LAPORAN PRAKTIKUM 3 SURVEY DAN PEMETAAN

Mengukur Lebar Sungai Tanpa Menyeberangi
Dosen Pembimbing : Drs. Syamsul Bahri, M.T. Seksi 44165

Disusun Oleh Afdhal Husnuzan 1102364

Anggota Kelompok 3 Arief Dwi Purnomo Irpan Johari Yogi Novendri

S1 TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2013

4. Mahasiswa dapat mengukur lebar dari sebuah sungai tanpa melewatinya. adakalanya kita menemui sebuah sungai yang sangat lebar yang tidak bisa kita seberangi sehingga menyebabkan kita menemui suatu kendala dalam pengukuran panjang suatu garis. Tujuan Adapun tujuan dari percobaan pengukuran ini antara lain sebagai berikut: 1. Mahasiswa dapat melakukan pengukuran lebar sungai dengan menggunakan alat ukur sederhana. untuk dapat mengetahui lebar suatu sungai tanpa harus menyeberanginya. Oleh karena itu. Dasar Teori Pada tahap perencanaan tambang. B. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktikum “Mengukur Lebar Sungai Tanpa Menyeberangi” dilaksanakan pada: Hari/ Tanggal Pukul Tempat : Selasa/ 05 Maret 2013 : 08. 2.30 – 12. Pertama kita harus menentukan suatu titik pembidikan di seberang sungai yang tidak bisa kita seberangi tersebut dan .00 WIB : Aliran air sebelah Perpustakaan Pusat UNP C.PENGUKURAN 3 Mengukur Lebar Sungai Tanpa Menyeberangi A. kita dapat menggunakan prinsip perhitungan segitiga sebangun. 3. Memanfaatkan pengaplikasian Theorema Phytaoras dalam pengukuran lebar sungai. Mahasiswa dapat memahami prinsip perhitungan segitiga sebangun yang digunakan dalam perhitungan.

dan dengan menggunakan peralatan sederhana yang ada.satu titik yang mewakili lebar sungai (titik tidak boleh membentuk suatu garis miring dengan titik bidik). 7 buah yalon 2. maka dua segitiga sebangun dapat digambarkan dan lebar sungai dapat dihitung. Dengan perpanjangan garis. 7 buah pen ukur 3. Gambar 1 . theorema phytagoras. Kalkulator E. Alat tulis 6. Meteran (50m) 4. D. Alat yang Digunakan Adapun alat-alat sederhana yang diperlukan dalam pengukuran lebar sungai adalah sebagai berikut: 1. Odo meter 5. dan sebuah titik pada sisi yang lain (B). Prosedur Kerja Adapun prosedur/ langkah-langkah kerja dalam pengukuran lebar sungai adalah sebagai berikut: 1. Tentukan sebuah titik pembidikan di seberang sungai (A). Usahakan titik B mewakili garis AB yang tegak lurus terhadap panjang sungai.

Titik didapatkan dengan membidik yalon dari titik B terhadap C. Gambar 4 4.2. Buatlah sebuah segitiga siku-siku BB’C (seperti pada gambar 2) menggunakan bantuan meteran dengan perbandingan sisi-sisi BC : BB’ : CB’ dengan perbandingan 3 : 4 : 5 Gambar 2 Gambar 3 3. Buatlah segitiga siku-siku DD’E (seperti pada gambar 5) menggunakan bantuan meteran dengan perbandingan sisi-sisi DE:DD’:D’E dengan perbandingan 3:4:5 . Buatlah perpanjangan garis dengan menancapkan sebuah yalon pada titik D seperti diilustrasikan dalam gambar 4.

Gambar 5 Gambar 6 5. Buatlah segitiga DGH (seperti pada gambar 9) menggunakan bantuan meteran dengan perbandingan panjang sisi-sisi GH:GD:DH adalah 3:4:5. Titik F didapatkan dengan menancapkan yalon setelah membidik F dari titik bidik D. Buatlah perpanjangan garis DF (seperti pada gambar 7). Buatlah perpanjangan garis BD dengan menambahkan yalon pada titik G (seperti pada gambar 8) dengan membidik yalon dari titik bidik B. Gambar 8 7. Gambar 7 6. sehingga didapatkan gambar segitiga besar ADF. .

Gambar 9 Gambar 10 8. Buatlah perpanjangan garis GI sambil meluruskan titik perpanjangan garis GI dengan garis AF. Gambar 11 9. Sehingga terbentuklah segitiga FIJ yang merupakan segitiga sebangun dengan segitiga ADF (Gambar 12). sehingga DF = GI (seperti pada gambar 11). Buatlah perpanjangan garis GH dengan membidik yalon dari titik bidik G. .

didapatkan data pengukuran sebagai berikut: . Dari nilai AD. Tabel Pengamatan Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan.Gambar 12 Gambar 13 10. F. Lebar sungai dapat dihitung dengan perbandingan sebagai berikut: 𝐉𝐈 𝐅𝐈 = 𝐃𝐅 𝐀𝐃 11. lebar sungai (x) dapat dihitung.

5. CD dan nilai lebar beton pinggir sungai (y).03 cm Setelah panjang garis AD diketahui. 3. 6. 2. Garis BC CD = DG = FI DE = GH EF = HI FI IJ FJ y (lebar beton pinggir sungai) Panjang (centimeter) 682 400 300 500 398 157 425 120 G. 8. Analisa Data Lebar sungai (x) merupakan selisish dari panjang garis AD dengan panjang garis BC. 4.No. 7.400cm2 AD = 157cm AD = 2028. AD = x + y + BC + CD . barulah lebar sungai (x) dapat dihitung. Berdasarkan data yang diperoleh. maka nilai AD dapat dihitung dengan analisa sebagai berikut: 𝐉𝐈 𝐅𝐈 = 𝐃𝐅 𝐀𝐃 157cm 398cm = 800cm AD 318. 1.

Pengukuran lebar sungai dapat dihitung dengan menggunakan prinsip perhitungan segitiga sebangun.03cm = 8. Pada analisa data didapatkan nilai lebar sungai yang berbeda dengan lebar sungai yang sebenarnya dengan perbedaan 48.97cm dengan lebar sungai secara analisa.26m Jadi.97cm. secara analisa didapatkan lebar sungai adalah 8.26m. Ternyata dibandingkan dengan hasil pengukuran lebar sungai yang sebenarnya. Kesimpulan Berdasarkan percobaan dan analisa data yang telah dilakukan. Untuk membuat sebuah garis yang tegak lurus di lapangan dapat dilakukan dengan membuat suatu segitiga siku-siku dengan perbandingan sisi datar : sisi tegak : sisi miring adalah 3:4:5. x = AD – y – BC – CD = 2028. didapatkan selisih 48. maka pengukuran manual dilakukan untuk pengecekan hasil analisa. Hal ini dikarenakan faktor pembuatan garis lurus dengan alat sederhana yang persentase kesempurnaannya tidak mencapai 100%. Lebar sungai yang sesungguhnya adalah 875cm.03cm – 120cm – 682cm – 400cm = 826. 2. H. . 3.Sehingga. Oleh karena lebar sungai yang sebenarnya dapat terukur. maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful