1

PERMAINAN TRADISIONAL NUSANTARA
1) PERMAINAN MBURU KEWAN
A. Latar belakang permainan Permainan ini dibuat untuk mengisi kegiatan pada waktu sore hari,dengan cara menirukan orang yang sedang berburu binatang dengan cara melempar benda untuk menangkap binatang yang sedang diburu. B. Asal permainan Asal permainan ini adalah dari daerah pemalang dan sekitarnya C. Peserta Pesertanya adalah semua umur,baik anak-anak maupun orang dewasa dapat melakukan permainan ini.peserta minimal 10 orang dan maksimal tak terbatas. D. Alat yang diperlukan Alatnya adalah 2 buah bola plastik untuk bahan lemparan berburu E. Pelaksanaan Permainan Pertama di awali dengan diundi (hompimpah) untuk mencari 2 orang untuk menjadi pemburu dan sisanya menjadi binatang yang menjadi sasaran lemparan.nanti kalau ada anak yang terkena bola leparan dari pemburu,maka dia harus keluar dari arena permainan dan menjadi pemburu.dalam permainan ini tidak boleh melempar kearah kepala. F. Tempat dan waktu permainan Ditempat yang luas misalnya kebun,lapangan,pelataran rumah dll,dan biasanya dilakukan pada sore hari sambil menunngu maghrib G. Penentuan pemenang Dalam permainan ini yang menang adalah orang terakhir berada di lapangan permainan atau tidak tertangkap pemburu H. Tanggapan masyarakat Menurut masyarakat sekitar permainan ini cukup baik,karena dapatmenimbulkan kesenangan dan dapat melatih keterampilan dalam melempar dan menghindar I. Sumber Saya mengetahui dari mas ahmad yang dulu pernah melakukan prmainan ini.

2) PERMAINAN SASEGO’AN
A. Latar Belakang Permainan ini dinamakan ―Sasego‘an‖ ( bahasa lampung )yang artinya ―Main sumput-sumputan‖ atau sembunyi-sembunyian. Hal ini sesuai dengan pelaksanaan permainan yaitu ― Menyembunyikan Sesuatu ―.

2

B. Peserta Permainan ini pada umumnya hanya dilakukan oleh anak-anak perempuan saja. Usia para peserta berkisar antara 7-13 tahun, dan dilakukan oleh sekurang – kurangnya 4 orang anak. Alat dan Fasilitas Permainan ini sebenarnya hanya semacam permainan sumput-sumputan yang hanya menggunakan peralatan sepotong kapur tulis, sepotong arang untuk menggambar, dan bagi masing- masing peserta sebatang lidi kecil kurang lebih 1cm, atau pecahan kecil dari beling kaca atau sebuah batu kecil yang gunanya unutk disembunyikan dalam permainan ini. Pelaksanaan Permainan Masing – masing anak (A,B,C dan D) duduk berjongkok di tanah saling bertolak belakang(membelakangi) dengan jarak masing-masing peserta kurang lebih 2 meter. Masing-masing anak ini membuat gambar segi empat dengan panjang sisi masing-masing segi ampat kurang lebih 10cm, kemudian segi empat tadi dibagi nenjadi empat bagian Setelah selesai,masing-masing memperlihatkan kepada peserta lainnya alat atau barang yang akan disembunyikan pada salah satu petak di dalam segi empat tersebut.Setelah itu masing-masing anak tadi mulai menyembunyikan alatnya pada salah satu petak dari segi empat tadi secara sembunyi-sembunyi dan hati-hati jangan sampai anggota lain mengintip tempat ia menyembunyikan alat tadi. Cara menyembunyikannya adalah dengan jalan menggali pada salah satu petak secara hati-hati jangan sampai terlihat ada bekas galian ataupun ada bekas timbunan pad tempat tersebut. Setelah penyembunyian di lakukan oleh masing-masing mereka harus mengatakan khadu, yang artinya sudah. Seterusnya ke empat anak (A,B,C dan D) bergiliran mencari alat permaian temannya yang disembunyikan tadi. Setiap orang hanya di bolehkan menebak dan mencari satu petak saja dan bagian yang lain untuk ditebak dan dicari teman-teman yang lainnya. Jika si A berhasil menebak tempat sembunyian si B dan berhasil menemukan alat si B, maka si B mempunyai utang 1 point. Selanjutnya si B kembali mennyembunyikan alatnya tadi pada salah satu petak tadi untuk ditebak dan dicari si C dan si D. Begitu seterusnya pada yang lainnya. Penentuan Kemenangan Siapa yang alat permainannya sering ditemukan teman-temannya itulah yang kalah, sebaliknya yang alat permainannya paling sedikit diketemukan teman – temannya itulah pemenangnya. Tanggapan Masyarakat Pada umumnya masyarakat merasa tidak keberatan diselenggarakan permainan ini, karena sifatnya hanya sekedar rekreatif dan tidak merugikan moral dan pendidikan anak-anak.

C.

D.

E.

F.

3

G. Sumber Suwondo, Bambang. 1983. Permainan Rakyat Tradisional Daerah lampung. Deprtemen Pendidikan dan Kebudayaan.

3) PERMAINAN SONDOK - SONDOKAN
A. Latar Belakang Permainan Tradisional di Kabupaten Kuantan Singini (Kuansing) angsur-angsur mulai menghilang dikalangan anak-anak di Kuantan Singingi, seperti Permainan Gasing. Begitu pula dengan Cerita Rakyat Kuansing seperti Ombak Nyalo Simutu Olang. Berikut ini adalah paparan tentang salah satu Permainan Tradisional Anak-anak di Kuansing. Sondok-sondokan adalah permainan tradisional di Kuansing tepatnya di Kenegerian Sentajo. Sondok-sondokan atau cari-carian merupakan permainan anak-anak tempo dulu, dimana permainan ini diangkat dari disebuah desa yang ada di Kenegerian Sentajo lebih tepatnya di Koto Sentajo. Koto Sentajo terutama pada dusun Gonting memiliki kontur dengan sedikit berbukit sehingga semakin nyaman digunakan untuk permainan Sondoksondok an, apalagi ditambah dengan adanya pelak milik masyarakat, dimana pelak ini semangkin menciptakan semangat permainan bagi para peserta, sebab didalam pelak ini selalu terdapat tumbuh-tumbahan yang ditanam pemiliknya untuk kebutuhan hidup sehari-hari seperti Pisang, Jeruk nipis, terong, Kunyit dan berbagai keperluan dapur lainnya. Dengan adanya berbagai tanaman dalam pelak Tersebut semakin elok sebagai tempat permainan ini. Ket : Sondok – sondokan : Cari – carian/ sembunyi Pelak : Kebun yang dipagar Tonggak : Tiang Olun : Belum B. Peserta Permainan Sondok-sondok an terbagi menjadi 2 Jenis Permainannya yaitu Tonggak Dingin dan Tonggak Bantuan, dimana kedua permainan ini mempunyai perbedaan, tonggak dingin biasanya dilakukan oleh anak-anak yang lebih kecil dari peserta Tonggak Bantuan, dimana peserta Tonggak Bantuan berumur antara 11 – 14 tahun, permainan tonggak dingin selalu dilakukan pada siang hari, sedangkan Tonggak bantuan Dilakukan Pada malam hari pada saat terang bulan, baik pada saat cahaya bulan penuh maupun pada cahaya bulan sabit, dimana pada saat bulan sabit akan lebih menantang karena cahaya dengan sedikit gelap dan samar-samar. C. Pelaksanaan Permainan Waktu permainan ini biasanya dilakukan setelah pulang mengaji sekitar jam 20.00 WIB, pada malam-malam sekolah biasanya sampai jam 22.00 WIB, tapi tidak terlalu sering permainan ini dilakukan pada malam-malam tersebut

Kedua Melewati batas yang telah ditetapkan.  Aturan Permainan  Penetapan Kawan : Sebelum permainan dimulai maka harus dilakukan dulu penetapan kawan masing-masing. jumlah regu yang akan bermain tidak terbatas. walaupun permainan dimalam hari pesertanya bukan saja laki-laki namun perumpuan juga tidak ketinggalan untuk ikut serta. kemudian pemenang sambil berlari mencari persembunyian. rumah penduduk. sambil berlari biasanya salah satu atau beberapa peserta sambil mengucapkan olun-olun berarti waktu yang kalah untuk membuka mata belum selesai. namun biasanya ditentukan dengan menunjuk pada objek-objek tertentu seperti jalan.4 kecuali hari libur sekolah.00 WIB. dalam pembagian kawan ini bisa ditentukan secara langsung seperti sit jari dan bisa juga dengan cara undian. semakin banyak regu dalam permainan ini semakin seru dalam pelaksanaannya. sebab dalam hal ini tergantung berapa jumlah yang ada pada malam itu. dimana pada malam minggu biasanya dilakukan sampai larut malam. dimana tonggak yang pakai untuk permainan tersebut hanya 1 pohon.  Penentuan Batas Apabila regu atau pasangan masing-masing telah didapat dan ditetapkan. melalui musyawarah yang tidak terlalu lama biasanya batas-batas bisa ditentukan. jarak terjauh dari tiang biasanya berkisar 250 M. Pinggir Sawah dan sebagainya. langkah berikut adalah menetapkan batas-batas persembunyian yang akan disepakati bersama. Lalu bagaimana isyarat bagi yang kalah bahwa satiap peserta betul-betul . dimana satu regu hanya terdiri dari 2 (dua) orang. idealnya dalam permainan paling sedikit sekitar 7 Regu atau 14 orang.  Alat yang Digunakan Dalam permainan ini menggunakan Tonggak sebagai alat bantu utama.  Cara Bermain Awal permainan ini dimulai dimana regu (2 orang) yang kalah dengan memejamkan/menutup mata sambil menghadap kearah tonggak. dan tidak tertutup kemungkinan sampai jam 00. dalam penetapan batas ini tidak terfokus pada jauhnya jarak. biasanya permainan ini sering dilakukan pada malam minggu. dimana tonggak yang digunakan yaitu Pohon yang ada disekitaran lokasi permainan. dimana pelanggaran yang dilakukan akan mengakibatkan kekalahan akan berpindah pada pihak yang melanggar aturan yang telah disepakati bersama. Ada dua pelanggaran yang harus diwaspadai oleh para peserta pertama memegang tonggak sebelum yang kalah memegang Tonggak tersebut. Pada kesempatan ini juga membahas pelanggaran yang dilakukan oleh masing-masing regu.

Peserta yang kalah harus mencari sebanyak mungkin semua peserta yang menang kalau bisa semuanya ditemukan.5 telah bersembunyi? Biasanya isyarat bagi regu yang kalah saatnya untuk membuka mata yaitu setelah tidak ada lagi terdengar suara peserta yang mau bersembunyi. dua orang yang kalah tadi bersiap untuk mencari setiap peserta permainan. Bahkan permainan ini bisa dimulai di mana saja tanpa persiapan apapun. jika ini terjadi maka permainan harus di ulang dan yang kalah tidak akan berubah. Latar Belakang  Nama Permainan Candak Ndodok atau sering disebut dalam bahasa indonesia yaitu Petak Jongkok atau Tap Jongkok adalah salah satu permainan tradisional Indonesia yang tidak membutuhkan banyak peralatan untuk memulainya. jangan sampai orang yang belum dapat atau ditemui memberi bantuan dengan memegang tonggak.com/2010/02/permainan-tradisional-kuansingsondok. dalam percarian kedua peserta yang kalah tersebut harus berpencar atau berpisah arah. setelah yang kalah memegang tonggak maka keduanya harus berbagi tugas.html 4) PERMAINAN CANDAK NDODOK A. mengapa demikian? Misalnya yang ada 10 Regu otomatis yang bersembunyi ada 9 regu dengan jumlah 18 orang.sungaikuantan. Apabila semua telah bersembunyi suasana dalam keheningan malam akan terasa pada saat itu. Permaian candak ndodok dimulai dengan sebuah gambreng. salah satu diantara mereka harus menjaga tonggak. D. ini dilakukan agar lebih konsentrasi dalam pencarian. setelah didapat peserta yang bersembunyi yang kalah harus kembali ke tonggak untuk memegang tonggak sambil menyebut nama peserta yang telah didapat. Gambreng . sebab kalau tidak akan menjadi rumit. Nilai yang Terkandung Hal-hal positif yang bisa diambil dari permainan sondok-sondok an/cari-carian yang harus ditanamkan sejak dini antara lain :  Keberanian dalam kemandirian  Kejujuran dalam aktifitas  Silahtuhrahmi antar peserta selalu terjalin E.  Sejarah Permainan Permainan candak ndodok ini merupakan permainan yang sangat unik. dimana saat kondisi seperti itulah yang kalah untuk membuka matanya. Tentunya minus persiapan ditegur petugas keamanan ataupun persiapan menahan malu yang teramat sangat. Sumber http://www.

Begitu juga dengan anak yang tidak jongkok namun berhasil disentuh oleh pengejar akan menjadi pengejar selanjutnya. Tetapi. Tentukan satu orang yang akan mengejar. Pemain yang jongkok dianggap tidak aktif dan tidak bisa mengaktifkan diri sendiri. Bila si penjaga berhasil melakukan itu. maka pemain tersebut tidak bisa berjongkok untuk menghindari kejaran penjaga. Alat dan Fasilitas yang Diperlukan Dalam permainan candak ndodok ini para pemain hanya membutuhkan lapanga yang luas yang berbentuk persegi panjang. Karena permainan permainan petak jongkok ini tidak sulit di mainkan bahkan mudah untuk di mainkan oleh anak-anak. D. Permainan candak ndodok ini berasal dari daerah Jawa Timur. Biasanya permainan dimulai dengan semua pemain lari berpencar menjauhi si penjaga. Si penjaga harus mengejar pemain lainnya sampai berhasil menepuk (di mana saja) salah satu pemain. sedangkan orang yang berjaga akan menjadi target penjaga. 6. Para target bisa meloloskan diri dengan cara berjongkok. posisi akan otomatis berubah. Pemain tersebut harus mengaktifkan pemain lainnya baru kemudian bisa berjongkok untuk menghindari kejaran penjaga. Pelaksanaan Permainan Dalam permainan ini tentu saja kita semua harus tahu dan mengerti cara bermain dengan baik. Untuk menghindari pengejar. B. setiap anak boleh jongkok. . Bila jongkok berarti dia tidak dapat disentuh oleh pengejar. Bila pemain yang berdiri hanya tersisa satu orang. 2. hal inilah yang menyebabkan permainan ini diberi nama ―Candak Ndodok‖. C. Anak yang berdiri dapat membangunkan anak yang jongkok. diantaranya adalah sebagai berikut : 1. anak yang terakhir jongkok berarti akan menjadi pengejar menggantikan pengejar yang lama. 3. membutuhkan lapangan yang luas dan jumlah peserta untuk melakukan permainan petak jongkok ini maksimal 10 orang dan minimal 5 orang karena kalau kebanyakan kasihan yang kalah atau yang akan jadi pengejar. 4. 5. Permainan petak jongkok ini. Dan permainan seperti ini yang selalu dimainkan olek anak-anak ketika mereka libur sekolah atau pada waktu anak-anak SD istirahat menunggu bel masuk kelas. Peserta Permainan ini dapat di mainkan oleh anak SD umur 7 sampai 12 tahun atau mulai dari kelas dua sampai dengan orang dewasa karena permainan ini boleh dimainkan oleh siapa saja baik laki-laki maupun perempuan.6 adalah sebuah proses menentukan giliran yang biasanya dimulai dengan teriakan "Hom pim pah alaiyum gambreng!". Orang yang ditepuk akan berjaga. Satusatunya cara untuk kembali berlari adalah pemain ditepuk oleh pemain lain yang masih berdiri dan tidak menjadi penjaga.

B. Tanggapan Masyarakat Dunia anak adalah dunia bermain. Memaksa pemain yang sedang berjongkok untuk berdiri. Lupa membangunkan pemain yang sedang berjongkok seharian penuh di lapangan. Sedangkan bilahnya terbuat dari kayu atau bambu yang diraut agak runcing dengan panjang tidak lebih dari lengan. kemampuan membuat strategi. Sedangkan ‗jarat‘ adalah istilah orang Banjar untuk tali yang ujungnya bersimpul untuk menjebak atau mengikat (seperti tali lasso di Amerika). 3. 2. Alat dan Fasilitas Peralatan bermain berdasarkan permainan aslinya. dan membangun EQ. tidak ada salahnya mengajarkan permainan yang mungkin sering dimainkan sejak kecil. Tetapi. Pada permainan ini tiap pemain berusaha mencari jarat pemain lainnya yang disembunyikan di dalam pasir dengan cara menusukkan bilah lidi/kayu/bambu. Sumber Sumber permainan candak ndodok ini saya dapat dari Hamid Nur dan permainan tradisional merupakan permaina anak tempo dulu yang sekarang hilang dimakan zaman. 5) PERMAINAN ISUTAN JARATAN A. Penentuan Kemenangan Untuk menentukan pemain yang menang dan kalah. sikap mudah bersosialisasi. Mulai dari mainan yang terbuat dari plastik hingga mainan elektronik. F. Pohon pisang yang kering biasanya terlihat seratnya. Permainan ini sebenarnya menebak letak jarat yang ada di dalam pasir.7  Hal yang tidak boleh dilakukan 1. . Mendorong pemain yang sedang berjongkok sampai terjatuh. Beragam mainan diciptakan untuk menghibur dan juga sebagai sarana pendidikan anak. kita lihat dari berlangsungnya permainan tersebut. E. Latar Belakang Isutan Jarat adalah nama permainan tradisional yang berkembang di daerah Kalimantan Selatan. Namun. Asal katanya dari isutan dan jarat. Permainan seperti ini mengasah kemampuan otak. Jadi isutan jarat maksudnya mencari tali yang bajarat (memiliki jerat). yaitu tali dari serat pohon pisang dan bilah kayu dari bambu atau jenis kayu lainnya. kata isutan ini mungkin dari peralihan kata ‗usutan‘ yang berarti ‗mencari‘. bagian inilah yang diambil oleh anakanak untuk membuat tali jarat. G. permainan tersebut berlangsung lama sampai para pemain merasa lelah dan capek jadi pemain yang menang dan kalah akan selalu berganti-ganti. Jika pemain yang dikejar maka dianggap menang dan pemain yang jadi pengejar maka dianggap kalah.

 Jarat yang ingin disembunyikan ditimbun perlahan-lahan dengan pasir agak tebal supaya tidak kelihatan.  Setelah itu masing-masing anak menusukkan bilahnya ke dalam.8 C.  Keempat anak ini berpencar ke daerah pasir masing-masing untuk menyembunyikan jaratnya. ini bisa dilihat dari kejujuran saat menyembunyikan jarat dimana anak yang lain sepakat untuk tidak saling intip serta kejujuran untuk memasang lubang jarat yang sama lebar dengan pemain lainnya.  Begitu seterusnya tiap pemain bergiliran menebak jarat lawan F. Pengaruh dari permainan ini adalah memberikan sifat sportifitas bagi anak-anak. Tahapan Tahapan permainan :  Tahap menyembunyikan jarat :  Misalnya jumlah pemain ada 4 orang. Tempat orang sudah dirasa cukup karena akan terlalu ramai yang bisa menimbulkan kebingungan. Apabila semua anak yang giliran mencari sudah menusukkan bilahnya maka yang mempunyai jarak menariknya sehingga akan ketahuan siapa yang berhasil menebak jarat.  Ujung tali yang tidak memiliki jarat disisakan diluar untuk menariknya nanti. Tempat Lokasi permainan ini biasanya di pinggir sungai saat air surut atau di halaman rumah yang banyak pasirnya. .  Pemain yang berhasil bilahnya akan tersangkut di dalam jarat. Dua orang diperlukan karena akan ada posisi pasang tempat yang menyembunyikan jarat) dan posisi naik (yang mencari lubang jarat). Peserta Jumlah pemain isutan jarat minimal dua orang dan sebanyak-banyaknya empat orang. Waktu permainan bebas bisa dimainkan kapan saja kalau di kampung anak-anak (laki-laki dan perempuan) akan memainkannya saat sore menjelang mandi di sungai.  Tahap mencari jarat  Ditentukan dulu timbunan pasir siapa yang akan dicari duluan. Permainan isutan jarat tidak ada kaitan dengan jenis upacara atau peristiwa tertentu. ada yang menyembunyikan jarat dengan ujungnya berkelok-kelok sehingga lawan sulit menebak letak jarat sebenarnya. E.  Teknik menyembunyikan jarat ini menentukan kelihaian tiap anak dalam bermain usut jarat. D. Penentuan Kemenangan Dalam permainan ini tidak ada konsekuensi kalah atau menang hanya memberikan kepuasan dan kebanggaan bagi anak yang berhasil mencari jarat atau anak yang jaratnya tidak berhasil ditemui lawan.

B.  Permainan ini tidak boleh mengenai kepala.dan penghadang lainnya. Pelaksanaan Permainan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan lebih dominan dialam terbuka seperti : Dikebun dan lapangan. C. 6) PERMAINAN CETERAN A. dewasa E. Suku Tambi yaitu suku pendatang dari luar Kalimantan Timur.menahan emosi. Latar belakang Disebut dengan nama tambi-tambian sebab pada waktu dahulu permainan ini dimainkan oleh anak-anak suku Tambi.  Pemain Pemain bisa dimainkan oleh putra maupun putri yang jumlahnya tidak ditentukan. D.9 G.  Selanjutnya pemain harus menyebar untuk mencari tempat bertahan seperti dibelakang pohon.batu. melatih indra penglihatan dan mengembangkan ketrampilan ketepatan pada target yang bergerak.dan leher.dapat bersosialisasi dengan yang lain.mata.  Pihak lawan yang banyak kena peluru kertas itulah pihak yang kalah. Sasaran Anak-anak. diadakan hung pimpa untuk menentukan siapa yang akan menyerang terlebih dahulu. Manfaat Memupuk sifat sportifitas. yang sekarang banyak ditemui di kota . remaja.com. 7) PERMAINAN TAMBI . memupuk sportifitas. Latar Belakang Ceteran adalah permainan tradisional yang berasal dari sleman yang tidak diketahui secara pasti siapa yang membuat permainan tersebut.kuping.TAMBIAN A.  Pelaksanaan Permainan  Sebelum permainan dimulai.  Peralatan Bambu.permainan tradisional.  Pemain yang kalah bisa bertahan terlebih dahulu sambil bergantian menyerang.air dan kertas dijadikan sebagai peluru. Tujuan Tujuan dari permainan ini mengisi waktu luang. Sumber http//www.

Para pelakunya pada umumnya anak-anak pria. Itulah sebabnya pada saat seorang . Mempersiapkan lapangan permainan seperti tersebut pada gambar. dan apabila lemparan E tidak ada yang mengenai sasaran maka E tidak berhak melempar lagi. D. Tahapan Permainan  Misalnya pemain berjumlah 5 orang dan setelah diadakan undian maka berturut-turut yang menang adalah E. Jumlah pemain dapat berjumlah 2 orang.10 Balikpapan. B. Ada juga bentuk lapangan yang berbeda yaitu lapangan diberi batas ± 2 x 8 m. D. Tetapi apabila lebih dari 5 orang. Yang ideal berjumlah 4 orang dan Maksimum 5 orang.  Apabila pada waktu E melempar bola dan masuk pada lubang B. sedang B. permainan ini juga dapat dimainkan. C. D. Peralatan atau perlengkapan yang dipakai dalam permainan ini dilengkapi dengan lubang sejumlah pesertanya dan lubang itu sebesar bola. Pelaksanaan Permainan  Persiapan Para pemain mengadakan undian lebih dahulu dengan hom-pim-pa atau suit. Di samping itu lapangan permainan yang dipergunakan dilengkapi dengan garis pembatas lapangan.  Apabila lemparan B mengenai A. Samarinda. Maksud diberi penghalang ini adalah agar bola yang dilempar tidak bergulir jauh keluar lapangan permainan dan juga agar bola dapat mental kemudian menggelinding bebas masuk ke salah satu lubang. Tanda ini adalah tanda kalah. Mengenai latar belakang sejarah perkembangan permainan ini dulunya sering dimainkan oleh anak-anak dari suku Tambi. maka E berhak bermain lebih dahulu (memasukkan bola ke dalam lubang lebih dahulu). maka B dengan cepat mengambil bola dan sementara itu teman-teman yang lain (A. maka sebagai pengganti lubang dapat digunakan garis lingkaran yang agak besar. C. Apabila tidak memungkinkan untuk membuat lubang. A. maka lubang permainan A diberi tanda (Biasanya dipakai tanda berupa serpihan kertas atau batu. dan A masing-masing berdiri bersiap-siap pada lubang yang telah dipilih sebelumnya. tetapi gilirannya adalah pemenang undian ke-2 (yaitu B). yang menurut ceritanya mereka berasal dari Ceylon. Tetapi tidak jelas dari mana asal usul permainan ini karena hampir semua daerah di Kalimantan Timur mengenal permainan ini. Setiap pemain menentukan lubang permainannya masing-masing. Jumlah lubang yang dibuat harus sesuai jumlah pesertanya dan jarak antara lubang dengan papan penghalang kira-kira 10 cm.  Karena yang menang pertama adalah E. Suku ini berperawakan besar dan berkulit hitam. sedang pada lubanglubang permainan tidak diberi penghalang. E) berlari sedang B yang telah berhasil mengambil bola tersebut berusaha melempar temannya dengan bola tersebut sampai mengenai sasaran. terdiri dan garis batas pelempar dan lubang-lubang sasaran yang dikelilingi dengan papan atau batu bata yang dijejer. jadi A telah kalah 1 angka). Sasaran E sebenarnya adalah lubang milik E. karena permainan ini sangat membutuhkan tenaga lebih-lebih pada waktu diadakan hukuman. yakni sebuah lapangan yang datar yang berukuran ± 2 x 8 m. C. Pada awalnya orang menyebut permainan ini dengan sebutan Tambi-tambian dengan model lapangan seperti pada gambar lapangan I. B.

Garis-garis tempat melempar bola b. Jadi apabila peserta permainan ada 5 orang dan sudah mencapai kalah dengan angka 5 maka permainan berakhir dan anak-anak memberi hukuman bagi yang kalah. Keterangan : a. Permainan ini kembali seperti keterangan c dan d. Setelah selesai kembali giliran B menghukum B dan seterusnya sampai hukuman selesai dijalankan. Maka berturut-turut yang menghukum adalah yang paling sedikit jumlah nilai kalahnya. Nilai kalah yang terkumpul adalah sejumlah peserta permainan. anak-anak itu lari menghindari lemparan. Tetapi apabila dalam pelaksanan hukuman seorang anak yang sedang menghukum tidak mengenai sasaran (misalnya pada saat D melempar bola ke A dan tidak mengenai A. B. balok atau papan a —— b = ± 4 cm b —— c = ± 10 cm . lubang-lubang permainan c. sebab E kalah 3. Penghalang dari batu bata.  Setelah lubang A diberi tanda maka giliran melepar/memasukkan bola adalah B (karena pemenang kedua dalam undian). Setelah selesai maka B menghukum A dengan 4 lemparan (sebab B kalah 1). C. maka bola yang lolos akan diperebutkan kembali oleh anak-anak (A. maka A harus dihukum oleh anak-anak yang bermain dalam permainan itu. Penentuan Kemenangan Misalkan di sini yang kalah 5 adalah A. Kemudian C menghukum dengan 1 lemparan. D dan E). sebab C kalah 4. Kemudian E menghukum A dengan 2 kali lemparan. Jadi 5 (kalah A)-l (kalah B) = 4. untuk dilemparkan pada salah seorang anak. Dan selanjutnya jalannya permainan seperti pada poin c dan d di atas. C.11 anak hendak melempar bola pada teman-temannya. Di sini misalnya : A kalah 5 C kalah 4 E kalah 3 B kalah 1 D kalah 0 D melempar bola pada tubuh A sebanyak 5 kali.  Pada setiap anak yang kena lemparan dinyatakan kalah dan pada lubang permainan miliknya diberi tanda kertas atau batu kecil.

Pemain pertama melakukannya dengan cara meletakan batu dipunggung kaki dan mengayunkannya. Beberapa batu diletakkan berdiri sejajar. Apabila ada perempuannya maka dibagi supaya adil. Garis batas untuk awalan jaraknya disesuaikan dengan kemauan saat bermain 3. 5. Semua pemain yang pertama kali melakukan harus menggunakan kaki. melempar dengan kaki untuk berusaha mengenai batu yang dipasang sebagai target. Awalan yaitu dengan suit untuk menentukan siapa yang memulai dahulu 4.12 8) PERMAINAN GANDON A. Dan merupakan permainan tradisional yang sering dimainkan terutama oleh anak laki-laki. Latar Belakang Permainan ini dilakukan pada saat saya masih kecil. pemain biasanya tidak begitu banyak karena tempat juga merupakan faktor penentu. B. Setelah itu baru mengincar batu target dengan dilempar menggunakan tangan tetapi dengan cara kaki satu diangkat dan batu dilempar melalui bawah kaki yang diangkat baru ditangkap lagi . Misal pemain ada 4 maka bisa dibuat regu atau kelompok dua lawan dua. Karena anakanak yang terpenting dalam sebuah permainan adalah kesenangan. permainan ini diturunkan secara turuntemurun sehingga tidak tahu pasti siapa yang menciptakannya. Dan batu itu sebagai sasaran. 2. Dari orang pertama hingga terakhir. Misal 5 batu. 6. Pemain harus lebih dari satu orang. Pelaksanaan Permainan  Alat dan Fasilitas 1. C. Peserta Dalam permainan gandon. Halaman dari tanah  Jalannya permainan Permainan dilakukan: 1. Didaerah saya yaitu di Banjarnegara. Batu yang sedang 2.

Dan juga dari orang tua dan tetangga saya banyak yang memberitahu permainan ini. Sumber Permainan ini saya dapatkan dari pengalaman sewaktu kecil dan masih duduk di bangku sekolah dasar. Kabupaten Purworejo. Permainan magang lurah ini belum teridentifikasi secara pasti asal muasal pertamanya.13 dengan tangan kemudian baru boleh dilempar kesasaran. Selain itu juga. Karena dahulu sering saya mainkan saat waktu senggang. 9) PERMAINAN MAGANG LURAH/MIL-MILAN A. Dengan gambar seperti dibawah : E. sesama rakyat biasanya sukar atau memiliki keterbatasan kemampuan dalam membantu sesamanya. Sehingga pemain harus bisa berhati-hati dalam memainkan permainan ini. F. Tempat dan waktu permainan permainan dilakukan pada siang hari atau pada waktu senggang dan dilakukan dihalaman rumah. Lurah juga memiliki fasilitas yang memadai untuk membantu warganya yang sedang mengalami kesulitan. Akan tetapi. karena . D. serta keterampilan pemainnya. Faktor taktik dan strategi juga tidak lepas dari permainan ini. Sekali saja melakukan keceroohan maka akan menghancurkan permainan. sedangkan rakyat (masyarakat) digambarkan sama. dan saat melakukan permainan dapat menerapkan taktik yang telah disiapkan. Permainan ini mengutamakan kecermatan. Latar Belakang Permainan Magang Lurah ini Pada dasarnya merupakan simbol kehidupan bermasyarakat di desa. faktor konsentrasi sangat dibutuhkan dalam permainan ini. Seorang kepala desa (lurah) biasanya memiliki kekuasaan yang besar. Penentuan Kemenangan Pemenang ditentukan dari banyaknya batu yang berhasil dirobohkan dengan cara di lempar dengan batu tersebut. Sebelum melakukan permainan. Akan tetapi permainan ini sudah dimainkan secara turuntemurun di Desa Harjobinangun. Lurah bisa memerintah / menolong rakyatnya yang mengalami kesulitan dengan mudah. Terdapat seorang pemimpin dan banyak rakyat yang disimbolkan dengan lidi pelepah daun kelapa. Batu tidak boleh terjatuh atau kedua kaki menyentuh tanah. seorang pemain dapat menyusun strategi cara bermainnya. Seseorang yang mampu berkonsentrasi dan menjaga ketelitian akan dapat secara baik menyelesaikan dan memenangkan permainan. ketelitian. Orang-orang setempat menyebut permainan ini dari daerahnya sendiri. Kecamatan Grabag.

B. Permainan ini digemari anak usia tersebut dikarenakan permainan yang bersifat sederhana akan tetapi mempunyai banyak unsur bermain. Kapur tulis / peralatan lain untuk membuat garis pembatas.  Umur Peserta Permainan Permainan magang lurah ini biasanya dimainkan anak-anak yang berusia antara 6-12 tahun atau usia anak sekolah dasar. Apabila lidi yang lain bergerak karena tersentuh lidi itu. D. karena diperlukan cahaya yang terang. lidi yang lain tidak boleh ada yang bergerak. mulai 2 orang atau lebih. maka permainan selesai dan pemain yang lain mengatakan ―Mil‖.  Jumlah Peserta Permainan Jumlah peserta permainan magang lurah ini bervariasi. Lidi yang melewati garis pembatas / sebagian besar bagian lidi melewati garis pembatas.  Waktu pelaksanaan permainan : Pada dasarnya. Akan tetapi agar permainan ini berjalan dengan baik dan tidak menunggu lama. Biasanya batas nilai antara 200-500 poin. C. Permainan ini dilakukan pada saat anak- . waktu pelaksanaan permainan magang lurah ini dilakukan pada siang hari. permainan ini efektif dimainkan oleh 2-4 orang.  Pemain mengambil lidi satu persatu.  Setiap lidi yang berhasil diambil diberi nilai 5. sehingga lidi mudah diambil. Lurah dapat menolong lidi yang lain dengan mencongkel dengan kepala lurah.‖. Peserta  Gender Permainan magang lurah ini tidak membedakan laki-laki maupun perempuan. Alat dan Fasilitas Peralatan yang diperlukan dalam bermain magang lurah antara lain adalah lidi yang terbuat dari pelepah daun kelapa. Pemain yang telah melampaui nilai dinamakan ―mendhem 1. maka lidi itu juga dinyatakan keluar. 2. Tempat bermain magang lurah dapat dilakukan di tanah maupun di lantai tergantung kondisi. dan lidi lurah (yang paling panjang) diberi nilai 15.14 permainan ini mereka mainkan sejak kecil secara turun temurun dari orang tua mereka. Pelaksanaan Permainan  Permainan dimulai dengan menyebarkan kumpulan lidi ke tanah / lantai. Karena permainan ini dilakukan bergantian sesuai urutan.  Permainan dilanjutkan terus menerus hingga ada salah satu pemain yang mendapatkan nilai batas. Sehingga baik lakilaki maupun perempuan memiliki kemampuan yang sama dalam memainkan permainan magang lurah ini. Usahakan lidi menyebar dengan teratur. itu tandanya permainan berhenti dan ganti giliran pemain yang lain. Dikarenakan permainan ini lebih mengutamakan ketenangan pikiran dan tidak mengutamakan fisik. dst.

Sehingga permainan ini bersifat santai untuk menghilangkan rasa lelah. Namun ternyata permainan Seghog ini memiliki beberapa nilai positif. Kecamatan Grabag. Berdasarkan paparan beliau. G. Selain itu juga dengan permainan ini masyarakat beranggapan bahwa dengan permainan ini akan menemukan salah seorang calon pemimpin dari anak-anak yang memainkan permainan ini. F. Tokoh-tokoh masyarakat seumber informasi antara lain:  Siti Muryani (39 tahun) : Beliau adalah ibu penulis dan seorang guru SD Negeri Ketawangrejo. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat tentang permainan magang lurah ini termasuk baik. B.15 anak merasa lelah bermain yang menguras tenaga. Permainan ini dimainkan untuk mengisi waktu luang anak – anak ketika mereka ditinggal orang tua mereka. E. Penulis mendapatkan informasi tentang asal muasal serta tradisi turun temurun tentang permainan Magang Lurah dari beliau. namun juga ada anak – anak dari daerah Jawa Tengah. yaitu . maka penulis menentukan untuk memilih permainan Magang Lurah untuk ditulis. 10) PERMAINAN SEGHOG A. Tujuan Sebenarnya tujuan dari permainan ini hanya untuk mengisi waktu luamg. Namun pada kenyataanya banyak anak perempuan yang ikut memainkannya. maupun ketika mereka selesai belajar kelompok. dikarenakan anak-anak bermain dengan tenang dan mengurangi bahaya dibandingkan permainan yang diluar. kabupaten Purworejo. Penentuan Kemenangan Penentuan pemenang permainan magang lurah adalah dengan menghitung banyaknya mendhem perminan.  Dibyo Subyantoro (46 tahun) : Beliau adalah ayah penulis. Yaitu di daerah Purworejo. Setelah semua sepakat maka permainan dimulai dan dilaksanakan sesuai perjanjian pertama di awal permainan. Sumber Sumber informasi penulis dalam menuliskan permainan tradisional Magang Lurah yaitu dengan metode wawancara dengan berbagai tokoh masyarakat di Desa Harjobinangun. Sebelum permainan dimulai biasanya pemain menentukan angka untuk menentukan pendheman. Permainan ini sebenarnya lebih banyak dimainkan oleh anak laki – laki. Latar Belakang Permainan Seghog ini merupakan permainan yang banyak dimainkan di daerah Jawa Barat. Penulis mendapatkan banyak informasi tentang permainan Magang Lurah dari beliau yang mengetahui tentang tata cara permainan.  Aris Saputro (18 tahun) : Merupakan seorang pelajar SMK Pancasila Kutoarjo.

C. dan koordinasi dapat meningkat karena terlatih ketika bermain Seghog. Yaitu mendorong batu dengan menggunakan kaki bagian tengah dalam. dan melatih bersosialisasi.  Pemain mendapatkan bonus nilai apabila pemain kedua berhasil menyeghog batu lawan ketika pertama kali memainkan. Manfaat Konsentrasi. Selain itu karena adanya kegembiraan dapat mengurangi adanya ketegangan.  Pemain Jumlah pemain dalam permainan ini adalah minimal 2 orang. E.  Batu yang pipih. Terutama di tempat yang sudah dicor. Kemudian dia berusaha menyeghog batu lawan. remaja laki – laki dan perempuan terutama yang telah dapat berhitung.  Peralatan  Kapur untuk menggaris/ batang kayu bila dimainkan di tempat yang masih tanah. Bagi yang jaraknya lebih dekat maka dia akan bermain terlebih dahulu. Selain itu juga apabila pemain dapat menyeghog batu lawan melewati garis . Karena apabila tidak dapat melewati garis batas maka dinyatakan gugur. Hanya tempat yang berbentuk seperti persegi panjang.  Pemain pertama melakukan seghog. kemudian pemain mengukur jarak batu dengan garis batas dengan mengukur menggunakan ukuran kaki. Pemain melakukan undian agar dapat ditentukan siapa pemain yang dapat bermain terlebih dahulu. Dan bila jumlah pemain hanya ada 2 maka harus diulang kembali.  Jalannya permainan  Mula – mula pemain menyiapkan peralatan dan lapangan yang akan dipergunakan. Berusaha agar batu tersebut dapat melewati garis batas.16 dalam permainan ini akan melatih konsentrasi. ketepatan. Sasaran Anak – anak laki – laki dan perempuan. Dia memiliki kesempatan sampai menyeghog batu tersebut adalah sama dengan jumlah berapa ukuran kaki dari garis batas. Pelaksanaan Permainan  Lapangan Tempat yang dibutuhkan untuk memainkan permainan ini tidak membutuhkan lapangan atau tempat yang luas. D.  Bila misal kedua batu telah melewati garis batas. Jarak pemain dengan target adalah kurang lebih 3m. ketepatan antara mata dan gerakan kaki dalam mencapai sasaran. Permainan ini juga bisa dilakukan di dalam rumah.

B. Pada awalnya biji bekel dibuat dari engsel tulang tumit kaki belakang domba. Dilakukan dimana saja. Permainan ini masih saudara dengan gathengan. Peserta Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak perempuan. Logam ini memiliki bentuk yang khas. 11) PERMAINAN BEKELAN A. pemain menggenggam seluruh biji bekel dan menyebar seluruhnya ke lantai sambil melemparkan bola bekel ke atas dan menangkapnya. Pelaksanaan Permainan Permainan ini dilakukan dengan cara menyebar dan melempar bola ke atas dan menangkapnya setelah bola memantul sekali di lantai. dan ada yang terbuat dari bahan timah. F. Dan biasanya dilakukan oleh siswi putri pada waktu istirahat dan bisa juga dilakukan dirumah pada waktu luang. Kalau ada yang mati mereka akan teriak kegirangan. diambil 4 biji bekel. Bekel ini terdiri dari sebuah bola bekel dan lima buah biji bekel berbentuk logam. minimal dua orang. bikkelen. dan permukaan bawah yang tidak ada tanda catnya. permukaan halus yang ada tanda silang atau polos sama sekali. Kalau gathengan hanya menggunakan batu kerikil. D. Biji bekel diambil satu-satu sampai habis. Terdiri dari permukaan kasar yang ditandai dengan lubang-lubang kecil di permukannya berjumlah lima titik. Ulangi lagi menyebar seluruh biji bekel dan diambil 2 biji bekel. Terdiri dari empat biji bekel dan satu bola bekel. Paling sebel kalau ditonton laki-laki. yang penting bola bisa memantul keatas. bekelan menggunakan seperangkat alat khusus yang dinamakan bekel. C. Ada yang terbuat dari kuningan. Latar Belakang Bekelan berasal dari bahasa Belanda. Kalau bola tidak tertangkap atau bola memantul beberapa kali maka pemain dinyatakan mati.  Pertama. diambil dengan 3 biji bekel. Yang dinyatakan sebagai pemenang adalah orang atau pemain yang paling banyak mendapat angka dari hasil menyeghog tersebut. Sekarang dibuat dari logam. permukaan atas yang ada bintik merahnya. Sumber Sumber dari cerita tentang permainan ini adalah teman bermain penulis ketika kecil yaitu Riyanto dan Diah Pangestuti yang keduanya berasal dari Jawa Tengah. terakhir lima biji bekel diraup sekaligus. Alat dan Fasilitas Alat yang digunakan dalam permainan ini adalah bola bekel dan biji bekel.17 awal. Mereka biasanya mengganggu agar hilang konsentrasi dan melakukan kesalahan. .

4. lalu ambil satu bekel. lalu ambil biji bekel seperti langkah sebelumnya.18  Langkah kedua. remaja 13-16 th. ambil 4 biji bekel. Permainan ini seperti ular tangga tetap[i alat yang digunakan sedehana dan tradisional. E. halaman atau tempat yang sudah bentuk gambarnya dan waktu pelaksanaannya bisa pagi. 2. balik posisi biji bekel menghadap kebawah dan ulangi langkah sepertei langkah kedua dengan mengambil biji bekel 1.  Langkah keempat. ambil 3 biji bekel.html diakses tanggal 07 maret 2011 pukul 19. F. Ulangi terus sampai seluruh permukaan bekel menghadap ke atas semua. Sumber Data permainan ini saya peroleh dari pengalaman orang tua. dan seluruhnya. Langkah kelima. . Latar Belakang Sawahan merupakan permainan asli dari indonesia yang belum diketahui asal usulnya permainan ini. B.com/2010/08/permainan tradisional anak indonesia.  Langkah terakhir dinamakan Nasgopel. siang atau sore. terakhir raup seluruh biji bekel. terus permukaan halus menghadap ke atas semua. Penentuan Kemenangan Bila ada kesalahan dalam langkah nasgopel ini pemain harus mengulang ke langkah awal nasgopel. kemudian balik lagi semuanya menghadap kebawah semua. Raup seluruh biji bekel dalam sekali genggaman. dan terakhir balik satu persatu permukaan kasarnya menghadap ke atas semua. Alat dan Fasilitas Alat yang digunakan dalam permainan ini yaitu koin sebanyak 5. Pemain yang bisa melewati tahap ini dinyatakan sudah menang dan berhak untuk istirahat sambil menonton teman-temannya yang belum bisa menyelesaikan permainan. pengalaman pribadi waktu kecil dan http://wahw33d. Balik posisi biji bekel mengahadap ke atas semua. Peserta Didalam permainan ini membutuhkan peserta 2-4 orang baik putra/putri dengan umur anak-anak 7-12 th. 12) PERMAINAN SAWAH/ ULAR TANGGA A. balik seluruh posisi bekel bagian permukaan yang halus menghadap ke atas lalu ambil biji bekel seperti langkah ketiga. C. Balik posisi bekel menghadap ke atas semua satu persatu. balik posisi bekel posisi permukaan kasar menghadap ke atas semua. dan dewasa 17 th keatas. tetapi permainan ini sering dilakukan anak-anak di daerah Jawa tengah.blogspot.  Langkah ketiga . ambil 2 biji bekel.30. oleh karena itu permainan ini saya munculkan kembali karena pda zaman sekarang sudah tidak dditemukan lagi permainan ini karena sudah banyak permainan modern yang telah ada sehingga permainan tradisional alambat laun bakan hilang.

memupuk sportifitas. Penentuan Kemenangan Permainan ini ditentukan menang kalahnya bila salah satu yang mendapatkan sawah/poin paling banyak maka sebagai pemenangnya. Manfaat Gembira atau senang. pengolahan strategi meningkat. Gambar Permainan 13) PERMAINAN SLENTIKAN A. melatih jari-jari tangan.19 D. Cara jalannya permainan ini pertama koin ditaruh di atas tangan dengan telapak tangan menghadap kebawah kemudian dilemparkan keatas dan di tangkap. permainan ketangkasan dimana 2 pemain atau bisa lebih berlomba atau beradu cepat menyelentik daun secara bergantian sampai habis. G. B. D. C. maka jumlah tangkapan koin akan menentukan berapa langkah akan berjalan. Permainan ini dimulai dari A dan berjalan mengikuti anak panah tersebut. ketepatan mengarahkan sasaran dengan jari-jari tangan dan strategi. kemampuan motorik. Apabila tangkapan tersebut gagal maka pihak lawan yang akan melanjutkan . Sasaran Anak-anak. mka dari itu akan mendapatkan sawah 1/ poin 1. Peraturan Lapangan dan Peralatan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan bisa dialam terbuka . laki-laki maupun perempuan E. Tujuan Mengisi waktu luang. ketepatan dan juga akan meningkat. Tanggapan Masyarakat Masyarakat luas menanggapi permainan ini sangat positif karena dapat membuat orang dapat berkumpul kemudian bermain bersama dan dapat bersosialisasi antara anak yang satu dengan anak yang lain. Latar Belakang Slentikan adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya. setalah sampai di X dan Y kemudian kembali lagi ke A. F. E. Pelaksanaan Permainan Permainan tradisional ini cara bermainnya cukup mudah yaitu seperti permainan ular tanggatetapi dengan bentuk lapangan persegi dan cara jalannya tidak menggunakan dadu melainkan menggunakan koin yang dilempar dan kemudian ditangkap.

meningkatkan kesegaran jasmani.  Jalannya Permainan  Sebelum permainan dimulai. Sasaran Anak-anak dan dewasa E. Sumber Sumber dari permainan slentikan ini adalah dari orang tua di desa kami yang bersifat turun temurun sampai sekarang. C.daun turi dan masih banyak yang lainya. G. bermain dengan gembira. di lingkungan deket rumah yang banyak lorong untuk bersembunyi. B. Manfaat Mengisi waktu luang. D. 14) PERMAINAN BANCAKAN A. F.albasia. dikarenakan anak-anak bisa berkumpul bareng.  Slentik daun tersebut sampai bagian pinggirnya habis.  Lakukan begitu terus sampai dua kali menang.  Setelah daun lawan habis. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyakat mengenai permainan slentikan ini masyarakat menilainya sangat baik dan bermanfaat buat anak-anak. . meningkatkan kerja sama serta kekompakan. bersosialisasi. serta berusaha mencari lawan yang bersembunyi di kolong atau di balik pohon dan lainnya untuk di matikan dengan cara memenggil namanya. meningkatkan kerja sama serta kekompakan. yang intinya daun tersebut dalam satu tangkai daunya banyak. Latar Belakang Bancakan merupakan suatu permainan tradisional untuk menjaga daerah lingkaran yang berisi tumpukan genteng agar tidak dijatuhkan oleh pemain lawan.asem. meningkatkan kesegaran jasmani. begitu seterusnya bergantian dengan lawanya. maka anak tersebut menang dapat poin Satu. daun yang digunakan biasanya daun pohon pete. Tujuan Mengisi waktu luang. Peraturan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan biasanya di pelataran rumah. di halaman sekolah. diadakan humpimpa untuk menentukan siapa yang duluan menyentil atau menylentik daun tesebut.20  Peralatan Peralatan yang digunakan Cuma menggunakan daun.

dan saya kemarin bertanya kepada salah seorang teman saya Chandra.saya yakin ini dari orang orang jaman dulu yaitu permainan tradisional orang melayu.  Permainan akan diulang kembali apabila pemain yang jaga tidak bias mematikan pemain lawan secara terus-menerus.dan saya coba search di google ternyata ada. Dalam permainan ini alat yang digunakan sangat mudah hanya menggunakan pecahan genteng atau kramik. Latar Belakang Permainan tradisional ini merupakan kreatifitas anak anak melayu yang ingin mengisi waktu luang dan bersenang senang bersama teman teman.dia pernah bekerja slama 2 . dan pemain itu sudah tidak bias bermain lagi dan menunggu sampai permainan berikutnya.  Pemain Bancakan biasanya dimainkan oleh putra maupun putrid dengan pengelompokan umur. dan saya coba mencari asal usulnya digoogle tapi tidak ketemu.yang ingin bermain bola tanpa memakai sepatu dan pergi kelapangan. 15) PERMAINAN SEPAKBOLA KERTAS A.  Apabila ada pemain yang bias lolos dan biasa merobohkan tumpukan genteng tersebut tanpa diketahui pemain yang jaga maka pemain yang sudah dimatikan biasa ikut bermain kembali. B.  Jalannya permainan  Sebelum permainan dimulai setiap pemain memasukan pecahan genteng atau keramik ke suatu lingkaran dengan jarak yang telah desepakati. Sumber Sebenarnya saya terinspirasi setelah menonton Upin Ipin yang sedang bemain sepak bola kertas.  Setelah itu pemain yang kalah menata pecahan genteng tersebut untuk dirapikan di tengah lingkaran dan mencari para pemain yang bersembunyi.  Waktu permainan ini tidak ditentukan .21  Peralatan.  Apabila pemain yang bersembunyi tertangkap maka cara mematikannya dengan cara memanggil namanya. Pemain yang paling jauh melakukan lemparan atau jauh dari sasaran lingkaran itulah pemain yang harus menjaga lingkaran tersebut. apabila pemain itu sendiri merasa bosan maka permainan dihentikan dan juga apabila pemain yang kalah secara terus menerus maka pemain dihentikan.tinggal bermain dimana saja misalnya di depan teras rumah atau dilantai asal tidak dijalan tol.  Pemain yang menang terus saja berlari untuk bersembunyi.

22

tahun di Malaysia ,dan dia sering melihat anak anak Selangor memainkan permainan sepak bola kertas.dan katanya mereka mengklaim permainan tersebut dari Selangor, Malaysia. C. Alat dan Fasilitas Kertas dan Area bermain. D. Pelaksanaan Permainan Dengan cara bergantian,pemain dengan umpan bola tanpa terkena lawan lanjut.  Jika bola masuk ke kolong kertas maka disebut hans ball.  Jika memberi umpan dilihat lebih dekat mana. Jika lebih deket pemain kita maka kita berhasil mengumpan,bgitu juga sbaliknya jika lebih dekat pemain lawan maka permainan diambil alih.  Jumlah pemain ada 22.  Jika bola keluar terjadi lemparan kedalam,dengan cara kertas di balik.  Begitu juga dengan bila bola meninggalkan lapangan sebelah gawang maka akan terjadi tendangan pojok.  Pelanggaran hanya hand ball,dan tak ada kartu merah dan kartu kuning.  Kiper boleh digerakkan tetapi tidak boleh digerak gerakkan untuk meng halau tembakan lawan.  Siapkan papan sepakbola kertas pada sebuah bidang datar. Boleh di atas meja, di atas lantai,di atas tanah atau karpet, tapi jangan di atas jalan tol.  Letakkan unit-unit pemain pada posisi sesuai kehendak. Satu unit bertindak sebagai kiper dan diletakkan pada salah satu kotak yang ada tepat di depan gawang.  Lakukan suit (boleh gaya tradisional gajah-orang-semut ataupun batugunting-kertas) untuk menentukan siapa yang memegang bola pada awal pertandingan.  Kick off dilakukan oleh pemain yang memegang bola.  Dribbling berarti unit bergerak sambil membawa bola. Sebelum dribbling, unit harus memindahkan bola ke arah pergerakannya. Memindahkan bola memakan satu langkah.  Gol terjadi jika pemain yang menendang memenangkan adu angka dengan kiper. E. Penentuan kemenangan Siapa yang bisa memasukan bola ke gawang terbanyak dia pemenangnya.

16) PERMAINAN TANGKAP LARI
A. Peserta Untuk peserta permainan disini bebas siapa saja boleh melakukan mulai dari anak-anak sampai orang dewasa ,laki laki maupun perempuan sedang untuk jumlah pemain minimal 9 dan maksimal tidak terbatas

23

B. Alat yang Digunakan Sebenarnya di permainan ini tidak menggunakan alat apa-apa mungkin hanya tanda untuk batas tempat berdiri. C. Pelaksanaan Permainan Pertama-tama semua peserta melakukan hompipah atau diundi untuk menentukan yang di jaga.setelah ada yang jadi,para pemain yang jadi pelari di bagi menjadi beberapa kelompok.untuk pembagian kelompok tergantung jumlah peserta,jika hanya sedikit bias di bagi menjadi 2-3 kelompok.cara bermain nya adalah setiap kelompok berbaris di tempat berdiri ke belakang.lalu pemain paling depan berdiri 1-2 langkah kebelakang agar bisa ditempati oleh peserta yang lain.peserta yang lari awal ada 2 dan harus dikejar oleh 2 orang yang jaga,untuk peserta aman harus masuk kedalam tempat berdiri,supaya tidak di tangkap,lalu jika ada pemain yg paling belakang harus lari begitu seterusnya. Permainan ini sebetulnya tidak ada yang menang dan kalah karena hanya untuk kesenangan tapi jika boleh disimpulkan pemain yang menang adalah yang sedikit jadi penjaga dan yang kalah adalah yang sering jaga.

17) PERMAINAN DIR - DIRAN
A. Latar Belakang Dir-diran H-A yang berarti bermain gundu atau kelereng. Nama H-A sendiri berasal dari model lapangannya yang terdapat huruf H dan A yang merupakan salah satu bagian dari bentuk lapangan. B. Peserta Jumlah peserta pada permainan ini minimal 2 orang sampai tak terhingga. Biasanya permainan ini tidak mengenal umur dan jenis kelamin. Baik tua, muda, laki-laki maupun perempuan bisa bermain di permainan ini. C. Alat Alat yang dibutuhkan antaralain gundu atau kelereng sebanyak peserta. Biasanya peserta membawa sendiri. Tempat untuk menyelenggarakan yang paling tepat adalah ditempat yang tanahnya rata. Bisa dibawah pohon atau di halaman rumah. Berikut ini adalah contoh gambar lapangannya. D. Pelaksanaan Mula-mula para pemain melakukan lemparan awal dengan sasaran garis yang berada diujung lapangan permainan yang berjarak kira-kira 5 meter. Pemain yang mempunyai jarak terdekat dengan garis berhak menjadi pemain pertama. Begitu juga dengan peserta selanjutnya. Jika lemparan melebihi garis maka kelereng harus ditaruh dihuruf H. Ini berlaku jika pelempar melebihi garis yang pertama. Jika ada yang melempar melebihi garis lagi maka diaruh pada huruf A. Jika ada lagi maka ditaruh di belakang huruf H. Begitu seterusnya. Lemparan harus melebihi huruf H. Jika tidak maka lemparan harus diulang. Jika lemparan mengenai kelereng dari peserta lain maka kedua pemain harus mengulang lemparan. Cara untuk mematikan peserta adalah dengan membidik

24

kelereng lawan sampai kena. Jika terkena maka kelereng tersebut menjadi milik pemain yang mengenai. Jika orang yang tadi terkena bidikan dari pemain lain maka dia harus membayar 2 kelereng sekaligus, yaitu kelerengnya dan pemain yang terkena tadi. E. Penentuan Kemenangan Pemenang dinyatakan menang jika berhasil mematikan peserta terbanyak dengan hasil kelereng terbanyak pada akhir permainan. F. Sumber Permainan ini bersumber dari pengalaman kecil saya dan cerita dari orangtua.

18) PERMAINAN ENDOK
A. Latar Belakang Permainan berasal dari daerah Sleman yang bertujuan untuk bersenangsenang serta mengembangkan keterampilan seorang anak. Sumber permainan berasal dari turun temurun di Desa serta masyarakat menganggap permainan ini mudah dimainkan dan hanya membutuhkan alat dan fasilitas yang sederhana. B. Alat dan Fasilitas  Batu ukuran sedang yang mudah digenggam anak jumlahnya 10-15 batu.  Halaman yang teduh. C. Peserta dan Pelaksanaan Permainan  Peserta yang mengikuti permainan ini berjumlah 10 anak dengan umur 812 tahun dan bisa dimainkan putra putri secara bersamaan ataupun disendirikan.  Dari jumlah peserta tersebut kemudian diundi 1 anak untuk menjadi penjaga telur (endok).  Setelah di dapat penjaga dan pengambil telur, masing-masing anak menempati tempat permainan sesuai aturan yang di tentukan yakni penjaga berada di dalam lingkaran menjaga telur dan yang lain berada di luar lingkaran sebagai pengambil telur.  Pengambil telur boleh saling bekerja sama untuk mengambil telur yang dijaga dan dalam mengambilnya boleh menggunakan tangan ataupun ditendang dengan kaki asalkan telur dari batu itu keluar dari lingkaran yang dijaga penjaga telur tadi.  Apabila saat pengambil telur tadi tersentuh (semua anggota badan) saat mengambil telur di dalam lingkaran maka pengambil telur itu dinyatakan mati dan harus giliran menjadi penjaga telur. Dari hal tersebut pengambil telur yang tersentuh tadi wajib mengembalikan semua telur yang telah didapatnya ke dalam lingkaran dan permainan dilanjutkan sampai telur habis.  Jika semua telur sudah di ambil permainan dilanjutkan untuk menyembunyikan telur yang telah didapat.

dalam permainan ini juga banyak dijumpai anak-anak berlari-lari dalam permainannya. bisa halaman rumah.25  Untuk penentuan pemenang yakni anak yang paling banyak mengumpulkan telur dan apabila ada anak yang tidak mendapatkan telur maka ia harus ikut mencari telur dengan penjaga tadi di tempat yang telah di tentukan sebelumnya. di daerah lain juga kadang menamai sebuah permainan itu dengan nama kucing-kucingan. Permainan ini menyebar di berbagai daerah di Jawa. Yogyakarta. halaman kebun. atau lapangan. Selain itu. B. C. karena membutuhkan kekuatan fisik untuk berlari. Pada prinsipnya dalam permainan ini ada sebuah syair yang sering dilantunkan berirama secara bersama-sama oleh semua pemain. Pelaksanaan Permainan  Misalkan ada lima pemain yakni A. Alat dan Fasilitas Sementara alat yang digunakan untuk permainan ini hanya membutuhkan halaman yang luas. anak-anak mulai membuat garis silang tegak lurus dengan panjang garis masing-masing sekitar 2. Kemudian. Biasanya yang bermain permainan ini adalah anak-anak yang berumur 8-12 tahun dari semua golongan masyarakat tanpa membedakan status sosial. Jawa Timur.KUCINGAN A. Latar Belakang Kucing-kucingan. Sementara tengah garis. Peserta Permainan kucing-kucingan yang dimaksud di sini adalah sebuah permainan anak yang melibatkan 5 pemain (bisa laki-laki semua atau perempuan semua). yang bunyinya‖ Dha mbuwang kucing gering‖. permianan lain yang berbeda. Kenapa lebih dikenal dengan nama permainan kucing-kucingan. Di halaman inilah. . dan DI.5 meter.  Dalam pencarian di berikan 2 pilihan yakni gembok atau kunci. dan E hendak bermain kucing-kucingan. C. nantinya dipakai untuk pemain jadi. B. Permainan ini juga sering disebut permainan Kus-Kusan atau Alih Lintang. setidaknya pada tahun 1913 (menurut sebuah sumber pustaka Serat Karya Saraja). Umumnya yang bermain permainan kucing-kucingan adalah anak lakilaki. adalah satu satu jenis permainan tradisional masyarakat Jawa yang juga sudah lama dikenal. D. D. Itulah sebabnya. keempat ujung garis dibuat lingkaran kecil dengan kaki yang melingkar. Lalu mereka menuju ke halaman tempat bermain. 19) PERMAINAN KUCING . masyarakat Jawa menamai permaianan ini dengan permainan kucing-kucingan. meliputi Jawa Tengah. untuk gembok semua telur yang disembunyikan tidak akan di beri tahu dan kunci semua telur yang disembunyikan diberitahu dengan konsekuensi jika sampai batas waktu yang di tentukan tidak menemukan maka ia harus kembali menjadi penjaga telur dalam permainan selanjutnya. Ada kalanya.

Jika seperti itu. menempati masing-masing lingkaran kecil di ujung garis. maka ia dianggap sebagai pemain jadi. Sementara itu pemain mentas lainnya. Pemain mentas berhak saling berpindah tempat dengan temannya. pemain A dan B sedang saling berpindah. kadang-kadang saat mereka berpindah tempat dan belum sempat menempati tempat baru sudah kepergok pemain dadi.26 Setelah itu. . misalkan pemain E.  Jika pada tahap selanjutnya. Tetapi. tetapi belum sempat menempati lingkaran baru. Setelah itu mereka saling berpindah tempat. sehingga pemain dadi segera menempati tempat lingkaran yang masih kosong. salah satu anak membuat garis silang tegak lurus dengan panjang masing-masing garis 2. Tanggapan Masyarakat Sayangnya. jenis dolanan kucing-kucingan ini juga sudah sangat jarang dimainkan oleh anak-anak zaman sekarang. Begitu pula pemain lainnya. maka pemain mentas yang tidak mendapatkan tempat baru.5 meter. maka caranya dengan melangkahkan satu kaki dilangkahkan ke luar dan tangan saling berjabat tangan. yakni ―Dha mbuwang kucing gering‖. dari tempat pembuangan ini. yakni pemain A. Begitu seterusnya permainan ini berlangsung hingga mereka merasa bosan dan hendak berhenti atau bermain dolanan lainnya. Misalkan. B. Biasanya perpindahan tempat ini menunggu pemain dadi terlena. Misalkan pemain A. pemain B didahului pemain E. maka pemain B yang kemudian harus menjadi pemain dadi. mereka berlomba-lomba berlari secepatcepatnya untuk mencari lingkaran yang masih kosong. Bagi pemain yang tidak mendapatkan tempat kosong. Saat dibuang. Syair itu dinyanyikan berulang kali hingga si pemain dadi sampai di tempat tujuan pembuangan. Anak yang paling kalah. dan D.  Pemain jadi tempatnya di tengah-tengah garis silang. maka ia menjadi pemain dadi yang berhak dibuang. Setelah selesai. semua pemain mentas menyanyikan sebuah syair yang terdiri dari sebuah kalimat. saat pemain B menjadi pemain dadi dikungkung hingga 5 kali perpindahan antar pemain mentas. bisa saling berganti tempat dengan pemain di sebelah kiri atau kanannya. C. E. ia dipegang bersama-sama oleh semua pemain mentas ke sebuah tempat (misalkan berjarak 20 meter dari tempat permainan). Kemudian para pemain melakukan hompimpah dan sut. Caranya. ujung-ujung garis dibuat lingkaran kecil dengan memakai tumit kaki yang dibuat melingkar. maka berubah menjadi pemain dadi. Apabila mereka hendak berpindah tempat. berarti menjadi pemain dadi dan harus menempati tempat di tengah. bisa berganti tempat dengan pemain B atau C. Setelah itu.

com . dan seterusnya kearah kanan personil hitungan pertama. Hitungan berhenti pada hitungan ke20 berikutnya.Personil yang bisa dikejar dan disentuh oleh pengejar pertama. Peserta Dalam permainan ori‘an pesertanya minimal 20 orang dan selebihnya tidak terbatas. dkk. Latar Belakang Ori'an adalah permainan tradisional indonesia dari sumatra selatan tepatnya dari bumi sriwijaya. Pelaksanaan Permainan  Personil yang terkena hitungan yang ke-20 merupakan personil pertama kali yang harus mengejar teman – temannya (personal yang ngori‘). Dilanjutkan dengan hitungan kedua. ketiga. C. B. Sehingga para pengejar akan semakin banyak dan bahu membahu mengejar teman-temannya yang belum terkejar. Sasaran Anak-anak dan remaja.  Jika kelompok bermain lebih dari 20 orang.mungkin permainan ini dapat dijumpai di daerah lain hanya namanya yang mungkin berbeda. Yogyakarta: Kepel Press http://www. Tujuan Untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. D. bersama . 20) PERMAINAN ORI’AN A. Salah seorang personail mengambi linisiatif sebagai hitungan pertama.tembi. E.  Sekelompok orang memulai permainan dengan membuat lingkaran tertutup dengan bergandengantangan. Demikian seterusnya personil yang terkejar dan disentuh oleh pengejar akan ikut mengejar.org/ensiklopedi/.  Tidak ada istilah menang dan kalah dalam permainan ini. Sukirman Dharmamulya.bersama dengan pengejar pertama akan ikut mengejar (ngori‘) teman – teman yang belum terkejar.blogspot. hitungan dilanjutkan lagi kehitungan pertama sehingga setiap personil turut kebagian dalam menghitung. Alat yang Digunakan Tidak memerlukan alat tertentu F.27 F.Permainan ini berakhir jika tidak ada lagi personil yang harus dikejar dan diburu. Sumber ahmadwijaya. Sumber Permainan Tradisional Jawa. G.baik anak laki-laki maupun perempuan. maka setelah hitungan ke-20. 2004.Personil yang terkena hitungan yang ke-20 akan menjadi personil pertama yang mengejar (ngori‘).

Peralatan Tidak diperlukan peralatan khusus. Sumber antaramataram.mungkin permainan ini dapat dijumpai di daerah lain hanya namanya yang mungkin berbeda. C.28 21) PERMAINAN BETEMPLEKAN A. I. Sasaran Anak-anak dan remaja D. Tujuan Untuk mengisi waktu luang C. Pelaksanaan Permainan Setiap peserta engklek dan saling mengeluarkan peserta di dalam lingkaran dengan peserta lain. F.  Permainan ini di mainkan oleh dua anak. Peserta Dalam permainan betemplekan pesertanya minimal 2anak jika lebih dapat dibagi menjadi dua kelompok. Latar Belakang Meong-meongan merupakan permainan tradisional masyarakat bali yang umum dimainkan oleh anak-anak di bali. E.kualitas kesegaran jasmani.com 22) PERMAINAN MEONG – MEONGAN A. B.siapa yang berhasil mengeluarkan lawan keluar lingkaran ialah pemenangnya. Permainan ini menggambarkan usaha dari kucing atau dalam bahasa bali disebut menguntuk menangkap sitikus atau bikul. peserta yang berhasil mengeluarkan peserta lain dari lingkaran maka di anggap sebagai pemenang. Penentuan Kemenangan Peserta yang dapat mengeluarkan peserta lain dari lingkaran maka dinyatakan sebagai pemenang.kedua anak tersebut saling beradu kekuatan dengan menggunakan lutut dimana lutut tersebut ditekuk. B. Latar Belakang Betemplekan adalah permainan tradisional indonesia dari nusa tenggara barat. Manfaat Senang. Tujuan Untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan keseimbangan. H. Lapangan Pada permainan betemplekan lapangan berbentuk lingkaran dengan diameter kurang lebih 4 meter G. meningkatkan kebugaran jasmani dan bersosialisasi .

bisa juga lebih. Lebih menarik apabila dimainkan di bawah cahaya rembulan. Tujuan Permainan Ular Naga Panjangnya ini bertujuan untuk melatih kemampuan gerak yang disertai dengan lagu agar memperoleh kesenangan dalam bermain dan memupuk sikap kerja sama serta rasa bersosialisasi. Pemainnya biasanya sekitar 5-10 orang.hanya untuk mencari kesenangan semata I. Peralatan Dalam permainan ini tidak menggunakan peralatan hanya menggunakan halaman atau tempat yang kosong F.SD). D. Pelaksanaan Permainan Peraturan dalam permainan ini adalah satu orang memerankan bikul (tikus) satu orang memerankan sebagai meong (kucing) dan yang lainnya bertugas melindungi bikul dari meong dengan cara membentuk lingkaran kemudian sibikul berada di dalam lingkaran sedangkan meong berada di luar lingkaran. B. C. Kalau di yogyakarta dan sekitarnya permainan ini di kenal dengan nama Incak-incak Alis (Ancak Ancak Alis) yang beda Cuma lagu dan dialognya kalau tata cara permainanya sama yang jelas kalau di yogyakarta menggunakan bahasa jawa. G. Sasaran Anak – anak. Peserta Dalam permainan ini biasanya diikuti oleh lebih dari 8 orang atau lebih.29 D. Tempat bermainnya di tanah lapang atau halaman rumah yang agak luas.com 23) PERMAINAN ULAR NAGA PANJANGNYA A. Latar Belakang Ular Naga adalah satu permainan berkelompok yang biasa dimainkan anak-anak Jakarta di luar rumah di waktu sore dan malam hari. Manfaat Dengan adanya kesenangan ini dapat mengurangi ketegangan . remaja putra – putrid E. Meong akan berusaha masuk kedalam lingkaran dan berusaha menangkap bikul. Sumber : balaibanjar. Sasaran Anak-anak maupun orang dewasa E. anak-anak umur 5-12 tahun (TK . Peraturan Permainan Pelaksanaan Permainan  Lapangan dan Peralatan . Penentuan kemenangan Dalam permainan ini tidak apa penentuan menang kalah. Anak-anak yang membentuk lingkaran juga akan berusaha menghalangi meong masuk kedalam lingkaran. H.

 Jalannya Permainan Anak-anak berbaris bergandeng pegang 'buntut'. . yakni anak yang berada di belakang berbaris sambil memegang ujung baju atau pinggang anak yang di mukanya. Sebelumya yang jaga atau yang menjadi gerbang misal si A dan si B. Pada saat-saat tertentu sesuai dengan lagu. Permainan akan dimulai kembali. si anak yang tertangkap disuruh memilih di antara dua pilihan. Dengan terdengarnya nyanyi. Ular Naga kembali bergerak dan menerobos gerbang. dan juga bisa dilakukan di dalam ruangan. si B Apel. seorang anak yang berjalan paling belakang akan 'ditangkap' oleh "gerbang".buahan. A Strawberry. Seorang anak yang lebih besar. Demikian berlangsung terus. Ini bisa menggunakan lapangan terbuka. Perbantahan lagi. Ular Naga akan berjalan melewati "gerbang". Dalam bermain tidak memerlukan peralatan. "Induk" dan "gerbang" biasanya dipilih dari anak-anak yang tangkas berbicara. Pada saat terakhir. Kalo pilih strawbery brarti dia ikut A. Atau. Seringkali perbantahan ini berlangsung seru dan lucu. sebagai Ular Naga yang berjalan-jalan dan terutama mengitari "gerbang" yang berdiri di tengah-tengah halaman. karena salah satu daya tarik permainan ini adalah dalam dialog yang mereka lakukan. dan lalu ada lagi seorang anak yang ditangkap. Setelah itu. sambil menyanyikan lagu. Barisan akan bergerak melingkar kian kemari. Kemudian dua anak lagi yang cukup besar bermain sebagai "gerbang". permainnya rata – rata berjumlah 5 sampai dengan 10 orang dalam tiap kelompoknya. sehingga anak-anak ini saling tertawa.akan berdialog dan berbantah-bantahan dengan kedua "gerbang" perihal anak yang ditangkap. dan berdasarkan pilihannya. si "induk" --dengan semua anggota barisan berderet di belakangnya-. misal buah . lapangan rata. kalau apel ya ikut B. dengan berdiri berhadapan dan saling berpegangan tangan di atas kepala. tanpa sepengetahuan teman teman yang lain kalau nanti orang yg terbelakang/ tertangkap ditanya 'pilih apel ato strawberry?'.  Pemain Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki – laki maupun anak permempuan. bermain sebagai "induk" dan berada paling depan dalam barisan. Sampai pada akhirnya. ketika lagu habis.30 Dalam bermain permainan Ular Naga Panjangnya ini tidak memerlukan lahan yang cukup luas. Hanya memerlukan lapangan dengan ukuran 10 x 10 m. anak-anak bubar dipanggil pulang orang tuanya karena sudah larut malam. ditempatkan di belakang salah satu "gerbang". atau paling besar. hingga "induk" akan kehabisan anak dan permainan selesai. sebelum permainan dimulai mereka kompromi dulu mau pake pilihan apa.

sambil menerobos "gerbang". .isi" berkali-kali. Dan bias dimainkan oleh laki-laki maupun perempuan.  Kedua regu menghadap ke titik sasaran atau Makkah. Sumber Keterangan mengenai permainan Ular Naga Panjangnya ini diperoleh melalui informasi di internet dan juga melalui cerita dari kakek nenek dan orang tua. termasuk si "gerbang". 24) PERMAINAN MAKAH . hingga akhir barisan dan anak yang terakhir di buntut ular ditangkap ("gerbang" menutup dan melingkari anak terakhir dengan tangan-tangan mereka yang masih berkait).31  Lagu ini dinyanyikan oleh semua pemain. Jarak antara regu yang satu dengan regu yang lain adalah sekitar 2 (dua) meter. Alat yang Digunakan Alat yang digunakan sangat mudah.  Pada kali yang terakhir menerobos "gerbang". barisan mengucap "isi isi . Pelaksanaan Permainan  Kedua regu saling berhadap-hadapan pada suatu garis lurus secara berurutan atau sejajar. Letak Makkah berada di tengah-tengah atau di antara kedua regu. Ular naga panjangnya bukan kepalang Menjalar-jalar selalu kian kemari Umpan yang lezat. yakni pada saat barisan bergerak melingkar atau menjalar. permainan ini biasanya dilakukan anak 9-13 tahun atau lebih.MAKAH A. tapi dalam permainan ini inti permainan ini adalah kedua regu berlomba-lomba dapat mencapai titik sasaran atau yang disebut makkah. D. C.  Masing-masing regu bertanding untuk dapat sampai terlebih dulu ke titik sasaran atau Makkah. Peserta Permainan ini dilakukan oleh dua regu. Nama permainan tradisional makah-makah merujuk pada ―makkah‖ aatau ―mekah‖ yang dapat diartikan menjadi kiblat. itu yang dicari Kini dianya yang terbelakang  Kemudian. Demikian berlaku dua atau tiga kali. B.yaitu sebiji batu atau benda lain yang berukuran kecil yang mudah disembunyikan dalam genggaman tangan.kosong" berkali-kali hingga seluruh barisan lewat.peserta nya paling sedikit 4 orang. F. dan mulai lagi menjalar dan menyanyikan lagu di atas. Yang sangat bermanfaat. barisan mengucap "kosong kosong . Latar Belakang Permainan ini berasal dari Nangroe Aceh Darusalam mengemban pesanpesan moral dan nilai-nilai budaya.

Pemberian batu oleh ketua regu pertama dilakukan dengan rahasia atau tidak boleh sampai diketahui oleh regu kedua. bersikap seolah-olah sedang menggenggam batu dengan menyembunyikan kedua tangan ke belakang punggung. Regu yang pertama kali sampai ke titik sasaran ditetapkan sebagai pemenang permainan ini E. baik yang benar-benar diberi batu oleh ketua regu atau yang pura-pura diberi batu untuk mengecoh regu lawan. Penentuan Kemenangan Regu yang pertama kali sampai ke titik sasaran ditetapkan sebagai pemenang permainan ini. Waktu dan Tempat Permainan Makah-Makah biasanya dilakukan oleh anak-anak di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan sekitarnya pada waktu sore hari atau pada saatsaat senggang. Hal ini dilakukan secara bergantian dan berlaku juga untuk regu kedua. Begitu pula sebaliknya  Saling menebak itu dilakukan secara bergantian. maka regu pertama diperbolehkan untuk maju selangkah ke depan.  Supaya pemberian batu tidak diketahui oleh regu lawan. Permainan Makah-Makah bisa dilakukan di tanah lapang atau di pekarangan rumah dengan lahan yang agak luas karena melibatkan cukup banyak peserta. maka tugas ketua regu kedua adalah menebak di mana batu yang dimiliki oleh regu pertama. yaitu dengan seolah-olah memberikan batu kepada semua anggota regu yang dipimpinnya meskipun sebenarnya yang benar-benar diberi batu oleh ketua regu hanya satu orang. .  Apabila regu kedua tidak betul atau salah dalam menerka di mana keberadaan batu yang dimiliki oleh regu pertama.  Tebakan yang dilakukan oleh kedua regu secara bergantian ini dilakukan dengan terus-menerus hingga salah satu regu dapat mencapai titik sasaran atau Makkah. F. Cara masing-masing ketua regu menebak di mana keberadaan batu milik regu lawan adalah dengan menunjuk salah satu anggota regu lawan yang dianggapnya memegang batu tersebut. Dengan demikian. Hal yang sama juga dilakukan oleh ketua regu kedua. regu pertama akan semakin mendekati titik sasaran atau Makkah.  Setelah batu yang asli disembunyikan oleh salah satu anggota regu sementara anggota regu yang lain seolah-olah juga memegang batu dengan berpura-pura menyembunyikan kedua tangan ke belakang punggung. maka masingmasing ketua regu harus mempunyai strategi.  Setiap anggota kedua regu.32  Tugas ketua regu pertama adalah mengawasi atau menempatkan batu yang diberikan kepada salah satu anggota regunya.

 Tidak boleh menabrak pasangan lain. H. Peraturan Permainan  Setiap pasangan berdiri pada tempat yang sudah ditentukan dan salah satu dari setiap pasangan berdiri menggunakan tangan dan kakinya dipegang oleh pasangannya. Persiapan Permainan ini dilakukan oleh sekelompok anak asalkan mempunyai pasangan dan jumlahnya tak terbatas.33 G.Maka dalam permainan ini tidak ada kedua hewan tersebut dan diganti dengan manusia.melayuonline. C.com 25) PERMAINAN GARU .GARU A.selain itu dibutuhkan tanah yang lapang dan permukaannya rata dan aman. Sasaran Anak anak dan remaja. F. G. Peralatan Tidak diperlukan peralatan khusus. berolahraga yang sekaligus berfungsi sebagai sarana latihan untuk hidup bermasyarakat.  Setelah sampai diujung yang ditentukan. peserta harus melakukan pergantian posisi dengan pasangan masing-masing. . bisa menggunakan sapi maupun kerbau. garu itu sendiri adalah proses membajak sawah menggunakan hewan.  Masing masing pasangan tidak boleh mengotori jalur pasangan lain dengan kerikil atau benda berbahaya lainnya. D. www.  Pada hitungan ketiga setiap pasangan harus mulai berjalan. memperoleh keterampilan. Tujuan Permainan ini bertujuan untuk mengisi waktu luang anak-anak dan meningkatkan kekuatan otot tangan. E. Peserta Dalam permainan ini peserta yang dibutuhkan minimal 2 orang dan selebihnya tidak terbatas baik laki-laki maupun anak perempuan. Tanggapan Masyarakat Permainan tradisional merupakan hasil budaya yang besar nilainya bagi anak-anak dalam rangka berfantasi.Hanya menggunakan tangan dan kaki kita saja. Sumber Permainan tradisional merupakan simbolisasi dari pengetahuan yang turun-temurun dan mempunyai fungsi atau pesan di baliknya.Namun umumnya dilakukan oleh anak laki-laki. Latar Belakang Garu-garuan adalah permainan tradisional Indonesia yang berasal dari Lampung. berkreasi. dan melatih kesopanan dan ketangkasan. B.

melatih kejujuran. Pelaksanaan Permainan Setiap pasangan menentukan siapa yang terlebih dahulu menjadi kerbaunya dan harus berjalan dengan tangan dan kaki yang menjadi kerbau tadi dipegangi pasangannya. C. Tanggapan masyarakat Pada umumnya masyarakat merasa tidak keberatan anaknya melakukan parmainan ini namun ada beberapa orangtua yang tidak menyukai anaknya bermain ini dengan berbagai alasan yang mereka punyai.  Pemain  Krubungan bisa dimainkan oleh putra maupun putri. Peraturan Permainan  Lapangan dan Peralatan  Lapangan Tempat bermain bisa di alam terbuka maupun tertutup akan tetapi lebih baik dilantai yang bersih. E. J.  Peralatan Alat untuk merubungi atau untuk menutupi bisa menggunakan: Terpal. panca indra peraba meningkat. sikap kebersamaan dan kekeluargaan. mengisi waktu luang. Latar Belakang Krubungan adalah permainan yang sering dilakukan oleh anak-anak setiap sore jam 5 (lima) untunk menunggu mulainya shalat maghrib (berjama‘ah) dan mengaji. biasanya setelah terdengar suara adzan maghrib permainan dihentikan terus dilanjutkan shalat berjama‘ah dan mengaji. Manfaat Gembira.setelah sampai diujung maka setiap pasangan mengganti posisi dan kembali berjalan ketempat semula. Slimut. D. Siapa yang paling cepat sampai ditempat semula maka pasangan itulah pemenangnya. melatih daya pikir otak. Sumber Opu Lis\orang lampung{Waykana} 26) PERMAINAN KRUBUNGAN A. I. Jarit.Setelah hitungan ketiga maka setiap pasangan tadi mesti berjalan bahkan boleh berlari asalkan tangannya kuat. jumlah orang atau pemain menyesuaikan besarnya pengrubung . Seprai. Sasaran Anak-anak dan remaja. Tujuan Bermain. B. H. Layar. menurunkan emosional dan bersosialisasi.34  Peserta yang terlebih dahulu kembali ke garis awal adalah pemenang.

 Setelah selesai mengenali bentuk fisik lalu sipenunggu mengejamkan matanya sebentar sampai pemain dikerubungi (ditutupi) selesai.  Selanjutnya pemain yang tidak menjadi penunggu masuk dalam pengkrubung (penutup).  Jalannya Permainan  Sebelum permainan dimulai. jadi laki-laki main sendiri dan perempuan sendiri. Nyanyianya yaitu: sing siripit tulang bawang sapa sing kejepit tunggu lubang  Sebelum mulai permainan penunggu lobang terlebih dahulu mengenali bentuk fisik atau apa saja dari pemain yang dikerubungi (dititupi) agar penunggu dapat menebak orang yang diraba. sipenunggu boleh menebak semua pemain sampai ketebak semua.35 (penutup). dengan mengelompokan jenis klamin laki-laki dan perempuan.  Setelah semua pemain sudah masuk kedalam krubungan (penutup) sipenuggu membuka matanya dan mendekati krubungan lalu meraba pemain yg ada di dalam krubungan (penutup) dan mencoba menebak namanya. dikarenakan anak-anak bisa berkumpul bareng. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyakat mengenai permainan krubungan ini masyarakat menilainya sangat baik dan bermanfaat buat anak-anak. F.  Begitulah seterusnya permainan dilakukan sampai saatnya terdengar bunyi adzan. bersosialisasi. untuk menghindari hal-hal negatif. dan orang yang dapat ditebak oleh penunggu keluar dari tempat pengkrubung.  Masing-masing kelompok laki-laki dan prerempuan dipisah.  Seandainya sipenunggu cuma bisa menebak satu pemain lalu menyerah berarti pemain yang ketebak tadi berganti menjadi penunggu dan apabila yang tertebak lebih dari 1 (satu) orang misal 4 (empat) orang maka empat orang tersebut melanjutkan nyayian ―sing siripit‖. diadakan nyanyian ―sing siripit‖ untuk menentukan siapa yang akan menjadi penunggu lobang. melatih panca .  Apabila sipenunggu berhasil meraba salah satu pemain dan dapat menebak siapa nama orang itu maka penunggu berhasil. bermain dengan gembira.

36

indra, melatih daya pikir otak, melatih kejujuran, mempererat silaturahmi, dan menjalankan shalat jama‘ah bersama dan mengaji. G. Sumber Sumber informasi penulis dalam menuliskan permainan tradisional krubungan yaitu dengan cara tanya jawab terhadap masyarakat Desa Pesuningan, Prembun, Kebumen. Sumber Informasi antaralain: Salamah Beliau adalah nenek saya, beliau telah memberi informasi tentang permainan krubungan. Juwariyah Beliau adalah ibu saya, beliau telah memperjelas informasi tentang permainan krubungan yang selama ini saya mainkan.

27) PERMAINAN KRIKILAN
A. Latar Belakang Permainan ini sudah ada di daerah saya tingggsl. Biasanya dimainkan oleh anak-anak dan remaja. Bentuk permainan berupa permainan yang menggunakan kerikil-kerikil kecil, siapa yang bias mendapatkan paling banyak kerikil berarti dialah yang menjadi pemenangnya. Dengan cara dua jari telunjuk dan jarimanis membentuk huruf yang menyerupai huruf ―A‖ melewati kerikil tersebut dan jangan sampai jari tersebut menempel salah satu kerikil tersebut. Permainan ini dilakukan hanya untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan konsentrasi. Serta dapat meningkaatkan pergaulan antar teman dan melatih kejujuran. B. Pemain  Sasaran : anak-anak SD dan remaja  Sek : Laki-laki dan perempuan  Jumlah pemain : 2 orang C. Alat, tempat dan Waktu  Alat : kerikil  Tempat : halaman rumah, teras rumah  Waktu : dimainkan kapan saja saat anak-anak pada waktunya bermain. D. Pelaksanaan Permainan  Sebelum pertandingan dimulai, biasanya melakukan undian untuk siapa yang pertama untuk menjalankan permainan.  Dengan cara kerikil dipegang dengan kedua tangan membuka ke atas kerikil tersebut diangkat kira-kira 4 cm dari atas tanah atau lantai. Kemudian kerikil dijatuhkan.  Kerikil tersebut pastinya berserakan dengan jalan melewati kerikil satu persatu dengan ujung jari telunjuk dan jari manis menempel lantai, harus meleti kerikil tersebut dan jangan sampai menempel kerikil yang lain.  Jika salah satu jari menempel kerikil maka permaian berhenti dan pemain yang satunya lagi yang bermain. Dengan cara seperti di awal, begitu seteeerusnya sampai kerikil tersebut habis.

37

E. Penentuan Kemenangan Pemain dikatakan sebagai pemenan jika paling banyak mendapatkan kerikil F. Tanggapan masyarakat Permainan ini sekarang sudah jarang dimainkan oleh anak-anak jaman sekarang, bahkan sudah tak ada lagi yang memainkannya lagi. G. Sumber Pengalaman saat masih kecil, dari masyarakat setempat di daerah saya tinggal.

28)

PERMAINAN TRI LEGENDRI NOGOSARI

A. Latar Belakang Sejarah permainan ini dimainkan sederhana dan sering dilakukan oleh anak-anak di zaman dahulu, paling tidak sebelum tahun-tahun 1980-an, ketika televisi belum mewabah. Ketika itu andalan permainan anak-anak adalah dolanan berkelompok dengan memanfaatkan benda-benda di sekitar lingkungan, seperti batang kayu, daun, batu, kerikil, kreweng, biji buah, dan sebagainya. B. Peserta Permainan ini biasanya dimainkan oleh sekelompok anak-anak, remaja dan dewasa. Pada umumnya mereka memainkan permainan ini semata-mata hanya untuk menciptakan unsur kegembiraan. Dolanan ini biasanya dimainkan oleh anak-anak kecil di halaman luas di sekitar rumah atau di sekitar lapangan. Anak-anak yang bermain biasanya berumur sekitar 7—14 tahun dan yang sering bermain adalah anak laki-laki, karena mengandalkan kekuatan fisik untuk berlari. Namun kadang juga dimainkan oleh anak perempuan atau campuran. C. Alat yang Digunakan Anak-anak yang hendak bermain dhoktri biasanya berkumpul dulu di suatu tempat (halaman, pekarangan, kebun, atau lapangan). Setelah berkumpul, mereka mencari pecahan genting atau gerabah (disebut kreweng atau wingka) Selain itu mereka juga harus mencari sebuah batu agak besar yang berfungsi sebagai kodhok (penentu pemain yang kalah). Setelah mendapatkan alat bermain, biasanya mereka membuat lingkaran (bisa juga berbentuk bujur sangkar) di tanah atau di lantai, dengan kapur, kreweng, atau kayu. Diusahakan jumlah kotak pada bujur sangkar atau lingkaran sesuai dengan pemain. Karena jumlah pemain 8 anak, maka bujur sangkar atau lingkaran dibuat 8 kotak (ruang). D. Pelaksanaan Permainan  Kita harus menyiapkan kreweng/ pecahan genting bulat sebanyak 4 dan batu 1 buah.  Tiap anak memegang kreweng satu-satu.  Kemudian menyanyikan lagu gotri nagasari dengan batu dan kreweng dipindah di depan temannya sesuai dengan lingkaran yang dibuat kea rah temannya sebelah kanan sambil menyanyikan lagu tri logendri nagasari sampai lagunya selesai.

38

 Jika lagunya sudah selesai dinyanyikan, anak yang didepan mendapat batu,anak itulah yang menjadi kataknya.  Anak yang menjadi katak harus menunggu kataknya, dan temantemannya yang lain bersembunyi. Setelah temannya yang bersembunyi ketemu, lalu memanggil nama temannya sambil memegang / menginjak batu tersebut.  Jika sudah ketemu semua kemudian bermain lagi, kalau belum ketemu semua yang jadi katak harus mau menunggu/ mencari sampai si anak tersebut ketemu atau menyerahkan diri.  Permainan ini kemudian diulang-ulang terus hingga si anak mulai bosan.  Lagu yang dinyanyikan dalam permainan ini: Tri logendri nagasari ri Tiwul iwal iwul jenang katul..tul Dolan awan-awan ndelok manten ..ten Titenano mbesok gedhe dadi opo..po Podho mbako enak mbako sedheng dheng Dhengkol ela-elo dadi kodok… E. Penentuan Kemenangan Dalam permainan ini anak yang dikatakan menang/ kalah, ditentukan oleh factor keberuntungan masing-masing anak. Seorang anak dikatakan kalah apabila tidak beruntung dalam artian si anak akan mendapatkan katak secara terus-menerus. Dan anak dikatakan menang apabila mereka lolos tanpa mendapatkan katak. F. Sumber Suwandi Sumber: Buku ―Permainan Tradisional Jawa‖, Sukirman Dharmamulya, dkk, Kepel Press, 2004 dan pengalaman pribadi

29) PERMAINAN MAIN SISIK
A. Latar Belakang Anak-anak perempuan di Sibolga, Tapanuli Tengah mengenal permainan ini dengan nama main sisik. Menyisik dalam dialek itu berarti menyatakan batu (sesuatu) secara perlahan-lahan. Memang dalam permainan ini kegiatan yang menjatuhkan batu secara perlahan-lahan dan tersembunyi merupakan inti permainan dan yang selanjutnya harus diterka pada siapa batu itu berada. Permainan Main Sisik berasal dari daerah Sumatera Utara. Namun para informan dan orang tua yang ditanyai soal asal usul permainan ini tidak dapat memastikan apakah permainan Sisik ini berasal dari daerah mereka atau datang dari luar. Yang dapat mereka kemukakan hanyalah, bahwa mereka sudah mengenalnya sejak lama, mungkin sampai tujuh puluh tahun atau lebih. Hal ini terbukti dari pengalaman mereka sendiri yang sudah melihat permainan ini sejak mereka lagi kecil, dan mereka sekarang sudah tua-tua.

dan kaki mereka dilunjurkan ke muka secara sejajar. Pelaku permainan berumur antara 6 sampai 10 tahun. Peserta Pelaksanan permainan Main Sisik memerlukan 10 orang peserta. Yang menang sut akan menjadi pihak yang membunyikan batu. Kalau kelompok penebak berhasil menerka. Jumlah ini di bagi menjadi dua kelompok yang masing-masing 5 orang. Tahap kedua dari permainan ini adalah berupa perbuatan melangkahi kaki-kaki yang dilunjurkan kedepan oleh kelompok lawan.  Tahap Permainan Pada tahap ini kelompok penemak akan mengunjurkan (menjulurkan) kakinya masing-masing ke depan. dan iytu akan dilangkahi atau di lompati oleh lawan satu persatu. berupa tersinggungnya kaki tersebut pada saat dilangkahi atau di lompati. dan yang kalah akan menjadi penebak.39 B. D. Kedua kelompok duduk berhadap-hadapan. Alat lainnya tidak diperlukan. dan satu orang dari m. penebak menjadi yang menyembunyikan batu. Dalam hal ini tisdak boleh terjadi kesalahan. karena dianggap belum mampu melakukan permainin ini. Anak-anak yang berumur lebih biasanya tidak menyukai permainan ini karena mereka menganggap permainan ini terlalu ringan. Permainan biasanya hanya dimainkan oleh anak perempuan saja. maka terjadi pertukaran pemain. C. karena bagi anak laki-laki permainan ini kurang aktif atau kurang gerak. karena cara menjatuhkan tadi dilakukan dengan penuh siasat dan kesamaran untuk mengelabuhi lawan. dan kelompok yang menyembunyikan batu tadi menjadi penebak. Kalau terjadi kesalahan akan terjadi pergantian pemain. Penebakan itu tidak begitu mudah dilakukan. Tetapi kalau tebakan tadi salah permainan diteruskan ke tahap berikutnya.asing-masing kelompok bertindak sebagai ketua kelompok. Alat dan Fasilitas Peralatan yang dibutuhkan dalam permainan ini hanyalah sebuah batu kecil yang dijadikan alat tebakan. sedang ketua kelompok berdiri dan melakukan sut.  Aturan Permainan Kelompok yang menang menadahkan tangannya masing-masing kebelakang untuk menampung batu yang akan dijatuhkan pelan-pelan oleh ketua kelompok. Mereka duduk dengan jarak tertentu. Tugas kelompok penebak adalah menerka siapa yang menyimpan batu itu. agar mungkin lebih sulit dilangkahi. Anggota kelompok . maka permainan di lanjutkan. Sebaliknya anak-anak dibawah 6 tahun belum diajak serta. kalau berhasil dilangkahi dengan baik. Pelaksanaan Permainan  Persiapan Sepuluh orang peserta dalam permainan ini di bagi menjadi dua kelompok yang masing-masing terdiri atas lima orang.

Bambang. Sumber Suwondo. Penentuan Kemenangan Ketentuan kalah menang adalah demikian :  Jika sebuah kelompok dengan seluruh anggotanya berhasil melalui tahap-tahap tadi dengan baik. Permainan Anak-anak Daerah Sumatera Utara. karena kaki yang dilunjurkan itu sekarang diletakkan yang satu di atas yang lain. Berbeda dengan masa lampau. para anggota masyarakat memberikan tanggapan yang positif terhadap permainan ini. mungkin disebabkan oleh rasa simpatik mereka terhadap yang menang atau karena sebab lainnya. Jakarta. Kebanyakan mereka menganggap permainan seperti ini tidak ada gunanya dan hanya membuang waktu saja. yang melompati melakukan lompatan secara bergantian. seperti belajar. dll. maka kelompok itu belum dapat dinyatakan menang. 1984. Tahap ketiga juga berupa lompatan. G. Pada tahap kedua dapat melompat dan demikianlah seterusnya. Di masa sekarang ini hal yang demikian sudah jarang dapat dilihat. F. Kelompok yang berhasil ini dinyatakan menang. Wujud dari kepositifan itu adalah berupa dorongan dan kehadiran mereka dalam menyaksikan permainan kalau anak-anak sedang memainkannya. Seluruh anggota pelompat harus melompatinya secara bergantian. lompatan secara berganti-ganti juga dilakukan oleh seluruh anggota kelompok pelompat.  Jika terjadi kegagalan dalam menyelesaikan tahap-tahap itu. H. namun yang dilompati lebih sulit.  Tahap keempat tetap berupa lompatan dengan tingkat kesulitan yang lebih sulit.40 E. menjaga adiknya. Bahkan mereka juga turut bersorak bergembira melihat anak-anak yanmg sedang melakukan permainan. Mereka cenderung untuk menyuruh anak-anak agar melakukan tugas-tugas yang bermanfaat di rumah. Kaki yang dilunjurkan masih bertindih dan diatas masih ditambahi dengan dua tangan dengan jari terentang. Permainan ini juga dilakukan pada siang dan sore hari setelah mereka melakukan aktivitas yang lain. Waktu dan Tempat Permainan ini biasanya dilakukan di teras rumah atau di bawah pohon yang rindang (tempat yang teduh). . Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat terhadap permainan ini pada masa sekarang boleh dikatakan juga turut mundur. Mungkin para orang tua juga para anggota masyarakat sudah berubah pula pandangan mereka terhadap permainan ini. Hal ini terlihat dari kurang pedulinya mereka terhadap permainan ini. Pada setiap terjadi kegagalan langsung diadakan pergantian kelompok yang bermain. Jadi pada tahap pertama dapat menebak keberadaan batu.

pemain harus melempar gacunya dari tepi lubang ke arah . Permainan ciko guru kadang-kadang disebut juga dengan ―main batu membayar kenari‖ karena bagi yang kalah harus membayar sejumlah kenari atau langsat atau kelereng sesuai dengan kesepakatan antarpemain sebelum permainan dimulai. Namun.41 30) PERMAINAN CIKO GURU A. Sementara kaum perempuan pada waktu itu biasanya akan membantu menyiapkan hidangan di rumah orang yang ditimpa musibah tersebut. ataupun di lapangan. Peraturan Permainan Aturan dan proses permainan ciko guru dapat dibagi menjadi dua tahap. Anak-anak tidak boleh bermain karena dikhawatirkan anak menimbulkan kegaduhan. jika lebih dari itu maka pemain lain akan membentuk kelompok sendiri dengan membuat arena bermain yang boleh berdekatan dengan kelompok lain. Dahulu permainan ini hanya diperuntukan bagi kaum lelaki dewasa saja. muda maupun anak-anak. Peralatan Permainan Peralatan dalam permainan ciko guru hanyalah batu kerikil. Maka dari itu. di halaman rumah. E. hanya laki-laki dewasa sajalah yang boleh memainkannya. Kemudian. khususnya di kalangan orang Jailolo dan Sahu yang berada di Maluku Utara. Di sana. Latar Belakang Maluku adalah salah satu provinsi yang ada di Indonesia. Tepat di tengah-tengah bujur sangkar ada sebuah lubang dengan diameter sekitar 5 cm. C. yaitu permainan melempar dan mencukil 10 buah batu atau buah gelici dalam jarak tertentu hingga seluruhnya masuk ke dalam lubang. B. ada sebuah permainan tradisional yang bernama ciko guru. Alat permainan ini nantinya ada yang digunakan sebagai gacu dan ada yang dijadikan sebagai taruhan. Asal usul permainan ciko guru di kalangan orang Jailolo maupun Sahu sudah tidak dapat diketahui lagi. perempuan. D. Ciko guru dapat diartikan ―menunjuk‖ karena dalam permainan ini orang baru boleh bermain setelah ditunjuk oleh lawan mainnya. di halaman rumah adat. tua. Dahulu permainan ini hanya dilakukan pada malam hari di halaman rumah orang yang baru meninggal. Namun saat ini ciko guru dapat dimainkan oleh siapa saja baik lelaki. Tahap pertama. Pemain Permainan ciko guru dapat dimainkan oleh maksimal 4 orang. Tempat Permainan Permainan ciko guru dapat dilakukan di mana saja. Sekitar 30 cm di depan tonggak akan dibuat garis sebagai batas sah atau tidaknya lemparan pemain. Di dalam arena permainan ciko guru akan dibuat sebuah bujur sangkar dengan sisinya kira-kira 60 cm. dipasanglah sebuah tonggak bambu atau kayu sekitar 17 cm yang nantinya akan ditanam dengan kedalaman 2 cm (hanya menyisakan 15 cm di atas permukaan tanah). buah gelici atau kelerang. Jarak antara tonggak dan bujur sangkar sekitar 12 meter.

dan untuk menjentik gacu agar masuk ke lubang dan memperoleh nilai. barulah kemudian penentuan nomor urut pemain dengan jalan suten atau undi. Permainan Rakyat Maluku. Pada tahap kedua lemparan tidak dilakukan di pinggir lubang. Dan. Sementara itu. maka pemain itu dapat menentukan sendiri batu mana lagi yang akan digunakannya. Ambon: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan . proses permainannya. setelah membuat lubang dan memasang tonggak adalah menentukan jumlah taruhan untuk satu kali permainan. dan bagi pemain yang memperoleh buah kenari atau gelici yang terbanyak maka ia dinyatakan sebagai pemenangnya. Nilai kerja keras tercermin dari semangat pemain yang berusaha agar lemparannya dapat sedekat mungkin dengan tonggak. maka lawan tersebut harus kembali melempar. gacu mengenai kenari atau gelici hingga ada yang keluar dari lubang. melainkan di sisi luar garis bujur sangkar yang jaraknya sekitar 60 cm dari lubang. 1981. maka pemain harus kembali melempar. (3) bila gacu yang dilempar mengenai gacu lawan. dengan aturan sebagai berikut: (1) pemain akan menunjukkan batu-batu yang dimilikinya pada lawan mainnya. maka pemain berhak mengambil semua kenari yang berada di dalam lubang dan permainan diulang seperti semula lagi. (4) bila batu yang dijentikkan tersebut mengenai batu lain dan keduanya masuk lubang secara berurutan maka dinyatakan sah dan mendapatkan dua nilai. F. dan lawan tersebut akan menunjuk 1 buah batu yang nantinya akan digunakan sebagai batu pertama sewaktu dimasukkan ke dalam lubang. (pepeng) G. (2) apabila pada waktu melempar itu gacunya tidak melewati garis batas di depan tonggak. Sumber Suradi Hp. Namun apabila kedua batu tersebut masuk ke lubang secara bersamaan. Selanjutnya permainan akan dimulai dengan urutan seperti aturan-aturan yang telah dijelaskan di atas. maka dialah pemenangnya. Aturan-aturan yang terdapat dalam tahap pertama ini adalah: (1) pemain harus melempar gacu melewati garis batas di depan tonggak agar dapat mengikuti tahap berikutnya. Nilai Budaya Nilai yang terkandung dalam permainan yang disebut sebagai ciko guru ini adalah kerja keras dan sportivitas. dan (4) penentuan kalah menang dalam permainan ini adalah bagi siapa yang dapat memasukkan gacu paling banyak. maka dianggap tidak sah. (3) bila batu pertama berhasil masuk lubang. dan (4) pemain yang gacunya paling dekat dengan tonggak akan mendapat kesempatan pertama untuk melempar pada tahap berikutnya. tetapi juga mau menerima kekalahan dengan lapang dada. dkk. dengan syarat salah satu tangan harus menapak pada garis batas bujur sangkar. nilai sportivitas tercermin tidak hanya dari sikap para pemain yang tidak berbuat curang saat berlangsungnya permainan. (2) cara memasukkan batu pada tahap kedua ini adalah dengan menjentikkan batu menggunakan kuku ibu jari atau jari kelingking. Setelah taruhan disepakati.42 tombak yang jaraknya sekitar 12 meter.

sore hari. Latar Belakang Kilanan adalah permainan anak yang gemar mengoleksi karet lingkar / karet gelang. kebun.  Jika belum berani maka pemain kedua boleh memindah keretnya supaya lebih dekat lagi dengan karet pemain pertama. dan pagi hari ketika hari libur sekolah. Pemain  Sasaran : 1) anak-anak usia SD. C. dan meningkatkan kecermatan dan ketrampilan.  Pemain kedua melakukan lentingan dengan satu jari telunjukkaretnya yang berada di tanah hingga karet tersebut berada di jarak satu kilan ( jengkal ) . .  Pemain pertama menjatuhkan satu karetnya di tanah. Sementara yang kalah akan kehilangan satu dari karetnya bahkan bisa semuanya. dll  Waktu : siang hari setelah anak-anak pulang sekolah. Pada zaman dahulu untuk mendapatkan karet tidak membeli secara langsung. Karet tersebut tidak langsung dibuang tetapi dikumpulkan untuk bermain kilanan Dua pemain saling beradu kecermatan dalam menyentil karet supaya berdekatan hingga satu jengkal. 2) remaja  Sek : laki-laki dan perempuan  Jumlah pemain : 2 orang E. semakin dekat maka semakin bagus. B. gembira. Pelaksanaan Permainan  Sebelum permainan dimuali. Sarana. Prasarana dan Waktu Permainan  Alat : karet lingkar ( karet gelang )  Tempat : halama rumah. Manfaat Permainan ini adalah dapat meningkatkan pergaulan antar teman .43 31) PERMAINAN KILANAN/ JENGKAL A. D.  Pemain kedua menegaskan bahwa dirinya sudah yakin atau siap dengan mengucap kata ―Berani‖ jika memang sudah siap. permainan ini sangat seru dan menyenangkan karena siapa yang menang berhak mengambil dan memiliki karet lawan. Tujuan Tujuan permainan ini untuk mengisi waktu luang dan melatih kecermatan yaitu pada saat menyentil karet untuk di dekatkan pada karet lawan. kemudian  Pemain kedua menjatuhkan satu karetnya agak berjauhan dengan karet pemain pertama. F. kedua pemain melakukan undian menentukan siapa yang lebih dulu menjatuhkan karet. Pada saat istirahat sekolah anak-anak jajan nasi bungkus yang tali ikatnya menggunakan karet.

permainan kilanan sudah jarang dimainkan sampai sekarang. Peserta Permainan ancong-ancong biasanya dimainkan oleh anak-anak. Permainan ini minimal dimainkan oleh 5 anak dan maksimal 10 anak. Indonesia. Apabila pesertanya lebih dari 10 . bahkan sudah tidak ada lagi anak-anak yang bermain permainan ini. Pada waktu itu. G.  Begitu seterusnya hingga siapa yang mencapai jarak satu jengkal atau kurang dari satu jengkal. Pada waktu malam hari. Penentuan Kemenangan Pemenang ditentukan berdasarka pemain yang dapat melentingkan karetnya hingga jarak satu jengkal atau kurang dari itu dari karet lawan. Angwarmase dan Fordata. Tanggapan Masyarakat Dahulu permainan kilanan sangat digemari oleh anak-anak terutama anak SD. daerah Maluku Utara. Umur 64 tahun berprofesi sebagai petani rumah tinggalnya di Kulon Progo. Beliau ini banyak tahu berbagai jenis permainan tradisional dari pengalaman masa kecil dan masa mudanya.44  Jika jarak masih lebih dari satu kilan ( jengkal ) maka bergantian pemain pertama yang melintingkan karetnya supaya berada dalam jarak satu jengkal. di daerah Yamdena masih banyak keluarga yang hidup dalam satu rumah besar. yaitu Bapak Ngatimun ayah kandung saya sendiri. 32) PERMAINAN ANCONG . Salah satu permainan yang mereka lakukan adalah ancongancong. ―Ancong-ancong‖ berasal dari bahasa Yamdena. Sumber Permainan ini disusun berdasarkan sumber terkait. telah ada dan dimainkan sejak tahun 1930-an. I.ANCONG A. yang dalam bahasa Indonesia sangat sulit untuk diterjemahkan. Setiap rumah besar umumnya dihuni oleh 6 hingga 7 keluarga yang biasanya mempunyai banyak anak. biasanya anak-anak dari beberapa keluarga tersebut akan berkumpul menghabiskan waktu luang mereka dengan bermain di dalam rumah. B. baik lelaki maupun perempuan. usia 5 hingga 8 tahun. Seira. Permainan ini terdapat di sekitar Kepulauan Tanimbar. Latar Belakang Ancong-ancong adalah sebutan bagi orang Yamdena untuk sebuah permainan menebak salah satu tangan pemain yang berada di atas punggung pemain lainnya yang sedang dalam posisi merangkak. khususnya Pulau Yamdena. Selaru. H. Permainan ancong-ancong menurut penduduk Yamdena.  Apabila pemain pertama tersebut belum berhasil maka bergantian pemain kedua lagi yang melakukan lentingan. Pemenang berhak mengambil dan memiliki karet lawan yang berada di tanah tersebut.

Permainan ini diawali dengan pemilihan dua orang yang dilakukan secara musyawarah/mufakat. D. sebab umumnya permainan ini dilakukan di dalam rumah. anak. Setelah itu. Penentuan Kemenangan Jika si perangkak berhasil menebak tangan pemain yang ditunjuk dirigen.  Permainan ini minimal dimainkan oleh 5 anak dan maksimal 10 anak. yaitu seseorang yang dipilih untuk merangkak harus menebak tangan siapa yang berada di punggungnya. Permainan ini sebenarnya tidak mengenal umur tetapi biasanya dimainkan oleh anak kecil berumur 5-8 tahun. permainan tidak akan berjalan lancar. Apabila pesertanya lebih dari 10 anak. Bisa dimainkan oleh anak laki-laki maupun perempuan tidak dibatasi jenis kelamin. Tanggapan Masyarakat Belum tahu karena di daerah saya belum ada yang memainkannya. sebab umumnya permainan ini dilakukan di dalam rumah.45 C. Ancong-ancong mpeang angkomai roi-roi Angku tambah labu seela baelaba Cabu ruku rukuku cabu ruku rukuku ise Pada akhir lagu.  Biasanya dilakukan saat anak-anak sedang berkumpul bersama. Khusus untuk diregen hanya meletakkan telapak tangan kirinya saja. tunjukan tangan diregen akan berhenti pada salah satu telapak tangan pemain. Asal Permainan Permainan ini berasal dari Maluku Pelaksanaan Permainan Permainan ancong-ancong sangatlah sederhana.com/2008/08/permainan-ancong-ancongmaluku. maka pemain yang tangannya ditunjuk oleh diregen akan menggantikan posisi anak yang merangkak tersebut. Tunjukan jari tangan diregen akan berpindah-pindah dari tangan satu pemain ke pemain berikutnya. F.html . perangkak akan mengambil posisi merangkak dan pemimpin permainan akan memberi aba-aba pada pemain lain untuk meletakkan kedua telapak tangan mereka pada punggung pemain yang merangkak. Pada saat itulah pemain yang posisinya merangkak tersebut akan menebak tangan siapa dari pemain yang ditunjuk oleh diregen.blogspot. permainan tidak akan berjalan lancar. Sumber http://uun-halimah. sementara tangan kanannya akan digunakan untuk menunjuk telapak tangan pemain lainnya. Berikut ini adalah syair yang dilantunkannya. Apabila tebakan benar. Penunjukan itu dilakukan ketika lagu dinyanyikan. Satu orang akan dipilih menjadi perangkak dan seorang lagi menjadi pemimpin permainan (diregen). G. E. orang yang tertebak menggantikan perangkak. namun jika tidak berhasil maka si pemain akan tetap dalam posisi merangkak dan permainan dimulai kembali.

Fungsi karet pada umumnya adalah sebagai pengikat plastik-plastik pembungkus makanan. dan kilo). Cara merangkainya adalah dengan menyambungkan dua buah karet pada dua buah karet lainnya hingga memanjang dengan ukuran sekitar 3-4 meter. Pada saat diturunkan. Karet-karet tersebut berbentuk bulat seperti gelang yang banyak terdapat di pasar-pasar tradisional. D. karena takut auratnya akan terlihat sewaktu melompati tali karet. ons. Kalau pun ada yang ikut bermain. secara serentak tangan-tangan tersebut akan diangkat dan diturunkan. melainkan dalam bentuk satuan berat (gram. Sasaran Tetapi biasanya permainan ini dilakukan oleh anak-anak sekolah dasar. Dan permainan ini tidak membutuhkan keahlian khusus. Anak perempuan yang telah berumur lebih dari 15 tahun biasanya akan segan untuk ikut bermain. pengikat rambut dan barang-barang lainnya yang tidak membutuhkan pengikat yang kuat. atau anak-anak sekolah dasar kelas 1 sampai 6. yaitu pemegang karet dan pelompat karet. Pelaksanaan Permainan Sebelum permainan diadakan. Karet tersebut tidak dijual perbuah. Permainan lompat tali putar ini biasanya identik dengan kaum perempuan.46 33) PERMAINAN LOMPAT TALI A. C. diperlukan dua buah karet yang disambungkan dengan dua buah karet lain agar tidak mudah putus oleh anggota tubuh pemain yang sedang melompat. biasanya hanya sebagai penggembira saja dan hanya melompat saat ketinggian tali masih sebatas lutut atau pinggang. Yaitu seperti jatuh dan lainlain. Kemudian. Latar Belakang Permainan ini sudah tidak asing lagi tentunya. B. Sedangkan kaum laki-laki hanya kadang kala saja ikut serta dalam permainan. Pemain lompat tali putar ini berjumlah 3-10 orang. karena banyak resiko yang ditimbulkan dari permainan ini. Gambreng dilakukan dengan menumpuk telapak tangan masing-masing peserta yang berdiri dan membentuk sebuah lingkaran. . sewaktu membuat rangkaian tali untuk membentuk tali karet. karena karet akan mudah putus jika dipakai untuk mengikat terlalu kuat pada suatu benda. karena permainan lompat tali putar ini bisa di temukan hampir di seluruh indonesia meskipun dengan nama yang berbeda-beda. Yang umurnya sekitar 7-15 tahun. kemudian gelang karet tersebut dirangkai hingga menjadi tali yang memanjang. Pemain dibagi dalam dua kelompok. Oleh karena itu. Alat yang Digunakan Gelang karet sebanyak-banyaknya. terlebih dahulu akan dipilih dua orang pemain yang akan menjadi pemegang tali dengan jalan gambreng dan suit. Tetapi juga tidak sedikit anak laki-laki yang ikut bermain. Tetapi prmainan ini tidak boleh dimainkan untuk anak umur dibawah 5 tahun.

karena gajah akan menang jika bertarung dengan seorang manusia. sebutan ini digunakan untuk memberi sebuah nama permainan yang cara bermainnya adalah dengan jalan membanting alat permainannya. Permainan ini sebelum terdesak oleh alat permainan yang modern. sebab semut akan kalah dengan manusia yang mempunyai banyak akal. Apabila ibu jari beradu dengan jari telunjuk. Latar Belakang ―Cepli‖ artinya membanting. Dan begitu seterusnya sampai pemain merasakan jadi tukang jaga. Sumber Sumber permainan tersebut tidak pasti asal-usulnya dari mana. Suit adalah adu ketangkasan menggunakan jarijemari tangan. Permainan ini adalah milik semua lapisan masyarakat. Jenis permainan ini tidak memerlukan kekuatan phisik karena hanya diperlukan ketrampilan untuk membanting alat permainannya. Tetapi sekarang sudah jarang kita jumpai lagi. maka yang memperlihatkan punggung tangannya dinyatakan menang dan gambreng akan diulangi lagi hingga nantinya yang tersisa hanya tinggal dua orang peserta yang akan menjadi pemegang tali. Sedangkan apabila jari kelingking beradu dengan jari telunjuk. maka ibu jari akan menang. jari telunjuk sebagai manusia dan jari kelingking sebagai semut. B. Siapa yang terkena tali sewaktu melompat maka anak tersebut menggantikan jaga. Waktu Permainan Permainan ini dilakukan pada siang hari. pegawai tinggi atau rakyat biasa asal mau bermain tidak ada yang melarang. Sedangkan dari mana asal-usul permainan ini sudah sulit untuk ditentukan. maka ibu jari akan kalah. Ibu jari dilambangkan sebagai gajah. E. baik itu dari kalangan bangsawan. khususnya ibu jari.47 posisi tangan akan berbeda-beda (ada yang membuka telapak tangannya dan ada pula yang menutupnya). Berau dan Kutai. jari telunjuk dan jari kelingking. . sehingga gajah akan kalah. Apabila yang terbanyak adalah posisi telapak terbuka. Kedua orang tersebut nantinya akan melakukan suit. Kemudian yang jaga tersebut memutar-mutar tali karet dan pemain berusaha melompati tali karet tetapi anggota badan pemain tidak boleh terkena tali. 34) PERMAINAN CEPLI A. maka jari kelingking akan kalah. Namun apabila ibu jari beradu dengan jari kelingking. untuk menentukan siapa yang terlebih dahulu akan menggantikan pemain yang gagal ketika melompat. tujuan dari permainan ini sekedar hiburan dan pengisi waktu senggang saja. Tetapi yang saya tau permainan tersebut sudah ada sejak ibu saya masih ada disekolah dasar. sebab semut dapat dengan mudah memasuki telinga gajah. dahulu di kalimantan timur berkembang di daerah-daerah Bulungan.

Alatnya ini disebut ―kebot‖ sebelum bermain diadakan undian dengan suitan atau hum-pim-pa. Demikian hingga mereka lelah bermain. Demikian seterusnya permainan dilakukan berdasarkan urutan pemenang dalam undian. Apabila tidak dipergunakan benda taruhan (misalkan bungkus rokok) maka untuk menentukan siapa pemenangnya bisa ditentukan sampai seratus. Maksud dan tujuan menipiskan mata uang logam ini adalah agar mudah terbalik apabila dibanting. Alat kebat ani . dansudah dipersiapkan terkebih dahulu. Pelaksanaan Permainan  Persiapannya Bagi seorang calon pemain harus mempunyai dua buah uang logam kuningan yang bernilai satu sen ( uang Belanda ). sehingga gambar pada bagian itu hilang.48 C.  Aturan Permainan Sebelum bermain aturan-aturan permainannya haruslah disepakati bersama.  Tahap-tahap Permainan Setelah diadakan undian maka permainan pertama adalah pemenang pertama dalam undian. misalnya kesepakatan tentang alat permainannya bagian mana yang menjadi milik lawan. Jumlah pemainnya tidak terbatas paling sedikit dimainkan oleh dua orang. Salah satu permukaannya diasah sampai tipis. dan bila dimainkan lebih dari dua orang cara bemainnya bergantian menurut perjanjian dalam ketentuan permainannya. Biasanya permainan ini dimainkan oleh anak-anak pria saja yang berumur kira-kira 6-17 tahun. asal penangkupan itu agak merenggang. Jadi hanya ada salah satu gambar saja yang masih ada. siapa yang menang adalah yang berhak bermain terlebih dahulu dan membanting kebot. D. Benda yang dipakai untuk taruhan dan jumlah taruhannya pun harus ditetapkan pula. Kedua mata uangnya (kebat) dipegang dengan jalan menelungkupkan kedua muka uang yang diasah tadi atau boleh juga sebaliknya. Mereka mersa bangga apabila ia bermain dengan baik dan menang. oleh sebab itu disini diperlukan ketrampilan khusus bagi seorang pemain untuk mempermainkan alat permainannya. Alat yang Digunakan Alat yang diperlukan adalah mata uang logam kuningan yang bernilai satu sen (Belanda). Peserta Permainan ini bersifat individu dan kelompok. dengan permainan ini terjadilah hubungan yang harmonis dan mendidik kejujuran. Misalnya dalam kesepakatan tadi bagian yang halus (diasah adalah miliknya) sedangkan yang kasar (tidak diasah) adalah milik lawan. E. yakni bagian yang tidak diasah. Sehingga si pemain dapat memutar balikkan mata uang itu. Jadi siapa yang mencapai jumlah seratus lebih dulu itulah yang menang.

yaitu salah satu anggota tersebut tampil untuk mewakili kelompoknya mengadakan undian. Kalau pemain tadi berhasil menjatuhkan kebat dalam ppsisi hidup boleh bermain terus sampai berulang-ulang sampai mati. maka jalannya permainan sedikit agak berbeda. Bila yang terlentang berbeda pada permukaannya. Sumber Buku Permainan Rakyat Daerah Kalimantan Timur ( Pengarang : Indonesia Dep. ―Ada yang menarik ketika berkunjung ke Sekolah Internasional Termasuk belum lama ini. pada kesempatan ini juga diberikan kepada anggota kelompoknya sampai permainannya mati.49 dipegang dengan tiga jari. Untuk kesempatan ini diberikan kepada salah satu anggota kelompoknya untuk bermain. Bagi kelompok yang menang bermain terlebih dahulu. Di sana terlihat belasan murid dan beberapa guru memainkan permainan tradisional Jawa Barat. Dimana lagu dalam permainan ini lagu iringan adalah lagu sebagai undian. biasanya disebut ―ukir‖ apabila terlentang kedua-duanya pada bagian yang bergambar itu berarti hidup dengan nama ―belong‖. Di sana juga dipamerkan berbagai gambar . 35) PERMAINAN DOMIKADO A. P dan K. Ibu jari dan jari tengah sebagai pemegang dan jari telunjuk berfungsi sebagai penahan (penyangga) agar pada waktu mengayun tangan letaknya tidak berubah.bila kedua mata uang tadi sudah berhenti bergerak kemudian letaknya dilihat oleh seluruh pemain kalau letak kedua mata uang itu bertelentang pada bagian yang diasah itu berarti hidup. Jakarta 1982. tentunya disini yang bermain adalah yang belum mendapat giliran bermain. Sesampai di lantai mata uang akan melenting terbalik. hanya saja karena permainan ini sifatnya kelompok melawan kelompok. Dua kelompok mengadakan undian terlebih dahulu. Setelah dipegang baik-baik lalu tangan diayun kemudian dibanting keras-keras ke lantai. Jadi pemain yang pertama tadi yang sudah bermain apabila jatuh pada posisi mati maka ia harus diganti oleh pemenang undian berikutnya. F. misalnya terdiri dari dua kelompok. apabila pada kesempatan pertama ini permainannya mati maka kesempatan kedua diberikan kepada lawan kelompoknya. Permainan ini dapat dilakukan berkelompok. Latar Belakang ―Domikado‖ nama ini diambil dari judul lagu dalam permainan ini. yaitu jari tengah. telunjuk dan ibu jari. Masingmasing kelompok mengumpulkan jumlah nilai yang didapatkan dari para anggotanya. cara bermainnya seperti di atas. Demikian seterusnya sampai pemain itu mendapatkan nilai yang sudah disepakati itulah pemenangnya. yaitu yang satu pada bagian yang diasah dan yang satu pada bagian yang tidak diasah ini baerarti mati.

Para guru dan murid tampak memainkan permainan domikado. dengan kedua tangan dibuka dan bertumpukan dengan tangan teman disampingnya.Dilihat dari namanya gempa itu getaran yang akan bisa mengakibatkan benda di sekitar roboh. Alat yang Digunakan Permainan ini tidak menggunakan peralatan khusus.Semua jenis permainan tradisional itu nyaris tak dikenal lagi oleh masyarakat. Latar Belakang Permainan dengan nama gempaleongan ini merupakan permainan yang dimainkan menggunakan kaleng bekas atau boleh juga menggunakan pecahan keramik atau genteng . Usia : bebas. Bila tepukan tidak mengenai maka anak yang menepuk keluar barisan. Waktu Pelaksanaan Permainan ini bisa dilakukan kapan saja. minta gendong. Pelaksanaan Permainan  Para peserta membentuk sebuah lingkara. D. siang. anak yang akan kejatuhan tepukar berusaha untuk menghindar (pada kata ―four‖).  Kemudian menyanyikan lagu secara bersama-sama sambil menepukkan tangan ke tangan teman disampingnya  Dan bila telah sampai pada bait terakhir. Asal Permainan Jawa Barat. SK do SK do Pia-pio One two three four C. Sumber Buku Permainan Tradisional Perpustakaan Universitas Negeri Yogyakarta. termasuk mulai mengenalkan permainan tradisional dari negara-negara lain. misalnya dengan menyuruh bernyanyi.  Begitu seterusnya hingga hanya tinggal 1 anak dan ialah pemenangnya dan ia berhak menghukum teman yang lainnya.Jadi nanti kaleng yang sudah ditumpuk rapi akan roboh porak-porandak akibat terkena . Komunitas Hong terus aktif mengenalkan kembali semua permainan masyarakat Sunda. Jenis Kelamin : pa/pi.: Iringan Lagu : Do mi ka do Do mi ka do.50 permainan dari dalam dan luar negeri. Tak heran jika kita jarang melihat anak-anak di perkotaan memainkan permainanpermainan itu. Melihat itu. B. dll  Keadaan Sekarang Permainan ini masih dilakukan terutama oleh anak-anak namun jarang. Namun bila terkena tepukan tangan yang keluar dari barisan. mi ka do SK SK do. 36) PERMAINAN GEMPALEONGAN A. sore. yakni sebuah permainan tradisional Sunda di mana orang yang berpegangan tangan dan menjebak anggota barisannya. pagi. dan leongan itu kaleng bekas . Latar Belakang Jumlah : Tidak terbatas.

Urutan melempar batu bebas.  Kaleng tersebut di tumpuk rapi. jangan sampai didahului dirobohkan oleh pemain yang sedang bersembunyi.  Yang masang dengan cara melangkahkan satu kaki di atas kaleng sambil menyebutkan nama peserta yang sedang bersembunyi disertai kata-kata gempaleong untuk mematikan pemain yang bersembunyi.  Apabila kaleng roboh maka pemain yang tadi gaconya berada di bawah pemain yang mengenai kaleng makai itulah yang masang . Tujuan Berolahraga. Apabila pemain yang bersembunyi berhasil merobohkan kaleng dan mendahului yang jaga maka pemain-pemain yang tadinya sudah di gempaleongi atau sudah kena boleh bersembunyi lagi . D.tetepi dapat dijumpai diberbagai daerah mana saja dengan nama yang berbeda. E.  Setelah semua pemain melempar batunya .Begitu seterusnya. menjaga kaleng yang sudah ditata. 37) PERMAINAN BECAK . mengisi waktu luang.BECAKAN A. kayu dsb) sendiri-sendiri. Jumlah pemain tak terbatas semakin banyak akan semakin ramai dan minimal hanya bisa di mainkan oleh dua anak. remaja. Sasaran Anak-anak. dewasa. lemparan pemain.  Sebisa mungkin yang masang. para pemain melemparkan gaco(batu. Peraturan permainan.Satu orang masang menata dan menjaga kaleng itu jangan sampai dirobohkan pemain yang sedang bersembunyi. bermain.51 B. mengembangkan aspek motorik. namun di jawa tengah sudah banyak yang memainkanya termasuk di daerah saya Wonosobo. kemampuan motorik meningkat. Manfat Bergembira. yang masang dan yang main.yang paling jauh dari kaleng berhak melemparkan batunya ke sasaran tersebut yaitu kaleng yang sudah tertata rapi. kualitas kebugaran meningkat. . bersosialisasi. Asal usul permainan gempaleongan ini tidak jelas dari mana asalnya. Apabila semua para peserta yg bersembunyi belum dimatikan maka permainan belum berakhir.  Dari belakang kaleng yang sudah tertata bertumpukan. C. F.sampai roboh. Latar Belakang Becak-becakan adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya.

khususnya di Sumatera selatan. anak yang berada di posisi paling belakang yang membentuk formatur ular-ularan. Latar Belakang Melihat dari nama permainan. permainan ini dikenal oleh anakanak di daerah sumatera. jenis permainan ini sudah berumur sangat tua. sebenarnya nama koko identik dengan nama sebuah jenis ular air yang sedang mencari makan di air.  Peserta Pemain bisa dimainkan oleh putra maupun putri yang berjumlah 3 orang setiap kelompok dengan satu orang menjadi penumpang dan dua orang menjadi becaknya. akan dikejar-kejar oleh si koko.  Pemain yang menjadi penumpang naik di atas tangan pemain yang menjadi becaknya yaitu dengan cara mengandengkan tangan dari kedua pemain tersebut yang menjadi becaknya  Selanjutnya pemain yang menjadi becak mengangkat si penumpang dan berjalan menuju ke garis finish yang sudah ditentukan.di halaman atau dilantai dan teras juga bisa digunakan. D. walaupun tidak ada data akurat mulai kapan. diadakan hum pimpa untuk menentukan siapa yang akan menjadi penumpang dan becaknya dari masing-masing kelompok.  Siapa yang sampai di garis finish terlebih dahulu itulah kelompok yang menang. Pelaksanaan Permainan  Tempat Tempat yang digunakan bisa dialam terbuka. Fungsi sarung atau sabuk dipakai oleh masing-masing anak yang . bersosialisai. Peralatan Dolanan ―Koko-Koko‖ tidak membutuhkan peralatan.  Pelaksanaan  Sebelum permainan dimulai. Sebenarnya permainan ini hampir mirip dengan dolanan ancak-ancak alis. Pada permainan ini nanti. Artinya para pemain ada yang membentuk ular-ularan. C. Sasaran Anak – anak E.52 B. melatih kerjasama dan kekompakan . 38) PERMAINAN KOKO A. kecuali sarung atau sabuk. Hanya cara bermainnya yang agak berbeda. B. Tujuan Tujuan dari permainan ini mengisi waktu luang.melatih kekuatan tangan. memupuk sportifitas. Manfaat Gembira atau senang. Menurut sebuah sumber dari Sulaiman Dharmamulya.

satu orang berperan menjadi koko. K/N : Kamu dapat dari mana? KK : Lumbung padimu. sebab jika sampai terlepas. sehingga membuat koko kesulitan mengejar mangsa. karena membutuhkan kekuatan fisik untuk berlari. H. Sarung/sabuk dipegang oleh pemain yang berada di belakangnya.saya akan merebut! . Lebih banyak lebih baik.53 membentuk formatur ular-ularan. C. lebih banyak dimainkan di tanah lapang yang mudah kena sinar bulan. Mereka yang bermain ini rata-rata berumur 8-10 tahun. Seperti pada permainan lain. G. K/N : Obatnya apa? KK : Gula batu. dan J. siang. anak-anak yang bermain sekitar 10 anak. KK : Aku minta boleh tidak ? K/N : TIDAK BOLEH ?!! KK : Kalau tidak boleh. D. Dalam permainan ini. Dari mereka. permainan ini lebih sering dimainkan saat-saat waktu libur atau senggang. Mereka bergandengan ke belakang dengan memegang sarung/sabuk yang telah dipakai di pinggang atau dikalungkan di badan. sore. karena formasi ular akan semakin panjang. pemain yang berperan Koko-Koko (KK) dan Kakek/Nenek (K/N) melakukan dialog sebagai pembuka. yaitu A. Pelaksanaan Permainan Anak-anak yang hendak bermain permainan koko-koko misalnya ada 10 anak. Pegangan pemain anak buah harus kuat. K/N : Tempatnya apa? KK : Daun lumbu. maka akan menjadi pemain dadi. Peserta Dolanan ―Koko-Koko‖ biasa dimainkan oleh anak laki-laki. dolanan ini hanya membutuhkan tanah lapang yang luas. dan pemain lainnya berperan sebagai anak buah kakek/nenek. Satu pemain lain berperan sebagai koko. Ada kelap-kelip itu apa ? K/N : Anakku. Jika dimainkan siang hari. Setelah mereka bersepakat bermain. Sementara pemain paling depan berperan sebagai Kakek/Nenek. satu orang berperan menjadi kakek/nenek. baik pagi. Selain peralatan sarung/sabuk. Sementara saat dimainkan malam hari. atau malam hari saat terang bulan. K/N : Apa lehermu nanti tidak gatal? KK : Gatal-gatal tidak apa. Setelah semua siap. Dialog seperti di bawah ini: K/N : Koko-koko kamu mau minta apa? KK : Aku minta airmu. C. lebih banyak dimainkan di halaman yang teduh. I. F. E. lalu terus berkumpul di halaman rumah. D. B.

maka pemain yang lari menjadi pemain jadi. Jadi permainan ini betul – betul tergolong kepada permainan anak – anak dalam arti sesungguhnya. Sumber Sumber: Permainan Tradisional Sumatera. maka koko berusaha menyambar anak kakek yang berada di paling belakang. Namun jika koko bisa mendekat ke ekor dan berhasil memegang pemain paling belakang. Dengan sisir di sini tidak dimasudkan yang bernama sisir itu. melatih keberaniannya dan diajak untuk lebih sportif dan menghargai teman-temannya. karena banyak berlari. Sulaiman Dharmamulya. maka pemain belakang dengan sekuat tenaga memegang sarung atau sabuk. dan terkadang disertai suara tertawaan dari para pemain atau penonton. berarti ia menjadi pemain jadi dan menggantikan pemain koko. maka si kakek/nenek berusaha lagi menghalangi-halangi si koko untuk menangkap ekornya. Anak-anak lain berusaha mempertahankan pemain paling belakang. anak juga fisiknya lebih sehat. Latar Belakang Masyarakat Nias menamakan pemainan ini ―fusukhu‖ yang dibentuk dari ―fu + Sukhu‖ yang berarti ―Bermain Sisir‖. Dilihat dari sifatnya permainan Fusukhu ini termasuk jenis permainan rekreatif. bertujuan untuk membina kegembiraan dikalangan anak – anak. G. Tanggapan Masyarakat Permainan ini mengajarkan kepada anak-anak untuk bisa hidup bersosialisasi dengan teman. Begitu sebaliknya. Jika sedang jadi. Jika pemain belakang bisa dilepaskan oleh si koko. F. Begitu seterusnya hingga mereka merasa capek. Walaupun begitu dapat juga dilihat unsur – unsur yang bersifat pendidikan seperti menumbuhkan kebiasaan . saat si koko telah bisa mendekat ke ekor ular. Jika koko berlari ke arah kanan.54 Setelah percakapan itu. Penamaan ini didasarkan kepada hal yang menjadi persoalan di dalam permainan yatiu mengenai sukhu atau sisir. maka harus berani menghadapinya dan tidak mudah cengeng. tidak ada pemenang maupun yang kalah. Ada cara lain. Maka terjadilah tarik-menarik yang sangat alot. maka ekor ular akan mengarah ke kiri. Maka si koko segera mengejar pemain yang lari. 2004. Sementara pemain koko bisa bergabung ke pemain lain. Tetapi dibayangkan bahwa ada persoalan yang mengenai sisir yang hilang dan pertanyaan mengenai hilangnya benda itu yang dijadikan sumber permainan. maka pemain paling belakang melepaskan sarung atau sabuk dan berlari sekuat tenaga. Dengan permainan koko-koko ini. Namun jika pemain lolos dan bergabung lagi ke posisi semula. E. Jakarta: Kepel Press 39) PERMAINAN FUKUSHU A.Permainan ―fusukhu‖ dapat dimainkan oleh seluruh anak – anak baik laki – laki maupun perempuan. Jika si koko bisa menangkapnya. Penentuan kemenangan Permainan ini di mainkan hanya untuk mengisi waktu luang.

Sampai kepada anak yang kelima jawaban masih dapat diberikan dengan cara yang sama. Mereka kemudian berdiri sambil memeluk pinggang kawan yang ada di muka.55 bekerjasama dan saling membantu dalam melakukan suatu pekerjaan. Dengan terdengarnya jawaban tersebut anak pertama yang berdiri paling depan mengulangi pertanyaan yang sama. D. kecermatan menangkap pertanyaan dan memberikan jawaban dan lain – lain. Usia permainan ini antara 10 sampai 15 tahun. sehingga terbentuk barisan memanjang kebelakang. Jawaban yang diberikan sama bunyinya seperti anak yang kedua tadi. Anak yang berada pada tempat terdepan mengucapkan pertanyaan ―He so Zukhugu?‖ yang berarti‖Di mana Sisirku‖ kepada anak yang berada dibelakangnya. B. Pertanyaan dilanjutkan kepada anak yang ke empat. Akibatnya anak tersebut terpaksa berdiam diri tidak dapat menjawab seperti teman – temannya yang lain. tetapi anak yang keenam atau yang paling belakang akan mengalami kesulitan menjawabnya. Pertanyaan tersebut harus dengan segera dijawab oleh anak yang menerima pertanyaan dengan ―Sukhu me Figuru‖ yang maksudnya ―Sisirmu ada Dibelakangku‖. lebih banyak dari itu sering juga dilakukan. dan kemudian bergerak – gerak dalam rangkaian. boleh juga perempuan.  Aturan Permainan. Anak – anak pada umur 10 sampai 15 tahun mudah merasa malu melakukan itu terhadap lawan jenisnya. Upaya untung menangkap ini tentu saja begitu mudah melaksanakannya. Permainan campuran dipandang janggal atau kurang pantas oleh masyarakat Nias. tetapi sekarang diarahkan kepada anak yang berada pada urutan ketiga.  Tahap Permainan Sekarang anak yang berdiri paling depan tadi mulai bergerak hendak menangkap anak yang paling belakang yang dianggap bersalah karena tidak dapat mempertanggung jawabkannya soal sisir tadi. karena . C. Peserta Jumlah peserta untuk dapat melaksanakan permainan ini adalah 6 orang. jenis kelamin mereka boleh laki – laki. Hanya saja mereka tidak boleh bercampur laki sama laki laki. Para pemain berasal dari berbagai kelompok sosial. Ini sesuai dengan sifat permainan rakyat pada umumnya. jadi bukan dari kelompok tertentu saja. Alat yang Digunakan Untuk melaksanakan permainan ini tidak diperlukan peralatan apapun. dan perempuan sesama perempuan pula. kelima dan ke enam. Asal jumlah anak sudah bersepakat untuk bermain dan tempat yang cocok sudah ditentukan maka sudah dapat melaksanakannya. karena dalam permainan ini terjadi pegang pinggul teman bermain. Pelaksanaan Permainan Ambillah umpamanya ada enam orang anak yang ikut serta dalam permainan ini. karena tidak ada lagi anak dibelakangnya unutk disebutkan sebagai tempat beradanya sisir yang ditanyakan.

karena ynag hendak ditangkap berada pada tempat yang paling belakang. (1981/ 1982). E. Yogyakarta: Dikti.Permainan ini memanfaatkan bungkus rokok yang sudah dibentuk tipis. Sumber Depdikbud. Setelah lama bergerak kesana ke mari. Permainan anak – anak daerah Sumatera Utara. dalam hal ini yang paling belakang yang dapat ditangkap oleh anak yang paling depan. B.Bungkus rokok yang sudah dibentuk tipis di susun di dalam lingkaran.56 ibaratnya adalah seperti kepala hendak menangkap ekor. Dalam hal ini anak yang paling belakang bergerak lebih bebas dibandingkan dengan anak yang paling depan tadi.Bentuk rokok yang berbeda-beda menjadikan bentuknya unik sehingga muncul permainan ini untuk mengumpulkan berbagai bungkus rokok. akhirnya anak yang paling belakang dapat juga ditangkap.Asal mula permainan ini ketika banyak bungkus rokok yang tidak terpakai dan ada seseorang melipatnya menjadi persegi. sehingga berakhirnya permainan dengan berhasilnya ditangkap anak yang dimaksudkan sudah cukup mengembirakan anak yang paling depan tadi. Tetapi yang lucunya disini gerakan itu tidak menuju kea rah yang ke muka. Pemain Permainan bandeman dapat di lakukan dengan jumlah peserta 3-10 anak. 41) PERMAINAN BANDEMAN A. Dan bagi yang kalah teriakan – teriakan para penonton yang kadang – kadang terdengar mengejek dan menyalahkan anak yang paling belakang kenapa dapat sampai tertangkap.  Demikianlah barisan yang terdiri dari enam orang anak tersebut bergerak – gerak kesana ke mari seperti ular yang sedang melata di tanah. akibat ikatannya dengan anak – anak yang ada di belakang dan yang memegang erat pingungnya yang ada di muka selalu dapat saja dielakkan dengan mudah oleh anak yang paling belakang. sudah cukup menjadi hukuman baginya. Setiap gerakan anak yang paling depan untuk menangkap anak yang paling belakang yang dilakukannya dengan segala susah payah. Tidak ada konsekuensi bagi peserta yang kalah.Biasanya yang melakukan permainan ini adalah laki-laki yang berumur kira-kira 6-14 tahun . Dengan demikian permainan selesai.  Konsekuensi kalah atau menanti. Latar Belakang Pemainan bandeman berasal dari kabupaten Bantul. Permainan ini cukup melelahkan.Dalam permainan dapat mengembangkan keterampilan yaitu ketepatan dalam mengenai sasaran.Saya melakukan permainan bandeman ketika masa kecil dulu.

57 C.Kemudian di lanjutkan pemain berikutnya yang dekat dengan garis dan seterusnya seperti itu.Pemain pertama melakukan tembakan menuju susunan bunkus rokok di depannya. F.Kemudian setiap pemain harus melemparkan batu dari pinggir susunan bungkus rokok menuju garis di depannya dengan jarak 3-5 meter. malboro 500 dan lain-lain. E. Lemparan pemain harus melewati garis didepannya. Bungkus rokok tersebut tidak di berikan kepada pemain yang ikut dalam permainan tetapi menjadi milik pemain yang menang. Pelaksanaan Permainan Permainan bandeman di lakuakan dengan jumlah peserta 3-10 anak.Setelah itu dilanjutkan pemain berikutnya jalannya permainan seperti tadi hingga semua pemain melakukan tembakan. . Alat dan Fasilitas  Bungkus rokok yang sudah di bentuk persegi  Batu atau keramik  Halaman atau pekarangan rumah yang rata D.Karena susunan rokok sudah di kenai maka di susun kembali untuk di tembak pemain berikutnya.Sebelum permainan di mulai setiap pemain harus melakukan ―gasang‖(pasang) sesuai kesepakatan bersama. Penentuan Kemenangan Pemain yang mampu mendapatkan bungkus rokok terbanyak dari hasil tembakan maka pemain tersebut dapatdi katakan menang.Bungkus rokok yang sudah di bentuk tipis mempunyai nilai tersendiri.Misalnya Bungkus rokok jarum dan gudang garam mempunyai nilai 100.Setelah semua pemain melakukan tembakan maka permainan di lanjutkan lagi dengan melaukan gasang lagi atau melanjutkan permainan jika masih ada bungkus rokok yang masih tersisa di dalam lingkaran.sampoerna mild 300.Bila tembakan mengenai sasaran dan sebagian bungkus rokok yang dibentuk keluar lingkaran maka bungkus rokok tersebut milik pemain yang mengenainya.Pemain berikutnya boleh menembak susunan rokok atau batu yang di gunakan pemain pertama(batu yang di gunakan pemain pertama dapat diganti dengan batu yang lebih besar). Apabila pemain berikutnya dapat mengenai batu yang di gunakan pemain pertama maka bungkus rokok hasil tembakannya harus di serahkan kepada pemain tersebut.Misalnya sepakat gasang 800 maka pemain harus gasang 800 menggunakan bentuk rokok yang sudah di bentuk. Kemudian pemain menyusun bungkus rokok yang sudah di bentuk dari hasil gasang tadi dalam lingkaran.Bunkus rokok yang sulit di dapatkan mempunyai nilai yang lebih tinggi.Waktu permainan dapat di lakukan dari pagi sampai sore. Waktu dan Tempat Permainan Permainan bandeman dapat di lakukan di halaman atau pekarangan yang tanahnya rata.Pemain yang mampu menempatkan batu dengan garis maka dia berhak untuk melakukan tembakan yang pertama kali.

salah satu bumbu dapur. Peserta Jumlahnya makin banyak makin ramai tetapi juga makin sulit menebak nama Bisa dilakukan putra dan putri. 42) PERMAINAN JAGO PITHONG A.  Apabila salah menebak akan mendapat hukuman dari kesepakatan bersama. Latar Belakang Anak-anak menamakan sebuah nama dolanan kadang-kadang aneh dan hanya berdasar pada kesepakatan belaka di antara mereka.Dolanan yang sering dimainkan oleh anak-anak perempuan masyarakat Jawa ini.  Menentukan satu orang untuk menjadi orang buta. Jago-Jago Pithong. H. Penentuan Kemenangan Tidak ada menang dan kalah karena permainan ini dilakukan terus menerus sampai bosan dan hanya ada yang dihukum. C. Sumber Permainan bandeman ini saya mengenalnya dari kakak-kakak yang ada di kampung saya. Pelaksanaan Permainan  Membuat kotak ukuran ditentukan banyaknya peserta.  Satu orang yang buta tadi menangkap satu orang yang lainnya terus menebak siapa namanya. Alat dan Fasilitas  Sapu tangan  Dilakukan setiap sore-sore  Berlangsung di halaman D. .Apabila batu tersebut mengenai pemain maka bisa terluka.Tanggapan yang positif misalnya anak dapat berkumpul bersama untuk meningkatkan kebersamaan. juga sering disebut dolanan Pithongan.  Yang lain berada dalam kotak. yang namanya dunia anak-anak untuk memudahkan sebuah nama dolanan. seringkali menamakan atas dasar kesepakatan saja. Termasuk dolanan Tumbaran. E.58 G.Mereka mengajarkan dan mengajak untuk bermain bandeman. Tanggapan Masyarakat Tanggapan dari Masyarakat bermacam-macam ada yang positif dan negatif. atau Dhog-Dhog Ketumbar.  Dan jika benar maka yang ditebak ganti menjadi orang buta. B. Dolanan ini sepertinya tidak mengacu pada benda tumbar.Tanggapan negatif dari masyarakat misalnya permainan ini berbahaya karena dalam melaksanakan permainan harus melakukan tembakan memakai batu. Tetapi ya begitulah.

Tanggapan Masyarakat Menarik karena bisa membuat orang tertawa. Fungsi panapak atau campai adalah untuk mendorong logo agar bisa meluncur dan merobohkan logo pihak lawan yang dipasang saat bermain. Dalam kamus Boesastra Djawa (Poerwadarminto. Namun. G. baik di pedesaan maupun perkotaan (lihat penelitian Ahmad Yunus tahun 1980/1981 berjudul Permainan Rakyat DIY). Umumnya hanya dimainkan oleh kaum pria. C. Pemain Permainan ini dilakukan oleh anak-anak dan remaja. salah satu daerah yang menjadi obyek penelitian. segi tiga. Sebagian daerah yang menyebut dolanan ini dengan Pithongan. Kecamatan Girimulyo. kiranya dapat dirunut dari arti kata tersebut. 1939: 495). Sumber Dolanan ini tidak terekam dalam kamus Jawa ―Baoesastra Djawa‖ karya WJS. Poerwadarminta (1939). B. Kabupaten Kulon Progo DIY. nama pithongan berasal dari kata dasar pithong yang berarti pece atau picak (bahasa Indonesia: buta). daun dan bundar. Alat dan Tempat Logo terbuat dari tempurung kelapa. Termasuk pula di daerah Kalurahan Giripurwo. Kebanyakan dibuat berlapis dua yang direkatkan dengan bahan aspal atau dempul supaya berat dan kuat. Sampai dengan tahun 80-an permainan ini masih sering dilakukan di kalangan masyarakat Banjar. maka jumlah pemain yang ―naik‖ (yang melakukan permainan) harus sama dengan jumlah yang ―pasang‖ (pemain yang . masih hidup dan dimainkan oleh anak-anak di wilayah Yogyakarta. dewasa ini sudah mulai tersisih oleh permainan elektronik populer. Jika dimainkan secara beregu. Bentuknya bermacammacam. Dalam permainan harus dibantu dengan sebuah alat yang disebut panapak atau kadang-kadang beberapa daerah ada yang menyebutnya campa. ada yang berbentuk bidawang (bulus). Latar Belakang Balogo adalah salah satu jenis permainan tradisional suku Banjar di Kalimantan Selatan. Garis tengahnya sekitar 5--7 cm dan tebalnya sekitar 1--2 cm. Pelaksanaan Permainan Permainan balogo dapat dilakukan satu lawan satu atau secara beregu.59 F. dolanan ini hingga tahun 1980-an. Balogo diambil dari kata “logo”. dengan jumlah pemain 2 sampai 5 orang. biuku (penyu). yakni stik atau alat pemukul yang panjangnya sekitar 40 cm dengan lebar 2cm.Dan permainan ini tidak ada unsur kekerasan sehingga pertemanan menjadi kompak. bukan berarti dolanan ini tidak hidup di tengah-tengah masyarakat. Setidaknya. karena permainan itu menggunakan logo. layanglayang. Walaupun tidak terekam dalam kamus. 43) PERMAINAN BALOGO A. D.

kerja sama. nilai kerja sama tercermin tidak hanya di pemasangan logo. Latar Belakang Dulunya madelage adalah persembahan untuk mengantar arwah orang yang telah meninggal. Inti dari permaian ini adalah keterampilan memainkan logo agar bisa merobohkan logo lawan yang dipasang. Nilai Budaya Nilai yang terkandung dalam permainan balogo adalah keterampilan. dan sportivitas. Dengan demikian.kerajaanbanjar. sebuah ritual yang dilakukan masyarakat pedalaman NTB. hanya permainan biasa untuk mengisi waktu dan bersenang senang. Gambar: F. Nama permainan ini .60 logo-nya dipasang untuk dirobohkan). sebagai akhir permainan. Nilai keterampilan tercermin dari pemasangan logo yang memerlukan keahlian khusus. Sampai akhirnya dikalahkan oleh permainan elektronik modern. Regu yang paling banyak dapat merobohkan logo lawan adalah yang keluar sebagai pemenang. E. Kemudian. Nilai kerja keras tercermin dari usaha para pemain untuk merobohkan logo lawan. pihak yang menang disebut dengan “janggut” dan boleh mengelus-elus bagian dagu atau jenggot pihak lawan yang kalah sambil mengucapkan teriakan ―janggut-janggut‖ secara berulang-ulang yang tentunya membuat pihak yang kalah malu. kerja keras. Sumber www. tetapi juga tercermin dalam perobohan logo lawan. Tapi kini menjadi permainan yang dimainkan oleh anak anak tanpa ada arti ritual. tetapi bisa menerimanya sebagai sebuah kekalahan. Dan. jumlah logo yang dimainkan sebanyak jumlah pemain yang disepakati dalam permainan. nilai sportivitas tercermin dari kerelaan pemain yang kalah untuk di elus-eluas janggutnya oleh pemenang karena aturannya memang demikian. Jumlah pemain beregu minimal 2 orang dan maksimal 5 orang. Cara memasang logo adalah dengan medirikannya secara berderet ke belakang pada garis-garis melintang.wordpress. Dan.com 44) PERMAINAN MADELAGE A. Mamang dalam permainan balogo : “santuk kilan bela (muka) patah cempa sekali lagi “ Permainan balogo ini masih populer dimainkan di masyarakat Banjar hingga tahun 80-an.

2orang jaga.  Yang menang melempar pertama kali dan yang kalah 2 orang harus jaga. apabila diterjemahkan sentaruh: bersaing. Permainan ini tidak ada hubungannya dengan peristiwa-peristiwa yang bersifat religius maupun upacara adat. Hanya saja sering dimainkan sebagai perlombaan. G. Peserta C. Jenis permaian ini adalah milik masyarakat baik dari kelas bangsawan atau biasa. Minimal peserta 3 orang . atau orang dewasauntuk memeriahkan perayaan  Pria atau wanita boleh bermain.com/info/permainan-tradisionalntb 45) PERMAINAN SENTARUH TELIUQ ENEEKNG TELUU’ A. Teliuq : berlari. sedang Pencipta Permainan ini tidak diketemukan. uneekng : kaki. Permainan ini sudah menyebar ke Daerah Kalimantan Timur.namun dalam satu pasang wanita dengan wanita. Teluu‘ : tiga. bisa melatih sportifitas Sumber Dari teman saya di NTB dan dari jombangan. Pemain  Paling sedikit empat orang . dua pasang  Usia enam sampai belasan tahun. Permainan ini tidak ada hubungannya dengan peristiwa-peristiwa yang bersifat religius maupun upacara adat. pria dengan pria . Hanya saja sering dimainkan sebagai perlombaan. E. D. F.61 adalah permainan madelege yang artinya persembahan untuk orang mati untuk mengantar kepergiannya. B.  Jika pelempar tepat mengenai sasaran maka yang jaga harus mengangkat atau menggendong pelempar ke tempat jaga. B.  Terus bergantian sampai capek Penentuan Kemenangan Yang sering di gendong adalah yang menang Tanggapan Masyarakat Membiarkan anank anak tetap bermain karena permainan ini tidak berbahaya dan membuat anan – anak riang. Latar Belakang Nama permainan ini berasal dari bahasa Dayak Tunjung. Jadi bila diterjemahkan adalah bersaing berlari dengan tiga kaki.1 orang menembak Alat dan Fasilitas  Kayu yang ditumpuk  Pelempar Pelaksanaan Permainan  Diawali dengan suit.

. Jadi lapangan permainan harus diberi garis start dan finish. Jalannya permainan tidak sulit. B. Sementara kata ―telena‖ ada yang menyamakan persepsi dengan ―tlale‖ atau belalai gajah. Dalam permainannya ada tata tertip yang harus disepakati bersama. atau kain dari sapu tangan namun bukan dari bahan yang lentur D. maka kaki kiri dan kaki kanan pasangannya diikat jadi satu. Dari situlah. E. untuk setiap pasangan dicari yang tingginya sama. Selain itu juga dapat untuk melatih kerjasama dan sportivitas. 46) PERMAINAN GAJAH TELENA A.62 C. Alat yang Digunakan Seutas tali dari bahan apa saja. Tanggapan Masyarakat Pada waktu sekarang jenis permainan ini masih dapat kita lihat pada saat tertentu saja. Apabila sudah didapatkan teman yang tingginya sama. misalnya dari mana harus berlari dan sampai mana. dolanan ini memang terinspirasi dari nama hewan gajah. setiap calon pelari terdiri dari dua orang. seperti juga dolanan lainnya. Latar Belakang Jenis permainan yang satu ini juga termasuk dolanan yang tidak menggunakan peralatan bantu untuk bermain. cukup terkenal di beberapa daerah di masyarakat Jawa. karena permainan ini yang menonjol adalah sifat pertandingan. yakni: //Gajah-gajah telena/ telenane garunata/ jenang katul sisir gula/ her segara amba/ her segara amba//. sehingga tidak saling terpisah. dolanan ini juga diiringi dengan sebuah lagu. Caranya berlari tanga kanan dan tangan kiri setiap pasangan saling merangkul dengan tujuan agar pasangan dapat kompak dalam berlari. Melihat dari namanya. kemudian anak-anak masyarakat Jawa membuat permainan yang diberi nama ―Gajah Telena‖. gajah merupakan salah satu hewan yang dipakai tunggangan untuk bertempur melawan musuh. Tujuan Permainan Gajah Telena ini bertujuan untuk mengisi waktu luang dan mencari kesenangan. Tetapi pada saat ini jenis permainan ini juga dimainkan oleh orang-orang dewasa. Pemenang adalah yang pertama kali sampai finish. Pelaksanaan Permainan Jenis permainan ini adalah kompetitif. dan sering pula dimainkan oleh anak-anak usia SD. Memang gajah mempunyai belalai. Dalam peperangan seperti dalam cerita wayang. Misalnya pada waktu perayaan hari Kemerdekaan. Namun begitu. Kata ―telena‖ sendiri sebenarnya setelah dilacak di Kamus Baoesastra Djawa tidak ditemukan. seperti halnya permaianan lomba lari karung.

Setelah disepakati. D.F.F. pemain tidak begitu terasa sakit. Setelah siap. dan H.B. telah lelah. Bisa dinyanyikan sekali atau dua kali.C. kaitannya dengan permainan.F. agar jika terjatuh. Minimal ada dua kelompok. Masing-masing kelompok agak saling berjauhan. itulah kelompok yang dianggap kalah. Masing-masing kelompok terdiri dari 4 anak sebaya. tergantung situasinya. Pelaksanaan Permainan Sebelum anak-anak bermain gajah telena. para pemain tidak diperbolehkan menjatuhkan lawan dengan cara merenggut (njambak) rambut. Masing-masing kelompok kemudian bersepakat untuk menentukan formasinya. Bagi kelompok yang terjatuh duluan.G. kemudian mereka dibagi menjadi dua kelompok I dan II. yang nantinya kedua kelompok itu saling berhadapan untuk saling menyerang. Apabila mereka lama saling menjajagi kekuatan lawan dengan berputar-putar lebih dulu. mencupit. Setelah itu pemain yang menunggang gajah segera naik ke bentuk formasi itu. Sementara para penonton. Misalkan ada 8 anak (pemain A. dan H). dan C.B. berumput. atau ingin berpindah ke dolanan lain. dolanan ini dimainkan oleh anak laki-laki karena memerlukan kekuatan fisik. Waktu yang sering dipakai adalah waktu senggang. Kelompok I terdiri dari pemain A. dan memukul. Anak-anak yang hendak bermain gajah telena biasanya sudah berkumpul di tempat bermain. biasanya ada aturan lisan yang disepakati bersama. Mereka. menjagokan idolanya masing-masing.B. Bisa pula dimainkan saat terang bulan purnama. menarik. Sementara kelompok II terdiri dari pemain E. misalkan kelompok I sebagai formasi gajah adalah pemain A. mereka bersama-sama dengan anak-anak yang menonton menyanyikan lagu gajah telena seperti di atas. Setelah mereka saling menyerang. maka pemain konsentrasi dalam penyerangan.D. Pada umumnya. Sebaliknya. baik siang atau sore hari. atau berpasir. seperti: mereka hanya boleh menjatuhkan lawan dengan cara mendesak. menendang. Bagi kelompok kalah tidak ada hukuman. Demikian pula kelompok II sebagai formasi gajah adalah E. Maka dolanan ini sangat jarang dimainkan oleh anak perempuan. Sementara pemain D sebagai penunggang gajah. menyepak. dan D. Dolanan ini akan berhenti apabila ada anak (kelompok) yang menyerah. capek. maka nyanyian gajah telena bisa dinyanyikan berulang-ulang. para penonton akan terus bersorak-sorai dan memberi dukungan ke . dan mendorong.C.E. Sementara pemain H sebagai penunggang gajah. yang umumnya anakanak akan saling menjerit. siapa yang hendak jadi gajah dan siapa yang hendak jadi penunggang. dan G. Masingmasing kelompok yang bertugas menjadi gajah segera membentuk formasi dengan cara tangan-tangan dirangkaikan. Hanya biasanya mereka mengganti formasi dan berusaha menantang kembali.63 C. Dilakukan di tempat terbuka dan biasanya di tanah lapang atau kebun bertanah.G. Peserta Dolanan ―Gajah Telena‖ dimainkan secara berkelompok.

hingga keduanya merasa lelah. Semakin banyak semakin menyenangkan. Sumber http://permata-nusantara. mereka mulai menyerang kembali kelompok II. F. B. maka dianggap kedudukan satu-satu. pertama-tama batang kayu yang berukuran 15 cm ditaruh miring pada sebuah batu. Untuk selanjutnya. Tanggapan Masyarakat Permainan ini bagus karena dapat memberikan rasa senang dan menghibur anak-anak dalam melakukan permainan ini dan juga dapat mengisi waktu luang mereka. Permaianan ini di latar belkangi karena nakanak basan melihat banyaknya kayu yang bererakan sehingga mereka berinisiatif untuk membuat permaianan sendiri. E. sehingga alatnya pun sangatlah sederhana. Seperti permainan lainnya permainan ini cukup sederhana dan mudah dilakukan. Dapat dimainkan oleh dua orang maupun lebih. permainan diawali dengan mencari siapa yang akan bermain terlebih dahulu. Setelah ditemukan siapa yang bermain terlebih dahulu. G. Bisa dengan hompimpah atau suit. Permaianan ini menceritakan tentang bagaimanan seeorang anak lelaki di pedesaan terutama warga transmigrasi yang kekurangan teman bermain . Jika pada serangan kedua ini. Pelaksanaan Permainan Untuk pemain yang bermain terlebih dahulu. Demikian seterusnya. misalnya kelompok I.blogspot. C.64 kelompoknya masing-masing.com/2011/04/gajah- 47) PERMAINAN KELADI A. kelompok II bisa menjatuhkan kelompok I. Latar Belakang Permainan keladi merupakan permaianan yang cukup familiar di kalangan anak pedesaan di Aceh. Alat yang Digunakan Alat permainannya cukup sederhana hanya dua buah batang kayu berukuran 30 sm dan 15 cm juga sebuah batu sebagai penyangga. Jika mereka memutuskan untuk berhenti bermain. Jika dia tak berhasil memukul atau jarak pukulannya tidak jauh pemain digantikan dengan pemain lainnya. kelompok I bisa mengubah formasi. dia harus melempar keatas kayu yang ditaruh miring dan memukulnya kedepan dan jaraknya harus melebihi tiga kali ukuran kayu yang panjang. Sementara para pemain masing-masing kelompok dengan sekuat tenaga berusaha menjatuhkan lawannya. Permainan keladi berasal dari Aceh. Setelah siap. Menurut enang keladi berarti memukul ulat yang sering ada di daerah hutan. maka mereka membubarkan diri. Penentuan Kemenangan Apabila ada kelompok yang terjatuh. maka mereka dianggap kelompok kalah dan skor 1:0. Apabila .

Tanggapan Masyarakat Dahulu ketika Eang saya disana. karena para peserta hanya ditugaskan untuk menerka saja dimana jatuhnya sapu tangan dan harus cepat memegang sapu tangan tersebut sebelum sempat diambil kembali oleh yang menjatuhkanya. masyarakat cukup mendukung. Pemain  Kebanyakan permainan ini di lakukan oleh anak sekolah dasar. Latar Belakang Masyarakat Dairi menamakan permaianan anak. Nanggore Aceh Darusalam 48) PERMAINAN MERBONI – BONI SAPU TANGAN A. Sumber Permaianan ini bersumber dari Eang saya. Eang Harjo Sumarto yang berasal dari Takengon. Merboniboni Sapu Tangan dibentuk dari : mer + boni. G. C. pemain kemudian harus memukul batang kayu kecil itu seperti bermain golf. Batang kayu berada diantara kedua kaki dan kemudian dipukul kebelakang menjauh hingga si pemain tak berhasil memukul batang kayu tersebut.cara memnyembunyikannya. disebabkan permainan ini terlalu mudah.boni Sapu Tangan yang berati bermain sembunyi.boni.bunyian sapu tangan. Biruen. B. yang merupakan alat utama dalam melaksanakan permainan. Kadang pula ada kaum leleki dewasa yang ikut dalam permainan ini untuk sekedar mengisi waktu. Peserta Permainan ini tidak ditentukan anak laki. umur para pemainnya sekitar 9-12 tahun  Jumlah pemainnya adlah 4orang. .anak yang lebih besar jarang memainkannya karena kurang sesuai dengan mereka.dan tiap regu berisikan 2 orang E. karena didalam permainan ini sapu tangan merupakan alat utama. Waktu Bermain Waktu bermain biasanya di sore hari ketika anak-anak bermain F. dan permaian ini berlangsung dalam bentuk cara.laki maupun anak perempuan. Dimainkan anak sekitar umur 6 samapi 10 tahun. Dikatakan mudah.65 berhasil memukul dengan jarak lebih dari tiga kali panjang batang kayu yang panjang. Alat yang Digunakan Peralatannya hanyalah sapu tangan saja. tetapi di bagi menjadi 2 regu.anak ini Merboni. Di gendong ke arah batu tempat permainan dimulai. Jika sudah tak berhasil memukul maka si pemain kemudian di gendong oleh pemain yang sejak tadi tak ikutan memukul. Sapu tangan itu dibawa oleh salah satu orang peserta untuk dijatuhkan pada sebuah tempat dibelakang peserta lainnya. biasanya anak. dengan jumlah pemain 15 sampai 20 anak untuk sekali bermain. D.

Tetapi jika hal itu diketahuinya.  Hukuman Hukuman bagi yang kalah ialah berupa larinya anak yang kalah dan dikejar dari belakang oleh anak yang menang sambil memukul dengan sapu tangan ke tubuh anak yang kalah. maka anak yang tidak tahu itu dianggap kalah. sehingga yang membawa semula sempat memungutnya kembali. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 49) PERMAINAN DLOSORAN A. Latar Belakang Dlosoran adalah permainan yang telah tersebar luas dimana-mana.66 D. Sumber Suwondo. tetapi si anak tang terdekat tidak mengetahuinya. dan kapan saja. Pelaksanaan Permainan  Persiapan  Seluruh peserta berjumlah 15 sampai 20 orang memilih salah seorang diantara mereka untuk bertindak sebagai pembawa sapu tangan secara berkeliling dan menjatuhkannya pada tempat yang dikehendakinya. Sampai lingkaran yang dibentuk terkelilingi. 1984. Permainan Tradisional anak. Yang perlu segera tahu dimana jatuhnya sapu tangan itu ialah anak yang berada didekat tempat jatuhnya itu. Permainan ini cukup mudah di lakukan karena tidak membutuhkan alat untuk bermain. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat juga sudah agak berkurang dibandingkan dengan masa lampau terhadap permaianan ini. Asal pastinya tidak tahu karena permainan ini di ajarkan oleh pemuda kampung saya sehingga saya mengerti dan pernah melakukan permainan ini. sehingga jatuhnya tidak dapat segera dilihat. E. maka dialah yang menang dan yang menjatuhkannya menjadi pihak yang kalah. F. Permainan ini dapat dimainkan oleh siapa. Sia anak yang membawa sapu tangan berjalan diluar lingkaran dilakukannya sedemikian rupa agak setenagah membungkuk.anak Daerah Sulawesi Utara. Bambang. hanya membutuhkan strategi dan taktik dalam bermain.  Aturan bermain Anak yang menang bertugas membawa sapu tangan berkeliling.  Tahap permainan Jiak sapu tangan sudah dijatuhkan. dimana. Dlosoran juga mengasah otak untuk berpikir dan bertindak kapan akan mengenai lawan kapan akan menunggu hingga lawan lengah dan akan menyerah . Menentukannya dengan suit. sedang peserta lainnya berdiri rapat membentuk lingkaran. dan sapu tangan segera dapat ditangkapnya.

Permainan ini juga tidak memandang jenis kelamin.  Hal yang tidak boleh dalam permainan ini dan di anggap pelanggaran adalah menendang lawan. E. Misalnya tangan ada di luar lingkaran. Pemain lain yang tidak jaga berada di dalam lingkaran. yang perlu di perhatikan adalah jumlah penjaga harus di tambah untuk keseimbangan permainan dan luas area permainan juga di tambah. Alat yang Digunakan Alat dan fasilitas ini tidak di gunakan dalam permainan. Penjaga juga boleh menunggu hingga lawan lengah. dan semua anggota badan masuk dalam lingkaran. remaja. C.  Setelah posisi siap dan semua pemain ada di areanya sendiri-sendiri. Peserta Peserta dapat siapa saja anak-anak.  Dengan undian hompimpah/kacang panjang dipilihlah 3 orang untuk berjaga di luar lingkaran terlebih dahulu. Harus menyisakan anggota badan lain. Dan untuk memperjelas area dan bentuk lapangan dalam bermain.67 B. Untuk yang kalah ditentukan dari berapa kali pemain sering menjaga di luar lingkaran. Jumlah peserta dapat di tentukan dari jumlah orang yang ada. kaki yang tidak dlosor berada di luar lingkaran. Begitu seterusnya. yang jelas semakin banyak peserta semakin seru. Bila di lakukan dengan cara lain. Penentuan Kemenangan Penentuan Menang atau Kalah. D. Bila ada yang . Tetapi pada saat dlosor(tackle) seluruh anggota badan penjaga tidak boleh masuk dalam lingkaran. Jadi perkenaannya adalah kaki atau lutut ke bawah. karena dapat di mainkan bersama-sama oleh laki-laki dan perempuan. penjaga mulai bergerak untuk berusaha mengenai kaki lawan dengan cara dlosor(tackle). Tetapi bila pesertanya banyak. Karena taktik itu yang perlu di terapkan dalam permainan ini.  Penjaga boleh mengelilingi lingkaran untuk mengintai lawan yang akan dimatikan. Pelaksanaan Permainan  Dlosoran membutuhkan sekitar 13-18 pemain (dapat juga lebih). bahkan dewasa. hanya untuk membantu dalam pelaksanaannya saja. Dan yang menang di tentukan dari sedikitnya pemain itu menjadi penjaga di luar lingkaran.  Pancang 1buah  Tali rafia 5-10m  Kapur halus secukupnya.  Bila ada yang terkena dlosoran itu maka pemain yang terkena itu ganti untuk jaga dan melakukan hal yang sama untuk mematikan pemain lainnya. menyentuh lawan dengan selain kaki. misalnya dengan tangan atau menendang di anggap tidak sah.  Dalam mendlosor boleh dengan 1 atau 2 kaki sekaligus. Penjaga tetap berjaga. mengenai lawan di atas lutut.

D.500. Jumlah pemainnya pun terdiri dari 2 sampai 6 orang atau lebih. Latar Belakang Awalnya permainan ini adalah permainan tradisional yang dulunya di mainkan oleh masyarakat zaman dahulu. Tetapi bila yang memiliki skor orang banyak maka di adakan hompimpah untuk mendapatkan siapa pemenangnya. Mereka juga tidak tahu sumber pasti permainan itu. Sumber Dari orangtua saya. 50) PERMAINAN KREPYAK A. harus dengan di iringi sebuah lagu atau nyanyian dan jika koin yang didapat berhasil di tangkap dapat dihitung berapa jumlah koin yang ditangkap tadi dan itulah pointnya.100 perak. Kapur / alat tulis untuk digunakan sebagai alat pencatat point atau nilai. Cara permainannya juga mungkin bisa di katakan sama persis. Setahu saya permainan ini berasal dari daerah saya sendiri yaitu daerah bantul. Yang jelas disini berwujud koin/kerikil yang berjumlahkan 5/6 buah. Alat yang Digunakan Koin uang atau kerikil yang berukuran sebesar kelereng yang nantinya digunakan sebagai bahan permainannya yang berjumlahkan 5 atu 6 buah. yaitu jika koin berjumlah 6 buah harus di ambil 2 buah terlebih dahulu tetapi cara pengambilan tidak boleh sembarang. bisa menggunakan uang nilai Rp. 200. Yang arti jawanya ( alon-alon ).68 mempunyai skor yang sama maka adu koin atau tos. Pelaksanaan Permainan  Saat melempar / krepyak. F. dan mungkin di daerah lain juga punya permainan seperti ini. permain tidak boleh keras-keras.  Melakukan cengkeh. Permainan ini di mainkan untuk menghibur diri pada saat istirahat sekolah dan pada saat pulang sekolah atau lingkungan rumah. Peserta Permainan ini dapat di kategorikan sebagai permainan anak-anak yang pada umumnya di lakukan oleh anak perempuan usia 6 – 15 tahun. Karena kebanyakan anak-anak bermain lari-larian dan orang tua takut bila anaknya mengalami resiko bahaya jadi orang tua mengenalkan pada anaknya permainan ini.  Melakukan cuthit. Begitu juga dengan musuhnya harus bisa memilih koin yang di ambil yang sekiranya dapat mempersulit pemain untuk melakukan cuthit. .  Jenis koin. Sedangkan jika koinnya berjumlahkan 5 buah di ambil 1 buah koin saja. karena ada begitu saja dan dengan sengaja di mainkan bersama-sama. Harus di tentukan oleh musuhnya. Rp. atau Rp. B. C. hanya mungkin beda nama permainan saja.

Setelah koin disebar. tergantung dari pelaksana lomba (bila dilakukan . yaitu :  Homepimpah / pingsut ( PENGUNDIAN ). Seperti di daerah lain. jika si pelaku atau peserta tidak berhasil mengenai sasaran atau koin pada saat mencuthit / pemain tidak dapat menangkap koin pada saat melakukan cengkehan.69  Cara mengetahui perpindahan permainan / mati. Sumber Masyarakat imogiri bantul yogyakarta 51) PERMAINAN PATAH KALENG A.  Ada 4 Tahap yang harus di lalui. Sebelum permainan ini di mulai akan dilakukan pengundian terlebih dahulu.  CENGKEH Pemain yang berhasil ketahap ini kemudian melakukan cengkeh dengan tangan yaitu seperti permainan gatheng.  Krepyak ( NYEBAR KOIN ). Dapat dimainkan dimana saja. setelah nyanyian berakhir dengan bersamaan menangkap koin. Latar Belakang Permainan Tradisional Patah Kaleng . Penentuan Kemenangan Mengetahui ― menang atau kalah‖. Salah satunya adalah Papua. Koin yang berhasil di tangkap kemudian di hitung. Papua juga punya permainan-permainan tradisional. dengan cara melakukan homepimpah / pingsut tadi. apalagi dari sisi budaya. Latar belakang masalah Indonesia sebagai negara seribu pulau berarti memiliki beragam suku di dalamnya. Tidak banyak Masyarakat Indonesia yang mengerti kondisi real masyarakat di sana. Olahraga ini mirip seperti permainan sepak bola namun berbeda pada peraturan dan sangat fleksibel. Point yang didapat atau dikumpulkan oleh pemain yang terbanyak ialah yang keluar sebagai pemenangnya. jumlahnya di tulis yang nantinya di jumlahkan di akhir permainan.  Cuthit ( MENCUNGKIL KOIN ). Salah satunya adalah sepak bola patah kaleng selain permainan tradisional lain yang merupakan krestivitas anak dengan lingkungannya yang masih sangat identik dengan alam. bisa dihitung point yang didapat oleh para masing-masing peserta. Point yang mendapatkan paling tinggi yaitu pemenangnya.Steet Ball Papua A. pemain lain ( lawan ) akan menunjuk koin yang akan di ambil dengan cara memilih koin yang paling mudah di lakukan nantinya. F. E. dengan ruang yang sesempit mungkin dan seluas mungkin dengan komposisi yang tidak pasti. Cara melakukannya pun hampir sama dan di iringi oleh sebuah lagu atau nyanyian. Pemain yang bermain sebagai orang pertama menggengam semua koin kemudian di lemparkan dengan diiringi berbicara ―kREPYAK‖.

dalam bentuk perlombaan) ataupun oleh kedua belah pihak yang akan bertanding. Sumber Hanya ada satu tulisan mengenai sepak bola patah kaleng ini yang ditulis oleh Arnoldus Mampioper di Kabar Indonesia (19/06/2009). Permainan ini sangat digemari oleh anak-anak laki-laki di Papua hingga tidak heran bila Papua tidak pernah kekurangan bintang muda di bidang sepak bola.70 B. Patah disini berarti kaleng yang berfungsi sebagai gawang tersebut dijatuhkan oleh pihak lawan melalui bola yang ditendang. Berbagai permainan tradisional ini tidak akan bertahan lama bila generasi muda tidak lagi mau peduli terhadap pelestarian budaya bangsa karena budaya adalah jati diri sebuah bangsa. bermain dan meningkatkan motorik.  Pemain Anak laki-laki  Jalannya permainan Sebelum di mulainya perminan di lukan tos dulu setelah itu bagi yang menang maka melaukan operan atau penguasaan bola. sama seperti gawang. kualitas kebugaran meningkat. F. dan bersosiaolisasi. Itu hanya istilah saja yang sudah beredar di Masyarakat Papua sejak puluhan tahun yang lalu. Tidak banyak orang yang menuliskan olah raga tradisional Papua ini. E. C. dalam permainan ini tidak ada istilah out atau lemparan ke dalam karena dalam permainan tradisional ini tidak ada garis pembatas lapangan. Hanya ada dua buah kaleng. kemampuan motorik meningkat. . Tujuan Tujuan Mengisi waktu luang. Bahkan Papua selalu melahirkan bintangbintang sepakbola di Indonesia. Lebih ideal bila menggunakan bola tenis. Tingkat kesulitannya lebih tinggi dibandingkan sepak bola yang menggunakan gawang. Sepak bola patah kaleng tidak berarti kaleng dipatahkan. G. D. Sasaran Sasaran Anak laki-laki Pelaksanaan Permainan  Lapangan peralatan  Lapangan Lapangan yang di gunakan bisa di lakukan dimana saja dengan ruang yang sesempit mungkin dan seluas mungkin dengan komposisi yang tidak pasti. Belajar mencintai budaya bangsa adalah pengabdian tulus terhadap eksistensi bangsa.  Peralatan Bola kecil kaleng. Alat yang Digunakan Bola yang dipergunakan untuk permainan inipun kecil. Manfaat Manfaat Senang.

Pelaksanaan Permainan Para pemain di suitkan dahulu kemudian yang menang jalan duluan. begitu seterusnya sampai kekotak yang ke empat disitu pemain boleh menggunakan kedua kakinya untuk menendang umpan tersebut ke kotak angka sepuluh ribu. kemudian Pemain melemparkan umpan kekotak yang pertama untuk memulainya permainan. Latar Belakang Permainan ini berasal dari daerah saya. I. G. Penentuan Kemenangan Jika ada pemain yang berhasil mengumpulkan angka yang paling banyak maka dialah pemenangnya. B. E.kulinet. Sumber Masa Lalu . C. Permainan ini sering dimainakan waktu saya masih kecil dulu. jika ada pemain yang menginjak/memegang garis maka dianggap mati. yaitu Bangka Belitung.71 H. Untuk kembali ketempat semula kali ini pemain harus kambali menggunakan kaki satu dan mengambil umpan miliknya diluar kotak sepuluh ribu dengan tanpa menginjak/memegang garis.com/baca/patah-kaleng-steet-ball-papua/759/ 52) PERMAINAN CAK LENGKENG SEPULUH RIBU A. lalu pemain harus mengangkat kaki satu dan menggeser umpan kekotak yang ke dua. D. Sumber http://www. biasanya permainan ini sering dimainkan jika waktu libur sekolah tiba permainan ini juga sangat populer di waktu kami masih kecil dulu biasanya kami memainkannya dari pagi & petang. Alat yang Digunakan Fasilitas yang digunakan hanyalah pecahan batu/keramik sebagai umpan & melukiskan/menggambarkan bentuk lapangan. Peserta Permainan ini dimainkan oleh 6 orang dan dibagi menjadi 2 kelompok masingmasing 3 orang. F. Tanggapan Masyarakat Permainan ini tidak pernah digunakan lagi oleh anak-anak di daerah saya. Penentuan Kemenangan Pemenang Regu mana yang paling banyak menjatuh kaleng paling banyak maka regu itu di anggap sebagai pemenangnya.

sebagaian wilayah sumatera barat dengan nama Tengkak – tengkak dari kata tengkak (pincang). kemampuan motorik meningkat. Sedang Jawa Tengah dengan nama Jangkauan yang berasal dari nama burung berkaki panjang. Latar Belakang Egrang adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari daereah mana asalnya. Secara spesifik. bahkan jalan raya. 1) Umur 6 – 12 tahun : Tinggi bambu 1 ½ meter Ukuran tempat berpijak :  Tinggi : 50 cm  Lebar : 15 – 20 cm  Panjang : 7 ½ cm 2) Umur 13 tahun keatas Tinggi bambu 2 ½ m Ukuran tempat berpijak:  Tinggi : 50 cm  Lebar : 20 cm  Panjang : 10 cm . Egrang dalam bahasa lampung berarti terompah pancung yang tgerbuat dari bambu bulat panjang. Alat egrang dibagi menjadi dua. lapangan umum. remaja. b.72 PERMAINAN OLAHRAGA TRADISIONAL 53) PERMAINAN EGRANG A. ukuran egrang tersebut adalah sebagai berikut. Manfaat Gembira. Pada ukuran 50 cm dari bawah dibuat tempat berpijak kaki yang rata dan boleh lepas dengan kain atau busa. tetapi dapat dijumapi diberbagai daeerah dengan nama berbeda seperti . D. Ukuran lapangan adalah panjang minimum 50 m dan lebar 7 ½ m dibagi lima garis lintasan masing – masing 1 ½ meter. bila memungkinkan). Peralatan Alat yang digunakan adalah bambu yang dibuat sedemikian rupa. masing – masing kelompok umujr 6 – 12 tahun dan kelompok umur 13 tahun keatas. Sasaran Anak – anak. sehingga permukannya rata. Ingkau yang bahasa Bengkulu berarti sepatu bambu. E. bermain dan meningkatkan kemampuan motorik. C. kualitas kebugaran meningkat. B. berdasar kelompok umur pemakaiannya. dan bersosialisasi. Tujuan Mengisi waktu luang. dan dewasa. Lapangan dan Peralatan a. Lapangan Lapangan yang dipergunakan disarankan datar dan luas (bisa di stadion. Peraturan Permainan 1.

para atlet berdiri dibelakang garis start dengan memegang egrang. Kalau dalam perlombaan cukup dengan mengira – ngira saja. Selanjutnya diadakan undian untuk menentukan urutan pemberangkatan perlombaan. Per kelompok dipelombakan dalam seri. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dalam kelas masing – masing 5 (lima) orang sesuai dengan jumlah llintasan. Atlet yang terganggu jalannya oleh atlet lainnya boleh meneruskan larinya atau mengulang. 4. b.  Juri pemberangkatan / timer. d.  Juri kedatangan mengawasi perlombaan di garis akhir.73 2. dari garis start sampai garis finish dipimpin juri start dan waktu dicatat oleh petugas pencatat waktu. Untuk maju ke seri berikutnya.  Pencatat waktu (timer) mencatat waktu para pelari. Perlombaan dalam seri. Ya. Pada aba – aba bersedia tangan memegang egrang (kanan dan kiri). yang mengambil lintasan orang lain dinyatakan gugur. Undian diadakan agar jangan ada yang merasa dirugikan. h. e. i. Atlet. siap . c. 5. Sebelum perlombaan dimulai. Pemain Permainan egrang bisa dimainkan oleh wanita atau laki – laki dengan mengenakan pakian olahraga yang pantas. Waktu terbaik dalam seri (2 atau 3orang) berhak mengikuti seri berikutnya. jumlah atlet sesuai dengan jumlah lintasan. juri dan pencatat waktu (timer)  Wasit bertugas mengawasi seluruh jalannya perlombaan. aba – aba siap satu kaki (kiri atau kanan) diatas tempat berpijak dan setelah aba – aba YA lari. . dapat diatur dalam peraturan perlombaan khusus apakah hanya 2 atau 3 orangwaktu terbaik dengan memperhatikan jumlah peserta. 3. Wasit. para peserta diteliti usianya untuk menentukan kelompok umur masing – masing. Aba – aba perlombaan oleh wasit / juri start adalah: bersedia. Hal ini dilakukan pada waktu penyelenggaraan resmi. mengawasi lintasan apakah ada pelari yang menginjak garis.  Juri lintasan. kelompok umur anak – anka 6 – 12 tahun dan unutk taruna / remaja / dewasa 13 tahun keatas. j. Jalannya permainan a. Pemenang  Pemenang ditentukan berdasarkan kecepatan waktu  Waktu yang diambil adalah kaki terakhir menyentuh garis finish. Dalam meneliti umur peserta didasarkan pada surat keterngan yang berwenang. g. Pengganti ―YA‖ dapat dilakukan dengan suara peluit. f. Sebelum perlombaan dimulai. Para atlet dinyatakan gugur apabila:  Menginjak garis lintasan  Kaki jatuh menyentuh lantai atau lintasan  Dengan sengaja mengganggu atlet lain.

mengurangi ketegangan mental. Lapangan Lapangan atau tempat bermain bisa dialam terbuka (lapangan rumput. sabut kelapa atau jerami dengan ukuran panjang 1 meter berat 1 ½ kg untuk putra. atau jerami. Kualitas kesegaran jasmani meningkat. melatih keseimbangan. C.15 cm. untuk putra 1. tanah atau lantai yang rata. Pada dasar lapangan (kecuali diatas air). di atas sebatang bambu yang dipasang menyerupai jembatan dan pemenangnya adalah yang berhasil menjatuhkan lawan atau yang berhasil mengumpulkan angka yang lebih banyak. dengan ukuran panjang 8 meter dam lebar 4 meter. tertutup (hall / gedung olahraga). meningkatkan kesegaran. Peraturan Permainan 1. 3. F.74 54) PERMAINAN GEBUK BANTAL A. Peralatan Tempat bertanding dibuat dari kayu atau bambu bulat dengan ukuran panjang 4 meter. 12 cm. besar d. memupuk sportifitas. dengan pengelompokan umur:  anak – anak : 9 – 12 tahun  remaja : 13 – 16 tahun  dewasa : 17 tahun ke atas  Masing – masing kelompok umur tadi. Lama permainan . Tanda dibuat dari kapur atau tambang. Lapangan (kecuali diatas air)dibatasi dengan tanda. tanah danpasir. Pemain  Gebug bantal bisa dimainkan oleh putra maupun putri. Tujuan Mengisi waktu luang. Latar Belakang Permainan gebuk bantal adalah merupakan suatu permainan ketangkasan dimana 2 pemain saling menyerang menggunakan bantal. dan diatas air). Bantal dibuat dari kain diisi dengan kapas. Sasaran Remaja dan dewasa.m. 2. dipertajam lagi dengan pengelompokan berat badan  anak – anak : 30 – 40 kg  remaja : 41 – 50 kg  dewasa : 51 – 60 kg keatas  Sifat pertandingan Perorangan dan beregu. 1 kg untuk putri. keseimbangan meningkat. b. E. busa.2 m dan unutk putri 1 m. Tinggi dudukan tempat bertanding diukur dari tanah / permukaan aman. serta bentuk bantal bulat panjang berukuran 7 ½ cm . diberi pengaman matras. pasir. Manfaat D. Lapangan dan Peralatan a. B.

Jenis permaian dan penilaian a. f. Apabila dalam waktu 5 menit tidak ada pemain yang jatuh. Beregu 5 orang. Wasit dan pembantu wasit adalah yang telah mengikuti penataran perwasitan. c. dilakukan dengan uang logam. 8. Apabila babak pertama sampai babak kedua tidak ada yang jatuh pemenang ditentukan dengan undian. Wasit dan Juri Pertandingan dipimpin oleh 1 orang wasit dan satu orang pembantu wasit. Pertandingan dipimpin oleh 1 orang wasit daan 1 orang pembantu wasit. Pemenang Pemenang ditentukan berdasarkan. 7. c. Perorangan (lihat butir 5) b. b. Sasaran Seluruh tubuh kecuali kepala. Undian diadakan untuk menentukan tempat dan peraminan yang lebih dulu memukul.satu tangan lagi siap menangkis. Hasil undian. atau siapa lebih dulu jatuh. Permianan dilakukan paling lama 5 menit / babak. permainan ini dihentikan untuk istirahat selama 3 menit. Penjelasan tentang perwasitan a. Pemain dinyatakan kalah. d. salah seorang berhasil menjatuhkan lawannya. 5. sebaiknya dihindari dengan suit. 4 – 1 atau 3 – 2. setelah selesai bertanding pemain berdiri mengapit wasit dan wasit mengangkat tangan pemenang. ditetapkan berdasarkan jumalh pemain yang memenangkan pertandingan dengan skor akhir 5 – 0. pembatasan sasaran ini dimaksudkan untuk menghindari cidera kuping. Setelah undian pemain yang akan bertanding naik keatas dan duduk diatas dudukan tempat bertanding.75 4. e. d. Wasit memimpin seluruh jalannya pertandingan dan pembantu wasit memperhatikan apakah diantara pemain melakukan kesalahan (memegang kayu / bambu dudukan. kaki tergantung satu tangan memegang bantal. Sebelum pertandingan dimulai wasit menanyakan panitia tentang keabsahan pemain. wasit membunyikan peluit tanda pertandingan di mulai. lebih dulu jatuh. mengepit dudukan dengan dua kaki). Sikap duduk. 6. setelah istirahat dilanjutkan 5 menit babak kedua. Demikian juga sebelum pertandingan dimulai wasit dan pembantu wasit memeriksa lapangan dan peralatan. dinyatakan kalah. kaki mengepit dudukan. Apabila ini terjadi segera mengangkat bendera merah. . jatuh kebawah tanah. Setelah pemain siap bertanding. e. Jalannya permainan a. tangan memegang kayu / bambu dudukan. Sebelum pertandingan dimulai diadakan undian unutk menentukan tempat dan siapa yang lebih dulu memukul. b.

baik Rokan Kiri maupun Rokan Kanan. dewasa putra dan putri. 55) PERMAINAN TEROMPAH PANJANG A. 2. Sasaran Anak – anak. lapangan umum. D. Panjang atau jarak lintasan: 50 meter. remaja. ketegangan menurun.76 g. 4.5 cm. dan paku.5 meter). jalan raya (bila memungkinkan). mengisi waktu luang dan memupuk sikap kerja sama (kekompakan team). Lapangan Permainan terompah panjang diadakan dilapangan terbuka. Bendera start (peluit start). Riau. Peralatan 1. b. dan kemampuan kerja sama meningkat. terompah dibuat dari bahan balok / papan yang tebal karet / ban. B. Lapangan dan peralatan a. Lapangan dibuat sedemikian rupa agardalaam pelaksanaannya tidak menghadap matahari.  Panjang terompah unutk 5 orang 235 cm. Latar Belakang Permainan terompah panjang sejak dulu sudah ada didaerah sepanjang perairan Sungai Rokan. dengan lebar 7. 3. rata seperti stadion.5 meter. bendera dibuat dari kain atau kertas berwarna meerah dan biru berbentuk segitiga dengan ukuran bendera 27 cm. Kini. Kapur untuk membuat lintasan.  Berat terompah seluruhnya untuk teromaph 3 orang 4 kg ( sepasang) terompah 5 orang 8 kg (sepasang). C.  Lebar terompah 10 cm. Memimpin pertandingan sesuai dengan peraturan permainan yang telah ditetapkan. terompah pangjang sudah merakyat. yang dibagi menjadi 5 lintsan (masing – masing lintasan lebar 1. Manfaat Kebugaran meningkat. maupun Rokan dibagian Hilir. Jumlah bendera sesuai dengan jumlah lintasan yang dipakai. Peraturan Permainan 1. . Terompah. Bengkalis. Tujuan Berolahraga. Ukuran terompah:  Panjang terompah untuk 3 orang 141 cm. Antar lintasan diberi garis dari kapur 5 cm. Nomor dada dan stopwatch. E. Kabupaten Kampar. 5. Bendera – bendera kecil dari bahan: tangkai dari bambu dengan panjang 40 cm.  Tebal terompah 2. seperti dibagian Siapi – Api. Ujung lintasan diberi garis start dan garis finish.

Jenis perlombaan Beregu 3 orang dan beregu 5 orang. Aba – aba ya. kemudian diberi nomor (dua) untuk dipasang di dada bagi peserta yang paling depan dandi punggung pemain paling belakang. 4. d. boleh pada bahu atau pinggang. peserta berjalan secepat – cepatnya menempuh jarak 50 meter. Pada aba – aba bersedia. dan untuk menentukan urutan pemberangkatan dalam perlombaan. c.77 2. Petugas lintasan berdiri dibelakang peserta dan memperhatikan regu pada lintasan masing – masing dengan membawa bendera biru merah. Regu dianggap sah. remaja 13 – 16 tahun. Aba – aba siap. peserta dari masing – masing regu berdiri dibelakang garis start di samping terompahnya. e. 3. . Pemain Jenis kelamin laki – laki dan perempuan yang tergabung dalam regu putra dan regu putri. k. j. b. dewasa 17 tahun keatas. peserta siap untuk melakukan jalan. waulupun regu tersebut jatuh kedepan tetapi kedua kaki masih kontak pada terompah meskipun tangan menyentuh tanah. Regu yang sudah diteliti kelompok usianya. salah satu kaki atau kedua kaki menginjak tanah artinya salah satu kaki atau kedua kaki tidak ada kontak dengan terompah. f. menginjak lintasan peserta lain. i. peserta berdiri diatas terompah dengan jari – jari kaki masuk kedalalm setengah lingkaran karet dan berpegangan satu sama lain. dengan sengaja mengganggu peserta lain. Jalannya permainan a. Sebelum perlombaan dimulai. Peseta / regu dianggap gugur apabila. h. terompah rusak ditengah jalan. Seluruh peserta dibagi dalam seri setiap seri maksimal 5 regu sesuai dengan jumlah lintasan (disesuaikan dengan jumlah regu peserta). Bila memungkinkan adanya stop watch. Undian dapat dilaksanakan paling lambat satu hari sebelum perlombaan dimulai. regu yang gugur tidak perlu meneruskan sampai garis finish. maka pada aba – aba ya. g.tidak berhasil mencapai garis finish. Peserta regu berpegangan satu sama lain. Kelompok umur anak – anak 9 – 12 tahun. Aba – aba dalam perlombaan diberikan oleh juri pemberangkatan adalah bersedia. siap. usia para peseta diteliti untuk menentukan kelompok usia. Regu juga masih dianggap sah. stop watch dihidupkan dan pada saat peserta dan ujung terompah paling belakang melawati garis finish stop watch dimatikan. Sebelum perlombaan dimulai. Selanjutnya diadakan undian untuk menentukan lintasan masing – masing regu. Sebaiknya para peserta memakai sepatu olahraga agar kjaki tidak lecet. apabila peserta terakhir dan ujung terompah bagian belakang melewati garis finish dengan tidak ada kesalahan selama dalam perjalanan. ya (peluit dibunyikan atau bendera start dikibarkan). Peserta dibagi dalam regu yang terdiri dari 5 orang atau 3 orang sesuai dengan jenis yang diperlombakan.

 Sebelum start dimulai.  Juri kedatangan bertugas untuk:  Menentukan dan mencatat urutan kedatangan peserta.  Juri kedatangan berada dibelakang garis finish. 6. Apabila pengawas mengacungkan bendera biru. 7. pengawas lintasan mengacungkan bendera keatas dan berjalan di belakang mengikuti peserta sampai garis finish. pengawas lintasan berdiri di belakang peseta yang akan diawasi sambil membawa bendera biru ditangan kanan dan bendera merah di tangan kiri.  Memberi aba – aba pada pemberangkatan peserta dengan mempergunsksn bendera start atau peluit.  Pengawas lintasan 5 orang (diseduaikan jumlah lintasan)  Juri kedatangan lima orang.  Aba – abab yang diberikan adalah: bersedia. juri pemberangkatan mengambil tempat dibelakang peserta dan tangan yang megang bendera direntangkan lurus kesamping.  Jumlah pemberangkatan 1 orang.  Dalam memberikan aba – aba.  Pencatat waktu (apabila ada stopwatch).  Pengambil waktu (apabila ada stopwatch).78 5. Petunjuk Perwasitan Untuk melancarkan jalannya permainan terompah panjang.  Kemudian juri pemberangkatan memperingatakn agar peserta tidak menginjak / melewati garis start. ya atau peluit dibunyikan. Apabila menggunakan bendera maka pada aba – aba ya bendera dinaikkan / digerakkan keatas.  Pengawas lintasan bertugas unutk:  Mengawasi lintasan selama permainan berlangsung. diperlukan petugas sebagai juri / wasit. siap.  Pada saat peserta mulai berjalan.  Juri pemberangkata bertugas untuk. perincian tugas darei masing – masing juri / wasit. juri pemberangkatan memanggil peseta untuk berdiri dibelakang agris start dalam lintasan masing – masing. maka permainan peserta tersebut sah. Tetapi apabila peserta melakukan kesalahan maka bendera biru diturunkan dan bendera merah dinaikkan dan regu peserta dianggap gugur.  Juri pemberangkatan dapat menentukan sah atau tidaksah start yang dilakukan oleh setiap peserta. . Petugas Petugas terdiri dari.  Sebelum start dimulai. Pemenang Regu dinyatakan sebagai pemenang apabila regu tersebut paling cepat memasuki garis finish. regu yang gugur dalam babak final tidak mendapat juara.

E. ketegangan menurun. mengurangi ketegangan dan kompetitif. Spesifikasi alat sebagai berikut :  Kayu  Ukuran balok : . dan pada saat peserta paling belakang dan ujung terompah paling belakang tepat berada digaris finish / melewati garis finish. B. Bentuk permainan berupa adu kecepatan menempuh suatu jarak tertentu diatas empat buah balok kecil menyerupai batu bata.  Pencatat waktu berada dibelakang garis finish disamping pengambil waktu.  Panjang minumum 15 meter  Lebar 7 ½ meter dibagi 5 garis lintasan masing – masing 1 ½ meter. dewasa.  Tebal garis 4 cm.  Pengambil waktu berada atau bertempat dibelakang garis finish. keseimbangan. Manfaat Kebugaran meningkat. tanah. rata (rumput.  Pencatat waktu bertugas untuk:  Mencatat waktu yang ditempuh setiap peserta pada formulir yang sudah disiapkan.79  Pengambil waktu bertugas untuk:  Menghitung waktu dari mulai aba – aba ya atau peluit dibunyikan sampai peserta menginjak atau melewati garis finish. dan seterusnya. D. stopwatch dimatikan. Lapangan dan Peralatan a) Lapangan  Lapangan terbuka. dan kecepatan atletnya. misalnya 10. dan ketangkasan meningkat. Latar Belakang Lari Balok sering dilombakan pada perayaan Kemerdekaan RI. 2 detik. Tujuan Berolahraga. 56) PERMAINAN LARI BALOK A. Peraturan Permainan 1. putra dan putri.  Pada saat starter memberi aba – aba ya atau peluit dibunyikan . pengambil waktu menghidupkan stopwatch. remaja. Sasaran Anak – anak.  Waktu dicatat sampai dengan per sepuluh detik. Permainan ini menuntut kelincahan. yang mana setiap habis melangkah pemain harus memindahkan balok yang dibelakangnya ke depan sebagai tempat berpinjak dan begitu selanjutnya. C. b) Peralatan  Bahan dari kayu balok di mana permukaan tempat berpijak rata. semen maupun aspal).

Pada aba – aba bersedia peserta duduk jongkok diatas kedua balok. e) Aba – aba perlombaan oleh wasit adalah bersedia. c) Juri lintasan. 5. Siap kedua tangan siap memindahkan kedua balok lainnya. Ya peserta saling berlomba. Pemimpin Perlombaan a) Wasit. d) Juri kedatangan. b) Juri pemberangkatan.  Salah satu tangan atau kedua tangan menyentuh tanah dan sama sekali tidak ada kontak/hubugan dengan balok. memberi aba – aba start pemberangkatan. Pemenang Ditentukan berdasarkan peserta yang paling dahulu. mengawasi jalannya perlombaan. d) Sebelum perlombaan dimulai para peserta duduk jongkok diatas 2 balok dibelakang garis start dan kedua tangan menyentuh balok dua lainnya yang terletak di belakang kedua balok yang diinjak.  panjang : 25 cm  lebar : 9 cm  tinggi : 4 cm  Berat balok : 50 gr – 100 gr  Bendera start : 60 x 90 cm (ukuran tidak mutlak)  Bendera kecil segi tiga mrah dan biru :27 x 37 cm Pemain a) Pemain lari balok bisa dimainkan oleh laki – laki maupun perempuan.  Keluar dari lintasan. 3. b) Setiap peserta yang akan berlomba diberikan 4 potong balok. mengawasi peserta yang telah tiba di finish e) Pencatat. ya. b) Klasifikasi :  Kelompok I : 6 – 10 Th  Kelompok II : 11 – 14 Th  Kelompok III : 15 – 18 Th  Kelompok umum : 19 Th keatas Jalannya Permainan a) Sebelum perlombaan dimulai para perserta diteliti usianya untuk menentukan kelompok umurnya masing – masing.80 2. c) Peserta diundi untuk menentukan kelompok seri/urutan perlombaan. mengikuti dan mengawasi lintasan dibelakang dari dari setiap peserta. 4. siap.  Dengan sengaja mengganggu peserta lain. f) Peserta dinyatakan gugur apabila :  Salah satu kaki atau kedua kaki menginjak tanah dan sama sekali tidak ada kontak/hubungan dengan balok. mencatat nama/nomor peserta yang telah tiba di finish . mencapai garis finish (dengan ketentuan ke empat balok telah melewati garis finish).

 Panjang lapangan : 40 s/d 60 M  Lebar lapangan : 8 M Pada pertengahan lapangan diberi garis. Lapangan dan Peralatan a) Lapangan Lapangan yang dipergunakan dapat terbuka dan tertutup. C. II : 50 – 59 kg. III : 70 – 79 kg. pada pertengahan tali diberi tanda ( cat merah/kain merah ) dari pertengahan tali diberi 2 macam tanda yang masing – masing jarak 2. c) Peserta  Beregu putra atau putri. B. dan dewasa.5 M dari pertengahan tali. . b) Peralatan Alat yang dipergunakan adalah sebuah tali tambang serat panjangnya 30 s/d M. Dalam permainan ini sangat dominan kekuatan dan daya tahan regu. Latar Belakang Tarik Tambang adalah olahraga rakyat yang paling banyak dimainkan oleh masyarakat setelah olahraga panjat pinang. 30 orang dsb. 17. tepi pantai yang datar/rata permukaan. III : 60 – 69 kg. 28. IV : 80 kg keatas Berat untuk putri Kelas I : 30 – 49 kg. remaja. juga luar garis batas tarikan. Tujuan Berolahraga. menggunakan seutas tambang. IV : 70 kg ke atas.81 57) PERMAINAN TARIK TAMBANG A. meningkatkan semangat kerja dan menurunkan ketegangan. jumlah anggota regu disesuaikan dengan keadaan. jumlah regu disesuaikan dengan keadaan. memupuk semangat kerja sama dan sosialisasi. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. Olahraga tarik tambang dimainkan beregu. Sasaran Anak – anak. lapangan. D. Peraturan Permainan 1. batas lapangan harus jelas supaya penonton tidak masuk lapangan permainan. Diameter tali : 5 – 10 cm. II : 60 – 69 kg. 20. Pinggir lapangan sebaiknya diberi tanda dengan kapur atau tali. Diantaranya stadion.  Klasifikasi Berat untuk putra Kelas I : 50 – 59 kg. E. boleh 10.

B. kebugaran meningkat. Latar Belakang Meski dimainkan hamper seluruh anak di Jabotabek. 58) PERMAINAN HADANG A. dewasa. Permainan ini ada di sebagian besar provinsi di Nusantara. Tujuan Mengisi waktu luang. tetapi panitia dapat menentukan sstem pertandingan disesuaikan dengan situasi dan kondisi. c) Wasit pertandingan memanggil pimpinan regu masing – masing untuk menentukan tempat. meningkatkan kekompakan tim. acap memainkan hadang di malam hari saat bulan purnama. d) Wasit memberikan aba – aba siap. Dua orang pembantu wasit bertugas mengawasi garis batas tarikan dan dilengkapi dengan bendera merah. Pemimpin Perlombaan Wasit sebaiknya berjumlah 3 orang. jika ada aba – aba ya kedua regu melakukan tarikan. remaja. tetapi tidak ada petunjuk bahwa permainan hadang berasal dari Jakarta. Manfaat Gembira. bendera merah itu diangkat apabila tanda merah tadi melewati garis batas tarikan. Pemenang Apabila satu regu dapat mengalahkan regu lain dengan 2 – 0 atau 2 – 1 ( kalau terjadi seri ). 4. yang terdiri atas 1 orang wasit kepala yang bertugas langsung memimpin pertandingan dan dilengkapi dengan peluit. . Sasaran Anak-anak. Pertandingan biasanya dilakukan dengan sistem gugur. maka diadakan pemindahan tempat. Anak-anak desa. D. Jika salah satu regu dapat menarik melewati garis batas. bermain. peserta sudah memegang tali serta konsentrasi untuk mendengar aba – aba berikutnya.82 2. Kemudian diadakan tarikan lagi dan jika terjadi seri maka sebelum tarikan ketiga diadakan lagi undian untuk memilih tempat setelah lebih dahulu istirahat. 3. dan bersosialisasi. Jalannya Permainan a) Undian dapat diadakan sebelum hari pertandingan pada saat pertemuan teknis. b) Sebelum bertanding lapangan harus dikosongkan setelah ada panggilan dari panitia. Pembantu wasit juga bertugas menghitung jumlah masing – masing regu serta mengatur tata tertib keamanan pertandingan. Kedua regu saling menarik tambang dan saling berusaha membuat tanda merah dari pertengahan tali dapat ditarik melalui garis batas. C.

 Lapangan permainan ditandai dengan garis selebar 5 Cm. . Lapangan dan Peralatan a. e. Jam/stopwatch Meja. lapangan terbuka. d. jalan raya. Kapur digunakan apabila lapangan permainan di rumput atau tanah. kursi Alat tulis Formulir pertandingan untuk mencatat susunan pemain dan hasil pertandingan. Peralatan  Bendera untuk hakim garis dengan ukuran 30 x 30 cm. Peraturan Permainan 1.5 m x 5 m. f.  Papan nilai untuk mencatat nilai (papan tulis atau white board). Cat dan line paper digunakan apabila lapangan di atas lantai semen dan jalan beraspal. tangkai 40 cm.  Garis pembagi lapangan permainan menjadi 2 bagian memanjang disebut garis tengah. apabila memungkinkan). g. Lapangan Lapangan permainan dapat dibuat di ruangan tertutup (stadion tertutup. Gambar Lapangan Hadang c.83 E. warna kuning dan merah berbentuk segi empat.  Kapur/cat/line paper. b. halaman rumah. Bentuk lapangan empat persegi panjang berpetak-petak Ukuran  Panjang 15 meter  Lebar 9 meter dibagi 6 petak masing-masing 4. gedung pertemuan) atau di ruangan terbuka (stadion terbuka. gedung olahraga. 9 meter 15 meter Peluit diperuntukkan pada kedua wasit yang akan memimpin pertandingan.

Regu putra dan regu putri 3. b. masing-masing satu menit selama pertandingan. Kapten regu diberi tanda di lengan kanan berbentuk pita melingkar. Setiap regu diharuskan memakai kostum bernomor dada dan punggung ukuran 15 cm dari nomor angka 1 sampai 8. e. Waktu time out dicatat posisi pemain. Regu penjaga menempati garis jaganya masing-masing dengan kedua kaki berada di atas garis sedangkan regu penyerang siap untuk masuk. Timeout Time out satu kali untuk tiap regu. g. Pemain a. Timeout diberikan atas permintaan pelatih atau manajer kepada petugas meja. f..84 2.  Berbalik masuk petak yang telah dilalui. 5. Seragam pemain 4. atau sentuhan dari pihak penjaga. Waktu time out. Setelah time out posisi pemain seperti sebelum time out. Jalannya permainan a. yang kalah sebagai penjaga dan yang menang sebagai penyerang. Pemain penyerang dinyatakan salah apabila:  Kedua kaki keluar dari garis samping kiri dan kanan lapangan. d. jam dimatikan. Penjaga berusaha menangkap atau menyentuh penyerang dengan tangan terbuka dan jarh-jari tangan. Pergantian untuk regu: Pergantian regu penyerang men-jadi penjaga atau sebaliknya diadakan oleh wasit dengan membunyikan peluit setelah:  Penjaga menangkap atau menyentuh penyerang . dan 3 orang pemain cadangan. Penyerang berusaha melewati garis di depannya dengan menghindari tangkapan. c. b. Sebelum permainan dimulai diadakan undian regu. 6. Lamanya permainan Lamanya permainan 2 x 15 menit bersih dan istirahat 5 menit. Permainan dimulai setelah wasit membunyaikan pluit.tidak boleh mengepal.  Mengganggu jalannya permainan. Terdiri dari 2 regu masing-masing 5 orang. dalam posisi kedua kaki berpijak di atas garis atau salah satu kaki berpijak di atas garis sedangkan satu kaki lainnya dalam keadaan melayang.

Nilai a. b. apabila:  Menggait kaki penjaga.  Apabila permainan telah berjalan selama 15 menit wasit membunyikan pluit tanda istirahat dan posisi pemain dicatat. Istirahat. fungsi dan wewenang yang sama c. j.  Apabila permainan babak kedua dilanjutkan posisi pemain sama seperti saat permainan dihentikan. Pemain yang telah berhasil melewati garis depan s/d garis belakang diberi nilai satu. Apabila penjaga atau penyerang melakukan pelanggaran pertama kali diberi kartu kuning dan apabila melakukan pelanggaran 2 kali diberi kartu merah dan nilai dikurangi 1 (satu). Bagi pemain penyerang. Wasit memberikan tanda dengan membunyikan peluit. 7. Tiap regu diberikan paling banyak 3 kali penggantian pemain selama pertandingan). . h.  Mengganggu penjaga yang sudah dilalui. b. dua orang pencatat nilai. Setiap pemain yang telah berhasil melewati seluruh garis dari garis depan sampai garis belakang dan dari garis belakang sampai dengan garis depan langsung dapat melanjutkan permainannya seperti semula. .  Menyerang wasit dan membuat keributan. Kedua wasit punya tugas. Demikan seterusnya permainan berjalan tanpa berhenti kecuali kalau dihentikan oleh wasit karena tertangkap/ tersentuh. apabila:  Menyentuh penyerang dengan tangan dikepal atau meninju penyerang. Hakim garis dan pencatat nilai a.  Apabila penyerang menginjak garis dan petak di belakangnya yang telah dilalui.85  Terjadi butir 6 di atas  Apabila tidak terjadi perubahan posisi selama 2 (dua) menit. Penggantian pemain diadakan pada saat permainan sedang berhenti (pada saat istirahat. waktu istirahat.  Mendorong penyerang dengan sengaja  Menyerang wasit dan membuat keributan. 9. dipimpin 2 orang wasit. pemain membuat kesalahan dan waktu time out. Hukuman dan sanksi a. Bagi pemain penjaga. b. dibantu dua orang hakim garis. Setiap pertandingan. Wasit. i. Pemain yang berhasil melewati garis belakang s/d garis depan diberi nilai satu. pergantian dan pada saat time out. 8.

dan mematok. Tujuan Gembira. Penjaga garis memberi tanda dengan mengangkat bendera e. No. Nilai/ angka dicatat di dua papan nilai (lihat gambar di bawah). pemenang ditentukan berdasarkan hasil undian/tos PERTANDINGAN HADANG PA/PI Regu : …………………………. bermain. Latar Belakang Patok lele digemari setiap anak (tentu saja yang bias memainkannya). Lapangan dan Peralatan a. Saat-saat mencutat. kebugaran meningkat. maka diadakan perpanjangan waktu selama 10 menit (2x5 menit) tanpa istirahat/ time out. 10.86 d. 2 X 15 menit. Pemain Nilai No. e. c. memupuk semangat kerja sama dan bersosialisasi. dan meningkatkan keterampilan dan jiwa sportif. kecekatan. Penentuan Pemenang Pemenang ditentukan dari besarnya nilai setelah pertandingan berakhir. dan ketangkasan meningkat. Regu : …………………………. ketegangan menurun. d. Dua pencatat nilai ditempatkan di sudut garis depan dan garis belakang. Tujuan Mengisi waktu luang. Permainan ini mengasah ketrampilan.. Pencatat nilai. No. b. Peraturan Permainan 1. Pemain Nilai Dada Dada Jumlah Jumlah 59) PERMAINAN PATOK LELE a. Apabila terjadi nilai sama setelah waktu 2 x 15 menit berakhir. Lapangan . Manfaat Berolahraga.. memukul. No. adalah saat-saat yang menyenangkan. Apabila masih tetap sama. meninting. dan yang terpenting adalah jiwa sportif.

memukul. ditinting. (lihat gambar). Tetapi jika permainan dilakukan di lapangan keras. garis tengah 2cm. . mulai dari lubang tempat mencutat membentuk sektor 90°. dan dipatok.  Kayu berbentuk bulat (silinder) dengan ukuran panjang 45 cm.  Bendera hakim garis  Kapur/cat/line paper  Peluit  Jam/stop watch  Alat tulis  Formulir pertandingan  Meja/kursi  Meteran. peralatan yang tercantum dalam peraturan permainan ini merupakan kebutuhan yang diperlukan.87 Patok lele dimainkan di lapangan terbuka: Bentuk: Mempunyai sektor 900 Ukuran: Menarik garis lurus dari ujung lubang tempat mencutat yang disebut garis batas (lihat gambar). (lihat gambar). Alat ini untuk mencutat. b. dengan cara membuat lubang berbentuk elips atau segitiga.  Lubang tempat mencutat/ mematok  Lubang tempat mencutat/ mematok dibuat di atas lapangan f. maka tempat mencutat/mematok dapat dibuat dengan cara meletakkan 2 (dua) buah batu bata/balok berjejer sehingga dapat memungkinkan untuk mencutat/ mematok. Jarak 3 m dari lubang dan diberi tanda garis tinting. dipukul. dan mematok.  Kayu berbentuk bulat (silinder) dengan ukuran panjang 15cm. Peralatan Dalam pertandingan resmi. Gambar: Dengan dua bata/balok berjejer dan ditidurkan Permainan. meninting. Alat ini yang dicutat. Garis : Menarik garis. garis tengah 2cm.

maka regu penjaga mendapat cutatan mati. Meninting  Janak dipegang bersama utat dengan satu tangan. Seragam pemain Setiap regu diwajibkan memakai seragam yang bernomor dada dan punggung berurut angka 1 s/d 7.  Jika janak yang dilemparkan mengenai utat. baik putra dan putri. maka pemain yang bersangkutan mati. bila tidak ada lagi Cara mencutat Pemain maka diadakan pergantian dalam hal ini penyerang menjadi penjaga dan sebaliknya. bila tidak ada lagi pemain berikutnya. Jalannya permainan  Sebelum permainan dimulai diadakan undian regu yang menang menjadi penyerang dan yang kalah bertahan/menjaga.  Jika tidak tertangkap oleh penjaga.  Kemudian dilanjutkan oleh pemain berikutnya. maka diadakan pergantian pemain. Jika tidak kena. Lamanya permainan Permainan patok lele berdurasi 2 x 20 menit dengan istirahat 5 menit. Kemudian dilanjutkan oleh pemain berikutnya. dalam hal ini berarti penyerang menjadi penjaga dan sebaliknya. permainan diteruskan pada tahap berikutnya yang disebut tinting. 5. 4.  Jika janak tertangkap oleh penjaga.  Selanjutnya dilakukan  Kemudian utat diletakkan/dipasang melintang di atas lubang atau tempat mencutat.  Permainan dilakukan dengan 3 (tiga) tahap: a. Warna seragam kedua regu berbeda/kontras. b. 3. Mencutat.88 2. Kapten regu diberi tanda di lengan berbentuk pita berwarna kontras dengan seragam. . Ukuran nomor dada dan punggung 15 cm. kemudian dicutat.  Janak diletakkan melintang di atas lubang/tempat mencutat. Pemain Setiap regu terdiri dari 5 orang dan cadangan 2 orang. maka janak harus dilemparkan penjaga dan diusahakan mengenai utat yang dipasang melintang di atas lubang atau tempat mencutat.

maka penjaga harus melemparkan kembali janak tersebut dari tempat janak jatuh ke arah lubang atau tempat mencutat.  Apabila jarak antara janak dengan lubang tempat mencutat kurang dari 1 (satu) meter. Pemukulan ini boleh ditangkap penjaga dan mendapat nilai tangkapan. maka pemain berhak meneruskan permainan ke tahap berikutnya. Mematok  Mematok dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara:  Di Lubang  Janak diletakkan membujur di lubang sehingga sebagian muncul ke permukaan.  Jika janak tidak ditangkap.  Cam meninting dengan pegangan janak antara ibu jari dan telunjuk  Cara meninting dengan janak di atas pangkal ibu jari dan telunjuk  Jika janak tidak ditangkap. maka penjaga harus melemparkan dan regu penjaga mendapat nilai.89  Selanjutnya janak dilemparkan sedikit keatas/dilepas dan kemudian dipukul dengan utat sekuat mungkin sehingga janak dapat melayang jauh ke arah lapangan permainan.  Jika tahap kedua tidak mati. maka pemain tersebut dinyatakan mati. Kemudian ujung janak yang muncul di atas lubang dipukul atau di patok dengan utat sehingga .  Tinting dilakukan dalam batas daerah tinting.  Jarak antara janak berhenti dengan lubang/tempat mencutat di ukur dengan meteran. pemain tersebut dinyatakan mati.  Pemain yang melakukan tinting diperbolehkan mengambil posisi yang menguntungkan untuk memukul/menghempang janak dengan utat agar janak itu dapat kembali ke lapangan permainan. c.  Pemain penyerang yang memukul janak di luar batas tinting dinyatakan mati.  Jika janak dipukul tidak kena.

maka pemain tersebut dinyatakan mati. pengembalian tintingan serta patokan dengan dua tangan mendapat nilai 10 (sepuluh). maka nilai dihitung dari jatuhnya janak sampai ke lubang dan seterusnya diulang lagi dari mencutat. Dan bila berhasil memukul janak. diukur dengan meteran. jarak antara janak jatuh dengan lubang/tempat mencutat diukur dengan meteran (setiap meter mendapaat nilai1)  Pada jarak patok dengan ber-kenaan sebagai berikut: b. 6. meninting. . Bila penyerang tidak berhasil meninting atau memukul janak sewaktu terungkit ke atas. Penggantian pemain dilakukan setelah dilaporkan lebih dahulu kepada petugas meja/wasit. Jika janak kena satu kali. jarak dari janak jatuh sampai pinggir lubang/tempat mencuat. Penyerang dinyatakan mati a. dan pemain tersebut berusaha meninting janak berulang kali.jarak pu-kulan. tintingan. Regu penjaga c. d. pukulan hasil pengembalian tintingan berhasil ditangkap oleh penjaga. Selanjutnya diusahakan agar pukulan terakhir sejauh mungkin dari lubang tempat mematok. Jika janak kena dua kali. 7. jumlah tintingan akan dikalikan dengan . Regu penyerang  Pada waktu pengambilan tinting. Jika regu penjaga berhasi! menangkap cutatan. Dan jika satu tangan mendapat nilai 15 (lima belas). Penyerang permainan patok lele dinyatakan mati apabila:  Cutatan.90 terungkit dan lemlempar ke atas. Penilaian a. diukur dengan meteran dan hasilnya dikali kan dua dan seterusnya.  Penggantian pemain  Penggantian pemain dilakukan sebanyak 2 (dua) kali selama permainan berlangsung.  Di atas batu bata sama halnya dengan di atas lubang. dan mematok. tintingan.

 Memimpin jalannya pertandingan dari awal sampai akhir serta menentukan pemenang. janak kurang dari satu meter dari lubang/tempat mencutat. 9. 2 (dua) orang  Mengawasi tangkapan janak oleh regu penjaga  Mengawasi jatuhnya janak di dalam lapangan permainan atau di luar daerah permainan. Wasit utama : 1 (satu) orang)  Melakukan undian. oleh regu penyerang dan tangkapan oleh regu penjaga. b. pertandingan diteruskan sesuai dengan kedudukan babak pertama.  Pengembalian tintingan oleh regu penjaga kurang satu meter di ukur dari lubang/tempat mencutat. Pemenang ditentukan berdasarkan jumlah nilai yang terbanyak diperoleh setelah pertandingan berakhir 2 x 20 menit. 8. serta melaporkan kepada petugas pencatat hasil (scorer). Pencatat hasil (scorer).  Pada waktu melakukan cutatan. Kemudian menjum-lahkan hasil yang diperoleh seluruh pemain. patokan. baik tintingan. tintingan.  Mencatat nama-nama pemain dan cadangan serta nomor dada/ punggung di dalam formulir pertandingan. b. 10. sedangkan regu penyerang masih ada yang belum bermain maka untuk babak kedua. Larangan dan sanksi . patokan.  Melakukan pengukuran yang diperoleh penyerang.91  Janak hasil cutatan. Mencatat waktu Tugas pencatat waktu adalah mencatat lamanya pertandingan berlangsung 2 x 20 menit dan istirahat 5 menit. Petugas meja a. pukulan hasil pengembalian tintingan maupun pukulan hasil pengembalian tintingan dan patok yang jatuh di luar lapangan permainan. c. Penentuan pemenang a.  Hasil akhir yang diperoleh masing-masing regu diberikan kepada kapten regu dan wasit untuk ditandatangani. baik didapat dart tintingan.  Mencatat hasil yang diperoleh pemain atas laporan wasit dan pembantu wasit. Tugas wasit dan Pembantu wasit a.  Pembantu wasit .  Pada waktu melakukan tintingan maupun patokan tidak diperbolehkan melawati garis batas. menentukan siapa menjadi penyerang dan penjaga. Jika babak pertama berakhir.

Lapangan Lapangan terbuka antara lain: halaman rumah. membakar benteng musuh. Yang jelas. Sasaran Anak-anak dan remaja. sawah sehabis panen. Pada waktu pengembalian tinting penjaga dilarang melemparkan janak dengan sengaja ke tubuh penyerang. Tujuan Berolahraga. memupuk semangat kerja sama dan bersosialisasi. Sewaktu melakukan cutatan. Bentuk: Persegi panjang Ukuran: Panjang 50 m. penjaga tidak boleh menghalang-halangi penyerang dengan jarak 2 (dua) meter. Lapangan dan peralatan a. = Petugas Meja DLP = Daerah Luar Permainan dan tidak boleh ditangkap oleh penjaga. lapangan rumput/lapangan sepakbola. h. E.92  Regu penjaga dilarang menghalangi janak yang sedang dimainkan oleh regu penyerang dengan kaki/badan sengaja atau tidak sengaja. B. Denah lapangan/susunan petugas X =: Wasit 0 XI A d. Jika hal tersebut dilakukan regu penjaga. e. jalan raya (apabila memungkinkan). lebar 20 m . penyerang berhak mengulangi permainannya dengan bebas c. bisa jadi Benteng terinspirasi oleh aksi peperangan tempo dulu. Latar Belakang Mengingat nama serta jenis permainannya. = Pembantu Wasit x = Regu Pemain = Regu Penjaga f. D. Seorang anak sedang bermain patok lele 60) PERMAINAN BENTENG A. g. Lihat saja istilahnya :Ada tawanan. bermain benteng cukup mudah dan meriah. tintingan. dan lain sebagainya. C. jika hal tersebutdilakukan oleh penjaga nilainya dikurangi 5 (lima). Pada waktu melakukan tinting penyerang tidak boleh melewati garis batas. Peraturan Permainan 1. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani/ meningkatkan semangat kerja sama dan menurunkan ketegangan. maupun patokan.

Daerah tawanan: Berbentuk persegi panjang dengan ukuran: panjang 10 m dan lebar 1m. 3. Setiap regu terdiri dari 10 orang. Sebelum permainan dimulai diadakan undian.  Tiang bendera tingginya 2 meter dari permukaan tanah/lantai Gambar Lapangan Benteng 20 m 50 meter dengan garis tengah 5 cm.  Peluit  Bendera Hakim Garis sebanyak empat buah dengan ukuran 30 cm x 30 cm dan tangkai 40 cm. b. Jalannya permainan a. jam tetap jalan. Seseorang pemain mengejar . Setiap pemain berfungsi sebagai pemancing atau yang dikejar dan juga berfungsi sebagai pengejar. Lapangan ditandai dengan garis selebar 5 cm. Seragam pemain  Setiap pemain diwajibkan memakai pakaian seragam yang bernomor dada dan punggung 1 sampai dengan 14 berukuran 15 cm. tidak ada campuran. cadangan 4 orang. Yang menang dapat memilih tempat atau lebih dulu memancing. Permainan ini dimainkan regu putra atau regu putri.  Kapur/cat untuk membuat garis lapangan permainan.93 Daerah benteng berbentuk lingkaran yang bergaris tengah 3 m dengan jarak 10 m dari garis belakang dan garis samping.  Jam/stop watch  Alat tulis  Meja/kursi  Formulir pertandingan  Lamanya permainan  Lamanya permainan 2 x 20 menit dengan istirahat 5 menit. b. b. 2. Peralatan  Bendera. Saat penawanan. Pemain a. Ada dua bendera benteng dengan ukuran 40 cm x 30 cm dengan warna berbeda.

e. empat (4) orang pembantu wasit dan dua (2) orang pencatat nilai. pembantu wasit dan pencatat nilai a. tugas diserahkan kepada salah seorang anggota regunya yang belum tertangkap. c. g. Cara menangkap lawan cukup dengan menyentuh bagian tubuh lawan dengan tangan terbuka. Benteng suatu regu dinyatakan terbakar. Hukuman dan sanksi Hukuman dan sanksi diberikan kepada pemain apabila:  Menyentuh pemain lawan dengan tangan  Mendorong lawan dengan sengaja atau menggaet kaki lawan. d.94 pemain lawan. Wasit. Wasit berada di dalam lapangan dan pembantu wasit berada di luar lapangan.  Menyerang wasit atau membuat keributan. shirt warna kuning dan celana warna hitam. Penggantian pemain a. Bagian tubuh termasuhk kostum/kelengkapan. f. Tawanan yang berkumpul di daerah tawanan dapat bebas kembali apabila teman seregunya yang belum tertangkap dapat membebaskan dengan jalan menyentuh bagian tubuh te-mannya. Setiap wasit yang memimpin per-mainan/pertandingan diwajibkan memakai seragam T. semuanya dapat dibebaskan dengan jalan menyentuh salah seorang dari tawanan itu dengan ketentuan satu sama lain dalam keadaan berpegangan/bergandengan. 6. Tawanan yang lebih dari satu orang. Permairran/pertandingan dipimpin oleh dua (2) orang wasit. 5. penawanan dan penghukuman). Penggantian atas permintaan officials yang disetujui oleh wasit. 4. Penggantian pemain diadakan waktu permainan berhenti (istirahat. apabila salah seorang atau lebih regu lawan dapat membakar benteng dengan ca-ra menginjakkan salah satu kakinya di benteng lawannya. Bila kapten regu tertangkap. b. Kapten regu ditandai ban/pita di lengan kanan dan bertugas mengatur setiap anggota regunya. apabila pemain lawan lebih dulu meninggalkan bentengnya dan ia menjadi orang yang dikejar oleh pemain lawan. . Anggota regu yang tertangkap atau yang keluar dari lapangan permainan akan menjadi tawanan dari pihak lawan. Setelah salah satu regu bentengnya terbakar. Selama permainan berlang-sung setiap regu diperbolehkan mengadakan penggantian pemain paling banyak empat kali. permainan dilanjutkan dengan ketentuan regu yang berhasil membakar benteng lawannya berfungsi lebih dulu sebagai pemancing.

menigkatkan semangat kerja sama dan menurunkan ketegangan. Dlaam permainan tarik tambang. Setidaknya. Regu paling banyak menawan lawan dinyatakan menang. B. Peraturan Permainan 1. bermain dagongan adalah kebalikan dari bermain tarik tambang.95 7.  Apabila nilai sama.  Apabila 1) dan 2) tetap sama. D. Lapangan 18m 2m . Penilaian Setiap pembakaran dihitung satu nilai. Penilaian dan penentuan pemenang a. kedua regu saling tarik menarik sekuat tenaga sedangkan dalam dagongan kedua regu saling dorong untuk mencari kemenangan. Denah Lapangan dan Penempatan Petugas wasit 20 m 50m 61) PERMAINAN DAGONGAN A. c. Latar Belakang Secara mudah. Tujuan Berolahraga. memupuk semangat kerjasama dan bersosialisasi. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. C. Yang dimaksud nilai sama adalah jumlah pembakaran sama atau sama sekali tak terjadi pembakaran. b. pemenang ditentukan dengan undian/tos. Penentuan pemenang  Regu paling banyak membakar benteng lawannya dinyatakan sebagai pemenang. dalam cara bermain. pemenang ditentukan berdasarjumlah tawanan. Lapangan dan Peralatan a.

garis – garis batas 2 buah garis samping. panjang 10m dengan garis tengah 6cm. ukuran 30 x 30cm berwarna merah kuning berbentuk diagonal. b. Peralatan  Bamboo harus lurus dan kuat.5 m dari garis tengah.  Formulir pertandingan .  Bendera 2 buah. Bentuk lapangan persegi panjang dengan ukuran 2 meter x 18 meter. 2 buah garis terang. Kapur untuk menggaris lapangan dan lakban yang digunakan 2 warna. digunakan oleh hakim garis. Biru untuk batas pegangan. merah untuk batas tengah bamboo. 1 buah garis tengah.96 Lapangan harus rata dan datar dan diutamakan berumput. Garis serang adalah batas kaki pemain saling depan berjarak 2. Garis tengah adalah garis yang membagi dua lapangan sama panjang sebagai batas akhir penyerangan dari masing – masing regu yang mendorong.  Kapur/lakban.

Permainan selesai jika adaa yang berhasil melakukan 2 dorongan. Beregu Putra Kelas A : 50 – 59 kg Kelas B : 60 – 69 kg Kelas C : 70 – 79 kg Kelas D : 80 kg ke atas b. Aba –aba yaa kedua regu saling mendorongkan bamboo lurus ke depan lawan.49 kg Kelas B : 50 – 59 kg Kelas C : 60 – 69 kg Kelas D : 70 kg ke atas 5.  Peluit 2. Dalam melakukan dorongan bamboo berada dan sejajar di dada. Pluit dibunyikan apabila salah satu regu telah dinyatakan kalah. Beregu Putri Kelas A : 46 . Sebelum permainan dimulai. Apabila score seri maka wasit melakukan undian kembali untuk menentukan siapa yang akan memilih tempat. satu pasang untuk mencatat nilai dan pelaoran pergantian pemain. Seragam Pemain Kedua regu wajib memakai kostum dada/ punggung dimulai dengan angka 1 s. Wasit member aba – aba siap. dan memeriksa posisi silang dari kedua regu. Salah satu tangan mengapit bamboo pandangan lurus ke depan lawan. Lamanya Permainan Lamanya permainan menggunakan system 2 kali menang. sedangkan apabila terjadi draw ( seri ) lamanya 5 menit. dilakukan pada saat : . 7. e. c. wasit memanggil kedua kapten regu untuk melakukan undian.97  Meja/ kursi. seluruh pemain memegang bamboo untuk siap dalam posisi melakukan dorongan.d 7. Jalannya Permainan a. Interval antara dorongan pertama dengan dorongan kedua adalah 3 menit. 6. selanjutnya melaporkan kepada pencatat nilai dan wasit. Kedua hakim garis menghitung jumlah pemain. 4. Pemain Beregu putra dan putri dengan jumlah pemain 5 orang cadangan 2 orang. 3. f. b. Salah seorang yang manjadi kapten memakai pita pada lengan sebelah kanan. d. Nomor Pertandingan a. Pergantian pemain Pergantian pemain harus diminta oleh kapten regu.

Hakim Garis. Dua orang hakim garis :  Menghitung jumlah pemain  Membantu wasit dalam pengawasan garis c. Apabila 3 orang pemain keluar dari garis samping maka regu tersebut dinyatakan kalah. Larangan a.98 a. . b. Nilai/ Score dan Pemenang a. Perpindahan tempat 8. Wasit. Seorang pencatat nilai  Mencatat hasil nilai ( score )  Mengumpulkan daftar nama. dan yang serupa. b. Apabila satu regu berhasil mengalahkan lawannya pada set pertama maka dinyatakan sebagai pemenang. dan Pencatat Nilai. 9. 10. Regu yang melanggar ketentuan tersebut dikenakan diskualifikasi. Sebelum pertandingan dimulai b. Memakai sarung tangan c. Mengubah posisi pada saat mendorong. sepatu golf. spike. Regu/ pemenang adalah regu yang berhasil mendorong/ mengalahkan lawannya dengan nilai 2 – 0 atau 2 – 1. Seorang wasit yang bertugas :  Mengundi sebelum pertandingan dimulai dan apabila terjadi seri  Memberi aba – aba  Menentukan sah/ tidaknya suatu dorongan b. Memakai sepatu bola. c. Pertandingan dipimpin oleh : a.

Pisirr diikat menggunakan rotan. D. dewasa E. Lapangan dan peralatan a. Jarak menyumpit putra adalah 15 meter. 25 meter. Lapangan Lapangan tempat bermain sumpitan ditempat terbuka atau tertutup. Sasaran \ Anak-anak. dan 25 meter. Tujuan Mengisi waktu luang.  Pisir Untuk meluruskan pembidikan. terbentuk laras panjang yang terbuat dari kayu yang telah dilubangi atau bambu dengan anak sumpit yang terbuat dari bambu. 15 meter. B. Manfaat Kebugaran meningkat dan ketrampilan meningkat. dan terjauh 35 meter. Cara bermain dengan menembakkan anak sumpit ke suatu sasaran yang telah ditentukan (target). sepanjang memiliki panjang yang cukup. Peralatan  Sumpitan terbuat dari katu atau bambu dan panjang 150-175 cm. disisi atas dari ujung batang sumpit dipasang sepotong kawat sejajar dengan batang sumpit. C.  Gabus Pada pangkal anak sumpit dipasang gabus yang dibuat berbentuk kerucutt.99 62) PERMAINAN SUMPIT A. Kawat tersebut berfumgsi sebagai pisir pada senjata api. remaja. Sedangkan untuk putri.  Kaliber Kaliber sumpit tidak ada standarnya tergantung kepada besar kecilnya besi untuk boor / besar kecilnya lubang bambu. sesuai ketentuan jarak menyumpit. Gabus ini berfungsi untuk meluruskan jalannya anak sumpit. b. Latar Belakang Sumpitan merupakan permainan tradisional Indonesia yang banyak dilakukan oleh masyarakat pedalaman Kalimantan dan pedalamnan pulaupulau lainnya. dan meningkatkan ketrampilan. . Peraturan permainan 1. bermain. 10 meter. Besarnya gabus harus dapat masuk pada kaliber sumpit. Pada awalnya sumpitan ini dipakai sebagai alat berburu. biasanya sebesar pensil.  Anak sumpitan panjang 25 cm terbuat dari bambu atau kalam (lidi enau).

kemudian kearah luar bernilai 9. Jumlah anggota regudisesuaikan dengan keadaan. 7 dan seterusmya. sebelum dimasukkan kedalam kaliber sumpit. 8. Posisi jongkok 7. Jarak Jarak nembak dengan sasaran disesuaikan dengan keadaan setempat. kemudian sumpit diangkat diarahkan kesasaran dengan pertolongan pisir. misalnya: a. Lingkaran tersebut dibuat warna warni sehingga menarik 6.hal ini untuk menjaga agar sumpitan tidak goyang. Posisi berdiri b.100 2. Sasaran Sasaran adalah sebagaimana sasaran pada cabang olah raga memanah. 5. Jenis pertandingan a. Putra Jarak 15 m. dengan konsentrasi dan menyiapkan udara sebanyak banyaknya dari rongga dalam mulut dan rongga dada denga meniup ke kaliber sumpit sehingga memungkinkan anak sumpit terlepas dengan kencang meninggalkan sumpitan menuju sasaran. Mulut ditempelkan kekaliber sumpit. Cara meniup Setelah anak sumpit dimasukkan ke dalam kaliber sumpit. Sudah barang tentu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Memasukan anak sumpit. Pemain Pemain dapat beregu dan dapat pula perorangan. Cara penyumpitan  Cara memegang sumpit Karena batang sumpit cukup panjang dengan kedua tangan pada pangkal sumpitan. anak sumpit diperhatikan dahulu kalau belum lurus harus diluruskan. 3.  Memegang sumpitan tidak dibenarkan menggunakan alat bantu. kedua tangan menghadap keatas. . hingga lingkaran paling luar nilai 1. Lingkaran paling tengah memperoleh nilai 10. 25 m. 35 m.anak sumpit dimasukan kedalam kaliber sumpit satu persatu. 4.

25 m. Pembantu wasit  Mengawasi penyumpit sesuai dengan jarak yang ditentukan  Meneliti perkenaan yang sebenarnya  Melaporkan hasil kepada pencatat nilai 3. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadapat efektifitas tembakan  Kemahiran menyumpit Kemampuan meniup. Sedangkan besar kecilnya batangsumpit juga akan berpengaruh berat ringannya sumpit. dimana akan berpengaruh juga pada pembidik. 8. Ini berarti sumpit bukan pegangannya sangat berpengaruh terhadap tembakan.  Anak sumpit Kehalusan membuat anak sumpit berikut gabus sangat berpengaruh terhadap laju larinya anak sumpit.  Batang sumpit Yang paling efektif batang sumpit adalah sepanjang sepeda ditambah sejengkal dari masing=masing penyumpit. Wasit  Melakukan undian dalam menentukan seri  Memimpin jalannya pertandingan  Menentukan pemenang 2. Besar kecilnya kaliber sumpit akan berpengaruh terhadap besar kecilnya gabus. Wasit dan pembantu wasit 1.  Halus tidaknya lubang sumpitan. Oleh karena itu mata door yang digunakan untuk mengebor batang sumpit harus mata boor satu saja agar lubangnya tetap sama. 15 m. maka pengaruh akan angin sangat besar terhadap lurus tidak larinya anak sumpit tertutama angin dari samping. kemampuan tangan untuk memegang batang sumpit agar tidak bergerak.  Pengaruh angin Karena anak sumpit yang sudah ada gabusnya tersebut adalah benda yang ringan. Putri Jarak 10 m. Lubang yang halus buatannya dan baik pemeliharaannya akan melancarkan jalannya anak sumpit. kemahiran membidik. Banyak anak sumpitan yang digunakan dalam satu seri adalah 5 buah. Pencatat (scorer) Mencatat hasil / nilai yang diperoleh penyumpit atas laporan pembantu wasit. .101 b. sehingga besar kecilnya gabus akan terpengaruh terhadap besar kecilnya tiupan.

Tujuan Mengisi waktu luang. B. misalnya teras kayu asam. dan keterampilan meningkat. Gasing Terbuat dari kayu yang keras. Latar Belakang Permainan Gasing terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia. Kayu tersebut dibentuk menjadi gasing dengan ketentuan sebagai berikut : Tinggi : 11 cm Tinggi Kepala : 2 cm Garis Menengah : 7 cm Badan keliling : 11 cm b. jambu. Lapangan Area tempat bermain gasing hendaknya yang rata serta tidak ditumbuhi oleh rumput. Gasing terbuat dari kayu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menyeruapi jantung pisang bagian bawah. Panjang tali sesuai dengan kebutuhan gasing. dan lainnya.5 meter Lebar : 6 meter 2. Peralatan a. C. bisa dilakukan perorangan atau beregu. Lapangan dan Peralatan a. Sasaran Anak – anak dan remaja E. Pangkal tali dibuat cincin sehingga dapat untuk memasukan jari tengah. Permainan ini mengandung sifat kompetitif karena sifatnya mencari kemenangan mengadu ketangkasan dan keterampilan memutar gasing. Tali Terbuat dari daun pandan atau rami. Bentuknya persegi panjang dengan ukuran : Panjang : 7. Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki – laki berusia 7 – 17 tahun. Manfaat Bergaul. gembira. kemudian dipintal menjadi tali. Pangkal tali tersebut agak besar dan berangsur – angsur menjadi kecil sampai ke ujung tali. meningkatkan keterampilan dan bversosialisasi. Peraturan Permainan 1. D. .102 63) PERMAINAN GASING A.

Apabila nilai sama maka permainan diperpanjang dengan 1 inning lagi. terlebih dahulu diadakan undian. 6. waktu melempar gasing lawan menginjak garis ( CD/EF ) dinyatakan batal ( dis ). g. Permainan gasing pada umumnya hanya dilakukan oleh putra saja. Pada inning V diadakan pergantian lapangan ( tempat ). Setelah peluit berbunti lagi maka regu penyerang menyerang gasing – gasing yang dipasang di petak pasang. Salah seorang dari regu penyerang. f. regu penyerang menjadi regu bertahan dan regu bertahan menjadi regu penyerang. Salah seorang dari regu bertahan. c.103 3. gasingnya berputar di luar petak pasang dinyatakan mati dna nilai dikurangi 2. b. Pergantian pemain dapat dilakukan apabila pergantian inning banyaknya pergantian hanya 2 kali. II. Setelah itu. Setelah inning ke V diadakan pergantian lapangan ( tempat ). Permainan gasing dimainkan dalam waktu 10 inning. Pemain a. d. satu regu terdiri dari atas 5 orang dengan 2 orang cadangan. b. c. siapa yang gasingnya lebih lama berputar dialah sebagai penyerang terlebih dahulu. maka regu bertahan secara serempak memasang gasing masing – masing pada perak yang telah ditentukan. IV. Setelah aba – aba dari wasit dengan peluit. Lama permainan a. dan VI ke V serta V ke I. Kesalahan/ Pelanggaran a. j. 4. Pada inning ketiga dan seterusnya diadakan rotasi terus sesuai dengan urutan semula. III. b. Dapat dimainkan secara perorangan dan beregu. Pelaksanaan Permainan a. Cara undian ialah dengan memutar gasing oleh kedua belah pihak. 5. Regu penyerang di petak serang dalam keadaan siap untuk melempar dan regu bertahan berada di luar petak bertahan untuk siap melakukan pemasanagan gasing. Lapangan tetap di tempat atau di lapangan masing – masing. h. artinya 10 kali sebagai bertahan dan 10 kali sebagai penyerang. Untuk menentukan penyerang dan bertahan. . Pada inning kedua diadakan rotasi yaitu penyerang dan yang bertahan menjadi regu penyerang dan yang bertahan berada di petak no I. Jika beregu. i. b. e.

Seperti no 1 tapi penyerang di petak lawan dapat nilai 4. sedang gasing penyerang mengganti di petak pasang sedang gasing lebih lama berputar dari gasing lawan nilai 5. e. d. Gasing dipasang dilempar kena dan ke luar. d. Wasit : 1 orang b. Pembantu wasit : 1 orang c. maka regu penyerang boleh masuk ke daerah bebas untuk menyerang gasing tersebut. f. maka penyerang nilai = 0. b. Gasing penyerang lebih cepat mati. gasingnya berputar dipetak kawannya dihukum dengan pengurangan nilai 1. Dinyatakan menang ujika nilai paling banyak. Penilaian a. maka penyerang boleh maju.nilai 5. Gasing lawan terlebih dahulu mati maka regu penyerang dapat nilai 3. Pemain bertahan yang memusang gasingnya di petak lain atau di daerah bebas dihukum dengan 1 pengurangan nilai. 9. 7. jika kena tetapi tidak terlempar ke luar mendapat nilai 3. g. Perkenaan a.104 c. Denda/ hukuman pengurangan nilai 1 dan 2 jika dari pihak bertahan salah menempatkan gasingnya waktu perang. selanjutnya masih dapat dilempar oleh regu penyerang. Gasing lawannya kena dan terlempar ke luar petak pasang. e. Pencatat : 1 orang . Gasing regu bertahan waktu dipasang terus mati di petak sendiri boleh dilempar. Salah satu regu bertahan. Salah seorang regu bertahan.nilai 5. 8. b. Gasing regu bertahan segera mati dan berada di luar petak pasang nilai dikurangi 2. Gasing lawan terlempar ke luar petak pasang sedang gasing penyerang berada di petak lain. c. gasing berputar di daerah bebas. Kena bisa nilai 3 kesemuanya berlaku jika gasing penyerang lebih lama berputar dari gasing yang bertahan. dan jika kena lemparan keluar dapat nilai 5. 10. Gasing lawan dipasang terus mati dan barada di aderah bebas. Bila kena penyerang maka dapat nilai 3 dan keluar dapat nilai 5. Wasit/ pemimpin pertandingan a. Penentuan pemenang a. d. c.

E.com/macammacam-permainan-tradisional . Permainan ini memiliki sebuah sasaran atau tujuan yaitu berupa benda yang ada di tengah. G. Boleh putra atau putri. Peralatan yang digunakan Dalam permainan ini dibutuhkan kereweng atau pecahan genteng yang nantinya disusun.blogspot. Pelaksanaan Permainan 1. maka kelompok yang berhasil itu segera menuju ke kelompok lawan untuk minta gendong. Kelompok yang menang nantinya melempar batu agar mengenai sasaran yaitu kereweng yang ditumpuk. Sumber Permainan ini bersumber dari widarto-aji-kurniawan. Peserta Untuk memainkan permainan ini dibutuhkan peserta minimal 2 orang atau kelompok yang jumlah dari keduanya harus genap. Latar Belakang Permainan ini bernama Tujon yang memiliki arti tujuan atau sasaran. C. F. Apabila batu yang dilempar itu mengenai sasaran dan kereweng tersebut jatuh.105 PERMAINAN TRADISIONAL PILIHAN 64) PERMAINAN TUJON A. B. 3. Dibagi menjadi 2 kelompok atau 2 orang yang berlawanan.dilanjutkan dengan suit untuk menetukan kelompok yang bermain terlebih dahulu. D. Permainan ini kemungkinan berasal dari Yogyakarta karena dilihat dari namanya dalam bahasa jawa. Manfaat Permainan ini dapatmengembangkan kepekaan panca indera manusia dan melatih ketepatan. : orang yang melempar batu ke sasaran : kereweng yang ditumpuk 2. Membuat lapangan permainan/ area permainan. Permaian ini dimainkan saat waktu luang. Penentuan Kemenangan Kelompok atau regu yang paling banyak melempar batu dan mengenai kereweng maka itulah pemenangnya.

dolanan ini sudah dikenal sejak sebelum Perang Dunia (PD) II. Gambar segitiga ini biasa disebut gunung. namun kebanyakan dimainkan oleh anak laki-laki. macanan 8 wong 1 macan. Menurut sumber Sukirman (2004). dolanan ini harus dimainkan oleh 2 orang. C. E. hanya sekitar 1 meter persegi. bisa dimainkan secara beregu. Alat dan Tempat Permainan ini cukup sederhana. Mereka saling berhadapan untuk saling mengalahkan. Setidaknya. . dolanan ini tidak berhubungan langsung dengan hewan macan atau harimau. Sementara gambar berupa segitiga dan persegi empat bisa digambar dengan kapur. yakni macanan 21 wong (orang) 1 macan. yang hidup di era tahun 1970-an mengenal sebuah dolanan tradisional yang bernama Macanan. ada yang kalah dan menang. mengasah otak. asalkan rata dan nyaman. baik pagi. Pelaksanaan Permainan 1. Hanya saja untuk saat sekarang sudah sangat jarang dimainkan karena tergeser dolanan modern lain. dianggap sebagai sebuah macan. seperti kerikil atau biji-bijian buah (seperti: sawo. siang. Merujuk namanya. redi. atau malam hari. Syarat lokasi bermain bersih. Pertama – tama membuat arena atau gambar segitiga yang saling dihubungkan oleh garis tegak lurus dan mendatar. menyesuaikan lahannya. seperti halma dan lainnya. keramik. tidak banyak menggunakan tempat untuk bermain. Manfaat Permainan memberikan manfaat berupa melatih kecepatan berpikir dan ketelitian serta kecermatan dalam melakukan sesuatu atau memutuskan sesuatu. atau lainnya. macanan 4 wong 1 macan. Latar Belakang Mayoritas anak masyarakat Jawa. tegel. atau benda lain. tanjung. sebuah alat yang dipakai untuk bermain. atau krangkeng. pensil. Ada empat versi dalam dolanan Macanan. sore. yakni alat lain yang dianggap sebagai manusia. Walaupun tidak ada larangan bagi anak wanita untuk bermain. Peserta Dolanan Macanan sering dimainkan oleh anak laki-laki berusia di atas 10 tahun.106 65) PERMAINAN MACANAN A. setidaknya yang berada di daerah Yogyakarta. B. Namun. dan macanan 3 wong 1 macan. asam. Alat yang digunakan juga mudah dicari dan sederhana. D. bisa menggunakan tempat berlantai tanah. dan lainnya). Jika lebih. namun syaratnya harus tetap berpasangan. yang memang fungsinya menyerang pihak lawan. Dolanan ini banyak digemari oleh anak laki-laki karena bermasuk dolanan kompetitif. Mereka bermain di waktu senggang.

dkk. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. Permainan ini berkembang di masyarakat terutama anak – anak setelah pulang sekolah. Yang menjadi batu berusaha untuk membuat macan terperangkap dengan membuat jalan macan tertutup.MULAN A. maka pemain B harus menggunakan kerikil. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain Mul-Mulan. Sukriman Dharmamulya. D. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan . Bisa menggunakan kerikil atau biji – bijian. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. misalkan pemain A dan B. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. 4. 2004. Pengertian dari kata mul – mulan sendiri kurang dicertakan dengan jelas disini. B. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. Permainan ini memiliki tujuan untuk menghabiskan batu atau biji lawan. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna E. Penentuan Kemenangan Yang menjadi pemenang adalah yang menjadi batu namun paling banyak dapat menutup jalan macan. 3. F. Bisa laki – laki atau perempuan. Kepel Press 66) PERMAINAN MUL . C. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. Permainan ini biasa dimainkan untuk mengisi waktu luang. G. Latar Belakang Merupakan permainan yang berasal dari Yogyakarta. Sumber Permainan Tradisional Jawa. Peserta melakukan suit atau undian untuk mencari yang menjadi batu dan menjadi macan. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. Yogyakarta.107 2. Apabila ada dua anak. Menyiapkan peralatan yang akan digunakan. Pelaksanaan Permainan a.

keduanya harus melakukan sut. Langkah pertama. c. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. serta masingmasing membawa orang-orangan. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. Dengan demikian gambar dolanan MulMulan sudah siap digunakan. Demikian pula dengan bujur sangkar yang ketiga bisa dibuat lebih kecil lagi (lihat gambar). ia main duluan.108 agar tidak keliru. Salah satu pemain segera menggambar bangun bujur sangkar sama sisi lapis tiga di atas ubin atau lantai. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. bisa dengan panjang hingga 30—40 cm. Setelah menyepakati tempat yang teduh dan nyaman. . Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. Jika pemain A menang. Kemudian bujur sangkar kedua yang ada di dalamnya bisa dibuat lebih kecil sedikit. d. Kemudian keempat sisi di bagian tengah ditarik sebuah garis menghubungkan bujur sangkar satu dengan lainnya. Jika bermain di atas lantai atau ubin. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 9 buah. Di sini. tidak lupa salah satunya juga menyiapkan kapur atau alat tulis lainnya (sesuai dengan media yang dipakai). Sisi terluar. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. bisa menggambar dengan kapur atau pecahan tembikar. kira-kira panjangnya 25—35 cm. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. Kedua pemain lalu duduk saling berhadapan. b. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain.

. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. Permainan ini berkembang di masyarakat terutama anak – anak setelah pulang sekolah. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. dkk. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain nerensi. Sukirman Dharmamulya. menampar tangan. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan . Yogyakarta. Pelaksanaan Permainan e. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. 2004. Permainan ini memiliki tujuan untuk menghabiskan batu atau biji lawan. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. D. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. maka pemain B harus menggunakan kerikil. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. Apabila ada dua anak. maka ia harus menerima hukuman. Sumber Permainan Tradisional Jawa. C. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna E. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. 1980/1981. Departemen P&K 67) PERMAINAN NERENSI A. misalkan pemain A dan B. Ahmad Yunus. Permainan ini biasa dimainkan untuk mengisi waktu luang. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. Jakarta.109 F. Pengertian dari kata nerensi sendiri kurang dicertakan dengan jelas disini. atau menyanyi. B. jika pemain kalah harus menerima hukuman. Bisa laki – laki atau perempuan. Sebenarnya permainan ini juga ada di Yogyakarta dengan nama Mul – mulan dan dam-daman. Latar Belakang Merupakan permainan yang berasal dari Filipina. H.

dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. Di sini. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 9 buah. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. Jika pemain A menang. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. tidak lupa salah satunya juga menyiapkan kapur atau alat tulis lainnya (sesuai dengan media yang dipakai). f. serta masingmasing membawa orang-orangan.110 agar tidak keliru. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. Kedua pemain lalu duduk saling berhadapan. keduanya harus melakukan sut. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. bisa menggambar dengan kapur atau pecahan tembikar. Sisi terluar. Salah satu pemain segera menggambar bangun bujur sangkar sama sisi lapis tiga di atas ubin atau lantai. Jika bermain di atas lantai atau ubin. Langkah pertama. h. Kemudian keempat sisi di bagian tengah ditarik sebuah garis menghubungkan bujur sangkar satu dengan lainnya. Setelah menyepakati tempat yang teduh dan nyaman. kira-kira panjangnya 25—35 cm. Dengan demikian gambar dolanan nerensi yang sudah siap digunakan. . Kemudian bujur sangkar kedua yang ada di dalamnya bisa dibuat lebih kecil sedikit. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. bisa dengan panjang hingga 30—40 cm. g. Demikian pula dengan bujur sangkar yang ketiga bisa dibuat lebih kecil lagi (lihat gambar). Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. ia main duluan.

2004. dkk. Latar Belakang Pengertian dari permainan sur – suran ini kurang jelas namun sering diartikan sebagai tebakan. Sukirman Dharmamulya.SURAN A. Departemen P&K 68) PERMAINAN SUR . Setelah selesai menyanyikan lagu. D. Setelah itu mereka menyanyikan lagu Sur – suran. Pelaksanaan Permainan a. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. C. atau menyanyi. Yogyakarta. Ahmad Yunus. . E. Apabila tebakan itu benar maka mak bilang ―selamat‖. emak memanggil kelompok yang kedua untuk menebak yang dibisikan oleh kelompok 1. menampar tangan. 1980/1981. Ada satu anak yang menjadi emak dalam permainan ini. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong.111 F. Jakarta. Bisa laki – laki atau perempuan. Manfaat Melatih bersosialisasi dengan teman sebaya dan melatih keberanian serta kekompakan dan kepekaan. Alat yangDibutuhkan Dalam bermain permainan ini tidak membutuhkan peralatan apapun.. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. Dimainkan bersama – sama ketika waktu luang. Asal permainan ini dari Jawa Tengah dan Yogyakarta. Jumlah pemain di tiap kelompok minimal 3 orang. Permainan ini dimulai dengan salah satu kelompok membisikan nama dari peserta kelompok lain. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. I. Peserta Dimainkan secara berkelompok. Sumber Permainan Tradisional Jawa. Peserta dibagi dalam 2 kelompok. B. Berikut lagunya : Sarsur kurunan mak Mak emake tretete Tak undange tretete Yen kecandak kanggo gawe Adhi mesti mati 2x Tak bedhile mimis wesi Tong tong bull 2x b. Satu orang menjadi mak. Permainan ini berupa gerak dan lagu sebagai pengantar permainan. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. maka ia harus menerima hukuman. jika pemain kalah harus menerima hukuman.

atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain dam . H. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 12 buah. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. Latar Belakang Permainan dam – daman ini berasal dari daerah Jawa Tengah. Sedikit bercerita tentang permainan ini.112 F. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. Kemudian pion yang dilangkahi itu menjadi milik si Pemain tadi. Bisa laki – laki atau perempuan. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. DAM! Kata-kata itu diucapkan oleh pemain yang melangkahi pion milik lawan mainnya. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna I. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama.com 69) PERMAINAN DAM – DAMAN A. Dam Daman ini bisa dimainkan kapan dan di mana saja. Sebenarnya.dimainkan oleh dua orang pemain. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. . Apabila ada dua anak. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang.worpress. maka pemain B harus menggunakan kerikil. Sumber Permainan-tradisional-sur2an. Penentuan Kemenangan Apabila kelompok berhasil menebak maka dia menang dan apabila tidak berhasil menebak maka akan menggendong yang kalah. Yang paling banyak menebak benar maka yang menang. G. Pelaksanaan Permainan i.daman. B. G. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan agar tidak keliru. misalkan pemain A dan B.

Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. J. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. keduanya harus melakukan sut. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. atau menyanyi. Jika pemain A menang. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. jika pemain kalah harus menerima hukuman. Sumber Permainan Tradisional Jawa. Jakarta. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. ia main duluan. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. menampar tangan. Departemen P&K 70) PERMAINAN DAMON A. l. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. Ahmad Yunus. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. dkk. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal.113 j. 2004. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. J. Pada zaman dahulu untuk mendapatkan karet tidak membeli . maka ia harus menerima hukuman. k. 1980/1981.. Langkah pertama. Sukirman Dharmamulya. Latar Belakang Damon adalah permainan anak yang gemar mengoleksi karet lingkar / karet gelang. Di sini. Setelah itu mereka membuat arena bermain yang berbentuk seperti ini. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. Yogyakarta.

Jumlah pemain minimal 2 orang. e. Peserta Anak – anak usia Sekolah Dasar baik laki – laki maupun perempuan. H. Pemain kedua meniup karet agar dapat mendekati sasaran yaitu berupa lidi yang ditancapkan di atas tanah. f. Pemain pertama menjatuhkan satu karetnya di tanah. F.114 B. permainan ini sangat seru dan menyenangkan karena siapa yang menang berhak mengambil dan memiliki karet lawan. Manfaat Manfaat permainan ini adalah dapat meningkatkan pergaulan antar teman . G. Tujuan Tujuan permainan ini untuk mengisi waktu luang dan melatih kecermatan yaitu pada saat menyentil karet untuk di dekatkan pada karet lawan. E. dalam rumah. Penentuan Kemenangan Pemain yang paling banyak memasukan karet ke dalam lidi maka dialah pemenangnya dan berhak membawa pulang karet yang digunakan dalam permainan. Dan lidi untuk sasaran. Sumber Permainan ini dicerikan dan dipraktekan pada saat pembelajaran mata kuliah permainan tradisional kelas PGSD Penjas A tahun 2009 di semester 4. Alat yang Digunakan Karet gelang dan tempat untuk bermainnya dapat di kebun. . kemudian c. Pada saat istirahat sekolah anak-anak jajan nasi bungkus yang tali ikatnya menggunakan karet. Sebelum permainan dimulai. gembira. kedua pemain melakukan undian menentukan siapa yang lebih dulu menjatuhkan karet. b. dan meningkatkan kecermatan dan ketrampilan. Pelaksanaan Permainan a. halaman. Pemain kedua menjatuhkan satu karetnya agak berjauhan dengan karet pemain pertama d. asalkan tempatnya datar. secara langsung. Sementara yang kalah akan kehilangan satu dari karetnya bahkan bisa semuanya. Jika belum berani maka pemain kedua boleh memindah karetnya supaya lebih dekat lagi dengan karet pemain pertama. D. Karet tersebut tidak langsung dibuang tetapi dikumpulkan untuk bermain kilanan Dua pemain saling beradu kecermatan dalam menyentil karet supaya berdekatan hingga satu jengkal. Namun orang dewasa pun dapat ikut memainkannya. Pemain kedua menegaskan bahwa dirinya sudah yakin atau siap dengan mengucap kata ―Berani‖ jika memang sudah siap. g. C. Pemain berusaha memasukan karet ke lidi yang ditancapkan.

115 71) PERMAINAN GOBAK BUNDER .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful