insider trading.pdf

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah Pasar modal merupakan satu lembaga yang memobilisasi dana masyarakat dengan menyediakan sarana atau tempat untuk

mempertemukan penjual dan pembeli dana-dana jangka panjang yang disebut Efek. Di Indonesia, perkembangan pasar modal berjalan secara fantastis atau dinamik.1 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal memberikan pengertian tentang Pasar Modal yaitu kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek.2 Menurut Pasal 1 angka 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, yang dimaksud dengan Efek adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek. Efek atau surat berharga yang diterbitkan dan diperdagangkan di pasar modal Indonesia saat ini antara lain:3 1. Saham (stock)

Najib A.Gisymar, Insider Trading dalam Transaksi Efek, cetakan pertama, Citra Aditya Bakti, Bandung, 1999, hlm. 9. 2 Pasal 1 angka 13 UUPM. 3 Tjiptono Darmadji dan Hendy M.Fakhruddin, Pasar Modal di Indonesia: Pendekatan Tanya Jawab, edisi pertama, Salemba Empat, Jakarta, 2001, hlm. 5.

1

3. Bursa tersebut tidak membeli atau menjual saham-saham yang ada. 2001. Memberikan pelayanan kepada para anggotanya. Hulwati. UII Press. baik secara individu maupun institusional. informasi penting terhadap emiten. Membuat aturan main yang dikenal sebagai peraturan bursa (peraturan percatatan.2. 28. Saham preferen (preferred stock) Obligasi (bond) Obligasi konversi (convertibl bond) Right (right) Waran (warrant. Menyediakan informasi pasar seperti fluktuasi harga. Yogyakarta. Bursa efek mempunyai fungsi dan peranan untuk memberikan jasa-jasa antara lain :4 1. 6. 4. 4 . hlm. volume perdagangan. 5. 3. Menyediakan fasilitas perdagangan efek untuk anggota bursa dan emiten. melainkan bursa hanya merupakan tempat atau sarana bagi para investor untuk bertransaksi di dalamnya. Transaksi Saham di Pasar Modal Indonesia Prespektif Hukum Ekonomi Islam . Saham diperjualbelikan melalui sarana pasar modal yang di Indonesia disebut Bursa Efek. 2. perusahaan yang telah mencatatkan efeknya maupun kepada investor. keanggotaan dan perdagangan) dengan tujuan agar semua pelaku bursa dapat memperoleh kesempatan yang sama baik dalam memperoleh informasi maupun kesempatan berdagang. 4.

2001. calon pemodal. kejadian. atau pihak lain yang berkepentingan atas informasi atau fakta tersebut. 7 Bismar Nasution.cit.6 Pemberian informasi ini berdasarkan pada prinsip keterbukaan. Aspek Hukum Pasar Modal Indonesia. karena prinsip keterbukaan adalah jiwa dari pasar modal. 30. Jakarta. karena suatu informasi mencerminkan suatu harga. Keterbukaan dalam Pasar Modal.1: Keterbukaan Informasi yang Harus Segera Diumumkan Kepada Publik. hlm. hlm. Informasi yang harus disampaikan kepada publik adalah informasi yang akurat dan lengkap sesuai dengan keadaan perusahaan.5 Dalam Pasal 1 angka 7 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995. Informasi yang berdasarkan prinsip keterbukaan akan dapat mengantisipasi kemungkinan investor tidak memperoleh informasi atau fakta materiel atau tidak meratanya informasi bagi investor. yang dimaksud dengan informasi atau fakta materiel adalah informasi atau fakta penting dan relevan mengenai peristiwa. 230.K. 5 .Penentuan harga di Pasar Modal dipengaruhi oleh suatu informasi atau fakta materiel. 2004. disebabkan ada informasi yang tidak disampaikan dan bisa juga terjadi informasi yang belum tersedia untuk publik telah disampaikan kepada orang-orang tertentu..7 Informasi yang harus dibuka oleh perusahaan publik adalah sesuai dengan Peraturan Nomor X. hlm. cetakan pertama: Fakultas Hukum Universitas Indonesia. 6 M. Keterbukaan…op. Jakarta: Kencana. atau fakta yang dapat mempengaruhi harga Efek pada Bursa Efek dan atau keputusan pemodal. antara lain : Bismar Nasution. Irsan Nasarudin dan Indra Surya. 1.

11. Pemecahan saham atau pembagian deviden saham. 15. peleburan usaha atau pembentukan usaha patungan. Penggantian wali amanat. Perubahan tahun fiskal perusahaan. Pengajuan tawaran untuk pembelian Efek perusahaan lain. 3. dan atau direktur dan komisaris perusahaan. Perolehan atau kehilangan kontrak penting. Produk atau penemuan baru yang berarti. Perubahan dalam pengendalian atau perubahan penting dalam manajemen. Pembelian atau kerugian penjualan aktiva yang materiel. 7. 13.1. Penggantian akuntan yang mengaudit perusahaan. 4. 8. 2. Penggabungan usaha. 9. . pembelian saham. Pendapatan dari deviden yang luar biasa sifatnya. Tuntutan hukum yang penting terhadap perusahaan. 5. Penjualan tambahan Efek kepada masyarakat atau secara terbatas yang materiel jumlahnya. Pengumuman pembelian kembali atau pembayaran Efek yang bersifat utang. Perselisihan tenaga kerja yang relative penting. 14. 6. 10. 12.

sehingga para investor dapat menganalisis dan mendapat keuntungan dalam melakukan penawaran jual atau beli atas suatu efek. 9 8 . Tanya-Jawab Aspek Hukum Pasar Modal di Indonesia. 2. Irsan Nasarudin dan Indra Surya.9 Alasan utama adanya suatu keterbukaan informasi adalah agar para pihak dapat melakukan suatu informed decision (suatu landasan agar terbentuk harga pasar yang wajar).Dapat dilihat dari keterangan di atas. hlm. Pelanggaran yang dilakukan secara berkelompok. hlm.cit. Pelanggaran di bidang pasar modal ada tiga pola yang lazim terjadi.…op.. bahwa keterbukaan informasi merupakan sesuatu yang sangat penting untuk diketahui para investor. Pelanggaran yang dilakukan secara langsung atau berdasarkan perintah atau pengaruh pihak lain. 273.10 Apabila suatu informasi tidak dikeluarkan atau diumumkan oleh Emiten maka akan menimbulkan suatu pelanggaran.…op. 2000. 3.. 113. Pelanggaran yang dilakukan secara individual. 11 M. Harvarindo. 21. Salah satu jenis pelanggaran terhadap prinsip keterbukaan adalah praktek atau kegiatan insider trading. 32 Iman Sjahputra Tunggal. 10 Huluwati. hlm.cit. Jakarta. yaitu :11 1. hlm.8 Dengan keterbukaan informasi inilah kegiatan di pasar modal akan menjadi lebih efisien. yaitu tindakan yang melibatkan sekelompok orang dalam yang dengan sengaja memanfaatkan informasi untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya melalui Ibid.

Pasar Modal Modern. hlm. 273. konsultan hukum. Pegawai. 1996. Direksi. terdapat dalam Pasal 95 yaitu14 “Orang dalam dari Emiten atau Perusahaan Publik yang mempunyai informasi orang dalam dilarang melakukan pembelian atau penjualan atas Efek: a) Emiten atau Perusahaan Publik dimaksud. Pihak lain yang berpotensi melakukan insider trading adalah para profesional di bidang pasar modal.cit. hlm 111.” Pihak-pihak yang termasuk orang dalam adalah Komisaris. atau b) Perusahaan lain yang melakukan transaksi dengan Emiten atau Perusahaan Publik yang bersangkutan. 14 Munir Fuady.cit.…op.12 Terdapat tiga hal pokok dalam melengkapi proses terjadinya insider trading yaitu adanya orang dalam. penilai.…op.. Irsan Nasarudin dan Indra Surya.. akuntan. Ibid. informasi perusahaan yang masih rahasia dan bersifat materiel (belum terbuka untuk umum). serta adanya perdagangan saham oleh pihak orang dalam. Citra Aditya Bakti. .13 Pengertian tentang insider trading menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.15 Didalam UUPM tidak memberikan “batasan” secara tegas mengenai insider trading.perdagangan saham di bursa. Pihak yang karena kedudukannya atau profesinya memiliki informasi orang dalam. Bandung. manajer investasi. seperti penasihat investasi. 171. Kata “batasan” dalam hal ini adalah orang-orang yang tidak disebutkan dalam UUPM yaitu mereka yang tidak disebutkan 12 13 Iman Sjahputra Tunggal. dan notaris. hlm. 15 M.

pihak yang dirugikan adalah masyarakat. . Modul Kuliah. 16 sehingga ada suatu keterkaitan antara peraturan dan Ridwan Khirandy.17 Memperhatikan kenyataan dan kecenderungan yang terjadi dalam masyarakat dewasa ini.mempunyai suatu celah untuk melakukan tindakan insider trading. Sebenarnya masih ada pihak lain selain yang disebut dalam UUPM yang mestinya masih mungkin pantas untuk dijerat dengan perbuatan insider trading. Perlindungan hukum itu berupa pembuatan aturan hukum yang bagus dan dinamis. Kolusi. terutama para investor yang ingin menjual atau membeli Efek.16 Transaksi penjualan saham oleh orang dalam (insider trading) atas informasi yang tidak dipublikasikan secara umum. Dalam hal ini. akan menimbulkan suatu kerugian bagi para pihak. maka menjadi hal yang dapat dipahami adanya tuntutan kebutuhan untuk diadakan pengaturan yang lebih tegas dalam rangka untuk menciptakan perlindungan hukum terhadap tindakan insider trading yang sangat merugikan para investor dan berakibat pada ketidakstabilan pasar modal. Hukum Pasar Modal. 17 Ibid. 2007. Nepotisme) yang saat ini sedang dituntut masyarakat untuk dibersihkan. karena insider trading adalah bentuk lain dari penjarahan yang dilakukan secara halus melalui proses KKN (Korupsi. Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia. Pihak lain tersebut adalah orang atau pihak di luar perusahaan yang secara tidak sengaja atau tidak langsung memperoleh informasi dari orang dalam. dimana aturan hukum itu harus dapat diterapkan di lapangan.

10. 19 18 . Materi Kuliah Hukum Dagang.50. Jakarta. Diantaranya ada atau tidaknya orang dalam yang melakukan transaksi atas Efek perusahaan dimana yang bersangkutan menjadi orang dalam.21 Kesulitan yang dihadapi dalam pembuktian insider trading adalah Ery Arrifudin.penerapannya. 11. 20 http://www.id. 25 November 2008.tempoiteraktif. Selain itu. dapat pula dideteksi dari adanya peningkatan harga dan volume perdagangan Efek sebelum diumumkannya informasi materiel kepada publik dan terjadinya peningkatan atau penurunan harga dan volume perdagangan yang tidak wajar. Perlindungan hukum adalah melindungi hak-hak orang mengenai hukum dan hukum tersebut sudah diterapkan di lapangan.com.30. hlm.18 Perlindungan hukum ini sangatlah penting bagi para investor. karena dengan penegakan dan pembuatan aturan hukum yang bagus dan dinamis. 30.co. Ghalia Indonesia. 21 http://www.google. dengan cara melihat di lapangan apakah hukumnya sudah diterapkan atau belum. 1990. Pengantar tentang Pasar Modal di Indonesia . Sumantoro. dalam kasus PT Perusahaan Gas Negara (PT PGN). akan menciptakan suatu kepercayaan para investor untuk menginvestasikan modalnya di pasar modal Indonesia sehingga dapat memperkecil kemungkinan pelarian modal ke luar negeri.19 Praktek Insider trading mungkin dapat dideteksi dengan cukup mudah yaitu dengan cara mendeteksi dari beberapa fakta-fakta yang ada ketika praktek tersebut terjadi. Badan Pengawas Pasar Modal membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan kasus indikasi insider trading dalam penjualan saham akhir tahun lalu. 2008. 27 November 2008.20 Tetapi dalam kenyataannya pembuktiaan insider trading tidaklah mudah.

22 Ibid. menjadi Rp. Bapepam-LK menjatuhkan sanksi dan denda pada PT PGN.perangkat hukum yang ada tidak berkembang secepat pasar modal.32% pada tanggal 15 Desember 2006 agar harga ketika divestasi tidak turun.2% dari posisi Rp. Sanksi diberikan karena ada keterlambatan penyampaian informasi kepada publik selam 35 hari.400 per saham pada posisi auto reject halting (penghentian secara otomatis) oleh BEJ. 9. Penurunan harga saham ini diduga adanya praktek insider trading terkait dengan penundaaan proyek pipanisasi gas di Sumatera SelatanJawa Barat yang tidak segara dilaporkan manajemen ke publik.000.K. . sehingga otoritas kesulitan dalam mencari alat bukti yang dapat diterima secara hukum. Pada tanggal 13 maret 2007.000 (lima milyar rupiah) kepada direksi dan mantan direksi PT PGN pada periode Juli 2006.22 Kasus PT PGN ini bermula dari merosotnya harga saham perseroaan secara tajam. 7. sanksi yang diberikan Bapepam kepada PT PGN sebesar Rp 5. harga saham PGAS (kode PT PGN dalam pasar saham) anjlok 23.650 pada saat pembukaan perdagangan.1 tentang Keterbukaan Infomasi yang Harus Segera Diumumkan Kepada Publik. Tidak dilaporkannya penundaan proyek tersebut terkait dengan kepentingan divestasi saham PT PGN sebesar 5. Pada tanggal 12 Januari 2007. Keterlambatan tersebut melanggar Pasal 86 UUPM juncto Peraturan Bapepam Nomor X.000.

pada Bina Manajemen Bisnis dan Investasi Dharma Nusantara. makalah disampaikan pada Seminar Mengupas serta Mencermati Fenomena Tindak Pidana di Pasar Modal. ada empat kesimpulan dari hasil pemeriksaan Bapepam terhadap kasus Laporan Keuangan Bank Lippo.Selain kurang berkembangnya perangkat hukum.24 1. Namun angka-angkanya sama seperti tercantum dalam laporan auditor independent. 5. 24 Ibid. Hanya terdapat satu laporan keuangan PT Bank Lippo Tbk per 30 September 2002 yang telah diaudit dengan opini wajar tanpa pengecualian dari akuntan publik dengan tanggal ganda (dual dating) tertanggal 20 November 2002 yang disampaikan manajemen PT Bank Lippo Tbk pada tanggal 6 Januari 2003. Jakarta. 8 Mei 2003. menurut Bismar Nasution kesulitan yang dihadapi dalam mengungkap kasus insider trading di Indonesia adalah penerapan standar pemeriksaan keuangan perusahaan dalam perusahaan yang telah go public. Bahwa laporan keuangan PT Bank Lippo Tbk per 30 September 2002 yang dijalankan pada tanggal 28 November 2002 adalah laporan keuangan yang tidak diaudit. 23 . dimana penekanan masalah dan tanggung jawab yang sangat perlu diperhatikan adalah mengenai pemberlakuan standar akuntansi. 3. Bahwa laporan keuangan PT Bank Lippo Tbk per 30 September 2002 yang disampaikan ke BEJ pada tanggal 27 Desember 2002 adalah laporan keuangan yang tidak disertai laporan auditor independent dan Bismar Nasution. 2. hlm.23 Sebagai contoh adalah kasus PT Bank Lippo Tbk. Keterbukaan dalam Perdagangan Saham di Pasar Modal .

PT Mitra Agal Racana Sistrada.000. Menyangkut persoalan loporan keuangan Bank Lippo sebelum diputuskan Bapepam.200 menjadi Rp. PT Fikasa Raya. . 4. dapat diketahui bahwa laporan keuangan itu menimbulkan dugaan pernyataan menyesatkan yang sangat erat kaitannya dengan pelaksanaan prinsip keterbukaan dalam pasar modal. Dugaan terjadinya insider trading ini adalah ketika BEJ menemukan adanya kenaikan harga dan volume saham PT SG yang cukup drastis. Dugaan insider trading terjadi sebelum pembelian saham PT SG oleh Cemex pada bulan Juni 1998 yang tidak diketahui oleh publik. kasus dugaan insider trading juga terjadi pada kasus privatisasi PT Semen Gresik. 12. Kasus ini bermula ketika pemerintah akan menjual PT SG kepada Cementos Mexicanos SA de CV (Cemex). Kenaikan ini dipicu dari adanya informasi orang dalam yang bobot materielnya bervariasi. Selain kasus PT PGN dan Bank Lippo. Bahwa pemeriksaan atas prosedur penilaian kembali agunan yang diambil alih dan prosedur audit atas beberapa laporan keuangan PT Bank Lippo Tbk per 30 September 2002 saat ini masih dalam proses pemeriksaan oleh instansi yang berwenang. PT Intifikasa Securindo dan PT Danareksa Sekuritas. 5. Transaksi terjadinya insider trading ini diduga dilakukan oleh New Old Invesment. dimana harga bergerak pada kisaran menaik dari Rp.telah terdapat penilaian kembali terhadap Agunan Yang Diambil Alih (AYDA) dan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP).

karena tindakan tersebut ada indikasi kuat telah terjadi . dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Bapepam dan analisa catatan-catatan serta dokumen ditemukan pula pelanggaran terhadap Pasal 36. PT Mitra Agal Racana Sistrada.800 lembar saham Semen Gresik dari Menteri Keuangan dengan harga persaham sebesar Rp. Bapepam kemudian merekomendasi agar pemeriksaan kepada perusahaan-perusahaan tadi untuk ditingkatkan statusnya kepada tingkat penyidikan. Kemunculan yang tiba-tiba inilah yang membuat Bapepam merasa meragukan terhadap transaksi yang dilakukan oleh perusahaan yang telah disebutkan di atas. PT Fikasa Raya. Makindo dan Bhakti Investama melaporkan kepada Bapepam tentang mitra strategis PT SG yaitu Holderbank yang telah menyampaikan summary of proposed terms of agreement yang isinya antara lain Holderbank akan membeli 88. 8.991. PT Intifikasa Securindo. 37. Pihak Bapepam sendiri kemudian melakukan penelitian akan kebocoran informasi ini dan menemukan adanya empat nama sebagai jasa pemanfaat informasi orang dalam tersebut yaitu New Old Invesment.972. Disamping itu. dan 38 UUPM Nomor 8 Tahun 1995.5 melalui kantor Menteri Negara Pembinaan BUMN yang waktu itu dipegang oleh Tanri Abeng. Kesemua perusahaan tersebut yang sebelumnya tidak pernah melakukan transaksi dalam jangka waktu yang lama terhadap pembelian saham PT SG. tiba-tiba muncul dan melakukan pembelian saham. dan PT Danareksa Sekuritas.Pada tanggal 5 Mei 1998.

Dari contoh kasus di atas dapat disimpulkan bahwa permasalahan mengenai insider trading dan pelindungan hukum bagi investor harus dilakukan secara profesional. kedalam bentuk skripsi. 25 26 Iman Sjahputra Tunggal. kesulitan yang dihadapi dalam menangani permasalahan mengenai insider trading adalah mengenai sulitnya penentuan mengenai standar fakta materiel dalam prinsip keterbukaan. karena praktek insider trading melibatkan orang-orang yang cukup canggih dalam menutupi perbuatannya dan mereka melakukan perbuatannya sangatlah profesional sehingga tidak mudah untuk melacaknya.25 Oleh karena itu. Selain tidak berkembangnya perangkat hukum.. . hlm. karena dengan penegakan hukum yang profesional akan menimbulkan suatu kepercayaan publik kembali.cit.26 Salah satu bentuk pelanggarannya adalah pernyataan fakta materiel yang salah yaitu dengan cara membuat penghilangan fakta materiel baik dalam transaksi saham maupun dalam dokumen-dokumen dalam penawaran umum lainnya. Keterbukaan… op. 112. hlm.cit.27 Berdasarkan latar belakang tersebut penulis mempunyai pandangan untuk melakukan suatu penelitian tentang indikasi terjadinya insider trading dan perlindungan hukum bagi investor sebagai akibat dari adanya tindakan insider trading. Ibid. 3..perbuatan melawan hukum dalam pembelian dan penjualan saham PT SG dengan mengunakan informasi orang dalam tersebut. penegakan hukum dalam masalah insider trading tersebut haruslah dilakukan secara profesional. 27 Bismar Nasution.…op.

Bagaimana perlindungan hukum bagi para investor jika terjadi insider trading? C. karena dalam pasar modal yang diperjual belikan adalah dana atau modal. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas. serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek. Bagaimana membuktikan adanya insider trading yang merupakan pelanggaran terhadap prinsip keterbukaan? 2. maka penulis mengambil permasalahan sebagai berikut: 1. Pasar modal merupakan suatu pasar yang modern. Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkan. Tujuan Penelitian 1. 2. Tinjauan Pustaka Pengertian pasar modal menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995. D. Sebagai suatu pasar modern. Untuk mencari tahu bagaimana investor memperoleh perlindungan hukum jika terjadi insider trading.B. Pasal 1 angka 13 adalah kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan perdangan Efek. pasar modal merupakan tempat untuk melakukan kegiatan dalam penawaran umum dan perdagangan Efek (saham) dari perusahaan publik yang pada intinya adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli dana yang diperantarai oleh para anggota . Untuk mencari tahu adanya insider trading yang merupakan bentuk pelanggaran terhadap prinsip keterbukaan.

misalnya seorang pemodal membeli saham Telkom (TLKM) dengan harga per saham Rp 3000 kemudian menjualnya dengan harga per saham Rp 3.…op. 32 Huluwati.29 Baik dalam pasar perdana maupun pasar sekunder para investor mempunyai suatu tujuan dalam melakukan transaksi di pasar modal yaitu untuk mencari keuntungan atau capital gain30 yang lebih besar.cit.28 Dalam melakukan transaksi jual beli. Prinsip disclosure adalah kewajiban emiten. hlm. 29 28 . Tjiptono Darmadji dan Hendy M. 8. Pasar Modal Di Indonesia. dan selengkap mungkin mengenai fakta materiel yang berkaitan dengan tindakan perusahaan atau efeknya yang berpotensi kuat mempengaruhi keputusan pemegang saham Sumantoro..cit.700 yang berarti pemodal tersebut mendapatkan capital gain sebesar Rp 700 untuk setiap saham yang di jualnya. hlm..bursa selaku pedagang perantara perdagangan efek untuk melakukan tansaksi jual beli. 9. terutama para pemodal dengan orientasi jangka pendek. manipulasi pasar maupun insider trading.Fakhruddin. maka perdagangan harus dilakukan dengan prinsip disclosure.cit..31 Dengan tujuan untuk mendapatkan capital gain yang besar. pasar modal dibedakan antara pasar perdana (primary market) yaitu untuk efek yang baru diedarkan dan pasar sekunder (secondary market) yaitu untuk efek yang sebelumnya telah diperdagangkan.. 30 Capital gain adalah selisih antara harga beli dan harga jual.cit. 9. 9.…op. seakurat. Lih. Tanya Jawab…op. Iman Sjahputra Tunggal. 31 Tijptono Darmadji dan Hendy M. hlm.32 Untuk menghindari adanya permainan di pasar modal. hlm. hlm. Fakhrudin. perusahaan publik. para investor bersama pedagang perantara lain mulai mempermainkan harga yang dapat mengarah pada spekulasi. 5. atau siapa saja yang terkait untuk mengungkapkan informasi sejelas. Pengantar…op.

penjamin pelaksana emisi. Jadi. Irsan Nasarudin dan Indra Surya. lembaga serta profesi penunjang pasar modal bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran semua informasi atau fakta materiel yang tercantum dalam prospektus. penjamin pelaksana emisi. emiten. hlm.atau calon investor terhadap saham..33 Kebenaran akan suatu informasi merupakan kewajiban yang harus dijalankan oleh perusahaan publik sebagai bentuk perlindungan hukum kepada para investor.Fakhruddin. 4.… op.…op. Tijptono Darmadji dan Hendy M. Emiten. karena informasi itu berpengaruh pada efek atau harga efeknya. Prospektus harus memuat semua rincian dan fakta materiel mengenai penawaran umum dari emiten. hlm.cit.cit. Penyusunan suatu informasi atau prospektus harus mengacu pada hal-hal berikut:34 1. 230. 53. Fakta-fakta dan pertimbangan-pertimbangan yang paling penting harus dibuat ringkasannya dan diungkapkan pada bagian awal prospektus. Prospektus haruslah dibuat sedemikian rupa sehingga jelas dan komunikatif.. Peraturan yang melindungi pemodal dari informasi menyesatkan menjadi mutlak diperlukan dan penegakkan aturan hukum (law enforcement) harus diterapkan dengan memberikan sanksi yang tegas 33 34 M. . 3. lembaga serta profesi penunjang pasar modal bertanggung jawab untuk menentukan dan mengungkapkan fakta secara jelas dan mudah dibaca. 2.

terhadap para pihak yang melanggar.35 E. b. 2. Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder.K. Peraturan Bapepam Nomor X. Keterbukaan…op.cit. a. Karena sistem hukum yang baik dan transparan akan menciptakan suatu kepercayaan investor dalam mengivestasikan modalnya di pasar modal. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum yaitu sebagai berikut : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal b. Fokus Penelitian. Sehingga akan memberi jaminan atau perlindungan hukum untuk mengantisipasi terjadinya praktek insider trading di pasar modal. Mendekteksi bagaimana terjadinya tindakan insider trading dalam pasar modal. yang meliputi : 1) Bahan Hukum Primer. Perlindungan hukum bagi para investor yang melakukan transaksi saham jika terjadi insider trading. berupa : a.1: Keterbukaan Informasi yang Harus Segera Diumumkan Kepada Publik 35 Bismar Nasution. 10.. hlm. .

hasil penelitian yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. yaitu pendekatan dengan menganalisis permasalahan dari sudut pandang ketentuan-ketentuan hukum atau perundangundangan yang berlaku. 3. Teknik Pengumpulan Data Dilakukan melalui studi kepustakaan dengan cara mengumpulkan. kemudian diuraikan dengan cara menganalisis data yang diperoleh dari hasil penelitian yang kemudian disusun secara sistematis sehingga akan diperoleh suatu gambaran yang jelas dan lengkap sehingga dihasilkan suatu kesimpulan yang dapat digunakan untuk menjawab rumusan masalah yang ada. . Metode Pendekatan Metode pendekatan ialah sudut pandang yang digunakan peneliti dalam memahami dan menyelesaikan permasalahan.2) Bahan Hukum Sekunder. berupa: Kamus Hukum dan Kamus Bahasa Indonesia. mempelajari serta mengkaji bahan-bahan hukum serta peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan masalah penelitian. Adapun pendekatan yang digunakan oleh penulis yaitu pendekatan yuridis normatif. 3) Bahan Hukum Tersier. Analisis Data Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif yaitu data yang diperoleh dan dikualifikasikan sesuai dengan permasalahan penelitian. berupa: buku-buku. jurnal. 5. 4.

F. . Bab IV adalah penutup yang berisi tentang kesimpulan dan saran. tinjauan pustaka. KERANGKA SKRIPSI Bab I adalah pendahuluan yang meliputi latar belakang masalah. pelaku pasar modal. dan kerangka skripsi. Bab III berisi tentang perlindungan hukum terhadap investor dalam terjadinya tindakan insider trading yang meliputi tentang pembuktian insider trading dalam pelanggaran terhadap prinsip keterbukaan. dan pelanggaran terhadap prinsip keterbukaan. tujuan penelitian. pengertian pasar modal. dan perlindungan hukum bagi investor jika terjadi insider trading. rumusan masalah. prinsip keterbukaan informasi. metode penelitian. Bab II berisi tentang tinjauan umum tentang pasar modal berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 yang meliputi sejarah perkembangan pasar modal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful