P. 1
Kista Ovarium.doc

Kista Ovarium.doc

|Views: 307|Likes:

More info:

Published by: Simon Ganesya Rahardjo on Apr 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/18/2014

pdf

text

original

Sections

  • DAFTAR ISI
  • PENDAHULUAN
  • BAB 1
  • LAPORAN KASUS
  • ANAMNESIS
  • PEMERIKSAAN FISIK
  • PEMERIKSAAN PENUNJANG
  • DIAGNOSIS
  • TATALAKSANA
  • BAB 2
  • TINJAUAN PUSTAKA
  • 2.1 KLASIFIKASI TUMOR OVARIUM[1]
  • 2.2 MANIFESTASI KLINIS
  • 2.3 DIAGNOSIS
  • 2.4 DIAGNOSIS BANDING
  • 2.5 KOMPLIKASI[3]
  • 2.6 TATALAKSANA[4]
  • 2.7 TUMOR OVARIUM NONNEOPLASTIK[5],[6]
  • 2.7.1 Tumor Akibat Radang
  • 2.7.2 Kista Folikel
  • 2.7.3 Kista Korpus Luteum
  • 2.7.4 Kista Teka Lutein
  • 2.7.5 Kista Inklusi Germinal
  • 2.7.6 Kista Endometrial
  • 2.7.6 Kista Stein-Leventhal
  • 2.8 TUMOR OVARIUM NEOPLASTIK JINAK[7],[8]
  • 2.8.1 Kistadenoma Mucinosum
  • 2.8.2 Kistadenoma Serosum
  • 2.8.3 Kista Dermoid
  • BAB 3
  • PEMBAHASAN KASUS
  • REFERENSI

[KISTA OVARIUM

]

MARCELINA HEIDY LIMANTO

KISTA OVARIUM

LAPORAN KASUS

Pembimbing dr. F.X Nandono, Sp.OG

Penyusun Marcelina Heidy Limanto 07120070038

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kandungan dan Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan
1

[KISTA OVARIUM]

MARCELINA HEIDY LIMANTO

Periode 26 Maret – 02 Juni 2012 Siloam Hospital

2

[KISTA OVARIUM]

MARCELINA HEIDY LIMANTO

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI............................................................................................................. 3 PENDAHULUAN .............................................................................................................................. 5 BAB 1..................................................................................................................... 6 LAPORAN KASUS.................................................................................................... 6 ANAMNESIS......................................................................................................... 6 PEMERIKSAAN FISIK ........................................................................................... 9 ........................................................................................................................ 11 PEMERIKSAAN PENUNJANG............................................................................... 11 DIAGNOSIS........................................................................................................ 15 TATALAKSANA................................................................................................... 16 BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................................................................ 17 2.1 KLASIFIKASI TUMOR OVARIUM[1]................................................................17 2.2 MANIFESTASI KLINIS................................................................................... 18 2.3 DIAGNOSIS.................................................................................................. 19 2.4 DIAGNOSIS BANDING.................................................................................. 20 2.5 KOMPLIKASI[3]............................................................................................ 21 2.6 TATALAKSANA[4]........................................................................................ 24 2.7 TUMOR OVARIUM NONNEOPLASTIK[5],[6]..................................................25 2.7.1 Tumor Akibat Radang...........................................................................25 2.7.2 Kista Folikel.......................................................................................... 25 2.7.3 Kista Korpus Luteum............................................................................. 27 3

[KISTA OVARIUM]

MARCELINA HEIDY LIMANTO

2.7.4 Kista Teka Lutein.................................................................................. 28 2.7.5 Kista Inklusi Germinal...........................................................................28 2.7.6 Kista Endometrial................................................................................. 28 2.7.6 Kista Stein-Leventhal............................................................................29 2.8 TUMOR OVARIUM NEOPLASTIK JINAK[7],[8]................................................31 2.8.1 Kistadenoma Mucinosum......................................................................31 2.8.2 Kistadenoma Serosum..........................................................................33 2.8.3 Kista Dermoid....................................................................................... 35 BAB 3 PEMBAHASAN KASUS........................................................................................... 38 REFERENSI ............................................................................................................................ 40

4

bersepta dan memiliki bagian padat pada ovarium. bentuk. prognosis. Akan dibahas klasifikasi kista ovarium. Diduga pada hasil kolonoskopi terjadi pendesakan usus oleh kista ovarium. Tumor ovarium yang bersifat benigna.[KISTA OVARIUM] MARCELINA HEIDY LIMANTO PENDAHULUAN Kista ovarium merupakan kelainan ginekologi yang cukup sering terjadi pada wanita. G2P2A0 yang datang berobat ke poli tanggal 22 April 2012 dengan keluhan gangguan buang air besar sejak tiga minggu yang lalu. Kista ovarium sendiri merupakan bagian adai tumor ovarium. Pada referat ini akan lebih membahas tumor ovarium benigna yang bersifat kistik baik yang jenis non neoplastik dan neoplastik. Angka kejadian tertinggi kista ovarium adalah pada wanita usia dewasa muda. dan tatalaksana dari kista ovarium. Pasien juga pada saat itu melakukan pemeriksaan kolonoskopi dan ditemukan penyempitan usus besar akibat masa ekstralumen. Pada tanggal 23 April 2012 dilakukan tindakan laparotomi oophorektomi bilateral dan pemeriksaan potongan beku. yaitu yang terdiri dari kistik yang dibagi menjadi non neoplastik dan neoplastik dan tumor ovarium solid. diagnosis banding. Tumor ovarium yang bersifat maligna sediri juga dibagi menjadi bentuk kistik dan solid. Pada tanggal 30 Maret 2012 pasien melakukan CT-Scan di rumah sakit Primer Bintaro dan didapatkan kesan lesi hipodense multiple berdensitas lemak. komplikasi. Pada kasus ini pasien adalah wanita berusia 54 tahun. Secara garis besar tumor ovarium dibagi manjadi tumor ovarium yang bersifat benigna dan maligna. diagnosis. tanda klinis. jenis. 5 .

W : 54 tahun : Jalan Ebony V blok E-10/13 RT 05 RW 06 Tanggal Operasi II. perdarahan. Identitas Nama Usia Alamat Tangerang Pekerjaan Masuk : Kemenkes R1 (Depkes Hangjebat) : 22 April 2012 : 23 April 2012 : Ny. pilek. sesak nafas.[KISTA OVARIUM] MARCELINA HEIDY LIMANTO BAB 1 LAPORAN KASUS ANAMNESIS I. diare. mual. Tanggal 30 Maret 2012 pasien melakukan pemeriksaan CTScan dan Kolonoskopi di Rumah sakit Primer Bintaro dan didapatkan kesan lesi hipodense multiple berdensitas 6 . batuk. Keluhan Utama Pasien datang ke poli kandungan tanggal 22 April 2012 dengan keluhan utama buang air besar tidak lancar sejak 3 minggu yang lalu. dan penurunan nafsu makan disangkal oleh pasien. III. muntah. keputihan. Keluhan Tambahan Keluhan demam.

diare. penyempitan usus akibat Kolonoskopi pendesakan usus oleh kista ovarium. bersepta dan memiliki bagian padat pada ovarium. sesak nafas. Riwayat Pengobatan Pasien tidak mengkonsumsi obat-obatan tertentu untuk mengatasi gejala dan pasien tidak sedang mengkonsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka waktu lama. Riwayat penyakit sekarang Pasien datang ke poli pada tanggal 22 April 2012 dengan keluhan buang air besar tidak lancar sejak tiga minggu yang lalu. Pada pemeriksaan kolonoskopi ditemukan penyempitan usus besar akibat masa ekstralumen. batuk. Riwayat Penyakit Dahulu 7 . perdarahan. keputihan. dan penurunan nafsu makan disangkal oleh pasien.[KISTA OVARIUM] MARCELINA HEIDY LIMANTO lemak. muntah. IV. Keluhan lainnya seperti demam. Diduga pada hasil kolonoskopi terjadi pendesakan usus oleh kista ovarium. mual. V. pilek. Tanggal 30 Maret 2012 pasien melakukan pemeriksaan CT-Scan dan Kolonoskopi di Rumah sakit Primer Bintaro dan didapatkan kesan lesi hipodense multiple berdensitas lemak. bersepta dan memiliki bagian padat pada ovarium. VI. Diduga Pada pada pemeriksaan besar hasil kolonoskopi masa terjadi ditemukan ekstralumen.

Riwayat Ginekologi • • Pasien mengaku tidak mengalami keputihan Pasien hampir tidak mengalami dismenorea. VIII. disuria. Kedua anak pasien dilahirkan di RS Harkit IX. Riwayat Obstetric Paisen memiliki riwayat obstetric G2P2A0. berusia 26 tahun. lahir secara pervaginal. asma. dan memiliki berat badan lahir 2700 gram. dan dischezia • Pasien sudah mengalami menopause 8 . VII. Anak kedua pasien berjenis kelamin laki-laki. hipertensi. Ibu dan ayah pasien dikatakan menderita hipertensi. dispareunia.[KISTA OVARIUM] • MARCELINA HEIDY LIMANTO Tahun 2002 pasien dirawat di RS Primer Bintaro karena Typhoid • Penyakit diabetes melitus. Anak pertama pasien berjenis kelamin laki-laki berusia 29 tahun. Riwayat Penyakit Keluarga Kedua orang tua pasien masih hidup. Tidak ada penyulit pada masa kehamilan maupun proses persalinan. lahir secara pervaginal dengan berat badan 2800 gram. dan alergi pada makanan dan obat-obatan tertentu disangkal oleh pasien.

[KISTA OVARIUM] X. Pendidikan pasien adalah S2.3 ⁰C :Pasien tampak sakit sedang :Compos Mentis 9 . Mensturasi • • • • • Menarche Siklus : 15 tahun : 28 hari MARCELINA HEIDY LIMANTO Lamanya haid : 7 hari Dismenorea Menopause : Negatif : Negatif XI. Pasien mengaku bahwa hubungan dengan suami dan anaknya baik. Psikologis. Pekerjaan. dan Pasien berasal dari tangerang dan berada pada status ekonomi menengah keatas. Riwayat Penggunaan Kontrasepsi Pasien sudah tidak menggunakan Kontrasepsi. Pasien dan suaminya bekerja di Kemenkes RI. PEMERIKSAAN FISIK a) Keadaan Umum b) Kesadaran c) Tanda-tanda Vital Nadi Suhu : 80x/ menit : 36. XII. Riwayat Seksual Sosial. Pasien sudah mengalami menopause.

S2 reguler. darah pada vagina. mata cekung (-) : Faring hiperemis (-). Psoas(-). Wh-/: S1. Hati. Rh-/-. obturator(-) Perkusi l) Genitalia Inspeksi : Tidak tampak kelainan pada vagina. Ballotement(-). ginjal tidak teraba perbesaran. limfe. Palpasi bartholin 10 : Normocephali.T1/T1 : Tidak teraba adanya pembesaran dan : pengembangan simetris. bising (-) : Timpani : Tidak ada nyeri tekan pada kelenjar .[KISTA OVARIUM] Nafas : 18x/ menit MARCELINA HEIDY LIMANTO Tekanan Darah: 110/80 mmHg d) Kepala kepala e) Mata f) THT g) Leher nyeri tekan h) Thorax i) j) k) Pulmo Jantung Abdomen Inspeksi Auskultasi Palpasi : Tidak terdapat lesi pada kulit abdomen : Bising usus (+) : Nyeri tekan(-). SI-/-. retraksi (-) : suara nafas vesikular. tidak terdapat masa. benda asing. tidak tampak lesi pada : CA-/-. leukorea.

lesi bentuk normal. struktur tepi tajam. tidak tampak parenkim homogen . tebal irisan 1. edema (-) : Ikterus (-) PEMERIKSAAN PENUNJANG • Thorax Foto 23 April 2012 Kesan: cor dan pulmo tidak terdapat kelainan • CT Scan 30 Maret 2012 Dilakukan CT whole abdomen potongan axial mulai dari diafragma sampai simfisis pubis. tidak tampak folikel/klasifikasi/pelebaran.[KISTA OVARIUM] m) n) o) Anus Ektremitas Kulit MARCELINA HEIDY LIMANTO : Tidak ada kelainan :Akral hangat. struktur baik.5 mm. fungsi 11 . jaringan parenkim baik Lien Adrenal Ginjal kanan dan kiri Besar dan bentuk normal Tidak membesar Besar normal. bentuk normal. bentuk normal. Tabel 1: CT Scan Abdomen 30 Maret 2012 Hepar Besar. lesi kistik Kandung Empedu Besar. struktur parenkim homogen. Dinding tidak menebal. permukaan regular. tidak tampak batu Pankreas Besar.

kolon Tidak terdapat distensi. maupun masa Abdominal Tidak terdapat cairan bebas intrabdominal Kelenjar Getah bening Tidak terdapat pembesaran paraaorta.8 cm Uterus Besar.[KISTA OVARIUM] baik. bersepta dengan bagian yang lebih padat pada salah satu tepi (nidus). dinding tidak menebal. bersepta dengan bagian yang lebih padat di salah satu tepinya. dan tampak lesi fokal Gaster.33 x 5 x 5. inguinal. Usus halus. Kesan CT Scan Abdomen:  Lesi hipodense multipel berdensitas lemak. tidak tampak batu Ovarium Tampak lesi hipodens berdensitas lemak berdinding agak tebal. tidak MARCELINA HEIDY LIMANTO terdapat batu.  Organ lain dalam batas normal • EKG Sinus Rhythm dan normal ECG 12 . penebalan dinding. Ukuran lesi sisi kanan 5. bentuk normal. KGB dan paracervical.55 cm dan sisi kiri 8 x8 x10. Sangat mencurigakan kista dermoid. tidak terdapat pelebaran pelvikokalises Vesika Urinaria Besar dan bentuk normal. struktur tidak parenkim homogen.

7 4.30-13.2 3.[KISTA OVARIUM] • Laboratorium Darah MARCELINA HEIDY LIMANTO Tabel 2: Laboratorium Darah Pemeriksaan Hemoglobin Hematokrit RBC WBC Basofil Eosinofil Band Neutrofil Segmen Lymfosit Monosit Platelet Bleeding time Hasil 13.4 11.8-12.500 1.000-440.8-5.00-3.38 1 1 3 52 32 11 220.40 9.6  APTT 13 .00 • PT dan APTT  PT Tabel 3: PT dan APTT Pemeriksaan Control Patient INR Hasil 12.000 1.55 38.5 35-47 3.93 Nilai normal 10.63 5.6-11 0-1 1-3 2-6 50-70 25-40 2-8 150.00 Nilai normal 11.7-15.7 0.

00 2.6-40.5-5.37 1.10 MARCELINA HEIDY LIMANTO Nilai Normal 29.79 Nilai Normal 6.21 2.7 Blood 85 Nilai Normal 5-34 0-55 <50 0.6 4.6-1.6 34.0-3.1 <200 • Protein Tabel 5: Protein Pemeriksaan Total Protein Albumin Globulin Albumin/Globulin Ratio Hasil 6.5 1.3 3.20-2.0 • Blood Chemistry Tabel 4: Kimia Darah Pemeriksaan SGOT (AST) SGPT (ALT) Ureum Creatinin Random Glucose Hasil 18 17 17 0.[KISTA OVARIUM] Pemeriksaan Control Patient Hasil 32.20 • Elektrolit Tabel 6: Elektrolit 14 .0 31.4-8.0-47.

0 98-107 • Carcinoembryonic antigen  CEA 12 April 2012 Tabel 7 : CEA Pemeriksaan CEA Hasil 4.[KISTA OVARIUM] Pemeriksaan Na K Cl Hasil 139 3. Kiri 10x10 cm dan kanan 8x8 cm.7 Nilai Normal 0-5  CA 125 13 April 2012 Tabel 8: CA 125 Pemeriksaan CA 125 Hasil 5 Nilai Normal 0-35 • Pemeriksaan Beku Hasil : Kista teratoma pada ovarium bilateral DIAGNOSIS • • Suspek keganasan prolapartomi (22 April 2012) Kista Ovarium dermoid bilateral (23 April 2012).5 107 MARCELINA HEIDY LIMANTO Nilai Normal 132-145 3.6-5. 15 .

[KISTA OVARIUM] MARCELINA HEIDY LIMANTO TATALAKSANA • Laparotomi oophorektomi bilateral dan pemeriksaan beku 16 .

1.[KISTA OVARIUM] MARCELINA HEIDY LIMANTO BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 KLASIFIKASI TUMOR OVARIUM[1] Klasifikasi tumor ovarium sampai sekarang belum ada yang benarbenar memuaskan. Diantara tumor-tumor ovarium ada yang bersifat neoplastik dan ada yang bersifat nonneoplastik. Tumor Ovarium Jinak A. Kistik  Nonneoplastik • • • • • • • Peradangan Folikel Lutein Teka Lutein Inklusi Germinal Endometrial Stein-Leventhal 17 . Hal ini terjadi oleh karena klasifilasi berdasarkan histopatologi dan embriologi belum bisa dijelaskan. Tumor-tumor yang bersifat neoplastik belum ada klasifikasi yang dapat diterima oleh semua pihak. Maka secara praktis tumor-tumor neoplastik dibagi menjad tumor jinak dan tumor ganas. dan selanjutnya tumor jinak dibagi dalam tumor kistik dan tumor solid. baik pembagian secara klinis maupun secara patologis anatomis.

18 . Kista neoplastik tidak ada pengaruh yang jelas terhadap siklus haid. terutama tumor ovarium yang kecil.[KISTA OVARIUM]  Neoplastik • Kistadenoma mucinosum • Kistadenoma Serosum • Kista dermoid MARCELINA HEIDY LIMANTO 2. edema tungkai. Sebagian besar gejala dan tanda adalah akibat dari pertumbuhan. Selain gangguan miksi.2 MANIFESTASI KLINIS Banyak tumor ovarium yang tidak menunjukan gejala dan tanda. Tekanan terhadap alat-alat di sekitarnya disebabkan oleh besarnya tumor atau posisinya dalam perut. • Akibat Aktivitas Hormonal Pada umumnya tumor ovarium tidak mengubah pola haid. Misalnya sebuah kista dermoid yang menekan kandung kencing dapat menyebabkan ganggua miksi. Sering kali pada kista neoplastik. gangguan haid disebabkan oleh rusaknya kedua jaringan ovarium. rasa sesak. tekanan tumor dapat mengakibatkan obstipasi. tidak nafsu makan. Beberapa kista nonneoplastik dapat menyebabkan gangguan mensturasi dan ovulasi. atau sebuah kista yang besar dan terletak bebas di rongga perut hanya akan menimbulkan gejala rasa berat dalam perut. kecuali jika tumor itu sendiri mengeluarkan hormon. aktivitas endokrin dan komplikasi tumortumor tersebut • Akibat Pertumbuhan Adanya tumor di dalam perut bagian bawah bisa menyebabkan penonjolan perut. dan lain-lain.

timbil persoalan apakah tumornya jinak atau ganas. permukaan. maka perlu diketahui apakah tumor itu bersifat neoplastik atau nonneoplastik. Tumor nonneoplastik akibat peradangan umumnya dalam anamnesis menunjukan gejala-gejala ke arah peradangan genital. konsistensi. perlu dipikirkan adanya kehamilan atau kandung kencing penuh. Kista nonneoplastik umumnya tidak menjadi besar dan diantaranya pada suatu waktu biasanya menghilang sendiri. • USG 19 . dan pada pemeriksaan tumor-tumor akibat peradangan tidak dapat digerakan karena perlekatan.3 DIAGNOSIS Apabila ditemukan tumor-tumor di rongga perut bagian bawah atau di rongga panggul maka perlu diteliti sifat-sifatnya ( besarnya. Pada tumor ovarium biasanya uteruus dapat diraba terseniri. dan apakah dapat digerakan atau tidak).[KISTA OVARIUM] MARCELINA HEIDY LIMANTO 2. terpisah dari tumor. Tidak jarang tetang hal ini tidak dapat diperoleh kepastiannya sebelum dilakukan operasi Beberapa pemeriksaan penunjang untuk pembuatan diagnosis tumor adalah[2]: • Laparoskopi Pemeriskaan ini berguna untuk menilai apakah tumor berasal dari ovarium atau tidak dan sifat-sifat tumor tersebut. Sering kali pemeriksaan ini dilajutkan dengan pemeriksaan potongan beku jaringan tumor ovarium untuk menentukan jenis dan sifat (ganas/jinak) tumor ovarium. Jika tumor ovarium tersebut bersifat neoplastik. Apabila sudah ditentukan bahwa tumor yang ditemukan ialah tumor ovarium. lokalisasi. Bila tumor terletak di rongga perut bagian bawah dan tumor konsistensinya kistik.

Pada pemeriksaan perkusi pada tumor ovarium akan didapatkan pekak di depan dan timpani disamping. tetapi pada kasuskasus tertentu sukar dibedakan dengan keadaan atau penyakit lainnya: • Kehamilan Dapat dibedkan dengan pemeriksaan HcG dan rontgen • Asites Asites kadang-kadang dapat menyerupai kista.4 DIAGNOSIS BANDING Pada umumnya diagnosia tumor ovarium mudah. dapat ditanyakan pada penderita. terutama bila besar sekali. • Foto Rongen Pemeriksaan ini berguna untuk menentukan adanya hidrothroaks. atau kandung kencing. sedang pada asites sebaliknya. Pemeriksaan parasitensis untuk memeriksaa kimiawi cairan dan histologi sedimen cairan dapat membantu dalam menegakan diagnosis. Pada asites ada shiftting dullness (kepekakan yang berpindah). ovarium. • Peritonitis TBC 20 . pada kista dermoid kadang-kadang ditemukan gigi dalam tumor. apakah tumor berasal dari uterus.[KISTA OVARIUM] MARCELINA HEIDY LIMANTO Dapat ditentukan letak dan batas tumor. • Parasentesis Disebutkan bahwa punsi pada asites berguna untuk menentukan sebab asites. apakah pernah menderita sirosis hepatis atau Ca peritoneal sekunder. apakah tumor kistik atau solid dan dapat melihat apakah ada cairan dalam rongga perut yang bebas. 2. Untuk membedakannya.

5 KOMPLIKASI[3] • Perdarahan ke dalam kista Perdarah dalam ke dalam kista biasanya terjadi sedikit-sedikit. sehingga dapat diketahui pada waktu kuretase. 2. sehingga berangsur-angsur menyebabkan pembesaran kista. • Myoma Uteri Bila tumor masih kecil. disertai demam subfebril. maka diagnosa lebih condong ke arah peritonitis TBC. Kadang-kadang peritonitis TBC disertai dengan endometritis TBC. Juga tumor masanya sering lebih tinggi dari daerah panggul. Tetapi pemeriksaan ini sukar menjadi petunjuk apabila tumor ovarium melekat pada uterus. Perbedaanya ialah pada tumor ovarium dapat dirasakan bahwa tumor tersebut dapat dipisahkan dari uterus. Bila pada anamnesa ada TBC paru-paru. kadang-kadang sukar dibedakan antara keduannya. dan hanya menimbulkan gejala-gejala klinik yang minimal. • Diverkulitis Dapat dibedakan dengan pemeriksaan colonoscopy dan barium inloop. kalau perdarahan terjadi sekonyong-konyong dalam jumlah yang banyak. Dengan tangan kiri kita mendorong tumor ke atas dan tagan kanan meraba porsio. Hal ini disebabkan karena asites yang dibentuk oleh keadaan ini sering mempunyai kapsel. akan terjadi distensi cepat dari kista yang menimbulkan nyeri perut mendadak 21 .[KISTA OVARIUM] MARCELINA HEIDY LIMANTO Keadaan ini dapat menyerupai kista ovarium. Akan tetapi. Pada tumor ovarium maka porsio tidak ikut bergerak. Pada myoma uteri porsio akan ikut bergerak. yang pada palpasi dan perkusi menyerupai kista.

dan salfingitis. perut tegang. Ruptur kista yang kecil tidak menimbulkan gejala dengan segera. akibat terjadinya torsi ini akan menyebabkan gangguan peredaran darah. trauma. dan apabila berjalan terus menerus alan menyebabka nekrosis hemoragik dalam tumor. dan leukositosis. • Robekan atau ruptur dinding kista Robekan atau ruptur dinding kista cukup jarang terjadi dan apabila terjadi dapat terjadi secara spontan. nyeri tekan.[KISTA OVARIUM] • Putaran tangkai atau torsi MARCELINA HEIDY LIMANTO Torsi sering terjadi pada tumor bertangkai yang memiliki diameter lebih dari 5 cm. dengan. diverkulitis. • Infeksi Peradangan kista dapat terjadi setelah atau sebelum terjadinya torsi. Kadang akibat torsi tumor dapat lepas dan menjadi tumor parasit ataupun tumor pengembara. Sel-sel tersebut mengeluarkan cairan musin yang mengisi rongga perut dan menyebabkan perlengketan dalam rongga perut 22 . atau akibat torsi. Beberapa faktor seperti gerakan peristaltik usus dan kehamilan dapat meningkatkan resiko terjadinya torsi. Kalau dibiarkan dapat menjadi peritonitis. Sering kali infeksi pada tumor ini terjadi apabila disekitar lokasi tumor ada sumber patogen seperti appendisitis. Sering kali torsi menyebabkan tarikan pada jaringan sekitar sehingga menyebabkan nyeri. Tetapi ruptur ini berbahaya bila kista yang mengadung musin mengalami robekan dan musin mengisi rongga peritoneum sehingga mengakibatkan implantasi sel-sel kista pada peritoneum. Kista dermoid adalah kista yang paling sering dikenai radang oleh karena isinya yang merangsang dan berat tumornya yang mengganggu peredaran darah. Gejala-gejala infeksi yaitu seperti peradangan biasa yaitu: sakit.

Bila isi kista hanya mengandung cairan serous rasa nyeri akan segera menghilang.5-3%.[KISTA OVARIUM] MARCELINA HEIDY LIMANTO (pseudomyxoma peritonei) yang dapat menyebabkan kematian. Adanya asites dapat dicurigai adanya metastasis sehingga memperkuat diagnosis keganasan Kistadenoma ovarium mucinosum memiliki angka perubahan keganasan sebesar 5-10%. pada 23 . Oleh sebab itu setelah tumor-tumor diangkat pada operasi. dan kista dermoid. apabila tidak menghilang merupakan tanda-tanda perdarahan berlangsung terus menerus sehingga mengakibatkan abdomen akut. Sindrom Meigs ini juga dapat ditemukan pada beberapa tumor neoplastik jinak. perlu dilakukan pemeriksaan mikroskopik yang seksama terhadap kemungkinan perubahan keganasan dan biasanya dilakukan frozen section (Vries Coupe) atau potongan sediaan beku untuk menilai sifat jaringan. Dengan pengangkatan tumor. Angka perubahan keganasan kista dermoid adalah 1. Pada kistadenoma ovarium serosum angga perubahan keganasannya cukup tinggi yaitu sebesar 25-35% hal ini disebabkan oleh karena perbedaan histologis benigna dan maligna yang sukar ditentukan. sindrom juga menghilang. • Sindrom Meigs 40% kasus fibroma ovarium ditemukan asites dan hidrothoraks hal ini dikenal dengan nama sindrom Meigs. yang kemudian dapat ditemukan dalam rongga toraks. Pada keganasan. kistadenoma ovarium musinosum. Cairan dari rongga toraks berasal dari cairan dalam rongga perut. • Perubahan keganasan Perubahan keganasan dapat terjadi pada beberapa kista jinak. Hal ini dibuktikan dengan penyuntikan tinta india dalam rongga perut. seperti kistadenoma ovarium serosum.

2. Tumor-tumor nonneoplastik tak jarang akan mengalami pengecilan secara spontann dan menghilang.[KISTA OVARIUM] MARCELINA HEIDY LIMANTO pemeriksaan parasitesis ditemukan sel-sel tumor ganas dalam sedimen cairan. Bila selama observasi tersebut tumor makin membesar maka dapat disimpulkan adalah tumor neoplastik dan dapat dipertimbangkan tindakan operatif. Jika ditemukan tumor ovarium yang tidak menimbulkan gejala atau keluhan pada penderita dan besarnya tidak melebihi jeruk nipis atau diameter kurang dari 5 cm.6 TATALAKSANA[4] Pada tumor ovarium neoplastik membutuhkan operasi dan tumor ovarium nonneoplastik tidak membutuhkan operasi. setelah itu dilakukan pemeriksaan genekologi berulang. kemungkinan besar tumor tersebut adalah kista folikel atau kista korpus luteum atau tumor nonneoplastik. Oleh sebab itu. Namun apabila tumornya besar dan terdapat komplikasi (salpingo-ooforektomi) Pada operasi tumor ovarium yang diangkat harus segera dibuka. Tindakan operatif pada tumor ovarium neoplastik yang tidak ganas ialah pengangkatan tumor dengan mengadakan reseksi pada bagian ovarium yang mengandung tumor. untuk mengetahui apakah ada keganasan atau tidak. perlu pada waktu operasi dilakukan pemeriksaan sediaan yang dibekukan (frozen section atau Vries coupe) oleh seorang ahli patologi anatomik untuk mendapatkan kepastian apakah tumor ganas atau tidak. Apabila pada gambaran mikroskopik ditemukan papil adalah merupakan tanda adanya keganasan. maka dapat dipertimbangkan untuk dilakukan pengangkatan ovariumm biasanya disertai dengan pengangkatan tuba 24 . hendaknya mengambil sikap menunggu selama 2 minggu hingga 3 bulan. Jika keadaan meragukan. Sehingga sering pada pemeriksaan berulang ditemukan ovarium menjadi normal kembali.

• Manifestasi Klinis Kista Folikel Kista jenis ini tidak memberikan gejala yang kahs. maka dapat dipertimbakan tindakan operasi yang tidak terlalu radikal apabila tumor memiiki tingkat keganasan yang rendah seperti tumor sel granulosa). Kista ini lambat-laun akan mengecil dan menghilang spontan dalam kurang lebih 2 bulan. abses tubo-ovarial.7. terjadi atrofi pada lapisan ini Cairan dalam kista bewarna jernih dan sering mengandung estrogen. Bila pasien penderita keganasan adalah wanita muda yang masih ingin mendapatkan keturunan. 2. namun tumbuh terus menjadi kista folikel. Ukuran kista folikel ini biasanya kecil dengan diameter 1-1 ½ cm dengan besar tidak melebihi jeruk nipis. Bisa didapati satu kista atau beberapa kista.7 TUMOR OVARIUM NONNEOPLASTIK[5]. Pada wanita hamil sebaiknya operasi pengangkatan tumor ovarium ditunda sampai proses kelahiran 2. atau dari beberapa folikel primer yang setelah bertumbuh dibawah pengaruh estrogen tidak mengalami proses atresia yang lazim. Kurve suhu basal bersifat monofasik 25 . anak tetapi karena tekanan di dalam kista. sehingga kista ini kadang sering membuat gangguan haid. operasi yang tepat ialah histerektomi dan salpingooforektomi bilateral.2 Kista Folikel Kista ini berasal dari folikel de Graaf yang tidak sampai berovulasi. bahkan kadang tidak menunjukan gejala. Bagian dalam dari dinding kista yang tipid terdiri ari beberapa lapisan sel granulosa.7.1 Tumor Akibat Radang Termasuk disini adalah abses ovarium.[KISTA OVARIUM] MARCELINA HEIDY LIMANTO Jika terdapat keganasan. melainkan membesar menjadi kista.[6] 2. dan kista tubo-ovarial.

Sering cairan kista tersebut mengalami resorbsi spontan setelah satu atau dua siklus. Tetapi pada kista yang agak besar dilakukan enukleasi dengan meninggalkan jaringan ovarium normal. Gambar 1: Kista Folikular mayoclinic. Kadang-kadang dinding kista folikel dapat mengalami ruptur spontan dan disertai tanda-tanda perdarahan intrabdominal. • Tatalaksana Kista Folikular Biasanya kista folikular tidak memerlukan terapi karena mengalami resorbsi spontan. • Diagnosa Kista Folikel Biasanya dilakukan observasi selama beberapa minggu. Pada kista folikel bila dilakukan pemeriksaan ulangan beberapa minggu kemudian. Sedangkan pada kista neoplastik ukurannya tidak akan mengecil. kista tersebut memberikan rasa penuh dan tidak enak pada daerah yang dikenai.com 26 . melainkan makin membesar. tak jarang kista mengecil atau hilang.[KISTA OVARIUM] MARCELINA HEIDY LIMANTO (karena terjadi kegagalan ovulasi). Seperti pada semua tumor ovarium. kista folikel dapat mengalami torsi. Bila mecapai ukuran yang cukup besar. Bila dilakukan operasi pada kista yang kecil hanya dilakukan pungsi atau eksisi saja.

7. berisi cairan yang bewarna merah coklat karena darah tua.[KISTA OVARIUM] MARCELINA HEIDY LIMANTO 2. Kalau kista sudah besar sekali maka dapat dilaukan ekstirpasi. • Manifestasi Klinis Kista Korpus Luteum Kista korpus luteum dapat menyebabkan gangguan haid. Dalam keadaan normal korpus luteum lambat laun mengecil dan menjadi korpus albikans. Bila kista ini menimbulkan gejala yang mirip dengan kehamilan ektopik maka dapat dibedakan dari test kehamilan. 27 . Torsi atau ruptur mendadak dari kista korpus luteum memberikan rasa nyeri yang berat pada bagian abdomen sehingga gejala amenorea disertai dengan nyeri perut ini memiliki gejala yang mirip dengan kehamilan ektopik terganggu. Frekuensi kista korpus luteum lebih jarang dibandingkan kista folikular. berupa amenorea dan mensturasi yang tidak teratur. perdarahan sering terjadi didalamnya dan menyebabkan terjadinya kista. terdiri dari sel-sel luteum yang berasal dari sel-sel teka.3 Kista Korpus Luteum Kista ini sering terjadi saat kehamilan dan lebih jarang terjadi bila diluar kehamilan. • Tatalaksana Kista Korpus Luteum Umumnya kista korpus luteum akan mengalami pengecilan setelah 1 atau 2 siklus mensturasi. Kadang-kadang korpus lutemu mempertahankan diri (korpus luteum presisten). Dalam pembelahan ovarium kista korpus luteum terdiri dari lapisan bewarna kuning. • Diagnosis Kista Korpus Luteum Sukar untuk mendiagnosis kista korpus luteum apabila tidak menimbulkan gejala dan ukurannya kecil.

dan kadang-kadang tanpa adanya kelainan tersebut ovarium dapat membesar dan menjadi kistik.4 Kista Teka Lutein Pada mola hidatidosa. Dinding dari kista ini terdiri dari satu lapisan epitel kubik dan berisi cairan jernih dan serous. koriokarsinoma. Kista ini terjadi karena invaginasi dan isolasi bagian-bagian kecil dari epitel germinativum pada permukaan ovarium. Dengan hilangnya mola hidatidosa dan koriokarsinoma maka kista ovarium akan mengecil dan menghilang dengan spontan. Kista inklusi germinal tidak peranh memberi gejala-gejala yang bearti 2.6 Kista Endometrial Kista ini berasal dari jaringan endomterium yang berada pada ovarium (endometriosis). 2.7. Tumbuhnya kista ini akibat pengaruh hormon koriogonadotropin yang berlebihan.5 Kista Inklusi Germinal Kista ini sering kali ditemukan secara tidak sengaja pada saat pemeriksaan histologi ovarium yang diagkat saat operasi. Kista teka lutein biasanya bilateral dan bisa menjadi sebesar tinju.[KISTA OVARIUM] MARCELINA HEIDY LIMANTO Gambar 2: Kista Korpus Luteum mayoclinic.Kista endometriosis yang terdapat di ovarium membesar hingga beberapa sentimeter maka dia disebut endometriomas 28 . Kista ini sering ditemukan pada wanita yang sudah lanjut usiannya.com 2.7.7.

sterilitas. dan infertilitas.[KISTA OVARIUM] MARCELINA HEIDY LIMANTO atau kista cokelat.com 2. obesitas. Pada endometriosis yang berat dapat mengakibatakan erosi dan distorsi jaringan disekitarnya akibat perlengketan yang semakin meluas.7. Kelainan ini merupaka penyakit herediter yang bersifat autosomal dominan. dan ditemukan hemosiderin-laden macrophages didalam dinding kista. Pada gambaran histologi mikroskopik jaringan endometrium terdapat kelejar endometrium dan stroma. ditemukan darah dalam kista. diding disekitar jaringan implantasi dikelilingi oleh sel monolayer. amenorea sekunder atau oligomenora. yang terdiri dari: hirsutisme.6 Kista Stein-Leventhal Kista ini terjadi pada penderita Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) dengan karakteristik presistent anovulasi sehingga bermanifestasi terjadi pembersaran polycystic ovaries. 50% dari penderita PCOS mengalami hirsutisme dan 3075% mengalami obesitas. dan 29 . • Manifestasi Klinis Stein-Leventhal Syndrome Secara klinis memberikan gejala yang disebut: Stein-Leventhal Syndorom. PCOS disebabkan oleh hyperpasi dari tunika interna yang menghasilkan zat androgenik. Pada jaringan endometriosis yang abnormal dapat ditemukan formasi kista dan fibrosis. Gambar 3: Endometrioma papermed.

dan berdinding tebal. permukaan rata. dan ditemukan polycystic ovaries pada USG. Tetapi teori ini banyak penentangnya karena setelah reseksi kedua sisinya akan disatukan kembali sehingga timbul kapsul baru.  Farmakologi 30 rangsangan gonadotropin sehingga . membesar. Teori yang pertama berpendapat reseksi sebagian dari kapsul yang tebal dibuang. Teori yang kedua mengatakan bahwa pengangkatan sebagian dari jaringan ovarium. mungkin menyebabkan terjadi berkurangnya pengaruh estrogen hal ini akan diikuti oleh penambahan ovulasi. sehingga penghalang ovulasi dihilangkan. bewarna keabu-abuan (pearly gray). konsentrasi FSH yang rendah.[KISTA OVARIUM] oligomenorea. meningkatnya rasio LH/FSH. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan level serum androgen yang meningkat. Polycytic ovaries disebut oyster ovaris karena ovarium tampak membesar. abnormalitas kadar lipid. • Tatalaksana Kista Stein-Leventhal Syndrome  Tindakan Bedah Dengan menggunakan teknik wedge resection (1/3-2/3 Anovulasi diditeksi pada wanita yang memiliki kadar konsentrasi LH yang presisten tinggi dan kadar jaringan ovarium dibuang) ada 2 teori mengenai teknik ini. • Diagnosis Stein-Leventhal Syndrome kadang-kadang disertai MARCELINA HEIDY LIMANTO dengan klitoris yang Menurut International Concensus Stein-Leventhal syndrome dapat ditegakan bila ada kondisi: oligomenorea atau amenorea. dan resistensi insulin. hiperandrogenism.

Jenis kista ini biasanya berukuran besar dengan beratnya bisa mencapai 70 kilogram. Bila ditemukan kista dalam ukuran yang sangat besar hampir dipastikan kista tersebut adalah kistadenoma mucinosum. • Manifestasi Klinis Kistadenoma Mucinosum 31 . Angka kejadian di Indonesia adalah sebesar 29% dari seluruh jenis tumor ovarium. Dikatakan kista ini berasal dari teratoma dengan sifat-sifat entodermik yang menonjol. Kista ini merupakan kista terbesar diantara semua jenis kista. Kista ini jarang ditemukan pada masa prapubertas.gov 2. • Epidemiologi Kistadenoma Mucinosum Kista ini sering ditemukan pada wanita usia 20-50 tahun.u (1500 iu tiap 3 hari). Gambar 4: Kista Stein-Leventhal nlm.nih.1 Kistadenoma Mucinosum Asal dari tumor ini masih belum diketahui dengan pasti.8 TUMOR OVARIUM NEOPLASTIK JINAK[7].[8] 2.8.[KISTA OVARIUM] MARCELINA HEIDY LIMANTO Dapat diberian clomiphene citrate (clomide) 50 mg tiap hari selama 5-10 hari dan gonadotrpin 4500 i. Kista ini biasanya muncul pada wanita berusia 20-50 tahun dan seringnya timbul unilateral dan hanya 8-10% muncul secara bilateral.

• Histologis Kista memiliki dinding yang halus dan jarang memiliki papil (tidak seperti kistadenoma serousa). bila terjadi sobekan pada dinding kista. • Komplikasi Oleh sebab sel-sel epitel yang terletak pada dinding kista memiliki potensi untuk tumbuh seperti struktur kelenjar dan dapat menimbulkan anak kista yang kemudian dapat berkembang menjadi kista baru. menyebabkan invaginasi sehingga dapat timbul anak kista yang kemudian berkembang menjadi kista baru. usus-usus dan peritoneum parietale.[KISTA OVARIUM] MARCELINA HEIDY LIMANTO Secara umum kista ini bersifat asimtomatik. Bila ukurannya besar akan menimbulakan gejala nyeri perut yang tidak spesifik. Isi kista berisi cairan lendir khas yang kental seperti gelatin. maka sel-sel epitel tersebut akan tersebar pada permukaan peritoneum rongga perut sehingga menyebabkan peseudomiksoma peritonei. Hal ini dapat berbahaya karena penderita dapat meninggal oleh karena ileus. Kista ini menerima darahnya melalui suatu tangkai. kista tersebut sehingga ini dapat mengakibatkan gangguan Gangguan menyebabkan perdarahn dalam kista dan perubahan degeneratif dari kista yang memudahkan timbulnya perlengketan kista dengan omentum. 32 . melekat dan bewarna kuning sampai coklat tergantung dari percampurannya dengan darah. Diding kista agak tebal dan bewarna putih keabu-abuan.dan kadang-kadang dapat terjadi torsi pada tangkai sirkulasi. Akibat pseudomiksoma peritonei adalah timbulnya penyakit menahundengan musin yang terus bertambah dan menyebabkan banyak perlengketan. Lapisan epitel kista bersifat adenomateus.

Gambar 5: Kistadenoma Musinosum pt. Bila ukuran tumor sangat besar maka sebaiknya dilakukan pungsi terlebih dahulu dan setelah dilakukan pungsi lubang pungsi harus ditutup dengan rapi sebelum mengeluarkan kista dari rongga perut. biasanya dilakukan pengangkatan ovarium beserta tuba (salpingo-ooforektomi).8.wikipedia. Isi kista . tetapi memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan kistadenoma mucinosum. 33 meskipun pertumbuhan papiler keluar ronggakista lebih jarang.[KISTA OVARIUM] Angka perubahan menjadi keganasan MARCELINA HEIDY LIMANTO pada kistadenoma mucinosum kira-kira 5 -10%. Pada waktu pengangkatan usahakan melalui teknik in toto (tanpa pungsi terlebih dahulu) karena ditakutkan isi kista keluar sehingga mengakibatkan pseudomiksoma peritonei. Setelah kista diangkat maka dilakukan pemeriksaan histologi untuk menilai kemungkinan keganasan.2 Kistadenoma Serosum Jenis kista ini lebih sering terjadi dibandingkan dengan kistadenoma mucinosum. Jenis kista ini dikatakan berasal dari epitel permukaan ovarium (germinal epithelium). • Tatalaksana Bila tumor sudah sangat besar hingga tidak tampak sisa ovarium yang normal. Permukaan diding kista biasanya licin dan bewarna putih abu-abu. Ciri khas dari kista ini adalah adanya pertumbuhan papiler kedalam maupun luar rongga kista.org 2.

Apabila ditemukan sel epitel yang berlapis-lapis. • Tatalaksana Umumnya sama dengan penanganan kistadenoma mucinosum. • Histologi Dinding kistanya menyerupai dinding kistadenoma musinosum. dan anaplasia epitel maka sangat mungkin adalah tanda keganasan • Komplikasi Karena sukarnya membedakan anyara kistadenoma serosum dengan keganasan maka potensi keganasan dilaporkan berbedabeda dan lebih tinggi dibandigkan dengan jenis kista yang lainnya. Dilakukan pemeriksaan sediaan yang dibekukan (frozen section) 34 .[KISTA OVARIUM] MARCELINA HEIDY LIMANTO bewarna kuning dan kadang coklat akibat campuran darah. Kista kadang berukuran kecil tetapi permukaannya tertutup oleh papil (solid papiloma). Sering timbul pada wanita usia 20-30 tahun. proliferasi. stratifikasi. Bila timbul pada wanita yang perimenopause maupun menopause memiliki potensi perubahan keganasan yang lebih besar. Kadang sukar dibedakan antara bentuk jinak dan ganas pada kista ini. Tetapi pada kistadenoma serosum ditemukan adanya papiloma didalam maupun diluar dinding kista yang menyerupai kembang kol. • Epidemiologi Angka kejadiannya adalah sekitar 28-36% dari seluruh tumor ovarium di Indonesia. 10-15% timbul secara bilateral. Dilaporkan potensi perubahan keganasan pada kitsa ini adalah sebesar 30-35%. Bila ditemukan adanya perkapuran atau yang disebut psamoma dan sel epitel terdiri dari satu lapis maka kista ini dinyatakan jinak.

[KISTA OVARIUM] MARCELINA HEIDY LIMANTO saat operasi. Beberapa teori mengenai perkembangan kista ini disebabkan oleh perkembangan tidak sempurna pada akhir stadium blastomer. seperti epitel kulit. Gambar 6: Kistadenoma Serosum pathguy. dan lemak.8. Sering ditemukan pada wanita yang masih muda. dan sering ditemukan pada masa reproduksi. • Manifestasi Klinis Kista Dermoid 35 . rambut.3 Kista Dermoid Kista dermoid ialah suatu teratoma kistik yang jinak dimana strukturstruktur yang menonjol adalah struktur ektodermal dengan deferensiasi sempurna.com 2. Angka kejadian kista dermoid diseluruh Indonesia adalah 3-11% dari seluruh tumor ovarium. Tumor ini dapat mencapai ukuran yang sangat besar sehingga beratnya mencapai beberapa kilogram. gigi. produk glandula sebasea. Struktur ektodermal lebih menonjol dibandingkan dengan struktur entoderm dan mesoderm. 25% dari seluruh kista dermoid tumbuh bilateral. untuk menentukan tindakan selanjutnya pada waktu operasi. Kadang kista dermoid dapat ditemukan pada anak kecil. • Epidemiologi Kista Dermoid Tumor ini 10% dari seluruh neoplasma ovarium kistik.

5-3%.[KISTA OVARIUM] MARCELINA HEIDY LIMANTO Pada kista dermoid dapat terjadi torsi tangkai dengan gejala nyeri mendadak di perut bagian bawah. Hal ini disebabkan rusaknya kedua jaringan ovarium. Terhadap siklus haid tidak ada pengaruh yang jelas. Kandang ditemukan struktur entodermal seperti jaringan tiroid pada ovarium yang disebut dengan struma ovarium. dan butir-butir tulang pada dindingnya. cairan kental dan licin. Kadang juga ditemukan gigi. Biasanya diangkat dengan seluruh ovarium. • Tatalaksana Terapi dari kista dermoid adalah dengan pengangkatan. Secara histologi bentuk dari kista dermoid dapat menyerupai struma ovarium (tetapi struma tidak berfungsi). Kadang terjadi hypomenorea bila kedua ovarium membesar. Tidak ada gejala yang bersifat khas. • Komplikasi Perubahan kearah keganasan cukup jarang pada kista dermoid dibandingkan dengan kista neoplastik lainnya yaitu hanya sebesar 1. 36 . dilanjutkan dengan pemeriksaan sediaan beku (vries coup/freze section). • Histologi Diding dari kista tebal dan berwarna putih abu-abu. kistasenoma ovarii serosum. kistadenoma ovarii musinosum. dan koriokarsinoma. tulang rawan. Bila dibua akan tampak rambut.

com 37 .[KISTA OVARIUM] MARCELINA HEIDY LIMANTO Gambar 7: Kista Dermoid Ovarium sciencephoto.

sesak nafas.albumin. pilek. Pada hasil CT Scan tersebut dapat ditemukan hal yang menimbulkan keluhan pada pasien. Keluhan lainnya seperti demam. Mengingat usia pasien yang sudah tidak muda lagi dan sudah mengalami menopause maka kemungkinan kista tersebut adalah jenis nonneoplastik adalah hampir tidak mungkin. perdarahan. keputihan. muntah. fungsi hati. Pada CT-Scan kesan: lesi hipodens berdensitas lemak berdinding agak tebal. Laporan kasus ini cukup diuntungkan dengan hasil CT-Scan yang dilakukan pasien pada tanggal 30 Maret 2012. mual. protein. Pada pemeriksaan rongen thorax dan EKG tidak ditemukan kelainan. dan elektrolit tidak ditemukan kelainan. Tanggal 30 Maret 2012 pasien melakukan pemeriksaan CT-Scan dan Kolonoskopi di Rumah sakit Primer Bintaro dan didapatkan kesan lesi hipodense multiple berdensitas lemak. Pasien juga tidak memiliki 38 . bersepta dengan bagian yang lebih padat di salah satu tepinya. Ukuran lesi sisi kanan 5. diare.[KISTA OVARIUM] MARCELINA HEIDY LIMANTO BAB 3 PEMBAHASAN KASUS Pasien datang ke poli pada tanggal 22 April 2012 dengan keluhan buang air besar tidak lancar sejak tiga minggu yang lalu. Pada tangga 23 April 2012 dilakukan laparotomi oophorektomi bilateral dan kemudian dilakukan pemeriksaan sediaan beku (Vries Coup) atau VC dan dapatkan hasil kista dermoid bilateral. dan penurunan nafsu makan disangkal oleh pasien. bersepta dan memiliki bagian padat pada ovarium. Pada pemeriksaan kolonoskopi ditemukan penyempitan usus besar akibat masa ekstralumen. PT-APTT. batuk.55 cm dan sisi kiri 8 x8 x10. fungsi ginjal.33 x 5 x 5.8 cm sangat mencurigakan kista dermoid. Pemeriksaan Laboratorium darah lengkap. Diduga pada hasil Kolonoskopi terjadi pendesakan usus oleh kista ovarium.

akan tetapi pemeriksaan VC dilakukan untuk pemeriksaan onkologi yang cepat. Pemeriksaan VC memiliki prinsip yang sama dengan pemeriksaan biopsi. Prognosis untuk pasien ini adalah baik karena hanya merupakan tumor kista jinak.[KISTA OVARIUM] MARCELINA HEIDY LIMANTO riwayat penyakit-penyakit seperti PCOS. CA 125 dan CEA yang merupakan tumor marker kanker ovarium dan usus menunjukan pada batas normal. Karena usia pasien yang sudah tidak muda dan dimana kista lebih sering muncul pada wanita usia reproduktif maka kemungkinan keganasan tidak bisa disingkirkan. Kista kiri berukuran 10 x 10 cm dan kista kanan 8 x 8 cm. 39 . Pemeriksaan ini kurang lebih menunggu 20-30 menit dan kemudian dilaporkan bahwa jaringan yang dideteksi adalah kista dermoid. Oleh karena bukan keganasan maka tindakan bedah diselesaikan dan pasien hanya menjalani oophorektomi bilateral. Tatalaksana yang sudah dilakukan pada laporan kasus ini sudah tepat dan sesuai dengan prosedur. Dari seluruh pemeriksan fisik dan laboratorium didapatkan hasil normal. Pada tanggal 23 April 2012 dilakukan prosedur laparotomi oophorektomi bilateral dan kemudian dilakukan pemeriksaan sediaan beku atau vries coup (VC). CA 125 memiliki sensitivitas 90% pada kanker ovarium stadium lanjut dan hanya 50% pada stadium dini sehingga kemungkinan keganasan masih belum dapat disingkirkan. Jaringan dipotong menggunakan cryostat menjadi setipis 5 – 10 micrometer dan dibekukan hingga minus 20-30 derajat celcius. Apabila ternyata jaringan yang dideteksi adalah keganasan maka tindakan yang akan diambil selanjutnya adalah histerektomi.

Edisi Kedua. Bantuk Hadijanto. pp. Ginekologi. Ginekologi.[KISTA OVARIUM] MARCELINA HEIDY LIMANTO REFERENSI 1. Edisi Pertama.182-188 40 . Tumor Ovarium. Ilmu Kandungan. Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Diagnosis & Treatment. Ginekologi. Prof. Tumor Jinak Pada Alat Genital. 348-349 4. Bandung. Prof. pp. 10’th Edition. Tumor Jinak Pada Alat Genital. Tumor Ovarium. Bantuk Hadijanto. Edisi Kedua. Bandung. Bantuk Hadijanto. Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Ginekologi. In: Current. Ginekologi. 2008. Sulaeman Sastrawinata . Ilmu Kandungan. Prof. Edisi Kedua. pp.654-656 6. BT Bina Pustakan Sarwono Prawirohardjo. 350 3. R. 2008. 355-361 8. Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Ilmu Kandungan. Bantuk Hadijanto. Jakarta. pp. McGraw Hill. BT Bina Pustakan Sarwono Prawirohardjo. Jakarta. Tumor Jinak Pada Alat Genital. Ilmu Kandungan. 1984. Edisi Pertama. pp.178-182 7. Ilmu Kandungan. pp.176 2. R. 1984. Ilmu Kandungan. 2008. pp. Jakarta. BT Bina Pustakan Sarwono Prawirohardjo. R. 1984. Tumor Jinak Pada Alat Genital. Ilmu Kandungan. Benign Disorder of the Ovaries and Oviducts. Ginekologi. pp. 2008. Ilmu Kandungan. Sulaeman Sastrawinata . Bandung. Tumor Ovarium. 2007. United States of America. 350-351 5. Obstetrics&Gynecology. BT Bina Pustakan Sarwono Prawirohardjo. Edisi Pertama. Jakarta. Edisi Kedua. Sulaeman Sastrawinata .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->