P. 1
GTSL

GTSL

|Views: 146|Likes:
Published by sipiangin

More info:

Published by: sipiangin on Apr 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/27/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Untuk melakukan perawatan gigi tiruan sebagian, kita harus mengetahui tahapan-tahapan dari penatalaksanaan atau perawatan gigi tiruan sebagian. Diawali dengan pemeriksaan, pemeriksaan utama maupun pemeriksaan penunjang. Mencetak merupakan tahapan kedua yang dilakukan. Mencetak dilakukan berdasarkan pertimbangan resiliensi jaringan mukosa mulut. Preparasi gigi pencangkaran termasuk salah satu dalam tahap perawatan preprotestik. Penentuan relasi rahang atas dan rahang bawah dari pasien. Pemilihan elemen gigi tiruan yang dilihat dari bentuk, ukuran dan warna serta tahapan penyusunan gigi. Untuk menentukan desain gigi tiruan sebagian lepasan pada rencana perawatan kita harus mengetahui terlebih dahulu bagian-bagian dari GTSL (Gigi Tiruan Sebagian Lepasan) tersebut berdasarkan indikasi dari tiap komponen tersebut serta faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya. 1.2 Batasan Masalah Adapun batasan masalah yang akan dibahas adalah: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. BAB II PEMBAHASAN 2.1. Klasifikasi Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Klasifikasi gigi tiruan sebagian lepasan berdasarkan bahan 1. Gigi sebagian lepasan dengan kerangka logam Apa saja faktor yang dipertimbangkan dalam menentukan rencana perawatan prostodontik? Apa saja prosedur pemeriksaan prosdodontik? bagaimana penatalaksanaan gigi tiruan sebagian lepasan? Apa macam-macam bahan cetak? Apa macam-macam sendok cetak? Apa macam-macam teknik cetak? Apa saja komponen GTSL?

GTSKL memiliki kualitas mekanik sangat baik dan memberikan kemungkinan desain denture yang mempertimbangkan kesehatan jaringan periodonsium gigi abutment, estetis dan kenyamanan pasien. Hasil ini dapat dicapai dengan membuat desain kerangka sesederhana mungkin, dengan basis dan konektor major dan minor yang didesain tidak berkontak dengan alveolar ridge atau palatum secara aproksimal 3 mm dari gigi, untuk mencegah atau mengurangi efek negatif dari oral hygiene yang buruk.

1.

Gigi tiruan sebagian lepasan resin akrilik

Gigi tiruan sebagian lepasan resin akrilik secara normal tidak digunakan untuk lebih dari beberapa bulan, karena gigi tiruan jenis ini memiliki kualitas mekanik yang buruk, lebih tidak nyaman digunakan, dan kondusif bagi oral hygiene yang buruk, namun gigi tiruan jenis ini banyak digunakan, khususnya pada prostodontik geriatri, karena relatif tidak mahal dan mudah dimodifikasi.Perawatan dengan gigi tiruan sebagian lepasan resin akrilik diindikasikan pada pasien lanjut usia dengan gigi yang jaringan periodonsiumnya relatif masih sehat, dalam bentuk gigi tiruan sementara.Penggunaan gigi tiruan sementara ini membantu pasien untuk beradaptasi dengan gigi tiruan penuh nantinya dan gigi tiruan sementara sering dapat dengan mudah ditansformasikan menjadi gigi tiruan penuh. Ketika perawatan dengan gigi tiruan sebagian lepasan dengan kerangka logam terhambat karena alasan keuangan, gigi tiruan sebagian lepasan resin akrilik sering menjadi alternatif yang lebih baik daripada gigi tiruan penuh jika pasien tidak memiliki masalah fungsional.[1] Dilepas/tidak dapat dilepas a.removable partil denture= GTS Lepasan b.fixed denture/bridge= GTC Saat pemasangan a.convesional-dipasang setelah gigi hilang b.immediete-dipasang segera setelah gigi hilang / dicabut Jaringan pendukung a.tooth borne-didukung oleh gigi b.mucosa / tissue borne-didukung mukosa c.mucosa and tooth-didukung gigi&mukosa Letak daerah tak bergigi / sadel a.anterior tooth suported case b.all tooth suported case c.free and supotred case Memakai wing bagian bukal/labial atau tidak 1. Open face : GTS yang dibuat tanpa gusi tiruan labial, gigi tiruan tsb dibuat apabila 1.keadaan prosessus aleolaris masih baik 2.biasa pada gigi anterior 3.pasien mempunyai lebar mulut terlalu lebar Close face : GTS yang dibuat gusi tiruan bagian labial, gigi tiruan tsb dibuat apabila 1.prosessus alveolaris telah mengalami absorbsi 2.perbaikan profil

1.

Indikasi Gigi Tiruan Sebagian Lepasan 1. Bila tidak memenuhi syarat untuk suatu gigi tiruan cekat :

mepersamakan tekanan (keseimbangan kiri dan kanan) 3. Pasien usia lanjut dengan kesehatan umum yang buruk. Panjang daerah edentulous tida memenuhi syarat Hukum Ante Kehilangan tuang yang banyak pada daerah edentulous tidak ada abutment gigi posterior pada ruang edentulous(free end saddle) bila dukungan sisa gigi asli kurang sehat bila dibutuhkan stabilisasi dari lengkung yang berseberangan bila membutuhkan estetik yang lebih baik bila dibutuhkan gigi segera setelah dicabut keinginan pasien 2. . sebagai sarana komunikasi antara dokter gigi dan tekniker gigi dalam hal pendelegasian pembuatan gigi di laboratorium Prinsip dasar desain GTSL: Memelihara/mempertahankan kesehatan jaringan pendukung gigi tiruan sebagian lepsan dengan memperhatikan: 1. 2. letak gigi yang hilang dan yang kaan diganti 1. mukosa. tulang) 2. besarnya beban kunyah: bila gigi hilang gigi belakang. Desain GTSL akrilik Desain : gambaran bentuk Mendesain : merencanakan gambaran dengan menggambar dan perincian data pendukung Guna : 1. panjang mahkota klinis masih kurang. sedangkan gigi penjangkarannya kurang kuat untuk mensupport beban kunyah yang besar sebiknya dibuatkan GTS gingival tersebut.2. 6. 4. anatomi dan fisiologi jaringan yang terlibat dalam penempatan GTSL dalam rongga mulut(gigi. phisiologic basing(tekanan phisiologis pada mukosa di bawah basis) Faktor-faktor yang berpengaruh dalam menentukan desain GTSL 1. 5.• Usia : usia pasien masih muda. sebagai penuntun dari gigi tiruan sebagaian lepasaan yang akan dibuat 2. dimana beban kunyah besar. karena perawatannya memerlukan waktu yang lama • • 1. distribusi tekanan yang luas(melalui cengekram) 2. 3. ruang pulpa masih besar.

estetika letak cengkeram harus lebih diperhatikan 1. garis fulcrum:adalah garis imaginer yang ditarik melalui dua gigi penjangkaran yang dapat merupakan sumbu berputarnya atau terungkitnya gigi tiruan 2. • macam gigi tiruan: GTS paradental:cengkeram yang dipakai adalah cengkeran paradental. kenyamanan gigi tiruan harus dapat dipakai dengan nyaman 1. penyakit untuk pasien DM dibuat desain gingival mengingat keadaan dari sisa gigi yang ada sering goyang Bagian-bagian gigi tiruan sebagian lepasan Gigi tiruan sebagian lepasan terdiri dari komponen-komponen: 1. bukal. Basis pada sisi paradental tidak luas. 1. kecuali bila mengganggu estetis. pada sisi gingival menggunakan cengkeram gingival.1. lingual.gigi penjangkaran sedapat mungkin dekat gigi yang hilang. basis dibuat seluas mungkin o GTS kombinasi paradental-gingival: • Cengkeram yang dipakai adalah pada sisi paradental menggunakan paradental. Karena itu keseimbangan adanya beban kunyah harus diperhatikan. Basis tidak perlu terlalu luas. pada sisi gingival luas pertimbangan biomekanik tekanan oleh jaringan penyangga GTSL adalah jaringan hidup. Bahan dasar basis:akrilik. logam Beda basis akrilik dengan logam: . Pada satu sisi tidak boleh ada cengkeram paradental dan gingival bersama-sama • 1. Basis disebut juga plat protesa adalah bagian dari gigi tiruan yang menutupi mukosa mulut di daerah palatum labial. GTS gingival:cengkeram yang dipakai adalah gingival.gigi penjangkaran sedapat mungkin dekat gigi yang hilang.

Sadel adalah bagian dari gigi tiruan yang menutupi mukosa di atas prosesus alveolaris dan mendukung elemen gigi tiruan bila sadel letaknya: antara gigi asli diseut bounded saddle posterior dari gigi asli disebut free end saddle 1. Elemen gigi tiruan adalah bagian dari gigi tiruan yang merupakan bentuk gigi tiruan dari gigi asli yang hilang Bahan dasar gigi tiruan dapat bermacam-macam. porselen. terutama pada penderita yang mempunyai kekuatan kunyah yang kuat perlekatannya dengan basis merupakan persenyawaaan kimia. baik sekali dipakai untuk prosesus alvolaris yang datar .No 1 2 3 4 5 6 7 Proses pembuatan Kekuatan Penghantar panas Menyerap air Perubahan warna Luas basis biaya akrilik mudah Kurang Kurang Dapat Dapat Luas/lebar murah logam Sukar Kuat Baik Tidak dapat Tidak dapat Tak luas mahal Fungsi basis: • • • • untuk meneruskan tekanan kunyah ke mukosa dan tulang alveolar di bawahnya untuk memberi retensi dari protesa. karena adanya gaya adhesif antara basis dengan mukosa yang dibatasi dengan media air ludah tempat melekatnya cengkeram menggantikan jaringan yang hilang serta memberikan dukungan kepada bibir dan pipi(estetik) 1. karena bahannya sama dapat berubah warna mudah tergores mudah dibentuk/diperkecil sesuai dengan ruangan lebih ringan dibanding gigi tiruan yang dari porselen dan logam dapat diasah dan dipoles karena sifat mudah aus. yaitu:resin akrilik.logam Elemen gigi tiruan resin akrilik • • • • • • • • mudah aus.

sehingga elemen gigi tiruan harus mempunyai retensi untuk pelekatnya terhadap basis bentuk retensi gigi tiruan porselen:undercur. bentuk ukurannya normal tertanam dalam tulang alveolar dengan perbandingan mahkota akar 2:3 jaringan periodonta sehat tidak ada kelainan periapikal sedapat mungkin tidak goyang . tidak ada kerusakan/kelainan. yang melingkari/ memegang gigi penjangakaran Fungsi cengkeram • • • untuk retensi untuk stabilisasi untuk meneruskan beban kunyah ke gigi penjangkaran Syarat umum gigi penjangkaran 1. konus 4. keadaan akar gigi: • • • • 1. hypoplasia. terutama gigi posterior yang ruang protesanya sempit estetis kurang baik tahan terhadap daya kunyah yang besar/kuat Cengkeram untuk disebut juga klammer Cengekram adalah bagian dari gigi tiruan lepas yang berbentuk bulat/gepeng. gigi vital atau non vital yang telah dilakukan PSA dengan sempurna 2.pin. biasanya dibuat sendiri sesuai dengan ruang protesa yang ada. posisi dalam lengkung gigi normal 5.Misalnya:tambalan yang besar. Terbuat dari kawat stainless steel/ logam tuang.Elemen gigi tiruan porselen: • • tidak mudah aus/tergores perlekatannya dengan basis secara mekanis.alur • • • • tidak berubah warna tidak dapat diasah lebih berat daripada akrilik tidak baik dipakai untuk prosesus alveoalris yang datar(resorbsi) Elemen gigi tiruan logam: • • • 1. bentuk anatomis dan besarnya noraml 3. karies.

badan/body bagian yang cengekaram kawat yang terletak di atas titik kontak gigi di daerah aproksimal sifat:kaku fungsi:stabilisasi yaitu menaha gaya-gaya antero-posterior 1. lengan bukal/lingual gigi yaitu bagian dari cengkeram kawat yang terletak/melingkari bagian penjangkaran sifat:agak lentur fungsi:retensi dan stabilisasi 1. bahu cengkeram 3. retensi dalam akrilik Bagian-bagian dari cengkeram kawat: 1. jari cengkeram 2. jari bagian dari lengan yang terletakdi bawah lingkaran terbesar gigi sifat:lentur/fleksibel fungsi/retensi 1. oklusal rest yaitu bagian dari cengekaram kawat yang terletak di bagaian oklusal gigi . badan cengkeram 4.Cengkeram kawat Bagian-bagian dari cengkeram kawat: 1. oklusal rest 5. lengan cengekeram 1. bahu bagian dari lengan yang terleta di atas lingkaran terbesar dari gigi sifat:kaku fungsi:stabilisasi yaitu menahan gaya-gaya bucco-lingual 1.

harus kontak garis 2. tidak ada lekukan bekas tang(luka)pada lengan cengkeram 2. Cengkeram paradental yaitu cengkeram yang fungsinya selain dari retensi dan stabilisasi protesa. juga sebagai alat untuk meneruskan beban kunyah yang diterima gigi tiruan ke gigi penjangkarannya Jadi. Cengkeram 3 jari . bisa diatas permukaan oklusal. Jadi. karena tidak berfungsi untuk meneruskan beban kunyah yang diterima protesa ke gigi penjangkaran. Cengkeram gingival yaitu cengkeram yang fungsinya hanya untuk retensi dan stabilisasi protesa. bagian retensi dalam akrilik harus dibengkokkan Macam-macam desain cengkeram Desain cengkeram menurut fungsinya dibagi dalam dua bagian: 1. bagian cengkeram yang melalui oklusal gigi tidak boleh mengganggu oklusi/artikulasi 3.cengkeram paradental harus mempunyai bagian yang melalui bagian oklusal gigi penjangkaran atau melalui titik kontak antara gigi penjangkaran dengan gigi tetangganya 1. Macam-macam cengkeram paradental 1. jarak bagian jari ke servikal gigi: cengkeram paradental:1/2-1 mm cengekeram gingival:1 ½-2 mm 1. ujung jari tidak boleh menyinggung gigi tetangga dan tidak boleh tajam/harus dibulatkan 1.sifat:kaku. panjang ±1/3 lebar mesio-distal gigi fungsi:meneruskan beban kunyah ke gigi penjangkaran 1. tidak boleh menekan/harus pasif 3. maka cengkeram ini tidak mempunyai bagian yang melalui bagian oklusal gigi penjangkaran. retensi dalam akrilik bagian dari cengkeram kawat yang tertanam dalam basis akrilik Syarat-syarat cengkeram kawat yang melingkari gigi: 1.

Cengkeram jackson Disain cengkeram ini mulai dari palatal/lingual. turun ke lingual melalu atas cingulum. Indikasi: Gigi molar. turun ke lingual masuk retensi akrilik. turun ke bukal melalui di bawah lingkaran terbesar. terus ke oklusal di atas titik kontak.terdiri dari: • • • • lengan bukal dan lingual body bahu oklusal rest o bagian retensi dalam akrilik indikasi:gigi molar dan premolar 1. 1. Cengkeram Kippmeider Tidak mempunyai lengan. Cengkeram S Disain cengkeram ini mulai dari bukal terus ke oklusal/insisal di atas titik kontak. yang ada hanya rest di atas cingulum . Cengkeram ½ jackson paradental Disainnya mulai dari bukal terus ke oklusal di atas titik kontak. naik lagi ke oklusal di atas titik kontak.premolar yang mempunyai kontak yang baik di bagian mesial dan distalnya Bila gigi penjangkaran terlalu cembung. seringkali cengkeram ini sulit masuk pada waktu pemasangan protesa. turun ke lingual dan terus ke retensi akrilik Indikasi: gigi molar dan premolar gigi terlalu cembung sehingga cengkeram jackson sulit melaluinya ada titik kontak yang baik di anatar 2 gigi 1. kemudian turun ke bawah masuk ke dalam akrilik Indikasi: Untuk kaninus rahang atas perlu diperhatikan agar letak cengkeram tidak mengganggu oklusi 1.

Cengkeram ½ jacson hampir sama dengan cengkeram ½ jacson paradental bedanya cengkeram ini melalui bagian proksimal dekat diastema dan di bagian lingual lurus ke bawah. masuk dalam akrilik Indiksai:gigi molar dan premolar yang mempunyai konta yang baik Macam-macam cengkeram gingival 1. Cengkeram 2 jari panjang Disainnya seperti cengkeram 2 jari. masuk dalam akrilik Indikasi:molar. hanya disini melingkari 2 gigi berdekatan Iindikasi:gigi molar. tetap di tepi lingual indikasi:gigi molar. dimana gigi yang deat diastema urang kuat(goyang 1 0 ) 1. hanya tidak mempunyai rest Indikasi:gigi molar dan premolar 1. Cengkeram 2 jari Disainnya sama dengan cengkeram 3 jari.premolar. premolar yang mempunyai titik kontak yang baik Fungsi:hanya untuk meneruskan beban kunyah protesa ke gigi penjangkaran dan sebagai retensi pada pembuatan splin 1.premolar dan kaninus 1.Indikasi: Hanya untuk kaninus Bentuk cingulum harus baik Fungsi:hanya untuk menerusan beban kunyah dan stabilisasi 1. turun ke bukal dan lingual terus ke aproksimal di daerah diastema. Cengkeram vestibular finger . Cengkeram rush angker Disainnya mulai dari oklusal di aproksimal(daerah mesial/distal)terus ke arah lingual ke bawah. Cengkeram roach Disainnya mulai dari oklusal di daerah titik kontak aproksimal.

jenis penyakit yang ada atau sedang diderita . jika pernah bagaimana keluhan.misalnya mengunyah satu sisi atau bruksism .Tahapan Perawatan 2. tetapi kurang efektif 2.cengkeram ini berjalan mulai dari sayap bukal protesa ke arah undercut di vestibulum bagian labial. Pemeriksaan subjektif Anamnsesis yaitu pemeriksaan yang dilakukan dengan tanya jawab.kebiasaan pasien untuk mengontrol kesehatannya. Data jenis kesehatan gigi mulut . dan bagian vestibulum labial harus mempunyai undercut yang cukup fungsi: untuk tambahan retensi. . umur. . .3. Cara ini umumnya dilakukan untuk mencari riwayat penyakit dan data pribadi pasien dan keluarga. Beberapa hal yang ditanyai dalam anamnesis antara lain: 1.Penyakit sistemik.Apakah pernah memakai gigi tiruan.Kebiasaan jelek.frekuensi kunjungan ke dokter gigi . .dll) 2.riwayat hilangnya gigi . 3. misalnya hipertensi diabetes mellitus.keinginan khusus tentang gigi tiruannya.keluhan gigi tiruan yang lama. daftar pribadi (nama.3.obat yang digunakan. ujungnya ditutupi akrilik indikasi: gigi sisa hanya gigi anterior yangtidak dapat dilingkari cengkeram. Data kesehatan umum .1 Pemeriksaan Utama a. jenis kelamin. pekerjaan.

2. Pemeriksaan intraoral Pada pemeriksaan objektif ini pemeriksaan dapat dilakukan dengan : 1. pendek Normal Tebal.tipis Flabby . Dilihat dari arah depan: -Oval/ovoid -Persegi/square -Lonjong/tapering 1. 5. 6. b. 3. Melihat Palpasi Perkusi Sonde Termis Roentgen foto Pemeriksaan ekstraoral Pemeriksaan ekstraoral meliputi pemeriksaan terhadap: 1. 4. Bentuk bibir Panjang.Pemeriksaan objektif Terbagi dua: 1.. Bentuk muka/wajah 1.perawatan yang ada atau yang sedang diterimanya. Dilihat dari arah samping -cembung -lurus -cekung 1. Pemeriksaan ekstraoral 2.

Angular cheilosis 2. Gigi yang hilang 2. Warna gigi . Spasme otot kunyah 5. Oklusi: diperhatikan hubungan oklusi gigi atas dengan gigi bawah yang ada.Atrisi gigi geligi Overclosed occlusion dapat menyebabkan: 1.Kehilangan gigi posterior dalam waktu yang lama.Erupsi yang tidak teratur. - Sendi Rahang Menggeletuk Krepitasi Sakit Pemeriksaan intraoral Pemeriksaan intraoral meliputi pemeriksaan terhadap gigi. . Keadaan gigi yang tinggal: Gigi yang mudah terkena karies Banyaknya tambalan pada gigi Mobilitas gigi Elongasi Malposisi Atrisi Jika dijumpai adanya kelainan gigi yang mengganggu pada pembuatan gigi tiruan. apakah hubungan Angle Kelas I. antara lain: 1. maka sebaiknya gigi-gigi tersebut dicabut. . II. 2. Disfungsi TMJ 3.1. 1. Adanya overclosedocclusion pada gigi depan dapat disebabkan antara lain karena: . III.

disebut torus paltina 2. luas . Inflamasi 2.3 2. Oral Hygiene . Pada palatum.2 Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan Radiograf Berfungsi sebagai informasi tambahan bagi pemeriksan klinis. Pada mandibula disebut torus mandibula Torus ini bila mengganggu pada pembuatan gigi tiruan harus dibuang. sempit.Pemeriksaan ruang antar rahang 1. Resesi gingival Terutama pada gigi tiruan sebagian lepasan yang dilihat untuk gigi penyangga dari gigi tiruan tersebut. dapat disebabkan karena pencabutan yang terlalu lama.adanya peradangan pada jaringan lunak. misalnya gingivitis.adanya akar gigi tertinggal . apakah perlekatannya tinggi atau rendah sampai tulang alveolar. Kecil. .adanya karang gigi . Cukup. terutama pada pembuatan gigi tiruan di daerah anterior untuk kepentingan estetis. Keras/ lunak. 2. -Pemeriksaan jaringan pendukung gigi Pemeriksaan terhadap frenulum. datar.seperti: 1. .Pemeriksaan terhadap bentuk tulang alveolar.Warna gigi pasien harus dicatat sewaktu akan membuat gigi tiruan sebagian lepasan. dapat disebabkan karena elongasi 3. bentuk U atau V. Besar . 6.3.adanya gigi yang karies .Pemeriksaan terhadap mukosa/ jaringan lunak yang menutupi tulang alveolar. 7. Dapat diketahui adanya: puncak . minimal jaraknya 5 mm -Pemeriksaan torus: 1.

6. maka resiko terhadap osteoporosis. Jika sirkulasi PTH secara abnormal tinggi. 5. 3.5-6. 4.4 mg/dl. a. Hemoglobin Normal laki-laki 14-17 g/dl Normal perempuan 12-15 g/dl 1. Kualitas tulang pendukungdari gigi penyangga Gigi yang terpendam. Normal Fosfor dalam darah 2. sisa-sisa akar Kista Kelainan periapikal Resorpsi tulang Sklerosis Pemeriksaan Laboratorium 1. Penyakit tulang Tingkat kalsium dan fofsor dalam serum darah dan urin dan serum enzim da alkalin fosfat melibatkan penyakit tulang.9-10. Pemeriksaan ini berfungsi untuk: kapisitas daya angkut oksigen identifikasi elemen selular analisis mekanisme pembekuan darah penjelasan beberapa komponen dalam darah: 1. Hormon paratiroid (PTH) mempengaruhi keseimbangan kalsium dalam ginjal.2 million/mm3 . dan kelenjar laktasid mammary. Hematokrit Normal laki-laki 42-54 % Normal perempuan 38-46 % 1.1 mg/dl dan diseimbangkan oleh beberapa faktor. Normal kalsium dalam darah 8.1. Eritrosit Normal laki-laki 4. intestinal.5-2. 1. tulang. Hematology 1. Tingginya fosfor diasosiasikan dengan hiperparatyroidisme dan juga bisa dikaitkan dengan penyebab kanker. 2.

PH Normal PH 4. Temuan mikroskopik : 1. . glukosa dalam darah normal 70-100mmg/dl (puasa) jika terjadi peningktan maka terjadi DM atau penyakit lever kronik 1.Normal perempuan 4.2-5. ` Protein tidak biasa terdapat dalam urin. 1. dehidrasi. atau hitam menunjukkan adanya konsistensi darah pada beberapa tahap fisiologis abnormal pada urine. leukosit normal 4100-10900/mm3 1. atau acidosis saat mengalami DM. Pemeriksaan dan tes lainnya 2. 1. Ada dalam urin pasien yang menderita busung lapar. warna normal urin berwarna kuning bersih. Jika ada maka pasien menderita DM. 1. Tes serology Untuk konfirmasi penyakit kelamin. seperti sifilis. Gravity spesifik normal 1003-1026. kapasitas fungsional ginjal ditentukan oleh kemampuannya untuk mecairkan atau konsentrasi urin. 1. Keton Memproduksi metabolisme lemak.4 million/mm3 1. gula normalnya tidak ada gula dalam urin.0 1. Jika berwarna merah. coklat. tapi normal ada pada saat sedang hamil.8-8. Urinalisis Yang dianalisis : 1.

M.4 2.3 huruf S. Tinggi sendok cetak sesuai dengan tinggi gigi dalam kedalaman vestibulum Indikasi stock tray • • • 1.3.3 Mencetak Macam-macam sendok cetak 1. shellac. Kontak lokal dermatitis biasanya terjadi antara 24-48 jam setelah aplikasi material.L fungsi:untuk rahang bergigi. frenulum. terutama pada daerah tepi sendok cetak(daerah vestibulum. Stock tray:sendok cetak yang sudah dibuat oleh pabrik bahan:metal/aluminium. Tes patch (kulit) Biasanya digunakan untuk mengetahui atau membuktikan adanya alergi dalam pemakaian basis material. compound Tujuan:untuk mendapatkan hasil cetakan yang akurat.bentuk dasar bersudut untuk rahang tak bergigi. Untuk mendapatkan model studi Untuk mendapatkan model kerja pada kasus kelas II dan kelas IV Kennedy dengan sadel yang pendek Untuk mendapatkan model pendahuluan untuk membuat sendok cetak perseorangan Custom tray:sendok cetak yang dibuat sendiri sesuai dengan ukuran rahang pasien Bahan yang dipakai:akrilik.1.2. dan retromylohyoid dari rahang) Cara membuat custom tray .bentuk dasar agak membulat Syarat-syarat sendok cetak yang sesuai: • • lebar bucco-lingual: jarak tepi sendok cetak ke arah bukal gigi/ lingual gigi=1/2 cm panjang ke distal: rahang bawah:sampai retromolar pad rahang atas:tuber maksila dan batas palatum molle • • harus ada retensi untuk bahan cetak.plastik ukuran:nomor 1.

karena sifatnya yang mudah mengalir sebelum mengeras dan dalam keadaan tidak elastis waktu mengeras. Diperlukan sendok cetak khusus dengan dibuat ruangan antara sendok cetak dengan jaringan penyangganya. berkontak langsung dengan mukosa pendukung. Sifat bahan ini tidak elastis. Zinc oxide eugenol pasta Digunakan untuk membuat cetakan akhir guna mendapatkan model kerja. Zinc oxide eugenol pasta. Impression plaster 1. Digunakan untuk membuat cetakan akhir guna mendapatkan model kerja dengan tekanan minimal.Contohnya:Plaster of Paris. 1. Ini bertujuan agar ketebalan bahan cetaknya cukup. Keuntungan lain dari bahan ini. Bahan ini dapat mencatat detail jaringan dengan baik. reversible hydrocolloid. jadi tidak dapat digunakan bila ada ceruk. bila ukuran sudah sesuai dilubangi untuk retensi bahan cetak batas-batas custom tray • daerah posterior: rahang atas:sampai batas palatum durum dan palatum molle serta menutupi daerah tuber maxilae rahang bawah:sampai menutupi retromolar pad • • • daerah bukal/labial:sampai batas mukosa bergerak dan tidak bergerak tidak boleh menutupi frenulum daerah lingual:sampai batas dasar mulut di lingual/retromylohyoid macam-macam bahan cetak proses pengerasannya ada 2 macam • • secara reaksi kimia. mercaptan rubber base dan silicone secara pemanasan(termoplastik). Bahan cetak elastomer . tempelkan selapis tipis(1-2mm)diseluruh permukaan model sampai batas yang sudah digambar buat pegangan sendok cetak cobakan ke mulut pasien. Bahan ini memerlukan pemanasan untuk melunakkan dan pendinginan untuk mengeras. Contohnya: Modelling compound.• • • • • • • cetak rahang dengan sendok cetak anatomis gambar batas sendok cetak pada model tutup gigi pada model dan bagian labial/bukal model yang mempunyai undercut dengan wax setebal ±2mm sehingga tidak ada undercut lapisi permukaan model dengan bahan separasi siapkan bahan sendok cetak. irreversible hydrocolloid. wax. 3. sendok cetak perseorangan yang dibuat.

Digunakan untuk membuat cetakan akhir sama mendapatkan model kerja. protesa tersebut tetap akan stabil/tak bergerak. Diperlukan sendok cetak khusus yang ada saluran air di tepinya untuk mendinginkan bahan cetak. bila mencetak dengan tekanan fungsional. tetapi sangat dipengaruhi oleh cairan saliva. bertujuan agar distribusi beban menjadi lebih sama. 7. Oleh karena sifatnya elastis.Umumnya digunakan untuk cetakan permulaan. Umumnya digunakan untuk koreksi pada cetakan akhir yang menggunakan bahan lain seperti plaster atau zinc oxide eugenol pasta/ 8. tetapi ia mempunyai beberapa kekurangan. Reversible hydrocolloid Diperlukan pemanasan untuk mencairkan bahan ini. jadi membiarkan jaringan mukosa untuk embali ke bentuk yang normal. akan menghasilkan protesa yang stabil waktu berfungsi. Irrevesible hydrocolloid Bahan ini dapat mencatat detail yang baik. Modelling compound/impression compound Sifatnya termoplastik. akan didapat model dengan bentuk mukosa yang pasif/tidak tertekan secara fungsional. Tissue conditioning material Tissue conditioning material dapat didefinisikan sebagai bahan yang lunak yang diletakkan untuk sementara pada permukaan cetakan gigi tiruan. Bahan ini dapat mencatat detail jaringan dengan baik. Teknik mencetak 1. Malam cetak Diperlukan pemansan untuk mencairkan bahan ini. Pada kasus GTSL. dan kenyataannya menjadi keras bila didinginkan. 5. karena ada cengkeram yang menahan sebagai retensi protesa. merupakan keuntungan tersendiri. keadaan mukosa bila tertekan bergerak. Hasil cetakan harus segera dituang dengan stone gips karena bahan ini dipengaruhi oleh kelembaban. Dalam keadaan istirahat. Secara mukostatis→untuk tahanan jaringan rendah Secara mukokompresi/mukofungsional→untuk tahanan jaringan yang tinggi Penjelasan: Pada tahanan jaringan tinggi. 2. menjadi lunak bila dipanaskan pada temperatur 55-70 0 C. Jaringan mulut perlu dikeringkan sebelum dicetak dengan bahan ini. dapat digunakan bila ada ceruk.Bahan ini dapat memberikan detail yang baik untuk cetakan.Proses pengerasannya:dari gel ke sol ke gel. bila dicetak secara muko statis.Viskositas yang tinggi dari bahan ini. 4. 6. . serta dapat dilunakkan kembali.

vestibulum. bagian posterior posterior dan Selain itu. teromolar pad. perlekatan otot-otot. sobek dan lipatan bagian-bagian sendok cetak tidak boleh terlihat gigi-gigi. tubermaxila batas palatum durum dan palatum molle. Faktor Personal Yang perlu diperhatikan pada pasien : keinginan atau ketidakpuasan terhadap protesa kesehatan dan pola hidup pasien kondisi dan kesehatan jaringan oral dan perioral tidak adekuatnya protesa yang digunakan. muko.4.kompresi/mukofungsional/selective pressure Faktor pertimbangan Dalam Rencana Perawatan 1.3. Tujuannya: untuk menghindari terlepasnya bahan cetak bagian sendok cetak 2. harus terlihat dengan jelas cara memelihara hasil cetakan: hasil cetakan yang baik. mukosa. Perawatan preprostetik: Perawatan periodontal Perawatan bedah Konservasi gigi Rekonturing (mahkota tiruan. pengasahan gigi miring. dicuci sampai bersih bila diletakkan di atas meja kerja harus ditopang di bawahnya agar tidak menyentuh meja. frenulum. pengasahan gigi ekstrud) Persiapan tempat cengkeram Macam cetakan RA & RB (mukostatis. batas mukosa bergerak dan tidak bergerak. faktor personal yang perlu dipertimbangkan adalah: .Hasil cetakan yang baik • • • • bahan cetak tidak terlepas dari sendok cetak pada hasil cetakan boleh terdapat gelembung udara. batas gingiva dengan gigi.

faktor fungsional frekuensi. serta direksi pengalikasian tekanan pada tulang yang mempengaruhi densitas (resorpsi dan deposisi) pada tulang. 1. Kategori menurut Atwood adalah : 1. faktor anatomi ukuran. faktor metabolik segala faktor nutrisi. durasi. intensitas.- faktor sosial ekonomi memperhatikan biaya pembuatan dan pemeliharaan faktor umur restorasi protesa dapat direkonstruksi pada pasien dengan semua umur. faktor protesa . 1.Tulang Faktor klinis yang berhubungan dengan resorpsi tulang bervariasi. hormonal dan metabolik lainnya yang mempengaruhi aktivitas relative selular pembentuk tulang (osteoblas) dan peresorpsi tulang (osteoklas). seperti : pekerjaan profesi status sosial lingkungan 2. faktor pengalaman faktor pengalaman hidup sehari-hari dapat mengubah rencana terbaik untuk perawatan dan sering tidak bisa dihindari. bentuk dan densitas ridge karakteristik dan ketebalan mukosa penutup hubungan ridge jumlah dan kedalaman alveolar 1. Faktor Fisik .

lokal yang termasuk bagian ini yaitu : faktor biomekanika faktor neurotropik vascular enzim dan PH potensial bioelektrik tekanan udara suhu(temperatur) persarafan reflek neuromuscular Faktor prostetik Perkembangan dan pemeliharaan prosesus alveolar secara langsung berkaitan dengan erupsi dan hadirnya gigi geligi. material. Gigi Harus dievaluasi secara seksama terlebih dahulu: Jumlah gigi Lokasi gigi di dalam lengkung Posisi individual gigi .banyaknya teknik. sistemik 3. Satu pendapat lainnya mengatakan bahwa hilangnya resdual bone belum tentu akibat hilangnya gigi geligi. Dua konsep yang diperhatikan mengenai hilangnya residual bone yang tidak dapat dihindari: Satu pendapat bahwa saat gigi hilang akan adanya variasi perkembangan hialngnya residual bone. genetik 2. prinsip. dan praktek termasuk ke faktor protesa. konsep. Faktor kontrol Tiga hal yang termasuk ke bagian faktor kontrol adalah : 1.

1 Kesimpulan Diagnosis kasus Diagnosis ditentukan setelah merangkum semua informasi yang didapat dari pemeriksaan utama dan penunjan. atau kiri+anterior.atau kanan+anterior) 1.4 2. persepsi. dan fixed(mantap/stabil) minimal ada 3 gigi pada 3 regio kiri. 1.5. oklusi ada. Sedangkan pola sensori pada jaringan pendukung khususnya penting dalam pemakaian gigi tiruan. oklusi ada tapi tidak fixed(tidak mantap/tidak stabil) hanya ada 2 regio dari gigi yang berkontak dengan oklusi yang benar(kiri+kanan.Mobilitas dan vitalitas Rasio mahkota akar Ukuran dan bentuk akar Kerentanan adanya karies Keterlibatan patologis Kondisi bidang oklusal gigi yang tersisa Morfologi yang mempengaruhi perawatan dan tipe protesa yang digunakan. stabilitas dari protesa yang akan digunakan. Klinisi harus menentukan etiologi utamadari ketidaknyamanan pasien tersebut. Jaringan Lunak Karakteristik dan respon perlu dipertimbangkan untuk retensi. kanan dan anterior yang beroklusi dengan benar. Relasi Rahang Oklusi gigi pada kasus GTSL ada kemungkinan: 1. Dari kasus ditemukan : .3. oklusi tidak ada tidak ada gig yang beroklusi dengan benar BAB III PENUTUP 3.

E RA (14)(15)(24)(25) hilang (16) karies dentin distal (26) karies email bukal (27) ekstrud Ketahanan jaringan mukosa kanan dan kiri rendah RB (35) (36) (37) (38) (46) hilang (47) tipping mesial lebih kurang 10 derajat (33) karies email oklusal Ketahanan jaringan mukosa kiri dan kanan tinggi RA : kelas 3 modifikasi 1 RB : kelas 2 modifikasi 1 RA kelas 3 Modifikasi 1 Dukungan : Paradental Reainer : Direct retainer (13) (23) cengkeram S → C RA .E Bentuk wajah persegi dan simetri IO.Nama : Bapak Tasrif Umur : 33 tahun Pekerjaan : Pedagang asongan Keluhan utama Tidak enak makan karena giginya sudah banyak hilang. EO.

Ejvind. 1. Phoenix. Diagnosis and treatment in prosthodontics. 1999.Inc. Diktat Kuliah Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Prostodonsia III tahun 2003 Diktat Kuliah Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Prostodonsia II tahun 2001 1. Inc.Rodney D. Third edition. Haryanto A.Clinical Removable Partial Prosthodontics. 1. 1995. Budzt. Gunadi. Diagnosis and treatment Prostodontics for the elderly. Jilid II.(17)(27) Full Jackson (16) Half Jackson RB kelas 2 modifikasi 1 Kanan (bounded) Dukungan : ParaDental Retainer : (47) Cengkeram 3 jari Cengkeram S Kiri (Free End Saddle) Dukungan : gingival Retainer : cengkeram 2 jari DAFTAR PUSTAKA 1. Hipokrates. 1. Laney. R William. Switzerland : Quintessence Publishing Co. 1. Twelfth Edition. Prosthodontic Treatment for Edentelous Patient. 1. Bolender. Zarb. .2002. Buku Ajar Ilmu Geligi Tiruan Sebagian Lepasan. Philadelphia: Lea & Febiger. Quintessence Publishing Co. 1983.Elsevier.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->