P. 1
Artikel Antibiotik

Artikel Antibiotik

|Views: 12|Likes:
Published by Muhammad Syawal
kumpulan artikel mengenai anti biotik
kumpulan artikel mengenai anti biotik

More info:

Published by: Muhammad Syawal on Apr 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/19/2013

pdf

text

original

Kalau menurut saya gak ada yang namnya ketergantungan AB. seolah2 AB menyembuhkan segala macam penyakit.

seolah2 kalau tanpa AB gak bisa sembuh dari self limited disease. yang pasti penggunaan AB tidak pd tempatnya apalagi berulang akan mengurangi daya tahan tubuh. memang panjang artikelnya tapi sangat bermanfaat. selamat membaca! Regards, Gendi J - Father of 2 ---------------http://www.tabloid-nakita.com/ SALAH ANTIBIOTIK MEMBUAT BAYI SERING SAKIT Masalahnya, antibiotik bisa menimbulkan resistensi kuman dan mengurangi imunitas. "Dok, saya bingung, bayi saya ini, kok, sering sekali bolak-balik berobat karena penyakit yang sama, flu dan flu dan flu," kata seorang ayah di ruang praktik dokter spesialis anak, yang segera dilanjutkan oleh istrinya, "Iya, Dok. Padahal bayi saya ini sudah diperlakukan sesuai dengan apa yang dokter sarankan, diberi ASI eksklusif, saya makannya sudah 4 sehat 5 sempurna yang dimasak matang, kebersihan kamar dan rumah oke, begitu juga dengan ventilasi udara dan cahaya, sudah sesuai standar kesehatan internasional, deh." Sebelum si dokter sempat menjawab, si ibu kembali berkata, "Oh, ya, Dok, di rumah saya tidak ada perokok, pendingin udara di kamar dipatok pada suhu 25 derajat celcius, setiap pagi AC dimatikan dan membuka jendela lebar-lebar. Juga tak hanya antibiotik, semua obat yang diberikan dokter selalu dihabiskan seperti apa kata dokter." Sambil menulis resep, si dokter menanggapi, "Bu-Pak, kita semua ini manusia yang masih sedikit sekali ilmunya. Jadi pertahankan apa yang telah disebutkan Bapak dan Ibu tadi. Sekarang kita coba dulu dengan obat yang ini, mudah-mudahan berhasil." "Basi!" Mungkin pernyataan ini yang akan keluar dari mulut si bapak dan ibu tadi. Mungkin juga kita akan mengucapkan hal yang sama, jika hal itu-itu saja yang dikemukakan dokter setiap kali kita mempertanyakan kenapa si kecil harus sakit saban minggu. GARA-GARA ANTIBIOTIK Menurut Prof. Iwan Darmansjah, MD, SpFK., bayi seharusnya ditakuti oleh penyakit alias jarang sakit. Mengapa? "Karena bayi masih dibentengi imunitas tinggi yang dibawanya dari dalam kandungan, juga diperoleh dari air susu ibunya. Jadi, penyakit sehari-hari seperti flu yang ditandai panas, batuk, pilek-, penyakit virus lain, atau bahkan infeksi kuman, seharusnya dapat ditolak bayi dengan baik," papar senior konsultan Pusat Uji Klinik Obat Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (PUKO FKUI) ini. Karenanya, jika bayi hampir saban minggu atau sebulan bisa dua kali bahkan lebih berobat ke dokter, lanjut Iwan, "Tentu akan timbul pertanyaan besar. Apakah ada yang salah dari lingkungan, apakah ada yang salah pada tubuh si bayi, ataukah dokter yang salah mendiagnosa." Iwan berpendapat, jika bayi berobat ke dokter karena flu hanya sesekali dalam kurun waktu 6-12 bulan, masih terbilang wajar. Tetapi kalau sudah setiap 2-3 minggu sekali harus pergi berobat ke dokter, maka tak bisa dikatakan wajar lagi. "Kondisi ini bisa terjadi jika tak ada faktor penyulit serta sudah menghindari faktor pencetusnya-, kemungkinan besar karena si bayi selalu mengonsumsi antibiotik yang diresepkan dokter setiap

dia sakit. Selain itu antibiotik bisa menimbulkan resistensi kuman dan mengurangi imunitas anak terhadap virus dan kuman. Padahal. Lebih jauh lagi. FATAL AKIBATNYA Penting diketahui. maka dapat diberikan Ciprofloxacin. Meski resistensi kuman merupakan fenomena yang logis alamiah. Untuk mengobati radang paru-paru dapat digunakan antibiotik Penicillin G (injection) dan seturunan Eritromisin di atas. tergantung seberapa parah penyakitnya. Selain itu. lanjut Iwan. riwayat kesehatannya. yakni menurunkan imunitas tubuh si bayi. kecuali orang dewasa. antibiotik yang diberikan harus tepat dengan jenis mikroorganisme penyebab penyakit. orang dewasa saja bisa meninggal jika dia tidak tahan antibiotik yang diminumnya. salah kaprah sekali jika bayi flu harus minum antibiotik karena tak akan menyelesaikan masalah. harus diobati dengan antibiotik. bahkan 95% disebabkan oleh virus. Sebagai contoh. pemberian antibiotik juga harus tepat dosisnya. pemakaian antibiotik yang berlebihan dan tidak rasional bisa mempercepat resistensi kuman pada tubuh pasien. Antibiotik tak akan mampu membunuh virus juga parasit. Roxithromisin." tambah Iwan. tidak semua penyakit yang dialami bayi. "Tentu harus dengan antibiotik yang sesuai untuk penyakit yang dideritanya. Kalau tidak. kan. jika bayi terkena penyakit yang disebabkan kuman atau bakteri. Untuk ukuran dosis. PENGGUNAANNYA HARUS TEPAT Lain ceritanya. untuk mengobati bisul bisa digunakan Dicloxacillin. Flucloxacillin atau Eritromisin. Spiramisin. bayi boleh saja menjalani terapi antibiotik untuk kesembuhannya. kejadian demam karena flu itu. "Tetapi bayi dan anak tak boleh mengonsumsi antibiotik Moxifloxacin untuk mengobati radang paru-parunya. harus tepat pula kapan antibiotik itu diminumkan . dan ini merupakan efek sampingnya. antibiotik tak memperlihatkan efektivitasnya langsung terhadap tubuh manusia seperti obat lain. antibiotik baru ampuh dan berkhasiat jika berhadapan dengan bakteri atau kuman. maka penyakit tak akan sembuh. Terakhir. takaran. apalagi flu." bilang Iwan. seperti dipaparkan Iwan. Reaksi lain yang bisa dilihat karena pemberian antibiotik adalah timbul demam. tetapi melalui kemampuannya untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan kuman. tak boleh lebih ataupun kurang. dan sejenisnya. apalagi menyembuhkan penyakit si bayi. "Nah. tapi menurut Iwan. sekitar 90%." ungkapnya. berat dan tinggi badan si bayi. hingga yang terparah yaitu kematian. Makanya tak heran jika bayi yang setiap sakit demam selalu minum antibiotik. tiap bayi berbeda-beda. jika tak tahan Kloramfenicol. reaksi alergi. syok." Jadi. kalau tidak ada kuman jahat untuk dibunuh ia justru membunuh kuman yang baik. Kesalahkaprahan pemberian antibiotik ini akan ditebus mahal oleh bayi. Sekalipun antibiotiknya itu dalam dosis. Khusus untuk bayi dan anak. karena si bayi tak tahan terhadap antibiotik yang dikonsumsinya. atau ukuran yang sudah disesuaikan dengan usia. Sekalipun tidak wajib. tidak akan lebih dari satu bulan pasti sakit kembali." Sedangkan untuk mengobati tifus bisa menggunakan Kloramfenicol atau Ciprofloxacin. hingga berat dan panjang badan si bayi. Nah. "Jangankan bayi. Jadi.

jika penyakit yang kita derita bukan karena bakteri. Efek lainya. berapa jam sekali. SIH. actinomycetes. jika timbul penyakit akibat mikroorganisme yang sudah kebal tersebut. mengingat bahan aktif utama senyawa antibiotik tertentu bersifat nefrotoksik atau racun bagi fungsi sistem ginjal. bisa mengganggu sistem ekskresi tubuh. kenapa banyak sekali dokter yang berbuat sebodoh itu. jika dokter mengatakan kepada pasienya. mengonsumsi antibiotik yang tidak tepat bisa membunuh bakteri yang justru diperlukan tubuh. tetapi ada pula yang lewat jalur injeksi. Karena itu. antibiotik harus dikonsumsi hingga habis supaya mikroorganisme yang menjadi sasaran antibiotik dapat dimusnahkan secara tuntas. Hal penting lainnya. jangan sekali-kali memberi antibiotik sendiri tanpa sepengetahuan dan resep dari dokter. ujar Dr. hal ini dikarenakan perasaan tidak secure seorang dokter dalam mengobati pasiennya. Yang perlu diperhatikan. Selain itu. Iwan tetap tak setuju." katanya sambil menggeleng-gelengkan kepala." tandas Iwan. dan boleh dicampur obat lain atau tidak. biasanya sebelum makan." KENAPA DOKTER "MENGOBRAL" ANTIBIOTIK? Sekalipun dampaknya sudah jelas merugikan pasien. "Antibiotik diperoleh dari hasil isolasi senyawa kimia tertentu yang berasal dari mikroorganisme seperti jamur. hingga sekarang saya juga bingung dan tak bisa mengerti. namun tetap saja masih banyak dokter meresepkan antibiotik padahal jelas-jelas penyakit yang diderita si bayi bukan lantaran kuman. yang dapat mencegah pertumbuhan atau membunuh mikroorganisme lain. pemberian antibiotik biasa tak akan mampu menyembuhkan penyakit tersebut sehingga harus dicari antibiotik yang lebih ampuh. Bohong besar." Penolakan seperti ini adalah hak pasien. "Dalam hal ini gangguan terhadap fungsi ginjal. karena hanya dokter yang tahu antibiotik A adalah untuk mengobati kuman yang peka terhadap A. MENGGANGGU FUNGSI GINJAL Penggunaan antibiotik yang tak perlu. pada anak-anak lagi. Sehingga. dan bisa terjadi gangguan sistem biokimia dalam tubuh.pada si bayi. lo. Karena itu. bakteri. nat. Hasil isolasi tersebut dikembangkan secara sintetik kimia dalam skala industri. "Kalau boleh terus terang. Menurut Iwan. tambah Iwan. "Ingat itu berbahaya dan percuma." kata Budi. sebagai pasien atau orang tua pasien harus berani dengan tegas menolak. rer. tidak semua makhluk hidup dapat dijadikan antibiotik. Bila tak dihabiskan. "No antibiotik. SEBENARNYA ANTIBIOTIK ITU? Antibiotik dibuat sebagai obat derivat yang berasal dari makhluk hidup atau mikroorganisme. penggunaan antibiotik tak melulu dengan cara diminum (per oral). Walau begitu. Akan tetapi. bisa menyebabkan timbulnya kekebalan mikroorganisme terhadap antibiotik yang diberikan tersebut. Budiawan dari Pusat Kajian Risiko dan Keselamatan Lingkungan (PUSKA RKL) Universitas Indonesia. kemungkinannya mikroorganisme tersebut akan menjadi kebal terhadap pemberian antibiotik sehingga penyakit tidak sembuh tuntas. karena antibiotik harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: . penyakit flu atau pilek yang dideritanya akan bertambah parah jika tak diobati dengan antibiotik. APA.

SpAK." kata farmakolog. misal flu atau pilek diobati dengan mengkonsumsi antibiotika. Penggunaan antibiotika harus disesuaikan dengan jenis bakteri atau kumannya. orang tua harus memiliki pengetahuan dasar kesehatan anak. Sel-sel darah putih bertugas membunuh bakteri yang merugikan. Benarkah antibiotika itu seringan dugaan kita? Organisme yang dapat dibunuh antibiotika adalah jasad renik seperti bakteria. Ketika tubuh diserang oleh kuman 'jahat' lalu sistem imun melemah kemudian timbul infeksi.MMPed. seperti flu atau radang tenggorokan. Karena antibiotika bersifat membunuh semua bakteri dalam tubuh. Tetapi virus tidak dapat dibunuh dengan antibiotika. Harus dapat disimpan dalam jangka waktu lama tanpa kehilangan aktivitasnya. Penyakit yang disebabkan oleh virus itu tidak ada obatnya. misalnya batuk-pilek ringan yang disebabkan virus tidak memerlukan antibiotika. di saat inilah tubuh membutuhkan antibiotika. Pemberian Antibiotika Sebenarnya. "Virus membutuhkan sel hidup untuk berkembang biak.asp?kategori=Mother&newsno=1091 Selain dapat merusak gigi dan tulang. 6. dengan ringannya kita mengkonsumsinya untuk mengobati penyakit. oleh karena itu virus tidak bisa dibunuh antibiotika. 2. Harus efektif melawan patogen. Foto. tetapi ada kalanya sistem imun menurun.net. Harus dapat menghambat pertumbuhan atau membunuh satu atau lebih jenis mikroorganisme. 5.id/detil. "Karena daya tahan menurun. Padahal tidak seperti itu. ketika tersapu tangan kemudian memegang hidung atau mulut.cbn. Bahkan. Dr Yati Harwati Pujiarto. Virus yang ada di lingkungan sekitar kita pada dasarnya tidak berkembang biak dan tidak berbahaya. bisa terjadi sekunder infeksi karena bakteri jadi lebih mudah masuk ke dalam tubuh. Harus efektif pada konsentrasi rendah. 4. 7. Antibiotika sudah tak asing lagi di telinga." ujar Dokter kesehatan anak. Oleh karena itu. maka jika . Gazali Solahuddin. tubuh kita sudah memilki sistem kekebalan (imun) alami untuk menangkal penyakit yang masuk ke dalam tubuh. pemberian antibiotika yang tidak rasional pada si kecil dapat menyebabkannya kebal pada bakteri 'jahat'." ujar lulusan FKUI ini. Harus bersifat sangat stabil agar dapat diisolasi dan diproses dalam dosis yang sesuai. sehingga segera dapat diserap tubuh. SPAK. 3. Tidak boleh memiliki efek samping bersifat toksik yang signifikan. "Selama ini banyak anggapan bahwa penyakit yang disebabkan oleh virus. karena bukan benda hidup. Iman/nakita =========================== http://cyberwoman. Dr Purnamawati Sujud Pujiarto.1. Harus dapat dieliminasi dari tubuh secara sempurna setelah pemberian dihentikan. virus akan terbawa masuk ke dalam tubuh lalu menggunakan perangkat hidup manusia untuk berkembang biak. Namun. dan parasit. kuman. Jadi kapankah saat yang tepat memberikan antibiotika pada anak?.

"Tidak ada antibiotik yang dapat membunuh semua kuman gram positif dan kuman gram negatif. Ada beberapa antibiotik yang 'kuat' menghancurkan kuman gram positif namun agak 'lemah' pada kuman gram negatif. Menurut Purnamawati." jelas Purnamawati. Selain itu juga akan menyebabkan anak menderita penyakit diare karena sistem pencernaan terganggu dan iritasi di bagian usus akibat zat-zat kimia dari antibiotik. dengan mengambil spesimen dari bakteri tersebut kemudian dibiakkan. lanjut Dr Yati. Seorang peneliti dari Harvard University. Akibat lain dari pemberian antibiotika yang tidak tepat adalah timbulnya kuman yang resisten. Pseudomonas sp untuk memberikan antibiotik yang sesuai. kuman gram positif contoh methicillin Stphylococcus aureus." sarannya. "Sebaiknya penggunaan dimulai dengan pemberian antibiotika lini pertama. lini kedua dan lini ketiga. Setiap mahkluk ciptaan tuhan memiliki kemampuan untuk bertahan (survive) begitupun dengan bakteri atau kuman. jika tidak responsive baru diberikan antibiotika lini kedua. "Perlu diwaspadai." ujarnya mengingatkan. maka diperlukan antibiotik spektrum sempit (neuro spectrum). misalnya bakteri pada usus yang membantu proses pencernaan dan pembentukan vitamin B dan K. antibiotika lini ketiga selain lebih mahal juga memiliki efek samping. Jika kuman sudah resisten maka anak membutuhkan antibiotika yang tergolong 'berat'. salah satunya tes kultur. yang dikenal sebagai . "Diare disebabkan karena terbunuhnya kuman yang diperlukan untuk pencernaan dan menjaga ketahanan usus. Setelah pemeriksaan. Jika infeksi terdapat di beberapa tempat atau sulit terdeteksi maka diberikan antibiotik spekrum luas (broad spectrum). Bakteri yang ada di dalam tubuh umumnya menguntungkan.misalnya alergi (gatal-gatal atau ruam) dan diare. virus atau bakteri yang memiliki tingkat kekebalan paling tinggi terhadap antibiotika atau resisten." ujar Yati. serta jamur yang digunakan pada proses pencernaan dan penyerapan makanan dalam tubuh. Anda bisa menemukannya di rumah sakit. membunuh jenis kuman tertentu (paling ringan). yaitu antibiotika tergolong berat. Untuk mengenali penyebab infeksi. Antibiotika sesuai tingkatannya dibagi menjadi lini pertama. Apa Itu Nosokomial? Superbugs adalah kuman. akan diketahui jenis bakteri penyebab infeksi misalnya. Jika sudah dideteksi asal penyebabnya. atau kuman gram negatif seperti E coli. bakteri gram negatif." ujarnya. tapi hanya kurang dari dua persen saja bakteri yang merugikan. Pada bayi yang kelebihan antibiotika." katanya.tak ada bakteri 'jahat' dalam tubuh sebaiknya tidak mengkonsumsinya. menemukan bahwa banyak sekali kuman dan bakteri yang hidup di alam semesta ini. sehingga bakteri 'jahat' menguasai tempat tersebut dan merusak proses pencernaan. Jika jasad renik ini diserang terus menerus maka akan menciptakan suatu sistem untuk bertahan dengan cara bermutasi (mengubah bentuk) sehingga sulit dibunuh antibiotika. Pemberian antibiotika spektrum luas tanpa indikasi yang tepat dapat mengganggu flora normal usus berupa bakteri gram positif. harus diketahui tempat infeksinya atau spektrum aktivitas bakteri. yaitu aktivitas anti bakteri berspektrum sempit. yang mengarah pada tempat penyebab infeksi. kuman anaerob. bisa mengalami kekurangan vitamin K yang berguna mencegah pendarahan. sebaiknya dilakukan pemeriksaan yang akurat melalui beberapa tes. Supaya pemberian antibiotika tepat. "Jadi semakin sering mengkonsumsi antibiotika. "Untuk pemberian dosis antibiotik pada anak umumnya disesuaikan dengan berat badan dengan rumus tertentu. makin tinggi pula tingkat kesuburan kuman-kuman yang menjadi resisten. karena banyak menggunakan antibiotika maka sedikit banyak dapat mengubah profil kuman 'biasa' menjadi superbugs.

saat ini informasi mengenai kesehatan bisa Anda dapatkan melalui buku. c.. konsumsi makanan empat sehat lima sempurna. Dr Yati berpesan. Jika anak terluka. virus). Jika anak terkena demam atau flu. termasuk antibiotika.. Agar tak salah langkah memberikan antibiotika. "Ada kemungkinan anak terkena infeksi di bagian tertentu. Nosokomial adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri-bakteri resisten di rumah sakit. cukup berikan salep atau obat antiseptik. Awalnya penderita nosokomial.. Jangan lupa membersihkan tangan sebelum makan agar bakteri yang melekat pada tangan tidak terbawa masuk melalui makanan. penumpukan obat atau antibiotika dapat dengan mudah mengganggu sistem metabolismenya. Antibiotik memiliki banyak klasifikasi antara lain berdasarkan bahan kimiawi yang dikandungnya seperti golongan penicillin. beri kompres pada anak untuk menurunkan suhu tubuhnya. SpAK. Perlu diingat antibiotik harus diminum habis sesuai aturan pakainya." terangnya. Karena jika kuman belum sempurna dibasmi maka akan resisten. biasanya dokter memberikan antibiotika kelas ringan yaitu golongan Betalactam seperti penicillin. hanya terinfeksi kuman 'ringan' namun setelah diperiksa ternyata penderita mengalami infeksi 'berat' yang hanya dapat diatasi antibiotika dosis tinggi. penggunaan antibiotika harus dibawah pengawasan dokter. "Karena biasanya kuman-kuman di rumah sakit sudah mengenal banyak jenis antibiotik. Penularan kuman di rumah sakit (infeksi nosokomial) terjadi pada sesama pasien atau lewat petugas kesehatan. sehingga perlu penanganan lebih lanjut dan pemberian antibiotik." kata Yati.. bakteri. minum obat antipanas yang biasa dikonsumsi dan perbanyak minum air putih.penyebab penyakit nosokomial.. Staf pengajar FKUI bagian Farmakologi. "Umumnya sistem sekresi pada anak belum sempurna. apakah antibiotik membunuh bakteri (cidal) atau . Selain itu. Menurut Dr Yati Harwati Istiantoro SpFK. f. Jika kondisi anak belum juga membaik selama tiga hari dan disetai kejang-kejang. hubungi dokter secepatnya.. dan umumnya diderita oleh pasien yang menginap di RS. d. b. Namun jangan khawatir. "Kuman akan berkesempatan membentuk enzim khusus untuk melawan antibiotik atau mengubah sistem kerjanya agar tidak bisa dibunuh dengan antibiotika tertentu. umumnya setiap RS melakukan sistem pengendalian infeksi secara ketat. sehingga menjadi kebal. e. pada anak. namun pemberian antibiotik juga disesuaikan dengan jenis bakterinya." ujarnya. jadi antibiotika adalah zat yang dapat membunuh atau melemahkan kehidupan jasad renik (jamur. Apa Itu Antibiotika? Antibiotika berasal dari kata anti dan bios dalam bahasa latin yang artinya kehidupan. atau bisa dilihat dari mekanisme kerjanya. Jika anak diharuskan mengkonsumsi antibiotika. Jangan gampang memberikan antibiotika pada anak Dr Yati Harwati Istiarto. Pada anak usia dibawah sepuluh tahun. karena akan menyebabkan keracunan atau terkena penyakit Iatrogenic. kuman. g.. orang tua jangan terlalu berlebihan memberi obat. hindari mengkonsumsi antibiotika jenis Tetracycllin karena dapat merusak gigi (gigi kuning) dan mengganggu pertumbuhan tulang. seminar atau internet yang terpercaya agar Anda lebih rasional dalam bertindak."ujarnya. "Umumnya diberikan jika infeksinya juga tergolong ringan. "ujar Yati. MMPed memberikan langkah-langkah yang tepat: a.

"kampanye" memerangi penggunaan antibiotik secara irasional itu masih kalah marak dibandingkan dengan kenyataan yang terjadi di lapangan. Antibiotik tidak dapat membunuh virus sebab virus memang bukan "barang" hidup. Apa perbedaan antara obat biasa dengan antibiotik? Obat umumnya bekerja aktif pada sel-sel manusia sedangkan antibiotika bekerja membunuh bakteri dan sedapat mungkin tidak menyentuh sel-sel manusia. Sumber: Majalah Inspiredkids ============================= ANTIBIOTIK DAN KEKEBALAN TUBUH PADA ANAK Sumber : Kompas Minggu. Anak-anak termasuk bayi adalah golongan usia yang secara tidak langsung kerap menjadi obyek "ceruk pasar" dari berbagai produk antibiotik yang diresepkan dokter. pilek. Padahal.menghambat perkembangan bakteri. Akan tetapi. malah kerap dimanfaatkan. Sementara masih kerap terjadi. antibiotik berasal dari bagian dari kuman itu sendiri atau jamur jenis tertentu. Terlebih yang kita bayar itu untuk dikonsumsi oleh anak kita yang merupakan amanat Tuhan. Ketidaktahuan ini sering kali dibiarkan oleh kalangan medis. Sehingga antibiotika tidak akan berguna jika tubuh tidak terinfeksi. mengambil zat-zat aktif dengan proses reaksi kimiawi. virus flu. 10 April 2005 ULASAN mengenai perlunya mewaspadai penggunaan antibiotik secara tidak rasional sudah sering dibahas. dibuat secara alami. atau jamur. Seperti dipaparkan Purnamawati. "Sebenarnya kan lucu jika kita tidak tahu apa sebenarnya yang kita bayar. Sedangkan ditilik dari proses pembuatannya antibiotika dibagi menjadi 3 yaitu. antibiotik yang dianggap sebagai "obat dewa". untuk berkembang biak. antibiotik merupakan suatu zat yang bisa membunuh atau melemahkan suatu makhluk hidup. Hingga hari ini pun sebagian dokter masih kerap menunjukkan sikap ketidaksukaan jika menghadapi pasien cerewet alias kritis. Masih banyak pula pasien-yang notabene konsumen medis-segan banyak bertanya kepada dokter. Memang gejala yang menyertai flu kadang membuat orangtua panik. antibiotik berasal dari kata anti dan bios (hidup. termasuk melalui milis (mailing list). yaitu mikro-organisme (jasad renik) seperti bakteri. justru malah membunuh bakteri baik dalam tubuh. "Antibiotik diserap kemudian diedarkan menuju tempat penyebab infeksi. Sedangkan semi sintetis." papar Yati. misalnya sel tubuh manusia. Ia tidak dapat berkembang biak secara mandiri dan membutuhkan materi genetik dari sel pejamu. Pasien irasional seperti ini seperti menuntut dokter menjadi tukang sihir. hanya kuman yang dibunuh. kehidupan). SpAK." ujar dr Purnamawati S Pujiarto. MMPed. dan memilih manggut-manggut saja jika diberi obat apa pun oleh dokter. parasit. mengambil bahan secara alami (jamur atau bakteri) lalu melalui proses fermentasi dan kimiawi. batuk. Dengan demikian. Secara sintetis. apalagi melumpuhkan. . dokter dengan mudahnya meresepkan antibiotik untuk bayi dan balita yang hanya sakit flu karena virus. bagaimanapun. seperti demam. yang aktif mengedukasi para orangtua dalam mengonsumsi produk dan jasa medis. antibiotik tidak mempercepat.

"Sejak lahir kita sudah dibekali dengan sistem imunitas yang canggih. kadangkala menghadapi orangtua yang bersikap kritis. Lalu jika dikasih antibiotik lagi. kemungkinan kelainan hati. infeksi saluran kemih. yaitu antibiotik spektrum sempit (narrow spectrum antibiotic). serta diberi obat penurun panas jika suhunya di atas 38. sistem imunitas tubuh terpicu untuk lebih giat lagi. dan kunjungan ke dokter makin sering karena anak tambah mudah sakit. Jadi. Mengenai hal itu. Jika tidak diberi antibiotik. Kecuali kalau kita punya gangguan sistem imun seperti terserang HIV. "Berbagai penelitian juga menunjukkan. sementara infeksi bakteri yang lebih berat (tifus. Yang terjadi anak malah turun imunitasnya. Untuk infeksi bakteri yang ringan. pneumonia. bahkan jarang hingga di bawah empat tahun. Contoh penyakit akibat infeksi bakteri adalah sebagian infeksi telinga. kelopak mata. ruam kulit. Radang karena infeksi streptokokus hampir tidak pernah terjadi pada usia di bawah dua tahun. lalu sakit lagi." Hal senada juga secara tegas dikatakan farmakolog Prof dr Iwan Darmansjah. apendisitis) pilihlah antibiotik yang juga membunuh bakteri gram negatif. radang tenggorokan akibat infeksi kuman streptokokus." kata Purnamawati. PURNAMAWATI menggarisbawahi. seperti diare. hal itu malah menyebabkan berkembang biaknya bakteri yang resisten "Perlu diingat juga. trimetoprim. Apakah anaknya benar-benar butuh antibiotik? Bukankah penyebabnya virus? Tanyakan itu kepada dokter." ujar Iwan. Sementara antibiotik golongan aminoglycoside. sebagian dokter beralasan antibiotik harus diberikan mengingat stamina tubuh anak sedang turun karena flu. pastikan dokter meresepkan antibiotik yang hanya bekerja pada bakteri yang dituju. flucloxacillin. hingga pembengkakan bibir. bukan diberi antibiotik. jadi tidak perlu antibiotik. imipenem/meropenem. Kemungkinan lainnya. mulas/kolik. pemberian antibiotik pada usia dini akan mencetuskan terjadinya alergi di masa yang akan datang.5 derajat Celsius. pilihlah yang bekerja terhadap bakteri gram positif. penelitian membuktikan 80-90 persen bukan karena infeksi bakteri streptokokus. Lalu. hal itu akan memberi peluang virus dan kuman lain menyerang. Golongan amoxycillin clavulinic acid dan kelompok makrolod dapat menimbulkan allergic hepatitis. tifus. Beberapa keadaan yang perlu diamati jika anak mengonsumsi antibiotik adalah gangguan saluran cerna. gangguan akibat efek samping beberapa jenis antibiotik adalah demam. antibiotik baru dibutuhkan anak ketika terserang infeksi yang disebabkan bakteri. dan diare akibat amoeba hystolytica. Jika anak memang memerlukan antibiotik karena terkena infeksi bakteri."Orangtua sebagai yang dititipi anak oleh Tuhan harusnya tak segan-segan bertanya sama dokter. Ketika diserang penyakit infeksi." kata Purnamawati tegas. Namun. infeksi sinus berat. Namun jika antibiotik digunakan untuk infeksi yang nonbakteri. "Antibiotik yang diberi tidak seharusnya kepada anak malah merusak sistem kekebalan tubuhnya. Purnamawati menanggapi. untuk radang tenggorokan pada bayi. . antibiotik hanya memberi efek plasebo (bohongan). muntah. mual. misalnya antibiotik eritromisin. Infeksi karena virus hanya bisa diatasi dengan meningkatkan sistem imunitas tubuh dengan makan baik dan istirahat cukup. nitrofurantoin. sulfonamid. gangguan darah di mana salah satu antibiotik seperti kloramfenikol dapat menekan sumsum tulang sehingga produksi sel-sel darah menurun. SpFk. Terus begitu. ciprofloxacin juga dapat menyebabkan gangguan ginjal. hingga gangguan napas. imunitas turun lagi dan sakit lagi." kata Purnamawati tandas. Flu akan sembuh dengan sendirinya. tuberkulosis.

ia akan menjadi bumerang. Purnamawati menganjurkan. Sejak beberapa tahun terakhir. sudah tidak ditemukan lagi antibiotik baru dan lebih kuat. tetapi jika digunakan tidak tepat dan brutal. Antibiotik dalam penggunaan yang tepat adalah penyelamat. untuk mencegah infeksi sebenarnya antibiotik tidak perlu diberikan dalam jangka waktu lama. "Bahkan pada operasi besar seperti jantung. Untuk itu.Hindari pemakaian salep antibiotik (kecuali infeksi mata). dan tak ada salahnya mengonsultasikan kepada ahli farmasi sebelum ditebus. serta penggunaan lebih dari satu antibiotik kecuali TBC atau infeksi berat di rumah sakit. antibiotik cukup diberikan untuk dua hari saja. Inilah yang akan menjadi masalah besar kesehatan masyarakat. "Antibiotik seperti pisau bermata dua." tutur Iwan. media massa berperan besar menginformasikan hal ini dan tidak perlu khawatir jika industri farmasi ngambek tak mau beriklan. Jika anak terpaksa menjalani suatu operasi. Sementara kuman terus menjadi semakin canggih dan resisten akibat penggunaan antibiotik yang irasional. (SF) ---------------------------------------------------------- . para orangtua hendaknya selalu memfotokopi dan mengarsip segala resep obat dari dokter." ujar Iwan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->