MAKALAH ETIKA KEPERAWATAN DAN KODE ETIK KEPERAWATAN

DISUSUN OLEH :

AMELYA DEWI JULIANI ADISTI MULYADARA

1210711084 1210711112

ESTER FEBRIANI ORCHIDHEA 1210711094 SITI INDRIYANTI OCTAVIA 1210711093

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN S1 KEPERAWATAN TAHUN AJARAN 2012-2013 SEMESTER 1

keluarga. B. Kode etik merupakan pernyataan kolektif tentang harapan dan standar perilaku kelompok. Ketika tiba saatnya untuk membuat keputusan terkait pelayanan kesehatan. . Konflik tentang melakukan sesuatu yang benar biasanya timbul antara penyelenggara pelayanan kesehatan. Kode merupakan pedoman untuk membantu kelompok professional jika timbul pertanyaan tentang praktik atau perilaku yang benar. The American Nurses Association (ANA) membangun kode etik keperawatan pertama beberapa dekade lalu. Memenuhi tugas mata kuliah Etika dan Hukum keperawatan 3. LATAR BELAKANG Etik merupakan studi tentang prilaku dan karakter. teman dan individu di dalam komunitas ketika etik. Untuk mengetahui pengertian etika keperawatan dan kode etik keperawatan 2.BAB 1 PENDAHULUAN A. Tujuan Penulisan Ada pun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Metode Penulisan Metode yang digunakan penulis dalam penulisan makalah ini adalah dengan mencari sumber-sumber melalui refrensi buku yang ada dan internet. maka dapat menyebabkan kesalahpahaman tentang melakukan sesuatu yang benar. Bab ini menjelaskan cara yang dapat kita gunakan untuk memasukkan peran etik dalam kehidupan professional. nilai-nilai dan keputusan tentang pelayanan kesehatan saling bertentangan. Etik membahas penentuan tindakan yang baik bagi individu. Tindakan etik menggambarkan komitmen pada standar-standar yang dipenuhi individu prosesi dan masyarakat. tetapi terdapat perbedaan nilai-nilai antara individu. C. Kode etik merupakan sekumpulan prinsip petunjuk yang disetujui oleh semua anggota suatu profesi. untuk mencerminkan perubahan dalam praktik.kelompok-kelompok individu. klien. ANA meninjau ulang dan merevisi kode secara teratur. dan untuk masyarakat luas. Membentuk sikap tanggung jawab dari setiap mahasiswa untuk menyelesaikan tugas makalah ini dengan baik.

(Nila Ismani. b) kewajiban dan tanggung jawab (Ismani. Otonomi Prinsip otonomi didasarkan pada keyakinan bahwa individu mampu berpikir logis dan memutuskan. 2. baik berupa kata-kata atau suatu bentuk perbuatan yang nyata. 2001) Etik atau ethics berasal dari kata yunani.BAB II TINJAUAN TEORI 1. yaitu etos yang artinya adat. Orang dewasa dianggap kompeten dan memiliki kekuatan . etik perawat). Moral. dan standar perilaku kelompok tertentu (misalnya : etik dokter. Prinsip etika keperawatan a. etik adalah studi moralitas. Etik mempunyai arti dalam penggunaan umum. Ketika digunakan dalam acara ini. perilaku. Pertama. etika adalah ilmu tentang kesusilaan yang menentukan bagaimana sepatutnya manusia hidup di dalam masyarakat yang menyangkut aturan-aturan atau prinsip-prinsip yang menentukan tingkah laku yang benar. etik mengacu pada praktek. etik adalah suatu aktifitas. keyakinan. Etika berbagai profesi digariskan dalam kode etik yang bersumber dari martabat dan hak manusia (yang memiliki sikap menerima) dan kepercayaan dari profesi. atau karakter. etik adalah cara memandang atau menyelidiki isu tertentu mengenai perilaku manusia. istilah ini berasal dari bahasa latin yang berarti adat dan kebiasaan. diketahui. diulang. Dari pengertian di atas. etik mengacu pada metode penyelidikan yang membantu orang memahami moralitas perilaku manuia.2001). kebiasaaan. serta menjadi suatu kebiasaan didalam masyarakat. etik adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang apa yang baik dan buruk secara moral. yaitu. Sedangkan menurut kamus webster. Kedua. Etiket atau adat merupakan sesuatu yang dikenal. yaitu : a) baik dan buruk. Pengertian Etika Etika adalah peraturan atau norma yang dapat digunakan sebagai acuan bagi perlaku seseorang yang berkaitan dengan tindakan yang baik dan buruk yang dilakukan seseorang dan merupakan suatu kewajiban dan tanggungjawanb moral. Pengertian moral adalah perilaku yang diharapkan oleh masyarakat yang merupakan “standar perilaku” dan nilai-nilai” yang harus diperhatikan bila seseorang menjadi anggota masyarakat di mana ia tinggal.

Contoh: seorang perawat. tanpa menintruksikan kepada dokter. Praktek profesioanal merefleksikan otonomi saat perawat menghargai hak hak pasien dalam membuat keputusan tentang perawatan dirinya. Padahal. karena pada saat itu dokter yang biasa menangani pasien tersebut tidak ada ditempat. sebagai seorang perawat harus mampu berfikir kritis dengan memberikan contoh kebiasaan menjaga kebersihan kepada pasien. misalnya memberikan informasi kepada pasien bahwa hal yang dilakukan ini dapat mencegah penyakit-penyakit yang akan datang padanya. legal dan kemanusiaan . Kadang-kadang dalam situasi pelayanan kesehatan kebaikan menjadi konflik dengan otonomi. Contoh : seorang perawat harus bertindak adil dalam melakukan tindakan keperawatan . standar praktek dan keyakinan yang benar untuk memperoleh kualitas pelayanan kesehatan . bertindak untuk menolong pasien yang sedang sekarat dengan beberapa cara yang diketahuinya. penghapusan kesalahan atau kejahatan dan peningkatan kebaikan oleh diri dan orang lain. Keadilan (Justice) Prinsip keadilan dibutuhkan untuk terapi yang sama dan adil terhadap orang lain yang menjunjung prinsip-prinsip moral. Otonomi merupakan hak kemandirian dan kebebasan individu yang menuntut pembedaan diri. Kebaikan juga memerlukan pencegahan dari kesalahan atau kejahatan. memilih dan memiliki berbagai keputusan atau pilihan yang dihargai.perubahan ini hanya terjadi pada perubahan perilaku yang bersifat sementara dan bukan merupakan cara yang efektif untuk mengembangkan nilai pribadi seseorang karena bila pasien kembali pulang kerumahnya sifat atau kebiasaan tanpa cuci tangan dilakukannya kembali karena itu. Benefisiensi Benefisiensi berarti hanya mengerjakan sesuatu yang baik.membuat keputusan sendiri. perawat tau yang dilakukan bukan wewenangnya tapi ia yakin bahwa yang dilakukannya dapat membantu pasien walaupun dihatinya ada perasaan bersalah. b. Prinsip otonomi ini adalah bentuk respek terhadap seseorang. juga dipandang sebagai persetujuan tidak memaksa dan bertindak secara rasional. Contoh : perawat meyakinkan pasien untuk mencuci tangan sebelum makan walau pasien tidak ingin melakukannya karena pasien tidak mempunyai nilai dalam hal kebersihan. c. Perawat langsung secara spontan membantu halyang terbaik untuk pasiennya. Nilai ini direfleksikan dalam praktek profesional ketika perawat bekerja untuk terapi yang benar sesuai hukum. namun hati seorang perawat ini tertanam ia hanya berbuat demi kebaikan pasiennya.

g.d. kesetiaan adalah kewajiban seseorang untuk mempertahankan komitmen yang dibuatnya. Kesetiaan itu menggambarkan kepatuhan perawat terhadap kode etik yang menyatakan bahwa tanggung jawab dasar dari perawat adalah untuk meningkatkan kesehatan. Fidelity Prinsip fidelity dibutuhkan individu untuk menghargai janji dan komitmennya terhadap orang lain. Kerahasiaan (confidentiality) Aturan dalam prinsip kerahasiaan ini adalah bahwa informasi tentang klien harus dijaga privasi-nya. Nilai ini diperlukan oleh pemberi layanan kesehatan untuk menyampaikan kebenaran pada setiap pasien dan untuk meyakinkan bahwa pasien sangat mengerti. memulihkan kesehatan dan meminimalkan penderitaan. Contoh: seorang perawat harus berjanji tidak akan memberitahu penyakit yang diderita klien terhadap pihak keluarganya bila pasien memintanya. menyampaikannya pada teman atau keluarga tentang klien dengan tenaga kesehatan lain harus dicegah. . Nonmalefisien Prinsip ini berarti segala tindakan yang dilakukan pada klien tidak menimbulkan bahaya / cedera secara fisik dan psikologi. Perawat setia pada komitmennya dan menepati janji serta menyimpan rahasia pasien. Contoh : seorang perawat dalam menyampaikan suatu informasi tentang pasien harus sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi dan dengan kata-kata yang dimengerti f. Contoh : seorang perawat dalam membalut luka pasien dengan penuh rasa hatihati e. Ketaatan. Prinsip veracity berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk mengatakan kebenaran. mencegah penyakit. Veracity (kejujuran) Prinsip veracity berarti penuh dengan kebenaran. Diskusi tentang klien diluar area pelayanan. Tak ada satu orangpun dapat memperoleh informasi tersebut kecuali jika diijin kan oleh klien dengan bukti persetujuannya. Apa yang terdapat dalam dokumen catatan kesehatan klien hanya boleh dibaca dalam rangka pengobatan klien.

Ini adalah suatu proses pengakhiran hidup dari janin sebelum diberi kesempatan untuk bertumbuh. Di beberapa negara. dan θάνατος. aborsi dilakukan dengan cara menggunakan alat penghisap (suction). thanatos yang berarti kematian) adalah praktek pencabutan kehidupan manusia atau hewan melalui cara yang dianggap tidak menimbulkan rasa sakit atau menimbulkan rasa sakit yang minimal. biasanya dilakukan dengan cara memberikan suntikan yang mematikan. Karena sensitifnya isu ini. eu yang artinya "baik". Saat dikeluarkan.Pada kehamilan muda (dibawah 1 bulan) untuk Masa 1 Bulan: Pada kehamilan muda. Berarti pengeluaran hasil konsepsi ( pertemuan sel telur dan sel sperma) sebelum janin dapat hidup diluar kandungan. Aturan hukum mengenai masalah ini sangat berbeda-beda di seluruh dunia dan seringkali berubah seiring dengan perubahan norma-norma budaya dan tersedianya perawatan atau tindakan medis. dapat dilihat cairan merah berupa gumpalan-gumpalan darah dari janin yang baru dibunuh tersebut. Akuntabilitas merupakan standar pasti yang mana tindakan seorang professional dapat dinilai dalam situasi yang tidak jelas atau tanpa terkecuali. Aborsi Cara menggugurkan kandungan atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah Abortus. sedangkan di negara-negara lainnya dianggap melanggar hukum. Contoh-contoh Aborsi : 1). Sang anak yang masih sangat lembut langsung terhisap dan hancur berantakan. .h. 3. Eutanasia Bahasa Yunani: ευθανασία -ευ. pembatasan dan prosedur yang ketat selalu diterapkan tanpa memandang status hukumnya. Isu Etika Keperawatan Beberapa isu keperawatan yang ada diantaranya: 1. Akuntabilitas (accountability) Prinsip ini berhubungan erat dengan fidelity yang berarti bahwa tanggung jawab pasti pada setiap tindakan dan dapat digunakan untuk menilai orang lain. 2. tindakan ini dianggap legal. dimana usia janin masih sangat kecil.

dihancurkan bagian-bagian tubuhnya. Dalam klinik aborsi. bagian-bagian tubuhnya mulai terbentuk. bisa dilihat potongan-potongan bayi yang dihancurkan ini. Ada potongan tangan.2). Tidak ada kelompok yang dapat menyatakan lebih berkuasa diatas yang lainnya. Kemudian setelah ditusuk. Masing-masing profesi memiliki kompetensi profesional yang berbeda sehingga ketika digabungkan dapat menjadi kekuatan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. dokter dan tim kesehatan harus berkolaborasi satu dengan yang lainnya. komunikasi efektif sangat menentukan bagaimana . pinggang. potongan kaki. yang difokuskan untuk mencoba memecahkan masalah secepatnya. berbagi tanggung jawab. dimana janin baru berusia sekitar beberapa minggu. sikap saling menerima. Bisa lambung. Aborsi dilakukan dengan cara menusuk anak tersebut kemudian bagian-bagian tubuhnya dipotong-potong dengan menggunakan semacam tang khusus untuk aborsi (cunam abortus).Pada kehamilan lebih lanjut (1-3 bulan) untuk Masa 1-3 Bulan: Pada tahap ini. Tulang-tulangnya diremukkan dan seluruh bagian tubuhnya disobeksobek menjadi bagian kecil-kecil agar mudah dikeluarkan dari kandungan. bahu atau leher. Untuk mencapai pelayanan yang efektif maka perawat. penanganan masalah isu-isu dalam keperawatan pemikiran kritis dan analisis yang dapat ditingkatkan dalam praktek. Banyaknya faktor yang berpengaruh seperti kerjasama. dengan cara menusuk bagian manapun yang bisa tercapai. Masalah dapat digambarkan sebagai kesenjangan diantara “apa yang ada dan apa yang seharusnya ada”. bahwa individu harus memiliki kemampuan berfikir kritis dan mengembangkan dirinya dengan adanya bimbingan dan role model di lingkungan kerjanya. Anak dalam kandungan itu diraih dengan menggunakan tang tersebut. Anak tak berdosa yang masih sedemikian kecil telah dibunuh dengan cara yang paling mengerikan. potongan kepala dan bagian-bagian tubuh lain yang mungil.

sistem.Mimin suhaem (2002) Penggunaan istilah etika sekarang ini banyak di artikan sebagai motif atau dorongan yang mempengaruhi prilaku. kepemimpinan. menganalisis komponen-komponen itu sehingga ditemukan akar masalah. Menurut Drs. c.untuk menetapkan arah pemecahannya. prosedur. Melakukan tindakan koreksi jika masalah etika belum terpecahkan atau terulang lagi terjadi. Melakukan analisis lebih dalam tentang akar masalah yang sudah ditemukan (root cause analysis). alat. Contoh : seorang perawat yang mempunyai sifat atau prilaku yang baik kepada pasiennya. Ia dapat berupa kelemahan pada manusia.suatu tim berfungsi. Menurut Dra. Kolaborasi yang efektif antara anggota tim kesehatan memfasilitasi terselenggaranya pelayanan pasien yang berkualitas Memecahkan struktur masalah yang sudah teridentifikasi kedalam komponen-komponennya.O. dan mengevaluasi penerapan upaya pemecahan yang sudah dilaksanakan. Memilih alternatif yang situasional terbaik untuk pemecahan masalah itu.P Simorangkir Etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik. Menurut araskar dan david (1978) Berarti “kebiasaan‟ dan „model prilaku‟ atau standar yang diharapkan dan kriteria tertentu untuk suatu tindakan. b.H. Menetapkan beberapa alternatif untuk pemecahan akar masalah. sarana. Tindakan koreksi yang dapat menimbulkan masalah etika baru adalah jika manusia sebagai penyebab akar masalah yang berulang-ulang dikeluarkan dari rumah sakit. Etika Keperawatan menurut ahli : a. atau faktor-faktor lain.Akar masalah adalah penyebab paling dasar dari masalah etika yang terjadi. budaya organisasi. manajemen. Misalnya perawat mempunyai hati yang sabar dalam menghadapi pasiennya .

Contoh : memasukan obat pada pasien padahal pada rekam medis pasien tercantum bahwa pasien alergi terhadap obat tersebut 6.dan dalam memelihara keserasian suasana lingkungan kerja maupun dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Perawat dan Teman sejawat Perawat senantiasa memelihara hubungan baik dengan sesama perawat maupun dengan tenaga kesehatan lainnya. Aturan yang berlaku untuk seorang perawat Indonesia dalam melaksanakan tugas/fungsi perawat adalah kode etik perawat nasional Indonesia. Point-point kode etik A. dimana seorang perawat selalu berpegang teguh terhadap kode etik sehingga kejadian pelanggaran etik dapat dihindarkan. Pengertian kode etik keperawatan Kode etik adalah pernyataan standar professional yang digunakan sebagai pedoman perilaku dan menjadi kerangka kerja untuk membuat keputusan. adat istiadat dan kelangsungan hidup beragama pasien Contoh : jika perawat ingin melakukan suatu tindakan. Akibat dari pelayanan keperawatan yang dilakukan dibawah standar. 5. Definisi menurut malpraktek Malpraktek adalah salah satu bentuk kelalaian dan sering disebut sebagai kelalaian professional. . menjelaskan prosedur dari tindakan tersebut dan mengucapkan salam kepada pasiennya sebelum dan sesudah melakukan tindakan B.4. Contoh : sesama perawat harus menghargai satu sama lain dan saling bekerja sama dalam melakukan tindakan keperawatan. Perawat dan Klien Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya.

Bab kedua : menjelaskan tengtang tanggung jawab perawat terhadap tugasnya yang terdiri atas lima pasal. Bab ketiga : menjelaskan tanggung jawab terhadap sesama perawat dan profesi kesehatan lainnya yang terdiri dari 2 pasal. Kode etik tersebut terdiri atas limat bab dan 16 pasal. Hukum kode etik Kode etik keperawatan Indonesia telah disusun oleh Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia. 8. dan tanah air yang terdiri dari dua pasal. Bab kelima : menjelaskan tanggung jawab perawat terhadap pemerintah. Contoh : perawat harus membiasakan diri untuk cuci tangan sebelum makan agar tercipta rasa nyaman 7. Perawat sebagai advokat yaitu sebagai penghubung antara klien-tim kesehatan lain dalam rangka pemenuhan kebutuhan klien. dimana:      Bab kesatu : menjelaskan tentang tanggung jawab perawat terhadap individu. Pengambilan keputusan legal cara mengambil keputusan dari suatu permasalahan yang disesuaikan dengan keabsahan (sifat yang sah). Membela kepentingan klien dan membantu klien. . bangsa. 9. Perawat dan Masyarakat Perawat mengembangkan tanggung jawab bersama masyarakat untuk memprakasai dan mendukung berbagai kegiatan dalam memenuhi kebutuhan dan kesehatan masyarakat. Nursing advokasi Definisi perawat advokat proses dimana perawat secara objektif memberikan klien informasi yang dibutuhkan untuk membuat keputusan dan mendukung klien apapun keputusan yang buat.memahami semua informasi dan upaya kesehatan yang diberikan tim kesehatan dengan pendeketan tradisional maupun profesional. keluarga dan masyarakat yang terdiri atas 4 pasal. melalui Munas PPNI di Jakarta pada tanggal 29 November 1989. Bab keempat : menjelaskan tentang tanggung jawab perawat terhadap profesi keperawatan yang terdiri dari empat pasal.C. suatu tata cara pengambilan keputusan baik secara umum ataupun secara khusus.

4. Perawat dalam melaksanakan kewajibannya bagi orang seorang. keluarga dan penderita 1. kewajiban bagi kepentingan masyrarakat. Perawat senantiasa merawat mutu pelayanan yang tinggi disertai kejujuran profesional dalam menerapkan pengetahuan serta keterampilan perawat sesuai dengan kebutuhan orang seoaranng atau penderita. kesukuan. 5. Perawat senantiasa mengupayakan perlindungan dan keselamatan penderita dalam melaksanakan tugas keperawatan serta dengan matang mempertimbangkan kemampuan menerima atau mengalihtugaskan tanggung jawab yang ada hubungannnya dengan perawatan. 3. keluarga dan masyarakat. 2. warna kulit. Perawat dalam melaksanakan pengabdiannya di bidang keperawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nila budaya.Bab 1 Tanggung jawab Perawat. Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya sehubungan yang dipercayakan kepaanya. 2. . Bab II Tanggung jawab perawat terhadap tugas: 1. Perawat dalam rangka pengabdianynya senantiasa berpedoman kepada tanggung jawab yang pangkal tolaknya bersumber dari adanya kebutuhan akan perawat untuk individu. Perawat tidak akan mempergunakan pengetahuan dan keterampilan perawatan untuk tujuan yang bertentangan dengan norma-norma kemanusiaan. dan kelangsungan hidup beragama dari orang seorang. adat istiadat. terhadap Masyarakat. Perawat senantiasa menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan orang seorang. keluarga dan masyarakat dalam mengambil prakarsa dan mengadakan upaya kesejahteraan umum sebagai bagian dari tugas. keluarga dan masyarakat senantiasa dilandasi dengan rasa tulus ihlas sesuai dengan martabat dan tradisi luhur perawatan. keluarga dan masyarakat. keluarga dan masyarakat. umur jenis kelamin. Perawat dalam menunaikan tugas dan kewajibannya senantiasa berusaha dengan penuh kesadaran agar tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan. 3. aliran politik yang dianut serta kedudukan sosial. 4.

Perawat senantiasa berperan dalam menentukan pembakuan pendidikan dan pelayanan keperawatan serta menerapkan dlam kegiatan-kegiatan pelayanan dan pendidikan perawatan. bangsa dan tanah air 1. keterampilan dan pengalaman yang bermanfaat bagi perkembangan perawatan. Bab V Tanggung jawab perawat terhadap pemerintah. Bab IV Tanggung jawab perawat terhadap profesi keperawatan 1. 3. 4. 2. Perawat senantiasa berperan secara aktif dalam menyumbangkan pikiran kepada pemerintah dalam menigkatkan pelayanan kesehatan dan perawatan kepada masyarakat. 2. Perawat senantiasa menyebarluaskan pengetahuan keterampilan dan pengalamannya kepada sesama perawat serta menerima pengetahuan dan pengalaman dari profesi lain bidang perawatan. 2. Perawat selalu berusaha meningkatkan kemampuan profesional secara sendirisendiri dan atau bersama-sama dengan jalan menambah ilmu pengetahuan. . baik dalam memelihara keserasian suasana lingkungan kerja maupun dalm mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara menyeluruh.Bab III Tanggung jawab perawat terhadap sesama perawat dan profesi kesehatan lainnya 1. Perawat secara bersama-sama membina dan memelihara mutu organisasi profesi perawatan sebagai sarana pengabdian. Perawat senantiasa memelihara hubungan yang baik antar sesama perawat dan dengan tenaga kesehatan lainnya. Perawat senantiasa melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagai kebijaksanaan yang digariskan oleh pemerintah dalam bidang kesehatan dan perawatan. Perawat selalu menunjang tinggi nama baik profesi perawat dengan menunjukan perilaku dan sifat-sifat pribadi yang luhur.

seorang pasien yang sedang dirawat sangat marah dan shock begitu mengetahui bahwa penyakitnya telah diketahui oleh keluarga besarnya akibat seorang perawat menjawab dengan jujur pada saat istri pasien menanyaakan tentang penyakitnya padahal sebelumnya pasin tersebut telah meminta agar tidak ada satu pun anggota keluarganya mengetahui tentang penyakit AIDS yang dideritanya.kemudian perawat tersebut dibawa ke meja hijau akibat apa yang dilakukan tersebut dianggap telah melanggar hukum. dan motif yang baik serta ditekankan pada penetapan apa yang baik dan apa yang berharga bagi semua orang. . KASUS 2 Dalam bekerja perawat sebaiknya mempergunakan tingkat kepandaian dan ilmu pengetahuan dalam memberikan asuhan keperawatan menurut batas kewenangannya dan standar prosedur operasional yang berlaku.BAB III PERMASALAHAN YANG MUNCUL KASUS 1 Etika merupakan istilah yang sering digunakan pada pakar untuk merefleksikan bagaimana seharusnya manusia berprilaku apa yang seharusnya dilakukan seseorang terhadap orang lain termasuk apa yang dilakukan perawat terhadap kliennya etik juga merupakan studi tentang prilaku.seorang perawat yang bernama A bekerja di puskesmas di daerah yang sangat terpencil sehingga terpaksa memberikan obat-obat kepada pasien karena pasien sangat membutuhkannya sementara tidak ada dokter didaerah tersebut .

BAB IV PENYELESAIAN MASALAH .

Saran 1. . 2. seorang perawat harus mampu memberikan tindakan sesuai dengan norma hukum yang berlaku. Sebagai perawat yang professional kita di tuntut untuk mengambil tindakan yang tidak merugikan perawat maupun pasien itu sendiri. Sebaiknya dalam melakukan tindak keperawatan. Dengan mengenal.seorang perawat harus bertindak sesuai dengan prinsip etika tersebut. mempelajari dan menerapkan prinsip-prinsip etika dalam diri seorang perawat maka tujuan dari proses keperawatan dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan hukum dan norma yang berlaku. Seorang perawat juga akan mampu mengambil keputusan yang terbaik dalam melaksanakan tindakan keperawatan yang ada. Dalam menghadapi situasi yang memerlukan keputusan untuk mengambil tindakan.BAB V PENUTUP A Kesimpulan Sering kali perawat dihadapkan pada situasi yang memerlukan keputusan untuk mengambil tindakan. B.

DAFTAR PUSTAKA .