TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB 1.

Kontraktor: Hak dan Kewajibannnya Seorang kontraktor atau dengan istilah lain dikenal juga dengan sebutan kontraktor umum (general contractor) adalah seseorang atau sekelompok individu yang melakukan kerja sama atau menandatangani kontrak dengan sebuah organisasi atau seorang individu lainnya (pemilik) untuk suatu pekerjaan seperti konstruksi, renovasi, atau pembongkaran suatu gedung, jalanan, atau struktur bangunan fisik lainnya. Seorang kontraktor umum akan dianggap sebagai kontraktor jika ia menjadi penandatangan yang sekaligus juga menjadi sebagai penanggung jawab dilaksanakannya suatu kontrak proyek konstruksi utama (Setiawan, 2010: 13) Seorang kontraktor bertanggung jawab terhadap sarana-sarana dan metode-metode yang akan digunakannya untuk menjalankan proyek konstruksi sesuai dengan pasal-pasal dan ayat-ayat yang ada dalam dokumen kontrak. Dokumen-dokumen kontrak tersebut biasanya meliputi perjanjian kontrak berisi anggaran belanja proyek, kondisi umum, dan kondisi-kondisi khusus proyek serta rencana dan spesifikasi proyek yang sebelumnya telah dipersiapkan oleh desainer professional, misalnya seorang arsitek. Seorang kontraktor biasanya juga bertanggung jawab terhadap pengadaan material yang akan digunakan. Selain itu, ia juga harus menyediakan tenaga-tenaga kerja untuk menjalankan proyek tersebut. Seorang kontraktor dalam menjalankan tugasnya juga harus

menyediakan peralatan-peralatannya sendiri yang ia perlukan untuk menangani proyek yang dibebankan kepadanya. Oleh karena itu, dalam menjalankan pekerjaanya, kontraktor biasanya membagi pekerjaannya dengan kontraktor lain yang mempunyai keahlian yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak dikuasai oleh kontraktor utama. Orang-orang yang menjalankan pekerjaan kontraktor dari kontraktor lainnya biasa disebut sub-kontraktor. Subkontraktor adalah seorang individu atau dalam beberapa hal seorang usahawan yang menandatangani kontrak untuk melaksanakan sebagian atau seluruh kewajiban dari kontrak orang lain (Setiawan, 2010: 14). Subkontraktor biasanya disewa atau dipekerjakan oleh kontraktor umum (atau kontraktor utama) untuk melaksanakan tugas tertentu sebagai bagian dari seluruh proyek.

jangkauan pekerjaan subkontraktor sekarang ini semakin meluas. Insentif penggunaan subkontraktor adalah untuk mengurangi biaya atau risiko proyek. Beberapa tipe subkontraktor. Subkontraktor domestic Subkontraktor domestik adalah subkontraktor yang menandatangani kontrak utama untuk menyuplai atau memberikan setiap material. Subkontraktor bernama Subkontraktor ini secara efektif sama dengan subkontraktor domestik. Kontraktor utama diizinkan mancari keuntungan dari pemanfaatan subkontraktor tenominasi dalam hal ini. atau melaksanakan pekerjaan dari kontrak utama. meski harus memberikan penyediaan (biasanya persediaan air bersih dan listrik untuk memampukan subkontraktor ternominasi melakukan pekerjaannya).Meski konsep umumnya subkontraktor bergerak di bidang pekerjaan bangunan dan teknik sipil. penunjukan subkontraktor ternominasi menetapkan suatu hubungan kontraktual secara langsung antara klien dan subkontraktor. kontraktor umum menerima layanan yang sama atau lebih baik ketimbang yang disediakan oleh kontaktor umum sendiri. Subkontraktor ternominasi Kontrak-kontrak tertentu mengizinkan petugas arsitek atau pengawas untuk menyediakan hak seleksi final dan persetujuan subkontraktor. barang. . Banyak subkontraktor melakukan pekerjaan untuk perusahaan yang sama ketimbang perusahaanperusahaan lain. kontraktor ini dipekerjakan oleh kontraktor utama. Bahkan. Subkontraktor ini adalah subkontraktor yang melakukan kontrak dengan kontraktor utama untuk memberikan material. subkontraktor ini dipekerjakan oleh kontaktor utama. Secara esensial. mungkin sebagian besar subkontraktor sekarang ini bergerak di bidang teknologi informasi dan sektor informasi bisnis. barang. Hal seperti ini memungkinkan subkontraktor untuk lebih mengasah keterampilan mereka. atau pelaksanaan pekerjaan yang membentuk bagian dari kontrak utama. 3. Secara esensial. Dengan cara ini. yaitu 1. 2. Sebagai akibatnya.

badan usaha. peraturan. Tugas dan tanggung jawab perusahaan kontraktor meliputi : 1. kontraktor independen dibayar atas dasar paro waktu. . biaya. Membuat gambar-gambar pelaksanaan yang disetujui oleh konsultan perencana. Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan gambar rencana. 3. Karena sifatnya yang demikian itu.Kontraktor independen adalah seorang individu. syaratsyarat. Hal yang terpenting mengenai pengelolaan kontrak adalah bagaimana melindungi diri terhadap tuntutan atau atau klaim dan mengajukan tuntutan atau klaim untuk hak langsung (pembayaran pekerjaan) dan hak tidak langsung (penyerahan lapangan terlambat). dan keselamatan kerja. penjelasan pekerjaan. atau perusahaan lain di bawah persyaratan-persyaratan tertentu yang dituangkan ke dalam sebuah kontrak atau kesepakatan tertulis (Setiawan. badan usaha. 2010: 16). dan syarat-syarat tambahan yang telah ditetapkan oleh pengguna jasa. Kontraktor independen tidak bekerja dalam waktu yang teratur untuk satu panitia pengadaan barang atau jasa. Merencanakan tentang perencanaan dan pengendalian waktu. atau perusahaan yang menyediakan barang atau jasa kepada individu. 2. Kontraktor independen ini sering bekerja dalam sebuah perusahaan yang terbatas yang mereka miliki sendiri atau bekerja di bawah perusahaan lain. 5. Menyediakan alat keselamatan kerja seperti yang diwajibkan dalam peraturan untuk menjaga keselamatan pekerja dan masyarakat. kualitas. Hak dan kewajiban kontraktor diatur dalam kontrak yang telah disetujui. Kontraktor independen bekerja jika diperlukan. Menyerahkan seluruh atau sebagian pekerjaan yang telah diselesaikannya sesuai dengan ketetapan yang berlaku. 4. Kotrak merupakan perjanjian tertulis yang mengikat secara hukum antara dua pihak (atau lebih) yang membuat perjanjian dimana satu pihak melakukan pekerjaan dan pihak lain memberikan imbalan atas pekerjaan yang dilakukan dan berlaku hubungan jasa dan imbalan. Hak dan kewajiban dalam satu kontrak bisa berbeda-beda dengan kontrak yang lain tergantung ketentuan-ketentuan kontrak yang bersangkutan.

4. Mendapat kepastian pekerjaan pelaksanaan proyek dalam artian bahwa pemilik proyek tidak akan membatalkan pelaksanaan proyek secara sepihak selain ketentuan-ketentuan yang tertulis di dalam kontrak yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Hak dan kewajiban perusahaan kontraktor harus tertuang dalam kontrak pelaksanaan proyek. menyelesaikan. dan tenaga kerja pelaksanaan proyek Hak yang dapat didapat oleh perusahaan kontraktor. dan memelihara pekerjaan. . Memberikan jaminan pelaksanaan atau uang muka pelaksanaan proyek. 3. yaitu 1. yaitu 1. Ini untuk menjamin agar tidak ada satu pihak yang merasa dirugikan sehingga pelaksanaan pekerjaan proyek dapat selesai tepat pada waktunya.Tugas dan tanggung jawab lain dari perusahaan kontraktor. 3. alat-alat pelaksanaan proyek. Menyediakan bahan-bahan material. Meminta persetujuan untuk subkontraktor. contohnya untuk pengadaan bahanbahan material (pekerjaaannya minimal 30 % dari nilai proyek). 2. Mendapat jaminan asuransi kepada tenaga kerja yang akan melaksanakan pekerjaan proyek. 5. Mendapat kepastian pembayaran setelah pelaksanaan pekerjaan proyek selesai tepat waktunya. Memperbaiki cacat-cacat pada pelaksanaan proyek. 2. Melaksanakan.

Tugas dan tanggung jawab konsultan pengawas adalah: a) Memberikan bimbingan. Konsultan perencana memiliki tugas dan wewenang sbb : a) Membuat sketsa. gambar bestek dan penjelasan lengkap dengan perhitungannya. d) Memberikan surat perintah kerja pada kontraktor bidang kelistrikan.2. b) Menyelesaikan administrasi pembangunan dan perizinan lain yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan. b) Menentukan diperlukan. . c) Ikut menilai kualitas pekerjaan proyek agar tidak menyimpang dari ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan dalam dokumen proyek. Pimpinan Proyek (Owner) Pemilik adalah seseorang atau badan usaha baik swasta maupun instansi pemerintahan yang mempunyai ide dan gagasan serta dana untuk membangun ataupun untuk menyampaikan pada seorang ahli atau badan hukum mengadakan perencanaan yang dikehendakinya. 2. f) Pemilik juga bertugas untuk melakukan perencanaan kegiatan yang akan dikerjakan. dan pengawasan dalam pelaksanaan pekerjaan. e) Menolak hasil pekerjaan apabila tidak sesuia dengan bestek. lokasi proyek dan menyediakan bahan-bahan yang 3. Pemilik atau owner mempunyai tugas dan wewenang sebagai berikut: a) Memberikan tugas pada perencana dalam membuat gambar perencana dan membayar semua biaya yang diperlukan. c) Menentukan anggaran biaya terhadap pekerjaan yang dimaksud dan setelah itu memberikan pekerjaan tersebut kepada pihak kontraktor listrik yang mempunyai SIKA (Surat Izin Kerja). d) Bertanggung jawab atas segala yang direncanakan termasuk perhitungan konstruksi dan kelancaran jalannya proyek. pengarahan. Konsultan 1.

. d) Berhak untuk menegur dan memperhatikan pelaksana agar melakukan pekerjaan sesuai dengan kontraktor dan rencana kerja yang telah ditetapkan. c) Menilai dan mengesahkan berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran asuransi atau termen. e) Berhak melakukan pemeriksaan pengujian pekerjaan terhadap bahanbahan yang dipakai. f) Menilai dan menggerakkan berita acara sesuai dengan pernyataan pekerjaan dari kontraktor.b) Melakukan pengecekan terhadap kelengkapan dokumen paket-paket pekerjaan yang akan dilaksanakan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful