makalah kepemimpinan dalam pendidikan dan model kepemimpinan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sudah diketahui bahwa kepemimpinan dalam manajemen pendidikan sangat diperlukan didalam manajemen pendidikan karena pada dasarnya setiap instansi atau lembaga pendidikan diperlukan sebuah figur seorang pemimpin, alsan pemiliham judul didalam artikel ini adalah untuk mengetahui hakikat pemimpin, tipe-tipe dari pemimpin, dan faktor- faktor yang mempengaruhi efektifitas kepemimpinan didalam manajemen pendidikan. Menurut Bachtiar Surin yang dikutip oelh maman Ukas bahwa perkataan khalifah berarti penghubung atau pemimpin yang diserahi untuk menyampaikan atau memimpin sesuatu.Dalam kegiatannya bahwa pemimpin memiliki kekuasaan untuk mengerahkan dan mempengaruhi bawahannya sehubungan dengan tugas-tugas yang harus dilaksanakan.Pada tahap pemberian tugas pemimpin harus memberikan suara arahan dan bimbingan yang jelas, agar bawahan dalam melaksanakan tugasnya dapat dengan mudah dan hasil yang dicapai sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Menurut kodrat serta irodatnya bahwa manusia dilahirkan untuk menjadi pemimpin. Sejak Adam diciptakan sebagai manusia pertama dan diturunkan ke Bumi, Ia ditugasi sebagai Khalifah fil ardhi. Sebagaimana termaktub dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat 30 yang berbunyi : ―Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat‖; ―Sesungguhnya Aku akan mengangkat Adam menjadi Khalifah di muka Bumi‖. Menurut Bachtiar Surin yang dikutif oleh Maman Ukas bahwa ―Perkataan Khalifah berarti penghubung atau pemimpin yang diserahi untuk menyampaikan atau memimpin sesuatu‖. Dari uraian tersebut jelaslah bahwa manusia telah dikaruniai sifat dan sekaligus tugas sebagai seorang pemimpin. Pada masa sekarang ini setiap individu sadar akan pentingnya ilmu sebagai petunjuk/alat/panduan untuk memimpin umat manusia yang semakin besar jumlahnya serta komplek persoalannya. Atas dasar kesadaran itulah dan relevan dengan upaya proses pembelajaran yang mewajibkan kepada setiap umat manusia untuk mencari ilmu. Dengan demikian upaya tersebut tidak lepas dengan pendidikan, dan tujuan pendidikan tidak akan tercapai secara optimal tanpa adanya manajemen atau pengelolaan pendidikan yang baik, yang selanjutnya dalam kegiatan manajemen pendidikan diperlukan adanya pemimpin yang memiliki kemampuan untuk menjadi seorang pemimpin.

B. Rumusan Masalah a. b. c. d. Bagaiman model kepemimpinan kependidikan Apa saja ciri-ciri kepemimpinan kependidikan Bagaiman gaya kepemimpinan dalam kependidikan Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pemimpin dalam pendidikan

C. Tujuan Penulisan a. b. c. d. Mngetahui modl kpemimpinan kpendidikan Mengetahui ciri kepemimpinan kpendidikan Mengtahui gaya kpemimpinan kependidikan Mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi perilaku pmimpin dalam pendidikan

BAB II PEMBAHASAN A. Kepemimpinana dan Model Kepemimpinan

Definisi Kepimpinan Kepemimpinan atau leadership merupakan ilmu terapan dari ilmu-ilmu social, sebab prinsip-prinsip dan rumusannya diharapkan dapat mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan manusia.Ada banyak pengertian yang dikemukakan oleh para pakar menurut sudut pandang masing-masing, definisi-definisi tersebut menunjukkan adanya beberapa kesamaan. Pengertian Kepemimpinan Menurut Para ahli 1. Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok. 2. Menurut Young (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus. 3. Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpnan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok
Zaman yang berbeda menghasilkan pemikiran yang berbeda, zaman yang berbeda melahirkan pemimpin yang berbeda. Topik kepemimpinan bila dibahas dan dibicarakan, sangat menarik dan tidak akan ada habisnya. Berbagai tantangan kepemimpinan dan peran sentral pemimpin dalam menghadapi situasi turbulensi, khususnya yang dihadapi bangsa ini, sangat komplek dan memerlukan legitimasi sentral agar dapat diterima oleh semua pihak didalam menerapkan ―kecerdasan‖ dalam kepemimpinannya.

Krisis yang dialami setiap organisasi, termasuk didalamnya organisasi pendidikan, berakar pada krisis kepemimpinan nasional, khususnya berupa tantangan terhadap kecerdasan kita, yang tidak dapat lagi diantisipasi sekedar dengan kecerdasan rasional (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ), namun menuntut peran kunci kecerdasan spiritual (SQ) sebagai induk segala kecerdasan. Belajar dan berubah adalah satu-satunya cara untuk tidak tergilas oleh gelombang turbulensi global. Proses tersebut diawali dengan membangun mental pembelajaran (learning mental) – selfawareness, self-acceptance, self-improvement – dan kemudian diikuti dengan membangun perilaku pembelajaran (learning behavior) – observe, assess, design, implement — dengan mendayagunakan daya transformatif yang dimiliki oleh kecerdasan spiritual (SQ) sebagai mesin penggeraknya. Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu faktor pendorong kemajuan adalah kepemimpinan yang kuat sekaligus melayani masyarakat. Pemimpin yang kuat sekaligus melayani adalah pemimpin yang berhasil menerapkan prinsip kepemimpinan, bahwa inti kepemimpinan adalah memengaruhi (leadership is influence). Dalam hal ini, memengaruhi orang-orang yang dipimpin untuk melaksanakan sesuatu demi mencapai tujuan bersama, bukan kepentingan pribadi, kelompok, atau golongan tertentu. Prinsip kepemimpinan yang kuat sekaligus melayani, bisa diterapkan di semua tataran kepemimpinan.Mulai di tingkat rukun tetangga (RT), kepala desa/lurah, kepala daerah, organisasi, perusahaan, sampai kepemimpinan tingkat nasional.Dapat pula digunakan sebagai acuan masyarakat dalam mengharapkan kepemimpinan.Sayangnya, masih banyak pemimpin kita yang berperan sebagai penguasa (pangreh), bukan pamong.Bukan melayani, tapi ingin selalu dilayani. Konsep kepemimpinan asli Indonesia yang sarat dengan falsafah luhur yang mungkin sebagian sudah terlupakan, seperti Tiga Peran Pemimpin dan Sepuluh Sifat Pemimpin yang Efektif dalam Kepemimpinan Sultan Banten, falsafah Wahyu Makuto Romo yang bersumber dari pewayangan, serta konsep kepemimpinan Ki Hajar Dewantoro yang sudah lama kita kenal : ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangunkarso, tutwuri handayani. Kepemimpinan Pendidikan di Indonesia bila kita lihat dari segala permasalahan yang dihadapi, lepas dari segala krisis kepemimpinan nasional, adalah kepemimpinan yang melayani dan kepemimpinan keteladanan. Model kepemimpinan tersebut lebih dekat dengan model kepemimpinan yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantoro, seperti yang sudah sering kita dengar yaitu : Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangunkarso dan Tut wuri handayani. Dalam ajaran Ki Hajar Dewantoro yang lain, yang belum banyak dibahas dalam karya-karya ilmiah, Ki Hajar Dewantoro memberikan 4 (empat) syarat kepribadian yang harus dipenuhi oleh seorang pemimpin, yaitu : Meneng ing solah bowo, Wening ing pikir manungku pujo, Dumunung kasunyatan, dan Wenang ing jumenengan. Dari semua bahasan diatas, model kepemimpinan yang sesuai dan selaras dengan kondisi dan perkembangan pendidikan di Indonesia menurut penulis adalah perspektif kepemimpinan yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantoro. Bila kita kupas, maka ada 14 (empat belas) sikap kepemimpinan yang di ajarkan yang dirangkum dalam 7 (tujuh) ajaran yaitu : (1) Keteladanan : Ing ngarso sung tulodo; (2) Motivasi : Ing madyo mangun karso; (3) Mendukung dan percaya kepada bawahan : Tut wuri handayani; (4) Sikap dan Kepribadian : Meneng Ing solah bowo; (5) Spiritual dan Berfikir positif

Karena hasil penelitian pada saat periode tersebut menunjukkna bahwa tidak terdapat satupun sifat atau watak (Trait) atau kombinasi sifat atau watak yang dapat menerangkan sepenuhnya tenang kemampuan para pemimpin. berkompeten dan profesional : Wenang ing jumenengan Banyak studi mengenai kecakapan kepemimpinan yang dibahas dari berbagai perspektif yang telah dilakukan oleh para peneliti.: Weninging pikir manungku pujo. Stogdill (1974) menyatakan bahwa terdapat enam kategori factor pribadi yang membedakan antara pemimpin dan pengikut yaitu kapasitas. status dan situasi. . Hingga tahun 1950-an. watak dengan efektifitas kepemimpinan. a. Stogdill 1974). partisipasi.Studi-studi kepemimpinan selanjutnya berfokus pada tingkah laku yang diperagakan oleh para pemimpin yang efektif. model yang relative baru dalam studi kepemimpinan disebut sebagai model kepemimpinan Transformasional. maka perhatian para peneliti bergeser pada masalah pengaruh situasi terhadap kemampuan dan tingkah laku para pemimpin. dan lain-lain (Bass 1960. dan (7) Berani. kematangan. Hasil-hasil penelitian pada periode ini mengarah pada kesimpulan bahwa pemimpin dan kepemimpinan adalah persoalan yang sangat penting untuk dipelajari (Crucial). Konsep kepemimpinan Transformasional ini mengintergrasikan ide-ide yang dikembangkan dalam pendekatan watak.model-model kepemimpinan masa lalu. a. prestasi. Model Kpemimpinana Kependidikan A. kecakapan berbicara. namun kedua hal tersebut disadari sebagai komponen organisasi yang sangat kompleks. ketegasan. gaya dan kontingensi-kontingensi. Dalam perkembangannya. status social ekonomi. Model Watak Kepemimpinan Pada umumnya studi-studi kepemimpinan pada tahap awal mencoba meneliti tentang watak individu yang melekat pada diri para pemimpin. yaitu: model-model kepemimpinan masa lalu dan sekarang. kesupelan dalam bergaul. Namun demikian banyak studi yang menunjukkan bahwa factor-faktor yang membedakan antara pemimpin dan pengikut dalam satu studi tidak konsisten dan tidak didukung dengan hasil-hasil studi yang lain. dan agar lebih praktis pembahasan ini kita bagi menjadi dua.Model ini dianggap sebagai model yang terbaik dalam menjelaskan karakteristik pemimpin. Analisis awal tentang kepemimpinan dari tahun 1900an hingga tahun 1950-an memfokuskan perhatian pada perbedaan karakeristik antara pemimpin (Leaders) dan pengikut / karyawan (Followers). walupun positif tetapi signifikasinya sangat rendah (Stogdill 1970). terbuka dan dapat dipercaya : Dumunung kasunyatan. seperti misalnya: kecerdasan. dan dari studi-studi tersebut dinyatakan bahwa hubungan antara karakteristik. Disamping itu watak pribadi bukanlah factor yang dominant dalam menentukan keberhasilan kinerja managerial para pemimpin. (6) Jujur. Berikut ini akan dibahas tentang perkembangan pemikiran ahli-ahli managemen mengenai model-model kepemimpinan yang ada dalam literature. kejujuran. tanggung jawab. lebih dari 100 studi yang telah dilakukan untuk untuk mengindifikasi watak atau sifat personal yang dibutuhkan oleh pemimpin yang baik.

seperti misalnya factor situasi yang diharapkan dapat secara jelas menerangkan perbedaan karakteristik antara pemimpin dan pengikut. Dimensi konsiderasi ini juga dikaitkan dengan adanya pendekatan kepemimpinan yang mengutamakan komunikasi dua arah.  Dimensi struktur kelembagaan menggambarkan sampai sejauh mana pemimpin mendefinisikan dan menyusun interaksi kelompok dalam rangka mencapai tujuan organisasi serta sejauh mana para pemimpin mengorganisasikan kegiatan-kegiatan kelompok mereka. Studi-studi kepemimpinan situasional mencoba mengidentifikasi karakteristik situasi atau keadaan sebagai factor penentu utama yang membuat seorang pemimpin berhasil melaksanakan tugastugas organisasi secara efektif dan efisien. Model Pemimpin Yang Efektif Model kajian kepemimpinan ini memberikan informasi tentang type-type tingkah laku para pemimpin yang efektif. maka pengaruh watak yang dimiliki oleh para pemimpin mempunyai pengaruh yang tidak segnifikan.Banyak studi yang mencoba untuk mengidentifikasi karakteristik situasi khusus yang mempengaruhi kinerja para pemimpin. c. Hencley (1973) menyatakan bahwa factor situasi lebih menentukan keberhasilan seorang pemimpin dibandingkan watak pribadinya. karakteristik tugas atau peran dan karakteristik bawahan. dimensi ini dikaitkan dengan usaha para pemimpin mencapai tujuan organisasi. menurut pendekatan kepemimpinan situasional ini seseorang bisa dianggap sebagai pemimpin atau pengikut tergantung pada situasi atau keadaan yang dihadapi.  Dimensi konsiderasi menggambarkan sampai sejauh mana tingkat hubungan kerja antara pemimpin dan bawahannya. Kegagalan studi-studi tentang kepemimpinan pada periode awal ini yang tidak berhasil meyakinkan adanya hubungan yang jelas antara watak pribadi pemimpin dan kepemimpinan membuat para peneliti untuk mencari factor-faktor lain (selain factor watak). Dan juga model ini membahas aspek kepemimpinan lebih berdasarkan fungsinya. Hoy dan Miskel (1987) menyatakan bahwa terdapat empat factor yang mempengaruhi kinerja pemimpin.Dia berpendapat bahwa pemimpin yang efektif adalah .Bukti-bukti yang ada menyarankan bahwa apabila kepemimpinan didasarkan pada factor situasi. bukan lagi hanya berdasarkan watak kepribadian pemimpin. kepuasan kerja dan penghargaan yang mempengaruhi kinerja mereka dalam organisasi. dan sampai sejauh mana pemimpin memperhatikan kebutuhan social dan emosi bagi bawahan.Tingkah laku para pemimpin dapat dikategorikan menjadi dua dimensi. iklim atau lingkungan organisasi.Namun demikian model ini masih dianggap belum memadai karena model ini tidak dapat memprediksikan kecakapan kepemimpinan yang mana yang lebih efektif dalam situasi tertentu. Kajian model kepemimpinan situasional lebih menjelaskan fenomena kepemimpinan dibandingkan dengan model terdahulu. Model Kepemimpinan Situasional Model kepemimpinan situasional merupakan pengembangan model watak kepemimpinan dengan focus utama factor situasi sebagai variable penentu kemampuan kepemimpinan. misalnya kebutuhan akan pengakuan. yaitu struktur kelembagaan dan konsiderasi. b. yaitu sifat structural organisasi. partisipasi dan hubungan manusiawi. Halpin (1966) menyatakan bahwa tingkah laku pemimpin yang efektif cenderung menunjukkan kinerja yang tinggi terhadap dua aspek diatas.

Kepemimpinan transaksional adalah hubungan antara pemimpin dan bawahan serta ditetapkan dengan jelas peran dan tugas-tugasnya. intervensi yang dilakukan oleh pemimpin dalam proses organisasional dimaksudkan untuk mengendalikan dan memperbaiki kesalahan yang melibatkan interaksi antara pemimpin dan bawahannya bersifat pro aktiv. c. tingkah laku pemimpin dan variable situasional. Struktur tugas yaitu sampai sejauh mana tugas-tugas dalam organisasi didefinisikan secara jelas dan sampai sejauh mana tugas-tugas tersebut dilengkapi dengan petunjuk yang rinci dan prosedur yang baku. d.pemimpin yang menata kelembagaan organisasinya secara sangat terstruktur dan mempunyai hubungan dan persahabatan yang sangat baik. b. Kekuatan posisi juga menjelaskan sampai sejauh mana pemimpin menggunakan otoritasnya dalam memberikan hukuman dan penghargaan. namun demikian model ini belum dapat menghasilkan klarifikasi yang jelas tentang kombinasi yang paling efektif antara karakteristik pribadi. Menurut Masi and Robert (2000). Walaupun model kepemimpinan kontingensi dianggap lebih sempurna dibandingkan modelmodel sebelumnya dalam memahami aspek kepemimpinan dalam organisasi. kepemimpinan transaksional digambarkan sebagai mempertukarkan sesuatu yang berharga bagi yang lain antara pemimpin dan bawahannya (Contingen Riward). Menurutnya ada tiga factor utama yang mempengaruhi kesesuaian situasi dan ketiganya ini selanjutnya mempengaruhi keefektifan pemimpin. Hubungan antara pemimpin dan bawahan. Secara ringkas model kepemimpinan efektif ini mendukung anggapan bahwa pemimpin yang efektif adalah pamimpin yang dapat menangani kedua aspek organisasi dan manusia sekaligus dalam organisasinya. Kekuatan posisi. ketiga factor tersebut adalah: a. yakni pada aspek-aspek keterkaitan antara kondisi / variable situasional dengan watak atau tingkah laku dan criteria kinerja pemimpin (Hoy and Miskel 1987). B. promosi dan penurunan pangkat. Kalau model kepemimpinan situasional berasumsi bahwa situasi yang berbeda membutuhkan type kepemimpinan yang berbeda. Model Kpemimpinan Masa Kini (sekarang) a. karena posisinya diterapkan dalam organisasi untuk menanamkan rasa memiliki akan arti penting dan nilai dari tugas-tugas mereka masing-masing. yaitu sampai sejauh mana pemimpin itu dipercaya dan disukai oleh bawahan untk mengikuti petunjuk pemimpin. . maka model kepemimpinan kontingensi memfokuskan perhatian yang lebih luas. Model Kepemimpinan Kontingensi Studi kepemimpinan jenis ini memfokuskan perhatiannya pada kecocokan antara karakteristis watak pribadi pemimpin. Model Kepemimpinan Transaksional. tingkah lakunya dan fariabel-fariabel situasional. Fiedler (1967) beranggapan bahwa kontribusi pemimpin terhadap efektifitas kinerja kelompok tergantung pada cara atau gaya kepemimpinan dan sesuai situasi yang dihadapinya. yaitu sampai sejauh mana kekuatan atau kekuasaan yang dimiliki oleh pemimpin.

Pemimpin transformasional juga harus mempunyai kemampuan untuk menyamakan visi masa depan dengan bawahannya.Kepemimpinan transaksional aktif menekankan pemberian penghargaan kepada bawahan untuk mencapai kinerja yang diharapkan. Oleh karena itu secara pro aktif seorang pemimpin memerlukan informasi untuk menentukan apa yang saat ini dibutuhkan bawahannya. Untuk memotifasi agar bawahan melekukan tanggung jawab mereka. Berdasarkan dari uraian tersebut diatas. Yamarino dan Bass (1990). Perilaku pemimpin yang membuat para pengikutnya mengagumi. Dengan kata lain pemimpin transformasional adalah pemimpin yang mampu memperhatikan keprihatinan dan kebutuhan pengembangan diri pengikut untuk mengeluarkan upaya ekstra untuk mencapai tujuan kelompok. Pemimpin transaksional pada hakekatnya menekankan bahwa seorang pemimpin perlu menentukan apa yang perlu dilakukan para bawahannya untuk mencapai tujuan organisasi. Banyak peneliti dan praktisi managemen yang sepakat bahwa model kepemimpinan transformasional merupakan konsep kepemimpinan yang terbaik dalam menguraikan karakteristik pemimpin (Sarros dan Butchatsky 1996). Steers (1996). d. . Hater dan Bass (1988) menyatakan bahwa pamimpin transformasional merupakan pemimpin yang kharismatik dan mempunyai peran sentral dan strategis dalam membawa organisasi mencapai tujuannya. memberikan solusi yang kreatif terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi bawahan (stimulasi intelektual). Pemimpin transformasional harus mampu menumbuhkan ide-ide baru. para pemimpin transaksional sangat mengandalkan pada system pemberian penghargaan dan hukuman pada bawahannya. b. Pemimpin transformasional digambarkan sebagai pemimpin yang mampu mengartikulasikan pengharapan yang jelas terhadap prestasi bawahan (Motivasi-inspirasi) c. menghormati sekaligus mempercayai (Pengaruh ideal). b. pemimpin trasformasional harus mampu membujuk para bawahannya melakukan tugas-tugas mereka melebihi kepentingan mereka sendiri demi kepentingan organisasi yang lebih besar. serta mempertinggi kebutuhan bawahan pada tingkat yang lebih tinggi dari pada apa yang mereka butuhkan. Pemimpin transformasional digambarkan sebagai seorang pemimpin yang mau mendengarkan dengan penuh perhatian masukan-masukan bawahan dan secara khusus mau memperhatikan kebutuhan-kebutuhan bawahan akan pengembangan karir (konsederasi individu). Disamping itu pemimpin transaksional cenderung memfokuskan diri pada penyelesaian tugas-tugas organisasi. mengemukakan bahwa kepemimpinan transformasional mempunyai empat dimensi yang disebutnya sebagai ―The Four I’s‖: a. maka dapat dikatakan bahwa prinsip utama dari kepemimpinan transaksional adalah mengaitkan kebutuhan individu pada apa yang diinginkan pemimpin untuk dicapai dengan apa penghargaan yang diinginkan oleh bawahannya memungkinkan adanya peningkatan motivasi bawahan. Model Kepemimpinan Transformasional Teori ini mengacu pada kemampuan seorang pemimpin untuk memberikan pertimbangan dan rangsangan intelektual yang individukan dan yang memiliki charisma. Bass dan Avolio (1994).

Mereka sangat menyenangi perubahan dan tantangan. b. Walaupun pemimpin pendidikan khususnya sekolah/madrasah formal adalah pemimpin yang diangkat secara langsung baik oleh pemerintah maupun yayasan. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya. 1. pendapat ini didasarkan pada temuan-temuannya yaitu keberhasilan pelatihan kepemimpinan transformasional yang dilakukan di New Zealand sebagai berikut: a. Disamping itu Parry juga berpendapat bahwa kepemimpinan transformasional dapat dilatihkan. Gaya Kepemimpinan Bebas / Laissez Faire Pemimpin jenis ini hanya terlibat delam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi. Gaya Kepemimpinan Demokratis / Democratic Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. 3. 2. . Mereka terpesona dengan cara berbicaranya yang membangkitkan semangat. Biasanya pemimpin dengan gaya kepribadian ini visionaris. b. sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan. Gaya Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Empat gaya kepemimpinan dari empat cara kepribadian Keempat gaya kepemimpinan berdasarkan kepribadian adalah : 1. menunjukkan tidak ada pertentangan dengan penemuan-penemuan sebelumnya tentang efektifitas kepemimpinan transformasional.Hasil survey Parry (2000) yang dilakukan di New Zealand. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut. didalam kepemimpinan ada tiga unsur yang saling berkaitan yaitu unsur manusia. Gaya kepemimpinan karismatis Kelebihan gaya kepemimpinan karismatis ini adalah mampu menarik orang. ciri kepemimpinan dalam pendidikan ““““““““““““““““““““‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘‘“““““““““ C. Berbagai gaya atau tipe kepemimpinan banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari –hari. Berhasil meningkatkan kegiatan kerja bawahan sebesar 11% setelah dua hingga tiga bulan dilatih. unsur sarana dan unsur tujuan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Berhasil meningkatkan kemampuan pelaksanaan kepemimpinan transformasional lebih dari 11% (dilihat dari peningkatan hasil usahanya) setelah dua hingga tiga bulan dilatih. Gaya kepemimpinan dalam kependidikan Tipe atau gaya kepemimpinan adalah cara gaya seseorang melaksanakan suatu kepemimpinan. atau melalui pemilihan. termasuk disekolah.

si pemimpin akan memberikan alasan. dan juga menguntungkan lawannya. 2. Kelemahan dari pemimpinan seperti ini adalah emosinya.Mereka mampu menarik orang untuk datang kepada mereka. Kesabaran dan kepasifan adalah kelemahan pemimpin dengan gaya diplomatis ini. orang – orang yang datang ini akan kecewa karena ketidak-konsisten-an.Tidak ada satupun tembok yang mampu menghalangi langkah pemimpin ini. kelemahan terbesar tipe kepemimpinan model ini bisa di analogikan dengan peribahasa Tong Kosong Nyaring Bunyinya. Hanya pemimpin dengan kepribadian putih ini yang bisa melihat kedua sisi.Rata orang seperti ini sangat tidak stabil. yaitu sisi keuntungan dirinya. Banyak orang seringkali melihat dari satu sisi. murah hati Segala bentuk kebajikan ada dalam diri pemimpin ini. Gaya kepemimpinan dalam dunia pendidikan diantaranya tipe gaya kepemimpinan sebagai berikut: 1. Mereka memiliki empati yang tinggi terhadap permasalahan para bawahannya. tidak ada alasan. juga sabar. Setelah beberapa lama.Sisanya. Ketika diminta pertanggungjawabannya. Umumnya. Kepemimpinan Otokratis Pemimpin bertindak sebagai diktator. dan janji. Apa yang diucapkan ternyata tidak dilakukan. Gaya kepemimpinan diplomatis Kelebihan gaya kepemimpinan diplomatis ini ada di penempatan perspektifnya.Namun kesabarannya ini bisa sangat keterlaluan.Mungkin. tetapi pengikut-pengikutnya tidak. Gaya Kepemimpinan dalam Pendidikan a. Kewajiban . Langkah – langkahnya penuh perhitungan dan sistematis. mereka sangat sabar dan sanggup menerima tekanan. 3. itu adalah harga mati. kadang bisa tampak sedih dan mengerikan.Ketika dia memutuskan suatu tujuan. Gaya kepmimpinan otoriter Kelebihan model kepemimpinan otoriter ini ada di pencapaian prestasinya.Dan seringkali hal inilah yang membuat para pengikutnya meninggalkan si pemimpin. melihat dari sisi keuntungan lawannya. dengan jelas! Apa yang menguntungkan dirinya.Mereka bisa menerima perlakuan yang tidak menyengangkan tersebut. 4. permintaan maaf. Mereka sangat mementingkan tujuan sehingga tidak pernah peduli dengan cara. pemimpin adalah pengerak dan penguasa kelompok. Makan atau dimakan adalah prinsip hidupnya. kadang pula bisa sangat menyenangkan dan bersahabat. Gaya kepemimpinan moralis Kelebihan dari gaya kepemimpinan seperti ini adalah umumnya Mereka hangat dan sopan kepada semua orang. Orang – orang yang datang karena kehangatannya terlepas dari segala kekurangannya. yang ada adalah hasil. Dingin dan sedikit kejam adalah kelemahan pemimpin dengan kepribadian merah ini.

. 5. Kepemimpinan Demokratis Kepemimpinan demokrasi selalu menyadari bahwa dirinya merupakan bagian dari kelompoknya. setiap tugas bawahan juga akan mempengaruhi gaya pemimpin. karena demokrasi seolah –olah diartikan sebagai kebebasan bagi setiap anggota untuk mengemukakan dan mempertahankan pendapat dan kebijakannya masing-masing. Kebutuhan tugas. Iklim dan kebijakan organisasi mempengaruhi harapan dan perilaku bawahan. pengalaman masa lalu dan harapan pemimpin. kedewasaan dan keleluasaan dalam hubungan social dengan sikap-sikap hubungan manusiawi. Dan juga dalam melaksanakan aktivitasnya pemimpin dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. 4. harapan dan perilaku bawahan mempengaruhi terhadap apa gaya kepemimpinan. latar belakang dan pengalamannya akan mempengaruhi pilihan akan gaya kepemimpinan.Harapan dan perilaku rekan. akan dapat mendorong terjadinya keefektifan proses pembelajaran. di samping dipengaruhi oleh latar belakang yang dimiliki pemimpin. maka jelaslah bahwa kesuksesan pemimpin dalam aktivitasnya dipengaruhi oleh factor-faktor yang dapat menunjang untuk berhasilnya suatu kepemimpinan. kesetaraan. tidak boleh membatah ataupun mengajukan saran.bawahan atau anggota – anggotanya hanyalah mengikuti dan menjalankan. Kepemimpinan yang Laissez Faire (masa bodoh). sebagai berikut: 1. Faktor-faktor tersebut sebagaimana sebagaimana yang dikutip Nanang fattah (2001). B. Berdasarkan faktor-faktor tersebut. 2. pemimpin pendidikan ketika mengaplikasikan gaya atau aktivitas kepemimpinannya sangat tergantung pada pola organisasi yang melingkupinya. 6.Harapan dan perilaku atasan. Tingkat keberhasilan organisasi atau lembaga yang dipimpin dengan Gaya Laissez Faire semata-mata disebabkan karena kesadaran dan dedikasi beberapa anggota kelompok. Pemimpin yang seperti ini menafsirkan demokrasi dalam arti keliru. dan bukan karena pengaruh dari pemimpinnya. dan tidak arogan atau nondefensif serta selalu berupaya mendorong sikap positif. Kepemimpinan Pseudo Demokratis Kepemimpinan model ini sebenarnya pemimpin yang mempunyai sifat dan sikap otokratis. 3. tetapi ia pandai memberikan kesan seolah-olah demokratis. 4. Karakteristik. sebagaimana yang dikutip oleh Aunurrahman (2009) menunjukkan bahwa pemimpin yang mampu menumbuhkan suasana dialogis. 3. oleh sebab itu suatu tujuan akan tercapai apabila terjadinya keharmonisan dalam hubungan atau interaksi yang baik antara atasan dengan bawahan. hal ini mencakup nilai-nilai. Oleh sebab itu. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas Pemimpin Dalam Manajemen Pendidikan Hasil penelitian yang dilakukan oleh Goldsmith. Kepribadian (personality). 2. seperti motivasi untuk beprestasi.Berhasil tidaknya suatu pekerjaan bersama terletak pada kelompok dan pimpinan.

perasaan-perasaan atau tingkah laku orang lain.Bertindak sebagai seorang ayah (fatherfigure) 13. tentram. Menyelamikebutuhan-kebutuhankelompokdankeinginankelompoknya. sehingga terciptanya suasana kerja yang membuat bawahan merasa aman. Bertindak sebagai wasit dan penengah (arbitrator and mediator) 8. dimana ia memahami akan tugas dan kewajibannya sebagai seorang pemimpin. Merupakan bagian dari kelompok (exemplar) 9.Sebagaiperencana (planner) 3.Selanjutnya peranan seorang pemimpin sebagaimana dikemukakanoleh M.Sebagai pencipta/memiliki cita-cita (ideologist) 12.Sebagaikambing hitam (scapegoat) Berdasarkan dari peranan pemimpin tersebut. mana yang realistis dan mana yang sebenarnya merupakan khayalan. Untuk keberhasilan dalam pencapaian sutu tujuan diperlukan seorang pemimpin yang profesional. jelaslah bahwa dalam suatu kepemimpinan harus memiliki peranan-peranan yang dimaksud. 2. Sebagai mengawasi hubungan antar anggota-anggota kelompok (controller of internal relationship) 6.Sebagai seorang ahli (expert) 4.anggota staf. membimbing. 3. Dari keinginan itu dapat dipetiknya kehendak-kehendak yang realistis dan yang benar-benar dapat dicapai. dan memiliki suatu kebebasan dalam mengembangkan gagasannya dalam rangka tercapai tujuan bersama yang telah ditetapkan. tingkah laku dan sifat kegiatan pemimpin yang dikembangkan dalam lembaga pendidikannya akan mempengaruhi situasi kerja.Merupakan lambing dari pada kelompok (sybol of the group) 10.Ngalim Purwanto. sifat . mempengaruhi dan atau menguasai pikiran-pikiran.Tugas pemimpin tersebut akan berhasil dengan baik apabila setiap pemimpin memahami akan tugas yang harus dilaksanakannya. serta melaksanakan peranannya sebagai seorang pemimpin. Pemegang tanggungjawab para anggota kelompoknya (surrogate for individual responsibility) 11. sebagai berikut: 1. Oleh sebab itu kepemimpinan akan tampak dalam proses dimana seseorang mengarahkan.Ngalim Purwanto (2007). sebagaiberikut : 1. semangat kerja anggota . Meyakinkan kelompoknya mengenai apa-apa yang menjadi kehendak mereka. Bertindak sebagai pemberi gambaran/pujian atau hukuman (purveyor of rewards and punishments) 7. Sebagai mewakili kelompok dalam tindakannya ke luar (external group representative) 5. sebagaimana menurut M. Disamping itu pemimpin harus menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan bawahan. TIPE-TIPE KEPEMIMPINAN DALAM PENDIDIKAN oleh Abu Tholib Konsep seorang pemimpin Pendidikan tentang kepemimpinan dari kekuasaan yang memproyeksikan diri dalam bentuk sikap memimpin. di samping itu juga bahwa pemimpin memiliki tugas yang embannya.Sebagai pelaksana (executive) 2.

2. Dengan demikian mudah terjadi kekacauan . dsb. atau pelanggaran disiplin terhadap perintah atau instruksi yang telah diberikan. mencari kesalahan dan meneliti orang . dan akan mempengaruhi kualitas hasil kerja yang mungkin dapat dicapai oleh lembaga Pendidikan tersebut.kekacauan dan bentrokan . Inisiatif dan daya pikir anggota sangat dibatasi. Pengawasan bagi pemimpin yang otoriter hanyalah berarti mengontrol. Pemimpin sama sekali tidak memberikan control dan koreksi terhadap pekerjaan bawahannya. dijadikan anak emas dan bahkan diberi penghargaan. pemimpin bertindak sebagai diktator terhadap anggota .undang. kemudian orang orang tersebut diancam dengan hukuman. Bawahan hanya bersifat sebagai pembantu. Hubungan . 1. 3.saran dari pemimpin. Tingkat keberhasilan anggota dan kelompok semata mata disebabkan karena kesadaran dan dedikasi beberapa anggota kelompok. pseudo demokrasi. dia membiarkan bawahannya berbuat sekehendaknya. Tipe Demokratis Pemimpin ikut berbaur di tengah anggota . Batasan kekuasaan dari pemimpin otoriter hanya dibatasi oleh undang . Mereka harus patuh dan setia kepada pemimpin secara mutlak. orang . dominasi yang berlebihan mudah menghidupkan oposisi atau menimbulkan sifat apatis. Selain itu. demokrasi.anggota kelompoknya.hubungan kemanusiaan diantara sesamanya. Struktur organisasinya tidak jelas atau kabur.bentrokan. Pemimpin yang otoriter tidak menghendaki rapat atau musyawarah. kewajiban bawahan hanyalah mengikuti dan menjalankan perintah dan tidak boleh membantah atau mengajukan saran. Mereka melaksanakan inspeksi. Baginya memimpin adalah menggerakkan dan memaksa kelompok. Setiap perbedaan diantara anggota kelompoknya diartikan sebagai kelicikan. apakah segala perintah yang telah diberikan ditaati atau dijalankan dengan baik oleh anggotanya. dan bukan karena pengaruh dari pemimpin. Tipe Otoriter Disebut juga tipe kepemimpinan authoritarian. Pembagian tugas dan kerja sama diserahkan sepenuhnya kepada bawahannya tanpa petunjuk atau saran . Tipe Laissez-faire Dalam tipe kepemimpinan ini sebenarnya pemimpin tidak memberikan kepemimpinannya. sehingga tidak diberikan kesempatan untuk mengeluarkan pendapatnya.orang yang berlaku taat dan menyenangkan pribadinya. Kepemimpinan dapat diklasifikasikan menjadi empat tipe yaitu otoriter.orang yang dianggap tidak taat kepada pemimpin.anggota kelompoknya. Dalam kepemimpinan ini. segala kegiatan dilakukan tanpa rencana dan tanpa pengawasan dari pimpinan. Sebaliknya. dipecat. laissezfaire. pembangkangan. Kekuasaan berlebih ini dapat menimbulkan sikap menyerah tanpa kritik dan kecenderungan untuk mengabaikan perintah dan tugas jika tidak ada pengawasan langsung.

Suatu ungkapan mulia yang mengatakan pelaksanaan suatu pekerjaan.samar. dan yang mungkin dilaksanakan tanpa disadari bahwa tindakan itu bukan tindakan pimpinan yang demokratis. TIPE ATAU GAYA KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN TIPE ATAU GAYA KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN PENDAHULUAN Kepemimpinan merupakan suatu seni.pemimpin dengan anggota bukan sebagai majikan dengan bawahan. membuat mereka begitu antusias atau bersemangat untuk mengikutinya. 4. pikiran. Dalam melaksanalan tugasnya. Ia mempunyai kepercayaan pula pada anggota .saudaranya.anggotanya bahwa mereka mempunyai kesanggupan bekerja dengan baik dan bertanggung jawab. Ia selalu berusaha membangun semangat anggota kelompok dalam menjalankan dan mengembangkan daya kerjanya dengan cara memupuk rasa kekeluargaan dan persatuan. atau teknik untuk membuat sekelompok orang bawahan dalam organisasi formal atau para pengikut atau simpatisan dalam organisasi informal mengikuti atau menaati segala apa yang dikehendakinya. kesanggupan. dan mempertimbangkan kesanggupan dan kemampuan kelompoknya. ia mau menerima dan bahkan mengharapkan pendapat dan saran . merupakan ungkapan yang mendudukan posisi pemimpin dalam suatu organisasi pada posisi yang terpenting. maka hal tersebut akan dibicarakan dan dimusyawarahkan dengan bawahannya. bahkan berkorban untuknya. Di samping itu. Misalnya jika ia mempunyai ide . ia juga memberi kesempatan kepada anggota kelompoknya agar mempunyai kecakapan memimpin dengan jalan mendelegasikan sebagian kekuasaan dan tanggung jawabnya. tetapi situasi diatur dan diciptakan sedemikian rupa sehingga pada akhirnya bawahan didesak agar menerima ide atau pikiran tersebut sebagai keputusan bersama. tetapi lebih seperti kakak dengan saudara . atau konsep yang ingin diterapkan di lembaga Pendidikannya. samar . Pemimpin ini menganut demokrasi semu dan lebih mengarah kepada kegiatan pemimpin yang otoriter dalam bentuk yang halus. Dalam tindakan dan usaha – udahanya ia selalu berpangkal kepada kepentingan dan kebutuhan kelompoknya. Tipe Pseudo-demokratis Tipe ini disebut juga semi demokratis atau manipulasi diplomatic.saran dari kelompoknya. Pemimpin yang bertipe pseudo-demokratis hanya tampaknya saja bersikap demokratis padahal sebenarnya dia bersikap otokratis. Suatu organisasi akan berhasil atau gagal itu pada dasarnya ditentukan oleh seorang pemimpin. .ide.

dan staf administrasi dalam setiap pengambilan keputusan. baik aturan penididikan maupun putusan – putusan lain. Keuntungan . n am pengikutnya. Gaya kepemimpinan Partisipatif atau Demokratis Merupakan gaya kepemimpinan yang menitik beratkan pada usaha seorang pemimpin dalam melibatkan partisipasi para pengikutnya dalam setiap pengambilan keputusan gaya kepemimpinan paratisipatif adalah pemimpin pendidikan yang melibatkan partisipasi guru. Pemimpin yang berkomitmen adalah pemimpin yang mestinya dapat dengan mudah melakukan perubahan – perubahan yang dibutuhkan karena seorang pemimpin sungguhan adalah orang yang telah mampu menguasai diri dan karakter terjelek yang dimiliki untuk dirubah menjadi yang terbaik. siswa.Seorang yang dianggap memiliki jiwa pemimpinan adalah orang yang bertanggung jawab. konsultasi kebanwah dapat digunakan dalam rangka meningkatkan kualitas keputusan dengan menarik keahlian yang dimilki oleh para pengikut.keuntungan yang diperoleh dari gaya kepemimpinan partisipatif adalah: a. memiliki komitmen dan menjaga hubungan dengan yang dipimpinnya secara bijaksana. . PEMBAHASAN Tipe atau Gaya Kepemimpinan Pendidikan 1. kepedulian akan mendorong dan mempercepat para pengikutnya menyimak setiap ide – ide seorang pemimpin untuk dilaksanakan tanpa peduli bagaimana pengikut itu mau peduli dengan gagasan.Dengan kepedulian akan jelas diiketahui secara pasti bagaimana kondisi. Seorang pemimpin sejatinya akan sangat memperhatikan seluruh tenaga dipimpimnnya. sehingga para pengikut akan dapat menerima semua keputusan yang diambil serta dapat menjalankannya.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa seorang pemimpin yang bergaya otokratif mempunyai berbagai sikap. Seoerang pemimpin yang otokratik cenderung menganut nilai oraganisasional yang berkisar pada pembenaran segala cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan. dan staf adminisrtasi dalam setiap kebijakan yang ditempuhnya. b. siswa. Memperlakukan para pengikut sama dengan alat – alat lain dalam oraganisasi. sehingga kurang menghargai harkat dan martabat mereka. 2. Mengutamakan orientasi terhadap pelaksanaan dan penyelesaian tugas tanpa mengaitkan pelaksanaan tugas tersebut dengan kepentingan dan kebutuhan para pengikut.fungsi kepemimpinan adalah pendekatan holistik atau integralistik.b. pemimpin melibatkan serta orang – orang dalam berbagai sub unit untuk mengatasi keterbatasan kemampuan yang dimilki pemimpin. Seorang pemimpin partisipasif akan dsegani bukan ditakuti. Konsultasi ke atas. Pemimpin pendidikan yang menggunakan gaya lezess faire akan memberikan . Dilihat dari perspektif kepemimpinannya seorang pemimpin otokratik adalah seseorang yang sangat egois.diantaranya :[1] a. c. Para pemimpin dengan gaya otokratik menjadikan tujuan organisasi identik dengan tujuan pribadi. Pendekatan yang digunakan oleh seorang pemimpin dalam menjalankan fungsi . Gaya kepemimpinan pendidikan yang otokratif sangat mengesampingkan peran serta kemampuan guru. memungkinkan seorang pemimpin untuk menaruh keahlian seorang atasan yang berkemampuan lebih dari manajer. Konsultasi lateral. perilaku organisasi dan gaya kepemimpinan yang biasa diigunakan. Gaya Kepemimpinan Lezess Faire Karakteristik utama pada gaya kepemimpinan Lezess Faire meliputi : persepsi tentang peranan. Kepetuhan pengikut terhadap pemimpin merupakan corak gaya kepemimpinan otokratik. Gaya Keepemimpinan Otokratik Kepemimpinan otokratik lebih menitikberatkan pada otoritas pemimpin dengan mengesampingkan partiispasi dan gaya kreatif para pengikutnya. nilai – nilai yang dianut. Dengan egoisme yang demikian besar seorang pemimpin otokratik melihat perannya sebagai sumber segala sesuatu dalam kehidupan organisasianal. 3. c. sikap dengan hubungannya dengan para pengikutnya. Kepemimpinan otokratik dengan menggunakan ― kepemimpinan klasik ―. Mengabaikan peranan para pengikut dalam proses pengambilan keputusan.

d. yaitu: a.[3] Didalam gaya kepemimpianan transformatif terdapat beberapa hal. manusia pada dasarnya memiliki rasa solidaritas dalam kehidupan bersama b. staf administrasi dalam menjalankan tugas serta mereka dilibatkan dalam pengambilan keputusan. status Quo organisasi tidak terganggu pertumbuhan dan pengembangan kemampuan berpikir dan bertindak yang inofatif diserahkan kepada anggota organisasi yang bersngkutan e. Orientasi kepemimpinan transaksional c. Gaya Kepemimpinan Transformatif Kepemimpinan transformasional berorientasi kepada proses membangun komitmen menuju sasaran organisasi dan memberikan kepercayaan kepada para pengikut untuk mencapai sasaran – sasaran tertentu. pelaksanaan program – program pendidikan. Dengan demikian dapat dismpulkan bahwa ciri – ciri utama seorang pemimpin yang bergaya lezess faire adalah: a.[2] Adapun nilai – nilai yang dianut oleh pemimpin gaya lezess faire pada umumnya berpandangan bahwa: a. Kepemimpinan yang memberi transformasi b. manusia mempunyai kesetiaan pada organisasi dan sesama. d. Patuh terhadap norma dan peraturan yang telah menjadi komitmen bersama Mempunyai rasa tanggung jawab yang besar terhadap tugas yang telah menjadi tanggung jawabnya. 4. selama anggota organisasi menunjukan perilaku dan prestasi kerja yang dinamai intervensi pimpinan dalam perjalanan organisasi berada pada tingkat yang sangat minimum. pendelegaian wewenang terjadi secara ekstensif b. Dimensi kepemimpinan transformasional 5.kebebasan yang sangat longgar terhadap guru. serta berbagai bentukrealisasi prigram itu sendiri. Berbagai bentuk gaya kepemimpinan tersebut terimplementasi dalam melakuka semua kebijakan pendidikan yang meliputi antara lain mengakadakan pembinaan terhadap semua personel pendidikan. pengambilan keputusan diserahkan kepada pejabat pemimpin yang lebih rendah dan kepada para petugas operasional c. Gaya kepemimpinan Karismatis . c.

Ciri.ciri pemimpinan yang karismatis ini ialah: a. d. Menganggap bahwa bawahan tidak dewasa. pemimpin yang bersangkutan berusaha untuk memperlakukan semua orang dan semua satuan kerja terdapat di dalam .Tipe ini banyak terdapat di masyarakat yang masih tradisional. jelasnya tipe karismatis adalah seseorang yang dikagumi oleh banyak pengikut meskipun para pengikut tersebut tidak selalu dapat menjelaskan secara nyata mengapa orang tertentu itu sangat dikagumi. e. Pengikutnya tidak bisa menjelaskan. umumnya di masyrakat yang agraris. mereka tertarik pada pemimpin. b. Harapan itu pada umumnya berwujud keinginan agar pemimpin mampu berperan sebagai bapak yang bersifat melindungi dan yang layak dijadikan sebagai tempat bertanya dan untuk memperoleh petunjuk. c. b. Berdasarkan nilai kebersamaan itu. Mempunyai daya tarik yang sangat besar. Bersikap mempunyai wawasan yang luas. kekayaan. d. kesehatan. Gaya Kepemimpinan Paternalistis Ciri –ciri tipe ini ialah: a. Ini terlihat jelas dari slogannya yaitu seluruh anggota organisasi merupakan anggota satu keluarga besar. Bersifat terlalu melindungi. Penampilanya bukan merupakan ukuran yang berlaku karena ada pemimpin yang dipandang sebagai pemimpin yang karismatis kalau dilihat dari penampilanya sebenarnya tidak atau kurang mempunyai daya tarik. ataupun oleh wajah. 6. Persepsi seorang pemimpin ini tentang perananya dalam organisasi dapat dikatakan diwarnai oleh harapan para pengikutnya kepadanya. Menutup kesempatan pada bawahan untuk berkreasi dan berfantasi.Pada tipe ini mempunyai karakteristik yang khas yaitu daya tariknya yang sangat memikat sehingga mampu memperoleh pengikut yang jumlahnya kadangkadang sangat besar. Artinya. Seorang pemimpin yang bertipe ini biasanya mengutamakan kebersamaan. dalam organisas iyang dipimpin oleh seorang pemimpin yang paternalistik kepentingan bersama dan perlakuan yang seragam terlihat menonjol pula. Jarang memberi kesempatan untuk memberikan keputusan. Karisma yang dimiliki tidak terpaut oleh umur.Pemimpin yang kharismatik[4] adalah seseorang yang dikagumi oleh banyak pengikut. c. Seolah – olah mempunyai kekuatan gaib( supernatural power).

Tipe atau gaya Transformatif 8. e. c. b.ciri gaya ini adalah a. kesadaran diri. Dalam organisasi demikian tidak terdapat penonjolan orang atau kelompok tertentu. Disiplin yang tinggi dan bersikap kaku. Tipe atau gaya laissez faire 5. dan menghadapi resiko yang sudah diperhitungkan. Tipe atau gaya paternalistik 3.organisasi seadil dan serata mungkin.[5] Adapun ciri – ciri pemimpin Visioner. Tipe atau gaya demokratik 6.upacara untuk berbagai keadaan. tetapi bukan bagaimana cara mencapai tujuanmembebaskan orang yang berinovasi. Tipe atau gaya Visioner . dan empati. Tipe atau gaya karismatik 4. Gaya Kepemimpinan Visioner Pemimpin fisioner mengartikulasikan kemana kelompok berjalan. Tipe atao gaya Militeristik 7. bereksperimen. kecuali sang pemimpin dengan dominasi keberadaannya. Gaya Kepemimpinan Militeristis Ciri. yaitu kepercayaan diri. Sukar menerima kritik dan saran. Formalitas yang berlebih-lebihan. d. pemimpin fisioner akan mengartikulasikan suatutujuan yang baginya merupakan tujuan sejati dan selaras dengan nilai bersama orang – orang yang dipimpinnya. 8. PENUTUP Dari pemaparan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa setiap pemimpin mempunyai tipe atau gaya dalam memimpin sebuah organisasi atau lembaga. Menggunakan upacara.yaitu menggunakan inspirasi bersama dengan tritunggal EI. Berikut ini macam-macam tipe atau gaya kepemimpinan: 1. 7. Tipe atau gaya otokratis 2. Senang bergantung pada pada pangkat jabatannya.

Jakarta: PT RINEKA CIPTA. karena dalam tindakan dan usahanya. dan selalu mempertimbangkan kesanggupan serta kemampuan kelompoknya. Jakarta: Rajawali Pers.Rohmat. Jakarta :PT Gramedia Pustaka utama.ibid. Rineka Cipta. teori dan prktik kepemimpinan. Purwanto. Daniel. Teori Dan Praktek Kepemimpinan. Annie McKEE. Goleman. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA. 2009. DRohmat. Thoha. [1] . Hal37 . Ngalim. purwokerto. kepemimpinan pendidikan konsep dan aplikasi. Purwokerto:STAIN press. Sondang P.66 Sondang P. Jakarta: PT. dan kritik orang lain terutama pada bawahannya.2010.Tipe kepimpinan yang paling ideal adalah tipe kepemimpinan demokratis. Kepemimpinan Dalam Manajemen. 2010. saran. Dengan sungguh-sungguh ia mendengarkan pendapat. 2010. ia selalu berpangkal pada kepentingan dan kebutuhan kelompok. Ricard Boyatzis.Siagan. Administrasi dan Supervisi Pendidikan.Primal Leadership. STAIN press. 62 [2] . 2003. Seorang pemimpin yang demokratis dihormati dan disegani dan bukan ditakuti karena perilakunya dalam kehidupan organisasional perilakunya mendorong para bawahannya menumbuhkan dan mengembangkan daya inovasi dan kreatifitas. Siagian. hal. M. Miftah. hal. 2004. Daftar pustaka Kepemimpinan pendidikan konsep dan aplikasi.

[5] . tidak akan lepas juga dari istilah kekuasaan.[3] . maka kurang utuh wewenang dari pada pemimpin yang bersangkutan. MAX WEBER Dia merumuskan kekuasaan itu sebagai suatu kemungkinan yang membuat seorang aktor di dalam suatu hubungan sosial berada dalam suatu jabatan untuk melaksanakan keinginannya sendiri dan yang menghilangkan halangan. Ibid. Hal. Seperti yang telah dikemukakan dalam bukunya Thoha (2003: 92-93).prpf .Jakarta. Di dalam sebuah kepemimpinan. Richart Boyatzis. WALTER NORD Merumuskan kekuasaan itu sebagai suatu kemampuan untuk mempengaruhi aliran. 31 [4] Karisma adalah bakat kepemimpinan yang luar biasa yang terdapat di dalam diri seseorang sehingga menimbulkan rasa kagum dari orang lain. Karena apabila kekuasaan tidak ada dalam diri seorang pemimpin. PT Gramedia Pustaka Utama. teori dan praktek kepemimpinan. energi dan dana yang tersedia untuk mencapai suatu tujuan yang berbeda secara jelas .MPA. hal. Jakarta:2004.DR. Hal ini sangat dibutuhkan dalam mengatur atau mendayagunakan sumber-sumber potensial yang ada dalam organisasinya tersebut. Kekuasaan ini bersifat dominan. 2.Goleman.67 KEKUASAAN (POWER) DALAM KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN BAB II PEMBAHASAN 2. Daniel. Banyak seorang ahli yang telah menyatakan definisi-definisi dari kekuasaan. Primal Leadership ” kepemimpinan berdasarkan kecerdasan emosi”.1 Konsep Dasar Kekuasaan (Power) dalam Kepemimpinan Pendidikan Seperti yang telah dibahas pada bab awal. 56 Sondang P. Annie McKee. yang meliputi: 1. Siagian . Seorang pemimpin juga harus memiliki kepribadian dan kecakapan yang baik dalam membina dan atau memimpin organisasinya di mana ia pimpin. bahwa yang dinamakan pemimpin adalah seorang yang mampu mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang sama dan telah ditentukan sebelumnya. PT Rineka Cipta. 1999. Hal.

.dari tujuan lainnya. Kekuasaan dipergunakan hanya jika tujuan-tujuan tersebut paling sedikit mengakibatkan perselisihan satu sama lain.

WRONG Membatasi kekuasaan hanya pada suatu kontrol atas orang lain yang berhasil. Penggunaan kekuasaan selalu mengakibatkan perubahan dalam kemungkinan bahwa seseorang atau kelompok akan mengangkat suatu perubahan perilaku yang diinginkan. 6. Jadi . Dengan kekuasaan yang sejalan dengan peran dalam jabatan. 7. DAEHL Mengatakan bahwa jika orang A mempunyai kekuasaan atas orang B maka A bisa meminta B untuk melaksanakan sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh B terhadap A. Sedangkan pengaruh adalah daya yang timbul dari sesuatu (orang. BIERSTEDT Mengatakan bahwa kekuasaan itu kemampuan untuk mempergunakan kekuatan. Selain pendapat-pendapat di atas. 4. seseorang dapat memerintahkan seseorang untuk melaksanakan suatu pekerjaan atau tugas yang dibebankan kepadanya untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. RUSSEL Mengartikan kekuasaan itu sebagai suatu produksi dari akibat yang diinginkan. gaya atau kekuasaan. benda) yang ikut membentuk watak. kepercayaan atau perbuatan seseorang. Kekuasaan seringkali dipergunakan silih berganti dengan istilah pengaruh dan otoritas. Abdul Muiz mengungkapkan bahwa Kekuasaan dapat didefinisikan sebagai suatu potensi pengaruh dari seorang pemimpin. Dengan demikian kekuasaan adalah suatu sumber yang bisa atau tidak bisa untuk dipergunakan. Titik perhatian yang timbul dalam pikiran adalah menyakut kekuasaan. ROGERS Berusaha membuat jelas kekaburan istilah dengan merumuskan kekuasaan sebagai suatu potensi dari suatu pengaruh.3. menjelaskan bahwa kekuatan adalah tenaga. 5. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia(1988).

Kekuasaan legitimasi (legitimate power). Kekuasaan ini bersumber pada jabatan yang dipegang oleh pemimpin. Menurut Thoha (2003: 96-97) menyebut bahwa sumber dan bentuk kekuasaan itu terbagi atas: 1. Sedangkan pengaruh merupakan representasi dan kekuatan yang dapat membentuk watak. Sehingga dengan demikian diharapkan saran-saran akan banyak diikuti orang lain tersebut. kepercayaan atau perbuatan anggota dalam mewujudkan situasi atau iklim kerja sama dalam kepemimpinan pendidikan. Seorang pemimpin yang tinggi kekuasaan legitimaasinya mempunyai kecenderungan untuk mempengaruhi orang lain.wordpress.com/kepemimpinan-pendidikan/) kekuatan (dalam konteks kepemimpinan pendidikan) adalah daya yang ditimbulkan seorang pemimpin dalam otoritasnya pada kepemimpinan pendidikaan. nilai. maka semakin besar kekuasaan legitimasinya. . semakin tinggi posisi seorang pemimpin. Menurut Muiz (http://amcreative. karena pemimpin tersebut merasakan bahwa ia mempunyai hak atau wewenang yang diperoleh dari jabatan organisasinya. kepercayaan atau perilaku.bagaimanapun kekuasaan adalah kapasitas yang menyebabkan perubahan. maka kita akan mempelajari sumber dari mana kekuasaan tersebut diperoleh. Secara normal. 2.2 Sumber dan Bentuk Kekuasaan Setelah mempelajari dan memahami konsep dasar dari kekuasaan (power) dalam kepemimpinan pendidikan. Sebaliknya pengaruhnya adalah terkait dengan tingkat perubahan sebenarnya dalam target seseorang kedalam sikap. Pengaruhnya dapat diukur oleh perilaku atau sikap yang dimanifestasikan oleh para pengikut sebagai hasil dari pimpinannya.

dan memuji atas keberhasilan para pengikut menyelesaikan pekerjaannya. memperbaharui perlengkapan kerja. sederhana. Kekuasaan penghargaan (reward power) Kekuasaan ini bersumber atas kemampuan untuk menyedikan penghargaan atau hadiah bagi orang lain. satu kata dengan perbuatan. 5.2. taat pada agama. . kekllihatannya mempunayi keahlian untuk memberikan faasilitas terhadap perilaku kerja orang lain. Potensi itu selain dirupakan dengan menambah nyamannya kondisi kerja. Seorang pemimpin atau manajer yang mempunyai potensi untuk melakukan penghargaan ini. maka pemimpin seperti ini mempunyai kekuasaan referensi yang tinggi. Kekuasaan referensi (referent power) Kekuasaan ini bersumber pada sifat-sifat pribadi dari seorang pemimpin. yakni harus dinilai dengan hadiah-hadiah. Kekuasaan keahlian (expert power) Kekuasaan ini bersumber dari keahlian. Dengan demikian kekuasaan ini sangat tergantung pada seseorang yang mempunyai sumber untuk menghargai atau memberikan hadiahtersebut. atau mementingkan kepentingan orang banyak daripada kepentingan sendiri. kecakapan. atau pengetahuan yang dimiliki oleh seorang pemimpin yang diwujudkan lewat rasa hormat. dan kekaguman para bawahan dapat memberikan identifikasi tersendiri terhadap pengaruh pemimpinnya. Sebagai seorang pemimpin. Seorang pemimpin yang tinggi kekuasaan keahliannya ini. promosi. Seorang pemimpin yang tinggi kekuasaan referensinya ini pada umumnya disenangi dan dikagumi oleh orang lain karena kepribadiannya. 3. Kekuasaan informasi (information power) Kekuasaan ini bersumber karena adanya ekses informasi yang dimiliki oleh pemimpin yang dinilai sangat berharga oleh pengikutnya. Pemimpin yang selalu tampil dengan kepribadiannya yang jujur. dan pengaruhnya terhadap orang lain. Kekuatan pemimpin atau manajer dalam kekuasaan referensi ini sangat tergantung pada kepribadiaannya yang mampu menarik para bawahan atau pengikutnya. Tujuan dari kekuasaan ini dapat diperkirakan secara jelas. misalnya gaji. loyal pada undang-undang negara. atau penghargaan jasa. gaya hidup dan tutur katanya. 4. Kesenangan daya tarik. maka ia mempunyai kekuasaan atas bawahannya.

pemimpin yang bersangkutan mengandalkan diri pada perasaan takut dan yang diusahakan atas perkiraan bahwa pihak bawahan menganggap bahwa hukuman diberikan karena mereka tidak menyetujui tindakan-tindakan dan keyakinan-keyakinan pihak atasan. Sumber dan bentuk kekuasaan di atas merupakan pendapat yang diperoleh dari bukunya Thoha. Dengan demikian pimpinan merupakan sumber informasi. Kekuasaan hubungan (connection power) Kekuasaan ini bersumber pada hubungan yang dijalin oleh pimpinan dengan orang-orang penting dan berpengaruh baik di luar atau di dalam organisasi. Kekuatan koersif (coercive power) Disini. demikian pula informasi yang diadakan luar organisasi. maka kekuasaan ini digolongkan pada kekuasaan informasi. Seorang pemimpin yang tinggi kekuasaan hubungannya ini cenderung meminta saran-saran dari orang-orang lain. Kekuasaan yang bersumber pada usaha mempengaruhi orang lain karena mereka membutuhkan informasi yang ada pada pimpinan.maka semua informasi mengenai organisasinya ada padanya. . menyebutkan beberapa sumber dan bentuk kekuasaan dalam kepemimpinan pendidikan. 6. Mereka mengemukakan klasifikasi tersebut: 1. karena mereka membantu mendapatkan hal-hal yang menyenangkan dan menghilangkan hal-hal yang tidak menyenangkan dari kekuasaan hubungan ini. John French dan Bertram Raven mengemukakan suatu kerangka kekuatan (Framework of Power) yang dikaitkan dengan soal pengaruh. Akan tetap Winardi (1990: 58).

serta setia dan jujur dalam memnuhi papun yang diperlukan oraganisasi ataupun pemimpin. seseorang memperoleh tingkat kendali tertentu dan mempunyai kemampuan untuk menggunakan seni itu untuk mengubah situasi. muncul secara ajaib karena ini merupakan kombinasi dari keterampilan dan pengetahuan mengenai sesuatu yang lewat dari berbagai pengalaman yang telah bergerak dari kebiasaan menjadi seni. Orang memperoleh promosi lewat kerja keras dan pengalaman. focus pada tugas secara intens serta rela mengorbankan waktu dan tenaga yang ia miliki untuk memenuhi sagala sesuatu yang diperlukan oleh oraganisasi ataupun pemimpinnya. Prajurit belajar untuk mendisipilnkan diri.2. Tekad.untuk menguasai seni dari sesuatu. yang lebih besar. Individual ini menunjukkan loyalitas yang kuat kepada orang dan prinsip. Kekuatan karena memiliki sesuatu keahlian (expert power) Kekuatan ini didasarkan atas identifikasi seorang pengikut dengan seorang pemimpin yang dikagumi dan yang sangat dihargainya. Sebagian besar pemimpian memulai kareiernya dari artitipe ini. Tekad untuk bersedia berkorban demi tujuan antar pribadi. Kerja keras dan menguasai pengetahuan serta keterampilan merupakan zona yang nyaman bagi . Kekuatan karena diberikannya ―penghargaan‖. Kekuasaaan karena adanya ―pengesahan‖. (legitimate power) Kekuasaan ini diperoleh dari posisi ―supervisor‖ di dalam organisasi yang bersangkutan. Kebijaksaan dan tekad yang biasanya diandalkan olh para pemimpin untuk maju dalam organisasi. Kekuatan karena memiliki sesuatu keahlian (expert power) Kekuatan ini timbul karena seorang individu memiliki skill khusus tertentu. 3. 2. 4. kekuatan dari artitipe prajurit. Menurut Kyle (2004: 26-29) ada empat kekuatan sebagai peta untuk pengembangan kepemimpinan yaitu: 1. Kebijaksanaan. (reward power) Disini diusahakan agar diberikan ―penghargaan‖ kepada pekerjaan yang melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tindakan-tindakan dan keinginan pihak atasan. 5. pengetahuan atau keahlian tertentu.

serta menyediakan visi yang membrikan arti pada aktivitas.pemimpin pada umumnya maka dari itu banyak pemimipin mengandalkan kekutan tekad dan kebijaksanaan ketika kesulitan muncul. Kehadiarn merupakan sifat identifikasi dan wujud yang dibuat orang dengan seorang pemimpin yang memotivasi. 3. atau negara. semangat intensitas dan minat yang sungguh-sungguh.3 Pentingnya Kekuasaan dalam Kepemimpinan Pendidikan Dalam konteks pendidikan adanya kekuasaan sangat diperlukan sebagai daya yang digunakan oleh seorang pemimpin pendidikan untuk kelancaran proses pendidikan agar tercapai tujuan dari pendidikan itu sendiri secara efektif dan efisien. menggairahkan mereka. memberikan inspirasi. kekuasaan seorang pemimpin akan sangat berdampak pada kinerja pengikutnya. Selain itu. Rasa iba. perusahaan. humor. Dalam konteks pendidikan. 2. Rasa iba adalah pusat spiritual pemimpin. Rasa iba adalah titik kompas yang mengarahkan kekuatan lain. the ability to produce intended effects‖. 2. Dalam bukunya Winardi (1990: 75). . jika seorang pemimpin menggunakan kekuasaanya secara bijaksana maka tidak khayal proses pendidikan akan berjalan dengan lancar dan terarah demi tercapainya tujuan pendidikan. Kehadiran. dan aktivitas sepenuh hati serta menyenangkan pad pemimpin. memiliki kecenderungan ke arah perasaan dan emosi yang kuat... member dorongan kuat. 4. gairah.4 Persoalan Kekuasaan dalam Kepemimpinan Pendidikan Kekuasaan merupakan kemampuan untuk melakukan sesuatu hal atau untuk mempengaruhi sesuatu. Kekuatan dari kehadiran dalam diri seorang pemimpin memberikan konteks kekuatan energetik. Rasa iba yang muncul dapat memberikan sifat spontanitas. devosi. dan kasih sayang serta cinta.. inovasi kreatif. Tekad dapat membuat pemimpin menjadi dingin dan penuh dengan hitungan. Rasa iba ini menghangatkan pemimpin. BERTRAND RUSSEL mendefinisakn kekuasaan sebagai: ―. Seorang pemimpin yang dapat menggunakan kekuasaannya dengan baik maka para pengikutnya akan merasa dihargai pekerjaannya dengan itu akan juga meningkatkan kinerja pekerjaannya. Dari sinilah seseorang dapat menciptakan ikatan emosional atau hubungan pribadi pada suatu proyek. Bagi seorang pemimpin kekuatan dari kehadiran di dalam dirinya mencangkup sifat-sifat ambisi pribadi dan organisasi.

kekuasaan yang dilembagakan dinyatakan orang sebagai otoritas (authority). kemampuan fisisk atua uang. mengimplikasi kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain. merupakan contohcontoh kekuasan ―utilitarian‖ yang dapat dipergunakan di dalam organiasasi-organisai untuk mempengaruhi kelakuan para partisipan. ― power is the ability to employ force. Imbalan material atua sanksi-sanksi primer muncul dalam bentuk uang yang dapat dipergunakan untuk membeli barang dan jasa. Sistem intensif moneter (termasuk di dalamnya promosi-promosi dan penahanan kenaikan pangkat). not actual aplication”. ia merupakan kemampuan untuk mempengaruhi kelakuan dengan jalan membatasi alternatifalternatif yang tersedia dalam situasi-situasi sosial. Hanya kelompok – kelompok yang memiliki kekuasaan dapat mengancam untuk menggunakan kekuasaan.. Pada organisasi-organisasi tertentu. Kategori-kategori tersebut berhubungan dengan pendekatan-pendekatan koersif. penerapan kekuatan fisik tidak perlu dilakukan. kekuasaan menunjukkan: 1. Kekuasaan hanya terdapat apabila ia bersifat efektif. sebuah pistol. material.pengetahuan.ia dapat didasarkan atas posisi. Pada organisasi-organisasi formal. Kemampuan.sedangkan ancaman tersebut merupakan kekuasaan. maupun tidak) untuk menimbulkan kejadian tertentu atau. ROBERT BIERSTEDT berpendapat bahwa:.Kekuasaan. Dalam artinya yang paling umum. not its actual employment. Kekuatan adalah kemampuan untuk mempengaruhi kelakuan dengan cara-cara yang dipredeterminasi. the ability to apply sanctions. dan normatif (normatif sosial). Apabila paksaan (COERCION) atua penerapan kekuatan efektif. 2. Kekuasaan terdapat pada organisasi-organisasi informal dan kelompokkelompok informal. utilitarian. Pengaruh seseorang atau kelompok melalui alat apapun juga atas kelakuan orang lain. Kekuasaan yang mendasari macammacam alat untuk mempengaruhi kelakuan di dalam organisasi-organisasi diklasifikasi orang dalam tiga kategori yakni: fisik. (baik yang digunakan. . simbolis. sesuai dengan apa yang diinginkan. maka berarti bahwa tidak ada kekuasaan. sebuah cambuk atau kekuatan fisiknya tak mungkin diperlukan untuk mempengaruhi dan mengendalikan kelakuan.. Dalam kebanyakan kasus.

maka otoritas tradisional dapat nberubah menjado otoritas legal rasional. Kepemimpinan dalam Manajemen. Kebanyakan-kebanyakan organisasi-organisai mempunyai suatu campuran berupa otoritas legal rasional. Kepemimpinan Pendidikan (Online). Sepertihalnya otoritas kharismatik kerap kali berubah menjadi otoritas tradisional. (http://amcreative. Menurut Weber dapat dibedakan tiga macam tipe dasar otoritas resmi (Legitimate Authority) yakni: otoritas legal rasional otoritas tradisional otoritas kharismatik Otoritas kharismatik tergantung pada kualitas-kualitas magis para pemimpin individual. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Batam: Karisma Press. Miftah.wordpress. apabila sistem tersebut diresmikan secara formal. Bandung: Rineka Cipta. T. Kharisma lebih merupakan sebuah konsep kekuasaan daripada konsep otoritas oleh karena hal tersebut lebih tergantung pada ciri-ciri pribadi daripada posisi. The Four Power of Leadership. 2003. 1990. Dalam hubungan ini tidak ada aturan-aturan atau ketentuan-ketentuan. 2004. hal mana merupakan sebuah konsep penting sekali dalam studi tentang organisasiorganisasi formal. Mereka primer berhubungan dengan prestise dan penghargaan (simbol-simbol normatif) atau cinta dan penerimaan (simbol-simbol sosial). Abdul. . Muiz. Persoalan otoritarian (authorithy) Sudah dikatakan bahwa otoritas merupakan kekuasaan yang dilembagakan. tradisional dan kharismatik yang merupakan dasar sistem pengaruh guna mempengaruhi usaha-usaha yang terkoordinasi pihak partisipan. DAFTAR RUJUKAN Kyle. Kepemimpinan dalam Suatu Manajemen: Suatu Pendekatan Perilaku. Winardi. Thoha. 2008.Alat-alat simbolis untuk mempengaruhi kelakuan merupakan alat-alat yang bukan bersifat fisik atau material. diakses 9 September 2012. Apabila seorang partisipan organisatoris didorong untuk memperbaiki hasil kerjanya maka digunakan kekuasaan normatif.com/kepemimpinan-pendidikan/). David.

karena itu saya mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu. saya memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak. Dimana dewasa ini keunggulan suatu bangsa tidak lagi ditandai dengan melimpahnya kekayaan alam. Pendidikan yang bermutu sangat membutuhkan tenaga kependidikan yang professional.Makalah Kepemimpinan dalam Pendidikan KATA PENGANTAR Assalamualaikumwarohmatullahiwabarokatu. proses. pendidikan merupakan hal yang sangat penting karena pendidikan salah satu penentu mutu Sumber Daya Manusia. dan karakter peserta didik. Oleh karena itu tenaga kependidikan yang professional akan melaksanakan tugasnya secara professional sehingga menghasilkan tamatan yang lebih bermutu. sarana dan prasarana serta biaya. sarana dan prasarana. mutu pendidikan sering diindikasikan dengan kondisi yang baik. dan segala komponen yang harus terdapat dalam pendidikan. Semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.. biaya serta seluruh komponen tersebut memenuhi syarat tertentu. taufik. saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik. Banyak nikmat yang Allah berikan. melainkan pada keunggulan Sumber Daya Manusia (SDM). keluaran. Mutu pendidikan tercapai apabila masukan. Tenaga kependidkan mempunyai peran yang sangat strategis dalam pembentukan pengetahuan. sehingga saya dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Kepemimpinan Dalam Pendidikan”. "KEPEMIMPINAN DALAM PENDIDIKAN" BAB I PENDAHULUAN Sejalan dengan tantangan kehidupan global. rahmat. Dimana mutu Sumber Daya Manusia (SDM) berkorelasi positif dengan mutu pendidikan. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat. guru. komponen-komponen tersebut adalah masukan. tenaga kependidikan. BAB II . memenuhi syarat. Dalam penyusunannya. Oleh karena itu. ketrampilan. tetapi sedikit sekali yang kita ingat. serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya. proses. keluaran.

Pengertian Kepemimpinan Pendidikan Leadership atau kepemimpinan adalah “proses pengaruh-mempengaruhi antar pribadi atau antar orang dalam situasi tertentu. Kepemimpinan merupakan suatu kemampuan dan kesiapan seseorang untuk mempengaruhi. dan menggerakkan staf sekolah agar dapat bekerja secara efektif dalam rangka mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran yang telah ditetapkan. Bahkan secara sederhana dpt disebut sebagai layanan bantuan yang diberikan kepala sekolah terhadap penetapan dan pencapaian tujuan. b. Keseluruhannya tidak dapat berjalan secara baik tanpa adanya manajemen yang jelas serta adanya seorang pemimpin yang mengarahkan serta mengawasi jalannya proses administrasi yang ada. Unsur-unsur kepemimpinan. Maka dari itu dalam makalah ini akan dijelaskan secara singkat mengenai peran penting seorang pemimpin maupun segala sesuatu yang berkaitan dengan tanggungjawabnya terutama dalam sebuah lembaga pendidikan. BAB II PEMBAHASAN a. melalui proses komunikasi terarah untuk mencapai suatu tujuan tertentu” atau menurut McFarland (1978) kepemimpinan adalah suatu proses dimana pimpinan dilukiskan akan memberikan perintah atau pengaruh.LATAR BELAKANG Dari sedikit penjelasan mengenai berbagai sumber daya yang ada dalam suatu lembaga pendidikan tersebut. Mengenai kepemimpinan dalam sebuah lembaga pendidikan dalam hal ini kepala sekolah. Proses kepemimpinan dapat berjalan jika memenuhi unsur-unsur sbb. mengarahkan.: Ø Ada yang memimpin . membimbing. bimbingan atau proses mempengaruhi pekerjaan orang lain dalam memilih dan mencapai tujuan.

Syarat dan Prinsip Proses Kepemimpinan Pendidikan Ø Seorang pemimpin harus memiliki kepribadian yanng terpuji antara lain: periang. pemberani. Selain adanya syarat bagi seorang pemimpin yang baik ada beberapa Aspek personalitas yang penting dimiliki seorang pemimpin dalam kepemimpinan pendidikan. Kreatif.Berani/bebas dari rasa takut dan bimbang . Pendelegasian yang baik/proporsional. dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi.Ø Ada yang dipimpin Ø Ada kegiatan pencapaian tujuan Ø Ada tujuan / target sasaran c. Berpegang pada prinsip-prinsip umum kependidikan yang meliputi: Konstruktif.Responsif . spontan. d. Kooperatif.menerima . diantaranya : Ø Memiliki kemampuan yang lebih tinggi daripada orang-orang yang dipimpinnya dalam bidang pendidikan (Elsbree.Percaya diri . percaya diri.Periang . Ø Paham dan menguasai tujuan yang hendak dicapai dan mampu mengkomunikasikan kepada bawahan dan stakeholder. murah hati. Sifat-Sifat Seorang Pemimpin Kemampuan Personality Kepemimpinan Pendidikan • Beberapa sifat yang dapat mendukung keberhasilan KS dalam menggalang hubungan dengan orang-orang yang dipimpinnya: .Murah hati . 1967) Ø Memiliki keinginan yang terus-menerus untuk belajar menyesuaikan kemampuan dengan perkembangan dan tujuan organisasi yang dipimpinnya. Ø Berwawasan lebih luas dibidang tugasnya dan bidang-bidang lain yang relevan.Antusias .Bersahabat .Spontan . bersemangat. ramah. Partisipatif. dan memahami dan menerapkan prinsip kepemimpinan Pancasila yang dikembangkan oleh Ki Hajar Dewantara.

Sifat Kepribadian Pemimpin yang Efektif Memiliki visi kedepan yang jelas. 1994). Berjiwa besar antusiasme tinggi. Mawas diri tujuan organisasi. Paham terhadap. Kepemimpinan yang berhasil adalah kepemimpinan yang dapat memnuhi kebutuhan situasi dan dapat memilih / menerapkan teknik atau gaya kepemimpinan yang sesuai dengan tuntutan situasi tersebut Berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan kepemimpinan antara lain: 1. Berstamina. Hakekat Kepemimpinan Pendidikan Kepemimpinan pendidikan pada hakekatnya merupakan produk situasional. Tipe-Tipe Dasar Kepemimpinan 1. Karakteristik orang yang dipimpin 2. Kepemimpinan praktik kepemimpinan di sekolah banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor situasi. f. bijaksana (Burhanuddin. Rasional. Sejumlah sifat lain yang harus dimiliki seorang pemimpin pendidikan Berpengalaman luas. Bersikap adil. e. Mengutamakan kebenaran informasi. Mengenal dengan baik dirinya sendiri. Objektif. Arsitek social. Pekerjaan lingkungan sekolah . Kesadaran akan segala kemungkinan yang akan terjadi (antisipatif). memiliki. Kepemimpinan demokratis : mengutamakan kerjasama antara atasan dan bawahan 4. Mengayomi. Kepemimpinan pseudo-demokratis : nampak seperti demokratis tetapi semu karena tetap otoriter dan demi kepentingan kelompok tertentu saja. Kepemimpinan otoriter : sangat mengandalkan kedudukannya / kekuasaannya sebagai pemimpin 2. Bersikap wajar. Kepemimpinan laizes-faire : pemimpin yang keberadaannya haya sebagai lambing 3. Jujur/terbuka. Pragmatis. Konseptualis Memanfaatkan pengalaman yang lalu.

Gaya 3 = Partisipasi (untuk P3) Pemimpin berusaha mendorong orang-orang yang dipimpinnya untuk menggunakan kemampuan yang dimiliki secara optimal. Tidak adanya kemampuan dan tidak ada kemauan untuk melaksanakan tugas dan selalu merasa kurang yakin dengan apa yang dikerjakannya g. Kultur atau budaya setempat 4. Waktu yang dimiliki oleh sekolah Tingkat perkembangan guru yang mempengaruhi keberhasilan keepemimpinan di sekolah Ø P4 = tingkat perkembangan guru tinggi.3. Gaya 1 = instruktif (untuk P1) Perilaku pemimpin ada pada kadar direktif yang tinggi tetapi suporting yang rendah. Mereka memiliki kemampuan dan kemauan melaksanakan tugasnya Ø P3 = tingkat perkembangan guru pada taraf sedang ke tinggi. Gaya-gaya Kepemimpinan 1. Ditandai dengan adanya kemampuan tetapi tidak mau atau kurang yakin dengan apa yang dikerjakannya. Ditandai dengan tidak adanya kemampuan tetapi ada kemauan untuk bekerja Ø P1 = tingkat perkembangan rendah. Gaya 2 = Kaonsultasi (untuk P2) Pemimpin memberikan arahan tinggi 9intensif0 dan memberi suporting yang tinggi pula untuk mendukung kemauan yang dimiliki orang. pemimpin lebih banyak bertukar pikiran/ pandangan dan memberi kesempatan kepada bawahan untuk mengambil keputusan.orang yang dipimpinnya. 2. 3. . Ia lebih banyak memberikan arahan dan pengawasan yang ketat kepada bawahan. Ø P2 = tingkat perkembangan pada taraf rendah ke-sedang. Kepribadian kelompok 5. Seiring dengan meningkatnya kemampuan orang yang dipimpin.

. pemimpin yang demokratis mempunyai kepercayaan terhadap diri sendiri dan menaruh kepercayaan pula pada bawahannya.. Di samping itu. diwujudkan juga melalui perilaku pimpinan sebagai pelaksana. pemimpin yang demokratis mau menerima bahkan mengharapkan pendapat dan saran-saran dari bawahannya.. selalu berpangkal pada kepentingan dan kebutuhan kelompoknya. mereka mempunyai kesanggupan bekerja dengan baik dan bertanggung jawab. hubungan dengan bawahannya bukan sebagai majikan terhadap pembantunya.. Dalam tindakan dan usaha-usahanya. Pengertian Kepemimpinan Demokratis Pemimpin yang bertipe demokratis menafsirkan kepemimpinannya sebagai indikator. Tipe kepemimpinan ini menempatkan manusia sebagai faktor utama dan terpenting dalam organisasi. serta mempertimbangkan kesanggupan serta kemampuan kelompoknya. sran dan kritik yang membangun senantiasa saya harapkan agar makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih atas perhatianya Saya menyadari masih banyak kekurangan. senantiasa berusaha membangun semangat bawahannya dalam menjalankan dan mengembangkan daya kerjanya.. Arahan dan dukungan hanya diberikan pada hal-hal tertentu saja jika dianggap perlu saja. Pemimpin yang demokratis selalu berusaha memupuk rasa kekeluargaan dan persatuan.4. Tipe ini diwujudkan dengan dominasi perilaku sebagai pelindung dan penyelamat dari perilaku yang ingin memajukan dan mengembangkan organisasi. Gaya 4 = Delegasi (untuk P4) Pemimpin sudah lebih banyak memberikan pendelegasian wewenang. Di samping itu. Wasalamualaikumwarohmatullahiwabarokatu. . Pemimpin yang demokratis selalu berusaha menstimulasi bawahannya agar bekerja secara kooperatif untuk mencapai tujuan bersama. Dalam melaksanakan tugasnya. BAB VI PENUTUPAN Demikian makalah ini saya buat. Selain itu. juga memberi kesempatan bagi timbulnya kecakapan memimpin pada anggota kelompoknya dengan jalan mendelegasikan kekuasaan dan tanggung jawabnya. melainkan sebagai saudara tua diantara temen-teman sekerjanya. juga kritik-kritik yang dapat membangun dari para bawahan yang diterimanya sebagai umpan balik dan dijadikan bahan pertimbangan dalam tindakantindakan berikutnya.

rajin. komunikasi. dan kritikan dari bawahan. kerja sama. kepuasan mereka. motivasi. Sebab kepemimpinan yang efektif dapat melaksanakan fungsi-fungsi manajemen dengan baik termasuk malaksanakan perencanaan dengan baik pula. 3) Senang menerima saran. 5) Memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada bawahan dan membimbingnya. yang memberi dorongan untuk berkembang dan mengarahkan diri ke arah tercapainya tujuan lembaga pendidikan. pergaulan dan kesejahteraan mereka. taat dan tunduk dalam penampilannya. pendapat.Pemimpin yang demokratis menurut Purwanto memiliki sifat-sifat sebagai berikut : 1) Dalam menggerakkan bawahan bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu makhluk yang termulia di dunia. Para personalia akan bekerja secara rutin. walaupun ia diperlakukan dengan baik. 2) Selalu berusaha untuk menyinkronkan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi bawahan. 2) Kepemimpinan yang berorientasi kepada antar hubungan manusia. yaitu mampu mencapai tujuan organisasi tepat pada waktunya. 4) Mengutamakan kerjasama dalam mencapai tujuan. dan minat masing-masing individu. 6) Mengusahakan agar bawahan dapat lebih sukses dari dirinya. kompetensi. kemampuan. antara lain dibutuhkan kepemimpinan yang efektif. dan kesejahteraan bawahan. Pemimpin ini berasumsi bila para personalia diperlakukan dengan baik. Hal ini dapat menyebabkan kemunduran suatu organisasi. Kepemimpinan yang Efektif Agar proses pengembangan para personalia pendidikan berjalan dengan baik. Begitu pula pemimpin yang memiliki performan tinggi dalam perencanaan dan funngsi-fungsi manajemen adalah tinggi pula dalam kedua dimensi kepemimpinan. Dengan cara seperti itu pemimpin akan banyak mendapat bantuan pikiran. Dua dimensi kepemimpinan tersebut adalah : 1) Kepemimpinan yang berorientasi kepada tugas Ialah kepemimpinan yang hanya menekankan penyelesaian tugas-tugas kepada para bawahannya dengan tidak mempedulikan perkembangan bakat. sehingga akan memudahkan proses pendelegasian dan pemecahan masalah yang semuanya . dan tenaga dari bawahan yang akan menimbulkan semangat bersama dan rasa persatuan. Kepemimpinan ini hanya menekankan perkembangan para personalianya. Pemimpin yang efektif menurut Made Pidarta (1988: 173) ialah pemimpin yang tinggi dalam kedua dimensi kepemimpinan. Oleh sebab itu kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang mengintegrasikan orientasi tugas dengan orientasi antar hubungan manusia. motivasi. Tetapi pada kenyataannya manusia tidak selalu beritikad baik. yang memperlakukan mereka sesuai dengan bakat. Kepemimpinan yang efektif selalu memanfaatkan kerja sama dengan bawahan untuk mencapai cita-cita organisasi. semangat. Ialah suatu kepemimpinan yang menghargai usaha para bawahan. maka tujuan organisasi kependidikan akan tercapai. minat. Dengan mengintegrasikan dan meningkatkan keduanya kepemimpinan akan menjadi efektif. Pemimpin ini tidak mengikuti perkembangan dan kemajuan lingkungan sehingga organisasi menjadi usang dan ketinggalan jaman. 7) Selalu mengembangkan kapasitas dari pribadinya sebagai pemimpin.

pemikiran kreatif. Pekerjaan pendidikan yang dilakukan oleh para pemimpin secara efektif ini dikatakan oleh Cunningham dalam Pidarta (1988: 175) sebagai perencana dan manajemen kontinum yaitu : 1) manajer berdiskusi dengan para bawahan. sehingga pemimpin dapat mengarahkan untuk mencapai tujuan. 5) Integritas Pemimpin harus bersikap terbuka. dan daya piker. merasa utuh bersatu. Dalam Handoko (1995: 297) Edwin Ghiselli mengemukakan teori mereka tentang teori kesifatan atau sifat kepemimpinan. 2) Kebutuhan akan prestasi dalam pekerjaan. atau kemampuan untuk bertindak tidak tergantung. Edwin Ghiselli mengemukakan 6 (enam) sifat kepemimpinan yaitu : 1) Kemampuan dalam kedudukannya sebagai pengawas (supervisory ability) atau pelaksana fungsi-ungsi dasar manajemen. mencakup pencarian tanggung jawab dan keinginan sukses. 7) Ketegasan dalam . M. 6) Inisiatif. atau pandangan terhadap dirinya sehingga mampu untuk menghadapi masalah. 2 ) Manajer dibantu oleh para bawahan. Asrori Ardiansyah. sejiwa dan seperasaan dengan anak buah sehingga bawahan menjadi lebih percaya dan hormat. Teori kesifatan atau sifat dikemukakan oleh beberapa ahli. 3 ) Manajer dibantu oleh para bawahan untuk mendapatkan cara penyelesaian yang terbaik. 3) Kecerdasan. menyenangkan. kekuatan baik jasmani maupun mental untuk mengatasi semua permasalahan. Berbagai teori kesifatan juga dikemukakan oleh Ordway Tead dan George R. Usaha-usaha yang sistematis tersebut membuahkan teori sifat atau kesifatan dari kepemimpinan. serta yakin akan manfaatnya.memajukan perencanaan pendidikan. dan dapat membangkitkan semangat serta antusiasme bagi pimpinan maupun bawahan. Terry dalam Kartono (1992: 37). yang dipakai sebagai kriteria untuk menilai kepemimpinannya. Teori kesifatan menurut Ordway Tead adalah sebagai berikut: 1) Energi jasmaniah dan mental Yaitu mempunyai daya tahan. memberikan sukses.blogspot. 4 ) Tindakan manajer disetujui oleh para bawahan. 2) Kesadaran akan tujuan dan arah Mengetahui arah yang akan dituju dari pekerjaan yang akan dilaksanakan.Pd http://kabar-pendidikan. 5) Kepercayaan diri. 4) Keramahan dan kecintaan Kasih sayang dan dedikasi pemimpin bisa memotivasi bawahan untuk melakukan perbuatan yang menyenangkan bagi semua pihak.com Sifat-Sifat Kepemimpinan Upaya untuk menilai sukses tidaknya pemimpin itu dilakukan antara lain dengan mengamati dan mencatat sifat-sifat dan kualitas atau mutu perilakunya. atau kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan dan memecahkan masalah-masalah dengan cakap dan tepat. mengembangkan serangkaian kegiatan dan menemukan cara-cara baru atau inofasi. 6) Penguasaan teknis Setiap pemimpin harus menguasai satu atau beberapa kemahiran teknis agar ia mempunyai kewibawaan dan kekuasaan untuk memimpin. Ditulis oleh: M. keuletan. 4) Ketegasan. mencakup kebijakan. 3) Antusiasme Pekerjaan yang dilakukan mempunyai tujuan yang bernilai.

6) Stabilitas emosi. mau memberikan loyalitas dan partisipasinya. 12) Pengetahuan tentang relasi insane. Asrori Ardiansyah. dan perilaku bawahan agar ia bisa menilai kelebihan dan kelemahan bawahan yang disesuaikan dengan tugas-tugas yang akan diberikan kepadanya. 9) Keterampilan mengajar Pemimpin yang baik adalah seorang guru yang mampu menuntun. tegas dan tepat sebagai hasil dari kearifan dan pengalamannya. 11) Keterampilan sosial. 4) Kejujuran Pemimpin yang baik harus mempunyai kejujuran yang tinggi baik kepada diri sendiri maupun kepada bawahan. dan penggerakkan anak buahnya untuk berbuat sesuatu. atak. 3) Pengetahuan tentang relasi insani Pemimpin diharapkan memiliki pengetahuan tentag sifat. Ditulis oleh: M. 5) Kesadaran akan tujuan dan arah. Teori Kesifatan menurut George R. damai. 6) Dorongan pribadi Keinginan dan kesediaan untuk menjadi pemimpin harus muncul dari dalam hati agar mau ikhlas memberikan pelayanan dan pengabdian kepada kepentingan umum. 7) Keterampilan berkomunikasi. mendidik. 10) Kepercayaan Keberhasilan kepemimpinan pada umumnya selalu didukung oleh kepercayaan anak buahnya. dapat disimpulkan bahwa sifat-sifat kepemimpinan kepala sekolah adalah : 1) Kemampuan sebagai pengawas supervisory ability). Terry adalah sebagai berikut: 1) Kekuatan Kekuatan badaniah dan rokhaniah merupakan syarat yang pokok bagi pemimpin sehingga ia mempunyai daya tahan untuk menghadapi berbagai rintangan. 9) Keterampilan sosial Dia bersikap ramah. 8) Kecerdasan Orang yang cerdas akan mampu mengatasi masalah dalam waktu yang lebih cepat dan cara yang lebih efektif. 9) Keterampilan berkomunikasi. keterampilan agar bawahannya bisa mandiri. mahir mengintegrasikan berbagai opini serta aliran yang berbeda-beda untuk mencapai kerukunan dan keseimbangan. mudah menangkap maksud orang lain.mengambil keputusan Pemimpin yang berhasil pasti dapat mengambil keputusan secara cepat.com . 10) Keterampilan mengajar. yang membawa orang belajar pada sasaran-sasaran tertentu untuk menambah pengetahuan. 7) Obyektif. 8) Ketegasan dalam mengambil keputusan . dan harmonis.Pd http://kabar-pendidikan. Pemimpin diharapkan mahir menulis dan berbicara. Berdasarkan teori-teori tentang kesifatan atau sifat-sifat pemimpin diatas. 4) Energi jasmaniah dan mental. sehingga ia bisa memupuk kerjasama yang baik. mengarahkan. M. mau menghargai pendapat orang lain. 5) Obyektif Pertimbangan pemimpin harus obyektif.blogspot. 3) Inisiatif. mendorong. Penguasaan teknis perlu dimiliki agar tercapai efektifitas kerja dan kesejahteraan. 2) Kecerdasan. mencari bukti-bukti yang nyata dan sebab musabab dari suatu kejadian dan memberikan alasan yang rasional atas penolakannya. terbuka. yaitu percaya bahwa pemimpin bersama-sama dengan anggota berjuang untuk mencapai tujuan. 2) Stabilitas emosi Pemimpin dengan emosi yang stabil akan menunjang pencapaian lingkungan sosial yang rukun. 10) Kecakapan teknis atau kecakapan manajerial. 8) Kemampuan mengajar Pemimpin diharapkan juga menjadi guru yang baik.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.