermain Waktu bermain biasanya di sore hari ketika anak-anak bermain F. disebabkan permainan ini terlalu mudah. masyarakat cukup mendukung. Kadang pula ada kaum leleki dewasa yang ikut dalam permainan ini untuk sekedar mengisi waktu. Latar Belakang Masyarakat Dairi menamakan permaianan anak.boni. dan permaian ini berlangsung dalam bentuk cara. karena para peserta hanya ditugaskan untuk menerka saja dimana jatuhnya sapu tangan dan harus cepat memegang sapu tangan tersebut sebelum sempat diambil kembali oleh yang menjatuhkanya. Peserta Permainan ini tidak ditentukan anak laki. yang merupakan alat utama dalam melaksanakan permainan. C. Dikatakan mudah.anak yang lebih besar jarang memainkannya karena kurang sesuai dengan mereka. Jika sudah tak berhasil memukul maka si pemain kemudian di gendong oleh pemain yang sejak tadi tak ikutan memukul. G. Batang kayu berada diantara kedua kaki dan kemudian dipukul kebelakang menjauh hingga si pemain tak berhasil memukul batang kayu tersebut. Biruen. tetapi di bagi menjadi 2 regu.laki maupun anak perempuan. Merboniboni Sapu Tangan dibentuk dari : mer + boni. . Di gendong ke arah batu tempat permainan dimulai.dan tiap regu berisikan 2 orang E.boni Sapu Tangan yang berati bermain sembunyi. karena didalam permainan ini sapu tangan merupakan alat utama. Alat yang Digunakan Peralatannya hanyalah sapu tangan saja. Sumber Permaianan ini bersumber dari Eang saya. D. biasanya anak. dengan jumlah pemain 15 sampai 20 anak untuk sekali bermain. Dimainkan anak sekitar umur 6 samapi 10 tahun. Sapu tangan itu dibawa oleh salah satu orang peserta untuk dijatuhkan pada sebuah tempat dibelakang peserta lainnya.

Permainan ini dapat dimainkan oleh siapa.anak Daerah Sulawesi Utara. sehingga jatuhnya tidak dapat segera dilihat.66 D. dimana. dan sapu tangan segera dapat ditangkapnya. Dlosoran juga mengasah otak untuk berpikir dan bertindak kapan akan mengenai lawan kapan akan menunggu hingga lawan lengah dan akan menyerah . E. Latar Belakang Dlosoran adalah permainan yang telah tersebar luas dimana-mana. hanya membutuhkan strategi dan taktik dalam bermain. maka dialah yang menang dan yang menjatuhkannya menjadi pihak yang kalah.  Tahap permainan Jiak sapu tangan sudah dijatuhkan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 49) PERMAINAN DLOSORAN A. 1984. Yang perlu segera tahu dimana jatuhnya sapu tangan itu ialah anak yang berada didekat tempat jatuhnya itu. F. Bambang. Asal pastinya tidak tahu karena permainan ini di ajarkan oleh pemuda kampung saya sehingga saya mengerti dan pernah melakukan permainan ini. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat juga sudah agak berkurang dibandingkan dengan masa lampau terhadap permaianan ini. Pelaksanaan Permainan  Persiapan  Seluruh peserta berjumlah 15 sampai 20 orang memilih salah seorang diantara mereka untuk bertindak sebagai pembawa sapu tangan secara berkeliling dan menjatuhkannya pada tempat yang dikehendakinya. dan kapan saja. sedang peserta lainnya berdiri rapat membentuk lingkaran. Sampai lingkaran yang dibentuk terkelilingi. sehingga yang membawa semula sempat memungutnya kembali. Sia anak yang membawa sapu tangan berjalan diluar lingkaran dilakukannya sedemikian rupa agak setenagah membungkuk. Menentukannya dengan suit. tetapi si anak tang terdekat tidak mengetahuinya. Tetapi jika hal itu diketahuinya. Sumber Suwondo.  Hukuman Hukuman bagi yang kalah ialah berupa larinya anak yang kalah dan dikejar dari belakang oleh anak yang menang sambil memukul dengan sapu tangan ke tubuh anak yang kalah. Permainan Tradisional anak.  Aturan bermain Anak yang menang bertugas membawa sapu tangan berkeliling. maka anak yang tidak tahu itu dianggap kalah. Permainan ini cukup mudah di lakukan karena tidak membutuhkan alat untuk bermain.

Tetapi bila pesertanya banyak. D. mengenai lawan di atas lutut.  Bila ada yang terkena dlosoran itu maka pemain yang terkena itu ganti untuk jaga dan melakukan hal yang sama untuk mematikan pemain lainnya. hanya untuk membantu dalam pelaksanaannya saja. Peserta Peserta dapat siapa saja anak-anak. Pemain lain yang tidak jaga berada di dalam lingkaran. Dan yang menang di tentukan dari sedikitnya pemain itu menjadi penjaga di luar lingkaran. Jadi perkenaannya adalah kaki atau lutut ke bawah. yang perlu di perhatikan adalah jumlah penjaga harus di tambah untuk keseimbangan permainan dan luas area permainan juga di tambah. misalnya dengan tangan atau menendang di anggap tidak sah. Dan untuk memperjelas area dan bentuk lapangan dalam bermain. Bila di lakukan dengan cara lain.  Setelah posisi siap dan semua pemain ada di areanya sendiri-sendiri.67 B. bahkan dewasa. penjaga mulai bergerak untuk berusaha mengenai kaki lawan dengan cara dlosor(tackle). Penjaga tetap berjaga.  Pancang 1buah  Tali rafia 5-10m  Kapur halus secukupnya. dan semua anggota badan masuk dalam lingkaran. C. Harus menyisakan anggota badan lain. karena dapat di mainkan bersama-sama oleh laki-laki dan perempuan.  Hal yang tidak boleh dalam permainan ini dan di anggap pelanggaran adalah menendang lawan.  Dalam mendlosor boleh dengan 1 atau 2 kaki sekaligus. Begitu seterusnya.  Penjaga boleh mengelilingi lingkaran untuk mengintai lawan yang akan dimatikan. Penentuan Kemenangan Penentuan Menang atau Kalah.  Dengan undian hompimpah/kacang panjang dipilihlah 3 orang untuk berjaga di luar lingkaran terlebih dahulu. Pelaksanaan Permainan  Dlosoran membutuhkan sekitar 13-18 pemain (dapat juga lebih). Untuk yang kalah ditentukan dari berapa kali pemain sering menjaga di luar lingkaran. E. Penjaga juga boleh menunggu hingga lawan lengah. remaja. menyentuh lawan dengan selain kaki. Jumlah peserta dapat di tentukan dari jumlah orang yang ada. yang jelas semakin banyak peserta semakin seru. kaki yang tidak dlosor berada di luar lingkaran. Alat yang Digunakan Alat dan fasilitas ini tidak di gunakan dalam permainan. Bila ada yang . Misalnya tangan ada di luar lingkaran. Tetapi pada saat dlosor(tackle) seluruh anggota badan penjaga tidak boleh masuk dalam lingkaran. Karena taktik itu yang perlu di terapkan dalam permainan ini. Permainan ini juga tidak memandang jenis kelamin.

500. Pelaksanaan Permainan  Saat melempar / krepyak. Rp. Mereka juga tidak tahu sumber pasti permainan itu. permain tidak boleh keras-keras. bisa menggunakan uang nilai Rp.  Melakukan cuthit. F.100 perak. Latar Belakang Awalnya permainan ini adalah permainan tradisional yang dulunya di mainkan oleh masyarakat zaman dahulu. Sedangkan jika koinnya berjumlahkan 5 buah di ambil 1 buah koin saja. Permainan ini di mainkan untuk menghibur diri pada saat istirahat sekolah dan pada saat pulang sekolah atau lingkungan rumah. atau Rp. Cara permainannya juga mungkin bisa di katakan sama persis. yaitu jika koin berjumlah 6 buah harus di ambil 2 buah terlebih dahulu tetapi cara pengambilan tidak boleh sembarang. Peserta Permainan ini dapat di kategorikan sebagai permainan anak-anak yang pada umumnya di lakukan oleh anak perempuan usia 6 – 15 tahun. karena ada begitu saja dan dengan sengaja di mainkan bersama-sama. Begitu juga dengan musuhnya harus bisa memilih koin yang di ambil yang sekiranya dapat mempersulit pemain untuk melakukan cuthit. . Tetapi bila yang memiliki skor orang banyak maka di adakan hompimpah untuk mendapatkan siapa pemenangnya. Jumlah pemainnya pun terdiri dari 2 sampai 6 orang atau lebih. C. Yang jelas disini berwujud koin/kerikil yang berjumlahkan 5/6 buah. Sumber Dari orangtua saya. Kapur / alat tulis untuk digunakan sebagai alat pencatat point atau nilai.68 mempunyai skor yang sama maka adu koin atau tos. 200.  Melakukan cengkeh. dan mungkin di daerah lain juga punya permainan seperti ini. Alat yang Digunakan Koin uang atau kerikil yang berukuran sebesar kelereng yang nantinya digunakan sebagai bahan permainannya yang berjumlahkan 5 atu 6 buah. hanya mungkin beda nama permainan saja. B. Setahu saya permainan ini berasal dari daerah saya sendiri yaitu daerah bantul. Harus di tentukan oleh musuhnya. 50) PERMAINAN KREPYAK A.  Jenis koin. Karena kebanyakan anak-anak bermain lari-larian dan orang tua takut bila anaknya mengalami resiko bahaya jadi orang tua mengenalkan pada anaknya permainan ini. harus dengan di iringi sebuah lagu atau nyanyian dan jika koin yang didapat berhasil di tangkap dapat dihitung berapa jumlah koin yang ditangkap tadi dan itulah pointnya. Yang arti jawanya ( alon-alon ). D.

Steet Ball Papua A. E. Salah satunya adalah sepak bola patah kaleng selain permainan tradisional lain yang merupakan krestivitas anak dengan lingkungannya yang masih sangat identik dengan alam. apalagi dari sisi budaya.69  Cara mengetahui perpindahan permainan / mati. jika si pelaku atau peserta tidak berhasil mengenai sasaran atau koin pada saat mencuthit / pemain tidak dapat menangkap koin pada saat melakukan cengkehan. dengan ruang yang sesempit mungkin dan seluas mungkin dengan komposisi yang tidak pasti. Latar Belakang Permainan Tradisional Patah Kaleng . Tidak banyak Masyarakat Indonesia yang mengerti kondisi real masyarakat di sana. Koin yang berhasil di tangkap kemudian di hitung. Sebelum permainan ini di mulai akan dilakukan pengundian terlebih dahulu.  CENGKEH Pemain yang berhasil ketahap ini kemudian melakukan cengkeh dengan tangan yaitu seperti permainan gatheng. Penentuan Kemenangan Mengetahui ― menang atau kalah‖. pemain lain ( lawan ) akan menunjuk koin yang akan di ambil dengan cara memilih koin yang paling mudah di lakukan nantinya. Salah satunya adalah Papua. setelah nyanyian berakhir dengan bersamaan menangkap koin. Setelah koin disebar. tergantung dari pelaksana lomba (bila dilakukan .  Krepyak ( NYEBAR KOIN ). Olahraga ini mirip seperti permainan sepak bola namun berbeda pada peraturan dan sangat fleksibel. yaitu :  Homepimpah / pingsut ( PENGUNDIAN ). Point yang mendapatkan paling tinggi yaitu pemenangnya. Pemain yang bermain sebagai orang pertama menggengam semua koin kemudian di lemparkan dengan diiringi berbicara ―kREPYAK‖. bisa dihitung point yang didapat oleh para masing-masing peserta. Seperti di daerah lain. Sumber Masyarakat imogiri bantul yogyakarta 51) PERMAINAN PATAH KALENG A. jumlahnya di tulis yang nantinya di jumlahkan di akhir permainan.  Ada 4 Tahap yang harus di lalui.  Cuthit ( MENCUNGKIL KOIN ). F. dengan cara melakukan homepimpah / pingsut tadi. Point yang didapat atau dikumpulkan oleh pemain yang terbanyak ialah yang keluar sebagai pemenangnya. Dapat dimainkan dimana saja. Papua juga punya permainan-permainan tradisional. Latar belakang masalah Indonesia sebagai negara seribu pulau berarti memiliki beragam suku di dalamnya. Cara melakukannya pun hampir sama dan di iringi oleh sebuah lagu atau nyanyian.

Bahkan Papua selalu melahirkan bintangbintang sepakbola di Indonesia. Berbagai permainan tradisional ini tidak akan bertahan lama bila generasi muda tidak lagi mau peduli terhadap pelestarian budaya bangsa karena budaya adalah jati diri sebuah bangsa. Sasaran Sasaran Anak laki-laki Pelaksanaan Permainan  Lapangan peralatan  Lapangan Lapangan yang di gunakan bisa di lakukan dimana saja dengan ruang yang sesempit mungkin dan seluas mungkin dengan komposisi yang tidak pasti. C. Tidak banyak orang yang menuliskan olah raga tradisional Papua ini. Manfaat Manfaat Senang. Itu hanya istilah saja yang sudah beredar di Masyarakat Papua sejak puluhan tahun yang lalu. Sumber Hanya ada satu tulisan mengenai sepak bola patah kaleng ini yang ditulis oleh Arnoldus Mampioper di Kabar Indonesia (19/06/2009). . Alat yang Digunakan Bola yang dipergunakan untuk permainan inipun kecil. Permainan ini sangat digemari oleh anak-anak laki-laki di Papua hingga tidak heran bila Papua tidak pernah kekurangan bintang muda di bidang sepak bola. dalam permainan ini tidak ada istilah out atau lemparan ke dalam karena dalam permainan tradisional ini tidak ada garis pembatas lapangan. sama seperti gawang. Tingkat kesulitannya lebih tinggi dibandingkan sepak bola yang menggunakan gawang. Belajar mencintai budaya bangsa adalah pengabdian tulus terhadap eksistensi bangsa.  Pemain Anak laki-laki  Jalannya permainan Sebelum di mulainya perminan di lukan tos dulu setelah itu bagi yang menang maka melaukan operan atau penguasaan bola. bermain dan meningkatkan motorik.  Peralatan Bola kecil kaleng. G. F.70 B. Lebih ideal bila menggunakan bola tenis. Tujuan Tujuan Mengisi waktu luang. dalam bentuk perlombaan) ataupun oleh kedua belah pihak yang akan bertanding. kualitas kebugaran meningkat. E. D. Patah disini berarti kaleng yang berfungsi sebagai gawang tersebut dijatuhkan oleh pihak lawan melalui bola yang ditendang. Sepak bola patah kaleng tidak berarti kaleng dipatahkan. kemampuan motorik meningkat. dan bersosiaolisasi. Hanya ada dua buah kaleng.

I. Alat yang Digunakan Fasilitas yang digunakan hanyalah pecahan batu/keramik sebagai umpan & melukiskan/menggambarkan bentuk lapangan. C. Penentuan Kemenangan Jika ada pemain yang berhasil mengumpulkan angka yang paling banyak maka dialah pemenangnya. G. Sumber http://www. Pelaksanaan Permainan Para pemain di suitkan dahulu kemudian yang menang jalan duluan. kemudian Pemain melemparkan umpan kekotak yang pertama untuk memulainya permainan. Latar Belakang Permainan ini berasal dari daerah saya.71 H. Tanggapan Masyarakat Permainan ini tidak pernah digunakan lagi oleh anak-anak di daerah saya. Penentuan Kemenangan Pemenang Regu mana yang paling banyak menjatuh kaleng paling banyak maka regu itu di anggap sebagai pemenangnya. B. Permainan ini sering dimainakan waktu saya masih kecil dulu. yaitu Bangka Belitung.com/baca/patah-kaleng-steet-ball-papua/759/ 52) PERMAINAN CAK LENGKENG SEPULUH RIBU A. D. Untuk kembali ketempat semula kali ini pemain harus kambali menggunakan kaki satu dan mengambil umpan miliknya diluar kotak sepuluh ribu dengan tanpa menginjak/memegang garis. Sumber Masa Lalu . Peserta Permainan ini dimainkan oleh 6 orang dan dibagi menjadi 2 kelompok masingmasing 3 orang. E. lalu pemain harus mengangkat kaki satu dan menggeser umpan kekotak yang ke dua.kulinet. biasanya permainan ini sering dimainkan jika waktu libur sekolah tiba permainan ini juga sangat populer di waktu kami masih kecil dulu biasanya kami memainkannya dari pagi & petang. jika ada pemain yang menginjak/memegang garis maka dianggap mati. begitu seterusnya sampai kekotak yang ke empat disitu pemain boleh menggunakan kedua kakinya untuk menendang umpan tersebut ke kotak angka sepuluh ribu. F.

Pada ukuran 50 cm dari bawah dibuat tempat berpijak kaki yang rata dan boleh lepas dengan kain atau busa. berdasar kelompok umur pemakaiannya. Sasaran Anak – anak. Peraturan Permainan 1.72 PERMAINAN OLAHRAGA TRADISIONAL 53) PERMAINAN EGRANG A. Ukuran lapangan adalah panjang minimum 50 m dan lebar 7 ½ m dibagi lima garis lintasan masing – masing 1 ½ meter. B. masing – masing kelompok umujr 6 – 12 tahun dan kelompok umur 13 tahun keatas. kualitas kebugaran meningkat. bila memungkinkan). Alat egrang dibagi menjadi dua. 1) Umur 6 – 12 tahun : Tinggi bambu 1 ½ meter Ukuran tempat berpijak :  Tinggi : 50 cm  Lebar : 15 – 20 cm  Panjang : 7 ½ cm 2) Umur 13 tahun keatas Tinggi bambu 2 ½ m Ukuran tempat berpijak:  Tinggi : 50 cm  Lebar : 20 cm  Panjang : 10 cm . dan dewasa. Manfaat Gembira. Tujuan Mengisi waktu luang. ukuran egrang tersebut adalah sebagai berikut. lapangan umum. Ingkau yang bahasa Bengkulu berarti sepatu bambu. dan bersosialisasi. bermain dan meningkatkan kemampuan motorik. Latar Belakang Egrang adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari daereah mana asalnya. remaja. Peralatan Alat yang digunakan adalah bambu yang dibuat sedemikian rupa. D. Egrang dalam bahasa lampung berarti terompah pancung yang tgerbuat dari bambu bulat panjang. C. E. tetapi dapat dijumapi diberbagai daeerah dengan nama berbeda seperti . Lapangan dan Peralatan a. sebagaian wilayah sumatera barat dengan nama Tengkak – tengkak dari kata tengkak (pincang). bahkan jalan raya. b. Sedang Jawa Tengah dengan nama Jangkauan yang berasal dari nama burung berkaki panjang. sehingga permukannya rata. kemampuan motorik meningkat. Lapangan Lapangan yang dipergunakan disarankan datar dan luas (bisa di stadion. Secara spesifik.

jumlah atlet sesuai dengan jumlah lintasan. Ya. f. Pada aba – aba bersedia tangan memegang egrang (kanan dan kiri). dapat diatur dalam peraturan perlombaan khusus apakah hanya 2 atau 3 orangwaktu terbaik dengan memperhatikan jumlah peserta. Undian diadakan agar jangan ada yang merasa dirugikan. aba – aba siap satu kaki (kiri atau kanan) diatas tempat berpijak dan setelah aba – aba YA lari. Pemain Permainan egrang bisa dimainkan oleh wanita atau laki – laki dengan mengenakan pakian olahraga yang pantas. 4.  Juri lintasan. para atlet berdiri dibelakang garis start dengan memegang egrang. i.73 2. Pengganti ―YA‖ dapat dilakukan dengan suara peluit. d.  Juri kedatangan mengawasi perlombaan di garis akhir. Hal ini dilakukan pada waktu penyelenggaraan resmi. Waktu terbaik dalam seri (2 atau 3orang) berhak mengikuti seri berikutnya. yang mengambil lintasan orang lain dinyatakan gugur. para peserta diteliti usianya untuk menentukan kelompok umur masing – masing. Perlombaan dalam seri. Para atlet dinyatakan gugur apabila:  Menginjak garis lintasan  Kaki jatuh menyentuh lantai atau lintasan  Dengan sengaja mengganggu atlet lain. . Per kelompok dipelombakan dalam seri.  Juri pemberangkatan / timer. siap . h. c. Atlet yang terganggu jalannya oleh atlet lainnya boleh meneruskan larinya atau mengulang. Selanjutnya diadakan undian untuk menentukan urutan pemberangkatan perlombaan. j. kelompok umur anak – anka 6 – 12 tahun dan unutk taruna / remaja / dewasa 13 tahun keatas. 5. g. Sebelum perlombaan dimulai. Sebelum perlombaan dimulai. b. Pemenang  Pemenang ditentukan berdasarkan kecepatan waktu  Waktu yang diambil adalah kaki terakhir menyentuh garis finish. Atlet. e. mengawasi lintasan apakah ada pelari yang menginjak garis. dari garis start sampai garis finish dipimpin juri start dan waktu dicatat oleh petugas pencatat waktu. Untuk maju ke seri berikutnya. Kalau dalam perlombaan cukup dengan mengira – ngira saja. Jalannya permainan a.  Pencatat waktu (timer) mencatat waktu para pelari. Wasit. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dalam kelas masing – masing 5 (lima) orang sesuai dengan jumlah llintasan. 3. Dalam meneliti umur peserta didasarkan pada surat keterngan yang berwenang. juri dan pencatat waktu (timer)  Wasit bertugas mengawasi seluruh jalannya perlombaan. Aba – aba perlombaan oleh wasit / juri start adalah: bersedia.

Pemain  Gebug bantal bisa dimainkan oleh putra maupun putri. 3. untuk putra 1. meningkatkan kesegaran. tanah atau lantai yang rata. di atas sebatang bambu yang dipasang menyerupai jembatan dan pemenangnya adalah yang berhasil menjatuhkan lawan atau yang berhasil mengumpulkan angka yang lebih banyak. Lapangan dan Peralatan a. Latar Belakang Permainan gebuk bantal adalah merupakan suatu permainan ketangkasan dimana 2 pemain saling menyerang menggunakan bantal. Peraturan Permainan 1.15 cm. Tanda dibuat dari kapur atau tambang. E. tertutup (hall / gedung olahraga). 2. 12 cm. B. Peralatan Tempat bertanding dibuat dari kayu atau bambu bulat dengan ukuran panjang 4 meter. atau jerami. sabut kelapa atau jerami dengan ukuran panjang 1 meter berat 1 ½ kg untuk putra. pasir. dipertajam lagi dengan pengelompokan berat badan  anak – anak : 30 – 40 kg  remaja : 41 – 50 kg  dewasa : 51 – 60 kg keatas  Sifat pertandingan Perorangan dan beregu. Lama permainan .m. keseimbangan meningkat. Kualitas kesegaran jasmani meningkat. 1 kg untuk putri. Tujuan Mengisi waktu luang. C. F. Manfaat D. b. Bantal dibuat dari kain diisi dengan kapas. dan diatas air). melatih keseimbangan. Tinggi dudukan tempat bertanding diukur dari tanah / permukaan aman. dengan pengelompokan umur:  anak – anak : 9 – 12 tahun  remaja : 13 – 16 tahun  dewasa : 17 tahun ke atas  Masing – masing kelompok umur tadi. memupuk sportifitas. besar d. dengan ukuran panjang 8 meter dam lebar 4 meter. mengurangi ketegangan mental.74 54) PERMAINAN GEBUK BANTAL A. busa. serta bentuk bantal bulat panjang berukuran 7 ½ cm . Pada dasar lapangan (kecuali diatas air). Lapangan (kecuali diatas air)dibatasi dengan tanda. diberi pengaman matras.2 m dan unutk putri 1 m. Sasaran Remaja dan dewasa. Lapangan Lapangan atau tempat bermain bisa dialam terbuka (lapangan rumput. tanah danpasir.

Demikian juga sebelum pertandingan dimulai wasit dan pembantu wasit memeriksa lapangan dan peralatan. kaki mengepit dudukan. jatuh kebawah tanah. Sasaran Seluruh tubuh kecuali kepala. Pemain dinyatakan kalah. Jalannya permainan a. d. e. Penjelasan tentang perwasitan a.satu tangan lagi siap menangkis. b. Wasit dan pembantu wasit adalah yang telah mengikuti penataran perwasitan. setelah selesai bertanding pemain berdiri mengapit wasit dan wasit mengangkat tangan pemenang. Wasit memimpin seluruh jalannya pertandingan dan pembantu wasit memperhatikan apakah diantara pemain melakukan kesalahan (memegang kayu / bambu dudukan. lebih dulu jatuh. sebaiknya dihindari dengan suit. 5. Pemenang Pemenang ditentukan berdasarkan. Perorangan (lihat butir 5) b. e. Wasit dan Juri Pertandingan dipimpin oleh 1 orang wasit dan satu orang pembantu wasit. mengepit dudukan dengan dua kaki). dilakukan dengan uang logam. 7. atau siapa lebih dulu jatuh. wasit membunyikan peluit tanda pertandingan di mulai. c. 4 – 1 atau 3 – 2. Undian diadakan untuk menentukan tempat dan peraminan yang lebih dulu memukul. pembatasan sasaran ini dimaksudkan untuk menghindari cidera kuping. b. Sebelum pertandingan dimulai diadakan undian unutk menentukan tempat dan siapa yang lebih dulu memukul. . setelah istirahat dilanjutkan 5 menit babak kedua. Jenis permaian dan penilaian a. Permianan dilakukan paling lama 5 menit / babak. Setelah pemain siap bertanding. kaki tergantung satu tangan memegang bantal. 8. tangan memegang kayu / bambu dudukan.75 4. Apabila dalam waktu 5 menit tidak ada pemain yang jatuh. Setelah undian pemain yang akan bertanding naik keatas dan duduk diatas dudukan tempat bertanding. permainan ini dihentikan untuk istirahat selama 3 menit. ditetapkan berdasarkan jumalh pemain yang memenangkan pertandingan dengan skor akhir 5 – 0. Sebelum pertandingan dimulai wasit menanyakan panitia tentang keabsahan pemain. 6. Hasil undian. f. Pertandingan dipimpin oleh 1 orang wasit daan 1 orang pembantu wasit. c. Beregu 5 orang. Apabila ini terjadi segera mengangkat bendera merah. salah seorang berhasil menjatuhkan lawannya. Apabila babak pertama sampai babak kedua tidak ada yang jatuh pemenang ditentukan dengan undian. dinyatakan kalah. d. Sikap duduk.

Tujuan Berolahraga. Kabupaten Kampar. rata seperti stadion. dewasa putra dan putri. Latar Belakang Permainan terompah panjang sejak dulu sudah ada didaerah sepanjang perairan Sungai Rokan. C.5 meter).  Panjang terompah unutk 5 orang 235 cm. 2. Jumlah bendera sesuai dengan jumlah lintasan yang dipakai. Memimpin pertandingan sesuai dengan peraturan permainan yang telah ditetapkan. dengan lebar 7. b. Lapangan dibuat sedemikian rupa agardalaam pelaksanaannya tidak menghadap matahari. Sasaran Anak – anak. Kini. Riau. Nomor dada dan stopwatch. Antar lintasan diberi garis dari kapur 5 cm. 3.  Tebal terompah 2.5 cm. yang dibagi menjadi 5 lintsan (masing – masing lintasan lebar 1. D. jalan raya (bila memungkinkan). Peralatan 1. lapangan umum.  Berat terompah seluruhnya untuk teromaph 3 orang 4 kg ( sepasang) terompah 5 orang 8 kg (sepasang). Lapangan dan peralatan a. terompah dibuat dari bahan balok / papan yang tebal karet / ban. Panjang atau jarak lintasan: 50 meter. dan kemampuan kerja sama meningkat. Kapur untuk membuat lintasan.5 meter. Bengkalis. Ukuran terompah:  Panjang terompah untuk 3 orang 141 cm. Lapangan Permainan terompah panjang diadakan dilapangan terbuka. mengisi waktu luang dan memupuk sikap kerja sama (kekompakan team). maupun Rokan dibagian Hilir. 4. B. Manfaat Kebugaran meningkat. Terompah. 55) PERMAINAN TEROMPAH PANJANG A.  Lebar terompah 10 cm. . terompah pangjang sudah merakyat. seperti dibagian Siapi – Api. 5. bendera dibuat dari kain atau kertas berwarna meerah dan biru berbentuk segitiga dengan ukuran bendera 27 cm. Bendera – bendera kecil dari bahan: tangkai dari bambu dengan panjang 40 cm. ketegangan menurun.76 g. remaja. baik Rokan Kiri maupun Rokan Kanan. dan paku. Peraturan Permainan 1. Ujung lintasan diberi garis start dan garis finish. Bendera start (peluit start). E.

3. Jenis perlombaan Beregu 3 orang dan beregu 5 orang. Peseta / regu dianggap gugur apabila. Undian dapat dilaksanakan paling lambat satu hari sebelum perlombaan dimulai. apabila peserta terakhir dan ujung terompah bagian belakang melewati garis finish dengan tidak ada kesalahan selama dalam perjalanan. d. stop watch dihidupkan dan pada saat peserta dan ujung terompah paling belakang melawati garis finish stop watch dimatikan. salah satu kaki atau kedua kaki menginjak tanah artinya salah satu kaki atau kedua kaki tidak ada kontak dengan terompah. dewasa 17 tahun keatas. e. c. Aba – aba siap. Sebelum perlombaan dimulai. i. ya (peluit dibunyikan atau bendera start dikibarkan). Regu yang sudah diteliti kelompok usianya. 4. menginjak lintasan peserta lain. terompah rusak ditengah jalan. waulupun regu tersebut jatuh kedepan tetapi kedua kaki masih kontak pada terompah meskipun tangan menyentuh tanah. Bila memungkinkan adanya stop watch. Selanjutnya diadakan undian untuk menentukan lintasan masing – masing regu. Pemain Jenis kelamin laki – laki dan perempuan yang tergabung dalam regu putra dan regu putri. Jalannya permainan a. Petugas lintasan berdiri dibelakang peserta dan memperhatikan regu pada lintasan masing – masing dengan membawa bendera biru merah. Regu juga masih dianggap sah. g. peserta berdiri diatas terompah dengan jari – jari kaki masuk kedalalm setengah lingkaran karet dan berpegangan satu sama lain. peserta siap untuk melakukan jalan. usia para peseta diteliti untuk menentukan kelompok usia. k.tidak berhasil mencapai garis finish. Aba – aba ya. peserta dari masing – masing regu berdiri dibelakang garis start di samping terompahnya. Aba – aba dalam perlombaan diberikan oleh juri pemberangkatan adalah bersedia. h. Peserta regu berpegangan satu sama lain. Seluruh peserta dibagi dalam seri setiap seri maksimal 5 regu sesuai dengan jumlah lintasan (disesuaikan dengan jumlah regu peserta). f. Sebelum perlombaan dimulai. remaja 13 – 16 tahun. Peserta dibagi dalam regu yang terdiri dari 5 orang atau 3 orang sesuai dengan jenis yang diperlombakan. dan untuk menentukan urutan pemberangkatan dalam perlombaan. j. . Regu dianggap sah. peserta berjalan secepat – cepatnya menempuh jarak 50 meter. regu yang gugur tidak perlu meneruskan sampai garis finish. kemudian diberi nomor (dua) untuk dipasang di dada bagi peserta yang paling depan dandi punggung pemain paling belakang. dengan sengaja mengganggu peserta lain. b. Pada aba – aba bersedia. Sebaiknya para peserta memakai sepatu olahraga agar kjaki tidak lecet. maka pada aba – aba ya. siap.77 2. boleh pada bahu atau pinggang. Kelompok umur anak – anak 9 – 12 tahun.

 Pencatat waktu (apabila ada stopwatch).  Juri pemberangkatan dapat menentukan sah atau tidaksah start yang dilakukan oleh setiap peserta.78 5.  Jumlah pemberangkatan 1 orang. . Apabila pengawas mengacungkan bendera biru. diperlukan petugas sebagai juri / wasit. Apabila menggunakan bendera maka pada aba – aba ya bendera dinaikkan / digerakkan keatas. maka permainan peserta tersebut sah. Petugas Petugas terdiri dari.  Pengambil waktu (apabila ada stopwatch). juri pemberangkatan memanggil peseta untuk berdiri dibelakang agris start dalam lintasan masing – masing.  Juri kedatangan berada dibelakang garis finish.  Kemudian juri pemberangkatan memperingatakn agar peserta tidak menginjak / melewati garis start.  Sebelum start dimulai. 7. Petunjuk Perwasitan Untuk melancarkan jalannya permainan terompah panjang.  Dalam memberikan aba – aba.  Memberi aba – aba pada pemberangkatan peserta dengan mempergunsksn bendera start atau peluit. ya atau peluit dibunyikan. regu yang gugur dalam babak final tidak mendapat juara. pengawas lintasan berdiri di belakang peseta yang akan diawasi sambil membawa bendera biru ditangan kanan dan bendera merah di tangan kiri.  Juri kedatangan bertugas untuk:  Menentukan dan mencatat urutan kedatangan peserta.  Sebelum start dimulai. pengawas lintasan mengacungkan bendera keatas dan berjalan di belakang mengikuti peserta sampai garis finish. perincian tugas darei masing – masing juri / wasit.  Pada saat peserta mulai berjalan.  Juri pemberangkata bertugas untuk. 6. juri pemberangkatan mengambil tempat dibelakang peserta dan tangan yang megang bendera direntangkan lurus kesamping.  Aba – abab yang diberikan adalah: bersedia. siap. Pemenang Regu dinyatakan sebagai pemenang apabila regu tersebut paling cepat memasuki garis finish.  Pengawas lintasan 5 orang (diseduaikan jumlah lintasan)  Juri kedatangan lima orang. Tetapi apabila peserta melakukan kesalahan maka bendera biru diturunkan dan bendera merah dinaikkan dan regu peserta dianggap gugur.  Pengawas lintasan bertugas unutk:  Mengawasi lintasan selama permainan berlangsung.

dewasa. D. dan kecepatan atletnya. rata (rumput.  Pencatat waktu bertugas untuk:  Mencatat waktu yang ditempuh setiap peserta pada formulir yang sudah disiapkan. C. misalnya 10. Sasaran Anak – anak. Spesifikasi alat sebagai berikut :  Kayu  Ukuran balok : .  Pencatat waktu berada dibelakang garis finish disamping pengambil waktu. 56) PERMAINAN LARI BALOK A.79  Pengambil waktu bertugas untuk:  Menghitung waktu dari mulai aba – aba ya atau peluit dibunyikan sampai peserta menginjak atau melewati garis finish. keseimbangan. ketegangan menurun. Latar Belakang Lari Balok sering dilombakan pada perayaan Kemerdekaan RI. Bentuk permainan berupa adu kecepatan menempuh suatu jarak tertentu diatas empat buah balok kecil menyerupai batu bata. pengambil waktu menghidupkan stopwatch. Peraturan Permainan 1. Tujuan Berolahraga. Permainan ini menuntut kelincahan.  Pada saat starter memberi aba – aba ya atau peluit dibunyikan . E. Manfaat Kebugaran meningkat. Lapangan dan Peralatan a) Lapangan  Lapangan terbuka.  Panjang minumum 15 meter  Lebar 7 ½ meter dibagi 5 garis lintasan masing – masing 1 ½ meter.  Waktu dicatat sampai dengan per sepuluh detik. stopwatch dimatikan. yang mana setiap habis melangkah pemain harus memindahkan balok yang dibelakangnya ke depan sebagai tempat berpinjak dan begitu selanjutnya. B.  Tebal garis 4 cm. tanah. remaja. putra dan putri. dan pada saat peserta paling belakang dan ujung terompah paling belakang tepat berada digaris finish / melewati garis finish. b) Peralatan  Bahan dari kayu balok di mana permukaan tempat berpijak rata. 2 detik. semen maupun aspal). dan ketangkasan meningkat.  Pengambil waktu berada atau bertempat dibelakang garis finish. mengurangi ketegangan dan kompetitif. dan seterusnya.

c) Juri lintasan. Pemenang Ditentukan berdasarkan peserta yang paling dahulu.80 2. b) Setiap peserta yang akan berlomba diberikan 4 potong balok.  panjang : 25 cm  lebar : 9 cm  tinggi : 4 cm  Berat balok : 50 gr – 100 gr  Bendera start : 60 x 90 cm (ukuran tidak mutlak)  Bendera kecil segi tiga mrah dan biru :27 x 37 cm Pemain a) Pemain lari balok bisa dimainkan oleh laki – laki maupun perempuan. 3. d) Sebelum perlombaan dimulai para peserta duduk jongkok diatas 2 balok dibelakang garis start dan kedua tangan menyentuh balok dua lainnya yang terletak di belakang kedua balok yang diinjak.  Keluar dari lintasan. b) Klasifikasi :  Kelompok I : 6 – 10 Th  Kelompok II : 11 – 14 Th  Kelompok III : 15 – 18 Th  Kelompok umum : 19 Th keatas Jalannya Permainan a) Sebelum perlombaan dimulai para perserta diteliti usianya untuk menentukan kelompok umurnya masing – masing. e) Aba – aba perlombaan oleh wasit adalah bersedia. b) Juri pemberangkatan. mengawasi jalannya perlombaan. Pemimpin Perlombaan a) Wasit. memberi aba – aba start pemberangkatan. mengikuti dan mengawasi lintasan dibelakang dari dari setiap peserta.  Salah satu tangan atau kedua tangan menyentuh tanah dan sama sekali tidak ada kontak/hubugan dengan balok. 4. Pada aba – aba bersedia peserta duduk jongkok diatas kedua balok. c) Peserta diundi untuk menentukan kelompok seri/urutan perlombaan. d) Juri kedatangan. mencatat nama/nomor peserta yang telah tiba di finish . Siap kedua tangan siap memindahkan kedua balok lainnya. Ya peserta saling berlomba. ya. f) Peserta dinyatakan gugur apabila :  Salah satu kaki atau kedua kaki menginjak tanah dan sama sekali tidak ada kontak/hubungan dengan balok. 5. siap. mencapai garis finish (dengan ketentuan ke empat balok telah melewati garis finish).  Dengan sengaja mengganggu peserta lain. mengawasi peserta yang telah tiba di finish e) Pencatat.

D. Tujuan Berolahraga. 20. E. juga luar garis batas tarikan. dan dewasa. IV : 70 kg ke atas. Diantaranya stadion. 28.81 57) PERMAINAN TARIK TAMBANG A. . III : 70 – 79 kg. 17. lapangan. jumlah anggota regu disesuaikan dengan keadaan. memupuk semangat kerja sama dan sosialisasi. II : 50 – 59 kg. meningkatkan semangat kerja dan menurunkan ketegangan. tepi pantai yang datar/rata permukaan. batas lapangan harus jelas supaya penonton tidak masuk lapangan permainan. b) Peralatan Alat yang dipergunakan adalah sebuah tali tambang serat panjangnya 30 s/d M.5 M dari pertengahan tali. IV : 80 kg keatas Berat untuk putri Kelas I : 30 – 49 kg. pada pertengahan tali diberi tanda ( cat merah/kain merah ) dari pertengahan tali diberi 2 macam tanda yang masing – masing jarak 2. III : 60 – 69 kg. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. boleh 10. Diameter tali : 5 – 10 cm. Lapangan dan Peralatan a) Lapangan Lapangan yang dipergunakan dapat terbuka dan tertutup.  Klasifikasi Berat untuk putra Kelas I : 50 – 59 kg. Latar Belakang Tarik Tambang adalah olahraga rakyat yang paling banyak dimainkan oleh masyarakat setelah olahraga panjat pinang. C. Pinggir lapangan sebaiknya diberi tanda dengan kapur atau tali. Sasaran Anak – anak. Dalam permainan ini sangat dominan kekuatan dan daya tahan regu. B. c) Peserta  Beregu putra atau putri. jumlah regu disesuaikan dengan keadaan. remaja. 30 orang dsb.  Panjang lapangan : 40 s/d 60 M  Lebar lapangan : 8 M Pada pertengahan lapangan diberi garis. II : 60 – 69 kg. Olahraga tarik tambang dimainkan beregu. menggunakan seutas tambang. Peraturan Permainan 1.

D. d) Wasit memberikan aba – aba siap. maka diadakan pemindahan tempat. tetapi panitia dapat menentukan sstem pertandingan disesuaikan dengan situasi dan kondisi. kebugaran meningkat. remaja. Kedua regu saling menarik tambang dan saling berusaha membuat tanda merah dari pertengahan tali dapat ditarik melalui garis batas. B. meningkatkan kekompakan tim. bendera merah itu diangkat apabila tanda merah tadi melewati garis batas tarikan. Tujuan Mengisi waktu luang. Kemudian diadakan tarikan lagi dan jika terjadi seri maka sebelum tarikan ketiga diadakan lagi undian untuk memilih tempat setelah lebih dahulu istirahat. . Latar Belakang Meski dimainkan hamper seluruh anak di Jabotabek. Pemenang Apabila satu regu dapat mengalahkan regu lain dengan 2 – 0 atau 2 – 1 ( kalau terjadi seri ). 3. Anak-anak desa. Manfaat Gembira. Permainan ini ada di sebagian besar provinsi di Nusantara. acap memainkan hadang di malam hari saat bulan purnama. yang terdiri atas 1 orang wasit kepala yang bertugas langsung memimpin pertandingan dan dilengkapi dengan peluit. Jalannya Permainan a) Undian dapat diadakan sebelum hari pertandingan pada saat pertemuan teknis. Pembantu wasit juga bertugas menghitung jumlah masing – masing regu serta mengatur tata tertib keamanan pertandingan. Pemimpin Perlombaan Wasit sebaiknya berjumlah 3 orang. jika ada aba – aba ya kedua regu melakukan tarikan. tetapi tidak ada petunjuk bahwa permainan hadang berasal dari Jakarta. c) Wasit pertandingan memanggil pimpinan regu masing – masing untuk menentukan tempat. Sasaran Anak-anak. peserta sudah memegang tali serta konsentrasi untuk mendengar aba – aba berikutnya. 58) PERMAINAN HADANG A. dewasa. Jika salah satu regu dapat menarik melewati garis batas. dan bersosialisasi. bermain. Pertandingan biasanya dilakukan dengan sistem gugur. Dua orang pembantu wasit bertugas mengawasi garis batas tarikan dan dilengkapi dengan bendera merah. b) Sebelum bertanding lapangan harus dikosongkan setelah ada panggilan dari panitia. 4. C.82 2.

apabila memungkinkan). Jam/stopwatch Meja. Gambar Lapangan Hadang c. g. gedung pertemuan) atau di ruangan terbuka (stadion terbuka. d. Lapangan dan Peralatan a. lapangan terbuka. jalan raya. e. Bentuk lapangan empat persegi panjang berpetak-petak Ukuran  Panjang 15 meter  Lebar 9 meter dibagi 6 petak masing-masing 4. . warna kuning dan merah berbentuk segi empat. Peralatan  Bendera untuk hakim garis dengan ukuran 30 x 30 cm.5 m x 5 m.  Garis pembagi lapangan permainan menjadi 2 bagian memanjang disebut garis tengah. 9 meter 15 meter Peluit diperuntukkan pada kedua wasit yang akan memimpin pertandingan. kursi Alat tulis Formulir pertandingan untuk mencatat susunan pemain dan hasil pertandingan. Cat dan line paper digunakan apabila lapangan di atas lantai semen dan jalan beraspal. halaman rumah. b. f.  Papan nilai untuk mencatat nilai (papan tulis atau white board). Kapur digunakan apabila lapangan permainan di rumput atau tanah.83 E.  Kapur/cat/line paper. Peraturan Permainan 1. Lapangan Lapangan permainan dapat dibuat di ruangan tertutup (stadion tertutup.  Lapangan permainan ditandai dengan garis selebar 5 Cm. gedung olahraga. tangkai 40 cm.

dan 3 orang pemain cadangan. dalam posisi kedua kaki berpijak di atas garis atau salah satu kaki berpijak di atas garis sedangkan satu kaki lainnya dalam keadaan melayang. Jalannya permainan a. Penjaga berusaha menangkap atau menyentuh penyerang dengan tangan terbuka dan jarh-jari tangan.84 2. Permainan dimulai setelah wasit membunyaikan pluit. 6. jam dimatikan. b. Regu penjaga menempati garis jaganya masing-masing dengan kedua kaki berada di atas garis sedangkan regu penyerang siap untuk masuk. Penyerang berusaha melewati garis di depannya dengan menghindari tangkapan. Sebelum permainan dimulai diadakan undian regu. Regu putra dan regu putri 3.  Berbalik masuk petak yang telah dilalui. Timeout Time out satu kali untuk tiap regu.. atau sentuhan dari pihak penjaga.  Mengganggu jalannya permainan. e. 5. Seragam pemain 4. masing-masing satu menit selama pertandingan. Lamanya permainan Lamanya permainan 2 x 15 menit bersih dan istirahat 5 menit. Kapten regu diberi tanda di lengan kanan berbentuk pita melingkar. Terdiri dari 2 regu masing-masing 5 orang. Waktu time out. yang kalah sebagai penjaga dan yang menang sebagai penyerang. g. f. b. d. Pemain penyerang dinyatakan salah apabila:  Kedua kaki keluar dari garis samping kiri dan kanan lapangan. Setiap regu diharuskan memakai kostum bernomor dada dan punggung ukuran 15 cm dari nomor angka 1 sampai 8. Setelah time out posisi pemain seperti sebelum time out. c. Timeout diberikan atas permintaan pelatih atau manajer kepada petugas meja. Waktu time out dicatat posisi pemain. Pergantian untuk regu: Pergantian regu penyerang men-jadi penjaga atau sebaliknya diadakan oleh wasit dengan membunyikan peluit setelah:  Penjaga menangkap atau menyentuh penyerang . Pemain a.tidak boleh mengepal.

Wasit memberikan tanda dengan membunyikan peluit. dibantu dua orang hakim garis.  Apabila permainan telah berjalan selama 15 menit wasit membunyikan pluit tanda istirahat dan posisi pemain dicatat. pergantian dan pada saat time out.  Apabila permainan babak kedua dilanjutkan posisi pemain sama seperti saat permainan dihentikan. b. 8. Bagi pemain penyerang. Pemain yang berhasil melewati garis belakang s/d garis depan diberi nilai satu. dua orang pencatat nilai. Penggantian pemain diadakan pada saat permainan sedang berhenti (pada saat istirahat. h.  Menyerang wasit dan membuat keributan. b. Hakim garis dan pencatat nilai a. apabila:  Menggait kaki penjaga.  Apabila penyerang menginjak garis dan petak di belakangnya yang telah dilalui. b. Nilai a. 9.85  Terjadi butir 6 di atas  Apabila tidak terjadi perubahan posisi selama 2 (dua) menit. Apabila penjaga atau penyerang melakukan pelanggaran pertama kali diberi kartu kuning dan apabila melakukan pelanggaran 2 kali diberi kartu merah dan nilai dikurangi 1 (satu). Tiap regu diberikan paling banyak 3 kali penggantian pemain selama pertandingan). j.  Mendorong penyerang dengan sengaja  Menyerang wasit dan membuat keributan. apabila:  Menyentuh penyerang dengan tangan dikepal atau meninju penyerang. .  Mengganggu penjaga yang sudah dilalui. . Setiap pemain yang telah berhasil melewati seluruh garis dari garis depan sampai garis belakang dan dari garis belakang sampai dengan garis depan langsung dapat melanjutkan permainannya seperti semula. Wasit. Demikan seterusnya permainan berjalan tanpa berhenti kecuali kalau dihentikan oleh wasit karena tertangkap/ tersentuh. fungsi dan wewenang yang sama c. pemain membuat kesalahan dan waktu time out. Kedua wasit punya tugas. Bagi pemain penjaga. 7. waktu istirahat. i. dipimpin 2 orang wasit. Istirahat. Setiap pertandingan. Hukuman dan sanksi a. Pemain yang telah berhasil melewati garis depan s/d garis belakang diberi nilai satu.

Apabila terjadi nilai sama setelah waktu 2 x 15 menit berakhir. 10. adalah saat-saat yang menyenangkan. No. Pemain Nilai Dada Dada Jumlah Jumlah 59) PERMAINAN PATOK LELE a. kebugaran meningkat. Saat-saat mencutat.. b. dan meningkatkan keterampilan dan jiwa sportif. Regu : …………………………. No. Tujuan Mengisi waktu luang. Manfaat Berolahraga. memupuk semangat kerja sama dan bersosialisasi. pemenang ditentukan berdasarkan hasil undian/tos PERTANDINGAN HADANG PA/PI Regu : …………………………. kecekatan. Penjaga garis memberi tanda dengan mengangkat bendera e. d. maka diadakan perpanjangan waktu selama 10 menit (2x5 menit) tanpa istirahat/ time out. Apabila masih tetap sama. Lapangan dan Peralatan a. Permainan ini mengasah ketrampilan. Latar Belakang Patok lele digemari setiap anak (tentu saja yang bias memainkannya). Penentuan Pemenang Pemenang ditentukan dari besarnya nilai setelah pertandingan berakhir. No. dan yang terpenting adalah jiwa sportif. Pencatat nilai. memukul. dan ketangkasan meningkat. Pemain Nilai No. Peraturan Permainan 1. Lapangan .86 d.. Dua pencatat nilai ditempatkan di sudut garis depan dan garis belakang. meninting. 2 X 15 menit. Nilai/ angka dicatat di dua papan nilai (lihat gambar di bawah). ketegangan menurun. dan mematok. c. bermain. e. Tujuan Gembira.

b. Tetapi jika permainan dilakukan di lapangan keras. memukul. meninting. dan mematok. Alat ini yang dicutat. dan dipatok. peralatan yang tercantum dalam peraturan permainan ini merupakan kebutuhan yang diperlukan. maka tempat mencutat/mematok dapat dibuat dengan cara meletakkan 2 (dua) buah batu bata/balok berjejer sehingga dapat memungkinkan untuk mencutat/ mematok. garis tengah 2cm. dengan cara membuat lubang berbentuk elips atau segitiga. (lihat gambar).  Kayu berbentuk bulat (silinder) dengan ukuran panjang 15cm. ditinting. Alat ini untuk mencutat. Jarak 3 m dari lubang dan diberi tanda garis tinting. Garis : Menarik garis. garis tengah 2cm.  Kayu berbentuk bulat (silinder) dengan ukuran panjang 45 cm. Peralatan Dalam pertandingan resmi. . (lihat gambar).  Lubang tempat mencutat/ mematok  Lubang tempat mencutat/ mematok dibuat di atas lapangan f. Gambar: Dengan dua bata/balok berjejer dan ditidurkan Permainan.87 Patok lele dimainkan di lapangan terbuka: Bentuk: Mempunyai sektor 900 Ukuran: Menarik garis lurus dari ujung lubang tempat mencutat yang disebut garis batas (lihat gambar). dipukul.  Bendera hakim garis  Kapur/cat/line paper  Peluit  Jam/stop watch  Alat tulis  Formulir pertandingan  Meja/kursi  Meteran. mulai dari lubang tempat mencutat membentuk sektor 90°.

Lamanya permainan Permainan patok lele berdurasi 2 x 20 menit dengan istirahat 5 menit. baik putra dan putri. Warna seragam kedua regu berbeda/kontras. Seragam pemain Setiap regu diwajibkan memakai seragam yang bernomor dada dan punggung berurut angka 1 s/d 7.  Selanjutnya dilakukan  Kemudian utat diletakkan/dipasang melintang di atas lubang atau tempat mencutat. permainan diteruskan pada tahap berikutnya yang disebut tinting. bila tidak ada lagi Cara mencutat Pemain maka diadakan pergantian dalam hal ini penyerang menjadi penjaga dan sebaliknya.  Janak diletakkan melintang di atas lubang/tempat mencutat. dalam hal ini berarti penyerang menjadi penjaga dan sebaliknya.  Permainan dilakukan dengan 3 (tiga) tahap: a. Jalannya permainan  Sebelum permainan dimulai diadakan undian regu yang menang menjadi penyerang dan yang kalah bertahan/menjaga. maka janak harus dilemparkan penjaga dan diusahakan mengenai utat yang dipasang melintang di atas lubang atau tempat mencutat. Mencutat.  Jika janak yang dilemparkan mengenai utat. Jika tidak kena. 4. Kapten regu diberi tanda di lengan berbentuk pita berwarna kontras dengan seragam. Pemain Setiap regu terdiri dari 5 orang dan cadangan 2 orang. b.88 2. Ukuran nomor dada dan punggung 15 cm. . maka pemain yang bersangkutan mati.  Kemudian dilanjutkan oleh pemain berikutnya. 3. Meninting  Janak dipegang bersama utat dengan satu tangan.  Jika janak tertangkap oleh penjaga. maka diadakan pergantian pemain. kemudian dicutat. maka regu penjaga mendapat cutatan mati.  Jika tidak tertangkap oleh penjaga. bila tidak ada lagi pemain berikutnya. Kemudian dilanjutkan oleh pemain berikutnya. 5.

 Jika tahap kedua tidak mati. Kemudian ujung janak yang muncul di atas lubang dipukul atau di patok dengan utat sehingga . Pemukulan ini boleh ditangkap penjaga dan mendapat nilai tangkapan.  Jarak antara janak berhenti dengan lubang/tempat mencutat di ukur dengan meteran.  Cam meninting dengan pegangan janak antara ibu jari dan telunjuk  Cara meninting dengan janak di atas pangkal ibu jari dan telunjuk  Jika janak tidak ditangkap.  Pemain penyerang yang memukul janak di luar batas tinting dinyatakan mati.89  Selanjutnya janak dilemparkan sedikit keatas/dilepas dan kemudian dipukul dengan utat sekuat mungkin sehingga janak dapat melayang jauh ke arah lapangan permainan.  Apabila jarak antara janak dengan lubang tempat mencutat kurang dari 1 (satu) meter. maka pemain tersebut dinyatakan mati. maka pemain berhak meneruskan permainan ke tahap berikutnya. pemain tersebut dinyatakan mati.  Tinting dilakukan dalam batas daerah tinting. maka penjaga harus melemparkan dan regu penjaga mendapat nilai.  Jika janak tidak ditangkap. Mematok  Mematok dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara:  Di Lubang  Janak diletakkan membujur di lubang sehingga sebagian muncul ke permukaan. maka penjaga harus melemparkan kembali janak tersebut dari tempat janak jatuh ke arah lubang atau tempat mencutat. c.  Jika janak dipukul tidak kena.  Pemain yang melakukan tinting diperbolehkan mengambil posisi yang menguntungkan untuk memukul/menghempang janak dengan utat agar janak itu dapat kembali ke lapangan permainan.

Regu penyerang  Pada waktu pengambilan tinting. Penggantian pemain dilakukan setelah dilaporkan lebih dahulu kepada petugas meja/wasit. jumlah tintingan akan dikalikan dengan .jarak pu-kulan. diukur dengan meteran dan hasilnya dikali kan dua dan seterusnya. jarak dari janak jatuh sampai pinggir lubang/tempat mencuat. maka pemain tersebut dinyatakan mati. Penyerang dinyatakan mati a. Jika janak kena satu kali. tintingan. 7. Regu penjaga c. dan pemain tersebut berusaha meninting janak berulang kali. pukulan hasil pengembalian tintingan berhasil ditangkap oleh penjaga. Dan bila berhasil memukul janak.90 terungkit dan lemlempar ke atas. Bila penyerang tidak berhasil meninting atau memukul janak sewaktu terungkit ke atas. . Penilaian a. Penyerang permainan patok lele dinyatakan mati apabila:  Cutatan. dan mematok. maka nilai dihitung dari jatuhnya janak sampai ke lubang dan seterusnya diulang lagi dari mencutat. meninting.  Penggantian pemain  Penggantian pemain dilakukan sebanyak 2 (dua) kali selama permainan berlangsung. Dan jika satu tangan mendapat nilai 15 (lima belas). diukur dengan meteran. Selanjutnya diusahakan agar pukulan terakhir sejauh mungkin dari lubang tempat mematok. jarak antara janak jatuh dengan lubang/tempat mencutat diukur dengan meteran (setiap meter mendapaat nilai1)  Pada jarak patok dengan ber-kenaan sebagai berikut: b. pengembalian tintingan serta patokan dengan dua tangan mendapat nilai 10 (sepuluh). Jika janak kena dua kali. d. tintingan.  Di atas batu bata sama halnya dengan di atas lubang. 6. Jika regu penjaga berhasi! menangkap cutatan.

9. Penentuan pemenang a.  Pembantu wasit . 8.  Pengembalian tintingan oleh regu penjaga kurang satu meter di ukur dari lubang/tempat mencutat. b. Kemudian menjum-lahkan hasil yang diperoleh seluruh pemain. serta melaporkan kepada petugas pencatat hasil (scorer).  Melakukan pengukuran yang diperoleh penyerang. oleh regu penyerang dan tangkapan oleh regu penjaga.  Memimpin jalannya pertandingan dari awal sampai akhir serta menentukan pemenang. sedangkan regu penyerang masih ada yang belum bermain maka untuk babak kedua.  Hasil akhir yang diperoleh masing-masing regu diberikan kepada kapten regu dan wasit untuk ditandatangani. Petugas meja a. Tugas wasit dan Pembantu wasit a. janak kurang dari satu meter dari lubang/tempat mencutat. c.  Mencatat nama-nama pemain dan cadangan serta nomor dada/ punggung di dalam formulir pertandingan. Mencatat waktu Tugas pencatat waktu adalah mencatat lamanya pertandingan berlangsung 2 x 20 menit dan istirahat 5 menit. pertandingan diteruskan sesuai dengan kedudukan babak pertama.  Pada waktu melakukan cutatan. baik tintingan. Larangan dan sanksi . baik didapat dart tintingan. Pemenang ditentukan berdasarkan jumlah nilai yang terbanyak diperoleh setelah pertandingan berakhir 2 x 20 menit. patokan. pukulan hasil pengembalian tintingan maupun pukulan hasil pengembalian tintingan dan patok yang jatuh di luar lapangan permainan. Pencatat hasil (scorer). 2 (dua) orang  Mengawasi tangkapan janak oleh regu penjaga  Mengawasi jatuhnya janak di dalam lapangan permainan atau di luar daerah permainan. 10.91  Janak hasil cutatan. patokan.  Pada waktu melakukan tintingan maupun patokan tidak diperbolehkan melawati garis batas. b. menentukan siapa menjadi penyerang dan penjaga. Jika babak pertama berakhir. tintingan. Wasit utama : 1 (satu) orang)  Melakukan undian.  Mencatat hasil yang diperoleh pemain atas laporan wasit dan pembantu wasit.

C. Latar Belakang Mengingat nama serta jenis permainannya. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani/ meningkatkan semangat kerja sama dan menurunkan ketegangan. g. Denah lapangan/susunan petugas X =: Wasit 0 XI A d. Seorang anak sedang bermain patok lele 60) PERMAINAN BENTENG A. Peraturan Permainan 1. D. Sasaran Anak-anak dan remaja. lebar 20 m . jika hal tersebutdilakukan oleh penjaga nilainya dikurangi 5 (lima). sawah sehabis panen. E. B. Jika hal tersebut dilakukan regu penjaga. dan lain sebagainya. membakar benteng musuh. tintingan. lapangan rumput/lapangan sepakbola. jalan raya (apabila memungkinkan).92  Regu penjaga dilarang menghalangi janak yang sedang dimainkan oleh regu penyerang dengan kaki/badan sengaja atau tidak sengaja. = Petugas Meja DLP = Daerah Luar Permainan dan tidak boleh ditangkap oleh penjaga. Bentuk: Persegi panjang Ukuran: Panjang 50 m. Lapangan Lapangan terbuka antara lain: halaman rumah. e. = Pembantu Wasit x = Regu Pemain = Regu Penjaga f. Tujuan Berolahraga. Lapangan dan peralatan a. penyerang berhak mengulangi permainannya dengan bebas c. Lihat saja istilahnya :Ada tawanan. bermain benteng cukup mudah dan meriah. Sewaktu melakukan cutatan. h. bisa jadi Benteng terinspirasi oleh aksi peperangan tempo dulu. Yang jelas. memupuk semangat kerja sama dan bersosialisasi. Pada waktu melakukan tinting penyerang tidak boleh melewati garis batas. penjaga tidak boleh menghalang-halangi penyerang dengan jarak 2 (dua) meter. maupun patokan. Pada waktu pengembalian tinting penjaga dilarang melemparkan janak dengan sengaja ke tubuh penyerang.

Seseorang pemain mengejar . tidak ada campuran. Seragam pemain  Setiap pemain diwajibkan memakai pakaian seragam yang bernomor dada dan punggung 1 sampai dengan 14 berukuran 15 cm. Pemain a. Peralatan  Bendera. cadangan 4 orang.93 Daerah benteng berbentuk lingkaran yang bergaris tengah 3 m dengan jarak 10 m dari garis belakang dan garis samping. 3.  Kapur/cat untuk membuat garis lapangan permainan. jam tetap jalan.  Peluit  Bendera Hakim Garis sebanyak empat buah dengan ukuran 30 cm x 30 cm dan tangkai 40 cm. 2. Lapangan ditandai dengan garis selebar 5 cm. Sebelum permainan dimulai diadakan undian. Daerah tawanan: Berbentuk persegi panjang dengan ukuran: panjang 10 m dan lebar 1m. Jalannya permainan a. b. b. Yang menang dapat memilih tempat atau lebih dulu memancing. Saat penawanan. Setiap regu terdiri dari 10 orang. Setiap pemain berfungsi sebagai pemancing atau yang dikejar dan juga berfungsi sebagai pengejar.  Tiang bendera tingginya 2 meter dari permukaan tanah/lantai Gambar Lapangan Benteng 20 m 50 meter dengan garis tengah 5 cm.  Jam/stop watch  Alat tulis  Meja/kursi  Formulir pertandingan  Lamanya permainan  Lamanya permainan 2 x 20 menit dengan istirahat 5 menit. b. Permainan ini dimainkan regu putra atau regu putri. Ada dua bendera benteng dengan ukuran 40 cm x 30 cm dengan warna berbeda.

Cara menangkap lawan cukup dengan menyentuh bagian tubuh lawan dengan tangan terbuka. Tawanan yang lebih dari satu orang. Anggota regu yang tertangkap atau yang keluar dari lapangan permainan akan menjadi tawanan dari pihak lawan. e. f. Selama permainan berlang-sung setiap regu diperbolehkan mengadakan penggantian pemain paling banyak empat kali. pembantu wasit dan pencatat nilai a. d. shirt warna kuning dan celana warna hitam. Kapten regu ditandai ban/pita di lengan kanan dan bertugas mengatur setiap anggota regunya. apabila salah seorang atau lebih regu lawan dapat membakar benteng dengan ca-ra menginjakkan salah satu kakinya di benteng lawannya. Penggantian atas permintaan officials yang disetujui oleh wasit. Benteng suatu regu dinyatakan terbakar. tugas diserahkan kepada salah seorang anggota regunya yang belum tertangkap. permainan dilanjutkan dengan ketentuan regu yang berhasil membakar benteng lawannya berfungsi lebih dulu sebagai pemancing.94 pemain lawan. c. g. Bagian tubuh termasuhk kostum/kelengkapan. penawanan dan penghukuman). 5. Tawanan yang berkumpul di daerah tawanan dapat bebas kembali apabila teman seregunya yang belum tertangkap dapat membebaskan dengan jalan menyentuh bagian tubuh te-mannya. Penggantian pemain diadakan waktu permainan berhenti (istirahat. . 6. Permairran/pertandingan dipimpin oleh dua (2) orang wasit. 4. Setelah salah satu regu bentengnya terbakar. Wasit. b. Penggantian pemain a. semuanya dapat dibebaskan dengan jalan menyentuh salah seorang dari tawanan itu dengan ketentuan satu sama lain dalam keadaan berpegangan/bergandengan. Setiap wasit yang memimpin per-mainan/pertandingan diwajibkan memakai seragam T. Hukuman dan sanksi Hukuman dan sanksi diberikan kepada pemain apabila:  Menyentuh pemain lawan dengan tangan  Mendorong lawan dengan sengaja atau menggaet kaki lawan.  Menyerang wasit atau membuat keributan. Wasit berada di dalam lapangan dan pembantu wasit berada di luar lapangan. apabila pemain lawan lebih dulu meninggalkan bentengnya dan ia menjadi orang yang dikejar oleh pemain lawan. empat (4) orang pembantu wasit dan dua (2) orang pencatat nilai. Bila kapten regu tertangkap.

B. Penentuan pemenang  Regu paling banyak membakar benteng lawannya dinyatakan sebagai pemenang. D. kedua regu saling tarik menarik sekuat tenaga sedangkan dalam dagongan kedua regu saling dorong untuk mencari kemenangan. Peraturan Permainan 1. menigkatkan semangat kerja sama dan menurunkan ketegangan. Lapangan dan Peralatan a. Denah Lapangan dan Penempatan Petugas wasit 20 m 50m 61) PERMAINAN DAGONGAN A.95 7. C. dalam cara bermain. Tujuan Berolahraga. b. Lapangan 18m 2m . Penilaian dan penentuan pemenang a. memupuk semangat kerjasama dan bersosialisasi. bermain dagongan adalah kebalikan dari bermain tarik tambang. Penilaian Setiap pembakaran dihitung satu nilai.  Apabila 1) dan 2) tetap sama. c. pemenang ditentukan berdasarjumlah tawanan. Yang dimaksud nilai sama adalah jumlah pembakaran sama atau sama sekali tak terjadi pembakaran. Dlaam permainan tarik tambang. Setidaknya. Latar Belakang Secara mudah. pemenang ditentukan dengan undian/tos. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani.  Apabila nilai sama. Regu paling banyak menawan lawan dinyatakan menang.

b. merah untuk batas tengah bamboo. 2 buah garis terang. Garis serang adalah batas kaki pemain saling depan berjarak 2. Peralatan  Bamboo harus lurus dan kuat.96 Lapangan harus rata dan datar dan diutamakan berumput. 1 buah garis tengah.  Formulir pertandingan . Kapur untuk menggaris lapangan dan lakban yang digunakan 2 warna.  Bendera 2 buah. Biru untuk batas pegangan.  Kapur/lakban. digunakan oleh hakim garis. garis – garis batas 2 buah garis samping.5 m dari garis tengah. Garis tengah adalah garis yang membagi dua lapangan sama panjang sebagai batas akhir penyerangan dari masing – masing regu yang mendorong. Bentuk lapangan persegi panjang dengan ukuran 2 meter x 18 meter. ukuran 30 x 30cm berwarna merah kuning berbentuk diagonal. panjang 10m dengan garis tengah 6cm.

dilakukan pada saat : . 3. Beregu Putri Kelas A : 46 . Pluit dibunyikan apabila salah satu regu telah dinyatakan kalah.49 kg Kelas B : 50 – 59 kg Kelas C : 60 – 69 kg Kelas D : 70 kg ke atas 5. Dalam melakukan dorongan bamboo berada dan sejajar di dada.d 7. f. Interval antara dorongan pertama dengan dorongan kedua adalah 3 menit. d. Nomor Pertandingan a. dan memeriksa posisi silang dari kedua regu. Apabila score seri maka wasit melakukan undian kembali untuk menentukan siapa yang akan memilih tempat. Salah satu tangan mengapit bamboo pandangan lurus ke depan lawan. 4. c. 7. wasit memanggil kedua kapten regu untuk melakukan undian. Pergantian pemain Pergantian pemain harus diminta oleh kapten regu. Jalannya Permainan a. Aba –aba yaa kedua regu saling mendorongkan bamboo lurus ke depan lawan. selanjutnya melaporkan kepada pencatat nilai dan wasit. Beregu Putra Kelas A : 50 – 59 kg Kelas B : 60 – 69 kg Kelas C : 70 – 79 kg Kelas D : 80 kg ke atas b.  Peluit 2. Salah seorang yang manjadi kapten memakai pita pada lengan sebelah kanan. seluruh pemain memegang bamboo untuk siap dalam posisi melakukan dorongan. Kedua hakim garis menghitung jumlah pemain. Seragam Pemain Kedua regu wajib memakai kostum dada/ punggung dimulai dengan angka 1 s. sedangkan apabila terjadi draw ( seri ) lamanya 5 menit. Permainan selesai jika adaa yang berhasil melakukan 2 dorongan. Pemain Beregu putra dan putri dengan jumlah pemain 5 orang cadangan 2 orang. Wasit member aba – aba siap. b.97  Meja/ kursi. satu pasang untuk mencatat nilai dan pelaoran pergantian pemain. 6. Sebelum permainan dimulai. Lamanya Permainan Lamanya permainan menggunakan system 2 kali menang. e.

Dua orang hakim garis :  Menghitung jumlah pemain  Membantu wasit dalam pengawasan garis c. 10. Seorang wasit yang bertugas :  Mengundi sebelum pertandingan dimulai dan apabila terjadi seri  Memberi aba – aba  Menentukan sah/ tidaknya suatu dorongan b. sepatu golf. Pertandingan dipimpin oleh : a. b. dan yang serupa.98 a. Regu/ pemenang adalah regu yang berhasil mendorong/ mengalahkan lawannya dengan nilai 2 – 0 atau 2 – 1. spike. Nilai/ Score dan Pemenang a. Wasit. Sebelum pertandingan dimulai b. Seorang pencatat nilai  Mencatat hasil nilai ( score )  Mengumpulkan daftar nama. b. Memakai sepatu bola. . Perpindahan tempat 8. Larangan a. Mengubah posisi pada saat mendorong. Memakai sarung tangan c. c. dan Pencatat Nilai. Hakim Garis. 9. Regu yang melanggar ketentuan tersebut dikenakan diskualifikasi. Apabila 3 orang pemain keluar dari garis samping maka regu tersebut dinyatakan kalah. Apabila satu regu berhasil mengalahkan lawannya pada set pertama maka dinyatakan sebagai pemenang.

biasanya sebesar pensil. dan terjauh 35 meter. Pisirr diikat menggunakan rotan. Peralatan  Sumpitan terbuat dari katu atau bambu dan panjang 150-175 cm. Lapangan dan peralatan a. dan 25 meter. sepanjang memiliki panjang yang cukup. remaja. Besarnya gabus harus dapat masuk pada kaliber sumpit. C. Cara bermain dengan menembakkan anak sumpit ke suatu sasaran yang telah ditentukan (target). Pada awalnya sumpitan ini dipakai sebagai alat berburu. Peraturan permainan 1. disisi atas dari ujung batang sumpit dipasang sepotong kawat sejajar dengan batang sumpit. terbentuk laras panjang yang terbuat dari kayu yang telah dilubangi atau bambu dengan anak sumpit yang terbuat dari bambu.99 62) PERMAINAN SUMPIT A. D. Jarak menyumpit putra adalah 15 meter. sesuai ketentuan jarak menyumpit.  Gabus Pada pangkal anak sumpit dipasang gabus yang dibuat berbentuk kerucutt. dan meningkatkan ketrampilan. Gabus ini berfungsi untuk meluruskan jalannya anak sumpit. Latar Belakang Sumpitan merupakan permainan tradisional Indonesia yang banyak dilakukan oleh masyarakat pedalaman Kalimantan dan pedalamnan pulaupulau lainnya. Kawat tersebut berfumgsi sebagai pisir pada senjata api. Lapangan Lapangan tempat bermain sumpitan ditempat terbuka atau tertutup. 15 meter. B.  Anak sumpitan panjang 25 cm terbuat dari bambu atau kalam (lidi enau). Manfaat Kebugaran meningkat dan ketrampilan meningkat.  Pisir Untuk meluruskan pembidikan. Sedangkan untuk putri. Sasaran \ Anak-anak. Tujuan Mengisi waktu luang.  Kaliber Kaliber sumpit tidak ada standarnya tergantung kepada besar kecilnya besi untuk boor / besar kecilnya lubang bambu. bermain. dewasa E. b. 10 meter. 25 meter. .

Memasukan anak sumpit. Putra Jarak 15 m. Posisi jongkok 7. . 25 m. Pemain Pemain dapat beregu dan dapat pula perorangan. kemudian sumpit diangkat diarahkan kesasaran dengan pertolongan pisir. kemudian kearah luar bernilai 9. dengan konsentrasi dan menyiapkan udara sebanyak banyaknya dari rongga dalam mulut dan rongga dada denga meniup ke kaliber sumpit sehingga memungkinkan anak sumpit terlepas dengan kencang meninggalkan sumpitan menuju sasaran.100 2. kedua tangan menghadap keatas.  Memegang sumpitan tidak dibenarkan menggunakan alat bantu. 3. 8. misalnya: a. Cara meniup Setelah anak sumpit dimasukkan ke dalam kaliber sumpit. Jarak Jarak nembak dengan sasaran disesuaikan dengan keadaan setempat. 7 dan seterusmya. anak sumpit diperhatikan dahulu kalau belum lurus harus diluruskan. Posisi berdiri b. 4. sebelum dimasukkan kedalam kaliber sumpit. Lingkaran tersebut dibuat warna warni sehingga menarik 6. 5. hingga lingkaran paling luar nilai 1. Jumlah anggota regudisesuaikan dengan keadaan. Cara penyumpitan  Cara memegang sumpit Karena batang sumpit cukup panjang dengan kedua tangan pada pangkal sumpitan. Mulut ditempelkan kekaliber sumpit. Lingkaran paling tengah memperoleh nilai 10. Jenis pertandingan a. Sudah barang tentu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. 35 m.anak sumpit dimasukan kedalam kaliber sumpit satu persatu. Sasaran Sasaran adalah sebagaimana sasaran pada cabang olah raga memanah.hal ini untuk menjaga agar sumpitan tidak goyang.

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadapat efektifitas tembakan  Kemahiran menyumpit Kemampuan meniup. Wasit  Melakukan undian dalam menentukan seri  Memimpin jalannya pertandingan  Menentukan pemenang 2. Wasit dan pembantu wasit 1.101 b. sehingga besar kecilnya gabus akan terpengaruh terhadap besar kecilnya tiupan.  Halus tidaknya lubang sumpitan.  Pengaruh angin Karena anak sumpit yang sudah ada gabusnya tersebut adalah benda yang ringan. Lubang yang halus buatannya dan baik pemeliharaannya akan melancarkan jalannya anak sumpit. maka pengaruh akan angin sangat besar terhadap lurus tidak larinya anak sumpit tertutama angin dari samping.  Anak sumpit Kehalusan membuat anak sumpit berikut gabus sangat berpengaruh terhadap laju larinya anak sumpit. . Oleh karena itu mata door yang digunakan untuk mengebor batang sumpit harus mata boor satu saja agar lubangnya tetap sama. Pencatat (scorer) Mencatat hasil / nilai yang diperoleh penyumpit atas laporan pembantu wasit.  Batang sumpit Yang paling efektif batang sumpit adalah sepanjang sepeda ditambah sejengkal dari masing=masing penyumpit. Sedangkan besar kecilnya batangsumpit juga akan berpengaruh berat ringannya sumpit. 15 m. Besar kecilnya kaliber sumpit akan berpengaruh terhadap besar kecilnya gabus. Putri Jarak 10 m. Pembantu wasit  Mengawasi penyumpit sesuai dengan jarak yang ditentukan  Meneliti perkenaan yang sebenarnya  Melaporkan hasil kepada pencatat nilai 3. kemampuan tangan untuk memegang batang sumpit agar tidak bergerak. Banyak anak sumpitan yang digunakan dalam satu seri adalah 5 buah. Ini berarti sumpit bukan pegangannya sangat berpengaruh terhadap tembakan. 25 m. kemahiran membidik. dimana akan berpengaruh juga pada pembidik. 8.

meningkatkan keterampilan dan bversosialisasi. . jambu. kemudian dipintal menjadi tali. Pangkal tali dibuat cincin sehingga dapat untuk memasukan jari tengah. Kayu tersebut dibentuk menjadi gasing dengan ketentuan sebagai berikut : Tinggi : 11 cm Tinggi Kepala : 2 cm Garis Menengah : 7 cm Badan keliling : 11 cm b. Sasaran Anak – anak dan remaja E. Pangkal tali tersebut agak besar dan berangsur – angsur menjadi kecil sampai ke ujung tali. D. bisa dilakukan perorangan atau beregu.5 meter Lebar : 6 meter 2. Lapangan dan Peralatan a. Tujuan Mengisi waktu luang. Manfaat Bergaul. Panjang tali sesuai dengan kebutuhan gasing.102 63) PERMAINAN GASING A. Latar Belakang Permainan Gasing terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia. Tali Terbuat dari daun pandan atau rami. dan keterampilan meningkat. Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki – laki berusia 7 – 17 tahun. misalnya teras kayu asam. Bentuknya persegi panjang dengan ukuran : Panjang : 7. Permainan ini mengandung sifat kompetitif karena sifatnya mencari kemenangan mengadu ketangkasan dan keterampilan memutar gasing. gembira. B. Gasing terbuat dari kayu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menyeruapi jantung pisang bagian bawah. dan lainnya. C. Peraturan Permainan 1. Peralatan a. Gasing Terbuat dari kayu yang keras. Lapangan Area tempat bermain gasing hendaknya yang rata serta tidak ditumbuhi oleh rumput.

III. Pada inning ketiga dan seterusnya diadakan rotasi terus sesuai dengan urutan semula. Permainan gasing dimainkan dalam waktu 10 inning. g. b. dan VI ke V serta V ke I. II. Pemain a. Pada inning kedua diadakan rotasi yaitu penyerang dan yang bertahan menjadi regu penyerang dan yang bertahan berada di petak no I. waktu melempar gasing lawan menginjak garis ( CD/EF ) dinyatakan batal ( dis ). gasingnya berputar di luar petak pasang dinyatakan mati dna nilai dikurangi 2. d. siapa yang gasingnya lebih lama berputar dialah sebagai penyerang terlebih dahulu. Kesalahan/ Pelanggaran a. IV. c. Regu penyerang di petak serang dalam keadaan siap untuk melempar dan regu bertahan berada di luar petak bertahan untuk siap melakukan pemasanagan gasing. c. Lama permainan a. b. Setelah aba – aba dari wasit dengan peluit. Untuk menentukan penyerang dan bertahan. . 6. terlebih dahulu diadakan undian. 4. artinya 10 kali sebagai bertahan dan 10 kali sebagai penyerang. j. e. Setelah peluit berbunti lagi maka regu penyerang menyerang gasing – gasing yang dipasang di petak pasang. Pelaksanaan Permainan a. regu penyerang menjadi regu bertahan dan regu bertahan menjadi regu penyerang. Lapangan tetap di tempat atau di lapangan masing – masing. Setelah itu. Salah seorang dari regu bertahan. Setelah inning ke V diadakan pergantian lapangan ( tempat ). Pergantian pemain dapat dilakukan apabila pergantian inning banyaknya pergantian hanya 2 kali. b. Pada inning V diadakan pergantian lapangan ( tempat ). Jika beregu. satu regu terdiri dari atas 5 orang dengan 2 orang cadangan. f.103 3. b. Dapat dimainkan secara perorangan dan beregu. Apabila nilai sama maka permainan diperpanjang dengan 1 inning lagi. 5. Salah seorang dari regu penyerang. i. maka regu bertahan secara serempak memasang gasing masing – masing pada perak yang telah ditentukan. h. Permainan gasing pada umumnya hanya dilakukan oleh putra saja. Cara undian ialah dengan memutar gasing oleh kedua belah pihak.

Pembantu wasit : 1 orang c. Pemain bertahan yang memusang gasingnya di petak lain atau di daerah bebas dihukum dengan 1 pengurangan nilai. g. maka penyerang nilai = 0. Dinyatakan menang ujika nilai paling banyak. Gasing lawan terlebih dahulu mati maka regu penyerang dapat nilai 3. d. dan jika kena lemparan keluar dapat nilai 5. maka regu penyerang boleh masuk ke daerah bebas untuk menyerang gasing tersebut. Seperti no 1 tapi penyerang di petak lawan dapat nilai 4. 10. c. 8. Gasing penyerang lebih cepat mati. Denda/ hukuman pengurangan nilai 1 dan 2 jika dari pihak bertahan salah menempatkan gasingnya waktu perang.nilai 5. maka penyerang boleh maju. 7. c. Penentuan pemenang a. Salah satu regu bertahan. Pencatat : 1 orang . sedang gasing penyerang mengganti di petak pasang sedang gasing lebih lama berputar dari gasing lawan nilai 5. e. Gasing lawan dipasang terus mati dan barada di aderah bebas. d. Penilaian a. e. d. Gasing regu bertahan segera mati dan berada di luar petak pasang nilai dikurangi 2. selanjutnya masih dapat dilempar oleh regu penyerang. Kena bisa nilai 3 kesemuanya berlaku jika gasing penyerang lebih lama berputar dari gasing yang bertahan. Salah seorang regu bertahan.nilai 5. Perkenaan a. gasingnya berputar dipetak kawannya dihukum dengan pengurangan nilai 1. jika kena tetapi tidak terlempar ke luar mendapat nilai 3. Gasing dipasang dilempar kena dan ke luar. Gasing lawannya kena dan terlempar ke luar petak pasang. gasing berputar di daerah bebas.104 c. Wasit : 1 orang b. Wasit/ pemimpin pertandingan a. 9. b. Bila kena penyerang maka dapat nilai 3 dan keluar dapat nilai 5. Gasing lawan terlempar ke luar petak pasang sedang gasing penyerang berada di petak lain. f. b. Gasing regu bertahan waktu dipasang terus mati di petak sendiri boleh dilempar.

B. Peralatan yang digunakan Dalam permainan ini dibutuhkan kereweng atau pecahan genteng yang nantinya disusun. Kelompok yang menang nantinya melempar batu agar mengenai sasaran yaitu kereweng yang ditumpuk.blogspot. Membuat lapangan permainan/ area permainan.com/macammacam-permainan-tradisional . Sumber Permainan ini bersumber dari widarto-aji-kurniawan. F. Peserta Untuk memainkan permainan ini dibutuhkan peserta minimal 2 orang atau kelompok yang jumlah dari keduanya harus genap. Pelaksanaan Permainan 1. Permainan ini memiliki sebuah sasaran atau tujuan yaitu berupa benda yang ada di tengah. Permaian ini dimainkan saat waktu luang. E. D.dilanjutkan dengan suit untuk menetukan kelompok yang bermain terlebih dahulu.105 PERMAINAN TRADISIONAL PILIHAN 64) PERMAINAN TUJON A. : orang yang melempar batu ke sasaran : kereweng yang ditumpuk 2. Penentuan Kemenangan Kelompok atau regu yang paling banyak melempar batu dan mengenai kereweng maka itulah pemenangnya. Dibagi menjadi 2 kelompok atau 2 orang yang berlawanan. 3. Boleh putra atau putri. Latar Belakang Permainan ini bernama Tujon yang memiliki arti tujuan atau sasaran. Manfaat Permainan ini dapatmengembangkan kepekaan panca indera manusia dan melatih ketepatan. maka kelompok yang berhasil itu segera menuju ke kelompok lawan untuk minta gendong. C. Apabila batu yang dilempar itu mengenai sasaran dan kereweng tersebut jatuh. Permainan ini kemungkinan berasal dari Yogyakarta karena dilihat dari namanya dalam bahasa jawa. G.

sore. asam. Ada empat versi dalam dolanan Macanan. baik pagi. yakni macanan 21 wong (orang) 1 macan. Alat yang digunakan juga mudah dicari dan sederhana. seperti halma dan lainnya. Mereka saling berhadapan untuk saling mengalahkan. Peserta Dolanan Macanan sering dimainkan oleh anak laki-laki berusia di atas 10 tahun. seperti kerikil atau biji-bijian buah (seperti: sawo. siang. ada yang kalah dan menang. Namun. Manfaat Permainan memberikan manfaat berupa melatih kecepatan berpikir dan ketelitian serta kecermatan dalam melakukan sesuatu atau memutuskan sesuatu. namun kebanyakan dimainkan oleh anak laki-laki. namun syaratnya harus tetap berpasangan. dianggap sebagai sebuah macan. Alat dan Tempat Permainan ini cukup sederhana. D. Jika lebih. tidak banyak menggunakan tempat untuk bermain. Gambar segitiga ini biasa disebut gunung. redi. menyesuaikan lahannya. pensil. keramik. atau malam hari. dolanan ini tidak berhubungan langsung dengan hewan macan atau harimau. Merujuk namanya. bisa menggunakan tempat berlantai tanah. bisa dimainkan secara beregu. hanya sekitar 1 meter persegi. tegel. . Menurut sumber Sukirman (2004). Pelaksanaan Permainan 1. Setidaknya. atau benda lain. sebuah alat yang dipakai untuk bermain. C. Syarat lokasi bermain bersih. yakni alat lain yang dianggap sebagai manusia. setidaknya yang berada di daerah Yogyakarta. yang hidup di era tahun 1970-an mengenal sebuah dolanan tradisional yang bernama Macanan. dan macanan 3 wong 1 macan. Hanya saja untuk saat sekarang sudah sangat jarang dimainkan karena tergeser dolanan modern lain. B.106 65) PERMAINAN MACANAN A. Mereka bermain di waktu senggang. yang memang fungsinya menyerang pihak lawan. Dolanan ini banyak digemari oleh anak laki-laki karena bermasuk dolanan kompetitif. E. dan lainnya). Sementara gambar berupa segitiga dan persegi empat bisa digambar dengan kapur. atau krangkeng. Latar Belakang Mayoritas anak masyarakat Jawa. tanjung. asalkan rata dan nyaman. mengasah otak. dolanan ini harus dimainkan oleh 2 orang. Walaupun tidak ada larangan bagi anak wanita untuk bermain. dolanan ini sudah dikenal sejak sebelum Perang Dunia (PD) II. atau lainnya. macanan 8 wong 1 macan. macanan 4 wong 1 macan. Pertama – tama membuat arena atau gambar segitiga yang saling dihubungkan oleh garis tegak lurus dan mendatar.

Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. Permainan ini berkembang di masyarakat terutama anak – anak setelah pulang sekolah. Latar Belakang Merupakan permainan yang berasal dari Yogyakarta. Yang menjadi batu berusaha untuk membuat macan terperangkap dengan membuat jalan macan tertutup. Bisa laki – laki atau perempuan. B. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. Pengertian dari kata mul – mulan sendiri kurang dicertakan dengan jelas disini. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan .107 2. G. 3. D. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna E. misalkan pemain A dan B. Bisa menggunakan kerikil atau biji – bijian. C. Sukriman Dharmamulya. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain Mul-Mulan. Permainan ini biasa dimainkan untuk mengisi waktu luang. Kepel Press 66) PERMAINAN MUL . Yogyakarta. maka pemain B harus menggunakan kerikil. Penentuan Kemenangan Yang menjadi pemenang adalah yang menjadi batu namun paling banyak dapat menutup jalan macan. Menyiapkan peralatan yang akan digunakan. 2004. dkk. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. Permainan ini memiliki tujuan untuk menghabiskan batu atau biji lawan. Apabila ada dua anak.MULAN A. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. Pelaksanaan Permainan a. F. Sumber Permainan Tradisional Jawa. Peserta melakukan suit atau undian untuk mencari yang menjadi batu dan menjadi macan. 4.

. kira-kira panjangnya 25—35 cm. bisa menggambar dengan kapur atau pecahan tembikar. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. Jika bermain di atas lantai atau ubin. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. bisa dengan panjang hingga 30—40 cm. Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. Kedua pemain lalu duduk saling berhadapan. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. Kemudian keempat sisi di bagian tengah ditarik sebuah garis menghubungkan bujur sangkar satu dengan lainnya. Kemudian bujur sangkar kedua yang ada di dalamnya bisa dibuat lebih kecil sedikit. Salah satu pemain segera menggambar bangun bujur sangkar sama sisi lapis tiga di atas ubin atau lantai. d. tidak lupa salah satunya juga menyiapkan kapur atau alat tulis lainnya (sesuai dengan media yang dipakai). serta masingmasing membawa orang-orangan. Langkah pertama. Di sini. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 9 buah. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas.108 agar tidak keliru. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. keduanya harus melakukan sut. Jika pemain A menang. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. ia main duluan. Dengan demikian gambar dolanan MulMulan sudah siap digunakan. Demikian pula dengan bujur sangkar yang ketiga bisa dibuat lebih kecil lagi (lihat gambar). Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. b. Sisi terluar. Setelah menyepakati tempat yang teduh dan nyaman. c. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B.

Pelaksanaan Permainan e. Departemen P&K 67) PERMAINAN NERENSI A. Sebenarnya permainan ini juga ada di Yogyakarta dengan nama Mul – mulan dan dam-daman. Yogyakarta. C. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. menampar tangan. Jakarta.109 F. atau menyanyi. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan . Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. Sumber Permainan Tradisional Jawa. Pengertian dari kata nerensi sendiri kurang dicertakan dengan jelas disini. Ahmad Yunus. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. H. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. Permainan ini berkembang di masyarakat terutama anak – anak setelah pulang sekolah. B. dkk. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. misalkan pemain A dan B. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna E. 2004. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain nerensi. Bisa laki – laki atau perempuan. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. maka pemain B harus menggunakan kerikil. maka ia harus menerima hukuman. Apabila ada dua anak. Permainan ini memiliki tujuan untuk menghabiskan batu atau biji lawan. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. jika pemain kalah harus menerima hukuman. Permainan ini biasa dimainkan untuk mengisi waktu luang. 1980/1981. Latar Belakang Merupakan permainan yang berasal dari Filipina. D. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas.. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. Sukirman Dharmamulya.

tidak lupa salah satunya juga menyiapkan kapur atau alat tulis lainnya (sesuai dengan media yang dipakai). maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. bisa dengan panjang hingga 30—40 cm. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. Setelah menyepakati tempat yang teduh dan nyaman. Langkah pertama. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 9 buah. kira-kira panjangnya 25—35 cm. f. Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. Salah satu pemain segera menggambar bangun bujur sangkar sama sisi lapis tiga di atas ubin atau lantai. keduanya harus melakukan sut. Kemudian keempat sisi di bagian tengah ditarik sebuah garis menghubungkan bujur sangkar satu dengan lainnya. ia main duluan. Dengan demikian gambar dolanan nerensi yang sudah siap digunakan. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. Jika bermain di atas lantai atau ubin. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. g. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. serta masingmasing membawa orang-orangan. Demikian pula dengan bujur sangkar yang ketiga bisa dibuat lebih kecil lagi (lihat gambar). Sisi terluar. Di sini.110 agar tidak keliru. Kemudian bujur sangkar kedua yang ada di dalamnya bisa dibuat lebih kecil sedikit. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. Kedua pemain lalu duduk saling berhadapan. h. bisa menggambar dengan kapur atau pecahan tembikar. Jika pemain A menang. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. . dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B.

Apabila tebakan itu benar maka mak bilang ―selamat‖. 1980/1981. Peserta Dimainkan secara berkelompok. Departemen P&K 68) PERMAINAN SUR . Berikut lagunya : Sarsur kurunan mak Mak emake tretete Tak undange tretete Yen kecandak kanggo gawe Adhi mesti mati 2x Tak bedhile mimis wesi Tong tong bull 2x b. Jakarta. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. Asal permainan ini dari Jawa Tengah dan Yogyakarta.111 F.. Bisa laki – laki atau perempuan. Sumber Permainan Tradisional Jawa.SURAN A. Sukirman Dharmamulya. C. 2004. Yogyakarta. I. Satu orang menjadi mak. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. dkk. atau menyanyi. Ada satu anak yang menjadi emak dalam permainan ini. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. menampar tangan. Jumlah pemain di tiap kelompok minimal 3 orang. Latar Belakang Pengertian dari permainan sur – suran ini kurang jelas namun sering diartikan sebagai tebakan. Peserta dibagi dalam 2 kelompok. Permainan ini berupa gerak dan lagu sebagai pengantar permainan. emak memanggil kelompok yang kedua untuk menebak yang dibisikan oleh kelompok 1. Setelah selesai menyanyikan lagu. Permainan ini dimulai dengan salah satu kelompok membisikan nama dari peserta kelompok lain. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. Dimainkan bersama – sama ketika waktu luang. Pelaksanaan Permainan a. Manfaat Melatih bersosialisasi dengan teman sebaya dan melatih keberanian serta kekompakan dan kepekaan. B. D. E. jika pemain kalah harus menerima hukuman. Ahmad Yunus. Setelah itu mereka menyanyikan lagu Sur – suran. Alat yangDibutuhkan Dalam bermain permainan ini tidak membutuhkan peralatan apapun. maka ia harus menerima hukuman. .

Pelaksanaan Permainan i. G. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. Sebenarnya. Yang paling banyak menebak benar maka yang menang. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. H. B. Penentuan Kemenangan Apabila kelompok berhasil menebak maka dia menang dan apabila tidak berhasil menebak maka akan menggendong yang kalah.daman. DAM! Kata-kata itu diucapkan oleh pemain yang melangkahi pion milik lawan mainnya. Sumber Permainan-tradisional-sur2an. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna I. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. maka pemain B harus menggunakan kerikil. Dam Daman ini bisa dimainkan kapan dan di mana saja. G. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 12 buah. . Bisa laki – laki atau perempuan. Apabila ada dua anak. Sedikit bercerita tentang permainan ini. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan agar tidak keliru.112 F. Latar Belakang Permainan dam – daman ini berasal dari daerah Jawa Tengah.dimainkan oleh dua orang pemain. Kemudian pion yang dilangkahi itu menjadi milik si Pemain tadi.com 69) PERMAINAN DAM – DAMAN A. misalkan pemain A dan B. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain dam .worpress.

jika pemain kalah harus menerima hukuman. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. l. dkk. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. Latar Belakang Damon adalah permainan anak yang gemar mengoleksi karet lingkar / karet gelang. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan.113 j. k. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. 2004. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. Jakarta. Yogyakarta. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada.. Jika pemain A menang. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. Sukirman Dharmamulya. Pada zaman dahulu untuk mendapatkan karet tidak membeli . Langkah pertama. J. Ahmad Yunus. menampar tangan. J. Di sini. Setelah itu mereka membuat arena bermain yang berbentuk seperti ini. atau menyanyi. Departemen P&K 70) PERMAINAN DAMON A. 1980/1981. Sumber Permainan Tradisional Jawa. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. maka ia harus menerima hukuman. keduanya harus melakukan sut. ia main duluan.

secara langsung. Dan lidi untuk sasaran. F. G. f. H. Jika belum berani maka pemain kedua boleh memindah karetnya supaya lebih dekat lagi dengan karet pemain pertama. asalkan tempatnya datar. g. Penentuan Kemenangan Pemain yang paling banyak memasukan karet ke dalam lidi maka dialah pemenangnya dan berhak membawa pulang karet yang digunakan dalam permainan. Sementara yang kalah akan kehilangan satu dari karetnya bahkan bisa semuanya. b. halaman. Pelaksanaan Permainan a. Sumber Permainan ini dicerikan dan dipraktekan pada saat pembelajaran mata kuliah permainan tradisional kelas PGSD Penjas A tahun 2009 di semester 4. e. Pemain pertama menjatuhkan satu karetnya di tanah. Manfaat Manfaat permainan ini adalah dapat meningkatkan pergaulan antar teman . Karet tersebut tidak langsung dibuang tetapi dikumpulkan untuk bermain kilanan Dua pemain saling beradu kecermatan dalam menyentil karet supaya berdekatan hingga satu jengkal. Pemain kedua menegaskan bahwa dirinya sudah yakin atau siap dengan mengucap kata ―Berani‖ jika memang sudah siap.114 B. Pemain berusaha memasukan karet ke lidi yang ditancapkan. Namun orang dewasa pun dapat ikut memainkannya. kedua pemain melakukan undian menentukan siapa yang lebih dulu menjatuhkan karet. dalam rumah. gembira. Peserta Anak – anak usia Sekolah Dasar baik laki – laki maupun perempuan. Jumlah pemain minimal 2 orang. Alat yang Digunakan Karet gelang dan tempat untuk bermainnya dapat di kebun. permainan ini sangat seru dan menyenangkan karena siapa yang menang berhak mengambil dan memiliki karet lawan. Sebelum permainan dimulai. C. Tujuan Tujuan permainan ini untuk mengisi waktu luang dan melatih kecermatan yaitu pada saat menyentil karet untuk di dekatkan pada karet lawan. kemudian c. Pemain kedua meniup karet agar dapat mendekati sasaran yaitu berupa lidi yang ditancapkan di atas tanah. Pada saat istirahat sekolah anak-anak jajan nasi bungkus yang tali ikatnya menggunakan karet. dan meningkatkan kecermatan dan ketrampilan. Pemain kedua menjatuhkan satu karetnya agak berjauhan dengan karet pemain pertama d. . E. D.

115 71) PERMAINAN GOBAK BUNDER .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful