Dampak Korupsi Bagi Masyarakat

Korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus/politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka. Kkorupsi politis adalah penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi. Semua bentuk pemerintah|pemerintahan rentan korupsi dalam prakteknya. Beratnya korupsi berbeda-beda, dari yang paling ringan dalam bentuk penggunaan pengaruh dan dukungan untuk memberi dan menerima pertolongan, sampai dengan korupsi berat yang diresmikan, dan sebagainya. Titik ujung korupsi adalah kleptokrasi, yang arti harafiahnya pemerintahan oleh para pencuri, dimana pura-pura bertindak jujur pun tidak ada sama sekali. Korupsi yang muncul di bidang politik dan birokrasi bisa berbentuk sepele atau berat, terorganisasi atau tidak. Walau korupsi sering memudahkan kegiatan kriminal seperti penjualan narkotika, pencucian uang, dan prostitusi, korupsi itu sendiri tidak terbatas dalam hal-hal ini saja. Untuk mempelajari masalah ini dan membuat solusinya, sangat penting untuk membedakan antara korupsi dan kriminalitas|kejahatan. Tergantung dari negaranya atau wilayah hukumnya, ada perbedaan antara yang dianggap korupsi atau tidak. Sebagai contoh, pendanaan partai politik ada yang legal di satu tempat namun ada juga yang tidak legal di tempat lain

Dampak Korupsi Bagi Masyarakat
Kesejahteraan umum negara Korupsi politis ada di banyak negara, dan memberikan ancaman besar bagi warga negaranya. Korupsi politis berarti kebijaksanaan pemerintah sering menguntungkan pemberi sogok, bukannya rakyat luas. Satu contoh lagi adalah bagaimana politikus membuat peraturan yang melindungi perusahaan besar, namun merugikan perusahaanperusahaan kecil (SME). Politikus-politikus “pro-bisnis” ini hanya mengembalikan pertolongan kepada perusahaan besar yang memberikan sumbangan besar kepada kampanye pemilu mereka. Demokrasi Korupsi menunjukan tantangan serius terhadap pembangunan. Di dalam dunia politik, korupsi mempersulit demokrasi dan tata pemerintahan yang baik (good governance) dengan cara menghancurkan proses formal. Korupsi di pemilihan umum dan di badan legislatif mengurangi akuntabilitas dan perwakilan di pembentukan kebijaksanaan; korupsi di sistem pengadilan menghentikan ketertiban hukum; dan korupsi di pemerintahan publik menghasilkan ketidak-seimbangan dalam pelayanan masyarakat. Secara umum, korupsi mengkikis kemampuan institusi dari pemerintah, karena pengabaian prosedur, penyedotan sumber daya, dan pejabat diangkat atau dinaikan jabatan bukan karena prestasi. Pada saat yang bersamaan, korupsi mempersulit legitimasi

Sedangkan Uni Afrika menyatakan bahwa benua tersebut kehilangan 25 persen GDP-nya setiap tahun juga akibat korupsi. Sebagai akibat dampak pertama dan kedua. terungkap pula dalam catatan Bank Dunia bahwa tidak kurang dari 5 persen GDP dunia setiap tahunnya hilang akibat korupsi. Menghambat investasi dan pertumbuhan ekonomi.8 persen. Menyatakan fakta bahwa penurunan skor IPK sebesar 0. Ini menunjukkan bahwa korupsi memiliki dampak yang sangat signifikan dalam menghambat investasi dan pertumbuhan ekonomi. Maksudnya. Korupsi melemahkan kapasitas dan kemampuan pemerintah dalam menjalankan program pembangunan. Menurut Mauro (2002). atau dari kelompok miskin kepada kelompok kaya akibat korupsi. kesenjangan antara kelompok kaya dan kelompok miskin akan semakin melebar. Davoodi. Pada institusi pemerintahan yang memiliki angka korupsi rendah. angka putus sekolah dan kematian bayi mengalami peningkatan. Baik investasi domestik maupun asing. skala 0-10) akan mendorong peningkatan investasi lebih dari 4 persen. . 2. layanan publik cenderung lebih baik dan lebih murah. riset Gupta et al (1998) menunjukkan bahwa peningkatan IPK sebesar 2. Gupta. . . Konsekuensinya.4 poin. Hal ini disebabkan oleh semakin bertambahnya aliran dana dari masyarakat umum kepada para elit. maka korupsi akan menghambat upaya pengentasan kemiskinan dan kesenjangan pendapatan.7 persen setelah melakukan kajian empirik terhadap perekonomian dunia tahun 1999-2004.pemerintahan dan nilai demokrasi seperti kepercayaan dan toleransi. 1 dari 4 perusahaan di negara tersebut mengalami kegagalan dalam melakukan ekspansi bisnis dan investasi setiap tahunnya akibat korupsi penguasa. dan Tiongson (2000) menyimpulkan bahwa tingginya angka korupsi ternyata akan memperburuk layanan kesehatan dan pendidikan. Selanjutnya. Mereka mencontohkan fakta business failure di Bulgaria yang mencapai angka 25 persen.Menurut Chetwynd et al (2003). Setelah melakukan studi terhadap 106 negara. Sedangkan Podobnik et al (2008) menyimpulkan bahwa pada setiap kenaikan 1 poin IPK. korupsi akan menghambat pertumbuhan investasi. ia menyimpulkan bahwa kenaikan 2 poin pada Indeks Persepsi Korupsi (IPK. Artinya. Terkait dengan hal tersebut. GDP per kapita akan mengalami pertumbuhan sebesar 1.78 akan mengurangi pertumbuhan ekonomi yang dinikmati kelompok miskin sebesar 7.52 poin akan meningkatkan koefisien Gini sebesar 5. 3.Menurut Gupta et al (1998). Terkait dengan hal ini.

4. dan menambahkan tekanan-tekanan terhadap anggaran pemerintah. bukannya diinvestasikan ke dalam negeri (maka adanya ejekan yang sering benar bahwa ada diktator Afrika yang memiliki rekening bank di Swiss). konsensus yang baru muncul berkesimpulan bahwa ketersediaan sogokan menyebabkan pejabat untuk membuat aturan-aturan baru dan hambatan baru. melalui investasi infrastruktur. korupsi juga mengacaukan “lapangan perniagaan”. Berbeda sekali dengan diktator Asia. Inilah yang dalam bahasa Al-Quran dikatakan sebagai libaasul khauf (pakaian ketakutan). maupun terhadap institusi negara. Korupsi juga mengurangi pemenuhan syarat-syarat keamanan bangunan. yang akhirnya menghasilkan lebih banyak kekacauan. Perusahaan yang memiliki koneksi dilindungi dari persaingan dan sebagai hasilnya mempertahankan perusahaan-perusahaan yang tidak efisien. Dimana korupsi menyebabkan inflasi ongkos niaga. atau aturan-aturan lain. ongkos manajemen dalam negosiasi dengan pejabat korup. Pejabat mungkin menambah kompleksitas proyek masyarakat untuk menyembunyikan praktek korupsi. Korupsi juga mempersulit pembangunan ekonomi dengan membuat distorsi dan ketidak efisienan yang tinggi. Selain meningkatkan ketamakan dan kerakusan terhadap penguasaan aset dan kekayaan korupsi juga akan menyebabkan hilangnya sensitivitas dan kepedulian terhadap sesama. terutama di Afrika. muncul fenomena distrust society. Korupsi juga mengurangi kualitas pelayanan pemerintahan dan infrastruktur. Fakta bahwa negara dengan tingkat korupsi yang tinggi memiliki tingkat ketidakpercayaan dan kriminalitas yang tinggi pula. Korupsi menimbulkan distorsi (kekacauan) di dalam sektor publik dengan mengalihkan investasi publik ke proyek-proyek masyarakat yang mana sogokan dan upah tersedia lebih banyak. Para pakar ekonomi memberikan pendapat bahwa salah satu faktor keterbelakangan pembangunan ekonomi di Afrika dan Asia. namun lebih memberikan kondisi untuk pembangunan. dan risiko pembatalan perjanjian atau karena penyelidikan. ketertiban hukum. dan lain-lain. Ekonomi  Korupsi juga mempersulit pembangunan ekonomi dan mengurangi kualitas pelayanan pemerintahan. Akibatnya. Korupsi berdampak pada penurunan kualitas moral dan akhlak. Baik individual maupun masyarakat secara keseluruhan. seperti Soeharto yang sering mengambil satu potongan dari semuanya (meminta sogok). Rasa saling percaya yang merupakan salah satu modal sosial yang utama akan hilang. Ada korelasi yang kuat di antara ketiganya. lingkungan hidup. korupsi meningkatkan ongkos niaga karena kerugian dari pembayaran ilegal. Perasaan aman akan berganti dengan perasaan tidak aman (insecurity feeling). baik antar sesama individu. yaitu masyarakat yang kehilangan rasa percaya. adalah korupsi yang berbentuk penagihan sewa yang menyebabkan perpindahan penanaman modal (capital investment) ke luar negeri. Dalam sektor privat. Pakar dari . Walaupun ada yang menyatakan bahwa korupsi mengurangi ongkos (niaga) dengan mempermudah birokrasi.

Gupta. Sedangkan Uni Afrika menyatakan bahwa benua tersebut kehilangan 25 persen GDP-nya setiap tahun juga akibat korupsi. Ini menunjukkan bahwa korupsi memiliki dampak yang sangat signifikan dalam menghambat investasi dan pertumbuhan ekonomi. angka putus sekolah dan kematian bayi mengalami peningkatan. Baik investasi domestik maupun asing. kesenjangan antara kelompok kaya dan kelompok miskin akan semakin melebar. Sedangkan Podobnik et al (2008) menyimpulkan bahwa pada setiap kenaikan 1 poin IPK. skala 0-10) akan mendorong peningkatan investasi lebih dari 4 persen. dan juga kenyataan bahwa pemerintahan baru sering menyegel aset-aset pemerintah lama yang sering didapat dari korupsi. Konsekuensinya.4 poin. di luar jangkauan dari ekspropriasi di masa depan. Pada institusi pemerintahan yang memiliki angka korupsi rendah.52 poin akan meningkatkan koefisien Gini sebesar 5. Hal ini disebabkan oleh semakin bertambahnya aliran dana dari masyarakat umum kepada para elit. Davoodi.Universitas Massachussetts memperkirakan dari tahun 1970 sampai 1996. Maksudnya. Korupsi melemahkan kapasitas dan kemampuan pemerintah dalam menjalankan program pembangunan. . Ini memberi dorongan bagi para pejabat untuk menumpuk kekayaan mereka di luar negeri. Menghambat investasi dan pertumbuhan ekonomi. Terkait dengan hal ini. Terkait dengan hal tersebut. atau dari kelompok miskin kepada kelompok kaya akibat korupsi. disimpulkan bahwa kenaikan 2 poin pada Indeks Persepsi Korupsi (IPK. riset Gupta et al (1998) menunjukkan bahwa peningkatan IPK sebesar 2. Korupsi akan menghambat pertumbuhan investasi. Artinya. Selanjutnya. salah satu faktornya adalah ketidak-stabilan politik. Dalam kasus Afrika. GDP per kapita akan mengalami pertumbuhan sebesar 1. 1 dari 4 perusahaan di negara tersebut mengalami kegagalan dalam melakukan ekspansi bisnis dan investasi setiap tahunnya akibat korupsi penguasa. Fakta bahwa penurunan skor IPK sebesar 0. maka korupsi akan menghambat upaya pengentasan kemiskinan dan kesenjangan pendapatan.78 akan mengurangi pertumbuhan ekonomi yang dinikmati kelompok miskin sebesar 7. layanan publik cenderung lebih baik dan lebih murah. dan Tiongson (2000) menyimpulkan bahwa tingginya angka korupsi ternyata akan memperburuk layanan kesehatan dan pendidikan.8 persen. Mereka mencontohkan fakta business failure di Bulgaria yang mencapai angka 25 persen.7 persen setelah melakukan kajian empirik terhadap perekonomian dunia tahun 1999-2004. (Hasilnya. melebihi dari jumlah utang luar negeri mereka sendiri. terungkap pula dalam catatan Bank Dunia bahwa tidak kurang dari 5 persen GDP dunia setiap tahunnya hilang akibat korupsi. pelarian modal dari 30 negara sub-Sahara berjumlah US $187 triliun. Setelah melakukan studi terhadap 106 negara. Sebagai akibat dampak pertama dan kedua. dalam artian pembangunan (atau kurangnya pembangunan) telah dibuatkan modelnya dalam satu teori oleh ekonomis Mancur Olson).

Korupsi dapat menghambat pertumbuhan investasi. Hal ini disebabkan oleh semakin bertambahnya aliran dana dari masyarakat umum kepada para elit. 1 dari 4 perusahaan di negara tersebut mengalami kegagalan dalam melakukan ekspansi bisnis dan investasi setiap tahunnya akibat korupsi penguasa. Selanjutnya. Akibatnya. baik antar sesama individu. Sedangkan Podobnik et al (2008) menyimpulkan bahwa pada setiap kenaikan 1 poin IPK. Perasaan aman akan berganti dengan perasaan tidak aman (insecurity feeling). maka korupsi akan menghambat upaya pengentasan kemiskinan dan kesenjangan pendapatan. Artinya. atau dari kelompok miskin kepada kelompok kaya akibat korupsi. Konsekuensinya.52 poin akan meningkatkan koefisien Gini sebesar 5. Davoodi. Sebagai akibat dampak pertama dan kedua. muncul fenomena distrust society. skala 0-10) akan mendorong peningkatan investasi lebih dari 4 persen. disimpulkan bahwa kenaikan 2 poin pada Indeks Persepsi Korupsi (IPK.78 akan mengurangi pertumbuhan ekonomi yang dinikmati kelompok miskin sebesar 7. Mereka mencontohkan fakta business failure di Bulgaria yang mencapai angka 25 persen. Inilah yang dalam bahasa Al-Quran dikatakan sebagai libaasul khauf (pakaian ketakutan). Rasa saling percaya yang merupakan salah satu modal sosial yang utama akan hilang. Sedangkan Uni Afrika menyatakan bahwa benua tersebut kehilangan 25 persen GDP-nya setiap tahun juga akibat korupsi Setelah melakukan studi terhadap 106 negara.Korupsi berdampak pada penurunan kualitas moral dan akhlak. Selain meningkatkan ketamakan dan kerakusan terhadap penguasaan aset dan kekayaan korupsi juga akan menyebabkan hilangnya sensitivitas dan kepedulian terhadap sesama. Korupsi dapat menghambat pertumbuhan investasi. Terkait dengan hal tersebut. terungkap pula dalam catatan Bank Dunia bahwa tidak kurang dari 5 persen GDP dunia setiap tahunnya hilang akibat korupsi. Pada institusi pemerintahan yang memiliki angka korupsi rendah. kesenjangan antara kelompok kaya dan kelompok miskin akan semakin melebar. Baik individual maupun masyarakat secara keseluruhan.4 poin. Gupta. layanan publik cenderung lebih baik dan lebih murah. yaitu masyarakat yang kehilangan rasa percaya. Menurut Gupta 1998) bahwa penurunan skor IPK sebesar 0. dan Tiongson (2000) menyimpulkan bahwa tingginya angka korupsi ternyata akan memperburuk layanan kesehatan dan pendidikan. Peningkatan IPK sebesar 2. GDP per kapita akan mengalami pertumbuhan sebesar 1. Baik investasi domestik maupun asing. .7 persen setelah melakukan kajian empirik terhadap perekonomian dunia tahun 1999-2004. Ini menunjukkan bahwa korupsi memiliki dampak yang sangat signifikan dalam menghambat investasi dan pertumbuhan ekonomi Korupsi melemahkan kapasitas dan kemampuan pemerintah dalam menjalankan program pembangunan. angka putus sekolah dan kematian bayi mengalami peningkatan. maupun terhadap institusi negara.8 persen. Maksudnya.

Perasaan aman akan berganti dengan perasaan tidak aman (insecurity feeling). layanan publik cenderung lebih baik dan lebih murah. Pada institusi pemerintahan yang memiliki angka korupsi rendah. baik antar sesama individu. angka putus sekolah dan kematian bayi mengalami peningkatan. muncul fenomena distrust society. yaitu masyarakat yang kehilangan rasa percaya. Perasaan aman akan berganti dengan perasaan tidak aman (insecurity feeling). Konsekuensinya. disimpulkan bahwa tingginya angka korupsi ternyata akan memperburuk layanan kesehatan dan pendidikan. Rasa saling percaya yang merupakan salah satu modal sosial yang utama akan hilang. Hal ini disebabkan oleh semakin bertambahnya aliran dana dari masyarakat umum kepada para elit. Peningkatan IPK sebesar 2. yaitu masyarakat yang kehilangan rasa percaya.Korupsi berdampak pada penurunan kualitas moral dan akhlak. maupun terhadap institusi negara. Baik individual maupun masyarakat secara keseluruhan. muncul fenomena distrust society. Selain meningkatkan ketamakan dan kerakusan terhadap penguasaan aset dan kekayaan korupsi juga akan menyebabkan hilangnya sensitivitas dan kepedulian terhadap sesama. Artinya. Akibatnya. . atau dari kelompok miskin kepada kelompok kaya akibat korupsi Korupsi berdampak pada penurunan kualitas moral dan akhlak.4 poin. Baik individual maupun masyarakat secara keseluruhan.52 poin akan meningkatkan koefisien Gini sebesar 5. baik antar sesama individu. Terkait dengan hal tersebut. Rasa saling percaya yang merupakan salah satu modal sosial yang utama akan hilang. Selain meningkatkan ketamakan dan kerakusan terhadap penguasaan aset dan kekayaan korupsi juga akan menyebabkan hilangnya sensitivitas dan kepedulian terhadap sesama. Akibatnya. Inilah yang dalam bahasa Al-Quran dikatakan sebagai libaasul khauf (pakaian ketakutan). maupun terhadap institusi negara. Inilah yang dalam bahasa Al-Quran dikatakan sebagai libaasul khauf (pakaian ketakutan). Korupsi akan menghambat upaya pengentasan kemiskinan dan kesenjangan pendapatan. kesenjangan antara kelompok kaya dan kelompok miskin akan semakin melebar. Korupsi melemahkan kapasitas dan kemampuan pemerintah dalam menjalankan program pembangunan.

korupsi atau korupsi politis adalah penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi. memutarbalik.Indeks persepsi korupsi di 2009. kesempatan. Selain itu terdapat beberapa jenis tindak pidana korupsi yang lain. Semakin hijau menunjukkan tingkat korupsi semakin rendah. dari yang paling ringan dalam bentuk penggunaan pengaruh dan dukungan untuk memberi dan menerima pertolongan. ikut serta dalam pengadaan (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara). Secara harfiah. atau sarana. yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya. Semua bentuk pemerintah|pemerintahan rentan korupsi dalam prakteknya. Beratnya korupsi berbeda-beda. di antaranya: • • • • • memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan). penyalahgunaan kewenangan.[1] Dari sudut pandang hukum. memperkaya diri sendiri. korupsi adalah perilaku pejabat publik. rusak. Dalam arti yang luas. penggelapan dalam jabatan. sedangkan semakin merah menunjukkan semakin tinggi tingkat korupsi sebuah negara Korupsi (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk. pemerasan dalam jabatan. menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara). tindak pidana korupsi secara garis besar mencakup unsurunsur sebagai berikut: • • • • perbuatan melawan hukum. menggoyahkan. atau korporasi. orang lain. dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka. merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. menyogok). baik politikus|politisi maupun pegawai negeri. sampai .

Lingkungan tertutup yang mementingkan diri sendiri dan jaringan "teman lama". Gaji pegawai pemerintah yang sangat kecil. ada perbedaan antara yang dianggap korupsi atau tidak. terorganisasi atau tidak. korupsi itu sendiri tidak terbatas dalam hal-hal ini saja. XX No. orang-orang yang berkecukupan banyak yang melakukan korupsi. Lemahnya ketertiban hukum. Korupsi yang muncul di bidang politik dan birokrasi bisa berbentuk sepele atau berat. Kurangnya transparansi di pengambilan keputusan pemerintah Kampanye-kampanye politik yang mahal.W Schoorl mengatakan bahwa " di Indonesia di bagian pertama tahun 1960 situasi begitu merosot sehingga untuk sebagian besar golongan dari . dimana pura-pura bertindak jujur pun tidak ada sama sekali. Sebagai contoh. seperti yang sering terlihat di rezim-rezim yang bukan demokratik. Titik ujung korupsi adalah kleptokrasi. Proyek yang melibatkan uang rakyat dalam jumlah besar..dengan korupsi berat yang diresmikan. hal ini dikemukakan oleh Guy J Parker dalam tulisannya berjudul "Indonesia 1979: The Record of three decades (Asia Survey Vol. • • • • • • • • mengenai kurangnya gaji atau pendapatan pegawai negeri dibanding dengan kebutuhan hidup yang makin hari makin meningkat pernah di kupas oleh B Soedarsono yang menyatakan antara lain " pada umumnya orang menghubung-hubungkan tumbuh suburnya korupsi sebab yang paling gampang dihubungkan adalah kurangnya gaji pejabat-pejabat. dan sebagainya. dengan pengeluaran lebih besar dari pendanaan politik yang normal.. Kondisi yang mendukung munculnya korupsi • Konsentrasi kekuasan di pengambil keputusan yang tidak bertanggung jawab langsung kepada rakyat. Tergantung dari negaranya atau wilayah hukumnya. Walau korupsi sering memudahkan kegiatan kriminal seperti penjualan narkotika. Namun demikian kurangnya gaji dan pendapatan pegawai negeri memang faktor yang paling menonjol dalam arti merata dan meluasnya korupsi di Indonesia.. Untuk mempelajari masalah ini dan membuat solusinya. sangat penting untuk membedakan antara korupsi dan kriminalitas|kejahatan. 1980 : 123). pencucian uang. yang arti harafiahnya pemerintahan oleh para pencuri. Kurangnya gaji bukanlah faktor yang paling menentukan." namun B Soedarsono juga sadar bahwa hal tersebut tidaklah mutlak karena banyaknya faktor yang bekerja dan saling memengaruhi satu sama lain. pendanaan partai politik ada yang legal di satu tempat namun ada juga yang tidak legal di tempat lain. Begitu pula J. 2. Lemahnya profesi hukum. Kurangnya kebebasan berpendapat atau kebebasan media massa. dan prostitusi..

dan pejabat diangkat atau dinaikan jabatan bukan karena prestasi. dan korupsi di pemerintahan publik menghasilkan ketidak-seimbangan dalam pelayanan masyarakat. Dampak negatif Demokrasi Korupsi menunjukan tantangan serius terhadap pembangunan. karena pengabaian prosedur. korupsi di sistem pengadilan menghentikan ketertiban hukum. konsensus yang baru muncul berkesimpulan bahwa ketersediaan sogokan menyebabkan pejabat untuk membuat aturan-aturan baru dan hambatan baru. korupsi mengkikis kemampuan institusi dari pemerintah. tidak tertarik. atau mudah dibohongi yang gagal memberikan perhatian yang cukup ke pemilihan umum. korupsi mempersulit legitimasi pemerintahan dan nilai demokrasi seperti kepercayaan dan toleransi. korupsi meningkatkan ongkos niaga karena kerugian dari pembayaran ilegal. Korupsi di pemilihan umum dan di badan legislatif mengurangi akuntabilitas dan perwakilan di pembentukan kebijaksanaan. Korupsi juga mempersulit pembangunan ekonomi dengan membuat distorsi dan ketidak efisienan yang tinggi. Walaupun ada yang menyatakan bahwa korupsi mengurangi ongkos (niaga) dengan mempermudah birokrasi. Dalam sektor private. Secara umum. dan risiko pembatalan perjanjian atau karena penyelidikan. Dapat dipahami bahwa dalam situasi demikian memaksa para pegawai mencari tambahan dan banyak diantaranya mereka mendapatkan dengan meminta uang ekstra untuk pelayanan yang diberikan". Pada saat yang bersamaan. korupsi mempersulit demokrasi dan tata pemerintahan yang baik (good governance) dengan cara menghancurkan proses formal. Di dalam dunia politik.pegawai. 2007) • • Rakyat yang cuek. penyedotan sumber daya. Dimana korupsi . ongkos manajemen dalam negosiasi dengan pejabat korup. Ketidakadaannya kontrol yang cukup untuk mencegah penyuapan atau "sumbangan kampanye". Ekonomi Korupsi juga mempersulit pembangunan ekonomi dan mengurangi kualitas pelayanan pemerintahan. ( Sumber buku "Pemberantasan Korupsi karya Andi Hamzah. gaji sebulan hanya sekadar cukup untuk makan selama dua minggu.

salah satu faktornya adalah ketidak-stabilan politik. dan memberikan ancaman besar bagi warga negaranya. Politikus-politikus "pro-bisnis" ini hanya mengembalikan pertolongan kepada perusahaan besar yang memberikan sumbangan besar kepada kampanye pemilu mereka. pelarian modal dari 30 negara sub-Sahara berjumlah US $187 triliun. melebihi dari jumlah utang luar negeri mereka sendiri. bukannya diinvestasikan ke dalam negeri (maka adanya ejekan yang sering benar bahwa ada diktator Afrika yang memiliki rekening bank di Swiss). Pakar dari Universitas Massachussetts memperkirakan dari tahun 1970 sampai 1996. Kesejahteraan umum negara Korupsi politis ada di banyak negara. namun merugikan perusahaanperusahaan kecil (SME). Korupsi juga mengurangi pemenuhan syarat-syarat keamanan bangunan. dalam artian pembangunan (atau kurangnya pembangunan) telah dibuatkan modelnya dalam satu teori oleh ekonomis Mancur Olson). Korupsi politis berarti kebijaksanaan pemerintah sering menguntungkan pemberi sogok. juga penyalahgunaan yang menghubungkan sektor swasta dan pemerintahan seperti penyogokan. melalui investasi infrastruktur. dan menambahkan tekanan-tekanan terhadap anggaran pemerintah. Dalam kasus Afrika. korupsi juga mengacaukan "lapangan perniagaan". Korupsi menimbulkan distorsi (kekacauan) di dalam sektor publik dengan mengalihkan investasi publik ke proyek-proyek masyarakat yang mana sogokan dan upah tersedia lebih banyak. di luar jangkauan dari ekspropriasi di masa depan. yang akhirnya menghasilkan lebih banyak kekacauan. . dan juga kenyataan bahwa pemerintahan baru sering menyegel aset-aset pemerintah lama yang sering didapat dari korupsi. Berbeda sekali dengan diktator Asia. seperti Soeharto yang sering mengambil satu potongan dari semuanya (meminta sogok). bukannya rakyat luas. Pejabat mungkin menambah kompleksitas proyek masyarakat untuk menyembunyikan praktek korupsi. Bentuk-bentuk penyalahgunaan Korupsi mencakup penyalahgunaan oleh pejabat pemerintah seperti penggelapan dan nepotisme. lingkungan hidup. Korupsi juga mengurangi kualitas pelayanan pemerintahan dan infrastruktur. Satu contoh lagi adalah bagaimana politikus membuat peraturan yang melindungi perusahaan besar. dan penipuan. Para pakar ekonomi memberikan pendapat bahwa salah satu faktor keterbelakangan pembangunan ekonomi di Afrika dan Asia. Ini memberi dorongan bagi para pejabat untuk menumpuk kekayaan mereka di luar negeri. namun lebih memberikan kondisi untuk pembangunan. pemerasan. atau aturan-aturan lain. ketertiban hukum. [1] (Hasilnya. campuran tangan.menyebabkan inflasi ongkos niaga. terutama di Afrika. adalah korupsi yang berbentuk penagihan sewa yang menyebabkan perpindahan penanaman modal (capital investment) ke luar negeri. Perusahaan yang memiliki koneksi dilindungi dari persaingan dan sebagai hasilnya mempertahankan perusahaan-perusahaan yang tidak efisien. dan lain-lain.

Duabelas negara yang paling kurang korupsinya. Negara-negara yang paling sering memberikan sogokan pada umumnya tidak sama dengan negara-negara yang paling sering menerima sogokan. Di beberapa negara. meniadakan kemungkinan untuk berniaga tanpa terlibat penyogokan. budaya penyogokan mencakup semua aspek hidup seharihari. menurut survey persepsi (anggapan ttg korupsi oleh rakyat) oleh Transparansi Internasional di tahun 2001 adalah sebagai berikut: • • • • • • • • • • • • • Australia Kanada Denmark Finlandia Islandia Luxemburg Belanda Selandia Baru Norwegia Singapura Swedia Swiss Israel Menurut survei persepsi korupsi . tigabelas negara yang paling korup adalah: • • • • • • Azerbaijan Bangladesh Bolivia Kamerun Indonesia Irak .Penyogokan: penyogok dan penerima sogokan Korupsi memerlukan dua pihak yang korup: pemberi sogokan (penyogok) dan penerima sogokan.

namun lebih sulit lagi untuk membuktikan ketidakadaannya. Bank Dunia mengumpulkan sejumlah data tentang korupsi. Tuduhan korupsi sebagai alat politik Sering terjadi dimana politisi mencari cara untuk mencoreng lawan mereka dengan tuduhan korupsi. karena para pelakunya pada umumnya ingin bersembunyi. Mengukur korupsi Mengukur korupsi . dan Survei Pemberi Sogok. yang akhirnya menyebabkan munculnya tuduhan korupsi politis. Politisi terjebak di posisi lemah karena keperluan mereka untuk meminta sumbangan keuangan untuk kampanye mereka. edisi tahun 2004 berfokus kepada korupsi politis. secara alami adalah tidak sederhana. oleh Hu Jintao untuk melemahkan lawan-lawan politik mereka. termasuk sejumlah Indikator Kepemerintahan. Maka dari itu. Barometer Korupsi Global (berdasarkan survei pandangan rakyat terhadap persepsi dan pengalaman mereka dengan korupsi). yang melihat seberapa rela perusahaan-perusahaan asing memberikan sogok. sering banyak ada gosip menyangkut politisi. bukan dari penghitungan langsung korupsi yg terjadi (karena survey semacam itu juga tidak ada) Sumbangan kampanye dan "uang haram" Di arena politik. LSM terkemuka di bidang anti korupsi. dan yang terakhir.• • • • • • • Kenya Nigeria Pakistan Rusia Tanzania Uganda Ukraina Namun demikian.dalam artian statistik. menyediakan tiga tolok ukur. Di Republik Rakyat Cina. untuk membandingkan beberapa negara. Transparansi Internasional juga menerbitkan Laporan Korupsi Global. Sering mereka terlihat untuk bertindak hanya demi keuntungan mereka yang telah menyumbangkan uang. . yang diterbitkan setiap tahun: Indeks Persepsi Korupsi (berdasarkan dari pendapat para ahli tentang seberapa korup negara-negara ini). fenomena ini digunakan oleh Zhu Rongji. nilai dari survei tersebut masih diperdebatkan karena ini dilakukan berdasarkan persepsi subyektif dari para peserta survei tersebut. Transparansi Internasional. sangatlah sulit untuk membuktikan korupsi.