P. 1
PSIKOLOGI REMAJA 1

PSIKOLOGI REMAJA 1

|Views: 45|Likes:
Published by Malang Sumirang

More info:

Published by: Malang Sumirang on Apr 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/24/2013

pdf

text

original

PSIKOLOGI REMAJA

Dunia psikologi sangatlah luas dan menarik untuk di kaji dan kembangkan, melihat dari sisi psikologi perkembangan remaja, terlintar pada pikiran kita tentang kenangan indah pada saat kita masih menjalaninya. Mulai dari kenakalan kita, cinta monyet waktu smu dll.dengan dasar itulah kali ini achmad moeklis sengaja membahas tentang psikologi perkembangan remaja. Semoga bermaanfaat. Psikologi perkembangan remaja dapat di pisahkan dengan pengkategorian melalui kesulitan kesulitan yang sering dialami oleh remaja,tuntutan psikologi untuk remaja serta periode pada saat kita remaja. Penjabarannya sebagai berikut : 1. sejumlah kesulitan yang dialami kaum remaja merupakan bagian yang normal dari perkembangan ini. Beberapa kesulitan atau bahaya yang mungkin dialami kaum remaja, antara lain :

    

Variasi kondisi kejiwaan, suatu saat mungkin ia terlihat pendiam, cemberut, dan mengasingkan diri tetapi pada saat yang lain ia terlihat sebaliknya periang dan berseriseri dan yakin. Rasa ingin tahu seksual dan coba-coba, hal ini normal dan sehat. Membolos Perilaku anti social, seperti suka menganggu, berbohong, kejam, dan agresif Penyalahgunaan obat bius Psikosis

2. Tuntutan psikologis masa remaja
    

Remaja dapat menerima keadaan fisiknya dan dapat memanfaatkanya secara efektif Remaja dapat memperoleh kebebasan emosional dari orang lain Remaja mampu bergaul lebih matang dengann kedua jenis kelamin Mengetahu dan menerima kemampuan diri sendiri Memperkuat penguasaan diri atas dasar skala nilai dan norma

3. Periodisasi perkembangan masa remaja Pada umumnya masa remaja dapat dibagi dalam dua periode yaitu : 1. Periode masa puber usia 12-18 tahun a) Masa pra pubertas = peralihan dari masa kanak-kanak kemasa awal pubertas. Cirinya :
 

Anak mulai bersikap kritis Anak tidak suka diperlakukan seperti anak kecil lagi

2. Masa pubertas usia 14-16 tahun = masa remaja awal Cirinya :
    

Mulai cemas dan bingung tentang perubahan fisiknya Memperhatikan penampilan Sikapnya tidak menentu/plin plan Suka berkelompok dengan teman sebaya dan senasib Mulai adanya mimpi basah

3. Masa akhir pubertas usia 17-18 tahun + peralihan dari masa pubertas kemasa adolesen. Cirinya :
 

Pertumbuhan fisik sudah mulai matang tetapi kedewasaan psikologisnya belum tercapai sepenuhnya Proses kedewasaan jasmaniah pada remaja putri lebih awal dari remaja pria

4. Periode remaja adolesen usia 19-21 tahun (Merupakan masa akhir remaja) Beberapa sifat penting pada masa ini adalah :
   

Perhatiannya tertutup pada hal-hal realistis Mulai menyadari akan realita Sikapnya mulai jelas tentang hidup Mulai nampak bakat dan minatnya

Dengan kondisi tersebut, dapat disimpulakan bahwa masa remaja merupakan masa dimana seseorang atau manusia dalam proses menuju pencarian jati diri di masa awal kehidupan yang sebenarnya pada dirinya serta Masa remaja merupakan masa yang sangat penting dalam pembentukan jati diri seseorang, oleh karenanya psikologi perkembangan remaja dapat dikatakan faktor yang sangat berperan di dalamnya.

Pertanyaan Terselesaikan
Lihat lainnya »

JELASKAN TENTANG PERKEMBANGAN REMAJA TERUTAMA MASALAH JIWA DAN PIKIRANNYA?
KURASKAN HABIS2
 

3 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan

Hasni

Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Penanya
Masalah remaja adalah masa datangnya pubertas (sebelas sampai empat belas tahun) sampai usia sekitar delapan belas-masa tranisisi dari kanak-kanak ke dewasa. Masa ini hampir selalu merupakan masa-masa sulit bagi remaja maupun orang tuanya. Alasannya : 1. Remaja mulai menyampaikan kebebasanya dan haknya untuk mengemukakan pendapatnya sendiri. Tidak terhindarkan, ini bisa menciptakan ketegangan dan perselisihan, dan bisa menjauhkan ia dari keluarganya. 2. Ia lebih mudah dipengaruhi teman-temannya dari pada ketika masih lebih muda. Ini berarti pengaruh orang tua pun melemah. Anak remaja berperilaku dan mempunyai kesenangan yang berbeda bahkan bertentangan dengan perilaku dan kesenangan keluarga. Contoh-contoh yang umum adalah mode pakaian, potongan rambut atau musik, yang semuanya harus mutakhir. 3. Remaja mengalami perubahan fisik yang luar biasa, baik pertumbuhannya maupun seksualitasnya. Perasaan seksual yang mulai muncul bisa menakutkan, membingungkan dan menjadi sumber perasaan salah dan frustasi. 4. Remaja sering menjadi terlalu percaya diri dan ini bersama-sama dengan emosinya yang biasanya meningkat, mengakibatkan ia sukar menerima nasihat orang tua. Beberapa kesulitan atau bahaya yang mungkin dialami kaum remaja, antara lain : 1. Variasi kondisi kejiwaan, suatu saat mungkin ia terlihat pendiam, cemberut, dan mengasingkan diri tetapi pada saat yang lain ia terlihat sebaliknya-periang berseri-seri dan yakin. Perilaku yang sukar ditebak dan berubah-ubah ini bukanlah abnormal. Itu hanya perlu diprihatinkan bila ia terjerumus dalam kesulitan, kesulitan di sekolah atau kesulitan dengan teman-temannya. 2. Rasa ingin tahu seksual dan coba-coba, hal ini normal dan sehat. Rasa ingin tahu seksual dan bangkitnya birahi adalah normal dan sehat. Ingat, bahwa perilaku tertarik pada seks sendiri juga merupakan ciri yang normal pada perkembangan masa remaja. Rasa ingin tahu seksual dan birahi jelas menimbulkan bentuk-bentuk perilaku seksual. 3. Membolos 4. Perilaku anti sosial, seperti suka mengganggu, berbohong, kejam dan agresif. Sebabnya mungkin bermacam-macam dan banyak tergantung pada budayanya. Akan tetapi, penyebab yang mendasar adalah pengaruh buruk teman, dan kedisiplinan yang salah dari orang tua terutama bila terlalu keras atau terlalu lunak-dan sering tidak ada sama sekali 5. Penyalahgunaan obat bius 6. Psikosis, bentuk psikosis yang paling dikenal orang adalah skizofrenia.

juga mampu menegak minum beralkohol. mereka akan mulai merokok. rokok akan menarik bagi mereka. Pada usia ini. Mengendari mobil secara diam-diam. mereka sedang mengalami transisi dari anak . Banyak orang tua di Indonesia sangat mentabukan untuk membicarakan masalah seks dengan anaknya.! Disaat ini juga.!. mereka akan mulai mencoba “Dunia baru” yang bisa mereka jajaki dan mereka anggap hebat contohnya. maka dengan mahirnya dia mengendarai mobil dan berhasil mendapatkan SIM. mencuri kesempatan untuk meyogok sopir yang mengantarnya.! ini kesalahan orang tua perokok dalam memberi pandangan soal rokok pada anaknya. Inilah yang sering kita sebut sebagai „Anak Kurang Perhatian‟. tetapi ada beberapa peraturan contohnya di beberapa negara bagian di Amerika Serikat. seseorang baru diperbolehkan mengkonsumsi minuman beralkohol bila telah berusia 21 tahun. apa yang ditabukan. SIM dan bisa merokok. apabila para orang tua kurang mendekatkan diri dengan anaknya. apa yang dianggap misteri. mereka biasanya akan mencari perhatian. dengan dalih. pada usia ini. Seorang teman yang tinggal di Jerman. sudah dihardik sebagai perkataan „kotor‟. sudah menjadi sifat manusia. ketika berkunjung kerumah saya. ingin menunjukan kepada Dunia kalau dirinya „Ada‟. jika mulai bisa merokok. hal ini sebagai pengukuhan dirinya sudah dewasa. satu hal lagi yang membuat dirinya merasa sudah benar-benar menjadi „orang‟ adalah bisa melakukan hubungan seks. terutama anak usia remaja. sampai-sampai seorang anak membicarakan alat kelamin saja. kenapa hal ini terjadi. Setelah merasa mendapat pengukuhan sebagai orang dewasa karena sudah mempunyai KTP. Anak yang ingin segera dianggap dewasa. agar mau melepaskan mobil untuk dikendarainya. yaitu batas seorang anak untuk mempunyai KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan SIM (Surat Izin Mengemudi). kebetulan meyaksikan . rokok hanya boleh untuk orang dewasa. bahaya narkotika mulai mengincar untuk masuk dalam kehidupan anak remaja yang sedang mencari jati diri tersebut. anak-anak mulai ingin diakui sebagai seseorang. karena menganggap bahwa rokok merupakan gerbang kedewasaan. Maka anak akan merasa sudah dianggap dewasa. Mereka biasanya akan mencari perhatian diluar rumah. tidak pantas. malah menarik perhatian lebih untuk mencoba dan mencari tahu. akan mengkonsumsi minuman beralkohol. Hal ini bisa berakibat fatal.! sehingga anak semakin bingung dan mendapat kesan bahwa hubungan kelamin itu sesuatu misteri. Di Indonesia minuman beralkohol yang resmi (legal) dapat diperoleh setelah seseorang berusia 17 tahun. karena dengan usia dewasa anda dianggap telah dapat mempertimbangkan dan bertanggung jawab atas diri pribadi dan apa yang dilakukan.anak menuju dewasa hal ini sering disebut dengan istilah “Pencarian Jati Diri” Remaja mulai „Show Off‟. Saat inilah orang tua harus benar-benar menjadi teman terpercaya untuk anaknya.Remaja adalah periode rawan gangguan kejiwaan Banyak orang tua yang merasa kuatir tentang perkembangan anaknya. hal ini lebih diperparah setelah anak menjadi ketagihan atas efek minuman beralkohol tersebut. karena biasanya orang tua yang merokok melarang anaknya merokok.? Bagi remaja pemula yang sering dihandrik sebagai belum dewasa jika belum berumur tujuh belas tahun.

organ-organ reproduksi beserta hormon-hormonnya mulai berkembang. Sebagai orang tua. Di Negara maju.! jaman sudah berkembang secara pesat. Akses untuk mendapatkan informasi melalui situs-situs porno di internet. Kelemahan budaya kita. anak mendapatkan secara benar dan dari sumber yang bisa dipercaya. sebab orang tuanya tidak membekalinya ilmu bela diri. sehingga pengetahuan seks.! .!” Seperti telah kita ketahui bahwa pada usia 12 tahun (wanita) dan usia 14 tahun (bagi pria). karena keduanya tidak dapat terlepaskan. pengetahuan soal seks sudah diajarkan dari sejak sekolah dasar. Hal ini yang mendorong anak remaja mencari akses informasi lain. agar tidak tertinggal sehingga menyulitkan komunikasi dengan anak-anaknya. sebagai orang timur masih banyak orangtua yang enggan memberikan informasi-informasi yang menyangkut masalah seksualitas. dia mengatakan : „jika para orang tua gadis di Indonesia masih saja ketakutan dengan para play boy yang akan membuat hamil putri-putri mereka. maka orang tua model begini. Maka suatu kewajiban bagi kita sebagai orang tua untuk memberikan bekal informasi yang benar. majalah-majalah dan video-video pornografi. Kita melihat. Kita tidak menginginkan kegagalan dalam perkembangan anak-anak. bahkan sekarang telepon genggampun bisa menjadi sarana penyebaran. termasuk urusan seks. seseorang bisa menjadi manusia jenius. Hal ini memberikan sensasi baru bagi putra-putri anda yaitu keinginan seksual. karena dengan pengetahuan dan ilmu yang tinggi.berita-berita pembunuhan mahasiswi yang dilatar belakangi perbuatan seks mereka.! cobalah ambil pengetahuan dari banyak web dan berita tentang kemajuan dunia. akan buta) maka penting bagi kita orang tua membekali puta-putri dengan akhlak yang baik. juga membekali mereka dengan pendidikan moral dan agama. tetapi orang tuapun diharapkan berlaku demikian. Sudah saatnya orang tua menjadi teman terpercaya anak-anaknya. (Agama tanpa ilmu pengetahuan akan lumpuh Ilmu pengetahuan tanpa agama. belum siap menjadi orang tua. dan menjadi kebanggaan orang tua. is lame. nasihat Albert Einstein (1879-1955) sebagai berikut: “Religion without science. tentu saja kita menginginkan mempunyai anak-anak yang baik. ilmu perlindungan diri untuk bahaya seks. dan orang tua juga sangat terbuka untuk membicarakan seks dengan anak-anaknya. Bukan hanya anak-anak yang mengambil manfaat untuk memperoleh pengetahuan kedewasaannya. karena putri-putri mereka masih „bodoh‟ pengetahuan tentang seksnya. akses internet membuka pintu dunia pengetahuan secara mudah. agar terbentuk menjadi manusia yang berakhlak dan berbudi luhur selain berilmu tinggi. Science without religion is blind”.

masa remaja juga merupakan proses untuk mengenal Sang Pencipta. Selain itu. permasalahan tersebut sebenarnya adalah sebuah proses pencarian jati diri yang nantinya bakal menjadi sebuah sebab dari kedewasaan. selama mengalami status ini dinamika kehidupan modernitas telah mewarnai mereka dengan gaya hidup. Status masa remaja dalam kisaran umur 17-25 tahun merupakan status yang memerlukan pembinaan dan pemupukan jati diri. seseorang dapat mengarungi tangga kehidupan dengan mudah dan energik. Bagi sebagian besar remaja. masalah pergaulan. sebagai wahana untuk menumbuhkan nilai. Permasalahan remaja itu tergolong permasalahan yang paling kompleks di dunia. Didalam perkembangan ini. Selama masa remaja ini berlangsung. Perkembangan dari masa kanak-kakak menuju masa remaja melewati garis-garis yang berganda. remaja diusia ini harus belajar dan memilih ideologi yang benar dari berbagai ideologi yang telah disodorkan padanya. peranan orang tua dan lingkungan tempat anak tumbuh akan sangat berpengaruh pada perkembangan kepribadian dimasa mendatang. dan sikap yang positif serta produktif dalam menjalani lintasan kehidupan selanjutnya. Pada masa pencarian jati diri.PROSES PENCARIAN JATI DIRI REMAJA Kamis. setiap individu berusaha menemukan dan menanyakan identitas dirinya. dan perilaku konsumsi produksi / jasa yang menjadi ikon ekspresi diri. Tingkah laku individu secara bertahap menjadi semakin kurang memadai sampai dengan berkembanganya kesadaran tentang diri. akan berubah atau berkembang menjadi individu yang egonya selalu berkembang. Manusia adalah organisme yang pada waktu lahir adalah makhluk biologis. Selain untuk proses mengenal diri. Di masa remaja. atribut kelompok yang menjadi panutan. Masa ini merupakan masa yang labil. Seorang remaja harus berkaca pada dirinya sendiri. di kalangan remaja akan muncul banyak masalah yang mengincar kehidupan para remaja. maka perlu berpikir . masalah sekolah. Namun. Latar Belakang Masa remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak. 24 Mei 2012 BAB I PENDAHULUAN A. persepsi. Mulai dari masalah pacar. masalah penampilan dan lain sebagainya.

Identifikasi Masalah 1. Bagaimana pengembangan jati diri remaja? 4. Karena remaja yang tidak berhasil menemukan jati dirinya dengan baik. karya ilmiah ini juga memberikan pengetahuan. Apa penyebab kritis jati diri? 5. E. Pengertian jati diri. C. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan jati diri? 2.sebelum bertindak dan bermusyawarah orang penyayang serta berpandangan luas hingga ia tidak tergelincir dalam pencarian jati dirinya. Bagaimana cara mendapatkan jati diri yang baik? 3. . Cara mendapatkan jati diri yang baik. khususnya remaja mengenai proses pencarian jati diri. B. Peran orangtua. 2. 5. 4. Psikologi perkembangan remaja. namun tingkah lakunya masih bersifat kekanak-kanakan. Ada individu yang sudah dewasa. maka pada masa dewasa kelak tidak semua orang dewasa mencapai kematangan penuh. Apa peran orangtua dalam proses pencarian jati diri? D. Kritis jati diri remaja. Manfaat Penulisan Penulisan karya ilmiah ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan pada remaja bahwa jati diri itu penting untuk dibangun karena remaja memerlukan pemahaman tentang sosok dirinya. Pengembangan jati diri remaja. 3. Selain itu. agar mereka menemukan jati diri yang baik. 6. Tidak semua orang dewasa bertingkah laku mengikuti prinsip hidup yang jelas dan rasional. peran orangtua sangat penting dalam proses pencarian jati diri remaja. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah memberi pengetahuan dan informasi kepada para pembaca.

Pengertian Jati Diri Masa remaja adalah masa dimana mereka melalui proses pencarian jati diri. kerap diartikan sebagai identitas diri.BAB II KAJIAN TEORI A. Masa . pada masa itu para remaja dituntut untuk memiliki rasa percaya diri.

Roslina Verauli. Jati diri adalah suatu proses penumbuhan dan pengembangan nilai-nilai luhur yang terpancar dari hati nurani melalui mata hati. 2. Secara singkat. Jati diri adalah kepribadian yang muncul pada diri seseorang secara alami dengan kronologi tertentu. Jati diri adalah suatu pengetahuan tentang siapa kita sebenarnya. Jati diri adalah ciri-ciri atau gambaran seseorang yang dilihat dari jiwa dan daya gerak dari dalam. Menurut psikologi anak dan remaja dari Empati Development Center. Berfikir Ilmu adalah alat untuk memahami banyak hal. guna menemukan arti kehidupan yang hakiki. Belajar Menuntut ilmu merupakan kewajiban mutlak bagi setiap remaja. baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. identitas diri juga dikenal dengan B. kekuatan dan keluasan berpikir seseorang akan . 3. yaitu sebagai berikut : 1. MPsi. dan dalam masa ini melibatkan peran dari banyak orang. membaca kitabkitab agama adalah jalan untuk menambah dan memantapkan akidah. maka hendaknya ia memperhatikan hal-hal berikut ini : 1. Cara Mendapatkan Jati Diri yang Baik Supaya remaja dapat memahami jati dirinya dengan benar dan menemukan hakikat yang didambakannya serta tercerahkan dalam sistem pendidikan yang tepat. jati diri adalah ekspresi batin mengenai tempat dan peran kita di dunia ini. Dengan kata lain. 2. Manusia yang kurang pengetahuan tidak akan mampu mengetahui tugas dan kewajiban yang Tuhan bebankan padanya dan pada akhirnya ia tidak dapat memahami makna kehidupan yang hakiki.” Dari beberapa uraian di atas. Kemampuan memahami dan menjawab problematika kehidupan sangat tergantung kepada kadar pemikiran seseorang. “Identitas diri sebetulnya cara bagaimana seseorang melihat dirinya. Oleh karena itu. 4. dapat disimpulkan bahwa. Pengetahuan adalah instrumen penting dalam kehidupan. Dra.pencarian identitas adalah masalah yang sangat penting. Ada beberapa pengertian secara luas. arti jati diri adalah kamu yang sebenarnya. istilah konsep diri. Ilmu yang luas merupakan mutiara yang paling berharga bagi pemuda yang dapat membantunya dalam mengarungi kehidupan yang benar. sebagai tuntunan hidup dalam menemukan kebahagiaan sejati di hidup kita.

Kita mengetahui dengan baik bahwa pendidikan agama memiliki pengaruh kuat terhadap perbuatan baik dan juga terhadap ilmu serta iman. Jati diri remaja selaku insan muda yang sepatutnya memiliki percaya diri untuk membangun masa depan yang gemilang. maka manifestasinya semakin jelas dalam berbagai dimensi wujud manusia. yang merambah tanpa sekat. barangsiapa yang dalam kehidupannya menempatkan Tuhan sebagai pengawasnya maka ia semakin percaya diri. Jadi. dan hendaknya kita memotivasi orang lain untuk berbuat baik dan mencegah dari perbuatan amoral. perbuatan yang terbaik adalah mengamalkan kewajiban agama kita. Oleh karena itu. Iman Yang dimaksud dengan iman adalah keyakinan hati terhadap keberadaan pencipta alam semesta dan menerima serta mentaati segala perintah dan firman-Nya. antara lain : 1. Dengan meningkatkan dasar iman. Semakin kuat keimanan seseorang.menempatkannya pada posisi yang mulia. Rasa memiliki kebangsaan yang terpatri dikalangan remaja akan menumbuhkan persepsi dan sikap berbangsa yang tangguh atas pentingya menjunjung martabat keberadaan bangsanya sendiri dihadapkan pada atmosfir globalisasi yang diwarnai dengan persaingan antar bangsa di dunia. termotivasi dan memiliki pelindung. Kegamangan dan kegelisahan remaja yang muncul sebagai akibat mengikuti arus gaya . harus dapat dipahami oleh remaja. 3. dan bahkan cenderung mengeksploitasi sumber daya bangsa. Jati diri remaja selaku generasi muda penerus bangsa. Berbuat baik Berbuat baik menjadikan manusia mudah dalam meraih tujuan dan cita-citanya sebagaimana disinggung dalam Al Qur’an bahwa perbuatan baik menyebabkan perkembangan dan penyempurnaan berbagai potensi orang mukmin yang terpendam. Pengembangan Jati Diri Remaja Ada beberapa pokok pemikiran yang melandasi perlunya pembinaan dan pengembangan jati diri remaja. C. Karena untuk itu. melemahkan daya saing bangsa. 2. kiranya dapat menjadi modal penting bagi seseorang untuk mendapatkan jalan yang benar dalam menghadapi berbagai perubahan penting kehidupan dengan tawakal kepada Allah sehingga ia berhasil meraih tujuannya. jati diri ini penting untuk dibangun karena remaja memerlukan pemahaman tentang sosok dirinya yang dilahirkan dan dibesarkan sebagai insan bangsa. berpikir secara sehat adalah pembimbing ideal dalam mengatasi setiap kejadian dan problematika kehidupan. Kepekaan dan kewaspadaan atas potensi infiltrasi budaya dan perilaku yang dapat merusak jati diri bangsa. 4.

dan konsumerisme harus dapat digantikan dengan kesadaran mempersiapkan dan menumbuhkan kompetensi diri sehingga timbul keyakinan diri mampu dan membentuk kehidupan masa depan bangsa yang lebih baik. Membolos. Remaja dapat memperoleh kebebasan emosional dari orang lain. melihat dari sisi psikologi perkembangan remaja. Psikosis. bahkan sepatutnya kepekaan sosial ini harus diasah dan ditumbuhkan sejak dini. e. Remaja mampu bergaul lebih matang dengan kedua jenis kelamin. yaitu periang dan berseri-seri. seperti suka mengganggu. hal ini normal dan sehat. d. Psikologi Perkembangan Remaja Dunia psikologi sangatlah luas dan menarik dikaji dan dikembangkan. suatu saat mungkin ia akan terlihat perdiam. dan mengasingkan diri tetapi pada saat yang lain ia terlihat sebaliknya. d. kelompok panutan. dalam membentuk tatanan hidup bermasyarakat dan berbangsa yang bermartabat. D. b. antara lain : a. Sejumlah kesulitan yang dialami kaum remaja merupakan bagian yang normal dari perkembangan ini. 3. Penjabarannya sebagai berikut : 1. berbohong. e. Penyalahgunaan obat bius. Periode masa puber usia 12-18 tahun 1) Masa pra pubertas = peralihan dari masa kanak-kanak ke masa awal pubertas Cirinya : . 2. c. Periodisasi perkembangan masa remaja Pada umumnya masa remaja dapat dibagi dalam dua periode yaitu : a. Jati diri remaja selaku insan muda yang sepatutnya memiliki kepekaan sosial dan gagasan untuk melakukan rekayasa sosial masyarakat di lingkungannya. Variasi kondisi kejiwaan. cemberut. kejam. tuntutan psikologi untuk remaja serta periode pada saat kita remaja. Rasa ingin tahu seksual dan coba-coba. Kepekaan sosial merupakan elemen jati diri yang penting untuk dibina dan dikembangkan bagi remaja. b.hidup. c. f. Remaja dapat menerima keadaan fisiknya dan dapat memanfaatkan secara efektif. 3. Beberapa kesulitan atau bahaya yang mungkin dialami kaum remaja. Psikologi perkembangan remaja dapat dipisahkan dengan pengkategorian melalui kesulitan-kesulitan yang sering dialami oleh remaja. Memperkuat penguasaan diri atas dasar skala nilai dan norma. Mengetahui dan menerima kemampuan diri sendiri. dan agresif. Perilaku anti sosial. Tuntutan psikologis masa remaja a.

Proses kedewasaan jasmaniah pada remaja putri lebih awal daripada remaja pria. berprinsip.Anak tidak suka diperlakukan seperti anak kecil lagi. dapat disimpulkan bahwa masa remaja.Mulai nampak bakat dan minatnya. .Anak mulai bersikap kritis. . 2) Masa pubertas usia 14-16 tahun = masa remaja awal Cirinya : . E. . Banyak sekali para remaja hanyut dalam apa yang mereka sebut pencarian jati diri. 4) Periode masa remaja adolesen usia 19-20 tahun (merupakan masa akhir remaja) Cirinya : . 3) Masa akhir pubertas usia 17-18 tahun + peralihan dari masa pubertas ke masa adolesen Cirinya : .Perhatiannya tertutup pada hal-hal realistis..Suka berkelompok dengan teman sebaya dan senasib. merupakan masa dimana seseorang atau manusia dalam proses menuju pencarian jati diri di masa awal kehidupan yang sebenarnya pada akhirnya serta masa remaja merupakan masa yang sangat penting dalam pembentukan jati diri seseorang.Sikapnya tidak menentu / plin plan. Dengan kondisi tersebut.Mulai adanya mimpi basah. .Sikapnya mulai jelas tentang hidup.Pertumbuhan fisik sudah mulai matang tetapi kedewasaan psikologisnya belum tercapai sepenuhnya. banyak sekali para remaja yang mengalami krisis jati diri. . tanpa memahami benuk jati . oleh karenanya psikologi perkembangan remaja dapat dikatakan faktor yang sangat berperan di dalamnya. berharap dan berbuat apa di tengah arus kehidupan yang mewarnai mereka dengan keragaman pola pikir yang menawarkan sebuah kebenaran mereka masing-masing. .Mulai cemas dan bingung tentang perubahan fisiknya .Mulai menyadari akan realita. Mereka tidak tahu harus bersikap. Krisis Jati Diri Saat ini.Memperhatikan penampilan. . .

2. guru kita. maka orang tersebut akan mengalami krisis jati diri dan hanya mengejar pengakuan atas nilai-nilai dari orang lain yang belum tentu telah menemukan jati dirinya seumur hidupnya. Tidak jarang kita hanya menerima kehidupan dalam 3 golongan. Padahal hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi. sampai kita keliang lahat sekalipun. beberapa dari mereka malah kehilangan jati diri mereka dan terus tersesat didalamnya. pada masa itu para remaja dituntut untuk memiliki rasa percaya diri. dengan alasan mencari jati diri. tidak enak dan biasa-biasa saja. Krisis jati diri seringkali disebabkan oleh : 1. yaitu hidup enak. lingkungan menawarkan sebentuk pola pikir yang sering hadir dikehidupan seseorang. Untuk itu peran orangtua sangat penting membantu mereka menghadapi masa-masa ini dengan membantu mereka mengenali dirinya secara mendalam. Peran Orangtua Masa remaja adalah masa di mana mereka melalui proses pencarian jati diri. Masa pencarian identitas diri adalah masa yang sangat penting. norma masyarakat dan agama. Mengejar penghargaan dari lingkungan Pendapat bahwa jati diri seringkali dibentuk oleh lingkungan bisa jadi bumerang bagi yang mengutarakannya. Sekalipun penggolongan tersebut tidaklah sepenuhnya salah. Jadi. sembari menimbang kembali proporsi antara hak dan kewajiban kita dalam sistem kehidupan yang kita jalani sekarang. tapi juga nanti. Dan kunci untuk menuntun kita pada jati diri adalah dengan membiarkan nurani kita hidup. dan jangan pernah berhenti mempertanyakan kebermanfaatan hidup kita. Bila seseorang gagal menjawabnya dengan cara yang baik. F. bukan hanya terlihat baik saat ini. akan tetapi perameter yang digunakannya sering kali menyesatkan. Memiliki pandangan sempit dan terbatas dalam kehidupan Ini adalah penyebab krisis jati diri paling krusial untuk diberantas. entah itu orang tua kita. yaitu harta. 3. Karena lingkungan kita juga belum tentu menemukan jati diri mereka. Kita beranggapan bahwa jati diri kita mengatakan “tidak” pada semua aturan itu. . kerap diartikan sebagai identitas diri. sosial jati diri seseorang. Itulah yang mengubah pola pikir seseorang. Hasilnya. Merasa hidupnya selalu diatur Seringkali kita merasa hidup kita selalu dijalani dengan aturan yang dibuat oleh orang lain. itu menolaknya atau mengikuti pola pikir lingkungan. cara paling cepat untuk menemukan jati diri adalah dengan mencari kebenaran yang tanpa cacat. lebih tepat untuk dikatakan bahwa lingkungan memberikan sebuah pertanyaan untuk dijawab oleh jati diri seseorang. Hasilnya. Jadi. yang tumbuh malah pembangkangan terhadap semua aturan tersebut.diri itu sendiri dalam kehidupan. yang perlu kita lakukan adalah mencari nilai kebenaran dari aturan yang ada. Yang benar.

melalui aktivitas yang ia lakukan. “Peran orangtua dalam masa-masa pencarian jati diri anak adalah sebagai pendukung (supporter) atau pemberi motivasi (motivator) serta sebagai pelatih”. menganalisis data. Hanny Muchtar Darta El PSYCH-K SET dari Radani Emotional Intellegence Center. pengembangan diri yang ia lalui. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yaitu kegiatan mengamati. Populasi dan Sampel Dalam penelitian ini. Sampel yang saya ambil adalah kelas XI IPA 1 sampai dengan XI IPA 5 yang masing-masing kelas diambil dua orang siswa. BAB III METODE PENELITIAN A. anak-anak sedang senang bereksperimen. B. Orangtua juga harus memberi nilai-nilai kehidupan (living values) yang positif. Misalnya saja seperti apa dirinya menurut teman-teman dan orang disekitarnya. Studi pustaka yaitu penilitiaan dengan menggunakan bahan bacaan sebagai sumbernya. Teknik Pengumpulan Data . Umumnya. menyadari bahwa ia akan punya tujuan hidup berupa cita-cita. 2. Orangtua bisa membantunya dengan mengenalkan model atau tokoh idolanya. dan orangtua hanyalah mengarahkan bukan menentukan anak. C. dan menyimpilkan apa adanya tanpa ada perlakuan ataupun dalam proses penelitiannya. Di masa remaja. Menurut praktisi emotional intelligence parenting. Jenis Penelitian 1. Anak juga dituntut mulai menyadari bakat yang dimilikinya.Peran orangtua bisa dilakukan dengan memberikan stimulasi. saya mengambil populasi siswa kelas XI SMA N 1 Sewon. menemukan dan mengenali bakat serta potensi anak. yang terjadi di masa ini adalah anak memperoleh pemahaman tentang seperti apa dirinya. hingga hubungan bersama orang lain disekitarnya. mengumpulkan data. Bantu anak mengenali diri dan berikan pemahaman bahwa setiap orang memiliki kualitas positif dalam dirinya yang tinggal menunggu untuk ditemukan akan dikembangkan. prestasi yang ia capai. Orangtua juga bisa membantu anak mengenali temperamen dan kepribadiannya agar ia bisa beradaptasi dengan lingkungan sosialnya dan mampu memecahkan masalah.

yaitu dengan daftar pertanyaan berupa angket.Dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data kuisioner. .

para remaja dituntut untuk memiliki rasa percaya diri. . sesungguhnya dalam diri mereka mempunyai bakat yang sangat dibutuhkan oleh orang lain. akan tetapi kedewasaan psikologinya masih belum tercapai sepenuhnya. cara yang seperti itu malah akan membuat hidupnya terasa tidak nyaman dan gelisah. Padahal. Ini dikarenakan para remaja belum mengetahui dan menerima kemampuan diri sendiri. Mulai dari sekarang para remaja harus belajar meyakini diri sendiri bahwa mereka mampu dan bisa menjadi orang yang lebih berguna. Karena kunci untuk menuntun kita pada jati diri yang baik adalah dengan membiarkan nurani kita hidup dan jangan pernah berhenti mempertanyakan kebermanfaatan hidup kita. Hanya saja para remaja masih dalam proses untuk mengetahui apa sebenarnya bakat yang ia miliki. kebanyakan remaja tidak memiliki rasa percaya diri saat berada di depan umum. berdasarkan hasil penelitian yang berkaitan dengan pencarian jati diri pada remaja. Dengan rasa yang tidak percaya diri ini. baik masalah pacar ataupun sekolah. pertumbuhan fisik memang sudah mulai matang. diperlukan saran orangtua untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi remaja. Masa remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan. Namun. para remaja berusaha mencari solusi sendiri untuk memecahkan masalahnya. para remaja akan merasa bahwa dirinya tidak ada artinya dimata orang lain. kebanyakan remaja malu dan gengsi untuk bercerita tentang masalah asmara. Oleh karena itu. Namun. Mulai masalah pacar. orangtua disamping sebagai ayah dan ibu kita. terutama terhadap hal-hal buruk. sekolah sampai dengan masalah pergaulan. tanpa tahu yang dilakukannya itu benar ataukah masih salah.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada proses pencarian jati diri ini. Padahal. Pada masa remaja ini. Selain itu. pada umumya para remaja tidak mau cerita kepada orangtuanya ketika mereka mempunyai suatu masalah. Padahal. peningkatan rasa percaya diri ini bertujuan agar para remaja tidak mudah terpengaruh oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. mereka juga bisa dijadikan sebagai sahabat yang baik untuk bercerita. Akibatnya. Karena semua orang itu pasti punya bakat-bakat tertentu. para remaja lebih memilih memendam masalahnya rapat-rapat dalam hati. Selain itu. Namun.

Iman. maka ia rentan menghadapi banyak ancaman dan maslah. Maka. Kesimpulan Jati diri adalah suatu proses untuk menemukan siapa dirinya yang sebenarnya. karena remaja memerlukan pemahaman tentang sosok dirinya yang dilahirkan dan dibesarkan sebagai generasi penerus bangsa. B. 3. dimana mereka ingin memantapkan dan membangun pondasi keyakinannya berdasarkan argumentasi. 5.Untuk itu peran orang tua sangat diperlukan untuk pembentukan jati diri remaja yang baik. maka mereka harus memperhatikan hal-hal berikut ini : 1. 2. kelak akan membantu anak mengenali dirinya. namun Karena pondasi dasar pemikiran disaat itu belum begitu kuat. Rasa percaya diri. pemikiran. Pemahaman yang diberikan orangtua di masa pengembangan diri ini. Jati diri remaja adalah hal penting untuk dibangun. Agar para remaja mendapatkan jati diri yang baik. 4. Saran Membentuk dan membangun jati diri merupakan hal yang sangat sulit dan penuh resiko. para remaja ditutut untuk memiliki percaya diri agar mereka tidak terpengaruh oleh prinsip orang-orang di sekitar mereka. Pada masa ini. Masa remaja adalah masa penuh pergolakan pemikiran. pengalaman baru. ragu-ragu. was-was dan kritis terhadap berbagai masalah penting dalam kehidupan merupakan hal yang sangat alami dan positif bagi orang-orang yang baru berkembang alias para remaja. Belajar. beradaptasi dengan lingkungan serta menghadapi tantangan kehidupan berupa tantangan karier dan .BAB V PENUTUP A. Masa remaja merupakan masa-masa yang sangat sensitif dan penuh gelora yang disertai perubahan serta perkembangan jasmani. suka menyendiri dan juga ingin bebas. kejiwaan. Dan rasa percaya diri itu faktor penting untuk membangun masa depan yang gemilang. Berpikir. Berbut baik.

orangtua harus berperan sebagai pendukung (supporter) dan pemberi motivasi (motivator). Selain itu.lain sebagainya. .

Ia belum siap menghadapi dunia nyata orang dewasa. Seorang anak berusia 10 tahun mungkin saja sudah (atau sedang) mengalami pubertas namun tidak berarti ia sudah bisa dikatakan sebagai remaja dan sudah siap menghadapi dunia orang dewasa. masa remaja adalah usia di mana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa.info. remaja sangat rentan sekali mengalami masalah psikososial.blogspot. Masa remaja merupakan sebuah periode dalam kehidupan manusia yang batasannya usia maupun peranannya seringkali tidak terlalu jelas. http://gnupi. 1998). meski di saat yang sama ia juga .Termasuk juga perubahan intelektual yang mecolok….com/2011/05/kalau-ngomongin-soal-remaja-kayaknya. yakni masalah psikis atau kejiwaan yang timbul sebagai akibat terjadinya perubahan sosial (TP-KJM. pola perilaku. http://psikonseling. Masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi. http://www.html. Sedangkan menurut Paget (1211) dengan mengatakan : “Secara psikologis. Isu dan Permasalahan Perkembangan Remaja SMA ISU DAN PERMASALAHAN PERKEMBANGAN REMAJA SMA 1.com/krisis-jati-diri-dan-penyebabnya. usia di mana anak tidak lagi merasa di bawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan yang sama.Integrasi dalam masyarakat (dewasa) mempunyai aspek efektif. PENGERTIAN MASA REMAJA Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. tubuh.html. Oleh karenanya. minat.html.taqrib.DAFTAR PUSTAKA http://psikologi-anaknakal. dan juga penuh dengan masalah-masalah (Hurlock. 2002). yang kenyataannya merupakan ciri khas yang umum dari periode perkembangan ini”.biospot-com/2009/03/psikologi-perkembangan-pada-remaja..Transformasi intelektual yang khas dari cara berpikir remaja ini memungkinkannya untuk mencapai integrasi dalam hubungan sosial orang dewasa. kurang lebih berhubungan dengan masa puber…. Pubertas yang dahulu dianggap sebagai tanda awal keremajaan ternyata tidak lagi valid sebagai patokan atau batasan untuk pengkategorian remaja sebab usia pubertas yang dahulu terjadi pada akhir usia belasan (15-18) kini terjadi pada awal belasan bahkan sebelum usia 11 tahun. sekurang-kurangnya dalam masalah hak….

Dimensi Kognitif Perkembangan kognitif remaja. hormon seseorang menjadi aktif dalam memproduksi dua jenis hormon (gonadotrophins atau gonadotrophic hormones) yang berhubungan dengan pertumbuhan. tetapi mereka akan memproses informasi itu serta mengadaptasikannya dengan pemikiran mereka sendiri. Pada periode ini. Mereka juga mampu . 1. dan fisik lainnya yang berhubungan dengan tumbuhnya hormon testosterone. Kemampuan berpikir para remaja berkembang sedemikian rupa sehingga mereka dengan mudah dapat membayangkan banyak alternatif pemecahan masalah beserta kemungkinan akibat atau hasilnya. Anak lelaki mulai memperlihatkan perubahan dalam suara. Pertumbuhan secara cepat dari hormon-hormon tersebut di atas merubah sistem biologis seorang anak. yaitu: 1) Follicle-Stimulating Hormone (FSH). kedua hormone tersebut merangsang pertumbuhan estrogen dan progesterone: dua jenis hormon kewanitaan. Dimensi Biologis Pada saat seorang anak memasuki masa pubertas yang ditandai dengan menstruasi pertama pada remaja putri atau pun perubahan suara pada remaja putra. Pada anak lelaki. dan lain – lain. Pada anak perempuan. dan 2). Selain itu terjadi juga perubahan fisik seperti payudara mulai berkembang. dalam pandangan Jean Piaget (seorang ahli perkembangan kognitif) merupakan periode terakhir dan tertinggi dalam tahap pertumbuhan operasi formal (period of formal operations). Bentuk fisik mereka akan berubah secara cepat sejak awal pubertas dan akan membawa mereka pada dunia remaja. Kapasitas berpikir secara logis dan abstrak mereka berkembang sehingga mereka mampu berpikir multi-dimensi seperti ilmuwan. Pubertas menjadikan seorang anak tiba-tiba memiliki kemampuan untuk ber-reproduksi. idealnya para remaja sudah memiliki pola pikir sendiri dalam usaha memecahkan masalah-masalah yang kompleks dan abstrak. 1. remaja hampir tidak memiliki pola perkembangan yang pasti. maka perlu dilihat berdasarkan perubahan pada dimensi – dimensi tersebut.bukan anak-anak lagi. secara biologis dia mengalami perubahan yang sangat besar. Pada masa pubertas. DIMENSI – DIMENSI MASA REMAJA Untuk dapat memahami remaja. Luteinizing Hormone yang juga dinamakan Interstitial-Cell Stimulating Hormone (ICSH) merangsang pertumbuhan testosterone. Adapun beberapa dimensi yang menjadi tolak ukur pada masa remaja. Berbeda dengan balita yang perkembangannya dengan jelas dapat diukur. Para remaja tidak lagi menerima informasi apa adanya. yaitu: 1. Luteinizing Hormone (LH). Anak perempuan akan mendapat menstruasi. otot. sebagai pertanda bahwa sistem reproduksinya sudah aktif.

Semestinya. dan absolut yang diberikan pada mereka selama ini tanpa bantahan. di negara-negara berkembang (termasuk Indonesia) masih sangat banyak remaja (bahkan orang dewasa) yang belum mampu sepenuhnya mencapai tahap perkembangan kognitif operasional formal ini. Mereka lalu merasa perlu mempertanyakan dan merekonstruksi pola pikir dengan “kenyataan” yang baru. yaitu operasional konkrit. seorang remaja sudah harus mampu mencapai tahap pemikiran abstrak supaya saat mereka lulus sekolah menengah. 1. Kemampuan berpikir dalam dimensi moral (moral reasoning) pada remaja berkembang karena mereka mulai melihat adanya kejanggalan dan ketidakseimbangan antara yang mereka percayai dahulu dengan kenyataan yang ada di sekitarnya. Hal ini bisa saja diakibatkan sistem pendidikan di Indonesia yang tidak banyak menggunakan metode belajar mengajar satu arah (ceramah) dan kurangnya perhatian pada pengembangan cara berpikir anak. perang. Ia akan melihat bahwa ada banyak aspek dalam melihat hidup dan beragam jenis pemikiran yang lain. dimana pola pikir yang digunakan masih sangat sederhana dan belum mampu melihat masalah dari berbagai dimensi. Sebagian besar para remaja mulai melihat adanya “kenyataan” lain di luar dari yang selama ini diketahui dan dipercayainya. Dengan kemampuan operasional formal ini. Pada kenyataan. Remaja tidak lagi menerima hasil pemikiran yang kaku. Secara kritis. misalnya: politik. terutama jika ia terbiasa dididik dalam suatu lingkungan tertentu saja selama masa kanak-kanak. sudah terbiasa berpikir kritis dan mampu untuk menganalisis masalah dan mencari solusi terbaik.mengintegrasikan pengalaman masa lalu dan sekarang untuk ditransformasikan menjadi konklusi. Baginya dunia menjadi lebih luas dan seringkali membingungkan. keadaan sosial. . Dimensi Moral Masa remaja adalah periode dimana seseorang mulai bertanya-tanya mengenai berbagai fenomena yang terjadi di lingkungan sekitarnya sebagai dasar bagi pembentukan nilai diri mereka. Remaja mulai mempertanyakan keabsahan pemikiran yang ada dan mempertimbangan lebih banyak alternatif lainnya. kemanusiaan. dan sebagainya. prediksi. Perubahan inilah yang seringkali mendasari sikap “pemberontakan” remaja terhadap peraturan atau otoritas yang selama ini diterima bulat-bulat. sederhana. Penyebab lainnya bisa juga diakibatkan oleh pola asuh orang tua yang cenderung masih memperlakukan remaja sebagai anak-anak. remaja akan lebih banyak melakukan pengamatan keluar dan membandingkannya dengan hal-hal yang selama ini diajarkan dan ditanamkan kepadanya. Elliot Turiel (1978) menyatakan bahwa para remaja mulai membuat penilaian tersendiri dalam menghadapi masalah – masalah populer yang berkenaan dengan lingkungan mereka. sehingga anak tidak memiliki keleluasan dalam memenuhi tugas perkembangan sesuai dengan usia dan mentalnya. Sebagian masih tertinggal pada tahap perkembangan sebelumnya. para remaja mampu mengadaptasikan diri dengan lingkungan sekitar mereka. dan rencana untuk masa depan.

Pada saat itu. Orangtua yang bijak akan memberikan lebih dari satu jawaban dan alternatif supaya remaja itu bisa berpikir lebih jauh dan memilih yang terbaik. remaja mulai dihadapkan dengan realita dan tantangan untuk menyesuaikan impian dan anganangan mereka dengan kenyataan. sementara orang dewasa memerlukan beberapa jam untuk hal yang sama. Ini bisa menjadi berbahaya jika “lingkungan baru” memberi jawaban yang tidak diinginkan atau bertentangan dengan yang diberikan oleh orangtua. Remaja putri akan bersolek berjam-jam di hadapan cermin karena ia percaya orang akan melirik dan tertarik pada kecantikannya. Para remaja juga sering menganggap diri mereka serba mampu. Anggapan itu membuat remaja sangat memperhatikan diri mereka dan citra yang direfleksikan (self-image). Perubahan mood (swing) yang drastis pada para remaja ini seringkali dikarenakan beban pekerjaan rumah. Orangtua yang tidak mampu memberikan penjelasan dengan bijak dan bersikap kaku akan membuat sang remaja tambah bingung. keeksentrikan remaja akan berkurang dengan sendirinya jika ia sering dihadapkan dengan dunia nyata. Meski mood remaja yang mudah berubah-ubah dengan cepat. Tindakan impulsif sering dilakukan. Remaja cenderung untuk menganggap diri mereka sangat unik dan bahkan percaya keunikan mereka akan berakhir dengan kesuksesan dan ketenaran. Remaja tersebut akan mencari jawaban di luar lingkaran orangtua dan nilai yang dianutnya.Peranan orangtua atau pendidik amatlah besar dalam memberikan alternatif jawaban dari hal-hal yang dipertanyakan oleh putra-putri remajanya. 1. sebagian karena mereka tidak sadar dan belum biasa memperhitungkan akibat jangka pendek atau jangka panjang. pada masa remaja para remaja mengalami perubahan yang dramatis dalam kesadaran diri mereka (self-awareness). Dimensi Psikologis Masa remaja merupakan masa yang penuh gejolak. . Pada usia 16 tahun ke atas. Anggapan remaja bahwa mereka selalu diperhatikan oleh orang lain kemudian menjadi tidak berdasar. sehingga seringkali mereka terlihat “tidak memikirkan akibat” dari perbuatan mereka. pekerjaan sekolah. Pada saat inilah. sedang remaja putra akan membayangkan dirinya dikagumi lawan jenisnya jika ia terlihat unik dan “hebat”. Remaja akan mulai sadar bahwa orang lain tenyata memiliki dunia tersendiri dan tidak selalu sama dengan yang dihadapi atau pun dipikirkannya. Hasil penelitian di Chicago oleh Mihalyi Csikszentmihalyi dan Reed Larson (1984) menemukan bahwa remaja rata-rata memerlukan hanya 45 menit untuk berubah dari mood “senang luar biasa” ke “sedih luar biasa”. Dalam hal kesadaran diri. atau kegiatan sehari-hari di rumah. Konflik dengan orangtua mungkin akan mulai menajam. Mereka sangat rentan terhadap pendapat orang lain karena mereka menganggap bahwa orang lain sangat mengagumi atau selalu mengkritik mereka seperti mereka mengagumi atau mengkritik diri mereka sendiri. Pada masa ini mood (suasana hati) bisa berubah dengan sangat cepat. hal tersebut belum tentu merupakan gejala atau masalah psikologis.

misalnya keterikatan hidup dengan gang yang tidak terbimbing mudah menimbulkan kenakalan remaja.Remaja yang diberi kesempatan untuk mempertangung-jawabkan perbuatan mereka. misalnya perkembangan ukuran tinggi dan berat badan yang kurang proporsional dapat membuat ekses psikologis. Diantaranya adalah perilaku yang mengundang resiko dan berdampak negatif pada remaja. Masalah yang timbul bertalian dengan perkembangan fisik dan psikomotorik. Masalah yang timbul bertalian dengan perkembangan bahasa dan perilaku kognitif. dan mampu bertanggung-jawab. Masalah yang timbul bertalian dengan pekembangan perilaku sosial. moralitas dan keagamaan. dan melakukan perbuatan yang justru bertentangan dengan norma masyarakat dan agama. sering membawa kesulitan dalam memilih program. ia akan tumbuh dengan penilaian positif pada diri sendiri dan rasa hormat pada orang lain dan lingkungan. Perkembangan masa remaja bergantung atas variasi salah satu atau beberapa ketiga faktor tersebut. dan matangnya organ-organ reproduksi. rasa takut dianggap tidak cakap. selancar udara. Alasan perilaku yang mengundang resiko adalah bermacam–macam dan berhubungan dengan dinamika fobia balik (conterphobic dynamic). tembakau dan zat lainnya. Rasa percaya diri dan rasa tanggung-jawab inilah yang sangat dibutuhkan sebagai dasar pembentukan jati diri positif pada remaja. 2. 4. Remaja akan membayangkan apa yang akan dilakukan oleh para “idola”nya untuk menyelesaikan masalah seperti itu. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut: 1. aktivitas sosial yang berganti–ganti pasangan dan perilaku menentang bahaya seperti balapan. konatif dan kepribadian. konflik dengan orang tua. 3. sehingga banyak kegagalan studi yang mungkin bersumber pada pilihan yang kurang tepat. perlu untuk menegaskan identitas maskulin dan dinamika kelompok seperti tekanan teman sebaya. misalnya terjadi ketidakselarasan antara keinginan atau minat seseorang dengan bakat khusus. misalnya mudah digerakan untuk melampiaskan ketegangan instutif emosionalnya meskipun ia tidak tahu . Ketiga faktor tersebut mungkin dapat menguntungkan atau menghambat atau membatasi laju proses pekembangan tersebut. akan tumbuh menjadi orang dewasa yang lebih berhati-hati. dan lingkungan (environment).  ISU DAN PERMASALAHAN PADA REMAJA SMA Proses perkembangan perilaku dan pribadi individu dipengaruhi oleh tiga faktor dominan. Masalah yang timbul bertalian dengan perilaku afektif. lebih percaya-diri. Perilaku yang mengundang resiko pada masa remaja misalnya seperti penggunaan alkohol. perubahan suara dan peristiwa menstruasi dapat juga menimbulkan gejala-gejala emosional. yaitu faktor bawaan (heredity). Kelak. berbagai nasihat dan berbagai cara akan dicari untuk dicobanya. kematangan (maturation). Pemilihan idola ini juga akan menjadi sangat penting bagi remaja dari beberapa dimensi perubahan yang terjadi pada remaja seperti yang telah dijelaskan diatas maka terdapat kemungkinan–kemungkinan perilaku yang bisa terjadi pada masa ini. Bimbingan orang yang lebih tua sangat dibutuhkan oleh remaja sebagai acuan bagaimana menghadapi masalah itu sebagai “seseorang yang baru”. dan layang gantung (Kaplan dan Sadock. 1997).

Pengaruh Teman Berbagai fakta mengungkapkan bahwa semakin banyak remaja merokok maka semakin besar kemungkinan teman-temannya adalah perokok juga dan demikian sebaliknya. ketidakmampuan menegakan kata hatinya membawa akibat sukar terintegrasi dan sintesis fungsi-fungsi psikofisiknya. merokok merupakan suatu pemandangan yang sudah tidak asing lagi. dimana orang tua tidak begitu memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi perokok dibanding anakanak muda yang berasal dari lingkungan rumah tangga yang bahagia (Baer & Corado dalam Atkinson. Beberapa motivasi yang melatarbelakangi seseorang merokok diantaranya. Dari penjelasan diatas dapat dijelaskan lagi bahwa penyebab seorang remaja menjadi perokok dapat dipengaruhi oleh keinginan dari diri pribadinya sendiri tetapi dapat juga di pengaruhi oleh faktor – faktor luar. Ada beberapa isu dan permasalahan yang penulis jelaskan dalam makalah ini. Pengantar psikologi. Berbagai kandungan zat yang terdapat di dalam rokok memberikan dampak negatif bagi tubuh penghisap dan penghirupnya. pertama remaja tadi terpengaruh oleh teman-temannya atau . Mendapat pengakuan (anticipatory beliefs). 2004). yang apabila dibiarkan terus–menerus permasalahan tersebut dapat mengancam kehidupan remaja di masa depan. namun di lain pihak dapat menimbulkan dampak buruk bagi si perokok sendiri maupun orang – orang disekitarnya. dan 3. terutama dilakukan di depan kelompoknya karena mereka sangat tertarik kepada kelompok sebayanya atau dengan kata lain terikat dengan kelompoknya. yaitu: 1. 1. Merokok Di masa modern saat ini. yaitu: 1. 1. Banyak sekali isu dan permasalahan yang terjadi pada anak di usia remaja ini. Kebiasaan merokok dianggap dapat memberikan kenikmatan bagi si perokok. Dari fakta tersebut ada dua kemungkinan yang terjadi. 2. Berikut ini adalah beberapa isu dan permasalahan remaja yang terjadi di lingkungan sekitar kita. yaitu: 1. Untuk menghilangkan kekecewaan (reliefing beliefs).maksudnya. khususnya permasalahan yang terjadi di usia remaja ( SMA ). menganggap perbuatannya tersebut tidak melanggar norma ( permissive beliefs/ fasilitatif) (Joewana. Pengaruh Orangtua Salah satu temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda yang berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia. 1999:294). Hal ini sejalan dengan kegiatan merokok yang dilakukan oleh remaja yang biasanya dilakukan didepan orang lain.

Salah satu masalah yang sering timbul pada remaja terkait dengan masa awal kematangan organ reproduksi pada remaja adalah masalah kehamilan yang terjadi pada remaja diluar pernikahan. Orang yang memiliki skor tinggi pada berbagai tes konformitas sosial lebih mudah menjadi pengguna dibandingkan dengan mereka yang memiliki skor yang rendah (Atkinson. maka yang sampai saat ini terjadi adalah sekolah meresponya dengan sangat buruk dan berujung dengan dikeluarkannya siswi tersebut dari sekolah. Masa remaja dapat dicirikan dengan banyaknya rasa ingin tahu pada diri seseorang dalam berbagai hal. Orang mencoba untuk merokok karena alasan ingin tahu atau ingin melepaskan diri dari rasa sakit fisik atau jiwa. (Mari Juniarti. tidak terkecuali bidang seks. Namun. membebaskan diri dari kebosanan. Beberapa sebab . biasanya jika terjadi kehamilan pada siswi. suka dengan yang berbau pornografi. Pengaruh Iklan. Buletin RSKO. Kedua yaitu dari lingkungan di mana siswi tersebut tinggal. Namun satu sifat kepribadian yang bersifat prediktif pada pengguna obat-obatan (termasuk rokok) ialah konformitas sosial. alasan-alasannya tidak sepenuhnya dimengerti. Melihat iklan di media massa dan elektronik yang menampilkan gambaran bahwa perokok adalah lambang kejantanan atau glamour. “Banyak teman maka banyak pengetahuan”. Siswi yang mengalami kehamilan biasanya mendapatkan respon dari dua pihak. dan tentu saja ada yang bersikap terpuji. Apalagi apabila Kehamilan tersebut terjadi pada usia sekolah. benar agar kita tidak terjerumus ke pergaulan bebas yang menyesatkan. karena masalah kehamilan remaja tidak hanya membebani remaja sebagaim individu dan bayi mereka namun juga mempengaruhi secara luas pada seluruh strata di masyarakat dan juga membebani sumbersumber kesejahteraan. Dinamika kehidupan remaja ini akan sangat berpengaruh terhadap pembentukan diri remaja itu sendiri. Faktor Kepribadian. 1. lingkungan akan cenderung mencemooh dan mengucilkan siswi tersebut. 1. Diantara remaja perokok terdapat 87% mempunyai sekurangkurangnya satu atau lebih sahabat yang perokok begitu pula dengan remaja non perokok (Al Bachri. Namun tidak semua teman kita sejalan dengan apa yang kita inginkan. 1991). Pertama yaitu dari pihak sekolah. Penyimpangan Seks Kita telah ketahui bahwa kebebasan bergaul remaja sangatlah diperlukan agar mereka tidak “kuper” dan “jomblo” yang biasanya jadi anak mama. membuat remaja seringkali terpicu untuk mengikuti perilaku seperti yang ada dalam iklan tersebut. Kehamilan remaja adalah isu yang saat ini mendapat perhatian pemerintah.1991).bahkan teman – teman remaja tersebut dipengaruhi oleh diri remaja tersebut yang akhirnya mereka semua menjadi perokok. tahun IX. 1. Masa remaja merupakan suatu masa yang menjadi bagian dari kehidupan manusia yang di dalamnya penuh dengan dinamika. Hal tersebut terjadi jika karena masih kuatnya nilai norma kehidupan masyarakat kita. Mungkin mereka suka hura-hura. 1999).

moralitas dan lain-lain. misalnya untuk membuktikan bahwa mereka adalah jantan. kemudian menyebar ke remaja lain. Sehingga remaja seringkali tidak memperoleh informasi maupun pelayanan kesehatan reproduksi yang sesungguhnya dapat membantu remaja terlindung dari berbagai resiko. 6. termasuk penularan HIV/AIDS. Cara penularan lainnya adalah melalui jarum suntik (pemakaian jarum suntik secara bergantian pada pemakai narkoba. perbedaan budaya yang menempatkan harga diri remaja di lingkungannya. Remaja dan HIV/AIDS Penularan virus HIV ternyata menyebar sangat cepat di kalangan remaja dan kaum muda. Selain masalah kehamilan pada remaja masalah yang juga sangat menggelisahkan berbagai kalangan dan juga banyak terjadi pada masa remaja adalah banyaknya remaja yang mengidap HIV/AIDS.kehamilan termasuk rendahnya pengetahuan tentang keluarga berencana. alkohol. dan keinginan yang sangat untuk mendapatkan kebebasan. 2. Dari beberapa penelitian terungkap bahwa semakin lama semakin banyak remaja di bawah usia 18 tahun yang sudah melakukan hubungan seks. Resiko HIV/AIDS sukar dimengerti oleh remaja. Banyak remaja masih mempunyai pandangan yang salah mengenai HIV/AIDS. Kurangnya informasi yang benar mengenai perilaku seks yang aman dan upaya pencegahan yang bisa dilakukan oleh remaja dan kaum muda. Perubahan fisik dan emosional pada remaja yang mempengaruhi dorongan seksual. karena HIV/AIDS mempunyai periode inkubasi yang panjang. Adanya tekanan dari teman sebaya untuk melakukan hubungan seks. 3. ketergantungan kebutuhan. 4. budaya. termasuk melakukan hubungan seks dan penggunaan narkoba. 7.112(58%) kasus. . Jumlah ini merupakan kenaikan menyolok dibanding beberapa tahun yang lalu. gejala awalnya tidak segera terlihat. Informasi mengenai penularan dan pencegahan HIV/AIDS rupanya juga belum cukup menyebar di kalangan remaja. narkoba. Adanya informasi yang menyuguhkan kenikmatan hidup yang diperoleh melalui seks. sehingga sulit dikontrol. 5. Beberapa penyebab rentannya remaja terhadap HIV/AIDS adalah: 1. dan sebagainya yang disampaikan melalui berbagai media cetak atau elektronik. FKUl-RSCM melaporkan bahwa lebih dari 75% kasus infeksi HIV di kalangan remaja terjadi di kalangan pengguna narkotika. Penularan HIV di Indonesia terutama terjadi melalui hubungan seksual yang tidak aman. perasaan remaja akan ketidakamanan atau impulsifisitas. dan melalui transfusi darah. Kurangnya informasi ini disebabkan adanya nilai-nilai agama. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya remaja yang terkena HIV/AIDS tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi. 1. yaitu sebanyak 2. Kondisi ini mendorong remaja untuk mencari tahu dan mencoba-coba sesuatu yang baru. Remaja pada umumnya kurang mempunyai akses ke tempat pelayanan kesehatan reproduksi dibanding orang dewasa.

mereka seolah mengabaikan semua dampak yang akan ditimbulkan oleh aktivitas berbahaya tersebut. 1. melainkan juga untuk orangorang di sekitarnya. kokaina. Menggangu kenyamanan dan kesehatan orang lain. Narkoba ( Narkotika. Merokok Merokok merupakan hal yang biasa bagi sebagian besar remaja khususnya siswa SMA. Valium. . tomi (topi miring). Fenobarbital. Aktivitas tersebut tidak saja membahayakan untuk dirinya sendiri. maupun disuntikan. 2. 22 tahun 1997). Nama yang populer : minuman keras (miras). Psikotropika adalah zat atau obat. suasana hati atau perasaan. karena asapnya menyebabkan menumpuknya karbonmonoksida di udara yang kita hirup sehari-hari. dsb.Fensiklidin. opium mentah. jicingko). Penyalahgunaan Narkoba dan Minuman Keras Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN). Yang termasuk jenis Narkotika adalah : 1. Tanaman papaver. Rohypnol. gula sari buah atau umbi umbian. semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistem syaraf pusat. Metakualon. 5/1997). Shabushabu. AKIBAT DARI ISU DAN PERMASALAHAN REMAJA SMA 2. baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. jicing. Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya) adalah bahan/zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia. dan damar ganja. baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika. cap tikus . hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. dapat mengubah pikiran. Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina. 2. Zat yang termasuk psikotropika antara lain: Sedatin (Pil BK). baik secara oral/diminum. Bahan psikoaktif yang terdapat dalam alkohol adalah etil alkohol yang diperoleh dari proses fermentasi madu. kamput. opium obat. Metifenidat. di mana 70% diantaranya berusia antara 15 -19 tahun. tanaman ganja. jumlah kasus penyalahgunaan Narkoba di Indonesia sangatlah banyak. Flunitrazepam. Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahanbahan alamiah. Mandarax. opium masak (candu. balo dll. LSD (Lycergic Alis Diethylamide). Merusak lingkungan. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman. ekgonina. Ekstasi. dan perilaku seseorang. Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis.1. morfina. Alkohol adalah zat penekan susuan syaraf pusat meskipun dalam jumlah kecil mungkin mempunyai efek stimulasi ringan. seperti alkohol. Berikut ini adalah beberapa efek samping dari merokok untuk orang lain: 1. Amfetamine. dihirup. Magadon. karena menurut sebuah survey mengatakan bahwa perokok pasif jauh lebih berbahaya akibatnya ketimbang perokok aktif. serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas. yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No.

Periodontitis. phlegm. Poor asthma control. kehamilan (ini yang paling ditakutkan oleh semua pihak. Preterm delivery and shortened gestation. diantaranya adalah terjangkitnya penyakit kelamin. Hip fracture. 1. 2. video porno dianggap tontonan wajar dan berhubungan seksual menjadi hal yang biasa saja. Gangguan Pernafasan khusus pada Bayi/Anak yang Ibunya Merokok: Impaired lung growth. Aortic aneurysm. All major respiratory symptoms in adults. sehingga banyak hal-hal negatif yang terjadi dari hal tersebut (diantaranya terjadinya pemerkosaan). HIV/AIDS. Oesophagus (adenocarcinoma). berikut beberapa hal yang diakibatkan oleh tindakan-tindakan diatas: 1. karena kalau wanita yang . Penyimpangan Seks Pergaulan yang begitu bebas saat ini memang menjadi masalah bagi remaja saat ini. e. 4. Granulocytic cells of bone marrow (myeoloid leukaemia). kerusakan pada alat kelaminnya yang secara biologis belum matang. Foetal growth restrictions and low birth weight. Premature onset of and an accelerated decline in lung function. Sudden infant death syndrome (SIDS). Dapat menghancurkan hutan. Urinary bladder. c. Tobacco amblyopia. Larynx. Renal pelvis. Kanker: Paru-paru (lung cancer). Sistem Kardiovaskular: Coronary heart disease (CHD). Acute respiratory illnesses including pneumonia. Oesophagus (squamous cell carcinoma). Nasal cavities. Hubungan seksual pra-nikah banyak sekali dampak negatifnya. Stomach. 5. Crohn’s disease. Duodenal ulcer.3. 3. Sistem Reproduksi Wanita: Pregnancy complications. d. Cerebrovascula disease. Penyakit Lainnya: Gastric ulcer. Early-onset of lung function decline. 3. saat ini pacaran dianggap lumrah. karena biasanya para perokok tak menghiraukan adanya tempat khusus yang telah disediakan dan biasanya mereka membuang puntung rokok yang telah dihisap secara sembarangan. dan Liver. Berikut adalah beberapa penyakit dan gangguan kesehatan pada organ tubuh yang disebabkan oleh kebiasaan merokok: 1. Osteoporosis. Pancreas. Adverse surgical outcomes related to wound healing and respiratory complications. Pacaran menjadikan kebiasaan mereka bermesraan di depan umum (melanggar norma-norma yang ada). Kecanduan dengan video porno. Peripheral arteria. ini biasanya terjadi di hutan-hutan kering ketika musim kemarau karena biasanya siswa-siswa SMA dengan seenaknya saja membuang bekas puntung rokoknya ke semak-semak dekat jalan sehingga menyebabkan kebakaran hutan. 4. Cataract. Age-related macular degeneration. phlegm. Reduced fertility in females. Sistem Pernafasan: Chronic obstructive pulmonary disease (COPD). wheezing & dyspnoea. Mengotori dan merusak fasilitas-fasilitas umum. Respiratory symptoms including coughing. wheezing dyspnoea. Sebagian remaja yang menganggap hal itu biasa tidak mempedulikan apa yang akan diakibatkan dari hal yang mereka lakukan itu akan berakibat fatal di masa depan. f. Oral cavity. 2. Asthma-related symptoms (wheezing). 6. including coughing. Pharynx. Uterine cervix. Kidney (renal cell carcinoma). Nasal sinuses.

Banyak tindak kriminal yang disebabkan oleh orang yang mengkonsumsi zat-zat tersebut serta meminum minuman keras. Stimulan. kecemasan. lalu menonton video porno dan akhirnya melakukan hubungan seksual pra-nikah. Halusinogen kebanyakan berasal dari tanaman seperti mescaline dari kaktus dan psilocybin dari jamur-jamuran. Padahal dari merokok itu bisa berlanjut untuk mencoba minum-minuman keras. Jenis stimulan: Kafein. 1. dan berbagai turunannya seperti morphin dan heroin. efek utamanya adalah mengubah daya persepsi atau mengakibatkan halusinasi. yaitu antara lain : 1. 4. Depresan. Remaja dan HIV/AIDS Banyak remaja sekarang meremehkan penyakit yang ditimbulkan oleh pergaulan bebas tanpa kontrol seperti merokok. MENANGGULANGI ISU DAN PERMASALAHAN REMAJA Selain keempat masalah psikososial yang sering terjadi pada remaja seperti yang disebutkan dan dibahas diatas terdapat pula masalah masalah lain pada remaja seperti tawuran. Jenis narkoba depresan antara lain opioda. menarik diri. kenakalan remaja. 3. 2. kesulitan belajar. merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan serta kesadaran. padahal itu bisa mengakibatkan virus yang sampai saat ini belum ditemukan penawarnya yaitu HIV/AIDS yang bisa ditularkan dari jarum suntik (dari narkoba yang terkontaminasi pengidap HIV/AIDS) dan hubungan seksual dan kebanyakan itu yang dilakukan sebelum resmi menjadi suamu-istri (pra-nikah). Penyalahgunaan Narkoba dan Minuman Keras Beberapa akibat penggunaan obat-obat terlarang seperti Narkoba dan zat adiktif lainnya serta meminum minuman keras. Contoh yang popular sekarang adalah Putaw. bahkan bisamembuat pemakai tidur dan tak sadarkan diri.melakukan hubungan pra-nikah tersebut hamil maka selain akan di cemooh oleh masyarakat. kemudian memakai narkoba. Ditangan remajalah masa depan bangsa ini digantungkan. Peran Orangtua : . memakai narkoba dan melakukan hubungan seksual pra-nikah. meminum minuman keras. Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan dalam upaya untuk mencegah semakin meningkatnya masalah yang terjadi pada remaja. 4. Contoh yang sekarang sering dipakai adalah Shabushabu dan Ekstasi. menonton video porno. Semua masalah tersebut perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak mengingat remaja merupakan calon penerus generasi bangsa. depresi dan lain – lain. Kokain. Amphetamin. 1. Bila kelebihan dosis bisa mengakibatkan kematian. Halusinogen. juga akan terjadi praktek aborsi illegal yang membahayakan bagi sang Ibu dan bayinya). Mereka berdalih bahwa itu semua sudah biasa dilakukan oleh remaja zaman sekarang. yaitu menekan sistem sistem syaraf pusat dan mengurangi aktifitas fungsional tubuh sehingga pemakai merasa tenang. diantaranya : 1.

pelayanan dan pemberdayaan guru BP.Menanamkan pola asuh yang baik pada anak sejak prenatal dan balita Membekali anak dengan dasar moral dan pendidikan agama sejak dini Mengerti komunikasi yang baik dan efektif antara orangtua – anak Menjalin kerjasama yang baik dengan guru Menjadi tokoh panutan bagi anak baik dalam perilaku maupun dalam hal menjaga lingkungan yang sehat 6. 10. Menciptakan kondisi sekolah yang nyaman untuk siswa belajar. Mengadakan kompetisi sehat. Menanggulangi NAPZA. Hindarkan anak dari NAPZA dan pergaulan bebas tetapi jangan terlalu mengekang si anak. maupun ekstrakurikuler olahraga dan kesenian. seni budaya dan olahraga antar sekolah. bermain. 2. mental. Sampaikan berita dengan kalimat benar dan tepat (tidak provokatif). 6. 2. dengan menerapkan peraturan dan hukumanya secara tegas. Meningkatkan disiplin sekolah dan sanksi yang tegas serta mendidik. 5. 5. 3. elektronik) yang bebas biaya khusus untuk remaja. Menerapkan disiplin yang konsisten pada anak 7. . 8. Menciptakan kondisi sekolah yang memungkinkan anak berkembang secara sehat dalah hal fisik. 2. Menghidupkan dan memberdayakan kembali kurikulum budi pekerti. Menjadi guru yang bisa bersahabat dengan siswa. PMR. Meningkatkan kerjasama dengan orangtua. Meningkatkan keamanan terpadu sekolah bekerjasama dengan Polsek setempat dan mewaspadai adanya provokator. sanksi dan disiplin yang tegas serta dapat memberikan keteladanan bagi masyarakat khususnya para remaja. dan kesenian serta keterampilan lainnya. 4. Menyediakan sarana/prasarana yang dapat menampung agresifitas anak melalui olahraga. Sajikan tayangan atau berita tanpa kekerasan (jam tayang sesuai usia). 7. Menyediakan sarana dan prasarana bermain dan olahraga. sesama guru dan sekolah lain. 5. Adanya rubrik khusus dalam media masa (cetak. 4. 3. Meningkatkan peranan. 1. 4. spiritual dan sosial serta meningkatkan deteksi dini penyalahgunaan NAPZA. Memberikan keleluasaan siswa untuk mengekspresikan diri pada kegiatan ekstrakurikuler. 9. Pemilihan lokasi sekolah dijauhkan dari pusat perbelanjaan dan pusat hiburan. 3. Peran Media : 1. 3. seperti Paskibra. Peran Guru : 1. 3. Menegakkan hukum. 2. 4. Peran Pemerintah dan masyarakat : 1. 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->