P. 1
-ileus-obstruksi

-ileus-obstruksi

|Views: 23|Likes:
Published by alfianwibisono

More info:

Published by: alfianwibisono on Apr 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/10/2014

pdf

text

original

Case Report Sub Bagian Bedah Digestive Rabu 3 Mei 2006 IDENTITAS Nama Usia Alamat Bandung Pekerjaan

Tgl masuk RS Tgl pemeriksaan ANAMNESA KU AK : Tidak bisa buang air besar (BAB) : Kurang lebih 2 minggu SMRS Os mengeluh tidak bisa BAB. Os juga mengeluh tidak bisa buang angin. Os merasa perut sebelah kiri penuh. Keluhan disertai kembung dan juga nyeri perut yang hilang timbul. Mual dan muntah disangkal. Riwayat panas badan disangkal. Buang air kecil tak ada kelainan. Sejak ±1 tahun yang lalu os mulai merasakan perubahan pola BAB, menjadi BAB setiap 10 hari sekali. Riwayat BAB berbentuk kecil-kecil seperti kotoran kambing disertai darah berwarna merah segar diakui. Keluhan disertai penurunan berat badan sebanyak ±25 kg selama setahun ini. Karena keluhannya Os berobat ke dokter umum tetapi keluhan tidak berkurang. Kemudian os berobat ke dokter spesialis bedah dan dikatakan terkena tumor di saluran pencernaan. Lalu os datang ke UGD RSHS. Riwayat tidak pernah makan sayuran diakui. Riwayat operasi sebelumnya disangkal. Riwayat keluarga dengan penyakit serupa disangkal. : : Rabu, 26 April 2006 : Selasa, 2 Mei 2006 : Tn. J : 26 thn : Guna Sari RT 02 RW 05, Sumedang Selatan,

PEMERIKSAAN FISIK Keadaan Umum Tensi Nadi Respirasi Suhu Kepala Konjunctiva Sklera Mulut Leher Thoraks : tidak anemis : tidak ikterik : mukosa kering (+) : JVP tidak meningkat. NT(-). NT(-) PS/PP (-)/(-) Hepar tidak teraba Lien tidak teraba RT : Sphingter lemah. nyeri : dbn 2 . kembung (+). : CM Tampak sakit sedang : 120/70 mmHg : 104x/ mnt : 24x/mnt : afebris Wheezing (-) Abdomen : lihat status lokalis Ekstrimitas Status Lokalis : a/r abdomen cembung. Ronkhi (-). Dun Steiny (+) DM (-). bising usus (+) meningkat. berbenjol-benjol 5 cm dari anal. metallic sound (+) Dum contour (+). Keluhan dirasakan sejak ±2 minggu SMRS. VBS kiri=kanan. Flatus (-). sirkuler. KGB tidak teraba : bentuk dan gerak simetris.perut sebelah kiri terasa penuh. mukosa terasa massa keras. sarung tangan : feses (+). darah (-) Resume Seorang pria berusia 26 tahun datang dengan keluhan utama tidak bisa buang air besar (BAB).

abdomen (+). sarung tangan : feses (+). Os berobat ke dokter spesialis bedah dan didiagnosis tumor di saluran pencernaan. Riwayat BAB berbentuk kecil-kecil seperti kotoran kambing disertai darah berwarna merah segar diakui. Status lokalis a/r abdomen terlihat bentuk abdomen cembung. N:104x/m. darah (-). Pada pemeriksaan fisik terlihat mukosa mulut kering. Riwayat keluarga dengan penyakit serupa (-). Lien tidak teraba. Mual dan muntah (-). menjadi BAB setiap 10 hari sekali. Sejak ±1 tahun yang lalu os mulai merasakan perubahan pola BAB. Riwayat berobat tapi tidak ada perbaikan (+). DM (-). mukosa terasa massa keras. Riwayat operasi sebelumnya (-). Status generalis: T: 120/70. RT: Sphingter lemah. NT(-). NT(-).c suspect Volvulus + dehidrasi sedang Pemeriksaan Penunjang : Darah lengkap. Riwayat tidak pernah makan sayuran (+). Buang air kecil tak ada kelainan. Lalu os datang ke UGD RSHS. R:24x/m. Panas badan (-). berbenjolbenjol 5 cm dari anal. Dun Steiny (+). Dum contour (+). Diagnosa Klinis: Ileus obstruksi totalis e. sirkuler. Hepar tidak teraba. bising usus (+) meningkat. metallic sound (+). CEA Urinalisa BNO 3 posisi Rencana pengelolaan IVFD RL rehidrasi sedang 3 .c suspect Carcinoma Recti 1/3 distal + dehidrasi sedang DD: Ileus obstruksi totalis e. PS/PP (-)/(-). S:afebris. Riwayat penurunan berat badan yang drastis (+). Lainlain dalam batas normal.

88 Glukosa sewaktu :105 Urobilinogen Granular cast : positif 4 .025 : 5.5 (normal <3. Metronidazole Rantin Hasil Lab Tgl 26/4/06 Hb Leukosit Ht Trombosit CEA Ureum Kreatinin Na K Urinalisa BJ pH Protein Reduksi Bilirubin Nitrit Keton Eri Leuko Epitel ::+++ : 1-2 : 2-3 : 1-2 : 1.Rencana cito colostomy + biopsi PA NGT Antibiotika: Cefotaxime.8 : 15 : 7900 : 45 : 350.0 :+ : Negatif :1 :8 : 136 : 4.4 ng/ml) : 49 : 0.000 : 207.

misalnya hernia interna dan eksterna. parsial atau total. Pembagian obstruksi berdasarkan letaknya dapat juga dibedakan menjadi obstruksi pada usus halus. Sedangkan berdasarkan letaknya dapat dibedakan menjadi letak tinggi. Sedangkan pada ileus obstruktif terdapat rintangan fisik yang menghalangi proses pengeluaran isi usus. Terdapat 2 jenis obstruksi. Penyebabnya dapat berupa proses mekanik. Obstruksi usus halus toal merupakan keadaan gawat yang memerlukan diagnosis dini dan tindakan pembedahan darurat. atau keganasan. usus besar. Berdasarkan sifatnya. duodenum dan closed-loop obstruction. Sebagian besar obstruksi mengenai usus halus. inflamasi. (2) lesi instrinsik pada 5 . Penyebab obstruksi mekanis pada lumen dibagi menjadi (1) lesi ekstrinsik pada usus.Tinjauan Pustaka Ileus Obstruktif Obstruksi usus dapat didefinisikan sebagai gangguan aliran normal isi usus sepanjang saluran usus. tetapi yang tersering adalah di kolon sigmoid. Pada ileus paralitik terjadi hambatan peristaltik usus karena toksin atau trauma yang mempengaruhi kontrol otonom pergerakan usus. Diagnosa ileus obstruktuf dapat dilakukan dengan cara menetukan sifat dan letak sumbatan. mulai gaster sampai ileum termina dan letak rendah mulai ileum terminal sampai anus. Etiologi Obstruksi usus dapat bersifat mekanis atau non mekanis. Obstruksi ini dapat akut atau kronik. Pada orang dewasa. Obstruksi usus kronik biasanya mengenai kolon sebagai akibat karsinoma dan perkembangannya lambat.15% obstruksi usus terjadi dimana saja. ileus obstruksi dibagi menjadi simple obstruction dan strangulated obstruction. yaitu ileus paralitik (adinamik) dan ileus obstruktif (mekanik).

peritonitis. askarisis. Ada banyak klasifikasi obstruksi usus. atresia. intraluminal (seperti gallstone ileus atau striktur) dan intramural (Crohn’s disease). 6 . volvulus). Obstrusi usus besar disebabkan oleh tumor. gangguan elektrolit. misalnya batu empedu. divertikulitis. ileus paralitik. cacing) dan lesi pada usus (berupa kelainan congenital. secara klinis yang palinbg bermanfaat adalah mempertimbangkan apakah mekanisme obstruksi melibatkan usus kecil. Meckel. intusepsi. Dapat disebabkan oleh obstruksi lumen (mekonium. intusepsi. neoplasma. obstruksi benda asing. Berdasarkan mekanisme obstruksinya dibedakan menjadi mekanik dan motilitas inadekuat. volvulus dan impaksi feses. karsinoma. inflamasi.dinding usus. impaksi oleh feses. Pada bayi sering disebabkan oleh mekonium usus. Intusepsi pada remaja dan dewasa sering disebabkan oleh tumor. atau usus besar. toxemia. Penyebab obstruksi mekanik berhubungan dengan golongan usia yang terserang dan tempat obstruksi. dan (3) obstruksi lumen. ileus spasme) dn oklusi vaskuler.s divertikulum atau Crohn’s disease. Obstruksi kanker paling sering terjadi pada splenik dan flexura sigmoid. Obstruksi usus halus sering disebabkan oleh hernia inkarserata atau karena adhesi. Hal ini karena penyebab. Ileus paralitik disebabkan oleh distensi abdomen. Sekitar 50% terjadi karena operasi sebelumnya. Tumor meliputi kanker yang menghambat lumen dan jarang lesi jinak yang dapat menyebabkan intusepsi. Meskipun demikian. batu empedu. Volvulus usus tengah jarang terjadi. volvulus dan intusepsi. duodenum. Sedangkan motilitas inadekuat dapat disebabkan oleh gangguan neuromuskular (megakolon. Penyebab lain obstruksi usus halus dapat karena tumor (primer atau metastase). barium. misalnya divertikulitis. gejala dan pengobatannya berbeda. diantaranya berdasarkan letak. yaitu ekstralumen (termasuk adhesi dan neoplasma). trauma.

Udara ini terdiri dari nitrogen (70%) yang sulit diserap dari lumen usus sehingga pengeluaran udara secara berkesinambungan melalui pengisapan lambung adalah cara yang bermanfaat dalam pengobatan distensi usus. 7 . terdapat penurunan aliran natrium yang disertai dengan air. terjadi perpindahan natrium dan air ke dalam lumen usus yang dapat memeperberat distensi dan cairan yang hilang. Selama 12 sampai 24 jam obstruksi pertama. air liur yang ditelan. Diantara 70-80% gas dalam usus terdiri atas udara yang tertelan. Kumpulan cairan proksimal terhadap mekanisme obstruksi tidak hanya dihasilkan dari cairan yang diminum. mekanisme obstruksi usus dengan supai darah yang baik adalah akumulasi cairan dan gas di atas titik obstruksi serta perubahan motilitas usus yang menyebabkan gangguan sistemik. Keseimbangan cairan dalam usus tergantung dari absorpsi dan sekresi. tekanan intraluminal mencapai 30-60 cmH2O. getah lambung serta sekresi empedu dan pankreas tetapi juga dari terganggunya transport normal natrium dan air. Tekanan intraluminal meningkat dari nilai normalnya 2-4 cmH2O menjadi 8 cmH2O.Patofisiologi Pada prinsipnya. Obstrusi closed loop pada usus halus timbul bila lumen usus tersumbat pada dua tempat yaitu pada pembuluh darah aferen dan eferen. Hal ini terjadi oleh mekanisme tunggal seperti cincin hernia. Akumulasi cairan terjadi oleh karena penurunan absorpsi dan/atau peningkatan sekresi. Selama peristaltik. Setelah 24 jam. dari lumen usus ke dalam darah di bagian proksimal usus yang mengalami distensi. Distensi usus disebabkan oleh kumpulan gas dan cairan proksimal terhadap dan di dalam segmen usus yang tersumbat. bila ada obstruksi sederhana atau closed loop.

Cairan dan elektrolit yang hilang dapat sangat ekstrim sehingga menimbulkan hemokonsentrasi. biasanya di anterior. insufisiensi ginjal. Gejala muntah paling sering ditemukan dan timbulnya lebih awal pada obstruksi usus halus. Pada obstruksi letak rendah. Awalnya. Nekrosis usus halus dapat terjadi melalui mekanisme yang sama bila distensi sangat mencolok. Gejala Klinis Obstruksi mekanis usus halus ditandai dengan nyeri abdomen bagian tengah seperti kram yang bertambah berat sejalan dengan makin beratnya obstruksi. Nyeri bersifat hilang timbul. syok. mungkin disebabkan oleh gannguan motilitas pada usus yang membengkak. Bila terjadi gangguan aliran darah. Bila terjadi strangulasi. biasanya nyeri lebih terlokalisir dan mungkin menetap. muntahannya fekulen. Nyeri dapat berkurang sejalan dengan bertambahnya distensi. yaitu berwarna coklat jingga dan berbau busuk yang disebabkan oleh pertumbuhan bakteri berlebih pada bagian proksimal tempat obstruksi. namun distensi caecum terlihat karena diameternya yang besar (hukum LaPlace) dan terganggunya aliran darahnya intramural sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan gangrene dinding caecum. muntahan mengandung empedu dan mukus dan menetap bila obstruksi ususnya tinggi. Obstipasi dan 8 . dan kematian bila tidak dikoreksi. Pelepasan prostaglandin sebagai respon terjadinya distensi abdomen juga meningkatkan sekresi ke lumen.yang secara bersamaan suplai darah sering terhambat. Meskipun aliran darah pada usus besar tidak terganggu selama mekanisme obstruksi. timbul invasi bakteri dan dapat berkembang peritonitis. Pada penelitian disimpulkan bahwa peningkatan sekresi merupakan penyebab utama kehilangan cairan tubuh dan distensi abdomen. hipovolemi.

tidak ada gejala kolik dan hanya rasa tidak enak yang disebabkan distensi. Pada ileus adinamik. Distensi abdomen tampak jelas. Penderita tidak dapat defekasi atau flatus. Muntah dapat sering terjadi tapi jarang profuse. Simple obstruction disebabkan oleh hambatan mekanik tanpa adanya gangguan aliran darah. tetapi muncul pada kasus intusepsi. Diare kadang terdapat pada obstruksi parsial. yang ditentukan dari bagaimana usus terobstruksi dan dimana letak obstruksinya. (2) Muntah. Darah dalam feses jarang ditemukan. meskipun pada awalnya terjadinya obstruksi beberapa feses dan gas dapat dikeluarkan dengan spontan atau setelah pemberian enema. merupakan gejala yang pertama timbul 9 . Bila pada colok dubur trasa massa di rektum atau terdapat darah atau lendir. dan bila penyebabnya volvulus sigmoid. Muntah tidak terlalu menonjol. Simple obstruction dapat berkurang secara spontan. Muntahan biasanya terdiri dari isi lambung dan empedu serta hampir tidak pernah fekulen. Diagnosis didasarkan 3 gejala: (1) kram abdomen di sekitar umbilicus atau epigastrium. Obstruksi mekanik pada usus besar sering menimbulkan nyeri kolik yang tidak terlalu hebat. Muntahan fekulen jarang terjadi.kegagalan mengeluarkan gas sering ditemukan bila obstruksinya komplit. Diagnosis Klinis Terdapat beberapa bentuk obstruksi usus. Pertamatama obstruksi dapat dibedakan menjadi simple atau strangulasi. perut dapat menjadi besar sekali. Riwayat perubahan kebiasaan buang air besar dan darah dalam feses sering disebabkan oleh karsinoma dan divertikulosis. a. Penebabnya dapat berupa obstruksi dari cacing Ascaris atau adhesi. maka hal itu membantu diagnosis kemungkinan karsinoma rektum. Obstipasi komplit dapat atau tidak diketemukan. Bila kram menjadi berat dan menetap mungkin tela terjadi strangulasi.

Muntah dapat berkurang secara bertahap. Gejala dehidrasi jarang berat karena kolon masih dapat mengabsorbsi cairan. Terjadi bila ada hambatan mekanik dan adanya gangguan aliran darah. dapat terjadi nyeri periumbilikal dan kolik. b. Dilatasi dapat menghambat aliran darah dan menimbulkan gangren dan peritonitis. menjadi spasme. Pada obtruksi yang lebih tinggi. Jika peristaltik berhenti.pada obstruksi usus halus. Penyebab tersering adalah hernia strangulasi dan volvulus. (3) Obstipasi. maka terjadi distensi abdomen. usus menjadi gangren dan bisa perforasi. Obstruksi usus besar gejalanya muncul lebih lambat. Dalam 6 jam setelah gangguan aliran darah. Kemudian tentukan level dimana obstruksi terjadi: Obstruksi di usus halus menimbulakn pengaruh yang berbeda tergantung level dimana terjadinya. Strangulated Obstruction. tapi kemudian katup ileosekal dapat menjadi inkompeten (pada 2/3 pasien) dan diikuti dilatasi bagian proksimal usus kecil. Bila perforasi mencapai rongga peritoneum maka terjadi peritonitis dan bisa syok septik. Dapat terjadi pada volvulus. Pada mulanya hanya terjadi dilatasi kolon. 10 . Kadang-kadang nyeri reguler dan hilang dalam interval 2-5 menit. Anamnesis Riwayat Nyeri Pada obstruksi usus halus. Obstruksi Closed Loop dihasilkannya oleh katup ileosekal. gejala awal berupa muntah dan dapat terjadi gangguan keseimbangan elektrolit dan jarang terjadi distensi. Terjadi obstruksi di 2 tempat. sedangkan diare pada obstruksi parsial. Karena usus berdilatasi. maka kolik juga berhenti dan merupakan tanda buruk. terjadi pada obstruksi komplit.

Pemeriksaan Fisik Distensi dan hiperesonasi Jika terjadi kolik dan muntah mungkin terjadi obstruksi. Tidak ada flatus.Obstruksi usus besar. namun terjadi gurgling dan bloating kemungkinan merupakan gejala subakut usus besar atau distal usus halus. Teraba massa 11 .m muntah lebih hebat dan sering. muntah menjadi fekulen. Setelah 3 hari obstruksi komplit. Nyeri Tekan Nyeri tekan dan kekakuan biasanya minimal dan terjadi pada obstruksi usus halus dan usus besar non-strangulasi. Visible peristaltik Bila kulit tipis. Bila meragukan antara distensi atau asites maka pada asites akan terjadi dullness. nyeri timbul di bawah umbilikus dan menghilang dalam interval 6-10 menit. maka akan terlihat gerakan peristaltik. Bilatidak ada nyeri. Tanda dini adalah daerah flank sedikit penuh atau peningkatan resonansi pada perkusi menjadi tympani. maka kolon dalam sehari atau dua hari menjadi kosong. Bising usus Pada auskultasi terdengar borborigmus nada tinggi bersamaan dengan nyeri kolik tetapi penemuan ini sering tidak ada beberapa waktupada obstruksi strangulasi. Dan bila nyeri disertai dengan demam maka diduga terjadi sepsis abdomen. Muntah Pada obstruksi lebih tinggi. Jika nyeri hebat dan terus menerus diduga terjadi obstruksi strangulasi. Distensi bukan merupakan gejala yang esensial. Konstipasi Jika usus halus obstruksi.

Asidosis respiratorik terjadi karena distensi abdomen. Harus diperhatikan bahwa tidak boleh diberikan kontras. hemokonsentrasi. peningkatan kreatinin.Bila teraba massa pada anak-anak. kelaparan. Leukosit berjumlah 15. Teraba massa keras feses diduga konstipasi adalah penyebabnya. Bisa tedapat peningkatan serum amilase oleh karena regurgitasi dari pankreas ke aliran darah karena backpressure dari duodenum. atau intusepsi. 12 . Harus pula diperhatikan adanya pembesaran kelenjar limfe. Alkalosis metabolik jarang terjadi dan merupakan akibat kehilangan gastric juice oleh karena muntah. Gas pada peritoneum dapat dilihat di bawah diafragma.000/mm3 dengan predominan PMN dengan sel immatur mengindikasikan adanya strangulasi. kemungkinan merupakan ascaris. yang menyebabkan diafragma terangkat sehingga terjadi retensi CO2. Pemeriksaan Laboratorium Pada pemeriksaan lab dapat ditemukan peningkatan urea nitrogen darah. Rectal Toucher Bila ditemukan darah segar dan mucus. maka obstruksi terjadi di usus halus. derajat obstruksi dan kadang dapat menentukan penyebabnya. Bila pada sekum tidak terlihat adanya banyangn udara. akan didapatka bahwa terjadi obstruksi. Gangguan asam basa terjadi akibat hipovolemia. Ketosis dan kehilangan basa. Dan bila teraba gumpalan pada right lower quadran. kemungkinan strangulasi lebih tinggi atau karsinoma usus besar. hipokalemi dan proteinuri. Asidosis metabolik paling sering terjadi akibat dehidasi. Pemeriksaan X-Ray Pada posisi terlentang. hiponatremi.000-25. kemungkinan tuberculosis ileosecal. Leukositosis dengan sebagian shift to the left.

Manajemen Obstruksi parsial usus dapat diobati secara konservatif selama masih ada keluarnya feses dan flatus. Hal ini dapat ditemukan pula pada obstruksi simpel. Permasalahan 13 . Menghilangnya gambaran mukosa serta adanya gas dalam dinding usus atau cabang-cabang intrahepatik dari vena porta menunjukan adanya strangulasi. gambarannya seperti bingkai yang meliputi rongga abdomen. Obstruksi pada kolon bagian kiri sebaiknya diterapi dengan mereseksi segmen yang terobstruksi. Adanya air fluid level di luar usus menunjukan adanya perforasi. Karena hal ini berguna untuk secepatnya membuang lesi (sering tumor ganas) daripada untuk menundanya berhari-hari atau beringgu-minggu setela sebelumnya dilakukan tindakan manuver dekompresi. Anastomosis biasanya ditunda dan end-colostomi dibuat untuk sementara. Pada obstruksi strangulasi cairan peritoneum akan tampak sebagai celah yang melebar diantara loop usus yang berdekatan serta berdilatasi. Operasi dibutuhkan bila obstruksi tetap ada dalam beberapa hari walaupun obstruksinya parsial. Pengobatan dengan menggunakan NGT menunjukan angka keberhasilan 90%. Resusitasi cairan harus segera dimulai dengan cairan isotonik dan gangguan elektrolit harus segera dikoreksi.Pada kolon yang distensi. Kolon dibedakan dari usus halus karena adanya gambaran haustra yang tidak melingkari seluruh lumen kolon yang distensi. Antibiotik harus segera diberikan terutama bila dicurigai adanya strangulasi. Selain itu tanda vital dan penyakit sistemik lainnya harus dimonitor.

Dari anamnesa didapatkan adanya riwayat BAB seperti kotoran kambing dan berdarah. Mukosa mulut kering dan nadi yang agak cepat menunjukkan adanya dehidrasi sedang. Hal ini mengarahkan kita pada kecurigaan adanya keganasan pada rectum. Apakah penegakkan diagnosis pada kasus di atas sudah tepat? Dari anamnesa didapatkan riwayat: Obstipasi atau konstipasi kronik Distensi abdomen Nyeri abdomen yang tidak terlalu hebat Mual dan muntah (-) Hematoskizis Dari riwayat tersebut merupakan gejala dari obstruksi pada kolon yang kronik. mukosa terasa massa keras. Oleh karena itu. darah (-). Selain itu. NT(-).1. DM (-). metallic sound (+). NT(-). berbenjol-benjol 5 cm dari anal. Kemudian pada pemeriksaan fisik ditemukan bising usus (+) meningkat. sirkuler. Karena hal ini berguna untuk 14 . Dun Steiny (+). 2. Serta pada pemeriksaan RT ditemukan sphingter lemah. Dum contour (+). sarung tangan : feses (+). dan riwayat penurunan berat badan yang drastis. Apakah penatalaksanaan kasus di atas sudah tepat? Obstruksi pada kolon bagian kiri sebaiknya diterapi dengan mereseksi segmen yang terobstruksi. PS/PP (-)/(-) yang menunjukan etiologi dari obstruksi adalah mekanik yang belum perforasi. diagnosa obstruksi totalis didapatkan dari keluhan tidak bisa flatus dan BAB. dapat disimpulkan bahwa penegakkan diagnosis pada kasus ini sudah benar.

Pada pasien ini dilakukan : IVFD RL rehidrasi sedang Rencana cito colostomy + biopsi PA NGT Antibiotika: Cefotaxime. ada/tidaknya perforasi. dibuat Anastomosis sementara. Obstruksi kolon yang disebabkan oleh kanker mempunyai prognosis yang lebih buruk karena lebih cenderung menyebar secara lokal atau metastasis ke KGB atau ke tempat yang jauh. Wim & Sjamsuhidajat. Angka kematian ratarata 20%. biasanya Tetapi end-colostomi untuk sebelumnya harus dilakukan resusitasi cairan dan elektrolit. Bagaimana prognosa pasien di atas? Prognosis tergantung dari umur dan keadaan pasien. DAFTAR PUSTAKA 1. R. luasnya gangguan vaskularisasi usus. sebab dari obstruksi dan ketepatan dari terapi operasi.secepatnya membuang lesi (sering tumor ganas) daripada untuk menundanya berhari-hari atau beringgu-minggu setela sebelumnya dilakukan ditunda tindakan dan manuver dekompresi. 3. 15 . Buku Ajar Ilmu Bedah edisi 2. Jakarta: EGC. De Jong. 2003. Metronidazole Rantin Jadi dapat disimpulkan sejauh ini pemgelolaan pada pasien ini sudah tepat. serta pemberian antibiotik terlebih dahulu.

Latha et al. First aid for the surgery clerkship. Seymour. Singapore: McGraw-Hill. USA:McGraw-Hill. Singapore: McGraw-Hill .2. Lange Current Surgical diagnose and therapy. 1986.1999. 16 . 3. Schwartz. Stead. 2003. Principles of Surgery 7th edition. 4.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->