P. 1
Tugas Akhir Permainan Tradisional

Tugas Akhir Permainan Tradisional

|Views: 829|Likes:
Published by Rani Humaira

More info:

Published by: Rani Humaira on Apr 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1) PERMAINAN MBURU KEWAN
  • 2) PERMAINAN SASEGO’AN
  • 3) PERMAINAN SONDOK - SONDOKAN
  • 4) PERMAINAN CANDAK NDODOK
  • 5) PERMAINAN ISUTAN JARATAN
  • 6) PERMAINAN CETERAN
  • 7) PERMAINAN TAMBI - TAMBIAN
  • 8) PERMAINAN GANDON
  • 9) PERMAINAN MAGANG LURAH/MIL-MILAN
  • 10) PERMAINAN SEGHOG
  • 11) PERMAINAN BEKELAN
  • 12) PERMAINAN SAWAH/ ULAR TANGGA
  • 13) PERMAINAN SLENTIKAN
  • 14) PERMAINAN BANCAKAN
  • 15) PERMAINAN SEPAKBOLA KERTAS
  • 16) PERMAINAN TANGKAP LARI
  • 17) PERMAINAN DIR - DIRAN
  • 18) PERMAINAN ENDOK
  • 19) PERMAINAN KUCING - KUCINGAN
  • 20) PERMAINAN ORI’AN
  • 21) PERMAINAN BETEMPLEKAN
  • 22) PERMAINAN MEONG – MEONGAN
  • 23) PERMAINAN ULAR NAGA PANJANGNYA
  • 24) PERMAINAN MAKAH - MAKAH
  • 25) PERMAINAN GARU - GARU
  • 26) PERMAINAN KRUBUNGAN
  • 27) PERMAINAN KRIKILAN
  • 28) PERMAINAN TRI LEGENDRI NOGOSARI
  • 29) PERMAINAN MAIN SISIK
  • 30) PERMAINAN CIKO GURU
  • 31) PERMAINAN KILANAN/ JENGKAL
  • 32) PERMAINAN ANCONG - ANCONG
  • 33) PERMAINAN LOMPAT TALI
  • 34) PERMAINAN CEPLI
  • 35) PERMAINAN DOMIKADO
  • 36) PERMAINAN GEMPALEONGAN
  • 37) PERMAINAN BECAK - BECAKAN
  • 38) PERMAINAN KOKO
  • 39) PERMAINAN FUKUSHU
  • 41) PERMAINAN BANDEMAN
  • 42) PERMAINAN JAGO PITHONG
  • 43) PERMAINAN BALOGO
  • 44) PERMAINAN MADELAGE
  • 45) PERMAINAN SENTARUH TELIUQ ENEEKNG TELUU’
  • 46) PERMAINAN GAJAH TELENA
  • 47) PERMAINAN KELADI
  • 48) PERMAINAN MERBONI – BONI SAPU TANGAN
  • 49) PERMAINAN DLOSORAN
  • 50) PERMAINAN KREPYAK
  • 51) PERMAINAN PATAH KALENG
  • 52) PERMAINAN CAK LENGKENG SEPULUH RIBU
  • 53) PERMAINAN EGRANG
  • 54) PERMAINAN GEBUK BANTAL
  • 55) PERMAINAN TEROMPAH PANJANG
  • 56) PERMAINAN LARI BALOK
  • 57) PERMAINAN TARIK TAMBANG
  • 58) PERMAINAN HADANG
  • 59) PERMAINAN PATOK LELE
  • 60) PERMAINAN BENTENG
  • 61) PERMAINAN DAGONGAN
  • 62) PERMAINAN SUMPIT
  • 63) PERMAINAN GASING
  • 64) PERMAINAN TUJON
  • 65) PERMAINAN MACANAN
  • 66) PERMAINAN MUL - MULAN
  • 67) PERMAINAN NERENSI
  • 68) PERMAINAN SUR - SURAN
  • 69) PERMAINAN DAM – DAMAN
  • 70) PERMAINAN DAMON
  • 71) PERMAINAN GOBAK BUNDER

1

PERMAINAN TRADISIONAL NUSANTARA
1) PERMAINAN MBURU KEWAN
A. Latar belakang permainan Permainan ini dibuat untuk mengisi kegiatan pada waktu sore hari,dengan cara menirukan orang yang sedang berburu binatang dengan cara melempar benda untuk menangkap binatang yang sedang diburu. B. Asal permainan Asal permainan ini adalah dari daerah pemalang dan sekitarnya C. Peserta Pesertanya adalah semua umur,baik anak-anak maupun orang dewasa dapat melakukan permainan ini.peserta minimal 10 orang dan maksimal tak terbatas. D. Alat yang diperlukan Alatnya adalah 2 buah bola plastik untuk bahan lemparan berburu E. Pelaksanaan Permainan Pertama di awali dengan diundi (hompimpah) untuk mencari 2 orang untuk menjadi pemburu dan sisanya menjadi binatang yang menjadi sasaran lemparan.nanti kalau ada anak yang terkena bola leparan dari pemburu,maka dia harus keluar dari arena permainan dan menjadi pemburu.dalam permainan ini tidak boleh melempar kearah kepala. F. Tempat dan waktu permainan Ditempat yang luas misalnya kebun,lapangan,pelataran rumah dll,dan biasanya dilakukan pada sore hari sambil menunngu maghrib G. Penentuan pemenang Dalam permainan ini yang menang adalah orang terakhir berada di lapangan permainan atau tidak tertangkap pemburu H. Tanggapan masyarakat Menurut masyarakat sekitar permainan ini cukup baik,karena dapatmenimbulkan kesenangan dan dapat melatih keterampilan dalam melempar dan menghindar I. Sumber Saya mengetahui dari mas ahmad yang dulu pernah melakukan prmainan ini.

2) PERMAINAN SASEGO’AN
A. Latar Belakang Permainan ini dinamakan ―Sasego‘an‖ ( bahasa lampung )yang artinya ―Main sumput-sumputan‖ atau sembunyi-sembunyian. Hal ini sesuai dengan pelaksanaan permainan yaitu ― Menyembunyikan Sesuatu ―.

2

B. Peserta Permainan ini pada umumnya hanya dilakukan oleh anak-anak perempuan saja. Usia para peserta berkisar antara 7-13 tahun, dan dilakukan oleh sekurang – kurangnya 4 orang anak. Alat dan Fasilitas Permainan ini sebenarnya hanya semacam permainan sumput-sumputan yang hanya menggunakan peralatan sepotong kapur tulis, sepotong arang untuk menggambar, dan bagi masing- masing peserta sebatang lidi kecil kurang lebih 1cm, atau pecahan kecil dari beling kaca atau sebuah batu kecil yang gunanya unutk disembunyikan dalam permainan ini. Pelaksanaan Permainan Masing – masing anak (A,B,C dan D) duduk berjongkok di tanah saling bertolak belakang(membelakangi) dengan jarak masing-masing peserta kurang lebih 2 meter. Masing-masing anak ini membuat gambar segi empat dengan panjang sisi masing-masing segi ampat kurang lebih 10cm, kemudian segi empat tadi dibagi nenjadi empat bagian Setelah selesai,masing-masing memperlihatkan kepada peserta lainnya alat atau barang yang akan disembunyikan pada salah satu petak di dalam segi empat tersebut.Setelah itu masing-masing anak tadi mulai menyembunyikan alatnya pada salah satu petak dari segi empat tadi secara sembunyi-sembunyi dan hati-hati jangan sampai anggota lain mengintip tempat ia menyembunyikan alat tadi. Cara menyembunyikannya adalah dengan jalan menggali pada salah satu petak secara hati-hati jangan sampai terlihat ada bekas galian ataupun ada bekas timbunan pad tempat tersebut. Setelah penyembunyian di lakukan oleh masing-masing mereka harus mengatakan khadu, yang artinya sudah. Seterusnya ke empat anak (A,B,C dan D) bergiliran mencari alat permaian temannya yang disembunyikan tadi. Setiap orang hanya di bolehkan menebak dan mencari satu petak saja dan bagian yang lain untuk ditebak dan dicari teman-teman yang lainnya. Jika si A berhasil menebak tempat sembunyian si B dan berhasil menemukan alat si B, maka si B mempunyai utang 1 point. Selanjutnya si B kembali mennyembunyikan alatnya tadi pada salah satu petak tadi untuk ditebak dan dicari si C dan si D. Begitu seterusnya pada yang lainnya. Penentuan Kemenangan Siapa yang alat permainannya sering ditemukan teman-temannya itulah yang kalah, sebaliknya yang alat permainannya paling sedikit diketemukan teman – temannya itulah pemenangnya. Tanggapan Masyarakat Pada umumnya masyarakat merasa tidak keberatan diselenggarakan permainan ini, karena sifatnya hanya sekedar rekreatif dan tidak merugikan moral dan pendidikan anak-anak.

C.

D.

E.

F.

3

G. Sumber Suwondo, Bambang. 1983. Permainan Rakyat Tradisional Daerah lampung. Deprtemen Pendidikan dan Kebudayaan.

3) PERMAINAN SONDOK - SONDOKAN
A. Latar Belakang Permainan Tradisional di Kabupaten Kuantan Singini (Kuansing) angsur-angsur mulai menghilang dikalangan anak-anak di Kuantan Singingi, seperti Permainan Gasing. Begitu pula dengan Cerita Rakyat Kuansing seperti Ombak Nyalo Simutu Olang. Berikut ini adalah paparan tentang salah satu Permainan Tradisional Anak-anak di Kuansing. Sondok-sondokan adalah permainan tradisional di Kuansing tepatnya di Kenegerian Sentajo. Sondok-sondokan atau cari-carian merupakan permainan anak-anak tempo dulu, dimana permainan ini diangkat dari disebuah desa yang ada di Kenegerian Sentajo lebih tepatnya di Koto Sentajo. Koto Sentajo terutama pada dusun Gonting memiliki kontur dengan sedikit berbukit sehingga semakin nyaman digunakan untuk permainan Sondoksondok an, apalagi ditambah dengan adanya pelak milik masyarakat, dimana pelak ini semangkin menciptakan semangat permainan bagi para peserta, sebab didalam pelak ini selalu terdapat tumbuh-tumbahan yang ditanam pemiliknya untuk kebutuhan hidup sehari-hari seperti Pisang, Jeruk nipis, terong, Kunyit dan berbagai keperluan dapur lainnya. Dengan adanya berbagai tanaman dalam pelak Tersebut semakin elok sebagai tempat permainan ini. Ket : Sondok – sondokan : Cari – carian/ sembunyi Pelak : Kebun yang dipagar Tonggak : Tiang Olun : Belum B. Peserta Permainan Sondok-sondok an terbagi menjadi 2 Jenis Permainannya yaitu Tonggak Dingin dan Tonggak Bantuan, dimana kedua permainan ini mempunyai perbedaan, tonggak dingin biasanya dilakukan oleh anak-anak yang lebih kecil dari peserta Tonggak Bantuan, dimana peserta Tonggak Bantuan berumur antara 11 – 14 tahun, permainan tonggak dingin selalu dilakukan pada siang hari, sedangkan Tonggak bantuan Dilakukan Pada malam hari pada saat terang bulan, baik pada saat cahaya bulan penuh maupun pada cahaya bulan sabit, dimana pada saat bulan sabit akan lebih menantang karena cahaya dengan sedikit gelap dan samar-samar. C. Pelaksanaan Permainan Waktu permainan ini biasanya dilakukan setelah pulang mengaji sekitar jam 20.00 WIB, pada malam-malam sekolah biasanya sampai jam 22.00 WIB, tapi tidak terlalu sering permainan ini dilakukan pada malam-malam tersebut

idealnya dalam permainan paling sedikit sekitar 7 Regu atau 14 orang.  Aturan Permainan  Penetapan Kawan : Sebelum permainan dimulai maka harus dilakukan dulu penetapan kawan masing-masing. Pinggir Sawah dan sebagainya. melalui musyawarah yang tidak terlalu lama biasanya batas-batas bisa ditentukan. dimana pelanggaran yang dilakukan akan mengakibatkan kekalahan akan berpindah pada pihak yang melanggar aturan yang telah disepakati bersama. dimana pada malam minggu biasanya dilakukan sampai larut malam.  Alat yang Digunakan Dalam permainan ini menggunakan Tonggak sebagai alat bantu utama. biasanya permainan ini sering dilakukan pada malam minggu. sambil berlari biasanya salah satu atau beberapa peserta sambil mengucapkan olun-olun berarti waktu yang kalah untuk membuka mata belum selesai. dimana tonggak yang pakai untuk permainan tersebut hanya 1 pohon. namun biasanya ditentukan dengan menunjuk pada objek-objek tertentu seperti jalan. jarak terjauh dari tiang biasanya berkisar 250 M. Kedua Melewati batas yang telah ditetapkan. dimana tonggak yang digunakan yaitu Pohon yang ada disekitaran lokasi permainan. Pada kesempatan ini juga membahas pelanggaran yang dilakukan oleh masing-masing regu. sebab dalam hal ini tergantung berapa jumlah yang ada pada malam itu. dalam penetapan batas ini tidak terfokus pada jauhnya jarak. kemudian pemenang sambil berlari mencari persembunyian. walaupun permainan dimalam hari pesertanya bukan saja laki-laki namun perumpuan juga tidak ketinggalan untuk ikut serta.  Penentuan Batas Apabila regu atau pasangan masing-masing telah didapat dan ditetapkan.4 kecuali hari libur sekolah. rumah penduduk. dalam pembagian kawan ini bisa ditentukan secara langsung seperti sit jari dan bisa juga dengan cara undian. dimana satu regu hanya terdiri dari 2 (dua) orang. semakin banyak regu dalam permainan ini semakin seru dalam pelaksanaannya. Ada dua pelanggaran yang harus diwaspadai oleh para peserta pertama memegang tonggak sebelum yang kalah memegang Tonggak tersebut. jumlah regu yang akan bermain tidak terbatas.00 WIB.  Cara Bermain Awal permainan ini dimulai dimana regu (2 orang) yang kalah dengan memejamkan/menutup mata sambil menghadap kearah tonggak. langkah berikut adalah menetapkan batas-batas persembunyian yang akan disepakati bersama. Lalu bagaimana isyarat bagi yang kalah bahwa satiap peserta betul-betul . dan tidak tertutup kemungkinan sampai jam 00.

mengapa demikian? Misalnya yang ada 10 Regu otomatis yang bersembunyi ada 9 regu dengan jumlah 18 orang. jika ini terjadi maka permainan harus di ulang dan yang kalah tidak akan berubah. Peserta yang kalah harus mencari sebanyak mungkin semua peserta yang menang kalau bisa semuanya ditemukan. D. Bahkan permainan ini bisa dimulai di mana saja tanpa persiapan apapun. dalam percarian kedua peserta yang kalah tersebut harus berpencar atau berpisah arah. Latar Belakang  Nama Permainan Candak Ndodok atau sering disebut dalam bahasa indonesia yaitu Petak Jongkok atau Tap Jongkok adalah salah satu permainan tradisional Indonesia yang tidak membutuhkan banyak peralatan untuk memulainya. Tentunya minus persiapan ditegur petugas keamanan ataupun persiapan menahan malu yang teramat sangat. Apabila semua telah bersembunyi suasana dalam keheningan malam akan terasa pada saat itu. Sumber http://www.html 4) PERMAINAN CANDAK NDODOK A. dua orang yang kalah tadi bersiap untuk mencari setiap peserta permainan. Permaian candak ndodok dimulai dengan sebuah gambreng. jangan sampai orang yang belum dapat atau ditemui memberi bantuan dengan memegang tonggak.  Sejarah Permainan Permainan candak ndodok ini merupakan permainan yang sangat unik. setelah didapat peserta yang bersembunyi yang kalah harus kembali ke tonggak untuk memegang tonggak sambil menyebut nama peserta yang telah didapat. ini dilakukan agar lebih konsentrasi dalam pencarian. Nilai yang Terkandung Hal-hal positif yang bisa diambil dari permainan sondok-sondok an/cari-carian yang harus ditanamkan sejak dini antara lain :  Keberanian dalam kemandirian  Kejujuran dalam aktifitas  Silahtuhrahmi antar peserta selalu terjalin E. setelah yang kalah memegang tonggak maka keduanya harus berbagi tugas. dimana saat kondisi seperti itulah yang kalah untuk membuka matanya. Gambreng .sungaikuantan.com/2010/02/permainan-tradisional-kuansingsondok.5 telah bersembunyi? Biasanya isyarat bagi regu yang kalah saatnya untuk membuka mata yaitu setelah tidak ada lagi terdengar suara peserta yang mau bersembunyi. sebab kalau tidak akan menjadi rumit. salah satu diantara mereka harus menjaga tonggak.

Begitu juga dengan anak yang tidak jongkok namun berhasil disentuh oleh pengejar akan menjadi pengejar selanjutnya. diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Bila si penjaga berhasil melakukan itu. Permainan petak jongkok ini. Para target bisa meloloskan diri dengan cara berjongkok. 4. Tetapi. Pelaksanaan Permainan Dalam permainan ini tentu saja kita semua harus tahu dan mengerti cara bermain dengan baik. Anak yang berdiri dapat membangunkan anak yang jongkok. B. sedangkan orang yang berjaga akan menjadi target penjaga. Bila pemain yang berdiri hanya tersisa satu orang. Pemain yang jongkok dianggap tidak aktif dan tidak bisa mengaktifkan diri sendiri. Biasanya permainan dimulai dengan semua pemain lari berpencar menjauhi si penjaga. Permainan candak ndodok ini berasal dari daerah Jawa Timur. Satusatunya cara untuk kembali berlari adalah pemain ditepuk oleh pemain lain yang masih berdiri dan tidak menjadi penjaga. Alat dan Fasilitas yang Diperlukan Dalam permainan candak ndodok ini para pemain hanya membutuhkan lapanga yang luas yang berbentuk persegi panjang. Peserta Permainan ini dapat di mainkan oleh anak SD umur 7 sampai 12 tahun atau mulai dari kelas dua sampai dengan orang dewasa karena permainan ini boleh dimainkan oleh siapa saja baik laki-laki maupun perempuan.6 adalah sebuah proses menentukan giliran yang biasanya dimulai dengan teriakan "Hom pim pah alaiyum gambreng!". maka pemain tersebut tidak bisa berjongkok untuk menghindari kejaran penjaga. 2. membutuhkan lapangan yang luas dan jumlah peserta untuk melakukan permainan petak jongkok ini maksimal 10 orang dan minimal 5 orang karena kalau kebanyakan kasihan yang kalah atau yang akan jadi pengejar. Dan permainan seperti ini yang selalu dimainkan olek anak-anak ketika mereka libur sekolah atau pada waktu anak-anak SD istirahat menunggu bel masuk kelas. C. . Untuk menghindari pengejar. setiap anak boleh jongkok. posisi akan otomatis berubah. Pemain tersebut harus mengaktifkan pemain lainnya baru kemudian bisa berjongkok untuk menghindari kejaran penjaga. 3. 5. anak yang terakhir jongkok berarti akan menjadi pengejar menggantikan pengejar yang lama. 6. Si penjaga harus mengejar pemain lainnya sampai berhasil menepuk (di mana saja) salah satu pemain. D. Karena permainan permainan petak jongkok ini tidak sulit di mainkan bahkan mudah untuk di mainkan oleh anak-anak. Tentukan satu orang yang akan mengejar. hal inilah yang menyebabkan permainan ini diberi nama ―Candak Ndodok‖. Orang yang ditepuk akan berjaga. Bila jongkok berarti dia tidak dapat disentuh oleh pengejar.

F. dan membangun EQ. G. Jadi isutan jarat maksudnya mencari tali yang bajarat (memiliki jerat). yaitu tali dari serat pohon pisang dan bilah kayu dari bambu atau jenis kayu lainnya. Penentuan Kemenangan Untuk menentukan pemain yang menang dan kalah. tidak ada salahnya mengajarkan permainan yang mungkin sering dimainkan sejak kecil. Pohon pisang yang kering biasanya terlihat seratnya. E. . Latar Belakang Isutan Jarat adalah nama permainan tradisional yang berkembang di daerah Kalimantan Selatan. Mulai dari mainan yang terbuat dari plastik hingga mainan elektronik. Permainan ini sebenarnya menebak letak jarat yang ada di dalam pasir. Mendorong pemain yang sedang berjongkok sampai terjatuh. 2. Tanggapan Masyarakat Dunia anak adalah dunia bermain. sikap mudah bersosialisasi. Memaksa pemain yang sedang berjongkok untuk berdiri. Jika pemain yang dikejar maka dianggap menang dan pemain yang jadi pengejar maka dianggap kalah. kita lihat dari berlangsungnya permainan tersebut. Asal katanya dari isutan dan jarat. Sedangkan bilahnya terbuat dari kayu atau bambu yang diraut agak runcing dengan panjang tidak lebih dari lengan.7  Hal yang tidak boleh dilakukan 1. Sedangkan ‗jarat‘ adalah istilah orang Banjar untuk tali yang ujungnya bersimpul untuk menjebak atau mengikat (seperti tali lasso di Amerika). kata isutan ini mungkin dari peralihan kata ‗usutan‘ yang berarti ‗mencari‘. Tetapi. bagian inilah yang diambil oleh anakanak untuk membuat tali jarat. Permainan seperti ini mengasah kemampuan otak. Beragam mainan diciptakan untuk menghibur dan juga sebagai sarana pendidikan anak. kemampuan membuat strategi. B. Lupa membangunkan pemain yang sedang berjongkok seharian penuh di lapangan. 3. permainan tersebut berlangsung lama sampai para pemain merasa lelah dan capek jadi pemain yang menang dan kalah akan selalu berganti-ganti. Pada permainan ini tiap pemain berusaha mencari jarat pemain lainnya yang disembunyikan di dalam pasir dengan cara menusukkan bilah lidi/kayu/bambu. 5) PERMAINAN ISUTAN JARATAN A. Sumber Sumber permainan candak ndodok ini saya dapat dari Hamid Nur dan permainan tradisional merupakan permaina anak tempo dulu yang sekarang hilang dimakan zaman. Alat dan Fasilitas Peralatan bermain berdasarkan permainan aslinya. Namun.

. Tempat Lokasi permainan ini biasanya di pinggir sungai saat air surut atau di halaman rumah yang banyak pasirnya. Dua orang diperlukan karena akan ada posisi pasang tempat yang menyembunyikan jarat) dan posisi naik (yang mencari lubang jarat). Tempat orang sudah dirasa cukup karena akan terlalu ramai yang bisa menimbulkan kebingungan. ada yang menyembunyikan jarat dengan ujungnya berkelok-kelok sehingga lawan sulit menebak letak jarat sebenarnya. Waktu permainan bebas bisa dimainkan kapan saja kalau di kampung anak-anak (laki-laki dan perempuan) akan memainkannya saat sore menjelang mandi di sungai. E. Tahapan Tahapan permainan :  Tahap menyembunyikan jarat :  Misalnya jumlah pemain ada 4 orang. Apabila semua anak yang giliran mencari sudah menusukkan bilahnya maka yang mempunyai jarak menariknya sehingga akan ketahuan siapa yang berhasil menebak jarat. D.  Begitu seterusnya tiap pemain bergiliran menebak jarat lawan F.  Keempat anak ini berpencar ke daerah pasir masing-masing untuk menyembunyikan jaratnya.  Pemain yang berhasil bilahnya akan tersangkut di dalam jarat. Penentuan Kemenangan Dalam permainan ini tidak ada konsekuensi kalah atau menang hanya memberikan kepuasan dan kebanggaan bagi anak yang berhasil mencari jarat atau anak yang jaratnya tidak berhasil ditemui lawan.  Setelah itu masing-masing anak menusukkan bilahnya ke dalam.  Tahap mencari jarat  Ditentukan dulu timbunan pasir siapa yang akan dicari duluan. Permainan isutan jarat tidak ada kaitan dengan jenis upacara atau peristiwa tertentu.  Jarat yang ingin disembunyikan ditimbun perlahan-lahan dengan pasir agak tebal supaya tidak kelihatan.8 C. ini bisa dilihat dari kejujuran saat menyembunyikan jarat dimana anak yang lain sepakat untuk tidak saling intip serta kejujuran untuk memasang lubang jarat yang sama lebar dengan pemain lainnya. Peserta Jumlah pemain isutan jarat minimal dua orang dan sebanyak-banyaknya empat orang. Pengaruh dari permainan ini adalah memberikan sifat sportifitas bagi anak-anak.  Ujung tali yang tidak memiliki jarat disisakan diluar untuk menariknya nanti.  Teknik menyembunyikan jarat ini menentukan kelihaian tiap anak dalam bermain usut jarat.

Sumber http//www.  Pemain Pemain bisa dimainkan oleh putra maupun putri yang jumlahnya tidak ditentukan. Pelaksanaan Permainan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan lebih dominan dialam terbuka seperti : Dikebun dan lapangan.9 G. memupuk sportifitas.com.menahan emosi. Manfaat Memupuk sifat sportifitas.kuping.  Pelaksanaan Permainan  Sebelum permainan dimulai.TAMBIAN A. Latar Belakang Ceteran adalah permainan tradisional yang berasal dari sleman yang tidak diketahui secara pasti siapa yang membuat permainan tersebut.  Pemain yang kalah bisa bertahan terlebih dahulu sambil bergantian menyerang.  Permainan ini tidak boleh mengenai kepala.dan leher.  Peralatan Bambu.dan penghadang lainnya. Suku Tambi yaitu suku pendatang dari luar Kalimantan Timur.permainan tradisional.air dan kertas dijadikan sebagai peluru. Tujuan Tujuan dari permainan ini mengisi waktu luang. 6) PERMAINAN CETERAN A. D. Sasaran Anak-anak. diadakan hung pimpa untuk menentukan siapa yang akan menyerang terlebih dahulu. remaja. yang sekarang banyak ditemui di kota . dewasa E.  Selanjutnya pemain harus menyebar untuk mencari tempat bertahan seperti dibelakang pohon. 7) PERMAINAN TAMBI .  Pihak lawan yang banyak kena peluru kertas itulah pihak yang kalah. melatih indra penglihatan dan mengembangkan ketrampilan ketepatan pada target yang bergerak. B. C.batu. Latar belakang Disebut dengan nama tambi-tambian sebab pada waktu dahulu permainan ini dimainkan oleh anak-anak suku Tambi.mata.dapat bersosialisasi dengan yang lain.

Sasaran E sebenarnya adalah lubang milik E. Apabila tidak memungkinkan untuk membuat lubang. E) berlari sedang B yang telah berhasil mengambil bola tersebut berusaha melempar temannya dengan bola tersebut sampai mengenai sasaran. maka sebagai pengganti lubang dapat digunakan garis lingkaran yang agak besar. Mengenai latar belakang sejarah perkembangan permainan ini dulunya sering dimainkan oleh anak-anak dari suku Tambi. Para pelakunya pada umumnya anak-anak pria. Di samping itu lapangan permainan yang dipergunakan dilengkapi dengan garis pembatas lapangan. terdiri dan garis batas pelempar dan lubang-lubang sasaran yang dikelilingi dengan papan atau batu bata yang dijejer. Tetapi tidak jelas dari mana asal usul permainan ini karena hampir semua daerah di Kalimantan Timur mengenal permainan ini. Tahapan Permainan  Misalnya pemain berjumlah 5 orang dan setelah diadakan undian maka berturut-turut yang menang adalah E.  Karena yang menang pertama adalah E. dan A masing-masing berdiri bersiap-siap pada lubang yang telah dipilih sebelumnya. D. Tetapi apabila lebih dari 5 orang. Peralatan atau perlengkapan yang dipakai dalam permainan ini dilengkapi dengan lubang sejumlah pesertanya dan lubang itu sebesar bola. Itulah sebabnya pada saat seorang . sedang B. Mempersiapkan lapangan permainan seperti tersebut pada gambar. Pelaksanaan Permainan  Persiapan Para pemain mengadakan undian lebih dahulu dengan hom-pim-pa atau suit. Maksud diberi penghalang ini adalah agar bola yang dilempar tidak bergulir jauh keluar lapangan permainan dan juga agar bola dapat mental kemudian menggelinding bebas masuk ke salah satu lubang. sedang pada lubanglubang permainan tidak diberi penghalang. jadi A telah kalah 1 angka). Suku ini berperawakan besar dan berkulit hitam. Jumlah lubang yang dibuat harus sesuai jumlah pesertanya dan jarak antara lubang dengan papan penghalang kira-kira 10 cm. Jumlah pemain dapat berjumlah 2 orang. maka lubang permainan A diberi tanda (Biasanya dipakai tanda berupa serpihan kertas atau batu. B. Tanda ini adalah tanda kalah. maka E berhak bermain lebih dahulu (memasukkan bola ke dalam lubang lebih dahulu). permainan ini juga dapat dimainkan. C. karena permainan ini sangat membutuhkan tenaga lebih-lebih pada waktu diadakan hukuman.  Apabila lemparan B mengenai A. Pada awalnya orang menyebut permainan ini dengan sebutan Tambi-tambian dengan model lapangan seperti pada gambar lapangan I. Samarinda. C. yakni sebuah lapangan yang datar yang berukuran ± 2 x 8 m. D. C. tetapi gilirannya adalah pemenang undian ke-2 (yaitu B). Ada juga bentuk lapangan yang berbeda yaitu lapangan diberi batas ± 2 x 8 m. A. D. Setiap pemain menentukan lubang permainannya masing-masing. B. dan apabila lemparan E tidak ada yang mengenai sasaran maka E tidak berhak melempar lagi. maka B dengan cepat mengambil bola dan sementara itu teman-teman yang lain (A. Yang ideal berjumlah 4 orang dan Maksimum 5 orang. yang menurut ceritanya mereka berasal dari Ceylon.  Apabila pada waktu E melempar bola dan masuk pada lubang B.10 Balikpapan.

Maka berturut-turut yang menghukum adalah yang paling sedikit jumlah nilai kalahnya. C. Di sini misalnya : A kalah 5 C kalah 4 E kalah 3 B kalah 1 D kalah 0 D melempar bola pada tubuh A sebanyak 5 kali. B. Kemudian E menghukum A dengan 2 kali lemparan. Keterangan : a. Setelah selesai kembali giliran B menghukum B dan seterusnya sampai hukuman selesai dijalankan. Tetapi apabila dalam pelaksanan hukuman seorang anak yang sedang menghukum tidak mengenai sasaran (misalnya pada saat D melempar bola ke A dan tidak mengenai A. maka bola yang lolos akan diperebutkan kembali oleh anak-anak (A. Permainan ini kembali seperti keterangan c dan d. sebab C kalah 4. anak-anak itu lari menghindari lemparan. D dan E). Setelah selesai maka B menghukum A dengan 4 lemparan (sebab B kalah 1).  Setelah lubang A diberi tanda maka giliran melepar/memasukkan bola adalah B (karena pemenang kedua dalam undian). sebab E kalah 3. balok atau papan a —— b = ± 4 cm b —— c = ± 10 cm . Nilai kalah yang terkumpul adalah sejumlah peserta permainan. lubang-lubang permainan c.11 anak hendak melempar bola pada teman-temannya. maka A harus dihukum oleh anak-anak yang bermain dalam permainan itu. Garis-garis tempat melempar bola b. untuk dilemparkan pada salah seorang anak. Jadi apabila peserta permainan ada 5 orang dan sudah mencapai kalah dengan angka 5 maka permainan berakhir dan anak-anak memberi hukuman bagi yang kalah. Kemudian C menghukum dengan 1 lemparan. Dan selanjutnya jalannya permainan seperti pada poin c dan d di atas. Jadi 5 (kalah A)-l (kalah B) = 4. C. Penghalang dari batu bata. Penentuan Kemenangan Misalkan di sini yang kalah 5 adalah A.  Pada setiap anak yang kena lemparan dinyatakan kalah dan pada lubang permainan miliknya diberi tanda kertas atau batu kecil.

2. Halaman dari tanah  Jalannya permainan Permainan dilakukan: 1. Awalan yaitu dengan suit untuk menentukan siapa yang memulai dahulu 4. Beberapa batu diletakkan berdiri sejajar. Peserta Dalam permainan gandon. permainan ini diturunkan secara turuntemurun sehingga tidak tahu pasti siapa yang menciptakannya. Dari orang pertama hingga terakhir. Didaerah saya yaitu di Banjarnegara. Latar Belakang Permainan ini dilakukan pada saat saya masih kecil. Semua pemain yang pertama kali melakukan harus menggunakan kaki. Dan merupakan permainan tradisional yang sering dimainkan terutama oleh anak laki-laki. Misal pemain ada 4 maka bisa dibuat regu atau kelompok dua lawan dua. Karena anakanak yang terpenting dalam sebuah permainan adalah kesenangan. B. Pemain harus lebih dari satu orang. Garis batas untuk awalan jaraknya disesuaikan dengan kemauan saat bermain 3. Pelaksanaan Permainan  Alat dan Fasilitas 1. Pemain pertama melakukannya dengan cara meletakan batu dipunggung kaki dan mengayunkannya. melempar dengan kaki untuk berusaha mengenai batu yang dipasang sebagai target. Setelah itu baru mengincar batu target dengan dilempar menggunakan tangan tetapi dengan cara kaki satu diangkat dan batu dilempar melalui bawah kaki yang diangkat baru ditangkap lagi . 6. Apabila ada perempuannya maka dibagi supaya adil. Batu yang sedang 2. pemain biasanya tidak begitu banyak karena tempat juga merupakan faktor penentu. 5. C. Dan batu itu sebagai sasaran. Misal 5 batu.12 8) PERMAINAN GANDON A.

ketelitian. serta keterampilan pemainnya. D. karena . Batu tidak boleh terjatuh atau kedua kaki menyentuh tanah. Penentuan Kemenangan Pemenang ditentukan dari banyaknya batu yang berhasil dirobohkan dengan cara di lempar dengan batu tersebut.13 dengan tangan kemudian baru boleh dilempar kesasaran. seorang pemain dapat menyusun strategi cara bermainnya. Dengan gambar seperti dibawah : E. Permainan magang lurah ini belum teridentifikasi secara pasti asal muasal pertamanya. Lurah bisa memerintah / menolong rakyatnya yang mengalami kesulitan dengan mudah. Sumber Permainan ini saya dapatkan dari pengalaman sewaktu kecil dan masih duduk di bangku sekolah dasar. Sekali saja melakukan keceroohan maka akan menghancurkan permainan. Dan juga dari orang tua dan tetangga saya banyak yang memberitahu permainan ini. Kabupaten Purworejo. Terdapat seorang pemimpin dan banyak rakyat yang disimbolkan dengan lidi pelepah daun kelapa. Orang-orang setempat menyebut permainan ini dari daerahnya sendiri. Lurah juga memiliki fasilitas yang memadai untuk membantu warganya yang sedang mengalami kesulitan. Tempat dan waktu permainan permainan dilakukan pada siang hari atau pada waktu senggang dan dilakukan dihalaman rumah. Seorang kepala desa (lurah) biasanya memiliki kekuasaan yang besar. Akan tetapi. Karena dahulu sering saya mainkan saat waktu senggang. Faktor taktik dan strategi juga tidak lepas dari permainan ini. faktor konsentrasi sangat dibutuhkan dalam permainan ini. dan saat melakukan permainan dapat menerapkan taktik yang telah disiapkan. Sehingga pemain harus bisa berhati-hati dalam memainkan permainan ini. F. Selain itu juga. Sebelum melakukan permainan. Permainan ini mengutamakan kecermatan. Akan tetapi permainan ini sudah dimainkan secara turuntemurun di Desa Harjobinangun. sedangkan rakyat (masyarakat) digambarkan sama. Seseorang yang mampu berkonsentrasi dan menjaga ketelitian akan dapat secara baik menyelesaikan dan memenangkan permainan. Kecamatan Grabag. sesama rakyat biasanya sukar atau memiliki keterbatasan kemampuan dalam membantu sesamanya. 9) PERMAINAN MAGANG LURAH/MIL-MILAN A. Latar Belakang Permainan Magang Lurah ini Pada dasarnya merupakan simbol kehidupan bermasyarakat di desa.

dan lidi lurah (yang paling panjang) diberi nilai 15.  Pemain mengambil lidi satu persatu. Lidi yang melewati garis pembatas / sebagian besar bagian lidi melewati garis pembatas. karena diperlukan cahaya yang terang.  Umur Peserta Permainan Permainan magang lurah ini biasanya dimainkan anak-anak yang berusia antara 6-12 tahun atau usia anak sekolah dasar. Sehingga baik lakilaki maupun perempuan memiliki kemampuan yang sama dalam memainkan permainan magang lurah ini.  Waktu pelaksanaan permainan : Pada dasarnya. Kapur tulis / peralatan lain untuk membuat garis pembatas. sehingga lidi mudah diambil.‖. Alat dan Fasilitas Peralatan yang diperlukan dalam bermain magang lurah antara lain adalah lidi yang terbuat dari pelepah daun kelapa. dst. lidi yang lain tidak boleh ada yang bergerak. waktu pelaksanaan permainan magang lurah ini dilakukan pada siang hari. Biasanya batas nilai antara 200-500 poin.  Jumlah Peserta Permainan Jumlah peserta permainan magang lurah ini bervariasi.14 permainan ini mereka mainkan sejak kecil secara turun temurun dari orang tua mereka. C. 2. D. itu tandanya permainan berhenti dan ganti giliran pemain yang lain. Dikarenakan permainan ini lebih mengutamakan ketenangan pikiran dan tidak mengutamakan fisik. maka lidi itu juga dinyatakan keluar. Pelaksanaan Permainan  Permainan dimulai dengan menyebarkan kumpulan lidi ke tanah / lantai. mulai 2 orang atau lebih. permainan ini efektif dimainkan oleh 2-4 orang. Pemain yang telah melampaui nilai dinamakan ―mendhem 1. Apabila lidi yang lain bergerak karena tersentuh lidi itu. Permainan ini dilakukan pada saat anak- .  Permainan dilanjutkan terus menerus hingga ada salah satu pemain yang mendapatkan nilai batas. maka permainan selesai dan pemain yang lain mengatakan ―Mil‖. Permainan ini digemari anak usia tersebut dikarenakan permainan yang bersifat sederhana akan tetapi mempunyai banyak unsur bermain.  Setiap lidi yang berhasil diambil diberi nilai 5. Tempat bermain magang lurah dapat dilakukan di tanah maupun di lantai tergantung kondisi. Usahakan lidi menyebar dengan teratur. Lurah dapat menolong lidi yang lain dengan mencongkel dengan kepala lurah. Peserta  Gender Permainan magang lurah ini tidak membedakan laki-laki maupun perempuan. B. Akan tetapi agar permainan ini berjalan dengan baik dan tidak menunggu lama. Karena permainan ini dilakukan bergantian sesuai urutan.

Latar Belakang Permainan Seghog ini merupakan permainan yang banyak dimainkan di daerah Jawa Barat. Tokoh-tokoh masyarakat seumber informasi antara lain:  Siti Muryani (39 tahun) : Beliau adalah ibu penulis dan seorang guru SD Negeri Ketawangrejo. 10) PERMAINAN SEGHOG A.  Dibyo Subyantoro (46 tahun) : Beliau adalah ayah penulis. Namun ternyata permainan Seghog ini memiliki beberapa nilai positif. yaitu . Penulis mendapatkan informasi tentang asal muasal serta tradisi turun temurun tentang permainan Magang Lurah dari beliau. Tujuan Sebenarnya tujuan dari permainan ini hanya untuk mengisi waktu luamg. Penulis mendapatkan banyak informasi tentang permainan Magang Lurah dari beliau yang mengetahui tentang tata cara permainan. Sebelum permainan dimulai biasanya pemain menentukan angka untuk menentukan pendheman. Permainan ini sebenarnya lebih banyak dimainkan oleh anak laki – laki. Permainan ini dimainkan untuk mengisi waktu luang anak – anak ketika mereka ditinggal orang tua mereka. maupun ketika mereka selesai belajar kelompok.15 anak merasa lelah bermain yang menguras tenaga. Penentuan Kemenangan Penentuan pemenang permainan magang lurah adalah dengan menghitung banyaknya mendhem perminan. Selain itu juga dengan permainan ini masyarakat beranggapan bahwa dengan permainan ini akan menemukan salah seorang calon pemimpin dari anak-anak yang memainkan permainan ini. Namun pada kenyataanya banyak anak perempuan yang ikut memainkannya.  Aris Saputro (18 tahun) : Merupakan seorang pelajar SMK Pancasila Kutoarjo. kabupaten Purworejo. Sehingga permainan ini bersifat santai untuk menghilangkan rasa lelah. F. Setelah semua sepakat maka permainan dimulai dan dilaksanakan sesuai perjanjian pertama di awal permainan. maka penulis menentukan untuk memilih permainan Magang Lurah untuk ditulis. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat tentang permainan magang lurah ini termasuk baik. G. namun juga ada anak – anak dari daerah Jawa Tengah. Yaitu di daerah Purworejo. Berdasarkan paparan beliau. dikarenakan anak-anak bermain dengan tenang dan mengurangi bahaya dibandingkan permainan yang diluar. Sumber Sumber informasi penulis dalam menuliskan permainan tradisional Magang Lurah yaitu dengan metode wawancara dengan berbagai tokoh masyarakat di Desa Harjobinangun. E. B. Kecamatan Grabag.

Pemain melakukan undian agar dapat ditentukan siapa pemain yang dapat bermain terlebih dahulu. Manfaat Konsentrasi. Selain itu karena adanya kegembiraan dapat mengurangi adanya ketegangan. Permainan ini juga bisa dilakukan di dalam rumah. C. D.  Peralatan  Kapur untuk menggaris/ batang kayu bila dimainkan di tempat yang masih tanah. Dia memiliki kesempatan sampai menyeghog batu tersebut adalah sama dengan jumlah berapa ukuran kaki dari garis batas. kemudian pemain mengukur jarak batu dengan garis batas dengan mengukur menggunakan ukuran kaki. Pelaksanaan Permainan  Lapangan Tempat yang dibutuhkan untuk memainkan permainan ini tidak membutuhkan lapangan atau tempat yang luas. Selain itu juga apabila pemain dapat menyeghog batu lawan melewati garis .  Bila misal kedua batu telah melewati garis batas. Jarak pemain dengan target adalah kurang lebih 3m. Terutama di tempat yang sudah dicor.  Jalannya permainan  Mula – mula pemain menyiapkan peralatan dan lapangan yang akan dipergunakan. Berusaha agar batu tersebut dapat melewati garis batas. Sasaran Anak – anak laki – laki dan perempuan. dan melatih bersosialisasi. remaja laki – laki dan perempuan terutama yang telah dapat berhitung. Dan bila jumlah pemain hanya ada 2 maka harus diulang kembali. Hanya tempat yang berbentuk seperti persegi panjang.  Batu yang pipih. ketepatan. ketepatan antara mata dan gerakan kaki dalam mencapai sasaran. Kemudian dia berusaha menyeghog batu lawan. Yaitu mendorong batu dengan menggunakan kaki bagian tengah dalam.  Pemain Jumlah pemain dalam permainan ini adalah minimal 2 orang. Karena apabila tidak dapat melewati garis batas maka dinyatakan gugur.  Pemain mendapatkan bonus nilai apabila pemain kedua berhasil menyeghog batu lawan ketika pertama kali memainkan.16 dalam permainan ini akan melatih konsentrasi. E. dan koordinasi dapat meningkat karena terlatih ketika bermain Seghog.  Pemain pertama melakukan seghog. Bagi yang jaraknya lebih dekat maka dia akan bermain terlebih dahulu.

Dilakukan dimana saja. Terdiri dari permukaan kasar yang ditandai dengan lubang-lubang kecil di permukannya berjumlah lima titik. minimal dua orang. Pelaksanaan Permainan Permainan ini dilakukan dengan cara menyebar dan melempar bola ke atas dan menangkapnya setelah bola memantul sekali di lantai. Yang dinyatakan sebagai pemenang adalah orang atau pemain yang paling banyak mendapat angka dari hasil menyeghog tersebut. dan permukaan bawah yang tidak ada tanda catnya. Kalau bola tidak tertangkap atau bola memantul beberapa kali maka pemain dinyatakan mati. yang penting bola bisa memantul keatas. Sumber Sumber dari cerita tentang permainan ini adalah teman bermain penulis ketika kecil yaitu Riyanto dan Diah Pangestuti yang keduanya berasal dari Jawa Tengah. pemain menggenggam seluruh biji bekel dan menyebar seluruhnya ke lantai sambil melemparkan bola bekel ke atas dan menangkapnya. . Kalau ada yang mati mereka akan teriak kegirangan. Alat dan Fasilitas Alat yang digunakan dalam permainan ini adalah bola bekel dan biji bekel. permukaan atas yang ada bintik merahnya. Paling sebel kalau ditonton laki-laki. Dan biasanya dilakukan oleh siswi putri pada waktu istirahat dan bisa juga dilakukan dirumah pada waktu luang. 11) PERMAINAN BEKELAN A. permukaan halus yang ada tanda silang atau polos sama sekali. Terdiri dari empat biji bekel dan satu bola bekel. Peserta Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak perempuan. Pada awalnya biji bekel dibuat dari engsel tulang tumit kaki belakang domba. Bekel ini terdiri dari sebuah bola bekel dan lima buah biji bekel berbentuk logam. Sekarang dibuat dari logam. F. B. Permainan ini masih saudara dengan gathengan.17 awal. Logam ini memiliki bentuk yang khas. diambil dengan 3 biji bekel. dan ada yang terbuat dari bahan timah. Kalau gathengan hanya menggunakan batu kerikil. Mereka biasanya mengganggu agar hilang konsentrasi dan melakukan kesalahan. bikkelen. Latar Belakang Bekelan berasal dari bahasa Belanda. terakhir lima biji bekel diraup sekaligus. D. bekelan menggunakan seperangkat alat khusus yang dinamakan bekel.  Pertama. C. Biji bekel diambil satu-satu sampai habis. Ada yang terbuat dari kuningan. diambil 4 biji bekel. Ulangi lagi menyebar seluruh biji bekel dan diambil 2 biji bekel.

Ulangi terus sampai seluruh permukaan bekel menghadap ke atas semua. pengalaman pribadi waktu kecil dan http://wahw33d. 2. Langkah kelima. Penentuan Kemenangan Bila ada kesalahan dalam langkah nasgopel ini pemain harus mengulang ke langkah awal nasgopel. 12) PERMAINAN SAWAH/ ULAR TANGGA A. remaja 13-16 th. Latar Belakang Sawahan merupakan permainan asli dari indonesia yang belum diketahui asal usulnya permainan ini. ambil 4 biji bekel. Raup seluruh biji bekel dalam sekali genggaman. 4. Balik posisi bekel menghadap ke atas semua satu persatu. ambil 2 biji bekel. Peserta Didalam permainan ini membutuhkan peserta 2-4 orang baik putra/putri dengan umur anak-anak 7-12 th. balik posisi biji bekel menghadap kebawah dan ulangi langkah sepertei langkah kedua dengan mengambil biji bekel 1.html diakses tanggal 07 maret 2011 pukul 19. Permainan ini seperti ular tangga tetap[i alat yang digunakan sedehana dan tradisional. Alat dan Fasilitas Alat yang digunakan dalam permainan ini yaitu koin sebanyak 5. dan seluruhnya. B.18  Langkah kedua. dan terakhir balik satu persatu permukaan kasarnya menghadap ke atas semua. oleh karena itu permainan ini saya munculkan kembali karena pda zaman sekarang sudah tidak dditemukan lagi permainan ini karena sudah banyak permainan modern yang telah ada sehingga permainan tradisional alambat laun bakan hilang. halaman atau tempat yang sudah bentuk gambarnya dan waktu pelaksanaannya bisa pagi. tetapi permainan ini sering dilakukan anak-anak di daerah Jawa tengah. ambil 3 biji bekel.30.  Langkah terakhir dinamakan Nasgopel. lalu ambil satu bekel. siang atau sore.  Langkah keempat. terakhir raup seluruh biji bekel. balik posisi bekel posisi permukaan kasar menghadap ke atas semua. Pemain yang bisa melewati tahap ini dinyatakan sudah menang dan berhak untuk istirahat sambil menonton teman-temannya yang belum bisa menyelesaikan permainan. Sumber Data permainan ini saya peroleh dari pengalaman orang tua. . terus permukaan halus menghadap ke atas semua.blogspot. dan dewasa 17 th keatas. F. C. E. Balik posisi biji bekel mengahadap ke atas semua.com/2010/08/permainan tradisional anak indonesia. balik seluruh posisi bekel bagian permukaan yang halus menghadap ke atas lalu ambil biji bekel seperti langkah ketiga. kemudian balik lagi semuanya menghadap kebawah semua.  Langkah ketiga . lalu ambil biji bekel seperti langkah sebelumnya.

laki-laki maupun perempuan E. kemampuan motorik. D. Apabila tangkapan tersebut gagal maka pihak lawan yang akan melanjutkan . Manfaat Gembira atau senang. F. pengolahan strategi meningkat. ketepatan dan juga akan meningkat. Peraturan Lapangan dan Peralatan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan bisa dialam terbuka . Tujuan Mengisi waktu luang. C. E. Sasaran Anak-anak. Tanggapan Masyarakat Masyarakat luas menanggapi permainan ini sangat positif karena dapat membuat orang dapat berkumpul kemudian bermain bersama dan dapat bersosialisasi antara anak yang satu dengan anak yang lain. Penentuan Kemenangan Permainan ini ditentukan menang kalahnya bila salah satu yang mendapatkan sawah/poin paling banyak maka sebagai pemenangnya. Cara jalannya permainan ini pertama koin ditaruh di atas tangan dengan telapak tangan menghadap kebawah kemudian dilemparkan keatas dan di tangkap. G.19 D. Pelaksanaan Permainan Permainan tradisional ini cara bermainnya cukup mudah yaitu seperti permainan ular tanggatetapi dengan bentuk lapangan persegi dan cara jalannya tidak menggunakan dadu melainkan menggunakan koin yang dilempar dan kemudian ditangkap. B. Latar Belakang Slentikan adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya. memupuk sportifitas. melatih jari-jari tangan. permainan ketangkasan dimana 2 pemain atau bisa lebih berlomba atau beradu cepat menyelentik daun secara bergantian sampai habis. Gambar Permainan 13) PERMAINAN SLENTIKAN A. mka dari itu akan mendapatkan sawah 1/ poin 1. maka jumlah tangkapan koin akan menentukan berapa langkah akan berjalan. setalah sampai di X dan Y kemudian kembali lagi ke A. Permainan ini dimulai dari A dan berjalan mengikuti anak panah tersebut. ketepatan mengarahkan sasaran dengan jari-jari tangan dan strategi.

begitu seterusnya bergantian dengan lawanya. yang intinya daun tersebut dalam satu tangkai daunya banyak.  Jalannya Permainan  Sebelum permainan dimulai. Sumber Sumber dari permainan slentikan ini adalah dari orang tua di desa kami yang bersifat turun temurun sampai sekarang. bersosialisasi. . D.  Lakukan begitu terus sampai dua kali menang. dikarenakan anak-anak bisa berkumpul bareng. meningkatkan kesegaran jasmani. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyakat mengenai permainan slentikan ini masyarakat menilainya sangat baik dan bermanfaat buat anak-anak.  Slentik daun tersebut sampai bagian pinggirnya habis.asem. diadakan humpimpa untuk menentukan siapa yang duluan menyentil atau menylentik daun tesebut. Sasaran Anak-anak dan dewasa E.albasia. Tujuan Mengisi waktu luang. di halaman sekolah. serta berusaha mencari lawan yang bersembunyi di kolong atau di balik pohon dan lainnya untuk di matikan dengan cara memenggil namanya. meningkatkan kerja sama serta kekompakan. daun yang digunakan biasanya daun pohon pete. 14) PERMAINAN BANCAKAN A. B. di lingkungan deket rumah yang banyak lorong untuk bersembunyi. bermain dengan gembira. C. Manfaat Mengisi waktu luang. Peraturan  Lapangan Lapangan atau tempat yang digunakan biasanya di pelataran rumah.daun turi dan masih banyak yang lainya. Latar Belakang Bancakan merupakan suatu permainan tradisional untuk menjaga daerah lingkaran yang berisi tumpukan genteng agar tidak dijatuhkan oleh pemain lawan. meningkatkan kesegaran jasmani.20  Peralatan Peralatan yang digunakan Cuma menggunakan daun. G. F.  Setelah daun lawan habis. maka anak tersebut menang dapat poin Satu. meningkatkan kerja sama serta kekompakan.

 Permainan akan diulang kembali apabila pemain yang jaga tidak bias mematikan pemain lawan secara terus-menerus. B.dan saya coba search di google ternyata ada.dan saya kemarin bertanya kepada salah seorang teman saya Chandra. apabila pemain itu sendiri merasa bosan maka permainan dihentikan dan juga apabila pemain yang kalah secara terus menerus maka pemain dihentikan. Sumber Sebenarnya saya terinspirasi setelah menonton Upin Ipin yang sedang bemain sepak bola kertas.dia pernah bekerja slama 2 .  Waktu permainan ini tidak ditentukan .yang ingin bermain bola tanpa memakai sepatu dan pergi kelapangan. Latar Belakang Permainan tradisional ini merupakan kreatifitas anak anak melayu yang ingin mengisi waktu luang dan bersenang senang bersama teman teman. dan pemain itu sudah tidak bias bermain lagi dan menunggu sampai permainan berikutnya. Pemain yang paling jauh melakukan lemparan atau jauh dari sasaran lingkaran itulah pemain yang harus menjaga lingkaran tersebut.21  Peralatan.  Jalannya permainan  Sebelum permainan dimulai setiap pemain memasukan pecahan genteng atau keramik ke suatu lingkaran dengan jarak yang telah desepakati.  Apabila pemain yang bersembunyi tertangkap maka cara mematikannya dengan cara memanggil namanya.  Apabila ada pemain yang bias lolos dan biasa merobohkan tumpukan genteng tersebut tanpa diketahui pemain yang jaga maka pemain yang sudah dimatikan biasa ikut bermain kembali.  Pemain yang menang terus saja berlari untuk bersembunyi.  Setelah itu pemain yang kalah menata pecahan genteng tersebut untuk dirapikan di tengah lingkaran dan mencari para pemain yang bersembunyi. dan saya coba mencari asal usulnya digoogle tapi tidak ketemu.  Pemain Bancakan biasanya dimainkan oleh putra maupun putrid dengan pengelompokan umur.tinggal bermain dimana saja misalnya di depan teras rumah atau dilantai asal tidak dijalan tol.saya yakin ini dari orang orang jaman dulu yaitu permainan tradisional orang melayu. 15) PERMAINAN SEPAKBOLA KERTAS A. Dalam permainan ini alat yang digunakan sangat mudah hanya menggunakan pecahan genteng atau kramik.

22

tahun di Malaysia ,dan dia sering melihat anak anak Selangor memainkan permainan sepak bola kertas.dan katanya mereka mengklaim permainan tersebut dari Selangor, Malaysia. C. Alat dan Fasilitas Kertas dan Area bermain. D. Pelaksanaan Permainan Dengan cara bergantian,pemain dengan umpan bola tanpa terkena lawan lanjut.  Jika bola masuk ke kolong kertas maka disebut hans ball.  Jika memberi umpan dilihat lebih dekat mana. Jika lebih deket pemain kita maka kita berhasil mengumpan,bgitu juga sbaliknya jika lebih dekat pemain lawan maka permainan diambil alih.  Jumlah pemain ada 22.  Jika bola keluar terjadi lemparan kedalam,dengan cara kertas di balik.  Begitu juga dengan bila bola meninggalkan lapangan sebelah gawang maka akan terjadi tendangan pojok.  Pelanggaran hanya hand ball,dan tak ada kartu merah dan kartu kuning.  Kiper boleh digerakkan tetapi tidak boleh digerak gerakkan untuk meng halau tembakan lawan.  Siapkan papan sepakbola kertas pada sebuah bidang datar. Boleh di atas meja, di atas lantai,di atas tanah atau karpet, tapi jangan di atas jalan tol.  Letakkan unit-unit pemain pada posisi sesuai kehendak. Satu unit bertindak sebagai kiper dan diletakkan pada salah satu kotak yang ada tepat di depan gawang.  Lakukan suit (boleh gaya tradisional gajah-orang-semut ataupun batugunting-kertas) untuk menentukan siapa yang memegang bola pada awal pertandingan.  Kick off dilakukan oleh pemain yang memegang bola.  Dribbling berarti unit bergerak sambil membawa bola. Sebelum dribbling, unit harus memindahkan bola ke arah pergerakannya. Memindahkan bola memakan satu langkah.  Gol terjadi jika pemain yang menendang memenangkan adu angka dengan kiper. E. Penentuan kemenangan Siapa yang bisa memasukan bola ke gawang terbanyak dia pemenangnya.

16) PERMAINAN TANGKAP LARI
A. Peserta Untuk peserta permainan disini bebas siapa saja boleh melakukan mulai dari anak-anak sampai orang dewasa ,laki laki maupun perempuan sedang untuk jumlah pemain minimal 9 dan maksimal tidak terbatas

23

B. Alat yang Digunakan Sebenarnya di permainan ini tidak menggunakan alat apa-apa mungkin hanya tanda untuk batas tempat berdiri. C. Pelaksanaan Permainan Pertama-tama semua peserta melakukan hompipah atau diundi untuk menentukan yang di jaga.setelah ada yang jadi,para pemain yang jadi pelari di bagi menjadi beberapa kelompok.untuk pembagian kelompok tergantung jumlah peserta,jika hanya sedikit bias di bagi menjadi 2-3 kelompok.cara bermain nya adalah setiap kelompok berbaris di tempat berdiri ke belakang.lalu pemain paling depan berdiri 1-2 langkah kebelakang agar bisa ditempati oleh peserta yang lain.peserta yang lari awal ada 2 dan harus dikejar oleh 2 orang yang jaga,untuk peserta aman harus masuk kedalam tempat berdiri,supaya tidak di tangkap,lalu jika ada pemain yg paling belakang harus lari begitu seterusnya. Permainan ini sebetulnya tidak ada yang menang dan kalah karena hanya untuk kesenangan tapi jika boleh disimpulkan pemain yang menang adalah yang sedikit jadi penjaga dan yang kalah adalah yang sering jaga.

17) PERMAINAN DIR - DIRAN
A. Latar Belakang Dir-diran H-A yang berarti bermain gundu atau kelereng. Nama H-A sendiri berasal dari model lapangannya yang terdapat huruf H dan A yang merupakan salah satu bagian dari bentuk lapangan. B. Peserta Jumlah peserta pada permainan ini minimal 2 orang sampai tak terhingga. Biasanya permainan ini tidak mengenal umur dan jenis kelamin. Baik tua, muda, laki-laki maupun perempuan bisa bermain di permainan ini. C. Alat Alat yang dibutuhkan antaralain gundu atau kelereng sebanyak peserta. Biasanya peserta membawa sendiri. Tempat untuk menyelenggarakan yang paling tepat adalah ditempat yang tanahnya rata. Bisa dibawah pohon atau di halaman rumah. Berikut ini adalah contoh gambar lapangannya. D. Pelaksanaan Mula-mula para pemain melakukan lemparan awal dengan sasaran garis yang berada diujung lapangan permainan yang berjarak kira-kira 5 meter. Pemain yang mempunyai jarak terdekat dengan garis berhak menjadi pemain pertama. Begitu juga dengan peserta selanjutnya. Jika lemparan melebihi garis maka kelereng harus ditaruh dihuruf H. Ini berlaku jika pelempar melebihi garis yang pertama. Jika ada yang melempar melebihi garis lagi maka diaruh pada huruf A. Jika ada lagi maka ditaruh di belakang huruf H. Begitu seterusnya. Lemparan harus melebihi huruf H. Jika tidak maka lemparan harus diulang. Jika lemparan mengenai kelereng dari peserta lain maka kedua pemain harus mengulang lemparan. Cara untuk mematikan peserta adalah dengan membidik

24

kelereng lawan sampai kena. Jika terkena maka kelereng tersebut menjadi milik pemain yang mengenai. Jika orang yang tadi terkena bidikan dari pemain lain maka dia harus membayar 2 kelereng sekaligus, yaitu kelerengnya dan pemain yang terkena tadi. E. Penentuan Kemenangan Pemenang dinyatakan menang jika berhasil mematikan peserta terbanyak dengan hasil kelereng terbanyak pada akhir permainan. F. Sumber Permainan ini bersumber dari pengalaman kecil saya dan cerita dari orangtua.

18) PERMAINAN ENDOK
A. Latar Belakang Permainan berasal dari daerah Sleman yang bertujuan untuk bersenangsenang serta mengembangkan keterampilan seorang anak. Sumber permainan berasal dari turun temurun di Desa serta masyarakat menganggap permainan ini mudah dimainkan dan hanya membutuhkan alat dan fasilitas yang sederhana. B. Alat dan Fasilitas  Batu ukuran sedang yang mudah digenggam anak jumlahnya 10-15 batu.  Halaman yang teduh. C. Peserta dan Pelaksanaan Permainan  Peserta yang mengikuti permainan ini berjumlah 10 anak dengan umur 812 tahun dan bisa dimainkan putra putri secara bersamaan ataupun disendirikan.  Dari jumlah peserta tersebut kemudian diundi 1 anak untuk menjadi penjaga telur (endok).  Setelah di dapat penjaga dan pengambil telur, masing-masing anak menempati tempat permainan sesuai aturan yang di tentukan yakni penjaga berada di dalam lingkaran menjaga telur dan yang lain berada di luar lingkaran sebagai pengambil telur.  Pengambil telur boleh saling bekerja sama untuk mengambil telur yang dijaga dan dalam mengambilnya boleh menggunakan tangan ataupun ditendang dengan kaki asalkan telur dari batu itu keluar dari lingkaran yang dijaga penjaga telur tadi.  Apabila saat pengambil telur tadi tersentuh (semua anggota badan) saat mengambil telur di dalam lingkaran maka pengambil telur itu dinyatakan mati dan harus giliran menjadi penjaga telur. Dari hal tersebut pengambil telur yang tersentuh tadi wajib mengembalikan semua telur yang telah didapatnya ke dalam lingkaran dan permainan dilanjutkan sampai telur habis.  Jika semua telur sudah di ambil permainan dilanjutkan untuk menyembunyikan telur yang telah didapat.

C. dalam permainan ini juga banyak dijumpai anak-anak berlari-lari dalam permainannya. permianan lain yang berbeda. . Alat dan Fasilitas Sementara alat yang digunakan untuk permainan ini hanya membutuhkan halaman yang luas.KUCINGAN A.25  Untuk penentuan pemenang yakni anak yang paling banyak mengumpulkan telur dan apabila ada anak yang tidak mendapatkan telur maka ia harus ikut mencari telur dengan penjaga tadi di tempat yang telah di tentukan sebelumnya. Latar Belakang Kucing-kucingan.  Dalam pencarian di berikan 2 pilihan yakni gembok atau kunci. adalah satu satu jenis permainan tradisional masyarakat Jawa yang juga sudah lama dikenal. karena membutuhkan kekuatan fisik untuk berlari. Itulah sebabnya. untuk gembok semua telur yang disembunyikan tidak akan di beri tahu dan kunci semua telur yang disembunyikan diberitahu dengan konsekuensi jika sampai batas waktu yang di tentukan tidak menemukan maka ia harus kembali menjadi penjaga telur dalam permainan selanjutnya. halaman kebun. nantinya dipakai untuk pemain jadi. masyarakat Jawa menamai permaianan ini dengan permainan kucing-kucingan. dan DI. Di halaman inilah. 19) PERMAINAN KUCING . di daerah lain juga kadang menamai sebuah permainan itu dengan nama kucing-kucingan. meliputi Jawa Tengah.5 meter. D. setidaknya pada tahun 1913 (menurut sebuah sumber pustaka Serat Karya Saraja). Selain itu. dan E hendak bermain kucing-kucingan. anak-anak mulai membuat garis silang tegak lurus dengan panjang garis masing-masing sekitar 2. Ada kalanya. keempat ujung garis dibuat lingkaran kecil dengan kaki yang melingkar. Kenapa lebih dikenal dengan nama permainan kucing-kucingan. Permainan ini juga sering disebut permainan Kus-Kusan atau Alih Lintang. Pelaksanaan Permainan  Misalkan ada lima pemain yakni A. atau lapangan. yang bunyinya‖ Dha mbuwang kucing gering‖. Peserta Permainan kucing-kucingan yang dimaksud di sini adalah sebuah permainan anak yang melibatkan 5 pemain (bisa laki-laki semua atau perempuan semua). C. Sementara tengah garis. Kemudian. B. Jawa Timur. B. bisa halaman rumah. Pada prinsipnya dalam permainan ini ada sebuah syair yang sering dilantunkan berirama secara bersama-sama oleh semua pemain. D. Lalu mereka menuju ke halaman tempat bermain. Biasanya yang bermain permainan ini adalah anak-anak yang berumur 8-12 tahun dari semua golongan masyarakat tanpa membedakan status sosial. Umumnya yang bermain permainan kucing-kucingan adalah anak lakilaki. Permainan ini menyebar di berbagai daerah di Jawa. Yogyakarta.

26 Setelah itu. berarti menjadi pemain dadi dan harus menempati tempat di tengah.  Pemain jadi tempatnya di tengah-tengah garis silang. . maka berubah menjadi pemain dadi. dan D. Sementara itu pemain mentas lainnya. yakni pemain A. C. ia dipegang bersama-sama oleh semua pemain mentas ke sebuah tempat (misalkan berjarak 20 meter dari tempat permainan). bisa saling berganti tempat dengan pemain di sebelah kiri atau kanannya. Jika seperti itu. menempati masing-masing lingkaran kecil di ujung garis. yakni ―Dha mbuwang kucing gering‖. Begitu seterusnya permainan ini berlangsung hingga mereka merasa bosan dan hendak berhenti atau bermain dolanan lainnya. maka ia dianggap sebagai pemain jadi. maka pemain B yang kemudian harus menjadi pemain dadi. Misalkan pemain A. E. Kemudian para pemain melakukan hompimpah dan sut. tetapi belum sempat menempati lingkaran baru. pemain B didahului pemain E. Setelah itu. Saat dibuang. B. dari tempat pembuangan ini. maka ia menjadi pemain dadi yang berhak dibuang. salah satu anak membuat garis silang tegak lurus dengan panjang masing-masing garis 2.  Jika pada tahap selanjutnya. sehingga pemain dadi segera menempati tempat lingkaran yang masih kosong. jenis dolanan kucing-kucingan ini juga sudah sangat jarang dimainkan oleh anak-anak zaman sekarang. Tetapi. bisa berganti tempat dengan pemain B atau C. saat pemain B menjadi pemain dadi dikungkung hingga 5 kali perpindahan antar pemain mentas. kadang-kadang saat mereka berpindah tempat dan belum sempat menempati tempat baru sudah kepergok pemain dadi. Tanggapan Masyarakat Sayangnya. misalkan pemain E. Begitu pula pemain lainnya. Setelah itu mereka saling berpindah tempat. Setelah selesai. Apabila mereka hendak berpindah tempat. maka caranya dengan melangkahkan satu kaki dilangkahkan ke luar dan tangan saling berjabat tangan. mereka berlomba-lomba berlari secepatcepatnya untuk mencari lingkaran yang masih kosong. semua pemain mentas menyanyikan sebuah syair yang terdiri dari sebuah kalimat. maka pemain mentas yang tidak mendapatkan tempat baru. Bagi pemain yang tidak mendapatkan tempat kosong. ujung-ujung garis dibuat lingkaran kecil dengan memakai tumit kaki yang dibuat melingkar.5 meter. Misalkan. Anak yang paling kalah. pemain A dan B sedang saling berpindah. Caranya. Syair itu dinyanyikan berulang kali hingga si pemain dadi sampai di tempat tujuan pembuangan. Biasanya perpindahan tempat ini menunggu pemain dadi terlena. Pemain mentas berhak saling berpindah tempat dengan temannya.

baik anak laki-laki maupun perempuan. Hitungan berhenti pada hitungan ke20 berikutnya.tembi. B. Sasaran Anak-anak dan remaja.mungkin permainan ini dapat dijumpai di daerah lain hanya namanya yang mungkin berbeda. G.blogspot. Latar Belakang Ori'an adalah permainan tradisional indonesia dari sumatra selatan tepatnya dari bumi sriwijaya. C. 20) PERMAINAN ORI’AN A. Tujuan Untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan kualitas kesegaran jasmani.Personil yang terkena hitungan yang ke-20 akan menjadi personil pertama yang mengejar (ngori‘).27 F. maka setelah hitungan ke-20. Pelaksanaan Permainan  Personil yang terkena hitungan yang ke-20 merupakan personil pertama kali yang harus mengejar teman – temannya (personal yang ngori‘).bersama dengan pengejar pertama akan ikut mengejar (ngori‘) teman – teman yang belum terkejar.  Sekelompok orang memulai permainan dengan membuat lingkaran tertutup dengan bergandengantangan.  Tidak ada istilah menang dan kalah dalam permainan ini.com . Sumber Permainan Tradisional Jawa. 2004. Peserta Dalam permainan ori‘an pesertanya minimal 20 orang dan selebihnya tidak terbatas. dan seterusnya kearah kanan personil hitungan pertama. Sehingga para pengejar akan semakin banyak dan bahu membahu mengejar teman-temannya yang belum terkejar.Permainan ini berakhir jika tidak ada lagi personil yang harus dikejar dan diburu. bersama .org/ensiklopedi/. dkk.  Jika kelompok bermain lebih dari 20 orang. Demikian seterusnya personil yang terkejar dan disentuh oleh pengejar akan ikut mengejar.Personil yang bisa dikejar dan disentuh oleh pengejar pertama. Sukirman Dharmamulya. ketiga. hitungan dilanjutkan lagi kehitungan pertama sehingga setiap personil turut kebagian dalam menghitung. Salah seorang personail mengambi linisiatif sebagai hitungan pertama. Yogyakarta: Kepel Press http://www. Sumber ahmadwijaya. Dilanjutkan dengan hitungan kedua. Alat yang Digunakan Tidak memerlukan alat tertentu F. D. E.

Lapangan Pada permainan betemplekan lapangan berbentuk lingkaran dengan diameter kurang lebih 4 meter G. Peserta Dalam permainan betemplekan pesertanya minimal 2anak jika lebih dapat dibagi menjadi dua kelompok. Tujuan Untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan keseimbangan. peserta yang berhasil mengeluarkan peserta lain dari lingkaran maka di anggap sebagai pemenang. B.  Permainan ini di mainkan oleh dua anak.kualitas kesegaran jasmani.mungkin permainan ini dapat dijumpai di daerah lain hanya namanya yang mungkin berbeda.siapa yang berhasil mengeluarkan lawan keluar lingkaran ialah pemenangnya. Peralatan Tidak diperlukan peralatan khusus.kedua anak tersebut saling beradu kekuatan dengan menggunakan lutut dimana lutut tersebut ditekuk. C. Manfaat Senang. meningkatkan kebugaran jasmani dan bersosialisasi . Permainan ini menggambarkan usaha dari kucing atau dalam bahasa bali disebut menguntuk menangkap sitikus atau bikul. Tujuan Untuk mengisi waktu luang C. E. Penentuan Kemenangan Peserta yang dapat mengeluarkan peserta lain dari lingkaran maka dinyatakan sebagai pemenang. B. Latar Belakang Meong-meongan merupakan permainan tradisional masyarakat bali yang umum dimainkan oleh anak-anak di bali. H. I. F. Sasaran Anak-anak dan remaja D. Sumber antaramataram. Latar Belakang Betemplekan adalah permainan tradisional indonesia dari nusa tenggara barat.28 21) PERMAINAN BETEMPLEKAN A.com 22) PERMAINAN MEONG – MEONGAN A. Pelaksanaan Permainan Setiap peserta engklek dan saling mengeluarkan peserta di dalam lingkaran dengan peserta lain.

Peserta Dalam permainan ini biasanya diikuti oleh lebih dari 8 orang atau lebih. Latar Belakang Ular Naga adalah satu permainan berkelompok yang biasa dimainkan anak-anak Jakarta di luar rumah di waktu sore dan malam hari.SD). Anak-anak yang membentuk lingkaran juga akan berusaha menghalangi meong masuk kedalam lingkaran. D. B. Peralatan Dalam permainan ini tidak menggunakan peralatan hanya menggunakan halaman atau tempat yang kosong F. Peraturan Permainan Pelaksanaan Permainan  Lapangan dan Peralatan . H. Pemainnya biasanya sekitar 5-10 orang.29 D. Penentuan kemenangan Dalam permainan ini tidak apa penentuan menang kalah. C. Sumber : balaibanjar.hanya untuk mencari kesenangan semata I. Pelaksanaan Permainan Peraturan dalam permainan ini adalah satu orang memerankan bikul (tikus) satu orang memerankan sebagai meong (kucing) dan yang lainnya bertugas melindungi bikul dari meong dengan cara membentuk lingkaran kemudian sibikul berada di dalam lingkaran sedangkan meong berada di luar lingkaran. Sasaran Anak – anak.com 23) PERMAINAN ULAR NAGA PANJANGNYA A. Tempat bermainnya di tanah lapang atau halaman rumah yang agak luas. Lebih menarik apabila dimainkan di bawah cahaya rembulan. bisa juga lebih. Meong akan berusaha masuk kedalam lingkaran dan berusaha menangkap bikul. Manfaat Dengan adanya kesenangan ini dapat mengurangi ketegangan . Tujuan Permainan Ular Naga Panjangnya ini bertujuan untuk melatih kemampuan gerak yang disertai dengan lagu agar memperoleh kesenangan dalam bermain dan memupuk sikap kerja sama serta rasa bersosialisasi. anak-anak umur 5-12 tahun (TK . Kalau di yogyakarta dan sekitarnya permainan ini di kenal dengan nama Incak-incak Alis (Ancak Ancak Alis) yang beda Cuma lagu dan dialognya kalau tata cara permainanya sama yang jelas kalau di yogyakarta menggunakan bahasa jawa. remaja putra – putrid E. Sasaran Anak-anak maupun orang dewasa E. G.

tanpa sepengetahuan teman teman yang lain kalau nanti orang yg terbelakang/ tertangkap ditanya 'pilih apel ato strawberry?'. si "induk" --dengan semua anggota barisan berderet di belakangnya-. atau paling besar. Hanya memerlukan lapangan dengan ukuran 10 x 10 m. karena salah satu daya tarik permainan ini adalah dalam dialog yang mereka lakukan. "Induk" dan "gerbang" biasanya dipilih dari anak-anak yang tangkas berbicara. anak-anak bubar dipanggil pulang orang tuanya karena sudah larut malam. A Strawberry. Sampai pada akhirnya. bermain sebagai "induk" dan berada paling depan dalam barisan. Kemudian dua anak lagi yang cukup besar bermain sebagai "gerbang". sebagai Ular Naga yang berjalan-jalan dan terutama mengitari "gerbang" yang berdiri di tengah-tengah halaman. Dengan terdengarnya nyanyi.30 Dalam bermain permainan Ular Naga Panjangnya ini tidak memerlukan lahan yang cukup luas. ditempatkan di belakang salah satu "gerbang". Ini bisa menggunakan lapangan terbuka. Kalo pilih strawbery brarti dia ikut A. kalau apel ya ikut B. . Perbantahan lagi. hingga "induk" akan kehabisan anak dan permainan selesai. dan berdasarkan pilihannya. si anak yang tertangkap disuruh memilih di antara dua pilihan. Sebelumya yang jaga atau yang menjadi gerbang misal si A dan si B. Barisan akan bergerak melingkar kian kemari.akan berdialog dan berbantah-bantahan dengan kedua "gerbang" perihal anak yang ditangkap. Dalam bermain tidak memerlukan peralatan.  Jalannya Permainan Anak-anak berbaris bergandeng pegang 'buntut'. lapangan rata. sebelum permainan dimulai mereka kompromi dulu mau pake pilihan apa. Pada saat terakhir. yakni anak yang berada di belakang berbaris sambil memegang ujung baju atau pinggang anak yang di mukanya. si B Apel. sambil menyanyikan lagu. sehingga anak-anak ini saling tertawa.buahan. Permainan akan dimulai kembali. dan juga bisa dilakukan di dalam ruangan.  Pemain Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki – laki maupun anak permempuan. Seringkali perbantahan ini berlangsung seru dan lucu. Atau. Pada saat-saat tertentu sesuai dengan lagu. misal buah . Seorang anak yang lebih besar. Setelah itu. seorang anak yang berjalan paling belakang akan 'ditangkap' oleh "gerbang". dengan berdiri berhadapan dan saling berpegangan tangan di atas kepala. Ular Naga kembali bergerak dan menerobos gerbang. permainnya rata – rata berjumlah 5 sampai dengan 10 orang dalam tiap kelompoknya. Demikian berlangsung terus. Ular Naga akan berjalan melewati "gerbang". ketika lagu habis. dan lalu ada lagi seorang anak yang ditangkap.

B.MAKAH A. yakni pada saat barisan bergerak melingkar atau menjalar. F. D. tapi dalam permainan ini inti permainan ini adalah kedua regu berlomba-lomba dapat mencapai titik sasaran atau yang disebut makkah.  Pada kali yang terakhir menerobos "gerbang".kosong" berkali-kali hingga seluruh barisan lewat. Sumber Keterangan mengenai permainan Ular Naga Panjangnya ini diperoleh melalui informasi di internet dan juga melalui cerita dari kakek nenek dan orang tua. 24) PERMAINAN MAKAH . Latar Belakang Permainan ini berasal dari Nangroe Aceh Darusalam mengemban pesanpesan moral dan nilai-nilai budaya. C. itu yang dicari Kini dianya yang terbelakang  Kemudian. Pelaksanaan Permainan  Kedua regu saling berhadap-hadapan pada suatu garis lurus secara berurutan atau sejajar.isi" berkali-kali.31  Lagu ini dinyanyikan oleh semua pemain. permainan ini biasanya dilakukan anak 9-13 tahun atau lebih.  Kedua regu menghadap ke titik sasaran atau Makkah. Letak Makkah berada di tengah-tengah atau di antara kedua regu. termasuk si "gerbang". Peserta Permainan ini dilakukan oleh dua regu. Ular naga panjangnya bukan kepalang Menjalar-jalar selalu kian kemari Umpan yang lezat. sambil menerobos "gerbang".  Masing-masing regu bertanding untuk dapat sampai terlebih dulu ke titik sasaran atau Makkah. .peserta nya paling sedikit 4 orang. Alat yang Digunakan Alat yang digunakan sangat mudah. hingga akhir barisan dan anak yang terakhir di buntut ular ditangkap ("gerbang" menutup dan melingkari anak terakhir dengan tangan-tangan mereka yang masih berkait). Yang sangat bermanfaat. barisan mengucap "kosong kosong . Dan bias dimainkan oleh laki-laki maupun perempuan.yaitu sebiji batu atau benda lain yang berukuran kecil yang mudah disembunyikan dalam genggaman tangan. Jarak antara regu yang satu dengan regu yang lain adalah sekitar 2 (dua) meter. dan mulai lagi menjalar dan menyanyikan lagu di atas. Nama permainan tradisional makah-makah merujuk pada ―makkah‖ aatau ―mekah‖ yang dapat diartikan menjadi kiblat. barisan mengucap "isi isi . Demikian berlaku dua atau tiga kali.

 Apabila regu kedua tidak betul atau salah dalam menerka di mana keberadaan batu yang dimiliki oleh regu pertama. regu pertama akan semakin mendekati titik sasaran atau Makkah.  Tebakan yang dilakukan oleh kedua regu secara bergantian ini dilakukan dengan terus-menerus hingga salah satu regu dapat mencapai titik sasaran atau Makkah. . bersikap seolah-olah sedang menggenggam batu dengan menyembunyikan kedua tangan ke belakang punggung. Permainan Makah-Makah bisa dilakukan di tanah lapang atau di pekarangan rumah dengan lahan yang agak luas karena melibatkan cukup banyak peserta. baik yang benar-benar diberi batu oleh ketua regu atau yang pura-pura diberi batu untuk mengecoh regu lawan. F. Regu yang pertama kali sampai ke titik sasaran ditetapkan sebagai pemenang permainan ini E. Hal yang sama juga dilakukan oleh ketua regu kedua.  Setelah batu yang asli disembunyikan oleh salah satu anggota regu sementara anggota regu yang lain seolah-olah juga memegang batu dengan berpura-pura menyembunyikan kedua tangan ke belakang punggung.32  Tugas ketua regu pertama adalah mengawasi atau menempatkan batu yang diberikan kepada salah satu anggota regunya. Penentuan Kemenangan Regu yang pertama kali sampai ke titik sasaran ditetapkan sebagai pemenang permainan ini. Hal ini dilakukan secara bergantian dan berlaku juga untuk regu kedua. yaitu dengan seolah-olah memberikan batu kepada semua anggota regu yang dipimpinnya meskipun sebenarnya yang benar-benar diberi batu oleh ketua regu hanya satu orang. maka regu pertama diperbolehkan untuk maju selangkah ke depan. maka tugas ketua regu kedua adalah menebak di mana batu yang dimiliki oleh regu pertama. Waktu dan Tempat Permainan Makah-Makah biasanya dilakukan oleh anak-anak di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan sekitarnya pada waktu sore hari atau pada saatsaat senggang. Dengan demikian. Begitu pula sebaliknya  Saling menebak itu dilakukan secara bergantian. maka masingmasing ketua regu harus mempunyai strategi.  Setiap anggota kedua regu. Pemberian batu oleh ketua regu pertama dilakukan dengan rahasia atau tidak boleh sampai diketahui oleh regu kedua.  Supaya pemberian batu tidak diketahui oleh regu lawan. Cara masing-masing ketua regu menebak di mana keberadaan batu milik regu lawan adalah dengan menunjuk salah satu anggota regu lawan yang dianggapnya memegang batu tersebut.

C.  Masing masing pasangan tidak boleh mengotori jalur pasangan lain dengan kerikil atau benda berbahaya lainnya. Sumber Permainan tradisional merupakan simbolisasi dari pengetahuan yang turun-temurun dan mempunyai fungsi atau pesan di baliknya. H.Hanya menggunakan tangan dan kaki kita saja. garu itu sendiri adalah proses membajak sawah menggunakan hewan. Sasaran Anak anak dan remaja. Peralatan Tidak diperlukan peralatan khusus.  Pada hitungan ketiga setiap pasangan harus mulai berjalan. Persiapan Permainan ini dilakukan oleh sekelompok anak asalkan mempunyai pasangan dan jumlahnya tak terbatas. memperoleh keterampilan.com 25) PERMAINAN GARU . Peserta Dalam permainan ini peserta yang dibutuhkan minimal 2 orang dan selebihnya tidak terbatas baik laki-laki maupun anak perempuan. F.Namun umumnya dilakukan oleh anak laki-laki. Peraturan Permainan  Setiap pasangan berdiri pada tempat yang sudah ditentukan dan salah satu dari setiap pasangan berdiri menggunakan tangan dan kakinya dipegang oleh pasangannya.melayuonline. Tujuan Permainan ini bertujuan untuk mengisi waktu luang anak-anak dan meningkatkan kekuatan otot tangan. D.GARU A. dan melatih kesopanan dan ketangkasan.  Setelah sampai diujung yang ditentukan. Tanggapan Masyarakat Permainan tradisional merupakan hasil budaya yang besar nilainya bagi anak-anak dalam rangka berfantasi. bisa menggunakan sapi maupun kerbau.  Tidak boleh menabrak pasangan lain.selain itu dibutuhkan tanah yang lapang dan permukaannya rata dan aman. . www. Latar Belakang Garu-garuan adalah permainan tradisional Indonesia yang berasal dari Lampung.33 G. G. B. peserta harus melakukan pergantian posisi dengan pasangan masing-masing. berkreasi. berolahraga yang sekaligus berfungsi sebagai sarana latihan untuk hidup bermasyarakat.Maka dalam permainan ini tidak ada kedua hewan tersebut dan diganti dengan manusia. E.

setelah sampai diujung maka setiap pasangan mengganti posisi dan kembali berjalan ketempat semula. Sasaran Anak-anak dan remaja. Layar. Slimut.  Pemain  Krubungan bisa dimainkan oleh putra maupun putri. J. Peraturan Permainan  Lapangan dan Peralatan  Lapangan Tempat bermain bisa di alam terbuka maupun tertutup akan tetapi lebih baik dilantai yang bersih. Sumber Opu Lis\orang lampung{Waykana} 26) PERMAINAN KRUBUNGAN A. Latar Belakang Krubungan adalah permainan yang sering dilakukan oleh anak-anak setiap sore jam 5 (lima) untunk menunggu mulainya shalat maghrib (berjama‘ah) dan mengaji. biasanya setelah terdengar suara adzan maghrib permainan dihentikan terus dilanjutkan shalat berjama‘ah dan mengaji. H. sikap kebersamaan dan kekeluargaan. melatih daya pikir otak.Setelah hitungan ketiga maka setiap pasangan tadi mesti berjalan bahkan boleh berlari asalkan tangannya kuat. Jarit. Tanggapan masyarakat Pada umumnya masyarakat merasa tidak keberatan anaknya melakukan parmainan ini namun ada beberapa orangtua yang tidak menyukai anaknya bermain ini dengan berbagai alasan yang mereka punyai. I. E. B. C. menurunkan emosional dan bersosialisasi.  Peralatan Alat untuk merubungi atau untuk menutupi bisa menggunakan: Terpal. melatih kejujuran.34  Peserta yang terlebih dahulu kembali ke garis awal adalah pemenang. D. jumlah orang atau pemain menyesuaikan besarnya pengrubung . Manfaat Gembira. Seprai. panca indra peraba meningkat. Tujuan Bermain. mengisi waktu luang. Siapa yang paling cepat sampai ditempat semula maka pasangan itulah pemenangnya. Pelaksanaan Permainan Setiap pasangan menentukan siapa yang terlebih dahulu menjadi kerbaunya dan harus berjalan dengan tangan dan kaki yang menjadi kerbau tadi dipegangi pasangannya.

bermain dengan gembira.  Setelah semua pemain sudah masuk kedalam krubungan (penutup) sipenuggu membuka matanya dan mendekati krubungan lalu meraba pemain yg ada di dalam krubungan (penutup) dan mencoba menebak namanya. bersosialisasi. melatih panca .  Begitulah seterusnya permainan dilakukan sampai saatnya terdengar bunyi adzan.  Jalannya Permainan  Sebelum permainan dimulai. sipenunggu boleh menebak semua pemain sampai ketebak semua.35 (penutup).  Selanjutnya pemain yang tidak menjadi penunggu masuk dalam pengkrubung (penutup). dan orang yang dapat ditebak oleh penunggu keluar dari tempat pengkrubung. Nyanyianya yaitu: sing siripit tulang bawang sapa sing kejepit tunggu lubang  Sebelum mulai permainan penunggu lobang terlebih dahulu mengenali bentuk fisik atau apa saja dari pemain yang dikerubungi (dititupi) agar penunggu dapat menebak orang yang diraba. untuk menghindari hal-hal negatif. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyakat mengenai permainan krubungan ini masyarakat menilainya sangat baik dan bermanfaat buat anak-anak. diadakan nyanyian ―sing siripit‖ untuk menentukan siapa yang akan menjadi penunggu lobang. dikarenakan anak-anak bisa berkumpul bareng. dengan mengelompokan jenis klamin laki-laki dan perempuan. F.  Masing-masing kelompok laki-laki dan prerempuan dipisah.  Apabila sipenunggu berhasil meraba salah satu pemain dan dapat menebak siapa nama orang itu maka penunggu berhasil. jadi laki-laki main sendiri dan perempuan sendiri.  Setelah selesai mengenali bentuk fisik lalu sipenunggu mengejamkan matanya sebentar sampai pemain dikerubungi (ditutupi) selesai.  Seandainya sipenunggu cuma bisa menebak satu pemain lalu menyerah berarti pemain yang ketebak tadi berganti menjadi penunggu dan apabila yang tertebak lebih dari 1 (satu) orang misal 4 (empat) orang maka empat orang tersebut melanjutkan nyayian ―sing siripit‖.

36

indra, melatih daya pikir otak, melatih kejujuran, mempererat silaturahmi, dan menjalankan shalat jama‘ah bersama dan mengaji. G. Sumber Sumber informasi penulis dalam menuliskan permainan tradisional krubungan yaitu dengan cara tanya jawab terhadap masyarakat Desa Pesuningan, Prembun, Kebumen. Sumber Informasi antaralain: Salamah Beliau adalah nenek saya, beliau telah memberi informasi tentang permainan krubungan. Juwariyah Beliau adalah ibu saya, beliau telah memperjelas informasi tentang permainan krubungan yang selama ini saya mainkan.

27) PERMAINAN KRIKILAN
A. Latar Belakang Permainan ini sudah ada di daerah saya tingggsl. Biasanya dimainkan oleh anak-anak dan remaja. Bentuk permainan berupa permainan yang menggunakan kerikil-kerikil kecil, siapa yang bias mendapatkan paling banyak kerikil berarti dialah yang menjadi pemenangnya. Dengan cara dua jari telunjuk dan jarimanis membentuk huruf yang menyerupai huruf ―A‖ melewati kerikil tersebut dan jangan sampai jari tersebut menempel salah satu kerikil tersebut. Permainan ini dilakukan hanya untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan konsentrasi. Serta dapat meningkaatkan pergaulan antar teman dan melatih kejujuran. B. Pemain  Sasaran : anak-anak SD dan remaja  Sek : Laki-laki dan perempuan  Jumlah pemain : 2 orang C. Alat, tempat dan Waktu  Alat : kerikil  Tempat : halaman rumah, teras rumah  Waktu : dimainkan kapan saja saat anak-anak pada waktunya bermain. D. Pelaksanaan Permainan  Sebelum pertandingan dimulai, biasanya melakukan undian untuk siapa yang pertama untuk menjalankan permainan.  Dengan cara kerikil dipegang dengan kedua tangan membuka ke atas kerikil tersebut diangkat kira-kira 4 cm dari atas tanah atau lantai. Kemudian kerikil dijatuhkan.  Kerikil tersebut pastinya berserakan dengan jalan melewati kerikil satu persatu dengan ujung jari telunjuk dan jari manis menempel lantai, harus meleti kerikil tersebut dan jangan sampai menempel kerikil yang lain.  Jika salah satu jari menempel kerikil maka permaian berhenti dan pemain yang satunya lagi yang bermain. Dengan cara seperti di awal, begitu seteeerusnya sampai kerikil tersebut habis.

37

E. Penentuan Kemenangan Pemain dikatakan sebagai pemenan jika paling banyak mendapatkan kerikil F. Tanggapan masyarakat Permainan ini sekarang sudah jarang dimainkan oleh anak-anak jaman sekarang, bahkan sudah tak ada lagi yang memainkannya lagi. G. Sumber Pengalaman saat masih kecil, dari masyarakat setempat di daerah saya tinggal.

28)

PERMAINAN TRI LEGENDRI NOGOSARI

A. Latar Belakang Sejarah permainan ini dimainkan sederhana dan sering dilakukan oleh anak-anak di zaman dahulu, paling tidak sebelum tahun-tahun 1980-an, ketika televisi belum mewabah. Ketika itu andalan permainan anak-anak adalah dolanan berkelompok dengan memanfaatkan benda-benda di sekitar lingkungan, seperti batang kayu, daun, batu, kerikil, kreweng, biji buah, dan sebagainya. B. Peserta Permainan ini biasanya dimainkan oleh sekelompok anak-anak, remaja dan dewasa. Pada umumnya mereka memainkan permainan ini semata-mata hanya untuk menciptakan unsur kegembiraan. Dolanan ini biasanya dimainkan oleh anak-anak kecil di halaman luas di sekitar rumah atau di sekitar lapangan. Anak-anak yang bermain biasanya berumur sekitar 7—14 tahun dan yang sering bermain adalah anak laki-laki, karena mengandalkan kekuatan fisik untuk berlari. Namun kadang juga dimainkan oleh anak perempuan atau campuran. C. Alat yang Digunakan Anak-anak yang hendak bermain dhoktri biasanya berkumpul dulu di suatu tempat (halaman, pekarangan, kebun, atau lapangan). Setelah berkumpul, mereka mencari pecahan genting atau gerabah (disebut kreweng atau wingka) Selain itu mereka juga harus mencari sebuah batu agak besar yang berfungsi sebagai kodhok (penentu pemain yang kalah). Setelah mendapatkan alat bermain, biasanya mereka membuat lingkaran (bisa juga berbentuk bujur sangkar) di tanah atau di lantai, dengan kapur, kreweng, atau kayu. Diusahakan jumlah kotak pada bujur sangkar atau lingkaran sesuai dengan pemain. Karena jumlah pemain 8 anak, maka bujur sangkar atau lingkaran dibuat 8 kotak (ruang). D. Pelaksanaan Permainan  Kita harus menyiapkan kreweng/ pecahan genting bulat sebanyak 4 dan batu 1 buah.  Tiap anak memegang kreweng satu-satu.  Kemudian menyanyikan lagu gotri nagasari dengan batu dan kreweng dipindah di depan temannya sesuai dengan lingkaran yang dibuat kea rah temannya sebelah kanan sambil menyanyikan lagu tri logendri nagasari sampai lagunya selesai.

38

 Jika lagunya sudah selesai dinyanyikan, anak yang didepan mendapat batu,anak itulah yang menjadi kataknya.  Anak yang menjadi katak harus menunggu kataknya, dan temantemannya yang lain bersembunyi. Setelah temannya yang bersembunyi ketemu, lalu memanggil nama temannya sambil memegang / menginjak batu tersebut.  Jika sudah ketemu semua kemudian bermain lagi, kalau belum ketemu semua yang jadi katak harus mau menunggu/ mencari sampai si anak tersebut ketemu atau menyerahkan diri.  Permainan ini kemudian diulang-ulang terus hingga si anak mulai bosan.  Lagu yang dinyanyikan dalam permainan ini: Tri logendri nagasari ri Tiwul iwal iwul jenang katul..tul Dolan awan-awan ndelok manten ..ten Titenano mbesok gedhe dadi opo..po Podho mbako enak mbako sedheng dheng Dhengkol ela-elo dadi kodok… E. Penentuan Kemenangan Dalam permainan ini anak yang dikatakan menang/ kalah, ditentukan oleh factor keberuntungan masing-masing anak. Seorang anak dikatakan kalah apabila tidak beruntung dalam artian si anak akan mendapatkan katak secara terus-menerus. Dan anak dikatakan menang apabila mereka lolos tanpa mendapatkan katak. F. Sumber Suwandi Sumber: Buku ―Permainan Tradisional Jawa‖, Sukirman Dharmamulya, dkk, Kepel Press, 2004 dan pengalaman pribadi

29) PERMAINAN MAIN SISIK
A. Latar Belakang Anak-anak perempuan di Sibolga, Tapanuli Tengah mengenal permainan ini dengan nama main sisik. Menyisik dalam dialek itu berarti menyatakan batu (sesuatu) secara perlahan-lahan. Memang dalam permainan ini kegiatan yang menjatuhkan batu secara perlahan-lahan dan tersembunyi merupakan inti permainan dan yang selanjutnya harus diterka pada siapa batu itu berada. Permainan Main Sisik berasal dari daerah Sumatera Utara. Namun para informan dan orang tua yang ditanyai soal asal usul permainan ini tidak dapat memastikan apakah permainan Sisik ini berasal dari daerah mereka atau datang dari luar. Yang dapat mereka kemukakan hanyalah, bahwa mereka sudah mengenalnya sejak lama, mungkin sampai tujuh puluh tahun atau lebih. Hal ini terbukti dari pengalaman mereka sendiri yang sudah melihat permainan ini sejak mereka lagi kecil, dan mereka sekarang sudah tua-tua.

karena cara menjatuhkan tadi dilakukan dengan penuh siasat dan kesamaran untuk mengelabuhi lawan. dan iytu akan dilangkahi atau di lompati oleh lawan satu persatu. Anak-anak yang berumur lebih biasanya tidak menyukai permainan ini karena mereka menganggap permainan ini terlalu ringan. dan satu orang dari m. Tahap kedua dari permainan ini adalah berupa perbuatan melangkahi kaki-kaki yang dilunjurkan kedepan oleh kelompok lawan.  Tahap Permainan Pada tahap ini kelompok penemak akan mengunjurkan (menjulurkan) kakinya masing-masing ke depan. Peserta Pelaksanan permainan Main Sisik memerlukan 10 orang peserta. Tetapi kalau tebakan tadi salah permainan diteruskan ke tahap berikutnya. Kalau terjadi kesalahan akan terjadi pergantian pemain.asing-masing kelompok bertindak sebagai ketua kelompok. D. Yang menang sut akan menjadi pihak yang membunyikan batu. Alat dan Fasilitas Peralatan yang dibutuhkan dalam permainan ini hanyalah sebuah batu kecil yang dijadikan alat tebakan. dan yang kalah akan menjadi penebak. penebak menjadi yang menyembunyikan batu. dan kaki mereka dilunjurkan ke muka secara sejajar. maka terjadi pertukaran pemain. Anggota kelompok . sedang ketua kelompok berdiri dan melakukan sut. Penebakan itu tidak begitu mudah dilakukan. Mereka duduk dengan jarak tertentu. Sebaliknya anak-anak dibawah 6 tahun belum diajak serta. Permainan biasanya hanya dimainkan oleh anak perempuan saja. Dalam hal ini tisdak boleh terjadi kesalahan. karena bagi anak laki-laki permainan ini kurang aktif atau kurang gerak. maka permainan di lanjutkan.39 B. Tugas kelompok penebak adalah menerka siapa yang menyimpan batu itu. Pelaksanaan Permainan  Persiapan Sepuluh orang peserta dalam permainan ini di bagi menjadi dua kelompok yang masing-masing terdiri atas lima orang. karena dianggap belum mampu melakukan permainin ini. Kalau kelompok penebak berhasil menerka. Pelaku permainan berumur antara 6 sampai 10 tahun. kalau berhasil dilangkahi dengan baik. Jumlah ini di bagi menjadi dua kelompok yang masing-masing 5 orang. berupa tersinggungnya kaki tersebut pada saat dilangkahi atau di lompati.  Aturan Permainan Kelompok yang menang menadahkan tangannya masing-masing kebelakang untuk menampung batu yang akan dijatuhkan pelan-pelan oleh ketua kelompok. dan kelompok yang menyembunyikan batu tadi menjadi penebak. agar mungkin lebih sulit dilangkahi. C. Kedua kelompok duduk berhadap-hadapan. Alat lainnya tidak diperlukan.

Kebanyakan mereka menganggap permainan seperti ini tidak ada gunanya dan hanya membuang waktu saja. Sumber Suwondo. Mereka cenderung untuk menyuruh anak-anak agar melakukan tugas-tugas yang bermanfaat di rumah. para anggota masyarakat memberikan tanggapan yang positif terhadap permainan ini. Di masa sekarang ini hal yang demikian sudah jarang dapat dilihat. Jadi pada tahap pertama dapat menebak keberadaan batu. . namun yang dilompati lebih sulit. dll. yang melompati melakukan lompatan secara bergantian. Jakarta. menjaga adiknya. Seluruh anggota pelompat harus melompatinya secara bergantian.40 E. Bambang. Kaki yang dilunjurkan masih bertindih dan diatas masih ditambahi dengan dua tangan dengan jari terentang. Kelompok yang berhasil ini dinyatakan menang. Bahkan mereka juga turut bersorak bergembira melihat anak-anak yanmg sedang melakukan permainan. Permainan Anak-anak Daerah Sumatera Utara. Pada tahap kedua dapat melompat dan demikianlah seterusnya. 1984. F.  Jika terjadi kegagalan dalam menyelesaikan tahap-tahap itu. Berbeda dengan masa lampau. lompatan secara berganti-ganti juga dilakukan oleh seluruh anggota kelompok pelompat. karena kaki yang dilunjurkan itu sekarang diletakkan yang satu di atas yang lain. Mungkin para orang tua juga para anggota masyarakat sudah berubah pula pandangan mereka terhadap permainan ini. Pada setiap terjadi kegagalan langsung diadakan pergantian kelompok yang bermain. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat terhadap permainan ini pada masa sekarang boleh dikatakan juga turut mundur. Tahap ketiga juga berupa lompatan. Wujud dari kepositifan itu adalah berupa dorongan dan kehadiran mereka dalam menyaksikan permainan kalau anak-anak sedang memainkannya.  Tahap keempat tetap berupa lompatan dengan tingkat kesulitan yang lebih sulit. Penentuan Kemenangan Ketentuan kalah menang adalah demikian :  Jika sebuah kelompok dengan seluruh anggotanya berhasil melalui tahap-tahap tadi dengan baik. seperti belajar. Waktu dan Tempat Permainan ini biasanya dilakukan di teras rumah atau di bawah pohon yang rindang (tempat yang teduh). Hal ini terlihat dari kurang pedulinya mereka terhadap permainan ini. H. mungkin disebabkan oleh rasa simpatik mereka terhadap yang menang atau karena sebab lainnya. G. maka kelompok itu belum dapat dinyatakan menang. Permainan ini juga dilakukan pada siang dan sore hari setelah mereka melakukan aktivitas yang lain.

Alat permainan ini nantinya ada yang digunakan sebagai gacu dan ada yang dijadikan sebagai taruhan. hanya laki-laki dewasa sajalah yang boleh memainkannya. Di dalam arena permainan ciko guru akan dibuat sebuah bujur sangkar dengan sisinya kira-kira 60 cm. ada sebuah permainan tradisional yang bernama ciko guru. yaitu permainan melempar dan mencukil 10 buah batu atau buah gelici dalam jarak tertentu hingga seluruhnya masuk ke dalam lubang. D. Anak-anak tidak boleh bermain karena dikhawatirkan anak menimbulkan kegaduhan. Ciko guru dapat diartikan ―menunjuk‖ karena dalam permainan ini orang baru boleh bermain setelah ditunjuk oleh lawan mainnya. Maka dari itu. perempuan. Tahap pertama. B.41 30) PERMAINAN CIKO GURU A. E. muda maupun anak-anak. pemain harus melempar gacunya dari tepi lubang ke arah . Tepat di tengah-tengah bujur sangkar ada sebuah lubang dengan diameter sekitar 5 cm. Tempat Permainan Permainan ciko guru dapat dilakukan di mana saja. Sementara kaum perempuan pada waktu itu biasanya akan membantu menyiapkan hidangan di rumah orang yang ditimpa musibah tersebut. Namun saat ini ciko guru dapat dimainkan oleh siapa saja baik lelaki. di halaman rumah adat. Latar Belakang Maluku adalah salah satu provinsi yang ada di Indonesia. C. di halaman rumah. tua. Dahulu permainan ini hanya dilakukan pada malam hari di halaman rumah orang yang baru meninggal. Kemudian. buah gelici atau kelerang. ataupun di lapangan. jika lebih dari itu maka pemain lain akan membentuk kelompok sendiri dengan membuat arena bermain yang boleh berdekatan dengan kelompok lain. Sekitar 30 cm di depan tonggak akan dibuat garis sebagai batas sah atau tidaknya lemparan pemain. Dahulu permainan ini hanya diperuntukan bagi kaum lelaki dewasa saja. Peralatan Permainan Peralatan dalam permainan ciko guru hanyalah batu kerikil. dipasanglah sebuah tonggak bambu atau kayu sekitar 17 cm yang nantinya akan ditanam dengan kedalaman 2 cm (hanya menyisakan 15 cm di atas permukaan tanah). khususnya di kalangan orang Jailolo dan Sahu yang berada di Maluku Utara. Permainan ciko guru kadang-kadang disebut juga dengan ―main batu membayar kenari‖ karena bagi yang kalah harus membayar sejumlah kenari atau langsat atau kelereng sesuai dengan kesepakatan antarpemain sebelum permainan dimulai. Di sana. Asal usul permainan ciko guru di kalangan orang Jailolo maupun Sahu sudah tidak dapat diketahui lagi. Namun. Peraturan Permainan Aturan dan proses permainan ciko guru dapat dibagi menjadi dua tahap. Pemain Permainan ciko guru dapat dimainkan oleh maksimal 4 orang. Jarak antara tonggak dan bujur sangkar sekitar 12 meter.

dengan aturan sebagai berikut: (1) pemain akan menunjukkan batu-batu yang dimilikinya pada lawan mainnya. Sementara itu. (3) bila batu pertama berhasil masuk lubang. maka dianggap tidak sah. dan (4) pemain yang gacunya paling dekat dengan tonggak akan mendapat kesempatan pertama untuk melempar pada tahap berikutnya. Dan. dan lawan tersebut akan menunjuk 1 buah batu yang nantinya akan digunakan sebagai batu pertama sewaktu dimasukkan ke dalam lubang. (pepeng) G.42 tombak yang jaraknya sekitar 12 meter. Pada tahap kedua lemparan tidak dilakukan di pinggir lubang. Nilai Budaya Nilai yang terkandung dalam permainan yang disebut sebagai ciko guru ini adalah kerja keras dan sportivitas. Permainan Rakyat Maluku. maka dialah pemenangnya. proses permainannya. nilai sportivitas tercermin tidak hanya dari sikap para pemain yang tidak berbuat curang saat berlangsungnya permainan. setelah membuat lubang dan memasang tonggak adalah menentukan jumlah taruhan untuk satu kali permainan. dengan syarat salah satu tangan harus menapak pada garis batas bujur sangkar. (3) bila gacu yang dilempar mengenai gacu lawan. Sumber Suradi Hp. barulah kemudian penentuan nomor urut pemain dengan jalan suten atau undi. gacu mengenai kenari atau gelici hingga ada yang keluar dari lubang. maka pemain berhak mengambil semua kenari yang berada di dalam lubang dan permainan diulang seperti semula lagi. dan (4) penentuan kalah menang dalam permainan ini adalah bagi siapa yang dapat memasukkan gacu paling banyak. Ambon: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan . melainkan di sisi luar garis bujur sangkar yang jaraknya sekitar 60 cm dari lubang. (2) cara memasukkan batu pada tahap kedua ini adalah dengan menjentikkan batu menggunakan kuku ibu jari atau jari kelingking. 1981. maka lawan tersebut harus kembali melempar. maka pemain itu dapat menentukan sendiri batu mana lagi yang akan digunakannya. maka pemain harus kembali melempar. Aturan-aturan yang terdapat dalam tahap pertama ini adalah: (1) pemain harus melempar gacu melewati garis batas di depan tonggak agar dapat mengikuti tahap berikutnya. Selanjutnya permainan akan dimulai dengan urutan seperti aturan-aturan yang telah dijelaskan di atas. dan untuk menjentik gacu agar masuk ke lubang dan memperoleh nilai. Setelah taruhan disepakati. tetapi juga mau menerima kekalahan dengan lapang dada. dkk. (2) apabila pada waktu melempar itu gacunya tidak melewati garis batas di depan tonggak. F. dan bagi pemain yang memperoleh buah kenari atau gelici yang terbanyak maka ia dinyatakan sebagai pemenangnya. (4) bila batu yang dijentikkan tersebut mengenai batu lain dan keduanya masuk lubang secara berurutan maka dinyatakan sah dan mendapatkan dua nilai. Namun apabila kedua batu tersebut masuk ke lubang secara bersamaan. Nilai kerja keras tercermin dari semangat pemain yang berusaha agar lemparannya dapat sedekat mungkin dengan tonggak.

 Pemain kedua menegaskan bahwa dirinya sudah yakin atau siap dengan mengucap kata ―Berani‖ jika memang sudah siap. Pemain  Sasaran : 1) anak-anak usia SD. Tujuan Tujuan permainan ini untuk mengisi waktu luang dan melatih kecermatan yaitu pada saat menyentil karet untuk di dekatkan pada karet lawan. Manfaat Permainan ini adalah dapat meningkatkan pergaulan antar teman . Pada saat istirahat sekolah anak-anak jajan nasi bungkus yang tali ikatnya menggunakan karet. sore hari. dll  Waktu : siang hari setelah anak-anak pulang sekolah. Sarana. B.  Pemain kedua melakukan lentingan dengan satu jari telunjukkaretnya yang berada di tanah hingga karet tersebut berada di jarak satu kilan ( jengkal ) .  Jika belum berani maka pemain kedua boleh memindah keretnya supaya lebih dekat lagi dengan karet pemain pertama. F.  Pemain pertama menjatuhkan satu karetnya di tanah. . dan pagi hari ketika hari libur sekolah. kedua pemain melakukan undian menentukan siapa yang lebih dulu menjatuhkan karet.43 31) PERMAINAN KILANAN/ JENGKAL A. Sementara yang kalah akan kehilangan satu dari karetnya bahkan bisa semuanya. dan meningkatkan kecermatan dan ketrampilan. Pada zaman dahulu untuk mendapatkan karet tidak membeli secara langsung. Pelaksanaan Permainan  Sebelum permainan dimuali. semakin dekat maka semakin bagus. Karet tersebut tidak langsung dibuang tetapi dikumpulkan untuk bermain kilanan Dua pemain saling beradu kecermatan dalam menyentil karet supaya berdekatan hingga satu jengkal. kebun. gembira. kemudian  Pemain kedua menjatuhkan satu karetnya agak berjauhan dengan karet pemain pertama. 2) remaja  Sek : laki-laki dan perempuan  Jumlah pemain : 2 orang E. D. Prasarana dan Waktu Permainan  Alat : karet lingkar ( karet gelang )  Tempat : halama rumah. Latar Belakang Kilanan adalah permainan anak yang gemar mengoleksi karet lingkar / karet gelang. C. permainan ini sangat seru dan menyenangkan karena siapa yang menang berhak mengambil dan memiliki karet lawan.

khususnya Pulau Yamdena. permainan kilanan sudah jarang dimainkan sampai sekarang.ANCONG A. Permainan ini minimal dimainkan oleh 5 anak dan maksimal 10 anak.  Apabila pemain pertama tersebut belum berhasil maka bergantian pemain kedua lagi yang melakukan lentingan. I. di daerah Yamdena masih banyak keluarga yang hidup dalam satu rumah besar. Latar Belakang Ancong-ancong adalah sebutan bagi orang Yamdena untuk sebuah permainan menebak salah satu tangan pemain yang berada di atas punggung pemain lainnya yang sedang dalam posisi merangkak. yaitu Bapak Ngatimun ayah kandung saya sendiri. Tanggapan Masyarakat Dahulu permainan kilanan sangat digemari oleh anak-anak terutama anak SD. Seira. B. Penentuan Kemenangan Pemenang ditentukan berdasarka pemain yang dapat melentingkan karetnya hingga jarak satu jengkal atau kurang dari itu dari karet lawan. 32) PERMAINAN ANCONG . Beliau ini banyak tahu berbagai jenis permainan tradisional dari pengalaman masa kecil dan masa mudanya. Pada waktu itu. Selaru. Setiap rumah besar umumnya dihuni oleh 6 hingga 7 keluarga yang biasanya mempunyai banyak anak. H. daerah Maluku Utara. usia 5 hingga 8 tahun. G. Umur 64 tahun berprofesi sebagai petani rumah tinggalnya di Kulon Progo.  Begitu seterusnya hingga siapa yang mencapai jarak satu jengkal atau kurang dari satu jengkal. Salah satu permainan yang mereka lakukan adalah ancongancong. Angwarmase dan Fordata. Pada waktu malam hari. Permainan ancong-ancong menurut penduduk Yamdena. yang dalam bahasa Indonesia sangat sulit untuk diterjemahkan. Sumber Permainan ini disusun berdasarkan sumber terkait. baik lelaki maupun perempuan. Pemenang berhak mengambil dan memiliki karet lawan yang berada di tanah tersebut. Apabila pesertanya lebih dari 10 . biasanya anak-anak dari beberapa keluarga tersebut akan berkumpul menghabiskan waktu luang mereka dengan bermain di dalam rumah.44  Jika jarak masih lebih dari satu kilan ( jengkal ) maka bergantian pemain pertama yang melintingkan karetnya supaya berada dalam jarak satu jengkal. Permainan ini terdapat di sekitar Kepulauan Tanimbar. telah ada dan dimainkan sejak tahun 1930-an. Peserta Permainan ancong-ancong biasanya dimainkan oleh anak-anak. ―Ancong-ancong‖ berasal dari bahasa Yamdena. Indonesia. bahkan sudah tidak ada lagi anak-anak yang bermain permainan ini.

Permainan ini sebenarnya tidak mengenal umur tetapi biasanya dimainkan oleh anak kecil berumur 5-8 tahun. permainan tidak akan berjalan lancar. tunjukan tangan diregen akan berhenti pada salah satu telapak tangan pemain. Pada saat itulah pemain yang posisinya merangkak tersebut akan menebak tangan siapa dari pemain yang ditunjuk oleh diregen. sementara tangan kanannya akan digunakan untuk menunjuk telapak tangan pemain lainnya. D. Tanggapan Masyarakat Belum tahu karena di daerah saya belum ada yang memainkannya. Satu orang akan dipilih menjadi perangkak dan seorang lagi menjadi pemimpin permainan (diregen). Penunjukan itu dilakukan ketika lagu dinyanyikan. permainan tidak akan berjalan lancar.com/2008/08/permainan-ancong-ancongmaluku. Berikut ini adalah syair yang dilantunkannya. Apabila tebakan benar. Permainan ini diawali dengan pemilihan dua orang yang dilakukan secara musyawarah/mufakat. anak.45 C. Setelah itu. Sumber http://uun-halimah.html . F.  Biasanya dilakukan saat anak-anak sedang berkumpul bersama. Bisa dimainkan oleh anak laki-laki maupun perempuan tidak dibatasi jenis kelamin. maka pemain yang tangannya ditunjuk oleh diregen akan menggantikan posisi anak yang merangkak tersebut. sebab umumnya permainan ini dilakukan di dalam rumah. Penentuan Kemenangan Jika si perangkak berhasil menebak tangan pemain yang ditunjuk dirigen. perangkak akan mengambil posisi merangkak dan pemimpin permainan akan memberi aba-aba pada pemain lain untuk meletakkan kedua telapak tangan mereka pada punggung pemain yang merangkak. G. sebab umumnya permainan ini dilakukan di dalam rumah. Ancong-ancong mpeang angkomai roi-roi Angku tambah labu seela baelaba Cabu ruku rukuku cabu ruku rukuku ise Pada akhir lagu. namun jika tidak berhasil maka si pemain akan tetap dalam posisi merangkak dan permainan dimulai kembali. Khusus untuk diregen hanya meletakkan telapak tangan kirinya saja. yaitu seseorang yang dipilih untuk merangkak harus menebak tangan siapa yang berada di punggungnya. orang yang tertebak menggantikan perangkak. Asal Permainan Permainan ini berasal dari Maluku Pelaksanaan Permainan Permainan ancong-ancong sangatlah sederhana. Tunjukan jari tangan diregen akan berpindah-pindah dari tangan satu pemain ke pemain berikutnya. Apabila pesertanya lebih dari 10 anak.blogspot.  Permainan ini minimal dimainkan oleh 5 anak dan maksimal 10 anak. E.

Tetapi prmainan ini tidak boleh dimainkan untuk anak umur dibawah 5 tahun. Pemain dibagi dalam dua kelompok. Pada saat diturunkan. Yang umurnya sekitar 7-15 tahun. melainkan dalam bentuk satuan berat (gram. atau anak-anak sekolah dasar kelas 1 sampai 6. D. Dan permainan ini tidak membutuhkan keahlian khusus. yaitu pemegang karet dan pelompat karet. Karet tersebut tidak dijual perbuah. pengikat rambut dan barang-barang lainnya yang tidak membutuhkan pengikat yang kuat. Pemain lompat tali putar ini berjumlah 3-10 orang. C. Yaitu seperti jatuh dan lainlain.46 33) PERMAINAN LOMPAT TALI A. Alat yang Digunakan Gelang karet sebanyak-banyaknya. Cara merangkainya adalah dengan menyambungkan dua buah karet pada dua buah karet lainnya hingga memanjang dengan ukuran sekitar 3-4 meter. Tetapi juga tidak sedikit anak laki-laki yang ikut bermain. karena takut auratnya akan terlihat sewaktu melompati tali karet. Permainan lompat tali putar ini biasanya identik dengan kaum perempuan. . karena banyak resiko yang ditimbulkan dari permainan ini. secara serentak tangan-tangan tersebut akan diangkat dan diturunkan. Fungsi karet pada umumnya adalah sebagai pengikat plastik-plastik pembungkus makanan. dan kilo). Pelaksanaan Permainan Sebelum permainan diadakan. karena karet akan mudah putus jika dipakai untuk mengikat terlalu kuat pada suatu benda. Latar Belakang Permainan ini sudah tidak asing lagi tentunya. kemudian gelang karet tersebut dirangkai hingga menjadi tali yang memanjang. Kemudian. karena permainan lompat tali putar ini bisa di temukan hampir di seluruh indonesia meskipun dengan nama yang berbeda-beda. biasanya hanya sebagai penggembira saja dan hanya melompat saat ketinggian tali masih sebatas lutut atau pinggang. Anak perempuan yang telah berumur lebih dari 15 tahun biasanya akan segan untuk ikut bermain. terlebih dahulu akan dipilih dua orang pemain yang akan menjadi pemegang tali dengan jalan gambreng dan suit. sewaktu membuat rangkaian tali untuk membentuk tali karet. Kalau pun ada yang ikut bermain. ons. B. Oleh karena itu. diperlukan dua buah karet yang disambungkan dengan dua buah karet lain agar tidak mudah putus oleh anggota tubuh pemain yang sedang melompat. Sedangkan kaum laki-laki hanya kadang kala saja ikut serta dalam permainan. Sasaran Tetapi biasanya permainan ini dilakukan oleh anak-anak sekolah dasar. Gambreng dilakukan dengan menumpuk telapak tangan masing-masing peserta yang berdiri dan membentuk sebuah lingkaran. Karet-karet tersebut berbentuk bulat seperti gelang yang banyak terdapat di pasar-pasar tradisional.

Permainan ini sebelum terdesak oleh alat permainan yang modern. jari telunjuk dan jari kelingking. E. karena gajah akan menang jika bertarung dengan seorang manusia. Jenis permainan ini tidak memerlukan kekuatan phisik karena hanya diperlukan ketrampilan untuk membanting alat permainannya.47 posisi tangan akan berbeda-beda (ada yang membuka telapak tangannya dan ada pula yang menutupnya). . Kemudian yang jaga tersebut memutar-mutar tali karet dan pemain berusaha melompati tali karet tetapi anggota badan pemain tidak boleh terkena tali. Waktu Permainan Permainan ini dilakukan pada siang hari. pegawai tinggi atau rakyat biasa asal mau bermain tidak ada yang melarang. 34) PERMAINAN CEPLI A. untuk menentukan siapa yang terlebih dahulu akan menggantikan pemain yang gagal ketika melompat. Apabila ibu jari beradu dengan jari telunjuk. Tetapi sekarang sudah jarang kita jumpai lagi. Tetapi yang saya tau permainan tersebut sudah ada sejak ibu saya masih ada disekolah dasar. maka yang memperlihatkan punggung tangannya dinyatakan menang dan gambreng akan diulangi lagi hingga nantinya yang tersisa hanya tinggal dua orang peserta yang akan menjadi pemegang tali. khususnya ibu jari. baik itu dari kalangan bangsawan. Suit adalah adu ketangkasan menggunakan jarijemari tangan. Sedangkan dari mana asal-usul permainan ini sudah sulit untuk ditentukan. Apabila yang terbanyak adalah posisi telapak terbuka. Dan begitu seterusnya sampai pemain merasakan jadi tukang jaga. sebab semut akan kalah dengan manusia yang mempunyai banyak akal. sebab semut dapat dengan mudah memasuki telinga gajah. Sedangkan apabila jari kelingking beradu dengan jari telunjuk. maka ibu jari akan kalah. dahulu di kalimantan timur berkembang di daerah-daerah Bulungan. sehingga gajah akan kalah. maka jari kelingking akan kalah. Permainan ini adalah milik semua lapisan masyarakat. Latar Belakang ―Cepli‖ artinya membanting. Ibu jari dilambangkan sebagai gajah. Siapa yang terkena tali sewaktu melompat maka anak tersebut menggantikan jaga. tujuan dari permainan ini sekedar hiburan dan pengisi waktu senggang saja. maka ibu jari akan menang. Berau dan Kutai. jari telunjuk sebagai manusia dan jari kelingking sebagai semut. Sumber Sumber permainan tersebut tidak pasti asal-usulnya dari mana. Kedua orang tersebut nantinya akan melakukan suit. B. Namun apabila ibu jari beradu dengan jari kelingking. sebutan ini digunakan untuk memberi sebuah nama permainan yang cara bermainnya adalah dengan jalan membanting alat permainannya.

Apabila tidak dipergunakan benda taruhan (misalkan bungkus rokok) maka untuk menentukan siapa pemenangnya bisa ditentukan sampai seratus. yakni bagian yang tidak diasah. Maksud dan tujuan menipiskan mata uang logam ini adalah agar mudah terbalik apabila dibanting. Jumlah pemainnya tidak terbatas paling sedikit dimainkan oleh dua orang. dan bila dimainkan lebih dari dua orang cara bemainnya bergantian menurut perjanjian dalam ketentuan permainannya. Kedua mata uangnya (kebat) dipegang dengan jalan menelungkupkan kedua muka uang yang diasah tadi atau boleh juga sebaliknya. Pelaksanaan Permainan  Persiapannya Bagi seorang calon pemain harus mempunyai dua buah uang logam kuningan yang bernilai satu sen ( uang Belanda ). asal penangkupan itu agak merenggang. Jadi hanya ada salah satu gambar saja yang masih ada. Salah satu permukaannya diasah sampai tipis. Demikian seterusnya permainan dilakukan berdasarkan urutan pemenang dalam undian. dansudah dipersiapkan terkebih dahulu. Biasanya permainan ini dimainkan oleh anak-anak pria saja yang berumur kira-kira 6-17 tahun. siapa yang menang adalah yang berhak bermain terlebih dahulu dan membanting kebot. Alat kebat ani . Demikian hingga mereka lelah bermain.  Aturan Permainan Sebelum bermain aturan-aturan permainannya haruslah disepakati bersama. D. dengan permainan ini terjadilah hubungan yang harmonis dan mendidik kejujuran. Sehingga si pemain dapat memutar balikkan mata uang itu. sehingga gambar pada bagian itu hilang. misalnya kesepakatan tentang alat permainannya bagian mana yang menjadi milik lawan. Mereka mersa bangga apabila ia bermain dengan baik dan menang. oleh sebab itu disini diperlukan ketrampilan khusus bagi seorang pemain untuk mempermainkan alat permainannya. E. Misalnya dalam kesepakatan tadi bagian yang halus (diasah adalah miliknya) sedangkan yang kasar (tidak diasah) adalah milik lawan. Jadi siapa yang mencapai jumlah seratus lebih dulu itulah yang menang. Alatnya ini disebut ―kebot‖ sebelum bermain diadakan undian dengan suitan atau hum-pim-pa. Benda yang dipakai untuk taruhan dan jumlah taruhannya pun harus ditetapkan pula. Peserta Permainan ini bersifat individu dan kelompok.48 C. Alat yang Digunakan Alat yang diperlukan adalah mata uang logam kuningan yang bernilai satu sen (Belanda).  Tahap-tahap Permainan Setelah diadakan undian maka permainan pertama adalah pemenang pertama dalam undian.

Dua kelompok mengadakan undian terlebih dahulu. Jadi pemain yang pertama tadi yang sudah bermain apabila jatuh pada posisi mati maka ia harus diganti oleh pemenang undian berikutnya. Permainan ini dapat dilakukan berkelompok. yaitu salah satu anggota tersebut tampil untuk mewakili kelompoknya mengadakan undian. Dimana lagu dalam permainan ini lagu iringan adalah lagu sebagai undian. Bagi kelompok yang menang bermain terlebih dahulu. hanya saja karena permainan ini sifatnya kelompok melawan kelompok. ―Ada yang menarik ketika berkunjung ke Sekolah Internasional Termasuk belum lama ini. F. Sesampai di lantai mata uang akan melenting terbalik. Di sana juga dipamerkan berbagai gambar . cara bermainnya seperti di atas. Masingmasing kelompok mengumpulkan jumlah nilai yang didapatkan dari para anggotanya.49 dipegang dengan tiga jari. Sumber Buku Permainan Rakyat Daerah Kalimantan Timur ( Pengarang : Indonesia Dep. Bila yang terlentang berbeda pada permukaannya. Kalau pemain tadi berhasil menjatuhkan kebat dalam ppsisi hidup boleh bermain terus sampai berulang-ulang sampai mati. misalnya terdiri dari dua kelompok. Latar Belakang ―Domikado‖ nama ini diambil dari judul lagu dalam permainan ini. Setelah dipegang baik-baik lalu tangan diayun kemudian dibanting keras-keras ke lantai. Jakarta 1982. yaitu jari tengah. apabila pada kesempatan pertama ini permainannya mati maka kesempatan kedua diberikan kepada lawan kelompoknya. pada kesempatan ini juga diberikan kepada anggota kelompoknya sampai permainannya mati. P dan K. yaitu yang satu pada bagian yang diasah dan yang satu pada bagian yang tidak diasah ini baerarti mati. tentunya disini yang bermain adalah yang belum mendapat giliran bermain. Di sana terlihat belasan murid dan beberapa guru memainkan permainan tradisional Jawa Barat. biasanya disebut ―ukir‖ apabila terlentang kedua-duanya pada bagian yang bergambar itu berarti hidup dengan nama ―belong‖. maka jalannya permainan sedikit agak berbeda. 35) PERMAINAN DOMIKADO A. telunjuk dan ibu jari. Ibu jari dan jari tengah sebagai pemegang dan jari telunjuk berfungsi sebagai penahan (penyangga) agar pada waktu mengayun tangan letaknya tidak berubah. Demikian seterusnya sampai pemain itu mendapatkan nilai yang sudah disepakati itulah pemenangnya. Untuk kesempatan ini diberikan kepada salah satu anggota kelompoknya untuk bermain.bila kedua mata uang tadi sudah berhenti bergerak kemudian letaknya dilihat oleh seluruh pemain kalau letak kedua mata uang itu bertelentang pada bagian yang diasah itu berarti hidup.

mi ka do SK SK do. Melihat itu. Pelaksanaan Permainan  Para peserta membentuk sebuah lingkara. Latar Belakang Jumlah : Tidak terbatas.  Begitu seterusnya hingga hanya tinggal 1 anak dan ialah pemenangnya dan ia berhak menghukum teman yang lainnya.Dilihat dari namanya gempa itu getaran yang akan bisa mengakibatkan benda di sekitar roboh. dengan kedua tangan dibuka dan bertumpukan dengan tangan teman disampingnya. Tak heran jika kita jarang melihat anak-anak di perkotaan memainkan permainanpermainan itu. D. Para guru dan murid tampak memainkan permainan domikado. Waktu Pelaksanaan Permainan ini bisa dilakukan kapan saja.  Kemudian menyanyikan lagu secara bersama-sama sambil menepukkan tangan ke tangan teman disampingnya  Dan bila telah sampai pada bait terakhir. pagi. Usia : bebas. Sumber Buku Permainan Tradisional Perpustakaan Universitas Negeri Yogyakarta. B. SK do SK do Pia-pio One two three four C. dll  Keadaan Sekarang Permainan ini masih dilakukan terutama oleh anak-anak namun jarang. anak yang akan kejatuhan tepukar berusaha untuk menghindar (pada kata ―four‖).50 permainan dari dalam dan luar negeri. misalnya dengan menyuruh bernyanyi.Semua jenis permainan tradisional itu nyaris tak dikenal lagi oleh masyarakat. Jenis Kelamin : pa/pi. Latar Belakang Permainan dengan nama gempaleongan ini merupakan permainan yang dimainkan menggunakan kaleng bekas atau boleh juga menggunakan pecahan keramik atau genteng . Alat yang Digunakan Permainan ini tidak menggunakan peralatan khusus. yakni sebuah permainan tradisional Sunda di mana orang yang berpegangan tangan dan menjebak anggota barisannya. dan leongan itu kaleng bekas . termasuk mulai mengenalkan permainan tradisional dari negara-negara lain.Jadi nanti kaleng yang sudah ditumpuk rapi akan roboh porak-porandak akibat terkena . minta gendong. sore. Bila tepukan tidak mengenai maka anak yang menepuk keluar barisan. Namun bila terkena tepukan tangan yang keluar dari barisan. Asal Permainan Jawa Barat. siang. Komunitas Hong terus aktif mengenalkan kembali semua permainan masyarakat Sunda.: Iringan Lagu : Do mi ka do Do mi ka do. 36) PERMAINAN GEMPALEONGAN A.

mengisi waktu luang. F.BECAKAN A. bersosialisasi. Sasaran Anak-anak.  Setelah semua pemain melempar batunya . kemampuan motorik meningkat. Apabila semua para peserta yg bersembunyi belum dimatikan maka permainan belum berakhir. remaja. menjaga kaleng yang sudah ditata. Peraturan permainan. Urutan melempar batu bebas.  Yang masang dengan cara melangkahkan satu kaki di atas kaleng sambil menyebutkan nama peserta yang sedang bersembunyi disertai kata-kata gempaleong untuk mematikan pemain yang bersembunyi. kayu dsb) sendiri-sendiri. 37) PERMAINAN BECAK . namun di jawa tengah sudah banyak yang memainkanya termasuk di daerah saya Wonosobo. kualitas kebugaran meningkat.  Kaleng tersebut di tumpuk rapi. bermain. yang masang dan yang main. Tujuan Berolahraga. lemparan pemain.Begitu seterusnya. mengembangkan aspek motorik.yang paling jauh dari kaleng berhak melemparkan batunya ke sasaran tersebut yaitu kaleng yang sudah tertata rapi.Satu orang masang menata dan menjaga kaleng itu jangan sampai dirobohkan pemain yang sedang bersembunyi.tetepi dapat dijumpai diberbagai daerah mana saja dengan nama yang berbeda. Apabila pemain yang bersembunyi berhasil merobohkan kaleng dan mendahului yang jaga maka pemain-pemain yang tadinya sudah di gempaleongi atau sudah kena boleh bersembunyi lagi . Manfat Bergembira.  Apabila kaleng roboh maka pemain yang tadi gaconya berada di bawah pemain yang mengenai kaleng makai itulah yang masang . para pemain melemparkan gaco(batu. .sampai roboh. jangan sampai didahului dirobohkan oleh pemain yang sedang bersembunyi. Latar Belakang Becak-becakan adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya.  Dari belakang kaleng yang sudah tertata bertumpukan. C. Jumlah pemain tak terbatas semakin banyak akan semakin ramai dan minimal hanya bisa di mainkan oleh dua anak. E.51 B.  Sebisa mungkin yang masang. dewasa. D. Asal usul permainan gempaleongan ini tidak jelas dari mana asalnya.

bersosialisai. permainan ini dikenal oleh anakanak di daerah sumatera. B. Sasaran Anak – anak E. Hanya cara bermainnya yang agak berbeda.di halaman atau dilantai dan teras juga bisa digunakan. Manfaat Gembira atau senang. D.  Peserta Pemain bisa dimainkan oleh putra maupun putri yang berjumlah 3 orang setiap kelompok dengan satu orang menjadi penumpang dan dua orang menjadi becaknya.melatih kekuatan tangan. sebenarnya nama koko identik dengan nama sebuah jenis ular air yang sedang mencari makan di air. 38) PERMAINAN KOKO A. melatih kerjasama dan kekompakan . Pada permainan ini nanti. Sebenarnya permainan ini hampir mirip dengan dolanan ancak-ancak alis. diadakan hum pimpa untuk menentukan siapa yang akan menjadi penumpang dan becaknya dari masing-masing kelompok.  Pemain yang menjadi penumpang naik di atas tangan pemain yang menjadi becaknya yaitu dengan cara mengandengkan tangan dari kedua pemain tersebut yang menjadi becaknya  Selanjutnya pemain yang menjadi becak mengangkat si penumpang dan berjalan menuju ke garis finish yang sudah ditentukan. Latar Belakang Melihat dari nama permainan. memupuk sportifitas.  Siapa yang sampai di garis finish terlebih dahulu itulah kelompok yang menang. Pelaksanaan Permainan  Tempat Tempat yang digunakan bisa dialam terbuka. Artinya para pemain ada yang membentuk ular-ularan. kecuali sarung atau sabuk. walaupun tidak ada data akurat mulai kapan. anak yang berada di posisi paling belakang yang membentuk formatur ular-ularan. C. Peralatan Dolanan ―Koko-Koko‖ tidak membutuhkan peralatan. Menurut sebuah sumber dari Sulaiman Dharmamulya. khususnya di Sumatera selatan. akan dikejar-kejar oleh si koko. Fungsi sarung atau sabuk dipakai oleh masing-masing anak yang . jenis permainan ini sudah berumur sangat tua. Tujuan Tujuan dari permainan ini mengisi waktu luang.  Pelaksanaan  Sebelum permainan dimulai.52 B.

K/N : Apa lehermu nanti tidak gatal? KK : Gatal-gatal tidak apa. atau malam hari saat terang bulan. lebih banyak dimainkan di tanah lapang yang mudah kena sinar bulan. Seperti pada permainan lain.53 membentuk formatur ular-ularan. D. F. C. satu orang berperan menjadi kakek/nenek. sore. Dialog seperti di bawah ini: K/N : Koko-koko kamu mau minta apa? KK : Aku minta airmu. Peserta Dolanan ―Koko-Koko‖ biasa dimainkan oleh anak laki-laki. yaitu A. lebih banyak dimainkan di halaman yang teduh. H. KK : Aku minta boleh tidak ? K/N : TIDAK BOLEH ?!! KK : Kalau tidak boleh. Setelah mereka bersepakat bermain. karena formasi ular akan semakin panjang. pemain yang berperan Koko-Koko (KK) dan Kakek/Nenek (K/N) melakukan dialog sebagai pembuka. D. maka akan menjadi pemain dadi. G. karena membutuhkan kekuatan fisik untuk berlari. K/N : Obatnya apa? KK : Gula batu. sebab jika sampai terlepas. Satu pemain lain berperan sebagai koko. Selain peralatan sarung/sabuk. permainan ini lebih sering dimainkan saat-saat waktu libur atau senggang. sehingga membuat koko kesulitan mengejar mangsa. E. lalu terus berkumpul di halaman rumah. Mereka yang bermain ini rata-rata berumur 8-10 tahun. Jika dimainkan siang hari. Sementara pemain paling depan berperan sebagai Kakek/Nenek. Sementara saat dimainkan malam hari. Lebih banyak lebih baik. B. dan J. C. K/N : Kamu dapat dari mana? KK : Lumbung padimu. Dari mereka. I. dan pemain lainnya berperan sebagai anak buah kakek/nenek. anak-anak yang bermain sekitar 10 anak. Setelah semua siap. Dalam permainan ini. Ada kelap-kelip itu apa ? K/N : Anakku. K/N : Tempatnya apa? KK : Daun lumbu. Mereka bergandengan ke belakang dengan memegang sarung/sabuk yang telah dipakai di pinggang atau dikalungkan di badan. Sarung/sabuk dipegang oleh pemain yang berada di belakangnya. satu orang berperan menjadi koko. Pelaksanaan Permainan Anak-anak yang hendak bermain permainan koko-koko misalnya ada 10 anak. dolanan ini hanya membutuhkan tanah lapang yang luas. baik pagi. siang.saya akan merebut! . Pegangan pemain anak buah harus kuat.

berarti ia menjadi pemain jadi dan menggantikan pemain koko. tidak ada pemenang maupun yang kalah.Permainan ―fusukhu‖ dapat dimainkan oleh seluruh anak – anak baik laki – laki maupun perempuan. F. maka koko berusaha menyambar anak kakek yang berada di paling belakang. Penamaan ini didasarkan kepada hal yang menjadi persoalan di dalam permainan yatiu mengenai sukhu atau sisir. Sementara pemain koko bisa bergabung ke pemain lain. Jika pemain belakang bisa dilepaskan oleh si koko. maka harus berani menghadapinya dan tidak mudah cengeng. G. 2004. Dengan sisir di sini tidak dimasudkan yang bernama sisir itu. E. Anak-anak lain berusaha mempertahankan pemain paling belakang. Walaupun begitu dapat juga dilihat unsur – unsur yang bersifat pendidikan seperti menumbuhkan kebiasaan . Maka terjadilah tarik-menarik yang sangat alot. maka ekor ular akan mengarah ke kiri. maka si kakek/nenek berusaha lagi menghalangi-halangi si koko untuk menangkap ekornya. maka pemain paling belakang melepaskan sarung atau sabuk dan berlari sekuat tenaga. Jika si koko bisa menangkapnya. Namun jika pemain lolos dan bergabung lagi ke posisi semula. Jika sedang jadi. karena banyak berlari. Sulaiman Dharmamulya. Maka si koko segera mengejar pemain yang lari. bertujuan untuk membina kegembiraan dikalangan anak – anak. Dilihat dari sifatnya permainan Fusukhu ini termasuk jenis permainan rekreatif. Jika koko berlari ke arah kanan.54 Setelah percakapan itu. Latar Belakang Masyarakat Nias menamakan pemainan ini ―fusukhu‖ yang dibentuk dari ―fu + Sukhu‖ yang berarti ―Bermain Sisir‖. melatih keberaniannya dan diajak untuk lebih sportif dan menghargai teman-temannya. maka pemain belakang dengan sekuat tenaga memegang sarung atau sabuk. Tetapi dibayangkan bahwa ada persoalan yang mengenai sisir yang hilang dan pertanyaan mengenai hilangnya benda itu yang dijadikan sumber permainan. Tanggapan Masyarakat Permainan ini mengajarkan kepada anak-anak untuk bisa hidup bersosialisasi dengan teman. Dengan permainan koko-koko ini. maka pemain yang lari menjadi pemain jadi. Begitu seterusnya hingga mereka merasa capek. Ada cara lain. Penentuan kemenangan Permainan ini di mainkan hanya untuk mengisi waktu luang. anak juga fisiknya lebih sehat. saat si koko telah bisa mendekat ke ekor ular. dan terkadang disertai suara tertawaan dari para pemain atau penonton. Jakarta: Kepel Press 39) PERMAINAN FUKUSHU A. Namun jika koko bisa mendekat ke ekor dan berhasil memegang pemain paling belakang. Jadi permainan ini betul – betul tergolong kepada permainan anak – anak dalam arti sesungguhnya. Sumber Sumber: Permainan Tradisional Sumatera. Begitu sebaliknya.

B. Dengan terdengarnya jawaban tersebut anak pertama yang berdiri paling depan mengulangi pertanyaan yang sama. jadi bukan dari kelompok tertentu saja. Asal jumlah anak sudah bersepakat untuk bermain dan tempat yang cocok sudah ditentukan maka sudah dapat melaksanakannya. kelima dan ke enam.  Tahap Permainan Sekarang anak yang berdiri paling depan tadi mulai bergerak hendak menangkap anak yang paling belakang yang dianggap bersalah karena tidak dapat mempertanggung jawabkannya soal sisir tadi. karena . dan perempuan sesama perempuan pula. lebih banyak dari itu sering juga dilakukan. karena dalam permainan ini terjadi pegang pinggul teman bermain. kecermatan menangkap pertanyaan dan memberikan jawaban dan lain – lain. Pertanyaan dilanjutkan kepada anak yang ke empat. C. dan kemudian bergerak – gerak dalam rangkaian.55 bekerjasama dan saling membantu dalam melakukan suatu pekerjaan. Peserta Jumlah peserta untuk dapat melaksanakan permainan ini adalah 6 orang. Jawaban yang diberikan sama bunyinya seperti anak yang kedua tadi. tetapi anak yang keenam atau yang paling belakang akan mengalami kesulitan menjawabnya. Pelaksanaan Permainan Ambillah umpamanya ada enam orang anak yang ikut serta dalam permainan ini. jenis kelamin mereka boleh laki – laki. Anak yang berada pada tempat terdepan mengucapkan pertanyaan ―He so Zukhugu?‖ yang berarti‖Di mana Sisirku‖ kepada anak yang berada dibelakangnya. Anak – anak pada umur 10 sampai 15 tahun mudah merasa malu melakukan itu terhadap lawan jenisnya. Para pemain berasal dari berbagai kelompok sosial. boleh juga perempuan. Permainan campuran dipandang janggal atau kurang pantas oleh masyarakat Nias. Sampai kepada anak yang kelima jawaban masih dapat diberikan dengan cara yang sama. Alat yang Digunakan Untuk melaksanakan permainan ini tidak diperlukan peralatan apapun. Akibatnya anak tersebut terpaksa berdiam diri tidak dapat menjawab seperti teman – temannya yang lain. Upaya untung menangkap ini tentu saja begitu mudah melaksanakannya. karena tidak ada lagi anak dibelakangnya unutk disebutkan sebagai tempat beradanya sisir yang ditanyakan. Usia permainan ini antara 10 sampai 15 tahun. Hanya saja mereka tidak boleh bercampur laki sama laki laki. Ini sesuai dengan sifat permainan rakyat pada umumnya.  Aturan Permainan. Mereka kemudian berdiri sambil memeluk pinggang kawan yang ada di muka. D. tetapi sekarang diarahkan kepada anak yang berada pada urutan ketiga. sehingga terbentuk barisan memanjang kebelakang. Pertanyaan tersebut harus dengan segera dijawab oleh anak yang menerima pertanyaan dengan ―Sukhu me Figuru‖ yang maksudnya ―Sisirmu ada Dibelakangku‖.

karena ynag hendak ditangkap berada pada tempat yang paling belakang. Dalam hal ini anak yang paling belakang bergerak lebih bebas dibandingkan dengan anak yang paling depan tadi.Bentuk rokok yang berbeda-beda menjadikan bentuknya unik sehingga muncul permainan ini untuk mengumpulkan berbagai bungkus rokok. sudah cukup menjadi hukuman baginya. Tidak ada konsekuensi bagi peserta yang kalah.Dalam permainan dapat mengembangkan keterampilan yaitu ketepatan dalam mengenai sasaran. Tetapi yang lucunya disini gerakan itu tidak menuju kea rah yang ke muka. dalam hal ini yang paling belakang yang dapat ditangkap oleh anak yang paling depan.Asal mula permainan ini ketika banyak bungkus rokok yang tidak terpakai dan ada seseorang melipatnya menjadi persegi. sehingga berakhirnya permainan dengan berhasilnya ditangkap anak yang dimaksudkan sudah cukup mengembirakan anak yang paling depan tadi. Dengan demikian permainan selesai. 41) PERMAINAN BANDEMAN A.Bungkus rokok yang sudah dibentuk tipis di susun di dalam lingkaran. Setelah lama bergerak kesana ke mari. Permainan ini cukup melelahkan. B.  Demikianlah barisan yang terdiri dari enam orang anak tersebut bergerak – gerak kesana ke mari seperti ular yang sedang melata di tanah. E.Biasanya yang melakukan permainan ini adalah laki-laki yang berumur kira-kira 6-14 tahun .  Konsekuensi kalah atau menanti. Setiap gerakan anak yang paling depan untuk menangkap anak yang paling belakang yang dilakukannya dengan segala susah payah. Yogyakarta: Dikti. akibat ikatannya dengan anak – anak yang ada di belakang dan yang memegang erat pingungnya yang ada di muka selalu dapat saja dielakkan dengan mudah oleh anak yang paling belakang.56 ibaratnya adalah seperti kepala hendak menangkap ekor. Pemain Permainan bandeman dapat di lakukan dengan jumlah peserta 3-10 anak.Permainan ini memanfaatkan bungkus rokok yang sudah dibentuk tipis.Saya melakukan permainan bandeman ketika masa kecil dulu. Latar Belakang Pemainan bandeman berasal dari kabupaten Bantul. Dan bagi yang kalah teriakan – teriakan para penonton yang kadang – kadang terdengar mengejek dan menyalahkan anak yang paling belakang kenapa dapat sampai tertangkap. akhirnya anak yang paling belakang dapat juga ditangkap. (1981/ 1982). Permainan anak – anak daerah Sumatera Utara. Sumber Depdikbud.

Pemain berikutnya boleh menembak susunan rokok atau batu yang di gunakan pemain pertama(batu yang di gunakan pemain pertama dapat diganti dengan batu yang lebih besar).Pemain yang mampu menempatkan batu dengan garis maka dia berhak untuk melakukan tembakan yang pertama kali.sampoerna mild 300.Bungkus rokok yang sudah di bentuk tipis mempunyai nilai tersendiri. Pelaksanaan Permainan Permainan bandeman di lakuakan dengan jumlah peserta 3-10 anak. .Misalnya Bungkus rokok jarum dan gudang garam mempunyai nilai 100. F.Setelah semua pemain melakukan tembakan maka permainan di lanjutkan lagi dengan melaukan gasang lagi atau melanjutkan permainan jika masih ada bungkus rokok yang masih tersisa di dalam lingkaran. Apabila pemain berikutnya dapat mengenai batu yang di gunakan pemain pertama maka bungkus rokok hasil tembakannya harus di serahkan kepada pemain tersebut. E. Waktu dan Tempat Permainan Permainan bandeman dapat di lakukan di halaman atau pekarangan yang tanahnya rata. Bungkus rokok tersebut tidak di berikan kepada pemain yang ikut dalam permainan tetapi menjadi milik pemain yang menang.Kemudian setiap pemain harus melemparkan batu dari pinggir susunan bungkus rokok menuju garis di depannya dengan jarak 3-5 meter.57 C. Penentuan Kemenangan Pemain yang mampu mendapatkan bungkus rokok terbanyak dari hasil tembakan maka pemain tersebut dapatdi katakan menang.Sebelum permainan di mulai setiap pemain harus melakukan ―gasang‖(pasang) sesuai kesepakatan bersama.Misalnya sepakat gasang 800 maka pemain harus gasang 800 menggunakan bentuk rokok yang sudah di bentuk.Waktu permainan dapat di lakukan dari pagi sampai sore. Alat dan Fasilitas  Bungkus rokok yang sudah di bentuk persegi  Batu atau keramik  Halaman atau pekarangan rumah yang rata D. Kemudian pemain menyusun bungkus rokok yang sudah di bentuk dari hasil gasang tadi dalam lingkaran.Kemudian di lanjutkan pemain berikutnya yang dekat dengan garis dan seterusnya seperti itu.Bila tembakan mengenai sasaran dan sebagian bungkus rokok yang dibentuk keluar lingkaran maka bungkus rokok tersebut milik pemain yang mengenainya.Pemain pertama melakukan tembakan menuju susunan bunkus rokok di depannya. malboro 500 dan lain-lain. Lemparan pemain harus melewati garis didepannya.Bunkus rokok yang sulit di dapatkan mempunyai nilai yang lebih tinggi.Karena susunan rokok sudah di kenai maka di susun kembali untuk di tembak pemain berikutnya.Setelah itu dilanjutkan pemain berikutnya jalannya permainan seperti tadi hingga semua pemain melakukan tembakan.

Peserta Jumlahnya makin banyak makin ramai tetapi juga makin sulit menebak nama Bisa dilakukan putra dan putri. juga sering disebut dolanan Pithongan. salah satu bumbu dapur.Tanggapan yang positif misalnya anak dapat berkumpul bersama untuk meningkatkan kebersamaan. H. Alat dan Fasilitas  Sapu tangan  Dilakukan setiap sore-sore  Berlangsung di halaman D.  Dan jika benar maka yang ditebak ganti menjadi orang buta.Apabila batu tersebut mengenai pemain maka bisa terluka.  Yang lain berada dalam kotak. atau Dhog-Dhog Ketumbar.  Apabila salah menebak akan mendapat hukuman dari kesepakatan bersama. Pelaksanaan Permainan  Membuat kotak ukuran ditentukan banyaknya peserta. . 42) PERMAINAN JAGO PITHONG A. Tetapi ya begitulah. yang namanya dunia anak-anak untuk memudahkan sebuah nama dolanan. C.Tanggapan negatif dari masyarakat misalnya permainan ini berbahaya karena dalam melaksanakan permainan harus melakukan tembakan memakai batu. Termasuk dolanan Tumbaran. Sumber Permainan bandeman ini saya mengenalnya dari kakak-kakak yang ada di kampung saya. Jago-Jago Pithong. Latar Belakang Anak-anak menamakan sebuah nama dolanan kadang-kadang aneh dan hanya berdasar pada kesepakatan belaka di antara mereka. seringkali menamakan atas dasar kesepakatan saja. B.58 G. Tanggapan Masyarakat Tanggapan dari Masyarakat bermacam-macam ada yang positif dan negatif.  Menentukan satu orang untuk menjadi orang buta.Dolanan yang sering dimainkan oleh anak-anak perempuan masyarakat Jawa ini.Mereka mengajarkan dan mengajak untuk bermain bandeman.  Satu orang yang buta tadi menangkap satu orang yang lainnya terus menebak siapa namanya. Penentuan Kemenangan Tidak ada menang dan kalah karena permainan ini dilakukan terus menerus sampai bosan dan hanya ada yang dihukum. Dolanan ini sepertinya tidak mengacu pada benda tumbar. E.

B. Alat dan Tempat Logo terbuat dari tempurung kelapa. Poerwadarminta (1939). C. kiranya dapat dirunut dari arti kata tersebut. Garis tengahnya sekitar 5--7 cm dan tebalnya sekitar 1--2 cm. dewasa ini sudah mulai tersisih oleh permainan elektronik populer. Balogo diambil dari kata “logo”. Termasuk pula di daerah Kalurahan Giripurwo. D. bukan berarti dolanan ini tidak hidup di tengah-tengah masyarakat. maka jumlah pemain yang ―naik‖ (yang melakukan permainan) harus sama dengan jumlah yang ―pasang‖ (pemain yang . Namun. 1939: 495). Sampai dengan tahun 80-an permainan ini masih sering dilakukan di kalangan masyarakat Banjar. Umumnya hanya dimainkan oleh kaum pria. layanglayang. dolanan ini hingga tahun 1980-an. Tanggapan Masyarakat Menarik karena bisa membuat orang tertawa. karena permainan itu menggunakan logo. Dalam kamus Boesastra Djawa (Poerwadarminto. Sebagian daerah yang menyebut dolanan ini dengan Pithongan. baik di pedesaan maupun perkotaan (lihat penelitian Ahmad Yunus tahun 1980/1981 berjudul Permainan Rakyat DIY). Pemain Permainan ini dilakukan oleh anak-anak dan remaja. Pelaksanaan Permainan Permainan balogo dapat dilakukan satu lawan satu atau secara beregu. biuku (penyu). G.59 F. masih hidup dan dimainkan oleh anak-anak di wilayah Yogyakarta. Sumber Dolanan ini tidak terekam dalam kamus Jawa ―Baoesastra Djawa‖ karya WJS. Kabupaten Kulon Progo DIY. dengan jumlah pemain 2 sampai 5 orang. nama pithongan berasal dari kata dasar pithong yang berarti pece atau picak (bahasa Indonesia: buta). Dalam permainan harus dibantu dengan sebuah alat yang disebut panapak atau kadang-kadang beberapa daerah ada yang menyebutnya campa. ada yang berbentuk bidawang (bulus). Walaupun tidak terekam dalam kamus. Kebanyakan dibuat berlapis dua yang direkatkan dengan bahan aspal atau dempul supaya berat dan kuat. segi tiga. yakni stik atau alat pemukul yang panjangnya sekitar 40 cm dengan lebar 2cm. Fungsi panapak atau campai adalah untuk mendorong logo agar bisa meluncur dan merobohkan logo pihak lawan yang dipasang saat bermain. 43) PERMAINAN BALOGO A. Setidaknya. Bentuknya bermacammacam. salah satu daerah yang menjadi obyek penelitian. Latar Belakang Balogo adalah salah satu jenis permainan tradisional suku Banjar di Kalimantan Selatan. Jika dimainkan secara beregu. Kecamatan Girimulyo. daun dan bundar.Dan permainan ini tidak ada unsur kekerasan sehingga pertemanan menjadi kompak.

kerajaanbanjar. E. Jumlah pemain beregu minimal 2 orang dan maksimal 5 orang. Nama permainan ini . Tapi kini menjadi permainan yang dimainkan oleh anak anak tanpa ada arti ritual. Sampai akhirnya dikalahkan oleh permainan elektronik modern. Dan. Nilai Budaya Nilai yang terkandung dalam permainan balogo adalah keterampilan. sebagai akhir permainan. Mamang dalam permainan balogo : “santuk kilan bela (muka) patah cempa sekali lagi “ Permainan balogo ini masih populer dimainkan di masyarakat Banjar hingga tahun 80-an. jumlah logo yang dimainkan sebanyak jumlah pemain yang disepakati dalam permainan. pihak yang menang disebut dengan “janggut” dan boleh mengelus-elus bagian dagu atau jenggot pihak lawan yang kalah sambil mengucapkan teriakan ―janggut-janggut‖ secara berulang-ulang yang tentunya membuat pihak yang kalah malu. Cara memasang logo adalah dengan medirikannya secara berderet ke belakang pada garis-garis melintang. Dan. Sumber www. tetapi bisa menerimanya sebagai sebuah kekalahan. Inti dari permaian ini adalah keterampilan memainkan logo agar bisa merobohkan logo lawan yang dipasang. Kemudian. kerja sama. Regu yang paling banyak dapat merobohkan logo lawan adalah yang keluar sebagai pemenang.wordpress.com 44) PERMAINAN MADELAGE A.60 logo-nya dipasang untuk dirobohkan). tetapi juga tercermin dalam perobohan logo lawan. dan sportivitas. Latar Belakang Dulunya madelage adalah persembahan untuk mengantar arwah orang yang telah meninggal. Gambar: F. Dengan demikian. sebuah ritual yang dilakukan masyarakat pedalaman NTB. Nilai kerja keras tercermin dari usaha para pemain untuk merobohkan logo lawan. kerja keras. nilai sportivitas tercermin dari kerelaan pemain yang kalah untuk di elus-eluas janggutnya oleh pemenang karena aturannya memang demikian. hanya permainan biasa untuk mengisi waktu dan bersenang senang. Nilai keterampilan tercermin dari pemasangan logo yang memerlukan keahlian khusus. nilai kerja sama tercermin tidak hanya di pemasangan logo.

Hanya saja sering dimainkan sebagai perlombaan. Jenis permaian ini adalah milik masyarakat baik dari kelas bangsawan atau biasa. dua pasang  Usia enam sampai belasan tahun. B. apabila diterjemahkan sentaruh: bersaing. B. uneekng : kaki.1 orang menembak Alat dan Fasilitas  Kayu yang ditumpuk  Pelempar Pelaksanaan Permainan  Diawali dengan suit. Hanya saja sering dimainkan sebagai perlombaan.61 adalah permainan madelege yang artinya persembahan untuk orang mati untuk mengantar kepergiannya.com/info/permainan-tradisionalntb 45) PERMAINAN SENTARUH TELIUQ ENEEKNG TELUU’ A. Permainan ini sudah menyebar ke Daerah Kalimantan Timur. bisa melatih sportifitas Sumber Dari teman saya di NTB dan dari jombangan. Teliuq : berlari. 2orang jaga. Teluu‘ : tiga.namun dalam satu pasang wanita dengan wanita. Permainan ini tidak ada hubungannya dengan peristiwa-peristiwa yang bersifat religius maupun upacara adat.  Jika pelempar tepat mengenai sasaran maka yang jaga harus mengangkat atau menggendong pelempar ke tempat jaga.  Yang menang melempar pertama kali dan yang kalah 2 orang harus jaga. Permainan ini tidak ada hubungannya dengan peristiwa-peristiwa yang bersifat religius maupun upacara adat. F. pria dengan pria . atau orang dewasauntuk memeriahkan perayaan  Pria atau wanita boleh bermain. E. sedang Pencipta Permainan ini tidak diketemukan. Minimal peserta 3 orang . Pemain  Paling sedikit empat orang .  Terus bergantian sampai capek Penentuan Kemenangan Yang sering di gendong adalah yang menang Tanggapan Masyarakat Membiarkan anank anak tetap bermain karena permainan ini tidak berbahaya dan membuat anan – anak riang. G. Jadi bila diterjemahkan adalah bersaing berlari dengan tiga kaki. Peserta C. D. Latar Belakang Nama permainan ini berasal dari bahasa Dayak Tunjung.

Misalnya pada waktu perayaan hari Kemerdekaan. Apabila sudah didapatkan teman yang tingginya sama. Tetapi pada saat ini jenis permainan ini juga dimainkan oleh orang-orang dewasa. yakni: //Gajah-gajah telena/ telenane garunata/ jenang katul sisir gula/ her segara amba/ her segara amba//. sehingga tidak saling terpisah. dan sering pula dimainkan oleh anak-anak usia SD. dolanan ini memang terinspirasi dari nama hewan gajah. maka kaki kiri dan kaki kanan pasangannya diikat jadi satu. Melihat dari namanya. kemudian anak-anak masyarakat Jawa membuat permainan yang diberi nama ―Gajah Telena‖. Alat yang Digunakan Seutas tali dari bahan apa saja. Tanggapan Masyarakat Pada waktu sekarang jenis permainan ini masih dapat kita lihat pada saat tertentu saja. Tujuan Permainan Gajah Telena ini bertujuan untuk mengisi waktu luang dan mencari kesenangan. setiap calon pelari terdiri dari dua orang. untuk setiap pasangan dicari yang tingginya sama. Namun begitu. Jalannya permainan tidak sulit. Jadi lapangan permainan harus diberi garis start dan finish. Kata ―telena‖ sendiri sebenarnya setelah dilacak di Kamus Baoesastra Djawa tidak ditemukan. gajah merupakan salah satu hewan yang dipakai tunggangan untuk bertempur melawan musuh. Memang gajah mempunyai belalai. Caranya berlari tanga kanan dan tangan kiri setiap pasangan saling merangkul dengan tujuan agar pasangan dapat kompak dalam berlari. Latar Belakang Jenis permainan yang satu ini juga termasuk dolanan yang tidak menggunakan peralatan bantu untuk bermain. Selain itu juga dapat untuk melatih kerjasama dan sportivitas. Sementara kata ―telena‖ ada yang menyamakan persepsi dengan ―tlale‖ atau belalai gajah. E. Dalam permainannya ada tata tertip yang harus disepakati bersama. dolanan ini juga diiringi dengan sebuah lagu. karena permainan ini yang menonjol adalah sifat pertandingan. Dari situlah.62 C. seperti juga dolanan lainnya. Dalam peperangan seperti dalam cerita wayang. misalnya dari mana harus berlari dan sampai mana. . seperti halnya permaianan lomba lari karung. Pelaksanaan Permainan Jenis permainan ini adalah kompetitif. B. cukup terkenal di beberapa daerah di masyarakat Jawa. 46) PERMAINAN GAJAH TELENA A. atau kain dari sapu tangan namun bukan dari bahan yang lentur D. Pemenang adalah yang pertama kali sampai finish.

dan mendorong. menendang. Demikian pula kelompok II sebagai formasi gajah adalah E. mencupit. Dolanan ini akan berhenti apabila ada anak (kelompok) yang menyerah. kaitannya dengan permainan. tergantung situasinya. Pada umumnya. telah lelah.C. Setelah mereka saling menyerang. biasanya ada aturan lisan yang disepakati bersama. Sementara pemain H sebagai penunggang gajah. Bisa pula dimainkan saat terang bulan purnama. Masing-masing kelompok terdiri dari 4 anak sebaya. seperti: mereka hanya boleh menjatuhkan lawan dengan cara mendesak. maka nyanyian gajah telena bisa dinyanyikan berulang-ulang.D. pemain tidak begitu terasa sakit. Maka dolanan ini sangat jarang dimainkan oleh anak perempuan. Dilakukan di tempat terbuka dan biasanya di tanah lapang atau kebun bertanah. kemudian mereka dibagi menjadi dua kelompok I dan II. Setelah siap. maka pemain konsentrasi dalam penyerangan. para penonton akan terus bersorak-sorai dan memberi dukungan ke . Sebaliknya. Sementara para penonton.B. Minimal ada dua kelompok.B. Bagi kelompok kalah tidak ada hukuman. atau berpasir. dan H. menjagokan idolanya masing-masing. yang nantinya kedua kelompok itu saling berhadapan untuk saling menyerang. D. Kelompok I terdiri dari pemain A. siapa yang hendak jadi gajah dan siapa yang hendak jadi penunggang. Peserta Dolanan ―Gajah Telena‖ dimainkan secara berkelompok. dolanan ini dimainkan oleh anak laki-laki karena memerlukan kekuatan fisik.E.C. Mereka.G. menyepak.63 C.F.G. Sementara kelompok II terdiri dari pemain E. capek. Pelaksanaan Permainan Sebelum anak-anak bermain gajah telena. Bagi kelompok yang terjatuh duluan. Sementara pemain D sebagai penunggang gajah. atau ingin berpindah ke dolanan lain. itulah kelompok yang dianggap kalah. Setelah itu pemain yang menunggang gajah segera naik ke bentuk formasi itu. Masing-masing kelompok kemudian bersepakat untuk menentukan formasinya. yang umumnya anakanak akan saling menjerit. Apabila mereka lama saling menjajagi kekuatan lawan dengan berputar-putar lebih dulu. dan H). menarik. Misalkan ada 8 anak (pemain A. dan memukul. Hanya biasanya mereka mengganti formasi dan berusaha menantang kembali. dan C. Waktu yang sering dipakai adalah waktu senggang.B. Bisa dinyanyikan sekali atau dua kali. Masingmasing kelompok yang bertugas menjadi gajah segera membentuk formasi dengan cara tangan-tangan dirangkaikan. para pemain tidak diperbolehkan menjatuhkan lawan dengan cara merenggut (njambak) rambut.F. dan D. Anak-anak yang hendak bermain gajah telena biasanya sudah berkumpul di tempat bermain. agar jika terjatuh. berumput. dan G. Setelah disepakati. baik siang atau sore hari. Masing-masing kelompok agak saling berjauhan.F. mereka bersama-sama dengan anak-anak yang menonton menyanyikan lagu gajah telena seperti di atas. misalkan kelompok I sebagai formasi gajah adalah pemain A.

Semakin banyak semakin menyenangkan. kelompok I bisa mengubah formasi. Jika pada serangan kedua ini. Apabila . maka mereka dianggap kelompok kalah dan skor 1:0. Dapat dimainkan oleh dua orang maupun lebih. Menurut enang keladi berarti memukul ulat yang sering ada di daerah hutan. maka dianggap kedudukan satu-satu. Bisa dengan hompimpah atau suit. Setelah siap. Seperti permainan lainnya permainan ini cukup sederhana dan mudah dilakukan. B. Penentuan Kemenangan Apabila ada kelompok yang terjatuh. maka mereka membubarkan diri. Permainan keladi berasal dari Aceh. mereka mulai menyerang kembali kelompok II. Jika dia tak berhasil memukul atau jarak pukulannya tidak jauh pemain digantikan dengan pemain lainnya. Permaianan ini menceritakan tentang bagaimanan seeorang anak lelaki di pedesaan terutama warga transmigrasi yang kekurangan teman bermain . Jika mereka memutuskan untuk berhenti bermain. Latar Belakang Permainan keladi merupakan permaianan yang cukup familiar di kalangan anak pedesaan di Aceh. Pelaksanaan Permainan Untuk pemain yang bermain terlebih dahulu. Permaianan ini di latar belkangi karena nakanak basan melihat banyaknya kayu yang bererakan sehingga mereka berinisiatif untuk membuat permaianan sendiri. Setelah ditemukan siapa yang bermain terlebih dahulu. dia harus melempar keatas kayu yang ditaruh miring dan memukulnya kedepan dan jaraknya harus melebihi tiga kali ukuran kayu yang panjang. Tanggapan Masyarakat Permainan ini bagus karena dapat memberikan rasa senang dan menghibur anak-anak dalam melakukan permainan ini dan juga dapat mengisi waktu luang mereka. Demikian seterusnya. pertama-tama batang kayu yang berukuran 15 cm ditaruh miring pada sebuah batu. permainan diawali dengan mencari siapa yang akan bermain terlebih dahulu.com/2011/04/gajah- 47) PERMAINAN KELADI A. Sementara para pemain masing-masing kelompok dengan sekuat tenaga berusaha menjatuhkan lawannya. Untuk selanjutnya. hingga keduanya merasa lelah. F.64 kelompoknya masing-masing. G.blogspot. kelompok II bisa menjatuhkan kelompok I. misalnya kelompok I. Alat yang Digunakan Alat permainannya cukup sederhana hanya dua buah batang kayu berukuran 30 sm dan 15 cm juga sebuah batu sebagai penyangga. E. C. sehingga alatnya pun sangatlah sederhana. Sumber http://permata-nusantara.

karena para peserta hanya ditugaskan untuk menerka saja dimana jatuhnya sapu tangan dan harus cepat memegang sapu tangan tersebut sebelum sempat diambil kembali oleh yang menjatuhkanya. Di gendong ke arah batu tempat permainan dimulai. Waktu Bermain Waktu bermain biasanya di sore hari ketika anak-anak bermain F. Alat yang Digunakan Peralatannya hanyalah sapu tangan saja. Sapu tangan itu dibawa oleh salah satu orang peserta untuk dijatuhkan pada sebuah tempat dibelakang peserta lainnya. pemain kemudian harus memukul batang kayu kecil itu seperti bermain golf. Nanggore Aceh Darusalam 48) PERMAINAN MERBONI – BONI SAPU TANGAN A. Eang Harjo Sumarto yang berasal dari Takengon. masyarakat cukup mendukung. Dimainkan anak sekitar umur 6 samapi 10 tahun.boni. Merboniboni Sapu Tangan dibentuk dari : mer + boni. Tanggapan Masyarakat Dahulu ketika Eang saya disana. dan permaian ini berlangsung dalam bentuk cara.anak yang lebih besar jarang memainkannya karena kurang sesuai dengan mereka. Latar Belakang Masyarakat Dairi menamakan permaianan anak.dan tiap regu berisikan 2 orang E. Sumber Permaianan ini bersumber dari Eang saya. tetapi di bagi menjadi 2 regu.boni Sapu Tangan yang berati bermain sembunyi. Peserta Permainan ini tidak ditentukan anak laki. Jika sudah tak berhasil memukul maka si pemain kemudian di gendong oleh pemain yang sejak tadi tak ikutan memukul. karena didalam permainan ini sapu tangan merupakan alat utama.65 berhasil memukul dengan jarak lebih dari tiga kali panjang batang kayu yang panjang.bunyian sapu tangan. D. Batang kayu berada diantara kedua kaki dan kemudian dipukul kebelakang menjauh hingga si pemain tak berhasil memukul batang kayu tersebut. Dikatakan mudah. yang merupakan alat utama dalam melaksanakan permainan. dengan jumlah pemain 15 sampai 20 anak untuk sekali bermain. G. C. umur para pemainnya sekitar 9-12 tahun  Jumlah pemainnya adlah 4orang.laki maupun anak perempuan. . B. Pemain  Kebanyakan permainan ini di lakukan oleh anak sekolah dasar. biasanya anak. Kadang pula ada kaum leleki dewasa yang ikut dalam permainan ini untuk sekedar mengisi waktu.anak ini Merboni.cara memnyembunyikannya. Biruen. disebabkan permainan ini terlalu mudah.

1984. Permainan Tradisional anak. Sampai lingkaran yang dibentuk terkelilingi.anak Daerah Sulawesi Utara. Bambang. Latar Belakang Dlosoran adalah permainan yang telah tersebar luas dimana-mana.  Tahap permainan Jiak sapu tangan sudah dijatuhkan. Asal pastinya tidak tahu karena permainan ini di ajarkan oleh pemuda kampung saya sehingga saya mengerti dan pernah melakukan permainan ini. Tetapi jika hal itu diketahuinya. Menentukannya dengan suit. E. Pelaksanaan Permainan  Persiapan  Seluruh peserta berjumlah 15 sampai 20 orang memilih salah seorang diantara mereka untuk bertindak sebagai pembawa sapu tangan secara berkeliling dan menjatuhkannya pada tempat yang dikehendakinya. Permainan ini dapat dimainkan oleh siapa. Yang perlu segera tahu dimana jatuhnya sapu tangan itu ialah anak yang berada didekat tempat jatuhnya itu.66 D. sehingga yang membawa semula sempat memungutnya kembali. Tanggapan Masyarakat Tanggapan masyarakat juga sudah agak berkurang dibandingkan dengan masa lampau terhadap permaianan ini. sedang peserta lainnya berdiri rapat membentuk lingkaran. maka dialah yang menang dan yang menjatuhkannya menjadi pihak yang kalah. dimana. dan sapu tangan segera dapat ditangkapnya. Sumber Suwondo. tetapi si anak tang terdekat tidak mengetahuinya. maka anak yang tidak tahu itu dianggap kalah. hanya membutuhkan strategi dan taktik dalam bermain.  Hukuman Hukuman bagi yang kalah ialah berupa larinya anak yang kalah dan dikejar dari belakang oleh anak yang menang sambil memukul dengan sapu tangan ke tubuh anak yang kalah. sehingga jatuhnya tidak dapat segera dilihat. Sia anak yang membawa sapu tangan berjalan diluar lingkaran dilakukannya sedemikian rupa agak setenagah membungkuk. Dlosoran juga mengasah otak untuk berpikir dan bertindak kapan akan mengenai lawan kapan akan menunggu hingga lawan lengah dan akan menyerah . Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 49) PERMAINAN DLOSORAN A. dan kapan saja. F. Permainan ini cukup mudah di lakukan karena tidak membutuhkan alat untuk bermain.  Aturan bermain Anak yang menang bertugas membawa sapu tangan berkeliling.

Penjaga tetap berjaga. C. Pelaksanaan Permainan  Dlosoran membutuhkan sekitar 13-18 pemain (dapat juga lebih). Dan untuk memperjelas area dan bentuk lapangan dalam bermain. misalnya dengan tangan atau menendang di anggap tidak sah. D. E. Bila di lakukan dengan cara lain. dan semua anggota badan masuk dalam lingkaran. yang perlu di perhatikan adalah jumlah penjaga harus di tambah untuk keseimbangan permainan dan luas area permainan juga di tambah. Pemain lain yang tidak jaga berada di dalam lingkaran. Permainan ini juga tidak memandang jenis kelamin.  Dengan undian hompimpah/kacang panjang dipilihlah 3 orang untuk berjaga di luar lingkaran terlebih dahulu. kaki yang tidak dlosor berada di luar lingkaran. remaja. Penentuan Kemenangan Penentuan Menang atau Kalah. Penjaga juga boleh menunggu hingga lawan lengah.  Hal yang tidak boleh dalam permainan ini dan di anggap pelanggaran adalah menendang lawan. Dan yang menang di tentukan dari sedikitnya pemain itu menjadi penjaga di luar lingkaran. Bila ada yang . Tetapi pada saat dlosor(tackle) seluruh anggota badan penjaga tidak boleh masuk dalam lingkaran. bahkan dewasa.67 B. Untuk yang kalah ditentukan dari berapa kali pemain sering menjaga di luar lingkaran. Alat yang Digunakan Alat dan fasilitas ini tidak di gunakan dalam permainan.  Pancang 1buah  Tali rafia 5-10m  Kapur halus secukupnya. mengenai lawan di atas lutut. Peserta Peserta dapat siapa saja anak-anak. penjaga mulai bergerak untuk berusaha mengenai kaki lawan dengan cara dlosor(tackle). hanya untuk membantu dalam pelaksanaannya saja. karena dapat di mainkan bersama-sama oleh laki-laki dan perempuan. Karena taktik itu yang perlu di terapkan dalam permainan ini. Tetapi bila pesertanya banyak. Jumlah peserta dapat di tentukan dari jumlah orang yang ada.  Dalam mendlosor boleh dengan 1 atau 2 kaki sekaligus. Misalnya tangan ada di luar lingkaran. yang jelas semakin banyak peserta semakin seru.  Setelah posisi siap dan semua pemain ada di areanya sendiri-sendiri.  Penjaga boleh mengelilingi lingkaran untuk mengintai lawan yang akan dimatikan. menyentuh lawan dengan selain kaki. Jadi perkenaannya adalah kaki atau lutut ke bawah. Begitu seterusnya.  Bila ada yang terkena dlosoran itu maka pemain yang terkena itu ganti untuk jaga dan melakukan hal yang sama untuk mematikan pemain lainnya. Harus menyisakan anggota badan lain.

Latar Belakang Awalnya permainan ini adalah permainan tradisional yang dulunya di mainkan oleh masyarakat zaman dahulu. karena ada begitu saja dan dengan sengaja di mainkan bersama-sama. Harus di tentukan oleh musuhnya. Sedangkan jika koinnya berjumlahkan 5 buah di ambil 1 buah koin saja. permain tidak boleh keras-keras. 50) PERMAINAN KREPYAK A. Peserta Permainan ini dapat di kategorikan sebagai permainan anak-anak yang pada umumnya di lakukan oleh anak perempuan usia 6 – 15 tahun. C. 200. F. Karena kebanyakan anak-anak bermain lari-larian dan orang tua takut bila anaknya mengalami resiko bahaya jadi orang tua mengenalkan pada anaknya permainan ini. hanya mungkin beda nama permainan saja. Alat yang Digunakan Koin uang atau kerikil yang berukuran sebesar kelereng yang nantinya digunakan sebagai bahan permainannya yang berjumlahkan 5 atu 6 buah.  Melakukan cuthit. .  Melakukan cengkeh.  Jenis koin.500. Kapur / alat tulis untuk digunakan sebagai alat pencatat point atau nilai. Jumlah pemainnya pun terdiri dari 2 sampai 6 orang atau lebih. B. Yang arti jawanya ( alon-alon ). Mereka juga tidak tahu sumber pasti permainan itu. atau Rp. dan mungkin di daerah lain juga punya permainan seperti ini. Begitu juga dengan musuhnya harus bisa memilih koin yang di ambil yang sekiranya dapat mempersulit pemain untuk melakukan cuthit. harus dengan di iringi sebuah lagu atau nyanyian dan jika koin yang didapat berhasil di tangkap dapat dihitung berapa jumlah koin yang ditangkap tadi dan itulah pointnya. Setahu saya permainan ini berasal dari daerah saya sendiri yaitu daerah bantul. Sumber Dari orangtua saya. yaitu jika koin berjumlah 6 buah harus di ambil 2 buah terlebih dahulu tetapi cara pengambilan tidak boleh sembarang. Permainan ini di mainkan untuk menghibur diri pada saat istirahat sekolah dan pada saat pulang sekolah atau lingkungan rumah.100 perak. Rp. bisa menggunakan uang nilai Rp. Tetapi bila yang memiliki skor orang banyak maka di adakan hompimpah untuk mendapatkan siapa pemenangnya.68 mempunyai skor yang sama maka adu koin atau tos. Pelaksanaan Permainan  Saat melempar / krepyak. Cara permainannya juga mungkin bisa di katakan sama persis. Yang jelas disini berwujud koin/kerikil yang berjumlahkan 5/6 buah. D.

Sumber Masyarakat imogiri bantul yogyakarta 51) PERMAINAN PATAH KALENG A. pemain lain ( lawan ) akan menunjuk koin yang akan di ambil dengan cara memilih koin yang paling mudah di lakukan nantinya. Salah satunya adalah sepak bola patah kaleng selain permainan tradisional lain yang merupakan krestivitas anak dengan lingkungannya yang masih sangat identik dengan alam. jumlahnya di tulis yang nantinya di jumlahkan di akhir permainan.  Ada 4 Tahap yang harus di lalui.  Krepyak ( NYEBAR KOIN ). dengan ruang yang sesempit mungkin dan seluas mungkin dengan komposisi yang tidak pasti.69  Cara mengetahui perpindahan permainan / mati. F. Setelah koin disebar. Olahraga ini mirip seperti permainan sepak bola namun berbeda pada peraturan dan sangat fleksibel.  Cuthit ( MENCUNGKIL KOIN ). Cara melakukannya pun hampir sama dan di iringi oleh sebuah lagu atau nyanyian.  CENGKEH Pemain yang berhasil ketahap ini kemudian melakukan cengkeh dengan tangan yaitu seperti permainan gatheng. bisa dihitung point yang didapat oleh para masing-masing peserta. Dapat dimainkan dimana saja. E. tergantung dari pelaksana lomba (bila dilakukan . Penentuan Kemenangan Mengetahui ― menang atau kalah‖. Papua juga punya permainan-permainan tradisional. jika si pelaku atau peserta tidak berhasil mengenai sasaran atau koin pada saat mencuthit / pemain tidak dapat menangkap koin pada saat melakukan cengkehan. Latar Belakang Permainan Tradisional Patah Kaleng . Pemain yang bermain sebagai orang pertama menggengam semua koin kemudian di lemparkan dengan diiringi berbicara ―kREPYAK‖. setelah nyanyian berakhir dengan bersamaan menangkap koin. Latar belakang masalah Indonesia sebagai negara seribu pulau berarti memiliki beragam suku di dalamnya. Tidak banyak Masyarakat Indonesia yang mengerti kondisi real masyarakat di sana. apalagi dari sisi budaya. Point yang mendapatkan paling tinggi yaitu pemenangnya. dengan cara melakukan homepimpah / pingsut tadi. yaitu :  Homepimpah / pingsut ( PENGUNDIAN ). Salah satunya adalah Papua.Steet Ball Papua A. Seperti di daerah lain. Koin yang berhasil di tangkap kemudian di hitung. Point yang didapat atau dikumpulkan oleh pemain yang terbanyak ialah yang keluar sebagai pemenangnya. Sebelum permainan ini di mulai akan dilakukan pengundian terlebih dahulu.

Berbagai permainan tradisional ini tidak akan bertahan lama bila generasi muda tidak lagi mau peduli terhadap pelestarian budaya bangsa karena budaya adalah jati diri sebuah bangsa. Lebih ideal bila menggunakan bola tenis. dalam bentuk perlombaan) ataupun oleh kedua belah pihak yang akan bertanding.  Peralatan Bola kecil kaleng. E. Patah disini berarti kaleng yang berfungsi sebagai gawang tersebut dijatuhkan oleh pihak lawan melalui bola yang ditendang. Bahkan Papua selalu melahirkan bintangbintang sepakbola di Indonesia. Manfaat Manfaat Senang. F.70 B. Itu hanya istilah saja yang sudah beredar di Masyarakat Papua sejak puluhan tahun yang lalu. Permainan ini sangat digemari oleh anak-anak laki-laki di Papua hingga tidak heran bila Papua tidak pernah kekurangan bintang muda di bidang sepak bola.  Pemain Anak laki-laki  Jalannya permainan Sebelum di mulainya perminan di lukan tos dulu setelah itu bagi yang menang maka melaukan operan atau penguasaan bola. Alat yang Digunakan Bola yang dipergunakan untuk permainan inipun kecil. D. Tidak banyak orang yang menuliskan olah raga tradisional Papua ini. bermain dan meningkatkan motorik. dalam permainan ini tidak ada istilah out atau lemparan ke dalam karena dalam permainan tradisional ini tidak ada garis pembatas lapangan. Sumber Hanya ada satu tulisan mengenai sepak bola patah kaleng ini yang ditulis oleh Arnoldus Mampioper di Kabar Indonesia (19/06/2009). Tujuan Tujuan Mengisi waktu luang. kemampuan motorik meningkat. C. Belajar mencintai budaya bangsa adalah pengabdian tulus terhadap eksistensi bangsa. Sasaran Sasaran Anak laki-laki Pelaksanaan Permainan  Lapangan peralatan  Lapangan Lapangan yang di gunakan bisa di lakukan dimana saja dengan ruang yang sesempit mungkin dan seluas mungkin dengan komposisi yang tidak pasti. sama seperti gawang. Hanya ada dua buah kaleng. dan bersosiaolisasi. kualitas kebugaran meningkat. Sepak bola patah kaleng tidak berarti kaleng dipatahkan. G. . Tingkat kesulitannya lebih tinggi dibandingkan sepak bola yang menggunakan gawang.

B. Penentuan Kemenangan Jika ada pemain yang berhasil mengumpulkan angka yang paling banyak maka dialah pemenangnya. lalu pemain harus mengangkat kaki satu dan menggeser umpan kekotak yang ke dua. Permainan ini sering dimainakan waktu saya masih kecil dulu. Untuk kembali ketempat semula kali ini pemain harus kambali menggunakan kaki satu dan mengambil umpan miliknya diluar kotak sepuluh ribu dengan tanpa menginjak/memegang garis. jika ada pemain yang menginjak/memegang garis maka dianggap mati. I. D. biasanya permainan ini sering dimainkan jika waktu libur sekolah tiba permainan ini juga sangat populer di waktu kami masih kecil dulu biasanya kami memainkannya dari pagi & petang. F. Penentuan Kemenangan Pemenang Regu mana yang paling banyak menjatuh kaleng paling banyak maka regu itu di anggap sebagai pemenangnya. Latar Belakang Permainan ini berasal dari daerah saya. C. kemudian Pemain melemparkan umpan kekotak yang pertama untuk memulainya permainan. E.kulinet. Peserta Permainan ini dimainkan oleh 6 orang dan dibagi menjadi 2 kelompok masingmasing 3 orang. Tanggapan Masyarakat Permainan ini tidak pernah digunakan lagi oleh anak-anak di daerah saya. Sumber http://www. Pelaksanaan Permainan Para pemain di suitkan dahulu kemudian yang menang jalan duluan. begitu seterusnya sampai kekotak yang ke empat disitu pemain boleh menggunakan kedua kakinya untuk menendang umpan tersebut ke kotak angka sepuluh ribu. Alat yang Digunakan Fasilitas yang digunakan hanyalah pecahan batu/keramik sebagai umpan & melukiskan/menggambarkan bentuk lapangan.71 H. G. Sumber Masa Lalu . yaitu Bangka Belitung.com/baca/patah-kaleng-steet-ball-papua/759/ 52) PERMAINAN CAK LENGKENG SEPULUH RIBU A.

kualitas kebugaran meningkat.72 PERMAINAN OLAHRAGA TRADISIONAL 53) PERMAINAN EGRANG A. Latar Belakang Egrang adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari daereah mana asalnya. Pada ukuran 50 cm dari bawah dibuat tempat berpijak kaki yang rata dan boleh lepas dengan kain atau busa. sebagaian wilayah sumatera barat dengan nama Tengkak – tengkak dari kata tengkak (pincang). E. Lapangan dan Peralatan a. bermain dan meningkatkan kemampuan motorik. D. tetapi dapat dijumapi diberbagai daeerah dengan nama berbeda seperti . Peraturan Permainan 1. Tujuan Mengisi waktu luang. Secara spesifik. bahkan jalan raya. remaja. Sasaran Anak – anak. sehingga permukannya rata. dan dewasa. Ingkau yang bahasa Bengkulu berarti sepatu bambu. Alat egrang dibagi menjadi dua. 1) Umur 6 – 12 tahun : Tinggi bambu 1 ½ meter Ukuran tempat berpijak :  Tinggi : 50 cm  Lebar : 15 – 20 cm  Panjang : 7 ½ cm 2) Umur 13 tahun keatas Tinggi bambu 2 ½ m Ukuran tempat berpijak:  Tinggi : 50 cm  Lebar : 20 cm  Panjang : 10 cm . bila memungkinkan). C. Peralatan Alat yang digunakan adalah bambu yang dibuat sedemikian rupa. dan bersosialisasi. masing – masing kelompok umujr 6 – 12 tahun dan kelompok umur 13 tahun keatas. berdasar kelompok umur pemakaiannya. B. Manfaat Gembira. lapangan umum. ukuran egrang tersebut adalah sebagai berikut. Egrang dalam bahasa lampung berarti terompah pancung yang tgerbuat dari bambu bulat panjang. kemampuan motorik meningkat. Ukuran lapangan adalah panjang minimum 50 m dan lebar 7 ½ m dibagi lima garis lintasan masing – masing 1 ½ meter. Lapangan Lapangan yang dipergunakan disarankan datar dan luas (bisa di stadion. b. Sedang Jawa Tengah dengan nama Jangkauan yang berasal dari nama burung berkaki panjang.

kelompok umur anak – anka 6 – 12 tahun dan unutk taruna / remaja / dewasa 13 tahun keatas. Dalam meneliti umur peserta didasarkan pada surat keterngan yang berwenang. para peserta diteliti usianya untuk menentukan kelompok umur masing – masing.73 2. Kalau dalam perlombaan cukup dengan mengira – ngira saja. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dalam kelas masing – masing 5 (lima) orang sesuai dengan jumlah llintasan. f. j.  Pencatat waktu (timer) mencatat waktu para pelari. Atlet yang terganggu jalannya oleh atlet lainnya boleh meneruskan larinya atau mengulang. aba – aba siap satu kaki (kiri atau kanan) diatas tempat berpijak dan setelah aba – aba YA lari. 4. jumlah atlet sesuai dengan jumlah lintasan. Ya. Per kelompok dipelombakan dalam seri. c. juri dan pencatat waktu (timer)  Wasit bertugas mengawasi seluruh jalannya perlombaan. Pemain Permainan egrang bisa dimainkan oleh wanita atau laki – laki dengan mengenakan pakian olahraga yang pantas. Sebelum perlombaan dimulai. Untuk maju ke seri berikutnya. Pemenang  Pemenang ditentukan berdasarkan kecepatan waktu  Waktu yang diambil adalah kaki terakhir menyentuh garis finish.  Juri kedatangan mengawasi perlombaan di garis akhir. Undian diadakan agar jangan ada yang merasa dirugikan. Perlombaan dalam seri. Atlet. Aba – aba perlombaan oleh wasit / juri start adalah: bersedia. 3. d. dari garis start sampai garis finish dipimpin juri start dan waktu dicatat oleh petugas pencatat waktu.  Juri pemberangkatan / timer. e. i. g. Waktu terbaik dalam seri (2 atau 3orang) berhak mengikuti seri berikutnya. Hal ini dilakukan pada waktu penyelenggaraan resmi. mengawasi lintasan apakah ada pelari yang menginjak garis. para atlet berdiri dibelakang garis start dengan memegang egrang. Pengganti ―YA‖ dapat dilakukan dengan suara peluit. Selanjutnya diadakan undian untuk menentukan urutan pemberangkatan perlombaan. Jalannya permainan a. . Para atlet dinyatakan gugur apabila:  Menginjak garis lintasan  Kaki jatuh menyentuh lantai atau lintasan  Dengan sengaja mengganggu atlet lain. Wasit. 5.  Juri lintasan. Pada aba – aba bersedia tangan memegang egrang (kanan dan kiri). h. dapat diatur dalam peraturan perlombaan khusus apakah hanya 2 atau 3 orangwaktu terbaik dengan memperhatikan jumlah peserta. b. Sebelum perlombaan dimulai. yang mengambil lintasan orang lain dinyatakan gugur. siap .

Pada dasar lapangan (kecuali diatas air). serta bentuk bantal bulat panjang berukuran 7 ½ cm . 2. Bantal dibuat dari kain diisi dengan kapas. busa. C. besar d. Tinggi dudukan tempat bertanding diukur dari tanah / permukaan aman. dan diatas air).2 m dan unutk putri 1 m. pasir. memupuk sportifitas. Kualitas kesegaran jasmani meningkat. F. dengan ukuran panjang 8 meter dam lebar 4 meter. diberi pengaman matras. mengurangi ketegangan mental. 3. atau jerami. 1 kg untuk putri. Tujuan Mengisi waktu luang. E. melatih keseimbangan. keseimbangan meningkat. sabut kelapa atau jerami dengan ukuran panjang 1 meter berat 1 ½ kg untuk putra. Tanda dibuat dari kapur atau tambang. Peraturan Permainan 1. meningkatkan kesegaran. dipertajam lagi dengan pengelompokan berat badan  anak – anak : 30 – 40 kg  remaja : 41 – 50 kg  dewasa : 51 – 60 kg keatas  Sifat pertandingan Perorangan dan beregu. Pemain  Gebug bantal bisa dimainkan oleh putra maupun putri. Peralatan Tempat bertanding dibuat dari kayu atau bambu bulat dengan ukuran panjang 4 meter. 12 cm. Lapangan dan Peralatan a. Lapangan Lapangan atau tempat bermain bisa dialam terbuka (lapangan rumput. tanah atau lantai yang rata. tertutup (hall / gedung olahraga). dengan pengelompokan umur:  anak – anak : 9 – 12 tahun  remaja : 13 – 16 tahun  dewasa : 17 tahun ke atas  Masing – masing kelompok umur tadi. Lama permainan . Lapangan (kecuali diatas air)dibatasi dengan tanda. B. Latar Belakang Permainan gebuk bantal adalah merupakan suatu permainan ketangkasan dimana 2 pemain saling menyerang menggunakan bantal. b. Sasaran Remaja dan dewasa. di atas sebatang bambu yang dipasang menyerupai jembatan dan pemenangnya adalah yang berhasil menjatuhkan lawan atau yang berhasil mengumpulkan angka yang lebih banyak. tanah danpasir. Manfaat D.74 54) PERMAINAN GEBUK BANTAL A. untuk putra 1.15 cm.m.

Apabila babak pertama sampai babak kedua tidak ada yang jatuh pemenang ditentukan dengan undian. e.75 4. 5. Perorangan (lihat butir 5) b. 7. b. Jalannya permainan a. d. d.satu tangan lagi siap menangkis. kaki tergantung satu tangan memegang bantal. ditetapkan berdasarkan jumalh pemain yang memenangkan pertandingan dengan skor akhir 5 – 0. Pemenang Pemenang ditentukan berdasarkan. 4 – 1 atau 3 – 2. e. salah seorang berhasil menjatuhkan lawannya. setelah selesai bertanding pemain berdiri mengapit wasit dan wasit mengangkat tangan pemenang. Wasit dan pembantu wasit adalah yang telah mengikuti penataran perwasitan. Pemain dinyatakan kalah. Demikian juga sebelum pertandingan dimulai wasit dan pembantu wasit memeriksa lapangan dan peralatan. f. 8. permainan ini dihentikan untuk istirahat selama 3 menit. wasit membunyikan peluit tanda pertandingan di mulai. dilakukan dengan uang logam. Sebelum pertandingan dimulai wasit menanyakan panitia tentang keabsahan pemain. Apabila dalam waktu 5 menit tidak ada pemain yang jatuh. Undian diadakan untuk menentukan tempat dan peraminan yang lebih dulu memukul. Setelah pemain siap bertanding. kaki mengepit dudukan. lebih dulu jatuh. . Hasil undian. tangan memegang kayu / bambu dudukan. b. Jenis permaian dan penilaian a. Sasaran Seluruh tubuh kecuali kepala. Permianan dilakukan paling lama 5 menit / babak. Penjelasan tentang perwasitan a. setelah istirahat dilanjutkan 5 menit babak kedua. c. Pertandingan dipimpin oleh 1 orang wasit daan 1 orang pembantu wasit. Wasit dan Juri Pertandingan dipimpin oleh 1 orang wasit dan satu orang pembantu wasit. mengepit dudukan dengan dua kaki). Wasit memimpin seluruh jalannya pertandingan dan pembantu wasit memperhatikan apakah diantara pemain melakukan kesalahan (memegang kayu / bambu dudukan. jatuh kebawah tanah. Sebelum pertandingan dimulai diadakan undian unutk menentukan tempat dan siapa yang lebih dulu memukul. c. Beregu 5 orang. Sikap duduk. pembatasan sasaran ini dimaksudkan untuk menghindari cidera kuping. dinyatakan kalah. Setelah undian pemain yang akan bertanding naik keatas dan duduk diatas dudukan tempat bertanding. Apabila ini terjadi segera mengangkat bendera merah. sebaiknya dihindari dengan suit. 6. atau siapa lebih dulu jatuh.

E. C. lapangan umum. Antar lintasan diberi garis dari kapur 5 cm. 3. Memimpin pertandingan sesuai dengan peraturan permainan yang telah ditetapkan. Kabupaten Kampar. seperti dibagian Siapi – Api. Nomor dada dan stopwatch.5 meter). dan kemampuan kerja sama meningkat. 55) PERMAINAN TEROMPAH PANJANG A. B. 4. terompah dibuat dari bahan balok / papan yang tebal karet / ban. Ujung lintasan diberi garis start dan garis finish. Jumlah bendera sesuai dengan jumlah lintasan yang dipakai. maupun Rokan dibagian Hilir. b. Bengkalis. yang dibagi menjadi 5 lintsan (masing – masing lintasan lebar 1. dewasa putra dan putri. Peraturan Permainan 1. Terompah. Latar Belakang Permainan terompah panjang sejak dulu sudah ada didaerah sepanjang perairan Sungai Rokan. rata seperti stadion.  Berat terompah seluruhnya untuk teromaph 3 orang 4 kg ( sepasang) terompah 5 orang 8 kg (sepasang). Peralatan 1. jalan raya (bila memungkinkan).  Panjang terompah unutk 5 orang 235 cm. terompah pangjang sudah merakyat.76 g. Tujuan Berolahraga. 2.5 meter.5 cm. . 5. ketegangan menurun.  Tebal terompah 2. Kini. D. bendera dibuat dari kain atau kertas berwarna meerah dan biru berbentuk segitiga dengan ukuran bendera 27 cm. dan paku. remaja. dengan lebar 7. Sasaran Anak – anak. Ukuran terompah:  Panjang terompah untuk 3 orang 141 cm. mengisi waktu luang dan memupuk sikap kerja sama (kekompakan team).  Lebar terompah 10 cm. Riau. Lapangan Permainan terompah panjang diadakan dilapangan terbuka. Lapangan dibuat sedemikian rupa agardalaam pelaksanaannya tidak menghadap matahari. Bendera – bendera kecil dari bahan: tangkai dari bambu dengan panjang 40 cm. Panjang atau jarak lintasan: 50 meter. Kapur untuk membuat lintasan. baik Rokan Kiri maupun Rokan Kanan. Lapangan dan peralatan a. Manfaat Kebugaran meningkat. Bendera start (peluit start).

f. Selanjutnya diadakan undian untuk menentukan lintasan masing – masing regu. Jalannya permainan a. Regu dianggap sah. Peserta dibagi dalam regu yang terdiri dari 5 orang atau 3 orang sesuai dengan jenis yang diperlombakan. peserta siap untuk melakukan jalan. Regu juga masih dianggap sah. c. kemudian diberi nomor (dua) untuk dipasang di dada bagi peserta yang paling depan dandi punggung pemain paling belakang. Sebelum perlombaan dimulai. Petugas lintasan berdiri dibelakang peserta dan memperhatikan regu pada lintasan masing – masing dengan membawa bendera biru merah. Regu yang sudah diteliti kelompok usianya. Undian dapat dilaksanakan paling lambat satu hari sebelum perlombaan dimulai. 4. Aba – aba ya. remaja 13 – 16 tahun. Pemain Jenis kelamin laki – laki dan perempuan yang tergabung dalam regu putra dan regu putri. j. boleh pada bahu atau pinggang. regu yang gugur tidak perlu meneruskan sampai garis finish. Sebaiknya para peserta memakai sepatu olahraga agar kjaki tidak lecet. peserta berjalan secepat – cepatnya menempuh jarak 50 meter. peserta berdiri diatas terompah dengan jari – jari kaki masuk kedalalm setengah lingkaran karet dan berpegangan satu sama lain. siap. 3. waulupun regu tersebut jatuh kedepan tetapi kedua kaki masih kontak pada terompah meskipun tangan menyentuh tanah. maka pada aba – aba ya. d. .tidak berhasil mencapai garis finish. b. ya (peluit dibunyikan atau bendera start dikibarkan). Jenis perlombaan Beregu 3 orang dan beregu 5 orang. Peseta / regu dianggap gugur apabila. dan untuk menentukan urutan pemberangkatan dalam perlombaan. k. menginjak lintasan peserta lain. peserta dari masing – masing regu berdiri dibelakang garis start di samping terompahnya. Pada aba – aba bersedia. Bila memungkinkan adanya stop watch. h. Sebelum perlombaan dimulai. e. stop watch dihidupkan dan pada saat peserta dan ujung terompah paling belakang melawati garis finish stop watch dimatikan. apabila peserta terakhir dan ujung terompah bagian belakang melewati garis finish dengan tidak ada kesalahan selama dalam perjalanan. Kelompok umur anak – anak 9 – 12 tahun. g. i. Aba – aba siap. usia para peseta diteliti untuk menentukan kelompok usia. dengan sengaja mengganggu peserta lain. terompah rusak ditengah jalan. Seluruh peserta dibagi dalam seri setiap seri maksimal 5 regu sesuai dengan jumlah lintasan (disesuaikan dengan jumlah regu peserta). Aba – aba dalam perlombaan diberikan oleh juri pemberangkatan adalah bersedia.77 2. dewasa 17 tahun keatas. Peserta regu berpegangan satu sama lain. salah satu kaki atau kedua kaki menginjak tanah artinya salah satu kaki atau kedua kaki tidak ada kontak dengan terompah.

Petugas Petugas terdiri dari.  Aba – abab yang diberikan adalah: bersedia.  Juri pemberangkatan dapat menentukan sah atau tidaksah start yang dilakukan oleh setiap peserta.  Pengambil waktu (apabila ada stopwatch). diperlukan petugas sebagai juri / wasit. Apabila pengawas mengacungkan bendera biru.  Pengawas lintasan bertugas unutk:  Mengawasi lintasan selama permainan berlangsung.  Juri kedatangan berada dibelakang garis finish.  Memberi aba – aba pada pemberangkatan peserta dengan mempergunsksn bendera start atau peluit. ya atau peluit dibunyikan.  Juri pemberangkata bertugas untuk. Petunjuk Perwasitan Untuk melancarkan jalannya permainan terompah panjang. juri pemberangkatan mengambil tempat dibelakang peserta dan tangan yang megang bendera direntangkan lurus kesamping.78 5. pengawas lintasan mengacungkan bendera keatas dan berjalan di belakang mengikuti peserta sampai garis finish. juri pemberangkatan memanggil peseta untuk berdiri dibelakang agris start dalam lintasan masing – masing. siap.  Pengawas lintasan 5 orang (diseduaikan jumlah lintasan)  Juri kedatangan lima orang. Pemenang Regu dinyatakan sebagai pemenang apabila regu tersebut paling cepat memasuki garis finish. perincian tugas darei masing – masing juri / wasit. Apabila menggunakan bendera maka pada aba – aba ya bendera dinaikkan / digerakkan keatas. pengawas lintasan berdiri di belakang peseta yang akan diawasi sambil membawa bendera biru ditangan kanan dan bendera merah di tangan kiri.  Dalam memberikan aba – aba.  Sebelum start dimulai. Tetapi apabila peserta melakukan kesalahan maka bendera biru diturunkan dan bendera merah dinaikkan dan regu peserta dianggap gugur. 6.  Juri kedatangan bertugas untuk:  Menentukan dan mencatat urutan kedatangan peserta.  Kemudian juri pemberangkatan memperingatakn agar peserta tidak menginjak / melewati garis start. regu yang gugur dalam babak final tidak mendapat juara.  Pada saat peserta mulai berjalan.  Pencatat waktu (apabila ada stopwatch). .  Jumlah pemberangkatan 1 orang. 7.  Sebelum start dimulai. maka permainan peserta tersebut sah.

dan seterusnya. Peraturan Permainan 1. remaja.  Pencatat waktu berada dibelakang garis finish disamping pengambil waktu.  Panjang minumum 15 meter  Lebar 7 ½ meter dibagi 5 garis lintasan masing – masing 1 ½ meter. C.  Tebal garis 4 cm. Sasaran Anak – anak. Permainan ini menuntut kelincahan. pengambil waktu menghidupkan stopwatch.  Pada saat starter memberi aba – aba ya atau peluit dibunyikan . ketegangan menurun. dan ketangkasan meningkat. mengurangi ketegangan dan kompetitif.  Pengambil waktu berada atau bertempat dibelakang garis finish. tanah. D. semen maupun aspal). yang mana setiap habis melangkah pemain harus memindahkan balok yang dibelakangnya ke depan sebagai tempat berpinjak dan begitu selanjutnya.  Waktu dicatat sampai dengan per sepuluh detik. B. dan pada saat peserta paling belakang dan ujung terompah paling belakang tepat berada digaris finish / melewati garis finish. 56) PERMAINAN LARI BALOK A. Bentuk permainan berupa adu kecepatan menempuh suatu jarak tertentu diatas empat buah balok kecil menyerupai batu bata. rata (rumput. Manfaat Kebugaran meningkat. Spesifikasi alat sebagai berikut :  Kayu  Ukuran balok : . b) Peralatan  Bahan dari kayu balok di mana permukaan tempat berpijak rata. dewasa.79  Pengambil waktu bertugas untuk:  Menghitung waktu dari mulai aba – aba ya atau peluit dibunyikan sampai peserta menginjak atau melewati garis finish. misalnya 10. 2 detik.  Pencatat waktu bertugas untuk:  Mencatat waktu yang ditempuh setiap peserta pada formulir yang sudah disiapkan. E. putra dan putri. Latar Belakang Lari Balok sering dilombakan pada perayaan Kemerdekaan RI. Tujuan Berolahraga. dan kecepatan atletnya. keseimbangan. Lapangan dan Peralatan a) Lapangan  Lapangan terbuka. stopwatch dimatikan.

mencapai garis finish (dengan ketentuan ke empat balok telah melewati garis finish). b) Klasifikasi :  Kelompok I : 6 – 10 Th  Kelompok II : 11 – 14 Th  Kelompok III : 15 – 18 Th  Kelompok umum : 19 Th keatas Jalannya Permainan a) Sebelum perlombaan dimulai para perserta diteliti usianya untuk menentukan kelompok umurnya masing – masing. b) Juri pemberangkatan. mencatat nama/nomor peserta yang telah tiba di finish .  panjang : 25 cm  lebar : 9 cm  tinggi : 4 cm  Berat balok : 50 gr – 100 gr  Bendera start : 60 x 90 cm (ukuran tidak mutlak)  Bendera kecil segi tiga mrah dan biru :27 x 37 cm Pemain a) Pemain lari balok bisa dimainkan oleh laki – laki maupun perempuan. 5. mengikuti dan mengawasi lintasan dibelakang dari dari setiap peserta. memberi aba – aba start pemberangkatan. d) Sebelum perlombaan dimulai para peserta duduk jongkok diatas 2 balok dibelakang garis start dan kedua tangan menyentuh balok dua lainnya yang terletak di belakang kedua balok yang diinjak. Pemimpin Perlombaan a) Wasit. e) Aba – aba perlombaan oleh wasit adalah bersedia. Pada aba – aba bersedia peserta duduk jongkok diatas kedua balok.80 2. mengawasi peserta yang telah tiba di finish e) Pencatat. b) Setiap peserta yang akan berlomba diberikan 4 potong balok. 3.  Salah satu tangan atau kedua tangan menyentuh tanah dan sama sekali tidak ada kontak/hubugan dengan balok.  Keluar dari lintasan. 4. Siap kedua tangan siap memindahkan kedua balok lainnya. siap. c) Juri lintasan. d) Juri kedatangan.  Dengan sengaja mengganggu peserta lain. ya. f) Peserta dinyatakan gugur apabila :  Salah satu kaki atau kedua kaki menginjak tanah dan sama sekali tidak ada kontak/hubungan dengan balok. Ya peserta saling berlomba. Pemenang Ditentukan berdasarkan peserta yang paling dahulu. c) Peserta diundi untuk menentukan kelompok seri/urutan perlombaan. mengawasi jalannya perlombaan.

30 orang dsb. 28.  Klasifikasi Berat untuk putra Kelas I : 50 – 59 kg. Lapangan dan Peralatan a) Lapangan Lapangan yang dipergunakan dapat terbuka dan tertutup. juga luar garis batas tarikan. Diameter tali : 5 – 10 cm. lapangan. III : 60 – 69 kg. II : 50 – 59 kg. remaja. . Dalam permainan ini sangat dominan kekuatan dan daya tahan regu. Tujuan Berolahraga. Sasaran Anak – anak. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. b) Peralatan Alat yang dipergunakan adalah sebuah tali tambang serat panjangnya 30 s/d M. Pinggir lapangan sebaiknya diberi tanda dengan kapur atau tali. 17. tepi pantai yang datar/rata permukaan. Diantaranya stadion. C. III : 70 – 79 kg. 20. II : 60 – 69 kg.5 M dari pertengahan tali. jumlah anggota regu disesuaikan dengan keadaan.81 57) PERMAINAN TARIK TAMBANG A. jumlah regu disesuaikan dengan keadaan. Peraturan Permainan 1. Olahraga tarik tambang dimainkan beregu.  Panjang lapangan : 40 s/d 60 M  Lebar lapangan : 8 M Pada pertengahan lapangan diberi garis. meningkatkan semangat kerja dan menurunkan ketegangan. c) Peserta  Beregu putra atau putri. menggunakan seutas tambang. E. B. IV : 70 kg ke atas. dan dewasa. batas lapangan harus jelas supaya penonton tidak masuk lapangan permainan. IV : 80 kg keatas Berat untuk putri Kelas I : 30 – 49 kg. memupuk semangat kerja sama dan sosialisasi. D. Latar Belakang Tarik Tambang adalah olahraga rakyat yang paling banyak dimainkan oleh masyarakat setelah olahraga panjat pinang. pada pertengahan tali diberi tanda ( cat merah/kain merah ) dari pertengahan tali diberi 2 macam tanda yang masing – masing jarak 2. boleh 10.

tetapi tidak ada petunjuk bahwa permainan hadang berasal dari Jakarta. Latar Belakang Meski dimainkan hamper seluruh anak di Jabotabek. Kemudian diadakan tarikan lagi dan jika terjadi seri maka sebelum tarikan ketiga diadakan lagi undian untuk memilih tempat setelah lebih dahulu istirahat. Permainan ini ada di sebagian besar provinsi di Nusantara. . Anak-anak desa. bendera merah itu diangkat apabila tanda merah tadi melewati garis batas tarikan. dewasa. 58) PERMAINAN HADANG A. Tujuan Mengisi waktu luang. Pemenang Apabila satu regu dapat mengalahkan regu lain dengan 2 – 0 atau 2 – 1 ( kalau terjadi seri ).82 2. maka diadakan pemindahan tempat. peserta sudah memegang tali serta konsentrasi untuk mendengar aba – aba berikutnya. dan bersosialisasi. Jalannya Permainan a) Undian dapat diadakan sebelum hari pertandingan pada saat pertemuan teknis. Pertandingan biasanya dilakukan dengan sistem gugur. d) Wasit memberikan aba – aba siap. B. jika ada aba – aba ya kedua regu melakukan tarikan. Kedua regu saling menarik tambang dan saling berusaha membuat tanda merah dari pertengahan tali dapat ditarik melalui garis batas. bermain. Pemimpin Perlombaan Wasit sebaiknya berjumlah 3 orang. Jika salah satu regu dapat menarik melewati garis batas. remaja. C. 3. tetapi panitia dapat menentukan sstem pertandingan disesuaikan dengan situasi dan kondisi. D. Pembantu wasit juga bertugas menghitung jumlah masing – masing regu serta mengatur tata tertib keamanan pertandingan. yang terdiri atas 1 orang wasit kepala yang bertugas langsung memimpin pertandingan dan dilengkapi dengan peluit. acap memainkan hadang di malam hari saat bulan purnama. Manfaat Gembira. kebugaran meningkat. Dua orang pembantu wasit bertugas mengawasi garis batas tarikan dan dilengkapi dengan bendera merah. c) Wasit pertandingan memanggil pimpinan regu masing – masing untuk menentukan tempat. meningkatkan kekompakan tim. 4. Sasaran Anak-anak. b) Sebelum bertanding lapangan harus dikosongkan setelah ada panggilan dari panitia.

9 meter 15 meter Peluit diperuntukkan pada kedua wasit yang akan memimpin pertandingan. Kapur digunakan apabila lapangan permainan di rumput atau tanah. Jam/stopwatch Meja. warna kuning dan merah berbentuk segi empat. d. e. lapangan terbuka. Gambar Lapangan Hadang c. g.5 m x 5 m. halaman rumah. apabila memungkinkan). Peralatan  Bendera untuk hakim garis dengan ukuran 30 x 30 cm. f.  Garis pembagi lapangan permainan menjadi 2 bagian memanjang disebut garis tengah. Peraturan Permainan 1.83 E. tangkai 40 cm. .  Papan nilai untuk mencatat nilai (papan tulis atau white board). jalan raya. kursi Alat tulis Formulir pertandingan untuk mencatat susunan pemain dan hasil pertandingan.  Lapangan permainan ditandai dengan garis selebar 5 Cm. Lapangan Lapangan permainan dapat dibuat di ruangan tertutup (stadion tertutup. gedung pertemuan) atau di ruangan terbuka (stadion terbuka. Cat dan line paper digunakan apabila lapangan di atas lantai semen dan jalan beraspal. Lapangan dan Peralatan a.  Kapur/cat/line paper. gedung olahraga. b. Bentuk lapangan empat persegi panjang berpetak-petak Ukuran  Panjang 15 meter  Lebar 9 meter dibagi 6 petak masing-masing 4.

c. dan 3 orang pemain cadangan.. Jalannya permainan a. Sebelum permainan dimulai diadakan undian regu. d. e. Pergantian untuk regu: Pergantian regu penyerang men-jadi penjaga atau sebaliknya diadakan oleh wasit dengan membunyikan peluit setelah:  Penjaga menangkap atau menyentuh penyerang . 5. Terdiri dari 2 regu masing-masing 5 orang. Pemain penyerang dinyatakan salah apabila:  Kedua kaki keluar dari garis samping kiri dan kanan lapangan. 6. Timeout Time out satu kali untuk tiap regu. b. Penjaga berusaha menangkap atau menyentuh penyerang dengan tangan terbuka dan jarh-jari tangan. atau sentuhan dari pihak penjaga. Timeout diberikan atas permintaan pelatih atau manajer kepada petugas meja. Regu penjaga menempati garis jaganya masing-masing dengan kedua kaki berada di atas garis sedangkan regu penyerang siap untuk masuk.  Mengganggu jalannya permainan. Waktu time out. jam dimatikan. Setelah time out posisi pemain seperti sebelum time out. Waktu time out dicatat posisi pemain. Setiap regu diharuskan memakai kostum bernomor dada dan punggung ukuran 15 cm dari nomor angka 1 sampai 8. masing-masing satu menit selama pertandingan. Pemain a. Permainan dimulai setelah wasit membunyaikan pluit.tidak boleh mengepal. Lamanya permainan Lamanya permainan 2 x 15 menit bersih dan istirahat 5 menit. yang kalah sebagai penjaga dan yang menang sebagai penyerang. g. Penyerang berusaha melewati garis di depannya dengan menghindari tangkapan. Regu putra dan regu putri 3.  Berbalik masuk petak yang telah dilalui. dalam posisi kedua kaki berpijak di atas garis atau salah satu kaki berpijak di atas garis sedangkan satu kaki lainnya dalam keadaan melayang. Seragam pemain 4. Kapten regu diberi tanda di lengan kanan berbentuk pita melingkar.84 2. b. f.

Setiap pemain yang telah berhasil melewati seluruh garis dari garis depan sampai garis belakang dan dari garis belakang sampai dengan garis depan langsung dapat melanjutkan permainannya seperti semula. b.  Apabila permainan telah berjalan selama 15 menit wasit membunyikan pluit tanda istirahat dan posisi pemain dicatat. . Setiap pertandingan. Istirahat.  Apabila permainan babak kedua dilanjutkan posisi pemain sama seperti saat permainan dihentikan. 7. i. Pemain yang telah berhasil melewati garis depan s/d garis belakang diberi nilai satu. dipimpin 2 orang wasit.85  Terjadi butir 6 di atas  Apabila tidak terjadi perubahan posisi selama 2 (dua) menit. Apabila penjaga atau penyerang melakukan pelanggaran pertama kali diberi kartu kuning dan apabila melakukan pelanggaran 2 kali diberi kartu merah dan nilai dikurangi 1 (satu). Kedua wasit punya tugas. Bagi pemain penjaga. pergantian dan pada saat time out. h. Pemain yang berhasil melewati garis belakang s/d garis depan diberi nilai satu. Hakim garis dan pencatat nilai a. b. Tiap regu diberikan paling banyak 3 kali penggantian pemain selama pertandingan).  Mengganggu penjaga yang sudah dilalui. Bagi pemain penyerang. waktu istirahat. Nilai a. Wasit memberikan tanda dengan membunyikan peluit. Wasit. fungsi dan wewenang yang sama c. apabila:  Menggait kaki penjaga.  Mendorong penyerang dengan sengaja  Menyerang wasit dan membuat keributan. 8. Hukuman dan sanksi a. dua orang pencatat nilai.  Menyerang wasit dan membuat keributan. 9. pemain membuat kesalahan dan waktu time out. apabila:  Menyentuh penyerang dengan tangan dikepal atau meninju penyerang. dibantu dua orang hakim garis. j. b. Penggantian pemain diadakan pada saat permainan sedang berhenti (pada saat istirahat. . Demikan seterusnya permainan berjalan tanpa berhenti kecuali kalau dihentikan oleh wasit karena tertangkap/ tersentuh.  Apabila penyerang menginjak garis dan petak di belakangnya yang telah dilalui.

. Saat-saat mencutat. dan ketangkasan meningkat. d. ketegangan menurun. Apabila masih tetap sama. pemenang ditentukan berdasarkan hasil undian/tos PERTANDINGAN HADANG PA/PI Regu : …………………………. 2 X 15 menit. Dua pencatat nilai ditempatkan di sudut garis depan dan garis belakang. 10. Apabila terjadi nilai sama setelah waktu 2 x 15 menit berakhir. Tujuan Mengisi waktu luang. Penentuan Pemenang Pemenang ditentukan dari besarnya nilai setelah pertandingan berakhir. Peraturan Permainan 1. memupuk semangat kerja sama dan bersosialisasi. Manfaat Berolahraga.. c. adalah saat-saat yang menyenangkan. Lapangan . dan meningkatkan keterampilan dan jiwa sportif. bermain. e. maka diadakan perpanjangan waktu selama 10 menit (2x5 menit) tanpa istirahat/ time out. Nilai/ angka dicatat di dua papan nilai (lihat gambar di bawah). dan yang terpenting adalah jiwa sportif. Latar Belakang Patok lele digemari setiap anak (tentu saja yang bias memainkannya). Penjaga garis memberi tanda dengan mengangkat bendera e. Pemain Nilai Dada Dada Jumlah Jumlah 59) PERMAINAN PATOK LELE a. kebugaran meningkat. Pemain Nilai No. Regu : …………………………. No. No. memukul. dan mematok. meninting. Permainan ini mengasah ketrampilan. Lapangan dan Peralatan a. kecekatan.86 d. Pencatat nilai. Tujuan Gembira. No. b.

Garis : Menarik garis. memukul. dipukul. Gambar: Dengan dua bata/balok berjejer dan ditidurkan Permainan. maka tempat mencutat/mematok dapat dibuat dengan cara meletakkan 2 (dua) buah batu bata/balok berjejer sehingga dapat memungkinkan untuk mencutat/ mematok. Alat ini untuk mencutat. (lihat gambar). dan mematok.  Kayu berbentuk bulat (silinder) dengan ukuran panjang 45 cm.  Bendera hakim garis  Kapur/cat/line paper  Peluit  Jam/stop watch  Alat tulis  Formulir pertandingan  Meja/kursi  Meteran.87 Patok lele dimainkan di lapangan terbuka: Bentuk: Mempunyai sektor 900 Ukuran: Menarik garis lurus dari ujung lubang tempat mencutat yang disebut garis batas (lihat gambar). Alat ini yang dicutat. mulai dari lubang tempat mencutat membentuk sektor 90°. Jarak 3 m dari lubang dan diberi tanda garis tinting. garis tengah 2cm. dan dipatok.  Lubang tempat mencutat/ mematok  Lubang tempat mencutat/ mematok dibuat di atas lapangan f. peralatan yang tercantum dalam peraturan permainan ini merupakan kebutuhan yang diperlukan. Tetapi jika permainan dilakukan di lapangan keras. (lihat gambar). Peralatan Dalam pertandingan resmi. ditinting. b. garis tengah 2cm.  Kayu berbentuk bulat (silinder) dengan ukuran panjang 15cm. . meninting. dengan cara membuat lubang berbentuk elips atau segitiga.

 Kemudian dilanjutkan oleh pemain berikutnya.  Selanjutnya dilakukan  Kemudian utat diletakkan/dipasang melintang di atas lubang atau tempat mencutat. kemudian dicutat. Warna seragam kedua regu berbeda/kontras. maka janak harus dilemparkan penjaga dan diusahakan mengenai utat yang dipasang melintang di atas lubang atau tempat mencutat. Jika tidak kena.88 2. Lamanya permainan Permainan patok lele berdurasi 2 x 20 menit dengan istirahat 5 menit. maka pemain yang bersangkutan mati. bila tidak ada lagi Cara mencutat Pemain maka diadakan pergantian dalam hal ini penyerang menjadi penjaga dan sebaliknya.  Jika janak tertangkap oleh penjaga. 3. dalam hal ini berarti penyerang menjadi penjaga dan sebaliknya. Mencutat. b. permainan diteruskan pada tahap berikutnya yang disebut tinting.  Permainan dilakukan dengan 3 (tiga) tahap: a. 4. Pemain Setiap regu terdiri dari 5 orang dan cadangan 2 orang. baik putra dan putri. Kemudian dilanjutkan oleh pemain berikutnya. Ukuran nomor dada dan punggung 15 cm. bila tidak ada lagi pemain berikutnya. . Meninting  Janak dipegang bersama utat dengan satu tangan. Kapten regu diberi tanda di lengan berbentuk pita berwarna kontras dengan seragam.  Janak diletakkan melintang di atas lubang/tempat mencutat. maka regu penjaga mendapat cutatan mati. Seragam pemain Setiap regu diwajibkan memakai seragam yang bernomor dada dan punggung berurut angka 1 s/d 7.  Jika tidak tertangkap oleh penjaga. Jalannya permainan  Sebelum permainan dimulai diadakan undian regu yang menang menjadi penyerang dan yang kalah bertahan/menjaga.  Jika janak yang dilemparkan mengenai utat. maka diadakan pergantian pemain. 5.

 Pemain penyerang yang memukul janak di luar batas tinting dinyatakan mati. Mematok  Mematok dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara:  Di Lubang  Janak diletakkan membujur di lubang sehingga sebagian muncul ke permukaan. Pemukulan ini boleh ditangkap penjaga dan mendapat nilai tangkapan.  Pemain yang melakukan tinting diperbolehkan mengambil posisi yang menguntungkan untuk memukul/menghempang janak dengan utat agar janak itu dapat kembali ke lapangan permainan.  Jika janak tidak ditangkap. pemain tersebut dinyatakan mati. maka penjaga harus melemparkan kembali janak tersebut dari tempat janak jatuh ke arah lubang atau tempat mencutat. maka penjaga harus melemparkan dan regu penjaga mendapat nilai. maka pemain tersebut dinyatakan mati.  Tinting dilakukan dalam batas daerah tinting.  Apabila jarak antara janak dengan lubang tempat mencutat kurang dari 1 (satu) meter.  Jarak antara janak berhenti dengan lubang/tempat mencutat di ukur dengan meteran. Kemudian ujung janak yang muncul di atas lubang dipukul atau di patok dengan utat sehingga .  Jika janak dipukul tidak kena.89  Selanjutnya janak dilemparkan sedikit keatas/dilepas dan kemudian dipukul dengan utat sekuat mungkin sehingga janak dapat melayang jauh ke arah lapangan permainan. c.  Jika tahap kedua tidak mati. maka pemain berhak meneruskan permainan ke tahap berikutnya.  Cam meninting dengan pegangan janak antara ibu jari dan telunjuk  Cara meninting dengan janak di atas pangkal ibu jari dan telunjuk  Jika janak tidak ditangkap.

7. diukur dengan meteran dan hasilnya dikali kan dua dan seterusnya. Penyerang permainan patok lele dinyatakan mati apabila:  Cutatan. meninting. jarak dari janak jatuh sampai pinggir lubang/tempat mencuat. jumlah tintingan akan dikalikan dengan . Dan bila berhasil memukul janak. Jika regu penjaga berhasi! menangkap cutatan. Dan jika satu tangan mendapat nilai 15 (lima belas). pukulan hasil pengembalian tintingan berhasil ditangkap oleh penjaga. pengembalian tintingan serta patokan dengan dua tangan mendapat nilai 10 (sepuluh).90 terungkit dan lemlempar ke atas. dan pemain tersebut berusaha meninting janak berulang kali. Jika janak kena satu kali. Selanjutnya diusahakan agar pukulan terakhir sejauh mungkin dari lubang tempat mematok. Regu penjaga c. jarak antara janak jatuh dengan lubang/tempat mencutat diukur dengan meteran (setiap meter mendapaat nilai1)  Pada jarak patok dengan ber-kenaan sebagai berikut: b.  Penggantian pemain  Penggantian pemain dilakukan sebanyak 2 (dua) kali selama permainan berlangsung. diukur dengan meteran. Jika janak kena dua kali. Regu penyerang  Pada waktu pengambilan tinting. Penilaian a. maka pemain tersebut dinyatakan mati. maka nilai dihitung dari jatuhnya janak sampai ke lubang dan seterusnya diulang lagi dari mencutat. tintingan. 6. . d.jarak pu-kulan. dan mematok. Bila penyerang tidak berhasil meninting atau memukul janak sewaktu terungkit ke atas. tintingan.  Di atas batu bata sama halnya dengan di atas lubang. Penggantian pemain dilakukan setelah dilaporkan lebih dahulu kepada petugas meja/wasit. Penyerang dinyatakan mati a.

Pemenang ditentukan berdasarkan jumlah nilai yang terbanyak diperoleh setelah pertandingan berakhir 2 x 20 menit. patokan.  Hasil akhir yang diperoleh masing-masing regu diberikan kepada kapten regu dan wasit untuk ditandatangani. Penentuan pemenang a. 10. Petugas meja a. Larangan dan sanksi . b. c.  Mencatat nama-nama pemain dan cadangan serta nomor dada/ punggung di dalam formulir pertandingan.  Pada waktu melakukan cutatan. 9. serta melaporkan kepada petugas pencatat hasil (scorer). pukulan hasil pengembalian tintingan maupun pukulan hasil pengembalian tintingan dan patok yang jatuh di luar lapangan permainan. oleh regu penyerang dan tangkapan oleh regu penjaga. Mencatat waktu Tugas pencatat waktu adalah mencatat lamanya pertandingan berlangsung 2 x 20 menit dan istirahat 5 menit. 2 (dua) orang  Mengawasi tangkapan janak oleh regu penjaga  Mengawasi jatuhnya janak di dalam lapangan permainan atau di luar daerah permainan.  Memimpin jalannya pertandingan dari awal sampai akhir serta menentukan pemenang. Kemudian menjum-lahkan hasil yang diperoleh seluruh pemain. Jika babak pertama berakhir.  Melakukan pengukuran yang diperoleh penyerang. baik didapat dart tintingan. menentukan siapa menjadi penyerang dan penjaga.  Mencatat hasil yang diperoleh pemain atas laporan wasit dan pembantu wasit. tintingan.  Pada waktu melakukan tintingan maupun patokan tidak diperbolehkan melawati garis batas.91  Janak hasil cutatan. Pencatat hasil (scorer). sedangkan regu penyerang masih ada yang belum bermain maka untuk babak kedua. pertandingan diteruskan sesuai dengan kedudukan babak pertama.  Pembantu wasit .  Pengembalian tintingan oleh regu penjaga kurang satu meter di ukur dari lubang/tempat mencutat. 8. b. Wasit utama : 1 (satu) orang)  Melakukan undian. Tugas wasit dan Pembantu wasit a. baik tintingan. patokan. janak kurang dari satu meter dari lubang/tempat mencutat.

lapangan rumput/lapangan sepakbola. penyerang berhak mengulangi permainannya dengan bebas c. g. Pada waktu melakukan tinting penyerang tidak boleh melewati garis batas. lebar 20 m . Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani/ meningkatkan semangat kerja sama dan menurunkan ketegangan. Lihat saja istilahnya :Ada tawanan. Yang jelas. Pada waktu pengembalian tinting penjaga dilarang melemparkan janak dengan sengaja ke tubuh penyerang. tintingan. = Pembantu Wasit x = Regu Pemain = Regu Penjaga f. Latar Belakang Mengingat nama serta jenis permainannya. h. Sasaran Anak-anak dan remaja. Tujuan Berolahraga. maupun patokan. Denah lapangan/susunan petugas X =: Wasit 0 XI A d. e. Seorang anak sedang bermain patok lele 60) PERMAINAN BENTENG A. Bentuk: Persegi panjang Ukuran: Panjang 50 m. bisa jadi Benteng terinspirasi oleh aksi peperangan tempo dulu. D. C. Lapangan dan peralatan a. memupuk semangat kerja sama dan bersosialisasi. Jika hal tersebut dilakukan regu penjaga. dan lain sebagainya. Sewaktu melakukan cutatan. membakar benteng musuh. Peraturan Permainan 1. = Petugas Meja DLP = Daerah Luar Permainan dan tidak boleh ditangkap oleh penjaga. sawah sehabis panen. bermain benteng cukup mudah dan meriah. B.92  Regu penjaga dilarang menghalangi janak yang sedang dimainkan oleh regu penyerang dengan kaki/badan sengaja atau tidak sengaja. jika hal tersebutdilakukan oleh penjaga nilainya dikurangi 5 (lima). E. penjaga tidak boleh menghalang-halangi penyerang dengan jarak 2 (dua) meter. Lapangan Lapangan terbuka antara lain: halaman rumah. jalan raya (apabila memungkinkan).

Permainan ini dimainkan regu putra atau regu putri. Daerah tawanan: Berbentuk persegi panjang dengan ukuran: panjang 10 m dan lebar 1m. Jalannya permainan a. Pemain a. b. Setiap pemain berfungsi sebagai pemancing atau yang dikejar dan juga berfungsi sebagai pengejar. 3. b. Sebelum permainan dimulai diadakan undian. cadangan 4 orang.  Peluit  Bendera Hakim Garis sebanyak empat buah dengan ukuran 30 cm x 30 cm dan tangkai 40 cm. 2. tidak ada campuran. Seragam pemain  Setiap pemain diwajibkan memakai pakaian seragam yang bernomor dada dan punggung 1 sampai dengan 14 berukuran 15 cm.  Kapur/cat untuk membuat garis lapangan permainan. Yang menang dapat memilih tempat atau lebih dulu memancing. Lapangan ditandai dengan garis selebar 5 cm. Setiap regu terdiri dari 10 orang. Seseorang pemain mengejar .  Jam/stop watch  Alat tulis  Meja/kursi  Formulir pertandingan  Lamanya permainan  Lamanya permainan 2 x 20 menit dengan istirahat 5 menit. jam tetap jalan.93 Daerah benteng berbentuk lingkaran yang bergaris tengah 3 m dengan jarak 10 m dari garis belakang dan garis samping. Ada dua bendera benteng dengan ukuran 40 cm x 30 cm dengan warna berbeda.  Tiang bendera tingginya 2 meter dari permukaan tanah/lantai Gambar Lapangan Benteng 20 m 50 meter dengan garis tengah 5 cm. Saat penawanan. b. Peralatan  Bendera.

5. Selama permainan berlang-sung setiap regu diperbolehkan mengadakan penggantian pemain paling banyak empat kali. Benteng suatu regu dinyatakan terbakar. apabila pemain lawan lebih dulu meninggalkan bentengnya dan ia menjadi orang yang dikejar oleh pemain lawan. d. . Kapten regu ditandai ban/pita di lengan kanan dan bertugas mengatur setiap anggota regunya. apabila salah seorang atau lebih regu lawan dapat membakar benteng dengan ca-ra menginjakkan salah satu kakinya di benteng lawannya. Tawanan yang lebih dari satu orang. 4. Penggantian pemain diadakan waktu permainan berhenti (istirahat. Penggantian atas permintaan officials yang disetujui oleh wasit. e. empat (4) orang pembantu wasit dan dua (2) orang pencatat nilai. pembantu wasit dan pencatat nilai a. Tawanan yang berkumpul di daerah tawanan dapat bebas kembali apabila teman seregunya yang belum tertangkap dapat membebaskan dengan jalan menyentuh bagian tubuh te-mannya. 6. Setiap wasit yang memimpin per-mainan/pertandingan diwajibkan memakai seragam T. b.94 pemain lawan. Bila kapten regu tertangkap. Setelah salah satu regu bentengnya terbakar. g. Permairran/pertandingan dipimpin oleh dua (2) orang wasit. shirt warna kuning dan celana warna hitam. Wasit berada di dalam lapangan dan pembantu wasit berada di luar lapangan. penawanan dan penghukuman). Hukuman dan sanksi Hukuman dan sanksi diberikan kepada pemain apabila:  Menyentuh pemain lawan dengan tangan  Mendorong lawan dengan sengaja atau menggaet kaki lawan. Anggota regu yang tertangkap atau yang keluar dari lapangan permainan akan menjadi tawanan dari pihak lawan. Penggantian pemain a. f. Bagian tubuh termasuhk kostum/kelengkapan. c. semuanya dapat dibebaskan dengan jalan menyentuh salah seorang dari tawanan itu dengan ketentuan satu sama lain dalam keadaan berpegangan/bergandengan. Wasit. permainan dilanjutkan dengan ketentuan regu yang berhasil membakar benteng lawannya berfungsi lebih dulu sebagai pemancing.  Menyerang wasit atau membuat keributan. tugas diserahkan kepada salah seorang anggota regunya yang belum tertangkap. Cara menangkap lawan cukup dengan menyentuh bagian tubuh lawan dengan tangan terbuka.

Lapangan 18m 2m . C. Penilaian dan penentuan pemenang a. D. Yang dimaksud nilai sama adalah jumlah pembakaran sama atau sama sekali tak terjadi pembakaran. Tujuan Berolahraga. menigkatkan semangat kerja sama dan menurunkan ketegangan. Lapangan dan Peralatan a. b. Penentuan pemenang  Regu paling banyak membakar benteng lawannya dinyatakan sebagai pemenang. Manfaat Meningkatkan kualitas kesegaran jasmani. memupuk semangat kerjasama dan bersosialisasi. pemenang ditentukan dengan undian/tos. Setidaknya. B. Denah Lapangan dan Penempatan Petugas wasit 20 m 50m 61) PERMAINAN DAGONGAN A. Latar Belakang Secara mudah. Dlaam permainan tarik tambang. pemenang ditentukan berdasarjumlah tawanan. Penilaian Setiap pembakaran dihitung satu nilai.  Apabila nilai sama. bermain dagongan adalah kebalikan dari bermain tarik tambang. dalam cara bermain. c.  Apabila 1) dan 2) tetap sama. kedua regu saling tarik menarik sekuat tenaga sedangkan dalam dagongan kedua regu saling dorong untuk mencari kemenangan. Regu paling banyak menawan lawan dinyatakan menang.95 7. Peraturan Permainan 1.

1 buah garis tengah. ukuran 30 x 30cm berwarna merah kuning berbentuk diagonal.  Formulir pertandingan . Peralatan  Bamboo harus lurus dan kuat. b. Bentuk lapangan persegi panjang dengan ukuran 2 meter x 18 meter. Garis serang adalah batas kaki pemain saling depan berjarak 2. Garis tengah adalah garis yang membagi dua lapangan sama panjang sebagai batas akhir penyerangan dari masing – masing regu yang mendorong. Biru untuk batas pegangan. garis – garis batas 2 buah garis samping. digunakan oleh hakim garis.  Bendera 2 buah. merah untuk batas tengah bamboo.5 m dari garis tengah.  Kapur/lakban. panjang 10m dengan garis tengah 6cm. Kapur untuk menggaris lapangan dan lakban yang digunakan 2 warna. 2 buah garis terang.96 Lapangan harus rata dan datar dan diutamakan berumput.

Pergantian pemain Pergantian pemain harus diminta oleh kapten regu. Lamanya Permainan Lamanya permainan menggunakan system 2 kali menang. satu pasang untuk mencatat nilai dan pelaoran pergantian pemain. Dalam melakukan dorongan bamboo berada dan sejajar di dada.49 kg Kelas B : 50 – 59 kg Kelas C : 60 – 69 kg Kelas D : 70 kg ke atas 5. wasit memanggil kedua kapten regu untuk melakukan undian. dan memeriksa posisi silang dari kedua regu. 4. d. Beregu Putri Kelas A : 46 . 7.97  Meja/ kursi.  Peluit 2. Kedua hakim garis menghitung jumlah pemain. Salah seorang yang manjadi kapten memakai pita pada lengan sebelah kanan. dilakukan pada saat : . Jalannya Permainan a. b.d 7. Pemain Beregu putra dan putri dengan jumlah pemain 5 orang cadangan 2 orang. Interval antara dorongan pertama dengan dorongan kedua adalah 3 menit. selanjutnya melaporkan kepada pencatat nilai dan wasit. c. Seragam Pemain Kedua regu wajib memakai kostum dada/ punggung dimulai dengan angka 1 s. f. Nomor Pertandingan a. e. Pluit dibunyikan apabila salah satu regu telah dinyatakan kalah. 3. Apabila score seri maka wasit melakukan undian kembali untuk menentukan siapa yang akan memilih tempat. Beregu Putra Kelas A : 50 – 59 kg Kelas B : 60 – 69 kg Kelas C : 70 – 79 kg Kelas D : 80 kg ke atas b. Permainan selesai jika adaa yang berhasil melakukan 2 dorongan. Wasit member aba – aba siap. Sebelum permainan dimulai. seluruh pemain memegang bamboo untuk siap dalam posisi melakukan dorongan. sedangkan apabila terjadi draw ( seri ) lamanya 5 menit. 6. Aba –aba yaa kedua regu saling mendorongkan bamboo lurus ke depan lawan. Salah satu tangan mengapit bamboo pandangan lurus ke depan lawan.

Pertandingan dipimpin oleh : a. Perpindahan tempat 8.98 a. 10. Larangan a. Dua orang hakim garis :  Menghitung jumlah pemain  Membantu wasit dalam pengawasan garis c. b. dan yang serupa. Seorang wasit yang bertugas :  Mengundi sebelum pertandingan dimulai dan apabila terjadi seri  Memberi aba – aba  Menentukan sah/ tidaknya suatu dorongan b. . sepatu golf. Sebelum pertandingan dimulai b. b. Hakim Garis. 9. Memakai sarung tangan c. Memakai sepatu bola. dan Pencatat Nilai. Regu yang melanggar ketentuan tersebut dikenakan diskualifikasi. c. Regu/ pemenang adalah regu yang berhasil mendorong/ mengalahkan lawannya dengan nilai 2 – 0 atau 2 – 1. Seorang pencatat nilai  Mencatat hasil nilai ( score )  Mengumpulkan daftar nama. Wasit. spike. Mengubah posisi pada saat mendorong. Nilai/ Score dan Pemenang a. Apabila satu regu berhasil mengalahkan lawannya pada set pertama maka dinyatakan sebagai pemenang. Apabila 3 orang pemain keluar dari garis samping maka regu tersebut dinyatakan kalah.

Manfaat Kebugaran meningkat dan ketrampilan meningkat. dan terjauh 35 meter. Jarak menyumpit putra adalah 15 meter. sesuai ketentuan jarak menyumpit. D. biasanya sebesar pensil. dewasa E. sepanjang memiliki panjang yang cukup.  Pisir Untuk meluruskan pembidikan. 25 meter. 10 meter.  Gabus Pada pangkal anak sumpit dipasang gabus yang dibuat berbentuk kerucutt. dan meningkatkan ketrampilan. Kawat tersebut berfumgsi sebagai pisir pada senjata api. Cara bermain dengan menembakkan anak sumpit ke suatu sasaran yang telah ditentukan (target). Tujuan Mengisi waktu luang. Pada awalnya sumpitan ini dipakai sebagai alat berburu. remaja. Besarnya gabus harus dapat masuk pada kaliber sumpit. . dan 25 meter.  Anak sumpitan panjang 25 cm terbuat dari bambu atau kalam (lidi enau).  Kaliber Kaliber sumpit tidak ada standarnya tergantung kepada besar kecilnya besi untuk boor / besar kecilnya lubang bambu. Peralatan  Sumpitan terbuat dari katu atau bambu dan panjang 150-175 cm. Latar Belakang Sumpitan merupakan permainan tradisional Indonesia yang banyak dilakukan oleh masyarakat pedalaman Kalimantan dan pedalamnan pulaupulau lainnya. C. Pisirr diikat menggunakan rotan. b. Lapangan Lapangan tempat bermain sumpitan ditempat terbuka atau tertutup. B. Sedangkan untuk putri. Sasaran \ Anak-anak. terbentuk laras panjang yang terbuat dari kayu yang telah dilubangi atau bambu dengan anak sumpit yang terbuat dari bambu. Lapangan dan peralatan a. Gabus ini berfungsi untuk meluruskan jalannya anak sumpit. Peraturan permainan 1. bermain.99 62) PERMAINAN SUMPIT A. disisi atas dari ujung batang sumpit dipasang sepotong kawat sejajar dengan batang sumpit. 15 meter.

Cara meniup Setelah anak sumpit dimasukkan ke dalam kaliber sumpit. dengan konsentrasi dan menyiapkan udara sebanyak banyaknya dari rongga dalam mulut dan rongga dada denga meniup ke kaliber sumpit sehingga memungkinkan anak sumpit terlepas dengan kencang meninggalkan sumpitan menuju sasaran.  Memegang sumpitan tidak dibenarkan menggunakan alat bantu. 7 dan seterusmya. 35 m. Posisi berdiri b. 25 m. sebelum dimasukkan kedalam kaliber sumpit. Mulut ditempelkan kekaliber sumpit. Jarak Jarak nembak dengan sasaran disesuaikan dengan keadaan setempat. Memasukan anak sumpit. 4. Cara penyumpitan  Cara memegang sumpit Karena batang sumpit cukup panjang dengan kedua tangan pada pangkal sumpitan. Pemain Pemain dapat beregu dan dapat pula perorangan. 8. Sasaran Sasaran adalah sebagaimana sasaran pada cabang olah raga memanah.anak sumpit dimasukan kedalam kaliber sumpit satu persatu. Putra Jarak 15 m. 5. Posisi jongkok 7.hal ini untuk menjaga agar sumpitan tidak goyang. Sudah barang tentu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. 3. hingga lingkaran paling luar nilai 1. kemudian kearah luar bernilai 9. anak sumpit diperhatikan dahulu kalau belum lurus harus diluruskan.100 2. Lingkaran paling tengah memperoleh nilai 10. Jenis pertandingan a. . misalnya: a. kedua tangan menghadap keatas. kemudian sumpit diangkat diarahkan kesasaran dengan pertolongan pisir. Lingkaran tersebut dibuat warna warni sehingga menarik 6. Jumlah anggota regudisesuaikan dengan keadaan.

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadapat efektifitas tembakan  Kemahiran menyumpit Kemampuan meniup. 25 m.  Anak sumpit Kehalusan membuat anak sumpit berikut gabus sangat berpengaruh terhadap laju larinya anak sumpit. Wasit  Melakukan undian dalam menentukan seri  Memimpin jalannya pertandingan  Menentukan pemenang 2. . kemampuan tangan untuk memegang batang sumpit agar tidak bergerak. Ini berarti sumpit bukan pegangannya sangat berpengaruh terhadap tembakan. Pencatat (scorer) Mencatat hasil / nilai yang diperoleh penyumpit atas laporan pembantu wasit. Pembantu wasit  Mengawasi penyumpit sesuai dengan jarak yang ditentukan  Meneliti perkenaan yang sebenarnya  Melaporkan hasil kepada pencatat nilai 3. Besar kecilnya kaliber sumpit akan berpengaruh terhadap besar kecilnya gabus.  Batang sumpit Yang paling efektif batang sumpit adalah sepanjang sepeda ditambah sejengkal dari masing=masing penyumpit. sehingga besar kecilnya gabus akan terpengaruh terhadap besar kecilnya tiupan. 8. Oleh karena itu mata door yang digunakan untuk mengebor batang sumpit harus mata boor satu saja agar lubangnya tetap sama. Banyak anak sumpitan yang digunakan dalam satu seri adalah 5 buah. Lubang yang halus buatannya dan baik pemeliharaannya akan melancarkan jalannya anak sumpit. Wasit dan pembantu wasit 1. Sedangkan besar kecilnya batangsumpit juga akan berpengaruh berat ringannya sumpit.101 b. 15 m. dimana akan berpengaruh juga pada pembidik. Putri Jarak 10 m. maka pengaruh akan angin sangat besar terhadap lurus tidak larinya anak sumpit tertutama angin dari samping.  Pengaruh angin Karena anak sumpit yang sudah ada gabusnya tersebut adalah benda yang ringan.  Halus tidaknya lubang sumpitan. kemahiran membidik.

Manfaat Bergaul. meningkatkan keterampilan dan bversosialisasi.102 63) PERMAINAN GASING A. misalnya teras kayu asam. dan keterampilan meningkat. dan lainnya. Lapangan Area tempat bermain gasing hendaknya yang rata serta tidak ditumbuhi oleh rumput. bisa dilakukan perorangan atau beregu. gembira. Latar Belakang Permainan Gasing terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia. Permainan ini mengandung sifat kompetitif karena sifatnya mencari kemenangan mengadu ketangkasan dan keterampilan memutar gasing. Tali Terbuat dari daun pandan atau rami.5 meter Lebar : 6 meter 2. Gasing terbuat dari kayu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menyeruapi jantung pisang bagian bawah. Gasing Terbuat dari kayu yang keras. kemudian dipintal menjadi tali. Peraturan Permainan 1. jambu. Sasaran Anak – anak dan remaja E. Pangkal tali dibuat cincin sehingga dapat untuk memasukan jari tengah. . B. C. Panjang tali sesuai dengan kebutuhan gasing. Tujuan Mengisi waktu luang. D. Peralatan a. Pangkal tali tersebut agak besar dan berangsur – angsur menjadi kecil sampai ke ujung tali. Kayu tersebut dibentuk menjadi gasing dengan ketentuan sebagai berikut : Tinggi : 11 cm Tinggi Kepala : 2 cm Garis Menengah : 7 cm Badan keliling : 11 cm b. Lapangan dan Peralatan a. Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki – laki berusia 7 – 17 tahun. Bentuknya persegi panjang dengan ukuran : Panjang : 7.

g. artinya 10 kali sebagai bertahan dan 10 kali sebagai penyerang. b. Kesalahan/ Pelanggaran a. satu regu terdiri dari atas 5 orang dengan 2 orang cadangan. Lama permainan a. b. Setelah inning ke V diadakan pergantian lapangan ( tempat ). dan VI ke V serta V ke I. Salah seorang dari regu bertahan. Setelah aba – aba dari wasit dengan peluit. waktu melempar gasing lawan menginjak garis ( CD/EF ) dinyatakan batal ( dis ). c. gasingnya berputar di luar petak pasang dinyatakan mati dna nilai dikurangi 2. Permainan gasing pada umumnya hanya dilakukan oleh putra saja. Pada inning ketiga dan seterusnya diadakan rotasi terus sesuai dengan urutan semula. Jika beregu. Permainan gasing dimainkan dalam waktu 10 inning. Apabila nilai sama maka permainan diperpanjang dengan 1 inning lagi. e. Salah seorang dari regu penyerang. c. Regu penyerang di petak serang dalam keadaan siap untuk melempar dan regu bertahan berada di luar petak bertahan untuk siap melakukan pemasanagan gasing. j. IV. Cara undian ialah dengan memutar gasing oleh kedua belah pihak. 6. 5. Dapat dimainkan secara perorangan dan beregu. f. Pelaksanaan Permainan a. h. siapa yang gasingnya lebih lama berputar dialah sebagai penyerang terlebih dahulu. i. Untuk menentukan penyerang dan bertahan. Setelah itu. III.103 3. Pada inning kedua diadakan rotasi yaitu penyerang dan yang bertahan menjadi regu penyerang dan yang bertahan berada di petak no I. Pada inning V diadakan pergantian lapangan ( tempat ). maka regu bertahan secara serempak memasang gasing masing – masing pada perak yang telah ditentukan. Pemain a. regu penyerang menjadi regu bertahan dan regu bertahan menjadi regu penyerang. Pergantian pemain dapat dilakukan apabila pergantian inning banyaknya pergantian hanya 2 kali. . Lapangan tetap di tempat atau di lapangan masing – masing. b. II. b. Setelah peluit berbunti lagi maka regu penyerang menyerang gasing – gasing yang dipasang di petak pasang. terlebih dahulu diadakan undian. 4. d.

d. Wasit/ pemimpin pertandingan a. sedang gasing penyerang mengganti di petak pasang sedang gasing lebih lama berputar dari gasing lawan nilai 5. f. selanjutnya masih dapat dilempar oleh regu penyerang. Gasing regu bertahan segera mati dan berada di luar petak pasang nilai dikurangi 2. Gasing lawan dipasang terus mati dan barada di aderah bebas. Seperti no 1 tapi penyerang di petak lawan dapat nilai 4. d. c. Denda/ hukuman pengurangan nilai 1 dan 2 jika dari pihak bertahan salah menempatkan gasingnya waktu perang. Kena bisa nilai 3 kesemuanya berlaku jika gasing penyerang lebih lama berputar dari gasing yang bertahan. Perkenaan a. e. Gasing dipasang dilempar kena dan ke luar. Pencatat : 1 orang . g. Gasing lawan terlebih dahulu mati maka regu penyerang dapat nilai 3. 8. Wasit : 1 orang b. Gasing penyerang lebih cepat mati. 9. dan jika kena lemparan keluar dapat nilai 5.nilai 5. b. Bila kena penyerang maka dapat nilai 3 dan keluar dapat nilai 5. b. Gasing lawannya kena dan terlempar ke luar petak pasang. Penentuan pemenang a. d. Salah satu regu bertahan. Gasing regu bertahan waktu dipasang terus mati di petak sendiri boleh dilempar. Pembantu wasit : 1 orang c. c. 10. 7. Gasing lawan terlempar ke luar petak pasang sedang gasing penyerang berada di petak lain. maka penyerang nilai = 0. Dinyatakan menang ujika nilai paling banyak. Penilaian a. Pemain bertahan yang memusang gasingnya di petak lain atau di daerah bebas dihukum dengan 1 pengurangan nilai. gasingnya berputar dipetak kawannya dihukum dengan pengurangan nilai 1. Salah seorang regu bertahan. gasing berputar di daerah bebas.104 c. maka regu penyerang boleh masuk ke daerah bebas untuk menyerang gasing tersebut.nilai 5. e. jika kena tetapi tidak terlempar ke luar mendapat nilai 3. maka penyerang boleh maju.

Manfaat Permainan ini dapatmengembangkan kepekaan panca indera manusia dan melatih ketepatan. C. E. Latar Belakang Permainan ini bernama Tujon yang memiliki arti tujuan atau sasaran. Peralatan yang digunakan Dalam permainan ini dibutuhkan kereweng atau pecahan genteng yang nantinya disusun. B.dilanjutkan dengan suit untuk menetukan kelompok yang bermain terlebih dahulu.blogspot. G. F. Permainan ini kemungkinan berasal dari Yogyakarta karena dilihat dari namanya dalam bahasa jawa. Kelompok yang menang nantinya melempar batu agar mengenai sasaran yaitu kereweng yang ditumpuk. Boleh putra atau putri. Pelaksanaan Permainan 1. Apabila batu yang dilempar itu mengenai sasaran dan kereweng tersebut jatuh.105 PERMAINAN TRADISIONAL PILIHAN 64) PERMAINAN TUJON A.com/macammacam-permainan-tradisional . Permaian ini dimainkan saat waktu luang. Peserta Untuk memainkan permainan ini dibutuhkan peserta minimal 2 orang atau kelompok yang jumlah dari keduanya harus genap. D. maka kelompok yang berhasil itu segera menuju ke kelompok lawan untuk minta gendong. Membuat lapangan permainan/ area permainan. Sumber Permainan ini bersumber dari widarto-aji-kurniawan. Penentuan Kemenangan Kelompok atau regu yang paling banyak melempar batu dan mengenai kereweng maka itulah pemenangnya. Dibagi menjadi 2 kelompok atau 2 orang yang berlawanan. 3. : orang yang melempar batu ke sasaran : kereweng yang ditumpuk 2. Permainan ini memiliki sebuah sasaran atau tujuan yaitu berupa benda yang ada di tengah.

Namun. atau malam hari.106 65) PERMAINAN MACANAN A. bisa menggunakan tempat berlantai tanah. hanya sekitar 1 meter persegi. siang. yakni macanan 21 wong (orang) 1 macan. atau krangkeng. namun kebanyakan dimainkan oleh anak laki-laki. atau benda lain. dianggap sebagai sebuah macan. sebuah alat yang dipakai untuk bermain. pensil. ada yang kalah dan menang. Pertama – tama membuat arena atau gambar segitiga yang saling dihubungkan oleh garis tegak lurus dan mendatar. dolanan ini sudah dikenal sejak sebelum Perang Dunia (PD) II. Syarat lokasi bermain bersih. dolanan ini tidak berhubungan langsung dengan hewan macan atau harimau. yang hidup di era tahun 1970-an mengenal sebuah dolanan tradisional yang bernama Macanan. keramik. Manfaat Permainan memberikan manfaat berupa melatih kecepatan berpikir dan ketelitian serta kecermatan dalam melakukan sesuatu atau memutuskan sesuatu. Mereka saling berhadapan untuk saling mengalahkan. Pelaksanaan Permainan 1. Alat yang digunakan juga mudah dicari dan sederhana. B. Jika lebih. yakni alat lain yang dianggap sebagai manusia. atau lainnya. Walaupun tidak ada larangan bagi anak wanita untuk bermain. tidak banyak menggunakan tempat untuk bermain. macanan 8 wong 1 macan. Dolanan ini banyak digemari oleh anak laki-laki karena bermasuk dolanan kompetitif. . macanan 4 wong 1 macan. Latar Belakang Mayoritas anak masyarakat Jawa. dolanan ini harus dimainkan oleh 2 orang. Merujuk namanya. tanjung. menyesuaikan lahannya. Ada empat versi dalam dolanan Macanan. C. Alat dan Tempat Permainan ini cukup sederhana. Sementara gambar berupa segitiga dan persegi empat bisa digambar dengan kapur. dan lainnya). redi. Menurut sumber Sukirman (2004). seperti halma dan lainnya. asam. Setidaknya. sore. Hanya saja untuk saat sekarang sudah sangat jarang dimainkan karena tergeser dolanan modern lain. dan macanan 3 wong 1 macan. Peserta Dolanan Macanan sering dimainkan oleh anak laki-laki berusia di atas 10 tahun. setidaknya yang berada di daerah Yogyakarta. Mereka bermain di waktu senggang. namun syaratnya harus tetap berpasangan. D. asalkan rata dan nyaman. baik pagi. Gambar segitiga ini biasa disebut gunung. mengasah otak. E. tegel. yang memang fungsinya menyerang pihak lawan. bisa dimainkan secara beregu. seperti kerikil atau biji-bijian buah (seperti: sawo.

maka pemain B harus menggunakan kerikil. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain Mul-Mulan. Apabila ada dua anak. Pengertian dari kata mul – mulan sendiri kurang dicertakan dengan jelas disini. misalkan pemain A dan B. G. Bisa laki – laki atau perempuan. dkk. Penentuan Kemenangan Yang menjadi pemenang adalah yang menjadi batu namun paling banyak dapat menutup jalan macan. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. B. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna E. Permainan ini berkembang di masyarakat terutama anak – anak setelah pulang sekolah. Kepel Press 66) PERMAINAN MUL . Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung.107 2. D. Latar Belakang Merupakan permainan yang berasal dari Yogyakarta. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. Permainan ini memiliki tujuan untuk menghabiskan batu atau biji lawan. Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. Pelaksanaan Permainan a. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan . Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. Menyiapkan peralatan yang akan digunakan. F. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. Peserta melakukan suit atau undian untuk mencari yang menjadi batu dan menjadi macan.MULAN A. 4. Sukriman Dharmamulya. Sumber Permainan Tradisional Jawa. Permainan ini biasa dimainkan untuk mengisi waktu luang. Bisa menggunakan kerikil atau biji – bijian. C. Yang menjadi batu berusaha untuk membuat macan terperangkap dengan membuat jalan macan tertutup. Yogyakarta. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. 2004. 3.

tidak lupa salah satunya juga menyiapkan kapur atau alat tulis lainnya (sesuai dengan media yang dipakai). Dengan demikian gambar dolanan MulMulan sudah siap digunakan. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 9 buah. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. Jika pemain A menang.108 agar tidak keliru. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. Jika bermain di atas lantai atau ubin. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. d. Kemudian bujur sangkar kedua yang ada di dalamnya bisa dibuat lebih kecil sedikit. bisa dengan panjang hingga 30—40 cm. kira-kira panjangnya 25—35 cm. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. Setelah menyepakati tempat yang teduh dan nyaman. Demikian pula dengan bujur sangkar yang ketiga bisa dibuat lebih kecil lagi (lihat gambar). Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. b. Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. Langkah pertama. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. ia main duluan. . Kedua pemain lalu duduk saling berhadapan. Sisi terluar. bisa menggambar dengan kapur atau pecahan tembikar. serta masingmasing membawa orang-orangan. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. Kemudian keempat sisi di bagian tengah ditarik sebuah garis menghubungkan bujur sangkar satu dengan lainnya. c. keduanya harus melakukan sut. Di sini. Salah satu pemain segera menggambar bangun bujur sangkar sama sisi lapis tiga di atas ubin atau lantai.

Apabila ada dua anak. jika pemain kalah harus menerima hukuman. H. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. Departemen P&K 67) PERMAINAN NERENSI A. Permainan ini berkembang di masyarakat terutama anak – anak setelah pulang sekolah. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. 2004. Jakarta. Permainan ini biasa dimainkan untuk mengisi waktu luang. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan . Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. atau menyanyi. menampar tangan. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain nerensi. maka ia harus menerima hukuman. C. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna E. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. Yogyakarta. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. dkk. Latar Belakang Merupakan permainan yang berasal dari Filipina.. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. Sebenarnya permainan ini juga ada di Yogyakarta dengan nama Mul – mulan dan dam-daman. Ahmad Yunus. D. misalkan pemain A dan B. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. Pengertian dari kata nerensi sendiri kurang dicertakan dengan jelas disini. Bisa laki – laki atau perempuan. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. Permainan ini memiliki tujuan untuk menghabiskan batu atau biji lawan. maka pemain B harus menggunakan kerikil. Pelaksanaan Permainan e. 1980/1981. Sukirman Dharmamulya. B.109 F. Sumber Permainan Tradisional Jawa. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama.

keduanya harus melakukan sut. Di sini. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. h. bisa menggambar dengan kapur atau pecahan tembikar. Sisi terluar. Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 9 buah. dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain. Jika pemain A menang. Langkah pertama. Demikian pula dengan bujur sangkar yang ketiga bisa dibuat lebih kecil lagi (lihat gambar). serta masingmasing membawa orang-orangan. Kemudian keempat sisi di bagian tengah ditarik sebuah garis menghubungkan bujur sangkar satu dengan lainnya.110 agar tidak keliru. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. f. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. Jika bermain di atas lantai atau ubin. . Kedua pemain lalu duduk saling berhadapan. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. Dengan demikian gambar dolanan nerensi yang sudah siap digunakan. g. kira-kira panjangnya 25—35 cm. Kemudian bujur sangkar kedua yang ada di dalamnya bisa dibuat lebih kecil sedikit. bisa dengan panjang hingga 30—40 cm. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. Setelah menyepakati tempat yang teduh dan nyaman. Salah satu pemain segera menggambar bangun bujur sangkar sama sisi lapis tiga di atas ubin atau lantai. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. ia main duluan. tidak lupa salah satunya juga menyiapkan kapur atau alat tulis lainnya (sesuai dengan media yang dipakai). Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada.

atau menyanyi.. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. Yogyakarta. Bisa laki – laki atau perempuan.SURAN A. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. Departemen P&K 68) PERMAINAN SUR . Manfaat Melatih bersosialisasi dengan teman sebaya dan melatih keberanian serta kekompakan dan kepekaan. Ada satu anak yang menjadi emak dalam permainan ini. Dimainkan bersama – sama ketika waktu luang. Satu orang menjadi mak. Latar Belakang Pengertian dari permainan sur – suran ini kurang jelas namun sering diartikan sebagai tebakan. E. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. Ahmad Yunus. Jumlah pemain di tiap kelompok minimal 3 orang. Peserta dibagi dalam 2 kelompok. Alat yangDibutuhkan Dalam bermain permainan ini tidak membutuhkan peralatan apapun. Sukirman Dharmamulya. Berikut lagunya : Sarsur kurunan mak Mak emake tretete Tak undange tretete Yen kecandak kanggo gawe Adhi mesti mati 2x Tak bedhile mimis wesi Tong tong bull 2x b. Permainan ini berupa gerak dan lagu sebagai pengantar permainan. Pelaksanaan Permainan a. Asal permainan ini dari Jawa Tengah dan Yogyakarta. Sumber Permainan Tradisional Jawa. Permainan ini dimulai dengan salah satu kelompok membisikan nama dari peserta kelompok lain. . dkk. Peserta Dimainkan secara berkelompok. menampar tangan. D. jika pemain kalah harus menerima hukuman. Apabila tebakan itu benar maka mak bilang ―selamat‖. 1980/1981. I. Setelah selesai menyanyikan lagu. Jakarta. 2004. C.111 F. Setelah itu mereka menyanyikan lagu Sur – suran. maka ia harus menerima hukuman. B. maka ia dianggap sebagai pemain kalah. emak memanggil kelompok yang kedua untuk menebak yang dibisikan oleh kelompok 1.

Setiap orang dalam memilih orangorangan bebas. misalkan pemain A dan B. Sedikit bercerita tentang permainan ini. maka mereka segera bersepakat untuk menentukan tempat bermain. Artinya jika pemain A telah memilih orang-orangan berupa kecik tanjung. Latar Belakang Permainan dam – daman ini berasal dari daerah Jawa Tengah. H. Pembedaan orang-orangan ini hanya untuk memudahkan permainan agar tidak keliru. asalkan satu pemain dengan pemain lain tidak boleh sama. maka pemain B harus menggunakan kerikil. Dam Daman ini bisa dimainkan kapan dan di mana saja. Penentuan Kemenangan Apabila kelompok berhasil menebak maka dia menang dan apabila tidak berhasil menebak maka akan menggendong yang kalah. Sumber Permainan-tradisional-sur2an.worpress. Peserta Biasanya dimainkan oleh 2 orang. Bisa laki – laki atau perempuan.daman. Kemudian pion yang dilangkahi itu menjadi milik si Pemain tadi. Alat yang Digunakan  Kapur  Batu kapur  Tanah atau lantai sebagai media  Kerikil  Kereweng coklat  Bisa juga menggunakan kertas yang beda warna I. DAM! Kata-kata itu diucapkan oleh pemain yang melangkahi pion milik lawan mainnya. Yang paling banyak menebak benar maka yang menang. G.dimainkan oleh dua orang pemain. . Sebenarnya. G.112 F. Apabila ada dua anak. Pelaksanaan Permainan i.com 69) PERMAINAN DAM – DAMAN A. Tidak lupa masingmasing pemain juga sudah harus mempersiapkan orang-orangan berupa kerikil dan sejenisnya. Manfaat Permainan ini bertujuan untuk melatih daya ingat dan kepekaan indera serta melatih ketelitian dan kecermatan dalam menentukan keputusan. atau lebih (dalam kelompok) yang ingin bermain dam . Setiap pemain harus mencari orang-orangan sebanyak 12 buah. B.

dan kebetulan pemain A permainannya sangat jitu dan tidak terpantau oleh pemain B. Jika sampai waktunya salah satu pemain telah meletakkan lebih dari 3 orang-orangannya di atas titik yang ada. Maka dolanan di sini membutuhkan kecermatan dan ketelitian berpikir dari setiap pemain.. ia main duluan. J. Jakarta. atau menyanyi. Permainan bisa dilanjutkan terus hingga ada salah satu pemain yang menyejajarkan 3 orang-orangannya lagi. Departemen P&K 70) PERMAINAN DAMON A. 1980/1981. jika pemain kalah harus menerima hukuman. 2004. Di sini.113 j. Sukirman Dharmamulya. Maka terpaksa pemain A mengambil salah satu orang-orangan milik pemain B yang ada di petak permainan secara bebas. Kedua pemain berusaha untuk mencegah atau menutup pihak lawan yang orang-orangannya hampir sejajar dalam jumlah tiga buah. maka pemain A berhasil meletakkan 3 orang-orangannya dalam satu baris yang sejajar. Yogyakarta. Misalkan hukuman bisa berupa menggendong. Langkah pertama. Setelah itu mereka membuat arena bermain yang berbentuk seperti ini. Ahmad Yunus. keduanya harus melakukan sut. Kepel Press dan Permainan Rakyat DIY. menampar tangan. Jika pemain A menang. Lalu pemain B juga meletakkan satu orang-orangan secara bebas di titik lainnya yang masih kosong. maka ia harus menerima hukuman. k. Sumber Permainan Tradisional Jawa. J. dkk. Sesuai dengan konsekuensinya atau kesepakatan awal. pemain B sudah kehilangan 1 orang-orangan. Pada zaman dahulu untuk mendapatkan karet tidak membeli . maka ia dianggap sebagai pemain kalah. Lalu dilanjutkan oleh pemain A lagi. Kemudian pemain A meletakkan satu orangorangan di titik yang ada di antara persilangan garis secara bebas. Penentuan Kemenangan Apabila ada salah satu pemain yang sudah berkurang atau kehabisan orangorangannya dan kebetulan ia sudah menyerah. l. Latar Belakang Damon adalah permainan anak yang gemar mengoleksi karet lingkar / karet gelang.

dan meningkatkan kecermatan dan ketrampilan. H. kemudian c. dalam rumah. Sementara yang kalah akan kehilangan satu dari karetnya bahkan bisa semuanya. Alat yang Digunakan Karet gelang dan tempat untuk bermainnya dapat di kebun. kedua pemain melakukan undian menentukan siapa yang lebih dulu menjatuhkan karet. . Pemain kedua meniup karet agar dapat mendekati sasaran yaitu berupa lidi yang ditancapkan di atas tanah. Sumber Permainan ini dicerikan dan dipraktekan pada saat pembelajaran mata kuliah permainan tradisional kelas PGSD Penjas A tahun 2009 di semester 4. Namun orang dewasa pun dapat ikut memainkannya. G. Pemain kedua menjatuhkan satu karetnya agak berjauhan dengan karet pemain pertama d. Dan lidi untuk sasaran. secara langsung. Penentuan Kemenangan Pemain yang paling banyak memasukan karet ke dalam lidi maka dialah pemenangnya dan berhak membawa pulang karet yang digunakan dalam permainan. Pelaksanaan Permainan a. D. Sebelum permainan dimulai. Pemain pertama menjatuhkan satu karetnya di tanah. Jumlah pemain minimal 2 orang. Karet tersebut tidak langsung dibuang tetapi dikumpulkan untuk bermain kilanan Dua pemain saling beradu kecermatan dalam menyentil karet supaya berdekatan hingga satu jengkal. asalkan tempatnya datar. Peserta Anak – anak usia Sekolah Dasar baik laki – laki maupun perempuan. f. Tujuan Tujuan permainan ini untuk mengisi waktu luang dan melatih kecermatan yaitu pada saat menyentil karet untuk di dekatkan pada karet lawan. permainan ini sangat seru dan menyenangkan karena siapa yang menang berhak mengambil dan memiliki karet lawan. gembira. b. halaman. Manfaat Manfaat permainan ini adalah dapat meningkatkan pergaulan antar teman . e. F. Pemain kedua menegaskan bahwa dirinya sudah yakin atau siap dengan mengucap kata ―Berani‖ jika memang sudah siap. Pada saat istirahat sekolah anak-anak jajan nasi bungkus yang tali ikatnya menggunakan karet. E. C. g. Pemain berusaha memasukan karet ke lidi yang ditancapkan. Jika belum berani maka pemain kedua boleh memindah karetnya supaya lebih dekat lagi dengan karet pemain pertama.114 B.

115 71) PERMAINAN GOBAK BUNDER .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->