PERAWATAN BEDAH-SARAF PEDIATRIK.

Syaiful Saanin. SMF Bedah Saraf RS M. Djamil.
Perawatan bedah-saraf pediatrik menggabungkan keterampilan perawat bedah-saraf yang menguasai tehnik yang canggih dengan keterampilan perawat pediatrik yang memahami kebutuhan anak. Apakah perawatan dilakukan diruang gawat darurat, ruang rawat intensif, perawatan neonatal atau unit perawatan umum, terdapat prinsip bedah-saraf dasar yang harus dipikirkan dalam memberikan perawatan paripurna bagi anak. Perawat bedah-saraf harus cakap dalam menilai dan memberikan interpretasi atas beberapa tanda neurologis dan atas reaksi terhadap terapi. Penilaian perawat pediatrik menjadi sulit karena variasi umur, tingkat perkembangan serta derajat kecemasan anak. Walau tingkat perawatan bedah-saraf tidak terlalu rumit diruang perawatan umum dibanding diruang perawatan kritis, tanda-tanda perburukan status neurologis tetap dapat terjadi setiap saat bahkan pada pasien yang sebelumnya stabil. Karenanya semua perawat harus mampu mengidentifikasikan perubahan penting pada pasien bedah-saraf dan segera memberitahukan dokternya sebelum terjadi perburukan serius atau kerusakan otak yang irreversibel.

FUNGSI UMUM OTAK. Beberapa pengetahuan anatomi fungsional otak dan saraf kranial memungkinkan perawat memahami disfungsi neurologis (tabel). Bagian posterior lobus frontal (korteks motor) mengatur gerak otot volunter. Bicara terganggu bila kelainan pada hemisfer dominan. Bagian anterior lobus frontal mengatur keadaan emosi anak serta kegiatan intelektual yang kompleks. Anak yang menunjukkan agitasi, bingung dan menunjukkan respons emosi yang tidak lazim mungkin mempunyai gangguan pada bagian anterior lobus frontal. Lobus parietal menginterpretasikan impuls sensori yang diperlukan untuk mengenali objek. Contohnya anak yang kesulitan mengenal benda yang diletakkan digenggamannya ketika matanya ditutup menunjukkan tanda-tanda kerusakan lobus parietal. Lobus temporal adalah pusat pendengaran dan memungkinkan anak menerima dan mengartikan pembicaraan. Afasia reseptif auditori menunjukkan gangguan lobus temporal dominan. Lobus oksipital menerima dan menginterpretasikan rangsang visual. Karenanya bila terjadi defek lapang pandang, mungkin akibat gangguan pada lobus oksipital. Talamus sering dikatakan sebagai stasiun relai sensori otak. Ia juga membedakan antara sensasi menyenangkan dan tidak menyenangkan. Hipotalamus adalah bagian pusat dari sistem saraf otonom. Anak dengan gangguan hipotalamus mungkin menampilkan gangguan metabolisme, pertumbuhan, kematangan seksual, suhu tubuh, tekanan darah, pola tidur serta respons viseral dan emosional lainnya. Batang otak (otak tengah, pons dan medulla oblongata) merupakan jalur penghantar antara kord spinal dengan bagian lain otak. Juga mempunyai 10 inti saraf kranial, nomor 3 hingga 12. Batang

mungkin formasi retikuler sudah terganggu. fungsi motor.otak memiliki formasi retikuler yang berfungsi sebagai sistem kesadaran yang merupakan anyaman jaringan sel-sel otak dan serabut saraf. Untuk menilai pasien secara tepat. Bila anak dalam koma. Sensasi tenggorokan. gigi. kulit kepala VI Abdusen Gerak mata VII Fasial Ekspresi wajah Rasa. Memperlambat denyut jantung dan mempercepat peristaltik XI Aksesori spinal Gerak bahu. observasi mereka sangat penting dalam menilai perubahan status neurologis. Agar kosisten dalam membandingkan. lokasi dan fungsi. Rotasi leher XII Hipoglosal Gerak lidah Lokasi inti Anterior Lobus Frontal Talamus Otak tengah Otak tengah Pons Pons Pons Medulla Medulla Medulla Medulla Medulla PENILAIAN STATUS NEUROLOGIS Karena perawat lebih banyak menghabiskan waktunya dengan pasien. Memastikan pasien stabil. kelenjar ludah dan air mata VIII Akustik Mendengar Rasa keseimbangan IX Glossofaring Sekresi ludah. Tabel : Saraf –saraf otak. reaksi pupil. Gerak menelan. bersuara. memburuk atau membaik akan menentukan arah pengelolaan pasien. dipakai format standar seperti GCS. Rasa X Vagus Menelan. Ataksia atau gerakan yang tidak terkoordinasi menunjukkan terganggunya serebelum yang merupakan pusat keseimbangan dan koordinasi. Saraf Fungsi I Olfaktori Penciuman II Optik Penglihatan III Okulomotor Gerak mata IV Trokhlear Gerak mata V Trigeminal Mengunyah Sensasi wajah. perawat harus memahami 4 komponen penilaian neurologis praktis : tingkat kesadaran. respirasi beserta tanda vital lainnya. Catatan dasar neurologis sederhana memungkinkan perawat membandingkan perubahan neurologis yang terjadi. .

Bila ada kelemahan. . Bila satu sisi menjadi lebih buruk. suruh anak merentangkan tangannya kedepan sambil menyuruh menutup matanya. diabetes insipidus serta kejang. meningitis bisa terjadi. pasien dapat menjawab pertanyaan dengan benar dan bisa berorientasi atas waktu. periksa kemampuan memegang botol dan atau refleks memegang. refleks isap bisa membatu menetukan derajat respons pasien. Tahap pertama perburukan diketahui bila anak menjadi gelisah. ekualitas bilateral serta kemampuan melepas genggaman tangan. keadaan pasien nyata telah memburuk. Bila perawat menemukan perburukan tingkat kesadaran misalnya. Pupil yang melebar dan bereaksi lambat merupakan masalah serius terutama bila bersama dengan penurunan derajat kesadaran. Untuk menilai kesadaran terhadap lingkungan dan refleks. Bila perawat harus memberikan rangsang nyeri untuk mendapatkan respons. tanda-tanda vital neurologis harus diinterpretasikan dan dicatat berkala. Tingkat kesadaran bervariasi dari sadar penuh.Tingkat kesadaran adalah indikator terpenting dari fungsi otak pasien dan biasanya memberikan pertanda pertama bahwa kondisi pasien memburuk. Setelah operasi atau cedera kepala. Perubahan tanda-tanda vital biasanya berakibat perubahan yang jelas dari tingkat kesadaran pasien dan dokter harus segera diberitahu perburukan pasien tsb. Untuk memeriksa kelemahan yang sangat ringan. Bila status neurologis pasien tidak stabil. dan juga pasien tidak boleh membuang cairan dari hidungnya dengan cara seperti membuang ingus. Bila sadar penuh. Bila bingung akan sumber cairan. gelisah atau tidak bereaksi. Bila aliran cairan serebrospinal menetap dan tidak diberikan antibiotika. Hasil positif berarti cairan serebrospinal. berarti pasien mengalami perburukan neurologis. Melebarnya tekanan nadi yaitu bertambahnya selisih tekanan sistol dan diastol. Periksa juga kesimetrisan wajah. tempat dan orang. Normalnya pupil ukurannya sama dan bereaksi jelas terhadap sinar. Garak mata dicatat pada lembar pengamatan. Indikator kedua yang digunakan adalah fungsi motor. Respirasi akan melambat bila tekanan intrakranial meningkat. periksa glukosa cairan tsb. gunakan GCS dengan modifikasi pada unsur verbal. tidak perlu memantau lebih cepat dari setiap 2 jam. Pada pasien praverbal. kebocoran cairan serebrospinal tampak sebagai aliran cairan dari telinga atau hidung. memasang NGT. Perawat juga harus mengenal kemungkinan komplikasi yang ditunjukkan oleh kebocoran cairan serebrospinal. Indikator fungsi otak ketiga adalah mata (gerak bola mata dan respons pupil). Perawat tidak boleh melakukan tindakan yang akan memicu kebocoran cairan serebrospinal seperti menghisap hidung. Indikator keempat adalah perubahan respirasi dan tanda-tanda vital lainnya. anggota yang lemah akan bergerak kebawah. Pencatatan tanda-tanda neurologis berkisar antara setiap 15 menit dan 2 jam. Pada anak lebih besar periksa kekuatan. Apakah anak mampu menggerakkan keempat anggotanya dengan kekuatan yang sama dan dengan terkontrol? Pada bayi. serta bradikardia juga merupakan tanda lain dari peninggian TIK. mengantuk. Bila anak cukup stabil. perawat kembali mengatur frekuensi pencatatan tanda-tanda vital neurologis serta segera memberitahu dokternya. susah dibangunkan dan bereaksi lambat atau tidak tepat terhadap pertanyaan. namun pengamatan visual tetap merupakan tanggung-jawab perawat.

Muntah. 2. Untuk anak dengan riwayat kejang atau dengan keadaan yang bisa memicu kejang. memposisikan pasien secara miring untuk mencegah obstruksi jalan nafas akibat muntah. dan mengatur cairan sesuai kebutuhan. mengawasi pasien harus lebih ketat agar terhindar dari cedera serta untuk menjaga keutuhan jalan nafas. Perbedaan ukuran pupil. PENINGGIAN TEKANAN INTRAKRANIAL Pemahaman patofisiologi peninggian tekanan intrakranial membantu perawat melakukan pengamatan penting. yang biasanya irreversibel akibat peninggian tekanan intrakranial. Untuk mempertahankan jalan nafas yang utuh. 5. Tanda-tanda serta gejala awal peninggian tekanan intrakranial antaranya : 1. Kelemahan anggota badan. peninggian tekanan dalam rongga tengkorak dapat menghambat aliran darah otak yang bisa berakibat gangguan fungsi otak yang permanen. namun bila perawat tidak mendapatkan tanda peringatan pada waktunya. Setelah cedera kepala . penghisapan hanya dilakukan maksimum 15 detik. Nyeri kepala. yang belum kaku. 4. merupakan kekecualian dan peninggian tekanan intrakranial dapat diamati sebagai penonjolan fontanel. Melambatnya nadi. 3. Tengkorak bayi. mempertahakan jalan nafas untuk mencegah hipoventilasi. Kejang dapat terjadi setelah operasi intrakranial akibat iritasi lokal atau edema otak. Munculnya respon plantar. Penyebab peninggian tekanan intrakranial bervariasi. Tindakan keperawatan untuk mengontrol tekanan intrakranial antaranya : peninggian kepala tempat tidur 15-30.Beberapa basien bedah-saraf setelah cedera atau operasi akan mengalami diabetes insipidus akibat perubahan pelepasan ADH (antidiuretic hormone) dari hipofisis posterior. hasil akhir akan berupa pupil yang melebar serta henti napas. Anak dengan tanda-tanda peninggian tekanan intrakranial memerlukan pengamatan ketat serta pencatatan yang lengkap di ICU. 7. 8. 6. Tidak jarang pasien bedah-saraf mengalami kejang. karena penghisapan . Karena otak letaknya terkurung dalam kerangka yang kaku. Tandatanda diabetes insipidus antaranya volume urin yang banyak dengan BJ kurang dari 1. Tekanan intrakranial normal berkisar dari 0-15 mmHg.005 pada pemeriksaan berulang serta meningkatnya rasa haus serta mengkonsumsi sejumlah banyak air dalam mengkompensasi output urin yang tinggi. Anak dengan GCS 8 atau kurang memerlukan pemantauan tekanan intrakranial secara kontinu. Penurunan tingkat kesadaran. Kejang yang timbul tiba-tiba jelas menunjukkan gangguan neurologis dan memerlukan perhatian dokter. tekanan intrakranial diatas 15 mmHg dianggap meninggi. melambatnya reaksi terhadap cahaya. Peninggian tekanan darah. kejang mengharuskan perawat waspada akan kemungkinan komplikasi seperti edema atau perdarahan otak.

Induksi hipotermia mengurangi tekanan intrakranial dengan mengurangi kebutuhan glukosa dan oksigen otak. Hiperventilasi mekanik dengan respirator atau dengan “bagging” mengurangi CO2 jaringan otak. Perawatan respirasi dengan pengamatan berkala serta penghisapan jalan nafas diperlukan pada semua pasien koma dengan intubasi untuk memastikan jalan nafas yang utuh. Bila tekanan intrakranial tetap tinggi. Steroid membantu mengurangi edema otak serta menstabilkan sawar darah otak kecuali pada trauma mungkin hanya metilprednisolon. dengan akibat vasokonstriksi. dokter sering menginduksikan koma dengan barbiturat. perawat bertanggung-jawab memastikan anak mendapat ventilasi adekuat. Pengamatan tekanan intrakranial secara kontinu dengan menginsersikan sensor atau sensor pada fontanel memberikan data perubahan tekanan intrakranial . ANAK DENGAN KONDISI KRITIS Perawatan anak dengan keadaan koma memerlukan asuhan keperawatan ketat untuk mempertahankan keadaan fisik optimal serta mencegah komplikasi akibat immobolitas dan terganggunya fungsi neurologis. Untuk mencegah sumbat mukus. Cairan hiperosmotik membuang cairan dari jaringan otak kealiran darah untuk dibuang melalui ginjal. Pembuangan residu dengan penghisap adalah untuk memberikan ruang pada makanan yang akan diberikan selanjutnya. lakukan hiperventilasi dengan oksigen terlebih dahulu. Anak dengan koma barbiturat memerlukan perawatan fisik total karena koma menyebabkan paralisis total.meninggikan tekanan intrakranial seketika. Dokter mungkin mengorderkan steroid. peninggian kepala tempat tidur 30 serta membuang residu isi lambung dengan penghisap sebelum memberikan makanan lewat NGT untuk mengurangi risiko keluarnya isi lambung atau regurgitasi. perawat dapat lebih hati-hati dengan tindakan keperawatan yang bisa meninggikan tekanan intrakranial . Karena otot pernafasan mengalami paralisis total. karena gagal nafas adalah penyebab kematian paling utama pada pasien koma. hipotermia dan induksi koma dengan barbiturat. cairan hiperosmotik. Namun lebih mungkin perbaikan yang terjadi adalah akibat hemodilusi hingga aliran darah keotak menjadi lebih baik dibanding efeknya sebagai pengurang edema. . Untuk mencegah aspirasi. Pasien harus dipasang kateter sebelum pemberian mannitol IV untuk memastikan keefektifan diuresis. Misalnya penghisapan dan pengaturan posisi pasien akan meninggikan tekanan intrakranial . hingga tindakan bisa diberikan secara cepat. Masalah yang umum timbul adalah sumbatan jalan nafas oleh sumbat mukus atau atau aspirasi makanan dari makanan nasogastrik. Pengamatan residu lambung penting karena peningkatan residu lambung bisa mengindikasikan adanya ileus. karenanya perawat harus merancang perawatan sehingga kedua tindakan tersebut tidak dilakukan secara bersamaan. namun sering sangat efektif mengurangi tekanan intrakranial secara nyata. menurunkan tekanan intrakranial. Bila masih diperlukan penghisapan. Pada pasien dengan monitor epidural atau fontanel terpasang. hiperventilasi. kelembaban sangat bermanfaat. yang walau tetap kontroversial. Cairan hiperosmotik yang digunakan biasanya mannitol 20% dengan dosis 1-3 gram per kg dan diinfuskan sekitar 15-30 menit.

karenanya pelunak makanan harus segera diberikan. Selalu posisikan anak pada sisi tubuhnya selama merawat mulut untuk mencegah aspirasi. Mereka mungkin dalam pemulihan setelah operasi. Semua pasien dapat menunjukkan perburukan status neurologis. Bila bidai dipakai. Gigi dan gusi dibersihkan dengan spatula dibalut kassa yang dibasahi cairan pembersih mulut. peruabahan posisi dilakukan tiap 2 jam dan gerak pasif minimal tiap 8 jam. Orang-tua biasanya ingin mengetahui mengapa mesin atau monitor digunakan dan bagaimana kerjanya membantu anaknya. Bila dokter curiga adanya kebocoran cairan serebrospinal. cedera kepala dalam observasi atau pemulihan dari cedera kepala berat.Rongga hidung memerlukan pengusapan dua kali sehari untuk mencegah sekresi yang mengering menghambat jalan nafas. orangtua cemas untuk menyentuh dan berbicara dengan anaknya. Perawatan kulit bertujuan mencegah lecet karena tekanan pada pasien sakit berat. Pasien sakit kritis memerlukan perawatan fisik dan psikososial. PERAWATAN DIBANGSAL Kondisi bedah-saraf pasien yang dirawat dibangsal bervariasi. Perawatan mulut penting pada pasien koma. Beberapa pasien memerlukan bidai untuk mencegah wristdrop dan footdrop. Kebutuhan psikososial keluarga dengan anak dalam perawatan intensif tidak boleh dilupakan. Membicarakan serta menjelaskan semua kegiatan pada pasien adalah penting karena ia mungkin merasa dan mendengar. Bila anak memakai alas pendingin. Yang lebih penting. Kateter terpasang berperan dalam menimbulkan infeksi saluran kemih hingga harus dilakukan pengangkatan secara dini. Walau pasien bedah-saraf ini tidak kritis. Perawatan saluran cerna dan kandung kencing sangat penting pada pasien koma. bendungan fekal atau makanan yang diberikan terlalu cepat. sementara parawat yang lain menghisap mulut. dapat diirigasi dengan kombinasi cairan pembersih mulut dan peroksida. Perhatian diarahkan pada perubahan berkala posisi tubuh disertai dengan latihan. pengusapan dan penghisapan hidung dikontraindikasikan. perlu dibuka tiap 4 jam untuk melihat kulit didaerah penekanan. Konstipasi dapat menimbulkan peninggian tekanan intrakranial bila anak mengedan. Sering dengan semua instrumen terpasang. Untuk membersihkan bagian dalam mulut. mereka tetap memerlukan penilaian yang tepat bila tanda-tanda vital neurologis perlu pengamatan. Anak dengan inkontinensia harus segera dirawat dengan baik. Mencret dapat berarti malabsorbsi makanan nasogastrik. karena anak mungkin mengerti dan mendengar. perawat harus menjelaskan pada orangtua perawatan apa yang boleh mereka lakukan. . Jawab pertanyaan dengan sejelas dan sesingkat mungkin serta harus tanggap akan reaksi keluarga. Kasur udara yang diindikasikan bersamaan dengan jadwal perubahan posisi akan menentukan jadwal perubahan posisi serta posisinya sendiri. Orang-tua dapat menjadi aktif dalam melakukan beberapa perawatan fisik dan perawat harus memberi semangat pada mereka agar berbicara pada anaknya bila keadaan mengizinkan. Output urin perlu pengamatan untuk menilai balans cairan. dan pasien yang dirawat untuk pemeriksaan. Penjelasan berkelanjutan serta penegasan kembali rencana medis serta prognosis diindikasikan.

namun dapat menjadi sangat menyenangkan ketika kemampuan anak pulih. Banyak diantara bayi ini adalah prematur dengan insidens perdarahan intraventrikuler yang tinggi. bisa merupakan pengalaman menakutkan. Dibangsal umum. sebagai pengayom pasien. Anak mungkin memerlukan pembelajaran ulang bahkan terhadap perintah yang sederhana seperti menelan dan mengunyah sebelum makanan lewat mulut dilakukan. Sebagian mereka menunjukkan paralisis. Orang-tua memerlukan dukungan terusmenerus dan dorongan semangat selama masa ini. neonatus dengan kelainan neurologis mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda peninggian tekanan intrakranial kecuali penonjolan fontanel serta cepatnya pertambahan lingkaran kepala. seperti spina bifida. Ketika anak semakin besar. perawat sering menjumpai anak cacad karena anomali kongenital. Ini adalah saat penyesuaian yang sulit bagi orang-tua muda karena mereka lebih mengharap bayi yang normal dan sehat dibanding bayi yang sakit atau sakit berat yang mungkin akan cacad kelak. Disini peran perawat membantu orang-tua agar mengerti bahwa kemarahan. kesulitan saluran cerna dan kandung kemih. Pemulihan dapat menjadi kerja berat terutama setelah kerusakan neurologis berat. Adalah tugas perawat untuk mempersiapkan baik pasien maupun keluarganya untuk berbagai pemeriksaan yang akan dilakukan. Merawat anak kembali ketingkat fungsional dapat berjalan lambat dan merupakan pekerjaan yang menimbulkan frustasi. Pasien dan keluarganya yang masuk rumah-sakit untuk memeriksakan tanda-tanda kelainan neurologis juga memerlukan dukungan dari petugas keperawatan. ia menjadi lebih sadar dan menjadi lebih peduli terhadap lingkungannya. hidrosefalus) atau yang berkaitan dengan kelahiran yang traumatik baik dengan atau tanpa perdarahan intraserebral. Untuk menunggu anaknya normal dan sehat. Mereka sering masuk rumah-sakit berulang untuk operasi agar memungkinkan mereka dapat berfungsi dengan pemakaian brace. Orang-tua dengan cemas menunggu hasil pemeriksaan sehingga perawat. Beberapa bayi ini dirawat dalam inkubator dan memerlukan bantuan respirasi dan sebagian dari mereka memerlukan operasi segera yang terkadang berulang. Kateterisasi yang dilakukan sendiri perlu keberanian dan petunjuk yang baik harus diberikan pada pasien. dimana dimerlukan usaha keluarga yang terencana untuk mendapatkan potensi maksimum. ia akan memerlukan katerisasi intermiten untuk memastikan kandung kemih betul-betul kosong serta untuk mencegah infeksi saluran kemih berulang. Sang ibu . bila anak mulai makan lewat oral lagi. Tampaknya. PERAWATAN NEONATAL Kelainan bedah-saraf yang dijumpai pada keperawatan neonatal biasanya kongenital (meningomielosel. mengusahakan pengumpulan hasil secepat mungkin. Tidak seperti anak yang lebih besar.Tanggung-jawab mengharuskan perawat melaporkan semua kemunduran dan untuk membantu anak agar pulih kepotensi maksimum. kesedihan dan dukacita adalah normal serta perasaan bersalah adalah tidak perlu. Sang ibu terkadang berpikir telah melakukan sesuatu saat hamil yang menyebabkan kelainan tsb. Orang-tua harus mengerti tes apa saja yang akan dilakukan dan informasi apa yang dapat dikumpulkan untuk mendiagnosis dan menindak kelainannya.

Perawat berperan memberikan informasi berbagai alternatif serta kemungkinan konsekuensinya dan kemudian bertindak sesuai anjurannya membantu mereka melakukan keinginan tsb. Bila masalah bedah-saraf kongenital mempunyai implikasi jangka panjang yang memerlukan perawatan rumah-sakit berulang. Sebagian orang-tua mungkin memilih anaknya dirawat diinstitusi atau diadopsikan.biasanya ada dirumah sakit karena persalinannya. seperti juga dengan sang ayah lebih mudah dilakukan. Donna Murray. sepanjang dalam pendekatan keperawatan dapat membantu anak mencapai potensi terbaiknya. menginterpretasikan dan mencatat tanda-tanda neurologis vital scara tepat sebagai tanggung-jawab seorang anggota tim perawat kesehatan. : Pediatric Neurosurgical Nursing. Perawat bedah-saraf pediatrik yang kompeten harus mampu menilai. RN. . orangtua membutuhkan bantuan dalam menghadapi kesulitan dan dalam belajar bagaimana mengatasi kecacadan. ed. Merawat semua pasien bedah-saraf pediatrik adalah pengalaman yang menantang. LP. BA. setelah memberikan mereka bantuan untuk mencapai tingkat fungsional yang baik. In The Pediatric Neurosurgical Patient : A Cooperative Approach. Ivan. bangsal atau ruang neonatal. Rujukan : 1. hingga komunikasi langsung perawat dengan ibu. Evaluasi dan koordinasi untuk terapi. ed. baik di ICU. adalah sangat menggembirakan dan merupakan pengalaman yang sangat berharga. Zehava Noah : Neorologic Intensive Care. untuk bayinya. Mereka mungkin memerlukan petunjuk praktis bagaimana memberi makan dan merawat bayi secara umum. Raymondi. Dalam bekerja dengan pasien sakit kritis atau anak dengan neurologis terganggu serta melihat mereka pulang dari rumah-sakit. J. In Pediatric Neurosurgery. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful