ANATOMI dan FISIOLOGI KULIT Kulit merupakan pembatas tubuh dengan lingkungan sekitar karena posisinya yang terletak

di bagian paling luar. Luas kulit dewasa 1,5 m2 dengan berat kira-kira 15% berat badan. Klasifikasi berdasar : 1. Warna : terang (fair skin), pirang, dan hitam merah muda : pada telapak kaki dan tangan bayi hitam kecokelatan : pada genitalia orang dewasa 2. Jenisnya : Elastis dan longgar : pada palpebra, bibir, dan 
 preputium Tebal dan tegang : pada telapak kaki dan tangan 
 orang dewasa Tipis : pada wajah Lembut : pada leher dan badan Berambut kasar : pada kepala

1 Catatan ii 09-135 FKUA

Anatomi kulit secara histopatologik 1. Lapisan Epidermis (kutikel) => lapisan kulit paling luar yang terdiri dari sel gepeng yang mati, tidak berinti, protoplasmanya berubah menjadi keratin (zat tanduk) 2 Catatan ii 09-135 FKUA

Stratum Lusidum => terletak di bawah lapisan korneum, lapisan sel gepeng tanpa inti, protoplasmanya berubah menjadi protein yang disebut eleidin. Lapisan ini lebih jelas tampak pada telapak tangan dan kaki. Stratum Granulosum (lapisan keratohialin) => merupakan 2 atau 3 lapis sel gepeng dengan sitoplasma berbutir kasar dan terdapat inti di antaranya. Butir kasar terdiri dari keratohialin. Mukosa biasanya tidak mempunyai lapisan ini.

dan retikulin. berbentuk . terdapat jembatan antar sel (intercellular bridges) yang terdiri dari protoplasma dan tonofibril atau keratin. berisi ujung serabut saraf dan pembuluh darah. menjadi kurang larut dan makin stabil. 4 Catatan ii 09-135 FKUA o Pars Papilare => bagian yang menonjol ke epidermis. di hubungkan oleh jembatan antar sel.Stratum Spinosum (stratum Malphigi) atau prickle cell layer (lapisan akanta ) => terdiri dari sel yang berbentuk poligonal. Perlekatan antar jembatan ini membentuk penebalan bulat kecil yang disebut nodulus Bizzozero. protoplasmanya jernih karena banyak mengandung glikogen. sitoplasma basofilik dan inti gelap. mengandung pigmen (melanosomes) 2. o Sel pembentuk melanin (melanosit) atau clear cell => sel berwarna muda. elastin. selnya akan semakin gepeng bila semakin dekat ke permukaan. true skin) => terdiri dari lapisan elastik dan fibrosa pada dengan elemen. o Pars Retikulare => bagian bawah yang menonjol ke subkutan. Serabut elastin biasanya bergelombang. Retikulin mirip kolagen muda. seiring bertambahnya usia. Di antara sel spinosum juga terdapat pula sel Langerhans. 3 Catatan ii 09-135 FKUA l kubus (kolumnar) yang tersusun vertikal pada perbatasan dermo-epidermal berbaris seperti pagar (palisade). Lapisan Dermis (korium. kutis vera. Sel basal bermitosis dan berfungsi reproduktif. selanjutnya membentuk ikatan (bundel) yang mengandung hidroksiprolin dan hidroksisilin. Kolagen muda bersifat elastin. Dasar (matriks) lapisan ini terdiri dari cairan kental asam hialuronat dan kondroitin sulfat.elemen selular dan folikel rambut. Terdiri dari serabut penunjang seperti kolagen. Serabut kolagen dibentuk oleh fibroblas. dibagian ini terdapat pula fibroblas. o Sel kolumnar => protoplasma basofilik inti lonjong besar. Di antara stratum spinosum.

dengan inti mendesak ke pinggir sitoplasma lemak yang bertambah. labia minora. faktor panas. besar. pembuluh darah.amorf. secretnya lebih kental. dan mudah mengembang serta lebih elastis. Sekresi tergantung beberapa faktor dan saraf kolinergik. terletak lebih dalam. Salurannya berbentuk spiral dan bermuara langsung pada kulit dan terbanyak pada telapak tangan. Lapisan Subkutis (hipodermis) => lapisan paling dalam. saluran telinga. di perut lebih tebal (sampai 3 cm). Fungsinya belum diketahui. stress emosional. Di lapisan ini terdapat saraf tepi. berfungsi sebagai cadangan makanan. Sel ini berkelompok dan dipisahkan oleh trabekula yang fibrosa. Lapisan sel 5 Catatan ii 09-135 FKUA lemak disebut dengan panikulus adiposa. terdapat di aksila. o Kelenjar Apokrin => lebih besar. pubis. terdiri dari jaringan ikat longgar berisi sel lemak yang bulat. terletak dangkal di dermis dengan secret encer. Kelenjar Ekrin terbentuk sempurna pada minggu ke 28 kehamilan dan berfungsi 40 minggu setelah kelahiran. 7 Catatan ii 09-135 FKUA . Kelenjar Kulit => terdapat pada lapisan dermis glukosa. aerola mammae.8. Vaskularisasi di kuli diatur pleksus superfisialis (terletak di bagian atas dermis) dan pleksus profunda (terletak di subkutis) 6 Catatan ii 09-135 FKUA Adneksa Kulit
 1. Dipengaruhi oleh saraf adrenergik. dan getah bening. kaki. 3. pH nya sekitar 4-6. dahi. Di kelopak mata dan penis lebih tipis. ketebalannya berbeda pada beberapa kulit. dan aksila.
 o Kelenjar Ekrin => kecil-kecil. Lapisan lemak berfungsi juga sebagai bantalan.

dan kolesterol.
 2. terdapat juga bulu mata. jumlahnya sedikit.
 Pada dewasa. Pada dewasa menjadi lebih banyak dan berfungsi secara aktif. Rambut
 Akar rambut => bagian yang terbenam dalam kulit berada di luar kulit 9 Catatan ii 09-135 FKUA Jenis rambut
 o Lanugo => rambut halus pada bayi. D antara kedua fase tersebut . kumis. selain di kepala. Pada anak.waktu lahir ukurannya kecil. Pertumbuhannya 1mm per minggu 8 Catatan ii 09-135 FKUA Nail root (akar kuku) => bagian kuku yang tertanam dalam kulit jari Nail Plate (badan kuku) => bagian kuku yang terbuka/ bebas. rambut kemaluan. terdapat pada orang dewasa. Kelenjar palit biasanya terdapat di samping akar rambut dan muaranya terdapat pada lumen akar rambut (folikel rambut). Rambut halus di dahi dan badan lain disebut rambut velus. janggut yang pertumbuhannya dipengaruhi oleh androgen (hormon seks).
 o Rambut terminal => rambut yang lebih kasar dengan banyak pigmen. tidak mengandung pigmen.
 Rambut tumbuh secara siklik. mempunyai medula. Sekresi dipengaruhi oleh hormon androgen. Disebut juga dengan kelenjar holokrin karena tidak berlumen dan sekret kelenjar ini berasal dari dekomposisi sel-sel kelenjar .35 mm perhari. Nail Groove (alur kuku) => sisi kuku yang mencekung membentuk alur kuku Eponikium => kulit tipis yang menutup kuku di bagian proksimal Hiponikium => kulit yang ditutupi bagian kuku yang bebas 
 3. Sebum mengandung trigliserida. fase anagen (pertumbuhan) b erlangsung 2-6 tahun dengan kecepatan tumbuh 0. saat dewasa menjadi lebih besar dan mengeluarkan secret
 seluruh permukaan kuli manusia kecuali telapak tangan dan kaki. skualen.anak. rambut ketiak. Kuku => bagian terminal lapisan tanduk (stratum korneum) yang menebal. Fase telogen (istirahat) berlangsung beberapa bulan. asam lemak bebas. wax ester.

kelenjar lemak dengan bantuan hormon androgen dari ibunya memproduksi sebum untuk melindungi kulitnya dari cairan amnion. PEnyerapan dapat melalui celah antar sel. 4. 
 o Badan Ruffini di dermis dan subkutis => peka rangsangan panas o Badan Krause di dermis => peka rangsangan dingin o Badan Taktik Meissner di papila dermis => peka rangsangan rabaan o Badan Merkel Ranvier di epidermis => peka rangsangan rabaan . gesekan. FUNGSI KULIT 1. kelembaban. urea. Pada fetus. hidrasi. Pada suatu saat 85% rambut mengalami fase anagen dan 15 % sisanya dalam fase telogen. melalui muara saluran kelenjar. ketebalan. jamur
 Beberapa macam perlindungan :
 o Melanosit => lindungi kulit dari pajanan sinar matahari dengan mengadakan tanning (penggelapan kulit)
 o Stratum korneum impermeable terhadap berbagai zat kimia dan air. Saraf sensori lebih banyak jumlahnya pada daerah yang erotik. Fungsi Ekskresi => mengeluarkan zat yang tidak berguna bagi tubuh seperti NaCl. sengatan sinar UV
 o infeksi luar : bakteri. asam urat. 
 o kimiawi : iritan seperti lisol. 2. alkali kuat
 o panas : radiasi.
 o Keasaman kulit kerna ekskresi keringat dan sebum => perlindungan kimiawo terhadap infeksi bakteri maupun jamur 11 Catatan ii 09-135 FKUA o Proses keratinisasi => sebagai sawar (barrier) mekanis karena sel mati melepaskan diri secara teratur. asam. Fungsi Proteksi
 Kulit punya bantalan lemak. Fungsi Absorpsi => permeabilitas kulit terhadap O2. elastis. dan elastis. dan amonia. dan jenis vehikulum. menembus sel epidermis.terdapat fase katagen (involusi temporer). CO2. Rambut normal dan sehat berkilat. pada waktu lahir ditemui sebagai Vernix Caseosa. 3. dan uap air memungkinkan kulit ikut mengambil fungsi respirasi. tarikan. Fungsi Persepsi => kulit mengandung ujung saraf sensori di dermis dan subkutis. Kemampuan absorbsinya bergantung pada ketebalan kulit. metabolisme. Rambut mudah dibentuk dengan memperngaruhi 10 Catatan ii 09-135 FKUA gugusan disulfida misalnya dengan panas atau bahan kimia. tidak mudah patah. serabut jaringan penunjang yang dapat melindungi tubuh dari gangguan : o fisis/ mekanis : tekanan. karbil.

dkk. makin ke atas sel makin menjadi gepeng dan bergranula menjadi sel granulosum. Tonus vaskuler dipengaruhi oleh saraf simpatis (asetilkolin).o Badan Paccini di epidemis => peka rangsangan tekanan 5. Tapi kebutuhan vit D tubuh tidak hanya cukup dari hal tersebut. dinding pembuluh darah belum sempurna sehingga terjadi ekstravasasi cairan dan membuat kulit bayi terlihat lebih edematosa (banyak mengandung air dan Na) 6. Fungsi Pembentukan Vitamin D => kulit mengubah 7 dihidroksi kolesterol dengan pertolongan sinar matahari. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 14 Catatan ii 09-135 FKUA . Adhi. Pemberian vit D sistemik masih tetap diperlukan. sel basal yang lain akan berpindah ke atas dan berubah bentuknya menjadi sel spinosum. 2007. Pada bayi. 8. Jakarta : Balai Penerbit FKUI. Fungsi Pengaturan Suhu Tubuh (termoregulasi) => dengan cara mengeluarkan keringat dan mengerutkan (otot berkontraksi) pembuluh darah kulit. Kulit kaya pembuluh darah sehingga mendapat nutrisi yang baik. Fungsi Keratinisasi => Keratinosit dimulai dari sel basal yang mengadakan pembelahan. Sumber
 Gambar (c) Google
 Djuanda. Makin lama inti makin menghilang dan keratinosit menjadi sel tanduk yang amorf. Proses ini berlangsung 14-21 hari dan memberi perlindungan kulit terhadap infeksi secara mekanis fisiologik. Fungsi Pembentukan Pigmen => karena terdapat melanosit (sel pembentuk pigmen) yang terdiri dari butiran pigmen (melanosomes) 13 Catatan ii 09-135 FKUA 7.

ektoderm neural. Embriologi struktur-struktur spesifik . Pada tahap 2. Endoderm tidak ikut pembentukan mata. Pada tahap 100 mm (4 bulan). tepian sulkus neuralis menebal membentuk plika neuralis. Fissura optikum memungkinkan mesoderm vaskuyler memasuki tangkai optik dan akhirnya membentuk sistem hialoid dari rongga vitreus. Crista neuralis yang berasal dari ektoderm permukaan daerah yang tepat bersebelahan plica neuralis dari ektoderm neural. Lipatan ini kemudian menyatu membentuk tuba neuralis. fissura optikum menyempit dan menutup pada tahap 13mm (6 minggu). yaitu fissura optikum (embrional). muskulus ektraokular. sklera. Ektoderm neural menghasilkan vesikel optik dan mangkuk dan karenanya berfungsi untuk pembentukan retina dan epitel pigmen retina. Setelah invaginasi selesai. dan epidermis palpebra. endotel kornea. Pada umumnya. namun kini ternyata bahwa kebnayakan mesenkim di kepala dan leher berasal dari krista neuralis kranial. yang tenggelam ke dalam mesoderm di bawahnya dan melepaskan diri dari epitel permukaan. dan lapis-lapis subepidermal palpebra.Embriologi Mata EMBRIOLOGI MATA Mata berkembang dari tiga lapis embrional primitif : ektoderm permukaan. Krista neuralis juga terlibat membentuk tulang dan tulang rawan orbita. Perkembangan mata selanjutnya berupa perkembangan struktur optik masing-masing. vesikel lensa melepaskan diri dari ektoderm permukaan dan terdapat bebas dekat tepian mangkuk optik. lapis-lapis berpigmen dan tidak berpigmen dari epitel siliaris. dinding luar vesikel mendekati dinding dalamnya. dan serat-serat nervus optikus dan glia. Pada tahap 9mm (4 minggu). Tahap mangkuk optik Saat vesikel berinvaginasi membentuk mangkuk optik. Ektoderm permukaan membentuk lensa. Jaringan ikat okuler dan adneksa dulu diduga berasal dari mesoderm. berfungsi membentuk keratosit kornea. termasuk derivatnya yaitu crista neuralis.5mm (2 minggu). dan mesoderm. Tepian mangkuk optik kemudian tumbuh mengitari fissura optik. fibroblas. Mesenkim adalah istilah untuk jaringan ikat embrional. Vesikel optik berhubungan dengan otak depan melalui tangkai optik. Tahap vesikula optikum Diskus embrional dalah tahap paling awal dalam perkembangan fetal. Invaginasi permukaan ventral dari tangkai optik dan dari vesikel optik terjadi bersamaan dan menghasilkan alur. epitel kornea. muskulus dilatator dan sphincter pupillae pada iris. ektoderm neural bertumbuh ke luar dan ke arah permukaan ektoderm pada kedua sisi untuk membentuk vesikel optik bulat. Mesoderm kini diduga hanya terlibat pembentukan muskulus ekstraokular dan endotel vaskuler orbita dan okular. saat struktur-struktur mata dapat dikenali. Pada tahap ini pula bentuk umum akhir mata telah ditetapkan. jaringan ikat dan saraf orbita. Hal ini terjadi saat plika neuralis mulai menutup pada minggu ke-3. yang dilalui areteria hialoidea.jemudian membentuk bola berongga yang dikenal sebagai vesikel lensa. sesaat sebelum bagian anterior tuba neuralis menutup seluruhnya. Pada tahap ini p[un terjadi penebalan ektoderm permukaan (lempeng lensa) berhadapan ujung-ujung vesikel optik. dan jalinan trabekel. dan glandulae adnexa. arteri dan vena retina melalui lubang ini. Tempat sulkus optikus adalah di dalam plika neuralis sefalika pada kedua sisi dan pararel terhadap sulkus neuralis. Bersamaan dengan itu. konjungtiva. dan meninges nervus optikus. glandula lakrimalis. muskulus siliaris. Pada tahap 9mm (4 minggu). menyisakan lubang permanen yang kecil di ujung anterior dari tangkai optik. vitreus. epitel posterior. stroma iris dan koroid. perkembangan struktur optik lebih cepat di segmen anterior mata selama tahap-tahap awal dan lebih cepat di segmen anterior selama tahap akhir kehamilan. lempeng lensa berivaginasi pertama-tama membentuk mangkuk.

yang telah terpisah darinya. Invasi sel-sel krista neural berlangsung dalam tiga tahap. Kuncup palpebra pertama kali muncul pada tahap 16mm (6 minggu). Lapis ganda epitel iris posterior adalah perluasan ke depan dari tepian anterior mangkuk optik. Kedua lapis epitelial ini mendapat pigmen dalam iris. Perkembangan strukturstruktur ini cukup lanjut selang bulan keempat. Sistem drainase lakrimal ( kanalikuli. 2. Serat-serat ini bertemu membentuk sutura lentis yang rampung pada ulan ke tujuh.1. Serat-serat lensa sekunder memanjang dari daerah ekuatorial dan bertumbuh ke depan di bawah epitel subkapsular. kemungkinan besar karena perbedaan kecepatan bertumbuh dari struktur-struktur segmen anterior. Korda ini terbentuk salurannya sesaat sebelum lahir. Jalinan trabekel berkembang dari jaringan mesenkim vaskular longgar yang tadinya terdapat pada tepian mangkuk optik. sakus lakrimalis. dan duktus nasolakrimalis ) juga merupakan turunan ektoderm permukaan yang berkembang dari korda epitel padat yang terbenam di antara struktur muka yang sedang berkembang. yaitu yang pertama bertugas membentuk endotel kornea. Lensa Tidak lama setelah lensa terletak bebas di dekat tepian mangkuk optik (tahap 13 mm atau 6 minggu). jalinan kapiler melingkari mangkuk optik dan berkembang menjadi choroid. Palpebra dan apparatus lakrimalis Palpebra berkembang dari mesenkim kecuali epidermis kulit dan epitel konjungtiva. dengan makin berkembangnya reccessus angularis. Segmen anterior Segmen anterior bola mata dibentuk melalui invasi sel-sel krista neural ke dalam ruang di antara ektoderm permukaan. dengan makin berkembangnya reccessus angularis. Pada 65 mm (9-10 minggu). berangsur tergeser agak ke posterio. 3. dan akhirnya memenuhinya (tahap 26 mm atau 7 minggu). yang kedua untuk pembentukan stroma kornea. Epitel dan endotel kornea pertama kali nyata pada tahap 12 mm (5 minggu).kira pada tahap 13 mm disekresi sebuah kapsula hialin oleh sel-sel lensa. 4. Korpus siliaris dan choroid Epitel siliaris terbentuk dari penjuluran bagian anterior mangkuk optik yang sama seperti untuk epitel iris posterior. sel-sel pada dinding posteriornya mulai memanjang mengisi rongga yang kosong. yang pada tahap awal perkembangan letaknya cukup anterior. Pada tahap 6 mm. yang merupakan turunan ektoderm permukaan. Hanya lapis luarnya mengandung pigmen. Sistem drainase aquos siap berfungsi sebelum lahir. dan vesikel lensa. sedangkan hanya lapis luar yang berpigmen pada korpus siliaris. bertumbuh di depan mata. tempat ia bertemu dan menyatu pada tahap kelima. Kira. Membran descement disekresi oleh sel-sel endotel gepeng pada tahap 75 mm ( 13 minggu). Stroma berangsur menebal dan membentuk kondensasi anterior tepat di bawah epitel yang dapat dikenali pada 100 mm (4 bulan) sebagai lapis Bowman> batas korneoskeral defenitif terdapat pada bulan keempat. Camera oculi anterior pertama kali muncul pada tahap 20 mm (7 minggu) dan tetap dangkal sampai saat lahir. yang berkembang ke dalam epitel kornea. . Sudut kamera anterior terbentuk dari kodensasi mesenkim di tepian anterior mangkuk optik. dan yang ketiga untuk pembentukan stroma iris. 5. Sklera dan otot ekstraokuler Sklera dan otot-otot ektraokuler dibentuk dari pemadatan mesenkim yang mengeliliongi mangkuk optik dan pertama kali dapat dikenali pada tahap 20 mm (7 minggu). Otot siliaris dan pembuluh darah berkembang dari mesenkim. yang tetap berupa selapis sel epitel kuboid. Bulu mata dan glandula meibom dan kelenjar palpebra lainnya berkembang berupa penumbuhan ke bawah dari epidermis. kanal Schlemm terbentuk berupa saluran vaskular pada setinggi reccessus angularis dan berangsur menempati lokasi yang relatif lebih anterior. Glandula lakrimalis dan glandula lakrimalis aksesori berkembang dari epitel konjungtiva. Iris. Kapsula tenon terbentuk di dekat insertio muskulus rektus pada tahap 80 mm (!@ minggu) dan rampung saat 5 bulan. Lapis ini tumbuh ke depan selama bulan ketiga (50 mm) dan terletak posterior terhadap sel-sel krista neuralis yang membentuk stroma iris.

Kuncup-kuncup mulai bertumbuh kedalam retina dan membentuk sirkulasi retina. selain sel-sel bipolar. terbentuk berkas-berkas marginal dari Drualt. Sistem hialoid paling berkembang pada tahap 40 mm dan kemudian beratrofi dari posterior ke anterior.5-13 mm atau 3-6 minggu). Daerah makula lebih tebal dari bagian lain retina sampai bulan ke-8. amakrin. lapis sel paling luar (terdiri atas inti koni dan basili) sudah ada. Lapis dalam mangkuk optik mengalami perkembangan rumit membentuk kesembilan lapis lain dari retina. dan sel ganggliom dan serat-serat saraf. Tahap pertama : ( Vitreous primer. perlekatan vitreous sekunder yang erat pada membrana limitans interna retina merupakan tahap-tahap awal pembentukan basis vitreous. tahap 4. c. 7. b. Retina Lapis luar mangkuk optik menetap sebagai lapis tunggal dan menjadi epitel pigmen dari retina. Akhirnya vitreous primer telertak tepat di belakang kutub posterior lensa bersama sisa-sisa pembuluh hialoid (kanal Cloquet). Sistem hialoid beratrofi seluruhnya selama tahap ini. sel-sel mesenkim dan fibroblas yang berasal dari mesenkim pada tepian mangkuk optik atau berhubungan dengan sistem vaskular hialoid. Selama bulan ketiga. dan saat lahir telah mencapai lamina cribosa. Menjelang bulan ketujuh. Kondensasi itu kemusian membentuk ligamentum suspensorium dari lensa. Unsur-unsur mesenkim memasuki jaringan sekitar untuk membentuk septa vaskuker dari saraf. . 9.6. membentuk serabut-serabut vitreousdari vitreous primer. Nervus optikus Akson-akson dari sel-sel gangglion retina membentuk lapis serat-serat saraf. Cabang-cabang vena sentralis retina terbentuk bersamaan. Vitreus a. Medulasi meluas dari otak ke perifer menuruni nervus optikus. yang telah berkembang baik pada tahap 100 mm atau 4 bulan. Pembuluh darah Arteria siliaris longa melepaskan diri dari hialoid pada tahap 16 mm (6 minggu) dan beranastomosis sekitar tepian mangkuk opttik dengan circulus major dari iris pada tahap 30 mm (7 minggu). Medulasi rampung pada usia 3 bulan. Tahap kedua : ( Vitreous sekunder. Sistem hialoid mengembangkan satu set pembuluhpembuluh vitreous. Hal ini berlangsung perlahan selama kehamilan. Serat-serat itu berangsur membentuk tangkai optik dan kemudian nervus optikus (tahap 26 mm). Tahap ketiga : (Vitreous tersier. Sistem hialoid mengalami atrofi total pada bulan ke-8. 8. Ini terdiri atas kondensasi fibrilar vitreous yang adalah penjuluran bakal epitel siliaris dari mangkuk optik ke equator lensa. bersama kontribusi minor dari lensa embrional dan lapis dalan dari vesikel optik.saat depresi makula mulai terjadi. 65 mm atau 10 minggu ke atas). tahap 13-65 mm atau 6-10 minggu). Pigmen mulai ada pada tahap 10 mm (5minggu). Sekitar tahap 4. Di anterior. Arter hialoidea mencabangkan arteri sentralis retina serta cabang-cabangnya (tahap 100 mm atau 4 bulan). Sekresi lapis dalam dan membran Bruch terjadi pada tahap 13 mm (6 minggu).5 mm. Serabut-serabut dan sel-sel (hialosit) dari vitreous sekunder disuga berasal dari vitreous primer vaskuler. selain pembuluh-pembuluh pada permukaan capsula lentis (tunica vasculosa lentis). yang sampai pada ora serrata pada bulan ke-8. Perkembangan makula belum rampung secara anatomis sampai bulan ke-6 sesudah lahir.

dan apabila berada di tempat terang atau intensitas cahayanya besar. Fungsi lensa selain menghasilkan kemampuan refraktif yang bervariasi selama berakomodasi. Gelombang cahaya antara 400-700nm ini akan terlihat sebagai suatu spektrum warnadanseringdsebutsebagaicahayatampak. merupakan cincin otot yangmemilikipigmenuntukmenentukan warna mata. mata memilki lapisan reseptor. jika pembiasan cahaya dari suatu benda tersebut jatuh di bagian bintik buta pada retina EMBRIOLOGI KULIT Embriologi Kulit
 KULIT
 Kulit memiliki 2 lapisan. dan system saraf yang menghantarkan impuls dari reseptor ke otak. lebih kecil. berasal dari mesenkim di bawahnya 1. yaitu: 3. Pada proliferasi sel selanjutnya di lapisan basal. Dalammekanismepenglihatanmatamanusia normal. aqueous humor. vitreous humor dan terakhir retina. bayangan suatu benda akan tidak nampak. lensa. awalnya cahaya yang masukkedalammataakan masuk melalui korneadan diteruskan ke pupil. mudigah di lapisi oleh satu lapisan sel ectoderm. karena otak sudah dilatih menangkap bayangan yang terbalik itu sebagai keadaan normal. Lapisan superficial (epidermis). maka cahaya sampai ke lensa. maka otot–otot siliaris akan berkontraksi. pupil. yaitu :kornea. Setelah melalui pupil dan iris. sehingga lensa menjadi lebih tebal dan lebih kuat. system lensa yang membiaskan cahaya ke reseptor tersebut. maka otot–otot siliaris akan mengendur dan lensa menjadi lebih tipis dan lebih lemah. Selainbagian-bagianitubanyakbagian lain yang samapentingnyadalammekanismepenglihatanmanusia.MEKANISME PENGLIHATAN Mata adalah alat indra kompleks yang berevolusi dari bintik-bintik peka sinar primitive pada permukaan golongan invertebrate. Dalam bungkus pelindungnya.Mekanismepenglihatansangatrumitsekalijikadilihatsatupersatulangkahlangkahnyadanbanyakmelibatkanbanyakbagiandarimataitusendiri.Bagian lain darimata yang ikutsertadalammekanismepenglihatanialahiris. nyata. Pupil berbentuk lubang bundar yang memiliki anterior di bagian tengah. Pupildapat membesar bila intensitas cahaya kecil (bila berada di tempat gelap). Lapisan dalam (dermis). Sebaliknya. tetapi persepsi pada otak terhadap benda tetap tegak. Bila cahaya sampai ke retina. dan terbentuk suatu lapisan sel gepeng yang disebut periderm atau epitrikium. terbentuklah zona ketiga (zona intermediet) yaitu pada embrio 4 bulan. epitel ini membelah. Pembiasan cahaya dari suatu benda akan membentuk bayangan benda jika cahaya tersebut jatuh di bagian bintik kuning pada retina. Bayangan atau cahaya yang tertangkap oleh retina adalah terbalik. maka pupil akan mengecil. Lensa ini berada diantara aqueous humor dan vitreous humor. di permukaannya. melekat ke otot–otot siliaris melalui ligamentum suspensorium. terbentuk dari ectoderm permukaan 4. Akhirnya pada bulan keempat. maka sel–sel batang dan sel–sel kerucut yang merupakan sel–sel yang sensitif terhadap cahaya akan meneruskan sinyal–sinyal cahaya tersebut ke otak melalui saraf optik. juga berfungsi untuk memfokuskan cahaya ke retina.Bagian yang pentingdalammekanismeinidiantaranya. Cahaya yang dapatdiserapolehmatamemiliki panjang gelombang 400-700nm yang dapat merangsang sel batang (rod cell) dan kerucut (cone cell) sehingga dapat terlihat oleh kita. Pada awal bulan kedua (7 minggu). Apabila mata memfokuskan pada objek yang dekat. karena cahaya yang jatuh pada bagian ini akan mengenai selsel batang dan kerucut yang meneruskannya ke saraf optik dan saraf optik meneruskannya ke otak sehingga terjadi kesan melihat. Dan apabila mata memfokuskan objek yang jauh. Epidermis
 Pada awalnya (5 minggu). epidermis memperoleh susunan definitifnya dan dapat dikenali empat lapisan . yangberguna mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata.

Dermis
 Dermis berasal dari mesoderm lempeng lateral dan dermatom dari somit.yaitu pada saat lahir. mengandung banyak jaringan lemak. Stratum granulosum mengandung granula kertohialin kecil di sel-selnya. Lapisan dermis yang lebih dalam (subkorium). disusun oleh sel-sel mati yang terkemas rapat dan mengandung keratin. epidermis diinvasi oleh sel-sel yang berasal dari Krista 
 neuralis. Stratum basale atau stratum germinativum. Selama 3 bulan pertama perkembangan. berperan dalam menghasilkan sel. Sebagian besar dari papilla ini mengandung kapiler halus atau end organ (ujung) saraf sensorik. . Selama bulan ketiga dan keempat. Stratum korneum (lapisan tanduk) yang membentuk permukaan mirip sisik keras pada epidermis. papilla dermis yang menonjol ke atas ke dalam epidermis. Sel-sel ini mensintesis pigmen melanin dalam melanosom. Stratum spinosum yang tebal terdiri dari sel-sel polyhedral besar yang mengandung tonofibril halus. jaringan ini (korium) membentuk banyak struktur papilar ireguler.sel baru. 2. Sel-sel periderm biasanya dilepaskan sewaktu paruh kedua kehidupan intra uterus dan dapat ditemukan di dalam cairan amnion. Lapisan ini kemudian membentuk hubungan dan cekungan yang tercermin di permukaan kulit sebagai sidik jari.

50C. yang menjadikan
 kulit tahan air. Penerima rangsang Kulit sangat peka terhadap berbagai rangsang sensorik yang berhubungan dengan sakit. merembes melalui dinding pembuluh darah ke dalam peredaran darah kemudian ke berbagai organ tubuh lainnya. Pengeluaran (ekskresi) Kulit mengeluarkan zat-zat tertentu yaitu keringat dari kelenjar-kelenjar keringat yang dikeluarkan melalui pori-pori keringat dengan membawa garam. Ketika terjadi perubahan pada suhu luar. T. Tubuh yang sehat memiliki suhu tetap kira-kira 98. Lapisan ini melindungi kulit dari efek maserasi cairan ketuban. Penyimpanan. dan getaran.EMBRIOLOGI KEDOKTERAN LANGMAN edisi 10.Saat lahir. Penyerapan terjadi melalui muara kandung rambut dan masuk ke dalam saluran kelenjar palit. yodium dan zat kimia lainnya. Pengatur panas adalah salah satu fungsi kulit sebagai organ antara tubuh dan lingkungan. Hormon yang terdapat
 pada krim muka dapat masuk melalui kulit dan mempengaruhi lapisan kulit pada tingkatan yang sangat tipis. Pengatur panas atau thermoregulasi
 Kulit mengatur suhu tubuh melalui dilatasi dan konstruksi pembuluh kapiler serta melalui respirasi yang keduanya dipengaruhi saraf otonom.
 7. menahan luka-luka
 kecil. darah dan kelenjar keringat kulit mengadakan penyesuaian seperlunya dalam fungsinya masing-masing.2009. suhu panas atau dingin. terutama zat-zat yang larut dalam lemak dapat diserap ke dalam kulit. 3. 5. 6. . Penyerapan terbatas Kulit dapat menyerap zat-zat tertentu.
 Kulit dapat menyimpan lemak di dalam kelenjar lemak. mencegah zat kimia dan bakteri masuk ke dalam tubuh serta
 menghalau rangsang-rangsang fisik seperti sinar ultraviolet dari
 matahari. Jakarta:EGC Fisiologi kulit Kulit mempunyai berbagai fungsi yaitu sebagai berikut : 1. Kulit dapat menahan suhu tubuh. Air yang dikeluarkan melalui kulit
 tidak saja disalurkan melalui keringat tetapi juga melalui penguapan air transepidermis sebagai pembentukan keringat yang tidak disadari. yang dibentuk oleh sekresi kelenjar sebasea dan sel epidermis dan rambut yang mengalami degenerasi. kulit dilapisi oleh pasta keputihan.6 derajat Farenheit atau sekitar 36. verniks kaseosa. 2. Pelindung atau proteksi Epidermis terutama lapisan tanduk berguna untuk menutupi jaringanjaringan tubuh di sebelah dalam dan melindungi tubuh dari pengaruhpengaruh
 luar seperti luka dan serangan kuman. tekanan. Sumber: Sadler.W. 4. Lapisan paling luar
 dari kulit ari diselubungi dengan lapisan tipis lemak. rabaan. Kulit sebagai alat perasa dirasakan melalui ujung-ujung saraf sensasi. Panas akan hilang dengan penguapan keringat.

jumlah pembuluh darah dalam dermis. C. Dari semua bahan-bahan pembangun warna kulit. Pada tahap akhir diferensiasi diikuti penebalan membran sel. Banyaknya pigmen melanin di dalam kulit ditentukan oleh faktor-faktor ras. Eumelanin adalah pigmen coklat tua yang dihasilkan oleh melanosit.Penunjang penampilan Fungsi yang terkait dengan kecantikan yaitu keadaan kulit yang tampak halus. Warna kulit terutama ditentukan oleh :
 1. Berasal dari ektoderm permukaan. Sel ini berjumlah 7%-10% dan berasal . kemerahan atau hitam. Sel-sel epidermis a. Oxyhemoglobin yang berwarna merah
 2. individu. Melanin yang berwarna coklat
 4. Proses keratinisasi berlangsung selama 2-3 minggu yang dimulai dari proses proliferasi. Melanosit Warna kulit ditentukan oleh berbagai faktor penting seperti kendungan melanin dan karoten. b. Keratohyalin yang memberikan penampakan opaque pada kulit. yakni keratin. kematian sel dan pengelupasan. tipe. putih dan bersih akan dapat menunjang penampilan Fungsi lain dari kulit yaitu kulit dapat mengekspresikan emosi seseorang seperti kulit memerah. tirosin diubah menjadi butir-butir melanin yang berwarna coklat. kehilangan inti dan organel lain di dalam sel. Setiap warna kulit mempunyai keunikan tersendiri yang jika dirawat dengan baik dapat menampilkan karakter yang menarik. Lapisan stratum corneum yang memiliki warna putih kekuningan atau keabu-abuan. pucat maupun konstraksi otot penegak rambut. HISTOLOGI KULIT EPIDERMIS Epidermis terdiri dari 5 lapisan dan tidak mempunyai pemubuluh darah maupun limpa sehingga semua nutrisi dan oksigen di dapat dari pembuluh kapiler pada lapisan dermis yang berdifusi melalui cairan jaringan serta membran basal untuk mencapai epidermis. Proses pembentukan pigmen melanin kulit terjadi pada butir-butir melanosom yang dihasilkan oleh sel-sel melanosit yang terdapat di antara sel-sel basal keratinosit di dalam lapisan benih. dan warna darah yang mengalir di dalamnya. Melanin dibuat dari tirosin sejenis asam amino dan dengan oksidasi. serta 5. dari yang berwarna putih mulus. ukuran dan distribusi pigmen melanin ini akan menentukan variasi warna kulit berbagai golongan ras atau bangsa di dunia. Oksidasi tirosin menjadi melanin berlangsung lebih lancar pada suhu yang lebih tinggi atau di bawah sinar ultra violet. dan lingkungan. serta untuk proses ini perlu adanya enzim tirosinase dan oksigen. Sel berbentuk gepeng ini memiliki sitoplasma yang dipenuhi oleh skleroprotein birefringen.
 kuning. Selama proses keratinisasi berlangsung enzim hidrolitik lisosom berperan pada penghancuran organel sitoplasma. coklat. Sel basal mengandung berat molekul yang lebih rendah. Hemoglobin tereduksi yang berwarna merah kebiruan
 3. diferensiasi. Keratin ini mengandung sedikitnya 6 macam polipeptida dengan berat molekul 40kDa sampai 70 kDa. Jumlah. Keratinosit Sel ini merupakan sel terbanyak dengan jumlah mencapai 85%-95% pada epidermis. Warna Kulit Warna kulit sangat beragam. Komposisi tonofilamen ini berubah sewaktu sel berdiferensiasi. yang paling menentukan warna kulit adalah pigmen melanin.

Jumlah melanosit tiap individu hampir sama. Berkas keratin tersebut disebut tonofilamen. Stratum spinosum Stratum spinosum terdiri atas beberapa lapis sel yang berbentuk poligonal. Desmosom masih tampak di antara sel-sel yang bersebelahan 3. Protein granul ini kaya akan histidin berfosfor selain protein yang mengandung sistin. Sel ini mengikat antigen asing di permukaannya dan merupakan sel pembawa antigen yang menyebabkan limfosit T dapat bereaksi terhadap antigen yang dibawanya. d. Sintesis melanin berlangsung di dalam melanosit dengan tirosinase berperan penting.4dihidroksifenilalanin (dopa) dan kemudian menjadi dopaquinon yang kemudian bertransformasi dan dikonversi menjadi melanin. Sel ini mempunyai reseptor penanda imunologis yang mirip makrofag. dan inti terletak di tengah-tengah. 2. Setelah granula melanin bermigrasi di dalam juluran sitoplasma. Materi ini berfungsi sebagai sawar terhadap materi asing dan menyediakan suatu efek pelindung bagi kulit. Granula lamela ini mengeluarkan suatu materi ke dalam ruang antar sel di stratum granulosum. c. tidak berinti. ditemukan terutama di antara keratinosit dalam lapisan atas stratum spinosum. Sel ini terdapat pada lapisan basal kulit tebal. Sel Merkel Sel ini memiliki jumlah paling sedikit dan berasal dari krista neuralis. yakni suatu struktur lonjong yang mengandung cakram berlamel yang dibentuk oleh lapisan lipid ganda. hanya jumlah produksi melanin berbeda. Stratum korneum Lapisan kulit yang terluar dan terdiri dari beberapa sel-sel gepeng yang mati. Hemidesmosom mengikat melanosit ke lamina basalis. Stratum lusidum Stratum lusidum ini terdiri atas lapisan tipis sel epidermis eosinofilik yang sangat gepeng.dari neuroektoderm. Selama proses keratinisasi berlangsung enzimenzim hidrolitik lisosom berperan dalam penghancuran sitoplasma. Sel ini berasal dari sekelompok sel prekursor dalam sumsum tulang. Melanosit paling banyak terdapat pada kulit muka dan genitalia eksterna. Tirosin mula-mula diubah menjadi 3. Melanosit memiliki badan sel yang bulat dengan cabang dendritik yang panjang dan tipis. 1. Pada tahap kedua kecepatan sintesis melanin menjadi meningkat dan mengakibatkan peningkatan jumlah pigmen. 4. Stratum granulosum Stratum granulosum ini terdiri atas 3-5 lapis sel poligonal gepeng yang sitoplasmanya berisikan granul basofilik kasar yang disebut granul keratohialin. melanin berkumpul dalam vesikel yang disebut premelanosom. dan protoplasmanya telah berubah menjadi keratin. granula melanin akan berkumpul di daerah supranuklear sehingga inti sel terlindungi dari radiasi matahari yang merusak. terutama banyak ditemukan di ujung jari. Protoplasmanya jernih karena banyak mengandung glikogen. Sel ini memiliki peranan sebagai mekanoreseptor. folikel rambut dan mukosa mulut. Struktur khas lainnya adalah granul lamela. Vesikel kemudian matang menjadi melanosom yang disebarkan melalui cabang sitoplasma melanosit ke keratinosit di sekitarnya terutama yang berada di stratum basale. Filamen ini penting . Sel langerhans Merupakan sel dendritik yang berbentuk bintang. Dalam melanosit. Sel-sel gepeng tanpa inti ini memiliki protoplasma yang telah berubah menjadi protein yang disebut eleidin. Menggelapnya kulit karena sinar uv adalah hasil proses dua tahap yakni reaksi fisikokimia menghitamkan melanin dan melepaskannya dengan cepat ke keratinosit. Sel-sel spinosum saling terikat erat melalui spina sitoplasma yang berisi filamen dan desmosom sehingga memberi corak berduri pada permukaan sel ini.

Gambaran khas pada telapak tangan. Stratum basale Stratum basale terdiri atas sel-sel berbentuk kubus yang tersusun vertikal pada perbatasan dermoepidermal. Otot ini turut berperan dalam ekspresi fasial. dan kulit kepala. Stratum pailare tersusun lebih longgar ditandai oleh banyak papila dermis yang berjumlah 50-250 per mm2. Sejumlah besar desmosom saling mengikat sel-sel pada lapisan ini pada permukaan lateral dan atas sedangkan hemidesmosom membantu mengikat sel ini pada lamina basalis. dahi. labia minora dan puting payudara ditemukan kelenjar sebasea yang tak bermuara ke folikel rambut dan mencurahkan sekretnya langsung ke permukaan tubuh. Epidermis dipermukaan tonjolan dermis ini membentuk rigi (pematang) dengan alur diantaranya. Jumlah papila terbanyak dan lebih dalam pada daerah yang menerima tekan dan gesekan paling besar misalkan pada telapak kaki.arector pili yang menempel pada folikel rambut membentuk lapisan tipis pada scrotum. fibrosit. Rongga-rongga diantara berkas serat terisi jaringan lemak. Pada daerah yang berpigmen ditemukan melanosit. 5. Epidermis dilekatkan pada dermis melalui lamina basal dan ikatan ini diperkuat oleh adanya tonjolan-tonjolan dermis ke epidermis yang disebut papila. Semua sel dalam stratum basale mengandung filamen keratin intermediet. . Pola rigi dan alur ini yang terbentuk pada bulan ketiga dan keempat kehidupan janin. prepusium. dan puting payudara. gambarannya khas pada tiap individu. Terdiri atas berkas-berkas kolagen kasar tersusun rapat. Satu atau beberapa kelenjar sebasea bermuara dan mencurahkan sekretnya ke folikel rambut bagian atas. kelopak mata. Sebagian besar papila mengandung pembuluh kapiler yang memberi nutrisi pada epitel diatasnya. Sewaktu sel berpindah ke atas. kelenjar keringat. lapisan ini disebut stratum papilare. glans penis. Lapisan dermis dibawah strtum papilare disebut stratum retikulare. Merupakan sel-sel jaringan ikat seperti fibroblas. Pada tempat peralihan kulit misalkan di daerah bibir. Kelenjar ini bertambah jumlahnya pada daerah muka. Epidermis di daerah-daerah yang terkena gesekan secara terus menerus memiliki stratum spinosum yang tebal dengan lebih banyak tonofilamen dan desmosom. tebal dan dalam. bagian tubuh dan faktor lain. DERMIS Dermis berasal dari lapisan mesoderm embrional. inti gelap. Terdiri dari jaringan penyambung dengan beberapa lapisan serat kolagen dan serat elatis. Serat otot polos juga ditemukan pada tempat-tenpat tertentu seperti m. Lapisan retikular dibagian yang lebih dalam menyatu dengan hipodermis atau fasia superfisialis dibawahnya yang terdiri atas jaringan ikat longgar yang banyak mengandung jaringan lemak. Lapisan ini terdiri atas dua jenis sel yaitu sel yang berbentuk kolumnar dengan protoplasma basofilik inti lonjong dan besar dan sel pembentuk melanin yang berwarna muda. Jumlah sel dalam dermis relatif sedikit. dan kelenjar sebasea serta folikel rambut. kaki. Kelenjar sebasea merupakan contoh kelenjar holokrin karena produk sekresinya dilepaskan bersama sisa sel mati. Papila lainnya mengandung badan akhir saraf sensorik untuk reseptor perabaan yang disebut badan meissner. dan jemari ini disebut sidik jari. Lapisan ini lebih padat. Sebum berperan melembabkan dan membuat kedap air rambut dan permukaan kulit. dan memiliki butir pigmen. Sebum tidak memiliki andil dalam mencegah kehilangan air. sel lemak. Turunan Kulit Kelenjar Sebasea Kelenjar ini mensekresikan subtansi berminyak yang disebut sebum.untuk mempertahankan kohesi antar sel dan melawan efek abrasi. sedikit makrofag dan sel mast. jumlah filamen juga bertambah sehingga mencapai setengah jumlah protein total begitu sel berada di stratum korneum. Epidermis manusia diperbaharui setiap 15-30 hari bergantung pada usia. Dermis bagian permukaan yang membentuk papila atau tonjolan ke epidermis. Sel-sel basal ini berfungsi reproduktif.

Di bagian proksimal kuku terdapat daerah putih yang berbentuk bulan . Pada permulaan perkembangan semua sel pada folikel aktif bermitosis akan tetapi seltelah folikel terdiferensiassi sempurna hanya tinggal sel-sel matriks yang aktif bermitosis dan menghasilkan berbagai bagian rambut yaitu. Kuku yang kering dan rapuh menunjukan defisiensi vitamin atau keadaan hipotiroid. konkaf atau kuku sendok. dan kutikula rambut. yang terdiri atas sel-sel epitelial yang aktif membelah dan mengitari suatu papila jaringan ikat yang banyak mengandung pembuluh darah. Kelenjar keringat berperan dalam termoregulator. menandakan adanya penyakit seperti anemia kronik. Histologi Mata . dan saraf yang penting bagi kelangsungan hidup folikel rambut. Kontraksi ini menyebabkan rambut menegak dan menarik ke dalam daerah tempat insersinya pada papila sehingga terjadi keadaan yang tampak pada kulit yang merinding. medula. Kelenjar apokrin dipersarafi oleh serabut adrenergik sistem saraf simpatis. M. aliran darah kulit dan sekresi keringat meningkat. Sel-sel folikel rambut merupakan lanjutan dari startum basal dan spinosum epidermis kulit. dan perkembangannya dipengaruhi secara hormonal. dan karenanya kelenjar ini baru mulai aktif setelah puberitas. Pigmen melanin ditemukan terjepit diantara dan di dalam sel tersebut sehingga mewarnai rambut. Kelenjar ini bersekresi secara apokrin dimana sekret yang dikeluarkan lebih kental dan dicurahkan ke dalam folikel rambut. terdiri atas sel-sel basal di atas membran basal dan dua atau tiga lapisan spinosum. Bila tubuh perlu melepaskan panas. mudah sobek. arector pili melekat ke sarung folikel dan berinsersi di daerah papila dermis pada epidermis. sifilis dan demam rematik. korteks. Kuku Kuku berasal dari sel yang sama pada epidermis. dan anus. Muskulus arektor pili dipersarafi oleh sistem saraf simpatis dan penegakan rambut terjadi apabila kedinginan atau ketakutan. Sel gelap memiliki granula sekretoris dan sel bening sebaliknya. mempunyai matriks yang aktif bermitosis menghasilkan dasar kuku. Kelenjar Keringat Kelenjar keringat ini merupakan kelenjar merokrin dimana vesikel/gelembung sekret di bawa ke permukaan sel kemudian membran vesikel menyatu dengan membran sel dan sekret dicurahkan ke lumen kelenjar tanpa kehilangan bagian dari sitoplasma sel.Rambut Rambut merupakann bangunan berzat tanduk yang diproduksi oleh folikel rambut yang merupakan pertumbuhan epitel permukaan kedalam lapisan dermis dibawahnya. Kelenjar ini menghasilkan sekret yang pada awalnya tidak berbau namun akan terdapat bau yang khas bila terdekomposisi oleh bakteri. Terdapat dua jenis sel pada sekresi kelenjar keringat yaitu sel gelap dan sel bening. Lempeng kuku tumbuh dari dasar kuku sebagai suatu lempeng zat tanduk. Pertumbuhan kuku bersifat kontinu dan bisa digunakan sebagai indikator kesehatan seseorang seperti. disebut lunula.Kuku yang tipis. Dasar kuku merupakan lanjutan stratum germinatif. adanya lekukan dan kekeruhan sering ditemukan pada infeksi kuku. Kelenjar merokrin dipersarafi oleh serabut koligernik sistem saraf simpatis. Pertumbuhan rambut berlangsung dalam bagian pangkal folikel yang menggelembung dan disebut bulbus pili. yang merupakan lanjutan stratum germinatif kulit. Papila dermis dalam bulbus pili ini disebut papila pili. Stratum korneum yang mengeras di bawah ujung bebas kuku disebut hiponikium. Batang rambut dibentuk oleh sel folikel yang paling dalam yang membatasi papila yang disebut sel matriks. Bagian pangkal kuku diliputi suatu lipatan kulit yang disebut eponikium atau kutikula. Kelenjar apokrin adalah sejenis kelenjar keringat yang berbeda ditemukan pada kulit bagian ketiak. areola.

Masa pergantian sel 7hari . fibroblast dan serat elastin) .Simpai tenon ini berhubungan dengan stroma konjungtiva longgar pada batas kornea dengan sclera. terutama berkas kolagen gepeng yang berjalinan namun tetap parallel terhadap permukaan organ.Dihubungkan oleh sebuah simpai tenon (sebuah system longgar serat kolagen halus pada lapisan padat jaringan ikat) .Terdapat mikrovili pada sel permukaan kornea . 2.Mikrovili terjulur ke dalam ruangan yang diisi lapisan tipios air mata pra-kornea merupakan lapisan pelindung yang terdiri atas lipid dan glikoprotein. .Diantara simpai tenon dan sclera terdapat ruang tenon ruang longgar inilah yang memungkinkan bola mata dapat bergerak memutar kesegala arah. Kornea  Irisan melintang kornea menunjukan bahwa kornea terdiri atas 5 lapisan 1) Epitel Berlapis gepeng non keratin .  Permukaan luar (episklera) . . . cukup banyak substansi dasar. beberapa fibroblast. Sklera Membentuk segmen bola   Bergaris tengah 22 mm Terdiri atas jaringan ikat padat.Sclera relative avaskular.Lapisan pelindung ini tebalnya 7mikrometer . yaitu: Lapisan luar atau tunika fibrosa   5/6 posterior lapisan luar mata yang opak dan putih adalah sclera 1/6 bagian anterior tidak berwarna dan transparan yaitu kornea 1.Diantara sclera dan koroid terdapat lamina suprakoroid (lapisan tipis jaringan ikat longgar dengan banyak melanosit.Setiap mata terdiri dari 3 lapisan konsentris.Pada bagian basal epitel ini tampak banyak gambaran mitosis yang mencerminkan kemampuan regenerasi kornea yang hebat .

.Merupakan lapisan homogeny .Biasanya terdapat sel limfoid membrane (migrating) di dalam kornea.Sel dan serat dari stroma terendam dalam substansi glikoprotein amorf yang metakromatik (kondroitin dan sulfat) . tetapi tanpa sel .Bersama susunana serabut kolagen yang sangat halus dari stroma yang disusun teratur.Yaitu epitel selapis gepeng . 2) Membran bowman . sehingga stroma kornea dipertahankan dalambkeadaan yang relative kering.Struktur homogeny . yang menyebabkan jernihnya kornea.Terdiri atas filament kolagen halis tersusun berupa jalinan 3 dimensi 5) Endotel .Dibawah epitel kornea .Serabut kolagen didalam setiap lamel saling berjajar parallel dan melintasi seluruh lebar kornea . pemadatan substansi interselular.Stroma avaskular .Endotel dan epitel kornea berfungsi memepertahankan kejernihan kornea . .Tebal 5-10 mikrometer .Kornea memiliki suplai saraf sensoris yang paling besar diantara jaringan mata.Membantu stabilitas dan kekuatan kornea 3) Stroma .Tebalnya antara 7-12 mikrometer .Ke 2 lapisan ini mentransport ion natrium ke permukaan apikalnya .Diantara lapisan-lapisan itu terjepit juluran-julurannsitoplasma fibroblast (gepeng seperti sayap kupu-kupu . 4) Membran descement .Terdiri atas banyak lapisan berkas kolagen parallel yang saling menyilang secara tegak lurus .Terdiri dari serat-sarat kolagen yang bersilangan secara acak..Ion klorida dan air ikut secara pasif.

sel mast.  Struktur ->jar ikat longgar : .Limbus ini sangat vascular . Korpus siliaris  Sebuah perluasan koroid ke anterior setinggi lensa  Merupakan cin-cin tebal yang utuh pada permukaan dalam bagian anterior sclera  Membentuk segitiga pada potongan melintang  Salah satu permukaannya berkontak dengan korpus vitreus. limfosit. sel plasma.Pembuluh darahnya memegang peranan penting dalam radang kornea .Canal schlemm berhubungan keluar dengan system vena.Melanosit  Muskulus siliaris -> 2 berkas otot polos yang berinsesi pada sclera di anterior dan pada berbagai daerah dari korpus siliaris di posterior. . Koroid  Lapisan yang sangat vascular  Diantara pembuluh darahnya terdapat jaringan ikat longgar dengan banyak fibroblast. Salah satu berkas ini mempunyai fungsi . makrofag.  Fungsi penting untuk nutrisi retina  Membrane hialin amorf tipis (3-4 mikrometer)memisahkan lapisan koriokapiler dari retina dikenal sebagai membrane brunch meluas dari diskus optikus sampai ke ora serata  Discus optikus ( papilla optikus) daerah tempat nervus optikus memasuki bola mata  Koroid terikat pada sclera oleh lamina suprakoroidal (lapisan jaringan ikat longgar dengan banyak melanosit) 2.Pembuluh darah . serat kolagen dan serat elastin.  Terdapat banyak melanosit (memberi warna hitam yang khas0  Lapisan dalam koroid disebut lapisan koriokapiler karena lebih banyak mengandung pembuluh darah kecil daripada lapisan luar. Limbus yaitu batas kornea dan sclera yang merupakan daerah peralihan dari berkasberkas kolagen bening dari kornea menjadi serat-serat buram putih dari sclera.Banyak serat elastin . Lapisan tengah /lapisan vascular/traktus uveal 1.Didaerah limbus yaitu jalinan trabekula membentuk saluran (canal) schlemm yang mengangkut cairan dari kamera okuli anterior .

Rata .Lapisan yang menutupi lapisan pertama berasal dari lapisan sensoris retina (terdiri atas epitel silindris tanpa pigmen.Dibawahnya terdapat jaringan ikat dengan banyak pembuluh darah. .Lapisan yang langsung berbatasan dengan korpus siliaris.  Permukaan anterior . fibroblast dan melanosit.meregangkan koroid dan berkas lain bila berkontraksi mengendurkan ketegangan pada lensa. Gerakan otot ini penting untuk akomodasi visual. . bilik posterior dan lensa ditutupi oleh perluasan retina ke anterior.Lapisan berikutnya yaitu jaringan ikat longgar dengan sangat vaskular  Permukaan posterior . yaitu : . 4. Di daerah ini retina hanya terdiri dari 2 lapis sel.  Permukaan korpus siliaris yang menghadap ke korpus vitreus. Prosesus siliaris  Juluran mirip tabung dari korpus siliaris  Pusatnya ialah jaringan ikat longgar dengan banyak kapiler bertingkap (fenestrated) di tutupi oleh 2 lapis epitel yang sama dengan korpus siliaris  Dari prosesus siliaris muncul serat-serat zonula  Sel-sel tanpa pigmen dari lapisan memiliki lipatan-lipatan basal. menyisakan lubang bulat di pusat yang disebut pupil. Iris  Yaitu perluasan koroid yang sebagian menutupi lensa. terdiri atas epitel selaois silindris yang mengandung melanin.Dilapisi oleh 2 lapis epitel yang sama dengan korpus siliaris dan prosesusnya. 3. beberapa serat.  Banyaknya pigmen mencegah masuknya cahaya ke dalam mata kecuali ke dalam pupil .Tidak teratur dan kasar . Sel-sel ini membentuk humor akueus.

kaya akan KH . karena tanpa pembuluh darah maka lensa mendapat nutrisi dari humor akueus dan badan vitreus  Lensa bersifat tembus cahaya  Membrane plasma serat lensa sangat tidak permeabel Korpus Vitreus  Menempati ruangan mata di belakang lensa . Epitel Subkapsular Terletak di bawah kapsular Hanya ada pada permukaan anterior Terdiri atas selapis sel epitel kuboid Bagian dasar sel ini terletak di luar berhubungan dengan kapsula Apeksnya terletak di dalam dan membentuk kompleks junctional dengan serat lensa Ke arah equator sel ini bertambah tinggi dan beralih menjadi serat lensa Lensa tumbuh sepanjang kehidupan dengan penambahan serat lensa 3.Pada kapsul lensa melekat serat zonula yang berjalan ke badan siliar sebagai igamen suspensorium atau penyokong 2. merupakan membrane tidak berbentuk. Lebar 8-10 µm. Substansi lensa Terdiri dari serat lensa yang berbentuk prisma heksagonal Panjangnya 8-10mm. yaitu : 1. Kapsul Lensa .Kapsul ini homogeny. tebal 2 µm Sebagian besar serat tersusun secara konsentris dan sejajar permukaan lensa Pada korteks serat yang lebih muda menganndung beberapa inti dan organel Di bagian tengah serat yang lebih tua telah kehilangan inti dan tampak homogen  Lensa mata sama sekali tanpa pembuluh darah.Lensa  Lensa kristalina berbentuk bikonveks  Secara structural terdapat 3 komponen.Tebalnya sekitar 10µm di sebelah anterior dan posteriornya 5-6 µm .Mengandung glikoprotein dan kolagen tipe IV . bersifat elastis.

RE licin.Cakram gepeng mengandung pigmen yang disebut ungu visual atau rhodopsin yang memutih oleh cahaya dan mengawali rangsangan visual.Terdiri atas segmen luar dan segmen dalam .mengandung alat metabolic untuk biosintesis dan proses penghasil energy Banyak mengandung glikogen dan memiliki banyak kumpulan mitokondria. granul melanin di sebelah sitoplasma apical Apeks sel memiliki mikrovili  Bagian Posterior (Retina Pars Optika) Terdiri atas sekurang-kurangnya 15 jenis neuron dan sel-sel sekurang-kurangnya 38 jenis sinaps Terdiri atas 3 lapisan :  Lapisan luar Terdiri atas sel batang dan kerucut  Sel Batang . terlibat dalam sintesis pritein. .fotosensitif ( berbentuk batang luar terdiri atas banyak cakram gepeng bermembran yang bertumpuk-tumpik mirip uang logam) .Dipisahkan dari segmen dalam oleh sebuah penyempitan . terdiri atas kolagen. Merupakan gel transparan. ini membentuk .Segmen luar : .Poliribosom banyak terdapat dibawah daerah mitokondria..Segmen dalam : . glikosaminoglikan dimana unsure utamanya adalah asam hialuronat Lapisan Dalam (Retina)  Terdiri dari 2 bagian : Posterior : bagian fotosensitif Anterior : tidak fotosensitif  Bagian Anterior (Epitel Pigmen) Terdiri atas sel silindris dengan inti di basal Daerah basal sel melekat pada membrane Bruch Sitoplasmanya memiliki banyak mitokondria. .

Cahaya langsung jatuh pada kerucut di bagian pusat fovea yang membantu ketajaman penglihatan  Selain ketiga jenis sel utama terdapat jenis sel lain. menjulurkan aksonnya ke daerah khusus pada retina.Membantu penglihatan di tempat gelap  Sel Kerucut Merupakan neuron panjang Tiap retina memiliki ± 6 juta sel kerucut Strukturnya serupa dengan sel batang. Sel Amakrin. tapi timbul sebagai invaginasi darinya. Terdapat 3 jenis sel kerucut fungsional yang tidak bisa dibedakan cirri morfologinya.  Pada kutub posterior sumbu optic terletak fovea. tempat mereka berkumpul membentuk nervus optikus  Daerah tersebut bebas dari reseptor dan karenanya di sebut bintik tua / papilla nervus optikus / kepala nervus optikus / diskus optikus. menghubungkan sel-sel ganglia 3.  Membantu penglihatan di tempat terang Lapisan Tengah  Terdiri atas sel-sel bipolar  Menghubungkan sel batang dan kerucut dengan sel ganglion  Sel bipolar difus memiliki sinaps dengan 2 atau lebih fotoreseptor  Sel bipolar monosinap mempunyai satu sinaps  Lapisan Dalam  Terdiri atas sel-sel ganglia  Selain berhubungan dengan sel bipolar. Sel Horizontal. yaitu : 1. Tiap jenis mengandung fotopigmen kerucut yang disebut iodopsin. hanya terdapat perbedaan dalam hal bentuk dan struktur segmen luarnya. sebuah lekukan dangkal dengan retina yang bagian pusatnya sangat tipis. sedang bagian pusatnya ditempati oleh sel kerucut. Sel Penyokong . Protein yang baru dibentuk tidak ditimbun tapi tersebar merata pada segmen luar. Dimana pada sel kerucut membrane luarnya tidak bergantung dari membrane plasma luar. Hal ini disebabkan oleh sel ganglion dan sel bipolar berkumpul di tepi lekukan ini. menghubungkan fotoreseptor-fotoreseptor berbeda 2..

dilapisi epitel bertingkat silindris bersilia Duktus hasalakrimalis . Berupa kelenjar tubuloalveolar yang lumennya besar.Struktur Tambahan 1. 3. Tidak berhubungan dengan folikel rambut. b. Menghasilkan substansi sebaseus membentuk lapisan berminyak pada permukaan film air mata. Terdiri atas lobus-lobus. c. Zeis Kelenjar sebaceous yang lebih kecil yang memodifikasi dan berhubungan dengan folikel bulu mata. Moll Kelenjar keringat. berupa tubulus mirip sinus yang tidak bercabang. Konjungtiva Membrane mukosa tipis dan transparan yang menutupi bagian anterior matasampai kornea dan permukaan dalam kelopak mata. Berupa epitel berlapis selindris dengan banyak sel goblet dan lamina proprianya terdiri atas jaringan ikat longgar 2. Meibom Kelenjar sebasea panjang dalam lempeng tarsal. Kelopak Mata Lipatan jaringan yamg dapat digerakan yang berfungsi melindungi mata Kulit kelopak ini longgar dan elastis Terdapat 3 jenis kelenjar a. Alat Lakrimal Kelenjar Lakrimal Merupakan kelenjar air mata. Kanalikuli Dilapisi epitel berlapis gepeng tebal Sakus Lakrimalis. terdiri atas sel-sel berbentuk kolom jenis serosa. membantu mencegah penguapan cepat dari lapisan air mata.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful