LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA PANGAN KARBOHIDRAT I (UJI BARFOED

)
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Praktikum Biokimia Pangan

Oleh : Nama NRP Kelompok Meja Asisten : Wulan Kusmayani : 113020141 :E : 7 (Tujuh) : Dilla Elviana, ST

LABORATORIUM BIOKIMIA PANGAN JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG 2013

teh tarik. Dan yang tidak mengandung gula monosakarida adalah sariwangi. meizena. Hasil percobaan Uji Barfoed adalah sampel yang mengandung gula monosakarida adalah sampel keton.INTISARI Tujuan dari percobaan uji Barfoed adalah untuk menguji adanya gula monosakarida dalam bahan pangan. Prinsip dari uji barfoed adalah berdasarkan karbonil bebas dari 2+ karbohidrat dengan larutan barfoed (Cu ) dalam suasana asam yang direaksikan menjadi CU2O membentuk suatu endapan merah bata. air mineral. .

Karbohirdrat didalam suasana asam lemah akan mengalami perubahan reaktivitas. Tujuan Percobaan Tujuan dari percobaan uji Barfoed adalah untuk menguji adanya gula monosakarida dalam bahan pangan. Uji Barfoed O ++ O –C – H + Cu Cu2O + R– C–H (gugus komplek merah bata karboknil ion bebas KH) Gambar 1. Reaksi Uji Barfoed .3.1.I PENDAHULUAN Bab ini menguraikan mengenai : (1) Latar Belakang. Latar Belakang Uji barfoed digunakan untuk membedakan monosakarida dengan disakarida. dan (4) Reaksi Percobaan. (3) Prinsip Percobaan. 1. 1.2. Karbohidrat dengan reaktivitas rendah akan menghilangkan daya reduksinya. 2012). 1. Prisip Percobaan Prinsip percobaan dari uji Barfoed adalah berdasarkan 2+ karbonil bebas dari karbohidrat dengan larutan barfoed (Cu ) dalam suasana asam yang direaksikan menjadi Cu 2O membentuk suatu endapan merah bata.1. 1.3. sedangkan karbohidrat dengan reaktivitas tinggi akan mempertahankan daya reduksinya (Rahayu. (2) Tujuan Percobaan.

dan Polisakarida. Energi yang terkandung dalam karbohidrat itu pada dasarnya berasal dari energi matahari. Karbohidrat Karbohidrat bersama seyawa lemak dan protein memegang peranan dasar bagi kehidupan di bumi. Jenis karbohidrat yang sangat banyak maka diperlukan pengetahuan dasar tentang sifat fisik dan kimia karbohidrat. dan umbi-umbian 2. derta lignin.II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini menguraikan mengenai : (1) Karbohidrat.1. Karbohidrat digolongkan kedalam 3 golonngan yaitu Monosakarida. sedangkan glikogen adalah karbohidrat yang disintesis dalam hati dan digunakan oleh sel-sel pada jaringan otot sebagai sumber energi. seperti selulosa. (3) Pereaksi Barfoed dan (4) Informasi Nilai Gizi. Olisakarida. Dan selanjutnya glukosa yang terjadi di ubah menjadi amilum dan disimpan dalam bagian lain. dalam tubuh mengalami perubahan atau metabolism. Karbohidrat atau sakarida adalah segolongan besar senyawa organic yang tersusun hanya dari atom karbon. gugus aldehid atau gugus keton. 2. pektim.2. Penggolongan Karbohidrat Karbohidrat atau sakarida terdapat gugus hidroksil (-OH). Maka dapat didefinisikan bahwa karbohidrat sebagai senyawa polihidroksialdehida atau . selain itu keragaman jenis karbohidrat memerlukan cara pengujian yang berbeda. (2) Penggolongan Karbohidrat. Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh. hydrogen. Hasil metabolism karbohidrat antara lain yaitu Glukosa yang terdapat dalam darah. yaitu glukosa yang dibentuk dari karbon dioksida dan air dengan bantuan sinar matahari dan klorofil dalam daun. Karbohidrat yang berasal dari makanan kita seharihari. Karbohidrat merupakan bahan makanan penting dalam sumber tenaga yang terdapat dalam tumbuhan dan hewan. misalnya pada buah. Selain itu karbohiidrart juga menjadi komponen stuktur penting pada mahluk hidup dalam bentuk serat (fiber).

Gula ini dipakai untuk membuat sirup. Sukrosa atau gula pasir dibuat dari tetes tebu. Beberapa molekul karbohidrat ada yang mengandung unsur nitrogen dan sulfur. Umumnya senyawa ini adalah aldehid atau keton yang mempunyai 2 atau lebih gugus hidroksil. Jika senyawa ini dihidrolisis akan dihasilkan satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa (Salila. gula – gula dan pemanis makanan. Laktosa disebut gula susu karena terdapat banyak dalam air susu. Karbohidrat dapat digolongkan berdasarkan jumlah monomer penyusunnya. Enzim dalam bakteri tertentu akan mengubah laktosa menjadi asam laktat. Biasanya diperoleh dari air susu. tetapi kurang manis dibandingkan dengan fruktosa. 3 senyawa disakarida utama yang penting dan melimpah ruah di alam yaitu sukrosa. Disakarida (Oligosakarida) Disakarida merupakan karbohidrat yang terbentuk dari 2 sampai 10 monosakarida.1. 2010). Monosakarida Monosakarida merupakan senyawa karbohidrat yang paling sederhana yang tidak dapat dihidrolisis lagi. Laktosa dipakai untuk membuat makanan bayi dan diet . Disakarida terdiri dari 2 monosakarida yang terikat dengan O-Glikosidik. Gula ini merupakan gula yang paling suka larut dalam air dan paling tidak manis. 2010).polihidroksiketon. Jika gugus karbonil pada ujung rantai monosakarida adalah turunan keton maka monosakarida ini disebut ketosa. atau senyawa yang dihidrolisis dari keduanya. Ketiga senyawa ini memiliki rumus molekul yang sama (C12H22O11) tetapi struktur molekul berbeda (Salila. 2010). 2. laktosa dan maltosa.2. Yang termasuk kelompok ini adalah disakarida. sangat mudah larut dalam air. Monosakarida yang paling kecil n = 3 adalah gliseraldehid dan dihidroksiaseton (Salila. Jika gugus karbonil pada ujung rantai monosakarida adalah turunan aldehid maka monosakarida ini disebut aldosa.2. Rumus empiris karbohidrat adalah (CH2O)n. trisakarida. hal ini terjadi bila susu berubah menjadi masam. Sukrosa lebih manis dari glukosa.2. Ada 3 jenis karbohidrat berdasarkan penggolongan ini. yaitu: 2. Dan seterusnya.

Maltosa disebut sebagai gula mout. Jika dihidrolisis akan dihasilkan 1 molekul glukosa dan 1 molekul galaktosa (Salila. dan bagian amilopektin yang trdiri atas rantai bercabang polimer glukosa jika dihidrolisis sempurna akan dihasilkan molekul – molekul glukosa. Apabila karbohidrat mereduksi suatu ion logam. Dipandang dari strukturnya.3. Senyawa ini dipergunakan untuk penyusun makanan bayi. susu bubuk.spesial. Jika dihidrolisis akan dihasilkan 2 molekul glukosa (Salila. Jadi Cu 2O terbentuk lebih cepat oleh monosakarida daripada oleh disakarida. butir –butir pati terdiri atas 2 bagian yaitu: Bagian amilosa yang merupakan rantai lurus polimer glukosa. dan bahan makanan lainnya. Perbedaan antara pereaksi Barfoed dengan pereaksi Fehling atau Benedict ialah bahwa pada pereaksi Barfoed digunakan suasana asam. dengan anggapan bahwa konsentrasi monosakarida dan disakarida dalam larutan tidak berbeda banyak. karbohidrat ini akan teroksidasi.3. Pati merupakan salah satu contoh polisakarida yang tersusun oleh glukosa. Disakarida dengan konsentrasi rendah tidak memberikan hasil positif.2. Dibandingkan dngan sukrosa zat ini lebih sukar larut dan kurang manis. 2010). Senyawa ini merupakan hasil hidrolisis parsial dari pati. Pereaksi Barfoed Pereaksi ini terdiri atas larutan kupriasetat dan asam asetat dalam air. dan digunakan untuk membedakan antara monosakarida dengan disakarida. Gugus aldehida pada karbohidrat akan teroksidasi menjadi gugus karboksilat dan . Monosakarida dapat mereduksi lebih cepat daripada disakarida. 2010). Polisakarida Polisakarida tersusun oleh monosakarida yang tergabung dengan ikatan glukosida. Tauber dan Kleiner membuat modifikasi atas pereaksi ini yaitu dengan jalan mengganti asam asetat dengan asam + laktat dan ion Cu yang dihasilkan direaksikan dengan pereaksi warna fosfomolibdat hingga menghasilkan warna biru yang menunjukkan adanya monosakarida. banyak terdapat pada jelai yang sedang berkecambah. 2. 2.

vitamin B2. Vitamin B kompleks Vitamin B1 50 mg. Gambar 2. 2.4. vitamin C 500 mg.7 gram. karbohidrat 67. niacinamide 50 mg. Sebagai contoh galaktosa akan teroksidasi menjadi asam galaktonat.vitamin B6 10 mg. kalsium 717 miligram. vitamin b12 5 mg.5 gram. . dan zat besi 12 miligram. Gambar 3. fosfor 265 miligram. Ca pantothenate 20 mg. P. sariwangi Sampel D adalah sariwangi Teh adalah bahan minuman yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. sedangkan glukosa akan menjadi asam glukonat (Marihot. Teh mengandung energi sebesar 132 kilokalori. 2011). lemak 0.terbentuklah asam monokarboksilat. protein 19. Informasi Nilai Gizi Nilai gizi pada sampel pada sampel yangdi uji adalah sebagai berikut.8 gram. 20 mg.

karbohidrat. Juga berisi mineral natrium. dan lemak yang tinggi.Selain itu di dalam Teh juga terkandung vitamin A sebanyak 2095 IU. 30 kkal di antaranya berasal dari lemak. vitamin B1 0. Kandungan gizi teh tarik tergantung komposisi bahan. Meizena . dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %.01 miligram dan vitamin C 0 miligram. 2012).3 g. kolesterol 15 mg. dan cara penyajiannya. Gizi lainnya adalah lemak 3. fosfor. protein 4 g. Gambar 4. Secangkir teh tarik mengandung energi 83 kkal. sehingga merupakan sumber energi. Sumbangan kalsium secangkir teh tarik sekitar 11 persen dari total kebutuhan harian (Berita Kesehatan. Gambar 5. karbohidrat 23 g. protein. Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Teh. dan kalsium. kalium. cara pengolahan. Sampel Teh tarik terbuat dari susu dan gula.

Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Tepung Maizena.3 gram. vitamin B1 0 miligram dan vitamin C 0 miligram. fosfor 30 miligram. karbohidrat 85 gram. Gambar 6. kalsium 20 miligram. oksigen. . protein 0. dan mineral. dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %.Tepung Maizena mengandung energi sebesar 343 kilokalori. dan zat besi 2 miligram. lemak 0 gram. Air mineral Kandungan yang terdapat dalam air mineral adalah hidrogen. Selain itu di dalam Tepung Maizena juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU.

dan (3) Metode Uji Barfoed.3 Metode Uji Barfoed Petama larutan sampel karbohidrat sebanyak 1 ml dimasukan ke dalam tabung reaksi dan diteteskan 1. . (2) Bahan.III ALAT. Jika terbentuk endapan warna merah bata maka hasil positif terdapat gula monosakarida.5 ml larutan barfoed.2 Bahan Percobaan Bahan yang digunakan dalam uji barfoed dan benedict ini adalah larutan barfoed dan larutan sampel. gelas ukur. 3. 3. Setelah itu di panaskan 15 menit. alat penangas. 3.1 Alat Percobaan Alat yang digunakan dalam uji barfoed dan benedict ini adalah tabung reaksi. Amati perubahan warna yang terjadi. DAN METODE PERCOBAAN Bab ini menguraikan mengenai : (1) Alat. BAHAN.

Prosedur Uji Barfoed .1 ml larutan karbohidrat + 1.5 ml Larutan Barfoed Panaskan selama 15 menit Amati terbentuknya endapan merah bata Gambar 7.

2.1.IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN Bab ini menguraikan mengenai : (1) Hasil Pengamatan dan (2) Pembahasan. 4. Hasil Pengamatan 4. Pembahasan Pereaksi Barfoed Dibuat dari larutan Cu.2. Bunbun Alibauni Kel E.2. Hasil Pengamatan Uji Barfoed 4. Meja 7. Pereaksi ini digunakan untuk membedakan .2. 2013) Ket : (+) Terbentuk endapan merah bata (-) Tidak terbentuk endapan merah bata Gambar 8.Asetat dan asam asetat dalam air. Hasil Pengamatan Uji Barfoed Bahan Pereaksi Warna Hasil Keterangan Tidak D Hijau mengandung gula (sariwangi) monosakarida Mengandung gula K (Keton) Bening + monosakarida G (teh Mengandung gula Larutan Hijau tarik) monosakarida Barfoed Tidak B Biru mengandung gula (meizena) muda monosakarida Tidak I (air Biru mengandung gula mineral) tua monosakarida (sumber : Wulan Kusmaryani.

namun atom karbon anomerik keduanya . 2010) Mekanisme uji barfoed adalah karbonil bebas yang 2+ bereaksi dengan Cu dalam suasana asam menghasilkan Cu2O sehingga menhasilkan warna merah bata. Sampel yang akan diuji adalah sukrosa. 2010) Tujuan pemanasan adalah untuk mempercepat terjadinya hidrolisis maltosa maupun laktosa. Gula pereduksi berdasarkan literatur adalah glukosa dan fruktosa. Berdasarkan literatur Contoh monosakarida seperti glukosa.1980). dan maltosa menunjukan kontrol positif. kuning atau endapan merah bata. dan maltosa. jika terbentuk warna biru setelah penambahan fosfomolibdat. Pada hasil pengamatan menunjukan kontrol positif sedangkan maltosa merupakan gula oligosakarida yang tersusun dari 2 molekul glukosa yang berikatan α (1. Uji Barfoed untuk memisahkan antara monosakarida dengan disakarida yang dapat mereduksi ion kupri. maka reaksi positif. kemungkinan kesalahan yang terjadi terdapat pada praktikan yang kurang teliti dalam meneteskan sampel sehingga tercampur dengan gula monosakarida. baik sukrosa maupun maltosa.monosakarida dan disakarida dengan jalan mengontrol kondisi – kondisi. Pada hasil pengamatan semua sampel menunjukan kontrol positif. (Anisa.40 glikosida). Kontrol positif ditandai jika terbentuk warna hijau. seperti pH dan waktu pemanasan. dan maltosa. Jika dilihat berdasarkan literatur tentu saja sebagian hasil pengamatan ini menunjukan hasil yang salah.(Anisa. hanya sukrosa yang menunjukan kontrol negatif Sukrosa (gula pasir) tidak terdeteksi oleh pereaksi Benedict sedangkan glukosa. Reagen barfoed bereaksi dengan monosakarida untuk menghasilkan kupri oksida lebih cepat dibanding disakarida (Eaton. glukosa. laktosa. Berarti telah terjadi kesalahan dalam melakukan praktikum. fruktosa. fruktosa & galaktosa dan disakarida seperti sukrosa. Gula akan mereduksi ion kupri pada larutan Benedict. Perbedaan uji barfoed dan benedict adalah barfoed Uji Benedict digunakan untuk menentukan monosakarida dan disakarida yang mengandung grup aldehid yang dapat dioksidasi asam karboksil. fruktosa. Dari hasil pengamatan. Sedangkan sukrosa maupun maltosa bukan gula pereduksi walaupun sukrosa tersusun oleh glukosa dan fruktosa.

. Berdasarkan percobaan sampel yang postitif mengandung gula monosakarida adalah keton sedangkan hasil percobaan yang benar adalah keton dan teh tarik. Tetrosa (C4H8O4). terdapat kesalahan dalam percobaan sehingga terjadi perbedaan hasil percobaan. Pentosa (C5H10O5). sehingga pada setiap unit monosakarida tidak lagi terdapat gugus aldehida atau keton yang dapat bermutarotasi menjadi rantai terbuka. dan Heptosa (C7H14O7) .saling terikat. Monosakarida adalah gula sederhana penyusun karbohidrat yang tidak dapat diuraikan secara hidrolisis. yaitu: Diosa (C2H4O2). Monosakarida di kelompokan berdasarkan jumlah atom karbon dalam rantainya. Triosa (C3H6O3). Secara umum Monosakarida di klasifikasikan menjadi 6 jenis. hal ini menyebabkan sukrosa tak dapat mereduksi pereaksi. Rumusa kimia monosakarida adalah CH2O. Namun sebagian besar monosakarida yang dikenal dalam kehidupan sehari-hari adalah dari kelompok Heksosa dan Pentosa. Heksosa (C6H12O6).

V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini menguraikan mengenai : (1) Kesimpulan dan (2) Saran.2. vitamin B kompleks. Dan pada uji benedict sampel glukosa. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengamatan. Saran Saran yang diberikan pada praktikan adalah harus lebih teliti dan bekerja sama dengan baik dengan rekan satu meja agar percobaan dapat telaksana dengan baik dan hasilnya pun akan lebih akurat. . 5. dan serelac mengandung gula pereduksi ditandai dengan adanya endapan merah bata atau biru kehijauan. 5.1. dapat disimpulkan bahwa pada uji barfoed keton positif mengandung gula monosakarida ditandai dengan adanya endapan merah bata.

(2010). Diakses : 14/03/2013 Salila. www.DAFTAR PUSTAKA Anisa. http://bu disma. Musrin. (2010). diakses : 14/03/2013 .id/materi /s/biologikelas-xii/macammacam-proses-metabolismekarbohidrat-dalam-tubuh/.successchemistry.com.web. Macam-macam Proses Metabolisme Karbohidrat dalam Tubuh.blogspot. Laporan Biokimia Karbohidrat.

2013) Soal modul : Uji barfoed: Keterangan Tidak mengandung gula monosakarida Mengandung gula monosakarida Mengandung gula monosakarida Mengandung gula monosakarida Tidak mengandung gula monosakarida Alibauni. terdiri dari Cu-asetat. galaktosa Disakarida kecuali sukrosa. Benedict : dilaksanakan dalam suasana basa. Sampel G teh tarik karena menurut kami teh tarik sulit untuk dihidrolisis. dan menentukan gula pereduksi. CuSO4. Barfoed : dilaksanakan dalam suasana asam. terdiri dari Na-karbonat. Seluruh monosakarida: glukosa. menentukan gula monosakarida pereduksi. fruktosa. 2. Karbohidrat mana yang termasuk gula pereduksi ? 2. Dimana letak perbedaan larutan baffoed dan benedict Jawab . 3.LAMPIRAN HASIL PENGAMATAN Hasil Pengamatan Uji Barfoed Bahan Pereaksi Warna D (sariwangi) K (Keton) G (teh tarik) B (meizena) I (air mineral) Larutan Barfoed Hasil + + - (sumber : Wulan Kusmaryani & Bunbun 7. . objek mana yang paling lambat memberikan reaksi? 3. 1. Dari percobaan anda. kerena kandungan dalam teh tarikkompleks dengan kandungan lainnya. Kel E. Meja 1. dan Na-sitrat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful