TEKNIK LABORATORIUM

KELOMPOK 1 PRESENT

Eka jayanti 022012079 Emilisa obpiana 022012080 Nur rochmawati 022012090 Parantio b n 0220120092 Zainal fuad 0220120099 Seprianus yapogau 0220120094

BAHAN KIMIA EKSPLOSIF .

Apa itu “Bahan Kimia Eksplosif” ? NUNUNG .

benturan. Sedangkan.500 m/s.namun kondisi ini terjadi akibat reaksi peledakan yang sangat cepat. Bahan peledak yang dimaksudkan adalah bahan peledak kimia.000 MW atau 5. Energi yang sedemikian besar itu bukan merefleksikan jumlah energi yang memang tersimpan di dalam bahan peledak begitu besar.000 atm.000 kkal/s. menurut Langerfos dan Kihlstrom (1978). gesekan atau ledakan awal akan mengalami suatu reaksi kimia eksotermis sangat cepat dan hasil reaksinya sebagian atau campuran seluruhnya berbentuk gas yang disertai panas dan tekanan sangat tinggi yang secara kimia lebih stabil. atau campurannya yang apabila diberi aksi panas.950.  Adapun tekanannya. Panas yang dihasilkan dari reaksi peledakan tersebut sekitar 4000 derajat celcius.500-7. yang didefinisikan sebagai suatu bahan kimia senyawa tunggal atau campuran berbentuk padat . bisa mencapai lebih dari 100. . cair. energi per satuan waktu yang ditimbulkan sekitar 25. yaitu berkisar antara 2.

Apa saja sifat bahan kimia eksplosif ? EKA .

 Reaksinya disertai ledakan. maka adanya api sedikit saja sudah bisa terbakar dan timbulya ledakan karenareaksi yang terjadi sangat eksotermis. Sifat eksplosif bahan kimia ditentukan oleh sifat reaksinya dengan senyawa – senyawa tertentu. jika metana dan oksigen berada disuatu ruangan dengan konsentrasi oksigen lebih tinggi dibandingkan metana.  Contoh reaksi antara gas metana dengan dan oksigen. . antara lain :  Menimbulkan panas reaksi sangat tinggi.

Apakah saja kah klasifikasi bahan kimia eksplosif ? TIO .

Diazonitrofenol (DDNP). Sianurat triazia (CTA). Berdasarkan komposisi senyawa kimia Pengelompokkan bahan peledak secara ilmiah berdasarkan komposisi senyawa kimia dibagi atas bahan peledak senyawa murni (tunggal) dan bahan peledak campuran. yaitu bahan peledak murni (Primary Explosive) dan bahan peledak kuat (High Explosive) . a.Bahan peledak murni (Primary Explosive) Yang termasuk di dalamnya adalah : merkuri.Bahan kimia yang biasa dipergunakan sebagai bahan peledak sangat banyak jenisnya. Bahan Peledak Senyawa Murni (Tunggal) dikelompokkan atas dua kelompok. timbal azida. heksametilendiamin Peroksida (HMTD) . Pengelompokkan bahan-bahan peledak ini juga dapat dilakukan dengan berbagai cara. tetrasen. kegunaannya dan lingkungan penggunaannya. fulminate. diantaranya berdasarkan komposisi senyawa kimia.

Bahanpeledak kuat berupa campuran yang sering digunakan baik dalam bidang militer maupun sipil dengan tujuan sebagai penghancur. dipentaaeritritol (Dipen). amonium nitrat fuel oil (ANFO). . Bahan peledak jenis ini memiliki kecepatan detonasi antara 400-800 m/s. bubuk tak berasap (smokeless powder). bahan pendorong ini dikenal juga dengan nama Propelan. nitrogliserin (NG).000-8. ammonium pitrat. Bahan peledak campuran ini dikelompokkan atas bahan peledak kuat (High Explosive) dan bahan peledak lemah (Low Explosive. pikratol. nitroselulosa (NG). oktol. siklotol. pentolik.500 m/s. dinamit. bahan pendorong roket. dinitrotoluen (DNT). Yang tergolong bahan peledak kuat adalah : amatol. . ammano. etilen gloikol dinitrat (EGDN). . Bahan Peledak Campuran Bahan peledak jenis ini banyak digunakan karena memiliki banyak keunggulan daripada bahan peledak tunggal.Bahan peledak kuat ( High Explosive) Trinitrotoluen (TNT). trinitro-m-xylen (TMX). b.Bahan peledak lemah (Lom Explosive) Bahan peledak lemah bukan merupakan bahan ledak yang penghancur. bomplastik. dinitrofenol.. trinitroanisol (TNA). dan bahan pendorong cair. dinitrobenzene. Ynag tergolong bahan peledak jenis ini adalah : bubuk hitam (black powder). tetapi digunakan sebagai bahan isian pendorong pada amunisi. ammonium nitrat.Bahan peledak kuat (High Explosive) Bahan peledak jenis ini memiliki kecepatan denotasi antara 1. dan lain-lain.

digunakan sebagai pembentuk metal projectile yang berkemampuan tembus atau potong c. Berdasarkan kegunaan  Berdasarkan kegunaannya. bahan peledak yang dipergunakan sebagai pembentuk panas. warna dan sebagainya e. Bahan peledak “Pyrotechnic”. Bahan peledakk “Catridge”. yaitu bahan peledak yang digunakan untuk pertambangan b. Bahan peledak “Propellant”. bahan peledak yang digunakan sebagai pemula suatu rangkaian proses peledakan . dibedakan menjadi 5 golongan. digunakan sebagai pembentuk gas pendorong dalam peluru senjata atau motor roket d. 2.      yaitu: a. gas. Bahan peledak “Blasting”. Bahan peledak “Fuse”.

Bahan peledak militer  b. 3. Berdasarkan lingkungan penggunaan  a. Bahan peledak komersial .

Apa saja Reaksi dan produk peledakan ? FUAD .

sebagai berikut :  . Panas merupakan awal terjadinya proses dekompisisi bahan kimia pembentuk bahan peledak yang menimbulkan pembakaran. Pembakaran  Pembakaran adalah reaksi permukaan yang eksotermis dan dijaga keberlangsungannya oleh panas yang dihasilkan dari reaksi itu sendiri dan produknya berupa pelepasan gas-gas.  2. Proses dekomposisi bahan peledak diuraikan sebagai berikut :  1. Contoh pada peledakan low explosive.Natrium nitrat + Charcoal + belerang 20 NaNO3(s) + 30 C(s) + 10 S(s) -> 6 NO2CO3(s) + Na2SO4(aq) + 3 Na2S(aq) + 14 CO2(g) + 10 CO(g) + 10 N2(g) . Peledakan akan memberikan hasil yang berbeda dari yang diharapkan karena tergantung pada kondisi eksternal saat pekerjaan tersebut dilakukan. Deflagrasi  Merupakan proses kimia eksotermis dimana transmisi dari reaksi dekomposisi didasarkan pada konduktivitas termal (panas).

antara lain :  .75 CO2(g) + 2. 3.5 N2(g) + 0. Contoh proses detonasi terjadi pada jenis bahan peledakan.5 N2(g) + 5.25 O2(g) . Ledakan  Menurut Berthlot.NG (Nitrogliserin) C3H5N3O9(s) -> 3 CO2(g) + 2.ANFO 3 NH4NO3(s) + CH2 -> CO2(g) + 7 H2O(l) + 3 N2(g) .5 H2O(l) + 1.25 C(s) . sehingga menghasilkan gas dan temperatur yang sangat tinggi kecepatan reaksi yang sangat tinggi tersebut menyebarkan tekanan pas ke seluruh zona peledakan dalam bentuk gelombang tekan kejut dan proses ini berlangsung terusmenerus untuk membebaskan energi hingga berakhir dengan ekspansi hasil reaksinya.5 H2O(l) + 1.TNT (Trinitrotoluen) C7H5N3O6(s) -> 1. ledakan adalah ekspansi seketika yang cepat dari gas menjadi bervolume besar dari sebelumnya diiringi suara keras dan efek mekanis yang merusak.  4. Detonasi  Detonasi adalah proses kimia – fisika yang mempunyai kecepatan reaksi sangat tinggi.

gimana dong nyimpannya ? LISA .Kalo gampang meledak.

 Explosive (bersifat mudah meledak)  Frase-R untuk bahan mudah meledak : R1. memiliki sirkulasi udara yang baik dan bebas dari kelembaban.Kode huruf untuk simbol bahaya eksplosif adalah :     ~ Bahaya : Explosive pada waktu tertentu ~ Contoh : ammonium Nitrat. agar pengaruh ledakan sekecil mungkin. terowongan. lantainya terbuat dari bahan yang tidak menimbulkan loncatan api. bensin. atau material yang mudah terbakar. Daerah tempat penyimpanan harus bebas dari rumput kering. loncatan api. bendungan. Untuk penerangan harus dipakai penerangan alam atau lampu listrik yang dapat dibawa atau penerangan yang bersumber dari luar tempat penyimpanan. ada baiknya memanfaatkan perlindungan alam seperti bukit. letak tempat penyimpanan harus berjarak minimum 60[meter] dari sumber tenaga. bahan sisa yang dapat terbakar. TNT ~ Keamanan : hindari benturan. Nitroselulosa. Penyimpanan tidak boleh dilakukan di dekat bangunan yang didalamnya terdapat oli. dan tetap terkunci sekalipun tidak digunakan. sampah. gemuk. lubang tambang. dan panas . tanah cekung belukar atau hutan lebat. gesekan. Ruang penyimpanan harus merupakan bangunan yang kokoh dan tahan api. R2 dan R3.Terhadap bahan tersebut ketentuan penyimpananya sangat ketat. api terbuka atau nyala api. jalan raya dan bangunan.

Apa si contoh bahan-bahan kimia eksplosif itu ? SEPRI .

. Debu-debu ini yang sering menimbulkan ledakan. CONTOH BAHAN KIMIA EKSPLOSIF   Bahan kimia eksplosif ada yang dibuat sengaja untuk tujuan peledakan atau bahan peledak seperti tri nitro toluen (TNT).   Campuran eksplosif.   Bahan-bahan tersebut amat peka terhadap panas dan pengaruh mekanis (gesekan atau tumbukan). debu-debu ini dalam insustri seperti debu karbon dalam industri batubara. pencampuran bahan oksidator dan reduktor dapat menimbulkan ledakan di dalam suatu reaktor maupun dalam suatu penyimpanan. Zat warna Diazo dalam pabrik zat warna dan magnesium dalam industri baja. Debu eksplosif. Nitrogliserin dan Ammonium Nitrat.

Belerang Etanol Gliserol Hidrazin . NaNO₃ Asam Sitrat Kalium Permanganat Krom Trioksida Karbon.            Contoh campuran eksplosif Oksidator Reduktor KCIO₃.

H. Diazo . O. C Azo.              Tabel Bahan eksplosif di Indonesia Industri Bahan produksi/digunakan Peledak Amunisi Industri gas Mercon Korek api Zat warna NHNO. TNT Campuran Asetilen. KCIO. NaNO.

TAMBAHAN .

Melakuan Operasi Reaksi. Bekerja dengan Bahan Kimia yang Sangat Reaktif atau Mudah Meledak Bahan sangat reaktif dan mudah meledak yang digunakan di laboratorium memerlukan prosedur yang tepat. . Menggunakan perangkat pelindung diri.  Penanganan diri dan linkungan saat bekerja terhadap Zat Kimia        besifat eksplosif terdiri atas : Menggunakan perangkat pelindung. Mengevaluasi Kuantitas Reaksi.

pendinginan bejana reaksi.135 Bekerja dengan Bahan Kimia 9 2. seperti peroksida tertentu. Kendati demikian. Jika reaksi berjalan di luar rencana. hampir terjadi secara instan. Khususnya. . Pelindung ledakan plastik transparan yang tebal harus digunakan untuk membeli perlindungan ekstra selain jendela tudung kimia. dan penutupan pintu geser tudung kimia laboratorium dapat dilakukan dengan segera. Ikuti prosedur penyimpanan. Rakit semua peranti sedemikian rupa sehingga jika reaksi mulai berjalan di luar kendali. 7. 6. dan pembuangan khusus untuk reaksi skala besar dengan reagen organometalik dan reaksi yang menghasilkan bahan mudah terbakar atau dilakukan dalam pelarut yang mudah terbakar. 3. penanganan. Hal ini sangat menjadi masalah saat meningkatkan skala eksperimen. lakukan review kelompok berpengalaman 136 10. Ledakan juga dapat terjadi saat memanaskan bahan kriogenik dalam wadah tertutup atau memberi tekanan berlebih pada peralatan dari kaca dengan nitrogen (N2) atau argon saat regulator diatur dengan tidak tepat. gunakan pemadam api dengan bahan pemadam khusus seperti bubuk berbahan dasar grai t dengan dicampur pemlastis atau bubuk berbahan dasar natrium klorida. Gunakan bahan kimia berbahaya dalam jumlah minimal dengan perlindungan dan pelindung diri memadai. Beri perhatian secara khusus pada tingkat penambahan reagen terhadap tingkat konsumsinya. batasi akses ke area hingga reaksi dapat dikendalikan. Hindari penguraian lambat pada skala besar jika pemindahan panas tidak memadai atau jika panas dan gas yang berkembang dibatasi. Pertimbangkan kendali pengoperasian jarak jauh. Beri pendinginan dan permukaan cukup untuk pertukaran panas sehingga memungkinkan pengendalian reaksi. terutama saat reaksi dicoba atau dinaikkan skalanya untuk pertama kali. Dalam situasi dimana evaluasi bahaya operasional formal atau data andal dari sumber apa pun lainnya menunjukkan bahaya. penghentian penambahan reagen. 9. Siapkan peralatan darurat. 8. Hindari konsentrasi larutan berlebih. Jika terdapat logam aktif. pelepasan sumber panas. Lakukan penentuan suhu eksotermik mula-mula dengan kalorimeter skala besar dan lakukan uji berat untuk reaksi yang skalanya dinaikkan dan eksotermik pada suhu rendah atau mengembangkan panas dalam jumlah besar yang dapat menimbulkan bahaya.             Ikuti langkah berikut untuk menghindari kecelakaan serius saat bahan yang sangat reaktif digunakan: 1. Ledakan i sik hebat juga terjadi jika sekumpulan partikel sangat panas dituangkan secara tiba-tiba ke air. Hindari menyebabkan ledakan i sik dari tindakan seperti menyebabkan cairan panas mengalami kontak mendadak dengan cairan dengan titik didih lebih rendah atau menambahkan air ke cairan panas pada rendaman pemanas. Bekerja dengan Bahan Kimia atau ubah kondisi yang skalanya dinaikkan untuk menghindari kemung-kinan bahwa seseorang mungkin melewatkan bahaya atau perubahan prosedur yang paling sesuai. proses hebat dapat terjadi setelah induksi. 11. Jika panas yang dihasilkan tidak dihilangkan. 4. Bahan kimia yang sangat reaktif memicu reaksi dengan kecepatan yang meningkat sangat cepat seiring meningkatnya suhu. reaksi yang terpengaruh periode induksi dapat berbahaya karena tidak ada indikasi awal risiko. terutama jika reaksi dipengaruhi periode induksi. kecepatan reaksi meningkat hingga terjadi ledakan. 5. Penguraian beberapa zat yang diawali dengan panas.

sarung tangan. Perlindungan ini memadai terhadap sebagian besar ledakan 5-g internal. perlindungan semacam itu tidak efektif terhadap pecahan logam. pengendali kabel jarak jauh. Kurangi penanganan langsung dan pisahkan bahan eksplosif dari bahan lainnya yang dapat menimbulkan risiko serius pada nyawa atau properti jika terjadi kecelakaan. kebakaran. pelindung panjang penuh yang sepenuhnya melindungi wajah dan tenggorokan (beri perhatian khusus saat mengoperasikan atau memanipulasi sistem sintesis yang mungkin berisi bahan mudah meledak. diperlukan penanganan bahan yang dikenal bersifat eksplosif atau yang mungkin berisi pencemar eksplosif seperti peroksida. Penghalang ini biasanya dirancang untuk menahan ledakan 100-g. penggerak keran utama. Menggunakan Perangkat Pelindung Gunakan penghalang seperti pelindung. saat pelindung bangku dipindahkan ke samping. Pelindung ini secara efektif dapat melindungi pegawai laboratorium terlatih dari pecahan kaca dalam ledakan skala laboratorium. penggerak labjack. diskusikan eksperimen dengan supervisor laboratorium atau rekan kerja berpengalaman. reaksi harus dilindungi dari satu sama lain dan dipisahkan sejauh mungkin. Gunakan juga perangkat pelindung seperti pelindung ledakan. Tudung kimia semacam itu harus dilengkapi dengan tangan mekanik yang memungkinkan pegawai mengoperasikan peralatan dan menangani wadah di dalam tudung dari jarak jauh. Pelindung harus tersedia setiap kali reaksi berbahaya sedang berlangsung atau kapan pun bahan berbahaya disimpan sementara. dan jas laboratorium. sarung tangan kulit berat untuk menjangkau di belakang area terlindung saat eksperimen berbahaya sedang berlangsung atau saat menangani senyawa reaktif atau reaktan yang mengandung gas. Gunakan perangkat keselamatan lain dengan sarung tangan yang memungkinkan manipulasi dari jarak jauh. Untuk melindungi terhadap detonasi kurang dari batas 20-g yang dapat diterima. pasang kotak kering dengan jendela kaca keselamatan yang dilapisi dengan akrilik setebal 0. Gunakan juga senapan anti listrik statis atau pengion anti listrik statis. dan ledakan kecil.6 cm). Tetapi. barikade.  .137 Bekerja dengan Bahan Kimia 9 Pintu geser tudung hanya memberi perlindungan keselamatan terhadap percikan atau semprotan bahan kimia.54 cm) dan dinding logam berat. Saat menangani bahan berpotensi mudah meledak yang dapat terpicu dalam at/mosfer lembam. Menggunakan Peralatan Pelindung Diri Gunakan PPE berikut saat menangani bahan yang mudah meledak: kaca keselamatan yang memiliki pelindung sisi kokoh atau kaca mata pelindung percikan bahan kimia.6 cm).25 inci (0. untuk menangani atau memanipulasi item berbahaya pada jarak yang aman.Gunakan berbagai perangkat pelindung. dan saat menangani atau mengangkut sistem semacam itu). gunakan tudung kimia laboratorium berpelindung atau yang diperkuat atau barikade yang dibuat dengan pelindung resin polivinilbutiral tebal (1. Bawa bahan eksplosif ke laboratorium hanya sesuai kebutuhan dan dalam jumlah kecil yang cukup untuk eksperimen tersebut. Periksa peraturan setempat dan internasional yang mengatur pengangkutan dan penggunaan bahan eksplosif.          Bekerja dengan Senyawa Reaktif atau Eksplosif Adakalanya. seperti tang dengan gagang pendek maupun panjang. dan monitor televisi rangkaian tertutup (cctv). dan jas laboratorium yang terbuat dari bahan tahan api dan mudah dilepas.25 inci (0.0 inci. tetapi batas maksimal 20 biasanya diizinkan karena suara yang akan dihasilkan jika terjadi ledakan. Bahan kimia eksplosif harus diperlakukan dengan sangat hati-hati. dan disekrup sekaligus dilem. seperti diazometana. Saluran pentanahan yang memadai penting untuk mencegah terpicunya bahan mudah meledak karena percikan listrik statis dalam kotak kering. Pada bangku atau tudung kimia laboratorium.Sebelum melakukan pekerjaan dengan bahan berpotensi eksklusif. seperti pelindung wajah. Penghalang harus sepenuhnya mengelilingi semua area berbahaya. seperti lengan mekanik. atau bahkan barikade tertutup atau ruang isolasi dengan atap atau jendela ledakan. Jika dilakukan lebih dari satu reaksi berbahaya. pasang pelindung geser akrilik setebal 0. dan penjaga untuk melindungi pegawai dan peralatan dari cedera dan kerusakan karena ledakan atau kebakaran. Gunakan juga peralatan kendali jarak jauh. Kenakan sarung tangan pelindung di atas sarung tangan kotak kering karet untuk memberi perlindungan tambahan. Bekerja dengan bahan eksplosif (atau berpotensi eksplosif) biasanya memerlukan penggunaan pakaian pelindung. halangan. Bacalah literatur terkait dan lakukan penilaian risiko. atau 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful