P. 1
aspal

aspal

|Views: 53|Likes:
Published by Eeng Fitriani
aspal
aspal

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Eeng Fitriani on Apr 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/04/2013

pdf

text

original

PEMBANGUNAN JALAN KOTA BALIKPAPAN

DIVISI 6 PERKERASAN ASPAL SEKSI 6.1 LAPIS RESAP PENGIKAT DAN LAPIS PEREKAT

6.1.1. 1)

UMUM Uraian Pekerjaan ini harus mencakup penyediaan dan penghamparan bahan aspal pada permukaan yang telah disiapkan sebelumnya untuk pemasangan lapisan beraspal berikutnya. Lapis Resap Pengikat harus dihampar di atas permukaan yang bukan beraspal (misalnya Lapis Pondasi Agregat), sedangkan Lapis Perekat harus dihampar di atas permukaan yang beraspal (seperti Lapis Penetrasi Macadam, Laston, Lataston dll).

2)

Pekerjaan seksi lain yang berkaitan dengan seksi ini a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) Pemeliharaan Lalu Lintas Rekayasa Lapangan Bahan dan Penyimpanan Pelebaran Perkerasan Bahu Jalan Lapis Pondasi Agregat Lapis Pondasi Semen Tanah Campuran Aspal Panas Pengembalian Kondisi Perkerasan Lama Pengembalian kondisi bahu jalan lama pada jalan berpenutup aspal : : : : : : : : : : Seksi 1.8 Seksi 1.9 Seksi 1.11 Seksi 4.1 Seksi 4.2 Seksi 5.1 Seksi 5.4 Seksi 6.2 Seksi 8.1 Seksi 8.2

3)

Standar Rujukan Standar Nasional Indonesia (SNI) : Pd S-02-1995-03 (AASHTO M82 - 75) Pd S-01-1995-03 (AASHTO M208 - 87) AASHTO : AASHTO M20 - 70 AASHTO M140 - 88 AASHTO M226 - 80 : Penetration Graded Asphalt Cement : Emulsified Asphalt : Viscosity Graded Asphalt Cement : Spesifikasi Aspal Cair Penguapan Sedang : Spesifikasi Aspal Emulsi Kationik

VI - 1

PEMBANGUNAN JALAN KOTA BALIKPAPAN

Brirish Standard : BS 3403 4) : Industrial Tachometers

Kondisi cuaca yang diijinkan untuk bekerja Lapisan Resap Pengikat harus disemprot hanya pada permukaan yang kering atau mendekati kering, dan Lapis Perekat harus disemprot hanya pada permukaan yang benar-benar kering. Penyemprotan Lapis Resap Pengikat atau Lapis Perekat tidak boleh dilaksanakan waktu angin kencang, hujan atau akan turun hujan.

5)

Mutu pekerjaan dan perbaikan dari pekerjaan yang tidak memenuhi ketentuan Lapisan yang telah selesai harus menutup keseluruhan permukaan yang dilapisi dan tampak merata, tanpa adanya bagian-bagian yang beralur atau kelebihan aspal. Untuk Lapis Perekat, harus melekat dengan cukup kuat di atas permukaan yang disemprot. Untuk penampilan yang kelihatan berbintik-bintik, sebagai akibat dari bahan aspal yang didistribusikan sebagai butir-butir tersendiri dapat diterima asalkan penampilannya kelihatan rata dan keseluruhan takaran pemakaiannya memenuhi ketentuan. Untuk Lapis Resap Pengikat, setelah proses pengeringan, bahan aspal harus sudah meresap ke dalam lapis pondasi, meninggalkan sebagian bahan aspal yang dapat ditunjukkan dengan permukaan berwarna hitam yang merata dan tidak berongga (porous). Tekstur untuk permukaan lapis pondasi agregat harus rapi dan tidak boleh ada genangan atau lapisan tipis aspal atau aspal tercampur agregat halus yang cukup tebal sehingga mudah dikupas dengan pisau. Perbaikan dari Lapis Resap Pengikat dan Lapis Perekat yang tidak memenuhi ketentuan harus seperti yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan, termasuk pembuangan bahan yang berlebihan, penggunaan bahan penyerap (blotter material), atau penyemprotan tambahan seperlunya. Setiap kerusakan kecil pada Lapis Resap Pengikat harus segera diperbaiki menurut Seksi 8.1 dan Seksi 8.2 dari Spesifikasi ini. Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan agar lubang yang besar atau kerusakan lain yang terjadi dibongkar dan dipadatkan kembali atau penggantian lapisan pondasi diikuti oleh pengerjaan kembali Lapis Resap Pengikat.

6)

Pengajuan kesiapan kerja Kontraktor harus mengajukan hal-hal berikut ini kepada Direksi Pekerjaan : a) Lima liter contoh dari setiap bahan aspal yang diusulkan oleh Kontraktor untuk digunakan dalam pekerjaaan dilengkapi sertifikat dari pabrik pembuat-nya dan hasil pengujian seperti yang disyaratkan dalam Pasal 1.11.1.(3).(c), diserahkan sebelum pelaksanaan dimulai. Sertifikat tersebut harus menjelas-kan bahwa bahan aspal tersebut memenuhi ketentuan dari Spesifikasi dan jenis yang sesuai untuk bahan Lapis Resap Pengikat atau Lapis Perekat, seperti yang ditentukan pada Pasal 6.1.2 dari Spesifikasi ini. Catatan kalibrasi dari semua instrumen dan meteran pengukur dan tongkat celup ukur untuk distributor aspal, seperti diuraikan dalam Pasal 6.1.3.(3) dan 6.1.3.(4) dari Spesifikasi ini, yang harus diserahkan paling lambat 30 hari sebelum pelaksanaan dimulai. Tongkat celup ukur, alat instrumen dan meteran pengukur harus dikalibrasi

b)

VI - 2

Bangunan-bangunan dan benda-benda lain di samping tempat kerja (struktur.1. Aspal semen Pen.2.3. c) d) Grafik penyemprotan harus memenuhi ketentuan Pasal 6. pepohonan dll. Kontraktor harus bertanggung jawab terhadap dampak yang terjadi bila lalu lintas yang dijinkan lewat di atas Lapis Resap Pengikat atau Lapis Perekat yang baru dikerjakan.(4) dari Spesifikasi ini dan tanggal pelaksanaan kalibrasi harus tidak melebihi satu tahun sebelum pelaksanaan dimulai. Proporsi minyak tanah yang digunakan sebagaimana diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. 60/70.1. 6.6 dari Spesifikasi ini. Kontraktor harus melengkapi tempat pemanasan dengan fasilitas pencegahan dan pengendalian kebakaran yang memadai. memenuhi AASHTO M20.8. setelah percobaan di atas lapis VI . Aspal emulsi untuk Lapis Resap pengikat ini tidak boleh diencerkan di lapangan. 1) BAHAN Bahan Lapis Resap Pegikat a) Bahan aspal untuk Lapis Resap Pengikat haruslah salah satu dari berikut ini : i) Aspal emulsi reaksi sedang (medium setting) atau reaksi lambat (slow setting) yang memenuhi AASHTO M140 atau Pd S-01-1995-03 (AASHTO M208).) harus dilindungi agar tidak menjadi kotor karena percikan aspal. diencerkan dengan minyak tanah (kerosen). b) c) d) 8) Pengendalian Lalu Lintas a) b) Pengendalian lalu lintas harus memenuhi ketentuan Seksi 1. Bahan aspal tidak boleh dibuang sembarangan kecuali ke tempat yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan.5 dari Spesifikasi ini.1.3 ii) .(5) dari Spesifikasi ini dan diserahkan sebelum pelaksanaan dimulai. toleransi ketelitian dan ketentuan seperti diuraikan dalam Pasal 6. Contoh-contoh bahan yang dipakai pada setiap hari kerja harus dilaksanakan sesuai dengan Pasal 6.6 dari Spesifikasi ini 7) Kondisi tempat kerja a) Pekerjaan harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga masih memung-kinkan lalu lintas satu lajur tanpa merusak pekerjaan yang sedang dilaksanakan dan hanya menimbulkan gangguan yang minimal bagi lalu lintas.1.3. 80/100 atau Pen. juga pengadaan dan sarana pertolongan pertama. Aspal emulsi harus mengandung residu hasil penyulingan minyak bumi (aspal dan pelarut) tidak kurang dari 50 % dan mempunyai penetrasi aspal tidak kurang dari 80/100. Umumnya hanya aspal emulsi yang dapat menunjukkan peresapan yang baik pada lapis pondasi tanpa pengikat yang disetujui. Laporan harian untuk pekerjaan pelaburan yang telah dilakukan dan takaran pemakaian bahan harus memenuhi ketentuan Pasal 6.PEMBANGUNAN JALAN KOTA BALIKPAPAN sampai memenuhi akurasi.1. Pemeliharaan Lalu Lintas dan Pasal 6.1.

terbebas dari butiran-butiran berminyak atau lunak. dipelihara dan dioperasikan sedemikian rupa sehingga bahan aspal dengan panas yang sudah merata dapat disemprotkan secara merata dengan berbagai variasi lebar permukaan. Sistem tangki aspal.1.4 liter per meter persegi. harus dirancang. bahan kohesif atau bahan organik. pada takaran yang ditentukan dalam rentang 0.1. Alat penyemprot.5 mm) dan tidak lebih dari 2 persen harus lolos ayakan ASTM No. memenuhi peraturan keamanan jalan. 1) PERALATAN Ketentuan Umum Kontraktor harus melengkapi peralatannya terdiri dari penyapu mekanis dan atau kompresor. Direksi Pekerjaan dapat mengijinkan penggunaan aspal emulsi yang diencerkan dengan perbandingan 1 bagian air bersih dan 1 bagian aspal emulsi. Tidak kurang dari 98 persen harus lolos ayakan ASTM 3/8” (9. dipasang pada jarak yang sama yaitu 10 ± 1 cm.3. pemompaan dan penyemprotan harus sesuai dengan ketentuan pengamanan dari Institute of Petroleum. 60/70 atau Pen.4. Distributor aspal juga harus dilengkapi pipa semprot tangan.15 sampai 2. perbandingan pemakaian minyak tanah pada percobaan pertama harus dari 80 bagian minyak per 100 bagian aspal semen (80 pph kurang lebih ekivalen dengan viskositas aspal cair hasil kilang jenis MC-30). diencerkan dengan 25 sampai 30 bagian minyak tanah per 100 bagian aspal. b) c) d) VI .(2). Kecuali diperintah lain oleh Direksi Pekerjaan. 2) Distributor Aspal . 2) Bahan Lapis Perekat a) Aspal emulsi jenis Rapid Setting yang memenuhi ketentuan AASHTO M140 atau Pd S-011995-03 (AASHTO M208).Batang Semprot a) Distributor aspal harus berupa kendaraan beroda ban angin yang bermesin penggerak sendiri.PEMBANGUNAN JALAN KOTA BALIKPAPAN pondasi atas yang telah selesai sesuai dengan Pasal 6. Bilamana dimuati penuh maka tekanan ban pada pengoperasian dengan kecepatan penuh tidak boleh melampaui tekanan yang direkomendasi pabrik pembuatnya. peralatan untuk memanaskan bahan aspal dan peralatan yang sesuai untuk menyebarkan kelebihan bahan aspal.36 mm). Aspal semen Pen. Distributor aspal harus dilengkapi dengan batang semprot sehingga dapat mensirkulasikan aspal secara penuh yang dapat diatur ke arah horisontal dan vertikal. b) Bilamana lalu lintas diijinkan lewat di atas Lapis Resap Pengikat maka harus digunakan bahan penyerap (blotter material) dari hasil pengayakan kerikil atau batu pecah. pemanasan. b) 6. diperlengkapi. Batang semprot harus terpasang dengan jumlah minimum 24 nosel.4 . 80/100 yang memenuhi ketentuan AASHTO M20. distributor aspal.8 (2. Inggris.

dan peralatan untuk mengukur kecepatan lambat. Grafik Penyemprotan harus memperlihatkan hubungan antara kecepatan dan jumlah takaran pemakaian aspal yang digunakan serta hubungan antara kecepatan pompa dan jumlah nosel yang digunakan. minimum garis tengah arloji 70 mm ± 2 persen dari total volume tangki.(4) dari Spesifikasi ini. berdasarkan pada keluaran aspal dari nosel.5 persen dari skala putaran penuh sesuai ketentuan BS 3403 ± 5 ºC. rentang 0 . tongkat celup yang telah dikalibrasi. nilai maksimum garis skala Tongkat Celup 50 liter. Seluruh perlengkapan pengukur pada distributor harus dikalibrasi untuk memenuhi toleransi yang ditentukan dalam Pasal 6. 6) Kinerja Distributor Aspal a) Kontraktor harus menyiapkan distributor lengkap dengan perlengkapan dan operatornya untuk pengujian lapangan dan harus menyediakan tenaga-tenaga pembantu yang dibutuhkan untuk tujuan tersebut sesuai perintah Direksi Pekerjaan. beserta tekanan penyemprotannya harus diplot pada grafik penyemprotan. Keluaran aspal pada nosel (liter per menit) dalam keadaan konstan. Selanjutnya catatan kalibrasi yang teliti dan memenuhi ketentuan tersebut harus diserahkan kepada Direksi Pekerjaan.250 ºC. 4) Toleransi Peralatan Distributor Aspal Toleransi ketelitian dan ketentuan jarum baca yang dipasang pada distributor aspal dengan batang semprot harus memenuhi ketentuan berikut ini : Ketentuan dan toleransi yang dijinkan : Tachometer pengukur kecepatan kendaraan Tachometer pengukur kecepatan putaran pompa Pengukur suhu Pengukur volume atau tongkat celup : : : : ± 1.3.5 persen dari skala putaran penuh sesuai ketentuan BS 3403 ± 1. sebuah termometer untuk mengukur temperatur isi tangki. 5) Grafik Penyemprotan dan Buku Petunjuk Pelaksanaaan Distributor aspal harus dilengkapi dengan Grafik Penyemprotan dan Buku Petunjuk Pelaksanaan yang harus disertakan pada alat semprot. Buku petunjuk pelaksanaan harus menunjukkan diagram aliran pipa dan semua petunjuk untuk cara kerja alat distributor. meteran tekanan. untuk menjamin adanya tumpang tindih (overlap) semprotan yang keluar dari tiga nosel (yaitu setiap lebar permukaan disemprot oleh semburan tiga nosel). dalam keadaan baik. Setiap distributor yang menurut pendapat Direksi Pekerjaan kiner-janya tidak dapat diterima bila VI .PEMBANGUNAN JALAN KOTA BALIKPAPAN 3) Perlengkapan Perlengkapan distributor aspal harus meliputi sebuah tachometer (pengukur kecepatan putaran).5 . Grafik Penyemprotan juga harus memperlihatkan tinggi batang semprot dari permukaan jalan dan kedudukan sudut horisontal dari nosel semprot. setiap saat.1.

VI . Setiap modifikasi atau penggantian distributor aspal harus diuji terlebih dahulu sebelum digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. yang beratnya harus ditimbang sebelum dan sesudah disemprot. Untuk tujuan pengujian ini minimum 70 persen dari kapasitas distributor aspal harus disemprotkan. seperti yang ditentukan dalam Pasal 6. Perbedaan berat harus dipakai dalam menentukan takaran aktual pada tiap lembar dan perbedaan tiap lembar terhadap takaran rata-rata yang diukur melintang pada lebar penuh yang telah disemprot tidak boleh melampaui 15 persen takaran rata-rata. Batang semprot yang dilengkapi dengan lubang pengatur keluarnya aspal (nosel). Sebagai alternatif. maka peralatan tersebut tidak diperkenankan untuk dioperasikan dalam pekerjaan. b) Penyemprotan dalam arah melintang dari takaran pemakaian aspal yang dihasilkan oleh distributor aspal harus diuji dengan cara melintaskan batang semprot di atas bidang pengujian selebar 25 cm x 25 cm yang terbuat dari lembaran resap yang bagian bawahnya kedap.1. Perlengkapan utama peralatan penyemprot aspal tangan harus selalu dijaga dalam kondisi baik. takaran pemakaian rata-rata dapat dihitung dari pembacaan tongkat ukur yang telah dikalibrasi. Ketelitian yang dapat dicapai distributor aspal terhadap suatu takaran sasaran pemakaian alat semprot harus diuji dengan cara yang sama dengan pengujian distribusi melintang pada butir (b) di atas.5 meter dari tepi bidang yang disemprot atau dalam jarak 10 m dari titik awal penyemprotan. Takaran pemakaian.PEMBANGUNAN JALAN KOTA BALIKPAPAN dioperasikan sesuai dengan Grafik Takaran Penyemprotan dan Buku Petunjuk Pelaksanaan atau tidak memenuhi ketentuan dalam Spesifikasi dalam segala seginya. kertas tidak boleh dipasang dalam jarak kurang dari 0. Dengan minimum 5 penampang melintang yang berjarak sama harus dipasang 3 kertas resap yang berjarak sama.(g) dari Spesifikasi ini. Lintasan penyemprotan minimum sepanjang 200 meter harus dilaksanakan dan kendaraan harus dijalankan dengan kecepatan tetap sehingga dapat mencapai takaran sasaran pemakaian yang telah ditentukan lebih dahulu oleh Direksi Pekerjaan.4. Pompa yang memberikan tekanan ke dalam tangki aspal sehingga aspal dapat tersemprot keluar.6 .(3). c) 7) Peralatan Penyemprot Aspal Tangan (Hand Sprayer) Bilamana diijinkan oleh Direksi Pekerjaan maka penggunaan perlatan penyemprot aspal tangan dapat dipakai sebagai pengganti distributor aspal. yang diambil sebagai harga rata-rata dari semua kertas resap tidak boleh berbeda lebih dari 5 persen dari takaran sasaran. terdiri dari : a) b) c) Tangki aspal dengan alat pemanas. Agar diperoleh hasil penyemprotan yang merata maka Kontraktor harus menyediakan tenaga operator yang terampil dan diuji coba dahulu kemampuannya sebelum disetujui oleh Direksi Pekerjaan.

(1) untuk jenis takaran pemakaian lapis aspal. b) c) d) e) f) g) h) 2) Takaran dan Temperatur Pemakaian Bahan Aspal a) Kontraktor harus melakukan percobaan lapangan di bawah pengawasan Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan tingkat takaran yang tepat (liter per meter persegi) dan percobaan tersebut akan diulangi. Apabila pekerjaan Lapis Resap Pengikat dan Lapis Perekat akan dilaksanakan pada perkerasan jalan baru atau bahu jalan baru. bila jenis dari permukaan yang akan disemprot atau jenis dari bahan aspal berubah.4. 4. 5.1 dan Seksi 8. Pekerjaan penyemprotan aspal tidak boleh dimulai sebelum perkerasan telah disiapkan dapat diterima oleh Direksi Pekerjaan.1.1.4. : Sesuai dengan jenis permukaan yang akan menerima pelaburan dan jenis bahan aspal yang akan dipakai. permukaan yang hanya mengandung agregat halus tidak akan diterima.4 sampai 1. permukaan harus dibersihkan dengan memakai sikat mekanis atau kompresor atau kombinasi keduanya. Sebelum penyemprotan aspal dimulai. 1) PELAKSANAAN PEKERJAAN Penyiapan permukaan yang akan disemprot aspal a) Apabila pekerjaan Lapis Resap Pengikat dan Lapis Perekat akan dilaksanakan pada permukaan perkerasan jalan yang ada atau bahu jalan yang ada. semua kerusakan perkerasan maupun bahu jalan harus diperbaiki menurut Seksi 8. perkerasan atau bahu itu harus telah selesai dikerjakan sepenuhnya. permukaan akhir yang telah disapu harus rata.3 liter per meter persegi untuk Lapis Pondasi Agregat Kelas A 0. Bilamana peralatan ini belum dapat memberikan permukaan yang benar-benar bersih.PEMBANGUNAN JALAN KOTA BALIKPAPAN 6. Pembersihan harus dilaksanakan melebihi 20 cm dari tepi bidang yang akan disemprot.6 dari Spesifikasi ini yang sesuai dengan lokasi dan jenis permukaan yang baru tersebut. Biasanya takaran pemakaian yang didapatkan akan berada dalam batas-batas sebagai berikut : Lapis Resap Pengikat : 0.4. 6. menurut Seksi 4. 5.3.7 Lapis Perekat . bermosaik agregat kasar dan halus. sebagaimana diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.4. 6. VI .1.2 sampai 1.2 dari Spesifikasi ini. atau 6. Permukaan yang akan disemprot itu harus dipelihara menurut standar butir (a) dan butir (b) di atas sebelum pekerjaan pelaburan dilaksanakan. rapat.0 liter per meter persegi untuk Lapis Pondasi Semen Tanah. Untuk pelaksanaan Lapis Resap Pengikat di atas Lapis Pondasi Agregat Kelas A. Lihat Tabel 6. Tonjolan yang disebabkan oleh benda-benda asing lainnya harus disingkirkan dari permukaan dengan memakai penggaru baja atau dengan cara lainnya yang telah disetujui atau sesuai dengan perintah Direksi Pekerjaan dan bagian yang telah digaru tersebut harus dicuci dengan air dan disapu.1.2. penyapuan tambahan harus dikerjakan manual dengan sikat yang kaku.

3) Pelaksanaan Penyemprotan a) Batas permukaan yang akan disemprot oleh setiap lintasan penyemprotan harus diukur dan ditandai. 75 pph minyak tanah (MC-30) Aspal cair.1. 25 pph minyak tanah Aspal cair.20 .4.4. Kecepatan pompa. kecepatan kendaraan. 50 pph minyak tanah (MC-70) Aspal cair. lebih dari 100 pph minyak tanah Aspal emulsi atau aspal emulsi yang di-encerkan Catatan : Tindakan yang sangat hati-hati harus dilaksanakan bila memanaskan setiap aspal cair. temperaturnya dapat diperoleh dengan cara interpolasi.40 Permukaan porous dan terekpos cuaca 0.0.00 * Tabel 6.50 0. Direksi Pekerjaan dapat menyetujui pemakaian penyemprot aspal tangan (hand sprayer). : Takaran Pemakaian Lapis Perekat Takaran (liter per meter persegi) pada Jenis Aspal Aspal Cair Aspal Emulsi Aspal Emulsi yang diencerkan ( 1 : 1 ) Catatan : * Takaran pemakaian yang berlebih akan mengalir pada bidang permukaan yang terjal.35 0.1.8 . lereng melintang yang besar atau permukaan yang tidak rata.1.15 .40 .0.(2). 100 pph minyak tanah Aspal cair.(1). kecuali diperintahkan lain oleh Direksi Pekerjaan.1. ketinggian batang semprot dan b) VI .PEMBANGUNAN JALAN KOTA BALIKPAPAN b) Suhu penyemprotan harus sesuai dengan Tabel 6. Khususnya untuk Lapis Resap Pengikat.4. : Suhu Penyemprotan Jenis Aspal Aspal cair. batas-batas lokasi yang disemprot harus ditandai dengan cat atau benang.20 0. Tabel 6.15 0. kecuali jika penyemprotan dengan distributor tidaklah praktis untuk lokasi yang sempit. Setiap bahan yang menurut pendapat Direksi Pekerjaan.(1). Permukaan baru atau aspal lama yang licin 0. Agar bahan aspal dapat merata pada setiap titik maka bahan aspal harus disemprot dengan batang penyemprot dengan kadar aspal yang diperintahkan. telah rusak akibat pemanasan berlebihan harus ditolak dan harus diganti atas biaya Kontraktor. Rentang Suhu Penyemprotan 110 ± 10 ºC 70 ± 10 ºC 45 ± 10 ºC 30 ± 10 ºC Tidak dipanaskan Tidak dipanaskan c) Frekuensi pemanasan yang berlebihan atau pemanasan yang berulang-ulang pada temperatur tinggi haruslah dihindari. Suhu penyemprotan untuk aspal cair yang kandungan minyak tanahnya berbeda dari yang ditentukan dalam daftar ini. Alat penyemprot aspal harus dioperasikan sesuai grafik penyemprotan yang telah disetujui.

Demikian pula lebar yang telah disemprot harus lebih besar dari pada lebar yang ditetapkan. Takaran pemakaian rata-rata bahan aspal pada setiap lintasan penyemprotan. dalam toleransi berikut ini : d) f) g) ⎛ 1 % dari volume tan ki Toleransi takaran pemakaian = ± ⎜ ⎜ 4 % dari takaran yang diper int ahkan + Luas yang disemprot ⎝ Takaran pemakaian yang dicapai harus telah dihitung sebelum lintasan penyemprotan berikutnya dilaksanakan dan bila perlu diadakan penyesuaian untuk penyemprotan berikutnya. Luas lintasan penyemprotan didefinisikan sebagai hasil kali panjang lintasan penyemprotan dengan jumlah nosel yang digunakan dan jarak antara nosel.(a) dari Spesifikasi ini.. Sambungan memanjang selebar 20 cm ini harus dibiarkan terbuka dan tidak boleh ditutup oleh lapisan berikutnya sampai lintasan penyemprotan di lajur yang bersebelahan telah selesai dilaksanakan. Distributor aspal harus mulai bergerak kira-kira 5 meter sebelum daerah yang akan disemprot dengan demikian kecepatan lajunya dapat dijaga konstan sesuai ketentuan. khususnya untuk Lapis Perekat. bahwa lintasan penyemprotan bahan aspal harus satu lajur atau setengah lebar jalan dan harus ada bagian yang tumpang tindih (overlap) selebar 20 cm sepanjang sisi-sisi lajur yang bersebelahan. Jumlah pemakaian bahan aspal pada setiap kali lintasan penyemprotan harus segera diukur dari volume sisa dalam tangki dengan meteran tongkat celup.2.(1). dengan demikian seluruh nosel bekerja dengan benar pada sepanjang bidang jalan yang akan disemprot. c) Bila diperintahkan. Takaran pemakaian rata-rata yang dicapai harus sesuai dengan yang diperintahkan Direksi Pekerjaan menurut Pasal 6.(b) dari Spesifikasi ini sebelum penghamparan lapis ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ j) VI . Penyemprotan harus dimulai dan dihentikan sampai seluruh batas bahan pelindung tersemprot. Lokasi awal dan akhir penyemprotan harus dilindungi dengan bahan yang cukup kedap.9 . e) Sisa aspal dalam tangki distributor harus dijaga tidak boleh kurang dari 10 persen dari kapasitas tangki untuk mencegah udara yang terperangkap (masuk angin) dalam sistem penyemprotan.1.(2). Setelah pelaksanaan penyemprotan.PEMBANGUNAN JALAN KOTA BALIKPAPAN penempatan nosel harus disetel sesuai ketentuan grafik tersebut sebelum dan selama pelaksanaan penyemprotan.1. sama seperti permukaan yang lain.4. agar batang semprot mencapai bahan pelindung tersebut dan kecepatan ini harus tetap dipertahankan sampai melalui titik akhir. hal ini dimaksudkan agar tepi permukaan yang ditetapkan tetap mendapat semprotan dari tiga nosel. Tempat-tempat yang disemprot dengan Lapis Resap Pengikat yang menun-jukkan adanya bahan aspal berlebihan harus ditutup dengan bahan penyerap (blotter material) yang memenuhi Pasal 6. h) i) Penyemprotan harus segera dihentikan jika ternyata ada ketidaksempurnaan peralatan semprot pada saat beroperasi. sikat ijuk atau alat penyapu dari karet. harus dihitung sebagai volume bahan aspal yang telah dipakai dibagi luas bidang yang disemprot. bahan aspal yang berlebihan dan tergenang di atas permukaan yang telah disemprot harus diratakan dengan menggunakan alat pemadat roda karet.

(1). VI . Pelapisan lapisan beraspal berikut tersebut harus dihampar sebelum lapis aspal hilang kelengketannya melalui pengeringan yang berlebihan. Pemakaian agregat penutup harus dilaksanakan seminimum mungkin. oksidasi. 6. Lapisan berikutnya hanya dapat dihampar setelah bahan resap pengikat telah meresap sepenuhnya ke dalam lapis pondasi dan telah mengeras. waktu penundaan harus sebagaimana yang diperintahkan Direksi Pekerjaan minimum dua hari dan tak boleh lebih dari empat belas hari. tetapi tidak boleh kurang dari empat jam setelah penghamparan Lapis Resap Pengikat tersebut. cuaca. atau jika sampai tertutup harus dibuat tidak tertutup agregat bila lajur kedua sedang dipersiapkan untuk ditangani.1.(5) dari Spesifikasi ini sampai lapisan berikutnya dihampar.(6).1. Bila penghamparan agregat penutup pada lajur yang sedang dikerjakan yang bersebelahan dengan lajur yang belum dikerjakan. PEMELIHARAAN DAN PEMBUKAAN BAGI LALU LINTAS Pemeliharaan Lapis Resap Pengikat 1) a) Kontraktor harus tetap memelihara permukaan yang telah diberi Lapis Resap Pengikat atau Lapis Perekat sesuai standar yang ditetapkan dalam Pasal 6.1.(a) dari Spesifikasi ini harus disediakan pada setiap pengangkutan aspal ke lapangan pekerjaan.PEMBANGUNAN JALAN KOTA BALIKPAPAN berikutnya. 6.4. debu yang tertiup atau lainnya. tergantung dari lalu lintas. 2) Pemeliharaan dari Lapis Perekat Lapis Perekat harus disemprotkan hanya sebentar sebelum penghamparan lapis aspal berikut di atasnya untuk memperoleh kondisi kelengketan yang tepat.1. yang sesuai dengan ketentuan Pasal 6.(b) dari Spesifikasi ini harus dihampar sebelum lalu lintas diijinkan lewat. bahan aspal dan bahan lapis pondasi yang digunakan.10 .(d) dari Spesifikasi ini.1.5. b) Lalu lintas tidak diijinkan lewat sampai bahan aspal telah meresap dan mengering serta tidak akan terkelupas akibat dilewati roda lalu lintas. Bahan penyerap (blotter material) hanya boleh dihampar 4 jam setelah penyemprotan Lapis Resap Pengikat. lalu lintas dapat diijinkan lewat sebelum waktu tersebut. Sewaktu lapis aspal dalam keadaan tidak tertutup. sebuah alur (strip) yang lebarnya paling sedikit 20 cm sepanjang tepi sambungan harus dibiarkan tanpa tertutup agregat.6.1. Agregat penutup (blotter material) yang bersih. Kontraktor harus melindunginya dari kerusakan dan mencegahnya agar tidak berkontak dengan lalu lintas. seperti disyaratkan dalam Pasal 6. Agregat penutup harus disebar dari truk sedemikian rupa sehingga roda tidak melindas bahan aspal yang belum tertutup agregat.1. k) Tempat-tempat bekas kertas resap untuk pengujian kadar bahan aspal harus dilabur kembali dengan bahan aspal yang sejenis secara manual dengan kadar yang hampir sama dengan kadar di sekitarnya.2. Dalam keadaan khusus. Untuk Lapis Resap Pengikat yang akan dilapisi Burtu atau Burda. PENGENDALIAN MUTU DAN PENGUJIAN DI LAPANGAN a) Contoh aspal dan sertifikatnya.(3). agar memungkinkan tumpang tindih (overlap) bahan aspal sesuai dengan Pasal 6.1.

4. Pembersihan dan persiapan akhir pada permukaan jalan sesuai dengan Pasal 6.(3).5 dari Spesifikasi ini harus dianggap merupakan satu kesatuan dengan pekerjaan Lapis Resap Pengikat atau Lapis Perekat yang memenuhi ketentuan dan tidak boleh diukur atau dibayar secara terpisah. sesuai dengan Pasal 6. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN Pengukuran untuk pembayaran 1) a) Kuantitas dari bahan aspal yang diukur untuk pembayaran adalah nilai terkecil di antara berikut ini : jumlah liter pada 15 ºC menurut takaran yang diperlukan sesuai dengan Spesifikasi dan ketentuan Direksi Pekerjaan.3.4.(g) dari Spesifikasi ini dan pemeliharaan permukaan Lapis Resap Pengikat atau Lapis Perekat yang telah selesai menurut Pasal 6. c) d) e) Gradasi agregat penutup (blotter material) harus diajukan kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan sebelum agregat tersebut digunakan.1.1.4. harus dibuat dalam formulir standar Lembar 1.10 seperti terdapat pada Gambar. Kuantitas dari aspal yang digunakan harus diukur setelah setiap lintasan penyemprotan. sebagai rujukan di dalam Pasal 6.1.1. Apabila distributor mengalami kerusakan atau modifikasi.(a) dan 6.4 dari Spesifikasi ini. dipilih yang lebih dulu tercapai. 6. termasuk pemakaian bahan aspal pada setiap lintasan penyemprotan dan takaran pemakaian yang dicapai. perlu dilakukan pemeriksaan ulang terhadap distributor tersebut. Setiap 6 bulan atau setiap penyemprotan bahan aspal sebanyak 150.1.1. atau jumlah liter aktual pada 15 ºC yang terhampar dan diterima.11 .(6) dari Spesifikasi ini sebagai berikut : i) ii) iii) Sebelum pelaksanaan pekerjaan penyemprotan pada Kontrak tersebut. Pengukuran volume harus diambil saat bahan berada pada temperatur keseluruhan yang merata dan bebas dari gelembung udara.7.000 liter. Distributor aspal harus diperiksa dan diuji.1.(b) tidak akan diukur atau dibayar di bawah Seksi ini.PEMBANGUNAN JALAN KOTA BALIKPAPAN b) Dua liter contoh bahan aspal yang akan dihampar harus diambil dari distributor aspal. Setiap agregat penutup (blotter material) yang digunakan harus dianggap termasuk pekerjaan sementara untuk memperoleh Lapis Resap Pengikat yang memenuhi ketentuan dan tidak akan diukur atau dibayar secara terpisah.4. tetapi harus diukur dan dibayar sesuai dengan Seksi yang relevan yang disyaratkan untuk pelaksanaan dan rehabilitasi.(d) sampai 6.(3).1. masing-masing pada saat awal penyemprotan dan pada saat menjelang akhir penyemprotan. sesuai dengan ketentuan Pasal 6. Catatan harian yang terinci mengenai pelaksanaan penyemprotan permukaan. Pekerjaan untuk penyiapan dan pemeliharaan formasi yang di atasnya diberi Lapis Resap Pengikat dan Lapis Perekat. b) c) d) VI .

peralatan. Komposisi Umum Campuran Campuran LASTON terdiri dari agregat kasar.1. dihampar dan dipadatkan dalam keadaan panas pada suhu tertentu.(2) Lapis Resap Pengikat Lapis Perekat Uraian Satuan Pengukuran Liter Liter LAPISAN ASPAL BETON / ATB Umum a. 3) Dasar Pembayaran Kuantitas yang sebagaimana ditetapkan di atas harus dibayar menurut Harga Satuan Kontrak per satuan pengukuran untuk Mata Pembayaran yang tercantum di bawah ini dan dalam Daftar Kuantitas dan Harga. b. Terhadap agregat ini ditambahkan aspal dalam jumlah tertentu sebagimana ditentukan dalam spesifikasi ini. kuantitas maupun pengujian yang diperlukan oleh perbaikan ini. c. termasuk seluruh pekerja.3 Mempunyai stabilitas tinggi b. d. Sifat .(1) 6.1. dimana pembayaran tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk pengadaan dan penyemprotan seluruh bahan. sesuai Spesifikasi ini. penyemprotan ulang. dicampur.1. perlengkapan.(5) di atas. Penentuan Jumlah Aspal VI . LASTON mempunyai sifat-sifat : b. termasuk bahan penyerap (blotter material). Tidak ada pembayaran tambahan yang akan dilakukan untuk pekerjaan tambahan. agregat halus. Uraian Lapisan aspal beton (LASTON) merupakan suatu lapis permukaan konstruksi jalan terdiri dari campuran aspal keras dan agregat yang mempunyai grdaasi menerus. filler dan aspal. dan setiap kegiatan yang diperlukan untuk menyelesaikan dan memelihara pekerjaan yang diuraikan dalam Seksi ini.12 .1 Mempunyai nili struktural b. Nomor Mata Pembayaran 6.2 Kedap air b.sifat Sebagai lapis permukaan perkerasan jalan.PEMBANGUNAN JALAN KOTA BALIKPAPAN 2) Pengukuran untuk pekerjaan yang diperbaiki Bila perbaikan pekerjaan Lapis Resap Pengikat atau Lapis Perekat yang tidak memenuhi ketentuan telah dilaksanakan sesuai perintah Direksi Pekerjaan menurut Pasal 6.1. maka kuantitas yang diukur untuk pembayaran haruslah merupakan pekerjaan yang seharusnya dibayar jika pekerjaan yang semula diterima.4 Peka terhadap penyimpangan perencanaan dan pelaksanaan. Agregat yang terdiri dari dari beberapa fraksi harus dicampur dengan perbandingan yang sesuai sehingga didapatkan gradasi campuran yang dipersyaratkan dalam spesifikasi.

& 1 Toleransi jumlah aspal . Umum Bahan yang digunakan hartus mempunyai sifat sedemikian rupa sehingga campuran yang berdasarkan rumusan perbandingan campuran akan mempunyai sisa kekuatan tidak kurang dari 70 % apabila ternyata diperiksa dengan cara AASHTO T 165........ Direksi menetapkan atau menganjurkan rumusan perbandingan campuran lain yang menurut pandangannya lebih sesuai dengan kondisi lapangan... atau oleh karena suatu sebab tertentum maka Direksi dapat menetapkan rumusan perbandingan campuran yang baru....…... sebelum campuran didatangkan ke lapangan... VI .. dalam presentase berat.... & 10ºC Campuran tiba dilapangan ...... & 5 No.. Jumlah aspal... 8 dan terdiri dari batu pecah atau kerikil pecah.......… & 3 No...3 Toleransi suhu : Campuran keluar dari alat pencampur .. Apabila berdasarkan hasil pemeriksanaan ternyata bahan tersebut membutuhkan jumlah aspal yang lebih besar atau lebih kecil dari batas-batas yang telah ditetapkan...........2 Bahan a......... Sebelum agregat didatangkan ketempat pencampuran agregat tersebut harus dipisahkan dalam 4 macam fraksi dan harus disimpan sesuai dengan yang ditentukan dalam spesifikasi ini. Apabila terjadi perubahan bahan atau perubahan sumber bahan.................. 200 . Rumusan Perbandingan Campuran Komposisi umum serta batas-batas suhu yang diuraikan dalam spesifikasi ini merupakan batas-batas ekstrim yang tidak boleh dilampaui. maka Direksi dapat menolak penggunaan bahan tersebut...... dan satu angka suhu campuran pada waktu tiba dilapangan...... dimana angka-angka tersebut harus diletakkan dalam daerah yang diijinkan menurut batas-batas komposisi dan suhu umum.... Kontraktor harus mengjukan kepada Direksi Teknik rumusan perbandingan campuran baru... & 0....... yang harus ditambahkan pada agregat biasanya berkisar antara 4 sampai 7 persen berat agregat kering.... kecuali atas persetujuan Direksi... B dan yang lebih besar …... disebut agregat kasar....... Direksi dapat mengambil contoh bahan dan campuran sebanyak yang dikehendakinya untuk keperluan pengujian campuran. f........ Apabila ternyata campuran yang dihasilkan kurang memuaskan. 40 ..……. b.... Sebelum pelaksanaan dimulai Kontraktor harus mengajukan kepada Direksi teknik rumusan perbandingan campuran yang akan diterapkan dalam pelaksanaan.......3... & 10ºC Setiap hari. Bahan-bahan yang digunakan terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan Direksi..... 4....... hanya satu macam agregat kasar yang boleh digunakan. Toleransi No. Penerapan Rumusan Perbandingan Campuran Dan Toleransi.. Rumusan perbandingan campuran harus menunjukkan satu angka presentase agregat yang lolos pada tiap-tiap saringan yang ditetapkan..... serta angka suhu campuran pada waktu dikeluarkan dari mesin pencampur..................... Berdasarkan seluruh atau sebagian rumusan perbandingan campuran yang diajukan Kontraktor.... Agregat Kasar Bagian agregat yang tertahan pada sarungan No.. Semua campuran yang dihasilkan harus sesuai dengan rumusan perbandingan campuran yang telah ditetapkan oleh Direksi teknik dengan toleransi sebagai berikut : Butir yang lolos saringan .PEMBANGUNAN JALAN KOTA BALIKPAPAN e....13 .... Presentase pasti untuk pelaksaan harus ditetapkan oleh Direksi teknis atas dasar percobaan Laboratorium dan analisa saringa agregat yang akan digunakan...

..Min 2.76) . kuat.76) .25% c....PEMBANGUNAN JALAN KOTA BALIKPAPAN Batu pecah atau kerikil pecah harus terdiri dari bahan yang bersih..76... bersudut tajam. Bahan tersebut harus bebas dari kotoran atau bahan lain yang tidak dikehendaki dan harus kering (kadar maksimum 1%)... filler harus mempunyai grdasi sebagai berikut : Ukuran Saringan No. 0205 .Maks 3% d. Maks 2.590 mm) (0. 30 No.14 .. Bahan halus hasil pemecahan batu kapur hanya boleh digunakan apabila dicampur dengan pasir dalam jumlah yang sama..76 ) .. 100 No.Maks 0.. Filler Apabila filler diperlukan. 0203 ..Maks 25 % ♦ Peresapan terahadap air (PB. 0202 ...5 % ♦ Gumpalan-gumpalan lempung (AASHTO T 112) .50 ♦ Batas Atterberg (PB.. filler tersebut harus terdiri dari debu batu kapur... 0201 . 0201 .. berat agregat yang tertahan saringan No....176) . kuat. Agregat halus harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : ♦ Nilai Sand Eqivalent (AASHTO T .... Maks 40 % ♦ Kelekatan terhadap aspal (PB.. 0202 .. Apabila diperiksa sesuai dengan cara PB..279 mm) (0.76 dan 010101 .... Maks 95 % ♦ Bila digunakankerkil pecah.. atau bahan non plastis lainnya dari sumber yang disetujui Direksi. 200 (0.76) .149 mm) (0. Agregat halus terdiri dari bahan yang bersih..76) . 8 disebut agregat halus dan hrus terdiri dari pasir bersih atau bahan halus hasil pemecahan batu atau kombinasi dari bahan-bahan tersebut..Min 50 % ♦ Indeks kepipihan (BS) ... kecuali apabila menurut pengalaman bahan tersebut tidak aus oleh toda kendaraan.. berbidang kasar.76) . Maks 3 % ♦ Barat jenis semu/apparent (PB. Agregat Campuran Apabila diperiksa sesuai dengan cara PB..074 mm) Berat Lolos 100 95 – 100 90 – 100 70 – 100 e.0206 . Agregat Halus Bagian agregat lolos saringan no. debu dolomit. awet dan bebas dari kotoran-kotoran atau bahan lain yang tidak dikehendaki dan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : ♦ Kehilangan berat akibat abrasi sesuadah Putaran putaran (PB. 50 No. campuran Gradasi Tebal Padat (mm) I Kasa r 20 40 II Kasar 25 50 III Rapat 20 40 IV Rapat 25 40 V Rapat 40 65 VI Rapat 50 75 VII Rapat 40 50 VIII Rapat 20 40 IX Rapat 40 65 X Rapat 40 65 XI Rapat 40 50 VI .76) . 0109 ...76. semen portland.Min 50 ♦ Berat Jenis semu (Apparent(PB.Non Plastis ♦ Peresapan agregat terhadap air (PB....... dan bebas dari gumpalan-gumpalan lempung atau bahan-bahan lain yang tidak dikehendaki.. Agregat campuran harus mempunyai gradasi sebagai berikut : No. 4 yang mampunyai paling edikit 1 bidang pecah …. 0202 .

Berat jenis 25ºC Cara Pemeriksa an PA.52 mm 4.76 mm 2. Penetrasi 125ºC 2. digunakan untuk lapis permukaan dan lapis antara. Kehalusan CCI. digunakan untuk lapis permukaan.4 80 46 225 99 100 75 99 54 0. Dektilitas 125ºC 5 CM/detik 7. Pemilihan Nomor Campuran harus mendapat persetujuan Direksi. 030176 PA. Penetrasi setelah kehilangan berat 8. Aspal Keras Aspal keras yan digunakan dapat berupa aspla keras Pen 60 atau Pen 80 yang memenuhi persyaratan sebagaimana tretera dibawah ini : Persyaratan Pen 60 Pen 80 Min Max Min Max 60 48 200 99 100 75 79 58 0. Nilai Sand Eqivalenta (AASHTO T 176) agregat campuran : min 50.149 mm 0. 030476 PA. Campuran : V. 030576 PA.38 mm 0.1 mm 12. Open Cup) 4. MC-250 atau aspal emulsi jenis CMS. Campuran : II. leveling dan lapis antara No.15 . Aspal cair Apabila Direksi tidak menentukan lain untuk keperluan lapis resap pengikat (prime coat) dapat digunakan aspal cai jenis : MC-30. VII.59 mm 0.074 mm ♦ ♦ ♦ BERAT YANG LEWAT SARINGAN 100 75100 35-55 30-15 10-22 6—16 4-12 2-8 100 75100 60-85 55-75 20-35 10-22 6-16 4-12 2-8 100 80100 50-70 35-50 18-29 13-28 8-16 4-10 100 80100 70-90 50-70 35-50 18-29 13-23 8-16 4-10 100 80100 60-80 40-65 35-50 19-30 13-23 7-15 4-10 100 90100 82100 72-90 52-70 40-56 24-36 16-26 10-18 6-12 100 80100 54-72 42-58 26-38 18-28 12-20 6-12 100 62-80 44-60 28-40 20-30 12-20 6-12 100 85100 65-86 45-65 34-54 20-15 16-26 10-18 5-10 100 96100 56-78 38-60 27-47 13-28 9-20 4-8 100 74-92 48-70 33-53 15-10 10-20 4-9 No. Titik nyala (Calv. dan XI digunakan untuk lapis permukaan No.7 mm 9. MS.6 - Jenis Pemeriksaan 1.PEMBANGUNAN JALAN KOTA BALIKPAPAN Ukuiran Saringan (mm) 38. VI.279 mm 0. 030276 PA.. VI . sedangkan untuk keperluan lapis pengikat (tack coat) dapat digunakan aspal cair janis : RC-70. RC-250 atau aspal emulsi janis : CRS. VIII. X. Titik lembek 3. f. 030476 PA.1 cm 0ºC 0ºC % berat % berat cm semula 1 - 1 - ql/cc g. 030776 Satuan 0.4 mm 19.1 mm 25.4 atau CCI 2 6. Kehilangan berat 5. 030376 PA. 030676 PA. III. IV. RS. IX. Campuran : I. MC-70.

harus diajukan kepada Direksi untuk minta persetujuan penggunaan bahan tersebut. cuaca tidak berkabut atau hujan serta apabila permukaan jalan dalam keadaan memuaskan.2. i.85 min 650 2 . Peralatan Peralatan yang digunakan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : c.3.3000 (sedang) dibawah 300 (sedikit) min 460 2-5 3-5 75 .16 .76) maka campuran tersebut harus memenuhi syarat sebagai berikut : JUMLAH LALU-LINTAS JENIS PEMERIKSAAN diatas 3000 (padat) Stabilitas (Kg) Kelelehan (mm) Rongga dalam campuran (%) Rongga terisi aspal (%) 2 x 75 Jumlah tumbukan 2 x 50 2 x 35 min 750 2-4 3-5 75 . Aspal yang telah didkirim tetapi berbeda dengan contoh yang diserahkan. Mesin Pencampur Semua peralatan produksi campuran harus dari jenis yang tepat. dikoordinasikan sebaik-baiknya dan dijalankan sesuai dengan aturan yang seharusnya agar selalu memberikan hasil campuran yang mempunyai mutu dalam batas-batas ijin yang VI . Aspal yang berasal dari sumber yang bebrbeda tidak boleh digunakan secara bersamaan dalam campuran. kecuali atas persetujuan Direksi Teknik. Karakteristik Campuran i. Pebandingan fraksi-fraksi agregat dalam campuran harus ditetapkan berdasarkan percobaan di laboratorium sehingga diperoleh grdasai campuran yang disyaratkan.85 4. i. Cuaca Campuran boleh dihampar apabila jalan benar-benar kering.1.1. bersama dengan pernyataan mengenai sumber pengiriman dan sifat aspal.3 * Kendaraan dengan berat kosong minimum 1. Sebelum pelaksanaan dimulai contoh aspal yang akan digunakan.82 300 . tidak boleh digunakan. mesin penghampar atau mesin gilas atau buruh tidak memungkinkan untuk menjamin unit pemcampur dapat bekerja dengan kecepatn produksi minimum 60% kapasitasnya. Apabila campuran diperiksa dengan cara Marshall (PC 0201 . Sumber Pengiriman Bahan Sebelum agregat dan filler didatangakan. b. c.5 ton Pelaksanaan a.4. terlebih dahulu sumber pengiriman bahan tersebut harus mendapat persetujuan Direksi Teknik.5 3-5 75 .PEMBANGUNAN JALAN KOTA BALIKPAPAN h. Kecepatan kerja Pekerjaan tidak boleh diselenggarakan apabila peraltan pengngkutan. Contoh-contoh tiap jenis bahan harus diajukan kepada Direksi Teknik.

c. c.11. Persyaratan Khusus Untuk mesin Pencampur Tipe Batch d. Penampung Debu Mesin pencampur aspal harus dilengkapi dengan penampung debu yang dipasang sedemikian rupa untuk membuang atau menegembalikan baha-bahan lebih dalam proses pencampuran. Tiap kamar harus dilengkapi dengan alat pembuang yang bekerja dengan baik bila bin telah penuh tanpa menimbulkan tercampurnya agregat dari macam-macam ukuran. Sistem mneutup dan membuka alat ini harus diperhatikan agar tidak ada kebocoran dan pengendapan bahan.5. Pengaduk VI . Pada tiap saat alat tersebut harus diperiksa agar kecepatan pengliran atau jumlah aspal tetap dalam batasbatas yang diijinkan. d. c.4. c. pyrometer. mesin-mesin yang bergerak harus terlindung agar tidak membahayakan petugas.9. Alat Kontrol Waktu Pencampuran Mesin pencampur aspal harus dilengkapi dengan alat untuk mengontrol waktu pencampuran yang daspat diatur sesuai dengan petunjuk Direksi. Bin Bin harus mempunyai kapsitas yang cukup untuk melayanai pengduk pada saat bekerja maksimum. harus mempunyai kemampuan produksi yang cukup untuk melayani mesin penghampar agar pada kecepatan normal dapat secara menerus menghampar dengan tebal yang dikehendaki.7. atau lainnya masing-masing ditempatkan pada pengering. Perlengkapan Keselamatan Tangga yang baik kelantai mesin pencampur yang dilengkapi dengan sandaransandaran yang kokoh harus dipasang menghubungkan tempat-tempat yang diperlukan kemudahan operasi mesin. c. Semua bagian-bagian mesin yang bergerak harus terlindung agar tidak membahayakan petugas. Kotak Penimbang (Weigh Box) Perlengkapan mesin pencampur aspal. Alat ini harus memberikan hasil saringan dengan variasi ukuran butir tidak lebih dari 10% lebih besar atau lebih keil dari yang seharusnya. Letak laboratorium tersebut harus sedemikian agar mudah terlihat semua bagian-bagiannya. c. Bin paling tidak harus terdiri dari 3 kamar terpisah.PEMBANGUNAN JALAN KOTA BALIKPAPAN telah ditetapkan.17 . c. Termometer lainnya baik dari macam dial. c. harus mencakup pula kotak penimbang atau hoper untuk menakar agregat secara tepat. mercury.3. Mesin pencampur. baik tipe batch atau tipe kontinu. Laboratorium Lapangan Kontraktor harus menyediakan dan memelihara laboratorium lapangan sesuai dengan ketentuan. pencampur dan bagian-bagian lain yang memerlukan kecepatan suhu.10.6. Termometer Termometer yang dapat mengukur suhu dari 38ºC. Pengering Suatu pengering yang berputar harus bekerja sempurna dan telah dipelihara dengan baik dan dapat memberikan suhu yang disyaratkan. Kotak penimbang atau hoper harus bekerja dengan baik tanpa terganggu oleh peralatan lain. d. Feeder Alat-alat feeder untuk untuk agregat harus memadai dalam mutu dan jumlah agar agregat yang dimaksukkan kedalam pengering mencapai keseragaman dalam jumlah dan suhu yang dipersyaratkan. harus ditempatkan pada pipa penyalur aspal didekat kran keluar.8.1. Saringan Saringan yang dapat menghasilkan agregat dengan ukuran yang sesuai dengan yang dipersyaratkan harus disediakan dan dipelihara dengan baik. c. Unit Kontrol Aspal Alat yang bekerja dengan sistem timbangan atau meteran harus disediakan untuk menakar jumlah aspal yang perlu untuk campuran.2. c.2.

Alat-alat Pengangkut. dari ukuran dan dibuat sedemikian rupa agar pemisahan bahan (segregation) tidak terjadi. e. Alat Kontrol Gradasi Mesin pencampur harus dilengkapi alat untuk menakar secara tepat setiap fraksi agregat yang telah ditetapkan.PEMBANGUNAN JALAN KOTA BALIKPAPAN Pengaduk (Batch Mixer) hendaknya terdiri dari pugmill kembar. mesin pencampur dengan sistem kontinu terdiri dari pugmill kembar steam jacketed. mesin Penghampar dan Mesin Gilas f. Bila pengontrolan gradasi dilakukan dengan takaran volume. Tiap-tiap bin harus dilengkapi dengan lubang-lubang yang berukuran kira-kira 20-25 CM dimana satu sisi dapat diatur ini. Hoper Mesin pencampur harus dilengkapi dengan hoper pada ujung pengeluaran hasil campuran.5 CM (1 inci). e. fuel oil. alat ini juga harus mempunyai sistem penyekat yang baik selama periode-periode pencampuran basah dan kering.1. harus dilengkpai dengan alat untuk mencegah filler terbiang.18 . Alat-alat ini harus dilengkapi dengan sayap-sayap untuk mengaduk campuran secara sempurna. Sinkronisasi Penakaran Agregat dan Aspal Harus tersedia alat pengatur pengliran aspal dan pemeberian agregat sedemikian rupa agar didapat hasil yang optimal. yang dapat menghasilkan campuran yang seragam dan dalam batas-batas toleransi perbandingan campuran. Elevator untuk keperluan pemuatan campuran juga harus mempunyai hoper yang sesuai. Sayapsayap hendaknya dari tipe yang dapat di stell untuk kedudukan miring terhadap as dan dapat dibalik untuk dapat menahan pengaliran campuran. Harus diusahakan untuk dapat pengeluaran dengan lancar contoh bahan campuran dari semua bin seberat 150 Kg atau lebih dan kira-kira 50 Kg untuk tiap bin. e.4.2. atau larutan VI . e. Periode penvampuran basah adalah periode antara saat pemebrian aspal denagn saat pintu pengaduk dibuka. kecuali apabila digunakan agregat yang mempunyai ukuran yang lebih besar dari 2. Lama waktu mencampur (detik) = Kapasitas dalam Kg Output pugmill dalam Kg/detik e. bersih dan terbuat dari metal yang telah disemprot denagn air sabun. alat tersebut harus dilengkapi dengan feeder yang ditempatkan dibawah bin.1. Persyaratan Mesin Pencampur Tipe Kontinu. akan menunjukkan besarnya lebar lubang pada saat terbuka. Truk Bak truk yang digunakan untuk mengangkut adukan harus rapat. Pengadukan tersebut harus mempunyai kapasitas tidak kurang dari 1/2 kapasitas bin atau harus diperhitungkan sedemikian rupa agar menjamin kelangsungan nekerjanya serta harus terpelihara dari segala kemungkinan terjadinya kebocoran. Unit Pencampuran (Unit Mixer) dengan Sistem Kontinu. e. Pengaduk yang bukan tipe tertutup. Jarak antara sayap-sayap ini dengan bagian lain pengduk tidak boleh lebih dari 2 CM. Periode pencampuran kering adalah periode pencampuran sebelumaspal ditambahkan. Kalibrasi Berat Untuk Feeder Agregat Harus diesediakan alat kalibrasi untuk memeriksa lubang pengeluaran bin dengan cara pemeriksaan berat dari contoh bahan yang dikeluarkan dari bin.5.yang dapat memebrikan hasil campuran seperti disyaratkan.3. f. baik secara penimbangan atau secara pengukuran volume. Penentuan lama waktu mencampur haru sditetapkan atas dasar berat dan dengan menggunakan rumus dibawah ini . Alat ini harus bekerja dengan sistem mengunci dengan kokoh. dimana jarak tersebut bia diatur agar pada saat pencampuran agregat kasar tidak hancur.

Cara pembersihan dapat dilakukan dengan bahan-bahan pembersih yang sama dengan bahan-bahan yang digunakan untuk memebersihkan bak truk. Waktu pengadukan akan ditentukan oleh Direksi Teknik. Penggunaan alat-alat yang menyebabkan bahan hancur. Mesin Gilas Alat-alat unutk pemadatan harus terdiri dari minimum sebuah Tandem Roller dan sebuah Self-propelled pneumatic-tired. agregat yang akan digunakan dalam campuran harus dikeringkan dan dipanaskan. Bila menggunakan batching plan. Mesin Penghampar.3. tidak boleh dipergunakan sampai kerusakan tersebut diperbaiki seperlunya. balok kayu. f. Pencampuran hendaknya dilakukanpada temperatur yang disyaratkan dan bagaimanapun tempertaur agregat harus lebih tinggi (perbedaan maksimum 15ºC) temperatur aspal filler. Bila perlu truk harus dilengkapi dengan pelengkapan-perlengkapan yang cukup agar temperatur adukan dapat dipertahankan. ditakar sesuai rumusam pencampuran. Juga disediakan kanvas-kanvas untuk keperluan menutupi pekerjaan. Persiapan Aspal Aspal harus dipanaskan dalam ketel atau tangki temperatur yang disyaratkan ( pen 60 : 130ºC .4. Pengangkutan Campuran VI . halus dan rata bila dalam pelaksanaan ternyata mesin tersebut menunjukkan hasil yang kurang baik maka Direksi Teknik berwenang untuk menunda pekerjaan atau memerintahkan untuk memperbaiki/mengganti mesin tersebut. Bahan aspal ditakar dalam jumlah yang tepat yang ditetapkan oleh Direksi Teknik dan dimasukkan kedalam campuran. Alat-alat Bantu Kontraktor harus menyediakan alat-alat bantu (roda dorong.PEMBANGUNAN JALAN KOTA BALIKPAPAN g. j. bila diperlukan dapat ditakar tersendiri atau bersama-sama dengan agregat halus lainnya. blincong garu. Pemansan aspal tersebut harus diusahakan agar secara menerus dapat melayani pengaduk. Tiap truk harus dilengkapi dengan tutup canvas untuk melindungi adukan dari pengaruh cuaca. campuran agregat terlebih dahulu harus diaduk. kapur (lime solution) untuk mencegah melekatnya aspal dengan alas bak. roller.19 . pen 80 : 124ºC . Persiapan Pengadukan Agregat yang telah disiapkan seperti diatas. Truk-truk yang ternyata menyebabkan pemisahan bahan adukan akibat dari sistem pegas atau getaran-getaran atau faktor-faktor laian uatau yang menyebabkan keterlambatan. kemudian aspal dalam jumlah yang telah ditetapkan ditambahkan dalam campuran itu dan keseluruhannya diaduk paling sedikit 45 detik atau bila perlu lebih lama agar semua butir agregat telah terselimuti dengan aspal. bahan atau alat-alat terhadap hujan atau dengan maksud mempertahankan tempertaur campuran. f. dan sebagainya) yang perlu dipelihara agar tetap bersih dan berfungsi sempurna.162ºC ) dan harus dihindarkan pemanasan terpusat pada tempat-tempat tertentu. Mesin gilas janis lainnya dapat juga digunakan bila disetujui oleh Direksi Teknik. atau apabila Direksi tidak menentukan lain. harus tetap mengikuti ketentuan tadi. Alat-alat yang digunakan untuk menghampar dan meratakan harus dari tipe yang sesuai dengan kondisi ditempat dan dalam pandangan Direksi cukup memenuhi syarat. sekop. cetok.2. i. Persiapan Agregat Sebelu pengdukan. f. Bunga api untuk pengeringan dan pemanasan hendaknya herus diatur sedemikian rupa agar agregat tidak rusak atau terselimuti jelaga. Hasil hamparan dan perataan itu harus berbentuk sesuai dengan Gambar rencana. h. Setelah dipanaskan agregat disaring menjadi 3 fraksi atau lebih dan diangkut ke bin-0bin yang terpisah dan siap dicampur dengan aspal. tidak boleh digunakan.165ºC. Filler tidak diijinkan untuk disebarkan atau dijatuhkan dari tempat ketinggian.

dibentuk sesuai dengan penampang melintang pada Gambar rencana. dimana bila perlu harus segera diperbaiki.pen 300. Dalam hal ini alat-alat pembantu untuk mencapai tebal yang seragam dan kerataan permukaan harus disediakan dan dipelihara dengan baik. harus segera dibuang dan diganti dangan VI . diperlukan lapis pengikat maka harus dilakukan sesuai ketentuan. kecuali bila alat-alat penerangan yang cukup sudah disediakan. atas persetujuan Direksi. (pada tikungan. dan maju kearah unit pencampur tersebut. campuran tersebut harus mempunyai temperatur dalam batas-batas yang diijinkan untk tiap macam aspal yang digunakan (untuk aspal keras pen 60 . bentuk dan ketebalannya. penghamparan dan perataan dapat dikerjakan secara manual. atau penggelombangan. Apabila menurut Gamabar Rencana atau petunjuk Direksi. Pada tempat-tempat dimana roller tidak dapat vbekerja karena sempitnya ruangan atau adanya rintangan-rintangan. permukaan jalan harus dibersihkan dari bahan-bahan lepas dan kotoran lainnya. kecuali ada pengaturan khusus yang dikehendaki oleh Direksi Teknis. Pemadatan awal dikerjakan pada tempaeratur 110ºC (& 10ºC ) dengan mesin gilas tanddem 2 atau 3 as.0 Km. Pada kedatangannya ditempat pekerjaan. Bagian lapisan yang ternyata menjadi lepas-lepas (tidak nampakgaejala pelekatan). Untuk mencegah butir-butir campuran melekat pada roda mesin gilas. dalam kecepatan maupun prosedurnya. atau rusak oleh sebab-sebab lain. Pemadatan dapat dilaksanakan apabila hamparan benar-benar dalam kondisi yang dikehendaki serta apabila Direksi berpendapat bahwa pemadatan tidak akan menyebabkan lendutan. Pada saat campuran tiba ditempat pekerjaan. roda tersebut harus selalu dibahasi dengan air. Bila dikehendaki oleh Direksi Teknik. Pemadatan handaknya berjalan terus menerus untuk mencapai kepadatan yang merata selama campuran masih dalam batas-batas tempertaur pelaksanaan. Penghamparan hendaknya dimulai dari posisi yang terjauh dari kedudukan unit pencampur. k.1. Mesin penghampar harus bekerja sebagaimana yang dianjurkan oleh pabrik pembuatnya. Mesin Penghampar dan Perata Penempatan dan perataan campuran harus dikerjakan pada potongan-potongan jalan yang mempunyai panjang tidak lebih dari 1. tercampur denag debu atau kotoran.3. dan yang mempunyai berat sedemikian agar aduka tidak melendut atau menggelombang. Perubahan.pemadatan dilakukan mulai dari bagian yang rendah menuju bagian yang tinggi). dengan arah sjajar as jalan dan jejak roda harus saling mentup pada lebar yang cukup (overlapping). k. min 115ºC). berbentuk sesuai dengan kemiringan yang disyaratkan. kerusakan-kerusakan yang mungkin terjadi harus segera diperbaiki. Permukaan lapisan sesudah penggilasan hendaknya halus dan rata. yang bekerja dibelakang alat penghampar. tidak banyak bergetar dan sebelum digunakan baknya harus selalu dibersihkan dari kotoran atau bahan-bahan lepas lainnya.PEMBANGUNAN JALAN KOTA BALIKPAPAN Campuran harus diangkut dengan kendaraan yang beroda karet (pneumatic tired vehieles) dan mempunyai konstruksi yang kokoh. berangsurangsur bergeser ketengah.20 . retak-retak. Persiapan Penghamparan Menjelang penghamparan. k. permukaan harus segera diperiksa untuk mengontrol kerataan. maka lapisan campuran harus dipadatkan dengan alat pemadat tangan (manual atau machinal) berat minimum 10 Kg dan kuas bidan kota minimal 300 Cm2. Setelah pemadatan awal selesai (temperatur kira-kira 70ºC).2. Pemadatan Setelah campuran dihampar. Perataan Secara Manual Pada tempat-tempat dimana mesin penghampar tidak mungkin secara sempurna. l. kendaraan tersebut harus dilengkapi dengan kanvas untuk melindungi campuran terhadap pengaruh cuaca. Pemadatan hendaknya dimuali dari tepi. Pemadatan akhir harus dikerjakan dengan mesin gilas tanddem (berat minimum 8 ton) pada temperatur kira-kira 60ºC. campuran harus segera dihampar. lapisan tadi dipadatkan dengan mesin gilas roda karet. Pengangkutan campuran harus diatur agar kedatangannya dilapangan tidak menyebabkan pekerjaan tertunda atau menyebabkan pekerjaan dilkukan sampai malam. dan sedemikian rupa sehingga garis-garis/tanda-tanda akibat pemadatan tidak terlihat lagi. Penghamparan dan Pertaaan k.

campuran yang baru.4 Cara Pengukuran Hasil Pekerjaan Jalan LASTON yang akan diperhitungkan untuk pembayaran adalah jumlah kubikasi yang telah selesai dikerjakan sesuai dengan tebal dan lebar yang disyaratkan dalam Gambar Rencana dan telah disetujui Direksi Teknik. Mesin gilas hanya boleh menginjak garis akhir penghamparan apabila atas persetujuan Direksi Teknik. masing-masing untuk memeriksa kerataan permukaan arah melintang dan arah memanjang. 4. Mutu hasil pekerjaan harus disetujui Direksi Teknik berdasarkan pemeriksaan dengan jumlah dan cara yang ditetapkan. Bila terjadi ketidaksamaan hasil pekerjaan dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Segala biaya dan resiko akibat perbaikan/penyempurnaan tersebut menjadi tanggung jawab Kontraktor. Permukaan akhir harus juga diperiksa dengan cara tersebut. Lebar dan tebal rata-rata yang lebih besar dari yang tercantum dalam Gambar Rencana. hendaknya diperhatikan agar dicapai pelekatan yang sempurna pada seluruh tebal lapisan.PEMBANGUNAN JALAN KOTA BALIKPAPAN m.. hendaknya bidang kotak tersebut diberi lapiasan pengikat. bila diperiksa dengan cara AASHTO T 66. p. Sambungan Penghamparan dan pemadatan sejauh mungkin diusahakan agar berlangsung kontinu dan tidak nampak sambungan-sambungan. n. harus segera diperbaiki. maka cara dan pelaksanaannya harus sesuai dengan petunjuk Direksi Teknik.21 . Kepadatan lapisan. Pengukuran tebal lapisan. Bagian yang menggelombang. Pada waktu pemadatan Kontraktor hendaknya membentuk. hendaknya dilakukan sebelum dan sesudah lapisan digilas.1. agar diperoleh gambaran hubungan antara tebal penghamparan dan tebal akhir lapisan.25 M2 yang menunjukkan kekurangan atau kelebihan aspal harus dibongkat dan diganti. o. Penempatan campuran yang baru berdampingan dengan lapisan yang telah dipadatkan hendaknya mempertahankan bidang kotak agar tegak/vertikal (antara lain dengan cara memotong tegak lapisan terdahulu). p.5 mm atau sebagaimana yang ditetapkan Direksi Teknik. pinggiran sedemikian rupa sehingga tampak rapih dan sesuai Gambar Rencana. Bila masih terjadi perbaikan-perbaikan. Petunjuk Direksi Teknik p. Perbedaandalam hal harus tidak lebih dari 3 mm atau sesuai dengan petunjuk Direksi Teknik.3. harus sesuai dengan yang tercantum dalam Gambar rencana dengan toleransi . Direksi Teknik dapat memberikan petunjuk tambahan. kontraktor diwajibkan untuk memperbaiki / menyempurnakan hasil pekerjaan tersebut sesuai dengan petunjuk Direksi Teknik. Untuk menambah pelekatan pada bidang kotak sambungan. Kubikasi tersebut didasarkan pada lebar dan tebal rata-rata serta panjang kenyataan lapisan yang telah selesai dikerjakan dan disetujui Direksi. Pemeriksaan Permukaan Setelah pemadatan awal. diannggap sama dengan yang tercantum dalam Gambar Rencana.3. melendut atau berongga. Bagia permukaan dengan luas labih dari 0.2. VI . Mutu dan jumlah bahan yang dipergunakan harus mendapat persetujuan Direksi Teknik. Tebal lapisan kemudian dikontyrol dengan pengukuran tebal lapisan yang baru dihampar dibelakang mesin penghampar. Tebal yang Diisyaratkan Tebal lapisan padat.4m yang harus disediakan oleh Kontrakotr. kemudian pemadatan dilanjutkan hingga selesai. Permukaan ini harus segera ditambah atau dipotong sesuai kebutuhannya. p. Bila sambungan harus diadakan. dan harus segera dipadatkan agar menjadi satu kesatuan dengan lapisan sekelilingnya. harus tidak kurang dari 95% kepadatan yang dicapai di laboratorium dengan bahan dan perbandingan yang sama (ASTM D 1883). permukaan harus segera diperiksa dengan mal lengkung (template) dan mal datar(straigh tedges) .

3 (1) Memproduksi LASTON (2) Menghampar LASTON Ton Meter Persegi VI .3.5 Dasar Pembayaran Jumlah kubikasi sebagaimana yang ditetapkan da\engan cara diatas dibayar menurut sati\uan LASTON yang sudah mencakup seluruh biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan sebaik-baiknya.PEMBANGUNAN JALAN KOTA BALIKPAPAN 4.22 . Nomor Mata Pembiayaan dan Uraian Satuan 4.

2 LABURAN ASPAL SATU LAPIS (BURTU) DAN LABURAN ASPAL DUA LAPIS (BURDA) SEKSI INI TIDAK DIGUNAKAN VI .PEMBANGUNAN JALAN KOTA BALIKPAPAN SEKSI 6.23 .

3 CAMPURAN ASPAL PANAS SEKSI INI TIDAK DIGUNAKAN VI .24 .PEMBANGUNAN JALAN KOTA BALIKPAPAN SEKSI 6.

PEMBANGUNAN JALAN KOTA BALIKPAPAN SEKSI 6.25 .4 LASBUTAG DAN LATASBUSIR SEKSI INI TIDAK DIGUNAKAN VI .

PEMBANGUNAN JALAN KOTA BALIKPAPAN SEKSI 6.26 .5 CAMPURAN ASPAL DINGIN SEKSI INI TIDAK DIGUNAKAN VI .

27 .PEMBANGUNAN JALAN KOTA BALIKPAPAN SEKSI 6.6 SEKSI INI TIDAK DIGUNAKAN VI .

PEMBANGUNAN JALAN KOTA BALIKPAPAN SEKSI 6.28 .7 PEMELIHARAAN DENGAN LABURAN ASPAL SEKSI INI TIDAK DIGUNAKAN VI .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->